METODIK KHUSUS PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

PENDAHULUAN

Secara harfiyah “ metodik”

itu berasal dari kata “

metode”. Metode berarti suatu cara kerja yang sistimatik dan umum. Metodik khusus berarti suatu penyelidikan khusus untuk suatu proyek. Dalam hal ini metodik suatu cara dan siasat penyampaian bahan pelajaran tertentu dari suatu mata pelajaran , agar siswa dapat mengetahui, memahami, dan mempergunakan dan dengan kata lain menguasai bahan pelajaran tertentu. Metodik pengajaran agama Islam ialah suatu cara menyampaikan bahan pelajaran agama Islam. Jika metodik dihubungkan dengan kata khusus, maka ia berarti suatu cara khusus yang telah dipersiapkan dan dipertimbangkan untuk ditempuh dalam pengajaran agama Islam. Tulisan “Metodik Khusus Pengajaran Agama Islam” ini dipersiapkan untuk membantu dan membekali Asatidzah 1

Pesantren Persatuan Islam, khususnya dan para guru pada umumnya dalam melaksanakan tugas kegiatan belajar mengajar. Kepada para pembaca, mohon koreksi yang bersifat membangun, andai kata dalam Tulisan ini terdapat kekeliruan dan kesalahan.

Penulis

2

DAFTAR ISI PENDAHULUAN ……………………………………………. i DAFTAR ISI ……………………………………………… ii METODE PENGAJARAN AL-QURAN ………………… Tujuan Umum Pengajaran Alquran ………………………… Langlah-langkah Pengajaran Alquran …………………….. METODE PENGAJARAN TAFSIR AL-QURAN ………… Tujuan Umum Pengajaran Alquran ………………………… Langkah-langkah Pengajaran Alquran ……………………… METODE PENGAJARAN AL-HADITS …………………… Tujuan Umum Pengajaran al-Hadits ……………………… Langkah-langkah Pengajaran al-Hadits …………………… METODE PENGAJARAN MUSTHALAH HADITS ……… Tujuan Umum pengajaran musthalah hadits ……………… Langkah-langkah pengajaran pengajaran musthalah hadits METODE PENGAJARAN TAUHID/AQIDAH ( I ) ……… Tujuan Umum Pengajaran Tauhid ……………………… 3

Langkah-langkah Pengajaran Tauhid ……………………… METODE PENGAJARAN AQIDAH ( II )………………… Pengertian …………………………………………………… Tujuan Pengajaran Aqidah ……………………………… Pendekatan …………………………………………… Metode Hiwar ……………………………………………… Langkah-langkah Pengajaran Aqidah …………………… METODE PENGAJARAN AKHLAK ……………………… Tujuan Umum Pengajaran Akhlak ……………………… Langkah-langkah Pengajaran Akhlak ……………………… METODE PENGAJARAN FIQIH ………………………… Tujuan Umum Pengajaran Fiqih ………………………… Langkah-langkah Pengajaran Fikih ……………………… METODE PENGAJARAN HIFZHAN ……………………… Tujuan Umum ………………………………………………… Langkah-langkah Pengajaran Hifzhan ………………… METODE PENGAJARAN SIRAH ……………………… Tujuan Umum ……………………………………………… 4

Langkah-langkah Pengajaran Sirah ……………………… METODE HIWAR ……………………….………………… Pendahuluan ……………………….………………………… Pengertian Hiwar……………………….…………………… Metode Hiwar dan Tujuannya……………………….…… Kriteria Hiwar……………………………………………… Macam-macam Metode Hiwar dan Operasionalisasinya … Dampak Edukatif Metoda Hiwar ……………………… Kelebihan dan Kekurangan Metoda Hiwar ……………… Penggunaan Metoda Hiwar ……………………………… Langkah-langkah Metoda Hiwar …………………………… Contoh Operasionalisasi ……………………………………… Kesimpulan …………………………………………………… MODEL KERANGKA PERSIAPAN PENGAJARAN …… CONTOH SATPEL BERBAHASA ARAB ……………

5

METODE PENGAJARAN AL-QURAN

DR. Mani bin Abd al-Aziz al-Mani ( 1412 H, 22 ), menjelaskan beberapa tujuan umum pengajaran Alquran dan langakah-langkah yang harus ditempuh dalam proses belajarnya, yaitu sebagai berikut A. Tujuan Umum ( )

Membantu siswa membaca Alquan al-Karim dengan baik dan benar, baik bahasa maupun tajwidnya. Melatih siswa memahami Alquran dengan benar sehingga memberi pengaruh dalam kehidupan seharian mereka Membiasakan siswa menghadirkan hati yang khusu, jiwa yang tenang disaat membaca Alquran Mengembangkan perasaan dan kemampuan beragaam pada risi siswa Memperkaya bahasa Alquran bagi siswa

6

b.B. Hal ini dapat dilakukan dengan tanya . Langkah-langkah Pengajaran Alquran ( ) Dalam mengajarkan Alquran dapat ditempuh antara lain dengan langkah-langkah seperti di bawah ini a. dan kecintaan mereka pada pelajaran yang akan disajikan. Penyajian ( ) DR. Abd al-Rasyid Abd al-Aziz Salim (1982:268) menyebutkan. penyajian pengajaran Alquran dapat dilakukan melalui langkah-langkah seperti berikut 7 . Muqaddimah ( ) Pada bagian pertama ini guru memulai pengajaran dengan muqaddimah singkat yang berisikan sesuatu yang dapat membangkitkan semangat belajar siswa.jawab dan menghubungkannya dengan pelajaran yang telah lalu.

setelah melulis tanggal. Guru menyebutkat pelajaran hari ini. Guru membacakan ayat-ayat Alquran secara jahar. dan pendidikan yang terkandung pada surat/ayat 7. Mendengarkan bacaan sebagian murid yang telah hafal. sambil memperhatikan perhatian dan kesertaan murid 4. sosial. dengan bacaan yang baik dan benar sesuai tajwid.1. Menjelaskan nilai akhlak. Membagi kelas pada beberapa kelompok. 2. atau yang baik dan fasih bacaannya 8 . sementara kelompok lain ikut memperhatikan 5. dan tiap kelompok mengikuti bacaan guru. Guru mengulangi bacaan contoh itu. dan menulis topik pada papan tulis. bulan dan tahun. Menjelaskan kandungan makna surat / ayat Alquran secara garis besar 6. sebagai bacaan contoh 3.

Atau dengan pelajaran yang lain dari segi fungsi. Kesimpulan ( ) Pada bagian ini guru menyimpulkan pelajarn yang telah disampaikan e.8. dan perasaan Untuk siswa membangkitkan perhatian cendrung dalam kehidupan yang islami d. pelajaran . Asosiasi ( ) guru menghubungkan materi Pada bagian ini. atau menyuruh beberapa siswa untuk menjelaskan 9 . Dengan kehidupan yang sedang dialami sekarang. ketrkaitan dan kepentingannya. Membahas kesulitan dan kesalahan yang dijumpai guru disaat pelajaran berlangsung dari segi pengucapan. c. atau pemahaman. Aflikasi ( ) Guru bermunaqasyah dengan siswa sekitar materi yang telah disampaikan untuk mengetahui sejauh mana pelajaran telah diterima . tajwid.

makna umum yang terkandung dalam surat atau membacakan ayat-ayat Alquran dengan baik dan benar f. 4. 2. METODE PENGAJARAN TAFSIR AL-QURAN A. Penutup ( ) Bagian ini berisikan : Buku sumber. Pekerjaan Rumah. Membantu siswa memahami ayat-ayat Alquran dengan pemahaman yang benar. serta mengambil faedah dari apa yang mereka baca. Melatih siswa membaca ayat-ayat Alquran dengan benar sesuai dengan kaidah kebahasaan dan tajwid 3. dan mengambil faedah untuk urusan kehidupan mereka. Tujuan umum 1. Membiasakan siswa mengambil atsar dari yang mereka baca. Buku lain yang dianjurkan untuk dibaca. Memperkaya kekayaan bahasa Qurani siswa 10 ilmu .

mengajukan pertanyaan –pertanyaan untuk membangkitkan motivasi siswa dalam menerima pelajaran. atau yang telah disediakan pada kertas peraga. Muhammad Abd al-Qadir Ahmad ( tt : 71 ) menyebutkan langkah-langkah dalam mengajarkan pelajaran tafsir. Muqaddimah Pada bagian ini dapat dilakukan dengan cara . a. Menyajikan ayat-ayat Alquran yang telah ditentukan ( Kurikulum/ GPPP). guru menjelaskan Asbab al-nuzul ayat untuk memudahkan siswa memahami ayat. 11 . Penyajian 1.B. Langkah – langkah DR. yang diambil dari buku sumber. atau yang ditulis di papan tulis. atau dengan cara guru menjelaskan kehidupan yang sedang dialami saat itu yang ada kaitannya dengan ayat yang akan diajarkan b.

Mengeluarkan faedah-faedah. c.2. hukum. 6. baik dan benar sesuai kaidah bahasa dan ilmu tajwid 3. satu kali atau dua kali sesuai waktu yang tersedia 4. baik dan benar sesuai kaidah bahasa dan ilmu tajwid. Siswa membacakan ayat Alquran dengan jahar . serta ide yang sempurna Dan dibantu dengan asbab nuzul. Guru membacakan ayat-ayat Alquran dengan jahar. Atau menghubungkan materi tersebut dengan materi / pelajaran yang lain. Asosiasi Guru menghubungkan dan mencocokan kandungan ayat yang telah dijelaskan dengan kehidupan yang sedang berlangsung. Menjelaskan arti kosa kata ( mufradat ) yang sulit. Untuk itu dilakukan dengan membagi bagianbagian ayat tersebut sesuai makna . Menjelaskan dan mengungkap kandungan ayat secara mendalam. Menghubungkan makna ayat 12 . jika ada. serta pelajaran yang dapat diambil sesuai dengan kehidupan siswa. dan stuktur tidak jelas 5.

Kesimpulan Guru beserta siswa membuat kesimpulan dari makna umum yang terkandung pada ayat. : 13 . f. dengan mengkaitkan kehidupan itu dengan nilai kebaikan yang terkandung dalam ayat. dan buku rujukan lain yang dianjurkan untuk dibaca. Penutup Menjelaskan sumber / rujukan utama . Aflikasi Guru bermunaqasyah dengan siswa sekitar pelajaran yang telah disampaikan. pendidikan . d. Perkerjaan rumah bagi siswa.dengan kehisupan siswa untuk mendorong kearah hidup yang baik. hukum. e. untuk mengukur sejauh mana femahaman siswa. serta faedah lain yang terdapat pada ayat itu. Guru menyuruh siswa berceritra tentang kehidupan yang dialami mereka.

6. sebagai sumber kedua dalam syareat Islam. Memperkaya kebahasaan siswa Aziz al-Mani. Memberikan pengetahuan kepada siswa tentang kedudukan hadits Nabi . dan mengambil manfaat dari padanya untuk urusan kehidupan mereka 2.METODE PENGAJARAN AL-HADITS A. Melatih siswa membaca hadits 5. 4. dan menjadikannya sebagai obat dalam kehidupan. Menjelaskan karakteristik kepribadian Nabi. Membantu siswa memahami hadits Nabi dengan pemahaman yang benar. Tujuan Umum 1. penjelas terhadap ayat Allah yang mujmal. untuk diikuti siswa dalam kehidupannya. Mendorong siswa mengagungkan agama. 1412 H : 24 ) 14 ( Abd al- . karena taat kepada Rasul berarti taat kepada Allah. 3.

langkah-langkah a. b. Membagi teks hadits kepada beberapa bagian yang mengandung kesatuan makna dan ide 5. Guru menulis al-Hadits pada papan tulis. atau membuka buku sumber yang padanya terdapat alhadits yang akan diajarkan 2. serta makna yang terkandung dalam hadits yang akan dijelaskan.B. dengan bantuan beberapa pertanyaan guru terhadap siswa. Muqaddimah Bisa dilakukan pada bagian ini. Guru menyuruh siswa membacakan teks hadits dengan jahar dan jelas beberapa kali. Menjelaskan secara singkat tentang rawi hadits 15 . Penyajian 1. Guru membacakan teks hadits dengan jahar dan jelas sebagai contoh 3. dengan menjelaskan pengertian hadits dan fungsinya. 4. Atau pertanyan-pertanyan guru yang menghantarkan pada isi .

Menjelaskan makna umum yang terkandung dalam hadits 8. Menjelaskan dan menghubungkan kandungan hadits dengan kehidupan yang sedang dialami. untuk memperbaiki kekeliruan dan kesalahan bacaan siswa ( Abd alQadir. Guru mengulang kembali bacaan teks hadits agar dapat dipahami siswa. Asosiasi 16 . 11. Guru menyuruh beberapa orang siswa membacakan teks hadits.tt :97) c.6. dan menuliskannya pada papan tulis 7. 10. dengan mengeluarkan faedah serta hukum yang ada padanya 9. Menjelaskan arti dari kosa kata / mufradat yang sulit dan stuktur yang tidak jelas dengan bahasa yang mudah dipahami. Menjelaskan dengan rinci kandungan hadits.

f. Kesimpulan Guru beserta siswa menyimpulkan kandungan hadits. Penutup Menuat tentang pekerjaan rumah ( Al-wajib al-manzili ). Aflikasi Aflikasi dapat dilakukan dengan cara munaqasyah antar guru –siswa dengan beberapa pertanyan sekitar kandungan dan makna hadits. dan rujukan anjuran untuk dibaca / dipelajari 17 . faedah. Sumber rujukan utama. Atau menghubungkan hadits dengan palajaran lain . nilai-nilai berharga dari hadits yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari hari. dan kesulitankesulitan yang dirasakannya.Guru menghubungkan makna yang terkandung dalam hadits dengan kehidupan yang sedang dialami siswa. baik dari isi. pendidikan dan sosial dan lain sebagainya e. seperti tafsir atau akhlak d. Atau menyuruh siswa menjelaskan dengan bahasa sendiri. hukum.

METODE MENGAJARKAN TAUHID PETUNJUK UMUM A. Memperkokoh keimanan kepada Allah. Rasul-rasul dan Hari Akhirat. Tujuan Umum 1. Malaikat. Kitab-kitab. Qadla dan Qadar pada jiwa siswa. 18 . 2. Menjelaskan kepada santri aqidah yang benar yang menyelamatkan mereka dari adzab Allah.

sebagai berikut : a. 7. 6. Memperluas wawasan aqidah Islamiyah yang benar pada jiwa santri. dalil dan petunjuk yang benar. B. Langkah-langkah Ustadz hendaknya memilih metode untuk pelajaran aqidah adalah metode yang dapat menyentuh perasaan dan akal santri. Langkah –langkah mengajaran akhlak. Mukaddimah 19 . 4. 5. serta adat kebiasaan dan taqlid yang sesat. disajikan metode hiwar.3. metode hiwar tepat digunakan dalam mengajarkan aqidah. Membersihkan aqidah santri dari yang kotor seperti syirik dan bid‟ah. Melatih santri berpijak pada hujjah. Mendorong ruh dan keteguhan beragama santri. Nampaknya untuk ini. Membersihkan aqidah santri dari filsafat dan pemikiran yang menyesatkan. Secara khusus pada bagian akhir pada makalah ini.

b. Santri membacakan teks dengan jahar. sesuai dengan topik pelajaran. Penyajian 1. Menjelaskan makna yang terkandung pada teks secara umum 4. dan hikmatnya. misalnya tentang kisah-kisah yang mengandung nilai –nilai aqidah. dan memikirkan tanda-tanda yang menunjukan akan keagungan Allah. Asosiasi 20 . serta menjelaskannya 5. Mengeluarkan dari teks nilai aqidah. serta menyertakan contoh dalam kehidupan siswa dan masyarakat c. ustadz membacakan teks yang mengandung nilai aqidah. Dan juga mengingat pelajaran yang telah lalu. dengan jahar 2.Dapat dilakukan pada bagian ini. Membuka pemikiran santri untuk memperhatikan. Menjelaskan aqidah yang mesti diikuti dan dijajuhi dari pemahaman terhadap teks. setelah bacaan Ustadz 3.

misalnya akhlak. dan rujukan penunjang. Dan munaqasyah santri sekitar apa yang mesti dilakukan terhadap masyarakat sekitar. Kesimpulan itu sebaiknya ditulis pada papan tulis. Penutup Terdiri dari . dalam hal aqidah f. Kesimpulan dapat diambil dari hasil tanya jawab dengan santri atau dari materi yang telah ustadz sampaikan . Buku rujukan utama.Dapat dilakukan dengan cara guru menghubungkan materi aqidah yang dipelajari dengan aqidah yang menyimpang di masyarakat. 21 . Aflikasi Dilakukan dengan cara guru mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada santri untuk mengukur sejauh mana pelajaran telah diterima dan dipahami mereka. Tugas Rumah. d. Atau menghubungkan materi qidah dengan materi pelajaran yang lainnya. Kesimpulan Ustadz menyimpulkan unsur-unsur yang muncul pada pelajaran yang telah disampaikan. e.

Pemilihan teknik atau metode yang tepat kiranya memang memerlukan keahlian tersendiri. sesuai dengan materi yang diajarkan dan kemampuan santri yang menerima. maka penguasaan materi saja tidaklah mencukupi. kalau ia menginginkan agar tujuan dapat dicapai secara efektif (mangkus) dan efisien (sangkil). Metode mengajar adalah suatu “seni” dalam hal ini “seni mengajar”. Sebagai suatu seni tentunya metode mengajar harus menimbulkan kesenangan dan kepuasan bagi santri.METODE MENGAJAR TAUHID Pengertian Seorang Ustadz yang selalu berkecimpung dalam proses belajar mengajar. Kesenangan dan kepuasan merupakan salah satu 22 . Para pendidik harus pandai memilih dan mempergunakan teknik atau metode yang akan dipergunakan. Ia harus menguasai berbagai teknik atau metode penyampaian materi dan dapat menggunakan metode yang tepat dalam proses belajar mengajar.

jamaknya Aqaaid. “Mengajar” berarti menyajikan atau menyampaikan. terdiri atas dua kata : “Metode” dan “Mengajar”. Dan kata Aqidah. Menurut (tt: pengertian yang disampaikan Muhammad Abd al-Qadir 101) adalah : Tujuan Pengajaran Aqidah 23 . berarti jalan atau cara yang harus dilalui untuk mencapai tujuan tertentu.faktor yang dapat menimbulkan gairah dan semangat belajar bagi anak didik.” (Ramayulis.1994:104). Jadi “Metode Mengajar” berarti “suatu cara yang harus dilalui untuk menyajikan bahan pengajaran agar tercapai tujuan pengajaran. Istilah Metode Mengajar. Metode. yang berasal dari bahasa Yunani metha + hodos itu.

adat kebiasaan dan taqlid yang menyesatkan. 3). 2). antara lain : 1). ibadah 24 . Menanamkan aqidah agama Islam yang benar pada jiwa anak. iman terhadap para malaikat. syirik. kitab-kitab samawi. Membersihkan jiwa anak dari. Abd al-„Aziz al-Mani ( 1412 H:25) dan Shalih bin Sa‟id (tt:58) menambahkan tujuan lain : 1). Menanamkan keyakinan akan keagungan dan kekuasaan Tuhan baik dalam dzat-Nya atau dalam hal ciptaannya. Menjaga aqidah santri dari filsafat. keinginan. perilaku anak ada pada asas iman kepada Allah Swt. Sementara itu. para rasul dan hari akhirat yang termasuk di dalamnya ganjaran dan siksaan. pemikiran. hurafat dan takhayul. perasaan. Berpegang pada isi al-Kitab dan mengikuti Rasulullah Saw baik dalam perkataan dan perbuatannya. Mendidik akal. Menanamkan keimanan yang kuat pada anak. jika pendidik tidak mengetahui tujuan yang ingin dicapai dari suatu pengajaran . 4).Suatu proses belajar mengajar tidak akan mencapai tujuan yang diharapkan. 2). 5). Abd al-„Aziz Salim (1982 : 292) menyebutkan tujuan umum dari pengajaran aqidah.

di sekitar mereka yang sebelumnya tidak ada. Dalam hal ini. Setelah itu. Al Qur`an dalam menyampaikan pesan keimanan sering menggunakan uslub atau metode hiwar untuk menggugah perasaan dan membukakan pikiran manusia. hendaknya dalam mengajarkan aqidah. yaitu Allah. “tidak.agar beriman. tunduk akan perintah-Nya.hanya kepada-Nya. dapat dilakukan dengan : 1). pendidik mengikuti pendekatan seperti pendekatan Al Qur`an.” Jawabannya. Pendekatan dengan menggunakan metode hiwar itu menurut al-Sihimi. dan takut akan adab daripada-Nya. “Apakah itu bisa ada dengan sendirinya ?” “Apakah mungkin ada dengan tanpa yang menciptakan ?. Ustadz bertanya.” Maka itu menunjukkan adanya pencipta yang agung. diperkuat dengan guru membacakan ayat Al Qur`an 25 . pada bagian ini guru mengarahkan perhatian anak untuk memperhatikan sesuatu yang ada di alam. . 3) Menumbuhkan dan memperkuat ruh keagamaan / keislaman pada jiwa anak Pendekatan Shalih bin Sa‟ad al-Sihimi ( tt: 59) menyarankan.

yaitu Allah Swt. selalu mengasihi. kilat dan sebagainya. angina. misalnya anak diajak berbicara tentang kejadian-kejadian alam yang hebat. mencintai dan memberi pertolongan kepada manusia. matahari dan bulan yang kesemuanya mempunyai waktu yang tertentu dan manfaat yang besar. Lalu. Itu semua menunjukkan bahwa Allah itu maha bijaksana.Metode Hiwar 26 . di mana manusia tidak mampu untuk melakukan itu semua. apa manfaatnya ? dan bagi siapa ?. malam dan siang. sungai. Siapa yang mengatur matahari dan bulan ? Siapa yang mengatur semua yang ada di alam ini ? Dan apa manfaat dari malam dan siang. hanyalah yang maha kuasa. Di sini misalnya ustadz mengajak santri untuk memperhatikan. matahari dan bulan ?. binatang. Itu menunjukkan bahwa yang dapat melakukannya. Dapat pula anak diajak memperhatikan hujan. Setelah itu disertai dengan ayat Al Qur`an dan Hadits yang sederhana.yang mudah sesuai dengan tingkat pemahaman anak. petir. seperti gempa bumi. 2) . D. dan sebagainya. laut. . 3).

Percakapan itu bisa dialog langsung dan melibatkan kedua belah pihak secara aktif. Menghilangkan keragu-raguan pada pikiran santri. Mendorong anak untuk maju dan berkembang. yang dikemukakan Athiyah alAbrasyi(1950:282-283) antara lain. Mencari pengetahuan yang baru dan mengambil manfaat. 6).1989: 284). Tujuan metode hiwar. dialog antara Tuhan dan hamba-Nya.1).Metode hiwar adalah percakapan silih berganti antara dua pihak atau lebih melalui tanya jawab mengenai suatu topik yang mengarah pada suatu tujuan. penghayatan dan kepribadian. 1). 7). 4). 2). sedang pihak lain hanya merespon dengan segenap perasaan. atau bisa juga yang aktif hanya satu pihak saja. Membiasakan santri cara berfikir yang baik. 5) Membimbing santri cara mengambil keputusan.( Abdurrahman an-Nahlawi. 3). Mendorong santri untuk mengeluarkan pendapatnya. Melatih kemampuan mendengarkan. 8). Hiwar khithabi/ ta’abbudi. Adapun jenis-jenis hiwar. Tuhan memanggil “wahai 27 . Membiasakan santri untuk berlatih mencari dan memecahkan masalah.

ingat dosa. Ini untuk mengambil nilai-nilai dengan meneladani yang baik. dalam hiwar ini digambarkan secara jelas situasi orang yang sedang berdialog. Nida-ut ta’rif bil iman. 4). 3). bertaubah. menimbulkan menetapkan perasaan dengan mengulang-ulang pertanyaan serupa. Ini untuk perbandingan dan pewarisan nilai-nilai lama yang baik.( Al-Nahlawi. untuk merangsang dan membangkitkan perasaan.1996: 326).’Athifi. perhatian. 5). untuk menimbulkan rasa syukur. untuk untuk menyentuh dan e). Hiwar Jadali. Hiwar Qishasi. 2). d). yang merupakan unsur dan uslub kisah dalam Al Qur`an. Hiwar Nabawi. tanggungjawab. Hiwar ini meliputi : a). untuk menetapkan hujjah kepada pihak lawan. f). untuk menimbulkan rasa bangga. untuk memberikan sindiran. berpegang teguh dengan keimanan.yang beriman” hamba menjawab dengan kalbunya.Tanbihi. hiwar berupa diskusi atau debat. c). menggunakan uslub istifham. b).’Athifi Tardidi.Ta’ridhi. Hiwar washfi. digunakan Nabi dalam mendidik shahabat-shahabatnya. Tadzkiri. 28 .

Langkah – langkah mengajarkan Tauhid Muhammad Abd al-Qadir Ahmad. Ustadz memberitahukan pelajaran yang akan diajarkan kepada anak. yaitu . e). lalu dilakukan hiwar dengan santri. ( penyajian).E. c). mengajukan pertanyaan-pertanyan sekitar ciptaan Tuhan. membangkitkan perhatian santri dengan b). 1. misalnya tentang kekuasaan Tuhan. yang menunjukkan k kekuasaan dan keagungan Tuhan. d). Ustadz memperlihatkan media. dan bergiliran 29 antar santri.Ustadz . Mengulang dan menghubungkan pelajaran yang akan diajarkan dengan yang telah dipelajari. Atau meceritakan kisah yang mengandung nilai aqidah. 2. (tt: 108) menawarkan suatu jenis langkah dalam mengajarkan aqidah. (mukaddimah). c). hiwar itu dilakukan tidak sekali tapi berkelanjutan. dan menulis topiknya pada papan tulis. b). Pada bagian ini bisa dilakukan dengan tiga cara : a). seperti kisah Ashhab al-Kahfi. Mulai dengan pertanyaan-pertanyaan/hiwar yang diisyaratkan dalam mukaddimah. Agar pengetahuan dapat dimiliki santri. a).

Dan munaqasah dengan santri apa yang mesti dilakukan di tengah-tengah masyarakat tentang aqidah yang telah dipelajari. Kesimpulan bisa diambil dari hasil tanya jawab dengan anak. b). atau kesimpulan ustadz. 30 . dan melakukan hiwar dengan anak. dan santri mengikuti bacaan ustadz. Menghubungkan materi aqidah dengan pelajaran yang lain. Menghubungkan aqidah yang dipelajari dengan aqidah yang ada di masyarakat. yang muncul (kesimpulan). lalu ustadz menjelaskan isi hiwar. baik yang menyimpang atau yang tidak. ustadz menyimpulkan unsur-unsur pada pelajaran yang telah disampaikan. 4. Pada penyajian dapat pula dengan menggunakan buku paket. seperti akhlak dan ibadah / fiqih ibadah. 3. (aflikasi) bertujuan untuk mengukur sejauh mana pelajaran telah dipahami dan dimiliki santri. 5. dilakukan dengan : a). (assosiasi).membacakan ayat Al Qur`an/Al-Hadits yang sederhana dan mudah dicerna. yang berisikan hiwar.

6. Buku DAFTAR PUSTAKA 31 . Tugas rumah b). sumber . ( penutup). berisikan : a).

tanpa tahun. Madinah al-Munawwah. al-Jamiah al-Islamiyyah. LIPIA. Mudzakirah fi al-Aqidah. 1989 Ramayulis. 1990 Kalam 32 . Mudzakirah li Daurah alTarbawiyyah al-Qashirah. Wukalah al-Mathbu‟ah. Diponegoro. Terjemah. Bandung. 1979 Shalih bin Sa‟id al-Sihimi. Perinsip-perinsip dan Metoda Pendidikan Agama Islam. Jakarta. Thuruq Ta’lim al-Tarbiyyah al-Islamiyyah.Muhammad Abd al-Qadir Ahmad. Abdu al-Rasyid Abd al-Aziz Salim. Mulia. 1982 Mani bin Abd al-Aziz al-Mani. Mathbaah al-Nahdhah al-Islamiyyah. Kairo. Metodologi Pengajaran Agama Islam. Thuruq Tadris al- tarbiyyah al-Islamiyyah. Kuwait. 1412 H Abdurrahman al-Nahlawi.

tt Muhammad Athiyah al-Abrasyi. 1982 Ahmad Fuad al-Ahwani. Thuruq Tadris al- Tarbiyat al-Ialamiyat . 1950 METODE PENGAJARAN AKHLAK 33 . Dar ihya al-kutub al-arabiyat. Cetakan pertama. Kuwait. Kairo.Abd al-Rasyid Abd al-Aziz Salim. Darr al-Ma‟arif. Cetakan III. DR. al-Tarbiyat fi al-Islamiyat. Mesir. DR. Ma‟had al-Tarbiyat li al-Muallimin. Ruh al-Tarbiyat wa al-Ta’lim. Mesir. Kairo.

dapat dilakukan dengan cara . guru menceritrakan suatu kissah. Menghilangkan kerendahan dan akhlak tercela pada diri siswa 6. Mendatangkan keutamaan dan akhlak yang baik bagi siswa B. Membiasakan siswa percaya diri. atau menyebutkan satu contoh yang ada di masyarakat yang berhubungan dengan materi akhlak. Memelihara ruh kebaikan dan toleransi pada siswa 4. Menumbuhkan rasa keagamaan pada siswa 2. 34 . dan bersipat sabar dalam menghadapi musibah 5.A. Muqadimah Untuk membangkitkan perhatian siswa. Lalu guru beserta siswa mengambil pelajaran dari padanya. Tujuan Umum 1. Langkah –langkah a. Mencegah dari kebiasaan buruk serta hal-hal yang bertentangan dengan agama 3.

b. Hal ini dapat dilakukan dengan cara mengajukan pertanyaan setelah pembahasan selesai. Mengeluarkan dari teks nilai-nilai akhlak yang sesuai dengan denga topik 5. Bermunaqasyah dengan siswa tentang akhlak yang baik dan buruk yang dapat diambil pelajarannya dari kissah atau teks. serta menghubungkan dengan kehidupan seharian siswa c. 1. asosiasi Guru menghubungkan topik pembahasan dengan kehidupan mereka. Atau menyuruh 35 . 3. dan struktur yang tidak jelas 4. atau membacakan teks dengan jahar yang mengandung nilai-hilai akhlak yang terdapat pada buku teks 2. Siswa membaca teks dengan jahar Menjelaskan kosa kata yang sulit. Penyajian Guru menceritrakan suatu kissah.

dan buku rujukan anjuran METODE PENGAJARAN FIQIH 36 . Kesimpulan Menyimpulkan setelah pembahasan guru atau munaqasah dengan siswa tentang materi akhlak yang telah disampaikan. Aflikasi Dilakukan dengan mengajukan pertanyaan untuk mengukur tingkat kemampuan. Jawaban dapat pula dilakukan dengan menyuruh siswa menulisnya dalam kertas yang khuusu f. Sebaiknya kesimpulan ditulis di papan tulis. e.sebagian siswa mencerintrakan kejadian di luar kelas yang mereka alami sendiri yang berkaitan dengan topik d. buku sumber utama. penerimaan dan pemahaman sisiwa. Penutup Membut Pekerjaan Rumah.

A. Membekali siswa pengetahuan-pengetahuan tentang ibadah dan muamalah 2. Dan menggugah perhatian sisiwa untuk menerima pelajaran yang baru b. Membersihkan siswa dari ajakan dan pemikiran-pemikiran yang menyesatkan B. Membantu siswa dalam mengaflikasikan hukum-hukum yang bersifat fikhiyyah dalam kehidupan mereka 3. Menjelaskan kepada siswa bahwa ajaran Islam meliputi pada seluruh urusan kehidupan. Mendorong ruh keagamaan siswa 5. Langkah-langkah a. Muqaddimah Pada bagian ini dapat dilakukan dengan cara guru menghubungkan pelajaran yang telah dengan materi pelajaran yang akan diajarkan. Tujuan Umum 1. 4. Penyajian 37 .

4. dan antara satu topik dengan yang lain saling berhubungan 2. Mengulangi penjelasan materi 6. Dan tidak berpindah pada topik selanjutnya sebelum siswa benar-benar paham . Menjelaskan masing-masing bagian dengan jelas 3.1. Guru membagi topik pembahasan kepada beberapa bagian yang sesuai. Kesimpulan 38 . Menjelaskan dengan praktek. dan pengetahuan mereka d. Memberikan pemahaman kepada siswa tentang satu topik. jika materi pembahasan memerlukannya 5. Asosiasi Menghubungkan materi pelajaran dengan kehidupan sisiwa dalam sehariannya. Menjelaskan kekeliruan siswa dalam aflikasi c. Menjelaksn aflikasinya dan menghubungkan dengan kehidupan siswa 7.

untuk mengukur tingkat penerimaan dan pemahaman mereka.Dapat dilakukna dengan cara. guru menyimpulkan pelajaran dari munaqasyah yang dilakukan guru – siswa. Penutup Berisikan. Pekerjaan Rumah. Sumber utama. Pada materi yang menuntut aflikasi dengan praktek. dapat dilakukan dengan menyuruh siswa mendemontrasikannya f. Atau dari penjelasan guru sebelumnya e. Sumber anjuran bacaan DAFTAR PUSTAKA 39 . Aflikasi Dilakukan dengan cara munaqasyah sekitar materi yang diajarkan.

Riyad. 1982 METODE PENGAJARAN HIFZHAN 40 . Kairo. Metode Belajar Mengajar Bahasa Arab. Mesir. 1979 Abdul Alim Ibrahiem. Tharaaiq Ta’lim al-Lughat alArabiyat.Muhammad Furaj Abd al-Hafidz. Jakarta. 1992 Abdurrahman Musa Akbar. alIkhlash . Jakarta. Asalib al-tadris al-Lughah alarabiyat. LIPIA Muhammad Ali al-Khuli. Methodik Khusus Bahasa Arab. tt Mahmuh Yunus. 1990 Juariyah Dahlan. Hidakarya Agung. al-Muwajih al-Fanni. Jamiah Riyad. Mudzakirat al-Daurat alTarbawiyat al-Qashirat. Jakarta. Surabaya. 1992 Mahmud Ismail Shini. Ma’had al-Ulum wa al-Arabiyat. Riyad. Mudzakirat Li al-Daurat al- Tarbawiyat al-Ashriyat.

Tarbiyat al-Islamiyat dan DR. serta menghafal apa yang mudah daripadanya. dalam kitabnya Thuruq Ta’lim al. menjelskan tujuan mengajarkan hifzhan Alquran / al-Hadits. Muhammad abd al-Qadir Ahmad ( tt : 72 ) . yaitu sebagai berikut : A. dan menjadikan bahasa itu menjadi miliknya dalan kehidupan sehari-hari 41 . Mengikat mereka berbicara dengan bahasa fushha. serta menawarkan satu model langkahlangkah pengajarannya. Melatih lidah siswa mengucapkan uslub-uslub Alquran / alhadits. dan membiasakan mereka untuk menggunakannya dalam kehidupan beribadah dan muamalah.Tujuan Umum Membiasakan siswa membaca Alquran / al-Hadits dengan syarat-syarat yang telah ditentukan.( AL-QURAN atau AL-HADITS ) DR.Abd al-aziz salim (1982 : 111) dalam kitabnyaThuruq Tadris alTarbiyat al-Uislamiyat.

menarik. Dan dapat dilakukan dengan melalui tanya-jawab dengan siswa dengan pertanyaan-pertanyan yang menyentuh topik. dan menumbuhkan perhatian siswa sekitar topik yang akan dihafal dari Alquran / al-hadits. Langkah-langkah Muqaddimah Guru memulai pelajarn dengan berceritra dengan bahasa yang mudah . dapat menambah kemahiran siswa dalam menghafal dan cara memahami Alquran / al-hadits. serta makna dari Alquran / al-hadits yang akan diajarkan. dan mengetahui kandungannya yang berhubungan dengan kehidupan mereka sehari-hari Dengan terus –menerus berlatih membaca dan menghafal.Menjadikan siswa faham terhadap makna umum dari ayat Alquran / al-hadits. merupakan lanjutan dari sebelumnya. dapat dilakukan dengan menghubungkannya terlebih dahulu dengan topik yang telah lalu. B. Jika Pelajaran. 42 .

surat Alquran / al-hadits keseluruhan sebagai contoh. Bacaan itu bisa dilakukan satu atau dua kali baca. hendaknya disajikan ayat-ayat atau surat Alquran yang pendekpendek. Hal ini untuk memudahkan siswa menghafal dan mengikutinya.Penyajian Bagi kelas yang telah dapat membaca Alquran / al-hadits materi dapat ditulis di papan tulis dengan tulisan yang baik dan jelas lengkap dengan syakalnya. benar. harakat. Atau dengan melihat buku sumbernya. Membaca sebagai contoh Guru membacakan ayat . yang dilakukan dengan bacaan yang baik. demikian juga al-hadits jangan yang panjang . serta hubungannya dan disertai dengan khusus dan penuh perhatian. Adapun langkahnya sbb: a. jelas makharijul hurufnya. Sedangkan murid 43 . Dan materi yang diberikan lebih panjang dari kelas yang belum bisa baca. Sedangkan bagi kelas yang belum bisa membaca Alquran / al-hadits dari papan tulis atau buku catatan / sumber.

Membaca bersama dengan guru Guru membacakan ayat. dan seluruh siswa disuruh mengulanginya setelah bacaan guru Lalu guru membaca bagian yang lain.mendengarkan dengan diam dan penuh perhatian. lalu kelompok pertama mengikuti dan menirukan bacaan setelah bacaan guru. Berlomba dalam membaca bersama Guru beralih pada teknik lain. surat Alquran / al-hadits sebagiansebaguan. kemudian siswa membaca setelah bacaan guru. bila bacaan mereka salah c. sehingga siswa terpengaruh dan tertarik dengan bacaan itu. lalu selanjutnya kelompok yang ketiga demikian juga. Kemudian kelompok ke dua mengikuti dan menirukan bacaan itu. b. membenarkan dan menunjukan bacaan yang benar. hingga selesai. yaitu menjadikan siswa pada beberapa kelompok. Guru memperhatikan bacaan siswa. Mungkin saja bacaan guru itu dapat dilakukan berulang kali. hingga kelompok yang 44 . dan mereka tahu makharijul khurufnya serta pengucapannya yang benar.

45 . hingga semua atau sejumlah besar dari siswa membacanya. Demikian dilakukan. Sebelum ia mengakhiri pelajaran. lalu menyuruh yang lainnya untuk membaca . Cara ini dimaksudkan untuk memberikan atsar atau bekas dari bacaan itu terhadap siswa. Jika guru sudah tidak ragu lagi bahwa sejumlah siswa telah dapat menghafalnya. dia harus tahu benar bahwa sejumlah besar dari siswanya itu telah hafal. Membaca individu Setelah guru merasa yakin bahwa membaca bersama / kelompok telah sampai pada yang diharapkan. d.terakhir. guru berpindah pada membaca individu. Guru menyuruh salah seorang dari siswa untuk membaca.Guru menjelaskan kepada siswa secara garis besar makna yang terkandung dalam ayat Alquran / al-hadits yang telah dipelajari. maka ia menyuruh siswa-siswa yang hafal untuk membacanya diluar kepala ( menghafal) dan guru membenarkan kesalahan dan kekeliruan. e.

Dan menjelaskan sepintas kandungan makna dari Alquran / al-hadits yang telah disampaikan. dalam hal ini misalnya. guru hendaknya menguji terlebih dahulu hafalan yang telah dipelajari sebelumnya. dalam ketentuan hukum dan lain sebaginya. sehingga ia tahu bahwa siswa benar-benar telah hafal Assosiasi Guru menjelaskan bahwa yang telah siswa pelajari itu. Juga berhubungan dengan aqidah. Sebelum melanjutkan pada pelajaran yang baru. misalnya. yaitu Alquran / al-hadits erat berhubungan dengan masalah agama yang dilakukan siswa sehari hari. untuk memperkuat hafalan siswa. 46 . dengan fiqih.f. akhlak yang harus mereka aflikasikan dalam kehidupan seharian mereka. Kesimpulan Di sini guru menyimpulkan dari apa yang telah di ajarkan. mengulang dengan hafalan (tidak melihat catan) Alquran / al-hadits yang telah diajarkan. dalam bacaan salat.

Penutup Berisikan sumber yang digunakan. sebelum mengakhiri pelajaran.Aflikasi Untuk mengetahui dan mengukur sejauhmana hafalan yang telah dimiliki siswa. dan menghubungkannya dengan kehidupan sehari-hari mereka. hendaknya guru melakukan aflikasi. dan sumber penunjang yang harus siswa baca ( bagi kelas yang telah bisa baca). membacakan di luar kepala apa yang telah dipelajari. METODE PENGAJARAN SIRAH Tujuan Umum 47 . Atau menjawab beberapa pertanyaan yang dilontarkan guru sekitar materi yang telah diajarkan. Pekerjaan Rumah yang harus siswa kerjakan.dengan cara menyuruh beberapa orang siswa.

B. Sirah merupakan teknik penyampaian yang mudah untuk memahami Islam dan penterapannya. sirah bertujuan untuk menjelaskan dan memudahkan siswa memahami dan mengaflikasikan Islam dalam kehidupan. baik untuk akhlak. dan menyamakan arah tujuan di antara mereka.Membiasakan siswa membaca sirah / tarikh agar cendrung pada nilai-nilai kebenaran. serta menanamkan dan membina akhlak siswa Sirah merupakan media untuk mempersatukan umat Islam. juga hukum. Dengan itu. Langkah-langkah 48 . dan mengkuti jejak kehidupan para Nabi dan para Shalihin dalam kehidupan mereka Membentuk dan membangun jiwa siswa cinta yang besar kepada para Nabi dan Shalihin. yang diterapkan dalam kehidupan mereka. untuk dicontoh dan diikuti jelak kehidupannya. ibadah. muamalah. Mengikat dan menumbuhkan keimanan. serta menjadikannya sebagai manusia model.

dan mulai bercakapcakap untuk samapai kepada tujuan yang diharapkan Menyajikan sirah dengan bentuk ceritra. yang berpindah dari satu tahap kepada tahap berikutnya. bulan dan tahun Memperlihatkan media kepada siswa.Muqaddimah Guru memulai pelajaran sirah dengan muqaddimah singkat yang menyentuh dan membangkitkan perasaan mereka rasa penasaran ingin mendengarkan sirah / tarikh yang akan disampaikan guru. Untuk ini dapat dilakukan dengan melalui tanya – jawab antara guru dan siswa. Penyajian Memberitahukan kepada siswa pelajaran yang akan disampaikan. menggunakan bahasa yang menarik dan mudah dipahami siswa Sirah disajikan dengan cara bertahap. serta menulis topik yang akan disamapaikan dipapan tulis. Tiap tahap mempunyai makna tersendiri. dan berkelanjutan. namun mempunyai ide 49 . setelah penulisan tanggal.

misalnya . shahabat dan shalihin. hendaknya guru membandingkan antara amaliyah para Nabi. serta mengambil pelajaran daripadanya Untuk menambah kesempurnaan nilai pelajaran atau faedah dari sirah. Guru mengkaitkan sirah itu dengan pribadi kehidupan siswa. tauhid atau hukum Kemudian melanjutkan sirah hingga akhir. sehingga siswa dapat merasakan dan berpikir sendiri Asosiasi Pada bagian ini yang dapat dilakuakn guru antara lain. akhlak. menghubungkan pelajaran sirah dengan pelajaran Agama 50 .dasar yang berhubungan dengan tahapan – tahapan yang lainnya. Berhenti pada saat sedang berceritra. Shalihin dari isi ceritra dengan kehidupan manusia yang dijumpai pada saat sekarang. karena inti dari pelajaran sirah adalah agar siswa dapat mengikuti dan meniru amaliyah para Nabi. di kala guru ingin memunculkan nilai – nilai qurani yang terkandung pada sirah tersebut.

dan meminta sebagian siswa menceritrakan kembali ceritra cara yang baik Penutup 51 . dan mengambil pelajaran.yang lain seperti tauhid . meminta siswa menuliskan bagian –bagian penting yang terkandung pada sirah . untuk memudahkan siswa mengingat. akhlak. Aflikasi Guru bermunaqasyah dengan siswa tentang isi pelajaran sirah yang telah disampaikan. mendemontrasikan ceritra. untuk mengukur sejauhmana pelajaran telah dimiliki mereka. Dan menghubungkan sesuatu yang diperoleh dari sirah dengan kehidupan yang dialami. Atau dengan cara . Hal ini untuk menggetarkan hati siswa mempunyai kecendrungan yang kuat untuk hidup dalam masyarakat yang islami Kesimpulan Guru menyimpulkan isi sirah. dan fikih. dan menuliskan ide – ide pokok dari sirah tersebut pada papan tulis.

/ tarikh. Cetakan III. tt. Thuruq Tadris alTarbiyat al-Ialamiyat . DAFTAR PUSTAKA Abd al-Rasyid Abd al-Aziz Salim. Ahmad Fuad al-Ahwani. Kairo. DR. Thuruq Ta’lim alTarbiyat al-Islamiyat . al-Nahdhat al-Arabiyat. tt 52 . DR. 1982 Muhammad abd al-Qadir Ahmad. al-Tarbiyat fi al-Islamiyat. Pekerjaan Rumah.Berisikan buku sumber. DR. Darr al-Ma’arif. Kuwait. Mesir. Ma’had alTarbiyat li al-Muallimin. dan buku anjuran lain untuk memperkaya sirah.

bermain peran. diskusi. sosioderama. dan akan bertambah terus sejalan dengan kemajuan perkembangan teori-teori pengajaran. Mesir.Muhammad Athiyah al-Abrasyi. Ruh al-Tarbiyat wa al- Ta’lim. pemberian tugas. Cetakan pertama. Kairo. 1950 METODE HIWAR PENDAHULUAN Dari literatur pendidikan Barat dapat diketahui banyak metode mengajar seperti metode ceramah. Dar ihya al-kutub alarabiyat. Tidak 53 . resitasi dan metode dialog. Metode itu banyak sekali.

( w. Ia memakai metode ini untuk mengajar muridnya supaya sampai ketaraf kebenaran sesudah bersoal jawab dan bertukar fikiran (Ramayulis. 399 SM). Dan atas itulah. masalah metode mengajar tidaklah terlalu sulit. Ahli-ahli pendidikan Islam telah mengenal metode ini. Tafsir. Biasanya studi tentang metode mengajar umum disebut dengan menggunakan istilah metode pengajaran. Ahli-ahli pendidik Islam. ( A. selanjutnya mengembangkan metode ini sesuai dengan tabeat agama dan akhlaknya. metode dialog / hiwar 54 merupakan salah satu ciri-ciri . Metode dialog. yang dianggap oleh pendidik-pendidik modern berasal dari Filosof Yunani Socrates.1994:135). yang dalam bahasa Arab disebut sudah lama dipakai orang semenjak zaman Yunani.dapat dibayangkan akan sejauh mana perkembangan metodemetode tersebut. Untuk kepentingan pengembangan teori-teori pendidikan Islam. Metode– metode mengajar yang dikembangkan di Barat dapat saja digunakan atau diambil untuk memperkaya teori tentang metode pendidikan Islam . 1991: 131). Disebut metode umum karena metode tersebut digunakan untuk mengajar pada umumnya. Metode-metode mengajar ini disebut metode umum.

dengan sistimatika: Pendahuluan Pengertian Hiwar Metode Hiwar Dan Tujuannya Keriteria Hiwar Macam-macam Metode Hiwar dan Oprasionalisasinya Kelebihan dan Kekurangan Metode Hiwar 55 . 1991: 137). penulis mencoba untuk menyajikan metode hiwar. mungkin dapat menutup kekurangan ini ( A. sudah tentu dapat dipakai dalam pendidikan Islam. 1997: 566). dengan segala keterbatasan dan kekurangan. yaitu alQur‟an dan Hadis. sesuai dengan tujuan pengajaran yang hendak dicapai. Metode dari al-Qur‟an dan Hadis ini. Beliau sering berdialog / bertanya jawab untuk memberikan pemahaman agama kepada merek. Dalam tulisan yang sederhana ini. Mungkin saja metode ini dapat menambah metode-metode dari Barat. Metode Hiwar yang digali dari sumber Islam. Tafsir. Sebenarnya di dalam Islam metode ini sudah dikenal Nabi Muhammad SAW dalam mengajarkan Agama kepada umatnya. ada beberapa tujuan pendidikan dalam Islam yang tidak dapat dicapai hanya dengan menggunakan metode mengajar dari Barat.khas Pendidikan Islam ( Omar Muhammad al-Toumy alSyaebany. Yang jelas.

Kesimpulan B. ( Luwes Ma‟luf. Penggunaan Metode Hiwar Langkah-langkah Metode Hiwar J. Makna-makan yang terakhir inilah yang sering digunakan bagi nama suatu jenis metode pengajaran. dan berarti “ tanya jawab “.Dampak Edukatif Metode Hiwar H. Dua ayat yang terdapat pada surat al-Kahfi. Al-Munawwir. surat al-Mujadalah ayat 1992: 280). Contoh langkah-langkah Oprasionalisasi Metode Hiwar K. ( ). yaitu : 56 . mengenai dialog seorang pemilik kebun dengan seorang sahabatnya yang tidak memiliki banyak kekayaan seperti pemilik kebun. “ percakapan “. 1927 : 155. 1.1984: 332). PENGERTIAN HIWAR Al-Hiwar ( jawaban “ ( ) dalam bahasa Arab bisa berarti “ ). “ dialog”. Di dalam al-Qur‟an terdapat tiga ayat yang menggunakan kata “ “ yaitu pada surat al-Kahfi ayat 34 dan 37. (Muhammad fu‟ad Abd al-Baqi.

Dan pada “ dalam surat al-Mujadalah baik al-Maragi ( 1947: Zuj 10. 4) maupun al-Ragib al-Ashfahani ( hal 134 ) memberikan arti yang sama yaitu berarti “ soal jawab “. 147 ) “ pada surat al-Kahfi yaitu “ bercakap-cakap”.Ayat yang ke tiga yang memuat kata ini terdapat pada surat alMujadalah ayat 1. yang mengkisahkan seorang wanita yang datang kepada Rasulullah. 57 yang . mengadukan suaminya kepada Allah. yaitu : Ahmad Mushtafa al-Maragi memberikan makna pada kata dengan arti kata “ ( 1947 : Zuj 5.

Dalam hiwar ini kadang-kadang keduanya sampai pada suatu kesimpulan. Percakapan ini bisa dialog langsung dan melibatkan kedua belah pihak secara aktif. Arifin dalam bukunya “ Ilmu Pendidikan Islam “( 1996 : 215 ). bahwa metode hiwar ( disebut juga dengan metode tanya jawab ( ) 1412 H : 4 ) ) Hal ini senada dengan apa yang dikatakan oleh H. Metode Hiwar Yang dimaksud metode hiwar adalah percakapan silih berganti antara dua pihak atau lebih melalui tanya jawab mengenai suatu topik yang mengarah pada suatu tujuan. Namun demikian ia masih dapat mengambil pelajaran dan menentukan sikap bagi dirinya.C. Mani bin Abd al-Aziz al-Mani ( menyebutkan. atau bisa juga yang aktif hanya salah satu pihak saja. METODE HIWAR 1. atau mungkin salah satu pihak tidak merasa puas dengan pembicaraan lawan bicaranya. 1989 : 284 ). (1950 : 282) Sementara Muhammad al-Athiyah al-Abrasyi 58 . sedang pihak lain hanya merespon dengan segenap perasaan. penghayatan dan kepribadiannya. DR. ( Abdurrahman an-Nahlawi.M.

Kedua.menyebutnya atau . Dialog itu berlangsung secara dinamis karena kedua pihak terlibat langsung dalam pembicaraan. yang membantu mengarahkan seseorang menemukan sendiri kesimpulannya. Itu disebabkan beberapa hal. karena ia ingin tahu kesimpulannya. Diikuti dengan penuh perhatian. Topik-topik baru seringkali ditemukan dalam pembicaraan seperti itu. Kedua pihak saling memperhatikan. 59 . tidak membosankan. Cara kerja metode ini seperti diskusi bebas. Ketiga. Kebenaran atau kesalahan masing-masing dapat diketahui dan direspon saat itu juga. Metode ini dapat membangkitkan perasaan dan menimbulkan kesan dalam jiwa. yaitu : Pertama . tidak bosan dan penuh semangat. Dan DR. Hiwar mempunyai dampak yang dalam bagi pembicara juga bagi pendengar pembicaraan . Pendengar tertarik untuk mengikuti terus pembicaraan itu. jika tidak memperhatikan tentu tidak dapat mengikuti jalan pikiran pihak lain. tetapi guru menggiring pembicaraan ke arah tujuan tertentu.Muhammad Husen Ali Yasin ( 1947 : 90) menyebutnya atau .

dan sebagainya. Mendorong siswa untuk mengeluarkan pendapatnya Salah satu tugas guru dalam proses belajar mengajar adalah menciptakan suasana yang dinamis. 1996:284.Keempat. 1991: 136). memenuhi akhlak tuntunan Islam. sikap dalam berbicara. Membiasakan siswa untuk berlatih mencari dan memecahkan masalah 60 . Dengan suasana yang dinamis tersebut. akan mempengaruhi peserta. antara lain : 1). Metode hiwar sangat tepat untuk memunculkan suasana yang dimaksud. ( Abdurrahman an-Nahlawi. 2. menghargai pendapat orang lain. Tujuan Metode Hiwar Muhammad Athiyah al-Abrasyi ( 1950: 282-283) menyebutkan beberapa tujuan metode hiwar. sangat dimungkinkan munculnya suasana belajar yang lebih interakrif. 2). sehingga meninggalkan pengaruh berupa pendidikan akhlak. Bila hiwar dilakukan dengan baik. Dan Ahmad Tafsir. dimana peserta didik memiliki jiwa yang kreatif. Salah satu jenis kreatifitas tersebut adalah mereka para peserta didik terbiasa dengan mengeluarkan pendapatnya. maka cara berdialog. sikap orang yang terlibat.

3). Padahal sifat tersebut menjadikan peserta didik kurang terbuka pemikirannya. guru dituntut untuk mampu memberikan contoh bagaimana mencari masalah sekaligus memecahkannya. Oleh karena itu menjadi tugas guru untuk melatih sekaligus memberikan contoh keberanian dalam mengemukakan pemikiran. Mekanismenya diantaranya adalah melalui pemberian stimulasi berupa pertanyaan atau sebaliknya memberikan jawaban yang dikehendaki peserta didik ketika mereka bertanya. 4). Menghilangkan keragu-raguan pada pikiran siswa Sifat yang biasanya ditemukan pada peserta didik adalah mereka biasanya ragu-ragu dalam mengilustrasikan isi pikirannya. Membimbing siswa cara berfikir yang baik 61 . Pada suasana tersebut. Dipihak lain terkadang mereka para peserta didik kurang mamapu jika kebetulan menemukan masalah berkaitan dengan materi pelajaran yanmg diterimanya.Kebiasaan yang ada pada peserta didik adalah kurang peka terhadap berbagai masalah yang ada dalam kaitannya dengan materi pelajaran yang diterimanya. Hal ini disamping karena perasaan rendah diri juga dikarenakan sifat kurang berani pada peserta didik.

Akibatnya peserta didik yang sudah terbiasa dengan pola yang demikian kebingungan ketika diharuskan mengambil keputusan pada masalah-masalah tertentu. 5). Kebiasaan dan suasana ini dapat diciptakan melalui pemberian stimulus oleh guru terhadap peserta didik dalam metode hiwar. Membimbing siswa menganalisa Sifat malas berfikir pada gilirannya akan melahirkan cara mengambil keputusan dan kekurangberanian untuk mengambil keputusan tertentu. Guru yang baik seharusnya melatih peserta didiknya agar terbiasa dengan menganalisa masalah untuk mengambil keputusan yang jelas. Media yang tepat dapat diterapkan oleh guru dalam proses belajar mengajar melalui contoh menganalisa setiap masalah yang diberikan peserta didik untuk kemudian disimpulkan atau diambil keputusannya yang tepat. Agar para peserta didik terbiasa berfikir secara baik (sistematis).Kerancuan berfikir tidak jarang diketemukan pada para peserta didik. maka guru berkewajiban untuk memberikan contoh sekaligus menyediakan sarana untuk terciptanya suasana dimaksud. 62 . yakni berfikir secara sistematis. Hal ini dikarenakan kurang terbiasa untuk berfikir secara baik.

Satu diantara metode tersebut adalah melalui aktifitas mendengarkan (hearing). 7). Mendorong siswa untuk maju dan berkembang Salah satu motivasi agar peserta didik lebih maju dan berkembang adalah mereka diberikan keleluasaan untuk mengemukakan pendapatnya.6). yakni melalui pertanyaan ataupun jawaban. 9). Melatih kemampuan mendengarkan Ada berbagai metode untuk mendapatkan pengetahuan yang lebih luas. Mencari pengetahuan baru dan mengambil manfa‟atnya Metode hiwar dapat digunakan sebagai sarana untuk mencarti pengetahuan baru sekaligus mengambil manfaatnya. Metode hiwar sangat memungkinkan peserta didik untuk lebih banyak mendengarkan pengetahuan dari yang lain. Dengan keleluasaan tersebut mereka akan mengembarakan pikirannya untuk menjangkau pemikiran yang lebih jauh. Pada term ini-maka metode hiwar 63 . Sebab dari metode tersebut didapatkan berbagai wawasan baru. Wawasam baru tersebut didapatkan melalui berbagai pertanyaan sekaligus jawaban guru maupun peserta didik sebagai gambaran luasnya pemikiran. Aktifitas tersebut biasanya lebih gampang termemori dalam diri peserta didik. baik dari peserta didik yang lain maupund dari guru yang mengajar.

1974: 94). dan kehilangan kemampuan untuk berpikir. KERITERIA HIWAR 1. Rasulullah apabila berdialog beliau selalu berusaha agar kebebasan dan kemandirian berpikir ini dimiliki oleh lawan bicaranya. Dalam beberapa ayat yang cukup banyak. dan lain-lain 64 . Hal ini seperti dalam Al-Qur‟an surat 18 ayat 110. tidak ada kelebihannya kecuali karena wahyu. Pikiran masing-masing tidak terkurung oleh perasaan takut atau yang lainnya. yang akan mengakibatkan kehilangan kepercayaan diri. kemanusiaan / basyariah Rasulullah sering ditonjolkan.sangat potensial untuk menstimulasi didik. maka ke dua pihak yang terlibat langsung dalam hiwar ini harus memiliki kebebasan berpikir yang ditopang dengan rasa percaya diri dan berpikir mandiri ( Muhammad Husen Ali Yasin. kemajuan dalam dan hal perkembangan pengetahuannya. peserta terutama D. beliau itu manusia biasa seperti mereka . Agar hiwar yang berlangsung antara dua pihak berujung dengan hasil yang sesuai dengan harapan. surat 7 ayat 188.

adalah terciptanya suasana yang tenang untuk berpikir yang membawa 65 . Orang yang terlibat dalam hiwar hendaknya menyiapkan diri sebaik mungkin untuk menerima kesimpulan atau kebenaran. 3. 2.Demikian itu. Segi ini telah mendapat penekanan dalam al-Qur‟an . agar mereka tetap tidak memandangnya manusia biasa. Kalau saja sejak awal telah menyiapakn pikirannya untuk menolak. ia tetap akan menolok. khususnya dari materi dan masalah yang dihasilkan dari dialog itu ( Mani bin Abd Aziz al-Mani dkk. maka hiwar atau dialog itu akan berubah menjadi “ Jadal “ ( debat) atau dialog dan perdebatan yang tecela yang tidak menghasilkan apa-apa kecuali penghamburan kalam saja. berlebihan. Di antara masalah yang cukup urgen dalam mengantarkan hiwar pada tujuannya yang diharapkan. seperti dalam surat 6 ayat ke 25 dan 26. 1412 H: 4). AlQur‟an telah berbicara mengenai orang-orang yang benar-benar tidak mau atau tidfak bermaksud untuk beriman. Sebab sekalipun dalal-dalil deras menghujaninya. memandangnya sebagai sehingga mampu berhadapan dan berdialog secara bebas dan dengan pikiran yang bebas.

tentu hiwar ini akan ngawur. 1950 : 316). bukan hasil pikirannya yang jernih.manusia mampu berpikir secara orisinil. di mana amereka menuduh Rasulullah gila. Sehingga ia mengikutinya karena kondisi keumuman. Sebab jika keduanya atau salah satu tidak mengetahuinya. Dengan demikian ia tidak mampu berpikir tenang dan jernih. Al-Qur‟an surat 34 (Saba) ayat 46 mengisyaratkan hal ini. itu semata –mata karena mereka terbawa emosi kelompok yang memusuhinya. menjauhkan suasana emosional (Muhammad Athiyah al-Abrasyi. Sebab tidak jarang pikiran seseorang larut ke dalam sikap suatu kelompok yang membawa semangat emosional untuk menguatkan pendapat tertentu dan menolak pikira tertentu. Al-Qur‟an telah memberi contoh. seperti ayat 66 surat 3 66 . Masing-masing yang terlibat dalam hiwar hendaknya tahu benar materi atau ide yang sedang atau akan dibicarakan sehingga tidak keluar dari topik yang dibicarakan ( Mani bin Abd al-aziz al-Mani. 1412 H 4). 4. dan permasalahan tidak akan nyambung antar keduanya. manusia yang menentang risalah dan menolak para Rasul dengan tanpa dasar pengetahuan yang benar. tidak terarah.

yaitu iman kepada hak sdan melaksanakan tuntutannya. dan berangkat dari kaidahkaidah Islam yang memandang bahwa materi hiear itu hanya sebagai sarana untuk mencapai tujuan. dan lawannya kata “ As-Sayyiat “( ) menunjukan uslub hiwar yang tidak sehat. Kata “ Al-Hasanah “ ( ). Hiwar ini tidak sekedar mematahkan argumentasi lawan.5. Al-Qur‟an surat 41 ayat 33-35 mengisyaratkan adanya adanya dua teknik di atas. menunjukan uslub yang sehat.119). Adapun hiwar yang sehat adalah hiwar yang berdasarkan pada kelembutan dan kasih sayang. dalam menghadapi lawan bicara biasanya menggunakan kata-kata dan uslum yang tidak sehat pula. dan menjauhkan dari pengertian yang salah dan menyimpang. hiwar ini menggunakan kata-kata dan uslub yang lembut dan bagus. mendekatkan pemikiran terhadap pemahaman dan hukum-hukum yang benar. 117. yaitu hiwar yang sehat dan hiwar yang tidak sehat. kalau perlu menghina dan menyakitinya. yang mampu menyentuh hati. Hiwar yang tidak sehat biasanya. Dengan demikian. ( Abi Ja‟far Muhammad bin Jarir al-Thabari. 67 . Ada dua teknik yang diisyaratkan Al-Qur‟an. 1988 : Zuj 12.

dalam kegiatan yang lebih khusus menambahkan keriteria-keriteria sebagai berikut : (1). Abdurrahman Musa Abkar ( 1412 H : 4). (4) Distribusi atau pembagian hiwar harus merata. ( 6) Membuat ringkasan hasil hiwar sehingga memperoleh pengetahuan secara sistimatis. MACAM-MACAM METODE HIWAR DAN OPRASIONALISASINYA Hiwar Khitabi atau Ta’abbudi 68 . (2) Hiwar hendaknya sesuai dengan tingkat kemampuan siswa. seperti hiwar wasfi. (3) Menghargai pendapat dan pertanyaan lawan bicara. Jadali. mendorong mereka untuk berfikir. sehingga tidak menimbulkan keraguan pada siswa. jelas dan terbatas. Persiapan dan perumusan hiwar yang matang. dan tidak keluar dari topik pembicaraan.Keriteria-keriteria tersebut di atas nampaknya lebih tepat untuk hiwar-hiwar yang melibatkan dua belah pihak berdialog secara aktif. (5) Guru meluruskan jawaban dan membetulkannya serta melengkapi kekurangan dari jawaban siswa. dan Nabawi. Qishasi.

” dan hambaNya menjawab dalam kalbunya dengan mengatakan. sedangkan pihak dengan dengan ke dua yang lalu dan menyambutnya terundang memperhatikan emosinya. “ Kusambut panggilan Engkau. dengan menyebutkan keimanannya supaya menyentuh jiwa dan kesadarannya. bahwa pengajaran seperti itu dapat kita gunakan. 1991 : 137-138 ). 1996 . Dalam Hiwar khitabi ini dialog dimulai dari satu pihak. yaitu si pembicara.Tafsir.” Dialog ini menjadi petunjuk. Tuhan memanggil dengan mengatakan “ Wahai. dengan kata lain. orang-orang yang beriman.Hiwar ini merupakan dialog yang diambil dari dialog antara Tuhan dan hambaNya. metode dialog merupakan metode pengajaran yang pernah digunakan Tuhan dalam mengajari hamba-Nya. Hiwar khitabi dengan menggunakan nida-ut ta’rif bil iman Hiwar khitabi yang diarahkan kepada orang-orang beriman. pikiran untuk menyembutnya perasaannya ( A.( Abdurrahman an-Nahlawi.ya Rabbi. Khiwar khitabi ini terbagi 6 macam : 1). 291) Contoh 69 .

Hiwar ini biasanya dijadikan pengantar untuk memasuki masalah-masalah hukum. 1996: 293) Contoh: - 70 . AnNahlawi. atau mengingatkannya pada dosa-dosa nenek moyang mereka dan berbagai khurafat yang masih mereka lakukan. Atau bisa juga diterapkan di akhir pembahasan untuk memperkuat. memantapkan keimanan/kesadaran pihak ke dua terhadap masalah yang telah disajikan.Oprasionalisasinya. ( Abd. bisa pada awal pelajaran untuk membuka kesadaran/ keimanan pihak ke dua terhadap materi/ masalah yang akan disajikan. 2). Hiwar khitabi Tadzkiri Hiwar yang mengajak lawan bicara untuk mengingat nikmat Allah yang telah diberikan kepadanya.

3). Hiwar ini lebih tepat digunakan di tengah-tengah pembahasan setelah menyajikan materi pokok. Metode ini biasanya diterapkan terhadap materi aqidah dan akhlak. 1996 : 295). 4). Hiwar Khithabi Tanbihi atau Idhahi Hiwar yang dimulai dengan pertanyaan yang berfungsi sebagai perangsang. merangsang perhatian dan rasa ingin tahu siswa terhadap materi yang akan diberikan.Dalam oprasionalisasinya. perhatian agar lebih terpusat kepada jawaban yang akan dikemukakan sebagi penjelasannya Abdurrahman An-Nahlawi. untuk memfokuskan materi. untuk memantapkan siswa terhadap materi pelajaran. Contoh hiwar ini : ( -- -- Hiwar ini lebih tepat dioprasionalisasikan di awal pelajaran. Hiwar Khitabi Athifi Hiwar di mana khitab atau pertanyaan yang diarahkan untuk menyentuh dan membangkitkan berbagai perasaan 71 .

( Abdurrahman An-Nahlawi. sehingga menimbulkan pengaruh yang mampu mendorong prilaku baik dan beramal shaleh ( Abdurrahman An-Nahlawi. 1996 : 298 ). Hiwar ini diterapkan ditengah atau di akhir pembahasan. Contoh untuk perangsangan rasa syukur : Lebih tepatnya. Pertanyaan itu terulang berkali-kali. untuk menyentuh perasaan / kesadaran secara mendalam sehingga bisa timbul prilaku yang diharapkan. dan antara satu pertanyaan dengan pertanyaan lain terdapat ayat-ayat pemisah yang menggugah. 5). ia mengandung makna yang sesuai dengan ayat-ayat sebelumnya. Metode dengan jalan pengulangan serta menggunakan berbagai sudut pandang dan argumentasi dapat menanggalkan keraguan dan menggugah 72 .wijdani atau insani. Hiwar Khitabi Athifi Tardidi Hiwar di mana pertanyaan tertentu selalu terulang dan mengundang lahirnya perasaan-perasaan serupa.1996:302). Setiap kali pertanyaan itu terulang. disamping maknanya yang asli.

hiwar ini diterapkan setelah setah menyampaikan materi pokok sampai akhir pembahasan. 1988 : 178 ). metode ini dioprasionalisasikan di akhir bahasan setelah pembahasan disampaikan dan dipahaki dengan jelas. 6). seperti menerangkan keburukan atau kelemahan mereka. 1996 : 304). Contoh Ayat ini diulang dalam satu rusat. 73 . mencemoohkan kebatilan mereka. Contoh keburukan sebagian kaum musyrikin : Lebih tepatnya. (Abdurrahman An-Nahlawi. Hiwar Khitabi Ta’ridi Khitab Allah kepada Rasulullah yang mengandung suatu sindiran berkenaan dengan orang-orang non muslim. yaitu surat al-Rahman sebanyak 30 kali. Pertanyaan yang serupa ini diulang-ulang dan diselingi dengan uraian materi yang fungsinya memperkuat uraian sebelumnya. atau mengecam mereka dengan adzab. Biasanya diterapkan dalam materi akhidah atau akhlak.sikap percaya akan kebenaran ( Abdul Fatah Jalal. Oprasionalisasinya.

Hiwar Qishasi 74 . 3. 138). Contoh Ahmad Tafsir. Dengan hiwar ini tercipta suatu situasi psyihis yang dihayati bersama secara riil oleh mereka yang terlibat berdialog (Abdurrahman an-Nahlawi. Sehingga kebenaran itu seakan-akan ditemukan dan dicetuskan oleh siswa sendiri. dalam hiwar washfi ini digambarkan secara jelas situasi orang yang sedang berdialog. 1991: Hiwar ini bisa dioprasionalisakikan di awal. Dengan metode ini siswa diajak mengungkap kebenaran secara bersama-sama. Hiwar Washfi Lain halnya dengan hiwar khitabi.2. di tengah bahkan diseluruh pembahasan materi pelajaran. 1996: 307.

untuk memberikan contoh memperkuat pesan yang terkandung pada materi pokok.Hiwar Jadali Hiwar yang merupakan diskusi atau perdebatan yang bertujuan untuk mamantapkan hujjah kepada pihak lawan bicara. 1996: 311). sentuhan terhadap perasaan akan tetap dominan. Contoh - Hiwar ini lebih tepat dioprasionalisasikan setelah yang penjelasan materi pokok. sebab unsur istifham tetap digunakan ( A. Tafsir. namun demikian. segi logika akan nampak berada. yaitu hiwar yang merupakan unsur dan uslub kisah dalam al-Qur‟an ( Abdurrahman an-Nahlawi. yang baik bentuk maupun rangkaian ceritanya sangat jelas. Contoh 75 . 4. Dalam hiwar ini. Biasanya diterapkan pada materi akhlak dan akidah. 1991: 139).Hiwar ini terdapat dalam sebuah Qishah.

5. bahkan di seluruh pembahasan materi. Dalam hadis yang diriwayatkan al-Bukhari dan Muslim disebutkan: 1). 76 . (A. metode ini melibatkan semua pihak dalam diskusi panjang. hiwar ini bisa diterapkan setelah menyajikan materi pokok. Dia menghendaki agar sahabat-sahabatnya mengajukan pertanyaan. 1996: 326) Oprasionalisasinya. Kebanyakan diterapkan dalam materi akidah. Sebab biasanya.Metode ini bisa diterapkan di awal.Hiwar Nabawi Hiwar Nabawi adalah hiwar yang digunakan oleh Nabi dalam mendidik sahabat-sahabatnya. Hiwar Nabawi Athifi Yaitu hiwar yang diarahkan untuk mendidik dan menyentuh perasaan. Tafsir. 1991: 140). di tengah. yang pada gilirannya perasaan itu diharapkan mengendap sebagai sikap dan menjadi dasar yang kokoh dan tangguh dalam segala keadaan ( Abdurrahman anNahlawi. untuk memantapkan tumbuhnya perasaan yang diharapkan oleh sasaran belajar.

2). 1991: 138). ( Ahmad Tafsir.2). sehingga pihak ke dua mendapat alasan/ argumentasi yang menguatkan pikirannya. yaitu sebagai berikut : 1).Tanggap terhadap persoalan yang diajukan al-Qur‟an. Lebih tepatnya. “Hai. menghadirkan jawaban sekurang-kurangnya di dalam kalbu. 77 . DAMPAK EDUKATIF METODE HIWAR Hiwar Ta’abbudi atau Khitabi Melalui hiwar khitabi.1996:329). al-Qur‟an banyak menanamkan hal-hal penting ke dalam jiwa. dioprasionalisasikan setelah menyajikan materi pokok. orang-orang yang beriman. merenungkannya.Menanamkan rasa bangga karena dipanggil oleh Tuhan. Hiwar Nabawi Iqna’I Yaitu Hiwar yang berusaha memuaskan fikiran dan menegakan hujjah dan memberi kepuasan kepada pihak lawan bicara ( ( Abdurrahman an-Nahlawi. Mengarahkan tingkahlaku agar sesuai dengan al-Qur‟an 4). F. Menghayati makna kandungan al-Qur‟an 3). untuk menguatkan dan memantapkan argumentasi yang digunakan.

1996: 309-310) 3. mengisyaratkan agar tidak memihak kepada orang zalim. seolah-olah dirasakan oleh pendengar dialog. seperti cinta di jalan Allah. “ jangan kalian terjerumus seperti mereka itu”. Mendidik perasaan ketuhanan di dalam jiwa. Dengan imajinasi dan deskripsi yang rinci. lebih berkesan daripada pengajaran langsung. ( Abdurrahman An-Nahlawi. lantas ada pemilihan. Menyajikan gambaran yang hidup tentang kondisi psikis ahli neraka dan ahli surga.Hiwar Washfi !). 3). Menyajikan Hujjah yang kuat. hujah itu mengalahkan hujah orang kafir 78 . hiwar washfi memperlancar berlangsungnya pendidikan perasaan ketuhanan. alasan orang zalim itu lemah. Gambaran tentang ahli neraka. seolah terlibat. 2). dan kecintaan pada Nabi allah. Hiwar Qishashi 1). Pengisyaratan itu. lantas ada pertanyaan “ di pihak mana aku “ 2). seolah=olah mengingatkan pendengar dialog. hujjah yang datang dari Nabi dan Tuhannya. Dengan cara yang tidak langsung. kesenangan untuk berda‟wah.Hiwar washfi bersandar pada pengisyaratan.

Hiwar Jadali 1).( A. 2). mendidik orang menolak kebatilan. Tafsir. pikiran-pikiran yang musyrik dan munkar. Mengisahkan dialog secara berseling. 1996:319). sehingga pengajaran berjalan selaras dengan gairah mereka dan agar lebih berpengaruh terhadap jiwa mereka.Mendidik orang menggunakan pikiran yang sehat Abdurrahman an-Nahlawi. 1996 : 324) 79 hiwar tersebut ( Abdurrahman an( . Ini akan menajamkan persoalan yang didialogkan sehingga terjalin kisah panjang yang kuatalur ceritanya. dengan menggunakan hujjah yang kuat 2). Mengungkapkan kesimpulan kisah dan kesudahan orang zalim dan mu‟min. Mendidik orang menegakan kebenaran.Dengan jalan pengisyaratan. 1991: 139) 4. Diisyaratkan agar mengadakan hiwar dalam menghadapi para pelajar. . agar mereka mengikuti dan mempelajari urusan agama melalui metoda Nahlawi. Hiwar Nabawi 1).4). 5. karena pikiran itu rendah 3). Diisyaratkan untuk mendorong para pelajar supaya berani bertanya.

sebab uslub istifham dominan di dalamnya 80 . sehingga akan mamapu menghidupkan suasana di dalam kelas dan meredam rasa bosan 2). kelebihan – kelebihan metode hiwar ( ). sebab kedua belah pihak terlibat langsung dalam kondisi dialog secara timbal balik. 2).G. Mampu menyentuh dan membangkitkan perasaan . KELEBIHAN DAN KEKURANGAN METODE HIWAR Kelebihan metode Hiwar 1). Mampu menimbulkan dan meninggalkan kesan yang lebih kuat dalam benak ke dua belah pihak yang terlibat dalam hiwar 3). akan mampu lebih banyak mengaktipkan siswa. yang pada gilirannya akan membantu tumbuhnya sikap dan pribadi yang kokoh yang mengacu pada pencapaian tujuan ahir pendidikan. jadali dan nabawi yang baik. Mani bin Abd al-Aziz al-Mani( 1412 H: 4) mengemukakan. Mampu memebangkitkan perhatian yang husus dan terpusat. Materi disajikan secara dinamis. Penggunaan metoda hiwar washfi. diantaranya : 1).

DR. antara lain : 1). Mendorong dan merangsang siswa untuk berfikir 3). Mampu menjaga kesetabilan perhatian dan konsentrasi. Jika Pengajar tidak memperhatikan dan mengetahui arah tanya-jawab siswa.3). Bagi Pengajar dapat mengetahui sejauh mana siswa terhadap materi pelajaran. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengajukan pertanyaan dan masalah yang belum dipahami perhatian 2. Dapat mengetahui sampai sejauh mana materi pelajaran telah dikuasai dan dipahami oleh siswa 2). sebab kedua belah pihak akan terus tertarik dan ingin mengikuti jalannya dialog samapi mendapat kesimpulan 4). bisa keluar dari topik pembahasan 81 .Kekurangan Metode Hiwar Mani Bin Abd al-Aziz al-Mani mengemukakan kekurangan-kekurangan metode hiwar ( ). Nana Sudjana ( 1989: 78) mengemukakan kelebihan metode ini : 1).

yaitu pada penggunaan hiwar khitabi. memperbaiki kesalahan dan mengkaitkan antara yang satu dengan yang lain. Muhammad Athiyah al-Abrasyi ( 1950 : 283 ). sedang materi yang tersampaikan sangat terbatas/ sedikit dibanding dengan waktu yang digunakan 2). menyebutkan kekurangan metode hiwar. menekan sikap panatik dan emosional. Penggunaan metoda hiwar kadang memakan waktu yang sangat lama. Menciptakan kondisi yang baik untuk memberi kebebasan berfikir. antara lain menurutnya : 1). kadangkadang berakhir tanpa sampai pada kesimpulan atau sasaran belajar yang telah direncanakan. dan untuk melibataktifkan siswa.2). Sebab metode ini bukan merupakan dialog secara riil. Hiwar yang berkepanjangan dan kurang terarah. kurang mampu menciptakan situasi belajar yang lebih banyak melibataktifkan siswa. Jika Pengajar tidak mamapu menyempurnakan jawaban. 82 . 3). Dan dapat pula kiranya ditambahkan tentang kekurangan metode hiwar. memerlukan keterampilan dan persiapan yang matang dan baik dari guru. maka hasilnya tidak akan memuaskan. Dan menuntut siswa kreatif dan penuh perhatian.

dan dosa-dosa yang telah diperbuat 3. dengan mengingatkan pada nikmat-nikmat yang telah diberikan kepadanya. Terutama kalau masalah yang akan disampaikan itu merupakan masalah yang sangat penting 83 . Hiwar Khitabi Tanbihi Hiwar ini digunakan untuk merangsang dan membangkitkan perhatian dengan menggunakan uslub istifham.PENGGUNAAN METODE HIWAR Metode hiwar adalah metode yang cukup banyak digunakan di dalam al-Qur‟an.Hiwar Khitrabi bi nida’i ta’rif Hiwar ini digunakan untuk menimbulkan rasa bangga dengan keimanan. Adapun penggunaannya menurut Abdurrahman an-Nahlawi( 1996:292-328) antara lain: 1. rasa tanggungjawab. 2. dan agar berpegangteguh pada keimanan. Hiwar Khitabi Tadzkiri Hiwar ini digunakan untuk menimbulkan rasa syukur dan mau bertaubat. karena metode ini memiliki banyak kelebihan yang tidak dimiliki oleh metode lainnya.

Hiwar Washfi Hiwar ini digunakan untuk menciptakan suatu suasana yang memungkinkan internalisasi nilai-nilai.4. menyesal. 5. Hiwar Khitabi Athifi Tardidi Hiwar ini digunakan untuk menimbulkan dan menetapkan perasaan dengan mengulang-ulang pertanyaan serupa. yang mengundang untuk meneladani yang baik 8. seperti perasaan khusus terhadap Allah.Hiwar Khitabi Ta’ridi Digunakan untuk memberikan jawaban secara sindiran terhadap pihak ke dua. 6. Hiwar Khitabi Athifi Hiwar ini digunakan untuk menyentuh berbagai perasaan. Sehingga timbul respon dalam bentuk sikap yang diharapkan. dan sebagainya.dan memberikan keteguhan bagi pihak muslim 7. pengukuhan dan penertibannya diu dalam jiwa.Hiwar Qishasi 84 . Pengulangan ini membantu tumbuhnya perasaan.

I. tidak akan selalu sama antara satu mata pelajarn dengan mata pelajaran yang lainnya. Hiwar Nabawi Iqna’I Digunakan untuk memberi kepuasan kepada pihak ke dua dengan memberikan argumentasi yang kuat dan lengkap. LANGKAH-LANGKAH METODE HIWAR Dalam penyajian materi pelajaran yang menggunakan metode hiwar. dan untuk memberikan peringatan dengan cara yang tidak langsung 9. tentunya langkah-langkah yang digunakan dalam metode tersebut. misalnya pada mata pelajaran bahasa ( Muhadatsah ) dan 85 mata pelajaran . Hiwar Nabawi Athifi Digunakan untuk memberikan perasaan insani dan wijdani.Hiwar Jadali Digunakan untuk memantafkan hujjah / argumen supaya siswa meyakini kebenaran itu berdasarkan pada pikiran yang logis dan benar 10. yang harus menjadi sandaran dalam segala kondisi 11.Hiwar ini digunakan untuk mengadakan perbandingan dan pewarisan nilai-nilai lama yang dipandang masih baik. terutama perasaan ketuhanan.

lalu meniru dan mengulanginya. misalnya guru menyampaikan ucapan salam.agama/ibadah.Ahmad bin Abdillah al-Basyir ( 1991 : 16 ) menyebutkan langkah-langakh metode hiwar dalam mata pelajaran bahasa ( Muhadatsah) sebagai berikut : Tamhid. dan buku tertutup Murid mendengarkan bacaan guru. secara kelompok. sambil melihat buku Murid mendengarkan bacaan guru. atau menyampaikan beberapa pertanyaan Guru membacakan materi pelajaran. sementara siswa mendengarkan sambil melihat buku Murid mendengarkan bacaan guru. murid mendengarkan. dan memperhatikan contoh dan gambar yang terdapat pada buku Guru membacakan kembali dengan bacaan yang baik. secara bersama-sama. lalu meniru dan mengulanginya apa yang dibacakan guru. yang keduanya sama-sama menggunakan metode hiwar DR. dilakukan sebelum mengawali pelajaran. sambil melihat buku Guru menyuruh seorang atau dua orang siswa mendengarkan. Dilakukan sambil melihat buku 86 . buku dibuka. lalu meniru dan mengulanginya.

Dan bila perlu biarkan siswa mencoba menjawab. baru dijelaskan mengemukakan definisinya. J. Guru menyuruh beberapa orang siswa secara bergiliran untuk mendemontrasikan hiwar di depan kelas. yaitu dengan pertanyaan-pertanyaan : Apakah al-juud itu ? Apakah Aljuud itu berarti bahwa kita harus memberikan apa saja yang diminta oleh orang lain? Apakah al-juud itu berarti harus menyerahkan semua di luar kebutuhan pokok kita ? Berapa banyak yang harus kita berikan dari yang kita miliki Biarkan siswa berpikir sejenak meraba-raba jawabannya. CONTOH LANGKAH-LANGKAH OPRASIONALISASI METODE HIWAR Pelajaran Pokok Bahasan Tingkat/kelas : Akhlak : Al-Juud ( pemurah ) : Tsn /I Untuk lebih menarik dan rasa ingin tahu siswa. sebaiknya dimulai dengan hiwar khithabi tanbihi.Mendemontrasikan hiwar. dengan diberi peran masing-masing. sehingga hiwar beralih menjadi hiwar washfi Setelah terlihat siswa terlibat dalam usaha menjawab dengan pertanyaan tersebut. 87 .

Yaitu dengan pertanyaan : Bukankah kamu lahir tanpa membawa apa-apa ? Bukankah ibu bapakmu tidak menciptakan matamu ? Lantas siapakah yang menciptakan matamu ? Siapakah yang memberi rumah. dan memberi contoh kongkrit dengan prilaku nabi. makanan. dan orang yang berpenyakit 88 . orang buta. sebaiknya pelajaran ini diakhiri dengan hiwar kishashi tentang orang buta. sehingga Rasul berkata : Bila perlu dilanjutkan dengan hiwar tadzkiri. dan supaya mengambil pelajaran dari contoh baik dan buruk.Untuk memantapkan penjelasan pengertian al-juud itu. ada baiknya sisusun dengan hiwar qishashi yaitu tentang seseorang yang terus-menerus meminta kepada Rasulullah. pakaian kepadamu ? Rasul Juga diperingatkan : Selanjutnya sentuh lagi perasaan ketuhanannya dengan ayat : Untuk lebih mantap kesadaran kedermawanannya.

keindahan gaya bahasanya. yang didatangi malaikat untuk dicoba dengan berbagai nikmat dari Allah. dibanding dengan metode lainnya. variasi-variasi penggunaan dan penyajiannya. Dan bila masih dipandang perlu. yaitu dengan ayat 254 dari surat al-Baqarah. kekokohan argumentasinya. pelajaran ini bisa diakhiri dengan hiwar khitabi yang menggunakan nida’u ta’rif bil iman. dalam rangka menyebarkan risalah dan da‟wah Islam. sebab metode ini memiliki banyak kelebihan. untunk menyentuh jiwa dan perasaan keimanannya. yang terpenting adalah : 89 . AlQur‟an adalah kitab hiwar Di dalam al-Qur‟an dan sunnah terdapat berbagai jenis metoda dan bentuk hiwar.kusta. KESIMPULAN Metode hiwar merupakan metode yang cukup banyak digunakan dalam al-Qur‟an. maka ia akan semakin kaya dengan pengetahuan. yang di antaranya metode pendidikan. Siapa yang mampu mengungkap banyak keunikan al-Qur‟an. keluasan makna-maknanya. Al-Qur‟an merupakan satu-satunya kitab rujukan Rasulullah dan para sahabatnya dalam mengembangkan uslub-uslub hiwar yang bermacam-macam. K.

dan diaflikasikan oleh Rasulullah dan para sahabatnya dalam menanamkan penapsir nilai-nilai Islam. khitabi ta‟ridi. 1980. 90 . Kairo: Al-Nahdlah al-Mishriyyah. sesuai dengan tujuan pengajaran yang hendak dicapai. Hiwar nida‟u ta‟rif bil iman. Hiwar washfi ( percakapan deskriptif) Hiwar qishashi ( percakapan berkisah ) Hiwar jadali ( percakapan dialektis) Hiwar nabawi. DAFTAR PUSTAKA Muhammad Abd al-Qadir Ahamd. Untuk itu metodemetode tersebut dapat dipakai dalam pendidiakan Islam. yang meliputi athifi dan iqna‟I Metode-metode tersebut di atas telah banyak digunakan. khitabi tadzkiri. yang meliputi . khitabi tanbihi. karena Rasulullah adalah hidup dari maksud-maksud al-Qur‟an.Hiwar khitabi atau ta‟abbudi ( percakapan pengabdian). khitabi athifi. Thuruq Ta’lim al-Tarbiyyah alIslamiyyah. khitabi athifi tardidi. baik maksud yang nampak maupun yang tersembunyi.

1992 91 .Arabiyyah fi Indonesia. Mudzakarah al-Daurath alTarbawiyyah al-Qashirah. 1950 Muhammad Husen Ali Yasin. Al-Mabadi al-Asasiyyah fi Thuruq alTadris al-‘Amah. Al-Mufradat fi Gharib al-Qur’an. 1974 Mani bin Abd al-Aziz al Mani dkk. Muhammad Fu‟ad Abd al-Baqi. al-Muwajjih. Baerut : Darr al-Fikr.1912 H Ahmad bin Abdillah al-Basyir dkk. Ja’mi al-Bayan ‘an Ta’wil Ayyi alQur’an jilid 12 . 1991 Ahmad Mushtafa al-Marogi. Al-Mu’zam al-Mufahras li alfadz alQur’an al-Karim. Ma‟had al-Ulum alIslamiyyah wa al-Arabiyyah fi Indonesia.Muhammad Athiayh al-Abrasyi. Baerut Lubnan: Maktab al-Nahdhah. jilid 10. Ma‟had al-ulum al-Islamiyyah wa al. Kairo: Darr Ihya al-Kutub al-Arabiyyah. Baerut: Darr al-Ma‟rifah.Baerut:Darr al-Fikr 1988 Al-Ra‟ghib al-Ashfahani. 1981 Muhammad bin Jarir al-Thabari. Tanpa tahun. Tafsir al-Maragi. Ruh al-Tarbiyyah wa al-Ta’lim. Baerut : Darr al-Ma‟rifah.

al-Munjid fi al-Lughah. Yogyakarta: 1984 Abdurrahman an-Nahlawi. Al-Munawwir . 1990 Abdul Fatah Jalal. Bandung: Diponegoro.1988 Kalam Nana Sudjana. Arifin. Terjemah. Ilmu Pendidikan Dalam Perspektif Islam. 1996 92 . Azaz-azas Pendidikan Islam. Bandung: Diponegoro. Baerut : 1928 Ahmad Warson Munawwir. Metode Pengajaran Agama Islam. 1970 Ramayulis. Bandung : Sinar Baru Algensindo. Terjemah. Prinsip-prinsip dan Metode Pendidikan Isalam. Ilmu Pendidikan Islam. Filsafat Pendidikan Islam. 1991 Omar Mohammad al-Taoumy al-Syaebani. Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar. 1989 Ahmad Tafsir.Luwes Ma‟luf. Bandung: Remaja Rosdakarya. Jakarta : Bumi Aksara. Jakarta: Mulya. 1989 HM. Jakarta: Bulan Bintang. Terjemah.

sebagai berikut 93 . Abd al-Aziz al-Ma‟ni ( 1412 H : 71 ) menawarkan satu model Kerangka Persiapan Pengajaran.MODEL KERANGKA PERSIAPAN PENGAJARAN DR.

94 .

CONTOH SATPEL BERBAHASA ARAB 95 .

96 .

97 .

98 .

99 .

100 .

101 .

102 .

103

104

–-

105

106 .

107 .

- - 108 .

- 109 .

110 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful