P. 1
Final RELEASE Divisi Pengawasan

Final RELEASE Divisi Pengawasan

|Views: 406|Likes:
Published by iswan128

More info:

Published by: iswan128 on Jan 24, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/05/2013

pdf

text

original

PRESS RELEASE DIVISI PENGAWASAN BAWASLU PADA PELAKSANAAN PENGAWASAN PEMILU KADA TAHUN 2011 Pada Tahun 2011

ini, Pemilu yang dilaksanakan di Indonesia adalah Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah (Pemilu Kada). Dalam kaitan pengawasan, tugas utama pengawasan berada pada tingkat Panwaslu Kada, namun demikian Bawaslu tetap memiliki tugas yang penting terutama dalam hal pelaksanaan fungsi supervisi, inspektorasi dan pembinaan.Tentunya untuk menjalankan tugas sebagaimana tersebut di atas, secara sistemik Bawaslu telah menjalankan kinerja untuk melaksanakan kewenangannya dalam mengawasi pelaksanaan Pemilu serta dalam hal melakukan supervisi, pembinaan, dan inspektorasi. Sebagai sebuah proses politik yang berlangsung di tingkat lokal atau daerah, Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah (Pemilu Kada) tentunya dalam pelaksanaan tidak dapat diseragamkan. Baik itu dalam ukuran waktu pelaksanaan maupun dinamika politik pada masing-masing Pemilu Kada. Keberagaman itu tentunya perlu disikapi dengan baik, sehingga proses pengawasan pada masing-masing Pemilu Kada dapat berjalan dengan optimal. Salah satu bentuk dari upaya penyikapan terhadap kondisi tersebut, pada pelaksanaan pengawasan Pemilu Kada Tahun 2011 ini, Bawaslu melakukan kategorisasi terhadap pentahapan Pemilu Kada. Hal ini dimaksudkan untuk menghindarkan kecenderungan pemahaman Pemilu Kada hanya berfokus pada Tahapan Pemungutan Suara. Padahal Pemilu Kada merupakan satu kesatuan tahapan yang diawali dari Pendaftaran Pemilih sampai dengan Pelantikan Pasangan Terpilih, dan seluruh tahapan tersebut wajib diawasi bukan hanya pada saat pemungutan suara saja. Berdasarkan data Akhir Masa Jabatan (AMJ) maka kategorisasi dilakukan sebagai berikut :

A. DAERAH YANG MENGADAKAN PEMILUKADA 1. Kategori Pertama Kategori pertama adalah daerah yang tahapan awal Pemilu Kada dilaksanakan di tahun 2010 dan tahapan pemungutan suara sampai dengan pelantikan dilaksanakan pada Tahun 2011 yakni sebanyak 42 daerah,. sebagai berikut:
No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. Daerah Kota Batam (Kepri) Kab. Tasikmalaya (Jabar) Kab. Grobogan (Jateng) Kab. Cianjur (Jabar) Kota Bontang (Kaltim) Kab. Karimun (Kepri) Provinsi Sulawesi Tengah Kab. Pelalawan (Riau) Kab. Nias Selatan (Sumut) Kab. Malinau (Kaltim) Kab. Tj. Jabung Timur (Jambi) Kab. Rokan Hulu (Riau) Kab. Kutai Barat (Kaltim) Kab. Demak (Jateng) Kab. Sragen (Jateng) Kab. Natuna (Kepri) Kab. Bolaang Mongondow (Sulut) Kab. Nias (Sumut) Kota Balikpapan (Kaltim) Kab. Nunukan (Kaltim) Kab. Kuantan Singingi (Riau) Kab. Rokan Hilir (Riau) No 23. 24. 25. 26. 27. 28. 29. 30. 31. 32. 33. 34. 35. 36. 37. 38. 39. 40. 41. 42. Daerah Kab. Banggai (Sulteng) Kab. Tebo (Jambi) Kab. Tapanuli Tengah (Sumut) Kab. Sambas (Kalbar) Kab. Tuban (Jatim) Kab. Bungo (Jambi) Kab. Siak (Riau) Kab. Barito Selatan (Kalteng) Kab. Majene (Sulbar) Kab. Pekalongan (Jateng) Kab. Wakatobi (Sultra) Kota Salatiga (Jateng) Kota Pekanbaru (Riau) Kab. Muaro Jambi (Jambi) Provinsi Papua Barat Kab. Sarolangun (Jambi) Kab. Lembata (NTT) Kota Ambon (Maluku) Kab. Kulon Progo (DIY) Kab. Banggai Kep. (Sulteng)

2.

Kategori Kedua Kategori kedua adalah daerah seluruh tahapan Pemilu Kada dilaksanakan pada tahun 2011. Daerah-daerah sebanyak 18 daerah, sebagai berikut :
No. 1. 2. Daerah Kab. Landak (Kalbar) Kab. Seram Bagian Barat (Maluku)

10. 11.

Kab. Mappi (Papua) Kota Yogyakarta (DIY)

0

Bener Meriah (NAD) Kab. 3. 18. 17. Batang (Jateng) Provinsi Gorontalo Kab. 5. 6. 28. Aceh Jaya (NAD) Kab. 29. Puncak Jaya (Papua0 Kab. 7. 24. 27. Berikut rekapitulasi data pencalonan dari seluruh provinsi di Indonesia. 13. 16. 5. 26. Bekasi (Jabar) Kota Sorong (Papua Barat) Kab. 32. Kategori Ketiga Kategori ketiga adalah daerah yang tahapan awal Pemilu Kada dilaksanakan di tahun 2011 dan tahapan pemungutan suara sampai dengan pelantikan dilaksanakan pada Tahun 2012 sebanyak 32 daerah. 7. Buleleng (Bali) Kab. Daerah Kab. Angka tersebut merupakan perincian dari 57 pasangan perseorangan dan 276 yang diusung oleh partai politik dan/atau gabungan partai politik. 4. Berdasarkan data yang berhasil dihimpun oleh Bawaslu. Babel No 17. 8. Petahana (incumbent) merupakan calon yang saat pada saat mencalonkan masih menjabat sebagai kepala daerah atau wakil kepala daerah. Kab. 21. memetakan permasalahan. Kab. Riau Jawa Barat Jawa Tengah DI Yogyakarta Jawa Timur Banten Kalimantan Barat Jumlah Pasangan Calon 34 6 22 27 3 11 15 5 14 34 7 6 3 8 Pengusung Perseorangan 6 4 1 5 4 1 5 7 2 1 Partai 28 6 22 23 2 6 11 4 9 27 7 4 3 7 Jumlah Incumbent 5 1 7 7 3 1 2 2 5 2 1 1 1 Keterangan Belum ada data dari 2 daerah 1 . Aceh Tengah (NAD) Kab. 2. 25. Kep. Bireun (NAD) Kota Kupang (NTT) Kab. Maluku Tengah (Maluku) Kab. 9. 16. Aceh Barat (NAD) Kab. laporan yang disusun akan berguna sebagai informasi dalam hal mengidentifikasi. Pati (Jateng) Kab. 30. 14. 15. Buton (Sultra) Kab. Aceh Timur (NAD) Kota Langsa (NAD) Provinsi Kep. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 Provinsi Aceh Sumatera Utara Sumatera Barat Riau Jambi Sumatera Selatan Bengkulu Lampung Kep. Aceh Singkil (NAD) Kab. Aceh Besar (NAD) Kab. 19. 4. 8. Adapun bagi stakeholders lain. Pidie (NAD) Kab. Banjarnegara (Jateng) Kab. Sangihe (Sulut) Kab. 18. Musi Banyuasin (Sumsel) Kab. Bangka Belitung Kep. Gayo Lues (NAD) Kota Sabang (NAD) Kab. 23. 20. KOMPOSISI PASANGAN CALON Pemilu Kada pada dasarnya merupakan pertarungan dari pasangan calon untuk memperoleh posisi kepala daerah. 12. Paniai (Papua) Kab. sebagai berikut : No 1. Simeuleu (NAD) Kab. Daerah Kab. dan membuat kecenderungan umum (trend) berbagai isu yang terjadi dalam Pemilu Kada dan pada akhirnya dalam penentuan kebijakan yang akan diambil Bawaslu. 31. No. 2) Pasangan calon perseorangan yang didukung oleh sejumlah orang. Aceh Barat Daya (NAD) Kab. 6. Menurut ketentuan dalam Pasal 59 ayat (1) Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008. Aceh Tamiang (NAD Sebagai bentuk upaya membangun transparansi. Nagan Raya (NAD) Kab. peserta pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah adalah: 1) Pasangan calon yang diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik. Bagi internal Bawaslu. 22. Kolaka Utara (Sultra) Kab. 14. 11. Buru (Maluku) Provinsi NAD Kota Banda Aceh (NAD) Kab. hasil agregat di nasional terdapat sejumlah 333 pasangan calon kepala daerah dan wakil kepala daerah. 9.3. B. Aceh Utara (NAD) Kota Lhokseumawe (NAD) Kab. Jepara (Jateng) Kab. laporan ini dapat menjadi informasi terhadap perkembangan kinerja kelembagaan Bawaslu beserta jajaran pengawas Pemilu dalam pelaksanaan pengawasan Pemilu Kada Tahun 2010. Kep. Mentawai (Sumbar) Kab. 10. Jayapura (Papua) Provinsi Banten Kab. Selain itu Bawaslu juga berhasil memperoleh data sejumlah 62 Petahana (incumbent) yang mencalonkan diri. Boalemo (Gorontalo) 3. Sorong (Papua Barat)) Kab. Maluku Tenggara Barat (Maluku) Kab. keseluruhan pelaksanaan pengawasan terhadap seluruh di daerah sebagaimana tersebut di atas tentunya perlu dilaporkan kepada pihak-pihak terkait. Kampar (Riau) Provinsi Sulawesi Barat 12. 15. 13.

Kuantan Singingi Kab. Nias Barat Kab. Calon Gubernur sebanyak 1 orang. Tapanuli Tengah Kab. KANDIDASI PEREMPUAN Keterwakilan perempuan sebagai Calon Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah tahun 2011 sebagai berikut: a. b. Calon Wakil Bupati/Walikota sebanyak 18 Orang. Nias Selatan Kab. Aceh Timur Kota Langsa Kab. Calon Wakil Gubernur sebanyak 2 orang. 17 18 19 20 21 22 23 24 25 Provinsi Kalimantan Tengah Kalimantan Timur Sulawesi Utara Sulawesi Tengah Sulawesi Tenggara Gorontalo Sulawesi Barat NTT Maluku Jumlah Pasangan Calon 7 22 11 14 15 7 7 12 6 25 12 333 Pengusung Perseorangan 2 6 1 3 1 2 1 2 3 57 Partai 5 16 10 11 14 5 7 11 4 22 12 276 Jumlah Incumbent 1 3 2 5 3 1 1 2 4 2 62 Keterangan Data valid belum 26 Maluku Utara 27 Papua 28 Papua Barat Jumlah C. Muaro Jambi Kab. Kep. Mentawai Kab. Aceh Tamiang Kab. Aceh Jaya Kab. c. Nias Utara Kab. Aceh Utara Kota Lhokseumawe Kab. Kampar (Riau) Kab. Gunung Sitoli Kab. Siak (Riau) Kota Pekanbaru (Riau) Kab. Aceh Singkil Kab. Nias Kab. d. Gayo Lues Kota Sabang Kab. Pidie Kab. Adapun rincian jumlah Calon Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah dilihat dari jenis kelamin. Musi Banyuasin Kab Bengkulu Tengah Kab Pringsewu Kab Mesuji Jambi Sumatera Selatan Bengkulu Lampung 2 . Aceh Tengah Kab. Aceh Besar Kab. Bener Meriah Kab. Rokan Hilir Kab. Simeuleu Kab. Tebo Kab. Pelalawan Kab. Rokan Hulu Kab. Bungo Kab. Calon Bupati/Walikota sebanyak 18 Orang. Nagan Raya Kab. Jabung Timur Kab.No. Sarolangun (Jambi) Kab. Tj. Sungai Penuh Kab. Aceh Barat Kab. Bireun Kab. sebagai berikut: Provinsi 1 NAD Daerah Yang Pilkada Tahun 2011 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 KEPALA DAERAH L 3 4 3 2 6 4 2 6 3 2 3 6 4 1 3 3 3 4 5 6 3 3 11 4 6 P 4 1 1 1 1 1 1 WAKIL KEPALA DAERAH L P 5 6 3 3 3 6 4 3 6 3 2 3 6 4 2 3 3 3 4 6 6 4 3 11 5 6 1 KET 7 Sumatera Utara Sumatera Barat Riau Pemilukada Gubernur dan Wakil Gubernur Kota Banda Aceh Kab. Aceh Barat Daya Kab.

Yahukimo Kab. Tasikmalaya Kab. Banggai Kab. Nduga Kab. Tuban Pemilukada Gubernur dan Wakil Gubernur Kab. Deiyai Kab. Batang Kab. Buleleng Kab. Pekalongan Kota Salatiga Kab. Cianjur Kab. Kab. Lanny Jaya Kab. Sragen Kab. Puncak Kab. Kutai Barat Kota Balikpapan Kab. Banggai Kep. Pulau Morotai Pemilukada Gubernur dan Wakil Gubernur Kab. Flores Timur Kab.Provinsi 1 Kepulauan Babel Kepulauan Riau Jawa Barat Daerah Yang Pilkada Tahun 2011 2 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 KEPALA DAERAH L 3 4 2 5 6 6 3 3 4 3 3 5 3 4 3 6 2 4 3 7 5 4 4 4 4 5 6 5 6 3 6 9 3 4 3 4 6 5 5 6 6 3 6 6 3 5 5 3 4 P 4 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 - Jawa Tengah DI Yogyakarta Jawa Timur Banten Kalimantan Barat Kalimantan Tengah Kalimantan Timur Kab Tulang Bawang Barat Pemilukada Gubernur dan Wakil Gubernur Kota Batam Kab. Buton Kab. Grobogan Kab. Bekasi Kab. Nunukan Kab. Karimun Kab. Wakatobi Kab. Dogiyai Kab. Membramo Tengah Kab. Tolikara Kab. Maluku Tenggara Barat Kab. Sangihe Pemilukada Gubernur dan Wakil Gubernur Kab. Kep. Landak Kab. Boalemo Pemilukada Gubernur dan Wakil Gubernur Kab. Kolaka Utara Pemilukada Gubernur dan Wakil Gubernur Kab. Barito Selatan Kota Bontang Kab. Jayapura Kab. Paniai Kab. Puncak Jaya Pemilukada Gubernur dan WAKIL KEPALA DAERAH L P 5 6 4 2 5 5 6 4 3 5 3 3 5 2 3 3 5 2 5 3 6 6 4 4 3 3 5 6 4 6 3 6 9 3 4 3 3 6 6 6 6 6 2 5 6 3 5 5 3 4 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 1 1 - KET 7 Sulawesi Utara Sulawesi Tengah Sulawesi Tenggara Gorontalo Sulawesi Barat Bali Nusa Tenggara Timur Maluku Maluku Utara Papua Papua Barat 3 . Majene Kab. Sambas Kab. Jepara Pemilukada Gubernur dan Wakil Gubernur Kab. Lembata Kota Kupang Kota Ambon Kab. Mappi Kab. Yalimo Kab. Kulon Progo Kota Yogyakarta Kab. Malinau Kab. Demak Kab. Maluku Tengah Kab. Sarmi Kab. Natuna Kab. Bolaang Mongondow Kab. Seram Bagian Barat Kab. Intan Jaya Kab. Pati Kab. Banjarnegara Kab. Buru Kab.

maka Panwaslu Kada yang bertugas harus memahami betul tugas dan fungsinya yang mengacu pada pedoman pengawasan. Sorong KEPALA DAERAH L 3 4 4 319 P 4 19 WAKIL KEPALA DAERAH L P 5 6 3 4 318 1 20 KET 7 TOTAL D. Dengan penyempurnaan ini. Gambaran Umum Program dan Kegiatan serta Langkah Strategis Divisi Pengawasan Sebagaimana telah disebutkan di atas. Kalender Pengawasan Pergerakan Surat Suara dan Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara Pemilu Kada. merupakan sebuah alat (tools) yang disusun oleh Bawaslu untuk memudahkan jajaran Pengawas Pemilu dalam pelaksanaan tugas pengawasannya. namun demikian Bawaslu tetap melakukan langkah-langkah supervisi guna memberikan koridor bagi Panwaslu Kada dalam pelaksanaan tugas pengawasan. Penyempurnaan Perangkat Pengawasan (Kalender dan Matriks Pengawasan) Kalender dan Matriks Pengawasan. dalam pelaksanaan pengawasan Pemilu Kada Bawaslu memiliki tugas yang penting terutama dalam hal pelaksanaan fungsi supervisi. antara lain melalui surat Bawaslu. Salah satu divisi yang menjalankan tugas dan fungsi pengawasan adalah Divisi Pengawasan yang dipimpin oleh Ibu Wahidah Suaib. aturan dalam tiap tahapan dan lain sebagainya. Berikut beberapa program dan kegiatan yang telah dilaksanakan oleh Divisi Pengawasan Bawaslu. inspektorasi dan pembinaan. Panwaslu Kada juga dituntut mampu menangani pelanggaran-pelanggaran Pemilu Kada yang 4 . Divisi ini dalam pelaksanaan tugas lebih menekankan pada upaya-upaya pencegahan (preventifikasi) terjadinya pelanggaran. Kalender tersebut diharapkan dapat menjadi pedoman pengawasan yang efektif dan dapat dipahami oleh Panwaslu Kada dalam mengawasi tahapan Pemilu Kada. baik dari segi aturan pelaksanaan dan kondisi pengawasan di lapangan. Selain itu juga dilaksanakan langkah-langkah inspektorasi dalam rangka menjaga integritas Panwaslu Kada. tentunya sebagai sebuah alat. Di dalam kalender dan matriks pengawasan diuraikan secara rinci mengenai langkah-langkah dan strategi pengawasan. Kalender Pengawasan Pemungutan dan Penghitungan Suara Pemilu Kada. IMPLEMENTASI TUGAS DAN KEWENANGAN BAWASLU DALAM PEMILU KADA 1. Berikut beberapa hal yang telah dilaksanakan Bawaslu dalam melaksanakan tugas supervisi dan inspektorasi 1) Supervisi dan inspektorasi secara tertulis    Memberikan instruksi pengawasan kepada Panwaslu Kada disetiap tahapan Pemilu Kada Penerusan Laporan dan Bantuan Kajian Pengawasan kepada Panwaslu Kada sebagai upaya supervisi. Untuk itulah Kalender dan Matriks Pengawasan perlu disempurnakan menyesuaikan dengan peraturan perundang-undangan dan tuntutan dari kondisi di lapangan. pelaksanaan fungsi-fungsi tersebut. 2) Rapat Koordinasi Pengawasan Guna menjamin setiap tahapan Pemilu Kada berlangsung jujur dan adil. a.Provinsi 1 Daerah Yang Pilkada Tahun 2011 2 113 114 115 116 Wakil Gubernur Kab. Dengan penyempurnaan ini. Secara organisatoris. dan 6) Kalender Pengawasan Pengadaan dan Pendistribusian Perlengkapan Pemungutan dan Perhitungan Suara. Kalender tersebut diharapkan dapat menjadi pedoman pengawasan yang efektif dan dapat dipahami oleh Panwaslu Kada dalam mengawasi tahapan Pemilu Kada. Supervisi dan Inspektorasi Pengawasan Dalam pendekatan asas locus delicti tentunya pelaksanaan pengawasan menjadi kewenangan Panwaslu Kada sesuai dengan tingkatan pelaksanaan Pemilu Kada. Pada tahun 2011 ini telah dilakukan revisi atau penyempurnaan terhadap Matrik dan Kalender Pengawasan yang terdiri dari: 1) 2) 3) 4) 5) Kalender Pengawasan Penatapan Daftar Pemilih Tetap Pemilu Kada. Bentuk pembinaan tersebut. titik-titik rawan. Pembinaan dalam bentuk inspektorasi Bawaslu terhadap pelaksanaan tugas pengawasan oleh panwaslu Kada. Maybrat Kota Sorong Kab. di Bawaslu terdapat pembagian divisi. Tambraw Kab. Kalender Pengawasan Kampaye dan Dana Kampanye Pemilu Kada. kalender dan matriks pengawasan harus senantiasa dalam kondisi siap pakai sesuai dengan kebutuhan jajaran pengawas Pemilu. Kalender Pengawasan Pencalonan Pemilu Kada. b. Mengingat pelaksanaan Pemilu Kada selalu bersifat dinamis.

inspektorasi. Mengirim surat kepada KPU Kabupaten/Kota untuk sosialisasi aturan b. yakni : Supervisi Khusus Pengawasan Pemungutan dan Perhitungan Suara. Untuk menjalankan fungsi tersebut. Bawaslu telah menyelenggarakan “Rapat Koordinasi Pengawasan Pemilu Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah. Pasangan Calon Dan Tim Kampanye Sedangkan terhadap Pasangan Calon dan Tim Kampanye Pasangan Calon. Serta Pergerakan Suara dan Rekapitulasi Penghitungan Suara Tahun 2011. Pengawas Pemilu Kada melakukan upaya-upaya pencegahan dengan kegiatan sebagai berikut . 3) Supervisi dan Inspektorasi Langsung ke Daerah Berbeda dengan supervisi dan inspektorasi tertulis yang sifatnya umum. salinan rekening khusus dana kampanye pasangan calon. dilaksanakan di 2 (dua) daerah. Supervisi telah dilaksanakan di 68 daerah. Memberikan himbauan kepada KPU agar KPPS dan jajarannya melakukan pengecekan terhadap kelengkapan perlengkapan pemungutan dan penghitungan suara agar pemungutan suara dapat berlangsung k. dan Banda Aceh. Menyampaikan peringatan dini kepada partai politik.” Melalui rakor tersebut. KPU Prov/Kab/Kota dan Jajarannya Terhadap KPU Prov/Kab/Kota. maka dalam pelaksanaan Supervisi dan Inspektorasi Langsung ke Daerah diberikan kepada daerah-daerah Daerah yang telah dilaksanakan  Supervisi Pengawasan Pemungutan Dan Penghitungan Suara. Dengan kesiapan yang lebih baik. serta pembinaan terhadap Panwaslu Kada. Bawaslu berharap kualitas penyelenggaraan Pemilu Kada makin meningkat dari waktu ke waktu. Melakukan koordinasi dengan KPU Pro/Kab/Kota terkait mekanisme verifikasi dukungan bakal pasangan calon e. Pada tahun 2011 ini telah dilaksanakan 3 (tiga) kali Rapat Koordinasi Pengawasan bertempat di Bandung. KPU Prov/Kab/Kota.Pemilu Kada Kota Tangerang Selatan. Melakukan koordinasi dengan KPU untuk taat asas dan aturan g. Sesuai dengan tugas yang telah diamanatkan undang-undang. Pemilu Kada Propinsi Banten  c) Sosialisasi Pengawasan Kepada Pemangku Kepentingan Terkait Dalam rangka pengawasan Pemilu Kada tahun 2011. Bawaslu telah melakukan sosialisai terkait pengawasan Pemilu Kada tahun 2011 di Kabupaten Kepulauan Yapen dan peringatan dini kepada Menteri Dalam Negeri terkait persoalan wilayah pemerintahan. 2. a. Meminta PPS mencoret langsung jika ditemukan data dukungan yang dipalsukan f. E. Kualitas ini bisa diukur dari langkah-langkah antisipatif guna mencegah terjadinya pelanggaran serta tertanganinya pelanggaran yang di lapangan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan. a. Menyampaikan himbauan-himbauan kepada pasangan calon dan tim kampanye untuk taat aturan secara tertulis serta dengan pertemuan-pertemuan tatap muka secara langsung 5 . Meminta salinan data pemilih dan salinan dokumen persyaratan bakal pasangan calon serta daftar tim kampanye. . Pengawas pemilu melakukan upaya-upaya sebagai berikut .dilakukan oleh penyelenggara Pemilu atau pasangan calon maka setiap Panwaslu Kada Provinsi dan Kabupaten/Kota di daerahnya masing-masing. Bawaslu memantapkan kembali kesiapan jajaran Panwaslu Kada yang akan menjalankan tugasnya. Bawaslu juga harus melakukan supervisi. Melakukan koordinasi intensif dengan KPU terkait potensi pelanggaran dalam pemungutan dan penghitungan suara i. Meminta kepada KPU Prov/Kab/Kota untuk melakukan verifikasi ulang terhadap kenaikan jumlah pemilih c.KPU kepada PPL j. Menyampaikan surat ke KPU prov/Kab/Kota dan jajarannya agar memberikan salinan C1. Jakarta. pasangan calon dan pemilih serta pemangku kepentingan lainnya untuk taat aturan (pertahapan/keseluruhan tahapan) h. Serta Pergerakan Surat Suara Dan Rekapitulasi Penghitungan Suara Pemilu Kada Tahun 2011 pada daerah-daerah yang memasuki tahapan Pemungutan dan Penghitungan Suara. LANGKAH-LANGKAH PENCEGAHAN PELANGGAN YANG TELAH DILAKUKAN 1.KWK. laporan dana kampanye masing-masing pasangan calon baik secara lisan maupun secara formal d. Menghimbau KPU untuk melakukan koordinasi dengan Tim Kampanye Pasangan Calon agar saksi yang mengikuti proses rekapitulasi adalah saksi yang mendapatkan mandat dari Pasangan Calon l.

Kepala Daerah /Pemerintah Daerah Terhadap pemerintah Daerah dan/atau Kepala Daerah. 3.b. Melakukan Koordinasi dengan Tim Kampanye Pasangan Calon dan Satpol PP untuk penertiban alat peraga kampanye e. Melakukan verifikasi dan klarifikasi keabsahan dokumen pasangan calon c. Mengirim surat kepada Bupati terkait adanya dukungan PNS terhadap pasangan calon perseorangan b. KERJASAMA DAN KOORDINASI PENGAWASAN Untuk optimalisasi pengawasan. pengawas pemilu melakukan upaya-upaya pencegahan potensi pelanggaran yang dilakukan oleh pemerintah daerah serta mendorong peranan pemerintah daerah untuk optimalisasi pengawasan pemilu kada. Menyampaikan himbauan kepada pasangan calon dan tim kampanye/parpol agar meningkatkan kualitas dan kapasitas saksi j. Melakukan pengawasan secara langsung dengan melakukan pemeriksaan berkas pasangan calon di Kantor KPU Kab/Kota e. Melakukan sosialisasi tentang netralitas PNS. Mengirim surat kepada kepada Bupati untuk menekankan tentang netralitas PNS dalam Pemilu f. Menjalin koordinasi dengan tim kampanye pasangan calon untuk ikut mengawasi pengamanan Kotak Suara. perangkat desa dan kepala desa khususnya ketentuan Pasal 79. diantara adalah : 6 . Menjalin kerja sama dengan saksi pasangan calon dan memberikan penguatan pemahaman Pengawasan Pemilu. Melakukan pengecekan hasil perolehan suara di TPS melalui salinan C1 yang dikumpulkan PPL j. Melakukan pengawasan on the spot pelaksanaan kegiatan tim kampanye f. panwaslu kada dalam dalam penyelenggaaan pemilu kada. Bersurat kepada Tim Kampanye terkait pembersihan atribut pasangan calon m. a. Mensosialisasikan aturan kepada pasangan calon dan pemangku kepentingan lainnya secara tertulis dan lisan d. Melakukan pengawasan terhadap basis-basis dukungan pasangan calon dengan melibatkan panwascam untuk menanggulangi praktek money politik masa tenang h. Melakukan koordinasi dengan tim kampanye untuk pemilu damai h. Menyurati KPU Kab/Kota untuk menjelaskan beberapa pasal mengenai kampaye f. Melakukan Koordinasi dengan Dinas Tata Kota tentang Peraturan Daerah tentang pemasangan alat peraga kampanye pasangan calon Selain melakukan upaya-upaya pencegahan terhadap potensi pelanggaran yang kemungkinan dilakukan oleh para pihak sebagai diatas. Melakukan sosialisasi aturan larangan dalam pemungutan dan penghitungan suara melalui Panwascam dan PPL l. Melakukan Koordinasi dengan Satpol PP untuk penertiban alat peraga kampanye c. a. Menyampaikan peringatan dini kepada pasangan calon dan KPU Prov/Kab/Kota pemangku kepentingan lainnya untuk taat aturan (pertahapan/keseluruhan tahapan) k. Pengawasan secara langsung ke TPS-TPS pada hari pemungutan dam penghitungan suara k. Melakukan pertemuan dengan paslon dan tim kampanye untuk sosialisasi larangan dalam kampanye kampanye melalui penandatanganan fakta integritas i. Membuat kesepakatam bersama TIM Kampanye pasangan calon agar pada saat pemungutan suara aman terkendali n. Mengawasi secara langsung proses pencetakan surat suara ke Perusahaan percetakan pemenang tender i. Melakukan koordinasi secara intensif dengan pasangan calon dan tim kampanye terkait potensi pelanggaran dalam pemungutan dan penghitungan suara l. Menyampaikan himbauan kepada instansi pemerintah untuk menjaga netralitas PNS d. o. Menyusun dan mendistribusikan media sosialiasasi dan himbauan kepada semua pihak untuk taat aturan dan berpartisipasi melakukan pengawasan F. Mengirimkan surat kepada pasangan calon untuk memastikan kembali keabsahan dan kelengkapan dokumen persyaratan masing-masing pasangan calon c. Panwaslu Kab/Kota melakukan pengecekan data besama-sama dengan panwascam dan PPL b. pengawas pemilu melakukan kerjamasa dan koordinasi dengan para pihak. Melakukan pengawasan secara langsung terhadap proses pendaftaran pasangan calon di KPU Kab/Kota d. Menyampaikan himbauan kepada pasangan calon dan tim kampanye untuk melakukan pembersihan alat peraga kampanye pada masa tenang g. juga melakukan kegiatan secara aktif yaitu . dengan kegiatan sebagai berikut .80 UU nomor 32 Tahun 2004 e. Melakukan pengawasan secara bersama-sama dengan kepolisian pada untuk memastikan tidak ada kegiatan kampanye pada masa tenang g.

Melakukan rapat koordinasi persiapan pengawasan pemungutan dan penghitungan suara dengan melibatkan panwascam dan PPL e. a. adanya regulasi yang belum tegas sehingga menimbulkan penafsiran yang berbeda diantara para pihak. Undang-undang dengan Peraturan Pemerintah atau Peraturan KPU. seperti yang dialami 7 2. Menentukan prioritas TPS dan daerah rawan yang menjadi prioritas pengawasan bagi pengawas pemilu kada g. Melakukan kampanye/sosialisasi melalui media massa tentuan ketentuan-ketentuan larangan dalam penyelenggaraan pemilu kada bagi semua pihak c. Melakukan kerjasama dengan Linmas dalam mengawasi pengamanan kotak suara dari PPS ke PPK Untuk optimalisasi pengawasan Preventif. Membangun harmonisasi hubungan Pengawas pemilu kada dengan KPU Kab/Kota melalui pertemuan-pertemuan informal e. . Mendistrisbusikan penempatan PPL berdasarkan TPS rawan pelanggaran h. Masih terdapat sejumlah kelemahan dalam regulasi /peraturan perundang. panwaslu kada melakukan kegiatan : a. menutup atau menghambat akses Panwaslu untuk mendapatkan data-data yang merupakan obyek pengawasan pada tahapan-tahapan Pemilu Kada. Melakukan sosialisasi melalui media massa tentang aturan kepada pemangku kepentingan terkait tahapan pencalonan termasuk kepada masyarakat luas Untuk konsolidasi pengawasan. adapun terhadap DPT Pemilu Presiden. antara lain. Melakukan kerjasama dengan lembaga Pemantau untuk optimalisasi pengawasan pada hari pemungutan dan penghitungan suara b. Menyusun materi pengawasan preventif dengan menggunakan Brosur terkait larangan yang tidak boleh dilakukan oleh penyelenggara pemilu( KPPS) yang ditempelkan di setiap TPS d. yakni Pertama. ketiga.undangan Pemilu Kada. KPU Kabupaten/ Kota dan jajarannya yang tidak/kurang kooperatif kepada Pengawas Pemilu. pengawas pemilu menjalin komunikasi intensif dengan media massa untuk melakukan kegiatan. Peraturan KPU hanya mengatakan DPT tersebut dapat digunakan.a. Melakukan kesepakatan (Mou) dengan Korp Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) terkait ketaatan terhadap terhadap larangan keterlibatan pejabat dan PNS dalam kampanye d. Melakukan koordinasi dengan dinas pendidikan dan depag terkait larangan penggunaan sarana pendidikan dan rumah ibadah untuk kampanye c. baik antara Undang-Undang dengan Undang-Undang. pertama. Kecenderungan umum sikap KPU. adanya pengaturan yang tidak sinkron diantara regulasi yang ada sehingga menimbulkan ketidakpastian hukum. Mempublikasikan proses dan hasil pengawasan melalui media cetak/elekronik b. belum adanya aturan dan sanksi bagi tindakan penyalahgunaan jabatan dan penggunaan fasilitas negara yang dilakukan diluar tahapan kampanye sementara praktek penyalahgunaan jabatan dan penggunaan fasilitas negara terjadi pada semua tahapan pemilu kada kedua. sementara Peraturan KPU menyatakan bahwa DPS Pemilu Kada didapatkan dari data pemerintah. masih terdapat sejumlah kekosongan pengaturan dalam UU terhadap persoalan-persoalan yang jamak ditemui dalam pelaksanaan Pemilu Kada. intinya data pemerintah adalah data yang utama. Perbedaan yang sangat prinsipil dalam pengaturan tersebut jelas menyulitkan Panwaslu dalam mengidentifikasi pelanggaran dan bisa memicu polemik dan konflik diantara pihak-pihak yang berkepentingan. KPU Propinsi. HAMBATAN DALAM MELAKUKAN PENGAWASAN Hambatan yang dihadapi dalam pengawasan tahapan. contoh: UU 32 tahun 2004 yang mengatur bahwa Daftar Pemilih Sementara (DPS) Pemilu Kada bersumber dari Daftar Pemilih Tetap (DPT) pemilu yang terakhir (dalam hal ini umumnya dari DPT Pemilu Presiden). regulasi yang belum memadai. sebagai berikut . misalnya belum ada pengaturan yang tegas tentang boleh tidaknya penundaan Pemilu Kada karena alasan ketidaksiapan anggaran. Melakukan supervisi terhadap pengawasan yang dilakukan oleh panwascam dan PPL G. Mengintruksikan panwascam untuk melakukan pengawasan secara proaktif dalam tahapn pemuktahiran data pemilih c. maupun antara Peraturan Pemerintah dengan Peraturan KPU. Memperkuat kerja-kerja pengawasan dengan memlengkapi pengawasan dengan cheklist pengawasan untuk setia tahapan bagi panwascam dan PPL b. Memperkuat kerja pengawasan yang dilakukan oleh PPL dengan merekrut relawan mitra PPL untuk di TPS f. 1.

Panwaslu Kada Kab. Rokan Hilir. Aceh Tenggara. (Demak . Madina. Aceh Singkil. Sikap KPU ini menghambat upaya deteksi dini dan pencegahan pelanggaran yang banyak diinisiasi oleh Panwaslu Kada. KPU Kabupaten/Kota tidak transparan dalam menyampaikan informasi laporan dana kampanye pasangan calon. juga terdapat KPU Kabupaten Kota yang menolak/menghalangi kehadiran/keterlibatan Panwaslu Kada dalam proses verifikasi pasangan calon yang dilakukan oleh KPU. Maluku Utara. pencairan yang tidak tepat waktu dan jumlah anggaran yang terbatas. Halmahera Barat. Tidak maksimalnya pengawasan karena kurangnya dukungan operasional untuk menjalankan rencana pengawasan. (Nias Barat. Kota Batam. Aceh Jaya. Malinao. 1. PPK dan KPU Kabupaten/Kota tidak memberikan data/informasi kepada Pengawas Pemilu Kada Banggai. Kutai Barat. Kota Batam. akhirnya dapat menimbulkan krisis kepemimpinan. Kendala ini semakin dirasakan oleh Panwaslu Kada apabila secara bersamaan terdapat kendala ketidakpastian atau keterbatasan anggaran. Propinsi Banten) 7. Kota Sabang. (Tambrauw. Tebo. Nunukan. Ketidaksiapan Anggaran. MBD. Kuansing. Nias Selatan. Balikpapan. Rencana Pengawasan yang telah disusun secara baik oleh Panwaslu Kada atau rencana investigasi lapangan terkait suatu kasus seringkali terpaksa harus dibatalkan atau dibatasi 8 . kendala ini menjadi persoalan yang sangat umum dan menonjol dalam Pemilu Kada yakni ketidakpastian anggaran. b) dapat memicu gugatan hasil pemilu ke MK. Kota Balikpapan. Maluku Barat Daya). Aceh Tengah. Kutai Barat. misalnya KPU yang tetap meloloskan pasangan calon yang oleh Panwaslu Kada telah direkomendasikan bahwa bermasalah dalam pemenuhan syarat sebagai pasangan calon. Morotai. Banyuwangi) 3. Malinau. Tebo. Sidoarjo. Tebo. Aceh Singkil. Tidak terbuka dalam melaksanakan beberapa tahapan yakni tertutup dalam pengambilan keputusan terkait tahapan yang semestinya dihadiri oleh Pengawas dan menghalangi atau menolak kehadiran/keterlibatan Pengawas dalam pelaksanaan tahapan tersebut. Aceh Besar. Sulawesi Tengah. PPS. Kota Batam. Bangka Belitung. KPU Kabupaten/Kota menolak permohonan Pengawas Pemilu Kada terkait Berkas Pencalonan Bupati dan Wakil Bupati. Bungo. Wakatobi) 4. Aceh jaya. KPU Kabupaten/Kota mempersulit Data Berkas Pencalonan. Sangihe. Setidaknya ada 3 (tiga ) faktor penyebab sikap KPU tersebut yakni 1) masih minimnya pemahaman tentang azas transparansi penyelenggara pemilu. Kendala yang sangat dirasakan oleh Panwaslu Kada yang berada didaerah-daerah yang sulit dijangkau baik karena luasnya maupun karena berada daerah-daerah kepulauan atau pegunungan yang sulit ditempuh dengan transportasi darat. Sragen. Rokan Hilir. Kota Sorong . Poso. Rokan Hilir. Banjarnegara. Madina. keterlambatan pembentukan panwascam dan PPL yang berarti menghambat pengawasan maksimal di kecamatan dan desa padahal peran PPL dan Panwascam sangat penting untuk pengawasan tahapan awal yakni pemutakhiran dan penetapan data pemilih. 2) karena arogansi KPU yang merasa lebih superior dari pengawas. Rembang. a).Rokan Hulu.(Banggai Kepulauan. Rokan Hulu) 2. Sungai Penuh. Pelalawan. KPU Kabupaten/Kota tidak terbuka terkait dengan nama dan lokasi pencetakan surat suara. dan daerah lain. Kota Batam. Pelalawan. MBD. Keluhan semacam ini banyak disampaikan oleh Panwaslu Kada yang berada di Propinsi Papua. Kuansing. Kota Ambon) 6. Daerah yang mengalami keterbatasan anggaran diantaranya Sulawesi Barat. Maluku. Rokan Hulu. Cianjur. keterlambatan persetujuan anggaran. Tanbrauw. Nduga. juga tidak melakukan perbaikan DPS saat Panwaslu Kada sudah menyampaikan rekomendasi dan data-data untuk perbaikan DPT. c) Proses pemilu yang tidak transparan dapat menimbulkan ketidakpercayaan rakyat terhadap legitimasi pemimpin yang dihasilkan. dan 3) karena kepentingan untuk menutupi kesalahan atau pelanggaran dalam pelaksanaan tahapan Pemilu Kada. Aceh Timur. Kaur. KPU Kabupaten/Kota tidak memberikan berkas dokumen pasangan calon -cenderung tidak terbuka dan pasif-. (Banjarnegara. 4. Banjarnegara. dapat menimbulkan sikap apatis dan ketidakpercayaan rakyat terhadap proses demokrasi melalui pemilu. contohnya : PPK dan KPU Kabupaten/Kota melakukan pleno rekapitulasi DPT secara diam-diam dan tertutup tanpa kehadiran Pengawas Pemilu dan perwakilan pasangan calon sebagaimana diatur dalam Peraturan KPU. Majene Banyak dampak yang dirasakan oleh Panwaslu Kada terkait problem anggaran tersebut diantaranya. Aceh Tenggara. Nias Barat. Ketiga: kurang/tidak memberi respon positif terhadap surat peringatan dan rekomendasi yang disampaikan Panwaslu Kada terkait kekurangan atau kesalahanyang dilakukan oleh KPU dan jajarannya. KPU Kabupaten/Kota terlambat memberikan dokumen pasangan calon. Nias Barat. misalnya di b). Maybrat. Malinau. Daerah yang mengalami keterlambatan anggaran diantaranya Sulawesi Barat. Jambi. 3. Aceh Tengah) Kedua. Tasikmalaya. Pacitan. (Tasikmalaya. MBD. Aceh Timur. KPPS. Rokan Barat. Kota Sabang. Kab. d) lebih serius lagi.Kuansing. Sarolangun. Tindakan KPU ini dapat menimbulkan serangkaian masalah yang bisa menimbulkan implikasi serius sbb :a) dapat memicu konflik kekerasan. Kondisi geografis yang luas dan sulit dijangkau. Kota Ambon) 5. Malang.

Aceh Tenggara. Morotai) b. Banjarnegara. Petugas KPPS mengarahkan pemilih yang cacat untuk memilih pasangan calon tertentu. Kota Batam. Banjarnegara. Aceh Tenggara. Maluku Barat Daya. Muaro Jambi. Rokan Hilir. Peraturan ini membuat Panwaslu Propinsi atau Panwaslu Kabupaten/Kota harus memilih apakah PPL dibentuk pada 2 (dua) bulan awal tahapan Pemilu atau 2 (dua) bulan pada akhir tahapan Pemilu. aspek substansi dan prosedur teknis yang diawasi maupun luasnya geografis pengawasan dan jumlah daerah/area (Kecamatan/Desa/TPS) yang harus diawasi. Nias Barat. Sarolangun. Aceh Tenggara. Rokan Hulu. Maybrat. Pacitan. Keterbatasan waktu untuk melakukan validasi data (Sungai Penuh. Mesuji. Mandailing Natal. Rohul. Sangihe. Aceh Singkil. Kutai Barat. Pengawas pemilu tidak diperkenankan oleh KPU Kabupaten/kota untuk melakukan verifikasi data (Lamongan) 9 . (Banggai. Aceh Jaya. Sungai Penuh. Rokan Hilir) d. Muaro Jambi. Jaringan komunikasi dan transportasi kurang memadai sehingga pengawasan tidak optimal (Nias Utara. Kurangnya pemahaman PPK. Keterbatasan jumlah anggota Pengawas Pemilu pada semua tingkatan Tak dapat dipungkiri bahwa jumlah anggota pengawas pemilu ditiap tingkatan dirasakan belum memadai apabila dibandingkan dengan luasnya cakupan pengawasan. Kuansing. Muaro Jambi. Aceh Besar. Keterlambatan realisasi anggaran. Pacitan. Tanbrauw. Nunukan. Sarolangun. Nias Barat. Nias Barat. Pelalawan. Kota Ambon. KPU Kabupaten/Kota tidak transparan dalam mengumumkan hasil verifikasi (Pelalawan. Kondisi ini tentunya sangat mempengaruhi kualitas proses dan hasil pengawasan. dan tim kampanye kurang fokus mengawal/mengawasi proses pemutakhiran data pemilih DPT. Malinau. pasangan calon. Kunantan Singingi. Kaur. Aceh Timur. Pengawas Pemilu Lapangan (PPL) belum terbentuk saat pemutakhiran data sudah berlangsung. Aceh Timur. Sumenep. Barito Selatan. Rokan Hilir. (Bangka Belitung. Batang. Masyarakat tidak melapor/kurang peduli dengan dirinya terdaftar atau tidak terdaftar dalam daftar pemilih di DPS dan DPT. Pacitan. Sangihe. Tebo. Aceh Tenggara) c. Kota Ambon. Sarolanggun. (Sangihe) i. Kota Sabang. PPS dan PPD mengenai tugasnya masing-masing. Aceh Tengah) e. Kaur. Peraturan Menteri Dalam Negeri No 57 Tahun 2009 mengatur bahwa anggaran untuk PPL hanya selama 2 (dua) bulan. Kuansing. Lamongan. Sarolangun) d. Lamongan. Maybrat. (Malinau. Rokan Hilir. Maluku Barat Daya. Maluku Barat Daya) j. Sungai Penuh. Rokan Hulu. baik dari segi banyaknya prosedur. Malinau. h. Pacitan. Aceh Tengah) b. Kunansing. Pacitan. Aceh Besar. Tambrauw. 5. (Banggai. Pelalawan. Aceh Singkil. Muaro Jambi. Rokan Hulu. Nias Utara. Rokan Hilir. pada saat DPT ditetapkan barulah mereka mulai menyampaikian koreksi (Majene) e. diantaranya sebagai berikut : 1. Muaro Jambi. Aceh Tengah. Kaur. Madina) g. Aceh Singkil. Malinau. Aceh jaya. Aceh Tengah. Rohul. Aceh Singkil. Rekayasa dukungan terhadap calon perseorangan (Nias Utara. Nias Barat. Sungai Penuh. Muaro Jambi. padahal UU Nomor 22 tahun 2007 tentang Penyelenggara Pemilu mengatur tugas dan kewenangan PPL mulai dari tahapan awal yakni mengawasi pemutakhiran data pemilih hingga tahapan pemungutan dan penghitungan suara yang setidaknya dibutuhkan masa kerja PPL selama 6 (enam) sampai 8 (delapan) bulan. Kota Batam. Rokan Hulu. Morotai ) f. Sorolangun. Kota Sabang. Pelalawan. Kota Sabang. Kuantan Singingi. Gorontalo. PPS tidak mengumumkan daftar pemilih sementara di tempat2 yang strategis (Nias Utara. karena Permendagri 57 mengatur bahwa masa kerja PPL hanya 2 (dua) bulan (Nias Utara. Hambatan/Kendala Internal a. Tebo. Pelalawan. Aceh Timur. Aceh Tenggara) c. Nias Utara. Sumenep. Partai politik. Kota Sorong . Nunukan. Musi Banyuasin. KPPS. Kuantan Singingi) 2. Sorolangun. Tambrauw. Kutai Barat. Keterbatasan jumlah PPL (Nias Utara.frekwensinya karena tidak tersedianya cukup anggaran untuk membiayai perjalanan menggunakan pesawat atau speedboat. Sungai Penuh. Barito Selatan. Aceh Besar. Batang) Dampak Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 57 tahun 2009 tentang Perubahan atas Pengelolaan Belanja Pemilukada menyebabkan keterlambatan pembentukan Pengawas Pemilu Lapangan (PPL) dan masa kerja PPL yang sangat singkat. Selain hambatan-hambatan tersebut diatas. Mandailing Natal. Aceh Jaya. Rokan Hulu Banggai Kepulauan. Keterbatasan Anggaran. Aceh jaya. Pelalawan. PPS. terdapat sejumlah catatan terkait kendala yang dialami oleh Panwas. Tambrauw. (Kutai Barat. Kuantan Singingi. Nunukan. Pemutakhiran d (Aceh Besar. Morotai) 6. Hambatan/Kendala Eksternal a. Aceh Timur. Kota Sabang. PPK dan KPU Kabupaten/Kota tidak memberikan data/informasi kepada Pengawas Pemilu Kada.

(Musi Banyuasin) k. Kotak suara yang bergerak dari daerah terpencil dan daerah konflik sampai dengan terlambat. KPU tidak mengindahkan rekomendasi panwas terkait pasangan calon perseorangan yang tidak memenuhi syarat tapi diloloskan oleh KPU( Morotai) n. Melakukan pengawasan langsung ke lokasi kampanye. Mengirim Surat /Koordinasi dengan KPU Kabupaten/Kota (Nias Utara. Intruksi kepada PPL untuk mendapatkan salinan form C1 yang asli pada hari H (Barito Selatan. TPS yang berada di daerah konflik dan daerah perbatasan. Kota Sabang. Aceh Tenggara. Cianjur)) v. Rokan Hulu) m. tokoh agama.k. Kota Balikpapan. Sangihe. Kota Sabang. Batang. Kutai Barat) g. Aceh Tengah) v. Merekomendasikan pelanggaran adminstrasi dan kode etik untuk KPU Kabupaten/Kota yang meloloskan pasangan calon perseorangan yang tidak memenuhi syarat (Morotai) s. (Banggai) n. Muaro Jambi. (Barito Selatan) i. Aceh Tengah. Nduga) b. Sarolangun. Membuat cheklist pengawasan tahapan pencalonan (Banjarnegara) l. Banyuwangi. (Kota Balikpapan) u. Petugas KPPS kesulitan menentukan suara sah/tidak sah. Memberikan bimbingan tekhnis kepada Pengawas Pemilu Kecamatan terkait daftar pemilih. Surat suara sudah dicoblos sebelum tiba di TPS (Tambrauw. Melakukan MOU kesepahaman Pemilu Damai. Tambrauw. Melakukan verifikasi dan klarifikasi keabsahan ijasah langsung ke sekolah pasangan calon yang bersangkutan (Nias Utara. Maluku Barat Daya. Aceh Tenggara. Netralitas Penyelenggara. Memberikan himbauan kepada masyarakat untuk taat aturan dan membantu mengawasi proses tahapan Pemilu Kada (Nias Utara. Aceh Timur. diantaranya sebagai berikut : a. Rekruitmen Relawan (Sulawesi Tengah. Data pengawasan berupa salinan form C1 yang dipegang oleh panwas dipandang tidak dapat menjadi bukti yang sah dalam mengoreksi rekapitulasi pada jenjang selanjutnya (Malang ) w. Pelalawan. Perbedaan pemahaman antara Panwaslu dengan KPU Kabupaten/Kota terkait pengertian kampanye yang bersifat akumulatif (Demak) o. Pelalawan. Maybrat. Pelalawan. Melakukan cross chek data pemilih ke Dinas Catatan Sipil. LANGKAH DALAM MENGANTISIPASI HAMBATAN Terdapat sejumlah upaya yang dilakukan oleh Panwaslu Kada dalam mengantisipasi dan mengatasi hambatan dalam pengawasan. Melakukan verifikasi secara swadaya (Tebo) j. (Banggai. Demak. (Aceh Besar. Muaro Jambi. MBD. Rokan Hilir. Sumenep. Rokan Hulu. Melakukan pengawasan langsung ke lokasi pemungutan suara. Koordinasi tertulis dengan KPU Kabupaten/Kota tentang pemilih ganda pada 4 Distrik dan 1 kelurahan tidak dapat dibuka soft copynya (KotaJayapura) e. Membagi tugas di tingkat internal Pengawas Pemilu Kada. Aceh Tenggara) h. Rokan Hilir. Melakukan kerjasama dengan berbagai stakeholder diantaranya adalah Orari. Kinerja KPPS kurang maksimal. Morotai. Pacitan. Kota Batam) r. Gunung Sitoli) r. Sungai Penuh. Aceh Timur. KPU Kabupaten/Kota tidak transparan dalam menyampaikan informasi terkait laporan dana kampanye pasangan calon (Semua Daerah) p. Aceh jaya. Gunung Sitoli. Gunung Sitoli) p. Keterbatasan akses informasi terutama di daerah terpencil. Sungai Penuh. Kuantan Singingi. Lamongan. Aceh Timur. Melakukan sosialisasi daftar pemilih dengan para stakeholder’s (tokoh masyarakat. Kuantan Singingi. (Rokan Hulu) t. Rokan Hilir. JPPR untuk melakukan pengawasan (Malang ) q. Aceh Timur. Aceh Tenggara) f. Natuna. Melakukan kroscek ke Kementrian Hukum dan HAM untuk mendapatkan informasi kepengurusan partai politik yang sah. KPU Kabupaten/Kota cenderung tidak terbuka tentang nama pemenang tender dan lokasi percetakan (Banjarnegara. Koordinasi dengan pihak kepolisian jika ada tindakan yang mengandung unsur kekerasan dan ancaman. Muaro Jambi. Aceh jaya. Lamongan. Aceh Besar. Aceh Tengah) o. Pengawas Pemilu dilibatkan verifikasi data secara formal tetapi tidak diberikan salinan dokumen (Maluku Barat Daya) l. Sumenep. Meminta bantuan tenaga profesional untuk mengecek DPS (Bungo. Sarolangun. Aceh Singkil. (Aceh Jaya. Mesuji) c. Aceh Singkil. (Aceh Besar. Banjarnegara) 10 . Aceh Tengah. Pacitan. Kutai Barat) t. Maluku Barat Daya . Lamongan. (Musi Banyuasin. Kota Sabang. Aceh jaya. Banjarnegara) H. (Aceh Besar. sumenep. Sangihe. Aceh Singkil. Sungai Penuh. Nias Barat. Aceh Singkil. Kuantan Singingi. (Aceh Besar. Aceh Besar. Aceh Tenggara. Sarolangun. Pacitan. Kota Sabang. Menggalang dukungan dari elemen-elemen yang strategis komunikasi intensif dengan stakeholders pemilu (Nias Utara. Nduga) q. Form tentang persyaratan pasangan calon yang menimbulkan multitafsir (terkait dua periode masa jabatan Bupati (Tuban) m. Maybrat) u. (Rokan Hulu. Barito Selatan. Banjarnegara. kepala desa dan pers). Surolangun) d. (Kab. (Rokan Hulu) s.

sumenep. Kuansing. Banjarnegara) g. Mencari informasi dari sumber lain diluar untuk melakukan pengecekan langsung terhadap jenis dan jumlah perlengkapan yang digunakan. Lamongan. KPU Prov/Kab/Kota memberikan akses data untuk sama-sama mengantisipasi kemungkinan terjadi dugaan pelanggaran terkait laporan dana kampanye (Sungai Penuh) 11 . pemilih di bawah umur. sumenep. Hasil pengawasan terhadap proses dan berkas bakal pasangan calon dapat terdokumentasi dengan baik (Rokan Hulu) b. Tahapan Kampanye a. Mendatangi kantor KPU Kabupaten/Kota untuk mendapatkan langsung dokumen persyaratan pasangan calon. Kota Surabaya. Menemukan dan menindaklanjuti bukti pemalsuan tanda tangan pendukung calon perseorangan (Malang . (Prov. Sungai Penuh. (Kota Jayapura) I. Banjarnegara) 2. Pacitan. Kota Balikpapan) g. Barito Selatan. Muaro Jambi. KPU Prov/Kab/Kota memberikan kemudahan akses data bagi pengawas pemilu kada (Sulteng. Dapat mencegah tingginya angka dugaan pelanggaran dalam tahapan Kampanye (Rokan Hilir. Kota Ambon. (Kota Batam) h. (Musi Banyuasin) d. d. pemilih yang meninggal yang masih terdaftar dalam data pemilih (Nias Utara. Muaro Jambi. Gorontalo) f. Panwas merekomendasikan penundaan penetapan DPT oleh KPU Kab/kota (Rokan Hilir) f. Kuansing. Barito Selatan. Sarolangun. Kota Balikpapan. Pengawas pemilu kada mendapatkan salinan dokumen persyaratan pasangan calon (Tebo. Pemilih ganda yang terdaftar dalam DPT dicoret oleh KPU Kab/Kota atas rekomendasi Pengawas pemilu kada (Sungai Penuh. Pacitan. Pelalawan. Gunung Sitoli) e. diantaranya : a. Banjarnegara. Sulteng. (Barito Selatan) e. KPU Kab/Kota menindaklanjuti rekomendasi Pengawas pemilu kada terkait keabsahan berkas persyaratan bakal pasangan calon f. Rokan Hilir. Sangihe. Muaro Jambi. Bontang. Kuansing. Nias Utara. Menjemput langsung data daftar pemilih ke KPU Kabupaten/Kota. Sarolangun. Rokan Hilir. MBD. (Barito Selatan. Sangihe. Pelalawan. Lamongan. Panwas menemukan pemilih eksodus dari daerah perbatasan (Muaro jambi) d. Tasikmalaya) i. Pengawas pemilu kada menindaklanjuti temuan adanya pemilih ganda.(Batang. Menemukan salinan asli ijasah bakal pasangan calon sebagai salah satu persyaratan dalam pencalonan kepala daerah dan wakil kepala daerah (Gunung Sitoli) e. Tebo) b. Mengintruksikan kepada PPL untuk mendapatkan salinan formulir C1 pada hari pemungutan dan penghitungan suara (asli). Sungai Penuh. pemilih tanpa NIK. (Nias Utara. Gunung Sitoli) b. diantaranya sebagai berikut : 1. Mendatangi langsung kantor KPU Kabupaten/Kota untuk mendapatkan data daftar pemilih. DPT tidak menjadi materi gugatan dalam sengketa perselisihan hasil pemilu di MK (Nias Utara) 1. Sangihe. CAPAIAN DALAM PENGAWASAN Terdapat sejumlah capaian dalam pengawasan dan pencegahan pelanggaran. Mengumpulkan salinan form C1 dari tiap TPS. Sarolangun) c. Rokan Hulu) c. Mengirim surat ke KPU Provinsi atau Kabupaten/Kota untuk meminta data. Menghadiri dan mengawasi proses pendaftaran bakal pasangan calon. Demak. Tahapan Pencalonan a. sumenep. Sungai Penuh. MBD. MBD. Sarolangun) b. Data yang dimiliki Panwaslu menjadi sumber informasi bagi Pengadilan Negeri dalam mengecek kebenaran bukti kasus (Sungai Penuh). Pelalawan. Panwas menolak menandatangani penetapan DPT mulai dari kabupaten sampai PPL karena masih terdapat data pemilih yang belum akurat serta meminta KPU dan jajarannya untuk melakukan perbaikan data (Pacitan) c. Balikpapan. Tahapan Pemutakhiran Dan Penetapan Daftar Pemilih a. Tim Kampanye mentaati aturan terkait tidak melakukan pemasangan atribut kampanye sebelum tahapan kampanye (Barito Selatan.Adapun langkah-langkah yang dilakukan oleh Panwaslu Kada dalam mengatasi hambatan akses data dari KPU. Tidak ada keberatan masyarakat dan bakal pasangan calon terkait keterpenuhan persyaratan pencalonan (Sulteng) h. Musi Banyuasin) Malang. Nduga. Rokan Hilir.

maka perlu penambahan masa kampanye dengan ketentuan sebagai berikut. Madina. Dapat meminimalisir terjadinya pelanggaran dalam tahapan pemungutan dan penghitungan suara (MBD. hal ini dimaksudkan untuk memberi kepastian tentang masa kampanye dan menghindari munculnya wilayah abu-abu (grey area ) setelah penetapan pasangan calon hingga masuk masa kampanye. Bungo. Muaro Jambi. tidak lagi hanya diatur dalam Peraturan KPU agar lebih mengikat bagi PPS untuk menjalankannya. juga revisi terkait kelembagaan pengawas pemilu. 1) Masa kampanye ditetapkan selama 3 (tiga) bulan untuk semua bentuk kampanye 2) Kampanye dalam bentuk rapat umum dilakukan selama 14 (empat belas) hari yakni. atas pelanggaran yang terjadi di beberapa TPS (Nduga) 4. Pelalawan. b. Tebo ) c.KPU dan Berita Acara Rekapitulasi hasil perolehan suara (Malang ) b. Rekomendasi Perbaikan Peraturan Perundang-undangan Dalam rangka peningkatan kualitas pemilu kedepan. Banjarnegara. Kuansing. Nias Barat. 2) Kewajiban pembentukan PPDP harus diatur dalam Undang-undang. . Membuat Rekomendasi Pemilu Kada Ulang. Untuk memberikan kesempatan yang lebih optimal kepada pasangan calon dalam melakukan sosialisai tentang diri. Rekomendasi Panwaslu kada untuk Pemungutan Suara Ulang di TPS ditindaklanjuti dan dipatuhi oleh PPS dan KPPS (Tebo) f. Dapat merekomendasikan penghitungan ulang untuk surat suara yg coblos tembus (Lamongan . Pelalawan ) e. Peranan PPDP sangat strategis karena merupakan ujung tombak KPU ditingkat Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) yang membantu PPS melakukan pemutahiran data pemilih. Panwaslu kada dapat menjadi motor penggerak terhadap pencegahan potensi dugaan pelanggaran (Sungai Penuh.KPU dalam pemungutan dan penghitungan suara (Natuna) h. Rohil. tidak adanya perbedaan yang signifikan terhadap hasil pemungutan suara (Nias Utara) b. Tidak terjadi permasalahan yang signifikan dalam proses rekapitulasi (Sulteng ) J. Pengawas pemilu mendapatkan salinan C-1 KWK. Tidak terjadi pelanggaran massif terkait grey area setelah pasangan calon hingga dimulainya masa kampanye (Sulteng) e. karena itu pembentukan PPDP harus dipastikan. Sungai Penuh. Pergerakan dan Rekapitulasi Hasil Perolehan Suara a. Penambahan waktu kampanye juga dimaksudkan agar memberi waktu yang cukup bagi KPU untuk melakukan pengadaan dan distribusi perlengkapan pemungutan dan penghitungan suara. REKOMENDASI 1. Pacitan. Panwaslu kada memiliki dokumen berupa salinan C1 KWK. sehingga pengadaan logistik dapat sinkron dengan jadwal kampanye serta jadwal pemungutan dan penghitungan suara 12 c. 4) Perlu pengaturan yang seragam melalui undang-undang tentang sumber data pemilih. Sangihe) 3. Merekomendasikan kepada KPU Kab/Kota terkait penghentian kampaye diluar jadwal (Barito Selatan. Pemungutan dan penghitungan suara dapat berjalan lancar (Sulteng ) g. visi misi dan programnya. ) d. Gunungsitoli. 3) Keterlibatan Ketua RT/RW dalam proses pemuktahiran data pemilih harus diatur secara tegas dalam Undang-undang dan Peraturan KPU mengingat RT/RW merupakan pihak yang lebih mengetahui persis keberadaan dan pergerakan penduduk dilingkungannya. diantaranya meliputi revisi aturan terkait perbaikan prosedur pelaksanaan tahapan dikaitkan dengan kepentingan untuk memaksimalkan pengawasan dan meminimalisir terjadinya pelanggaran. maka sudah menjadi kebutuhan yang sangat mendesak untuk melakukan revisi sejumlah peraturan perundang-undangan pemilu. Nias Utara. Untuk mengoptimalkan pemutakhiran data pemilih sehingga mendapatkan daftar pemilih yang akurat. Sungai Penuh. Dari data yang diperoleh panwas.Terjalin kerjasama dengan tim kampanye dalam mencegah pelanggaran (Lamongan. Kuantan Singingi) d. diantaranya sebagai berikut : a. 2 (dua) minggu terakhir dari 3 (tiga) bulan masa kampanye tersebut 3) Kampanye dimulai 1 (satu) hari setelah pasangan calon ditetapkan dan berakhir 1 (satu) hari sebelum pemungutan suara. Tahapan Pemungutan dan penghitungan suara a. perlu pengaturan tentang : 1) Pembentukan Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) oleh Panitia Pemungutan Suara (PPS) dalam Pemilu Kada harus bersifat wajib.

penerimaan dan penggunaan dana yang dilakukan pada semua tahapan pemilu seharusnya dilaporkan dan dipertanggungjawabkan secara transparan oleh semua pasangan calon. harus ada ketentuan : 1) KPU wajib menyerahkan kepada Panwaslu. data yang menjadi obyek pengawasan pada tiap tahapan. maka perlu pengaturan tentang. g. perlu pengaturan dalam Undang-undang tentang. Untuk meminimalisir terjadinya pelanggaran penyalahgunaan jabatan dan penggunaan fasilitas pemerintah dan untuk menciptakan fair competition bagi semua pasangan calon. 3) Perlu pengaturann agar KAP berkewajiban menyampaikan salinan hasil audit dana kampanye kapada Panwas bukan hanya kepada KPU. tidak lagi hanya berlaku untuk tahapan kampanye karena faktanya penggunaan fasilitas pemerintah dan penyalahgunaan jabatan dapat terjadi pada pada semua tahapan. Definisi politik uang harus diperluas yakni mencakup pada semua aktifitas berbentuk transaksi keuangan sebagai imbalan kepada penyelenggara. 1) Sanksi tegas berupa pembatalan sebagai pasangan calon atau pasangan calon terpilih apabila pasangan calon tersebut tidak menyerahkan laporan dana kampanye sesuai batas waktu. hendaknya merujuk kepada Undang-undang Keterbukaan informasi publik dengan mencantumkan dalam peraturannya tentang kewajiban KPU dan jajarannya untuk menyerahkan data yang menjadi objek pengawasan setiap tahapan kepada Panwaslu sesuai tingkatan. 2) Gubernur dan Wakil Gubernur. diperlukan aturan yang berlaku khusus untuk pemilu bahwa seluruh hasil pemeriksaan kesehatan bakal calon tidak lagi bersifat rahasia. Untuk memperkuat pengawasan terhadap pelanggaran dalam politik uang maka pengaturan dalam undang-undang hendaknya. e. Ketentuan yang selama ini hanya mengatur terbatas pada dana kampanye seharusnya diperluas menjadi pengaturan dana pemilu karena kebutuhan dana untuk memenangkan Pemilukada tidak hanya dibutuhkan pada tahapan kampanye tetapi pada semua tahapan. harus mengundurkan diri dari jabatannya. i. Untuk mengoptimalkan proses audit dana kampanye pasangan calon. f. tidak lagi sebatas menjalani cuti pada masa kampanye sebagaimana yang berlaku saat ini. d. k. salinan rekening khusus dana kampanye dan laporan dana kampanye kepada Panwaslu pada saat pasangan calon menyerahkan dokumen tersebut kepada KPU. 3) Anggota DPR dan DPRD juga harus mengundurkan diri dari jabatan apabila mencalonkan diri dalam Pemilu Kada. Bupati dan Wakil Bupati yang akan mencalonkan diri kembali dalam Pemilu Kada. Untuk lebih meningkatkan kepatuhan pasangan calon dan tim kampanye terhadap ketentuan pelaporan dana kampanye. Paslon lalu melapor ke Panwaslu tapi Panwaslu sulit mengakses data hasil pemeriksaan dokter tersebut tersebut karena adanya kode etik kedokteran yang harus menjaga kerahasiaan data pemeriksaan. Karena itu. Untuk menciptakan transparansi dan kepastian proses serta kepastian hasil terkait syarat keseharan pasangan calon. Hal ini penting diatur untuk mengantisipasi masalah dalam dalam pencalonan adalah adanya bakal pasangan calon (paslon) yang mempertanyakan obyektifitas tim dokter yang ditunjuk oleh KPU setempat saat mereka tidak diloloskan KPU sebagai pasangan calon karena dinilai tidak penuhi syarat kesehatan. perlu pengaturan tegas tentang : 1) Larangan dan sanksi pidana terhadap pelanggaran tersebut harus berlaku untuk semua tahapan pemilu. harus bisa diakses oleh Panwas dan pihak terkait. Mereka curiga ada intervensi kelompok kepentingan ke tim dokter tersebut sehingga mempengaruhi hasil pemeriksaan. 1) Perlu memperjelas definisi Politik Uang untuk membedakannya dengan ongkos politik 2) Definisi politik uang tidak hanya dibatasi pada tindakan menjanjikan atau memberikan uang atau materi lainnya agar memilih atau tidak memilih pasangan calon tertentu sebagaiman diatur dalam UU 32 tahun 2004. h. Untuk memaksimalkan pengawasan dan penanganan pelanggaran pada tahapan kampanye maka perlu dihapus ketentuan yang mengharuskan terpenuhinya sifat kumulatif pada unsurunsur kampanye sebagai pedoman identifikasi pelanggaran kampanye. Untuk mendorong pengawasan yang optimal tanpa hambatan tertutupnya akses data dari KPU dan jajarannya. 2) Pasangan calon perlu memberikan tembusan. maka dalam Undang-undang untuk semua jenis pemilu. 1) Kewenangan kantor akuntan publik dalam mengaudit dana kampanye perlu diatur lebih jelas dalam undang-undang bukan hanya dalan peraturan KPU 2) Kewenangan KAP dalam audit dana kampanye diharapkan sampai pada tahap memberikan opini bukan hanya menyampaikan temuan sperti selam ini. Pemilu urusan publik. 3) Perlu penegasan tentang sanksi pidana bagi KPPS yang tidak memberikan Form C-1 kepada Pengawas Pemilu Lapangan (PPL) j. maka KPU dalam menyusun peraturan.c. Untuk mendorong kepatuhan jajaran KPU dalam memberikan akses data kepada Panwaslu. bukan urusan privat karena menyangkut proses siapa yang 13 . pejabat yang berwenang untuk melakukan tindakan atau aktifitas yang menguntungkan atau merugikan pasangan calon tertentu dengan cara-cara yang tidak sesuai dengan aturan. 2) KPU yang tidak menyerahkan data kepada Panwaslu akan dikenakan sanksi pidana.

seluruh hasil pemeriksaan kesehatan bakal calon tidak lagi bersifat rahasia. perlu penekanan lebih dalam materi tentang proses dan mekanisme pelaksanaan pada setiap tahapan pemilu sebelum masuk pada pemetaan titik rawan pelanggaran dan fokus pengawasan. dll) 2) memperjuangkan perlindungan asuransi untuk Panwaslu. Bawaslu harus selalu mengembangkan format supervisi dan inspektorasi pengawasan hingga menemukan format yang ideal. Perlu Revisi Peraturan Menteri Dalam Negeri No 57 Tahun 2009 tentang Perubahan atas Pengelolaan Belanja Pemilukada yang semula mengatur masa kerja PPL hanya selam 2 (dua) bulan. metode dan teknik penyajiannya serta perlu penambahan alokasi waktu. 2) Kualitas Bimbingan Teknis (Bimtek) harus ditingkatkan. f. e. d. 3) Dalam Bimtek. harus bisa diakses oleh Panwas dan pihak terkait. 3) memaksimalkan koordinasi dengan pihak terkait guna perlindungan hukum dan keamanan bagi Panwaslu dalam pelaksanaan tugasnya. audio visual. n. Juga harus ada pengawas untuk setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS) m. dari sisi materi. 2.akan memimpin daerah untuk 5 tahun kedepan. Panwaslu harus terbentuk sebelum tahapan pemilu dimulai. dirubah menjadi sejak tahapan Pemilukada dimulai hingga rekapitulasi hasil penghitungan suara di KPU Kabupaten/Kota. l. Penambahan jumlah personil pengawas di tiap tingkatan dengan mempertimbangkan banyaknya jumlah kabupaten (bagi panwaslu propinsi) dan jumlah kecamatan (bagi panwaslu kabupaten/kota) di wilayah pengawasannya. Anggaran pengawasan untuk semua jenis pemilu sebaiknya dialokasikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) agar tidak terjadi politisasi anggaran oleh kelompok kepentingan di daerah. Bawaslu sesegera mungkin menerapkan dan mengembangakan sistem pelaporan elektronik (e-reporting) untuk menciptakan efektifitas dan efesiensi dalam melakukan konsolidasi data dan informasi dari dan kepada Panwaslu Kada. Untuk mengoptimalkan peningkatan kapasitas dan pembinaan kepada Pengawas di semua tingkatan : 1) Harus ada Buku Pedoman Pengawasan yang terpisah untuk setiap tingkatan pengawas. Bawaslu sangat perlu untuk : 1) memperjuangkan anggaran untuk fasilitas yang memadai guna menunjang kegiatan pengawasan (kamera. Rekomendasi Internal Pengawas a. * 14 . Untuk mendukung kinerja Panwaslu di daerah. c. alat rekam. Bawaslu dan Panwaslu Kada harus lebih mengoptimalkan koordinasi dan kerjasama dengan komisi informasi di tingkat pusat dan daerah untuk mengatasi hambatan akses data dan informasi oleh KPU. b. Hal ini dimaksudkan agar rentang kendali yang cukup jauh dari Bawaslu langsung ke Panwaslu Kabupaten/Kota dalam pelaksanaan Pemilu Kada Bupati dan Walikota dapat diatasi dengan baik. Karena itu.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->