Demokrasi Terpimpin

LATAR BELAKANG DEMOKRASI TERPIMPIN
A. DEKRIT PRESIDEN Pelaksanaan demokrasi terpimpin dimulai dengan berlakunya Dekrit Presiden 5 Juli 1959. Latar Belakang dikeluarkan dekrit Presiden. Undang-undang Dasar yang menjadi pelaksanaan pemerintahan negara belum berhasil dibuat sedangkan Undang-undang Dasar Sementara (UUDS 1950) dengan sistem pemerintahan demokrasi liberal dianggap tidak sesuai dengan kondisi kehidupan masyarakat Indonesia. 1. Kegagalan konstituante dalam menetapkan undang-undang dasar sehingga membawa Indonesia ke jurang kehancuran sebab Indonesia tidak mempunyai pijakan hukum yang mantap. 2. Situasi politik yang kacau dan semakin buruk. 3. Terjadinya sejumlah pemberontakan di dalam negeri yang semakin bertambah gawat bahkan menjurus menuju gerakan sparatisme. 4. Konflik antar partai politik yang mengganggu stabilitas nasional 5. Banyaknya partai dalam parlemen yang saling berbeda pendapat sementara sulit sekali untuk mempertemukannya. 6. Masing-masing partai politik selalu berusaha untuk menghalalkan segala cara agar tujuan partainya tercapai. Demi menyelamatkan negara maka presiden melakukan tindakan mengeluarkan keputusan Presiden RI No. 75/1959 sebuah dekrit yang selanjutnya dikenal dengan Dekrit Presiden 5 Juli 1959.Tujuan dikeluarkan dekrit adalah untuk menyelesaikan masalah negara yang semakin tidak menentu dan untuk menyelamatkan negara. Isi Dekrit Presiden adalah sebagai berikut. a. Pembubaran konstituante b. Tidak berlakunya UUDS 1950 dan berlakunya kembali UUD 1945. c. Pembentukan MPRS dan DPAS Reaksi dengan adanya Dekrit Presiden: 1. Rakyat menyambut baik sebab mereka telah mendambakan adanya stabilitas politik yang telah goyah selama masa Liberal. 2. Mahkamah Agung membenarkan dan mendukung pelaksanaan Dekrit Presiden. 3. KSAD meminta kepada seluruh anggota TNI-AD untuk melaksanakan pengamanan Dekrit Presiden. 4. DPR pada tanggal 22 Juli 1945 secara aklamasi menyatakan kesediaannya untuk melakanakan UUD 1945. Dampak positif diberlakukannya Dekrit Presiden 5 Juli 1959, adalah sebagai berikut:

1

1. Menyelamatkan negara dari perpecahan dan krisis politik berkepanjangan. 2. Memberikan pedoman yang jelas, yaitu UUD 1945 bagi kelangsungan negara. 3. Merintis pembentukan lembaga tertinggi negara, yaitu MPRS dan lembaga tinggi negara berupa DPAS yang selama masa Demokrasi Parlemen tertertunda pembentukannya. Dampak negatif diberlakukannya Dekrit Presiden 5 Juli 1959, adalah sebagai berikut. 1. Ternyata UUD 1945 tidak dilaksanakan secara murni dan konsekuen. UUD 45 yang harusnya menjadi dasar hukum konstitusional penyelenggaraan pemerintahan pelaksanaannya hanya menjadi slogan-slogan kosong belaka. 2. Memberi kekeuasaan yang besar pada presiden, MPR,dan lembaga tinggi negara. Hal itu terlihat pada masa Demokrasi terpimpin dan berlanjut sampai Orde Baru. 3. Memberi peluang bagi militer untuk terjun dalam bidang politik. Sejak Dekrit, militer terutama Angkatan Darat menjadi kekuatan politik yang disegani. Hal itu semakin terlihat pada masa Orde Baru dan tetap terasa sampai sekarang. B. PELAKSANAAN DEMOKRASI TERPIMPIN Demokrasi Terpimpin berlaku di Indonesia antara tahun 1959-1966, yaitu dari dikeluarkannya Dekrit Presiden 5 Juli 1959 hingga Jatuhnya kekuasaan Sukarno.Disebut Demokrasi terpimpin karena demokrasi di Indonesia saat itu mengandalkan pada kepemimpinan Presiden Sukarno. Terpimpin pada saat pemerintahan Sukarno adalah kepemimpinan pada satu tangan saja yaitu presiden. Tugas Demokrasi terpimpin : 1. Demokrasi Terpimpin harus mengembalikan keadaan politik negara yang tidak setabil sebagai warisan masa Demokrasi Parlementer/Liberal menjadi lebih mantap/stabil. 2. Demokrasi Terpimpin merupakan reaksi terhadap Demokrasi Parlementer/Liberal. Hal ini disebabkan karena : - Pada masa Demokrasi parlementer, kekuasaan presiden hanya terbatas sebagai kepala negara. - Sedangkan kekuasaan Pemerintah dilaksanakan oleh partai. Dampaknya: Penataan kehidupan politik menyimpang dari tujuan awal, yaitu demokratisasi (menciptakan stabilitas politik yang demokratis) menjadi sentralisasi (pemusatan kekuasaan di tangan presiden). Pelaksanaan masa Demokrasi Terpimpin : Kebebasan partai dibatasi Presiden cenderung berkuasa mutlak sebagai kepala negara sekaligus kepala pemerintahan. Pemerintah berusaha menata kehidupan politik sesuai dengan UUD 1945. Dibentuk lembaga-lembaga negara antara lain MPRS,DPAS, DPRGR dan Front Nasional.

Penyimpangan-penyimpangan pelaksanaan Demokrasi terpimpin dari UUD 1945 adalah sebagai berikut. 1. Kedudukan Presiden 2

Tindakan tersebut bertentangan dengan UUD 1945 karena Berdasarkan UUD 1945 pengangkatan anggota MPRS sebagai lembaga tertinggi negara harus melalui pemilihan umum sehingga partai-partai yang terpilih oleh rakyat memiliki anggota-anggota yang duduk di MPR. Melaksanakan manifesto politik Mewujudkan amanat penderitaan rakyat Melaksanakan Demokrasi Terpimpin 4. dan Setuju pada manifesto Politik. Tugas MPRS terbatas pada menetapkan Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN). dan 200 orang wakil golongan. Setia kepada perjuangan Republik Indonesia. Presiden selanjutnya menyatakan pembubaran DPR dan sebagai gantinya presiden membentuk Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong (DPR-GR). Pembentukan MPRS Presiden juga membentuk MPRS berdasarkan Penetapan Presiden No.Berdasarkan UUD 1945. Dimana semua anggotanya ditunjuk oleh presiden. Akan tetapi. 3. 2. 2 Tahun 1959. kenyataannya bertentangan dengan UUD 1945. Sehingga DPRGR harus mengikuti kehendak serta kebijakan pemerintah. Tindakan presiden tersebut bertentangan dengan UUD 1945 sebab berdasarkan UUD 1945 presiden tidak dapat membubarkan DPR. Tugas DPR GR adalah sebagai berikut. Presiden menentukan apa yang harus diputuskan oleh MPRS. Keanggotaan MPRS terdiri dari 61 orang anggota DPR. sebab MPRS tunduk kepada Presiden. 94 orang utusan daerah. Pembentukan Dewan Pertimbangan Agung Sementara 3 . Pembubaran DPR dan Pembentukan DPR-GR Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) hasil pemilu tahun 1955 dibubarkan karena DPR menolak RAPBN tahun 1960 yang diajukan pemerintah. kedudukan Presiden berada di bawah MPR. Anggota MPRS ditunjuk dan diangkat oleh Presiden dengan syarat : Setuju kembali kepada UUD 1945. Hal tersebut tampak dengan adanya tindakan presiden untuk mengangkat Ketua MPRS dirangkap oleh Wakil Perdana Menteri III serta pengagkatan wakil ketua MPRS yang dipilih dan dipimpin oleh partai-partai besar serta wakil ABRI yang masing-masing berkedudukan sebagai menteri yang tidak memimpin departemen. Peraturan DPRGR juga ditentukan oleh presiden.

Front Nasional dipimpin oleh Presiden Sukarno sendiri. dan Komunis). Inti Manipol adalah USDEK (Undang-undang Dasar 1945. 12 orang wakil partai politik.Dewan Pertimbangan Agung Sementara (DPAS) dibentuk berdasarkan Penetapan Presiden No. dan 24 orang wakil golongan. Demokrasi Terpimpin. Pembentukan Kabinet Kerja Tanggal 9 Juli 1959. Dikeluarkan ajaran Nasakom sama saja dengan upaya untuk memperkuat kedudukan Presiden sebab jika menolak Nasakom sama saja dengan menolak presiden. Sosialisme Indonesia. Ekonomi Terpimpin. 5. Program kabinet ini adalah sebagai berikut. 7. Sehingga lebih dikenal dengan MANIPOL USDEK. Keterlibatan PKI dalam Ajaran Nasakom Perbedaan ideologi dari partai-partai yang berkembang masa demokrasi parlementer menimbulkan perbedaan pemahaman mengenai kehidupan berbangsa dan bernegara yang berdampak pada terancamnya persatuan di Indonesia. Tujuannya untuk menggalang persatuan bangsa.3 tahun 1959. presiden membentuk kabinet Kerja. Pelaksanaannya kedudukan DPAS juga berada dibawah pemerintah/presiden sebab presiden adalah ketuanya. Keanggotaan DPAS terdiri atas satu orang wakil ketua. Menyelesaikan Revolusi Nasional Melaksanakan Pembangunan Mengembalikan Irian Barat 6. Tugas DPAS adalah memberi jawaban atas pertanyaan presiden dan mengajukan usul kepada pemerintah. 4 . Tujuannya adalah menyatukan segala bentuk potensi nasional menjadi kekuatan untuk menyukseskan pembangunan.1 tahun 1960. Ajaran Nasakom mulai disebarkan pada masyarakat.13 Tahun 1959. Juanda. Mencukupi kebutuhan sandang pangan Menciptakan keamanan negara Mengembalikan Irian Barat. Tugas front nasional adalah sebagai berikut. Kelompok yang kritis terhadap ajaran Nasakom adalah kalangan cendekiawan dan ABRI. dan Kepribadian Indonesia). Hingga tahun 1964 Kabinet Kerja mengalami tiga kali perombakan (reshuffle). Bagi presiden NASAKOM merupakan cerminan paham berbagai golongan dalam masyarakat. Pembentukan Front Nasional Front Nasional dibentuk berdasarkan Penetapan Presiden No. Agama. Front Nasional merupakan sebuah organisasi massa yang memperjuangkan cita-cita proklamasi dan cita-cita yang terkandung dalam UUD 1945. Lembaga ini diketuai oleh Presiden sendiri. 8 orang utusan daerah. Presiden yakin bahwa dengan menerima dan melaksanakan Nasakom maka persatuan Indonesia akan terwujud. Pada masa demokrasi terpimpin pemerintah mengambil langkah untuk menyamakan pemahaman mengenai kehidupan berbangsa dan bernegara dengan menyampaikan ajaran NASAKOM (Nasionalis. Sebagai wakil presiden diangkatlah Ir. Hal ini disebabkan karena DPAS yang mengusulkan dengan suara bulat agar pidato presiden pada hari kemerdekaan RI 17 AGUSTUS 1959 yang berjudul ´Penemuan Kembali Revolusi Kita´ yang dikenal dengan Manifesto Politik Republik Indonesia (Manipol) ditetapkan sebagai GBHN berdasarkan Penpres No.

9.Upaya penyebarluasan ajaran Nasakom dimanfaatkan oleh PKI dengan mengemukakan bahwa PKI merupakan barisan terdepan pembela NASAKOM. PKI berhasil meyakinkan presiden bahwa Presiden Sukarno tanpa PKI akan menjadi lemah terhadap TNI. Tindakan pemerintah ini dikenal dengan penyederhanaan kepartaian. partai dapat melakukan kegiatan politik secara leluasa. Keterlibatan PKI tersebut menyebabkan ajaran Nasakom menyimpang dari ajaran kehidupan berbangsa dan bernegara serta mengeser kedudukan Pancasila dan UUD 1945 menjadi komunis. dan dikendalikan oleh satu pimpinan nasional yang disebut Panglima Besar Revolusi (PBR). Angkatan Bersenjata Republik Indonesia TNI dan Polri disatukan menjadi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) yang terdiri atas 4 angkatan yaitu TNI Angkatan Darat. ABRI menjadi salah satu golongan fungsional dan kekuatan sosial politik Indonesia. Arah Politik Luar Negeri a. Adanya ajaran RESOPIM Tujuan adanya ajaran RESOPIM (Revolusi. Ajaran Resopim diumumkan pada peringatan Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-16. Partai yang tidak memenuhi syarat. dan Angkatan Kepolisian. dijiwai oleh sosialisme. 10. 11. Alasan pembubaran partai tersebuat adalah karena sejumlah anggota dari kedua partai tersebut terlibat dalam pemberontakan PRRI dan Permesta. 8. Dampak dari sosialisasi Resopim ini maka kedudukan lembaga-lembaga tinggi dan tertinggi negara ditetapkan dibawah presiden. Saat itu Indonesia memberlakukan politik konfrontasi yang lebih 5 . Masing-masing angkatan dipimpin oleh Menteri Panglima Angkatanyang kedudukannya langsung berada di bawah presiden. Selain itu PKI mengambil alih kedudukan dan kekuasaan pemerintahan yang sah. Pentaan Kehidupan Partai Politik Pada masa demokrasi Parlementer. TNI Angkatan Udara. kedudukan partai dibatasi oleh penetapan presiden No. Sedangkan pada masa demokrasi terpimpin. Kedua Partai tersebut resmi dibubarkan pada tanggal 17 Agustus 1960. Inti dari ajaran ini adalah bahwa seluruh unsur kehidupan berbangsa dan bernegara harus dicapai melalui revolusi. TNI Angkatan Laut. Pembatasan gerak-gerik partai semakin memperkuat kedudukan pemerintah terutama presiden. Hal ini terlihat dengan adanya pemberian pangkat menteri kepada pimpinan lembaga tersebut. dan Pimpinan Nasional) adalah untuk memperkuat kedudukan Presiden Sukarno. Politik Konfrontasi Nefo dan Oldefo Terjadi penyimpangan dari politik luar negeri bebas aktif yang menjadi cenderung condong pada salah satu poros. 7 tahun 1959. misalnya jumlah anggota yang terlalu sedikit akan dibubarkan sehingga dari 28 partai yang ada hanya tinggal 11 partai. Kedudukan presiden yang kuat tersebut tampak dengan tindakannya untuk membubarkan 2 partai politik yang pernah berjaya masa demokrasi Parlementer yaitu Masyumi dan Partai Sosialis Indonesia (PSI). padahal kedudukan menteri seharusnya sebagai pembantu presiden. yaitu Presiden Sukarno. Sosialisme Indonesia.

Politik Konfrontasi tersebut dilandasi oleh pandangan tentang Nefo (New Emerging Forces) dan Oldefo (Old Established Forces) Nefo merupakan kekuatan baru yang sedang muncul yaitu negara-negara progresif revolusioner (termasuk Indonesia dan negara-negara komunis umumnya) yang anti imperialisme dan kolonialisme. Hal ini disebabkan karena pemerintah tidak setuju dengan pembentukan negara federasi Malaysia yang dianggap sebagai proyek neokolonialisme Inggris yang membahayakan Indonesia dan negara-negara blok Nefo. Bantu perjuangan rakyat Malaysia untuk membebaskan diri dari Nekolim Inggris. Untuk mewujudkannya maka diselenggarakan proyek-proyek besar dan spektakuler yang diharapkan dapat menempatkan Indonesia pada kedudukan yang terkemuka di kalangan Nefo. yang isinya sebagai berikut. Dalam rangka konfrontasi tersebut Presiden mengumumkan Dwi Komando Rakyat (Dwikora) pada tanggal 3 Mei 1964. d. Untuk mewujudkan Nefo maka dibentuk poros Jakarta-Phnom Penh-Hanoi-Peking-Pyong Yang. Oldefo merupakan kekuatan lama yang telah mapan yakni negara-negara kapitalis yang neokolonialis dan imperialis (Nekolim). Politik Konfrontasi Malaysia Indonesia juga menjalankan politik konfrontasi dengan Malaysia. Pelaksanaan Dwikora dengan mengirimkan sukarelawan ke Malaysia Timur dan Barat menunjukkan adanya campur tanggan Indonesia pada masalah dalam negeri Malaysia. Politik Mercusuar Politik Mercusuar dijalankan oleh presiden sebab beliau menganggap bahwa Indonesia merupakan mercusuar yang dapat menerangi jalan bagi Nefo di seluruh dunia. c. Indonesia keluar dari keanggotaan PBB sebab Malaysia diangkat menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB. Dampaknya ruang gerak Indonesia di forum internasional menjadi sempit sebab hanya berpedoman ke negara-negara komunis. Politik Gerakan Non-Blok Gerakan Non-Blok merupakan gerakan persaudaraan negara-negara Asia-Afrika yang kehidupan politiknya tidak terpengaruh oleh Blok Barat maupun Blok Timur. Selanjutnya gerakan ini memusatkan perjuangannya pada gerakan kemerdekaan bangsa6 . Pada tanggal 7 Januari 1965. Proyek-proyek tersebut membutuhkan biaya yang sangat besar mencapai milyaran rupiah diantaranya diselenggarakannya GANEFO (Games of the New Emerging Forces ) yang membutuhkan pembangunan kompleks Olahraga Senayan serta biaya perjalanan bagi delegasi asing. Perhebat Ketahanan Revolusi Indonesia. b.mengarah pada negara-negara kapitalis seperti negara Eropa Barat dan Amerika Serikat.

Yamin dengan anggota berjumlah 50 orang. d. f. g. Pembentukan Badan Perancang Pembangunan Nasional (Bappenas) Untuk melaksanakan pembangunan ekonomi di bawah Kabinet Karya maka dibentuklah Dewan Perancang Nasional (Depernas) pada tanggal 15 Agustus 1959 dipimpin oleh Moh. e. Inti Manipol adalah USDEK (Undang-undang Dasar 1945. Pidato presiden yang berjudul ´Berdiri di atas Kaki Sendiri´ sebagai pedoman revolusi dan politik luar negeri.bangsa Asia-Afrika dan mencegah perluasan Perang Dingin. Presiden mengambil alih pemimpin tertinggi Angkatan Bersenjata dengan di bentuk Komandan Operasi Tertinggi (KOTI). Bagi RI. Dimana semua aktivitas ekonomi disentralisasikan di pusat pemerintahan sementara daerah merupakan kepanjangan dari pusat. Pengangkatan Ir. SISTEM EKONOMI DEMOKRASI TERPIMPIN Seiring dengan perubahan politik menuju demokrasi terpimpin maka ekonomipun mengikuti ekonomi terpimpin. c. C. Langkah yang ditempuh pemerintah untuk menunjang pembangunan ekonomi adalah sebagai berikut. Sosialisme Indonesia. Ekonomi Terpimpin. GNB merupakan pancaran dan revitalisasi dari UUD1945 baik dalam skala nasional dan internasional. Presiden berusaha menciptakan kondisi persaingan di antara angkatan. GNB merupakan gerakan yang bebas mendukung perdamaian dunia dan kemanusiaan. Besarnya kekuasaan Presiden dalam Pelaksanaan demokrasi terpimpin tampak dengan: a. b. dan Kepribadian Indonesia). persaingan di antara TNI dengan Parpol. Demokrasi Terpimpin. Keterlibatan Indonesia dalam GNB menunjukkan bahwa kehidupan politik Indonesia di dunia sudah cukup maju. Sehingga lebih dikenal dengan MANIPOL USDEK. Pidato presiden yang berjudul ´Penemuan Kembali Revolusi Kita´ pada tanggal 17 Agustus 1959 yang dikenal dengan Manifesto Politik Republik Indonesia (Manipol) ditetapkan sebagai GBHN atas usul DPA yang bersidang tanggal 23-25 September 1959. Soekarno sebagai Pemimpin Besar Revolusi yang berarti sebagai presiden seumur hidup. 1. Pengangkatan Ketua MPRS dirangkap oleh Wakil Perdana Menteri III serta pengagkatan wakil ketua MPRS yang dipilih dan dipimpin oleh partai-partai besar serta wakil ABRI yang masing-masing berkedudukan sebagai menteri yang tidak memimpin departemen. Tugas Depernas : Mempersiapkan rancangan Undang-undang Pembangunan Nasional yang berencana Menilai Penyelenggaraan Pembangunan 7 . Sehingga ekonomi terpimpin merupakan bagian dari demokrasi terpimpin.

a. 25. Pembekuan semua simpanan di bank yang melebihi Rp. 100 c. 50 b.000 menjadi Rp.000 Tetapi usaha pemerintah tersebut tetap tidak mampu mengatasi kemerosotan ekonomi yang semakin jauh. Mengawasi dan menilai pelaksanaan pembangunan. 2. Para pengusaha daerah di seluruh Indonesia tidak mematuhi sepenuhnya ketentuan keuangan tersebut. Penurunan Nilai Uang (Devaluasi) Tujuan dilakukan Devaluasi : Guna membendung inflasi yang tetap tinggi Untuk mengurangi jumlah uang yang beredar di masyarakat Meningkatkan nilai rupiah sehingga rakyat kecil tidak dirugikan.Hasil yang dicapai. dalam waktu 1 tahun Depenas berhasil menyusun Rancangan Dasar Undang-undang Pembangunan Nasional Sementara Berencana tahapan tahun 1961-1969 yang disetujui oleh MPRS. RI sedang mengeluarkan kekuatan untuk membebaskan Irian Barat. Hal ini disebabkan karena : Penghasilan negara berkurang karena adanya gangguan keamanan akibat pergolakan daerah yang menyebabkan ekspor menurun. baik nasional maupun daerah. 3. Pengeluaran biaya untuk penyelenggaraan Asian Games IV tahun 1962. Uang kertas pecahan bernilai Rp. Pengambilalihan perusahaan Belanda pada tahun 1958 yang tidak diimbangi oleh tenaga kerja manajemen yang cakap dan berpengalaman. terutama perbaikan dalam bidang moneter. yaitu sebagai berikut. Pada masa pemotongan nilai uang memang berdampak pada harga barang menjadi murah tetapi tetap saja tidak dapat dibeli oleh rakyat karena mereka tidak memiliki uang. Kenaikan laju inflasi Latar Belakang meningkatnya laju inflasi : 8 . 1963 Dewan Perancang Nasional (Depernas) diganti dengan nama Badan Perancang Pembangunan Nasional (Bappenas) yang dipimpin oleh Presiden Sukarno. Menyiapkan serta menilai hasil kerja mandataris untuk MPRS. Tugas Bappenas adalah Menyusun rencana jangka panjang dan rencana tahuanan. Mengenai masalah pembangunan terutama mengenai perencanaan dan pembangunan proyek besar dalam bidang industri dan prasarana tidak dapat berjalan dengan lancar sesuai harapan. 500 menjadi Rp. Uang kertas pecahan bernilai Rp. 1. Maka pada tanggal 25 Agustus 1959 pemerintah mengumumkan keputusannya mengenai penuruan nilai uang (devaluasi).

Sehingga menambah berat angka inflasi. Pinjaman luar negeri tidak mampu mengatasi masalah yang ada.Penghasilan negara berupa devisa dan penghasilan lainnya mengalami kemerosotan. Dampaknya dari kebijakan pemerintah tersebut : Uang rupiah baru yang seharusnya bernilai 1000 kali lipat uang rupiah lama akan tetapi di masyarakat uang rupiah baru hanya dihargai sekitar 10 kali lipat lebih tinggi dari uang rupiah baru. Dampaknya : Inflasi semakin bertambah tinggi Harga-harga semakin bertambah tinggi Kehidupan masyarakat semakin terjerpit Indonesia pada tahun 1961 secara terus menerus harus membiayai kekeurangan neraca pembayaran dari cadangan emas dan devisa. Deklarasi Ekonomi (Dekon) 9 . 13 Desember 1965 pemerintah mengambil langkah devaluasi dengan menjadikan uang senilai Rp. Kegagalan-kegagalan tersebut disebabkan karena: Pemerintah tidak mempunyai kemauan politik untuk menahan diri dalam melakukan pengeluaran. Penertiban administrasi dan manajemen perusahaan guna mencapai keseimbangan keuangan tak memberikan banyak pengaruh. Pemerintah menyelenggarakan proyek-proyek mercusuar seperti GANEFO (Games of the New Emerging Forces ) dan CONEFO (Conference of the New Emerging Forces) yang memaksa pemerintah untuk memperbesar pengeluarannya pada setiap tahunnya. Kebijakan pemerintah : Keadaan defisit negara yang semakin meningkat ini diakhiri pemerintah dengan pencetakan uang baru tanpa perhitungan matang. 4. Anggaran belanja mengalami defisit yang semakin besar. Upaya likuidasi semua sektor pemerintah maupun swasta guna penghematan dan pengawasan terhadap pelaksanaan anggaran belanja tidak berhasil. 1000 menjadi Rp. Tindakan moneter pemerintah untuk menekan angka inflasi malahan menyebabkan meningkatnya angka inflasi. 1. Nilai mata uang rupiah mengalami kemerosotan. Penyaluran kredit baru pada usaha-usaha yang dianggap penting bagi kesejahteraan rakyat dan pembangunan mengalami kegagalan. cadangan emas dan devisa telah habis bahkan menunjukkan saldo negatif sebesar US$ 3 juta sebagai dampak politik konfrontasi dengan Malaysia dan negara-negara barat. 1965. Ekspor semakin buruk dan pembatasan Impor karena lemahnya devisa.

Jika Indonesia tidak mampu memperoleh keuntungan maka akan mencari bantuan berupa kredit luar negeri guna memenuhi biaya import dan memenuhi kebutuhan masyarakat di dalam negeri. Politik konfrontasi dengan Malaysia dan negara barat semakin memperparah kemerosotan ekonomi Indonesia. Strategi Dekon adalah mensukseskan Pembangunan Sementara Berencana 8 tahun yang polanya telah diserahkan oleh Bappenas tanggal 13 Agustus 1960. misalnya Sistem Bukti Ekspor (BE) Sulitnya memperoleh bantuan modal dan tenaga dari luar negri sehingga pembangunan yang direncanakan guna meningkatkan taraf hidup rakyat tidak dapat terlaksana dengan baik. Adanya masalah ekonomi yang muncul karena pemutusan hubungan dengan Singapura dan Malaysia dalam rangka kasi Dwikora. dan bebas dari sisa-sisa imperialisme untuk mencapai tahap ekonomi sosialis Indonesia dengan cara terpimpin. Sehingga pada tanggal 28 Maret 1963 dikeluarkan landasan baru guna perbaikan ekonomi secara menyeluruh yaitu Deklarasi Ekonomi (DEKON) dengan 14 peraturan pokoknya. demokratis. Hasil pertanian tersebut diekspor untuk memperoleh devisa yang selanjutnya digunakan untuk mengimpor berbagai bahan baku/ barang konsumsi yang belum dihasilkan di Indonesia.Latar belakang dikeluarkan Deklarasi Ekonomi adalah karena: Berbagai peraturan dikeluarkan pemerintah untuk merangsang ekspor (export drive) mengalami kegagalan. Peraturan tersebut tidak mampu mengatasi kesulitan ekonomi dan masalah inflasi Dekon mengakibatkan stagnasi bagi perekonomian Indonesia Kesulitan-kesulitan ekonomi semakin mencolok. tampak dengan adanya kenaikan harga barang mencapai 400 % pada tahun 1961-1962. Sehingga Indonesia mampu memeprbesar komoditi ekspor. Meningkatkan Perdagangan dan Perkreditan Luar Negeri Pemerintah membangkitkan ekonomi agraris atau pertanian. sebab kurang lebih 80% penduduk Indonesia hidup dari bidang pertanian. 10 . Pemerintah Indonesia menyatakan bahwa sistem ekonomi Indonesia adalah Berdikari yaitu berdiri diatas kaki sendiri. Tujuan utama dibentuk Dekon adalah untuk menciptakan ekonomi yang bersifat nasional. Kegagalan Peraturan Pemerintah disebabkan karena: Tidak terwujudnya pinjaman dari International Monetary Fund (IMF) sebesar US$ 400 juta. Pelaksanaannya. Dekon dinyatakan sebagai strategi dasar ekonomi Terpimpin Indonesia yang menjadi bagian dari strategi umum revolusi Indonesia. Beban hidup rakyat semakin berat. Dengan bantuan kredit tersebut membuka jalan bagi perdagangan dari negara yang memeberikan pinjaman kepada Indonesia. dari eksport tersebut maka akan digunakan untuk membayar utang luar negeri dan untuk kepentingan dalam negeri. 5.

Dibentuklah Bank Negara Indonesia yang terbagi dalam beberapa unit dengan tugas dan pekerjaan masing-masing. Kemenangan politik diutamakan sedangkan kehidupan ekonomi diabaikan (politik dikedepankan tanpa memperhatikan ekonomi). Masyarakat mengalami kesulitan hidup. Tugas bank tersebut adalah sebagai bank sirkulasi. tetapi diatasi dengan cara-cara politis. kemiskinan. Masalah ekonomi tidak diatasi berdasarkan prinsip-prinsip ekonomi. 11 . Kebijakan lain pemerintah a. Pembentukan Komando Tertinggi Operasi Ekonomi (KOTOE) dan Kesatuan Operasi (KESOP) Dikeluarkan peraturan tanggal 17 April 1964 mengenai adanya Komando Tertinggi Operasi Ekonomi (KOTOE) dan Kesatuan Operasi (KESOP) dalam usaha perdagangan. Peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah sering bertentangana antara satu peraturan dengan peraturan yang lainnya. D. PERJUANGAN MEMBEBASKAN IRIAN BARAT Ada 3 bentuk perjuangan dalam rangka pembebesan Irian Barat : Diplomasi.6. Terjadinya berbagai bentuk penyelewengan dan salah urus. Untuk mewujudkan tujuan tersebut maka dilakukan peleburan bank-bank negara seperti Bank Koperasi dan Nelayan (BKTN). Bank Tabungan Negara. b. Bank Umum Negara. Peleburan bank-bank negara Presiden berusaha mempersatukan semua bank negara ke dalam satu bank sentral sehingga didirikan Bank Tunggal Milik Negara berdasarkan Penpres No. dan kriminalitas. Tindakan itu menimbulkan spekulasi dan penyelewengan dalam penggunaan uang negara sebab tidak ada lembaga pengawas. Konfrontasi Politik dan Ekonomi serta Konfrontasi Militer. disebabkan karena: Semua kegiatan ekonomi terpusat sehingga kegitan ekonomi mengalami penuruan yang disertai dengan infasi. bank sentral. 7 tahun 1965. dan bank umum. Bank Negara Indonesia ke dalam Bank Indonesia. Tidak ada ukuran yang objektif untuk menilai suatu usaha atau hasil dari suatu usaha. Kebrangkutan tidak dapat dikendalikan. Kegagalan pemerintah dalam menanggung masalah ekonomi.

Perjuangan secara diplomasi ditempuh dengan 2 tahap. Konfrontasi militer terpaksa dilakukan setelah Belanda tidak mau berkompromi dengan Indonesia. Alasan Indonesia adalah karena masalah Irian Barat menunjukkan adanya penindasan suatu bangsa terhadap hak bangsa lain. Negara-negara barat masih tetap mendukung posisi Belanda. melalui perundingan dengan belanda. Perjuangan Diplomasi Ditempuh guna menunjukkan niat baik Indonesia mandahulukan cara damai dalam menyelesaikan persengketaan. f. Dikarenakan penyelesaian secara diplomatik mengalami kegagalan dan karena adanya pembatalan Uni Indonesia-Belanda secara sepihak maka Indonesia sejak 1954 melibatkan PBB dalam menyelesaikan masalah Irian Barat. Konfrontasi yang ditempuh yaitu konfrontasi politik dan ekonomi. Konfrontasi dilakukan tetapi tetap saja melanjutkan diplomasi dalam sidang-sidang PBB. Pihak Indonesia menganggap bahwa Belanda akan menyerahkan Irian Barat pada waktu yang telah ditentukan. Akhirnya perundingan dengan Belanda inipun mengalami kegagalan. setahun setelah pengakuan kedaulatan. Dalam sidang PBB Indonesia berupaya meyakinkan bahwa masalah Irian Barat perlu mendapatkan perhatian Internasional. Berdasarkan perjanjian KMB masalah Irian Barat akan diselesaikan melalui perundingan. Meskipun selalu mengalami kegagalan sebab Belanda masih menguasai Irian Barat bahkan secara sepihak memasukkan Irian Barat ke dalam wilayah Kerajaan Belanda. Perjuangan Konfrontasi Politik. bukan diserahkan. Jalan diplomasi ini sudah dimulai sejak kabinet Natsir (1950) yang selanjutnya dijadikan program oleh setiap kabinet. a. Berdasarkan alasan tersebut maka Belanda mempunyai alasan untuk tetap menguasai Indonesia. Indonesia justru mendapat dukungan dari negara-negara peserta KAA di Bandung yang mengakui bahwa Irian Barat merupakan bagian dari Negara Kesatuan republik Indonesia. Secara bilateral. Dilakukan sejak Kabinet Ali Sastroamijoyo I. 2. Konfrontasi Politik dan Ekonomi Konfrontasi ekonomi dilakukan oleh pemerintah Indonesia terhadap aset-aset dan 12 . Sementara Belanda mengartikan perjanjian KMB tersebut bahwa Irian Barat hanya akan dibicarakan sebatas perundingan saja. Diplomasi dalam forum PBB. Ekonomi dan Militer Karena perjuangan diplomasi baik bilateral maupun dalam forum PBB belum menunjukkan hasil sehingga Indonesia meningkatkan perjuangannya dalam bentuk konfrontasi. hingga Ali Sastroamijoyo II.1. Burhanuddin Harahap. yaitu e. yaitu dengan membawa masalah Indonesia-Belanda ke sidang PBB. Upaya melalui forum PBB pun tidak berhasil karena mereka menganggap masalah Irian Barat merupakan masalah intern antara Indonesia-Belanda. Perjuangan tersebut dilakukan dengan perundingan. serta konfrontasi militer.

Konfrontasi Militer Dampak dari tindakan konfrontasi politik dan ekonomi tersebut maka tahun 1961 dalam Sidang Majelis Umum PBB terjadi perdebatan mengenai masalah Irian Barat.kepentingan-kepentingan ekonomi Belanda di Indonesia. 5) Tahun 1958. Tidore. diumumkan pembatalan utang-utang RI kepada Belanda. Bunker mengajukan usul yang dikenal dengan Rencana Bunker. 3) Pada tanggal 17 Agustus 1956 dibentuk provinsi Irian Barat dengan ibukotanya kotanya di Soa Siu (Tidore) dan Zaenal Abidin Syah (Sultan Tidore) sebagai gubernurnya yang dilantik tanggal 23 September 1956. b. bukan hubungan Unie-Statuut. Setelah sekian tahun. 2) Tanggal 3 Mei 1956. Pelaksanaan penyelesaian masalah Irian Barat akan selesai dalam jangka waktu dua tahun. Konfrontasi Politik dilakukan melalui tindakan sebagai berikut. dan Wasile. pada masa Kabinet Ali Sastroamijoyo II. 3. 2. Kabinet Sukiman menyatakan bahwa hubungan Indonesia dengan Belanda merupakan hubungan bilateral biasa. Pemecatan semua pekerja warga Belanda di Indonesia 6) Tanggal 8 Februari 1958. Patani. rakyat Irian Barat harus diberi kesempatan untuk menentukan pendapat apakah tetap dalam negara Republik Indonesia atau memisahkan diri. Diputuskan bahwa Diplomat Amerika Serikat Ellsworth Bunker bersedia menjadi penengah dalam perselisihan antara Indonesia dan Belanda. yaitu : 1. Oba. 2) Selama tahun 1957 dilakukan : Pemogokan buruh di perusahaan-perusahaan Belanda Melarang terbitan-terbitan dan film berbahasa Belanda Melarang penerbangan kapal-kapal Belanda Memboikot kepentingan-kepentingan Belanda di Indonesia 3) Selama tahun 1958-1959 dilakukan : Nasionalisasi terhadap ± 700 perusahaan-perusahaan Belanda di Indonesia Mengalihkan pusat pemasaran komoditi RI dan Rotterdam (Belanda) ke Bremen. Provinsi Irian Barat meliputi : Irian. Konfrontasi ekonomi tersebut sebagai berikut. diumumkan pembatalan semua hasil KMB. dibentuk Front Nasional Pembebasan Irian Barat. 4) 18 November 1957 terjadi Rapat umum pembebasan Irian Barat di Jakarta. 13 . Weda. 1) Tahun 1956 secara sepihak Indonesia membatalkan hasil KMB. Pemerintah RI menghentikan kegiatan-kegiatan konsuler Belanda di Indonesia. 7) Tanggal 17 Agustus 1960 diumumkan pemutusan hubungan diplomatik dengan Belanda. Pemerintah Irian Barat harus diserahkan kepada Republik Indonesia. 1) Tahun 1951. Jerman.

Presiden Sukarno mengumumkan Tri Komando Rakyat (Trikora) di Yogyakarta yang telah dirumuskan oleh Dewan Pertahanan Nasional. Peristiwa ini menandai dimulainya secara resmi konfrontasi militer terhadap Belanda dalam rangka mengembalikan Irian Barat ke pangkuan ibu pertiwi. Australia. Maka Pada tanggal 19 Desember 1961. Guna menghindari bentrokan fisik antara pihak yang bersengketa. Pihak Belanda tidak mengindahkan usul tersebut bahkan mengajukan usul untuk menyerahkan Irian Barat di bawah pengawasan PBB. diadakan pemerintah peralihan di bawah pengawasan PBB selama satu tahun. diadakan rapat Dewan Pertahanan Nasional dan Gabungan Kepala Staf serta Komamndo Tertinggi Pembebasan Irian Barat. Menunjukkan sikap tidak kenal menyerah dalam merebut Irian Barat. Belanda mendirikan negara Papua. lengkap dengan bendera dan lagu kebangsaan. Jadi Belanda tetap tidak ingin Irian Barat menjadi bagian dari Indonesia. Isi Trikora adalah sebagai berikut. Sehingga Belanda kemudian memperkuat armada dan angkatan perangnya di Irian Barat dengan mendatangkan kapal induk Karel Dorman. Selanjutnya. Filipina. Selanjutnya PBB membentuk negara Papua dalam jangka waktu 16 tahun. Tindakan persiapan Indonesia tersebut dianggap oleh Belanda sebagai upaya untuk melaklukan Agresi. Tindakan Belanda tersebut tidak melemahkan semangat bangsa Indonesia. Pakistan. Indonesia menganggap bahwa sudah saatnya menempuh jalan kekuatan fisik (militer). Persiapan pemerintah untuk menggalang kekuatan militer adalah : Pada Desember 1960. Jerman. mengirimkan misi ke Uni Soviet untuk membeli senjata dan perlengkapan perang lainnya. seperti India. Tanah air Indonesia 3) Bersiaplah untuk mobilisasi umum guna mempertahankan kemerdekaan dan kesatuan tanah air dan bangsa. Indonesia menyetujui usul itu dengan catatan jangka waktu diperpendek. dan Inggris untuk menjajaki sikap negara-negara tersebut bila terjadi perang antara Indonesia dengan Belanda.4. Perjuangan melalui jalur militer ditempuh dengan tujuan untuk: Menunjukkan kesungguhan Indonesia dalam memperjuangankan apa pun yang memang menjadi haknya. KSAD mengunjungi beberapa negara. Keputusan dari rapat tersebut adalah sebagai 14 . Selandia Baru. Perancis. tahiland. Menunjukkan kesungguhan dan memperkuat posisi Indonesia. 1) Gagalkan Pembentukan Negara boneka papua buuatan Belanda 2) Kibarkan Sang merah Putih di Irian Barat. Keinginan Belanda tersebut tampak jelas ketika tanpa persetujuan PBB.

Menggunakan segenap kekuatan dalam lingkungan Republik Indonesia untuk membebaskan Irian Barat. mempersiapkan.berikut. yaitu mengadakan serangan terbuka terhadap induk militer lawan dan menduduki semua pospos pertahanan musuh yang penting. 15 . Strategi yang disusun oleh Panglima Mandala guna melaksanakan instruksi tersebut. beliau juga merangkap sebagai Deputi KSAD untuk wilayah Indonesia bagian timur. c. a. Tanggal 11 Januari 1962 dibentuk Komando Tertinggi dan Komando Mandala Pembebasan Irian Barat yang berkedudukan di Makassar yang langsung di bawah ABRI dengan tugas merebut Irian Barat. yaitu dengan memasukkan 10 kompi di sekitar sasaran-sasaran tertentu untuk menciptakan daerah bebas de facto yang kuat sehingga sulit dihancurkan oleh musuh dan mengembangkan pengusaan wilayah dengan membawa serta rakyat Irian Barat.1 kepada Panglima Mandala yang isinya sebagai berikut. Operasi militer tersebut terdiri dari tiga tahap. Menyelenggarakan operasi Militer untuk membebaskan Irian Barat. Brigadir Jendral Suharto dilantik sebagai Panglima Mandala dengan pangkat Mayor Jendral. Dalam pertempuran tersebut Deputi KSAL Komodor Yos Sudarso gugur. Dibentuk Provinsi Irian Barat gaya baru yang beribu kota di Jayapura(zaman Belanda bernama Hollandia) dengan putra Irian sebagai gubernurnya. Kekuatan itu terdiri atas tentara regulerdan suka relawan maupun berbagai potensi perlawanan rakyat lainnya Tanggal 13 Januari 1962. Tanggal 15 Januari 1962 terjadi pertempuran di Laut Aru. dan menyelenggarakan operasi militer dengan tujuan mengembalikan wilayah Irian Barat ke dalam kekuasaan Republik Indonesia. Merencanakan. yaitu penyusupan (infiltrasi). b. Tugas Komando Mandala adalah sebagai berikut. Sebelum konsolidasi yang dilakukan oleh Komando Mandala selesai. Tahap Eksploitasi (awal 1963). Tahap Infiltrasi (penyusupan) (sampai akhir 1962). Konfrontasi Total Sesuai dengan perkembangan situasi Trikora diperjelas dengan Instruksi Panglima Besar Komodor Tertinggi Pembebasan Irian Barat No. Mengembangkan situasi di Provinsi Irian Barat sesuai dengan perjuangan di bidang diplomasi dan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya di Wilayah Irian Barat dapat secara de facto diciptakan daerah-daerah bebas atau ada unsur kekuasaan/ pemerintah daerah Republik Indonesia. serangan besar-besaran (eksploitasi). dan penegakan kekuasaan Republik Indonesia (Konsolidasi).

Ortis Sanz (yang menyaksikan setiap tahap Perpera) untuk dilaporkan dalam sidang Majelis Umum PBB ke-24. yaitu : 1. Antara 1 Oktober -31 Desember 1962 merupakan masa pemerintahan UNTEA bersama Kerajaan Belanda. Tanggal 19 November 1969. 16 . d. yaitu penentuan pendapat rakyat (Perpera). 4. Tahap Konsolidasi (awal 1964). wilayah Irian Barat sepenuhnya berada di bawah kekuasaan RI. Akhir Konfrontasi Surat perintah tersebut dikeluarkan setelah ditandatangani persetujuan antara pemerintah RI dengan kerajaan Belanda mengenai Irian Barat di Markas Besar PBB di New York pada tanggal 15 Agustus 1962 yang selanjutnya dikenal dengan Perjanjian New York. Hasil Perpera tersebut adalah mayoritas rakyat Irian Barat menyatakan tetap berada dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. yaitu dengan menunjukkan kekuasaan dan menegakkan kedaulatan Republik Indonesia secara mutlak di seluruh Irian Barat. Kesepakatan tersebut berisi. Penentuan Pendapat rakyat (Perpera) berarti rakyat diberi kesempatan untuk memilih tetap bergabung dengan Republik Indonesia atau Merdeka. 3. Untuk menjamin Keamanan di Irian Barat dibentuklah pasukan penjaga perdamaian PBB yang disebut UNSF (United Nations Security Force) yang dipimpin oleh Brigadir Jendral Said Udin Khan dari Pakistan.c. 1) Kekuasaan pemerintah di Irian Barat untuk sementara waktu diserahkan pada UNTEA(United Nations Temporary Executive Authority) 2) Akan diadakan PERPERA (Penentuan Pendapat Rakyat) di Irian Barat sebelum tahun 1969. Delegasi Indonesia dipimpin oleh Menlu Subandrio sementara itu Belanda dipimpin oleh Van Royen dan Schuurman. Perpera mulai dilaksankan pada tanggal 14 Juli 1969 di Merauke sampai dengan 4 Agustus 1969 di Jayapura. Tahun 1969 akan diadakan act of free choice. tetapi sebelum terlaksana pada 18 Agustus 1962 ada sebuah perintah dari presiden untuk menghentikan tembak-menembak. 2. Berdasarkan Perjanjian New York proses untuk pengembalian Irian Barat ditempuh melalui beberapa tahap. Pelaksanaannya Indonesia menjalankan tahap infiltasi. Sidang Umum PBB mengesahkan hasil Perpera tersebut. Hasil Perpera selanjutnya dibawa oleh Diplomat PBB. Antara 1 Januari 1963. Sejak 1 Mei 1963. selanjutnya melaksanakan operasi Jayawijaya.1 Mei 1963 merupakan masa pemerintahan UNTEA bersama RI.

Dalam makalah ini kami akan mencoba membahas tentang ³Demokrasi Terpimpin di Indonesia´ dan mudah-mudahan tidak lari jauh dari konteks sejarahnya. melainkan dinilai cendrung mengarah kepada sistem Otoriterianisme. di mana dalam maklumat tersebut menganjurkan perlunya pembentukan partai-partai. dengan membiarkan partai politik sebanyak 10 partai tetap bertahan. Begitulah nasib yang di alami bangsa kita Indonesia. Keinginan presiden Soekarno untuk mengubur partai-partai yang ada pada waktu itu tidak jadi dilakukan.gotokan. Mana kala segala kekejian seberat bumi dan langit di timpakan penjajah pada punggung Ibu pertiwi dan pendahulu-pendahulu kita. Indonesia mencoba sistem Demokrasi parlementer yang di kemudian hari dianggap terlalu ³Liberal´. tetapi pada kenyataannya dalam kondisi yang sedemikian. Buktinya kabinet-kabinet yang ada pada waktu itu tidak pernah bertahan sampai 2 tahun penuh dan terjadi perombakan-perombakan dengan kabinet yang baru. bukannya menambah suburnya sistem Demokrasi di Indonesia. PEMBAHASAN A. dan bahkan menurut penilayan presiden Soekarno banyaknya partai hanya memperunyam masalah dan hanya menjadi penyebab gotok. pada kurun waktu terpanjang sesudah itu di Indonesia diberlakukan ³Demokrasi pancasila´ di bawah orde Baru. sepsrti itu ditulis Thomas Hobbes dalam bukunya yang diberinya judul ³leviathan´.LAHIRNYA DEMOKRASI TERPIMPIN PENDAHULUAN Manusia manjadi pemangsa bagi manusia yang lain. sehingga pada gilirannya pembangunan ekonomi sulit untuk di majukan. penyebab perpecahan bahkan dalam nada pidatonya dia menilai partai itu adalah semacam pertunjukan adu kambing yang tidak bakalan berpengaruh baik bagi Bangsa dan negara. akhirnya meaksa Soekarno untuk menerapkan ³Demokrasi terpimpin´ dengan dukungan militer untuk mengambil alih kekuasaan. Sejarahpun berlanjut. Yang akhirnya menambah besarnya gejolak baik dari internal partai yang di bubarkan maupun para tokoh-tokoh yang memperjuangkan ³Demokrasi liberal´ juga daerah-daerah tidak ketinggalan. itulah muncul gagasan ³Demokrasi Terpimpin´ yang 17 . yang ternyata bukan saja tidak Demokratis. yang ternyata mendapat sambutan luas hingga pada waktu itu lebih kurang 40 partai telah lahir di Indonesia. kemudian menjelang dekade 1950 an dicoba pula sistem politik dengan nama demokrasi terpimpin. yang berakhir pada tahun 1998.dan yang melahirkan Revormasi. yakni berupa masrakat adil dan makmur. Demokrasi Terpimpin Dalam suasana yang mengancam keutuhan teritorial sebagaimana kata Feith. dan ancaman perpecahan sebagai mana kata Soepomo. namun pembatasan terhadap partai di berlakukan. Dan keadaan yang demikian. masing masing mengatasnamakan ³Demokrasi´ telah di coba di tegakkan selama lebih kurang setengah abad terakhir. Di awali dari maklumat Hatta sebagai wakil presiden waktu itu. karena setiap fihak baik pegawai negeri dan parpol juga militer saling berebut keuntungan dengan mengorban kan yang lain. Segera setelah Indonesia merdeka. Dan dalam metode penulisan makalah ini penulis berusaha bersikap netral. tiga sistem politik yang berbeda. B. Latar Belakang sejarah diberlakukannya Demokrasi Terpimpin. Sejarah panjang perjuangan dan melelahkan pada akhirnya membuahkan kemerdekaan pada tanggal 17 agustus 1945 dengan keputusan rakyat Indonesia sendiri setelah kemerdekaan yang dijanjikan jepang tak kunjung datang. Menurut pengamatan Soekarno Demokrasi Liberal tidak semakin mendorong Indonesia mendekati tujuan revolusi yang dicita-citakan.

yang akan di ketuai oleh soekarno sendiri yang bertugas memberi nasehat kepada kabinet maka untuk itu harus di bentuk kabinet baru yang melibatkan semua partai termasuk PKI serta di bentuk Dewan penasehat tertinggi dengan nama ³Dewan Nasional´ yang beranggotakan wakil-wakil seluruh golongan fungsional. mula mula pandangan ini dicetuskan oleh partai Murba. mengingat Indonesia di hari-hari itu memang dalam keadaan genting dan potensi kionflik yang lebih besar segera mengancam keutuhan NKRI. namun akhirnya dinamai dengan ³Dewan nasional´ (DN). Dan peranannya memang cukup menentukan yaitu sebagai ³penasihat´ pemerintah yang dalam praktiknya telah menjadi semacam DPR bayangan di samping DPR hasil pemilu 1955. Artinya ³Dewan Nasional ini tidak sejalan dengan konstitusi yang ada pada waktu itu. Mula-mula 2 kekuatan ini di manfaatkannya pada isu imperialisme dan kapitalisme yang masih mengancam Indonesia. 18 . yang di upayakan berbagai daerah ini berhasil ditumpas. Dan PRRI ini segera mendapat sambutan hangat di indonesia bagian timur. dan adapun Dewan Nasional yang di sebutkan diatas adalah hasil bentukan kabinet juanda yang segera terbentuk setelah sebelumnya kabinet Ali sastro amidjoyo tidak mampu bertahan lagi. Soekarno melakukan upaya dengan menggandeng 2 kekuatan besar dan yang paling bagus organisasinya dan paling potensial di indonesia pada waktu itu. sebelum ³Dewan Nasional´ ini dibentuk gagasan awal tentang namanya adalah ³Dewan Revolusi´ (DR). Konsep Demokrasi terpimpin yang hendak membawa PKI masuk kedalam kabinet ini juga menyebutnyebut akan di bentuknya lembaga negara baru yang ekstra konstitusional yaitu ( Dewan Nasional).. Dewan ini diketuai oleh presiden. walaupun Dewan Nasional ini tidak ada dasarnya dalam konstitusi. Dan pada waktuwaktu inilah Dewan Nasional itu mulai di gagas. Walaupun pada akhirnya usaha ingin memisahkan diri. beliau sebenarnya putera kelahiran Banten tapi ayahnya berasal dari Sumatera Barat)Pen. dan dengan terbentyknya PRRI di Padang di tambah dengan pulangnya pimpinan-pimpinan Masyumi dari jakarta menuju padang. Walaupun pada kenyataannya kedua kekuatan ini selalu prodan kontra antara satu sama lain. berhubung pada waktu itu Irian Barat masih dikuasai oleh penjajah dan isu ini di pakai soekarno untuk mengamanatkan agar Irian barat selekas-lekasnya dapat di bebaskan serta upaya untuk mengembalikan indonesia dalam posisi pemerintahan secara utuh. dan Indonesia tengah yang telah terlebih dahulu mengusahakan perjuangan melalui DI/TII yang terkenal itu. aceh. karena waktu itu di jakarta mereka merasa kurang aman dari fihakfihak yang kontra dengan mereka serta sekaligus berencana memantapkan pemerintahan revolusioner yang mereka cita-citakan dengan mengangkat ³Syafruddin parawiranegara´ sebagai mentrinya. Dalam kurun waktu yang kian genting pada kenyataan sejarah waktu-waktu itu. Pembentukan Dewan Nasional ini.di lontarkan Presiden Soekarno pada bulan februari 1957. namun dalam prakteknya sehari-hari diserahkan kepada Roeslan abdul gani. yaitu PKI dan AD atau militer. Salah satunya dengan terjadinya gejolak ingin memisahkan diri beberapa Daerah dari NKRI. berdasarkan atas (SOB) atau amanat keadaan darurat dan bahaya perang yang di umumkan oleh presiden soekarno sebelum terbentuknya kabinet Juanda itu. namun bisajinak ditangan seorang politikus kaliber soekarno. presiden Soekarno langsung memimpin pemerintahan bahkan bukan saja kepala negara tetapi juga kepala pemeritahan yang membentuk kabinet yang mentri-mentrinya tidak terikat kepada partai. serta Chaerul saleh dan Ahmadi. Sementara kegentingan demi kegentingan yang terjadi.(beliau juga pernah menjadi pemangku jabatan Pemimpin pemerintahan darurat Republik indonesia (PDRI) bi bukit tinggi. tidak tinggal diam dan tidak kehabisan akal. Namun gagasan tanpa perbuatan tidak terlalu berarti dibanding gagasan dan perbuatan langsung dalam usaha mewujudkan gagasan itu dan inilah yang di lakukan soekarno . Menurut Yusril Ihza mahendra. Setelah dekrit presiden 5 juli 1959 kabinet Juanda menyerahkan mandatnya kepada presiden melalui pemberlakuan kembali proklamasi dan UUD 1945.-. sukarno sebagai seorang organisator dan sekaligus pengagum persatuan dan kesatuan.

berhubung dengan penyelesayan dan pemeliharaan keamanan. Dan dia merangkul kekuatan PKI sebagai kekuatan yang menentukan massanya di Indonesia pada waktu itu. Dalam keterangan itu PM. Juanda mengatakan sbb: untuk mendekati hasrat golongan Islam. kemudian di bawa kerapat kabinet dan didalam rapat itu juga disetujui tentang Gagasan Demokrasi Terpimpin tersebut. (maksudnya sebelum di amandemen karena buku yang penulis kutip dari buku karangan 1996. sejalan dengan gagasan ³Demokrasi Terpimpin´ Kalangan tentara di bawah pimpinan Mayjend Abdul Haris Nasution. ide soekarno ini tampaknya bertemu dengan Ide soekarno dalam rangka menerapkan demokrasi Terpimpin. yakni UUD 1945. Dalam Priode Demokrasi terpimpin pemikiran Demokrasi ala Barat banyak di tingalkan bahkan lebih nampak gambarannya manakala Demokrasi parlementer sebelumnya berkuasa di indonesia karena mengacu pada latar belakang pendidikan penggagasnya. demokrasi semacam itu memang menghendaki adanya pemusatan kekuasaan di tangan presiden. Soekarno sebagai pemimpin tertinggi pada era Demokrasi terpimpin menyatakan bahwa Demokrasi liberal tidak sesuai dengan kepribadian BI.Hatta dan Syahrir. Karaena beliau tahu pasti kalau pengikut PNI sesungguhnya sudah ditangannya. untuk sementara waktu soekarno keluar dari PNIdahulu. di akui adanya piagam Jakarta tertanggal 22 juni 1945 sebagai dokumen historis. sementara UUD 1945 memungkinkan perwujudan hal itu. pelaksanaan Demokrasi Terpimpin akan lebih terjamin.Nasionalis dan Lokal. membutuhkan PKI kasrena merasa terancam akan Kudeta yang di lakukan Militer padawaktu itu atau AD pada khususnya sebagai kekuatan potensial yang sewaktu-waktu dapat merong-rong Soekarno dari tampuk pimpinan. disamping akan mampu mengembalikan seluruh ptensi nasional´ termasuk golongan Islam´. Sebab menurut Yusril. Sedangkan apabila kita lanjutkan analisisnya. yang berjudul ³ Putusan Dewan Mentri mengenai pelaksanaan Demokrasi Terpimpin dalam rangka kembali ke UUD 1945´. Nasution ini disampaikan kesidang Dewan Nasional dan dewan berpendapat bahwa gagasan Demokrasi terpimpin dapat terlaksana jika dikembalikan kepada UUD 1945. Dengan kembali ke UUD 1945.Dalam teorinya dapat kita baca bahwa: soekarno. antara PKI dan AD yang sering berbeda pendapat sewaktu-waktu dapat di adu kekuatannya dan soekarno jadi wasitnya. Guna´ di putuskan kepada penyelesayan keamanan dan pembangunan di seluruh bidang. Demokrasi Terpimpin Ditinjau dari Demokrasi Moderen. beliau tidak memberikan komentar apa-apa terhadap usulan Dewan Nasional sehingga perdana mentri Juanda padawaktu itu mengira bahwa NU setuju dengan gagasan itu. aktif berkampanye tentang perlunya kembali ke undang-undang 1945.H. M. dalam lembaga perwakilan rakyat dinyatakan sebagai tidak efektif dan kemudian Soekarno memperkenalkan dengan apa yang di sebut dengan´Musyawarah untuk mufakat´ 19 .H. Dalam hubungannya dengan PNI. yaitu yang pernah sekolah di luar negeri seperti Drs. prosedur pemungutan suara. Dan di samping itu menurut Afan ghafar soekarno memiliki agenda sendiri.walaupun gagasannya tidak 100% persis barat karena di sana sini berhubungan juga dengan islam. jika menunggu konstituante menyelesaikan tugasnya memnyusun Undang-Undang yang baru belum tentu isinya sama dengan gagasan demokrasi terpimpin tadi. Dan gabungan ide Soekarno dan A. nilai-nilai dan semangat demiukian menurut A. yang merupakan partai binaannya sejak awal. Keputusan Dewan Mentri tersebut disampaikan perdana mentri Juanda. Nasution akan tetap terpelihara jika negara kembali kepada UUD dan dan proklamasi. maka otomatis kekuatan yang lain dari PNI partainya yang disebutkan diatas menggabungkan diri dengan PKI walaupun ada juga yang tidak bergabung.´ C. Sementara itu menurut keterangan yusril Ihza Mahendra. Namun pada akhirnya gabungan kedua partai tersebut terbentuk menjadi masa yang besar dan siap untuk di mobilisasi. kepada sidang paripurna DPR.) sebaliknya. Dalam sidang kabinet tesebut di hadiri oleh Idcham Chalid seorang tokoh NU. ketika soekarno telah mendapatkan PKI sebagai kekuatan besar. tambahnya .

ataukah kita siap bercerai berai dari kesatuan Negara Republik Indonesia yang artinya kita semakin lemah?. selalu memakai pakaian lengkap militer Panglima Tertinggi Jendral Bintang Lima dengan segala atribut kebesarannya. bahwa ada satu golongan kekuatan dalam peta politik di Indonesia yang tidak pernah terpikirkan menjadi suatu kekuatan penting dalam peta perpolitikan Indonesia yaitu kaum militer. Apakah dengan punya ide Nasakom tersebut bisa dikatakan bahwa Bung Karno adalah seorang Marxis yang lebih dekat dengan golongan komunis pada saat itu? Setiap orang boleh punya persepsi dan pendapatnya sendiri untuk hal ini. yang pada hari ini semua serba mudah dan terkesan di mudahkan dan hampir kebablasan. santri adalah kaum Agamis.Konsep Nasakom Dalam Demokrasi Terpimpin. dan abangan. Realitas sejarah memang berkata lain setelah terjadi peristiwa 30 September 1965 yang sampai sekarang masih menyimpan misteri dan banyak versi diceritakan dari berbagai pihak bagaimana kejadiannya sampai terjadi pembunuhan para Jendral dan PKI dituduh yang telah melakukan semua ini dan tentara melakukan pembalasan dengan menumpas PKI sampai dengan akar-akarnya. Barangkali juga ide Bung Karno tentang Nasakom berkaitan dengan pendapat Clifford Geertz yang dalam bukunya The Religion of Java yang membagi masyarakat Jawa dalam tiga varian: priyayi. serta merta ide Nasakom musnah dan aneh bin ajaib kekuatan kaum komunis serta merta digantikan oleh satu kekuatan politik baru di Indonesia yaitu kaum militer. Mereka selalu mengatakan bahwa militer berdiri dibelakang semua golongan. Walaupun tidak bisa dipungkiri memang Bung Karno pada periode 1959-1965 sangat terlihat lebih condong memberi angin kepada golongan komunis. Tiga-tiganya merupakan kekuatan yang diharapkan tetap bersatu untuk menyelesaikan masalah bangsa secara bersamasama. yang ide Nasakom semata-mata dicetuskan melihat realitas masyarakat pada saat itu demi persatuan. Tapi yamg nyata Bung Karno adalah seorang Nasionalis. dan golongan yang berideologi komunis. Bung Karno sampai dengan akhir hayatnya tetap bertahan terhadap ide Nasakom yang mengatakan bahwa kekuatan politik di Indonesia pada saat itu terdiri dari tiga golongan ideologi besar yaitu: golongan yang berideologi nasionalis. kaum militer tidak pernah mengakui bahwa mereka adalah satu kekuatan politik yang telah mendominasi Indonesia selama 32 tahun.Banyaknya partai politik oleh bung karno adalah penyebab tidak adanya pencapayan hasil dan sulit dicapai kataq sepakat karena terlalubanyak berdebat atau bersitegang urat leher. dan abangan adalah kaum Komunis. Dimana ketika kita dihadapkan kepada dua pilihan yakni: apakah kita mau di gembleng untuk sementara waktu demi sejarah yang mengoyak ngoyak bangsa selama-beberapa lamanya. D. santri. Yang bisa diterjemahkan priyayi adalah kaum Nasionalis. Suatu realitas yang mungkin Bung Karno tidak pernah menyangka ataupun mimpipun mungkin tidak. golongan yang berideologi dengan latar belakang agama. Walaupun dengan segala dalih.Memang Demokrasi Terpimpin agak terasa asing Namun apa yang terjadi dimasalalu karena kehendak waktu dan peristiwa menginginkan demikian pada hari-hari itu. Dari kacamata demokrasi moderen Kita menyaksikan semuanya di rubah. Bung Karno walaupun bukan orang militer.semua berubah. kata beberapa analis ini adalah salah satu diplomasi model Bung Karno untuk meredam ambisi dan kekuatan militer untuk berkuasa Setelah terjadi peristiwa 30 September 1965.dan semua kelihatan berganti dan semua diganti tapi sesungguhnya tidak ada yang berganti dan berubah. Kesimpulannnya bahwa realitas politik di Indonesia semenjak jaman kemerdekaan sampai 20 . Indonesia menginginkan suatu kolaborasi total semua anasir bangsa dari semua golongan ideologi yang ada termasuk golongan komunis untuk beramasama bahu membahu membangun Indonesia.

Masing-masing kekuatan politik pernah mengalami jaman keemasan dan juga pernah terhempas dalam kancah politik di Indonesia. apabila memang golongan agamis bisa menunjuknan dirinya sebagai partai yang bersih.dengan saat ini pernah ada empat golongan kekuatan politik: kaum nasionalis. Soekarno memperkuat tangan Angkatan Bersenjata dengan mengangkat para jendral militer ke posisiposisi yang penting. Soekarno juga membubarkan Konstituante yang ditugasi untuk menyusun Undang-Undang Dasar yang baru. PKI menyambut ³Demokrasi Terpimpin´ Sukarno dengan hangat dan anggapan bahwa PKI mempunyai mandat untuk persekutuan Konsepsi yaitu antara nasionalisme. agama (Islam) dan komunisme yang dinamakan NASAKOM. Di tahun 1962. dan golongan militer hanya golongan agamis yang belum pernah menonjol dalam menjalankan pemerintahan eksekutif. dan sebaliknya menyatakan diberlakukannya kembali Undang-Undang Dasar 1945. Salam: Soekarno 21 . kaum agamis. mencerdaskan kehidupan bangsa. dan kaum militer (dan motor politik pendukungnya). Pada bulan 5 Juli 1959 parlemen dibubarkan dan Presiden Sukarno menetapkan konstitusi di bawah dekrit presiden. Setelah Bung Karno membuat dekrit pada tanggal 1 Juli 1959 untuk kembali ke UUD ¶45. golongan komunis. maka kekuasaan mutlak ada di tangan Bung Karno yang lebih memberikan angin pada kaum komunis untuk mendominasi kancah politik di Indonesia (atau terbawa oleh strategi kaum komunis) pada periode 1959 s/d 1965 KESIMPULAN Demokrasi terpimpin adalah sebuah demokrasi yang sempat ada di Indonesia. NASAKOM telah menjadi NASA yang pada waktu antaranya kom-nya telah musnah dan pernah digantikan kaum militer. mereka juga mendukung penekanan terhadap perlawanan penduduk adat. perebutan Irian Barat secara militer oleh Indonesia mendapat dukungan penuh dari kepemimpinan PKI. makmur dan sejahtera. Mungkin momentumnya telah tiba. Mungkin partai dengan haluan agamis akan menjadi pilihan alternatif dikarenakan partai-partai besar yang ada saat ini telah gagal mengantarkan Indonesia menjadi negara yang seperti diamanatkan pada pembukaan UUD ¶45: suatu pemerintah negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum. perdamaian abadi dan keadilan sosial. dengan semboyan ³Kembali ke UUD¶ 45 . Memang dari empat golongan ideologi yang pernah ada di Indonesia: golongan nasionalis. dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. . kaum komunis. golongan agamis. Dalam realitasnya setiap golongan kekuatan politik yang pernah mendominasi kekuasaan dan menjalankan pemerintahan Republik Indonesia belum ada yang mampu mengantarkan Indonesia menuju cita-cita bangsa untuk menjadi negara yang adil. tidak terkontaminasi penyakit korupsi (masalah utama bangsa kita). yang seluruh keputusan serta pemikiran berpusat pada pemimpinnya . Pada awal kemerdekaan kaum nasionalis dengan motor politiknya PNI (Partai Nasional Indonesia) pernah memegang dominasi pemerintahan sampai pada sekitar tahun 1959.