PRESS RELEASE DIVISI PENGAWASAN BAWASLU PADA PELAKSANAAN PENGAWASAN PEMILU KADA TAHUN 2011 Pada Tahun 2011

ini, Pemilu yang dilaksanakan di Indonesia adalah Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah (Pemilu Kada). Dalam kaitan pengawasan, tugas utama pengawasan berada pada tingkat Panwaslu Kada, namun demikian Bawaslu tetap memiliki tugas yang penting terutama dalam hal pelaksanaan fungsi supervisi, inspektorasi dan pembinaan.Tentunya untuk menjalankan tugas sebagaimana tersebut di atas, secara sistemik Bawaslu telah menjalankan kinerja untuk melaksanakan kewenangannya dalam mengawasi pelaksanaan Pemilu serta dalam hal melakukan supervisi, pembinaan, dan inspektorasi. Sebagai sebuah proses politik yang berlangsung di tingkat lokal atau daerah, Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah (Pemilu Kada) tentunya dalam pelaksanaan tidak dapat diseragamkan. Baik itu dalam ukuran waktu pelaksanaan maupun dinamika politik pada masing-masing Pemilu Kada. Keberagaman itu tentunya perlu disikapi dengan baik, sehingga proses pengawasan pada masing-masing Pemilu Kada dapat berjalan dengan optimal. Salah satu bentuk dari upaya penyikapan terhadap kondisi tersebut, pada pelaksanaan pengawasan Pemilu Kada Tahun 2011 ini, Bawaslu melakukan kategorisasi terhadap pentahapan Pemilu Kada. Hal ini dimaksudkan untuk menghindarkan kecenderungan pemahaman Pemilu Kada hanya berfokus pada Tahapan Pemungutan Suara. Padahal Pemilu Kada merupakan satu kesatuan tahapan yang diawali dari Pendaftaran Pemilih sampai dengan Pelantikan Pasangan Terpilih, dan seluruh tahapan tersebut wajib diawasi bukan hanya pada saat pemungutan suara saja. Berdasarkan data Akhir Masa Jabatan (AMJ) maka kategorisasi dilakukan sebagai berikut :

A. DAERAH YANG MENGADAKAN PEMILUKADA 1. Kategori Pertama Kategori pertama adalah daerah yang tahapan awal Pemilu Kada dilaksanakan di tahun 2010 dan tahapan pemungutan suara sampai dengan pelantikan dilaksanakan pada Tahun 2011 yakni sebanyak 42 daerah,. sebagai berikut:
No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. Daerah Kota Batam (Kepri) Kab. Tasikmalaya (Jabar) Kab. Grobogan (Jateng) Kab. Cianjur (Jabar) Kota Bontang (Kaltim) Kab. Karimun (Kepri) Provinsi Sulawesi Tengah Kab. Pelalawan (Riau) Kab. Nias Selatan (Sumut) Kab. Malinau (Kaltim) Kab. Tj. Jabung Timur (Jambi) Kab. Rokan Hulu (Riau) Kab. Kutai Barat (Kaltim) Kab. Demak (Jateng) Kab. Sragen (Jateng) Kab. Natuna (Kepri) Kab. Bolaang Mongondow (Sulut) Kab. Nias (Sumut) Kota Balikpapan (Kaltim) Kab. Nunukan (Kaltim) Kab. Kuantan Singingi (Riau) Kab. Rokan Hilir (Riau) No 23. 24. 25. 26. 27. 28. 29. 30. 31. 32. 33. 34. 35. 36. 37. 38. 39. 40. 41. 42. Daerah Kab. Banggai (Sulteng) Kab. Tebo (Jambi) Kab. Tapanuli Tengah (Sumut) Kab. Sambas (Kalbar) Kab. Tuban (Jatim) Kab. Bungo (Jambi) Kab. Siak (Riau) Kab. Barito Selatan (Kalteng) Kab. Majene (Sulbar) Kab. Pekalongan (Jateng) Kab. Wakatobi (Sultra) Kota Salatiga (Jateng) Kota Pekanbaru (Riau) Kab. Muaro Jambi (Jambi) Provinsi Papua Barat Kab. Sarolangun (Jambi) Kab. Lembata (NTT) Kota Ambon (Maluku) Kab. Kulon Progo (DIY) Kab. Banggai Kep. (Sulteng)

2.

Kategori Kedua Kategori kedua adalah daerah seluruh tahapan Pemilu Kada dilaksanakan pada tahun 2011. Daerah-daerah sebanyak 18 daerah, sebagai berikut :
No. 1. 2. Daerah Kab. Landak (Kalbar) Kab. Seram Bagian Barat (Maluku)

10. 11.

Kab. Mappi (Papua) Kota Yogyakarta (DIY)

0

7. Jayapura (Papua) Provinsi Banten Kab. Angka tersebut merupakan perincian dari 57 pasangan perseorangan dan 276 yang diusung oleh partai politik dan/atau gabungan partai politik. Kampar (Riau) Provinsi Sulawesi Barat 12. Kab. 28. Sorong (Papua Barat)) Kab. Riau Jawa Barat Jawa Tengah DI Yogyakarta Jawa Timur Banten Kalimantan Barat Jumlah Pasangan Calon 34 6 22 27 3 11 15 5 14 34 7 6 3 8 Pengusung Perseorangan 6 4 1 5 4 1 5 7 2 1 Partai 28 6 22 23 2 6 11 4 9 27 7 4 3 7 Jumlah Incumbent 5 1 7 7 3 1 2 2 5 2 1 1 1 Keterangan Belum ada data dari 2 daerah 1 . 18. 6. hasil agregat di nasional terdapat sejumlah 333 pasangan calon kepala daerah dan wakil kepala daerah. 2) Pasangan calon perseorangan yang didukung oleh sejumlah orang. Aceh Jaya (NAD) Kab. 13. Bekasi (Jabar) Kota Sorong (Papua Barat) Kab. sebagai berikut : No 1. laporan ini dapat menjadi informasi terhadap perkembangan kinerja kelembagaan Bawaslu beserta jajaran pengawas Pemilu dalam pelaksanaan pengawasan Pemilu Kada Tahun 2010. 16. Daerah Kab. B. Kategori Ketiga Kategori ketiga adalah daerah yang tahapan awal Pemilu Kada dilaksanakan di tahun 2011 dan tahapan pemungutan suara sampai dengan pelantikan dilaksanakan pada Tahun 2012 sebanyak 32 daerah. 12. Buton (Sultra) Kab. Kep. 9. Pati (Jateng) Kab. Banjarnegara (Jateng) Kab. Berikut rekapitulasi data pencalonan dari seluruh provinsi di Indonesia. Musi Banyuasin (Sumsel) Kab. Aceh Singkil (NAD) Kab. Bener Meriah (NAD) Kab. Bangka Belitung Kep. Buleleng (Bali) Kab. 31. KOMPOSISI PASANGAN CALON Pemilu Kada pada dasarnya merupakan pertarungan dari pasangan calon untuk memperoleh posisi kepala daerah. 15. Buru (Maluku) Provinsi NAD Kota Banda Aceh (NAD) Kab.3. Aceh Barat Daya (NAD) Kab. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 Provinsi Aceh Sumatera Utara Sumatera Barat Riau Jambi Sumatera Selatan Bengkulu Lampung Kep. 20. Jepara (Jateng) Kab. Pidie (NAD) Kab. 13. Aceh Barat (NAD) Kab. 10. Aceh Tamiang (NAD Sebagai bentuk upaya membangun transparansi. dan membuat kecenderungan umum (trend) berbagai isu yang terjadi dalam Pemilu Kada dan pada akhirnya dalam penentuan kebijakan yang akan diambil Bawaslu. 2. Simeuleu (NAD) Kab. 19. 26. 30. peserta pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah adalah: 1) Pasangan calon yang diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik. 24. 25. 27. 4. Menurut ketentuan dalam Pasal 59 ayat (1) Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008. Kep. Maluku Tengah (Maluku) Kab. 22. Puncak Jaya (Papua0 Kab. Bagi internal Bawaslu. Petahana (incumbent) merupakan calon yang saat pada saat mencalonkan masih menjabat sebagai kepala daerah atau wakil kepala daerah. 29. Daerah Kab. Berdasarkan data yang berhasil dihimpun oleh Bawaslu. Aceh Besar (NAD) Kab. Kab. Aceh Tengah (NAD) Kab. 18. 21. Mentawai (Sumbar) Kab. Batang (Jateng) Provinsi Gorontalo Kab. 11. 5. Bireun (NAD) Kota Kupang (NTT) Kab. 6. 15. Babel No 17. Nagan Raya (NAD) Kab. Gayo Lues (NAD) Kota Sabang (NAD) Kab. Adapun bagi stakeholders lain. Maluku Tenggara Barat (Maluku) Kab. 14. No. Aceh Timur (NAD) Kota Langsa (NAD) Provinsi Kep. 17. Aceh Utara (NAD) Kota Lhokseumawe (NAD) Kab. 8. 8. 9. keseluruhan pelaksanaan pengawasan terhadap seluruh di daerah sebagaimana tersebut di atas tentunya perlu dilaporkan kepada pihak-pihak terkait. 23. Sangihe (Sulut) Kab. 14. Boalemo (Gorontalo) 3. 16. 4. Selain itu Bawaslu juga berhasil memperoleh data sejumlah 62 Petahana (incumbent) yang mencalonkan diri. 7. 32. Kolaka Utara (Sultra) Kab. memetakan permasalahan. 5. Paniai (Papua) Kab. laporan yang disusun akan berguna sebagai informasi dalam hal mengidentifikasi. 3.

Adapun rincian jumlah Calon Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah dilihat dari jenis kelamin. Muaro Jambi Kab. Gayo Lues Kota Sabang Kab. Aceh Tamiang Kab. Simeuleu Kab. Tapanuli Tengah Kab. Tj. Nagan Raya Kab. Bungo Kab. Kampar (Riau) Kab. Siak (Riau) Kota Pekanbaru (Riau) Kab. d. Aceh Barat Kab. b. Jabung Timur Kab. Calon Wakil Bupati/Walikota sebanyak 18 Orang. Aceh Utara Kota Lhokseumawe Kab. Calon Bupati/Walikota sebanyak 18 Orang. Bireun Kab. Aceh Tengah Kab. c. Nias Barat Kab. Nias Kab. Bener Meriah Kab. Aceh Timur Kota Langsa Kab. KANDIDASI PEREMPUAN Keterwakilan perempuan sebagai Calon Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah tahun 2011 sebagai berikut: a. Nias Selatan Kab. Sarolangun (Jambi) Kab. Calon Gubernur sebanyak 1 orang. Kep. Aceh Besar Kab. Aceh Jaya Kab. Rokan Hilir Kab. Pelalawan Kab. Kuantan Singingi Kab. Sungai Penuh Kab. Gunung Sitoli Kab. Tebo Kab.No. Musi Banyuasin Kab Bengkulu Tengah Kab Pringsewu Kab Mesuji Jambi Sumatera Selatan Bengkulu Lampung 2 . Aceh Barat Daya Kab. Aceh Singkil Kab. Mentawai Kab. Pidie Kab. Rokan Hulu Kab. Nias Utara Kab. sebagai berikut: Provinsi 1 NAD Daerah Yang Pilkada Tahun 2011 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 KEPALA DAERAH L 3 4 3 2 6 4 2 6 3 2 3 6 4 1 3 3 3 4 5 6 3 3 11 4 6 P 4 1 1 1 1 1 1 WAKIL KEPALA DAERAH L P 5 6 3 3 3 6 4 3 6 3 2 3 6 4 2 3 3 3 4 6 6 4 3 11 5 6 1 KET 7 Sumatera Utara Sumatera Barat Riau Pemilukada Gubernur dan Wakil Gubernur Kota Banda Aceh Kab. Calon Wakil Gubernur sebanyak 2 orang. 17 18 19 20 21 22 23 24 25 Provinsi Kalimantan Tengah Kalimantan Timur Sulawesi Utara Sulawesi Tengah Sulawesi Tenggara Gorontalo Sulawesi Barat NTT Maluku Jumlah Pasangan Calon 7 22 11 14 15 7 7 12 6 25 12 333 Pengusung Perseorangan 2 6 1 3 1 2 1 2 3 57 Partai 5 16 10 11 14 5 7 11 4 22 12 276 Jumlah Incumbent 1 3 2 5 3 1 1 2 4 2 62 Keterangan Data valid belum 26 Maluku Utara 27 Papua 28 Papua Barat Jumlah C.

Kab. Intan Jaya Kab. Kulon Progo Kota Yogyakarta Kab. Buleleng Kab. Banggai Kab. Membramo Tengah Kab. Seram Bagian Barat Kab. Yahukimo Kab. Karimun Kab. Tolikara Kab. Paniai Kab. Buru Kab. Banggai Kep. Pulau Morotai Pemilukada Gubernur dan Wakil Gubernur Kab.Provinsi 1 Kepulauan Babel Kepulauan Riau Jawa Barat Daerah Yang Pilkada Tahun 2011 2 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 KEPALA DAERAH L 3 4 2 5 6 6 3 3 4 3 3 5 3 4 3 6 2 4 3 7 5 4 4 4 4 5 6 5 6 3 6 9 3 4 3 4 6 5 5 6 6 3 6 6 3 5 5 3 4 P 4 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 - Jawa Tengah DI Yogyakarta Jawa Timur Banten Kalimantan Barat Kalimantan Tengah Kalimantan Timur Kab Tulang Bawang Barat Pemilukada Gubernur dan Wakil Gubernur Kota Batam Kab. Kolaka Utara Pemilukada Gubernur dan Wakil Gubernur Kab. Sangihe Pemilukada Gubernur dan Wakil Gubernur Kab. Yalimo Kab. Boalemo Pemilukada Gubernur dan Wakil Gubernur Kab. Majene Kab. Jayapura Kab. Bekasi Kab. Maluku Tengah Kab. Barito Selatan Kota Bontang Kab. Flores Timur Kab. Pekalongan Kota Salatiga Kab. Kutai Barat Kota Balikpapan Kab. Cianjur Kab. Grobogan Kab. Mappi Kab. Nunukan Kab. Lembata Kota Kupang Kota Ambon Kab. Puncak Kab. Natuna Kab. Wakatobi Kab. Sragen Kab. Deiyai Kab. Pati Kab. Maluku Tenggara Barat Kab. Tuban Pemilukada Gubernur dan Wakil Gubernur Kab. Buton Kab. Lanny Jaya Kab. Kep. Banjarnegara Kab. Bolaang Mongondow Kab. Nduga Kab. Puncak Jaya Pemilukada Gubernur dan WAKIL KEPALA DAERAH L P 5 6 4 2 5 5 6 4 3 5 3 3 5 2 3 3 5 2 5 3 6 6 4 4 3 3 5 6 4 6 3 6 9 3 4 3 3 6 6 6 6 6 2 5 6 3 5 5 3 4 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 1 1 - KET 7 Sulawesi Utara Sulawesi Tengah Sulawesi Tenggara Gorontalo Sulawesi Barat Bali Nusa Tenggara Timur Maluku Maluku Utara Papua Papua Barat 3 . Dogiyai Kab. Jepara Pemilukada Gubernur dan Wakil Gubernur Kab. Batang Kab. Sambas Kab. Landak Kab. Demak Kab. Malinau Kab. Sarmi Kab. Tasikmalaya Kab.

titik-titik rawan. Mengingat pelaksanaan Pemilu Kada selalu bersifat dinamis. Dengan penyempurnaan ini. maka Panwaslu Kada yang bertugas harus memahami betul tugas dan fungsinya yang mengacu pada pedoman pengawasan. dan 6) Kalender Pengawasan Pengadaan dan Pendistribusian Perlengkapan Pemungutan dan Perhitungan Suara. Panwaslu Kada juga dituntut mampu menangani pelanggaran-pelanggaran Pemilu Kada yang 4 . Pada tahun 2011 ini telah dilakukan revisi atau penyempurnaan terhadap Matrik dan Kalender Pengawasan yang terdiri dari: 1) 2) 3) 4) 5) Kalender Pengawasan Penatapan Daftar Pemilih Tetap Pemilu Kada. Berikut beberapa program dan kegiatan yang telah dilaksanakan oleh Divisi Pengawasan Bawaslu. Selain itu juga dilaksanakan langkah-langkah inspektorasi dalam rangka menjaga integritas Panwaslu Kada. kalender dan matriks pengawasan harus senantiasa dalam kondisi siap pakai sesuai dengan kebutuhan jajaran pengawas Pemilu. b. antara lain melalui surat Bawaslu. tentunya sebagai sebuah alat. Bentuk pembinaan tersebut. Salah satu divisi yang menjalankan tugas dan fungsi pengawasan adalah Divisi Pengawasan yang dipimpin oleh Ibu Wahidah Suaib. Secara organisatoris. Kalender tersebut diharapkan dapat menjadi pedoman pengawasan yang efektif dan dapat dipahami oleh Panwaslu Kada dalam mengawasi tahapan Pemilu Kada. Supervisi dan Inspektorasi Pengawasan Dalam pendekatan asas locus delicti tentunya pelaksanaan pengawasan menjadi kewenangan Panwaslu Kada sesuai dengan tingkatan pelaksanaan Pemilu Kada. Penyempurnaan Perangkat Pengawasan (Kalender dan Matriks Pengawasan) Kalender dan Matriks Pengawasan. baik dari segi aturan pelaksanaan dan kondisi pengawasan di lapangan. Kalender Pengawasan Pemungutan dan Penghitungan Suara Pemilu Kada. Gambaran Umum Program dan Kegiatan serta Langkah Strategis Divisi Pengawasan Sebagaimana telah disebutkan di atas. Sorong KEPALA DAERAH L 3 4 4 319 P 4 19 WAKIL KEPALA DAERAH L P 5 6 3 4 318 1 20 KET 7 TOTAL D. Divisi ini dalam pelaksanaan tugas lebih menekankan pada upaya-upaya pencegahan (preventifikasi) terjadinya pelanggaran. di Bawaslu terdapat pembagian divisi. Maybrat Kota Sorong Kab. Berikut beberapa hal yang telah dilaksanakan Bawaslu dalam melaksanakan tugas supervisi dan inspektorasi 1) Supervisi dan inspektorasi secara tertulis    Memberikan instruksi pengawasan kepada Panwaslu Kada disetiap tahapan Pemilu Kada Penerusan Laporan dan Bantuan Kajian Pengawasan kepada Panwaslu Kada sebagai upaya supervisi. merupakan sebuah alat (tools) yang disusun oleh Bawaslu untuk memudahkan jajaran Pengawas Pemilu dalam pelaksanaan tugas pengawasannya. IMPLEMENTASI TUGAS DAN KEWENANGAN BAWASLU DALAM PEMILU KADA 1. inspektorasi dan pembinaan. Pembinaan dalam bentuk inspektorasi Bawaslu terhadap pelaksanaan tugas pengawasan oleh panwaslu Kada. pelaksanaan fungsi-fungsi tersebut. Dengan penyempurnaan ini. Kalender Pengawasan Kampaye dan Dana Kampanye Pemilu Kada. Kalender tersebut diharapkan dapat menjadi pedoman pengawasan yang efektif dan dapat dipahami oleh Panwaslu Kada dalam mengawasi tahapan Pemilu Kada. 2) Rapat Koordinasi Pengawasan Guna menjamin setiap tahapan Pemilu Kada berlangsung jujur dan adil. Kalender Pengawasan Pergerakan Surat Suara dan Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara Pemilu Kada. Tambraw Kab. namun demikian Bawaslu tetap melakukan langkah-langkah supervisi guna memberikan koridor bagi Panwaslu Kada dalam pelaksanaan tugas pengawasan. Untuk itulah Kalender dan Matriks Pengawasan perlu disempurnakan menyesuaikan dengan peraturan perundang-undangan dan tuntutan dari kondisi di lapangan. a. aturan dalam tiap tahapan dan lain sebagainya. dalam pelaksanaan pengawasan Pemilu Kada Bawaslu memiliki tugas yang penting terutama dalam hal pelaksanaan fungsi supervisi. Di dalam kalender dan matriks pengawasan diuraikan secara rinci mengenai langkah-langkah dan strategi pengawasan. Kalender Pengawasan Pencalonan Pemilu Kada.Provinsi 1 Daerah Yang Pilkada Tahun 2011 2 113 114 115 116 Wakil Gubernur Kab.

yakni : Supervisi Khusus Pengawasan Pemungutan dan Perhitungan Suara. Bawaslu juga harus melakukan supervisi. Jakarta.KPU kepada PPL j. Bawaslu telah menyelenggarakan “Rapat Koordinasi Pengawasan Pemilu Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah. dilaksanakan di 2 (dua) daerah. Pengawas pemilu melakukan upaya-upaya sebagai berikut . Bawaslu telah melakukan sosialisai terkait pengawasan Pemilu Kada tahun 2011 di Kabupaten Kepulauan Yapen dan peringatan dini kepada Menteri Dalam Negeri terkait persoalan wilayah pemerintahan. Menyampaikan himbauan-himbauan kepada pasangan calon dan tim kampanye untuk taat aturan secara tertulis serta dengan pertemuan-pertemuan tatap muka secara langsung 5 . Untuk menjalankan fungsi tersebut. inspektorasi. salinan rekening khusus dana kampanye pasangan calon. 3) Supervisi dan Inspektorasi Langsung ke Daerah Berbeda dengan supervisi dan inspektorasi tertulis yang sifatnya umum. Menyampaikan peringatan dini kepada partai politik. Serta Pergerakan Suara dan Rekapitulasi Penghitungan Suara Tahun 2011. Supervisi telah dilaksanakan di 68 daerah. . Menyampaikan surat ke KPU prov/Kab/Kota dan jajarannya agar memberikan salinan C1. Memberikan himbauan kepada KPU agar KPPS dan jajarannya melakukan pengecekan terhadap kelengkapan perlengkapan pemungutan dan penghitungan suara agar pemungutan suara dapat berlangsung k. Melakukan koordinasi dengan KPU untuk taat asas dan aturan g. Kualitas ini bisa diukur dari langkah-langkah antisipatif guna mencegah terjadinya pelanggaran serta tertanganinya pelanggaran yang di lapangan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan. KPU Prov/Kab/Kota dan Jajarannya Terhadap KPU Prov/Kab/Kota. 2. Serta Pergerakan Surat Suara Dan Rekapitulasi Penghitungan Suara Pemilu Kada Tahun 2011 pada daerah-daerah yang memasuki tahapan Pemungutan dan Penghitungan Suara. Sesuai dengan tugas yang telah diamanatkan undang-undang. laporan dana kampanye masing-masing pasangan calon baik secara lisan maupun secara formal d. E. Bawaslu memantapkan kembali kesiapan jajaran Panwaslu Kada yang akan menjalankan tugasnya. a.Pemilu Kada Kota Tangerang Selatan. Pengawas Pemilu Kada melakukan upaya-upaya pencegahan dengan kegiatan sebagai berikut . LANGKAH-LANGKAH PENCEGAHAN PELANGGAN YANG TELAH DILAKUKAN 1. Melakukan koordinasi intensif dengan KPU terkait potensi pelanggaran dalam pemungutan dan penghitungan suara i. Mengirim surat kepada KPU Kabupaten/Kota untuk sosialisasi aturan b.KWK. Pemilu Kada Propinsi Banten  c) Sosialisasi Pengawasan Kepada Pemangku Kepentingan Terkait Dalam rangka pengawasan Pemilu Kada tahun 2011. Meminta kepada KPU Prov/Kab/Kota untuk melakukan verifikasi ulang terhadap kenaikan jumlah pemilih c.” Melalui rakor tersebut. Bawaslu berharap kualitas penyelenggaraan Pemilu Kada makin meningkat dari waktu ke waktu. Pada tahun 2011 ini telah dilaksanakan 3 (tiga) kali Rapat Koordinasi Pengawasan bertempat di Bandung. Melakukan koordinasi dengan KPU Pro/Kab/Kota terkait mekanisme verifikasi dukungan bakal pasangan calon e. Meminta PPS mencoret langsung jika ditemukan data dukungan yang dipalsukan f. Pasangan Calon Dan Tim Kampanye Sedangkan terhadap Pasangan Calon dan Tim Kampanye Pasangan Calon. KPU Prov/Kab/Kota. maka dalam pelaksanaan Supervisi dan Inspektorasi Langsung ke Daerah diberikan kepada daerah-daerah Daerah yang telah dilaksanakan  Supervisi Pengawasan Pemungutan Dan Penghitungan Suara.dilakukan oleh penyelenggara Pemilu atau pasangan calon maka setiap Panwaslu Kada Provinsi dan Kabupaten/Kota di daerahnya masing-masing. serta pembinaan terhadap Panwaslu Kada. a. dan Banda Aceh. pasangan calon dan pemilih serta pemangku kepentingan lainnya untuk taat aturan (pertahapan/keseluruhan tahapan) h. Meminta salinan data pemilih dan salinan dokumen persyaratan bakal pasangan calon serta daftar tim kampanye. Dengan kesiapan yang lebih baik. Menghimbau KPU untuk melakukan koordinasi dengan Tim Kampanye Pasangan Calon agar saksi yang mengikuti proses rekapitulasi adalah saksi yang mendapatkan mandat dari Pasangan Calon l.

Pengawasan secara langsung ke TPS-TPS pada hari pemungutan dam penghitungan suara k.b. Melakukan verifikasi dan klarifikasi keabsahan dokumen pasangan calon c. panwaslu kada dalam dalam penyelenggaaan pemilu kada.80 UU nomor 32 Tahun 2004 e. Mengirimkan surat kepada pasangan calon untuk memastikan kembali keabsahan dan kelengkapan dokumen persyaratan masing-masing pasangan calon c. Kepala Daerah /Pemerintah Daerah Terhadap pemerintah Daerah dan/atau Kepala Daerah. Melakukan pengawasan secara langsung dengan melakukan pemeriksaan berkas pasangan calon di Kantor KPU Kab/Kota e. Melakukan Koordinasi dengan Satpol PP untuk penertiban alat peraga kampanye c. Melakukan koordinasi secara intensif dengan pasangan calon dan tim kampanye terkait potensi pelanggaran dalam pemungutan dan penghitungan suara l. pengawas pemilu melakukan kerjamasa dan koordinasi dengan para pihak. Menjalin koordinasi dengan tim kampanye pasangan calon untuk ikut mengawasi pengamanan Kotak Suara. a. Panwaslu Kab/Kota melakukan pengecekan data besama-sama dengan panwascam dan PPL b. Membuat kesepakatam bersama TIM Kampanye pasangan calon agar pada saat pemungutan suara aman terkendali n. KERJASAMA DAN KOORDINASI PENGAWASAN Untuk optimalisasi pengawasan. Menyampaikan himbauan kepada pasangan calon dan tim kampanye untuk melakukan pembersihan alat peraga kampanye pada masa tenang g. Melakukan pengawasan on the spot pelaksanaan kegiatan tim kampanye f. Melakukan pengawasan secara bersama-sama dengan kepolisian pada untuk memastikan tidak ada kegiatan kampanye pada masa tenang g. Menyampaikan himbauan kepada pasangan calon dan tim kampanye/parpol agar meningkatkan kualitas dan kapasitas saksi j. Menyampaikan himbauan kepada instansi pemerintah untuk menjaga netralitas PNS d. o. a. diantara adalah : 6 . Melakukan pengawasan secara langsung terhadap proses pendaftaran pasangan calon di KPU Kab/Kota d. pengawas pemilu melakukan upaya-upaya pencegahan potensi pelanggaran yang dilakukan oleh pemerintah daerah serta mendorong peranan pemerintah daerah untuk optimalisasi pengawasan pemilu kada. Melakukan koordinasi dengan tim kampanye untuk pemilu damai h. Menjalin kerja sama dengan saksi pasangan calon dan memberikan penguatan pemahaman Pengawasan Pemilu. Melakukan pertemuan dengan paslon dan tim kampanye untuk sosialisasi larangan dalam kampanye kampanye melalui penandatanganan fakta integritas i. perangkat desa dan kepala desa khususnya ketentuan Pasal 79. Menyampaikan peringatan dini kepada pasangan calon dan KPU Prov/Kab/Kota pemangku kepentingan lainnya untuk taat aturan (pertahapan/keseluruhan tahapan) k. 3. Mengawasi secara langsung proses pencetakan surat suara ke Perusahaan percetakan pemenang tender i. dengan kegiatan sebagai berikut . Mengirim surat kepada Bupati terkait adanya dukungan PNS terhadap pasangan calon perseorangan b. Menyusun dan mendistribusikan media sosialiasasi dan himbauan kepada semua pihak untuk taat aturan dan berpartisipasi melakukan pengawasan F. Melakukan sosialisasi aturan larangan dalam pemungutan dan penghitungan suara melalui Panwascam dan PPL l. Melakukan sosialisasi tentang netralitas PNS. Melakukan Koordinasi dengan Dinas Tata Kota tentang Peraturan Daerah tentang pemasangan alat peraga kampanye pasangan calon Selain melakukan upaya-upaya pencegahan terhadap potensi pelanggaran yang kemungkinan dilakukan oleh para pihak sebagai diatas. Melakukan pengecekan hasil perolehan suara di TPS melalui salinan C1 yang dikumpulkan PPL j. Melakukan Koordinasi dengan Tim Kampanye Pasangan Calon dan Satpol PP untuk penertiban alat peraga kampanye e. juga melakukan kegiatan secara aktif yaitu . Bersurat kepada Tim Kampanye terkait pembersihan atribut pasangan calon m. Melakukan pengawasan terhadap basis-basis dukungan pasangan calon dengan melibatkan panwascam untuk menanggulangi praktek money politik masa tenang h. Menyurati KPU Kab/Kota untuk menjelaskan beberapa pasal mengenai kampaye f. Mengirim surat kepada kepada Bupati untuk menekankan tentang netralitas PNS dalam Pemilu f. Mensosialisasikan aturan kepada pasangan calon dan pemangku kepentingan lainnya secara tertulis dan lisan d.

yakni Pertama. KPU Kabupaten/ Kota dan jajarannya yang tidak/kurang kooperatif kepada Pengawas Pemilu. Melakukan kampanye/sosialisasi melalui media massa tentuan ketentuan-ketentuan larangan dalam penyelenggaraan pemilu kada bagi semua pihak c.a. a. 1. panwaslu kada melakukan kegiatan : a. KPU Propinsi. Masih terdapat sejumlah kelemahan dalam regulasi /peraturan perundang. Melakukan sosialisasi melalui media massa tentang aturan kepada pemangku kepentingan terkait tahapan pencalonan termasuk kepada masyarakat luas Untuk konsolidasi pengawasan. Menentukan prioritas TPS dan daerah rawan yang menjadi prioritas pengawasan bagi pengawas pemilu kada g. Melakukan kerjasama dengan Linmas dalam mengawasi pengamanan kotak suara dari PPS ke PPK Untuk optimalisasi pengawasan Preventif. adanya pengaturan yang tidak sinkron diantara regulasi yang ada sehingga menimbulkan ketidakpastian hukum. Melakukan kerjasama dengan lembaga Pemantau untuk optimalisasi pengawasan pada hari pemungutan dan penghitungan suara b. . contoh: UU 32 tahun 2004 yang mengatur bahwa Daftar Pemilih Sementara (DPS) Pemilu Kada bersumber dari Daftar Pemilih Tetap (DPT) pemilu yang terakhir (dalam hal ini umumnya dari DPT Pemilu Presiden). masih terdapat sejumlah kekosongan pengaturan dalam UU terhadap persoalan-persoalan yang jamak ditemui dalam pelaksanaan Pemilu Kada. misalnya belum ada pengaturan yang tegas tentang boleh tidaknya penundaan Pemilu Kada karena alasan ketidaksiapan anggaran. ketiga. Perbedaan yang sangat prinsipil dalam pengaturan tersebut jelas menyulitkan Panwaslu dalam mengidentifikasi pelanggaran dan bisa memicu polemik dan konflik diantara pihak-pihak yang berkepentingan. Menyusun materi pengawasan preventif dengan menggunakan Brosur terkait larangan yang tidak boleh dilakukan oleh penyelenggara pemilu( KPPS) yang ditempelkan di setiap TPS d. sebagai berikut . sementara Peraturan KPU menyatakan bahwa DPS Pemilu Kada didapatkan dari data pemerintah.undangan Pemilu Kada. maupun antara Peraturan Pemerintah dengan Peraturan KPU. adapun terhadap DPT Pemilu Presiden. Peraturan KPU hanya mengatakan DPT tersebut dapat digunakan. baik antara Undang-Undang dengan Undang-Undang. Memperkuat kerja-kerja pengawasan dengan memlengkapi pengawasan dengan cheklist pengawasan untuk setia tahapan bagi panwascam dan PPL b. Melakukan rapat koordinasi persiapan pengawasan pemungutan dan penghitungan suara dengan melibatkan panwascam dan PPL e. Memperkuat kerja pengawasan yang dilakukan oleh PPL dengan merekrut relawan mitra PPL untuk di TPS f. pertama. Melakukan koordinasi dengan dinas pendidikan dan depag terkait larangan penggunaan sarana pendidikan dan rumah ibadah untuk kampanye c. seperti yang dialami 7 2. menutup atau menghambat akses Panwaslu untuk mendapatkan data-data yang merupakan obyek pengawasan pada tahapan-tahapan Pemilu Kada. Melakukan supervisi terhadap pengawasan yang dilakukan oleh panwascam dan PPL G. Undang-undang dengan Peraturan Pemerintah atau Peraturan KPU. belum adanya aturan dan sanksi bagi tindakan penyalahgunaan jabatan dan penggunaan fasilitas negara yang dilakukan diluar tahapan kampanye sementara praktek penyalahgunaan jabatan dan penggunaan fasilitas negara terjadi pada semua tahapan pemilu kada kedua. regulasi yang belum memadai. Mengintruksikan panwascam untuk melakukan pengawasan secara proaktif dalam tahapn pemuktahiran data pemilih c. HAMBATAN DALAM MELAKUKAN PENGAWASAN Hambatan yang dihadapi dalam pengawasan tahapan. Mendistrisbusikan penempatan PPL berdasarkan TPS rawan pelanggaran h. pengawas pemilu menjalin komunikasi intensif dengan media massa untuk melakukan kegiatan. intinya data pemerintah adalah data yang utama. Melakukan kesepakatan (Mou) dengan Korp Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) terkait ketaatan terhadap terhadap larangan keterlibatan pejabat dan PNS dalam kampanye d. adanya regulasi yang belum tegas sehingga menimbulkan penafsiran yang berbeda diantara para pihak. Kecenderungan umum sikap KPU. antara lain. Membangun harmonisasi hubungan Pengawas pemilu kada dengan KPU Kab/Kota melalui pertemuan-pertemuan informal e. Mempublikasikan proses dan hasil pengawasan melalui media cetak/elekronik b.

Rokan Hilir. PPS. KPU Kabupaten/Kota terlambat memberikan dokumen pasangan calon. Sragen. Tebo. Kota Balikpapan. Tanbrauw. Rokan Hulu. Kutai Barat. Sungai Penuh. 1. juga terdapat KPU Kabupaten Kota yang menolak/menghalangi kehadiran/keterlibatan Panwaslu Kada dalam proses verifikasi pasangan calon yang dilakukan oleh KPU. Aceh Tengah) Kedua. d) lebih serius lagi.Kuansing. 4. Sulawesi Tengah. juga tidak melakukan perbaikan DPS saat Panwaslu Kada sudah menyampaikan rekomendasi dan data-data untuk perbaikan DPT. Kutai Barat. Aceh Tenggara. Kendala yang sangat dirasakan oleh Panwaslu Kada yang berada didaerah-daerah yang sulit dijangkau baik karena luasnya maupun karena berada daerah-daerah kepulauan atau pegunungan yang sulit ditempuh dengan transportasi darat. Kondisi geografis yang luas dan sulit dijangkau. Majene Banyak dampak yang dirasakan oleh Panwaslu Kada terkait problem anggaran tersebut diantaranya. Cianjur. misalnya di b). Aceh Tenggara. Tasikmalaya. MBD.(Banggai Kepulauan. Malang. MBD. Kuansing. (Nias Barat. dan 3) karena kepentingan untuk menutupi kesalahan atau pelanggaran dalam pelaksanaan tahapan Pemilu Kada. Propinsi Banten) 7. Nias Barat. Setidaknya ada 3 (tiga ) faktor penyebab sikap KPU tersebut yakni 1) masih minimnya pemahaman tentang azas transparansi penyelenggara pemilu. KPU Kabupaten/Kota menolak permohonan Pengawas Pemilu Kada terkait Berkas Pencalonan Bupati dan Wakil Bupati. Pacitan. Kota Ambon) 5. a). contohnya : PPK dan KPU Kabupaten/Kota melakukan pleno rekapitulasi DPT secara diam-diam dan tertutup tanpa kehadiran Pengawas Pemilu dan perwakilan pasangan calon sebagaimana diatur dalam Peraturan KPU. Maluku. Banjarnegara. Rokan Barat. Kota Sorong . Aceh Singkil. Bangka Belitung. Sarolangun. Nduga. Nias Barat. Morotai. Kaur. kendala ini menjadi persoalan yang sangat umum dan menonjol dalam Pemilu Kada yakni ketidakpastian anggaran. Aceh Tengah. Aceh Besar. Malinao. Rokan Hulu) 2. Sangihe. keterlambatan persetujuan anggaran. Maluku Barat Daya). (Tambrauw. Ketiga: kurang/tidak memberi respon positif terhadap surat peringatan dan rekomendasi yang disampaikan Panwaslu Kada terkait kekurangan atau kesalahanyang dilakukan oleh KPU dan jajarannya. c) Proses pemilu yang tidak transparan dapat menimbulkan ketidakpercayaan rakyat terhadap legitimasi pemimpin yang dihasilkan. b) dapat memicu gugatan hasil pemilu ke MK. 3.Panwaslu Kada Kab. Pelalawan. keterlambatan pembentukan panwascam dan PPL yang berarti menghambat pengawasan maksimal di kecamatan dan desa padahal peran PPL dan Panwascam sangat penting untuk pengawasan tahapan awal yakni pemutakhiran dan penetapan data pemilih. Nunukan. Malinau. Maluku Utara. Kota Batam. Banyuwangi) 3. Nias Selatan. Aceh Timur. Tebo. Wakatobi) 4. Daerah yang mengalami keterlambatan anggaran diantaranya Sulawesi Barat. Pelalawan. 2) karena arogansi KPU yang merasa lebih superior dari pengawas. Rencana Pengawasan yang telah disusun secara baik oleh Panwaslu Kada atau rencana investigasi lapangan terkait suatu kasus seringkali terpaksa harus dibatalkan atau dibatasi 8 . Aceh Singkil. Tebo. Jambi. Madina. Kota Ambon) 6. Kota Batam. Tindakan KPU ini dapat menimbulkan serangkaian masalah yang bisa menimbulkan implikasi serius sbb :a) dapat memicu konflik kekerasan. Ketidaksiapan Anggaran. Daerah yang mengalami keterbatasan anggaran diantaranya Sulawesi Barat. Sikap KPU ini menghambat upaya deteksi dini dan pencegahan pelanggaran yang banyak diinisiasi oleh Panwaslu Kada. Tidak terbuka dalam melaksanakan beberapa tahapan yakni tertutup dalam pengambilan keputusan terkait tahapan yang semestinya dihadiri oleh Pengawas dan menghalangi atau menolak kehadiran/keterlibatan Pengawas dalam pelaksanaan tahapan tersebut. pencairan yang tidak tepat waktu dan jumlah anggaran yang terbatas. Aceh Jaya. Kuansing. Madina. PPK dan KPU Kabupaten/Kota tidak memberikan data/informasi kepada Pengawas Pemilu Kada Banggai. Balikpapan. Aceh jaya. Banjarnegara. Kota Batam. Bungo. Rembang. Keluhan semacam ini banyak disampaikan oleh Panwaslu Kada yang berada di Propinsi Papua. Kota Sabang. dan daerah lain. Maybrat. Kendala ini semakin dirasakan oleh Panwaslu Kada apabila secara bersamaan terdapat kendala ketidakpastian atau keterbatasan anggaran. Sidoarjo. dapat menimbulkan sikap apatis dan ketidakpercayaan rakyat terhadap proses demokrasi melalui pemilu. Kota Sabang. KPU Kabupaten/Kota mempersulit Data Berkas Pencalonan. Rokan Hilir. KPPS. (Banjarnegara. Tidak maksimalnya pengawasan karena kurangnya dukungan operasional untuk menjalankan rencana pengawasan. (Tasikmalaya. Kab.Rokan Hulu. misalnya KPU yang tetap meloloskan pasangan calon yang oleh Panwaslu Kada telah direkomendasikan bahwa bermasalah dalam pemenuhan syarat sebagai pasangan calon. akhirnya dapat menimbulkan krisis kepemimpinan. Malinau. MBD. Poso. KPU Kabupaten/Kota tidak transparan dalam menyampaikan informasi laporan dana kampanye pasangan calon. Kota Batam. KPU Kabupaten/Kota tidak terbuka terkait dengan nama dan lokasi pencetakan surat suara. Rokan Hilir. (Demak . Aceh Timur. KPU Kabupaten/Kota tidak memberikan berkas dokumen pasangan calon -cenderung tidak terbuka dan pasif-. Halmahera Barat.

Rokan Hulu Banggai Kepulauan. Kota Batam. Hambatan/Kendala Eksternal a. Peraturan Menteri Dalam Negeri No 57 Tahun 2009 mengatur bahwa anggaran untuk PPL hanya selama 2 (dua) bulan. Mesuji. Aceh Jaya. Nias Utara. Jaringan komunikasi dan transportasi kurang memadai sehingga pengawasan tidak optimal (Nias Utara. Hambatan/Kendala Internal a. Barito Selatan. Malinau. terdapat sejumlah catatan terkait kendala yang dialami oleh Panwas. Aceh jaya. Keterbatasan jumlah PPL (Nias Utara. Kutai Barat. (Banggai. Aceh Singkil. Banjarnegara. Maluku Barat Daya. Aceh Tengah. Rohul. Pelalawan. Nunukan. Maluku Barat Daya. Aceh Besar. Aceh Tenggara) c. aspek substansi dan prosedur teknis yang diawasi maupun luasnya geografis pengawasan dan jumlah daerah/area (Kecamatan/Desa/TPS) yang harus diawasi. Muaro Jambi. Nunukan. Tanbrauw. Lamongan. Aceh Tengah) b. dan tim kampanye kurang fokus mengawal/mengawasi proses pemutakhiran data pemilih DPT. Nias Utara. Batang) Dampak Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 57 tahun 2009 tentang Perubahan atas Pengelolaan Belanja Pemilukada menyebabkan keterlambatan pembentukan Pengawas Pemilu Lapangan (PPL) dan masa kerja PPL yang sangat singkat. pasangan calon. Kuantan Singingi. Sangihe. (Malinau. Morotai) 6. Sungai Penuh. KPU Kabupaten/Kota tidak transparan dalam mengumumkan hasil verifikasi (Pelalawan. Muaro Jambi. Batang. Keterbatasan jumlah anggota Pengawas Pemilu pada semua tingkatan Tak dapat dipungkiri bahwa jumlah anggota pengawas pemilu ditiap tingkatan dirasakan belum memadai apabila dibandingkan dengan luasnya cakupan pengawasan. Aceh Singkil. Tambrauw. Kota Sorong . Pelalawan. Sarolanggun. Selain hambatan-hambatan tersebut diatas. Pengawas Pemilu Lapangan (PPL) belum terbentuk saat pemutakhiran data sudah berlangsung. Aceh Besar. Pacitan. Aceh Besar. Rohul. Aceh Timur. Rokan Hilir) d. Pacitan. Pelalawan. Aceh Jaya. Pelalawan. Mandailing Natal. Pacitan. Muaro Jambi. Aceh Timur. Pacitan. Kunansing. Sumenep. Tebo. Kota Ambon. Maybrat. Aceh Tenggara. Pemutakhiran d (Aceh Besar. Nias Barat. Morotai) b. Aceh Tenggara) c. Mandailing Natal. Pacitan. Barito Selatan. Rokan Hilir. Nunukan. Keterbatasan waktu untuk melakukan validasi data (Sungai Penuh. Aceh Tenggara. Sorolangun. Rokan Hulu. Kota Sabang. PPS. Pengawas pemilu tidak diperkenankan oleh KPU Kabupaten/kota untuk melakukan verifikasi data (Lamongan) 9 . (Bangka Belitung. Sorolangun. Madina) g. 5. Partai politik. Kota Sabang. Sungai Penuh. Malinau. PPS dan PPD mengenai tugasnya masing-masing. Kuantan Singingi) 2. Sangihe. Aceh Timur. Muaro Jambi. Aceh Timur. Aceh Tengah) e. Kuantan Singingi. diantaranya sebagai berikut : 1. Kutai Barat. Kuansing. Kurangnya pemahaman PPK.frekwensinya karena tidak tersedianya cukup anggaran untuk membiayai perjalanan menggunakan pesawat atau speedboat. (Sangihe) i. Rokan Hilir. Malinau. Rokan Hilir. Peraturan ini membuat Panwaslu Propinsi atau Panwaslu Kabupaten/Kota harus memilih apakah PPL dibentuk pada 2 (dua) bulan awal tahapan Pemilu atau 2 (dua) bulan pada akhir tahapan Pemilu. Rekayasa dukungan terhadap calon perseorangan (Nias Utara. Muaro Jambi. Kunantan Singingi. (Banggai. PPK dan KPU Kabupaten/Kota tidak memberikan data/informasi kepada Pengawas Pemilu Kada. Kuansing. (Kutai Barat. Sungai Penuh. Nias Barat. Maybrat. padahal UU Nomor 22 tahun 2007 tentang Penyelenggara Pemilu mengatur tugas dan kewenangan PPL mulai dari tahapan awal yakni mengawasi pemutakhiran data pemilih hingga tahapan pemungutan dan penghitungan suara yang setidaknya dibutuhkan masa kerja PPL selama 6 (enam) sampai 8 (delapan) bulan. Kondisi ini tentunya sangat mempengaruhi kualitas proses dan hasil pengawasan. Musi Banyuasin. Muaro Jambi. Petugas KPPS mengarahkan pemilih yang cacat untuk memilih pasangan calon tertentu. Sarolangun. Kota Sabang. Keterlambatan realisasi anggaran. Kota Batam. baik dari segi banyaknya prosedur. Gorontalo. Sarolangun. karena Permendagri 57 mengatur bahwa masa kerja PPL hanya 2 (dua) bulan (Nias Utara. Morotai ) f. Kaur. Aceh jaya. Rokan Hulu. Kota Ambon. Sungai Penuh. Lamongan. Aceh Tenggara. Kota Sabang. Rokan Hulu. Kaur. Nias Barat. Aceh Tengah. Tebo. Aceh Singkil. Pelalawan. h. Aceh Singkil. Sarolangun) d. KPPS. Tambrauw. Maluku Barat Daya) j. Rokan Hilir. Sumenep. Tambrauw. Masyarakat tidak melapor/kurang peduli dengan dirinya terdaftar atau tidak terdaftar dalam daftar pemilih di DPS dan DPT. Kaur. Rokan Hulu. Keterbatasan Anggaran. pada saat DPT ditetapkan barulah mereka mulai menyampaikian koreksi (Majene) e. Nias Barat. Banjarnegara. PPS tidak mengumumkan daftar pemilih sementara di tempat2 yang strategis (Nias Utara.

Pelalawan. Batang. (Aceh Jaya. LANGKAH DALAM MENGANTISIPASI HAMBATAN Terdapat sejumlah upaya yang dilakukan oleh Panwaslu Kada dalam mengantisipasi dan mengatasi hambatan dalam pengawasan. Koordinasi dengan pihak kepolisian jika ada tindakan yang mengandung unsur kekerasan dan ancaman. Banjarnegara. Kota Batam) r. (Banggai) n. sumenep. (Aceh Besar. Maluku Barat Daya. Banjarnegara) H. Sungai Penuh. kepala desa dan pers). Aceh Besar. Kotak suara yang bergerak dari daerah terpencil dan daerah konflik sampai dengan terlambat. Morotai. Aceh jaya. Gunung Sitoli. Aceh Singkil. (Aceh Besar. Rokan Hulu) m. Sangihe. Nias Barat. Pelalawan. Aceh Besar. Rokan Hulu. tokoh agama. Rekruitmen Relawan (Sulawesi Tengah. Melakukan verifikasi secara swadaya (Tebo) j. Sungai Penuh. diantaranya sebagai berikut : a. Lamongan. Muaro Jambi. (Banggai. Aceh Tenggara. Pacitan. Melakukan cross chek data pemilih ke Dinas Catatan Sipil. Aceh Tengah) o. Koordinasi tertulis dengan KPU Kabupaten/Kota tentang pemilih ganda pada 4 Distrik dan 1 kelurahan tidak dapat dibuka soft copynya (KotaJayapura) e.k. Lamongan. Kota Balikpapan. Data pengawasan berupa salinan form C1 yang dipegang oleh panwas dipandang tidak dapat menjadi bukti yang sah dalam mengoreksi rekapitulasi pada jenjang selanjutnya (Malang ) w. Intruksi kepada PPL untuk mendapatkan salinan form C1 yang asli pada hari H (Barito Selatan. Banyuwangi. Surat suara sudah dicoblos sebelum tiba di TPS (Tambrauw. Aceh Timur. Membuat cheklist pengawasan tahapan pencalonan (Banjarnegara) l. Membagi tugas di tingkat internal Pengawas Pemilu Kada. (Kota Balikpapan) u. Gunung Sitoli) r. Aceh Tengah. Melakukan kerjasama dengan berbagai stakeholder diantaranya adalah Orari. (Aceh Besar. Muaro Jambi. Melakukan MOU kesepahaman Pemilu Damai. (Musi Banyuasin) k. Sarolangun. Demak. Maybrat. Lamongan. Netralitas Penyelenggara. Sangihe. Sarolangun. Sarolangun. Cianjur)) v. Surolangun) d. Kinerja KPPS kurang maksimal. Menggalang dukungan dari elemen-elemen yang strategis komunikasi intensif dengan stakeholders pemilu (Nias Utara. Rokan Hilir. Pacitan. Kuantan Singingi. Banjarnegara) 10 . (Rokan Hulu) t. Perbedaan pemahaman antara Panwaslu dengan KPU Kabupaten/Kota terkait pengertian kampanye yang bersifat akumulatif (Demak) o. Sumenep. Melakukan pengawasan langsung ke lokasi kampanye. Form tentang persyaratan pasangan calon yang menimbulkan multitafsir (terkait dua periode masa jabatan Bupati (Tuban) m. Mesuji) c. KPU Kabupaten/Kota cenderung tidak terbuka tentang nama pemenang tender dan lokasi percetakan (Banjarnegara. (Kab. Barito Selatan. Petugas KPPS kesulitan menentukan suara sah/tidak sah. Kota Sabang. (Barito Selatan) i. Muaro Jambi. Melakukan pengawasan langsung ke lokasi pemungutan suara. Aceh Singkil. Memberikan bimbingan tekhnis kepada Pengawas Pemilu Kecamatan terkait daftar pemilih. Pengawas Pemilu dilibatkan verifikasi data secara formal tetapi tidak diberikan salinan dokumen (Maluku Barat Daya) l. Sungai Penuh. (Rokan Hulu) s. Rokan Hilir. Aceh jaya. Kota Sabang. JPPR untuk melakukan pengawasan (Malang ) q. Pacitan. Mengirim Surat /Koordinasi dengan KPU Kabupaten/Kota (Nias Utara. Kutai Barat) g. Sumenep. Kuantan Singingi. Meminta bantuan tenaga profesional untuk mengecek DPS (Bungo. Memberikan himbauan kepada masyarakat untuk taat aturan dan membantu mengawasi proses tahapan Pemilu Kada (Nias Utara. Aceh Timur. Kota Sabang. Aceh Tenggara) h. Gunung Sitoli) p. Aceh jaya. Aceh Tengah. TPS yang berada di daerah konflik dan daerah perbatasan. Aceh Singkil. Tambrauw. Aceh Tenggara. Maybrat) u. Natuna. Maluku Barat Daya . Aceh Singkil. Aceh Timur. Pelalawan. Nduga) b. Aceh Tengah) v. Merekomendasikan pelanggaran adminstrasi dan kode etik untuk KPU Kabupaten/Kota yang meloloskan pasangan calon perseorangan yang tidak memenuhi syarat (Morotai) s. KPU tidak mengindahkan rekomendasi panwas terkait pasangan calon perseorangan yang tidak memenuhi syarat tapi diloloskan oleh KPU( Morotai) n. (Musi Banyuasin. Melakukan sosialisasi daftar pemilih dengan para stakeholder’s (tokoh masyarakat. Melakukan kroscek ke Kementrian Hukum dan HAM untuk mendapatkan informasi kepengurusan partai politik yang sah. MBD. Keterbatasan akses informasi terutama di daerah terpencil. Kuantan Singingi. Nduga) q. Kota Sabang. Aceh Tenggara) f. Rokan Hilir. Aceh Tenggara. Melakukan verifikasi dan klarifikasi keabsahan ijasah langsung ke sekolah pasangan calon yang bersangkutan (Nias Utara. (Aceh Besar. (Rokan Hulu. Kutai Barat) t. KPU Kabupaten/Kota tidak transparan dalam menyampaikan informasi terkait laporan dana kampanye pasangan calon (Semua Daerah) p. Aceh Timur.

Pengawas pemilu kada menindaklanjuti temuan adanya pemilih ganda. Menghadiri dan mengawasi proses pendaftaran bakal pasangan calon. Kota Balikpapan) g. Lamongan. Panwas merekomendasikan penundaan penetapan DPT oleh KPU Kab/kota (Rokan Hilir) f. Hasil pengawasan terhadap proses dan berkas bakal pasangan calon dapat terdokumentasi dengan baik (Rokan Hulu) b. Mengirim surat ke KPU Provinsi atau Kabupaten/Kota untuk meminta data. pemilih yang meninggal yang masih terdaftar dalam data pemilih (Nias Utara. MBD. Banjarnegara. pemilih di bawah umur. CAPAIAN DALAM PENGAWASAN Terdapat sejumlah capaian dalam pengawasan dan pencegahan pelanggaran. Kota Balikpapan. Pemilih ganda yang terdaftar dalam DPT dicoret oleh KPU Kab/Kota atas rekomendasi Pengawas pemilu kada (Sungai Penuh. diantaranya sebagai berikut : 1. Sulteng. Nduga. Barito Selatan. Muaro Jambi. Balikpapan. DPT tidak menjadi materi gugatan dalam sengketa perselisihan hasil pemilu di MK (Nias Utara) 1. Pacitan. Sangihe. Tebo) b. Tim Kampanye mentaati aturan terkait tidak melakukan pemasangan atribut kampanye sebelum tahapan kampanye (Barito Selatan. Pelalawan. pemilih tanpa NIK. Mengumpulkan salinan form C1 dari tiap TPS. Sangihe. (Kota Batam) h. Bontang. KPU Kab/Kota menindaklanjuti rekomendasi Pengawas pemilu kada terkait keabsahan berkas persyaratan bakal pasangan calon f. Barito Selatan. (Musi Banyuasin) d. Sangihe. Rokan Hilir. Mengintruksikan kepada PPL untuk mendapatkan salinan formulir C1 pada hari pemungutan dan penghitungan suara (asli). Muaro Jambi. sumenep. Tahapan Kampanye a. diantaranya : a. d. Kota Surabaya. Kuansing. Pelalawan. Nias Utara. Kuansing. Tahapan Pemutakhiran Dan Penetapan Daftar Pemilih a. Sarolangun) c. (Nias Utara. KPU Prov/Kab/Kota memberikan akses data untuk sama-sama mengantisipasi kemungkinan terjadi dugaan pelanggaran terkait laporan dana kampanye (Sungai Penuh) 11 . Tidak ada keberatan masyarakat dan bakal pasangan calon terkait keterpenuhan persyaratan pencalonan (Sulteng) h. Sungai Penuh. Tasikmalaya) i. Gorontalo) f. Demak. Gunung Sitoli) b. Sarolangun. Pengawas pemilu kada mendapatkan salinan dokumen persyaratan pasangan calon (Tebo. Lamongan. Menemukan dan menindaklanjuti bukti pemalsuan tanda tangan pendukung calon perseorangan (Malang . Kota Ambon. Data yang dimiliki Panwaslu menjadi sumber informasi bagi Pengadilan Negeri dalam mengecek kebenaran bukti kasus (Sungai Penuh). Panwas menemukan pemilih eksodus dari daerah perbatasan (Muaro jambi) d.(Batang. Sungai Penuh. Muaro Jambi. MBD. Gunung Sitoli) e. Musi Banyuasin) Malang. (Barito Selatan. Sungai Penuh.Adapun langkah-langkah yang dilakukan oleh Panwaslu Kada dalam mengatasi hambatan akses data dari KPU. Sarolangun. Dapat mencegah tingginya angka dugaan pelanggaran dalam tahapan Kampanye (Rokan Hilir. KPU Prov/Kab/Kota memberikan kemudahan akses data bagi pengawas pemilu kada (Sulteng. Menjemput langsung data daftar pemilih ke KPU Kabupaten/Kota. Panwas menolak menandatangani penetapan DPT mulai dari kabupaten sampai PPL karena masih terdapat data pemilih yang belum akurat serta meminta KPU dan jajarannya untuk melakukan perbaikan data (Pacitan) c. Rokan Hilir. MBD. Mendatangi kantor KPU Kabupaten/Kota untuk mendapatkan langsung dokumen persyaratan pasangan calon. (Kota Jayapura) I. Banjarnegara) 2. Mencari informasi dari sumber lain diluar untuk melakukan pengecekan langsung terhadap jenis dan jumlah perlengkapan yang digunakan. Sarolangun) b. Pacitan. Rokan Hulu) c. sumenep. Mendatangi langsung kantor KPU Kabupaten/Kota untuk mendapatkan data daftar pemilih. Kuansing. sumenep. Rokan Hilir. (Barito Selatan) e. Banjarnegara) g. Tahapan Pencalonan a. Pelalawan. (Prov. Menemukan salinan asli ijasah bakal pasangan calon sebagai salah satu persyaratan dalam pencalonan kepala daerah dan wakil kepala daerah (Gunung Sitoli) e.

juga revisi terkait kelembagaan pengawas pemilu. Pemungutan dan penghitungan suara dapat berjalan lancar (Sulteng ) g. diantaranya meliputi revisi aturan terkait perbaikan prosedur pelaksanaan tahapan dikaitkan dengan kepentingan untuk memaksimalkan pengawasan dan meminimalisir terjadinya pelanggaran. Pergerakan dan Rekapitulasi Hasil Perolehan Suara a. sehingga pengadaan logistik dapat sinkron dengan jadwal kampanye serta jadwal pemungutan dan penghitungan suara 12 c. Kuansing. Dari data yang diperoleh panwas. Nias Barat. 2) Kewajiban pembentukan PPDP harus diatur dalam Undang-undang. 3) Keterlibatan Ketua RT/RW dalam proses pemuktahiran data pemilih harus diatur secara tegas dalam Undang-undang dan Peraturan KPU mengingat RT/RW merupakan pihak yang lebih mengetahui persis keberadaan dan pergerakan penduduk dilingkungannya. karena itu pembentukan PPDP harus dipastikan. Pelalawan. Panwaslu kada memiliki dokumen berupa salinan C1 KWK. REKOMENDASI 1. Rohil. Rekomendasi Panwaslu kada untuk Pemungutan Suara Ulang di TPS ditindaklanjuti dan dipatuhi oleh PPS dan KPPS (Tebo) f. Panwaslu kada dapat menjadi motor penggerak terhadap pencegahan potensi dugaan pelanggaran (Sungai Penuh. Tidak terjadi permasalahan yang signifikan dalam proses rekapitulasi (Sulteng ) J. Untuk mengoptimalkan pemutakhiran data pemilih sehingga mendapatkan daftar pemilih yang akurat.KPU dan Berita Acara Rekapitulasi hasil perolehan suara (Malang ) b. tidak lagi hanya diatur dalam Peraturan KPU agar lebih mengikat bagi PPS untuk menjalankannya. ) d. Tebo ) c. Tidak terjadi pelanggaran massif terkait grey area setelah pasangan calon hingga dimulainya masa kampanye (Sulteng) e. Tahapan Pemungutan dan penghitungan suara a. maka perlu penambahan masa kampanye dengan ketentuan sebagai berikut. 2 (dua) minggu terakhir dari 3 (tiga) bulan masa kampanye tersebut 3) Kampanye dimulai 1 (satu) hari setelah pasangan calon ditetapkan dan berakhir 1 (satu) hari sebelum pemungutan suara. diantaranya sebagai berikut : a. b. atas pelanggaran yang terjadi di beberapa TPS (Nduga) 4. 1) Masa kampanye ditetapkan selama 3 (tiga) bulan untuk semua bentuk kampanye 2) Kampanye dalam bentuk rapat umum dilakukan selama 14 (empat belas) hari yakni. Rekomendasi Perbaikan Peraturan Perundang-undangan Dalam rangka peningkatan kualitas pemilu kedepan. tidak adanya perbedaan yang signifikan terhadap hasil pemungutan suara (Nias Utara) b. Penambahan waktu kampanye juga dimaksudkan agar memberi waktu yang cukup bagi KPU untuk melakukan pengadaan dan distribusi perlengkapan pemungutan dan penghitungan suara. hal ini dimaksudkan untuk memberi kepastian tentang masa kampanye dan menghindari munculnya wilayah abu-abu (grey area ) setelah penetapan pasangan calon hingga masuk masa kampanye. Untuk memberikan kesempatan yang lebih optimal kepada pasangan calon dalam melakukan sosialisai tentang diri. Dapat merekomendasikan penghitungan ulang untuk surat suara yg coblos tembus (Lamongan . Pengawas pemilu mendapatkan salinan C-1 KWK. Pacitan. Muaro Jambi. Bungo. Madina. perlu pengaturan tentang : 1) Pembentukan Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) oleh Panitia Pemungutan Suara (PPS) dalam Pemilu Kada harus bersifat wajib. Banjarnegara.Terjalin kerjasama dengan tim kampanye dalam mencegah pelanggaran (Lamongan. visi misi dan programnya.KPU dalam pemungutan dan penghitungan suara (Natuna) h. Nias Utara. . Dapat meminimalisir terjadinya pelanggaran dalam tahapan pemungutan dan penghitungan suara (MBD. 4) Perlu pengaturan yang seragam melalui undang-undang tentang sumber data pemilih. Sungai Penuh. Membuat Rekomendasi Pemilu Kada Ulang. Merekomendasikan kepada KPU Kab/Kota terkait penghentian kampaye diluar jadwal (Barito Selatan. Kuantan Singingi) d. Peranan PPDP sangat strategis karena merupakan ujung tombak KPU ditingkat Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) yang membantu PPS melakukan pemutahiran data pemilih. Pelalawan ) e. Sungai Penuh. Sangihe) 3. Gunungsitoli. maka sudah menjadi kebutuhan yang sangat mendesak untuk melakukan revisi sejumlah peraturan perundang-undangan pemilu.

f. Ketentuan yang selama ini hanya mengatur terbatas pada dana kampanye seharusnya diperluas menjadi pengaturan dana pemilu karena kebutuhan dana untuk memenangkan Pemilukada tidak hanya dibutuhkan pada tahapan kampanye tetapi pada semua tahapan. 1) Sanksi tegas berupa pembatalan sebagai pasangan calon atau pasangan calon terpilih apabila pasangan calon tersebut tidak menyerahkan laporan dana kampanye sesuai batas waktu. Untuk mengoptimalkan proses audit dana kampanye pasangan calon. 1) Kewenangan kantor akuntan publik dalam mengaudit dana kampanye perlu diatur lebih jelas dalam undang-undang bukan hanya dalan peraturan KPU 2) Kewenangan KAP dalam audit dana kampanye diharapkan sampai pada tahap memberikan opini bukan hanya menyampaikan temuan sperti selam ini. 3) Anggota DPR dan DPRD juga harus mengundurkan diri dari jabatan apabila mencalonkan diri dalam Pemilu Kada. maka dalam Undang-undang untuk semua jenis pemilu. perlu pengaturan dalam Undang-undang tentang. maka KPU dalam menyusun peraturan. diperlukan aturan yang berlaku khusus untuk pemilu bahwa seluruh hasil pemeriksaan kesehatan bakal calon tidak lagi bersifat rahasia. k. harus bisa diakses oleh Panwas dan pihak terkait. h. Untuk menciptakan transparansi dan kepastian proses serta kepastian hasil terkait syarat keseharan pasangan calon. 1) Perlu memperjelas definisi Politik Uang untuk membedakannya dengan ongkos politik 2) Definisi politik uang tidak hanya dibatasi pada tindakan menjanjikan atau memberikan uang atau materi lainnya agar memilih atau tidak memilih pasangan calon tertentu sebagaiman diatur dalam UU 32 tahun 2004. e. hendaknya merujuk kepada Undang-undang Keterbukaan informasi publik dengan mencantumkan dalam peraturannya tentang kewajiban KPU dan jajarannya untuk menyerahkan data yang menjadi objek pengawasan setiap tahapan kepada Panwaslu sesuai tingkatan. data yang menjadi obyek pengawasan pada tiap tahapan. pejabat yang berwenang untuk melakukan tindakan atau aktifitas yang menguntungkan atau merugikan pasangan calon tertentu dengan cara-cara yang tidak sesuai dengan aturan. Pemilu urusan publik. 2) Gubernur dan Wakil Gubernur. Definisi politik uang harus diperluas yakni mencakup pada semua aktifitas berbentuk transaksi keuangan sebagai imbalan kepada penyelenggara. salinan rekening khusus dana kampanye dan laporan dana kampanye kepada Panwaslu pada saat pasangan calon menyerahkan dokumen tersebut kepada KPU. perlu pengaturan tegas tentang : 1) Larangan dan sanksi pidana terhadap pelanggaran tersebut harus berlaku untuk semua tahapan pemilu. bukan urusan privat karena menyangkut proses siapa yang 13 . i. Untuk meminimalisir terjadinya pelanggaran penyalahgunaan jabatan dan penggunaan fasilitas pemerintah dan untuk menciptakan fair competition bagi semua pasangan calon. 3) Perlu pengaturann agar KAP berkewajiban menyampaikan salinan hasil audit dana kampanye kapada Panwas bukan hanya kepada KPU. maka perlu pengaturan tentang. 2) Pasangan calon perlu memberikan tembusan. tidak lagi sebatas menjalani cuti pada masa kampanye sebagaimana yang berlaku saat ini. d. penerimaan dan penggunaan dana yang dilakukan pada semua tahapan pemilu seharusnya dilaporkan dan dipertanggungjawabkan secara transparan oleh semua pasangan calon. 2) KPU yang tidak menyerahkan data kepada Panwaslu akan dikenakan sanksi pidana. Untuk memaksimalkan pengawasan dan penanganan pelanggaran pada tahapan kampanye maka perlu dihapus ketentuan yang mengharuskan terpenuhinya sifat kumulatif pada unsurunsur kampanye sebagai pedoman identifikasi pelanggaran kampanye. g. harus mengundurkan diri dari jabatannya. Paslon lalu melapor ke Panwaslu tapi Panwaslu sulit mengakses data hasil pemeriksaan dokter tersebut tersebut karena adanya kode etik kedokteran yang harus menjaga kerahasiaan data pemeriksaan. Mereka curiga ada intervensi kelompok kepentingan ke tim dokter tersebut sehingga mempengaruhi hasil pemeriksaan. Untuk memperkuat pengawasan terhadap pelanggaran dalam politik uang maka pengaturan dalam undang-undang hendaknya. 3) Perlu penegasan tentang sanksi pidana bagi KPPS yang tidak memberikan Form C-1 kepada Pengawas Pemilu Lapangan (PPL) j. Karena itu. Untuk mendorong kepatuhan jajaran KPU dalam memberikan akses data kepada Panwaslu. Untuk lebih meningkatkan kepatuhan pasangan calon dan tim kampanye terhadap ketentuan pelaporan dana kampanye. Bupati dan Wakil Bupati yang akan mencalonkan diri kembali dalam Pemilu Kada. harus ada ketentuan : 1) KPU wajib menyerahkan kepada Panwaslu. Untuk mendorong pengawasan yang optimal tanpa hambatan tertutupnya akses data dari KPU dan jajarannya.c. tidak lagi hanya berlaku untuk tahapan kampanye karena faktanya penggunaan fasilitas pemerintah dan penyalahgunaan jabatan dapat terjadi pada pada semua tahapan. Hal ini penting diatur untuk mengantisipasi masalah dalam dalam pencalonan adalah adanya bakal pasangan calon (paslon) yang mempertanyakan obyektifitas tim dokter yang ditunjuk oleh KPU setempat saat mereka tidak diloloskan KPU sebagai pasangan calon karena dinilai tidak penuhi syarat kesehatan.

Perlu Revisi Peraturan Menteri Dalam Negeri No 57 Tahun 2009 tentang Perubahan atas Pengelolaan Belanja Pemilukada yang semula mengatur masa kerja PPL hanya selam 2 (dua) bulan. f. alat rekam. Bawaslu dan Panwaslu Kada harus lebih mengoptimalkan koordinasi dan kerjasama dengan komisi informasi di tingkat pusat dan daerah untuk mengatasi hambatan akses data dan informasi oleh KPU. 3) Dalam Bimtek.akan memimpin daerah untuk 5 tahun kedepan. dari sisi materi. Rekomendasi Internal Pengawas a. dirubah menjadi sejak tahapan Pemilukada dimulai hingga rekapitulasi hasil penghitungan suara di KPU Kabupaten/Kota. 3) memaksimalkan koordinasi dengan pihak terkait guna perlindungan hukum dan keamanan bagi Panwaslu dalam pelaksanaan tugasnya. Bawaslu sesegera mungkin menerapkan dan mengembangakan sistem pelaporan elektronik (e-reporting) untuk menciptakan efektifitas dan efesiensi dalam melakukan konsolidasi data dan informasi dari dan kepada Panwaslu Kada. 2) Kualitas Bimbingan Teknis (Bimtek) harus ditingkatkan. l. Panwaslu harus terbentuk sebelum tahapan pemilu dimulai. harus bisa diakses oleh Panwas dan pihak terkait. Bawaslu sangat perlu untuk : 1) memperjuangkan anggaran untuk fasilitas yang memadai guna menunjang kegiatan pengawasan (kamera. Karena itu. e. audio visual. d. Anggaran pengawasan untuk semua jenis pemilu sebaiknya dialokasikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) agar tidak terjadi politisasi anggaran oleh kelompok kepentingan di daerah. 2. perlu penekanan lebih dalam materi tentang proses dan mekanisme pelaksanaan pada setiap tahapan pemilu sebelum masuk pada pemetaan titik rawan pelanggaran dan fokus pengawasan. Untuk mendukung kinerja Panwaslu di daerah. c. Penambahan jumlah personil pengawas di tiap tingkatan dengan mempertimbangkan banyaknya jumlah kabupaten (bagi panwaslu propinsi) dan jumlah kecamatan (bagi panwaslu kabupaten/kota) di wilayah pengawasannya. seluruh hasil pemeriksaan kesehatan bakal calon tidak lagi bersifat rahasia. metode dan teknik penyajiannya serta perlu penambahan alokasi waktu. Untuk mengoptimalkan peningkatan kapasitas dan pembinaan kepada Pengawas di semua tingkatan : 1) Harus ada Buku Pedoman Pengawasan yang terpisah untuk setiap tingkatan pengawas. b. Juga harus ada pengawas untuk setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS) m. n. * 14 . Bawaslu harus selalu mengembangkan format supervisi dan inspektorasi pengawasan hingga menemukan format yang ideal. dll) 2) memperjuangkan perlindungan asuransi untuk Panwaslu. Hal ini dimaksudkan agar rentang kendali yang cukup jauh dari Bawaslu langsung ke Panwaslu Kabupaten/Kota dalam pelaksanaan Pemilu Kada Bupati dan Walikota dapat diatasi dengan baik.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful