P. 1
kemampuan Gerak Dasar

kemampuan Gerak Dasar

|Views: 978|Likes:
Published by Echa Salay

More info:

Published by: Echa Salay on Jan 23, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/26/2013

pdf

text

original

emampuan Gerak Dasar

Pendahuluan
Gerak adalah ciri kehidupan. Tiada hidup tanpa gerak. Apa guna hidup bila tak mampu bergerak. Memelihara gerak adalah mempertahankan hidup, meningkatkan kemampuan gerak adalah meningkatkan kualitas hidup. Oleh karena itu : Bergeraklah untuk lebih hidup, jangan hanya bergerak karena masih hidup. Bahkan manusia masih berada dalam kandungan sudah melakukan gerakkan yang merupakan fase gerak reflek. Dalam kehidupan seorang anak saat mencapai usia tahun kedua, adanya tanda-tanda perubahan yang dapat diamati bagaimana cara mereka berhubungan dengan sekitarnya, dan di penghujung usia yang kedua, mereka telah menguasai kemampuan gerak dasar yang dikembangkan sepanjang masa kanak-kanak. Bentuk kemampuan gerak ini adalah dasar yang dikembangkan tiap-tiap anak atau pola-pola gerak dasar pada masa kanak-kanak dini dan keterampilan pergerakan khusus pada masa kanak-kanak setelahnya serta masa remaja. Anak-anak tidak lagi dihentikan oleh ketidakmampuan untuk bergerak bebas atau dibatasi oleh tempat tidur mereka atau tempat bermain mereka. Sekarang mereka mampu menyelidiki potensi pergerakan tubuh mereka dengan bergerak antar ruang (daya gerak). Mereka tidak lagi tak berdaya melawan gaya gravitasi tetapi memperoleh peningkatan kontrol melalui kemampuannya terhadap gravitasi (stabilitas). Mereka tidak harus lagi melakukan raihan-raihan kasar yang tidak efektif, menggenggam, melepas benda-benda tertentu pada masa kanak-kanaknya tetapi dengan cepat mengembangkan kemampuannya untuk mengontrol dan melakukan kontak dengan objek secara akurat dalam lingkungannya (memanipulasi). Anak-anak balita terlibat dengan proses pengembangan dan penyaringan kemampuan gerak dasar pada berbagai macam stabilitas/keseimbangan, daya gerak, dan pergerakan manipulatif. Artinya mereka harus terlibat dalam serangkaian pengalaman-pengalaman yang terkoordinasi dan berkembang untuk meningkatkan pemahaman tubuh dan potensinya untuk bergerak. Pengembangan pola gerak tidak hanya diperhatikan secara khusus pada pengembangan keterampilan tingkat tinggi dari sejumlah situasi pergerakan tertentu, tetapi juga pada pengembangan tingkat kecakapan (profisiensi) dan mekanik tubuh efisien yang dapat diterima dalam berbagai macam situasi pergerakan. Suatu gerak dasar melibatkan elemen dasar dari pergerakan tertentu saja. Gerak dasar ini tidak mencakup gaya-gaya individu atau penampilan unik personal. Gerak dasar juga tidak menekankan pada variasi-variasi gerak dasar yang masuk ke dalam keterampilan kompleks seperti lay-up shot dalam bola basket atau latihan lantai rutin dalam olahraga senam. Tiap-tiap pola gerak pertama kali harus terbebas antara satu gerak dengan lainnya, dan baru dihubungkan dengan gerak lainnya dalam berbagai macam kombinasi. Pergerakan-pergerakan dari daya gerak berlari, melompat dan melenting, atau pergerakan-pergerakan manipulatif dari melempar, menangkap, menendang, dan mengait merupakan contoh-contoh kemampuan gerak dasar. Pergerakan-pergerakan ini lalu dikombinasikan dan ditingkatkan dalam berbagai macam cara . Pengembangan kemampuan gerak dasar merupakan dasar bagi pengembangan gerak anak.

Menurut Williams’s (1970) rangkuman kemampuan gerak anak antara 3 – 6 tahun mengungkapkan bentuk pergerakan lebih lanjut seiring peningkatan usia. menggunakan sejumlah contoh anak laki-laki dan wanita dari kelas 1 sampai 6. atau tahap terampil olahraga. 1938). 2. 1966. Dalam buku Developmental Physical Education for Today’s Children (1996) ia menawarkan sebuah sistem praktis. Wild. dan terpercaya untuk mengklasifikasikan individu pada tahap-tahap dini. “berapa banyak”. 2. Anak-anak memiliki potensi pengembangan untuk memasuki usia matang dari sebagian besar keterampilan gerak dasar pada usia 6 tahun. Hasil dari investigasi ini menghasilkan 3 metode tabel populer tahap klasifikasi anak dalam pengaturan observasi aktual. 4. 2) Menurut McClenaghan dan Gallahue (1978b). Studi pengembangan gerak normatif ini menarik dan informatif berisikan kuantitas dan hasil gerak yang mereka sebut “berapa jauh”. Metode Seefeldt memberikan skor tahap klasifikasi keseluruhan (tahap1 sampai tahap 5) dan disebut dengan pendekatan konfigurasi tubuh total. ditemukan bahwa rata-rata angka pada item variasi performa gerak menunjukkan tren naik definit hingga kelas lima. sejumlah investigator. bersama dengan berbagai macam pengalaman gerak yang sesuai untuk dikembangkan untuk tiap-tiap tahap dalam 23 keterampilan gerak dasar. Menurut Sinclair (1973) mempelajari pengembangan gerak anak berusia 2 – 6 tahun. mulai menggumpulkan data untuk membawa menuju tahap konsep pengembangan gerak sepanjang awal masa kanak-kanak. untuk menganalisis aspek intraskill dari berbagai macam pola-pola gerak dasar. 1972. Hasilnya. matang. “berapa cepat”. Seefeldt dan Haubenstricker (1976) dan beberapa lainnya melakukan penyelidikan penting ke dalam urutan intraskill dari berbagai macam uji-uji gerak dasar. manipulatif dan kemampuan perseptual dari 365 anak yang berusia 4 hingga 12 tahun. Hasil analisis film panjang dari 25 uji gerak selama interval 6 bulan memberikan asumsi dasar bahwa gerak adalah sebuah proses pengembangan selama awal masa kanak-kanak B. 1979. Menurut Johnson (1962). Pembahasan 1. 3) Menurut Gallahue (1996) baru-baru ini memperluas dan merevisi metode tahap-tahap pengidentifikasian McClenaghan-Gallahue (1978) di dalam fase gerak dasar. Menurut Cratty dan Martin (1969) menyajikan urutan keterkaitan usia terhadap pencapaian dari berbagai macam daya gerak. mudah digunakan. dan Seefelt dan Haubenstricker (1976) telah sukses digunakan dalam penilaian observasi pada anak-anak.1. Metode Roberton memperluas tahap teori pada analisis komponen terpisah gerak di dalam pola yang diberikan dan biasanya disebut dengan pendekatan analisis bagian. dasar. 3. Metode ini mendorong penggunaan baik pendekatan secara konfigurasi tubuh total maupun pendekatan analisis bagian untuk menilai pengembangan pola gerak dasar. . Seefeldt. Beberapa teknik efektif telah diusulkan untuk penilaian observasi pola-pola gerak dasar. sebagai berikut : 1) Menurut (Halverson dan Roberton.

Aspek-aspek pengembangan dari beberapa gerak mungkin lebih lengkap digambarkan ke dalam empat.1 atau 7. lima. Pencapaian aktual tergantung pada faktor-faktor termasuk tugas. memukul. menangkap. individu. memunculkan pola-pola manipulatif seperti membengkok. atau bahkan delapan urutan tahap.Tidak semua pola gerak cocok dengan kemajuan tiga tahap yang ada. dengan kaki bergantian Berjalan pada balok 2 atau 3 inch (5. tergantung pada pola spesifik dan tingkat kepuasan pengamat.5 cm) Berdiri pada balok seimbang yang rendah Berjalan pada balok selebar 4 inch (10 cm) jarak dekat Berjalan pada balok yang sama. sejenisnya mengait. dan lingkungan Keseimbangan Statis Keseimbangan statis mencakup menjaga keseimbangan seseorang ketika pusat gravitasi tetap • • • • • 2) Urutan Kemunculan Kemampuan Daya Gerak yang Dipilih . Pendekatan tiga tahap digunakan pada bagian berikut karena pendekatan ini akurat dan cukup pas dalam urutan pengambangan pada banyak pola-pola gerak dasar dan memberikan dasar untuk alat penilaian observasi yang terpercaya dan mudah digunakan. meregang. diantaranya sebagai berikut : 1) Urutan Kemunculan Kemampuan Keseimbangan yang Dipilih Pola Gerak Keseimbangan Dinamis Keseimbangan dinamis mencakup menjaga keseimbangan seseorang seiring pergeseran pusat gravitas • • • • • • • • Berjalan lurus 1 inch (2. dan aktivitas lain *Anak-anak memiliki “potensi” pengembangan untuk memasuki tahap matang. memutar dan melempar.5 cm) Berjalan melingkar 1 inch (2.6 cm) Melakukan guling depan tahap dasar Melakukan guling depan tahap matang Kemampuan yang Dipilih Pendekatan Usia Subjek 3 tahun 4 tahun 2 tahun 3 tahun 3–4 tahun 4 tahun 3–4 tahun 6–7 tahun 10 bulan Bangunkan untuk posisi berdiri 11 bulan Berdiri tanpa pegangan tangan 12 bulan Berdiri sendiri 5 tahun Keseimbangan di atas satu kaki 3 – 5 detik Dukung tubuh untuk mencapai posisi dasar terbalik 3 6 tahun titik Kemampuan pergerakan aksial dimulai untuk Pergerakan Aksial pengembangan dini masa kanak-kanak dan makin Pergerakan aksial adalah postur statis tersaring pada suatu titik di mana mereka mulai yang mencakup melentur. menendang.

lari tahap matang Berlari Berlari mencakup periode singkat kontak dengan permukaan Melompat • Turun dari objek yang rendah Melompat terdiri dari tiga bentuk : • Melompat ke bawah dari objek dengan satu kaki (1) melompat mencapai jarak • Melompat dari lantai dengan kedua kaki (2) melompat mencapai tinggi. dan • Melompat mencapai jarak (sekitar 3 ft / 1 m) (3) melompat dari suatu ketinggian • Melompat mencapai tinggi (sekitar 1 ft / 30 cm) melompat mencakup lepas • landas dengan 1 atau 2 kaki dan Pola melompat tahap matang mendarat dengan dua kaki • Meloncat sampai 3 kali pada kaki yang sama • Meloncat 4 – 6 kali pada kaki yang sama Meloncat Meloncat mencakup lepas landas • Meloncat 8 – 10 kali pada kaki yang sama dengan satu kaki dan mendarat • Meloncat sejarak 50 feet (15 m) sekitar 11 detik dengan kaki yang sama • Meloncat dengan terampil dengan perubahan irama.Pola Gerak Kemampuan yang Dipilih Pendekatan Usia Subjek 13 bulan 16 bulan 17 bulan 20 bulan 24 bulan 25 bulan 18 bulan 2–3 tahun 4–5 tahun 5 tahun Berjalan Berjalan mencakup menempatkan satu kaki di depan kaki satunya saat menjaga kontak dengan permukaan • • • • • • • • • • Berjalan tegak lurus tanpa bantuan Berjalan menyamping Berjalan mundur Menaiki anak tangga dengan bantuan Menaiki anak tangga sendiri – mengikuti langkah Menuruni anak tangga sendiri – mengikuti langkah Jalan cepat (menjaga kontak) Benar-benar lari (fase tanpa dukungan) Lari efisien Kecepatan lari meningkat. pola matang 18 bulan 2 tahun 28 bulan 5 tahun 5 tahun 6 tahun 3 tahun 4 tahun 5 tahun 5 tahun 6 tahun Mencongklang Congklang adalah kombinasi jalan• Dasar tetapi congklang yang tidak efektif dan melompat dengan kaki yang • Mencongklang dengan terampil. individu. dan lingkungan . pola matang sama Lompat Tali • Loncat tali dengan satu kaki Lompat tali mengkombinasikan • Lompat tali dengan terampil (sekitar 20%) langkah dan loncatan dengan suatu • Lompat tali dengan terampil semuanya* perubahan irama 4 tahun 6 tahun 4 tahun 4 tahun 5 tahun 6tahun * Anak-anak memiliki “potensi” pengembangan untuk memasuki tahap matang. Pencapaian aktual tergantung pada faktor-faktor termasuk tugas.

pencahayaan. Ia juga menemukan bahwa program terinstruksi dalam pengembangan keterampilan lebih efektif daripada program bermain gratis dan karenanya orang tua yang bekerja melalui arahan-arahan dari instruktur spesialis dapat sama efektifnya dengan guru pendidikan jasmani itu sendiri dalam pengembangan keterampilan gerak dasar. memberikan dorongan. termasuk kesempatan melakukan praktik. Anak-anak tidak dapat mempercayakan begitu saja pada kematangan untuk mencapai tahap matang dalam kemampuan gerak dasarnya. tetapi beberapa lainnya tidak dapat. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa pola gerak tidaklah mutlak tergantung pada keadaan lingkungan. Begitu pula. Kondisi-kondisi alami termasuk lingkungan itu sendiri – seperti suhu. maka itu masuk akal jika diasumsikan bahwa pola geraknya akan berbeda jika dibanding tujuan pengujiannya untuk melempar mencapai jarak tertentu. . hal ini sesuai dengan temuan : 1) Miller (1978) menyelidiki fasilitas dari pembelajaran keterampilan gerak dasar anak usia 3 – 5 tahun. kondisi-kondisi seperti kecepatan objek. dan instruksi adalah penting untuk pengembangan pola matang dari gerak dasar. kondisi buatan seperti ukuran. memiliki pengaruh yang dramatis terhadap pengembangan kematangan dari pengujian gerak dasar yang diobservasi. Kondisi Gerak Fase pengembangan gerak dasar telah dipelajari secara luas beberapa tahun belakangan ini. Kedua kelompok instruksi tersebut menjadi lebih pandai dalam bentuk dan performa daripada kelompok yang tidak diberikan instruksi. dan gravitasi – dapat mempengaruhi aspek kuantitatif dari uji gerak begitu juga aspek kualitatif. memberikan dorongan. Kemajuan tahap matang dari pola gerak dasar tergantung pada berbagai macam faktorfaktor yang dialami. serta tujuan pengujian dan yang bergerak. difokuskan pada akurasi melempar. 1995). jalur. b. Individu yang terbatas kemampuannya untuk meningkatkan kecepatan lemparannya (akibat sistem mekanik yang tidak efisien atau karena kurangnya kekuatan) hanya akan dapat membuat penyesuaian yang sedikit saat berubah dari uji akurasi lemparan menuju ke uji jarak lemparan. dan tekstur dari suatu objek dapat mempengaruhi performa secara dramatis hal ini sesuai dengan temuan : a. Tujuan dari uji itu sendiri berpengaruh penting bagi status pengujian gerak dasar pengembangan yang diobservasi. 2) Luedke (1980) menemukan hasil yang serupa. bentuk. Ia temukan bahwa program instruksi dapat meningkatkan pengembangan pola gerak dasar melalui tingkatan yang dicapai daripada hanya sekedar mengandalkan kematangan. Lebih jauh lagi. Sebagian besar sepakat bahwa fase ini mengikutsertakan sebuah perkembangan yang dapat dibagi menjadi beberapa tahap. Interaksi lingkungan dan yang bergerak. warna. sebagai contoh. mungkin pada pelemparan permainan darts. dengan memanfatkan dua metode instruksi melempar yang berbeda pada tahap matang dengan empat tingkatan anak laki-laki dan wanita. Kondisi lingkungan yang mencakup kesempatan melakukan praktik. Jika. Kemajuan anak normal secara kognitif dan fisik dari satu tahap ke tahap lainnya dalam cara yang berurutan dipengaruhi oleh kematangan maupun pengalaman. Beberapa individu dapat mengakomodasi gerak mereka untuk menggeser mengatasi hambatan lingkungan. dan instruksi dalam suatu lingkungan yang kondusif untuk dipelajari.) Langendorfer (1988) mengobservasi dua kelompok subjek (anak-anak dan dewasa) menampilkan pola melempar dengan dua kondisi tujuan berbeda (kekuatan dan akurasi).3.) (Payne dan Isaacs. dan beratnya dapat mempengaruhi suksesnya intersepsi. a. luas permukaan.

antara pola-pola. (3) gagal mendapatkan meski sudah sekuat tenaga. seorang anak mungkin menunjukkan sebuah kombinasi dari elemen dini. Perbedaan pengembangan di dalam pola-pola adalah umum dan biasanya merupakan hasil dari : (1) ketidak lengkapan dari pemodelan gerak. Seiring perubahan metode yang kita gunakan menjadi metode analisis gerak anak yang memakai pengaturan yang lebih alami kita mungkin akan dapatkan tahap pengembangan hipotesis ini menjadi sedikit banyak berbeda. Perbedaan antara anak-anak akan mengingatkan kita pada prinsip individu pada semua pembelajaran. Akan menjadi jelas pula bahwa perbedaan kemampuan akan ada antara anak-anak. tergantung pada faktor-faktor lingkungan dan keturunan. dorongan. dasar. harus dinilai menggunakan pendekatan analisis bagian. dan kesempatan untuk praktik. dan tujuan pengujian) dalam menghasilkan status pengembangan pola gerak dasar yang diobservasi itu sendiri. Apakah seorang anak mencapai tahap matang atau tidak terutama tergantung pada instruksi.Mata rantai antara yang berpindah. yang menunjukkan bahwa para peneliti telah begitu peduli dengan perubahan gambaran pada karakteristik gerak para partisipan penelitian dimana mereka seringkali gagal mempertimbangkan pengaruh kuat dari elemen-elemen lainnya (seperti kondisi lingkungan. Pada beberapa uji gerak seorang anak mungkin berada pada tahap dini. b. dan ada yang berada pada tahap matang. Hanya sedikit pengetahuan. dan di dalam pola dalam pengujian performa gerak dasar. Sebagai contoh. atau (5) integrasi sensorimotor yang tidak lengkap. dasar dan elemen matang. (4) kesempatan pembelajaran yang tidak sesuai dan dilarang. dalam lemparan. Lajunya akan bervariasi. Di dalam pola yang diberikan. Perbedaan antara pola-pola akan terlihat pada semua anak. perbedaan normal antara anak-anak akan diperbesar. dan kebutuhan akan pengujian itu sendiri tidak dapat dimengerti secara penuh. dan di dalam pola. Ini akan mengijinkan pengamat untuk menentukan . Ketika mengobservasi dan menganalisis kemampuan gerak dasar anak. Titik ini diutarakan oleh Roberton (1987). Perbedaan di dalam pola adalah menarik dan seringkali menjadi fenomena yang penuh tanda tanya. Meskipun terkait usia. gerakan lengan mungkin merupakan tahap dasar di mana gerakan kaki merupakan tahap matang dan gerak ikutan adalah tahap dini. dan tahap matang adalah sama pada sebagian besar anak. mereka menghipotesis urutan pengembangan yang merupakan hasil riset dalam pengaturan buatan yang tidak serupa dengan kenyataan pergerakan anak. manipulatif. Jika hal ini tidak ada. beberapa perbedaan akan tampak antara anak-anak. Anak-anak yang menunjukkan perbedaan ke dalam pola. Anak-anak tidak berkembang sama rata dalam pengembangan kemampuan gerak dasar mereka. beberapa anak lain berada pada tahap dasar. Menarik untuk dicatat bahwa banyak dari gambaran pengembangan dari pola-pola gerak dasar yang mengikuti dibuat secara laboratorium. dan kemampuan stabilitas. antara pola-pola. tentang perubahan konteks lingkungan dan pengaruhnya pada status pengembangan gerak anak yang diobservasi. kondisi lingkungan. akan segera tampak bahwa ada berbagai macam tahap pengembangan untuk tiap-tiap pola gerak. Bermain dan pengalaman disertai instruksi akan berpengaruh besar terhadap laju perkembangan daya gerak. Urutan perkembangannya dari tahap dini. (2) kesuksesan awal dari aksi yang tidak sesuai.

karena semua geraknya melibatkan element keseimbangan. tetapi tidak boleh berlebihan. Stabilitas melibatkan kemampuan untuk menjaga hubungan seseorang terhadap gaya gravitasi. Gerak Aksial atau nonlocomotor. Kemampuan untuk merasakan suatau pergeseran dalam hubungan antara bagian – bagian tubuh yang mengubah keseimbangan seseorang di perlukan untuk stabilitas yamg efisien. memungkinkan mereka untuk mengembangkan fleksibilitas dalam penyesuaian fostur saat mereka bergerak dalam berbagai macam cara yang berbeda dan sering kali tidak biasa yang relatif terhadap pusat gravitasi. dan aktivitas dansa yang mencirikan budaya anak. Stabilitas melalui dimensi ini yang diperoleh anak dan menjaga titik asal untuk eksplorasi yang mereka buat. Gerak pergantian ini harus dapat menjaga keseimbangan. dan dasar pendukung. Hal ini benar meskipun asal-usul penerapan suatu kekuatan mungkin berubah sebagai persyaratan perubahan situasi. Kategori stabilitas gerak meliputi istilah – istilah ini tetapi lebih jauh lagi menyiratkan penjagaan kontrol tubuh dalam gerak yang menempatkan sebuah premi dalam keseimbangan. Semua gerak melibatkan element stabilitas jika dipandang melalui perspektif keseimbangan. mengakibatkan hubungan general dari bagian-bagian tubuh terhadap pusat gravitasi menjadi berubah. merupakan gerak terarah . garis gravitasi. Gerak aksial dan berbagai macam postur keseimbangan statis dan dinamis dipertimbangkan sebagai komponen utama stabilitas. pola-pola matang ini mungkin lebih jauh lagi disaring dalam bentuk produksi kekuatan dan akurasi dalam fase gerak khusus. Gerak dasar tertentu mungkin terpisah antara satu dengan lainnya yang membutuhkan keseimbangan terkontrol. Gerakan itu harus dibuat hanya dari bagian – bagian tubuh yang diperlukan dalam keseimbangan. c.tahap pengembangan tiap-tiap bagian tubuh secara akurat. Pengajaran diagnostik dapat lebih dilakukan untuk membantu anak dalam pengembangan keseimbangan kemampuan gerak dasarnya. Keseimbangan merupakan aspek pembelajaran gerak yang paling dasar. Penilaian observasi dari kemampuan gerak anak akan memungkinkan guru untuk merencanakan pengalaman dan strategi instruksi yang akan membantu anak menciptakan pola-pola gerak matang. Harus dicatat disisni bahwa istilah stabilitas yang digunakan didalam teks ini diluar istilah gerak nonlocomotor atau nonmanipulative. Oleh karena itu semua aktifitas gaya gerak dan manifulatif merupakan gerak – gerak stabilitas. strategi intervensi yang sesuai dapat dipetakan. Kegagalan mencapai kecakapan dalam berbagai macam kemampuan gerak dasar akan menghambat pengembangan keterampilan gerak yang efektif dan efisien yang mungkin diterapkan pada permainan. Kemampuan untuk mengkompensasi perubahan ini secara cepat dan akurat dengan pergerakan yang sesuai juga penting. Dengan pengetahuan ini. Stabilitas adalah aspek pembelajaran gerak yang paling dasar. olahraga. Kemampuan stabilitas anak harus fleksibel sehingga mereka dapat membuat semua jenis pergerakan dalam kondisi apapun dan masih tetap dapat menjaga hubungan dasar mereka terhadap gaya gravitasi. Sekali kontrol gerak didirikan. Pengalman gerak didisain untuk meningkatkan kemampuan stabilitas anak.

Kemampuan gerak anak dipengaruhi oleh kondisi dan situasi sarana dan prasarana . memutar. duduk. begitu pula berjalan dan keseimbangan satu kaki merupakan postur keseimbangan statis atau dinamis C.dari otot saat berada dari posisi statis. Dapat mengidentifikasi fase gerak dasar pada setiap siswa 4. Postur merupakan posisi tubuh lain yang menempatkan sebuah premium pada penjagaan keseimbangan saat berada pada posisi keseimbangan statis atau dinamis. Berdiri. Kesimpulan 1. meregang dan mengayun adalah gerak – gerak aksial. menghindar dan mendarat. Dapat memberikan pembelajaran gerak pada siswa disesuaikan dengan tingkat perkembangan dan usia anak/siswa 6. 3. berguling. melentur. Pengembangan kemampuan gerak dasar merupakan dasar bagi pengembangan gerak anak. Membengkok. terbalik. Dapat merancang pembelajaran yang disesuaikan dengan tingkat perkembangan serta pola gerak dasar yang dimiliki pada setiap siswa 5. 2. berhenti. Berbagai macam pengalaman gerak memberikan mereka kekayaan informasi yang mendasari persepsi mereka tentang diri mereka sendiri dan dunia mereka.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->