LANDASAN TEORI DAN KONSEP SISTEM ; STRATEGI PEMBELAJARAN DENGAN KONSEP DASAR POLA SISTEM BELAJAR MANDIRI

LANDASAN TEORI DAN KONSEP SISTEM ; STRATEGI PEMBELAJARAN DENGAN KONSEP DASAR POLA SISTEM BELAJAR MANDIRI*) Oleh : Rosdiana (20082013008)**) A. PENDAHULUAN Teknologi pendidikan merupakan konsep yang kompleks. Ia dapat dikaji dari berbagai segi dan kepentingan. Kecuali itu teknologi pendidikan sebagai suatu bidang kajian ilmiah, senantiasa berkembang sesuai dengan perkembangan ilmu dan teknologi yang mendukung dan mempengaruhinya. Pada awal perkembangannya (sekitar 70 tahun yang lalu), teknologi pendidikan selalu dikaitkan dengan adanya peralatan terutama yang berupa ruparungu (audiovisual). Peralatan inipun hanya berfungsi sebagai alat bantu guru dalam mengajar. Perkembangan ini disebut sebagai paradigma pertama. Perkembangan berikutnya atau paradigma kedua bertolak dari pendekatan sistem dan teori komunikasi dalam kegiatan pendidikan. Paradigma ketiga bertolak dari pendekatan manajemen proses instruksional, dimana unsur-unsur yang masing-masing mempunyai fungsi yang berbeda, dijalin secara integral. Paradigma keempat bertolak dari pendekatan ilmu perilaku, yaitu dengan memfokuskan perhatian kepada diri peserta didik agar mereka itu dapat dimungkinkan untuk be;ajar secara efektif dan efisien. Kemudian ini tercipta melalui suatu proses kompleks dan terpadu, serta dirancang dan dilaksanakan secara cermat.Paradigma baru atau paradigma kelima, merupakan perkembangan internal untuk lebih menegaskan indentitas teknologi pendidikan. Fokus teknologi pendidikan adalah memecahkan masalah belajar yang bertujuan, terarah dan terkendali. Oleh karena itu istilah ´teknologi pendidikan´ dipersempit menjadi ´teknologi pembelajaran´. Berdasarkan perkembangan paradigma yang terakhir ini, maka definisi teknologi pembelajaran adalah teori dan praktik dalam merancang, mengembangkan, memanfaatkan, mengelola, dan menilai proses dan sumber untuk belajar. Secara operasional teknologi pendidikan dapat dikatakan sebagai proses yang bersistem dalam membantu memecahkan masalah belajar pada manusia. Kegiatan yang bersistem mengandung dua arti, yaitu pertama yang sistemik atau beraturan, dan kedua yang sistemik atau beracuan pada konsep sistem. Kegiatan yang beraturan adalah kegiatan untuk memenuhi kebutuhan yang dilakukan dengan langkah-langkah mengkaji kebutuhan itu sendiri terlebih dahulu, kemudian merumuskan tujuan, mengidentifikasikan kemungkinan pencapaian tujuan dengan mempertimbangkan kendala yang ada, menentukan kriteria pemilihan kemungkinan, memilih kemungkinan yang terbaik, mengembangkan dan menguji cobakan kemungkinan yang dipilih, melaksanakan hasil pengembangan dan mengevaluasi keseluruhan kegiatan maupun hasilnya. Pendekatan yang sistemik adalah yang memandang segala sesuatu sebagai sesuatu yang menyeluruuh (komprehensif) dengan segala komponen yang saling terintegrasi. Keseluruhan itu lebih bermakna dari sekadar penjumlahan komponen-komponen. Tiap komponen mempunyai fungsi sendiri, dan perubahan pada tiap komponen akan mempengaruhi komponen lain serta sistem sebagai keseluruhan. Pendekatan ini juga memperhatikan bahwa pendidikan sebagai suatu sistem terdiri dari berbagai lapis sistem: makro, meso dan mikro. Pendidikan di dalam kelas merupakan lapis terbawah atau terkecil atau suatu sistem mikro. Sedangkan pendidikan nasional merupakan sistem makro atau yang paling atas.Masalah belajar yang dipecahkan banyak ragamnya. Ada masalah dalam skala mikro, yaitu masalah yang dihadapi guru dalam satu kelas untuk mata pelajaran tertentu, dan

strategi penyampaian. meningkatkan hasilnya. misalnya seorang teknolog pembelajaran atau suatu tim terdiri dari ahli media dan ahli materi ajaran tertentu. dan daya tari pembelajaran Gambar 1. hambatan belajar. yang pada intinya adalah mempermudah manusia dalam memperingan usahanya. 2007 : 529) Karakteristik siswa meliputi pola kehidupan sehari-hari. disebut juga kegiatan pembelajaran instruksional. dan sebagainya. karena kegiatan itu dapat dilakukan oleh perancang dan pengembang sumber belajar. kemampuan membaca. Reigeluth dan Merrill (1983) berpendapat bahwa pembelajaran sebaiknya didasarkan pada teori pembelajaran yang bersifat preskiptif. Keberhasilan proses belajar mengajar dapat terjadi dari upaya berbagai komponen dan salah satunya adalah strategi pembelajaran. bahan pelajaran. sebagai produk atau piranti untuk dapat digunakan dalam aneka keperluan. Dengan tujuan penulisan untuk mengetetahui strategi pembelajaran dengan Konsep Dasar Pola Sistem Belajar Mandiri. dan menghemat tenaga serta sumber daya yang ada.2) Kerangka teori instruksional itu dapat digambarkan sebagai berikut : Kondisi Karakteristik Pelajaran Karakteristik Siswa Pembelajaran Tujuan Hambatan [Photo] [Photo] [Photo] Metode Pengorganisasian Bahan Pelajaran Strategi Penyampaian Pengelolaan Kegiatan Pembelajaran [Photo][Photo] [Photo][Photo] [Photo] Hasil Pembalajaran Efektivitas. Karakteristik pelajaran meliputi tujuan apa yang ingin dicapai dalam pelajaran tersebut. merupakan proses untuk menghasilkan nilai tambah. dan terkendali agar orang lain belajar atau terjadi perubahan yang relatif menetap pada diri orang lain. Teori pembelajarn yang prespektif itu harus memerhatikan tiga variabel. Semua bentuk teknologi adalah sistem yang diciptakan manusia untuk sesuatu tujuan tertentu. Strategi penyampaian meliputi pertimbangan panggunaan media apa untuk menyajikan nya. Pembelajaran adalah suatu usaha yang disengaja. PEMBAHASAN Dalam konsep teknologi pendidikan. adalah usaha mengelola lingkungan dengan sengaja agar seseorang membentuk diri secara positif tertentu dalam kondisi tertentu. yaitu variabel kondisi. meliputi antara lain bagaimana merancang bahan untuk keperluan belajar mandiri. misalnnya ketersediaan kesempatan belajar pada jenjang pendidikan lanjut. tidak terkecuali teknologi pendidikan. karakteristik siswa. Pengertian ini dibedakan dengan pengajaran yang telah terlanjur mengandung arti sebagai penyajian bahan ajaran yang dilakukan oleh seseorang pengajar. Sedangkan pengajaran adalah usaha membimbing dan mengarahkan pengalaman belajar kepada peserta didik yang biasanya berlangsung dalam situasi resmi atau formal.ada masalah makro. keadaan sosial ekonomi. siapa dan atau apa yang akan menyajikan. yaitu teori yang memberikan ´resep´ untuk mengatasi masalah belajar. metode. Sedang pengelolaan kegiatan meliputi keputusan untuk mengembangkan dan mengelola serta kapab dan bagaimana digunakannya bahan pelajaran dan strategi penyampaian. Pengorganisasiaan bahan pelajaran. Usaha ini dapat dilakukan oleh seseorang atau suatu tim yang memiliki kemampuan dan kompetensi dalam merancang dan atau mengembangkan sumber belajar yang diperlukan. yaitu masalah pendidikan nasional. bertujuan. yang menjadi salah satu bahan kajian dalam teknologi pendidikan. dan sebagai sistem yang terdiri atas berbagai komponen yang saling berkaitan untuk suatu tujuan tertentu. agar dapat diperoleh efektivitas. dengan memerhatikan faktor tujuan belajar. Setiap teknologi. efisiensi. Pembelajaran. dan hasil. dan apa hambatan untuk pencapaian itu. Berdasarkan kerangka teori itu setiap metode pembelajaran harus mengandung rumusan pengorganiasasian. dibedakan istilah pembelajaran (instruction) dan pengajaran (teaching). Misalnya saja kemampuan berbahasa Inggris yang umumnya lemah merupakan hambatan untuk mempelajari teks berbahasa Inggris. dan sebagainya. Melihat penjelasan diatas untuk itu penulis mengakat tema ´Strategi Pembelajaran dengan Konsep Dasar Pola Sistem Belajar Mandiri´. dan pengelolaan kegiatan. Pembelajaran tidak harus diberikan oleh pengajar. B. Kerangka Teori Pembelajaran (Diadaptasi dari Yusuf Hadi Miarso. efisiensi. dan daya .

Namun. serta kondisi fisik dan mentalTenaga kependidikan : jumlah. yang merupakan hasil pengolahan prinsip/dalil dalam situasi yang sebenarnya. hingga dapat menimbulkan kerancuan. alat. . meskipun secara konseptual strategi instruktional itu dapat dibedakan. Terbentuknya tindakan pada diri pembelajar.12) Startegi eskpositori erat kaitannya dengan pendekatan deduktif. Istilah yang paling sering disebut adalah ³metode´. Pada garis besarnya proses belajar menurut teori ini berlangsung sebagai berikut : a. Diusahakan terbentuknya prinsip umum dengan latihan pendalaman dan pengamatan tindakan lebih banya d. Pembelajar bertindak dalam suatu peritiwa khusus b. Kombinasi diantara unsur-unsur itu boleh sikatakan tidak terbatas. Pemilihan strategi pembelajaran didasarkan pada pertimbang berikut : Tujuan belajar : jenis dan jenjangIsi ajaran : sifat. Pembelajar menggeneralisasikan peristiwa khusus itu menjadi suatu prinsip yang umum d. Diberikan kesempatan penerapan dalam bentu contoh soal. Pemilihan Strategi Pembelajaran Strategi pembelajaran sebagai suatu pendekatan menyeluruh oleh Romiszowski (1981) dibedakan menjadi dua strategi dasar.tarik pembelajaran. bahan. Strategi ekspositori didasarkan pada teori pemrosesan informasi. atau disebut pula teori belajar berdasarkan pengalaman (experiential learning). kualifikasi. Diberikan kesempatan untuk penerapan informasi yang baru dipelajari dalam situasi yang sebenarnya. Timbul pemahaman pada diri pembelajar atas peristiwa khusus itu c. Sedangkan teknik pembelajaran merupakan salah satu komponen sistem pembelajaran yang dipilih dan dilaksanakan oleh guru dengan jalan mengkombinasikan lima komponen sistem pembelajaran. dalam praktik sering digabungkan. Strategi pembelajaran adalah pendekatan menyeluruh pembelajaran dalam suatu sistem pembelajaran. Diantara kedua ujung itu terdapat sejumlah strategi lain. Para pendidik cenderung lebih banyak menggunakan strategi ekspositori karena ditinjau dari pertimbangan waktu lebih hemat. dengan jumla dan tingkat kesulitan yang bertambah d. dan kompetensiWaktu : lama dan jadwalnya. dan lingkungan. Informasi disajikan kepada pembelajar b. yang dijabarkan dari pandangan falsafah atau teori belajar tertentu. serta penyajian ulang bilamana dipendang perlu c. Pembelajar menerima informasi mengenai prinsip atau dalil yang dijelaskan dengan memberikan contoh b. agar tercapai tujuan belajar. yaitu yang terdiri atas orang. Penerapan strategi diskoveri ini berlangsung dengan langkah-langah berikut : a. yaitu ekpositori (penjelasan) dan diskoveri (penemuan). dan lebih mudah dikelola. Cara-cara yang digunakan dalam pembelajaran disebut dengan berbagai macam istilah. Diberikan kesempatan kepada pembelajar untuk berbuat dan mengamati b. pesan. Penerapan strategi ekspositori ini berlangsung sebagai berikut : a. kedalaman. Kedua strategi itu dapat dipandang sebagai dua ujung yang berlawanan dalam suatu kontinum strategi. Terjadi pemahaman pada diri pembelajar atas prinsip atau dalil yang diberikan c. sarana : yang dimanfaatkan. dan biaya Unsur-Unsur Strategi Pembelajaran Setiap rumusan satrategi pembelajaran mengandung sejumlah unsur atau komponen. Terbentuknya tindakan pembelajar yang sesuai dengan prinsip itu dalam situasi atau peristiwa baru. Pada garis besarnya teori pemrosesan informasi (infoemation processing learning) menjelaskan proses belajar sebagai berikut : a. danstrategi diskoveri dengan pendekatan induktif. Sebagai gantinya di pakai istilah strategi dan teknik pembelajaran. motivasi. Unsur-unsur yang lazim terdapat dalam rumusan strategi pembelajaran adalah : a. Namun istilah metode itu meliputi banyak pengertian dan dipakai untuk menunjukkan berbagai macam kegiatan yang maknanya berbeda-beda. Diberikan kesempatan penerapan uinformasi baru dalam situasi dan masalah yang sebenarnya Strategi diskoveri didasarkan pada teori pemrosesan pengalaman. Diberikan tes pengasaan. Diberikan tes tentang adanya hubungan sebab-akibat serta diberikan kesempatan ulang untuk berbuat bilamana dipeandang perlu c. Pembelajar menarik kesimpulan berdasarkan kepentingannya yang khusus d. yang berupa pedoman umum dan kerangka kegiatan untuk mencapai tujuan umum pembelajaran. dan banyaknyaPembelajar : latar belakang.

Untuk mengukur hasil belajar. 1977) mengenai faktor waktu dalam keberhasilan belajar. Sistem belajar mandiri sebagai suatu sistem dapat dipandang sebagai struktur. Konsep Dasar Sistem Belajar Mandiri Konsep dasar sistem belajar mandiri adalah pengaturan program belajar yang diorganisasikan sedemikian rupa sehingga tiap peserta didik/pelajar dapat memilih dan atau menentukan bahan dan kemajuan belajar sendiri. dan kemampuan) akan menurunkan waktu yang digunakan. e. perlakuan. misalnya ceramah. mendongeng. d. artinya teori yang memberikan ´resep´ untuk mengatasi masalah. h. yaitu penahapan isi ajaran yang diberikan agar lebih mudah dipahami. misalnya meningkatnya minat baca. Hal ini meliputi keadaan dan kondisinya. simulasi. bantuan dan pengawasan. prasarana. Pengelolaan kegiatan belajar/kelas. Strategi Sistem Belajar Mandiri Strategi adalah pendekatan menyeluruh dalam pembelajaran. Kerangka Teori Sistem Belajar Mandiri Sistem belajar mandiri adalah teori instruksional yang bersifat preskiptif. kemauan Model tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut : meningkatkan nilai pembilang (waktu yang diberikan dan kegigihan) akan meningkatkan waktu yang diperlukan. yang diadaptasi sebagai berikut : Keberhasilan belajar = Waktu yang diperlukan Waktu yang digunakan Variabel waktu yang digunakan dapat dirinci lebih lanjut menjadi waktu yang diberikan dan kegigihan. Media yang digunakan d. Cara penyajiian bahan pelajaran c. f. jenis dan jenjangnya b. maupun produk. i. pengaturan tempat duduk. pemantapan. Biaya yang diperlukan e. sarana. Salah satu landasan yang digunakan pada sistem belajar mandiri adalah model J. dan penilaian/penelitian. kebutuhan. yaitu meliputi bagaimana pola pembelajaran diselenggarakan. g. Prosedur kegiatan belajar g. dan hasil. guru dan tenaga kependidikan lainnya. Sedangkan variabel waktu yang digunakan terdiri atas kemampuan. Peritiwa pembelajaran. Strategi ini ditetapkan untuk mencapai tujuan umum. Komponen Sistem Belajar Mandiri Komponen-komponen sistem belajar mandiri meliputi falsafah dan teori. Secara garis besar meliputi langkah-langkah . Sedangkan meningkatnya nilai sebutan (kemampuan. kegiatan belajar. Waktu : jumlah dan saat/jadwal berlangsungnya proses belajar mengajar.B Carroll (Wager. yaitu acuan norma kelompok. program. kualitas instruksional. penyebaran. Penentuan strategi pada umumnya meliputi : a. dan kemauan. persiapan. organisasi. kualitas instruksional. meningkatnya motivasi untuk belajar fisika. c. Instrumen dan prosedur penilaian Penentuan strategi ini memberikan . Teknik : berbagai macam cara yang dapat dilakukan untuk mencapai tujuan umum. Sebagai proses adalah adanyanya tata cara atau prosedur yang runtut. agar proses berhasil. Tujuan belajar. pemanfaatan.Tujuan umum pembelajaran (sekarang lebih dikenal dengan nama standar kompetensi) yang ingin dicapai. Penilaian. Pengorganisasian kegiatan belajar mengajar meliputi pengorganisaian siswa. yaitu : kondisi. Kerangka teori ini mengandung tiga variabel. Keberhasilan belajar = Waktu yang diberikan dan kegigihan Kemampuan. dan mengakibatkan meningkatnya keberhasilan belajar. dan karena itu akan meningkatkan keberhasilan belajar. macam perlengkapan yang tersedia serta kaya atau miskinnya rangsangan yang tersedia. yaitu penahapan dalam melakasanakan proses pembelajaran termasuk usaha yang perlu dilakukan dalam tiap tahap. dan yang berupa pedoman umum dan kerangka yang dijabarkan dari pandangan falsafah dan teori tertentu. organisasi peserta. Pada umumnya merupakan penggabungan dari beberapa teknik sekaligus. b. Secara operasional pengertian sistem belajar mandiri dengan segala komponennya ini lebih merupakan suatu pola konseptual dan tindakan. produksi. dan permainan . Urutan belajar. dan acuan tujuan. Sebagai suatu struktur maksudnnya ialah adanya suatu susunan dangan hiererki tertentu. bentuk kursi. Salah satu pengelolaannnya dalam bentu pola belajar mandiri. Semua komponen ini saling berkaitan dan terintegrasi dalam suatu kesatuan. Sedangkan sebagai produk adalah adanya hasil atau wujud yang bermanfaat. yaitu dasar dan alat (instrumen) yang digunakan untuk mengukur usaha atau hasil belajar. tenaga. kualitas instruksional. Tempat atau latar adalah lingkungan dimana proses belajar-mengajar berlangsung. proses. ada dua macam patokan yang dapat dipakai. penyajian. Waktu yang diberikan dan jadwalnya f.

medium cetak. Penggunaan ilustrasi. mengusahakan sarana dan . Kualitas instruksional dalam sistem belajar mandiri adalah kualitas bahan ajar itu yang kebanyakan berupa modul cetak atau paket bahan belajar.masukan kepada pengembangan materi. Efektifitas mengandung ciri pengembangannya uyang bersistem. namun dalam praktik paling tidak akan ditentukan pedoman tentang materi yang memenuhi syarat untuk dipilih. jabatan atau posisinya dalam organisasi. yaitu dengan seft-test (tes sendiri). dan managemen personel. Penguasaan atas tujuan belajar dapat dibuktikan (dievaluasi) dengan berbagai macam cara. jadi lebih ditekankan pada pendekatan penguasaan (mastery concept). dan pembuatan portopolio. masih ada sejumlah ketentuan lain yang tidak dapat diabaikan. tes baku pada saat tertentu saja. efektif dan efesien. daya tarik. tes baku yang dapat diambil kapan saja. serta kualitas bahan pelajaran. menyususn struktur organisasi. Kualitas intsruksional mengandung empat rujukan. dan dana. antara lain kesepadanan dengan karakteristik peserta. dan ini merupakan bidang manajemen organisasi yang bertujuan untuk berfungsinya kegiatan dengan jalan membentuk unit kerjs. Bertolak dari dasar model Carroll maka variabel yang dapat dikontrol oleh penyelenggara sistem belajar mandiri adalah waktu yang diberikan dan kualitas instruksional. pelatihan yang diperlukan memiliki dan atau meningkatkan kompetensi. serta sifat mereka itu sendiri. Daya tarik mengandung ciri kemudahan memperoleh dan mencerna. Manajemen personel ini perlu dirumuskan jenis tenaga yang diperlukan. Bahkan dalam kenyataannya. Namun hal ini tergantung pada kondisi dan karakteristik peserta. apalagi kalau harus berpegangan pada satu macam medium saja seperti yang ditentukan dalam strategi. Dalam pengembangan materi ini harus benar-benar diperhatikan kondisi dan karakteristik peserta. kejelasan dan kelengkapantujuan. dengan alasan untuk mengendalikan mutu dan meningkatkan efesiensi. serta tata letak (layout) menari pada bahan cetak akan sangat menolong keadaan ini. Materi yang mengandung aspek psikomotor lebih sulit untuk dikembangkan. kemustarian (keteptsaatan) pesan. Implikasi Sistem Belajar Mandiri dalam Manajemen Manajemen sistem belajar mandiri sediktnya mengandung tiga kategori. dan keterandalan yang tinggi. kalimat±kalimat pendek. menentukan status organisasi. dan kegiatan belajar. materi ini telah disiapkan oleh penyelenggara. Personel dengan segala kegiatannya itu perlu diorganisasikan. serta pelayanan dalam pekerjaan (penyediaan sarana dan pemberian bantuan teknis). apalagi membaca secara mandiri. tes kolokium. dapat disajikan melalui media apa saja. manajemen organisasi. tenaga. Masyarakat kita pada umumnya masih dikenal sebagai masyarakat yang masih berbudaya mendengar dan belum berbudaya membaca. Kesesuaian mengandung ciri. Materi pelajaran yang sengaja dikembangkan ini. yaitu kesesuaian. dan peningkatan karier dan kesejahteraan). kosakata yang terbatas. dan dengan cara belajar sendiri tanpa bimbingan tatap muka dari orang lain. dan keselarasan dengan tuntutan zaman. mengusahakan anggaran. tanggung jawabnya. Materi yang bersifat kognitif lebih ringan pengembangannya dari materi yang bersifat afektif psikomotor. Namun. keserasian dengan aspirasi. dan kepekaan terhadap kebutuhan peserta. Materi itu perlu diolah sedemikian rupa dengan memperhatikan strategi. Materi Pelajaran Sistem Belajar Mandiri Meskipun secara teoritik dalam sistem belajar mandiri para peserta dapat memilih dan menentukan materi pelajaran yang diperlukannya. Manajemen kegiatan pada hakikatnya merupakan usaha yang bertujuan untuk menentukan dan menyelenggarakan pembaruan demi tercapainya falsafah daan kebijakan kelembagaan. kegiatan belajar ini tidak dibatasi waktu. Waktu yang diberikan dapat ketat atau luwes. pada waktu yang dipilhnya sendiri. penugasan ke dalam suatu pekerjaan tertentu. Kegiatan Belajar Sistem Belajar Mandiri Puncak kegiatan sistem belajar mandiri adalah terjadinya kegiatan belajar oleh peserta. penyegaran. distribusi. Efesien mengandung ciri keteraturan dan kehematan dalam artian waktu. yaitu manajemen kegiatan. pembinaan dalam pekerjaan (termasuk pengawasan. Peserta diharapkan mampu belajar di tempat yang ditentukan sendiri. Pada sistem belajar mandiri yang ideal. kompetensinya yang harus dimilikinya.

tidak mengikat. memberi kesempatan para peserta didik untuk mencerna materi ajar dengan sedikit bantuan guru. atau perancang proses belajar. serta menentukan prosedur administratif suatu unit kerja. Fenomena Sistem Belajar Mandiri Proses belajar mandiri. jumlah siswa lebih banyak (sekolah) Belajar Terbuka : [Photo] [Photo] Belajar tebuka (Open Learning) : Pendidikan untuk orang dewasa dilembaga Belajar Jarak Jauh (Distance Learning) menggunakan jasa Telekomunikasi [Photo]Inovasi Belajar Terbuka Konsep Dasar : Belajar di Organisasi [Photo][Photo][Photo][Photo] Belajar berasas sumber (resource-based learning) Flexible learning Belajar Jarak Jauh (Generasi Ke3) e-learning : internet Gambar 2. karena dapat : a) Mengurangi jurang pemisah antara pelajaran didalam dan diluar sekolah b) Memberikan pengalaman tangan pertama 6. Berikut ini bagan gambaran fenomena sistem belajar mandiri : [Photo]Belajar Mandiri : Pilihan Proses Belajar Mengajar di Kelas [Photo]Sekolah tanpa gedung: tidak ada jadwal. atau ia dapat menjadi mitra belajar untuk materi tertentu pada program tutorial. karena dianggap luwes. Gagasan yang ingin diwujudkan adalah agar setiap pribadi dapat berkembang semaksimal mungkin dengan jalan memanfaatkan teknologi sedemikian rupa sehingga selaras dengan perkembangan masyarakat dan lingkungan. dan e-learning. dan kecuali itu penyajian pesan dapat lebih kongkret.prasarana. Meningkatkan kemampuan pembelajaran dengan memperluas jangkauan penyajian . terutama dengan : a) Dimanfaatkan bersama tenaga atau kejadian langka b) Didatangkannya pendidikan kepada mereka ytang memerlukan Analisis ini dilakukan dengan harapan bahwa keberadaan teknologi pendidikan dapat dimanfaatkan dan benar-benar mampu menjadi solusi terhadap pemecahan semua permasalahan bejara. . belajar jarak jauh. sehingga guru dapat lebih banyak membina dan mengembangkan kegiatan belajar anak didik 2. Rujukan konsep itu merupakan hasil sintesi dari gejala yang diamati dan kecenderungan yang ada. 5. Tugas perancangan proses belajar mengharuskan guru untuk mengubah materi ke dalam format sesuai dengan pola belajar mandiri. seorang guru atau instruktur membantu peserta didik mengatasi kesulitan belajar. Memberikan kemungkinan pendidikan yang sifatnya lebih individual dengan jalan : a) Mengurangi kontrol guru yang kaku dan tradisional b) Memberikan kesempatan anak didik untuk berkembang sesuai perkembangan perorangan mereka 3. 2007 : 191) Dari proses belajar mandiri tersebut diperoleh peran guru atau instruktur diubah menjadi fasilisator. diantaranya menjadi sistem belajar terbuka. Secara ringkas dapat disebutkan bahwa teknologi pendidikan sebagai suatu konsep. Taknologi pendidikan merupakan suatu konsep yang masih relatif baru. Berdasarkan gagasan keluwesan dan kemandirian inilah belajar mandiri telah bermetamorfosis sedemikian rupa. Perubahan tersebut juga dipengaruhi oleh ilmuilmu lain dan kenyataan dilapangan. Memungkinkan belajar lebih akrab. Gambaran Fenomena Sistem Belajar Mandiri (Diadaptasi dari Dewi Salma Prawiradilaga. Mereka mengikutikegiatan belajar belajar dengan materi ajar yang sudah dirancang khusus sehingga masalah atau kesulitan sudah diantisipasi sebelumnya. Meningkatkan produktifitas pendidikan dengan jalan : a) Memperlaju penerapan bahan b) Membantu guru untuk menggunakan waktunya secara lebih baik c) Mengurangi beban guru dalam menyajikan informasi. baik yang bersifat mikro ataupun makro. Model belajar mandiri ini sangat bermanfaat. serta melatih kemandirian siswa agar tidak tergantung atas kehadiran atau uraian materi ajar dari guru. C. Sistem Belajar Mandiri Salah Satu Aplikasi Teknologi Pendidikan Penerapan teknologi pendidikan sangatlah luas dalam satu rangkaian sistem yaitu yang bersifat mikro dan bersifat makro. mengandung sejumlah gagasan dan rujukan. Memberikan dasar pembelajaran yang lebih ilmiah dengan jalan: a) Perencanaan program pembelajaran secara bersistem b) Pengembangan bahan ajaran yang dilandasi penelitian 4. Analisis empirik terhadap sistem belajar mandiri yang dilakukan untuk menghasilkan manfaat penerapan teknologi instruksional : 1. Sebagai fasilisator. Memungkinkan pemerataan pendidikan yang bermutu.

perlu ditegaskan bahwa untuk pemecahan masalah ini tidak mungkin dilakukan hanya dengan dasar institusi ataupun peniruan begitu saja. Jakarta : Kencana. DAFTAR PUSTAKA Miarso. Yusuf Hadi. Beberapa masala belajar-mengajar yang bersifat mikro. Jakarta : Kencana. Misalnya. misalnya adalah : 1. tidak mengikat. Menurut penulis strategi pembelajaran merupakan permasalahan yang bersifat mikro. Sulit memahami pelajaran yang diceramahkan 6. Sulit untuk memahami konsep yang rumit 7. sulit membayangkan peristiwa yang telah lau 3. Guru harus memiliki pengetahuan dan keterampilan khusus untuk keperluan itu. sebagai solusi pemecahan permasalahan pendidikan yang menjadi garapan bidang teknologi pendidikan. Mozaik Teknologi Pendidikan. Sulit mempelajari konsep yang abstrak 2. 2007.PENUTUP Sistem belajar mandiri merupaka satu tawaran konsep dalam pengembangan strategi pembelajaran. Terbatasnya waktu untuk belajar Masalah tersebut dapat diatasi dengan menggunakan berbagai kombinasi komponen sistem pembelajaran. Model belajar mandiri ini sangat bermanfaat. Sulit mengamati sesuatu objek yang terlelu kecil/besar 4. Masalah belajar yang bersifat mikro maupun makro. Cetakan ke-2. Proses belajar mandiri. yaitu dibidang teknologi pendidikan. Prawiradilaga. . diharapkan dapat memberi kesempatan para peserta didik untuk mencerna materi ajar dengan sedikit bantuan guru. Dewi Salma. Menyemai Benih Teknologi Pendidikan. Namun. Dimana telah disebutkan dimuka bahwa teknologi pendidikan membantu memecahkan maslah belajar. Cetakan ke3. masalh pada butir 1 s/d 4 dapat diatasi dengan digunakannya media pembelajaran. Masalah tersebut pada butir 5 s/d 7 dapat diatasi dengan mengkombinasikan pesan dengan teknik pembelajaran tertentu. Mereka mengikutikegiatan belajar belajar dengan materi ajar yang sudah dirancang khusus sehingga masalah atau kesulitan sudah diantisipasi sebelumnya. Sulit memperoleh pengalaman langsung 5. 2007. karena dianggap luwes. serta melatih kemandirian siswa agar tidak tergantung atas kehadiran atau uraian materi ajar dari guru.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful