Sebenarnya kalau kita mau membuka kenbali Al-Quran dan berbagai kitab suci lainnya, tampak jelas bahwa

bencana alam dan krisis lingkungan hidup adalah akibat dari ulah manusia. Kerusakan lingkungan telah lama disinyalir dalam Al-Quran. Dalam sebuah ayat Allah berfirman,”Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali ke jalan yang benar” (QS Ar-Rum[30]:41). Ayat ini secara eksplisit menegaskan bahwa kerusakan di muka bumi disebabkan ulah tangan manusia. Bencana yang datang silih berganti mengiringi kerusakan alam yang semakin parah ini bukan salah siapapun, bukan fenomena alam, melainkan salah manusia sendiri yang tidak bijak mengelolanya (seperti apa yang menjadi pemandangan kita setiap hari di televisi). Terjadinya kerusakan merupakan akibat dari dosa dan pelanggaran yang dilakukan oleh manusia sehingga mengakibatkan gangguan keseimbangan di darat dan di laut. Sebaliknya, ketiadaan keseimbangan itu, mengakibatkan siksaan kepada manusia. Semakin banyak perusakan terhadap lingkungan, semakin besar pula dampak buruknya terhadap manusia, termasuk akan berdampak kepada manusia yang tidak berdosa disekitarnya. Semakin banyak dan beraneka ragam dosa manusia (termasuk illegal loging, illegal mining, korupsi, dll), semakin parah pula kerusakan lingkungan dan bencana alam. Bila terjadi gangguan pada keharmonisan dan keseimbangan alam, maka kerusakan terjadi (kecil atau besar), pasti berdampak pada seluruh bagian alam, termasuk manusia, baik yang merusak maupun yang merestui kerusakan itu. Al-Quran ketika membahas alam atau berbicara masalah lingkungan, menggunakan beberapa term, yaitu al-‘alamin (seluruh spesies atau makhluk) disebut sebanyak 71 kali, al-sama’ (ruang dan waktu) disebut sebanyak 387 kali (210 bentuk jamak dan 177 bentuk tunggal), al-ardl (bumi) disebut sebanyak 463 kali, dan al-bi’ah (lingkungan) disebut sebanyak 15 kali. Kata al-bi’ah yang bermakna lingkungan terdapat dalam QS [3]:21, QS [7]:74, QS [10]:93, QS [12]:56, QS [16]:41, dan QS [29]:58. Penggunaan Al-Quran dalam ayat-ayat ini berkonotasi pada lingkungan ruang kehidupan khususnya bagi spesies manusia. Jadi, saat berbicara masalah alam yang dimaksud AlQuran bukan hanya lingkungan hidup manusia, melainkan alam seluruh spesies (makhluk) baik yang ada di bumi maupun di ruang angkasa, bahkan yang ada di luar angkasa. Menurut Islam (Al-Quran) alam bukan hanya benda yang tidak berarti apa-apa selain dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Alam dalam pandangan Islam (Al-Quran) adalah tanda (ayat) “keberadaan” Allah. Alam memberikan jalan bagi manusia untuk mengetahui keberadaan-Nya. Allah berfirman,”Dan di bumi itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang yakin,”(QS Adz-Dzariyat [51]:20). Dalam Al-Quran banyak ditemukan ketika berbicara tentang alam dilanjutkan dengan anjuran untuk berfikir memahami, mengingat, bersyukur, dan bertafakkur. Semua ini akan mengantarkan manusia kepada sesuatu yang Maha Mutlak yang menciptakan alam dengan keharmonisan hokum-hukum yang mengaturnya. Alam adalah tanda-tanda (ayat) Allah, dalam artian bahwa alam mengabarkan akan keberadaan Allah sebagai pencipta alam. Alam adalah manifestasi dari seluruh nama-nama dan sifat-sifat Allah. Misalnya, tumbuh-tumbuhan merefleksikan sifat-sifat Ilahi berupa pengetahuan karena tumbuh-tumbuhan “tahu” bagaimana menemukan makanan dan cahaya, buah-buahan memanifestasikan anugerah dan karunia Allah, dan hewan mencerminkan empat sifat Ilahi; kehidupan, pengetahuan, keinginan, dan kekuasaan. Karena alam adalah lokus manifestasi dari seluruh nama-nama dan sifat-sifat Ilahi, maka merusak alam berarti merusak “wajah” atau tanda (ayat) Tuhan di muka bumi. Manusia, terutama umat Islam, harus memperlakukan dengan baik karena ia adalah tangga untuk merenungi kemahakuasaan Allah. Renungan akan keindahan dan keharmonisan alam akan mengantarkan kaum Muslim menjadi orangorang bertaqwa. Dalam Al-Quran, Allah menyatakan bahwa alam diciptakan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Allah berfirman,”Dan Dia menundukkan untukmu apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi semuanya, (sebagai rahmat) daripada-Nya. Sesungguhnya pada demikian itu benar-benar terdapat

3 miliar meter kubik setiap tahunnya. Pada abad ke-16 sampai pertengahan abad ke-18. hak mengelola alam tidak dapat dipisahkan dari kewajiban untuk memelihara kelestariannya (sinergi keduanya). namun ada aturan mainnya. hutan alam di Jawa diperkirakan masih sekitar 9 juta hektar. Manfaatkan alam dengan cara yang baik (bijak) dan manusia bertanggungjawab dalam melindungi alam dan lingkungannya serta larangan merusaknya. jangan sampai merusak habitat alam. lemahnya penegakan hukum. Hutan Ku Yang Semakin Sempit Di Indonesia berdasarkan hasil penafsiran citra landsat tahun 2000 terdapat 101. penutupan lahan di pulau Jawa masih tinggal 4 %. Pulau Jawa sejak tahun 1995 telah mengalami defisit air sebanyak 32. QS Al-A’raf [7]:31 dan QS Al-Isra [17]:27). Sekali lagi.62 juta hektar berada dalam kawasan hutan. dan bukannya melakukan perusakan di muka bumi (fasad fi al-ardl).5 juta hektar setiap tahun dan diperkirakan sekitar 20 juta hutan produksi yang tersisa. Tuntunan moral Islam dalam mengelola alam adalah larangan serakah dan menyia-nyiakannya (baca.73 juta hektar hutan dan lahan rusak. Banyaknya ayat Al-Quran yang membicarakan larangan merusak bumi. luas hutan yang rusak dan tidak dapat . besarnya kapasitas terpasang industri kayu dalam negeri.97 juta hektar atau 7 persen dari luas total Pulau Jawa. Dan sebagian besar. serta banyak penjelasan tentang lingkungan ini melalui hadist-hadist Nabi Muhammad Saw. Manusia harus mengiringi alam bertasbih memuji Allah.tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berfikir. mengindikasikan kewajiban umat Islam untuk memelihara kelestarian dan keasrian bumi. Manusia sebagai khalifah (wakil atau pengganti) Allah. Islam tidak melarang memanfaatkan alam. antara lain memelihara kelestarian alam dan mengarahkannya kea rah yang lebih baik (islah). Ini menunjukkan bahwa kelestarian dan kerusakan alam berada di tangan manusia. Islam membolehkan Pengelolaan bumi dan pemanfaatannya dengan syarat kelestarian dan keberlangsungannya. tutupan hutan alam di Jawa hanya tinggal 0. Data yang dikeluarkan Bank Dunia menunjukkan bahwa sejak tahun 1985-1997 Indonesia telah kehilangan hutan sekitar 1. luas tutupan hutan Indonesia mengalami penurunan sekitar 40% dari total tutupan hutan di seluruh Indonesia. Berdasarkan hasil analisis FWI dan GFW dalam kurun waktu 50 tahun. Ayat inilah yang menjadi landasan teologis pembenaran Pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya alam untuk memenuhi kebutuhan manusia. Mengelola alam harus diiringi dengan usaha-usaha untuk melestarikannya. Saat ini. dan pemutihan kayu yang terjadi di luar kawasan tebangan. diantaranya seluas 59. Dalam Islam (Al-Quran).”(QS Al-Jatsiyah [45}:13). Pada akhir tahun 1980-an. Setiap perusakan lingkungan haruslah dilihat sebagai perusakan terhadap diri sendiri. Menurut data Departemen Kehutanan tahun 2006. Penebangan liar berkaitan dengan meningkatnya kebutuhan kayu di pasar internasional. salah satu kewajiban atau tugasnya adalah membuat bumi makmur. kerusakan hutan (deforestasi) di Indonesia akibat dari sistem politik dan ekonomi yang menganggap sumber daya hutan sebagai sumber pendapatan dan bisa dieksploitasi untuk kepentingan politik serta keuntungan pribadi. konsumsi lokal.

Penelitian Greenpeace mencatat tingkat kerusakan hutan di Indonesia mencapai angka 3. dimana Sumatera dan Kalimantan sudah kehilangan hutannya. Bila keadaan seperti ini dipertahankan. dan lain-lain. Sebelum hutan habis ditebang. 2004). berinteraksi satu dengan yang lainnya.6 juta hektar dari 120. Kerugian tersebut belum menghitung hilangnya nilai keanekaragaman hayati serta jasa-jasa lingkungan yang dapat dihasilkan dari sumber daya hutan. hutan di Sulawesi diperkirakan akan hilang tahun 2010. maka hutan di Sulawesi dan Papua akan mengalami hal yang sama. sehingga banyak nya wabah penyakit yang terjangkit disekitar kita. kehancuran kehidupan masyarakat dan kehilangan kayu senilai US$ 5 milyar.wikipedia. Sedangkan data Badan Penelitian Departemen Kehutanan menunjukan angka Rp.org Penebangan hutan Indonesia yang tidak terkendali selama puluhan tahun dan menyebabkan terjadinya penyusutan hutan tropis secara besar-besaran. S 1. salah satu nya yang sangat tergantung oleh hutan yaitu kehidupan fauna. erosi dan juga dapat mencegah terjadinya banjir.8 juta hektar pertahun. berkembang biak. mengakibatkan kehancuran sumber daya hutan yang tidak ternilai harganya.8 juta hektar per tahun. misalnya bagi yang hidup di daerah pelosok –pelosok sana mereka hanya hidup tergantung dengan hutan. Source : http://id. Tidak hanya fauna yang hidupnya tergantung pada hutan seluruh kehidupan yang ada didunia ini hidupnya akan tergantung dengan hutan bagi manusia hutan sangat diperlukan untuk berlangsungnya kehidupan. berladang. 2004).karena hidup mereka sangat tergantung dengan hutan. tempat mencari makan. sedangkan pada periode 1997-2000 menjadi 3. Menurut analisis World Bank. tempat mencari makan. Laju kerusakan hutan periode 1985-1997 tercatat 1. Kalau setiap hari hutan ditebang dan diberantas apa jadinya kehidupan fauna disekitar kita. Praktek pembalakan liar dan eksploitasi hutan yang tidak mengindahkan kelestarian. tetapi tidak dapat memberikan kita kehidupan yang lebih mengarah ke tingkat kesehatan yang lebih baik. Ini menjadikan Indonesia merupakan salah satu tempat dengan tingkat kerusakan hutan tertinggi di dunia. Kebakaran Hutan Akibat dari itu semua memberi dampak buruk pada kita sendiri dan orang lain yang mana kita tahu hutan dapat menyerap polusi. 83 milyar perhari sebagai kerugian finansial akibat penebangan liar (Antara. hutan biasa menjadi sahabat bagi kita tetapi setelah hutan banyak . Hutan merupakan paru-paru dunia yang fungsinya sangat banyak sekali manfaatnya bagi mahkluk hidup di dunia ini. diantaranya berupa pendapatan negara kurang lebih US$1.83 juta hektar per tahun.4 milyar setiap tahun.35 juta hektar kawasan hutan di Indonesia.berfungsi optimal telah mencapai 59. dengan laju deforestasi dalam lima tahun terakhir mencapai 2. yang sebagian besar disebabkan oleh aktivitas illegal logging atau penebangan liar (Johnston.hutan merupakan tempat tinggal.6 juta hektar per tahun.

dan lain-lain. Hampir semua tempat tidak akan luput dari “masukan” bahan pencemar baik melalui udara (misalnya: asap. hujan asam. dan bencana itu sendiri akan datang atas amukan dari binatang buas yang marah. Kerusakan lingkungan seharusnya tidak hanya dipandang dari segi kepentingan manusia semata. Dahsyatnya putaran angin ke tiga badai tersebut diperkirakan dipicu oleh naiknya suhu air di perairan tersebut akibat pemanasan global.ditebang dimana-mana. Selain itu. ataupun mikroba yang dibutuhkan sebagai bahan makanan atau obatan-obatan. misalnya punahnya hewan. Rita. Dengan bertambahnya populasi manusia. tumbuhan.ini akan menjadi masalah baru. ataupun pencemaran suara ataupun bau) maupun daratan (misalnya: transportasi. Seperti binatang yang hidup dihutan. engelolaan Lingkungan Yang Terpadu Menurut Ajaran Islam Thursday. mereka tidak punya tempat tinggal lagi untuk bernaung. Jawa Timur. Proses kerusakan tersebut bahkan terus merambah lingkungan yang dianggap tak mungkin tercemari seperti lautan lepas. namun difokuskan pada menurunnya kualitas dan daya dukung bagi hewan. Tidaklah mengherankan apabila manusia semakin sulit mendapatkan nutrisi yang cukup dari lautan karena makin berkurangnya hasil tangkapan nelayan akibat rusaknya habitat makhluk hidup di lautan tersebut. Sebagai contoh. Tidak juga berlebihan apabila pemanasan global tersebut dihubungkan dengan perubahan pola iklim di Indonesia yang menyebabkan perubahan curah hujan yang menyebabkan banjir besar di beberapa daerah seperti di Jember and Trenggalek. Sebagian ahli juga mengaitkan pemanasan global dengan bencana besar yang melanda negara Amerika Serikat seperti bencana akibat badai (hurricane) Katrina.m karena hutan akan menjadi sebuah bencana yang tidak dapat kati duga kapan datang. ataupun mikroba yang pada akhirnya mempengaruhi kehidupan manusia. banjir di sekitar pantai. termasuk peningkatan konsentrasi gas karbon dioksida (CO2) di udara akibat berkurangnya jumlah tumbuhan yang mampu menyerap gas tersebut.hutan menjadi musuh terbesar bagi kita. Para ahli lingkungan menduga bahwa kerusakan lautan pada saat ini justru lebih cepat dibandingkan kerusakan hutan tropis. dan lain-lain). kerusakan hutan tropis akibat penebangan hutan baik secara resmi maupun tak resmi. sekian banyak dari mereka banyak yang hampir punah. Akibat lanjut dari berlebihnya gas karbon dioksida adalah pemanasan global (global warming) yang diperkirakan akan menimbulkan dampak yang sangat luas seperti perubahan cuaca. dan Wilma diwilayah pesisir selatan Amerika pada bulan September dan Oktober 2005 yang lalu. 22 April 2010 22:56 Ditulis Oleh: Agus Sofyan Proses kerusakan lingkungan telah menjadi persoalan global yang tak terpisahkan dari kehidupan manusia dimanapun berada. dan kalau tempat tinggal mereka tidak ada lagi dimana mereka tinggal. Namun dampak kerusakan tersebut akan dirasakan masyarakat dikemudian hari. tumbuhan. Lingkungan bersih yang tak tercemar (pristine) manjadi barang langka yang sangat sulit bahkan hampir tak mungkin didapatkan. maka . tidak secara langsung mempengaruhi kehidupan masyarakat banyak. hujan asam. aliran sungai. kerusakan hutan tersebut akan berpengaruh pada perubahan iklim secara lokal maupun global. perubahan pola penyebaran hewan dan tumbuhan. Beberapa penyebab kerusakan lingkungan dan akibatnya Manusia merupakan agen utama perusak lingkungan.

Hal ini disebabkan karena dinamika proses di alam tunduk pada hukum Thermodinamika yang menyatakan bahwa dalam proses perubahan energi tidaklah 100% effisien. Penanggulangan pencemaran yang telah berada pada kondisi akut tersebut relatif lebih sulit dibandingkan dengan penanggulangan pencemaran ringan atau tindakan pencegahan pencemaran. dan siklus kimia di dalam lingkungan. aliran energi. logam mulia. Cadmium.perubahan lingkungan yang berimbas kepada kerusakan lingkungan sulit untuk dihindarkan. Sebagai contoh adalah perubahan siklus unsur hara (nutrient) seperti nitrogen dan fosfor akibat aktivitas pertanian. tembaga (Cu). Eutrofikasi merupakan salah satu faktor utama menurunnya hasil tangkapan ikan dan juga faktor utama pendangkalan danau. Dampak yang ditimbulkan oleh keberadaan logam-logam berat tersebut mungkin baru dapat dilihat apabila ikan dan hewan-hewan air lain terapung mati di atas sungai. Namun seiring dengan proses pemanenan. Sebagai contoh adalah pencemaran logam berat dan pencemar organik seperti polychlorinatedbiphenyl (PCB). juga menjadi penyebab rusaknya keseimbangan lingkungan dengan terbasminya makhluk hidup bukan sasaran. aktivitas manusia juga bertambah cepat dengan diciptakannya teknologi yang mampu mempercepat kerja dan memperbesar hasil. cadmium (Cd). Semua aktivitas di atas (lahan berpindah. misalnya lingkungan perairan. adanya dampak yang terlihat (akut) tersebut menunjukkan sudah parahnya pencemaran yang terjadi. Industrialisasi tidak hanya berakibat bertambahnya emisi gas penyebab global warming seperti karbon dioksida dan gas-gas lainnya. sehingga petani harus membuka lahan baru (sistim pertanian berpindah) atau menambah unsur hara melalui pemupukan. Namun. perak (Ag). Salah satu akibat dari pemupukan yang berlebihan adalah eutrofikasi atau pengayaan unsur hara di danau. Logam berat seperti merkuri (Hg). dan proses-proses lain yang menggunakan logam sebagai bahan dasar. banyak unsur hara yang terangkat dan mengakibatkan lahan menjadi miskin dan tidak mampu mendukung aktivitas pertanian lagi. sehingga selalu ada hasil samping yang terbuang. Merkuri termasuk logam yang paling berbahaya karena dapat merusak sistem syaraf manusia dan juga mematikan. Pada awalnya. penggunaaan pupuk dan pestisida) pada akhirnya merusak lingkungan. Bahan tersebut juga dapat ditransferdari makhluk hidup yang satu ke makhluk hidup yang lainnya melalui makanan atau minuman yang . Keberadaan logam-logam berat tersebut di dalam lingkungan. aktivitas manusia dapat pula merubah struktur rantai makanan. PCB sangat berbahaya karena bahan tersebut mampu menerobos kulit hewan termasuk manusia dan menumpuk di dalam tubuh. Selain bertambah dalam jumlah. perak dan tembaga juga sangat berbahaya karena dapat mengakibatkan kanker dan menurunkan kemampuan bereproduksi (menghasilkan keturunan). Pencemar organik seperti PCB umumnya dihasilkan dari proses-proses pembuatan dan penggunaan bahan-bahan kebutuhan sehari-hari seperti plastik dan bahan-bahan elektronik termasuk industri mobil. perubahan struktur rantai makanan yang diakibatkan oleh aktivitas pertanian tersebut memaksa petani untuk menggunakan obat pembasmi hama (pestisida) guna membasmi hama pertanian mereka. Kerusakan lingkungan semakin bertambah parah dengan munculnya modernisasi dan industrialisasi di segala bidang. lahan yang digunakan masih mengandung cukup unsur hara bagi tanaman pertanian yang ditanam. Pertambahan kecepatan aktivitas tersebut ternyata sekaligus mempercepat proses kerusakan lingkungan pula. relatif sulit dideteksi dengan peralatan biasa. Dibutuhkan peralatan yang canggih seperti spektrofotometer serapan atom (SSA) atau lebih dikenal dengan istilah atomic absorbency spectrophotometer (AAS) untuk mendeteksinya. Selain merusak lingkungan. dan arsenik (As) adalah termasuk dalam daftar bahan beracun berbahaya (B3) tidak hanya berbahaya bagi lingkungan tetapi juga bagi manusia. Selain itu. Penggunaan pestisida yang berlebihan. Pencemaran logam berat dapat diakibatkan oleh pencemaran dari industri pertambangan seperti tambang timah. tetapi juga mengakibatkan masuknya bahan-bahan berbahaya ke dalam lingkungan. Arsenik merupakan salah satu logam berat yang banyak digunakan sebagai racun pembunuh hewan karena daya racunnya yang kuat. terutama di jaringan lemak.

ayat-ayat tersebut kurang mendapat perhatian baik dari kalangan ulama maupun masyarakat umum. artinya bertambah besar konsentrasinya pada hewan yang menduduki tingkat lebih tinggi di dalam rantai makanan. kerusakan lahan. Islam menyadari bahwa telah dan akan terjadi kerusakan lingkungan baik di daratan dan lautan yang berakibat pada turunnya kualitas lingkungan tersebut dalam mendukung hajat hidup manusia. Dibutuhkan pendekatan dan pengelolaan yang terpadu untuk mengatasi masalahmasalah lingkungan tersebut. serta penimbunan sampah disekitar aliran sungai juga menambah besar resiko banjir yang terjadi. Bahan-bahan tersebut juga dikhawatirkan dapat mengubah keseimbangan hormon di dalam tubuh manusia yang berdampak pada kelainan fisiologis dan psikologis. Perubahan lingkungan di daerah hulu dari areal hutan ke perumahan (villa) mengakibatkan turunnya daya dukung lingkungan hulu untuk menampung air. Selain PCB. Selanjutnya. dan muara sungai. tebing. misalnya hewan pemakan ikan. disentri. banjir tahunan yang melanda kota Jakarta adalah akibat rusaknya lingkungan di hulu. Hewan pemakan ikan seperti burung elang dapat memiliki koncentrasi PCB ribuan kali dari konsentrasi PCB di tubuh ikan atau milyaran kali dari konsentrasi PCB di dalam air. . Kondisi tersebut bertambah buruk karena PCB juga bersifat persisten yaitu sulit di urai oleh mikroba dan lingkungan sehingga keberadanya akan tersus bertambah karena hampir tidak ada proses yang mampu menguranginya. Kelompok tersebut diistilahkan sebagai pengganggu fungsi hormon (endocrine disruptors). Dari ayat-ayat tersebut ada dua hal pokok yang menjadi dasar pandangan Islam dalam issu pencemaran lingkungan. melarang manusia untuk merusak lingkungan. Kerusakan lingkungan dalam pandangan Islam Proses kerusakan lingkungan di darat dan lautan telah disitir dalam Alqur’an surat 30 (Ar-rum) ayat 41:”Telah terjadi (tampak) kerusakan di darat dan di laut karena perbuatan tangan manusia. sebagian besar air hujan masuk ke dalam sungai. Pertama. aliran. Dari beberapa hasil penelitian dilaporkan bahwa endocrine disruptors mampu mengubah jenis kelamin katak dan buaya yang berakibat lanjut pada menurunnya populasi hewan-hewan tersebut. Akibatnya ketika terjadi hujan. dan beberapa surat lainnya) yang juga menegaskan tentang peranan manusia dalam kerusakan lingkungan.diproduksi dari mahluk hidup misalnya daging dan susu. Untuk itu. Islam memandang manusia sebagai penyebab utama kerusakan dan sekaligus pencegah terjadinya kerusakan tersebut. Masyarakat tampaknya sudah “beradaptasi” dengan kerusakan tersebut dan terkesan “apatis” untuk merubahnya. PCB diduga menjadi penyebab punahnya beberapa jenis hewan liar. ajaran Islam secara tegas mengajak manusia memakmurkan bumi dan sekaligus secara tegas melarang manusia membuat kerusakan di bumi. terdapat kelompok bahan pencemar organik lain yang mampu menurunkan reproduksi dan bahkan mengubah jenis kelamin hewan. Selanjutnya masih banyak lagi ayat-ayat Alqur’an (misalnya: surat 2 ayat 60 dan 205. Dampak negatif dari PCB adalah menurunkan daya reproduksi hewan termasuk manusia dan mengakibatkan berbagai penyakit kronis seperti kanker dan penyakit lain yang berhubungan dengan fungsi hati. Sebagai contoh. dan sekaligus mengajak manusia memelihara lingkungan. supaya Allah akan merasakan kepada mereka sebagian (akibat tindakan mereka) agar mereka kembali (ke jalan yang benar)”. surat 5 ayat 64. Ditambah lagi dengan proses pendangkalan muara sungai akibat lumpur dan timbunan sampah menambah parah serta meluasnya daerah banjir dari tahun ke tahun. Kedua. demam berdarah. bahkan meninggal akibat lingkungan yang buruk tersebut mereka masih kurang menyadarinya. PCB tersebut juga dapat ditransfer dari ibu ke bayi melalui tali pusat (placenta) atau melalui air susu ibu. Kemungkinan besar masyarakat belum cukup menyadari dampak akibat kerusakan lingkungan. Bencana tahunan tersebut tampaknya belum mampu juga merubah tabiat dan prilaku masyarakat dalam mengelola lingkungan. Bahkan ketika anak-anak mereka sakit kolera. Namun sayangnya. bahkan ketika mereka jelasjelas mengalami bencana tersebut. Bahan tersebut juga mengalami proses biomagnifikasi. surat 7 ayat 85.

surat 24 ayat 55. Pembangunan tersebut sangat memperhatikan daya dukung lingkungan. seimbang. Pembangunan yang berkelanjutan adalah pembangunan disegala bidang (misalnya ekonomi. surat 38 ayat 26). khalifah lebih bersifat sebagai pengelola atau manajer di bumi ini sedangkan Allah SWT adalah pemilik mutlak dari bumi dan segala isinya. dan setiap ciptaanNya tersebut mempunyai manfaat dan fungsi (surat 6 ayat 38. pemimpin. Dibutuhkan pengetahuan dan kesadaran yang mendalam bahwa Islam sangat memperhatikan lingkungan dan kesehatan. surat 54 ayat 49. surat 10 ayat 14. Pada masyarakat perkotaan yang umumnya lebih individualistis. Sebagai mayoritas penduduk Indonesia. Kesadaran bahwa alam semesta adalah milik Allah SWT merupakan langkah dasar dalam memahami kedudukan manusia di alam ini.Beberapa aspek yang dapat dilakukan oleh Islam dalam pengelolaan lingkungan yang terpadu adalah: 1. Peningkatan mutu sumber daya manusia yang pintar dan bijaksana sangat ditekankan dalam Islam. muslim mempunyai kewajiban dan peran yang sangat besar dalam pengelolaan lingkungan tersebut. sosial. Untuk itu sudah sewajarnya apabila ulama. Selanjutnya. surat 25 ayat 2. Hal ini membutuhkan peran pendidik. Masyarakat pedesaan umumnya pasif dan mencontoh perbuatan yang dilakukan oleh ulama atau pemimpin mereka. . intelektual muslim diharapkan menjadi contoh yang baik dalam menjaga dan mengelola lingkungan. dan politik) yang tetap mengindahkan ketersediaan sumber daya alam yang memadai bagi generasi mendatang. Selanjutnya pembangunan yang berkelanjutan juga memperhatikan aspek sumber daya manusia sebagai pelaku dan penanggung jawab pembangunan tersebut. dan tokoh masyarakat untuk menanamkan pengetahuan dan kesadaran tersebut kepada masyarakat. Allah SWT juga menyatakan bahwa manusia adalah ciptaaanNya yang unik dan menjadikannya sebagai khalifah di bumi (surat 6 ayat 165. Allah SWT memberikan hak kepada manusia untuk mengambil manfaat dari bumi dan isinya namun Allah SWT juga memberi kewajiban pada manusia untuk menjaga bumi dan isinya. karena dengan pengetahuan yang dimilikinya seharusnya dia mampu menyelaraskan dan memadukan perintah agama dengan perannya sebagai bagian dari penebar kasih bagi semesta alam. Dalam beberapa ayat Alqur’an Allah SWT menjelaskan bahwa Allah SWT menciptakan alam semesta beserta isinya dengan pertimbangan yang matang. Hal ini sesuai dengan saran Rasulullah SAW untuk hidup sederhana dan tidak berfoya-foya terhadap harta dan sumber daya yang kita miliki. surat 16 ayat 66 s/d 69. surat 7 ayat 69 dan 129. sehingga tidak secara semena-mena menghabiskan sumber daya alam yang tersedia. surat 80 ayat 24 s/d 32). ulama. Pendidikan lingkungan Pendidikan lingkungan yang diajarkan secara Islami merupakan sarana penting bagi muslim untuk mengenal dan menyadari lingkungan hidup mereka secara baik dan benar sehingga mampu berperan secara sadar dan aktif dalam pengelolaan dan pembinaan lingkungan. Hal ini sesuai benar dengan deklarasi PBB mengenai pembangunan berkelanjutan (sustainable development) yang berisi petunjuk dan informasi tentang pemanfaatan dan pengeloaan sumber daya alam bagi pembangunan dan kelanjutan pembangunan itu sendiri. yang merusak lingkungan. peran ulama dan tokoh masyarakat dalam mensukseskan program pengelolaan lingkungan sangatlah besar.Dalam ajaran Islam. ataupun calon ulama dan pemimpin masyarakat membekali diri dengan pengetahuan yang memadai mengenai pengelolaan lingkungan dan kesehatan. Pada masyarakat pedesaan yang sebagian besar bersifat primordial.

Al-Gain. O. J. dan pergi haji tanpa melihat fungsi dan manfaat lebih jauh dari ritual tersebut. Ibadah puasa diharapkan menjadi sarana bagi pelaku puasa tersebut untuk bersifat sabar. Pemanfaatan dan pengelolaan sumber daya alam tersebut merupakan kewajiban bagi setiap individu muslim. 4. diharapkan mereka mampu mengekang diri mereka dari eksploitasi lingkungan yang berlebihan. Usaha yang terus menerus masih harus dilakukan guna menyadarkan mereka sehingga pengelolaan lingkungan yang baik dan terpadu menjadi bagian dari hidup mereka. dan tidak berfoya-foya. Dengan sifat tersebut. 2. Bandar Lampung. 25 (4): 10341041.Penutup Sebagai agama yang rahmatan lil alamin.W. Wallahu’alam Bahan bissawab. Metal trophic transfer from algae to cladocerans and the relative importance of dietary metal exposure. Selain itu sejarah mengenai kisah nabi Ibrahim juga dapat dijadikan pelajaran bagaimana pentingnya sumber daya alam (misalnya air) bagi manusia. akan menjauhkan mereka dari perbuatan yang merusak tersebut. 1993. Jakarta.. dengan menyadari hukuman berat yang Allah SWT akan berikan pada mereka apabila melakukan kerusakan. sederhana. Merosotnya citra Islam disegala bidang termasuk bidang lingkungan banyak diakibatkan oleh tidak dilaksanakannya kewajiban agama tersebut oleh sebagian besar pemeluknya. A. *) Penulis adalah dosen di bidang Biologi dan Pemerhati Lingkungan . Saudi Arabia. Tafsir Rahmat. 3. Kewajiban setiap muslim dalam menjaga lingkungan yang baik telah termaktub di dalam Alqur’an dan juga diberikan contohnya dalam beberapa hadis nabi. Dengan menumbuh semangatkan kesadaran tersebut. 2006. Misalnya. Selain itu. Shaw. Rivai. Environmental Toxicology and Chemistry. zakat tersebut harus dikelola dan dimonitor dengan baik demi kesejahteraan bersama. Sebagian besar pemeluk Islam masih menganggap bahwa kewajiban mereka hanyalah yang bersifat ritual ibadah seperti shalat. puasa. Untuk itu. Jeddah. bacaan: 1. zakat.F.. Naskah pidato pengukuhan guru besar. Zakat dan sedekah diharapkan mampu membuat sipelaku menjadi orang yang pemurah dan sekaligus memberikan perhatian terhadap lingkungan sekitar. termasuk ganjaran atau hukuman bagi yang tidak mengindahkan kewajiban tersebut. IUCN. A. Bakri. Sofyan. Universitas Lampung.R. 1984. shalat selain merupakan sarana berbakti kepada Allah SWT juga dimaksudkan agar mencegah pelaku shalat tersebut dari perbuatan keji dan mungkar termasuk membuat kerusakan dan pencemaran lingkungan. Environmental Protection in Islam. Birge. 2005. Islam meletakkan pemanfaatan dan pengelolaan lingkungan sebagai bagian integral dari proses ibadah yang dijalankan oleh penganutnya. Zakat dan sedekah seharusnya tidak dilakukan hanya untuk terlepas dari kewajiban untuk memenuhinya tetapi seharusnya disadari bahwa zakat dan sedekah tersebut harus memenuhi fungsinya sebagai salah satu sarana kesejahteraan umat manusia. insya Allah cita-cita sebagai agama yang rahmatan lil alamin dapat terwujud. Mutiara. I. J. Cetakan ke-3. Selanjutnya pergi haji dapat juga dijadikan sarana untuk mempelajari lingkungan yang mungkin sangat berbeda dengan lingkungan asal pelaku haji tersebut.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful