asal usul minyak bumi

Asal-usul Minyak Bumi Oleh admin Selasa, 27 Maret 2007 00:06:49 Klik: 4034

Saat ini, sejumlah besar ilmuwan secara umum berpendapat bahwa minyak bumi adalah makhluk hidup purbakala yang di bawah tekanan suhu tinggi dan setelah melalui proses pengolahan dalam jangka waktu yang panjang serta lamban, maka makhluk hidup zaman purbakala baru berubah menjadi minyak bumi. Namun, yang membuat para ilmuwan bingung adalah sebenarnya butuh berapa kali organisme prasejarah dalam skala besar terkumpul dan terkubur, baru bisa menghasilkan minyak bumi yang sedemikian banyak seperti sekarang ini? Masalah ini terjawab di majalah Scientist akhir November 2003. Penulis artikel tersebut yakni Jeffry S. Dukes dari Universitas Utah, melalui hasil hitungan dari data industri dan geokimia serta biologi yang ada sekarang: 1 galon minyak bumi Amerika, ternyata membutuhkan 90 ton tumbuhan purbakala sebagai bahan material, artinya 1 liter minyak bumi berasal dari 23,5 ton tumbuhan purbakala. Lalu berapa tumbuhan yang dapat mencapai 23,5 ton itu? Hasil hitungan didapati, bahwa itu setara dengan 16.200 meter persegi jumlah tanaman gandum, teremasuk daun, tangkai dan seluruh akarnya. Mengapa membutuhkan makhluk hidup purbakala dalam jumlah yang sedemikian besar baru bisa mengubahnya menjadi minyak bumi? Penyebabnya adalah bahwa minyak bumi harus di bawah tekanan suhu tinggi, dengan demikian baru bisa menghasilkan minyak bumi, lalu setelah makhluk hidup purbakala mati, jika penguburan tidak cepat, maka akan lapuk dan terurai. Namun, masalahnya adalah sebenarnya berapa besar rasio makhluk hidup purbakala berubah menjadi energi fosil? Penulis mengatakan: Kurang dari 1/10.000! Sebab sebagian besar karbon kembali ke atmosfer setelah melalui penguraian. Dan sejumlah kecil yang tersisa baru dapat berubah menjadi bahan bakar fosil. Selanjutnya penulis mengatakan: Berdasarkan hitungan jumlah pemakaian minyak bumi seluruh dunia tahun 1997, energi fosil yang dihabiskan seluruh dunia waktu itu setara dengan 400 kali lipat jumlah semua tumbuhan di atas bumi yang bisa menghasilkan minyak. Dilihat dari segi lainnya, data geologi menunjukkan, bahwa bumi pada zaman purbakala mutlak tidak mungkin lebih besar ukurannya dibanding bumi saat ini, lagi pula jumlah kandungan oksigen di udara dan suhu udara pada zaman purbakala kurang lebih 30% lebih tinggi dibanding bumi saat ini, atau dengan kata lain, kecepatan busuknya makhluk hidup lebih cepat dibanding sekarang. Seandainya minyak bumi berasal dari jasad makhluk hidup melalui sirkulasi karbon, maka meskipun bentuk tubuh makhluk hidup purbakala lebih besar, namun jika rasio penguburan lebih cepat dan skala besar malahan sangat rendah juga akan sangat sulit, ini adalah yang bisa diketahui dari fosil dinosaurus yang tidak sempurna dan tidak banyak jumlahnya, yang hanya dapat kita gali sekarang ini. Sebuah fosil individual dinosaurus yang demikian tidak mudah untuk disimpan, lalu berapa besar rasionya jasad dinosaurus dalam skala besar yang harus segera dikubur?

Kemudian M. Lamanosow (Rusia. 1758) merupakan orang yang pertama kali mengemukakan pendapat bahwa minyak bumi berasal dari tumbuh-tumbuhan.Dilihat dari inferensi ilmu pengetahuan nyata modern. beberapa diantaranya adalah : 1. Pemahaman tentang proses pembentukan minyak bumi akan diperlukan sebagai bahan pertimbangan untuk menginterpretasikan hasil identifikasi. maka pendekatan yang saya lakukan lebih banyak kepada aspek kimianya daripada dari aspek geologi. Engler (1909). Yang lebih ekstrim lagi adalah pernyataan beberapa ahli yang mengemukakan bahwa minyak bumi mulai terbentuk sejak zaman prasejarah. yang dalam keadaan bebas dengan temperatur tinggi akan bersentuhan dengan CO2 membentuk asitilena. Bruk (1936). Teori Abiogenesis (Anorganik) Barthelot (1866) mengemukakan bahwa di dalam minyak bumi terdapat logam alkali.W. New Beery (1859). Mereka menyatakan bahwa: ³minyak dan gas bumi berasal dari organisme laut yang telah mati berjuta-juta tahun yang lalu dan membentuk sebuah lapisan dalam perut bumi. Ada banyak hipotesa tentang terbentuknya minyak bumi yang dikemukakan oleh para ahli.´ 2. Karena saya adalah seorang chemist. Bearl (1938) dan Hofer. jauh sebelum bumi . jika hipotesa mengenai jasad dinosaurus berubah menjadi minyak bumi sulit dipertahankan. maka bagaimanapun juga rasanya sang arif penciptanya atau sang dewa penciptanya juga merupakan suatu jalan pemecahannya! Posted by AdITyA gItA rOhMaTuLlAh at 10:15 PM Membahas identifikasi minyak bumi tidak dapat lepas dari bahasan teori pembentukan minyak bumi dan kondisi pembentukannya yang membuat suatu minyak bumi menjadi spesifik dan tidak sama antara suatu minyak bumi dengan minyak bumi lainnya. Teori Biogenesis (Organik) Macqiur (Perancis. Kemudian Mandele yev (1877) mengemukakan bahwa minyak bumi terbentuk akibat adanya pengaruh kerja uap pada karbidakarbida logam dalam bumi. Pendapat di atas juga didukung oleh sarjana lainnya seperti. 1763) juga mengemukakan hal yang sama.

Bahan bakar fosil ini jumlahnya hanya kecil sekali.9 % senyawa karbon dan makhluk hidup akan kembali mengalami siklus sebagal rantai makanan. dan ada juga karena perbedaan tekanan di bawah laut muncul ke permukaan lalu menumpuk di permukaan dan ada pula yang terendapkan di permukaan laut dalam yang arusnya kecil. protein dan lemak) diproduksi oleh makhluk hidup sesuai dengan kebutuhannya. Dalam proses ini. hewan dan mikroorganisme). karena lebih bisa. Senyawa-senyawa organik yang terpendam ini akan tetap dengan karakter masingmasing yang spesifik sesuai dengan bahan dan lingkungan pembentukannya. even thought there is evolution´ 2). dalam air atau dalam tanah.Berdasarkan teori Biogenesis.terbentuk dan bersamaan dengan proses terbentuknya bumi. terjadi kebocoran kecil yang memungkinkan satu bagian kecil karbon yang tidak dibebaskan kembali ke atmosfir dalam bentuk CO2. Pernyataan tersebut berdasarkan fakta ditemukannya material hidrokarbon dalam beberapa batuan meteor dan di atmosfir beberapa planet lain 2). Akibatnya. membran. maka 99. karbon dioksida di atmosfir berasimilasi. protozoa. Siklus karbon ini terjadi antara atmosfir dengan permukaan bumi. and that the oils become lighter in going basinward in any horizon. dimana karbon diangkut dalam bentuk karbon dioksida (CO2). lemak. jamur. Komponen yang dimaksud dapat berupa konstituen sel. Selanjutnya . tetapi mengalami transformasi yang akhir-nya menjadi fosil yang dapat terbakar. It certainly seems likely that the depositional environment would determine the type of oil formed and could exert an influence on the character of the oil for a long time. pigmen. cendawan. sedangkan sisanya 0. Dari sekian banyak hipotesa tersebut yang sering dikemukakan adalah Teori Biogenesis. untuk berkembang biak atau sebagai komponen fisik dan makhluk hidup itu. Teori pembentukan minyak bumi terus berkembang seiring dengan berkembangnya teknologi dan teknik analisis minyak bumi. Embrio kecil ini menumpuk dalam kondisi lingkungan lembab. Hobson dalam tulisannya yang berjudul The Occurrence and Origin of Oil and Gas menyatakan bahwa : ³The type of oil is dependent on the position in the depositional basin. D. bagian utama dari karbon organik dalam bentuk karbonat menjadi sangat kecil jumlahnya dalam batuan sedimen. artinya CO2 diekstrak dari atmosfir oleh organisme fotosintetik darat dan laut. Embrio ini mengalami perpindahan dan akan menumpuk di salah satu tempat yang kemungkinan menjadi reservoar dan ada yang hanyut bersama aliran air sehingga menumpuk di bawah dasar laut. Pada arah yang kedua CO2 dibebaskan kembali ke atmosfir melalui respirasi makhluk hidup (tumbuhan. invertebrata ataupun binatang berdarah dingin dan panas. sehingga dapat ditemukan di udara. Pada mulanya senyawa tersebut (seperti karbohidrat. pada permukaan. Apabila makhluk hidup tersebut mati. yang digambarkan dengan dua panah dengan arah yang berlawanan. Pada arah pertama. Bahan organik yang mengalami oksidasi selama pemendaman. gelap dan berbau tidak sedap di antara mineral-mineral dan sedimen. bakteri.1 % senyawa karbon terjebak dalam tanah dan dalam sedimen. seperti untuk mempertahankan diri. sampai kemudian pada tahun 1984 G. Inilah yang merupakan cikal bakal senyawa-senyawa fosil atau dikenal juga sebagai embrio minyak bumi. lalu membentuk molekul besar yang dikenal dengan geopolimer. gula atau protein dari tumbuhtumbuhan. minyak bumi terbentuk karena adanya kebocoran kecil yang permanen dalam siklus karbon.

senyawa organik ini akan mengalami proses geologi dalam perut bumi. dan jika kedalaman melebihi 3000 m dan suhu di atas 150°C. . akan ditemukan fosil senyawasenyawa organik.150 °C. minyak bumi sudah terbentuk bersama-sama dengan biomarka. sehingga akan ter-perangkap pada suatu batuan berpori.40 m akan menaik-kan temperatur 1°C. suhu pemendaman akan berkisar antara 50 . penam-bahan kedalaman 30 . semakin panas lingkungannya. sehingga dapat menerangkan asal-usul fosil. Komponen-komponen minyak bumi pada proses ini mulai terbentuk dan senyawa±senyawa karakteristik yang berasal dan makhluk hidup tertentu kembali dibebaskan dari molekul. Di kedalaman lebih dan 600 m sampai 3000 m. maka geopolimer yang terpendam mulal terurai akibat panas bumi. Pada kondisi ini senyawa-senyawa organik yang berasal dan makhluk hidup mulai kehilangan gugus beroksigen akibat re aksi dekarboksilasi dan dehidratasi. dan proses ini disebut metagenesis. Bila kedalaman terus berlanjut ke arah pusat bumi. proses geologi kedua yang disebut katagenesis akan berlangsung. temperatur semakin naik. Semakin dalam pemendaman terjadi. Fosil-fosil senyawa inilah yang diten-tukan strukturnya menggunaan be-berapa metoda analisis. Pertama akan mengalami proses diagenesis. dimana senyawa organik dan makhluk hidup sudah merupakan senyawa mati dan terkubur sampai 600 meter saja di bawah permukaan dan lingkungan bersuhu di bawah 50°C. Setelah proses geologi ini dilewati. Fosil molekul yang sudah terbentuk ini akan mengalami perpindahan (migrasi) karena kondisi lingkungan atau kerak bumi yang selalu bergerak rata-rata se-jauh 5 cm per tahun. maka bahan-bahan organik dapat terurai menjadi gas bermolekul kecil. atau selanjutnya akan bermigrasi membentuk suatu sumur minyak. Apabila dicuplik batuan yang memenjara minyak ini (batuan induk) atau minyak yang terperangkap dalam rongga bu-mi. migrasi minyak bumi serta hubungan antara suatu minyak bumi dengan minyak bumi lain dan hubungan minyak bumi dengan batuan induk. bahan pembentuk.

Minyak mentah berat (heavy crude oil) yang mengandung kadar logam dan belerang tinggi. yakni kelompok-kelompok yang mempunyai kisaran titik didih tertentu. yakni berdasarkan perbedaan nilai titik didihnya. uap minyak mentah bergerak ke atas melewati pelat-pelat (tray). y y y . Dalam menara distilasi. siklo-alkana. berwarna terang dan bersifat encer (viskositas rendah). Minyak bumi yang telah dipisahkan dari gas alam disebut juga minyak mentah (crude oil). Dalam pergerakannya. alkuna.Pengolahan Minyak Bumi dengan Distilasi bertingkat Kata Kunci: Minyak mentah berat. y Minyak mentah merupakan campuran yang kompleks dengan komponen utama alkana dan sebagian kecil alkena. uap minyak mentah akan menjadi dingin. minyak mentah tidak dipisahkan menjadi komponenkomponen murni. Untuk mendapatkan produk akhir sesuai dengan yang diinginkan. Minyak mentah ringan Ditulis oleh Sukarmin pada 02-07-2009 Minyak bumi ditemukan bersama-sama dengan gas alam. Meskipun kompleks. Fraksi yang mengandung senyawa-senyawa dengan titik didih tinggi akan terkondensasi di bagian bawah menara distilasi. dan pencampuran fraksi. pemisahan pengotor dalam fraksi. Sedangkan fraksi senyawa-senyawa dengan titik didih rendah akan terkondensasi di bagian atas menara. Setiap pelat memiliki banyak lubang yang dilengkapi dengan tutup gelembung (bubble cap) yang memungkinkan uap lewat. untungnya terdapat cara mudah untuk memisahkan komponen-komponennya. Zat cair yang diperoleh dalam suatu kisaran suhu tertentu ini disebut fraksi. aromatik. memiliki viskositas tinggi sehingga harus dipanaskan agar meleleh. melainkan ke dalam fraksi-fraksi. Sebagian uap akan mencapai ketinggian di mana uap tersebut akan terkondensasi membentuk zat cair. Proses ini disebut distilasi bertingkat. Hal ini dikarenakan jenis komponen hidrokarbon begitu banyak dan isomer-isomer hidrokarbon mempunyai titik didih yang berdekatan. Distilasi bertingkat Dalam proses distilasi bertingkat. Uap minyak mentah yang dihasilkan kemudian dialirkan ke bagian bawah menara/tanur distilasi. maka sebagian hasil dari distilasi bertingkat perlu diolah lebih lanjut melalui proses konversi. dan senyawa anorganik. Minyak mentah dapat dibedakan menjadi: y Minyak mentah ringan (light crude oil) yang mengandung kadar logam dan belerang rendah. Proses distilasi bertingkat ini dapat dijelaskan sebagai berikut: y Minyak mentah dipanaskan dalam boiler menggunakan uap air bertekanan tinggi sampai suhu ~600oC.

umur lapangan minyak dan juga kedalaman sumur. parafin. katalis. isomer. olefin. klorida. oksigen. nikel. natrium. Menara destilasi Apa komposisi dari minyak bumi? Kata Kunci: aspaltin. tergantung pada lokasi. nitrogen. sulfur. melainkan berkomposisi yang sangat bervariasi. Besi dan Tembaga. fraksinasi. diperoleh data sebagai berikut : y Karbon : 83. vanadium Ditulis oleh EG Giwangkara S pada 24-05-2007 Oleh EG Giwangkara S. Oksigen. oil. minyak bumi. gasoline. organik. naften. Berdasarkan atas hasil analisa.Sebagian fraksi dari menara distilasi selanjutnya dialirkan ke bagian kilang minyak lainnya untuk proses konversi. butana. besi. merkaptan. Nitrogen dan senyawa-senyawa yang mengandung konstituen logam terutama Nikel. Gambar 2. Minyak bumi sendiri bukan merupakan bahan yang uniform. halogen. hidrokarbon. Komponen Hidrokarbon Perbandingan unsur-unsur yang terdapat dalam minyak bumi sangat bervariasi. logam. Dalam minyak bumi parafinik ringan mengandung hidrokarbon tidak kurang dari 97 % sedangkan dalam jenis asphaltik berat paling rendah 50 %.0-87. tembaga. Minyak bumi adalah campuran komplek hidrokarbon plus senyawaan organik dari Sulfur.0 % . kilang.

3. Senyawaan Sulfur Crude oil yang densitynya lebih tinggi mempunyai kandungan Sulfur yang lebih tinggu pula. Didalam Kilang.0-14. Keberadaan Sulfur dalam minyak bumi sering banyak menimbulkan akibat. 1.5 % Sulfur : 0. yaitu 0.05-6. sedangkan yang mempunyai berat molekul yang tinggi tidak dapat diekstrak dengan asam mineral encer. Senyawaan Nitrogen Umumnya kandungan nitrogen dalam minyak bumi sangat rendah. pipa. senyawaan Organo Metalik (dalam jumlah kecil/trace sebagai larutan) dan garam-garam anorganik (sebagai suspensi koloidal). senyawa monosiklo dan disiklo dan phenol. ester. Senyawaan Oksigen Kandungan total oksigen dalam minyak bumi adalah kurang dari 2 % dan menaik dengan naiknya titik didih fraksi. misalnya oil-fired gas turbine. 2.9 %. anhidrida. Konstituen Metalik Logam-logam seperti besi. terutama nikel dan vanadium pada proses catalytic cracking mempengaruhi aktifitas katalis. Nitrogen mempunyai sifat racun terhadap katalis dan dapat membentuk gum / getah pada fuel oil. Crude oil mengandung sejumlah senyawaan non hidrokarbon.1-2. terutama senyawaan Sulfur. misalnya dalam gasoline dapat menyebabkan korosi (khususnya dalam keadaan dingin atau berair).0 % Nitrogen : 0. Pada power generator temperatur tinggi. eter. senyawaan Nitrogen. menyebabkan turunnya titik lebur campuran sehingga merusakkan refractory itu.05-1.y y y y Hidrogen : 10. minyak bumi dari sumur diangkut ke Kilang menggunakan kapal. yaitu : y y y y golongan parafinik golongan naphthenik golongan aromatik sedangkan golongan olefinik umumnya tidak ditemukan dalam crude oil. demikian juga hidrokarbon asetilenik sangat jarang. sebab dapat menurunkan produk gasoline. Nitrogen klas dasar yang mempunyai berat molekul yang relatif rendah dapat diekstrak dengan asam mineral encer.0 % Oksigen : 0. menghasilkan banyak gas dan pembentukkan coke. Kandungan tertinggi terdapat pada tipe Asphalitik. Kandungan oksigen bisa menaik apabila produk itu lama berhubungan dengan udara. 4. minyak bumi diolah .0 % Komponen hidrokarbon dalam minyak bumi diklasifikasikan atas tiga golongan. karena terbentuknya asam yang dihasilkan dari oksida sulfur (sebagai hasil pembakaran gasoline) dan air. Sebagai asam karboksilat berupa asam Naphthenat (asam alisiklik) dan asam alifatik.1-0. Abu yang dihasilkan dari pembakaran fuel yang mengandung natrium dan terutama vanadium dapat bereaksi dengan refactory furnace (bata tahan api). adanya konstituen logam terutama vanadium dapat membentuk kerak pada rotor turbine. tembaga. senyawaan Oksigen. Agar dapat diolah menjadi produk-produknya. mobil tanki atau kereta api. keton. Kandungan nitrogen terbanyak terdapat pada fraksi titik didih tinggi. Oksigen dalam minyak bumi berada dalam bentuk ikatan sebagai asam karboksilat.

yang memiliki satu atom karbon sampai dengan jenis hidrokarbon yang paling besar yang mengandung 200 atom karbon bahkan lebih. atau kadang disebut juga iso-butana. 2. Naften dan Aromat. yaitu : 1. 4.menjadi produk yang kita kenal secara fisika berdasarkan trayek titik didihnya (distilasi). seperti metan. Kandungan utama dari campuran hidrokarbon ini adalah parafin atau senyawa isomernya. misal : 0-50°C : Gas 50-85°C : Gasoline 85-105°C : Kerosin 105-135°C : Solar > 135°C : Residu (Umpan proses lebih lanjut) Jadi yang namanya minyak bumi atau sering juga disebut crude oil adalah merupakan campuran dari ratusan jenis hidrokarbon dari rentang yang paling kecil. 3. Isomer sendiri adalah bentuk lain dari suatu senyawa hidrokarbon yang memiliki rumus kimia yang sama. Jika atom karon (C) dinotasikan sebagai bola berwarna hitam dan atom hidrogen (H) dinotasikan sebagai bola berwarna merah maka gambar dari normal-butan dan iso-butan akan tampak seperti gambar berikut : . Misal pada normal-butana pada gambar berikut memiliki isomer 2-metil propana. maka minyak bumi kemudian dikelompokkan menjadi tiga jenis saja. yaitu C4H10 tetapi memiliki rumus bangun yang berbeda seperti tampak pada gambar. Setiap trayek titik didih disebut ³Fraksi´. Parafin Olefin Naften Aromat Tetapi karena di alam bisa dikatakan tidak pernah ditemukan minnyak bumi dalam bentuk olefin. Keduanya memiliki rumus kimia yang sama. yaitu Parafin. dimana gas berada pada puncak kolom fraksinasi dan residu (aspal) berada pada dasar kolom fraksinasi. Secara garis besar minyak bumi dikelompokkan berdasarkan komposisi kimianya menjadi empat jenis.

Senyawa hidrokarbon µnormal¶ sering juga disebut sebagai senyawa hidrokarbon rantai lurus. . Sedangkan sisa kandungan hidrokarbon lainnya dalam minyak bumi adalah senyawa sikloparafin yang disebut juga naften dan/atau senyawa aromat. Berikut adalah contoh dari sikloparafin dan aromat. Keduanya merupakan jenis minyak bumi jenis parafin. sedangkan senyawa isomernya atau µiso¶ sering juga disebut sebagai senyawa hidrokarbon rantai cabang.

di dalam kilang minyak bumi. Pada umumnya kandungan tersebut dapat dipisahkan dan diidentifikasi. pemisahan perbandingan kemurnian dilakukan terhadap hidrokarbon yang memiliki kandungan karbon yang lebih kecil dari C7. . karena sebagian besar kandungan yang ada dalam minyak bumi tersebut dapat dipisahkan kedalam beberapa jenis kemurnian untuk keperluan komersial. Secara umum. tetapi hanya untuk keperluan di laboratorium.µKeluarga hidrokarbon¶ terebut diatas disebut homologis.

Artinya minyak bumi dikatakan jenis parafin jika senyawa parafinnya lebih dominan dibandingkan aromat dan/atau siklo parafinnya.Campuran siklo parafin dan aromat dalam rantai hidrokarbon panjang dalam minyak bumi membuat minyak bumi tersebut digolongkan menjadi minyak bumi jenis aspaltin. Dalam minyak bumi terdapat juga zat pengotor (impurities) berupa sulfur (belerang). . tetapi selalu dalam bentuk campuran antara parafin dan aspaltin. Merkaptan ini mirip dengan hidrokarbon pada umumnya. atau berdasarkan trayek titik didihnya. nitrogen dan logam. seperti pada gambar berikut : Senyawa sulfur yang lebih kompleks dalam minyak bumi terdapat dalam bentuk tiofen dan disulfida. Minyak bumi di alam tidak pernah terdapat dalam bentuk parafin murni maupun aspaltin murni. Begitu juga sebaliknya. Pada umumnya zat pengotor yang banyak terdapat dalam minyak bumi adalah senyawa sulfur organik yang disebut merkaptan. tetapi ada penambahan satu atau lebih atom sulfur dalam molekulnya. produk dari minyak bumi dikelompokkan berdasarkan rentang titik didihnya. Minyak bumi tidak seluruhnya terdiri dari hidrokarbon murni. Pengelompokan produk berdasarkan titik didih ini lebih sering dilakukan dibandingkan pengelompokan berdasarkan komposisinya. Tiofen dan disulfida ini banyak terdapat dalam rantai hidrokarbon panjang atau pada produk distilat pertengahan (middle distillate). Pengelompokan minyak bumi menjadi minyak bumi jenis parafin dan minyak bumi jenis aspaltin berdasarkan banyak atau dominasi minyak parafin atau aspaltin dalam minyak bumi. Dalam skala industri.

wordpress.Selain itu zat pengotor lainnya yang terdapat dalam minyak bumi adalah berupa senyawa halogen organik. Jika minyak bumi tersebut banyak mengandung hidrokarbon rantai pendek dimana memiliki jumlah atom karbon lebih sedikit maka titik didihnya lebih rendah. tergantung bagaimana komposisi jumlah dari rantai hidrokarbonnya. dan logam organik. terutama klorida.com . karena sangat bervariasi. Sumber: http://persembahanku. sedangkan jika memiliki hidrokarbon rantai panjang dimana memiliki jumlah atom karbon lebih banyak maka titik didihnya lebih tinggi. yaitu natrium (Na). Vanadium (V) dan nikel (Ni). Titik didih minyak bumi parafin dan aspaltin tidak dapat ditentukan secara pasti.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful