P. 1
Rfid

Rfid

|Views: 634|Likes:
Published by Denny Saputra

More info:

Published by: Denny Saputra on Jan 24, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/08/2013

pdf

text

original

Sections

  • Gambar 2.1. RFIDtag dengan silicon chip dan antena eksternal
  • 2.1.4Bagian-bagian dari teknologi RFID
  • Gambar 2.2 Sistem kerja RFID
  • Tabel 2.1. Perbandingan antara teknologibarcode dengan RFID
  • 2.1.5Frekuensi Kerja RFID
  • 2.1.6Tingkat Akurasi RFID
  • 2.1.7Cara Kerja RFID
  • Gambar 2.3. Cara kerjareaderRFID
  • 2.1.8Aplikasi RFID
  • 2.2Sistem Minimal Mikrokontroler AT89C51
  • 2.2.1Konfigurasi Mikrokontroler AT89C51
  • Gambar 2.4 Blok diagram internal mikrokontroler AT89C51
  • Tabel 2.2 Fungsi alternatif port 3
  • Gambar 2.5 Konfigurasi pin AT89C51
  • 2.2.2SFR (Special Function Register)
  • Tabel 2.3. Register pada SFR
  • 2.2.3Sistem Interupsi
  • Tabel 2.4. Alamat layanan rutin interupsi
  • 2.2.4Timer/Counter
  • 2.2.5Decoding System
  • 2.3Liquid Crystal Display (LCD)
  • Gambar 2.6 Hubungan HD44780 dengan layar LCD
  • 2.3.1Deskripsi M1632
  • 2.3.2Kaki-kaki Modul M1632
  • Tabel 2.5 Konfigurasi kaki M1632
  • 2.3.3Struktur Memori LCD
  • 2.3.4Register LCD
  • Gambar 2.8 Susunan data status HD44780
  • Tabel 2.6 Perintah-perintah M1632
  • Gambar 2.9 Karakter ‘D’ dikolom karakter kedua baris karakter pertama
  • Gambar 2.10 Kode perintah untuk menunjuk alamat 01h
  • 2.4Relay Solenoid
  • Gambar 2.11 Relay elektromekanis
  • 3.1.1. Gambaran Plant
  • Gambar 3.1Plant (rancangan) sistem kunci pintu
  • Gambar 3.2 Rancangan rangkaian listrik
  • 3.1.3 Sistem minimal AT89C51
  • Gambar 3.3 Sistem minimal AT89C51
  • Tebel 3.1 Kondisi setelah reset
  • 3.1.5. Unit Display
  • 3.1.6 Memori eksternal
  • 3.1.7 Unit masukan
  • 3.1.8 Relay magnetic
  • Gambar 3.7 Rangkaian output kunci pintu
  • 3.1.9 Catu Daya
  • Gambar 3.7 Rangkaian catu daya kunci pintu
  • 3.2.1Inisialisasi Program
  • Gambar 3.9 Diagram alur inisialisasi mikrokontroler
  • 3.2.2Start Program
  • 3.2.3Pengambilan Data Serial
  • 3.2.4Penggabungan Data
  • 3.2.5Membandingkan Data
  • 3.2.7Scaning Keypad
  • 3.2.8Sub rutin tampilan LCD
  • 4.1Pengujian Alat
  • 4.1.1Pengujian Perangkat Keras
  • Gambar 4.1 Pengujian kaki mikrokontroler pada port 1
  • 4.1.1.2.Pengujian RFID reader
  • Tabel 4.1 Pengujian RFID tanpa penghalang
  • Tabel 4.2 Pengujian RFID dengan penghalang
  • 4.1.1.3.Pengujian LCD
  • 4.1.1.4.Pengujian Keypad
  • 4.1.1.5.Pengujian Relai Solenoid
  • 4.1.2Pengujian Perangkat Lunak
  • 4.2Pembahasan Alat
  • 4.2.1Penggunaan port pada mikrokontroler
  • 4.2.3Bagian Relai Solenoid (kunci)
  • 4.2.5Bagian keypad
  • Tabel 4.2 Perbandingan antara RFID denganmagnetic Card
  • 4.4. Pemasangan Kunci Pintu
  • DAFTAR PUSTAKA

IMPLEMENTASI DAN PERANCANGAN KUNCI PINTU HOTEL

DENGAN RADIO FREQUENCY IDENTIFICATION (RFID)
Skripsi S-1
Untuk memenuhi persyaratan
Mencapai derajat sarjana S-1
Program Studi S1-Teknik Elektro
Jurusan Teknik Elektro
Diajukan oleh
Riki Astono
NIM. 5350402014
Kepada
PROGRAM STRATA 1
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2006
ii
SKRIPSI
IMPLEMENTASI DAN PERANCANGAN KUNCI PINTU HOTEL
DENGAN RADIO FREQUENCY IDENTIFICATION (RFID)
Dipersiapkan dan disusun oleh:
Riki Astono
5350402014
Telah dipertahankan di depan Dewan Penguji
Pada Tanggal 8 Juli 2006
Susunan Dewan Penguji
Pembimbing Utama Anggota Dewan Penguji
Selo, S.T, M.Sc Drs. Suryono, M.T
Pembimbing Pendamping
Tatyantoro A. S.T, M.T
Skripsi ini telah diterima sebagai salah satu persyaratan
untuk memperolah derajat pendidikan Sarjana Teknik
Tanggal : 11 September 2006
Drs. Djoko Adi Widodo, M.T
Pengelola Jurusan Teknik Elektro
Universitas Negeri Semarang
iii
PERNYATAAN
Dengan ini saya menyatakan bahwa dalam skripsi ini tidak terdapat
karya yang pernah diajukan untuk gelar kesarjanaan di suatu Perguruan Tinggi,
dan sepanjang sepengetahuan saya juga tidak terdapat karya atau pendapat yang
pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain, kecuali yang secara tertulis diacu
dalam naskah ini dan disebutkan dalam daftar pustaka.
Semarang, 8 Juli 2006
Riki Astono
iv
INTISARI
Kunci pintu sudah diciptakan sejak lama, untuk menjaga keamanan
ruangan. Namun seiring dengan perkembangan teknologi, terdapat beberapa
alternative kunci pintu antara lain kunci manual, kunci digital, kunci magnetic dan
kunci dengan RFID yang akan dibahas dalam Skripsi ini.
Radio Frequency Identification (RFID) merupakan teknologi baru, salah
satunya adalah untuk aplikasi sistem keamanan. Kunci pintu dengan RFID pada
dasarnya sama dengan kunci pintu yang lain, biasanya tedapat sensor, unit
prosesor dan relay magnetic. Yang membedakan adalah input yang digunakan
yaitu menggunakan radio frequency identification (RFID).
Kunci pintu dengan RFID membutuhkan hardware yaitu: tag RFID, reader
RFID, mikrokontroler, unit keypad, LCD dan magnetic relay, serta software
downloader AT89C51. Sebagai pusat kendali adalah mikrokontroler AT89C51
yang memproses data masukkan dari reader RFID dan keypad dengan keluaran
untuk mengendalikan LCD dan magnetic relay.
Kerja dari kunci pintu dengan RFID adalah tag RFID dibaca oleg reder,
kemudian data serial (ID) dikirim reader ke mikrokontroler. Dalam
mikrokontroler data yang diterima digabungkan, kemudian dibandingkan dengan
data yang tersimpan dalam memori mikrokontroler. Jika ID tag RFID sesuai
dengan ID yang tersimpan dalam memori maka mikrokontroler akan
mengaktifkan relay solenoid. LCD digunakan untuk memonitoring kerja sistem.
Solenoid digunakan sebagai pengganti kunci pintu manual. Sedangkan keypad
digunakan untuk mengganti tag RFID (kunci) dengan memasukkan ID tag yang
baru yang tertulis di badan tag RFID.
RFID reader (ID-10) mampu membaca pada jarak maksimum 6 cm, jika
ada penghalang maka kemampuan baca akan berkurang sesuai dengan bahan
penghalang. Jika penghalang berupa plat besi, tag RFID tidak mampu dibaca
karena tidak terjadi medan magnet yang digunakan tag sebagai catu daya.
Sedangkan relai akan bekerja selama 6 sekon untuk membuka pintu.
v
ABSTRACT
A long time ago, keys had been invented to secure rooms. However,
There are some alternative keys along with the technology development such as
manual keys, digital keys, magnetic keys, and keys with RFID which will be
discussed in this report.
Radio Frequency Identification (RFID), a new technology, is used in
security system application as one of its functions. Door keys with RFID,
basically same with other door keys, normally have a sensor, a processor unit, and
a magnetic relay. The different is the used input which uses Radio Frequency
Identification (RFID).
Door keys with RFID need hardware such as a RFID tag, a
microcontroller, a keypad unit, LCD and magnetic relays, and also AT89C51
downloader software. The central controller is AT89C51 microcontroller. It
processes the input data from the RFID reader and the keypad. Whereas, the
output controls the LCD and relay magnetic.
There are some steps in the work procedure of RFID door keys. First, the
RFID tag is read by the reader. Second, the identification number (ID) is sent by
the reader to the microcontroller. In the microcontroller, the accepted data will
blend. Third, it will be compared with saved data in the microcontroller memory.
If the ID of the RFID tag is match with the saved ID of the memory, the
microcontroller will activate the solenoid relay. LCD is used for monitoring the
system process. Solenoid is used as a substitute of the manual key. Whereas, the
keypad is used for exchanging the RFID tag (the key) by typing the new ID tag
which is written in the RFID tag body.
RFID reader (ID-10) is able to read in maximum range of 6 cm. If there is an
obstacle, the reading ability will reduce according to the obstacle material. If the
obstacle is an iron plat, the RFID tag can’t be read because there is no magnetic
field found which is used as power supply by the tag. Whereas, the relay will
work at 6 second to open the door.
vi
KATA PENGANTAR
»-=¸¹' ¸~=¸¹' -' »~-
Segala puji hanya bagi Allah SWT, atas segala limpahan rahmat dan
karunia-Nya, sehingga penyusun dapat menyelesaikan pembuatan Skripsi ini.
Dalam pelaksanaan dan pembuatan Skripsi, penyusun juga banyak mendapatkan
bantuan dan dukungan dari berbagai pihak. Atas kelancaran selama pembuatan
Skripsi, maka penyusun juga mengucapkan banyak terima kasih dan penghargaan
yang sebesar-besarnya kepada :
1. Ayah dan Ibu tercinta serta adik-adik atas segala bentuk dukungannya.
2. Bapak Drs. Djoko Adi Widodo, MT, selaku Ketua jurusan Teknik Elektro
Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang.
3. Bapak Selo, ST. MSc. selaku dosen pembimbing I, Bapak Tatyantoro
Andrasto, ST, MT, selaku dosen pembimbing II atas segala bentuk
bimbingan dan arahannya dalam pembuatan skripsi ini.
4. Bapak Drs. Ngadirin, MT, selaku dosen wali.
5. Staf dan Karyawan jurusan teknik elektro UNNES.
6. Otto, Dian, Andre, Kundono, WidosariNet Café, Cimot, Kingkong, Sugi’,
Unclank, Jemblink, Bayu, Desy, Ronggo, dan semuanya.
Penyusun menyadari bahwa masih terdapat beberapa kekurangan dalam
laporan Skripsi ini. Untuk itu, kritik dan saran yang bersifat membangun sangat
penyusun harapkan dari semua pihak. Semoga laporan ini dapat bermanfaat
sebagaimana mestinya.
Semarang, Juni 2006
Penyusun
vii
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ............................................................................................ i
HALAMAN PENGESAHAN............................................................................... ii
HALAMAN PERNYATAAN............................................................................... iii
INTISARI............................................................................................................. iv
ABSTRACT......................................................................................................... v
KATA PENGANTAR.......................................................................................... vi
DAFTAR ISI ........................................................................................................ vii
DAFTAR GAMBAR............................................................................................ xi
DAFTAR TABEL ................................................................................................ xiii
DAFTAR LAMPIRAN......................................................................................... xiv
BAB I PENDAHULUAN..................................................................................... 1
1.1 Latar Belakang .................................................................................... 1
1.2 Permasalahan....................................................................................... 2
1.3 Pembatasan Masalah............................................................................ 3
1.4 Tujuan................................................................................................. 3
1.5 Manfaat ............................................................................................... 3
1.6 Sistematika Skripsi .............................................................................. 3
BAB II DASAR TEORI........................................................................................ 5
2.1 Teknologi Radio Frequency Identification….. ..................................... 5
2.1.1 Pengenalan Radio Frequency Identification ...................................... 5
2.1.2 Sejarah RFID.................................................................................... 7
2.1.3 Jenis- Jenis RFID.............................................................................. 8
viii
2.1.4 Bagian-bagian dari teknologi RFID .................................................. 11
2.1.5 Frekuensi Kerja RFID....................................................................... 14
2.1.6 Tingkat Akurasi RFID...................................................................... 15
2.1.7 Cara Kerja RFID............................................................................... 17
2.1.8 Aplikasi RFID .................................................................................. 18
2.2 Sistem Minimal Mikrokontroler AT89C51 .......................................... 23
2.2.1 Konfigurasi Mikrokontroler AT89C51.............................................. 23
2.2.2 SFR (Special Function Register) ....................................................... 27
2.2.3 Sistem Interupsi ................................................................................ 28
2.2.4 Timer/Counter .................................................................................. 30
2.2.5 Decoding System.............................................................................. 31
2.3 Liquid Crystal Display (LCD) ............................................................. 31
2.3.1 Deskripsi M1632 .............................................................................. 32
2.3.2 Kaki-kaki Modul M1632 .................................................................. 33
2.3.3 Struktur Memori LCD ...................................................................... 35
2.3.4 Register LCD.................................................................................... 37
2.3.5 Perintah-perintah M1632 .................................................................. 39
2.4 Relay Solenoid .................................................................................... 45
BAB III IMPLEMENTASI DAN PERANCANGAN............................................ 47
3.1 Perancangan Perangkat Keras .............................................................. 47
3.1.1 Gambaran Plant ................................................................................ 48
3.1.2 Rancangan Rangkaian....................................................................... 49
3.1.3 Sistem Minimal AT89C51................................................................ 50
ix
3.1.4 ID-10 Sebagai RFID reader .............................................................. 52
3.1.5 Unit Display ..................................................................................... 53
3.1.6 Memori Eksternal ............................................................................. 54
3.1.7 Unit Masukan ................................................................................... 56
3.1.8 Relay Magnetik ................................................................................ 57
3.1.9 Catu Daya......................................................................................... 57
3.2 Perancangan Perangkat Lunak ............................................................. 58
3.2.1Inisialisasi Program........................................................................... 60
3.2.2 Start Program.................................................................................... 62
3.2.3 Pengambilan Data Serial................................................................... 63
3.2.4 Penggabungan Data .......................................................................... 64
3.2.5 Membandingkan Data....................................................................... 66
3.2.6 Setting Nomer Baru.......................................................................... 67
3.2.7 Scaning Keypad................................................................................ 68
3.2.8 Sub Rutin Tampilan LCD................................................................. 70
BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN......................................................... 74
4.1 Pengujian Alat ..................................................................................... 74
4.1.1 Pengujian Perangkat Keras ............................................................... 74
4.1.1.1 Pengujian Sistem Minimal AT89C51............................................. 74
4.1.1.2 Pengujian RFID reader .................................................................. 75
4.1.1.3 Pengujian LCD.............................................................................. 77
4.1.1.4 Pengujian Keypad.......................................................................... 77
4.1.1.5 Pengujian Relai Solenoid ............................................................... 78
x
4.1.2 Pengujian Perangkat Lunak............................................................... 79
4.1.2.1 Seting Nomer ID Tag RFID........................................................... 80
4.2 Pembahasan Alat .............................................................................. 80
4.2.1 Penggunaan Port pada Mikrokontroler ........................................... 80
4.2.2 Bagian Radio Frequency Identification (RFID) .............................. 81
4.2.3 Bagian Relay Solenoid (Kunci)...................................................... 82
4.2.4 Bagian LCD................................................................................... 82
4.2.5 Bagian Keypad .............................................................................. 83
4.3 Perbandingan RFID dengan Magnetik Card...................................... 84
4.4 Pemasangan Kunci Pintu .................................................................. 86
BAB V PENUTUP ............................................................................................... 87
5.1 Simpulan .......................................................................................... 87
5.2 Saran ................................................................................................ 87
DAFTAR PUSTAKA........................................................................................... 89
LAMPIRAN......................................................................................................... 90
xi
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1 RFID tag dengan silicon chip dan antena eksternal ............................ 7
Gambar 2.2 Sistem kerja RFID............................................................................. 12
Gambar 2.3. Cara kerja reader RFID.................................................................... 17
Gambar 2.4 Blok diagram internal mikrokontroler AT89C51................................ 25
Gambar 2.5 Konfigurasi pin AT89C51.................................................................. 26
Gambar 2.6 Hubungan HD44780 dengan layar LCD............................................ 32
Gambar 2.7 Modul M1632................................................................................... 32
Gambar 2.8 Susunan data status HD44780 .......................................................... 38
Gambar 2.9 Karakter ‘D’ dikolom karakter kedua baris karakter pertama............. 41
Gambar 2.10 Kode perintah untuk menunjuk alamat 01h DDRAM...................... 42
Gambar 2.11 Relay elektromekanis....................................................................... 46
Gambar 3.1 Plant (rancangan) sistem kunci pintu ................................................. 48
Gambar 3.2 Rancangan rangkaian listrik............................................................... 49
Gambar 3.3 Sistem minimal AT89C51................................................................. 51
Gambar 3.4 Rangkaian Radio Frequency Identification reader ............................. 52
Gambar 3.5 Rangkaian unit display dan external memory ..................................... 53
Gambar 3.6 Pemasangan unit keypad pada mikrokontroler ................................... 56
Gambar 3.7 Rangkaian output kunci pintu............................................................. 57
Gambar 3.7 Rangkaian catu daya kunci pintu........................................................ 58
Gambar 3.8 Diagram alir program utama .............................................................. 59
Gambar 3.9 Diagram alur inisialisasi mikrokontroler ............................................ 60
Gambar 4.1 Pengujian kaki mikrokontroler pada port 1......................................... 75
xii
Gambar 4.2 Pengujian RFID................................................................................. 76
Gambar 4.3 Pemasangan Kunci............................................................................. 86
xiii
DAFTAR TABEL
Tabel 2.1. Perbandingan antara teknologi barcode dengan RFID .......................... 14
Gambar 2.2 Sistem kerja RFID............................................................................. 12
Tabel 2.2 Fungsi alternatif port 3 .......................................................................... 26
Tabel 2.3. Register pada SFR................................................................................ 28
Tabel 2.4. Alamat layanan rutin interupsi.............................................................. 29
Tabel 2.5 Konfigurasi kaki M1632...................................................................... 33
Tabel 2.6 Perintah-perintah M1632..................................................................... 38
Tebel 3.1 Kondisi setelah reset.............................................................................. 52
Tabel 4.1 Pengujian RFID tanpa penghalang......................................................... 76
Tabel 4.2 Pengujian RFID dengan penghalang...................................................... 77
Tabel 4.2 Perbandingan antara RFID dengan magnetic Card................................. 84
xiv
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran A Listing Program ................................................................................ 90
Lampiran B Skema Rangkaian.............................................................................. 110
Lampiran C Foto Alat ........................................................................................... 111
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Perkembangan teknologi sangat cepat seiring dengan waktu untuk
membantu kepentingan manusia. Berbagai penelitian telah dilakukan oleh
berbagai institusi dari seluruh penjuru dunia untuk menemukan teknologi
baru. Penemuan baru tersebut sebagai modal awal untuk menciptakan
teknologi yang lebih mutakhir dari teknologi sebelumnya. Berbagai upaya
dilakukan untuk menciptakan teknologi baru, misalnya dengan membangun
laboratorim yang mendukung penelitian. Dunia industri memiliki peran yang
sangat penting dalam perkembangan teknologi, di satu sisi sebagai produsen
teknologi baru dan di sisi lain sebagai konsumen yang membutuhkan
teknologi dalam proses produksi. Penelitian terus dilakukan untuk
menghasilkan teknologi baru dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan
manusia.
Semakin modern teknologi ternyata diikuti oleh semakin semakin
tinggi tingkat kriminal disuatu daerah. Tingkat kejahatan di Indonesia
mengalai peningkatan dari tahun ke tahun. Jenis kejahatan yang ditemukan
juga semakin bertambah, dari pembunuhan, perampokan dan pencurian
danlain sebagainya. Misalnya tingkat pencurian dari tahun ke tahun terus
mengalami peningkatan. Jenisnya pun semakin beragam, ada spesialis pencuri
kerndaraan, pencuri toko, pencuri rumah dan lain-lain. Masing-masing
1
2
mempunyai keahlian tertentu. Oleh karena itu dibutuhkan teknologi untuk
menghindari pencuri, misalnya pencuri rumah, diperlukan teknologi
pengaman rumah salah satunya adalah kunci rumah itu sendiri.
Teknologi kunci pintu sudah ada sejak lama dan terus berkembang dari
tahun ke tahun. Mulai dari kunci yang sering kita temukan di toko-toko
bangunan samapai kunci modern yang mempunyai teknologi yang lebih
mutakhir. Salah satu teknologi yang membantu perancangan kunci rumah
yang modern adalah radio frequency identification (RFID).
Teknologi RFID tergolong teknologi baru yang berkembang pesat
mengikuti teknologi yang lain. Teknologi yang digunakan oleh RFID sendiri
sebenarnya sudah ada sejak tahun 1920-an. Suatu teknologi yang lebih dekat
dengan RFID, yang dinamakan IFF transponder, beroperasi pada tahun 1939
dan digunakan oleh Inggris pada Perang Dunia II untuk mengenali pesawat
udara musuh atau teman.
Untuk menghadapi semakin meningkatnya kejahatan, terutama
pencurian di ruangan misalnya hotel, maka diperlukan instrument yang dapat
mencegah pencurian. Kunci pintu dengan teknologi radio frequency
identification (RFID) ini akan membantu mencegah terjadinya pencurian.
Dengan teknologi RFID akan lebih sulit untuk dibajak atau digandakan
kuncinya, karena teknologi ini masih jarang digunakan.
1.2 Permasalahan
3
Bagamana merencanakan sebuah sistem kunci pintu rungan hotel yang
bertujuan untuk menjaga privacy dan keamanan suatu ruangan dengan
teknologi Radio Frequency Identification?
1.3 Pembatasan Masalah
Sistem kunci pintu ruangan hotel ini terdiri dari sebuah RFID tag,
sebuah RFID reader (ID-10), sebuah sistem minimal AT89C51, unit keypad,
unit display dan sebuah relay magnetic yangterhubung dengan solenoid..
1.4 Tujuan
1. Tujuan dari penelitian skripsi ini adalah mengimplemantasikan Radio
Frequency Identification (RFID) pada mikrokontroler AT89C51 untuk
aplikasi kunci pintu ruangan hotel.
1.5 Manfaat
Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat untuk :
1. Menjaga privacy dan meningkatkan keamanan ruangan.
2. Meningkatkan pelayanandan kenyamanan pengguna ruangan.
1.6 Sistematika Skripsi
Laporan skripsi yang disusun memiliki sistematika sebagai berikut:
1. Bagian awal
Bagian pendahuluan ini berisi halamam judul, abstrak, halaman pengesahan,
motto dan persembahan, kata pengantar, daftar isi, daftar lampiran.
2. Bagian isi
4
BAB I. Judul pendahuluan dapat dijelaskan tentang latar belakang masalah,
perumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian serta
sistematika .
BAB II. Judul landasan teori yang dipakai dalam penelitian
BAB III. Perancangan dan Implementasi
BAB IV. Analisis dan pengukuran yang berisikan data atau hasil pengukuran yang
disertai pembahasan.
BAB V. Judul di akhir bab ini ditarik kesimpulan dari penelitian yang dilakukan
dan diberikan saran untuk penelitian selanjutnya
3. Bagian Akhir
Bagian akhir ini berisikan daftar pustaka dan lampiran-lampiran yang menunjang
penelitian.
5
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 Teknologi Radio Frequency Identification
2.1.1 Pengenalan Radio Frequency Identification
Radio Frecuency Identification (RFID) merupakan teknologi baru yang
mampu mengirimkan identitas berupa digit tertentu dengan menggunakan
gelombang radio. RFID sudah banyak digunakan pada pabrik dan sangat
bermanfaat untuk mendukung manajemen persediaan barang. RFID dapat
mengidentifikasi objek secara otomatis dan diprediksi dapat menggantikan
barcode yang telah lebih dahulu kenal.
Kartu RFID terdiri dari sebuah microchip yang mempunyai sebuah antena.
Di dalam kartu RFID tersebut dapat disimpan data yang ukurannya 2 kilobyte.
Informasi ini bisa berisi data dari sebuah objek, identifikasi unik untuk sebuah
objek dan informasi tambahan dari sebuah objek (tanggal pembuatan, tanggal
pengiriman barang dan kasus Supply chain). Untuk membaca data dari kartu
RFID ini diperlukan sebuah piranti pembaca yang akan memancarkan gelombang
radio dan menangkap sinyal yang dipancarkan oleh kartu RFID. Tag reader
meminta isi yang dipancarkan oleh signal Radio Frekuensi (RF). Tag merespon
dengan memancarkan kembali data resident secara lengkap meliputi serial nomor
urut yang unik. RFID mempunyai beberapa keuntungan yang utama melebihi
sistem barcode yaitu kemungkinan data dapat dibaca secara otomatis tanpa
memperhatikan garis arah pembacaan, melewati bahan non-konduktor seperti
kartun kertas dengan kecepatan akses beberapa ratus tag per detik pada jarak
5
6
beberapa (sekitar 100) meter. Tag RFID terbuat dari microchip dengan dasar
bahan dari silikon yang mempunyai kemampuan fungsi identitas sederhana yang
disatukan dalam satu desain. Kemampuan tag RFID untuk membaca dan menulis
(read/write), menyimpan data storage untuk mendukung enkripsi dan kontrol
akses.
RFID yang didesain dipadukan pada sistem identifikasi pada semua
tingkat rantai persediaan semua lini dilibatkan akan dapat mempunyai manfaat
tidak hanya untuk pabrik tetapi juga untuk konsumen, pengawas obat dan
makanan bahkan untuk pengelolaan limbah ruangan.
Sekarang ini RFID tag standard biasanya mampu menyimpan tidak lebih
dari 128 byte. Sebagian besar memori tersebut dipakai untuk kode produk
elektronik yang berisi informasi produsen, jenis produk, dan nomor serial. Karena
setiap RFID tag adalah unik, maka dua buah kaleng minuman ringan dengan jenis
yang sama akan memiliki kode yang berbeda, dimana sebaliknya jika
menggunakan barcode semua produk sejenis akan menggunakan kode yang sama.
Perbedaan lain antara barcode dan RFID adalah RFID tag memerlukan sumber
tenaga listrik untuk menggerakkan sirkuit rangkaian terpadu di dalam tag tersebut,
dan biasanya, tentunya, RFID tag tidak bisa menggunakan baterai yang membuat
biayanya menjadi mahal. Pemecahannya adalah dengan cara mengirimkan energi
listrik melalui medan elektromagnet dari reader ke RFID tag. Sebaliknya reader
dapat membaca banyak RFID tag dalam waktu bersamaan dalam jarak antara
beberapa cm sampai 10 meter atau lebih.
7
Gambar 2.1. RFID tag dengan silicon chip dan antena eksternal
2.1.2 Sejarah RFID
Teknologi untuk memancarkan gelombang radio yang merupakan cikal
bakal teknologi RFID sudah berkembang sejak Perang Dunia II. Jepang, Amerika,
dan Jerman. Pada masa itu sudah manusia menggunakan teknologi radar untuk
alat bantu perang. Watson-Watt yang memimpin proyek rahasia di Inggris
membangun active Identity Friend or Foe (IFF) yang diletakkan pada setiap
pesawat di Inggris. Teknologi yang digunakan oleh RFID sendiri sebenarnya
sudah ada sejak tahun 1920-an. Suatu teknologi yang lebih dekat dengan RFID,
yang dinamakan IFF transponder, beroperasi pada tahun 1939 dan digunakan oleh
Inggris pada Perang Dunia II untuk mengenali pesawat udara musuh atau teman.
Ketika pesawat Inggris tertangkap oleh radar, maka pesawat itu akan
memancarkan sinyal ke radar yang mengidentifikasi bahwa pesawat tersebut
adalah teman. IFF ini sudah menggunakan prinsip dasar teknologi RFID. Pada
tahun 1945, Leon Theremin yang ditemukan oleh suatu alat spionase untuk
pemerintah Soviet yang memancarkan lagi gelombang radio peristiwa dengan
informasi audio.
8
Frekuensi radio sebagai pembangkit dan pengirim identitas telah diteliti
oleh para ilmuan sekitar tahun 1950-1960. Hasil penelitian tersebut yang masih
dipakai hingga kini adalah anti-thelf systm yang digunakan untuk mendeteksi
apakah barang sudah dibayar atau belum. Pada tahun 1973, RFID yang bias diisi
dengan data secara berulang mulai ditemukan di Amerika. Penggunaan RFID
untuk maksud tracking pertama kali digunakan sekitar tahun 1980-an. RFID
dengan cepat mendapat perhatian karena kemampuannya dalam men-tracking
atau melacak objek yang bergerak. Seiring dengan perkembangan teknologi, maka
teknologi RFID sendiri pun juga berkembang sehingga nantinya penggunaan
RFID bisa digunakan untuk kehidupan sehari-hari. Kemudian pada tahun 1990
IBM membuat RFID yang menggunakan gelombang UHF sehingga mampu
memancarkan sinyal lebih jauh dan lebih cepat. Meskipun demikian baru pada
periode 1999-2003 RFID diadopsi oleh banyak perusahaan.
2.1.3 Jenis- Jenis RFID
Pada awalnya RFID terdiri dari dua jenis yaitu menggunakan baterai
(aktif) dan tidak menggunakan baterai (pasif), yang tidak menggunakan baterai
hanya dapat dibaca, sedang yang menggunakan baterai dapat dibaca dan ditulis.
1. RFID Aktif
Pada sistem RFID aktif ini kartu RFID mempunyai sumber daya sendiri
dan mempunyai transmitter. Sumber daya yang digunakan bisa berasal dari
baterai atau tenaga surya. Karena mempunyai sumber daya sendiri, RFID jenis ini
mempunyai jangkauan yang lebih luas, yaitu antara 20 meter sampai 100 meter.
Kartu ini akan melakukan broadcast sinyal untuk mengirimkan data dengan
9
menggunakan transmitter yang dimiliknya. RFID jenis ini biasanya beroperasi
pada frekuensi 455 MHz, 2,45 GHz, atau 5,8 GHz. Kartu jenis ini digunakan pada
aset bernilai besar (kargo, kontainer atau mobil) karena kartu jenis ini berharga
relatif mahal. Kartu RFID aktif ini dapat dibagi lagi menjadi 2 jenis: trasnponder
dan beacon. Transponder hanya akan melakukan broadcast ketika mereka
menerima sinyal dari piranti pembaca. Contoh umum dari sistem ini adalah pada
sistem pembayaran di gerbang jalan tol. Pada saat mobil memasuki pintu keluar,
maka piranti pembaca pada gerbang akan mengirim sinyal yang akan
membangunkan transponder di kaca depan. Transponder kemudian akan
melakukan broadcast data yang berisi identitas mobil tersebut. Beacon banyak
digunakan pada Real-Time Locating Sistem (RTLS), yaitu sistem untuk
mengetahui lokasi suatu objek dengan cepat. Pada beacon, sinyal dikirimkan
secara periodik pada selang interval tertentu. Frekuensi pengiriman sinyal
bergantung pada tingkat kepentingan untuk mengetahui letak aset. Sinyal yang
dipancarkan oleh beacon ditangkap dengan menggunakan minimal 3 buah piranti
pembaca. Harga dari sistem RFID aktif ini berkisar antara $10 - $50 (95.000 s.d.
475.000). Harga tersebut dipengaruhi oleh besar memory yang digunakan dan
daya tahan sumber daya. Kartu RFID aktif ini juga dapat ditambah dengan alat
pembaca temperatur udara atau kelembaban udara, ada tidaknya sensor ini juga
akan mempengaruhi harga dari kartu.
2. RFID Pasif
Pada sistem RFID pasif, kartu tidak mempunyai transmitter maupun
sumber daya. Harga dari kartu dengan sistem ini biasanya lebih murah (harga
10
kartu RFID pasif sekitar 20 sen s.d. 40 sen) dari kartu RFID aktif. Kartu jenis ini
juga tidak membutuhkan perawatan. Transponder RFID terdiri dari microchip
yang menempel pada antena. Karena ukurannya yang kecil, transponder bisa saja
dibungkus dalam berbagai macam bentuk, seperti di dalam lipatan kertas, di
dalam kertas berlabel barcode, atau di dalam kartu plastik. Bentuk pembungkus
yang digunakan tergantung pada jenis karakteristik aplikasi yang menggunakan
RFID ini. Kartu RFID pasif ini dapat menggunakan low frequency (124 kHz, 125
kHz, atau 135 kHz), high frequency (13,56MHz), atau UHF (860 MHz-960 MHz).
Jenis frekuensi yang digunakan juga sangat bergantung pada karakteristik aplikasi
karena tiap rentang frekuensi mempunyai karakteristik tertentu. Pada rentang
frekuensi tertentu gelombang radio tidak dapat menembus benda logam atau air,
rentang frekuensi juga mempunyai karakteristik jarak maksimum pancaran
gelombang radio yang berbeda-beda. Perusahaan pengguna RFID umumnya
banyak menggunakan RFID pasif berfrekuensi UHF dibandingkan dengan low
frequency atau high frequency. Hal ini karena kartu RFID pasif yang
menggunakan UHF berharga lebih murah dan jangkauannya lebih luas
(jangkauannya sampai dengan 3,33 meter). Banyak aplikasi biasanya
membutuhkan kartu RFID yang dapat dibaca pada jarak minimal 3 meter dari
piranti pembaca. Aplikasi jenis ini misalnya aplikasi pengelolaan barang di
gudang yang memerlukan kartu dapat dibaca ketika masuk pintu, dan jangkauan
kartu tentu saja minimal 3 meter. Sedangkan kartu RFID yang menggunakan low
frequency hanya dapat dibaca pada jarak maksimal 0,3 meter dari piranti
pembaca, sedang untuk high frequency dapat dibaca pada jarak 1 meter. Metode
11
pengiriman data kartu RFID pasif ke piranti pembaca dapat dibagi menjadi 2
macam, yaitu:
1. Inductive Coupling
Gulungan tembaga pada piranti pembaca membangkitkan medan
elektromagnetik,
kemudian gulungan yang ada di kartu RFID terinduksi oleh medan ini, hasil
induksi inilah yang menjadi sumber tenaga bagi kartu RFID untuk mengirimkan
kembali sinyal yang berisi data ke piranti pembaca. Karena menggunakan prinsip
induksi ini, maka jarak antara kartu RFID dengan piranti pembaca juga harus
pendek agar induksi dapat ditangkap. Inductive coupling ini digunakan pada kartu
RFID dengan low frequency dan high frequency.
2. Propagation Coupling
Pada sistem ini, energi yang digunakan berasal dari energi elektromagnetik
(gelombang radio) yang dipancarkan oleh piranti pembaca. Kartu RFID kemudian
akan mengumpulkan energi elektromagnetik ini untuk digunakan sebagai sumber
daya mengirimkan data yang dimilikinya ke piranti pembaca. Mekanisme ini
disebut dengan backscatter. Modulasi bit data ke frekuensi bisa menggunakan
amplitude shift keying, phase shift keying, atau frequency shift keying.
2.1.4 Bagian-bagian dari teknologi RFID
2.1.4.1 Pembaca RFID (RFID Reader)
Sebuah pembaca RFID harus menyelesaikan dua buah tugas, yaitu:
§ Menerima perintah dari software aplikasi
§ Berkomunikasi dengan tag RFID
12
Pembaca RFID adalah merupakan penghubung antara software aplikasi
dengan antena yang akan meradiasikan gelombang radio ke tag RFID. Gelombang
radio yang diemisikan oleh antena berpropagasi pada ruangan di sekitarnya.
Akibatnya data dapat berpindah secara wireless ke tag RFID yang berada
berdekatan dengan antena.
Gambar 2.2 Sistem kerja RFID
2.1.4.2 Tag RFID (Kartu RFID/Transponder)
Tag RFID adalah devais yang dibuat dari rangkaian elektronika dan antena
yang terintegrasi di dalam rangkaian tersebut. Rangkaian elektronik dari tag RFID
umumnya memiliki memori sehingga tag ini mempunyai kemampuan untuk
menyimpan data. Memori pada tag dibagi menjadi sel-sel. Beberapa sel
menyimpan data Read-Only, misalnya serial number yang unik yang disimpan
pada saat tag tersebut diproduksi. Sel lain pada RFID mungkin juga dapat ditulis
dan dibaca secara berulang.
Berdasarkan catu daya tag, tag RFID dapat digolongkan menjadi:
13
1. Tag Aktif: yaitu tag yang catu dayanya diperoleh dari baterai, sehingga akan
mengurangi daya yang diperlukan oleh pembaca RFID dan tag dapat
mengirimkan informasi dalam jarak yang lebih jauh. Kelemahan dari tipe tag
ini adalah harganya yang mahal dan ukurannya yang lebih besar karena lebih
komplek. Semakin banyak fungsi yang dapat dilakukan oleh tag RFID maka
rangkaiannya akan semakin komplek dan ukurannya akan semakin besar.
2. Tag Pasif: yaitu tag yang catu dayanya diperoleh dari medan yang dihasilkan
oleh pembaca RFID. Rangkaiannya lebih sederhana, harganya jauh lebih
murah, ukurannya kecil, dan lebih ringan. Kelemahannya adalah tag hanya
dapat mengirimkan informasi dalam jarak yang dekat dan pembaca RFID
harus menyediakan daya tambahan untuk tag RFID.
Setiap bagian Tag terdiri dari :
1. Silicon Mikroprosesor
Ini adalah sebuah chip yang terletak dalam sebuah tag yang berfungsi
sebagai penyimpan data.
2. Metal Coil
Sebuah komponen yang terbuat dari kawat alumunium yang berfungsi
sebagai antena yang dapat beroperasi pada frekuensi 13,56 MHz. Jika sebuah tag
masuk ke dalam jangkauan reader maka antena ini akan mengirimkan data yang
ada pada tag kepada reader terdekat.
3. Encapsulating Material
Encapsulating Matrial adalah bahan yang membungkus tag yang terbuat
dari bahan kaca.
14
Tag RFID telah sering dipertimbangkan untuk digunakan sebagai barcode
pada masa yang akan datang. Pembacaan informasi pada tag RFID tidak
memerlukan kontak sama sekali. Karena kemampuan rangkaian terintegrasi yang
modern, maka tag RFID dapat menyimpan jauh lebih banyak informasi
dibandingkan dengan barcode. Pada table 2.1 ditunjukkan perbedaan utama antara
barcode dan RFID.
Tabel 2.1. Perbandingan antara teknologi barcode dengan RFID
2.1.5 Frekuensi Kerja RFID
Faktor penting yang harus diperhatikan dalam RFID adalah frekuensi kerja
dari sistem RFID. Ini adalah frekuensi yang digunakan untuk komunikasi wireless
antara pembaca RFID dengan tag RFID. Ada beberapa band frekuensi yang
digunakan untuk sistem RFID. Pemilihan dari frekuensi kerja sistem RFID akan
mempengaruhi jarak komunikasi, interferensi dengan frekuensi sistem radio lain,
kecepatan komunikasi data, dan ukuran antena. Untuk frekuensi yang rendah
umumnya digunakan tag pasif, dan untuk frekuensi tinggi digunakan tag aktif.
Pada frekuensi rendah, tag pasif tidak dapat mentransmisikan data dengan jarak
15
yang jauh, karena keterbatasan daya yang diperoleh dari medan elektromagnetik.
Akan tetapi komunikasi tetap dapat dilakukan tanpa kontak langsung. Pada kasus
ini hal yang perlu mendapatkan perhatian adalah tag pasif harus terletak jauh dari
objek logam, karena logam secara signifikan mengurangi fluks dari medan
magnet. Akibatnya tag RFID tidak bekerja dengan baik, karena tag tidak
menerima daya minimum untuk dapat bekerja. Pada frekuensi tinggi, jarak
komunikasi antara tag aktif dengan pembaca RFID dapat lebih jauh, tetapi masih
terbatas oleh daya yang ada. Sinyal elektromagnetik pada frekuensi tinggi juga
mendapatkan pelemahan (atenuasi) ketika tag tertutupi oleh es atau air. Pada
kondisi terburuk, tag yang tertutup oleh logam tidak terdeteksi oleh pembaca
RFID. Ukuran antena yang harus digunakan untuk transmisi data bergantung dari
panjang gelombang elektromagnetik. Untuk frekuensi yang rendah, maka antena
harus dibuat dengan ukuran yang lebih besar dibandingkan dengan RFID dengan
frekuensi tinggi.
2.1.6 Tingkat Akurasi RFID
Akurasi RFID dapat didefinisikan sebagai tingkat keberhasilan pembaca
RFID melakukan identifikasi sebuah tag yang berada pada area kerjanya.
Keberhasilan dari proses identifikasi sangat dipengaruhi oleh beberapa batasan
fisik, yaitu:
§ Posisi antena pada pembaca RFID
§ Karakteristik dari material lingkungan yang mencakup sistem RFID
§ Batasan catu daya
§ Frekuensi kerja sistem RFID
16
a. Akurasi Sistem RFID Frekuensi Rendah
Pada frekuensi rendah, contohnya pada frekuensi 13,56 MHz, komunikasi
frekuensi radio antara tag dengan pembaca RFID sangat bergantung pada daya
yang diterima tag dari antena yang terhubung dengan pembaca RFID. Pada ruang
bebas, intensitas dari medan magnet yang diemisikan oleh antena berkurang
terhadap jarak, maka terdapat batas jarak dimana tag tidak aktif, dan komunikasi
frekuensi radio tidak dapat terjadi. Pengurangan ukuran tag akan mengurangi juga
batas jarak. Komunikasi radio berkurang jika medan magnet harus menembus
material yang mengurangi daya elektromagnetik, contohnya pada kasus objek
dengan bahan logam. Tag RFID tidak akan terdeteksi ketika ditaruh di dalam
logam, karena material logam akan meredam fluks magnet yang melalui tag
secara drastis. Orientasi dari tag sangat penting dan dapat menyebabkan medan
magnet bervariasi. Jika orientasi tag RFID sejajar dengan arah propagasi energi,
maka fluks adalah nol dan komunikasi radio frekuensi tidak akan terjadi walaupun
jarak antara antena dan tag sangat dekat.
b. Akurasi Sistem RFID Frekuensi Tinggi
Pada frekuensi tinggi, perfomansi dari sistem RFID sangat bergantung
pada lingkungan dimana komunikasi di antara tag dan pembaca RFID terjadi.
Pada jarak tanpa hambatan proses identifikasi dapat terjadi pada jarak pada orde
10 meter. Tetapi bila ada hambatan maka jarak ini akan berkurang secara drastis.
Pada frekuensi tinggi, tag RFID bekerja secara aktif dengan daya dari baterai.
Akurasi dari tag RFID dapat berkurang karena kekurangan daya. Akurasi dari
sistem RFID pada umumnya sangat bergantung dari lingkungan dimana sistem
17
RFID dioperasikan. Tantangan desain sistem RFID adalah melakukan desain
infrastruktur RFID di antara lingkungan yang kurang bersahabat yang telah
dijelaskan sebelumnya.
2.1.7 Cara Kerja RFID
Label tag RFID yang tidak memiliki baterai antenalah yang berfungsi
sebagai pencatu sumber daya dengan memanfaatkan medan magnet dari pembaca
(reader) dan memodulasi medan magnet, yang kemudian digunakan kembali
untuk mengirimkan data yang ada dalam tag label RFID. Data yang diterima
reader diteruskan ke database host komputer. Pada Gambar 2.3, skema proses
kerja RFID.
Gambar 2.3. Cara kerja reader RFID
Kerugian penyebaran penggunaan RFID yang universal akan memudahkan
terbukanya privasi, sepionase, dan menimbulkan ancaman keamanan baru pada
suatu lingkungan pabrik yang tertutup sekalipun. Penjualan eceran yang diberi
label RFID dengan tag yang tidak dilindungi akan dapat dimonitor dan di-tracked
oleh pesaing lain. Pabrik mengeluarkan biaya pembuatan RFID lebih tinggi
supaya dapat pendukung kriptografi seperti disampaikan Stephen A. Weis “Most
manufacturing processes currently deploying RFID sistems are for higher value
18
items, allowing tag costs to be in the US$0.50-US$1.00 range. Tags priced in this
range could support basic cryptographic primitives or tamper-resistant
packaging,”. Tag yang menghabiskan biaya besar ini diharapkan dapat
mendukung sistem keamanan dengan kriptografi.
2.1.8 Aplikasi RFID
RFID telah banyak digunakan untuk aplikasi bisnis. Perusahaan penyedia
solusi aplikasi berbasis RFID ini juga telah banyak berkembang. Oracle juga telah
memberi dukungan terhadap aplikasi berbasis RFID ini dari segi basis data.
Xpaseo menyediakan solusi berupa integrasi data yang dikirimkan oleh RFID
dengan aplikasi bisnis. Zebra Technologies menyediakan aplikasi penunjang
supply chain management dengan menggunakan bantuan RFID. Beberapa contoh
aplikasi bisnis yang telah menggunakan bantuan RFID adalah:
1. Asset tracking, RFID dapat membantu mengetahui aset yang hilang, dicuri,
atau untuk mengetahui letak aset. Air Canada menggunakan aplikasi ini untuk
memonitor kereta makanan mereka yang tersebar di seluruh dunia.
2. Supply chain management, RFID dapat digunakan untuk melakukan otomasi
di beberapa proses pada supply chain management sehingga akan mengurangi
biaya pekerja, mempercepat waktu, dan meningkatkan ketepatan data.
3. Payment sistem, RFID dapat mempermudah dan mempercepat sistem
pembayaran. Contoh dari sistem ini adalah pembayaran di pintu tol,
pengendara dapat membayar biaya tol tanpa harus berhenti.
19
4. Manufacturing, RFID pada industri perakitan telah digunakan sejak satu
dekade yang lalu. Dengan menggunakan RFID ini maka bagian yang akan
dirakit dapat dilacak dan pekerjaan yang sedang berjalan dapat dimonitor.
Untuk sebuah produk hasil pertanian yang dijual di supermarket, jika
selama ini dengan menggunakan barcode hanya data jenis produk yang mampu
tersimpan, di masa datang diharapkan RFID tag mampu menyimpan tidak hanya
data jenis produk namun juga misalnya untuk sebuah produk beras dapat
diketahui daerah asal produksi beras, kapan beras itu pertama kali ditanam dan
dipanen, metode penanaman dan pembuatannya, bahkan nama dan data petaninya
secara otomatis. Keuntungan lain adalah kasir maupun pembeli dapat mengetahui
total harga barang yang ada di keranjang belanja dalam waktu sekejap, atau
bahkan kasir bisa mengetahui barang-barang yang mungkin saja dikutil oleh
pembeli yang tidak diletakkan di keranjang belanja.
Aplikasi lain penggunaan RFID misalnya dalam pengiriman barang yang
selalu dapat diawasi secara real time (waktu sebenarnya) dalam waktu yang tak
lama lagi dapat terwujud. Orang yang tinggal di Tokyo akan mengirimkan paket
kepada rekan bisnisnya di London, dimana paket tersebut dilengkapi RFID tag
sehingga bisa selalu diamati rute perjalanannya. Orang Tokyo dapat mengetahui
lokasi-lokasi paket tersebut pada waktu tertentu dengan mengaksesnya melalui
internet saat paket itu mulai dikirim dari rumah orang Jepang tersebut di Shibuya
sampai ke Bandara Narita, dia juga tahu kapan paketnya diangkut ke dalam
pesawat JAL di Narita dan kapan paketnya diturunkan dari pesawat di Bandara
Heathrow, lalu akhirnya paket itu ada dalam perjalanan dari bandara sampai di
20
kediaman orang London. Hal ini semua bisa dilakukan karena paket yang
dilengkapi RFID tag itu teridentifikasi oleh reader-reader yang terpasang pada
gate-gate yang dilaluinya, yang tak mungkin dilakukan jika proses identifikasi itu
tidak secara otomatis dan tidak menggunakan gelombang elektromagnet.
Tak lama lagi, lingkungan kita akan mengenal diri kita bahkan tanpa kita
sadari berkat teknologi-teknologi IPv6, RFID atau teknologi sensor lainnya.
Laporan menunjukkan bahwa di banyak negara jumlah telepon seluler melampaui
telepon biasa (non-seluler), bahkan di negara-negara tertentu perbandingan antara
jumlah saluran telepon seluler dan total saluran telepon sudah melampaui angka
90%. Masyarakat di Tokyo misalnya, sebagian besar dari mereka selalu terhubung
dengan internet dengan membawa telepon seluler di saat bepergian. Nantinya,
informasi-informasi yang ada di RFID tag di pesawat telepon seluler kita, dan
reader-reader yang tersebar di seluruh pelosok kota misalnya di setiap ticket gate
di stasiun-stasiun kereta, akan diperbaharui dengan adanya komunikasi antara
RFID tag dan RFID reader, saat kita melintas di dekat gate-gate tersebut. Dengan
cara ini, seorang boss di kantor dapat mengecek apakah salesman-salesman di
kantornya bekerja baik menawarkan produk-produk perusahaan itu kepada
pelanggan atau tidak. Sebuah keuntungan bagi perusahaan namun pelanggaran
privasi bagi salesman yang merasa selalu diamati langkahnya.
Sebelum kita menilai apakah teknologi seperti ini melanggar privasi atau
tidak, mari kita melihat kasus lain. Sebuah SD di Propinsi Wakayama di Jepang
akan mencoba penggunaan RFID tag yang akan dipasang di tas sekolah dan tag
nama di seragam siswanya. Sementara RFID reader akan dipasang di pintu
21
gerbang sekolah, dan berbagai lokasi di dalam sekolah. Dengan cara ini reader
akan mencatat apakah ada murid yang membolos atau tidak dan mengirim e-mail
secara otomatis kepada orang tua murid yang membolos itu. Cara ini juga dapat
mencegah jika ada orang yang tidak dikenal masuk ke dalam lingkungan sekolah
atau terjadi tindakan ijime atau penindasan/kenakalan di antara sesama murid
yang marak terjadi di sekolah-sekolah di Jepang. Dengan tambahan instalisasi
RFID reader di jalur-jalur yang dilalui murid-murid diharapkan dapat mencegah
kasus penculikan dan menjamin keselamatan murid-murid.
Persoalan yang tersisa adalah distribusi informasi yang berhubungan
dengan privasi seseorang. Karena penyalahgunaan wewenangan akses informasi
ini akan melebihi dari penyadapan suara atau apa yang bisa diamati oleh seorang
admin terhadap usernya pada sebuah internet network. Seseorang akan tercatat
semua gaya hidupnya dengan terinstalisasinya RFID reader di berbagai pelosok
kota, dimulai dari pagi hari saat keluar rumah sampai pulang saat malam hari,
karena dalam sehari dia menggunakan kendaraan umum sebagai alat
transportasinya, juga karena dia harus belanja di supermarket atau convenient
store untuk kebutuhannya, dan lain sebagainya. Pemerintah dalam hal ini harus
menjadi pelopor dengan menetapkan peraturan yang dapat mencegah terjadinya
pelanggaran privasi oleh pengguna maupun penyelenggara sistem identifikasi ini.
Juga sektor industri pembuat sistem RFID ini tentunya juga harus mampu
menyediakan teknologi yang menggunakan teknologi nirkabel (wireless) ini
mengakomodasi bandwidth yang cukup untuk kebutuhan dan dapat diakses
22
dengan cepat dan aman. Hanya reader yang terautorisasi sajalah yang dapat
mengakses tag.
Perusahaan Hitachi tahun lalu mengeluarkan produk baru untuk RFID tag
yang disebut -chip yang tak lebih besar dari sebongkah garam. Berbeda dengan
RFID tag yang ada sebelumnya yang menggunakan external antena, -chip yang
0,4x0,4 mm2 ini menggunakan internal antena yang dibuat di dalam silicon chip.
Dengan ditambah kemasan yang baik, -chip dapat dipasang tidak hanya di
produk yang dijual di supermarket, namun juga di uang kertas untuk mencegah
pemalsuan mata uang mengingat terbatasnya foundry di dunia ini yang bisa
memproduksi silikon chip. Atau bisa juga RFID-tag itu diselipkan di tag merek-
merek pakaian atau langsung ke tekstil itu sendiri sehingga kita bahkan bisa tahu
misalnya waktu terakhir kita mencuci pakaian itu di mesin cuci. Yang tentu
menjadi berbahaya kalau RFID-tag di pakaian kita bisa terbaca oleh suatu reader
yang tidak berhak sehingga semua jenis pakaian yang kita kenakan termasuk
pakaian dalam tentunya. Kasus ini bukan mengada-ada, karena pelanggaran
privasi serupa ini menyebabkan kekhawatiran di kalangan masyarakat yang
menyebabkan terjadinya demonstrasi menentang penggunaan RFID di sebuah
kota di Jerman beberapa waktu yang lampau.
Kasus penerapan teknologi RFID inilah yang mungkin bisa disebut
sebagai contoh dibutuhkannya kode etik dalam dunia teknologi dan engineering,
seperti juga adanya kode etik dalam lingkungan kedokteran, hukum, maupun
sastra.
23
Mungkin dalam beberapa waktu terakhir kita pernah mendengar istilah
ubiquitous computing, atau ubiquitous network. Kata ‘Ubiquitous’ menurut kamus
Merriam-Webster bisa diartikan sebagai ‘ada di berbagai tempat dalam waktu
yang sama’. Sehingga konsep ubiquitous computing, atau ubiquitous network itu
mungkin bisa diterjemahkan secara sempit misalnya sebagai kemampuan akses ke
sebuah network (internet) di mana saja. Konsep ubiquitous network diharapkan
akan menjadi semakin luas di masa depan berkat hadirnya teknologi RFID.
Teknologi yang ada saat ini hanya mampu mengenal dan mengidentifikasi divais-
divais elektronik yang terhubung dengan internet dengan IP address saja.
Di masa depan, dengan berkembangnya pemanfaatan teknologi RFID ini,
tidak hanya divais-divais elektronik seperti komputer, PDA atau telepon seluler
tetapi juga bahkan diharapkan semua barang-barang non-elektronik yang ada di
sekitar kita dapat diidentifikasi secara otomatis. Perkembangan ini juga seiring
dengan lahirnya teknologi internet protokol baru yang disebut IPv6 yang
menggunakan 128 bit address yang berarti mampu mengakomodasi lebih dari
3x1.038 alamat. Sementara IPv4 yang ada saat ini hanya memiliki 32 bit address
sehingga alamat-alamat yang tersedia terasa sudah sangat terbatas. Teknologi
RFID ini diharapkan dapat mewujudkan suatu infrastruktur baru yang mengubah
gaya hidup dan peradaban suatu kelompok masyarakat di masa depan seperti juga
perubahan-perubahan yang terjadi pada gaya hidup masyarakat sejak lahirnya
komputer dan internet.
2.2 Sistem Minimal Mikrokontroler AT89C51
2.2.1 Konfigurasi Mikrokontroler AT89C51
24
Untuk mengimplementasikan pengendali pada kunci pintu hotel ini maka
digunakan mikrokontroler AT89C51 buatan Atmel. Mikrokontroler AT89C51
adalah sebuah sistem mikrokontroler 8 bit dan memiliki 4 Kbyte Flash
Programmable and Erasable Read Only Memory (FPEROM), AT89C51
merupakan memori dengan teknologi nonvolatile memory, isi memori dapat diisi
ulang atau dihapus berkali-kali. Instruksi-instruksi maupun pin-nya kompatibel
dengan standar MCS 51 code sehingga memungkinkan mikrokontroler ini untuk
bekerja dengan mode single chip operation (mode keeping operasi tunggal) yang
tidak memerlukan memory external (memori luar) untuk menyimpan source kode
tersebut. Dengan jenis memori flash memudahkan memori program untuk
diprogram ulang sistem. AT89C51 memiliki beberapa kelebihan antara lain: 4
Kbyte flash memory, RAM 128 byte, 32 jalur input-output, dua timer 16 bit, lima
sumber interupsi, port serial dua arah, rangkaian detak (clock), dan osilator
internal. AT89C51 mempunyai struktur memori terdiri atas:
• RAM internal, memori sebesar 128 byte yang biasanya digunakan
unuk menyimpan variabel atau data yang bersifat sementara.
• Special Function Register (Register Fungsi Khusus), memori yang
berisi register-register yang mempunyai fungsi-fungsi khusus yang
disediakan oleh mikrokontroler tersebut, seperti timer, serial dan
lain-lain.
• Flash PEROM, memori yang digunakan untuk menyimpan
instruksi-instruksi MCS51.
25
Blok diagram internal mikrokontroler AT89C51 diperlihatkan pada
Gambar 2.4.
.
Gambar 2.4 Blok diagram internal mikrokontroler AT89C51
Konfigurasi pin-pin mikrokontroler AT89C51 diperlihatkan pada Gambar
2.5. Penjelasan dari masing-masing pin adalah sebagai berikut:
a. Pin 1 sampai 8 (Port 1) merupakan port pararel dua arah (bidirectional) yang
dapat digunakan untuk berbagai keperluan.
b. Pin 9 (Reset) adalah masukan reset. Pin ini dihubungkan dengan rangkaian
power on reset.
c. Pin 10 sampai 17 (Port 3) adalah port pararel 8 bit dua arah yang memiliki
fungsi alternatif. Fungsi alternatif dari tiap Port 3 dicantumkan pada Tabel 2.2
26
Tabel 2.2 Fungsi alternatif port 3
Gambar 2.5 Konfigurasi pin AT89C51
d. Pin 18 (XTAL 1) adalah pin masukan ke rangkaian osilator internal. Sebuah
osilator kristal atau sumber osilator luar dapat digunakan.
e. Pin 19 (XTAL 2) adalah pin keluaran ke rangkaian osilator internal. Pin ini
digunakan bila memakai osilator kristal.
27
f. Pin 20 (Ground) dihubungkan ke Vss atau ground
g. Pin 21 sampai 28 (Port 2) adalah Port paralel 2 (P2) selebar 8 bit dua arah
(bidirectional). Port 2 ini mengirimkan byte alamat bila dilakukan
pengaksesan memori eksternal.
h. Pin 29 adalah pin PSEN (Program Store Enable) yang merupakan sinyal
pengontrol untuk membaca memori program eksternal.
i. Pin 30 adalah pin ALE/PROG (Address Latch Enable) yang digunakan
untukmenahan alamat memori eksternal selama pelaksanaan instruksi. Pin ini
juga sebagai input pulsa program selama pemrograman flash.
j. Pin 31 (EA/Vpp). Pin EA harus dihubungkan ke GND agar piranti bias
mengambil kode dari memori program eksternal dengan lokasi awal 0000H
sampai FFFFH. EA harus dihubungkan ke VCC untuk eksekusi program
internal.Pin ini juga menerima tegangan 12 volt selama pemrograman flash.
k. Pin 32 sampai 39 (Port 0) merupakan port paralel 8 bit open drain dua arah.
Bila digunakan untuk mengakses memori luar, port ini akan memultipleks
alamat memori dengan data.
l. Pin 40 (Vcc) dihubungkan ke Vcc (+5 volt).
2.2.2 SFR (Special Function Register)
SFR atau register fungsi khusus murupakan suatu daerah RAM dalam IC
keluarga MCS51 yang digunakan untuk mengatur perilaku MCS51 dalam hal-hal
khusus, misalnya tempat untuk berhubungan dengan port paralel P1 atau P3, dan
sarana input/output lainnya, tapi tidak umum dipakai untuk menyimpan data
seperti layaknya memori-data. SFR dalam RAM internal menempati lokasi alamat
28
80h sampai 7Fh. Masing-masing register pada SFR ditunjukkan dalam Tabel 2.3,
yang meliputi simbol, nama dan alamatnya.
Tabel 2.3. Register pada SFR
2.2.3 Sistem Interupsi
Apabila CPU pada mikrokontroler AT89C51 sedang melaksanakan suatu
program, maka pelaksanaan program dapat dihentikan sementara dengan meminta
interupsi. Maka interupsi adalah suatu kejadian atau peristiwa yang menyebabkan
29
mikrokontroler berhenti sejenak untuk melayani iterupsi tersebut, apabila CPU
mendapat permintaan interupsi, program counter akan diisi alamat dari vektor
interupsi. CPU kemudian melaksanakan rutin pelayanan interupsi mulai dari
alamat tersebut. Bila rutin pelayanan interupsi selesai dilaksanakan, CPU
AT89C51 kembali ke pelaksanaan program utama yang ditinggalkan. Instruksi
RETI (return from interupt routine) harus digunakan untuk kembali dari layanan
rutin interupsi. Sebuah program yang seharusnya berjalan terus lurus, tiba-tiba
terjadi interupsi dan harus melayani interupsi tersebut hingga selesai sebelum ia
akan meneruskan pekerjaanya. Instruksi ini digunakan agar saluran interupsi
kembali dapat dipakai. Mikrokontoler AT89C51 menyediakan 5 sumber interupsi
yaitu: interupsi eksternal (External interupt) yang berasal dari pin 0 INT dan 1
INT , interupsi timer (Timer Interupt) yang berasal dari timer 0 maupun timer 1,
dan yang terakhir adalah interupsi port seri (Serial Port Interupt) yang berasal dari
bagian penerima dan pengirim port seri. Alamat awal layanan rutin interupsi dari
setiap sumber interupsi diperlihatkan pada Tabel 2.4
Tabel 2.4. Alamat layanan rutin interupsi
Ada dua buah register yang mengontrol interupsi, yaitu IE (Interupt
Enable) dan IP (Interupt Priority). Register IE berfungsi untuk mengaktifkan atau
30
menonaktifkan sumber interupsi, sedangkan register IP digunakan untuk
menentukan prioritas suatu sumber interupsi terhadap sumber interupsi lainnya,
yaitu apabila ada dua atau lebih interupsi secara bersamaan. Jika register IP tidak
didefinisikan, maka prioritas interupsi menggunakan urutan prioritas seperti
dicantumkan pada Tabel 2.4.
2.2.4 Timer/Counter
Pada mikrokonteroler AT89C51 terdapat dua buah timer/counter 16 Bit
yang dapat diatur melalui perangkat lunak, yaitu timer/counter 0 dan
timer/counter 1. Secara fisik sebetulnya timer juga merupakan rangkaian T flip-
flop yang dapat diaktifkan dan dinonaktifkan setiap saat. Perbedaaan terketak
pada sumber clock dan aplikasinya. Jika timer mempunyai sumber clock dengan
frekuensi tertentu yang sudah pasti sedangkan counter mendapat sumber clock
dari pulsa yang hendak dihitung jumlahnya. Apliksi dari counter atau penghitung
biasa digunakan untuk aplikasi menghitung jumlah kejadian yang terjadi dalam
periode terteentu sedangkan timer atau pewaktu biasa digunakan untuk
menghitung aplikasi lamanya suatu kejadian yang terjadi. Apabila timer/counter
diaktifkan pada frekuensi kerja mikrokontroler 12 MHz, timer/counter akan
melakukan perhitungan waktu sekali setiap 1 µS secara independen, tidak
tergantung pada pelaksanaan suatu instruksi. Apabila periode waktu tertentu telah
dilampaui, timer/counter segera menginterupsi mikrokontroler untuk
memberitahukan bahwa perhitungan periode waktu telah selesai dilaksanakan.
Timer/counter AT89C51 dapat dipilih beroperasi dalam 4 mode operasi yaitu
sebagai timer/counter 13 bit, timer /counter 16 bit, timer/counter 8 bit dengan isi
31
ulang (auto reload), dan gabungan timer/counter 16 bit dan 8 bit. Register timer
mode (TMOD) dan register timer control (TCON) merupakan register pembantu
untuk mengatur kerja timer 0 dan timer 1. Register TMOD digunakan sebagai
pengontrol pemilih mode operasi timer/counter sedangkan register TCON
digunakan sebagai pengontrol kerja timer/counter.
2.2.5 Decoding System
Decoding system dibutuhkan pada sebuah sistem mikrokontroler yang
menggunakan memory external dan komponen yang mempunyai akses jalur data
bus. Decoder ini berfungsi untuk membagi lokasi-lokasi dari memory external
ataupun komponen yang lain. Decoding system ini menggunakan IC74HC138.
Dengan menggunakan decoding system, setiap memory external atau komponen
lain yang berhubungan dengan data bus akan menempati wilayah-wilayah yang
ditentukan oleh decoder.
2.3 Liquid Crystal Display (LCD)
M1632 merupakan modul LCD matrik dengan konfigurasi 16 karakter dan
2 varis dengan setiap karakternya diberntuk oleh 8 baris pixel dan 5 kolom pixel
(1 baris pixel terakhir adalah kursor). Gambar 2.6 menunjukkan hubungan antara
layar LCD dengan HD44780 yang merupakan mikrokontroler pengendali LCD.
Pada Gambar 2.6 tampak karakter “A” di baris karakter 1 yang terbentuk
oleh COM1 (pixel baris 1) hingga COM8 (pixel baris 8) dan SEG1 (pixel kolom
1) hingga SEG5 (pixel kolom 5). Oleh karena itu kombinasi 16 karakter akan
terbentuk oleh SEG1 (pixel kolom 1) hingga SEG 40 (pixel kolom 40) dengan
32
setiap karakternya terdiri dari 5 kolom pixel. Kombinasi 2 baris karakter akan
terbentuk oleh COM1 (pixel baris 1) hingga COM16 (pixel baris 16).
Gambar 2.6 Hubungan HD44780 dengan layar LCD
2.3.1 Deskripsi M1632
HD44780 sebetulnya merupakan mikrokontroler yang dirancang khusus
untuk mengendalikan LCD dan mempunyai kemampuan untuk mengatur proses
scanning pada layar LCD. Mikrokontroler atau perangkat tersebut hanya
mengirimkan data-data yang merupakan karakter yang akan ditampilkan pada
LCD atau perintah yang mengatur proses tampilan pada LCD saja.
Gambar 2.7 menunjukkan blok digram bagian internal HD44780 yang
terdiri dari bagian penguat sinyal (Signal Driver), memori, register dan antar muka
mikrokontroler.
Gambar 2.7 Modul M1632
33
2.3.2 Kaki-kaki Modul M1632
Untuk keperluan antarmuka suatu komponen elektronik dengan
mikrokontroler, perlu diketahui fungsi dari setiap kaki dari komponen tersebut.
Berikut adalah table konfigurasi kaki dari LCD,
Tabel 2.5 Konfigurasi kaki M1632
No Symbol Level Fungsi
1 Vss - 0 Volt
2 Vcc - 5 ± 10 % Volt
3 Vee - Penggerak LCD
4 RS H / L
H = memasukkan
data
L=memasukkan
instruksi
5 R / W H / L
H = baca L =
tulis
6 E -
Enable
Signal
7 DB0 H / L
8 DB1 H / L
9 DB2 H / L
10 DB3 H / L
11 DB4 H / L
12 DB5 H / L
Data Bus
34
13 DB6 H / L
14 DB7 H / L
15 V+BL -
16 V-BL -
Kecerahan
LCD
Berikut merupakan penjelasan fungsi dari tiap-tiap kaki pada modul LCD
M1632 sebagai berikut :
1. Kaki 1 (GND) : Kaki ini berhubungan dengan tegangan +5 volt yang
merupakan tegangan untuk sumber daya dari HD44780 (khusus untuk
modul M1632 keluaran Hitachi, kaki ini adalah Vcc).
2. Kaki 2 (Vcc) : Kaki ini berhubungan dengan tegangan 0 volt (Ground)
dari modul LCD (khusus untuk modul M1632 keluaran Hitachi, kaki
ini adalah GND).
3. Kaki 3 (Vee/Vlcd) : Tegangan pengatur kontras LCD, kontras
mencapai nilai maksimum pada saat kondisi kaki ini pada tegangan 0
volt.
4. Kaki 4 (RS) : Register Select, kaki pemilih register yang akan diakses.
Untuk akses ke register data, logika dari kaki ini adalah 1 dan untuk
akses ke register perintah, logika dari kaki ini adalah 0.
5. Kaki 5 (R/W) : Logika 1 pada kaki ini menunjukkan bahwa modul
LCD sedang pada mode pembacaan dan logika 0 menunjukkan bahwa
modul LCD sedang pada mode penulisan. Untuk aplikasi yang tidak
35
membutuhkan pembacaan pada modul LCD, kaki ini dapat langsung
dihubungkan ke ground.
6. Kaki 6 (E) : Enable Clock LCD, kaki mengaktifkan clock LCD.
Logika 1 pada kaki ini diberikan pada saat penulisan atau pembacaan
data.
7. Kaki 7-14 (D0-D7) : Data Bus, kedelapan kaki modul LCD ini adalah
bagian dimana aliran data sebanyak 4 bit ataupun 8 bit mengalir saat
proses penulisan maupun pembacaan data.
8. Kaki 15 (Anoda) : Berfungsi untuk tegangan positif dari Backlight
modul LCD sekitar 4,5 volt (hanya terdapat untuk M1632 yang
memiliki backlight).
9. Kaki 16 (Katoda) : Tegangan negatif Backlight modul LCD sebesar 0
volt (hanya terdapat untuk M1632 yang memiliki Backlight).
2.3.3 Struktur Memori LCD
Modul LCD M1632 memiliki beberapa jenis memori yang digunakan
untuk menyimpan atau memproses data-data yang akan ditampilkan pada layar
LCD. Setiap jenis memori mempunyai fungsi-fungsi sendiri. Jenis-jenis tersebut
meliputi :
1. DDRAM
DDRAM merupakan memori tempat karakter yang ditampilkan
berada. Contohnya, karakter “A” atau 41h yang ditulis pada alamat
00 akan tampil pada baris pertama dan kolom pertama dari LCD.
1. CGRAM
36
CGRAM adalah memori untuk menggambarkan pola sebuah
karakter dan bentuk karakter dapat diubah-ubah sesuai keinginan.
Akan tetapi isi memori ini akan langsung hilang saat power supply
tidak aktif sehingga pola karakter akan hilang.
3. CGROM
CGROM adalah memori untuk penggambarkan pola sebuah
karakter dan pola tersebut sudah ditentukan secara permanen dari
HD44780 sehingga pengguna tidak dapat mengubah lagi. Oleh
karena ROM bersifat permanen, pola karakter tersebut tidak akan
hilang walaupun power supply tidak aktif. Saat HD44780 akan
menampilkan data 41h yang tersimpan pada DDRAM, HD44780
akan mengambil data di alamat 41h(010 00B) yang ada pada
CGROM, yaitu pola karakter A.
Seperti telah dijelaskan sebelumnya, CGRAM maupun CGROM
merupakan tempat menyimpan data berupa pola-pola karakter yang akan
ditampilkan pada LCD. Pola-pola karakter sebagian besar tersimpan di memori
CGROM kecuali pola karakter yang ada pada lokasi yang tersimpan di memori
CGRAM. Oleh karena itu, apabila data yang dikirimkan ke DDRAM adalah 00h
hingga 08h, tampilan pada layar LCD adalah pola yang tersimpan pada CGRAM
dan berupa pola-pola yang dapat diubah dengan mengedit isi CGRAM. Akan
tetapi untuk data 11h hingga 0FFh, tampilan pada layar LCD merupakan pola
yang tersimpan pada CGROM yang berupa pola-pola permanen yang sudah
ditentukan oleh IC HD44780.
37
Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa pola karakter tersimpan di
memori CGRAM (untuk pola karakter yang dapat diedit) dan CGROM (untu pola
karakter yang tidak dapat diedit), sedangkan data pada DDRAM berfungsi untuk
menunjukkan lokasi pola karakter yang akan ditampilkan pada layar LCD.
Sebagai contoh, apabila karakter “B” akan ditampilkan pada kolom
karakter kedua baris karakter pertama pada M1632, alamat DDRAM harus diatur
pada lokasi 01 yang merupakan lokasi kolom karakter kedua dari M1632,
kemudian data DDRAM di alamat tersebut diisi dengan alamat dari pola karakter
“B”, yaitu 42h.
2.3.4 Register LCD
HD44780 yang terdapat pada modul M1632 mempunyai dua buah register
yang aksesnya diatur dengan kaki RS. Saat RS berlogika 0, register yang akan
diakses adalah Register Perintah dan saat RS berlogika 0, register yang akan
diakses adalah Register Data.
1. Register Data
Register ini adalah register dimana mikrokontroler dapat menuliskan atau
membaca data ke atau dari DDRAM maupun CGRAM. Akses data ke DDRAM,
baik penulisan maupun pembacaan, merupakan akses ke bagian memori tampilan
pada layar LCD, sedangkan akses ke CGRAM merupakan proses untuk mengedit
pola karakter yang ada pada lokasi CGRAM tersebut.
2. Register Perintah
Register ini adalah register dimana perintah-perintah mikrokontroler ke
HD44780 selaku pengendali modul M1632 diberikan. Perintah-perintah tersebut
38
berfungsi untuk mengatur tampilan pada layar LCD atau alamat dari DDRAM dan
CGRAM. Selain itu, register ini juga merupakan tempat dimana status HD44780
dapat dibaca. Bit ke-7 data status yang terbaca adalah Busy Flag (tanda sibuk),
yaitu tanda yang mengindikasikan bahwa HD4780 masih dalam kondisi sibuk
sehingga proses akses data lebih lanjut dari mikrokontroler yang terhubung pada
modul M1632 harus menunggu hingga tanda sibuk ini selesai. Bit ke-6 hingga bit
ke-0 adalah Address Counter (Penghitung Alamat) dari DDRAM. Address
Counter ini menunjukkan lokasi dari DDRAM yang sedang ditunjuk saat itu.
Gambar 2.8 Susunan data status HD44780
2.3.5 Perintah-perintah M1632
Untuk mengatur tampilan pada layar LCD, alamat DDRAM atau CGRAM
mikrokontroler yang terhubung dengan M1632 harus mengirimkan data-data
tertentu ke Register Perintah sesuai Tabel 2.6 (Perintah-perintah M1632).
Register-register perintah dapat dilihat pada table di bawah ini.
Tabel 2.6 Perintah-perintah M1632
Perintah D7 D6 D5 D4 D3 D2 D1 D0 Deskripsi
Hapus
Display
0 0 0 0 0 0 0 1
Hapus
display dan
DDRAM
Posisi 0 0 0 0 0 0 1 X Set alamat
39
Awal DDRAM
di 0
Set Mode 0 0 0 0 0 1 I/D S
Atur arah
pergeseran
kursor dan
display
Display
On/Off
0 0 0 0 1 D C B
Atur
display (D)
On/Off,
kursor (C)
On/OFF,
Blinking
(B)
Geser
Kursor/Dis
play
0 0 0 1 S/C R/L X X
Geser
kursor atau
display
tanpa
mengubah
alamat
DDRAM
40
Set Fungsi 0 0 1 DL N F X X
Atur
panjang
data,
jumlah
baris yang
tampil dan
font
karakter
Set Alamat
CGRAM
0 1
AC
G
AC
G
AC
G
AC
G
AC
G
AC
G
Set Alamat
DDRAM
1
AD
D
AD
D
AD
D
AD
D
AD
D
AD
D
AD
D
Keterangan:
X = diabaikan
I/D , 1 = Increment, 0 = Decrement
S 0 = Display tidak geser
S/C, 1 = Display Shift, 0 = Geser Kursor
R/L, 1 = Geser Kiri, 0 = Geser Kanan
DL, 1= 8 bit, 0 = 4 bit
N, 1 = 2 baris, 0 = 1 baris
F, 1 = 5x10, 0 = 5x8
D, 0 = Display Off, 1 = Display On
41
C, 0 = Cursor Off, 1 = Cursor On
B, 0 = Blinking Off, 1 = Blinking On
1. Mengahapus Display DDRAM
Perintah ini merupakan perintah untuk menghapus isi
DDRAM sehingga layar LCD tidak akan menampilkan pola
karakter apapun. Perintah ini berfungsi untuk membersihkan layar
LCD dan sekaligus menghapus isi DDRAM. Kode perintah ini
adalah 01h atau 0000 0001B.
2. Mengatur Alamat DDRAM
Perintah ini merupakan perintah untuk menunjuk lokasi
alamat DDRAM yang diakses. Kode 02h (0000 0010B) akan
memerintahkan pointer (penunjuk) agar menunjuk lokasi alamat
awal, yaitu alamat 0 DDRAM. Perintah dengan logika 1 pada bit
ke-7 akan memerintahkan pointer agar menunjuk lokasi sesuai
konfigurasi bit ke-6 hingga bit ke-0.
Contoh :
Menunjuk lokasi karakter ‘D’ ke baris karakter pertama
kolom karakter kedua (Gambar 2.9)
Gambar 2.9 Karakter ‘D’ dikolom karakter kedua baris karakter pertama
42
Karakter ‘D’ pada Gambar 2.9 menempati alamat 01h dari
DDRAM, karena itu pointer harus ditujukan ke alamat tersebut.
Agar pointer dapat menunjuk ke alamat 01h DDRAM, data 81h
merupakan kode yang harus dikirim ke Register Perintah.
Gambar 2.10 Kode perintah untuk menunjuk alamat 01h
DDRAM
3. Mengatur Mode
Bagian ini adalah bagian pengatur pergeseran kursor atau
tampilan dengan atau tanpa mengubah alamat DDRAM. Pada
proses pergeseran kursor atau tampilan dengan mengubah alamat
DDRAM, logika bit ke-2 adalah logika 1 dan logika bit ke-3
hingga ke-7 adalah logika 0, sedangkan pada proses pergeseran
kursor atau tampilan tanpa mengubah alamat DDRAM maka
logika bit ke-4 adalah logika 1 dan bit ke-5 hingga ke-7 adalah
logika 0.
a. Pergeseran Kursor atau Tampilan dengan Mengubah
Format Alamat DDRAM
Proses pergeseran ini dilakukan dengan mempengaruhi alamat
DDRAM, baik pada proses pergeseran kursor maupun
tampilan.
Kode 04h atau 000 0100b
43
Pada kode ini kondisi bit I/D adalah berlogika 0 sehingga
proses pergeseran adalah Decrement (berkurang), sedangkan
logika bit S adalah logika 0 sehingga pereseran hanya terjadi
pada kursor. Proses pergeseran ini juga mempengaruhi pointer
alamat DDRAM (Address Counter) sehingga Address Counter
juga akan mengikuti pergeseran tersebut.
Kode 05h atau 0000 0101b
Pada kode ini kondisi bit I/D adalah logika 1 sehingga proses
pergeseran adalah Increment (bertambah), sedangkan logika bit
S adalah logika 0 sehingga pergeseran hanya terjadi pada
kursor. Seperti pada kode 04h, proses pergeseran ini juga
mempengaruhi pointer alamat DDRAM (Address Counter)
sehingga Address Counter juga akan mengikuti pergeseran
tersebut, namun pada arah yang berlawanan, yaitu ke kanan
b. Pergeseran Kursor atau Tampilan Tanpa Mengubah
Alamat DDRAM
Kode 06h atau 0000 0110b
Pada kode ini kondisi bit I/D adalah berlogika 0 sehingga
proses pergeseran adalah Decrement (berkurang), sedangkan
logika bit S adalah logika 1 sehingga pergeseran terjadi pada
seluruh tampilan. Proses pergeseran ini juga mempengaruhi isi
DDRAM sehingga data-data di alamat DDRAM dipindah ke
44
alamat sebelumnya. Pergeseran ini akan menyebabkan tampilan
pada layar LCD bergeser ke kiri.
Kode 07h atau 0000 0111b
Pada kode ini kondisi bit I/D adalah berlogika 1 sehingga
proses pergeseran adalah Increment (bertambah), sedangkan
logika bit S adalah logika 1 sehingga pergeseran terjadi pada
seluruh tampilan. Proses pergeseran ini juga mempengaruhi isi
DDRAM sehingga data-data di alamat DDRAM dipindah ke
alamat sesudahnya. Pergeseran ini akan menyebabkan tampilan
pada layar LCD bergeser ke kanan.
4. Mengatur Keaktifan Tampilan
Proses pergeseran ini, baik pada kursor maupun seluruh
tampilan, dilakukan tanpa mempengaruhi DDRAM sehingga nilai
Address Counter maupun isi data pada DDRAM tetap pada kondisi
sebelumnya. Proses pergeseran hanya tampak pada tampilan layar
LCD saja. Hal ini dilakukan oleh HD44780 dengan mengubah
urutan data yang ditampilkan.
5. Mengatur Fungsi
Proses ini dilakukan saat kondisi bit ke-5 berlogika 1, sedangkan
bit ke-6 dan ke-7 berlogika 0. Bit ke-4 (DL), bit ke-3 (N) dan bit
ke-2 (F) berfungsi sebagai berikut :
45
a. DL : Bit untuk mengatur panjang data pada proses antarmuka.
Logika 1 pada bit ini bertujuan untuk proses antarmuka 8 bit
dan logika 0 bertujuan untuk proses antarmuka 4 bit.
b. N : Bit untuk mengatur jumlah baris yang digunakan. Logika 1
pada bit ini adalah untuk menggunakan 2 baris dan logika 0
adalah untuk menggunakan 1 baris.
c. F : Bit untuk mengatur font karakter. Logika 1 pada bit ini
adalah untuk font 5x10 dan ogika 0 adalah untuk font 5x8.
6. Mengatur Alamat CGRAM
Proses ini dilakukan saat kondisi bit ke-6 berlogika 1 dan
bit ke-7 berlogika 0. Bit ke-5 hingga bit ke-0 merupakan Address
Counter CGRAM sebanyak 6 bit atau 64 byte. Setiap pola karakter
dibentuk oleh 8 byte data CGRAM sehingga total keseluruhan
CGRAM mampu menyimpan 8 buah pola karakter.
2.4 Relay Solenoid
Relay pengendali elektromekanis (an electromechanical relay = EMR)
adalah saklar magnetis. Relai ini menghubungkan rangkaian beban ON atau OFF
dengan pemberian energi elektromagnetis, yang membuka atau menutup kontak
pada rangkaian. EMR mempunyai variasi aplikasi yang luas baik pada rangkaian
listrik maupun elektro magnetis.
46
Kontak tertutup
normal
Kontak terbuka
normal
Simbol
CR
1
Simbol
CR
2
Koil relay
CR
Simbol
Plunger
Gambar 2.11 Relay elektromekanis
Relay biasanya hanya mempunyai satu kumparan, tetapi relay dapat
mempunyai beberapa kontak. Jenis EMR diperlihatkan pada Gambar 2.11. Relay
elektro mekanis berisi kontak diam dan kontak bergerak. Kontak yang bergerak
dipasangkan pada plunger. Kontak ditunjuk sebagai normally open (NO) dan
normally close (NC). Apabila kumparan diberi tenaga, terjadi medan
elektromagnetis. Aksi dari medan pada gilirannya menyebabkan plunger bergerak
pada kumparan menutup kontak NO dan membuka kontak NC. Jarak gerak
plunger biasanya pendek – sekitar ¼ in atau kurang.
47
BAB III
IMPLEMENTASI DAN PERANCANGAN ALAT
3.1. Perencanaan Perangkat Keras
Dalam perancangan kunci pintu dengan teknologi RFID ini dibutuhkan
hardware dan software. Hardware terdiri dari perangkat keras (yang terlihat
oleh mata) dan software yang terdiri dari perangkat lunak (tidak terlihat oleh
mata). Perangkat keras yang dibutuhkan meliputi alat dan bahan, sedang
perangkat lunak yang dibutuhkan adalah sebuah software downloader
AT89C51. Alat yang dibutuhkan antara lain:
1. Personal computer (PC)
2. Downloader AT89C51
3. catu daya 5 Volt
4. Multimeter digital
5. Solder
6. Soldering Atractor
7. Toolset
Sedangkan bahan yang digunakan pada pembuatan kunci pintu hotel
diantaranya:
1. sistem minimal AT89C51
2. ID-10 reader dan tag
3. Magnetig solenoid
4. external memory
5. Liquid Crystal Display (LCD)
47
48
6. Catu daya 5V dan 12V
Untuk software yang digunakan adalah Tasm 301 yang berfungsi
untuk mendownload rancangan perangkat lunak dari personal computer ke
mikrokontroler.
3.1.1. Gambaran Plant
Gambar 3.1 Plant (rancangan) sistem kunci pintu
Dari gambar 3.1 dapat dilihat beberapa hubungan antar bagian dalam
sistem aplikasi radio frequency identification pada kunci pintu hotel. Dari gambar
3.1, sistem minimal AT89C51 merupakan bagian utama yang berfungsi sebagai
pengendali utama (central processing unit). Sebagai masukan atau input yaitu
RFID reader (pembaca tag RFID) dan sebuah keypad sebagai masukan numeris
yang dibutuhkan pada saat mengganti kunci. Sedangkan keluaran atau output
sistem yaitu tampilan liquid crystal display (LCD) dan sebuah solenoid sebagai
AT89C51 SOLENOID
DISPLAY
TAG RFID RFID
READER
KEYPAD
49
kunci. Dalam tugas akhir ini akan dijelaskan satu per satu bagian sistem kunci
pintu hotel dengan teknologi radio frequency identification (RFID).
3.1.2. Rancangan Rangkaian Listrik
Gambar 3.2 Rancangan rangkaian listrik
Gambar 3.2 diatas merupakan rangkaian yang akan digunakan dalam
pengunci rumah dengan teknologi RFID. Perangkat keras ini terdiri dari beberapa
bagian, yaitu bagian utama berupa sistem minimal AT89C51, dan beberapa
bagian pendukung berupa unit keypad, unit RFID, unit solenoid, unit display dan
unit memori eksternal. Setiap unit mempunyai mempunyai fungsi-fungsi khusus
yang akan dijelaskan satu per satu pada subbab berikutnya.
sistem minimal AT89C51 ini membutuhkan external memory karena
memori yeng tersedia dalam internal memori mikrokontroer tidak memenuhi
kebutuhan. Port 0 digunakan sebagai bus data dan bus alamat. Bus alamat ini
terhubung dengan IC 74HC573 sebagai input (1D…6D).
50
Port 1.1 sampai port 1.6 digunakan sebagai masukan dari keypad,
sedangkan
Port 1.7 digunakan sebagai enable data yang masuk ke LCD.
Port 2 digunakan sebagai pengalamatan byte tinggi yaitu port 2.0 sampai
port 2.4 sedang port 2.5, port 2.6, port 2.7 digunakan untuk mengaktifkan chip
select pada external memori melalui decoder 74HC138.
Port 3.0/RXD digunakan untuk memberikan perintah latch enable 8 bit
data yang akan masuk ke LCD.
Port 3.1/TXD terhubung dengan enable pada kaki LCD
Port 3.2/INT0 mikrokontroler terhubung dengan kaki R/W pada LCD.
Port 3.3/INT1 mikrokontroler digunakan untuk mengendalikan kaki RS pada
LCD.
Port 3.5 T1 digunakan sebagai output yang terhubung dengan magnetic relay
yang mengendalikan solenoid pada kunci pintu
Port 3.6/WD dihubungkan dengan kaki WE (Write Enable) pada AT28C64
yang berfungsi untuk memberikan perintah tulis pada external memory.
Port 3.7/RD port ini bekerja bersamaan dengan kaki PSEN, kaki ini
gigunakan sebagai write strobe pada external memory. Sedangkan PSEN sendiri
digunakan saat eksekusi program yang terletak pada memori eksternal.
3.1.3 Sistem minimal AT89C51
Gambar 3.3 menunjukkan rancangan dari sistem sistem minimal
AT89C51. Pada sistem minimal AT89C51 ini, mikrokontroler AT89C51 sebagai
komponen utama didukung oleh beberapa komponen lain diantaranya yaitu
51
penahan alamat (address latch) 74HC138, penyandi alamat (address decoder)
74HC138, dan memori eksternal AT28C64.
P14
P16
P17
P10
P11
P12
P13
P15
T1
T0
EA/VP
X2
X1
RESET
RD
WR
17
16
19
18
9
31
14
15
INT1
INT0
12
13
1
2
3
4
5
7
6
8
AT89C51
VCC
10K
10uF
+
10uF
10uF
11.059.200
RESET
100
4K7
U?
P00
P01
P02
P03
P04
P05
P06
P07
P20
P21
P22
P23
P24
P25
P26
P27
TXD
RXD
ALE/P
PSEN
38
39
37
36
35
34
33
32
21
22
23
24
25
27
26
28
10
11
30
29
Gambar 3.3 Sistem minimal AT89C51
Unit sistem minimal AT89C51 merupakan tempat pengolahan data
yang akan mengendalikan sistem pengunci rumah dengan RFID. sistem minimal
AT89C51 adalah sebuah rangkaian mikrokontroler dengan komponen
pendukungnya dengan tujuan dapat melakukan fungsi pemrosesan data dengan
menerima input (masukan) dan mengeluarkan output dengan mengendalikan suatu
instrument. Sistem minimal AT89C51 ini layaknya sebuah sebuah cental
processing unit (CPU) dari sebuah komputer. Sistem minimal AT89C51
membutuhkan sebuah mikrokontroler AT89C51, osilator, rangkaian reset yang
terdiri dari sebuah resistor dan kapasitor dan sebuah power supplay 5 V.
52
Dalam sistem minimal AT89C51 terdapat rangkaian reset yang
berfungsi untuk mengembalikan mikrokontroler ke kondisi awal seperti table
berikut:
Tebel 3.1 Kondisi setelah reset
Register Isi Register
Program counter 000H
Akumulator 00H
Register B 00H
PSW 00H
Stack Pointer 07H
DPTR 0000H
Port 0-3 FFH
Interrupt Priorit y
(IP)
XXX00000B
Interrupt Enable
(IE)
0XX00000B
Register Timer 00H
SCON 00H
SBUF 00H
PCON (HMOS) 0XXXXXXXB
PCON (CMOS) 0XXX0000B
Reset terjadi dengan adanya logika 1 selama minimal 2 cycle pada kaki
RST. Setelah kondisi pin RST kembali low, mikrokontroler akan mulai
menjalankan program pada alamat 0000H. Kondisi pada internal RAM tidak
terjadi perubahan selama reset.
3.1.4. ID-10 Sebagai Radio Frequency Identification (RFID) reader
Gambar 3.4 Rangkaian Radio Frequency Identification reader
+5V
LED
DO
D1
+/-
ANT
ANT
9
2
3
4
GND
RES
8
7
6
5
1
ID-10/EM-10
A?
+5V
+5V
4K7
U?
53
Bagian ini adalah rangkaian RFID reader yang berfungsi untuk
membaca tag rfid. Rangkaian ini terdiri dari sebuah ID10 sebagai reader
(pembaca), dan beberapa komponen pendukung yaitu resistor 4K7 Ohm dan 330
Ohm, transistor BC547 sebagai pemicu dan sebuah LED. Resistor ini digunakan
sebagai hambatan agar arus yang masuk sesuai dengan kebutuhan, baik pada
transistor maupun pada LED. LED ini digunakansebagai indicator bahwa ada
sebuah tag rfid yang terdeteksi oleh reader. Jika ada maka LED akan menyala
(berkedip). Pin 1 pada ID-10 berfungsi sebagi ground, pin 9 sebagai jalur data
yang dikirim ke mikrokontroler, pin 3 dan pin 4 digunakan sebagai antenna, pin 2
sebagai reset, pin 9 sebagai sumber arus dan pin 6 dan pin 7 sebagai jalur data,
namun hanya pin 7 yang digunakan.
3.1.5. Unit Display
D
7
D
6
D
5
D
3
D
2
D
1
D
0
D
4
E R
W
R
D
Gambar 3.5 Rangkaian unit display dan external memory
54
Pada perangkat keras unit display ini tidak dapat dipisahkan dengan
external memory. Port 0 memiliki dua fungsi yaitu sebagai jalur data dan sebagai
jalur alamat (address). Jalur data digunakan untuk mengirim data menuju external
memory dan LCD. Sedangkan jalur alamat digunakan sebagai digunakan untuk
mengirim alamat byte rendah menuju ke eksternal memori. Untuk memisahkan
jalur data dan jalur alamat byte rendah agar tidak tabrakan maka digunakan Latch
(penahan) yaitu 74HC573. Data yang dikirim ke LCD adalah data 8 byte. Data
tersebut akan menuju ke LCD setelah kaki port 1.7 bernilai 1 (hight) yang
terhubung dengan kaki 11 ( C ) yang digunakan sebagai latch enable. Data yang
menuju ke LCD akan ditahan atau di-latch oleh 74HC573 karena data tidak dalam
mode external
3.1.6 Memori eksternal
Aplikasi kunci pintu ini membutuhkan memory external karena
memory internal dalam mikrokontroler tidak mencukupi kebutuhan. Sistem
pengalamatan memory dari AT89C51 menggunakan sistem multiplex addressing
(pengalamatan bergantian) yitu memultiplex data dan low byte addressing (byte
alamat rendah) menggunakan Octal D latch yaitu IC 74HC573. Dengan sistem
pengalamtan ini port 2 dan port 0 dari mikrokontroler AT89C51 dapat melakukan
pengalamatan untuk 64 Kbyte alamat memory.
Pembacaan data dari memory eksternal dilakukan dengan cara
mikrokontroler akan mengeluarkan alamat dari data yang akan dibaca dengan
melalui port 0 dan port 2, karena port 0 harus dimultiplex dengan alamat byte
rendah, maka diperlukan IC Octal D Latch yaitu 74HC573 untuk menahan alamat
55
byte rendah tersebut di saat data muncul di jalur port ) agar tidak terjadi bentrok
antara data maupun alamat byte rendah. IC 74HC573 hanya akan mengirim
masukan (D0….D7) ke bagian keluaran (Q0…Q7) setelah kaki nomor 11 (C)
yang terhubung ke ALE/P berlogika 1.
Alamat byte tinggi langsung dikirim melalui port 2, dan sebagian dari
alamat tersebut digunakan untuk mengalamti memory eksternal dan yang sebagian
lagi digunakan untuk mengaktifkan chip select (pemilihan keping) dari memory
external melalui decoder.
Kemudian perintah untuk mengambil data dilakukan dengan
mengelurkan sinyal read pada pin RD. Setelah dikeluarkan maka data akan
muncul pada jalur data bus (port 0) dan mikrokontroler akan langsung membaca
data tersebut. Data tersebut mengalir tanpa mengganggu alamat byte rendah yang
ada pada keluaran 74HC573 karena kaki 11 © yang terhubung dengan ALE/P
telah berubah menjadi logika 0.
Penulisan data ke memory external dilakukan dengan cara
Mikrokontroler mengeluarkan alamat tujuan pada port 0 dan port 2. alamat pada
port 0 (low byte address) langsung di latch (tahan) ke output octal D Latch
74HC573 dengan menggunakan sinyal ALE (Address Latch Enable) yang
terhubung pada input CLK dari 74HC573. Proses yang yang terjadi sama dengan
yang dilakukan pada bagian pengiriman alamat diproses pembacaan data ataupun
kode yang telah dijelaskan sebelumnya.
Kemudian mikrokontroler mengeluarkan data yang akan ditulis pada
port 0. Walaupun Low Byte Address berasal dari port 0, tetapi oleh karena Low
56
Byte Address ini sudah ditahan oleh 74HC573 maka tidak terganggu dengan
munculnya data pada port 0. Kemudian mikrokontroler akan memberikan perintah
kepada memory untuk menuis data yang telah disiapkan dan alamat yang telah
disiapkan pula dengan cara mengeluarkan sinyal write pada pin WR yang
terhubung dengan pin WR dari memory.
3.1.7 Unit masukan
Aplikasi kunci pintu ini menggunakan keypad sebagai masukan
(input). Keypad yang digunakan adalah keypad dengan 4 baris dan 3 kolom.
Seperti terlihat pada Gambar 3.6. Keypad ini digunakan untuk memasukkan
nomor digit yang tertulis dalam badan tag RFID. Nomor tersebut akan dicatat
dalam memori mikrokontroler, dimana akan digunakan sebagai pembanding
antara nomor asli yang terdapat dalam tag RFID. Cara memasukkan nomor ini
dengan menekan tombol # kemudian diikuti nomor yang dimaksud di depan.
Gambar 3.6 Pemasangan unit keypad pada mikrokontroler
AT89C51
P00
P01
P02
P03
P04
P05
P06
P07
P14
P16
P17
P10
P11
P12
P13
P15
P20
P21
P22
P23
P24
P25
P26
P27
TXD
RXD
ALE/ P
PSEN
T1
T0
EA/VP
X2
X1
RESET
RD
WR
38
39
37
36
35
34
33
32
21
22
23
24
25
27
26
28
10
11
30
29
17
16
19
18
9
31
14
15
I NT1
INT0
12
13
1
2
3
4
5
7
6
8
*
1
2
3
4
5
6
7
8
9
# 0
KEYPAD 3X4
U?
57
Keypad digunakan sebagai media untuk memberikan instruksi kepada
alat dengan melalui penekanan pada tombol-tombolnya. Sebelum sebuah keypad
dapat digunakan harus dilakukan Scanning Keypad terlebih dahulu. Keypad yang
digunakan di sini adalah keypad 4x3 (4 baris dan 3 kolom).
3.1.8 Relay magnetic
Gambar 3.7 Rangkaian output kunci pintu
Pada bagian rangkaian ini terdapat sebuah resistor 4K7 Ohm, sebagai
penahan arus yang masuk pada transistor BC547 yang berperan sebagai pemicu
tegangan yang masuk dalam relay dan yang akan memindahkan tegangan 5 V ke
tegangan 12 V. Tegangan 12 V ini digunakan untuk menggerakkan solenoid yang
berfungsi sebagai kunci pada pintu.
3.1.9 Catu Daya
Catu daya yang dibutuhkan kunci pintu rumah adalah 5V DC dan 12V
DC. Daya 5V digunakan untuk mensuplai mikrokontroler, ID-10 dan LCD,
sedangkan 12 Volt digunakan untuk menggerakkan solenoid (kunci). Skema
rangkaian power supplay seperti Gambar 3.7 di bawah.
SLOT PINTU / KUNCI PINTU
SOLENOID
BC547
TR3
+5V
4K7
R8
+12V
58
Gambar 3.7 Rangkaian catu daya kunci pintu
3.2. Perencanaan Perangkat Lunak
Pertama yang dilakukan oleh mikrokontroler adalah inisialisasi
komunikasi serial dengan kecepatan 9600 byte per second. Kemudian
mikrokontroler melakukan inisialisasi pada bagian liquid crystal display (LCD)
dan mengaktifkan interup serial. Jika interrupt sudah diaktifkan maka
mikrokontroler akan mengambil data simpanan yang ada dalam buffer, kemudian
mikrokontroler mengambil data dalam kartu dari data ketiga sampai data
kesepuluh (8 bit). Setelah itu mikrokontroler mengkonversikan data dari hexa ke
data decimal. Setelah data dikonversikan ke bentuk decimal kemudian data nomor
kartu yang ada terdapat di external memory dengan data yang terdapat dalam tag
RFID. Jika sama maka mikrokontroler akan mengaktifkan relai selama 6 detik dan
proses selesai. Namun jika tidak maka mikro akan mengeluarkan pesan error di
dalam LCD.
Jika interrupt tidak aktif maka mikrokontroler akan mengecek
keypad. Jika ada masukan (menekan tombol *) maka mikrokontroler akan
mengambil input data nomor kartu sebanyak 10, kemudian mengkonversikan ke
dalam bentuk ASCII dan menyimpan dalam memory external. Penjelasan di atas
sesuai dengan Gambar 3.8 dibawah ini.
59
Gambar 3.8 Diagram alir program utama
Tampilkan Pesan Error
di LCD
Mulai
Inisialisasi Komunikasi Serial 9600Bps
Inisial LCD dan
Aktifkan Interrupt Serial
Interrupt Aktif?
Ambil Data Simpan Dibuffer
Ambil data Kartu dari posisi data
ke 3 sampai data ke 10
Konversikan data Hexa ke Desimal
Sama?
Bandingkan Nomor Kartu dengan
Nomor Kartu diExternal memori
Hidupkan Relay
Tunda 6 detik
Matikan Relay
Selesai
Y
N
Y
Cek Keypad
Tombol *?
Input Data Nomor Kartu Sebanyak 10
Konversikan kedalam ASCII
Simpan di Memori External
N
Y
N
60
3.2.1 Inisialisasi Program
Pertama yang dilakukan oleh mikrokontroler adalah inisialisasi,
Jadi tahap yang dilakukan mikrokontroler pada saat inisialisasi
adalah sebagai berikut ini :
1. Menetukan alamat untuk simbol-simbol.
2. Menetapkan alamat awal dalam penulisan program
3. Memanggil subrutin LCD
4. Memanggil subrutin Start
5. Inisialisasi selesai
Algoritma di atas dapat dijelaskan dalam diagram alir berikut ini :
Gambar 3.9 Diagram alur inisialisasi mikrokontroler
Sedangkan alur program inisisalisasi mikrokontroler seperti yang telah
dijelaskan di atas adalah sebagai berikut.
#INCLUDE "8051.H"
SELENOID .EQU P3.5
RS_LCD .EQU P3.3
E_LCD .EQU P3.1
RW_LCD . .EQU P3.2
Mulai
Menentukan Alamat Simbol
Awal Program pada00H
Memanggil subrutin LCD
Memanggil subrutin Start
Inisialisasi Selesai
61
SLDATALCD .EQU P1.7
PORTLCD .EQU P0
;-----------Control Data Magnetic------------
SWITCH .EQU P1
X1 .EQU P1.4
X2 .EQU P1.5
X3 .EQU P1.6
Y1 .EQU P1.0
Y2 .EQU P1.1
Y3 .EQU P1.2
Y4 .EQU P1.3
.ORG $30
DATAKEY .BLOCK 1
ADDRH .BLOCK 1
ADDRL .BLOCK 1
BUFEEPROM .BLOCK 16 ;Buffer data Nomor dari
EEPROM
DATANOHEX1 .BLOCK 1
DATANOHEX2 .BLOCK 1
DATANOHEX3 .BLOCK 1
DATANOHEX4 .BLOCK 1
DATADECHASIL1 .BLOCK 1
DATADECHASIL2 .BLOCK 1
DATADECHASIL3 .BLOCK 1
DATADECHASIL4 .BLOCK 1
DATADECHASIL5 .BLOCK 1
DATAPENAMBAH1 .BLOCK 1
DATAPENAMBAH2 .BLOCK 1
DATAPENAMBAH3 .BLOCK 1
DATAPENAMBAH4 .BLOCK 1
DATAPENAMBAH5 .BLOCK 1
DATAS1 .BLOCK 1
DATAS2 .BLOCK 1
DATAS3 .BLOCK 1
DATAS4 .BLOCK 1
DATAS5 .BLOCK 1
DATAS6 .BLOCK 1
DATAS7 .BLOCK 1
DATAS8 .BLOCK 1
BUFDATANOMOR .BLOCK 18
DATANOMORASCII1 .BLOCK 1
DATANOMORASCII2 .BLOCK 1
DATANOMORASCII3 .BLOCK 1
DATANOMORASCII4 .BLOCK 1
DATANOMORASCII5 .BLOCK 1
DATANOMORASCII6 .BLOCK 1
DATANOMORASCII7 .BLOCK 1
DATANOMORASCII8 .BLOCK 1
DATANOMORASCII9 .BLOCK 1
DATANOMORASCII10 .BLOCK 1
ADDREEPROM .EQU $2000
62
3.2.2 Start Program
Pada bagian ini yaitu start, hanya berjalan beberapa program diantaranya
menampilkan TEXTAWAL1 yaitu “TUGAS AKHIR”, TEXTAWAL2 yaitu
“TEKNIK ELEKTRO”, TEXTAWAL3 yaitu “RIKI ASTONO”, TEXTAWAL4
yaitu “NIM: 5350402014”. Setelah itu akanmenjalankan Program 1 sampai
dengan Program 4. salam satu isi program adalah menampilkan KATA1 yaitu “M
O N I T O R I N G”, dan KATA2 yaitu “YOUR CARD”. Itu akan berjalan terus
sampai kita menekan keypad, yang perintah programnya di PROGRAM3.
START: MOV SP,#20H
MOV PSW,#0
MOV R0,#BUFDATANOMOR
CLR SLDATALCD
CLR RW_LCD
CLR RS_LCD
SETB E_LCD
CLR SELENOID
LCALL DELAY
LCALL DELAY
LCALL INIT_LCD
LCALL DELAY
LCALL DELAY
MOV DPTR,#TEXTAWAL1
LCALL PROC_STRTOLCD
LCALL PROC_LFLCD
MOV DPTR,#TEXTAWAL2
LCALL PROC_STRTOLCD
LCALL DELAYSW
LCALL DELAYSW
LCALL DELAYSW
LCALL DELAYSW
LCALL DELAYSW
LCALL DELAYSW
LCALL PROC_HOMELCD
MOV DPTR,#TEXTAWAL3
LCALL PROC_STRTOLCD
LCALL PROC_LFLCD
MOV DPTR,#TEXTAWAL4
LCALL PROC_STRTOLCD
LCALL DELAYSW
LCALL DELAYSW
LCALL DELAYSW
LCALL DELAYSW
LCALL DELAYSW
LCALL DELAYSW
63
LCALL INITSERIAL
SETB ES
SETB EA
PROGRAM1: LCALL PROC_HOMELCD
MOV DPTR,#KATA1
LCALL PROC_STRTOLCD
LCALL PROC_LFLCD
MOV DPTR,#KATA2
LCALL PROC_STRTOLCD
PROGRAM2: MOV SP,#$20
LCALL SCANNINGKEYPAD
MOV A,DATAKEY
CJNE A,#0,PROGRAM3
LJMP PROGRAM1
PROGRAM3: CJNE A,#$0B,PROGRAM4
LJMP SETTING
PROGRAM4:
LJMP PROGRAM1
3.2.3 Pengambilan Data Serial
Pengambilan data serial ini merupakan bagian yang digunakan untuk
mengambil data serial dari ID-10 (RFID reader) menuju ke mikrokontroler. Data
serial yang telah diambil ditampung dalam buffer.
SERINT: JBC RI,GETDATASERIAL
RETI
GETDATASERIAL:
PUSH ACC
MOV A,SBUF
CLR RI
CJNE A,#$03,ISIKEBUFFER
LCALL PROSES
MOV R0,#BUFDATANOMOR
POP ACC
RETI
ISIKEBUFFER: MOV @R0,A
INC R0
POP ACC
RETI
PROSES: MOV R0,#BUFDATANOMOR
INC R0
INC R0
64
INC R0
MOV A,@R0
LCALL CEKA_F
ANL A,#$0F
MOV DATAS1,A
INC R0
MOV A,@R0
LCALL CEKA_F
ANL A,#$0F
MOV DATAS2,A
INC R0
MOV A,@R0
LCALL CEKA_F
ANL A,#$0F
MOV DATAS3,A
INC R0
MOV A,@R0
LCALL CEKA_F
ANL A,#$0F
MOV DATAS4,A
INC R0
MOV A,@R0
LCALL CEKA_F
ANL A,#$0F
MOV DATAS5,A
INC R0
MOV A,@R0
LCALL CEKA_F
ANL A,#$0F
MOV DATAS6,A
INC R0
MOV A,@R0
LCALL CEKA_F
ANL A,#$0F
MOV DATAS7,A
INC R0
MOV A,@R0
LCALL CEKA_F
ANL A,#$0F
MOV DATAS8,A
3.2.4 Penggabungan Data
Data yang telah diambil tadi dan disimpan dalam buffer digabungkan menjadi satu
bagian.
MOV A,DATAS1
SWAP A
ANL A,#$F0
MOV DATANOHEX1,A
MOV A,DATAS2
ANL A,#$0F
ORL A,DATANOHEX1
MOV DATANOHEX1,A
65
MOV A,DATAS3
SWAP A
ANL A,#$F0
MOV DATANOHEX2,A
MOV A,DATAS4
ANL A,#$0F
ORL A,DATANOHEX2
MOV DATANOHEX2,A
MOV A,DATAS5
SWAP A
ANL A,#$F0
MOV DATANOHEX3,A
MOV A,DATAS6
ANL A,#$0F
ORL A,DATANOHEX3
MOV DATANOHEX3,A
MOV A,DATAS7
SWAP A
ANL A,#$F0
MOV DATANOHEX4,A
MOV A,DATAS8
ANL A,#$0F
ORL A,DATANOHEX4
MOV DATANOHEX4,A
LCALL HEXTODES
LCALL KOSONGKAN
MOV A,DATADECHASIL1
LCALL ANDF0
MOV DATANOMORASCII1,A
MOV A,DATADECHASIL1
LCALL AND0F
MOV DATANOMORASCII2,A
MOV A,DATADECHASIL2
LCALL ANDF0
MOV DATANOMORASCII3,A
MOV A,DATADECHASIL2
LCALL AND0F
MOV DATANOMORASCII4,A
MOV A,DATADECHASIL3
LCALL ANDF0
MOV DATANOMORASCII5,A
MOV A,DATADECHASIL3
LCALL AND0F
MOV DATANOMORASCII6,A
MOV A,DATADECHASIL4
LCALL ANDF0
MOV DATANOMORASCII7,A
MOV A,DATADECHASIL4
LCALL AND0F
66
MOV DATANOMORASCII8,A
MOV A,DATADECHASIL5
LCALL ANDF0
MOV DATANOMORASCII9,A
MOV A,DATADECHASIL5
LCALL AND0F
MOV DATANOMORASCII10,A
3.2.5 Membandingkan Data
Data yang telah digabungkan dibandingkan dengan data yang telah
tertulis dalam memori. Jika data benar maka akan menjalankan KATA4 yaitu
“==KUNCI DIBUKA==” dan KATA5 “[_______________]” dan membukan
kunci pintu selama 6 detik, Jika data salah maka maka LCD akan menampilkan
KATAERROR1 dan KATAERROR2yaitu “M A A F ! ! ! “ , “C ARD TDK
DIKENAL” dan mengosongkan seluru data nomor ascii.
LCALL BACADATAEEPROM
MOV R0,#DATANOMORASCII1
MOV R1,#BUFEEPROM
MOV R2,#10
ULANGCEK:
CLR A
MOV B,@R0
MOV A,@R1
CJNE A,B,NOMORTIDAKCOCOK
INC R0
INC R1
DJNZ R2,ULANGCEK
DATABENAR:
LCALL PROC_HOMELCD
MOV DPTR,#KATA4
LCALL PROC_STRTOLCD
LCALL PROC_LFLCD
MOV DPTR,#KATA5
LCALL PROC_STRTOLCD
SETB SELENOID ;AKTIFKAN RELAY
UNTUK SELENOID
MOV R3,#20
LCALL DELAYLONG
LCALL PROC_HOMELCD
MOV DPTR,#KATA6
LCALL PROC_STRTOLCD
LCALL PROC_LFLCD
67
MOV DPTR,#KATA5
LCALL PROC_STRTOLCD
LCALL DELAYSW
CLR SELENOID ;MATIKAN KEMBALI
RELAY SELENOID
LCALL DELAY
RET
NOMORTIDAKCOCOK:
LCALL PROC_HOMELCD
MOV DPTR,#KATAERROR1
LCALL PROC_STRTOLCD
LCALL PROC_LFLCD
MOV DPTR,#KATAERROR2
LCALL PROC_STRTOLCD
MOV R3,#2
LCALL DELAYLONG
RET
KOSONGKAN: MOV DATANOMORASCII1,#0
MOV DATANOMORASCII2,#0
MOV DATANOMORASCII3,#0
MOV DATANOMORASCII4,#0
MOV DATANOMORASCII5,#0
MOV DATANOMORASCII6,#0
MOV DATANOMORASCII7,#0
MOV DATANOMORASCII8,#0
MOV DATANOMORASCII9,#0
MOV DATANOMORASCII10,#0
RET
3.2.6 Setting Nomor Baru
Setting nomer baru digunakan apabila kita ingin mengganti kunci pintu
(tag rfid) denga kunci (tag rfid) yang lain.
INITSERIAL:
MOV TMOD,#20H
MOV TCON,#41H
MOV TH1,#0FDH
MOV SCON,#50H
RET
SETTING: LCALL BACADATAEEPROM
LCALL PROC_CLEARLCD
MOV DPTR,#TEXTSETTING1
LCALL PROC_STRTOLCD
LCALL PROC_LFLCD
LCALL DELAYSW
LCALL DELAYSW
LCALL DELAYSW
LCALL DELAYSW
LCALL PROC_CLEARLCD
MOV DPTR,#TEXTSETTING1
LCALL PROC_STRTOLCD
LCALL PROC_LFLCD
68
MOV R4,#10
MOV DPTR,#ADDREEPROM
SETLOOP:
LCALL SCANNINGKEYPAD
MOV A,DATAKEY
CJNE A,#0,MASUKKANNOMOR
LJMP SETLOOP
MASUKKANNOMOR: CJNE A,#$0C,MASUKKANNOMOR1
LJMP PROGRAM1
MASUKKANNOMOR1: CJNE A,#$0A,MASUKKANNOMOR2
MOV A,#$0
MASUKKANNOMOR2:
ADD A,#$30
MOVX @DPTR,A
MOV ADDRH,DPH
MOV ADDRL,DPL
LCALL KEYPADTOLCD
MOV DPH,ADDRH
MOV DPL,ADDRL
INC DPTR
LCALL DELAY
DJNZ R4,SETLOOP
LCALL PROC_CLEARLCD
LCALL BACADATAEEPROM
LCALL DELAYSW
LCALL DELAYSW
LCALL DELAYSW
LJMP PROGRAM1
BACADATAEEPROM:
MOV R4,#10
MOV DPTR,#ADDREEPROM
MOV R0,#BUFEEPROM
BACAEEPLAGI:
MOVX A,@DPTR
MOV @R0,A
INC R0
INC DPTR
DJNZ R4,BACAEEPLAGI
RET
3.2.7 Scaning Keypad
Keypad digunakan sebagai media untuk memberikan instruksi kepada alat
dengan melalui penekanan pada tombol-tombolnya. Sebelum sebuah keypad dapat
digunakan harus dilakukan Scanning Keypad terlebih dahulu. Keypad yang
69
digunakan di sini adalah keypad 4x3 (4 baris dan 3 kolom). Scanning dilakukan
untuk mengenalkan tombol-tombol yang ada, listing program dari scanning
keypad ini adalah sebagai berikut
SCANNINGKEYPAD:
KOLOM1: MOV DATAKEY,#0
CLR X1
SETB X2
SETB X3
MOV A,SWITCH
ANL A,#0FH
CTOMBOL1: CJNE A,#0EH,CTOMBOL4
MOV DATAKEY,#01H
LJMP TOLCD
CTOMBOL4: CJNE A,#0DH,CTOMBOL7
MOV DATAKEY,#04H
LJMP TOLCD
CTOMBOL7: CJNE A,#0BH,CTOMBOLB
MOV DATAKEY,#07H
LJMP TOLCD
CTOMBOLB: CJNE A,#07H,KOLOM2
MOV DATAKEY,#0BH
LJMP TOLCD
KOLOM2: SETB X1
CLR X2
SETB X3
MOV A,SWITCH
ANL A,#0FH
CTOMBOL2: CJNE A,#0EH,CTOMBOL5
MOV DATAKEY,#02H
LJMP TOLCD
CTOMBOL5: CJNE A,#0DH,CTOMBOL8
MOV DATAKEY,#05H
LJMP TOLCD
CTOMBOL8: CJNE A,#0BH,CTOMBOL0
MOV DATAKEY,#08H
LJMP TOLCD
CTOMBOL0: CJNE A,#07H,KOLOM3
MOV DATAKEY,#0AH
LJMP TOLCD
KOLOM3: SETB X1
SETB X2
CLR X3
MOV A,SWITCH
ANL A,#0FH
CTOMBOL3: CJNE A,#0EH,CTOMBOL6
MOV DATAKEY,#03H
LJMP TOLCD
CTOMBOL6: CJNE A,#0DH,CTOMBOL9
MOV DATAKEY,#06H
LJMP TOLCD
70
CTOMBOL9: CJNE A,#0BH,CTOMBOLP
MOV DATAKEY,#09H
LJMP TOLCD
CTOMBOLP: CJNE A,#07H,KEYPADRET
MOV DATAKEY,#0CH
TOLCD:
LCALL DELAYSW
MOV A,DATAKEY
KEYPADRET:
RET
KEYPADTOLCD:
MOV DPTR,#KEY
MOV A,DATAKEY
MOVC A,@A+DPTR
LCALL WRITE_DATALCD
RET
3.2.8 Sub rutin tampilan LCD
Penulisan karakter pada LCD dilakukan oleh mikrokontroller dengan
mengirimkan kode ASCII dari karakter yang akan ditulis dan mengakses CGROM
dari LCD karena disanalah LCD menyimpan karakter-karakter yang sudah
ditetapkan. Penulisan karakter pada LCD memiliki pola tertentu seperti halnya
pemberian instruksi kerja modul LCD., yaitu sesuai dengan algoritma program
berikut ini.
1. Mulai pengiriman karakter pada LCD
2. Memberikan logika 1 ( high ) pada pin RD (Port 3.3) pada LCD
3. Memberikan logika 0 ( low ) pada pin R/W (Port 3.2) pada LCD
4. Mengirimkan nibble atas (D7 – D4) data karakter dalam bentuk ASCII
pada mikrokontroller.
5. Mengirimkan nibble bawah (D3 – D0) data karakter dalam bentuk
ASCII pada mikrokontroller.
6. Mengaktifkan pin enable dengan memberi logika 1 pada Port 3.1
7. Mengpasifkan pin enable dengan memberi logika 0 pada Port 3.1
71
8. Pengiriman data karakter ke LCD selesai dilakukan.
Listing program pengiriman dan penampilan data ke LCD adalah sebagai
dapat diuraikan sebagai berikut.
.
PROC_HOMELCD:
MOV A,#02H
LCALL WRITE_CTRLLCD
RET
PROC_LFLCD:
MOV A,#0C0H
LCALL WRITE_CTRLLCD
RET
PROC_CLEARLCD:
MOV A,#01H
LCALL WRITE_CTRLLCD
RET
WRITE_DATALCD:
MOV PORTLCD,A
SETB SLDATALCD
NOP
NOP
NOP
NOP
NOP
NOP
NOP
NOP
CLR SLDATALCD
SETB RS_LCD
CLR E_LCD
LCALL DELAY_LCD
SETB RS_LCD
SETB E_LCD
LCALL DELAY_LCD
SETB RS_LCD
CLR E_LCD
NOP
CLR RS_LCD
CLR E_LCD
LCALL DELAY_LCD
RET
WRITE_CTRLLCD:
MOV PORTLCD,A
SETB SLDATALCD
NOP
NOP
72
NOP
NOP
NOP
NOP
NOP
NOP
CLR SLDATALCD
CLR RS_LCD
CLR E_LCD
LCALL DELAY_LCD
CLR RS_LCD
SETB E_LCD
LCALL DELAY_LCD
CLR RS_LCD
CLR E_LCD
NOP
CLR RS_LCD
CLR E_LCD
LCALL DELAY_LCD
RET
;------------------------------------------------------
; Routine Pengiriman String ke Display LCD
;------------------------------------------------------
PROC_STRTOLCD:
CLR A
MOVC A,@A+DPTR
CJNE A,#00H,STRTOLCD
RET
STRTOLCD:
LCALL WRITE_DATALCD
INC DPTR
SJMP PROC_STRTOLCD
;------------------------------------------------------
; INISIAL LCD
;------------------------------------------------------
INIT_LCD
MOV A,#38H
LCALL WRITE_CTRLLCD
MOV A,#0EH
LCALL WRITE_CTRLLCD
MOV A,#0CH
LCALL WRITE_CTRLLCD
MOV A,#06H
LCALL WRITE_CTRLLCD
MOV A,#01H
LCALL WRITE_CTRLLCD
RET
DELAY_LCD:
MOV R7,#04H
73
D_LCD1: MOV R6,#3FH ;4F
D_LCD2: DJNZ R6,D_LCD2
DJNZ R7,D_LCD1
RET
DELAYSW:
MOV R5,#02H
DELAYSW0: MOV R6,#0FFH
DELAYSW1: MOV R7,#0FFH
DELAYSW2: DJNZ R7,DELAYSW2
DJNZ R6,DELAYSW1
DJNZ R5,DELAYSW0
RET
DELAYLONG:
LCALL DELAYSW
DJNZ R3,DELAYLONG
RET
DELAY:
MOV R7,#$ff
DLD1: MOV R6,#$FF
DLD2: DJNZ R6,DLD2
DJNZ R7,DLD1
RET
KEY: .BYTE " 1234567890*#"
TEXTAWAL1: .BYTE " TUGAS AKHIR ",0
TEXTAWAL2: .BYTE " TEKNIK ELEKTRO ",0
TEXTAWAL3: .BYTE " RIKI ASTONO ",0
TEXTAWAL4: .BYTE " NIM:5350402014",0
KATA1: .BYTE " MONITORING ",0
KATA2: .BYTE "Y O U R C A R D",0
KATA3: .BYTE " KARTU ANDA ",0
KATA4: .BYTE "==KUNCI DIBUKA==",0
KATA5: .BYTE "[______________]",0
KATA6: .BYTE "=PINTU DIKUNCI=",0
KATAERROR1: .BYTE " M A A F !!! ",0
KATAERROR2: .BYTE "CARD TDK DIKENAL",0
TEXTSETTING1: .BYTE "SET NOMOR KARTU ",0
CODEPARITY: .BYTE
$80,$00,$00,$80,$00,$80,$80,$00,$00,$80,$80,$00,$80,$00,$00,$80
74
BAB IV
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
4.1 Pengujian Alat
4.1.1 Pengujian Perangkat Keras
Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui apakah perangkat yang telah
direncanakan bekerja dengan baik. Pengujian dilakukan dengan berbagai cara
sesuai dengan kebutuhan. Ada beberapa bagian blok rangkaian yang perlu diuji
secara khusus antara lain sebagai berikut:
4.1.1.1 Pengujian Minimal Sistem Mikrokontroler AT89C51
Pengujian minimum mikrokontroler dilakukan untuk mengetahui apakah
mikrokontroler dapat bekerja sesuai dengan fungsi semestinya. Pengujian
dilakukan dengan mendownloadkan sebuah logika dari komputer ke AT89C51
dan diujicobakan di system minimal tersebut. Setiap port dihubungkan dengan
LED untuk mengetahui apakah masing-masing kaki berfungsi dengan baik.
Program yang didownload misalnya untuk membuat led ping pong sebagai
berikut:
Orh 0h
Mov A, #0FEH ;simpan data ke akumulator
;port 1 menyala duluan
MULAI:
MOV P1,A ;kirim data ke port 1
ACALL DELAY ;tunda sebentar
RL A ; putar isi akumulator ke kiri 1 bit
CJNE A,#7FH, MULAI ; apakah A=01111111B?
; Tidak, ulangi lagi
MULAI1: ; Ya, lanjutkan ke proses berikut
MOV P1,A ; kirim data ke port 1
ACALL DELAY ; tunda sebentar
RR A ; putar isi akumulator ke kanan 1
bit
CJNE A,#0FEH, MULAI1 ; apakah A=11111110B?
; Tidak, ulangi lagi
74
75
SJMP MULAI ; Ya, lanjutkan ke proses paling
awal..
DELAY
MOV R0,#0 ; isi register R0 dengan 0 (256x
ulang)
DELAY1: MOV R1,#0 ; isi register R1 dengan 0 (256x
ulang)
Djnz R1,$
Djnz R0, DELAY1
Ret
End
Program ini digunakan untuk menguji apakah mikrokontroler bekerja
sesuai dengan perintah yang dirancang. Outputnya berupa LED yang terhubung
pada kaki-kaki mikrokontroler seperti gambar 4.1
Gambar 4.1 Pengujian kaki mikrokontroler pada port 1
4.1.1.2.Pengujian RFID reader
Pengujian pada reader pertama kali dilakukan dengan menghubungkan
jalur salah satu jalur data (D0 atau D1) dengan serial port komputer (DB9).
Karena data yang dikirim RFID reader merupakan data serial maka dapat
langsung dibaca oleh komputer.
Pengukuran jarak baca ini untuk mengetahui jarak yang paling efektif
kemampuan baca RDIF reader ID-10. Setiap jenis RFID reader mempunyai
kempuan baca yag berbeda. Kemampuan daya baca ini tergantung pada catu daya
dan frekuensi yang digunakan oleh RFID. Untuk tag RFID pasif biasanya
76
mempunyai daya baca yang lebih pendek dari pada RFID aktif. Sampai saat ini
teknologi RFID sudah mampu membaca tag RFID dari jarak ratusan meter. Hasil
pengukuran kemampuan baca RFID reader ID-10 adalah sebagai berikut:
a. Pengujian Tanpa Halangan
Pengujian ini dilakukan dengan cara menghitung jarak yang mampu
dibaca oleh RFID reader tanpa ada penghalang. Pengujian ini digunakan untuk
menentukan jarak yang efektif terhadap penggunaan tag RFID.
Tabel 4.1 Pengujian RFID tanpa penghalang
Posisi Tag RFID Kemampuan Baca
Posisi tag RFID horisontal
Posisi tag miring 45 derajat
Posisi tag RFID vertical
6 cm
3,8 cm
1 cm
b. Pengujian dengan Halangan
Pengukian dengan halangan ini dilakukan dengan berbagai percobaan.
Penghalang yang digunkan antara lain dengan kertas, tripleks, kaca dan plat besi.
Pengujian ini dilakukan untuk menentukan kemampuan RFID reader dalam
membaca tag dengan penghalang tertentu. Penghalang ini dapat diibaratkan
sebagai wadah atau casing yang paling cocok digunakan untuk perangkat kunci
pintu. Hasil pengukuran kemampuan baca RFID reader dengan penghalang adalah
sebagai berikut:
Tag RFID
Benda Bervariasi
ketebalan dan jenis
Jarak
divariasikan
Gambar 4.2 Pengujian RFID
77
Tabel 4.2 Pengujian RFID dengan penghalang
No Jenis Penghalang Jarak Baca
1 Kertas 2,6 cm 4,3 cm
2 Kayu 3,7 cm 6 cm
3 Kaca 1,9cm 5,8 cm
4 Plat Besi 1 mm Tidak terdeteksi
5 Karet 1,3 cm 5,8 cm
4.1.1.3.Pengujian LCD
Pengujian LCD ini untuk mengetahui apakah LCD yang dipakai rusak atau
bisa dipakai semestinya. LCD memiliki 14 kaki yang terdiri dari 8 pin jalur data, 2
pin power suplai, 1 pin untuk mengatur kontras, dan 3 pin control. Pengujian
pertama yang dilakukan denga memberi tegangan pada pada kaki power supply.
Makan LCD akan menyala, namun demikian tidak berarti LCD akan bekerja
dengan baik jika dapat menyala.
4.1.1.4.Pengujian Keypad
Pengujian dilakukan secara langsung apakah antara masing-masing tombol
yang ditekan memberikan logika sepeti yang seharusnya. Logika-logika ini yang
akan digunakan sebagai masukan pada port 1.0 sampai port 1.6. Pengujian
dilakukan dengan Ohmmeter untuk mengetahui adanya resistansi pada pada
kombinasi tombol keypad 3X4. Selain itu pengujian keypad dilakukan oleh
mikrokontroler dengan listing program sebagai berikut:
SCANNINGKEYPAD:
KOLOM1: MOV DATAKEY,#0
CLR X1
78
SETB X2
SETB X3
MOV A,SWITCH
ANL A,#0FH
CTOMBOL1: CJNE A,#0EH,CTOMBOL4
MOV DATAKEY,#01H
LJMP TOLCD
CTOMBOL4: CJNE A,#0DH,CTOMBOL7
MOV DATAKEY,#04H
LJMP TOLCD
CTOMBOL7: CJNE A,#0BH,CTOMBOLB
MOV DATAKEY,#07H
LJMP TOLCD
CTOMBOLB: CJNE A,#07H,KOLOM2
MOV DATAKEY,#0BH
LJMP TOLCD
KOLOM2: SETB X1
CLR X2
SETB X3
MOV A,SWITCH
ANL A,#0FH
CTOMBOL2: CJNE A,#0EH,CTOMBOL5
MOV DATAKEY,#02H
LJMP TOLCD
CTOMBOL5: CJNE A,#0DH,CTOMBOL8
MOV DATAKEY,#05H
LJMP TOLCD
CTOMBOL8: CJNE A,#0BH,CTOMBOL0
MOV DATAKEY,#08H
LJMP TOLCD
CTOMBOL0: CJNE A,#07H,KOLOM3
MOV DATAKEY,#0AH
LJMP TOLCD
KOLOM3: SETB X1
SETB X2
CLR X3
MOV A,SWITCH
ANL A,#0FH
CTOMBOL3: CJNE A,#0EH,CTOMBOL6
MOV DATAKEY,#03H
LJMP TOLCD
CTOMBOL6: CJNE A,#0DH,CTOMBOL9
MOV DATAKEY,#06H
LJMP TOLCD
CTOMBOL9: CJNE A,#0BH,CTOMBOLP
MOV DATAKEY,#09H
LJMP TOLCD
CTOMBOLP: CJNE A,#07H,KEYPADRET
MOV DATAKEY,#0CH
4.1.1.5.Pengujian Relai Solenoid
Pengujian ini dilakukan untuk menyesuiakan lama seseorang membuka
sampai masuk ruangan. Waktu yang dibutuhkan seseorag untuk membuka pintu
79
sampai masuk ruangan adalah 6 second. Waktu ini yang digunakan sebagai acuan
untuk menentukan lamanya kunci pintu dalam kondisi membuka. Perintah untuk
mengaktifkan dan mematikan relay pada mikrokontroler dan menampilkan pesan
di LCD adalah sebagai berikut:
SETB SELENOID ;AKTIFKAN RELAY UNTUK
SELENOID
MOV R3,#20
LCALL DELAYLONG
LCALL PROC_HOMELCD
MOV DPTR,#KATA6
LCALL PROC_STRTOLCD
LCALL PROC_LFLCD
MOV DPTR,#KATA5
LCALL PROC_STRTOLCD
LCALL DELAYSW
CLR SELENOID ;MATIKAN KEMBALI RELAY
SELENOID
LCALL DELAY
RET
Pengaktifan relay yang terhubung dengan solenoid dilakukan dengan
mengaktifkan timer 2, yaitu dengan mengaktifkan pin 15 atau port 3.5 selama t
(waktu) tertentu. Pin 15 tersebut ternyata aktif selama 6,19 detik.
Pengujian relai juga dilakukan secara terpisah yaitu dengan memberikan
tegangan 5V DC pada pemicunya, sehingga akan menggerakkan relay on/off.
4.1.2 Pengujian Perangkat Lunak
Pengujian perangka lunak ini dilakukan pada beberapa sub rutin program.
Tujuan pengujian adalah untuk memastikan sub rutin bekerja sesuai dengan yang
direncanakan. Pengujian ini dilakukan anatara lain pada sub rutin LCD, keypad,
get data serial (membaca tag RFID), dan sub rutin pengaktifan relai.
Untuk sub rutin yang menerima input dan meneruskan output dapat
dicobakan secara langsung pada mikrokontroler sehingga hasilnya dapat dilihat.
Misalnya sub rutin pada LCD maka akan dapat dilihat secara langsung pada LCD.
80
Sedang untuk sub rutin yang tidak menerima input dan output misalnya pada sub
rutin untuk mengubah angka kebentuk heksa atau yang lain tidak dapat dilihat
secara langsung.
4.1.2.1 Setting Nomor ID Tag RFID
Setting ini nomor ID RFID dilakukan jika akan mengganti kunci pintu (tag
RFID) dengan kunci (tag RFID) yang lain. Penggantian dilakukan jika tag RFID
yang digunakan sebagai kunci hilang, atau untuk kepentingan peningkatan
keamanan ruangan, maka kunci dapat diganti setiap rentang waktu tertentu.
Penggantian dilakukan dengan memasukka ID yang tetulis di sisi tag. Dengan
menekan tombol * (bintang) terlebih dahulu, diikuti dengan 10 digit ID yang
tertulis di tag RFID. Sub rutin yang mengatur setting nomer adalah sebagai
berikut:
SETTING: LCALL BACADATAEEPROM
LCALL PROC_CLEARLCD
MOV DPTR,#TEXTSETTING1
LCALL PROC_STRTOLCD
LCALL PROC_LFLCD
LCALL DELAYSW
LCALL DELAYSW
LCALL DELAYSW
LCALL DELAYSW
LCALL PROC_CLEARLCD
MOV DPTR,#TEXTSETTING1
LCALL PROC_STRTOLCD
LCALL PROC_LFLCD
MOV R4,#10
MOV DPTR,#ADDREEPROM
4.2 Pembahasan Alat
4.2.1 Penggunaan port pada mikrokontroler
Port 0 digunakan sebagai jalur data yang menuju ke LCD dan external ,
serta pengambilan data dari external memory. Selain itu port ini juga digunakan
sebagai low byte adrress sebagai jalur alamat yang menuju ke external memory.
81
Dalam praktiknya port ini membutuhkan dua bauh latch (penahan) yaitu
74HC573. Lacth yang pertama digunakan sebagai penahan low byte address, yang
terhubung dengan external memory. Latch yang kedua digunakan untuk menahan
data yang dikirim ke LCD karena LCD tidak dalam mode external. Untuk
mengaktifkan latch ini dengan memberikan logic 0 pada kaki 11 (C ), demikian
juga dengan lacth yang terdapat pada jalur data yang menuju LCD.
Port 1.0 sampai 1.6 digunakan untuk unit input yaitu keypad, sedangkan
port 1.7 digunakan untuk mengaktifkan latch yang terdapat pada jalur data yang
menuju LCD.
Port 2.0 sampai port 2.4 digunakan untuk mengirimkan address byte tinggi
yang dapat secara langsung ke memori eksternal. Untuk port 2.5 sampai port 2.7
digunakan untuk mengaktifkan chip select dengan decoder 74HC138.
Untuk mengaktifkan relai yang menuju solenoid digunakan pin T1 yaitu
pin timer. Pin ini akan aktif selama 6 detik. Untuk membaca serial data yang
terdapat dalam RFID reader digunakan pin RXD yaitu pin yeng sering digunakan
untuk menerima data.
4.2.2 Bagian Radio Frequency Identification (RFID)
RFID reader ID-10 memancarkan frequensi gelombang radio, kemudian
tag RFID menerima dengan internal antena. Pada saat itu terjadi interferensi
gelombang yang menyebabkan adanya medan magnet. Medan magnet tesebut
yang digunkan sebagai catu daya tag RFID untuk mengirimkan data yang berupa
ID yang unik ke RFID reader. RFID reader mengirim data tersebut secara serial
melalui pin 6 da pin 7 yang merupakan kaki D0 dan D1.Data seriak dikirim ke
82
mikrokontroler melalui kaki RXD. RFID reader mampu membaca isi tag dengan
halangan yang telah diujicobakan, namun reader mengalami kesulitan ketika
mendapat halangan berupa logam (besi). Karena prinsip kerja berdasarkan medan
magnet maka kemampuan reader akan menurun atau bahkan tidak bisa membaca
pada penghalang dari logam (besi). Hal ini dikarenakan tidak terjadi medan
magnet pada saat reader didekatkan, sehingga tidah tersedia daya pada tag RFID.
4.2.3 Bagian Relai Solenoid (kunci)
Kunci pintu ini menggunakan solenoid yang membutuhkan tegangan 12
V DC yang disediakan oleh relai 5VDC. Solenoid akan bekerja jika relai 5V
menghubungkan dengan catu daya 12 V DC. Dia akan bekerja selama 6 detik
untuk membuka kunci pintu.
4.2.4 Bagian Liquid Crystal Display (LCD)
Bagian ini digunakan untuk menampilkan keterangan yang berhubungan
dengan program yang sedang dijalankan. Misalnya pada saat pertama kali kunci
dihidupkan LCD akan menampilkan kata
Setelah teks ditampilkan LCD akan menampilkan pesan seperti
berikut:
“ TUGAS AKHIR”
“TEKNIK ELEKTRO”
“RIKI ASTONO”
“NIM:5350402014”
“MONITORING”
“Y O U R C A R D”
83
Pesan ini ditampilkan pada saat sebelum tag RFID didekatkan.
Setelah tag didekatkan maka akan ada dua pilihan yaitu :
Jika tag yang dipakai benar maka akan muncul teks seperti diatas
secara bersamaan dengan membukanya kunci (solenoid), setelah 6 detik
pintu akan terkunci kembali dengan tampilan LCD sebagai berikut:
Jika tag yang digunakan tidak sesuai maka yang akan muncul di
LCD adalah sebagai berikut
4.2.5 Bagian keypad
Bagian ini sebenarnya hanya akan aktif pada saat interrupt tidak aktif. Saat
interrupt tidak aktif maka mikrokontroler akan mengecek keypad. Jika menekan
tombol bintang (*) maka maka mikrokontroler akan menerima input data ID 10
digit kemudian mengkonversikandalam bentuk asci dan menyimpan dalam
eksternal memory. Jika tidak menekan tombol bintang (*) maka akan selesai.
"==KUNCI DIBUKA=="
[______________]
"==PINTU DIKUNCI =="
[______________]
"M A A F!!!”
“CARD TDK DIKENAL”
84
4.3 Perbandingan teknologi RFID dengan Kartu Magnetik
Teknologi magnetic card sudah ada lebih dulu dibanding dengan teknologi
Radio Frequency Identification (RFID). Teknologi magnetic card menggunakan
media pita megnetik sebagai media penyimpanan, sedangkan Radio Frequency
Identification sudah menggunakan chip tersendiri. Untuk lebih jelasnya dalam
Tabel 4.2 dibawah ini:
Tabel 4.2 Perbandingan antara RFID dengan magnetic Card.
No Keterangan RFID Magnetic Card
1. Memory Dalam single chip sehingga dapat
menyimpan data lebih banyak
Dalam pita magnetic,
data yang disimpan
terbatas
2. Sifat Reader -Mampu membaca dalam jarak
tertentu (dari 8 cm sampai 100).
-tidak mengenal Head Life, usia
pakai tak terbatas.
-Hanya mampu
membaca pada jarak
hanya beberapa
milimeter saja.
-Ada batasan head Life
(usia pakai), berapa
ribu kali pakai.
3. Media
Transmiter
Gelombang radio Gelombang magnetic
4. Ukuran tag Ukuran tag RFID berbagai macam,
ada yang setebal kertas HVS
(beberapa millimeter persegi),
Biasannya berukuran
lebih besar.
85
bahkan bisa ditanam dalam tubuh
manusia.
5. Tingkat
keamanan
data
RFID memiliki tingkat keamanan
lebih dibanding dengan magnetic
card, misalnya dari frekuensi yang
dipakai saja dari 125kHz sampai
GHz, kemudian setiap tag
memiliki ID yang unik dari setiap
perusahaan yang membuatnya.
Tingkat keamanan
kurang memadai
karena magnetic card
bisa digandakan
dengan mengakopi isi
card ke card yang lain.
6. Multiple
Access
Mampu membaca data secara acak
dan cepat.
Tidak mampu
membaca data secara
acak.
7. Real time
System
Mampu mengirim data secara
realtime.
Tidak mampu
mengirim data secara
rael time.
8. Penggunaan Access system, security system,
supply chin, tracking asset,
payment system, apparel, IT
sensor, smart home, retail item
check out.
Payment system,
access system
86
4.4. Pemasangan Kunci Pintu
Pemasangan dapat dilakukan dengan cara memasang slot kunci pada kusen
pintu. Kunci pintu disini digunakan untuk satu pintu saja jadi perlu diperhatikan
jika digunakan untuk dua pintu, yaitu letak sumber arus rangkaian. Seperti gambar
4.3 dibawah ini adalah contoh pemasangan kunci pintu hotel pada satu pintu.
Tag
RFID
RFID Reader dan
rangkaian kunci
Slot kunci
Gambar 4.3 Pemasangan kunci pintu RFID
87
BAB V
PENUTUP
5.1 Simpulan
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa:
1. Sistem minimal AT89C51 berfungsi sebagai central processing unit yang
mengolah data dari keypad dan reader RFID, kemudian menampilkan ke
LCD dan mengendalikan solenoid relai.
2. Tag RFID mampu memindahkan data (ID) ke reader dengan
menggunakan frekuensi 125 kHz, kemudian reader meneruskan data
secara serial ke system minimal mikrokontroler AT89C51.
3. Jarak baca efektif antara tag dan reader RFID (ID-10) tanpa penghalang
kurang lebih 6 cm namun mengalami penurunan ketika ada penghalang,
bahkan jika penghalang adalah lempengan logam (besi), reader RFID
tidak mampu membaca karena tidak terjadi medan magnet yang digunakan
tag RFID sebagai catu daya.
4. Pin T1 dalam kondisi high selama kurang lebih 6 detik, untuk memberikan
pemicuan transistor BC547, kemudian transistor memberikan pemicuan
terhadap relai 5V DC, dan relai ini yang akan menghubungkan solenoid
(kunci pintu) dengan catu daya 12V DC.
5.2 Saran
1. Kunci pintu ini mempunyai kelemahan pada relai yang digunakan
sehingga perlu dikembangkan kunci pintu dengan relai yang lebih kuat.
87
88
2. Kunci pintu yang dibuat belum dapat membaca dan menampilkan ID yang
tersimpan dalam tag RFID, ID masih dimasukkan lewat keypad. Bisa
dibuat kunci yang memiliki kemampuan membaca dan menampilkan ke
LCD, sehingga tidak perlu lagi memasukkan ID tag ke mikrokontroler
dengan keypad.
3. Di masa yang akan datang dapat dikembangkan tidak hanya kunci pintu
saja tetapi juga kunci dan sistem keamanan yang lain.
4. Teknologi RFID masih baru sehingga masih banyak aspek pengembangan
yang lebih dari sekedar kunci pintu, seperti negara-negara maju.
5. Kunci pintu ini masih mempunyai device yang berukuran relative besar,
mungkin suatu saat dapat diciptakan dalam single chip saja.
89
DAFTAR PUSTAKA
1. Andi Nalwan, Paulus, Panduan Praktis Teknik Antarmuka dan
PemrogramanMikrokontroler AT89C51, PT Elex Media Komputindo, Jakarta
2003.
2. Agfianto Eko Putra, Belajar Mikrokontroler AT89C51/52/55, Penerbit Gava
Media, Yogyakarta, 2002.
3. Budiharto, Widodo, Interfacing Komputer dan Mikrokontroler, PT Elex
Media Komputindo, Jakarta 2004.
4. Petruzella, Frank D, Elektronika Industri Edisi II, Terjamahan dari Industrial
Electronics oleh Sumanto, Drs. M.A., ANDI Yogyakarta, Yogyakarta 2001.
5. S.W Amos, Kamus Elektronika, PT Elex Media Komputindo, Jakarta 1996.
6. Zaks, Rodnay, Teknik Perantaraan Mikroprosesor Edisi Ketiga, Penerbit
Erlangga, Jakarta 1993.
89
90
#INCLUDE "8051.H"
SELENOID .EQU P3.5
RS_LCD .EQU P3.3
E_LCD .EQU P3.1
RW_LCD .EQU P3.2
SLDATALCD .EQU P1.7
PORTLCD .EQU P0
;-----------Control Data Magnetic------------
SWITCH .EQU P1
X1 .EQU P1.4
X2 .EQU P1.5
X3 .EQU P1.6
Y1 .EQU P1.0
Y2 .EQU P1.1
Y3 .EQU P1.2
Y4 .EQU P1.3
.ORG $30
DATAKEY .BLOCK 1
ADDRH .BLOCK 1
ADDRL .BLOCK 1
BUFEEPROM .BLOCK 16 ;Buffer data Nomor dari
EEPROM
DATANOHEX1 .BLOCK 1
DATANOHEX2 .BLOCK 1
DATANOHEX3 .BLOCK 1
DATANOHEX4 .BLOCK 1
DATADECHASIL1 .BLOCK 1
DATADECHASIL2 .BLOCK 1
DATADECHASIL3 .BLOCK 1
DATADECHASIL4 .BLOCK 1
DATADECHASIL5 .BLOCK 1
DATAPENAMBAH1 .BLOCK 1
DATAPENAMBAH2 .BLOCK 1
DATAPENAMBAH3 .BLOCK 1
DATAPENAMBAH4 .BLOCK 1
DATAPENAMBAH5 .BLOCK 1
DATAS1 .BLOCK 1
DATAS2 .BLOCK 1
DATAS3 .BLOCK 1
DATAS4 .BLOCK 1
DATAS5 .BLOCK 1
DATAS6 .BLOCK 1
DATAS7 .BLOCK 1
DATAS8 .BLOCK 1
BUFDATANOMOR .BLOCK 18
DATANOMORASCII1 .BLOCK 1
DATANOMORASCII2 .BLOCK 1
DATANOMORASCII3 .BLOCK 1
DATANOMORASCII4 .BLOCK 1
DATANOMORASCII5 .BLOCK 1
DATANOMORASCII6 .BLOCK 1
91
DATANOMORASCII7 .BLOCK 1
DATANOMORASCII8 .BLOCK 1
DATANOMORASCII9 .BLOCK 1
DATANOMORASCII10 .BLOCK 1
ADDREEPROM .EQU $2000
.ORG 00H
LJMP START
.ORG $23
LJMP SERINT
.ORG 100H
START: MOV SP,#20H
MOV PSW,#0
MOV R0,#BUFDATANOMOR
CLR SLDATALCD
CLR RW_LCD
CLR RS_LCD
SETB E_LCD
CLR SELENOID
LCALL DELAY
LCALL DELAY
LCALL INIT_LCD
LCALL DELAY
LCALL DELAY
MOV DPTR,#TEXTAWAL1
LCALL PROC_STRTOLCD
LCALL PROC_LFLCD
MOV DPTR,#TEXTAWAL2
LCALL PROC_STRTOLCD
LCALL DELAYSW
LCALL DELAYSW
LCALL DELAYSW
LCALL DELAYSW
LCALL DELAYSW
LCALL DELAYSW
LCALL PROC_HOMELCD
MOV DPTR,#TEXTAWAL3
LCALL PROC_STRTOLCD
LCALL PROC_LFLCD
MOV DPTR,#TEXTAWAL4
LCALL PROC_STRTOLCD
LCALL DELAYSW
LCALL DELAYSW
LCALL DELAYSW
LCALL DELAYSW
LCALL DELAYSW
LCALL DELAYSW
LCALL INITSERIAL
SETB ES
SETB EA
PROGRAM1: LCALL PROC_HOMELCD
92
MOV DPTR,#KATA1
LCALL PROC_STRTOLCD
LCALL PROC_LFLCD
MOV DPTR,#KATA2
LCALL PROC_STRTOLCD
PROGRAM2: MOV SP,#$20
LCALL SCANNINGKEYPAD
MOV A,DATAKEY
CJNE A,#0,PROGRAM3
LJMP PROGRAM1
PROGRAM3: CJNE A,#$0B,PROGRAM4
LJMP SETTING
PROGRAM4:
LJMP PROGRAM1
SERINT: JBC RI,GETDATASERIAL
RETI
GETDATASERIAL:
PUSH ACC
MOV A,SBUF
CLR RI
CJNE A,#$03,ISIKEBUFFER
LCALL PROSES
MOV R0,#BUFDATANOMOR
POP ACC
RETI
ISIKEBUFFER: MOV @R0,A
INC R0
POP ACC
RETI
PROSES: MOV R0,#BUFDATANOMOR
INC R0
INC R0
INC R0
MOV A,@R0
LCALL CEKA_F
ANL A,#$0F
MOV DATAS1,A
INC R0
MOV A,@R0
LCALL CEKA_F
ANL A,#$0F
MOV DATAS2,A
INC R0
MOV A,@R0
LCALL CEKA_F
ANL A,#$0F
MOV DATAS3,A
INC R0
93
MOV A,@R0
LCALL CEKA_F
ANL A,#$0F
MOV DATAS4,A
INC R0
MOV A,@R0
LCALL CEKA_F
ANL A,#$0F
MOV DATAS5,A
INC R0
MOV A,@R0
LCALL CEKA_F
ANL A,#$0F
MOV DATAS6,A
INC R0
MOV A,@R0
LCALL CEKA_F
ANL A,#$0F
MOV DATAS7,A
INC R0
MOV A,@R0
LCALL CEKA_F
ANL A,#$0F
MOV DATAS8,A
;---------------PENGGABUNGAN
MOV A,DATAS1
SWAP A
ANL A,#$F0
MOV DATANOHEX1,A
MOV A,DATAS2
ANL A,#$0F
ORL A,DATANOHEX1
MOV DATANOHEX1,A
MOV A,DATAS3
SWAP A
ANL A,#$F0
MOV DATANOHEX2,A
MOV A,DATAS4
ANL A,#$0F
ORL A,DATANOHEX2
MOV DATANOHEX2,A
MOV A,DATAS5
SWAP A
ANL A,#$F0
MOV DATANOHEX3,A
MOV A,DATAS6
ANL A,#$0F
ORL A,DATANOHEX3
MOV DATANOHEX3,A
MOV A,DATAS7
SWAP A
ANL A,#$F0
94
MOV DATANOHEX4,A
MOV A,DATAS8
ANL A,#$0F
ORL A,DATANOHEX4
MOV DATANOHEX4,A
LCALL HEXTODES
LCALL KOSONGKAN
MOV A,DATADECHASIL1
LCALL ANDF0
MOV DATANOMORASCII1,A
MOV A,DATADECHASIL1
LCALL AND0F
MOV DATANOMORASCII2,A
MOV A,DATADECHASIL2
LCALL ANDF0
MOV DATANOMORASCII3,A
MOV A,DATADECHASIL2
LCALL AND0F
MOV DATANOMORASCII4,A
MOV A,DATADECHASIL3
LCALL ANDF0
MOV DATANOMORASCII5,A
MOV A,DATADECHASIL3
LCALL AND0F
MOV DATANOMORASCII6,A
MOV A,DATADECHASIL4
LCALL ANDF0
MOV DATANOMORASCII7,A
MOV A,DATADECHASIL4
LCALL AND0F
MOV DATANOMORASCII8,A
MOV A,DATADECHASIL5
LCALL ANDF0
MOV DATANOMORASCII9,A
MOV A,DATADECHASIL5
LCALL AND0F
MOV DATANOMORASCII10,A
;-------------- PROSES MEMBANDINGKAN
LCALL BACADATAEEPROM
MOV R0,#DATANOMORASCII1
MOV R1,#BUFEEPROM
MOV R2,#10
ULANGCEK:
CLR A
MOV B,@R0
MOV A,@R1
CJNE A,B,NOMORTIDAKCOCOK
INC R0
95
INC R1
DJNZ R2,ULANGCEK
DATABENAR:
LCALL PROC_HOMELCD
MOV DPTR,#KATA4
LCALL PROC_STRTOLCD
LCALL PROC_LFLCD
MOV DPTR,#KATA5
LCALL PROC_STRTOLCD
SETB SELENOID ;AKTIFKAN RELAY
UNTUK SELENOID
MOV R3,#20
LCALL DELAYLONG
LCALL PROC_HOMELCD
MOV DPTR,#KATA6
LCALL PROC_STRTOLCD
LCALL PROC_LFLCD
MOV DPTR,#KATA5
LCALL PROC_STRTOLCD
LCALL DELAYSW
CLR SELENOID ;MATIKAN KEMBALI
RELAY SELENOID
LCALL DELAY
RET
NOMORTIDAKCOCOK:
LCALL PROC_HOMELCD
MOV DPTR,#KATAERROR1
LCALL PROC_STRTOLCD
LCALL PROC_LFLCD
MOV DPTR,#KATAERROR2
LCALL PROC_STRTOLCD
MOV R3,#2
LCALL DELAYLONG
RET
KOSONGKAN: MOV DATANOMORASCII1,#0
MOV DATANOMORASCII2,#0
MOV DATANOMORASCII3,#0
MOV DATANOMORASCII4,#0
MOV DATANOMORASCII5,#0
MOV DATANOMORASCII6,#0
MOV DATANOMORASCII7,#0
MOV DATANOMORASCII8,#0
MOV DATANOMORASCII9,#0
MOV DATANOMORASCII10,#0
RET
ANDF0: SWAP A
ANL A,#$0F
ADD A,#$30
RET
96
AND0F:
ANL A,#$0F
ADD A,#$30
RET
CEKA_F:
CEKA: CJNE A,#'A',CEKB
MOV A,#$0A
ADD A,#$30
RET
CEKB: CJNE A,#'B',CEKC
MOV A,#$0B
ADD A,#$30
RET
CEKC: CJNE A,#'C',CEKD
MOV A,#$0C
ADD A,#$30
RET
CEKD: CJNE A,#'D',CEKE
MOV A,#$0D
ADD A,#$30
RET
CEKE: CJNE A,#'E',CEKF
MOV A,#$0E
ADD A,#$30
RET
CEKF: CJNE A,#'F',CEKPA
MOV A,#$0F
ADD A,#$30
CEKPA:
RET
HEXTODES:
MOV DATADECHASIL1,#0
MOV DATADECHASIL2,#0
MOV DATADECHASIL3,#0
MOV DATADECHASIL4,#0
MOV DATADECHASIL5,#0
MOV A,DATANOHEX4
KE1: CLR C
RRC A
JNC KE2
LCALL HITBIT1
LCALL HITUNG
KE2: CLR C
RRC A
JNC KE3
LCALL HITBIT2
LCALL HITUNG
KE3: CLR C
RRC A
97
JNC KE4
LCALL HITBIT3
LCALL HITUNG
KE4: CLR C
RRC A
JNC KE5
LCALL HITBIT4
LCALL HITUNG
KE5: CLR C
RRC A
JNC KE6
LCALL HITBIT5
LCALL HITUNG
KE6: CLR C
RRC A
JNC KE7
LCALL HITBIT6
LCALL HITUNG
KE7: CLR C
RRC A
JNC KE8
LCALL HITBIT7
LCALL HITUNG
KE8: CLR C
RRC A
JNC KE9
LCALL HITBIT8
LCALL HITUNG
KE9:
MOV A,DATANOHEX3
CLR C
RRC A
JNC KE10
LCALL HITBIT9
LCALL HITUNG
KE10: CLR C
RRC A
JNC KE11
LCALL HITBIT10
LCALL HITUNG
KE11: CLR C
RRC A
JNC KE12
LCALL HITBIT11
LCALL HITUNG
KE12: CLR C
RRC A
JNC KE13
LCALL HITBIT12
LCALL HITUNG
KE13: CLR C
RRC A
JNC KE14
LCALL HITBIT13
LCALL HITUNG
KE14: CLR C
98
RRC A
JNC KE15
LCALL HITBIT14
LCALL HITUNG
KE15: CLR C
RRC A
JNC KE16
LCALL HITBIT15
LCALL HITUNG
KE16: CLR C
RRC A
JNC KE17
LCALL HITBIT16
LCALL HITUNG
KE17:
MOV A,DATANOHEX2
CLR C
RRC A
JNC KE18
LCALL HITBIT17
LCALL HITUNG
KE18: CLR C
RRC A
JNC KE19
LCALL HITBIT18
LCALL HITUNG
KE19: CLR C
RRC A
JNC KE20
LCALL HITBIT19
LCALL HITUNG
KE20: CLR C
RRC A
JNC KE21
LCALL HITBIT20
LCALL HITUNG
KE21: CLR C
RRC A
JNC KE22
LCALL HITBIT21
LCALL HITUNG
KE22: CLR C
RRC A
JNC KE23
LCALL HITBIT22
LCALL HITUNG
KE23: CLR C
RRC A
JNC KE24
LCALL HITBIT23
LCALL HITUNG
KE24: CLR C
RRC A
JNC KE25
LCALL HITBIT24
LCALL HITUNG
99
KE25:
MOV A,DATANOHEX1
CLR C
RRC A
JNC KE26
LCALL HITBIT25
LCALL HITUNG
KE26: CLR C
RRC A
JNC KE27
LCALL HITBIT26
LCALL HITUNG
KE27: CLR C
RRC A
JNC KE28
LCALL HITBIT27
LCALL HITUNG
KE28: CLR C
RRC A
JNC KE29
LCALL HITBIT28
LCALL HITUNG
KE29: CLR C
RRC A
JNC KE30
LCALL HITBIT29
LCALL HITUNG
KE30: CLR C
RRC A
JNC KE31
LCALL HITBIT30
LCALL HITUNG
KE31: CLR C
RRC A
JNC KE32
LCALL HITBIT31
LCALL HITUNG
KE32: CLR C
RRC A
JNC KE33
LCALL HITBIT32
LCALL HITUNG
KE33:
RET
HITUNG: PUSH ACC
MOV A,DATADECHASIL5
ADD A,DATAPENAMBAH5
DA A
MOV DATADECHASIL5,A
MOV A,DATADECHASIL4
100
ADDC A,DATAPENAMBAH4
DA A
MOV DATADECHASIL4,A
MOV A,DATADECHASIL3
ADDC A,DATAPENAMBAH3
DA A
MOV DATADECHASIL3,A
MOV A,DATADECHASIL2
ADDC A,DATAPENAMBAH2
DA A
MOV DATADECHASIL2,A
MOV A,DATADECHASIL1
ADDC A,DATAPENAMBAH1
DA A
MOV DATADECHASIL1,A
POP ACC
RET
;------------------------------------------
HITBIT1:
MOV DATAPENAMBAH5,#$01
MOV DATAPENAMBAH4,#$00
MOV DATAPENAMBAH3,#$00
MOV DATAPENAMBAH2,#$00
MOV DATAPENAMBAH1,#$00
RET
HITBIT2:
MOV DATAPENAMBAH5,#$02
MOV DATAPENAMBAH4,#$00
MOV DATAPENAMBAH3,#$00
MOV DATAPENAMBAH2,#$00
MOV DATAPENAMBAH1,#$00
RET
HITBIT3:
MOV DATAPENAMBAH5,#$04
MOV DATAPENAMBAH4,#$00
MOV DATAPENAMBAH3,#$00
MOV DATAPENAMBAH2,#$00
MOV DATAPENAMBAH1,#$00
RET
HITBIT4:
MOV DATAPENAMBAH5,#$08
MOV DATAPENAMBAH4,#$00
MOV DATAPENAMBAH3,#$00
MOV DATAPENAMBAH2,#$00
MOV DATAPENAMBAH1,#$00
RET
HITBIT5:
MOV DATAPENAMBAH5,#$16
MOV DATAPENAMBAH4,#$00
MOV DATAPENAMBAH3,#$00
MOV DATAPENAMBAH2,#$00
101
MOV DATAPENAMBAH1,#$00
RET
HITBIT6:
MOV DATAPENAMBAH5,#$32
MOV DATAPENAMBAH4,#$00
MOV DATAPENAMBAH3,#$00
MOV DATAPENAMBAH2,#$00
MOV DATAPENAMBAH1,#$00
RET
HITBIT7:
MOV DATAPENAMBAH5,#$64
MOV DATAPENAMBAH4,#$00
MOV DATAPENAMBAH3,#$00
MOV DATAPENAMBAH2,#$00
MOV DATAPENAMBAH1,#$00
RET
HITBIT8:
MOV DATAPENAMBAH5,#$28
MOV DATAPENAMBAH4,#$01
MOV DATAPENAMBAH3,#$00
MOV DATAPENAMBAH2,#$00
MOV DATAPENAMBAH1,#$00
RET
;------------------------------------------
HITBIT9:
MOV DATAPENAMBAH5,#$56
MOV DATAPENAMBAH4,#$02
MOV DATAPENAMBAH3,#$00
MOV DATAPENAMBAH2,#$00
MOV DATAPENAMBAH1,#$00
RET
HITBIT10:
MOV DATAPENAMBAH5,#$12
MOV DATAPENAMBAH4,#$05
MOV DATAPENAMBAH3,#$00
MOV DATAPENAMBAH2,#$00
MOV DATAPENAMBAH1,#$00
RET
HITBIT11:
MOV DATAPENAMBAH5,#$24
MOV DATAPENAMBAH4,#$10
MOV DATAPENAMBAH3,#$00
MOV DATAPENAMBAH2,#$00
MOV DATAPENAMBAH1,#$00
RET
HITBIT12:
MOV DATAPENAMBAH5,#$48
MOV DATAPENAMBAH4,#$20
MOV DATAPENAMBAH3,#$00
MOV DATAPENAMBAH2,#$00
MOV DATAPENAMBAH1,#$00
RET
HITBIT13:
MOV DATAPENAMBAH5,#$96
102
MOV DATAPENAMBAH4,#$40
MOV DATAPENAMBAH3,#$00
MOV DATAPENAMBAH2,#$00
MOV DATAPENAMBAH1,#$00
RET
HITBIT14:
MOV DATAPENAMBAH5,#$92
MOV DATAPENAMBAH4,#$81
MOV DATAPENAMBAH3,#$00
MOV DATAPENAMBAH2,#$00
MOV DATAPENAMBAH1,#$00
RET
HITBIT15:
MOV DATAPENAMBAH5,#$84
MOV DATAPENAMBAH4,#$63
MOV DATAPENAMBAH3,#$01
MOV DATAPENAMBAH2,#$00
MOV DATAPENAMBAH1,#$00
RET
HITBIT16:
MOV DATAPENAMBAH5,#$68
MOV DATAPENAMBAH4,#$27
MOV DATAPENAMBAH3,#$03
MOV DATAPENAMBAH2,#$00
MOV DATAPENAMBAH1,#$00
RET
;------------------------------------------
HITBIT17:
MOV DATAPENAMBAH5,#$36
MOV DATAPENAMBAH4,#$55
MOV DATAPENAMBAH3,#$06
MOV DATAPENAMBAH2,#$00
MOV DATAPENAMBAH1,#$00
RET
HITBIT18:
MOV DATAPENAMBAH5,#$72
MOV DATAPENAMBAH4,#$10
MOV DATAPENAMBAH3,#$13
MOV DATAPENAMBAH2,#$00
MOV DATAPENAMBAH1,#$00
RET
HITBIT19:
MOV DATAPENAMBAH5,#$44
MOV DATAPENAMBAH4,#$21
MOV DATAPENAMBAH3,#$26
MOV DATAPENAMBAH2,#$00
MOV DATAPENAMBAH1,#$00
RET
HITBIT20:
MOV DATAPENAMBAH5,#$88
MOV DATAPENAMBAH4,#$42
MOV DATAPENAMBAH3,#$52
MOV DATAPENAMBAH2,#$00
MOV DATAPENAMBAH1,#$00
103
RET
HITBIT21:
MOV DATAPENAMBAH5,#$76
MOV DATAPENAMBAH4,#$85
MOV DATAPENAMBAH3,#$04
MOV DATAPENAMBAH2,#$01
MOV DATAPENAMBAH1,#$00
RET
HITBIT22:
MOV DATAPENAMBAH5,#$52
MOV DATAPENAMBAH4,#$71
MOV DATAPENAMBAH3,#$09
MOV DATAPENAMBAH2,#$02
MOV DATAPENAMBAH1,#$00
RET
HITBIT23:
MOV DATAPENAMBAH5,#$04
MOV DATAPENAMBAH4,#$43
MOV DATAPENAMBAH3,#$19
MOV DATAPENAMBAH2,#$04
MOV DATAPENAMBAH1,#$00
RET
HITBIT24:
MOV DATAPENAMBAH5,#$08
MOV DATAPENAMBAH4,#$86
MOV DATAPENAMBAH3,#$38
MOV DATAPENAMBAH2,#$08
MOV DATAPENAMBAH1,#$00
RET
;------------------------------------------
HITBIT25:
MOV DATAPENAMBAH5,#$16
MOV DATAPENAMBAH4,#$72
MOV DATAPENAMBAH3,#$77
MOV DATAPENAMBAH2,#$16
MOV DATAPENAMBAH1,#$00
RET
HITBIT26:
MOV DATAPENAMBAH5,#$32
MOV DATAPENAMBAH4,#$44
MOV DATAPENAMBAH3,#$55
MOV DATAPENAMBAH2,#$33
MOV DATAPENAMBAH1,#$00
RET
HITBIT27:
MOV DATAPENAMBAH5,#$64
MOV DATAPENAMBAH4,#$88
MOV DATAPENAMBAH3,#$10
MOV DATAPENAMBAH2,#$67
MOV DATAPENAMBAH1,#$00
RET
HITBIT28:
MOV DATAPENAMBAH5,#$28
MOV DATAPENAMBAH4,#$77
104
MOV DATAPENAMBAH3,#$21
MOV DATAPENAMBAH2,#$34
MOV DATAPENAMBAH1,#$01
RET
HITBIT29:
MOV DATAPENAMBAH5,#$56
MOV DATAPENAMBAH4,#$54
MOV DATAPENAMBAH3,#$43
MOV DATAPENAMBAH2,#$68
MOV DATAPENAMBAH1,#$02
RET
HITBIT30:
MOV DATAPENAMBAH5,#$12
MOV DATAPENAMBAH4,#$09
MOV DATAPENAMBAH3,#$87
MOV DATAPENAMBAH2,#$36
MOV DATAPENAMBAH1,#$05
RET
HITBIT31:
MOV DATAPENAMBAH5,#$24
MOV DATAPENAMBAH4,#$18
MOV DATAPENAMBAH3,#$74
MOV DATAPENAMBAH2,#$73
MOV DATAPENAMBAH1,#$10
RET
HITBIT32:
MOV DATAPENAMBAH5,#$48
MOV DATAPENAMBAH4,#$36
MOV DATAPENAMBAH3,#$48
MOV DATAPENAMBAH2,#$47
MOV DATAPENAMBAH1,#$21
RET
;------------------------------------------
INITSERIAL:
MOV TMOD,#20H
MOV TCON,#41H
MOV TH1,#0FDH
MOV SCON,#50H
RET
SETTING: LCALL BACADATAEEPROM
LCALL PROC_CLEARLCD
MOV DPTR,#TEXTSETTING1
LCALL PROC_STRTOLCD
LCALL PROC_LFLCD
LCALL DELAYSW
LCALL DELAYSW
LCALL DELAYSW
LCALL DELAYSW
105
LCALL PROC_CLEARLCD
MOV DPTR,#TEXTSETTING1
LCALL PROC_STRTOLCD
LCALL PROC_LFLCD
MOV R4,#10
MOV DPTR,#ADDREEPROM
SETLOOP:
LCALL SCANNINGKEYPAD
MOV A,DATAKEY
CJNE A,#0,MASUKKANNOMOR
LJMP SETLOOP
MASUKKANNOMOR: CJNE A,#$0C,MASUKKANNOMOR1
LJMP PROGRAM1
MASUKKANNOMOR1: CJNE A,#$0A,MASUKKANNOMOR2
MOV A,#$0
MASUKKANNOMOR2:
ADD A,#$30
MOVX @DPTR,A
MOV ADDRH,DPH
MOV ADDRL,DPL
LCALL KEYPADTOLCD
MOV DPH,ADDRH
MOV DPL,ADDRL
INC DPTR
LCALL DELAY
DJNZ R4,SETLOOP
LCALL PROC_CLEARLCD
LCALL BACADATAEEPROM
LCALL DELAYSW
LCALL DELAYSW
LCALL DELAYSW
LJMP PROGRAM1
BACADATAEEPROM:
MOV R4,#10
MOV DPTR,#ADDREEPROM
MOV R0,#BUFEEPROM
BACAEEPLAGI:
MOVX A,@DPTR
MOV @R0,A
INC R0
INC DPTR
DJNZ R4,BACAEEPLAGI
RET
SCANNINGKEYPAD:
KOLOM1: MOV DATAKEY,#0
CLR X1
SETB X2
SETB X3
106
MOV A,SWITCH
ANL A,#0FH
CTOMBOL1: CJNE A,#0EH,CTOMBOL4
MOV DATAKEY,#01H
LJMP TOLCD
CTOMBOL4: CJNE A,#0DH,CTOMBOL7
MOV DATAKEY,#04H
LJMP TOLCD
CTOMBOL7: CJNE A,#0BH,CTOMBOLB
MOV DATAKEY,#07H
LJMP TOLCD
CTOMBOLB: CJNE A,#07H,KOLOM2
MOV DATAKEY,#0BH
LJMP TOLCD
KOLOM2: SETB X1
CLR X2
SETB X3
MOV A,SWITCH
ANL A,#0FH
CTOMBOL2: CJNE A,#0EH,CTOMBOL5
MOV DATAKEY,#02H
LJMP TOLCD
CTOMBOL5: CJNE A,#0DH,CTOMBOL8
MOV DATAKEY,#05H
LJMP TOLCD
CTOMBOL8: CJNE A,#0BH,CTOMBOL0
MOV DATAKEY,#08H
LJMP TOLCD
CTOMBOL0: CJNE A,#07H,KOLOM3
MOV DATAKEY,#0AH
LJMP TOLCD
KOLOM3: SETB X1
SETB X2
CLR X3
MOV A,SWITCH
ANL A,#0FH
CTOMBOL3: CJNE A,#0EH,CTOMBOL6
MOV DATAKEY,#03H
LJMP TOLCD
CTOMBOL6: CJNE A,#0DH,CTOMBOL9
MOV DATAKEY,#06H
LJMP TOLCD
CTOMBOL9: CJNE A,#0BH,CTOMBOLP
MOV DATAKEY,#09H
LJMP TOLCD
CTOMBOLP: CJNE A,#07H,KEYPADRET
MOV DATAKEY,#0CH
TOLCD:
LCALL DELAYSW
MOV A,DATAKEY
KEYPADRET:
RET
KEYPADTOLCD:
MOV DPTR,#KEY
107
MOV A,DATAKEY
MOVC A,@A+DPTR
LCALL WRITE_DATALCD
RET
PROC_HOMELCD:
MOV A,#02H
LCALL WRITE_CTRLLCD
RET
PROC_LFLCD:
MOV A,#0C0H
LCALL WRITE_CTRLLCD
RET
PROC_CLEARLCD:
MOV A,#01H
LCALL WRITE_CTRLLCD
RET
WRITE_DATALCD:
MOV PORTLCD,A
SETB SLDATALCD
NOP
NOP
NOP
NOP
NOP
NOP
NOP
NOP
CLR SLDATALCD
SETB RS_LCD
CLR E_LCD
LCALL DELAY_LCD
SETB RS_LCD
SETB E_LCD
LCALL DELAY_LCD
SETB RS_LCD
CLR E_LCD
NOP
CLR RS_LCD
CLR E_LCD
LCALL DELAY_LCD
RET
WRITE_CTRLLCD:
MOV PORTLCD,A
SETB SLDATALCD
NOP
NOP
NOP
NOP
NOP
NOP
108
NOP
NOP
CLR SLDATALCD
CLR RS_LCD
CLR E_LCD
LCALL DELAY_LCD
CLR RS_LCD
SETB E_LCD
LCALL DELAY_LCD
CLR RS_LCD
CLR E_LCD
NOP
CLR RS_LCD
CLR E_LCD
LCALL DELAY_LCD
RET
;------------------------------------------------------
; Routine Pengiriman String ke Display LCD
;------------------------------------------------------
PROC_STRTOLCD:
CLR A
MOVC A,@A+DPTR
CJNE A,#00H,STRTOLCD
RET
STRTOLCD:
LCALL WRITE_DATALCD
INC DPTR
SJMP PROC_STRTOLCD
;------------------------------------------------------
; INISIAL LCD
;------------------------------------------------------
INIT_LCD
MOV A,#38H
LCALL WRITE_CTRLLCD
MOV A,#0EH
LCALL WRITE_CTRLLCD
MOV A,#0CH
LCALL WRITE_CTRLLCD
MOV A,#06H
LCALL WRITE_CTRLLCD
MOV A,#01H
LCALL WRITE_CTRLLCD
RET
DELAY_LCD:
MOV R7,#04H
D_LCD1: MOV R6,#3FH ;4F
D_LCD2: DJNZ R6,D_LCD2
DJNZ R7,D_LCD1
RET
109
DELAYSW:
MOV R5,#02H
DELAYSW0: MOV R6,#0FFH
DELAYSW1: MOV R7,#0FFH
DELAYSW2: DJNZ R7,DELAYSW2
DJNZ R6,DELAYSW1
DJNZ R5,DELAYSW0
RET
DELAYLONG:
LCALL DELAYSW
DJNZ R3,DELAYLONG
RET
DELAY:
MOV R7,#$ff
DLD1: MOV R6,#$FF
DLD2: DJNZ R6,DLD2
DJNZ R7,DLD1
RET
KEY: .BYTE " 1234567890*#"
TEXTAWAL1: .BYTE " TUGAS AKHIR ",0
TEXTAWAL2: .BYTE " TEKNIK ELEKTRO ",0
TEXTAWAL3: .BYTE " RIKI ASTONO ",0
TEXTAWAL4: .BYTE " NIM:5350402014",0
KATA1: .BYTE " MONITORING ",0
KATA2: .BYTE "Y O U R C A R D",0
KATA3: .BYTE " KARTU ANDA ",0
KATA4: .BYTE "==KUNCI DIBUKA==",0
KATA5: .BYTE "[______________]",0
KATA6: .BYTE "=PINTU DIKUNCI=",0
KATAERROR1: .BYTE " M A A F !!! ",0
KATAERROR2: .BYTE "CARD TDK DIKENAL",0
TEXTSETTING1: .BYTE "SET NOMOR KARTU ",0
CODEPARITY: .BYTE
$80,$00,$00,$80,$00,$80,$80,$00,$00,$80,$80,$00,$80,$00,$00,$80
.END
110
P00
P01
P02
P03
P04
P05
P06
P07
P14
P16
P17
P10
P11
P12
P13
P15
P20
P21
P22
P23
P24
P25
P26
P27
TXD
RXD
ALE/P
PSEN
T1
T0
EA/VP
X2
X1
RESET
RD
WR
38
39
37
36
35
34
33
32
21
22
23
24
25
27
26
28
10
11
30
29
17
16
19
18
9
31
14
15
INT1
INT0 12
13
1
2
3
4
5
7
6
8
1Q
2Q
3Q
3Q
4Q
5Q
6Q
7Q
5D
7D
8D
1D
2D
3D
4D
6D
18
19
17
16
15
14
13
12
11
2
3
4
5
7
6
8
9
1 OC
C
Y1
Y2
Y3
Y3
Y4
Y5
Y6
Y7
E3
E1
E2
15
14
13
12
2
3
4
5
6
1 A
B
C
11
10
9
7
VCC
D0
D1
D2
D3
D4
D5
D6
D7
A4
A6
A7
A0
A1
A2
A3
A5
8
9
7
6
5
4
3
2
A12
A8
A9
A10
A11
25
24
21
23
20 CS1
OE
WE
CS2
22
27
26
11
12
13
15
16
18
17
19
1Q
2Q
3Q
3Q
4Q
5Q
6Q
7Q
5D
7D
8D
1D
2D
3D
4D
6D
18
19
17
16
15
14
13
12
11
2
3
4
5
7
6
8
9
1 OC
C
D0
D1
D2
D4
D5
D6
D7
D3
LCD 2 X 16
D
7
D
6
D
5
D
3
D
2
D
1
D
0
D
4
E R
W
R
D
+5V
LED
DO
D1
+/-
ANT
ANT
9
2
3
4
GND
RES
8
7
6
5
1
*
1 2 3
4 5 6
7
8
9
# 0
KEYPAD 3X4
AT89C51
74HC573
74HC138
AT28C64
74HC573
ID-10/EM-10
SLOT PINTU / KUNCI PINTU
SOLENOID
BC547
TR3
+5V
4K7
R8
+12V
VCC
10K
10uF
+
10uF
10uF
11.059.200
RESET
100
4K7
U?
U?
U?
U?
U?
A?
+5V
+5V
BC547
330
4K7
LED
U?
U?
U?
U?
74HC08
2
1
3
U?A
+5V
8X10K
111
FOTO ALAT
Rangkaian kunci pintu dengan RFID tampak atas
Rangkaian catu daya tampak atas

SKRIPSI

IMPLEMENTASI DAN PERANCANGAN KUNCI PINTU HOTEL DENGAN RADIO FREQUENCY IDENTIFICATION (RFID)

Dipersiapkan dan disusun oleh: Riki Astono 5350402014 Telah dipertahankan di depan Dewan Penguji Pada Tanggal 8 Juli 2006 Susunan Dewan Penguji

Pembimbing Utama

Anggota Dewan Penguji

Selo, S.T, M.Sc Pembimbing Pendamping

Drs. Suryono, M.T

Tatyantoro A. S.T, M.T

Skripsi ini telah diterima sebagai salah satu persyaratan untuk memperolah derajat pendidikan Sarjana Teknik Tanggal : 11 September 2006

Drs. Djoko Adi Widodo, M.T Pengelola Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Semarang
ii

PERNYATAAN Dengan ini saya menyatakan bahwa dalam skripsi ini tidak terdapat karya yang pernah diajukan untuk gelar kesarjanaan di suatu Perguruan Tinggi, dan sepanjang sepengetahuan saya juga tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain, kecuali yang secara tertulis diacu dalam naskah ini dan disebutkan dalam daftar pustaka.

Semarang, 8 Juli 2006

Riki Astono

iii

terdapat beberapa alternative kunci pintu antara lain kunci manual. Kunci pintu dengan RFID membutuhkan hardware yaitu: tag RFID. Jika ID tag RFID sesuai dengan ID yang tersimpan dalam memori maka mikrokontroler akan mengaktifkan relay solenoid. tag RFID tidak mampu dibaca karena tidak terjadi medan magnet yang digunakan tag sebagai catu daya. unit prosesor dan relay magnetic. kunci digital. unit keypad. serta software downloader AT89C51.INTISARI Kunci pintu sudah diciptakan sejak lama. iv . jika ada penghalang maka kemampuan baca akan berkurang sesuai dengan bahan penghalang. Radio Frequency Identification (RFID) merupakan teknologi baru. Sedangkan relai akan bekerja selama 6 sekon untuk membuka pintu. Solenoid digunakan sebagai pengganti kunci pintu manual. Kerja dari kunci pintu dengan RFID adalah tag RFID dibaca oleg reder. mikrokontroler. kemudian dibandingkan dengan data yang tersimpan dalam memori mikrokontroler. reader RFID. kunci magnetic dan kunci dengan RFID yang akan dibahas dalam Skripsi ini. biasanya tedapat sensor. Namun seiring dengan perkembangan teknologi. Yang membedakan adalah input yang digunakan yaitu menggunakan radio frequency identification (RFID). Dalam mikrokontroler data yang diterima digabungkan. Sedangkan keypad digunakan untuk mengganti tag RFID (kunci) dengan memasukkan ID tag yang baru yang tertulis di badan tag RFID. Sebagai pusat kendali adalah mikrokontroler AT89C51 yang memproses data masukkan dari reader RFID dan keypad dengan keluaran untuk mengendalikan LCD dan magnetic relay. LCD digunakan untuk memonitoring kerja sistem. Jika penghalang berupa plat besi. untuk menjaga keamanan ruangan. salah satunya adalah untuk aplikasi sistem keamanan. kemudian data serial (ID) dikirim reader ke mikrokontroler. Kunci pintu dengan RFID pada dasarnya sama dengan kunci pintu yang lain. LCD dan magnetic relay. RFID reader (ID-10) mampu membaca pada jarak maksimum 6 cm.

Third. a processor unit. RFID reader (ID-10) is able to read in maximum range of 6 cm. the RFID tag can’t be read because there is no magnetic field found which is used as power supply by the tag. and a magnetic relay. First. a keypad unit. and also AT89C51 downloader software. The central controller is AT89C51 microcontroller.ABSTRACT A long time ago. LCD is used for monitoring the system process. If the ID of the RFID tag is match with the saved ID of the memory. Door keys with RFID need hardware such as a RFID tag. If the obstacle is an iron plat. it will be compared with saved data in the microcontroller memory. In the microcontroller. normally have a sensor. Whereas. the reading ability will reduce according to the obstacle material. the RFID tag is read by the reader. Solenoid is used as a substitute of the manual key. the relay will work at 6 second to open the door. Second. basically same with other door keys. v . However. There are some steps in the work procedure of RFID door keys. Door keys with RFID. Whereas. The different is the used input which uses Radio Frequency Identification (RFID). It processes the input data from the RFID reader and the keypad. Whereas. is used in security system application as one of its functions. the output controls the LCD and relay magnetic. Radio Frequency Identification (RFID). If there is an obstacle. digital keys. magnetic keys. There are some alternative keys along with the technology development such as manual keys. the identification number (ID) is sent by the reader to the microcontroller. LCD and magnetic relays. the keypad is used for exchanging the RFID tag (the key) by typing the new ID tag which is written in the RFID tag body. the microcontroller will activate the solenoid relay. the accepted data will blend. a microcontroller. a new technology. and keys with RFID which will be discussed in this report. keys had been invented to secure rooms.

Unclank.KATA PENGANTAR Segala puji hanya bagi Allah SWT. 5. Djoko Adi Widodo. MSc. Ayah dan Ibu tercinta serta adik-adik atas segala bentuk dukungannya. ST. Sugi’. 6. kritik dan saran yang bersifat membangun sangat penyusun harapkan dari semua pihak. Staf dan Karyawan jurusan teknik elektro UNNES. 2. Kundono. Semoga laporan ini dapat bermanfaat sebagaimana mestinya. Otto. MT. selaku dosen pembimbing I. Bapak Drs. Cimot. Dian. Bapak Selo. sehingga penyusun dapat menyelesaikan pembuatan Skripsi ini. selaku Ketua jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang. Bayu. WidosariNet Café. selaku dosen wali. Dalam pelaksanaan dan pembuatan Skripsi. Ngadirin. MT. 4. Jemblink. ST. selaku dosen pembimbing II atas segala bentuk bimbingan dan arahannya dalam pembuatan skripsi ini. Semarang. Andre. Bapak Drs. 3. Bapak Tatyantoro Andrasto. Desy. Kingkong. MT. penyusun juga banyak mendapatkan bantuan dan dukungan dari berbagai pihak. dan semuanya. Penyusun menyadari bahwa masih terdapat beberapa kekurangan dalam laporan Skripsi ini. Ronggo. Juni 2006 Penyusun vi . Atas kelancaran selama pembuatan Skripsi. atas segala limpahan rahmat dan karunia-Nya. maka penyusun juga mengucapkan banyak terima kasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada : 1. Untuk itu.

........................................................................................................................ 2.. HALAMAN PERNYATAAN..................6 Sistematika Skripsi ..............................................4 Tujuan .................... 1............................. BAB II DASAR TEORI................................. 1...................................... vii DAFTAR GAMBAR............................1 Pengenalan Radio Frequency Identification ..................................1......Jenis RFID.......... 2................................................................................................................................................................................................1................................................................ xiv BAB I PENDAHULUAN ................................................................................................................DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ................................. vii 1 1 2 3 3 3 3 5 5 5 7 8 ........................................................................................................ i ii iii iv v vi DAFTAR ISI ......................................5 Manfaat .................................................................................. HALAMAN PENGESAHAN ....................... INTISARI............. 1.....................................3 Pembatasan Masalah............ ..... 2....................................................................................... KATA PENGANTAR .......2 Permasalahan.............................................................................. xiii DAFTAR LAMPIRAN..................1 Latar Belakang ....... ABSTRACT .................................................2 Sejarah RFID........................... 2................ 1............................ 1........... xi DAFTAR TABEL .....................................................................................................................................................................................................................1.........................................................................................1 Teknologi Radio Frequency Identification….................................... 1.................................................................................................................3 Jenis.

........................ 31 2... 31 2.........................................................1.....2.3 Struktur Memori LCD .....................................1............ 35 2....................... 17 2...........................................................2 Kaki-kaki Modul M1632 .............. 18 2............................. 39 2.....2..........................................................6 Tingkat Akurasi RFID ..............................3........................................................................................................ 23 2...........................................................................................................................1 Konfigurasi Mikrokontroler AT89C51.1......... 27 2..........................5 Frekuensi Kerja RFID....................2 Sistem Minimal Mikrokontroler AT89C51 ..... 48 3......5 Decoding System...................... 50 viii ..................4 Bagian-bagian dari teknologi RFID ....................................1..................3 Sistem Minimal AT89C51 .................... 37 2....................................................................... 33 2..2 SFR (Special Function Register) ......................................................................7 Cara Kerja RFID.4 Register LCD.....................3.......................................1..... 47 3........................................1 Gambaran Plant ............................................4 Timer/Counter ....... 32 2..................... 11 2................................1....... 30 2.. 15 2......8 Aplikasi RFID ...3 Liquid Crystal Display (LCD) ..1 Perancangan Perangkat Keras .............3...................2..........................................................2........3 Sistem Interupsi..4 Relay Solenoid ...................................................5 Perintah-perintah M1632 .3.......... 49 3....................................2.... 23 2................ 14 2................................................1.. 28 2.................................. 45 BAB III IMPLEMENTASI DAN PERANCANGAN.......3.... 47 3...........................2...........1...................................................................1 Deskripsi M1632 ................................2 Rancangan Rangkaian..................

.....................2................. 57 3...............2 Start Program................................ 52 3...................................................................................................................6 Memori Eksternal ........................... 74 4........2...............................................1....6 Setting Nomer Baru ....................................................4 Penggabungan Data ........................................................................................................................................4 Pengujian Keypad.............................................................. 62 3..................8 Relay Magnetik .....................................................1 Pengujian Alat ............2............................................1 Pengujian Sistem Minimal AT89C51... 68 3...............1.................1..................................................................2......................................................... 77 4.......... 75 4.......4 ID-10 Sebagai RFID reader ....7 Scaning Keypad........ 63 3..1........... 53 3......................2...................7 Unit Masukan ...................5 Unit Display .........1......................................... 70 BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN .......1........................1....... 78 ix .1.........2....................8 Sub Rutin Tampilan LCD ........................1.. 66 3.....1...............................................1...................................5 Membandingkan Data.................. 77 4........ 60 3....................5 Pengujian Relai Solenoid ................................. 58 3...........1 Pengujian Perangkat Keras ............. 56 3.....................................1................ 64 3................1.... 57 3..........1.1Inisialisasi Program ................................................................... 67 3............1...................1.........1................................. 54 3.2....................................................3 Pengujian LCD ...................................................2 Perancangan Perangkat Lunak ..............3.............2 Pengujian RFID reader ....................... 74 4...........2............................... 74 4..9 Catu Daya.............. 74 4.....3 Pengambilan Data Serial........

......5 Bagian Keypad ..... 80 4......................................................................................2....................3 Bagian Relay Solenoid (Kunci).................................................................... 81 4............... 87 5................................................... 84 4............ 86 BAB V PENUTUP ...................2 Pengujian Perangkat Lunak. 87 5..............1.......................2 Bagian Radio Frequency Identification (RFID) ..........................................3 Perbandingan RFID dengan Magnetik Card ............2..........2................................................ 79 4...2.....1 Penggunaan Port pada Mikrokontroler .......2.....................2................... 80 4................. 89 LAMPIRAN .............. 87 DAFTAR PUSTAKA ............................................................4 Pemasangan Kunci Pintu ........................................................2 Pembahasan Alat .............................. 80 4...4 Bagian LCD...........................2 Saran .......1 Simpulan ..................................................................................................................................................................... 82 4..................................................................... 83 4...................................................................4........ 82 4....1 Seting Nomer ID Tag RFID . 90 x ..............................................................1.............

................9 Diagram alur inisialisasi mikrokontroler .....6 Pemasangan unit keypad pada mikrokontroler ....5 Konfigurasi pin AT89C51..........9 Karakter ‘D’ dikolom karakter kedua baris karakter pertama..............2 Sistem kerja RFID ......10 Kode perintah untuk menunjuk alamat 01h DDRAM ............................................................................................... 32 Gambar 2......................................... 51 Gambar 3..... 75 xi ...4 Rangkaian Radio Frequency Identification reader ...............................................................11 Relay elektromekanis...........................................................................8 Susunan data status HD44780 .........................7 Modul M1632..2 Rancangan rangkaian listrik ..... 25 Gambar 2........ 41 Gambar 2........... 48 Gambar 3......................................DAFTAR GAMBAR Gambar 2....3 Sistem minimal AT89C51.....7 Rangkaian catu daya kunci pintu....................... 56 Gambar 3..7 Rangkaian output kunci pintu...........................4 Blok diagram internal mikrokontroler AT89C51....................... 42 Gambar 2.............................................. 52 Gambar 3............3........ Cara kerja reader RFID ................................................................................................................................... 12 Gambar 2...... 46 Gambar 3..............1 RFID tag dengan silicon chip dan antena eksternal ......6 Hubungan HD44780 dengan layar LCD........................................... 59 Gambar 3.......................... 58 Gambar 3.............. 60 Gambar 4.....................................................5 Rangkaian unit display dan external memory ..................1 Pengujian kaki mikrokontroler pada port 1...................... 53 Gambar 3........... 49 Gambar 3............. 57 Gambar 3..1 Plant (rancangan) sistem kunci pintu ..............8 Diagram alir program utama ............................... 32 Gambar 2........................................... 26 Gambar 2.................................................. 17 Gambar 2....... 7 Gambar 2........................ 38 Gambar 2........................

.... 86 xii .....2 Pengujian RFID .......... 76 Gambar 4......3 Pemasangan Kunci...................................................................................................................Gambar 4.....................

............................................3... 26 Tabel 2.2 Fungsi alternatif port 3 ....... 76 Tabel 4......................................................... 84 xiii . 14 Gambar 2....................................... 28 Tabel 2..... Register pada SFR............................. 52 Tabel 4.........................................5 Konfigurasi kaki M1632.......2 Sistem kerja RFID ..............................................1 Pengujian RFID tanpa penghalang....2 Perbandingan antara RFID dengan magnetic Card.....6 Perintah-perintah M1632 ..... 77 Tabel 4......................... 33 Tabel 2................................................DAFTAR TABEL Tabel 2........................................................................1 Kondisi setelah reset............2 Pengujian RFID dengan penghalang...................... Alamat layanan rutin interupsi................ 38 Tebel 3...................................................................................................1.................................. 12 Tabel 2....... Perbandingan antara teknologi barcode dengan RFID ..............4............................... 29 Tabel 2.....................

................................................................................................................... 90 Lampiran B Skema Rangkaian ........................ 110 Lampiran C Foto Alat ..................... 111 xiv ....DAFTAR LAMPIRAN Lampiran A Listing Program ......................................................................................

di satu sisi sebagai produsen teknologi baru dan di sisi lain sebagai konsumen yang membutuhkan teknologi dalam proses produksi. Berbagai upaya dilakukan untuk menciptakan teknologi baru. Penemuan baru tersebut sebagai modal awal untuk menciptakan teknologi yang lebih mutakhir dari teknologi sebelumnya.1 Latar Belakang Perkembangan teknologi sangat cepat seiring dengan waktu untuk membantu kepentingan manusia. perampokan dan pencurian danlain sebagainya. dari pembunuhan. ada spesialis pencuri kerndaraan. pencuri rumah dan lain-lain. Tingkat kejahatan di Indonesia mengalai peningkatan dari tahun ke tahun. Jenis kejahatan yang ditemukan juga semakin bertambah. Misalnya tingkat pencurian dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan. Dunia industri memiliki peran yang sangat penting dalam perkembangan teknologi. misalnya dengan membangun laboratorim yang mendukung penelitian. Masing-masing 1 . Semakin modern teknologi ternyata diikuti oleh semakin semakin tinggi tingkat kriminal disuatu daerah.BAB I PENDAHULUAN 1. pencuri toko. Berbagai penelitian telah dilakukan oleh berbagai institusi dari seluruh penjuru dunia untuk menemukan teknologi baru. Penelitian terus dilakukan untuk menghasilkan teknologi baru dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan manusia. Jenisnya pun semakin beragam.

Kunci pintu dengan teknologi radio frequency identification (RFID) ini akan membantu mencegah terjadinya pencurian. terutama pencurian di ruangan misalnya hotel. Teknologi yang digunakan oleh RFID sendiri sebenarnya sudah ada sejak tahun 1920-an.2 mempunyai keahlian tertentu. beroperasi pada tahun 1939 dan digunakan oleh Inggris pada Perang Dunia II untuk mengenali pesawat udara musuh atau teman. Salah satu teknologi yang membantu perancangan kunci rumah yang modern adalah radio frequency identification (RFID). karena teknologi ini masih jarang digunakan. diperlukan teknologi pengaman rumah salah satunya adalah kunci rumah itu sendiri. Suatu teknologi yang lebih dekat dengan RFID. Teknologi RFID tergolong teknologi baru yang berkembang pesat mengikuti teknologi yang lain. misalnya pencuri rumah. Mulai dari kunci yang sering kita temukan di toko-toko bangunan samapai kunci modern yang mempunyai teknologi yang lebih mutakhir. Untuk menghadapi semakin meningkatnya kejahatan. maka diperlukan instrument yang dapat mencegah pencurian.2 Permasalahan . Teknologi kunci pintu sudah ada sejak lama dan terus berkembang dari tahun ke tahun. 1. Oleh karena itu dibutuhkan teknologi untuk menghindari pencuri. Dengan teknologi RFID akan lebih sulit untuk dibajak atau digandakan kuncinya. yang dinamakan IFF transponder.

1. Meningkatkan pelayanandan kenyamanan pengguna ruangan. daftar isi. 1. sebuah RFID reader (ID-10).4 Tujuan 1. daftar lampiran.3 Pembatasan Masalah Sistem kunci pintu ruangan hotel ini terdiri dari sebuah RFID tag. 2. Bagian isi .6 Sistematika Skripsi Laporan skripsi yang disusun memiliki sistematika sebagai berikut: 1. unit keypad. kata pengantar. halaman pengesahan. Tujuan dari penelitian skripsi ini adalah mengimplemantasikan Radio Frequency Identification (RFID) pada mikrokontroler AT89C51 untuk aplikasi kunci pintu ruangan hotel. motto dan persembahan. Menjaga privacy dan meningkatkan keamanan ruangan. Bagian awal Bagian pendahuluan ini berisi halamam judul.. 2. sebuah sistem minimal AT89C51.5 Manfaat Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat untuk : 1.3 Bagamana merencanakan sebuah sistem kunci pintu rungan hotel yang bertujuan untuk menjaga privacy dan keamanan suatu ruangan dengan teknologi Radio Frequency Identification? 1. abstrak. 1. unit display dan sebuah relay magnetic yangterhubung dengan solenoid.

BAB V. Bagian Akhir Bagian akhir ini berisikan daftar pustaka dan lampiran-lampiran yang menunjang penelitian. Judul landasan teori yang dipakai dalam penelitian BAB III. BAB II. . Analisis dan pengukuran yang berisikan data atau hasil pengukuran yang disertai pembahasan. Judul pendahuluan dapat dijelaskan tentang latar belakang masalah. Perancangan dan Implementasi BAB IV. manfaat penelitian serta sistematika . perumusan masalah.4 BAB I. Judul di akhir bab ini ditarik kesimpulan dari penelitian yang dilakukan dan diberikan saran untuk penelitian selanjutnya 3. tujuan penelitian.

Tag reader meminta isi yang dipancarkan oleh signal Radio Frekuensi (RF). melewati bahan non-konduktor seperti kartun kertas dengan kecepatan akses beberapa ratus tag per detik pada jarak 5 . Di dalam kartu RFID tersebut dapat disimpan data yang ukurannya 2 kilobyte. tanggal pengiriman barang dan kasus Supply chain).1 Teknologi Radio Frequency Identification Pengenalan Radio Frequency Identification Radio Frecuency Identification (RFID) merupakan teknologi baru yang mampu mengirimkan identitas berupa digit tertentu dengan menggunakan gelombang radio. RFID sudah banyak digunakan pada pabrik dan sangat bermanfaat untuk mendukung manajemen persediaan barang. identifikasi unik untuk sebuah objek dan informasi tambahan dari sebuah objek (tanggal pembuatan. RFID mempunyai beberapa keuntungan yang utama melebihi sistem barcode yaitu kemungkinan data dapat dibaca secara otomatis tanpa memperhatikan garis arah pembacaan. Informasi ini bisa berisi data dari sebuah objek. RFID dapat mengidentifikasi objek secara otomatis dan diprediksi dapat menggantikan barcode yang telah lebih dahulu kenal. Tag merespon dengan memancarkan kembali data resident secara lengkap meliputi serial nomor urut yang unik.1 2. Untuk membaca data dari kartu RFID ini diperlukan sebuah piranti pembaca yang akan memancarkan gelombang radio dan menangkap sinyal yang dipancarkan oleh kartu RFID.5 BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Kartu RFID terdiri dari sebuah microchip yang mempunyai sebuah antena.

jenis produk. RFID tag tidak bisa menggunakan baterai yang membuat biayanya menjadi mahal. . dan nomor serial. pengawas obat dan makanan bahkan untuk pengelolaan limbah ruangan. tentunya. Sekarang ini RFID tag standard biasanya mampu menyimpan tidak lebih dari 128 byte. Sebagian besar memori tersebut dipakai untuk kode produk elektronik yang berisi informasi produsen. menyimpan data storage untuk mendukung enkripsi dan kontrol akses. Pemecahannya adalah dengan cara mengirimkan energi listrik melalui medan elektromagnet dari reader ke RFID tag. dimana sebaliknya jika menggunakan barcode semua produk sejenis akan menggunakan kode yang sama.6 beberapa (sekitar 100) meter. Sebaliknya reader dapat membaca banyak RFID tag dalam waktu bersamaan dalam jarak antara beberapa cm sampai 10 meter atau lebih. dan biasanya. maka dua buah kaleng minuman ringan dengan jenis yang sama akan memiliki kode yang berbeda. RFID yang didesain dipadukan pada sistem identifikasi pada semua tingkat rantai persediaan semua lini dilibatkan akan dapat mempunyai manfaat tidak hanya untuk pabrik tetapi juga untuk konsumen. Kemampuan tag RFID untuk membaca dan menulis (read/write). Perbedaan lain antara barcode dan RFID adalah RFID tag memerlukan sumber tenaga listrik untuk menggerakkan sirkuit rangkaian terpadu di dalam tag tersebut. Tag RFID terbuat dari microchip dengan dasar bahan dari silikon yang mempunyai kemampuan fungsi identitas sederhana yang disatukan dalam satu desain. Karena setiap RFID tag adalah unik.

yang dinamakan IFF transponder. Ketika pesawat Inggris tertangkap oleh radar. RFID tag dengan silicon chip dan antena eksternal 2. Watson-Watt yang memimpin proyek rahasia di Inggris membangun active Identity Friend or Foe (IFF) yang diletakkan pada setiap pesawat di Inggris.1. Pada tahun 1945. Teknologi yang digunakan oleh RFID sendiri sebenarnya sudah ada sejak tahun 1920-an.2 Sejarah RFID Teknologi untuk memancarkan gelombang radio yang merupakan cikal bakal teknologi RFID sudah berkembang sejak Perang Dunia II. dan Jerman. IFF ini sudah menggunakan prinsip dasar teknologi RFID. Pada masa itu sudah manusia menggunakan teknologi radar untuk alat bantu perang.1. beroperasi pada tahun 1939 dan digunakan oleh Inggris pada Perang Dunia II untuk mengenali pesawat udara musuh atau teman. maka pesawat itu akan memancarkan sinyal ke radar yang mengidentifikasi bahwa pesawat tersebut adalah teman. . Jepang. Leon Theremin yang ditemukan oleh suatu alat spionase untuk pemerintah Soviet yang memancarkan lagi gelombang radio peristiwa dengan informasi audio. Suatu teknologi yang lebih dekat dengan RFID. Amerika.7 Gambar 2.

Penggunaan RFID untuk maksud tracking pertama kali digunakan sekitar tahun 1980-an. Sumber daya yang digunakan bisa berasal dari baterai atau tenaga surya. 1. 2. Kemudian pada tahun 1990 IBM membuat RFID yang menggunakan gelombang UHF sehingga mampu memancarkan sinyal lebih jauh dan lebih cepat. yang tidak menggunakan baterai hanya dapat dibaca. sedang yang menggunakan baterai dapat dibaca dan ditulis. Hasil penelitian tersebut yang masih dipakai hingga kini adalah anti-thelf systm yang digunakan untuk mendeteksi apakah barang sudah dibayar atau belum. maka teknologi RFID sendiri pun juga berkembang sehingga nantinya penggunaan RFID bisa digunakan untuk kehidupan sehari-hari.Jenis RFID Pada awalnya RFID terdiri dari dua jenis yaitu menggunakan baterai (aktif) dan tidak menggunakan baterai (pasif). yaitu antara 20 meter sampai 100 meter.1. RFID dengan cepat mendapat perhatian karena kemampuannya dalam men-tracking atau melacak objek yang bergerak. Pada tahun 1973.3 Jenis. RFID Aktif Pada sistem RFID aktif ini kartu RFID mempunyai sumber daya sendiri dan mempunyai transmitter. Karena mempunyai sumber daya sendiri. RFID jenis ini mempunyai jangkauan yang lebih luas. RFID yang bias diisi dengan data secara berulang mulai ditemukan di Amerika. Seiring dengan perkembangan teknologi. Kartu ini akan melakukan broadcast sinyal untuk mengirimkan data dengan . Meskipun demikian baru pada periode 1999-2003 RFID diadopsi oleh banyak perusahaan.8 Frekuensi radio sebagai pembangkit dan pengirim identitas telah diteliti oleh para ilmuan sekitar tahun 1950-1960.

Harga dari kartu dengan sistem ini biasanya lebih murah (harga . kartu tidak mempunyai transmitter maupun sumber daya. Harga tersebut dipengaruhi oleh besar memory yang digunakan dan daya tahan sumber daya. yaitu sistem untuk mengetahui lokasi suatu objek dengan cepat. 2.000 s. RFID Pasif Pada sistem RFID pasif. sinyal dikirimkan secara periodik pada selang interval tertentu. Kartu RFID aktif ini juga dapat ditambah dengan alat pembaca temperatur udara atau kelembaban udara. atau 5. Harga dari sistem RFID aktif ini berkisar antara $10 . kontainer atau mobil) karena kartu jenis ini berharga relatif mahal. Sinyal yang dipancarkan oleh beacon ditangkap dengan menggunakan minimal 3 buah piranti pembaca. Kartu jenis ini digunakan pada aset bernilai besar (kargo. RFID jenis ini biasanya beroperasi pada frekuensi 455 MHz. Pada beacon. ada tidaknya sensor ini juga akan mempengaruhi harga dari kartu. 475. 2.8 GHz.$50 (95. Transponder kemudian akan melakukan broadcast data yang berisi identitas mobil tersebut. Contoh umum dari sistem ini adalah pada sistem pembayaran di gerbang jalan tol.d. maka piranti pembaca pada gerbang akan mengirim sinyal yang akan membangunkan transponder di kaca depan. Kartu RFID aktif ini dapat dibagi lagi menjadi 2 jenis: trasnponder dan beacon.45 GHz. Frekuensi pengiriman sinyal bergantung pada tingkat kepentingan untuk mengetahui letak aset.000).9 menggunakan transmitter yang dimiliknya. Beacon banyak digunakan pada Real-Time Locating Sistem (RTLS). Transponder hanya akan melakukan broadcast ketika mereka menerima sinyal dari piranti pembaca. Pada saat mobil memasuki pintu keluar.

Banyak aplikasi biasanya membutuhkan kartu RFID yang dapat dibaca pada jarak minimal 3 meter dari piranti pembaca. Aplikasi jenis ini misalnya aplikasi pengelolaan barang di gudang yang memerlukan kartu dapat dibaca ketika masuk pintu. Metode . Kartu jenis ini juga tidak membutuhkan perawatan.3 meter dari piranti pembaca. 125 kHz. Kartu RFID pasif ini dapat menggunakan low frequency (124 kHz. transponder bisa saja dibungkus dalam berbagai macam bentuk. di dalam kertas berlabel barcode.56MHz).10 kartu RFID pasif sekitar 20 sen s. Transponder RFID terdiri dari microchip yang menempel pada antena. Jenis frekuensi yang digunakan juga sangat bergantung pada karakteristik aplikasi karena tiap rentang frekuensi mempunyai karakteristik tertentu.d. Pada rentang frekuensi tertentu gelombang radio tidak dapat menembus benda logam atau air. high frequency (13. atau 135 kHz). rentang frekuensi juga mempunyai karakteristik jarak maksimum pancaran gelombang radio yang berbeda-beda. atau di dalam kartu plastik. 40 sen) dari kartu RFID aktif. Bentuk pembungkus yang digunakan tergantung pada jenis karakteristik aplikasi yang menggunakan RFID ini. sedang untuk high frequency dapat dibaca pada jarak 1 meter. seperti di dalam lipatan kertas.33 meter). dan jangkauan kartu tentu saja minimal 3 meter. Karena ukurannya yang kecil. Hal ini karena kartu RFID pasif yang menggunakan UHF berharga lebih murah dan jangkauannya lebih luas (jangkauannya sampai dengan 3. Sedangkan kartu RFID yang menggunakan low frequency hanya dapat dibaca pada jarak maksimal 0. Perusahaan pengguna RFID umumnya banyak menggunakan RFID pasif berfrekuensi UHF dibandingkan dengan low frequency atau high frequency. atau UHF (860 MHz-960 MHz).

11 pengiriman data kartu RFID pasif ke piranti pembaca dapat dibagi menjadi 2 macam. Karena menggunakan prinsip induksi ini.4 Bagian-bagian dari teknologi RFID 2. Inductive coupling ini digunakan pada kartu RFID dengan low frequency dan high frequency.1. 2. hasil induksi inilah yang menjadi sumber tenaga bagi kartu RFID untuk mengirimkan kembali sinyal yang berisi data ke piranti pembaca. Modulasi bit data ke frekuensi bisa menggunakan amplitude shift keying. kemudian gulungan yang ada di kartu RFID terinduksi oleh medan ini.1. yaitu: § § Menerima perintah dari software aplikasi Berkomunikasi dengan tag RFID .4. Kartu RFID kemudian akan mengumpulkan energi elektromagnetik ini untuk digunakan sebagai sumber daya mengirimkan data yang dimilikinya ke piranti pembaca. yaitu: 1. phase shift keying. 2.1 Pembaca RFID (RFID Reader) Sebuah pembaca RFID harus menyelesaikan dua buah tugas. maka jarak antara kartu RFID dengan piranti pembaca juga harus pendek agar induksi dapat ditangkap. Propagation Coupling Pada sistem ini. atau frequency shift keying. Inductive Coupling Gulungan tembaga pada piranti pembaca membangkitkan medan elektromagnetik. energi yang digunakan berasal dari energi elektromagnetik (gelombang radio) yang dipancarkan oleh piranti pembaca. Mekanisme ini disebut dengan backscatter.

Gelombang radio yang diemisikan oleh antena berpropagasi pada ruangan di sekitarnya.2 Tag RFID (Kartu RFID/Transponder) Tag RFID adalah devais yang dibuat dari rangkaian elektronika dan antena yang terintegrasi di dalam rangkaian tersebut. Memori pada tag dibagi menjadi sel-sel.12 Pembaca RFID adalah merupakan penghubung antara software aplikasi dengan antena yang akan meradiasikan gelombang radio ke tag RFID. Berdasarkan catu daya tag. Beberapa sel menyimpan data Read-Only. Gambar 2. Akibatnya data dapat berpindah secara wireless ke tag RFID yang berada berdekatan dengan antena.1. misalnya serial number yang unik yang disimpan pada saat tag tersebut diproduksi.4. Sel lain pada RFID mungkin juga dapat ditulis dan dibaca secara berulang. tag RFID dapat digolongkan menjadi: .2 Sistem kerja RFID 2. Rangkaian elektronik dari tag RFID umumnya memiliki memori sehingga tag ini mempunyai kemampuan untuk menyimpan data.

3.56 MHz. Encapsulating Material Encapsulating Matrial adalah bahan yang membungkus tag yang terbuat dari bahan kaca. Silicon Mikroprosesor Ini adalah sebuah chip yang terletak dalam sebuah tag yang berfungsi sebagai penyimpan data. sehingga akan mengurangi daya yang diperlukan oleh pembaca RFID dan tag dapat mengirimkan informasi dalam jarak yang lebih jauh. .13 1. Kelemahan dari tipe tag ini adalah harganya yang mahal dan ukurannya yang lebih besar karena lebih komplek. Tag Pasif: yaitu tag yang catu dayanya diperoleh dari medan yang dihasilkan oleh pembaca RFID. Rangkaiannya lebih sederhana. Kelemahannya adalah tag hanya dapat mengirimkan informasi dalam jarak yang dekat dan pembaca RFID harus menyediakan daya tambahan untuk tag RFID. Semakin banyak fungsi yang dapat dilakukan oleh tag RFID maka rangkaiannya akan semakin komplek dan ukurannya akan semakin besar. Setiap bagian Tag terdiri dari : 1. Jika sebuah tag masuk ke dalam jangkauan reader maka antena ini akan mengirimkan data yang ada pada tag kepada reader terdekat. 2. harganya jauh lebih murah. 2. dan lebih ringan. Metal Coil Sebuah komponen yang terbuat dari kawat alumunium yang berfungsi sebagai antena yang dapat beroperasi pada frekuensi 13. Tag Aktif: yaitu tag yang catu dayanya diperoleh dari baterai. ukurannya kecil.

Pada table 2. Pada frekuensi rendah.14 Tag RFID telah sering dipertimbangkan untuk digunakan sebagai barcode pada masa yang akan datang.5 Frekuensi Kerja RFID Faktor penting yang harus diperhatikan dalam RFID adalah frekuensi kerja dari sistem RFID. kecepatan komunikasi data.1.1 ditunjukkan perbedaan utama antara barcode dan RFID. dan untuk frekuensi tinggi digunakan tag aktif. dan ukuran antena. maka tag RFID dapat menyimpan jauh lebih banyak informasi dibandingkan dengan barcode. Ada beberapa band frekuensi yang digunakan untuk sistem RFID. interferensi dengan frekuensi sistem radio lain. Pembacaan informasi pada tag RFID tidak memerlukan kontak sama sekali. Ini adalah frekuensi yang digunakan untuk komunikasi wireless antara pembaca RFID dengan tag RFID. tag pasif tidak dapat mentransmisikan data dengan jarak . Pemilihan dari frekuensi kerja sistem RFID akan mempengaruhi jarak komunikasi. Karena kemampuan rangkaian terintegrasi yang modern.1. Untuk frekuensi yang rendah umumnya digunakan tag pasif. Tabel 2. Perbandingan antara teknologi barcode dengan RFID 2.

jarak komunikasi antara tag aktif dengan pembaca RFID dapat lebih jauh. Untuk frekuensi yang rendah. Pada kasus ini hal yang perlu mendapatkan perhatian adalah tag pasif harus terletak jauh dari objek logam.15 yang jauh. Sinyal elektromagnetik pada frekuensi tinggi juga mendapatkan pelemahan (atenuasi) ketika tag tertutupi oleh es atau air. yaitu: § § § § Posisi antena pada pembaca RFID Karakteristik dari material lingkungan yang mencakup sistem RFID Batasan catu daya Frekuensi kerja sistem RFID . Ukuran antena yang harus digunakan untuk transmisi data bergantung dari panjang gelombang elektromagnetik.1. Akibatnya tag RFID tidak bekerja dengan baik. maka antena harus dibuat dengan ukuran yang lebih besar dibandingkan dengan RFID dengan frekuensi tinggi. Akan tetapi komunikasi tetap dapat dilakukan tanpa kontak langsung. karena tag tidak menerima daya minimum untuk dapat bekerja. tag yang tertutup oleh logam tidak terdeteksi oleh pembaca RFID. Keberhasilan dari proses identifikasi sangat dipengaruhi oleh beberapa batasan fisik.6 Tingkat Akurasi RFID Akurasi RFID dapat didefinisikan sebagai tingkat keberhasilan pembaca RFID melakukan identifikasi sebuah tag yang berada pada area kerjanya. karena keterbatasan daya yang diperoleh dari medan elektromagnetik. Pada kondisi terburuk. tetapi masih terbatas oleh daya yang ada. 2. Pada frekuensi tinggi. karena logam secara signifikan mengurangi fluks dari medan magnet.

Pada frekuensi tinggi.56 MHz. Tetapi bila ada hambatan maka jarak ini akan berkurang secara drastis. Akurasi dari tag RFID dapat berkurang karena kekurangan daya. Jika orientasi tag RFID sejajar dengan arah propagasi energi. intensitas dari medan magnet yang diemisikan oleh antena berkurang terhadap jarak. Pengurangan ukuran tag akan mengurangi juga batas jarak. tag RFID bekerja secara aktif dengan daya dari baterai. Akurasi Sistem RFID Frekuensi Rendah Pada frekuensi rendah. Akurasi Sistem RFID Frekuensi Tinggi Pada frekuensi tinggi. Pada ruang bebas. perfomansi dari sistem RFID sangat bergantung pada lingkungan dimana komunikasi di antara tag dan pembaca RFID terjadi. Akurasi dari sistem RFID pada umumnya sangat bergantung dari lingkungan dimana sistem . karena material logam akan meredam fluks magnet yang melalui tag secara drastis. Pada jarak tanpa hambatan proses identifikasi dapat terjadi pada jarak pada orde 10 meter. maka terdapat batas jarak dimana tag tidak aktif. Tag RFID tidak akan terdeteksi ketika ditaruh di dalam logam. contohnya pada kasus objek dengan bahan logam. maka fluks adalah nol dan komunikasi radio frekuensi tidak akan terjadi walaupun jarak antara antena dan tag sangat dekat. b. Orientasi dari tag sangat penting dan dapat menyebabkan medan magnet bervariasi. contohnya pada frekuensi 13. komunikasi frekuensi radio antara tag dengan pembaca RFID sangat bergantung pada daya yang diterima tag dari antena yang terhubung dengan pembaca RFID.16 a. Komunikasi radio berkurang jika medan magnet harus menembus material yang mengurangi daya elektromagnetik. dan komunikasi frekuensi radio tidak dapat terjadi.

7 Cara Kerja RFID Label tag RFID yang tidak memiliki baterai antenalah yang berfungsi sebagai pencatu sumber daya dengan memanfaatkan medan magnet dari pembaca (reader) dan memodulasi medan magnet. Tantangan desain sistem RFID adalah melakukan desain infrastruktur RFID di antara lingkungan yang kurang bersahabat yang telah dijelaskan sebelumnya.1. dan menimbulkan ancaman keamanan baru pada suatu lingkungan pabrik yang tertutup sekalipun. Weis “Most manufacturing processes currently deploying RFID sistems are for higher value .3. skema proses kerja RFID. Pabrik mengeluarkan biaya pembuatan RFID lebih tinggi supaya dapat pendukung kriptografi seperti disampaikan Stephen A. Penjualan eceran yang diberi label RFID dengan tag yang tidak dilindungi akan dapat dimonitor dan di-tracked oleh pesaing lain. Cara kerja reader RFID Kerugian penyebaran penggunaan RFID yang universal akan memudahkan terbukanya privasi. 2.17 RFID dioperasikan. Pada Gambar 2. Data yang diterima reader diteruskan ke database host komputer. yang kemudian digunakan kembali untuk mengirimkan data yang ada dalam tag label RFID. sepionase.3. Gambar 2.

Tag yang menghabiskan biaya besar ini diharapkan dapat mendukung sistem keamanan dengan kriptografi. 2. allowing tag costs to be in the US$0. . Beberapa contoh aplikasi bisnis yang telah menggunakan bantuan RFID adalah: 1.”. Supply chain management. mempercepat waktu. Asset tracking. Payment sistem. pengendara dapat membayar biaya tol tanpa harus berhenti. Oracle juga telah memberi dukungan terhadap aplikasi berbasis RFID ini dari segi basis data.18 items. RFID dapat digunakan untuk melakukan otomasi di beberapa proses pada supply chain management sehingga akan mengurangi biaya pekerja. Contoh dari sistem ini adalah pembayaran di pintu tol. Xpaseo menyediakan solusi berupa integrasi data yang dikirimkan oleh RFID dengan aplikasi bisnis. Tags priced in this range could support basic cryptographic primitives or tamper-resistant packaging. 2. 3. RFID dapat membantu mengetahui aset yang hilang. Zebra Technologies menyediakan aplikasi penunjang supply chain management dengan menggunakan bantuan RFID.1. atau untuk mengetahui letak aset. dan meningkatkan ketepatan data.50-US$1. Perusahaan penyedia solusi aplikasi berbasis RFID ini juga telah banyak berkembang. Air Canada menggunakan aplikasi ini untuk memonitor kereta makanan mereka yang tersebar di seluruh dunia. RFID dapat mempermudah dan mempercepat sistem pembayaran. dicuri.8 Aplikasi RFID RFID telah banyak digunakan untuk aplikasi bisnis.00 range.

19

4. Manufacturing, RFID pada industri perakitan telah digunakan sejak satu dekade yang lalu. Dengan menggunakan RFID ini maka bagian yang akan dirakit dapat dilacak dan pekerjaan yang sedang berjalan dapat dimonitor. Untuk sebuah produk hasil pertanian yang dijual di supermarket, jika selama ini dengan menggunakan barcode hanya data jenis produk yang mampu tersimpan, di masa datang diharapkan RFID tag mampu menyimpan tidak hanya data jenis produk namun juga misalnya untuk sebuah produk beras dapat diketahui daerah asal produksi beras, kapan beras itu pertama kali ditanam dan dipanen, metode penanaman dan pembuatannya, bahkan nama dan data petaninya secara otomatis. Keuntungan lain adalah kasir maupun pembeli dapat mengetahui total harga barang yang ada di keranjang belanja dalam waktu sekejap, atau bahkan kasir bisa mengetahui barang-barang yang mungkin saja dikutil oleh pembeli yang tidak diletakkan di keranjang belanja. Aplikasi lain penggunaan RFID misalnya dalam pengiriman barang yang selalu dapat diawasi secara real time (waktu sebenarnya) dalam waktu yang tak lama lagi dapat terwujud. Orang yang tinggal di Tokyo akan mengirimkan paket kepada rekan bisnisnya di London, dimana paket tersebut dilengkapi RFID tag sehingga bisa selalu diamati rute perjalanannya. Orang Tokyo dapat mengetahui lokasi-lokasi paket tersebut pada waktu tertentu dengan mengaksesnya melalui internet saat paket itu mulai dikirim dari rumah orang Jepang tersebut di Shibuya sampai ke Bandara Narita, dia juga tahu kapan paketnya diangkut ke dalam pesawat JAL di Narita dan kapan paketnya diturunkan dari pesawat di Bandara Heathrow, lalu akhirnya paket itu ada dalam perjalanan dari bandara sampai di

20

kediaman orang London. Hal ini semua bisa dilakukan karena paket yang dilengkapi RFID tag itu teridentifikasi oleh reader-reader yang terpasang pada gate-gate yang dilaluinya, yang tak mungkin dilakukan jika proses identifikasi itu tidak secara otomatis dan tidak menggunakan gelombang elektromagnet. Tak lama lagi, lingkungan kita akan mengenal diri kita bahkan tanpa kita sadari berkat teknologi-teknologi IPv6, RFID atau teknologi sensor lainnya. Laporan menunjukkan bahwa di banyak negara jumlah telepon seluler melampaui telepon biasa (non-seluler), bahkan di negara-negara tertentu perbandingan antara jumlah saluran telepon seluler dan total saluran telepon sudah melampaui angka 90%. Masyarakat di Tokyo misalnya, sebagian besar dari mereka selalu terhubung dengan internet dengan membawa telepon seluler di saat bepergian. Nantinya, informasi-informasi yang ada di RFID tag di pesawat telepon seluler kita, dan reader-reader yang tersebar di seluruh pelosok kota misalnya di setiap ticket gate di stasiun-stasiun kereta, akan diperbaharui dengan adanya komunikasi antara RFID tag dan RFID reader, saat kita melintas di dekat gate-gate tersebut. Dengan cara ini, seorang boss di kantor dapat mengecek apakah salesman-salesman di kantornya bekerja baik menawarkan produk-produk perusahaan itu kepada pelanggan atau tidak. Sebuah keuntungan bagi perusahaan namun pelanggaran privasi bagi salesman yang merasa selalu diamati langkahnya. Sebelum kita menilai apakah teknologi seperti ini melanggar privasi atau tidak, mari kita melihat kasus lain. Sebuah SD di Propinsi Wakayama di Jepang akan mencoba penggunaan RFID tag yang akan dipasang di tas sekolah dan tag nama di seragam siswanya. Sementara RFID reader akan dipasang di pintu

21

gerbang sekolah, dan berbagai lokasi di dalam sekolah. Dengan cara ini reader akan mencatat apakah ada murid yang membolos atau tidak dan mengirim e-mail secara otomatis kepada orang tua murid yang membolos itu. Cara ini juga dapat mencegah jika ada orang yang tidak dikenal masuk ke dalam lingkungan sekolah atau terjadi tindakan ijime atau penindasan/kenakalan di antara sesama murid yang marak terjadi di sekolah-sekolah di Jepang. Dengan tambahan instalisasi RFID reader di jalur-jalur yang dilalui murid-murid diharapkan dapat mencegah kasus penculikan dan menjamin keselamatan murid-murid. Persoalan yang tersisa adalah distribusi informasi yang berhubungan dengan privasi seseorang. Karena penyalahgunaan wewenangan akses informasi ini akan melebihi dari penyadapan suara atau apa yang bisa diamati oleh seorang admin terhadap usernya pada sebuah internet network. Seseorang akan tercatat semua gaya hidupnya dengan terinstalisasinya RFID reader di berbagai pelosok kota, dimulai dari pagi hari saat keluar rumah sampai pulang saat malam hari, karena dalam sehari dia menggunakan kendaraan umum sebagai alat transportasinya, juga karena dia harus belanja di supermarket atau convenient store untuk kebutuhannya, dan lain sebagainya. Pemerintah dalam hal ini harus menjadi pelopor dengan menetapkan peraturan yang dapat mencegah terjadinya pelanggaran privasi oleh pengguna maupun penyelenggara sistem identifikasi ini. Juga sektor industri pembuat sistem RFID ini tentunya juga harus mampu menyediakan teknologi yang menggunakan teknologi nirkabel (wireless) ini mengakomodasi bandwidth yang cukup untuk kebutuhan dan dapat diakses

4 mm2 ini menggunakan internal antena yang dibuat di dalam silicon chip. Yang tentu menjadi berbahaya kalau RFID-tag di pakaian kita bisa terbaca oleh suatu reader yang tidak berhak sehingga semua jenis pakaian yang kita kenakan termasuk pakaian dalam tentunya. seperti juga adanya kode etik dalam lingkungan kedokteran. -chip dapat dipasang tidak hanya di produk yang dijual di supermarket. Berbeda dengan RFID tag yang ada sebelumnya yang menggunakan external antena. . karena pelanggaran privasi serupa ini menyebabkan kekhawatiran di kalangan masyarakat yang menyebabkan terjadinya demonstrasi menentang penggunaan RFID di sebuah kota di Jerman beberapa waktu yang lampau. Hanya reader yang terautorisasi sajalah yang dapat mengakses tag. Atau bisa juga RFID-tag itu diselipkan di tag merekmerek pakaian atau langsung ke tekstil itu sendiri sehingga kita bahkan bisa tahu misalnya waktu terakhir kita mencuci pakaian itu di mesin cuci. hukum. -chip yang 0. Perusahaan Hitachi tahun lalu mengeluarkan produk baru untuk RFID tag yang disebut -chip yang tak lebih besar dari sebongkah garam. Dengan ditambah kemasan yang baik. Kasus ini bukan mengada-ada.22 dengan cepat dan aman. Kasus penerapan teknologi RFID inilah yang mungkin bisa disebut sebagai contoh dibutuhkannya kode etik dalam dunia teknologi dan engineering.4x0. namun juga di uang kertas untuk mencegah pemalsuan mata uang mengingat terbatasnya foundry di dunia ini yang bisa memproduksi silikon chip. maupun sastra.

atau ubiquitous network itu mungkin bisa diterjemahkan secara sempit misalnya sebagai kemampuan akses ke sebuah network (internet) di mana saja. Konsep ubiquitous network diharapkan akan menjadi semakin luas di masa depan berkat hadirnya teknologi RFID. Di masa depan.23 Mungkin dalam beberapa waktu terakhir kita pernah mendengar istilah ubiquitous computing.038 alamat. tidak hanya divais-divais elektronik seperti komputer.2. Sementara IPv4 yang ada saat ini hanya memiliki 32 bit address sehingga alamat-alamat yang tersedia terasa sudah sangat terbatas. Perkembangan ini juga seiring dengan lahirnya teknologi internet protokol baru yang disebut IPv6 yang menggunakan 128 bit address yang berarti mampu mengakomodasi lebih dari 3x1. atau ubiquitous network. PDA atau telepon seluler tetapi juga bahkan diharapkan semua barang-barang non-elektronik yang ada di sekitar kita dapat diidentifikasi secara otomatis. Sehingga konsep ubiquitous computing. Teknologi yang ada saat ini hanya mampu mengenal dan mengidentifikasi divaisdivais elektronik yang terhubung dengan internet dengan IP address saja. Teknologi RFID ini diharapkan dapat mewujudkan suatu infrastruktur baru yang mengubah gaya hidup dan peradaban suatu kelompok masyarakat di masa depan seperti juga perubahan-perubahan yang terjadi pada gaya hidup masyarakat sejak lahirnya komputer dan internet. 2. dengan berkembangnya pemanfaatan teknologi RFID ini. Kata ‘Ubiquitous’ menurut kamus Merriam-Webster bisa diartikan sebagai ‘ada di berbagai tempat dalam waktu yang sama’.1 Sistem Minimal Mikrokontroler AT89C51 Konfigurasi Mikrokontroler AT89C51 .2 2.

. AT89C51 merupakan memori dengan teknologi nonvolatile memory. serial dan lain-lain. AT89C51 mempunyai struktur memori terdiri atas: • RAM internal. dua timer 16 bit. lima sumber interupsi. memori yang berisi register-register yang mempunyai fungsi-fungsi khusus yang disediakan oleh mikrokontroler tersebut. Dengan jenis memori flash memudahkan memori program untuk diprogram ulang sistem. seperti timer. • Special Function Register (Register Fungsi Khusus). AT89C51 memiliki beberapa kelebihan antara lain: 4 Kbyte flash memory. dan osilator internal. isi memori dapat diisi ulang atau dihapus berkali-kali. RAM 128 byte. 32 jalur input-output. memori yang digunakan untuk menyimpan instruksi-instruksi MCS51. rangkaian detak (clock). Instruksi-instruksi maupun pin-nya kompatibel dengan standar MCS 51 code sehingga memungkinkan mikrokontroler ini untuk bekerja dengan mode single chip operation (mode keeping operasi tunggal) yang tidak memerlukan memory external (memori luar) untuk menyimpan source kode tersebut. port serial dua arah. • Flash PEROM.24 Untuk mengimplementasikan pengendali pada kunci pintu hotel ini maka digunakan mikrokontroler AT89C51 buatan Atmel. Mikrokontroler AT89C51 adalah sebuah sistem mikrokontroler 8 bit dan memiliki 4 Kbyte Flash Programmable and Erasable Read Only Memory (FPEROM). memori sebesar 128 byte yang biasanya digunakan unuk menyimpan variabel atau data yang bersifat sementara.

5. Penjelasan dari masing-masing pin adalah sebagai berikut: a. Pin 1 sampai 8 (Port 1) merupakan port pararel dua arah (bidirectional) yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan. Fungsi alternatif dari tiap Port 3 dicantumkan pada Tabel 2.2 .4.4 Blok diagram internal mikrokontroler AT89C51 Konfigurasi pin-pin mikrokontroler AT89C51 diperlihatkan pada Gambar 2. b.25 Blok diagram internal mikrokontroler AT89C51 diperlihatkan pada Gambar 2. Pin 9 (Reset) adalah masukan reset. Gambar 2. Pin 10 sampai 17 (Port 3) adalah port pararel 8 bit dua arah yang memiliki fungsi alternatif. Pin ini dihubungkan dengan rangkaian power on reset. c. .

Pin 19 (XTAL 2) adalah pin keluaran ke rangkaian osilator internal.5 Konfigurasi pin AT89C51 d. .2 Fungsi alternatif port 3 Gambar 2. Pin 18 (XTAL 1) adalah pin masukan ke rangkaian osilator internal.26 Tabel 2. e. Pin ini digunakan bila memakai osilator kristal. Sebuah osilator kristal atau sumber osilator luar dapat digunakan.

port ini akan memultipleks alamat memori dengan data. Pin 21 sampai 28 (Port 2) adalah Port paralel 2 (P2) selebar 8 bit dua arah (bidirectional). dan sarana input/output lainnya.27 f. Port 2 ini mengirimkan byte alamat bila dilakukan pengaksesan memori eksternal. Pin 32 sampai 39 (Port 0) merupakan port paralel 8 bit open drain dua arah. k. SFR dalam RAM internal menempati lokasi alamat . misalnya tempat untuk berhubungan dengan port paralel P1 atau P3. 2. tapi tidak umum dipakai untuk menyimpan data seperti layaknya memori-data. EA harus dihubungkan ke VCC untuk eksekusi program internal. Pin 40 (Vcc) dihubungkan ke Vcc (+5 volt). Pin 20 (Ground) dihubungkan ke Vss atau ground g. j.Pin ini juga menerima tegangan 12 volt selama pemrograman flash. h. Pin 30 adalah pin ALE/PROG (Address Latch Enable) yang digunakan untukmenahan alamat memori eksternal selama pelaksanaan instruksi. Bila digunakan untuk mengakses memori luar. Pin EA harus dihubungkan ke GND agar piranti bias mengambil kode dari memori program eksternal dengan lokasi awal 0000H sampai FFFFH.2 SFR (Special Function Register) SFR atau register fungsi khusus murupakan suatu daerah RAM dalam IC keluarga MCS51 yang digunakan untuk mengatur perilaku MCS51 dalam hal-hal khusus.2. Pin 29 adalah pin PSEN (Program Store Enable) yang merupakan sinyal pengontrol untuk membaca memori program eksternal. l. i. Pin ini juga sebagai input pulsa program selama pemrograman flash. Pin 31 (EA/Vpp).

yang meliputi simbol.3 Sistem Interupsi Apabila CPU pada mikrokontroler AT89C51 sedang melaksanakan suatu program.2. nama dan alamatnya. maka pelaksanaan program dapat dihentikan sementara dengan meminta interupsi.28 80h sampai 7Fh. Register pada SFR 2. Maka interupsi adalah suatu kejadian atau peristiwa yang menyebabkan . Masing-masing register pada SFR ditunjukkan dalam Tabel 2.3. Tabel 2.3.

program counter akan diisi alamat dari vektor interupsi. tiba-tiba terjadi interupsi dan harus melayani interupsi tersebut hingga selesai sebelum ia akan meneruskan pekerjaanya. Instruksi ini digunakan agar saluran interupsi kembali dapat dipakai. interupsi timer (Timer Interupt) yang berasal dari timer 0 maupun timer 1. CPU AT89C51 kembali ke pelaksanaan program utama yang ditinggalkan.4 Tabel 2.29 mikrokontroler berhenti sejenak untuk melayani iterupsi tersebut. Alamat layanan rutin interupsi Ada dua buah register yang mengontrol interupsi. Bila rutin pelayanan interupsi selesai dilaksanakan. CPU kemudian melaksanakan rutin pelayanan interupsi mulai dari alamat tersebut. Alamat awal layanan rutin interupsi dari setiap sumber interupsi diperlihatkan pada Tabel 2. yaitu IE (Interupt Enable) dan IP (Interupt Priority). dan yang terakhir adalah interupsi port seri (Serial Port Interupt) yang berasal dari bagian penerima dan pengirim port seri. Register IE berfungsi untuk mengaktifkan atau . Sebuah program yang seharusnya berjalan terus lurus. Mikrokontoler AT89C51 menyediakan 5 sumber interupsi yaitu: interupsi eksternal (External interupt) yang berasal dari pin 0 INT dan 1 INT . Instruksi RETI (return from interupt routine) harus digunakan untuk kembali dari layanan rutin interupsi. apabila CPU mendapat permintaan interupsi.4.

maka prioritas interupsi menggunakan urutan prioritas seperti dicantumkan pada Tabel 2. timer/counter segera menginterupsi mikrokontroler untuk memberitahukan bahwa perhitungan periode waktu telah selesai dilaksanakan. sedangkan register IP digunakan untuk menentukan prioritas suatu sumber interupsi terhadap sumber interupsi lainnya.30 menonaktifkan sumber interupsi. Secara fisik sebetulnya timer juga merupakan rangkaian T flipflop yang dapat diaktifkan dan dinonaktifkan setiap saat. Jika timer mempunyai sumber clock dengan frekuensi tertentu yang sudah pasti sedangkan counter mendapat sumber clock dari pulsa yang hendak dihitung jumlahnya. timer /counter 16 bit. timer/counter akan melakukan perhitungan waktu sekali setiap 1 µS secara independen.4 Timer/Counter Pada mikrokonteroler AT89C51 terdapat dua buah timer/counter 16 Bit yang dapat diatur melalui perangkat lunak. yaitu timer/counter 0 dan timer/counter 1. Apabila periode waktu tertentu telah dilampaui. 2. tidak tergantung pada pelaksanaan suatu instruksi. Jika register IP tidak didefinisikan. yaitu apabila ada dua atau lebih interupsi secara bersamaan. Timer/counter AT89C51 dapat dipilih beroperasi dalam 4 mode operasi yaitu sebagai timer/counter 13 bit.4. Apabila timer/counter diaktifkan pada frekuensi kerja mikrokontroler 12 MHz. Perbedaaan terketak pada sumber clock dan aplikasinya. timer/counter 8 bit dengan isi . Apliksi dari counter atau penghitung biasa digunakan untuk aplikasi menghitung jumlah kejadian yang terjadi dalam periode terteentu sedangkan timer atau pewaktu biasa digunakan untuk menghitung aplikasi lamanya suatu kejadian yang terjadi.2.

2.6 menunjukkan hubungan antara layar LCD dengan HD44780 yang merupakan mikrokontroler pengendali LCD. Register TMOD digunakan sebagai pengontrol pemilih mode operasi timer/counter sedangkan register TCON digunakan sebagai pengontrol kerja timer/counter. Register timer mode (TMOD) dan register timer control (TCON) merupakan register pembantu untuk mengatur kerja timer 0 dan timer 1.31 ulang (auto reload). Dengan menggunakan decoding system.3 Liquid Crystal Display (LCD) M1632 merupakan modul LCD matrik dengan konfigurasi 16 karakter dan 2 varis dengan setiap karakternya diberntuk oleh 8 baris pixel dan 5 kolom pixel (1 baris pixel terakhir adalah kursor). Pada Gambar 2. Decoding system ini menggunakan IC74HC138. 2. dan gabungan timer/counter 16 bit dan 8 bit. setiap memory external atau komponen lain yang berhubungan dengan data bus akan menempati wilayah-wilayah yang ditentukan oleh decoder.6 tampak karakter “A” di baris karakter 1 yang terbentuk oleh COM1 (pixel baris 1) hingga COM8 (pixel baris 8) dan SEG1 (pixel kolom 1) hingga SEG5 (pixel kolom 5). Gambar 2. Decoder ini berfungsi untuk membagi lokasi-lokasi dari memory external ataupun komponen yang lain.5 Decoding System Decoding system dibutuhkan pada sebuah sistem mikrokontroler yang menggunakan memory external dan komponen yang mempunyai akses jalur data bus. 2. Oleh karena itu kombinasi 16 karakter akan terbentuk oleh SEG1 (pixel kolom 1) hingga SEG 40 (pixel kolom 40) dengan .

32 setiap karakternya terdiri dari 5 kolom pixel. Gambar 2.7 menunjukkan blok digram bagian internal HD44780 yang terdiri dari bagian penguat sinyal (Signal Driver). Gambar 2.1 Deskripsi M1632 HD44780 sebetulnya merupakan mikrokontroler yang dirancang khusus untuk mengendalikan LCD dan mempunyai kemampuan untuk mengatur proses scanning pada layar LCD.3.6 Hubungan HD44780 dengan layar LCD 2. Mikrokontroler atau perangkat tersebut hanya mengirimkan data-data yang merupakan karakter yang akan ditampilkan pada LCD atau perintah yang mengatur proses tampilan pada LCD saja. memori. Gambar 2.7 Modul M1632 . Kombinasi 2 baris karakter akan terbentuk oleh COM1 (pixel baris 1) hingga COM16 (pixel baris 16). register dan antar muka mikrokontroler.

3. Tabel 2.5 Konfigurasi kaki M1632 No 1 2 3 Symbol Vss Vcc Vee Level 0 Fungsi Volt 5 ± 10 % Volt Penggerak LCD H = memasukkan data 4 RS H/L L=memasukkan instruksi H = baca L = 5 R/W H/L tulis Enable 6 E Signal 7 8 9 10 11 12 DB0 DB1 DB2 DB3 DB4 DB5 H/L H/L H/L H/L H/L H/L Data Bus . perlu diketahui fungsi dari setiap kaki dari komponen tersebut.33 2. Berikut adalah table konfigurasi kaki dari LCD.2 Kaki-kaki Modul M1632 Untuk keperluan antarmuka suatu komponen elektronik dengan mikrokontroler.

kaki ini adalah Vcc). kaki ini adalah GND). logika dari kaki ini adalah 0. 2. Kaki 3 (Vee/Vlcd) : Tegangan pengatur kontras LCD. Kaki 4 (RS) : Register Select. kontras mencapai nilai maksimum pada saat kondisi kaki ini pada tegangan 0 volt. Untuk akses ke register data.34 13 14 15 16 DB6 DB7 V+BL V-BL H/L H/L Kecerahan LCD Berikut merupakan penjelasan fungsi dari tiap-tiap kaki pada modul LCD M1632 sebagai berikut : 1. 5. Untuk aplikasi yang tidak . 3. Kaki 2 (Vcc) : Kaki ini berhubungan dengan tegangan 0 volt (Ground) dari modul LCD (khusus untuk modul M1632 keluaran Hitachi. 4. Kaki 5 (R/W) : Logika 1 pada kaki ini menunjukkan bahwa modul LCD sedang pada mode pembacaan dan logika 0 menunjukkan bahwa modul LCD sedang pada mode penulisan. Kaki 1 (GND) : Kaki ini berhubungan dengan tegangan +5 volt yang merupakan tegangan untuk sumber daya dari HD44780 (khusus untuk modul M1632 keluaran Hitachi. logika dari kaki ini adalah 1 dan untuk akses ke register perintah. kaki pemilih register yang akan diakses.

Logika 1 pada kaki ini diberikan pada saat penulisan atau pembacaan data. Kaki 7-14 (D0-D7) : Data Bus. Jenis-jenis tersebut meliputi : 1. 1. karakter “A” atau 41h yang ditulis pada alamat 00 akan tampil pada baris pertama dan kolom pertama dari LCD.35 membutuhkan pembacaan pada modul LCD. 8. DDRAM DDRAM merupakan memori tempat karakter yang ditampilkan berada. kaki ini dapat langsung dihubungkan ke ground.5 volt (hanya terdapat untuk M1632 yang memiliki backlight).3. 7. 6. Kaki 6 (E) : Enable Clock LCD. kedelapan kaki modul LCD ini adalah bagian dimana aliran data sebanyak 4 bit ataupun 8 bit mengalir saat proses penulisan maupun pembacaan data. Kaki 16 (Katoda) : Tegangan negatif Backlight modul LCD sebesar 0 volt (hanya terdapat untuk M1632 yang memiliki Backlight). CGRAM . 2. Kaki 15 (Anoda) : Berfungsi untuk tegangan positif dari Backlight modul LCD sekitar 4. kaki mengaktifkan clock LCD. Setiap jenis memori mempunyai fungsi-fungsi sendiri. Contohnya. 9.3 Struktur Memori LCD Modul LCD M1632 memiliki beberapa jenis memori yang digunakan untuk menyimpan atau memproses data-data yang akan ditampilkan pada layar LCD.

Oleh karena ROM bersifat permanen. Saat HD44780 akan menampilkan data 41h yang tersimpan pada DDRAM. . 3. pola karakter tersebut tidak akan hilang walaupun power supply tidak aktif. Oleh karena itu. Pola-pola karakter sebagian besar tersimpan di memori CGROM kecuali pola karakter yang ada pada lokasi yang tersimpan di memori CGRAM. yaitu pola karakter A. apabila data yang dikirimkan ke DDRAM adalah 00h hingga 08h.36 CGRAM adalah memori untuk menggambarkan pola sebuah karakter dan bentuk karakter dapat diubah-ubah sesuai keinginan. tampilan pada layar LCD merupakan pola yang tersimpan pada CGROM yang berupa pola-pola permanen yang sudah ditentukan oleh IC HD44780. Akan tetapi untuk data 11h hingga 0FFh. CGRAM maupun CGROM merupakan tempat menyimpan data berupa pola-pola karakter yang akan ditampilkan pada LCD. CGROM CGROM adalah memori untuk penggambarkan pola sebuah karakter dan pola tersebut sudah ditentukan secara permanen dari HD44780 sehingga pengguna tidak dapat mengubah lagi. tampilan pada layar LCD adalah pola yang tersimpan pada CGRAM dan berupa pola-pola yang dapat diubah dengan mengedit isi CGRAM. Seperti telah dijelaskan sebelumnya. HD44780 akan mengambil data di alamat 41h(010 00B) yang ada pada CGROM. Akan tetapi isi memori ini akan langsung hilang saat power supply tidak aktif sehingga pola karakter akan hilang.

2. Perintah-perintah tersebut . yaitu 42h. Saat RS berlogika 0. Sebagai contoh. 2. Akses data ke DDRAM.37 Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa pola karakter tersimpan di memori CGRAM (untuk pola karakter yang dapat diedit) dan CGROM (untu pola karakter yang tidak dapat diedit).4 Register LCD HD44780 yang terdapat pada modul M1632 mempunyai dua buah register yang aksesnya diatur dengan kaki RS. kemudian data DDRAM di alamat tersebut diisi dengan alamat dari pola karakter “B”. register yang akan diakses adalah Register Data. sedangkan akses ke CGRAM merupakan proses untuk mengedit pola karakter yang ada pada lokasi CGRAM tersebut. sedangkan data pada DDRAM berfungsi untuk menunjukkan lokasi pola karakter yang akan ditampilkan pada layar LCD. register yang akan diakses adalah Register Perintah dan saat RS berlogika 0. apabila karakter “B” akan ditampilkan pada kolom karakter kedua baris karakter pertama pada M1632. Register Perintah Register ini adalah register dimana perintah-perintah mikrokontroler ke HD44780 selaku pengendali modul M1632 diberikan. merupakan akses ke bagian memori tampilan pada layar LCD. 1. Register Data Register ini adalah register dimana mikrokontroler dapat menuliskan atau membaca data ke atau dari DDRAM maupun CGRAM.3. baik penulisan maupun pembacaan. alamat DDRAM harus diatur pada lokasi 01 yang merupakan lokasi kolom karakter kedua dari M1632.

Tabel 2.8 Susunan data status HD44780 2. register ini juga merupakan tempat dimana status HD44780 dapat dibaca.6 (Perintah-perintah M1632).5 Perintah-perintah M1632 Untuk mengatur tampilan pada layar LCD.3. Address Counter ini menunjukkan lokasi dari DDRAM yang sedang ditunjuk saat itu. Bit ke-6 hingga bit ke-0 adalah Address Counter (Penghitung Alamat) dari DDRAM.38 berfungsi untuk mengatur tampilan pada layar LCD atau alamat dari DDRAM dan CGRAM.6 Perintah-perintah M1632 Perintah D7 D6 D5 D4 D3 D2 D1 D0 Deskripsi Hapus Hapus 0 0 0 0 0 0 0 1 display dan DDRAM Display Posisi 0 0 0 0 0 0 1 X Set alamat . alamat DDRAM atau CGRAM mikrokontroler yang terhubung dengan M1632 harus mengirimkan data-data tertentu ke Register Perintah sesuai Tabel 2. Bit ke-7 data status yang terbaca adalah Busy Flag (tanda sibuk). yaitu tanda yang mengindikasikan bahwa HD4780 masih dalam kondisi sibuk sehingga proses akses data lebih lanjut dari mikrokontroler yang terhubung pada modul M1632 harus menunggu hingga tanda sibuk ini selesai. Gambar 2. Register-register perintah dapat dilihat pada table di bawah ini. Selain itu.

Blinking (B) Geser kursor atau On/Off Geser Kursor/Dis play 0 0 0 1 S/C R/L X X display tanpa mengubah alamat DDRAM . Display 0 0 0 0 1 D C B kursor (C) On/OFF.39 Awal DDRAM di 0 Atur arah pergeseran Set Mode 0 0 0 0 0 1 I/D S kursor dan display Atur display (D) On/Off.

1 = 5x10. 1 = Display On . 1 = Geser Kiri. 0 = 5x8 D. 0 = Geser Kursor R/L. 1= 8 bit. 1 = 2 baris. 0 = Decrement S 0 = Display tidak geser S/C. 0 = 4 bit N. 0 = Geser Kanan DL. jumlah Set Fungsi 0 0 1 DL N F X X baris yang tampil dan font karakter Set Alamat 0 1 G AD 1 D AD D G AD D G AD D G AD D G AD D G AD D AC AC AC AC AC AC CGRAM Set Alamat DDRAM Keterangan: X = diabaikan I/D . 1 = Display Shift. 0 = 1 baris F. 1 = Increment.40 Atur panjang data. 0 = Display Off.

0 = Cursor Off. Perintah dengan logika 1 pada bit ke-7 akan memerintahkan pointer agar menunjuk lokasi sesuai konfigurasi bit ke-6 hingga bit ke-0. 2. 1 = Cursor On B. Mengahapus Display DDRAM Perintah ini merupakan perintah untuk menghapus isi DDRAM sehingga layar LCD tidak akan menampilkan pola karakter apapun. Perintah ini berfungsi untuk membersihkan layar LCD dan sekaligus menghapus isi DDRAM.9) Gambar 2. yaitu alamat 0 DDRAM.9 Karakter ‘D’ dikolom karakter kedua baris karakter pertama . Kode 02h (0000 0010B) akan memerintahkan pointer (penunjuk) agar menunjuk lokasi alamat awal. 0 = Blinking Off. Contoh : Menunjuk lokasi karakter ‘D’ ke baris karakter pertama kolom karakter kedua (Gambar 2.41 C. Mengatur Alamat DDRAM Perintah ini merupakan perintah untuk menunjuk lokasi alamat DDRAM yang diakses. 1 = Blinking On 1. Kode perintah ini adalah 01h atau 0000 0001B.

data 81h merupakan kode yang harus dikirim ke Register Perintah. sedangkan pada proses pergeseran kursor atau tampilan tanpa mengubah alamat DDRAM maka logika bit ke-4 adalah logika 1 dan bit ke-5 hingga ke-7 adalah logika 0. logika bit ke-2 adalah logika 1 dan logika bit ke-3 hingga ke-7 adalah logika 0. Pada proses pergeseran kursor atau tampilan dengan mengubah alamat DDRAM. a. Agar pointer dapat menunjuk ke alamat 01h DDRAM. karena itu pointer harus ditujukan ke alamat tersebut. Mengatur Mode Bagian ini adalah bagian pengatur pergeseran kursor atau tampilan dengan atau tanpa mengubah alamat DDRAM. baik pada proses pergeseran kursor maupun tampilan.42 Karakter ‘D’ pada Gambar 2.10 Kode perintah untuk menunjuk alamat 01h DDRAM 3. Gambar 2.9 menempati alamat 01h dari DDRAM. Pergeseran Kursor atau Tampilan dengan Mengubah Format Alamat DDRAM Proses pergeseran ini dilakukan dengan mempengaruhi alamat DDRAM. Kode 04h atau 000 0100b .

43 Pada kode ini kondisi bit I/D adalah berlogika 0 sehingga proses pergeseran adalah Decrement (berkurang). yaitu ke kanan b. Proses pergeseran ini juga mempengaruhi isi DDRAM sehingga data-data di alamat DDRAM dipindah ke . sedangkan logika bit S adalah logika 1 sehingga pergeseran terjadi pada seluruh tampilan. sedangkan logika bit S adalah logika 0 sehingga pereseran hanya terjadi pada kursor. Kode 05h atau 0000 0101b Pada kode ini kondisi bit I/D adalah logika 1 sehingga proses pergeseran adalah Increment (bertambah). Proses pergeseran ini juga mempengaruhi pointer alamat DDRAM (Address Counter) sehingga Address Counter juga akan mengikuti pergeseran tersebut. proses pergeseran ini juga mempengaruhi pointer alamat DDRAM (Address Counter) sehingga Address Counter juga akan mengikuti pergeseran tersebut. namun pada arah yang berlawanan. Pergeseran Kursor atau Tampilan Tanpa Mengubah Alamat DDRAM Kode 06h atau 0000 0110b Pada kode ini kondisi bit I/D adalah berlogika 0 sehingga proses pergeseran adalah Decrement (berkurang). sedangkan logika bit S adalah logika 0 sehingga pergeseran hanya terjadi pada kursor. Seperti pada kode 04h.

5. Proses pergeseran ini juga mempengaruhi isi DDRAM sehingga data-data di alamat DDRAM dipindah ke alamat sesudahnya.44 alamat sebelumnya. Hal ini dilakukan oleh HD44780 dengan mengubah urutan data yang ditampilkan. baik pada kursor maupun seluruh tampilan. bit ke-3 (N) dan bit ke-2 (F) berfungsi sebagai berikut : . Kode 07h atau 0000 0111b Pada kode ini kondisi bit I/D adalah berlogika 1 sehingga proses pergeseran adalah Increment (bertambah). Mengatur Keaktifan Tampilan Proses pergeseran ini. Bit ke-4 (DL). Pergeseran ini akan menyebabkan tampilan pada layar LCD bergeser ke kiri. Mengatur Fungsi Proses ini dilakukan saat kondisi bit ke-5 berlogika 1. dilakukan tanpa mempengaruhi DDRAM sehingga nilai Address Counter maupun isi data pada DDRAM tetap pada kondisi sebelumnya. 4. Proses pergeseran hanya tampak pada tampilan layar LCD saja. Pergeseran ini akan menyebabkan tampilan pada layar LCD bergeser ke kanan. sedangkan logika bit S adalah logika 1 sehingga pergeseran terjadi pada seluruh tampilan. sedangkan bit ke-6 dan ke-7 berlogika 0.

F : Bit untuk mengatur font karakter. 6. Relai ini menghubungkan rangkaian beban ON atau OFF dengan pemberian energi elektromagnetis. Setiap pola karakter dibentuk oleh 8 byte data CGRAM sehingga total keseluruhan CGRAM mampu menyimpan 8 buah pola karakter. Bit ke-5 hingga bit ke-0 merupakan Address Counter CGRAM sebanyak 6 bit atau 64 byte.4 Relay Solenoid Relay pengendali elektromekanis (an electromechanical relay = EMR) adalah saklar magnetis. N : Bit untuk mengatur jumlah baris yang digunakan. Mengatur Alamat CGRAM Proses ini dilakukan saat kondisi bit ke-6 berlogika 1 dan bit ke-7 berlogika 0. EMR mempunyai variasi aplikasi yang luas baik pada rangkaian listrik maupun elektro magnetis. Logika 1 pada bit ini adalah untuk menggunakan 2 baris dan logika 0 adalah untuk menggunakan 1 baris. Logika 1 pada bit ini bertujuan untuk proses antarmuka 8 bit dan logika 0 bertujuan untuk proses antarmuka 4 bit.45 a. 2. c. b. Logika 1 pada bit ini adalah untuk font 5x10 dan ogika 0 adalah untuk font 5x8. yang membuka atau menutup kontak pada rangkaian. . DL : Bit untuk mengatur panjang data pada proses antarmuka.

terjadi medan elektromagnetis.46 Kontak terbuka normal Kontak tertutup normal CR1 Simbol Simbol Koil relay CR2 CR Simbol Plunger Gambar 2. . Kontak yang bergerak dipasangkan pada plunger. Jarak gerak plunger biasanya pendek – sekitar ¼ in atau kurang. Kontak ditunjuk sebagai normally open (NO) dan normally close (NC).11. Apabila kumparan diberi tenaga. tetapi relay dapat mempunyai beberapa kontak. Aksi dari medan pada gilirannya menyebabkan plunger bergerak pada kumparan menutup kontak NO dan membuka kontak NC. Jenis EMR diperlihatkan pada Gambar 2.11 Relay elektromekanis Relay biasanya hanya mempunyai satu kumparan. Relay elektro mekanis berisi kontak diam dan kontak bergerak.

1. sedang perangkat lunak yang dibutuhkan adalah sebuah software downloader AT89C51. 4. Perangkat keras yang dibutuhkan meliputi alat dan bahan. 3. 7. Alat yang dibutuhkan antara lain: 1.47 BAB III IMPLEMENTASI DAN PERANCANGAN ALAT 3. Perencanaan Perangkat Keras Dalam perancangan kunci pintu dengan teknologi RFID ini dibutuhkan hardware dan software. 6. 5. 4. 2. sistem minimal AT89C51 ID-10 reader dan tag Magnetig solenoid external memory Liquid Crystal Display (LCD) 47 . Personal computer (PC) Downloader AT89C51 catu daya 5 Volt Multimeter digital Solder Soldering Atractor Toolset Sedangkan bahan yang digunakan pada pembuatan kunci pintu hotel diantaranya: 1. Hardware terdiri dari perangkat keras (yang terlihat oleh mata) dan software yang terdiri dari perangkat lunak (tidak terlihat oleh mata). 2. 3. 5.

3. Catu daya 5V dan 12V Untuk software yang digunakan adalah Tasm 301 yang berfungsi untuk mendownload rancangan perangkat lunak dari personal computer ke mikrokontroler. Gambaran Plant DISPLAY TAG RFID RFID READER AT89C51 SOLENOID KEYPAD Gambar 3. Sedangkan keluaran atau output sistem yaitu tampilan liquid crystal display (LCD) dan sebuah solenoid sebagai . sistem minimal AT89C51 merupakan bagian utama yang berfungsi sebagai pengendali utama (central processing unit). Sebagai masukan atau input yaitu RFID reader (pembaca tag RFID) dan sebuah keypad sebagai masukan numeris yang dibutuhkan pada saat mengganti kunci.1 Plant (rancangan) sistem kunci pintu Dari gambar 3.1.1 dapat dilihat beberapa hubungan antar bagian dalam sistem aplikasi radio frequency identification pada kunci pintu hotel.1.48 6.1. Dari gambar 3.

. unit RFID.49 kunci. unit display dan unit memori eksternal.2 diatas merupakan rangkaian yang akan digunakan dalam pengunci rumah dengan teknologi RFID.2. Bus alamat ini terhubung dengan IC 74HC573 sebagai input (1D…6D). 3. sistem minimal AT89C51 ini membutuhkan external memory karena memori yeng tersedia dalam internal memori mikrokontroer tidak memenuhi kebutuhan. Perangkat keras ini terdiri dari beberapa bagian.2 Rancangan rangkaian listrik Gambar 3. Setiap unit mempunyai mempunyai fungsi-fungsi khusus yang akan dijelaskan satu per satu pada subbab berikutnya. Dalam tugas akhir ini akan dijelaskan satu per satu bagian sistem kunci pintu hotel dengan teknologi radio frequency identification (RFID). Rancangan Rangkaian Listrik Gambar 3.1. Port 0 digunakan sebagai bus data dan bus alamat. dan beberapa bagian pendukung berupa unit keypad. unit solenoid. yaitu bagian utama berupa sistem minimal AT89C51.

4 sedang port 2.6 digunakan sebagai masukan dari keypad.50 Port 1.1.6/WD dihubungkan dengan kaki WE (Write Enable) pada AT28C64 yang berfungsi untuk memberikan perintah tulis pada external memory. Pada sistem minimal AT89C51 ini. Sedangkan PSEN sendiri digunakan saat eksekusi program yang terletak pada memori eksternal.5 T1 digunakan sebagai output yang terhubung dengan magnetic relay yang mengendalikan solenoid pada kunci pintu Port 3. mikrokontroler AT89C51 sebagai komponen utama didukung oleh beberapa komponen lain diantaranya yaitu .1 sampai port 1.3 Sistem minimal AT89C51 Gambar 3. sedangkan Port 1. Port 3.0/RXD digunakan untuk memberikan perintah latch enable 8 bit data yang akan masuk ke LCD. Port 2 digunakan sebagai pengalamatan byte tinggi yaitu port 2.3/INT1 mikrokontroler digunakan untuk mengendalikan kaki RS pada LCD.3 menunjukkan rancangan dari sistem sistem minimal AT89C51. 3.7 digunakan untuk mengaktifkan chip select pada external memori melalui decoder 74HC138. Port 3.1/TXD terhubung dengan enable pada kaki LCD Port 3. Port 3.2/INT0 mikrokontroler terhubung dengan kaki R/W pada LCD.0 sampai port 2. Port 3.5.7/RD port ini bekerja bersamaan dengan kaki PSEN. port 2. Port 3. kaki ini gigunakan sebagai write strobe pada external memory.7 digunakan sebagai enable data yang masuk ke LCD. port 2.6.

51

penahan alamat (address latch) 74HC138, penyandi alamat (address decoder) 74HC138, dan memori eksternal AT28C64.

U? 1 P10 2 P11 3 P12 4 P13 5 P14 6 P15 7 P16 8 P17

P00 39 P01 38 P02 37 P03 36 P04 35 P05 34 P06 33 P07 32 P20 21 P21 22 P22 23 P23 24 P24 25 P25 26 P26 27 P27 28 RXD 10 TXD 11 ALE/P 30 PSEN 29

VCC

13 INT1 12 INT0 15 14 10K 10uF 31 19 T1 T0 EA/VP X1 X2 RESET RD WR AT89C51

+ 10uF

11.059.200

18 9

10uF

16 17

RESET

100

4K7

Gambar 3.3 Sistem minimal AT89C51

Unit sistem minimal AT89C51 merupakan tempat pengolahan data yang akan mengendalikan sistem pengunci rumah dengan RFID. sistem minimal AT89C51 adalah sebuah rangkaian mikrokontroler dengan komponen

pendukungnya dengan tujuan dapat melakukan fungsi pemrosesan data dengan menerima input (masukan) dan mengeluarkan output dengan mengendalikan suatu instrument. Sistem minimal AT89C51 ini layaknya sebuah sebuah cental processing unit (CPU) dari sebuah komputer. Sistem minimal AT89C51 membutuhkan sebuah mikrokontroler AT89C51, osilator, rangkaian reset yang terdiri dari sebuah resistor dan kapasitor dan sebuah power supplay 5 V.

52

Dalam sistem minimal AT89C51 terdapat rangkaian reset yang berfungsi untuk mengembalikan mikrokontroler ke kondisi awal seperti table berikut:
Tebel 3.1 Kondisi setelah reset

Register Program counter Akumulator Register B PSW Stack Pointer DPTR Port 0-3 Interrupt Priorit y (IP) Interrupt Enable (IE) Register Timer SCON SBUF PCON (HMOS) PCON (CMOS)

Isi Register 000H 00H 00H 00H 07H 0000H FFH XXX00000B 0XX00000B 00H 00H 00H 0XXXXXXXB 0XXX0000B

Reset terjadi dengan adanya logika 1 selama minimal 2 cycle pada kaki RST. Setelah kondisi pin RST kembali low, mikrokontroler akan mulai menjalankan program pada alamat 0000H. Kondisi pada internal RAM tidak terjadi perubahan selama reset. 3.1.4. ID-10 Sebagai Radio Frequency Identification (RFID) reader
+5V

+5 V A? +5V 1 2 3 4 GND LED RES DO ANT D1 ANT +/ID-10/EM-10 5 7 6 8 4K7 9 U?

Gambar 3.4 Rangkaian Radio Frequency Identification reader

53

Bagian ini adalah rangkaian RFID reader yang berfungsi untuk membaca tag rfid. Rangkaian ini terdiri dari sebuah ID10 sebagai reader (pembaca), dan beberapa komponen pendukung yaitu resistor 4K7 Ohm dan 330 Ohm, transistor BC547 sebagai pemicu dan sebuah LED. Resistor ini digunakan sebagai hambatan agar arus yang masuk sesuai dengan kebutuhan, baik pada transistor maupun pada LED. LED ini digunakansebagai indicator bahwa ada sebuah tag rfid yang terdeteksi oleh reader. Jika ada maka LED akan menyala (berkedip). Pin 1 pada ID-10 berfungsi sebagi ground, pin 9 sebagai jalur data yang dikirim ke mikrokontroler, pin 3 dan pin 4 digunakan sebagai antenna, pin 2 sebagai reset, pin 9 sebagai sumber arus dan pin 6 dan pin 7 sebagai jalur data, namun hanya pin 7 yang digunakan. 3.1.5. Unit Display

RD

RW

D0

D1

D2

D3

D4

D5

D6

D7

Gambar 3.5 Rangkaian unit display dan external memory

E

7 bernilai 1 (hight) yang terhubung dengan kaki 11 ( C ) yang digunakan sebagai latch enable. Pembacaan data dari memory eksternal dilakukan dengan cara mikrokontroler akan mengeluarkan alamat dari data yang akan dibaca dengan melalui port 0 dan port 2. karena port 0 harus dimultiplex dengan alamat byte rendah. Data yang menuju ke LCD akan ditahan atau di-latch oleh 74HC573 karena data tidak dalam mode external 3. Untuk memisahkan jalur data dan jalur alamat byte rendah agar tidak tabrakan maka digunakan Latch (penahan) yaitu 74HC573. Port 0 memiliki dua fungsi yaitu sebagai jalur data dan sebagai jalur alamat (address). Dengan sistem pengalamtan ini port 2 dan port 0 dari mikrokontroler AT89C51 dapat melakukan pengalamatan untuk 64 Kbyte alamat memory. Data tersebut akan menuju ke LCD setelah kaki port 1.54 Pada perangkat keras unit display ini tidak dapat dipisahkan dengan external memory.1.6 Memori eksternal Aplikasi kunci pintu ini membutuhkan memory external karena memory internal dalam mikrokontroler tidak mencukupi kebutuhan. Jalur data digunakan untuk mengirim data menuju external memory dan LCD. Data yang dikirim ke LCD adalah data 8 byte. Sistem pengalamatan memory dari AT89C51 menggunakan sistem multiplex addressing (pengalamatan bergantian) yitu memultiplex data dan low byte addressing (byte alamat rendah) menggunakan Octal D latch yaitu IC 74HC573. Sedangkan jalur alamat digunakan sebagai digunakan untuk mengirim alamat byte rendah menuju ke eksternal memori. maka diperlukan IC Octal D Latch yaitu 74HC573 untuk menahan alamat .

Kemudian perintah untuk mengambil data dilakukan dengan mengelurkan sinyal read pada pin RD. Walaupun Low Byte Address berasal dari port 0. Penulisan data ke memory external dilakukan dengan cara Mikrokontroler mengeluarkan alamat tujuan pada port 0 dan port 2.D7) ke bagian keluaran (Q0…Q7) setelah kaki nomor 11 (C) yang terhubung ke ALE/P berlogika 1. Kemudian mikrokontroler mengeluarkan data yang akan ditulis pada port 0. IC 74HC573 hanya akan mengirim masukan (D0….55 byte rendah tersebut di saat data muncul di jalur port ) agar tidak terjadi bentrok antara data maupun alamat byte rendah. alamat pada port 0 (low byte address) langsung di latch (tahan) ke output octal D Latch 74HC573 dengan menggunakan sinyal ALE (Address Latch Enable) yang terhubung pada input CLK dari 74HC573. Setelah dikeluarkan maka data akan muncul pada jalur data bus (port 0) dan mikrokontroler akan langsung membaca data tersebut. dan sebagian dari alamat tersebut digunakan untuk mengalamti memory eksternal dan yang sebagian lagi digunakan untuk mengaktifkan chip select (pemilihan keping) dari memory external melalui decoder. Alamat byte tinggi langsung dikirim melalui port 2. Data tersebut mengalir tanpa mengganggu alamat byte rendah yang ada pada keluaran 74HC573 karena kaki 11 © yang terhubung dengan ALE/P telah berubah menjadi logika 0. Proses yang yang terjadi sama dengan yang dilakukan pada bagian pengiriman alamat diproses pembacaan data ataupun kode yang telah dijelaskan sebelumnya. tetapi oleh karena Low .

K E Y P A D 3X 4 1 4 7 * U? 1 P10 2 P11 3 P12 4 P13 5 6 7 8 P14 P15 P16 P17 2 5 8 0 3 6 9 # P00 P01 P02 P03 P04 P05 P06 P07 P20 39 38 37 36 35 34 33 32 21 22 23 24 25 26 27 28 10 11 30 29 13 12 15 14 31 19 18 9 16 17 INT1 IN T 0 T1 T0 E A /V P X1 X2 RESET RD WR A T 89 C 5 1 P21 P22 P23 P24 P25 P26 P27 RXD TXD ALE/P PSEN Gambar 3.56 Byte Address ini sudah ditahan oleh 74HC573 maka tidak terganggu dengan munculnya data pada port 0.6 Pemasangan unit keypad pada mikrokontroler . Keypad yang digunakan adalah keypad dengan 4 baris dan 3 kolom. Kemudian mikrokontroler akan memberikan perintah kepada memory untuk menuis data yang telah disiapkan dan alamat yang telah disiapkan pula dengan cara mengeluarkan sinyal write pada pin WR yang terhubung dengan pin WR dari memory.6. Keypad ini digunakan untuk memasukkan nomor digit yang tertulis dalam badan tag RFID. Seperti terlihat pada Gambar 3. Cara memasukkan nomor ini dengan menekan tombol # kemudian diikuti nomor yang dimaksud di depan.7 Unit masukan Aplikasi kunci pintu ini menggunakan keypad sebagai masukan (input).1. 3. dimana akan digunakan sebagai pembanding antara nomor asli yang terdapat dalam tag RFID. Nomor tersebut akan dicatat dalam memori mikrokontroler.

sedangkan 12 Volt digunakan untuk menggerakkan solenoid (kunci).7 Rangkaian output kunci pintu Pada bagian rangkaian ini terdapat sebuah resistor 4K7 Ohm.9 Catu Daya Catu daya yang dibutuhkan kunci pintu rumah adalah 5V DC dan 12V DC. Skema rangkaian power supplay seperti Gambar 3. 3. Sebelum sebuah keypad dapat digunakan harus dilakukan Scanning Keypad terlebih dahulu. 3.57 Keypad digunakan sebagai media untuk memberikan instruksi kepada alat dengan melalui penekanan pada tombol-tombolnya. Keypad yang digunakan di sini adalah keypad 4x3 (4 baris dan 3 kolom).8 Relay magnetic +5V +12V R8 4K7 TR3 BC547 SOLENOID SLOT PINTU / KUNCI PINTU Gambar 3.1.1. Daya 5V digunakan untuk mensuplai mikrokontroler. sebagai penahan arus yang masuk pada transistor BC547 yang berperan sebagai pemicu tegangan yang masuk dalam relay dan yang akan memindahkan tegangan 5 V ke tegangan 12 V. Tegangan 12 V ini digunakan untuk menggerakkan solenoid yang berfungsi sebagai kunci pada pintu. .7 di bawah. ID-10 dan LCD.

Jika interrupt tidak aktif maka mikrokontroler akan mengecek keypad. Perencanaan Perangkat Lunak Pertama yang dilakukan oleh mikrokontroler adalah inisialisasi komunikasi serial dengan kecepatan 9600 byte per second.58 Gambar 3.2. Setelah itu mikrokontroler mengkonversikan data dari hexa ke data decimal. kemudian mengkonversikan ke dalam bentuk ASCII dan menyimpan dalam memory external.8 dibawah ini. Setelah data dikonversikan ke bentuk decimal kemudian data nomor kartu yang ada terdapat di external memory dengan data yang terdapat dalam tag RFID. kemudian mikrokontroler mengambil data dalam kartu dari data ketiga sampai data kesepuluh (8 bit).7 Rangkaian catu daya kunci pintu 3. Jika ada masukan (menekan tombol *) maka mikrokontroler akan mengambil input data nomor kartu sebanyak 10. . Namun jika tidak maka mikro akan mengeluarkan pesan error di dalam LCD. Penjelasan di atas sesuai dengan Gambar 3. Kemudian mikrokontroler melakukan inisialisasi pada bagian liquid crystal display (LCD) dan mengaktifkan interup serial. Jika sama maka mikrokontroler akan mengaktifkan relai selama 6 detik dan proses selesai. Jika interrupt sudah diaktifkan maka mikrokontroler akan mengambil data simpanan yang ada dalam buffer.

8 Diagram alir program utama .59 Mulai Inisialisasi Komunikasi Serial 9600Bps Inisial LCD dan Aktifkan Interrupt Serial Y Interrupt Aktif? N Cek Keypad Ambil Data Simpan Dibuffer N Tombol *? Ambil data Kartu dari posisi data ke 3 sampai data ke 10 Y Konversikan data Hexa ke Desimal Input Data Nomor Kartu Sebanyak 10 Bandingkan Nomor Kartu dengan Nomor Kartu diExternal memori Konversikan kedalam ASCII N Sama? Simpan di Memori External Y Tampilkan Pesan Error di LCD Hidupkan Relay Tunda 6 detik Matikan Relay Selesai Gambar 3.

60 3.1 Inisialisasi Program Pertama yang dilakukan oleh mikrokontroler adalah inisialisasi.9 Diagram alur inisialisasi mikrokontroler Sedangkan alur program inisisalisasi mikrokontroler seperti yang telah dijelaskan di atas adalah sebagai berikut.EQU P3.H" .2.EQU P3. #INCLUDE SELENOID RS_LCD E_LCD RW_LCD "8051. Menetapkan alamat awal dalam penulisan program 3.2 P3.EQU .3 P3.1 . Inisialisasi selesai Algoritma di atas dapat dijelaskan dalam diagram alir berikut ini : Mulai Menentukan Alamat Simbol Awal Program pada 00H Memanggil subrutin LCD Memanggil subrutin Start Inisialisasi Selesai Gambar 3.EQU . Memanggil subrutin Start 5. . Jadi tahap yang dilakukan mikrokontroler pada saat inisialisasi adalah sebagai berikut ini : 1.5 . 2. Menetukan alamat untuk simbol-simbol. Memanggil subrutin LCD 4.

EQU P1.Buffer data Nomor dari DATANOHEX1 .BLOCK 1 DATAS4 .BLOCK 1 .BLOCK 1 DATAPENAMBAH2 .BLOCK 1 DATADECHASIL1 .ORG $30 .BLOCK 1 .BLOCK 18 DATANOMORASCII1 .BLOCK 1 DATADECHASIL2 .BLOCK 1 DATANOMORASCII6 .61 SLDATALCD .BLOCK 1 DATADECHASIL4 .BLOCK 1 DATANOMORASCII9 .BLOCK 1 DATANOHEX2 .BLOCK 1 DATAPENAMBAH1 .BLOCK 1 DATANOMORASCII4 .BLOCK 1 DATADECHASIL3 .BLOCK 1 DATAPENAMBAH5 .BLOCK 1 DATAS7 .EQU P1.BLOCK 1 DATANOMORASCII3 .BLOCK 1 DATAPENAMBAH3 .3 DATAKEY ADDRH ADDRL BUFEEPROM EEPROM .EQU P0 .7 PORTLCD .BLOCK 1 DATANOMORASCII2 .BLOCK 1 DATANOHEX4 .EQU $2000 .EQU P1.EQU P1 X1 .BLOCK 1 BUFDATANOMOR .BLOCK 1 DATANOHEX3 .BLOCK 1 DATADECHASIL5 .5 X3 .BLOCK 1 DATANOMORASCII5 .BLOCK 1 DATAPENAMBAH4 .BLOCK 1 DATAS3 .EQU P1.2 Y4 .BLOCK 1 DATANOMORASCII10 .-----------Control Data Magnetic-----------SWITCH .BLOCK 1 DATAS5 .BLOCK 1 .BLOCK 1 DATANOMORASCII8 .BLOCK 1 DATAS6 .4 X2 .0 Y2 .EQU P1.BLOCK 1 DATAS2 .EQU P1.BLOCK 16 .BLOCK 1 DATANOMORASCII7 .EQU P1.1 Y3 .BLOCK 1 DATAS1 .BLOCK 1 DATAS8 .BLOCK 1 ADDREEPROM .6 Y1 .EQU P1.

TEXTAWAL2 yaitu “TEKNIK ELEKTRO”.#TEXTAWAL3 PROC_STRTOLCD PROC_LFLCD DPTR. salam satu isi program adalah menampilkan KATA1 yaitu “M O N I T O R I N G”.2.2 Start Program Pada bagian ini yaitu start. TEXTAWAL4 yaitu “NIM: 5350402014”. hanya berjalan beberapa program diantaranya menampilkan TEXTAWAL1 yaitu “TUGAS AKHIR”.#TEXTAWAL2 PROC_STRTOLCD DELAYSW DELAYSW DELAYSW DELAYSW DELAYSW DELAYSW PROC_HOMELCD DPTR.#TEXTAWAL1 PROC_STRTOLCD PROC_LFLCD DPTR.62 3. Itu akan berjalan terus sampai kita menekan keypad. TEXTAWAL3 yaitu “RIKI ASTONO”. dan KATA2 yaitu “YOUR CARD”. Setelah itu akanmenjalankan Program 1 sampai dengan Program 4.#0 R0. yang perintah programnya di PROGRAM3. START: MOV MOV MOV CLR CLR CLR SETB CLR LCALL LCALL LCALL LCALL LCALL MOV LCALL LCALL MOV LCALL LCALL LCALL LCALL LCALL LCALL LCALL LCALL MOV LCALL LCALL MOV LCALL LCALL LCALL LCALL LCALL LCALL LCALL SP.#TEXTAWAL4 PROC_STRTOLCD DELAYSW DELAYSW DELAYSW DELAYSW DELAYSW DELAYSW .#BUFDATANOMOR SLDATALCD RW_LCD RS_LCD E_LCD SELENOID DELAY DELAY INIT_LCD DELAY DELAY DPTR.#20H PSW.

GETDATASERIAL GETDATASERIAL: PUSH MOV CLR CJNE LCALL MOV POP RETI ISIKEBUFFER: MOV INC POP RETI PROSES: MOV INC INC ACC A.#KATA1 PROC_STRTOLCD PROC_LFLCD DPTR.#0.A R0 ACC R0. Data serial yang telah diambil ditampung dalam buffer.#$20 SCANNINGKEYPAD A.#$0B. SERINT: JBC RETI RI.3 Pengambilan Data Serial Pengambilan data serial ini merupakan bagian yang digunakan untuk mengambil data serial dari ID-10 (RFID reader) menuju ke mikrokontroler.#KATA2 PROC_STRTOLCD SP.PROGRAM4 SETTING PROGRAM1 PROGRAM2: PROGRAM3: PROGRAM4: 3.ISIKEBUFFER PROSES R0.#$03.2.DATAKEY A.PROGRAM3 PROGRAM1 A.SBUF RI A.63 LCALL SETB SETB INITSERIAL ES EA PROGRAM1: LCALL MOV LCALL LCALL MOV LCALL MOV LCALL MOV CJNE LJMP CJNE LJMP LJMP PROC_HOMELCD DPTR.#BUFDATANOMOR R0 R0 .#BUFDATANOMOR ACC @R0.

@R0 CEKA_F A.#$0F DATAS2.A .#$0F DATAS7.A A.#$0F A. MOV SWAP ANL MOV MOV ANL ORL MOV A.A R0 A.A R0 A.@R0 CEKA_F A.64 INC MOV LCALL ANL MOV INC MOV LCALL ANL MOV INC MOV LCALL ANL MOV INC MOV LCALL ANL MOV INC MOV LCALL ANL MOV INC MOV LCALL ANL MOV INC MOV LCALL ANL MOV INC MOV LCALL ANL MOV R0 A.A R0 A.@R0 CEKA_F A.#$F0 DATANOHEX1.@R0 CEKA_F A.A R0 A.A R0 A.DATAS2 A.#$0F DATAS3.A R0 A.A R0 A.#$0F DATAS8.DATANOHEX1 DATANOHEX1.#$0F DATAS6.@R0 CEKA_F A.4 Penggabungan Data Data yang telah diambil tadi dan disimpan dalam buffer digabungkan menjadi satu bagian.@R0 CEKA_F A.#$0F DATAS5.@R0 CEKA_F A.#$0F DATAS4.A 3.DATAS1 A A.#$0F DATAS1.@R0 CEKA_F A.2.

#$F0 DATANOHEX3.DATADECHASIL1 AND0F DATANOMORASCII2.DATAS7 A A.#$0F A.DATAS4 A.A A.DATAS6 A.DATAS5 A A.#$F0 DATANOHEX4.A A.#$0F A.A A.A A.A A.A A.DATANOHEX4 DATANOHEX4.#$0F A.DATADECHASIL3 ANDF0 DATANOMORASCII5.DATANOHEX3 DATANOHEX3.DATAS8 A.A A.A A.A A.DATADECHASIL4 ANDF0 DATANOMORASCII7.A A.DATADECHASIL3 AND0F DATANOMORASCII6.DATAS3 A A.DATADECHASIL1 ANDF0 DATANOMORASCII1.DATANOHEX2 DATANOHEX2.65 MOV SWAP ANL MOV MOV ANL ORL MOV MOV SWAP ANL MOV MOV ANL ORL MOV MOV SWAP ANL MOV MOV ANL ORL MOV LCALL LCALL MOV LCALL MOV MOV LCALL MOV MOV LCALL MOV MOV LCALL MOV MOV LCALL MOV MOV LCALL MOV MOV LCALL MOV MOV LCALL A.#$F0 DATANOHEX2.DATADECHASIL2 ANDF0 DATANOMORASCII3.A HEXTODES KOSONGKAN A.DATADECHASIL4 AND0F .A A.DATADECHASIL2 AND0F DATANOMORASCII4.A A.

ULANGCEK BACADATAEEPROM R0.#20 DELAYLONG PROC_HOMELCD DPTR.5 Membandingkan Data Data yang telah digabungkan dibandingkan dengan data yang telah tertulis dalam memori. Jika data benar maka akan menjalankan KATA4 yaitu “==KUNCI DIBUKA==” dan KATA5 “[_______________]” dan membukan kunci pintu selama 6 detik.A 3.B.#DATANOMORASCII1 R1.#KATA5 PROC_STRTOLCD SELENOID .A A.@R0 A.#10 .DATADECHASIL5 AND0F DATANOMORASCII10.A A.DATADECHASIL5 ANDF0 DATANOMORASCII9. Jika data salah maka maka LCD akan menampilkan KATAERROR1 dan KATAERROR2yaitu “M A A F ! ! ! “ .66 MOV MOV LCALL MOV MOV LCALL MOV DATANOMORASCII8.AKTIFKAN RELAY A B. “C ARD TDK DIKENAL” dan mengosongkan seluru data nomor ascii.#BUFEEPROM R2.2.#KATA4 PROC_STRTOLCD PROC_LFLCD DPTR.@R1 A.NOMORTIDAKCOCOK R0 R1 R2. LCALL MOV MOV MOV ULANGCEK: CLR MOV MOV CJNE INC INC DJNZ DATABENAR: LCALL MOV LCALL LCALL MOV LCALL SETB UNTUK SELENOID MOV LCALL LCALL MOV LCALL LCALL R3.#KATA6 PROC_STRTOLCD PROC_LFLCD PROC_HOMELCD DPTR.

#0 DATANOMORASCII3.#0 DATANOMORASCII2.MATIKAN KEMBALI PROC_HOMELCD DPTR.6 Setting Nomor Baru Setting nomer baru digunakan apabila kita ingin mengganti kunci pintu (tag rfid) denga kunci (tag rfid) yang lain.#KATAERROR1 PROC_STRTOLCD PROC_LFLCD DPTR.#KATA5 PROC_STRTOLCD DELAYSW SELENOID DELAY .#2 DELAYLONG DATANOMORASCII1.#20H TCON.#0 DATANOMORASCII6.#0 DATANOMORASCII10.#0FDH SCON.2.#0 DATANOMORASCII4.#0 DATANOMORASCII8.#0 DATANOMORASCII9.#TEXTSETTING1 PROC_STRTOLCD PROC_LFLCD DELAYSW DELAYSW DELAYSW DELAYSW PROC_CLEARLCD DPTR. INITSERIAL: MOV MOV MOV MOV RET SETTING: TMOD.#41H TH1.#KATAERROR2 PROC_STRTOLCD R3.#0 DATANOMORASCII5.67 MOV LCALL LCALL CLR RELAY SELENOID LCALL RET NOMORTIDAKCOCOK: LCALL MOV LCALL LCALL MOV LCALL MOV LCALL RET MOV MOV MOV MOV MOV MOV MOV MOV MOV MOV RET DPTR.#0 DATANOMORASCII7.#50H LCALL LCALL MOV LCALL LCALL LCALL LCALL LCALL LCALL LCALL MOV LCALL LCALL BACADATAEEPROM PROC_CLEARLCD DPTR.#0 KOSONGKAN: 3.#TEXTSETTING1 PROC_STRTOLCD PROC_LFLCD .

#ADDREEPROM R0.#BUFEEPROM 3. Keypad yang .A ADDRH. Sebelum sebuah keypad dapat digunakan harus dilakukan Scanning Keypad terlebih dahulu.MASUKKANNOMOR2 A.ADDRH DPL.MASUKKANNOMOR1 PROGRAM1 A.DPL KEYPADTOLCD DPH.SETLOOP PROC_CLEARLCD BACADATAEEPROM DELAYSW DELAYSW DELAYSW PROGRAM1 BACADATAEEPROM: MOV MOV MOV BACAEEPLAGI: MOVX MOV INC INC DJNZ RET A.#0.@DPTR @R0.#$0C.#$0A.DATAKEY A.ADDRL DPTR DELAY R4.#10 DPTR.MASUKKANNOMOR SETLOOP A.7 Scaning Keypad Keypad digunakan sebagai media untuk memberikan instruksi kepada alat dengan melalui penekanan pada tombol-tombolnya.#ADDREEPROM SCANNINGKEYPAD A.#$0 A.BACAEEPLAGI R4.68 MOV MOV SETLOOP: LCALL MOV CJNE LJMP MASUKKANNOMOR: CJNE LJMP MASUKKANNOMOR1: CJNE MOV MASUKKANNOMOR2: ADD MOVX MOV MOV LCALL MOV MOV INC LCALL DJNZ LCALL LCALL LCALL LCALL LCALL LJMP R4.A R0 DPTR R4.#$30 @DPTR.DPH ADDRL.2.#10 DPTR.

CTOMBOL9 DATAKEY.SWITCH A.#06H TOLCD CTOMBOL2: CTOMBOL5: CTOMBOL8: CTOMBOL0: KOLOM3: CTOMBOL3: CTOMBOL6: .#0FH A.CTOMBOL7 DATAKEY.#0DH.#0BH. Scanning dilakukan untuk mengenalkan tombol-tombol yang ada.#0EH.#0BH.CTOMBOL4 DATAKEY.#07H.CTOMBOL6 DATAKEY.#03H TOLCD A.#0BH TOLCD X1 X2 X3 A.KOLOM2 DATAKEY.#01H TOLCD A.#08H TOLCD A.#0 X1 X2 X3 A.#0DH.#0AH TOLCD X1 X2 X3 A.69 digunakan di sini adalah keypad 4x3 (4 baris dan 3 kolom).#0EH.#02H TOLCD A.SWITCH A.CTOMBOLB DATAKEY.#04H TOLCD A.#0FH A. listing program dari scanning keypad ini adalah sebagai berikut SCANNINGKEYPAD: KOLOM1: MOV CLR SETB SETB MOV ANL CTOMBOL1: CJNE MOV LJMP CTOMBOL4: CJNE MOV LJMP CTOMBOL7: CJNE MOV LJMP CTOMBOLB: CJNE MOV LJMP KOLOM2: SETB CLR SETB MOV ANL CJNE MOV LJMP CJNE MOV LJMP CJNE MOV LJMP CJNE MOV LJMP SETB SETB CLR MOV ANL CJNE MOV LJMP CJNE MOV LJMP DATAKEY.#05H TOLCD A.CTOMBOL0 DATAKEY.KOLOM3 DATAKEY.#07H TOLCD A.CTOMBOL8 DATAKEY.#07H.#0EH.#0DH.#0FH A.SWITCH A.CTOMBOL5 DATAKEY.

#0BH. Mengpasifkan pin enable dengan memberi logika 0 pada Port 3.KEYPADRET DATAKEY.70 CTOMBOL9: CTOMBOLP: TOLCD: CJNE MOV LJMP CJNE MOV LCALL MOV A.1 7.. Memberikan logika 0 ( low ) pada pin R/W (Port 3. yaitu sesuai dengan algoritma program berikut ini. Penulisan karakter pada LCD memiliki pola tertentu seperti halnya pemberian instruksi kerja modul LCD. 5.1 .CTOMBOLP DATAKEY.@A+DPTR WRITE_DATALCD 3.2) pada LCD 4.8 Sub rutin tampilan LCD Penulisan karakter pada LCD dilakukan oleh mikrokontroller dengan mengirimkan kode ASCII dari karakter yang akan ditulis dan mengakses CGROM dari LCD karena disanalah LCD menyimpan karakter-karakter yang sudah ditetapkan.DATAKEY A.2.3) pada LCD 3.#KEY A. Memberikan logika 1 ( high ) pada pin RD (Port 3. 6.DATAKEY KEYPADRET: RET KEYPADTOLCD: MOV MOV MOVC LCALL RET DPTR. Mengaktifkan pin enable dengan memberi logika 1 pada Port 3. Mengirimkan nibble bawah (D3 – D0) data karakter dalam bentuk ASCII pada mikrokontroller.#09H TOLCD A.#0CH DELAYSW A. Mengirimkan nibble atas (D7 – D4) data karakter dalam bentuk ASCII pada mikrokontroller. Mulai pengiriman karakter pada LCD 2.#07H. 1.

#0C0H WRITE_CTRLLCD A. .71 8. Pengiriman data karakter ke LCD selesai dilakukan.A SLDATALCD A. Listing program pengiriman dan penampilan data ke LCD adalah sebagai dapat diuraikan sebagai berikut.#01H WRITE_CTRLLCD A. PROC_HOMELCD: MOV LCALL RET PROC_LFLCD: MOV LCALL RET PROC_CLEARLCD: MOV LCALL RET WRITE_DATALCD: MOV SETB NOP NOP NOP NOP NOP NOP NOP NOP CLR SETB CLR LCALL SETB SETB LCALL SETB CLR NOP CLR CLR LCALL RET WRITE_CTRLLCD: MOV SETB NOP NOP PORTLCD.A SLDATALCD PORTLCD.#02H WRITE_CTRLLCD SLDATALCD RS_LCD E_LCD DELAY_LCD RS_LCD E_LCD DELAY_LCD RS_LCD E_LCD RS_LCD E_LCD DELAY_LCD .

INISIAL LCD .-----------------------------------------------------.#04H . Routine Pengiriman String ke Display LCD .STRTOLCD RET STRTOLCD: LCALL WRITE_DATALCD INC DPTR SJMP PROC_STRTOLCD .#06H LCALL WRITE_CTRLLCD MOV A.72 NOP NOP NOP NOP NOP NOP CLR CLR CLR LCALL CLR SETB LCALL CLR CLR NOP CLR CLR LCALL SLDATALCD RS_LCD E_LCD DELAY_LCD RS_LCD E_LCD DELAY_LCD RS_LCD E_LCD RS_LCD E_LCD DELAY_LCD RET .-----------------------------------------------------PROC_STRTOLCD: CLR A MOVC A.#0CH LCALL WRITE_CTRLLCD MOV A.#0EH LCALL WRITE_CTRLLCD MOV A.#00H.-----------------------------------------------------INIT_LCD MOV A.-----------------------------------------------------.#01H LCALL WRITE_CTRLLCD RET DELAY_LCD: MOV R7.#38H LCALL WRITE_CTRLLCD MOV A.@A+DPTR CJNE A.

BYTE .0 "==KUNCI DIBUKA==".0 CODEPARITY: .$80.BYTE .BYTE .#$ff R6.D_LCD1 .D_LCD2 R7.$00.DLD1 KEY: TEXTAWAL1: TEXTAWAL2: TEXTAWAL3: TEXTAWAL4: KATA1: KATA2: KATA3: KATA4: KATA5: KATA6: KATAERROR1: KATAERROR2: TEXTSETTING1: " 1234567890*#" " TUGAS AKHIR ".BYTE .0 "Y O U R C A R D".BYTE .$80.$80.$80.#3FH R6.0 "[______________]".0 " TEKNIK ELEKTRO ".$00.DELAYSW1 R5.0 " KARTU ANDA ".$00.BYTE .BYTE .#0FFH R7.#0FFH R7.BYTE .0 " NIM:5350402014".#02H R6.BYTE .$00.BYTE .0 "CARD TDK DIKENAL".BYTE $80.0 " M A A F !!! ".BYTE .$80.73 D_LCD1: D_LCD2: MOV DJNZ DJNZ RET R6.$80 .DELAYLONG DELAY: DLD1: DLD2: MOV MOV DJNZ DJNZ RET .$00.DELAYSW2 R6.$00.$80.BYTE .0 " MONITORING ".0 "SET NOMOR KARTU ".$00.0 " RIKI ASTONO ".DLD2 R7.BYTE .$00.#$FF R6.BYTE R7.4F DELAYSW: DELAYSW0: DELAYSW1: DELAYSW2: MOV MOV MOV DJNZ DJNZ DJNZ RET R5.0 "=PINTU DIKUNCI=".DELAYSW0 DELAYLONG: LCALL DJNZ RET DELAYSW R3.

tunda sebentar .kirim data ke port 1 .#0FEH. Tidak.A DELAY A A. Pengujian dilakukan dengan mendownloadkan sebuah logika dari komputer ke AT89C51 dan diujicobakan di system minimal tersebut. putar isi akumulator ke kanan 1 . Ya.simpan data ke akumulator . Ada beberapa bagian blok rangkaian yang perlu diuji secara khusus antara lain sebagai berikut: 4. Setiap port dihubungkan dengan LED untuk mengetahui apakah masing-masing kaki berfungsi dengan baik. Tidak. #0FEH .1 Pengujian Alat Pengujian Perangkat Keras Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui apakah perangkat yang telah direncanakan bekerja dengan baik. kirim data ke port 1 . lanjutkan ke proses berikut . MULAI1 74 .1. apakah A=01111111B? .A ACALL DELAY RL A CJNE A. Program yang didownload misalnya untuk membuat led ping pong sebagai berikut: Orh Mov 0h A. tunda sebentar . MULAI MULAI1: MOV ACALL RR bit CJNE P1.74 BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN 4. apakah A=11111110B? .1 Pengujian Minimal Sistem Mikrokontroler AT89C51 Pengujian minimum mikrokontroler dilakukan untuk mengetahui apakah mikrokontroler dapat bekerja sesuai dengan fungsi semestinya.1. Pengujian dilakukan dengan berbagai cara sesuai dengan kebutuhan.1 4. putar isi akumulator ke kiri 1 bit .port 1 menyala duluan .#7FH.1. ulangi lagi . ulangi lagi MULAI: MOV P1.

75 SJMP awal. isi register R0 . Kemampuan daya baca ini tergantung pada catu daya dan frekuensi yang digunakan oleh RFID. lanjutkan ke proses paling MOV ulang) R0.Pengujian RFID reader Pengujian pada reader pertama kali dilakukan dengan menghubungkan jalur salah satu jalur data (D0 atau D1) dengan serial port komputer (DB9).1.2.#0 .1 Gambar 4.. Pengukuran jarak baca ini untuk mengetahui jarak yang paling efektif kemampuan baca RDIF reader ID-10. Outputnya berupa LED yang terhubung pada kaki-kaki mikrokontroler seperti gambar 4. isi register R1 dengan 0 dengan 0 (256x (256x DELAY1: MOV R1. Ya.1 Pengujian kaki mikrokontroler pada port 1 4. Karena data yang dikirim RFID reader merupakan data serial maka dapat langsung dibaca oleh komputer. DELAY MULAI . Setiap jenis RFID reader mempunyai kempuan baca yag berbeda.1. Untuk tag RFID pasif biasanya .#0 ulang) Djnz Djnz Ret End R1.$ R0. DELAY1 Program ini digunakan untuk menguji apakah mikrokontroler bekerja sesuai dengan perintah yang dirancang.

Sampai saat ini teknologi RFID sudah mampu membaca tag RFID dari jarak ratusan meter. Pengujian ini dilakukan untuk menentukan kemampuan RFID reader dalam membaca tag dengan penghalang tertentu. Tabel 4. Pengujian ini digunakan untuk menentukan jarak yang efektif terhadap penggunaan tag RFID. Penghalang ini dapat diibaratkan sebagai wadah atau casing yang paling cocok digunakan untuk perangkat kunci pintu. tripleks. Penghalang yang digunkan antara lain dengan kertas. Pengujian Tanpa Halangan Pengujian ini dilakukan dengan cara menghitung jarak yang mampu dibaca oleh RFID reader tanpa ada penghalang.1 Pengujian RFID tanpa penghalang Posisi Tag RFID Posisi tag RFID horisontal Posisi tag miring 45 derajat Posisi tag RFID vertical Kemampuan Baca 6 cm 3. Hasil pengukuran kemampuan baca RFID reader dengan penghalang adalah sebagai berikut: Tag RFID Jarak divariasikan Benda Bervariasi ketebalan dan jenis Gambar 4. kaca dan plat besi. Hasil pengukuran kemampuan baca RFID reader ID-10 adalah sebagai berikut: a.76 mempunyai daya baca yang lebih pendek dari pada RFID aktif. Pengujian dengan Halangan Pengukian dengan halangan ini dilakukan dengan berbagai percobaan.8 cm 1 cm b.2 Pengujian RFID .

Pengujian Keypad Pengujian dilakukan secara langsung apakah antara masing-masing tombol yang ditekan memberikan logika sepeti yang seharusnya. 1 pin untuk mengatur kontras. namun demikian tidak berarti LCD akan bekerja dengan baik jika dapat menyala.6 cm Kayu 3. LCD memiliki 14 kaki yang terdiri dari 8 pin jalur data.1. Logika-logika ini yang akan digunakan sebagai masukan pada port 1.1.6.Pengujian LCD Pengujian LCD ini untuk mengetahui apakah LCD yang dipakai rusak atau bisa dipakai semestinya.0 sampai port 1. Makan LCD akan menyala.3 cm 6 cm 5.2 Pengujian RFID dengan penghalang No 1 2 3 4 5 Jenis Penghalang Kertas 2.3 cm Jarak Baca 4.77 Tabel 4.1.3. Selain itu pengujian keypad dilakukan oleh mikrokontroler dengan listing program sebagai berikut: SCANNINGKEYPAD: KOLOM1: MOV CLR DATAKEY.1.9cm Plat Besi 1 mm Karet 1. Pengujian dilakukan dengan Ohmmeter untuk mengetahui adanya resistansi pada pada kombinasi tombol keypad 3X4.8 cm Tidak terdeteksi 5.8 cm 4. dan 3 pin control. 4.#0 X1 . 2 pin power suplai.7 cm Kaca 1. Pengujian pertama yang dilakukan denga memberi tegangan pada pada kaki power supply.4.

#0BH.#0AH TOLCD X1 X2 X3 A.#08H TOLCD A.78 CTOMBOL1: CTOMBOL4: CTOMBOL7: CTOMBOLB: SETB SETB MOV ANL CJNE MOV LJMP CJNE MOV LJMP CJNE MOV LJMP CJNE MOV LJMP SETB CLR SETB MOV ANL CJNE MOV LJMP CJNE MOV LJMP CJNE MOV LJMP CJNE MOV LJMP SETB SETB CLR MOV ANL CJNE MOV LJMP CJNE MOV LJMP CJNE MOV LJMP CJNE MOV X2 X3 A.CTOMBOL0 DATAKEY.#0BH.CTOMBOLP DATAKEY.#07H TOLCD A.CTOMBOL9 DATAKEY.#0DH.CTOMBOL8 DATAKEY.#07H.#0CH KOLOM2: CTOMBOL2: CTOMBOL5: CTOMBOL8: CTOMBOL0: KOLOM3: CTOMBOL3: CTOMBOL6: CTOMBOL9: CTOMBOLP: 4.#09H TOLCD A.#0DH.CTOMBOL5 DATAKEY.1.CTOMBOLB DATAKEY.SWITCH A.KOLOM2 DATAKEY.#0FH A.CTOMBOL7 DATAKEY.#07H.#0BH. Waktu yang dibutuhkan seseorag untuk membuka pintu .#05H TOLCD A.#0DH.5.#07H.Pengujian Relai Solenoid Pengujian ini dilakukan untuk menyesuiakan lama seseorang membuka sampai masuk ruangan.#01H TOLCD A.#0EH.SWITCH A.#0EH.#03H TOLCD A.#0BH TOLCD X1 X2 X3 A.CTOMBOL6 DATAKEY.#02H TOLCD A.SWITCH A.1.#04H TOLCD A.KEYPADRET DATAKEY.#06H TOLCD A.KOLOM3 DATAKEY.CTOMBOL4 DATAKEY.#0FH A.#0EH.#0FH A.

dan sub rutin pengaktifan relai. keypad.1.#KATA5 PROC_STRTOLCD DELAYSW SELENOID .79 sampai masuk ruangan adalah 6 second. Tujuan pengujian adalah untuk memastikan sub rutin bekerja sesuai dengan yang direncanakan. Untuk sub rutin yang menerima input dan meneruskan output dapat dicobakan secara langsung pada mikrokontroler sehingga hasilnya dapat dilihat.19 detik. Pengujian ini dilakukan anatara lain pada sub rutin LCD. Waktu ini yang digunakan sebagai acuan untuk menentukan lamanya kunci pintu dalam kondisi membuka. .MATIKAN KEMBALI RELAY Pengaktifan relay yang terhubung dengan solenoid dilakukan dengan mengaktifkan timer 2. yaitu dengan mengaktifkan pin 15 atau port 3. Pin 15 tersebut ternyata aktif selama 6.5 selama t (waktu) tertentu. sehingga akan menggerakkan relay on/off. Perintah untuk mengaktifkan dan mematikan relay pada mikrokontroler dan menampilkan pesan di LCD adalah sebagai berikut: SETB SELENOID MOV LCALL LCALL MOV LCALL LCALL MOV LCALL LCALL CLR SELENOID LCALL RET DELAY SELENOID R3. Pengujian relai juga dilakukan secara terpisah yaitu dengan memberikan tegangan 5V DC pada pemicunya.#KATA6 PROC_STRTOLCD PROC_LFLCD DPTR.2 Pengujian Perangkat Lunak Pengujian perangka lunak ini dilakukan pada beberapa sub rutin program. 4. get data serial (membaca tag RFID).#20 DELAYLONG PROC_HOMELCD DPTR.AKTIFKAN RELAY UNTUK . Misalnya sub rutin pada LCD maka akan dapat dilihat secara langsung pada LCD.

#ADDREEPROM 4.1 Setting Nomor ID Tag RFID Setting ini nomor ID RFID dilakukan jika akan mengganti kunci pintu (tag RFID) dengan kunci (tag RFID) yang lain. Penggantian dilakukan jika tag RFID yang digunakan sebagai kunci hilang. serta pengambilan data dari external memory.#TEXTSETTING1 PROC_STRTOLCD PROC_LFLCD DELAYSW DELAYSW DELAYSW DELAYSW PROC_CLEARLCD DPTR.#TEXTSETTING1 PROC_STRTOLCD PROC_LFLCD R4.1 Pembahasan Alat Penggunaan port pada mikrokontroler Port 0 digunakan sebagai jalur data yang menuju ke LCD dan external .80 Sedang untuk sub rutin yang tidak menerima input dan output misalnya pada sub rutin untuk mengubah angka kebentuk heksa atau yang lain tidak dapat dilihat secara langsung. Dengan menekan tombol * (bintang) terlebih dahulu. Sub rutin yang mengatur setting nomer adalah sebagai berikut: SETTING: LCALL LCALL MOV LCALL LCALL LCALL LCALL LCALL LCALL LCALL MOV LCALL LCALL MOV MOV BACADATAEEPROM PROC_CLEARLCD DPTR.2. atau untuk kepentingan peningkatan keamanan ruangan. 4. diikuti dengan 10 digit ID yang tertulis di tag RFID. maka kunci dapat diganti setiap rentang waktu tertentu. Selain itu port ini juga digunakan sebagai low byte adrress sebagai jalur alamat yang menuju ke external memory.1. .#10 DPTR.2 4. Penggantian dilakukan dengan memasukka ID yang tetulis di sisi tag.2.

kemudian tag RFID menerima dengan internal antena. Pada saat itu terjadi interferensi gelombang yang menyebabkan adanya medan magnet. 4.2. Pin ini akan aktif selama 6 detik.Data seriak dikirim ke .7 digunakan untuk mengaktifkan chip select dengan decoder 74HC138.7 digunakan untuk mengaktifkan latch yang terdapat pada jalur data yang menuju LCD. Untuk membaca serial data yang terdapat dalam RFID reader digunakan pin RXD yaitu pin yeng sering digunakan untuk menerima data. Untuk port 2. Latch yang kedua digunakan untuk menahan data yang dikirim ke LCD karena LCD tidak dalam mode external. Untuk mengaktifkan latch ini dengan memberikan logic 0 pada kaki 11 (C ). Port 2.4 digunakan untuk mengirimkan address byte tinggi yang dapat secara langsung ke memori eksternal.0 sampai 1. yang terhubung dengan external memory. Port 1. Lacth yang pertama digunakan sebagai penahan low byte address. sedangkan port 1.6 digunakan untuk unit input yaitu keypad.0 sampai port 2.2 Bagian Radio Frequency Identification (RFID) RFID reader ID-10 memancarkan frequensi gelombang radio. demikian juga dengan lacth yang terdapat pada jalur data yang menuju LCD. Medan magnet tesebut yang digunkan sebagai catu daya tag RFID untuk mengirimkan data yang berupa ID yang unik ke RFID reader. Untuk mengaktifkan relai yang menuju solenoid digunakan pin T1 yaitu pin timer. RFID reader mengirim data tersebut secara serial melalui pin 6 da pin 7 yang merupakan kaki D0 dan D1.81 Dalam praktiknya port ini membutuhkan dua bauh latch (penahan) yaitu 74HC573.5 sampai port 2.

3 Bagian Relai Solenoid (kunci) Kunci pintu ini menggunakan solenoid yang membutuhkan tegangan 12 V DC yang disediakan oleh relai 5VDC. RFID reader mampu membaca isi tag dengan halangan yang telah diujicobakan. Dia akan bekerja selama 6 detik untuk membuka kunci pintu.2. Misalnya pada saat pertama kali kunci dihidupkan LCD akan menampilkan kata “ TUGAS AKHIR” “TEKNIK ELEKTRO” “RIKI ASTONO” “NIM:5350402014” Setelah teks ditampilkan LCD akan menampilkan pesan seperti berikut: “MONITORING” “Y O U R C A R D” . sehingga tidah tersedia daya pada tag RFID. Karena prinsip kerja berdasarkan medan magnet maka kemampuan reader akan menurun atau bahkan tidak bisa membaca pada penghalang dari logam (besi).4 Bagian Liquid Crystal Display (LCD) Bagian ini digunakan untuk menampilkan keterangan yang berhubungan dengan program yang sedang dijalankan. 4. Solenoid akan bekerja jika relai 5V menghubungkan dengan catu daya 12 V DC. namun reader mengalami kesulitan ketika mendapat halangan berupa logam (besi). 4.82 mikrokontroler melalui kaki RXD. Hal ini dikarenakan tidak terjadi medan magnet pada saat reader didekatkan.2.

83 Pesan ini ditampilkan pada saat sebelum tag RFID didekatkan. Setelah tag didekatkan maka akan ada dua pilihan yaitu : "==KUNCI DIBUKA==" [______________] Jika tag yang dipakai benar maka akan muncul teks seperti diatas secara bersamaan dengan membukanya kunci (solenoid).2. Saat interrupt tidak aktif maka mikrokontroler akan mengecek keypad.5 Bagian keypad Bagian ini sebenarnya hanya akan aktif pada saat interrupt tidak aktif. Jika tidak menekan tombol bintang (*) maka akan selesai. Jika menekan tombol bintang (*) maka maka mikrokontroler akan menerima input data ID 10 digit kemudian mengkonversikandalam bentuk asci dan menyimpan dalam eksternal memory. . setelah 6 detik pintu akan terkunci kembali dengan tampilan LCD sebagai berikut: "==PINTU DIKUNCI ==" [______________] Jika tag yang digunakan tidak sesuai maka yang akan muncul di LCD adalah sebagai berikut "M A A F!!!” “CARD TDK DIKENAL” 4.

usia pakai tak terbatas. berapa ribu kali pakai.2 dibawah ini: Tabel 4. No 1. . milimeter saja. lebih besar. data yang disimpan terbatas 2. sedangkan Radio Frequency Identification sudah menggunakan chip tersendiri. 3. Sifat Reader -Mampu membaca dalam jarak tertentu (dari 8 cm sampai 100). Biasannya berukuran ada yang setebal kertas HVS (beberapa millimeter persegi). Teknologi magnetic card menggunakan media pita megnetik sebagai media penyimpanan. Untuk lebih jelasnya dalam Tabel 4. -Hanya mampu membaca pada jarak hanya beberapa -tidak mengenal Head Life.3 Perbandingan teknologi RFID dengan Kartu Magnetik Teknologi magnetic card sudah ada lebih dulu dibanding dengan teknologi Radio Frequency Identification (RFID). Media Transmiter Gelombang radio Gelombang magnetic 4. -Ada batasan head Life (usia pakai). Ukuran tag Ukuran tag RFID berbagai macam.2 Perbandingan antara RFID dengan magnetic Card.84 4. Keterangan Memory RFID Dalam single chip sehingga dapat menyimpan data lebih banyak Magnetic Card Dalam pita magnetic.

6. Payment system. Real time System Mampu mengirim data secara realtime. retail item check out. misalnya dari frekuensi yang dipakai saja dari 125kHz sampai GHz. 7. IT sensor. Tidak mampu membaca data secara acak. Tidak mampu mengirim data secara rael time. smart home. tracking asset. Tingkat keamanan data RFID memiliki tingkat keamanan lebih dibanding dengan magnetic card. security system. Penggunaan Access system. supply chin. 5. access system Tingkat keamanan kurang memadai karena magnetic card bisa digandakan dengan mengakopi isi card ke card yang lain. 8. kemudian setiap tag memiliki ID yang unik dari setiap perusahaan yang membuatnya. .85 bahkan bisa ditanam dalam tubuh manusia. Multiple Access Mampu membaca data secara acak dan cepat. payment system. apparel.

4.86 4. RFID Reader dan rangkaian kunci Tag RFID Slot kunci Gambar 4.3 Pemasangan kunci pintu RFID . Pemasangan Kunci Pintu Pemasangan dapat dilakukan dengan cara memasang slot kunci pada kusen pintu.3 dibawah ini adalah contoh pemasangan kunci pintu hotel pada satu pintu. yaitu letak sumber arus rangkaian. Seperti gambar 4. Kunci pintu disini digunakan untuk satu pintu saja jadi perlu diperhatikan jika digunakan untuk dua pintu.

kemudian transistor memberikan pemicuan terhadap relai 5V DC. 2.1 Simpulan Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa: 1. untuk memberikan pemicuan transistor BC547. Pin T1 dalam kondisi high selama kurang lebih 6 detik.2 Saran 1. 5. Sistem minimal AT89C51 berfungsi sebagai central processing unit yang mengolah data dari keypad dan reader RFID. 87 . Tag RFID mampu memindahkan data (ID) ke reader dengan menggunakan frekuensi 125 kHz. kemudian menampilkan ke LCD dan mengendalikan solenoid relai. bahkan jika penghalang adalah lempengan logam (besi). Kunci pintu ini mempunyai kelemahan pada relai yang digunakan sehingga perlu dikembangkan kunci pintu dengan relai yang lebih kuat. Jarak baca efektif antara tag dan reader RFID (ID-10) tanpa penghalang kurang lebih 6 cm namun mengalami penurunan ketika ada penghalang. dan relai ini yang akan menghubungkan solenoid (kunci pintu) dengan catu daya 12V DC. reader RFID tidak mampu membaca karena tidak terjadi medan magnet yang digunakan tag RFID sebagai catu daya. 3. 4. kemudian reader meneruskan data secara serial ke system minimal mikrokontroler AT89C51.87 BAB V PENUTUP 5.

88

2. Kunci pintu yang dibuat belum dapat membaca dan menampilkan ID yang tersimpan dalam tag RFID, ID masih dimasukkan lewat keypad. Bisa dibuat kunci yang memiliki kemampuan membaca dan menampilkan ke LCD, sehingga tidak perlu lagi memasukkan ID tag ke mikrokontroler dengan keypad. 3. Di masa yang akan datang dapat dikembangkan tidak hanya kunci pintu saja tetapi juga kunci dan sistem keamanan yang lain. 4. Teknologi RFID masih baru sehingga masih banyak aspek pengembangan yang lebih dari sekedar kunci pintu, seperti negara-negara maju. 5. Kunci pintu ini masih mempunyai device yang berukuran relative besar, mungkin suatu saat dapat diciptakan dalam single chip saja.

89

DAFTAR PUSTAKA 1. Andi Nalwan, Paulus, Panduan Praktis Teknik Antarmuka dan

PemrogramanMikrokontroler AT89C51, PT Elex Media Komputindo, Jakarta 2003. 2. Agfianto Eko Putra, Belajar Mikrokontroler AT89C51/52/55, Penerbit Gava Media, Yogyakarta, 2002. 3. Budiharto, Widodo, Interfacing Komputer dan Mikrokontroler, Media Komputindo, Jakarta 2004. 4. Petruzella, Frank D, Elektronika Industri Edisi II, Terjamahan dari Industrial Electronics oleh Sumanto, Drs. M.A., ANDI Yogyakarta, Yogyakarta 2001. 5. S.W Amos, Kamus Elektronika, PT Elex Media Komputindo, Jakarta 1996. 6. Zaks, Rodnay, Teknik Perantaraan Mikroprosesor Edisi Ketiga, Penerbit Erlangga, Jakarta 1993. PT Elex

89

90

#INCLUDE SELENOID RS_LCD E_LCD RW_LCD

"8051.H" .EQU .EQU .EQU .EQU P3.5 P3.3 P3.1 P3.2

SLDATALCD .EQU P1.7 PORTLCD .EQU P0 ;-----------Control Data Magnetic-----------SWITCH .EQU P1 X1 .EQU P1.4 X2 .EQU P1.5 X3 .EQU P1.6 Y1 .EQU P1.0 Y2 .EQU P1.1 Y3 .EQU P1.2 Y4 .EQU P1.3

DATAKEY ADDRH ADDRL BUFEEPROM EEPROM DATANOHEX1 DATANOHEX2 DATANOHEX3 DATANOHEX4 DATADECHASIL1 DATADECHASIL2 DATADECHASIL3 DATADECHASIL4 DATADECHASIL5 DATAPENAMBAH1 DATAPENAMBAH2 DATAPENAMBAH3 DATAPENAMBAH4 DATAPENAMBAH5 DATAS1 DATAS2 DATAS3 DATAS4 DATAS5 DATAS6 DATAS7 DATAS8 BUFDATANOMOR DATANOMORASCII1 DATANOMORASCII2 DATANOMORASCII3 DATANOMORASCII4 DATANOMORASCII5 DATANOMORASCII6

.ORG .BLOCK .BLOCK .BLOCK .BLOCK

$30 1 1 1 16

;Buffer data Nomor dari

.BLOCK .BLOCK .BLOCK .BLOCK .BLOCK .BLOCK .BLOCK .BLOCK .BLOCK .BLOCK .BLOCK .BLOCK .BLOCK .BLOCK .BLOCK .BLOCK .BLOCK .BLOCK .BLOCK .BLOCK .BLOCK .BLOCK .BLOCK .BLOCK .BLOCK .BLOCK .BLOCK .BLOCK .BLOCK

1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 18 1 1 1 1 1 1

#BUFDATANOMOR SLDATALCD RW_LCD RS_LCD E_LCD SELENOID DELAY DELAY INIT_LCD DELAY DELAY DPTR.EQU .#0 R0.91 DATANOMORASCII7 .BLOCK 1 DATANOMORASCII10 .#TEXTAWAL4 PROC_STRTOLCD DELAYSW DELAYSW DELAYSW DELAYSW DELAYSW DELAYSW INITSERIAL ES EA START: PROGRAM1: LCALL PROC_HOMELCD .ORG LJMP .BLOCK 1 ADDREEPROM .#TEXTAWAL3 PROC_STRTOLCD PROC_LFLCD DPTR.#TEXTAWAL1 PROC_STRTOLCD PROC_LFLCD DPTR.BLOCK 1 DATANOMORASCII8 .ORG LJMP .BLOCK 1 DATANOMORASCII9 .#TEXTAWAL2 PROC_STRTOLCD DELAYSW DELAYSW DELAYSW DELAYSW DELAYSW DELAYSW PROC_HOMELCD DPTR.#20H PSW.ORG MOV MOV MOV CLR CLR CLR SETB CLR LCALL LCALL LCALL LCALL LCALL MOV LCALL LCALL MOV LCALL LCALL LCALL LCALL LCALL LCALL LCALL LCALL MOV LCALL LCALL MOV LCALL LCALL LCALL LCALL LCALL LCALL LCALL LCALL SETB SETB $2000 00H START $23 SERINT 100H SP.

@R0 CEKA_F A.#$20 SCANNINGKEYPAD A.#$0F DATAS2.@R0 CEKA_F A.#BUFDATANOMOR ACC @R0.A R0 .#$0F DATAS3.#KATA2 PROC_STRTOLCD SP.92 MOV LCALL LCALL MOV LCALL PROGRAM2: MOV LCALL MOV CJNE LJMP CJNE LJMP LJMP DPTR.PROGRAM4 SETTING PROGRAM1 PROGRAM3: PROGRAM4: SERINT: JBC RETI RI.@R0 CEKA_F A.ISIKEBUFFER PROSES R0.A R0 ACC R0.PROGRAM3 PROGRAM1 A.#BUFDATANOMOR R0 R0 R0 A.SBUF RI A.GETDATASERIAL GETDATASERIAL: PUSH MOV CLR CJNE LCALL MOV POP RETI ISIKEBUFFER: MOV INC POP RETI PROSES: MOV INC INC INC MOV LCALL ANL MOV INC MOV LCALL ANL MOV INC MOV LCALL ANL MOV INC ACC A.#$03.A R0 A.#$0F DATAS1.A R0 A.#$0B.#KATA1 PROC_STRTOLCD PROC_LFLCD DPTR.#0.DATAKEY A.

DATAS6 A.#$F0 .#$F0 MOV DATANOHEX1.A MOV A.DATAS3 A A.@R0 CEKA_F A.DATANOHEX1 MOV DATANOHEX1.A R0 A.#$F0 DATANOHEX3.A R0 A.A R0 A.@R0 CEKA_F A.DATANOHEX2 DATANOHEX2.DATAS4 A.A MOV SWAP ANL MOV MOV ANL ORL MOV MOV SWAP ANL MOV MOV ANL ORL MOV MOV SWAP ANL A.A .@R0 CEKA_F A.#$0F A.A R0 A.#$0F DATAS6.#$0F DATAS5.DATAS5 A A.#$0F DATAS7.A A.#$0F DATAS8.93 MOV LCALL ANL MOV INC MOV LCALL ANL MOV INC MOV LCALL ANL MOV INC MOV LCALL ANL MOV INC MOV LCALL ANL MOV A.A A.#$0F ORL A.A A.@R0 CEKA_F A.DATAS2 ANL A.@R0 CEKA_F A.A A.DATAS1 SWAP A ANL A.#$0F A.#$0F DATAS4.DATANOHEX3 DATANOHEX3.#$F0 DATANOHEX2.---------------PENGGABUNGAN MOV A.DATAS7 A A.

A A.NOMORTIDAKCOCOK INC R0 .A A.#10 ULANGCEK: CLR A MOV B.DATADECHASIL5 ANDF0 DATANOMORASCII9.#$0F A.@R1 CJNE A.PROSES MEMBANDINGKAN LCALL BACADATAEEPROM MOV R0.DATADECHASIL4 AND0F DATANOMORASCII8.A A.DATADECHASIL1 AND0F DATANOMORASCII2.DATADECHASIL2 ANDF0 DATANOMORASCII3.-------------.A A.A A.DATADECHASIL3 ANDF0 DATANOMORASCII5.A .A HEXTODES KOSONGKAN A.#BUFEEPROM MOV R2.DATAS8 A.DATADECHASIL2 AND0F DATANOMORASCII4.DATADECHASIL5 AND0F DATANOMORASCII10.A A.DATANOHEX4 DATANOHEX4.B.A A.94 MOV MOV ANL ORL MOV LCALL LCALL MOV LCALL MOV MOV LCALL MOV MOV LCALL MOV MOV LCALL MOV MOV LCALL MOV MOV LCALL MOV MOV LCALL MOV MOV LCALL MOV MOV LCALL MOV MOV LCALL MOV DATANOHEX4.#DATANOMORASCII1 MOV R1.A A.A A.DATADECHASIL4 ANDF0 DATANOMORASCII7.@R0 MOV A.A A.DATADECHASIL3 AND0F DATANOMORASCII6.DATADECHASIL1 ANDF0 DATANOMORASCII1.

#0 DATANOMORASCII4.#KATA4 PROC_STRTOLCD PROC_LFLCD DPTR.#$0F A.#0 DATANOMORASCII10.#KATA6 PROC_STRTOLCD PROC_LFLCD DPTR.#0 DATANOMORASCII7.#KATAERROR1 PROC_STRTOLCD PROC_LFLCD DPTR.#KATAERROR2 PROC_STRTOLCD R3.#0 DATANOMORASCII5.MATIKAN KEMBALI PROC_HOMELCD DPTR.#0 DATANOMORASCII3.#0 DATANOMORASCII6.#0 DATANOMORASCII8.#KATA5 PROC_STRTOLCD DELAYSW SELENOID DELAY .ULANGCEK PROC_HOMELCD DPTR.AKTIFKAN RELAY .#$30 .#0 DATANOMORASCII2.#0 DATANOMORASCII9.95 INC DJNZ DATABENAR: LCALL MOV LCALL LCALL MOV LCALL SETB UNTUK SELENOID MOV LCALL LCALL MOV LCALL LCALL MOV LCALL LCALL CLR RELAY SELENOID LCALL RET NOMORTIDAKCOCOK: LCALL MOV LCALL LCALL MOV LCALL MOV LCALL RET KOSONGKAN: MOV MOV MOV MOV MOV MOV MOV MOV MOV MOV RET R1 R2.#0 ANDF0: SWAP ANL ADD RET A A.#20 DELAYLONG PROC_HOMELCD DPTR.#KATA5 PROC_STRTOLCD SELENOID R3.#2 DELAYLONG DATANOMORASCII1.

#0 DATADECHASIL5.CEKE A.CEKB A.#'F'.#0 DATADECHASIL4.#'C'.#$0A A.#$30 CEKPA: HEXTODES: MOV MOV MOV MOV MOV MOV CLR RRC JNC LCALL LCALL CLR RRC JNC LCALL LCALL CLR RRC DATADECHASIL1.#$30 CEKA_F: CEKA: CEKB: CEKC: CEKD: CEKE: CEKF: CJNE MOV ADD RET CJNE MOV ADD RET CJNE MOV ADD RET CJNE MOV ADD RET CJNE MOV ADD RET CJNE MOV ADD RET A.#'B'.DATANOHEX4 C A KE2 HITBIT1 HITUNG C A KE3 HITBIT2 HITUNG C A KE1: KE2: KE3: .#$0F A.CEKC A.CEKPA A.#$0B A.#$30 A.CEKF A.#0 DATADECHASIL3.#$0D A.#$30 A.#$30 A.#$0C A.#$30 A.#'A'.#$30 A.#0 A.CEKD A.#$0E A.#$0F A.#0 DATADECHASIL2.96 AND0F: ANL ADD RET A.#'E'.#'D'.

DATANOHEX3 C A KE10 HITBIT9 HITUNG C A KE11 HITBIT10 HITUNG C A KE12 HITBIT11 HITUNG C A KE13 HITBIT12 HITUNG C A KE14 HITBIT13 HITUNG C KE9: KE10: KE11: KE12: KE13: KE14: .97 KE4: KE5: KE6: KE7: KE8: JNC LCALL LCALL CLR RRC JNC LCALL LCALL CLR RRC JNC LCALL LCALL CLR RRC JNC LCALL LCALL CLR RRC JNC LCALL LCALL CLR RRC JNC LCALL LCALL MOV CLR RRC JNC LCALL LCALL CLR RRC JNC LCALL LCALL CLR RRC JNC LCALL LCALL CLR RRC JNC LCALL LCALL CLR RRC JNC LCALL LCALL CLR KE4 HITBIT3 HITUNG C A KE5 HITBIT4 HITUNG C A KE6 HITBIT5 HITUNG C A KE7 HITBIT6 HITUNG C A KE8 HITBIT7 HITUNG C A KE9 HITBIT8 HITUNG A.

98 KE15: KE16: RRC JNC LCALL LCALL CLR RRC JNC LCALL LCALL CLR RRC JNC LCALL LCALL MOV CLR RRC JNC LCALL LCALL CLR RRC JNC LCALL LCALL CLR RRC JNC LCALL LCALL CLR RRC JNC LCALL LCALL CLR RRC JNC LCALL LCALL CLR RRC JNC LCALL LCALL CLR RRC JNC LCALL LCALL CLR RRC JNC LCALL LCALL A KE15 HITBIT14 HITUNG C A KE16 HITBIT15 HITUNG C A KE17 HITBIT16 HITUNG A.DATANOHEX2 C A KE18 HITBIT17 HITUNG C A KE19 HITBIT18 HITUNG C A KE20 HITBIT19 HITUNG C A KE21 HITBIT20 HITUNG C A KE22 HITBIT21 HITUNG C A KE23 HITBIT22 HITUNG C A KE24 HITBIT23 HITUNG C A KE25 HITBIT24 HITUNG KE17: KE18: KE19: KE20: KE21: KE22: KE23: KE24: .

DATANOHEX1 C A KE26 HITBIT25 HITUNG C A KE27 HITBIT26 HITUNG C A KE28 HITBIT27 HITUNG C A KE29 HITBIT28 HITUNG C A KE30 HITBIT29 HITUNG C A KE31 HITBIT30 HITUNG C A KE32 HITBIT31 HITUNG C A KE33 HITBIT32 HITUNG KE26: KE27: KE28: KE29: KE30: KE31: KE32: KE33: RET HITUNG: PUSH MOV ADD DA MOV MOV ACC A.DATADECHASIL5 A.DATAPENAMBAH5 A DATADECHASIL5.A A.99 KE25: MOV CLR RRC JNC LCALL LCALL CLR RRC JNC LCALL LCALL CLR RRC JNC LCALL LCALL CLR RRC JNC LCALL LCALL CLR RRC JNC LCALL LCALL CLR RRC JNC LCALL LCALL CLR RRC JNC LCALL LCALL CLR RRC JNC LCALL LCALL A.DATADECHASIL4 .

A A.A A.#$00 DATAPENAMBAH5.DATADECHASIL3 A.#$00 DATAPENAMBAH2.DATADECHASIL2 A.100 ADDC DA MOV MOV ADDC DA MOV MOV ADDC DA MOV MOV ADDC DA MOV POP RET A.#$00 MOV DATAPENAMBAH2.#$00 DATAPENAMBAH2.#$08 DATAPENAMBAH4.#$01 MOV DATAPENAMBAH4.#$00 DATAPENAMBAH1.#$00 DATAPENAMBAH1.#$00 MOV DATAPENAMBAH1.#$00 DATAPENAMBAH3.DATAPENAMBAH4 A DATADECHASIL4.DATAPENAMBAH3 A DATADECHASIL3.#$00 DATAPENAMBAH2.#$00 DATAPENAMBAH3.#$00 DATAPENAMBAH2.A A.#$04 DATAPENAMBAH4.-----------------------------------------HITBIT1: MOV DATAPENAMBAH5.#$00 MOV DATAPENAMBAH3.DATADECHASIL1 A.A ACC .#$00 DATAPENAMBAH3.DATAPENAMBAH2 A DATADECHASIL2.#$02 DATAPENAMBAH4.DATAPENAMBAH1 A DATADECHASIL1.#$00 DATAPENAMBAH3.#$16 DATAPENAMBAH4.#$00 DATAPENAMBAH1.#$00 DATAPENAMBAH5.#$00 DATAPENAMBAH5.#$00 RET HITBIT2: MOV MOV MOV MOV MOV RET HITBIT3: MOV MOV MOV MOV MOV RET HITBIT4: MOV MOV MOV MOV MOV RET HITBIT5: MOV MOV MOV MOV DATAPENAMBAH5.#$00 .

#$48 DATAPENAMBAH4.#$02 MOV DATAPENAMBAH3.#$56 MOV DATAPENAMBAH4.#$64 DATAPENAMBAH4.#$00 DATAPENAMBAH5.#$00 DATAPENAMBAH3.#$00 MOV DATAPENAMBAH5.#$00 DATAPENAMBAH1.#$00 DATAPENAMBAH5.#$20 DATAPENAMBAH3.#$00 DATAPENAMBAH2.#$00 DATAPENAMBAH5.#$00 DATAPENAMBAH1.#$28 MOV DATAPENAMBAH4.#$96 DATAPENAMBAH5.#$00 MOV DATAPENAMBAH2.#$12 DATAPENAMBAH4.#$24 DATAPENAMBAH4.#$00 DATAPENAMBAH1.#$01 MOV DATAPENAMBAH3.#$00 MOV DATAPENAMBAH2.#$00 MOV DATAPENAMBAH1.#$00 RET HITBIT10: MOV MOV MOV MOV MOV RET HITBIT11: MOV MOV MOV MOV MOV RET HITBIT12: MOV MOV MOV MOV MOV RET HITBIT13: MOV DATAPENAMBAH5.#$00 DATAPENAMBAH1.-----------------------------------------HITBIT9: MOV DATAPENAMBAH5.101 MOV RET HITBIT6: MOV MOV MOV MOV MOV RET HITBIT7: MOV MOV MOV MOV MOV RET HITBIT8: DATAPENAMBAH1.#$00 DATAPENAMBAH1.#$00 DATAPENAMBAH2.#$00 .#$10 DATAPENAMBAH3.#$00 DATAPENAMBAH2.#$00 RET .#$00 MOV DATAPENAMBAH1.#$00 DATAPENAMBAH2.#$00 DATAPENAMBAH2.#$00 DATAPENAMBAH3.#$00 DATAPENAMBAH5.#$32 DATAPENAMBAH4.#$05 DATAPENAMBAH3.

#$00 DATAPENAMBAH5.#$00 DATAPENAMBAH1.#$00 .#$27 MOV DATAPENAMBAH3.#$03 MOV DATAPENAMBAH2.#$00 DATAPENAMBAH2.#$00 DATAPENAMBAH5.#$63 DATAPENAMBAH3.#$00 DATAPENAMBAH5.-----------------------------------------HITBIT17: MOV DATAPENAMBAH5.#$55 MOV DATAPENAMBAH3.#$00 DATAPENAMBAH1.#$84 DATAPENAMBAH4.#$40 DATAPENAMBAH3.102 MOV MOV MOV MOV RET HITBIT14: MOV MOV MOV MOV MOV RET HITBIT15: MOV MOV MOV MOV MOV RET HITBIT16: DATAPENAMBAH4.#$68 MOV DATAPENAMBAH4.#$10 DATAPENAMBAH3.#$00 DATAPENAMBAH5.#$44 DATAPENAMBAH4.#$00 DATAPENAMBAH1.#$72 DATAPENAMBAH4.#$52 DATAPENAMBAH2.#$00 DATAPENAMBAH2.#$00 RET .#$00 RET HITBIT18: MOV MOV MOV MOV MOV RET HITBIT19: MOV MOV MOV MOV MOV RET HITBIT20: MOV MOV MOV MOV MOV DATAPENAMBAH5.#$92 DATAPENAMBAH4.#$00 DATAPENAMBAH1.#$06 MOV DATAPENAMBAH2.#$00 MOV DATAPENAMBAH1.#$36 MOV DATAPENAMBAH4.#$13 DATAPENAMBAH2.#$42 DATAPENAMBAH3.#$00 DATAPENAMBAH1.#$00 DATAPENAMBAH1.#$81 DATAPENAMBAH3.#$01 DATAPENAMBAH2.#$00 MOV DATAPENAMBAH5.#$88 DATAPENAMBAH4.#$21 DATAPENAMBAH3.#$00 MOV DATAPENAMBAH1.#$26 DATAPENAMBAH2.

#$04 DATAPENAMBAH1.#$01 DATAPENAMBAH1.#$00 DATAPENAMBAH5.#$77 MOV DATAPENAMBAH2.#$16 MOV DATAPENAMBAH1.#$71 DATAPENAMBAH3.#$00 DATAPENAMBAH5.#$64 DATAPENAMBAH4.#$02 DATAPENAMBAH1.#$10 DATAPENAMBAH2.#$76 DATAPENAMBAH4.-----------------------------------------HITBIT25: MOV DATAPENAMBAH5.#$55 DATAPENAMBAH2.#$43 DATAPENAMBAH3.#$86 MOV DATAPENAMBAH3.#$00 DATAPENAMBAH5.#$00 RET .#$88 DATAPENAMBAH3.#$00 RET HITBIT26: MOV MOV MOV MOV MOV RET HITBIT27: MOV MOV MOV MOV MOV RET HITBIT28: MOV MOV DATAPENAMBAH5.#$52 DATAPENAMBAH4.#$32 DATAPENAMBAH4.#$00 .103 RET HITBIT21: MOV MOV MOV MOV MOV RET HITBIT22: MOV MOV MOV MOV MOV RET HITBIT23: MOV MOV MOV MOV MOV RET HITBIT24: MOV DATAPENAMBAH5.#$85 DATAPENAMBAH3.#$33 DATAPENAMBAH1.#$67 DATAPENAMBAH1.#$00 DATAPENAMBAH5.#$08 MOV DATAPENAMBAH1.#$16 MOV DATAPENAMBAH4.#$19 DATAPENAMBAH2.#$04 DATAPENAMBAH4.#$44 DATAPENAMBAH3.#$38 MOV DATAPENAMBAH2.#$09 DATAPENAMBAH2.#$72 MOV DATAPENAMBAH3.#$04 DATAPENAMBAH2.#$28 DATAPENAMBAH4.#$08 MOV DATAPENAMBAH4.#$77 DATAPENAMBAH5.

#50H SETTING: LCALL LCALL MOV LCALL LCALL LCALL LCALL LCALL LCALL BACADATAEEPROM PROC_CLEARLCD DPTR.#$09 DATAPENAMBAH3.-----------------------------------------INITSERIAL: MOV MOV MOV MOV RET TMOD.#$01 DATAPENAMBAH5.104 MOV MOV MOV RET HITBIT29: MOV MOV MOV MOV MOV RET HITBIT30: MOV MOV MOV MOV MOV RET HITBIT31: MOV MOV MOV MOV MOV RET HITBIT32: DATAPENAMBAH3.#$12 DATAPENAMBAH4.#$87 DATAPENAMBAH2.#$34 DATAPENAMBAH1.#TEXTSETTING1 PROC_STRTOLCD PROC_LFLCD DELAYSW DELAYSW DELAYSW DELAYSW .#0FDH SCON.#$36 DATAPENAMBAH1.#$21 DATAPENAMBAH2.#$47 MOV DATAPENAMBAH1.#$48 MOV DATAPENAMBAH4.#$24 DATAPENAMBAH4.#$74 DATAPENAMBAH2.#$18 DATAPENAMBAH3.#$05 DATAPENAMBAH5.#$36 MOV DATAPENAMBAH3.#$02 DATAPENAMBAH5.#41H TH1.#$43 DATAPENAMBAH2.#20H TCON.#$21 RET .#$54 DATAPENAMBAH3.#$10 MOV DATAPENAMBAH5.#$56 DATAPENAMBAH4.#$68 DATAPENAMBAH1.#$73 DATAPENAMBAH1.#$48 MOV DATAPENAMBAH2.

ADDRL DPTR DELAY R4.SETLOOP PROC_CLEARLCD BACADATAEEPROM DELAYSW DELAYSW DELAYSW PROGRAM1 BACADATAEEPROM: MOV MOV MOV BACAEEPLAGI: MOVX MOV INC INC DJNZ RET A.#ADDREEPROM SCANNINGKEYPAD A.BACAEEPLAGI R4.#0.DPL KEYPADTOLCD DPH.ADDRH DPL.#BUFEEPROM SCANNINGKEYPAD: KOLOM1: MOV CLR SETB SETB DATAKEY.#10 DPTR.A ADDRH.MASUKKANNOMOR1 PROGRAM1 A.#$0 A.#0 X1 X2 X3 .#$0C.#10 DPTR.#ADDREEPROM R0.105 LCALL MOV LCALL LCALL MOV MOV SETLOOP: LCALL MOV CJNE LJMP MASUKKANNOMOR: CJNE LJMP MASUKKANNOMOR1: CJNE MOV MASUKKANNOMOR2: ADD MOVX MOV MOV LCALL MOV MOV INC LCALL DJNZ LCALL LCALL LCALL LCALL LCALL LJMP PROC_CLEARLCD DPTR.#$30 @DPTR.@DPTR @R0.#$0A.MASUKKANNOMOR2 A.DPH ADDRL.A R0 DPTR R4.MASUKKANNOMOR SETLOOP A.#TEXTSETTING1 PROC_STRTOLCD PROC_LFLCD R4.DATAKEY A.

#08H TOLCD A.#07H.KEYPADRET DATAKEY.#KEY .#0FH A.#05H TOLCD A.CTOMBOL8 DATAKEY.#04H TOLCD A.#07H.#0DH.#0EH.#0FH A.#0EH.KOLOM3 DATAKEY.#06H TOLCD A.CTOMBOL4 DATAKEY.#0BH.#01H TOLCD A.SWITCH A.CTOMBOL7 DATAKEY.#0AH TOLCD X1 X2 X3 A.CTOMBOLB DATAKEY.DATAKEY KOLOM2: CTOMBOL2: CTOMBOL5: CTOMBOL8: CTOMBOL0: KOLOM3: CTOMBOL3: CTOMBOL6: CTOMBOL9: CTOMBOLP: TOLCD: KEYPADRET: RET KEYPADTOLCD: MOV DPTR.#09H TOLCD A.#07H TOLCD A.#0DH.#0CH DELAYSW A.SWITCH A.#0EH.KOLOM2 DATAKEY.CTOMBOLP DATAKEY.SWITCH A.CTOMBOL9 DATAKEY.#0DH.CTOMBOL0 DATAKEY.#0BH.CTOMBOL6 DATAKEY.#03H TOLCD A.CTOMBOL5 DATAKEY.#07H.#0BH TOLCD X1 X2 X3 A.#02H TOLCD A.#0BH.#0FH A.106 CTOMBOL1: CTOMBOL4: CTOMBOL7: CTOMBOLB: MOV ANL CJNE MOV LJMP CJNE MOV LJMP CJNE MOV LJMP CJNE MOV LJMP SETB CLR SETB MOV ANL CJNE MOV LJMP CJNE MOV LJMP CJNE MOV LJMP CJNE MOV LJMP SETB SETB CLR MOV ANL CJNE MOV LJMP CJNE MOV LJMP CJNE MOV LJMP CJNE MOV LCALL MOV A.

#02H WRITE_CTRLLCD SLDATALCD RS_LCD E_LCD DELAY_LCD RS_LCD E_LCD DELAY_LCD RS_LCD E_LCD RS_LCD E_LCD DELAY_LCD .DATAKEY A.A SLDATALCD A.@A+DPTR WRITE_DATALCD PROC_HOMELCD: MOV LCALL RET PROC_LFLCD: MOV LCALL RET PROC_CLEARLCD: MOV LCALL RET WRITE_DATALCD: MOV SETB NOP NOP NOP NOP NOP NOP NOP NOP CLR SETB CLR LCALL SETB SETB LCALL SETB CLR NOP CLR CLR LCALL RET WRITE_CTRLLCD: MOV SETB NOP NOP NOP NOP NOP NOP PORTLCD.#0C0H WRITE_CTRLLCD A.#01H WRITE_CTRLLCD A.107 MOV MOVC LCALL RET A.A SLDATALCD PORTLCD.

#04H R6.108 NOP NOP CLR CLR CLR LCALL CLR SETB LCALL CLR CLR NOP CLR CLR LCALL SLDATALCD RS_LCD E_LCD DELAY_LCD RS_LCD E_LCD DELAY_LCD RS_LCD E_LCD RS_LCD E_LCD DELAY_LCD RET .#0EH LCALL WRITE_CTRLLCD MOV A.4F .-----------------------------------------------------PROC_STRTOLCD: CLR A MOVC A.-----------------------------------------------------INIT_LCD MOV A.@A+DPTR CJNE A.-----------------------------------------------------.#3FH R6.#38H LCALL WRITE_CTRLLCD MOV A.#01H LCALL WRITE_CTRLLCD RET DELAY_LCD: D_LCD1: D_LCD2: MOV MOV DJNZ DJNZ RET R7. INISIAL LCD .#0CH LCALL WRITE_CTRLLCD MOV A.D_LCD2 R7.STRTOLCD RET STRTOLCD: LCALL WRITE_DATALCD INC DPTR SJMP PROC_STRTOLCD .#00H. Routine Pengiriman String ke Display LCD .#06H LCALL WRITE_CTRLLCD MOV A.D_LCD1 .-----------------------------------------------------.

109 DELAYSW: DELAYSW0: DELAYSW1: DELAYSW2: MOV MOV MOV DJNZ DJNZ DJNZ RET R5.BYTE .DELAYLONG DELAY: DLD1: DLD2: MOV MOV DJNZ DJNZ RET .$80.BYTE .BYTE .BYTE .BYTE $80.DLD1 KEY: TEXTAWAL1: TEXTAWAL2: TEXTAWAL3: TEXTAWAL4: KATA1: KATA2: KATA3: KATA4: KATA5: KATA6: KATAERROR1: KATAERROR2: TEXTSETTING1: " 1234567890*#" " TUGAS AKHIR ".BYTE .$00.0 " NIM:5350402014".BYTE .0 CODEPARITY: .BYTE .$80.0 "SET NOMOR KARTU ".BYTE .0 " RIKI ASTONO ".BYTE .$80.$00.BYTE R7.0 "=PINTU DIKUNCI=".$00.$00.$80.$00.0 " KARTU ANDA ".$80.END .0 " MONITORING ".BYTE .0 " TEKNIK ELEKTRO ".0 "Y O U R C A R D".$80.0 "CARD TDK DIKENAL".BYTE .DELAYSW2 R6.0 "[______________]".$00.0 " M A A F !!! ".#$ff R6.$00.BYTE .DELAYSW0 DELAYLONG: LCALL DJNZ RET DELAYSW R3.DLD2 R7.0 "==KUNCI DIBUKA==".$00.#$FF R6.#0FFH R7.$80 .#02H R6.BYTE .DELAYSW1 R5.#0FFH R7.

059.200 11 ALE/P 30 PSEN 29 RESET 100 U?A 1 4K7 2 74HC08 +5V +12V A? +5V R8 4K7 TR3 BC547 SOLENOID 3 4 ANT D1 ANT +/ID-10/EM-10 5 6 SLOT PINTU / KUNCI PINTU 1 GND LED 2 RES DO 7 8 4K7 9 U? +5V 3 +5V U? 330 U? LED U? BC547 .110 KEYPAD 3X4 1 4 7 * U? 1 P10 2 P11 3 P12 4 P13 5 6 7 8 P14 P15 P16 P17 2 5 8 0 3 6 9 # U? 1 11 P00 P01 P02 P03 P04 P05 39 38 37 36 35 34 2 3 4 5 6 7 8 9 OC C 1D 2D 3D 4D 5D 6D 7D 8D 74HC573 8X10K +5V U? 1Q 2Q 3Q 3Q 4Q 5Q 6Q 7Q 19 18 17 16 15 14 13 12 A0 9 A1 8 A2 7 A3 6 A4 5 A5 4 A6 3 25 24 21 A7 A8 A9 A10 D0 D1 D2 D3 D4 D5 D6 D7 11 12 13 15 16 17 18 19 LCD 2 X 16 RD RW D2 D3 D4 D5 D6 D0 D1 D7 E P06 33 P07 32 P20 P21 P22 P23 21 22 23 24 13 VCC INT1 12 INT0 15 14 10K 10uF 31 19 18 9 10uF 16 17 T1 T0 EA/VP X1 X2 RESET RD WR AT89C51 U? 1 11 D0 D1 D2 D3 D4 D5 D6 D7 2 3 4 5 6 7 8 9 OC C 1D 2D 3D 4D 5D 6D 7D 8D 74HC573 1Q 2Q 3Q 3Q 4Q 5Q 6Q 7Q 19 18 17 16 15 14 13 12 23 A11 2 A12 U? 1 2 3 4 5 6 VCC 74HC138 A B C E1 E2 E3 Y1 Y2 Y3 Y3 Y4 Y5 Y6 Y7 15 14 13 12 11 10 9 7 22 OE 27 WE 26 CS2 20 CS1 AT28C64 P24 25 P25 26 P26 27 P27 28 RXD TXD 10 + 10uF 11.

111 FOTO ALAT Rangkaian kunci pintu dengan RFID tampak atas Rangkaian catu daya tampak atas .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->