P. 1
Toleransi

Toleransi

|Views: 65|Likes:
Published by dzikrioadrian

More info:

Published by: dzikrioadrian on Jan 24, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/24/2012

pdf

text

original

Toleransi

Toleransi Antar-Umat Beragama dalam Pandangan Islam Oleh Ust. Syamsul Arifin Nababan Pendahuluan Toleransi (Arab: as-samahah) adalah konsep modern untuk menggambarkan sikap saling menghormati dan saling bekerjasama di antara kelompok-kelompok masyarakat yang berbeda baik secara etnis, bahasa, budaya, politik, maupun agama. Toleransi, karena itu, merupakan konsep agung dan mulia yang sepenuhnya menjadi bagian organik dari ajaran agama-agama, termasuk agama Islam. Dalam konteks toleransi antar-umat beragama, Islam memiliki konsep yang jelas. ³Tidak ada paksaan dalam agama´ , ³Bagi kalian agama kalian, dan bagi kami agama kami´ adalah contoh populer dari toleransi dalam Islam. Selain ayat-ayat itu, banyak ayat lain yang tersebar di berbagai Surah. Juga sejumlah hadis dan praktik toleransi dalam sejarah Islam. Fakta-fakta historis itu menunjukkan bahwa masalah toleransi dalam Islam bukanlah konsep asing. Toleransi adalah bagian integral dari Islam itu sendiri yang detail-detailnya kemudian dirumuskan oleh para ulama dalam karya-karya tafsir mereka. Kemudian rumusan-rumusan ini disempurnakan oleh para ulama dengan pengayaan-pengayaan baru sehingga akhirnya menjadi praktik kesejarahan dalam masyarakat Islam. Menurut ajaran Islam, toleransi bukan saja terhadap sesama manusia, tetapi juga terhadap alam semesta, binatang, dan lingkungan hidup. Dengan makna toleransi yang luas semacam ini, maka toleransi antar-umat beragama dalam Islam memperoleh perhatian penting dan serius. Apalagi toleransi beragama adalah masalah yang menyangkut eksistensi keyakinan manusia terhadap Allah. Ia begitu sensitif, primordial, dan mudah membakar konflik sehingga menyedot perhatian besar dari Islam. Makalah berikut akan mengulas pandangan Islam tentang toleransi. Ulasan ini dilakukan baik pada tingkat paradigma, doktrin, teori maupun praktik toleransi dalam kehidupan manusia. Konsep Toleransi Dalam Islam

Secara doktrinal, toleransi sepenuhnya diharuskan oleh Islam. Islam secara definisi adalah ³damai´, ³selamat´ dan ³menyerahkan diri´. Definisi Islam yang demikian sering dirumuskan dengan istilah ³Islam agama rahmatal lil¶ lamîn´ (agama yang mengayomi seluruh alam). Ini berarti bahwa Islam bukan untuk menghapus semua agama yang sudah ada. Islam menawarkan dialog dan toleransi dalam bentuk saling menghormati. Islam menyadari bahwa keragaman umat manusia dalam agama dan keyakinan adalah kehendak Allah, karena itu tak mungkin disamakan. Dalam al-Qur¶an Allah berfirman yang artinya, ³³dan Jikalau Tuhanmu menghendaki, tentulah beriman semua orang yang di muka bumi seluruhnya. Maka Apakah kamu (hendak) memaksa manusia supaya mereka menjadi orang-orang yang beriman semuanya?´

Di bagian lain Allah mengingatkan. Konsekuensi dari prinsip ini adalah lahirnya spirit taqwa dalam beragama. dan bahwa sebagian dari kita tidak mengangkat sebagian yang lain sebagai ³tuhan-tuhan´ selain Allah!´ Ayat ini mengajak umat beragama (terutama Yahudi. µWahai Ahli Kitab! Marilah menuju ke titik pertemuan (kalimatun saw atau common values) antara kami dan kamu. Dalam persaudaraan universal juga terlibat konsep keadilan. Di sini. yang artinya: ³Katakan olehmu (ya Muhamad). maka Allah (nanti) pasti akan membongkar aibnya di hari pembalasan´. yaitu bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan tidak pula memperserikatkan-Nya kepada apa pun. Kristiani. di Surah Yunus Allah menandaskan lagi. Karena taqwa kepada Allah melahirkan rasa persaudaraan universal di antara umat manusia. Jadi. yaitu umat yang tunggal. Persaudaraan ini menyebabkan terlindunginya hak-hak orang lain dan diterimanya perbedaan dalam suatu masyarakat Islam. ayat ini dengan amat jelas menyuguhkan suatu konsep toleransi antar-umat beragama yang didasari oleh kepentingan yang sama. dan yang paling dicintainya adalah yang paling bermanfaat bagi sesama tanggungannya´). Selanjutnya. Abu Ju¶la dengan amat menarik mengemukakan. Ini mengartikulasikan bahwa Islam memahami pilihan keyakinan mereka sekalipun Islam juga menjelaskan ³sesungguhnya telah jelas antara yang benar dari yang bathil´. dan Islam) menekankan persamaan dan menghindari perbedaan demi merengkuh rasa saling menghargai dan menghormati. Selain itu. Di antara butir-butir yang menegaskan toleransi beragama adalah sikap saling menghormati di antara agama yang ada dan tidak saling menyakiti serta saling melindungi anggota yang terikat dalam Piagam Madinah. dan kerja sama yang saling menguntungkan serta menegasikan semua keburukan. yang artinya: ³Sesungguhnya ini adalah umatmu semua (wahai para rasul). al-Baihaqi. Sikap melindungi dan saling tolong-menolong tanpa mempersoalkan perbedaan keyakinan juga muncul dalam sejumlah Hadis dan praktik Nabi. ³irhamuu man fil ardhi yarhamukum man fil sam ´ (sayangilah orang yang ada di bumi maka akan sayang pula mereka yang di lanit kepadamu). karya seorang pemikir abad ke-11. Persaudaran universal adalah bentuk dari toleransi yang diajarkan Islam. hadits Nabi tentang persaudaraan universal juga menyatakan. dalam sebuah hadis yang diriwayatkan dalam Syu¶ab alImam. Bahkan sikap ini dianggap sebagai bagian yang melibatkan Tuhan. Saling menghargai dalam iman dan keyakinan adalah konsep Islam yang amat komprehensif. Piagam ini adalah satu contoh mengenai prinsip kemerdekaan beragama yang pernah dipraktikkan oleh Nabi Muhamad SAW di Madinah. Ayat ini juga mengajak untuk sama-sama menjunjung tinggi tawhid. ³Al-khalqu kulluhum µiy lull hi fa ahabbuhum ilahi anfa¶uhum li¶iy lihi´ (³Semu makhluk adalah tanggungan Allah. Fakta historis toleransi juga dapat ditunjukkan melalui Piagam Madinah. dikatakan: ³Siapa yang membongkar aib orang lain di dunia ini. dan aku adalah Tuhanmu. yaitu sikap tidak menyekutukan Allah dengan selain-Nya. Ayat ini menegaskan bahwa pada dasarnya umat manusia itu tunggal tapi kemudian mereka berpencar memilih keyakinannya masing-masing. perdamaian. saling tolong-menolong di antara sesama umat manusia muncul dari pemahaman bahwa . maka sembahlah olehmu sekalian akan Daku (saja). yaitu µmenjauhi konflik¶. Sebagai contoh.

atas dasar mana Dia menciptakan manusia«´ Mufassir Baidhawi terhadap ayat di atas menegaskan bahwa kalimat itu merujuk pada perjanjian yang disepakati Adam dan keturunanya. sebagai bagian dari inti toleransi. Dalam konteks ini Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam. Ini jelas berbeda dengan gagasan dan praktik toleransi yang ada di barat. yang alamiah sesuai dengan pola pemberian (fitrah) Allah. Tolong-menolong. menurut Salin al-Hilali karakteristik itu merupakan [a] Inti Islam. Ditanyakan : Siapa lagi setelah itu? Jawabnya : 'Seorang mukmin yang berbudi pekerti luhur." . prinsip yang mengakar paling kuat dalam pemikiran Islam yang mendukung sebuah teologi toleransi adalah keyakinan kepada sebuah agama fitrah. Ditanyakan: Siapa lagi (yang lebih baik) setelah itu?. Kerelaan hati karena kemuliaan dan kedermawanan Kelapangan dada karena kebersihan dan ketaqwaan Kelemah lembutan karena kemudahan Muka yang ceria karena kegembiraan Rendah diri dihadapan kaum muslimin bukan karena kehinaan Mudah dalam berhubungan sosial (mu'amalah) tanpa penipuan dan kelalaian Menggampangkan dalam berda'wah ke jalan Allah tanpa basa basi Terikat dan tunduk kepada agama Allah Subhanahu wa Ta'ala tanpa ada rasa keberatan. 6. yang dianggap seluruh kaum Muslim sebagai suatu yang sentral dalam sejarah moral umat manusia.umat manusia adalah satu badan. dan kebaikan manusia merupakan konsekuensi alamiah dari prinsip ini. 8. Jawabnya : 'Orang-orang yang membenci dunia dan cinta akhirat'. al-Qur¶an menyatakan yang artinya: ³Maka hadapkanlah wajahmu ke arah agama menurut cara (Alla). karena semua benih umat manusia berasal dari sulbi anak-anak Adam. 4. Nabi ditanya: ³Agama yang manakah yang paling dicintai Allah?¶ Beliau menjawab ³agama asal mula yang toleran (al-hanîfiyyatus samhah). dan kehilangan sifat kemanusiaannya bila mereka menyakiti satu sama lain. menunjukkan bahwa baik al-Qur¶an maupun Sunnah Nabi secara otentik mengajarkan toleransi dalam artinya yang penuh. Artinya: ³Sebaik-baik orang adalah yang memiliki hati yang mahmum dan lisan yang jujur. [b] Seutama iman. ditanyakan: Apa hati yang mahmum itu? Jawabnya : 'Adalah hati yang bertaqwa. Toleransi di barat lahir karena perang-perang agama pada abad ke-17 telah mengoyak-ngoyak rasa kemanusiaan sehingga nyaris harga manusia jatuh ke titik nadir. Dilihat dari argumen-argumen di atas. Dalam hal ini. tidak ada sikap melampui batas dan tidak ada rasa dengki'. 5. Selanjutnya. Penegasan Baidhawi sangat relevan jika dikaitkan dengan hadis yang diriwayatkan Imam Bukhari. dan [c] Puncak tertinggi budi pekerti (akhlaq). menajdi prinsip yang sangat kuat di dalam Islam. yaitu antara lain: 1. Namun. bersabda. apa itu as-samahah (toleransi)? Toleransi menurut Syekh Salim bin Hilali memiliki karakteristik sebagai berikut. 3. 7. 2. Latar belakang itu menghasilkan kesepakatan-kesepakatan di bidang Toleransi Antaragama yang kemudian meluas ke aspek-aspek kesetaraan manusia di depan hukum. Lalu. yang tertanam di dalam diri semua manusia. Perjanjian ini dibuat dalam suatu keadaan. bersih tidak ada dosa.

Peperangan itu bukan karena memaksakan keyakinan kepada mereka tapi karena ekses-ekses politik sebagai konsekuensi logis dari sebuah pendudukan. lahir maupun batin. pendidikan. namun secara doktrin tak ada dukungan teks Syari¶ah. konsep Islam tentang toleransi (assamahah) menjadi dasar bagi umat Islam untuk melakukan mu¶amalah (hablum minan nas) yang ditopang oleh kaitan spiritual kokoh (hablum minall h). Islam tidak memaksakan agama kepada mereka (penduduk taklukan) sampai akhirnya mereka menemukan kebenaran Islam itu sendiri melalui interaksi intensif dan dialog. karena itu. Lainnya ialah bahwa mereka dapat mencari penghidupan dalam cara apapun yang mereka pilih. sikap toleransi Islam terhadap agama-agama dan keyakinan-keyakinan lokal dalam sejarah kekuasaan Islam menunjukkan garis kontinum antara prinsip Syari¶ah dengan praktiknya di lapangan. Dimon menyatakan bahwa ³salah satu akibat dari toleransi Islam adalah bebasnya orang-orang Yahudi berpindah dan mengambil manfaat dengan menempatkan diri mereka di seluruh pelosok Empirium Islam yang amat besar itu. Toleransi Dalam Praktik Sejarah Islam Sejarah Islam adalah sejarah toleransi. Asia. Spanyol. Baik lahir maupun batin. Meski praktik toleransi sering mengalami interupsi. untuk pindah agama. Persia. dari dalam. Bahkan bukti-bukti sejarah menunjukkan bahwa pemerintah-pemerintah Muslim membiarkan. Dimon atas toleransi Islam pada orang-orang Yahudi di Spanyol adalah pengakuan yang sangat tepat. Ini berarti toleransi bukan saja memerlukan kesediaan ruang untuk menerima perbedaan. Pemaksaan keyakinan agama adalah dilarang dalam Islam. dan ke seluruh dunia dilakukan melalui jalan damai. Tapi peperangan itu dilakukan hanya sebagai pembelaan sehingga Islam tak mengalami kekalahan. dan memakai orang-orang Kristen. dan kamar tidur mereka. tak akan tegak jika tidak lahir dari hati. maupun . dan penyembah berhala dalam pemerintahan mereka atau sebagai pegawai dalam pemerintahan. Ekspansi-ekspansi Islam ke Siria. tetapi juga memerlukan pengorbanan material maupun spiritual.Dasar-dasar al-Sunnah (Hadis Nabi) tersebut dikemukakan untuk menegaskan bahwa toleransi dalam Islam itu sangat komprehensif dan serba-meliputi. Toleransi. Ini berarti kekerasan yang terjadi atas nama Islam bukanlah otentisitas ajaran Islam itu sendiri. Perkembangan Islam ke wilayah-wilayah luar Jazirah Arabia yang begitu cepat menunjukkan bahwa Islam dapat diterima sebagai rahmatal lil¶alamin (pengayom semua manusia dan alam semesta). banyak agama lokal yang tetap dibolehkan hidup. Di sinilah. Kondisi ini berjalan merata hingga Islam mencapai wilayah yang sangat luas ke hampir seluruh dunia dengan amat singkat dan fantastik. Pengakuan Max I. juga tak ada keahlian khusus yang diserahkan kepada mereka´. Demikianlah. Bahkan sekalipun Islam telah berkuasa. Memang perlu diakui bahwa perluasan wilayah Islam itu sering menimbulkan peperangan. Yahudi. Ia bahkan menyatakan bahwa dalam peradaban Islam. bekerjasama. Mesir. karena tidak ada profesi yang dilarang bagi mereka. Shabi¶un. masyarakat Islam membuka pintu masjid. Lebih lanjut kesaksian seorang Yahudi bernama Max I.

Dan toleransi ini secara relatif terus dipraktikkan di dalam sejarah Islam di masa-masa sesudahnya oleh orang-orang Muslim di kawasan lain. Melalui para pedagang Gujarat dan Arab. sejarah peradaban Islam telah menghasilkan kegemilangan sehingga dicatat dalam tinta emas oleh sejarah peradaban dunia hingga hari ini dan insyaallah di masa depan. Apa yang dicontohkan para walisongo di Jawa. ia dilakukan melalui perdagangan dan interaksi kawin-mawin. dalam sejarah penyebaran Islam di Nusantara. Sementara penduduk lokal lain yang tetap pada keyakinan lamanya juga tidak dimusuhi. Artinya tidak asing lagi dan bahkan mengeksistensi sejak Islam itu ada. Justru dengan sikap toleran yang amat indah inilah. Jadi. Ia tidak dilakukan melalui kolonialisme atau penjajahan sehingga sikap penerimaan masyarakat Nusantara sangat apresiatif dan dengan suka rela memeluk agama Islam. 15 Januari 2009 . Secara perlahan dan pasti. Penutup Toleransi dalam Islam adalah otentik. Kutipan ini saya tegaskan karena ini dapat menjadi kesaksian dari seorang non-Muslim tentang toleransi Islam. yakni sikap menghormati perbedaan budaya maka perkembangan Islam di Nusantara tak akan sefantastik sekarang. para raja di Nusantara Indonesia masuk Islam dan ini menjadi cikal bakal tumbuhnya Islam di sini. Dimon selanjutnya. ada batas-batas bersama yang boleh dan tak boleh dilanggar. yang tidak ada dasar dan contohnya di dalam sejarah Islam awal. Selanjutnya. Jakarta. toleransi beragama menurut Islam bukanlah untuk saling melebur dalam keyakinan. Karena sifatnya yang organik. islamisasi di seluruh Nusantara hampir mendekati sempurna yang dilakukan tanpa konflik sedikitpun. perlu dicatat bahwa model akulturasi dan enkulturasi budaya juga dilakukan demi toleransi dengan budaya-budaya setempat sehingga tak menimbulkan konflik. termasuk di Nusantara. tidak pernah mengalami hal yang begitu bagus sebelumnya. kata Max I. Toleransi di sini adalah dalam pengertian mu¶amalah (interaksi sosial). Syari¶ah telah menjamin bahwa tidak ada paksaan dalam agama. Hingga hari ini kegairahan beragama Islam dengan segala gegap-gempitanya menandai keberhasilan toleransi Islam. Karena pemaksaan kehendak kepada orang lain untuk mengikuti agama kita adalah sikap a historis.asimilasi. merupakan contoh sahih betapa penyebaran Islam dilakukan dengan pola-pola toleransi yang amat mencengangkan bagi keagungan ajaran Islam. maka toleransi di dalam Islam hanyalah persoalan implementasi dan komitmen untuk mempraktikkannya secara konsisten. Orang-orang Yahudi. Inilah esensi toleransi di mana masing-masing pihak untuk mengendalikan diri dan menyediakan ruang untuk saling menghormati keunikannya masing-masing tanpa merasa terancam keyakinan maupun hak-haknya. misalnya. Bukan pula untuk saling bertukar keyakinan di antara kelompok-kelompok agama yang berbeda itu. Ini membuktikan bahwa jika tak ada toleransi. Namun. Di sini.

baqarah :147 ) 3.´ ³Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu. Dan kebenaran itu hanya ada di agama Allah Ta¶ala. (Al-Imran: 85) 2. sebagaimana firman Allah Ta¶ala: ³Pada hari ini Aku sempurnakan bagi kalian agama kalian dan Aku lengkapi nikmatku atas kalian dan Aku ridhoi islam sebagai agama kalian´. ed. God. and History (New York: New American Library.html Toleransi Beragama Menurut Islam Ada beberapa prinsip yang tidak boleh diabaikan sedikitpun oleh umat islam dalam bertoleransi dengan penganut agama lain yaitu : 1. cet.com/archive/62. 194 http://www. Abu Hajir Muhamad b. h. Keragaman Hidup Antar Agama (Jakarta: Penerbit Hudaya. Toleransi Islam Menurut Pandangan Al-Qur'an dan As-Sunnah. Allah Ta¶ala berfirman: ³Sesungguhnya agama yang diridhoi disisi Allah hanyalah islam´.´( Al. t. maka sekali-kali tidak akan diterima (agama itu) dari padanya.com/main/kajian/detail. . Kebenaran yang telah diturunkan oleh Allah didunia ini adalah pasti dan tidak ada keraguan sedikitpun kepadanya. Kaum mu¶minin derajat kemuliaannya dan kehormatannya lebih tinggi daripada orang-orang kafir (non-muslim) dan lebih tinggi pula daripada orang-orang yang munafik (ahlul bid¶ah) Allah menegaskan yang artinya ³maka janganlan kalian bersikap lemah dan jangan pula bersedih hati.t. h. Dimon. Syeikh Salim bin µIed al-Hilali. Syu¶ab al-Imam (Beirut: t. Maka janganlah engkau termasuk kalangan orang yang bimbang. Mohamad. Jews.annaba-center.DAFTAR PUSTAKA Al-Qur¶nul Karim Natsir.php?detail=20090312204755 http://ilmiah. Basyuni Zaghlul.). dan diakhirat termasuk orang-orang yang rugi´. Kebenaran itu hanya ada pada Islam dan selain Islam adalah bathil. terj. 1970).t). No. Abu Abdillah Mohammad Afifuddin As-Sidawi (Misra: Penerbit Maktabah Salafy Press. Al-Baihaqi. 3266 Max I. 105. II. VI. (Al-Maidah: 3) 4. Shahih Al-Jami' As-Shaghir wa Ziyadatuhu.blogdrive. 1962).(Al-Imran: 19) ³Barangsiapa yang mencari agama selain agama islam. Kebenaran Islam telah sempurna sehingga tidak bersandar kepada apapun yang selainnya untuk kepastiaan kebenarannya.

janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orangorang yang diluar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Apabila mereka menjumpai kamu. aku tidak menyembah apa yang kamu sembah dan kalian tidak menyembah apa yang aku sembah dan aku tidak menyembah apa yang kalian sembah dan kalian tidak menyembah apa yang aku sembah bagi kalian agama kalian dan bagiku agamaku´. Demikian pula keadaan orang-orang munafik (Ahlul Bid¶ah) Firman Allah: ³Orang-orang yahudi dan nashrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Oleh karena itu kaum muslimin jangan minder (merasa rendah diri) menampakkan prinsip agamanya diantara mereka dan jangan sampai mempertimbangkan ketersinggungan perasaan orang-orang kafir ketika menjalankan dan mengatakan prinsip agamanya. kaum muslimin dilarang menyatakan kasih sayang dengan orang-orang kafir dan munafik yang terang-terangan menyatakan kebenciannya kepada islam dan muslimin.padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya). Mereka menyukai apa yang meyusahkan kamu. mereka menggigit ujung jari lantaran marah bercampur benci terhadap kamu katakanlah (kepada mereka): Matilah kamu karena kemarahanmu. (Al-Imran: 118-120) 7. Sesungguhnya Allah maha mengetahui segala isi hati´. saudara-saudara. Kaum muslimin dilarang ridho atau bahkan ikut serta dalam segala bentuk peribadatan dan keyakinan orang-orang kafir dan musyrikin hal ini sebagaimana yang dinyatakan oleh Allah Ta¶ala dalam firmanNya: ³Katakanlah: wahai orang-orang kafir. Kaum muslimin jangan lupa bahwa orang kafir dari kalangan ahlul kitab dan musyrikin menyimpan dihati mereka kebencian tradisional terhadap kaum muslimin. khususnya bila kaum muslimin mengamalkan agamanya. kamu menyukai mereka padahal mereka tidak menyukai kamu dan kamu beriman kepada kitab-kitab semuanya. 6. Mereka itulah orangorang yang Allah telah menanaman keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang daripadanya. . keluarga mereka. Katakanlah: sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar). Dan dimasukannya mereka kedalam surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai mereka kekal didalamnya. jika kamu memahaminya beginilah kamu. (Al-Kafirun: 1-6). Telah nyata kebencian dari mulut mereka dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka lebih besar lagi. sekali pun orangorang itu bapak-bapak atau anak-anak. (Al-Baqarah: 120) Firman Allah : ³Hai orang-orang yang beriman. Allah ridho terhadap mereka dan mereka pun merasa puas terhadap (limpahan rahmatnya). Allah berfirman : ³Kamu tidak akan mendapati suatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan RasulNya. mereka berkata : ³Kami beriman´ dan apabila mereka menyendiri. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu´. Mereka itulah golongan Allah. Sungguh telah kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami). jika kamu orang-orang yang beriman (Al-Imran: 139) 5.

(Al Baqarah: 256) 2. dan bahkan mempunyai hak sebagai famili karib kerabat. Dan bertaqwalah kamu kepada Allah. seorang muslim dengan mengingat tujuh prinsip toleransi beragama sebagaimana diuraikan diatas. ³Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negrimu. Firman Allah Ta¶aa: ³Tidak ada paksaan untuk memasuki agama islam. ibuku pernah mengunjungiku dalam keadaan sangat berharap kebaikanku kepadanya dan . (AlMujadilah: 22) Tujuh prinsip tersebut menjadi dasar hubungan toleransi antar kaum muslimin dengan orang kafir.´ (Al-Mumtahanah: 8-9) Maka tiga patokan bermasyarakat dengan orang-orang kafir sebagaimana tersebut diatas. Tetapi semata-mata karena agama Allah memerintahkan kita untuk berbuat baik dengan orang yang kita benci dan membenci kita. hak sebagai orang tua bila anaknya sebagai seorang muslim. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil. Dan barangsiapa menjadikan mereka sebagai kawan. Orang-orang kafir yang tidak menyatakan permusuhan terang-terangan kepada kaum muslimin. Agar dengan di fahami dan dipegang erat-erat ketujuh prinsip tersebut. kaum berhubungan baik dan bertoleransi dengan orang-orang kafir. bukanlah karena mencintai mereka.´ (Al-Maidah: 2) 3. Kaum muslimin walaupun sebagai penguasa dilarang memaksa orang-orang kafir untuk masuk islam.´ (8) ³Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan sebagai kawanmu orang-orang yang memerangi kamu karena agama dan mengusir kamu dari negrimu dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu.Ketahuilah. Kaum muslimin harus tetap berbuat adil walaupun terhadap orang-orang kafir dan dilarang mendhalimi hak mereka. ia berkata: µDi masa Nabi Sholallahu µalaihi wasallam masih hidup. Untuk hal ini semua kita dapati banyak teladan perbuatan Rasulullah Sholallahu µalaihi wasallam. sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat´. Sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya. ³Dari Asma¶ Binti Abu Bakar. Dan tolong menolonglah kamu dalam mengerjakan kebaikan dan taqwa dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan kemaksiatan dan pelanggaran. dibolehkan kaum muslimin hidup rukun dan damai bermasyarakat. Adapun hubungan toleransi diantara kaum muslimin dengan orang-orang kafir sebagaimana yang dituntunkan oleh Allah Ta¶ala sebagai berikut : 1. berbangsa dengan mereka. kaum muslimin akan selamat dari upaya pendangkalan dan pengkebirian keimanan mereka kepada agamanya. maka mereka itulah orang-orang yang dhalim. mereka mempunyai hak sebagai tetangga. Sehingga orang-orang kafir yang hidup dimasyarakat muslimin. mendorongmu berbuat aniaya kepada mereka. ³Dan janganlah sekali-kali kebencianmu kepada suatu kaum karena mereka menghalang-halangi kamu dari masjidil haram. bahwa sesungguhnya golongan Allah-lah itulah golongan yang beruntung´.

Kemudian Abdullah berkata: µHai pelayan! Kalau engkau sudah selesai maka dahulukanlah tetangga kita si yahudi itu.´ Ibnu µUyainah menerangkan: Maka Allah ³Azza wa Jalla menurunkan ayat 8 surat AlMumtahanah tersebut artinya (Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil kepada orang-orang yang tidak memerangi kamu karena agamamu).´ Hadits ini diriwayatkan oleh Al-Imam Al-Bukhori didalam kitab Al-Adabul Mufrod yang dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani Rahimahullah dalam Shaih Al-Adabul Mufrod no.´ Nabi kemudian mengajukan soalan kedua ³Sukakah kamu . Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Bukhori dalam kitab Al-Adabul Mufrod yang dishahihkan oleh Al-Muhaddits Al-Allamah Asy Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani rahimahullah dalam kitab Shahih Al-Aldabul Mufrod 19/25. kemudian beliau mengirimkan sebagian kepada Umar.´ Hadits ini diriwayatkan oleh Al-Imam Al-Bukhori didalam kitab Al-Adabul Mufrod yang dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani Rahimahullah dalam Shaih Al-Adabul Mufrod no 45/128.´ Kemudian Umar mengirimkannya kepada salah seorang saudaranya yag ada di Makkah. ia berkata: Umar Radhiyallahu µanhu pernah melihat sehelai sutra yang sedang dijual. orang-orang lain juga tidak suka berbuat jahat kepada ibu-ibu mereka.´ Kata beliau: ³Hanya saja mengenakan sutra ini adalah orang yang tidak akan mendapat bagian sedikitpun diakhirat. Lantas Nabi bersabda ³Kalau begitu. sahabat-sahabat terpinga-pinga dan merasa marah.takut kalau aku menolaknya dan merasa kecewa.´ Abdullah berkata: µSaya pernah mendengar Nabi Sholallahu µalaihi wasallam berwasiat tentang tetangga. lalu Umar berkata: ³Bagaimana mungkin saya akan mengenakannya sedangkan anda telah mengatakan sutra itu seperti itu?´ Beliau berkata: µSesungguhnya saya tidak bermaksud memberikannya kepadamu untuk kau pakai. dan jika datang kepada anda utusan-utusan. ³Dari Ibnu Umar. sampaisampai kami takut atau bahkan kami menganggap bahwa beliau akan menggolongkan tetangga itu sebagai ahli waris. Baginda menyuruh pemuda itu hampir kepadanya lalu bertanya ³Mahukah engkau berzina dengan ibumu?´ Pemuda itu menjawab ³Tidak!´. Namun Nabi Muhammad bersikap tenang dan melayan dengan baik.´ Mendengar perkataan yang biadab itu. sebelum saudaranya itu masuk Islam. Ajaran Rasulullah Toleransi Sedang Nabi Muhammad saw duduk bersama para sahabat. lalu ia berkata: ³Ya Rasulullah! Belilah sutra ini dan pakailah pada hari jum¶at. ia berkata : µSaya pernah berada disisi Abdullah bin µAmr dan ketika itu pelayannya sedang menguliti seekor kambing. Maka saya pun bertanya kepada Nabi Sholallahu µalaihi wasallam: ³Apakah boleh aku menyambung hubungan silaturrahmi dengannya?´ Beliau berkata:´Ya. akan tetapi supaya kau menjualnya atau memakainkannya kepada yang lain. muncul seorang pemuda berjumpa Nabi lalu berkata ³Izinkanlah saya untuk berzina. Suatu hari Nabi Sholallahu µalaihi wasallam pernah diberi beberapa helai pakaian sutra. µTiba-tiba berkatalah salah seorang: ³(Kau dahulukan) orang yahudi? Semoga Allah memperbaiki anda. 20/26. ³Dari Mujahid.

. Perkataan yang kasar dan kesat bukan menghampirkan orang lain kepada kita malah akan menjauhkannya lagi. Rasulullah saw kemudian meletakkan tangannya yang mulia ke atas pemuda itu sambil berdoa ³Ya Allah. Moral & Iktibar Sifat berlemah-lembut dan toleransi amat perlu ada dalam setiap pendakwah. Sifat toleransi merupakan satu rahmat dan pemberian Allah yang bersifat dengan Ar-Rahman dan Ar-Rahim. Sebelum melakukan sesuatu perkara. Sifat lemah-lembut kunci bagi kejayaan dakwah. Jauhkan bertindak mengikut hawa nafsu kerana ia datang dari syaitan. Berdakwah dengan hikmah memberikan kesedaran dan keinsafan kepada orang yang didakwah. sementara orang yang ditanya pula berikanlah layanan yang sepatutnya dengan ikhlas.´ Sejak peristiwa itu.berbuat jahat dengan saudara perempuanmu sendiri? atau sukakah kamu sekiranya isteri kamu dinodai orang?´ Kesemua soalan itu dijawab oleh pemuda itu dengan ³Tidak!´. sucikanlah hati pemuda ini. Berikanlah nasihat atau teguran kepada orang yang memerlukan namun teguran itu hendaklah dilakukan dengan ihsan kerana Allah semata-mata semoga orang yang berkenaan tidak berasa diperhinakan dan terus menerus terbiar menjadi mangsa syaitan. Ampunkanlah dosanya dan peliharakanlah dia dari melakukan zina. perlulah bermesyuarat atau berbincang (bertukar-tukra fikiran) dengan orang lain. Kemukakanlah soalan kepada orang lain walaupun soalan itu kemungkinan tidak ada logiknya. tiadalah perkara yang paling dibenci oleh pemuda itu selain zina.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->