Dialog diatas terjadi antara saya dan salah satu kompetitor saya di International Conference of Young Scientists 2009

, Polandia, setelah saya selesai mempresentasikan penelitian fisika saya. Well, you guys might guess, presentasi fisika pasti serius, dan membosankan. Dan faktanya adalah : ya. Saya satu ruangan bersama Idelia Chandra salah satu rekan saya dalam ICYS 2009. Dan jujur saja, kami agak sedikit minder. Wajar saja, kompetitor lain dari berbagai negara maju –USA,Germany,Netherlands- membawa tema penelitian yang bahkan baru pertama kali saya dengar. Mereka berjas, berdasi rapi,bermuka bule (hehe), dan membawa penelitian teknik-fisika murni yang luar biasa. Tapi ada yang dapat saya kritisi dari penampilan mereka : cara mereka melaksanakan presentasi. Datar. Dan, terkesan tidak menarik. Itu yang membuat saya dan Idelia yakin, bahwa 15-30 presentasi fisika kami dapat berjalan lancar. Yang membedakan peneliti Indonesia dan negara lain ketika itu adalah presentation style yang berbeda dengan yang lain. Here’re some tips : A. Persiapan : Pembuatan Slides

ICYS 09 : Slides making 1 Pelajari materi presentasi. Ya, buku buku tebal yang merupakan ‘bahan dasar’ materi akan kalian presentasikan WAJIB dibaca (Karya tulis, buku, thesis). Mulai dari hal yang terpenting, dan tidak penting. Pelajari materi secara mendetail, dan fokus. 2 Open your laptop dan buka application powerpoint. Dan yang terpenting, tutup semua page facebook-yahoo-twitter, fokuslah pada Power Point. Selanjutnya, tuliskan hal hal yang kalian anggap penting untuk di presentasikan, secara teratur, slide per slide. Mulai dari Introduction hingga ending. 3 Test and edit – Part 1 Perhatikan waktu yang telah ditentukan. Nyalakan timer/stopwatch, dan berlatihlah presentasi (berbicara sendiri tanpa melihat timer). Setelah selesai, bandingkan waktu berbicara dengan batas waktu yang telah ditentukan. Jika kurang, maka coba tambahkan elemen-elemen pembicaraan yang dapat ditambah. Jika melampaui batas waktu, coba copy beberapa bagian slide yang dianggap kurang penting (BUKAN DIHAPUS!) ke file powerpoint baru. Kenapa slide jangan dihapus akan saya jelaskan setelah ini ;) 4 Tentukan design background! Presentator yang baik adalah presentator yang setidaknya memiliki sense of art / design, dan mengetahui penggunaan corel draw / photoshop, haha. Tentukan desain background yang menarik, dan alangkah lebih baik jika desain tersebut merupakan hasil olahan sendiri. Oh ya, jangan lupa hal terpenting : Pengaturan warna. Jika background terang, tulisan wajib gelap, vice versa. Sesuaikan tema background dengan materi presentasi, apakah elegant, fun, etc. Oh ya, salah satu kebiasaan saya dalam setiap desain slide saya adalah dengan menuliskan nama lengkap saya di pojok kanan bawah setiap slide, dengan diikuti posisi saya saat itu, contoh :

Guinandra Luthfan Jatikusumo ICYS 2009 Participant, INDONESIA Dengan demikian slide akan terlihat pribadi, dan terkesan ‘sudah dipersiapkan sejak awal’. 5 Konversi ke grafik dan gambar! HAPUS semua tulisan yang ada di slide, dan substitusi tulisan itu dengan gambar atau grafik yang dianggap dapat merepresentasikan tulisan tersebut. Nah lo, hehe. Itu sebabnya saya menyarankan untuk menguasai dasar-dasar teori dan konsep umum isi presentasi. Ingat, penonton tidak tertarik untuk membaca setiap slide tulisan anda yang kecil kecil itu. Mereka lebih cenderung menyukai tampilan slide yang penuh gambar dan menarik. Dan akan lebih menarik lagi jika anda menampilkan video, selain gambar. ;) 6 Test and edit – Part 2 Lakukan langkah latihan presentasi seperti halnya langkah 3. Edit, edit dan edit, latihan, latihan dan latihan. Dan ingat, jangan menghapus slide yang dianggap tidak perlu, cukup di copy dan di paste di file powerpoint yang baru. You’ll know the secret behind it later. ;) 7 Animasi Tambahkan animasi yang tidak terlalu norak dan heboh pada setiap slide. Tentukan animasi sesuai dengan kebutuhan. 8 Urutan presentasi Tentukan urutan format presentasi. Tapi, kali ini think outside the box! Pikirkan cara berbeda dalam menentukan urutan penyampaian presentasi. Jika biasanya penyampaian presentasi langsung menunjukkan Judul, serta nama presentator, kali ini lakukan hal yang berbeda, tampilkan sesuatu yang menarik perhatian sebelum menunjukkan judul presentasi dan identitas presentator. Example : Sebelum menjelaskan penelitian ilmiahnya tentang ‘Brainwave Synchronizer’, Idelia memainkan musik gamelan yang menenangkan pikiran. Saya memulai presentasi tentang Electrostatic Precipitator dengan lebih dahulu menyatakan bahwa saya adalah Mr. Do You Know. lol @aliciakosasih memulai presentasinya tentang pemanfaatan Saccharomyces sp. Dengan menunjukkan video efek polusi secara global. Lydia Limbri dan @cumichelle (pada awalnya berencana) memakan undur-undur secara hidup hidup. Hoek. Hahaha. Nah, intinya, kesimpulan dari presentasi harus berhubungan dengan introduction. Demikian tips mengenai persiapan slides presentation. Part Two insyaallah akan segera saya publish setelah saya melaksanakan kegiatan Latihan Kemasyarakatan Peduli Lingkungan (LKPL), mulai 3 hari kedepan.

Pembiayaan pendidikan dilihat dari manfaat tangible dan intangible — Document Transcript

1. Pembiayaan Pendidikan Dilihat Dari Manfaat Tangible dan Intangible Makalah “Pembiayaan Pendidikan”Djadja Achmad Sardjana (0907904@upi.ac.id ), Sekolah Pasca SarjanaUniversitas Pendidikan Indonesia, Program Studi Doktoral Non-Reguler Administrasi Pendidikan 2010 Makalah Pilihan Tugas Mata Kuliah “Pembiayaan Pendidikan-AP704” | 1 UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA JL. DR. SETIABUDHI NO. 229 BANDUNG 40154 JAWA BARAT - INDONESIA T : +62-22-2013161/4 F : +62-22-2013651 2. Daftar Isi1. Latar Belakang Masalah ............................................................................................................. ..................... 32. Tujuan Penulisan Makalah ............................................................................................................. ................. 33. Landasan Teori .................................................................................................................. ................................ 44. Pembahasan Masalah ............................................................................................................. ......................... 85. Kesimpulan ........................................................................................................ ............................................... 126. Referensi ........................................................................................................... ................................................ 13 Makalah Pilihan Tugas Mata Kuliah “Pembiayaan Pendidikan-AP704” | 2 3. 1 Latar Belakang Masalah OECD mendefinisikan daya saing sebagai tingkatan di mana suatu negara,dalam kondisi pasar yang bebas dan adil, dapat menghasilkan barang dan jasayang berhasil dalam pasar internasional, yang secara simultan juga mampumemelihara dan memperluas pendapatan riil masyarakatnya untuk periode jangkapanjang. Pernyataan dari Laura D’Andrea Tyson, Ketua Council of EconomicAdvisors – Amerika Serikat dalam kritiknya mengungkapkan bahwa “daya saingmerupakan kemampuan menghasilkan barang dan jasa yang berhasil dalampersaingan internasional, dan dalam waktu bersamaan warga negara jugamenikmati suatu standar hidup yang meningkat dan berkelanjutan (sustainable).”1 Mustahil kalau suatu negara ingin mempunyai daya saing yang tinggi kalautidak mempunyai sumber daya (resources) yang memadai. Dari sisi PembiayaanPendidikan Dilihat Dari Manfaat Tangible dan Intangible, hal tersebut dapatberupa sumber daya yang ‘dapat dilihat’ (tangible) dan yang sumber daya yangtidak dapat dilihat (in-tangible). Sumber daya yang tangible, antara lain: sumberdaya pendukung atau sarana dan prasarana seperti kelas, laboratorium, gedungadministrasi, ruang rapat, ruang kerja guru/dosen dan karyawan, ruangperpustakaan, ruang perkuliahan, teknologi audio dan video, komputer daninternet dan dana. Sementara itu yang in-tangible adalah manusia (guru, dosen,tenaga kependidikan), IPR (intellectual property rights), hak monopoli, hakexclusive licenses, sistem/program pendidikan, kurikulum, organisasi dankepemimpinan, strong brands, serta kemampuan bekerjasama. Pada kondisiseperti ini, Pembiayaan Pendidikan akan menjadi lebih kompleks bila kitamemberikan pertimbangan yang matang terhadap Manfaat Tangible danIntangible-nya.2 Tujuan Penulisan Makalah Makalah ini disusun dengan maksud:a) Untuk mengetahui Pengertian Pembiayaan Pendidikan Dilihat Dari Manfaat Tangible dan Intangible.1 Laura Tyson. Whos Bashing Whom: Trade Conflict in High Technology Industries. Washington, D.C.: Institute for International Economics, 2001 Makalah Pilihan Tugas Mata Kuliah “Pembiayaan Pendidikan-AP704” | 3 4. b) Untuk Mengetahui Tujuan Pembiayaan Pendidikan agar memberikan Manfaat Tangible dan Intangible.c) Untuk Mengetahui Perkembangan Pembiayaan Pendidikan Dilihat Dari Manfaat Tangible dan Intangible.3 Landasan Teori3.1 Pembiayaan Pendidikan Pembiayaan pendidikan merupakan suatu konsep yang seharusnya adadan tidak dapat dipahami tanpa mengkaji konsep-konsep yang mendasarinya.Ada anggapan bahwa pembicarakan pembiayaan pendidikan tidak lepas daripersoalan ekonomi pendidikan. Morphet (1970:85) “Mengemukakan bahwapendidikan itu mempunyai peranan vital terhadap ekonomi dan negara modern.Dikemukakan hasil penelitian akhir-akhir ini menunjukkan bahwa pendidikanmerupakan kontributor utama terhadap pertumbuhan ekonomi”. Secara umumpembiayaan pendidikan adalah sebuah kompleksitas, yang didalamnya akanterdapat saling keterkaitan pada setiap komponen, yang memiliki rentang yangbersifat mikro (satuan pendidikan) hingga yang makro (nasional), yang meliputisumber-sumber pembiayaan pendidikan, sistem dan mekanismepengalokasiannya, efektivitas dan efisiensi dalam penggunaannya, akutabilitashasilnya yang diukur dari perubahan-perubahan yang terjadi pada semua tataran,khususnya sekolah, dan permasalahan-

Secara harfiah sekolah beasal dari kata skhole. relevansi. Manusia adalahmakhluk yang tumbuh dan berkembang. dan pengawasan. Perolehanketrampilan dan kemampuan akan menghasilkan tingkat balik Rate of Return yangsangat tinggi terhadap penghasilan seseorang. pelaksanaan dan pengawasan menjadi kata-kata kunci untuk mewujutkan efektifitas pembiayaan pendidikan.Dalam klarifikasinya pendidikan terbagi menjadi 3 bagian. Berdasarkan pendekatan HumanKapital ada hubungan Lenier antara Investment Pendidikan dengan HigherProductivity dan Higher Earning. Pendidikan secara esensial berfungsi untuk mempertemukanmanusia dengan jatidirinya kemanusiaannya dalam dunia pendidikan dalamhubungannya dengan dunia sesama manusia dan makhluk lain. nonformaldan informal. Untuk dapat tercapai tujuan pendidikan yang optimal.Pendidikan harus membuat interelasi manusia sebagai subjek dalam duniabeserta isinya.dibahas. Administrasi pembiayaan minimal mencakup perencanaan. scholae atau sehola(bahasa yunani) yang artinya “waktu . partisipasi. belajar sendiri. New Jersey: Prentice Hall Inc. perludibangun rasa saling percaya. mutu. Human Capital yang berupa kemampuan dankecakapan yang diperoleh melalui Pendidikan. Keterbukaan. baik dari segi pemikira tioritis maupun pengamatan emperik.pelaksanaan. Secara definitive pendidikan adalah media transformasi antar manusia satudengan manusia lain. Makna pendidikan dapat dilihat dalam pengertian secara khusus dan luas. Makalah Pilihan Tugas Mata Kuliah “Pembiayaan Pendidikan-AP704” | 4 5.Dalam arti khusus pendidikan adalah bimbingan yang diberikan oleh orangdewasa kepada anak yang belum dewasa untuk mencapai kedewasaannya. Engelwood Cliffs. mengembangkan kepribadian serta kemampuan atau keterampilannya secarasadar atau tidak sadar maka selama itulah pendidikan terus berjalan. Peningkatan ketrampilan yang dapat mengahasilkan tenaga kerja yangProduktivitasnya tinggi dapat dilakukan melalui Pendidikan yang dalampembiayaannya menggunakan efesiensi Internal dan Eksternal.dengan demikian manusia yang memperolehpenghasilan lebih besar dia akan membayar pajak dalam jumlah yang besardengan demikian dengan sendirinya dapat meningkatkan pendapatan negara. merupakan alat bagi manusia untuk pengembangan manusia yangterbaik dan intelejen. maka salah satunyahal paling penting adalah mengelola biaya dengan baik sesuai dengan kebutuhandana yang diperlukan. termasuk juga yang namanya pendidikan yang pada hakikatnya semuamanusia mempunyai kesempatan untuk mendapatkan pendidikan (education). Pendidikanmerupakan suatu proses pertumbuhan dan perkembangan sebagai hasil interaksiindividu dengan lingkungan sosial dan lingkungan fisik. efisiensi. Paolo Freire dalam bukunya “Pedagogy of the Oppressed”mendefinisikan pendidikan sebagai prasarana untuk memanusiakan manusia. belajar sambilbekerja memerlukan biaya yang dikeluarkan oleh yang bersangkutan. (1983) The Economist & Financing of Education (Fourth Edition). untuk meningkatkan kesejahteraannya.2 Manfaat Pendidikan Secara Tangible dan Intangible Fitrah sebagai seorang manusia adalah menerima segala hal di mukabumi. baik internal pemerintah maupun antara pemerintahdengan masyarakat dan masyarakat dengan masyarakat itu sendiri dapatditumbuhkan.2 Menurut Adam Smith. merupakan usaha manusia untuk meningkatkankesejahteraan hidupnya yang berlangsung sepanjang hayat. maka pendidikan dianggap selesai. Dalam upayamengembangkan suatu sistem pendidikan nasional yang berporos pada padapemerataan. dan efektivitas dikaitkan dengan tujuan dancita-cita pendidikan kita. Selama manusia berusahauntuk meningkatkan kehidupannya baik dalam meningkatkan dan Makalah Pilihan Tugas Mata Kuliah “Pembiayaan Pendidikan-AP704” | 5 6. Berlangsung sepanjanghayat sejak manusia lahir. namun dalam kenyataannya perlu direnungkan. Setelahanak menjadi dewasa dengan segala cirinya. Manusia sebagai modal dasar yang diInfestasikan akan menghasilkan manusia terdidik yang produktif danmeningkatnya penghasilan sebagai akibat dari kualitas kerja yang ditampilkan2 Morphet Edgar C. Ia ingin mencapai kehidupan yangoptimal. akuntabilitas dalam penyelenggaraanpendidikan mulai dari perencanaan. Warisan sosial merupakan bagian dari lingkunganmasyarakat. dikaji. yaitu formal.Sedangkan dalam arti luas. kehidupan yang lebih baik secara optimal. oleh manusia terdidik tersebut. Jadi.pendidikan dalam arti khusus hanya dibatasi sebagai usaha orang dewasa dalammembimbing anak yang belum dewasa untuk mencapai kedewasaan. Penyaluran anggaran perlu dilakukan secarastrategis dan intergratif antara stakeholder agar mewujutkan kondisi ini.• • permasalahan yang masih terkait denganpembiayaan pendidikan.3.

Salah satu instrumen kebijakan yang dapatdipakai untuk memperbaiki tiga macam indeks pengukuran di atas adalah denganmemajukan pendidikan. pembangunan manusia.A Summary of Educational Purposes Education should aim principally at forming and Education for strengthening the mental faculties. Memperluas ’pasar’ dari program dan produkyang dihasilkan (Increased Access to Market the Programs and Output).Sumber: Power (1982: 200) Edward J. including discipline and Education for knowledge. (b). Education should concern itself mainly with the teaching of Education for useful knowledge and skill. Menjamin kelangsungantersedianya anggaran (Ensured Financial Viability).p184 Power. Instrumen kebijakan yang dapatditawarkan untuk memicu pembangunan pendidikan. namunmasalah besar pendidikan di Indonesia dewasa ini masih terlihat di tiga hal yaitumasalah yang berkaitan dengan (a). Kebiasaan tersebut juga diberlakukan kepada putera-puteri mereka denganmennitipkan dalam waktu tertentu. Indeks pendidikan kita berada di urutan 7. peningkatan dan perluasan aksespendidikan. Meningkatkan program yang berkualitas danmempunyai relevansi dengan kebutuhan lapangan kerja (Enhanced ProgramExcellence and Relevance). an essential condition to happiness. Power pada bukunya “Philosophy of Education: Studies inPhilosophies. peningkatan kualitas. Educational should concern itself with the teaching of relevant competencies. Power juga mengatakan bahwa manfaat pendidikan dapatdibedakan menjadi tujuh aspek. Why should human beings be educated? A determination or definition Why? of educational purpose. Pedagogy of the Oppressed. Disana mereka bermain.3 Pertanyaan mendasar yang terkait dengan Manfaat Pendidikan diuraikanEdward J. indeks pembangunan manusiaberada di urutan 6 dan indeks daya saing (competitiveness index) kita berada diranking 5 dari 10 negara ASEAN. seperti yang diuraikan pada tabel di bawah ini:5Tabel-2 . p250 Makalah Pilihan Tugas Mata Kuliah “Pembiayaan PendidikanAP704” | 7 8. maka kita patutprihatin. Education for Happiness is life’s ultimate objective. so education should5 Power. Paulo. dengan tanpa berangkat dari Makalah Pilihan Tugas Mata Kuliah “Pembiayaan PendidikanAP704” | 8 . New York: Continuum.• • luang”. How should educational means be deployed to obtain superior How? leraning? The problem of method. Banyak ahli berpendapat bahwa variabel pendidikaninilah sebenarnya yang dapat dipakai sebagai pemicu (trigger) dalammenggerakkan pembangunan suatu bangsa. (c). and Educational Policies. Schooling. Meningkatkan kerjasama(Strengthen Networking). Personal Fullfilment contain the means to promote personal autonomy. It Education for should always aspire the cultivating rather than arresting Growth growth. itulah penilaian lembaga internasional ternama seperti United NationsDevelopment Program (UNDP). and Educational Policies” sebagai berikut:43 Freire. education should seek to form morally Character responsible and socially sensitive human beings. (d). (b). which are essential to life in Knowledge society. Civility and utility are essential conditions for personal and Education for LIfe social decency and success. 2007. Education should prepare persons to appreciate beauty in Education for all its various forms and supply standards for making Growth aesthetics judgements. Education should supply opportunity for personal growth. dan (c). Philosophy of Education: Studies in Philosophies. 1982. thus enabling persons to Discipline meet and master the exigencies of life when school days are over. dan (e). relevansi dan rendahnya daya saingpendidikan. Terlepas setuju atau tidak dengan ukuran yangdipakai. 1982. Kalau kita simak hasil laporan lembaga internasional mengenai masalahpendidikan. p200 Makalah Pilihan Tugas Mata Kuliah “Pembiayaan Pendidikan-AP704” | 6 7. Philosophy of Education: Studies in Philosophies.Sumber: Power (1982: 250)4 Pembahasan Masalah Walaupun berbagai upaya Pembiayaan Pendidikan telah dilakukan. Meningkatkan efisiensi dan kualitas manajemen(Enhanced Efficiency and Quality Management). dan daya saing Indonesia. Using any means at its disposal. Schooling. akuntabilitas kinerja dan citrapublik. Schooling. What means should be used to achieve educational purpose? Building What? or organizing a content – a curriculum – for education. Tabel-1 Fundamental Educational Questions Who? Who is to be educated? The nature and capacity of human beings. and Educational Policies. Penguatan manajemen. berinteraksi danmempelajari apa yang dianggap perlu. Pada masa yunani kuno waktu luangyang ada setelah bekerja digunakan untuk mempelajari sesuatu kepada orangahli.Beberapa strategi untuk mencapai kemampuan berkompetisi yang telahdibahas di makalah ini adalah (a).

4. Sekolah Menengah Lanjutan Pertama danAtas.47. 2004) yang membandingkankemajuan pendidikan Indonesia dengan negara ASEAN lainnya. akuntabilitas kinerja. SekolahMenengah dan Perguruan Tinggi (SD. maka berikut ini disajikan secara singkat beberapaindikator pembangunan sumber daya manusia (yang erat kaitannya dengankualitas pendidikan) dan pembangunan di sektor pendidikan sebagai berikut:4. dari suatu negara. adalah dengan cara melakukan ‘revitalisasi sumber daya pendidikan’.1. memberi maknabahwa peran pendidikan itu diyakini sangat penting dan strategis. Terlepas dari setuju atau tidakdengan cara yang dipakai oleh UNDP tersebut. Karena itu solusinya adalah bagaimanamelakukan revitalisasi sumber daya pendidikan tersebut agar kemampuankompetisi (competitiveness) menjadi tinggi. hanya dipakai datausia harapan hidup (life expectancy). datanyahanya diambil angka Gross Domestik Product (GDP) per kapita. 4. maka hasil HDI yang dihasilkan oleh UNDP inibanyak dipergunakan oleh para ahli.4.Juga walaupunangka HDI Indonesia berada di urutan ke-6 di ASEAN.2 Indeks Pendidikan: Data yang dipakai untuk mengukur indeks pendidikan juga terbatas padadata melek huruf dan gross enrolment ratio dari Sekolah Dasar. HDI Indonesia adalah Makalah Pilihan Tugas Mata Kuliah “Pembiayaan Pendidikan-AP704” | 9 10. namun karenapengelolaan sumber dayanya tidak atau kurang baik. UNDP (2004). dan data dari ProgramPembangunan Nasional (Propenas) Departemen Pendidikan. Bappenas. Walaupun angka HDI ini kelihatan rendah (dibandingkan dengan ASEAN). Makalah Pilihan Tugas Mata Kuliah “Pembiayaan Pendidikan-AP704” | 10 11. relevansi dan daya saing pendidikan dan (c). sementara Vietnam beradadi urutan 6. nol.1 Human Development Index (HDI): Human Development Index (HDI) adalah parameter yang menunjukkantingkatan ‘kualitas’ sumber daya manusia yang cara perhitungannya bukan sajamenggunakan variabel pendidikan.2 Masalah Besar Pendidikan Indonesia yang Harus Direspon: Masalah besar pendidikan di Indonesia seperti dituliskan di atas adalahbagaimana (a). tetapi juga variabel ekonomi dan kesehatan. namun kalau dilihat dariperkembangannya sejak tahun 1975 adalah mengalami kenaikan yang signifikan.692.Ketimpangan pemerataanpendidikan bukan saja terjadi di antar wilayah Indonesia kawasan barat dan timur.Kalau tahun 1975 angka HDI sebesar 0. Data pendidikan yang digunakan untukmenghitung HDI adalah data melek huruf orang dewasa (usia >15 th) dan dataGross enrolment ratio (Sekolah Dasar. maka keunggulan kompetitifpendidikan di Indonesia menjadi rendah.Data di bidang pendidikan yang digunakan juga sebagian saja dari sekian banyakdata pendidikan yang tersedia. terlihat bahwa indeks pendidikanIndonesia berada di bawah Vietnam.namun untuk setiap tahunnya angka HDI Indonesia mengalami kenaikan yangmeyakinkan. Malaysia.Meningkatkan kualitas. Singapore.9% per tahun. namun karena kurang atau tidak ada lembaga lain yangmelakukan pengukuran HDI.1.khususnya pembangunan sumber daya manusia.• • • 9. 0. maka Indonesia menempati urutan (ranking)keenam setelah Singapura. SM dan PT). sedangkan untuk variabel ekonomi. Untuk tahun 2002.Juga angka HDI karya UNDP ini justru banyak dipakai sebagai landasan membuatkeputusan untuk menjelaskan dan membanding kemajuan pembangunan. Begitu juga variabel kesehatan. yaitu di urutan 7. Thailand dan Filipina.Untuk mengetahui sampai seberapabesar tingkat kompetisi pendidikan di Indonesia dibandingkan dengan negara-negara tetangga ASEAN. Kalau data Human Development Index (HDI) Indonesia dibandingkandengan negara-negara ASEAN.1 Pembangunan SDM dan Pendidikan di Indonesia Ada tiga sumber data yang dipakai untuk menjelaskan kemajuanpembangunan manusia dan di sektor pendidikan. Penempatan angka HDIuntuk Indonesia di urutan 6 adalah logis karena ‘kemajuan’ Indonesiadibandingkan dengan enam negara lainnya memang di sekitar enam tersebut. namun hasil akhir dari angka-angkaHDI di negara-negara ASEAN adalah cukup realistik. baik para ahli Indonesia maupun ahli asing. Brunei Darussalam. angka HDIIndonesia sebesar 6. Malaysia dan Thailand. maka pada tahun 2002.Revitallisasi pendidikan untuk mencapai keunggulan kompetitif.setelah Brunei Darussalam. Kemudian daritiga variabel tersebut dihitung HDI.Walaupun ukuran yang ditetapkan oleh UNDP ini memperoleh banyak kritik dariberbagai pihak. Meningkatkan pemerataan dan akses terhadap pendidikan. . data evaluasipendidikan Indonesia dari BPS. dan Perguruan Tinggi). yaitu data yang bersumber dariUnited Nations Development Program (UNDP.atau di Jawa dan luar Jawa. dan citra publik terhadappenyelenggaraan pendidikan ke arah yang lebih baik. Walaupun variabel yang dipakai untuk mengukur Human DevelopmentIndex (HDI) ini banyak memperoleh kritikan.Meningkatkan tata kelola. tetapi juga terjadi di kawasan perkotaan danpedesaan. (b).

Padatahun 1977 saat awal masa krisis ekonomi.Bahkan laporan dari ’World Competitiveness Yearbook’ menempatkankemampuan pendidikan di Indonesia untuk berkompetisi terus menurun. Karena itulah pemerintah terusberupaya meningkatkan anggaran pendidikan dan memperbaiki sistem pendidikanuntuk : (a). Selanjutnya dalamUndang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No. Menurut dokumen Propenas tahun2000-2004. tanpa mengenal usia dan tanpa dibatasi olehbangunan gedung sekolah yang megah yang memisahkan antara si kaya dan simiskin walaupun itu memebutuhkan Pembiayaan Pendidkan yang cukup besar. Setiap diri manusia memiliki hak untuk mendapatkan pendidikan tanpamengenal ruang dan waktu.sehingga kurang mendorong terjadinya demokratisasi dan sentralisasipenyelenggaraan pendidikan. masyarakat dan/atau keluarga pesertadidik. Meningkatkan pemerataan dan akses terhadap pendidikan.3 Upaya yang Telah dan Akan Dilakukan: Berbagai upaya memang telah dilakukan untuk membangun manusiaIndonesia dan membangun sektor pendidikan di Indonesia.Meningkatkan kualitas. akuntabilitas kinerja. dan citra publik terhadappenyelenggaraan pendidikan ke arah yang lebih baik. dari tidak bisamenjadi bisa sehingga masyarakat tidak terbelenggu pada paradigma yangdogmatis. urutan atau ranking pendidikan diIndonesia berada di urutan 39 kemudian pada tahun 1999 urutan tersebutmenurun menjadi urutan 46 dari 47 negara. Sementara itukemampuan Matematika murid Sekolah Lanjutan Menengah Pertama (SLTP)berada di urutan ke-39 dari 42 negara yang diteliti. di sekolah. menjelaskanbahwa pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan suatu sistempengajaran nasional yang diatur dengan undang-undang. Pada tahun 2002 ranking kemampuan Makalah Pilihan Tugas Mata Kuliah “Pembiayaan Pendidikan-AP704” | 11 12.• • Ketimpangan pemerataan juga terjadi di antar tingkat pendapatanpenduduk dan bahkan juga terjadi di antar gender. Bahkan amanatUndang-Undang Dasar 1945 Bab XIII Pasal 31 tentang ‘Pendidikan’. Sementara itu lemahnya manajemen pendidikan lebih banyakdisebabkan oleh kebijakan bidang pendidikan masa lalu dimana manajemenpendidikan nasional secara keseluruhan masih banyak yang bersifat sentralistik. (b). dinamis dan senantiasa sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuanteknologi dan kemajuan jaman. berkompetisi dari pendidikan di Indonesia menurun lagi ke urutan 47 dari 49negara yang ada di daftar buku tersebut (Hamid. Manfaat Pendidikan sebenarnya sebagai mediadan pembebasan dari yang semula tidak tahu menjadi tahu. Pendidikan tersebut bersifat Makalah Pilihan Tugas Mata Kuliah “Pembiayaan PendidikanAP704” | 12 13.Pemerintah kini terus meningkatkan pembangunan pendidikan di Indonesia. Untuk mengatasipermasalahan pendidikan nasional seperti yang diuraikan di atas. murid SLTP di Indonesia berada di urutan 40 dari 42 negarayang diteliti.5 Kesimpulan Pendidikan adalah sebuah proses membutuhkan waktu yang panjang. masing-masingpenyelenggara pendidikan dituntut untuk melakukan upayaupaya pengelolaansumber daya pendidikan secara efektif dan efisien. dituliskan bahwa berdasarkan hasil studi International EducationAchievement diketahui bahwa kemampuan membaca murid Sekolah DasarIndonesia berada di urutan ke-38 dari 39 negara yang diteliti.Prioritas pertama yang dikerjakan adalah menetapkan dan melaksanakanUndang-Undang Sisdiknas No. Sedangkan kualitas pendidikandi Indonesia dinilai masih memprihatinkan. 20 Tahun 2003. Kebijakan yang sentralistik juga cenderung dapatmematikan partisipasi masyarakat dalam proses pendidikan serta mendorongterjadinya pemborosan dan ketidak-efisienan pengelolaan sumber dayapendidikan.4.Falsafah Pendidikan yang memanusiakan manusia (humanize the human being)harus tetap menjadi . relevansi dan daya saing pendidikan dan (c). padahalkebijakan yang demikian hampir dapat dipastikan tidak dapat mengakomodasiperbedaan keragaman dan kepentingan di daerah. dan bahkan dimasing-masing peserta didik.Meningkatkan tata kelola. Bab VIII Pasal33 tentang ‘Sumber Daya Pendidikan’ dituliskan bahwa pengadaan danpendayagunaan sumber daya pendidikan (termasuk Pembiayaan Pendidikan)dilakukan oleh Pemerintah.Yaitu pendidikan sepanjang hayat berlangsung mulai pendidikan dalam keluargasekolah formal sampai pendidikan di masyarakat. 2 Tahun 1989. dan untuk kemampuan IlmuPengetahuan Alam. Maksudnya agar lembagapendidikan tersebut mampu bertahan dan berkembang ke arah yang lebih majudan seterusnya mampu bertahan dan bersaing dengan penyelenggara pendidikanyang lain yang jumlahnya yang semakin banyak dan mutunya yang semakin baik. 2003). Kebijakan yang cenderung sentralistik ini jugamenciptakan adanya kebijakan yang seragam untuk seluruh Indonesia.

yang diselenggarakan pada satuan pendidikan berbentuk Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah atau bentuk lain yang sederajat serta menjadi satu kesatuan kelanjutan pendidikan pada satuan pendidikan yang berbentuk Sekolah Menengah Pertama dan Madrasah Tsanawiyah.depkumham. Paulo. Pasal 17 ayat (3). yang selanjutnya disingkat RA. Pasal 55 ayat (5). Brodjonegoro. 3.5. perlu menetapkan Peraturan Pemerintah tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan. Menimbang : bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 12 ayat (4).go. Pasal 27 ayat (3). 2. 1982 [5] United Nations Development Program (UNDP). Engelwood Cliffs. dan jenis pendidikan agar proses pendidikan dapat berlangsung sesuai dengan tujuan pendidikan nasional. [3] Freire. adalah salah satu bentuk satuan pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan formal yang menyelenggarakan program pendidikan dengan kekhasan agama Islam bagi anak berusia 4 (empat) tahun sampai dengan 6 (enam) tahun. pendidikan menengah. Pasal 42 ayat (3).go. Washington. Pasal 24 ayat (4). and Educational Policies. 4. dan Pasal 66 ayat (3) Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. penyelenggara pendidikan yang didirikan masyarakat. adalah salah satu bentuk satuan pendidikan formal yang menyelenggarakan pendidikan umum pada . Pasal 26 ayat (7). Philosophy of Education: Studies in Philosophies. Pendidikan anak usia dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia 6 (enam) tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut. adalah salah satu bentuk satuan pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan formal yang menyelenggarakan program pendidikan bagi anak berusia 4 (empat) tahun sampai dengan 6 (enam) tahun. Pasal 50 ayat (7).: Institute for International Economics. New Jersey: Prentice Hall Inc. 8. 2004 [6] Prof Satryo S. Mengingat : 1. . . . Pasal 5 ayat (2) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Pasal 18 ayat (4). Pendidikan dasar adalah jenjang pendidikan pada jalur pendidikan formal yang melandasi jenjang pendidikan menengah. dan pendidikan tinggi. Pasal 56 ayat (4). Raudhatul Athfal. (1983) The Economist & Financing of Education (Fourth Edition). yang selanjutnya disingkat SD. Pasal 52 ayat (2). pemerintah kabupaten/kota. Pasal 51 ayat (3). jenjang. Pengelolaan pendidikan adalah pengaturan kewenangan dalam penyelenggaraan sistem pendidikan nasional oleh Pemerintah. www.6 Referensi [1] Laura Tyson. Sekolah Dasar. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4301). Pasal 54 ayat (3). Penyelenggaraan pendidikan adalah kegiatan pelaksanaan komponen sistem pendidikan pada satuan atau program pendidikan pada jalur. Pasal 41 ayat (4). adilsecara hukum dan partisipatif secara budaya. www. Annual Data . Pasal 21 ayat (7). pemerintah provinsi. sejahtera secara ekonomi.id -2. New York: Continuum. D.depkumham. .id -3.djpp.BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Pemerintah ini yang dimaksud dengan: 1. Pasal 25 ayat (3).pandangan hidup dalam dunia pendidikan sehingga akantercipta pendidikan yang bebas secara politik.djpp. Taman Kanak-kanak. Pasal 43 ayat (3). 2. Whos Bashing Whom: Trade Conflict in High Technology Industries. Schooling. Pedagogy of the Oppressed. atau bentuk lain yang sederajat. dan satuan pendidikan agar proses pendidikan dapat berlangsung sesuai dengan tujuan pendidikan nasional. Pasal 31 ayat (4). 2004 Makalah Pilihan Tugas Mata Kuliah “Pembiayaan Pendidikan-AP704” | 13 Pp 17 tahun 2010 — Document Transcript • • • PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2010 TENTANG PENGELOLAAN DAN PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA. Pendidikan formal adalah jalur pendidikan yang terstruktur dan berjenjang yang terdiri atas pendidikan dasar. 6. BAB I . Higher Education Reform in Indonesia. 5. Pasal 28 ayat (6). 7. Pasal 32 ayat (3). Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78. yang selanjutnya disingkat TK. Raudhatul .C. 2007 [4] Power. Pasal 62 ayat (4).2001 [2] Morphet Edgar C. MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN PEMERINTAH TENTANG PENGELOLAAN DAN PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN. Pasal 65 ayat (5). Pasal 20 ayat (4).

dan Madrasah Aliyah Kejuruan atau bentuk lain yang sederajat. MTs. Sekolah tinggi adalah perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan akademik dan/atau vokasi dalam lingkup satu disiplin ilmu tertentu dan jika memenuhi syarat dapat menyelenggarakan pendidikan profesi. 26. 9. adalah salah satu bentuk satuan pendidikan formal dalam binaan Menteri Agama yang menyelenggarakan pendidikan umum dengan kekhasan agama Islam pada jenjang pendidikan dasar. MI. adalah salah satu bentuk satuan pendidikan formal yang menyelenggarakan pendidikan umum pada jenjang pendidikan menengah sebagai lanjutan dari SMP. magister. Sekolah Menengah Atas.djpp. yang selanjutnya disingkat MTs.go. 18. Pendidikan menengah adalah jenjang pendidikan pada jalur pendidikan formal yang merupakan lanjutan pendidikan dasar. seni. dan/atau olahraga. adalah salah satu bentuk satuan pendidikan formal dalam binaan Menteri Agama yang menyelenggarakan pendidikan umum dengan kekhasan agama Islam pada jenjang pendidikan dasar sebagai lanjutan dari SD. Standar pelayanan minimal adalah kriteria minimal berupa nilai kumulatif pemenuhan Standar Nasional Pendidikan yang . . 12. atau bentuk lain yang sederajat atau lanjutan dari hasil belajar yang diakui sama/setara SMP atau MTs.• • • jenjang pendidikan dasar. yang selanjutnya disingkat MI. yang selanjutnya disingkat MAK. adalah salah satu bentuk satuan pendidikan formal dalam binaan Menteri Agama yang menyelenggarakan pendidikan kejuruan dengan kekhasan agama Islam pada jenjang pendidikan menengah sebagai lanjutan dari SMP.depkumham. berbentuk Sekolah Menengah Atas. Standar Nasional Pendidikan adalah kriteria minimal tentang sistem pendidikan di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia. . Universitas . adalah salah satu bentuk satuan pendidikan formal dalam binaan Menteri Agama yang menyelenggarakan pendidikan umum dengan kekhasan agama Islam pada jenjang pendidikan menengah sebagai lanjutan dari SMP. dan doktor. dan/atau seni dan jika memenuhi syarat dapat menyelenggarakan pendidikan profesi. dan/atau olahraga tertentu. MTs. 11. Pendidikan tinggi adalah jenjang pendidikan pada jalur pendidikan formal setelah pendidikan menengah yang dapat berupa program pendidikan diploma. . 14. 21. Madrasah Ibtidaiyah. Madrasah Tsanawiyah. MI. teknologi. 15. Universitas adalah perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan akademik dan/atau pendidikan vokasi dalam sejumlah ilmu pengetahuan.depkumham.depkumham. Jurusan atau nama lain yang sejenis adalah himpunan sumber daya pendukung program studi dalam satu rumpun disiplin ilmu pengetahuan. teknologi. yang menyelenggarakan dan mengelola pendidikan akademik. teknologi.15. sarjana.djpp. dan/atau seni dan jika memenuhi syarat dapat menyelenggarakan pendidikan profesi. 20. Politeknik adalah perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan vokasi dalam sejumlah bidang pengetahuan khusus. yang dapat dikelompokkan menurut jurusan. 13. atau profesi dalam satu rumpun disiplin ilmu pengetahuan. atau bentuk lain yang sederajat atau lanjutan dari hasil belajar yang diakui sama atau setara SD atau MI. teknologi. Fakultas atau nama lain yang sejenis adalah himpunan sumber daya pendukung. yang selanjutnya disingkat SMA. 24. dan/atau olahraga. yang selanjutnya disingkat MA. Sekolah .go. atau bentuk lain yang sederajat atau lanjutan dari hasil belajar yang diakui sama atau setara SMP atau MTs. 22. vokasi. Institut adalah perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan akademik dan/atau pendidikan vokasi dalam sekelompok disiplin ilmu pengetahuan. adalah salah satu bentuk satuan pendidikan formal yang menyelenggarakan pendidikan kejuruan pada jenjang pendidikan menengah sebagai lanjutan dari SMP. Madrasah Aliyah Kejuruan. 10. Sekolah . seni. 23.id -6. atau bentuk lain yang sederajat atau lanjutan dari hasil belajar yang diakui sama atau setara SD atau MI. atau bentuk lain yang sederajat atau lanjutan dari hasil belajar yang diakui sama atau setara SMP atau MTs. 17.djpp. Madrasah Aliyah. yang selanjutnya disingkat SMK. Madrasah Aliyah.go. Sekolah Menengah Pertama. Program studi adalah unsur pelaksana akademik yang menyelenggarakan dan mengelola jenis pendidikan akademik. MTs. 19. www. . atau bentuk lain yang sederajat atau lanjutan dari hasil belajar yang diakui sama atau setara SMP atau MTs. teknologi. .21. adalah salah satu bentuk satuan pendidikan formal yang menyelenggarakan pendidikan umum pada jenjang pendidikan dasar sebagai lanjutan dari SD. spesialis.id -5. MTs. seni. Sekolah Menengah Kejuruan.id -4. www. vokasi. yang selanjutnya disingkat SMP. www. Sekolah Menengah Kejuruan. yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi. 25. . atau profesi dalam sebagian atau satu bidang ilmu pengetahuan.10. 16.

oleh. www. Pemerintah. Pendidikan . 33.depkumham.djpp.35.id -7. rencana pembangunan jangka panjang. b.go. merata. rencana pembangunan jangka menengah.44. Kurikulum . 27. penyelenggara satuan pendidikan yang didirikan masyarakat. 35. b.djpp. dan pengabdian kepada masyarakat. . serta tokoh masyarakat yang peduli pendidikan. Mahasiswa adalah peserta didik yang terdaftar dan belajar pada perguruan tinggi.djpp. Pasal 4 . Pemerintah daerah adalah pemerintah provinsi. 31. budaya. pemerintah kabupaten/kota. sosial. Pendidikan berbasis keunggulan lokal adalah pendidikan yang diselenggarakan setelah memenuhi Standar Nasional Pendidikan dan diperkaya dengan keunggulan kompetitif dan/atau komparatif daerah. 46. Pendidikan berbasis masyarakat adalah penyelenggaraan pendidikan berdasarkan kekhasan agama. . 37. . dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan. 40. Organisasi profesi adalah kumpulan anggota masyarakat yang memiliki keahlian tertentu yang berbadan hukum dan bersifat nonkomersial. (2) Kebijakan nasional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mencakup pelaksanaan strategi pembangunan nasional yang meliputi: a. dan seni melalui pendidikan.depkumham. Bagian Kedua Pengelolaan Pendidikan oleh Pemerintah Pasal 5 Menteri bertanggung jawab mengelola sistem pendidikan nasional serta merumuskan dan/atau menetapkan kebijakan nasional pendidikan.id -8. Sivitas akademika adalah komunitas dosen dan mahasiswa pada perguruan tinggi. Pasal 6 (1) Kebijakan nasional pendidikan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 dituangkan dalam: a. Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan/atau sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. b. 41. Pendidikan jarak jauh adalah pendidikan yang peserta didiknya terpisah dari pendidik dan pembelajarannya menggunakan berbagai sumber belajar melalui teknologi komunikasi. efektivitas.Pasal 4 Pengelolaan pendidikan didasarkan pada kebijakan nasional bidang pendidikan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. komunitas sekolah. 42. BAB II PENGELOLAAN PENDIDIKAN Bagian Kesatu Umum Pasal 2 Pengelolaan pendidikan dilakukan oleh: a. Pemerintah adalah Pemerintah Pusat. dan terjangkau. . teknologi. 45. d. Dosen adalah pendidik profesional dan ilmuwan pada perguruan tinggi dengan tugas utama mentransformasikan. Dewan pendidikan adalah lembaga mandiri yang beranggotakan berbagai unsur masyarakat yang peduli pendidikan. 39. . www.27. Kelompok belajar adalah satuan pendidikan nonformal yang terdiri atas sekumpulan warga masyarakat yang saling membelajarkan pengalaman dan kemampuan dalam rangka meningkatkan mutu dan taraf kehidupannya. 28. 32.depkumham. Pasal 3 Pengelolaan pendidikan ditujukan untuk menjamin: a. . .id . Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan. efisiensi. 34.10 . 44. www.go. 43. . oleh. Kementerian adalah kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang pendidikan nasional.go. rencana strategis pendidikan nasional. mutu dan daya saing pendidikan serta relevansinya dengan kebutuhan dan/atau kondisi masyarakat. www. pemerintah provinsi. dan media lain. ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang pendidikan. informasi. e. satuan atau program pendidikan. Pusat kegiatan belajar masyarakat adalah satuan pendidikan nonformal yang menyelenggarakan berbagai kegiatan belajar sesuai dengan kebutuhan masyarakat atas dasar prakarsa dari.djpp. 30. dan untuk masyarakat. rencana kerja Pemerintah. aspirasi.• • • • harus dipenuhi oleh setiap satuan pendidikan. Komite sekolah/madrasah adalah lembaga mandiri yang beranggotakan orang tua/wali peserta didik. serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan. dan potensi masyarakat sebagai perwujudan pendidikan dari. 36. d. Menteri adalah menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang pendidikan nasional.go. Pendidikan bertaraf internasional adalah pendidikan yang diselenggarakan setelah memenuhi Standar Nasional Pendidikan dan diperkaya dengan standar pendidikan negara maju. dan f. c. atau pemerintah kota. akses masyarakat atas pelayanan pendidikan yang mencukupi. 38. dan c. dan bahan pelajaran. penelitian. pelaksanaan pendidikan agama . Pendidikan nonformal adalah jalur pendidikan di luar pendidikan formal yang dapat dilaksanakan secara terstruktur dan berjenjang. pemerintah kabupaten. 29. rencana kerja dan anggaran tahunan. dan akuntabilitas pengelolaan pendidikan. mengembangkan. Pendidikan informal adalah jalur pendidikan keluarga dan lingkungan.id -9. dan e. Pemerintah . dan untuk masyarakat. c.depkumham. isi.

15 . (3) Dalam .c. Pasal 8 (1) Menteri menetapkan target tingkat partisipasi pendidikan pada semua jenjang dan jenis pendidikan yang harus dicapai pada tingkat nasional.14 . Pasal 9 (1) Menteri menetapkan target tingkat pemerataan partisipasi pendidikan pada tingkat nasional yang meliputi: a.go. antara kabupaten dan kota. i.id .id . h. pelaksanaan wajib belajar. satuan atau program pendidikan. www. evaluasi. antarkabupaten. dan jenis pendidikan secara nasional.go. dan e. . www. peserta didik. proses . mencapai target tingkat partisipasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 secara bertahap.id . . Pasal 10 (1) Menteri menetapkan standar pelayanan minimal bidang pendidikan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. pihak lain yang terkait dengan pendidikan di Indonesia. (4) Standar pelayanan minimal bidang pendidikan untuk satuan pendidikan ditetapkan sebagai syarat awal yang harus dipenuhi dalam mencapai Standar Nasional Pendidikan secara bertahap dengan menerapkan otonomi satuan pendidikan atau manajemen berbasis sekolah/madrasah.depkumham. Pasal 7 Pemerintah mengarahkan. dan/atau peserta didik di daerah khusus. satuan atau program pendidikan. d.go.(3) Standar pelayanan minimal bidang pendidikan untuk pemerintah daerah merupakan syarat awal yang harus dipenuhi untuk: a. j. .go.h. kementerian lain atau lembaga pemerintah nonkementerian yang menyelenggarakan satuan pendidikan. . b. (5) Pengalokasian anggaran pendidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (4) dikonsolidasikan oleh Menteri. peningkatan keprofesionalan pendidik dan tenaga kependidikan. jenjang. g. orang tua/wali peserta didik.11 . pembiayaan pendidikan yang sesuai dengan prinsip pemerataan dan berkeadilan. jalur.id . dan m.go. dan sertifikasi pendidikan yang memberdayakan.id . penyelenggaraan pendidikan yang terbuka dan merata. m. pemerintah daerah. d.depkumham. proses pembelajaran yang mendidik dan dialogis. mengoordinasi. j. g. membimbing. (3) Akreditasi .depkumham. pelaksanaan otonomi manajemen pendidikan. antara laki-laki dan perempuan. b. akreditasi satuan pendidikan. b. penyelenggara pendidikan yang didirikan masyarakat. (2) Target tingkat partisipasi pendidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipenuhi melalui jalur pendidikan formal dan nonformal. www. dewan . Pemerintah menyelenggarakan dan/atau memfasilitasi: a. satuan. f. Kementerian. .djpp.(3) Akreditasi dan sertifikasi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) yang diselenggarakan dan/atau difasilitasi oleh Pemerintah atau masyarakat didasarkan pada Standar Nasional Pendidikan. b.djpp. masyarakat. atau b. . Pasal 11 Menteri menetapkan Standar Nasional Pendidikan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. k. menyelenggarakan atau memfasilitasi penyelenggaraan satuan pendidikan sesuai Standar Nasional Pendidikan secara bertahap. peserta didik pendidikan khusus. f. c. (3) Kebijakan nasional pendidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) merupakan pedoman bagi: a. pemberdayaan peran masyarakat. menyupervisi. dan n. pemerintah kabupaten/kota. Pasal 12 (1) Pemerintah melakukan dan/atau memfasilitasi penjaminan mutu pendidikan dengan berpedoman pada kebijakan nasional pendidikan dan Standar Nasional Pendidikan. mengevaluasi. efisien. . (4) Pemerintah mengalokasikan anggaran pendidikan agar sistem pendidikan nasional dapat dilaksanakan secara efektif. dan/atau e. antarprovinsi. d. akreditasi program pendidikan. pusat pembudayaan dan pembangunan masyarakat. (3) Standar . sertifikasi kompetensi peserta didik. l. e.• • • • • serta akhlak mulia. l. Pemerintah mengutamakan perluasan dan pemerataan akses pendidikan melalui jalur pendidikan formal.13 .12 . c. dan b. pendidik dan tenaga kependidikan.(3) Dalam memenuhi target tingkat partisipasi pendidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (2). www. akreditasi. . (2) Menteri menetapkan kebijakan untuk menjamin peserta didik memperoleh akses pelayanan pendidikan bagi peserta didik yang orang tua/walinya tidak mampu membiayai pendidikan.djpp. komite sekolah/madrasah atau nama lain yang sejenis.depkumham. www. i. . dan akuntabel. . k. c. d. Kementerian Agama. dewan pendidikan. mengawasi. Pasal 13 (1) Pemerintah . c. (2) Standar pelayanan minimal sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan masing-masing untuk: a. sertifikasi kompetensi tenaga kependidikan. sertifikasi kompetensi pendidik.djpp.djpp. (2) Dalam rangka penjaminan mutu pendidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). penyediaan sarana belajar yang mendidik. antarkota.depkumham. memantau. pemerintah provinsi. dan mengendalikan penyelenggara. h. pelaksanaan pengawasan dalam sistem pendidikan nasional. e. pengembangan dan pelaksanaan kurikulum berbasis kompetensi.

h. dan/atau olahraga pada tingkat satuan pendidikan. Kementerian. e. rencana pembangunan jangka menengah provinsi.go. . (3) Kebijakan daerah bidang pendidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) merupakan pedoman bagi: a. c. rencana pembangunan jangka panjang provinsi.g. pemerintah kabupaten/kota di provinsi yang bersangkutan. . g. rencana kerja pemerintah provinsi. pemerintah provinsi. . Pasal 14 (1) Pemerintah melakukan pembinaan berkelanjutan kepada peserta didik yang memiliki potensi kecerdasan dan/atau bakat istimewa untuk mencapai prestasi puncak di bidang ilmu pengetahuan.go. penyelenggara pendidikan yang didirikan masyarakat di provinsi yang bersangkutan. www.depkumham.depkumham. peraturan gubernur di bidang pendidikan.id . (2) Pemerintah memfasilitasi perintisan program dan/atau satuan pendidikan yang sudah atau hampir memenuhi Standar Nasional Pendidikan untuk dikembangkan menjadi program dan/atau satuan pendidikan bertaraf internasional.19 .17 . .djpp. kementerian lain atau lembaga pemerintah nonkementerian yang menyelenggarakan program dan/atau satuan pendidikan. orang .go. (4) Ketentuan lebih lanjut mengenai pelaksanaan pembinaan berkelanjutan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan penyelenggaraan dan fasilitasi kompetisi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diatur dengan Peraturan Menteri. efektivitas. c. d.id . sistem informasi pendidikan di semua provinsi.depkumham. olahraga. nasional. kabupaten/kota.h. www.• • • • mengakui.djpp.id . dan melindungi program dan/atau satuan pendidikan bertaraf internasional sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. b. (3) Pemerintah memberikan penghargaan kepada peserta didik yang meraih prestasi puncak sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) sesuai dengan ketentuan peraturan perundang. jenis. penyelenggara pendidikan yang didirikan masyarakat.(2) Untuk menumbuhkan iklim kompetitif yang kondusif bagi pencapaian prestasi puncak sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Pemerintah menyelenggarakan dan/atau memfasilitasi secara teratur dan berjenjang kompetisi di bidang: a. teknologi. b. (3) Sistem informasi pendidikan nasional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) memberikan akses informasi administrasi pendidikan dan akses sumber pembelajaran kepada satuan pendidikan pada semua jenjang. . memfasilitasi. d.depkumham. e. (2) Sistem informasi pendidikan nasional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) difasilitasi oleh jejaring informasi nasional yang terhubung dengan sistem informasi pendidikan di kementerian lain atau lembaga pemerintah nonkementerian yang menyelenggarakan pendidikan. Kementerian Agama. f. b. i. . dan g. peserta didik di provinsi yang bersangkutan.undangan.djpp. satuan atau program pendidikan di provinsi yang bersangkutan. orang tua/wali peserta didik di provinsi yang bersangkutan. Kementerian mengembangkan dan melaksanakan sistem informasi pendidikan nasional berbasis teknologi informasi dan komunikasi. b. c. (4) Pemerintah memfasilitasi sertifikasi internasional pada program dan/atau satuan pendidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2). Pasal 16 (1) Dalam menyelenggarakan dan mengelola sistem pendidikan nasional. ilmu pengetahuan. satuan . dan g. rencana kerja dan anggaran tahunan provinsi.18 .id . komite sekolah atau nama lain yang sejenis di provinsi yang bersangkutan. (2) Untuk .Pasal 18 (1) Kebijakan pendidikan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17 merupakan penjabaran dari kebijakan pendidikan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. c. Pasal 15 Menteri menetapkan kebijakan tata kelola pendidikan untuk menjamin efisiensi. dan jalur pendidikan. pihak lain yang terkait . satuan atau program pendidikan. e. seni. (2) Kebijakan daerah bidang pendidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dituangkan dalam: a. pemerintah kabupaten/kota. peraturan daerah di bidang pendidikan. Bagian Ketiga Pengelolaan Pendidikan oleh Pemerintah Provinsi Pasal 17 Gubernur bertanggung jawab mengelola sistem pendidikan nasional di daerahnya serta merumuskan dan menetapkan kebijakan daerah bidang pendidikan sesuai kewenangannya. d. dan akuntabilitas pengelolaan pendidikan yang merupakan pedoman bagi: a. dan/atau d. . dan k. Pasal 18 . www. dan sistem informasi pendidikan di semua kabupaten/kota. f.16 . (3) Pemerintah memfasilitasi akreditasi internasional program dan/atau satuan pendidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2). j. dewan pendidikan di provinsi yang bersangkutan. dan internasional. semua jajaran pemerintah provinsi. rencana strategis pendidikan provinsi.djpp. . provinsi.go. membina. f. teknologi. pendidik dan tenaga kependidikan di provinsi yang bersangkutan. seni. www. masyarakat di provinsi yang bersangkutan.

mengakui. .23 . memfasilitasi. memfasilitasi. b. jenjang. d. dan jenis pendidikan di provinsi yang bersangkutan sesuai kebijakan daerah bidang pendidikan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17. dan d. efisien. . antarkota. (2) Untuk menumbuhkan iklim kompetitif yang kondusif bagi pencapaian prestasi puncak sebagaimana dimaksud pada ayat (1) pemerintah provinsi menyelenggarakan dan/atau memfasilitasi secara teratur dan berjenjang kompetisi di bidang: a. ayat (2). dan akuntabilitas pengelolaan pendidikan yang merupakan pedoman bagi: a. satuan.id . (4) Ketentuan lebih lanjut mengenai pelaksanaan pembinaan berkelanjutan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan penyelenggaraan dan fasilitasi kompetisi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diatur dengan Peraturan Gubernur. dan melindungi program dan/atau satuan pendidikan yang sudah atau hampir memenuhi Standar Nasional Pendidikan untuk dirintis dan dikembangkan menjadi bertaraf internasional sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan. dan/atau olahraga pada tingkat satuan pendidikan. jalur. Pasal 22 Gubernur melaksanakan dan mengoordinasikan pelaksanaan standar pelayanan minimal bidang pendidikan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. .• • • • dengan pendidikan di provinsi yang bersangkutan. peserta didik pendidikan khusus. sertifikasi kompetensi peserta didik. teknologi. dan mengendalikan penyelenggara. Pasal 19 Pemerintah provinsi mengarahkan. www. semua jajaran pemerintah provinsi. www. seni.go. olahraga. . . .djpp. c.djpp. pemerintah provinsi mengoordinasikan dan memfasilitasi: a.go. kabupaten/kota.(4) Pemerintah provinsi memfasilitasi sertifikasi internasional pada program dan/atau satuan pendidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2). . (3) Pemerintah provinsi memberikan penghargaan kepada peserta didik yang meraih prestasi puncak sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) sesuai dengan ketentuan peraturan perundang.22 . sertifikasi kompetensi pendidik. (2) Pemerintah provinsi menyelenggarakan. . mengawasi.djpp. provinsi.id . (4) Pemerintah provinsi mengalokasikan anggaran pendidikan agar sistem pendidikan nasional di provinsi yang bersangkutan dapat dilaksanakan secara efektif. (2) Target tingkat partisipasi pendidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipenuhi melalui jalur pendidikan formal dan nonformal. sertifikasi kompetensi tenaga kependidikan. menyupervisi.Pasal 26 Gubernur menetapkan kebijakan tata kelola pendidikan untuk menjamin efisiensi. Pasal 25 (1) Pemerintah provinsi melakukan pembinaan berkelanjutan kepada peserta didik yang memiliki potensi kecerdasan dan/atau bakat istimewa untuk mencapai prestasi puncak di bidang ilmu pengetahuan.undangan. . (3) Dalam rangka penjaminan mutu pendidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1).(3) Dalam memenuhi target tingkat partisipasi pendidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Pasal 20 (1) Gubernur menetapkan target tingkat partisipasi pendidikan pada semua jenjang dan jenis pendidikan yang harus dicapai pada tingkat provinsi. dan akuntabel sesuai dengan kebijakan daerah bidang pendidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Pasal 23 (1) Pemerintah provinsi melakukan dan/atau memfasilitasi penjaminan mutu pendidikan di daerahnya dengan berpedoman pada kebijakan nasional pendidikan dan Standar Nasional Pendidikan. nasional.go.go. www. mengakui.depkumham. pemerintah provinsi berkoordinasi dengan unit pelaksana teknis Pemerintah yang melaksanakan tugas penjaminan mutu pendidikan. c. dan/atau e. dan/atau d. (3) Dalam . efektifitas. Pasal 21 (1) Gubernur menetapkan target tingkat pemerataan partisipasi pendidikan pada tingkat provinsi yang meliputi: a.depkumham. memantau. dan/atau peserta didik di daerah khusus. (2) Gubernur menetapkan kebijakan untuk menjamin peserta didik memperoleh akses pelayanan pendidikan bagi peserta didik yang orang tua/walinya tidak mampu membiayai pendidikan. membimbing.id . antarkabupaten. c. dan melindungi program dan/atau satuan pendidikan bertaraf internasional sesuai dengan ketentuan peraturan perundang. www.21 . Pasal 24 (1) Pemerintah provinsi menyelenggarakan. antara laki-laki dan perempuan. b. (4) Pemerintah . mengevaluasi.djpp. dan internasional. antara kabupaten dan kota.id . akreditasi program pendidikan. teknologi. membina. akreditasi satuan pendidikan.undangan. dan ayat (3). Pasal 26 .20 .depkumham.depkumham. pemerintah provinsi mengutamakan perluasan dan pemerataan akses pendidikan melalui jalur pendidikan formal. membina. seni. (2) Dalam .(2) Dalam melaksanakan tugasnya sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (3) Pemerintah provinsi memfasilitasi akreditasi internasional program dan/atau satuan pendidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2). b. b. ilmu pengetahuan. mengoordinasi.

djpp. dan g. pemerintah kabupaten/kota mengutamakan perluasan dan pemerataan akses pendidikan melalui jalur pendidikan formal. . d. antarkecamatan atau sebutan lain yang sejenis. orang tua/wali peserta didik di provinsi yang bersangkutan. antara laki-laki dan perempuan.go. Pasal 27 (1) Dalam menyelenggarakan dan mengelola sistem pendidikan nasional di daerah.djpp. pendidik dan tenaga kependidikan di provinsi yang bersangkutan. mengoordinasi.depkumham.go. rencana pembangunan jangka menengah kabupaten/kota. pihak lain yang terkait dengan pendidikan di kabupaten/kota yang bersangkutan. pihak lain yang terkait dengan pendidikan di provinsi yang bersangkutan. h.djpp. satuan atau program pendidikan di kabupaten/kota yang bersangkutan. jenis. komite sekolah atau nama lain yang sejenis di provinsi yang bersangkutan. g. .depkumham. www. c. mengevaluasi. dewan pendidikan di kabupaten/kota yang bersangkutan. dan akuntabel sesuai dengan kebijakan daerah bidang pendidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Pasal 32 (1) Bupati/walikota menetapkan target tingkat pemerataan partisipasi pendidikan pada tingkat kabupaten/kota yang meliputi: a.(2) Bupati/walikota menetapkan kebijakan untuk menjamin peserta didik memperoleh akses pelayanan pendidikan bagi peserta didik yang orang . d.djpp. . satuan. menyupervisi.go. b. www. f. www. Pasal 31 (1) Bupati/walikota menetapkan target tingkat partisipasi pendidikan pada semua jenjang dan jenis pendidikan yang harus dicapai pada tingkat kabupaten/kota. dan j. pemerintah provinsi mengembangkan dan melaksanakan sistem informasi pendidikan provinsi berbasis teknologi informasi dan komunikasi. . f. (3) Kebijakan daerah bidang pendidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) merupakan pedoman bagi: a.• • • • pemerintah kabupaten/kota di provinsi yang bersangkutan. penyelenggara pendidikan yang didirikan masyarakat di provinsi yang bersangkutan. dan c. j.(3) Sistem informasi pendidikan provinsi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) memberikan akses informasi administrasi pendidikan dan akses sumber pembelajaran kepada satuan pendidikan pada semua jenjang. antardesa/kelurahan atau sebutan lain yang sejenis. d. Bagian Keempat Pengelolaan Pendidikan oleh Pemerintah Kabupaten/Kota Pasal 28 Bupati/walikota bertanggung jawab mengelola sistem pendidikan nasional di daerahnya dan merumuskan serta menetapkan kebijakan daerah bidang pendidikan sesuai kewenangannya. jalur. rencana kerja dan anggaran tahunan kabupaten/kota.24 .f. peserta didik di provinsi yang bersangkutan.id .25 . (2) Kebijakan daerah bidang pendidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dituangkan dalam: a. peserta didik di kabupaten/kota yang bersangkutan. . serta sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. c. i. c.Pasal 30 Pemerintah kabupaten/kota mengarahkan. komite sekolah atau nama lain yang sejenis di kabupaten/kota yang bersangkutan. peraturan daerah di bidang pendidikan. (2) Target tingkat partisipasi pendidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipenuhi melalui jalur pendidikan formal dan nonformal. masyarakat di kabupaten/kota yang bersangkutan. pendidik dan tenaga kependidikan di kabupaten/kota yang bersangkutan.26 . (4) Pemerintah kabupaten/kota mengalokasikan anggaran pendidikan agar sistem pendidikan nasional di kabupaten/kota yang bersangkutan dapat dilaksanakan secara efektif. . rencana kerja pemerintah kabupaten/kota.27 . peraturan . (2) Bupati . mengawasi. dewan pendidikan di provinsi yang bersangkutan. dan jalur pendidikan sesuai kewenangan pemerintah provinsi.id .id .depkumham. e. (3) Sistem . e. dan jenis pendidikan di kabupaten/kota yang bersangkutan sesuai kebijakan daerah bidang pendidikan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28. g.id . dan mengendalikan penyelenggara. f. . penyelenggara pendidikan yang didirikan masyarakat di kabupaten/kota yang bersangkutan. dan k. orang tua/wali peserta didik di kabupaten/ kota yang bersangkutan. jenjang. Pasal 30 . h. peraturan bupati/walikota di bidang pendidikan. . efisien. satuan atau program pendidikan di provinsi yang bersangkutan. (2) Sistem informasi pendidikan provinsi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan subsistem dari sistem informasi pendidikan nasional. rencana pembangunan jangka panjang kabupaten/kota. e.go. rencana strategis pendidikan kabupaten/kota.depkumham. b. membimbing. semua jajaran pemerintah kabupaten/kota. masyarakat di provinsi yang bersangkutan. memantau. Pasal 29 (1) Kebijakan pendidikan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 merupakan penjabaran dari kebijakan pendidikan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 dan Pasal 17. www. (3) Dalam memenuhi target tingkat partisipasi pendidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). ayat (2). b. i. dan ayat (3).

seni. .go. (4) Pemerintah kabupaten/kota memfasilitasi sertifikasi internasional pada program dan/atau satuan pendidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2). peserta didik di kabupaten/kota yang bersangkutan. . dan/atau peserta didik di daerah khusus. e. dan akuntabilitas pengelolaan pendidikan yang merupakan pedoman bagi: a.id .go. penyelenggara pendidikan yang didirikan masyarakat di kabupaten/kota yang bersangkutan. (2) Sistem informasi pendidikan kabupaten/kota sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan subsistem dari sistem informasi pendidikan nasional. efektivitas. komite . Pasal 33 Bupati/walikota melaksanakan dan mengoordinasikan pelaksanaan standar pelayanan minimal bidang pendidikan sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan. peserta didik pendidikan khusus. .30 . dan Standar Nasional Pendidikan. (3) Pemerintah kabupaten/kota memberikan penghargaan kepada peserta didik yang meraih prestasi puncak sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. teknologi. ilmu pengetahuan. dan/atau e.go. dan j. dan jalur pendidikan sesuai kewenangan pemerintah kabupaten/kota.djpp. www.• • • tua/walinya tidak mampu membiayai pendidikan.djpp. . d. dan/atau olahraga pada tingkat satuan pendidikan. d. satuan atau program pendidikan di kabupaten/kota yang bersangkutan. olahraga. pemerintah kabupaten/kota mengembangkan dan melaksanakan sistem informasi pendidikan kabupaten/kota berbasis teknologi informasi dan komunikasi. .id . Pasal 37 Bupati/walikota menetapkan kebijakan tata kelola pendidikan untuk menjamin efisiensi. (2) Dalam melaksanakan tugasnya sebagaimana dimaksud pada ayat (1). www.djpp. (4) Ketentuan lebih lanjut mengenai pelaksanaan pembinaan berkelanjutan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) serta penyelenggaraan dan fasilitasi kompetisi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diatur dengan Peraturan Bupati/Walikota. komite sekolah atau nama lain yang sejenis di kabupaten/kota yang bersangkutan.Pasal 35 (1) Pemerintah kabupaten/kota mengakui. sertifikasi kompetensi tenaga kependidikan.28 . c. kecamatan. nasional. c. www.djpp. Pasal 35 . pendidik dan tenaga kependidikan di kabupaten/ kota yang bersangkutan. pemerintah kabupaten/kota memfasilitasi: a. membina. kabupaten/kota. pemerintah kabupaten/kota berkoordinasi dengan unit pelaksana teknis Pemerintah yang melaksanakan tugas penjaminan mutu pendidikan. b. dewan pendidikan di kabupaten/kota yang bersangkutan. Pasal 34 (1) Pemerintah kabupaten/kota melakukan dan/atau memfasilitasi penjaminan mutu pendidikan di daerahnya dengan berpedoman pada kebijakan nasional pendidikan. b. dan melindungi program dan/atau satuan pendidikan bertaraf internasional dan/atau berbasis keunggulan lokal sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. provinsi. seni. masyarakat di kabupaten/kota yang bersangkutan. memfasilitasi.29 . . sertifikasi kompetensi pendidik. dan internasional. . Pasal 36 (1) Pemerintah kabupaten/kota melakukan pembinaan berkelanjutan kepada peserta didik di daerahnya yang memiliki potensi kecerdasan dan/atau bakat istimewa untuk mencapai prestasi puncak di bidang ilmu pengetahuan. Bagian Kelima . f. dan/atau d. www. orang tua/wali peserta didik di kabupaten/kota yang bersangkutan. c. kebijakan provinsi bidang pendidikan. g. pihak lain yang terkait dengan pendidikan di kabupaten/kota yang bersangkutan. teknologi. pemerintah kabupaten/kota menyelenggarakan dan/atau memfasilitasi secara teratur dan berjenjang kompetisi di bidang: a.id .(2) Untuk menumbuhkan iklim kompetitif yang kondusif bagi pencapaian prestasi puncak sebagaimana dimaksud pada ayat (1). semua jajaran pemerintah kabupaten/kota. Pasal 38 (1) Dalam menyelenggarakan dan mengelola sistem pendidikan nasional di daerah. jenis.depkumham. (3) Sistem informasi pendidikan kabupaten/kota sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) memberikan akses informasi administrasi pendidikan dan akses sumber pembelajaran kepada satuan pendidikan pada semua jenjang. (2) Pemerintah kabupaten/kota melaksanakan dan/atau memfasilitasi perintisan program dan/atau satuan pendidikan yang sudah atau hampir memenuhi Standar Nasional Pendidikan untuk dikembangkan menjadi program dan/atau satuan pendidikan bertaraf internasional dan/atau berbasis keunggulan lokal. (2) Untuk .depkumham. (3) Dalam rangka penjaminan mutu pendidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). . i. sertifikasi kompetensi peserta didik.depkumham. h.e. akreditasi satuan pendidikan. b. akreditasi program pendidikan. (3) Pemerintah kabupaten/kota memfasilitasi akreditasi internasional program dan/atau satuan pendidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2).depkumham.go.id .

www. peserta didik di satuan atau program pendidikan yang terkait. dan Pasal 28. pendidikan dasar dan/atau pendidikan menengah bekerja sama dengan unit pelaksana teknis Pemerintah yang melaksanakan tugas penjaminan mutu pendidikan. . (3) Kebijakan pendidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) merupakan pedoman bagi: a. (4) Penyelenggara satuan pendidikan yang didirikan masyarakat mengalokasikan anggaran pendidikan agar sistem pendidikan nasional pada tingkat satuan atau program pendidikan yang terkait dapat dilaksanakan secara efektif.(2) Penyelenggara satuan pendidikan yang didirikan masyarakat melaksanakan dan/atau memfasilitasi perintisan satuan atau program pendidikan yang sudah atau hampir memenuhi Standar Nasional Pendidikan untuk dikembangkan menjadi satuan atau program pendidikan bertaraf internasional dan/atau berbasis keunggulan lokal. akreditasi satuan pendidikan. orang tua/wali peserta didik di satuan atau program pendidikan yang terkait. mengoordinasi. www. dan/atau Pasal 39. peserta didik pendidikan khusus.djpp. sertifikasi kompetensi tenaga kependidikan. akreditasi program pendidikan.go. sertifikasi kompetensi pendidik. pendidik dan tenaga kependidikan di satuan atau program pendidikan yang terkait.djpp.32 . Pasal 46 (1) Penyelenggara satuan pendidikan yang didirikan masyarakat memfasilitasi pembinaan berkelanjutan kepada peserta didik yang memiliki potensi . efisien.f. dan/atau Pasal 39. membina.id . Pasal 42 Penyelenggara satuan pendidikan yang didirikan masyarakat menetapkan kebijakan untuk menjamin peserta didik memperoleh akses pelayanan pendidikan. (2) Dalam melaksanakan tugasnya sebagaimana dimaksud pada ayat (1). d. www. f. (4) Penyelenggara satuan pendidikan yang didirikan masyarakat memfasilitasi sertifikasi internasional pada satuan atau program pendidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2). dan mengendalikan satuan atau program pendidikan yang terkait sesuai dengan kebijakan pendidikan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5. penyelenggara satuan pendidikan yang didirikan masyarakat memfasilitasi: a. atau peserta didik di daerah khusus. membimbing. Pasal 17.id .depkumham.djpp. c. . dan melindungi satuan atau program pendidikan yang bertaraf internasional dan/atau berbasis keunggulan lokal sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. memantau. . penyelenggara pendidikan yang didirikan masyarakat yang bersangkutan. pendidik . Pasal 40 (1) Kebijakan pendidikan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 39 merupakan penjabaran dari kebijakan pendidikan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5. b.depkumham. menyupervisi.go. Pasal 17. sertifikasi kompetensi peserta didik. b.depkumham.Pasal 44 (1) Penyelenggara satuan pendidikan yang didirikan masyarakat melakukan dan/atau memfasilitasi penjaminan mutu pendidikan di satuan atau program pendidikan dengan berpedoman pada kebijakan pendidikan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5. . lembaga representasi pemangku kepentingan satuan atau program pendidikan yang terkait. Pasal 28. (3) Penyelenggara satuan pendidikan yang didirikan masyarakat memfasilitasi akreditasi internasional satuan atau program pendidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2). dan akuntabel. penyelenggara satuan pendidikan yang didirikan masyarakat menyelenggarakan satuan dan/atau program pendidikan anak usia dini. satuan atau program pendidikan yang terkait. mengevaluasi. Pasal 41 Penyelenggara satuan pendidikan yang didirikan masyarakat mengarahkan. . Pasal 28. pihak lain yang terikat dengan satuan atau program pendidikan yang terkait. Pasal 44 . (2) Penyelenggara . dan/atau e. e. Pasal 45 (1) Penyelenggara satuan pendidikan yang didirikan masyarakat memfasilitasi.33 . c.id . d. dan g. serta sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan. bagi peserta didik yang orang tua/walinya tidak mampu membiayai pendidikan.Bagian Kelima Pengelolaan Pendidikan oleh Penyelenggara Satuan Pendidikan yang didirikan Masyarakat Pasal 39 Penyelenggara satuan pendidikan yang didirikan masyarakat bertanggung jawab mengelola sistem pendidikan nasional serta merumuskan dan menetapkan kebijakan pendidikan pada tingkat penyelenggara satuan. serta Standar Nasional Pendidikan. .34 . mengawasi. Pasal 43 Penyelenggara satuan pendidikan yang didirikan masyarakat menjamin pelaksanaan standar pelayanan minimal pendidikan pada satuan atau program pendidikan sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan.• • • • . (3) Dalam rangka penjaminan mutu pendidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Pasal 17.go. serta sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. (2) Kebijakan pendidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dituangkan dalam peraturan penyelenggara satuan pendidikan yang didirikan masyarakat.31 .

dan ayat (3) mengikat bagi: a. oleh perguruan tinggi dituangkan dalam: a. peserta didik di satuan atau program pendidikan yang bersangkutan. dan internasional. d. b.depkumham. provinsi.djpp. teknologi. c. pihak lain yang terikat dengan satuan atau program pendidikan. www. seni. b. (4) Kebijakan pendidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dan pendidikan menengah dilaksanakan berdasarkan standar pelayanan minimal dengan prinsip manajemen berbasis sekolah/madrasah. dan f. dan evaluasi yang transparan. . jaminan mutu. (3) Ketentuan lebih lanjut mengenai pelaksanaan pembinaan berkelanjutan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) serta penyelenggaraan dan fasilitasi kompetisi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diatur dengan peraturan penyelenggara satuan pendidikan yang didirikan masyarakat. (2) Sistem informasi pendidikan penyelenggara atau satuan pendidikan yang didirikan masyarakat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan subsistem dari sistem informasi pendidikan nasional. . anggaran pendapatan dan belanja tahunan perguruan tinggi.36 .go. Pasal 47 Penyelenggara satuan pendidikan yang didirikan masyarakat menetapkan kebijakan tata kelola pendidikan untuk menjamin efisiensi.• • • • kecerdasan dan/atau bakat istimewa untuk mencapai prestasi puncak di bidang ilmu pengetahuan. www.id . peraturan satuan atau program pendidikan. b. (2) Untuk menumbuhkan iklim kompetitif yang kondusif bagi pencapaian prestasi puncak sebagaimana dimaksud pada ayat (1). pendidik dan tenaga kependidikan di satuan dan/atau program pendidikan. penyelenggara satuan pendidikan yang didirikan masyarakat yang bersangkutan. dan/atau d. lembaga representasi pemangku kepentingan satuan atau program pendidikan yang bersangkutan. rencana kerja tahunan perguruan tinggi. c.djpp. pendidik dan tenaga kependidikan di satuan atau program pendidikan yang bersangkutan.a. akuntabilitas. dan/atau olahraga pada tingkat satuan pendidikan. ilmu pengetahuan. pendidikan dasar.38 . . satuan atau program pendidikan yang bersangkutan. penyelenggara satuan pendidikan yang didirikan masyarakat mengembangkan dan melaksanakan sistem informasi pendidikan penyelenggara atau satuan pendidikan yang didirikan masyarakat berbasis teknologi informasi dan komunikasi. kecamatan. b.go. (2) Kebijakan pendidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) oleh satuan pendidikan anak usia dini. peserta didik satuan dan/atau program pendidikan. satuan pendidikan dasar.go. seni. d. Bagian Keenam Pengelolaan Pendidikan oleh Satuan atau Program Pendidikan Pasal 49 (1) Pengelolaan satuan atau program pendidikan anak usia dini. rencana strategis perguruan tinggi. teknologi.id . c. Pasal 17. lembaga representasi pemangku kepentingan pendidikan pada satuan dan/atau program pendidikan.depkumham. rencana kerja tahunan satuan pendidikan. peraturan pemimpin perguruan tinggi. efektivitas. www. orang tua/wali peserta didik di satuan atau program pendidikan yang bersangkutan. dan f. Pasal 28. ilmu .go. dan satuan pendidikan menengah dituangkan dalam: a. dan c. dan g. anggaran . rencana pembangunan jangka panjang perguruan tinggi.(2) Pengelolaan satuan atau program pendidikan tinggi dilaksanakan berdasarkan prinsip otonomi.djpp.37 .Pasal 48 (1) Dalam menyelenggarakan dan mengelola sistem pendidikan nasional di satuan atau program pendidikan. ayat (2). . olahraga. . (3) Sistem informasi pendidikan penyelenggara satuan pendidikan yang didirikan masyarakat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) memberikan akses informasi administrasi pendidikan dan akses sumber pembelajaran kepada satuan dan/atau program pendidikan. e. (3) Kebijakan pendidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1).depkumham.id . nasional. serta sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan. anggaran pendapatan dan belanja tahunan satuan pendidikan. e. . . dan/atau Pasal 39. . c. kabupaten/kota.35 . f. b.id . (2) Pengelolaan . Pasal 48 . e. orang tua/wali peserta didik di satuan dan/atau program pendidikan. satuan dan/atau program pendidikan. d.djpp. Pasal 50 Satuan atau program pendidikan wajib bertanggung jawab mengelola sistem pendidikan nasional di satuan atau program pendidikannya serta merumuskan dan menetapkan kebijakan pendidikan sesuai dengan kewenangannya.d. Pasal 51 (1) Kebijakan pendidikan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50 merupakan penjabaran dari kebijakan pendidikan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5. penyelenggara satuan pendidikan yang didirikan masyarakat menyelenggarakan dan/atau memfasilitasi secara teratur kompetisi di satuan atau program pendidikan dalam bidang: a.depkumham. peraturan pimpinan perguruan tinggi lain. dan akuntabilitas pengelolaan pendidikan yang merupakan pedoman bagi: a. . www.

kebijakan . dan/atau e. (7) Satuan atau program pendidikan mengalokasikan anggaran pendidikan agar sistem pendidikan nasional di satuan dan/atau program pendidikan yang bersangkutan dapat dilaksanakan secara efektif. sertifikasi kompetensi peserta didik.depkumham. dan/atau Pasal 39. Pasal 54 . . c. seni. dan ayat (3) diatur dengan peraturan satuan atau program pendidikan. d. kebijakan penyelenggara pendidikan yang didirikan masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 39. peserta didik pendidikan khusus.(2) Satuan atau program pendidikan yang telah atau hampir memenuhi Standar Nasional Pendidikan dapat mengikuti akreditasi dan/atau sertifikasi internasional satuan atau program pendidikan.djpp. Pasal 17.go. akreditasi program pendidikan. dan akuntabilitas pengelolaan pendidikan yang mengikat: a. Pasal 28.djpp. . (2) Untuk menumbuhkan iklim kompetitif yang kondusif bagi pencapaian prestasi puncak sebagaimana dimaksud pada ayat (1) satuan dan/atau program pendidikan melakukan secara teratur kompetisi di satuan atau program pendidikan dalam bidang: a. efisien. .djpp.Pasal 54 Satuan atau program pendidikan wajib menjamin terpenuhinya standar pelayanan minimal bidang pendidikan. (6) Kebijakan perguruan tinggi sebagaimana dimaksud pada ayat (3) merupakan penjabaran dan selaras dengan: a. pendidikan dasar. (2) Dalam melaksanakan tugasnya sebagaimana dimaksud pada ayat (1). .id . sertifikasi kompetensi tenaga kependidikan. (3) Satuan atau program pendidikan memberikan penghargaan kepada peserta didik yang meraih prestasi puncak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.depkumham. b. www. (3) Dalam rangka penjaminan mutu pendidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). e. Pasal 58 .id . kebijakan pemerintah provinsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17. teknologi. .go. c.id . efektivitas. dan/atau olahraga pada tingkat satuan pendidikan.39 . (4) Ketentuan lebih lanjut mengenai pelaksanaan ayat (1). pendidik dan tenaga kependidikan di satuan atau program pendidikan . kebijakan penyelenggara pendidikan yang didirikan masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 39. Pasal 17.42 . d. www. sertifikasi kompetensi pendidik. peserta didik satuan atau program pendidikan yang bersangkutan. c. olahraga. . satuan atau program pendidikan anak usia dini. b. lembaga representasi pemangku kepentingan pendidikan pada satuan atau program pendidikan yang bersangkutan.41 . dan/atau Pasal 39. dan akuntabel. .go. kebijakan pemerintah kabupaten/kota sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28.d.id . dan internasional. serta sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. kecamatan. Pasal 56 (1) Satuan atau program pendidikan yang telah atau hampir memenuhi Standar Nasional Pendidikan dapat merintis dirinya untuk dikembangkan menjadi satuan atau program pendidikan bertaraf internasional dan/atau berbasis keunggulan lokal. (2) Satuan .Pasal 58 Satuan atau program pendidikan wajib menetapkan kebijakan tata kelola pendidikan untuk menjamin efisiensi. kebijakan Pemerintah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5. dan/atau peserta didik di daerah khusus. atau pendidikan menengah bekerja sama dengan unit pelaksana teknis Pemerintah yang melaksanakan tugas penjaminan mutu pendidikan. serta Standar Nasional Pendidikan. seni. dan/atau d. nasional. satuan atau program pendidikan yang bersangkutan. orang tua/wali peserta didik di satuan atau program pendidikan yang bersangkutan. .• • • • pihak lain yang terikat dengan satuan atau program pendidikan yang bersangkutan. Pasal 28. b.depkumham. akreditasi satuan pendidikan. Pasal 55 (1) Satuan atau program pendidikan wajib melakukan penjaminan mutu pendidikan dengan berpedoman pada kebijakan pendidikan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5. teknologi. dan b. kabupaten/kota. dan d. kebijakan Pemerintah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5. b. satuan atau program pendidikan. sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.40 . (5) Kebijakan satuan pendidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) merupakan penjabaran dan selaras dengan: a. mengikuti: a. Pasal 52 Satuan atau program pendidikan mengelola pendidikan sesuai dengan kebijakan pendidikan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5. Pasal 57 (1) Satuan atau program pendidikan wajib melakukan pembinaan berkelanjutan kepada peserta didik yang memiliki potensi kecerdasan dan/atau bakat istimewa untuk mencapai prestasi puncak di bidang ilmu pengetahuan. ilmu pengetahuan. Pasal 53 Satuan atau program pendidikan sesuai dengan kewenangannya wajib menetapkan kebijakan untuk menjamin peserta didik memperoleh akses pelayanan pendidikan bagi peserta didik yang orang tua/walinya tidak mampu membiayai pendidikan.depkumham.djpp. ayat (2).go. www. c. www. provinsi.

berakhlak mulia. cakap. mengembangkan potensi kecerdasan spiritual. RA.go. c. inovatif. dan b.go. transparan. mandiri. dan menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab. PEDOMAN PERTANYAAN SEKSI PROMKES TOLOK UKUR UTAMA PENILAIAN LOMBA PUSKESMAS BERPRESTASI . bermain dalam rangka pembelajaran sosial dan kepribadian. dan bentuk lain yang sederajat dilaksanakan dalam konteks bermain yang dapat dikelompokan menjadi: a. membangun landasan bagi berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.depkumham. d. kreatif. b. . dan kesehatan. pendidikan anak usia dini.46 . c. atau bentuk lain yang sederajat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) memiliki program pembelajaran 1 (satu) tahun atau 2 (dua) tahun. www. atau bentuk lain yang sederajat. atau bentuk lain yang sederajat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat diselenggarakan menyatu dengan SD. (2) Program pembelajaran TK. Pasal 64 (1) Penerimaan peserta didik pada satuan pendidikan anak usia dini dilakukan secara objektif. dan d. BAB III . dan e. atau bentuk lain yang sederajat.BAB III PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN FORMAL Bagian Kesatu Umum Pasal 60 Penyelenggaraan pendidikan formal meliputi: a.44 . bermain dalam rangka pembelajaran orientasi dan pengenalan pengetahuan dan teknologi. RA. atau bentuk lain yang sederajat. MI.djpp.id . percaya diri. Paragraf 3 Penerimaan Peserta Didik Pasal 63 Peserta didik TK. mengembangkan . sehat. dan mengembangkan seluruh potensi anak usia dini secara optimal sehingga terbentuk perilaku dan kemampuan dasar sesuai dengan tahap perkembangannya agar memiliki kesiapan untuk memasuki pendidikan selanjutnya. emosional. (3) Sistem informasi pendidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) memberikan akses informasi administrasi pendidikan dan akses sumber pembelajaran kepada pendidik.djpp. dan sosial peserta didik pada masa emas pertumbuhannya dalam lingkungan bermain yang edukatif dan menyenangkan. kritis. pihak lain yang terikat dengan satuan atau program pendidikan yang bersangkutan. dan bentuk lain yang sederajat dikembangkan untuk mempersiapkan peserta didik memasuki SD. bermain dalam rangka pembelajaran agama dan akhlak mulia. kinestetis. . . (2) TK. intelektual. Pasal 65 (1) Satuan pendidikan anak usia dini dapat menerima peserta didik pindahan dari satuan pendidikan anak usia dini lain. dan akuntabel. dan f. b. (2) Sistem informasi pendidikan satuan atau program pendidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan subsistem dari sistem informasi pendidikan nasional. . (3) TK. (2) Penerimaan .c. (3) Keputusan penerimaan calon peserta didik menjadi peserta didik dilakukan secara mandiri oleh rapat dewan guru yang dipimpin oleh kepala satuan pendidikan. satuan dan/atau program pendidikan mengembangkan dan melaksanakan sistem informasi pendidikan berbasis teknologi informasi dan komunikasi. pendidikan dasar. Paragraf 4 Program Pembelajaran Pasal 66 (1) Program pembelajaran TK.43 . RA. .depkumham.45 . Paragraf 2 Bentuk dan Jenis Satuan Pendidikan Pasal 62 (1) Pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan formal berbentuk TK.depkumham.go. dan peserta didik. RA.djpp. www.id . tenaga kependidikan. . berilmu. atau bentuk lain yang sederajat berusia 4 (empat) tahun sampai dengan 6 (enam) tahun. bermain .b. menumbuhkan. Pasal 59 (1) Dalam menyelenggarakan dan mengelola pendidikan. pendidikan menengah. berkepribadian luhur. (2) Pendidikan anak usia dini bertujuan: a. . MI.go. pendidikan tinggi. bermain dalam rangka pembelajaran jasmani.(2) Penerimaan peserta didik pada satuan pendidikan anak usia dini dilakukan tanpa diskriminasi kecuali bagi satuan pendidikan yang secara khusus dirancang untuk melayani peserta didik dari kelompok gender atau agama tertentu. www. bermain dalam rangka pembelajaran estetika.id .id . www. . RA. (2) Syarat-syarat dan tatacara penerimaan peserta didik pindahan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur oleh satuan pendidikan yang bersangkutan.depkumham. RA.• • • • yang bersangkutan. olahraga.djpp. Bagian Kedua Pendidikan Anak Usia Dini Paragraf 1 Fungsi dan Tujuan Pasal 61 (1) Pendidikan anak usia dini berfungsi membina.

SMP/MTs dan SMA/MA/SMK yang dilakukan pemeriksaan kesehatan khusus kelas 1 (satu)? 5. Jumlah penyuluhan yang dilakuan petugas Puskesmas ke Masyarakat.? Target ( Jumlah Posyandu yg ada x 3 ) 8. Jumlah Penyuluhan Narkoba ke SMP/MTs dan SMA/MA/SMK? 6.? Jumlah bidan di desa ada berapa …? Jumlah desa siaga yang dibina setelah dibentuk FKD ada berapa… ? Jumlah Kader Desa Siaga / yang dilatih tentang desa Siaga…? 3. SD/MI.Jumlah TK/RA. ..Jumlah desa di wilayah puskesmas berapa ? - Jumlah desa yang punya SK FKD ( Forum Kesehatan Desa ) ada berapa. Jumlah desa yang telah dilakukan pendataan PHBS dengan cakupan per desanya 55 % ( KK yg disurvei / jumlah KK desa ) 9. . SMA/ SMK/MA….1 Jumlah posyandu yang ada …? Strata posyandu Purnama ada berapa…? 2 .Jumlah Sekolah SD/MI yang melaksanakan pemeriksaan kesehatan khusus kelas 2-6? .. Jumlah Penyuluhan dengan tema umum ke sekolah TK.? 7. Jumlah keseluruhan KK yang disurvei PHBS dibagi jumlah KK sewilayah kerja puskesmas. SMP/MTs. Jumlah Sekolah SD/MI yang dilakukan pemeriksaan Kesehatan Khusus Kelas 1 (Satu) / Penjaringan Kesehatan…? 4.

dan anak di bawah 6 tahun dari RTSM. RTSM penerima program harus dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) yaitu pendidikan dan kesehatan anggota keluarganya. dan bukan salah satu unit kegiatan dari PNPM TUJUAN UTAMA Mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia terutama pada kelompok masyarakat miskin. ibu nifas. SYARAT/KEWAJIBAN PENERIMA BANTUAN . Saefudin. pada kartu kepesertaan PKH akan tercantum nama ibu/wanita yang mengurus anak. PKH bukan pengganti atau kelanjutan dari BLT/SLT. Bantuan harus diterima oleh ibu atau wanita dewasa yang mengurus anak pada rumah tangga yang bersangkutan (dapat nenek. atau kakak perempuan).Kasie Promkes & PM H. SKM NIP. khususnya bagi RTSM. tante/bibi. KETENTUAN PENERIMA BANTUAN Penerima bantuan PKH adalah RTSM yang memiliki anggota keluarga yang terdiri dari anak usia 0-15 tahun dan/atau ibu hamil/nifas. bukan kepala rumah tangga. Meningkatkan status kesehatan dan gizi ibu hamil. Tujuan tersebut sekaligus sebagai upaya mempercepat pencapaian target Millenium Development Goals (MDGs). Meningkatkan akses dan kualitas pelayanan pendidikan dan kesehatan. TUJUAN KHUSUS • • • • Meningkatkan kondisi sosial ekonomi RTSM. dan sebagai syarat atau imbalannya. 19620929 198603 1 012 Program Keluarga Harapan ( PKH ) Program Keluarga Harapan (PKH) Program Keluarga Harapan (PKH) adalah program yang memberikan bantuan tunai kepada Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM) yang memenuhi kriteria tertentu. Meningkatkan taraf pendidikan anak-anak RTSM. Untuk itu. Bantuan tunai hanya akan diberikan kepada RTSM yang telah terpilih sebagai peserta PKH dan mengikuti ketentuan yang diatur dalam program.

Untuk ibu hamil. melakukan Ibu Melahirkan Ibu Nifas Bayi Usia Bulan Bayi Usia Bulan Anak Usia Tahun Mendapatkan vitamin A sebanyak 2 kali setahun pada bulan Februari dan Agustus Anak Usia Tahun 5-6 Melakukan penimbangan secara rutin setiap 3 bulan sekali dan/atau mengikuti program pendidikan anak usia dini. Pustu. Pusling. Campak.Calon penerima terpilih harus menandatangani persetujuan selama mereka menerima bantuan. imunisasi kit Tablet Fe. baik komponen kesehatan maupun pendidikan. Proses kelahiran bayi harus ditolong oleh tenaga kesehatan terlatih Ibu yang telah melahirkan harus melakukan pemeriksaan atau diperiksa kesehatannya setidaknya 2 kali sebelum bayi mencapai usia 28 hari 0-11 Anak berusia di bawah 1 tahun harus diimunisasi lengkap dan ditimbang secara rutin setiap bulan. Perawat Bidan kit. Skenario Bantuan Bantuan per RTSM per tahun . SYARAT BANTUAN KESEHATAN Sasaran Ibu Hamil Persyaratan (kewajiban peserta) Melakukan pemeriksaan kehamilan (antenatal care) sebanyak minimal 4 kali (K1 di trimester 1. TT ibu hamil Buku register (Kartu Menuju Sehat) SYARAT BANTUAN PENDIDIKAN Anak penerima PKH Pendidikan yang berusia 7-18 tahun dan belum menyelesaikan program pendidikan dasar 9 tahun harus mendaftarkan diri di sekolah formal atau non formal serta hadir sekurang-kurangnya 85% tatap muka. Besaran bantuan ini di kemudian hari bisa berubah sesuai dengan kondisi keluarga saat itu atau bila peserta tidak dapat memenuhi syarat yang ditentukan. K3 dan K4 di trimester 3) selama masa kehamilan. Fasilitas kesehatan yang disediakan adalah: • • • • • • Puskesmas. Vitamin A. Posyandu. posyandu kit. Hepatitis B. Bidan. Jurim. Petugas Gizi. Kader. Obat-obatan dan bahan-bahan pelayanan kesehatan ibu & bayi baru lahir. BESAR BANTUAN Besaran bantuan tunai untuk peserta PKH bervariasi tergantung jumlah anggota keluarga yang diperhitungkan dalam penerimaan bantuan. harus memeriksakan kesehatan diri dan janinnya ke fasilitas kesehatan sesuai dengan prosedur kesehatan PKH bagi ibu hamil. 3. Poskesdes. Polindes. antropometri kit. K2 di trimester 2. Membawa anak usia 0-6 tahun ke fasilitas kesehatan sesuai dengan prosedur kesehatan PKH bagi anak. Vaksin BCG. Menyekolahkan anak 7-15 tahun serta anak usia 16-18 tahun namum belum selesai pendidikan dasar 9 tahun wajib belajar. Polio. 2. mereka akan : 1. DPT. Dokter. 6-11 Mendapat suplemen tablet vitamin A 1-5 Dimonitor tumbuh kembang dengan penimbangan secara rutin setiap 1 bulan.

Polindes diharapkan mampu memberikan pelayanan . Besar bantuan adalah 16% rata-rata pendapatan RTSM per tahun.000 minimum maksimum per per • • Bantuan terkait kesehatan berlaku bagi RTSM dengan anak di bawah 6 tahun dan/atau ibu hamil/nifas.200. yang merupakan satelit Puskesmas (dan jika dilengkapi dengan tenaga bidan). dan jika terus menerus tidak memenuhi komitmennya. SANKSI: Calon Peserta PKH yang telah ditetapkan menjadi peserta PKH dan menandatangani komitmen. baik syarat kesehatan maupun syarat pendidikan.Bantuan tetap Bantuan bagi RTSM yang memiliki: Anak usia di bawah 6 tahun dan/ atau ibu hamil/menyusui Anak usia SD/MI Anak usia SMP/MTs Rata-rata bantuan per RTSM Bantuan RTSM Bantuan RTSM Catatan: • 200. PUSKESMAS Puskesmas diharapkan mampu memberi seluruh paket layanan kesehatan yang menjadi persyaratan bagi peserta PKH Kesehatan termasuk memberikan pelayanan obstetri dan neonatal emergensi dasar (khususnya puskesmas PONED). Setiap anggota keluarga peserta PKH dapat mengunjungi dan memanfaatkan berbagai fasilitas kesehatan.000 1. PKH juga merupakan bagian yang tidak terlepaskan dengan program Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Bagi Masyarakat Miskin (JPKMM). Di samping itu. ibu nifas dan anak usia < 6 tahun) melakukan kunjungan rutin ke berbagai sarana kesehatan. sangat diharapkan dapat memberikan pelayanan kesehatan bagi ibu hamil dan bayi baru lahir. 2. PERAN PEMBERI PELAYANAN KESEHATAN (PPK) PROGRAM KELUARGA HARAPAN (PKH) Program keluarga harapan bidang kesehatan mensyaratkan peserta PKH (yaitu ibu hamil.000 800. 3. maka peserta tersebut akan dikeluarkan dari program. jika suatu saat melanggar atau tidak memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan.000 2. Besar bantuan ini tidak dihitung berdasarkan jumlah anak. maka bantuannya akan dikurangi.390. Batas minimum dan maksimum adalah antara 15-25% pendapatan rata-rata RTSM per tahun.000 400.000 600. Oleh karena itu.000 800. program ini secara langsung akan mendukung pencapaian target program kesehatan. 1. POLINDES DAN POSKESDES Pondok bersalin desa (dikenal dengan sebutan Polindes) biasanya dilengkapi dengan tenaga bidan desa. PUSKESMAS PEMBANTU DAN PUSKESMAS KELILING Puskesmas pembantu dan Puskesmas keliling.

KMS. 2. maka kegiatan PKH kesehatan sepenuhnya dibiayai dari sumber program JPKMM/Askeskin di Puskesmas. POSYANDU Posyandu yang dikelola oleh para kader kesehatan dengan bantuan dan supervisi dari Puskesmas. dll). petugas puskesmas menetapkan tanggal dan nama sarana kesehatan/PPK yang harus dikunjungi oleh seluruh anggota keluarga peserta PKH yang disyaratkan. status pelayanan/pemeriksaan kesehatan. · Setelah klarifikasi status pemberian pelayanan kesehatan dilakukan. maupun pertolongan pertama pada kasus-kasus gawat darurat. Menghadiri pertemuan awal . b. memberikan pertolongan persalinan. maka petugas puskesmas harus menanyakan langsung kepada calon peserta PKH pada waktu acara pertemuan awal. bidan desa yang melakukan praktek di rumah dapat dimanfaatkan oleh peserta PKH khususnya dalam pemeriksaan ibu hamil. hak-hak yang akan diterima oleh PPK sesuai dengan apa yang diatur dalam petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis program JPKMM/Askeskin. Hak Pemberi Pelayanan Kesehatan (PPK) Program ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari program JPKMM. HAK DAN KEWAJIBAN PEMBERI PELAYANAN KESEHATAN 1. dan bagi bayi baru lahir. Dalam formulir jadwal kunjungan tersebut sudah tertulis nama anggota keluarga. Oleh karena itu. petugas puskesmas mengklarifikasi status pemberian pelayanan kesehatan yang sudah diberikan kepada setiap anggota keluarga peserta PKH. · Formulir kunjungan yang sudah terisi akan diambil langsung oleh pendamping PKH di puskesmas (paling telat 1 minggu sebelum acara pertemuan awal). Pustu. Kewajiban Pemberi Pelayanan Kesehatan a. tanggal dan nama/tempat pelayanan kesehatan. puskesmas dan posyandu memiliki peran penting dalam menetapkan jadwal kunjungan bagi setiap anggota keluarga peserta PKH ke berbagai fasilitas kesehatan. Menetapkan jadwal kunjungan Pada tahap awal pelaksanaan. pertolongan persalinan. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari buku register. 5. maupun memberikan pertolongan pertama pada kasus-kasus kegawatdaruratan.kesehatan dasar bagi ibu selama kehamilan. 2) Jika calon peserta PKH belum pernah memanfaatkan pelayanan kesehatan di Puskesmas dan atau jaringan kerja Puskesmas (ini berarti register calon peserta tersebut tidak tersedia di puskesmas). BIDAN PRAKTEK Di samping memberikan pelayanan kesehatan di polindes. · Untuk mengisi status pemberian pelayanan kesehatan: 1) Jika calon peserta PKH sudah pernah memanfaatkan pelayanan kesehatan di Puskesmas dan atau jaringan kerja Puskesmas tersebut. 4. jenis pelayanan/pemeriksaan kesehatan yang diwajibkan. serta penhyuluhan kesehatan. penimbangan. serta Bidan desa diharapkan dapat memberikan pelayanan antenatal. Prosedur penetapan jadwal kunjungan peserta PKH adalah sebagai berikut: · Puskesmas akan menerima formulir jadwal kunjungan peserta PKH kesehatan dari UPPKH Kecamatan (Pendamping). penimbangan bayi. maka petugas puskesmas harus mencocokkan dengan register yang tersedia di Puskesmas (yaitu kohor ibu hamil. buku imunisasi.

Petugas puskesmas selanjutnya merekap/mencatat anak dan atau ibu hamil yang tidak hadir pada jadwal yang telah ditentukan. maka peserta PKH akan menerima bantuan tunai sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Secara aktif. dll). Dalam pertemuan ini. d. Pengiriman formulir ke setiap PPK ini perlu dicocokan dengan jadwal kunjungan yang telah ditetapkan. JPKMM/Askeskin 2. Vaksin. Polindes. Secara pasif dengan cara memberikan pelayanan kesehatan bagi peserta yang mendatangi fasilitas kesehatan. tenaga kesehatan. · Menjelaskan tata cara mendapatkan pelayanan kesehatan serta tempat PPK terdekat yang bisa dimanfaatkan oleh peserta PKH. petugas kesehatan harus mengacu kepada ketentuan dan pedoman pelayanan kesehatan yang berlaku. Proses verifikasi yang harus dilakukan oleh petugas kesehatan adalah memeriksa formulir K tersebut dan mengisi bulatan pada nama anak dan atau ibu hamil yang tidak hadir sesuai jadwal kunjungan yang telah ditentukan. Ringkasan Hak dan Kewajiban Pemberi Pelayanan Kesehatan (PPK) dalam PKH Hak PPK Kewajiban PPK Sesuai aturan yang Mengklarifikasi status pemberian pelayanan kesehatan 1. berlaku dalam petunjuk bagi peserta PKH dan menetapkan jadwal kunjungan bagi pelaksanaan dan petunjuk setiap anggota keluarga peserta PKH (khusus petugas teknis program puskesmas dan atau kader posyandu). Formulir yang telah diperiksa / diverifikasi oleh petugas kesehatan tersebut selanjutnya diambil langsung) oleh petugas puskesmas. Posyandu. Petugas puskesmas (jika diperlukan) mengirim formulir verifikasi tersebut ke setiap PPK yang berada di bawah otoritas puskesmas. Prosedur verifikasi komitmen peserta adalah sebagai berikut: • • • • • PPK akan menerima formulir verifikasi komitmen peserta PKH dari PT POS (Form K). Memberi Pelayanan Kesehatan Petugas kesehatan diharapkan mampu memberikan pelayanan kesehatan baik secara aktif maupun pasif kepada semua peserta PKH. PT POS akan mengambil hasil catatan ketidakhadiran ini setiap 3 bulan sekali. petugas puskesmas berkewajiban untuk: · Mengklarifikasi status pemberian pelayanan kesehatan dengan calon peserta PKH. pemberi pelayanan kesehatan harus menjamin ketersediaan fasilitas kesehatan yang dibutuhkan (seperti.Perwakilan puskesmas akan diundang untuk menghadiri acara pertemuan awal dengan seluruh calon peserta PKH. khususnya bagi mereka yang datanya tidak tercatat dalam register. Kepala Puskesmas bertanggung jawab dalam mengkoordinir pelaksanaan kegiatan (yaitu semua kewajiban PPK dalam PKH). Memverifikasi Komitmen Peserta PKH Pembayaran bantuan komponen kesehatan pada tahap berikutnya diberikan atas dasar verifikasi yang dilakukan oleh petugas puskesmas. Menghadiri pertemuan awal dengan calon PKH untuk ikut menjelaskan tata cara mendapatkan pelayanan . Jika peserta PKH memenuhi komitmennya (yaitu mengunjungi fasilitas kesehatan yang sudah ditetapkan sesuai jadwal kunjungan di atas). Vitamin A. seperti Pustu. c. misalnya mengunjungi peserta PKH yang tidak hadir sesuai jadwal yang sudah ditetapkan untuk diberikan pelayanan dan pembinaan. Penetapan persyaratan PKH kesehatan akan berimplikasi pada peningkatan jumlah kunjungan di fasilitas kesehatan. Oleh karenanya. Dalam memberikan pelayanan.

PERAN PEMBERI PELAYANAN PENDIDIKAN PROGRAM KELUARGA HARAPAN (PKH) Jenis lembaga pendidikan dasar yang dapat dimanfaatkan oleh anak-anak penerima bantuan PKH terdiri dari : A. bukan untuk membiayai/membayar jasa layanan kesehatan atau pendidikan. 3. Melakukan Verifikasi Koimtmen peserta PKH Pendidikan Bantuan tunai PKH komponen pendidikan akan terus diberikan bagi peserta PKH jika anak-anak dari keluarga penerima bantuan PKH memenuhi komitmennya. Tingkat kehadiran peserta didik harus diverifikasi oleh para tenaga pendidik di lembaga pendidikan baik formal maupun non formal. institusi pendidikan berkewajiban memberikan pendidikan kepada seluruh peserta didik yang terdaftar. Penyelenggara satuan pendidikan harus memberikan pengajaran kepada peserta didik. Pengajaran harus mengacu kepada kurikulum yang berlaku untuk setiap jenjang dan jalur pendidikan.kesehatan bagi puskesmas). Memberikan Pelayanan Pendidikan Sesuai dengan tugas dan fungsinya. Peran yang dimaksud adalah : 1. yaitu menghadiri dan mengikuti proses pembelajaran minimal 85% hari efektif sekolah/tatap muka dalam sebulan selama tahun pelajaran berlangsung. Memberi pelayanan kesehatan kepada peserta PKH. Lembaga Pendidikan Formal Ø Sekolah Dasar (SD) Ø Madrasah Ibtidaiyah (MI) Ø Sekolah Menengah Pertama (SMP) Ø Madrasah Tsanawiyah (MTs) Ø Pesantren Salafiyah B. peserta PKH (khusus bagi petugas 3. Menerima pendaftaran anak peserta PKH di satuan pendidikan Setiap satuan pendidikan diharuskan menerima anak peserta PKH yang mendaftar sesuai ketentuan yang berlaku. dan dibebaskan dari segala bentuk biaya pendidikan 2. Prosedur verifikasi adalah sebagai berikut: . termasuk anakanak dari keluarga penerima bantuan PKH pendidikan. Bantuan tunai yang diberikan kepada RTSM peserta PKH. Memverifikasi komitmen peserta PKH kesehatan. Lembaga Pendidikan Non Formal Ø BPKB (Balai Pengembangan Kegiatan Belajar) Ø SKB (Sanggar Kegiatan Belajar) Ø PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) PERAN PEMBERI PELAYANAN PENDIDIKAN Lembaga pendidikan tersebut di atas memiliki peranan penting untuk mensukseskan pencapaian tujuan PKH pendidikan. 4.

Melakukan verifikasi kehadiran anak keluarga penerima bantuan PKH di tiaptiap kelas/kelompok belajar. Keluarga Berencana  Ada dua pengertian tentang KB( KELUARGA BERENCANA ) @Pengertian Keluarga Berencana menurut WHO adalah tindakan yang membantu individu atau pasangan suami istri untuk : . 3. Selanjutnya tenaga pendidik mencatat nama peserta didik peserta PKH yang tidak hadir/tidak memenuhi komitmen kehadiran yang telah ditentukan. SMP/MTs. dan diketahui oleh kepala sekolah. tenaga pendidik harus merekap absensi kehadiran peserta didik di kelas/kelompok belajar selama satu bulan berjalan (tindak lanjut tahap dua diatas). Memberikan pelayanan pendidikan kepada anak keluarga penerima bantuan. Sesuai aturan yang berlaku di sekolah.1. 3. 2. Pencatatan dilakukan dengan mengisi bulatan lingkaran dalam formulir verifikasi PI hanya bagi peserta didik yang tidak memenuhi komitmen kehadirannya. Sumber materi: • • • • • Pedoman Umum PKH Pedoman Operasional Kelembagaan PKH Daerah Pedoman Operasional PKH bagi Pemberi Pelayanan Kesehatan Pedoman Operasional PKH bagi Pemberi Pelayanan Pendidikan Buku Kerja Pendamping PKH 2007 Disarikan oleh : Husnul Yakin Ali (Pendamping RTSM PKH Kabupaten Subang) KB ( Keluarga Berencana ) dan Tujuan KB (KELUARGA BERENCANA) DAN TUJUANNYA A. setiap 3 bulan akan diambil oleh petugas pos untuk diproses lebih lanjut. Formilir verifikasi PI yang telah diisi / diperiksa oleh tenaga pendidik (sekolah SD/MI. lembaga pendidikan non formal lainnya). 2. Untuk keperluan verifikasi komitmen peserta PKH. tenaga pendidikan melakukan absensi kehadiran peserta didik di tiap-tiap kelas / kelompok belajar. Ringkasan peran lembaga pendidikan 1. Lembaga pendidikan akan menerima formulir verifikasi PI (terlampir) dari PT POS. 4. pesantren salafiyah. enerima pendaftaran anak keluarga penerima bantuan PKH di satuan pendidikan. Pimpinan satuan pendidikan bertanggung jawab untuk mengkoordinasikan pelaksanaan PKH di setiap lembaga pendidikan. Pimpinan satuan pendidikan juga harus menjamin agar ketiga peran tersebut di atas dapat dijalankan dengan optimal. yaitu setidaknya 85% dari jumlah hari efektif sekolah atau ketentuan tatap muka yang berlaku setiap bulannya.

Mari Berkenalan Dengan POSYANDU Pengertian Posyandu adalah suatu wadah komunikasi alih teknologi dalam pelayanan kesehatan masyarakat dari Keluarga Berencana dari masyarakat. Bila Anda memutuskan untuk tidak segera hamil sesudah menikah. Mengatahui kelahiran yang tidak diinginkan. d. Mengontrol waktu saat kelahiran dalam hubungan dengan umur suami-isteri. b. 2. . atau kontrasepsi. c.Layanan KB di seluruh Indonesia sudah cukup mudah diperoleh. bisa Anda pilih sendiri. Mengatur interval di antara kehamilan. b. e.  Keluarga Berencana Keluarga Berencana (KB) adalah mengatur jumlah anak sesuai kehendak Anda. Bila Anda memutuskan untuk tidak segera hamil sesudah menikah. Ada beberapa metoda pencegahan kehamilan. e. KB ( Keluarga Berencana ) dan Tujuan KB (KELUARGA BERENCANA) DAN TUJUANNYA A. Anda bisa ber-KB. dan menentukan sendiri kapan Anda ingin hamil. atau kontrasepsi. Yang dimaksud dengan nilai strategis untuk pengembangan sumber daya manusia sejak dini yaitu dalam peningkat mutu manusia masa yang akan datang dan akibat dari proses pertumbuhan dan perkembangan manusia ada 3 intervensi yaitu : 1.  Keluarga Berencana Keluarga Berencana (KB) adalah mengatur jumlah anak sesuai kehendak Anda. Anda bisa ber-KB. Pembinaan kelangsungan hidup anak (Child Survival) yang ditujukan untuk menjaga kelangsungan hidup anak sejak janin dalam kandungan ibu sampai usia balita. Menentukan jumlah anak dalam keluarga. Mendapatkan kelahiran yang memang diinginkan. c. Ada beberapa metoda pencegahan kehamilan. bisa Anda pilih sendiri. dan menentukan sendiri kapan Anda ingin hamil. oleh masyarakat dan untuk masyarakat dengan dukungan pelayanan serta pembinaan teknis dari petugas kesehatan dan keluarga. Mengontrol waktu saat kelahiran dalam hubungan dengan umur suami-isteri. Keluarga Berencana  Ada dua pengertian tentang KB( KELUARGA BERENCANA ) @Pengertian Keluarga Berencana menurut WHO adalah tindakan yang membantu individu atau pasangan suami istri untuk : a. atau penjarangan kehamilan. Mengatur interval di antara kehamilan. Mengatahui kelahiran yang tidak diinginkan. d. Menentukan jumlah anak dalam keluarga.Layanan KB di seluruh Indonesia sudah cukup mudah diperoleh. atau penjarangan kehamilan. baik fisik maupun mental sehingga siap menjadi tenaga kerja tangguh. Pembinaan perkembangan anak (Child Development) yang ditujukan untuk membina tumbuh/kembang anak secara sempurna.a. Mendapatkan kelahiran yang memang diinginkan. berencana yang mempunyai nilai strategis untuk pengembangan sumber daya manusia sejak dini.

Sesuai Inmendagri Nomor 9 Tahun 1990 tentang Peningkatan Pembinaan mutu Posyandu ditingkat desa kelurahan sebagai berikut : 1. Gerakan Ketahanan Keluarga dan Gerakan Ekonomi Keluarga Sejahtera. Intervensi ke 3 perlu dipersiapkan dengan memperhatikan aspek-aspek Poleksesbud. Melaksanakan pembentukan Posyandu di wilayah/di daerah masing.program pembangunan masyarakat desa Meningkatkan fungsi dan peranan LKMD PKK dan mengutamakan peranan kader pembangunan. 21/Men. Pengelola Posyandu. Dasar Pelaksanaan Posyandu : Surat Keputusan Bersama: Mendagri/Menkes/BKKBN. 4. a.B. Meningkatkan peran serta dan kemampuan masyarakat untuk mengembangkan kegiatan kesehatan dan KB Berta kegiatan lainnya yang menunjang untuk tercapainya masyarakat sehat sejahtera./IV 1985.23 tahun 1985. 5.Kes/Inst. Pembinaan kemampuan kerja (Employment) yang dimaksud untuk memberikan kesem patan berkarya dan berkreasi dalam pembangunan bangsa dan negara. Mengembangkan peran serta masyarakat dalarn meningkatkan fungsi Posyandu serta meningkatkan peran serta masyarakat dalam program . Menurunkan Angka Kematian Bayi (AKB). Penanggungjawab umum Penggungjawab operasional Ketua Pelaksana Tim Penggerak PKK). 1I2/HK-011/ A/1985 tentang penyelenggaraan Posyandu yaitu : 1. yang dibantu Petugas KB-Kes. Berfungsi sebagai Wahana Gerakan Reproduksi Keluarga Sejahtera. Intervensi 1 dan 2 dapat dilaksanakan sendiri oleh masyarakat dengan sedikit bantuan dan pengarahan dari petugas penyelenggara dan pengembangan Posyandu merupakan strategi yang tepat untuk intervensi ini. 23 tahun 1992 pasal 66 . 2. Masing-masing No.masing dari melaksanakan pelayanan paripurna sesuai petunjuk Depkes dan BKKBN. Meningkatkan kerja sama lintas sektoral untuk menyelenggarakan Posyandu dalam lingkup LKMD dan PKK. 3.3. 4. 3. 2. Angka Kematian Ibu (ibu Hamil. Undang-undang no. 3. 5. melahirkan dan nifas) Membudayakan NKKBS. 4 Pokjanal Posyandu bertugas : . dana sehat sebagai cara penyelenggaraan dan pengelolaan pemeliharaan kesehatan secara paripurna. 1. : Ketua I LKMD (Tokoh Masyarakat) : Ketua II LKMD/Ketua Seksi 10 LKMD ( Ketua : Ketua Seksi 7 LKMD : Kader PKK. 4. 2. Sekretaris Pelaksana : Ketua Umum LKMD (Kades/Lurah). Tujuan penyelenggara Posyandu.

Menyiapkan data dan kelompok sasaran serta cakupan program. sarana dan prasarana posyandu. 4) Mempunyai waktu yang cukup. Langkah – langkah pembentukan : 1) 2) 3) 4) 5) 6) Pertemuan lintas program dan lintas sektoral tingkat kecamatan. 2. Menginformasikan masalah kepada instansi/lembaga terkait. 4. Menyusunan rencana. Survey mawas diri yang dilaksanakan oleh kader PKK di bawah bimbingan teknis unsur kesehatan dan KB . 6. 2) Berjiwa sosial dan mau bekerja secara relawan. 3. • Kriteria kader Posyandu : 1) Dapat membaca dan menulis. Pembentukan Posyandu sebaiknya tidak terlalu dekat dengan Puskesmas agar pendekatan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat lebih tercapai sedangkan satu Posyandu melayani 100 balita. Melakukan pemantauan dan bimbingan. c. e. 5. Gizi. a. Kegiatan Pokok Posyandu : 1. KIA KB lmunisasi. 6) Berpenampilan ramah dan simpatik. Menganalisis masalah dan menetapkan aIternatif pemecahan masalah. Pembinaan.a. g. Kriteria pembentukan Posyandu. 7) Diterima masyarakat setempat. d. 5) Bertempat tinggal di wilayah Posyandu. Menyiapkan kader. Melaporkan kegiatan kepada Ketua Harian Tim Pembina LKMD. Penggulangan Diare. Pelatihan kader Posyandu. biaya posyandu Pemilihan kader Posyandu. 3) Mengetahui adat istiadat serta kebiasaan masyarakat. b. f. . Musyawarah masyarakat desa membicarakan hasil survey mawas diri. Pembentukan Posyandu. b.

Posyandu dilaksanakan sebulan sekali yang ditentukan oleh LKMD. ƒ Pembagian pil atau kondom ƒ Pengobatan ringan. Keberhasilan program terlihat melalui grafik pada kartu KMS setiap bulan. : Pendaftaran. Ibu hamil/ibu menyusui.Pelaksanaan Kegiatan Posyandu. ƒ Kosultasi KB-Kes. pembagian Pil KB dan Kondom. perawat dan petugas KB). Keberhasilan Posyandu tergambar melalui cakupan SKDN 2) 3) 4) RANGKUMAN : . Petugas pada Meja I s/d IV dilaksanakan oleh kader PKK sedangkan Meja V merupakan meja pelayanan paramedis (Jurim. Keluarga berencana. Penyuluhan kesehatan lingkungan dan penyuluhan pribadi sesuai permasalahan dilaksanakan oleh kader PKK melalui meja IV dengan materi dasar dari KMS alita dan ibu hamil. : Pelayanan KB b. Sasaran Posyandu : • • • Bayi/Balita. Bindes. Pemberian Oralit dan pengobatan. WUS dan PUS. Penimbangan balita rutin perbulan sebagai pemantau kesehatan balita melalui pertambahan berat badan setiap bulan. : Penimbangan : Pengisian KMS : Penyuluhan perorangan berdasarkan KMS. Tim Penggerak PKK Desa/Kelurahan serta petugas kesehatan dari KB. Kader. Pada hari buka Posyandu dilakukan pelayanan masyarakat dengan sistem 5 (lima) meja yaitu : Meja I Meja II Meja III Meja IV Meja V Kes : ƒ Imunisasi ƒ Pemberian vitamin A Dosis Tinggi berupa obat ƒ tetes ke mulut tiap Februari dan Agustus. Peserta Posyandu mendapat pelayanan meliputi : 1) • • • • • Kesehatan ibu dan anak : Pemberian pil tambah darah (ibu hamil) Pemberian vitamin A dosis tinggi ( bulan vitamin A pada bulan Februarii dan Agustus) PMT lmunisasi.

terintegrasi. geografis. Dr. MENKES LUNCURKAN PROGRAM PDBK DAN RIFASKES Menteri Kesehatan. berbasis bukti dan dilakukan secara bertahap di daerah yang menjadi prioritas bersama kementerian terkait. serta kapasitas Pemerintah Daerah. membudayakan NKKBS dan meningkatkan peran serta masyarakat dalam mengembangkan kegiatan KB-Kes serta kegiatan pembangunan lainnya untuk mencapai keluarga sejahtera .PH hari ini (21/4) meluncurkan Program Penanggulangan Daerah Bermasalah Kesehatan (PDBK) dan Riset Fasilitas Kesehatan (Rifaskes) di Jakarta. Gizi dan Penanggulangan Diare. Kementerian terkait lain. Posyandu adalah singkatan dari Pos Pelayanan Terpadu yang mengandung makna: suatu forum komunikasi. • Mempunyai program tambahan. Endang Rahayu Sedyaningsih. dan Pemerintah Daerah. Oleh karena itu diperlukan koordinasi dan dukungan dari jajaran kesehatan tingkat Pusat dan Daerah serta lintas sektor terkait seperti : Kementerian Dalam Negeri.  Posyandu mandiri merupakan Posyandu percontohan terbaik dengan ciri sebagai berikut: • Kegiatan secara teratur dan mantap. dr. KB. distribusi sumber daya tenaga kesehatan dan indeks kinerja rumah sakit (RS) dan Puskesmas. alih teknologi dan pelayanan kesehatan masyarakat oleh dan untuk masyarakat yang mempunyai nilai strategis untuk pengembangan sumber daya manusia sejak dini. ujar Menkes. TNI-POLRI. .  Tujuan Posyandu untuk menurunkan AKB/AKI. Imunisasi.  Kegiatan Pokok Posyandu mencakup Program KIA. Penanganan Daerah Bermasalah Kesehatan (PDBK) adalah upaya kesehatan terfokus. Kedua kegiatan dilakukan mengingat luasnya wilayah Indonesia dan tantangan yang dihadapi berupa kurangnya fasilitas kesehatan dan sumber daya manusia kesehatan. Sedangkan Rifaskes adalah upaya untuk memetakan masalah ketersediaan fasilitas kesehatan serta kecukupan.000 Puskesmas dan lebih dari 650 RS umum pemerintah sebagai sasaran penelitian. • Memiliki dana sehat dan JPKM yang mantap. Program PDBK dan Rifaskes merupakan kombinasi antara pendampingan para pemangku kebijakan di tingkat pusat dan provinsi dengan pengamatan yang dilakukan para peneliti. Dengan kombinasi ini diharapkan dapat dirumuskan upaya intervensi yang tepat dan efektif sehingga IPKM daerah tersebut dapat diperbaiki secara bermakna. Rifaskes adalah penelitian berskala nasional yang melibatkan lebih dari 9. • Cakupan program/kegiatan baik. Tantangan ini akan makin jelas jika dikaitkan dengan disparitas sosioekonomi masyarakat. “Hasil dari kedua kegiatan ini akan menjadi masukan guna penyusunan kebijakan pembangunan kesehatan berbasis bukti (evidence-based)”. Menurut Menkes. MPH.  SIP (Sistem Informasi Posyandu) adalah rangkaian kegiatan untuk menghasilkan informasi yang sesuai dengan kebutuhan secara tepat guna dan tepat waktu bagi pengelola Posyandu. Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

teknisi litkayasa.2014. Dengan menyandingkan IPKM hasil Riskesdas dengan Indeks Kinerja RS dan Puskesmas. cerdas dan tangkas guna mewujudkan tercapainya masyarakat sehat yang mandiri dan berkeadilan.go. khususnya dalam penerapan strategi mewujudkan pelayanan kesehatan yang merata. dapat diidentifikasi dengan lebih tepat dan berimbang peran Pemerintah Pusat/Provinsi dan Kabupaten/Kota dalam perencanaan pengembangan fasilitas kesehatan. Sebab dalam gangguan jiwa ada beberapa fase yang perlu diketahui masyarakat. Irmansyah. pelaksana administrasi manajemen. Menkes mengharapkan agar keberhasilan PDBK dan Rifaskes menjadi momentum kebangkitan Badan Litbangkes sebagai lokomotif pembangunan kesehatan berbasis bukti. peran Puskesmas sangat besar dalam melakukan penapisan atau deteksi dini terhadap pasien ganggun jiwa .id/index. atau alamat email puskom. tambah Menkes. serta masukan untuk revitalisasi Puskesmas. Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan RI. serta penerapan strategi ketersediaan. info@depkes. Rifaskes diharapkan memberikan manfaat dalam mendukung strategi pencapaian Jaminan Kesehatan Semesta atau Universal Coverage. Selain itu. para pelaksana kegiatan PDBK dan Rifaskes.publik@yahoo. Dalam pelaksanaan kedua kegiatan strategis ini semua komponen mempunyai peran penting dan tidak ada komponen yang lebih penting dari komponen lainnya. para pendamping. Dengan demikian. Call Center: 021-500567. Berita ini disiarkan oleh Pusat Komunikasi Publik. dr. masukan dalam penyusunan kebijakan fasilitas kesehatan tingkat lanjutan di RS sesuai dengan UU No.go. bermutu. http://www. dan seluruh jajaran kesehatan di tingkat Pusat dan Daerah agar melaksanakan tugas dengan optimal.id. Tujuan Rifaskes untuk mendukung pelaksanaan Rencana Strategis Kementerian Kesehatan 2010 . 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit.html komentar (0) TOP 23:11 DETEKSI KESEHATAN JIWA DILAKUKAN DI PUSKESMAS Direktur Bina Pelayanan Kesehatan Jiwa Kementerian Kesehatan. Oleh karena itu.KJ (K) menyatakan orang yang berobat ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) tidak selamanya menderita gangguan jiwa. akan didapat gambaran yang lebih lengkap dan komprehensif tentang situasi kesehatan di daerah. kontak@depkes.php/component/content/article/43-newsslider/1482menkes-luncurkan-program-pdbk-dan-rifaskes. terjangkau.go. pengembangan dan pemberdayaan SDM Kesehatan yang merata dan bermutu. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon: 021-52907416-9. Sp.co. dan keterjangkauan obat serta alat kesehatan. Rifaskes akan melengkapi Riskesdas dengan menghasilkan data dasar fasilitas kesehatan serta indeks kinerja Rumah Sakit (RS) dan Puskesmas.Menurut Menkes.depkes. Dengan membandingkan potret fasilitas kesehatan di daerah hasil Rifaskes dan hasil kegiatan PDBK. faks: 52921669.id.id. berkeadilan dan berbasis bukti. peneliti. pemerataan.

ujar Irmansyah Selain pengobatan gratis dan screening kejiwaan. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon: 021-52907416-9. bunuh diri. Untuk menggugah kesadaran masyarakat tentang kesehatan jiwa.sebelum dirujuk ke RSJ. http://www. 11.depkes.co. Sekitar 30% dari seluruh penderita yang dilayani dokter di pelayanan kesehatan primer (Puskesmas) adalah penderita yang mengalami masalah kesehatan jiwa. Nova Riyanti Yusuf.go. misalnya kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).” ujar dr. “Masalah kesehatan jiwa memang tidak secara langsung menyebabkan kematian tetapi sangat berpengaruh pada kemampuan seseorang. "Setiap kota admnistrasi mengirim 7 sampai 10 orang kemudian dilatih. Anggota Komisi IX DPR-RI dr. Jakarta Pusat. Irmansyah. Menurut dr. 5223002 Call Center: 021-500567. . Eropa dilanda kejadian luar biasa (KLB) Campak atau "Measles outbreaks spread across Europe". kontak@depkes. kesehatan jiwa bukan hanya tugas satu instansi saja melainkan tugas bersama.id. Kementerian Kesehatan dan Komisi IX DPR-RI menggelar pengobatan gratis dan screening kesehatan jiwa di Kantor Kecamatan Sawah Besar.46% untuk gangguan jiwa berat. Gangguan jiwa dan perilaku menurut The World Health Report 2001 dialami kira-kira 25% dari seluruh penduduk pada suatu masa dari hidupnya.go. kekerasan pada pekerja migran. direktorat yang dipimpinnya mempunyai banyak program diantaranya melatih kader kesehatan jiwa.id. perlu dilakukan secara intensif oleh berbagai sektor.6% untuk gangguan mental emosional diatas 15 tahun dan 0. Jakarta Pusat (19/4). Targetnya seluruh Puskesmas mempunyai kader kesehatan jiwa. psikososial akibat bencana. Upaya promotif dan preventif untuk menangani kasuskasus yang menyangkut masalah kejiwaan. Berita ini disiarkan oleh Pusat Komunikasi Publik.go. Sp. dan lain-lain. info@depkes. Menurut data Riset Kesehatan Dasar 2007 (Riskesdas). 30413700.php/component/content/article/43-newsslider/1480deteksi-kesehatan-jiwa-dilakukan-di-puskesmas. Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan RI. juga dilakukan penyuluhan kepada sekitar 300 kader di wilayah Kecamatan Sawah Besar. “Pengobatan gratis merupakan cara jitu untuk menarik perhatian masyarakat agar peduli terhadap kesehatan jiwa. Sudah 30 negara melaporkan peningkatan nyata kasus campak (measless) di negara mereka.id/index. kekerasan pada anak (child abuse).”. Irmansyah. Upaya serupa juga diperlukan untuk menangani dampak buruk alkohol dan NAPZA.KJ yang hadir pada acara tersebut menyatakan." jelas dr. Nova. atau alamat e-mail puskom.id.html komentar (0) TOP 23:08 EROPA DILANDA KEJADIAN LUAR BIASA CAMPAK Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan. Saat ini tercatat 45 kader yang telah mengikuti program pelatihan kader yang berasal dari 5 wilayah DKI Jakarta. faks: 52921669.publik@yahoo.

karena banyak orang bepergian bertepatan dengan liburan Paskah. Dr. Berita ini disiarkan oleh Pusat Komunikasi Publik. MARS.30 April 2011. nyeri otot dan mata merah segera memeriksakan ke tenaga kesehatan terdekat.php/component/content/article/43-newsslider/1487eropa-dilanda-kejadian-luar-biasa-campak.937 kasus. Untuk antisipasi awal dan cepat tentang KLB campak di Eropa. Ditjen P2PL Kemkes melakukan koordinasi dengan WHO untuk melakukan pengecekan apakah ada anjuran tertentu yang direkomendasikan. . Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon : 021-52907416-9. Kasus terbanyak di Eropa terjadi di Perancis yaitu 4. Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan RI. Menurut Dirjen P2PL. oleh .go. Surat Edaran serupa juga ditujukan kepada Kepala Dinas Kesehatan seluruh Indonesia untuk memberitahukan KLB Campak di Eropa dan mengambil langkahlangkah yang diperlukan. melaporkan 100 kasus campak. atau alamat e-mail : puskom. akan dilakukan European Immunization Week (EIW) pada tanggal 23 .co. 021-500567.Sejauh ini sudah ada 6.500 kasus sepanjang tahun 2011. Belgia pada 26 April oleh Her Royal Highness Princess Mathilde of Belgium. Diperkirakan kasus ini akan meningkat.id. Belgia sendiri sampai April 2011. hidung meler. Launching EIW akan dilakukan di Brussels. sementara sepanjang tahun 2010 hanya terdapat 40 kasus saja.id/index.go.html komentar (0) TOP 23:21 Mari Berkenalan Dengan POSYANDU Pengertian Posyandu adalah suatu wadah komunikasi alih teknologi dalam pelayanan kesehatan masyarakat dari Keluarga Berencana dari masyarakat.(K). dan kontak@ depkes. batuk. Tjandra Yoga Aditama.id.publik@yahoo. ruam atau kemerahan di kulit.go. Ditjen P2PL Kemkes telah mengirimkan surat edaran kepada Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) seluruh Indonesia untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti perkembangan. http://www. Masyarakat diminta tetap waspada dan bila mempunyai anak sakit dengan gejala Campak yaitu panas. Hal ini sesuai dengan Internatioanl Health Regulation (IHR) dan menyiapkan sumber daya kalau diperlukan. ujar Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kemkes Prof. tetapi sejauh ini belum ada travel warning. Bagi para orang tua yang anaknya telah memperoleh imunisasi campak. ini menunjukkan peningkatan yang nyata. kata Dirjen P2PL. Untuk mengendalian luasnya penyebaran. pusat outbreak terjadi di daerah Ghent. nyeri tenggorokan. ungkap Dirjen P2PL. Sp. info@ depkes. Call Center : 021-500567. tidak perlu kawatir karena sudah mempunyai kekebalan dalam tubuhnya. Selain itu.id.P.depkes. Penyakit ini menyerang anak-anak dibawah usia 1 tahun. faks : 52921669.

Intervensi 1 dan 2 dapat dilaksanakan sendiri oleh masyarakat dengan sedikit bantuan dan pengarahan dari petugas penyelenggara dan pengembangan Posyandu merupakan strategi yang tepat untuk intervensi ini. Pembinaan kelangsungan hidup anak (Child Survival) yang ditujukan untuk menjaga kelangsungan hidup anak sejak janin dalam kandungan ibu sampai usia balita. berencana yang mempunyai nilai strategis untuk pengembangan sumber daya manusia sejak dini. . 3. Pembinaan perkembangan anak (Child Development) yang ditujukan untuk membina tumbuh/kembang anak secara sempurna. 2.masyarakat dan untuk masyarakat dengan dukungan pelayanan serta pembinaan teknis dari petugas kesehatan dan keluarga. Pembinaan kemampuan kerja (Employment) yang dimaksud untuk memberikan kesem patan berkarya dan berkreasi dalam pembangunan bangsa dan negara. Yang dimaksud dengan nilai strategis untuk pengembangan sumber daya manusia sejak dini yaitu dalam peningkat mutu manusia masa yang akan datang dan akibat dari proses pertumbuhan dan perkembangan manusia ada 3 intervensi yaitu : 1. baik fisik maupun mental sehingga siap menjadi tenaga kerja tangguh. Intervensi ke 3 perlu dipersiapkan dengan memperhatikan aspek-aspek Poleksesbud.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful