asal usul minyak bumi

Asal-usul Minyak Bumi Oleh admin Selasa, 27 Maret 2007 00:06:49 Klik: 4034

Saat ini, sejumlah besar ilmuwan secara umum berpendapat bahwa minyak bumi adalah makhluk hidup purbakala yang di bawah tekanan suhu tinggi dan setelah melalui proses pengolahan dalam jangka waktu yang panjang serta lamban, maka makhluk hidup zaman purbakala baru berubah menjadi minyak bumi. Namun, yang membuat para ilmuwan bingung adalah sebenarnya butuh berapa kali organisme prasejarah dalam skala besar terkumpul dan terkubur, baru bisa menghasilkan minyak bumi yang sedemikian banyak seperti sekarang ini? Masalah ini terjawab di majalah Scientist akhir November 2003. Penulis artikel tersebut yakni Jeffry S. Dukes dari Universitas Utah, melalui hasil hitungan dari data industri dan geokimia serta biologi yang ada sekarang: 1 galon minyak bumi Amerika, ternyata membutuhkan 90 ton tumbuhan purbakala sebagai bahan material, artinya 1 liter minyak bumi berasal dari 23,5 ton tumbuhan purbakala. Lalu berapa tumbuhan yang dapat mencapai 23,5 ton itu? Hasil hitungan didapati, bahwa itu setara dengan 16.200 meter persegi jumlah tanaman gandum, teremasuk daun, tangkai dan seluruh akarnya. Mengapa membutuhkan makhluk hidup purbakala dalam jumlah yang sedemikian besar baru bisa mengubahnya menjadi minyak bumi? Penyebabnya adalah bahwa minyak bumi harus di bawah tekanan suhu tinggi, dengan demikian baru bisa menghasilkan minyak bumi, lalu setelah makhluk hidup purbakala mati, jika penguburan tidak cepat, maka akan lapuk dan terurai. Namun, masalahnya adalah sebenarnya berapa besar rasio makhluk hidup purbakala berubah menjadi energi fosil? Penulis mengatakan: Kurang dari 1/10.000! Sebab sebagian besar karbon kembali ke atmosfer setelah melalui penguraian. Dan sejumlah kecil yang tersisa baru dapat berubah menjadi bahan bakar fosil. Selanjutnya penulis mengatakan: Berdasarkan hitungan jumlah pemakaian minyak bumi seluruh dunia tahun 1997, energi fosil yang dihabiskan seluruh dunia waktu itu setara dengan 400 kali lipat jumlah semua tumbuhan di atas bumi yang bisa menghasilkan minyak. Dilihat dari segi lainnya, data geologi menunjukkan, bahwa bumi pada zaman purbakala mutlak tidak mungkin lebih besar ukurannya dibanding bumi saat ini, lagi pula jumlah kandungan oksigen di udara dan suhu udara pada zaman purbakala kurang lebih 30% lebih tinggi dibanding bumi saat ini, atau dengan kata lain, kecepatan busuknya makhluk hidup lebih cepat dibanding sekarang. Seandainya minyak bumi berasal dari jasad makhluk hidup melalui sirkulasi karbon, maka meskipun bentuk tubuh makhluk hidup purbakala lebih besar, namun jika rasio penguburan lebih cepat dan skala besar malahan sangat rendah juga akan sangat sulit, ini adalah yang bisa diketahui dari fosil dinosaurus yang tidak sempurna dan tidak banyak jumlahnya, yang hanya dapat kita gali sekarang ini. Sebuah fosil individual dinosaurus yang demikian tidak mudah untuk disimpan, lalu berapa besar rasionya jasad dinosaurus dalam skala besar yang harus segera dikubur?

Pemahaman tentang proses pembentukan minyak bumi akan diperlukan sebagai bahan pertimbangan untuk menginterpretasikan hasil identifikasi. Teori Biogenesis (Organik) Macqiur (Perancis. Ada banyak hipotesa tentang terbentuknya minyak bumi yang dikemukakan oleh para ahli.´ 2. yang dalam keadaan bebas dengan temperatur tinggi akan bersentuhan dengan CO2 membentuk asitilena. Pendapat di atas juga didukung oleh sarjana lainnya seperti. Yang lebih ekstrim lagi adalah pernyataan beberapa ahli yang mengemukakan bahwa minyak bumi mulai terbentuk sejak zaman prasejarah. Engler (1909). Karena saya adalah seorang chemist.W. Kemudian Mandele yev (1877) mengemukakan bahwa minyak bumi terbentuk akibat adanya pengaruh kerja uap pada karbidakarbida logam dalam bumi. maka pendekatan yang saya lakukan lebih banyak kepada aspek kimianya daripada dari aspek geologi. jika hipotesa mengenai jasad dinosaurus berubah menjadi minyak bumi sulit dipertahankan. jauh sebelum bumi . Mereka menyatakan bahwa: ³minyak dan gas bumi berasal dari organisme laut yang telah mati berjuta-juta tahun yang lalu dan membentuk sebuah lapisan dalam perut bumi. 1763) juga mengemukakan hal yang sama. 1758) merupakan orang yang pertama kali mengemukakan pendapat bahwa minyak bumi berasal dari tumbuh-tumbuhan. Teori Abiogenesis (Anorganik) Barthelot (1866) mengemukakan bahwa di dalam minyak bumi terdapat logam alkali.Dilihat dari inferensi ilmu pengetahuan nyata modern. Lamanosow (Rusia. Bearl (1938) dan Hofer. Bruk (1936). Kemudian M. beberapa diantaranya adalah : 1. New Beery (1859). maka bagaimanapun juga rasanya sang arif penciptanya atau sang dewa penciptanya juga merupakan suatu jalan pemecahannya! Posted by AdITyA gItA rOhMaTuLlAh at 10:15 PM Membahas identifikasi minyak bumi tidak dapat lepas dari bahasan teori pembentukan minyak bumi dan kondisi pembentukannya yang membuat suatu minyak bumi menjadi spesifik dan tidak sama antara suatu minyak bumi dengan minyak bumi lainnya.

lalu membentuk molekul besar yang dikenal dengan geopolimer. Inilah yang merupakan cikal bakal senyawa-senyawa fosil atau dikenal juga sebagai embrio minyak bumi. Siklus karbon ini terjadi antara atmosfir dengan permukaan bumi. Pada arah pertama. jamur. bakteri. even thought there is evolution´ 2). pigmen. terjadi kebocoran kecil yang memungkinkan satu bagian kecil karbon yang tidak dibebaskan kembali ke atmosfir dalam bentuk CO2. hewan dan mikroorganisme). Hobson dalam tulisannya yang berjudul The Occurrence and Origin of Oil and Gas menyatakan bahwa : ³The type of oil is dependent on the position in the depositional basin. Senyawa-senyawa organik yang terpendam ini akan tetap dengan karakter masingmasing yang spesifik sesuai dengan bahan dan lingkungan pembentukannya. pada permukaan. minyak bumi terbentuk karena adanya kebocoran kecil yang permanen dalam siklus karbon. Pada mulanya senyawa tersebut (seperti karbohidrat. gelap dan berbau tidak sedap di antara mineral-mineral dan sedimen. Apabila makhluk hidup tersebut mati. sehingga dapat ditemukan di udara.1 % senyawa karbon terjebak dalam tanah dan dalam sedimen. sedangkan sisanya 0. dalam air atau dalam tanah. bagian utama dari karbon organik dalam bentuk karbonat menjadi sangat kecil jumlahnya dalam batuan sedimen. tetapi mengalami transformasi yang akhir-nya menjadi fosil yang dapat terbakar. D. maka 99.terbentuk dan bersamaan dengan proses terbentuknya bumi. Dari sekian banyak hipotesa tersebut yang sering dikemukakan adalah Teori Biogenesis. Embrio ini mengalami perpindahan dan akan menumpuk di salah satu tempat yang kemungkinan menjadi reservoar dan ada yang hanyut bersama aliran air sehingga menumpuk di bawah dasar laut. karena lebih bisa. karbon dioksida di atmosfir berasimilasi. Selanjutnya . artinya CO2 diekstrak dari atmosfir oleh organisme fotosintetik darat dan laut. Bahan organik yang mengalami oksidasi selama pemendaman. Dalam proses ini. Embrio kecil ini menumpuk dalam kondisi lingkungan lembab. seperti untuk mempertahankan diri. and that the oils become lighter in going basinward in any horizon. It certainly seems likely that the depositional environment would determine the type of oil formed and could exert an influence on the character of the oil for a long time. untuk berkembang biak atau sebagai komponen fisik dan makhluk hidup itu. invertebrata ataupun binatang berdarah dingin dan panas.Berdasarkan teori Biogenesis. Komponen yang dimaksud dapat berupa konstituen sel. lemak. dan ada juga karena perbedaan tekanan di bawah laut muncul ke permukaan lalu menumpuk di permukaan dan ada pula yang terendapkan di permukaan laut dalam yang arusnya kecil. dimana karbon diangkut dalam bentuk karbon dioksida (CO2). protozoa. Pernyataan tersebut berdasarkan fakta ditemukannya material hidrokarbon dalam beberapa batuan meteor dan di atmosfir beberapa planet lain 2). Pada arah yang kedua CO2 dibebaskan kembali ke atmosfir melalui respirasi makhluk hidup (tumbuhan. Bahan bakar fosil ini jumlahnya hanya kecil sekali.9 % senyawa karbon dan makhluk hidup akan kembali mengalami siklus sebagal rantai makanan. protein dan lemak) diproduksi oleh makhluk hidup sesuai dengan kebutuhannya. cendawan. yang digambarkan dengan dua panah dengan arah yang berlawanan. gula atau protein dari tumbuhtumbuhan. membran. Teori pembentukan minyak bumi terus berkembang seiring dengan berkembangnya teknologi dan teknik analisis minyak bumi. Akibatnya. sampai kemudian pada tahun 1984 G.

semakin panas lingkungannya. Komponen-komponen minyak bumi pada proses ini mulai terbentuk dan senyawa±senyawa karakteristik yang berasal dan makhluk hidup tertentu kembali dibebaskan dari molekul. Pada kondisi ini senyawa-senyawa organik yang berasal dan makhluk hidup mulai kehilangan gugus beroksigen akibat re aksi dekarboksilasi dan dehidratasi. maka bahan-bahan organik dapat terurai menjadi gas bermolekul kecil. Di kedalaman lebih dan 600 m sampai 3000 m. Fosil molekul yang sudah terbentuk ini akan mengalami perpindahan (migrasi) karena kondisi lingkungan atau kerak bumi yang selalu bergerak rata-rata se-jauh 5 cm per tahun. sehingga akan ter-perangkap pada suatu batuan berpori. Setelah proses geologi ini dilewati. dan proses ini disebut metagenesis.senyawa organik ini akan mengalami proses geologi dalam perut bumi. dimana senyawa organik dan makhluk hidup sudah merupakan senyawa mati dan terkubur sampai 600 meter saja di bawah permukaan dan lingkungan bersuhu di bawah 50°C. Fosil-fosil senyawa inilah yang diten-tukan strukturnya menggunaan be-berapa metoda analisis.150 °C. suhu pemendaman akan berkisar antara 50 . proses geologi kedua yang disebut katagenesis akan berlangsung. akan ditemukan fosil senyawasenyawa organik. temperatur semakin naik. sehingga dapat menerangkan asal-usul fosil. maka geopolimer yang terpendam mulal terurai akibat panas bumi. . minyak bumi sudah terbentuk bersama-sama dengan biomarka. migrasi minyak bumi serta hubungan antara suatu minyak bumi dengan minyak bumi lain dan hubungan minyak bumi dengan batuan induk. bahan pembentuk. Pertama akan mengalami proses diagenesis. Apabila dicuplik batuan yang memenjara minyak ini (batuan induk) atau minyak yang terperangkap dalam rongga bu-mi. Semakin dalam pemendaman terjadi. Bila kedalaman terus berlanjut ke arah pusat bumi. dan jika kedalaman melebihi 3000 m dan suhu di atas 150°C. atau selanjutnya akan bermigrasi membentuk suatu sumur minyak. penam-bahan kedalaman 30 .40 m akan menaik-kan temperatur 1°C.

Sebagian uap akan mencapai ketinggian di mana uap tersebut akan terkondensasi membentuk zat cair. Setiap pelat memiliki banyak lubang yang dilengkapi dengan tutup gelembung (bubble cap) yang memungkinkan uap lewat. Zat cair yang diperoleh dalam suatu kisaran suhu tertentu ini disebut fraksi. siklo-alkana. yakni kelompok-kelompok yang mempunyai kisaran titik didih tertentu. dan senyawa anorganik. berwarna terang dan bersifat encer (viskositas rendah). Minyak mentah ringan Ditulis oleh Sukarmin pada 02-07-2009 Minyak bumi ditemukan bersama-sama dengan gas alam. Minyak mentah berat (heavy crude oil) yang mengandung kadar logam dan belerang tinggi. Fraksi yang mengandung senyawa-senyawa dengan titik didih tinggi akan terkondensasi di bagian bawah menara distilasi. memiliki viskositas tinggi sehingga harus dipanaskan agar meleleh. alkuna. maka sebagian hasil dari distilasi bertingkat perlu diolah lebih lanjut melalui proses konversi. aromatik. Proses ini disebut distilasi bertingkat.Pengolahan Minyak Bumi dengan Distilasi bertingkat Kata Kunci: Minyak mentah berat. Dalam menara distilasi. uap minyak mentah akan menjadi dingin. Hal ini dikarenakan jenis komponen hidrokarbon begitu banyak dan isomer-isomer hidrokarbon mempunyai titik didih yang berdekatan. Minyak mentah dapat dibedakan menjadi: y Minyak mentah ringan (light crude oil) yang mengandung kadar logam dan belerang rendah. Minyak bumi yang telah dipisahkan dari gas alam disebut juga minyak mentah (crude oil). Meskipun kompleks. Sedangkan fraksi senyawa-senyawa dengan titik didih rendah akan terkondensasi di bagian atas menara. pemisahan pengotor dalam fraksi. yakni berdasarkan perbedaan nilai titik didihnya. untungnya terdapat cara mudah untuk memisahkan komponen-komponennya. dan pencampuran fraksi. y y y . Uap minyak mentah yang dihasilkan kemudian dialirkan ke bagian bawah menara/tanur distilasi. y Minyak mentah merupakan campuran yang kompleks dengan komponen utama alkana dan sebagian kecil alkena. Dalam pergerakannya. minyak mentah tidak dipisahkan menjadi komponenkomponen murni. Distilasi bertingkat Dalam proses distilasi bertingkat. Proses distilasi bertingkat ini dapat dijelaskan sebagai berikut: y Minyak mentah dipanaskan dalam boiler menggunakan uap air bertekanan tinggi sampai suhu ~600oC. uap minyak mentah bergerak ke atas melewati pelat-pelat (tray). melainkan ke dalam fraksi-fraksi. Untuk mendapatkan produk akhir sesuai dengan yang diinginkan.

organik. halogen. nikel.0-87. vanadium Ditulis oleh EG Giwangkara S pada 24-05-2007 Oleh EG Giwangkara S. oil. naften. Komponen Hidrokarbon Perbandingan unsur-unsur yang terdapat dalam minyak bumi sangat bervariasi. Dalam minyak bumi parafinik ringan mengandung hidrokarbon tidak kurang dari 97 % sedangkan dalam jenis asphaltik berat paling rendah 50 %. kilang. oksigen. Besi dan Tembaga. hidrokarbon. Berdasarkan atas hasil analisa. logam. gasoline. Menara destilasi Apa komposisi dari minyak bumi? Kata Kunci: aspaltin. Nitrogen dan senyawa-senyawa yang mengandung konstituen logam terutama Nikel. fraksinasi. sulfur. merkaptan. melainkan berkomposisi yang sangat bervariasi.0 % . besi. Minyak bumi adalah campuran komplek hidrokarbon plus senyawaan organik dari Sulfur. katalis. olefin. butana. Oksigen. minyak bumi. parafin. tembaga. natrium. tergantung pada lokasi. nitrogen. Gambar 2. diperoleh data sebagai berikut : y Karbon : 83. Minyak bumi sendiri bukan merupakan bahan yang uniform.Sebagian fraksi dari menara distilasi selanjutnya dialirkan ke bagian kilang minyak lainnya untuk proses konversi. klorida. isomer. umur lapangan minyak dan juga kedalaman sumur.

0-14.5 % Sulfur : 0. yaitu 0. Agar dapat diolah menjadi produk-produknya.1-0.05-6. Kandungan nitrogen terbanyak terdapat pada fraksi titik didih tinggi. Keberadaan Sulfur dalam minyak bumi sering banyak menimbulkan akibat. mobil tanki atau kereta api. Senyawaan Nitrogen Umumnya kandungan nitrogen dalam minyak bumi sangat rendah. senyawa monosiklo dan disiklo dan phenol. Senyawaan Sulfur Crude oil yang densitynya lebih tinggi mempunyai kandungan Sulfur yang lebih tinggu pula. Senyawaan Oksigen Kandungan total oksigen dalam minyak bumi adalah kurang dari 2 % dan menaik dengan naiknya titik didih fraksi.9 %. 1. Konstituen Metalik Logam-logam seperti besi. Crude oil mengandung sejumlah senyawaan non hidrokarbon. minyak bumi diolah . ester. senyawaan Oksigen. menghasilkan banyak gas dan pembentukkan coke. eter. demikian juga hidrokarbon asetilenik sangat jarang. sebab dapat menurunkan produk gasoline. 4.1-2. Nitrogen klas dasar yang mempunyai berat molekul yang relatif rendah dapat diekstrak dengan asam mineral encer. Kandungan tertinggi terdapat pada tipe Asphalitik. misalnya oil-fired gas turbine. Abu yang dihasilkan dari pembakaran fuel yang mengandung natrium dan terutama vanadium dapat bereaksi dengan refactory furnace (bata tahan api). Kandungan oksigen bisa menaik apabila produk itu lama berhubungan dengan udara. terutama nikel dan vanadium pada proses catalytic cracking mempengaruhi aktifitas katalis. senyawaan Organo Metalik (dalam jumlah kecil/trace sebagai larutan) dan garam-garam anorganik (sebagai suspensi koloidal).0 % Komponen hidrokarbon dalam minyak bumi diklasifikasikan atas tiga golongan. Oksigen dalam minyak bumi berada dalam bentuk ikatan sebagai asam karboksilat. Sebagai asam karboksilat berupa asam Naphthenat (asam alisiklik) dan asam alifatik.y y y y Hidrogen : 10. Nitrogen mempunyai sifat racun terhadap katalis dan dapat membentuk gum / getah pada fuel oil. sedangkan yang mempunyai berat molekul yang tinggi tidak dapat diekstrak dengan asam mineral encer. Didalam Kilang. tembaga. adanya konstituen logam terutama vanadium dapat membentuk kerak pada rotor turbine. pipa. senyawaan Nitrogen. terutama senyawaan Sulfur. anhidrida. minyak bumi dari sumur diangkut ke Kilang menggunakan kapal.0 % Nitrogen : 0. menyebabkan turunnya titik lebur campuran sehingga merusakkan refractory itu.05-1. Pada power generator temperatur tinggi. misalnya dalam gasoline dapat menyebabkan korosi (khususnya dalam keadaan dingin atau berair). 2. keton. yaitu : y y y y golongan parafinik golongan naphthenik golongan aromatik sedangkan golongan olefinik umumnya tidak ditemukan dalam crude oil.0 % Oksigen : 0. karena terbentuknya asam yang dihasilkan dari oksida sulfur (sebagai hasil pembakaran gasoline) dan air. 3.

yaitu Parafin. Isomer sendiri adalah bentuk lain dari suatu senyawa hidrokarbon yang memiliki rumus kimia yang sama. seperti metan. yaitu : 1. maka minyak bumi kemudian dikelompokkan menjadi tiga jenis saja. yaitu C4H10 tetapi memiliki rumus bangun yang berbeda seperti tampak pada gambar. Keduanya memiliki rumus kimia yang sama. 3. 2. Kandungan utama dari campuran hidrokarbon ini adalah parafin atau senyawa isomernya. atau kadang disebut juga iso-butana. Naften dan Aromat. Jika atom karon (C) dinotasikan sebagai bola berwarna hitam dan atom hidrogen (H) dinotasikan sebagai bola berwarna merah maka gambar dari normal-butan dan iso-butan akan tampak seperti gambar berikut : . Misal pada normal-butana pada gambar berikut memiliki isomer 2-metil propana. yang memiliki satu atom karbon sampai dengan jenis hidrokarbon yang paling besar yang mengandung 200 atom karbon bahkan lebih. dimana gas berada pada puncak kolom fraksinasi dan residu (aspal) berada pada dasar kolom fraksinasi.menjadi produk yang kita kenal secara fisika berdasarkan trayek titik didihnya (distilasi). Setiap trayek titik didih disebut ³Fraksi´. 4. Secara garis besar minyak bumi dikelompokkan berdasarkan komposisi kimianya menjadi empat jenis. Parafin Olefin Naften Aromat Tetapi karena di alam bisa dikatakan tidak pernah ditemukan minnyak bumi dalam bentuk olefin. misal : 0-50°C : Gas 50-85°C : Gasoline 85-105°C : Kerosin 105-135°C : Solar > 135°C : Residu (Umpan proses lebih lanjut) Jadi yang namanya minyak bumi atau sering juga disebut crude oil adalah merupakan campuran dari ratusan jenis hidrokarbon dari rentang yang paling kecil.

Sedangkan sisa kandungan hidrokarbon lainnya dalam minyak bumi adalah senyawa sikloparafin yang disebut juga naften dan/atau senyawa aromat. Keduanya merupakan jenis minyak bumi jenis parafin. Berikut adalah contoh dari sikloparafin dan aromat.Senyawa hidrokarbon µnormal¶ sering juga disebut sebagai senyawa hidrokarbon rantai lurus. . sedangkan senyawa isomernya atau µiso¶ sering juga disebut sebagai senyawa hidrokarbon rantai cabang.

Pada umumnya kandungan tersebut dapat dipisahkan dan diidentifikasi.µKeluarga hidrokarbon¶ terebut diatas disebut homologis. pemisahan perbandingan kemurnian dilakukan terhadap hidrokarbon yang memiliki kandungan karbon yang lebih kecil dari C7. karena sebagian besar kandungan yang ada dalam minyak bumi tersebut dapat dipisahkan kedalam beberapa jenis kemurnian untuk keperluan komersial. . tetapi hanya untuk keperluan di laboratorium. Secara umum. di dalam kilang minyak bumi.

produk dari minyak bumi dikelompokkan berdasarkan rentang titik didihnya. Artinya minyak bumi dikatakan jenis parafin jika senyawa parafinnya lebih dominan dibandingkan aromat dan/atau siklo parafinnya. Pengelompokan minyak bumi menjadi minyak bumi jenis parafin dan minyak bumi jenis aspaltin berdasarkan banyak atau dominasi minyak parafin atau aspaltin dalam minyak bumi. Pada umumnya zat pengotor yang banyak terdapat dalam minyak bumi adalah senyawa sulfur organik yang disebut merkaptan. Merkaptan ini mirip dengan hidrokarbon pada umumnya. tetapi selalu dalam bentuk campuran antara parafin dan aspaltin. Minyak bumi di alam tidak pernah terdapat dalam bentuk parafin murni maupun aspaltin murni. nitrogen dan logam. Dalam minyak bumi terdapat juga zat pengotor (impurities) berupa sulfur (belerang). . Minyak bumi tidak seluruhnya terdiri dari hidrokarbon murni. tetapi ada penambahan satu atau lebih atom sulfur dalam molekulnya.Campuran siklo parafin dan aromat dalam rantai hidrokarbon panjang dalam minyak bumi membuat minyak bumi tersebut digolongkan menjadi minyak bumi jenis aspaltin. seperti pada gambar berikut : Senyawa sulfur yang lebih kompleks dalam minyak bumi terdapat dalam bentuk tiofen dan disulfida. Tiofen dan disulfida ini banyak terdapat dalam rantai hidrokarbon panjang atau pada produk distilat pertengahan (middle distillate). atau berdasarkan trayek titik didihnya. Begitu juga sebaliknya. Pengelompokan produk berdasarkan titik didih ini lebih sering dilakukan dibandingkan pengelompokan berdasarkan komposisinya. Dalam skala industri.

Titik didih minyak bumi parafin dan aspaltin tidak dapat ditentukan secara pasti. Vanadium (V) dan nikel (Ni).Selain itu zat pengotor lainnya yang terdapat dalam minyak bumi adalah berupa senyawa halogen organik. tergantung bagaimana komposisi jumlah dari rantai hidrokarbonnya. sedangkan jika memiliki hidrokarbon rantai panjang dimana memiliki jumlah atom karbon lebih banyak maka titik didihnya lebih tinggi. Jika minyak bumi tersebut banyak mengandung hidrokarbon rantai pendek dimana memiliki jumlah atom karbon lebih sedikit maka titik didihnya lebih rendah. Sumber: http://persembahanku.com . terutama klorida. yaitu natrium (Na).wordpress. dan logam organik. karena sangat bervariasi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful