SEJARAH SENI RUPA INDONESIA

TUGAS MATA PELAJARAN SENI RUPA
SEMESTER 2

DISUSUN OLEH : KELOMPOK KETUA :I : REGGY FAJAR RADESTA DEDE RIFA EKA NOVIYANTI MUTIARA DEWI ADINDA PUSPARINA SILVA NOVIYANTI MUAMAR MA’RUF

SMA NEGERI 4 PANDEGLANG

Kami menyadari bahwa makalah ini masih banyak kekurangannya dan jauh dari kesempurnaan baik isinya maupun redaksi kalimatnya. Shalawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada baginda sayyidina Muhammad SAW. Menes. 16 Januari 2012 Penyusun 2 .Ammin Makalah ini kami susun sebagai salah satu acuan dalam menambah pengetahuan mengenai sejarah seni rupa di Indonesia dari zaman prasejarah hingga sekarang yang terus mengalami perkembangan yang cukup pesat. Yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya kepada kita semua. keluarganya dan mudah-mudahan kepada kita semua sebagai umat yang selalu mengamalkan risalahnya hingga yaumil qiyamah. Akhirnya penulis mengharapkan semoga makalah ini dapat bermanfaat khususnya bagi kami dan umumnya bagi pembaca semuanya. Untuk itu kami mohon masukan yang bersipat edukatif guna terciptanya makalah yang maksimal. Para sahabatnya.TAHUN AJARAN 2011/2012 Kata Pengantar Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah Swt. sehingga atas berkat rahmat-Nya itulah kami dapat menyelesaikan makalah ini.

DAFTAR ISI PERKEMBANGAN SENI RUPA INDONESIA SIFAT-SIFAT UMUM SENI RUPA INDONESIA SENI RUPA PRASEJARAH INDONESIA SENI RUPA ZAMAN BATU SENI RUPA ZAMAN LOGAM SENI RUPA INDONESIA HINDU BUDHA CIRI-CIRI SENI RUPA INDONESIA HINDU KARYA SENI RUPA INDONESIA HINDU BUDHA KRONOLOGIS SEJARAH SENI RUPA HINDU BUDHA PERBEDAAN GAYA SENI JAWA TENGAH DENGAN JAWA TIMUR SENI RUPA INDONESIA ISLAM 1. CIRI-CIRI SENI RUPA INDONESIA ISLAM SENI RUPA INDONESIA MODERN MASA PERINTIS MASA SENI LUKIS INDONESIA JELITA/MOEK MASA PERSAGI MASA PENDUDUKAN JEPANG MASA SESUDAH KEMERDEKAAN MASA PENDIDIKAN SENI RUPA MELALUI SENI FORMAL 9 9 10 10 10 10 10 4 4 4 4 5 5 5 5 7 8 8 8 KESIMPULAN DAFTAR PUSTAKA 10 11 3 .

Mereka sudah memiliki tempat tinggal di goa – goa. Agama asli pada waktu itu animisme dan dinamisme yang melahirkan bentuk kesenian sebagai media upacara (bersifat simbolisme) Jaman prasejarah Indonesia terbagi atas: Jaman Batu dan Jaman Logam 1. Bersifat tradisional/statis Dengan adanya kebudayaan agraris mengarah pada bentuk kesenian yang berpegang pada suatu kaidah yang turun temurun 2. Seni Bangunan Manusia paleolithikum belum memiliki tempat tinggal tetap. Bersifat Progresif Dengan adanya kebudayaan maritim. Sifat – Sifat Umum Seni Rupa Indonesia 1. Jaman batu muda (Neolithikum). Latar belakang kebudayaannya berasal dari kebudayaan Indonesia yang disebarkan oleh bangsa Melayu Tua dan Melayu Muda. Bersifat Seni Kerajinan Dengan kekayaan alam Indonesia yang menghasilkan bermacam – macam bahan untuk membuat kerajinan 5.SEJARAH SENI RUPA INDONESIA PERKEMBANGAN SENI RUPA INDONESIA A. Bersifat Kebinekaan Indonesia terdiri dari beberapa daerah dengan keadaan lingkungan dan alam yang berbeda. kemudian berkembang kesenian dari batu di jaman logam disebut jaman megalithikum (Batu Besar) Peninggalan – peninggalannya yaitu: a. Seperti goa yang ditemukan di di Sulawesi 4 . sehingga melahirkan bentuk ungkapan seni yang beraneka ragam 4. jaman batu menengah (Mesolithikum). Kesenian Indonesia sering dipengaruhi kebudayaan luar yang kemudian di padukan dan dikembangkan sehingga menjadi milik bangsa Indonesia sendiri 3. Seni Rupa Jaman Batu Jaman batu terbagi lagi menjadi: jaman batu tua (Palaeolithikum). Bersifat Non Realis Dengan latar belakang agama asli yang primitif berpengaruh pada ungkapan seni yang selalu bersifat perlambangan / simbolisme B. Seni Rupa Prasejarah Indonesia Jaman prasejarah (Prehistory) adalah jaman sebelum ditemukan sumber – sumber atau dokumen – dokumen tertulis mengenai kehidupan manusia. mereka hidup mengembara (nomaden) dan berburu atau mengumpulkan makanan (food gathering) tanda – tanda adanya karya seni rupa dimulai dari jaman Mesolithikum.

lukisan diterapkan pada bangunan – bangunan dan benda – benda kerajinan sebagai hiasan ornamentik (motif geometris atau motif perlambang) 2. Kemudian jaman megalithikum banyak itemukan patung – patung berukuran besar bergaya statis monumental dan dinamis piktural c. Bersifat Sakral. seperti punden. Seni Patung Seni patung berkembang pada jaman Neolithikum. Tujuan lukisan untuk keperluan magis dan ritual. ialah teknik mengecor yang bisaa di ulang berulang 2) Acire Perdue. Proses Penyesuaian (adaptasi) c. Bali dan Sumatra yang kemudian bercampur (akulturasi) dengan kebudayaan asli Indonesia (kebudayaan istana dan feodal). yaitu dengan proses: a. yaitu kesenian yang bertolak pada suatu pedoman pada sumber hukum agama (Silfasastra) d. Proses Penguasaan (kreasi) 1. Juga berupa rumah – rumah panggung di tepi pantai. Ciri – Ciri Seni rupa Indonesia Hindu a. sarkofagus. Seni Rupa Jaman Logam Jaman logam di Indonesia dikenal sebagai jaman perunggu. bejana. berupa patung – patung nenek moyang dan patung penolak bala. ialah teknim mengecor yang hanya satu kali pakai (tidak bisa diulang) C. Prose akulturasi kebudayan India dan Indonesia berlangsung secara bertahap dalam kurun waktu yang lama. Kemudian pada jaman neolithikum dan megalithikum. karya seni tersebut dibuat dengan teknik mengecor (mencetak) yang dikenal dengan 2 teknik mencetak: 1) Bivalve. patung dan perhiasan. Pusat perkembangannya di Jawa. dengan bukti – bukti seperti yang ditemukan di pantai Sumatera Timur berupa bukit – bukit kerang (Klokkenmodinger) sebagai sisa – sisa sampah dapur para nelayan Kemudian jaman Neolithikum. Bersifat Peodal. dolmen. Karena banyak ditemukan benda – benda kerajinan dari bahan perunggu seperti ganderang. kapak. Seni Lukis Dari jaman Mesolithikum ditemukan lukisan – lukisan yang dibuat pada dinding gua seperti lukisan goa di Sulawesi Selatan dan Pantai Selatan Irian Jaya. agama dan politik. meja batu dll b. Hasil akulturasi kebudayaan India dengan indonesia 5 . yaitu kesenian sebagai media upacara agama c. yaitu kesenian berpusat di istana sebagai medi pengabdian Raja (kultus Raja) b. Proses peniruan (imitasi) b. Bersifat Konvensional.Selatan dan Irian Jaya. bergaya non realistis. seperti adegan perburuan binatang lambang nenek moyang dan cap jari. Seni Rupa Indonesia Hindu Budha Kebudayaan Hindu berasal dari India yang menyebar di Indonesia sekitar abad pertama Masehi melalui kegiatan perdagangan. manusia sudah bisa bercocok tanah dan berternak (food producting) serta bertempat tinggal tinggal di rumah – rumah kayu / bambu Pada jaman megalithikum banyak menghasilkan bangunan – bangunan dari batu yang berukuran besar untuk keperluan upacara agama. terbuat dari kayu atau batu.

Untuk membedakan mereka setiap patung diberi atribut keDewaan (laksana/ciri). ujur sangkar atau segi 20) . didirikan di daerah pesawahan . lingga.Pura agung.Candi Vihara: didirikan untuk tempat para pendeta bersemedi contohnya candi Sari Struktur bangunan candi terdiri dari 3 bagian . didirikan di lereng gunung tempat bersemedhi .2.Pura subak. Karenanya candi selalu dihubungkan dengan monumen untuk memuliakan Raja yang meninggal contohnya candi Kidal untuk memuliakan Raja Anusapati.Halaman depan terdapat balai pertemuan . contohnya candi Jalatunda .Halaman belakang terdapat.Sistem Konsentris (hasil pengaruh dari India) yaitu induk candi berada di tengah – tengah anak – anak candi. Seni patung Hindu Budha Patung dalam agama Hindu merupakan hasil perwujudan dari Raja dengan Dewa penitisnya. Orang Hindu percaya adanya Trimurti: Dewa Brahma Wisnu dan Siwa. ratna atau amalaka Bangunan candi ada yang berdiri sendiri ada pula yang kelompok.System membelakangi (hasil kreasi asli Indonesia )yaitu induk candi berada di belakang anak – anak candi.Candi Pintu Gerbang: didirikan sebagai gapura atau pintu masuk. Karya Seni Rupa Indonesia Hindu Budha a. yaitu: . dan rumah Dewa Seluruh bangunan dikelilingi dinding keliling dengan pintu gerbangnya ada yang berpintu / bertutup (kori agung) ada yang terbuka ( candi bentar) . contoh candi Belahan . bermahkota stupa. didirikan di komplek istana . Terdapat kamar – kamar tempat arca atau patung .Atap candi: berbentuk limas an.Candi Balai Kambang / Tirta: didirikan didekat / ditengah kolam. contohnya kelompok candi lorojongrang dan prambanan . didirikan di tepi pantai 3) Bangunan Puri Puri adalah bangunan yang berfungsi sebagai pusat pemerintahan dan pusat keagamaan. tempat upacara meratakan gigi (Balain Munde) dsb b.Candi Pertapaan: didirikan di lereng – lereng tempat Raja bertapa. contohnya candi penataran 2) Bangunan pura Pura adalah bangunan tempat Dewa atau arwah leluhur yang banyak didirikan di Bali.Halaman tengah terdapat balai saji .Pura laut. padmasana. Seni Bangunan: 1) Bangunan Candi Candi berasala dari kata “Candika” yang berarti nama salah satu Dewa kematian (Dugra). meru.Kaki candi adalah bagian dasar sekaligus membentuk denahnya (berbentuk segi empat. selain itu candi pula berfungsi sebagai: .Candi Stupa: didirikan sebagai lambang Budha. 6 .Tubuh candi. Bangunan – bangunan yang terdapat di komplek puri antara lain: Tempat kepala keluarga (Semanggen). contohnya candi Bajang Ratu .Pura gunung. contoh candi Borobudur . Ada dua system dalam pengelempokan candi. Pura merupakan komplek bangunan yang disusun terdiri dari tiga halaman pengaruh dari candi penataran yaitu: .

tetapi sudah diterapkan proposisi Indonesia seperti pada patung Airlangga 2) Jaman Singasari Pada seni bangunannya sudah benar – benar meperlihatkan gaya seni Jawa Timur baik 7 . Lalitapistara . contohnya . Kelompok Candi Sewu. Seni rupa Jawa Hindu periode Jawa Tengah.Hiasan motif kala (Banaspati) pada bagian atas pintu . yaitu dengan motif flora dan fauna serta mahluk azaib.Diantara keningnya terdapat titik (urna) . contohnya: . Seni patungnya merupakan perwujudan antara manusia dengan binatang (lembu atau garuda) 2) Jaman Wangsa Syailendra Peninggalan candinya : kelompok Candi Prambanan.dll 1) Hiasan bidang ialah hiasan bersifat dua dimensional yang terdapat pada dinding / bidang candi. Candi Kalasan. Dhyani Bodhidattwa dan Dewi Tara. Bentuk hiasan candi dibedakan menjadi dua macam. Kemudian pada seni patungnya dudah tidak lagi memperlihatkan tradisi India. contohnya patung Budha dan Budhisatwa di Candi Borobudur b. Candi Mendut Dan Kelompok Candi Plaosan Seni patungnya bersifat Budhis. Setiap patung Budha memiliki tanda – tanda kesucian.Hiasan pola geometris . yaitu: 1) Hiasan Arsitektural ialah hiasan bersifat 3 dimensional yang membentuk struktur bangunan candi. Dhyani Budha.Hiasan makara. Seni hias Hindu Budha Bentuk bangunan candi sebenarnya hasil tiruan dari gunung Mahameru yang dianggap suci sebagai tempatnya para Dewa Oleh sebab itu Candi selalu diberi hiasan sesuai dengan suasana alam pegunungan.Terdapat juga kerutan di leher . terbagi atas: 1) Jaman Wangsa Sanjaya Candi – candi hanya didirikan di daerah pegunungan. (nadi) dsb Dalam agama Budha bisaa dipatungkan adalah sang Budha.Hiasan makhluk khayangan 3. candi Hindu ialah Mahabarata dan Ramayana: sedangkan pada candi Budha adalah Jataka. kendaraannya lembu. Sedangkan pada patung wisnu laksananya adalah para mahkotanya terdapat bulan sabit. dan tengkorak. Seni rupa Jawa Hindu periode Jawa Timur. yaitu: .Telinganya panjang (lamba-karnapasa) . Candi Sari.Hisana menara sudut pada setiap candi .Hiasan mahkota pada atap candi .Rambut ikal dan berjenggot (ashnisha) . Kronologis Sejarah Seni rupa Hindu Budha a.Memakai jubah sanghati c.Hiasan dengan cerita.misalnya patung Brahma laksananya berkepala empat. bertangan empat dan kendaraanhya (wahana) hangsa). Candi Borobudurm. terbagi atas: 1) Jaman Peralihan Pada seni bangunannya sudah meperlihatkan tanda – tanda gaya seni jawa timur seperti tampak pada Candi Belahan yaitu pada perubahan kaki candi yang bertingkat dan atapnya yang makin tinggi. simbar filaster.Hiasan flora dan fauna .

sedangkan di Jatim ada pula adegan cerita asli Indonesia. misalnya cerita Panji . sedangkan di Jatim lebih tinggi . sedangkan di Jatim bergaya Wayang (distorsi) . Pura sebagai bangunan suci tetapi di dalamnya tidak terdapat patung perwujudan Dewa karena masyarakat Bali tidak mengenal an-Iconis yaitu tidak mengebal patung sebagai objek pemujaan.Atap candi Jateng pendek.Kaki candi Jateng tidak berundak sedangkan di Jatim berundak . Seni patungnya bergaya Klasisistis yang bertolak dari gaya seni Jawa Tengah.Candi Jateng bentuknya tambun.Candi Jateng terbuat dari batu adhesit. sedangkan di Jatim khas Indonesia seperti pakaian batik. Bhairawa dan Ganesha. 3) Jaman Majapahit Candi – candi Majapahit sebagian besar sudah tidak utuh lagi karena terbuat dari batu bata. Perbedaan hiasan candi . sedangkan di Jatim dengan system membelakangi b. candi Surowono. sedangkan di Jatim bentuknya ramping . adapun patung hanya sebagai hiasan saja 4. Seni Rupa Bali Hindu Di Bali jarang ditemukan candi sebab masyarakatnya tidak mengenal Kultus Raja. hanya seni patung singosari lebih lebih halus pahatannya dan lebih kaya dengan hiasan contohnya patung Prajnaparamita. pakaian batik dan perhiasan khas Indonesia.Prambandala (lingkaran kesaktian) pada patung Jateng terdapat pada bagian belakang kepala. sedangkan di Jatim jaman Singasari bergaya klasisitis dan jaman Majapahit bergaya magis monumental . perbedaan dengan candi di Jawa Tengah yang terbuat dari batu kali / andhesit peninggalan candinya: kelompok candi Penataran.Hiasan pada candi di Jatim lebih padat dan dipusatkan pada seni Cina seperti motif awan dan batu karang D. Seni bangunan utama di Bali adalah Pura dan Puri. selendang dan ikat kepala c.Kumpulan candi di Jateng dengan system konsentris. Perbedaan pada seni patungnya .pada struktur candi maupun pada hiasannya. sedangkan di Jatim terbuat dari batu bata . dan candi jago. contohnya: candi singosari.Adegan cerita pada candi Jateng hanya tentang Mahabarata dan Ramayana. Candi Bajangratu. candi kidal.Pakaian Raja / Dewa pada seni patung Jateng masih dipengaruhi tradisi India. candi Triwulan dll Kemudian pada seni patungnya sudah tidak lagi memperlihatkan gaya klasik Jawa Tengah. melainkan gaya magis monumental yang lebih menonjolkan tradisi Indonesia seperti tampak pada raut muka. contohnya patung wajah Gajah Mada c.Motif hias pada candi di Jateng bersifat Hindu dan Budha sedangkan di Jatim ada pula hias asli Indonesia sperti motif penawakan dan gunungan serta perlambangan .Hiasan adegan cerita pada candi Jateng bergala realis. Seni Rupa Indonesia Islam 8 . sedangkan di Jatim terdapat di bagian belakang seluruh tubuh menyerupai lidah api . Perbedaan Gaya Seni Jawa Tengah Dengan Jawa Timur a. Perbedaan struktur bangunan candi . Selain patung dari batu juga dikelan patung realistic dari Terakotta (tanah liat) hasil pengaruh darin Campa dan China.Patung – patung di Jateng hanya sebagai perwujudan Dewa/Raja sedangkan di Jatim ada pula perwujudan manusia bisaa .Seni patung Jateng bergaya simbolis realistis.

Pireus dan Ahmad Sadeli c. Bersumber dari kesenian pra Islam (seni prasejarah dan seni Hindu Budha) c. Karya Seni Rupa Indonesia Islam a. Makam Arsitektur makam orang muslimin di Indonesia merupakan hasil pengaruh dari tradisi non muslim. Mereka menyebarkan ajaran Islam sekaligus memperkenalkan kebudayaannya masing – masing. Seni Bangunan 1. Masa Perintis Dimulai dari prestasi Raden Saleh Syarif Bustaman (1807 – 1880). maka untuk penyamarannya dibuatkan stilasinya (digayakan) atau diformasi (disederhanakan) dengan bentuk tumbuh – tumbuhan E. Sedangkan pengaruh hindu tampak pada nisannya yang diberi hiasan motif gunungan atau motif kala makara. para walipun berperan dalam mengembangkan seni di masyarakat pedesaan. Seni Kaligrafi Seni kaligrafi atau seni khat adalah seni tulisan indah. Bersifat feodal. Dalam kesenian Islam menggunakan bahasa arab. Berperan sebagai salah satu media penyebaran islam 2. maka timbul akulturasi kebudayaan Seni rupa Islam juga dikembangkan oleh para empu di istana – istana sebagai media pengabdian kepada para penguasa (Raja/Sultan) kemudian dalam kaitannya dengan penyebaran agama Islam. Komplek istana bisaanya didirikan di pusat kota yang dikelilingi oleh dinding keliling dan parit pertahanan. yaitu: 1) Kaligrafi terapan berfungsi sebagai dekorasi / hiasan 2) Kaligrafi piktural berfungsi sebagai pembentuk gambar 3) Kaligrafi ekspresi berfungsi sebagai media ungkapan perasaan seperti kaligrafi karya AD. pusat pemerintahan. Pengaruh seni prasejarah tampak pada bentuk makam seperti punden berundak. Sebagai bentuk simbolis dari rangkaian ayat – ayat suci Al – Qur’an. Berdasarkan fungsinya seni kaligrafi dibedakan menjadi. Adapun pengaruh dari Gujarat India yaitu pada makam yang beratap sungkup b.Agama Islam masuk ke Indonesia sekitar abad ke 7 M oleh para pedagang dari India. misalnya da’wah Islam disampaikan dengan media seni wayang 1. Istana Istana / keraton berfungsi sebagai tempat tinggal Raja. Mesjid Pengaruh hindu tampak pada bagian atas mesjid yang berbentuk limas bersusun ganjil (seperti atap Balai Pertemuan Hindu Bali). yaitu kesenian yang bersifat di istana sebagai media pengabdian kepada Raja / sultan b. Dalam perkembangannya sejalan dengan perjuangan bangsa Indonesia untuk melepaskan diri dari penjajahan 1. contohnya atap mesjid Agung Demak dan Mesjid Agung Banten 2. Ciri – Ciri Seni Rupa Indonesia Islam a. Persia dan Cina. seorang seniman 9 . Pusat kegiatan agama dan budaya. 3. Seni Rupa Indonesia Modern Istilah “modern” dalam seni rupa Indonesia yaitu betuk dan perwujudan seni yang terjadi akibat dari pengaruh kaidah seni Barat / Eropa. Seni Hias Seni hias islam selalu menghindari penggambaran makhluk hidup secara realis.

Masa Seni Rupa Baru Indonesia Pada tahun 1974 muncul para seniman Muda baik yang berpendidikan formal maupun otodidak. Masa Pendudukan Jepang (1942 – 1945) Pada jaman Jepang para seniman Indonesia disediakan wadah pada balai kebudayaan Keimin Bunka Shidoso. Masa seni lukis Indonesia jelita / moek (1920 – 1938) Ditandai dengan hadirnya sekelompok pelukis barat yaitu Rudolf Bonnet. Sujoyono. Masa Sesudah Kemerdekaan (1945 – 1950) Pada masa ini seniman banyak teroragisir dalam kelompok – kelompok diantaranya: Sanggar seni rupa masyarakat di Yogyakarta oleh Affandi. zaman hindu budha. Himpunan Budaya Surakarta (HBS) dll 6. dll KESIMPULAN: a) Seni rupa sudah dikenal sejak jaman batu. Para seniman yang aktif ialah: Agus Jaya. Selanjutnya LPKJ (Lembaga Pendidikan Kesenian Jakarta) disusul dengan jurusan – jurusan di setiap IKIP Negeri bahkan sekarag pada tingat SLTA 7. Wakidi dan Wahid Somantri 3. Mansur 5. R. Otto Jaya S. Locatelli dan lain – lain. Pirngadi. Masa Pendidikan Seni Rupa Melalui Pendidikan Formal Pada tahun 1950 di Yogyakarta berdiri ASRI (Akademi Seni Rupa Indonesia) yang sekarang namanya menjadi STSRI (Sekolah Tinggi Seni Rupa Indonesia) yang dipelopori oleh RJ. Otto Jaya. Harsono. Abdul Salam. tepatnya pada masa mesolitikum. Hatta. Priaka. S. Sujiono. Zaini. DAFTAR PUSTAKA 10 . Ki Hajar Dewantara dan KH. Seniman Indonesia Muda (SIM) di Madiun. Masa PERSAGI (1938 – 1942) PERSAGI (Peraturan Ahli Gambar Indonesia) didirikan tahun 1938 di Jakarta yang diketuai oleh Agus Jaya Suminta dan sekreTarisnya S. Dede Eri Supria. zaman islam. Ada beberapa pelukis Indonesia yang mengikuti kaidah / teknik ini antara lain: Abdulah Sr. Walter Spies.Indonesia yang belajar kesenian di eropa dan sekembalinya di Indonesia ia menyebarkan hasil pendidikannya. b) Seni rupa di Indonesia terus mengalami perkembangan-perkembangan mulai dari Zaman prasejarah. Basuki Abdullah. seangkan anggotanya Ramli. kemudian di Bandung berdiri Perguruan Tinggi Guru Gambar (sekarang menjadi Jurusan Seni Rupa ITB) yang dipelopori oleh Prof. Syafe Sumarja. Kusnadi dll. Kemudian pada tahun 1945 berdiri lembaga kesenian dibawah naungan POETRA (Pusat tenaga Rakyat) oleh empat sekawan: Soekarno. oleh S. Arie Smite. Tutur. Pusat Tenaga Pelukis Indonesia (PTPI) Djajengasmoro. Munni Ardhi. Emira Sunarsa (pelukis wanita pertama Indonesia) PERSAGI bertujuan agar para seniman Indonesia dapat menciptakan karya seni yang kreatif dan berkepribadan Indonesia 4. Nyoman Nuarta. seperti Jim Supangkat. Kemudian Raden Saleh dikukuhkan sebagai bapak perintis seni lukisan modern 2. Katamsi. hingga zaman modern.

/sejarah-seni-rupa-indonesia.html www.blogspot..org Sumber lain 11 . Wikipedia.- ansar-senibudaya..com/.google.com www.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful