P. 1
Fenomena Hukum Dan Keadilan

Fenomena Hukum Dan Keadilan

|Views: 65|Likes:
Published by Ria Ayuningtyas

More info:

Published by: Ria Ayuningtyas on Jan 25, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/13/2012

pdf

text

original

Fenomena Hukum yang Bertentangan dengan Keadilan (Tugas Sosiologi Hukum

)

(Prof. Esmi)

MH 17-A

Ghoniyu Satya Ikroomi 11.812.0990

Magister Hukum Universitas Bandar Lampung Bandar Lampung 2011

Hukum di Indonesia ternyata bukannya menjadi peta yang menunjukkan bagaimana membangun kehidupan masyarakat yang adil untuk semua. hukum menjadi tumpul bagi mereka yang kuat. . sebaliknya malahan menjadi kendaraan kepentingan bagi yang kuat. Sayangnya. Hukum adalah peta keadilan. ini akan menolong yang kuat terhindar dari sikap sewenang-wenang. Hukum yang tegas akan menguntungkan yang kuat karena itu akan menolong yang kuat untuk berhati-hati dalam mengambil tindakan. melalui hukum semua orang dapat melihat manakah tindakan yang sesuai dengan asas keadilan dan mana yang tidak sesuai dengan asas keadilan. Implementasi hukum di Indonesia sesungguhnya membenarkan apa yang dikatakan oleh Trasymachus. Parahnya. Hukum hanya tegas kepada mereka yang miskin dan tak punya kekuasaan. maka sumber keadilan adalah kehendak pembuat hukum. hukum hanya menjadi alat bagi mereka yang kuat untuk memaksakan kehendaknya. Jadi. kehendak pembuat hukum tidak selalu sesui dengan keadilan. sebagaimana terlihat pada pengadilan yang mempertontonkan ketidakadilan pada akhir-akhir ini. itulah sebabnya hukum tidak bisa keras untuk semua. LATAR BELAKANG Hukum di negeri ini masih jauh dari keadilan. hukum tidak lagi berfungsi sebagaimana mestinya. hukum sesungguhnya ibarat peta yang dapat membawa semua orang menuju kehidupan yang adil bagi semua. akibatnya hukum tidak selaras dengan nilai-nilai keadilan. itulah sebabnya banyak ketidakadilan dipertontonkan dimuka pengadilan ketika yang adil itu disamakan dengan yang legal. dengan mengabaikan mereka yang lemah. ³Hukum tidak lain kecuali kepentingan mereka yang kuat´ Hukum adalah kendaraan untuk kepentingan-kepentingan yang kuat.I. itulah yang kini terpampang dalam berbagai media massa yang melaporkan ketidak sesuaian hukum dengan keadilan. hukum hanya tajam bagi mereka yang lemah. Terciptanya suatu komunitas beradab dari manusia yang beradab. argumen kepastian hukum itu sering kali disalah gunakan oleh mereka yang kuat. Jika yang adil disamakan dengan yang legal. dan amat tajam bagi mereka yang lemah.

.Realitas hukum yang seperti itu sama saja dengan membenarkan apa yang dipromosikan Machiavelli dalam The Prince yang menolak mendasarkan politik atas hak dan hukum yang menyatakan bahwa tidak ada hukum kecuali kekuatan yang dapat memaksakannya. bahkan menjadikan hukum sebagai alat pembenaran kekerasan. Hukum di Indonesia tampaknya telah dikuasai semangat Machiavelli yang menjadikan hukum tidak lain kecuali alat legitimasi kekuasaan.

Demikian pula ketika pencurian dilakukan karena seseorang amat sangat miskin dan seseorang yang sebenarnya tidak berkekurangan. divonis bersalah dengan hukuman penjara 3 bulan 5 hari. tanpa harus menjalani kurungan penjara. Di pengadilan Batang empat pencuri randu senilai Rp. 12. Kecamatan Kasemen. PERMASALAHAN Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ketika meninjau Lembaga Pemasyarakatan Kelas II-A Anak Pria. Kelurahan Sukorame keduanya dibawa kemeja hijau karena mencuri 1 buah semangka. Seorang nenek berumur 55 tahun dituntut jaksa hukuman 6 bulan atas tuduhan mencuri 3 biji kakao yang sudah jatuh ke tanah milik PT Rumpun Sari Antan IV (RSA) di Banyumas.reformed-crs.org/ind/articles/) mengakui bahwa rasa keadilan kerap terusik dalam praktik penegakkan hukum karena disamaratakannya hukuman atas tindak pidana tertentu. Nasib malang juga menimpa seorang anak berusia 8 tahun yang diajukan ke pengadilan oleh polisi yang berpangkat Komisaris (Kompol) lantaran karena lebah yang dipegangnya menyengat pipi teman bermainnya yang adalah anak pejabat.II. kejadian ini menambah daftar panjang kinerja buruk Polisi di lapangan. Provinsi Banten.000. Tangerang Banten.diganjar hukuman 24 hari. (Selasa (16/2/2010) http://www. seperti pencurian yang dilakukan orang dewasa dan anak-anak. Kholil (41) dan Basar (40) warga lingkungan Bujel. Kejadian terkini tentang hukum yang tidak sesuai dengan keadilan itu menimpa Aspuri. Meskipun akhirnya Hakim menjatuhkan hukuman 1 bulan 15 hari kepada si nenek. Kota Serang. Jawa Tengah. Oktober 2009. Desa Bendung. .. seorang pemuda berusia 18 tahun yang tak pernah menyangka akibat memungut sehelai kaus bekas yang kotor di pagar rumah Dewi di kampung Sisipan.

KESIMPULAN Hukum yang berkeadilan harusnya menempatkan semua orang sama dihadapan hukum (equal for all). Untuk menegakkan hukum diperlukan penguasa yang kuat. Hukum harus keras bukan hanya untuk mereka yang miskin dan lemah. baik untuk mereka yang lemah dan mereka yang kuat. Menurut John Raw keadilan berifat pada kontrak karena hanya melalui pendekatan kontrak sebuah teori keadilan mampu menjamin pelaksanaan hak dan sekaligus mendistribusikan kewajiban secara adil bagi semua orang. tetap saja hukum tidak boleh menjadi alat kekuasaan pemerintahan yang kuat karena itu sama saja mengabaikan tujuan pokok hukum yang pada dasarnya adalah mencari keadilan. . tetapi juga menguntungkan semua pihak termasuk mereka yang kuat.II. perjanjian tanpa pedang hanyalah kata-kata kosong (Leviathan XVIII) Untuk penegakkan hukum diperlukan pemerintahan yang kuat untuk dapat memaksakan hukum bagi semua. Namun. Hukum yang tegas pada semua orang ini bukan hanya menguntungkan mereka yang lemah. perlindungan individu dan solidaritas. kesejahteraan umum. tetapi juga kepada mereka yang kaya dan kuat. meminjam istilah Thommas Hobbes.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->