Kata penggabung (konjungsi) adalah kata tugas yang menghubungkan kata, frase, klausa, kalimat, atau paragraf.

Konjungsi dibagi ke dalam tiga jenis, yaitu konjungsi koordinatif/setara, konjungsi subordinatif/bertingkat, dan konjungsi korelatif. Akan tetapi, berdasarkan tataran bagian yang dihubungkan, kita membedakan lima jenis konjungsi, yaitu konjungsi antarkata, antarfrase, antarklausa, antarkalimat, dan antarparagraf. a. Konjungsi koordinatif

Konjungsi koordinatif adalah konjungsi yang menggabungkan dua klausa yang memiliki kedudukan yang setara. Contohnya adalah : a. b. c. dan, menandai hubungan penambahan; atau, menandai hubungan pemilihan; tetapi, menandai hubungan perlawanan.

Penggunaan ketiga jenis konjungsi di atas dapat menghasilkan kalimat majemuk setara.

b.

Konjungsi subordinatif

Konjungsi subordinatif adalah konjungsi yang menggabungkan dua klausa atau lebih yang memiliki hubungan bertingkat. Penggunaan konjungsi subordinatif menghasilkan kalimat majemuk bertingkat. Berikut adalah jenis-jenis konjungsi subordinatif : Jenis 1. Hubungan waktu Contoh sesudah, setelah, sebelum, sehabis, sejak, selesai, ketika, tatkala, sementara, sambil, seraya, selagi, selama, sehingga, sampai 2. Hubungan syarat jika, kalau, jikalau, asal(kan), bila, manakala 3. Hubungan pengandaian andaikan,umpamanya, seandainya, sekiranya 4. Hubungan tujuan agar, biar, supaya 5. Hubungan konsesif biarpun, meskipun, sekalipun, walau(pun),sungguhpun, kendati(pun) 6. Hubungan pemiripan seakan-akan,seolah-olah, sebagaimana, seperti, sebagai, laksana 7. Hubungan penyebaban sebab, karena, oleh karena 8. Hubungan pengakibatan (se)hingga, sampai(-sampai), maka(-nya) 9. Hubungan penjelasan bahwa 10. Hubungan cara dengan 11. Hubungan atributif yang 12. Hubungan sangkalan seakan-akan, seolah-olah c. Konjungsi korelatif

demikian (rupa) «. jangankan «. d. bahkan kami menyempatkan untuk bermandimandi di sungai itu. menyatakan kesediaan untuk melakukan sesuatu yang berbeda atau pun bertentangan dengan yang dinyatakan pada kalimat sebelumnya. Berikut adalah contoh konjungsi antarkalimat. Karena itu. sehingga «. Baik disertai ayah. Biarpun begitu. Pemakaian Kita tidak hanya harus setuju. sesudah itu. tetapi juga kita harus patuh.Konjungsi korelatif adalah konjungsi yang menghubungkan dua kata. frase. Contoh 1. 6. setelah itu. bahkan «. menyatakan kelanjutan dari peristiwa atau keadaan pada kalimat sebelumnya. melainkan ibu. Tidak hanya cuci muka. bukannya «. adik tetap tidak mau pergi. kami akan jalan terus. dia tetap mengusulkan gagasan itu. kemudian. maupun «. tetapi juga «. makin «. Entah disetujui entah tidak. 2. pohon itu makin rimbun. Apa(kah) Anda setuju atau tidak. atau klausa. 8. selanjutnya Contohnya : Mereka berbelanja ke Glodok. melainkan «. dan hubungan kedua unsur itu memiliki derajat yang sama. baik «. orang tuanya pun tidak dihormati. walaupun demikian/begitu Contohnya : Kami tidak sependapat dengan dia. Kalimat korelatif umumnya berupa kalimat majemuk. Ti dak hanya «. . Konjungsi antarkalimat Konjungsi antarkalimat menghubungkan satu kalimat dengan kalimat yang lain. konjungsi macam itu selalu memulai suatu kalimat yang baru dan tentu saja huruf pertamanya ditulis dengan huruf kapital. 4. sehingga sangat sukar untuk dipotret. makin «. kami tidak akan menghalanginya 2). 7. è meskipun demikian/begitu. entah « entah «. 3. 1). apa(kah) « atau «. è biarpun demikian/begitu. Mobil itu larinya demikian cepatnya. pun «. Sesudah itu. Makin besar. sekalipun demikian/begitu. maupun disertai ibu. Jangankan orang lain. Bukannya bibi yang menanak nasi. 9. mereka pergi ke rumah saudaranya di Ancol. tidak hanya «. 5. Penggunaan konjungsi korelatif menghasilkan kalimat korelatif.

namun Contohnya : Keadaan memang sudah mulai aman. Selain itu. selain itu Contohnya : Pak Hasyim terkena penyakit kencing manis. dia pun akan menunaikan ibadah haji 9) menyatakan konsekuensi. 5) menyatakan keadaan yang sebenarnya. è kecuali itu Contohnya : Alam akan studi di Timur Tengah. è sebaliknya Contohnya : Penjahat itu tidak mengindahkan tembakan peringatan. Akan tetapi. dia sudah mulai menanganinya. atau keadaan lain di luar dari yang telah dinyatakan sebelumnya. kita harus tetap waspada. 7) menyatakan keadaan pertentangan dengan keadaan sebelumnya. lagi pula. è sesungguhnya. Sebaliknya. bahwasanya Contohnya : Masalah yang dihadapinya memang gawat. Kecuali itu. bahkan Contohnya : Pak Amir sudah tahu soal itu. 6) menguatkan keadaan yang dinyatakan sebelumnya. Bahkan. 8) menyatakan keekslusifan dari hal yang dinyatakan sebelumnya. è (akan) tetapi. dia juga mengidap tekanan darah tinggi. masalah itu sudah diramalkan sebelumnya. penegasan è malah(an). è tambahan pula. Sesungguhnya.3) menyatakan adanya hal. 4) mengacu ke kebalikan dari yang dinyatakan sebelumnya. peristiwa. è dengan demikian Contohnya : . dia melawan polisi dengan belati.

bermula dari cerita Pak Kisah yang pernah menjadi pembantu raja dan turut menanam harta tersebut beberapa puluh tahun yang lalu. c) Mengenai keinginan pemuda itu mempersunting anak gadis pak Lurah semua orang telah maklum. Oleh karena itu. dia sudah layak untuk mendapat peringatan dari sekolah. 11) menyatakan kejadian yang mendahului hal yang dinyatakan sebelumnya. a) Adapun terbongkarnya rahasia bahwa di bawah pohon itu tersimpan harta karun. mengangguk dan tersenyum kepada para penonton.Dia sudah tiga hari tidak sekolah. Berikut adalah contoh-contoh konjungsi yang lazim digunakan dalam hubungan antarparagraf. penggunaan konjungsi tersebut tidak dapat dipaksapaksakan. Hubungan antarparagraf dapat dipererat dengan menggunakan kata penghubung (konjungsi). Penggunaannya harus berdasarkan makna yang terkandung pada paragraf sebelumnya. . Yang menjadi masalah ialah apakah Pak Lurah menerimanya menjadi menantu atau tidak. oleh sebab itu Contohnya : Sudah tiga hari Risa tidak masuk sekolah. Konjungsi antarparagraf Kepaduan antarparagraf dapat dilihat dari pemakaian kata yang menghubungkan paragrafparagraf itu. b) Akan hal lamarannya menjadi salah seorang guru di Sekolah Dasar Inpres Raya ini telah kami bicarakan dalam rapat guru minggu yang lalu. dia mendapat surat peringatan dari sekolah. è sebelum itu Contohnya : Kak Baharsyah mengawali sambutannya dengan ucapan salam. Paragraf yang satu dengan yang lainnya digabungkan dengan menggunakan konjungsi antarparagraf. Dalam waktu dekat kita akan mengetahui hasilnya: diterima atau ditolak. Mereka sangsi upaya dan usaha saya berhasil. Namun demikian. Sebelum itu. d) Dalam pada itu para pemuda desa ini menertawakan saya karena saya ingin beternak lebah dan menanam jamur. 10) menyatakan akibat. e. Dengan demikian. è oleh karena itu.

f) Arkian baginda raja yang arif bijaksana itu mempunyai tujuh orang puteri yang cantik jelita yang tidak ada bandingannya di kerajaan itu. sebaliknya. Begitulah ceritanya asal mula nama desa itu menjadi Desa Kalenglengen. di samping itu. 3) Konjungsi yang menyatakan perbandingan. dan untuk itulah. Misalnya: sebagaimana dan sama halnya. Setelah itu orang menamai daerah itu `kelenglengen`. g) Syahdan maka pada suatu hari datanglah seorang lelaki tua yang bungkuk dan sangat mengerikan ke istana raja dan mengemukakan niat untuk melamar puteri raja menjadi istrinya. demikian juga. 7) 8) Konjungsi yang menyatakan waktu. Misalnya: ringkasnya. yang bermakna `tenggelam` atau `terbenam`. secara singkat. Misalnya: untuk maksud itu. jadi. Misalnya: sementara itu dan kemudian. Jenis-jenis konjungsi lainnya yang sering digunakan dalam hubungan antarparagraf adalah sebagai berikut. 1) Konjungsi yang menyatakan tambahan pada sesuatu yang telah disebutkan sebelumnya. 6) Konjungsi yang menyatakan intensifikasi. kedua. 4) Konjungsi yang menyatakan akibat atau hasil. tambahan lagi. Misalnya: oleh karena itu. h) Sebermula pada zaman dahulu itu datanglah malapetaka yang dahsyat memusnahkan daerah ini dengan air bah yang ganas. Misalnya: begitu pula. untuk mencapai hal itu. dan pada intinya. dan akibatnya. Konjungsi yang menyatakan tempat. dan namun. Misalnya: bagaimanapun juga. Misalnya: di sinilah dan berdampingan dengan. 2) Konjungsi yang menyatakan pertentangan dengan sesuatu yang telah disebutkan sebelumnya. dan akhirnya. 5) Konjungsi yang menyatakan tujuan. .e) Alkisah maka pada masa dulu memerintahlah seorang raja yang arif bijaksana di daerah ini.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful