FIQH SIYASAH

DISUSUN OLEH : KELOMPOK 1 : 1. Asep Hamdi 2. Rahmatia 3. Zulfa Elya

DOSEN PEMBIMBING : HJ. MARHAMAH SALEH, Lc. MA JURUSAN PENDIDIKAN IPS FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI JAKARTA TAHUN 2009

KATA PENGANTAR Puji syukur penulis hanturkan kepada Allah atas segala rahmat-Nya yang telah memberikan kesempatan waktu bagi penulis dalam menyusun tugas kelompok ini. serta memahami istilah – istilah yang berhubungan dengan pemerintahan islam Serta Tiada Gading Yang Tak Retak. Dan tujuan dari makalah ini adalah untuk mengetahui pengertian fiqh siyasah (siyasah syar’iyyah) . begitupun dengan makalah ini. 4 September 2009 Penulis . Masih ada beberapa kesalahan yang ada tanpa disadari oleh penulis. Ciputat. Dan dari penulis sendiri kami ucapkan terima kasih. penulis hanturkan kepada Nabi Muhammad SAW yang telah memberikan inspirasi kepada penulis akan arti dan penerapan bidang-bidang Fiqh Siyasah. dan manfaat mempelajarinya. hubungannya dengan lmu Fiqh . Dan shalawat beserta salam. dan semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua. oleh karena itu penulis harapkan akan adanya kritik dan saran atas makalah ini yang membangun. Makalah ini berjudul Fiqh Siyasah yang ditulis penulis sebagai tugas mata kuliah Fiqh Siyasah.

..DAFTAR ISI Halaman Judul ……………………………………………………………. .................. 3 2.............………………………………………………….......... Imamah…... Amir…....5 a...........4...............2 Permasalahan…….. 2 2.....2 Hubungan antara Ilmu fiqh dan Fiqh Siyasah... 1 1..................…………………….......3 Manfaat Fiqh Siyasah………………….........……........………………......1 a.....4 2. 7 Daftar Pustaka ……………………………………………………………........….......6 Kesimpulan …………….....3 b..………………………………………………. 3 b. Majlis Syura…………………………………………….....4....1 Pendahuluan ……..........……………………………………….......4..... Imam..................1 Definisi Fiqh Siyasah ….........2 a.............. Khalifah….......3 Tujuan Penulisan. ii Daftar Isi …………………………………………………………………........ Khilafah…....4.....……….... 4 b.....……………………..........5 Ahlul Halli Wa al.. Bai’at..………………………………………............ 8 ..............1 1.............................................. 3 2. 4 2.... i Kata Pengantar …………………………………………………………......4 Konsep-Konsep yang Berhubungan dengan Pemerintahan Islam …….................…………………….........3 a....... 1 Bab II Pembahasan 2........ 3 2..aqdi............... Imarah…...........……………….......……………………....……………….……………….........……………………......………………...………………………………………………….......................2 2.....4.. iii Bab I Pendahuluan 1............... 4 2. 5 b...............

Imam c. Imamah. Maka dari itu masalah ini akan diuraikan dan dikaji dalam makalah ini sehingga dapat menambah wawasan para pembaca tentang keislaman. Permasalahan pertama yang dipersoalkan oleh generasi pertama umat islam sesudah Rasulullah Wafat adalah masalah kekuasaan politik atau pengganti beliau. Munculnya masalah tersebut dipandang wajar disebabkan karena risalah islam yang dibawa Nabi Muhammad SAW adalah agama yang penuh dengan ajaran dan undang-undang yang bertujuan membangun manusia guna memperoleh kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat. Memahami pengertian fiqh siyasah ( siyasah syar’iyyah ) 2. I. Khilafah. Bai’at dan Majlis Syura 1.2 Permasalahan 1. baik oleh golongan yang berpegang kuat pada ajaran agama maupun oleh golongan yang berpandangan sekuler.BAB I PENDAHULUAN 1. Ahlul halli Wa Al – Aqdi e. Apa yang dimaksud dengan Fiqh Siyasah ( siyasah syar’iyyah ) ? 2. Apa hubungannya dengan ilmu fiqh ? 3. Khalifah b. Dapat mengetahui hubungan antara ilmu fiqh dan fiqh siyasah 3. Imarah.1 Latar Belakang Hubungan agama dan politik menjadi topik pembicaraan menarik. Amir d.3 Tujuan Penulisan 1. Dapat mengetahui manfaat mempelajari fiqh siyasah dan memahami istilah – istilah yang berhubungan dengan pemerintahan islam. Apa manfaat mempelajari fiqh siyasah ? 4. . Apa yang dimaksud dengan istilah – istilah berikut : a.

fiqh adalah pengetahuan tentang hukum – hukum yang sesuai dengan syara mengenai amal perbuatan yang diperoleh dari dalil yang tafshil (terinci.maksud perkataan dan perbuatan. Fiqh Siyasah dipandang sebagai bagian dari fiqh atau dalam kategori fiqh. maka perlu dijelaskan pengertian masing – masing kata dari segi bahasa dan istilah. memipin.BAB II PEMBAHASAN 2. membuat kebijaksanan. Fiqh ditetapkan oleh mujtahid. atau pemahaman yang mendalam terhadap maksud . mengurus. menurut ulama – ulama syara. Agar diperoleh pemahaman yang pas apa yang dimaksud dengan Fiqh Siyasah. . Jadi fiqh adalah pengetahuan mengenai hukum agama islam yang bersumber dari al quran dan sunah yang disusun oleh mujtahid dengan jalan penalaran dan ijtihad. Sedangkan Siyasah Syar’iyah ditetapkan oleh pemegang kekuasan. yakni dalil-dalil atau hukum-hukum khusus yang diambil dari dasar – dasarnya dan sunah). Jadi siyasah menurut bahasa mengandung beberapa arti. memerintah.2 Hubungan antara Ilmu fiqh dan Fiqh Siyasah Hubungan antara Ilmu fiqh dan Fiqh Siyasah dalam system hukum islam adalah hukum – hukum islam yang digalih dari sumber yang sama dan ditetapkan untuk mewujudkan kemaslahatan.1 Definisi Fiqh Siyasah Fiqh Siyasah terdiri dari dua kata berbahasa Arab fikih atau fiqh dan siyasah. Secara terminologis dalam Lisan Al Arab siyasat adalah mengatur atau memimpin sesuatu dengan cara yang membawa kepada kemaslahatan. pengaturan dan kebijaksanaan yang dibuat oleh pemegang kekuasan yang sejalan dengan dasar – dasar ajaran syariat untuk mewujudkan kemaslahatan umat. Secara etimologis ( bahasa ) fiqh adalah keterangan-keterangan tentang pengertian atau paham dari maksud ucapan Si pembicara. mengurus dan memerintah. Dari uraian tentang pengertian istilah fiqh dan siyasat dari segi etimologis dan terminologis dapat disimpulkan bahwa pengertian Fiqh Siyasah atau Fiqh Syar’iyah ialah “ilmu yang mempelajari hal – ihwal seluk – beluk pengatur urusan umat dan negara dengan segala bentuk hukum. Secara terminologis ( istilah ). Bedanya terletak pada pembuatanya.” 2. yaitu mengatur. Kata ini dalam kamus Al Munjid dan Lisan Al – Arab berarti mengatur. Kemudian hubungan keduanya dari sisi lain. pemerintahan dan politik. Kata siyasat bersal dari kata sasa.

a. 2) pengorganisasian dan pengaturan untuk mewujudkan kemaslahatan. 2. Negara didasarkan pada prinsijp yang mengakui “kedaulatan tuhan”. Dan Nabi Muhammad SAW sebagai “wakil tuhan”. dan pemerintahan. b. IMAMAH Secara umum keimanan. KHILAFAH Secara umum seseorang yang menggantikan orang lain sebagai penggantinya. KHALIFAH Secara istilah pemimpin yang mengganti nabi dalam tanggung jawab umum terhadap pengikut agama ini untuk membuat manusia tetap mengikuti undangundang yang mempersamakan seluruh umat islam di depan kebenaran sebagai khalifah Rasul dalam memelihara agama dan mengatur dunia. Hukum islam tidak mengenal pemisahan antara agama dan politik Negara. Jadi. Pendefinisian khilafah dan imamah lebih panjang oleh kepemimpinan Khulafaur Rosyidin. Dan menerapkan musyawarah sertra kedaulatan yang sesungguhnya berda pada Tuhan. dan 3) mengatur hubungan antara pengusaha dan rakyat serta hak dan kewajiban masingmasing dalam usaha mencapai tujuan Negara.kepemimpinan. . Menurut istilah seseorang atau kelompok orang yang melaksanakn wewenag dalam hal mengurus kepentingan masyarakat atau istilah lain kepemimpinan menyeliruh yang berkaitan dengan urusan keagamaan dan urusan dunia sebagai pengganti fungsi Rasulullah. khalifah tidak bisa diartikan wakil melainkan pengganti / penguasa.2.3 Manfaat Fiqh Siyasah Manfaat siyasah adalah: 1) mengatur peraturan dan perundang-undangan Negara sebagai pedoman dan landasan idiil dalam mewujudkan kemashalatan umat. menurut istilah khilafah adalah sebutan untuk masa pemerintahan khalifah dan sebutan seperti khilafah Abu bakar. Umar bin Khattab dan seterusnya untuk melaksanakan wewenang yang di amanahkan.4 Konsep-Konsep yang Berhubungan dengan Pemerintahan Islam : a.

IMARAH Imarah berasal dari kata “amr” yang artinya perintah persoalan. Ketika Rasulullah SAW masih berada di tengah umat islam’ istilah amir di gunakan untuk nama beberapa jabatan yang mengurusi suatu urusan. tidak ada arti jamaah tanpa amir (pemimpin). ketimbang doktrin. pemimmpin organisasi dan perkumpulan dan sebagainya. orang yang mengurus atau penguasa. . Secara istilah imam adalah ” seorang yang memegang jabatan umum dalam urusan agam dan urusan dunia sekaligus. Kedudukan imam sama dengan khalifah. b. Umar bin khattab pernah berkata: “ Tidak ada arti islam tanpa jamah. a. Termasuk penguasa politik pemerintahan. legalisasi seorang amir ditentukan oleh kepercayaan orang banyak terhadap seseorang. Dalam proses pemilihannya pun. Kata imam berarti ”pemimpin. urusan atau dapat pula dipahami sebagai kekuasaan. lebih banyak melibatkan unsur sosial kemasyarakatan. adalah imam. AMIR Menurut istilah syara. Istilah khilafah dan imamah lebih populer pemakaiannya dalam berbagai literatur ulama fiqh daripada istilah imarah. amir adalah pejabat pemerintahan yang diangkat untuk mengatur dan memelihara salah satu urusan kaum muslimin. Sementara itu imarat sebutan untuk jabatan amir dalam suatu Negara kecil yang berdaulat untuk melaksanakan pemerintahan oleh seorang amir. atau contoh yang harus diikuti atau mendahului. IMAM Sebutan gelar yang paralel dengan khalifah dalam sejarah pemerintahan islam. yaitu pengganti rasul sebagai pemelihara agama dan penanggung jawab urusan umat.b. Dengan kata lain. Konsep amir justru dapat di pahami lebih umum dalam seluruh pola kepemimpinan. Dalam arti lain amir adalah orang yang memerintah orang yang menangani persoalan. memimpin.

janji setia atau saling berjanji dan setia. Kecenderungan umat islam generasi pertama dalam sejarah secara tidak langsung atau melalui perwakilan. dapatlah ditarik beberapa pengertian. artinya sebagai sebuah konsep. . Bai’at mengandung makna perjanjian. Bertolak dari uraian diatas dapat dikatakan bahwa Ahlul Halli wal Aqdi merupakan suatu lembaga pilihan.Biasanya istilah ini dirumuskan oleh ulama fiqih untuk sebutan bagi orang-orang yang berhak sebagai wakil umat untuk menyuarakan hati nurani mereka. Kedua masing-masing konsep dapat dipahami dengan pendekayan karakteristik dan berbedebeda khilafah lebih bersifat teologis dan sosiologis sekaligus. a BAI’AT Istilah bai’at berasal dari kata ba’a yamg berarti “menjual”. Dengan demikian Ahlul Halli wal Aqdi terdiri dari berbagai kelompok sasial yang memiliki profesi dan keahlian yang berbeda namun hal ini bukan hal prinsip. Dalam pelaksanaan bai’at selalu melibatkan dua pihak secara suka rela. Secar bahasa ialah berjabat tangan atas terjadinya jual beli dan untuk berjanji setia dan taat Maka bai’at secara istilah adalah ungkapan perjanjian antara dua pihak yang seakan-akan salah satu pihak menjual apa yang di milikinya. melainkan persoalan tekhnis dan temporer yang dapat berubah sesuai dengan tuntutan situasi dan kebutuhan masyarakat. Dengan demikian beberapa konsep yang berhubungan dengan pemerintahan islam diatas. sementara itu imarah murni bersifat sosiologis . Paradigma pemikiran ulama fiqih merumuskan istilah Ahlul Halli Wal aqdi didasarkan pada system pemilihan empat khalifah pertama yang dilaksanakan oleh para tokoh sahabat yanag mewakili dua golongan yaitu Anshor dan Muhajirin. Pertama konsep khilafah lebih bersifat umum.Ahlul Halli Wal Aqdi Dapat diartikan bahwa orang-orang yang mempunyai wewenang untuk melonggarkan dan mengikat atau sekelompok orang yang memilih imam atau kepala Negara atau orang-orang yang mempunyai wewenang. imamah dan imarah tercakup di dalamnya. Imamah murni bersifat teologis.

memusyawarahkan segala urusan mereka. dan mustasyir (meminta pendapat orang lain).’’ Ayat ini mengandung pujian atas orang-orang yang menerima seruan Allah SWT yang dibawa Nabi Muhammad SAW. syawir (meminta pendapat. MAJLIS SYURO’ Permusyawaratan. Abu Ja’far Muhammad bin Jarir at-Tabari dalam menafsirkan ayat di atas menyatakan. sekalipun ayat tersebut ditujukan kepada Nabi Muhammad SAW. mendirikan shalat dengan baik dan benar. Sekiranya kami bersikap keras lagi berhati kasar. saling bertukar pendapat). melainkan juga kepada tiap orang mukmin. Namun kewajiban melaksanakan kewajiban musyawarah bukan hanya dibebankan kepada Nabi SAW. Bermusyawarah merupakan ungkapan hati yang lemah lembut dan sifat terpuji orang yang melaksanakannya. Istilah syura berasal dari kata kerja syaawara-yusyawiru yang berarti menjelaskan. Ketiga.b. Pengertian seperti ini terdapat pada tiga tempat di dalam Alquran. musyawarah). sesungguhnya Allah SWT menyuruh Nabi Muhammad SAW untuk bermusyawarah dengan umatnya tentang urusan yang akan dijalankan supaya mereka tahu hakikat urusan tersebut dan agar mereka mengikuti jejaknya. menyatakan atau mengajukan dan mengambil sesuatu. dan menafkahkan sebagian dari rizki yang mereka peroleh. sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarah (syura) antara mereka dan mereka menafkahkan sebagian dari rizki yang Kami berikan kepada mereka. . ‘’Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu lemah lembut terhadap mereka.’ Menyapih anak sebelum mencapai usia dua tahun boleh apabila didasarkan pada kerelaan dan permusyawaratan antara suami . Karena maafkanlah mereka. Kedua dalam surat Asy-Sura ayat 38: ‘Dan (bagi) orang-orang yang menerima (mematuhi) seruan TuhanNya dan mendirikan shalat. hal yang bermusyawarah atau konsultasi. mohonkanlah ampun bagi mereka dan bermusyawarahlah (syawir) dengan mereka dalam urusan itu. Bermusyawarah merupakan sifat terpuji bagi orang yang melaksanakannya dan akan memperoleh nikmat dari sisi Allah SWT. tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. maka tidak ada dosa atas keduanya. Pertama dalam surat al-Baqarah ayat 233 yang artinya: ‘’Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan. maka bertawakkal kepadaNya. tasyawara (berunding. Ayat ini merupakan perintah untuk melaksanakan musyawarah dengan para sahabatnya dan perintah yang mensyariatkan musyawarah. Syura atau musyawarah adalah saling menjelaskan dan merundingkan atau saling meminta dan menukar pendapat mengenai suatu perkara.istri. karena hal itu bernilai ibadah. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad. Majlis Syura berarti majelis permusyawaratan atau badan legislatif. Bentuk-bentuk lain yang berasal dari kata kerja syaawara adalah asyara (memberi isyarat). dalam surat Ali ‘Imran ayat 159 yang artinya.

Melainkan segala masalah yang menyangkut aspek yang berkenan dengan kemanusian dan kemaslahatan umat. serta keadaan perang atau darurat dalam negara. luar negeri. . Serta juga bukan hanya masalah Ubudiyah dan Ilahiyah saja yang dibahas.KESIMPULAN Dari penjelasan diatas dapat terlihat bahwa dalam berpolitik ada tata cara dan bernuansa Islam. Diantara kajian Fiqh Siyasah (Politik Islam) ada beberapa bagian yang mengatur masalah dalam negeri. keuangan negara. Kajian Politik Islam sangatlah sempurna dan merupakan hal yang sangat di harapkan untuk di praktekkan.

MA. Prof. Fiqh Siyasah: Ajaran Sejarah Dan Pemikiran. http://infokito. Jakarta: PT. Pulungan. 2003. Fiqh Siyasah: Implementasi Kemaslahatan Umat Dalam Rambu-rambu Syari’ah. Suyuthi. H. Djazuli. MA.php/Ensiklopedia-SYURA . Dr. J.net/index. 2002.DAFTAR PUSTAKA A. Bandung: Prenada Media. Raja Grafindo Persada.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful