Sebenarnya kalau kita mau membuka kenbali Al-Quran dan berbagai kitab suci lainnya, tampak jelas bahwa

bencana alam dan krisis lingkungan hidup adalah akibat dari ulah manusia. Kerusakan lingkungan telah lama disinyalir dalam Al-Quran. Dalam sebuah ayat Allah berfirman,”Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali ke jalan yang benar” (QS Ar-Rum[30]:41). Ayat ini secara eksplisit menegaskan bahwa kerusakan di muka bumi disebabkan ulah tangan manusia. Bencana yang datang silih berganti mengiringi kerusakan alam yang semakin parah ini bukan salah siapapun, bukan fenomena alam, melainkan salah manusia sendiri yang tidak bijak mengelolanya (seperti apa yang menjadi pemandangan kita setiap hari di televisi). Terjadinya kerusakan merupakan akibat dari dosa dan pelanggaran yang dilakukan oleh manusia sehingga mengakibatkan gangguan keseimbangan di darat dan di laut. Sebaliknya, ketiadaan keseimbangan itu, mengakibatkan siksaan kepada manusia. Semakin banyak perusakan terhadap lingkungan, semakin besar pula dampak buruknya terhadap manusia, termasuk akan berdampak kepada manusia yang tidak berdosa disekitarnya. Semakin banyak dan beraneka ragam dosa manusia (termasuk illegal loging, illegal mining, korupsi, dll), semakin parah pula kerusakan lingkungan dan bencana alam. Bila terjadi gangguan pada keharmonisan dan keseimbangan alam, maka kerusakan terjadi (kecil atau besar), pasti berdampak pada seluruh bagian alam, termasuk manusia, baik yang merusak maupun yang merestui kerusakan itu. Al-Quran ketika membahas alam atau berbicara masalah lingkungan, menggunakan beberapa term, yaitu al-‘alamin (seluruh spesies atau makhluk) disebut sebanyak 71 kali, al-sama’ (ruang dan waktu) disebut sebanyak 387 kali (210 bentuk jamak dan 177 bentuk tunggal), al-ardl (bumi) disebut sebanyak 463 kali, dan al-bi’ah (lingkungan) disebut sebanyak 15 kali. Kata al-bi’ah yang bermakna lingkungan terdapat dalam QS [3]:21, QS [7]:74, QS [10]:93, QS [12]:56, QS [16]:41, dan QS [29]:58. Penggunaan Al-Quran dalam ayat-ayat ini berkonotasi pada lingkungan ruang kehidupan khususnya bagi spesies manusia. Jadi, saat berbicara masalah alam yang dimaksud AlQuran bukan hanya lingkungan hidup manusia, melainkan alam seluruh spesies (makhluk) baik yang ada di bumi maupun di ruang angkasa, bahkan yang ada di luar angkasa. Menurut Islam (Al-Quran) alam bukan hanya benda yang tidak berarti apa-apa selain dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Alam dalam pandangan Islam (Al-Quran) adalah tanda (ayat) “keberadaan” Allah. Alam memberikan jalan bagi manusia untuk mengetahui keberadaan-Nya. Allah berfirman,”Dan di bumi itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang yakin,”(QS Adz-Dzariyat [51]:20). Dalam Al-Quran banyak ditemukan ketika berbicara tentang alam dilanjutkan dengan anjuran untuk berfikir memahami, mengingat, bersyukur, dan bertafakkur. Semua ini akan mengantarkan manusia kepada sesuatu yang Maha Mutlak yang menciptakan alam dengan keharmonisan hokum-hukum yang mengaturnya. Alam adalah tanda-tanda (ayat) Allah, dalam artian bahwa alam mengabarkan akan keberadaan Allah sebagai pencipta alam. Alam adalah manifestasi dari seluruh nama-nama dan sifat-sifat Allah. Misalnya, tumbuh-tumbuhan merefleksikan sifat-sifat Ilahi berupa pengetahuan karena tumbuh-tumbuhan “tahu” bagaimana menemukan makanan dan cahaya, buah-buahan memanifestasikan anugerah dan karunia Allah, dan hewan mencerminkan empat sifat Ilahi; kehidupan, pengetahuan, keinginan, dan kekuasaan. Karena alam adalah lokus manifestasi dari seluruh nama-nama dan sifat-sifat Ilahi, maka merusak alam berarti merusak “wajah” atau tanda (ayat) Tuhan di muka bumi. Manusia, terutama umat Islam, harus memperlakukan dengan baik karena ia adalah tangga untuk merenungi kemahakuasaan Allah. Renungan akan keindahan dan keharmonisan alam akan mengantarkan kaum Muslim menjadi orangorang bertaqwa. Dalam Al-Quran, Allah menyatakan bahwa alam diciptakan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Allah berfirman,”Dan Dia menundukkan untukmu apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi semuanya, (sebagai rahmat) daripada-Nya. Sesungguhnya pada demikian itu benar-benar terdapat

QS Al-A’raf [7]:31 dan QS Al-Isra [17]:27).97 juta hektar atau 7 persen dari luas total Pulau Jawa. Manusia harus mengiringi alam bertasbih memuji Allah.tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berfikir.5 juta hektar setiap tahun dan diperkirakan sekitar 20 juta hutan produksi yang tersisa. luas hutan yang rusak dan tidak dapat . Mengelola alam harus diiringi dengan usaha-usaha untuk melestarikannya. Setiap perusakan lingkungan haruslah dilihat sebagai perusakan terhadap diri sendiri.62 juta hektar berada dalam kawasan hutan. Menurut data Departemen Kehutanan tahun 2006. luas tutupan hutan Indonesia mengalami penurunan sekitar 40% dari total tutupan hutan di seluruh Indonesia. Dalam Islam (Al-Quran). Manfaatkan alam dengan cara yang baik (bijak) dan manusia bertanggungjawab dalam melindungi alam dan lingkungannya serta larangan merusaknya. Berdasarkan hasil analisis FWI dan GFW dalam kurun waktu 50 tahun. Hutan Ku Yang Semakin Sempit Di Indonesia berdasarkan hasil penafsiran citra landsat tahun 2000 terdapat 101. lemahnya penegakan hukum. namun ada aturan mainnya.3 miliar meter kubik setiap tahunnya. diantaranya seluas 59.73 juta hektar hutan dan lahan rusak. Penebangan liar berkaitan dengan meningkatnya kebutuhan kayu di pasar internasional. Sekali lagi. Islam membolehkan Pengelolaan bumi dan pemanfaatannya dengan syarat kelestarian dan keberlangsungannya. hutan alam di Jawa diperkirakan masih sekitar 9 juta hektar. Tuntunan moral Islam dalam mengelola alam adalah larangan serakah dan menyia-nyiakannya (baca.”(QS Al-Jatsiyah [45}:13). antara lain memelihara kelestarian alam dan mengarahkannya kea rah yang lebih baik (islah). Pada akhir tahun 1980-an. Banyaknya ayat Al-Quran yang membicarakan larangan merusak bumi. serta banyak penjelasan tentang lingkungan ini melalui hadist-hadist Nabi Muhammad Saw. tutupan hutan alam di Jawa hanya tinggal 0. Pulau Jawa sejak tahun 1995 telah mengalami defisit air sebanyak 32. dan bukannya melakukan perusakan di muka bumi (fasad fi al-ardl). Islam tidak melarang memanfaatkan alam. kerusakan hutan (deforestasi) di Indonesia akibat dari sistem politik dan ekonomi yang menganggap sumber daya hutan sebagai sumber pendapatan dan bisa dieksploitasi untuk kepentingan politik serta keuntungan pribadi. Dan sebagian besar. mengindikasikan kewajiban umat Islam untuk memelihara kelestarian dan keasrian bumi. jangan sampai merusak habitat alam. Ini menunjukkan bahwa kelestarian dan kerusakan alam berada di tangan manusia. Saat ini. dan pemutihan kayu yang terjadi di luar kawasan tebangan. salah satu kewajiban atau tugasnya adalah membuat bumi makmur. konsumsi lokal. Pada abad ke-16 sampai pertengahan abad ke-18. Manusia sebagai khalifah (wakil atau pengganti) Allah. besarnya kapasitas terpasang industri kayu dalam negeri. Data yang dikeluarkan Bank Dunia menunjukkan bahwa sejak tahun 1985-1997 Indonesia telah kehilangan hutan sekitar 1. Ayat inilah yang menjadi landasan teologis pembenaran Pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya alam untuk memenuhi kebutuhan manusia. penutupan lahan di pulau Jawa masih tinggal 4 %. hak mengelola alam tidak dapat dipisahkan dari kewajiban untuk memelihara kelestariannya (sinergi keduanya).

hutan merupakan tempat tinggal. 2004). tempat mencari makan.4 milyar setiap tahun.35 juta hektar kawasan hutan di Indonesia. diantaranya berupa pendapatan negara kurang lebih US$1. hutan biasa menjadi sahabat bagi kita tetapi setelah hutan banyak .karena hidup mereka sangat tergantung dengan hutan. misalnya bagi yang hidup di daerah pelosok –pelosok sana mereka hanya hidup tergantung dengan hutan. sehingga banyak nya wabah penyakit yang terjangkit disekitar kita. berkembang biak. hutan di Sulawesi diperkirakan akan hilang tahun 2010.org Penebangan hutan Indonesia yang tidak terkendali selama puluhan tahun dan menyebabkan terjadinya penyusutan hutan tropis secara besar-besaran. Praktek pembalakan liar dan eksploitasi hutan yang tidak mengindahkan kelestarian. mengakibatkan kehancuran sumber daya hutan yang tidak ternilai harganya. Bila keadaan seperti ini dipertahankan. Source : http://id. kehancuran kehidupan masyarakat dan kehilangan kayu senilai US$ 5 milyar. Sebelum hutan habis ditebang.83 juta hektar per tahun.6 juta hektar per tahun. Penelitian Greenpeace mencatat tingkat kerusakan hutan di Indonesia mencapai angka 3.berfungsi optimal telah mencapai 59. dengan laju deforestasi dalam lima tahun terakhir mencapai 2. Hutan merupakan paru-paru dunia yang fungsinya sangat banyak sekali manfaatnya bagi mahkluk hidup di dunia ini. erosi dan juga dapat mencegah terjadinya banjir. Kerugian tersebut belum menghitung hilangnya nilai keanekaragaman hayati serta jasa-jasa lingkungan yang dapat dihasilkan dari sumber daya hutan.8 juta hektar pertahun. Menurut analisis World Bank. 2004). Ini menjadikan Indonesia merupakan salah satu tempat dengan tingkat kerusakan hutan tertinggi di dunia. Sedangkan data Badan Penelitian Departemen Kehutanan menunjukan angka Rp. dimana Sumatera dan Kalimantan sudah kehilangan hutannya. berinteraksi satu dengan yang lainnya. salah satu nya yang sangat tergantung oleh hutan yaitu kehidupan fauna. 83 milyar perhari sebagai kerugian finansial akibat penebangan liar (Antara. Tidak hanya fauna yang hidupnya tergantung pada hutan seluruh kehidupan yang ada didunia ini hidupnya akan tergantung dengan hutan bagi manusia hutan sangat diperlukan untuk berlangsungnya kehidupan. S 1. maka hutan di Sulawesi dan Papua akan mengalami hal yang sama. tetapi tidak dapat memberikan kita kehidupan yang lebih mengarah ke tingkat kesehatan yang lebih baik. dan lain-lain. Kalau setiap hari hutan ditebang dan diberantas apa jadinya kehidupan fauna disekitar kita. tempat mencari makan. berladang.8 juta hektar per tahun. Kebakaran Hutan Akibat dari itu semua memberi dampak buruk pada kita sendiri dan orang lain yang mana kita tahu hutan dapat menyerap polusi. sedangkan pada periode 1997-2000 menjadi 3. Laju kerusakan hutan periode 1985-1997 tercatat 1.wikipedia.6 juta hektar dari 120. yang sebagian besar disebabkan oleh aktivitas illegal logging atau penebangan liar (Johnston.

Rita. Namun dampak kerusakan tersebut akan dirasakan masyarakat dikemudian hari. hujan asam. Kerusakan lingkungan seharusnya tidak hanya dipandang dari segi kepentingan manusia semata. dan lain-lain. Lingkungan bersih yang tak tercemar (pristine) manjadi barang langka yang sangat sulit bahkan hampir tak mungkin didapatkan. Akibat lanjut dari berlebihnya gas karbon dioksida adalah pemanasan global (global warming) yang diperkirakan akan menimbulkan dampak yang sangat luas seperti perubahan cuaca. aliran sungai. Sebagian ahli juga mengaitkan pemanasan global dengan bencana besar yang melanda negara Amerika Serikat seperti bencana akibat badai (hurricane) Katrina. namun difokuskan pada menurunnya kualitas dan daya dukung bagi hewan.hutan menjadi musuh terbesar bagi kita. termasuk peningkatan konsentrasi gas karbon dioksida (CO2) di udara akibat berkurangnya jumlah tumbuhan yang mampu menyerap gas tersebut. Jawa Timur. perubahan pola penyebaran hewan dan tumbuhan. tidak secara langsung mempengaruhi kehidupan masyarakat banyak. banjir di sekitar pantai. Dahsyatnya putaran angin ke tiga badai tersebut diperkirakan dipicu oleh naiknya suhu air di perairan tersebut akibat pemanasan global. engelolaan Lingkungan Yang Terpadu Menurut Ajaran Islam Thursday. 22 April 2010 22:56 Ditulis Oleh: Agus Sofyan Proses kerusakan lingkungan telah menjadi persoalan global yang tak terpisahkan dari kehidupan manusia dimanapun berada. Tidaklah mengherankan apabila manusia semakin sulit mendapatkan nutrisi yang cukup dari lautan karena makin berkurangnya hasil tangkapan nelayan akibat rusaknya habitat makhluk hidup di lautan tersebut. ataupun mikroba yang dibutuhkan sebagai bahan makanan atau obatan-obatan. Sebagai contoh. dan bencana itu sendiri akan datang atas amukan dari binatang buas yang marah. kerusakan hutan tersebut akan berpengaruh pada perubahan iklim secara lokal maupun global. tumbuhan. dan Wilma diwilayah pesisir selatan Amerika pada bulan September dan Oktober 2005 yang lalu. Hampir semua tempat tidak akan luput dari “masukan” bahan pencemar baik melalui udara (misalnya: asap. Para ahli lingkungan menduga bahwa kerusakan lautan pada saat ini justru lebih cepat dibandingkan kerusakan hutan tropis. misalnya punahnya hewan.ini akan menjadi masalah baru. Selain itu. Beberapa penyebab kerusakan lingkungan dan akibatnya Manusia merupakan agen utama perusak lingkungan. hujan asam. kerusakan hutan tropis akibat penebangan hutan baik secara resmi maupun tak resmi. sekian banyak dari mereka banyak yang hampir punah. maka . tumbuhan. Proses kerusakan tersebut bahkan terus merambah lingkungan yang dianggap tak mungkin tercemari seperti lautan lepas. Tidak juga berlebihan apabila pemanasan global tersebut dihubungkan dengan perubahan pola iklim di Indonesia yang menyebabkan perubahan curah hujan yang menyebabkan banjir besar di beberapa daerah seperti di Jember and Trenggalek.ditebang dimana-mana. ataupun pencemaran suara ataupun bau) maupun daratan (misalnya: transportasi. Dengan bertambahnya populasi manusia. Seperti binatang yang hidup dihutan. dan lain-lain). dan kalau tempat tinggal mereka tidak ada lagi dimana mereka tinggal.m karena hutan akan menjadi sebuah bencana yang tidak dapat kati duga kapan datang. ataupun mikroba yang pada akhirnya mempengaruhi kehidupan manusia. mereka tidak punya tempat tinggal lagi untuk bernaung.

perak dan tembaga juga sangat berbahaya karena dapat mengakibatkan kanker dan menurunkan kemampuan bereproduksi (menghasilkan keturunan). Namun seiring dengan proses pemanenan. Dibutuhkan peralatan yang canggih seperti spektrofotometer serapan atom (SSA) atau lebih dikenal dengan istilah atomic absorbency spectrophotometer (AAS) untuk mendeteksinya. aktivitas manusia juga bertambah cepat dengan diciptakannya teknologi yang mampu mempercepat kerja dan memperbesar hasil. Semua aktivitas di atas (lahan berpindah. sehingga petani harus membuka lahan baru (sistim pertanian berpindah) atau menambah unsur hara melalui pemupukan. Bahan tersebut juga dapat ditransferdari makhluk hidup yang satu ke makhluk hidup yang lainnya melalui makanan atau minuman yang . banyak unsur hara yang terangkat dan mengakibatkan lahan menjadi miskin dan tidak mampu mendukung aktivitas pertanian lagi. Pertambahan kecepatan aktivitas tersebut ternyata sekaligus mempercepat proses kerusakan lingkungan pula. perak (Ag). adanya dampak yang terlihat (akut) tersebut menunjukkan sudah parahnya pencemaran yang terjadi. tetapi juga mengakibatkan masuknya bahan-bahan berbahaya ke dalam lingkungan. Sebagai contoh adalah perubahan siklus unsur hara (nutrient) seperti nitrogen dan fosfor akibat aktivitas pertanian. Merkuri termasuk logam yang paling berbahaya karena dapat merusak sistem syaraf manusia dan juga mematikan. Keberadaan logam-logam berat tersebut di dalam lingkungan. Eutrofikasi merupakan salah satu faktor utama menurunnya hasil tangkapan ikan dan juga faktor utama pendangkalan danau. aktivitas manusia dapat pula merubah struktur rantai makanan. Dampak yang ditimbulkan oleh keberadaan logam-logam berat tersebut mungkin baru dapat dilihat apabila ikan dan hewan-hewan air lain terapung mati di atas sungai. sehingga selalu ada hasil samping yang terbuang. Cadmium. Kerusakan lingkungan semakin bertambah parah dengan munculnya modernisasi dan industrialisasi di segala bidang. Logam berat seperti merkuri (Hg). dan siklus kimia di dalam lingkungan. Industrialisasi tidak hanya berakibat bertambahnya emisi gas penyebab global warming seperti karbon dioksida dan gas-gas lainnya. tembaga (Cu). Penanggulangan pencemaran yang telah berada pada kondisi akut tersebut relatif lebih sulit dibandingkan dengan penanggulangan pencemaran ringan atau tindakan pencegahan pencemaran. Arsenik merupakan salah satu logam berat yang banyak digunakan sebagai racun pembunuh hewan karena daya racunnya yang kuat. Selain bertambah dalam jumlah. dan arsenik (As) adalah termasuk dalam daftar bahan beracun berbahaya (B3) tidak hanya berbahaya bagi lingkungan tetapi juga bagi manusia. Namun. PCB sangat berbahaya karena bahan tersebut mampu menerobos kulit hewan termasuk manusia dan menumpuk di dalam tubuh.perubahan lingkungan yang berimbas kepada kerusakan lingkungan sulit untuk dihindarkan. cadmium (Cd). Pencemaran logam berat dapat diakibatkan oleh pencemaran dari industri pertambangan seperti tambang timah. logam mulia. Hal ini disebabkan karena dinamika proses di alam tunduk pada hukum Thermodinamika yang menyatakan bahwa dalam proses perubahan energi tidaklah 100% effisien. juga menjadi penyebab rusaknya keseimbangan lingkungan dengan terbasminya makhluk hidup bukan sasaran. perubahan struktur rantai makanan yang diakibatkan oleh aktivitas pertanian tersebut memaksa petani untuk menggunakan obat pembasmi hama (pestisida) guna membasmi hama pertanian mereka. Selain itu. Salah satu akibat dari pemupukan yang berlebihan adalah eutrofikasi atau pengayaan unsur hara di danau. lahan yang digunakan masih mengandung cukup unsur hara bagi tanaman pertanian yang ditanam. dan proses-proses lain yang menggunakan logam sebagai bahan dasar. Penggunaan pestisida yang berlebihan. relatif sulit dideteksi dengan peralatan biasa. misalnya lingkungan perairan. Pada awalnya. penggunaaan pupuk dan pestisida) pada akhirnya merusak lingkungan. Pencemar organik seperti PCB umumnya dihasilkan dari proses-proses pembuatan dan penggunaan bahan-bahan kebutuhan sehari-hari seperti plastik dan bahan-bahan elektronik termasuk industri mobil. aliran energi. terutama di jaringan lemak. Sebagai contoh adalah pencemaran logam berat dan pencemar organik seperti polychlorinatedbiphenyl (PCB). Selain merusak lingkungan.

demam berdarah. Kelompok tersebut diistilahkan sebagai pengganggu fungsi hormon (endocrine disruptors). Selanjutnya. bahkan ketika mereka jelasjelas mengalami bencana tersebut. ajaran Islam secara tegas mengajak manusia memakmurkan bumi dan sekaligus secara tegas melarang manusia membuat kerusakan di bumi. banjir tahunan yang melanda kota Jakarta adalah akibat rusaknya lingkungan di hulu. bahkan meninggal akibat lingkungan yang buruk tersebut mereka masih kurang menyadarinya. Kemungkinan besar masyarakat belum cukup menyadari dampak akibat kerusakan lingkungan. surat 7 ayat 85. Selanjutnya masih banyak lagi ayat-ayat Alqur’an (misalnya: surat 2 ayat 60 dan 205. Ditambah lagi dengan proses pendangkalan muara sungai akibat lumpur dan timbunan sampah menambah parah serta meluasnya daerah banjir dari tahun ke tahun. supaya Allah akan merasakan kepada mereka sebagian (akibat tindakan mereka) agar mereka kembali (ke jalan yang benar)”. dan sekaligus mengajak manusia memelihara lingkungan. Bahan tersebut juga mengalami proses biomagnifikasi. Kerusakan lingkungan dalam pandangan Islam Proses kerusakan lingkungan di darat dan lautan telah disitir dalam Alqur’an surat 30 (Ar-rum) ayat 41:”Telah terjadi (tampak) kerusakan di darat dan di laut karena perbuatan tangan manusia. Bencana tahunan tersebut tampaknya belum mampu juga merubah tabiat dan prilaku masyarakat dalam mengelola lingkungan. aliran. Selain PCB. Bahkan ketika anak-anak mereka sakit kolera. . kerusakan lahan. Akibatnya ketika terjadi hujan. dan beberapa surat lainnya) yang juga menegaskan tentang peranan manusia dalam kerusakan lingkungan. Untuk itu. PCB tersebut juga dapat ditransfer dari ibu ke bayi melalui tali pusat (placenta) atau melalui air susu ibu. ayat-ayat tersebut kurang mendapat perhatian baik dari kalangan ulama maupun masyarakat umum. serta penimbunan sampah disekitar aliran sungai juga menambah besar resiko banjir yang terjadi. Dari beberapa hasil penelitian dilaporkan bahwa endocrine disruptors mampu mengubah jenis kelamin katak dan buaya yang berakibat lanjut pada menurunnya populasi hewan-hewan tersebut.diproduksi dari mahluk hidup misalnya daging dan susu. Pertama. Sebagai contoh. Namun sayangnya. surat 5 ayat 64. Masyarakat tampaknya sudah “beradaptasi” dengan kerusakan tersebut dan terkesan “apatis” untuk merubahnya. tebing. sebagian besar air hujan masuk ke dalam sungai. Dari ayat-ayat tersebut ada dua hal pokok yang menjadi dasar pandangan Islam dalam issu pencemaran lingkungan. dan muara sungai. Dampak negatif dari PCB adalah menurunkan daya reproduksi hewan termasuk manusia dan mengakibatkan berbagai penyakit kronis seperti kanker dan penyakit lain yang berhubungan dengan fungsi hati. misalnya hewan pemakan ikan. Kondisi tersebut bertambah buruk karena PCB juga bersifat persisten yaitu sulit di urai oleh mikroba dan lingkungan sehingga keberadanya akan tersus bertambah karena hampir tidak ada proses yang mampu menguranginya. terdapat kelompok bahan pencemar organik lain yang mampu menurunkan reproduksi dan bahkan mengubah jenis kelamin hewan. Perubahan lingkungan di daerah hulu dari areal hutan ke perumahan (villa) mengakibatkan turunnya daya dukung lingkungan hulu untuk menampung air. Islam memandang manusia sebagai penyebab utama kerusakan dan sekaligus pencegah terjadinya kerusakan tersebut. melarang manusia untuk merusak lingkungan. Hewan pemakan ikan seperti burung elang dapat memiliki koncentrasi PCB ribuan kali dari konsentrasi PCB di tubuh ikan atau milyaran kali dari konsentrasi PCB di dalam air. artinya bertambah besar konsentrasinya pada hewan yang menduduki tingkat lebih tinggi di dalam rantai makanan. PCB diduga menjadi penyebab punahnya beberapa jenis hewan liar. Dibutuhkan pendekatan dan pengelolaan yang terpadu untuk mengatasi masalahmasalah lingkungan tersebut. Bahan-bahan tersebut juga dikhawatirkan dapat mengubah keseimbangan hormon di dalam tubuh manusia yang berdampak pada kelainan fisiologis dan psikologis. Kedua. disentri. Islam menyadari bahwa telah dan akan terjadi kerusakan lingkungan baik di daratan dan lautan yang berakibat pada turunnya kualitas lingkungan tersebut dalam mendukung hajat hidup manusia.

ataupun calon ulama dan pemimpin masyarakat membekali diri dengan pengetahuan yang memadai mengenai pengelolaan lingkungan dan kesehatan. seimbang. Untuk itu sudah sewajarnya apabila ulama. Allah SWT juga menyatakan bahwa manusia adalah ciptaaanNya yang unik dan menjadikannya sebagai khalifah di bumi (surat 6 ayat 165. Hal ini sesuai benar dengan deklarasi PBB mengenai pembangunan berkelanjutan (sustainable development) yang berisi petunjuk dan informasi tentang pemanfaatan dan pengeloaan sumber daya alam bagi pembangunan dan kelanjutan pembangunan itu sendiri. surat 24 ayat 55. surat 38 ayat 26). surat 10 ayat 14. surat 7 ayat 69 dan 129. Kesadaran bahwa alam semesta adalah milik Allah SWT merupakan langkah dasar dalam memahami kedudukan manusia di alam ini. surat 25 ayat 2. muslim mempunyai kewajiban dan peran yang sangat besar dalam pengelolaan lingkungan tersebut. ulama. intelektual muslim diharapkan menjadi contoh yang baik dalam menjaga dan mengelola lingkungan. Allah SWT memberikan hak kepada manusia untuk mengambil manfaat dari bumi dan isinya namun Allah SWT juga memberi kewajiban pada manusia untuk menjaga bumi dan isinya. sosial.Dalam ajaran Islam. Dalam beberapa ayat Alqur’an Allah SWT menjelaskan bahwa Allah SWT menciptakan alam semesta beserta isinya dengan pertimbangan yang matang. Pada masyarakat perkotaan yang umumnya lebih individualistis. dan tokoh masyarakat untuk menanamkan pengetahuan dan kesadaran tersebut kepada masyarakat. yang merusak lingkungan. karena dengan pengetahuan yang dimilikinya seharusnya dia mampu menyelaraskan dan memadukan perintah agama dengan perannya sebagai bagian dari penebar kasih bagi semesta alam. Pendidikan lingkungan Pendidikan lingkungan yang diajarkan secara Islami merupakan sarana penting bagi muslim untuk mengenal dan menyadari lingkungan hidup mereka secara baik dan benar sehingga mampu berperan secara sadar dan aktif dalam pengelolaan dan pembinaan lingkungan. peran ulama dan tokoh masyarakat dalam mensukseskan program pengelolaan lingkungan sangatlah besar. sehingga tidak secara semena-mena menghabiskan sumber daya alam yang tersedia. dan politik) yang tetap mengindahkan ketersediaan sumber daya alam yang memadai bagi generasi mendatang. Hal ini membutuhkan peran pendidik. Pembangunan tersebut sangat memperhatikan daya dukung lingkungan. surat 16 ayat 66 s/d 69. Selanjutnya pembangunan yang berkelanjutan juga memperhatikan aspek sumber daya manusia sebagai pelaku dan penanggung jawab pembangunan tersebut. surat 54 ayat 49. surat 80 ayat 24 s/d 32).Beberapa aspek yang dapat dilakukan oleh Islam dalam pengelolaan lingkungan yang terpadu adalah: 1. Dibutuhkan pengetahuan dan kesadaran yang mendalam bahwa Islam sangat memperhatikan lingkungan dan kesehatan. Pembangunan yang berkelanjutan adalah pembangunan disegala bidang (misalnya ekonomi. Selanjutnya. Pada masyarakat pedesaan yang sebagian besar bersifat primordial. khalifah lebih bersifat sebagai pengelola atau manajer di bumi ini sedangkan Allah SWT adalah pemilik mutlak dari bumi dan segala isinya. Masyarakat pedesaan umumnya pasif dan mencontoh perbuatan yang dilakukan oleh ulama atau pemimpin mereka. pemimpin. Sebagai mayoritas penduduk Indonesia. Hal ini sesuai dengan saran Rasulullah SAW untuk hidup sederhana dan tidak berfoya-foya terhadap harta dan sumber daya yang kita miliki. . Peningkatan mutu sumber daya manusia yang pintar dan bijaksana sangat ditekankan dalam Islam. dan setiap ciptaanNya tersebut mempunyai manfaat dan fungsi (surat 6 ayat 38.

Naskah pidato pengukuhan guru besar.W. zakat tersebut harus dikelola dan dimonitor dengan baik demi kesejahteraan bersama. 25 (4): 10341041.. 1993. Al-Gain. Rivai. Environmental Protection in Islam. zakat. Zakat dan sedekah seharusnya tidak dilakukan hanya untuk terlepas dari kewajiban untuk memenuhinya tetapi seharusnya disadari bahwa zakat dan sedekah tersebut harus memenuhi fungsinya sebagai salah satu sarana kesejahteraan umat manusia.. Tafsir Rahmat. Selain itu. 2006. 4. dengan menyadari hukuman berat yang Allah SWT akan berikan pada mereka apabila melakukan kerusakan. dan pergi haji tanpa melihat fungsi dan manfaat lebih jauh dari ritual tersebut. Bandar Lampung. Shaw. Mutiara. Pemanfaatan dan pengelolaan sumber daya alam tersebut merupakan kewajiban bagi setiap individu muslim. akan menjauhkan mereka dari perbuatan yang merusak tersebut. bacaan: 1. Dengan sifat tersebut. Metal trophic transfer from algae to cladocerans and the relative importance of dietary metal exposure. 3. Sofyan. Zakat dan sedekah diharapkan mampu membuat sipelaku menjadi orang yang pemurah dan sekaligus memberikan perhatian terhadap lingkungan sekitar.R. Jakarta. Bakri. Environmental Toxicology and Chemistry. insya Allah cita-cita sebagai agama yang rahmatan lil alamin dapat terwujud. J. Islam meletakkan pemanfaatan dan pengelolaan lingkungan sebagai bagian integral dari proses ibadah yang dijalankan oleh penganutnya. Misalnya. sederhana. Saudi Arabia. Sebagian besar pemeluk Islam masih menganggap bahwa kewajiban mereka hanyalah yang bersifat ritual ibadah seperti shalat.Penutup Sebagai agama yang rahmatan lil alamin. Untuk itu. shalat selain merupakan sarana berbakti kepada Allah SWT juga dimaksudkan agar mencegah pelaku shalat tersebut dari perbuatan keji dan mungkar termasuk membuat kerusakan dan pencemaran lingkungan. A. Birge. Wallahu’alam Bahan bissawab. 2. Kewajiban setiap muslim dalam menjaga lingkungan yang baik telah termaktub di dalam Alqur’an dan juga diberikan contohnya dalam beberapa hadis nabi.F. 1984. Selain itu sejarah mengenai kisah nabi Ibrahim juga dapat dijadikan pelajaran bagaimana pentingnya sumber daya alam (misalnya air) bagi manusia. 2005. IUCN. *) Penulis adalah dosen di bidang Biologi dan Pemerhati Lingkungan . puasa. O. I. Ibadah puasa diharapkan menjadi sarana bagi pelaku puasa tersebut untuk bersifat sabar. Usaha yang terus menerus masih harus dilakukan guna menyadarkan mereka sehingga pengelolaan lingkungan yang baik dan terpadu menjadi bagian dari hidup mereka. termasuk ganjaran atau hukuman bagi yang tidak mengindahkan kewajiban tersebut. dan tidak berfoya-foya. Selanjutnya pergi haji dapat juga dijadikan sarana untuk mempelajari lingkungan yang mungkin sangat berbeda dengan lingkungan asal pelaku haji tersebut. Merosotnya citra Islam disegala bidang termasuk bidang lingkungan banyak diakibatkan oleh tidak dilaksanakannya kewajiban agama tersebut oleh sebagian besar pemeluknya. Cetakan ke-3. Jeddah. J. Universitas Lampung. Dengan menumbuh semangatkan kesadaran tersebut. diharapkan mereka mampu mengekang diri mereka dari eksploitasi lingkungan yang berlebihan. A.