P. 1
MOTIVASI BERAGAMA

MOTIVASI BERAGAMA

|Views: 1,957|Likes:
Published by Ipunk Jeon'Jin Hoo

More info:

Published by: Ipunk Jeon'Jin Hoo on Jan 24, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as RTF, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/26/2013

pdf

text

original

MOTIVASI BERAGAMA

(Dalam kajian Psikologi Dakwah)
1. PENDAHULUAN
Manusia ialah makhluk yang diciptakan oleh Allah SWT dalam keadaan yang paling sempurna dari pada makhluk ciptaan yang lain karena diibekali oleh akal pikiran dan hawa nafsu secara sekaligus, manusia juga diberikan amanat oleh Allah SWT untuk menjadi pemimpin dan perawat bumi tempat tinggal manusia. Manusia juga dilahirkan dalam keadaan fitrah dan memiliki insting untuk beragama, namun dikemudian orang tuanyalah yang menjadikan manusia tersebut majusi, nasrani atau pun islam, hal ini juga sesuai dengan hadits yang nabi sampaikan. Karena telah dibuktikan bahwa manusia memang dalam dunia ini dan kehidupan seharihari memang membutuhkan agama dan membutuhkn tempat bersandar, dalam hal ini ialah tuhan. Motivasi yang terdapat dalam diri manusia memiliki berbagai macam jenis dan unsur-unsur yang dapat mempengaruhinya, terlebih lagi motivasi dalam beragama seseorang dan bagaimana memaknai agama sebagai suatu kebutuhan manusia itu sendiri. Atas dasar pendahuluan diatas dalam makalah ini pemakalah akan mencoba menyajikan tema tentang motivasi beragama dalam kajian psikologi agama berdasarkan literature-literatur yang kami dapatkan.

2. PEMBAHASAN

Motivasi Agresif (dalam kajian sifat. MOTIVASI SPIRITUAL. yaitu : 1.[1] Agama berarti segenap kepercayaan kepada tuhan atau dewa serta dengan ajaran kebaktian dan kewajiban-kewajiban yang bertalian dengan kepercayaan itu. MOTIVASI PSIKOLOGIS yang terdiri dari : I.[3] B. Motivasi pemeliharaan diri II. kata-kata maupun fisik)[4] . Dalam relung jiwanya manusia merasakan adanya dorongan untuk mencari dan memikirkan sang penciptanya dan pencipta alam semesta. Pengertian Motivasi merupakan dorongan dalam diri seseorang dalam usahanya untuk memenuhi keinginan. Motivasi memelihara diri dari kemunafikan 2. Motivasi memiliki II. hal ini terdiri dari keinginan manusia untuk terhindar dari sifat-sifat buruk yang mampu merusak keimanan : I.A. Motivasi memelihara diri dari kekufuran III. Motivasi kepada kelangsungan jenis (berkeluarga dan berketurunan) 3.[2] Motivasi atau dorongan beragama ialah merupakan dorongan psikis yang mempunyai landasan ilmiah dalam watak kejadian manusia. Motivasi memelihara diri dari kemusyrikan II. Macam-macam Motivasi Secara fitrah motivasi dalam diri manusia dapat dibagi menjadi tiga macam. dorongan untuk menyembahnya. meminta pertolongan kepadanya setiap kali ia ditimpa malapetaka dan bencana. maksud dan tujuan. MOTIVASI FISIOLOGIS (yang bersifat jasmaniah) yang terdiri dari: I.

mereka tidak beragama tauhid itu hanyalah lantara pengaruh lingkungan. (Itulah) agama yang lurus. QS. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orangorang yang lengah terhadap Ini (keesaan Tuhan)”. Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah.C. QS. tidak ada peubahan pada fitrah Allah. Dan (ingatlah). Ar-Rum : 30 َ ‫فأقم وجهك للدين حنيفا فطرة الم التممي فطمر النمما َ عليهمما ل تبمدي‬ ‫َْ ِ ل‬ َ ْ ََ ‫َ َ ِ ْ َ ْ َ َ ِ ّ ِ َ ِ ً ِ ْ َ َ ّ ّ ِ َ َ َ ّ س‬ ِ َ ُ َْ َ ِ ّ َ َ ْ َ ّ ِ ََ ُ ّ َ ْ ُ ّ َ َِ ّ ‫ِ َ ْق‬ ‫لخل ِ ال ذلك الدين القيم ولكن أكثر الناس ل يعلمون‬ ِ 30. kami menjadi saksi”.Al-Ara’af :172 : ‫وإذ أخذ ربك من بني آدم من ظهورهم ذريتهم وأشهدهم على أنفسهم‬ ْ ِ ِ ُ ْ َ ََ ْ ُ َ َ ْ ََ ْ ُ َ ّ ّ ُ ْ ِ ِ ُ ُ ْ ِ َ َ ِ َ ْ ِ َ ّ َ َ َ َ ْ َِ ‫ألست بربكم قالوا بلى شهدنا أن تقولوا يوم القياممة إنمما كنمما عمن همذا‬ َ َ ْ َ ّ ُ ّ ِ ِ َ َ ِ ْ َ ْ َ ُ ُ َ ْ َ َ ْ ِ َ ََ ُ َ ْ ُ ّ َ ِ ُ ْ ََ َ ِِ َ ‫غافلين‬ 172. Maka hal itu tidaklah wajar. Adz-Dzariyaat: 56 : ِ ُ ُ ْ َ ِ ِ َ ْ َ ّ ِ ْ ُ ْ ََ َ َ ‫وما خلقت الجن والنس إل ليعبدون‬ . (tetaplah atas) fitrah Allah yang Telah menciptakan manusia menurut fitrah itu.[1168] fitrah Allah: maksudnya ciptaan Allah. kalau ada manusia tidak beragama tauhid. manusia diciptakan Allah mempunyai naluri beragama yaitu agama tauhid. ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku Ini Tuhanmu?” mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuban kami). Ayat-ayat Al-Quran tentang motivasi beragama QS. tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui[1168].

ketundukan ini merupakan bagian dari faktor . Namun untuk menutupi atau meniadakan sama sekali dorongan dan rasa keagamaan kelihatannya sulit dilakukan.56. D. Fungsi agama bagi manusia 1) Agama sebagai petunjuk bagi manusia Kebutuhan manusia terhadap hukum yang bernilai absolut hanya dapat dipenuhi bila ia datang dari yang absolut juga. Maka agama dapat dilihat sebagai hidayah yang diterima manusia dari tuhan. ia tidak sekedar mempercayai hukum-hukum tuhan semata.[5] 3) Agama dan kesehatan mental Agama tampaknya memang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Jadi tampak jelas bahwa agama merupakan kebutuhan yang primer bagi manusia itu sendiri dan demi terselenggaranya ketertertiban dan peradapan manusia sebagai suatu kelompok ummat. yaitu hukum yang datang dari tuhan yang maha esa. sebab dengan jalan hidayah itulah manusia dapat menemukan nilai-nilai yang dibutuhkan secara fitrawi sebagai sarana dan petunjuk dalam mewujudkan ketertiban dan mengembangkan peradapan dibumi ini. Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku. tetapi juga mengamalkan dalam kehidupan yang nyata. Yang kemudian disebut agama. kedudukan iman sebagai motivasi perbuatan moral yakni perbuatan yang sesuai dengan tuntunan hukum tuhan adalah dengan melihat kedudukan iman yang berada dilubuk hati manusia. hal ini Karena manusia ternyata memiliki unsur batin yang cenderung mendorongnya untuk tunduk kepada Zat yang gaib. 2) Agama sebagai motivasi perbuatan moral Iman adalah landasan dan motivasi bagi manusia. Pengingkaran manusia terhadap agama mungkin karena faktorfaktor tertentu baik yang disebabkan oleh kepribadian maupun lingkungan masing-masing.

hati yang bersih.[6] Fitrah manusia sebagai makhluk ciptaan Allah SWT ialah manusia diciptakan mempunyai naluri beragama yaitu agama tauhid. . meminta pertolongan kepadanya setiap kali ia ditimpa malapetaka dan bencana. ialah motivasi memebuhi kebutuhan hidup tanpa memperhatikan keadan dari suatu yang diperolehnyadan cara memanfaatkannya. mereka tidak beragama tauhid itu hanya karena pengaruh lingkungan D. dorongan untuk menyembahnya. Motivasi Insani. Motivasi Rabbani.intern manusia dalam psikologi kepribadian dinamakan pribadi (Self) ataupun hati nurani (conscience of man). sebagai ahli waris dari para nabi-nabi terdahulu. rasul. indrawi dan akal sehat. motivasi ini adalah dorongan jiwa yang dianugrahkan oleh Allah kepada para nabi. auliya. dalam merespon motivasi atau rangsangan selalu menggunakan hati. Motivasi Hewani. seperti ketika ingin menghilangkan rasa lapar dan haus Ia tidak peduli apakah yang dimakan halal atau haram. 2. Kalau ada manusia tidak beragama tauhid. Dalam relung jiwanya manusia merasakan adanya dorongan untuk mencari dan memikirkan sang penciptanya dan pencipta alam semesta. ialah motivasi yang terdapat didalam diri manusia yang memiliki akal yang sehat. 3. dan indrawi yang tajam. ialah dorongan jiwa yang terdapat dalam diri manusia yang telah mencapai tingkat kesempurnaan diri melalui ketaatannya yang sangat sempurna dalam menjalankan perintah dan menjauhi larangan Allah SWT. PENUTUP Motivasi atau dorongan beragama ialah merupakan dorongan psikis yang mempunyai landasan ilmiah dalam watak kejadian manusia. maka tidak wajar. Tingkatan motivasi 1.[7] 3.

www. Agama dan kesehatan mental. Agama sebagai motivasi perbuatan moral. 1985 Faizah. diakses tanggal 5 September 2008 WJS.com. Agama terhadap manusia mempunyai tiga fungsi penting yakni Agama sebagai petunjuk bagi manusia. Lalu muhsin effendi. motivasi fisiologis yang terdiri dari (motivasi pemeliharaan diri dan motivasi kepada kelangsungan jenis) dan motivasi psikologis yang terdiri dari (motivasi memiliki. kekufuran dan kemunafikan). Terakhir tidak lupa pemakalah mengucapkan rasa syukur kehadirat Allah SWT serta terima kasih kepada pihak-pihak yang membantu dalam proses pembuatan makalah Daftar pustaka Siaksoft. Jakarta Balai Pustaka. motivasi agresif). Pengertian Motivasi. Psikologi Dakwah. Kamus Umum Bahasa Indonesia.siaksoft. pemakalah sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun untuk pemakalah guna mengingatkan dan memperbaiki setiap kesalahan yang ada dalam proses pembuatan dan penyampaian makalah. Jakarta: Prenada .Poerwadarminta. motivasi insani dan motivasi rabbani.Macam-macam motivasi ada tiga yaitu : motivasi spiritual yang terdiri dari (motivasi memelihara diri dari kemusyrikan. sedangkan tingkatan motivasi itu sendiri ada tiga yaitu motivasi hewani. Pemakalah menyadari dalam proses pembuatan dan penyampaian makalah terdapat banyak kesalahan dan kekhilafan.

diakses tanggal 5 September 2008 WJS. (Jakarta: Balai Pustaka. hlm. hlm. OpCit……. www. Psikologi Kenabian. 2007 [1] [2] Siaksoft. Psikologi Dakwah.Media. Yogyakarta.358-360 [5] [6] [7] Suisyanto. Pengantar Filsafat Dakwah.(Yogyakarta: Pustaka Al-Quran. Teras. Psikologi Agama. 2006 Hamdani bakran Ad-Dzakiy. Pengantar Filsafat Dakwah.Poerwadarminta. hlm. 2006). Psikologi Kenabian. hlm. serta tidak mengetahui apa-apa sebagaimana firman Allah dalam Q. (Jakarta: Prenada Media. hlm. 2006). Manusia sejak dilahirkan ke dunia ini dalam keadaan lemah dan tidak berdaya. hlm 159 Hamdani bakran Ad-Dzakiy. Yogyakarta . 2007). Lalu muhsin effendi. (Jakarta: Raja Grafindo Persada.30-45 Jalaludin. 2005 Suisyanto. 1985). Pengertian Motivasi.siaksoft. (Yogyakarta : Teras. Pustaka Al-Quran. Kamus Umum Bahasa Indonesia. 2005). S. Karena agama memberikan bimbingan rohani bagi manusia baik di kala suka. antara lain adalah : • • • • Karena agama merupakan sumber moral Karena agama merupakan petunjuk kebenaran Karena agama merupakan sumber informasi tentang masalah metafisika. Psikologi Agama. al-Nahl (16) : 78 Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak tahu apa-apa. Dia menjadikan . Jakarta. maupun di kala duka. Raja Grafindo Persada. 415 111111111 Ada beberapa alasan tentang mengapa agama itu sangat penting dalam kehidupan manusia. 2006 Jalaludin. Faizah. 124 18 [3] [4] Hamdani bakran Ad-Dzakiy.com.

Kebanyakan agama di dunia adalah menyaran kepada kebaikan. Bagi kebanyakan orang. dan juga kedudukan manusia di dalam dunia. agama itulah berfungsi untuk menjawab soalan-soalan ini. Dalam ajaran agama sendiri . agama itu berfungsi untuk menjaga kebahagiaan hidup. Penerangan bagi pekara ini sebenarnya sukar dicapai melalui inderia manusia. maupun dari luar dirinya. penglihatan dan hati. matlamat menarik dan untuk menjawabnya adalah perlu.yang menurut istilah Al-Gazali dinamakan malak al-ghiwayah. manusia senantiasa dipengaruhi oleh berbagai macam godaan dan rayuan.Memberi pandangan dunia kepada satu-satu budaya manusia. seseorang itu menganut sesuatu agama adalah disebabkan oleh fungsinya. yaitu • Godaan dan rayuan yang berysaha menarik manusia ke dalam lingkungan kebaikan. Agama merupakan satu faktor dalam pembentukkan kelompok manusia. Tetapi dari segi sains sosial. Ini adalah kerana sistem agama menimbulkan keseragaman bukan sahaja kepercayaan yang sama. fungsi agama mempunyai dimensi yang lain seperti apa yang dihuraikan di bawah: . tetapi sedikit di antara mereka yang mensyukurinya. baik dari dalam. Godaan dan rayuan daridalam diri manusia dibagi menjadi dua bagian.Memberi rasa kekitaan kepada sesuatu kelompok manusia. yaitu membimbing manusia kejalan yang baik dan menghindarkan manusia dari kejahatan atau kemungkaran. yakni kekuatan-kekuatan yang berusaha menarik manusia kepada kejahatan • Disinilah letak fungsi agama dalam kehidupan manusia. malah tingkah laku. – Memainkan fungsi kawanan sosial. pandangan dunia dan nilai yang sama. yang menurut istilah Al-Gazali dalam bukunya ihya ulumuddin disebut dengan malak Alhidayah yaitu kekuatan-kekuatan yang berusaha menarik manusia kepada hidayah ataukebaikan. agama Islam menerangkan kepada umatnya bahawa dunia adalah ciptaan Allah SWTdan setiap manusia harus menaati Allah SWT -Menjawab pelbagai soalan yang tidak mampu dijawab oleh manusia. Agama dikatankan memberi pandangan dunia kepada manusia kerana ia sentiasanya memberi penerangan mengenai dunia(sebagai satu keseluruhan). melainkan sedikit penerangan daripada falsafah. . Contohnya. Dalam keadaan yang demikian itu. Godaan dan rayuan yang berusaha memperdayakan manusia kepada kejahatan. Maka. Sesetangah soalan yang sentiasa ditanya oleh manusia merupakan soalan yang tidak terjawab oleh akal manusia sendiri. Fungsi Agama Kepada Manusia Dari segi pragmatisme. Contohnya soalan kehidupan selepas mati.untukmu pendengaran.

Menurut para peletak dasar ilmu sosial seperti Max Weber. mengikat. sehingga dapat mencapai kesejahterahan hidup. memburukan serta membandingkan agama satu dengan yang lain adalah cerminan kebodohan si pemeluk agama Beberapa tujuan agama yaitu : • • • • Menegakan kepercayaan manusia hanya kepada Allah. Pembahasan tentang fungsi agama disini akan dibatasi pada dua hal yaitu agama sebagai faktor integratif dan sekaligus disintegratif bagi masyarakat. lahir dan batin. Maka ini dikatakan agama memainkan fungsi kawanan sosial Fungsi Sosial Agama Secara sosiologis. yaitu pengaruh yang bersifat positif atau pengaruh yang menyatukan (integrative factor) dan pengaruh yang bersifat negatif atau pengaruh yang bersifat destruktif dan memecah-belah (desintegrative factor). agama merupakan aspek yang sangat penting dalam kehidupan manusia.sebenarnya telah menggariskan kod etika yang wajib dilakukan oleh penganutnya. Bagi umumnya . Mengatur kehidupan manusia di dunia.Tuhan Yang Maha Esa (tahuit). memecah-belah bahkan menghancurkan eksistensi suatu masyarakat. dan memelihara eksistensi suatu masyarakat. Fungsi Integratif Agama Peranan sosial agama sebagai faktor integratif bagi masyarakat berarti peran agama dalam menciptakan suatu ikatan bersama. Meskipun agama memiliki peranan sebagai kekuatan yang mempersatukan. pengaruh agama bisa dilihat dari dua sisi. Menjunjung tinggi dan melaksanakan peribadatan hanya kepada Allah. keburukan cara ber-sikap dan penyampaian si pemeluk agama dikarnakan ketidakpahaman tujuan daripada agama-nya. dunia dan akhirat. Menyempurnakan akhlak manusia. Hal ini merupakan konsekuensi dari begitu kuatnya agama dalam mengikat kelompok pemeluknya sendiri sehingga seringkali mengabaikan bahkan menyalahkan eksistensi pemeluk agama lain Tujuan Agama Salah satu tujuan agama adalah membentuk jiwa nya ber-budipekerti dengan adab yang sempurna baik dengan tuhan-nya maupun lingkungan masyarakat. Hal ini dikarenakan nilai-nilai yang mendasari sistem-sistem kewajiban sosial didukung bersama oleh kelompokkelompok keagamaan sehingga agama menjamin adanya konsensus dalam masyarakat. dan Peter L Berger. baik diantara anggota-anggota beberapa masyarakat maupun dalam kewajiban-kewajiban sosial yang membantu mempersatukan mereka.agar kehidupan teratur dengan baik. pada saat yang sama agama juga dapat memainkan peranan sebagai kekuatan yang mencerai-beraikan. Erich Fromm. Fungsi Disintegratif Agama.semua agama sudah sangat sempurna dikarnakan dapat menuntun umat-nya bersikap dengan baik dan benar serta dibenarkan.

Mereka yang mabuk kekuasaan akan melihat dengan jeli dan tidak akan menyia-nyiakan sisi potensial dari agama ini. agama yang lahir untuk membimbing ke jalan yang benar disalahfungsikan menjadi alat legitimasi kekuasaan. Menurut saya. mengintai kepentingan para politisi. Kenabian. yakni hati (kalbu). kloplah. Itulah sebab. para elite agama ini pun tentunya sangat jeli dan tidak akan menyia-nyiakan peran signifikan dari negara sebagaimana yang dikatakan Hobbes di atas. Ulama harus mempu mengembalikan fungsi agama karena Agama bukan benda yang harus dimiliki. Kesahihan Risalah dan sebagainya. rusak pula kehidupan manusia. bukan kita internalisasi dalam hati. . bukan di relung hati Fungsi pertama agama. agama merupakan aspek yang paling besar pengaruhnya –bahkan sampai pada aspek yang terdalam (seperti kalbu. Yang lebih sial lagi. dan tuduhan jahat lainnya. Dengan kata lain. Maka. dalam proyek “kerja sama” ini tentunya para politisi jauh lebih lihai dibandingkan elite agama. dimensi ini dinamakan sebagai hablun minaLlah dan ia merupakah skop manusia meneliti dan mengkaji kesahihan kepercayaannya dalam menghuraikan persoalan diri dan Tuhan yang saya sebutkan tadi. di balik keyakinan para agamawan ini. kita lebih suka meletakkan agama di arena yang lain: di panggung atau di kibaran bendera. hanya agama yang diletakkan di relung hati yang bisa diobjektifikasi. Dan. serta bagaimanakah saya berhubung dengan Tuhan itu. Masalahnya. tak ayal agama kemudian dijadikan sebagai komoditas yang sangat potensial untuk merebut kekuasaan. baik yang ada di organisasi-organisasi Islam semacam MUI. Perbincangan tentang fungsi pertama ini berkisar tentang Ketuhanan. yang terjadi sebenarnya adalah politisasi agama. Maka. melainkan nilai yang melekat dalam hati. Sayangnya. Bagi Muslim. politisasi agama menjadi proyek kerja sama antara politisi yang mabuk kekuasaan dengan para elite agama yang juga mabuk ekspansi keyakinan. Mengapa kita sering takut kehilangan agama.agamawan. agama yang mestinya bisa mempersatukan umat malah dijadikan alat untuk mengkotak-kotakkan umat. Di tangan penguasa atau politisi yang ambisius. mereka tampil (seolah-olah) menjadi elite yang sangat relijius yang mengupayakan penyebaran dakwah (misi agama) melalui jalur politik. banyak di antaranya yang berambisi ingin mendakwahkan atau menebarkan misi (baca. Agama tidak berfungsi karena lepas dari ruang batinnya yang hakiki. Hati yang rusak adalah yang lepas dari agama. Namun. ruang batin)– dalam kehidupan kemanusiaan. Bila hati sudah rusak. perlu dicatat. karena agama kita miliki. Padahal sangat jelas. di antara elite agama (terutama Islam dan Kristen yang ekspansionis). disfungsi atau penyalahgunaan fungsi agama inilah yang seyogianya diperhatikan oleh segenap ulama. sesat. ialah mendefinisikan siapakah saya dan siapakah Tuhan. Dengan retorikanya yang memabukkan. atau bahkan dijadikan dalil untuk memvonis pihak-pihak yang tidak sejalan sebagai kafir. mengapa Rasulullah SAW pernah menegaskan bahwa segala tingkah laku manusia merupakan pantulan hatinya. mengekspansi) seluas-luasnya keyakinan agama yang dipeluknya. memancarkan kebenaran dalam kehidupan sehari-hari.

adalah daerah yang tidak terlibat di dalam dialog antara agama. Mana mungkin penyama rataan dibuat sedangkan sesiapa sahaja tahu bahawa asas agama malah sejarahnya begitu berbeza. mereka memerlukan beberapa perkara yang boleh dikongsi bersama untuk menghasilkan persefahaman. TIDAK bermaksud menyamaratakan semua agama dalam konteks ini. Tidak mungkin semua agama itu sama! Manakala fungsi kedua bagi agama ialah mendefinisikan siapakah saya dalam konteks interpersonal iaitu bagaimanakah saya berhubung dengan manusia. Dan persamaan itu banyak ditemui di peringkat etika dan nilai.Kategori pertama ini. Maka di sinilah. dialog antara agama (Interfaith Dialogue) mengambil tempat. Dialog antara agama bertujuan untuk menerokai beberapa persamaan yang ada di antara agama. Bagi pembaca Muslim. Pluralisma agama yang disebut beberapa kali oleh satu dua penceramah. Ketika Allah SWT menurunkan ayat al-Quran yang memerintahkan manusia agar saling kenal mengenal (Al-Hujurat 49: 13). kategori ini saya rujukkan ia sebagai hablun minannaas. Maka manusia dituntut agar belajar untuk menjadikan perbedaan itu sebagai medan kenal mengenal. perbezaan yang berlaku di antara manusia bukan sahaja meliputi perbezaan kaum. dan bukannya gelanggang krisis dan perbalahan. . Untuk seorang manusia berkenalan dan seterusnya bekerjasama di antara satu sama lain. malah agama dan kepercayaan. Fenomena berbilang agama adalah seiring dengan perkembangan manusia yang berbilang bangsa itu semenjak sekian lama.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->