Pancasila sebagai Ideologi Negara dan Dasar Negara

Setiap bangsa dan negara yang ingin berdiri kokoh kuat, tidak mudah terombang-ambing oleh kerasnya persoalan hidup berbangsa dan bernegara, sudah barang tentu perlu memiliki dasar negara dan ideologi negara yang kokoh dan kuat pula. Tanpa itu, maka bangsa dan negara akan rapuh. Mempelajari Pancasila lebih dalam menjadikan kita sadar sebagai bangsa Indonesia yang memiliki jati diri dan harus diwujudkan dalam pergaulan hidup sehari-hari untuk menunjukkan identitas bangsa yang lebih bermartabat dan berbudaya tinggi. Untuk itulah kalian diharapkan dapat menjelaskan Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi negara, menguraikan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi negara, menunjukkan sikap positif terhadap Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, serta menampilkan sikap positif terhadap Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat.

1. Perlunya Ideologi bagi Suatu Negara
Sebelum mengkaji mengenai perlunya ideologi bagi suatu negara, kita perlu mengetahui terlebih dahulu pengertian ideologi

A. Pengertian Ideologi
Ideologi berasal dari kata idea (Inggris), yang artinya gagasan, pengertian. Kata kerja Yunani oida = mengetahui, melihat dengan budi. Kata logi yang berasal dari bahasa Yunani logos yang artinya pengetahuan. Jadi Ideologi mempunyai arti pengetahuan tentang gagasangagasan, pengetahuan tentang ide-ide, science of ideas atau ajaran tentang pengertian-pengertian dasar. Dalam pengertian sehari-hari menurut Kaelan idea disamakan artinya dengan citacita. Dalam perkembangannya terdapat pengertian Ideologi yang dikemukakan oleh beberapa ahli. Istilah Ideologi pertama kali dikemukakan oleh Destutt de Tracy seorang Perancis pada tahun 1796. Menurut Tracy ideologi yaitu science of ideas , suatu program yang diharapkan dapat membawa perubahan institusional dalam masyarakat Perancis. Karl Marx mengartikan Ideologi sebagai pandangan hidup yang dikembangkan berdasarkan kepentingan golongan atau kelas sosial tertentu dalam bidang politik atau sosial ekonomi. Gunawan Setiardjo mengemukakan bahwa ideologi adalah seperangkat ide asasi tentang manusia dan seluruh realitas yang dijadikan pedoman dan cita-cita hidup. Ramlan Surbakti mengemukakan ada dua pengertian Ideologi yaitu Ideologi secara fungsional dan Ideologi secara struktural. Ideologi secara fungsional diartikan seperangkat gagasan tentang kebaikan bersama atau tentang masyarakat dan negara yang dianggap paling baik. Ideologi secara fungsional ini digolongkan menjadi dua tipe, yaitu Ideologi yang doktriner dan Ideologi yang pragmatis. Ideologi yang doktriner bilamana ajaran-ajaran yang terkandung di dalam Ideologi itu dirumuskan secara sistematis, dan pelaksanaannya diawasi secara ketat oleh aparat partai atau aparat pemerintah. Sebagai contohnya adalah komunisme. Sedangkan Ideologi yang pragmatis, apabila ajaran-ajaran yang terkandung di dalam Ideologi tersebut tidak dirumuskan secara sistematis dan terinci, namun dirumuskan secara umum hanya prinsip-prinsipnya, dan Ideologi itu disosialisasikan secara fungsional melalui kehidupan keluarga, sistem pendidikan, system ekonomi, kehidupan agama dan sistem politik. Pelaksanaan Ideologi yang pragmatis tidak diawasi oleh aparat partai atau aparat pemerintah melainkan dengan pengaturan pelembagaan (internalization), contohnya individualisme atau liberalisme. Ideologi secara struktural diartikan sebagai sistem

Pancasila sebagai Ideologi dan Dasar Negara

Page 1

keyakinan-keyakinan yang menyeluruh dan sistematis. Pengertian yang demikian itu juga dapat dikembangkan untuk masyarakat yang lebih luas. memberikan arahan mengenai dunia beserta isinya. Dalam hal ini ideologi berfungsi sebagai pembentuk solidaritas (rasa kebersamaan) dengan mengangkat berbagai perbedaan ke dalam tata nilai yang lebih tinggi. yang menyangkut berbagai bidang kehidupan manusia. Ideologi merupakan suatu pilihan yang jelas membawa komitmen (keterikatan) untuk mewujudkannya. baik dalam kehidupan pribadi ataupun masyarakat. Apabila dibandingkan dengan agama. karena dianggap mampu membangkitkan kesadaran akan kemerdekaan. Mempunyai derajat yang tertinggi sebagai nilai hidup kebangsaan dan kenegaraan. ideologi dimaknai sebagai keseluruhan pandangan. Ideologi merupakan cerminan cara berfikir orang atau masyarakat yang sekaligus membentuk orang atau masyarakat itu menuju cita-citanya. diamalkan. dalam bersikap dan bertingkah laku untuk memelihara. Ideologi berintikan seperangkat nilai yang bersifat menyeluruh dan mendalam yang dimiliki dan dipegang oleh seseorang atau suatu masyarakat sebagai wawasan atau pandangan hidup mereka. mempertahankan. Semakin mendalam kesadaran ideologis seseorang. Fungsi pemersatu itu dilakukan dengan memenyatukan keseragaman ataupun Pancasila sebagai Ideologi dan Dasar Negara Page 2 . dikembangkan. diperjuangkan dan dipertahankan dengan kesediaan berkorban. pegangan hidup yang dipelihara.pembenaran. serta menanamkan semangat dalam perjuangan masyarakat untuk bergerak melawan penjajahan. Oleh karena itu ideologi juga berfungsi untuk mengatasi berbagai pertentangan (konflik) atau ketegangan sosial. ide-ide. b. Notonegoro sebagaimana dikutip oleh Kaelan mengemukakan. yaitu masyarakat bangsa. dan keyakinan yang ingin mereka wujudkan dalam kenyataan hidup yang nyata. Sebaliknya ideologi mempersatukan orang dari berbagai agama. Ideologi memiliki kecenderungan untuk memisahkan kita dari mereka. Pentingnya ideologi bagi suatu negara juga terlihat dari fungsi ideologi itu sendiri. Komitmen tu tercermin dalam sikap seseorang yang meyakini ideologinya sebagai ketentuan yang mengikat. yaitu secara moral atau normatif dianggap benar dan adil. maka akan semakin tinggi pula komitmennya untuk melaksanakannya. pedoman hidup. bahwa Ideologi negara dalam arti cita-cita negara atau cita-cita yang menjadi dasar bagi suatu sistem kenegaraan untuk seluruh rakyat dan bangsa yang bersangkutan pada hakikatnya merupakan asas kerokhanian yang antara lain memiliki ciri: a. B. baik yang ada di Asia. agama berfungsi juga mempersatukan orang dari berbagai pandangan hidup bahkan dari berbagai ideologi. seperti gagasan dan formula politik atas setiap kebijakan dan tindakan yang diambil oleh penguasa. Afrika maupun Amerika Latin yang pada umumnya cukup lama berada di bawah cengkeraman penjajahan negara lain. Ideologi berfungsi mempersatukan sesama kita. Ideologi dalam artian ini sangat diperlukan. cita-cita. Adapun fungsi ideologi adalah membentuk identitas atau ciri kelompok atau bangsa. yang harus ditaati dalam kehidupannya. membangun kehidupan duniawi bersama dengan berbagai dimensinya. dilestarikan kepada generasi berikutnya. Melalui rangkaian nilai itu mereka mengetahui bagaimana cara yang paling baik. Pentingnya Ideologi bagi Suatu Negara Jika menengok sejarah kemerdekaan negaranegara dunia ketiga. yang selanjutnya mewujudkannya dalam kehidupan penyelenggaraan negara. Dengan demikian secara umum dapat ditarik kesimpulan bahwa Ideologi adalah kumpulan gagasangagasan. Mewujudkan suatu asas kerokhanian. pandangan dunia. Ideologi merupakan sesuatu yang dihayati menjadi suatu keyakinan. nilai.

"Roh pemikiran Gus Dur adalah Islam dan Pancasila. Agama adalah sesuatu kekuatan moral. norma bernegara. maka akibatnya negara tersebut tidak memiliki arah dan tujuan yang jelas. kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan /perwakilan. Islam. Pada sila pertama ini Gus Dur. kemanusiaan yang adil dan beradab. persatuan Indonesia. Setiap negara harus mempunyai landasan dalam melaksanakan kehidupan bernegaranya. Pengertian Dasar Negara Dasar Negara adalah landasan kehidupan bernegara. Pancasila sebagai Ideologi dan Dasar Negara Page 3 . Dengan memakai bingkai Pancasila. Sastrapratedja. ideology negara hanya satu. keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. yang diperjuangkan adalah penegakan etika Islam. Demikian komentar Gus Dur tentang Pancasila seperti dikutip M. Diskusi yang berlangsung di Aula Sidang PGI di bilangan Salemba pada Selasa pagi (02/02) itu bertema Pemikiran Gus Dur tentang Konsep Negara. Dasar negara bagi suatu negara merupakan sesuatu yang amat penting. kata Rm Sastrapratedja. ketuhanan yang maha esa. tujuan negara. misalnya dengan memakai semboyan kesatuan dalam perbedaan dan perbedaan dalam kesatuan . sehingga memudahkan munculnya kekacauan. C. bagi Gus Dur. Dasar negara bagi suatu negara merupakan suatu dasar untuk mengatur penyelenggaraan negara. Dalam hal ini. Persamaan: Pancasila sama-sama sebagai pedoman dalam penyelenggaraan negara Perbedaan: Pancasila sebagai dasar negara berarti Pancasila menjadi dasar dan sumber hukum dalam penyelenggaraan negara." jelasnya. menekankan dimensi etis dari agama. Ia adalah gagasan tentang negara yang harus kita miliki dan kita perjuangkan." terang Direktur Program Pascasarjana STF Driyarkara itu. Karena itulah. yaitu Pancasila. Dan Pancasila ini akan saya pertahankan dengan nyawa saya. bukan dimensi ideologis dan institusional. "Gus Dur sejauh saya baca. Negara tanpa dasar negara berarti negara tersebut tidak memiliki pedoman dalam penyelenggaraan kehidupan bernegara. SJ mengawali diskusi pagi yang bertajuk Abdurrahman Wahid Memorial Lecture I. D. Sedangkan saat Pancasila sebagai ideologi bangsa. Pancasila adalah seperangkat asas dan ia akan ada selamanya. Mempertahankan Pancasila sebagai Asas Berbangsa Tanpa Pancasila negara akan bubar.keanekaragaman. Dasar negara sebagai pedoman hidup bernegara mencakup cita-cita negara. artinya Pancasila menjadi pedoman dan sekaligus cita-cita bangsa Indonesia. dapat ditemukan pada pembacaan Gus Dur terkait hubungan agama dan negara. bertujuan menjadikan manusia dan masyarakat baik dan lebih baik. pada aras ini. bukan ideologi Islam untuk negara. diposisikan sebagai etika sosial dan bukan sebagai kekuatan politik. kata Romo Sastrapratedja. Tidak peduli apakah dia dikebiri oleh angkatan bersenjata atau dimanipulasi oleh umat Islam. bukan untuk membangun kekuasaan. pemikiran Gus Dur dapat dibingkai menjadi lima bagian. disalahgunakan oleh keduanya.

Jaminan keiga adalah jaminan dasar akan keselamatan keluarga dan keturunan. Sila persatuan Indonesia mengandung makna nasionalisme. agama tidak berhadapan dengan negara sebagai kekuasaan sehingga agama dan negara tidka perlu diperlawankan. "Pada tahun 1991. Implikasi dari jaminan ini adalah adanya pemerintahan berdasarkan hukum. Jaminan lainnya adalah jaminan dasar akan keselamatan keyakinan agama masing-masing tanpa ada paksaan untuk berpindah agama-jaminan ini menjadi landasan hubungan antar-warga masyarakat atas dasar sikap saling menghormati. Gus Dur. Gus Dur menekankan dimensi etis dan religius. Gus Dur mengemukakan nilai-nilai universal Islam. Keluarga juga tidak boleh dijadikan ajang manipulasi dan keluarga memiliki "kebebasan untuk melakukan eksperimentasi dengan pandangan hidupnya sendiri dan untuk menguji garis batas kebenaran sebuah keyakinan". jaminan dasar akan keselamatan fisik warga masyarakat dari tindakan badani di luar ketentuan hukum. Ketiga." terangnya. bukan nasionalisme etnik. dengan tidak memandang asal-usul etnis. berpendapat bahwa demokrasi menyamakan kedudukan semua warga negara di muka-muka undang-undang. Gus Dur mewujudkan kemanusiaan ini dlaam tindakan nyata. Salah satu kepedulian Forum Demokrasi ini adalah gejala meningkatnya sektarianisme." tambahnya. Dalam sila kemanusiaan yang adil dan beradab. dengan mendasarkan ideology negara tidak pada agama. Jaminan ini merupakan jaminan kebebasan untuk melakukan pilihanpilihan atas resiko sendiri mengenai keberhasilan yang ingin diraih dan kegagalan yang membayangi. Dan sila ini juga dibuktikan dengan sikap Gus Dur yang anti diksriminasi terutama terhadap minoritas. tetapi nasionalisme politik. Pertama. Dalam sikap ini. kata sang romo. Dalam tataran praktis. dan (sikap) anti kekerasan. anti-primordialisme. dengan perlakuan adil kepada semua warga masyarakat tanpa kecuali sesuai dengan hak masing-masing.Dengan pendapat-pendapat itu. pluralisme. kesucian keluarga harus dilindungi. Pancasila sebagai Ideologi dan Dasar Negara Page 4 . dengan tidak menekankan aspek ideologis dan institusional. dalam arti melindungi semua agama dan menjamin kebebasan beragama. maka Rm Sastrapratedja menyimpulkan bahwa pemikiran Gus Dur soal hubungan agama dan negara dapat diringkas dalam tigal hal. Terkait nasionalisme ini. Karena negara berada di atas semua agama. dan anti-sektarianisme. "(Pendapat ini) nyata dalam pandangan dan perjuangannya membela hak-hak asasi manusia. yang tercermin dalam lima jaminan dasar yang diberikan agama samawi. negara dan agama memiliki otonominya masing-masing dan tidak dibenarkan saling mendominasi atau saling memperalat. Jaminan keempat adalah jaminan dasar akan keselamatan harta benda dan milik pribadi dari gangguan atau penggusuran di luar prosedur hukum-jaminan ini merupakan sarana bagi berkembangnya hak-hak individu secara wajar dan proporsional dalam kaitannya dengan hak-hak masyarakat atas individu. Pada aras ini. Kedua. yang sering dianggap sebagai bapak demokrasi. maka terbukalah prluralisme. didirikan Forum Demokrasi dan ketuanya adalah Gus Dur. Jaminan terakhir adalah jaminan dasar atas keselamatan hak milik dan profesi. Yakni. Gus Dur dianggap sangat peduli akan kesatuan sebagai bangsa dan menentang setiap gerakan yang menjurus pada sektarianisme dan primordialisme. Sila berikutnya dapat dimaknai sebagai demokrasi yang merupakan system politik dan prosedur pelaksanaan system itu sekaligus budaya politik.

jenis kelamin. demokrasi merupakan alternative terhadap fundamentalisme dan membuka pluralitas. Demokrasi. perorangan. Namun Romo meyakinkan bahwa dirinya ahli pemikiran beliau. kata Gus Dur. hanya akan berkembang jika memiliki dasar budaya. Gus Dur memaknainya dengan empat hal. yaitu kehidupan masyarakat. terutama yang menderita dan lemah posisinya dalam percaturan masyarakatkeadilan bersifat structural sehingga menuntut transformasi struktural. Keempat. dan seterusnya". sebuah kemungkinan. "Agama akan mencapai tata baru yang membebaskan. Romo Sastrapratedja menyatakan bahwa pemikiran Gus Dur adalah bercorak humanisme. Dengan semua paparan tersebut. Humanisme Islam." Rm. Bagaimana dengan pemerintah yang demokratis? Pemerintahan yang demokratis. di mana keberagaman pandangan dan pendapat sebagai sesuatu yang wajar dan diterima. kata Gus Dur. Demokrasi kemudian tidak menghapus kekuasaan tetapi mengubah kekuasaan menjadi kewenangan yang akuntabel dan dibatasi oleh hukum. Lalu. jujur dalam bersikap. penjagaan hak-hak seseorang. Pertama." tuturnya tentang perkenalan dirinya dengan Gus Dur. Sastrapratedja menyimpulkan. dan cara yang tepat dalam mengambil keputusan. Ketiga. dan bahasa ibu. sebuah rangkaian nilai dan makna yang otentik yang ditemukan dalam kekayaan-yang sering ditolak di masa lalu-sebuah agama dan jalan filosofis di mana individu dan komunitas dapat membangunnya di masa sekarang dan masa yang akan datang. lemah dan kekurangan. melainkan juga lingkup makro. keadilan terkait dengan "kewajiban agar manusia memenuhi janji. ciri pokoknya adalah penggunaan cara-cara yang menentang kekerasan. demokrasi berkembanga dengan memperkuat masyarakat sipil. penegakan kedaulatan hukum. melindungi yang menderita. Abdurrahman Wahid Memorial Lecture(AWML) I ini akan terus bersambung. keadilan tidak hanya mencakup lingkup mikro. tugas dan amanat yang dipikulnya. Kedua. menyitir Goodman (2003) merupakan sebuah tema." rincinya." terangnya. "Gus Dur menjelaskan makna keadilan (dari) dalam al-Quran. memiliki tempat dalam demokrasi asalkan memiliki watak membebaskan. merasakan solidaritas secara konkret dengan sesama warga masyarakat. "Saya dulu menjadi wakil Bakti Sarana di mana Gus Dur menjadi ketuanya. meskipun mengenal pribadi beliau. humanisme Islam. Tentang keadilan. "Proyeknya" antara lain menerjemahkan buku-buku berbahasa Jepang untuk diterjemahkan ke bahasa Indonesia supaya kebudayaan Jepang lebih dikenal di sini. Pancasila sebagai Ideologi dan Dasar Negara Page 5 . Agama. sikap tidak memihak. "Dengan demikian. sesuatu yang benar. AWML II rencananya akan digelar pada awal Maret di kantor KWI dengan menghadirkan Mahfud MD dan Marsilam Simanjutak sebagai nara sumbernya (NN). Bakti Sarana adalah lembaga yang didirikan kala itu untuk membangun dialog budaya antar-negara. keadilan terkait dengan upaya peningkatan kesejahteraan dan peningkatan taraf hidup warga masyarakat. dan kebebasan menyatakan pendapat.agama. apabila agama telah sampai pada pencapaian sejumlah nilai dasar universal berupa pelayanan agama kepada warga masyarakat tanpa pandang bulu secara konkret misalnya dengan penanggulangan kemiskinan. seperti dikutip Romo.

Pancasila sebagai Ideologi dan Dasar Negara Page 6 .Tabel Perbandingan Ideologi NO 1 2 3 4 5 6 Ideologi Komunisme Agama kurang diakui dan cenderung ateis Kedudukan manusia sama rata sama rasa Kepentingan negara di atas segala-galanya Mutlak pada negara Etatisme Sama rata sama rasa Pancasila Mengakui adanya Tuhan dan negara menjamin kebebasan beragama Manusia mempunyai harkat dan martabat yang sama Kepentingan negara di atas kepentingan kelompok Demokrasi Pancasila Demokrasi ekonomi Gotong Royong Liberalisme Agama menjadi urusan individu Kedudukan manusia ditentukan oleh modal Negara hanya mengatur Demokrasi liberal Ekonomi bebas Persaingan bebas Kesimpulan Ideologi Pancasila lebih baik dibanding yang lain. karena menurut saya agama sangat penting dan gotong royong itu sangat diperlukan.