Cerpen Remaja Muslim

NESTAPA CINTA
Sial, pagi ini aku bangun kesiangan lagi, padahal hari ini ada presentasi makalah yang harus aku paparkan di hadapan teman-teman di kampus. Jam dinding pun telah menunjukkan pukul 07.45 WIB, seharusnya hari ini aku masuk lebih awal dari hari-hari biasanya. Aku langsung bergegas mandi, ya namanya sudah telat aku tidak mungkin buang-buang waktu berlamaan di kamar mandi sambil nyaniy-nyanyi, tapi hari ini tanpa itu semua. Selesai mandi aku segera berpakaian dan bersiap-siap menuju kampus. Dalam hatiku sempat merasa jengkel kenapa aku telat bangun padahal aku telah mengaktifkan jam wekker yang ada di kamarku. Lalu aku siap menuju kampus, akupun tak sempat sarapan bersama keluargaku, padahal adat sarapan pagi sangat selalu kami jalani, kalau begini biasanya Mama selalu membekali sarapan untuk kubawa ke kampus karena memang aku jarang sarapan pagi. Padahal dalam keluarga kami ada sebuah adat yang aku tidak tahu sejak aku lahir dari mana datangnya dimana aku harus sarapan bersama keluarga sebelum aku dan yang lainnya meninggalkan rumah setiap pagi. Kemudian sebelum berangkat ke kantor Papaku selalu saja menyampaikan nasehat kepada kami agar kami giat belajar dan bekerja keras seperti dirinya. Sudah sering nasehat itu-itu saja yang kudengar di telingaku sampai-sampai aku merasa bosan dengan perkataan itu. Tapi namanya anak kampus yang mulai tumbuh dewasa, aku tidak terlalu peduli semua itu, aku merasa mampu membimbing diriku sendiri. Sedangkan orang tua memang sudah menjadi tugas mereka membesarkan dan mendidik anak-anaknya hingga menjadi anak yang dapat dibanggakan kelak. Tanpa pamit pada mereka aku pun langsung meninggalkan rumah dan mengambil motor usang ku di garasi yang selalu setia menemaniku kemanapun aku pergi. Ya motor usang itu aku beri nama Joko, nama itu yang kurasa pantas untuk motor kesayanganku. Papaku pernah berkata bahwa motor ini dulu ia pakai saat kami masih dalam keadaan yang sangat susah. Baginya motor ini bernilai sejarah tersendiri, dan aku menyukainya, tapi aku tidak memperdulikan hal itu, yang jelas aku sangat tertarik dengan si joko. Papaku sempat menawari mobil mewah seperti kakak-kakak ku, karena mereka diberi

Tanpa sengaja aku melihat seorang bapak yang hendak mengantar anaknya ke sekolah serta mengantar sang isteri ke pasar. Terkadang hal ini membuatku tertawa sendiri saat melihat mereka di jalan raya. yang seharusnya aku ingat adalah presentase yang akan aku paparkan pagi ini. Tapi kata-kata itu tidak sedikitpun membuatku terpengaruh. dalam benakku mungkin ia ada apel pagi hari ini atau ia malah cepat-cepat menuju lampu merah terdekat untuk menilang para pelanggar pengguna jalan raya sekalian mencari uang masuk baginya.. Teman gua Dodi pernah bilang. Di kampus tidak sedikit teman-teman yang selalu mengatakan padaku kenapa aku tidak terima tawaran papaku itu. cewek-cewek pasti pada nempel". aku merasa mengendarai si joko lebih asyik untuk menikmati udara pagi dengan bebas. Tapi aku tidak begitu peduli dengan semua itu. Saat mereka ditilang oleh petugas polisi yang sedang mengatur lalu lintas tepat di pinggir lampu merah. aku melihat ada seorang bapak tengah baya sedang mengendarai motor yang sedang mengantar anaknya bersekolah serta istrinya ke pasar ramai. sergahku. gua minta ama bokap mobil keluaran terbaru merk Ferrari gitu loh. aku tidak tahu pasti apa penyebabnya. ya seperti sandiwara. padahal di hari-hari sebelumnya jalan raya tampak lengang dan aku bersama Joko bebas berlalu lalang dengan leluasa.ha. Sebagian polisi yang berada di kota tempat kutinggal acapkali bersikap seperti itu. ”Ah dasar fikiran ngaco!”. Karena hari-hariku penuh dengan sandiwara. Banyak kendaraan yang terperangkap oleh macet.. agar mereka bisa jalan bareng denganku. Bisa saja ia takut dengan istrinya. Tetap juga cewek-cewek bisa ku ajak jalan dengan si Joko.ha. Aku tetap suka si Joko motor usang kesayanganku.tapi aku mulai menepis apa yang ada difikiranku saat itu. mulai aku bangun hingga aku tidur kembali. aku tidak tahu apakah ia merasa ikhlas mengantar anak dan istrinya sama seperti yang aku lakukan. Sempat aku berfikir apakah mereka juga telat bangun sepertiku. Pagi itu tampak jalan raya sangat padat sekali. Sial ! dalam hati aku kembali bergumam bahwa hari ini aku memulai sandiwara lagi.. Di sisi lain aku juga melihat ada seorang petugas polisi yang tampak tergesa-gesa. Aku terus mengamati sekeliling jalan raya yang macet... Aku berfikir bahwa apa yang mereka lakukan adalah tugas mereka sebagai aparat keamanan atau tugas tambahan yang mereka buat sendiri demi meraih keuntungan pribadi. . udara segar yang dapat memberi semangat yang besar padaku.satu-satu oleh papa.. "wah kalau gua jadi anak seorang pengusaha ternama seperti lo Al.ha.

jadi terpaksa Bapak saya tilang" "Dengan terpaksa si Bapak pun meminggir" Aku melihat dari kejauhan terjadi negosiasi diantara keduanya. tanyaku kembali ”Gua kira lo belum selesai. Ha.memang isteri dan anaknya tidak mengenakan helm kecuali si Bapak karena ia sebagai pengendara motornya. Aku pun bergegas masuk kedalam kelas dan duduk tepat di samping Dodi. aku pun tidak tahu apa yang sedang mereka bicarakan.. yang aku lihat sangat jelas sang Bapak merogoh koceknya dengan mengeluarkan uang pecahan Rp.20. ”Oh sudah Dod. ada juga petugas yang ramah atau ia tidak mengambil atau meminta yang bukan menjadi haknya. Aku memang telat beberapa waktu. Aku tidak tahu mengapa ia bisa sampai ke tempat ini dan menjadi teman sekampusku.ha.-. mungkin setelah mengantar keduanya ia akan langsung berangkat bekerja. Lalu ia pun menyapaku menyentak. Dengan wajah yang tampak tegas polisi tersebut memberi hormat.000.ha. kemudian ia diizinkan berlalu bersama anak dan isterinya. secara Aldie gitu loh…. Padahal ini adalah sandiwara yang telah aku rancang sebelumnya setiap kali ada presentasi makalah. Al” "Ya sudah lah. Tapi aku yakin tidak semua aparat kepolisian memiliki mental seperti itu. Inilah mental polisi yang pantas kita acungi jempol dan berhak mendapatkan penghargaan dari Negara atas baktinya pada masyarakat.. anak laki-laki yang lebih tinggi dariku dan anak seorang pengusaha batik ternama di Solo. " Selamat pagi Pak!" " Pagi”. sebuah kampus dimana aku akan mempresentasikan makalahku pagi ini. yang jelas dalam pergaulan ia anak yang baik.. Akhirnya aku sampai juga di kampusku tercinta. emang kenapa?”. agaknya aku harus kelihatan benar-benar sibuk agar teman-temanku mengira bahwa aku benar-benar telah menguasai makalah itu. udah ready kan?" Dengan berpura-pura kelihatan sibuk aku pun membuka tas dan mencari dimana makalahku.. Jawab sang Bapak "Bapak telah melanggar peraturan.lagi-lagi sandiwara itu mulai dimainkan oleh polisi tadi.! . "Gimana Al makalah lo.

”. Ini semua dikarenakan Dodi selalu saja mengatakan padaku. Akhirnya teman-teman dalam sekelas memberiku applause yang sangat meriah karena mereka puas dengan apa yang telah aku sampaikan. Setelah itu sebelum di ambil alih oleh dosen. Ia masuk lalu duduk dan memanggil namaku untuk mempresentasikan makalah. ya mumpung rezeki kenapa mesti kutolak..ha. ayahnya juga kan seorang pengusaha sepatu terkenal di Surabaya”. Andi dan Dodi. "Buat apa wajah tampan. Syukurnya ketiga pertanyaan itu dapat aku jawab dengan mulus serta aku sebutkan beberapa pengarang buku terkenal agar mereka yakin kalau aku banyak mengetahui tentang apa yang mereka tanyakan. Liburan kampus ke Bali tahun lalu kami sekelas sempat singgah di rumahnya Rizal. sehingga aku tak perlu mendengar ceramah-ceramahnya yang sangat membosankan sama seperti ceramah yang selalu di sampaikan orang tuaku setiap pagi. ternyata aku mampu memainkan sandiwara ini dengan baik. Kali ini ada tiga orang yang akan bertanya yaitu Selvi. "Aldie kamu akan saya beri nilai A karena makalah kamu sangat bagus dan menarik". Dosen segera meninggalkan kelas kami sambil berkata. ”Ya Dod tapi sekali-sekali lo kenalkan juga tuh si Rizal dengan cewek-cewek teman lo itu. biar ia tidak ngerasa minder sama teman yang lain. walau hati kecil terkadang menolak untuk menerima perkenalan itu. kali-kali aja diantara mereka ada yang dapat aku ajak jalan. Sungguh aku tak mampu menolak atas perkenalan pada cewekcewek yang dikenalkan Dodi. Dari hatiku yang paling dalam aku sembari tersenyum.. langsung saja aku persilahkan teman-temanku untuk mengajukan pertanyaan seputar pemaparanku tadi. Kebiasaan dalam kehidupan anak kampus kami seringkali nongkrong bareng teman-teman di kantin yang berada di belakang kampus.. ha. anak seorang pengusaha terkenal kalau tidak bisa menaklukkan yang namanya wanita.Tak lama dosen yang kami tunggupun datang dan menuju kelas. Saat itu Dodi. untungnya ia sedikit terlambat hari ini. teman sekelasku itu selalu memanggil beberapa cewek yang ia kenal dan kemudian mengenalkannya padaku. apalagi beberapa dosen sering mengatakan seperti itu di depan kelas. Rizal sudah lama ku . sekalian mengamati cewek-cewek yang berlalu lalang keluar masuk kantin. Keadaan ini sering aku dapatkan dari setiap apa yang aku lakukan hingga membuat teman-temanku yang lainnya merasa iri padaku. Pelajaran pun selesai. Dengan wajah yang sangat serius aku pun maju ke depan dan memaparkan semua yang ada dalam makalah itu dengan singkat dan tepat.

Mobil yang ia belikan untukku adalah mobil yang sudah lama aku idam-idamkan selama ini. Sebenarnya aku benci dibilang Playboy. Dalam hidup percintaannya ia tidak pernah gonta-ganti pacar apalagi selingkuh alias setia. sebagai seorang lelaki aku juga mempunyai kriteria wanita yang aku idam-idamkan dalam hidupku. Bila aku bosan dengan mereka dengan mudah aku mendapatkan penggantinya. rintihku dalam hati. sungguh menawan laksana seperti putri seorang Raja. Biginilah hari-hariku di kampus yang penuh dengan sandiwara. jalan yang terbaik dari-Mu”. padahal selama ini ia tidak pernah memberiku hadiah semahal itu setiap aku berulang tahun. Rizal memang benar-benar setia pada Selvi. bahkan dalam percintaan pun aku juga harus bersandiwara. yang ada hanya untuk kesenangan semu belaka. dalam hidupku. Inilah aku yang telah dicap sebagai seorang Playboy oleh teman-temanku. hari-hari bersama cewek-cewek yang telah aku pacari. mereka akan segera melangsungkan pernikahan. seorang gadis asli Bojonegoro yang cantik dan berkulit putih.anggap sebagai sahabat dekatku. bahkan sama sekali tidak seorangpun yang kucinta. ”Aku bosan Tuhan. anak seorang Direktur sebuah Bank Swasta di Surabaya. Hanya saja Papaku sering mengajakku bersama Mama dan kakakku berkeliling Eropa saat musim semi di sana. tapi aku hanya bungkam atas apa yang mereka katakan. tunjukilah jalan-Mu padaku. Hal ini . Wanita laksana baju yang selalu aku ganti dalam mengenakannya. Dan itulah yang membuat aku makin mencintai mereka. Tidak seperti aku dan Dodi yang sibuk ngapalin nama cewek-cewek setiap malam minggu untuk diapelin. dalam satu minggu saja aku bisa ngecengin enam bahkan tujuh cewek. Dalam waktu dekat setelah habis masa persidangan kuliah. yaitu wanita yang punya karakter kuat dan tidak memandangku bahwa aku anak seorang konglomerat. Bahkan sekarang Rizal telah bertunangan dengan Selvi. Aku bosan dengan keadaan ini dan sandiwara cinta yang ku lakoni selama ini dan permainan yang kubuat sendiri. Karena bukan hanya satu wanita yang aku ajak kencan. nama pacarnya itu. karena sesungguhnya aku memang Playboy. Sebagai anak bungsu aku merasa bahagia karena memiliki orang tua yang sebaik Mama dan Papaku serta kakak-kakakku yang menyayangiku. Hari-hari pun terus berganti. Kalau saja aku bisa memilih. Suatu ketika tanpa sepengetahuan ku. Papaku membelikan aku sebuah mobil mewah bermerk Porsche. yang ia hadiahkan di saat ulang tahunku tepatnya ketika aku berumur 24 tahun.

aku lihat ia terjatuh hingga terhempas lalu terbaring tepat di depan roda mobilku. Ia terlihat seperti barang rongsokan di tengah mesin-mesin modern yang super cepat lajunya. Mereka layaknya seperti perangko yang selalu menempel pada suratnya yaitu aku. Waktu itu Porsche yang aku kendarai tiba-tiba menabrak seorang wanita di jalan raya. karena kali ini aku tidak mau Papaku merasa kecewa. hari yang benar-benar merubah hidupku. Aku sempat memandang disekelilingku. sepi. segera aku keluar dan mengangkat tubuhnya dan meletakkan di . Namun apa yang terjadi selanjutnya. “Ya nanti pasti waktu itu akan tiba“. Saat ini aku benar-benar merasa bosan dengan kehidupanku yang penuh warna kebohongan dan panggung sandiwara. penampilan ok. Dengan berat hati terpaksa aku tinggalkan si Joko. Aku terus saja menghamburkan uang bersama cewek-cewek yang tak jelas ujung dan pangkal kemauannya. rasanya sudah lengkap hidupku ini. Wajah ok. Dalam hidup ini sebenarnya aku memiliki ambisi yang sangat besar serta cita-cita yang sangat tinggi. padahal Papaku telah menyiapkan seorang sopir yang akan menemaniku. anak orang kaya dan bermobil mewah. Selasa itu. bathinku berkata.pastilah sangat membahagiakan diriku. hingga mobilku mendadak berhenti. aku masih mengingatnya. aku terlonjak kaget. motor kesayanganku yang selama ini selalu setia menemaniku ke mana saja di garasi rumahku. ada sesuatu yang mengusik benakku. Aku tidak menggunakan jasa sopir. Aku mendengar wanita itu menjerit. Tapi aku tidak membuangnya bahkan menjualnya. Tiba-tiba saja kakiku menginjak keras pedal rem mobilku. Mobil itu langsung saja aku coba dan mengendarainya untuk yang pertama kali. Aku memutar haluan mobilku kembali. Sebuah ambisi dimana kebahagiaan akan kuraih dalam hidupku dan cita-cita yang telah aku tanam dalam sanubariku ketika aku mulai duduk di bangku perkuliahan. Aku pun segera melaju meninggalkan wanita itu sendirian. Betapa aku sangat menginginkan ada sesuatu yang dapat merubah kembali kehidupanku menjadi lebih baik dan benar di masa yang akan datang. dengan mobil itu pula makin banyak cewek-cewek yang naksir berat malah sampai mereka sendiri yang datang kepadaku untuk diajak jalan bersama. Tak dapat aku pungkiri derajatku semakin tinggi dalam pandangan mereka. Ia khawatir jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Saat itu aku lagi sendirian di mobil. Aku menyimpannya sebagai kenangan. aku sempat melihat wajahnya sekilas. Saat aku lewati tubuhnya yang terkapar sampai tak sadarkan diri.

Dua hari ini juga ia belum siuman.. Ini pasti tidak masuk akal. ia baru berusia 7 tahun. karena aku tak pernah melakukannya. Sudah dua hari ini aku bersamasama keluarga gadis itu. aku tahu kemarin malam ia tidak tidur menunggu anaknya yang terbaring. Dalam hatiku aku sadar ia pastilah seorang yang taat agamanya dan sangat menghargai jilbab dan auratnya. tanyaku pelan. ia sempat melaksanakan shalat tahajjud memohon kesembuhan anaknya. Tak kusadari hatiku .Tuhan selamatkan dia”.. tak mampu aku menahan air mataku yang mulai tumpah. Ku pandangi gadis berjilbab motif mozaik turki yang ia kenakan. ia hanya mengalami kejutan pada jantungnya. tapi hati kecilku terhenyak bagai hipnotis yang mempengaruhiku. Tadi Dokter sempat memberitahukan padaku bahwa ia tidak mengalami luka yang serius. “Oh iya”. Jantungku berdebar kencang.. Kini aku hanya dapat melihat. jawabnya ringan. ”Oh. aku kaget. ”Apa yang telah aku lakukan!!”. Aku melarang perawat untuk membukanya. Ia tersenyum di hadapanku.. Tiba-tiba ia berbelok ke kanan menuju kamar mandi. bentak batinku. Hari itu aku sholat dzhuhur berjamaah bersama adiknya Ainy. Oh.. ”Sholat!”. balasku lirih. sudah berdo’a untuk kakak?”. biarkan jilbab itu terus melekat”. Kulihat wajah ibunya yang sangat terpukul dan sedih. ku ikuti langkah kecilnya menuju musholla rumah sakit. Aku termenung sesaat ketika melihat ia terbaring belum sadarkan diri. Jilbab itu masih menutup rambutnya.. aku berharap tidak terjadi apa-apa pada dirinya. berarti dua hari aku absent di kampus dan dua hari aku tak pulang ke rumah. jeritku dalam hati. Aku baru ingat jika sholat itu wajib berwudhu’. tanya Bahrum. sudah sekian lama aku tidak pernah menunaikan sholat. ”Mas. ”Aku merasa kasihan padanya”.. tapi aku merasa malu.. Bahrum namanya. aku merasa hari ini seperti pertama kali kalinya aku sholat.”. hatiku menjerit. ya gadis itu bernama Ainy. ”Mau kemana?”. Do’aku mengiba. adiknya sempat bercerita mengenai kehidupan mereka. “mau berwudhu mas”. Dua hari aku berada di rumah sakit. Aku juga ingin bertahajjud bersama ibunya. Siang itu aku diajak sholat dzuhur berjamaah oleh adiknya yang laki-laki.. Kala itu aku duduk di koridor rumah sakit. ternyata Ainy dan Adiknya sudah lama ditinggal ayahnya kira-kira 6 tahun yang lalu. Sudah lama sekali aku tidak pernah melakukan sholat. jawabku berbohong..kursi belakang mobilku dan langsung aku larikan ke rumah sakit terdekat.Sudah. ”Su. ”Biarkan saja suster. Selesai sholat kami pun bergegas keluar dari Musholla.

aku tertunduk beku. karena aku telah berbohong pada mereka. Sesaat ia tersenyum dihadapanku. Aku langsung bergegas masuk ke ruangan inap Ainy. rumah. Aku merasa bahagia bila berada di samping Ainy. Sungguh aneh perasaan ini. ”Iya. betapa aku merasakan kebahagiaan yang tak dapat aku lukiskan dalam hatiku. jawabku tunduk. Belum juga aku pulang ke rumah mewahku. ucap Ainy pelan. sadarkanlah Ainy ya Tuhan dari tidurnya. dia yang telah menyelamatkanmu Ainy dan menanggung semua perawatan dan pengobatanmu”. Aku bermimpi. kabulkan do’aku. Sungguh aku benar-benar seorang yang nista. Bahrum tiba-tiba memanggilku. “Mas. Sesaat ibunya berkata. ”dasar biadab”. Kak Ainy sudah siuman”. ”Ya Allah. Ainy gadis muslimah berjilbab emas. teriakku dalam hati. tak berani jujur pada kenyataan yang sebenarnya. aku sempat . ”Nak Aldie inilah orang yang telah membawamu ke rumah sakit. Ya pastilah kedua orang tuaku mengkhawatirkan aku. Inikah yang disebut perasaan yang dapat dielakkan. Terima kasih mas Aldie”. Tadi malam aku ketiduran di Musholla. aku melihat wajah ayunya sangat lama. bahkan kehidupan playboyku. Hari kelima. ya rasa itu kini hadir dihatiku. Hanya berselang 5 menit dari saat berdo’a. Rumahku sekarang adalah rumah sakit tempat dimana Ainy dirawat.berkata. Empat hari sudah waktu berlalu. Hanya ada aku dan dia dalam ruangan inap itu. Kini aku harus jujur kepada Ainy bahwa akulah yang telah menabraknya. ”Oh iya. Aku terpaksa mengaku sebagai penolongnya. mudah-mudahan kamu segera sembuh”. Mungkinkah aku mencintainya? tapi aku sangat merasakannya. Bahrum dan ibunya belum datang. Terbesit kata dalam hatiku bahwa aku akan lakukan apa saja untuk membuatnya bahagia. Alhamdulillah ya Allah. Wajahnya tampak berseri dan memberiku kedamaian. sungguh aku tidak ingin melihatnya bersedih. selama itu aku terus saja menemani Ainy dan keluarganya hingga membuatku lupa akan segalanya. Rasanya aku tak tega melihatnya terbujur sakit bahkan terluka. Bibirku kelu hingga aku tak dapat berkata bahwa akulah orang yang telah menabraknya hari itu. aku mohon pada-Mu”. meskipun aku melihatnya dari kejauhan. Engkau mengabulkan do’aku”. kampus. ”Perasaan apa ini ya Allah?”. jawabnya bahagia. Aku tertunduk merasa bersalah pada Ainy dan keluarganya. tanyaku dalam hati. kesombonganku terasa hancur berkeping saat melihat keteduhan wajahnya. karena sejak empat hari yang lalu HP-ku ketinggalan di rumah. Siapa pun Engkau. Yang bisa menjawab do’a. Ainy memanggilku.

Aku membangunkannya. Padahal aku belum pernah menangis seperti ini. aku berpamit pada Ibu dan Bahrum yang masih dalam keadaan duka. hingga air mataku menetes di kain selimut Ainy. tak rela. Tak lama Dokter keluar dari ruangan dan lalu berkata.... akan saya usahakan dan saya minta Anda keluar sebentar“. Kemudian aku . Segera aku memanggil Dokter jaga saat itu. perasaanku sedih. tolong selamatkan ia Dok. aku mohon!“. jawab Dokter singkat. hidupkanlah Ainy kembali. kali ini aku bermohon untuk yang kedua kalinya. Suasana pun lengang seperti alam syahdu.. ku lihat Ibu dan Bahrum belum juga datang. Ku selesaikan semua urusan administrasi rumah sakit. marah.. “Tolong Dokter. tak kusangka ada selaput air yang bercokol di pelupuk mataku. jiwanya tidak tertolong.Ya Tuhan. tak juga ia menjawab. Kakiku merasa keram seperti lumpuh dan badan sedikit bergetar. “Sekarang ini Ainy ingin pulang Mas. dan dia mulai bicara. “Ainy ingin berterima kasih sama mas Aldie karena telah menyelamatkan nyawa Ainy“. tapi kini ia telah Kau ambil kembali“.. kini aku pasrah dan takluk di hadapannya. lalu memejamkan mata. pinta Ainy tiba-tiba. “Ya Allah. Aku diam.. ia sudah tiada“. Aku tersentak atas ucapan Ainy. pintaku memelas.. Ya seorang playboy seperti aku ini berdiri kaku tak berdaya seperti anak kehilangan induknya di depan Ainy. Air mataku terus saja mengalir. Aku langsung duduk tak jauh darinya. Sejurus aku terdiam atas penuturan Ainy. Aku tahu saat itu badanku terasa amat letih. pintaku mengiba.sabar mas. berkali-kali aku terus memanggilnya. Siapa pun Engkau. Aku menjerit di ruangan itu sendiri. Aku menangis histeris. sungguh aku mencintainya. Kemudian ia mengucapkan kalimat tauhid di hadapanku. wajahku pucat pasi. Aku makin membisu. sampaikan salam Ainy pada Ibu dan Bahrum“. jernih tapi sangat membingungkan. Sementara Ibu dan Bahrum baru saja tiba dan tangisan pun memecah kesunyian ruangan dimana jasad Ainy terbujur kaku. Ainy sudah tidak tahan bertarung melawan penyakit ini. Yang bisa menjawab do’aku. “sabar.gugup dan hanya berkata terbata. Kini cinta yang sesungguhnya telah pergi untuk selama-lamanya.. Tapi ia terlihat senyum dengan damai. jerit bathinku. “Duduklah Mas“.. namun ia tidak juga bangun. Aku sempat meminta pada petugas rumah sakit untuk menelepon keluarga Ainy. Ku laju mobilku tanpa arah dan tujuan seakan-akan haluan hidupku telah patah. “Ya Allah. “Maaf. Rasanya aku ingin saja menyusul bersamanya. panik dan aku ingin sekali menjerit dan menangis sekuat-kuatnya. jangan pisahkan aku dengannya”..

44 . Sejak kejadian itu. Tuhan yang telah menghidupkan dan mematikan manusia. Setelah beberapa bulan sejak peristiwa itu.aku pingsan seketika. badanku terasa remuk redam. Kini aku yakin dan berharap suatu hari nanti akan ada Ainy-Ainy yang lain yang dapat aku petik sebagai bunga hidupku dan aku dapat menjadi pria yang lebih baik di depan semua orang. kini aku pasrah pada hidupku selanjutnya. aku selalu berdo’a buat Ainy dan keluarga..Pelajar No. Aku berharap Allah akan mengampuni dosa-dosa yang telah aku perbuat selama ini.. Rasanya ingin sekali Ainy hidup kembali dan aku berkata kepadanya bahwa aku mencintainya. Dalam setiap do’aku. Dan tiba-tiba dunia terasa gelap gulita. aku pun mulai menyadari yang dahulu adalah salah dan aku sangat menghargai yang namanya wanita. Hatiku perih tak terkira. aku menjadi semakin dekat dengan Allah Azzawajalla.berhenti di sebuah warung di pinggir jalan. Pikiranku galau. mataku perih karena kebanyakan menangis. Di tanganNya lah kekuasaan hidup dan mati setiap makhluk... Zaini Yazid Alumnus PPMDH TPI Medan Jln. Aku pun selalu melaksanakan sholat lima waktu bahkan tahajjud di malam harinya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful