ASURANSI SYARIAH MAKALAH Disampaikan dalam Kuliah Lembaga Keuangan Syariah Non Bank Prodi Muamalat Tahun Akademik

2010/2011 Di Susun Oleh : 1. Amalia Haerunnisa (0807025009) 2. Dita Meilati (0807025015) 3. Kiki Amelia(0807025030) FAKULTAS AGAMA ISLAM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PROF. DR. HAMKA JAKARTA 2010 ASURANSI SYARIAH 1. Pengertian, Dasar Hukum, Sejarah dan Tujuan Berdiri Istilah asuransi di Indonesia berasal dari kata Belanda assurantie yang kemudian menjadi asuransi dalam bahasa Indonesia. Sebenarnya bukanlah istilah asli bahasa Belanda akan tetapi berasal dari bahasa latin, yaituassecurare yang berarti meyakinkan orang [1]. Menurut etimologi bahasa Arab istilah Asuransi Syariah atau Takaful berasal dari akar kata kafala. Dalam ilmu tashrif atau sharaf, tafakul termasuk dalam barisan bina muta aadi. Yaitu tafaa ala, artinya saling menanggung. Dan ada juga yang meterjemahkannya dengan makna saling menjamin. Asuransi Syariah atau takaful menurut Juhaya S. Praja adalah Saling memikul risiko di antara sesame orang sehingga antara satu dengan lainnya menjadi penanggung atas risiko yang lainnya. Saling pikul risiko itu dilakukan atas dasar saling tolong-menolong dalam kebaikan dengan cara masingmasing mengeluarkan dana ibadah (tabarru) yang ditunjukkan untuk menanggung risiko tersebut. Secara kelembagaan, perkembangan asuransi syariah global ditandai dengan kehadiran perusahaan asuransi syariah di berbagai belahan dunia, antara lain Sudanese Islamic Insurance (1979), Islamic Arab Insurance Co. (1979), Dar Al-Maal Al-Islami, Geneva (1981), Islamic Takafol

Company (I.T.C), S.A. Luxembourg (1983), Islamic Takafol and Re-Takafol Company, Bahamas (1983), Syarikat Al-takafol Al-Islamiah Bahrain, E.C. (1983),Takaful Malaysia (1985). Sedangkan di Indonesia, asuransi syariah merupakan sebuah cita-cita yang telah dibangun sejak lama, dan telah menjadi sebuah lembaga asuransi modern yang siap melayani umat Islam Indonesia dan bersaing denngan lembaga asuransi konvensional. Adapun perkembangan asuransi syariah di Indonesia baru ada pada akhir tahun 1994, yaitu berdirinya Asuransi Takaful Indonesia pada tanggal 25 Agustus 1994, dengan diresmikannya PT Asuransi Takaful Keluarga melalui SK Menkeu No. Kep-385/KMK.017/1994.[2] Melalui berbagai seminar nasional dan setelah mengadakan studi banding dengan Takaful Malaysia, akhirnya berdirilah PT Syarikat Takaful Indonesia (PT STI) sebagai Holding Company pada tanggal 24 Februari 1994. Kemudian PT STI mendirikan 2 anak perusahaan, yakni PT Asuransi Takaful Keluarga (Life Insurance) dan PT Asuransi Takaful Umum (General Insurance). PT Asuransi Takaful Keluarga diresmikan lebih awal pada tanggal 25 Agustus 1994 oleh Bapak Mar ie Muhammad selaku Menteri Keuangan saat itu. Setelah keluarnya izin operasional perusahaan pada tanggal 4 Agustus 1994. Setelah itu, beberapa perusahaan asuransi syariah yang lain lahir, seperti PT asuransi syariah Mubarakah (1997) dan beberapa unit asuransi syariah dari asuransi konvensioanal seperti MAA Assurance (2000), Asuransi Great Eastern (2001), Asuransi Bumi Putra (2003), Asuransi Sinar Mas Syariah (2004), Asuransi Tokio Marine Syariah (2004). Sampai dengan Mei 29008, sudah terlahir 41 Perusahaan asuransi syariah di Indonesia. Dasar hukum yang terkait dengan asuransi syariah, yaitu QS. al-Maidah (5):2 Allah berfirman Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dalam sebuah hadis shahih rasulullah juga menyabdakan: Perumpamaan orang-orang yang mukmin dalam saling berempati, mengasihi, dan bersimpati diantara mereka sama seperti satu tubuh yang jika salah satu anggota tubuh lainnya akan meresponnya dengan begadang (tidak bisa tidur) dan demam. ( HR. Muslim). 1. Perbedaan Asuransi Syariah dan Asuransi Konvensiol No. Dari Segi 1. Konsep Konvensional Syariah Perjanjian antara dua pihak atau lebih, Sekumpulan orang yang pihak penanggung mengikatkan diri saling membantu, saling kepada tertanggung dengan menerima menjamin, dan bekerja premi asuransi, untuk memberikan sama, dengan cara masingpergantian kepada tertanggung. masing mengeluarkan dana tabarru . DPS (Dewan Tidak ada, sehingga dalam prakteknya Ada, yang berfungsi Pengawas Syariah) bertentangan dengan kaidah-kaidah mengawasi pelaksanaan

2.

6. sebagai konsekuensi diperoleh dari rekening penangung terhadap tertanggung. yang Pada produk-produk saving berakibat pada terjadinya dana hangus (life) terjadi pemisahan (untuk produk saving life) dana. dimana (Resiko) dari tertanggung kepada penanggung terjadi proses saling menanggu antara satu peserta dan peserta lainnya (ta awun) Pengelolaan Dana Tidak ada pemisahan dana. Sumber Sumber biaya klaim adalah dari rekening Sumber pembayaran klaim pembayaran Klaim perusahaan. tabarru dimana peserta Murni bisnis dan tidak ada nuansa saling menanggung. Akad Akad jual beli (akad gharar) Akad tabarru dan akad tijarah (mudharabah. Sedangkan untuk term insurance (life) dan general insurance semuanya bersifat tabarru . peserta dalam bentuk iuran Perusahaan bebas menggunakan dan atau kontribusi. Jika syariah.3.komisi re syara . menginvestasikan kemna saja. 7. sehingga tidak mengenal dana hangus. dimana terjadi transfer Sharing of risk. dan surplus hasil investasi seluruhnya adalah underwrinting. 5. wakalah. yaitu dana tabarru . operasional perusahaan agar terbebas dari praktekpraktek muamalah yang bertentangan dengan prinsip-prinsip syariah. Kemilikan Dana Dana yang terkumpul dari premi peserta Dana yang terkumpul dari seluruhnya menjadi milik perusahaan. wadiah. syirkah) Jaminan/Risk Transfer of risk. 8. 4. Merupakan milik peserta atau (shahibul maal). Keuntungan (profit Keuntungan diperoleh surplus Profit yang diperoleh dari Share) underwrinting. asuransi syariah hanya sebagai pemegang amanah (mudarib) dalam mengelola dana tersebut. komisi reasuransi. salah satu peserta mendapat musibah maka peserta lainnya ikut menanggung bersama resiko tersebut.

7. dan hasil investasi bukan seluruhnya menjadi milik perusahaan tetapi dilakukan bagi hasil (mudharabah) 1. 4. Produk dan Mekanisme Operasional Asuransi Syariah Produk produk Asuransi Syariah: 1. 3. Perusahaan asuransi diberi kepercayaan (amanah) oleh para peserta untuk mengelola premi. Asuransi Kerugian (General Insurance) Adalah usaha yang memberikan jasa-jasa dalam penanggulangan risiko atas kerugian. 6. 1. Peraturan Hukum yang Terkait dengan Asuransi Syariah . 5. mengembangkan dengan jalan yang halal. 3. Asuransi Kebakaran Asuransi Kendaraan Bermotor Asuransi Kecelakaan Asuransi Laut dan Udara Asuransi Rekayasa Asuransi Jiwa (Life Insurance) Adalah suatu jasa yang diberikan oleh perusahaan dalam penanggulangan risiko yang dikaitkan dengan jiwa atau meninggalnya seseorang yang diasuransikan. membantu dan melindungi di antara para peserta sendiri. 8. Usaha Asuransi kerugian di Indonesia antara lain: 1. memberikan santunan kepada yang mengalami musibah sesuai isi akta perjanjian.keuntungan perusahaan. kehilangan manfaat dan tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga timbul dari peristiwa yang tidak pasti. 2. asuransi. Asuransi Jiwa Biasa Asuransi Rakyat Asuransi Kumpulan Asuransi Dunia Usaha Asuransi Orang Muda Asuransi Keluarga Asuransi Kecelakaan Asuransi Pendidikan Di dalam operasioanal Asuransi Syariah yang sebenarny terjadi saling bertanggung jawab. Asuransi Jiwa terbagi menjadi: 1. 2. 4. 6. 5.

Fatwa DSN MUI No. 51/DSM-MUI/III/2006 tentang Akad Mudharabah Musyarakah pada asuransi syariah. Fatwa DSN-MUI No. perasuransian syariah di Indonesia juga diatur di dalam beberapa fatwa DSN-MUI antara lain Fatwa DSN-MUI No. tidak diperhamba bangsa-bangsa lain. 52/DSN-MUI/III/2006 tentang akad wakalah bil ujrah pada asuransi dan reasuransi syariah. Perkembangan dan Pertumbuhan Asuransi Syariah di Indonesia Pada saat ini perkembangan ekonomi yang berbasis syariah sedang diminati oleh masyarakat karena banyak keuntungan yang didapat. Dengan optimalnya . sehingga disamping ikut membangun untuk memperkuat sumber daya keuangan dalam negeri. Asuransi syariah dan lembaga-lembaga ekonomi syariah lainnya muncul sebagai bukan hanya untuk meningkatkan ekonomi umatnya saja. Dengan kata lain dengan menjalankan kedua sistem ekonomi tersebut akan melahirkan ketidak seimbangan dalam perkembangan ekonomi. Di samping itu. 21/DSN-MUI/X/2001 tentang Pedoman Umum Asuransi Syariah. maka dari itu didirikanlah asuransi-asuransi syariah sebagai bentuk partisipasi dalam membangun perkembangan ekonomi syariah. Berdirinya Asuransi Syariah jelas akan meningkatkan kesadaran berasuransi. perusahaan syariah yang telah ada saat ini pada tanggal 14 Agustus 2003 yang lalu kemudian membentuk suatu wadah perkumpulan atau asosiasi yaitu Asosiasi Asuransi Islam Indonesia ( AASI). Secara lebih teknis operasional perusahaan asuransi berdasarkan prinsip syariah mengacu kepada SK Dirjen Lembaga Keuangan. AASi dibentuk selain sebagai media komunikasi sesama anggota. juga secara eksternal sebagai wadah resmi untuk mewakili asuransi islam baik kepada pemerintah. Sampai saat ini asuransi syariah berkembang sangat pesat. Dampak Perkembangan Asuransi Syariah Menurut sebagian pengamat ekonomi. khususnya ekonomi muslim saat ini masyarakat dunia telah mengalami kejenuhan dengan sistem ekonomi kapitalis dan sistem ekonomi sosialis .53/DSN-MUI/III/2006 tentang Akad Tabarru pada asuransi dan reasuransi. juga akan memberikan dampak kontraksi moneter untuk menahan laju inflasi. dengan mengembangkan kedua sistem itu dunia semakin hari semakin tidak teratur yang pada gilirannya melahirkan negara negara yang semakin hari semakin kaya disisi lain melahirkan negara negara yang semakin miskin.[4] Beriringan dengan perkembangan tersebut. Banyak asuransi konvensioanal yang melahirkan unit atau cabang yang berbasis syariah dan beberapa perusahaan yan sedang dalam persiapan untuk mendirikan asuransi islam baru. maupun keluar negeri. Selain itu. Tetapi sekaligus menjadi solusi bagi bangsa yang sedang terpuruk ini untuk bisa bangkit kembali menjadi bangsa yang bermartabat. Fatwa DSN-MUI No.Peraturan perundang-undangan tentang perasuransian syariah di Indonesia masih terbatas dan belum diatur secara khusus dalam undang-undang.[3] 1. 1. legislatif.

3) Asuransi syariah. Maka asuransi syariah perlu meningkatkan kualitas pelayanan kepada pemenuhan pemahaman masyarakat ini. baik nama dan operasinya. tetapi juga hubungan antara perusahaan asuransi dengan masyarakat. bagaimana operasi asuransi syariah. 2) Asuransi bukanlah bank yang banyak berpeluang untuk bisa berhubungan dengan masyarakat dalam hal pendanaan atau pembiayaan. Artinya. kerusakan dll). keuntungan apa yang di dapat dari asuransi syariah. ulama. asuransi syariah menghadpi beberpa kendala. Dalam hal ini asuransi syariah sebagai perusahaan yang berhubungan denganm masalah kemanusiaan (kematian. dan sebagainya 2) Sebagai lembaga keuangan yang menggunakan system syariah tentunya aspek syiar islam merupakan bagian dari operasi asuransi tersebut. dan masyarakat diperlukan untuk memberikan masukan dalam penyelenggaraan operasi asuransi syariah. Hal . diperlukan langkah langkah sosialisasi. masih dalam proses mencari bentuk. 1.investasi yang dilakukan sesuai dengan prinsip syariah islam. Penyediaan sumber daya manusia dapat dilakukan dengan kerjasama dengan berbagai pihak terutama lembaga lembaga pendidikan untuk membuka atau memperkenalkan pendidikan asuransi syariah Adapun strategi yang diperlukan untuk pengembangan asuransi syariah diantaranya sebagai berikut : 1) Perlu strategi pemasaran yang lebih terfokus kepada upaya untuk memenuhi pemahaman masyarakat tentang asuransi syariah. dengan produknya bank lebih lebih banyak berpeluang untuk bisa selalu berhubungan dengan masyarakat. Oleh karenanya. baik untuk mendapatkan perhatian masyarakat maupun sebagai upaya mencari masukan demi perbaikan system yang ada 4) Rendahnya profesialisme sumber daya manusia ( SDM) menghambat laju pertumbnuhan asuransi syariah. Kendala dan Strategi Perkembangan Asuransi Syariah Dalam perkembangannya. Syiar islam tidak hanya dalam bentuk normative kajian kitab misalnya. akademis. setidaknya dalam masalah yang berhubungan dengan klaim nasabah asuransi syariah bias memberikan pelayanan yang lebih baik dibandingkan dengan asuransi konvensional 3) Dukungan dari berbagai pihak teruitama pemerinyah. kecelakaan. diantaranya : 1) Rendahnya tingkat perhatian masyarakat terhadap keberadaan asuransi syariah yang relative baru dibandingkan dengan asuransi konvebsional yang telah lama mereka kenal. sebagaimana bank dan lembaga keuangan syariah lain. misalnya mengenai apa asuransi syariah. maka akan dapat membantu pertumbuhan ekonomi secara maksimal.

Heri. SH. Bank dan Lembaga Keuangan Syariah. hal. Sudarsono. 2010. et all. [1] Andri Soemtra. Asuransi dalam Perspektif Syariah. 2005..220 . MH. Bank dan Lembaga Keuangan Syariah. hal. 2010. Hal. Dampak Perkembangan Asuransi Syariah yaitu dapat membantu pertumbuhan ekonomi secara maksimal. Jakarta:Kencana.250 [3] Opcit. 2006.243 [2] Ibid. Dr. Wirdianingsih.A. Bank dan Asuransi Islam di Indonesia. Asuransi dibagi dua yaitu Asuransi jiwa dan Asuransi kerugian perkembangan ekonomi yang berbasis syariah sedang diminati oleh masyarakat karena banyak keuntungan yang didapat. et all. Hal. Jakarta: Kencana. Jakarta: Amzah. Syahatah. Jakarta:Kencana. 2008. Bank dan Asuransi Islam di Indonesia. DAFTAR PUSTAKA Soemitra Andri . 2005. Yogyakarta: Ekonisia.. maka dari itu didirikanlah asuransi-asuransi sebagai bentuk partisipasi dalam membangun perkembangan ekonomi syariah.. Saling pikul risiko itu dilakukan atas dasar saling tolong-menolong dalam kebaikan dengan cara masing-masing mengeluarkan dana ibadah (tabarru) yang ditunjukkan untuk menanggung risiko tersebut.. Praja adalah Saling memikul risiko di antara sesama orang sehingga antara satu dengan lainnya menjadi penanggung atas risiko yang lainnya. M. Husain Husain.ini diperlukan selain memberikan control bagi asuransi syariah untuk berjalan pada system yang berlaku. juga meningkatkan kemampuan asuransi syariah dalam menangkapa kebutuhan dan keinginan masyarakat KESIMPULAN Asuransi Syariah atau takaful menurut Juhaya S. Jakarta: Kencana.252 [4] Wirdianingsih. Bank dan Lembaga Keuangan Syariah Deskripsi dan Ilustrasi.

Riwayat di atas adalah sebagai bukti bahwa manusia senantiasa memikirkan dan mempersiapkan kehidupan masa depannya. Dalam mimpinya yang kedua Raja melihat tujuh butir gandum yang kosong. Nabi Yusuf A. Manusia pada umumnya mempunyai naluri selalu berusaha menyelamatkan jiwanya dari berbagai ancaman. sejak zaman sebelum masehi ditemukan riwayat asal usul sampai perkembangan asuransi seperti sekarang ini. Selain itu sebuah buku kuno dari India yang dinami Rig Veda yang ditulis dalam bahasa Sansekerta menyebutkan riwayat tentang Yoga Kshema yang berarti pertanggungan.S. Pada perkembangan awalnya asuransi tentu belum berbentuk seperti sekarang. Sejarah Asuransi Diharapkan dengan mengawali pengetahuan tentang Sejarah Asuransi dengan lebih mudah karena akan lebih menghayati atau menjiwai tentang latar belakang dan asal usulnya.Bagian I PENDAHULUAN A. memberi saran agar pada saat panen yang melimpah itu sebagian panen dicadangkan untuk masa paceklik yang akan datang. namun dalam bentuk yang masih samar. Sekitar tahun 2250 SM bangsa Babylonia hidup di daerah lembah sungai Euphrat dan Tigris (sekarang menjadi wilayah Irak). Diriwayatkan tentang salah seorang Raja di Negeri Mesir yang bermimpi melihat tujuh ekor sapi yang kurus-kurus masingrmasing menelan seekor sapi yang gemuk. di samping sejumlah uang sebagai imbalan atas risiko yang . Selanjutnya NabiYusuf AS. ia dapat meminjam uang dari seorang saudagar (Kreditur) dengan menggunakan kapalnya sebagai jaminan dengan perjanjian bahwa si Pemilik kapal dibebaskan dari pembayaran hutangnya apabila kapal tersebut selamat sampai tujuan. Dari penggalian sejarah perekonomian dan kebudayaan manusia. termasuk ancaman kekurangan makan/pangan. diminta menafsirkan mimpi tersebut dan menerangkan bahwa negara Mesir akan mengalami tujuh tahun berturut-turut panen gandum yang subur dan kemudian tujuh tahun berikutnya berturut-turut akan mengalami masa paceklik. Salah satu riwayat mengenai masalah ini tercantum pada Al-Qur an Surat Yusuf ayat 43 49 dan Kitab Injil Perjanjian Lama Genesis 41. pada waktu itu apabila seorang pemilik kapal memerlukan dana untuk mengoperasikan kapalnya atau melakukan suatu usaha dagang.

Tambahan biaya ini dapat dianggap sama dengan uang premi yang dikenal pada asuransi sekarang. Di samping kapal yang dijadikan barang jaminan. 2. Pada zaman penjajahan tidak tercatat adanya perusahaan asuransi kerugian satupun. karena jumlah kendaraan bermotor masih sangat sedikit dan hanya dimiliki oleh Bangsa Belanda dan Bangsa Asing lainnya. dan bangsa Eropa lainnya.suransian di Indonesia dapat dibagi dalam dua kurun waktu. Dengan demikian usaha pera. maka adanya asuransi mutlak diperlukan. Perusahaan-perusahaan asuransi yang ada di Hindia Belanda pada zaman penjajahan itu adalah : 1.perusahaan asuransi milik Belanda dan Inggris C. Keberadaan asuransi di negeri kita ini sebagai akibat berhasilnya Bangsa Belanda dalam sektor perkebunan dan perdagangan di negeri jajahannya. lebihlebih oleh masyarakat pribumi. dapat pula dipakai sebagai jaminan berupa barang-barang muatan (Cargo). Dengan sistem monopoli yang dijalankan di Hindia Belanda. Jenis asuransi yang telah diperkenalkan di Hindia Belanda pada waktu itu masih sangat terbatas dan sebagian besar terdiri dari asuransi kebakaran dan pengangkutan. hampir tidak mencatat sejarah perkembangan. terutama karena ditutupnya pemsahaan. Pada waktu pendudukan bala tentara Jepang selama kurang lebih tiga setengah tahun. Pengertian Asuransi Menurut Undang-Undang No.telah dipikul oleh pemberi pinjaman. Inggris dan di negeri lainnya. Untuk menjamin kelangsungan usahanya. B. Sejarah Asuransi Di Indonesia Bisnis asuransi masuk ke Indonesia pada waktu penjajahan Belanda dan negara kita pada waktu itu disebut Nederlands Indie. Perusahaan-perusahaan yang didirikan oleh orang Belanda. Transaksi seperti ini disebut RESPONDENT/A CONTRACT . Inggris. Asuransi kendaraan bermotor masih belum memegang peran. yakni zaman penjajahan sampai tahun 1942 dan zaman sesudah Perang Dunia II atau zaman kemerdekaan. perkembangan asuransi kerugian di Hindia Belanda terbatas pada kegiatan dagang dan kepentingan bangsa Belanda.2 Tahun 1992 Pasal 1 : . Manfaat dan peranan asuransi belum dikenal oleh masyarakat. Perusahaan-perusahaan yang merupakan Kantor Cabang dari Perusahaan Asuransi yang berkantor pusat di Belanda. Selama terjadinya Perang Dunia II kegiatan perasuransian di Indonesia praktis terhenti.

Gempa bumi. Resiko terbakarnya bangunan dan/atau Harta Benda di dalamnya sebagai akibat sambaran petir. Memberikan jaminan perlindungan dari risiko-risiko kerugian yang diderita satu pihak. 2. kehilangan karena pencurian. Tsunami Setiap asuransi pasti bermanfaat. Pemerataan biaya. 2. badai. kerusakan atau kehilangan keuntungan yang diharapkan. yang secara umum manfaatnya adalah : 1. Meninggal atau cedera akibat kecelakaan. kelalaian manusia. Misalnya : 1. Sebagai tabungan. atau untuk memberikan suatu pembayaran yang didasarkan atas meninggal atau hidupnya seseorang yang dipertanggungkan . Meningkatkan efisiensi. 7. karena tidak perlu secara khusus mengadakan pengamanan dan pengawasan untuk memberikan perlindungan yang memakan banyak tenaga. Dasar bagi pihak bank untuk memberikan kredit karena bank memerlukan jaminan perlindungan atas agunan yang diberikan oleh peminjam uang. Menutup Loss of Earning Power seseorang atau badan usaha . 3. atau tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga yang mungkin akan diderita tertanggung yang timbul dari suatu peristiwa yang tidak pasti. Angin topan. 3. 4. karena jumlah yang dibayar kepada pihak asuransi akan dikembalikan dalam jumlah yang lebih besar. Pada hakekatnya asuransi adalah suatu perjanjian antara nasabah asuransi (tertanggung) dengan perusahaan asuransi (penanggung) mengenai pengalihan resiko dari nasabah kepada perusahaan asuransi. dengan mana pihak Penanggung mengikatkan diri kepada tertanggung. Transfer Resiko. untuk memberikan penggantian kepada tertanggung karena kerugian.Asuransi atau pertanggungan adalah perjanjian antara dua pihak atau lebih. dengan menerima premi asuransi. Resiko yang dialihkan meliputi: kemungkinan kerugian material yang dapat dinilai dengan uang yang dialami nasabah. arus pendek. Resiko kerusakan mobil karena kecelakaan lalu lintas. yaitu cukup hanya dengan mengeluarkan biaya yang jumlahnya tertentu dan tidak perlu mengganti/membayar sendiri kerugian yang timbul yang jumlahnya tidak tentu dan tidak pasti. Hal ini khusus berlaku untuk asuransi jiwa. 6. Dengan membayar premi yang relatif kecil. sakit. sebagai akibat terjadinya suatu peristiwa yang mungkin/belum pasti akan terjadi (Uncertainty of Occurrence & Uncertainty of Loss). seseorang atau perusahaan dapat memindahkan ketidakpastian atas hidup dan harta bendanya (resiko) ke perusahaan asuransi 4. 5. waktu dan biaya. Banjir.

dan lain-lain. toko. perlengkapan. 2. persediaan bahan baku serta barang jadi dan lain-lain) terhadap kemungkinan kerugian yang disebabkan oleh resiko kebakaran. tetangga. 3. sambaran petir. Jenis asuransi kerugian yang memberikan jaminan/ganti rugi terhadap bangunan atau isinya akibat kebakaran. Kejatuhan pesawat terbang : Kerusakan dan/atau kerugian atas harta benda yang dipertanggungkan akibat Kejatuhan Pesawat Terbang atu Benda-benda yang jatuh dari Pesawat Terbang. berikut isinya (perabotan. mesin-mesin. kantor. ataupun sebab lainnya. hotel. Jaminan Standar Asuransi Kebakaran 1. Kebakaran : Kebakaran yang ditimbulkan oleh api sendiri. peledakan dan asap. furniture. kejatuhan pesawat terbang. akibat kurang hati-hati kesalahan pelayan sendiri. perampok. Petir : Kerusakan dan/atau kerugian terhadap harta benda yang dipertanggungjawabkan akibat tersambar petir. pabrik. Peledakan : Segala macam ledakan terkecuali ledakan yang ditimbulkan atau disebabkan oleh tenaga nuklir 4. Resiko-resiko yang dijamin didalam polis Asuransi Kebakaran terdiri dari 2 (dua) bagian besar yaitu : A. .Bagian II ASURANSI KEBAKARAN Memberikan pertanggungan pada harta benda berupa gedung/bangunan rumah.

3. Angin Topan. isi (isi bangunan ini dapat berupa mesin. dan/atai isinya (diluar harga tanah). Data atau Informasi yang Diperlukan Dalam Penutupan Asuransi Kebakaran adalah : 1. dan lain-lain). . Jaminan Tambahan atau Perluasan Dengan tambahan Premi. 4. Banjir. dengan maupun belakang dari bangunan itu berdiri). Perkiraan luas bangunan dan luas lahan dimana bangunan itu berdiri Kondisi lingkungan sekitar letak bangunan (kiri. 2. Jaminan Terhadap Kerusakan Akibat : 1.5. 4. 5. Fungsi atau kegunaan bangunan (proses produksi yang ada dalam bangunan tersebut). kanan. 2. Asap : Asap yang berasal dari kebakaran harta benda dan/atau kepentingan yang dipertanggungkan B. Lokasi atau letak bangunan. Tanah Longsor Biaya-biaya Pembersihan Puing Objek Pertanggungan Objek Pertanggungan untuk jenis Asuransi Kebakaran ini adalah segala jenis Bangunan dengan segala macam kegunaan (okupasi). dan Kerusakan Akibat Air. Tertanggung Yang dapat menjadi tertanggung dalam polis Asuransi Kebakaran adalah Setiap orang pemilik Bangunan dan / atau isinya Bank atau Lembaga Keuangan lainnya yagn memberikan dana untuk pembelian dan bangunan dimaksud dijadikan agunannya. stock barang. Kerusuhan dan Pemogokan. Kerusakan akibat Perbuatan Jahat. maka jaminan Standard Asuransi Kebakaran Indonesia dapat diperluas dengan jaminan tambahan yang diinginkan. 3. Badai. Tertabrak Kendaraan. Nilai Bangunan.

sambung sembrono) singkat) Akibat pesawat Sebagaimana diketahui. Faktor alat/mesin 3. 4. 4. dinding. Informasi lain yang berkaitan dengan kepemilikan dari penghuni bangunan tersebut (apakah pemilik atau penyewa. Akibat asap Akibat Akibat Akibat kejatuhan kebakaran petir ledakan terbang (sabotase.6. Faktor manusia 2. Surat pengajuan klaim. 7. Bila diperlukan Perusahaan Asuransi akan menunjuk Lost Adjusters untuk melakukan penelitian dan perhitungan kerugian Lingkup Jaminan Asuransi Kebakakaran Polis Standar Kebakaran Indonesia (PSKI) Polis yang dipakai dasar perjanjian asuransi kebakaran di Indonesia saat ini adalah Polis Standar Kebakaran Indonesia dikeluarkan oleh Dewan Asuransi Indonesia dan disingkat namanya menjadi PSKI . petir) Luas jaminan PSKI adalah sebagai berikut : 1. 2. 3. lantai. Memberikan laporan melalui telepon 1x 24 jam. tangga. rangka dan lain-lain) juga diperlukan untuk diketahui. Sebab-sebab terjadinya kebakaran ada 3 (tiga) faktor : 1. tiang. 5. disusulkan dengan laporan tertulis serta melengkapi dokumen pendukung 2. Kerusuhan dan perampokan. Faktor alam (gunung berapi. dan lain-lain). Komponen pembentukan dari bangunan (seperti atap. bahwa beberapa hal yang dikecualikan (tidak dijamin) adalah antara lain akibat-akibat dari : 1. (gesekan. . 3. Estimasi klaim yang diajukan. Prosedur Klaim : 1.

7. 11. Penggunaan bangunan/tempat barang yang akan b. Besamya premi yang harus dibayar oleh Tertanggung. 3. dan sebagainya (lihat polis). 5. Namun demikian. misalnya : Huru-hara. 4. dan Badai. 9. . badai. 10. Genangan Air. Kesengajaan tertanggung. Berdasarkan hasil survey tersebut perusahaan asuransi akan membuat keputusan tentang : a.2. banjir dan kerusakan akibat air. diasuransikan tentang : diasuransikan diasuransikan. 6. pelayan atau karyawan Tertanggung. 8. Petugas asuransi melalui survey atas obyek yang akan Pada survey tersebut akan dilihat antara lain a. Keadaan sekeliling masing-masing bangunan tersebut. Tanah longsor. Biaya Gempa Bumi (dengan polis tersendiri). Harga pertanggungan masing-masing barang yang f. Kebakaran yang timbul dari sifat barang itu sendiri. maka antara Tertanggung dan Perusahaan Asuransi dapat mengadakan perjanjian tambahan. Menghubungi Penisahaan Asuransi/mengisi formulir yang disediakan 2. Terrorisme Angin Topan & Sabotase Longsor. Reaksi nuklir. kebakaran. Gangguan usaha akibat kebakaran (kerugian akibat tidak langsung). 12. bangunan. Jenis barang yang akan c. Pencurian atau kehilangan barang pada saat terjadinya peristiwa kebakaran. apabila Tertanggung menghendaki hal-hal yang dikecualikan tersebut ikut dijamin. Angin topan. Akibat perang. Gempa bumi/letusan gunung berapi. Arus pendek. bersangkut 3. alang-alang dan gambut. Konstruksi d. semak. Diakibatkan oleh kebakaran hutan. Tanah Banjir. b. aksi musuh. Alat pengaman/pemadam e. Setuju tidaknya atas pertanggungan tersebut. penyerbuan. Cara Mengasuransikan Asuransi Kebakaran : Langkah-langkah yang dilakukan untuk mempertanggungkan sesuatu terhadap asuransi kebakaran adalah: 1. Kerusuhan. Pempersihan.

Tertanggung harus segera memberitahukan kepada pihak Penanggung tentang kejadian musibah yang dialami dan selanjutnya. Jadi Tertanggung tidak dibenarkan mencari atau mendapat keuntungan dari klaim asuransi. Genangan Air. Setelah itu barulah polis dan kwitansinya dibuat. Perlu dipertimbangkan. Dokumen yang harus dilakukan dan dilengkapi untuk pengajuan suatu tuntutan/klaim asuransi kebakaran antara lain : 1. melainkan cukup dengan biaya membangun. dan lain-lain. Biaya Gempa Bumi (dengan polis tersendiri). Untuk menentukan harga pasaran (nilai sehat) suatu bangunan hendaknya tidak dipengamhi oleh nilai jual beli misalnya karena daerah elit maka harganya lebih mahal. Adapun prosedurnya apabila terjadi kerugian. Pempersihan. 4. Mengisi SPPA dengan baik dan sejujumya 2. Tanah Banjir. . Terrorisme Angin Topan & Sabotase Longsor. Kerusuhan. Perlu dicatat pula. C. selain dari jaminan yang terdapat dalam polis tandar yaitu resiko kebakaran. Laporan pendahuluan ini bisa disampaikan secara lisan atau surat. Pemberitahuan Anda harus segera melaporkan kejadian kepada Penanggung (pihak asuransi). sambaran petir dan kejatuhan esawat terbang apakah perlu dimintakan perluasan dengan resiko : Huru-hara. teleks. Prosedur Pengajuan Ganti Rugi Asuransi Kebakaran Berdasarkan azas Indemnity. Mengasuransikan barang/bangunan sebaiknya seharga pasaran (nilai sehat) 3. peledakan. karena wataupun terjadi kebakaran tidak akan musnah. asuransi hanya dapat menempatkan kembali Tertanggung yang telah mengalami musibah kepada keadaan finansial sesaat sebelum terjadinya musibah tersebut. bahwa nilai tanah tidak perlu dimasukkan. dan Badai. faksimili. dan selanjutnya memberi keterangan tertulis tentang hal ihwal yang diketahui mengenai kejadian kerugian.4. Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah : 1.

1. Sebab-sebab kebakaran / kerusakan 3. Informasi lainnya yang menurut tertanggung perlu disampaikan kepada pihak asuransi 3. dan blanko tersebut disiapkan oleh Penanggung (Perusahaan Asuransi). Penyebab terjadinya kebakaran / kerusakan 2. Laporan kerugian Selanjutnya Anda harus mengisi laporan / keterangan tertulis yang memuat hal-ikhwal yang Anda ketahui mengenai kerugian / kerusakan yang diakibatkan oleh peristiwa tersebut. Dokumen pendukung klaim Tertanggung harus menyerahkan dokumen pendukung klaim kepada penanggung.2. tanggal. dan waktu terjadinya kebakaran / kerusakan 2. Penelitian Klaim Apabila validitas polis telah terkonfirmasi. Apakah kebakaran / kerusakan terjadi dalam masa waktu pertanggungan 3. musnah. hilang. rusak dan terselamatkan 4. Tempat. selanjutnya penanggung akan melakukan pemeriksaan / penelitian di lapangan untuk mengetahui : 1. dan sebagainya. Apakah premi telah dilunasi / dibayar 5. Apakah penanggung memiliki kepentingan atas obyek yang mengalami kebakaran / kerusakan 2. 4. Tempat terjadinya kebakaran / kerusakan . yaitu : 1. Besarnya kerugian menurut taksiran tertanggung yang dilengkapi dengan segala sesuatu yang terbakar. laporan dari BMG. penanggung akan melakukan penelitian mengenai keabsahan (validitas) polis. foto-foto kerugian. Penelitian Polis Setelah menerima pemberitahuan adanya kerugian. misanya buku-buku catatan.

8. serta mengijinkan orang lain menyelamatkan dan menjaga harta benda dan atau kepentingan tersebut. Penyelesaian Setelah dicapai kesepakatan mengenai jumlah ganti rugi. Penunjukan Loss Adjuster Dari hasil survei akan diketahui apakah klaim merupakan kasus sederhana atau rumit. tertanggung harus tetap menyediakan dokumen-dokumen pendukung klaim. Penyampaian Dari proses penanganan klaim baik oleh penanggung sendiri maupun Loss Adjuster. maka claim assessment diserahkan kepada Loss Adjuster yang ditunjuk oleh penanggung dengan pemberitahuan kepada tertanggung.3. Tahap selanjutnya adalah penanggung mempelajari laporan dari Loss Adjuster. maka klaim akan ditangani sendiri oleh perusahaan. maka Anda wajib : Menyelamatkan dan menjaga harta benda yang dipertanggungkan dan atau kepentingan yang dipertanggungkan. pihak penanggung akan mempersiapkan pembayaran klaim. Penanggung akan melaksanakan pembayaran ganti rugi selambat-lambatnya sesuai dengan tenggang waktu yang telah ditetapkan. Menjaga keselamatan harta benda dan atau kepentingan yang dipertanggungkan yang masih bernilai. maka penanggung akan memberitahukan kepada tertanggung bahwa klaim ditolak disertai alasannya. tetapi jika rumit atau jumlahnya cukup besar atau penanganan klaim akan memakan waktu lama. Jumlah kerugian yang dialami (taksiran) Jumlah harga sisa dari bangunan / barang / mesin yang tidak terbakar / rusak (taksiran) Jika Anda kebetulan berada di tempat pada saat terjadinya peristiwa. Memberikan bantuan sepenuhnya kepada pihak asuransi atau wakilnya atau pihak lain yang ditunjuknya untuk melakukan penelitian atas kerugian dan kerusakan yang terjadi. 6. Baik untuk kasus klaim yang ditangani sendiri maupun oleh Loss Adjuster. Bila sederhana. penanggung akan memberitahukan kepada tertanggung jumlah ganti rugi yang dibayar atau yang menjadi tanggung jawab penanggung. Jika jumlah ganti rugi yang dibayarkan tidak disepakati oleh tertanggung. . akan diketahui validitas klaim. 4. maka tertanggung berhak menunjuk Loss Accessor untuk menilai ulang kerugian tersebut. 5. Dalam hal klaim dianggap valid. 7. Tetapi bila klaim dinyatakan invalid.

maupun pabrik beserta isinya seperti contohnya mesin dalam pabrik. Peruntukan atau manfaat bangunan tersebut (okupasi). atau segala macam dokumen. gambar atau disain. model atau tuangan Efek. Harta Benda Yang Tidak Dapat Dijamin Dalam Asuransi Kebakaran y y y y Barang antik/kesenian. cek.Bank / Lembaga Keungan Pemberi Kredit obyek obyek asuransi asuransi Obyek Pertanggungan Dalam Asuransi Kebakaran Obyek yang dipertanggungkan adalah bangunan. office. maka dapat disimpulkan bahwa yang dapat menjadi nasabah dalam asuransi kebakaran adalah : seluruh individu atau badan usaha yang memiliki kepentingan atas objek yang diasuransikan dapat menjadi nasabah. obligasi. perangko. yaitu : Pemilik Penyewa . rencana. Naskah. barang yang disimpan atas dasar komisi/kepercayaan (barang titipan). buku akuntansi atau buku usaha lainnya dan catatan sistem komputer Namun demikian. Kelas kontruksi bangunan tersebut. dengan contoh: rumah tinggal. emas batangan atau batu-batu permata/mulia yang belum dipasang.Bagian III KESIMPULAN Setelah mengetahui lebih lanjut mengenai asuransi kebakaran. Faktor.Faktor Yang Mempengaruhi Besarnya Premi dan Tarif untuk Asuransi Kebakaran v v v Lingkungan sekitar bangunan tersebut. pola. objek diatas tersebut masih dapat dipertanggungkan dengan syarat bahwa objek dinyatakan secara tegas dalam polis. perabotan rumah tangga. . equipment.

namun biasanya besarnya sekitar 0. kebongkaran dan sebagainya (komplet). berapa luas tanahnya. dan lain-lain.v v Tersedianya fasilitas pemadam api (springkler/hydrant/alat pemadam api ringan) Faktor-faktor lainnya Untuk Asuransi Kebakaran. apakah lokasi rumah tersebut dapat dilalui pemadam kebakaran atau tidak. Itu kalau untuk kebakaran saja. akan ditaksir berapa kira-kira nilai rumah pada saat ini. Kalau yang ditanggung tidak hanya risiko kebakaran. pada umumnya calon nasabah diharuskan mengisi formulir yang menjelaskan mengenai rumah yang akan diasuransikan. pihak asuransi akan meneliti dan menentukan berapa Uang Pertanggungan-nya. tetapi juga termasuk kecurian. . Dari formulir tersebut. preminya akan jadi semakin mahal. dan dari situ akan ditentukan berapa premi yang harus ditanggung calon nasabah. Sebagai contoh. Besar premi ini bervariasi pada setiap perusahaan asuransi.05% dari Uang Pertanggungan-nya. Biasanya kisarannya sekitar 0.2% dari Uang Pertanggungan.

beberapa kriteria atau pedoman tersebut dapat dikemukakan antara lain : . bahkan sering kali melakukan penipuan terhadap konsumen atau muncul kesan dipersulit ketika akan menggugat hak. juga disebabkan masih rendahnya income per kapita masyarakat. dari tahun ke tahun semakin meningkat jumlahnya yang merupakan dampak lain yang harus dipeerhitungkan dari segi ekonomi. laut maupun udara. yang mana dari pihak pengelola usaha asuransi belum memberikan pelayanan yang baik. laut maupun udara berkembang dengan pesat. Mereka menawarkan jasanya agar seseorang anggota masyarakat bersedia menjadi angota atau nasabah suatu perusahaan asuransi.Skripsi Jurusan Hukum : ANALISA HUKUM ASURANSI KENDARAAN BERMOTOR (MENURUT KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM DAGANG) Oleh : BUDIATI 23130461 ILMU HUKUM SEKOLAH TINGGI HUKUM INDONESIA JAKARTA Dewasa ini teknologi di bidang industri pengangkutan baik darat. Karena itu. Sedangkan dari pihak masyararat industri asuransi kurang diminati. baik yang melalui darat. Pada kenyatannya kinerja perusahaan asuransi di Indonesia pada saat ini dapat dikatakan umumnya belum menggembirakan. khususnya prusahan yang berhubungan dengan kegiatan memberikan jaminan atau tangungan kepada seseorang atau kepada suatu aset tertentu. Belum menggembirakan. baik dalam asuransi jiwa maupun dalam asuransi kerugian. Dalam hubungan ini. meskipun yang menikmati hasil produksi tersebut baru sebhagian golongan masyarakat saaja. Produksi kendaraan bermotor saat ini tidak terbilang jumlahnya disebabkan persaingan harga dan kualitas kendaraan pribadi dan alat angkut penumpang umum. disamping minimnya pengetahuan masyarakat terhadap asuransi. bermacam-macam perusahaan telah muncul. Karena itu kita menyaksikan puluhan bahkan ratusan perusahan asuransi di Indonesia menawarkan jasanya. pedoman layak dipertimbangkan ketika akan memilih suatu asuransi. karena standar suatu saat dapat ditimpa oleh suatu kerugian atau peristiwa. Di Indonesia pun penggunaan hasil-hasil produksi teknologi yang tinggi dibidang alat angkut pesat sekali. Bagi mereka yang akan bergabung atau menjadi nasabah perusahaan asuransi perlu mengetahui apa kriteria.

hal ini tentunya akan merugikan pihak asuransi. hal ini sesuai dengan apa yang dikemukakan. produk-produk perusahaan asuransi maupun proposal kepada setiap calon pemegang polis. antara lain dengan tidak jujur dalam mengisi formulir aplikasi (SPAJ) yang mana ketidak jujuran tersebut akan merugikan dirinya sendiri. Saat ini ada sebagian perusahaan asuransi cenderung mengulur-ulur waktu ketiga akan membayar klaim. asuransi harus dijual dengan tatap muka dalam hal ini tidak bisa menjual asuransi hanya lewat telepon. Produk yang dijual sesuai dengan kebutuhan. Jika kemampuan konsumen tak memenuhi implikasinya pertanggungan putus di tengah jalan. Konsekuensi nasabah membeli polis harus dengan cara tanggung jawab. 3. artinya kebutuhan nasabah lebih diutamakan. memberikan keterangan yang jelas dan benar mengenai perusahaan. yang menyebutkan bahwa suatu perjanjian harus dilaksanakan dengan itikad baik. oleh sebab itu masyarakat sudah semakin sadar akan pentingnya suatu program asuransi. Kondisi keuangan perusahaan asuransi sendiri. yang mana. Namun kadang kala nasabah mempersulit dirinya sendiri. bahwa dalam perlindungan nasabah peraturan. oleh agen tidak boleh menyembunyikan informasi apapun kepada calon pemegang polis dan tidak memberikan keterangan yang bertentangan dengan ketentuan umum dan ketentuan khusus polis PT Asuransi di Indonesia. Pastikan nasabah yang membeli polis dalam keadaan sehat. Ini penting agar tidak terjadi penipuan. perundang-undangan yang berlaku dan berkaitan dengan desakan perasuransian terutama KUH Perdata dan KUHD sebagai acuan dalam hukum asuransi yang kemudian diberlakukan beberapa ketentuan-ketentuan . Logikanya produk yang dibutuhkan masyarakat akan laris di pasaran. Tak kalah penting lagi. 4. Nasabah mengaku sehat. Untuk itulah ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dan diterapkan oleh asuransi di Indonesia. Perusahaan asuransi hanya menjual program berdasarkan kemampuan nasabah.1. dalam menyampaikan program-program asuransi yang ada di Indonesia harus. padahal mengidap penyakit. Gambaran negatif bahwa perusahaan asuransi yang mempersulit nasabah dalam hal klaim. Di dalam surat permintaan asuransi jiwa (SPAJ) telah dibutuhkan bahwa setiap keterangan yang diberikan oleh calon pemegang polis dan atau calon Tertanggung. Oleh karena itu seorang agen dalam kegiatannya. Ini berkaitan erat dengan komitmen nasabah dala program atau produk yang dipilih. Hal ini berkaitan dengan pasal 1338 ayat (3) KUH perdata. 5. Sebab bila salah pilih. Kriteria yang di atas sangat penting. bukan kebiasaan. 2. nasabah bisa rugi. Seperti yang telah diuraikan di atas. Oleh sebab itu faktor permodalan lebih menjadi perhatian perusahaan asuransi tersebut.

lainnya. sakit hati. tentunyapertama kepada Tuhan Yang Maha Esa. Pengusaha yang berdomisili di Jakarta ini menilai. Bapak HD. Kalim yang dia ajukan benar-benar dipersulit pihak asuransi. Asuransi X melakukan wanprestasi alias ingkar janji. asuransi pendidikan yang hendak ditutup tidak tunduk kepada kurs nilai rupiah yang berlaku. Contoh kasus. melainkan dipaksakan dengan kurs nilai tukar rupiah yang telah dipatok pihak asuransi. dan Peraturan-peraturan lainnya juga menyangkut polis. Dengan cara berasuransi maka orang yang menghadapi resiko atas jiwanya bermaksud untuk mengalihkan resikonya itu atau setidak-tidaknya membagi resikonya itu kepada pihak lain yang bersedia menerima peralihan atau pembagian resiko tersebut. tanpa kewajiban apa-apa pada pihak yang memperalihkan. Akan halnya kepada siapa seorang nasabah bisa berharap mendapat jaminan ketenangan. dan baru diluluskan setelah menunggu setahun. Keputusan Menteri. kedua kepada asuransi. Pasalnya. Hal itu harus diperjanjikan terlebih dahulu. . seperti Peraturan Pemerintah. mengaku. Peralihan resiko itu tidak terjadi dengan begitu saja.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful