P. 1
Suku Dayak

Suku Dayak

|Views: 832|Likes:
Published by Marseille Shell

More info:

Published by: Marseille Shell on Jan 23, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/23/2012

pdf

text

original

SEJARAH SENI RUPA INDONESIA

SUKU DAYAK

Disusun oleh: Marshela 1164012

Budaya masyarakat Dayak adalah Budaya Maritim atau bahari. karena di Indonesia ada suku-suku Dayak yang Muslim namun tetap termasuk kategori Dayak walaupun beberapa diantaranya disebut dengan Suku Banjar dan Suku Kutai. Kalimantan Tengah. rumpun Murut. Malaysia yang terdiri dari Sabah dan Sarawak. Menurut Lindblad. Etimologi Istilah "Dayak" paling umum digunakan untuk menyebut orang-orang asli nonMuslim. rumpun Apokayan yaitu Dayak Kayan. . sebuah kata dari bahasa Melayu yang berarti asli atau pribumi. serta Indonesia yang terdiri dari Kalimantan Barat. dan Kalimantan Selatan). Kenyah dan Bahau. King. Suku bangsa Dayak terdiri atas enam Stanmenras atau rumpun yakni rumpun Klemantan alias Kalimantan. Dia juga yakin bahwa kata itu mungkin berasal dari sebuah istilah dari bahasa Jawa Tengah yang berarti perilaku yang tak sesuai atau yang tak pada tempatnya. rumpun Ot Danum-Ngaju dan rumpun Punan. terutama pada namanama rumpun dan nama keluarga. Hampir semua nama orang Dayak mempunyai arti yang berhubungan dengan "perhuluan" atau sungai. Terdapat beragam penjelasan tentang etimologi istilah ini. rumpun Iban. Hal ini terutama berlaku di Malaysia. lebih jauh menduga-duga bahwa Dayak mungkin juga berasal dari kata aja. yang berarti hulu sungai atau pedalaman. Kalimantan Timur.Suku Dayak Dayak atau Daya adalah kumpulan subetnis Austronesia yang dianggap sebagai pendatang awal yang mendiami Pulau Kalimantan (Brunei. non-Melayu yang tinggal di pulau itu. kata Dayak berasal dari kata daya dari bahasa Kenyah.

aju= hulu). Dyak. gagah. Menurut Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Bagian Proyek Pengkajian dan Pembinaan Nilai-Nilai Budaya Kalimantan Timur. adalah orang yang pertama kali mempergunakan istilah Dayak dalam pengertian di atas pada tahun 1895. Sejak itu istilah Dayak juga ditujukan untuk rumpun Ngaju-Ot Danum atau rumpun Barito. khususnya non-Muslim atau non-Melayu. sementara pengarang lainnya menyatakan bahwa kata itu berarti pedalaman. Lahajir et al. sementara orang-orang Tunjung dan Benuaq mengartikannya sebagai hulu sungai. Daya. yaitu kuat. istilah Dayak mulai digunakan dalam perjanjian Sultan Banjar dengan Hindia Belanda tahun 1826. Pada akhir abad ke-19 (pasca Perdamaian Tumbang Anoi) istilah Dayak dipakai dalam konteks kependudukan penguasa kolonial yang mengambil alih kedaulatan suku-suku yang tinggal di daerah-daerah pedalaman Kalimantan. Commans (1987). menulis bahwa menurut sebagian pengarang. Arti dari kata ‘Dayak’ itu sendiri masih diperdebatkan. Jadi semula istilah Daya ditujukan untuk penduduk asli Kalimantan Barat yakni rumpun Bidayuh yang selanjutnya dinamakan Dayak Darat yang dibedakan dengan Dayak Laut (rumpun Iban). akan tetapi orang-orang di luar lingkup merekalah yang menyebut mereka sebagai ‘Dayak’. Lahajir et al. melaporkan bahwa orang-orang Iban menggunakan istilah Dayak dengan arti manusia. untuk menggantikan istilah Biaju Besar (daerah sungai Kahayan) dan Biaju Kecil (daerah sungai Kapuas Murung) yang masing-masing diganti menjadi Dayak Besar dan Dayak Kecil. Mereka juga menyatakan bahwa sebagian orang mengklaim bahwa istilah Dayak menunjuk pada karakteristik personal tertentu yang diakui oleh orang-orang Kalimantan. Dengan nama serupa. sedangkan di Banjarmasin disebut Biaju (bi= dari. Selanjutnya istilah “Dayak” dipakai meluas yang secara kolektif merujuk kepada suku-suku penduduk asli setempat yang berbeda-beda bahasanya.Istilah untuk suku penduduk asli dekat Sambas dan Pontianak adalah Daya. ‘Dayak’ berarti manusia. . seorang ilmuwan Belanda. Di Banjarmasin. berani dan ulet. Commans mengatakan bahwa arti yang paling tepat adalah orang yang tinggal di hulu sungai. mencatat bahwa setidaknya ada empat istilah untuk penuduk asli Kalimantan dalam literatur. Dr. dan Dayak. August Kaderland. yaitu Daya'. Penduduk asli itu sendiri pada umumnya tidak mengenal istilah-istilah ini.

Orang Dayak pemeluk Islam kebanyakan berada di Kalimantan Selatan dan sebagian Kotawaringin. tapi menyebut dirinya sebagai atau orang Banjar dan Suku Kutai. Amuntai. masuk ke pedalaman. Gelombang pertama terjadi kirakira 1 juta tahun yang lalu. Labuan Amas dan Watang Balangan. bermukim di daerah Kayu Tangi. Sebagian lagi terus terdesak masuk rimba. hidup berburu dan mengumpulkan hasil hutan dari satu tempat ke tempat lain.000 tahun lampau. datang lagi kelompok suku semi nomaden (tergolong manusia modern. salah seorang pimpinan Banjar Hindu yang terkenal adalah .000-20. Sedangkan orang Dayak yang menolak agama Islam kembali menyusuri sungai. Homo sapiens ras Mongoloid). Kelompok ketiga datang kurang lebih 5000 tahun silam. tepatnya pada periode Interglasial-Pleistosen. Penggalian arkeologis di Niah-Serawak. Pada zaman Pre-neolitikum. Margasari. Mereka juga sudah mengenal teknologi api. Madai dan Baturong-Sabah membuktikan bahwa kelompok ini sudah menggunakan alat-alat dari batu. Watang Amandit. kurang lebih 40. Mereka ini berasal dari daratan Asia dan tergolong dalam ras Mongoloid juga. Teori ini sekaligus menjelaskan mengapa orang Dayak memiliki begitu banyak varian baik dalam bahasa maupun karakteristik budaya. Kelompok ini sudah hidup menetap dalam satu komunitas rumah komunal (rumah panjang) dan mengenal teknik pertanian lahan kering (berladang).Sejarah Didasarkan pada teori migrasi penduduk ke Kalimantan diduga nenek moyang orang Dayak berasal dari beberapa gelombang migrasi. Gelombang migrasi itu masih terus berlanjut hingga abad 21 ini. Sebagian besar suku Dayak di wilayah selatan dan timur Kalimantan yang memeluk Islam tidak lagi mengakui dirinya sebagai orang Dayak. Kelompok ini terdiri dari ras Australoid (ras manusia pre-historis yang berasal dari Afrika).

Di Kalimantan Timur. sutera.Lambung Mangkurat menurut orang Dayak adalah seorang Dayak (Ma’anyan atau Ot Danum). Dari manuskrip berhuruf hanzi disebutkan bahwa kota yang pertama dikunjungi adalah Banjarmasin. kelompok suku Dayak memiliki kesamaan ciri-ciri budaya yang khas. Pada tahun 1750. belanga (guci) dan peralatan keramik. Murut. barang pecah belah seperti piring. Sejak awal abad V bangsa Tionghoa telah sampai di Kalimantan. Malaka. orang Suku Tonyoy-Benuaq yang memeluk Agama Islam menyebut dirinya sebagai Suku Kutai. Meskipun terbagi dalam ratusan sub-rumpun. Kalimantan. mangkok dan guci. setelah sebelumnya singgah ke Jawa. Sultan Mempawah menerima orang-orang Tionghoa (dari Brunei) yang sedang mencari emas. dan kembali ke Tiongkok pada tahun 1407. Tidak hanya dari Nusantara. Pedagang Tionghoa mulai menetap di kota Banjarmasin pada suatu tempat dekat pantai pada tahun 1736. bangsa-bangsa lain juga berdatangan ke Kalimantan. Pada abad XV Raja Yung Lo mengirim sebuah angkatan perang besar ke selatan (termasuk Nusantara) di bawah pimpinan Cheng Ho. Klemantan dan Punan. yakni: Kenyah-KayanBahau. Peninggalan bangsa Tionghoa masih disimpan oleh sebagian suku Dayak seperti piring malawen. cangkir. Iban. Orang-orang Tionghoa tersebut membawa juga barang dagangan diantaranya candu. Ciri-ciri tersebut . Ot Danum. Hikayat Banjar memberitakan kunjungan tetapi tidak menetap oleh pedagang bangsa Tionghoa dan Eropa (disebut Walanda) di Kalimantan Selatan telah terjadi di masa Kerajaan Banjar Hindu (abad XIV). Keenam rumpun itu terbagi lagi dalam kurang lebih 405 sub-rumpun. Kedatangan bangsa Tionghoa di selatan Kalimantan tidak mengakibatkan perpindahan penduduk Dayak dan tidak memiliki pengaruh langsung karena mereka hanya berdagang. Manila dan Solok. terutama dengan kerajaan Banjar di Banjarmasin. Dayak pada masa kini Dewasa ini suku bangsa Dayak terbagi dalam enam rumpun besar. Kunjungan tersebut pada masa Sultan Hidayatullah I dan Sultan Mustain Billah. Mereka tidak langsung berniaga dengan orang Dayak. Bangsa Tionghoa tercatat mulai datang ke Kalimantan pada masa Dinasti Ming tahun 1368-1643.

Bentuknya panjang dan selalu ada tanda ukiran baik dalam bentuk tatahan maupun hanya ukiran biasa. 3. tetapi liat. Disebelah dalam dijumpai tempat pegangan. 4. mata pencaharian(sistem perladangan) dan seni tari.5 . Perkampungan Dayak biasanya disebut: lewu/lebu.5 meter. Mandau . ditengah-tengahnya berlubang dengan diameter lubang ¼ . panjang 1. . Batu-batuan yang sering dipakai sebagai bahan dasar pembuatan Mandau dimasa yang telah lalu yaitu: Batu Sanaman Mantikei. Lonjo / Tombak. Batu Mujat atau batu Tengger. Ciri-ciri tersebut adalah rumah panjang. Telawang / Perisai. 2. Di Kalimantan yang merupakan wilayah adat Dayak dipimpin seorang Kepala Adat yang memimpin satu atau dua suku Dayak yang berbeda. ditatah. Mandau mempunyai nama asli yang disebut “Mandau Ambang Birang Bitang Pono Ajun Kajau”. merupakan barang yang mempunyai nilai religius. Ukuran panjang 1 – 2 meter dengan lebar 30 – 50 cm. Merupakan senjata utama suku dayak.¾ cm yang digunakan untuk memasukan anak sumpitan (Damek). Bentuknya bulat dan berdiameter 2-3 cm. sedangkan perkampungan kelompok suku-suku Melayu disebut: benua/banua. Senjata Suku Dayak 1. tetapi di daerah perkampungan sukusuku Melayu tidak ada sistem kepemimpinan adat kecuali raja-raja lokal. Sipet / Sumpitan. Anak sumpit disebut damek. Merupakan senjata utama dan merupakan senjata turun temurun yang dianggap keramat.menjadi faktor penentu apakah suatu sub-suku di Kalimantan dapat dimasukkan ke dalam kelompok Dayak. Mandau dibuat dari batu gunung. dan telep adalah tempat anak sumpitan. sumpit. Sebelah luar diberi ukiran atau lukisan dan mempunyai makna tertentu. diukir dengan emas/perak/tembaga dan dihiasi dengan bulu burung atau rambut manusia. pandangan terhadap alam. Batu Montalat. beliong(kampak Dayak).2. karena dirawat dengan baik oleh pemiliknya. Terbuat dari kayu ringan. Mandau. hasil budaya material seperti tembikar. Ujung atas ada tombak yang terbuat dari batu gunung yang diikat dengan rotan dan telah di anyam. Dibuat dari besi dan dipasang atau diikat dengan anyaman rotan dan bertangkai dari bambu atau kayu keras.

Dohong.Dayak [Melayu|Malayunoid] .5. Hulunya terbuat dari tanduk dan sarungnya dari kayu. manusia Dayak dapat dikelompokkan menjadi : .Dayak [Mongoloid] . Macam Suku Dayak Menurut Prof. Senjata ini hanya boleh dipakai oleh kepala-kepala suku. Senjata ini semacam keris tetapi lebih besar dan tajam sebelah menyebelah. Basir.Dayak [Australoid|Autrolo-Melanosoid] .Dayak [Heteronoid] Macam-macam suku Dayak: • • • • • • • • • • • • • • • Suku Dayak Abal Suku Dayak Bakumpai Suku Dayak Bentian Suku Dayak Benuaq Suku Dayak Bidayuh Suku Dayak Bukit Suku Dayak Darat:Dayak Mali Suku Dayak Dusun Suku Dayak Dusun Deyah Suku Dayak Dusun Malang Suku Dayak Dusun Witu Suku Dayak Kadazan Suku Dayak Lawangan Suku Dayak Maanyan Suku Dayak Mali . Demang. Lambut.

Tongkat menggambarkan kayu penumbuk sedangkan bambu serta biji-bijian didalamnya menggambarkan benih padi dan wadahnya. Tari Gantar Tarian yang menggambarkan gerakan orang menanam padi. . seni rupa. kesenian suku Dayak juga menampilkan produk-produk kreatif tersebut sebagai daya tarik utama atau identitas bagi kesenian suku Dayak tersebut. Seni Tari dari Kesenian Suku Dayak Banyaknya suku dan sub-suku Dayak menimbulkan beragamnya tari tradisional dalam kesenian suku Dayak. Tarian ini cukup terkenal dan sering disajikan dalam penyambutan tamu dan acara-acara lainnya. Tidak berbeda jauh dengan kesenian yang terdapat di daerah lain. seni musik.• • • • • • • • • Suku Dayak Mayau Suku Dayak Meratus Suku Dayak Mualang Suku Dayak Ngaju Suku Dayak Ot Danum Suku Dayak Samihim Suku Dayak Seberuang Suku Dayak Siang Murung Suku Dayak Tunjung Macam-macam Kesenian Suku Dayak Suku Dayak bermacam-macam tapi keseniannya khas dan membentuk estetika yang tercermin dalam budaya meliputi seni tari. I. Sebagian besar tari Dayak dalam kesenian suku Dayak adalah tari ritual upacara sesuai dengan agama Kaharingan. Tarian ini dapat dibagi dalam tiga versi yaitu tari Gantar Rayatn. seni drama. Gantar Busai dan Gantar Senak/Gantar Kusak.Tari ini tidak hanya dikenal oleh suku Dayak Tunjung namun juga dikenal oleh suku Dayak Benuaq. dan sebagainya. Contohnya: 1.

6. penuh semangat dan kadang-kadang diikuti oleh pekikan si penari. 4. Tari Kancet Papatai / Tari Perang Tarian ini menceritakan tentang seorang pahlawan Dayak Kenyah berperang melawan musuhnya. Tarian ini lebih ditekankan pada gerak-gerak burung Enggang ketika terbang melayang dan hinggap bertengger di dahan pohon. Tarian gadis suku Dayak Kenyah ini ditarikan dengan diiringi nyanyian lagu Leleng. Utan Along akhirnya melarikan diri kedalam hutan. Tari Kancet Ledo / Tari Gong Jika Tari Kancet Pepatay menggambarkan kejantanan dan keperkasaan pria Dayak Kenyah. Tari Leleng Tarian ini menceritakan seorang gadis bernama Utan Along yang akan dikawinkan secara paksa oleh orangtuanya dengan pemuda yang tak dicintainya. burung yang dimuliakan oleh suku Dayak Kenyah karena dianggap sebagai tanda keagungan dan kepahlawanan. Gerakan tarian ini sangat lincah. Tari Kancet Lasan Menggambarkan kehidupan sehari-hari burung Enggang. Tari Hudoq Tarian ini dilakukan dengan menggunakan topeng kayu yang menyerupai binatang buas serta menggunakan Tari Kancet Ledo Tari Hudoq . 5. Tari Perang 3.2. sebaliknya Tari Kancet Ledo menggambarkan kelemahlembutan seorang gadis bagai sebatang padi yang meliuk-liuk lembut ditiup oleh angin. Tari Kancet Lasan merupakan tarian tunggal wanita suku Dayak Kenyah yang sama gerak dan posisinya seperti Tari Kancet Ledo. gesit. namun si penari tidak mempergunakan gong dan bulu-bulu burung Enggang dan juga si penari banyak mempergunakan posisi merendah dan berjongkok atau duduk dengan lutut menyentuh lantai.

yakni yang terbuat dari kayu dan yang berupa cadar terbuat dari manik-manik dengan ornamen Dayak Kenyah. gerakan tarinya dan iringan musiknya. Tari Hudoq dimaksudkan untuk memperoleh kekuatan dalam mengatasi gangguan hama perusak tanaman dan mengharapkan diberikan kesuburan dengan hasil panen yang banyak. Setelah diubah menjadi tarian. sedangkan topengnya berbentuk wajah manusia biasa yang banyak dihiasi dengan ukiran khas Dayak Kenyah. mengobati orang sakit. Tari Serumpai Tarian suku Dayak Benuaq ini dilakukan untuk menolak wabah penyakit dan mengobati orang yang digigit anjing gila.daun pisang atau daun kelapa sebagai penutup tubuh penari. 7. 8. 10. topeng. 9. Tari Belian Bawo Upacara Belian Bawo bertujuan untuk menolak penyakit. Ada dua jenis topeng dalam tari Hudoq Kita'. Perbedaan yang mencolok anatara Tari Hudoq Kita' dan Tari Hudoq ada pada kostum. Tarian ini merupakan tarian suku Dayak Benuaq. tari ini sering disajikan pada acara-acara penerima tamu dan acara kesenian Tari Belian Bawo lainnya. membayar nazar dan lain sebagainya. Kostum penari Hudoq Kita' menggunakan baju lengan panjang dari kain biasa dan memakai kain sarung. yakni untuk upacara menyambut tahun tanam maupun untuk menyampaikan rasa terima kasih pada dewa yang telah memberikan hasil panen yang baik. Tari Kuyang Sebuah tarian Belian dari suku Dayak Benuaq untuk mengusir hantu-hantu yang . Tari Hudoq Kita Tarian dari suku Dayak Kenyah ini pada prinsipnya sama dengan Tari Hudoq dari suku Dayak Bahau dan Modang. Disebut tarian Serumpai karena tarian diiringi alat musik Serumpai (sejenis seruling bambu). Tarian ini erat hubungannya dengan upacara keagamaan dari kelompok suku Dayak Bahau dan Modang.

Seni Musik dari Kesenian Suku Dayak Tidak jauh beda dengan seni tari. II. Beberapa contoh alat musik suku Dayak. Gendang Ada beberapa jenis Gendang yang dikenal oleh suku Dayak Tunjung: -.menjaga pohon-pohon yang besar dan tinggi agar tidak mengganggu manusia atau orang yang menebang pohon tersebut. Pampong 2. Kadire . seni musik dalam kesenian suku Dayak didominasi musik-musik ritual. Gong Sama seperti gong di Jawa. Gong-gong kecil terbuat dari logam sedangkan tempat dudukannya terbuat dari kayu. Tuukng Tuat -. Tompong 5. Kelaii -. Ada beberapa jenis suliikng: -. Musik itu merupakan alat berkomunikasi dan menyampaikan pesan kepada roh-roh. 1. Gimar -. Bentuk alat musik ini mirip dengan bonang di Jawa. Suliikng Alat musik tiup yang terbuat dari bambu. Bangsi / Serunai -. dengan diameter 50-60 cm 4. Klentangan Alat musik pukul yang terdiri dari enam buah gong kecil tersusun menurut nadanada tertentu pada sebuah tempat dudukan berbentuk semacam kotak persegi panjang (rancak). Suliikng Dewa -. 3. Prahi -.

2. Mansana Kayau Pulang Kisah yang dinyanyikan pada waktu malam sebelum tidur oleh para orang tua kepada anak dan cucu dengan maksud membakar semangat anak turunannya untuk membalas dendam kepada Tambun Bupati yang telah membunuh nenek moyang mereka. Mohing Asang Nyanyian perang. misalnya pada acara penyambutan tamu yang dihormati. Terkadang ditemukan perulangan kata pada akhir kalimat namun terkadang juga tidak. itu berarti sebuah perintah untuk menyerang dan maju. Pada umunya Suku Dayak gemar melantunkan ungkapan hati dan perasaan . Salah satu ekspresi kegembiraan dan rasa bahagia diungkapkan dalam bentuk karungut. Dalam berbagai acara karungut sering dilatunkan. Mansana Kayau Kisah kepahlawanan yang dilagukan. Contoh lagunya: 1. 4. Ekspresi kalimat yang dilantunkan dengan irama lagu berbeda. Karungut Sejenis pantun yang dilagukan. . kemudian terdengar nyanyian Mohing Asang.Alat musik tiup yang terbuat dari pelepah batang pisang dan memiliki 5 buah pipa bambu yang dibunyikan dengan mempermainkan udara pada rongga mulut untuk menghasilkan suara dengung. Untuk mengamati cara tutur orang Dayak dalam mengekspresikan perasaan mereka. kisah-kisah kehidupan dan kepahlawanan sukunya dengan kalimat berirama. Biasanya dinyanyikan bersaut-sautan dua sampai empat orang. baik perempuan ataupun laki-laki. Bila panglima telah membunyikan salentak tujuh kali. 3. maka terjemahan dalam Bahasa Indonesia dibuat dalam sebagaimana adanya kata per kata.

Bandar ialah nama seorang tokoh yang sangat dipuja dizamannya.5. Seni Drama dari Kesenian Suku Dayak Pada kesenian suku Dayak. Kandan Kandan ialah pantun yang dilagukan dan dilantunkan saut menyaut baik oleh lakilaki atau perempuan dalam suatu pesta perkawinan. Apabila pesta yang diadakan untuk menyambut tamu yang dihormati maka kalimat-kalimat yang dilantunkan lebih bersifat kalimat pujian. III. Hingga saat ini orang-orang tertentu yang bernazar kepada tokoh Bandar. Bandar hidup di zaman lewu uju dan diyakini bahwa tokoh Bandar bukan hanya sekedar mitos. 7. 6. Salengot Pantun berirama yang biasa diadakan pada pesta pernikahan. Salengot khusus dilakukan oleh laki-laki dalam menceritakan riwayat hingga berlangsungnya pernikahan kedua mempelai tersebut. . Kalimantan Tengah. Banyak sansana tercipta untuk memuji dan mengagungkan tokoh Bandar ini. Keharuman namanya karena pada kepribadiannya yang sangat simpatik dan menarik. Drama tradisional ditemukan pada masyarakat Kutai dalam bentuk kesenian Mamanda. Mansana Bandar Mansana artinya cerita epik yang dilagukan. namun dalam upacara kematian Salengot terlarang oleh adat untuk dilaksanakan. disamping memiliki sifat kepahlawanan dan kesaktian yang tiada duanya. namun dengan versi yang berbedabeda. sanjungan. Tradisi ini biasa ditemukan pada Suku Dayak Siang atau Murung di Kecamatan Siang dan Murung. Kabupaten Barito Hulu. Dedeo atau Ngaloak Dedeo atau Ngaloak sama dengan Kandan hanya istilahnya saja yang berbeda. karena Dedeo atau Ngaloak adalah tradisi Suku Dayak Dusun Tengah didaerah Barito Tengah. masyarakatnya juga mengenal seni drama. doa dan harapan mereka pada tamu yang dihormati tersebut. 8.

anneahira.Drama ini memainkan lakon kerajaan dan dimainkan dalam upacara adat seperti perkawinan atau khitanan.com/kesenian-suku-dayak. semacam patung totem di masyarakat Indian.html .org/wiki/Suku_Dayak http://siskauche.kutaikartanegara.wikipedia.com/2011/07/17/suku-dayak-pedalaman/ http://www.html http://www.wordpress. seni rupa Dayak terlihat pada seni kriya tradisional seperti kelembit (perisai). Selain itu. DAFTAR PUSTAKA http://id. Patung blontang. dan lain-lain. Bentuk pementasannya menyerupai ludruk atau ketoprak.com/senibudaya/tari. bening aban (kain gendongan). IV. Patung kelengkapan upacara. Patung azimat yang dianggap berkhasiat mengobati penyakit 2. Ada macam-macam patung dengan ragam fungsi. 3.com/senibudaya/musik.kutaikartanegara. di antaranya sebagai berikut: 1. ulap doyo (kain adat).htm http://www. anjat (tas anyaman). seraong (topi). Seni Rupa dari Kesenian Suku Dayak Seni rupa Dayak yang juga termasuk dalam kesenian suku Dayak terlihat pada seni pahat dan patung yang didominasi motif-motif hias setempat yang banyak mengambil ciri alam dan roh dewa-dewa dan digunakan dalam upacara adat.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->