P. 1
Askep Stroke

Askep Stroke

|Views: 166|Likes:
Published by Faizal Galek

More info:

Published by: Faizal Galek on Jan 24, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/13/2013

pdf

text

original

ASKEP STROKE Bapk.

David, 59 tahun datang ke IRD RS Harapan Kami dengan kelemahan mendadak ekstremitas kanan, 3 jam yang lalu, saat kejadian klien sedang aktifitas berkebun. Hasil pemgkajian saat ini didapatkan kesadaran compos mentis, tandatanda vital saat ini tensi 200/110 mmHG, respirasi rate 24X/menit, nadi 90X/menit, disatria +, orientasi waktu, orang dan tempat baik. Bpk David sejak 3 tahun menderita hipertensi, 1 tahun yang lalu pernah dirawat akibat hipertensinya,. Setelah dilakukan CT Scan didapatkan obstruksi cabang A Cerebri media kiri. Dx Medis CVA Infark. Soal 1 Pengkajian apa yang harus segera saudara lakukan untuk melengkapi pemeriksaan yang telah dilakukan dan pemeriksaan penunjang apa saja yang harus dilakukan pada kasus diatas. Inisial assessment dengan primary survey : A: Tidak didapat gannguan pada saluran nafas. B: pernafasan 24X/menit, masih dalam kategori baik C: tensi 200/110mmHG, nadi 90X/menit D: kelemahan ekstrimitas kanan Pemeriksaan dengan Obsevasi B1-6 ✔ BI ( Breathing) Perlu di kaji adanya :  Sumbatan jalan nafas karena penumpukan sputum dan kehilangan refleks batuk.  Adakah tanda-tanda lidah jatuh ke belakang.  Auskultasi suara nafas mungkin ada tanda stridor.  Catat jumlah dan rama nafas ✔ B2 ( Blood) Deteksi adanya : tanda-tanda peningkatan TIK yaitu peningkatan Tekanan Darah disertai dengan pelebaran nadi dan penurunan jumlah nadi. ✔ B3 ( Brain) Kaji adanya keluhan sakit kepala hebat.Periksa adanya pupil unilateral, Observasi tingkat kesadaran . ✔ B4 ( Bladder) Tanda-tanda inkontinensia urin. ✔ B5 ( Bowel) Tanda-tanda inkontinensia alvi. ✔ B6 ( Bone ) Kaji adanya kelumpuhan atau kelemahan dan kekuatan otot. Inisial assessment dengan sekundary survei  Pemeriksaan integumen • Kulit: jika klien kekurangan O2 kulit akan tampak pucat dan jika kekurangan cairan maka turgor kulit kan jelek. • Kuku : perlu dilihat adanya clubbing finger, cyanosis • Rambut : umumnya tidak ada kelainan  Pemeriksaan kepala dan leher • Kepala : bentuk normocephalik • Muka : umumnya tidak simetris yaitu mencong ke salah satu sisi • Leher : kaku kuduk jarang terjadi  Pemeriksaan dada Pada pernafasan kadang didapatkan suara nafas terdengar ronchi, wheezing ataupun suara nafas tambahan, pernafasan tidak teratur akibat penurunan refleks batuk dan menelan, adanya hambatan jalan nafas, terjadi bila penurunan kesadaran.  Pemeriksaan abdomen Didapatkan penurunan peristaltik usus akibat bed rest yang lama, dan kadang terdapat kembung,bila klien menderita stroke dengan intoleransi aktivitas.  Pemeriksaan inguinal, genetalia, anus Kadang terdapat incontinensia atau retensio urine  Pemeriksaan ekstremitas Sering didapatkan kelumpuhan pada salah satu sisi tubuh.  Pemeriksaan neurologi ✔ Pemeriksaan nervus cranialis: Umumnya terdapat gangguan nervus cranialis VII dan XII central. Penglihatan menurun, diplopia, gangguan rasa pengecapan dan penciuman, paralisis atau parese wajah. ✔ Pemeriksaan motorik: Hampir selalu terjadi kelumpuhan/ kelemahan pada salah satu sisi tubuh, kelemahan, kesemutan, kebas, genggaman tidak sama, refleks tendon melemah secara kontralateral, apraksia ✔ Pemeriksaan sensorik: Dapat terjadi hemihipestesi, hilangnya rangsang sensorik kontralteral. ✔ Pemeriksaan refleks ✔ Pada fase akut reflek fisiologis sisi yang lumpuh akan menghilang. Setelah beberapa hari refleks fisiologis akan muncul kembali didahuli dengan refleks patologis. ✔ Sinkop/pusing, sakitkepala, gangguan status mental/tingkat kesadaran, gangguan fungsi kognitif seperti penurunan memori, pemecahan masalah, afasia, kekakuan nukhal, kejang, dll (Doengoes, 2000: 291) Pemeriksaan penunjang 1. Pemeriksaan radiologi ○ CT scan: didapatkan hiperdens fokal, kadang-kadang masuk ventrikel, atau menyebar ke permukaan otak, edema, hematoma, iskemia dan infark (Doengoes, 2000: 292) ○ MRI: untuk menunjukkan area yang mengalami hemoragik. (Doenges, 2000: 292) ○ Angiografi serebral: untuk mencari sumber perdarahan seperti aneurisma atau malformasi vaskuler, atau membantu menenukan penyebab stroke

1.

○ ○ ○

yang lebih spesifik seperti perdarahan atau obstruksi arteri, adanya titik oklusi atau ruptur (Doengoes, 2000: 292) Pemeriksaan foto thorax: dapat memperlihatkan keadaan jantung, apakah terdapat pembesaran ventrikel kiri yang merupakan salah satu tanda hipertensi kronis pada penderita stroke, menggambarkan perubahan kelenjar lempeng pineal daerah berlawanan dari massa yang meluas (Doengoes, 2000: 292) Pemeriksaan laboratorium Pungsi lumbal: pemeriksaan likuor yang merah biasanya dijumpai pada perdarahan yang masif, sedangkan perdarahan yang kecil biasanya warna likuor masih normal (xantokhrom) sewaktu hari-hari pertama. Tekanan normal biasanya ada trombosis, emboli dan TIA. Sedangkan tekanan yang meningkat dan cairan yang mengandungdarah menunjukkan adanya perdarahan subarachnoid atau intrakranial. Kadar protein total meningkat pada kasus trombosis sehubungan dengan proses inflamasi (Doengoes, 2000: 292) Pemeriksaan darah rutin Pemeriksaan kimia darah: pada stroke akut dapat terjadi hiperglikemia. Gula darah dapat mencapai 250 mg dalam serum dan kemudian berangsur-angsur turun kembali. Pemeriksaan darah lengkap: unutk mencari kelainan pada darah itu sendiri.

Phathoflow Faktor penyebab :  Kualitas pembuluh darah tidak baik  Trombosis pembuluh darah ( trombosis serebri ).  Emboli a.l dari jantung (emboli serebri ).  Arteritis sebagai akibat lues / arteritis temporalis. PENURUNAN BLOOD FLOW KE OTAK ISKEMIA DAN HIPOKSIA JARINGAN OTAK INFARK OTAK EDEMA JARINGAN OTAK Kematian sell otak Kerusakan sistem motorik dan sensorik ( DEFICIT NEUROLOGIS ) ➢Kelumpuhan / hemiplegi ➢Kelemahan / paralyse ➢Penurunan kesadaran ➢Dysphagia • • • • •

Resiko injury Gangguan nutrisi (kurang dari kebutuhan tubuh ). Inkoninensia uri. Inkontinensia alvi. Resiko kerusakan integritas kulit. Kerusakan komunikasi verbal. • • • • Jalan nafas tak fektif. Resiko peningkatan TIK. Intoleransi aktifitas (ADL) Gangguan mobilitas • • Kecemasan ancaman kematian. Kurang pengetahuan

Prioritas Keperawatan 1. Meningkatkan perfusi dan oksigenasi serebral yang adekuat 2. Mencegah/meminimalkan komplikasi dan ketidakmampuan yang bersifat permanen 3. Membantu pasien untuk menemukan kemandiriannya dalam melakukan aktivitas sehari-hari Rumusan masalah keperawatan : ➢ Perubahan perfusi jaringan otak (serebral) berhubungan dengan, edema serebral, gangguan oklusi ➢ Gangguan mobilitas fisik berhubungan dengan kelemahan, parastesia, hemiparese/hemiplagia Gangguan persepsi sensori : perabaan yang berhubungan dengan penekanan pada saraf sensori, penurunan penglihatan ➢ Gangguan persepsi sensori: perabaan yang berhubungan dengan penekanan pada saraf sensori ➢ Resiko peningkatan TIK berhubungan dengan penambahan volume otak sekunder terhadap hipoksia dan oedema otak ➢ Gangguan komunikasi verbal atau tulis berhubungan dengan gangguan sirkulasi cerebral, gangguan neuromuskuler, kehilangan kontrol tonus otot facial atau oral dan kelemahan secara umum. Soal 3

tonus dan kekuatan otot serta memperbaiki fungsi jantung dan pernapasan g) Program secara individual akan sesuai dengan kebutuhan pasien baik dalam perbaikan deficit keseimbangan. ✔ Anti koagulan. b. Anjurkan latihan meliputi latihan otot quadriceps/gluteal ekstensi. 1. d) Meningkatkan keamanan klien dan menurunkan resiko terjadinya trauma. Kriteria hasil : Tidak terdapat tanda peningkatan tekanan intra kranial : ○ Peningkatan tekanan darah. fungsi kognitif dan motorik/sensori ○ Tidak ada tanda TIK meningkat ○ Menunjukkan tidak ada kelanjutan deteriorasi/kekambuhan defisit ○ Tanda-tanda vital stabil (nadi : 60-100 kali permenit. ✔ Analgetika. nadi. ➢ Aktifitas ini menimbulkan manuver valsalva yang merusak aliran balik vena dengan kontriksi vena jugularis dan peningkatan TIK. Rangsang anal dengan jari(boleh tapi dengan hati-hati) hindari mengedan. bahasa. Resiko peningkatan TIK berhubungan dengan penambahan volume otak sekunder terhadap hipoksia dan oedema otak Tujuan : setelah dilakukan tindakan keperawatan klien tidak mengalami peningkatan tekanan intra kranial . b) Meninggikan kepala dapat membantu drainage vena untuk mengurangi kongesti vena. kaji adanya lindungan yang berbahaya. b. ✔ Vasodilator perifer. Masase karotis 2. Rasional a) Deteksi dini peningkatan TIK untuk melakukan tindakan lebih lanjut. ➢ Fleksi atau rotasi ekstrem leher mengganggu cairan cerebrospinal dan drainage vena dari rongga intra kranial. fleksi ekstrem panggul dan lutut a. perubahan respon motorik/sensori. muntah proyektil dan pupil unilateral. sebagai penetapan rencana tindakan b) Penurunan kesadaran terhadap sensorik dan perasaan kinetik berpengaruh terhadap keseimbangan/posisi dan kesesuaian dari gerakan yang mengganggu ambulasi. Jangan lakukan perubahan posisi dengan cepat c. c) Tindakan seperti : ➢ Masase karotid memperlambat frekuensi jantung dan mengurangi sirkulasi sistemik yang diikuti peningkatan sirkulasi secara tibatiba. Membantu klien untuk mengorientasikan bagian dirinya dan kekuatan dari daerah yang terpengaruh. kehilangan memori. Konsul dokter untuk mendapatkan pelunak feces jika di perlukan. ○ Pernafasan cheyne stokes ○ Muntah projectile. perubahan VS Tujuan: Perfusi jaringan otak dapat tercapai secara optimal Kriteria hasil: ○ Klien tidak gelisah. Buatlah klien sadar akan semua bagian tubuh yang terabaikan seperti stimulasi sensorik pada daerah yang sakit. e) Rubah posisi tiap 2 jam. gunakan footboard selama periode placid paralisis. kecuali pada stroke haemorhagic. Sisi yang sakit biasanya kekurangan sirkulasi dan sensasi yang buruk serta lebih mudah terjadi kerusakan kulit/dekubitus. c) Melatih kembali jaras sensorik untuk mengintegrasikan persepsi dan intepretasi diri. Flaccid paralisis dapat dikurangi dengan menyangga kepala. intelektual dan emosi. ○ Nadi melebar. jari dan telapak tangan serta kali.Susunlah rencana tindakan keperawatan sesuai dengan masalah kegawatan yang saudara temukan disertai rasional tindakan 1. f) Hilangkan kebisingan/stimulasi eksternal yang berlebihan. suhu: 36-36. menurunkan resiko hiperkalsiurea dan osteoporosis pada pasien dengan haemorhagic. parastesia. c) Sangga ekstremitas pada posisi fungsional. f) Menurunkan ansietas dan respon emosi yang berlebihan/kebingungan yang berhubungan dengan sensori berlebih. d) Mulai ROM. Pantau tanda dan gejala TIK seperti . (supinasi. Gangguan persepsi sensori: perabaan yang berhubungan dengan penekanan pada saraf sensori Tujuan: Meningkatnya persepsi sensorik: perabaan secara optimal. gelisah. gangguan oklusi dibuktikan oleh perubahan tingkat kesadaran. dimana spastis d) Meminimalkan atropi otot. e) Dapat menurunkan resiko iskemia jaringan injury. rasa persendian c) Berikan stimulasi terhadap rasa sentuhan. membantu memelihara ekstremitas pada posisi fungsional dan mengosongkan kandung kemih yang mengurangi terjadinya batu buli-buli dan resiko infeksi karena stasis urine c) Dapat mencegah kontraktur atau footdrop dan memfasilitasi pengembalian fungsi. Anjurkan pada klien dan keluarga untuk melakukan pemeriksaan terhadap suhu air dengan tangan yang normal e) Anjurkan klien untuk mengamati kaki dan tangannya bila perlu dan menyadari posisi bagian tubuh yang sakit. d) Lindungi klien dari suhu yang berlebihan. meningkatkan resiko terjadinya trauma. meningkatkan sirkulasi. Aktif/pasif untuk semua ekstremitas. Gangguan mobilitas fisik berhubungan dengan kelemahan. pertahankan posisi kepala netral. e) Penggunaan stimulasi penglihatan dan sentuhan membantu dalan mengintegrasikan sisi yang sakit. Fleksi leher atau rotasi lebih dari 45 derajat 3. sidelying) terutama pada bagian yang sakit f) Ajarkan klien untuk melakukan latihan gerak aktif pada ekstrimitas yang tidak sakit g) Kolaborasi dengan ahli fisioterapi untuk latihan fisik klien Rasional a) Mengidentifikasi kekuatan /kelemahan dapat membantu memberi informasi yang diperlukan untuk membantu pemilihan intervensi karena tehnik yang berbeda digunakan untuk flacid dan spastis paralisis. ✔ Anti tukak. mempertahankan tingkat kesadaran biasanya/membaik. hemiparese/hemiplagia Tujuan : Klien mampu melaksanakan aktivitas fisik sesuai dengan kemampuannya Kriteria hasil ○ Tidak terjadi kontraktur sendi (mempertahankan posisi optimal dan mempertahankan fungsi secara optimal) ○ Bertambahnya kekuatan otot ○ Klien menunjukkan tindakan untuk meningkatkan mobilitas ○ Mempertahankan integritas kulit Rencana tindakan a) Kaji kemampuan fungsional otot. ✔ Terapi intra vena pengganti cairan dan elektrolit. ○ Sakit kepala hebat. . ✔ Roborantia. ✔ Pelunak feces. Tinggikan kepala saat tidur 15 – 30 derajat kecuali ada kontra intikasi. koordinasi dan kekuatan 1. defisit sensori. Pertahankan lingkungan tenang. f) Gerakan aktif memberikan massa. seperti memberikan klien suatu benda untuk menyentuh. keluhan kepala hebat. sunyi dan pencahayaan redup. seperti membedakan panas/dingin. Rencana tindakan : a. c. g) Lakukan validasi terhadap persepsi klien Rasional a) Untuk mengetahui tipe dan lokasi yang mengalami gangguan. Biarkan klien menyentuh dinding atau batas-batas lainnya.7 C. b) Membantu menstabilkan tekanan darah. Perubahan perfusi jaringan otak (serebral) berhubungan dengan edema serebral. pernafasan 16-20 kali permenit) Rencana tindakan a) Berikan penjelasan kepada keluarga klien tentang sebab-sebab gangguan perfusi jaringan otak dan akibatnya b) Anjurkan kepada klien untuk bed rest total c) Observasi dan catat tanda-tanda vital dan kelainan tekanan intrakranial tiap dua jam d) Berikan posisi kepala lebih tinggi 15-30 dengan letak jantung (beri bantal tipis) e) Anjurkan klien untuk menghindari batuk dan mengejan berlebihan f) Ciptakan lingkungan yang tenang dan batasi pengunjung g) Kolaborasi dengan tim dokter dalam pemberian obat neuroprotektor Rasional a) Keluarga lebih berpartisipasi dalam proses penyembuhan b) Untuk mencegah perdarahan ulang c) Mengetahui setiap perubahan yang terjadi pada klien secara dini dan untuk penetapan tindakan yang tepat d) Mengurangi tekanan arteri dengan meningkatkan draimage vena dan memperbaiki sirkulasi serebral e) Batuk dan mengejan dapat meningkatkan tekanan intra kranial dan potensial terjadi perdarahan ulang f) Rangsangan aktivitas yang meningkat dapat meningkatkan kenaikan TIK. meraba. Istirahat total dan ketenangan mungkin diperlukan untuk pencegahan terhadap perdarahan dalam kasus stroke hemoragik / perdarahan lainnya g) Memperbaiki sel yang masih viabel 1. tajam/tumpul. Klasifikasi dengan skala 0-4 b) Bantu pasien duduk jika tanda-tanda vital stabil. g) Membantu klien untuk mengidentifikasi ketidakkonsistenan dari persepsi dan integrasi stimulus. ingatkan individu untuk merawata sisi yang sakit. Hindari hal-hal berikut : 1. posisi bagian tubuh/otot. membantu mencegah kontraktur. tekanan darah. GCS. Kriteria hasil: ○ Klien dapat mempertahankan tingakat kesadaran dan fungsi persepsi ○ Klien mengakui perubahan dalam kemampuan untuk meraba dan merasa ○ Klien dapat menunjukkan perilaku untuk mengkompensasi terhadap perubahan sensori Rencana tindakan a) Tentukan kondisi patologis klien b) Kaji kesadaran sensori. latihan yang membawa area yang sakit melewati garis tengah. respirasi. Berikan obat-obatan sesuai dengan pesanan: ✔ Anti hipertensi.

. Edisi 1. kontrol pernafasan dapat mempengaruhi artikulasi dan mungkin tidak terjadinya afasia ekspresif). Untuk kenyamanan berhubungan dengan ketidakmampuan berkomunikasi. Compartment rongga kepala orang dewasa rigid tidak dapat berkembang yang terisi 3 komponen yaitu Jaringan otak seberat 1200 gram. m. pasien mungkin mempunyai masalah dalam mengartikan kata-kata (afasia. kedua tanda ini jika disertai dengan ganguan pola napas disebut “trias cushing”. Bedakan afasia dengan dsiatria Dapat menentukan pilihan intervensi pada tipe gangguan. gerakan bibir. yang merupakan tanda awal dari peningkatan tekanan intrakranial. pada umumnya klinis dari peningkatan tekanan intrakranial adalah Nyeri kepala. yang mula – mula ataupun canalis centralis yang ada di medullaspinalis yang tampak pada klinis penderita mengalami kaku kuduk serta pinggang terasa sakit dan berat. misalnya pasien dapat mengenal benda tersebut tetapi tidak mampu menyebutkan namanya. Memajukan stimulasi komunikasi ingatan dan kata-kata. Mampu menggunakan bahasa isyarat. ➢ Mencegah defisit cairan. ➢ Meningkatkan daya tahan tubuh. Pasien dapat menunjukan pengertian terhadap masalah komunikasi b.) Observasi yang dilakukan bila terjadi : 1) Peningaktan tensi darah 2) Penurunan denyut nadi (bradikardi) 3) Masalah pola nafas 4) Gelisah. ➢ Mencegah stres ulcer. Perdengarkan bunyi yang sederhana seperti “sh……cat” Mengidentifikasi disatria komponen berbicara (lidah. Memberikan komunikasi dasar sesuai dengan situasi individu. i. Mampu mengekspresikan perasaannya. j. mampu mengidentifikasi obyek e. tumor. d. Jika kompensasi kedua komponen isi rongga intrakranial sudah terlampaui sedangkan penambahan massa masih terus berlangsung maka jaringan otak akan melakukan kompensasi yaitu berpindah ketempat yang kosong (“locus minoris”) perpindahan jaringan otak tersebut disebut herniasi cerebri. Berbicara dengan nada normal dan hindari ucapan yang terlalu cepat. mengartikan bahasa. jumlah massa yang ada dalam rongga kepala adalah konstan jika terdapat penambahan massa (misal hematom. Kaji tipe disfungsi misalnya : pasien tidak mengerti tentang kata-kata atau masalah berbicara atau tidak mengeti bahasa sendiri. Beri peringatan bahwa pasien di ruang ini mengalami gangguan berbicara. Cairan liquor serebrospinalis seberat 150 gram.untuk mempraktekan ketrampilan praktis dalam berkomunikasi. edema. k.:Perintahkan pasien untuk menyebutkan nama suatu benda yang diperlihatkan. b) Meningkatkan istirahat dan menurunkan rangsangan membantu menurunkan TIK c) Obat-obat tersebut memberi efek : ➢ Menurunkan tekanan darah. bila tidak mampu untuk menulis suruh pasien untuk membaca kalimat pendek. ➢ Memperbaiki sirkulasi darah otak. Suruh pasien untuk menulis nama atau kalimat pendek. Ucapkan langsung kepada klien berbicara pelan dan tenang. Kolaborasi : Konsul ke ahli therapi bicara. Soal 5 Focus observasi apa saja yang saudara lakukan untuk mengetahui kemungkinan terjadinya peningkatan tekanan intracranial pada CVA Haemorragie dengan kesadaran menurun. Denyut nadi menurun (bradikardia). Pupil bending/anisokor (Harsono. f. gunakan pertanyaan dengan jawaban ya atau tidak dan perhatikan respon klien Mengurangi kebingungan atau kecemasan terhadap banyaknya informasi. ekspresif. area dan kerusakan pada area broca) b. c. membicarakan keluarga. menggambar dan mendemonstrasikan secara visual gerakan tangan. Meningkatkan pengertian percakapan dan kesempatan. ➢ Mencegah obstipasi. Muntah. wernicke. c. Katakan untuk mengikuti perintah secara sederhana seperti tutup matamu dan lihat ke pintu Untuk menguji afasia reseptif. abses) maka sebagian dari komponen tersebut mengalami kompensasi/bergeser. Menurut doktrin Monroe – kellie. ➢ Mengurangi nyeri. tidak menyebabkan pasien marah dan tidak menyebabkan rasa frustasi. Tujuan : mampu melaksanan komunikasi dengan verbal dan non verbal Kriteria hasil : a.a) Mencegah konstipasi dan mengedan yang menimbulkan manuver valsalva. Mengkaji kemampuan verbal individual dan sensori motorik dan fungsi kognitif untuk mengidentifikasi deficit dan kebutuhan therapi. 1. mampu mengucapkan kata-kata f. ➢ Mencegah terjadinya trombus. Mual. kehilangan kontrol tonus otot facial atau oral dan kelemahan secara umum. Dengan percakapan yang salah dan lengkap Pasien dapat kehilangan kemampuan untuk memonitor ucapannya. Membicarakan topik-topik tentang keluarga pekerjaan dan hobi. Gadjah Mada University Press. Memilih metode komunikasi alternatif misalnya menulis pada papan tulis. l. Menguji ketidakmampuan menulis (agrafia) dan deficit membaca (alexia) yang juga merupakan bagian dari afasia reseptif dan ekspresif. Berikan waktu pasien untuk berespon. e. dengan nyeri kepala hebat 5) Mual dan muntah proyektil 6) Pupi anisokor . Menguji afasia. n. Darah dan pembuluh darah seberat 150 gram. gangguan neuromuskuler. Jika kompensasi dari cairan serebrospinalis sudah terlampaui sedangkan penambahan massa masih terus berlangsung maka terjadi kompensasi kedua yaitu kompensasi dari pembuluh darah dan isinya yang bertujuan untuk mengurangi isi rongga intrakranial dengan cara ialah Vaso konstriksi yang berakibat tekanan darah meningkat. menyebutkan nama g. Antisipasi dan bantu kebutuhan klien Membantu menurunkan frustasi oleh karena ketergantungan atau ketidakmampuan berkomunikasi.tanda klinis herniasi cerebri tergantung dari macamnya. Menganjurkan pengunjung untuk berkomunikasi dengan pasien misalnya membaca surat. Tanda . sediakan bel khusus bila perlu. Rencana tindakan : Independen a. h. Gangguan komunikasi verbal atau tulis berhubungan dengan gangguan sirkulasi cerebral. Menurunkan isolasi sosial dan mengefektifkan komunikasi. 1996. Yogyakarta. g. Buku Ajar Neurologi Klinis. Perhatikan percakapan pasien dan hindari berbicara secara sepihak Memungkinkan klien dihargai karena kemampuan intelektuialnya masih baik. Membantu menentukan kerusakan area pada otak dan menentukan kesulitan pasien dengan sebagian atau seluruh proses komunikasi. komunikasinya secara tidak sadar. dengan melengkapi dapat merealisasikan pengertian pasien mengklarifikasikan isi/arti d. Pasien tidak dipaksa untuk mendengar.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->