asal usul minyak bumi

Asal-usul Minyak Bumi Oleh admin Selasa, 27 Maret 2007 00:06:49 Klik: 4034

Saat ini, sejumlah besar ilmuwan secara umum berpendapat bahwa minyak bumi adalah makhluk hidup purbakala yang di bawah tekanan suhu tinggi dan setelah melalui proses pengolahan dalam jangka waktu yang panjang serta lamban, maka makhluk hidup zaman purbakala baru berubah menjadi minyak bumi. Namun, yang membuat para ilmuwan bingung adalah sebenarnya butuh berapa kali organisme prasejarah dalam skala besar terkumpul dan terkubur, baru bisa menghasilkan minyak bumi yang sedemikian banyak seperti sekarang ini? Masalah ini terjawab di majalah Scientist akhir November 2003. Penulis artikel tersebut yakni Jeffry S. Dukes dari Universitas Utah, melalui hasil hitungan dari data industri dan geokimia serta biologi yang ada sekarang: 1 galon minyak bumi Amerika, ternyata membutuhkan 90 ton tumbuhan purbakala sebagai bahan material, artinya 1 liter minyak bumi berasal dari 23,5 ton tumbuhan purbakala. Lalu berapa tumbuhan yang dapat mencapai 23,5 ton itu? Hasil hitungan didapati, bahwa itu setara dengan 16.200 meter persegi jumlah tanaman gandum, teremasuk daun, tangkai dan seluruh akarnya. Mengapa membutuhkan makhluk hidup purbakala dalam jumlah yang sedemikian besar baru bisa mengubahnya menjadi minyak bumi? Penyebabnya adalah bahwa minyak bumi harus di bawah tekanan suhu tinggi, dengan demikian baru bisa menghasilkan minyak bumi, lalu setelah makhluk hidup purbakala mati, jika penguburan tidak cepat, maka akan lapuk dan terurai. Namun, masalahnya adalah sebenarnya berapa besar rasio makhluk hidup purbakala berubah menjadi energi fosil? Penulis mengatakan: Kurang dari 1/10.000! Sebab sebagian besar karbon kembali ke atmosfer setelah melalui penguraian. Dan sejumlah kecil yang tersisa baru dapat berubah menjadi bahan bakar fosil. Selanjutnya penulis mengatakan: Berdasarkan hitungan jumlah pemakaian minyak bumi seluruh dunia tahun 1997, energi fosil yang dihabiskan seluruh dunia waktu itu setara dengan 400 kali lipat jumlah semua tumbuhan di atas bumi yang bisa menghasilkan minyak. Dilihat dari segi lainnya, data geologi menunjukkan, bahwa bumi pada zaman purbakala mutlak tidak mungkin lebih besar ukurannya dibanding bumi saat ini, lagi pula jumlah kandungan oksigen di udara dan suhu udara pada zaman purbakala kurang lebih 30% lebih tinggi dibanding bumi saat ini, atau dengan kata lain, kecepatan busuknya makhluk hidup lebih cepat dibanding sekarang. Seandainya minyak bumi berasal dari jasad makhluk hidup melalui sirkulasi karbon, maka meskipun bentuk tubuh makhluk hidup purbakala lebih besar, namun jika rasio penguburan lebih cepat dan skala besar malahan sangat rendah juga akan sangat sulit, ini adalah yang bisa diketahui dari fosil dinosaurus yang tidak sempurna dan tidak banyak jumlahnya, yang hanya dapat kita gali sekarang ini. Sebuah fosil individual dinosaurus yang demikian tidak mudah untuk disimpan, lalu berapa besar rasionya jasad dinosaurus dalam skala besar yang harus segera dikubur?

yang dalam keadaan bebas dengan temperatur tinggi akan bersentuhan dengan CO2 membentuk asitilena. Yang lebih ekstrim lagi adalah pernyataan beberapa ahli yang mengemukakan bahwa minyak bumi mulai terbentuk sejak zaman prasejarah. beberapa diantaranya adalah : 1. Engler (1909). maka pendekatan yang saya lakukan lebih banyak kepada aspek kimianya daripada dari aspek geologi. Pemahaman tentang proses pembentukan minyak bumi akan diperlukan sebagai bahan pertimbangan untuk menginterpretasikan hasil identifikasi. Kemudian M. Karena saya adalah seorang chemist. Ada banyak hipotesa tentang terbentuknya minyak bumi yang dikemukakan oleh para ahli. jika hipotesa mengenai jasad dinosaurus berubah menjadi minyak bumi sulit dipertahankan. Pendapat di atas juga didukung oleh sarjana lainnya seperti. Bruk (1936). maka bagaimanapun juga rasanya sang arif penciptanya atau sang dewa penciptanya juga merupakan suatu jalan pemecahannya! Posted by AdITyA gItA rOhMaTuLlAh at 10:15 PM Membahas identifikasi minyak bumi tidak dapat lepas dari bahasan teori pembentukan minyak bumi dan kondisi pembentukannya yang membuat suatu minyak bumi menjadi spesifik dan tidak sama antara suatu minyak bumi dengan minyak bumi lainnya.Dilihat dari inferensi ilmu pengetahuan nyata modern. 1763) juga mengemukakan hal yang sama. Teori Abiogenesis (Anorganik) Barthelot (1866) mengemukakan bahwa di dalam minyak bumi terdapat logam alkali. Lamanosow (Rusia.´ 2. Teori Biogenesis (Organik) Macqiur (Perancis. jauh sebelum bumi . Bearl (1938) dan Hofer. Mereka menyatakan bahwa: ³minyak dan gas bumi berasal dari organisme laut yang telah mati berjuta-juta tahun yang lalu dan membentuk sebuah lapisan dalam perut bumi. 1758) merupakan orang yang pertama kali mengemukakan pendapat bahwa minyak bumi berasal dari tumbuh-tumbuhan. Kemudian Mandele yev (1877) mengemukakan bahwa minyak bumi terbentuk akibat adanya pengaruh kerja uap pada karbidakarbida logam dalam bumi.W. New Beery (1859).

Hobson dalam tulisannya yang berjudul The Occurrence and Origin of Oil and Gas menyatakan bahwa : ³The type of oil is dependent on the position in the depositional basin. It certainly seems likely that the depositional environment would determine the type of oil formed and could exert an influence on the character of the oil for a long time. even thought there is evolution´ 2). tetapi mengalami transformasi yang akhir-nya menjadi fosil yang dapat terbakar.terbentuk dan bersamaan dengan proses terbentuknya bumi. bakteri. bagian utama dari karbon organik dalam bentuk karbonat menjadi sangat kecil jumlahnya dalam batuan sedimen. Dari sekian banyak hipotesa tersebut yang sering dikemukakan adalah Teori Biogenesis. untuk berkembang biak atau sebagai komponen fisik dan makhluk hidup itu. sedangkan sisanya 0.1 % senyawa karbon terjebak dalam tanah dan dalam sedimen. sehingga dapat ditemukan di udara. Inilah yang merupakan cikal bakal senyawa-senyawa fosil atau dikenal juga sebagai embrio minyak bumi. pada permukaan. Pada arah yang kedua CO2 dibebaskan kembali ke atmosfir melalui respirasi makhluk hidup (tumbuhan. terjadi kebocoran kecil yang memungkinkan satu bagian kecil karbon yang tidak dibebaskan kembali ke atmosfir dalam bentuk CO2. karbon dioksida di atmosfir berasimilasi. gelap dan berbau tidak sedap di antara mineral-mineral dan sedimen.9 % senyawa karbon dan makhluk hidup akan kembali mengalami siklus sebagal rantai makanan. invertebrata ataupun binatang berdarah dingin dan panas. Komponen yang dimaksud dapat berupa konstituen sel. minyak bumi terbentuk karena adanya kebocoran kecil yang permanen dalam siklus karbon. karena lebih bisa. Teori pembentukan minyak bumi terus berkembang seiring dengan berkembangnya teknologi dan teknik analisis minyak bumi. Bahan bakar fosil ini jumlahnya hanya kecil sekali. Embrio kecil ini menumpuk dalam kondisi lingkungan lembab. sampai kemudian pada tahun 1984 G. D. dalam air atau dalam tanah. Senyawa-senyawa organik yang terpendam ini akan tetap dengan karakter masingmasing yang spesifik sesuai dengan bahan dan lingkungan pembentukannya. Siklus karbon ini terjadi antara atmosfir dengan permukaan bumi. Dalam proses ini. Apabila makhluk hidup tersebut mati.Berdasarkan teori Biogenesis. cendawan. protein dan lemak) diproduksi oleh makhluk hidup sesuai dengan kebutuhannya. Selanjutnya . and that the oils become lighter in going basinward in any horizon. protozoa. lalu membentuk molekul besar yang dikenal dengan geopolimer. lemak. membran. Embrio ini mengalami perpindahan dan akan menumpuk di salah satu tempat yang kemungkinan menjadi reservoar dan ada yang hanyut bersama aliran air sehingga menumpuk di bawah dasar laut. jamur. dan ada juga karena perbedaan tekanan di bawah laut muncul ke permukaan lalu menumpuk di permukaan dan ada pula yang terendapkan di permukaan laut dalam yang arusnya kecil. Bahan organik yang mengalami oksidasi selama pemendaman. Akibatnya. yang digambarkan dengan dua panah dengan arah yang berlawanan. Pada arah pertama. pigmen. Pernyataan tersebut berdasarkan fakta ditemukannya material hidrokarbon dalam beberapa batuan meteor dan di atmosfir beberapa planet lain 2). Pada mulanya senyawa tersebut (seperti karbohidrat. maka 99. seperti untuk mempertahankan diri. gula atau protein dari tumbuhtumbuhan. dimana karbon diangkut dalam bentuk karbon dioksida (CO2). artinya CO2 diekstrak dari atmosfir oleh organisme fotosintetik darat dan laut. hewan dan mikroorganisme).

sehingga dapat menerangkan asal-usul fosil. maka geopolimer yang terpendam mulal terurai akibat panas bumi. migrasi minyak bumi serta hubungan antara suatu minyak bumi dengan minyak bumi lain dan hubungan minyak bumi dengan batuan induk. Pada kondisi ini senyawa-senyawa organik yang berasal dan makhluk hidup mulai kehilangan gugus beroksigen akibat re aksi dekarboksilasi dan dehidratasi. . Fosil molekul yang sudah terbentuk ini akan mengalami perpindahan (migrasi) karena kondisi lingkungan atau kerak bumi yang selalu bergerak rata-rata se-jauh 5 cm per tahun. semakin panas lingkungannya. suhu pemendaman akan berkisar antara 50 . Apabila dicuplik batuan yang memenjara minyak ini (batuan induk) atau minyak yang terperangkap dalam rongga bu-mi. maka bahan-bahan organik dapat terurai menjadi gas bermolekul kecil. dan proses ini disebut metagenesis. Pertama akan mengalami proses diagenesis. Di kedalaman lebih dan 600 m sampai 3000 m. dan jika kedalaman melebihi 3000 m dan suhu di atas 150°C. Setelah proses geologi ini dilewati. Fosil-fosil senyawa inilah yang diten-tukan strukturnya menggunaan be-berapa metoda analisis. dimana senyawa organik dan makhluk hidup sudah merupakan senyawa mati dan terkubur sampai 600 meter saja di bawah permukaan dan lingkungan bersuhu di bawah 50°C. atau selanjutnya akan bermigrasi membentuk suatu sumur minyak. proses geologi kedua yang disebut katagenesis akan berlangsung. Semakin dalam pemendaman terjadi. akan ditemukan fosil senyawasenyawa organik. sehingga akan ter-perangkap pada suatu batuan berpori.150 °C.senyawa organik ini akan mengalami proses geologi dalam perut bumi. temperatur semakin naik.40 m akan menaik-kan temperatur 1°C. Komponen-komponen minyak bumi pada proses ini mulai terbentuk dan senyawa±senyawa karakteristik yang berasal dan makhluk hidup tertentu kembali dibebaskan dari molekul. bahan pembentuk. Bila kedalaman terus berlanjut ke arah pusat bumi. minyak bumi sudah terbentuk bersama-sama dengan biomarka. penam-bahan kedalaman 30 .

Distilasi bertingkat Dalam proses distilasi bertingkat. berwarna terang dan bersifat encer (viskositas rendah). Minyak bumi yang telah dipisahkan dari gas alam disebut juga minyak mentah (crude oil). Setiap pelat memiliki banyak lubang yang dilengkapi dengan tutup gelembung (bubble cap) yang memungkinkan uap lewat. yakni kelompok-kelompok yang mempunyai kisaran titik didih tertentu. Sedangkan fraksi senyawa-senyawa dengan titik didih rendah akan terkondensasi di bagian atas menara. uap minyak mentah akan menjadi dingin. yakni berdasarkan perbedaan nilai titik didihnya. pemisahan pengotor dalam fraksi. Fraksi yang mengandung senyawa-senyawa dengan titik didih tinggi akan terkondensasi di bagian bawah menara distilasi.Pengolahan Minyak Bumi dengan Distilasi bertingkat Kata Kunci: Minyak mentah berat. memiliki viskositas tinggi sehingga harus dipanaskan agar meleleh. y Minyak mentah merupakan campuran yang kompleks dengan komponen utama alkana dan sebagian kecil alkena. Minyak mentah dapat dibedakan menjadi: y Minyak mentah ringan (light crude oil) yang mengandung kadar logam dan belerang rendah. y y y . Zat cair yang diperoleh dalam suatu kisaran suhu tertentu ini disebut fraksi. minyak mentah tidak dipisahkan menjadi komponenkomponen murni. Proses distilasi bertingkat ini dapat dijelaskan sebagai berikut: y Minyak mentah dipanaskan dalam boiler menggunakan uap air bertekanan tinggi sampai suhu ~600oC. Minyak mentah ringan Ditulis oleh Sukarmin pada 02-07-2009 Minyak bumi ditemukan bersama-sama dengan gas alam. maka sebagian hasil dari distilasi bertingkat perlu diolah lebih lanjut melalui proses konversi. Dalam menara distilasi. Proses ini disebut distilasi bertingkat. untungnya terdapat cara mudah untuk memisahkan komponen-komponennya. Meskipun kompleks. Minyak mentah berat (heavy crude oil) yang mengandung kadar logam dan belerang tinggi. Sebagian uap akan mencapai ketinggian di mana uap tersebut akan terkondensasi membentuk zat cair. Uap minyak mentah yang dihasilkan kemudian dialirkan ke bagian bawah menara/tanur distilasi. Dalam pergerakannya. Untuk mendapatkan produk akhir sesuai dengan yang diinginkan. dan pencampuran fraksi. uap minyak mentah bergerak ke atas melewati pelat-pelat (tray). dan senyawa anorganik. Hal ini dikarenakan jenis komponen hidrokarbon begitu banyak dan isomer-isomer hidrokarbon mempunyai titik didih yang berdekatan. alkuna. siklo-alkana. aromatik. melainkan ke dalam fraksi-fraksi.

katalis. Minyak bumi adalah campuran komplek hidrokarbon plus senyawaan organik dari Sulfur. gasoline. natrium. olefin. merkaptan. Gambar 2. Komponen Hidrokarbon Perbandingan unsur-unsur yang terdapat dalam minyak bumi sangat bervariasi. hidrokarbon. parafin. tembaga. kilang. Nitrogen dan senyawa-senyawa yang mengandung konstituen logam terutama Nikel. nikel. fraksinasi. Besi dan Tembaga.0-87. melainkan berkomposisi yang sangat bervariasi. naften.0 % . butana. umur lapangan minyak dan juga kedalaman sumur. nitrogen. Oksigen. klorida.Sebagian fraksi dari menara distilasi selanjutnya dialirkan ke bagian kilang minyak lainnya untuk proses konversi. oksigen. isomer. Menara destilasi Apa komposisi dari minyak bumi? Kata Kunci: aspaltin. tergantung pada lokasi. diperoleh data sebagai berikut : y Karbon : 83. sulfur. Dalam minyak bumi parafinik ringan mengandung hidrokarbon tidak kurang dari 97 % sedangkan dalam jenis asphaltik berat paling rendah 50 %. minyak bumi. organik. Minyak bumi sendiri bukan merupakan bahan yang uniform. Berdasarkan atas hasil analisa. oil. besi. logam. halogen. vanadium Ditulis oleh EG Giwangkara S pada 24-05-2007 Oleh EG Giwangkara S.

Crude oil mengandung sejumlah senyawaan non hidrokarbon. 1.0 % Komponen hidrokarbon dalam minyak bumi diklasifikasikan atas tiga golongan. minyak bumi dari sumur diangkut ke Kilang menggunakan kapal. tembaga. sedangkan yang mempunyai berat molekul yang tinggi tidak dapat diekstrak dengan asam mineral encer. anhidrida. keton. yaitu 0.0 % Nitrogen : 0. demikian juga hidrokarbon asetilenik sangat jarang. 4. menyebabkan turunnya titik lebur campuran sehingga merusakkan refractory itu. Konstituen Metalik Logam-logam seperti besi. Abu yang dihasilkan dari pembakaran fuel yang mengandung natrium dan terutama vanadium dapat bereaksi dengan refactory furnace (bata tahan api). adanya konstituen logam terutama vanadium dapat membentuk kerak pada rotor turbine. senyawaan Organo Metalik (dalam jumlah kecil/trace sebagai larutan) dan garam-garam anorganik (sebagai suspensi koloidal).1-0. ester. senyawa monosiklo dan disiklo dan phenol. Kandungan tertinggi terdapat pada tipe Asphalitik. Keberadaan Sulfur dalam minyak bumi sering banyak menimbulkan akibat. karena terbentuknya asam yang dihasilkan dari oksida sulfur (sebagai hasil pembakaran gasoline) dan air. Sebagai asam karboksilat berupa asam Naphthenat (asam alisiklik) dan asam alifatik. terutama nikel dan vanadium pada proses catalytic cracking mempengaruhi aktifitas katalis. terutama senyawaan Sulfur. Oksigen dalam minyak bumi berada dalam bentuk ikatan sebagai asam karboksilat. Kandungan oksigen bisa menaik apabila produk itu lama berhubungan dengan udara. 3. menghasilkan banyak gas dan pembentukkan coke. minyak bumi diolah . misalnya oil-fired gas turbine. Nitrogen klas dasar yang mempunyai berat molekul yang relatif rendah dapat diekstrak dengan asam mineral encer. mobil tanki atau kereta api. senyawaan Nitrogen.5 % Sulfur : 0. 2. pipa.9 %.05-6. Didalam Kilang. Nitrogen mempunyai sifat racun terhadap katalis dan dapat membentuk gum / getah pada fuel oil. senyawaan Oksigen. Senyawaan Sulfur Crude oil yang densitynya lebih tinggi mempunyai kandungan Sulfur yang lebih tinggu pula. Kandungan nitrogen terbanyak terdapat pada fraksi titik didih tinggi. Pada power generator temperatur tinggi. Agar dapat diolah menjadi produk-produknya. sebab dapat menurunkan produk gasoline. misalnya dalam gasoline dapat menyebabkan korosi (khususnya dalam keadaan dingin atau berair).y y y y Hidrogen : 10. Senyawaan Nitrogen Umumnya kandungan nitrogen dalam minyak bumi sangat rendah.0 % Oksigen : 0. eter. yaitu : y y y y golongan parafinik golongan naphthenik golongan aromatik sedangkan golongan olefinik umumnya tidak ditemukan dalam crude oil.05-1.1-2. Senyawaan Oksigen Kandungan total oksigen dalam minyak bumi adalah kurang dari 2 % dan menaik dengan naiknya titik didih fraksi.0-14.

Naften dan Aromat. Parafin Olefin Naften Aromat Tetapi karena di alam bisa dikatakan tidak pernah ditemukan minnyak bumi dalam bentuk olefin. atau kadang disebut juga iso-butana. dimana gas berada pada puncak kolom fraksinasi dan residu (aspal) berada pada dasar kolom fraksinasi. yaitu Parafin. yang memiliki satu atom karbon sampai dengan jenis hidrokarbon yang paling besar yang mengandung 200 atom karbon bahkan lebih. yaitu C4H10 tetapi memiliki rumus bangun yang berbeda seperti tampak pada gambar. maka minyak bumi kemudian dikelompokkan menjadi tiga jenis saja. misal : 0-50°C : Gas 50-85°C : Gasoline 85-105°C : Kerosin 105-135°C : Solar > 135°C : Residu (Umpan proses lebih lanjut) Jadi yang namanya minyak bumi atau sering juga disebut crude oil adalah merupakan campuran dari ratusan jenis hidrokarbon dari rentang yang paling kecil. Keduanya memiliki rumus kimia yang sama. Misal pada normal-butana pada gambar berikut memiliki isomer 2-metil propana. 4. 3.menjadi produk yang kita kenal secara fisika berdasarkan trayek titik didihnya (distilasi). yaitu : 1. Isomer sendiri adalah bentuk lain dari suatu senyawa hidrokarbon yang memiliki rumus kimia yang sama. Kandungan utama dari campuran hidrokarbon ini adalah parafin atau senyawa isomernya. Secara garis besar minyak bumi dikelompokkan berdasarkan komposisi kimianya menjadi empat jenis. Jika atom karon (C) dinotasikan sebagai bola berwarna hitam dan atom hidrogen (H) dinotasikan sebagai bola berwarna merah maka gambar dari normal-butan dan iso-butan akan tampak seperti gambar berikut : . 2. seperti metan. Setiap trayek titik didih disebut ³Fraksi´.

Keduanya merupakan jenis minyak bumi jenis parafin. sedangkan senyawa isomernya atau µiso¶ sering juga disebut sebagai senyawa hidrokarbon rantai cabang. Sedangkan sisa kandungan hidrokarbon lainnya dalam minyak bumi adalah senyawa sikloparafin yang disebut juga naften dan/atau senyawa aromat. . Berikut adalah contoh dari sikloparafin dan aromat.Senyawa hidrokarbon µnormal¶ sering juga disebut sebagai senyawa hidrokarbon rantai lurus.

karena sebagian besar kandungan yang ada dalam minyak bumi tersebut dapat dipisahkan kedalam beberapa jenis kemurnian untuk keperluan komersial. pemisahan perbandingan kemurnian dilakukan terhadap hidrokarbon yang memiliki kandungan karbon yang lebih kecil dari C7. Secara umum. . tetapi hanya untuk keperluan di laboratorium.µKeluarga hidrokarbon¶ terebut diatas disebut homologis. di dalam kilang minyak bumi. Pada umumnya kandungan tersebut dapat dipisahkan dan diidentifikasi.

Pengelompokan minyak bumi menjadi minyak bumi jenis parafin dan minyak bumi jenis aspaltin berdasarkan banyak atau dominasi minyak parafin atau aspaltin dalam minyak bumi. nitrogen dan logam. . Minyak bumi di alam tidak pernah terdapat dalam bentuk parafin murni maupun aspaltin murni. Pada umumnya zat pengotor yang banyak terdapat dalam minyak bumi adalah senyawa sulfur organik yang disebut merkaptan. Dalam skala industri. atau berdasarkan trayek titik didihnya. Tiofen dan disulfida ini banyak terdapat dalam rantai hidrokarbon panjang atau pada produk distilat pertengahan (middle distillate). Merkaptan ini mirip dengan hidrokarbon pada umumnya.Campuran siklo parafin dan aromat dalam rantai hidrokarbon panjang dalam minyak bumi membuat minyak bumi tersebut digolongkan menjadi minyak bumi jenis aspaltin. Pengelompokan produk berdasarkan titik didih ini lebih sering dilakukan dibandingkan pengelompokan berdasarkan komposisinya. Artinya minyak bumi dikatakan jenis parafin jika senyawa parafinnya lebih dominan dibandingkan aromat dan/atau siklo parafinnya. Begitu juga sebaliknya. seperti pada gambar berikut : Senyawa sulfur yang lebih kompleks dalam minyak bumi terdapat dalam bentuk tiofen dan disulfida. Dalam minyak bumi terdapat juga zat pengotor (impurities) berupa sulfur (belerang). tetapi selalu dalam bentuk campuran antara parafin dan aspaltin. produk dari minyak bumi dikelompokkan berdasarkan rentang titik didihnya. tetapi ada penambahan satu atau lebih atom sulfur dalam molekulnya. Minyak bumi tidak seluruhnya terdiri dari hidrokarbon murni.

wordpress. Vanadium (V) dan nikel (Ni). Titik didih minyak bumi parafin dan aspaltin tidak dapat ditentukan secara pasti.com . karena sangat bervariasi. yaitu natrium (Na). dan logam organik. tergantung bagaimana komposisi jumlah dari rantai hidrokarbonnya. Sumber: http://persembahanku. terutama klorida. sedangkan jika memiliki hidrokarbon rantai panjang dimana memiliki jumlah atom karbon lebih banyak maka titik didihnya lebih tinggi. Jika minyak bumi tersebut banyak mengandung hidrokarbon rantai pendek dimana memiliki jumlah atom karbon lebih sedikit maka titik didihnya lebih rendah.Selain itu zat pengotor lainnya yang terdapat dalam minyak bumi adalah berupa senyawa halogen organik.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful