HUBUNGAN ANTARA PEMILU DENGAN DEMOKRASI DAN KEDAULATAN RAKYAT

Posted by: wiwi on: 20 Juli 2010
y y

In: Uncategorized Comment!

A. PEMILU 1. 1. Pengertian Pemilu Pemilu adalah suatu proses di mana para pemilih memilih orang-orang untuk mengisi jabatanjabatan politik tertentu. Jabatan-jabatan yang disini beraneka-ragam, mulai dari Presiden, wakil rakyat di pelbagai tingkat pemerintahan, sampai kepala desa. Pada konteks yang lebih luas, Pemilu dapat juga berarti proses mengisi jabatan-jabatan seperti ketua OSIS atau ketua kelas, walaupun untuk ini kata µpemilihan¶ lebih sering digunakan. Sistem pemilu digunakan adalah asas luber dan jurdil. Dalam Pemilu, para pemilih dalam Pemilu juga disebut konstituen, dan kepada merekalah para peserta Pemilu menawarkan janji-janji dan program-programnya pada masa kampanye. Kampanye dilakukan selama waktu yang telah ditentukan, menjelang hari pemungutan suara. Setelah pemungutan suara dilakukan, proses penghitungan dimulai. Pemenang Pemilu ditentukan oleh aturan main atau sistem penentuan pemenang yang sebelumnya telah ditetapkan dan disetujui oleh para peserta, dan disosialisasikan ke para pemilih. 1. 2. Asas Pelaksanaan Pemilu Waktu pelaksanaan, dan tujuan pemilihan diatur di dalam Pasal 22E ayat (1) dan ayat (2) UUD 1945, dan bukan di dalam Pasal 22E ayat (6) yang mengatur tentang ketentuan pemberian delegasi pengaturan tentang pemilihan umum dengan undang-undang. Asas Pemilu Langsung, Umum, Bebas, dan Rahasia Pemilu yang LUBER dan Jurdil mengandung pengertian bahwa pemilihan umum harus diselenggarakan secara demokratis dan transparan, berdasarkan pada asaas-asas pemilihan yang bersifat langsung, umum, bebas dan rahasia, serta jujur dan adil: a) Langsung berarti rakyat pemilih mempunyai hak untuk secara langsung memberikan suaranya sesuai dengan kehendak hati nuraninya, tanpa perantara; b) Umum berarti pada dasarnya semua warganegara yang memenuhi persyaratan minimal dalam usia , yaitu sudah berumur 17 (tujuh belas) tahun atau telah/pernah kawin berhak ikut memilih dalam pemilihan umum. Warganegara yang sudah berumu 21 (dua puluh satu) tahun berhak di-pilih. Jadi, pemilihan yang bersifat umum mengandung makna menjamin kesempatan yang berlaku menyeluruh bagi semua warga negara yang telah memenuhi persyaratan tertentu

agama. ras. f) Adil berarti dalam menyelenggarakan pem. DEMOKRASI 1. serta bebas dari kecurangan pihak manapun. Sehingga demokrasi diartikan secara sederhana adalah pemerintahan oleh rakyat (rule of the people). penyelenggaraan/ pelaksana. jenis kelamin. d) Rahasia berarti dalam memberikan suaranya. Sifat tetap menunjukkan KPU sebagai lembaga yang menjalankan tugas secara berkesinambungan meskipun dibatasi oleh masa jabatan tertentu. KPU dalam menjalankan tugasnya bertanggung jawab sesuai dengan peraturan perundang-undangan serta dalam hal penyelenggaraan seluruh tahapan pemilihan umum dan tugas lainnya. pemerintah dan partai politik peserta Pemilu. KPU Provinsi. Sifat mandiri menegaskan KPU dalam menyelenggarakan Pemilihan Umum bebas dari pengaruh pihak mana pun. kedaerahan. Di dalam melaksanakan haknya. . setiap pemilih dan partai politik peserta Pemilu mendapat perlakuan yang sama. KPU memberikan laporan Presiden kepada Dewan Perwakilan Rakyat. dan status sosial. pemilih dijamin bahwa pemilihnya tidak akan diketahui oleh pihak manapun dan dengan jalan papun. Asas rahasia ini tidak berlaku lagi bagi pemilih yang telah keluar dari tempat pemungutan suara dan secara sukarela bersedia mengungkapkan pilihannya kepada pihak manapun. B. golongan. termasuk pemilih. dan KPU Kabupaten/Kota sebagai lembaga penyelenggara pemilihan umum yang permanen dan Bawaslu sebagai lembaga pengawas Pemilu. pengawas dan pemantau Pemilu. 1. Pemilih memberikan suaranya pada surat suara dengan tidak dapat diketahui oleh orang lain kepada suaranya diberikan. Secara Etimologis Istilah demokrasi berasal dari bahasa Yunani yaitu dari kata ´demos´ (rakyat) dan ´kratos´ (pemerintahan).ilu. Dalam Undang-undang Nomor 22 Tahun 2007 Tentang Penyelenggara Pemilu diatur mengenai penyelenggara Pemilihan Umum yang dilaksanakan oleh suatu Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang bersifat nasional. serta semua pihak yang terlibat secara tidak langsung. e) Jujur berarti dalam menyelenggarakan pemilihan umum. tetap. dan mandiri. c) Bebas berarti setiap warganegara yang berhak memilih bebas menentukan pilihannya tanpa tekanan dan paksaan dari siapapun. Sifat nasional mencerminkan bahwa wilayah kerja dan tanggung jawab KPU sebagai penyelenggara Pemilihan Umum mencakup seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.tanpa diskriminasi (pengecualian) berdasar acuan suku. Pengertian Demokrasi 2. a. harus bersikap dan bertindak jujur sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku. setiap warganegara dijamin keamanannya. Dalam undang-undang Nomor 22 Tahun 2007 Tentang Penyelenggara Pemilu diatur mengenai KPU. sehingga dapat memilih sesuai dengan kehendak hati nurani dan kepentingannya.

yaitu sebagai berikut : 1. b. a) Kedaulatan berada di tangan rakyat dan dilaksanakan menurut undang-undang dasar (pasal 1 ayat (2) ) b) Kemerdekaan berserikat dan berkumpul. misalnya: 1) Menurut Koentjoro Poerbopranoto (1978) dalam bukunya Sistem Pemerintahan Demokrasi. karena nilai-nilai yang dikandungnya sangat diperlukan sebagai acuan untuk menata kehidupan berbangsa da bernegara yang baik. meningkatkan hak warga negara untuk memperoleh pendidikan dan pelayanan kesehatan dll. mengatasi kemiskinan dan pengangguran. Menyelesaikan pertiakaian secara damai dan sukarela . 1980 :165-179) mengajukan beberapa nilai demokrasi. 1. Tetapi kita harus memperhatikan bahwa apa yang normatif belum tentu dapat dilihat dalam konteks kehidupan sehari-hari.1. Persoalan publik misalnya : mengembangkan kebebasan menyatakan pendapat. yakni demokrasi dalam perwujudannya dalam kehidupan sehari-hari. Secara Terminologi Secara terminologi demokrasi dapat diartikan sebagai berikut . Henry B. menyatakan demokrasi adalah suatu sistem pemerintahan negara dimana dalam pokoknya semua orang (rakyat) adalah berhak sama untuk memerintah dan juga untuk diperintah. Nilai-nilai demokrasi Demokrasi merupakan sesuatu yang penting. demokrasi merupakan sesuatu yang secara idiil hendak dilakukan atau diselenggarakan oleh sebuah negara. Oleh karena itu perlu untuk melihat makna demokrasi secara empirik. eds. 2. misalnya dalam UUD 1945 sebagai pemerintahan republik Indonesia. berbangsa dan bernegara) yang diputuskan oleh pejabat atau lembaga yang berwenang. seperti ungkapan ´pemerintahan dari rakyat. Dengan demikian inti (hakekat) demokrasi terletak pada peran senyatanya rakyat dalam proses politik yang berjalan terutama dalam pembuatan dan pelaksanaan kebijakan publik. Dalam pemahaman secara normatif. yakni berbagai program yang bertujuan untuk memecahkan berbagai persoalan publik (masyarakat. 2) Afan Gafar (2003:3) menyatakan ada dua macam pemahaman tentang demokrasi yaitu pemahaman secara normatif dan pemahaman secara empirik. mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan dan sebagainya ditetapkan dengan undang-undang (pasal 28) c) Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masingmasing dan untuk meribadat menurut agama dan kepercayaannya itu (pasal 29 ayat (2) ) Kutipan pasal-pasal diatas merupakan definisi normatif dari demokrasi. oleh rakyat dan untuk rakyat´.ungkapan normatif tersebut biasanya diterjemahkan dalam konstitusi pada masingmasing negara. Mayo (Miriam budiardjo.

Dalam negara ada yang memerintah dan ada yang diperintah. daya inovasi. kreativitas. 1. dan pentingnya saluran terbuka dan kebebasan politik. 1. Menjamin terjadinya perubahan secara damai Misalnya dalam menghadapi berbagai perubahan sosial. Pengertian kedaulatan rakyat sangat erat dengan pengertian perjanjian masyarakat dalam pembentukan asal mula negara. dengan metode demokrasi akan mampu mengakomodasinya secara fleksibel. Pergantian penguasa dengan teratur Dalam demokrasi suksesi kepemimpinan didasarkan pada pilihan atau penunjukkan oleh orang banyak dengan cara damai dan absah. 1. atau penyelesaian berbagai pertikaian secara sukarela. afeksi.Hal ini terlihat pada fungsi kompromi atau kebijakan umum dengan suara mayoritas. Dengan demikian demokrasi dianggap penting karena merupakan alat yang dapat digunakan untuk mewujudkan kebaikan bersama. C. yang memerintah negara disebut dengan pemerintah dan yang diperintah oleh negara disebut rakyat. Negara terbentuk karena adanya . 1. karena adanya suatu keyakinan bahwa alternatif yang lebih banyak akan lebih dekat dengan kebaikan dan kebenaran. Pengakuan dan jaminan nilai tersebut. KEDAULATAN RAKYAT Rakyat adalah orang yang tunduk pada suatu pemerintahan negara. Oleh karena itu. dibandingkan lewat paksaan fisik maupun nonfisik (misal ancaman. serta dilakukan secara teratur dalam suatu periode tertentu. Memajukan ilmu pengetahuan Dengan pengakuan dan jaminana adanya persamaan dan kebebasan bagi seluruh orang untuk mengembangkan potensi pikiran. iptek yang sangat pesat. Penggunaan paksaan sedikit mungkin Dalam pembuatan dan pelaksanaan serta penegakan keputusan politik dalam demokrasi lebih pada kemauan umum atau persuasif. misalnya dengan memperhatikan public opinion sehingga perubahan tetap terjamin berjalan secara damai. intimidasi) 1. hal ini mencerminkan adanya pengakuan dan jaminan terhadap unsur persamaan. maka hal ini akan memberikan motivasi bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. atau masyarakat dan pemerintahan yang baik. keberadaan suatu negara sangat ditentukan oleh dukungan rakyat. 1. Pengakuan terhadap nilai keanekaragaman Demokrasi mengakui eksistensi dan keabsahan keanekaragaman. Menegakkan keadilan Demokrasi memberikan kesempatan kepada setiap individu untuk mengjukan wakilnya.

Pokok pikiran ini kemudian disepakati untuk dimuat dalam Undang-Undang Dasar dengan pernyataan bahwa Negara Republik Indonesia adalah negara yang berkedaulatan rakyat. Rosseau. Negara harus tunduk kepada rakyat. 22 Juni 1945 yang menyatakan: ³«Negara Indonesia yang terbentuk dalam suatu susunan Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat´. Maka kalau begitu undang-undang itu adalah merupakan penjelmaan dari pada kemauan atau kehendak rakyat. 2. Landasan hukum kedaulatan rakyat di Indonesia 2. Ini berarti kehendak rakyat merupakan kehendak tertinggi. yaitu pasal 1 ayat (2) UUD 45 yang menentukan sebagai berikut: ³Kedaulatan adalah di tangan rakyat dan dilakukan sepenuhnya oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat. disebut dengan istilah ³Kontrak Sosial´. 1. Kedaulatan rakyat maksudnya kekuasaan tertinggi berada di tangan rakyat. 1. pertama kali terdapat dalam Piagam Jakarta. yang kemudian menjadi rumusan Pembukaan UUD 1945 yang mempengaruhi perumusan batang tubuhnya. dan 2.J. Perumusan kedaulatan rakyat ini dalam dokumen-dokumen yang bersifat resmi. sedangkan undang-undang disini yang berhak membuat adalah rakyat itu sendiri dengna memandang dari segi social. berbangsa dan bernegara. oleh rakyat dan untuk rakyat.tokoh teori ini adalah Thomas Hobbes. Dengan kata lain rakyat sebagai pemegang otoritas (kekuasaan yang sah) tertinggi dalam kehidupan bermasyarakat.´ Sedangkan isi pasal 1 ayat (2) UUD 45 hasil amandemen adalah sebagai berikut: ³Kedaulatan berada di tangan rakyat dan dilaksanakan menurut Undang-Undang Dasar. Sila ke 4 Pancasila ³kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/ perwakilan´. Pokok pikiran keempat yang terkandung dalam ³Pembukaan´ ialah negara yang berkedaulatan rakyat. 4. maka dapat ditarik dua unsur/pokok pikiran dari isi pasal 1 ayat (2).perjanjian masyarakat. implementasi kedaulatan rakyat. 3. berdasar atas kerakyatan dan permusyawaratan perwakilan. Pelaksanaan Kedaulatan Rakyat . Dalam pengerian bahwa kebebasan disini adalah kebebasan dalam batas-batas perundang-undangan. 3.´ Berdasarkan uraian di atas. Jadi rakyatlah yang mewakili kekuasaan tertinggi atau kedaulatan. Jonh Locke dan J. Teori atas kedaulatan rakyat yang berlaku di Indonesia mendukung atas hukum dan menjamin kebebasan dari pada warganegaranya. Oleh karena itu Kedaulatan Rakyat diartikan sebagai pemerintahan dari rakyat. Utamanya dalam pemahaman dan kaitannya dengan Undang-Undang Dasar 1945. Bahkan gagasan ini diuraikan lebih lanjut dalam penjelasan UUD sebagai pokok pikiran keempat dari Pembukaan UUD 1945. yaitu: 1. 1. kedaulatan rakyat.

Dengan melihat rumusan yang dipakai oleh pembentuk UUD 1945. Pemilu diselenggarakan dengan tujuan untuk memilih wakil rakyat dan wakil daerah. Dasar hukum negara Indonesia adalah berdaulat menurut rakyatnya dan berdasarkan atas demokrasi yang utuh untuk kepentingan masyarakat luas. dapat kita ambil sebuah kesimpulan bahwa konsep negara Indonesia adalah negara berdasarkan atas hukum. rakyat memilih warga lainnya sebagai wakil yang duduk di lembaga perwakilan rakyat untuk membahas dan mengesahkan undang-undang. Dalam pengertian bahwa kebebasan disini adalah kebebasan dalam batas-batas perundangundangan. sedangkan undang-undang disini yang berhak membuat adalah rakyat itu sendiri. DPRD. negara yang demokratis atau berkedaulatan rakyat. DPD. KPU. kuat. Mahkamah Konstitusi. Pemilik kedaulatan dalam Negara Indonesia adalah rakyat. MA. Negara kita menjamin kebebasan tiap-tiap individu untuk mengeluarkan pendapat dan aspirasinya. Sedangkan demokrasi perwakilan. Kedaulatan tersebut mengatakan bahwa tujuan negara itu adalah untuk menegakkan hukum dan menjamin kebebasan warganegaranya. Bedaulat tersebut bermaksud demokrasi yang utuh dan kebebasan berpendapat di depan umum kepada rakyatnya dengan disertai dengan tanggungjawab individu masing-masing. Pelaksanaan kedaulatan rakyat menurut Undang-Undang Dasar 1945 inilah sebagai sistem pemerintahan Indonesia. Bahwa negara kita bedasarkan atas negara hukum yang dilandasi pancasila dan UUD 1945 dengan pengertian adanya system demokratis yang bertanggugjawab dari individu masing-masing. Lembaga ± lembaga Negara menurut Undang ± undang Dasar 1945 adalah MPR. dan memperoleh dukungan rakyat dalam rangka mewujudkan tujuan nasional sebagaimana Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Pemerintah Daerah. HUBUNGAN PEMILU.Pasal 1 ayat (2) menyatakan bahwa kedaulatan berada di tangan rakyat dan dilaksanakan menurut Undang ± undang Dasar. Penjelasan pelaksanaan kedaulatan rakyat berdasarkan Undang-Undang Dasar 1945 diuraikan lebih lanjut di bawah ini. Pemilihan Umum merupakan sarana pelaksanaan kedaulatan rakyat dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945. Presiden. Komisi Yudisial. Dengan kata lain sistem pemerintahan Indonesia adalah pemerintahan yang didasarkan pada kedaulatan rakyat sebagaimana ditentukan oleh Undang. Pelaksanaan kedaulatan Negara Indonesia menurut Undang ± undang Dasar 1945 adalah rakyat dan lembaga ± lembaga Negara yang berfungsi menjalankan tugas ± tugas kenegaraan sebagai representasi kedaulatan rakyat. Pelaksanaan prinsip kedaulatan rakyat dapat dilakukan melalui demokrasi langsung maupun demokrasi perwakilan. Pelaksanaan kedaulatan ditentukan menurut Undang ± undang Dasar. BPK. yaitu ³Indonesia adalah negara yang berdasarkan atas hukum´.Undang Dasar 1945. Pemilu dilaksanakan oleh negara Indonesia dalam rangka . KEDAULATAN RAKYAT DAN DEMOKRASI Dari uraian di yang telah paparkan. Demokrasi langsung bercirikan rakyat mengambil bagian secara pribadi dalam tindakan-tindakan dan pemberian suara untuk membahas dan mengesahkan undangundang. DPR. berdasarkan atas Ketuhanan Yang Maha Esa. serta untuk membentuk pemerintahan yang demokratis. D.

2000.mewujudkan kedaulatan rakyat sekaligus penerapan prinsip-prinsip atau nilai-nilai demokrasi. Miriam. Dasar-Dasar Ilmu Politik. Cholisin. dkk. Buku PLPG. Jakarta: PT.2007. DAFTAR PUSTAKA Budiarjo. Buku PLPG. Pendidikan Kewarganegaraan untuk SMP kelas VIII edisi ke 4. Cholisin. Demokrasi Dalam Berbagai Aspek Kehidupan. Jakarta : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan nasional. Cholisin. Kedaulatan Rakyat dalam Sistem Pemerintahan di Indonesia. meningkatkan kesadaran politik rakyat untuk berpartisipasi aktif dalam pemilihan umum demi terwujudnya cita-cita masyarakat Indonesia yang demokratis. Gramedia Pustaka Utama. Dasar-Dasar Ilmu Politik. Cholisin. Yogyakarta : UNY Press. 2008. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful