SEJARAH SENI RUPA INDONESIA

SUKU DAYAK

Disusun oleh: Marshela 1164012

Malaysia yang terdiri dari Sabah dan Sarawak. kata Dayak berasal dari kata daya dari bahasa Kenyah. Budaya masyarakat Dayak adalah Budaya Maritim atau bahari. Kalimantan Tengah. dan Kalimantan Selatan). Kalimantan Timur. Menurut Lindblad. Kenyah dan Bahau. karena di Indonesia ada suku-suku Dayak yang Muslim namun tetap termasuk kategori Dayak walaupun beberapa diantaranya disebut dengan Suku Banjar dan Suku Kutai. terutama pada namanama rumpun dan nama keluarga. yang berarti hulu sungai atau pedalaman. rumpun Ot Danum-Ngaju dan rumpun Punan. rumpun Apokayan yaitu Dayak Kayan. Suku bangsa Dayak terdiri atas enam Stanmenras atau rumpun yakni rumpun Klemantan alias Kalimantan. non-Melayu yang tinggal di pulau itu. Dia juga yakin bahwa kata itu mungkin berasal dari sebuah istilah dari bahasa Jawa Tengah yang berarti perilaku yang tak sesuai atau yang tak pada tempatnya.Suku Dayak Dayak atau Daya adalah kumpulan subetnis Austronesia yang dianggap sebagai pendatang awal yang mendiami Pulau Kalimantan (Brunei. Etimologi Istilah "Dayak" paling umum digunakan untuk menyebut orang-orang asli nonMuslim. sebuah kata dari bahasa Melayu yang berarti asli atau pribumi. serta Indonesia yang terdiri dari Kalimantan Barat. Hal ini terutama berlaku di Malaysia. rumpun Iban. . lebih jauh menduga-duga bahwa Dayak mungkin juga berasal dari kata aja. rumpun Murut. King. Hampir semua nama orang Dayak mempunyai arti yang berhubungan dengan "perhuluan" atau sungai. Terdapat beragam penjelasan tentang etimologi istilah ini.

akan tetapi orang-orang di luar lingkup merekalah yang menyebut mereka sebagai ‘Dayak’. Jadi semula istilah Daya ditujukan untuk penduduk asli Kalimantan Barat yakni rumpun Bidayuh yang selanjutnya dinamakan Dayak Darat yang dibedakan dengan Dayak Laut (rumpun Iban). menulis bahwa menurut sebagian pengarang. Arti dari kata ‘Dayak’ itu sendiri masih diperdebatkan. dan Dayak. sedangkan di Banjarmasin disebut Biaju (bi= dari. Daya. Di Banjarmasin. untuk menggantikan istilah Biaju Besar (daerah sungai Kahayan) dan Biaju Kecil (daerah sungai Kapuas Murung) yang masing-masing diganti menjadi Dayak Besar dan Dayak Kecil. Selanjutnya istilah “Dayak” dipakai meluas yang secara kolektif merujuk kepada suku-suku penduduk asli setempat yang berbeda-beda bahasanya. sementara pengarang lainnya menyatakan bahwa kata itu berarti pedalaman. Dengan nama serupa.Istilah untuk suku penduduk asli dekat Sambas dan Pontianak adalah Daya. aju= hulu). yaitu kuat. Commans (1987). berani dan ulet. Pada akhir abad ke-19 (pasca Perdamaian Tumbang Anoi) istilah Dayak dipakai dalam konteks kependudukan penguasa kolonial yang mengambil alih kedaulatan suku-suku yang tinggal di daerah-daerah pedalaman Kalimantan. Penduduk asli itu sendiri pada umumnya tidak mengenal istilah-istilah ini. seorang ilmuwan Belanda. Menurut Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Bagian Proyek Pengkajian dan Pembinaan Nilai-Nilai Budaya Kalimantan Timur. . Lahajir et al. adalah orang yang pertama kali mempergunakan istilah Dayak dalam pengertian di atas pada tahun 1895. gagah. yaitu Daya'. Mereka juga menyatakan bahwa sebagian orang mengklaim bahwa istilah Dayak menunjuk pada karakteristik personal tertentu yang diakui oleh orang-orang Kalimantan. Commans mengatakan bahwa arti yang paling tepat adalah orang yang tinggal di hulu sungai. khususnya non-Muslim atau non-Melayu. mencatat bahwa setidaknya ada empat istilah untuk penuduk asli Kalimantan dalam literatur. sementara orang-orang Tunjung dan Benuaq mengartikannya sebagai hulu sungai. Dyak. melaporkan bahwa orang-orang Iban menggunakan istilah Dayak dengan arti manusia. Sejak itu istilah Dayak juga ditujukan untuk rumpun Ngaju-Ot Danum atau rumpun Barito. istilah Dayak mulai digunakan dalam perjanjian Sultan Banjar dengan Hindia Belanda tahun 1826. Lahajir et al. ‘Dayak’ berarti manusia. Dr. August Kaderland.

Watang Amandit. Mereka ini berasal dari daratan Asia dan tergolong dalam ras Mongoloid juga. salah seorang pimpinan Banjar Hindu yang terkenal adalah .Sejarah Didasarkan pada teori migrasi penduduk ke Kalimantan diduga nenek moyang orang Dayak berasal dari beberapa gelombang migrasi. bermukim di daerah Kayu Tangi. Sebagian besar suku Dayak di wilayah selatan dan timur Kalimantan yang memeluk Islam tidak lagi mengakui dirinya sebagai orang Dayak. tepatnya pada periode Interglasial-Pleistosen. datang lagi kelompok suku semi nomaden (tergolong manusia modern. tapi menyebut dirinya sebagai atau orang Banjar dan Suku Kutai.000 tahun lampau. masuk ke pedalaman. Kelompok ini terdiri dari ras Australoid (ras manusia pre-historis yang berasal dari Afrika). Kelompok ketiga datang kurang lebih 5000 tahun silam. hidup berburu dan mengumpulkan hasil hutan dari satu tempat ke tempat lain. Homo sapiens ras Mongoloid). Gelombang pertama terjadi kirakira 1 juta tahun yang lalu. Madai dan Baturong-Sabah membuktikan bahwa kelompok ini sudah menggunakan alat-alat dari batu. Pada zaman Pre-neolitikum. Gelombang migrasi itu masih terus berlanjut hingga abad 21 ini. Orang Dayak pemeluk Islam kebanyakan berada di Kalimantan Selatan dan sebagian Kotawaringin. Teori ini sekaligus menjelaskan mengapa orang Dayak memiliki begitu banyak varian baik dalam bahasa maupun karakteristik budaya. Margasari. Penggalian arkeologis di Niah-Serawak. Kelompok ini sudah hidup menetap dalam satu komunitas rumah komunal (rumah panjang) dan mengenal teknik pertanian lahan kering (berladang).000-20. Mereka juga sudah mengenal teknologi api. Labuan Amas dan Watang Balangan. Sedangkan orang Dayak yang menolak agama Islam kembali menyusuri sungai. kurang lebih 40. Sebagian lagi terus terdesak masuk rimba. Amuntai.

Meskipun terbagi dalam ratusan sub-rumpun. Mereka tidak langsung berniaga dengan orang Dayak. Dayak pada masa kini Dewasa ini suku bangsa Dayak terbagi dalam enam rumpun besar. barang pecah belah seperti piring. Ot Danum.Lambung Mangkurat menurut orang Dayak adalah seorang Dayak (Ma’anyan atau Ot Danum). Sejak awal abad V bangsa Tionghoa telah sampai di Kalimantan. Tidak hanya dari Nusantara. Kunjungan tersebut pada masa Sultan Hidayatullah I dan Sultan Mustain Billah. kelompok suku Dayak memiliki kesamaan ciri-ciri budaya yang khas. Pedagang Tionghoa mulai menetap di kota Banjarmasin pada suatu tempat dekat pantai pada tahun 1736. Manila dan Solok. Keenam rumpun itu terbagi lagi dalam kurang lebih 405 sub-rumpun. Kedatangan bangsa Tionghoa di selatan Kalimantan tidak mengakibatkan perpindahan penduduk Dayak dan tidak memiliki pengaruh langsung karena mereka hanya berdagang. Kalimantan. belanga (guci) dan peralatan keramik. sutera. Sultan Mempawah menerima orang-orang Tionghoa (dari Brunei) yang sedang mencari emas. terutama dengan kerajaan Banjar di Banjarmasin. Ciri-ciri tersebut . Iban. Di Kalimantan Timur. Orang-orang Tionghoa tersebut membawa juga barang dagangan diantaranya candu. dan kembali ke Tiongkok pada tahun 1407. Murut. Klemantan dan Punan. Dari manuskrip berhuruf hanzi disebutkan bahwa kota yang pertama dikunjungi adalah Banjarmasin. Pada abad XV Raja Yung Lo mengirim sebuah angkatan perang besar ke selatan (termasuk Nusantara) di bawah pimpinan Cheng Ho. cangkir. orang Suku Tonyoy-Benuaq yang memeluk Agama Islam menyebut dirinya sebagai Suku Kutai. Pada tahun 1750. mangkok dan guci. setelah sebelumnya singgah ke Jawa. bangsa-bangsa lain juga berdatangan ke Kalimantan. Peninggalan bangsa Tionghoa masih disimpan oleh sebagian suku Dayak seperti piring malawen. Malaka. Bangsa Tionghoa tercatat mulai datang ke Kalimantan pada masa Dinasti Ming tahun 1368-1643. yakni: Kenyah-KayanBahau. Hikayat Banjar memberitakan kunjungan tetapi tidak menetap oleh pedagang bangsa Tionghoa dan Eropa (disebut Walanda) di Kalimantan Selatan telah terjadi di masa Kerajaan Banjar Hindu (abad XIV).

3. 2. Mandau. pandangan terhadap alam. tetapi liat. Ukuran panjang 1 – 2 meter dengan lebar 30 – 50 cm. Batu Mujat atau batu Tengger.5 meter. Merupakan senjata utama suku dayak. Senjata Suku Dayak 1. panjang 1. Merupakan senjata utama dan merupakan senjata turun temurun yang dianggap keramat. ditengah-tengahnya berlubang dengan diameter lubang ¼ . Di Kalimantan yang merupakan wilayah adat Dayak dipimpin seorang Kepala Adat yang memimpin satu atau dua suku Dayak yang berbeda. Mandau mempunyai nama asli yang disebut “Mandau Ambang Birang Bitang Pono Ajun Kajau”. diukir dengan emas/perak/tembaga dan dihiasi dengan bulu burung atau rambut manusia. mata pencaharian(sistem perladangan) dan seni tari. Perkampungan Dayak biasanya disebut: lewu/lebu. sumpit. Lonjo / Tombak. Dibuat dari besi dan dipasang atau diikat dengan anyaman rotan dan bertangkai dari bambu atau kayu keras. Mandau . Anak sumpit disebut damek. Sebelah luar diberi ukiran atau lukisan dan mempunyai makna tertentu. Mandau dibuat dari batu gunung. Ciri-ciri tersebut adalah rumah panjang. beliong(kampak Dayak). 4. tetapi di daerah perkampungan sukusuku Melayu tidak ada sistem kepemimpinan adat kecuali raja-raja lokal. Disebelah dalam dijumpai tempat pegangan. hasil budaya material seperti tembikar. Bentuknya panjang dan selalu ada tanda ukiran baik dalam bentuk tatahan maupun hanya ukiran biasa.menjadi faktor penentu apakah suatu sub-suku di Kalimantan dapat dimasukkan ke dalam kelompok Dayak.2. dan telep adalah tempat anak sumpitan. ditatah. sedangkan perkampungan kelompok suku-suku Melayu disebut: benua/banua. karena dirawat dengan baik oleh pemiliknya. Telawang / Perisai. Sipet / Sumpitan. Terbuat dari kayu ringan. . Bentuknya bulat dan berdiameter 2-3 cm. Batu Montalat.¾ cm yang digunakan untuk memasukan anak sumpitan (Damek). merupakan barang yang mempunyai nilai religius. Ujung atas ada tombak yang terbuat dari batu gunung yang diikat dengan rotan dan telah di anyam.5 . Batu-batuan yang sering dipakai sebagai bahan dasar pembuatan Mandau dimasa yang telah lalu yaitu: Batu Sanaman Mantikei.

Senjata ini hanya boleh dipakai oleh kepala-kepala suku. Demang. Macam Suku Dayak Menurut Prof.5.Dayak [Melayu|Malayunoid] .Dayak [Mongoloid] . Lambut. manusia Dayak dapat dikelompokkan menjadi : . Dohong. Senjata ini semacam keris tetapi lebih besar dan tajam sebelah menyebelah.Dayak [Heteronoid] Macam-macam suku Dayak: • • • • • • • • • • • • • • • Suku Dayak Abal Suku Dayak Bakumpai Suku Dayak Bentian Suku Dayak Benuaq Suku Dayak Bidayuh Suku Dayak Bukit Suku Dayak Darat:Dayak Mali Suku Dayak Dusun Suku Dayak Dusun Deyah Suku Dayak Dusun Malang Suku Dayak Dusun Witu Suku Dayak Kadazan Suku Dayak Lawangan Suku Dayak Maanyan Suku Dayak Mali .Dayak [Australoid|Autrolo-Melanosoid] . Hulunya terbuat dari tanduk dan sarungnya dari kayu. Basir.

Sebagian besar tari Dayak dalam kesenian suku Dayak adalah tari ritual upacara sesuai dengan agama Kaharingan. Contohnya: 1. . seni rupa. Seni Tari dari Kesenian Suku Dayak Banyaknya suku dan sub-suku Dayak menimbulkan beragamnya tari tradisional dalam kesenian suku Dayak. kesenian suku Dayak juga menampilkan produk-produk kreatif tersebut sebagai daya tarik utama atau identitas bagi kesenian suku Dayak tersebut. seni musik. seni drama. Tarian ini cukup terkenal dan sering disajikan dalam penyambutan tamu dan acara-acara lainnya.• • • • • • • • • Suku Dayak Mayau Suku Dayak Meratus Suku Dayak Mualang Suku Dayak Ngaju Suku Dayak Ot Danum Suku Dayak Samihim Suku Dayak Seberuang Suku Dayak Siang Murung Suku Dayak Tunjung Macam-macam Kesenian Suku Dayak Suku Dayak bermacam-macam tapi keseniannya khas dan membentuk estetika yang tercermin dalam budaya meliputi seni tari. I. dan sebagainya. Tidak berbeda jauh dengan kesenian yang terdapat di daerah lain.Tari ini tidak hanya dikenal oleh suku Dayak Tunjung namun juga dikenal oleh suku Dayak Benuaq. Tari Gantar Tarian yang menggambarkan gerakan orang menanam padi. Tongkat menggambarkan kayu penumbuk sedangkan bambu serta biji-bijian didalamnya menggambarkan benih padi dan wadahnya. Tarian ini dapat dibagi dalam tiga versi yaitu tari Gantar Rayatn. Gantar Busai dan Gantar Senak/Gantar Kusak.

burung yang dimuliakan oleh suku Dayak Kenyah karena dianggap sebagai tanda keagungan dan kepahlawanan. Tari Kancet Lasan merupakan tarian tunggal wanita suku Dayak Kenyah yang sama gerak dan posisinya seperti Tari Kancet Ledo. Tari Kancet Ledo / Tari Gong Jika Tari Kancet Pepatay menggambarkan kejantanan dan keperkasaan pria Dayak Kenyah.2. gesit. 4. Gerakan tarian ini sangat lincah. Tarian gadis suku Dayak Kenyah ini ditarikan dengan diiringi nyanyian lagu Leleng. Utan Along akhirnya melarikan diri kedalam hutan. Tari Kancet Lasan Menggambarkan kehidupan sehari-hari burung Enggang. Tari Leleng Tarian ini menceritakan seorang gadis bernama Utan Along yang akan dikawinkan secara paksa oleh orangtuanya dengan pemuda yang tak dicintainya. sebaliknya Tari Kancet Ledo menggambarkan kelemahlembutan seorang gadis bagai sebatang padi yang meliuk-liuk lembut ditiup oleh angin. 6. 5. namun si penari tidak mempergunakan gong dan bulu-bulu burung Enggang dan juga si penari banyak mempergunakan posisi merendah dan berjongkok atau duduk dengan lutut menyentuh lantai. Tari Perang 3. penuh semangat dan kadang-kadang diikuti oleh pekikan si penari. Tari Kancet Papatai / Tari Perang Tarian ini menceritakan tentang seorang pahlawan Dayak Kenyah berperang melawan musuhnya. Tari Hudoq Tarian ini dilakukan dengan menggunakan topeng kayu yang menyerupai binatang buas serta menggunakan Tari Kancet Ledo Tari Hudoq . Tarian ini lebih ditekankan pada gerak-gerak burung Enggang ketika terbang melayang dan hinggap bertengger di dahan pohon.

Tarian ini erat hubungannya dengan upacara keagamaan dari kelompok suku Dayak Bahau dan Modang. Kostum penari Hudoq Kita' menggunakan baju lengan panjang dari kain biasa dan memakai kain sarung. Tari Kuyang Sebuah tarian Belian dari suku Dayak Benuaq untuk mengusir hantu-hantu yang . Tari Serumpai Tarian suku Dayak Benuaq ini dilakukan untuk menolak wabah penyakit dan mengobati orang yang digigit anjing gila.daun pisang atau daun kelapa sebagai penutup tubuh penari. Perbedaan yang mencolok anatara Tari Hudoq Kita' dan Tari Hudoq ada pada kostum. gerakan tarinya dan iringan musiknya. Tari Hudoq dimaksudkan untuk memperoleh kekuatan dalam mengatasi gangguan hama perusak tanaman dan mengharapkan diberikan kesuburan dengan hasil panen yang banyak. 9. yakni untuk upacara menyambut tahun tanam maupun untuk menyampaikan rasa terima kasih pada dewa yang telah memberikan hasil panen yang baik. 7. yakni yang terbuat dari kayu dan yang berupa cadar terbuat dari manik-manik dengan ornamen Dayak Kenyah. Tari Hudoq Kita Tarian dari suku Dayak Kenyah ini pada prinsipnya sama dengan Tari Hudoq dari suku Dayak Bahau dan Modang. Setelah diubah menjadi tarian. Disebut tarian Serumpai karena tarian diiringi alat musik Serumpai (sejenis seruling bambu). topeng. Ada dua jenis topeng dalam tari Hudoq Kita'. sedangkan topengnya berbentuk wajah manusia biasa yang banyak dihiasi dengan ukiran khas Dayak Kenyah. 8. mengobati orang sakit. Tari Belian Bawo Upacara Belian Bawo bertujuan untuk menolak penyakit. Tarian ini merupakan tarian suku Dayak Benuaq. membayar nazar dan lain sebagainya. 10. tari ini sering disajikan pada acara-acara penerima tamu dan acara kesenian Tari Belian Bawo lainnya.

menjaga pohon-pohon yang besar dan tinggi agar tidak mengganggu manusia atau orang yang menebang pohon tersebut. Gendang Ada beberapa jenis Gendang yang dikenal oleh suku Dayak Tunjung: -. seni musik dalam kesenian suku Dayak didominasi musik-musik ritual. Seni Musik dari Kesenian Suku Dayak Tidak jauh beda dengan seni tari. Suliikng Alat musik tiup yang terbuat dari bambu. Klentangan Alat musik pukul yang terdiri dari enam buah gong kecil tersusun menurut nadanada tertentu pada sebuah tempat dudukan berbentuk semacam kotak persegi panjang (rancak). 3. Prahi -. Pampong 2. Ada beberapa jenis suliikng: -. Bentuk alat musik ini mirip dengan bonang di Jawa. Kadire . II. dengan diameter 50-60 cm 4. Musik itu merupakan alat berkomunikasi dan menyampaikan pesan kepada roh-roh. Beberapa contoh alat musik suku Dayak. Suliikng Dewa -. Gong-gong kecil terbuat dari logam sedangkan tempat dudukannya terbuat dari kayu. Tompong 5. Tuukng Tuat -. Bangsi / Serunai -. Gimar -. Gong Sama seperti gong di Jawa. Kelaii -. 1.

Mansana Kayau Pulang Kisah yang dinyanyikan pada waktu malam sebelum tidur oleh para orang tua kepada anak dan cucu dengan maksud membakar semangat anak turunannya untuk membalas dendam kepada Tambun Bupati yang telah membunuh nenek moyang mereka. Bila panglima telah membunyikan salentak tujuh kali. 4. 2. Mansana Kayau Kisah kepahlawanan yang dilagukan. Untuk mengamati cara tutur orang Dayak dalam mengekspresikan perasaan mereka. misalnya pada acara penyambutan tamu yang dihormati. Pada umunya Suku Dayak gemar melantunkan ungkapan hati dan perasaan . . itu berarti sebuah perintah untuk menyerang dan maju. Ekspresi kalimat yang dilantunkan dengan irama lagu berbeda. Biasanya dinyanyikan bersaut-sautan dua sampai empat orang.Alat musik tiup yang terbuat dari pelepah batang pisang dan memiliki 5 buah pipa bambu yang dibunyikan dengan mempermainkan udara pada rongga mulut untuk menghasilkan suara dengung. baik perempuan ataupun laki-laki. Dalam berbagai acara karungut sering dilatunkan. kisah-kisah kehidupan dan kepahlawanan sukunya dengan kalimat berirama. maka terjemahan dalam Bahasa Indonesia dibuat dalam sebagaimana adanya kata per kata. Contoh lagunya: 1. Terkadang ditemukan perulangan kata pada akhir kalimat namun terkadang juga tidak. 3. Salah satu ekspresi kegembiraan dan rasa bahagia diungkapkan dalam bentuk karungut. Mohing Asang Nyanyian perang. kemudian terdengar nyanyian Mohing Asang. Karungut Sejenis pantun yang dilagukan.

III. Apabila pesta yang diadakan untuk menyambut tamu yang dihormati maka kalimat-kalimat yang dilantunkan lebih bersifat kalimat pujian. namun dengan versi yang berbedabeda. doa dan harapan mereka pada tamu yang dihormati tersebut. Keharuman namanya karena pada kepribadiannya yang sangat simpatik dan menarik. Mansana Bandar Mansana artinya cerita epik yang dilagukan. namun dalam upacara kematian Salengot terlarang oleh adat untuk dilaksanakan. . disamping memiliki sifat kepahlawanan dan kesaktian yang tiada duanya. Dedeo atau Ngaloak Dedeo atau Ngaloak sama dengan Kandan hanya istilahnya saja yang berbeda. 8. Salengot Pantun berirama yang biasa diadakan pada pesta pernikahan. Seni Drama dari Kesenian Suku Dayak Pada kesenian suku Dayak. Kalimantan Tengah. 7. Kandan Kandan ialah pantun yang dilagukan dan dilantunkan saut menyaut baik oleh lakilaki atau perempuan dalam suatu pesta perkawinan. Salengot khusus dilakukan oleh laki-laki dalam menceritakan riwayat hingga berlangsungnya pernikahan kedua mempelai tersebut. sanjungan. Kabupaten Barito Hulu. 6. Hingga saat ini orang-orang tertentu yang bernazar kepada tokoh Bandar. Banyak sansana tercipta untuk memuji dan mengagungkan tokoh Bandar ini. Bandar hidup di zaman lewu uju dan diyakini bahwa tokoh Bandar bukan hanya sekedar mitos. Tradisi ini biasa ditemukan pada Suku Dayak Siang atau Murung di Kecamatan Siang dan Murung. Bandar ialah nama seorang tokoh yang sangat dipuja dizamannya.5. karena Dedeo atau Ngaloak adalah tradisi Suku Dayak Dusun Tengah didaerah Barito Tengah. Drama tradisional ditemukan pada masyarakat Kutai dalam bentuk kesenian Mamanda. masyarakatnya juga mengenal seni drama.

dan lain-lain.html http://www. seni rupa Dayak terlihat pada seni kriya tradisional seperti kelembit (perisai). Seni Rupa dari Kesenian Suku Dayak Seni rupa Dayak yang juga termasuk dalam kesenian suku Dayak terlihat pada seni pahat dan patung yang didominasi motif-motif hias setempat yang banyak mengambil ciri alam dan roh dewa-dewa dan digunakan dalam upacara adat. Selain itu.com/senibudaya/tari.Drama ini memainkan lakon kerajaan dan dimainkan dalam upacara adat seperti perkawinan atau khitanan. bening aban (kain gendongan). 3.org/wiki/Suku_Dayak http://siskauche.htm http://www.anneahira.html . IV.com/2011/07/17/suku-dayak-pedalaman/ http://www.wordpress.wikipedia.kutaikartanegara.com/kesenian-suku-dayak. anjat (tas anyaman). ulap doyo (kain adat). Patung kelengkapan upacara. Patung azimat yang dianggap berkhasiat mengobati penyakit 2.kutaikartanegara.com/senibudaya/musik. di antaranya sebagai berikut: 1. Ada macam-macam patung dengan ragam fungsi. Patung blontang. seraong (topi). DAFTAR PUSTAKA http://id. Bentuk pementasannya menyerupai ludruk atau ketoprak. semacam patung totem di masyarakat Indian.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful