P. 1
Dakwah Islam

Dakwah Islam

|Views: 152|Likes:
Published by Ajar Permono

More info:

Published by: Ajar Permono on Jan 23, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/23/2012

pdf

text

original

DAKWAH

MENGGUGAT ULAMA

Ajar Permono

1

SEKAPUR SIRIH
     Tulisan ini dibuat beberapa minggu sebelum aksi barbar tentara zionis Israel yang menyerang kapal relawan kemanusiaan dari berbagai negara dalam rangka membantu rakyat Palestina yang terblokade di jalur Gaza. Kebiadaban Israel (dengan dukungan Amerika) terhadap bangsa Palestina dan sikap memandang remeh PBB (artinya sama saja meremehkan bangsa-bangsa diseluruh dunia) haruslah dicermati benar-benar oleh umat Islam. Adalah kenyataan bahwa negara yang menguasai iptek dan ekonomi dengan baik berada “diatas angin” dibanding negara-negara yang lemah yang tidak menguasai keduanya. Oleh karenanya umat Islam perlu - bahkan harus - menguasai keduanya (iptek dan ekonomi) dengan baik. Caranya adalah dengan menuntut ilmu secara bersungguh-sunnguh dan bekerja dengan giat dalam tataran individu dan kolektif. Dengan penguasaan iptek dan sektor ekonomi, serta ditunjang keimanan dan ketakwaan (imtak) yang benar, umat Islam bakal menjadi lebih kuat dan akan sejahtera sehingga Dititik ini, martabat bangsa terjaga. berbicara mengenai

menuntut ilmu dan bekerja berarti terkait dengan bagian penting dari ibadah. 2

Ada dugaan bahwa umat Islam umumnya cenderung mengutamakan ibadah ritual (mahdhah) dibanding ibadah ghoiru mahdhah (aktifitas muamalah). Contoh ibadah ritual (mahdhah) adalah shalat, puasa, zikir, doa dimana merupakan aktivitas yang terkait langsung dengan Allah SWT (habluminallah). Sedangkan ibadah ghairu mahdhah (aktifitas muamalah atau kemaslahatan) antara lain adalah bekerja mancari nafkah, berdagang, menuntut ilmu pengetahuan dan teknologi dan sebagainya yang terkait dengan hubungan antar manusia (habluminannas). Dugaan tersebut antara lain diperkuat dengan pemaknaan yang “salah kaprah” bahwa ibadah melulu diartikan sebagai aktivitas ritual, sedangkan aktifitas sosial muamalah ibadah. seringkali dianggap “diluar” Upaya atau koridor

menuntut ilmu pengetahuan dan

teknologi secara bersungguh-sungguh serta bekerja cerdas dan keras dianggap sebagai kegiatan yang “netral” tausyiah, atau bebas nilai, dai dalam atau arti tidak sering “urusan mendatangkan pahala. Malah dalam ceramah atau beberapa ulama mengambil sisi negatif keduanya, bahwa menuntut ilmu dan berdagang – karena dianggap SWT. Ada apa dengan Ulama ? dunia” – dapat menjauhkan seseorang dari Allah

3

Nuansa

mengutamakan

“kesalehan

ritual”

(mengidentikan kesalehan dengan ibadah ritual semata) sering didapati dalam ceramah agama diberbagai mengaitkan sebagai kesempatan kepemilikan yang serta dalam buku-buku benda dengan khutbah Jumat. Cukup banyak da’i dan ulama yang kekayaan negatif harta sesuatu semata

mengatakan ‘buat apa kaya nanti kalau meninggal dunia toh (kekayaan itu) tidak dibawa ke kubur’, ‘biar melarat asal rajin shalat’ , ‘belajar iptek itu tidak mandatangkan pahala’ dan ungkapan lain senada. Dalam kasus tertentu pendapat semacam ini mungkin benar, namun secara umum rasanya berlebihan bahkan bisa jadi menyesatkan. Bukankah dengan harta benda banyak menjadikan orang dapat melakukan amalan seperti membuat usaha dan menyerap banyak sebagian lapangan hartanya ke kerja, panti menyumbangkan

asuhan atau mewariskan ke keturunannya agar kelak hidup mereka berkecukupan, atau untuk naik haji ? Bukankah itu perbuatan mulia? Selain itu beberapa da’i dan ulama juga sering menonjolkan dampak negatif ada yang secara ekstrim iptek, bahkan menganggap Sekali lagi

memanfaatkan kemajuan iptek berarti mendukung dan meniru “aktivitas orang kafir”. barangkali dalam kasus-kasus tertentu itu ada 4

benarnya, namun menjadi tidak proporsional kalau menyebutkan menuntut ilmu sama halnya berdagang - tidak mendatangkan pahala karena merupakan “urusan dunia” serta “tidak” termasuk ibadah. Mereka, para da’i dan ulama tersebut, seolah lupa bahwa kendaraan yang mereka pakai, ponsel untuk menerima order ceramah, mikrofon untuk contoh berceramah, hasil dari sajadah untuk sholat iptek dan serta pesawat terbang untuk naik haji adalah sebagian pengembangan aktivitas sektor ekonomi. Memang benar menuntut ilmu dan bekerja mengandung sisi negatif bila niat tujuan dan cara yang ditempuh menyimpang dari nilai-nilai agama. Namun bila niat dan tujuannya untuk kebaikan serta cara yang ditempuh juga sesuai syariat Islam maka kedua aktifitas tersebut tentunya sarat dengan pahala. Oleh karenanya tidak sepantasnya bila kedua aktivitas tersebut perlu diupayakan secara maksimal. Terkait dengan rasa penasaran akan ceramah stereotype yang “begitu-begitu” saja tersebut ritual (memaknai ibadah melulu sebagai aktifitas yakni menuntut ilmu umum dan bekerja kemudian tidak

(mahdhah) dan mengesampingkan ibadah ghairu mahdhah yakni aktifitas muamalah atau sosial, penulis mencoba melakukan studi kasus dengan mengumpulkan data ceramah (khutbah) yang 5

disampaikan para da’i dan ulama dalam berbagai forum. Dalam hal ini ibadah ghoiru mahdhah dibatasi untuk persoalan menutut ilmu umum dan aktivitas bekerja. Meskipun hanya dua item namun sesungguhnya sukses-gagalnya kedua sektor tersebut sangat mempengaruhi hajat hidup individu dan orang banyak. sifatnya studi kasus dilakukan induksi mengeneralisasi Studi kasus dilakukan dengan maka sedapat mungkin tidak sehingga hasilnya tidak dengan penelitian). Dari 200 ibadah mengambil data sebanyak 200 sampel. Oleh karena

(bedakan

Bagaimana hasil studi kasus tersebut? ceramah yang menekankan

sampel ternyata hanya 32 (16 %) saja isi / tema pentingnya ghairu mahdhah (sekali lagi dalam hal ini dibatasi pada aktivitas menuntut ilmu umum dan bekerja). Berdakwah dengan materi ibadah mahdhah

(ritual) tentu saja baik dan harus diteruskan, hanya saja perlu ada keseimbangan dengan materi dakwah ibadah ghairu mahdhah (aktifitas muamalah). Hasil studi kasus menunjukkan ketidakseimbangan yang signifikan. Yang dikhawatirkan adalah bahwa studi kasus tersebut diduga mewakili sebagian besar pola dakwah di Indonesia (ini perlu dibuktikan dengan penelitian lanjutan). Bila hal itu benar yang dalam jangka panjang maka akan berimbas pada kualitas umat secara keseluruhan kelangsungan 6

berbangsa

menjadi

taruhannya.

Yang

mengkhawatirkan umat Islam kini – terkait dengan Islam kafah – seperti sudah tidak bisa mengenali mana yang penting sekaligus urgen, mana yang penting tapi tidak urgen dan seterusnya. Akibatnya banyak aktivitas yang bener ning ora pener (kurang lebih berarti benar tapi tidak tepat sasaran). Yang penting dan urgen bagi umat Islam dan bangsa Indonesia sekarang juga kedepan itu apa ? Ini kan perlu dipetakan dengan jelas. Kalau disatu sisi para da’i dan ulama memandang “hanya” ibadah ritual yang penting dan urgen , sedangkan penguasaan iptek dan pengembangan perekonomian dianggap kurang penting dan tidak urgen, ini kan menjadi persoalan. Di sisi lain secara faktual indeks pembangunan manusia Indonesia terpuruk di peringkat 111 dari 182 negara. Ini kan repot. Tidak hanya repot namun juga berbahaya mengingat kecenderungan dunia saat ini kaum lemah cenderung menjadi bulan-bulan kaum yang kuat dan kaya. Jangan-jangan umat Islam saat ini salah menilai hal-hal yang asasi bagi bangsa dan yang agamanya. Terkait dengan itu ada ungkapan - atau lebih tepat peringatan - dari seorang alim perlu dicermati yakni ‘bila suatu bangsa kehilangan ketajaman serta salah menilai hal-hal yang asasi,

7

maka bangsa tersebut telah melangkah menuju kehancuran’. Sejujurnya penulis merasa berat

merampungkan buku ini. Berat yang pertama, topik seperti ini merupakan ranah baru penulisan bagi penulis. mental Berat yang kedua yang menyangkut sendiri tidak dikatakan beban bisa (baca: manakala penulis

melaksanakan diri”

apa-apa

ditulis). Kalaupun akhirnya penulis “memberanikan (astagfirullah...) dorongan dan ini bangsa buku merampungkan ingin umat Islam. buku ini Karenanya memberikan menghadirkan Kalaupun ada semata-mata kejayaan sejatinya lontaran penjelasan berkontribusi bagi

lebih

banyak

pemikiran (mohon

daripada maaf).

penjelasan, niscaya didominasi pendapat para ahli, maka tidak heran buku ini sarat dengan catatan kaki. Untuk terjemahan dan tafsir Al-Qur’an sebagian besar menggunakan tafsir al-Misbah buah karya Quraish Shihab dan sedikit tafsir al-Manar dari Muhammad Rasyid Ridho. Wallahualambhisawab....

DAFTAR ISI
8

SEKAPUR SIRIH DAFTAR ISI ADA APA DENGAN ULAMA ? Iman dan Amal Saleh Parsialisasi Ibadah Studi Kasus ULAMA MELUPAKAN IPTEK ? Keutamaan Menuntut Ilmu Pengetahuan Ulama dan Ilmuwan Dikotomi Ilmu Jaman Keemasan Islam Klasik Intelektual Muslimah Harmonisasi Akal dan Wahyu Antara Takjub dan Takut Belajar dari Ayat Kauniyah Keluasan Al-Qur’an Budaya Penelitian ULAMA MELUPAKAN EKONOMI ? Buruknya kemiskinan dan baiknya kecukupan Dilema Ulama Bekerja Adalah Ibadah MENGGAPAI (KEMBALI) JAMAN KEEMASAN ISLAM Revolusi Ekonomi Jaman Rasulullah Jejak Ekonomi Khulafa ar-Rasyidun Jejak Ekonomi Kekhalifahan Umayyah Jejak Ekonomi Kekhalifahan Bani Abbasiyah Jejak Ekonomi Kekhalifahan bani Usmaniyah Penyebab Keruntuhan Keemasan Islam Klasik Belajar Dari Negara Lain Mengejar Ketertinggalan AKHIRUL KALAM DAFTAR PUSTAKA TENTANG PENULIS

ADA APA DENGAN ULAMA ?
Keadaan sebagian umat muslim di dunia pada umumnya memprihatinkan. Memang ada yang 9

sudah mulai maju dibidang ilmu pengetahuan dan ekonomi, namun secara keseluruhan belum merata dan rata-rata masih dalam kategori lemah. PDB negara muslim variasinya begitu besar. Pada dekade pertengahan tahun 2000-an, PDB per kapita Banglades adalah USD 350, bandingkan dengan Uni Emirate Arab yang mencapai 21.000. Tingkat akses teknologi negara-negara Islam juga sangat njomplang, mulai dari Oman dengan satu komputer per 2000 orang dan di Bahrain 320 komputer per 2000 orang. Kurangnya pendidikan anak-anak mulsim cukup mencengangkan. Dari 17 negara anggota OKI, anak-anak yang berada pada tingkat pendidikan dasar adalah kurang dari 60%. Laporan UNICEF menyebutkan bahwa lebih dari 4,3 juta balita di negara-negara anggota OKI meninggal setiap tahun akibat kekurangan gizi dan karena penyakit-penyakit yang sebetulnya dapat dicegah.1 Di Indonesia sendiri jumlah warga miskin juga masih tinggi (sekitar 40 juta), bahkan dengan kriteria tertentu bisa membengkak hingga diatas seratus juta. Yang mengkhawatirkan, keadaan seperti ini seolah-oleh dipandang “biasa saja” oleh sebagian umat muslim. Bagaimana tidak sementara sebagian besar kaum muslim “tercekik” kemiskinan dan kebodohan sebagaimana gambaran di atas, namun banyak umat Islam tidak peduli, mereka malah tenggelam dan ber-“asyik-masyuk” dengan ibadah 10

ritual namun mengesampingkan ibadah muamalah. Mereka lebih mengutamakan banyak berzikir daripada membantu tetangga atau kerabatnya yang sedang mengalami kesulitan. Iman dan Amal Saleh Yang pertama dan utama adalah keimanan kepada Allah SWT. Iman melahirkan tata nilai berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa (rabbaniyyah) yakni tata nilai yang dijiwai oleh kesadaran bahwa hidup ini berasal dari Tuhan dan kembali menuju kepada-Nya (inna lillahi wa inna ilayhi raji’un).2 Rangkaian selanjutnya (setelah iman) adalah amal saleh. Iman dalam Al Qur’an memang hampir selalu dikaitkan dengan amal saleh yang tidak lain adalah tindakan atau perbuatan baik (kebajikan) manusia terhadap lingkungannya.
                          Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan

mengerjakan amal saleh, itulah mereka sebaik-baik makhluk. (QS 98 al-Bayyinah: 7)             Sesunggunya mereka yang beriman dan beramal saleh, tentulah Kami tidak akan menyia-nyiakan pahala orangorang yang baik amalan(nya). (QS 18 al-Kahfi: 30)

11

                        Demi masa. Sesungguhnya manusia di dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan beramal saleh serta saling berwasiat tentang kebenaran dan saling berwasiat tentang kesabaran. (QS 103 al-Ashr: 1-3)

Jadi kebutuhan akhirat dicapai dengan iman yang benar dan amal perbuatan baik yang nyata. Adalah keliru manakala ada pendapat yang menyatakan bahwa keberuntungan yang terkait dengan amal adalah mengenai urusan akhirat saja. Hal ini dapat dipahami karena pembalasan (pahala) itu berlaku umum karena Dia-lah Tuhan akhirat yang juga Tuhan dunia.3
            Sesunggunya mereka yang beriman dan beramal saleh, tentulah kami tidak akan menyia-nyiakan pahala orangorang yang mengerjakan amalan(nya) dengan baik. (QS 18 al-Kahfi: 30)                      

12

Mereka itu balasannya ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan Itulah sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal. (QS 3 Ali Imran: 136)       Barangsiapa az-Zalzalah: 7) yang mengerjakan kebaikan seberat

zarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. (QS 99

Demikianlah masih banyak Keterpaduan antara iman

ayat-ayat Al juga

Quran yang mengaitkan iman dengan amal saleh. amal saleh tercermin dengan jelas dalam sabda Nabi berikut:
Iman itu bukanlah merupakan harapan dan bukan pula perhiasan lahir , melainkan yang tertanam hati dan dibuktikan oleh perbuatan. (HR Ibnu Najjar dan Dailami) Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesama manusia. (HR Thabrani) Seseorang bertanya kepada Rasulullah saw: Orang Islam manakah yang paling baik? Rasulullah menjawab: Kaum muslimin yang selamat dari lisan dan tangannya. (HR Muslim)

Yusuf atau

Qardhawi berpendapat keimanan dalam hati apalagi sekedar

yang sejati tidak cukup sekedar pembenaran pikiran kepercayaan ucapan di mulut. Keimanan perlu – bahkan harus – diwujudkan dalam perbuatan nyata. Oleh karenanya 13

amal perbuatan merupakan faktor yang tidak dapat dipisahkan dari keimanan yang sempurna.4 Untuk mewujudkan iman dan amal saleh memerlukan rangkaian berikutnya yakni ilmu. Betapa agama Islam sangat menjujung – tinggi keahlian (keilmuan) seseorang. Keilmuan

piranti menuju amal saleh – adalah kesadaran yang perlu terus menerus dibina sebagaimana kesadaran keimanan. Oleh karenanya – disamping iman dan takwa – mundurnya penguasaan yang berperan penting dalam maju bangsa iptek adalah dan kondisi ilmu sektor

pengetahuan dan perekonomian umat. Lemahnya buruknya perekonomian berakibat meruaknya kebodohan dan kemiskinan. Indikasi lemahnya SDM di Indonesia akibat kebodohan dan kemiskinan datang dari data indeks pembangunan manusia atau HDI (human development index) tahun 2010 dimana Indonesia terpuruk 30, diurutan 111 dari 182 negara. Sebagai 66, Thailand 87. Mengapa bisa pembanding, Singapura berada di urutan 23 , Brunei Malaysia demikian? Parsialisasi Ibadah Amal saleh sebagai pengejawantahan iman dilakukan dalam rangka ibadah kepada Allah SWT. Sayangnya sementara ini terdapat kecenderungan terjadinya parsialisasi ‘ibadah’. Ibadah cenderung 14

dimaknai sebagi aktivitas ritual (ibadah mahdhah) semata sedangkan akitfitas muamalah (ibadah ghairu mahdhah) tidak diikutkan sebagai ibadah. Distrorsi pemaknaan semacam in lazim terjadi pada umat Islam saat ini. Mengapa ini bisa terjadi, karena umat pada umumnya para da’i memahami dan apa yang Agak diajarkan ulama.

mengherankan memang mengapa banyak da’i dan ulama dalam dakwah mereka mengartikan ibadah semata-mata sebagai aktivitas ritual seperti shalat, zikir, tadarus dan sebagainya. Sedangkan ibadah ghairu mahdhah atau aktifitas bekerja mencari nafkah melainkan dikerjakan akhirnya sebatas “tidak muamalah seperti ibadah jika tidak menuntut ilmu pengetahuan dan teknologi serta dianggap bukan mubah namun juga aktivitas berdosa yang

berpahala”. Parsialisasi makna ibadah tersebut pada menjadikan dakwah bertema aktivitas muamalah bak “anak tiri” diantara arus utama dakwah. Kecenderungan dakwah yang demikian boleh jadi menjadi salah satu penyebab utama mengapa berimbas umat Islam pada umumnya “kurang dan antusias” menuntut ilmu dan giat bekerja yang dengan maraknya kebodohan kemiskinan. Oleh karenanya perlu ada pemahaman kembali makna ibadah secara holistik (tidak parsial) dikalangan para da’i dan ulama serta dikalangan umat Islam pada umumnya. 15

Terkait dengan persoalan diatas ada baiknya diperhatikan apa yang diketengahkan beberapa ahli agama berikut ini. Menurut Muhammad Ardani, kata ibadah yang berasal dari ‘abada’, sekalipun dapat diterjemahkan dengan menyembah, namun terjemahan ini dipandang tidak begitu tepat. Karena Tuhan yang disembah itu bukan saja ditakuti dan disegani, tetapi juga dikasihi dan disayangi. Dalam surat al- Dzariat ayat 56, terdapat kata liya’ buduni yang berarti “agar mereka beribadat kepada-Ku”. Tetapi dalam konsep Islam, Allah adalah Zat Yang Maha Esa, Maha Kuasa (Wahid, Qadir) sekaligus Maha Pengasih, Penyayang dan Pengampun (Rahman, Rahim dan Ghafur), maka kata liya’buduni lebih tepat diterjemahkan sebagai agar mereka tunduk dan patuh kepada-Ku. Oleh karenanya Allah tidak perlu dijauhi dan ditakuti, melainkan harus didekati dan disayangi, karena Dia memang dekat dan sayang kepada manusia. Dengan demikian arti ayat tersebut ialah : Tidak Ku-ciptakan jin dan manusia kecuali untuk tunduk dan patuh kepadaKu.5 Ada lagi pendapat Al-Madudu yang menyatakan ibadah berasal dari kata ‘abd yang artinya abdi (pelayan atau budak). Sehingga hakikat ibadah adalah penghambaan, sedangkan secara terminologi ibadah adalah usaha mengikuti hukumhukum dan aturan-aturan kehidupan Allah SWT dalam dengan 16 menjalankan yang sesuai

perintah-Nya, mulai akil balig hingga meninggal dunia. Sementara Muhammad Abduh menafsirkan kata na’budu dalam surat al-Fatihah adalah sebagai rasa tunduk ketaatan dengan penuh kemerdekaan, Zat yang sehingga ibadah pada hakikatnya adalah sikap semata-mata mengangkat disembahnya.6 Kemudian Ibnu Taimiyah memaknai ibadah sebagai segala usaha yang diperintahkan oleh Allah kepada hambanya.7 Oleh karenanya ibadah tidak hanya sebatas menjalankan rukun Islam melainkan juga berlaku pada semua aktivitas duniawi segala SWT. yang didasari rasa ikhlas.8 Dari berbagai aktivitas Oleh yang dilakukan kata dalam rangka pemahaman diatas, ibadah dapat diartikan sebagai memenuhi ketundukan dan kepatuhan kepada Allah karenanya ibadah seharusnya dialamatkan secara holistik pada aktivitas ritual (ibadah ritual) sekalian dengan aktivitas muamalah (ibadah muamalah). Menurut Ahmad J.Asifudin, berkenaan dengan sistem keyakinan serta pengaturan kehidupan, Islam mencakupi, meliputi dan bersifat saling menyempurnakan diantara ibadah ritual dan ibadah muamalah. Parsialisasi atasnya berarti menciderai dan merusak keluhuran agama ini. Pembagian aktivitas manusia menjadi ‘ibadah’ dan ‘muamalah’ merupakan pemilahan yang hadir setelah 17

munculnya kitab-kitab fikih.9 Barangkali pemilahan tersebut halnya tersebut semula pada dimaksudkan atau ilmu untuk membuat seperti pada dan diferensiasi umumnya. teoritis dunia Namun membuat pembidangan pengetahuan konseptual

kenyataannya implikasi

pemilahan

operasional yang menyesatkan. Orang kemudian beranggapan bahwa untuk menjadi muslim atau muslimah yang baik cukup dengan mengerjakan ibadah ritual seperti shalat dan zikir meskipun amal muamalahnya “amburadul”. Contohnya seseorang yang enggan menuntut ilmu serta malas bekerja asal rajin shalat, kerap berzikir maka sudah merasa menjadi muslim sejati. Lebih parah lagi seorang maling kekayaan negara (koruptor) merasa “terhapus dari segala dosa” selagi kemudian cepatcepat melaksanakan shalat serta mohon ampun atas perbuatnnya itu. Kalaupun kemudian korupsi lagi, ya shalat dan mohon ampun lagi. Beres. Contoh mengedepankan kesalehan sosial berulang-ulang lain aktivitas kesalehan adalah yang dilakukan yang ritual naik lebih daripada haji orang.

fenomena

sebagian

Sebelum regulasi pembatasan naik haji diterapkan, beberapa orang sering mempunyai “hobi” naik haji. Bahwa naik haji yang wajib hanyalah satu kali, selain itu hukumnya sunah. Meskipun sunah ternyata 18

banyak pihak yang “gemar” melakukan hingga beberapa kali. Salah satu contoh adalah seorang pengusaha. Yang menjadi persoalan sosial adalah yang bersangkutan lebih mengutamakan naik haji berkali-kali dan kurang peduli pada kesejahteraan karyawannya. sebenarnya Sebagai yang pengusaha mampu sukses untuk bersangkutan

memberi kesejahteraan lebih banyak kepada para karyawannya, namun itu tidak dilakukannya, dia lebih mengutamakan dengan naik haji KTP berulang-ulang sekalipun !) untuk (meskipun dibanding boleh dikata memalsu

mengalokasikan

uangnya

kesejahteraan karyawannya. Semua karyawannya hidup dalam kondisi “sedikit” diatas garis kemiskinan. Mereka – para karyawan – masih bekerja pada orang tersebut karena sepertinya memang tidak ada pilihan lain. Dia juga tidak berpikir bahwa dengan sering naik haji maka setiap kali ada jatah orang lain yang seharusnya berkesempatan naik haji untuk pertama kalinya menjadi tergusur. Lain cerita adalah sepasang suami istri yang juga punya “hobi” umrah namun cenderung masa bodoh dengan lingkungannya (tidak mau tahu kalau salah satu anggota kelompoknya sedang mengalami problem ekonomi akibat pemutusan hubungan kerja). Mereka juga tidak peduli kalau di wilayahnya ada sekolah dasar yang sudah bobrok, sama sekali 19

tidak layak untuk proses belajar-mengajar. Yang menarik adalah bahwa suatu ketika dalam suatu pertemuan yang bersangkutan sempat disindir oleh seorang Ustad. Ustad yang berpikiran jernih tersebut mengatakan ‘bagaimana mungkin anda sudah berkali-kali umrah dan dua kali naik haji kali ini ingin umrah lagi sedangkan ada SD di kampung anda sangat membutuhkan dana renovasi. Rupanya sindiran Ustad tersebut tidak mempan terbukti dalam waktu dekat mereka berencana umrah lagi sedangkan SD nya tetap tidak ada perbaikan. Memang pergi ke tanah suci untuk memenuhi panggilan Allah SWT itu selain berpahala juga nikmatnya bukan main. Akan tetapi melakukan ibadah rekan muamalah yang secara seperti layak, membantu membangun keuangan gedung sedang kesulitan, menyejahterakan

karyawan

sekolah dalam rangka pengabdian pada Allah SWT bisa jadi pahalanya tidak kalah besarnya daripada berhaji sunah atau berumrah. Satu lagi cerita yakni teman penulis pernah hadir disuatu pengajian yang diisi oleh seorang da’i yang bergelar master dan doktor. Harapannya dia akan mendapat banyak pencerahan (dia mengaku akhir-akhir dakwahnya jarang “itu-itu” ikut saja, pengajian karena isi maksudnya terfokus

ajakan beribadah ritual, sehingga tiap kali pulang dari pengajian bukannya tercerahkan malah sering 20

mendongkol, demikian pengakuannya). Sayangnya kali ini harapannya masih juga belum terpenuhi, tema ceramah yang dia dapati masih seputar “jenggot dan celana congklang”. Teman penulis tersebut menggerutu, seolah-olah tidak ada lagi persoalan umat yang lebih penting dan mendesak untuk dibahas dan diupayakan bersama. Selain daripada itu teman penulis tersebut juga mengeluhkan bahwa sekarang ada kecenderungan baru pengajian umum di televisi yakni menjadi semacam pengajian khusus ibu-ibu. Barangkali itu tidak masalah. Yang memprihatinkan adalah tema ceramah atau dakwah yang lebih banyak mengikuti selera umum sehingga kebanyakan dakwah tak ubahnya seperti konsultasi keluarga. Kalau tidak dakwah tersebut lebih mirip film India yang begitu penuh dengan nyanyian dan dagelan yang kurang bermutu. Kalau ceramah seperti itu hanya sesekali tidak mengapa tapi kalau seminggu empat hingga lima kali.... Kembali ke ajakan memelihara jenggot dan mengenakan celana congklang bahwa itu memang ada hadisnya. Namun kemudian bila itu-itu saja yang diutamakan dari ratusan ribu hadis tentunya patut dipertanyakan. Dari sekian banyak hadis tentunya ada pengutamaan diantaranya. Jangan sampai kaum muslimin gampang melupakan hadis 21

yang

startegis sering

seperti terjebak

upaya pada

memerangi yang

kemiskinan dan kebodohan. Sebagian umat muslim cenderung sesuatu artifisial yakni mencontoh penampilan Nabi secara fisik. Ini tidak salah. Namun alangkah baiknya bila umat umat muslim dan lebih mengutamakan mencontoh ilmu kegigihan perjuangan beliau membangun ekonomi mendorong penguasaan pengetahuan dalam rangka memerangi kemiskinan dan kebodohan. Atau juga bagimana mencontoh etos kerja beliau agar dapat berprestasi ke tingkat dunia. Begitulah, menuju Islam kaffah memang perlu bahkan wajib, namun skala skala sekali lagi Perlu semuanya adanya adalah memerlukan tidak ada prioritas.

pengurutan dari segala aspek keutamaan. Kalau prioritas kejadiannya sebagaimana kondisi umat Islam saat ini, sering berselisih dan menghabiskan energi untuk hal-hal yang kurang prioritas dan melupakan persoalanpersoalan besar dan mendesak. Sebagai ilustrasi pembinaan pokok-pokok akidah, moral dan ahlak adalah termasuk penting dan urgen, dilain pihak pengembangan iptek dan memajukan perekonomian juga penting dan urgen, sehingga ketiganya dapat dimasukkan dalam prioritas utama, toh semua dapat dilakukan secara berbarengan dan seimbang. Kalau 22

umat Islam selalu saja terjebak dalam tetek bengek perihal yang kurang prioritas sehingga waktu, pikiran dan tenaga tersedot ke dalamnya, hasilnya sebagaimana sekarang yang ada, umat Islam pada umumnya dalam posisi yang lemah, tertinggal dalam iptek (untuk tidak bilang bodoh) serta ekonominya pas-pasan (untuk tidak bilang miskin). Terbukti data yang dilansir Bank Dunia menyatakan bahwa sekitar 66 % umat Islam di dunia hidup dalam kondisi ekonomi yang memprihatinkan. Dulu pada jaman penjajahan Belanda, strategi menjebak umat Islam untuk berpolemik mengenai hal-hal yang sepele kerap dipakai Belanda untuk mengalihkan perhatian umat Islam dari masalah utama yakni hak atas kemerdekaan. Terkait dengan mudahnya umat Islam terjebak dalam masalah yang sumir sehingga lupa tugas utama, penulis sempat berdebat dengan seorang muslim berkebangsaan Maroko. Dia mengatakan mengapa Indonesia yang mayoritas muslim kok bisa-bisanya dijajah begitu lama hingga ratusan tahun oleh Belanda. Dia menduga umat muslim Indonesia dulu kurang kompak dan tidak fokus dalam mengusir penjajah, mudah dipecah belah dan sering terjebak dalam perdebatan Merasa untuk urusan-urusan penulis yang sepele. banyak tertohok, kemudian

memberikan argumentasi yang sifatnya pembelaan. 23

Bahwa pada awalnya Belanda “masuk” Indonesia melalui jalur perdagangan (VOC) sehingga penetrasi mereka sudah mengakar kuat. Kemudian ada beberapa wilayah yang terjajah hanya dalam tempo puluhan tahun saja. Selain itu banyak pahlawan muslim Indonesia dengan segala keterbatasannya telah berjuang Untuk dan sangat itu gigih melawan Indonesia atas jasa kolonial menaruh mereka. sejarah. Belanda. hormat bumi bangsa

penghargaan ya itulah

Kalaupun akhirnya Belanda begitu lama bercokol di Nusantara kenyataan Sayangnya orang Maroko tersebut tetap tidak bisa menerima argumentasi penulis. Dia mensinyalir kaum muslimin saat penjajahan Belanda tidak kompak karena “berseteru” untuk hal-hal yang furu’iyah sehingga cenderung “lupa” akan tugas utama yakni mengusir penjajah dari bumi pertiwi. Dia lalu bercerita dengan membandingkan bagaimana penjajah Italia diusir dari bumi Libya dalam tempo relatif cepat. Senyampang dengan itu dia menyodorkan kaset video (dulu belum musimnya CD) film Lion in The Desert (Singa Padang Pasir) yakni tentang perjuangan para mujahid Lybia yang dipimpin Umar Mukhtar dalam upaya mengusir penjajahan Itali. Film itu dibintangi Anthony Quin yang non-muslim....

24

Masih terkait dengan parsialisasi ibadah yang tercermin pada asyik masyuknya ulama dengan kesalehan ritual, ada kejadian menarik beberapa tahun lalu, tepatnya bulan-bulan besar awal pasca pernah reformasi. setasiun Pada saat talk show di salah satu televisi penyair Rendra

“memarahi” seorang kyai beken kala itu. Rendra sempat komplain sambil mengomel bahwa apa peran para da’i dan ulama penyimpangan-penyimpangan pada aktivis penguasa kerap order menjadi baru dalam mengoreksi rezim dan orde baru.

Rendra mengatakan para da’i dan ulama “takut” “membiarkan” dalam oleh upaya negara kezaliman meruyak. Sedangkan para seniman dan martir seroius mengoreksi penyimpangan

waktu itu. Rendra mengatakan banyak seniman dipenjara, banyak aktivis kalau tidak “raib” ya dimatikan secara perdata, mengapa ulama diam saja? Saat itu sang kyai hanya terdiam terpaku dengan muka merah padam, sepertinya menahan malu. Hal yang senada juga dilontarkan oleh seorang “mubalig sosial” dari Pakistan. Mubalig tersebut (sayang penulis lupa namanya) begitu disayangi rakyat karena dialah yang banyak mengambil peran pemerintah dengan membantu kaum dhuafa secara riil dan berkala besar. Mubalig tersebut mengkritisi kebanyakan ulama di 25 negeranya yang hanya berkutat pada zikir dan do’a

serta sibuk menghadapi musuh yang “tidak jelas”, padahal musuh yang jelas dan nyata yakni kebodohan dan kemiskinan malahan dibiarkan saja. Contoh berikutnya dampak dakwah yang

memparsialisasi ibadah tercermin pada seseorang yang penulis kenal cukup baik. Orang tersebut berperilaku lembut, sangat rajin shalat sunah juga melakukan puasa Daud. Ini tentu saja baik dan perlu dicontoh. Namun dalam suatu kesempatan, dengan mimik serius dia pernah berujar ‘Segala persoalan bangsa ini akan selesai bila seluruh umat muslim di Indonesia penulis bersedia pikir yang shalat dia berjamaah.’ maksudkan Tadinya adalah

menegakkan shalat dalam arti luas yakni shalat yang kemudian mengejawantah dalam tindakan nyata dalam bentuk semangat belajar tinggi, etos kerja tinggi guna mengejar segala ketertinggalan di berbagai bidang. Tetapi setelah penulis konfirmasi, ternyata yang dimaksud oleh teman tersebut adalah aktivitas istighosah shalat atau an apa. sich mungkin semacam yang ada Barangkali

dibenaknya adalah bahwa hanya dengan shalat tanpa perlu aktif bertindak - segala permasalahan bangsa dapat diselesaikan. Benar bahwa shalat merupakan salah satu soko guru agama, namun bukankah aktivitas shalat niscaya perlu diiringi dengan ikhtiar dan tindakan pikir dan fisik yang 26

memadai?

Rasulullah

yang

shalatnya

tentunya tetap dan pikir

paling khusuk saja dalam kesehariaannya melakukan aktivitas atau tindakan fisik bahkan berperang secara langsung. mungkin

yakni dengan bekerja, bernegosiasi, berdakwah dan Bagaimana kita manusia biasa yang shalatnya tentu

kalah khusuk dibanding Rasulullah untuk sukses dunia dan akhirat hanya mengandalkan shalat, doa dan zikir tapi malas bertindak ? Shalat dalam arti luas adalah berikut

perbuatan atau amal saleh yang mengiringinya sebagaimana tertuang dalam ayat dibawah:             
Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalat mereka. (QS 107 alMaauun: 4-5)

Menurut Muhammad Solikhin, orang yang lalai dalam shalatnya bukanlah orang yang tidak mengerjakan shalat. Mereka tetap mengerjakan shalat tetapi tidak dengan sepenuh hati dan tidak diiringi dengan tindakan amal saleh.10 Hal senada dinyatakan oleh Quraish Shihab bahwa dalam shalat Allah tidak menghendaki dari manusia sekedar bacaan kalimat-kalimat, tetapi yang dikehendakiNya adalah pengamalan yang membenarkan kalimat yang diucapkannya itu. Ini berarti shalat adalah 27

amal ibadah yang pelaksanaannya menjadikannya tercegah dari perbuatan tidak baik. tidak dipandang-Nya. Seandainya Kalau tidak, shalat hanya maka semua itu hampa belaka, tidak berarti dan sekedar ‘ucapan dan gerakan yang dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan salam’ – sebagaimana didifinisikian oleh ulama fikih – maka bagaimana ayat yang menyatakan bahwa shalat dimaksudkan untuk mencegah seseorang terjerumus dalam kekejian dan kemungkaran?11     
shalat melarang kekejian dan

Sesungguhnya

kemungkaanr (QS 29 al-Ankabut: 45)

Manusia sebagai wakil Tuhan di bumi yang bertugas merawat dan memakmurkannya memang sering kebangetan; malas berpikir dan enggan betindak, terlalu banyak “mengandalkan” doa. Fenomena terlalu banyak berdoa dan berzikir tanpa diimbangi dengan aktivitas pikir dan tindakan yang sungguh-sungguh mencerminkan kewajiban dengan dan memadai melepaskan seolah-olah diri dari keinginan

berikhtiar buru-buru

secara

seungguh-sungguh mandat”

“mengembalikan

sebagai khalifah di bumi tersebut kepada Allah SWT. Itulah contoh-contoh dampak negatif dakwah para da’i dan ulama yang lebih yang memparsialisasi 28

ibadah dengan mengutamakan ibadah ritual serta mengesampingkan ibadah muamalah. Padahal Allah SWT berfirman:
            Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah apa yang yang ada pada diri mereka. (QS 13 Ar Ra’d:11)       Dan bahwasanya (seorang) manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya. (QS 53 An Najm:39)

Pola-pola

dakwah

yang

tidak

seimbang

semacam inilah (mengutamakan ibadah ritual dan mengesampingkan ibadah muamalah) kiranya perlu segera diseimbangkan karena bila itu terus berlanjut maka bangsa Indonesia akan selalu dalam posisi lemah. Kalau itu berlanjut terus tanpa ada upaya perbaikan, boleh jadi suatu ketika bangsa Indonesia akan terjerumus kedalam klasifikasi negara gagal, bahkan dapat lenyap tersapu dari peta dunia, na’udzubillah. Dalam perjalanan sejarah dunia, peristiwa runtuh dan raibnya suatu bangsa tidak terbilang aneh, dan tidak menutup kemungkinan hal itu masih terulang lagi. Masih terkait dengan pola dakwah ada ungkapan bijak dari seorang da’i yang berasal dari pelosok desa yang mengatakan bahwa 29

situasi sekarang ini ‘tuntunan menjadi tontonan dan tontonan menjadi tuntunan’ . Kebijakan melalui kalimat tadi bisa datang dari tempat mana saja tidak peduli di pelosok desa terpencil sekalipun dan datang dari da’i yang “bukan siapa-siapa”. Bila melihat kondisi sekarang di Indonesia memang banyak hal yang aneh dan terbalik-balik. Televisi dipegang yang oleh jajaran manajemennya tentunya baik, orang-orang berpendidikan

tetapi mayoritas program yang disajikan sama sekali jauh dari nuansa pendidikan. Mengikuti selera pasar, televisi hanya media yang merekam dan menyajikan apa-apa yang berkembang di masyarakat adalah alasan klasik dan klise. Program yang bersifat edutainment (mendidik sekaligus menghibur) sangat sedikit, kebanyakan program yang disajikan adalah hiburan “murni” seperti musik yang ngok dengan meminjam istilah Bung Karno disebut dengan musik ngak ngik dan sinetron yang selalu “penuh drama” banyak teriakan dan tangisan justru televisi secara tontonan kemudian

berlebihan. Yang menyedihkan sperti itu yang katanya sekali ada acara musik di

rating-nya tinggi. Jarang

mencoba membedahnya secara ilmiah bagaimana sejarahnya, tinjauan sosiologisnya dan sebagainya yang bersifat menambah pengetahuan namun tetap bernuansa menghibur. 30

Jaman sekarang pemain musik dan artis sinetron seolah-olah menjadi panutan, tontonan menjadi tuntunan sebagaimana kata da’i ndeso diatas. Dilain pihak, dibuat dakwah hikmat bak agama sekarang lawak yang ada dan seharusnya bernuansa

kecenderungan

hiburan

kadang sarat nyanyian popular segala. Kalau humor dalam dakwah sekedar bumbu penyedap itu baikbaik saja, namun kalau porsinya sudah berlebihan, maka tepat apa yang dibilang da’i diatas bahwa tuntunan jadi tontonan. Oleh menutut memajukan karenanya dan sektor selain pembinaan teknologi ahlak, serta niscaya

ilmu

menguasai

perekonomian

merupakan hal-hal yang asasi bagi individu maupun bangsa. Disinilah sebenarnya peran para da’i dan ulama untuk meluruskan pemahaman rancu mengenai makna ibadah tersebut. Namun apakah para da’i dan ulama sejatinya sudah memahami lebih dulu ? Apakah mereka mengerti dengan apa yang diistilahkan oleh Amhad J. Saefudin sebagai Islam yang “holistik proporsional” (menyatukan antara secara proporsional, tidak memparsialisasi ibadah ritual dan ibadah muamalah) ? Studi Kasus Terkait dengan tema dakwah yang dibawakan para da’i dan ulama, untuk itu dilakukan penelitian 31

(lebih tepatnya studi kasus). Dalam studi kasus ini, tema dakwah dibagi dalam dua kelompok besar yakni tema dakwah ibadah ritual dan tema dakwah ibadah muamalah. Studi kasus kegamaan ini memanfaatkan metodologi penelitian ilmu sosial.

Mengapa penelitian bidang agama memerlukan koherensi dengan ilmu-sosial, menurut Mukti Ali (dalam Sumardi) hal ini dikarenakan: (1) Salah satu ciri ahli agama (ulama) adalah spekulatif-teoritis yang upaya didekati sehingga belakangan memahamai dengan memerlukan disadari (2) masyarakat tidak Kesadaran agama empiris dapat bahwa perlu menyelesaikan masalah.

metode

sedemikian

pengetahuan-pengetahuan

sosial.12 Mengingat metodologi penelitian agama khususnya mencari pola tema dakwah menyeluruh di Indonesia tidak mudah yang representatif – yakni jumlah sampel – maka yang dapat dilakukan

adalah studi kasus. Dalam studi tidak dilakukan induksi (generalisasi) sehingga kesimpulan demikian pula ulasan yang ada hanya dinisbatkan bagi da’i dan ulama yang termaktub dalam sampel. Studi ceramah berbagai kasus dilakukan dengan dua jenis

pengumpulan data. Data primer berupa khutbah / langsung dari para da’i dan ulama di forum seperti shalat jum’at, forum

pengajian di masjid maupun di tempat umum serta 32

ceramah real time di televisi selama kurun waktu 7 bulan dengan jumlah 100 sampel. Sedangkan data sekunder diambil dari internet berupa kompilasi khutbah jum’at , khutbah Idul Fitri di masjid besar maupun kecil di berbagai kota dalam kurun waktu sporadis (tahun 2000, 2001, 2005, 2006, 2008) juga berjumlah 100 sampel. Jadi keseluruhannya ada 200 sampel. Identifikasi permasalahan dilakukan dengan parameter khutbah / ceramah yang berisi dorongan menuntut ilmu dan bekerja yang dikakegorikan sebagai ‘ada’, kemudian khutbah / ceramah yang tidak mengandung dorongan untuk menuntut ilmu dan bekerja yang dikakegorikan sebagai ‘ tidak ada’. Sampel kemudian diolah untuk mencari persentase dengan menjumlah khutbah / ceramah ‘ada’ dibagi dengan jumlah keseluruhan sampel. Sekali lagi karena merupakan studi kasus (bukan penelitian) maka metode induktif tidak diberlakukan, sehingga seluruh pernyataan dan rujukan pada hakekatnya ditujukan bagi para da’i dan ulama yang terlibat dalam dua ratus sampel saja. Tabel dibawah adalah hasil studi kasus tersebut guna mengetahui sejauh mana ilmu dakwah dan para da’i dan ulama dari dalam ibadah memandang penting tidaknya aktivitas menuntut bekerja sebagai bagian muamalah.
Data Primer, dicatat dari ceramah di berbagai forum

33

KETERANGAN (ada / tidak adanya ajakan menuntut ilmu dan/atau giat bekerja sebagai bagian dari ibadah muamalah)

No

TEMA KHUTBAH

SUMBER

01

kasus penyelewengan orang yang diberi amanah sesorang kadang dicoba dulu untuk diangkat derajatnya semangat tahun baru: meningkatkan iman dan takwa anjuran untuk berinfak larangan berdo’a untuk kejelekan orang solusi kehidupan: kembali kepada Allah SWT tema: bervariasi dengan tekana ibadah mahdoh pendidikan halak untuk orang tua dan anak

ceramah di televisi

tidak ada

02

ceramah di televisi

tidak ada

03

ceramah di masjid ceramah di masjid ceramah di televisi ceramah di televisi ceramah di televisi ceramah di televisi

tidak ada

04

ada

05

tidak ada

06

tidak ada

07

tidak ada

08

tidak ada

34

09

tema: berviriasi dengan tekana ibadah ritual ajakan beribadah ritual untuk keselamatan dunia-akhirat kenakalan anak keharmonisan rumah tangga dan tentang penyakit hati hubungan suami istri sikap terhadap dunia: biasa saja budayakan tadarus sering-sering berzikir perintah berbuat adil tidak perlu kaya yang penting ibadah, harta tidak dibawa mati tingkatkan iman dan takwa melalui sholat dan zikir

ceramah di televisi ceramah di televisi ceramah di televisi ceramah di televisi ceramah di televisi ceramah di masjid ceramah di televisi ceramah di masjid ceramah di televisi

tidak ada

10

tidak ada

11

tidak ada

12

tidak ada

13

tidak ada

14

tidak ada

15

tidak ada

16

tidak ada

17

tidak ada

18

ceramah di televisi

tidak ada

19

ceramah di masjid

tidak ada

35

20

utamanya sholat takhiyatul masjid makruh hukumnya bicara urusan dunia di masjid masalah hukum islam (fiqh) kiat masuk surga: dengan rajin sholat pluralisme berbangsa: teologi, soiologi keteladanan rasul: ketakwaan tanpa pnejelasan spesifik ibadah muamamalah Rasul: sidiq, amanah, tablig, fatonah keteladanan Rasul: usaha muamalah ceramah gadogado tentang ibadah ritual mencari

ceramah di televisi ceramah di televisi

tidak ada

21

tidak ada

22

ceramah di televisi ceramah di masjid ceramah di televisi ceramah di televisi ceramah di televisi

tidak ada

23

tidak ada

24

tidak ada

25

tidak ada

26

ada

27

ceramah di televisi ceramah di televisi

ada

28

tidak ada

29

kekayaan dg surat al -Wakiyah

ceramah di televisi ceramah di forum

tidak ada

30

umat Islam perlu kaya harta benda

ada

36

pengajian 31 siksa dan nikmat kubur segala-galanya tentang zikir pentingknya kekhusukan dalam sholat keutamaan bersyukur ilmu pengetahuan yang tinggi menambah ketakwaan nikmatnya sedekah arti takwa: percaya yang gaib, menegakkan sholat kewajiban orang tua hal-hal tentang pahala kehidupan dunia dan akhirat perlu seimbang bahaya dosa ceramah di masjid ceramah di televisi ceramah di masjid ceramah di televisi tidak ada

32

tidak ada

33

tidak ada

34

tidak ada

35

ceramah di televisi

ada

36

ceramah di televisi ceramah di televisi

ada

37

tidak ada

38

ceramah di televisi ceramah di televisi ceramah di forum pengajian ceramah di

tidak ada

39

tidak ada

40

ada

41

tidak ada

37

televisi 42 pekerjaan dunia juga berpahala akhirat persiapan menuju kehidupan kahirat minta perlindungan Allah dari godaan setan bernai berkata benar, belajar dari sejarah keutamaan makan makanan halal keutamaan menjaga keimanan musyawarah untuk mengatasi krisis sabar dan ikhlas memelihara anak yatim persaingan secara islami istikomah dijalan yang benar walau kadang berat tentang kuruptor ceramah di televisi ceramah di masjid ceramah di forum pengajian ceramah di televisi ceramah di televisi ceramah di masjid ceramah di televisi ceramah di televisi ceramah di televisi ceramah di televisi ceramah di tidak ada tidak ada ada

43

tidak ada

44

45

46

tidak ada

47

tidak ada

48

tidak ada

49

tidak ada

50

tidak ada

51

tidak ada

52

tidak ada

38

televisi 53 hakim yang adil lima golongan yang dibukakan pintu sorga doa untuk ibu dan bahagiakan orang tua peringatan Allah dan kiamat tunangan tidak menghalalkan nikmatnya sedekah penghargaan Islam akan ilmu pengetahuan ikhlas dalam ibadah memuliakan tamu amar makruf nahi mungkar dosa-dosa tauhid ujian dalam bentuk tidak enak dan dalam bentuk nikmat ceramah di televisi ceramah di masjid ceramah di televisi ceramah di televisi ceramah di televisi ceramah di televisi ceramah di televisi ceramah di televisi ceramah di televisi ceramah di televisi ceramah di televisi ceramah di televisi tidak ada

54

ada

55

tidak ada

56

tidak ada

57

tidak ada

58

tidak ada

59

ada

60

tidak ada

61

tidak ada

62

tidak ada

63

tidak ada

64

tidak ada

39

65

iman kepada hari akhir kesetiaan suami dan istri gado-gado: siksa neraka, akidah dll hidup hanya sementara, kekayaan tidak dibawa mati menuju keluarga harmonis jihad termasuk menuntut ilmu dengan sungguhsunguuh, bekerja giat menjaga wudhu setiap saat ibadah tidak hanya ritual tapi membantu bangun rumah orang, bikin jembatan dll membersihkan hati shalat cara Rasulullah

ceramah di televisi ceramah di televisi ceramah di masjid ceramah di televisi ceramah di televisi

tidak ada

66

tidak ada

67

tidak ada

68

tidak ada

69

tidak ada

70

ceramah di masid

ada

71

ceramah di televisi

tidak ada

72

ceramah di televisi

ada

73

ceramah di televisi ceramah di televisi

tidak ada

74

tidak ada

40

75

umur bukan pemberian siasia tapi untuk ibadah (ritual) tiap penyakit hati ada obatnya antara lain dengan tahajud utk mengalahkan Israel perlu kuat di sektor ekonomi dan iptek umat Islam perlu kuat di sektor ekonomi jangan melanggar janji perkawinan upaya mengalahkan Israel dengan do’a dan zikir suami yang ideal meniru Rasul pentingnya menjaga keimanan syarat sah shalat peringatan akan hari penghisaban jihad: zikir dan do’a untuk

ceramah di televisi

tidak ada

76

ceramah di televisi

tidak ada

77

ceramah di televisi

ada

ceramah di forum pengajian ceramah di televisi ceramah di televisi ceramah di televisi ceramah di televisi ceramah di televisi ceramah di masjid ceramah di tidak ada ada

78

79

80

tidak ada

81

tidak ada

82

tidak ada

83

tidak ada

84 85

tidak ada tidak ada

41

Palestina 86 olah raga sesuai tuntunan Rasulullah mengendalikan pandangan campuran: tidak ada motivasi menutut ilmu dan memajukan ekonomi campuran: tidak ada motivasi menutut ilmu dan memajukan ekonomi memerangi kebodohan dan kemiskinan masuk Islam secara menyeluruh (kafah) gunakan waktu hidup untuk berdakwah utamanya salawat ke Nabi pertolongan Allah dibalik penderitaan hak-hak perempuan

televisi ceramah di televisi ceramah di televisi tidak ada

87

tidak ada

88

ceramah di televisi

tidak ada

89

ceramah di televisi

tidak ada

90

ceramah di televisi ceramah di televisi ceramah di televisi ceramah di televisi ceramah di televisi ceramah di televisi

ada

91

tidak ada

92

tidak ada tidak ada

93

tidak ada

94

95

tidak ada

42

96

zakat dan infak menambah rezeki kewajiban suamiistri menghindari dari murka Allah dengan banyak zikir, ngaji dan berinfak reformasi dari konsumtif ke produktif campuran: tidak ada motivasi menutut ilmu dan memajukan ekonomi

ceramah di televisi ceramah di televisi

tidak ada

97

ada

tidak ada ceramah di televisi

98

99

ceramah di televisi

ada

100

ceramah di televisi

tidak ada

Dari 100 sampel data primer, materi khutbah yang mengandung ajakan menuntut ilmu dan atau giat bekerja sebagai bagian dari ibadah ghairu mahdhah (aktifitas muamalah) = 17 (atau 17 %)

Catatan: tema ceramah (khutbah) di televisi umumnya ditentukan oleh pihak stasiun televisi, namun bisa saja penceramah menyisipkan ajakan menuntut ilmu dan / atau bekerja dalam ceramahnya. Data Sekunder (dicatat dari buku dan internet dari khutbah di berbagai masjid besar di berbagai kota) No TEMA KHUTBAH SUMBER KETERANGAN (ada / tidak adanya ajakan menuntut ilmu

43

dan/atau giat bekerja sebagai bagian dari ibadah muamalah kekayaan alam perlu diolah dengan baik dan memerlukan iptek makna pembangunan manusia seutuhnya penyakit bangsabangsa: tamak, kufur nikmat dst peranan iman dalam ketahanan nasional hak hidup dan kemerdekaan bagi manusia makna kemuliaan dan kebhinekaan manusia kedudukan dan fungsi ilmu dalam pembangunan kehidupan yang baik: seimbang dunia akhirat Muhammad SAW manusia teladan buku kumpulan khutbah -1 ada

01

02

buku kumpulan khutbah -1 buku kumpulan khutbah -1 buku kumpulan khutbah -1 buku kumpulan khutbah -1 buku kumpulan khutbah -1 buku kumpulan khutbah -1 buku kumpulan khutbah -1 buku kumpulan

ada

tidak ada

03

tidak ada

04

tidak ada

05

tidak ada

06

ada

07

ada

08 09

tidak ada

44

khutbah -1 10 peristiwa gerhana menurut Islam bahaya nafsu biologis dan cara pengendaliannya ujian kehidupan (cobaan Allah) buku kumpulan khutbah -1 buku kumpulan khutbah -1 buku kumpulan khutbah -1 buku kumpulan khutbah -1 buku kumpulan khutbah -1 buku kumpulan khutbah -1 buku kumpulan khutbah -1 tidak ada

tidak ada

11

tidak ada

12

13

mensyukuri nikmat Allah menyambut tahun baru

tidak ada

tidak ada

14

hidayah agama 15 puasa sebagai sarana dalam meningktakan disiplin rohani dan takwa kepada Allah SWT kembali kepada fitrah muhasabah (pergantian tahun dimanfaatkan utuk giat mencari nafkah dan ilmu dalam rangka ibadah)

tidak ada

tidak ada

16

17

buku kumpulan khutbah -1 buku kumpulan khutbah -2

tidak ada

ada

18

45

19

membangun masyarakat Islami: membangun masjid utk membangun rohani atau mental spiritual dan mewujudkan ukhuwah kiat-kiat mengembangkan fitrah: memilih lingkungan yang islami, pendalaman agama, beribadah tekun, senantiasa memohon hidayah kepada Allah, menjauhi sifat tercela). haji makbrur: memperbaiki amal salih dan memperbaiki ekonomi rakyat meluruskan pemahaman dan pengamalan zuhud: sikap bathin mendahulukan Allah daripada lainnya. ajakan untuk bertawakal

buku kumpulan khutbah -2

tidak ada

buku kumpulan khutbah -2

tidak ada

20

21

buku kumpulan khutbah -2

ada

buku kumpulan khutbah -2

tidak ada

22

23

buku kumpulan khutbah -2

tidak ada

46

24

kehidupan yang seimbang : megerjakan ibadah ritual dan muamallah secara seimbang. etika berdoa dan cara-cara berdoa karakteristik hamba Allah : rendah hati, membalas ejekan dengan keselamatan, suka melakukan sholat malam,suka mohon ampun menuju kualitas ibadah : selalu memperbaiki ibadah, dg tulus ikhlas, mempunyai dampak sosial mendidik anak masa depan : mencintai ilmu, meningkatkan iman agar menjadi pribadi yang kuat manusia beribadah: menjaga akal, menjaga eksistensi, mempersiapkan

buku kumpulan khutbah -2

ada

25

buku kumpulan khutbah -2 buku kumpulan khutbah -2

tidak ada

tidak ada

26

buku kumpulan khutbah -2

ada

27

28

buku kumpulan khutbah -2

ada

29

buku kumpulan khutbah -2

tidak ada

47

bekal akhirat kemerdekaan sebagai rahmat Allah:meningkatk an ukhuwah islamiah fase-fase kehidupan manusia :dari berbagai alam sifat-sifat yang destruktif :menggunjing, keras hati, cinta dunia, sedikit malu, panjang angan-angan, zalim zikir 33 melahirka n akhlak yang muli a mengikis pendangklan iman dan ahlak mempelajari AlQur’an dan mengamalkan dalam kehidupan keterpurukan bangsa akibat kepongahan buku kumpulan khutbah -2 tidak ada

30

31

buku kumpulan khutbah -2 buku kumpulan khutbah -2

tidak ada

tidak ada

32

internet: kompilasi khutbah jum’at -1 internet: kompilasi khutbah jum’at -1 internet: kompilasi khutbah jum’at -1 internet: kompilasi khutbah jum’at -1

tidak ada

tidak ada

34

tidak ada

35

tidak ada

36

48

37

masjid adalah rumah Allah: sering-seringlah ke masjid persaudaraan dalam Islam: utamakan musyawarah dan keadilan dalam menyelesaikan masalah dampak negatif dari kedurhakaan

internet: kompilasi khutbah jum’at -1 internet: kompilasi khutbah jum’at -1

tidak ada

tidak ada

38

39

internet: kompilasi khutbah jum’at -1 internet: kompilasi khutbah jum’at -2

tidak ada

40

41

42

43

44

keteladanan Nabi Ibrahim As dan Nabi Isma’il As dalam melaksan akan perintah Allah SWT Al Qur’an dan Al Sunnah Mencerah kan Kehidupa n Manusia pandangan hidup mus lim: taat ibadah, rendah hati taubat semisal pelampun g dan timah pe mberat profesionalisme

tidak ada

internet: kompilasi khutbah jum’at -1 internet: kompilasi khutbah jum’at -2 internet: kompilasi khutbah jum’at -2 internet:

tidak ada

tidak ada

tidak ada

ada

49

dan amanah akan melahirkan kesejahteraan lima dasar pembinaa n umat ung gulan ingatlah selalu peringata n allah RUU anti pornograf i dan porno aksi dambaan keluarga sakinah menuju rumahku surgaku internalisasi nilai Islam

kompilasi khutbah jum’at -2 internet: kompilasi khutbah jum’at -2 internet: kompilasi khutbah jum’at -2 internet: kompilasi khutbah jum’at -2 internet: kompilasi khutbah jum’at -2 internet: kompilasi khutbah jum’at -2 internet: kompilasi khutbah Idul Fitritidak ada

45

tidak ada

46

tidak ada

47

tidak ada

48

tidak ada

49

50

51

hikmah Idul Fitri dan hari pahlawan: meningka tkan kebersam aan bangs a menjadikan Idul Fitri sebagai momentu m Indonesia bangkit

tidak ada

internet: kompilasi khutbah Idul Fitri

ada

50

52

53

ajaran-ajaran R amadhan: menjaga diri dari perilaku yang tidak baik kedekatan hamba dengan Allah SWT menghidupkan Ramadha n: bid’ah hasanah kejujuran cermin ke taqwaan evaluasi 60 tahun kemerdek aan RI: memelihar a sifat amanah dan kejujuran peristiwa Isra’ Mi’ra j: perintah sholat dan perlunyam enjaga dari sikap tidak baik mensyukuri hari keme rdekaan: menjaga amanah amanah seorang pemimpin

internet: kompilasi khutbah Idul Fitri

tidak ada

internet: kompilasi khutbah jum’at -3 internet: kompilasi khutbah jum’at -3 internet: kompilasi khutbah jum’at -3 internet: kompilasi khutbah jum’at -3

tidak ada

tidak ada

54

tidak ada

55

tidak ada

56

57

internet: kompilasi khutbah jum’at -3

tidak ada

58

internet: kompilasi khutbah jum’at -3 internet: kompilasi

tidak ada

59

tidak ada

51

khutbah jum’at -4 ayat Alquran bagi kehidupan bersyukur untuk mencegah musibah hijrah sebagai momentum kebangkita n Islam katakan tidak untuk makanan haram kejujuran dalam mencari ilmu kejujuran untuk Indonesia kita adalah manusia paling beriman kompetisi menjadi mukmin sejati mengikuti ajaran Islam dengan internet: kompilasi khutbah jum’at -3 internet: kompilasi khutbah jum’at -4 internet: kompilasi khutbah jum’at -4 internet: kompilasi khutbah jum’at -4 internet: kompilasi khutbah jum’at -4 internet: kompilasi khutbah jum’at -4 internet: kompilasi khutbah jum’at -4 internet: kompilasi khutbah jum’at -4 internet: kompilasi khutbah tidak ada

60

tidak ada

61

tidak ada

62

tidak ada

63

tidak ada

64

tidak ada

65

tidak ada

66

tidak ada

67

68

tidak ada

52

hati menjadi manusia yang beriman dan beramal shaleh menjauhi barang haram penilaian akhlak manusia memadukan zikir, pikir dan ikhtiar pendusta agama: tidak memperhatikan anak yatim melestarikan nilai-nilai hijrah: peran generasi muda membagun masjid pertama membaca tandatanda jaman

jum’at -4 internet: kompilasi khutbah jum’at -4 tidak ada

69

70

internet: kompilasi khutbah jum’at -4 internet: kompilasi khutbah jum’at -4 internet: kompilasi khutbah jum’at -5 internet: kompilasi khutbah jum’at -5 internet: kompilasi khutbah jum’at -5

tidak ada

tidak ada

71

ada

72

tidak ada

73

tidak ada

74

75

internet: kompilasi khutbah jum’at -5 internet: kompilasi khutbah jum’at -5

tidak ada

76

misi hidup manusia: mempertahanka n kemuliaan

tidak ada

53

77

kejujuran vs kecurangan dan korupsi muslim berkualitas sebagai harapan umat: berahlak baik dan menguasai ilmu pengetahuan ceramah terkait bulan muharam

internet: kompilasi khutbah jum’at -5 internet: kompilasi khutbah jum’at -5

tidak ada

ada

78

79

internet: kompilasi khutbah jum’at -6 internet: kompilasi khutbah jum’at -6 internet: kompilasi khutbah jum’at -6 internet: kompilasi khutbah jum’at -6 internet: kompilasi khutbah jum’at -6 internet: kompilasi khutbah jum’at -7 internet: kompilasi

tidak ada

80

membentuk muslim sejati

ada

81

mengembalikan nurani yang hilang mengembalikan ketakwaan

tidak ada

tidak ada

82

83

pengaruh media komunaksi

tidak ada

84

gaya hidup islami dan gaya hidup jahili

tidak ada

85

tegakkan sunnah hapuskan bid’ah

tidak ada

54

khutbah jum’at -7 dahsyatnya gelombang penghancuran iman dan ahlak masalah mengada-ada dalam beribadah internet: kompilasi khutbah jum’at -7 internet: kompilasi khutbah jum’at -7 internet: kompilasi khutbah jum’at -7 internet: kompilasi khutbah jum’at -7 internet: kompilasi khutbah jum’at -7 internet: kompilasi khutbah jum’at -7 internet: kompilasi khutbah jum’at -7 internet: kompilasi khutbah jum’at -7 tidak ada

86

tidak ada

87

makna Islam 88

tidak ada

89

jihad sebagai jalan perjuangan

tidak ada

90

shalat sebagai kewajiban orang muslim

tidak ada

91

generasi meninggalkan shalat dan mengikuti syahwat Islam agama yang benar

tidak ada

tidak ada

92

93

Islam kenikmatan yang agung dan sempurna

tidak ada

55

94

kewajiban berpartisipasi dalam dakwah Ilahiah Isthiqfar dan taubat adalah kunci rizki

internet: kompilasi khutbah jum’at -8 internet: kompilasi khutbah jum’at -8 internet: kompilasi khutbah jum’at -8 internet: kompilasi khutbah jum’at -8 internet: kompilasi khutbah jum’at -8 internet: kompilasi khutbah jum’at -8 internet: kompilasi khutbah jum’at -8

tidak ada

tidak ada

95

96

ilmu sumber kejayaan umat

ada

97

kondisi umat Islam masa kini

tidak ada

98

seorang teman, peran dan dampaknya bagi seseorang perjuangan menuju masyarakat tauhid mewujudkan kejayaan umat dengan kemurnian tauhid

tidak ada

tidak ada

99

tidak ada

100

Dari 100 sampel data sekunder, materi khutbah yang mengandung ajakan menuntut ilmu dan atau

56

giat bekerja sebagai bagian dari ibadah ghairu mahdhah (aktifitas muamalah) = 15 (atau 15 %) Gabungan data primer dan data sekunder menghasilkan: khutbah / [ 17 % + 15 % ) / 2 ] = 16 % yang mengandung ajakan ceramah

menuntut ilmu dan atau giat bekerja sebagai bagian dari ibadah muamalah. Kesimpulan studi kasus ini adalah hanya 1 (satu) dari 6 (enam) da’i dan atau ulama yang memandang penting pemberian dan ulama motivasi pada umat untuk menuntut ilmu kemiskinan. Sebagian besar da’i dan

bekerja dalam rangka memerangi kebodohan dan ternyata “lupa” perlunya menyampaikan dakwah yang mendorong umat menuntut ilmu dan bekerja dengan sungguh-sungguh.

ULAMA MELUPAKAN IPTEK ?
Keutamaan Menuntut Ilmu Pengetahuan Aspek ilmu pengetahuan mendapatkan

tempat yang tinggi dalam agama Islam. Di dalam Al Qur’an , menurut suatu penelitian terkait terminologi ilmu pengetahuan, disebutkan sebanyak 750 kali.13 Bahkan ayat yang pertama turun kepada Nabi 57

Muhammad

saw

melalui

malaikat

Jibril

adalah

perintah mambaca (iqra’) yang menurut Muhammad Abduh dalam tafsir al-Manar perintah membaca pada ayat ini adalah berpikir dan merenungi situasi atau keadaan atas alam raya, masyarakat dan diri sendiri.14
                           Bacalah dengan nama Tuhanmu yang mencipta. Yang menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmu Maha Pemurah, Yang mengajar dengan pena , mengajar manusia apa yang belum diketahui. (QS 96 alAlaq: 1-5 )        







    Dan diantara manusia ada yang membantah tentang Allah tanpa ilmu (pengetahuan), atau tanpa petunjuk atau tanpa Kitab yang bercahaya (QS 22 al-Hajj: 8)             

58

Katakanlah: "Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang orang yang yang tidak berakallah mengetahui?" yang dapat Sesungguhnya

menerima pelajaran. (QS 39 az-Zumar 9) Adapun banyak hadis yang mendorong umat Islam untuk menuntut ilmu, diantaranya: Menuntut ilmu itu merupakan kewajiban atas setiap muslim dan muslimah. (Dalam kitab Ta'limul Muta'allim karya Syekh Az-Zarnuji) Barangsiapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah mudahkan baginya jalan menuju surga.(HR.Muslim) Jika anak Adam telah meninggal dunia maka terputuslah amalnya kecuali 3 hal:1) Ilmu yang bermanfaat 2) Sedekah jariyah 3) Anak shaleh yang mendoakan kedua orang tuanya” (HR. Muslim).

Allah memuliakan manusia dengan akal dan kemampuan untuk belajar dalam rangka menjadikan ilmu sebagai penunjang kiprah manusia di bumi. Islam datang dengan anjuran agar manusia selalu berpikir, melakukan analisis dan melarang sekedar ikut-ikutan atau bertaklid buta. Islam menjadikan berpikir dan belajar sebagai dua aktivitas yang diwajibkan untuk bagi pemeluknya.15 ilmu Selain faktor pembinaan ahlak, menuntut adalah hasilnya Islam juga mendorong manusia pengetahuan. Kenyataan ilmu munculnya peradaban

pengetahuan

Islam yang unggul

dalam kurun 59

waktu

cukup

lama

(sejak pada

kelahirannya abad ke-8

hingga hingga

mencapai

puncaknya

pertengahan

abad ke-13).

Pada waktu itu

masyarakat Eropa masih terbelakang , mereka banyak percaya takhayul dan hidup dalam era yang disebut dengan abad kegelapan. Ilmu pengetahuan dan teknologi umat Islam pada masa itu kemudian menjadi peletak dasar perkembangan iptek di Eropa. Sayangnya mendapat penerusnya, hal ini bahkan sepertinya para da’i tidak dan banyak ulama sebagian perhatian

sebaliknya

menganggap segala hal yang berbau iptek dan berasal dari Barat adalah tidak islami, bahkan ada yang beranggapan iptek bukan bagian dari Islam. Jelas hal ini tidak sesuai dengan ajaran Islam. Ali bin Abi Thalib mengatakan:
Ilmu adalah harta mukmin yang hilang, maka ambilah meskipun dari tangan-tangan kaum musyrikin.

Menurut Imam Ahmad menuntut ilmu lebih utama dibandingkan shalat sunah, sebab menuntut ilmu itu meniadakan pernyataannya:
Tidak ada yang menandinginya bagi orang yang lurus niatnya, yang dengan menuntut ilmu tersebut ia berniat untuk menghilangkan kebodohan dari dirinya dan orang lain.

kebodohan

sebagaimana

60

Sebenarnya tidak hanya kebodohan saja yang lenyap dengan datangnya ilmu melainkan lenyap juga ketidakberdayaan. Ingat kasus suku cadang pesawat tempur di Indonesia yang menunjukkan tidak berdayanya suatu negera lemah. Indonesia pernah mengalami krisis jajaran pesawat kemiliteran karena suku cadangnya diembargo oleh pemerintah Amerika. Bahwasanya suatu kendaraan misal mobil, kereta api atau pesawat dalam perjalanan tentu memerlukan penggantian suku cadang. Pesawat tempur dengan suku cadangnya yang dimiliki Indonesia saat itu dibeli dari Amerika, Manakala

pihak Amerika “kurang berkenan” dengan Indonesia dalam persoalan hak asasi manusia, maka mereka kemudian menghentikan kemiliteran. Ini “memberi pasokan tentu pelajaran” suku cadang memukul dengan pesawat dan

Indonesia

menempatkan dalam situasi berbahaya (bayangkan bila tiba-tiba – entah oleh sebab apaIndonesia mendapat serangan udara dari negara lain). Jalan keluar yang dilakukan pada saat itu oleh pemerintah ialah dengan membeli pesawat tempur dari negara lain yakni dari Rusia. Baru belakangan setelah 10 tahun, embargo tersebut dicabut. Hal-hal seperti inilah yang perlu kita ambil hikmahnya. Indonesia tidak bisa terus-menerus seperti ini, menggantungkan sedemikian besar nasib 61

bangsa

kepada negara lain. Itu semua gara-gara

kelemahan bangsa Indonesia dan umat Islam pada umumnya dalam bidang iptek dan ekonomi. Adalah ideal jika bangsa Indonesia dapat menghasilkan pesawat tempur sendiri. Bukankah kita sudah cukup lama mampu membuat pesawat terbang komersial? Dengan melakukan modifikasi tertentu tentunya kita dapat membuat pesawat tempur sendiri. Ini masalah kemauan dan komitmen bangsa untuk menjunjung tinggi pengembangan iptek dan ekonomi. Kalau Indonesia tidak segera mandiri dalam bidang Iptek maka kejadian diatas akan selalu berulang dimana Barat akan selalu mendikte dan memaksakan kehendaknya mereka sendiri. Bagaimana mungkin dunia Islam yang dulu pernah berjaya dan mandiri di bidang iptek dan ekonomi bisa kemudian bisa bergantung sedimikian rupa kepada pihak lain? Secara faktual, dalam sejarah dunia selalu ada sekelompok kaum yang “bernafsu demokrasi menguasai” dan hak dunia. asasi Saat ini walau selalu manusia

didengungkan oleh Barat namun umat muslim perlu mewaspadai agenda tersembunyi mereka. Pada dasarnya mereka memang tidak dapat dipercaya. Dalam buku Kebohongan di Gedung Putih karya Scott McClellan terkuak tujuan-tujuan busuk pemerintahan Presiden “paranoid” George Bush Jr. 62

Terangkum dalam strategi poltik luar negeri Amerika yang sarat dengan kebusukan dan kebohongan yang akhirnya menyeret rakyat tak berdosa di Irak dan Afghanistan berkubang dalam lumpur derita. Namun begitu, umat muslim juga tidak boleh memukul rata terhadap orang-orang Barat. Pertama, sebagian orang Barat juga beragama muslim (saat ini populasi muslim di Amerika sekitar 7 juta, di Inggris 2,5 juta di Perancis 6 juta) . Kedua, pendapat masyarakat belum tentu sama dengan pendapat pemerintah. Bedakan antara pemerintah Amerika dengan masyarakat Amerika umumnya. Diketahui bahwa cukup banyak rakyat Amerika juga menentang invasi ke Irak dan Afghanistan baik yang beragama Islam maupun dan yang Eropa kapal beragama juga ada non-Islam. komunitas di Di yang Amerika

membela rakyat Palestina, terbukti dengan kasus diserangnya kemanusiaan perairan internasional oleh Israel dimana penumpang di kapal terdiri atas relawan dari berbagai negara dengan agama yang berlainan. Selain itu sumbangsih ilmuwan Amerika terhadap peradaban dunia saat ini begitu besar. Coba amati daftar pemenang Nobel fisika, Kimia, Biologi, hampir setiap tahun ada ilmuwan Amerika yang memenangkannya. Kemudahan kita naik pesawat terbang, naik mobil, 63

menggunakan ponsel, menyiarkan dakwah melalui televisi adalah atas jasa ilmuwan Barat dan Jepang. Etisnya kita juga perlu berterima kasih kepada mereka. Contoh lain kelemahan iptek yang berdampak pada umat Islam adalah kasus vaksin meningitis. Kontroversi haram-halalnya vaksin meningitis selalu mengemuka - dalam beberapa tahun terakhir - saat mendekati bulan haji. Arab Saudi adalah daerah endemik penyakit meningitis yakni radang selaput otak oleh bakteri yang bisa mengakibatkan kerusakan otak, hilangnya pendengaran, hingga kematian. Oleh karenanya pemerintah Arab Saudi mewajibkan setiap calon jemaah haji dari seluruh dunia untuk mendapat suntikan vaksin meningitis. Vaksin tidak ini dibuat di negara yang mayoritas kristis penduduknya non-muslim sehingga ‘klausal babi’ menjadi pertimbangannya. Titik keharaman vaksin ini adalah penggunaan media pembuatannya yang berasal dari babi. Produsen vaksin ini menyatakan bahwa vaksin meningitis berasal dari induk bibit yang proses pembuatannya bersinggungan dengan enzim yang berasal dari pankreas babi. telah Namun demikian dalam prosesnya pengenceran, pencucian dan mengalami

pengendapan sehingga dipandang sudah “bersih”.

64

Menurut berbagi sumber, tahap pembuatan vaksin dimulai dari produksi bibit kuman, lalu dilanjutkan dengan penyiapan induk bibit (parent seed), penyiapan master seed, penyiapan working seed, fermentasi, isolasi serta pemurnian polisakharida. Penggunaan enzim pankreas babi dalam media pertumbuhan bakteri berfungsi untuk melakukan digesti protein-protein yang ada dalam medium tersebut. Asam-asam amino hasil digesti protein inilah yang menjadi makanan bakteri meningitis sehingga tumbuh menjadi sel-sel yang kuat dan baik. Enzim pankreas babi hanya berfungsi sebagai "pisau" untuk memecah rantai panjang protein menjadi peptida rantai pendek dan asam amino , enzim pankreas babi sendiri tidak dimakan oleh bakteri melainkan hanya bersinggungan dengan sel-sel bakteri meningitis.16 Hingga saat ini teknologi pembuatan vaksin meningitis memang belum babi. bisa meninggalkan karenanya “persentuhan” dengan Oleh

dengan pertimbangan kondisi darurat, pemakaian vaksin meningitis tersebut masih dimungkinkan. Ini hanya salah satu contoh betapa kemandirian ilmu pengetahuan sangat diperlukan oleh kaum muslimin. Tugas kaum muslimin kedepan antara lain adalah membuat vaksin meningitis yang sama sekali tidak bersentuhan dengan hewan yang diharamkan. 65

Untuk melakukan penelitian vaksin yang benarbenar halal tersebut tentu memerlukan dana yang tidak sedikit dan ilmu pengetahuan canggih yang sayangnya saat ini menjadi titik lemah kaum muslimin pada umumnya. Ulama dan Ilmuwan Ulama jamak, kata dan ilmuwan pada dasarnya

pengertiannya sama hanya yang satu berbentuk satunya lagi tunggal. Dalam bahasa Arab ada dalam bentuk jamak dan yang ‘ulama

diterjemahkan dalam bahasa Indonesia menjadi ulama, bentuk tunggalnya ‘aalimun dipendekkan menjadi ‘alim yang artinya orang yang berpengetahuan dan diterjemahkan dalam bahasa Indonesia menjadi alim. Keduanya berasal dari kata dasar ‘alima yang berarti telah mengetahui. Jadi kalau ada yang melontarkan frase ‘para ulama’ itu sebenarnya berlebihan, yang tepat cukup ‘ulama’ atau bisa juga ‘para alim’. Hal yang sama bila ada kalimat yang mengadung frase ‘seorang ulama’ itu juga tidak tepat, yang benar adalah ‘seorang alim’. Kata alim sendiri banyak diartikan sebagai orang yang saleh, walau sebenarnya lebih tepat bila diartikan sebagai ilmuwan. untuk Namun agar tidak membingungkan, sementara pengertian

ulama menunjuk pada ahli ilmu agama Islam dan ilmuwan menunjuk pada ahli ilmu umum. 66

Dalam Islam, kedudukan ulama adalah tinggi, ini termaktub dalam ayat yang berbunyi:
           Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. (QS 58 al-Mujaadilah:11)

Menurut Quraish Shihab, Islam beberapa abad lalu,

berdasarkan pengertian

sejarah di dunia ulama

kegemilangan sains dan teknologi (iptek) ditafisirkan lebih mengarah

pada ahli-ahli ilmu

pengetahuan umum (ilmuwan) bukan ahli agama.17 Hal ini merujuk pada ayat al-Quran yakni:
      Sesungguhnya yang takut kepada Allah diantara hambahamba-Nya hanyalah ulama. (QS 35 Fathir : 28)

Perhatikan hadis Nabi berikut:
Keutamaan seorang alim (ilmuwan) atas seorang ahli ibadah bagaikan keutamaanku atas seorang yang paling rendah diantara kalian. (Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dari Abu Umamah Al Bahily ra., dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Kitab Shahih At Tirmidzi)

Berbeda dengan pendapat Quraish Shihab, menurut hemat penulis, ulama dalam ayat diatas 67

meliputi kedua ahli baik ahli ilmu umum ahli ilmu agama. Memang sejauh ini

maupun

terminologi

‘ulama’ mengalami kerancuan dimana kebanyakan orang mengalamatkannya melulu pada para ahli agama (Islam). Padahal pada awal kelahirannya pengertian ulama – selain ditujukan untuk para ahli agama – juga dialamatkan kepada para ahli ilmu umum seperti pakar matematika, astronomi, kedokteran dan sebagainya. Diketahui bahwa umat Islam pernah mengalami kejayaan di bidang ilmu pengetahuan yang dirintis sejak jaman Nabi Muhammad saw hingga mencapai puncaknya di

abad 8 hingga pertengahan abad 13 (sering disebut jaman keemasan Islam klasik). Pada kurun waktu tersebut banyak pakar-pakar dan bidang kedokteran filsafat, yang matematika, astronomi

menjadi rujukan keilmuan diseluruh dunia, dan mereka – bersama-sama para pakar ilmu agama – disebut sebagai ulama. Bahkan beberapa diantaranya ahli di kedua bidang sekaligus yakni ilmu umum sekaligus sebagai pakar ilmu agama. Namun oleh berbagai sebab kemudian terjadi istilah kemunduran khasanah ilmu pengetahuan di dunia Islam hingga sekarang dan lambat laun ulama “dimiliki” bagi para ahli agama saja. Secara historis sulit untuk melacak kapan istilah ulama menjadi bagian dalam tradisi umat 68

Islam. Paling tidak informasi yang paling awal adalah ketika Nabi berada di Madinah, terdapat sebagian warga masyarakat yang mengabdikan dirinya untuk memperdalam kemudian yang ilmu-ilmu dengan agama. nama Kelompok Abl ini dikenal al-Suffah. dalam

Disamping kelompok ini ada pula perseorangan memperdalam spesialisasi tertentu bidang keagamaan, seperti Ibn Abbas, yang dikenal sebagai ahli tafsir. Kelompok dan perseorangan ini tampaknya yang menjadi cikal bakal lahir dan berkembangnya kelompok ulama dalam masyarakat muslim. Pada masa Umar bin Khattab, telah dijumpai sejumlah tenaga pengajar yang secara resmi diangkat untuk mengajar di masjid Kuffah, Bashrah dan Damaskus. Pada masa ini pengajaran di masjid masih terbatas pada Al-Qur'an dan hadis, namun perkembangan membuktikan bahwa masjid juga menawarkan bidang kajian yang jauh lebih bervariasi, mencakup; filsafat, sastra, astronomi dan ilmu kedokteran. Dari data historis ini dapat diketahui bahwa pada masa awal Islam sudah ada perseorangan ataupun kelompok yang mempunyai otoritas dalam ilmu pengetahuan, mereka ini berasal dari masjid-masjid. Bahkan kemudian tidak jarang masjid dibangun dengan niat awal sebagai lembaga pendidikan yang tentu saja tanpa mengabaikan fungsinya sebagai tempat ibadah. Sejumlah masjid bahkan diberi nama sesuai dengan nama syaikh 69

yang mengajar di dalamnya. Sebagai contoh masjid As-Syafi’I, masjid As-Samarqani, dan masjid Abu Bakar As-samy, masing-masing merujuk kepada nama pengajarnya.18 Untuk sementara penyebutan ulama bagi para ahli ilmu agama masih bisa diterima. Kedepan seyogyanya sebutan ulama dikembalikan lagi ke pemaknaan awal yakni ditujukan bagi pakar baik ilmu umum maupun ilmu agama. Harapannya hal tersebut dapat memberi efek psikologis sehingga untuk menjadi ‘pewaris para Nabi’ dapat juga melalui kegiatan keilmuan bidang fisika, kimia, biologi, ekonomi, sastra dan seterusnya dan bukan monopoli satu jalur yakni melalui ilmu agama saja. Dengan demikian lambat laun kegiatan menuntut ilmu dan berniaga (dalam rangka memerangi kebodohan dan kemiskinan) merupakan aktifitas yang dirasakan alamiah sekaligus Islami dalam kehidupan sehari-hari umat Islam. Dikotomi Ilmu Kecenderungan sepihak penyebutan ulama bagi ahli agama nampaknya muncul seiring dengan adanya dikotomi ilmu. Dikotomi ilmu menjadi ilmu agama dan ilmu umum (non-agama) patut didudukkan sesuai proporsinya. Kalau pemilahan tersebut hanya sekedar membuat penggolongan 70

(klasifikasi) agar memperjelas identifikasi, hal itu tidak menjadi masalah, bahkan perlu. Namun bila dikotomi tersebut kemudian mendudukkannya dalam urutan kepentingan (keutamaan) hal ini patut ditinjau kembali karena telah memberi implikasi yang serius. Banyak ulama berpendapat bahwa mempelajari ilmu agama hukumnya fardhu ai’n (wajib bagi siapa saja) sedangkan mempelajari ilmu umum hukumnya fardhu kifayah (tidak wajib sejauh dalam suatu kelompok Akibatnya sudah banyak ada umat yang muslim mempelajari).

“malas” bersungguh-sungguh menekuni ilmu umum. Kalaupun sementara ini banyak yang menekuni pertimbangan utamanya adalah untuk mencari penghidupan. Ini baik dan tidak salah, hanya saja belum cukup. Selain menekuni umat Islam dituntut mengembangkan ilmu pengetahuan berikut risetriset yang berkualitas dan dapat diaplikasikan dan dimanfaatkan untuk kemaslahatan umat. Pengurutan kepentingan ilmu berdasar fardhu ai’n dan fardhu kifayah menghinggapi sebagian pemahaman ulama di Indonesia dan mungkin juga di dunia. Bahkan lebih jauh lagi ada sebagian ulama yang berpendapat bahwa menuntut ilmu umum seperti Pendapat matematika, semacam kimia, ini ekonomi, fisika, sangat 71 kedokteran dan sebagainya adalah tidak berpahala. sesungguhnya

mengherankan. menempuh mempelajari kemudian sungguh

Untuk

jelasnya

sekarang

ambil

ilustrasi seorang mahasiswa yang bersusah payah pendidikan setelah serta tidak kedokteran dokter dengan duitan (antara (dengan dia sungguhlain biokimia, virologi dan seterusnya) menjadi ilmunya mata

mengamalkannya

menggratiskan bagi pasien yang kurang mampu). Hakekatnya kesembuhan datangnya dari Allah SWT dengan lantaran sang dokter. Dalam pemahaman ini upaya menuntut ilmu hingga menjadikannya sebagai dokter dihitung tidak berpahala, bukankah ini tidak masuk akal? Padahal Rasulullah saw sendiri mendorong umatnya agar menuntut ilmu (tanpa menyebut secara spesifik ilmu agama) dimanapaun berada yang berarti menuntut ilmu adalah mengandung kebaikan (pahala). Salah satu hadis yang terkenal walau masih kontroversi terkait sahih atau bathilnya adalah:
Tuntutlah ilmu walau sampai negeri Cina

Bila

diasumsikan

hadis

tersebut

sahih,

melihat saat itu sebagi pusat agama dan ilmu-ilmu Islam adalah di Arab dan berpusat pada diri Nabi Muhammmad sendiri, sangat tidak logis kemudian umatnya diminta belajar ilmu agama Islam di negeri 72

Cina. Logikanya yang dimaksud Rasul adalah belajar ilmu pengetahuan umum yang dapat memberi manfaat atau kemaslahatan umum. Cina pada masa itu sudah merupakan bangsa yang besar dengan peradaban yang tinggi. Bukti-bukti kebudayaan Cina sudah tinggi antara lain mampu meproduksi keramik terbaik didunia, Cina obatan baik. berkhasiat Dorongan Nabi juga membangun bisnis dan juga agar menunjukkan umatnya ilmu perdagangan lintas negara, selain itu racikan obatpengetahuan di Cina memang berkembang dengan bersedia menuntut ilmu hingga ke negeri Cina menunjukkan bahwa Islam sangat menghargai ilmu pengetahuan sekaligus mendorong umatnya untuk menguasainya. Sebaliknya bila diasumsikan hadis tersebut bathil, dalam konteks realitas sekarang Sekarang kalangan negeri tersebut (Cina) ‘tuntutlah oleh iptek ilmu walau sampai negeri Cina’ justru relevan. dihargai internasional kerena perekonomian

mereka tumbuah

pesat seiring penguasaan

yang baik. Teknologi dirgantara Cina kini sudah merambah angkasa luar menyusul Amerika, Rusia, Eropa Barat, dan Jepang. Dengan dua modal tersebut (ekonomi yang berkembang dan iptek yang maju) mereka berperan besar di kancah pergaulan internasional dan faktanya mereka disegani. Tidak 73

ada negara yang memandang remeh apalagi berani berbuat semena-mena kepada Cina sekalipun negeri adai daya Amerika. Belum lama ini Barack Obama “terpaksa” menunda sementera keinginan bertemu dengan Dalai Lama karena Beijing merasa “kurang berkenan”. Walau akhirnya Obama jadi bertemu dengan Dalai Lama tapi Amerika “sangat memperhatikan” protes Cina terlebih dahulu. Hal ini berkebalikan dengan kenyataan

bahwa negara-negara yang mayoritas berpenduduk muslim yang sebagian besar masih lemah di sektor ekonomi dan iptek, cenderung dipandang sebelah mata atau seringkali iptek dan malah perdagangan diinjak-injak (ekonomi) martabatnya. Oleh karenanya sekali lagi bahwa penguasaan secara faktual memang sangat strategis di dalam eksistensi suatu bangsa. Untuk menghadapi pihak yang sewenang-wenang terhadap kaum muslimin -secara sunatullah- memerlukan upaya membangun kekuatan iptek serta ekonomi yang minimal seimbang syukur-syukur bisa melebihi pihak lain, tanpa itu hampir mustahil dapat menghadapinya. Untuk kasus Palestina-Israel, adanya bantuan kemanusiaan bagi Palestina sangatlah bagus karena selain bermanfaat juga mampu membuka mata dunia akan penjajahan keji ini. Maraknya demonstrasi juga bagus karena merupakan bentuk 74

dukungan moral bagi Palestina. Namun kedepan, penguatan di sektor ekonomi serta pengembangan iptek umat Islam merupakan “senjata” yang sangat strategis dan ampuh untuk membantu bangsa Palestina dan kaum muslimin lain yang sekarang sedang dalam keadaan tertekan dan tidak berdaya. Coba buka buku-buku sejarah dunia, bangsa yang disegani didunia selalu memiliki iptek dan ekonomi yang maju. Ini sunatullah. Namun demikian –kelak bila Islam berjaya – janganlah melakukan penindasan atau penganiayaan kepada pihak yang lain. Bukankah Islam dan Nabi Muhammad hadir adalah rahmat bagi seluruh alam ? Jaman Keemasan Islam Klasik Mengenai rentang waktu jaman keemasan Islam klasik banyak pakar berbeda pendapat. Namun demikian dapat dikatakan bahwa jaman keemasan Islam klasik embrionya ditanamkan oleh Rasulullah yang kemudian berkembang pesat dan mencapai puncaknya diabad ke 8 hingga pertengahan abad 13 (dengan kurun waktu sekitar 500 tahun). Menurut Abdurrachman Mas’ud titik tolak antara perang kemajuan ilmu pengetahuan dalam Islam lain Badar dimulai tahun dengan 624. dorongan Ketika itu Nabi Nabi guru 75

Muhammad atas perkembangan baca tulis pasca mangangkat beberapa sahabat menjadi

membaca,

menulis

dan

menghafal

Al-Qur’an

diruangan khusus yang yang

masih merupakan

bagian dari masjid (disebut Suffa atau al-Zilla). Bahkan anak-anak juga diberi pelajaran menulis oleh para tawanan perang. Ini menunjukkan betapa perhatian turun Nabi akan pendidikan begitu besar, bahkan Nabi Muhammad sendiri secara berkala juga langsung mengajar anak-anak mengenai pendidikan moral dan ahlak. Pola pendidikian di masjid-masjid ini merupakan cikal bakal pendidikan di dunia Islam. Ketika itu situasi menuntut berkembangnya Islam sehingga pokok materi yang diajarkan tentu terkait ilmu-ilmu keislaman. Namun sejatinya Nabi juga meminta umatnya untuk mempelajari ilmu umum. Menurut sejarawan Baludri yang dikutip Mas’ud Nabi juga pernah meminta sekertarisnya Zaid mempelajari bahasa Ibrani.19 Dalam banyak hal apa yang diucapkan maupun terwujud dalam perilaku Nabi Muhammad tidak saja menjadi sunah namun juga menjadi model sistem belajar-mengajar dimasa datang. Maka sabda beliau bahwa ‘ulama adalah pewaris para Nabi’ menekankan bahwa yang diwariskan adalah ilmu pengetahuan secara luas (baik ilmu agama maupun ilmu pengetahuan umum). Menurut berbagi sumber, Islam pada masa keemasan klasik begitu terbuka pada segala filsafat dari jenis ilmu pengetahuan matematika sehingga India, 76 Yunani, dari

astronomi dan ilmu kedokteran dari Persia terserap dengan dengan baik. Selain daripada itu teknik keramik dan astronomi ilmu Cina diduga dan juga Arab. mempengaruhi Keseluruhan perkembangan peradaban

pengetahuan

teknologi

tersebut diterima secara terbuka untuk kemudian diolah dan dikembangkan sesuai dengan nafas Islam. Pada saat itu ilmu pengetahuan berkembang bersama dengan perekonomian yang secara bertahap merambah
Yuna ni Persia India Cina Ara b Lati n Yahu di Erop a Amerika

ke berbagai wilayah.

Kemajuan ilmu pengetahuan

era Islam klasik tersebut sesungguhnya ditopang oleh penggunaan nalar yang memadai. Optimalisasi pendayagunaan akal secara optimal dalam lingkungan muslimin dan muslimah kala itu dapat dilihat melalui contoh Ibnu Miskawih (961-1009) dan tokoh-tokoh Dikisahkan agama, lain pada yang masa dan segenerasi itu iklim dengannya. begitu sangat ilmiah

berkembang. Debat dengan topik hubungan antara politik kemasyarakatan bergairah. Masa maraknya dunia ilmiah muslim saat 77

itu selain tetap merujuk pada sumber pokok (AlQur’an) dan hadis, juga merupakan era yang sangat terbuka Yunani.
20

terhadap

tradisi

kefilsafatan

warisan

Betapa penghargaan terhadap karya ilmu Islam klasik. Seorang penulis dia buku selesai ke

pengetahuan sangat dijunjung tinggi pada masa keemasan dipastikan menulis sejahtera maka karena buku setiap tersebut

buku

dibawa

semacam dewan buku untuk kemudian ditimbang dengan emas. Emas tersebut kemudian diberikan sebagai pengganti jerih payahnya. Kalau jaman sekarang di Indonesia negeri tercinta yang kaya sumber daya alam ini, seorang penulis buku ilmiah pendapatannya dari menulis buku bisa-bisa kalah dengan berdagang gerobak akringan. Islam demikian kuat mendorong manusia untuk menguasi ilmu pengetahuan dan teknologi dengan cara menggunakan akal pikirnya, merenung dan mencari jalan keluar serta mengembangkan melalui penelitian. Demikian pentingnya ilmu pengetahuan hingga Islam memandang orang yang menuntut ilmu sama nilainya dengan berjihad di jalan Allah. Pada jaman jahiliyah ilmu pengetahuan bukan merupakan kebiasaan bangsa Arab. Mereka masih senang dengan takhayul dan hal-hal yang bersifat non-ilmiah. Kalaupun ada penguasaan ilmu pengetahuan sifatnya sangat terbatas, yakni bagi 78

kaum elit saja. Hal ini disengaja untuk tujuan menindas rakyat. Rakyat dibiarkan bodoh agar mudah dilemahkan untuk daerah Arab belum kemudian diperbudak.21 tanda-tanda Menurut Syed Ameer Ali, sebelum munculnya Islam, menunjukkan perkembangan intelektual. Ilmu pengetahuan dan kesusastraan tidak diminati, mereka lebih senang dengan peramalan bintang, retorika dan aktivitas lain yang bersifat non-ilmiah. Tetapi begitu Islam hadir, benih-benih ilmu pengetahuan mulai tertanam. Bahkan Nabi sendiri langsung memberi motivasi dengan sabdanya:
Satu jam bertafakur merenungkan kerja Sang Pencipta adalah lebih baik daripada shalat selama tujuh puluh tahun. Mendengarkan pelajaran ilmu pengetahuan selama satu jam, lebih besar pahalanya dari shalat tahajud seribu malam. Bagi murid yang terus menuntut ilmu, Allah akan memberikan tempat yang tinggi di rumah kebahagiaan, tiap langkah yang ia tempuh diberkati dan tiap pelajaran yang ia terima punya pahala sendiri. Di surga nanti, para pencari pengetahuan akan disambut dengan ucapan selamat datang oleh para malaikat. Mendengar kata-kata orang terpelajar dan menanamkan pengetahuan yang telah dipelajari kedalam hati, lebih

79

baik daripada melakukan ibadah agama, lebih baik daripada membebaskan seratus budak. Siapa yang menyukai ilmu dan orang yang berilmu, Allah akan memuliakannya di akhirat. Siapa yang menghargai ilmu berarti menghargaiku.

Catatan: Meskipun telah banyak ulama mewartakan hadis-hadis hadis-hadis menyajikannya diatas dalam berbagi Penulis kesempatan, berketetapan secara namun sesungguhnya agak sulit merunut riwayat tersebut. dengan pertimbangan

konseptual hadis-hadis diatas tidak menyimpang dengan Al-Qur’an dalam konteks menempatkan ilmu pengetahuan dalam kedudukan yang tinggi. Untuk lebih jauh mengenai seluk-beluk periwayatan hadis ada buku yang pantas diketengahkan yakni Otentisitas Hadis karya Badri Khaeruman. Semasa Rasulullah saw masih hidup mulai terbentuk lembaga pendidikan yang kelak dikemudian hari tumbuh menjadi madrasah dan universitas yang mempelajari ilmu pengetahuan baik ilmu agama maupun ilmu umum di Bagdad, Kairo, Dirjen Kordova dan sebagainya.22 Menurut tim penyusun texbook sejarah dan kebudayaan Islam Binbagais (dalam Muhammad Solikhin) sebaran pusat-pusat studi ilmu pengetahuan antara lain meliputi: Mekah dan Madinah sebagai pusat 80

pengembangan ilmu hadis dan fikih. Bagdad, Kufah dan Basrah di Irak menjadi pusat pengembangan ilmu alam, matematika, filsafat, juga ilmu-ilmu agama. Fustat (sekarang Kairo) dan Iskandariah menjadi pusat ilmu pengetahuan umum dan agama di Mesir. Hal yang sama terjadi di Damaskus, Halab dan Beirut yakni sebagai pusat ilmu pengetahuan.23 Seiring dengan penyebaran agama Islam hingga Andalusia (sekarang Spanyol), ilmu pengetahuan umum juga berkembang pesat. Kota-kota seperti Kordova, Andalusia Granada, inilah Yalensia, Murcia, Sevilla merupakan pusat-pusat ilmu pengetahuan. Dari ilmu pengetahuan kemudian menyebar ke Barat. Pada bagan juga terlihat bahwa zionis Israel yang sekarang menindas bangsa Palestina sebenarnya sangat tidak tahu malu. Pertama, dari sejarah terlihat bahwa ilmu pengetahuan yang dikembangkan oleh orang Yahudi merupakan hasil kolaborasi banyak memberi potensinya dengan bangsa Arab (baca: dan Islam). yang Kedua, pada saat Islam berjaya, bangsa Yahudi ditekan oleh bangsa untuk Eropa melindungi mereka adalah umat Islam yakni dengan peluang mengembangkan
24

seoptimal mungkin di berbagi wilayah

yang ada dalam penguasaan Islam dengan aman.

81

Seperti prinsip pada

diterangkan jaman

diatas

bahwa Islam

secara klasik,

keemasan

pengertian ulama tidak hanya merujuk pada ahli ilmu agama namun juga pada ahli dibidang ilmu pengetahuan umum. Berikut daftar para ulama muslim pada jaman tersebut yang diambil dari berbagai sumber.25
1.

Salman Al Farisi (hidup di jaman Rasullullah) Salman dikenal sebagai pioner strategi perang kanal.

2.

Miqdad bin Amru (hidup di jaman Rasullullah) Miqdad adalah kavaleri modern. pembahari strategi pasukan

3.

Ibnu al-Muqaffa (wafat tahun 757); Al-Muqaffa adalah pengarang kitab Al Hayawan atau kitab tentang binatang / ensiklopedia tentang hewan.

4.

Ibnu al-Khatib (lahir tahun 713) Nama sebagai Al-Khatib peneliti sangat yang menjulang menemukan di Eropa

penawar

penyakit black fever yang oleh orang Eropa tadinya dianggapnya sebagi kutukan.
5.

Jabir Ibnu Hayyan (721 – 815)

82

Hayyan adalah orang Arab (sebagaian ahli sejarah menyebutnya orang Yunani yang kemudian masuk Islam), ia seorang sufi yang juga ahli kimia, membuat buku-buku kimia sebanyak 306 judul. Beberapa hukum kimia murni dan teknik serta termodinamika telah ia kembangkan yang menjadi dasar pengembangan ilmu kimia-fisika hingga sekarang. Di Eropa dia dikenal dengan nama Geber (‘plesetan’ dari Jabir)
6.

Abdulmalik bin Quraib (740-828) Abdulmalik lahir di Basra, ia seorang ilmuwan bidang zoologi, botani, dan pejuang perlindungan hewan. Dia telah mengerti dan mempraktekan konservasi founa jauh sebelum abad modern melakukannya.

7.

Ibrahim al-Mawsili (742-804) Al-Mawsili adalah seniman yang lahir di Persia, dikenal sebagai pelopor notasi mensural, konsep gloss atau hiasan melodi. Selain itu dia juga mengembangkan rumpun alat musik gesek, kecapi, kelompok gitar, busur gesek pada alat musik gesek, musik keroncong dan morisko.

8.

Musa al-Khwarizmi (780 - 850) Al-Khwarizmi adalah matematikawan besar Islam, lahir di Uzbekistan kemudian berkarier di Bagdad, Irak. Dia menemukan logaritma (berasal dari nama Al Khwarizmi) dan aljabar. Selain itu al-Khawrizmi

83

juga masyhur sebagai

pakar ilmu bumi dengan

menyatakan bumi itu bulat dalam bukunya Kitab Surah al-Ardh jauh (800 tahun) sebelum Galileo Galilei menyatakan hal yang sama.
9.

Al Jahiz (780 - 869) Jahiz banyak lahir di Irak. Seperti para ilmuwan Islam,

sejamannya dia juga mempunyai keahlian di bidang kimia, seperti biologi ilmu-ilmu dan matematika, kedokteran

hewan. Namun namanya banyak dikenal dikenal sebagai peneliti hewan yang profesional. Dia mengamati dan mencatat perilaku hewan secara ilmiah dan terperinci seperti persaingan kelompok, adaptasi terhadap lingkungan dan sebagainya.
10.

Ma'mun ar-Rasyid (786 - 833) Ma’mun sebagaimana penfahulunya Harun arRasyid adalah khalifah yang sangat mendorong kemajuan iptek, dia mendirikan perpustakaan umum pertama di dunia yang dikenal dengan Darul Hikmah di Bagdad.

11.

Ibrahim al-Farazi (wafat 790) Al-Farazi dianggap sebagai perintis mesin hitung analog yakni alat bantu astronomi menghitung waktu terbit dan tenggelam serta titik kulminasi matahari, bintang dan benda langit lainnya pada waktu tertentu.

12.

Ibnu Qutaybah (lahir tahun 792)

84

Qutaybah berasal dari Persia namun kemudian banyak tinggal di Bagdad, Irak. Dia adalah ahli sejarah Islam sekaligus ahli geografi yang piawai. Karya tulisnya cukup banyak yang menjadi rujukan ilmuwan lain dijamannya dan era sesudahnya.
13.

Al-Ibadi (wafat tahun 873) Al-Ibadi adalah generasi pertama pengarang buku tentang anatomi mata, otak dan syaraf optik, suatu perintisan ilmu kedokteran modern.

14.

Abbas Bin Farnas (wafat tahun 887) Abbas lahir dan besar di Andalusia (sekarang Spanyol), seorang sastrawan muslim, filosof, astronom. Selain itu ia juga ahli dalam bidang

matematika dan fisika. Salah satu percobaannya yang unik adalah upayanya untuk bisa terbang yakni dengan memasang perangkat seperti sayap ditubuhnya. Meskipun percobaannya untuk bisa terbang tidak berhasil namun upayanya tersebut telah memberi inspirasi pada dunia yakni rintisan pembuatan pesawat terbang.
15.

Kalir al-Farghani (wafat tahun 939) Al-Farghani lahir di Uzbekistan kemudian berkarya di Bagdad, Irak. Di Eropa Farghani dikenal dengan nama Al Fraganus. Dia hidup dihabitat yang tepat saat pemerintahan Khalifah al-Makmun yang tengah membangun sebuah akademi dan meminta Farghani bergabung. Buku karyanya yang menjadi

85

rujukan Ilmu

para

astronom Buku

adalah tersebut

Harakat kemudian dan

Assamawiyya wa Jamawiy Ilm Annujm (Asas-asas Perbintangan). diterjemahkan dalam berbagai versi bahasa, yang kemudian modern.
16.

dipelajari

oleh

Dante ilmu

dikembangkannya

menjadi

astronomi

Ishak al-Kindi (809 - 873) Al-Kindi lahir di dataran Arab yang kemudian hijrah ke Irak dalam pengamalan ilmunya. Dia merupakan ilmuwan serba bisa yakni sebagai ahli matematika, fisika, musik, kedokteran, farmasi, geografi, filsafat Arab dan Yunani kuno. Sepanjang hidupnya telah menulis 270 buku. Dari sekian banyak keahlian tersebut yang amat dikenang oleh Barat adalah filsafat kemampuannya sehingga dianggap mengembangkan

sebagai peletak dasar filsafat Islam (Di barat Kindi di kenal dengan Al- Kindus). Keahlian lain yang juga menonjol darinya adalah sistematika pemecahan sandi, suatu ilmu yang sekarang dikenal dengan kriptografi.
17.

Ibnu Khuradadhbih (820 - 912) Khuradadhbih geografi dari adalah Persia dan ahli (Iran). rute antropologi Bukunya perjalanannya dan di

tentang

kerajaan-kerajaan

negeri China, Korea dan Jepang dipakai sebagai rujukan di berbagai universitas.

86

18.

Tsabit bin Qurrah (833 - 901) Tsabit terlahir di Turki dan berkarya di Bagdad, dikenal luas sebagai ahli matematika dan fisika yang mumpuni. Dia mengembangkan persamaan kuadrat, persamaan pangkat tiga dan rumusrumus yang mendasari kalkulus intergral. Dia juga dikenal sebagai perintis teori getaran. Selain matematika dan fisika Tsabit juga mempunyai ketertarikan di jamannya. dibidang astronomi dan geofrafi, beberapa karyanya menjadi rujukan ilmuwan lain

19.

Al-Battani (858 - 929) Di Barat Battani al-Battani dikenal sebagai Albatenus . lahir di Suriah, dikenal luas sebagai dia

astronom Islam yang sangat masyhur. Dengan teori dan peralatan seadanya pada saat itu, mampu menghitung jarak bumi matahari, juga berhasil memprediksi kelengkungan pergerakan matahari. Dia juga berhasil menghitung waktu yang diperlukan bumi mengelilingi matahari yakni 365 hari, 5 jam, 46 menit dan 24 detik yang hanya berselih sedikit dengan pengukuran astronom modern canggih.
20.

yang

menggunakan

peralatan

super

Farakh al-Farabi (870 - 950) Al-Farabi lahir di Turki kemudian bermukim di Bagdad, Irak. Dia seorang banyak menimbulkan filsafat handal yang Bahkan di pencerahan.

87

jagad filsafat Barat Farabi dijuluki sebagai guru kedua (the second master) bidang ilmu filsafat dimana guru pertamanya adalah Aristoteles.
21.

Banu Musa bersaudara (abad ke 9) Mereka adalah pengarang buku al-Hiyal (buku alatalat pintar) yang berisikan 100 macam mesin dan peralatan seperti pengisi tangki air otomatis, kincir air dan sistem kanal bawah tanah, teknik pengolahan logam, lampu tambang, teknik survei dan pembuatan tambang bawah tanah dan lainlain.

22.

Abu Bakar ar-Razi (864 - 930) Di Barat Razi dikenal sebagai Rhazes. Ia lahir di Persia. bidang Razi mempunyai kepakaran di beberapa sekaligus seperti matematika, sastra,

filsafat dan ilmu kimia. Dialah yang pertama kali membagi zat kimia ke dalam kategori mineral, nabati dan hewani biokimia.
23.

jauh sebelum John Dalton

melakukannya. Dia juga melakukan perintisan ilmu

Az-Zahra (wafat tahun 939) Az-Zahra dikenal sebagai perintis pembuat alat bedah, teknik dan jenis pengoperasian. Di juga terlibat dalam pengembangan ilmu kedokteran gigi dan operasi gigi serta peralatan bedah gigi.

24.

Abu Wafa (940 - 998)

88

Di jamannya, Abu Wafa telah mengembangan ilmu Trigonometri dan Geometri bola serta menemukan tabel sinus dan tangen. dilakukan Dia ilmuwan berupaya modern menggabungkan matematika dan ilmu teknik yang sekarang banyak dalam pengembangan teknologi.
25.

Ibnu Juljul (lahir tahun 944) Ibnu Juljul berasal dari Andalusia (Spanyol). Dia seorang dokter yang sangat handal. Selain sibuk mengobati melakukan banyak pasien, bidang dia juga banyak dan penelitian kedokteran

mengkompilasi tulisan-tulisan secara terstrukur sehingga memudahkan pihak lain yang ingin mempelajarinya.
26.

Ibnu Sayyidhi al-Mursi (lahir tahun 973) Al-Mursi juga berasal dari Andalusia. Dia dikenal sebagai dan seorang ilmuwan multibakat, yang sangat ilmu menguasai ilmu fisika, kimia, kedokteran, biologi pertanian. Berbagai bagi penelitannya bermanfaat pengetahuan. perkembangan

27.

Al-Majriti (wafat tahun 1007) Sebagaimana Juljul dan al-Mursi, al-Majriti juga berasal dari Andalusia. Dia adalah ahli agama sekaligus pakar kimia, matematika dan astronomi. Al-Majrati telah menemukan hukum ketetapan massa, ratusan tahun sebelum Lavoisier.

89

28.

Ibnu Sina (980 - 1037) Ibnu Sina lahir di wilayah Afghansitan. Di Barat namanya “dirusak” menjadi Avicenna. Sina adalah dokter jenius sekaligus psikolog yang juga ahli filsafat. Dia tubuh, menulis buku tentang fungsi organ penyakit TBC, diabetes dan meneliti

penyakit yang ditimbulkan oleh efek fikiran. Bukubuknya itu kemudian diterjemahkan ke berbagai bahasa dan menjadi referensi utama ilmu kedokteran di Eropa bahkan sampai Cina ! Tidak keliru bila dia dianugerahi gelar sebagai bapak kedokteran dunia.
29.

Ibnu al-Haytsam (lahir tahun 1038) Al-Haytsam lahir di Irak. Dikenla sebagi pelopor keilmuan bidang optik dengan kamus optiknya yang menjadikannya mendapat julukan bapak optik dunia. Di menemukan hukum pemantulan dan pembiasan cahaya (jauh sebelum Snellius). Selain itu al-Haytsam juga menemukan alat ukur ketinggian dekat zenit. bintang kutub dan menjelaskan fenomena pertambahan ukuran bintang-bintang

30.

Nizam al-Mulk (1010 - 1092) Nizam berkebangsaan Persia (Iran), dia termasuk pendiri universitas modern pertama di dunia yang dikenal dengan di Nizamiyyah. Sistem belajaroleh mengajar universitas tersebut ditiru

universitas-universitas di Eropa dikemudian hari.

90

31.

Ibnu Thufail (wafat tahun 1185) Ibnu Thufail adalah seorang dokter, filosof, penulis novel filsafat berjudul Risalah Hayy Ibn Yaqzan yang konon dijiplak habis-habisan oleh Defoe dengan judul Robinson Crusoe.

32.

Ibnu Rusydi (lahir tahun 1198) Ibnu Rusydi , (atau adalah Ibnu Ruysd) berasal dari bakat

Andalusia

seorang

dengan

beragam. Orang Barat ‘memplesetkan’ namanya menjadi Averroes. Selain ahli Al Qur’an dia juga pakar bidang fisika, sastra, kedokteran dan filsafat. Orangnya sangat terbuka terutama dalam mingkritisi pendapat Ibnu Sina dan Al Ghazali . Dia berupaya Islam.
33.

mensinergikan

filsafat

dengan

ilmu

Ahmad Ibnu Fadlan (lahir di abad ke-10) Ibnu Fadlan berasal dari Irak adalah seorang sosiolog-antropolog membuat daftar koordinat daerah di Rusia dan membuat catatan ilmiah kondisi sosiologi daerah tersebut.

34.

Abdullah Ibnu Idris (lahir tahun 1099) Ibnu Idris berasal dari Andalusia (Spanyol)

merupakan ahli botani (membuat daftar obat herbal), dia juga ahli geografi yang dikaitkan dengan faktor ekonomi, sosial dan budaya.

91

35.

Al-Khazini ( wafat tahun 1121) Al-Khazini adalah ahli kontruksi, pengarang buku tentang konstruksi teknik pengukuran (geodesi) kaidah dan keseimbangan, mekanis,

hidrostatika, fisika, teori zat padat, sifat-sifat pengungkit / tuas, teori gaya gravitasi mendahului Newton.
36.

Umar Khayyam (tahun 1048 - 1123) Umar Khayam adalah seorang pakar matematika sekaligus kesusasteraan. Dia berhasil memecahkan persamaan pangkat tiga dan empat melalui kerucut-kerucut yang merupakan ilmu aljabar tertinggi dalam matematika saat itu. Sebagai seniman dia menulis buku sastra yang berbobot yang berisi syair-syair bahasa. kisah hidupnya yang kemudian diterjemahkan dalam berbagai

37.

Yaqut Hawami (wafat tahun 1229) Hawami dikenal sebagi pembuat kamus geografi pertama berdasarkan abjad yang berisikan nama kota, tempat yang dikenal, zona iklim dan sebagainya. informasi luas area,

38.

Abu Bakar Al-Baytar (wafat tahun 1248) Al-Baytar dicatat sebagai ahli botani dan obatoabatan (farmasi). Salah satu buku karyanya yang termasyhur adalah Adwiya alMufrada yang dianggap sebagai buku botani yang paling lengkap

92

saat itu dan menjadi rujukan ilmu tumbuhan dan obat-obatan selama ratusan tahun.
39.

Muzzafar Al Tusi (1213 - 1274) terlahir di Persia, seorang penelitian membuat astronom tentang model tersohor planet yang melakukan jauh gerakan planet-planet,

(planetarium)

sebelum Copernicus melakukannya.
40.

Ibnu

Nafis

(1213

-

1288);

menulis

dan

menggambarkan

tentang

sirkulasi

peredaran

darah dalam tubuh manusia empat abad lebih dulu dari William Harvey yang oleh Barat dianggap sebagai orang pertama yang menemukannya.

Selain nama-nama diatas, sebenarnya masih banyak ilmuwan-ilmuwan lain yang tidak tidak kalah berjasanya setelah mulai bagi ilmu pengetahuan. Islam masih Sayangnya secara muncul periode menurun. keemasan Memang klasik saja

perlahan gairah keilmuwan di kalangan umat Islam beberapa ilmuwan keemasan berikut. 1. Ibnu Batutah (1304 - 1377)
Batutah sekaligus lahir di Maroko, sejati. seorang Telah ilmuwan

tangguh namun secara umum klasik dapat dicatat sebagai

tidak begitu banyak. Beberapa ilmuwan Islam pasca Islam

petualang

menempuh

72.000 km perjalanan didarat dan di laut dengan mengunjungi 44 negara ! Perjalanan tersebut di

93

awali pergi ke Arab sekaligus naik haji pada usianya yang ke-21. Sebagai ilmuwan, Batutah telah membuat daftar koordinat dan sosiologi wilayah China, Srilangka, India, Byzantium, Rusia.

2. Ibnu Khaldun (wafat tahun 1406)
Khaldun adalah seorang sejarahwan sekaligus pakar bidang pendidikan. Dia juga dicatat sebagi pencetus filsafat sejarah dan sosiologi.

3. Ahmad Ibnu Majid (lahir tahun 1421)
Ibnu Majid berasal dari Arab, dikenal sebagai singa lautan abad 15 karena Vasco keandalannya de Gamma dalam dalam merancang navigasi kelautan yang antara lain dimanfaatkan menemukan rute dari India ke Afrika.

4. Kamaluddin Ad-Damiri (wafat tahun1450)
Ad-Damiri berhasil mengembangkan sistem

taksonomi / klasifikasi khusus ilmu hewan dan buku tentang kehidupan hewan yang menjadi rujukan ilmuwan lain di jamannya.

5. Taqiuddin ( wafat tahun 1565)
Taqiudin adalah seorang inovator mekanik ulung. Salah satu karya monumentalnya adalah pembuatan jam mekanis pertama dengan alarm

yang digerakkan oleh pegas.

6. Sadr Al-Muta’allihin (1571 – 1640) 94

Al-Muta’allihin terlahir di Iran. Dalam dunia ilmiah namanya lebih populer sebagai Mulla Sandra. Dia menguasai dengan baik beberapa ilmu sekaligus yakni ilmu-ilmu Islam, sastra, hukum dan filsafat. Pemikirannya yang jernih dan berbobot menjadi rujukan dan mengilhami sastrawan lain dan para ahli filsafat hingga kini.

7. Qayyum Nasiri (lahir tahun 1825)
Qayyum lahir di wilayah Sviazsk bagian dari Uni Soviet kala itu (sekarang Rusia). yang dan Qayyum cakap. sosial dipandang Keahliannya sebagai dibidang modernis

keagamaan

seiring dengan kemampuan matematikanya yang unggul khususnya dibidang aritmetika. lima puluh karya tulis telah dibuatnya dan hebatnya ditulis dalam beragam bahasa yakni Arab, Persia, Turki dan lain-lain.

8. Muhammad Iqbal (1873 – 1923)
Iqbal adalah muslim berkebangsaan Islamnya yang Pakistan sangat

dengan barat.

pengetahuan

mendalam. Tidak itu saja, dia juga pakar filsafat Karya-karyanya banyak disulihbahasakan dan menjadi rujukan ilmu filasafat hingga kini. Begitu hormatnya kaum intelektual kepada Iqbal hingga namanya dicatat sebagai nama lembaga di beberapa negara di Eropa. Dia juga menerima gelar Doctor Anumerst Iqbal bidang sastra dari universitas Tokyo. dianggap sebagai

95

pencerah dan inspirator atas lahirnya Republik Islam Pakistan dikemudian hari.

9. BJ Habibie (abad 21)
Habibie adalah perancang bangun gerbong kereta api super cepat di Jerman, penemu teori tentang keretakan (craking) logam pada pesawat terbang sehingga dikalangan kedirgantaraan dunia dia dikenal dengan sebutan Mr.Crack. Habibie pernah menjadi Wakil Presiden dan kemudian menjadi Presiden R.I. ke-3.

10. Mahammad Yunus (abad 21)
Yunus muslim berkebangsaan Bangladesh adalah penggagas tahun 2006. ekonomi Yunus SBC banyak (social merevisi business sistem entrepreneurship). Dia peraih Nobel Perdamaian ekonomi yang terlalu berpihak pada kekuatan modal dan penguasa. Dia banyak diundang kepala negara di berbagai belahan dunia dan berbicara di forum prestisius untuk memberi masukkan tentang ekonomi kerakyatan yang telah berhasil dilakukannya.

Diantara nama-nama ilmuwan Islam diatas ternyata terselip nama-nama yang menimbulkan perdebatan diantaranya adalah Abdussalam, AlGhazali dan R.M.Sosrokartono. Abdussalam lahir 96

tahun 1926 meningal tahun 1996 adalah pria berkebangsaan Pakistan, pakar astrofosika yakni ilmu tentang semesta alam, penerima hadiah Nobel bidang fisika. Dia penganut Ahmadiyah sehingga oleh arus utama (mainstream) umat Islam dianggap bukan muslimin. Nama lain yang juga cukup menimbulkan perdebatan adalah pada Al Ghazali (1058 - 1111). Ghazali adalah seorang ahli agama Islam sekaligus ahli filsafat yang sangat hebat. Banyak buku-buku yang ditulisnya, salah satu yang sangat populer berjudul bahasa Indonesia. Ihya Ulum al-Dien telah pemilahan dan diterjemahkan dalam berbagai bahasa termasuk Sayangnya pengurutan keutamaan ilmu pengetahuan yang dilakukannya Islam. Dikotomi dianggap dan sebagai penyebab yang kemerosotan khasanah ilmu pengetahuan di dunia gradasi keutamaan dilakukan Ghazali atas ilmu menjadi ilmu agama dan ilmu non-agama (ilmu umum) dan menempatkan ilmu agama seolah-olah “diatas” ilmu pengetahuan umum dianggap telah menjauhkan umat Islam dari sains dan teknologi. Pendapatnya bahwa menuntut ilmu umum “hanya” umat termasuk fardhu kifayah menjadikan muslim “kurang berminat”

terhadap sains dan teknologi. Fardu kifayah adalah istilah fikih yang mengartikan bahwa tidaklah wajib bagi seseorang untuk mempelajarinya manakala 97

dalam satu wilayah sudah ada orang lain yang mempelajarinya. Pendapat bahwa Ghazali termasuk yang

menyebabkan kemerosotan sains dan teknologi di dunia Islam bukannya mengada-ada, setidaknya hal ini diamini oleh Quraish Shihab. Imam Ghazali yang juga mendapat julukan Hijjah al-Islam (pengurai kebenaran Islam) terasa menganaktirikan sains dan teknologi.26 Kritik Ghazalli terhadap ulama Islam filsafat untuk mengakibatkan keengganan

bergelut dengannya. Ketakutan terhadap filsafat terutama pada penggunaan akal secara maksimal. Dengan demikian ada potensi terjerumus dalam pemikiaran yang liar dan spekulatif sehingga salahsalah akan keluar dari rel Islam. Padahal apabila dalam belajar filsafat menerapkan asas kehatihatian maka kekhawatiran semacam itu tidak perlu terjadi. Al-Ghazali (dalam sebenarnya dari tidak “membenci” cabang

filsafat secara keseluruhan. Menurut Fazlur Rahman Sibawaihi), sekian banyak filsafat yang menjadi penolakan Ghazali adalah

pada wilayah spekulasi metafisis lebih khusus lagi metafisika ketuhanan. Penolakan ini sebenarnya dilandasi maksud baik Ghazali yakni kekhawatiran bila umat muslim terjerumus dalam kesesatan. Namun penolakan parsial terhadap filsafat metafisis 98

tersebut kemudian “salah diterima” oleh sebagian umat muslim yakni dengan menolak filsafat secara keseluruhan. Hal yang terjadi kemudian kemandekan pengkajian filsafat di dunia Islam. Ideide filsafat yakni metafisika, etika, epistemologi dan logika yang ditolak dilakukan mentah-mentah para tanpa upaya muslim penelaahan kritis lagi. Sebenarnya ada upaya-upaya cendekiawan mengkritisi atast kririk Ghazali terhadap filsafat seperti yang dilakukan Ibnu Rusyid, namun reputasi Ghazali terlalu menjulang untuknya (sampai-sampai Rahman menjuluki Ghazali sebagi ‘selebritis ortodoks’).27 Nama lain yang barangkali kurang dikenal namun sebenarnya layak dimasukkan dalam deretan intelektual muslim adalah R.M.Sosrokartono (1877 – 1952). Kartono adalah seorang bangsawan dari Jepara, dia adalah kakak dari R.A. Kartini. Kartono dipandang sebagi seorang “muslim kejawen”. Dia seorang jurnalis handal yang menjadi jurnalis rutin kolom bergengsi pada beberapa surat kabar terbitan Eropa. Dia menguasai 17 bahasa asing dengan sangat fasih baik lisan maupun tulisan (suatu kemampuan berbahasa yang sulit ditandingi oleh ahli bahasa lain). Dengan kemampuaannya itu maka tidak heran jika dia pernah dikontrak oleh Liga

99

Bangsa-Bangsa (sekarang PBB) sebagai penerjemah multi bahasa.

Intelektual Muslimah Persesuaian hak antara perempuan dan lakilaki yang bersifat saling melengkapi amat dijunjung tinggi dalam Islam. Meskipun laki-laki adalah pemimpin keluarga, namun keduanya ditempatkan dalam posisi sederajat dihadapan Allah SWT, berikut firman-Nya:
               Bagi orang laki-laki ada bahagian dari pada apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita (pun) ada bahagian dari apa yang mereka usahakan. (QS an-Nissa: 32)                 

100

               Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyuk, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar. (Q.S 33 al-Ahzab: 35)

Terkait dengan hadirnya intelektual muslimah di dunia Islam sejak awal, maka agak mengherankan kalau kemudian ada pihak-pihak di internal kaum muslimin misalnya yang punya mengharamkan kebiasaan wanita kalau untuk tidak menuntut ilmu. Sekelompok Taliban di Pakistan buruk dikatakan “sakit” yakni suka membom sekolah (madrasah) perempuan (meskipun “baik”nya itu dilakukan saat sekolah kosong). Mereka juga suka menyakiti dan menteror anak-anak perempuan yang kedapatan berangkat sekolah. Mereka tidak 101 membolehkan wanita bersekolah untuk menuntut

ilmu.

padahal

dalam

sejarahnya

Islam

telah

melahirkan banyak intelektual muslimah. Bahkan istri Rasulullah yakni Aisyah termasuk cendikiawati muslimah kala itu dan terbukti Rasul merestuinya. Berikut beberapa contoh dari sekian The banyak ilmu Great intelektual pengetahuan muslimah diambil yang dalam menggeluti buku

Woman karya Muhammad Ali al-Allawi.28
1. Hafshah binti Sirin Ummu Hudzail (lahir

tahun 631) Hafshah berasal dari golongan Anshar, pemuka bara tabi’in yang pakar dibidang fikih, qira’ah dan hadis. Selain itu dia juga guru yang baik dan populer dikalangan kaum muda.

2. Aisyah binti Abu Bakar (lahir tahun 614)
Aisyah adalah salah seorang mujtahid yang

dikenal dalam sejarah Islam. Dia ahli fikih yang dihormati dan memiliki pemahaman yang tajam atas ajaran-ajaran fundamental agama dan ilmuilmu Al-Qur’an lainnya.Ia lebih memahami hadis dibanding mengoreksi menjadi Aisyah istri-istri rujukan juga Nabi dalam lainnya para dan suka dan sunah ilmu pemahaman sahabat

memahami dengan baik

Rasulullah. Dalam riwayat lain dikisahkan bahwa memahami pengobatan juga sastra. 3. Ummu Darda ash-Shugara (wafat tahun701)

102

Ummu

Darda

adala

seorang luas

ahli

fikih

yang

mumpuni,

berpandangan dia hidup

dan

intelek. sangat

Meskipun menjadi ustadzah yang tersohor, dalam kesehariannya dengan sederhana dan zuhud. 4. Mu’adzah al-Adawiyah (wafat tahun 715) Mu’adzah adalah ahli balaghah (semantik) Selain itu Mu’adzah juga memahami ilmu-ilmu agama secara mendalam sehingga merupakan tempat orang bertanya tentang ilmu agama.

5. Amrah binti Abdurrahman (wafat tahun 722 )
Amrah dikenal sebagai ahli fikih, berasal dari kalangan Anshar, lahir dan besar di Madinah. Keilmuannya berkembang dalam didikan Aisyah hingga menjadikannya alim , argumantatif dan berwawasan unggul. Ia luas. Banyak ulama hadis bersepakat Aisysah, bahwa Amrah merupakan perawi hadis yang meriwayatkan dari Ummu Salamah, Rafi Ibnu Khudaj dan Ummu Hisyam binti Haritsah. 6. Fathimah binti as-Samarqandi Fathimah adalah salah satu intelektual muslimah yang sangat cemerlang. Bermacam kitab agama dikuasainya dengan cepat baik ilmu-ilmu ushul (utama) maupun ilmu cabang. Dia juga penulis yang sangat produktif bidang sastra Islam. 7. Lathhifah

103

Latifah

adalah

ibunda

Imam

Syafi’i.

Pengetahuannya tentang tafsir Al-Qur’an begitu mendalam sehingga menjadikannya perempuan alim yang dihormati. Suatu saat Latifah pernah berargumentasi akhirnya wawasannya. dengan seorang hakim dan membuat sang hakim terbuka

8. Fathimah binti Abbas (wafat tahun 1336)
Fathimah binti Abbas lebih deikenal denan Ummu Abbas adalah seorang wanita salihah sekaligus cendikiawati yang kompeten dan sering dimintai fatwa. Fikih dan ushul fikih adalah spesialisasinya dan dengan ilmunya dia menentang ajaran Ahmadiah secara konsisten. 9. Ullayah binti Hassan Ullayah adalah seorang muslimah yang memiliki intelektualitas tinggi. Banyak ahli fikih datang untuk berdialog dan bertanya menangani berbagai persoalan. Selain fikih Ullayah juga tertarik pada bidang sastra.

Semangat

keterbukaan

itu

menjadi

implementasi atas kedudukan umat Islam sebagai umat penengah (ummat wasath).
       

104

Dan demikian (pula) kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat penengah agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia (QS 2 al-Baqarah: 143)

Sifat terbukaan kaum Islam klasik terhadap ilmu pengetahuan dan budaya yang berasal dari pihak lain tidak berarti menerima begitu saja tanpa upaya penyaringan. Pemilahan dan penyaringan tetap dilakukan agar terhindar dari pengorbanan akidah dan keimanan dasar agama Islam. Pada prinsipnya kaum muslim klasik terbuka terhadap kebudayaan dan ilmu pengetahuan asing yang sekiranya sejalan serta tidak bertentangan dengan pokok-pokok Dermenghem ajaran (dalam Islam. Nurcholis Menurut Madjid) Emile Islam

mempunyai dasar-dasar sebagi “agama terbuka.” Lebih lanjut dikatakan bahwa adanya semangat keterbukaan tidak berarti melunturkan kemantapan umat muslim dari agamanya. Dasar keimanan Islam itu memberi

kemantapan dan keyakinan kepada diri sendiri yang begitu besar. Dengan dasar iman yang kokoh tersebut seorang muslim merasa yakin dan aman, terbebas dari rasa takut atau khawatir. Juga karena kemantapan imannya, tidak ada rasa rendah diri manakala berhadapan dengan orang atau bangsa lain walau betapa hebatnya orang atau bangsa lain

105

itu, namun juga tidak menyombongkan diri. sesuai dengan Firman Tuhan:

Ini

           Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman, mereka Itulah yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk. (QS 6 al-An’am: 82)

Dengan keterbukaan sekaligus kemantapan beragama tersebut ajaran Islam kemudian berkembang menjadi landasan pandangan dunia yang dinamis dan menawarkan nilai-nilai yang darinya seluruh umat manusia mendapat faedah (konsep rahmatan lil alamin).29 Selain daripada itu, dengan kemantapan dan kepercayaan diri yang tebal itu, orang-orang muslim klasik sesuai dengan tugas mereka sebagai “kaum penengah” dan “saksi untuk Tuhan” secara adil selalu menunjukkan sikap dan pandangan positif kepada orang atau bangsa lain dan tidak terkena sindrom xenophobia (anti orang asing). Mereka berani menyatakan mana yang benar mana yang salah dan memanfaatkan apa saja yang berguna dari warisan umat lain selama tidak menyimpang dari akidah. Sikap yang demikian itu dilukiskan oleh 106

seorang ahli yang dinukil Nurcholis Madjid sebagai berikut :
Merupakan kelebihan orang-orang Arab bahwa sekalipun mereka itu pemenang secara militer dan politik, mereka tidak memandang peradaban negeri-negeri yang mereka taklukkan dengan sikap menghina. Kekayaan budaya dan ilmu pengetahuan Yunani, Siria, Persia dan Hindu mereka serap. Para pemimpin Islam menyantuni para sarjana non-muslim yang melakukan tugas penerjemahan, sehingga ilmu-ilmu yang luas dapat dipelajari dalam bahasa Arab. Selama abad kesembilan dan kesepuluh karya-karya yang terus mengalir tertuang melalui ilmu kedokteran, fisika, astronomi, matematika, filasafat dan sastra.30

Hal yang sering tidak dilihat orang pada umumnya adalah sikap kaum muslimin klasik yang positif terhadap peradaban bangsa lain itu maka Islam-lah dan yang mengawali Sebelum penyatuan Islam bersama ilmu khasanah ilmu pengetahuan secara internasioanal kosmopolit. hadir, pengetahuan memang telah ada namun sifat dan semangatnya sangat parsial dan chauvinsitik yang ditandai dengan dengan ketertutupan atas pengaruh luar merasa paling benar. Arab Berkenaan muslim itu peranan orang-orang dikarenakan

George Kneller (dalam Nurcholis Madjid) memberi pernyataan sebagai berikut:

107

Sebelum orang-orang Arab mewarisi filsafat alam Yunani dan alkemi Cina kemudian meneruskannya ke Barat, tidak ada badan tunggal ilmu pengetahuan alam yang diestafetkan dari suatu peradaban ke peradaban yang lain. Sebaliknya dalam setiap peradaban, penelitian tentang alam mengikuti jalannya sendiri-sendiri. Para filosof Yunani dan Cina memberi penjelasan yang berbeda tentang dunia fisik yang sama.... Sebagian dari hasil usaha itu pertama-tama diserap oleh Islam dari tahun 750 M terbentang dari Spanyol sampai Turkestan. Orang-orang Arab menyatupadukan badan ilmu pengetahuan yang luas itu dan menambahkannya.31

Dari

berbagai

ilmu

yang

diadopsi

dan

kemudian dikembangkan oleh Islam klasik adalah bidang filsafat yang kontribusinya dianggap “paling lemah”. Ini dapat difahami bahwa para filosof klasik Islam - betapapun penggembaraan intelektualnya adalah “orang-orang agama” yang relijius. Para filososf Islam klasik tersebut berfilsafat karena dorongan pengetahuan keagamaan, bahkan seringkali untuk kefilsafatannya dipakai

membela dan melindungi keimanan agama. Seperti dikatakan R.T.Wallis (dalam Nurcholis Madjid):
Para filososf Arab, meski dengan cara yang agak berbeda, adalah semuanya orang-oarang relijius yang ikhlas sekalipun paham keagamaan mereka tidaklah sedemikian rupa sehingga sepenuhnya sejalan dengan ortodoksi Islam.32

108

Karena spekulatif

relijiusitas

mereka,

pemikiran dalam

kefilsafatan

ditoleransi

hanya

batas-batas yang masih dibenarkan oleh agama, dimana agama itu sendiri bagi mereka telah cukup rasional sebagaimana dituntut oleh filsafat. Ini ditambah lagi dengan adanya polemik-polemik yang amat mendasar dan mendalam antara para filosof dan ulama keagamaan seperti yang terjadi antara al-Ghazali dengan Ibnu Rusyid. Sebenarnya ini agak sulit disebut polemik mengingat mereka hidup dalam kurun waktu berlainan. Mungkin lebih tepat disebut kritik Ibnu Rusyid terhadap pandangan Ghazali karena Ghazali tidak pernah “menanggapi” kritik tersebut karena sewaktu Ruysid lahir Ghazali sudah wafat. keabadian Menurut Nurcholis Madjid, “polemik” pengetahuan Tuhan tentang itu sendiri berkisar sekitar tiga masalah yakni alam, individu-individu serta kebangkitan jasmani dari kubur di hari kiamat. “Polemik” tersebut merupakan debat yang paling berpengaruh dan mengasyikan dalam sejarah pemikiran agama. Dalam “polemik” itu dilihat dari segi efeknya terhadap umat Islam diseluruh Akibatnya dunia, Ghazali menang paham secara telak. beberapa unsur Aristoteles

khusunya dibidang metafisika pengaruhnya pada pemikiran Islam terhenti. Namun unsur-unsur lain dari seperti logika formal justru diperkuat oleh Ghazali dan kelak juga oleh Ibnu Rusyid. Bahkan 109

neoplatonisme

justru

malah

merasuk

dalam

pemikiran kesufian al-Ghazali dan Ibnu Rusyid pun melihatnya sebagi ironi pada Ghazali.33 Al-Ghazali bukanlah orang pertama dan terakhir yang berusaha membongkar filsafat sedemikian rupa. Sebelumnya telah tampil beberapa pemikir yang berjuang membendung “pengaruh asing” khususnya hellenisme adalah dialektis munculnya Islam ilmu ke dalam sistem suatu dengan
34

ajaran Islam. Salah satu bentuk “pengaruh asing” kalam, teologi banyak yang dibangun

meminjam unsur-unsur aristotelianisme.

Muhammad Idris al-Syafi’i (wafat tahun (772 826) pendiri mazhab Syafi’i mengutuk habis ilmu kalam. Tentang hal ini al-Suyuthi menuturkan alSyafi’i pernah mengatakan bahwa para ahli kalam itu seharusnya dipukuli dengan pelepah pohon kurma dan kemudian diarak keliling kampung lalu diumumkan kapada semua orang, ‘Inilah akibatnya mereka yang meninggalkan Al-Qur’an dan tertarik pada ilmu kalam’. Tokoh pemikir lain yang sikapnya keras sekali terhadap filsafat dan ilmu kalam adalah Ibnu Taimiyah (1263-1327). Melanjutkan usaha Ghazali, Ibnu Taimiyah tidak membatasi kritiknya terhadap filsafat hanya kepada metafisika, tetapi diteruskan 110

kepada logika formal Aristoteles. Ibnu Taimiyah mendapatkan bahwa dari semua unsur hellenisme, logika formal Aritoteles atau al-Mathiq al-Aristhi adalah yang berpengaruh dan paling merusak sistem pemikiran dalam Islam. Seperti dikatakan oleh Grunebaum (dalam Nurcholis Madjid) salah satu fungsi pemikiran hellenisme adalah melengkaspi orang-orang muslim dengan bentuk-bentuk rasional pemikiran dan sistemisasi, membimbing mereka kearah generalisai prosedur-prosedur, dan abstraksi serta metoda-metoda prinsip-prinsip

klasifikasi yang logis. Itu adalah karena peran logika formal yang penting sekali. Inti kritik Taimiyah terhadap logika formal adalah bahwa metode berpikir ala Aristoteles itu tidak akan menemukan kebenaran disebabkan adanya klaim kebenaran universal kebenaran di dunia ini. Bagi adalah Taimiyah partikular semua atau manusiawi

individual dan darinya dikenal sebuah adagium ‘hakikat ada dalam kenyataan-kenyataan, tidak ada dalam pikiran-pikiaran.’
35

Bagi Taimiyah kebenaran

yang dicapai oleh logika formal tidak lrbih dari hasil intelektualitas dalam otak atau pikiran, yang tidak selalu cocok dengan kenyataan diluar. Kebenaran hanya dapat diketahui dengan melihat kenyataan diluar itu. Kritik Ibnu Taimiyah terhadap logika ini dipandang dengan penuh penghargaan oleh 111 Muhammad Iqbal sebagai rintisan amat dini kearah

metode

empiris

dalam

pengembangan

ilmu

pengetahuan modren, jauh sebelum munculnya filsafat Francis Bacon, Roger Bacon, David Hume dan John Stuart Mill. Berkenaan dengan garis perkembangsn pemikiran al-Ghazali ke Ibnu Taimiyah ini Iqbal menyatakan sebagi berikut.
Al-Ghazali secara keseluruhan tetap seorang pengikut Aristoteles dalam logika. Dalam bukunya al-Qisthas ia meletakkan beberapa argumen Al-Qur’an dalam bentuk pemikiran Aristoteles, namum lupa bahwa balasan atas sikap membangkang kepada para Nabi dikukuhkan lewat cara penelaahan sederhana contoh-contoh sejarah. Ishraqi dan Ibnu Taimiyahlah berusaha secara sistematis menolak logika Yunani. Abu Bakar al-Razi barangkali yang mula-mula mengkritik prinsip pertama Aristoteles. Di jaman sekarang ini keberatan al-Razi itu , yang dipahami dalam semangat induktif yang menyeluruh, telah dirumuskan kembali oleh John Stuart Mill. Ibnu Hazm dalam bukunya Lingkup Logika menekankan persepsi inderawi sebagai sumber pengetahuan; dan Ibnu Taimiyah dalam bukunya Penolakan Terhadap Kaum Logika, menunjukkan bahwa induksi adalah satu-satunya bentuk argumen yang bisa dipercaya, maka lahirlah metode observasi dan eksperimen.36

Sesuai dengan metodologinya Ibnu Taimiyah tetap menghargai bagian-bagian dari “ilmu nonIslam” (filsafat Yunani) yang tidak spekulatif, tetapi induktif, hasil observasi dan eksperimen. Berkenaan 112

dengan ini ia menyebut astronomi sebagi bagian yang amat ia berharga mengkritik dari “ilmu non-Islam”, oleh meskipun buku Almagest

Ptelemeus sebagi penuh dengan hal-hal yang tidak masuk akal. Ia juga melihat ilmu kedokteran sebagai sangat bermanfaat, sama dengan manfaat ilmu fikih. Maka dalam hal ini seperti dikatakan oleh Iqbal, Ibnu Taimiyah berada pada tataran pemikiran yang sama dengan para ilmuwan (scientists) dan ahli matematika Islam seperti al-Biruni, alKhawarizmi, Ibnu Haytam dan lain-lain yaitu para pemikir yang lebih banyak menggunakan metode empiris mereka.
37

dalam

mengembangkan

pengetahuan

Dari pandangan para pemikir empiris itu bisa dlihat bahwa peradaban Islam seperti dikatakan Bertrand Russel agaknya memang lebih kreatif dan orisinil dalam pengembangan ilmu pengetahuan, bukan filsafat yang spekulatif dan teoritis. Hal-hal yang bersifat kefilsafatan yang membentuk suatu pandangan dunia dan hidup menyeluruh sesungguhnya telah disediakan oleh pokok-pokok ajaran Islam sendiri dalam Al-Qur’an yang oleh Iqbal justru disebut sebagai mengajarkan metode berpikir empiris. Karena itu dalam sainslah peradaban Islam memiliki keunggulan pasti dan amat mengesankan

113

atas yang lain termasuk peradaban Yunani. Berikut pernyataan Bertrand Russel dalam Nurcholis Madjid:
Dalam sains, orang-orang Arab jauh meninggalkan

Yunani. Peradaban Yunani itu pada esensinya adalah sebuah kebun yang subur penuh dengan bunga-bunga indah tetapi tidak berbuah. Ia adalah peradaban yang kaya dengan filsafat dan sastra tapi miskin dalam teknik dan teknologi, karena itu adalah usaha bersejarah orangorang Arab dan Yahudi Islam untuk memecahkan tabung buntu ilmu pengetahuan Yunani itu, guna merintis jalanjalan baru sains, mnemukan konsep nol, rumus minus, angka irasional dan meltakkan dasar-dasr ilmu kimia baru yakni ide-ide yang neratakan jalan bagi dunia ilmu pengetahuan modern melalui pikiran para intelektual Eropa pasca Renaisans.38

Deretan temuan kreatif para ilmuwan muslim akan sangat panjang untuk disebutkan semuanya. Sebagaimana peradaban dikemukaan Islam adalah ilmu sebelumnya yang bahwa pertama

menginternsionalkan

pengetahuan.

Internasionalisasi itu terjadi dalam dua bentuk, pertama, sesuai dengan kedudukan dan tugas suci mereka sebagai “umat penengah” dan “ saksi atas manusia”, dikatakan ilmu orang-orang Kneller muslim klasik seperti Madjid) banyak 114 (dalam umat Nurcholis dari

menyatukan dan mengembangkan semua warisan pengetahuan manusia wilayah diluar mereka. Berikutnya sejalan dengan

keyakinan

bahwa

ajaran

agama

Islam

harus ilmu kepada

membawa kebaikan seluruh umat manusia sebagai “rahmat untuk sekalian alam”, sehingga pengetahuan yang kembangkan fanatisme.39 Kaum kontribusi peradaban orientalis signifikan Eropa yang sendiri kepada kemudian mengakui bahwa itu kemudian disebarkan telah mereka satukan dan

seluruh umat manusia tanpa parokialisme dan

peradaban Arab klasik (baca: Islam) telah memberi perkembangan berlanjut ke

Amerika. Kenyataan ini sangat jelas dengan bukti banyaknya kata-kata kedalam bahasa bahasa Arab yang diserap Menurut penelitian, Inggris.

penyerapan itu tidak langsung tetapi bertahap melalui bahasa Turki, Itali, Spanyol dan Perancis, baru kemudian diadopsi ke bahasa Inggris. Berikut contoh beberapa kata serapan tersebut: admiral, alembic, alchemy, alcohol, algebra, alkali, azimuth, azure, coffe, cotton, magazine, monsoon, sherbet, sofa, tariff, Zenith, Zero.40 memeperjelas ilmiah jaman gambaran keemasan Untuk bagaimana Islam khasanah berikut klasik,

rangkuman yang dilakukan oleh Muhammad Solikhin dengan sedikit modifikasi.
Indikator keilmiahan era peradaban Islam klasik.

115

Bidang Pendidika n

Indikator

a. Terjaminnya kebebasan akademik dan
intelektual.

b. Lembaga pendidikan tertata sesuai
jenjang usia dan kemampuan peserta didik melalui kurikulum. Tidak ada pemilahan antara ilmu umum atau ilmu agama. Pendidikan prasekolah sampai universitas tersedia merata di semua wilayah.

c. Kota-kota sebagai basis pendidikan
dilengkapi dengan fasilitas perpustakaan dan laboratorium.

d. Setiap lembaga pendidikan dilengkapi
dengan fasilitas yang memenuhi kebutuhan aspek kognitif, afektif dan psikomotor.

e. Tersedianya beasiswa bagi yang
membutuhkan.

f. Gaji yang sangat cukup bagi tenaga
pengajar.

g. Bahasa Arab menjadi bahas
komunikasi internasional dan sebagai bahasa pengantar resmi di lembagalembaga pendidikan.

h. Perpustakaan dan toko buku (yang
merangkap sebagai pusat diskusi Sastra dan Tulisperbukuan) menyebar sampai ke pelosok. a. Karya tulis yang dihasilkan dihargai sangat tinggi Contohnya pada masa al-

116

Menulis

Ma’mun, setiap karya tulis dihargai dengan emas murni dengan ukuran berat yang sama.

b. Penguasaan memberi fasilitas berupa
penyediaan naskah-naskah penting untuk diterjemahkan ke bahasa Arab serta untuk diteliti.

c. Ketersediaan anggaran yang cukup
besar bagi penelitian dan pengadaan naskah kepustakaan.

d. Adanya kewajiban penelitian berkala
Ekonomi bagi para penajar pada waktu cuti tahun. a. Dinar emas Arab menjadi nilai tukar ekonomi utama di dunia internsional (semacam dolar Amerika sekarang), bahkan beberapa negara asing (misalnya Wales) mengajukan permohonan untuk dapat mencetak dinar emas Arab di negeri tersebut.

b. Kemajuan di bidang pertanian
diimbangi dengan infrastruktur penunjang seperti transportasi air, dengan dibangunnya irigasi, kanal di sungai Tigris, Euphrat dan Nil. c. Industri tekstil maju pesat, dengan kualitas tinggi dan menguasai pasaran SosialPolitik internsional. a. Khalifah bukanlah penguasa tunggal atas negara dan masyarakat.

b. Terdapat pendistribusian tugas dalam
lembaga diwan al-khazanah

117

(perbendaharaan negara); diwan al-azra’u (pertanian dan sejenisnya); dan diwan alkhazani silah (perlengkapan persenjataan).

c. Konsep pemerintahan juga
mengakomodasi unsur non-Arab.

d. Warga negara bersifat multietnik dan
multiagama (asas plurailtas).

e. Aplikasi nyata nilai-nilai ta’awun,
Hukum ukhuwah dan hurriyah. a. Tersedia lembaga peradilan yang independen. b. Status budak terhapus dalam strata sosial sehingga budak memiliki hak menjadi kepala negara

c. Disamping perlindungan hukum
terhadap manusia, hewan juga mendapatkan proteksi hukum yang ketat, terbukti di setiap kota metropolis terdapat rumah sakit hewan, laboratorium serta Sains dan Teknologi pusat rehabilitasi hewan. a. Ratusan naskah Yunani, India, Syria dan Romawi Kuno berhasil diterjamahkan ke dalam bahasa Arab.

b. Kemajuan sains dn teknologi, meliputi:
kedokteran, farmakologi, kimia, botani, zoologi, mineralogi, astronomi, matematika, fisika, arsitektur, geografi, sejarah, sosiologi, politik dan tata negara serta ilmu administrasi.

c. Studi ilmu Islam seperti tafsir, hadis, 118

kalam, tasawuf, fikih-usuhul fiqih, dan ilmu-ilmu “naqli” lainnya juga maju dengan pesat. d. Munculnya ratusan ilmuwan dengan berbagai disiplin ilmu, dan ribuan karya tulis mereka.

e. Kemajuan arsitektur, seperti tampak
pada Masjid Kordoba atau itana Hamra.

f. Kemajuan bidang kimia. Hal ini
tampak dari minyak wangi yang masih tercium baunya dari dalam makam Timur Lank yang digali antropolog Rusia setelah 550 tahun. g. Umat Islam telah memiliki teknologi perkapalan yang canggih, yang tampak dari armada lautnya yang kuat. Sumber: Muhammad Solikhin (dengan modifikasi)

Sementara bentuk lembaga pendidikan Islam klasik yang dirangkum oleh Muhammad Solikhin adalah sebagai berikut.
Bentuk lembaga pendidikan Islam klasik Jenis Kesetara an Khaliqa h Diskusi dan sejenisnya Media belajar spontan yang mengacu pada bentuk kegiatan, bukan lembaga formal. Bentuknya belajar melingkar dengan pusat materi pada narasumber Penjelasan

119

Kuttab

Pre-School Education, Play Group, TK

Lembaga yang mempersiapkan keterampilan ilmu-ilmu dasar atau ilmu pokok. Bentuk ini sudah ada sejak pra-Islam, dan Islam meneruskan serta menyempurnakannya. Kurikulumnya meliputi: Aritmetika, al-Hisab, Al Quran dan Gramatika

Masjid / Masjid Khan

SD-jenjang menengah atas dengan model boarding school atau pesantren

Jenjang pendidikan dasar sampai setingkat menengah. Kurikulumnya berpusat pada Al Quran, sastra Arab, sejarah Nabi, dan berhitung. Sejak era Abbasiyah, bagi siswa yang dianggap cakap diberikan ijazah atau sertifikat. Pendidikan tingkat lanjut setelah menamatkan pendidikan masjid. Siswa yang masuk adalah seusia masuk perguruan tinggi (sekitar 17 tahun ke atas). Masyarakat muslim Persia juga memiliki lembaga pendidikan sejenis, yang umum disebut dengan “Khaniqah”.

Madrasa h

Universitas / Perguruan Tinggi Post Secondary School Education

ArRibath dan

Padepokan Sufi

Lembaga pendidikan informal di bidang spiritualitas Islam.

120

Zawiya h Sumber: Muhammad Solikhin (dengan modifikasi)

Harmonisasi Akal dan Wahyu Otoritas wahyu mesti kembali dikawinkan dengan penafisran nalar dalam rangka aktualisasi diri menyikapi persoalan kemanusian sehari-hari. Secara konseptual nalar dan wahyu merupakan dua entitas yang tidak perlu dipertentangkan secara diametral. Wahyu sebagai tuntunan Ilahi diturunkan tidak lain untuk membimbing entitas akal menuju jalan yang yang benar sesuai rambu-rambu-Nya. Akal pikiran diciptakan Tuhan untuk menjadi mi’yar ( tolok ukur) dalam menentukan baik-buruk, suci-najis dan mashalaha-mafsadah. Setidaknya pandangan seperti ini mengacu pada filasafat hukum Islam yang menandaskan bahwa wahyu Tuhan turun tidak lain untuk mendatangkan kemaslahatan dan menangkal terjadinya kerusakan.41 Maka tidak pada tempatnya manusia memberatkan disatu sisi entah itu wahyu atau akal. Ketidak seimbangan antara keduanya akan berakibat kurang baik. Terlalu mengedepankan wahyu semata akan menjadikan bekunya pemikiran (jumud), taqlid buta. Sementara terlalu mengedapankan akal dan mengesampingkan wahyu akan membentuk ‘pemikiran liar’. Keduanya akan 121 bermuara pada ‘perbuatan liar’. Salah satu program

yang mensinergikan wahyu dan akal adalah pada program TV Takjub yakni tayangan televisi bertema iptek-religi, memaparkan dunia teknologi dengan mengupas sisi ilmu pengetahuan dan terjelaskan di dalam ayat-ayat Al-Quran. Program ini dilansir oleh Kementerian Indonesia. Terkait dengan paham fundamentalisme Riset dan Teknologi Republik

dalam Islam yang cenderung “anti akal”, Bassam Tibbi, cendikiawan muslim berkebangsaan Jerman mengatakan bahwa Islam yang sebagai rahmatan lil alamin dengan sifat tolerannya - apabila keliru dipahami- bukan tidak mungkin menjadi ancaman. Adalah suatu yang tidak menguntungkan Islam sendiri bagi bila perdamaian dunia dan bagi

kemudian Islam dipandang secara partikular dari sisi “ancaman” dan “konfrontasi”.42 Namun bila niat baik tersebut pemikiran dan strategi yang Dari aspek niat tanpa disertai tepat melainkan “membela Islam” tentu saja adalah baik dan mulia.

cenderung berpikir pendek dan membabi buta hasilnya adalah kekonyolan dan stigma yang buruk terhadap Islam, ini berarti lebih banyak mudharat dibanding muslim manfaatnya. Oleh karena harus tuntutan dijawab majunya iptek dan jayanya perekonomian umat merupakan tugas yang terlebih dahulu. Tibbi kemudian berpendapat dan 122

mengakui bahwa tidak mungkin memahami Islam tanpa mempelajari hukum Islam (fikih). Namun demikian fikih – walaupun merupakan pengetahuan tentang hukum suci – pada dirinya sendiri adalah bukan Tuhan karena datangnya dari pengetahuan manusia. Fuqaha (para ahli fikih) menafsirkan AlQur’an dan hadis sebagai sumber syariah, hasilnya adalah pemikiran manusia yakni fikih. Sayangnya kemudian dengan penganut rancu menterjemahkan paham antara fikih fundamentalis dan syariah berpandangan

pandangan-pandangan

manusiawi mereka sebagai karakter ketuhanan.43 Salah satu hasilnya adalah maraknya terorisme. Seperti diketahui ada ratusan ayat Al Qur’an yang menyinggung tentang dimensi keilmuan ini berati menempatkan ilmu pengetahuan baik ilmu agama maupun ilmu umum dalam derajat yang tinggi. Namun demikian ada hal yang perlu direnungkan, yakni ternyata ada sejumlah pihak yang kemudian menyamakan Al Qur’an dengan ensiklopedia sains. Mereka menganggap segala peristiwa alam pasti terkandung didalam Al Qur’an (menganggap ayat kauniyah yang tersirat di alam seluruhnya terangkum dalam ayat yang tersurat). Pihak yang mempunyai pemahaman semacam ini berupaya mencari fenomena kimia , fisika, biologi dan seterusnya yang ada di alam kemudian 123

mencari-cari atau mencocok-cocokkan dengan ayat yang mendukungnya (yang terkait dengannya). Tujuannya meyakinkan pemahaman mungkin ingin menunjukkan non-muslim mewakili dan akan orang-orang semacam ini

keagungan dan keunikan Al-Qur’an. Sebut saja kelompok pertama. Kelompok pertama ini antara lain diwakili oleh Ibnu Mas’ud yang mengatakan bahwa ‘jika seseorang ingin memiliki pengetahuan masa lampau dan pengetahuan modern, selayaknya dia perlu merenungkan Al Qur’an’, kemudian ‘ ringkasnya seluruh ilmu tercakup dalam karya-karya dan sifatsifat Allah dan Al Qur’an adalah penjelasan esensi sifat-sifat dan perbuatan-Nya. Tidak ada batasan terhadap ilmu-ilmu ini dan di dalam Al Qr’an terdapat indikasi pertemuannya (Al Qur’an dan ilmuilmu)’. Disamping kelompok pertama, ternyata ada juga kelompok kedua yang beranggapan bahwa Al Qur’an adalah semata-mata kitab petunjuk keimanan dan tidak ada tempat bagi sains dan teknologi didalamnya. Kelompok kedua cenderung berpikiran sempit dan seolah-oleh menganggap Allah itu “tidak mengenal” ilmu pengetahuan lain diluar ilmu agama, alam padahal Dia-lah beserta yang hukummenciptakan semesta

124

hukumnya. Barangkali sebagian besar responden dalam studi kasus mewakili kelompok kedua ini. Menurut Mahdi Ghulsyani, ilmuwan sekaligus agamawan dari Iran menyatakan bahwa pendapat kelompok lebihkan) pertama pertama dalam dinilainya agak kebablasan (melebihilmu Qur’an mendudukkan menendudukkan posisi Al

pengetahuan umum dengan Al Qur’an. Kelompok sebagai ensiklopedia ilmu pengetahuan sehingga segala macam peristiwa alam dimuat dalam Al Qur’an. Menurutnya memang benar bahwa ada sebagian ayat yang menjelaskan fenomena alam seperti pergerakan matahari, tentang wahana luar angkasa, tentang penciptaan hewan dan sebagainya yang dapat dipakai sebagai rujukan ilmu pengetahuan. Tetapi tentunya tidak semua aspek detail ayat-ayat kauniyah disebutkan dalam Al Qur’an sehingga Al Qur’an berfungsi sebagaimana ensiklopedia sains pada umumnya. Adanya fenomena manusia alam untuk menunjukkan dimanfaatkan ayat-ayat lebih keagungan untuk yang Allah menjelaskan untuk menarik dapat dalam dan agar umat

dimaksudkan

mempelajarinya kemaslahatan

rangka mengabdi dan mendekatkan diri kepadaNya.44 Hal ini diamini oleh Muhammad Quthub yang mengatakan bahwa al-Qur’an bukan buku 125

pengetahuan, bukan buku tentang ilmu falak, fisika, kimia dan seterusnya. Namun demikian al-Qur’an mengandung berbagai isyarat tentang semua ilmu diatas dengan maksud untuk memperkenalkan kekuasaan yang tak terhingga berikut tanda-tanda kebesaran-Nya.45 Kalau setiap kali penemuan atau fenomena ilmu alam selalu dikaitkan dengan ayat-ayat Al Qur’an itu mengandung resiko yang berbahaya mengingat teori ilmu pengetahuan dan teknologi selalu berpotensi salah (dapat difalsifikasi). Di ranah sains dan teknologi, untuk mencapai “kebenaran” ilmiah dalam kenyataannya “perlu” mengalami kesalahan-kesalahan sedemikian sehingga setiap saat memerlukan revisi atau koreksi. Sains dan teknologi sebagian besar belum mencapai tingkatan yang paripurna, artinya selalu berubah-ubah. Suatu teori dianggap benar selama periode tertentu yang kemudian akan gugur digantikan dengan teori yang lebih baik. Kalau kemudian teori ilmiah yang sering keliru tersebut selalu dikaitkan “kebenarannya” dengan ayat-ayat Al Qur’an berarti sepertinya AlQur’an mendukung teori-teori yang kontradiktif, ini kan tidak benar. Ilmuwan masa lalu (era keemasan Islam klasik) terbukti tidak selalu mencari rumusrumus sains kemudian mencocokkan dengan Al Qur’an. Singkatnya mencocok-cocokan teori iptek 126

dengan

ayat-ayat Al

Qur’an

berbahaya

karena

mengancam kemantapan fakta-fakta Al Qur’an dan membuka pintu bagi penafsiran-penafisiran yang tidak dapat diterima akal sehat.46 Ghulsyani sendiri dapat dikatakan mewakili kelompok ketiga yang mendudukkan Al Qur’an sebagai petunjuk bagi kemajuan manusia yang mencakup apa saja yang diperlukan dalam wilayah iman dan amal. Adanya ayat-ayat yang bernuansa iptek dimaksudkan untuk menyadarkan manusia akan keagungan Allah SWT dan mendorong manusia untuk mempelajari fenomena alam tersebut dalam rangka beribadah kepada-Nya. Mantan Rektor Universitas Al Azhar Syaikh Musthafa Al Maragi juga dalam kelompok ini. Dia mengatakan ‘ Bukanlah maksud saya untuk mengatakan bahwa Kitab Suci ini (Al Qur’an) mencakup secara rinci seluruh sains dalam gaya text book, tetapi yang ingin saya katakan adalah bahwa Al Qur’an mengandung tentang bantuan prinsip-prinsip umum dalam arti seseorang dapat menurunkan apa yang seluruh ingin pengetahuan dengan prekembangan fisik dan spriritual manusia atas apadiketahuinya prinsip-prinsip tersebut. Adalah penting untuk tidak memperluas makna ayat sejauh itu agar kita dapat menafsirkannya dalam kacamata sains, juga seseorang tidak boleh melebih-lebihkan penafsiran 127

fakta-fakta

ilmiah

sehingga

dipaksakan

cocok

dengan ayat Al Qur’an. Bagaimanapun jika makna lahiriah suatu ayat konsisten dengan sebuah fakta ilmiah yang telah mantap, kita menafsirkannya dengan bantuan fakta itu.’47 Ada menyikapi bersamaan anekdot suatu dari seorang dua alam ulama kaum yang yang dalam sama.

menunjukkan

perbedaan feomena

Skenarionya adalah

kedua kaum tersebut secara

melihat seekor burung yang sedang

terbang. Kaum pertama setelah melihat burung tersebut timbul rasa syukurnya kemudian mengucap burung...burung....burung (maksudnya banyak berzikir). Kaum kedua setelah melihat burung yang sama juga bersyukur, namun rasa syukur tersebut kemudian kejadian dasarnya pertama, pahala, diejawantahkan tadi dapat dengan merenung, bahwa pahala. juga pada Kaum berfikir dan... membuat pesawat terbang. Dari dua disimpulkan mendapat karena keduanya kaum kedua

karena rasa syukurnya tentu mendapat bersyukur

mendapat pahala pula. Namun kaum kedua selain bersyukur juga mengoptimalkan akalnya dengan membuat pesawat terbang yang memberi manfaat bagi orang banyak. Mana yang pahalanya lebih besar ?

128

Menurut berbagi sumber yang dikompilasi oleh Syamsul Ma’arif akal berasal dari bahasa Arab al’aqlu yang berarti kecerdasan praktis yang dalam istilah kekinian dikenal dengan kecerdasan memecahkan masalah. Orang berakal adalah orang yang mempunyai kecakapan untuk menyelasaikan masalah, manakala seseorang dihadapkan masalah dan selanjutnya dia dapat menyelesaikannya dengan menggunakan nalar atau akal. Kecerdasan praktis tersebut sangat dihargai oleh orang Arab utamanya pada jaman keemasan Islam klasik. Masih menurut Syamsul Ma’arif. kemunduran Islam dalam sain dan teknologi disebabkan oleh lenyapnya ilmuilmu yang menggunakan dan penalaran atau akal. pasca Kehancuran kelemahan Islam

kejayaannya adalah disebabkan lenyapnya ilmu-ilmu yang menggunakan penalaran atau akal. Sebagian besar umat Islam hanya memandang bahwa akhirat adalah segala-galanya, sehingga mereka terkesan berasyik masuk pada persoalan-persoalan dianggap terkait dengan akhirat saja. yang Belajar

filsafat, matematika, kimia, biologi dan lainnya adalah “haram” atau paling tidak sebagai perbuatan “sia-sia”. Lain halnya bila belajar fikih, tasfir, ilmu kalam dan ilmu Islam lainnya adalah wajib dan mulia disertai keyakinan penuh Pendapat semacam ini bahwa hanya ilmu-ilmu sesungguhnya agak 129 inilah yang dapat mengantarkannya ke surga.48

mengherankan mengingat begitu banyak ayat Al Qur’an yang menunjukkan pentingnya penggunaan akal. Akal yang diberi kedudukan tinggi dalam ajaran Islam, mendorong kaum muslimin menggunkan penalaran rasional sejauh persoalan tersebut memang menjadi wewenang akal untuk memikirkannya. Oleh karenanya solusi startegis untuk

mengatasi kemunduran sains dan teknologi yang berlarut-larut di kalangan umat muslim adalah kembali ke Al-Qur’an dan sunah Rasul. Perhatikan ayat-ayat berikut:
                                                     Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang Tuhan penciptaan langit dan bumi (seraya berkata):

kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia,

130

Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.(QS 3 Ali Imran: 190-191)                                 Dan apakah mereka tidak memikirkan tentang diri

mereka? Allah tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada diantara keduanya melainkan dengan yang benar dan waktu yang ditentukan. dan kebanyakan di antara manusia menyangkut pertemuan dengan Tuhannya. (QS 30 ar-Rum: 8)                    Kalau sekiranya Kami turunkan Al-Quran ini kepada sebuah gunung, pasti engkau akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami paparkan untuk manusia supaya mereka berfikir. (QS 59 al-Hasyr: 21)                 

131

Keterangan-keterangan (mukjizat) dan kitab-kitab. dan Kami turunkan kepadamu Adz-Dzikr (Al Quran), agar engkau menerangkan pada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan supaya mereka berpikir. (QS 16 an-Nahlu: 44)                    Dan Dia telah menundukkan untukmu apa yang di langit dan apa yang di bumi, semuanya dari-Nya. Sesungguhnya yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir. (QS 45 al-Jasiyah: 13)                            Dan Dia yang membentangkan bumi dan menjadikan gunung-gunung pasangan, Allah dan sungai-sungai malam padanya. kepada Dan siang. menjadikan padanya semua buah-buahan berpasangmenutupkan Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tandatanda bagi kaum yang memikirkan. (QS 13 ar-Ra’du: 3)               

132

    

       

Allah menggenggam nyawa ketika matinya dan nyawa yang belum mati di waktu tidurnya; maka Dia tahanlah nyawa yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan yang lain sampai waktu yang ditentukan. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tandatanda bagi kaum yang berfikir. (QS 39 az-Zumar: 42)                                               Sesungguhnya perumpamaan kehidupan duniawi itu, adalah seperti air yang Kami turunkan dan langit, lalu bercampur ternak. olehnya tanaman-tanaman bumi itu di bumi, di antaranya ada yang dimakan manusia dan binatang Hingga apabila telah sempurna keindahannya, dan berhias (pula), dan para pemiliknya menduga bahwa mereka pasti kuasa atasnya, tiba-tiba datanglah kepadanya azab Kami di waktu malam atau

133

siang, laluKkami jadikan ia laksana tanam-tanaman yang sudah disabit, seakan-akan belum pernah tumbuh kemarin. Demikianlah Kami menjelaskan tanda-tanda kekuasaan kepada orang-orang yang berfikir. (QS 10 Yunus 24)

Masih

banyak

ayat

yang

memerintahkan

manusia untuk menggunakan akal guna memikirkan sesuatu yang ada di sekelilingnya. Terakait dengan pentingnya penggunaan akal, Imaduddin cendikiawan muslim dari Bandung mengemukakan ungkapan yang cukup mengundang kontroversi. Dalam suatu kesempatan dia mengatakan: ‘masjid tanpa untuk dipasangi rusak penangkal petir petir, jauh kemungkinan lebih besar disambar

dibanding rumah judi yang dipasangi penangkal petir’. Rekan penulis pernah menukil ungkapan Imaduddin tersebut dan mengkespos di salah satu milis, banyak tersebut akibatnya yang bersangkutan menerima hujatan meskipun akhirnya atas ada yang Banyaknya barangkali hujatan ungkapan adanya

membela.

mencerminkan

kerancuan pemikiran. Memang Allah SWT yang Maha Kuasa dapat membuat “pengecualian” atas sunatullah dengan menyelamatkan masjid dari sambaran kilat (ingat saat tsunami di Aceh banyak masjid tetap tegak sedangkan bangunan lain yang kelihatannya lebih 134

kokoh banyak bertumbangan). Namun secara umum Allah tentu konsekwen dan konsisten dengan hukum yang telah ditetapkan-Nya. Secara logika (otak adalah juga pemberian Allah SWT jadi bila berlogika jangan buru-buru dicap sekuler atau tidak islami) penangkal petir yang dihubungkan dengan tanah (grounded) sebenarnya merupakan piranti untuk menghilangkan bahayanya (berfungsi menetralkan). Petir yang berupa listrik berkekuatan tinggi akan masuk kedalam penangkal petir dan tersalur menuju tanah sehingga ternetralkan. Ini sunatullah. Oleh karenanya alamiah saja (sunnatullah) manakala petir yang menyambar rumah judi akan tersalurkan ketanah untuk lewat penangkal sehingga probabilitas selamat besar, sedang masjid yang tanpa

penangkal petir - karena tidak ada piranti penetralan - akan mudah tersambar begitu saja. Begitulah bahwasanya harmonisasi antara

wahyu dan akal memang suatu keniscayaan. Bila hanya menekankan wahyu tanpa pendayagunaan akal maka menimbulkan kebekuan pikir, sementara bila terlalu mengedapankan akal semata maka keliaran berpikir akan menjadi-jadi dan berpotensi lepas kendali.

Antara Takjub dan Takut 135

                     Dan diantara manusia, binatang-binatang melata, dan binatang-binatang ternak, bermacam-macam warnanya seperti itu. Sesungguhnya yang takut kepada Allah diantara hamab-hambanya adalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun. (Q.S. 35 Fathir: 28)

Menurut

Quraish

Shihab

dalam

bukunya

Menebar Pesan Ilahi kata ulama dalam ayat diatas merujuk pada para pakar ilmu-ilmu umum bukan pakar-pakar ilmu agama.49. Hal ini dapat dimengerti bahwa ilmuwanlah yang karena dia telah menganalisa, mengukur dan menghitung fenomena alam dengan segala kemampuan pikir dan mereka merasa bahwa apa yang telah mereka dapati adalah sesuatu yang menakjubkan sekaligus menakutkan (takut karena telah mendapati bukti-bukti melalui penelitian-penelitian ilmiah bahwa Allah itu sungguh Maha Kuasa). Dan mereka tentu juga menyadari bahwa yang mereka ketahui melalui penelitian ilmiah itu baru sebagian kecil dari sekian banyak feneomena yang belum / tidak difahami. Dengan penelitian yang canggih dan mendalam mereka menyadari hanya sekedar melakukan pengamatan dan menganalisi obyek alam yang sudah ada. 136

Bagaimana fenomena alam itu bisa hadir (tercipta) dari ketiadaan mereka tidak tahu sehingga timbul kesadaran bahwa yang keberadaan alam itu tentu ada Bagaimana kekuatan yang dari Zat yang menciptakan menciptakan.

sungguh luar biasa kagum sekaligus takut.

itulah (Allah SWT) yang akhirnya membuat mereka

Sungguh bahwa ilmuwan yang benar-benar mendalami dan meresapi obyek-obyek yang mereka teliti tentu akan kagum dan takut kepada Zat yang menciptakannya (Allah SWT). Ambil contoh misalnya pada alam makrokosmos. Jagad raya ini mulanya berupa apa dan bagaimana proses terbentuknya hingga bisa menjadi seperti saat ini? Berapa umur alam semesta ? Berapa “luas” alam semesta? Berapa jumlah benda angkasa yang ada di alam semesta ? Coba arahkan pikiran untuk menembus jagad raya, terus dan bawa resapi melalui terus daya pikir, konsentrasikan “perjalanan”

menembus jagad raya ini. Apa batas alam semesta ini, kemudian diluar batas alam semesta ada apa? Pada titik tertentu orang akan dihinggapi perasaan takjub sekaligus takut. Dari percobaan dan analisis terkini para astronom modern yang dilansir oleh wikipedia (yang sayangnya kini kebanyakan bukan dari kaum muslimin) bahwa jagad raya dengan bentuk yang tertentu mempunyai jarak dari ujung 137

ke ujung kira-kira 93 milyard tahun cahaya (dan ini diduga terus membesar). Coba bila dihitung dalam satuan kilometer. Cahaya (sementara ini diketahui sebagai materi yang paling cepat dialam semesta) mempunyai kecepatan 300.000 km / detik. Jangan dibandingkan dengan kecepatan Valentino Rossi di lintasan balap Moto GP paling banter 300 km/jam (83 meter / detik). Pesawat ulang alik dengan kecepatan 72.000 km/jam (20 km / detik) pun masih belum apa-apanya. Jadi “diamater” alam semesta sepanjang 93 milyard tahun cahaya adalah = 93.000.000.000 tahun cahaya x 365 hari/tahun x 24 jam/hari x 60 jam/menit x 60 detik / menit x 300.000 km/detik atau = 8,8 x 879.854.400.000.000.000.000.000 km

1023 km, suatu jarak yang tak terperi jauhnya ! Misalkan pesawat ulang alik tersebut dianggap memilki bahan bakar yang tidak habis sampai kapanpun, maka untuk menempuh jarak dari ujung keujung alam semesta akan memerlukan waktu selama = 879.854.400.000.000.000.000.000 km : (72.000 km / jam x 24 jam / hari x 365 hari /tahun)= 1.400.000.000.000.000 tahun (seribu empat ratus trilyun tahun) ! Sekarang diperkecil skalanya, bukan jagad raya namun sebatas galaksi (jagad raya diperkirakan berisi 10 juta galaksi) tempat bumi berada yakni Bima Sakti yang diameternya “hanya” 100.000 tahun cahaya (atau 9.460.800.000.000.000 138

km). Katakanlah bumi berada di bagian tertentu galaksi yakni agak dipinggir (kira-kira 1:4 ujung ke ujung), maka jarak yang harus ditempuh untuk menuju ujung galaksi bima sakti adalah 2.365.200.000.000 km yang bila ditempuh dengan pesawat ulang alik memerlukan waktu 33.000.000 tahun (tiga puluh tiga juta tahun tahun) kurun waktu yang “lumayan lama” juga. Misalkan suatu saat nanti orang bisa membuat kendaraan ruang angkasa dengan kecepatan cahaya sekalipun masih akan memerlukan 25.000 tahun untuk menuju tepi galaksi Bima Sakti. Rasanya mustahil, karena umur rata-rata manusia dibawah 100 tahun. Jadi bagaimana orang bisa keluar galaksi ? Menurut Stephen Hawking (pakar astrofisika dari Inggris yang tubuhnya lumpuh total, namun dikaruniai kejeniusan yang diyakini tidak kalah dengan Einstein) ada jalan keluar ! Jalan keluar tersebut dinamakan ‘lubang cacing’ (wormhole) yang secara mudahnya dianalogikan seperti kertas yang dilipat sehingga ujung bagian kertas yang tadinya berjauhan menjadi berimpit (sangat dekat) sehingga perjalanan keluar galaksi waktunya dapat dipersingkat dengan sangat ekstrim ! Metode lubang cacing tersebut sebenarnya sudah “dipikirkan” Enstein namun masih absurd, kemudian Hawking menyempurnakan teori tersebut dan diperkirakan dalam beberapa tahun mendatang perjalanan keluar galaksi Bima Sakti dapat terwujud. 139

Didasari bahwa Allah SWT menciptakan jagad raya sedemikian luas dengan bintang-bintang (benda angkasa yang bersinar, matahari adalah salah satu selayaknya) bintang) sebegitu banyak tentu ada manusia Sekedar kelak diketahui dapat jumlah maksud dan tujuannya, dan boleh jadi (baca: sudah memanfaatkannya.

bintang di galaksi rata-rata diperkirakan ada satu trilyun atau 1012. Sedangkan jagad raya diperkirakan terdiri atas satu milyard atau 109 galaksi. Dengan demikian perkiraan satu setiap bintang jumlah seluruh bintang yang 1021 atau trilyun matahari mempunyai milyard seperti ada di alam semesta adalah sebanyak

(1.000.000.000.000.000.000.000) bintang ! Kalau sejumlah planet, silahkan anda perkirakan jumlah planet di alam semesta ! Kemudian kalau dihitunghitung “secara komersial”, dari sekian banyak planet tentu mengandung sekian banyak materi entah itu besi, tembaga, emas atau materi lain yang kalau dihargai dengan rupiah sanggupkah manusia menhitungnya ? Betapa Allah SWT Sang Maha Kaya.
Foto alam semesta yang terdiri atas banyak galaksi

140

Sumber : NASA Foto galaksi langit Foto mawar di

Sumber : NASA

Sumber : NASA

Penjelasan diatas baru mengenai luas dan jumlah astrofisika planet, bagaimana dengan umur alam menggunakan super komputer semesta ? Menurut penelitian mutakhir bidang tercanggih, alam semesta terbentuk diawali adanya ledakan besar (big bang) “materi inti”. Materi itu kemudian membesar dan terus membesar hingga membentuk alam semesta (sampai sekarang diduga kuat masih bertambah besar sebagai efek lanjut dari ledakan besar di awal tadi). Saat awal ledakan besar hingga sekarang diperkirakan sudah berlangsung 141

13.7 milyar tahun dan itu dipakai sebagai ukuran umur alam semesta. Bumi sendiri diperkirakan “baru” berusia 2,5 milyar tahun. Wallahualambhisawab. Kembali ke perasaan takut dan kagum diatas, bayangkan manusia diminta membuat kerikil satu saja dari sesuatu yang tidak ada tentu tidak akan bisa, bagaimana dengan kekuasaan Zat yang telah mencipta satu milyar planet. Disini bisa sekaligus direnungkan begitu mengagumkan “menakutkannya”

kemahakuasaan Allah SWT.

Foto dua awan raksasa (giant cloud) tempat terbentuknya bintang baru

Sumber: NASA

Sumber: NASA

Masih terkait perasaan kagum dan takut kepada Allah bukan saja manakala kita melihat struktur makrokosmos. Saat memahami stuktur 142

mikrokosmos bakteri E. coli. Bakteri mikron

persaaaan

takjub

dan takut juga

menyelinap dihati. Perhatikan bagaimana struktur

Escherichia

coli

disingkat milimeter,

E.coli bisa

mempunyai ukuran hanya beberapa mikron, satu adalah seperseribu dibayangkan betapa reniknya mahluk ini. Bakteri tersebut mempunyai flagela (semacam ”ekor”) yang dapat berputar dengan kecepatan ribu putaran per
Foto bakteri E. coli dengan tiga flagela

hingga puluhan

Sumber: Monash University

menit ( rpm ) dan sebagai alat penggerak

dapat laju

berganti bakteri

arah dalam

putarannya hanya secara tiba-tiba. Flagela berfungsi mendekati makanan. Bila komponen flagela yang 143

mirip motor penggerak buatan manusia dilihat dengan
Sketsa pangkal flagela yang mirip motor penggerak

Sumber: Trend in Microbiology

mikrograf mempunyai

elektron komponen

terlihat yang

bahwa sangat

flagela mekanis

layaknya mesin penggerak buatan manusia yakni terdapat stator, ring, sambungan dan sebagainya dan karena saking reniknya maka oleh kalangan biologi disebut sebagai mesin molekuler (mesin berskala molekul). Penelitian
Foto komponen flagela

Sumber: UKY Education

tentang flagela diatas dilakukan oleh Michael Behe, Professor Biologi dari Amerika, dan diuraikan melalui 144

bukunya Darwin

Black

Box

dipakai

sebagai

argumen untuk menyanggah teori

Gambar Ilsutrasi komponen flagela

Sumber: Wikipedia

evolusi. (dikenal

Seperti

diketahui

bahwa

teori

evolusi

juga dengan

darwinisme)

mengajarkan

pemahaman yang menolak kehadiran dan campur tangan Tuhan dalam kehidupan di alam semesta. Banyak orang tidak menyadari betapa berbahayanya paham ini. Inti teori evolusi adalah seleksi alam (natural selection) dan mutasi acak (random mutation). Dikatakan bahwa awal mula kehidupan ditandai dengan hadirnya organisme sel tunggal di muka bumi. Kemudian sejalan dengan waktu, “secara alami” dan pelan-pelan berubah menjadi spesies yang lebih lengkap, demikian terus 145

berubah

hingga

menjadi

hewan-hewan

sebagai

mana kita kenal sekarang. Selanjutnya dari hewan tertentu yakni bangsa kera - dikatakan oleh teori ini - mengalami spesiasi (perubahan spesies) menjadi manusia (meskipun sebenarnya tidak ada bukti ilmiah untuk itu, kalaupun seoalh-olah ada sesungguhnya itu hanyalah propaganda palsu yang tidak bertanggung jawab). yang jelas teori evolusi bertentangan dengan Kitab Suci. Di dalam Al-Qur’an dinyatakan firman-Nya:
                                  Dan Allah Telah menciptakan semua jenis hewan dari air, maka sebagian dari hewan itu ada yang berjalan di atas perutnya dan sebagian berjalan dengan dua kaki sedang sebagian (yang lain) berjalan dengan empat kaki. Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya, Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.(QS 24 an-Nuur : 45)

bahwa

hewan

diciptakan

(bukan

berevolusi) oleh Allah SWT dari air, sebagimana

Kebenaran Kambrium (530

Al-Qur’an – 520

tersebut tahun

dibuktikan yang lalu) 146

dengan penemuan fosil binatang laut pada jaman juta

menunjukkan bahwa kehadiran beraneka ragam hewan muncul seperti secara udang, tiba-tiba trilobit dalam dan sebutan sebagainya banyak Ledakan waktu yang jumlah

(sehingga ditemukan penganut

dikenal satu teori

dengan

Kambrium) tanpa ada sepsies pendahulunya (tidak mahluk evolusi (yang secara hidup dikurun “hal sebelumnya). Fenomena ini diakui sendiri oleh sebagai sebenarnya ilmiah membingungkan” evolusi memang ungkapan pernah

penghalusan atas pengakuan mereka bahwa proses tidak terbukti). Ini hanya salah satu bukti, ada lebih dari sekian banyak bukti ilmiah yang menggagalkan teori evolusi. Setelah gagal di pembuktian melalui fosil, mereka (kaum evlusionis) mencoba mengalihkan “pembuktian” proses evolusi melalui bidang biologi molekuler. Ternyata dibidang inipun mereka mengalami banyak kesulitan memberi argumentasi atas banyak bukti ilmiah bahwa proses evolusi sebenarnya tidak ada. Salah satunya adalah penemuan mesin molekuler pada flagela bakteri E.coli dan hadirnya teori perancangan cerdas. Al-Qur’an menyatakan bahwa keberadaan

manusia pertama adalah dengan diciptakan (sekali lagi bukan berevolusi) dari tanah, sebagaimana firman-Nya:

147

            Hai manusia, jika maka kamu dalam keraguan Kami tentang telah

kebangkitan,

sesungguhnya

menciptakan kamu dari tanah. (QS 22 al-Hajj: 5)

Dalam

sejarahnya

(teori

evolusi

ini

dikemukakan oleh Charles Darwin pertengahan abad sembilan belas, sekitar 150 tahun lalu) teori evolusi telah mempengaruhi dan menjadi semacam ideologi dasar dari paham-paham negatif dan jahat seperti materialsime dan rasisime.50 Ini yang tidak banyak disadari orang. Meterialisme menyatakan bahwa segala-galanya di alam ini adalah materi sehingga suatu yang bersifat gaib termasuk Tuhan ditolaknya. Paham ini sejalan dengan teori evolusi yang menyatakan bahwa materi alamlah (bukan Tuhan) yang berperan dalam perkembangan kehidupan. Selain daripada itu, paham rasisme yang dibawa oleh Hitler juga diilhami oleh teori evolusi. Teori evolusi tinggi. terakhir mengajarkan Oleh Hitler “perkembangan teori ini bertahap” dengan , kehidupan dari tingkat rendah ke tingkat yang lebih diadopsi paling menganggap bangsanya merupakan “hasil evolusi” sehingga dipandang unggul sedangkan bangsa lain masih berada pada tahap yang lebih rendah. 148

Namun teori

patut

disyukuri cerdas

bahwa

dalam design

beberapa tahun terakhir telah lahir teori baru yakni perencangan (intelligent theory) yang merupakan antitesis teori evolusi.

Teori ini melalui pendekatan ilmiah membuktikan bahwa segala yang ada di alam ini merupakan hasil perancangan “pelakunya” yang tidak amat sangat cerdas. Siapa disebutkan secara eksplisit,

karena dikhawatirkan mencampuragukkan antara “keilmiahan” dengan “keyakinan”. Suatu alasan yang masuk akal mengingat di Barat cenderung terjadi pemilahan agama dengan dunia sekuler. Namun dalam kacamata agama Islam yang menciptakan segala sesuatu di alam ini tidak ada selain Allah SWT. Hikmah yang bisa dipetik disini adalah bahwa percobaan penjelasan ilmiah dan telah membantu kebenara memberi agama. membuktikan

Diyakini bahwa pemahaman ilmiah melalui ilmu pengetahuan dapat meningkatkan keyakinan dan keimanan seseorang. Untuk mengetahui lebih jauh teori perencangan cerdas salah satu situs yang bisa dikunjungi adalah www.lei-indonesia.or.id. Belajar dari Ayat Kauniyah Tidak ada jeleknya ulama juga mempelajari sains dan teknologi karena itu juga ayat-ayat Allah dalam bentuk fenomena alam (ayat kauniyah). 149

Dengan dan

demikian

ulama tentunya

tidak

gaptek

dan dalam dengan

pemahaman yang cukup dalam ilmu pengetahuan teknologi bermanfaat iptek terkait menyikapi perkembangan

moral etis Al-Qur’an. Misalnya bila umat bertanya bagaimana Islam memandang teknologu sel punca (stem cell), bagaimana ulama menyikapi teknologi robot yang semakin “seperti” manusia ? Di Barat kecenderungan orang kembali ke alam (back to nature) tidak hanya menyangkut perilaku asupan makanan organik, pemakaian kendaraan ramah lingkungan atau pengembangan pemukiman yang alami namun juga menyangkut rekayasa produk. Ambil contoh yang sudah seharihari kita pakai yakni perekat yang biasa dipakai di bagian belakang topi atau pada sepatu tak bertali. Ide membuat perekat yang dapat dilepas dan direkatkan berkali-kali itu berasal dari mencontoh peristiwa melekatnya bulu anjing di duri-duri landak laut. Sekarang para peneliti melakukan pengembangan produk dengan cara meniru mahluk hidup (hewan atau binatang). Kedepan diharapkan semua teknologi berbasis pada sistem “belajar dari alam” yang tidak lain dengan adalah cara mempelajari meniru alam sunatullah. Ilmu atau teknologi yang rekayasa atau pengembangannya disebut biomimikri (ada yang menyebut dengan 150

biomimetik). mempelajari beberapa internet.51

Ini dan

berarti

upaya

manusia

untuk

“menerjemahkan” biomimikri yang

ayat-ayat dimbil dari

kauniyah guna kemanfaatan umat manusia. Berikut contoh

Gedung Sarang Rayap Di Harere, Zimbawe seorang insinyur

membangun gedung yang tanpa pendingin udara namun ruangan didalamnya tetap nyaman (tidak panas). Caranya dengan meniru sistem ventilasi sarang rayap. Sarang rayap mempuyai ruangan keistimewaan dapat “mengatur” suhu

senyaman mungkin. Bila suhu diluar panas, maka suhu dalam sarang akan sejuk, sebaliknya bila suhu diluar terlalu dingin maka suhu dalam sarang akan cukup hangat. Dengan cara ini konsumsi listrik dihemat hingga 20 %.
Gedung alami

Sumber: Treenhugger

151

Mobil Meniru Ikan Perodusen mobil Daimler-Chrysler mencoba membuat mobil bionik yang ramah lingkungan. Caranya dengan meniru bentuk jenis ikan tertentu (lihat gambar) dimana gesekan terhadap udara sangat minimum. Hasilnya mobil ini hemat bahan bakar hingga 80% dan emisinya bisa ditekan hingga turun 30%.
Mobil bionik

Sumber: Conservation.com

Sarung Tangan Meniru Cicak Industri sarung tangan sekarang stasiun sedang ruang

berlomba mengembangkan produknya yang dapat digunakan dalam media air dan angkasa. Prinsipnya adalah meniru
Sarung tangan ala cicak

152

Sumber: Uakron Edu

telapak tangan cicak yang kalau diperbesar berupa tabung-tabung yang kalau ditekan akan menempel ke dinding (ingat plastik pemegang wadah sabun yang ditekankan di dinding). Bahan pembuatnya sarung tangan “spiderman” tersebut dari polimer plastik tertentu. Cat Pintar Sering manusia direpotkan oleh kotoran atau debu benda yang dan menempel perlu pada permukaan setiap pembersihan secara reguler.

Namun kedepan hal itu dapat dihindari manakala telah telah dibuat cat yang dapat “membersihkan s endiri”. Cara kerjanya adalah dengan meniru
Daun Lompong dan cat Pintar

Sumber: Conseravatory.com

daun lompong. Daun lompong selalu terlihat bersih karena mengandung semacam lilin dan bila terkena 153

air maka air akan tergelincir. Ternyata air yang menggelinding tersebut sambil membawa kotoran dari daun lompong sifat tersebut. dengan Oleh daun karenanya lompong karena kemudian direkayasa membuat cat pelapis yang mempunyai pintar sama tidak tersebut. Sehingga benda yang dilapisi dengan cat tersebut perlu dibersihkan secara otomatis akan bersih sendiri sebagaimana kerja daun lompong. Baju Renang Super Tahun 70-an dunia renang memiliki super star pada diri Mark Spitz. Spitz adalah juara Olimpiade Munchen tahun 1972 sekaligus pemegang tujuh rekor dunia. Namun rekor tersebut satu persatu bertumbangan hingga hadir super star baru yakni Michael Phelps dengan meraih delapan medali emas di Olimpiade Beijing
Gambar Baju Renang Meniru Sisik Hiu

Sumber: Scientific America

154

beberapa waktu lalu. Keandalan Phelps dan juga para perenang masa kini pada umumnya selain karena bakat juga sejatinya “dibantu” oleh baju renang yang istimewa. Kesitimewaannya terletak pada friksi yang mendekati nol manakala dipakai untuk berenang. Ternyata teknologi tinggi baju renang tersebut dibuat meniru sisik ikan hiu jenis tertentu yang diketahui dapat melaju sangat kencang di air. Robot Anti Teror Beberapa waktu lalu saat penggrebekan

teroris di Jawa Tengah terlihat Densus 88 anti teror memanfaatkan robot yang dipasangi kamera untuk mengintai posisi teroris yang bersembunyi di suatu rumah. Sayangnya robot tersebut tidak bisa leluasa masuk rumah oleh karena kakinya menggunakan roda yang tentu saja skan sulit melintas di jalan yang tidak rata. Kedepan robot akan semakin canggih dimana kakinya meniru kaki kecoa. Apalagi bila robot tersebut dilengkapi dengan “kaki cicak” sehingga handal.
Robot Kecoa

dapat

merayap

kemudian

dilengkapi

dengan maka robot kecoa tersebut akan semakin

155

Sumber: Scientific America

Keluasan Al-Qur’an Sekali lagi dikotomi antara ilmu agama dan ilmu umum sesungguhnya agak mengherankan dan tidak berdasar, melihat bahwa Al-Qur’an sendiri memuat banyak ayat-ayat tentang ilmu pengetahuan umum disamping ayat-ayat syar’i. Misalkan ayat tentang besi, ayat tentang laut yang tidak bercampur dan seterusnya. Oleh karenanya yang dimaksud al-’ilm dan berbagai turunannya yang kerap digunakan dalam Al-Qur’an adalah ilmu dalam arti menyeluruh (baik ilmu agama maupun ilmu umum). Dengan demikian dalam pandangan Al Qur’an terminologi ilmu adalah tidak terbatas pada ilmu agama saja namun juga ilmu alam, ilmu sosial , humanioran dan displin ilmu lain yang bermanfaat bagi kemslahatan umat manusia.52 Selanjutnya daftar dibawah adalah sebagian dari ayat-ayat menyangkut sains dan teknologi yang dikemukakan

156

oleh

Afzalur

Rahman

(bedakan

dengan

Fazlur

Rahman).53
Bidang kosmologi                                                             Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah)

melainkan Dia yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa'at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar. (QS 2 al-Baqarah:255)    

     

157

Tiada sesuatupun yang ghaib di langit dan di bumi, melainkan (terdapat) dalam Kitab yang nyata. (QS 27 anNaml:75)                                        Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa,kemudian Dia bersemayam di atas ´arsy, Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi dan apa yang keluar daripadanya dan apa yang turun dari langit dan apa yang naik kepada-Nya. Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada. Dan Allah Maha melihat apa yang kamu kerjakan. (QS 57 al-Hadiid: 4) Bidang astronomi                Dia menyingsingkan pagi dan menjadikan malam untuk beristirahat, dan (menjadikan) matahari dan bulan untuk perhitungan. Itulah ketentuan Allah yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui. (QS 6 al-An’am:96)      

158

                        Allah-lah yang meninggikan yang kamu langit lihat, tanpa Kemudian tiang dia

(sebagaimana)

bersemayam di atas 'Arasy, dan menundukkan matahari dan bula,. masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan. Allah mengatur urusan (makhluk-Nya), menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya), supaya kamu meyakini pertemuan (mu) dengan Tuhanmu. (QS 13 Ar Ra’d: 2)             Maka apakah mereka tidak melihat akan langit yang ada di atas mereka, bagaimana kami meninggikannya dan menghiasinya dan langit itu tidak mempunyai retak-retak sedikitpun ? (QS 50 Qaaf: 6)

Bidang fisika                           

159

                            Allah cahaya langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada Pelita besar. Pelita itu di dalam kaca, kaca itu seakan-akan bintang seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang berkahnya, pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur tidak pula di sebelah barat, yang minyaknya dan hampir-

hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api, cahaya di atas cahaya, Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang Dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha mengetahui segala sesuatu. (QS 24 an-Nuur:35)                                        Tidaklah kamu melihat bahwa Allah mengarak awan, kemudian mengumpulkan antaranya. maka Kemudian kelihatanlah menjadikannya bertindih-tindih,

olehmu hujan keluar dari celah-celahnya dan Allah

160

menurunkan es dari langit, dari gunung-gunung, maka ditimpakan-Nya es itu kepada siapa yang dikehendakiNya dan dipalingkan-Nya dari siapa yang dikehendakiNya. Kilauan kilat awan itu hampir-hampir menghilangkan penglihatan. (QS 24 an-Nuur:43)                               Barangsiapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam. dan barangsiapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki langit. Begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman. (QS 6 alAn’am:125) Bidang Matematika                           

161

Dan Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda, lalu kami hapuskan tanda malam dan kami jadikan tanda siang itu terang, agar kamu mencari kurnia dari Tuhanmu, dan supaya kamu mengetahui bilangan tahuntahun dan perhitungan. dan segala sesuatu telah Kami terangkan dengan jelas. (QS 17 al-Israa’:12)                    Maka kami tutup telinga mereka beberapa tahun dalam gua itu. Kemudian kami bangunkan mereka, agar kami mengetahui manakah di antara kedua golongan itu yang lebih tepat dalam menghitung berapa lama mereka tinggal. (QS 18 al-Kahfi:11-12)    

Sesungguhnya Allah telah menentukan jumlah mereka dan menghitung mereka dengan hitungan yang teliti. (QS 19 Maryam: 94) Bidang antropologi                                    

162

                Ingatlah malaikat: seorang ketika khalifah Tuhanmu di muka berfirman Aku bumi." kepada para

"Sesungguhnya

hendak

menjadikan berkata:

Mereka

"Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui." Dan dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para malaikat lalu berfirman: "Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu mamang benar orang-orang yang benar!" (QS 2:30-31)                                Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak dan bertakwalah kepada Allah

163

yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu. (QS 4 an-Nissa’:1)                            Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik. (QS 3 Ali ‘Imran:110) Bidang geografi                      Dan Dia-lah, Allah yang menundukkan lautan (untukmu), agar kamu dapat memakan daripadanya daging yang segar (ikan), dan kamu mengeluarkan dari lautan itu

164

perhiasan yang kamu pakai; dan kamu melihat bahtera berlayar padanya, dari dan supaya dan kamu mencari kamu (keuntungan) karunia-Nya, supaya

bersyukur. (QS 16 an-Nahl:14)         Dan Dia menancapkan gunung-gunung di bumi supaya bumi itu tidak goncang bersama kamu, (dan dia menciptakan) sungai-sungai dan jalan-jalan agar kamu mendapat petunjuk. (QS 16 an-Nahl15:15)                        Atau siapakah yang telah menjadikan bumi sebagai tempat berdiam, dan yang menjadikan sungai-sungai di celah-celahnya, dan yang menjadikan gunung-gunung untuk (mengkokohkan)nya dan menjadikan suatu pemisah antara dua laut ? Apakah disamping Allah ada Tuhan (yang lain)? Bahkan (sebenarnya) kebanyakan dari mereka tidak mengetahui. (QS 27 an-Naml:61) Bidang mineralogi                    

165

  

     

Mereka Itulah (orang-orang yang) bagi mereka surga 'Adn, mengalir sungai-sungai di bawahnya; dalam surga itu mereka dihiasi dengan gelang mas dan mereka memakai pakaian hijau dari sutera halus dan sutera tebal, sedang mereka duduk sambil bersandar di atas dipan-dipan yang indah. Itulah pahala yang sebaikbaiknya, dan tempat istirahat yang indah. (QS 18 alKahfi:31)   

Seakan-akan bidadari itu permata yakut dan marjan. (QS 55 ar-Rahmaan:58)

                              Sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah kami turunkan bersama mereka Al Kitab dan neraca manusia dapat melaksanakan keadilan, dan supaya Kami

166

ciptakan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)-Nya dan rasul-rasul-Nya al-Hadiid:25) Bidang biologi                    Yang telah menjadikan bagimu bumi sebagai hamparan dan yang telah menjadikan bagimu di bumi itu jalanja]an, dan menurunkan dari langit air hujan. Maka Kami tumbuhkan dengan air hujan itu berjenis-jenis dari tumbuh-tumbuhan Thaahaa:53)                       Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman ? (QS 21 al-Anbiyaa’:30) yang bermacam-macam. (QS 20 padahal Allah tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa. (QS 57

167

                                  Dan Allah telah menciptakan semua jenis hewan dari air, Maka sebagian dari hewan itu ada yang berjalan di atas perutnya dan sebagian berjalan dengan dua kaki sedang sebagian (yang lain) berjalan dengan empat kaki. Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Nuur:45) Bidang pertanian                                               Dan Dialah yang menurunkan air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu segala macam tumbuhtumbuhan maka Kami keluarkan dari tumbuh-tumbuhan itu tanaman yang menghijau. Kami keluarkan dari (QS 24 an-

168

tanaman yang menghijau itu butir yang banyak; dan dari mayang korma mengurai tangkai-tangkai yang menjulai, dan kebun-kebun anggur, dan (Kami keluarkan pula) zaitun dan delima yang serupa dan yang tidak serupa, perhatikanlah buahnya di waktu pohonnya berbuah dan (perhatikan pulalah) kematangannya. Sesungguhnya pada yang demikian itu ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman. (QS 6 al-An’am: 99)

                Dan sesungguhnya pada binatang-binatang ternak,

benar-benar terdapat pelajaran yang penting bagi kamu, kami memberi minum kamu dari air susu yang ada dalam perutnya, dan (juga) pada binatang-binatang ternak itu terdapat faedah yang banyak untuk kamu, dan sebagian daripadanya kamu makan. (QS 23 al-Mu’minuun:21) Bidang ekonomi                Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan

169

ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung. (QS 62 al-Jumu’ah:10)                             Apakah kamu tiada melihat bahwasanya Allah

menundukkan bagimu apa yang ada di bumi dan bahtera yang berlayar di lautan dengan perintah-Nya dan dia menahan (benda-benda) langit jatuh ke bumi, melainkan dengan izin-Nya? Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia. (QS 22 al-Hajj:65)               Allah-lah yang menundukkan lautan untukmu supaya kapal-kapal dapat berlayar padanya dengan seizin-Nya dan supaya kamu dapat mencari karunia -Nya dan mudah-mudahan kamu bersyukur.(QS 45 al-Jaatsiyah:12) Bidang psikologi                      

170

             Sebahagian besar ahli Kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman, karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran. Maka ma'afkanlah dan biarkanlah mereka, sampai Allah mendatangkan perintah-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (QS 2 al-Baqarah: 109)                      Akan Kami masukkan ke dalam hati orang-orang kafir rasa takut, disebabkan mereka mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah sendiri tidak menurunkan keterangan tentang itu, tempat kembali mereka ialah neraka; dan itulah seburuk-buruk tempat tinggal orangorang yang zalim. (QS 3 Ali ‘Imraan:151)                             

171







 

Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukanNya dengan sesuatupun, dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orangorang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orangorang yang sombong dan membangga-banggakan diri. (QS 4 an-Nissa:36) Bidang sosiologi                                                     Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu shalat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan, (jangan pula hampiri mesjid) sedang kamu dalam keadaan junub, terkecuali sekedar berlalu saja, hingga kamu mandi dan jika kamu sakit atau sedang dalam musafir atau datang dari tempat buang air atau kamu telah menyentuh perempua.

172

Kemudian

kamu

tidak

mendapat

air,

maka

bertayamumlah kamu dengan tanah yang baik (suci); sapulah mukamu dan tanganmu. Sesungguhnya Allah Maha Pema'af lagi Maha Pengampun. (QS 4 an-Nissa:43)                  Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan, Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran. (QS 16 an-Nahl:90)

  

     



Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. (QS 17 al-Israa:26) Bidang seksologi                              

173

                                           Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan isteri-isteri kamu; mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi ma'af kepadamu. ikutilah Maka apa sekarang telah campurilah mereka dan yang

ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian malam, sempurnakanlah (tetapi) puasa itu sampai campuri (datang) janganlah kamu

mereka itu, sedang kamu beri'tikaf dalam mesjid. Itulah larangan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertakwa. (QS 2 al Baqarah: 187)               

174

 Isteri-isterimu bercocok adalah

   (seperti) tanah tempat tanah kamu tempat

tanam,

maka

datangilah

bercocok-tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki. dan kerjakanlah (amal yang baik) untuk dirimu, dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa kamu kelak akan menemui-Nya, dan berilah kabar gembira orang-orang yang beriman. (QS 2 al-Baqarah: 223)                               Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak, dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu. (QS 4 an-Nissa:1) Bidang kimia        

175

Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk. (QS 15 al-Hijr:26)            Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia

menciptakan kamu dari tanah, kemudian tiba-tiba kamu (menjadi) manusia yang berkembang biak. (QS 30 arRuum:20) Bidang kesehatan          Dan Dia telah menciptakan binatang ternak untuk kamu; padanya ada (bulu) yang menghangatkan dan berbagaibagai manfaat, dan sebahagiannya kamu makan. (QS 16 an-Nahl:5)                 Dan Sesungguhnya pada binatang-binatang ternak,

benar-benar terdapat pelajaran yang penting bagi kamu, kami memberi minum kamu dari air susu yang ada dalam perutnya, dan (juga) pada binatang-binatang ternak itu terdapat faedah yang banyak untuk kamu, dan sebagian daripadanya kamu makan. (QS 23 al-Mu’minuun:21)

176

                 Anggur dan sayur-sayuran, zaitun dan kurma, kebunkebun (yang) lebat, dan buah-buahan serta rumputrumputan,untuk kesenanganmu dan untuk binatangbinatang ternakmu. (QS 80 ‘Abasa:28-32)

Ayat-ayat diatas hanya sebagian contoh dari banyak ayat yang memuat ilmu dalam arti luas (beberapa ulama menyebut paling tidak ada 750 ayat Al Qur’an serupa diatas). Budaya Ilmiah Terkait dengan rendahnya budaya ilmu

pengetahuan di kalangan umat Islam, dalam kurun waktu duapuluh tahun terakhir, hasil karya ilmiah dari 146 negara yang mayoritas penduduknya muslim, hanya menghasilkan 1,17 % dari seluruh karya ilmiah dunia. Jumlah ini hampir sama dengan negara Israel yang berpenduduk kurang dari 8 juta dan berkontribusi sebesar 0,89 %.54 Dana penelitian ilmiah dan pengembangan teknologi (litbang) Israel ternyata paling tinggi didunia. Berikut daftar persentase litbang per GDP tahun 2005.
Prosentase litbang per GDP tahun 2005 beberapa negara

177

NO 01 02 03 04 05

NEGARA Israel Swedia Finlandia Jepang Amerika Serikat

% LITBANG / GDP 4,5 3,9 3,5 3,2 2,6

06 07 08 09 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19

Korea Selatan Swiss Jerman Austria Taiwan Singapura Perancis Inggris Cina Rusia India Turki Malysia Indonesia

2,6 2,6 2,5 2,3 2,2 2,2 2,2 1,9 1,4 1,3 1,0 0,7 0,7 0,1

Sumber: surat ketua LIPI kepada Amin Rais dalam buku Selamatkan Indonesia

178

Jadi selama ekonomi dan teknologi negaranegara muslim tertinggal, jangan bermimpi mengalahkan Israel. Do’a, zikir dan semangat juang saja tidak cukup. Harus ada tindakan strategis yang nyata yang tiada lain yakni pengembangan ilmu pengetahuan dan ekonomi. Masih terngiang jeritan mendiang Yaser Arafat dulu saat minta bantuan kepada negara-negara muslim dalam menghadapi Israel ‘ jangan hanya kirim do’a, kirim kami dengan senjata !’ Dengan tingkat pertumbuhan ekonomi dan iptek yang tinggi, maka tidak perlu heran bahwa Israel walaupun terhitung negara kecil namun berani menantang tersebut hampir seperti seluruh “tidak negara-negara berdaya” lain dunia, dan sampai saat ini negara-negara lain dengan kesewenang-wenangan Israel. Memang ada analisis bahwa keberanian Israel itu didukung oleh negara adidaya Amerika. Pertanyaannya mengapa Amerika selalu mendukung Israel begitu rupa? Jawabannya beragam, namun pendapat pada umumnya mengatakan bahwa sektor-sektor bisnis dan politik strategis di Amerika dikuasai oleh orang-orang Yahudi (setidaknya keturunan Yahudi) sehingga dikenal adanya ‘lobi Yahudi’ yang sangat kuat di pentas politik elit Amerika. Salah satu contoh pengaruh lobi Yahudi dipentas elit pemerintahan 179

Amerika

adalah

eksisnya

kelompok

neocons

,

neokonservatisme dilingkungan mantan presiden Goerge Bush Jr. Kelompok ini merupakan otak penyeber teror di berbagai negara mulsim (Irak, Afghanistan dan tentu saja Palestina). Sebagaimana yang dilansir oleh Amien Rais kelompok ini terdiri atas Dick Chiney (menteri pertahanan), Andre Marshall (kepala bagian net assessment depertemen pertahanan), dan staf utama yakni Lewis Libby, Paul Wolfowitz, dan Zalmay Khalilzad. Paul Wolfowitz pernah menjadi duta besar untuk Indonesia, mantan presiden Bank Dunia adalah seorang pro-Israel sejati (dia sendiri diduga keturunan Yahudi). Yang sangat kontroversial adalah pada diri Zalmy Khalilzad. Khalilzad adalah rekan kuliah Amien Rais sewaktu menempuh pendidikan di Amerika. Berikut kesaksian Amien Rais atasnya: Khalilzad adalah teman
sekelas saya di Universitas Chicago. Diantara temanteman dialah yang paling galak dan ganas setiap ada penceramah tamu yang berceramah tentang Israel. Pertanyaannya selalu menusuk yang intinya mengapa Israel mewarisi kebiadaban Nazi dan menjadi rasialis, imperialis serta ekspansionis. Kami maklum karena dia berkebangsaan Afganishtan dan sangat prihatin dengan perkembangan Timur Tengah. Saya juga tidak pernah membayangkan warga negara manusia dan Khalilzad akhirnya satu pindah arsitek menjadi salah

penghancuran Irak dan Afganishtan. (Kini) Wolfowitz dan Kahlilzad adalah pencinta berat Israel. Dalam kasus ini

180

Wolfowitz masih bisa dipahami karena ada keluarganya yang tinggal di Israel. Kalau Khalilzad?55

Namun “skor” menjadi berimbang satu-satu tatkala kemudian ada orang “ring satu” Bush yang membangkang. Pembangkangan yang dilakukan mantan juru bicara gedung putih Scott McClellan, yang setelah dipecat dari jabatannya kemudian menulis buku berjudul Kebohongan di Gedung Putih. Dalam buku tersebut tergambar betapa fasiknya pemerintahan Amerika. Apapun yang dilakukan pemerintahan Amerika , pada kenyataannya mereka seperti berada dibawah pengaruh Israel. Bagaimana bisa negara Israel yang kecil dapat “memaksa” negara adidaya Amerika menjadi teman setia, sebab utamanya mereka sebagaimana dijelaskan diatas bahwa (orang-orang Israel) menguasai

perekonomian, teknologi dan politik startegis yang akhirnya leluasa bertindak semau-maunya. Lantas bagaimana cara memerangi Israel ? Berikut surat Al Israa’ ayat 4 – 6 berikut:
                                       

181

        Dan telah kami tetapkan terhadap Bani Israil dalam Kitab itu: "Sesungguhnya kamu akan membuat kerusakan di muka bumi ini dua kali dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar". Maka apabila datang saat hukuman bagi pertama dari keduanya, Kami datangkan kepadamu hamba-hamba Kami yang mempunyai kekuatan yang besar, lalu mereka merajalela masuk ke kampung-kampung, dan itulah ketetapan yang pasti terlaksana. Kemudian Kami berikan kepadamu giliran untuk mengalahkan mereka kembali dan Kami membantumu dengan harta kekayaan dan anak-anak dan Kami jadikan kamu kelompok yang lebih besar. (QS 17 Al Israa’: 4 – 6)

Mengenai sepak terjang Amerika yang sering semau gue karena unggul dalam ekonomi dan iptek, bahkan kakap) seorang itu. George Bahwa Soros (spekulan kelas sampai-sampai berkomentar kedigdayaan terhadap Amerika

negerinya

mengikuti yang model might is right (kekuatan adalah kebenaran) adalah berbahaya. Jika Amerika tidak menggunakan kekuasaannya secara bijaksana, maka kekuatan itu akan merusak dan membahayakan peradaban manusia.56 Kemudian untuk mengetahui secara lebih detail bagaimana tertindasnya bangsa Palestina oleh Israel dan apa 182

rencana jangka panjang Israel, buku yang bisa direkomendasikan ialah Pembersihan Etnis Palestina, Ilan Pappe, Elex Media Komputindo, 2007. Dalam hal ketertinggalan bidang iptek dan ekonomi, umat muslim sebenarnya tidak tidak bisa disalahkan begitu saja mengingat apa yang mereka ketahui merefleksikan pemahaman para da’i dan ulama yang mengajari mereka. Permasalahan ketertinggalan ini sebenarnya sudah cukup banyak yang menyadari diantaranya ada pada diri Syekh Syaqib Arsalan melalui bukunya Mengapa Umat Muslim Maju ? Terbelakang Menurutnya Sedang Umat Non-Muslim yang dikutip sebagaimana

Jalaludin Rakhmat yakni orang-orang sekarang lebih menyukai datang menghadiri majelis zikir daripada majelis ilmu. Ketidakseimbangan (lebih mengutamakan zikir sebagai ibadah ritual daripada menuntut ilmu sebagai bagian ibadah muamalah) yang berulang-ulang dari waktu ke waktu benarbenar membutakan umat muslim dan menjadikan mereka tidak akrab dengan sains dan teknologi. Rendahnya bangsa dalam menguasai sains dan teknologi (serta sektor ekonomi) menjadikan bangsa tersebut lemah dan terbelakang.57
         

183

Sesungguhnya

binatang

(makhluk:

manusia)

yang

seburuk-buruknya pada sisi Allah ialah; orang-orang yang pekak dan tuli yang tidak mengerti apa-apapun. (QS 8 alAnfaal 22)

Berita

terakhir

menyebutkan

bahwa

Iran

sudah dapat membuat robot “seperti” manusia, Jepang sudah lama mendesain bionic woman belum lagi teknologi sel punca , kloning dan kemajuan disiplin biologi molekuler yang manakjubkan. Lantas orang khawatir akankah nanti manusia dapat “membuat” manusia ? Mengenai hal ini menurut hemat penulis tidak perlu terlalu dikhawatirkan mengingat Allah sudah “menarik garis batas” kemampuan manusia terutama dalam masalah ruh melalui ayat nerikut:
           Katakanlah: "Roh itu termasuk urusan Tuhan-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit".(QS al-Isra: 85)

Jadi jangan kuatir manusia dapat membuat manusia, belajar itu sains tidak dan akan pernah terjad i. Kembalimengapa ahli agama sebaiknya juga perlu teknologi sehingga tidak “ketinggalan jaman”. Bila tidak maka para da’i dan ulama akan semakin “berjarak” dengan umatnya. Ulama modern dituntut untuk mengikuti dinamika 184

yang terjadi pada masyarakat dunia.

Hal ini

sebenarnya sudah ada contohnya yakni ulama jaman keemasan Islam klasik. Mereka, antara ahli ilmu umum dan ahli agama “berbaur” , berinteraksi dengan baik , saling mengisi dan memajukan satu sama lain, kalau tidak, mustahil peradaban Islam begitu majunya kala itu. Ulama selain perlu memahami dasar-dasar sains dan teknologi serta ilmu ekonomi , sebaiknya mereka juga mempelajari filsafat, ilmu jiwa (psikologi) dan ilmu-ilmu humaniora lain. Al-Qur’an syarat dengan petunjukpetunjuk bagimana seharusnya manusia hidup dan berbuat. Dengan pemaham yang cukup akan filsafat dan ilmu jiwa, tentunya membuat pemahaman akan kandungan ayat-ayat Al-Qur’an otomatis menjadi lebih baik. Sayangnya tradisi kefilasafatan dalam Islam sempat “babak belur” dihajar oleh Al-Ghazali yang dampaknya masih terasa hingga kini, yakni sebagian besar ulama enggan mempelajari filsafat karena “takut” terjerumus dalam bid’ah, suatu pendapat yang berlebihan. Ada juga yang mengatakan ulama perlu mempelajari metafisika kerena berbicara agama selain menyangkut ihwal kemasayarakatan juga banyak menyangkut hal-hal yang gaib (bukankah Allah, Malaikat, akhirat juga gaib ?).

185

Sebenarnya cukup banyak ulama sekarang yang menurut penilaian penulis kepakarannya sangat bagus antara lain yakni beberapa nama

yang tertera dalam referensi buku ini. Penguasaan mereka yang cukup mendalam dalam bidang agama maupun kefilsafatan dan ilmu humaniora pada umumnya. Sayang sekali lagi sayang, ulama seperti itu kemunculannya di khalayak umum relatif terbatas. Justru yang banyak tampil di masyarakat tertama melalui media masa elektronik adalah tipe “ulama selebritis” yang dakwahnya “itu-itu” saja (menekankan sebagaimana selebritis melulu data ibadah pada ritual), pada stasiun malu setidaknya Ulama Abdulah televisi bahkan studi kasus.

seharusnya di salah

berkaca satu

Gymnastiar (Aa’ Gym). Gymnastiar dalam sebuah “pengakuan” menyatakan bahwa dia merasa

berdosa karena dulu - beberapa tahun lalu- telah melakukan dakwah yang dikemas sedemikan rupa penuh hingar bingar namun dirinya penuh kepurapuraan. Dakwah menjadi pusat dengan puluhan bahkan ratusan perhatian dan akhirnya peserta dimana sang da’i menjadi aktor utama yang menjadikannya jumawa. Kondisi seperti itu, menurut Gymanastiar, menjadikan sang da’i merasa unggul dan “lebih” dan menjadi selebritis. Ternyata setelah melalui perenungan panjang hal itu merupakan “jebakan” setan yang dapat menjerumuskan da’i 186

untuk bersifat ujub, merasa penting dan munafik. Demikian pengakuan orang Gymnastiar. kebanyakan dan Sekarang sesekali Gymnastiar lebih mengutamakan hidup “biasa saja” sebagaimana dakwah dengan peserta terbatas. Dia mengaku kini – dengan kehidupan apa adanya – merasa lebih nikmat menjalani hidup. Dakwah stasiun dengan puluhan perlu bahkan ratusan

peserta sebagaimana yang sering dipertontonkan di televisi memang dipertanyakan. kampanye sulit Bagaimana tidak, dengan suasana yang terbuka dan cenderung parpol, extravaganza layaknya menjadikan peserta tausiyah

berkonsentrasi dan kemungkinan besar pulang dari tausiyah sudah “lupa” akan apa yang didakwahkan. Selain itu dengan dakwah akbar macam itu, menjadikan pendakwah (da’i) laki-laki cenderung genit “minta perhatian” pada peserta wanita dengan lelucon-lelucon yang kadang tidak proporsional. Bila peserta tausiyah kelihatan terhibur dengan tertawa sang da’i kelihatan semakin “terbuai” dan tambah lebay. Dengan dakwah yang begitu “hebat’, “menggurui” dan lebay sang dai seolah lupa akan “ancaman” Allah melalui firmannya:
             

187







 

Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan. (QS 61 As-Shaff: 2-3)

Selain dari pada itu apakah sang da’i pernah melakukan evaluasi dalam bentuk riset terhadap audiens? Apakah dakwahnya nyantol secara permanen di hati dan pikiran umat ? Atau apakah selesai dakwah ya selesai, tidak ada lagi yang diingat dari dakwah yang baru saja diterima? Membandingkan dengan profesi di perusahaan atau instansi appraisal da’i tidak tertentu atau pastinya ada yang Kalau disebut dakwah evaluasi apakah kinerja.

agama seolah-olah tidak ada evaluasi kinerja. Sang peduli umatnya benar-benar paham atas apa yang didakwahkan, atau apakah umatnya mengalami perbaikan kualitas hidup dan keimanan setelah mendapat “siraman ruhani”-nya. Oleh karenanya dakwah kedepan sebaiknya dilakukan secara terbatas dengan audiens yang relatif sedikit namun bobot atau kualitas dakwahnya ditingkatkan dengan melakukan semacam diskusi (tidak yang sekedar intens umat satu kali bertanya da’i menjawab dan selesai). Dengan diskusi atau dialog tentu akan memperkaya nuansa 188 dakwah sedemikian sehingga dakwah menjadi lebih

bermutu. Tentu saja untuk mewujudkannya perlu ditunjang dengan cakarawala keilmuan yang luas dari sang da’i. Wawasan keilmuan da’i dan ulama memang dituntut sikap seluas terbuka mungkin dan tanpa meninggalkan dalam kompetensi intinya sebagai ahli agama, sehingga kritis inheren kesehariannya. Dapat dikatakan sebagai kekeliruan besar bagi ulama bila ber-taqlid atau meniru secara utuh dan rinci semua pendapat ulama terdahulu. Ini dapat dinilai mengkhianati amanah ilmiah yang ulama dahulu tinggalkan untuk dipelihara. Memelihara amanah adalah memelihara dasar-dasar ilmiah dan metode yang mereka gunakan untuk memandang permasalahan dan menggunakannnya untuk melihat persoalan-persoalan masa kini. Dengan demikian tidaklah mutlak “kacamata” yang kita gunakan itu harus melihat obyek yang mereka telah dan lihat, kerena obyek yang mereka kita lihat lihat kemungkinan besar telah berbeda dalam konteks rinciannya
58

dengan

apa

yang

sekarang.

189

ULAMA MELUPAKAN EKONOMI ?
Salah satu unsur strategis dalam kehidupan manusia secara individu maupun dalam berbangsa adalah faktor ekonomi. Perdagangan atau bisnis dalam pandangan Islam sesungguhnya mendapat tempat yang terhormat. Menurut beberapa penelitian ilmiah terhadap Al Qur’an terkait faktor ekonomi disebutkan didalamnya sebanyak 720 kali. Dari sekian banyak penyebutan unsur ekonomi tersebut diantaranya adalah:
                           

190

Katakanlah: Siapakah yang mengharamkan perhiasan dari Allah yang telah dikeluarkan-Nya untuk hambahamba-Nya dan (siapa pulakah yang mengharamkan) rezeki yang baik?" bagi Katakanlah: yang "Semuanya beriman itu (disediakan) orang-orang dalam

kehidupan dunia, khusus (untuk mereka saja) di hari kiamat. Demikianlah kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi orang-orang yang mengetahui. (QS 7 al-Araf: 32)                                               

Apabila Telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung. (QS 62 al-Jumu'ah: 10)



                    Dialah yang menjadikan bumi ini mudah bagi kamu, berjalanlah disegala penjurunya dan makanlah sebagian dari rizki-Nya, dan hanya kepada-Nyalah kamu dibangkitkan (QS 67 al-Mulk : 15).

Bahkan Nabi Muhammad sendiripun sebelum memasuki masa kenabian berprofesi sebagai pedagang. Beliau sangat sukses menjalankan bisnis dalam lingkup tidak hanya lokal namun sudah lintas 191

negara. Dalam berbagai sabdanya beliau seringkali menekankan pentingnya “mengurusi dunia” sebagai bagian dari ibadah muamalah.
Tiadalah baik siapa yang meninggalkan dunianya karena akhirat , demikian pula siapa yang meninggalkan akhiratnya karena dunia. Tetapi yang baik ialah siapa yang dapat mementingkan keduanya. Bahwasanya dunia itu adalah jembatan ke akhirat. dan janganlah kamu menjadi beban orang. (HR Bukhari) Kerjakanlah urusan duniamu, seakan-akan kamu akan hidup selamanya, dan kerjakanlah urusan akhiratmu, seakan-akan mati pada esok harinya. (HR Ibnu Asakir dari Anas) Sesungguhnya Allah SWT sangat menyukai hamba-Nya yang mukmin dan berusaha. (HR. Thabrani dan Baihaqi dari lbnu 'Umar). Dalam hadis yang lain Nabi Muhammad juga bersabda: Hendaklah kamu berdagang, karena usaha mereka di dalamnya usaha tidak terdapat 90 % pintu rezeki. (H.R.Ahmad). Sesungguhnya perdagangan sebaik-baik yang apabila adalah berbicara

berdusta, jika berjanji tidak menyalahi, jika dipercaya tidak khianat, jika membeli tidak mencela produk, jika menjual tidak memuji-muji barang dagangan, jika berhutang tidak melambatkan pembayaran, jika memiliki piutang tidak mempersulit. (H.R.Baihaqi dan dikeluarkan oleh As-Ashbahani).

Dalam hadis lain dinyatakan bahwa mukmin yang kuat lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah. Menurut banyak ulama yang dimaksud kuat 192

disini

adalah

bahwa

umat

muslim

harus

kuat

diberbagai bidang pengetahuan keadaan kewajiban yang yang

kehidupan, kuat di keimanan, kuat (kuat) pengetahuan sangat

kuat di sektor ekonomi (kaya harta benda), kuat umumnya, berdaya untuk agamanya, kuat fisiknya dan seterusnya. Dengan tersebut dimungkinkan melaksanakan ritual yang maupun kewajibanmuamalah dapat

beribadah maka

secara maksimal. Ambil contoh dengan adanya uang cukup bersangkutan berzakat, berinfak, bersedekah yang banyak. Selain itu ditunjang fisik yang baik dan biaya yang cukup maka dia dapat menunaikan kewajiban berhaji. Keuntungan lain dengan kekayaan harta bendanya dan kecakapan ilmunya maka yang bersangkutan dapat membuat usaha diberbagai bidang seperti perdagangan, produksi (manufaktur), jasa dan lainlain sedemikian sehingga memberi kesempatan kerja bagi orang lain yang berarti mengurangi pengangguran. Dengan pengangguran yang rendah maka tingkat kriminalitas dapat ditekan, demikian seterusnya akan terjadi mata rantai kebajikan dalam berbagai sektor kehidupan. Dilain kesempatan Nabi Muhammad mengingatkan kita dengan sabdanya:
Kemiskinan itu dekat dengan kekufuran.

Begitu berartinya tujuan nilai-nilai kerja dalam Islam yang dinyatakan dalam bentuk beribadah kepada Allah, upaya untuk mencari ridha-Nya, 193

menjadi

khalifah-Nya

di

bumi

serta

untuk

memperoleh kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Maka nilai-nilai kerja islami banyak yang bertitik tolak dari tujuan-tujuan tersebut. Disamping itu kerja juga dilakukan guna memperoleh kesenangan hidup secukupnya sekaligus membrantas kemelaratan yang dapat menimbulkan gangguan akidah. Harta juga merupakan sarana yang sangat efektif untuk perjuangan di jalan Allah. Pada intinya bekerja merupakan bukti tanggung jawab manusia secara vertikal kepada Allah dan horisontal kepada manusia dan lingkungan secara umum. Itu semua merupakan kerja.59 Hubungan Islam dan etos kerja menurut Ahmad Asifudin adalah sebagai berikut.60 1. Islam dengan sistem keimanan dan ajarannya dapat dijadikan sumber motivasi yang mempunyai nilai tambah bagi peningkatan etos kerja pemeluknya. 2. Seperti diketahui manusia diangkat menjadi khalifah di muka basis nilai-nilai kerja islami yang melandasi sikap hidup kaum muslimin terhadap

194

bumi yang bertugas mengelola dan mengaturnya untuk memperoleh hasanah di dunia dan akhirat. Hal itu menjadikan dorongan manusia untuk membiasakan diri membuat rencana kerja yang baik serta membangun sistem kerja atas dasar ilmu pengetahuan. 3. Ajaran ihsan dan pengarahan agar orang Islam bersikap mandiri dalam bekerja, berpotensi menjadi pendorong bagi terlaksannaya peningkatan motivator giat berusaha. 4. Dalam ajaran etos Islam dapat keharusan saling partisipasi pengawasan serta kerja berdasarkan

kesadaran. Selain itu ihsan berpotensi pula menjadi pengembangan kompetensi secara kaum muslimin yang sehat dan positif dikalangan

mengingatkan satu sama lain dikaitkan dengan pembinaan kerja, ditransformasikan menjadi motivator atau pengaktifan agar lebih bersemangat dalam bekerja. Adalah kenyataan yang menyedihkan bahwa menurut World Development Reports yang dilansir 195

Bank

Dunia,

sebagian mayoritas

besar muslim

negara berada

yang dalam

penduduknya

kelompok negara berpenghasilan rendah sampai menengah. Sekitar 66 % orang Islam hidup di negara-negara dengan penghasilan rendah. Hanya 2 % orang Islam yang hidup dikelompok negara dengan penghasilan tinggi dan menengah yang tidak lain adalah negara-negara pengekspor minyak. Sisanya tersebar di berbagi negara maju yang mayoritas berpenduduk non-muslim. Lebih jauh dalam buku karya Effendi Siradjuddin yang berjudul Memerangi Sindrom Negara Gagal, dinyatakan bahwa Indonesia sementara ini masih masuk dalam kategori negara lemah.61 pakar dengan tolok Diketahui bahwa para tertentu kemudian ukur

membuat klasifikasi negara dan membaginya dalam empat kelompok yakni: negara kuat, negara lemah, negara gagal dan negara runtuh. Negara kuat adalah negara yang dapat mengontrol teritorial dan penduduk dengan baik dan umumnya mempunyai GDP tinggi, contohnya adalah negara-negara yang tergabung dalam G-8 seperti Amerika, Jepang, Inggris, Perancis dan sebagainya. Indonesia menurut mereka dimasukkan dalam kategori negara lemah yang sedikit lebih baik dibanding “teman-temannya” di benua Afrika. Negara lemah adalah negara yang umumnya memiliki konflik horisontal akibat dari jurang kemiskinan yang melebar, tingkan korupsi, 196

kolusi dan nepotisme tinggi yang kesemuanya itu menghambat untuk dapat “naik kelas” menjadi negara kuat. Sedangkan negara gagal adalah negara yang sama sekali tidak dapat memenuhi semua kewajiban kepada rakyatnya. Menurut Noam Chomsky (dalam Siradjuddin) negara gagal mempunyai ciri sebagai berikut.62 1. Ketidakmampuan negara melindungi rakyatnya dari kekerasan penyerangan atau pengrusakan. 2.Kecenderungan tata negara yang mengabaikan diri terhadap jangkauan hukum internal maupun inetrnasional. 3. Jika mempunyai demokrasi bentuknya adalah demokrasi yang amburadul. Yang jelas ekonomi negara gagal dapat

dipastikan selalu dalam keadaan terpuruk. Dalam negara gagal pemerintahan tidak efektif karena tidak dapat mengontrol berbagai anasir yang berseberangan dengannya. Contoh negara gagal beberapa tahun belakangan adalah Angola, Burundi, Republik Demokratik Kongo dan Sudan. Klasifikasi yang terakhir dan paling parah adalah negara 197

runtuh (collapse state) dimana sebenarnya sulit untuk disebut negara lagi. Contoh riil negara runtuh (di tahun 2010) yang adalah Somalia. ada Bagaimana beberapa mempunyai mungkin dalam suatu “negara”

pemerintahan

masing-masing

wilayah kekuasaan didukung angkatan bersenjata sendiri-sendiri. Akibatnya kekacauan tidak dapat dicegah, banyak kelompok-kelompok yang kemudian tertarik menjadi perompak kapal-kapal dagang negara lain yang melintas di sekitar teritorial mereka. Penulis sendiri pernah bernegosiasi dengan salah satu institusi industri dari Somalia untuk memperbaiki kinerja teknis salah satu pabrik kimia di sana. Namun sama karena sekali tidak di ada Somalia jaminan maka keselamatan

kerjasama urung terjadi. Oleh karenanya tidak ada salahnya melihat beberapa contoh sistem pengelolaan negara jaman dulu hingga sekarang sektor terkait dan dengan ilmu pengembangan negara ekonomi

pengetahuan. Apa yang baik dari keberhasilan suatu bisa dijadikan hikmah dan bila mungkin diadopsi selama hal itu dirasa cocok serta tidak “mengganggu” akidah Islam.

Buruknya kemiskinan dan baiknya kecukupan 198

Kemiskinan

memang

tidak

mengenakkan

bahkan membahayakan iman. Pada saat seseorang didera kemiskinan oleh berbagai sebab, bila tidak tabah, maka dapat terjerumus dalam keluh kesah, meratapi pemaparan nasib, bahkan kadang yang sampai nyaris “menyalahkan” Tuhan. langsung Penulis pernah mendengar seseorang

terjerumus dalam kesyirikan gara-gara kesulitan ekonomi. Ceritanya pada saat orang tersebut meniti karir sebagi pengusaha dibidang penerbitan buku, didorong mengejar kesempatan mendapatkan keuntungan besar yakni ingin menjual buku soaljawab panduan masuk perguruan tinggi, maka dia nekat meminjam uang ratusan juta di bank dengan agunan serifikat rumah ibunya plus sertifikat rumah mertuanya ! Karena belum mempunyai peralatan cetak sendiri maka cara yang ditempuh adalah memesan ke beberapa dan percetakan untuk mencetakkan menjilidkan buku-bukunya.

Namun apa lacur, pada saat seharusnya buku-buku tersebut selesai dicetak (dijadwalkan 3-4 bulan sebelum karena ujian banyak masuk sebagian perguruan besar belum tidak tinggi) , kenyataannya tercetak dapat

percetakan

menyelesaikan order cetakaan darinya. Buku-buku baru selesai tercetak beberapa hari menjelang ujian saringan masuk perguruan tinggi, tentu saja ini sangat terlambat. Para siswa tentu telah membeli 199

buku panduan dari penerbit lain beberapa minggu atau bulan sebelumnya, momentum telah berlalu. Puncak kegetirannya ada pada hari-hari tes ke perguruan tinggi berlangsung, dia hanya bisa melihat para calon mahasiswa banyak menenteng buku panduan yang sayangnya bukan buku terbitan dia. Dia sampai menangis karena ratusan ribu buku panduan yang dia terbitkan praktis tidak ada yang laku ditambah kebingungan cara mengembalikan uang ratusan juta yang terlanjur dia mertuanya tadi. Waktu terus pinjam dari yang bank dengan agunan sertifikat orang tua dan berlalu bersangkutan berganti-ganti jenis usaha bahkan sampai sebelas kali. Pernah mencoba jualan ikan yang diambil dari Madura untuk kemudian dijual di pasar-pasar dikotanya. Diceritakan bahwa dia baru tahu bila seluruh badan terkena ikan (karena kadang terpaksa tidur di truk bersama tumpukan ikan), bau amis ikan tidak bisa hilang dalam beberapa hari meski mandi telah digosok berkali-kali ! dengan sabun dia sebersih-bersihnya Pernah juga

mencoba membuka toko kelontong, tidak lama kemudian tutup. Bila dia mencoba berkonsultasi dengan banyak ustad jawabannya seragam yang membuat dia hampir bosan yakni ‘yang sabar ya mas’. Demikian seterusnya hingga bertahun-tahun berganti jenis usaha hingga berkali- kali belum juga sukses. Terkait dengan kemiskinan yang 200

mengakibatkan

dia

hampir

musrik,

diceritakan sempat juga

bahwa di dalam keputusasaan karena tidak punya uang dan dikejar-kejar pihak bank, berpikir ‘ kalau ada jin yang mampu memberi dia uang untuk mengembalikan kerugian ratusan juta yang dia derita maka unag dari jin tersebut niscaya akan dia terima !’ Ini jelas syirik karena sudah meminta dan bergantung pada sesuatu selain Allah SWT. Untuk itu dia pergi ke suatu tempat yang diyakini beberapa orang dapat “minta uang dari jin”. Perjalanan ratusan kilometer dia tempuh. Syukur alhamdulillah rupanya Allah SWT masih melindungi. Sesampai di tempat yang dituju, dia merasa ditipu oleh pihak tuan rumah. Dia tersadar dari hasutan setan, sehingga secepatnya balik ke kotanya dan berniat ‘kembali ke jalan yang benar’. Singkat cerita, yang bersangkutan kini sudah menjadi pengusaha sukses papan atas dikotanya, bahkan baberapa kali menerima penghargaan prestasi tingkat nasional. Uniknya bidang usaha terakhir yang dia jalani hingga memperolah kesuksesan adalah juga sebagai penerbit buku yakni usaha yang sama dengan yang pertama kali dia rintis sebelumnya dan gagal total... Terkait dampak Ghuddah.63 201 sebagaimana dengan oleh hal Ali diatas al-Mashri berikut daftar akan Abu dalam negatif akibat kemiskinan

Pertama,

kemiskinan

bisa

menyesakkan

dada,

melemahkan dan menghinakan martabat dihadapan orang lain. Kesedihan akan subur dan menjamur dalam jiwa yang sempit dan dada yang sesak. Kedua, kemiskinan mengakibatkan keterpaksaan dan berpotensi menumbuhkan akhlak tercela, seperti dusta, mencuri dan munafik. Ketiga, kemiskinan cenderung menumbuhkan sikap dengki kepada orang yang mendapat nikmat dan gembira. Melihat ada orang lain yang juga melarat muncul rasa senang kerena merasa ada kesamaan nasib. Sikap dengki-mendengki mewabah diantara orang miskin. Keempat, kemiskinan membutakan mata sehingga menganggap kenikmatan pada orang lain lebih pantas diperuntukkan baginya. Kelima, cenderung kemiskinan senang menyebabkan Rasa seseorang dengkinya berpaling dari orang lain atau menutup diri dan bergunjing. terobati dan merasa nikmat dengan menggunjing orang lain. Orang miskin yang melihat orang lain yang lebih kaya darinya akan merasa segan untuk berdampingan atau berbincang. Biasanya dia akan mengorek sisi buruk orang kaya itu sebagai kompensasi kemiskinannya sehingga dia merasa lebih unggul. Keenam, manusia, kemiskinan memasung bisa dan meruntuhkan melemahkan harkat lisan. 202

Kekayaan laksana kefasihan sedangkan kefakiran laksana kebisuan. Banyak sekali perselisihan pendapat yang berpangkal dari sebuah kalimat atau perbuatan. Bila orang miskin yang berbicara maka pendapatnya lebih sering tertolak, sebaliknya jika orang kaya yang berbicara cenderung jiwa untuk diterima miskin. Ketujuh, orang miskin akan selalu cemas ketika menerawang kondisi sekarang dan masa depan. Ia beranggapan penderitaan. pesimis. Kedelapan, kepayahan, orang miskin dan selalu beban menanggung batin ketika kelelahan akan Orang terus dirundung duka dan miskin cenderung bersifat pendapatnya. Memang manusia

condong menyukai orang kaya dibanding orang

menempuh perjalanan, sementara di rumah tidak ada makanan, sehingga perjalanan termasuk bagian dari siksaan. Sebaliknya, keunggulan antara lain: Pertama, kelimpahan atau kekayaan memberikan perasaan lapang, menguatkan serta meninggikan martabat dihadapan orang lain. Sebab kebahagian dan kegembiraan hanya muncul dari akhlak yang terpuji dan dada yang lapang. orang kaya mempunyai

203

Kedua, kekayaan menjadikan kelonggaran dalam berkarya dan berpotensi menumbuhkan ahlak mulia, seperti murah hati dan rasa belas kasihan. Ketiga, kekayaan cenderung menumbuhkan sikap legowo (rela, tidak mendengki) kepada orang yang mendapat nikmat dan kegembiraan. Melihat ada orang lain yang juga sukses muncul rasa senang karena merasa kesejahteraan melimpah dimanamana. Keempat, kekayaan itu membukakan hati , menganggap kenikmatan pada orang lain adanya dan perlu disyukuri. Kelima, kekayaan menyebabkan seseorang tidak rendah diri dalam pergaulan. Orang kaya melihat orang lain yang lebih kaya darinya akan merasa termotivasi untuk lebih maju tanpa ada rasa iri. Biasanya dia akan mempelajari sisi positif (kelebihan) orang kaya itu sebagai acuan dalam pengembangan dirinya . Keenam, kelimpahan karena bisa menaikkan sarana harkat untuk kemanusiaan mempunyai wajar

mengembangakan diri. Ketujuh, orang yang makmur cenderung lebih tenang ketika menerawang kondisi masa depan. Ia beranggapan kesejahteraan. optimis. 204 akan Orang terus kaya kesuksesan cenderung dan bersifat

           Dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah Telah berbuat baik, kepadamu. (QS 28 al-Qashash: 77)                           Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka. Mereka Itulah orang-orang yang mendapat bagian dari yang mereka usahakan; dan Allah sangat cepat perhitungan-Nya.(QS al-Baqarah: 201-202)

Dilema Da’i Sebenarnya bisa diduga para da’i dan ulama sering mengalami dilema. Di satu sisi mereka – para da’i dan ulama – hati kecilnya ingin berdakwah dengan baik dan ikhlas, sebut saja tanpa ada embelembel “uang transport”. Namun di sisi lain dapur mereka dituntut harus selalu berasap. Oleh karenanya tidak ada jeleknya juga ulama mencoba untuk berbisnis, sehingga dia memahami benarbenar liku-liku menjalankan usaha. Gunanya untuk apa? Selain menunjang pendapatan, pengetahuan bisnis riil yang dia peroleh dapat menjadi bahan 205

dakwah atau ceramah secara lebih membumi, lebih memahami dengan benar permasalahan kehidupan riil umat (tidak sekedar berteori). “upah Kalau coba ditelusuri berkembangnya dakwah”

sepertinya mulai muncul di awal tahun 80-an (?). Konon –setidaknya menurut cerita beberapa rekan penulis yang menjadi pengurus masjid – di tahuntahun sebelumnya para da’i atau ustad pada umumnya tidak begitu “memikirkan ” nya. Namun “bukan orientasi sekarang hal tersebut ini sepertinya dapat

jamannya” lagi. Fenomena perubahan dakwah semacam mungkin

difahami karena dakwah yang awalnya sebagai aktivitas amar ma’ruf nahi mungkar telah berubah menjadi “profesi” yang bisa menguntungkan (dari aspek finansial). Meskipun begitu jangan sampai kecenderungan semacam ini semakin menjadi-jadi. Pepatah jawa mengatakan ngono yo ngono ning yo ojo ngono (kurang lebih berarti begitu ya begitu tapi ya jangan begitu rupa). Sebab kalau dakwah menjadi semakin komersial maka aktivitas dakwah tak ubahnya binis atau perdagangan pada umumnya sehingga terkesan menjualbelikan ayat sedemikian rupa, ini dilarang oleh agama, sebagaimana firmanNya:
          

206

Dan janganlah kamu menukarkan ayat-ayat-Ku dengan harga yang rendah, dan hanya kepada Akulah kamu harus bertakwa. (QS 2 al-Baqarah: 41)

Barangkali

ada

baiknya

kita

mengambil

contoh ulama yang disamping berdakwah sekaligus juga menjalankan bisnis riil seperti Antonio Syafei , Abdullah Gymanstiar (Aa Gym), Sunardi Saury dan beberapa ulama lain tentunya. Yang disebut terakhir ini sebelumnya adalah ustad ‘murni’, bermukim di Yogyakarta (namun belakangan yang bersangkutan mulai terjun dalam bisnis jasa dan perdagangan mendampingi istrinya yang sudah lebih dulu mulai). Da’i atau ulama yang mempunyai bisnis sendiri adalah gambaran ideal karena menghindarkannya dari “komersialisasi dakwah”. Namun begitu tidak mudah melakukannya. Oleh karenanya kalaupun hal itu tidak bisa dilakukan oleh da’i dan ulama maka harus dimaklumi kerena tidak banyak orang yang bisa sukses di lebih dari satu bidang kompetensi. Jalan keluarnya adalah sudah seharusnya pemerintah memberi tunjangan yang memadai bagi para da’i dan ulama. Konon di Arab Saudi takmir masjidpun mendapat tunjangan hidup yang sangat layak. Mungkin di Indonesia masih sulit untuk menjadi seperti Arab Saudi , namun setidaknya tidak seperti sekarang ini bila tidak mendapatkan insentif dari dakwahnya apakah da’i dan ustad di minta ‘makan batu’. Sekali lagi persoalan seperti ini perlu 207

dicari jalan keluarnya agar para da’i dan ulama tidak terjebak dalam dakwah komersial yang menjadi-jadi (kalau tidak dibayar tidak bersedia berdakwah). Dalam beberapa kasus seperti ini terlanjur terjadi. Setidaknya ada pengalaman seseorang terkait dengan sikap seorang dikategorikan untuk untuk (mohon da’i yang mungkin bisa maaf) sekaligus dengan “da’i komersial”. waktu

Dikisahkan bahwa ada seseorang yang mencoba bersilaturahmi berkonsultasi meminta seorang da’i yang

dikota tertentu yang cukup punya nama. Ternyata untuk menemui da’i tersebut bukan main susahnya. Padahal maksud kedatangan orang tersebut tidak sekedar berkonsultasi tetapi juga untuk memberi semacam masukkan kepada da’i tersebut. Berkalikali orang tersebut mengontak melalui pesan singkat meminta waktu barang 30 menit untuk berkonsultasi, namun selalu dijawab dengan kalimat ‘belum ada waktu’. Anehnya manakala orang tersebut kemudian memberikan nomor ponsel sang da’i ke temannya yang kemudian memintanya untuk berceramah tersebut (dengan bayaran menyetujui tertentu), (deal) da’i dan langsung

menetapkan jadwal ceramahnya. Sementara dalam waktu yang sama seseorang tersebut masih saja di tolak untuk bersilaturahmi. Penasaran akan hal itu selang beberapa waktu kemudian orang tadi 208

mencoba meminta sang da’i untuk disuatu da’i tadi tempat lupa (tentunya bahwa yang dengan

berceramah fee juga),

ternyata juga langsung direspon positif. Mungkin meminta ceramah barusan adalah orang yang sama yang sebelumnya berkali-kali dia tolak untuk bersilaturahmi. Lain waktu ada lagi peristiwa yang bisa dikatakan disuatu seorang memalukan, dimana da’i yang yakni yang adanya ceramah adalah tempat diundang

kadang tampil di televisi

nasional. Di

tengah ceramahnya da’i tersebut

mengatakan dengan serius bahwa dia bersedia berceramah ditempat tersebut karena “baik hati” yakni bersedia dibayar dibawah tarif . Kemudian tanpa malu-malu dia membeberkan “tarif standar” untuk mengundangnya. Di balik ucapannya seolaholah ia ingin itu mengatakan tarifnya menjadi ‘lain segitu ‘. kali Tak para kalau ayal peserta mengundang ucapannya saya

‘rerasan’

tausiyah yang merasa tersinggung. Ilustrasi diatas menggambarkan bahwa dakwah dalam konteks tertentu dijadikan tak ubahnya konsultan bisnis. Gejala memandang sebelah mata eksistensi rakyat negeri jelata ini. selama ini sering gejala terlihat tersebut pada juga 209 sebagian besar politisi dan pengusaha besar di Sayangnya menggejala di kalangan agamawan pelaku di bidang

pendidikan “pengawal”

yang moral

nota dan

bene budi

mereka pekerti.

sebagai Dibidang

pendidikian, suatu saat seseorang yang gemar mengikuti perkembangan iptek pernah mengeluh. Dia menulis suatu artikel tentang ilmu pengetahuan baru yang sedang “hangat” di Barat. Orang tadi kemudian mencoba mengirimkan artikel tersebut melaui pos ke 7 (tujuh) rektor universitas di negeri ini dengan dilampiri permohonan tanggapan ringkas yakni cukup sebaris dua baris via email lacur ? dua atas ilmu baru tersebut bila dikembangkan di Indonesia. Apa Ditunggu seminggu dua minggu, sebulan tidak ada satupun rektor yang bulan,

merespon ! Barangkali mereka – ke tujuh rektor itu – sudah lupa akan salah satu darma dari Tri Darma Perguruan Tinggi yakni ‘pengabdian pada masyarakat’. Sewaktu orang tersebut mengeluhkan hal ini, seorang teman lain nyeletuk ‘salahmu kamu bukan Presiden, kalau yang meminta tanggapan pada para rektor itu adalah Presiden, tentu mereka adu cepat memberi respon, apalagi menjelang penyusunan kabinet’. Ironinya dalam kurun waktu yang sama orang tersebut juga mengirim email ke tiga profesor ternama di luar negeri serta dua lembaga ilmu pengetahuan bergengsi di luar dua dari halnya 210 sama negeri. Hasilnya? Selang beberapa hari, tiga profesor tersebut merespon,

kedua lembaga tersebut yang juga merespon.

Contoh lain ketidak pedulian “orang atas” terhadap wong cilik adalah manakala penulis terkait berkali-kali mengontak ke beberapa pihak

mengenai peraturan wajib pakai helm bagi anakanak. Hasilnya tidak ada tanggapan satupun walau katakan sepeda sekedar motor menampung aspirasi. helm miris Penulis untuk sering mengusulkan agar anak-anak yang diboncengkan wajib mengenakan keselamatannya. Pemandangan

didapati dijalan manakala orang tua ngebut naik motor sambil memboncengkan anak, dimana si orang tua pakai helm sedang anaknya tidak. Polisi yang melihatnya juga diam saja. Penulis sungguh tidak tahu apakah peraturan wajib pakai helm sudah ada atau belum. Anak-anak yang secara fisik dan psikis lebih lemah seharusnya lebih dilindungi keselamatannya. Mudah-mudahan beberapa kejadian diatas yakni ketidak pedulian pemimpin atas rakyatnya hanyalah sebagian kecil dan tidak mewakili kondisi secara keseluruhan. Apa jadinya negara ini bila ulama, rakyatnya. Bekerja Adalah Ibadah Dari sekian sifat manusia salah satunya adalah sebagai homo fiber, mahluk bekerja. 211 ilmuwan dan umaro “meninggalkan”

               Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung. (QS 62 al-Jumu’ah: 10-11)

Nabi Muhammad saw sangat menghargai umatnya yang giat bekerja atau mencari nafkah. Suatu saat Nabi bertemu seorang bernama Saad yang kedua tangannya terlihat kasar (mungkin semacam kapalan) akibat begitu banyak bekerja. Nabi lalu mencium tangan tersebut seraya berkata ‘inilah dua tangan yang dicintai Allah Ta’ala.’ Lain waktu Nabi diminta pendapatnya atas perbandingan antara dua pemuda. Pemuda pertama melulu berada di masjid dengan banyak melakukan shalat sunnah dan berzikir namun tidak atau jarang bekerja. Pemuda lainnya juga shalat di masjid “secukupnya” (shalat fardu dan sedikit sholat sunah) namun dia giat bekerja. Sewaktu ditanya mana yang lebih baik diantara kedua pemuda tersebut, Nabi menunjuk pemuda yang kedua. Pada dasarnya setiap manusia diwajibkan untuk bekerja dalam rangka menjemput rezeki Allah sebagaimana ayat berikut.

212

               Dialah dari yang menjadikan dan bumi (ini) mudah maka kamu

berjalanlah disegala penjurunya dan makanlah sebagian rezeki-Nya, hanya kepada-Nya-lah dibangkitkan (QS 67 al-Mulk : 15).

Bekerja

adalah

senjata

startegi

memerangi

kemiskinan, dari bekerjalah

harta benda berasal

untuk kemakmuran bumi yang telah diwakilkan oleh Allah kepada manusia, sebagaimana seruan Nabi Shaleh kepada kaumnya di dalam al-Qur’an.
                 Wahai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan selain Dia. Dia telah menciptakan kamu dari bumi dan menjadikan kamu pemakmurnya. (QS11Hud: 61)

Kembali bahwa Islam memandang penting sektor perekonomian umat dengan mewajibkan kaumnya untuk mencari rejeki dengan jalan bekerja. Adapun bentuk pekerjaan diserahkan jadi kepada masing-masing sesuai dengan kebutuhan tiap-tiap daerah (negara) yang boleh berbeda-beda. Dalam hal ini semakin banyak lapangan pekerjaan berarti semakin baik karena memperbesar peluang 213

orang-orang untuk dapat bekerja mancari nafkah kehidupan. didorong Oleh agar karenanya masyarakat pedagang perlu atau dapat menjadi

pengusaha (entrepreneur). Pengamatan yang baik pernah dilakukan oleh Ciputra (pengusaha bidang properti Indonesia yang sudah merambah usahanya hingga mancanegara). Dalam suatu kesempatan dia mengatakan bahwa negara yang makmur dipastikan mempunyai banyak pengusaha. Sebagai contoh di Singapura persentase pengusahanya mencapai sekitar 6 % dari populasi, Hongkong sebagai provinsi otonom sekitar 12 %, kemudian menurut rata-rata Ciputra yang akan negara 3-5 hanya makmur %. Untuk bila persentase Indonesia 0,2 % berhasil signifikan. pengusahanya pengusaha, Indonesia antara

mempunyai

menurutnya meningkat

ditingkatkan hingga 2 % saja kemakmuran di secara Karenanya sudah selayaknya persoalan ini perlu disadari dan dicari jalan keluarnya tidak saja oleh pemerintah dan masyarakat, namun juga para da’i dan ulama. Dengan peran strategis da’i dan ulama tengah masyarakat mereka sebagai mampu pemuka mendorong seharusnya di

agama, umat

muslim untuk lebih bergiat di sektor ekonomi dan menyadarkan kaum muslimin bahwa berniaga – 214

asal dilakukan dengan benar – juga merupakan bagian dari ibadah yang berpahala besar. Dengan demikian kebutuhan dan ada keseimbangan dakwah ibadah api antara ritual neraka riil muamalah serta dengan dari

sesuai dengan doa memperolah kebahagiaan dunia akhirat dijauhkan sebagaimana yang sering dilafalkan. Sekali lagi tidak ada yang keliru dengan bekerja dan bergiat dibidang bisnis atau perdagangan. Maka dari itu menjadi ganjil manakala ada sebagian da’i yang berceramah dan menganjurkan umatnya ungkapan ‘hidup seadanya yang melalui penting rajin

shalat’, ‘ miskin tidak masalah, toh harta tidak dibawa mati’, ‘kekayaan menjadikan orang lupa akan Tuhannya’ dan seterusnya. Untuk lebih memperdalam wawasan

mengenai utamanya aspek bekerja dalam Islam, berikut beberapa penjelasan yang dikemukakan oleh Yusuf Qaradhawi mengenai alasan-alasan yang tidak dibenarkan sehingga seseorang tidak mau bekerja.64 Pertama, rezeki dari orang langit. ada dari tidak mau bekerja karena ini

beralasan “tawakal” kepada Allah, diam menunggu Tipikal jaman orang ke macam sepertinya jaman, seperti

peristiwa teguran Ali bin Abi Thalib pada sekelompok pemuda yang banyak menghabiskan waktu dengan berdiam di masjid tampa bekerja. Ali mengatakan 215

bahwa Tuhan tidak akan menurunkan hujan emas dari langit. ‘Obat’ dari kelemahan jiwa seperti ini antara lain dengan merujuk pada nasehat Rasul kepada Araby yang untanya tidak diikat dengan alasan bertawakal pada Allah.
‘ Ikatlah unta itu dan bertawakalah’

Masih terkait tema malas bekerja karena “tawakal”, ada kisah menarik yakni tentang perjalanan seorang sufi bernama Syaqiq al-Balkhisalah yang hendak berdagang ke luar kota dalam waktu yang lama. Sebelum berangkat dia mampir ke rumah sahabatnya yang juga zuhud Ibrahim bin Adam. Namun selang beberapa hari Ibrahim sudah melihat Syaqiq di masjid, dan terjadilah dialog.
Ibrahim: Wahai Syaqiq bukankah engkau seharusnya masih berdagang diluar kota? Mengapa kembali secepat ini? Syaqiq: Betul, dalam perjalanan saya melihat suatu kejadian yang membuat saya mengurungkan niat berdagang dan ingin segera pulang. Ibrahim: Ceritakan apa yang engkau lihat. Syaqiq: Saat dalam perjalanan, karena lelah saya

beristirahat di sebuah reruntuhan rumah. Ditempat itu saya melihat seekor burung yang lumpuh tidak bisa terbang dan matanya juga buta. Selang beberapa saat datang burung lain dengan membawa makanan dalam

216

paruhnya dan memberikannya kepada burung yang lemah tersebut. Saat itu aku langsung berfikir bahwa Yang memberi makanan burung itu tentu juga mampu memberi rezeki kepadaku tanpa aku harus bersusah payah bekerja, lalu saya memutuskan untuk pulang. Ibrahim: Wahai Syaqiq mengapa engkau memilih hidup seperti burung yang lumpuh dan buta itu, mengapa engkau tidak memilih hidup sebagaimana burung yang mencarikan makan tidak hanya untuk dirinya sendiri namun juga membagikannya untuk sesamanya? Bukankah tangan yang diatas lebih baik daripada tangan yang dibawah?

Mendengar perkataan temannya itu Syaqiq lalu mendekat dan mencium tangan sahabatnya itu sambil berujar: Engkau sekarang adalah guruku wahai Ibrahim. Setelah itu Syaqiq kembali pergi keluar kota untuk berdagang. Kisah diatas sesuai dengan hadis yang menyatakan:
Jika kalian bertawakal pada Allah dengan tawakal yang sebenarnya, maka Allah akan memberi rezeki seperti seekor burung yang berangkat pagi hari dalam keadaan lapar dan pulang sore hari dalam keadaan kenyang.

Kedua, sebagian orang berpendapat untuk lebih memilih tidak bekerja dengan alasan agar bisa berkonsentrasi dalam beribadah (ritual). Dalam pandangan orang macam ini, orang hidup harus fokus dan mencurahkan segenap waktunya untuk 217

shalat, tadarus, zikir. Orang tersebut sepertinya lupa bahwa bekerja cerdas dan keras dikategorikan oleh Rasul sebagai bagian dari jihad fi sabilillah. Lihat bagaimana hadis yang memberi motivasi orang untuk giat melakukan aktivitas ekonomi.
Pedagang yang jujur dan dapat dipercaya akan

berkumpul dengan para Nabi, orang-orang yang lurus dan para syuhada.

Ibrahim pernah

al-Nakhai, tentang

salah

seorang

tabi’in, antara

ditanya

perbandingan

pedagang yang jujur dengan orang yang hanya rajin shalat sunah dan zikir, dia mengatakan pedagang itu lebih mulia karena si pedagang telah melewati ujian berat yakni meninggalkan kesempatan berbuat curang pembeli). (mengurangi Lain cerita timbangan tentang atau Syeh menipu al-Syarani

(seorang sufi) yang lebih mengutamakan aktivitas perindustrian dan perdagangan dengan arumentasi kalau ibadah (ritual) hanya untuk perdagangan dan kepentingan perindustrian pribadi, sedang

selain untuk kepentingan pribadi dan keluarga juga untuk kemaslahatan umat. Oleh karenanya alangkah baiknya jika seorang penjahit menjadikan jarum sebagai tasbihnya dan seorang tukang kayu menjadikan gergajinya juga sebagai tasbihnya. Ketiga, ada seorang yang menganggap bekerja merupakan aktivitas yang hina. Hal ini 218

sesungguhnya berlawanan dengan ajaran Islam yang menjunjung tinggi bekerja. Menanggapi sikap semacam ini ada baiknya diperlihatkan sabda Nabi berikut:
Sesungguhnya jika salah seorang dari kalian mengambil tali dan mengikatkan kayu bakar dipundaknya lalu menjualanya, hal itu lebih baik daripada meminta-minta kepada manusia, baik mereka yang memberi maupun yang tidak.

Keempat, seseorang yang enggan bekerja karena tidak mendapatkan pekerjaan didaerahnya sendiri dan dia tidak berhijrah. Sikap seperti ini sesuai dengan pepatah ‘mangan ora mangan ngumpul’ yang artinya asal makan bisa atau tidak makan (dengan (tidak sanak masalah) berkumpul

keluarga), yang kemudian dikritisi dan dikoreksi oleh para motivator dengan ungkapan optimis ‘kumpullumpul mangan’(berkumpul tapi juga makan). Kembali ke sikap enggan berhijrah tadi, bahwa sesungguhnya Islam mendorong umatnya agar selalu siap berhijrah keluar kota, luar pulau atau sekalian ke luar negeri sejauh rezeki Allah memang disediakan disana bagi yang bersangkutan. Bumi Allah itu luas dan rezeki ada dimana-mana untuk dipungut, ini sesuai dengan sabda Rasul:
Lakukanlah perjalanan, maka kalian akan mendapakan kecukupan (kaya).

219

Kemudian bagaimana Islam memotivasi orang untuk berhijrah adalah manakala dalam berhijrah meninggal dunia, maka jarak antara tempat dia berhijrah dengan tempat asal dia akan dikukur di surga. Rasulullah bersabda:
Seorang laki-laki jika meninggal dalam kedaan terasing, maka jarak antara tempat kelahirannya dengan tempat meningglanya akan diukur di surga.

Kelima, seseorang yang enggan bekerja mencari nafkah karena menggantungkan pada zakat, sedekah atau kebaikan orang lain. Kemudian orang dengan tipe sejenis yakni pengangguran yang malas keduanya dicela oleh Islam. Rasul juga melarang orang untuk menjadi peminta-minta, perhatikan sabda Rasul berikut:
Andai saja dia mengetahui apa yang ada dibalik sebuah permintaan (mengemis), dia tidak akan pergi kepada seseorang untuk meminta.

Keenam, seseorang tidak bekerja karena tidak mampu menemukan pekerjaan yang sesuai untuk dirinya. Ini dikarenakan sempitnya cara berpikir yang bersangkutan. Dalam hal ini kesalahan tidak bisa ditimpakan seluruhnya atas orang tersebut. Ada penanggungjawab lain diluarnya yakni pemerintah dan masyarakat. Bisa saja memang orang tersebut ingin bekerja namun dia hanya mempunyai keahlian 220

khusus maka

yang

sementara

belum

tersedia. pengusaha

Oleh dan

karenanya dengan menimbang asas kemanfaatan sebaiknya masyarakat pemerintah mencoba membuka peluang pekerjaan bagi orang tersebut. Ada cerita menarik seputar masalah ini.
Dari Anas bin Malik, seorang laki-laki Anshar datang menghadap Rasulullah seraya meminta-minta. Maka rasul bertanya: Apakah di rumahmu ada sesuatu? laki-laki tersebut menjawab: Ya, dirumah kami ada hils (semacam alas yang diletakkan dipundak kendaraan). Sebagian kami memakainya sebagian yang lain kami hampar, dan ada bejana yang kami jadikan tempat minum. Rasul bersabda: Bawa keisini semua. Laki-laki tersebut memberikannya ke Rasulullah yang kemudian bersabda: Siapa yang mau membeli dua benda ini ? Seorang lakilaki menjawab: Saya mau membeli dengan harga satu dirham. Saya Rasul kemudian bertanya: Siapa yang mau membeli dua dirham. Rasul kemudian membeli dua dirham. Seorang laku-laki lain menjawab: mau memberikan kedua benda tersebut bertukar dengan dua dirham yang langsung diberikan kepada laki-laki Anshar seraya bersabda: Satu dirham untuk beli makanan dan bagikan pada keluargamu, satu dirham belikan kapak, pergi dan carilah kayu bakar lalu juallah. Aku tidak ingin melihatmu hingga lima belas hari. Pada saat yang ditentukan datanglah laki-laki tersebut menghadap Rasulullah dengan membawa sepuluh dirham, kemudian Rasul bersabda: Ini lebih baik daripada kamu pergi

221

meminta-minta yang berarti meletakkan diwajahmu pada hari kiamat kelak.

Peristiwa diatas memberi pelajaran bahwa Rasullullah sangat menghendaki umatnya untuk giat bekerja. Dalam bahasa umatnya masa untuk kini, Islam menghendaki mempunyai

kecerdasan finansial disamping kecerdasan spiritual dan kecerdasan-kecerdasan lain. Oleh karenanya kaum muslimin perlu didorong untuk mampu secara ekonomi dan para da’i serta ulama seharusnya turut berperan memberi motivasi sebagaimana Rasulullah memberi motivasi kepada laki-laki Anshar diatas. Ini yang – setidaknya dari data studi kasus – kurang dilakukan oleh para da’i dan ulama, sehingga umat sering gagap begitu kehidupan mendesaknya untuk mencari nafkah secara mencukupi. Semangat umat untuk mencari nafkah jangan “terdesak pekerjaan ke umat kebutuhan” sebagai bahwa dan aktivitas bekerja sebatas dunia mencari yang karena tidak – memperlakukan

bernafaskan spiritualisme. Ulama perlu menjelaskan nafkah sebagaimana menuntut ilmu umum dan ilmu agama – juga berpahala besar selama dilakukan dengan cara yang baik. Syukur-syukur sang ulama juga memberi contoh dengan melakukan aktivitas berniaga (berbisnis) sendiri sehingga dia faham benar liku-liku berbisnis sedemikian sehingga saat berdakwah pada umatnya tidak sekedar berteori. 222

Sementara sebagai yang

ini

jarang

ulama misalnya.

yang Hal

sekaligus ini dapat dari

berprofesi sebagai pengusaha atau ulama sekaligus ahli fisika ada dimaklumi. Mengapa? Karena para da’i atau ulama sekarang merupakan “output” dakwah dan pendidikan ulama sebelumnya yang tipenya sama. Adanya faktor “kelalaian” para da’i dan ulama dalam umatnya berdakwah untuk dengan lebih menekankan ritual dan beribadah

menomersekiankan ibadah muamalah (khusunya aktivitas menuntut ilmu dan bekerja), maka tidak heran jika kemudian peran dakwah muamalah ini “diambil alih” oleh para motivator psikologi. Gejala semacam ini sudah berlangsung beberapa waktu. Begitu marak munculnya para motivator yang mendorong masyarakat untuk bergiat di sektor ekonomi dan sosial. Ini sah-sah saja. Mereka, para motivator, melalui banyak media menulis radio buku dan memberi Mereka ceramah ke berbagai kota selain juga “berdakwah” dan televisi. membawakan ceramah dengan menarik serta “tidak berjarak”, karena rata-rata mereka juga bergelut dibidang yang dia ceramahkan. Oleh karenanya perlu adanya penyadaran pada para da’i atau ulama untuk lebih “membumi” sehingga tujuan Islam untuk membuat umat muslimin sejahtera dan bahagia 223

didunia yang sekaligus sebagai jembatan atau sarana menggapai kebahagiaan di akhirat kelak. Seorang alim pernah mengatakan bahwa Islam sesungguhnya adalah agama perbuatan. Agar umat Islam secara masif ekonomi adalah “berbuat” dibidang iptek dan dengan membiarkan para

pengusaha dan ilmuwan untuk sering memberi tausiyah agama. Hal ini pernah diutarakan oleh Abu Sangkan dalam suatu kesempatan. Dia mengatakan bahwa seharusnya yang perlu sering tampil berdakwah di berbagi forum keagamaan bukan dia melainkan para ahli (ilmuwan) dan pengusaha diberbagai bidang karena mereka yang lebih banyak bergelut dengan ayat-ayat kauniyah dibanding para da’i, ustad atau ulama. Syeikh Rasyid Ridha (dalam Ahmad

Khalafallah) berpendapat bahwa amal saleh selalu berlandaskan ilmu. Pendapat ini secara tidak langsung telah membuka cakrawala nalar Islam. Yakni mendorong lahirnya diskusi dan kajian dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan dan teknologi bagi kemaslahatan umat manusia. Pendapat ini tertuang dalam tafsir al-Manar ketika menafsirkan ayat berikut:
             

224

 Dia memberikan Dan

 hikmah barang

  siapa diberi yang Dia

kepada siapa

kehendaki. Baqarah:269)

hikmah

sesungguhnya dia diberi kebaikan yang banyak. (QS 2 al-

Dengan

ilmu

manusia

dapat

menyibak

aneka

rahasia kehidupan sehingga menjadikan bertambah tebalnya keimanan. Karena itulah segala ilmu yang baik dan bermanfaat merupakan kewajiban keagamaan. Jika mengabaikannya dan menjadikan merosotnya peradaban serta manusia tidak dapat memenuhi kebutuhannya di dunia , maka yang demikian itu termasuk tindakan durhaka kepada Allah dan bertentangan dengan agama.65 Menurut Ahmad Khalafallah ayat-ayat yang menjelaskan persoalan harta sangat banyak dan beraneka cara yang kemudian dapat dikelompokkan terkait sumber menolak cara yang cara sistem keras tidak dalam dua hal utama yakni, pertama, terkait dengan mencarinya, Islam, harta kedua, Sebagai al-Qur’an dengan menggunakannya. peradaban mendapatkan

terhormat dan tidak bermoral. Menurut al-Qur’an cara paling baik mencari rezeki adalah dengan bekerja, selain berdo’a. Ini sejalan dengan firman Allah SWT: 225

               (Karena) bagi laki-laki ada bagian dari apa yang mereka usahakan, dan bagi perempuan (pula) ada bagian dari apa yang mereka usahakan. (QS 4 an-Nissa 32)

Disini ditakwilkan bahwa manusia diwajibkan untuk bekerja, merengkuh anugrah lewat aktivitas kerja. Adapaun atas hasil dari bekerja berupa aneka rezeki, manusia dituntut untuk membelanjakannya secara baik (bermanfaat bagi kemaslahatan umat). Oleh karenanya pertama-tama para ahli agama perlu menuntun umatnya untuk bekerja keras (serta cerdas) dengan cara yang baik sedemikian sehingga setelah mendapatkan rezeki kemudian dibimbing untuk membelanjakannya di jalan yang baik pula. Adalah tidak pada tempatnya seorang ustad buruburu memberikan tausiyah bahwa banyak harta benda itu tidak baik. Hal ini pernah bahkan cukup sering penulis alami saat mendengarkan ceramah di berbagi kesempatan. Sebagi contoh ada ceramah yang terasa menggelikan (atau menyedihkan ?). Ceramah tersebut dilakukan seorang da’i di hadapan warga yang mayotitas adalah Anehnya sejahtera, kurang mampu. da’i tadi bukannya mendorong peserta tetapi ayat malah membacakan yang dan

pengajian untuk giat bekerja agar dapat hidup menguraikan at-Takatsuur intinya 226

peringatan

bagi

orang

yang

bermegah-megah

dengan harta benda. Bagaimana mungkin hadirin yang mayoritas golongan kurang mampu tersebut belum-belum sudah dicekoki ayat yang lebih tepat ditujukan bagi orang kaya. pantas bilamana bekerja keras Apakah tidak lebih da’i tersebut memberi dorongan dan dengan cara yang itu baik baru dengan

terlebih dahulu pada warga miskin tersebut untuk mendapatkan kekayaaan dan kesejahteraan secara mencukupi, diperingatkan kekayaannya kemudian untuk serta setelah berhati-hati didorong

menggunakan

kekayaanya untuk kemaslahatan umat (berbuat kebajikan) melalui ayat a-Takatsuur diatas. Sementara itu ada kecenderungan dakwah yang menganjurkan orang untuk banyak berinfak untuk mendapatkan rezeki. Hal ini tentu baik, namun barangkali hal ini jangan dianjurkan berulang-ulang bekerja keras berlebihan sebagai karena syarat dikhawatirkan utama untuk Juga

menjadikan umat salah paham bahwa berusaha dan mendapatkan rezeki menjadi tidak penting.

ada kehawatiran lain yakni orang berinfak menjadi tidak ikhlas karena dengan infaknya semata-mata dilakukan untuk mendapatkan rezeki lebih banyak. Perhatikan firman Allah berikut:
  

227

Dan

janganlah

kamu

memberi

(dengan

maksud) (QS 74 al-

memperoleh (balasan) yang lebih banyak Muddatstsir: 6).

Selain daripada itu ada juga da’i yang sering mendorong umat untuk membaca surat tertentu (misal al-Waaqi’ah) agar dilapangkan rezekinya. Sekali lagi ini juga baik saja namun perlu dipikirkan agar jangan dijadikan patokan utama melainkan sebagi penunjang atas usaha fisik dan pikir yang dilakukan. Karena bila dianjurkan secara berlebihan menjadikan umat mengesampingkan kerja keras sebagi syarat penting mendapatkan rezeki. Yang banyak dilupakan oleh da’i dan ulama dengan hanya menekankan dakwahnya pada ibadah ritual adalah bahwa untuk mencapai kabahagiaan abadi di akhirat dalam kenyataannya harus melalui dunia. Bagaimana mungkin seseorang bisa bahagia di akhirat kalau yang bersangkutan “meninggalkan” dunia Allah sedemikian dan Rasulnya rupa dalam arti pentinya mengesampingkan ibadah muamalah, sedangkan menentapkan keseimbangan antara keduanya (dunia dan akhirat) sebagaimana tertuang dalam ayat-ayat Al-Qur’an dan sunah Rasul.
Baranga siapa menginginkan (kesuksesan) kehidupan dunia maka harus dengan ilmu. Barang siapa

228

menginginkan kehidupan akhirat, maka harus dengan ilmu, dan barang siapa menginginkan kedua-duanya maka harus dengan ilmu.(HR Bukhari)

Menurut

Yusuf

Qardhawi

Islam

tidak

menghendaki kemiskinan, tidak ada satu ayatpun dalam al-Qur’an maupun hadis yang melegitimasi atau merestui kemiskinan. Islam menganggap kekayaan sebagai suatu anugrah atau nikmat dari Allah SWT yang perlu disyukuri, sebaliknya Islam menganggap kemiskinan sebagai suatu problem kehidupan, bahkan sebagai suatu musibah yang perlu dihindari.66 Sekali menganaktirikan lagi dakwah bernuansa dan

ibadah

muamalah

menganakemaskan ibadah ritual perlu diluruskan dengan keseimbangan diantara keduanya. Ibadah ritual sama pentingnya dengan ibadah muamalah. Bisa dibayangkan orang bagaimana yang seseorang sains atau dan sekelompok tentu yang menguasai bukan Berapa

teknologi juga ekonomi namun tanpa ahlak mulia, diperloleh kemudharatan. sebenarnya kemaslahatan persentase dengan melainkan

kesimbanagan

disesuaikan

realitas kebutuhan. Suatu bangsa yang ekonomi dan ipteknya telah maju bisa saja membutuhkan banyak penekanan pada ibadah ritual terutama perbaikan ahlak. 229

Bagi Indonesia yang iptek dan ekonominya masih tertinggal dan secara faktual keduanya mempengaruhi kualitas sumber daya manusia sudah sepantasnya memerlukan suntikan dakwah ibadah muamalah yang lebih intens dibanding yang sekarang berlangsung. Oleh karenanya agar ada

patokan yang bisa dipakai sebagai ancar-ancar, rasanya tidak salah bila persentase antara dakwah ritual dan dakwah tiga muamalah adalah fifty-fifty. Artinya kalau ada enam dakwah dalam kurun waktu tertentu, dakwah menekankan pentingnya ibadah ritual, tiga dakwah mendorong umat untuk banyak melakukan ibadah muamalah. Saat ini – hasil studi kasus menyisakan ketimpangan. Sekali lagi, salah satu dampaknya adalah kemunduran umat Islam dalam sektor ekonomi dan iptek sehingga kualitas manusia Indonesia yang diukur dengan HDI (human development index) terpuruk diurutan 111 dari 182 negara. Kemudian bagaimana cara menyeimbangkannya itu merupaka tugas bersama baik pemerintah melalui departemen agama, maupun lembaga dakwah serta masyarakat yang faham akan persoalan ini. Yang jelas harus 230 satu – dari enam dakwah, lima dakwah yang menekankan diantaranya menekankan ibadah ritual dan hanya pentingnya ibadah muamalah, jelas ini merupakan

dimulai dengan penyadaran secara bertahap kepada para da’i dan ulama disemua level. Ini tugas tidak ringan namun perlu dilakukan kalau tidak ingin menjadikan umat Islam di Indonesia khususnya dan dunia umumnya menjadi umat yang tertinggal dalam laju perjalananan peradaban dunia. Sejak jaman keemasan Islam dulu, sudah sekitar delapan ratus tahun umat Islam telah mengalami stagnasi bahkan kemunduran. Ini jelas bertentangan dengan ajaran agama Islam itu sendiri yang menginginkan adanya kesuksesan dan kebahagian di dunia maupun di akhirat.

231

MENGGAPAI (KEMBALI) JAMAN KEEMASAN
Revolusi Ekonomi Jaman Rasulullah Telah diketahui bersama Nabi Muhammad, Islam telah mencatat sejarah peradaan umat manusia dengan tinta emas. Begitu banyak capaian kemajuan dalam berbagi bidang seperti akidah, syariah termasuk bidang ilmu pengetahuan serta bidang ekonomi. Kalau di bab sebelumnya telah diulas bagaimana Islam telah meletakkan fondasi dan memberi arahan bagaimana umatnya bersikap terhadap ilmu pengetahuan. Kali ini akan diulas bagaimana Islam bersikap dalam bidang ekonomi.

232

Dalam Al-Qur’an begitu banyak ayat yang membahas Islam, tentang kedudukan ekonomi dalam kemudian bagaimana cara mendapatkan

serta menggunkannya. Pentingnya aspek ekonomi dalam Islam juga dapat diamati bagaimana pada jaman Rasulullah ketika segala aturan yang muncul sejak masa kehidupan beliau menjadi aturan bagi umatnya, begitu juga aturan pada bidang ekonomi yang saat kemudian hingga hari ini dikenal dengan ekonomi Islam atau ekonomi syariah. Ekonomi Islam adalah sistem ekonomi yang berlandaskan nilai-nilai Ilahiah yang dibawa oleh Rasulullah yang berlandaskan Al-Qur’an dan sunah Nabi. Periode Mekah diawali dengan kehidupan Muhammad kecil yang telah mempunyai bibit kemandirian. Sejak berusia enam tahun Muhammad telah yatim piatu karena ibunya meninggal ketika berziarah ke makam ayahnya. Muhammad kemudian diasuh oleh kakeknya Abdul Muthalib selama dua tahun yang kemudian dilanjutkan oleh pamannya Abu Thalib. Sejak bersama pamannya Muhammad kecil mulai menggembala kambing dan mendapat upah dari pekerjaannya itu. Kemudian saat usianya mencapai 12 tahun Muhammad diajak pamannya ke Siam untuk berdagang. Itulah awal mula Rasul menjadi seorang entrepreneur. Selang beberapa tahun kemudian Muhammad remaja telah 233

menjadi pedagang yang handal dan dapat dipercaya di Mekkah. Hingga akhirnya menginjak dewasa dan beliau bertemu dengan di Siti Mekah Khadijah, yang wanita pedagang masyhur kemudian

menjadi istrinya. Memasuki masa kenabian diusia 40 tahun, mengingat tugas beliau sebagai penyampai risalah Islam sekaligus sebagai pembawa rahmat seluruh alam, maka aktivitas sebagai pedagang secara praktis digantikan dengan aktivitas dakwah dan perjuangan menegakkan Islam.67 Namun begitu beliau tetap mendorong dan memberi arahan pada umatnya berniaga. Periode Madinah diawali dengan hijrahnya Nabi Muhammad beserta sahabatnya dari Mekah ke Madinah. Hijrah ke Madinah merupakan langkah startegis dalam rangka membentuk peradaban baru bagi baru kaum muslimin. Tidak mudah apa yang ulang dilakukan Rasulullah untuk membangun peradaban tersebut. Disamping harus menata berbagi sektor kehidupan seperti politik, sosial, hukum sebagai berhasil Islam termasuk kepala yang perekonomian. Dengan telah dasar kapasitasnya sebagai pemimpin agama sekaligus pemerintahan, berbagai kemudian Rasulullah prinsip menjadi menerapkan ekonomi untuk melakukan berbagi aktivitas

pengembangan sistem perekonomian pada masa 234

berikutnya.68 Berikut beberapa kebijakan ekonomi di Madinah yang diambil dari buku World Econimic Revolution with Muhammad buah karya Muhammad Sholahuddin. Rasulullah merugikan salah membuat satu aturan baru terkait contoh

maraknya praktek-praktek ekonomi yang sering pihak. Sebagai pemungutan sewa tanah yang tidak adil dimana lebih banyak menguntungkan pemilik tanah, dilain pihak para penyewa dan pengolah tanah untuk pertanian sering dikalahkan sehingga mereka tidak kunjung sejahtera. Oleh Rasulullah dibuat peraturan yang lebih seimbang dalam hal sistem sewa tanah, pengairan lahan pertanian, dan bagi hasil yang adil. Selain daripada itu Rasulullah juga menghapus praktek-praktek riba dalam segala bentuknya yang telah merugikan kaum lemah. Adapun hal-hal yang telah ada sebelumnya dan itu dianggap baik maka oleh Rasul dibolehkan terus berjalan. Contohnya adalah penggunaan uang logam yakni logam emas (dinar) dan perak (dirham). Kebaikan penggunaan uang emas dan perak adalah ada nilai intrinsik sehingga tidak terkena imbas inflasi sebagaimana penggunaan uang kertas yang diperkenalkan oleh pihak Yahudi dan Barat hingga sekarang. Jejak Ekonomi Khulafa ar-Rasyidun 235

Sepeninggal Rasulullah, Abu Bakar Asshidiq merupakan khalifah pertama yang diangkat sebagai pemimpin umat muslim. Dia melanjutkan dan mengembangkan apa-apa yang sudah dirintis oleh Rasulullah diantaranya akurasi perhitungan zakat sehingga tidak terjadi kelebihan atau kekurangan pembayaran. Pada saat tertentu dia juga bisa dengan keras memaksa para wajib zakat yang enggan membayar. Dia juga mengatur sistem pemerintahan dengan seadil-adilnya dalam berbagi hal seperti manajemen pertanahan, pertanian dan sistem persuasif keuangan. sekaligus Dengan tegas cara dalam pendekatan pengaturan

keuangan, maka sedikit demi sedikit kaum miskin pada saat itu banyak tertolong. Selanjutnya dalam masa pemerintahan khalifah Umar bin Khattab prinsip kesamaan dalam pembagian kelebihan harta disempurnakan dengan prinsip keutamaan. Seperti diketahui bahwa sebelumnya kepada orang-orang yang telah berjuang membela Rasulullah maupun yang menentangnya diberi jumlah yang sama. Umar berpikir mengingat betapa kesulitan yang diderita pada saat membela Islam adalah pengorbanan yang besar sehingga wajar bila mendapat penghargaan lebih. Prinsip keadilan menghendaki bahwa usaha dan tenaga seseorang yang telah dicurahkan dalam memperjuangkan Islam perlu dibalas dengan sebaikbaikmya. Pada era pemerintahan Umar bin Khattab 236

yang berlangsung selama kurang lebih sepuluh tahun, diberbagi wilayah yang telah menerapkan aturan tersebut dengan baik, kaum kesejahteraan kaum muslimin meningkat secara nyata sehingga secara umum kehidupan sosial masyarakat juga semakin tertib. Berikut adalah sistem pembagian harta yang diterapkan oleh Umar bin Khattab yang oleh Ibrahim Fuad (dalam Muhammad Sholahuddin).
Sistem pembagian harta oleh Umar bin Khattab

NILAI PEMBERIAN 5.000 dirham 1 dirham= 2,975 gram perak atau sekitar Rp.150.000,4.000 dirham 3.000 dirham

2.000 dirham 1.000 dirham 500 dirham

400 dirham

PIHAK YANG MENERIMA Untuk pihak yang ikut perang Badar dan kaum Muahjirin (orang yang ikut berhijrah) angkatan pertama Untuk pihak yang ikut perang Badar dengan kontribusi lebih rendah dan kaum Anshar Untuk pejuang yang berjihad dalam barisan Islam setelah perang Badar hingga perjanjian Hudaibiyah Untuk pejuang yang berjihad dalam barisan Islam pada perang Qodisiyah dan Yarmuk Untuk pejuang yang berjihad dalam barisan Islam dengan kontribusi tertentu Untuk satuan pasukan kelompok Mustanna Untuk istri para pasukan di perang Badar Untuk satuan pasukan kelompok Tsabit Untuk istri para pasukan di perang Badar dengan peran tertentu hingga perjanjian Hudaibiyah Untuk satuan pasukan kelompok ar-Rabi Untuk istri para pasukan

300 dirham

237

dari perjanjian Hudaibiyah sampai perang Riddah 250 dirham 200 dirham 100 dirham Untuk penduduk Hajar dan Ubud Untuk istri perang Qodisiyah dan Yarmuk Untuk remaja yang ikut serta dalam berbagai pertempuran
Sumber: Ibrahim Fuad dalam Muhammad Sholahuddin

Catatan: Umar bin Khattab tidak memasukkan empat orang dalam pembagian diatas yakni: Hasan bin Husein bin Ali karena termasuk kerabat, Abu Dzar Al-Gifari termasuk pembesar para sahabat serta Salman al- Farizi dimana beliau telah melewati ujian yang berat untuk mempertahankan Islam pada perang Khandaq dan beliau mendapatkan penghargaan atas inisiatif strtaegi penggalian parit saat perang. Terakhir, Umar sendiri mendapatkan tunjangan dari baitul mal sebesar 16.000 dirham suatu jumlah yang wajar mengingat kedudukannya sebagai khalifah. Meskipun begitu Umar sangat sering memberi bantuan uang secara pribadi kepada pihak yang membutuhkannya.

Pada masa khalifah Usman bin Affan, menurut Yatim (dalam Sholahuddin) dinyatakan bahwa Usman berhasil memperluas wilayah hingga ke Armenia, Tunisia, Siprus, Rhodesia, Transoxsania, Tabaristan dan sebagian Persia. Kemudian Usman memerintahkan membuat banyak jalan serta bisnis 238 saluran air guna meningkatkan hasil pertanian dan perdagangan. Untuk mengamankan jalur

dibentuklah kepolisian secara permanen. Selain itu khalifah Usman juga membangun armada kelautan yang tangguh di wilayah Mediterania serta membangun yang banyak pelabuhan. Selanjutnya pendapatan tradisi dan miskin

Khalifah juga membagikan tanah untuk direklamasi hasilnya dapat meningkatkan Usman juga makan bagi fakir negara. mengenalkan

mendistribusikan

musafir (orang yang bebergian) di masjid. Pada masa kekhalifahan Ali bin Abi Thalib pembagian harta disempurnakan lagi hingga menuju keadilan yang lebih baik. Secara pribadi kehidupan Ali sebagaimana para khalifah pendahulu adalah sederhana karena sebagian harta dari baitul mall yang menjadi hak penuh masih juga dibagikan kepada banyak pihak yang memerlukan. Begitulah pada masa pemerintahan khulafa ar-Rasyidun, baitul mal berfungsi sebagai harta kekayaan memiliki rakyat hak dimana setiap dan warga negara yang sama proporsional

terhadapnya. Ciri lain semasa pemerintahan khulafa ar-Rasyidun adalah adalah diterapkannya sistem pemerintahan demokratis. Para khalifah senantiasa didampingi dewan penasihat yang terdiri atas para pemuka agama. Kebijakan yang penting selalu melalui musyawarah secara terbuka bahkan rakyat mendapat kesempatan menyampaikan 239 pertimbangan dalam pemerintahan.69

Jejak Ekonomi Kekhalifahan Umayyah Muawiyah Iliya (Yerusalem) dinobatkan sebagai khalifah pada tahun 660 ibukota . di

Dengan kerajaan

penobatannya itu ibukota proivinsi Suriah yakni Damaskus berubah menjadi Islam.70 Selanjutnya sebagaimana yang dikisahkan oleh Muhammad Sholahuddin dalam bukunya World Economic Revolution with Muhammad , pada jaman Muawiyah Ibnu Abu Sura (661-680), Tunisia berhasil ditaklukkan. Disebelah timur yakni daerah Khurasan kemudian sungai Oxus hingga Afganistan ada dalam kekuasaan Muawiyah. Namun demikian pengertian ekspansi dalam dalam sejarah Islam berbeda dengan ekspansi pada umumnya. Ekspansi oleh suatu kaum atau negara pada umumnya adalah dalam rangka memenuhi nafsu kekuasaan semata. Dalam dunia Islam suatu ekspansi daerah diganti dari dengan untuk pembebasan memerdekakan prakteknya cepat. Muawiyah adalah penguasa Islam pertama yang menggantikan sistem demokratis menjadi 240 “terpaksa” dilakukan

penindasan alhasil

penguasa yang zalim sedemikian sehingga dalam rakyat setempat membantu, pembebasan tersebut kebanyakan berhasil dengan

sistem monarki (kerajaan). Suatu saat Muawiyah berpidato dengan menyatakan dirinya adalah raja Islam yang pertama dan menunjuk Yazid sebagai putera mahkota.71 Dari aspek karakter para sejarawan menilai Muawiyah bertipe keras bahkan kadang “cukup” kejam selain itu juga licik.72 Namun begitu pada masa pemerintahannya perdagangan dan industri berkembang baik sehingga hampir semua rakyat yang ada dalam wilayah kekuasaannya hidup makmur sejahtera. Naiknya Yazid sebagi pengganti Muawiyah dengan meninggalkan prinsip musyawarah-mufakat, maka tidak heran selama pemerintahannya cukup banyak terjadi pembrontakan dari kalangan internal Islam. Salah satu peristiwa besar yang terjadi dalam masa ini adalah terbunuhnya Imam Husein (cucu Rasulullah) berserta sebagian besar keluarganya di desa Karbala (sehingga disebut peristiwa Karbala). Targedi ini secara serius dinilai telah melemahkan persatuan umat Islam pada umumnya. Setelah melalui beberapa pergantian

kekuasaan , suksesi kekhalifahan yang jatuh ke AlWalid Ibnu Abdul Malik. Yang sangat mencolok pada era Masa pemerintahan Al-Walid yang berjalan kurang lebih sepuluh tahun ini adalah terciptanya kententeraman, kemakmuran serta ketertiban. 241 Namun demikian perluasan wilayah tetap dijalankan.

Pada masa pemerintahannya yang berjalan kurang lebih sepuluh tahun (705-715), itu tercatat suatu ekspedisi militer dari Afrika Utara menuju wilayah barat daya, benua Eropa. Dibawah komando pasukan Thariq bin Ziyad Aljazair dan Maroko ditaklukkan , kemudian pasukan menyebaerangi selat lalu mendarat di suatu tempat yang sekarang dikenal dengan nama Gibraltar. Sasaran berikutnya adalah Spanyol dan akhirnya dapat dikuasai pula. Setelah Kordova dapat direbut, menyusul kota-kota lain seperti Sevilla, Elvira dan Toledo. Selanjutnya pada era kekuasaan Umar bin Abdul Aziz, ekspansi tentara Islam dilanjutkan ke Perancis melalui pegunungan Piranee. Pasukan tempur dikomandani Abdurrahman Ibnu Abdullah Al-Gahfiqi. Bordeux dan Piotiers diserbu dan berhasil dikuasai. Sasaran berikutnya adalah Tours. Tetapi dalam peperangan ini justru al-Ghafiqi terbunuh yang berakibat moral tentaranya merosot dan akhirnya mundur kembali ke Spanyol. Pada jaman Bani Umayyah pulau-pulau yang ada di Laut Tengah (Mediterania) juga berhasil dikuasai.73 Betapapun perluasan wilayah secara kontinyu dilakukan, namun aspek pembangunan ekonomi dan ilmu pengetahuan sejatinya berjalan beriringan. Sebagaimana yang dinukil oleh Sholahuddin bahwa Ibnu Abdil Hakam dalam bukunya Sirah Umar bin 242

Abdul Aziz meriwayatkan Yahya bin Said yang adalah petugas zakat masa itu, “Saya pernah diutus Umar bin Abdul Aziz untuk memungut zakat ke Afrika. Setelah memungutnya saya bermaksud memberikannya kepada orang-orang miskin, namun saya tidak menjumpai seorangpun. Umar bin Abdul Aziz telah menjadikan semua rakyatnya pada waktu itu berkecukupan. Akhirnya saya memutuskan untuk membeli budak dan memerdekakannya. “74 Dalam kenyataanya, kemakmuran ekonomi dan kemajuan ilmu pengetahuan tidak hanya terjadi di wilayah tertentu saja melainkan merata di segenap penjuru yang ada dalam wilayah khalifah Islam. Pada masa pemerintahan Umar bin Abdul Aziz konsolidasi kecakapan, kekerabatan internal bukan atau dilakukan berdasar gologan.75 dengan didasarkan pada Terkait baik. pada ikatan dengan Pengangkatan pejabat-pejabat

kesejahteraan dan kemakmuran warga masyarakat selama pemerintahannya, dikisahkan bahwa suatu ketika Khalifah Umar bin Abdul Aziz yang dikenal tegas namun lembut ini mengirim semacam surat perintah kerja kepada gubernur Irak yakni Hamid bin Abdurrahman untuk membayar semua gaji dan hak rutin pegawai pemerintahan di wilayah itu. Abdul Hamid kemudian membalas, “ Saya sudah membayar semua gaji dan hak mereka, namun di 243

baitul mal masih terdapat banyak uang.” Umar kemudian mengirim surat lagi yang berbunyi, “Carilah orang yang dililit hutang tetapi tidak boros. Berilah dia uang untuk melunasi hutangnya.”Abu Hamid kembali membalas surat Umar, “Saya sudah membayar semua hutang mereka, tetapi di baitul mal masih banyak uang.” Umar kembali memerintahkan, “Kalau ada orang lajang yang tidak memiliki harta lalu dia ingin menikah, nikahkan dia lalu bayar maharnya.” Abdul Hamid kembali membalas, “ Saya sudah menikahkan semua yang ingin nikah, tetapi di baitul mal ternyata masih juga banyak uang.”76 Sementara mengirim “Semua surat rakyat itu hidup gubenur Umar sejahtera berkata, Basra bin sampai pernah Aziz, saya

kepada

Abdul

khawatir mereka akan menjadi takabur”. Umar dalam surat balasannya “Ketika Allah memasukkan calon penghuni surga kedalam surga dan calon penghuni neraka kedalam neraka, Allah Azza wa Jalla merasa ridha kepada penghuni surga karena mereka berkata ’Segala puji bagi Allah yang telah memenuhi janji-Nya...’ (QS 39 az-Zumar: 74) maka suruhlah orang yang menjumpaimu untuk memuja Alllah SWT.”75 betapa Ilustrasi perekonomian diatas kalau menggambarkan

diatata dengan baik serta tidak terjadi parktek 244

korupsi, kolusi dan nepotisme maka kesejahteraan benar-brnar dapat dinikmati rakyat. Beda halnya bila meskipun kerena kekayaan kekayaan nir-kelola negara negara melimpah, namun maka itu (mismanagement) tersebut. Selain

kesejahteraan rakyat tidak akan terkena imbas dari daripada adanya keteladanan dari orang nomor satu juga menjadi kunci keberhasilan pemerintahan suatu negara sebagaimana contoh berikut. Dikisahkan bahwa meski rakyatnya begitu sejahtera namun seperti halnya Khalifah Umar bin Abdul tetap hidup sederhana sebagaimana kakeknya(Umar bin Khattab), jujur dan Zuhud. Bahkan sejak menerima estafet kekhalifahan Umar telah memberikan contoh akan arti kejujuran dan kesederhanaan. Umar memulainya dari dirinya sendiri dengan menjual semua kekayaannya senilai 23.000 dinar (sekitar 12 milyar) yang kemudian diserahakan ke baitul mal. Berikutnya ia baru mencabut yang semua tanah dengan bani garapan jalan dan hak-hak dan istimewa Bani Umayyah serta kekayaan lainnya diperoleh Islam, kekerasan juga penyalahgunaan kekuasaan.78 Disamping ekspansi kekuasaan Sistem benahi, Umayyah banyak di berjasa dalam pembangunan di berbagai bidang. adminsitrasi jabatan pemerintahan berhasil hakim dilembagakan secara 245

profesional.,

mencetak

uang

sendiri

dengan

memakai kata-kata dan tulisan Arab. Panti-panti bagi orang cacat juga dibangun dengan pegawai yang digaji secara tetap oleh negara. Infrastruktur berupa produksi sehingga jalan-jalan besar yang menghubungkan dihidupakan berkembang.79 wilayah satu dengan lainnya dibangun, unit-unit digiatkan, perdagangan pasar-pasar menjadi

Kejayaan Bani Ummayah akhirnya runtuh oleh berbagai sebab diantaranya perilaku pemimpin yang tidak baik, persaingan antar suku, tidak adanya aturan baku dalam seksesi kepemimpinan dan lainlain.80 Jejak Ekonomi Kekhalifahan Bani Abbasiyah Kekuasaan Khilafah Abbasiyah, merupakan kaum penerima tongkat estafet pasca kekhalifahan Bani Umayyah (meskipun kekuasaan). lebih tepat disebut penggulingan Dinasti Abbasiyah

didirikan oleh Abdullah Ash-Saffah ibnu Muhammad ibnu Ali ibnu Abdullah ibnu Al-Abbas. Kekuasaan kehalifahan Abbasiyah berlangsung lebih dari lima abad yakni mulai tahun 750 hingga 1258 M. Pada saat dinasti ini berkuasa, terjadi perubahan politik, sosial, dan budaya. Dinasti ini berupaya menyatukan antara ras Arab dan non-Arab. Berdasarkan perubahan pola pemerintahan dan politik itu, para

246

sejarawan biasanya membagi masa pemerintahan Bani Abbasiyah menjadi lima periode.81
1. Periode pertama (132 H/750 M – 232 H/847 M), disebut pertama. 2. Periode kedua (232 H/847 M – 334 11/945 M), disebut periode pengaruh Turki pertama. 3. Periode ketiga (334 H/945 M – 447 H/1055 M), masa kekuasaan Dinasti Bani Buwaih dalam ini pemerintahan khilafah Abbasiyah. Periode periode pengaruh Arab dan Persia

disebut juga masa pengaruh Persia kedua.

4. Periode keempat (447 H/1055 M – 590 H/1194 M),
masa kekuasaan Daulah Bani Seljuk dalam pemerintahan (di bawah Khilafah kendali) Abbasiyah; biasanya Seljuk

disebut juga dengan masa pengaruh Turki kedua kesultanan Bani (Salajiqah al-Kubra/Seljuk Agung).

5. Periode kelima (590 H/1194 M – 656 H/1258 M),
masa khalifah bebas dari pengaruh dinasti lain, tetapi kekuasaannya hanya efektif di sekitar kota Baghdad.

Periode

pertama

pemerintahan

Bani

Abbasiyah merupakan masa kejayaannya. Secara realitas, para khalifah betul-betul merupakan tokoh yang kuat dan menjadi pusat kekuasaan politik dan agama sekaligus. Selain daripada itu, kemakmuran masyarakat mencapai tingkat tertinggi. Periode ini juga berhasil meletakkan landasan bagi

247

perkembangan sesudahnya.82

ilmu

pengetahuan

dalam

Islam

Masa pemerintahan Abu al-Abbas, pendiri dinasti ini sangat singkat, yaitu dari tahun 750-754 M. Pada mulanya ibu kota negara adalah alHasyimiyah, dekat Kufah. Namun, untuk lebih memantapkan dan menjaga stabilitas nagara yang baru berdiri itu, Al-Manshur (775 M – 775 M) memindahkan ibu kota negara ke kota yang baru dibangunnya, Baghdad, dekat bekas ibu kota Persia, Clesiphon, tahun 762 M. Dengan demikian, pusat pemerintahan dinasti Bani Abbas berada di tengahtengah bangsa Persia. Di ibu kota yang baru ini, alManshur melakukan pemerintahannya. personil untuk pemerintahannya. konsolidasi dan penertiban Dia Di mengangkat jabatan sejumlah dilembaga dia

menduduki bidang

pemerintahan,

menciptakan tradisi baru dengan mengangkat wazir sebagai koordinator departemen. Wazir pertama yang diangkat adalah Khalid bin Barmak, berasal dari Balkh, Persia. Dia juga membentuk lembaga protokol negara, sekretaris negara, dan kepolisian negara di samping membenahi angkatan bersenjata. Pada masa al-Mahdi perekonomian mulai meningkat dengan peningkatan di sektor pertanian melalui irigasi dan peningkatan hasil pertambangan seperti perak, emas, tembaga, dan besi. Terkecuali itu, 248

dagang transit antara Timur dan Barat juga banyak membawa kekayaan. Basrah menjadi pelabuhan yang penting.83 Kekuasaan dinasti Abbasiyah yang demikian luas dan tingkat peradaban yang tinggi itu dicapai dengan melibatkan jaringan perdagangan internasional. Para pedagang paling awal adalah orang Kristen dan Yahudi dan pengikiut Zoroaster, tapi kemudian digantikan oleh orang Arab Islam yang lebih suka berdagang seperti daripada Baghdad, bertani. Basrah, Pelabuhan-pelabuhan

Siraf, Kairo dan Iskandariyah segera berkembang menjadi pusat-pusat perdagangan darat laut yang aktif. Disebelah timur, para pedagang Islam telah menjelajah hingga ke Cina. Hal yang sama sebenarnya telah dilakukan para pedagang masa Dinasti Abbasiyah khususnya khalifah al-Manshur sekitar tahun 760. India dan Cina. Sumber Arab menyinggung tentang hubungan maritim Arab dan Persia dengan Yang menjadi tulang punggung perdagangan ini adalah sutera, yang merupakan kontribusi terbesar orang Cina pada dunia Barat dan biasanya menyusuri jalur perdangan yang Turkistan Cina. Barang dangangan disebut dan biasanya “jalan sutera’, yang menyusuri Samarkand

diangkut secara estafet, hanya sedikit kafilah yang menempuh sendiri perjalanan sejauh itu. Hubungan 249

diplomatik dengan Cina sebelum orang Arab terjun ke dunia perdagangan. diriwayatkan bahwa Sa’d ibn Abi Waqqash, menjadi duta yang dikirim Nabi Muhammad saw ke Cina. Konon makam Sa’d masih bisa ditemukan di Kanton. Pada abad 8 telah dilakukan pertukaran duta. Dalam catatan Cina abad itu, kata amir al-mu’minin diucapkan dengan hanmi mo mo ni, Abu al-Abbas khalifah Dinasti Abbasiyah pertama diucapkan dengan A bo lo ba sedangkan Harun diucapkan A lun. Pada masa khalifah-2 itu terdapat sejumlah orang Islam yang menetap ke Cina. Pada mulanya orang Islam itu dikenal dengan sebutan Ta syih
84

kemudian

Hui

Hui

(pengikut

Muhammad).

Kejayaan kekhalifahan Abbasiyah mencapai puncaknya pada jaman Harun ar-Rasyid (786 – 809 M) dan puteranya Al-Ma’mun (813 – 833 M). Harun ar-Rasyid banyak membangun rumah sakit, mendirikan lembaga pendidikan dokter dan obatobatan (farmasi). Menurut berbagi sumber, pada waktu itu terdapat paling tidak sekitar 800 dokter. Selain daripada itu kesejahteraan, sosial, kesehatan, pendidikan, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan serta kesusasteraan berkembang dengan sangat baik. Al-Ma’mun, pengganti masa ar-Rasyid, dikenal sebagai khalifah yang sangat cinta kepada ilmu pengetahuan. Pada pemerintahannya, 250

penerjemahan buku-buku asing digalakkan dengan mengerahkan penerjemah-penerjemah dari golongan Kristen dan penganut agama lain. Al-maun juga banyak mendirikan sekolah, salah satu karya besarnya yang terpenting adalah pembangunan Baitul-Hikmah, sebuah perguruan tinggi dengan perpustakaan yang besar. Pada masa al-Ma’mun inilah Baghdad mulai menjadi pusat kebudayaan dan ilmu pengetahuan.85 Maraknya perdagangan lintas negara tersebut hanya bisa didukung oleh pengembangan industri dan pertanian yang sepadan. Industri kerajinan menjamur di berbagai pelosok wilayah. Daerah Asia Barat menjadi pusat industri karpet, sutera, kapas, kain wol, satin, brokat, sofa kain pembungkus bantal serta perlengkapan dapur dan rumah tangga. Kufah memproduksi kain penutup kepala (kufiyah) dari sutera atau separuh sutera yang digunakan hingga sekarang. Kemudian kaca diproduksi di Sidon, Tyre dan kota-kota di Suriah dan terkenal kejernihan dan ketipisannya. Industri penting lain adalah kertas tulis yang diperkenalkan dari Cina ke Samarkand dengan kualitas yang tidak tertandingi. Sebelum akhir abad 8 Baghdad telah memiliki pabrik kertas diikuti oleh Mesir tahun 900, Maroko tahun 1100, juga mengalami kejayaannya. Mutiara, Andalusia zamrud, 251 (Spanyol) tahun 1150. Seni mengolah perhiasan

safir, rubi, emerald dan permata sangat disukai para bangsawan. dan perak Sumber berasal tambang dari utama yang yang juga memungkinkan tumbuhnya industri perhiasan emas Khurasan, menghasilkan marmer dan air raksa. Selain itu bidang pertanian juga tumbuh pesat kerena pusat pemerintahan berada di daerah yang amat subur, di tepian sungai Sawad. Saluran irigasi dibuka bersamaan dengan memfungsikan kembali saluran irigasi lama hinga menyuburkan tanaman asli Irak yakni gandum, padi, kurma, wijen, kapas dan rami. Berbagai jenis buah dan sayuran, kacang, jeruk, terung, tebu, bunga mawar dan violet juga tumbuh subur. Bunga juga dibudidayakan secara masal di perkebunan. lain.86 Gambaran lain kemakmuran pada masa Ini mendorong tumbuhnya pabrik parfum di Damaskus, Syaraz, Jur dan kota-kota

Abbasiyah, Philip K. Hitti menyatakan bahwa alMansur membangun Baghdad mulai tahun 762 M menurut as-Suyuthi tahun 141 H selama 4 tahun dengan menggunakan tenaga lebih dari 100.000 orang baik insinyur, arsitek, pekerja ahli hingga pekerja biasa dan menghabiskan total biaya 4.883.000 dirham. Menurut M. Kurdi Ali, al-Mansur juga membangun sejumlah jembatan, kanal dan berbagai bendungan, tersebar merata di wilayah 252

Khilafah. Meski pembangunan begitu gencar, saat al-Mansur meninggal (159 H/ 775 M ) keuangan negara masih surplus sebesar 600 juta dirham (1 dirham= 2,975 gram perak atau sekitar Rp.150.000,-) dan 14 juta dinar (1 dinar = 4,25 gram emas atau sekitar Rp.850.000,-). Saat Harun arRasyid meninggal (194 H/809 M), di kas ada 900 juta dinar. Saat al-Muktafi meninggal (296 H/908 M), kas negara surplus 100 juta dinar. Dari sisi pemasukan negara, Ibn Khaldun mencatat pada masa al-Ma’mun sebesar 332 juta dirham; Ibn Qudamah mencatat, pada masa al-Mu’tashim sebesar 388,3 juta dirham setahun. Pada masa inilah dibangun kota Samara, singkatan dari sarra man ra’a (memuaskan mata orang yang memandangnya). abad ke-3 H Adapun 299,3 Ibn juta Khurdazbeh mencatat, pemasukan negara pada pertengahan dirham.87 sebesar

Penyebab Keruntuhan Jaman Keemasan Islam kalsik Jaman embrionya kemudian pelan-pelan keemasan ditanamkan berpuncak surut peradaban oleh abad Islam ke 8 yang yang hingga ini 253

Rasulullah

pada

pertengahan abad ke 13, hingga

sayangnya kemudian sekarang. Saat

sumbangan

umat

muslim

terhadap

ilmu

pengetahuan sangat minim. Penemuan bidang sains dan teknologi selama ratusan tahun belakangan ini didominasi oleh bangsa Barat dengan menyebut pengecualian untuk Jepang. Hadiah Nobel yang bidang iptek setiap tahun diberikan dan sudah berlangsung puluhan tahun hanya ada dua nama yang mewakili kaum muslimin yakni Abdussalam (bidang Fisika) dari Pakistan dan Muhammad Yunus (bidang Perdamaian). Yang disebut pertamapun dikalangan umat muslim sendiri masih kontroversi dikarenakan dia penganut Ahamadiyah di Pakistan. Yang kedua yakni Muhammad Yunus dari tahun Bangladesh, penerima Nobel Perdamaian

2006 walau sebenarnya bidang yang dia tekuni adalah perekonomian (ada penjelasan tersendiri dibawah tentang “sepak terjang” Yunus memberdayakan kaum miskin untuk dapat diambil pelajaran). Selain itu mayoritas hadiah Nobel hampir jatuh ke ilmuwan dari Amerika dan Eropa, sesekali nyelip orang Jepang. Ada beberapa sebab utama yang menjadikan mundurnya keemasannya. teknologi peradaban Menurut Islam Islam Fazlur pasca Rahman jaman (dalam

Syamsul Ma’arif ) keruntuhan abad sains dan dalam utamanya dikarenakan pandangan bahwa hidup ini singkat sedangkan ilmu 254

pengetahuan dan teknologi itu luas maka perlu adanya “jalan pintas menuju sorga” yang kemudian diberikan kepada ilmu-ilmu agama. Ilmu agama dianggap merupakan kunci kejayaan hidup di akhirat. Berbarengan dengan itu ilmu pengetahuan mulai dipilah-pilah menjadi ilmu pengetahuan umum dan ilmu pengetahuan agama dimana beberapa generasi sebelumnya tidak melakukannya. Alasan lain adalah berkembangnya mistisisme dan sufisme yang merupakan reaksi atas intelektualisme, akibatnya banyak dan ulama Islam terjun kedunia sufisme dan mementingkan urusan akhirat dengan meninggalkan urusan dunia. Selanjutnya sebab lain adalah faktor ekonomi sebagai imbas dikotomi ilmu dimana ilmuwan-ulmuwan agama mendapat peluang pekerjaan melibihi ilmuwan non-agama.88 Keruntuhan sians dan teknologi di dunia Islam tersebut ditangisi oleh banyak pihak, karena secara keseluruhan perlambatan. transfer ilmu peradaban dunia mengalami Menurut beberapa pakar, andaikata pengetahuan berjalan mulus

kejayaan Islam klasik tidak sempat runtuh sehingga diperkirakan peradaban manusia dewasa ini sudah mencapai taraf antar galaksi !

Belajar Dari Negara Lain 255

Ada Jamaluddin

pendapat al-Afghani

yang dan

cukup

mengejutkan Abduh

datang dari dua pakar agama Islam yakni syeikh Muhammad mengenai peradaban Barat dan Timur (baca: Islam). Mereka yang berkarya pada kurun waktu hampir bersamaan sekitar 80 tahun lalu, berpendapat Islam yang dilakoni selama berabad-abad pasca jaman keemasan hingga sekarang, telah jauh dari pelita AlQur’an. Meskipun pendapat mereka yang banyak dituangkan melalui tafsir al-Manar adalah puluhan tahun yang lalu, namun rasanya pendapat tersebut masih relevan sejauh belum ada perubahan peradaban Islam di masa datang yang sehebat jaman keemasan Islam klasik. Kedua pakar diatas membedakan antara

Islam sebagai akidah keagamaan dan Islam sebagai gerakan sejarah. Keduanya beranggapan bahwa Islam sebagai akidah keagamaan diserap dari AlQur’an dan dijelaskan oleh Rasulullah saw. Itulah Islam yang dipraktekkan oleh kaum muslimin generasi awal hingga jaman keemasan. Sementara itu Islam sebagai gerakan sejarah adalah peristiwaperistiwa kemasyarakatan yang digumuli kaum muslimin dalam lingkup kesejarahan. Islam gaya inilah yang dipraktekkan pasca jaman keemasan Islam klasik hingga sekarang. Islam ala Al-Qur’an adalah bukan Islam yang dijalani kaum muslimin 256

saat ini.89 Keduanya berpendapat secara lugas bahwa justru Barat sekarang yang lebih dekat dengan Islam. Umat muslim saat ini memang secara akidah memeluk Islam, kemudian dalam beribadah (ritual) rata-rata maraknya juga tekun terbukti dengan semakin pengajian, ramainya masjid-masjid

terutama saat shalat Magrib dan Isya. Kemudian saat bulan puasa gairah ibadah ritual semakin masif dengan tadarus Al-Qur’an dan banyak menjalankan shalat sunah. Namun itu baru sebagian, bagaimana dengan muslimin ibadah muamalah ? Bagaimana telah kaum saling apakah benar-benar

membantu dalam membangun perekonomian umat? Apakah para pengusaha telah sungguh-sungguh memikirkan kesejahteraan karyawannya selain meningkatkan profit bisnisnya? Apakah pendidikan sudah pro rakyat kecil? Bagaimana mungkin bagi rakyat jelata dapat menempuh pendidikan perguruan tinggi dengan biaya belasan, puluhan bahkan ratusan juta rupiah? Apakah kalau kita makan durian yang baunya menyebar kemanamana kemudian ingat akan tetangga yang belum tentu dapat makan nasi hari ini ? Apakah seseorang yang tinggal di rumah atau apartemen mewah dengan harga ratusan juta bahkan milyaran rupiah

257

sering merenung bagaimana kaum dhuafa menjalani hidup dengan bermukim dikolong jembatan ? Begitulah wajah bopeng realitas “kesalehan sosial” yang banyak ditinggalkan umat muslim. Orang kaya tidak merasa ikut bertanggung jawab atas kemiskinan miskin disekitarnya. Sementara dalam masyarakat dininabobokkan

“kesalehan ritual” yang berlebihan sehingga mereka merasa “tidak ada yang salah” dengan kemiskinan, bahkan memandang dalam jawab negatif kepemilikan harta benda. Sekali lagi para da’i dan ulama, khususnya responden bertanggung studi akan kasus, hal sesungguhnya ini, mengingat

begitulah kebanyakan dakwah atau ceramah yang mereka sampaikan jarang menyinggung aktivitas muamalah Muhammad Rasyid Ridha (dalam Ahmad
90

Khalafallah) mencoba menakwilkan ayat berikut.

                                                   

258

  

   

Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan. Katakanlah: "Siapakah yang mengharamkan perhiasan dari Allah yang Telah dikeluarkan-Nya untuk hamba-hamba-Nya dan (siapa pulakah yang mengharamkan) rezki yang baik?" Katakanlah: "Semuanya itu (disediakan) bagi orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia, khusus (untuk mereka saja) di hari kiamat." itu bagi Demikianlah orang-orang kami yang menjelaskan mengetahui.” ayat-ayat

Ayat ini memaparkan tingkatan kebutuhan yang wajib dipenuhi dalam kehidupan masyarakat. 1. Penggunaan bentuk perintah (amr) kewajiban mengenakan perhiasan untuk ibadah bagi setiap orang yang hendak ke masjid dengan maksud agar saat menghadap dan menyemabah Allah manusia dalam keadaan yang terindah. Tentu saja bagaimana bentuk perhiasan dan berapa banyak yang dipakai disesuaikan dengan kepatutan setempat. 2. Perintah berhias jika pergi ke masjid baik

merupakan

pangkal

setiap

kerapian

dalam aktivitas ibadah ritual maupun aktivitas kemasyarakatan (ibadah muamalah). Jika saja 259

agama

Islam

tidak

menjadikan

berhias

sebagai syariat Allah yang diwajibkan atas hamab-Nya tentu banyak sekali umat dan suku yang tidak beranyak dari kehidupan primitif menuju peradaban yang lebih tinggi. 3. Sifat mencintai perhiasan dan rezki yang baik merupakan pekerjaannya. ke arah alasan mengapa jenis Bilamana manusia pekerjaan manusia secara untuk cenderung memeprluas jenis dan wilayah Berbagai mereka kreasikan yang memberikan peluang kemakmuran. hanya apa yang tidakm mengolah atau melakukan rekayasa, melainkan alamiah mengandalkan ditumbuhkan

kelangsungan hidupnya, tentu tidak akan lahir bermacam seni, ilmu dan amal. 4. Mencintai perhiasan merupakan sebab

lahirnya kemakmuran sekaligus menunjukkan kesiapan pemahaman manusia atas ayat-ayat Allah yang ada Yang secara di alam semesta (ayat adalah kauniyah). tercurah perlu diwaspadai

ketika kecintaan terhadap perhiasan tersebut berlebihan sehingga menjadikannya lupa diri akan nikmat yang telah diberikan juga kewajiban menjalankan ibadah. 260

5. Dibandingkan pemahaman akan

dengan

kaum

kafir,

kaum

muslim lebih berhak atas nikmat dengan umat muslim lebih mengerti bagaimana meningkatkan tuntunan

ilmu, kesenian dan produksi.

Melihat tafsir al-Mannar diatas terlihat bahwa kepemilikan harta benda dalam Islam adalah baik dan halal sejauh mendapatkannya juga dengan cara yang tidak merugikan pihak lain. Oleh karenanya tidak pada tempatnya ada da’i yang “melarang” umatnya untuk kaya gara-gara mempunyai pemahaman ‘kekayaan tidak dibawa saat mati’ bahkan dapat menjauhkan dari beribadah kepada Allah. Sementara itu terdapat ungkapan menarik yakni ‘Barat maju karena meninggalkan agamanya, Islam mundur oleh sebab yang sama’. Penelitian yang dilakukan oleh banyak ahli menyimpulkan bahwa majunya Barat (Eropa dan Amerika) tidak ada kaitannya dengan “perintah” agamanya. Tidak ada hubungan ajaran agama mereka dengan kemajuan ekonomi dan iptek negaranya. Hal yang mirip sebenarnya terjadi pada analisis beberapa pakara yang mengaitkan kemajuan peradaban dengan ajaran agama. Kemajuan yang pesat teknologi

bangsa Jepang, Korea, Cina dikaitkan dengan agama mayotitas setempat yang non- Islam. Sedangkan 261

negara-negara

yang

mayoritas

beragama

Islam

(negara-negara di Timur Tengah, sebagaian Asia Tenggara, sebagaian besar Afrika) hampir tidak berperan apa-apa dalam kemajuan sains dan teknologi setidaknya selama ratusan tahun terakhir. Padahal Islam mengajarkan sebaliknya yakni sangat mendorong pengetahuan umatnya dan untuk menguasai Jadi umat ilmu Islam teknologi.

semestinya bertanggung jawab akan hal ini ! Ajaran yang dibawa Nabi Muhammad saw telah melahirkan ulama dan ilmuwan besar dalam peradaban umat manusia di jaman keemasan Islam klasik. Kini justru negara-negara Barat yang mengadopsi dan mengembangkan sains dan teknologi hingga dan meninggalkan dunia Islam dibelakangnya. Menurut Muhammad Solikhin, ketertinggalan intelektualitas disebabkan penyempitan agama”. umat oleh konsep Islam tiga ilmu pasca dari keemasannya Pertama, ilmu dari “semua ijma’ perkara:

pengetahuan” menjadi hanya “ilmu pengetahuan Kedua, perubahan konsep konsensus masyarakat” menjadi “konsensus orang berilmu” yaitu konsensus ulama itu sendiri. Ketiga, penutupan pintu ijtihad dan memilih taklid buta (mengikuti secara membabi buta).91 Setelah melihat jejak ekonomi sejak jaman Rasulullah hingga kekhalifahan, ada baiknya dilihat 262

juga bagaimana negara-negara modern mengelola negaranya sedemikian sehingga bangsa Indonesia dapat mengambil sisi positifnya. Uni Emirat Arab Di Jazirah Arab, Dubai , ibukota Uni Emirat

Arab berkembang menjadi tujuan bisnis dan wisata tidak hanya bagi orang-orang Arab namun juga warga belahan dunia lain.
Pulau buatan menyerupai pohon palem di Dubai

Sumber: farrasoct

Pulau Palm

Infra struktur di Pulau Palm

263

Sumber: thephoenix network

Sumber: designbuild-

Iran Iran lain lagi ceritanya. Menurut survei yang dilansir suatu lembaga di Eropa, Iran kini (tahun 2010) termasuk negara yang percepatan pertumbuhan ipteknya paling tinggi di dunia ! (bedakan antara percepatan dengan kecepatan) . Ini melegakan. Betapa tidak negera yang selama puluhan tahun sejak Revolusi Iran selalu mendapat tekanan dari Amerika dan sekutunya, ipteknya masih dapat tumbuh dengan sangat baik. Embargo ekonomi dari Amerika hanya berbepengaruh sedikit, sekarangpun tahun 2010 Iran dibayang-bayangi sangsi yang juga atas prakarsa Amerkia melalui PBB. Namun mereka tidak gentar. Iran tengah mengembangkan teknologi nuklir untuk pasokan listrik. Teknologoi robot buatan Iran termasuk terunggul di dunia. Kemajuan Iran dibidang iptek ini rupanya menjadikan Amerika dan kroninya “tidak sepaham” (baca : takut). Dengan iptek yang maju tentu akan menjadikan bangsa tersebut unggul dan mandiri, ini sepertinya tidak dikehendaki Barat. Saat ini Iran siap mengoperasikan reaktor nuklir untuk pasokan listriknya. Bayangkan, Iran yang produksi dan cadangan minyaknya jauh diatas Indonesia 264

getol sekali memperjuangkan PLTN (pusat listrik tenaga nuklir) sedangkan Indonesia yang pasokan listriknya “pas-pasan” malah ragu-ragu membuat PLTN. Reaktor nuklir generasi sekarang jauh lebih aman dibanding generasi tahun70-80’an. Reaktor Chernobyl milik Uni Soviet (sekarang di wilayah Ukraina) yang pernah bocor di tahun 1986 itu jenis reaktor lama yang safety-nya belum sebaik raektor generasi sekarang. Reaktor Fukushima di Jepang yang meledak sebenarnya dirancang tahan gempa namun tidak tahan terhadap gelombang sunami. Kedeapan reaktor nuklir sebaiknya jauh dari pantai agar aman terhadap sunami. Selain daripada itu PLTN bersifat ramah lingkungan (tidak menghasilkan gas rumah kaca). Adapun mengenai limbah nuklirnya sekarang ada teknologi daur ulangnya. Listrik yang dihasilkan PLTN akan lebih murah dibanding pengganti sekarang. PLTN Sebelum ada teknologi arti yang sepadan dalam

kemampuan memasok tenaga listrik dalam jumlah besar, maka keberadaan PLTN adalah keniscayaan. Masyarakat perlu tahu, tugas pemerintah adalah mensosialisasikan dengan baik.

Malaysia

265

Bagaimana dengan Malaysia ? Sebenarnya ada keengganan membahas Malaysia mengingat perilaku mereka yang cenderung arogan hanya karena sementara ini unggul dibidang ekonomi dibanding Indonesia (ini seperti perilaku OKB,
Superblok menara kembar Petronas

Sumber: fi.edu

Orang Kaya Baru). Mereka kurang menyadari bahwa sesama negara yang mayoritas penduduknya konteks upaya muslim seharusnya berlaku sebagai saudara yang saling manyayangi. Namun dalam menuju kejayaan Islam kedua sebaiknya masalah “suka-tidak suka” perlu dieliminir untuk kemudian lebih mengedepankan obyektifitas. Negeri Jiran harus diakui ini dalam aspek teknologi dan ekonomi

telah melaju dibandingkan dengan Indonesia. Salah satu contoh bagiamana Petronas ditahun 70-an 266

banyak

belajar

dari

Pertamina, perusahaan

kini

telah

berkembang

menjadi

multinasional

yang disegani (antara lain bertahun-tahun menjadi salah satu sponsor besar di arena balap paling bergengsi di dunia Formula-1 dan Moto GP, selain itu oli produksi Petronas juga dipasarkan di seluruh penjuru dunia, dilain pihak Pertamina baru memulai, meskipun semikian ini patut diapresiasi , better late than never). Proton, mobil produksi nasional Malysia cukup sukses bersaing dan mulai terlihat (akhir berseliweran di beberapa kota di Indonesia. Penulis masih ingat saat dibangku sekolah dasar tahun tahun 60-an , awal tahun 70-an) yang jika istirahat bermain di sekitar sekolahan yang disitu berdiri asrama Malaysia. Ini menandakan bahwa sebelum tahun 80-an praktis dalam aspek pendidikan dan iptek mereka masih tertinggal. Sekarang mereka sudah relatif maju dan mereka tidak lagi mengirim mahasiswanya secara besarbesaran ke Indonesia sebagaimana dulu. Uniknya sekarang justru banyak tenaga pengajar dari Indonesia “membantu” pendidikan dan pengajaran di Malaysia, ada magnet ringgit rupanya ( ini sah saja mengingat penghargaan pemerintah terhadap kaum intelektual di Indonesia masih kurang). Penulis mempunyai teman yang di awal tahun 90-an berangkat mangajar di Malaysia yang rencananya 267

untuk dua tahun, kenyataannya hingga tahun 2010 ini dia masih kerasan di Malaysia ! Selain itu bebarapa negara yang mayoritas penduduknya tidak Islam non-muslim namun juga perlu dipelajari, justru sebab bisa jadi mereka yang secara akidah formal secara muamalah menjalankan syariat-syariat secara islami. Jepang Produk Jepang khususnya mobil, ditahun 70an dikenal berkualitas rendah bila dibanding mobil buatan Amerika dan Eropa. Namun secara perlahan tapi pasti mereka berhasil memperbaiki kualitas mobilnya sehingga di tahun 90-an mereka telah dapat mensejajarkan industri mobil mereka dengan industri mobil Amerika. Sekarang dalam film-film western pemakaian mobil Jepang sudah menjadi kelaziman. Rakyat Jepang mempunyai tradisi kerja keras (dan tentu saja cerdas) sejak dulu. Sebagai bangsa mereka pernah “babak belur” kalah menyakitkan dalam perang dunia II. sempat mengalami penurunan, namun Meskipun mereka
92

dalam perjalanan menuju keunggulan ekonominya cepat bangkit karena sudah memiliki tradisi etos kerja yang baik. Berikut etos kerja bangsa Jepang. 1.Suka bekerja keras 2.Terampil dan ahli di bidangnya 3.Disiplin 268

4.Tekun dan cermat 5.Jujur dan menjunjung tinggi kepercayaan 6.Bertanggung jawab 7.Mengutamakan kerja kelompok 8.Menghargai senioritas 9.Jiwa nasionalisme tinggi Bila melihat etos kerja bangsa Jepang sebagaimana diatas maka dari sisi ibadah muamalah sejatinya amalan mereka begitu islami. Korea Sebagaimana Jepang, orang Korea mempunyai etos kerja yang kurang lebih sama. Barangkali ada kelebihan khusus bagi bangsa Korea yakni mereka tidak mau kalah dari orang Jepang. Sebenarnya ini adalah sikap iri, namun dalam pengertian pikiran positif. Negeri Korea yang dalam yang sejarahnya pernah dijajah oleh Jepang menimbulkan bawah sadar yakni “dendam” berbentuk keinginan mengungguli Jepang dalam

segala bidang. Pengalaman penulis tinggal dan bekerja beberapa bulan di Korea adalah sikap fokus dan bersungguh-sungguh dalam menyelesaikan pekerjaan. Hasilnya adalah dalam industri otomotif mereka mulai menyaingi Jepang. Bahkan kalau diperhatikan saat tayangan pesta sepak bola dunia di Afrika Selatan beberapa waktu lalu, bis yang dipakai semua tim adalah produk bangsa Korea yakni Hyundai. Tidak itu saja, kalau berkesempatan 269

ke tanah suci, disana hampir semua bis yang ada adalah juga buatan Korea. Kemudian contoh bagus dari bangsa Korea Selatan adalah bila dibandingkan dengan saudara mereka yang hidup di wilayah Korea Utara. Dua negara tersebut walau berasal dari bangsa yang sama tapi karena perjalanan sejarah harus terpisah menunjukkan perbedaan tingkat ekonomi yang cukup mencolok. Satu, Korea Selatan merupakan negara yang walau miskin sumber daya alam namun berhasil masuk dalam kategori negara maju. Sebaliknya Korea Utara yang berbeda ideologi dan gaya manajemennya termasuk negara miskin. Keunggulan masih satu-satunya oleh Korea Utara adalah lain. kemampuannya membuat senjata nuklir sehingga “dipandang” negara-negara Pelajaran yang bisa diambil dari kedua bangsa tersebut adalah bahwa kesberhasilan suatu bangsa dalam bidang iptek dan ekonomi (dan mestinya juga bidang-bidang melaksanakan lain termasuk bidang spiritual) sistem tergantung bagaimana pemimpinnya mengelola dan sistem bernegara. Suatu bernegara yang baik akan membawa kebaikan bagi rakyatnya, demikian sebaliknya. Finlandia Finlandia merupakan negara kecil namun makmur dalam lingkup bangsa Skandinavia dengan populasi kurang dari 6 juta jiwa. Basis perekonomian disokong sektor kehutanan, industri 270

terutama dari

industri

telekomunikasi. menguasai

Nokia pasar

merek dunia.

ponsel yang sangat akrab ditelinga adalah produk Finlandia yang Sebenarnya sumber daya alamnya – kecuali hutan – tidak melimpah seperti Indonesia. Namun karena kerja keras dengan mengedepankan riset bidang teknologi mereka akhirnya bisa membawa Finlandia sebagi negara maju. Finlandia mengimpor bahan mentah, energi, dan beberapa komponen barang produksi. ang menarik sebagimana negara-negara Skandinavia, sebuah pada umumnya, Finlandia (welfare adalah satate)93 negara kesejahteraan

sehingga warga negaranya dikenai pajak yang besar, namun sebagai gantinya, mereka menikmati layanan sosial yang baik. Perhatian terhadap kelestarian lingkungan juga jauh lebih baik bila dibanding negara-negera Eropa Barat misalnya. Menurut narasi dalam buku Membongkar Budaya terbitan Kompas, dalam hal penegakan hukum Finlandia selalu menjadi contoh menarik. Angka kriminal hampir nol, begitu pula dengan tindak pidana menekan Finlandia korupsi. angka untuk Negara-negara korupsi studi sering yang hendak ke itu berkunjung Selain

perbandingan.

banyak yang menyatakan bahwa meski sebagai negara kaya, masyarakat Finlandia rata-rata hidup sederhana, punya satu mobil dan dua sepeda dianggap cukup, meskipun bisa saja mereka 271

membeli

banyak

mobil.

Bukankah

praktek

kehidupan seperti itu sangat islami ? India Di pertengahan tahun 90-an penulis pernah bekerja dengan orang-orang India di suatu industri kimia di daerah Cilegon, Banten. Mereka sering bercerita bahwa kondisi Indonesia mirip sekali dengan India. Kondisi ekonomi masyarakat yang kontras antara warga kaya dan miskin, kontras juga terjadi dalam pendidikan, banyak universitas namun banyak juga warga yang berpendidikan rendah dan seterusnya. Namun ada hal yang menurut dia berbeda yakni kegemaran orang besar India untuk berkelana ke seantro dunia. Teman-teman India itu mengatakan bahwa sebagian mahasiswa universitas terbaik di India setelah lulus bekerja di Amerika dan negara-negara Eropa Barat. Di bawah itu, sebut saja universitas level kedua, lulusannya kebanyakan bekerja di Asia. Memang India sebagaimana Indonesia adalah negara yang penuh kontradiksi. Kesenjangan warga kaya dan miskin cukup lebar. Sektor pendidikan disatu sisi sangat maju, namun masih banyak warga yang tidak mampu bersekolah. Selain kegemaran “mengekspor” tenaga ahli, ada satu hal yang menurut hemat penulis berbeda antara India dan Indonesia yakni mengenai pengembangan iptek. 272

Iptek di India termasuk terbaik di dunia. Eksplorasi tenaga nuklir, industri otomotif, industri baja, teknologi komunikasi dan komputer bisa dikatakan sangat advance. India kini bersama Brazil, Rusia, Cina disingkat dengan BRIC dipandang sebagi kelompok negara yang perkembangan ekonominya membuat decak kagum dunia. Tanda-tanda bahwa India telah mulai tumbuh sebagai ekonomi yang harus diperhitungkan, paling tidak di kawasan Asia, sebenarnya penjelasan Bappenas server/node/2630/). Bermula dengan minat Tata Steel untuk mengakuisisi Krakatau Steel. Pada tahun 2007, Tata Power, salah satu perusahaan dari Kelompok Tata, telah mengakuisisi sebagian dari pertambangan batu bara milik pengusaha dalam negeri. Gerakan gencar lain dari korporasi India dan yang lebih nyata bagi masyarakat Indonesia adalah upaya pemasaran sepeda motor Pulsar yang diproduksi kelompok usaha Bajaj. Selama empat dasawarsa terakhir masyarakat Indonesia hanya mengenal kendaraan roda tiga “bajay” sebagai kendaraan umum bagi masyarakat pendapatan menengah ke bawah. Munculnya Pulsar 200 cc dengan harga Rp 18 juta telah dapat menyaingi sepeda motor Tiger buatan Honda yang harganya Rp 23 juta. Bajaj telah mulai 273 mulai dirintis India jauh yang hari. Berikut oleh mengenai dilansir

(www.bappenas.go.id/get-file-

memasarkan Pulsar 220 cc dan sedang memikirkan untuk memasarkan Pulsar 300 cc. Bahkan Bajaj saat ini menargetkan penguasaan pasar sepeda motor Indonesia, yang merupakan pasar sepeda motor ketiga terbesar di dunia, untuk terlebih dahulu menandingi dominasi sepeda motor Jepang. Sasaran berikutnya adalah negara-negara di Asia lainnya dan negara-negara Amerika Latin. Berbagai korporasi India lainnya juga telah memperluas sayapnya keseluruh belahan dunia. Misalnya, Bharti Airtel, sedang menandingi Cina, khususnya China Mobile, untuk Selatan. Kemajuan dan gencarnya para korporasi India telah ditopang oleh kemajuan yang mendasar di bidang teknologi dan sumber daya manusianya. Suatu prestasi yang telah mengejutkan dunia adalah ketika India mampu menghasilkan bom nuklir pada akhir tahun 1990an. Suatu prestasi lain di bidang pengembangan teknologinya adalah pusat IT di Bangalore yang juga disebut sebagai “Silicon Valley” India. Di bidang teknologi persenjataan modern India juga telah semakin maju. Pada tanggal 14 Mei 2008 Perdana Menteri Mamohan Singh telah meresmikan DRDO (Defence Research Pertahanan) and India Development dan mengatakan 274 Organisation/Lembaga Pengembangan Penelitian memasuki pasar telekomunikasi Afrika

bahwa industri nasional India akan dalam waktu

dekat

mampu

untuk

mengembangkan sensor itu, dan di

teknolgi stealth bidang sasaran suatu telah

mutakhir dideteksi berhasil

senjata radar). membuat

robotics,

(teknologi untuk pesawat tempur yang tidak dapat Sementara negaranya pengembangan sumber daya manusia, India telah menjadi pekerjaan AS, selain “outsourcing” negara IT (mengontrakkan utama seperti untuk

perusahaan kepada tenaga perusahaan lain) oleh memungkinkannya menopang kemajuan

industri teknologinya sendiri, seperti di Bangalore. Keberhasilan India di bidang SDM ini disebakan oleh strategi pembangunan pendidikannya ketrampilan yang tinggi memprioritaskan pendidikan

untuk beberapa kelompok siswa tertentu daripada strategi pembangunan pendidikan dasar seperti wajib belajar 6 tahun dan sekarang 9 tahun yang diterapkan di Indonesia. Pertumbuhan ekonomi India untuk beberapa tahun setelah 1984 di tunjukkan pada tabel di bawah. Pertumbuhan ekonomi India yang rata-rata di atas 8,0% terjadi setelah tahun 2002. ini Pertumbuhan yang secara konsisten tinggi

sebenarnya berkaitan erat dengan perkembangan sektoralnya dan dengan dengan langkah-langkah reformasi ekonomi yang telah dilakukan sejak tahun 1984. Pertumbuhan ekonomi yang tinggi terutama sejak tahun 2003 tersebut selain karena 275

peningkatan bidang pertanian juga ditopang oleh tingginya tingkat tabungan masyarakat sebesar rata-rata 32 % terhadap PDB, terdapatnya “dividen demografi” (meningkatnya kelompok penduduk usia kerja) yang disertai dengan kebijakan peningkatan sumber daya manusia yang cukup berhasil.
Perkembangan Pertumbuhan Ekonomi India

Tahu n 1985 1986 1987 1988 1989 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009

Pertumbuhan Ekonomi (%) 4,5 4,1 3,6 10,1 6,7 4,0 5,9 3,9 8,6 7,6 8,2 9,1 9,3 7,8 7,1

Sumber: Bappenas (dengan sedikit tambahan)

Pertumbuhan ekonomi yang secara konsisten tinggi sejak tahun 2003 juga dilatarbelakangi oleh adanya langkah liberalisasi sejak tahun 1984. Sebelum tahun 1984, kebijakan ekonomi India didominasi oleh pengembangan industri subsititusi impor yang membutuhkan banyak kebijakan proteksi atas industri dalam negeri melalui berbagai kebijakan perijinan (dikenal sebagai “license raj” = rejim perijinan). Karena kebijakan perijinan ini hanya 276

menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang rendah, maka pada tahun 1984 Perdana Menteri Rajiv Gandhi (dari Congress Party) mengecualikan sekitar duapuluhlima jenis industri dari keharusan mengikuti kebijakan perijinan ini dan mengadakan langkah liberalisasi bagi banyak cabang industri lainnya. Pada tahun 1991, karena kesenjangan investasi dalam negeri dengan tabungan dalam negeri yang semakin besar, maka Perdana Menteri Rarashima Rao (dari Bharatiya Janata Party) mengambil langkah-langkah liberalisasi yang jauh lebih luas lagi dengan misalnya mengecualikan kebijakan perijinan bagi semua cabang industri dan membuka luas pintu untuk investasi asing. Langkahlangkah inilah merupakan embrio dari perekonomian India “go global” yang dampak mikronya terlihat antara lain dari upaya Tata Steel mengakuisisi Krakatau Steel di Indonesia. Ekonomi yang tinggi India dapat yang yang pertumbuhannya sebagai tahapan nampaknya akan terus berlangsung pada tingkat dikategorikan menurut teori perekonomian

pertumbuhan ekonomi (W.W. Rostow, Stages of Economic Growth) telah mencapai tahap “tinggal landas”. Syarat-syarat tinggal landas, yaitu tingkat tabungan yang minimal 5% terhadap PDB, berkembangnya beberapa industri unggulan, dan adanya sistem politik dan sosial budaya yang 277

menopang pertumbuhan, telah terpenuhi. Dilain pihak, syarat yang dikemukakan Spence (Michael Spence, Paparan di Bappenas) untuk mencapai “sustained sepenuhnya high and inclusive Ini growth” belum oleh terpenuhi. disebabkan

pertumbuhan ekonomi India yang tinggi belum disertai oleh cukup meningkatnya kesejahteraan sektor informal dan masih banyaknya negara bagian yang tertinggal. Bagi Indonesia hal ini merupakan pelajaran bahwa tujuan mencapai pertumbuhan ekonomi tinggi yang kurang didesain secara cermat cenderung kesenjangan disertai ekonomi oleh dan adanya sosial, yang berbagai karena

sifatnya yang tidak inklusif ini dapat menyebabkan pertumbuhan ekonomi itu sendiri menjadi tidak berkelanjutan. Hal ini perlu diwaspadai mengingat diterapkannya desentralisasi / otonomi daerah dapat membangkitkan ego daerah yang tinggi sehingga akan menuju pada makin besarnya kesenjangan ekonomi antar daerah. Perbedaan sistem politik India dan Indonesia dapat lebih menguntungkan upaya peningkatan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Sebagaimana dibahas di atas, walaupun sama-sama negara yang demokratis, sistem pemerintahan India berbentuk kabinet parlementer yang dipimpin seorang perdana menteri, sedangkan yang di Indonesia merupakan kabinet presidensial yang dipimpin seorang 278

presiden. Dalam pada itu, proses pengambilan keputusan suatu kebijakan publik, akan melibatkan pembahasan publik yang lebih panjang dan keras pada sistem kabinet parlementer daripada di sistem kabinet presidensial. Contohnya, di India, langkahlangkah yang harus cepat diambil untuk menggerakkan roda ekonomi sempat terhambat oleh keberatan dari berbagai partai oposisi atas pandangan partai yang berkuasa saat itu (Bharatiya Janata Party). Namun pengalaman India yang hikmahnya perlu dipetik Indonesia ekonomi adalah bahwa pada motor pertumbuhan terletak semangat

berwiraswata dari dunia usahanya. Bagi Indonesia, yang dalam RPJPN 2005-2025, akan mewujudkan bangsa yang perekonomian berdaya domestik saing melalui yang perkuatan dan berorientasi

berdaya saing global, ini berarti harus semakin bangkitnya dunia usaha yang juga dapat bertanding di arena global. Cina Peradaban Cina kuno memang menakjubkan. Bayangkan empat ribuan tahun sebelum masehi (jadi sekitar 6.000 tahun lalu) mereka sudah mampu membuat keramik dan peralatan dari logam sedemikian indahnya. Belum lagi ilmu astronomi ternyata sudah mereka kenali dengan baik.94 Cina setelah melakukan kebijakan pintu terbuka dibidang 279

ekonomi akhir dekade memetik buahnya.

70-an kini tengah mulai saat ini menggeser

Cina

beberapa negara produsen dan tengah menuju ke industri dunia. Banyak sekali produk buatan Cina “bertebaran” di muka bumi mulai dari peniti, mainan anak, bahan kimia hingga otomotif. Hebatnya produk-produk yang dijual di luar negeri (ekspor) mempunyai harga jual yang sangat kompetetif dengan kualitas “tertentu” (masalah utama industri manufaktur adalah bagaimana dapat menjual produk dengan kualitas yang “diterima” dan harga yang relatif rendah). Memang tidak semua produk negeri tirai bambu tersebut sukses dipasar, namun secara keseluruhan produk-produk Cina ibarat air mengalir menyusup kemana-mana. Produk mocin (motor cina) yang pernah meramaikan persaingan motor di Indonesia misalnya, bisa dikatakan gagal. Namun mereka tidak putus asa, sekarang mereka mulai gencar memasarkan mobil. Yang mengherankan adalah produk-produk kimia buatan Cina dengan kualitas yang cukup baik dapat dijual dengan harga sekitar 75 % lebih murah dibanding produk sejenis buatan Indonesia. Di bidang furnitur Cina juga tidak mau ketinggalan sehingga manakala perdagangan bebas Cina-AEAN (CAFTA) sekarang diberlakukan, asosiasi meubel Indonesia ketar-ketir. Batik Cina juga mulai merambah toko-toko di Indonesia. Amerikapun pernah mengalami 280

kegoncangan industri elektronika manakala produk elektronik politik dan Cina menyerbu yang negeri kuat, Paman akhirnya Sam Cina tersebut. Hanya karena Amerika punya kekuatan militer “digertak” melalui jalur diplomatik. Alasan bahwa Indonesia sulit maju karena jumlah penduduknya banyak rasanya gugur bila bila dikaitkan dengan Cina yang pendudknya lebih dari empat kali jumlah penduduk Indonesia. Memang sebagaimana Indonesia, kemiskinan dan pemerataan pendapatan masih menjadi masalah di Cina, namun secara umum pertumbuhan ekonomi Cina lebih baik dibanding Indonesia. Ada kisah menarik bagaimana seperti Cina yang mengawali ada reformasi buku ekonominya dalam

Memerangi Sindrom Negara Gagal karya Effendi Siradjuddin. Berikut petikan selengkapnya (dengan sedikit modifikasi tanpa mengubah esensi cerita). Tatkala bualan November 1978 pemimpin Cina Deng Xiao Ping berkunjung ke Singapura, ada bebrapa hal yang menjadi perhatian Lee Kuan Yew (PM Singapura saat itu) yakni postur tubuh dan kegemaran merokok serta kebiasaan khas yang secara tradisional dimiliki para pemimpin Cina yakni meludah. “Tinggi tubuh tokoh ini hanya 4 kaki”, suatu postur yang tidak cukup tinggi sebenatnya, untuk tidak menyebutnya pendek. “Tapi ia adalah seorang pemimpin besar.” Seperti lazimnya sesuai 281

pengalaman terdahulu bila menyambut seorang tokoh pemimpin Cina, Lee pun menyediakan sebuah pot penampung ludah di depan kursi Deng. Selain itu Lee juga menyediakan sebuah asbak sebagi penampung puntung rokok. Akan tetapi sungguh mengejutkan bahwa sepanjang berbagai pertemuan selama kunjungan tersebut Deng sama sekali tidak meludah dilakukan pembesar maupun kasat Singapura merokok, lainnya. setidaknya Lee dan Padahal tidak para mata didepan

sejatinya

Deng adalah perokok berat dan mungkin saja penganut kebiasaan meludah sebagaimana para pemimpin Cina pada umumnya. Kepada Lee yang tercengang Deng berkata: “Ketika aku singgah di Singapura dalam perjalanan menuju Marseilles, Perancis di tahun 20-an Singapura adalah tempat kumuh. Anda telah mengubahnya menjadi indah seperti sekarang. Selamat ! Lee kemudian menjawab: “Terima kasih, apa yang bisa kami lakukan tentu kalian akan mampu melakukannya lebih baik. Kami adalah keturunan imigran melarat dari Cina Selatan”. Lanjut Lee: “Kalian memiliki birokrat, pemikir, penulis dan orang-orang berotak cemerlang, kalian bisa melakuknnya lebih baik.” Deng tercenung mendengar ucapan Lee dan hanya memandang tanpa berkata sepatahpun. kemudian, Deng tidak sungkan atau Namun malu 282 dalam perjalanan di berbagai provinsi di Cina

mengungkapkan kekagumannya kepada Singapura dan menyerukan kepada rakyat Cina: “Belajarlah dari Singapura”, lakukan lebih baik dari mereka !” Sekarang Cina telah menjadi raksasa ekonomi dunia, dan diperkirakan sekarang tengah terjadi pergeseran peta hegemoni dari Amerika Serikat ke Cina. Lalu bagaimana dengan Indonesia dan negaranegara muslim lainnya? Ada suatu hal asasi yang perlu direformasi disini. Mengejar Ketertinggalan Mayoritas muslim yang diperkirakan

berjumlah 1, 3 milyar jiwa di seluruh dunia hidup di kelompok yang secara halus disebut dengan Dunia Ketiga. Ini artinya secara ekonomi, teknologi dan pendidikan negara di cukup dunia tertinggal. Muslim Mayotitas memiliki harapan negaratingkat hidup

pertumbuhan

ekonomi

lambat,

rendah, tingginya buta huruf dan sebagainya. Ini merupakan ancaman bagi negara-negara muslim dimasa mendatang bagaimana menjawab tantangan menuju ke era keemasan Islam kedua.95 Kalaupun ada negara yang mayoritas penduduknya muslim dan kaya karena minyak misalnya tersebut ada kurang kecenderungan negara-negara

produktif serta kurang berminat mengembangkan iptek, hal ini amat disayangkan karena sebenanya mereka punya biaya (dengan menyebut 283

pengecualian pada Iran dan UEA). Indikasi kurang berkembangnya iptek di negara-negara petro dollar pada umumnya sebenarnya cukup memprihatinkan, karena sebenarnya negara-negara kaya tersebut mempunyai modal untuk pengembangan sains dan teknologi. Coba silahkan brwosing di internet maka akan ditemukan perbandingan jumlah seimbang antara perguruan tinggi yang tidak ilmu umum

dengan perguruan tinggi ilmu agama di Arab Saudi. Padahal ada keterkaitan yang erat antara kemajuan iptek dan ekonomi sebagaimana tergambar pada negara-negara maju saat ini. Negara maju selain makmur rata-rata menguasai iptek dengan baik. Syukur baru-baru ini ada berita kalau Arab Saudi akan mengembangkan pusat nuklir yang berarti terjadi transfer teknologi tinggi di sana. Bagaimana dengan Indonesia ? Di jaman orde lama dan orde baru Indonesia mempunyai rencana pembangunan jangka lima tahunan. Indonesia pasca reformasi juga mempunyai rencana pembangunan penjang dan menengah. Sayangnya sosialisasinya buruk. Tidak mudah mendapatkan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJP Nasional) melalui internet. Rencana program yang sepenting ini tidak tercantum dalam sistus resmi pemerintah yakni portal Nasional Repubublik Indonesia (yang ada hanya Visi Misi dan Strategi 284

Nasional tahun 2005-2009 yang sudah kadaluwarsa) Rencana program baru berhasil ditemukan justru di situs http://www.scribd.com/doc/28903081/UU-200717-lampiran. Sudah semestinya RPJP Nasional perlu dimuat di setiap situs kementerian sebagai induk program mendampingi sub-rencana pembangunan masing-masing kementerian, sehingga probabilitas orang untuk mengakses menjadi besar. Berikut kutipan beberapa hal yang pokok dari RPJP Nasional 2005 – 2025.

RPJP Nasional
Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005 – 2025, selanjutnya disebut RPJP Nasional, adalah dokumen perencanaan pembangunan nasional periode 20 (dua puluh) tahun terhitung sejak tahun 2005 sampai dengan tahun 2025, ditetapkan dengan maksud memberikan arah sekaligus menjadi acuan bagi seluruh komponen bangsa (pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha) di dalam mewujudkan cita-cita dan tujuan nasional sesuai dengan visi, misi, dan arah pembangunan yang disepakati bersama sehingga seluruh upaya yang dilakukan oleh pelaku pembangunan bersifat sinergis, koordinatif, dan saling melengkapi satu dengan lainnya di dalam satu pola sikap dan pola tindak.

Visi dan Misi Pembangunan Nasional Tahun 2005–2025 Visi pembangunan nasional tahun 2005–2025 adalah:
Indonesia Yang Mandiri, Maju, Adil dan Makmur Dalam mewujudkan visi pembangunan nasional tersebut ditempuh melalui 8 (delapan) misi pembangunan nasional sebagai berikut:

285

1. Mewujudkan masyarakat berakhlak mulia, bermoral, beretika, berbudaya, dan beradab berdasarkan falsafah Pancasila adalah memperkuat jati diri dan karakter bangsa melalui pendidikan yang bertujuan membentuk manusia yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, mematuhi aturan hukum, memelihara kerukunan internal dan antarumat beragama, melaksanakan interaksi antarbudaya, mengembangkan modal sosial, menerapkan nilai-nilai luhur budaya bangsa, dan memiliki kebanggaan sebagai bangsa Indonesia dalam rangka memantapkan landasan spiritual, moral, dan etika pembangunan bangsa. 2. Mewujudkan bangsa yang berdaya-saing adalah mengedepankan pembangunan sumber daya manusia berkualitas dan berdaya saing; meningkatkan penguasaan dan pemanfaatan iptek melalui penelitian, pengembangan, dan penerapan menuju inovasi secara berkelanjutan; membangun infrastruktur yang maju serta reformasi di bidang hukum dan aparatur negara; dan memperkuat perekonomian domestik berbasis keunggulan setiap wilayah menuju keunggulan kompetitif dengan membangun keterkaitan sistem produksi, distribusi, dan pelayanan termasuk pelayanan jasa dalam negeri. 3. Mewujudkan masyarakat demokratis berlandaskan hukum adalah memantapkan kelembagaan demokrasi yang lebih kokoh; memperkuat peran masyarakat sipil; memperkuat kualitas desentralisasi dan otonomi daerah; menjamin pengembangan media dan kebebasan media dalam mengomunikasikan kepentingan masyarakat; dan melakukan pembenahan struktur hukum dan meningkatkan budaya hukum dan menegakkan hukum secara adil, konsekuen, tidak diskriminatif, dan memihak pada rakyat kecil. 4. Mewujudkan Indonesia aman, damai, dan bersatu adalah membangun kekuatan TNI hingga melampui kekuatan esensial minimum serta disegani di kawasan regional dan internasional; memantapkan kemampuan dan meningkatkan profesionalisme Polri agar mampu melindungi dan mengayomi masyarakat; mencegah tindak kejahatan, dan menuntaskan tindak kriminalitas;

286

membangun kapabilitas lembaga intelijen dan kontraintelijen negara dalam penciptaan keamanan nasional; serta meningkatkan kesiapan komponen cadangan, komponen pendukung pertahanan dan kontribusi industri pertahanan nasional dalam sistem pertahanan semesta. 5. Mewujudkan pemerataan pembangunan dan berkeadilan adalah meningkatkan pembangunan daerah; mengurangi kesenjangan sosial secara menyeluruh, keberpihakan kepada masyarakat, kelompok dan wilayah/daerah yang masih lemah; menanggulangi kemiskinan dan pengangguran secara drastis; menyediakan akses yang sama bagi masyarakat terhadap berbagai pelayanan sosial serta sarana dan prasarana ekonomi; serta menghilangkan diskriminasi dalam berbagai aspek termasuk gender. 6. Mewujudkan Indonesia asri dan lestari adalah memperbaiki pengelolaan pelaksanaan pembangunan yang dapat menjaga keseimbangan antara pemanfaatan, keberlanjutan, keberadaan, dan kegunaan sumber daya alam dan lingkungan hidup dengan tetap menjaga fungsi, daya dukung, dan kenyamanan dalam kehidupan pada masa kini dan masa depan, melalui pemanfaatan ruang yang serasi antara penggunaan untuk permukiman, kegiatan sosial ekonomi, dan upaya konservasi; meningkatkan pemanfaatan ekonomi sumber daya alam dan lingkungan yang berkesinambungan; memperbaiki pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup untuk mendukung kualitas kehidupan; memberikan keindahan dan kenyamanan kehidupan; serta meningkatkan pemeliharaan dan pemanfaatan keanekaragaman hayati sebagai modal dasar pembangunan. 7. Mewujudkan Indonesia menjadi negara kepulauan yang mandiri, maju, kuat, dan berbasiskan kepentingan nasional adalah menumbuhkan wawasan bahari bagi masyarakat dan pemerintah agar pembangunan Indonesia berorientasi kelautan; meningkatkan kapasitas sumber daya manusia yang berwawasan kelautan melalui pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kelautan; mengelola wilayah laut nasional untuk mempertahankan kedaulatan dan kemakmuran; dan membangun ekonomi kelautan secara

287

terpadu dengan mengoptimalkan pemanfaatan sumber kekayaan laut secara berkelanjutan. 8. Mewujudkan Indonesia berperan penting dalam pergaulan dunia internasional adalah memantapkan diplomasi Indonesia dalam rangka memperjuangkan kepentingan nasional; melanjutkan komitmen Indonesia terhadap pembentukan identitas dan pemantapan integrasi internasional dan regional; dan mendorong kerja sama internasional, regional dan bilateral antarmasyarakat, antarkelompok, serta antarlembaga di berbagai bidang.

RPJP Nasional kemudian dibagi dalam empat RPJM (Rencana Pembangunan Jangka Menengah)
RPJM ke-1 (2005 – 2009) • Berlandaskan pelaksanaan dan pencapaian pembangunan tahap sebelumnya, RPJM I diarahkan untuk menata kembali dan membangun Indonesia di segala bidang yang ditujukan untuk menciptakan indonesia yang aman dan damai, yang adil dan demokratis, dan yang tingkat kesejahteraan rakyatnya meningkat. • Indonesia yang aman dan damai ditandai dengan meningkatnya rasa aman dan damai serta terjaganya NKRI berdasarkan Pancasila, UndangUndang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, dan Bhinneka Tunggal Ika melalui tertanganinya berbagai kerawanan dan tercapainya landasan pembangunan kemampuan pertahanan nasional, serta meningkatnya keamanan dalam negeri termasuk keamanan sosial sehingga peranan Indonesia dalam menciptakan perdamaian dunia semakin meningkat. Kondisi itu didukung oleh berkembangnya nilai baru yang positif dan produktif pada setiap aspek kehidupan dalam rangka memantapkan budaya nasional, termasuk wawasan dan budaya bahari; menguat dan meluasnya pemahaman tentang identitas nasional sebagai negara demokrasi dalam tatanan masyarakat internasional; dan meningkatnya pelestarian serta pengembangan kekayaan

288

budaya untuk memperkokoh kedaulatan NKRI berlandaskan falsafah Pancasila. • Indonesia yang adil dan demokratis ditandai dengan meningkatnya keadilan dan penegakan hukum; terciptanya landasan hukum untuk memperkuat kelembagaan demokrasi; meningkatnya kesetaraan gender di berbagai bidang pembangunan; terciptanya landasan bagi upaya penegakan supremasi hukum dan penegakan hak-hak asasi manusia yang bersumber pada Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945; dan tertatanya sistem hukum nasional. Bersamaan dengan itu, pelayanan kepada masyarakat makin membaik dengan meningkatnya penyelenggaraan desentralisasi dan otonomi daerah yang tercermin dengan terjaminnya konsistensi seluruh peraturan pusat dan daerah dan tidak bertentangan dengan peraturan dan perundang-undangan yang lebih tinggi; serta tertatanya kelembagaan birokrasi dalam mendukung percepatan terwujudnya tata kepemerintahan yang baik. Meningkatnya kesejahteraan masyarakat Indonesia ditandai dengan menurunnya angka pengangguran dan jumlah penduduk miskin sejalan dengan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas; berkurangnya kesenjangan antarwilayah, termasuk meningkatnya pengelolaan pulau-pulau kecil terdepan; meningkatnya kualitas sumber daya manusia, termasuk sumber daya manusia di bidang kelautan yang didukung oleh pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi; dan membaiknya pengelolaan sumber daya alam dan mutu lingkungan hidup. Kondisi itu dicapai dengan mendorong pertumbuhan ekonomi melalui penciptaan iklim yg lebih kondusif, termasuk membaiknya infrastruktur.

289

Percepatan pembangunan infrastruktur lebih didorong melalui peningkatan peran swasta dengan meletakkan dasar-dasar kebijakan dan regulasi serta reformasi dan restrukturisasi kelembagaan, terutama untuk sektor transportasi, energi dan kelistrikan, serta pos dan telematika. Bersamaan dengan itu dilaksanakan revitalisasi kelembagaan pusat-pusat pertumbuhan yang memiliki lokasi strategis, antara lain kawasan ekonomi khusus (KEK) dan kawasan andalan. Peningkatan kualitas sumber daya manusia, antara lain, ditandai oleh meningkatnya indeks pembangunan manusia (IPM) dan indeks pembangunan gender (IPG) yang diarahkan untuk membangun bangsa yang berkarakter cerdas, adil dan beradab, berkepribadian nasional, tangguh, kompetitif, bermoral, dan berdasarkan falsafah Pancasila yang dicirikan dengan watak dan perilaku manusia dan masyarakat Indonesia yang beragama, beriman, dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, berbudi luhur, toleran terhadap keberagaman, bergotong-royong, patriotik, dinamis, dan berorientasi iptek; meningkatkan kualitas dan akses masyarakat terhadap pelayanan pendidikan dan kesehatan; meningkatkan kesejahteraan dan perlindungan perempuan dan anak; dan mengendalikan jumlah dan laju pertumbuhan penduduk. Bersamaan dengan hal tersebut ditingkatkan mitigasi bencana alam sesuai dengan kondisi geologi Indonesia. Pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan didukung oleh meningkatnya kesadaran masyarakat untuk mencintai lingkungan hidup dan menyadari keadaan wilayah yang rawan bencana sehingga makin peduli dan antisipatif. Hal itu didukung oleh pengembangan kelembagaan dan peningkatan kapasitas di setiap tingkatan pemerintahan dalam rangka penanggulangan bencana serta diacunya rencana tata ruang secara hierarki dari tingkatan nasional, pulau, provinsi, hingga kabupaten/kota sebagai payung kebijakan spasial semua sektor dalam rangka mencegah dampak kerusakan lingkungan hidup dan meminimalkan dampak bencana.

290

RPJM ke-2 (2010 – 2014) • Berlandaskan pelaksanaan, pencapaian, dan sebagai keberlanjutan RPJM ke-1, RPJM ke-2 ditujukan untuk lebih memantapkan penataan kembali Indonesia di segala bidang dengan menekankan upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia termasuk pengembangan kemampuan ilmu dan teknologi serta penguatan daya saing perekonomian. • Kondisi aman dan damai di berbagai daerah Indonesia terus membaik dengan meningkatnya kemampuan dasar pertahanan dan keamanan negara yang ditandai dengan peningkatan kemampuan postur dan struktur pertahanan negara serta peningkatan kemampuan lembaga keamanan negara. Kondisi itu sejalan dengan meningkatnya kesadaran dan penegakan hukum, tercapainya konsolidasi penegakan supremasi hukum dan penegakan hak asasi manusia, serta kelanjutan penataan sistem hukum nasional. Sejalan dengan itu, kehidupan bangsa yang lebih demokratis semakin terwujud ditandai dengan membaiknya pelaksanaan desentralisasi dan otonomi daerah serta kuatnya peran masyarakat sipil dan partai politik dalam kehidupan bangsa. Posisi penting Indonesia sebagai negara demokrasi yang besar makin meningkat dengan keberhasilan diplomasi di fora internasional dalam upaya pemeliharaan keamanan nasional, integritas wilayah, dan pengamanan kekayaan sumber daya alam nasional. Selanjutnya, kualitas pelayanan publik yang lebih murah, cepat, transparan, dan akuntabel makin meningkat yang ditandai dengan terpenuhinya

291

standar pelayanan minimum di semua tingkatan pemerintah. • Kesejahteraan rakyat terus meningkat ditunjukkan oleh membaiknya berbagai indikator pembangunan sumber daya manusia, antara lain meningkatnya pendapatan per kapita; menurunnya angka kemiskinan dan tingkat pengangguran sejalan dengan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas disertai dengan berkembangnya lembaga jaminan sosial; meningkatnya tingkat pendidikan masyarakat yang didukung dengan pelaksanaan sistem pendidikan nasional yang mantap; meningkatnya derajat kesehatan dan status gizi masyarakat; meningkatnya kesetaraan gender; meningkatnya tumbuh kembang optimal, kesejahteraan, dan perlindungan anak; terkendalinya jumlah dan laju pertumbuhan penduduk; menurunnya kesenjangan kesejahteraan antarindividu, antarkelompok masyarakat, dan antardaerah; dipercepatnya pengembangan pusat-pusat pertumbuhan potensial di luar Jawa; serta makin mantapnya nilai-nilai baru yang positif dan produktif dalam rangka memantapkan budaya dan karakter bangsa. Daya saing perekonomian meningkat melalui penguatan industri manufaktur sejalan dengan penguatan pembangunan pertanian dan peningkatan pembangunan kelautan dan sumber daya alam lainnya sesuai potensi daerah secara terpadu serta meningkatnya pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi; percepatan pembangunan infrastruktur dengan lebih meningkatkan kerja sama antara pemerintah dan dunia usaha; peningkatan kualitas dan relevansi pendidikan; serta penataan kelembagaan ekonomi yang mendorong prakarsa masyarakat dalam kegiatan perekonomian.

292

Kondisi itu didukung oleh pengembangan jaringan infrastruktur transportasi, serta pos dan telematika; peningkatan pemanfaatan energi terbarukan, khususnya bioenergi, panas bumi, tenaga air, tenaga angin, dan tenaga surya untuk kelistrikan; serta pengembangan sumber daya air dan pengembangan perumahan dan permukiman. Bersamaan dengan itu, industri kelautan yang meliputi perhubungan laut, industri maritim, perikanan, wisata bahari, energi dan sumber daya mineral dikembangkan secara sinergi, optimal, dan berkelanjutan. Dalam kerangka pencapaian pembangunan yang berkelanjutan, pengelolaan sumber daya alam dan pelestarian fungsi lingkungan hidup makin berkembang melalui penguatan kelembagaan dan peningkatan kesadaran masyarakat yang ditandai dengan berkembangnya proses rehabilitasi dan konservasi sumber daya alam dan lingkungan hidup yang disertai dengan menguatnya partisipasi aktif masyarakat; terpeliharanya keanekaragaman hayati dan kekhasan sumber daya alam tropis lainnya yang dimanfaatkan untuk mewujudkan nilai tambah, daya saing bangsa, serta modal pembangunan nasional pada masa yang akan datang; mantapnya kelembagaan dan kapasitas antisipatif serta penanggulangan bencana di setiap tingkatan pemerintahan; serta terlaksananya pembangunan kelautan sebagai gerakan yang didukung oleh semua sektor. Kondisi itu didukung dengan meningkatnya kualitas perencanaan tata ruang serta konsistensi pemanfaatan ruang dengan mengintegrasikannya ke dalam dokumen perencanaan pembangunan terkait dan penegakan peraturan dalam rangka pengendalian pemanfaatan ruang.

RPJM ke-3 (2015 – 2019)

293

Berlandaskan pelaksanaan, pencapaian, dan sebagai keberlanjutan RPJM ke-2, RPJM ke-3 ditujukan untuk lebih memantapkan pembangunan secara menyeluruh di berbagai bidang dengan menekankan pencapaian daya saing kompetitif perekonomian berlandaskan keunggulan sumber daya alam dan sumber daya manusia berkualitas serta kemampuan ilmu dan teknologi yang terus meningkat. Sejalan dengan kondisi aman dan damai yang makin mantap di seluruh wilayah Indonesia, kemampuan pertahanan nasional dan keamanan dalam negeri makin menguat yang ditandai dengan terbangunnya profesionalisme institusi pertahanan dan keamanan negara serta meningkatnya kecukupan kesejahteraan prajurit serta ketersediaan alat utama sistem persenjataan TNI dan alat utama Polri melalui pemberdayaan industri pertahanan nasional. Kehidupan demokrasi bangsa makin mengakar dalam kehidupan bangsa sejalan dengan makin mantapnya pelembagaan nilai-nilai demokrasi dengan menitikberatkan pada prinsip toleransi, nondiskriminasi dan kemitraan dan semakin mantapnya pelaksanaan desentralisasi dan otonomi daerah. Kondisi itu mendorong tercapainya penguatan kepemimpinan dan kontribusi Indonesia dalam berbagai kerja sama internasional dalam rangka mewujudkan tatanan dunia yang lebih adil dan damai dalam berbagai aspek kehidupan. Bersamaan dengan itu kesadaran dan penegakan hukum dalam berbagai aspek kehidupan berkembang makin mantap serta profesionalisme aparatur negara di pusat dan daerah makin mampu mendukung pembangunan nasional.

294

Kesejahteraan rakyat terus membaik, meningkat sebanding dengan tingkat kesejahteraan negaranegara berpenghasilan menengah, dan merata yang didorong oleh meningkatnya pertumbuhan ekonomi yang berkualitas yang disertai terwujudnya lembaga jaminan sosial. Kualitas sumber daya manusia terus membaik ditandai oleh meningkatnya kualitas dan relevansi pendidikan, termasuk yang berbasis keunggulan lokal dan didukung oleh manajemen pelayananan pendidikan yang efisien dan efektif; meningkatnya derajat kesehatan dan status gizi masyarakat; meningkatnya kesetaraan gender; meningkatnya tumbuh kembang optimal, serta kesejahteraan dan perlindungan anak; tercapainya kondisi penduduk tumbuh seimbang; dan mantapnya budaya dan karakter bangsa. Pelaksanaan pembangunan berkelanjutan yang semakin mantap dicerminkan oleh terjaganya daya dukung lingkungan dan kemampuan pemulihan untuk mendukung kualitas kehidupan sosial dan ekonomi secara serasi, seimbang, dan lestari; terus membaiknya pengelolaan dan pendayagunaan sumber daya alam yang diimbangi dengan upaya pelestarian fungsi lingkungan hidup dan didukung oleh meningkatnya kesadaran, sikap mental, dan perilaku masyarakat; serta semakin mantapnya kelembagaan dan kapasitas penataan ruang di seluruh wilayah Indonesia. Daya saing perekonomian Indonesia semakin kuat dan kompetitif dengan semakin terpadunya industri manufaktur dengan pertanian, kelautan dan sumber daya alam lainnya secara berkelanjutan; terpenuhinya ketersediaan infrastruktur yang didukung oleh mantapnya kerja sama pemerintah dan dunia usaha, makin selarasnya pembangunan pendidikan, ilmu pengetahuan dan teknologi dan industri serta

295

terlaksananya penataan kelembagaan ekonomi untuk mendorong peningkatan efisiensi, produktivitas, penguasaan dan penerapan teknologi oleh masyarakat dalam kegiatan perekonomian. • Ketersediaan infrastruktur yang sesuai dengan rencana tata ruang ditandai oleh berkembangnya jaringan infrastruktur transportasi; terpenuhinya pasokan tenaga listrik yang handal dan efisien sesuai kebutuhan sehingga elektrifikasi rumah tangga dan elektrifikasi perdesaan dapat tercapai, serta mulai dimanfaatkannya tenaga nuklir untuk pembangkit listrik dengan mempertimbangkan faktor keselamatan secara ketat; terselenggaranya pelayanan pos dan telematika yang efisien dan modern guna terciptanya masyarakat informasi Indonesia; terwujudnya konservasi sumber daya air yang mampu menjaga keberlanjutan fungsi sumber daya air dan pengembangan sumber daya air serta terpenuhinya penyediaan air minum untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Selain itu, pengembangan infrastruktur perdesaan akan terus dikembangkan, terutama untuk mendukung pembangunan pertanian. Sejalan dengan itu, pemenuhan kebutuhan hunian yang dilengkapi dengan prasarana dan sarana pendukung bagi seluruh masyarakat terus meningkat karena didukung oleh sistem pembiayaan perumahan jangka panjang dan berkelanjutan, efisien, dan akuntabel. Kondisi itu semakin mendorong terwujudnya kota tanpa permukiman kumuh.

RPJM ke-4 (2020 – 2024) • Berlandaskan pelaksanaan, pencapaian, dan sebagai keberlanjutan RPJM ke-3, RPJM ke-4 ditujukan untuk mewujudkan masyarakat

296

Indonesia yang mandiri, maju, adil, dan makmur melalui percepatan pembangunan di berbagai bidang dengan menekankan terbangunnya struktur perekonomian yang kokoh berlandaskan keunggulan kompetitif di berbagai wilayah yang didukung oleh SDM berkualitas dan berdaya saing.

Kelembagaan politik dan hukum telah tercipta ditandai dengan terwujudnya konsolidasi demokrasi yang kokoh dalam berbagai aspek kehidupan politik serta supremasi hukum dan penegakan hak-hak asasi manusia; terwujudnya rasa aman dan damai bagi seluruh rakyat; serta terjaganya keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dan kedaulatan negara dari ancaman, baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Kondisi itu didukung oleh mantapnya kemampuan pertahanan dan keamanan negara yang ditandai oleh terwujudnya TNI yang profesional dengan komponen cadangan dan pendukung pertahanan yang kuat; terwujudnya sinergi kinerja antara POLRI dan partisipasi masyarakat dalam bidang keamanan, intelijen, dan kontra intelijen yang efektif yang disertai kemampuan industri pertahanan yang handal; terwujudnya sistem hukum nasional yang mantap yang bersumber pada Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dalam mendorong supremasi hukum; terwujudnya tata kepemerintahan yang baik, bersih dan berwibawa yang berdasarkan hukum, serta birokrasi yang profesional dan netral; terwujudnya masyarakat sipil, masyarakat politik, dan masyarakat ekonomi yang mandiri, serta terwujudnya kemandirian nasional dalam konstelasi gobal. Kesejahteraan masyarakat yang terus meningkat ditunjukkan oleh makin tinggi dan meratanya tingkat pendapatan masyarakat dengan jangkauan lembaga jaminan sosial yang lebih menyeluruh; mantapnya sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing, antara lain ditandai

297

oleh meningkat dan meratanya akses, tingkat kualitas, dan relevansi pendidikan seiring dengan makin efisien dan efektifnya manajemen pelayanan pendidikan; meningkatnya kemampuan Iptek; meningkatnya derajat kesehatan dan status gizi masyarakat; meningkatnya tumbuh kembang optimal, kesejahteraan dan perlindungan anak; dan terwujudnya kesetaraan gender; bertahannya kondisi dan penduduk tumbuh seimbang. • Sejalan dengan tingkat kemajuan bangsa, sumber daya manusia Indonesia diharapkan berkarakter cerdas, tangguh, kompetitif, berakhlak mulia, bermoral berdasarkan falsafah Pancasila yang dicirikan dengan watak dan perilaku manusia dan masyarakat Indonesia yang beragama, beriman, dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berbudi luhur, toleran terhadap keberagaman, bergotong royong, patriotik, dinamis dan berorientasi Iptek. Kesadaran, sikap mental, dan perilaku masyarakat makin mantap dalam pengelolaan sumber daya alam dan pelestarian fungsi lingkungan hidup untuk menjaga kenyamanan dan kualitas kehidupan sehingga masyarakat mampu berperan sebagai penggerak bagi konsep pembangunan berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari. Struktur perekonomian makin maju dan kokoh ditandai dengan daya saing perekonomian yang kompetitif dan berkembangnya keterpaduan antara industri, pertanian, kelautan dan sumber daya alam, dan sektor jasa. Lembaga dan pranata ekonomi telah tersusun, tertata, serta berfungsi dengan baik. Kondisi itu didukung oleh keterkaitan antara pelayanan pendidikan, dan kemampuan Iptek yang makin maju sehingga mendorong perekonomian yang efisien dan produktivitas yang tinggi; serta berkembangnya usaha dan investasi dari perusahaan-perusahaan Indonesia di luar negeri termasuk di zona ekonomi eksklusif dan

298

lautan bebas dalam perekonomian nasional. •

rangka

peningkatan

Sejalan dengan itu, pertumbuhan ekonomi yang semakin berkualitas dan berkesinambungan dapat dicapai sehingga pendapatan per kapita pada tahun 2025 mencapai kesejahteraan setara dengan negara-negara berpendapatan menengah dengan tingkat pengangguran terbuka dan jumlah penduduk miskin yang makin rendah. Kondisi maju dan sejahtera makin terwujud dengan terselenggaranya jaringan transportasi pos dan telematika yang andal bagi seluruh masyarakat yang menjangkau seluruh wilayah NKRI; tercapainya elektrifikasi perdesaan dan elektrifikasi rumah tangga; serta terpenuhinya kebutuhan hunian yang dilengkapi dengan prasarana dan sarana pendukung bagi seluruh masyarakat yang didukung oleh sistem pembiayaan perumahan jangka panjang dan berkelanjutan, efisien, dan akuntabel sehingga terwujud kota tanpa permukiman kumuh. Dalam rangka memantapkan pembangunan yang berkelanjutan, keanekaragaman hayati dan kekhasan sumber daya alam terus dipelihara dan dimanfaatkan untuk terus mempertahankan nilai tambah dan daya saing bangsa serta meningkatkan modal pembangunan nasional pada masa yang akan datang.

.

Sedangkan Kementerian Riset dan Teknologi menghadirkan visi misi iptek bangsa Indonesia yang dapat diunduh dari situs resmi Kementerian Riset dan Teknologi Republik Indonesia, www.ristek.go.id/. Visi Dan Misi Iptek Indonesia 2025 Visi 299

Mewujudkan iptek sebagai pendukung dan muatan utama produk nasional untuk peningkatan peradaban, kemandirian dan kesejahteraan bangsa.

Misi
1.Menyusun kebijakan yang berpihak pada pembangunan iptek. 2.Membangun dan mengoptimalkan peran Usaha Kecil Menengah dan Koperasi berbasis iptek. 3.Membangun Sumber Daya Manusia menuju masyarakat yang berpengetahuan (knowledge based society) baik laki-laki maupun perempuan, sebagai dasar pembangunan ekonomi yang berbasis pengetahuan (knowledge based economy). 4.Meningkatkan dan mengoptimalkan peran swasta dalam kegiatan dan investasi penelitian, pengembangan dan penerapan iptek. 5.Memberikan dukungan bagi peningkatan kualitas kehidupan. pemeliharaan dan

6.Melembagakan iptek dalam kehidupan bangsa melalui penguatan sistem inovasi nasional termasuk kesadaran pemahaman masyarakat terhadap iptek.

Tahapan Pencapaian Menyadari jalan panjang yang harus ditempuh, visi tersebut hanya bisa diwujudkan dalam kerangka prioritas waktu bertahap, yaitu:
Jangka Pendek Tahap ketahanan nasional yang dilakukan pada 5 tahun pertama dengan indikator utama dijadikannya iptek sebagai elemen kunci dalam tahapan mencapai kemandirian dan ketahanan pangan, perbaikan kualitas pelayanan kesehatan dan pendidikan, pengelolaan lingkungan termasuk pengelolaan sumberdaya genetik, sumberdaya lahan dan air serta pemanfaatan sumberdaya kelautan, kebumian dan kedirgantaraan secara terkendali. Tahap Pertama untuk pencapaian kemandirian : a.Ketahanan Pangan. b.Perbaikan kualitas pelayanan kesehatan pendidikan.

dan

300

c.Pengelolaan lingkungan (termasuk sumberdaya genetik, sumberdaya lahan dan air) serta pemanfaatan sumberdaya kelautan, kebumian dan kedirgantaraan secara terkendali. Jangka Menengah Tahap kreasi kekayaan berbasis iptek (wealth creation) dalam perioda 10 tahun pertama, dengan indikator utama tercapainya kemandirian dan daya saing di bidang transportasi dan logistik, energi, manufaktur, teknologi informasi dan bahan baru. Tahap kreasi aset kekayaan berbasis iptek (wealth creation) untuk tercapainya kemandirian dan daya saing : a. Transportasi dan logistik b. Energi c. Manufaktur d. Teknologi informasi dan komunikasi e. Bahan baru f. Bioteknologi Jangka Panjang Tahap percepatan kemandirian dan kesejahteraan berbasis dukungan iptek dalam perncapaian waktu 20 tahun, dengan indikator utama tumbuh dan berkembangnya kehidupan sosial, ekonomi, dan budaya berbasis iptek (Knowledge Based Economy-KBE) dan masyarakat yang inovatif (innovative society). Tahap percepatan kemandirian dan kesejahteraan berbasis dukungan iptek untuk mendorong tumbuh dan berkembangnya kehidupan sosial, ekonomi, dan budaya berbasis iptek (Knowledge Based Economy-KBE). Penguatan empat pilar Knowledge Based Economy-KBE menjadi tumpuan dalam jangka panjang, yaitu : a.Sistem Pendidikan, yang menjamin masyarakat dapat memanfaatkan iptek secara luas. b. Sistem Inovasi, (termasuk sistem HKI) yang mampu mengangkat peneliti dan kalangan bisnis menerapkan secara komersial hasil riptek. c.Infrastruktur Masyarakat Informasi, yang menjamin masyarakat dapat melakukan akses secara efektif terhadap informasi dan komunikasi. d.Kerangka Kelembagaan, peraturan-perundangan dan Ekonomi, yang menjamin kemantapan lingkungan

301

makroekonomi, persaingan, keamanan sosial.

lapangan

kerja

dan

Dalam

skala

lokal

bentuk-bentuk

pengembangan iptek dan ekonomi, seyogyanya sebagaimana usulan BBPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi) setiap daerah mempunyai lembaga iptek seperti Dewan Riset Daerah. Sebagai contoh Yogyakarta sejak beberapa tahun lalu telah memliliki BPTIY (Badan Pengembangan Teknologi dan Inovasi Yogyakarta). Rekomendasi BBTIY dapat menjadi acuan pemerintah daerah dalam pengkajian kebijakan teknologi untuk pengembangan potensi unggulan daerah dalam rangka daerah.96 Sedang terkait dengan pengembangan sektor ekonomi berikut visi misi dan rencana strategi Kementerian Perdagangan Republik Indonesia yang diunduh dari situs resmi Kementerian Perdagangan Republik Indonesia www.depdag.go.id/. Visi Misi Perdagangan RI
Visi Perdagangan sebagai sektor penggerak pertumbuhan dan daya saing ekonomi serta pencipta kemakmuran rakyat yang berkeadilan. Misi Dalam rangka mewujudkan Visi ”Perdagangan Sebagai Sektor Penggerak Pertumbuhan dan Daya Saing Ekonomi serta Pencipta Kemakmuran Rakyat Yang Berkeadilan”, maka misi Kementerian Perdagangan adalah:

pengembangan

302

1. Meningkatkan kinerja ekspor nonmigas secara berkualitas. 2. Menguatkan pasar dalam negeri. 3.Menjaga ketersediaan bahan pokok dan penguatan jaringan distribusi nasional. Rencana Strategis 2010–2014 Tujuan Sebagai penjabaran dari Visi dan Misi Kementerian Perdagangan, maka tujuan pembangunan perdagangan periode 2010- 2014 yang ingin dicapai yaitu: 1. Peningkatan akses pasar ekspor dan fasilitasi perdagangan luar negeri untuk mengurangi ketergantungan pasar tujuan ekspor ke negara-negara tertentu dan meningkatkan kelancaran arus barang ekspor dan impor. 2. Perbaikan iklim usaha perdagangan luar negeri yang berorientasi pada pelayanan publik yang optimal. 3. Peningkatan daya saing ekspor melalui peningkatan kualitas produk ekspor dan peningkatan citra produk ekspor Indonesia di pasar global. 4. Peningkatan peran dan kemampuan diplomasi perdagangan internasional untuk memperjuangkan kepentingan nasional Indonesia dalam forum mult ilateral, regional, bilateral yang penuh tantangan dan kompleksitas. 5. Perbaikan iklim usaha perdagangan dalam negeri dengan melakukan reformasi birokrasi dan harmonisasi kebijakan perdagangan dalam negeri di pusat dan di daerah. 6. Peningkatan kinerja sektor perdagangan dan ekonomi kreatif melalui fasilitasi promosi dan penciptaan kebijakan perdagangan yang sesuai. 7. Peningkatan perlindungan konsumen dan pengamanan pasar dalam negeri sehingga masyarakat terhindar dari produk-produk yang menyebabkan kerugian, membahayakan kesehatan, keamanan dan keselamatan konsumen serta produsen dalam negeri terhindar dari praktek perdagangan tidak sehat. 8. Stabilisasi dan penurunan disparitas harga bahan pokok di Indonesia, sehingga daya beli masyarakat terhadap bahan pokok dapat terjaga. 9. Penciptaan jaringan distribusi yang efisien melalui penciptaan sarana dan kebijakan distribusi serta layanan logistik yang mendukung dan sinergis.

303

Selain daripada itu perlu juga dilihat dan dipelajari sistem pemberdayaan ekonomi bagi warga miskin yang dilakukan oleh Muhammad Yunus (Penerima Nobel
97

Perdamaian tahun 2006) yang disarikan dan dari buku Bank Kaum Miskin karya Muhammad Yunus sendiri. Karena metode yang digunakan sepertinya juga dapat diaplikasikan di Indonesia secara maksimal mengingat banyaknya kesesuaiaan yang ada.

Pemberdayaan Umat ala Muhammad Yunus Pemberdayaan ekonomi yang dipilih Muhammad Yunus yakni pemberdayaan kaum miskin perlu dipelajari karena tentu ada banyak nilai plus yang bisa diaplikasikan di Indonesia. Sebelum membahasnya lebih jauh ada baiknya dibahas mengenai masalah bunga bank, karena ini menyangkut masalah pokok dalam Islam juga. Masalah bunga bank ternyata tidak sesederhana yang diperkirakan, termasuk polemik halal haramnya. Kepelikan muncul karena dunia keuangan terlanjur “terjebak” pada pemakaian uang kertas yang tidak mempunyai nilai intrinsik sehingga dari waktu ke waktu terkena inflasi atau perak (lain halnya dengan uang logam emas yang tahan terhadap inflasi karena

mempunyai nilai intrinsik) . Contoh , bagi orang yang serta merta mendakwa bunga bank haram, coba padanya dipinjam sejumlah uang misalnya 100 juta rupiah dengan jangka peminjaman selama tiga tahun (anggap ada agunan). Kemudian tiga tahun berselang uang dikembalikan persis 100 juta rupiah. Kelihatannya disini tidak ada yang salah, namun sebenarnya adan kezaliman.

304

Betapa tidak, saat dikembalikan uang 100 juta tersebut sudah turun nilainya yang apabila dibelikan barang akan mendapat jumlah yang lebih sedikit dibanding tiga tahun lalu karena faktor inflasi karenanya sebagian orang tadi. Dalam kasus ini yang si peminjam. Oleh lalu menganggap bahwa meminjam uang telah menzalimi

bunga bank “dapat diterima” sejauh sekedar untuk mengimbangi turunnya nilai tukar uang (inflasi) yang selalu terjadi setiap saat. Lain halnya dahulu di zaman Rasulullah, (dinar) dan uang yang dipakai berupa keping emas keping perak (dirham) yang karena kesulitan

mempunyai nilai intrinsik relatif sangat stabil, tidak mengalami devaluasi. Berlandaskan melepaskan diri dari perangkap bunga bank, saat ini sebagian umat Islam di dunia mulai merintis kembali penggunaan keping emas sebagai transaksi keuangan alternatif. Selain daripada itu mengenai maraknya bankbank syariah itu juga baik walau sepertinya belum benarbenar menuntaskan permasalahan esensi riba (dan ini diakui sendiri oleh beberapa penyelenggara keuangan syariah), meskipun katakanlah sudah “mendingan”. Untuk mengetahui seluk-beluk mata uang terkait dengan pandangan Islam, salah satu yang bagus adalah ada pada buku berjudul Mata Uang Islami, buah karya Ahmad Hasan.

Kemiskinan adalah hal yang buruk

305

Kemiskinan

sebagaimana

diterangkan

pada

halaman-halaman sebelumnya adalah hal yang negatif. Menurut Yunus kemiskinan adalah penyangkalan atas hak asasi manusia sekaligus merupakan anacaman bagi perdamaian. Perdamaian harus dipahami secara holistik yakni dalam lingkup sosial, politik, dan ekonomi secara luas. Tatanan sosial, politik dan ekonomi yang tidak manusiawi serta tidak adil jelas merupakan ancaman bagi perdamaian. Kemiskinan adalah sumber malapetaka. Rasa frustrasi, kedengkian, dan kemarahan yang disebabkan oleh kemiskinan menjadikan perdamaian sulit diwujudkan dalam masyarakat manapun. Oleh karenanya untuk mewujudkan perdamaian harus dicari cara-cara bagaimana memakmurkan rakyat. Muhammad Ekonomi lulusan Yunus Amerika adalah yang Profesor di bidang suatu

mengajar

universitas di Bangladesh. Kondisi ekonomi Bangladesh saat itu (sekitar tahun 70-an) sangat memprihatinkan. Kemiskinan menyeruak dimana-mana, pengemis dan kaum papa di jalanan merupaka pemandangan seharihari. Melihat kenyataan itu Yunus saat merasa sangat terpukul. Sebagai dosen dia mengajari mahasiswa teoriteori ekonomi yang muluk-muluk, sementara saat dia melongok nurainya keluar melihat jendela kenyataan sekitar yang ada berkebalikan dengan apa yang dia ajarkan. Keterusikan lingkungan kemudian dan membimbingnya mencoba memberi perhatian

mencari solusinya. Dia lalu membuat tim yang terdiri atas mahasiswa bimbingannya. Dari hasil observasi diketahui bahwa akar masalahnya adalah sitem rentenir yang telah

306

berjalan sekian lama. Betapa tidak , mereka mendapati seorang perempuan desa meminjam kurang dari satu dolar Amerika dari seorang rentenir, dengan syarat bahwa semua produk yang dihasilkan menjadi hak ekslusif rentenir dan dijual dengan harga yang ditetapkan si rentenir. Sungguh suatu bentuk perbudakan terselubung. Untuk itu dia bersama timnya perlu memutus mata rantai sistem tersebut. Bukan hal yang mudah tentunya mengingat potensi serangan balik pihak rentenir. Kesulitan lain ternyata menghadang dari aspek kultur setempat. Masyarakat yang menjadi sasaran upaya pengentasan kemiskinan tersebut mayoritas adalah kaum perempuan. Adat setempat melarang seorang perempuan bertemu atau berbicara dengan laki-laki lain yang bukan kerabatnya. Akibatnya dalam berkomunikasi, Yunus memanfaatkan mahasiswinya sebagai perantara yang harus bolak-balik menghubungkan Yunus dengan “klien” nya. Pada dibebaskan karena tersebut ia awalnya, ada 42 warga rentenir. yang Dari harus mana miskin Tidak

pinjamannya menginginkan dari

dari

biayanya? Ternyata Yunus harus merogoh kantung sendiri secepatnya cengkraman warga rentenir. terbebas

dinyana langkah pembebasan ini disambut antusias oleh warga, usaha mikro mereka (kerajinan, makanan kecil dan sebagainya) dapat tumbuh secara normal. Kemudian untuk menghidupkan secara lebih luas sektor usaha mikro kaum miskin tersebut Yunus berinisiatif menghubungi bank terdekat untuk mengucurkan kredit.

307

Hasilnya negatif, ditolak dengan alasan tidak ada agunan. Tidak kehilangan akal Yunus kemudian menawarkan diri sebagai jaminan kredit. Ternyata diterima sehingga perguliran usaha mikro kaum miskin tersebut dapat tumbuh baik. Hal yang mengagumkan menurut Yunus adalah tingkat pengembalian kredit kaum miskin tersebut sangat bagus, mereka selalu mengangsur tepat waktu ! Melihat hasil yang menggembirakan ini Yunus kemudian berniat membangun bank sendiri yang akhirnya terwujud dengan nama Bank Pedesaan (Grameen Bank). Semakin lama bank tersebut berkembang hingga ke daerahdaerah lain. Selain bisnis bank, kaum Yunus juga melakukan bekerjasama deversifikasi miskin yakni

dengan persusaahaan asing untuk

mendirikan Telepon

Pedesaan yakni operator telepon seluler dimana kaum miskin diberi kredit untuk membeli ponsel yang kemudian mereka jula jasa layanan telepon keliling. Hebatnya ibuibu yang menjalankan bisnis ini ternyata cepat beradaptasi dan sukses. Selain itu industri yang membuat yoghurt (susu yang difermentasi) juga dirintis sehingga selain untuk menambah pendapatan kaum miskin, yoghurt bermanfaat memberi asupan bagi anak-anak kurang gizi. Sayang, karena terkena intrik politik (Yunus berhasrat menjadi orang nomor 1 di Bangladesh), oleh pengadilan direkayasa agar Yunus “dipecat” dari Grameen Bank, ironi memang.

Pengentasan Kemiskinan Saat ini Bank Pedesaan tersebut telah berhasil mengucurkan kredit bagi 7 juta warga miskin Bangladesh

308

yang meliputi puluhan ribu desa. Uniknya dari seluruh nasabah 97 % adalah kaum perempuan. Selama berjalan, Bank Pedesaan telah memberi kredit cukup banyak (puluhan trilyun). Kredit bebas agunan ditujukan untuk usaha mikro, perumahan, sekolah, bagi keluargakeluarga miskin. Selain itu dan program tabungan, dana pensiun, dan asuransi untuk para anggotanya juga digulirkan. Sebagi contoh kredit perumahan telah berhasil dipakai untuk membangun 640.000 rumah bagi warga miskin. Dampak berantai atas kesuksesan memberdayakan warga miskin antara lain adalah selain turunnya angka kemiskinan secara signifikan, terbukanya kesempatan anak-anak warga miskin untuk bersekolah bahkan hingga perguruan tinggi sekalipun sebagian atas biaya sendiri sebagian melalui program beasiswa dari Bank Pedesaan. Selain itu tingkat kriminalitas menurun, aktivitas keagamaan tumbuh dengan menggembirakan. Melihat tingkat kesuksesan pengentasan kemiskinan yang signifikan tersebut tidak mengherankan Bank Pedesaaan bersama Muhammad Yunus mendapat anugerah Nobel Perdamaian tahun 2006. Sekarang Muhammad Yunus banyak berkeliling dunia untuk menularkan sistem yang dia kembangkan tersebut ke berbagai negara tidak hanya negara miskin namun juga negera berkembang. Mengambil hikmah atas fenomena diatas bahwa begitu kemiskinan dapat dientaskan maka ‘kebaikankebaikan’ otomatis muncul. baik. Memang ada Dengan demikian Yunus kritik atasnya terkait telah mempraktekan ibadah muamalah dengan sangat sebagian pemanfaatan sistem bank yang mentolelir bunga bank.

309

Kembali bahwa sebagaimana diterangkan sebelumnya bahwa sitsem moneter di dunia terlanjur terjebak pada penggunaan uang kertas yang akhirnya membentuk sistem perekonomian yang “ramah inflasi”. Dengan sistem perekonomian yang demikian maka adanya bunga bank merupakan suatu keniscayaan. Namun demikian hadirnya bank-bank yang berlabel syariah tentu akan lebih baik meskipun sepertinya belum bisa menjamin 100 % syariah. Pendidikan anak dan pemuda Sejak digulirkan. mereka. program pengentasan kemiskinan

Muhammad Yunus terus memantau putraperempuan yang menjadi mayoritas

putri para peminjam untuk melihat perkembangan hidup Kaum peminjam memprioritaskan sekolah anak-anak. Banyak

anak-anak berhasil mencapai peringkat atas di kelas , ini mendorong Bank Pedesaan untuk lebih banyak lagi memberi beasiswa dari universitas (mencapai tahunnya). keluarga seterusnya. Pengemis Juga Berbisnis Semakin tahun kredit mikro menjangkau, semakin banyak kaum miskin di Bangladesh terentaskan. Setelah itu Yunus ingin menjangkau lebih luas lagi, tidak hanya warga miskin melainkan juga pengemis. Ini bukan persoalan mudah karena kalau program sebelumnya diperuntukkan bagi warga miskin yang memang terbiasa mereka tingkat dasar hingga tingkat puluhan ribu beasiswa setiap semakin baik, demikian

Dengan pendidikan yang baik masa depan akan

310

berkarya, kali ini pengemis yang tentu saja memerlukan pendekatan merupakan pinjamannya yang bebas tersendiri kultur bunga, (perilaku dan para mengemis Sistem bisa persoalan kejiwaan). pengemis

membayar berapa saja, kapan saja. Bank Pedesaan membimbing para pengemis untuk membawa dagangan kecil-kecilan seperti mainan, jajanan, atau barang-barang rumah tangga saat mereka pergi dari satu rumah ke rumah yang dituju untuk mengemis. Tidak kurang dari ada 85.000 pengemis yang mengikuti program ini. Sekitar 5.000 orang sudah sama sekali berhenti mengemis. Dengan keberhasilan mengubah kebiasaan mengemis menjadi kebiasaan berusaha dan berkarya, tentu tidak semata-mata mengangkat aspek ekonomi, namun juga harga diri. Harga diri masyarakat dan harga diri di hadapan Tuhan. Pekerjaan yang di lakukan Muhammad Yunus bersama Bank Pedesaan ini tak pelak lagi merupakan perbuatan mulia. Dan ini bisa dijadikan contoh riil bahwa ibadah muamalah seperti ini perlu ditularkan pada umat Islam pada umumnya sehingga secara bertahap sektor ekonomi umat muslim akan menapak naik. Ekonomi Kerakyatan Modern Pada tahun 80-an di Indonesia pernah gencar memperkenalkan sistem ekonomi kerakyatan sebagai alternatif atas merajalelanya sistem ekonomi kapitalis. Penggagas sistem ini adalah Mubyarto seorang guru besar dari Universitas Gadjah Mada. Sayang dalam tataran pelaksanaan – entah mengapa – sistem yang bagus ini tidak berjalan dengan baik sehingga terlupakan.

311

Sementara Muhammad Yunus juga menelorkan ide yang sama yakni ekonomi kerakyatan yang diberi nama social business entrepreneurship disingkat SBE. Secara prinsip SBE mengusung penciptaan tetap kewirausahaan memperhatikan yang faktor menguntungkan namun

sosial. Seperti diketahui bahwa saat ini dunia dikuasi oleh sistem ekonomi pasar yang kapitalis dimana inti dasarnya adalah memaksimalkan laba semata-mata, tanpa peduli ada pihak-pihak yang dikorbankan. Akibatnya yang kaya semakin kaya yang miskin tetap miskin. Ini yang ingin dikoreksi Yunus dengan SBE-nya yakni maksimalisasi laba sekaligus berbuat baik pada masyarakat dunia.

Last but not least ada satu buku yang cukup komprehensif yang membahas persoalan sumber daya manusia terkait sistem ekonomi islami yakni Islamic Human capital karya Veithzal Rivai.

312

AKHIRUL KALAM
Bahwa Islam pernah mengalami jaman

keemasan selama kurang lebih lima ratus tahun yakni dirintis sejak jaman Rasulullah saw dan mencapai puncaknya antara abad 8 hingga 313 pertengahan abad 13. Pada jaman itu kondisi umat

Islam

sangat

sejahtera

dan

ilmu

pengetahuan

berkembang begitu pesat sehingga peradaban Islam menjadi sentral komunitas sejagad. Dunia Barat saat itu masih terbelakang. Kini keadaan terbaik, dunia Barat sangat maju dalam iptek dan perekonomian, sedangkan mayoritas umat Islam hidup di negara-negara yang relatif lemah. Perekonomian dan penguasaan iptek kaum muslimin jauh tertinggal oleh Barat. Salah satu penyebab utama kemunduran umat Islam adalah terjangkitnya “penyakit” dikotomi. Dikotomi menyangkut pemahaman ibadah yang dipilah menjadi ibadah ritual dan ibadah muamalah. Dikotomi lainnya menyangkut pemilahan ilmu menjadi ilmu agama dan ilmu non-agama (ilmu umum). Tidak seperti ilmu agama, menuntut ilmu dan aktivitas dari bekerja studi – setidaknya –dianggap menurut kurang responden kasus

penting dan tidak mendatangkan pahala. Akibatnya umat Islam cenderung kurang menghargai ilmu pengetahuan umum dan tidak terpacu untuk giat bekerja. Agar umat Islam dapat kembali berjaya, semua komponen bangsa termasuk para da’i dan ulama perlu mendorong umat Islam agar menyeimbangkan ibadah muamalah lewat karya nyata di bidang iptek dan ekonomi dengan ibadah ritual melalui peningkatan iman dan takwa. 314

CATATAN KAKI
1 Susilo Bambang Yudhoyono, Indonesia Unggul h.83, 84, 97 2 Nurcholis Madjid, Islam Doktrin dan Peradaban, Penerbit Paramadina, 2005, h.1 3 Yusuf Qardhawi, Merasakan Kehadiran Tuhan, halaman 331 Ibid., h. 326 5 Mohammad Ardani, Khutbah Jum’at Masjid Istiqlal h.22 6 Yusuf Qardhawi dalam Muhaimin Kawasan dan Wawasan Studi Islam h. 278 7 Ibid halaman 279 8 9 Muhaimin dkk, Kawasan dan Wawasan Studi Ahmad Asifudin, Etos Kerja Islam, h.53-54 Islam, h. 279 10 Muhammad Solikhin, Tasawuf Aktual, h.259 11 M.Quraish Shihab, Menabur Pesan Ilahi, h.33-34 12 Mulyanto Sumardi dkk, Penelitian Agama, h.2021 13 Mahdi Ghulsyani, Filsafat Sains Menurut AlQur’an, h.39 14 M.Quraish Shihab, Tafsir al-Muisbah, volume 15, h.455 h.31-32 16 Umar Anggara (dalam surya online; eramuslim, www.eramuslim.com; republika on-line, 315 15 Yusuf Qardhawi, Konsep Islam Solusi Utama Umat, 4

www.republika.co.id , okezone news, www.news.okezone.com 17 M.Quraish Shihab, Menabur Pesan Illahi, h. 154 18 Dari berbagai sumber dalam Nursukma Suri, Ulama Dan Institusi Pendidikan Islam h.5 19 Abdurrachman Mas’ud dkk, Dinamika Pesantren dan Madrasah, h.193 20 Muhammad Arkoun dalam Badhowi, Humanisme Islam h.115 21 Yatimin Abdullah, Studi Islam Kontemporer h.161 22 Syed Ameer Ali , The Spirit of Islam, h.409 23 Muhammad Solikhin, Filsafat &Metafisika dalam Islam, h. 23 24 Nurcholis Madjid, Islam Doktrin dan Peradaban, h.147 Wahyu Murtiningsih, Biografi Ilmuwan Muslim, M.Natsir Arsyad, Cendikiawan Muslim, Agus Priyatmono, Ilmuwan Muslim Sepanjang jaman; Wikipedia, Ilmuwan Islam 26 Quraih Shihab, Menabur Pesan Illahi, halaman 155 27 Sibawaihi, Hermeneutika Al-Qur’an Fazlur Rahman, h. 124-125. 28 Muhammad Ali al-Allawi, The Great Woman, h. 70-85 29 Nurcholis Madjid, Islam, Doktrin dan Peradaban, h.133 Ibid., h. 134 31 Ibid., h.135 316 30 25

32 Ibid., h.135 33 Ibid., h. 136 34 Ibid., h. 137 35 Ibid., h.138 36 Ibid., h. 139 37 Ibid., h. 140 38 Ibid., h.140 39 Ibid., h. 141 40 Ibid., h. 142 41 Abu Yasid, Nalar & Wahyu h. 47 42 Bassam Tibi, Ancaman Fundamentalisme, h.ix 43 Ibid., h.127-128 44 Mahdi Ghulsyani, Filsafat Sains Menurut AlQur’an, h. 142 45 Muhammad Quthb, Fenomena Kalam Ilahi, halaman 221 46 Mahdi Ghulsyani, Filsafat Sains Menurut AlQur’an, h.142 47 Ibid., h.143 48 Syamsul Ma’arif, Revitalisasi Pendidikan Islam, h.28-31 M.Quraish Shihab, Menabur Pesan Ilahi, h.154 50 Harun Yahya, The Disaster Drwinism Brought to Humanity, e-book, h.20 51 Http://brainz.org/15-coolest-cases-biomimicry/ 52 Andi Rosadisastra, Metode Tafsir Ayat-Ayat Sains dan Sosial, h.47 53 Afzalur Rahman, Al Qur’an Sumber Ilmu 317 49

Pengetahuan h.46-353 54 Surat Ketua LIPI kepada Amien Rais dalam buku Selamatkan Indonesia, lampiran. 55 Amien Rais, Selamatkan Indonesia, h.60-61 56 George Soros, Open Society; Reforming Global Capitalism h. xvii 57 Jalaluddin Rahkmat , Meraih Cinta Ilahi, h. 226227 59 Ahmad Asifudin, Etos Kerja Islami, h.169 60 Ibid., h.178 61 Effendi Siradjuddin, Memerangi Sindrom Negara Gagal, h.5 62 Ibid., h.6 63 Abd Fattah Abu Ghuddah, Ketabahan Para Pencari Ilmu, h. 33-35 64 Yusuf Qaradhawi, Teologi Kemiskinan, h. 81-101 65 Muhammad A. khalafallah, Masyarakat Muslim Ideal, h. 61 66 Yusuf Qardhawi, Teologi Kemiskinan, Mitra Pustaka, h.15-16 67 Muhammad Sholahuddin, World Economic Revolution With Muhammad, h. 45-46 68 Ibid., h.57 69 K. Ali, Sejarah Islam, h.170 70 Al Thabiri dalam Hitii, History of The Arabs h.235 71 K. Ali, Sejarah Islam, h.176 72 Ibid., h.179 318 58 M.Quraish Shihab, Menabur Pesan Ilahi, h. 240-241

73 Muhammad Sholahuddin, World Economic Revolution with Muhammad, h.151 74 Al-Qardhawi 1995 dalam Sholahudiin, World Economic Revolution With Muhammad h.147 75 K. Ali, Sejarah Islam, h.203 76 Al Qrdahwi 1995 dalam Sholahuddin, World Economic Revolution With Muhammad h.149 77 Ibid h.150 78 Al-Bgdhadi, dalam Sholahuddin h.150 79 x Muhammad Sholahuddin, World Economic Revolution with Muhammad, h.151 80 K. Ali, Sejarah Islam, h.227 81 Muhammad Sholahuddin, World Economic Revolution with Muhammad, h.152 82 Ibid., h.153 83 Ibid h.1 84 Dari berbagai sumber dalam Hitti, History of The Arabs h.429-230 85 Muhammad Sholahuddin, World Economic Revolution with Muhammad, h.154-155 86 Dari berbagai sumber dalam Hitti, History of The Arabs h. 509-512 87 Sholahuddin, World Economic Revolution with Muhammad, h156 88 Fazlur Rahman dalam Syamsul Ma’arif, Revitalisasi Pndidikan Islam, h. 27-28 89 Muhammad Rasyid Ridho dalam Ahmad Khalafallah, Masyarakat Muslim Ideal, h.13-14 319

90 Ahmad Khalafallah, Masyarakat Muslim Ideal, h.40-41 Islam, h.29 92 Mokodampit (dalam Ahmad Janan Asifudin, Etos Kerja Islami h.36) 93 Kompas, Membongkar Budaya, Penerbit Kompas, h.145, 2007 94 Ivan Taniputera, History of China, h.655 95 Riaz Hassan, Keragaman Iman, Studi Komparatif Masyarakat Mulsim, h. 263-265 96 Sultan Hamengku Buwono X, Merajut Kembali Keindonesiaan Kita, h.124 97 Muhammad Yunus, Bank Kaum Miskin, lampiran 91 Muhammad Solikhin , Filsafat dan Metafisiska dalam

DAFTAR PUSTAKA
Buku Abad Badruzaman, Dari Teologi Menuju Aksi,

Pustaka Pelajar, 2009. Abdurrachman Mas’ud dkk, Dinamika Pesantren dan Madrasah, Pustaka pelajar 2002. Abd Fattah Abu Ghuddah, Ketabahan Para Pencari Ilmu, Pustaka Insan Madani, 2008 Abu Yasid, Nalar & Wahyu, Penerbit Erlangga, 2007. 320

Aep Kusnawan, Ilmu Dakwah, Pustaka Bani Quraisy, 2004. Afzalur Rahman, Al Qur’an Sumber Ilmu

Pengetahuan, Bina Aksara 1989. A.Gunawan Admiranto, Menjelajah Bintang Galaksi dan Alam Semesta, Penerbit Kanisius, 2009. Agus Mustofa, Membela Allah, Padma Press, 2010. Ahmad Hasan, Mata Uang Islam, Raja Grafindo Persada, 2005. Ahmad Janan Asifudin, Etos Kerja Islami,

Muhammadiyah University Press, 2004. Ahmad Khalafallah, Masyarakat Muslim Ideal,

Pustaka Insan Madani, 2008. Andi Rosadisastra, Metode Tafsir Ayat-ayat Sains dan Sosial, Penerbit Amzah, 2007 Badri Khaeruman, Otentisitas Hadis, Penerbit Rosda, 2004Baedhoei, Humanisme Islam, Pustaka Pelajar, 2008. Bassam Tibi , Islam Kebudayaan dan Perubahan Sosial, Tiara Wacana, 1999. Budi Sulistyo En-Nafi’, Ternyata Allah Menyerumu Pada Pesugihan, Diva Press, 2009.

321

Djafar Abdul Muchith Himpunan Khutbah Jilid-2: Penerbit cv.Diponegoro, 1984 Effendi Gagal, Eko Supriyanto, Ekonomi Islam, Graha Ilmu, 2005 George Soros, Open Society; Reforming Global Capitalism, Yayasan Obor Indonesia, 2007. Harun Yahya, Keajaiban Al Qur’an, Arkan Publishing, 2006. Hussein Bhareisy, Hadits Sahih Bukhari, Penerbit AlIkhlas, 1996. Ilan Pappe, Pembersihan Etnis Palestina, Elex Media Komputindo, 2007 Ivan Taniputera, History of China, Ar-Ruzz Media, 2008 K. Ali, Sejarah Islam; Tarikh Pasca Modern, penerbit Srigunting. 1996 KH.Mustaghfiri Asror, Suara Mimbar (Khutbah Siradjuddin, Memerangi Sindron Negara

Jum’at), Penerbit Aneka Ilmu, 2004. Muhammad Ali al-Allawi, The Great Woman, Penerbit Pena, 2002 M.Amein Rais, Selamatkan Indonesia, PPSK Press, 2009. 322

Miftah Faridl, Islam Ukhuwah, Penerbit Remaja Rosdakarya, 2003. Muhammad Quraish Shihab, Tafsir Al-Misbah,

Penerbit Lentera Hati, 2002. M.Quraish Shihab, Menabur Pesan Illahi, Lentera hati,2006. Muhammad Solikhin, Tasawuf Aktual, Pustaka Nuun, 2004 M.Natsir Arsyad, Cendikiawan Muslim, Penerbit

Srigunting, 1995 Muhammad Sholahuddin, World Economic Revolution with Muhammad, Penerbit Mashun, 2009 Muhammad Yunus, Bank Kaum Miskin, Penerbit Marjin Kiri, 2006. Muhammad Quthb, Fenomena Kalam Ilahi, Penerbit Pena, 2005. Muhammad dan Fauroni, Visi Al-Qur’an Tentang

Etika dan Bisnis, Salemba Diniyah, 2002. Muhammad Solikhin, Filsafat dan Metafisika dalam Islam, 2008. Muhaimin dkk, Kawasan dan Wawasan Studi Islam, Prenada Media, 2005. 323

Mulyanto Sumardi dkk, Penelitian Agama, Masalah dan Pemikiran, Penerbit Sinar Harapan, 1982. Nursukma Sari, Ulama dan Institusi Pendidikan Islam, makalah. Riaz Hasan, Keragaman Iman; Studi Komparatif Masyarakat Muslim, Raja Grafindo Perkasa, 2006. Syamsul Ma’arif, Revitalisasi Pendidikan Islam,

Penerbit Graha ilmu, 2007. Phillip K. Hitti, History of The Arabs, Penerbit Serambi, 2002. Scott McClellan, Kebohongan di Gedung Putih,

Gramedia Pustaka Utama, 2009. Sultan Hamengku Buwono X, Merajut Kembali

Keindonesiaan Kita, Gramedia, 2007 Susilo Bambang Yudhoyono, Indonesia Unggul, BIP, 2008 Syed Ameer Ali , The Spirit of Islam, Penerbit Navila, 2008. Tim Kompas, Membongkar Budaya, Penerbit

Kompas, hal 145, 2007 Widjajakususma, Menggagas Bisnis Islami, Gema Insani, 2002. 324

Wahyu

Murtiningsih,

Biografi

Ilmuwan

Muslim,

Pustaka Insan madani, 2007. Yatimin Abdullah, Studi Islam Kontemporer, Penerbit Amzah, 2004. Yusuf Qardhawi, Merasakan Kehadiran Tuhan, Mitra Pustaka, 2007. Yusuf Qaradhawi, Konsep Islam Solusi Utama Bagi Umat, Senayan Abadi Publishing, 2004 Yusuf Qaradhawi, Teologi Kemsikinan, Mitra Pustaka, 2002 Website www.alhamidiyah.com/?v=fatwa&baca=19 www.bappenas.go.id/get-file-server/node/2630/ www.depdag.go.id/ www.eramuslim.com www.ichsanmufti.wordpress.com/khutbah-jumatsetahun/ www.khutbahistiqlal.wordpress.com/category/khutba h-2005/ www.lei-indonesia.or.id

325

www.mesjidui.ui.ac.id/index.php? option=com_docman www.pmindia.nic.in/Review_Economy_2007-2008 www.news.okezone.com www.republika.co.id www.ristek.go.id/www.salmanitb.com/category/Khut bah%20Jumat www.tausyiah275.blogsome.com/.../khutbah-jumatpengajian/

TENTANG PENULIS

Ir.H.Ajar Permono MM mempunyai latar pendidikan Teknik Kimia dan Manajemen. praktisi Belasan tahun dengan 326 berprofesi sebagai industri

pengalaman lintas negara. Selain menulis buku, aktivitasnya adalah sebagai konsultan industri kecil menengah serta mengajar di beberapa perguruan tinggi. Belasan buku telah ditulis dengan tema seputar perindustrian. Buku berjudul Menggugat (dakwah) Ulama ini merupakan upayanya “hijrah” ke nuansa kali pertama penulisan yang

berbeda. Penulis belajar bahasa Arab di MEDIU. E-mail: apermono_id@hotmail.com

SINOPSIS

327

Mengapa dakwah para da’i dan ulama – dari studi kasus yang ibadah dilakukan mahdhah – lebih (ritual) mengutamakan muamalah) ?

dibanding ibadah ghairu mahdhah (aktifitas

Adakah keterkaitan dakwah yang “melupakan” aktifitas muamalah dengan ketidakberdayaan umat Islam masa kini dalam bidang ilmu pengetahuan dan ekonomi ?

Buku ini mempermaslahkan ketidakseimbangan tema dakwah para da’i dan ulama serta kemungkinan dampak yang ditimbulkannya.

328

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->