P. 1
Feminism

Feminism

|Views: 2,076|Likes:
Published by Teguh Pulasara

More info:

Published by: Teguh Pulasara on Jan 24, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/08/2013

pdf

text

original

Pengertian Feminisme Feminisme tidak seperti pandangan atau pemahaman lainnya.

Feminisme tidak berasal dari sebuah teori atau konsep yang didasarkan atas formula teori tunggal. Itu sebabnya, tidak ada abstraksi pengertian secara spesifik atas pengaplikasian feminisme bagi seluruh perempuan disepanjang masa. Pengertian feminisme itu sendiri menurut Najmah dan Khatimah sa ida dalam bukunya yang berjudul Revisi Politik Perempuan (2003:34) menyebutkan bahwa : Feminisme adalah suatu kesadaran akan penindasan dan eksploitasi terhadap perempuan yang terjadi baik dalam keluarga, di tempat kerja, maupun di masyarakat serta adanya tindakan sadar akan laki laki maupun perempuan untuk mengubah keadaan tersebut secara leksikal. Feminisme adalah gerakan kaum perempuan yang menuntut persamaan hak sepenuhnya antara kaum perempuan dan laki-laki . Pengertian feminisme dapat berubah dikarenakan oleh pemahaman atau pandangan para feminis yang didasarkan atas realita secara historis dan budaya, serta tingkat kesadaran persepsi dan perilaku. Bahkan diantara perempuan dengan jenis-jenis yang hampir mirip terdapat perbedaan pendapatdan perdebatan mengenai pemikiran feminis, sebagaian didasarkan atas alasan (misalnya akar kebudayaan) patriarkhi dan dominasi laki-laki, dan sampai resolusi final atas perjuangan perempuan akan non-eksploitasi lingkungan,kebebasan kelas, latar belakang, ras, dan gender.

hak atas milik dan pekerjaan. kaum laki-laki cenderung ditempatkan di depan. pekerjaan. dan politik khususnya .terutama dalam masyarakat yang bersifat patriarki. Oleh karena itulah. baik dari kalangan atas. Perjuangan mereka menandai kelahiran feminisme Gelombang Pertama. perempuan. kedudukan perempuan tidaklah sama dengan laki-laki dihadapan hukum. Di lingkungan agama Kristen terjadi praktik-praktik dan kotbah-kotbah yang menunjang hal ini ditilik dari banyaknya gereja menolak adanya pendeta perempuan. . "Perempuan sebagai Subyek" ( The Subjection of Women) pada tahun (1869). menengah ataupun bawah. pendidikan. dan beberapa jabatan "tua" hanya dapat dijabat oleh pria.Sejarah Feminisme Feminisme sebagai filsafat dan gerakan berkaitan dengan Era Pencerahan di Eropa yang dipelopori oleh Lady Mary Wortley Montagu dan Marquis de Condorcet. Pergerakan di Eropa untuk "menaikkan derajat kaum perempuan" disusul oleh Amerika Serikat saat terjadi revolusi sosial dan politik. Pada 1785 perkumpulan masyarakat ilmiah untuk perempuan pertama kali didirikan di Middelburg.Di tahun 1792 Mary Wollstonecraft membuat karya tulis berjudul "Mempertahankan Hak-hak Wanita" (Vindication of the Right of Woman) yang berisi prinsip-prinsip feminisme dasar yang digunakan dikemudian hari. Situasi ini mulai mengalami perubahan ketika datangnya era Liberalisme di Eropa dan terjadinya Revolusi Perancis di abad ke-XVIII yang merambah ke Amerika Serikat dan ke seluruh dunia. Setelah Revolusi Amerika 1776 dan Revolusi Prancis pada 1792 berkembang pemikiran bahwa posisi perempuan kurang beruntung daripada laki-laki dalam realitas sosialnya. Pergerakan yang berpusat di Eropa ini berpindah ke Amerika dan berkembang pesat sejak publikasi John Stuart Mill. Dalam masyarakat tradisional yang berorientasi Agraris. tidak memiliki hak-hak seperti hak untuk mendapatkan pendidikan. berpolitik. di luar rumah. Ketika itu. sebuah kota di selatan Belanda. Secara umum kaum perempuan (feminin) merasa dirugikan dalam semua bidang dan dinomor duakan oleh kaum laki-laki (maskulin) dalam bidang sosial. Adanya fundamentalisme agama yang melakukan opresi terhadap kaum perempuan memperburuk situasi. Pada awalnya gerakan ditujukan untuk mengakhiri masa-masa pemasungan terhadap kebebasan perempuan. sementara kaum perempuan di dalam rumah. Kata feminisme dicetuskan pertama kali oleh aktivis sosialis utopis. Charles Fourier pada tahun 1837.

Banyak feminis-individualis kulit putih. Perempuan di negara-negara penjajah Eropa memperjuangkan apa yang mereka sebut sebagai keterikatan (perempuan) universal (universal sisterhood). lebih-lebih setelah Betty Friedan membentuk organisasi wanita bernama National Organization for Woman (NOW) di tahun 1966 gemanya kemudian merambat ke segala bidang kehidupan. Cixous mengkritik logosentrisme yang banyak didominasi oleh nilai-nilai maskulin. sekalipun sudah ada perbaikan-perbaikan. serta hak pilih. Dalam bidang perundangan. dan Equal Right Act (1964) dimana kaum perempuan mempunyai hak pilih secara penuh dalam segala bidang Gerakan feminisme yang mendapatkan momentum sejarah pada 1960-an menunjukan bahwa sistem sosial masyarakat modern dimana memiliki struktur yang pincang akibat budaya patriarkal yang sangat kental. Pada tahun 1960 munculnya negara-negara baru. mengarahkan obyek penelitiannya pada perempuan-perempuan dunia ketiga seperti Afrika. diberi kesempatan ikut dalam pendidikan. menjadi awal bagi perempuan mendapatkan hak pilih dan selanjutnya ikut ranah politik kenegaraan dengan diikutsertakannya perempuan dalam hak suara parlemen. meskipun tidak semua. Derrida. Marginalisasi peran perempuan dalam berbagai aspek kehidupan. kemajuan yang dicapai gerakan ini terlihat banyak mengalami halangan. khususnya ekonomi dan politik. Buku ini ternyata berdampak luas. Di tahun 1967 dibentuklah Student for a Democratic Society (SDS) yang mengadakan konvensi nasional di Ann Arbor kemudian . Menjelang abad 19 feminisme lahir menjadi gerakan yang cukup mendapatkan perhatian dari para perempuan kulit putih di Eropa. hak-hak kaum prempuan mulai diperhatikan dengan adanya perbaikan dalam jam kerja dan gaji perempuan . merupakan bukti konkret yang diberikan kaum feminis. Perkembangan di Amerika Serikat Gelombang feminisme di Amerika Serikat mulai lebih keras bergaung pada era perubahan dengan terbitnya buku The Feminine Mystique yang ditulis oleh Betty Friedan di tahun 1963. Gerakan perempuan atau feminisme berjalan terus. Dalam the Laugh of the Medusa. Asia dan Amerika Selatan. tulisan Betty Fredman berhasil mendorong dikeluarkannya Equal Pay Right (1963) sehingga kaum perempuan bisa menikmati kondisi kerja yang lebih baik dan memperoleh gaji sama dengan laki-laki untuk pekerjaan yang sama.Pada tahun-tahun 1830-1840 sejalan terhadap pemberantasan praktik perbudakan. Gelombang kedua ini dipelopori oleh para feminis Perancis seperti Helene Cixous (seorang Yahudi kelahiran Aljazair yang kemudian menetap di Perancis) dan Julia Kristeva (seorang Bulgaria yang kemudian menetap di Perancis) bersamaan dengan kelahiran dekonstruksionis.

Gagasan itu mereka sebut sebagai sains feminis (feminist science). dan equality" sudah dicanangkan sejak Konferensi Perempuan Sedunia Pertama di Mexico City tahun 1975.. dari sinilah mulai muncul kelompok "feminisme radikal" dengan membentuk Women´s Liberation Workshop yang lebih dikenal dengan singkatan "Women´s Lib". Di tahun 1968 kelompok ini secara terbuka memprotes diadakannya "Miss America Pegeant" di Atlantic City yang mereka anggap sebagai "pelecehan terhadap kaum wanita dan komersialisasi tubuh perempuan". Dalam kacamata eko-feminisme. Dengan relasi patriarkal demikian. dan tak berdaya. sains modern merupakan representasi kaum laki-laki yang dipenuhi nafsu eksploitasi terhadap alam. arus pengutamaan jender atau gender mainstreaming melanda dunia. Kaum feminis telah berani masuk dalam wilayah epistemologi sains untuk membongkar ideologi sains yang sangat patriarkal. dan Donna Haraway menawarkan suatu kemungkinan terbentuknya genre sains yang berlandas pada nilai-nilai perempuan yang antieksploitasi dan bersifat egaliter. pasif. sains modern merupakan refleksi dari sifat maskulinitas dalam memproduksi pengetahuan yang cenderung eksploitatif dan destruktif. kritik kaum feminis terhadap institusi sains tidak berhenti pada masalah termarginalisasinya peran perempuan. . Berangkat dari kritik tersebut.dilanjutkan di Chicago pada tahun yang sama. Alam merupakan representasi dari kaum perempuan yang lemah. Pada 1975. Women´s Lib mengamati bahwa peran kaum perempuan dalam hubungannya dengan kaum laki-laki dalam masyarakat kapitalis terutama Amerika Serikat tidak lebih seperti hubungan yang dijajah dan penjajah. Sejak itu. development. Memasuki era 1990-an. Gema ´pembebasan kaum perempuan´ ini kemudian mendapat sambutan di mana-mana di seluruh dunia. Evelyn Fox Keller. tokoh feminis seperti Hilary Rose. Tetapi. kritik feminisme masuk dalam institusi sains yang merupakan salah satu struktur penting dalam masyarakat modern. Sandra Harding. Termarginalisasinya peran perempuan dalam institusi sains dianggap sebagai dampak dari karakteristik patriarkal yang menempel erat dalam institusi sains. "Gender. Hasil penelitian kaum feminis sosialis telah membuka wawasan jender untuk dipertimbangkan dalam pembangunan bangsa.

sebagai seorang laki-laki atau seorang perempuan. istilah gender yang diserap dari bahasa Inggris dan sampai saat ini belum ditemukan padanan katanya dalam Bahasa Indonesia.Gender dan permasalahannya Selama lebih dari sepuluh tahun istilah gender meramaikan berbagai diskusi tentang masalah-masalah perempuan. Pengertian seks atau jenis kelamin secara biologis merupakan pensifatan atau pembagian dua jenis kelamin manusia yang ditentukan secara biologis. selama itu pulalah istilah tersebut telah mendatangkan ketidakjelasan-ketidakjelasan dan kesalahpahaman tentang apa yang dimaksud dengan konsep gender dan apa kaitan konsep tersebut dengan usaha emansipasi wanita yang diperjuangkan kaum perempuan tidak hanya di Indonesia yang dipelopori ibu Kartini tetapi juga di pelbagai penjuru dunia lainnya. Melalui penentuan jenis kelamin secara biologis ini maka dikatakan bahwa seseorang akan disebut berjenis kelamin laki-laki jika ia memiliki jakun.merupakan rekayasa sosial. di semua budaya dari waktu ke waktu dan tidak dapat dipertukarkan satu sama lain. politik. etnik. golongan. sosial. kumis. waktu dan tempat serta kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. ekonomi. tidak bersifat universal dan memiliki identitas yang berbeda-beda yang dipengaruhi oleh faktor-faktor ideologi. Ciri-ciri secara biologis ini sama di semua tempat. dan janggut. bersifat permanen (tidak dapat dipertukarkan antara laki-laki dan perempuan). budaya. (Kompas. juga faktor sejarah. memiliki alat untuk menyusui (payudara) dan mengalami kehamilan dan proses melahirkan. agama. Sementara seseorang disebut berjenis kelamin perempuan jika ia mempunyai rahim sebagai alat reproduksi. adat istiadat. ---kecuali oleh sebagian orang yang untuk mudahnya telah mengubah gender menjadi jender--. dibawa sejak lahir dan merupakan pemberian Tuhan. Berbeda dengan seks atau jenis kelamin yang diberikan oleh Tuhan dan sudah dimiliki seseorang ketika ia dilahirkan sehingga menjadi kodrat manusia. Konsep gender pertama kali harus dibedakan dari konsep seks atau jenis kelamin secara biologis. 3 September 1995) . Kekaburan makna atas istilah gender ini telah mengakibatkan perjuangan gender menghadapi banyak perlawanan yang tidak saja datang dari kaum laki-laki yang merasa terancam hegemoni kekuasaannya tapi juga datang dari kaum perempuan sendiri yang tidak paham akan apa yang sesungguhnya dipermasalahkan oleh perjuangan gender itu.

Meskipun demikian upaya untuk mendefinisikan konsep gender tetap dilakukan dan salah satu definisi gender telah dikemukakan oleh Joan Scoot. sebab pembedaan lakilaki dan perempuan berlandaskan hubungan gender dimaknai secara berbeda dari satu tempat ke tempat lain. sebagai a constitutive element of social relationships based on perceived differences between the sexes. yang disosialisasikan secara turun temurun maka pengertian yang baku tentang konsep gender ini pun belum ada sampai saat ini. and a primary way of signifying relationships of power. seorang sejarahwan. (1986:1067) .Oleh karena gender merupakan suatu istilah yang dikonstruksi secara sosial dan kultural untuk jangka waktu yang lama. dari satu budaya ke budaya lain dan dari waktu ke waktu.

perempuan cendrung berada di dalam negara hanya sebatas warga negara bukannya sebagai pembuat kebijakan. Untuk kebanyakan kaum Liberal Feminis. Perempuan harus mempersiapkan diri agar mereka bisa bersaing di dunia dalam kerangka "persaingan bebas" dan punya kedudukan setara dengan lelaki. Budaya masyarakat Amerika yang materialistis. Mereka menyadari bahwa negara itu didominasi oleh kaum Pria. Wanita-wanita tergiring keluar rumah. Sehingga dalam hal ini ada ketidaksetaraan perempuan dalam politik atau bernegara. Pekerjaan yang dilakukan wanita di sektor domestik dikampanyekan sebagai hal yang tidak produktif dan menempatkab wanita pada posisi sub-ordinat.punya kapasitas untuk berpikir dan bertindak secara rasional. Tokoh aliran ini adalah Naomi Wolf. yang terlefleksikan menjadi kepentingan yang bersifat maskulin .Aliran Feminism Feminisme liberal Apa yang disebut sebagai Feminisme Liberal ialah terdapat pandangan untuk menempatkan perempuan yang memiliki kebebasan secara penuh dan individual. tetapi mereka juga menganggap bahwa negara dapat didominasi kuat oleh kepentiangan dan pengaruh kaum pria tadi. Kini perempuan telah mempunyai kekuatan dari segi pendidikan dan pendapatan. Aliran ini menyatakan bahwa kebebasan dan kesamaan berakar pada rasionalitas dan pemisahan antara dunia privat dan publik. berkarier dengan bebas dan tidak tergantung lagi pada pria. Feminis Liberal memilki pandangan mengenai negara sebagai penguasa yang tidak memihak antara kepentingan kelompok yang berbeda yang berasl dari teori pluralisme negara. mengukur segala sesuatu dari materi. Setiap manusia -demikian menurut mereka. dan perempuan harus terus menuntut persamaan haknya serta saatnya kini perempuan bebas berkehendak tanpa tergantung pada lelaki. Feminisme liberal mengusahakan untuk menyadarkan wanita bahwa mereka adalah golongan tertindas. pandangan dari kaum Feminist Liberal mengenai kesetaraan setidaknya memiliki pengaruhnya tersendiri terhadap perkembangan pengaruh dan kesetaraan perempuan untuk melakukan kegiatan politik seperti membuat kebijakan di sebuah negara . Akar ketertindasan dan keterbelakngan pada perempuan ialah karena disebabkan oleh kesalahan perempuan itu sendiri. Singkatnya. sebagai "Feminisme Kekuatan" yang merupakan solusi. dan individualis sangat mendukung keberhasilan feminisme. . Pun dalam perkembangan berikutnya. begitu pula pada perempuan. negara adalah cerminan dari kelompok kepentingan yang memeng memiliki kendali atas negara tersebut.

utamanya melawan kekerasan seksual dan industri pornografi. relasi kuasa perempuan dan laki-laki. Tubuh perempuan merupakan objek utama penindasan oleh kekuasaan laki-laki. Dan gerakan ini adalah sesuai namanya yang "radikal". Dalam konteks Indonesia. sehingga harus diberi hak yang sama juga dengan laki-laki. pada abad 18 sering muncul tuntutan agar prempuan mendapat pendidikan yang sama. masalah yang dianggap paling tabu untuk diangkat ke permukaan. Padahal.Akar teori ini bertumpu pada kebebasan dan kesetaraaan rasionalitas. feminisme radikal mempermasalahkan antara lain tubuh serta hak-hak reproduksi.menurut anggapan mereka . 23 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (UU PKDRT). Permasalahannya terletak pada produk kebijakan negara yang bias gender. kemampuannya sama dengan laki-laki. reformasi hukum yang berprerspektif keadilan melalui desakan 30% kuota bagi perempuan dalam parlemen adalah kontribusi dari pengalaman feminis liberal. Informasi atau pandangan buruk (black propaganda) banyak ditujukan kepada feminis radikal. Pada sejarahnya. Oleh karena itu. Aliran ini bertumpu pada pandangan bahwa penindasan terhadap perempuan terjadi akibat sistem patriarki. Pemahaman penindasan laki-laki terhadap perempuan adalah satu fakta dalam sistem masyarakat yang sekarang ada. gagalnya modernitas dan pemilahan secara berbeda-beda tiap fenomena sosial karena penentangannya pada penguniversalan pengetahuan ilmiah dan sejarah. aliran ini muncul sebagai reaksi atas kultur seksisme atau dominasi sosial berdasar jenis kelamin di Barat pada tahun 1960-an. ekonomi. "The personal is political" menjadi gagasan anyar yang mampu menjangkau permasalahan prempuan sampai ranah privat. seksualitas (termasuk lesbianisme). karena pengalamannya membongkar persoalan-persoalan privat inilah Indonesia saat ini memiliki Undang Undang RI no. Feminisme radikal Trend ini muncul sejak pertengahan tahun 1970-an di mana aliran ini menawarkan ideologi "perjuangan separatisme perempuan". maupun personal. . dan dikotomi privat-publik. Mereka berpendapat bahwa gender tidak bermakna identitas atau struktur sosial. Oleh karena itu. Feminisme post modern Ide Posmo . di abad 19 banyak upaya memperjuangkan kesempatan hak sipil dan ekonomi bagi perempuan. Perempuan adalah makhluk rasional.ialah ide yang anti absolut dan anti otoritas. dan di abad 20 organisasi-organisasi perempuan mulai dibentuk untuk menentang diskriminasi seksual di bidang politik. sosial. seksisme.

Lembaga perkawinan yang melegalisir pemilikan pria atas harta dan pemilikan suami atas istri dihapuskan seperti ide Marx yang menginginkan suatu masyarakat tanpa kelas. Feminisme sosialis menggunakan analisis kelas dan gender untuk memahami penindasan perempuan. Asumsinya sumber penindasan perempuan berasal dari eksploitasi kelas dan cara produksi. Feminisme sosialis berjuang untuk menghapuskan sistem pemilikan. Aliran ini hendakmengatakan bahwa patriarki sudah muncul sebelum kapitalisme dan tetap tidak akan berubah jika kapitalisme runtuh.Feminisme anarkis Feminisme Anarkisme lebih bersifat sebagai suatu paham politik yang mencita-citakan masyarakat sosialis dan menganggap negara dan sistem patriaki-dominasi lelaki adalah sumber permasalahan yang sesegera mungkin harus dihancurkan. namun disisi lain. Feminisme sosialis muncul sebagai kritik terhadap feminisme Marxis. Laki-laki mengontrol produksi untuk exchange dan sebagai konsekuensinya mereka mendominasi hubungan sosial. Sedangkan perempuan direduksi menjadi bagian dari property. Kaum Feminis Marxis. Kritik kapitalisme harus disertai dengan kritik dominasi atas perempuan. Feminisme sosialis Sebuah faham yang berpendapat "Tak Ada Sosialisme tanpa Pembebasan Perempuan. Akan . Teori Friedrich Engels dikembangkan menjadi landasan aliran ini status perempuan jatuh karena adanya konsep kekayaaan pribadi (private property). negara bersifat kapitalisme yang menggunakan sistem perbudakan kaum wanita sebagai pekerja. menganggap bahwa negara bersifat kapitalis yakni menganggap bahwa negara bukan hanya sekadar institusi tetapi juga perwujudan dari interaksi atau hubungan sosial. tanpa pembedaan gender. Kegiatan produksi yang semula bertujuan untuk memenuhi kebutuhan sendri berubah menjadi keperluan pertukaran (exchange). Feminisme Marxis Aliran ini memandang masalah perempuan dalam kerangka kritik kapitalisme. Kaum Marxis berpendapat bahwa negara memiliki kemampuan untuk memelihara kesejahteraan. Jika kapitalisme tumbang maka struktur masyarakat dapat diperbaiki dan penindasan terhadap perempuan dihapus. Sistem produksi yang berorientasi pada keuntungan mengakibatkan terbentuknya kelas dalam masyarakat borjuis dan proletar. Tak Ada Pembebasan Perempuan tanpa Sosialisme". Ia sepaham dengan feminisme marxis bahwa kapitalisme merupakan sumber penindasan perempuan.

baik fisik. Pengalaman perempuan yang hidup di negara dunia ketiga (koloni/bekas koloni) berbeda dengan prempuan berlatar belakang dunia pertama. ras.tetapi. Perempuan dunia ketiga menanggung beban penindasan lebih berat karena selain mengalami pendindasan berbasis gender.Nordic yang lebih menganalisis Feminisme bernegara atau politik dari praktik-praktik yeng bersifat mikro. Seperti dicontohkan oleh Nancy Fraser di Amerika Serikat keluarga inti dikepalai oleh laki-laki dan ekonomi resmi dikepalai oleh negara karena peran warga negara dan pekerja adalah peran maskulin. Dimensi kolonialisme menjadi fokus utama feminisme poskolonial yang pada intinya menggugat penjajahan. analisis ini bermanfaat untuk melihat problem-problem kemiskinan yang menjadi beban perempuan. and Class menyatakan. Kapitalisme dan patriarki adalah dua kekuatan yang saling mendukung. cara pandang. dan pendidikan. aliran feminis sosialis ini juga setuju dengan feminisme radikal yang menganggap patriarkilah sumber penindasan itu. Kaum ini menganggap bahwa kaum perempuan harus berteman dengan negara karena kekuatan atau hak politik dan sosial perempuan terjadi melalui negara yang didukung oleh kebijakan sosial negara. maupun mentalitas masyarakat. nilai-nilai. pengetahuan. mereka juga mengalami penindasan antar bangsa. Beverley Lindsay dalam bukunya Comparative Perspectives on Third World Women: The Impact of Race. Dalam konteks Indonesia. Sex. suku. dan agama. Feminisme postkolonial Dasar pandangan ini berakar di penolakan universalitas pengalaman perempuan. sedangkan peran sebagai konsumen dan pengasuh anak adalah peran feminin. Feminisme Nordic Kaum Feminis Nordic dalam menganalisis sebuah negara sangat berbeda dengan pandangan Feminis Marxis maupun Radikal. hubungan ketergantungan yang didasarkan atas ras. jenis kelamin. sosial. dan kelas sedang dikekalkan oleh institusiinstitusi ekonomi. Agenda perjuangan untuk memeranginya adalah menghapuskan kapitalisme dan sistem patriarki. .

tapi dirasakan melalui ditentukannya pikiran dan tingkah laku. tapi juga termasuk dialog sehari-hari) yang mengatur pikiran-pikiran kita dan merupakan kendaraan untuk megekspresikan pikiran-pikiran kita tersebut. Dan hal ini mengarah bahwa individu merupakan efek dari kuasa. menjadi ilmu pengetahuan yang ditaklukan. Dan hal tersebut mendukung bagi perkembangan feminism. Derrida (Derridean) Mempertajam fokus pada bekerjanya bahasa (semiotika) dimana bahasa membatasi cara berpikir kita dan juga menyediakan cara-cara perubahan. Naffine (1997:69) Kita dipaksa meng-iya-kan sesuatu atas adanya kuasa atau power Kuasa bergerak dalam relasirelasi dan efek kuasa didasarkan bukan oleh orang yang dipaksa meng iya kan keinginan orang lain. namun Foucault tidak pernah membahas tentang perempuan. 2. . Selain itu juga penekanan terhdap dilakukanya dekonstruksi terhadap kata yang merupakan intervensi ke dalam bekerjanya bahasa dimana setelah melakukan dekonstruksi tersebut kita tidak dapat lagi melihat istilah yang sama dengan cara yang sama. Menekankan bahwa kita selalu berada dalam teks (tidak hanya tulisan di kertas. 3.TOKOH DALAM FEMINISME 1. Hal yang diadopsi oleh feminism dari Fault adalah bahwa ia menjadikan ilmu pengetahuan dipaksakan dominasi yang menjadi miliki kelompok-kelompok tertentu dan kemudian untuk diterima oleh kelompok-kelompok lain. Foucault Meskipun ia adalah tokoh yang terkenal dalam feminism.

Dalam pengertian yang lebih sempit. Di sini juga dijelaskan bahwa Dari sana akan bisa diketahui bahwa term feminism berkaitan erat dengan women s movement dan gender identity. economic. Dalam buku Glosarium Seks dan Gender. berkaitan dengan kesetaraan sosial. termasuk penghapusan diskriminasi dan ketidaksetaraan struktural dalam mengakses sumber daya. represented worldwide by various institutions committed to activity on behalf of women s rights and interests. The New Encyclopedia of Britannica memaknai feminisme sebagai the belief. (2) Kesamaan perolehan kesempatan dan hasil untuk perempuan dan laki-laki. . Dalam ilmu sosial kontemporer lebih dikenal sebagai gerakan kesetaraan jender. dan jasajasa. sehingga terbukalah kran bagi sastra bergenre feminisme. ekonomi dan politik antara laki-laki dan perempuan. dan direndahkan oleh kebudayaan dominan. disubordinasikan. Sebagai gerakan modern. Feminism adalah keyakinan yang berasal dari Barat.Sastra Feminisme Dalam pengertian yang paling luas. yaitu dalam sastra. baik dalam bidang politik dan ekonomi maupun kehidupan sosial lainnya. feminisme adalah gerakan kaum wanita untuk menolak segala sesuatu yang dimarjinalisasikan. yang tersebar ke seluruh dunia lewat berbagai lembaga yang bergerak atas nama hak-hak dan kepentingan perempuan. Emansipasi wanita dengan demikian merupakan salah satu aspek dalam kaitannya dengan persamaan hak. Virginia Woolf telah mengilhami para feminis agar menggunakan sastra sebagai medium perlawanan terhadap budaya patriarki. yang dipelopori oleh Virginia Wolf dalam bukunya yang berjudul A Room of One s Own (1929). pendidikan. termasuk penghapusan diskriminasi dan ketidaksetaraan struktural dalam mengakses sumber daya. sumber daya produktif. feminisme lahir awal abad ke-20. kesempatan. feminisme dikaitkan dengan cara-cara memahami karya sastra baik dalam kaitannya dengan proses produksi maupun resepsi. Senada dengan definisi tersebut. seperti akses yang sama untuk kesehatan. yang dimaksud kesetaraan jender (gender equality) ialah (1) kesetaraan kesempatan dan hasil untuk perempuan dan laki-laki. Jadi. in the social. dan ekonomi. dan jasa-jasa. Terdapatnya komentar miring dari kaum lelaki terhadap buku tersebut semakin menguatkan kesimpulan bahwa perempuan adalah sebuah produk dari budaya yang mementingkan nilai-nilai lelaki dan tentunya sastra ikut membentuk dan merespon nilai-nilai patriarki melalui representasi perempuan untuk kepentingan budaya laki-laki dan mengesampingkan pengalaman perempuan. largely originating in the West. and political equality of the sexes. partisipasi sosial. kesempatan.

Feminisme sebagai bagian dari Poststrukturalisme memiliki beberapa ciri khas. penerima menjadi pencipta. bukan apa yang dimaksudkan. teks bersifat terbuka sebab secara terus-menerus berinteraksi ke luar dirinya. sehingga terjadi pergeseran dari estetika produksi ke estetika konsumsi. genre feminis muncul sebagai reaksi terhadap pendekatan sastra yang mengasingkan karya dari struktur sosial. Yoder juga menyebutkan bahwa kritik sastra feminis itu bukan pengkritik perempuan atau kritik tentang perempuan. Model analisisnya sangat beragam. politik. sangat kontekstual. Dasar pemikiran feminis dalam penelitian sastra. Arti sederhana kritik sastra feminis adalah pengkritik memandang sastra dengan kesadaran khusus. interaksi pada pembaca. Makna karya ditentukan oleh apa yang dilakukan oleh teks. Dalam buku Pengertian Kritik Sastra Feminis Soeharto mengutip pernyataan Yoder. Perempuan mulai menyadari bahwa dalam karya sastra pun terdapat ketimpangan mengenai pandangan tentang manusia dalam tokoh-tokohnya. yaitu sebagai salah satu aspek teori kebudayaan kontemporer. atau kritik tentang pengarang perempuan. Makna teks tergantung pada konteks. Dalam ranah sastra. berkaitan dengan aspek-aspek sosial.Perkembangannya yang sangat pesat. adalah studi sastra yang mengarahkan fokus analisanya pada perempuan. Hal inilah yang pada akhirnya memunculkan apa yang dinamakan kritik sastra feminis. dan ekonomi. salah satunya adalah ketidakmantapan teks. kesadaran bahwa ada jenis kelamin yang banyak berhubungan dengan budaya. Pengertian Kritik Sastra Feminis Kritik sastra feminis. adalah upaya pemahaman kedudukan peran perempuan seperti yang tercermin dalam karya sastra (Suharto. Gerakan ini membuat masyarakat sadar akan kedudukan perempuan yang inferior. membaca sebagai perempuan. seperti Kritik Baru dan Strukturalisme. Secara garis besar Culler menyebutkan kritik sastra feminis sebagai reading as a woman. feminisme yang mulai berkembang pesat sekitar tahun 1960 di Amerika berdampak luas. Kritik Sastra Feminis Sebagai gerakan modern.2002 : 15). Kritik sastra feminis merupakan salah satu ilmu disiplin sebagai respon atas berkembang luasnya feminisme diberbagai penjuru dunia. sastra dan kehidupan. (2002 : 5) . terjadi tahun 1960-an. Dampak dari gerakan ini juga dapat dirasakan dalam bidang sastra.

4.sedangkan tokoh wanita tersebut pada umumnya merupakan cermin penciptanya.Membaca sebagai perempuan berarti membaca dengan kesadaran untuk membongkar praduga dan idiologi kekuasaan laki-laki yang androsentrisme atau patriarkhat. Kritik sastra feminis ini melibatkan perempuan. Berarti studi yang ditulis oleh permpuan mengenai perbedaan antara tulisan perempuan dengan tulisan laki-laki. Kritik Feminis Lesbian. karena para feminis percaya bahwa pembaca wanita biasanya mengidentifikasikan dirinya dengan atau menempatkan dirinya pada tokoh wanita. Kritik Ideologis. Selain itu kritik feminis ini mencoba mengungkapkan bahwa kaum wanita merupakan kelas masyarakat yang tertindas. Ekarini. karena yang dikaji disini adalah masalah perbedaan. Gynocritics atan ginokritik Gynocritics atau ginokritik disebut juga dengan kritik yang mengkaji penulis-penulis wanita. khususnya kaum feminis. 1. Kritik Sastra Feminis Sosialis Jenis kritik ini meneliti tokoh-tokoh wanita dari sudut pandang sosialis. M. 5. 3. Kritik Feminis Ras atau Etnik . Yang menjadi pusat perhatian pembaca wanita adalah citra serta stereotipe wanita dalam karya sastra. yaitu kelas-kelas masyarakat. Jenis Jenis Kritik Sastra Feminis Berikut ini merupakan jenis-jenis kritik sastra feminis yang berkembang di masyarakat menurut Dra. Jenis kritik sastra feminis ini berbedadari kritik ideologis. sebagai pembaca. Kritik Feminis Psikoanalitik Kritik sastra ini diterapkan pada tulisan-tulisan wanita. kemudian akan ditentukan apakah definisi ini dapat diterapkan pada definisi penulis atau pada teks karyanya. Kritik ini bertujuan untuk mengembangkan definisi yang cermat tentang makna lesbian. (2002:161). Kritik ini juga meneliti kesalah pahaman tentang perempuan dan sebab-sebab mengapa perempuan sering tidak diperhitungkan bahkan nyaris diabaikan. 6. 2.Pd.

pengkritik sastra etnik ingin membuktikan keberadaan sekelompok penulis feminis etnik beserta karya-karyanya.Sebagaimana halnya dengan pengkritik sastra ideologi dan pengkritik sastra lesbian.baik dalam kajian perempuan maupun dalam kajian kanon sastra tradisional dan sastra feminis. .

dalam kehidupan masyarakat modern yang serba terspesialisasi. kemudian menyadari ada kekuatan yang dimiliki perempuan. untuk menyediakan inventarisasi gaya hidup dan ideologi yang terobyektivasi di sana. masih di dalam buku yang sama. dan anti lelaki. Wolf menyebutkan keadaan ini sebagai apartheid gender dalam media massa. media massa bisa sangat berpengaruh bagi kemajuan gerakan perempuan di seluruh dunia. suatu "kenyataan hidup" dari sesuatu yang lain. Liputan miring itu menggambarkan selagi perempuan yang bekerja tak bisa bicara lantang dan jernih soal feminisme di tempat kerja karena ancaman pemecatan.Feminisme dan Media Massa Media massa. Naomi memberikan contoh apa yang terjadi pada gerakan perempuan tahun 1970-an. Kedua. tapi juga seluruh proses argumen. Pertama. Naomi Wolf dalam bukunya berjudul Fire With Fire. Selanjutnya. anti keluarga. "Liputan media massa tentang gerakan perempuan bersifat pilih kasih dan bengkok-bengkok. Artinya. para feminis yang bebas pun tak bisa bicaralantang dan jernih soal perempuan di media cetak maupun televisi. Menurut seorang ujung tombak feminis gelombang ketiga. terutama di Indonesia. . media massa mempunyai tiga fungsi kultural yang hebat. Produksi konsensus dan konstruksi legitimasi tidak semata-mata dilihat dari hasiljadi artikel atau beritanya saja. padamnya perdebatan tentang hak perempuan. pertukaran informasi dan debat yang berlangsung di situ. terutama sebagai pasar potensial. media massa berperan mengorganisasi dan membawa bersama apa yang sudah secara selektif direpresentasikan dan diklasifikasikan. Stuart Hall mengatakan. memacetkan perempuan secara politis. media massa berperan merefleksikan semua itu dalam pluralitas. yang pada akhirnya menimbulkan empat konsekuensi. Perempuan dianggap identik dengan lesbianisme. bagaimana ide dan konsep feminisme diterima warga dunia akan sangat dipengaruhi sikap organisasi perempuan terhadap media massa. Ketiga. Fungsi media yang seperti ini tidak hanya membantu kita untuk secara sederhana mengetahui lebih banyak tentang dunia. media massa berperan dalam pembagian dan konstruksi selektif pengetahuan dan imaji sosial di mana lewat itu kita dapat merasakan "dunia". sebagai bagian dari lingkaran produksi yang berorientasi pasar jauh di atas cita-cita ideologisnya. yang tidak dapat dipandang sebelah mata. Pertama.

Ketiga. meski komentar itu sebenarnya biasa dan tidak ada nuansa serta tidak dialogis.Kedua. artinya para redaktur gagal memberikan informasi tentang cara menentukan pilihan terbaik sesuai kepentingan masing-masing. dalam The Sexual Metaphor (1994). maka komentar publik yang bisa "lolos sensor" jadi dihargai terlalu tinggi. Dalam jaman modern ini. sehingga banyak perempuan muda dan anak perempuan berusaha menjadi seperti mereka-sebagai kesempurnaan dalam hidup mereka. lantaran isu yang berpengaruh pada perempuan hampir tidak mendapatkan ruang publik untuk diperdebatkan. Keempat. seperti tubuh langsing. majalah. (Julia Kristeva) Pernyataan dari Julia Kristeva (1941 -). saat para redaktur tidak memberikan informasi yang dibutuhkan separuh lebih penduduk negerinya. kulit putih. media telah memperluas ruang lingkup mereka ke dalam jaringan sosial melalui internet. Jenis pencitraan ini telah dirumuskan dalam media seperti acara televisi. menyatakan bahwa ada tipe citra perempuan yang ideal: perawan dan istri yang baik. sekolah. . Dia tidak bisa mengerti dirinya selain dari pemahaman orang lain. seorang ahli bahasa dan feminis yang lahir di Bulgaria. Stigma pada citra perempuan dibangun sejak kecil untuk menciptakan kesadaran palsumenerima kebahagiaan masokis. yang telah diciptakan oleh perspektif maskulin. dan iklan. dan akibatnya mengasingkan perempuan dari wakil mereka di lembaga demokrasi. teman. membuka pertanyaan yang terkait dengan tema: Bagaimana kita mengidentifikasi perempuan sebagai dirinya sendiri? Sebagai manusia seutuhnya? Perempuan sudah menjadi milik sosial sejak dia lahir. Kebahagiaan masokis muncul ketika pencitraan perempuan terdeterminasi dengan ciri-ciri tertentu. Formasi ini dimulai dari tingkat keluarga. bias ini secara khusus mengolok gerakan perempuan. dan membuat lebih mudah untuk penyebaran informasi. rambut lurus. Banyak idola yang dijadikan sebagai contoh perempuan ideal. dan juga dipengaruhi oleh media. Feminisme dan budaya massa "Strickly speaking. yang menuntut perempuan untuk menderita dan berkorban demi mencapai kesempurnaan . Pencitraan ini berasal dari perspektif maskulin dalam media. women cannot be said to exist. dan lain-lain. Tidak ada ruang bagi perempuan untuk menciptakan identitas mereka sendiri. Implikasi dari teknologi modern ini lebih berpengaruh terhadap perempuan. Helen Haste.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->