PERAWATAN KOLOSTOMI

Pengertian * Sebuah lubang buatan yang dibuat oleh dokter ahli bedah pada dinding abdomen untuk mengeluarkan feses (M. Bouwhuizen, 1991) * Pembuatan lubang sementara atau permanen dari usus besar melalui dinding perut untuk mengeluarkan feses (Randy, 1987) * Lubang yang dibuat melalui dinding abdomen ke dalam kolon iliaka untuk mengeluarkan feses (Evelyn, 1991, Pearce, 1993) Jenis ± jenis kolostomi Kolostomi dibuat berdasarkan indikasi dan tujuan tertentu, sehingga jenisnya ada beberapa macam tergantung dari kebutuhan pasien. Kolostomi dapat dibuat secara permanen maupun sementara. * Kolostomi Permanen Pembuatan kolostomi permanen biasanya dilakukan apabila pasien sudah tidak memungkinkan untuk defekasi secara normal karena adanya keganasan, perlengketan, atau pengangkatan kolon sigmoid atau rectum sehingga tidak memungkinkan feses melalui anus. Kolostomi permanen biasanya berupa kolostomi single barrel ( dengan satu ujung lubang) * Kolostomi temporer/ sementara Pembuatan kolostomi biasanya untuk tujuan dekompresi kolon atau untuk mengalirkan feses sementara dan kemudian kolon akan dikembalikan seperti semula dan abdomen ditutup kembali. Kolostomi temporer ini mempunyai dua ujung lubang yang dikeluarkan melalui abdomen yang disebut kolostomi double barrel. Lubang kolostomi yang muncul dipermukaan abdomen berupa mukosa kemerahan yang disebut STOMA. Pada minggu pertama post kolostomi biasanya masih terjadi pembengkakan sehingga stoma tampak membesar. Pasien dengan pemasangan kolostomi biasanya disertai dengan tindakan laparotomi (pembukaan dinding abdomen). Luka laparotomi sangat beresiko mengalami infeksi karena letaknya bersebelahan dengan lubang stoma yang kemungkinan banyak mengeluarkan feses yang dapat mengkontaminasi luka laparotomi, perawat harus selalu memonitor kondisi luka dan segera merawat luka dan mengganti balutan jika balutan terkontaminasi feses. Perawat harus segera mengganti kantong kolostomi jika kantong kolostomi telah terisi feses atau jika kontong kolostomi bocor dan feses cair mengotori abdomen. Perawat juga harus mempertahankan kulit pasien disekitar stoma tetap kering, hal ini penting untuk menghindari terjadinya iritasi pada kulit dan untuk kenyamanan pasien. Kulit sekitar stoma yang mengalami iritasi harus segera diberi zink salep atau konsultasi pada dokter ahli jika pasien alergi terhadap perekat kantong kolostomi. Pada pasien yang alergi tersebut mungkin perlu dipikirkan untuk memodifikasi kantong kolostomi agar kulit pasien tidak teriritasi.

Pendidikan pada pasien Pasien dengan pemasangan kolostomi perlu berbagai penjelasan baik sebelum maupun setelah operasi, terutama tentang perawatan kolostomi bagi pasien yang harus menggunakan kolostomi permanen. Berbagai hal yang harus diajarkan pada pasien adalah: * Teknik penggantian/ pemasangan kantong kolostomi yang baik dan benar * Teknik perawatan stoma dan kulit sekitar stoma * Waktu penggantian kantong kolostomi * Teknik irigasi kolostomi dan manfaatnya bagi pasien * Jadwal makan atau pola makan yang harus dilakukan untuk menyesuaikan * Pengeluaran feses agar tidak mengganggu aktifitas pasien * Berbagai jenis makanan bergizi yang harus dikonsumsi * Berbagai aktifitas yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh pasien * Berbagi hal/ keluhan yang harus dilaporkan segera pada dokter ( jika apsien sudah dirawat dirumah) * Berobat/ control ke dokter secara teratur * Makanan yang tinggi serat Komplikasi kolostomi 1.Obstruksi/ penyumbatan Penyumbatan dapat disebabkan oleh adanya perlengketan usus atau adanya pengerasan feses yang sulit dikeluarkan. Untuk menghindari terjadinya sumbatan, pasien perlu dilakukan irigasi kolostomi secara teratur. Pada pasien dengan kolostomi permanen tindakan irigasi ini perlu diajarkan agar pasien dapat melakukannya sendiri di kamar mandi. 2.Infeksi Kontaminasi feses merupakan factor yang paling sering menjadi penyebab terjadinya infeksi pada luka sekitar stoma. Oleh karena itu pemantauan yang terus menerus sangat diperlukan dan tindakan segera mengganti balutan luka dan mengganti kantong kolstomi sangat bermakna untuk mencegah infeksi. 3.Retraksi stoma/ mengkerut Stoma mengalami pengikatan karena kantong kolostomi yang terlalu sempit dan juga karena adanya jaringan scar yang terbentuk disekitar stoma yang mengalami pengkerutan. 4.Prolaps pada stoma Terjadi karena kelemahan otot abdomen atau karena fiksasi struktur penyokong stoma yang kurang adekuat pada saat pembedahan. 5.Stenosis Penyempitan dari lumen stoma 6.Perdarahan stoma

Perawatan kolostomi Pengertian Membersihkan stoma kolostomi, kulit sekitar stoma , dan mengganti kantong kolostomi secara berkala sesuai kebutuhan. Tujuan * Menjaga kebersihan pasien * Mencegah terjadinya infeksi * Mencegah iritasi kulit sekitar stoma * Mempertahankan kenyamanan pasien dan lingkungannya Persiapan pasien * Memberi penjelasan pada pasien tentang tujuan tindakan, dll * Mengatur posisi tidur pasien (supinasi) * Mengatur tempat tidur pasien dan lingkungan pasien (menutup gorden jendela, pintu, memasang penyekat tempat tidur (k/P), mempersilahkan keluarga untuk menunggu di luar kecuali jika diperlukan untuk belajar merawat kolostomi pasien PERSIAPAN ALAT 1. Colostomy bag atau cincin tumit, bantalan kapas, kain berlubang, dan kain persegi empat 2. Kapas sublimate/kapas basah, NaCl 3. Kapas kering atau tissue 4. 1 pasang sarung tangan bersih 5. Kantong untuk balutan kotor 6. Baju ruangan / celemek 7. Bethadine (bila perlu) bila mengalami iritasi 8. Zink salep 9. Perlak dan alasnya 10. Plester dan gunting 11. Bila perlu obat desinfektan 12. bengkok 13. Set ganti balut PERSIAPAN KLIEN 1. Memberitahu klien 2. Menyiapkan lingkungan klien 3. Mengatur posisi tidur klien PROSEDUR KERJA 1. Cuci tangan 2. Gunakan sarung tangan 3. Letakkan perlak dan alasnya di bagian kanan atau kiri pasien sesuai letak stoma 4. Meletakkan bengkok di atas perlak dan didekatkan ke tubuh pasien 5. Mengobservasi produk stoma (warna, konsistensi, dll) 6. Membuka kantong kolostomi secara hati-hati dengan menggunakan pinset dan tangan kiri

3. Memasukkan stoma melalui lubang kantong kolostomi 15. 8. Definisi Kolostomi Kolostomi adalah tindakan membuka dinding abdomen. Stoma terlihat pada dinding abdomen terdiri dari jaringan mukosa usus yang lembab. Tidak seperti anus. Mengeringkan kulit sekitar colostomy dengan sangat hati-hati menggunakan kassa steril 11. kelainan kongetinal. 2011 by acitjazz 1. 2. Memberikan zink salep (tipis-tipis) jika terdapat iritasi pada kulit sekitar stoma 12. 7.com/2008/11/perawatan-kolostomi.menekan kulit pasien 7. 4. obstruksi usus. Merapikan klien dan lingkungannya 17. Mencuci tangan 20. 6. Membereskan alat-alat dan membuang kotoran 18. Lokasi kolostomi pada abdomen tergantung dari bagian kolon yang digunakan untuk membentuknya tipe kolostomi yang dilakukan. atau diverticulitis yang mengenai usus tersebut. Melakukan observasi terhadap kulit dan stoma 9. Membersihkan colostomy dan kulit disekitar colostomy dengan kapas sublimat / kapas hangat (air hangat)/ NaCl 10.blogspot. Necrotizing enterocolitis Hirschprung disease Meconeum ileus Imperforate anus Complex hindgut anomalies Intensinal malrotation/volvulus/atresia Esophageal atresia with or without trachesophageal fistula Trauma . Meletakan colostomy bag kotor dalam bengkok 8. 5. Merekatkan/memasang kolostomy bag dengan tepat tanpa udara didalamnya 16. hangat dans mesekresi mukosa sejumlah kecil mucus. Menempelkan kantong kolostomi dengan posisi vertical/horizontal/miring sesuai kebutuhan pasien 14. stoma tidak mempunyai katup atau otot sehingga pengeluaran feses tidak dapat di control.html Kolostomi Posted on March 11. Melepas sarung tangan 19. Menyesuaikan lubang colostomy dengan stoma colostomy 13. Kolostomi dilakukan bila sebagian dari kolon diangkat karena adanya proses keganasan. di mana ujung dari kolon dikeluarkan melalui bukaan tersebut dan membentuk stoma. Pasien-pasien dengan keadaan berikut membutuhkan kolostomi: 1. Membuat laporan http://athearobiansyah.

detikHealth <p>Your browser does not support iframes. 3. Biasanya dilakukan kolostomi sigmoid. 3. Colitis ulserativa 2. Kolostomi Sementara 5. Tujuan Kolostomi 1. 6.9. Menurut Bentuknya Loop colostomy Single barreled colostomy Double barreled colostomy http://acid. 2. menggantikan fungsi anus bila anus dan rektum diangkat.</p> . Descending colostomy 10. Kolostomi permanen (termporer) 3. Mengalihkan aliran feses bila ada proses patologis di distal. 4. Pembagian Kolostomi 1.web. Sebagai dekompresi pada obstruksi kolon. Menggantikan fungsi anus sebagai muara akhir saluran pencernaan. peradangan dan infeksi. Sigmoid colostomy 1. 4. Tumor kolon 10. 2. Transverse colostomy 9. Menurut lamanya 2. Menurut letaknya 7. 3.id/kolostomi/ Kapan Operasi Kolostomi Perlu Dilakukan? Vera Farah Bararah . Ascending colostomy 8. Ditujukan untuk penggunaan tetap (seumur hidup). Berguna untuk mengatasi obstruksi pada operasi efektif maupun tindakan darurat. dan proteksi terhadap anastomosis kolon setelah reseksi pada kasusk tumor kolon.

Bayi yang tidak bisa BAB umumnya perutnya kembung. . Bedanya hirschsprung dengan sembelit pada bayi adalah jika bayi sembelit ketika diberi obat pencahar kotoran bisa keluar. yaitu kelainan bawaan sejak lahir karena kondisi saraf di usus besar yang tidak berfungsi normal. 3. Hirschsprung. Penyakit peradangan usus akut Terjadi karena kotoran menumpuk dan menyumbat usus di bagian bawah yang membuat tak bisa BAB. Sedangkan kolostomi yang bersifat permanen yaitu jika jarak usus besar terlalu jauh. Akibatnya kotoran akan menumpuk di usus bawah karena fungsi saraf yang mendorong kotoran keluar tidak berjalan. Anak kecil atau orang dewasa yang susah buang air besar (BAB) hingga berhari-hari. Tapi bayi yang menderita hisrchsprung tidak akan bereaksi apa-apa meski sudah diberi obat pencahar. Kondisi ini membuat penderitanya terutama bayi tidak bisa BAB selama berminggu-minggu yang akhirnya timbul radang usus. tapi hanya sekitar 10-15 persen pasien saja yang memerlukan kolostomi. 2. biasanya disarankan untuk melakukan kolostomi. Seperti dikutip dari Pedisurg. diblokir atau tidak bisa berfungsi dengan normal. Penumpukan kotoran di usus besar ini akan membuat pembusukan yang akhirnya menjadi radang usus. Tidak memiliki anus (imperforata anus) Kelainan ini biasanya diketahui sejak lahir. Penderita kanker kolorektal identik dengan kolostomi permanen. Bagian usus yang tak ada persarafannya ini harus dibuang lewat operasi. detiksurabaya) Jakarta. Senin (10/5/2010) kolostomi untuk membuang kotoran BAB dilakukan pada penderita: 1. Kolostomi yang dilakukan bisa bersifat sementara hingga cedera atau sakit pada bagian usus besarnya sembuh dan istirahat dengan cukup. Diduga karena terjadi infeksi saat ibu hamil yang membuat konstruksi usus ke anus tidak lengkap hingga atau karena kelainan genetik. Operasi kolostomi ini adalah pembuatan lubang buatan pada saluran pencernaan untuk membuang kotoran.(Foto: dok.

pasien akan diberitahu cara merawat kolostomi tersebut dan menentukan kapan kantung tersebut harus diganti serta posisinya. Membilas stoma (kulit yang terbuka) secara lembut dengan air hangat sebelum menempelkan kantung yang baru. Pasien juga harus memeriksa secara reguler dan perawatan menyeluruh pada kulit sekitar stoma agar dapat mempertahankan permukaan yang memadai dalam penempatan kantung. seperti dimana membelinya. 4. maka sebuah plastik akan ditempatkan di perut pasien yang memiliki stoma (lubang buatan di perut) untuk menampung kotoran dari dalam usus. Selama di rumah sakit. Lalu keringkan secara pelan-pelan dengan handuk lembut. Mempraktikkan sendiri cara penggantian kantung kolostomi sendiri sebelum meninggalkan rumah sakit. Perdarahan berlebih Infeksi luka bedah Peradangan Gumpalan darah di pembuluh darah kaki Emboli paru. . 3. 3. Menjaga daerah sekitar stoma (lubang buatan) agar tetap kering dan bersih. Seperti dikutip dari eHow. Meminta suster atau petugas kesehatan untuk menjelaskan mengenai segala hal terkait kantung untuk stoma. yaitu: 1. Pasien yang hidup dengan kolostomi membutuhkan perawatan khusus untuk mengurusnya. 2.Setelah prosedur kolostomi selesai dilakukan. Senin (10/5/2010) ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk membantu pasien kolostomi menyesuaikan hal ini. 6. 7. Periode waktu yang dibutuhkan untuk proses pemulihan tergantung dari kesehatan pasien secara menyeluruh sebelum operasi. hal ini untuk menghindari kemungkinan meluap atau infeksi. Mendiskusikan segala aspek mengenai emosional. Selain itu komplikasi seperti pergerakan stoma di bawah permukaan perut atau penyempitan lubang stoma juga harus selalu dipantau. Memonitor letak stoma untuk mengetahui ada kebocoran atau perdarahan yang bisa menjadi tanda-tanda infeksi akibat pencemaran dari isi kantung. Menuliskan informasi atau instruksi mengenai kantung kolostomi sehingga dapat meringankan kecemasan pasien dalam mengurusnya sehari-hari. Komplikasi yang terjadi selama pembedahan adalah: 1. Serta memperhatikan pembuangan limbah dari kantung di toilet. maka pastikan bahwa sabun tersebut tidak diberi wewangian dan tanpa iritasi. mencegah infeksi dan komplikasi. 5. 8. Jika memilih menggunakan sabun. 4. prosedur pemakaiannya serta memahami bahasa yang tertera di kantung. Mengosongkan kantung kolostomi sebelum terlalu penuh. 5. 2.

1993) . 1991) Pembuatan lubang sementara atau permanen dari usus besar melalui dinding perut untuk mengeluarkan feses (Randy. Hal ini untuk membantunya menyesuaikan diri dan meningkatkan kepercayaan diri terkait penampilann http://www.Hidup dengan kolostomi adalah sebuah perubahan yang besar. Pearce. Bouwhuizen.detikhealth. 1987) Lubang yang dibuat melalui dinding abdomen ke dalam kolon iliaka untuk mengeluarkan feses (Evelyn.com/read/2010/05/10/134408/1354452/763/kapan-operasi-kolostomi-perludilakukan "Perawatan Kolostomi" Pengertian y y y Sebuah lubang buatan yang dibuat oleh dokter ahli bedah pada dinding abdomen untuk mengeluarkan feses (M. 1991. selain aspek medis maka aspek emosional yang terkait dengan kolostomi juga harus diperhatikan.

Jenis ± jenis kolostomi Kolostomi dibuat berdasarkan indikasi dan tujuan tertentu. y Kolostomi Permanen Pembuatan kolostomi permanen biasanya dilakukan apabila pasien sudah tidak memungkinkan untuk defekasi secara normal karena adanya keganasan. perlengketan. Kolostomi temporer ini mempunyai dua ujung lubang yang dikeluarkan melalui abdomen yang disebut kolostomi double barrel. Kolostomi dapat dibuat secara permanen maupun sementara. Pasien dengan pemasangan kolostomi biasanya disertai dengan tindakan laparotomi (pembukaan dinding abdomen). Perawat juga harus mempertahankan kulit pasien disekitar stoma tetap kering. atau pengangkatan kolon sigmoid atau rectum sehingga tidak memungkinkan feses melalui anus. Luka laparotomi sangat beresiko mengalami infeksi karena letaknya bersebelahan dengan lubang stoma yang kemungkinan banyak mengeluarkan feses yang dapat mengkontaminasi luka laparotomi. Kulit sekitar stoma yang mengalami iritasi harus segera diberi zink salep atau konsultasi pada dokter ahli jika pasien alergi terhadap perekat kantong kolostomi. Pendidikan pada pasien Pasien dengan pemasangan kolostomi perlu berbagai penjelasan baik sebelum maupun . sehingga jenisnya ada beberapa macam tergantung dari kebutuhan pasien. Lubang kolostomi yang muncul dipermukaan abdomen berupa mukosa kemerahan yang disebut STOMA. Pada minggu pertama post kolostomi biasanya masih terjadi pembengkakan sehingga stoma tampak membesar. Pada pasien yang alergi tersebut mungkin perlu dipikirkan untuk memodifikasi kantong kolostomi agar kulit pasien tidak teriritasi. perawat harus selalu memonitor kondisi luka dan segera merawat luka dan mengganti balutan jika balutan terkontaminasi feses. Kolostomi permanen biasanya berupa kolostomi single barrel ( dengan satu ujung lubang) y Kolostomi temporer/ sementara Pembuatan kolostomi biasanya untuk tujuan dekompresi kolon atau untuk mengalirkan feses sementara dan kemudian kolon akan dikembalikan seperti semula dan abdomen ditutup kembali. Perawat harus segera mengganti kantong kolostomi jika kantong kolostomi telah terisi feses atau jika kontong kolostomi bocor dan feses cair mengotori abdomen. hal ini penting untuk menghindari terjadinya iritasi pada kulit dan untuk kenyamanan pasien.

2. 3. Pada pasien dengan kolostomi permanen tindakan irigasi ini perlu diajarkan agar pasien dapat melakukannya sendiri di kamar mandi.Perdarahan stoma .Retraksi stoma/ mengkerut Stoma mengalami pengikatan karena kantong kolostomi yang terlalu sempit dan juga karena adanya jaringan scar yang terbentuk disekitar stoma yang mengalami pengkerutan. Untuk menghindari terjadinya sumbatan.Stenosis Penyempitan dari lumen stoma 6. 5.Infeksi Kontaminasi feses merupakan factor yang paling sering menjadi penyebab terjadinya infeksi pada luka sekitar stoma. 4. pasien perlu dilakukan irigasi kolostomi secara teratur. Oleh karena itu pemantauan yang terus menerus sangat diperlukan dan tindakan segera mengganti balutan luka dan mengganti kantong kolstomi sangat bermakna untuk mencegah infeksi.Prolaps pada stoma Terjadi karena kelemahan otot abdomen atau karena fiksasi struktur penyokong stoma yang kurang adekuat pada saat pembedahan. terutama tentang perawatan kolostomi bagi pasien yang harus menggunakan kolostomi permanen. Berbagai hal yang harus diajarkan pada pasien adalah: y y y y y y y y y y y Teknik penggantian/ pemasangan kantong kolostomi yang baik dan benar Teknik perawatan stoma dan kulit sekitar stoma Waktu penggantian kantong kolostomi Teknik irigasi kolostomi dan manfaatnya bagi pasien Jadwal makan atau pola makan yang harus dilakukan untuk menyesuaikan Pengeluaran feses agar tidak mengganggu aktifitas pasien Berbagai jenis makanan bergizi yang harus dikonsumsi Berbagai aktifitas yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh pasien Berbagi hal/ keluhan yang harus dilaporkan segera pada dokter ( jika apsien sudah dirawat dirumah) Berobat/ control ke dokter secara teratur Makanan yang tinggi serat Komplikasi kolostomi 1.Obstruksi/ penyumbatan Penyumbatan dapat disebabkan oleh adanya perlengketan usus atau adanya pengerasan feses yang sulit dikeluarkan.setelah operasi.

Baju ruangan / celemek . dan mengganti kantong kolostomi secara berkala sesuai kebutuhan.Perawatan kolostomi Pengertian Membersihkan stoma kolostomi. 1 pasang sarung tangan bersih 5. mempersilahkan keluarga untuk menunggu di luar kecuali jika diperlukan untuk belajar merawat kolostomi pasien PERSIAPAN ALAT 1. Kantong untuk balutan kotor 6. dan kain persegi empat 2. kain berlubang. NaCl 3. Tujuan y y y y Menjaga kebersihan pasien Mencegah terjadinya infeksi Mencegah iritasi kulit sekitar stoma Mempertahankan kenyamanan pasien dan lingkungannya Persiapan pasien y y y Memberi penjelasan pada pasien tentang tujuan tindakan. memasang penyekat tempat tidur (k/P). Kapas sublimate/kapas basah. pintu. Kapas kering atau tissue 4. dll Mengatur posisi tidur pasien (supinasi) Mengatur tempat tidur pasien dan lingkungan pasien (menutup gorden jendela. bantalan kapas. kulit sekitar stoma . Colostomy bag atau cincin tumit.

2. konsistensi. Memasukkan stoma melalui lubang kantong kolostomi 15. Menempelkan kantong kolostomi dengan posisi vertical/horizontal/miring sesuai kebutuhan pasien.html . http://wirawan-lesmana. Merapikan klien dan lingkungannya 17. Menyiapkan lingkungan klien 3. Set ganti balut PERSIAPAN KLIEN 1.blogspot. Perlak dan alasnya 10. Mencuci tangan 20. 6. Merekatkan/memasang kolostomy bag dengan tepat tanpa udara didalamnya 16. dll) Membuka kantong kolostomi secara hati-hati dengan menggunakan pinset dan tangan kiri menekan kulit pasien 7. 4. Zink salep 9. Memberitahu klien 2. Menyesuaikan lubang colostomy dengan stoma colostomy 13. Bila perlu obat desinfektan 12. Bethadine (bila perlu) bila mengalami iritasi 8. Bengkok 13. Memberikan zink salep (tipis-tipis) jika terdapat iritasi pada kulit sekitar stoma 12. Mengeringkan kulit sekitar colostomy dengan sangat hati-hati menggunakan kassa steril 11. Plester dan gunting 11. 5.com/2010/09/perawatan-kolostomi. Membuat laporan 1.7. Membersihkan colostomy dan kulit disekitar colostomy dengan kapas sublimat / kapas hangat (air hangat)/ NaCl 10. Membereskan alat-alat dan membuang kotoran 18. Melakukan observasi terhadap kulit dan stoma 9. Meletakan colostomy bag kotor dalam bengkok 8. 14. Melepas sarung tangan 19. Mengatur posisi tidur klien PROSEDUR KERJA Cuci tangan Gunakan sarung tangan Letakkan perlak dan alasnya di bagian kanan atau kiri pasien sesuai letak stoma Meletakkan bengkok di atas perlak dan didekatkan ke tubuh pasien Mengobservasi produk stoma (warna. 3.

wordpress.com/2011/10/15/tindakan-perawatan-kolostomi/ .http://duniaaskep.

.

.

Asuhan Keperawatan KOLOSTOMI Oleh Stop Dreaming Start Action 1 Komentar Kategori: Materi Kuliah Keperawatan .

sedang pada orang dewasa merupakan keadaan yang pathologis. Colostomy pada bayi dan anak biasanya bersifat sementara. Thiodorer Schrock. Komplikasi Colostomy Prolaps merupakan penonjolan mukosa colon 6 cm atau lebih dari permukaan kulit. sedangkan colon accendens dan descendens sangat jarang dipergunakan untuk membuat colostomy karena kedua bagian tersebut terfixir retroperitoneal. salah memasang kantong dan tidak tahan akan plaster. mesocolon yang panjang. Colostomy pada bayi dan anak hampir selalu merupakan tindakan gawat darurat. 1983). colostomy transversum. Kondisi infeksi tertentu pada colon. Stenosis Stoma   . MD. colostomy sigmoid. fixasi usus tidak sempurna. (llmu Bedah. dinding abdomen tipis dan tonusnya yang lemah serta kemungkinan omentum yang pendek dan tipis. lritasi Kulit Hal ini terutama pada colostomy sebelah kanan karena feces yang keluar mengandung enzim pencernaan yang bersifat iritatif. Colostomi dapat berupa secostomy.ASUHAN KEPERAWATAN COLOSTOMY Pengertian Colostomi olostomi adalah suatu operasi untuk membentuk suatu hubungan buatan antara colon dengan permukaan kulit pada dinding perut. Indikasi Colostomy Indikasi colostomy yang permanen Pada penyakit usus yang ganas seperti carsinoma pada usus. Pada sigmoid biasanya normal. Juga terjadi karena cara membersihkan kulit yang kasar. tekanan intra abdominal tinggi. Prolaps dapat dibagi 3 tingkatan:Penonjolan seluruh dinding colon termasuk peritonium kadang-kadang sampat loop ilium Adanya strangulasi dan nekrosis pada usus yang mengalami penonjolan Prolaps dapat terjadi oleh adanya faktor-faktor Peristaltik usus meningkat. Hubungan ini dapat bersifat sementara atau menetap selamanya. Diare Makin ke proksimal colostominya makin encer feces yang keluar.

fungsi laese) Posisi stoma Apakah ada perubahan eliminasi tinja : Konsistensi.Kontraktur lumen terjadi penyempitan dari celahnya yang akan mengganggu pasase normal feses. color. bau. dolor. rubor. Hernia Paracolostomy Pendarahan Stoma Eviserasi Dinding stoma terlepas dari dinding abdomen sehingga organ intra abdomen keluar melalui celah lnfeksi luka operasi Retraksi : karena fixasi yang kurang sempurna Sepsis dan kematian Untuk mencegah komplikasi. warna feces Apakah ada konstipasi / diare Apakah feces tertampung dengan baik Apakah pasien dapat mengurus feces sendiri Apakah ada gangguan rasa nyeri : Keluhan nyeri ada/tidak Hal-hal yang menyebabkan nyeri . selain itu pre-operatif yang memadai. diperlukan colostomi dengan teknik benar serta perawatan pasca bedah yang baik. HAL-HAL YANG PERLU DIKAJI PADA PASIEN KOLOSTOMI >Keadaan stoma : Warna stoma (normal warna kemerahan) Tanda2 perdarahan (perdarahan luka operasi) Tanda-tanda peradangan (tumor.

gambaran diri & peran Apakah ada gangguan nutrisi : Bagaimana nafsu makan klien BB normal atau tidak Bagaimana kebiasaan makan pasien Makanan yang menyebabkan diarhe Makanan yang menyebabkan konstipasi Apakah pasien seorang yang terbuka ? Maukah pasien mengungkapkan masalahnya Dapatkah pasien beradaptasi dgn lingkungan setelah tahu bag tubuhnya diangkat Kaji kebutuhan klien akan kebutuhan seksual : Tanyakan masalah kebutuhan seksual klien Isteri/Suami memahami keadaan klien Prioritas Perawatan Ditujukan Kepada: .Kualitas nyeri Kapan nyeri timbul (terus menerus / berulang) Apakah pasien gelisah atau tidak Apakah kebutuhan istirahat dan tidur terpenuhi Tidur nyenyak/tidak Apakah stoma mengganggu tidur/tidak Adakah faktor lingkungan mempersulit tidur Adakah faktor psikologis mempersulit tidur Bagaimana konsep diri pasien Bagaimana persepsi pasien terhadap: identitas diri.ideal diri.harga diri.

mengetahui potensial terjadinya komplikasi Dx. Disfungsi seksualitas s.d BAB yang tidak terkontrol. .d kemungkinan diet yang tidak balans yang ditandai. peran) s.d perubahan struktur tubuh.Pengkajian mengenai penyesuaian psikologis Pencegahan terhadap komplikasi Pemberian dukungan untuk rnerawat diri sendiri Menyediakan informasi Kriteria Keberhasilan Adanya perasaan penyesuaian yang aktual Komplikasi dapat dicegah Klien memenuhi kebutuhan sendiri Adanya dukungan pelaksanaan pengobatan. ditandai dengan . Gangguan istirahat dan tidur s. Gangguan rasa nyaman nyeri s. Keperawatan yg mungkin pada Colostomy Potensial terjadinya gangguan eliminasi tinja (konstipasi atau diare) s. Potensial ggn integritas kulit s. ditandai dengan .d terkontaminasinya kulit dengan feces. yang ditandai dengan . yang ditandai dengan . Potensial gangguan nutrisi sehubungan dengan ketidaktahuan terhadap kebutuhan makanan Gangguan konsep diri (gambaran diri. yang ditandai dengan . Potensial terjadinya infeksi s. dengan .d gangguan mekans kulit akibat tindakan operasi.d adanya rasa takut pada keadaan stoma.d takut terisolasi dari orang lain .d belum dapat beradaptasi dengan stoma dan perubahan anatomis. Gangguan rasa nyaman s. Cemas s. ditandai dengan . yang ditandai dengan .d klien merasa takut untuk melakukan aktifitas karena stoma.d adanya kontaminasi luka dengan feces. Keterbatasan aktifitas s.

stoma tidak akan terbuka pada saat tidur Amati faktor lingkungan yang mempersulit tidur Amati faktor psikologis yang mempersulit tidur Agar kebutuhan nutrisi terpenuhi : Bekerja sama dengan ahli gizi untuk menu makanan Berikan gizi yang adekuat sesuai dengan kebutuhan Berikan motivasi agar tidak merasa takut menghabiskan makanannya Agar tidak terjadi gangguan konsep diri : Berikan dorongan semangat yang membesarkan hati .Tujuan dan Intervensi Agar pasien dapat BAB dengan teratur : Hindari makan makanan berefek laksatif Hindari makan makanan yang menyebabkan konstipasi (makanan yang keras) Kolaborasi dengan ahli gizi masalah menu makanan Kontrol makanan yang dibawa dari rumah Berikan minum yang cukup (2-3 1t/hari) Pola makan yang teratur (3 kali sehari) Agar rasa nyeri dapat berkurang : Catat pemberian medikasi pada saat intra operatif Evaluasi rasa nyeri dan karakteristiknya Beri pengertian pada klien agar rasa nyeri diterima sebagai suatu yang wajar dlm batas tertentu Berikan analgetik sebagai tindakan kolaborasi Agar klien dapat tidur/istirahat yang cukup : Jelaskan.

jijik.Hindari sikap asing pada keadaan penyakit pasien Arahkan agar klien mampu merawat diri sendiri Beri penjelasan agar klien dapat menerima keadaan dan beradaptasi terhadap stomanya Hindarkan perilaku yang membuat pasien tersinggung (marah. dll) Agar kebutuhan seksualitas dapat terpenuhi : Beri penjelasan bahwa klien boleh melakukan hubungan seksual dengan wajar Agar tidak terjadi gangguan integritas kulit : Lakukan teknik perawatan baik (bersih) Lindungi kulit dengan pelindung kulit (vaselin / skin barier) disekitar stoma Letakan alas (kasa) yang dapat menyerap aliran feces Untuk menghindari infeksi sekunder : Lakukan tindakan aseptik dan antiseptik pada stoma Ajarkan klien tentang personal hygiene dan perawatan stoma Untuk menghindari rasa cemas : Berikan keyakinan bahwa klten mampu beradaptasi dengan lingkungan (masyarakat) Agar klien tidak takut melakukan aktifitas Berikan penjelasan masalah aktifitas yang tidak boleh dilakukan (olah raga sepak bola. lari) Bila akan melakukan aktifitas kantong stoma diberi penyangga (ikat pinggang) Evaluasi Kebersihan stoma dan sekitarnya terjaga dengan baik : Tidak ada tanda-tanda infeksi Tidak tampak tanda-tanda gangguan integritas kulit Stoma tidak mengalami penurunan .

Wajah tampak ceria 5.lnfeksi tidak terjadi Tidak ada tanda-tanda infeksi (rnerah. nyeri. Isteri/Suami mau mengerti keadaan klien b. . Klien memahami dengan cara yang disarankan dalam melakukan hubungan seksual 8. Nutrisi dapat terpenuhi Klien mau menghabiskan makanan yang diberikan Tidak ada penyulit makan BB seimbang Tidak terjadi gangguan integritas kulit : Tidak tampak tanda-tanda gangguan integritas kulit (lecet) Kebutuhan seksual terpenuhi a.Klien dapat BAB dengan teratur dan lancar : Frekuensi BAB teratur (1-2 kali sehari) Pola BAB teratur Tidak ada diare/konstipasi Kebutuhan istirahat dan tidur terpenuhi : >KIien dapat tidur tenang (6-8 jam sehari) Tidak ada faktor lingkungan dan psikologis yang mempersulit tidur Klien kelihatan segar (tidak mengantuk) Rasa nyeri dapat diantisipasi oleh klien sendiri a.Tidak ada keluhan rasa nyeri b.

panas) 9.bengkak.Klien tidak cemas : Klien terlihat tenang dan memahami keadaanya 10. Aktifitas klien tidak terganggu Klien dapat melakukan aktifitas yang dianjurkan PERAWATAN KOLOSTOMI (MENGGANTI KANTONG KOLOSTOMI) Persiapan alat: Sarung tangan Handuk mandi Air hangat Sabun mandi Tissue >Kantong colostomy Bengkok/plastik keresek untuk tempat sampah Kassa Vaselin Spidol Plastik untuk guide size (mengukur stoma) Gunting Pelaksanaan Dekatkan alat-alat ke klien Pasang selimut mandi .

Dekatkan bengkok ke dekat klien Pasang sarung tangan Buka kantung lama Bersihkan stoma dan kulit sekitar stoma dengan sabun atau air hangat Keringkan kulit sekitar stoma dengan tissue atau kassa Lindungi stoma dengan tissue atau kassa agar feces yang keluar lagi tidak mengotori kulit yang sudah dibersihkan Ukur stoma dengan guide size untuk memilih kantung stoma yang sesuai Pasang kantong stoma Pastikan kantong stoma merekat dengan baik dan tidak bocor Buka sarung tangan Bereskan alat-alat Cuci tangan http://tutorialkuliah. hal 1127). Kolostomi adalah pembuatan lubang (stoma) pada kolon secara bedah yang dapat berfungsi sebagai diversi sementara atau permanen (Brunner & Suddart. Indikasi Indikasi kolostomi ialah dekompresi usus pada obstruksi. hal 900).com/2008/12/12/asuhan-keperawatan-kolostomi/ KOLOSTOMI Kolostomi merupakan kolokutaneostomi yang disebut juga anus preternaturalis yang dibuat untuk sementara atau menetap (Sjamsuhidajat dan Wim de Jong.wordpress. 2002. stoma sementara untuk bedah reseksi usus pada radang atau perforasi. Klasifikasi kolostomi 1. Berdasarkan sifat kolostomi . dan sebagai anus setelah reseksi usus distal untuk melindungi anastomosis distal. 1998.

html . Prolaps Prolaps adalah mudahnya bagian usus keluar / memanjang dari ukuran stoma yang sebenarnya. dan pada saluran kencing disebut ureterostomi. Penyulit-penyulit yang terjadi setelah pembuatan kolostomi : 1. gangguan metabolik seperti hypokalemia. 4. 2. Obstruksi Obstruksi bisa terjadi karena komplikasi pembedahan. Iskemia / nekrosis terjadi karena adanya hambatan aliran darah ke lapisan mukosa. stoma yang dibuat pada ileum (usus kecil) disebut ileostomi. lembab. Tipe yang paling sering adalah ileus paralitik. Faktor penyebab antara lain: operasi abdominal. 3. 7. o Dynamic obstruksi.blogspot. insisi fascia terlalu besar dan infeksi post operasi pada sambungan mukocutoaneus.com/2009/07/kolostomi. Parastomal hernia Hal ini terjadi karena penempatan posisi stoma tidak tepat pada otot rektus. Terbagi dalam 2 tipe : Adynamic : kondisi dimana tidak adanya peristaltik. tidak adekuatnya fiksasi bowel atau kurangnya fascia pada saat pemilihan tempat / posisi stoma untuk menopang. o Kolostomi tetap Dibuat pada reseksi rektoanal abdominoperineal menurut QuenuMilles berupa anus preternaturalis. peningkatan tekanan intra abdomen. Penyebab terjadinya prolaps karena konstruksi pembedahan. pengobatan narkotik. perlukaan retroperitoneal. Klasifikasi berdasarkan tempat pembuatan stoma : o Stoma yang dibuat pada kolon (usus besar) disebut kolostomi. 2. Retraksi Retraksi disebabkan karena formasi jaringan scar. Mucocutaneus separation Komplikasi awal yaitu rusaknya / terbukanya jahitan yang menyatukan stoma pada permukaan abdomen. penambahan berat badan. 5. karena kondisi patologi dan merupakan kondisi darurat untuk pembedahan. o http://netral-collection-knowledge. gangguan pada spinal.Kolostomi sementara Dibuat misalnya pada penderita gawat perut dengan peritonitis yang telah dilakukan reseksi sebagian kolon. Stenosis Stenosis adalah proses menyempitnya lumen stoma dan biasanya terjadi pada fascia atau pada kutaneus. Nekrosis Lapisan mukosa yang normal akan berwarna pink atau kemerahan. 6.

Lubang yang dibuat melalui dinding abdomen ke dalam kolon iliaka untuk mengeluarkan feses (Evelyn. 1993) B. Tujuan 1. Menjaga kebersihan pasien 2. 1987) 3. Sebuah lubang buatan yang dibuat oleh dokter ahli bedah pada dinding abdomen untuk mengeluarkan feses (M.1 Vote Kolostomi. apa yang dimaksud dengan kolostomi? Bagaimana perawatan kolostomi? Apakah mudah. Pembuatan lubang sementara atau permanen dari usus besar melalui dinding perut untuk mengeluarkan feses (Randy. Mencegah terjadinya infeksi . 1991) 2. A. Pearce. apakah susah? Mari kita baca hasil makalah yang saya buat. Pengertian Kolostomi 1. Bouwhuizen. 1991.

Kolostomi temporer/ sementara Pembuatan kolostomi biasanya untuk tujuan dekompresi kolon atau untuk mengalirkan feses sementara dan kemudian kolon akan dikembalikan seperti semula dan abdomen ditutup kembali. Kolostomi temporer ini mempunyai dua ujung lubang yang dikeluarkan melalui abdomen yang disebut kolostomi double barrel. Luka laparotomi sangat beresiko mengalami infeksi karena letaknya bersebelahan dengan lubang stoma yang kemungkinan banyak mengeluarkan feses yang dapat mengkontaminasi luka laparotomi. Lubang kolostomi yang muncul dipermukaan abdomen berupa mukosa kemerahan yang disebut STOMA. Mempertahankan kenyamanan pasien dan lingkungannya C. atau pengangkatan kolon sigmoid atau rectum sehingga tidak memungkinkan feses melalui anus. Kolostomi Permanen Pembuatan kolostomi permanen biasanya dilakukan apabila pasien sudah tidak memungkinkan untuk defekasi secara normal karena adanya keganasan. perawat harus selalu memonitor kondisi luka dan segera merawat luka dan mengganti balutan jika balutan terkontaminasi feses.. 1. Trauma kolon dan sigmoid Diversi pada anus malformasi Diversi pada penyakit Hirschsprung Diversi untuk kelainan lain pada rekto sigmoid anal kanal Jenis-Jenis Kolostomi Kolostomi dibuat berdasarkan indikasi dan tujuan tertentu. Perawat harus segera mengganti kantong kolostomi jika kantong kolostomi telah terisi feses atau jika kontong kolostomi bocor dan feses cair mengotori abdomen. Kolostomi dapat dibuat secara permanen maupun sementara. Kolostomi permanen biasanya berupa kolostomi single barrel ( dengan satu ujung lubang).3. 4. 3. sehingga jenisnya ada beberapa macam tergantung dari kebutuhan pasien. 2. Indikasi Indikasi colostomy yang permanen yaitu pada penyakit usus yang ganas seperti carsinoma pada usus dan ondisi infeksi tertentu pada colon: 1. perlengketan. Mencegah iritasi kulit sekitar stoma 4. D. Pada minggu pertama post kolostomi biasanya masih terjadi pembengkakan sehingga stoma tampak membesar. Perawat juga harus . Pasien dengan pemasangan kolostomi biasanya disertai dengan tindakan laparotomi (pembukaan dinding abdomen). 2.

Oleh karena itu pemantauan yang terus menerus sangat diperlukan dan tindakan segera mengganti balutan luka dan mengganti kantong kolstomi sangat bermakna untuk mencegah infeksi. dinding abdomen tipis dan tonusnya yang lemah serta kemungkinan omentum yang pendek dan tipis. 1. Pada pasien yang alergi tersebut mungkin perlu dipikirkan untuk memodifikasi kantong kolostomi agar kulit pasien tidak teriritasi. tekanan intra abdominal tinggi. 5. 6. 2.mempertahankan kulit pasien disekitar stoma tetap kering. Stenosis Penyempitan dari lumen stoma. Infeksi Kontaminasi feses merupakan faktor yang paling sering menjadi penyebab terjadinya infeksi pada luka sekitar stoma. 3. mesocolon yang panjang. Untuk menghindari terjadinya sumbatan. Perdarahan stoma Prolaps pada stoma Prolaps merupakan penonjolan mukosa colon 6 cm atau lebih dari permukaan kulit. hal ini penting untuk menghindari terjadinya iritasi pada kulit dan untuk kenyamanan pasien. E. Komplikasi Kolostomi Obstruksi/ penyumbatan Penyumbatan dapat disebabkan oleh adanya perlengketan usus atau adanya pengerasan feses yang sulit dikeluarkan.Prolaps dapat dibagi 3 tingkatan: penonjolan seluruh dinding colon termasuk peritonium kadang-kadang sampat loop ilium Adanya strangulasi dan nekrosis pada usus yang mengalami penonjolan. Pada pasien dengan kolostomi permanen tindakan irigasi ini perlu diajarkan agar pasien dapat melakukannya sendiri di kamar mandi. 4. . Kulit sekitar stoma yang mengalami iritasi harus segera diberi zink salep atau konsultasi pada dokter ahli jika pasien alergi terhadap perekat kantong kolostomi. pasien perlu dilakukan irigasi kolostomi secara teratur. Retraksi stoma/ mengkerut Stoma mengalami pengikatan karena kantong kolostomi yang terlalu sempit dan juga karena adanya jaringan scar yang terbentuk disekitar stoma yang mengalami pengkerutan. fixasi usus tidak sempurna. Prolaps dapat terjadi oleh adanya faktor-faktor Peristaltik usus meningkat.

4. Dalam kaitan penegakan diagnosis dan pengobatan lebih lanjut diperlukan beberapa disiplin ilmu yang terkait: patologi anatomi dan radiologi. salah memasang kantong dan tidak tahan akan plaster. Hernia Paracolostomy 12. 11. diperlukan colostomi dengan teknik benar serta perawatan pasca bedah yang baik. H. Sepsis dan kematian Untuk mencegah komplikasi. Retraksi : karena fixasi yang kurang sempurna 13. Eviserasi Dinding stoma terlepas dari dinding abdomen sehingga organ intra abdomen keluar melalui celah. 8. G. selain itu pre-operatif yang memadai. Pada sigmoid biasanya normal. Kontra indikasi Keadaan umum tidak memungkinkan untuk dilakukan tindakan operasi. 9. Ruang Lingkup Lesi/ kelainan sepanjang kolon sampai ke rektum. Retraksi stoma/ mengkerut Stoma mengalami pengikatan karena kantong kolostomi yang terlalu sempit dan juga karena adanya jaringan scar yang terbentuk disekitar stoma yang mengalami pengkerutan. Juga terjadi karena cara membersihkan kulit yang kasar. Pemeriksaan Penunjang 1.7. Diare Makin ke proksimal colostominya makin encer feces yang keluar. 10. 2. lritasi Kulit Hal ini terutama pada colostomy sebelah kanan karena feces yang keluar mengandung enzim pencernaan yang bersifat iritatif. F. 3. Foto polos abdomen 3 posisi Colon inloop Colonoscopy USG abdomen .

Kemudian usus dijahit ke peritonium fascia dan kulit sehingga kedap air ( water tied ). Waktu penggantian kantong kolostomi. 9. Berbagai aktifitas yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh pasien. dll Mengatur posisi tidur pasien (supinasi) 3) Mengatur tempat tidur pasien dan lingkungan pasien (menutup gorden jendela.I. Prosedur Perawatan Kolostomi 1. Setelah penderita diberi narkose dengan endotracheal tube. 1) 2) Persiapan pasien Memberi penjelasan pada pasien tentang tujuan tindakan. Teknik perawatan stoma dan kulit sekitar stoma. terutama tentang perawatan kolostomi bagi pasien yang harus menggunakan kolostomi permanen. J. Pendidikan pada Pasien/ Keluarga Pasien dengan pemasangan kolostomi perlu berbagai penjelasan baik sebelum maupun setelah operasi. Dibuka lapis demi lapis sehingga peritoneum kemudian dilakukan identifikasi kolon tranversum. penderita dalam posisi terlentang. pintu. K. Selanjutnya usus dibuka transversal dan dijahit ke kulit kemudian tepi luka diberi vaselin. Teknik irigasi kolostomi dan manfaatnya bagi pasien. 8. Jadwal makan atau pola makan yang harus dilakukan untuk menyesuaikan. Pengeluaran feses agar tidak mengganggu aktifitas pasien. 2. Desinfeksi lapangan pembedahan dengan larutan antiseptik. Secara singkat teknik operasi kolostomi dapat dijelaskan sebagai berikut. Berobat/ control ke dokter secara teratur. Dibuat insisi tranversal setinggi pertengahan antara arcus costa dan umbilikus kanan maupun kiri. 3. kemudian dipersempit dengan linen steril. Kemudian kolon dikeluarkan ke dinding abdomen dan dilakukan penjahitan ´spur´ 3±4 jahitan dengan benang sutera 3/0 sehingga membentuk double loop. Berbagai hal yang harus diajarkan pada pasien/ keluarga adalah: Teknik penggantian/ pemasangan kantong kolostomi yang baik dan benar. 6. 5. mempersilahkan keluarga untuk menunggu di luar kecuali jika diperlukan untuk belajar merawat kolostomi pasien . Berbagi hal/ keluhan yang harus dilaporkan segera pada dokter ( jika pasien sudah dirawat dirumah).Persiapan Alat dan Pasien a. Makanan yang tinggi serat. 4. memasang penyekat tempat tidur (k/P). Berbagai jenis makanan bergizi yang harus dikonsumsi. Teknik Operasi 1. 11. 7. 10.

1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) Persiapan Alat Colostomy bag atau cincin tumit. NaCl Kapas kering atau tissue 1 pasang sarung tangan bersih Kantong untuk balutan kotor Baju ruangan / celemek Bethadine (bila perlu) bila mengalami iritasi Zink salep Perlak dan alasnya 10) Plester dan gunting 11) Bila perlu obat desinfektan 12) Bengkok 13) Set ganti balut 2. dan kain persegi empat Kapas sublimate/kapas basah. 1) 2) 3) b. 1) 2) 3) Persiapan Klien Memberitahu klien Menyiapkan lingkungan klien Mengatur posisi tidur klien Prosedur Kerja Cuci tangan Gunakan sarung tangan Letakkan perlak dan alasnya di bagian kanan atau kiri pasien sesuai letak stoma .Prosedur Kerja a. kain berlubang.b. bantalan kapas.

dll) 6) Membuka kantong kolostomi secara hati-hati dengan menggunakan pinset dan tangan kiri menekan kulit pasien 7) 8) Meletakan colostomy bag kotor dalam bengkok Melakukan observasi terhadap kulit dan stoma 9) Membersihkan colostomy dan kulit disekitar colostomy dengan kapas sublimat / kapas hangat (air hangat)/ NaCl 10) Mengeringkan kulit sekitar colostomy dengan sangat hati-hati menggunakan kassa steril 11) Memberikan zink salep (tipis-tipis) jika terdapat iritasi pada kulit sekitar stoma 12) Menyesuaikan lubang colostomy dengan stoma colostomy 13) Menempelkan kantong kolostomi dengan posisi vertical/horizontal/miring sesuai kebutuhan pasien 14) Memasukkan stoma melalui lubang kantong kolostomi 15) Merekatkan/memasang colostomy bag dengan tepat tanpa udara didalamnya 16) Merapikan klien dan lingkungannya 17) Membereskan alat-alat dan membuang kotoran 18) Melepas sarung tangan 19) Mencuci tangan 20) Evaluasi respon klien 21) Dokumentasikan a) Catat tindakan yang dilakukan dan hasil serta respon klien pada lembar catatan klien. b) Catat tgl dan jam melakukan tindakan dan nama perawat yang melakukan dan tanda tangan/paraf pada lembar catatan klien.4) 5) Meletakkan bengkok di atas perlak dan didekatkan ke tubuh pasien Mengobservasi produk stoma (warna. referensi: . konsistensi.

com.blogspot. Asuhan Keperawatan Kolostomi: http://sely-biru. Sowden. Edisi 8.com/2011/10/08/kmb-perawatan-kolostomi-pada-pasien/ .com. jam 16:06 WIB. EGC: Jakarta Selly. diakses tanggal 20 September 2011. 2001. Buku Saku Keperawatan Pediatri Edisi 5. Cecily. Lynn Betz.wordpress.Anonim.. 2009. Perawatan Kolostomi: http://athearobiansyah.. diakses tanggal 22 September 2011. Buku Ajar Keperawatan Medikal ± Bedah Brunner dan Suddarth. Suzanne C. Linda A. EGC : Jakarta http://thefuturisticlovers. Smeltzer. jam 15:42 WIB. 2008.blogspot.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful