1

TITIK-TITIK KISAR DI PERJALANANKU
(Otobiografi Ahmad Syafii Maarif)

BUMI KELAHIRAN, SAUDARA-SAUDARAKU
I.

IBU-BAPAK,

dan

A. Sumpur Kudus, Makkah Darat, dan Perdagangan Aku lahir di bumi Calau, Sumpur Kudus, Sumatera Barat, pada 31 Mei 1935. Sumpur Kudus “Makkah Darat” (Makah Darek dalam Bahasa Minang) adalah bumi bersejarah. “Makkah Darat” adalah ungkapan yang sering diulang-ulang tidak saja oleh kaum elit nagari itu, rakyat jelata pun tak lupa pula menyebutnya. Apakah mereka paham makna yang sebenarnya di belakang ungkapan historis itu, tentu sulit untuk dikatakan. Mungkin sebagian kecil orang tua masih agak mengetahuinya secara remang-remang melalui cerita yang diwariskan dari mulut ke mulut, tetapi pasti tidak akan bisa menjelaskannya secara utuh dan mendalam. Fakta dan legenda di sini sering telah bercampuraduk. Era orang-orang tua itu dengan kejadian sejarah yang dimaksud telah dibatasi oleh jarak waktu yang jauh. Dengan wafatnya Raja Ibadat di awal abad

2

ke-19 Sumpur Kudus telah berhenti jadi pusat perhatian dalam sejarah Minangkabau. Akibatnya sedikit sekali orang Minang modern yang tahu di mana letak Sumpur Kudus itu karena makna historisnya telah tertimbun di bawah debu zaman selama hampir dua abad. Baru setelah sejarah Minangkabau dibuka, nama itu pasti muncul. Apalagi dengan generasiku, jarak itu sudah semakin menjauh saja. Dipisahkan tidak saja oleh lapisan tahun, tetapi juga oleh perkisaran abad. Kalaulah tersedia keterangan tertulis yang memadai, tentu akar sejarahnya tidak sulit untuk ditelusuri. Catatan tertulis yang agak memadai tentang ini tidak mudah didapatkan. Ada semacam kekosongan atau rantai yang terputus antara meninggalnya Raja Adityawarman (1347-1375) dari Pagaruyung dengan proses masuknya Islam menggantikan posisi Hinduisme/Budhisme yang semula tertanam kuat di seluruh Minangkabau, termasuk di kawasan Sumpur Kudus. Adityawarman sendiri beragama Budha Tantrayana. Sekiranya Islam tidak pernah bertapak kuat secara politik dan kultural di kampungku di masa dulu, nama Sumpur Kudus boleh jadi tidak akan pernah muncul dalam peta. Atau di zaman modern,

3

sekiranya P.D.R.I.(Pemerintah Darurat Republik Indonesia) pada 1949 tidak menjadikannya sebagai pusat pemerintahan Indonesia sekitar tiga minggu, siapa yang mau berurusan dengan desa terpencil dan miskin ini. Juga sekiranya P.R.R.I. (Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia) tidak menjadikan Sumpur Kudus sebagai sebagai salah satu tempat persembunyian di akhir 1950-an atau awal 1960-an, kawasan ini pasti akan jarang disebut. Baru pada permulaan abad ke-21, nagari ini mulai mendapat perhatian dari teman-teman Jakarta, tetapi dari perspektif lain: pembangunan sarana publik yang langsung menyentuh secara kongkret kehidupan rakyat banyak, sebagaimana yang akan dibicarakan lebih jauh. Oleh sebab itu aku berharap agar rakyat Sumpur Kudus setelah diguyuri rahmat dan ni’mat, pandai-pandailah bersyukur, karena pada masa revolusi nagari atau kecamatan ini cukup beruntung. Namanya sempat terbaca di peta politik nasional, sementara puluhan ribu desa lainnya di seluruh nusantara tidak dikenal orang, sekalipun juga punya jasa dalam satu dan lain peristiwa sejarah. Politik Jakarta yang sentralistik telah menyebabkan daerah dianaktirikan selama puluhan tahun

4

dengan segala akibat buruknya bagi perjalanan bangsa ini secara keseluruhan. Menurut rekaman sejarah Indonesia kuno, Adityawarman lahir dan dibesarkan dalam kerajaan Majapahit, punya darah campuran Sumatera-Jawa. Dia datang ke Sumatera tahun 1340-an untuk menguasai kawasan pengekspor emas Dhamasraya di hulu sungai Batanghari yang sejak 1270-an sebagai pembayar upeti kepada kerajaan Hindu-Jawa yang berpusat di Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur. Tetapi beberapa prasasti sejak 1347 menunjukkan bahwa dia telah melepaskan kesetiaannya kepada Majapahit, kemudian dia pindah ke Tanah Datar untuk mendirikan kerajaan independen. Adityawarman memakai gelar Maharajadiraja dan Kanakamedinindra (penguasa bumi yang mengandung emas). Pusat kerajaannya berada di sekitar Bukit Gombak dan Saruaso. Sumpur Kudus sebagai salah satu pusat perdagangan emas adalah bagian dari daerah kekuasaan Adityawarman ini. Sistem kerajaannya tidak saja mengikuti pola Majapahit, unsur Minangkabau sangat dominan. Di bawah kekuasaannya Minangkabau mulai mengembangkan kebudayaan tingginya sendiri, dengan seni, bahasa, dan tulisannya sendiri. Terjadilah di sini perpaduan dan perkawinan antar unsur Melayu dan unsur Jawa. Tetapi setelah raja

5

Minang-Jawa ini wafat, kerajaannya mulai berantakan. Perang saudara pecah, sebab tak seorang pun dari keturunannya yang mampu meneruskan kepemimpinannya.1 Pada abad berapa Sumpur Kudus dan kawasan sekitarnya berubah dari penganut Hinduisme-Budhisme menjadi penganut Islam sehingga dijuluki Makah Darek? Tidak mudah untuk dikatakan. Sejarah Minangkabau secara keseluruhan adalah sejarah yang galau, serba simbolik, tidak berterus terang. Semuanya dibungkus dalam kemasan petatah-petitih, sekalipun punya nilai sastra yang tinggi. Tetapi kematian Adityawarman telah membawa perubahan besar bagi sejarah Minangkabau. Kaum bangsawan yang telah terpecah itu mencari daerah tempat berpijaknya masing-masing. Sebagian menetap di lembah Batang Sinamar, di sekitar Buo, Sumpur Kudus, dan Pagaruyung yang masih terletak di sekitar Kumanis sekarang. Batang Sinamar menjadi sangat vital bagi perjalanan perahu para saudagar emas, lada, dan kopi untuk mengangkut barang dagangannya menuju Inderagiri, kawasan yang sudah dikuasai oleh pedagang-pedagang Muslim.

Lih. Christine Dobbin, Islamic Revivalism in a Changing Peasant Economy: Central Sumatra, 1784-1847. London & Malmo: Curzon Press, 1983, hlm. 61-63
1

6

Di daerah baru ini, yang terjadi tidak saja interaksi komersial, tetapi juga interaksi relijius. Maka di seputar pertengahan abad ke-16, Sumpur Kudus, Buo, Pagaruyung, dan kawasan sekitarnya mengalami proses Islamisasi secara berangsur tetapi pasti.2 Salah satu akibatnya adalah Hinduisme/Budhisme secara formal semakin menghilang dari peredaran digantikan Islam, sekalipun dalam praktik, unsur-unsur lama itu tetap bertahan. Bahkan dalam berbagai kebiasaan penduduk, Islam hanyalah sampai di lapisan kulit saja. Praktik Hinduisme-Budhisme dan tradisi lokal masih saja diikuti, seperti yang juga dialami oleh unit-unit peradaban lain di muka bumi. Apa yang disebut sinkretisme juga berlaku di sini. Pada bagian akhir abad ke-16 di seluruh Minangkabau penyebaran Islam tampaknya sudah merata dengan kualitas yang masih sinkretik itu. Sultan Alif rupanya adalah raja Muslim pertama di Minangkabau, sekalipun penduduknya mungkin sudah lebih dulu masuk Islam. Anehnya, kapan Sultan Alif ini lahir dan tahun berapa mulai naik takhta, semuanya serba gelap. Yang banyak disebut adalah tahun wafatnya pada 1580, bahkan ada
2

Ibid., halaman 63 - 64

7

yang mengatakan tahun 1680, berbeda satu abad bukan?.3 Akibat Sultan Alif tidak punya keturunan langsung, politik jadi kacau, perebutan takhta pun terjadi. Kerajaan terpaksa dikeping menjadi tiga. Inilah yang dikenal kemudian sebagai “Tungku Nan Tigo Sajarangan” atau “Tali Sapilin Tigo”. Maksudnya terdapat tiga raja (rajo) yang sama-sama naik takhta. Ada Yang Dipertuan Raja Alam sebagai koordinator kerajaan di Pagaruyung, ada Raja Ibadat di Sumpur Kudus yang menangani masalah hukum syarak, ada Raja Adat di Buo yang bertanggung jawab dalam soal adat dan lembaga. Ketiga raja inilah yang disebut “Rajo Tiga Selo”, atau lengkapnya “Rajo Nan Tigo Selo”.4 Ungkapan Makah Darek ternyata punya akar sejarah panjang dalam proses pergumulan Islam dengan kultur HinduBudhis di pedalaman Minangkabau. Ia adalah simbol dari pusat gerakan dan kajian Islam yang terletak jauh dari pantai, baik pantai barat mau pun pantai timur di daerah Riau sekarang. Istilah “adat nan menurun, syarak nan mendaki” harus dilihat dari gerak adat dari tempat yang tinggi dari Pariangan Padangpanjang di
3

Lih. Asmaniar Idris, “Kerajaan Pagaruyung” dalam Kamardi Rais Dt. P. Simulie, Khairul jasmi, dan Syofiardi Bachyul Jb. Menelusuri Sejarah Minangkabau. Padang: Yayasan Citra Budaya Indonesia-LKAAM Sumatra Barat, 2002, hlm. 68 4 Ibid., hlm. 68-69

8

lereng gunung Merapi. Syarak mendaki dari dataran rendah pantai Timur dan dari Ulakan di pantai barat menuju tempat yang tinggi.5 Gerak turun dan gerak mendaki inilah kemudian membuahkan formula strategis berupa “adat bersendi syarak, syarak bersendi Kitabullah”, dan “syarak mengata adat memakai” (syarak mangato adaik mamakai, dalam Bahasa Minang), sekalipun masih banyak unsur adat itu yang berlawanan dengan agama. Keengganan Syekh Ahmad Khatib Sulaiman untuk pulang ke Minangkabau dan memilih menetap di Makkah sebagai salah seorang imam besar Masjidil Haram harus dilihat dalam perspektif adat yang dinilai masih bercampur dengan unsur-unsur lokal yang dinilainya tidak Islami ini. Tetapi ide dasarnya adalah bahwa adat tidak boleh berlawanan dengan ajaran Islam. Dari sisi formulasi sudah benar, tetapi dalam implementasi tidak selalu mudah. Lapisan adat kebiasaan yang sudah berusia bilangan abad amat sulit diubah secara total, apalagi jika da’wah kurang menampilkan dimensi-dimensi yang lebih fundamental dari ajaran Islam. Makah Darek dikaitkan dengan Makkah al-Mukarramah di Arabia ketika Islam mulai
Lih. Kamardi Rais Dt. P. Simulie dalam Kamardi Rais Dt. P. Simulie dkk, op.cit., hlm. xvi.
5

9

menapakkan kakinya di kawasan pedalaman itu. Penamaan Sumpur Kudus sebagai Makah Darek sekaligus menunjukkan keberhasilan Islam secara formal menundukkan hati manusia di kampungku dan sekitarnya. Tentu telah terjadi pergumulan antar Islam dengan Hinduisme/Budhisme plus kepercayaan lokal yang telah berakar terlebih dulu. Catatan di bawah ini menunjukkan bahwa istana raja Pagaruyung punya pengawal dengan jumlah yang fantastik. Itu artinya keadaan belum sepenuhnya aman karena masih memerlukan pengawalan ketat dengan jumlah personil yang besar. Biasa, sebuah masa peralihan ditandai oleh ketegangan, jika bukan bentrokan. Tetapi berapa lama proses ini berlangsung, perlu kajian lebih lanjut. Berapa jumlah penduduk ketika itu, susah juga untuk dikatakan. Tetapi Dobbin mencatat bahwa Thomas Diaz, seorang Portugis yang menjadi utusan Belanda pada 1684 telah berkunjung ke Pagaruyung yang ketika itu masih berpusat di sekitar Kumanis. Menurut Diaz, penduduk Pagaruyung pada waktu itu sekitar 8000, tidak termasuk kawasan pinggiran. Sumpur Kudus sendiri juga punya penduduk sejumlah itu. Menariknya adalah Diaz dalam sebuah kunjungannya ke suatu tempat diiringi oleh

10

4000 pengawal istana. Bahkan ketika utusan Belanda ini bergerak meninggalkan Pagaruyung menuju Siluka, tidak kurang dari 3000 perajurit bersenjata yang mengawalnya. Para prajurit ini terus saja menembakkan bedilnya ke udara.6 Kita bisa membayangkan bagaimana ngeri atau gelinya rakyat menyaksikan prajurit raja yang ugal-ugalan itu, main tembak segala, sebuah kebiasaan primitif yang belum sepenuhnya hapus di era modern. Aku tidak tahu bagaimana perasaan si Portugis ini diperlakukan seperti itu. Mungkin dia senang karena merasa begitu dimuliakan oleh seorang raja beragama Islam. Tetapi juga dapat ditafsirkan bahwa petinggi Pagaruyung begitu bangganya dengan kedatangan si bule ini. Sebuah suasana inferiority complex (rasa rendah diri) boleh jadi berlaku di sini. Apalagi V.O.C. (Kompeni India Timur) sudah mulai beroperasi di daerah-daerah tertentu di nusantara sejak 1602, 82 tahun sebelum Diaz mengunjungi pusat kerajaan Pagaruyung di tepi Batang Sinamar itu. Yang aku heran adalah kemana penduduk dan prajurit dalam jumlah besar itu menghilang dalam perjalanan waktu kemudian. Sebab sekarang saja (2006) jumlah penduduk untuk seluruh kecamatan
6

Dobbin, op.cit., hlm. 68.

Atau lebih banyak korban karena alasan ekonomi yang tidak bisa lagi memberi kehidupan layak. ia melambangkan sebuah gerak perlawanan terhadap apa yang bernama kultur hitam jahiliyah yang dikuasai preman sangar di daerah pedalaman. sebagaimana yang akan disoroti lebih lanjut. sekalipun petingginya beragama Hindu atau Budha. Jadi Makah Darek bukan suatu ungkapan sederhana biasa yang hanya bisa dibaca sambil lalu. masih galau bagiku. Kultur . Secara kultural. Tetapi bahwa korban pasti ada. parewa ini belum hilang. kita tidak tahu. sebab di Ranah Minang sebelum datangnya Islam juga dikenal banyak parewa (preman) dengan segala perbuatannya yang buruk dan merusak masyarakat. orang lalu berpindah ke kawasan lain.000 jiwa. Gerak Islam ini bertujuan untuk mencerahkan hati dan mencerdaskan otak manusia agar terbebas dari segala macam kelakuan buruk dan jahat yang merusak dan mengancam masyarakat yang tak berdaya. Apakah dalam pergumulan Islam dengan kepercayaan sebelumnya harus minta korban. atau bahkan di masa Islam sampai hari ini.11 Sumpur Kudus hanyalah sekitar 20. Apakah dalam proses Islamisasi di kawasan ini tidak berlaku teori penetration pacifique (masuk atau menembus secara damai).

seperti Muhammadiyah menjadi sangat penting dan strategis. santun. Islam datang untuk melunakkan hati manusia dan melepaskannya dari pasungan yang mencekam fisik dan jiwanya. dan bertanggungjawab. kata teori antropologi. bukan kultur otak. Untuk mempercepat proses Islamisasi kualitatif ini. Kesulitan yang dihadapi Muhammadiyah di berbagai daerah adalah salah satu fakta kurangnya pemimpin yang mengerti agama dan rela berkorban dalam makna yang luas. di sisi meningkatkan kualitas dirinya.12 preman adalah kultur hukum rimba yang mengutamakan otot. Ia bergerak terus secara dinamis dan kreatif untuk mencari pendukung baru. suatu on-going process. setidak-tidaknya secara statistik. peran organisasi kemasyarakatan. rasanya cukup punya alasan. sebagaimana yang masih saja kita jumpai di zaman modern. Maka jika aku bangga dengan kemenangan Islam dalam pertarungan kultur itu. sekalipun proses Islamisasi tidak pernah mengenal batas akhir. Agama wahyu terakhir ini ingin membentuk manusia merdeka. . maha Pencipta. Kampungku termasuk salah satu pusat penting dalam gerakan perlawanan kultural itu. Akhirnya Islam mencatat kemenangan abadi. baik terhadap sesama mau pun terhadap Tuhan.

Itu hanyalah urusan administrasi.D. pada tahun 1925. atau 13 tahun setelah gerakan Islam modern ini menancapkan kukunya di Sungaibatang Tanjungsani. Jusuf Amrullah. Mereka akan kehilangan pedoman dan acuan dalam bermuhammadiyah. A.R. Gerakan Muhammadiyah sudah memasuki kampungku setahun menjelang meledaknya P.13 Aku sendiri di hari tua ini juga terlibat secara tidak langsung dalam proses memajukan kegiatan Muhammadiyah di kampung sendiri. Yang pokok . Tokoh-tokoh yang berkepribadian kokoh inilah yang menanamkan urat tunggang Muhammadiyah di Ranah Minang. Pelopor utamanya adalah Dr. dan diikuti oleh generasi sesudahnya. (Perang Dunia) II (19391945). Hamka. dia sendiri tidak pernah secara resmi menjadi anggota persyarikatan ini. Karim Amrullah sekalipun menjadi penggerak awal Muhammadiyah. Maninjau. Abdulkarim Amrullah. Mungkin punya kartu anggota itu tidak penting baginya. H. Oleh sebab itu siapa pun yang mengaku menjadi pemimpin Muhammadiyah di Ranah Minang tetapi tidak kenal dengan pribadi-pribadi besar tersebut adalah sebuah malapetaka sejarah. Dr. Sutan Mansur. sekalipun mencari kader yang handal dalam jumlah yang memadai ternyata sulit sekali.

Apakah di sekitar tempat ini dahulu terdapat tambang emas. tidak dapat diperbarui lagi. Semuanya kini telah berubah sejalan dengan bergulirnya waktu dalam rentangan yang panjang. Ada memang nama kampung Tombang (Tambang?) dalam kenagarian Sumpur Kudus. karena sampai hari ini masih ada saja warga masyarakat yang menanamnya. sedangkan emas jika sudah habis. Mungkin saja terletak di nagari lain di sekitar Sumpur Kudus. Dari kawasan inilah a. Tanaman kopi dan lada adalah komoditas yang dapat diperbarui terus menerus. Kalau kopi tentu tidak sulit ditelusuri. kemudian ke Eropa. jika ranah ini tidak mau terus hanyut dalam gelombang tarekat dengan berbagai aliran yang “memperbudak” jiwa manusia di samping punya tujuan-tujuan ekonomi. sebab bekasnya tidak ditemukan lagi. Aku hanya terkaget-kaget membaca catatan . amat sulit untuk disimpulkan. ya habis. Sumpur Kudus tidak saja dikenal karena Rajo Ibadatnya sebagai petinggi agama. dahulu barang dagangan itu diangkut ke Singapura via Riau sekarang. tetapi dahulunya juga sebagai kawasan perdagangan emas dan kopi. Aku tidak tahu di mana lokasi tambang emas itu dahulunya.l.14 bagi sahabat Dahlan ini adalah agar Muhammadiyah harus menjadi masa depan Minangkabau.

Aku tidak tahu tahun berapa persisnya sekolah ini didirikan oleh .15 sejarah masa lampau ini tentang kampungku.R. Sebuah kelampauan yang indah telah berlalu digilas perputaran roda zaman. (Sekolah Rakyat) di pusat “kota” Sumpur Kudus. semuanya gelap bagiku. itu berdasarkan alasan yang sederhana saja. Mengapa kukatakan mereka buta huruf. Ini hanya sekadar perkiraanku belaka. berupa sebuah S. tetapi sekaligus tentu memuat kebanggaan khusus. perlu dikaji lebih jauh oleh orang lain yang berminat dan punya waktu. Siapa nama-nama saudagar kampungku ketika itu. atau mungkin mereka hanya pekerja tambang dan petani kopi melulu. tetapi sudah mengerti bahwa emas dan kopi adalah komoditas komersial yang memberi kemakmuran kepada penduduk. Bagaimana kenyataan yang sebenarnya. tetapi itulah tugas sejarawan yang cukup menantang. Aku menyelesaikan sekolah di sini pada tahun 1947. karena sekolah di kampungku adalah salah satu gejala abad ke-20. Inilah sekolah dasarku dan sekolah dasar generasi jauh sebelumku. sekalipun semuanya itu kini tinggal kenangan belaka. Membongkar masa lampau kemudian membangunnya kembali adalah pekerjaan sulit dan melelahkan. Tentu mereka semua buta huruf Latin.

tidak dia dan tidak aku. Anak Sumpur banyak yang sombong. termasuk aku. Rasanya tidak ada yang kalah.R. Mungkin pada dasa warsa pertama awal abad ke-20. Sumpur Kudus. Sebenarnya fisikku tidaklah terlalu kuat untuk adu otot. Umumnya dengan kaki telanjang. antar anak Sumpur dan anak Silantai. terjadi pulalah pemekaran . Ke pusat “kota” inilah para pelajar berdatangan dengan berjalan kaki yang berjarak antara 2-7 km. Silantai. Mungkin karena mereka merasa sebagai orang “kota” yang memandang enteng anak kampung. Sumpur Kudus ini.16 pemerintah kolonial. dan Mangganti. antar anak Sumpur dan anak Calau. Aku sendiri yang tinggal di Calau hanya berjalan kaki sepanjang 2 km. sewaktu aku masih kecil. Aku masih ingat betul pernah bacakak (berkelahi) dengan Amirusjid (alm. Aku sudah lupa siapa yang menghasung kami sampai bacakak itu. teman sekelas di S. sekolah ini sudah muncul. Mungkin akan lebih baik kalau yang diadu itu kemampuan otak. Pernah juga terjadi sekalikali perkelahian sesama pelajar. Ayahku kelahiran 1900 adalah alumnus sekolah itu juga. Inilah satu-satunya sekolah dulu untuk “mencerdaskan” nagari-nagari Unggan. Sejalan dengan pertambahan penduduk. Sekarang keadaannya sudah jauh berubah.).

17 pusat-pusat pendidikan dasar. Mangganti. Kumanis. Dengan perubahan positif ini. Satu nagari saja bisa punya lima S. nagari-nagari seperti Sumpur Kudus. Ibid. aku pun tidak bisa menjelaskan7. Sumpur Kudus sudah agak lama “merdeka”. Durian Gadang. sekalipun karena alasan ekonomi mereka belajar di SD tidak sampai tamat. Unggan. Tetapi jangan ditanya tentang sarana-sarana publik lain yang baru pada tahun-tahun belakangan ini saja diperhatikan.D. 298. Siluka. S.D. memang merupakan pusat-pusat perdagangan yang terkenal. (Sekolah Dasar) sudah bertebaran di manamana. . dan lain-lain. Biasanya jika ada pembukaan sebuah 7 8 Lih. tentu sudah sulit mencari anak-anak usia sekolah yang masih buta huruf. Dalam soal pendidikan dasar ini. kemerdekaan bangsa bagi kampungku punya makna yang sangat berarti. mungkin keduanya adalah nagari baru yang menyusul kemudian. Nama Sumpur Kudus sendiri disebut dalam 11 halaman8. indeks buku Dobbin hlm. Dari sisi ini. Sarjana Skandinavia Christine Dobbin dalam karyanya di atas dengan cukup menarik menggambarkan betapa pada abad-abad permulaan era penjajahan Belanda. Nama Silantai dan Sisawah tidak muncul dalam buku itu.

kota. 2005. Dan juga tidak tertutup kemungkinan kecamatan ini akan dipecah pula pada waktunya. propinsi. Rasanya penilaian semacam itu tidaklah keliru karena cintaku kepada bangsa ini adalah sebuah cinta yang tulus dan autentik. kecamatan. mekar pulalah nagari. Pada berbagai forum dan kesempatan. Secara berangsur sesudah itu berdirilah kampung atau nagari baru. hlm. dalam Bahasa Jawa) lebih dulu. asal masih dalam koridor sebuah bangsa yang utuh. memisah dengan induknya. dengan Kabun sebagai nagari termuda.). 2000-2004) menilaiku sebagai seorang yang “memiliki komitmen kebangsaan yang tinggi”. Belakangan Sisawah telah mekar pula menjadi dua nagari: Sisawah dan Kabun. Maka jumlah nagari dalam kecamatan Sumpur Kudus setelah pemekaran menjadi sembilan. Abd Rohim Ghazali dan Saleh Partaonan Daulay (ed. Karena sikapku inilah barangkali Bung Taufik Kiemas (suami Presiden Megawati. Bagiku masalah keutuhan bangsa menjadi sesuatu yang sangat mutlak.9 Jakarta: Maarif Institute. Tidak Lih. kabupaten. 369 9 .18 kampung baru. rakyat meneroka (babat alas. 369). 2005. Dengan bertambahnya jumlah penduduk. Jakarta: Maarif Institute. aku hampir tidak pernah lupa menekankan perlunya keutuhan bangsa ini dijaga dan dipertahanlan. Cermin Untuk Semua: Refleksi 70 Tahun Ahmad Syafii Maarif. hlm.

Jika perpecahan ini yang berlaku. kecamatan dan desa pun berlomba untuk memekarkan diri. sudah pasti akan menelan biaya tinggi dan menguras energi.” Tetapi marilah kita berbaik sangka bahwa semua proses ini memang merupakan tuntutan alamiah dengan bertambahnya jumlah penduduk dan pertimbangan masalah jarak dengan ibu kota kecamatan. atau propinsi. tidak pula untuk mencari posisi duniawi. Latar belakang Minang dan keislamanku turut menjadi faktor penting mengapa aku menyayangi Indonesia. sekalipun pasti akan menimbulkan banyak gesekan dan persoalan. Ada peribahasa: “Jika tak jadi buaya di lautan. Tentu pada saatnya kelak akan tercapai keseimbangan dalam sebuah tatanan Indonesia baru. kabupaten. Perkembangan politik di Indonesia pada tingkat akar rumput di awal abad ke21 dengan berlakunya UU Otonomi Daerah tampaknya sedang bergerak dan berubah secara dinamis. Tetapi tanpa gesekan bukanlah politik namanya.19 dibuat-buat. Asal saja gesekan itu tidak membawa bencana perpecahan. Bukan saja propinsi dan kabupaten yang dimekarkan. . untuk tujuan baik atau karena ingin memunculkan raja-raja lokal. jadi gerundang (anak katak) di kubangan pun jadi.

Bagindo Tanomeh. Bibirku sampai berubah warna karena kedinginan. rasanya masih perih sekali. Jangan main-main dengannya. berdenyut sampai ke otak. Tepian tempat mandiku di kala kecil ya di sungai ini. Bahkan aku disunat (dikhitan) juga di sebuah tepian mandi di Calau.20 Sumpur Kudus itu sendiri di samping nama nagari. Sebelum disunat aku dilomeh (diguyur) dengan air Batang Sumpur sampai menggigil untuk menghilangkan rasa sakit ketika disunat. agak langsing. Maklumlah bius ala kampung yang dikomandani oleh seorang dukun bernama Dt. Aku tentu berterima kasih kepadanya yang telah “mengislamkanku” melalui cara yang dramatis itu. hanya orang kafir yang tidak . ketika upacara khitan itu berlangsung. Orangnya berkumis. pakaiannya putih necis. Sekalipun badanku sudah gemetar keras karena kedinginan yang sangat menusuk. juga nama kecamatan di era modern. Sungainya pun bernama Batang Sumpur tanpa dilengkapi dengan Kudus. Tetapi dia adalah tukang jagal bagian tubuh anak lelaki yang ditakuti. persis seperti anak-anak kampung yang lain. (Tanomeh= sutan emas). Banyak sekali teman sambil bersorak-sorai mengguyur sekujur tubuhku yang ditutupi dedaunan. Kata orang kampungku. tinggi sedang.

samasekali tidak takut kalau-kalau perahunya karam. Tranportasi perahu sangat menyenangkan. berjudul Cahaya. Apa yang mau direnungkan. Di sini aku harus berterus terang bahwa pada saat naik perahu itu apresiasiku terhadap lingkungan alam terasa dingin-dingin saja. Bacaan lain sangat langka. sebab kita dapat bersahabat dengan air sebagai sumber kehidupan. Oleh sebab itu bersunat=menjadi orang Islam. Pertemuan Batang Sumpur dengan Batang Sinamar disebut juga Muara Sumpur (dalam Bahasa Minang: Muaro Sumpu). Bacaanku nol. dan itu pun tidak ada yang mendorong rasa ingin tahu lebih jauh.R. belum menggeliat. Gembira ya gembira duduk santai di atas perahu sambil mengulurkan tangan ke air. karena . Yang ada ketika itu adalah perasaan lepas. jika bukan tumpul sama sekali. wawasanku hanyalah sebatas Batang Sumpur dan Bukit Bakul. Batang Sumpur mengalir dari utara ke selatan menuju Sisawah dan Padang Lawas. Bagaimana mau menggeliat. Ada juga bacaan ArabMelayu. sebuah bukit yang membatasi kampungku dengan wilayah Riau.21 bersunat. aku pun pernah naik perahu dari Sisawah ke muara itu. tetapi aku sudah lupa judulnya. Di kala kecil. paling-paling buku pelajaran membaca tingkat S. tetapi jauh dari suasana renungan.

Batang Sumpur hampir tidak ada yang lengang . siapa pun dia.R. Bersamaan dengan melajunya perahu yang dikayuh juru mudi. Dari tanah kita berasal.22 aku tokh bisa berenang. Sejak dari hulu jauh di utara nagari Unggan sampai ke Muaro Sumpu. hanya cara dan prosesnya yang mungkin berbeda. ke tanah kita pasti akan kembali. Sebagian daunnya ada menjulai menyentuh air. karena memang apa yang dikenal belakangan dengan teori eko-sistem sangat asing bagi penalaranku pada saat naik perahu itu. Prosesnya berjalan lamban sekali. Dan akan menjadi hal yang luar biasa jika teori serba canggih itu diketahui bocah ingusan seperti aku. Perasaan itu tumbuh dan berkembang kemudian secara alamiah dengan merangkaknya usia dan bertambahnya bacaan serta pengalaman. persis seperti manusia. Maklumlah masih dalam usia S. melaju pulalah tatapan mataku menumbuk berbagai jenis pepohonan yang tumbuh dengan subur di kiri kanan Batang Sumpur. Pulang ke asalnya. Dan memang tidak perlu mengelak. dan tidak ada orang yang mengusik batinku untuk mencintai alam. sebagian telah menguning ditelan usia untuk kemudian berguguran menyatu dengan bumi. tak seorang pun yang mampu mengelak dari ketentuan Langit ini.

kera. sementara kotorannya yang jatuh ke tanah memberi kesuburan kepada pepohonan. padahal jenis ini tidak dapat dibudidayakan karena pertumbuhan batangnya teramat lambat. tempat burung. saling mendukung. Cara kasar inilah yang telah merusak Indonesia sampai batas-batas yang sangat jauh. Kayu ulin (kayu besi) misalnya yang tumbuh di Kalimantan dan Sumatera. Pohon memberi kehidupan kepada makhluk di atas.23 dari pepohonan. tupai. dan bermacam jenis makhluk bermain. Hutan di Indonesia sekarang sudah berada dalam tahap rentan dan berbahaya. maka itu adalah akibat dari dosa dan dusta kolektif mereka yang main dalam proses penggundulan hutan itu. Kemudian di Muaro Sijunjung. Demikianlah Batang Sumpur akhirnya merelakan dirinya untuk lebur ke dalam Batang Sinamar yang perkasa. Sebuah eko-sistem yang harmonis sekali. Masing-masing saling memerlukan. Jika pada satu saat ada pulau di nusantara berubah menjadi padang pasir yang tandus. bersenda gurau. Batang Sinamar menyatu dengan Batang Kuantan yang . apalagi hutan lindung adalah manusia yang tidak beradab. demi upeti. dan mencari makan. tetapi sering mendapat perlindungan dari aparat. Oleh sebab itu para perusak hutan. kabarnya sudah hampir punah.

Air Batang Sumpur sekarang telah menyatu dengan air yang berasal dari sungai-sungai lain. Batang Ombilin yang berasal dari danau Singkarak itu sebelumnya telah ditelan oleh Batang Sinamar untuk menyatukan diri ke dalam Batang Kuantan. oleh siapa pun.24 jauh lebih perkasa. Air sungai ini pun larut menjadi asin. Alangkah teratur dan dahsyatnya perputaran ini. Apalah daya air Batang Sumpur yang lemah berhadapan dengan lingkungan raksasa lain yang serba asin. Air Batang Sumpur diangkut ke laut oleh Batang Kuantan yang merupakan gabungan dari banyak sekali sungai sejak dari hulu sampai ke muara. Hujan membasahi dan menyuburkan bumi untuk kepentingan makhluk hidup. Dari lautan maha luas itu air dengan sistemnya sendiri menguap ke angkasa lepas untuk kemudian turun lagi menjadi hujan. Tidak hanya berhenti di situ. sebab pilihan untuk tetap tawar tidak ada lagi. sebelum semuanya itu menyatukan diri dengan laut lepas yang telah berubah rasa. Sungai mana pula di muka bumi ini yang kuasa melawan dan menundukkan laut? Semua sungai pasti mengarah dan bermuara ke laut. sementara rasa asinnya tidak dibawa terbang. Tetapi jika . Itulah undang-undang alam yang serba keras dan pasti untuk dipatuhi oleh apa pun.

Jangan main-main dengan air. bahkan peradaban. khususnya pada musim hujan. Rasanya aku pernah juga naik perahu bersama ayahku dari Sisawah ke Muaro . Teknologi menjinakkan air sangat diperlukan untuk menghadapi bahaya banjir yang dapat marah sewaktu-waktu. Tinggallah kesigapan dan kemampuan manusia untuk menanggulanginya. air hujan akan mendatangkan banjir yang dapat meluluhlantakkan kampung dan kota. Kerakusanlah yang menjadi sebab utama kerusakan lingkungan ini. Prilakunya mesti dipelajari. Manusia dapat kehilangan segala-galanya. termasuk jiwanya sendiri diamuk banjir. Bencana ini dapat terjadi pada semua unit peradaban. Indonesia makin lama makin tak berdaya menghadapi bahaya banjir dan tanah longsor yang telah membunuh banyak manusia. Ia senantiasa bergerak dari tempat yang lebih tinggi menuju tempat yang rendah.25 manusia tidak cukup cerdas membaca perkisaran ini. gara-gara orang menzalimi hutan dan lingkungan. sawah dan ladang. Akibatnya yang fatal adalah bahwa tanah kehilangan kekuatan penyanggahnya. lalu lingkungan dirusak semau gue tanpa memperhatikan dampaknya bagi kehidupan berjenis makhluk.

Alangkah gembiranya berakit bersama ayah. Semakin lama orang berpisah dengannya. tidak ada kesan yang mendalam. sedangkan ketika dijalani tidak ada sesuatu yang istimewa yang dirasakan. Tidak urut. Semuanya mengalir begitu saja. Bahkan sudah berjalan puluhan tahun ketika gigi-gigiku mulai berguguran. tidak teratur. pertanda usia sudah semakin mendekati . sampai tahun 1947 plus masa menganggur selama tiga tahun kemudian. semakin mengecil dan menciut pula gambaran yang tersisa. ke rumah adik-adik seayahku. Tahun-tahun yang persis tidak bisa lagi ditentukan. Seterusnya kami melintasi Batang Sinamar untuk naik ke Padang Lawas menuju Tanjung Ampalu. tidak ada rasanya sesuatu yang besar yang melintas dalam otak dan angan-anganku. Sekarang semua kenangan ini masih terekam dalam memoriku dengan bayangan yang tidak terlalu jelas.26 Sumpu ini. Semuanya berlalu begitu saja. sewaktu masih di S. Dari kejauhan semua kenangan masa silam itu tampak serba indah dan elok.R. bersamaan dengan bergantinya musim. Tidak ada juga kegelisahan yang terbersik untuk menghadapi masa depan. Selama menganggur. Tetapi jelas sebelum aku belajar ke Lintau tahun 1950. bertukarnya tahun. puitis sekali.

27 hari-hari terakhir. mengatakan bahwa nama itu berarti sampurna suci yang diberikan oleh Syekh Ibrahim. Kebiasaan berjudi di kampungku kadang-kadang masih juga kambuh sampai sekarang. Zulfahmi (Emi). Sebelumnya mungkin merupakan tempat yang dikuasai preman dengan judi. adik iparku yang sedikit tahu tentang sejarah Sumpur Kudus. Syekh inilah tampaknya yang mengubah Sumpur Kudus dari kawasan hitam menjadi hunian putih. Syekh Ibrahim dan Dinamika Sejarah Dengan menerima Islam Sumpur Kudus menjadi beradab. Fisik pun sudah mulai renta. Tetapi sport adu ayam tanpa taruhan adalah juga bagian dari hidup masa kecilku. Sisa dari kebiasaan buruk masa lampau ini. sekalipun rasa ingin tahu tidak pernah menyusut. Dari mana asal-usul nama Sumpur Kudus ini. Ke mana-mana seekor ayam . B. belum terlalu lama hilangnya. yaitu menyabung ayam dengan bertaruh. aku pun tidak tahu. Sebelumnya bernama Koto Ijau (Koto Hijau) yang lokasinya di Koto Tuo. dan sabung ayam sebagai profesinya. sampai saat menulis bagian ini. penyebar Islam di kampungku. Ada kemungkinan syekh ini berasal dari Aceh sekitar abad ke-16. seakan-akan segalanya tidak sedang bergerak menuju tempat perhentian terakhir. rampok.

karena itu merupakan bagian dari sport masa anak-anak. Tabiat buruk ini tentu tak perlu kusesali. Tidak jarang kepala ayam itu berdarah-darah setelah bertempur matimatian. Sekiranya pakai taruhan. Gigitan makhluk kecil ini menimbulkan rasa gatal yang luar biasa. dan baru berhenti setelah tubuhnya menggelembung penuh darah. Ia menggigit dan terus menggigit. Sepengetahuanku tak ada seekor ayam pun yang bebas dari serangan tungau. darah siapa pun. di mana pula aku dapat uang? Ayahku pasti akan marah. Kita kembali ke Tanah Bato. tempat berkuburnya Syekh Ibrahim yang . karena di masa kecilku sering berurusan dengan ayam jantan untuk diadu. si warna merah penghisap darah. Sampai hari ini orang kampungku pasca panen padi masih mendatangi Tanah Bato. tidak peduli darah apa pun. Aku kenal sekali dengan binatang ini. asalkan tidak pakai taruhan. lalu kondisinya seperti tak bertenaga lagi. Akibatnya tidak jarang tungau (kutu kecil berwarna merah yang bersembunyi di balik bulu ayam atau burung) sering menyerang bagian-bagian badanku untuk menghisap darah sebagai bukti bahwa ayam adalah sahabat aduanku. sebagaimana pernah memarahi abangku yang suka berjudi.28 jantan aku kundang (bawa) mencari lawannya.

mana pula yang berbau syirik. Di saat kecilku. Tidaklah bernama makan tanpa nasi. Ini adalah sikapku yang kurang dewasa. Pertanyaannya . Syekh Ibrahim adalah tokoh sejarah penyampai Islam di Sumpur Kudus yang layak dikenal lebih jauh. seperti kuburan. Tetapi setelah aku sedikit kenal Muhammadiyah yang melarang orang makan di tempattempat yang dianggap keramat. dan tentu nasi sebagai menu pokoknya tidak boleh ketinggalan. Mereka ke sana untuk berkaul (Bahasa Jawa: khol). Wakil-wakil dari berbagai suku dengan perasaan bahagia berbondong membawa jamba (makanan lengkap di atas piring besar atau talam) ke sana. Minatku untuk mengenal siapa Syeh Ibarahim menjadi hilang. tidak bisa memisahkan mana yang sejarah. Bukankah makan bersama anak-anak lain merupakan sebuah kegembiraan tersendiri yang serba mengasyikkan? Semuanya berbahagia menghadapi jamba yang sarat dengan aneka sambal khas kampungku. aku tidak lagi ke sana. aku pun tak ketinggalan meramaikan tempat itu. Bahkan lebih dari itu.29 terletak di seberang Batang Sumpur. sekalipun perut misalnya sudah diisi penuh dengan makanan lain. Muhammadiyah memang sangat ketat menjaga masyarakat agar tidak tercebur ke dalam perbuatan syirik.

sebuah sebutan yang diturunkan dari generasi ke generasi yang datang silih berganti. . sekalipun kadangkadang merugikan dari sisi sejarah. untuk tujuan baik tentunya. Sumpur Kudus jelas sangat berutang budi kepada Syekh Ibrahim melalui jasa da’wahnya itu. Tetapi ada segi buruknya. Menurut cerita Zulfahmi lagi. Tanah Bato yang bernilai historis menjadi luput dari perhatianku. tergantung dari sisi mana orang melihatnya. serba puritan. pengaruh wahabi memang dirasakan di lingkungan Muhammadiyah. Dalam kasus semacam ini. Aku sendiri memang tidak pernah lagi ke sana untuk berkaul itu.30 adalah apakah makan-makan di Tanah Bato ini syirik atau lebih bercorak budaya. Aku kemudian menganggap tempat itu sebagai pusat syirik belaka. Karena dia memasuki kawasan hitam. syekh ini juga mengerti ilmu irigasi dan pertanian yang kemudian mengajarkannya kepada penduduk. Orang kampungku dengan rasa hormat memanggil syekh ini dengan sebutan Iniak Tanahbato (Nenek Tanahbato). Si alim inilah yang menerangi batin orang kampungku dan sekitarnya dengan cahaya Islam. besar kemungkinan syekh ini juga ahli silat kenamaan yang dapat menundukkan preman yang sok jagoan.

Wilayah yang menjadi obyek da’wahnya kira-kira meliputi kecamatan Sumpur Kudus sekarang ditambah kawasan-kawasan lain yang bisa dijangkaunya. dan Jafri Dt. Ini menurut Azwir Ma’ruf yang pernah meneliti tempat itu bersama Dr. entah yang ke berapa. Sjamsu Anwar. alangkah bagus dan elok nama itu. Tanah Bato jelas punya nilai sejarah yang sangat penting bagi penyebaran Islam. Tentu dengan berjalan kaki atau paling-paling dengan menggunakan kuda tunggangan. Ini pun sebenarnya tidak aneh. Ada informasi bahwa Syekh Ibrahim bekerja sama dengan Rajo Ibadat. M. tetapi belakangan kabarnya telah banyak dirusak oleh tangan-tangan jahil. karena ada . jika dibandingkan dengan keadaan kita di zaman modern. dalam mengembangkan Islam. Sanusi Latief. Tampaknya syekh ini dan pembantunya memang berkubur di Tanah Bato. Jika arti Sumpur Kudus memang adalah “sempurna suci”. Bandaro Lubuk Sati. Masih terdapat dua kuburan panjang di situ: satu makam syekh. Dapat dibayangkan betapa sukarnya medan yang harus dilalui dan betapa pula tabah dan sabarnya para pekerja da’wah ini. sekalipun masih perlu diteliti lebih lanjut tentang kebenarannya.31 Tempat ini dulunya dilingkari pohonpohon tinggi yang rindang. yang lain mungkin makam pembantunya.

Kota Sawahlunto. tetapi ada ringkasannya dalam satu jilid dengan judul yang sama. sejarah nagari Tamparungo.J. 12 jilid. Itulah sejarah yang kita sebut sebagai sebuah gambaran masa lampau yang sebenarnya. nagari. dan 1001 yang lain yang sulit diketahui sejarah awalnya. kemampuan juga terbatas. Bagaimana menentukan yang benar dan bermakna itu? Menentukan yang bermakna itu pun dalam sejarah bersifat relatif di kalangan sejarawan. Yang dikumpulkan adalah fragmen-fragmen yang berserakan. Kota Banjarmasin. nagari Unggan. Orang tak mungkin mengetahui masa lampau secara utuh. Mereka terikat dengan “hukum” relativisme manusia. Tetapi sejarah hanya tertarik kepada sesuatu yang benar dan bermakna. Umur manusia terbatas. desa. sebagaimana A. Di antara . dan lain-lain yang kita tidak tahu makna dan asal-usulnya. taratak Talao di Calau.Toynbee pernah berteori dalam karyanya A Study of History. kemudian disusun dalam sebuah bangunan yang kelihatan utuh dengan alur logika yang cermat di belakangnya. seperti sejarah Kota Solok. Kota Semarang. Kota Klaten. jorong. sejarah terbatas.32 sejumlah ribuan nama kota. sementara rasa keingintahuannya adalah tanpa batas. Sejarah sebenarnya juga bertugas meneliti itu.

Ujung dan perhentian terakhirnya itulah yang bernama maut. maka padam pulalah lampu kehidupan untuk seluruh makhluk. Tetapi setidaktidaknya para sejarawan telah berupaya menghadirkan masa lampau itu. Bila sudah sampai di titik ini dian kehidupan itu akan padam secara tiba-tiba tanpa pemberitahuan lebih dulu. Apa yang disebut kemajuan sebenarnya adalah hasil dan buah dari ketegangan itu. Selama matahari masih bersifat dermawan memberikan cahayanya. Ada pun bagi manusia yang malas berpikir. ketegangan itu tidak . Berlakulah di sini sebuah ketegangan kreatif antara keingintahuan dan keterbatasan.33 sejarawan sendiri belum tentu sama dalam melihat masa silam itu. sampai pada suatu ketika saraf-saraf otak yang jumlahnya milyaran itu kehabisan daya dan tenaga untuk kemudian menyerah. yang terus berlanjut dari satu generasi ke generasi yang lain tanpa henti. betapa pun masih banyak lobang yang harus ditutupi oleh mereka yang datang kemudian. selama itu pulalah roda kehidupan bergerak tanpa henti. Jika kehendak hati diperturutkan. rasanya pikiran dan kemauan ingin “berdansa” terus menerus tanpa henti. Sekali cahaya itu padam.

34 begitu dirasakan. 10 11 Makna ayat al-Qur’an s. tanpa pilih kasih. al-Jatsiyah: 5 Makna ayat al-Qur’an s.”11 Tetapi mengapa kemudian umat Islam berhenti berpikir selama ratusan tahun? Tidak ada lagi karya besar yang dapat disumbangkan untuk kepentingan kemanusiaan. dan pada perkisaran angin. yang menghidupkan bumi setelah mati. Ayat 13 dalam surat yang sama mengatakan yang artinya: “Dan [Allah] telah menundukkan bagimu apa-apa yang ada di langit dan apa-apa yang ada di bumi seluruhnya yang berasal dariNya. merupakan ayat-ayat bagi kaum yang menggunakan akalnya. Saraf otaknya terlalu dimanjakan. Semuanya dibiarkan berlalu begitu saja. padahal risalah Islam itu dialamatkan untuk kebahagiaan alam semesta. Inilah sebuah keteledoran sejarah yang terlalu parah.”10 Al-Qur’an sangat simpati kepada manusia yang mau berpikir. setelah itu berlalu tanpa ada sesuatu yang bermakna yang dapat dikenang orang. Mereka singgah ke dunia hanyalah untuk beranak pinak. setelah itu menghilang tanpa bekas. al-Jatsiyah : 13 . “Dan pada pergantian malam dan siang dan pada apa yang diturunkan Allah dari langit berupa rezki. Sesungguhnya pada yang demikian itu merupakan ayat-ayat bagi kaum yang berpikir.

Ini adalah pertanda sebuah kebangkrutan peradaban. Umat Islam sampai permulaan abad ke-21 masih saja berada di persimpangan jalan. bahkan belum banyak beranjak dari buritan peradaban. Alangkah sukarnya membangun kembali peradaban Islam itu. Adapun apa yang mungkin dilakukan oleh seorang sejarawan atau peminat sejarah hanyalah ibarat menating sebuah . Hanya parameter yang dipakainya bersifat parokial. subjektif.35 parah sekali. sementara sikap mereka menghadapi serba ketertinggalan sangat beragam. sulit diterima pihak lain yang ingin mendapatkan ukuran objektif yang standar. meskipun ada saja kelompok yang merasa tercerahkan terus. dan merasa serba cukup serta bangga diri. sempit. pilihan yang terbuka bagi umat Islam adalah berpikir dan beramal terus sambil berinteraksi dengan peradaban lain untuk dijadikan perbandingan dengan situasi kita. dari suasana batin umat Islam sendiri yang jauh dari cahaya pencerahan. Keadaan semacam ini jelas merisaukan mereka yang berpikir. Kesukaran itu justru lebih banyak berasal dari dalam. Hidup tanpa perbandingan dapat membuat orang bersikap serba linear. Dengan kata lain. Belum ada bahasa yang sama dalam upaya mencari jalan ke luar dari kondisi ketertinggalan ini. bahkan saling berlawanan.

rasanya umur 1000 tahun pun tidak memadai.36 bata untuk bangunan. juga tidak akan cukup. Allah maha tahu segala-galanya. para malaikat kehabisan argumen berhadapan dengan Tuhan yang tidak bergeming untuk membela kehadiran manusia dengan . tetapi tidak mungkin kecapaian. Generasi yang datang kemudian meneruskan kerja itu. Maka tidaklah heran kita. setelah itu menghadap Allah. Serba keterbatasan ini adalah bagian dari hakekat manusia yang nisbi. Manusia adalah makhluk misterius yang ingin menggapai dan menaklukkan segalagalanya. sedangkan kemampuan ilmu manusia teramat sedikit dan sangat terbatas. Atribut serba maha ini bukan milik manusia. oleh otak jenius sekalipun.” meninggal dalam usia 27 tahun. bangunan peradaban. Penyair Chairil Anwar (1922-1949) yang mau “hidup seribu tahun lagi. dia tidak akan pernah berada pada posisi maha kuasa atau maha tahu. Terlalu bertimbun masalah dan sasaran penelitian yang tidak mungkin diselesaikan oleh manusia seumur hidupnya. sekiranya mereka punya minat. Betapa pun hebatnya daya nalar manusia. Ditambah 1000 tahun lagi. Ia sepenuhnya kepunyaan Langit yang berada di luar kemampuan manusia untuk mengukurnya. Jika kemauan hati tidak dikendalikan.

atas kebaikan Munawir Sjadzali (alm. sekalipun di antara mereka ada pula jenis pengrusak dan penghancur kejam yang pernah dicemaskan para malaikat dalam dialognya dengan Tuhan pada saat Adam diciptakan. tetapi hanya sekadar itu. Protes malaikat tidak mempan. sebagai dosen tamu. Khusus untuk Sumpur Kudus di masa lampau. al-Baqarah: 30-39 12 .12 Kembali kepada cerita kampungku. McGill. serta sikap Tuhan kepada reaksi mereka itu. Bahwa di sana terdapat kuburan Rajo Ibadat dan makam Syekh Ibrahim. menteri agama waktu itu. 1993-1994. Informasi ini bagiku sekarang menjadi luar biasa pentingnya. Thaha: 115-124. sampai peneliti asing itu menerbitkan karyanya yang kubaca sewaktu sedang bertugas di Univ. Aku yang lahir di kawasan ini tidak pernah tahu sebelumnya secara agak mendalam. Paling tidak ada rasa bangga menyelinap dalam diriku bahwa kampungku punya masa lampau yang diperhitungkan. al-A’raf: 11-25. lih. s. Montreal. batu bersurat.). reaksi malaikat dan iblis. al-Qur’an s. selain sebagai pusat bisnis.37 segala kekuatan dan kelemahannya. Manusia didatangkan juga ke muka bumi untuk membangun dunia dan peradaban. Rasa ingin tahuku Tentang penciptaan Adam. juga sebagai pusat kajian Islam seperti terlukis di atas. aku sudah lama diberi tahu. Kanada.

daerah lain kurang lebih sama kondisinya. Jadi sebenarnya tidak hanya Sumpur Kudus yang tersuruk dan terisolasi. Sesungguhnya kita tidak perlu heran benar mengapa kawasan tersuruk itu pernah punya nilai historis bila diukur dengan kondisi zaman dan lingkungan pada waktu itu. sehingga sisi-sisi historis Sumpur Kudus tidak singgah lagi dalam otakku. karena memang lingkungan alamnya yang rentan dan sulit untuk ditaklukkan. dan kuda beban. Ruas dan luas jalan pun ketika itu masih serba terbatas. perahu. kuda tunggang. yaitu bendi. . kampungku tetap terpencil. pedati.38 selama 18 tahun tinggal di sana memang belum muncul untuk mengenal lebih jauh sejarah kampung halaman sendiri. Setelah dewasa hidupku kemudian malah lebih banyak “bertualang” di rantau orang mengikuti garis-garis nasib yang tidak kukuasai. Bukankah sampai abad ke18 keadaan tranportasi hampir sama saja di seluruh Minangkabau. Bahkan ada manusia yang dijadikan kendaraan oleh manusia lain dengan upah tertentu. Baru setelah kereta api dan kendaraan bermesin lainnya ditemukan orang dan menjamah daerah tertentu di kawasan itu. kecuali dalam bentuk cerita remangremang di atas yang kudengar sambil lalu.

termasuk heran terhadap diri sendiri. Lahannya terlalu sempit dan sumber-sumber alamnya serba terbatas. Arah jalan dari utara dan selatan masih dalam proses pembangunan untuk membuka isolasi itu. Inilah daya tarik kampung yang tak pernah sirna dari perasaanku. Bahkan P. (Penghasilan Asli Daerah) Sumatera Barat hanyalah sekitar . Sekali terbuka. Bagiku mereka bukan hanya harus punya perasaan cinta kampung. setelah lebih setengah abad kutinggalkan. Diperbaiki berulang kali. rakyat kampungku akan lebih lincah dalam kegiatan ekonominya. mudah runtuh karena terdiri dari tanah pasir yang rapuh.D. ranah tidak mungkin berkembang. kemudian runtuh lagi dan runtuh lagi. Aku tidak tahu apakah teman-teman perantau yang lain yang seangkatan denganku punya perasaan seperti itu pula. tetapi juga mau bekorban untuk bumi tempat kelahirannya dalam batas kemampuan mereka tentunya. Tetapi itulah sarana jalan menuju nagari Sumpur Kudus dengan julukan Makkah Darat itu. adalah rasa cinta kepada kampung halaman yang tersuruk itu tidak pernah surut sampai sekarang. Yang aku heran.39 Beberapa ruas jalan sekitar delapan km menjelang memasuki kampungku sampai hari ini masih banyak tempat yang rentan.A. Tanpa rantau.

dan terakhir soklat. sama dengan ongkos PadangJakarta. Maka para pekerja harus berjibaku mengeluarkannya. daerah ini lebih baik mengembangkan industri otak. Hasil-hasil alam seperti karet. Kata orang. gambir. samasekali tidak memadai untuk menghidupi rakyatnya. menghadapi kendala dalam masalah biaya transportasi. yaitu terus meningkatkan sumber daya manusia yang berkualitas tinggi sebagai syarat untuk meningkatkan kemakmuran rakyatnya. Sumpur Kudus termasuk kawasan yang sulit sekali untuk dikembangkan.40 30%. karena letak geografisnya yang tersuruk dan alamnya yang kurang bersahabat. perhatianku kemudian memang lebih terpusat pada masalah-masalah nasional . Sebagai seorang peminat sejarah. alangkah bersyukurnya aku karena dimudahkan Allah pada akhirnya dalam upaya mencari rezki. Mengenang ini semua. Ayahku dan diikuti oleh yang lain selama bertahun-tahun malah mengalihkan transportasi karet via Batang Sumpur menuju Padang Lawas atau Muaro. Tidak jarang karet itu hilang dalam perjalanan jika Batang Sumpur lagi menguap pada musim hujan. apalagi untuk pembangunan. Biaya angkutan Sumpur Kudus-Padang Rp. Kadang-kadang karet itu “menghilang” ditelan air terjun yang curam. 500 per kg.

sekalipun kondisi alamnya serba sulit. Pada usiaku menjelang malam. khususnya dalam jarak beberapa km menjelang mencapai nagari Sumpur Kudus.41 dan global: agama. kebudayaan. aku ingin melihat sosok pengusaha yang berhasil dari Sumpur Kudus. Satu saat. Kalau untuk tingkat kabupaten atau propinsi. Sekalisekali nama Sumpur Kudus muncul juga dalam kolomku. tetapi masa lampau sebuah kawasan yang menyimpan peristiwa-peristiwa penting jika direkonstruksi secara teliti. Ada satu dua orang dari kecamatan itu yang menjadi pegawai di Jakarta. Semestinya kawasan yang punya sejarah tidak boleh dibiarkan berlalu begitu saja. politik. baik sebagai anggota legislatif mau pun di birokrasi pemerintahan. objektif. Siapa tahu dari kawasan ini akan lahir manusia yang dihitung orang setidak-tidaknya secara nasional pada suatu ketika. aku juga seorang kolumnis. tetapi yang tetap . menyoroti berbagai masalah bangsa yang tak putus juga dirundung malang. dan dunia Muslim pada umumnya. Sejarah kampung sendiri luput dari agenda kajianku. dan bertanggung jawab tentu akan mengilhami generasi yang datang kemudian. sudah ada beberapa anak Sumpur Kudus yang berperan. entah kapan. Bukan untuk apa-apa. pemikiran.

tokoh Paderi. dan Rajo Adat berkedudukan di Buo. berkedudukan di Sumpur Kudus. Dalam catatan Dobbin Rajo Ibadat terakhir wafat pada 1817. Mengingat begitu pentingnya posisi kawasan itu di masa lampau bila diukur dalam konteks zamannya. sekarang karena pemekaran wilayah. empat tahun sebelum meledaknya Perang Paderi (18211837) melawan kaum adat dan Belanda. Puteri Raja Ibadat terakhir ini bahkan dikawini oleh Tuanku Lintau. sebuah nama yang juga bersejarah pada masa dulu. maka tidaklah mengherankan benar mengapa salah seorang rajo (raja) Tigo Selo. sedangkan Sumpur Kudus belakangan berada di lingkungan Kabupaten Sawahlunto atau Sijunjung dengan ibu kabupaten sekarang Muaro.42 punya ikatan batin dengan kampung halamannya. Dulu kabupaten ini meliputi kawasan hilir sampai ke Pulau Punjung. Pagaruyung dan Buo sekarang merupakan bagian Kabupaten Tanah Datar. Dua rajo yang lain bertahta di Pagaruyung (Rajo Alam). yaitu Rajo Ibadat. sekalipun mungkin ikatan itu tidak akan sekuat teman-teman Sulit Air (Solok) yang fenomenal itu. bagian hilir telah membentuk kabupaten baru dengan nama Dhamasraya. yang perkasa dan kejam setelah berhasil meluluhkanlantakkan Pagaruyung dengan .

berpusat di Lintau.43 senjata. Yang dipertuan Negeri Sembilan di Malaysia kabarnya juga punya hubungan darah dengan Sumpur Kudus. hlm. op. kemudian menggabungkan kedudukan Raja Adat dan Raja Ibadat. sedangkan dua puteranya terbunuh. karena nenek moyang raja-raja Negeri Sembilan di Malaysia memang adalah migran dari 13 Dobbin. sebuah pekerjaan yang berat sekali. Mereka tak punya kebanggaan apaapa lagi. 136-137 . Adapun rakyat Sumpur Kudus yang mengaku keturunan raja jumlahnya cukup banyak. dan seluruh bangunan kerajaan Pagaruyung hancur.cit. atau puti bagi perempuan. tetapi tidak jelas mereka berasal dari pohon silsilah yang mana. bahkan ada yang menjadi tukang kampo (mengolah daun gambir untuk diambil getahnya). kecuali sebagian masih menyandang rajo atau sutan di awal namanya bagi laki-laki. berusia sekitar 70 tahun bersama cucunya berhasil lari ke Lubuk Jambi di Inderagiri.. Kehidupan raja-raja kecil ini kemudian tak ubahnya seperti rakyat biasa. Tuanku Lintau adalah pendatang baru yang membawa paham wahabi ke Pagaruyung. Raja Alam terakhir Sultan Arifin Muning Alamsyah yang renta. Tidak mustahil memang. banyak yang melarat.13 Sejak itu Sumpur Kudus berhenti menjadi salah satu pusat kekuasaan.

Adat istiadat dan bahasa ala Minang masih bertahan di sana dengan modifikasi tertentu. Tugasnya menggali dan menggali.44 Pagaruyung. Sejarawan melacak kelampauan dari bekas-bekas yang sudah ada tulisan. menelusuri dan mencari jejak-jejak peninggalan manusia purba. asal bukan bertujuan untuk melanggengkan sistem kerajaan yang sudah usang dan ditolak semangat zaman. Orang memang perlu bercermin ke masa lampau. apalagi belum terlalu jauh. jika bukan sebuah penyimpangan. itulah profesi kaum arkeolog. Indonesia sebagai bangsa dan negara adalah hasil temuan baru pada 1920-an dan 1940-an. tidak berasal dari doktrin Islam yang otentik. pelacakan itu memang diperlukan. Siapa tahu melalui jejak-jejak kelampauan itu kita dapat bercermin dan menemukan kearifan lokal sebagai bagian dari kekayaan budaya nasional Indonesia yang masih dalam proses mencari bentuk dan jati-diri yang kokoh. Sebelum itu tidak . Yang jauh pun dikaji orang. Aku sendiri sebenarnya sudah tidak begitu tertarik untuk melacak silsilah rajaraja ini. jika perlu sampai ke pitala bumi. seperti sistem tanah ulayat milik suku yang tidak bisa diganggugugat oleh negara. Tetapi sebagai bagian dari sejarah. karena sistem serba kerajaan adalah produk sejarah belaka.

Mereka melicinkan jalan untuk sebuah Indonesia merdeka yang berdaulat menjelang pertengahan abad ke-20. Sebagai bagian dari tradisi Minangkabau. digelar upacara peresmian listrik masuk ke sana berkat uluran tangan banyak pihak dengan penekanan tombol oleh Dr. tertinggal. Aku turut mendampinginya dalam upacara yang cukup meriah ala kampung. (Perusahaan Listrik Negara) pusat yang sengaja datang untuk maksud itu. Herman Darnel Ibrahim. Jauh sebelum itu pula di nusantara telah berkembang kerajaan-kerajaan independen. apakah bangsa dan negara yang bernama Indonesia itu akan muncul dalam peta dunia? Belum tentu bukan? Di samping penjajahan itu memang jahat dan eksploitatif.N. direktur produksi dan transmisi P. miskin. jadilah kampungku itu terlupakan selama hampir dua abad. yang ada Hindia Belanda. tanpa ikatan nasional sama sekali. Lengang. Sumpur Kudus masih memelihara apa-apa yang . Akibat sudah tidak lagi menjadi salah satu pusat kerajaan. Sekiranya nusantara ini tidak pernah dijajah. itulah gambaran kampung itu setelah Indonesia merdeka. Dan baru pada tanggal 29 Januari 2005 terjadi terobosan baru. gelap (bila malam). disambut dengan tari gelombang segala.45 ada Indonesia. Ir.L. ternyata ada juga segi positifnya.

L.D. sekalipun aspalnya masih belum merata sampai akhir 2006.46 bercorak Minang. bersedia memberi cahaya listrik ke pelosok itu.L. Sumpur Kudus sudah mulai “merdeka. Ada nilai-nilai sejarah dan kebudayaan yang harus dipertimbangkan.. C. Tetapi membaca peta kepentingan bangsa tidak boleh hanya dilihat dari untung rugi secara materi. Sejak cahaya itu masuk. sementara beberapa kawasan lain dalam kabupaten Sawahlunto atau Sijunjung masih ada yang gelap di malam hari. aliran api ke kampungku tidak menguntungkan. Sumpur Kudus beroleh cahaya listrik. Ternyata harus menanti 60 tahun pasca proklamasi.I Aku bersyukur kepada Allah atas segala kurnia yang tak ternilai ini bagi kampungku. hanya dalam hitungan bulan kemudian menjadi kenyataan.N. Kewajiban pada Tanah Kelahiran dan P. Tentu jika ditengok dari kepentingan bisnis P. mungkin malah rugi. Dari sisi inilah barangkali P.N. Aku sungguh berterima kasih kepada mereka yang empati terhadap kampungku.” jika syarat merdeka itu adalah listrik dan aspal. Luar biasa memang perhatian para sahabat terhadap Sumpur Kudus. Proses listrik masuk desa ini tergolong sangat cepat.R. Semoga rakyatnya patuh dan .

kini sudah mulai bernafas dan menggeliat kembali. Demikian gembiranya rakyat di kecamatan itu.I.D. Terasa Sumpur Kudus yang gelap di kala malam itu. Solok Selatan. Hari itu sungguh luar biasa artinya bagi rakyat pedesaan. Aku pun hadir di Bidar Alam dan memberikan makalah di sana.R. asal mereka pandai membaca dan memanfaatkan peluang dan fasilitas yang telah tersedia. Tempat kelahiranku sendiri bernama Calau. (Pemerintah Darurat Republik Indonesia) ke-56 di nagari Sumpur Kudus. Sehari sebelum itu. Dengan listrik ini. seperti tahun yang lalu diadakan di Bidar Alam. diselenggarakan pula Peringatan Ulang Tahun P. Bagaimana keadaan . Tamu-tamu berdatangan dengan membawa dana bantuan untuk kepentingan masyarakat desa. meni’mati kurnia kemerdekaan bangsa yang penuh makna. Aku masih akan menulis tentang listrik ini pada bagian akhir otobiografi ini. yaitu tanggal 28 Januari.47 disiplin dalam pembayaran rekening listrik setiap bulan sebagai tanda rasa bersyukur pula. ekonomi rakyat kecil pun mulai menggelinding dan berkembang. pada 29 Januari 2006 diadakan upacara syukuran listrik masuk desa bertempat di nagari Silantai. sebuah taratak (jorong) kecil dan lengang sekitar dua km ke arah selatan nagari Sumpur Kudus.

atau mendung. almarhumah Rahima. (Sekolah Rakyat). Bagiku hari itu sama saja. Bagaimana keadaan cuaca juga akan tergantung pada musim apa. sekalipun dilihat dari sisi kepentingan manusia cukup . tetapi bukan main ganasnya. panas. kupanggil kaktuo Hima. “Bak kayu dimakan bubuk. Kayu sekeras itu dapat dijadikan mangsanya. aku lahir pada hari Sabtu.48 kampung ini. “di luar tampak rata dan licin. Informasi tentang tanggal kelahiranku itu kulihat tertulis dengan kapur di dinding selatan beranda rumah kelahiranku yang bertanduk empat sewaktu aku masih duduk di bangku S.” kata peribahasa Melayu. sekalipun dari luar belum tentu selalu kelihatan kerapuhannya. Asai makhluk kecil dan lembut. jika ingatanku tidak keliru. di dalam remuk. padahal belum terlalu lama dibangun ayahku.R. Pada waktu itu dinding itu sudah mulai dimakan asai (kutu bubuk). Dengan sabar dinding itu digerogotinya dari dalam sampai lapuk. sebuah hari yang keras menurut tuturan orang kampungku. tidak ada yang keras atau lembut.” Inilah makhluk kecil yang dilengkapi dengan kelebihan untuk menghancurkan bangunan besar. Menurut cacatan kakak sulungku. dan di lokasi mana seseorang berada. 31 Mei 1935. akan kututurkan pada saatnya. hujan.

bila diukur dengan tubuhnya yang rapuh dan lembut itu. lambat tetapi pasti. bukan? Tetapi penciptaannya oleh Allah pasti punya tujuan yang kita belum tentu tahu. Oleh sebab itu orang tidak boleh menganggap enteng setiap makhluk Allah. Allah menciptakan semua makhluk pasti punya tujuan. Anai-anai (rayap) juga punya keampuhan yang mirip dengan asai dalam menaklukkan kayu. Allah maha kuasa memberi rahasia kekuatan kepada makhluk alit ini. misalnya surat Ali ‘Imran: 190-191 .14 Tulisan kapur Rahima di dinding itu tentu sangat penting bagiku untuk menentukan kapan aku meninggalkan rahim ibuku untuk kemudian datang ke muka bumi. kayu dibuatnya tak berkutik. dan seperti tak berguna. Mencari hikmah di balik penciptaan itu sangat dianjurkan kepada umat manusia oleh al-Qur’an. tersembunyi kekuatan dahsyat. jati. Tetapi beberapa tahun setelah itu aku menemukan catatan ayahku bahwa 14 lih. kecuali kayu besi. betapa pun terlihat lemah. Dalam serba kelemahannya itu. dan sungkai yang tidak bisa ditaklukkannya. kecil. tidak pernah sia-sia. Dengan keampuhan air liurnya yang mungkin lebih tipis dari embun pagi.49 merugikan. Bangunan besar yang terbuat dari kayu tetapi tak terpelihara dengan baik dapat dirubuhkannya.

. baik dalam menentukan sumber mau pun metode dalam analisis. Mana yang benar di antara dua catatan itu. Aku lahir sama persis dengan kelahiran anak-anak kampung. tidak ada kejadian sejarah yang berarti masa itu. Inilah di antara kritikku kepada diri sendiri. tetapi kalau hari-hari itu memuat kejadian sejarah. setidak-tidaknya untuk keperluan penulisan ini agar lebih akurat. tetapi semuanya sudah berlalu. lahir dengan bantuan dukun beranak. Sepintas lalu perbedaan seminggu tidak punya arti banyak. Peminat sejarah sangat memperhatikan akurasi dalam penulisan. termasuk aku. seminggu lebih tua dari cacatan kakakku. masalahnya tentu menjadi lain. karena ayahku seorang terpandang di lingkungannya.50 aku lahir pada 24 Mei 1935 pada hari yang sama. perbedaan tanggal itu tidaklah bermakna banyak. Belakangan baru terasa keperluan untuk menanyakan masalah itu. Namun bagi diriku. tidak bisa dikejar lagi. Pasti semua anak. Kalau ada bedanya. kurang peka pada momen-momen tertentu yang ternyata penting bagiku. karena bidan belum ada di kampungku ketika itu. aku tidak dapat memastikannya karena tidak sempat minta konfirmasi kepada keduanya semasa mereka masih hidup.

sementara ibuku Fathiyah. Dengan demikian umur pensiunku sebagai pegawai negeri berlebih satu minggu. Pada saat otobiografi ini mulai ditulis pada 2 September 2003 (-dan terus mengalami perubahan dan perbaikan-). mana mungkin ayahku mau mengawininya. . karena itu yang lebih dulu kuketahui. di saat banjir dahsyat melanda kota Sala. Amat kusayangkan karena cacatan ayahku dalam bentuk sebuah buku tulis kecil telah hilang entah ke mana. Ibuku wafat pada 1937 dalam usia sekitar 32 tahun. Orang mengatakan bahwa ibuku cukup cantik. mungkin sewaktu aku kuliah pada Universitas Cokroaminoto Surakarta tahun 1960-an. tetapi aku tidak mengenal wajahnya. yaitu 68 tahun 92 hari. sudah meninggalkanku sewaktu usiaku 18 bulan. tanggal kelahiran kami empat beradik tertulis di dalamnya. aku menggunakan tanggal 31 Mei. Dalam catatan ayahku itu. Banyak dokumenku yang lenyap ditelan bencana air itu. padahal usia ayahku sewaktu wafat pada 5 Oktober 1955 hanyalah sekitar 55 tahun. sebab jika tidak. batang usiaku sudah berangkat jauh. sekalipun boleh jadi yang benar adalah catatan ayahku. sedangkan aku lagi tidak berada di tempat saat itu.51 Dalam ijazah dan riwayat hidupku. Mungkin saja demikian. sempat dua tahun mengasuh dan menyusuiku.

Pada masa itu tidak ada Akte Kelahiran. saudagar gambir. Tetapi ajaibnya hal serupa kemudian justru juga berlaku pada diriku. Ibuku lahir kira-kira tahun 1905. terpaut lima tahun usia keduanya. Untung ada gadis yang mau bersuamikan anak rantau si bujang lapuak yang tidak punya apa-apa secara materi dalam usianya yang hampir mencapai 30 tahun ketika itu. tetapi dicarikan pihak keluarga. Sudah merantau ke mana-mana. aku tidaklah tergolong modern. Dari sisi ini. tetapi memang itulah aku. bini saja harus dicarikan. seperti yang berlaku pada masa modern. sedangkan ayahku sekitar tahun 1900. Setidaktidaknya cantik menurut ukuran nagari tentu tampak pada diri ibuku. sehingga kepastian tanggal dan tahun kelahiran tidak dapat dilacak. sebab pada masa itu hampir tidak ada orang yang mencari pasangannya sendiri. bahkan kuno.52 Bukankah ayahku seorang terpandang di kampung. Aku tidak mencari jodoh sendiri. Mereka kawin tentu karena dijodohkan oleh keluarga kedua belah pihak. jauh sebelum dia diangkat menjadi Kepala Nagari tahun 1936? Ayahku tentu punya selera tinggi dalam mencari pasangan hidup. Aku tidak sempat merasakan betapa manis atau pun pahitnya hidup bersama .

Jarang yang memanggil suaminya uda. t. Bahkan ada yang memanggilnya inyo. cara-cara kota telah semakin merasuk ke kawasan pedalaman. sesuatu yang lumrah dalam kehidupan sebuah rumah tangga. dan uni. dan datuk jika suaminya menyandang gelar suku. tante. Panggilan seorang isteri kepada suaminya di kampung punya kekhasannya sendiri. Juga aku tidak diberi tahu bagaimana suasana rumah tangga orang tuaku. sudah mulai terdengar di pelosok Minang yang jauh tersuruk. uda. kakoncu. Apalagi sekarang dengan masuknya listrik. udo. Tetapi apakah itu merupakan sebuah yang patut ditangisi? Belum tentu juga. aku tidak bisa mengatakannya. Apakah ibuku memanggil ayahku dengan kaktuo (kakak tertua. karena ayahku adalah putera tertua dari tujuh bersaudara) atau sebutan dan panggilan lain. sebab berkat kemajuan komunikasi dan . atau kadang-kadang terjadi pula gesekan.. Apakah mereka selalu akur saja. Ada yang memanggilnya kaktuo. Desa semakin kehilangan ciri kedesaannya. onga. karena itu sudah berbau kota dan akan lucu kedengarannya di telinga orang kampung.53 ibu. dan parabola akan semakin mempercepat gaya kota menular ke pedesaan. aku pun tidak tahu. Memang belakangan ini. Kata-kata om.v.

Di sinilah penerangan dan pendidikan agama sangat perlu diintensifkan. di mana panggilan kaktuo.54 informasi. bertante-tante. Nagari sebagai warisan Rajo Ibadat dan Iniak Tanahbato jangan sampai binasa oleh pengaruh buruk media elektronik modern ini. mak oncu. dan kakoncu. sekalipun di dalamnya sarat dengan unsur yang tidak sehat. pak oncu harus ditempatkan? Dibiarkan sirna digilas arus urbanisasi? Rasanya tak rela juga. Kampung sekalipun lengang menyimpan suatu kedamaian dan ketenangan yang belum tentu dimiliki kota. Menurut teori Ibn Khaldun (1332-1406). Bahkan tidak jarang . ber-omom. Tentu tidak semua yang sifatnya serba kota itu buruk. Yang aku risaukan adalah budaya kota yang serba bebas juga akan menular ke lingkungan kampungku akibat tv dan parabola. Warga Muhammadiyah khususnya jelas punya tanggung jawab yang besar untuk tetap menjaga moral masyarakat kampung agar tidak larut dalam budaya kota yang negatif. Jika semuanya sudah beruda-uda. Hanya sering muncul perasaan kehilangan akan sesuatu yang khas dan unik desa. kawasan pedesaan sudah semakin mengecil digusur oleh kekuatan urbanisasi. kakonga. orang desa bergairah sekali untuk meniru dan menyerap pola hidup kota. kakudo.

tidak saja yang menyangkut masalah ekonomi. Aku sendiri sering menyaksikan betapa rasa hormat masyarakat kepada ayahku. kecuali pusaranya yang juga tidak jauh dari rumah tempat kelahiranku. Apakah ibuku memang tidak pernah difoto? Kini . tidak ada lagi tanda-tanda yang dapat kutelusuri. Bahwa ayahku cerdas. juga masalah adat dan lembaga tingkat nagari. Apalagi ayahku sebagai kepala suku Malayu dengan menyandang gelar Datuk Rajo Malayu yang dijabatnya sampai wafat. Pun secara ekonomi ayahku termasuk dalam kategori elit di kampung. Kembali kepada lingkungan ayahibuku. pasti datang dengan sikap sopan sebagai pertanda bahwa yang ditemui itu memang layak untuk itu. padahal waktu itu tukang foto sudah ada. sebagaimana hormatnya ibu-ibu tiriku kepadanya. semua orang kampung mengakui. tempat masyarakat mengadu tentang berbagai masalah. Orang yang menemui ayahku.55 berlaku kondisi moral di kota tertentu jauh lebih baik dari suasana kampung yang citra moralnya tidak dijaga oleh para elit yang seharusnya bertanggungjawab untuk itu. Untuk ibuku. Kira-kira ibuku sangat hormat kepada ayahku. Pengetahuan agama ayahku diperolehnya dengan membaca. Potretnya tidak kutemui sama sekali di rumah kelahiranku itu.

lahir tahun 1939. Etekku Bainah wafat pada 1973 dalam usia yang belum terlalu tua. Kemenakanku dan keturunannya yang menempati bekas rumah kelahiranku. semua adik perempuan ayahku tidak ada yang disekolahkan. adik sepupuku. Jadi mereka sepanjang usianya hidup dalam “rahmat” buta huruf. Bangunan utamanya dengan bergulirnya waktu telah rubuh atau dirubuhkan karena sudah lapuk. Rumah buatan ayahku ini bertanduk empat. Karena ibuku wafat masih muda. Mereka menjalani hidup seperti kebanyakan orang kampung. Sepengetahuanku. Alangkah sedihnya. keduanya sudah wafat dalam usia yang relatif muda. tetapi . kulihat tak seorang pun yang bermaya (Bahasa Malaysia: berhasil) secara ekonomi. Pernah kubantu di antara mereka mendapatkan kerja di Jawa. sebelum Saiful Wahid. Saiful punya dua orang adik kandung: Yusnida dan Muslim. aku tinggal di rumah ini kurang dari dua tahun untuk kemudian ayahku menitipkanku pada bibiku Bainah (kupanggil etek) yang tempat tinggalnya sekitar 500 meter dari tempat kelahiranku. bertani dan menyadap karet. seperti umumnya gaya arsitektur Minangkabau masa lampau.56 yang tersisa dari rumah itu tinggallah bekasnya belaka. alangkah pilunya. Seakan-akan akulah yang menjadi anak pertamanya.

karena sudah kucarikan juga kerja sebagai karyawan U. tentu merupakan sesuatu yang patut dibanggakan oleh orang tuanya.M. Jika yang seorang ini bisa menyelesaikan S1-nya. cucu kakakku Nursiah. di samping sasaran-sasaran yang lain di lingkungan Muhammadiyah. Kepercayaan semacam ini bagiku sangat penting.57 tidak punya nyali untuk hidup di rantau. pendidikan. Sejak pertengahan tahun 2005 semua bantuan untuk yang kuliah di Medan kuhentikan agar belajar berdikari. (Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara) dengan gaji yang sangat sederhana. ada saja teman yang tetap percaya memberi dana agar disalurkan untuk kepentingan sosial. tidak saja untuk kampungku.S. tetapi untuk beberapa amal-usaha Muhammadiyah di . dan kemanusiaan. semoga telah mengenai sasarannya. lalu pulang ke kampung dengan tangan kosong. kucarikan kerja di Medan sambil kuliah. sebab dengan cara itu aku bisa membantu orang lain yang memerlukan dalam jumlah yang lebih banyak. bukan? Dan dana yang dititipkan para pengusaha dan sahabat-sahabat yang kusalurkan untuk kepentingan pendidikan. Aku bersyukur di hari tuaku. Seorang lagi.U. semoga yang satu ini tidak kandas pula di tengah jalan..

yang kuliah di Medan ini sudah duduk pada semester IV . Contohnya cukup banyak di kampungku di mana orang tua memang tidak hirau dengan masalah pendidikan anaknya. Setelah aku tidak lagi menjadi Ketua P. Mungkin untuk membiayai kuliah secara penuh. tak perlu kuperpanjang cerita tentang pendidikan anak ini. Bahwa mereka umumnya miskin. Yang aku agak heran dengan menantu kakakku Nursiah sebagai ayah kandung anak yang kuliah di Medan ini.P. berkat perhatian yang serius dari orang tua yang sadar tentang mutlaknya pendidikan anak? Pada Agustus 2005. beberapa anak nagari Sumpur Kudus berhasil menjadi sarjana. Tetapi sudahlah. dana teman-teman itu masih tersisa sedikit untuk terus kusalurkan pada sasaransasaran yang tepat. betul. Muhammadiyah dalam Muktamar ke-45 di Malang (3-8 Juli 2005). tetapi untuk turut memikirkan sebisanya kuliah anak kandungnya adalah kewajiban seorang ayah. bukan kewajiban orang lain. Tetapi bukankah sudah ada beberapa contoh bahwa dengan kondisi ekonomi yang relatif sama. seperti tidak ikut bertanggung jawab untuk membantu kelanjutan studi anaknya.58 berbagai bagian Indonesia yang sangat memerlukannya. memang kondisi ekonominya tidak mengizinkan.

Tidak mudah bagiku untuk menyadarkan keturunan kakakku ini agar berani hidup menderita untuk meraih sebuah cita-cita.T. biasanya tidak pernah beranjak dari tempat. tetapi sekali-kali pulang kampung untuk bantu keluarga atau buat rumah untuk hari tua bagi mereka yang ingin berhari tua di sana. Mereka punya ibu-bapa sampai umur dewasa. sekiranya mereka memang punya cita-cita itu. Semoga yang seorang ini berhasil meraih sarjana hukum untuk bekal hidupnya di kemudian hari. sekalipun modalnya dari S. seperti yang bertahun-tahun kualami. Namanya Indra Kurniawan. Jalannya panjang dan berliku-liku. kadang-kadang tak tentu saja kaki ini mau melangkah ke mana. tanpa masa depan yang jelas. Orang desa kalau tidak gigih dan tabah untuk mengubah nasib. (Sekolah Teknik Menengah). sementara mereka yang gigih umumnya berhasil memperbaiki kondisi hidupnya dengan belajar sambil merantau. Beranak pinak di situ.M. seperti sering kututurkan setelah dewasa. hanyalah karena belas kasihan ombak dapat terdampar ke tepi. Tetapi aku tidak pernah patah .59 Fakultas Hukum pada universitas itu. Mereka tidak akan mengalami apa yang disebut dalam teori sosiologi sebagai proses mobilitas sosial secara vertikal. sementara aku.

Oleh sebab itu aku agak terlatih untuk berurusan dengan berbagai ragam situasi yang berat sekalipun. Dari Novirman aku mendapat keterangan bahwa ayahnya Djamarun (keluarga Muhammadiyah) dengan susah payah menyekolahkan mereka agar menjadi “orang” dengan bekal ilmu pengetahuan.60 harapan untuk terus belajar. Tidak banyak orang tua di kecamatanku yang bisa menandingi Djamarun dalam berjibaku untuk mendidik anak-anaknya sampai tuntas. Novirman doktor alumnus sebuah universitas di Filipina dan Novesar doktor dari I. bahkan dua telah menjadi guru besar Universitas Andalas Padang (Novirman dan Novesar.T. sekalipun sering tertatih-tatih dan menggapai ke kiri dan ke kanan. Djamarun yang hanya tamatan SR ternyata punya cita-cita tinggi untuk keturunannya agar tidak tetap menempel di kampung. Aku bangga dengan mereka. Tempaan hidup serba kekurangan selama tahun-tahun yang panjang dalam perjalanan hidup menjadi penting bagiku untuk tidak lupa kepada asal-usul. juga dari suku Caniago. Di antara orang kecamatanku.B. kakak beradik). umumnya berhasil menjadi sarjana. Mereka yang tabah dalam penderitaan. anakanak nagari Silantai cukup pantas untuk disebut. tanpa . sukuku. demi ilmu.

ayahku jarang sekali mengeluh. Menurut logika biasa. anak sepantasnya harus mengungguli orang tua dalam soal pendidikan. Mungkin agar anak-anaknya tidak terganggu oleh beban itu. setelah aku rampung belajar di Universitas Chicago pada tahun 1982. Bagaimana pandanganku tentang seorang laki-laki beristeri lebih satu. dari menyadab karet.61 mobilitas menaik. Djamarun telah menandangi berbagai pekerjaan. Ayahku pandai sekali menyembunyikan sesuatu yang berat yang dirasakannya. 26 tahun sepeninggal ayahku. Seakan-akan semuanya berjalan biasa tanpa rintangan. akan kujelaskan pada bagian-bagian lain otobiografi ini. Masalah ini termasuk wacana dalam kisaran pemikiran keislamanku menjelang usiaku setengah abad. Betapa pun berat beban yang dipikul. bertukang. Orang tua seperti Djamarun juga terdapat di nagari-nagari lain dalam kecamatan Sumpur Kudus. tetapi jumlahnya sangat kecil. Tetapi aku tidak menyesali ayahku yang tidak terlalu bersemangat untuk melanjutkan sekolahku karena beban ekonomi dari dua rumah tangga sudah teramat berat yang harus terpikul di bahunya seorang. atau 45 tahun setelah ditinggal ibuku. bahkan tidak jarang harus .

adalah contoh yang ditinggalkannya. Harapanku tentu saja agar mereka yang sudah berjaya ini tidak melupakan kampung yang sudah puluhan atau bahkan ratusan tahun hidup dalam serba kekurangan. Pada saat aku menulis kalimat ini (Pebruari 2006). Di hari tua Djamarun dan isterinya telah pula menunaikan ibadah haji. Novirman sedang menjabat Ketua Kopertis untuk wilayah Sumatera Barat. lahir batin. Sedikit sekali orang kecamatanku yang berhasil menunaikan rukun Islam yang kelima itu. Siapa lagi yang diharapkan bisa membantu kampung. Ini dalil sederhana belaka dalam kehidupan manusia. sekiranya mereka punya kepekaan terhadap lingkungan yang telah membesarkan mereka. Riau. Ketabahan dan kerja keras untuk meraih sebuah cita-cita umumnya membawa orang kepada keberhasilan.62 menggadaikan barang yang ada. jika bukan mereka yang terdidik. karena memang tidak terjangkau oleh kemampuan ekonomi mereka. Siapa yang bisa membayangkan sebelumnya bahwa seorang anak yang dibiayai dengan susah payah oleh ayahnya pada suatu hari akan memegang posisi setinggi itu. demi sekolah anak. dan Jambi. Aku pun turut membantu di Direktorat Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional Jakarta agar proses .

Dari keluarga isteriku. yaitu Mayor dr. Dari Sisawah akan muncul seorang doktor dalam kajian dakwah Islam tamatan U.N. sekarang bekerja sebagai peneliti di Solok. Imam Bonjol Padang.A. Mangganti.I. Dakwah I.M. telah menjadi acuan bagi mereka yang mau belajar dan bekerja keras. yaitu sepupunya ada yang pula berhasil jadi dokter A. pribadi yang sangat gigih melawan segala keterbatasan.A. Namanama yang kusebut ini. dan Sisawah. tentu masih ada yang lain dari Tanjung Bonai Aur. Azwir pada waktu ini dosen negeri yang diperbantukan pada perguruan tinggi swasta di Padang. Unggan. Ada lagi sepupuku dari pihak ayah Azwir Ma’ruf dan kemenakanku Ramadhan. Tamparungo. dosen Fak. kemudian beralih karier sebagai dosen.K. demi cita-cita dan mobilitas sosial.K.I. Ramadhan seorang sarjana pertanian bidang agronomi.U. (Universiti Kebangsaan Malaysia). .N.63 pengangkatan Novirman ini berjalan lancar. Sabiruddin kelahiran Muaro karena orang tuanya merantau lokal ke daerah itu. Imam Bonjol. Semula sebagai Kepala Biro A.D. demi mengubah status sosial sebagai anak desa yang hidup dalam kondisi pas-pasan.A. Namanya Sabiruddin. anak Rahima. (Angkatan Darat). adalah di antara contoh manusia tabah. pada I.

. Painan. Dokter ini cukup santun dalam penampilannya. kemerdekaan bagiku adalah sesuatu yang mutlak. Dan aku sendiri tentu hanya akan menikmati pendidikan tingkat S. pernah bertugas ke luar negeri (Bosnia) sebagai dokter A. Dia adalah dokter pertama warga kampungku lulusan Universitas Indonesia Jakarta. Ada lagi dokter lulusan Universitas Sumatera Utara. tidak dapat ditawar. orang tuanya dari kecamatan Sumpur Kudus. ayah dari Tarusan.R. apalagi kawasan Sumpur Kudus yang sudah terpencil itu pasti akan semakin terpuruk lagi. Maka sangatlah besar jasa mereka yang telah membelanjakan sebagian usia produktifnya untuk berjuang dalam upaya meraih kemerdekaan bangsa. Dokter ketiga masih dalam pendidikan dari Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Padang yang kedua orang tuanya asli Sumpur Kudus.D. Oleh sebab itu. Rasanya tidak akan lebih maju dari itu. setelah itu membiarkan nasib ditarik oleh situasi yang serba tak menentu. dengan ibu Sumpur Kudus. tetapi belum pernah menetap di Sumpur.64 Ruswandi Aswad. Sekiranya Indonesia tidak merdeka. dengan segala pengorbanan yang luar biasa dan beratnya . kita bisa membayangkan betapa gelapnya kondisi bangsa ini. seperti layaknya anak kampung yang lain.

hidup tanpa inisiatif. akan banyak ditentukan oleh dirinya sendiri. Tanpa kemauan keras untuk maju. sesuai dengan semangat zaman yang sudah talak tiga dengan segala bentuk penjajahan. demi lepas dari penjajahan durjana. Kemerdekaan kemudian harus diisi dengan mencerdaskan jiwa dan otak anakanak bangsa. Bukankah tangan di atas lebih baik dari tangan di bawah? Iqbal dengan filsafat ego-nya yang terkenal . Allah baru mau intervensi manakala manusia mengambil inisiatif untuk menentukan hari depannya. tabah. di samping di tangan Allah.65 beban derita yang telah mereka tanggungkan.U. 1945: “Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu adalah hak segala bangsa dan oleh sebab itu. dan lebih suka menadahkan tangan minta bantuan. jangan berharap akan muncul dewi fortuna dari langit untuk menolong. Nasib seseorang. Agama sangat tidak senang kepada mereka yang malas. Memang tidak ada jalan lain untuk mengubah nasib kecuali dengan cara bekerja keras. sebuah perumusan sikap bangsa yang bernilai strategis universal.D. maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan. dan mau mengalami proses pencerahan terus menerus. Benarlah Pembukaan U.” Sungguh padat dan padu kalimat ini.

sekalipun itu sesuatu yang halal. Salah satu alasannya mungkin karena aku lahir di sana. Milik kita yang sejati ialah apa yang kita usahakan. baik di kota mau pun di desa.66 mengatakan bahwa seseorang sebaiknya menghindari harta warisan. Setelah dilepas ke gelanggang. Sekalipun belakangan ini aku kadang-kadang kesal melihat perilaku sebagian anak nagari Sumpur Kudus yang tidak pandai bersyukur dan tidak hirau dengan agama. sekalipun belum tentu menginap agak satu malam. Di hari tuaku. Peluang itu tentu tidak selalu datang. Aku tidak tahu mengapa begitu. otakotak Sumpur Kudus ternyata tidak kalah dalam bersaing dengan otak orang kota asal berani merebut kesempatan dan membaca peluang untuk maju. karena ini berkaitan dengan masalah pendidikan yang banyak sekali tantangannya. cintaku kepada kampung ini tidak pernah memudar. Masalah moral anak-anak muda kampung menjadi bagian dari perhatianku. sebelum akhirnya menuju ke laut lepas dan . aku sering mengunjunginya. sampai bergabung dengan Batang Sinamar di Padang Lawas. dibesarkan selama 18 tahun oleh air Batang Sumpur yang tidak pernah berhenti mengalir itu. Sungai yang berhulu jauh di utara menuju selatan. bukan suatu yang diwariskan kepada kita.

setelah ayahku mengawini ibuku. Aku tidak tahu apakah kakakkakak dan abangku juga lahir di Calau atau di Sumpur Kudus. Ini memang adat kebiasaan orang kampungku. seperti yang telah kusinggung di muka. lahir di Tepi Balai. Kalau sudah lebur ke dalam samudera. Repotnya adalah bila terjadi perceraian. Boleh jadi. Beruntung kalau si lelaki ini punya keturunan. Penyimpangan tentu selalu ada. apalah artinya Batang Sumpur yang hanya sebuah unsur kecil belaka di antara ratusan ribu sungai di muka bumi? Alasan lain yang tidak kalah pentingnya mengapa aku tidak bisa melupakan Sumpur Kudus adalah karena ibuku lahir dan berkubur di sana. rumah itu pada gilirannya akan menjadi milik anaknya sendiri. Pencarian apa yang . mereka kemudian pindah ke dan membangun rumah di Calau di tanah suku Caniago belahanku. Malang bagi yang tidak. tetapi untuk pedesaan pola di atas seakan telah menjadi norma. dia harus merelakan hasil jerih payahnya itu untuk bekas isterinya. si lelaki harus meninggalkan rumah hasil jerih payahnya itu untuk ditempati oleh lelaki lain yang mengawini jandanya. membangun rumah di tanah suku isterinya. Ibuku berasal dari “kota” Sumpur Kudus.67 menjadi asin.

Rumah bertanduk yang sering dihuni beberapa keluarga. sungguh ruwet untuk dipertahankan. Kembali ke masalah rumah. Jika bisa bertahan 50-75 tahun sudah cukup bagus. Jika rumah orang tua tidak mencukupi. Sekarang di Minangkabau. anak laki-laki punya kamar tersendiri di rumah orang tuanya. Sama sekali tidak nyaman bagi mereka yang ingin hidup mandiri setelah bersuami di antara sesama saudara perempuan. Perbedaan tingkat ekonomi pasti akan menyulut masalah dan sering menimbulkan ketegangan demi ketegangan. lelaki Minang tidak jarang tidur di surau. bila berlaku perceraian. Tentu pada zaman modern ini telah terjadi perubahan di sana-sini. untuk pulang ke rumah orang tuanya mungkin dengan tangan kosong. karena memang tidak praktis. Rumah kayu yang bukan terbuat dari kayu jati atau kayu sungkai memang tidak kebal dimakan bubuk zaman. .68 disebut gono-gini untuk tingkat kampung tidak terdapat di sini. rumah model dan gaya semacam ini sudah semakin sedikit peminatnya. Jarang yang bisa akur jika masing-masing sudah berkeluarga. Atapnya yang terbuat dari seng juga pasti dimakan karat. Oleh sebab itu seorang lelaki Minang yang belum disentuh budaya kota harus menyiapkan mental.

Lahan sempit .69 Aku tidak tahu sudah berlangsung berapa abad orang Minang bertahan dalam suasana komunal yang berdesak-desakan semacam itu. kebun. Sebagian giat dalam dunia perdagangan yang memang menjadi salah satu ciri orang Minang. Kenyataan ini jelas mengundang masalah di antara sesama saudara. atau pekarangan. cara hidup semacam itu sudah banyak yang ditinggalkan. ladang. sementara luas tanah umumnya tidak bertambah bahkan menyusut. jelas tidak memadai. dunia ini akan terasa semakin sempit. dan sulit untuk bernapas lega. Jumlah anggota bertambah terus. orang Minang pada mulanya sangat tergantung kepada tanah berupa sawah. Sebagian tanah tadi tidak saja berganti fungsi tapi di atas sebagian tanah ini telah didirikan berbagai bangunan. Bagiku. beban melulu. kolam ikan. Untuk kelangsungan hidupnya. Tanah adalah milik suku atau keluarga. sekalipun pada masa modern ini. jika seseorang sudah berumah tangga harus memisah dari lingkungan rumah bertanduk sebagai warisan itu. dan memang harus ditinggalkan. Bergantung kepada tanah semata. Tanpa berusaha untuk menjadi manusia bebas. Manusia memerlukan udara bebas dan iklim merdeka sebagai unit keluarga baru yang memang harus belajar hidup merdeka.

Maka istilah ranah merujuk kepada bumi Minang dan mereka yang menetap di sana. sementara rantau adalah negeri orang tempat warga Minang mencari nafkah atau meniti karier. tidak banyak: otak jangan dibiarkan menganggur. betapa pun beratnya berbagai cobaan dan keprihatinan silih berganti menerpa dan menghimpit perasaan pada suatu ketika. Banyak sekali di antara mereka yang berhasil di negeri orang. jika otak tidak dipakai untuk mencari jalan ke luar. Mungkin realitas sosio-ekonomi yang serba tidak kondusif inilah yang merupakan salah satu faktor pendorong kuat mengapa si Minang laki-laki khususnya harus pergi merantau. Ranah dan rantau saling melengkapi. baik untuk keluarganya sendiri atau untuk keperluan publik. Jadikan kegagalan sebagai tangga untuk meraih keberhasilan bagi mereka yang berpikir positif. Para perantau tidak sedikit mengirimkan bantuan untuk nagarinya masing-masing. ranah . Aku mungkin termasuk anak kampung yang berupaya untuk tidak menyerah kepada rintangan. jangan percaya kepada kegagalan. Berpikir terus dan terus berpikir. jangan menyerah kepada rintangan. risikonya hanya satu: terjadi proses pemiskinan.70 sedangkan jumlah manusia yang memerlukannya berkembang biak. Syaratnya hanya satu. Tanpa rantau.

dengan perubahan sosial yang tidak bisa dibendung. sekalipun bukan tanpa gesekan. dua novel karya Marah Roesli dan Abdoel Moeis tahun 1920-an. semuanya telah mencair dan berganti. semakin banyak saja orang Minang melakukan kawin campur dengan suku-suku lain. Sebagian besar “merantau Cina”. Dalam masalah dasar ini. Secara filosofis. Setelah proklamasi kemerdekaan. aku jelas seorang yang berpihak.71 Minang tidak mungkin menghidupi diri sendiri. Bagiku tidak ada masalah. tidak kembali ke kampung secara permanen. kawin lintas suku itu alamiah belaka. asal nilai-nilai dasar Islam tidak dilangkahi. sesuatu yang hampir tabu pada zaman Siti Nurabaya atau Salah Asuhan. tidak mungkin netral. Aku dan keluargaku tampaknya termasuk dalam kategori “merantau Cina” ini. Dengan terbentuknya Indonesia sebagai sebuah bangsa dan negara persatuan. Ini fakta keras yang harus diakui semua pihak. seharusnya orang Minang itu tidak saja berani merantau. Kabarnya lebih dari 50% penduduk Minang yang mencari rezki di rantau. sekalipun banyak pula yang tidak mau lagi mengaku sebagai berasal dari ranah Sumatera Barat. tetapi ada pula sedikit yang menetap kembali di kampung. . Sesuatu yang semula dinilai tabu oleh adat Minang.

72

tetapi juga berupaya untuk tampil sebagai warga dunia dengan wawasan universal. Filosofi itu berbunyi: “Alam terkembang jadi guru.” Dengan berpegang kepada filosofi ini, orang Minang semestinya tidak cuma belajar di bangku sekolah atau madrasah, tetapi juga harus pandai membaca alam semesta. Dalam perspektif ini, si Minang yang ciut nyalinya bila memasuki kawasan kultur lain yang asing sifatnya, tidak saja terkurung dalam kategori pengecut, tetapi memang tidak paham filosofi dasar Minangkabau yang sering dituturkan kaum adat pada upacaraupacara tertentu. Filosofi ini jika dipahami secara benar dan dalam, merupakan kekuatan pendorong yang dahsyat untuk maju dan berkembang. Bahwa banyak juga orang Minang yang tidak meninggalkan rumah “mande” (ibu) seumur hidup tentu selalu ada dan memang harus ada. Merekalah yang umumnya menjadi penghuni dan penjaga nagari, penyandang gelar suku, pengguna harta pusaka, dan pewaris adat Minang. Jika semuanya merantau, apakah ranah akan dibiarkan lengang tanpa penghuni? Tentu mustahil bukan? Yang perlu diupayakan terus menerus adalah agar ranah dan rantau tetap melangsungkan dialog dan komunikasi untuk kemajuan si

73

Minang dalam bingkai Indonesia yang bersatu. Di sinilah letak kepentingannya bagi si Minang untuk mengetahui masa lampau Minangkabau dengan karakteristiknya yang khas, demokratik, berani, dan egalitarian. Dari rahim Ranah Minang sudah banyak contoh yang patut disebut. Seorang Tan Malaka (lahir 1896 di nagari Pandan Gadang, Suliki, dan terbunuh 1949 di Jawa Timur) pernah tampil sebagai salah seorang tokoh Komintern (Komunis Internasional) tentu diilhami juga oleh doktrin “Alam terkembang jadi guru.” Pandan Gadang adalah adalah nagari kecil dalam Kabupaten Lima Puluh Koto, Sumatera Barat. Tokoh-tokoh seperti Agus Salim, Hatta, Natsir, Sjahrir, Bahder Djohan, Assaat, Halim, Sjabilal Rasjad, Hamka, Isa Anshary, Rusjad Nurdin, adalah Minang belaka, tetapi mereka jadi “orang” setelah bergumul dengan kultur lain di rantau, sebab itu semua merupakan bagian dari “alam terkembang.” Sekiranya mereka tidak beranjak dari kampungnya masingmasing, potensi mereka yang luar biasa tidak akan berkembang, dikungkung oleh alam Minang yang sempit. Oleh sebab itu si Minang wajib menghargai tanah rantau, sebab rantaulah yang memberi peluang kepada mereka untuk maju dalam

74

mengaktualisasikan potensinya: baik secara spiritual, intelektual, dan ekonomi. Namun orang juga harus jujur, bahwa dalam beberapa hal, ranah Minang itu bak sri-gunung, jauh terlihat cantik, setelah didekati terlihat banyak boroknya. Si Minang yang sudah pernah hidup di rantau, mungkin seperasaan denganku, tidak betah lama-lama tinggal di kampung. Banyak cara hidup itu yang sudah lapuk dan rapuh bila ditengok melalui parameter perubahan zaman, khususnya bagi mereka yang sudah mengenal unsur-unsur positif dari sub-kultur suku-suku lain selama di rantau. Bahwa mereka tetap bangga dengan Minang, memang adalah sebuah kenyataan, tetapi kebanggaan mereka biasanya disertai sikap yang sangat kritikal. Mungkin budaya egalitarian Minang sebagai fondasi sistem demokrasi merupakan salah satu unsur budaya yang dibanggakan itu, seperti juga yang aku rasakan dan praktikkan selama ini. Orang Minang akan merasa sangat gelisah hidup di bawah sebuah sistem politik otoritarian, di mana penguasa sajalah yang benarbenar merdeka. Filosofi sosial Minang mengajarkan agar semua orang merdeka, semua orang setaraf dan sederajat. Kalau ada yang lebih, itu semata-mata karena

75

capaian pribadi yang juga terbuka untuk semua orang untuk mencapainya. Kita tengok lagi rumah gaya lama gaya Minang. Memang kantor gubernur, bupati, wali kota, camat, nagari, dan lain-lain, masih mengabadikan bangunan gaya lama ini. Mungkin agar jejak sejarah yang serba Minang tidak pupus begitu saja. Aku sendiri sudah tidak tertarik lagi dengan rumah bertanduk empat itu. Aku pun tidak percaya dengan pepatah: “tak lekang karena panas, tak lapuk karena hujan,” kecuali bila itu bersangkut paut dengan nilai-nilai dasar adat yang dibenarkan Islam. Di luar semuanya itu boleh saja diubah atau bahkan ditinggalkan. Tidak ada dosa sejarah dengan mengambil sikap semacam ini. Bagiku parameter yang benar dalam mengukur sesuatu yang menyangkut adat adalah parameter Islam yang dipahami secara benar sesuai dengan realitas zaman yang sedang dihadapi. Ayahku telah membangun beberapa rumah. Selain rumah tempat kelahiranku ini, juga rumah untuk adiknya Bainah, etekku, dan rumah untuk kakak sulungku Rahima. Rumah-rumah ini umumnya berdinding dan berlantai kayu dengan atap seng. Pada waktu aku berkunjung ke Sumpur Kudus pada Jan. 2005, rumah kakakku itu masih berdiri, tetapi mungkin sudah tak layak huni, kecuali kabarnya

76

digunakan untuk menyimpan padi oleh anak Rahima. Orang kampung menyebutnya gudang Hima karena bentuknya sudah meniru bangunan kota tanpa tanduk. Pokoknya sudah mengikuti bentuk dan model arsitektur modern. Mungkin rumah ini dibangun ayahku pada 1930-an untuk menyambut anak perempuan pertamanya. Aku pun sewaktu masih kecil pernah juga sekali-sekali menginap di sana. Gudang dalam pengertian di atas bukan untuk menyimpan barang, tetapi rumah biasa untuk tempat tinggal manusia. Aku tidak tahu mengapa orang kampungku menyebutnya gudang. Aku bayangkan, alangkah berhasilnya ayahku dalam membangun ekonomi dirinya pada tahun 1930-an itu sehingga mampu mendirikan beberapa rumah untuk adik, anak, dan kemudian untuk dirinya sebelum dan sesudah ibuku wafat. Ada yang masih bertahan, dan sekarang dijadikan surau untuk mengaji. Surau ini dulu dipakai oleh pusat pemancar radio P.D.R.I. pimpinan Sjafruddin Prawiranegara tahun 1949 untuk mempertahankan kemerdekaan bangsa. Salah seorang adik Lintauku lahir di sini dan diberi nama Aurina Radiati oleh staf radio pemancar P.D.R.I. itu yang memang tinggal di rumah ayahku.

77

Sekalipun tersuruk, kampungku ternyata juga punya andil untuk kemerdekaan. Kedatangan tokoh-tokoh P.D.R.I. disambut hangat oleh orang kampungku. Apa yang ada pada mereka telah disumbangkan, demi membela kemerdekaan. Yang terbesar menyumbang adalah Pak Halifah, pedagang gambir terkenal. Entah sudah berapa ton beras yang disumbangkannya untuk kepentingan revolusi kemerdekaan sejak 1945 sampai 1949 di samping uang, kerbau, sapi, dan komoditas lain. Tetapi sebagaimana nasib kebanyakan desa di seluruh Indonesia yang pernah berjasa untuk perjuangan kemerdekaan, Sumpur Kudus termasuk yang tidak diperhatikan selama puluhan tahun. Devisa negara tersedot oleh para penguasa di kota, sementara sebagian besar desa tetap dibiarkan sunyi tak dipedulikan. Suasana semacam ini pun semakin menambah cintaku kepada nagari yang memang perlu dibantu ini, terutama untuk sarana-sarana publik melalui berbagai lobi yang kulakukan di Jakarta pada usia tuaku. Tujuanku tidak lain kecuali agar tanah kelahiranku dan sekitarnya merasakan pula fasilitas modern, seperti jalan yang beraspal dan listrik. Untuk adik-adikku di Tanjung Ampalu dan Lintau, juga dibuatkan rumah oleh

78

ayahku, tetapi semuanya sudah hancur. Yang di Tanjung Ampalu dibakar pada zaman revolusi, ayahku sudah tidak mampu lagi membangun yang baru. Di atas reruntuhan itulah ayahku mendirikan bangunan baru yang sangat sederhana. Revolusi banyak membawa bencana dan korban, sekalipun bertujuan mulia untuk kemerdekaan. Setelah pengakuan kedaulatan, ekonomi ayahku sudah tidak pernah pulih seperti sediakala untuk menghidupi dua rumah tangga sekaligus dengan adik-adikku yang masih kecil-kecil. Rumah yang di Lintau juga hancur karena sudah tua, kemudian adikku Nurhayati bersama suaminya Herman telah pula membangun rumah baru di atas bekas tanah perumahan yang didirikan ayahku itu. Tanah itu sendiri adalah milik suku etek Lamsiah. Kembali kepada ibuku. Pusara ibu inilah yang sesekali aku ziarahi sewaktu aku pulang kampung, berkunjung kepada ibuku dalam kenangan. Jasadnya telah luluh menyatu dengan tanah, tanah sebagai asal-muasalnya. Ibu yang tak terbayangkan seperti apa perawakannya, seperti apa senyumnya, dan seperti apa pula ketika dia menggendong anakanaknya, yaitu tiga orang kakakku. Tentu selagi aku masih bayi sempat juga digendongnya. Alangkah bahagianya

79

sekiranya ada foto ibuku yang sedang menggendongku. Akan kutatap foto itu berkali-kali sambil membiarkan air mataku meleleh tak tertahankan. Sulit sekali aku membayangkan sosok ibuku. Tentu segalanya ini berlaku karena kelalaianku sendiri. Mengapa sewaktu ayah, kakak-kakakku, dan paman-pamanku masih hidup aku tidak menanyakan tentang itu. Kesadaran sejarahku waktu itu masih tumpul dan lemah sekali. Dan jelas tak seorang pun, termasuk aku dan keluargaku, yang memperkirakan bahwa aku setelah dewasa menjadi seorang peminat sejarah, bahkan guru besarku adalah dalam filsafat sejarah pada Universitas Negeri Yogyakarta. Setelah memasuki masa pensiun pada 1 Juni 2005, aku malah “dipaksa” lagi untuk menjadi guru besar emeritus di kampus yang sama, sementara aku sendiri sebenarnya sudah jenuh memberi kuliah. Tetapi demi menenggang perasaan teman-teman, aku betahkan juga untuk membantu mereka dengan alokasi waktu yang sangat terbatas. Rahima, Nursahih, paman-paman, dan bibi-bibiku pasti mengerti sifat-sifat ibuku. Juga mereka tentu ingat bagaimana perawakan ibu, sebab mereka cukup lama hidup bersama, sedangkan kakakku Nursiah pada tahun 1937 itu sudah berusia

80

sekitar 10 tahun. Rahima bahkan sudah punya anak satu (Zainal Abidin, lahir 1936) sewaktu ibuku wafat. Aku sungguh menyesal mengapa aku tidak bertanya tentang ibuku. Kepada kakakku Nursahih yang dekat denganku, aku pun tidak pernah bertanya tentang ibu yang setiap hari ada dalam ingatanku. Mengapa ibuku berangkat ke alam baka dalam usia yang masih muda? Jawaban terhadap pertanyaan ini bukan urusan manusia, tetapi sepenuhnya merupakan rahasia Langit, kita hanya bisa mengira-ngira, tidak lebih dari itu. Pada masa itu, jangankan dokter, menteri kesehatan saja tidak ada di kampungku. Yang bertindak sebagai tabib adalah para dukun yang biasa menghembus-hembus penyakit seseorang dengan napas mulutnya yang bercampur air liur. Dukun model ini masih ada saja sisa-sisanya di pelosok-pelosok yang belum tersentuh proses pencerahan, tetapi dengan Puskesmas (Pusat Kesehatan Masyarakat) yang telah berdiri dengan megah di kampungku sekarang, orang kampung lebih memilih berobat ke dokter. Inilah di antara rahmat kemerdekaan yang telah dirasakan oleh orang kampungku sebagai warisan pemerintah Soeharto yang dalam hal ini patut dipuji.

81

Aku pun tidak tahu betapa gembiranya ibuku sewaktu menyambut kedatangan cucu pertamanya Zainal. Usiaku dengan Zainal hanyalah berbeda setahun. Tidak seperti aku yang tidak sempat mengenal wajah ibuku, Zainal dan adik-adiknya betulbetul puas hidup bersama kedua orang tuanya sampai keduanya wafat dalam usia 80 tahunan. Tentu aku tidak boleh menyesali semua yang berlaku ini, sebab rahasianya bukan di tangan manusia. Allah bertindak menurut kemauan-Nya yang tetap misteri bagi manusia sepanjang masa. Kita hanya mampu berspekulasi menafsirkan kehendak-Nya itu. Spekulasi tidak akan pernah memberi jawaban pasti, sekalipun para filosuf telah mencobanya selama berabad-abad. Fungsi filsafat hanyalah agar otak manusia jangan sampai lumpuh berhadapan dengan sesuatu yang tidak rasional. Filsafat dalam kaitan ini adalah pembantu iman dalam pergumulannya dengan serba realitas. Filsafat juga melakukan kritik terhadap iman-iman palsu yang menyimpang dari tauhid, yang dapat menyebabkan manusia menjadi korbannya, menjadi budak spiritual, jika anda mau mengatakannya demikian. Tidak jarang memang sebagian manusia terpuruk ke dalam lembah ini, karena mengabaikan filsafat sebagai

kualitas iman dan amalnya. wali. radikal. menurut pemahamanku. amir.82 metode berpikir kritikal. Bagiku gelar-gelar sayid. Mereka yang mendewakan keturunan raja. atau keturunan raja. syarifah. habib. kultur. terbuka bagi seluruh orang beriman. Hubungan darah sudah tidak punya makna apa-apa. sejarah. ekonomi.” Apakah ada doktrin Kitab Suci selain al-Qur’an yang menilai begini tinggi kerja spiritual seseorang? Di sini apa yang dikenal dengan ungkapan personal achievement (raihan pribadi) menjadi sangat penting dan menentukan. hulubalang. sultan. Posisi seseorang di dunia ini menurut yang kupahami ditentukan oleh kualitas hidupnya. dan apa pun. atau bahkan keturunan nabi. akan runtuh berkepingkeping berhadapan dengan ayat al-Qur’an surat al-Hujurat 13: “Sesungguhnya yang termulia di antara kamu di sisi Allah adalah kamu yang paling taqwa. dan dianggap keramat dan suci oleh sebagian orang. Untuk merebut posisi taqwa. dan rasional. termasuk dalam kategori perbudakan spiritual ini. tanpa terkait dengan latar belakang keturunan. Dengan paradigma . tidak oleh yang lain. dan 1001 gelar lain. ulama. yang mengaku keturunan nabi. atau keturunan bajak laut dan perompak lanun yang kemudian ditakdirkan menjadi raja.

83 semacam ini. bukan hanya karena keturunan. Jika dengan ayah aku sempat bergaul sampai tahun 1953 sebelum aku berangkat ke Jogjakarta. berkumis agak tebal. Sesudah itu aku tidak pernah lagi berjumpa secara fisik dengannya. Kebiasaannya pakai . Inilah aku setelah dewasa setelah belajar alQur’an pada Fazlur Rahman selama beberapa tahun di Chicago. tempat pendidikanku yang terakhir. Islam bagiku pada akhirnya sudah merupakan pilihan secara sadar. karena memang demikianlah jalan hidup yang harus dilalui. dan bila berjalan melenggok. kulit agak hitam. Bagiku al-Qur’an adalah rujukan terakhir dan tertinggi dalam merumuskan sikap hidup beragama. Ayat di atas sungguh dahsyat dalam memberikan status sama tanpa diskriminasi kepada manusia untuk merebut martabat dan keagungan nilai ruhani sejauh yang mungkin dicapai dalam batas kapasitas manusia. terbukalah peluang yang sama bagi semua anak Adam untuk berfastabiqul khairat (berlomba untuk kebaikan) di muka bumi ini. Terserahlah kepada kesungguhan dan ketulusan manusia untuk bergerak menuju posisi mulia yang terbuka itu. tinggi sedang. sekalipun dalam usia yang hampir mendekati setengah abad. Wajahnya bersih.

jasa yang tanpa batas dan tanpa ujung itu. kewajibanku sebagai anak bungsu dari isteri pertama ayahku adalah mendo’akan ampunan bagi keduanya yang telah mengasuh dan membesarkanku. Pada saatsaat tertentu rinduku kepada keduanya terasa sangat dalam dan dalam sekali. Di atas itu semua aku tak sempat membalas jasa keduanya. Semula ayahku sakit di Tanjung Ampalu. sekalipun sudah menua. anak bungsumu ini . Atas saran adikku Nurhayati beberapa tahun yang lalu. Aku pun tidak mengerti mengapa cintaku kepada orang tuaku sampai berlarut-larut begini.84 kopiah sutera hitam. Setelah ibu-ayahku pergi. memboyongnya ke Tapi Selo sampai wafat di sana. dan tidak jarang aku menangis sendirian. Makamnya terdapat di Tapi Selo. makam ayah kami telah kami pugar sekadar tanda bahwa ayah kami berkubur di sana. Ayah dan ibuku. beristirahatlah di sana. ibu tiriku yang lain. Rambutnya tak pernah memutih secara total seperti rambutku juga. suatu sikap ruhani yang memang dituntunkan al-Qur’an. Mungkin karena aku tidak sempat hidup bersama mereka dalam tempo yang relatif cukup lama. di tempat ibu tiriku mak Maran. khususnya dengan ibuku. dalam umur yang setua ini. kemudian etek Lamsiah. di tanah persukuan orang Melayu.

aku pun tidak tahu. yang pernah kujumpai sewaktu aku masih kanak-kanak. apakah di akhirat kita dapat berkumpul kembali. kontak psikologisku dengan saudarasaudara yang tinggal di Silantai tidak begitu terasa. Entah ayah-bundaku. sedangkan kakak ibuku tampaknya wafat sewaktu masih kecil. Tak lama kemudian adik ibuku ini wafat. Uwoku (ibu dari ibuku) bernama Rajo Aminah. Wahid. entah di bumi mana. salah seorang dipanggil Ani. Ibuku bersaudara seibu seayah ada tiga orang: ibuku dan adiknya Marah. nagari tetangga Sumpurkudus. pamanku.85 rasanya tidak lama lagi akan menyusulmu. di alam yang lain sama sekali. Ada tiga lagi saudara ibuku yang seayah berasal dari Silantai. sementara dua adik laki-lakinya yang . dan aku berkunjung menengoknya dalam keadaannya yang setengah sadar. lain ayah dengan ibuku. suku ayahku. Beberapa tahun yang lalu. Sayang aku lupa namanya. sedangkan ayahnya (gayekku) berasal dari suku Melayu. Semuanya sudah tiada. sebuah alam yang abadi menurut ajaran agama. Adiknya yang lain A. Aku memanggilnya ande Ani. adik perempuan ibuku di sana sedang sakit berat. tinggal lagi keturunannya yang aku tidak tahu jumlahnya. Karena tidak bergaul sejak dari kecil. yang kata orang rupanya mirip ibuku.

aku menangis sejadi-jadinya karena aku sungguh kehilangan pak oncu yang dekat denganku. Onga adalah panggilan untuk anak kedua dalam tradisi kampungku. sementara Saidina Hasan (kupanggil pak oncu Naksan) wafat pada 1949 di Rumah Sakit Sawahlunto dalam usia sekitar 32 tahun karena sakit. Ayahku bersaudara seayah-seibu (Abd. Nurbahri. baik lakilaki atau pun perempuan. Aku pun pernah dibuatkannya lading (pisau panjang) yang sering kubawa ke manamana. yaitu mereka yang umurnya di bawah ibuku. Baili. dan Jiwahur (wafat waktu kecil). Tidak jarang aku makan di rumahnya bersama adik-adik sepupuku yang masih kecil-kecil.86 kupanggil datuk telah lebih dulu pergi. sementara anak dan cucunya masing-masing entah berapa jumlahnya. Mattudin Rauf. Rauf dan Bailam) berjumlah tujuh: Ma’rifah. Dia tukang kayu dan sekaligus pandai besi. Bainah. . Saidina Hasan. Isterinya bernama Saujah yang kupanggil ande. dan Ahmad. Yang masih hidup tinggal satu. Karimah dan Ahmad wafat sewaktu masih kecil. Pada saat wafatnya. Oncu Naksan amat menyayangiku. merangkap dukun. Orang kampung memanggil ibuku onga Tiah. Karimah. tetapi punya dua keturunan perempuan. Siti Dariyah.

Sudah berapa ekor rusa dan kijang yang direbahkannya dengan bedil. ular. Yang jelas aku sudah biasa menikmati daging hasil buruannya yang segar dan manis. Mangsanya tidak hanya ikan. Sewaktu aku belajar di sekolah rakyat dan madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah. Raadin. hubunganku cukup dekat. Binatang-binatang ini disambarnya dengan kukunya yang sangat kuat dan paruhnya yang tajam agak membungkuk. Lebih dari itu.87 Dengan pakoncu Mattudin Rauf (pakoncu Tudin) dan isteri pertamanya onga Sarikayo. ayam. . bedil pakoncu Tudin biasa kupakai untuk menembak binatang dan burung. jumlahnya aku tidak tahu. Tentu aku bangga karena seumur itu sudah biasa menembak. Matanya tajam menembus. Aku masih ingat pada suatu sore di kampung Patopang aku menembak jatuh seekor elang hantu (Bahasa Sumpur: olang katutuih) yang biasa mencuri ikan di kolam penduduk. Sedangkan pakoncu Tudin memang dikenal sebagai pemembak ulung. tikus. Suara elang ini sungguh menakutkan bila berbunyi di waktu malam. Saudara ayahku lain ibu (uwo Datun) ada tiga: Raayan (sudah wafat). aku sering makan di rumah pasangan ini di kawasan Patopang. dan binatang lainnya adalah santapan hariannya.

dengan anak dan cucu yang juga berkembang biak. seorang guru S. Mungkin karena ibuku wafat muda. Ayahku sangat menghormati ibunya. Nalam (alumnus Normaal School). sukuku sendiri. Sampai tua uwo Bailam di bawah tanggungan ayahku. Ibu ayahku Bailam masih sempat kujumpai pada saat kecilku. dari suku Domo.88 dan A. Rauf (dipanggil Badurau). gelar Manti Besar. yang pandai berbahasa Belanda. / S.R. Wahab.D. Belakangan kekurangakraban ini ditambah lagi oleh perbedaan organisasi antar kami: Perti dan Muhammadiyah. Aku memanggilnya uwo. Suami Rahima. tetapi aku tak pernah bertemu dengannya. hubunganku dengan keluarga ayah (suku Melayu) jauh lebih akrab dibandingkan dengan keluarga pihak ibu (suku Caniago). di samping membantu adik-adiknya. ayahku sangat terhormat di mata adik-adik dan familinya. Belahan sepupu ibuku dari pihak ibu umumnya berpihak ke Perti. Ibuku sendiri sewaktu wafat belum lagi mengenal Muhammadiyah karena memang gerakan pembaruan ini belum lagi menjamah kampungku. M. adalah seorang dukun dan tukang yang cukup dikenal sampai ke nagari-nagari lain dalam kecamatan Sumpur Kudus. Oleh sebab itu. Pak enek Wahab hampir seumur denganku. Orang tua ayahku Abd. adalah .

hubungan itu terasa biasa saja. kupanggil onga Sahih. Jarak umur antara kami bersaudara seibu-seayah bervariasi. Yang aku sedikit menyesal. Pada waktu itu dan bahkan sampai sekarang orang kampungku yang pandai berbahasa Belanda adalah kakak iparku itu. seperti telah kusinggung. Maklumlah anak desa yang tidak cukup punya angan-angan sejauh itu untuk bertanya. Sekiranya itu aku lakukan. adalah karena aku tidak pernah bertanya kepada ayahku tentang ibuku. watak dan sifat-sifatnya bagaimana. seorang pendekar yang baru menjalankan salat setelah agak berumur. Hubunganku dengan ayahku akrab sekali. Bahkan sempat bertugas di Pitala (Padang Panjang) dan di Kubang Sirakuk (dalam Kabupaten Sawahlunto atau Sijunjung). apalagi mereka pun telah berumah tangga dengan unit keluarganya masingmasing. tentu ayahku dengan senang hati akan menuturkannya. begitu juga dengan abangku Nursahih.89 salah seorang pelopor Muhammadiyah di kampungku. dan mungkin juga Rivai dari suku Piliang yang pernah menjadi camat Sumpur Kudus. Kariernya sebagai guru dan Kepala Sekolah cukup lama. Antara Rahima . Dengan kakak-kakak perempuanku. sekalipun dia sudah berumahtangga dengan isteri-isteri lain.

K. Keturunan darah Abdurrauf-Bailam mungkin jumlahnya sudah ratusan. dan Malaysia. Akhirnya di mana aku akan menetap bila tugas-tugas kemasyarakatanku telah . khususnya Sumatera. Bertemu di jalan mungkin kami sudah tidak saling menegur karena jarang atau tidak pernah berjumpa. Lombok.) aku meneruskan studi ke Amerika Serikat dengan mengunjungi tiga kampus: Northern Illinois University (DeKalb). Dari kampus I. Aku sudah sulit mengenal mereka semua.-I. dan Surakarta. Ayah-ibuku membina hidup bersama selama 18 tahun dengan membuahkan dua puteri dan dua putera dengan keturunannya masing-masing jumlahnya hitungan peleton dan siapa namanya aku pun tidak tahu.N. dan the University of Chicago (Chicago) antara tahun 1972-1982. Aku sudah merantau sejak tahun 1953 dalam usia 18 tahun: ke Jogjakarta. Jawa. Kemudian kembali ke Jogja untuk meneruskan kuliah pada F. Ohio University (Athens).I.P. (sekarang Universitas Negeri Yogyakarta.I. antara Nursahih dan Nursiah tujuh tahun.K. U. dan menetap di kota ini sampai saat tua.K.Y. dan antara Nursiah dan aku juga sekitar tujuh tahun.I. bertebaran di seluruh nusantara.S. Tentang kuliah ini akan kuuraikan pada porsinya.90 dan Nursahih hanya terpaut sekitar dua tahun.P.

alamiah. membaca. kadangkadang juga tidak jelas benar. sekalipun kamar kerjaku sering berantakan dan sumpek (Jawa: tidak segar) karena dipadati buku. Apa yang direnungkan. Mungkin akan sangat tergantung kepada kondisi kesehatanku dan pertimbangan isteriku Hj. Nurkhalifah dan anak tunggal kami: Mohammad Hafiz. jangan terlalu ngoyo (Bahasa Jawa: tak sabaran. Bahwa aku seorang pekerja keras. tak jauh dari rumah kelahiranku sebelah barat melalui pematang sawah.91 usai. Banyak dokumen yang tidak berguna. sumber penghidupan para petani . aku pun tidak tahu. Sungai ini tak pernah kering. karena sempitnya ruangan yang tersedia. majalah. Dalam soal kerapian kamar kerja aku memang tidak dapat dicontoh. aku diberi tahu bahwa ayahku menggendongku ke tepi Batang Sumpur. yaitu kita jalani hidup ini secara wajar dan sebaik mungkin. kubiarkan saja “berkeliaran” dalam ruang kerja yang sekaligus kamar tidurku. terlalu menguras enerji untuk mencapai sesuatu). Dalam kamar inilah aku menulis. dan dokumen yang tak sempat kuatur. dan merenung. Sesaat setelah ibuku wafat. tak seorang pun yang dapat menentukan. semuanya itu adalah rahasia Allah. Semboyanku sederhana saja. mungkin banyak orang yang sudah tahu. Pun di mana aku akan berkubur.

dan banyak yang miskin. semuanya serba dielokkan. Selagi sehat . karena memang di situ duniaku. Ayah sewaktu ditinggal ibuku jelas merasa gundah dan sangat kesepian. sebagaimana telah kusinggung sebelumnya. membantunya dalam batas-batas kemampuanku. Di kala kecil. Sampai setua ini. aku juga gemar memuja kampungku. Aku hanya bisa membayangkan betapa runtuh dan remuk perasaannya ketika ditinggal isteri pertamanya dalam usia yang masih muda dengan meninggalkan seorang anak kecil yang sudah piatu dan samasekali belum paham apa makna kematian seorang ibu bagi dirinya. dan ikannya tidak pernah jinak. pasirnya putih. Saat sering pulang. kecuali yang sakit atau pingsan. tebingnya landai. Batang Sumpur ini digambarkan sebagai: “Airnya jernih. Tetapi begitulah caranya orang kampung memuja tanah kelahirannya.92 yang merupakan mayoritas penduduk kampungku. semuanya serba dilebihlebihkan.” sekalipun dalam kenyataannya ketika hujan lebat airnya keruh juga. aku masih cukup dikenal oleh penduduk Sumpur Kudus. dan ikannya jinak. apalagi oleh mereka yang sudah berumur tua. aku masih sering berkunjung ke kampung. sekalipun penduduknya serba sederhana.

kemudian menjadi kakak iparku. Aku bayangkan betapa gagahnya perempuan-perempuan yang menjadi ibu itu di punggung kuda. dan tentu mengotori lingkungan. berasap. suatu kebiasaan yang tak terlalu lazim di kampungku. tidak lebih dari itu. mak Rasia. adalah mak Sarialam. ibunda Sanusi Latief. Tetapi sebagai isteri orang terkemuka pada tingkat nagari. ande Karang. masyarakat dapat memakluminya. Mereka ini semua adalah perempuan-perempuan elit pada masanya. seorang perempuan kaya di kampungku. Selain ibuku yang sering menunggang kuda. Tetapi kerinduanku kepada ibu tidak pernah surut.93 kabarnya ibuku kalau bepergian biasa naik kuda dengan selendang sarung Bugis yang diselempangkan di bahunya. Apalagi budaya naik kuda sudah lampau. ande Lia. Gambaran tentang sosok ibuku hanyalah terbayang dalam imajinasiku yang serba kabur. Alangkah anggunnya ibuku barangkali ketika sedang berada di atas punggung kuda. kakak sesukuku di kampung. digantikan oleh kendaraan serba bermesin. Terasa teramat dalam dan tulus. Mereka menunggang . menurut keterangan Nasaruddin (lahir 1928). sebuah panorama yang tidak lagi diikuti oleh generasi berikutnya.

durian. Aku pun pernah memelihara beruk yang dikaryakan ini. Hasil belian itu dibawa pulang oleh kuda beban dengan seorang pengiring. budaya beruk dan cigak (kera) ini tetap lestari sampai hari ini. mangga. yaitu dari Sumpur Kudus ke pasar Kumanis pergipulang. Keadaan ini sangat kontras dengan apa yang kusaksikan di Sulawesi Utara. Di Minang. petai. Payakumbuh. Juga pasar kera dan beruk. Mereka ke sana untuk berbelanja membeli keperluan sehari-hari. kembali hari Rabu. seperti dari Tanah Datar. Sesekali dapat juga upah sebagai hasil menurunkan buah kelapa orang lain. Para pedagang berdatangan ke sana dari berbagai kabupaten. Di sana terdapat pula pasar ternak. dari Kumanis bawa barang dagangan keperluan harian penduduk. berangkat hari Senen.94 kuda dengan jarak sekitar 60 km. Istilah kuda beban menunjukkan profesi seseorang yang tugasnya mengangkut barang: dari Sumpur bawa gambir. Hari Selasa merupakan pasar besar di Kumanis. dan lain-lain. terbanyak di daerah Pariaman sebagai gudang kelapa. Kumanis memang dikenal sebagai pasar serba ada. Mengapa . dan hasil hutan lainnya. di mana peran manusia pemanjat kelapa sangat besar dan menentukan. Binatang pemanjat ini dilatih untuk memetik buah kelapa. karet. bahkan dari Bukit Tinggi dan Padang.

Apa bukan merupakan sesuatu yang luar biasa. Akibatnya roda peradaban pun berputar semakin cepat. bensin. sinar yang memberikan kehidupan kepada seluruh makhluk. karena aku memang tak pernah dilatih untuk itu. dan solar. seperti telor dan tebu. dengan syarat disediakan makanan bergizi.95 mereka tidak belajar kepada orang Minang dalam perkara manjat memanjat ini? Seekor beruk atau cigak mampu menurunkan kelapa sampai dalam jumlah ratusan sekali main. tak seorang pun yang bisa mengatakan. Aku yang laki-laki dalam perkara menunggang kuda ini jauh tertinggal oleh ibuku. Sekarang jangankan naik kuda atau memelihara kuda beban. Sungguh besar perubahan akibat revolusi transporatasi dengan kekuatan mesin. . setelah ada mobil. matahari sudah tidak akan bersinar lagi. orang kampungku sudah tak pernah lagi melihat kuda. Tetapi iman menyebutkan. Entah untuk berapa miliar tahun lagi. Kembali kepada perempuan dan kuda. terutama untuk menarik delman (bendi). kaum perempuan melebihi sebagian besar kaum pria yang bisa dan biasa naik kuda pada masa itu. bahwa perputaran itu akan berhenti suatu ketika. kecuali dalam tv atau pergi ke daerah lain yang masih memelihara kuda.

Aku pun bangga mendengar cerita semacam ini. adik ayahku. karena ibuku ternyata bukanlah manusia kolot pada saat Indonesia masih berada di bawah sistem penjajahan. Dan salah seorang di antaranya adalah ibu kandungku. kaum perempuan secara teori memang punya posisi dominan. tetapi kebiasaan menunggang kuda. karena rumah ayahku sangat berdekatan dengan rumah bibiku. Sepeninggal ibuku aku dipelihara bibiku Bainah. bukankah itu berarti pula bahwa posisi perempuan di kampungku sangat terhormat. Fathiyah. dipanggil Patiah. Wahid. tidak kalah dengan kaum pria? Dalam kultur Minangkabau yang matrilinial. selama 16 tahun pada periode pertama aku hidup bersama bibi dan . bagiku adalah sebuah lambang kemajuan dan kesetaraan. apakah terkait dengan konsep itu? Aku tidak tahu! Yang pasti adalah bahwa ibuku merupakan salah seorang di antara yang pandai menunggang kuda.96 Dengan budaya naik kuda. Di sebuah nagari yang tersuruk. kebiasaan perempuan naik kuda. adik ibuku seibu. yang kemudian kawin dengan pamanku A. Sebelum aku pergi merantau. Orang kampung menyebutnya onga Tiah. Tampaknya ayahku sengaja menitipkan anaknya pada adiknya sendiri mungkin agar dapat diawasinya dari dekat.

97 pamanku. Menyabit dan menjunjung rumput untuk makanan sapi tidaklah asing bagiku. Sapi (disebut jawi di kampungku) ini milik Saiful. sekalipun yang aku pelihara hanyalah seekor sapi jantan warna putih tetapi luar biasa berani (bagak)-nya. Seingatku. Kemudian sebelum aku berumah tangga pada 1965. jika pulang kampung. aku juga membantu bekerja di sawah. Mereka berdua telah sangat berjasa memelihara dan membesarkanku dengan segala suka-dukanya. Bersama paman dan bibiku. Sapi ini sering kuadu dengan sapi-sapi lain yang jauh lebih besar dan gagah. Kabarnya yang turut mencarikan isteriku Nurkhalifah adalah bibiku ini melalui pendekatan antar keluarga. sapi putih . Kadang-kadang aku dan teman-teman pergi ke Menganti (sekitar 5 km dari tempat tinggalku) untuk mencari lawan sapi peliharaanku ini. aku masih juga ke tempat bibiku Bainah yang sangat menyayangiku. Semasa di kampung biaya hidupku umumnya dibantu ayahku. Yang menang pastilah sapi peliharaanku. khususnya antara dia dan mertuaku Sarialam. adik sepupuku yang pernah kuasuh dan kuajar mengaji selagi kecil karena umur kami berjarak empat tahun. Aku tak sempat membalas jasanya secara berarti. bahkan aku turut mengembalakan sapi milik mereka.

98

yang bertanduk tumpul ini belum pernah terkalahkan. Aku bangga memang dengan si bagak ini. Sifat burukku adalah ini: suka mengadu sapi dan mengadu ayam. Tentu bersama teman-teman sekampung yang sebagian masih hidup sampai awal 2006. Mereka rata-rata sudah berusia 70 tahunan seperti halnya aku. Kejadian lain yang masih terekam dalam memoriku adalah bahwa aku dan temanku Makdiah “mengerjain” teman lain. Namanya Husin yang tak pandai berenang, sementara air Batang Sumpur ketika itu sedang naik, warnanya keruh kemerahmerahan. Suatu hari kami bimbing dia menyeberangi sungai itu persis di sebuah tepian di Calau, lalu ditinggal di seberang sana. Jelas saja Husin menangis sejadijadinya. Tak lama kemudian kami jemput lagi, tentu dengan perasaannya yang sangat mendongkol akibat ulah buruk kami. Orang kampung yang tak pandai berenang, apalagi laki-laki, jelas merupakan sebuah kekurangan dan agak aneh. Bukankah anak-anak muda di kampungku ketika itu suka bersianyut (berenang dari arah hulu ke hilir)? Kadangkadang dengan menggunakan perahu batang pisang dan jerami. Perkara badan menjadi gatal oleh miang jerami, tak diraskan ketika itu. Pokoknya bersianyut sepanjang dua km.

99

Tidak saja bersianyut, menjala ikan dan memancing di Batang Sumpur, juga memerlukan kepandaian berenang. Aku tidak tahu apakah Husin sampai tua tidak pandai berenang atau keadaannya tetap saja seperti kami “kerjain” puluhan tahun yang lalu. Aku berharap agar otobiografi ini akan sempat dibaca teman-teman sekampungku yang masih hidup, untuk bernostalgia tentang kehidupan kampung yang penuh warna-warni dan kadangkadang menggelikan. Sebagai lukisan tentang masa anak-anak yang ceria tanpa beban, tanpa angan-angan yang membubung ke langit tinggi. Aku dan teman-teman sebaya sama-sama menikmati suasana penuh nostalgia itu. Kembali ke sapi. Alangkah kagetnya aku kemudian, sewaktu aku sudah belajar di Mu’allimin Lintau, aku melihat sapi yang pernah kupelihara itu ternyata sudah dijual dan dibawa orang ke arah Payakumbuh. Cukup berat batinku dibuatnya, tetapi aku tidak dapat berbuat apa-apa karena bukan aku yang punya. Selamat jalan sapi peliharaanku untuk tidak mungkin berjumpa lagi. Andaikata engkau mengerti, tentu engkau paham betapa luluh perasaanku sewaktu engkau melewati Madrasah Mu’allimin Lintau pada saat aku sedang istirahat. Engkau ditarik orang untuk dijual atau disembelih, entah di

100

mana, aku pun tidak tahu. Kenangan akan keberanianmu menghadapi lawan berkelahi tak pernah pupus dari ingatanku. Ternyata seorang anak manusia seperti aku dapat saja punya kaitan batin yang dalam dengan seekor hewan, apalagi hewan itu bagak sekali, tak pernah terkalahkan. Sapi gagah bertanduk panjang dan runcing belum tentu menang bertarung dengan sapi bertanduk tumpul, tetapi punya semangat tempur yang dahsyat. Mungkin juga manusia tidak banyak berbeda dengan hewan. Seorang yang tungkainya gagah perkasa, tetapi semangat hidupnya lembek, merengek, dan sering menggerutu, memandang hidup ini dari sisi negatif melulu, biasanya tak pernah berjaya. Sebaliknya sosok manusia kecil tetapi punya élan vital (semangat hidup yang perkasa), ungkapan ini berlaku baginya: “alu tertarung patah tiga,” untuk sekadar mengutip bagian kalimat lagu Minang, jika hal itu boleh digunakan di sini. Bagiku, Islam menyatakan “ya” terhadap hidup, dengan segala tantangan dan risikonya. Mungkin aku dipengaruhi puisi Iqbal dalam Israr-e Khudi (Rahasia Pribadi) dan karya-karya lain yang sudah menjadi klasik itu. Di antara bait itu berbunyi: “Tak kan kukayuh bidukku ke lautan tanpa buaya.” Iqbal sampai batas-batas tertentu dalam hal kehebatan manusia terpengaruh

101

juga oleh sebagian gagasan F. Nietzsche, filosuf Jerman, yang kontroversial itu. Usiaku sekarang sudah jauh melampaui usia ayahku, apalagi usia ibuku. Dari empat bersaudara seibu seayah (Rahima, Nursahih, Nursiah, dan aku), tinggallah aku yang dikurniai Allah hidup sampai sekarang, sedangkan saudara seayah dari dua ibu yang lain yang masih hidup (Jan. 2006) berjumlah sembilan: Safinar, Yusnaini, Nurhayati, Amrina, Aurina Radiati, Asnarti, Syukri, Agustar, dan Armayulis. Seluruhnya sudah berkeluarga, bahkan sebagian sudah punya cucu, sedangkan aku dengan putera tunggal (yang hidup), jangankan punya cucu, punya menantu pun belum pada saat otobiografi ini mulai ditulis. Baru bulan pada 10 Juni 2005 Hafiz putera kami menikah dengan puteri Jawa Ginda Pramita Sari di Cimahi, Jawa Barat, karena besanku punya rumah dan sekolah di sana. Adikadikku di Bandung turut jadi panitia dalam perkawinan ini sebagai wakil orang tua Hafiz. Di atas sudah kukatakan bahwa desa kelahiranku bernama Calau (pernah diubah menjadi Koto Salo, entah apa alasannya) dalam lingkungan kenagarian Sumpur Kudus, kabupaten Sawahlunto atau Sijunjung, Sumatera Barat. Kondisi nagari ini, 244 meter di atas permukaan laut,

102

sangat sederhana, tersuruk, 30 km dari jalan raya. Penduduknya umumnya bertani. Ayahku Ma’rifah Rauf Dt. Rajo Malayu, di samping bertani juga berdagang gambir dan karet, sebagaimana telah kusebut sebelumnya. Tetapi aku tidak pernah tahu apakah ayahku pernah pula mencangkul di sawah sewaktu mudanya. Ketika aku berusia setahun pada 1936 ayahku diangkat menjadi Kepala Nagari yang dijabatnya sampai tahun 1945. Jadi ibuku setidak-tidaknya pernah pula menjadi nyonya Kepala Nagari, sekalipun hanya sebentar kemudian dia dipanggil Allah. Tetapi kira-kira bagi ibuku menjadi nyonya orang penting atau bukan tidak banyak bedanya. Budaya P.K.K. (Program Kesejahteraan Keluarga) belum muncul ketika itu. P.K.K. baru dikenalkan sejak masa pemerintahan Jenderal Soeharto (19661998) yang berlanjut sampai sekarang. Jadi ibuku tidak pernah jadi ketua P.K.K. nagari. Andaikan itu terjadi, boleh jadi ibuku tidak bisa melakukannya, karena kadang-kadang harus berpidato dan memberi pengarahan (entah apa yang mau diarahkan), sesuatu yang mustahil bagi seseorang seperti ibuku yang boleh jadi buta huruf. Sewaktu kecilku tidak ada cita-cita tinggi yang ingin diraih, tidak ada anganangan untuk jadi apa atau siapa, karena

103

memang lingkungan nagari yang sempit dan sederhana itu tidak mendorong orang untuk menjadi sosok yang melebihi orang kampungnya. Semasa kecilku, pengaruh kota belum menjalar ke kampungku, karena televisi saat itu belum lagi ada. Wawasanku pun hanyalah sebatas nagari Sumpurkudus. Paling-paling sekiranya aku pandai berpidato di masjid kampung, rasanya sudah luar biasa. Sudah merasa dihargai orang banyak. Cita-citapun hanya tertumbuk sampai di situ. Aku memang mengagumi orang yang mahir berpidato. Sewaktu masih duduk di Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Sumpur Kudus, aku pernah dibuatkan teks pidato oleh A. Rahman Gafur (guru S.R.), adik Muchtar Gafur, salah seorang tokoh Muhammadiyah yang pernah menjabat sebagai Ketua D.P.R.D. Kab. Sawahlunto atau Sijunjung dari partai Masyumi tahun 1950-an. Aku masih ingat di antara teks pengantar pidatoku itu ada ungkapan yang kira-kira berbunyi: “Dengan hati gedebakgedebur saya beranikan diri berdiri di depan para hadirin dan hadirat yang mulia.” Sebagai pengagum pidato orang, kata-kata pembukaan yang dibuatkan Rahman itu masih melekat di benakku, sekalipun mungkin tidak persis seperti kutipan itu karena terjadi lebih setengah abad yang lalu. Tetapi ungkapan “gedebak-

104

gedebur” memang ada dalam teks pengantar pidato itu. Dasar anak kampung, kelahiran Calau lagi, membuat ungkapan “gedebak-gedebur” saja harus minta bantuan segala. D. Dinamika Retorika dan Mu’allimin Balai Tangah atau Lintau. Dalam kehidupan sehari-hari aku bergaul dengan teman-teman sekampung, mengadu sapi, mengadu ayam, mengail, menjala, menembak burung dengan senapan angin milik abangku, dan gembala sapi, seperti telah disinggung di atas. Pernah juga aku mencangkul sawah (batobo) bersama pak enek A. Wahab, adik bungsu ayahku lain ibu. Itu terjadi antara tahun 1947-1950, sewaktu aku masih belum belajar ke madrasah Muallimin Lintau di Balai Tangah dalam kabupaten Tanah Datar. Usiaku ketika itu sedang merangkak menuju 15 tahun, sangat belia bukan? Sebuah usia yang penuh canda, tidak banyak yang menjadi beban. Di madrasah Mu’allimin Balai Tangah aku belajar antara 1950-1953. Di tempat baru ini, sudah tentu wawasanku sudah semakin luas, tetapi cita-cita untuk jadi sarjana tidak terbayang sama sekali. Jangankan terbayang, kata sarjana itu sendiri aku pun tidak paham. Di tahun 1950-an itu di Lintau seorang tamatan

105

S.M.A. saja sudah sangat dihormati. Begitu tingginya posisi seorang terpelajar masa itu, karena populasinya masih sangat langka. Salah seorang guruku dalam mata pelajaran aljabar dan ilmu ukur di Lintau yang berasal dari Kamang kabarnya tidak tamat S.M.A., tetapi sudah diminta jadi guru Mu’allimin. Karena kurang berbakat dalam ilmu serba eksak ini, hubunganku dengan guru ini tidak begitu akrab. Tempat tinggalku di Lintau berpindahpindah. Pernah juga di rumah etek Lamsiah, di Tapi Selo. Dua dari adik Lintauku, aku yang memberi nama: Agustar dan Armayulis. Agus seorang insinyur teknik industri dan Arma tamatan D3, semuanya di kota Bandung, jauh sepeninggal ayah kami. Sesekali kami masih saling mengunjungi. Maklumlah masing-masing terbenam dengan kesibukan hidupnya di rantaunya masingmasing. Adik-adik Lintau ini tak seorang pun yang tinggal di kampung asalnya. Rantau telah menjadi tumpuan hidup mereka. Sebuah catatan perlu kutambahkan di sini. Belakangan ini adikadik ini tidak lupa menyiapkan seekor sapi qurban untuk disembelih di kampung ayahnya, sebuah sikap yang patut dipuji. Mereka tidak lupa bahwa separo darahnya berasal dari Sumpur Kudus dan pernah dibesarkan oleh air Batang Sumpur.

106

Di antara adik-adikku, baru Syafril (alm.) dan Nurhayati yang paling berhasil mendidik anak-anaknya. Ada yang jadi dokter, insinyur. Pokoknya sebagian besar anaknya jadi sarjana. Dengan modal pendidikan ini mereka memperbaiki status sosialnya, jauh melebihi orang tuanya sendiri. Sekiranya kami semua masih “terbenam” di Calau, tidak tahulah ke mana biduk nasib ini akan dikayuh selanjutnya. Atau tidak akan bergerak ke mana pun, berhimpit dan berdesak-desak di Sumpur Kudus, sulit untuk dikatakan. Kematian seorang ayah memang sangat ditangisi dan terasa pilu sekali, tetapi di balik itu ternyata selalu tersimpan hikmah yang baru kemudian dapat dirasakan. Allah mengatur semuanya ini, sementara manusia hanya bisa mengancang-ancang, tidak lebih dari itu. Sebagai Kepala Nagari dan pedagang, ayahku cukup disegani masyarakat. Dialah tempat orang bertanya dan mengadu, tetapi aku belum pernah tahu apakah ayahku pernah naik podium untuk berpidato. Sebagai kepala suku Malayu, ayahku sangat paham adat nagari dalam bingkai alam Minangkabau. Sekalipun pendidikannya hanyalah sampai tingkat S.R. lima tahun, karena kesukaan dan hobinya membeli dan membaca buku, pengetahuannya di atas rata-rata orang

107

kampung. Setelah wafat, buku-buku peninggalannya terserak entah ke mana. Sekiranya masih tersimpan dengan baik, aku tentu bisa melihat buku-buku apa saja yang pernah dibaca ayahku dan yang telah mempengaruhi pola fikirnya. Saat masa kecilku tinggal bersama bibi dan paman, aku dekat sekali dengan tempat tinggal ayahku bersama ibu tiriku: Maran dan Lamsiah, yang didatangkan secara bergiliran ke Calau. Keduanya berasal dari kecamatan yang berbeda: Koto VII dan Lintau Buo yang dikawini ayahku tahun 1938, setahun setelah ibuku wafat. Ayahku masih punya tiga isteri yang lain, tetapi tidak punya keturunan. Seingatku, ayahku pernah hidup bersama tiga isteri, salah seorang dari nagari Sisawah, dalam waktu yang bersamaan, tetapi yang bertahan sampai ajalnya hanyalah dengan mak Maran dan etek Lamsiah, nama-nama yang telah kusebut di atas. Sepengahuanku, mak Maran dan etek Lamsiah jarang sekali bertengkar bila bertemu. Hanya sekali aku ingat mereka berkelahi, saling menarik rambut, cara perempuan untuk menunjukkan kebolehannya dalam menundukkan saingannya. Tentu ketika saling menarik rambut itu, celoteh Minang berhamburan ke luar tanpa kendali.

. Kabarnya ibuku tidak bisa dimadu. ayahku pernah pula menikahi seorang perempuan desa. Ph.D. Salah satu sifat ayahku adalah bahwa dia tidak pernah menyia-nyiakan anak-anaknya. Di antara 15 bersaudara.108 Sewaktu ibuku masih hidup. dibesarkan. Paling-paling jadi pedagang kecil tingkat desa atau . Demi menenggang perasaan ibuku. Tanpa bimbinganMu ya Allah. dan madrasah Muallimin.D. ayahku berpisah dengan isteri keduanya ini. Kariman.P. S. dan dididiknya. aku lebih daripada bersyukur. yaitu aku. Arwah ayah-bundaku tentu akan tersenyum menyaksikan anak bungsunya sampai belajar jauh ke Barat. sesuatu yang tak terbayangkan oleh ayah apalagi oleh ibuku. (Syafril). Dari satu ayah dengan tiga isteri kami bersaudara berjumlah 15. anak piatu yang digendong ayahnya ke tepi Batang Sumpur setelah ibunya wafat boleh jadi tidak akan ke mana-mana. atau S. ayahku tidak menambah isterinya. sebagian sudah wafat. Hanya Engkaulah ya Allah yang memahami betul betapa dalamnya rasa syukurku kepadaMu.M. tetapi tidak bertahan lama.R. Sampai saat ibuku wafat pada 1937. Amerika Serikat. karena pendidikanku sampai tuntas. sekalipun hanya sampai S. dari Universitas Chicago (1983). Semua anaknya dirawat.

Kebiasaan beristeri lebih dari satu ini di Sumpur Kudus bukanlah dimonopoli ayahku sendiri. ni’matMu yang tanpa putus. tanpa batas. anaknya umumnya menderita tanpa belas kasih dari ayahnya. dan kakakku Nursahih yang juga beristeri lebih dari satu juga yang tidak pernah menelantarkan anak-anaknya. Sebagian teman-teman sebayanya jika kondisi ekonominya memungkinkan juga melakukan hal serupa. Sebagian laki-laki orang kampungku bila sudah bercerai. Jangan Engkau biarkan aku mati rasa setelah bergunung ni’matMu dilimpahkan kepadaku sekeluarga. terutama bagi anak-anak yang dihasilkannya. Aku heran. juga ada yang berpoligami. Tidak berbeda dengan ayahku. Maka terserahlah kemudian kepada bekas isterinya untuk menghidupi anak-anak yang telah ditinggal hidup ayahnya sendiri. Sebuah tabiat yang buruk . Oleh sebab itu jangan biarkan aku lengah dalam bersyukur kepadaMu. pamanku Mattudin. mengapa perempuan juga mau dimadu dengan kondisi semacam ini? Sekarang kebiasaan itu di desaku sudah jauh berkurang.109 kecamatan. lalu beranak pinak di sekitar itu. Yang tidak masuk akal adalah. tetapi hobi kawin-cerai masih berlangsung dengan segala akibat buruknya. seorang lelaki yang tak mampu secara ekonomi.

N. salah seorang direktur. Di antara pejabat P. desa tertinggal. pusat yang paling berjasa adalah Dr. mudah-mudahan lobi-lobi ini bakal membuahkan hasil dalam tempo dekat. Muhammadiyah Jakarta. Bahkan Bung . tetapi tidak ada yang bertahan lama karena kualitas campurannya yang tidak baik. mantan menteri era reformasi. Aspal sudah. Sumpur Kudus. yang dikenalkan kepadaku oleh Al Hilal Hamdi. akhirnya telah membuahkan suatu hasil yang sangat spektakuler: listrik masuk kampungku dan ke nagari lain dalam kecamatan Sumpur Kudus. kemudian juga dikuatkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Poernomo Yusgiantoro.P. sampai 2003 belum lagi mengenal listrik. Sebagian manusia kampungku memandang praktik kawincerai sebagai suatu yang enteng saja. kecuali dengan diesel. Agar rakyatnya juga merasakan bagaimana rasanya hidup di lingkungan fisik yang agak modern dengan aspal dan listrik.110 sekali dari manusia yang tidak bertanggungjawab.L. Bagaimana akibat buruknya bagi keturunannya tidak dipikirkan jauh. Aku senantiasa berharap pada waktu itu. Pertemuanku dengan Herman di Kantor P. Herman Darnel Ibrahim. Di usia lanjutku. di Jakarta aku turut melobi ke sana ke mari agar desaku ini diperhatikan.

aku teringat pada suatu hari aku dibawa ke Padang dalam usia kelas II atau kelas IV S. sahabat kakakku Nursahih. Sebelum aku melanjutkan cerita tentang perjalanan hidupku semasa di kampung. sebuah tanggal hasil rundinganku dengan Bung Herman yang akan datang sendiri untuk menekan tombol. 4. Peresmiannya dilakukan tanggal 29 Januari 2005. 3 miyar. sebuah angka yang sangat besar bagi ukuran kampungku. Cobalah bayangkan betapa pandirnya aku yang ingin membawa listrik ke kampung. Tentu saja dijawab bahwa itu tidak bisa. yang juga menginap di hotel itu: apakah listrik itu bisa dibawa ke kampung. Seingatku aku bertanya kepada kaktuo Djarah. Dapat dibayangkan betapa bahagianya orang kampungku karena mendapat “durian runtuh” ini.R. Keberhasilan lobi ini tentu tidak bisa dilepaskan dari posisiku sebagai Ketua P. Biaya yang dikeluarkan untuk itu sekitar Rp.3 milyar. Aku menginap di sebuah hotel di kota itu. kemudian membengkak menjadi Rp.111 Herman berkunjung sendiri ke kampungku dan berjanji bahwa listrik akan mengalir ke nagari tersuruk itu.P. Mungkin itulah aku pertama kali mengenal lampu listrik yang bisa dihidupkan atau dimatikan hanya dengan menekan tombolnya di dinding. seperti . Muhammadiyah (periode 1998-2005).

Pada masa revolusi. semuanya berantakan.112 orang membawa lampu minyak tanah saja. Kaktuo Djarah pernah menjabat Kepala Nagari Sumpur Kudus setelah ayahku. maka pendidikan S. sampaisampai merotasikan letak celananya. Bahkan aku masih ingat salah seorang guru kami lantaran sulitnya hidup (aku agak lupa apakah pada masa Jepang atau masa revolusi). tetapi itulah risiko kesulitan hidup yang hampir-hampir tak tertahankan.R. tetapi karena aku termasuk mereka yang pernah naik dua kali dalam setahun. Itulah panggilan seorang guru yang tidak mengenal putusasa dalam mendidik anak- . Seharusnya aku baru tamat pada 1948. Sekolah rakyat enam tahun aku tamatkan di Sumpurkudus pada tahun 1947. Tentu cerita “orang pandir” ini tidak ada kaitannya dengan masuknya listrik ke kampungku puluhan tahun sesudah aku bertanya kepada kaktuo Djarah pada tahun 1940-an. namun proses belajarmengajar tetap berlangsung. Kadang-kadang bagian muka diputar ke belakang dan sebaliknya agar lebih tahan lama. semuanya tidak teratur. tanpa ijazah karena sekolah kami pada masa revolusi kemerdekaan itu tidak mengeluarkannya. Aneh memang. cukup kutempuh dalam masa lima tahun. Guru-guru pun tidak pernah lengkap.

Wahid. A. sementara pamanku Marah lebih dekat ke Perti. tokoh Muhammadiyah dari Lintau. Muchtar Gafur. Maangkat. Latief Dt. Jasa mereka semua telah turut mengisi otak dan hatiku melalui pendidikan S. Di madrasah inilah aku mulai mengenal gerakan Islam yang bernama Muhammadiyah. Rivai Dt.40 pagi di Calau dalam usia 87 tahun). dan Kahar. jam 6. Zulkifli Mahmud. Tari. Malamnya di surau di Calau aku belajar mengaji al-Qur’an dengan guru utamanya A. Syamsuar. Rajo Malayu. Muhammadiyah masuk ke Sumpur Kudus sekitar tahun 1937/1938. M. Rajolelo. juga berjasa dalam . Wahid. sewaktu usiaku dua atau tiga tahun. pamanku. Tanpa pengabdian mereka tentu anak-anak usia sekolah di kampungku akan terlantar dan buta aksara.113 anak kampung. Tokohtokoh Muhammadiyah setempat di antaranya: Harun Malik. Mattudin Rauf (adik ayahku. wafat pada 2 Mei 2004. Alangkah hinanya. Makkah. bukan? Pada sore hari untuk beberapa lama aku belajar agama pada Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Sumpur Kudus. 2004 dalam usia yang sudah sangat lanjut).R. Rajo M. A. wafat pada 3 Jan. Rusjid. Suki Khatib Rajo. Nalam (suami Rahima. M. Sutan Bachtiar.

Sebenarnya tidak ada masalah besar tentang agama yang diperbincangkan mereka. Kecuali Kahar. Dari famili senenek pihak ibu. Mungkin karena kedudukannya sebagai kepala nagari harus bersikap netral. permulaan puasa dan hari raya. sebagian besar pendukung Perti. Terasa sekali bahwa pada masamasa itu di Sumpur Kudus antar Perti dan Muhammadiyah senantiasa bersaing. saling berebut pengaruh. dan masalah kenduri orang . ushalli. sebagian pendukung Muhammadiyah.114 mengembangkan Muhammadiyah di kampungku. soal qunut subuh. seperti telah disinggung di muka. rakaat tarawih. aku tidak tahu. Paling-paling berdebat tentang persoalan khilafiah. Ayahku tampaknya juga pengagum Hamka lewat Tasawuf Modern-nya. Mengapa demikian. Masa kecilku ditempa dalam suasana persaingan itu. tidak berpihak kepada Perti atau kepada Muhammadiyah. nama-nama di atas di saat bagian ini ditulis telah tiada semua. kami terbelah dalam paham agama dalam arti fiqh harian. Atau mungkin juga karena kesenjangan umur antara ayahku dan pimpinan Muhammadiyah. Ayahku sendiri tampaknya tidak terlibat langsung dalam Muhammadiyah. Jadi terdapat jarak psikologis dengan mereka.

Nagari-nagari yang lain: Unggan. seakan-akan tertutup bagi gerakan Islam non-mazhab ini. Sisawah. antipati. Sudah tentu aku bangga mengikuti . dan yang sebangsa itu. biasa Muhammadiayah dinilai sebagai gerakan pembawa agama baru yang merusak Islam. tetapi kemudian diam-diam diikuti. Dalam perjalanan waktu. Mangganti. karena gerakan ini berbuat sesuatu yang kongkret untuk kepentingan masyarakat banyak. Namun sejak tahun 2000. Maka perjalanan Muhammadiyah di seluruh tanah air sering ditandai oleh sikap-sikap permusuhan. ketika Muhammadiyah belum mereka pahami. dan Kumanis. Muhammadiyah telah mulai mengembangkan sayapnya ke seluruh nagari dalam kecamatan Sumpur Kudus. Ya.115 mati. Tamparungo. anehnya adalah semua gerakan pembaru di mana pun di muka bumi. Perhatian terhadap Muhammadiyah di sana kini besar sekali hingga beberapa ranting telah resmi berdiri. Tanjung Bonai Aur. telah dilawan dan dimusuhi. sesuatu yang tak terbayangkan 50 tahun yang lalu. Dari delapan nagari dalam kecamatan Sumpur Kudus sampai barubaru ini. hanyalah Sumpur Kudus dan Silantai yang berhasil ditembus oleh Muhammadiyah.

Muhammadiyah. Muhammadiyah harus memahami dengan baik tradisi dan kondisi lokal agar gerak da’wahnya berjalan lebih lancar dan efektif.116 perkembangan itu semua karena berlaku pada waktu aku menjabat Ketua P. hubungan antar tauhid dan keadilan. Kepada pengurus cabang Sumpur Kudus yang sekarang selalu kukatakan agar energi jangan dihabiskan untuk masalah khilafiah. Tunjukkan secara tulus dan dengan bukti bahwa Muhammadiyah adalah gerakan untuk kepentingan orang banyak bagi upaya pencerdasan. konsep persaudaraan universal . tetapi untuk jangka panjang tidak bernilai strategis harus ditinjau kembali oleh kalangan Muhammadiyah. sesuatu yang tidak pernah kuimpikan sebelumnya. Muhammadiyah akan menjadi milik masyarakat tanpa kecuali. Harus disusun strategi baru dengan mengemukakan pandangan dunia al-Qurán yang menilai kehidupan dunia ini penting. lambat atau cepat. penyadaran. penyantunan.P. sekalipun bukan tujuan. dan pencerahan. Suatu metode da’wah yang menguras tenaga. Sudah tentu ide-ide besar di atas tidak pernah singgah dalam benakku sewaktu aku terlibat dalam debat khilafiah di kampungku tempo doeloe. Melalui metode dan pendekatan model ini.

Juga tidak merasa besar kalau hidup ala kampung itu kutinggalkan. tetapi kujawab dengan penuh kebanggaan. Betul. prilaku hidup yang jujur. Dalam usia di atas 70 tahun aku masih biasa menyetir mobil sendiri. Bagi sementara orang. Pengalaman masa kecil dan masa belajar di S. dan prinsip egalitarian. Aku tidak pernah merasa jadi kecil dengan kebiasaan semacam ini. tentang mutlaknya penguasaan ilmu pengetahuan. asal tidak .R.117 sesama Muslim dan antar Muslim dan nonMuslim. di Sumpur Kudus tentu ada pengaruhnya dalam pembentukan kepribadianku kemudian. Hobi berbelanja ke pasar atau ke lepau kecil sekalipun sampai hari ini masih belum berpisah dari diriku. Tetapi amal kongkret untuk menyantuni masyarakat yang sudah menjadi merek paten Muhammadiyah wajib diteruskan dan dikembangkan secara kreatif. Banyak orang bertanya tentang ini kepadaku. bersih. cara hidupku ini terlalu bersifat desa. Semua atribut mulia ini kuketahui setelah aku mengembara ke berbagai bagian dunia sambil membaca beberapa literatur. karena itulah aku. khususnya setelah aku belajar di Chicago. sebab aku tidak mungkin menjadi pribadi lain selain diriku. Tapi kebiasaan cara desa tetap saja melekat pada diriku di usia senja ini.

aku bisa bertanding dengan siapa saja dari segi rasa. jika isteriku tidak ada di rumah. sekalipun aku tidak punya rumah lagi untuk tinggal di sana. tanpa bumbu masak yang anehaneh. Jika pulang kampung. aku termasuk yang beruntung karena merasa tidak ada kecanggungan sama sekali. Dalam budaya hidup mandiri ini. Apa sulitnya bagiku untuk hidup seperti orang desa. karena memang aku orang desa.118 untuk perjalanan yang terlalu jauh. Untuk membuat menu sambal yang agak lezat. tanpa ajinomoto. tentu aku menginap di rumah saudara isteriku setelah aku berumah tangga pada Pebruari 1965 yang pada gilirannya akan kubicarakan apa adanya tentang suasana perkawinanku yang serba sederhana. Bukankah aku selama 18 tahun telah dibentuk oleh suasana lingkungan desa? Desa yang sampai sekarang masih sering kukunjungi. Sekarang untuk jenis makanan rebus ikan. aku biasa berbelanja dan memasak sendiri. Bahkan aku malah merasa bangga karena ciri kedesaan tetap melekat pada diriku. Bahkan lebih jauh dari itu. aku sering menginap di rumah anak kakakku Suherman. . aku sering minta diajari isteriku. Jika pulang bersama keluarga. atau di rumah sepupuku Asril Ma’ruf.

Rajo Alam di Pagarruyung. maka Sumpur Kudus ditinggalkan. dan lain-lain. Lintau jauh lebih maju. dan lokasinya pun mudah dicapai. Jadi jika aku belajar ke sana. Bukankah Buo dikenal sebagai tempat Rajo Adat dalam tambo Minangkabau setelah Islam? Dari trio raja tigo-selo. Masalah sarana jalan raya sudah lama dimilikinya. Rajo Adat di Buo. di samping pusat perdagangan emas. sebab di sanalah pada abad-abad yang lalu terdapat pusat kajian Islam. orang penting pada era Bung Karno. untuk sekadar mengulangi apa yang sudah kusebutkan. memang sudah sepantasnya. Tetapi dari tuturan sejarah. Aku tidak tahu mengapa seorang rajo (raja) pernah bertahta di Sumpur Kudus. Seorang tokoh Chairul Saleh. dan jadilah ia sebagai desa yang lengang dan miskin. Kemudian pusat itu berpindah. Bila dibandingkan dengan Sumpur Kudus. salah satu nagari di Kecamatan Lintau-Buo. kopi.119 Pengalaman selama di Lintau Di atas sudah disinggung bahwa aku melanjutkan pelajaran ke Lintau setelah menganggur selama tiga tahun akibat revolusi. seperti berulang telah kututurkan pada halaman-halaman lain. dan Rajo Ibadat di Sumpur Kudus. Sumpur Kudus memang dikenal sebagai Mekkah Darat. . berasal dari Lubuk Jantan.

Damhuri Gafur. Dalam tempo tiga tahun orang akan mendapatkan ilmu agama melebihi dari . Lintau. Ismael Rusyid. Generasi sesudahku masih ada juga yang belajar ke sana. sebab teman-teman Sumpur dan Silantai banyak juga yang belajar di Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Balai Tangah. Kedua. keduanya dari Sumpur Kudus. Sebelum itu telah pula belajar ke sana Djuli Taha. dan sebaliknya. pada awal 1950-an di kampungku beredar berita bahwa madrasah Muallimin Lintau itu hebat sekali. perjalanan Lintau-Sumpur akan memakan tempo sekitar 11 jam plus istirahat di jalan. Bila terpaksa. Jika rata-rata 5 km per jam. Kemudian menyusul Ali Akbar (Silantai). Tentu aku tidak sendirian “lawalata” sejauh itu. sekalipun tidak selalu. Nawadir Makkah. yaitu sekitar 48 km. Pertama.120 Ada beberapa catatan penting yang patut direkamkan di sini dalam proses dan selama aku belajar di Balai Tangah. Aku mungkin adalah generasi ketiga yang belajar di sana. Enam teman ini setahun di atasku. dan cara itu pernah kujalani sewaktu libur kuwartal untuk pulang kampung. Tetapi yang terus kulakukan adalah berjalan kaki dari Sumpur ke Kumanis sepanjang 27 km. Lintau tidak terlalu jauh dari kampungku. berjalan kaki pun mungkin. Sjafril Tahar. Sjamsu Kamar.

Hasilnya sudah dapat diduga: aku tidak lulus. tetapi harus melalui ujian masuk. Ketiga. aku . aku terpaksa diterima juga. setelah aku secara berangsur dapat menyesuaikan diri dengan suasana belajar. Tidak dapat ranking pun.R. apalagi antara Muhammadiyah Sumpur Kudus dengan Muhammadiyah Lintau telah terjalin hubungan yang rapat. maka pada ujian kenaikan dari kelas satu ke kelas dua. Seorang anak udik tampaknya perlu disantuni oleh guru-guru madrasah pada waktu itu. semula terlupa tidak dimasukkan.-ku sama sekali tidak memadai. Maka sepakatlah keluargaku untuk meneruskan sekolahku ke sana. Pengumunan mengatakan bahwa ranking nomor enam terpaksa diadakan karena kesalahan kalkulasi di atas. Tetapi malangnya karena salah hitung angka rapor. Tetapi bagiku tidak mengapa karena ranking enam bagi orang yang tak lulus ujian masuk adalah suatu prestasi yang luar biasa. Ujian itu aku lalui dengan susah payah karena bekal S. Ini menguntungkan posisiku yang tidak lulus tes masuk. aku semula meraih ranking nomor lima.121 sekolah-sekolah lain dengan sistem belajar yang lebih lama. Namun karena berasal dari desa terpencil. aku diturunkan menjadi nomor enam. sebab ternyata ada murid lain yang seharusnya mendapat nomor dua.

atau yang sederajat. Indonesia sudah merdeka? Keempat. orang kampung bisa naik sepeda. usia sekian itu sudah ancang-ancang untuk melanjutkan ke S.A. apakah pada 17 Agustus 1945. aku belajar naik sepeda sewaan dengan semangat tinggi di lapangan bola di Balai Tangah. Selain ujian sekolah. Tetapi tanpa perlawanan dalam revolusi. demi . Payakumbuh. tentu aku akan merasa malu. Mungkin jika tidak naik kelas. karena itu dapat diartikan sebagai seorang yang tidak layak untuk belajar lanjut ke tingkat sekolah menengah. Dalam keadaan normal. murid kelas tiga Mu’allimin harus ikut ujian bersama Mu’allimin-Mu’allimin yang lain. gara-gara revolusi kemerdekaan.122 gembira. Pada saat-saat menjelang ujian. kecuali ujian terakhir kelas tiga. Pada ujian penghabisan. hingga waktu belajarku menjadi tersita karenanya dan kakiku terluka sampai berdarah-darah. bertempat di Bunian.M. Aku lulus dengan baik dalam ujian bersama itu. Seumur itu ibuku sudah berumah tangga dengan ayahku. usia 15 tahun baru masuk kelas satu Mu’allimin. Apa tidak hebat Muhammadiyah daerah ketika itu. aku selalu menjadi juara nomor satu sejak kelas dua. aku turun menjadi nomor dua karena kelalaianku sendiri. tetapi bangganya bukan main. Bayangkan.

populasi babi hutan sebagai musuh petani dapat dikurangi.123 menjaga mutu. ngauman harimau masih terdengar dengan penuh wibawa dan sangat menakutkan penduduk. dikalahkan oleh manusia yang memburunya untuk tujuan komersial. Perasaanku ketika itu. babi hutan yang biasa menjadi makanan empuk raja hutan ini menjadi merajalela. Belakangan kabarnya harimau itu sudah menghilang. Bahkan tentu lebih ramai bila dibandingkan dengan Lintau. di dalam hutan yang jauh sekalipun. Payakumbuh bagiku pada waktu itu adalah sebuah kota yang ramai. diadakan ujian persamaan Mu’allimin dalam satu propinsi. Aku pun merasa bangga dapat turut dalam ujian ini. kadang-kadang di kala malam. orang kampung pernah diterkamnya. sekalipun sewaktu mengganas. Untunglah orang Minang punya hobi berburu babi untuk santapan anjing-anjing mereka. Akibat menghilangnya harimau ini. tempatku belajar selama tiga tahun. Rancak (bagus). Pencinta lingkungan hidup dan satwa tentu risau dengan menghilangnya raja hutan ini. alangkah rancak-nya kota tempat ujian persamaan ini. jejaknya saja sudah sulit untuk dijumpai. Dengan cara ini. Adapun kampungku demikian sunyinya. . tentu bila dibandingkan dengan kampungku dan Lintau.

Khath (tulisan Arab) mereka bagus sekali. Tetapi karena keterbatasan waktu aku tidak dapat berbicara agak lama dengan beliau. Seharusnya muridlah yang mengunjungi guru. Kini sebagian besar mereka telah tiada. Tanpa didikan mereka. Penguasaan Bahasa Arab mereka cukup bagus hingga bila diukur dengan standar pesantren di Jawa. aku harus mengucapkan rasa terima kasih yang tulus kepada semua guruku selama aku belajar di Lintau. Khusus untuk guru-guru agama menurut kesanku mereka semua adalah ahli di bidangnya. Indomadjo. mereka semua adalah para kiyai yang mumpuni. aku tak mungkin mengembara begini jauh. mungkin ada dua guruku yang masih hidup: Dt. guruku ini malah datang menemuiku di nagari Silantai. tiga pelajaran yang sangat kugemari.124 Kelima. guru Bahasa Arab dan guru Bahasa Inggris/Bahasa Indonesia. Bahkan pada waktu syukuran setahun listrik masuk desa tanggal 29 Januari 2006. Pada saat tulisan ini dibuat. belanja . Bandaro Ratih dalam usia hampir 90 tahun masih kuat pergi meninggalkan Lintau. sekitar 2 km utara Sumpur Kudus. selama belajar di Lintau aku bersama teman-teman dari Sumpur Kudus dan Silantai hidup secara berdikari. Dt. Keenam. Bandaro Ratih dan Ustaz Mahyuddin Dt.

pelopor gerakan pencerahan intelektual Sumpur Kudus. Liku-liku perjalanan hidupnya yang penuh warna akan dapat . Tetapi pertemuan dengan Sanusi Latief di kampung telah mengubah jalan hidupku. Kemana aku setelah Mu’allimin Lintau. Sanusi Latief. Akhirnya dia berjaya. Pikiran ini pernah kusampaikan kepada etek Lamsiah dan mendapat dukungan. tetapi bagaimana selanjutnya? Sebuah pertanyaan yang tidak mudah dipecahkan. berlaku perkisaran secara mendasar. sementara usiaku sudah 18 tahun? Jawaban terhadap pertanyaan ini berkait erat dengan peran M. sekalipun kemudian sering tertatih-tatih dan berliku-liku. karena pada waktu itu kondisi ekonomi ayahku tidak lagi kuat. sementara adik-adikku masih kecil-kecil dari dua rumah tangga. Sebenarnya sewaktu aku hampir merampungkan belajar di Mu’allimin Lintau.125 dan masak sendiri dengan menu yang serba sederhana. sudah terbetik pikiran untuk berdagang kecil-kecilan ke daerah hilir (daerah Riau Daratan sekarang). Sanusi kelahiran 1928 adalah pekerja keras dan sosok yang sangat gigih dalam mencapai cita-cita. Yang penting aku akhirnya dapat menyelesaikan madrasah Mu’allimin dengan prestasi yang tidak mengecewakan.

Di Jogja untuk mempertahankan hidup. demi ilmu pengetahuan. II. Akhirnya diputuskan bahwa aku berangkat meneruskan sekolah pada madrasah Muallimin Jogjakarta yang memakai sistem lima tahun. Sanusi Latief (kemudian bergelar Dt. mungkin karena mengingat biaya. sedangkan pak oncuku Mattudin Rauf memberikan dorongan kuat. perintis pendidikan tinggi tidak lahir dari rahim Sumpur Kudus. Sebuah contoh kegigihan dari seorang pekerja keras. KE YOGYAKARTA dan PERAN SANUSI LATIEF A. sekiranya mereka mau mengambil pelajaran. entah . Kampung dan teman-teman harus aku tinggalkan. sementara abangku Nursahih bersikap biasa-biasa saja. M. Aku tidak bisa membayangkan masa depanku jika seorang Sanusi. Sanusi Latief dan Hijrah Menuntut Ilmu Peranan kakak sesukuku M. Dialah yang mengajakku belajar ke Jogjakarta bersama dua adik sepupunya: Azra’i dan Suwardi. Bandaro Hitam) cukup besar dalam mengubah jalan hidupku. Reaksi ayahku terhadap ajakan ini tidaklah terlalu positif.126 mengilhami generasi yang datang kemudian di nagari itu. Sanusi pernah merangkap jadi tukang potong rambut di pinggir jalan.

Dengan menompang dek kapal laut kami berangkat menuju Jawa dengan perasaan yang bercampuraduk. Merantau ke Jawa telah mengubah seluruh jalan hidupku. apalagi ke tanah Jawa. Merantau ke Jawa bagi orang kampungku ketika itu bukan perkara biasa. tetapi penting bagi pembentukan karakter. akan ke mana kaki ini melangkah setelah merantau ke Jawa. Rasa terima kasihku yang dalam tak pernah kulupakan terhadap guru besar pertama yang lahir dari bumi Sumpur Kudus. Maklumlah anak kampung yang belum biasa merantau jauh. Kalau sejarah pendidikan lanjut Sumpur Kudus ditulis.127 untuk berapa lama. aku barangkali akan tetap sibuk dengan . Memang Sanusi Latief adalah pionir pertama yang paham betul apa makna pendidikan lanjut bagi anak kampung seperti kami. toh pada akhirnya akan sampai jua setelah melewati liku-liku hidup yang sarat dengan beban. pada waktu itu belum dibayangkan. Tanpa Sanusi Latief. maka nama Sanusi Latief harus diletakkan paling atas sebagai pelopor utamanya. Tanpa Sanusi Latief. perjalanan jauh ini tidak akan terjadi. sesuatu yang agak luar biasa pada waktu itu. Untuk selanjutnya. Pokoknya melangkah dan terus melangkah. berkat Sanusi Latief. seperti telah kusinggung di atas.

Kami masak bersama secara bergantian. Sesampai di Jogja semula kami berempat tinggal dalam satu kamar berukuran kecil di Kauman sebelum kemudian kami berpisah tempat. aku sendirilah yang tidak punya kasur untuk tidur. Akan berlaku involusi dalam cara pandangku membaca kenyataan yang terus berubah. Di dek kapal kasur itu dipakainya. menjala. Aku akan melebur kembali dalam tradisi kampung. Setelah beberapa hari dalam perjalanan darat-laut-darat. sebagaimana banyak anak nagari berbuat serupa. Azra’i dan Suwardi. Di antara yang berempat itu. milik kakakku. jika tak salah. membawa kasur dari kampung. Interaksiku dengan sub-kultur suku lain telah memaksaku untuk mengatakan bahwa Minang bukanlah segala-galanya. dan memancing. Apalagi Sumpur Kudus yang hanya sebuah sekrup belaka dalam kultur Minang yang selalu kusanjung itu. karena di kampung pun . Coba bayangkan pada waktu itu. sementara aku cukup tidur di atas tikar. tibalah kami di kota tujuan. kasur saja harus diangkut dari kampung. meneruskan kebiasaaanku sebelum ke Lintau. Rantaulah kemudian yang mengubah cara berpikirku. Bagiku keadaan seperti ini tidak menjadi halangan.128 senapan angin. Aku tidak akan ke manamana.

kadang-kadang bersama sahabatku Khaidir. Aku datang ke Jogjakarta dengan membawa ijazah kelas tiga Muallimin Lintau. Untuk bekal berangkat ke Jawa bibiku juga merendangkan daging burung kikiak hasil tembakanku di daerah Ranah Payo. tentu kisah hidupku akan berbeda . Mengapa aku ternyata tidak bisa langsung diterima? Mengapa nasibku setengah kandas untuk masuk Mu’allimin Jogja? Pertanyaan ini sangat mengganggu benak seorang anak desa seperti aku. sisa zaman Belanda. Bahkan tidak jarang aku tidur di sela-sela goni gambir milik ayahku. Semula diperkirakan tidak akan ada halangan apaapa untuk masuk ke kelas empat. Sekiranya aku ditolak masuk. jalan ke Mangganti. Aku berangkat ke Jogja dengan sebuah kopor besi kuno. Kopor ini adalah juga saksi hidup tentang betapa sederhananya keluarga bibi dan pamanku. sekalipun tidak kemenakan kandung. Kenapa berbeda sekali sikap pimpinan Mu’allimin Lintau dengan Mu’allimin Jogja. oleh karena itu perlu disantuni. Sampai di Jogja. sekalipun nilai ujian masukku tak memenuhi syarat. tugas pertama yang kuurus adalah masalah sekolah karena itu tujuan utama berangkat ke Jawa. Mungkin Lintau lebih mengenal lingkungan dari mana aku berasal.129 aku tidur tanpa kasur. kemenakan ayahku dari suku Melayu.

jika aku tidak mau mengulang kelas tiga. karena memang tidak terjadi. sebab hanya akan memperpanjang cerita yang tak pernah ada. tetapi di sini tak perlu diteruskan. tetapi aku tidak mampu berbuat apa-apa kecuali pasrah. Akibatnya aku harus menganggur. Kita boleh saja berandai-andai. dari seorang guru aku mendengar bahwa kualitas pelajaran di Jogja lebih tinggi dibandingkan dengan Mu’allimin daerah lain. Bermacam alasan dari pihak madrasah yang masih aku ingat .130 dengan apa yang aku jalani kemudian. Jika di Lintau tidak lulus ujian masuk tetapi terpaksa diterima karena orang desa. Ada semacam keangkuhan yang kuterima di sini. Kedua. 68 itu belum lagi rampung untuk ditempati. Jelas aku merasa terhina oleh pernyataan ini. Perasaanku jelas sangat tertusuk oleh sikap penolakan ini. kelas empat sudah penuh. karena gedung baru di Jl. Semuanya berada dalam rahim sejarah yang tidak akan pernah dibuka. Tamansari No. di Jogja aku membawa ijazah dengan nilai tinggi. Jadi aku akan mengalami kesulitan bila langsung masuk ke kelas empat. tetapi ditolak untuk meneruskan ke kelas empat karena . entah bagaimana jadinya. Jadi bangku tidak tersedia untukku. Pertama.

dengan persetujuan onga Sanusi aku bersama Azra’i mengikuti . Apakah di sini berlaku semacam keangkuhan Jawa vis a vis Luar Jawa? Tentu tidak akan sejauh itu.131 katanya kualitas tidak sama. termasuk goncangan dalam keluarga yang berkali-kali mendera kami. tetapi pengalaman di atas tak pernah kuceritakan kepada para pelajar. Siapa mengira bahwa pada satu saat aku diangkat jadi guru Madrasah Mu’allimin Jogja untuk mata pelajaran Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia. Namun aku tetap bersyukur. sampai saat tuaku ini. Mungkin inilah sikap yang bijak yang harus kukembangkan di mana pun berada. Semuanya sudah berlalu dan dijadikan modal untuk melangkah ke depan dengan membuang semua perasaan yang tidak enak untuk dihanyutkan melalui Batang Sumpur. sebab mungkin tanpa pengalaman-pengalaman pahit seperti itu aku tidak akan menjadi orang yang tabah dalam menghadapi goncangan demi goncangan yang datang silih berganti. apalagi sesama Muhammadiyah. Dua situasi berbeda yang sulit aku lupakan. budaya lapang dada mungkin yang terbaik yang tidak boleh hilang dari diriku selama hidup di dunia. Dalam keadaan seperti itu. Tidak peduli berhadapan dengan siapa. Bahwa semula aku bingung dan kecewa adalah wajar belaka.

P. Teman yang satu ini tetap setia dengan isteri satu. Adapun Suwardi bernasib lebih baik. Kontakku dengan keduanya masih terjalin sampai sekarang.A. Setelah sekian bulan belajar montir. Akan diteruskan ke sekolah sopir atau melamar lagi ke Mu’allimin? Lagi onga Sanusi memberi nasehat agar aku bersedia masuk ke Muallimin. tetapi kemudian kebingungan mulai mendera lagi. Rajo Lelo dari suku Melayu-Kampai. Azra’i yang semula masuk S.132 sekolah montir di Jl. Lalu pulang ke kampung. teori dan praktik. Suwardi pindah ke Unggan mengikuti isterinya yang memang berasal dari nagari itu. masuk S.M. paman kandung Azra’i. Latief. sementara Azra’i pindah ke Purwokerto untuk sekolah sopir.M. swasta juga tidak betah lama di sana. gelar yang dulu disandang oleh A.P. tetapi . aku lulus. Azra’i kini bergelar Dt. Ngabean (sekarang Jl.M. Kedua sahabatku ini sekarang menetap di daerah kelahirannya. kembali mengikuti irama hidup secara kampung. Ahmad Dahlan). Muhammadiyah. Muhammadiyah dan terus ke S. ayah kandung Sanusi Latief. tetapi karena satu dan lain sebab tidak sampai selesai. Suwardi adalah saudara satu ayah dengan dua profesor Unand yang telah kusebut di atas. mengikuti mentornya dari Jogja yang pindah ke kota itu. sekalipun dengan perasaan terhina.

Terakhir dengan perempuan Mancang Labuah. sesuatu yang harus diterima apa adanya. karena sudah tersimpan dalam memori kolektif kami bertiga. pesan setengah piring sudah tidak pernah terjadi lagi. Gara-gara lapar di Kauman tahun 1950-an. kesukaan kepada .133 jalan hidupnya berbeda. Kesukaan kepada bakmi ini tidak pernah punah sampai usia tuaku kemudian. sekitar 1 km dari Calau. jenis makanan asal Cina tetapi yang sudah dijawakan. mengingat sangat terbatasnya uang sakuku. Tak terasa. Aku tidak tahu sudah berapa jumlah anaknya dari berbagai isteri itu. Azra’i juga sangat menyenangi jenis makanan yang satu ini. Teman-teman masjid Nogotirto amat sering “berkeliaran” bak kelelawar di malam hari untuk mencari bakmi di berbagai sudut kawasan di Jogjakarta. Azra’i telah berapa kali membina rumah tangga. Luar biasa aku menyukainya. Pengalaman Jogja tentu tidak pernah kami lupakan. Suka dan duka terekam dalam memori itu. meniti titian nasib masingmasing. tetapi apa daya sering aku membelinya hanya separo piring saja seharga 50 sen ketika itu. Di Kauman inilah kami mengenal bakmi. Karena kondisi ekonomi sudah semakin membaik. waktu telah bergulir lebih setengah abad sejak kami meninggalkan Kauman Jogjakarta.

ibunya. Bukan saja dalam selera makan. Tentu tidak ada yang salah di sini bukan? Masih tentang bakmi. Isteriku Nurkhalifah suatu saat juga suka sekali memasak bakmi dengan campuran daging ayam hampir sepertiga ekor. Semakin aku ingat pengalamanku di Kauman sekarang ini dengan porsi separo piring itu. Bagiku.134 bakmi tetap berlanjut. Perbedaan selera ini tetap bertahan di antara kami sampai hari ini. dia mengajakku berdebat dalam soal politik. kadang-kadang juga nyemeg (antara goreng dan rebus). tidak perlu dijadikan gesekan. cukup bergairah dalam masalah ini. . perbedaan itu sering mengemuka. semuanya ini lumrah belaka. Dibandingan dengan Hafiz yang kurang menyukai politik. sebuah keadaan yang harus disikapi dengan lapang dada. Nurkhalifah. Kami sangat toleransi dalam hal perbedaan ini. Dia dan anaknya Hafiz menyukai bakmi goreng. juga tidak jarang dalam selera politik. Kadang-kadang penilaian kami terhadap seorang figur berlawanan sama sekali. Tidak jarang. semakin tinggi rasanya seleraku untuk tidak berpisah dengan makanan ini. sementara aku tetap saja jenis rebus dengan kuah yang melimpah. Sangat berbeda dengan pengalamanku sewaktu tinggal di Kauman.

Ternyata tidak seperti bayangan guru di atas. Nilai ujian terakhirku pada kelas lima untuk mata pelajaran di atas adalah: 8. Seorang guru Ilmu Hitung marah-marah di muka kelas karena nilai mata pelajarannya di kalangan murid umumnya buruk. dan dengan mudah kemudian aku naik ke kelas empat. sebab pengalaman macam ini sangat baru dan asing bagiku. aku cukup ngeri. dan Ilmu Alam. 7. Untunglah di .135 Kembali kepada masalah sekolah. memang tidak pernah sangat tinggi. kalau tak salah. Tetapi ada pengalaman penting di kelas tiga yang cukup dahsyat kualami. Tidak sekadar marah. Guru ini dengan segala hormatku kepadanya suka sekali bercerita tentang keluarganya di muka kelas. Dengan perasaan yang serba bercampur. dan kami harus mendengarnya. Nilaiku dalam Ilmu Hitung. 7. pada hari pertama aku masuk kelas. aku siapkan mental untuk mengulang kwartal terakhir kelas tiga Mu’allimin. aku bisa mengikuti pelajaran. semakin sadarlah aku bahwa aku harus siap untuk kena marah oleh guru Ilmu Hitung ini pada suatu saat. guru ini bahkan menancapkan pisau ke punggung meja dengan tangan bergetar. sekalipun belum tentu menarik. Aljabar. Melihat panorama ini. Dengan tancapan pisau di meja. dan 6. Ilmu Ukur.

Tetapi betapa pun jua. Seorang yang semula ditolak untuk masuk Mu’allimin Jogja. Djindar Tamimy. juga pernah belajar di Mu’allimin.P. kemudian malah terpilih menjadi Ketua P. tentu dimensi human interest (menarik secara manusiawi) yang agak menegangkan ini tidak terangkum di sini. Tanpa tancapan pisau ini. persiapan mental ekstra kuat amat diperlukan. sekalipun diawali dengan tancapan pisau. aku wajib berterimakasih kepada guruku ini karena telah mengajarku Ilmu Hitung.136 kelas empat guru ini tidak lagi mengajar. Sampai tahun 2005.P. . tetapi tidak jadi rampung. alumnus Mu’allimin Jogja yang pernah menjabat Ketua P. pernah menjadi wakil ketua.R. Madrasah Mu’allimin telah banyak mencetak kader Muhammadiyah yang tangguh. Inilah dunia yang tidak mudah diperkirakan ke mana dia akan bergerak.. Jangan-jangan pisau tertancap lagi di punggung meja. Yang lain seperti Djarnawi Hadikusumo. Muhammadiyah barulah aku. Muhammadiyah yang membawahi madrasah ini. Sebab jika dia tetap mengajar.P. Bila semuanya ini kukenang kemudian. Fachruddin yang terlama menjadi Ketua P. Tetapi A. yang tersisa hanyalah rasa geli sebagai intermezo di masa sekolah di Mu’allimin Jogja.

setelah aku berpisah dengannya sejak 1953. Tetapi aku bersyukur karena sempat hidup bersama ayah selama 18 tahun. Rowijan (Aljabar). Fakih (Bahasa Arab). Kemudian aku naik ke kelas lima dengan nilai yang tidak mengecewakan. aku dapat cobaan berat dengan wafatnya ayahku yang kucintai.H. K. Mahfudz Siradj (Ilmu Tafsir). Para guru Mu’allimin umumnya punya wibawa karena kemampuan ilmunya yang mumpuni. Salah salah satu kekuatan Mu’allimin Yogya barangkali terletak pada suasana pendidikan bagi pembentukan watak untuk jadi pemimpin yang pandai berpidato. Muhammad Djamil (Ilmu Hayat). Sudiro . Beberapa nama perlu kusebut di sini: K. Tiap pagi murid-murid dilatih bicara secara bergiliran di lapangan terbuka. Namun batinku tergoncang keras sewaktu aku sedang duduk di kelas lima. Wiludjeng (Bahasa Inggris). Seperti telah disinggung di muka sebelum aku menyelesaikan pelajaran di Mu’allimin. Balija Umar (Musthallah Hadits). Aku tak lagi ingat berapa kali aku mendapat giliran itu.137 Kelas empat dapat kulalui secara wajar tanpa rintangan yang berarti. Djazarie Hisjam (Ushul Fiqh). Sjafii Sulaiman (Bahasa Indonesia dan Sejarah). Mohammad Mawardi (Ilmu Guru).H. Djarnawi Hadikusumo (Bahasa Inggris).

apalagi dengan guru tamatan Mekkah yang konservatif. Kadangkadang sangat keras. suka berdebat. Terjadilah perdebatan berkali-kali dengan guru ini. dan masih banyak yang lain. Ternyata paham agamanya kuno. . merasa kesempatan semacam itu sangat menggairahkan. tak sesuai dengan yang kami pelajari selama ini di lingkungan Muhammadiyah. Hassan adalah salah seorang guru agama Mohammad Natsir sewaktu masih tinggal di Bandung. tak peduli dengan siapa pun. Tetapi ada seorang guru Bahasa Arab baru didatangkan ke Mu’allimin. sama-sama mengurus Persis (Persatuan Islam) yang lebih radikal dalam soal agama dibandingkan Muhammadiyah. Aku pun pada saat itu sudah sejak lama mengikuti A. Muhammad Thajib namanya. Aku adalah salah seorang di antara yang “nakal” itu. Dasar anak Mu’allimin yang “nakal”. tamatan Mekkah. A. tak terekam dengan baik dalam ingatanku. Masalah yang dibicarakan apa lagi kalau bukan soal khilafiah. karena selalu disertai dalil agama yang ditafsirkan secara tegas dan jelas. masih sangat muda.138 (Ilmu Alam).Hassan dalam buku soal-jawabnya yang sangat kusukai. Aku yang sudah agak terlatih berdebat sejak di Mua’llimin Lintau.

W. aku tak ingat lagi bahwa aku membayar uang asrama di bawah harga teman-teman. sekalipun kadang-kadang lupa soal kesopanan ini waktu berdebat. Kalau tak khilaf aku dipilih sebagai sekretaris H. sekalipun aku tak sempat agak lama dilatih di sana. Pengalaman Mu’allimin Jogja ini di . Di Mu’allimin aku juga turut aktif dalam kepanduan Hizbul Wathan. yang aku banggakan itu. Bengkulu Utara. Aku masih ingat betul celana panjang biru dan baju warna soklat plus topi H. bukan? Melalui tulisan ini aku berterimakasih kepada seluruh guruku di Mu’allimin Jogja. tetapi pasti yang harga murah. di sisi sifatnya yang penyabar.139 Sewaktu berdebat. Aku amat berutang budi kepadanya. Pak Djazarie. sesuai dengan kondisi keuanganku yang serba mepet. Mu’allimin sedangkan ketuanya Muhammad Badjuri yang kemudian ditugaskan ke Bintuhan. Aku tak ingat lagi sepatu yang kupakai. Tentu apa pula hubungannya perdebatan ini dengan urusan asrama segala.W. guru Ushul Fiqh adalah seorang alim dengan wawasan agama yang sangat luas. tetapi sopan dalam pembawaan. Pelajar Mu’allimin menurut penilaianku memang dididik untuk menjadi manusia penuh yang merdeka. termasuk yang mau berdebat dengan kami para pelajar. setelah tamat sekolah.

(Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah). Sempat beberapa artikelku muncul dalam majalah ini. Sebuah majalah Masyumi memuat tulisanku selagi aku masih di Mu’allimin.140 kemudian hari ternyata menjadi faktor penting bagiku untuk menjadi Ketua P. Sekalipun memakan waktu lebih tiga tahun baru dimuat. milik dan suara resmi Partai Masyumi. Aku pernah menjadi pemimpin redaksinya. apa bukan hebat.K. Tentang apa? Apalagi kalau bukan tentang kampungku Sumpurkudus. Apakah aku masih memerlukan itu semua sebagai syarat sekiranya aku pada suatu ketika naik ke puncak dalam Persyarikatan? Pelajar Mu’allimin juga menerbitkan majalah bernama Sinar sebagai media cetak untuk berlatih menulis.P.M.M. sekalipun . sebuah partai yang pada saat itu menjadi idolaku. Melalui majalah inilah aku belajar mengarang. gembiraku luar biasa. pada 1954 aku mengirimkan sebuah tulisan pula untuk majalah Hikmah.I. Tulisan itu baru dimuat pada 1957.M. Muhammadiyah (1998-2005). Bukankah aku dengan demikian adalah tamatan sekolah kader. Kalau tidak khilaf.P. (Ikatan Pelajar Muhammadiyah) atau I. sekalipun tidak pernah dilatih dalam perkaderan I. Tulisan-tulisanku umumnya bermuatan politik pro-Masyumi dan antiP.

141 pada tahun itu aku sudah meninggalkan Jogja. aku tetap saja menulis dan menulis. Begitulah perasaanku ketika itu. Sampai pada usia tua ini aku tak pernah menghitung sudah berapa puluh atau malah ratusan juta rupiah aku menerima honorarium dari kerja tulis menulis ini. sebuah profesi yang ternyata dikemudian hari juga sebagai tambahan rezki pada saat-saat kepepet. rasa percaya diriku jelas semakin meningkat. dalam dan luar negeri. termasuk menulis makalah untuk berbagai forum. Mungkin bukan dari siapa-siapa. Mungkin baru berhenti setelah tanganku tidak bisa digerakkan lagi karena sudah renta dan keriput. Sewaktu aku duduk di kelas lima Mu’allimin. Ayahku paling-paling terlatih menulis surat biasa atau catatan untuk kepentingan dagangnya. Jadi barangkali karena pengaruh lingkunganlah aku belajar menulis. Aku memandang terlalu tinggi orang yang pandai menulis. Aku tidak tahu dari aliran darah mana bakat menulis ini kuwarisi. sebab ibu-ayahku jelas tidak pernah menyusun karangan. Pada usia senja menjelang malam ini. aku sudah turut kampanye . Itulah sebabnya bila tulisanku dimuat di sebuah majalah di Jakarta. Ibuku sendiri mungkin belum pernah menulis.

Partai ini juga dikenal sebagai pembela yang paling gigih terhadap sistem demokrasi dan konstitusi. dan bahkan partai ini dibubarkan dalam proses pembelaan itu. Tetapi pada tataran moral politik. Perginya Seorang Ayah dan Nasib Anak-Anaknya. apalagi adik-adik seayahku telah menjadi yatim semuanya. Sewaktu ayahku wafat. karena bayangan suram untuk biaya menyambung sekolah sudah terpampang di pelupuk mata. Kami kemudian mengikuti garis dan guratan nasib masing- . sekalipun setelah studi lanjut di Amerika Serikat aku kemudian juga mengeritiknya. Selebihnya dari aku ke bawah belum seorang pun yang mandiri. Di kelas lima Mu’allimin aku memilih jurusan A: akan cepat terjun ke masyarakat dan tidak akan meneruskan.142 Pemilu 1955 ke daerah Bantul untuk kemenangan Masyumi. Keinginan untuk belajar lanjut harus ditekan. anak-anaknya yang sudah dewasa barulah dua kakakku dan seorang abangku. B. karena partai ini tidak selalu mendasarkan keputusan yang diambilnya pada data sosiologis yang cermat dan akurat. karena syarat untuk itu memang tidak tersedia. partai ini hampir tidak ada tandingannya di Indonesia. Pada waktu itu aku sedang gila-gilaan dengan Masyumi.

karena tanggungannya yang juga cukup berat. Berita tentang wafatnya ayahku pada 5 Oktober 1955 diberikan oleh adikku alm. pakai kopiah agak tinggi dan baju lorek-lorek. Djazarie. Aku masih ingat betul. Faried Ali. tampaknya . Muhammad. Penulis R. Betapa parah dan gundahnya perasaanku mendengar kepergian ayahku di Lintau. Terimakasih Muallimin. madrasahku yang telah turut menyuburkan kepekaan jiwaku dan telah meringankan beaya belajarku! Aku tamat Mu’allimin pada 12 Juli 1956. Fotoku yang tertempel pada ijazah sungguh sangat belia. Dalam ijazah tertulis nama Majlis Ujian: Pemimpin H. Syafril Maarif. anak sulung dari etek Lamsiah. yang wafat beberapa tahun yang lalu di Lampung dalam usia 56 tahun. sedangkan Pengurus Muhammadiyah Majlis Pengajaran tertanda Moh. jauh dari diriku. Patahlah sudah salah satu tempat pergantunganku. tetapi karena sudah ditinggal orang tua. 175 per bulan. Untunglah ada abangku Nursahih yang turut membantu beaya sekolahku dengan standar yang minim. 125.143 masing. Mawardi dan Penulis Moh. beaya asrama Muallimin pada waktu itu adalah Rp. sementara peninggalan ayah hampir-hampir tidak ada lagi. aku diberi keringanan dengan hanya membayar Rp.

yang terbayang adalah pakaiannya berupa celana batik dan baju teluk belanga. Kematian ayah benar-benar kurasakan terlalu berat.144 seperti baju kaos. Mengapa batinku begitu . Sekiranya itu aku lakukan. tetapi sewaktu ayahku menyusul 18 tahun kemudian. di samping tidak ada biaya untuk itu. Jika sewaktu ibuku wafat. air mataku meluncur tak tertahankan. apalagi itu berlaku jauh dari diriku. seperti umumnya orang kampungku. batinku benar-benar remuk dan tercabikcabik dengan pukulan yang datang secara tiba-tiba itu. Raporku pada Mu’allimin Lintau hilang entah ke mana. Ayah kami pergi untuk tidak kembali. aku tidak paham apa makna kematian itu. semuanya mengalir begitu saja. Akan pulang kampung? Tidak banyak gunanya. kopiah sutera hitam yang mudah dilipat. Setiap mengingat sosok ayahku. khususnya kalau pergi salat Jum’at ke mesjid Sumpurkudus dengan berjalan kaki. tanpa payung pelindung. Bila peristiwa perih ini kukenang. padahal di dalamnya ada nilai 10 untuk Bahasa Arab. Semuanya berantakan. aku tak ingat lagi. beban batinku akan bertambah berat menyaksikan adik-adikku yang masih kecilkecil. ditinggal seorang ayah yang menjadi tulang punggung ekonomi dan payung pelindung mereka selama ini.

Mereka harus mengarungi bahtera hidupnya tanpa suami dan ayah yang selama ini menjadi pelindungnya. Hubungan . sedangkan aku tak punya kesempatan membalas jasa itu.145 remuk ditinggal ayah? Karena cintaku kepadanya hampir tanpa batas. karena memang demikianlah yang biasa berlaku di ranah Minang. tetapi aku juga tidak pernah dimanja. Tetapi etek Lamsiah untuk beberapa tahun kemudian masih berulang ke kampung suaminya sambil berdagang kecil-kecilan. Sepanjang ingatanku ayah tak pernah marah kepadaku. Ayah. setelah mereka hidup bersama ayahku selama 17 tahun. anakmu yang dulu digendong ke tepi Batang Sumpur sewaktu ibunya meninggal tak pernah melupakan segala jasa dan kebaikan ayah. Semoga Allah mengampuni segala kesalahan dan dosanya dan melupakan segala kekurangannya. kecuali dalam do’a. Adik-adikku beserta ibunya masing-masing meninggalkan kampung Ma’rifah Rauf tanpa kepastian masa depan. Kedua ibu tiriku bersama anak-anaknya kemudian terpaksa meninggalkan Sumpur Kudus untuk selama-lamanya. setidak-tidaknya untuk Sumpur Kudus. kembali ke nagari asalnya. Melalui do’a inilah aku berdialog dengan arwah ayahku. demi menghidupi adik-adikku yang telah kehilangan ayah.

146

abangku Nursahih dengan etek Lamsiah sepeninggal ayahku tampaknya akrab sekali, mungkin juga karena terkait dengan urusan dagang. Kemudian jauh sepeninggal ayahku, aku pernah mengunjungi etek Lamsiah dan adik-adikku di Bandung. Sewaktu kami duduk-duduk sambil bercerita, etek Lamsiah berucap: “Sekitar tiga bulan sebelum wafat, bapak Pi’i ingin mengunjungi Pi’i ke Jogja.” Pi’i adalah panggilan namaku di kampung. Mendengar ini, jiwaku bergetar lagi, sebab keinginan itu tidak pernah menjadi kenyataan. Sekiranya niat itu dapat diwujudkan, tentu ayahku akan menemuiku di asrama Mu’allimin, tempatku dididik oleh Muhammadiyah. Setahuku ayahku memang tidak pernah mengunjungi pulau Jawa seumur hidupnya. Teritorial jelajahnya hanyalah berputar di sekitar Sumatera Barat (waktu itu Sumatera Tengah karena meliputi Riau dan Jambi). Bagi orang kampungku, pergi ke Jawa pada zaman itu merupakan sesuatu yang luar biasa. Jangankan berlayar ke Jawa, aku berkunjung ke Padang saja misalnya, sepulangnya pasti banyak cerita yang akan disampaikan kepada teman-teman di kampung. Tentu saja cerita-cerita sepele, seperti cerita tentang lampu listrik yang dihidupkan tanpa korek api, kereta api,

147

menginap di hotel, dan yang sebangsa itu. Alangkah jauh perbedaannya bila diukur dengan situasi sekarang. Orang kampungku pada dasa warsa belakangan ini bukan saja telah merantau ke Jawa, yang mengadu nasib ke Malaysia pun sudah ratusan jumlahnya. Tidak sedikit pula yang dikategorikan sebagai pendatang haram oleh polisi Malaysia, tetapi mereka tidak pernah jera, sebab tekanan ekonomi di kampung belum banyak berubah, sekalipun nagari ini tetap saja digambarkan oleh penduduknya sebagai: “Sumpurkudus Makkah Darat, ikannya jinak, tebingnya landai, pasirnya putih,” seperti yang telah disinggung sedikit di depan. Dari perantauan tidak sedikit devisa masuk ke kampungku, khususnya dari mereka yang berhasil dan bersikap hemat di negeri orang. Sumpurkudus sebagai bagian dari tanah Minang, sesungguhnya kebiasaan merantau jauh ini barulah terjadi pasca proklamasi kemerdekaan, dan orang kampungku termasuk yang agak terlambat untuk urusan ini. Mungkin letak geografisnya yang terisolasi sehingga dorongan untuk merantau dirasakan tidak terlalu kuat. Ini berbeda sekali misalnya dengan orang Sulit Air, Solok. Jauh sebelum merdeka mereka sudah mengelana ke ujung-ujung nusantara. Banyak di antara

148

mereka yang berhasil secara finansial. Dan mereka punya kebiasaan pulang sekali setahun, pada hari raya ‘Idul Fithri. Nagari Sulit Air tentu banyak sekali mendapat bantuan untuk perbaikan dari para perantau yang jumlahnya mungkin ratusan.
III. UJUNG TOMBAK MU’ALLIMIN

A.

Bertugas di Lombok Timur Sebelum aku tamat belajar di Mu’allimin Jogja, datanglah konsul Muhammadiyah dari Lombok mencari seorang guru untuk bertugas di Pohgading, Pringgabaya, Lombok Timur. Konsul itu adalah H. Harist, tamatan Darul Hadist Mekkah. Penguasaan Bahasa Arab dan Ilmu Agamanya tentu saja sangat mumpuni. Paham agamanya modern. Ahli debat yang cukup dikenal. Entah mengapa konsul ini ingin mencari tamatan Mu’allimin yang berasal dari Sumatera Barat, sesuatu yang tidak mudah untuk dijawab. Pada waktu kalau tidak salah hanya ada dua orang di Mu’allimin Jogja: Hasan Basri (asal Lubuk Jantan, Lintau) dan aku. Hasan adalah kakak kelasku dan ditugaskan di daerah lain. Maka tinggallah aku yang jadi pilihan. Sebagai anak panah Muhammadiyah (begitu kami dijuluki pada waktu itu) tidak lama setelah aku tamat, berangkatlah aku

149

ke Lombok sendirian dalam usia 21 tahun. Tamatan jurusan A banyak yang bertebaran ke berbagai sudut tanahair, menjadi guru dan muballigh Muhammadiyah. Masih segar dalam ingatanku, sewaktu akan aku naik kereta api dari Tugu menuju Surabaya, Pak Djazarie turut mengantarkanku. Alangkah baiknya orang tua itu. Alangkah mulia hatinya. Dengan bekal pas-pasan, aku kini menuju Lombok, sebuah pulau yang belum pernah kukunjungi sebelumnya. Bermalam semalam di kantor Muhammadiyah Surabaya. Bismillah, aku mulai melangkahkan kaki untuk belajar hidup mandiri, karena memang tempat bergantung sudah tak dapat diharapkan lagi. Inginnya meneruskan sekolah, tetapi pijakan ekonomi sudah rapuh semua. Abangku (kupanggil onga) Nursahih sudah tidak mungkin lagi membantuku. Tanggungannya terhadap keluarganya sendiri sudah cukup berat dengan anakanaknya yang masih kecil. Sedangkan dari paman-paman aku hampir tidak mendapatkan bantuan yang berarti. Maklumlah kondisi ekonomi mereka juga pas-pasan saja. Dari stasiun Semut menuju kantor Muhammadiyah, aku naik becak tanpa kutawar sewanya terlebih dulu, padahal bekal perjalananku sedikit sekali. Sampai di

150

tempat tujuan, aku bayarlah sewa becak itu, aku tak ingat berapa jumlahnya. Pokoknya tidak banyak. Bang becak dengan kasar menolak, minta ditambah lagi. Maka dari pada bertengkar, aku lemparkan lagi sewa tambahan itu. Masalahnya selesai dengan perasaan yang kurang enak. Aku melapor kepada pengurus kantor untuk menginap semalam. Besok harinya aku akan naik kapal menuju Mataram, menginap semalam di rumah Pak Asmo, seorang tokoh Muhammadiyah untuk kemudian terus ke Pohgading dengan bus plat nomor DR. Pak Asmo terlalu ramah untuk kukenang. Selama menginap di rumahnya, aku bebas makan dan minum, termasuk disuguhi kopi coklat yang manis sekali. Di tengah perjalanan perutku meronta kesakitan. Mungkin akibat minuman coklat yang kelewat manis. Aku minta turun sebentar untuk ke belakang. Ternyata aku harus membuang celana dalamku ke sungai kecil karena tidak dapat dipakai lagi. Malu rasanya, tetapi bagaimana lagi, sesuatu yang harus kulakukan. Untunglah jarak antara Mataram dan Pohgading tidak terlalu jauh. Aku tak ingat lagi jam berapa aku sampai di tempat tujuan. Yang jelas sakit perutku telah sembuh, sekalipun menyimpan kenangan yang agak getir dan rasa malu.

151

Kedatanganku di Lombok Timur disambut oleh pengurus Muhammadiyah setempat. Aku ditempatkan di kampung Batuyang, di rumah Pak Subki, adik kandung H. Harist yang juga sebagai kepala desa. Di sinilah aku tinggal selama setahun: mengajar pada P.G.A. Muhammadiyah Pohgading yang terletak di pinggir sungai. Santoso, tamatan S.G.A. dari Blitar, adalah teman mengajarku di sana. Ilmu Pasti adalah mata pelajaran yang dipegang Santoso. Aku pegang macam-macam, agama dan umum, yang tidak terlalu kuingat lagi. Pada suatu saat Santoso pulang ke Blitar. Lalu siapa yang harus mengajar Ilmu Pasti sementara? Timbullah masalah yang agak gawat, karena aku tidak menguasai ilmu itu. Tetapi apa boleh buat, terpaksa juga aku lakukan, karena memang tidak ada pilihan lain. Bayangkan untuk mengajar besok pagi aku harus berjaga malam-malam untuk menyiapkan Ilmu Pasti itu. Sebab kalau tidak, bisa keluar keringat dingin. Akhirnya bisa juga, tetapi jelas tidak memuaskan. Seperti terlihat dalam ijazahku, nilaiku dalam ilmu itu sedang-sedang saja, bahkan aku dapat angka enam dalam Ilmu Alam. Untunglah aku tidak pernah mengajar Ilmu Alam itu. Memang tamatan Mu’allimin kelas lima, ilmu yang kita dapat sebenarnya serba

152

tanggung. Mungkin untuk mengajar S.D. tidak ada masalah. Untuk sekolah menengah, jelas perlu tambahan ilmu. Tampaknya tamatan S.G.A. lebih siap dibandingkan aku untuk mengajar mata pelajaran umum. Sebelum kami datang sudah ada sebelumnya dua guru tamatan Mu’allimat Jogja, berasal dari Bangka dan Sulawesi Selatan, tetapi tidak sempat mengajar bersama kami karena sudah harus pulang ke daerahnya masingmasing. Demikianlah, hampir setiap hari aku bertugas mengajar dalam tempo setahun, untuk kemudian aku kembali ke Jawa. Sebagai guru Muhammadiyah di tempat yang tingkat ekonominya serba sederhana, aku mengerti bagaimana pengurus Muhammadiyah mencari infaq untuk honorarium guru yang besarnya hanyalah sekedar untuk bertahan hidup. Dipungut dari sana-sini. Tetapi karena berasal dari keluarga desa, aku tak terkejut menghadapi kondisi yang semacam itu. Sebagai alumnus Mu’allimin, aku langsung diminta menjadi khatib tetap pada hari Jum’at di desa Batuyang (Pohgading). Kalau perkara khotbah ini, aku sudah agak terlatih sejak dari Mu’allimin, tidak memerlukan persiapan seperti mengajar Ilmu Pasti yang dapat menyebabkan kita

153

terengah-engah ditambah kurang tidur lagi. Ada kebiasaan orang Lombok yang aku suka dalam perkara makanan yang serba pedas dan merangsang, yaitu kelapa muda yang dibubuhi sambal trasi. Lalu dicampuraduk dalam tempurungnya yang dipotong pada bagian kepala dan langsung siap untuk disantap. Air mata biasanya menjadi berlelehan karena kepedasan, tetapi di situlah nikmatnya. Berkali-kali aku diajak pesta kelapa muda plus sambal trasi ini, dan tidak pernah kapok. Memang dalam masalah makanan aku tidak merasa kesulitan apa pun. Dasar lidah Minang yang suka pedas-pedas, makanan orang Lombok banyak sekali miripnya dengan makanan kampung saya di Sumpur Kudus. Memang pedas, sesuai dengan nama pulaunya: Pulau Lombok (lada). Waktu terus bergulir tanpa terasa. Sekitar bulan Maret 1957 pada saat usiaku 22 tahun, aku pulang kampung dengan membawa bibit bawang merah sekeranjang dengan maksud untuk dikembangbiakkan di kampungku. Perjalanan Lombok-Padang memakan tempo 11 hari dengan kapal laut. Ada sebuah anekdot dalam masalah bawang merah ini yang sampai sekarang aku agak malu mengenangnya. Tetapi itu perlu

154

direkamkan di sini sebagai bumbu otobiografi ini. Sesampai di Padang aku tidak langsung ke hotel mengingat persediaan sangu yang serba terbatas, sekalipun telah jadi pak guru selama beberapa bulan. Keranjang bawang itu aku bawa ke tempatku menginap di rumah pak Halifah, saudagar terkaya menutut ukuran kampungku. Semua anaknya aku kenal, termasuk yang puteri: Rahmah (alm.) dan Rosma. Ada adiknya lagi seorang puteri yang dipanggil Lip. Malam itu aku main remis dengan kakak-kakaknya. Kadang-kadang dia pindah ke ruang lain, kami terus saja main. Nanti pada saatnya akan kusambung lagi cerita ini. Jarak antara Padang dan Sumpur Kudus sekitar 148 km. Dari Padang aku menompang truk pak Halifah menuju Kumanis, pasar untuk Kecamatan Sumpur Kudus. Mengapa dengan truk? Jawabannya langsung: karena tidak perlu dibayar, sekalipun aku singgah dulu di Padang Panjang, tidak terus dengan truk ke Kumanis. Tentu saja bawang tetap setia bersamaku. Merantau beberapa bulan di Lombok, yang aku dapat adalah pengalaman yang berharga sebagai anak panah Muhammadiyah yang memang disiapkan oleh Mu’allimin. Kumanis-Sumpur Kudus masih 27 km lagi yang harus

155

ditempuh dengan jalan kaki, sementara bawang ditompangkan pada kuda beban. Tidak ada yang sukar bagiku menempuh jarak sekian itu, karena memang sudah menjadi latihanku sejak usia sekolah rakyat. Di Kumanis adikku dari Tanjung Ampalu, Syukri Maarif (dipanggil Buyung), datang menemuiku. Usianya pada 1957 itu sekitar 13 tahun sebaya dengan si Celana Merah, anak orang kaya itu. Kami dua beradik hanyalah saling menangis mengenang ayah yang baru dua tahun wafat. Yang dapat kuberikan kepadanya hanyalah sedikit uang hasil pendapatanku yang kecil di Lombok. Kemudian kami berpisah. Aku langsung ke kampung, Buyung kembali ke Tanjung Ampalu. Luluh juga perasaan pada waktu itu, seperti ayam kehilangan induk. Tidak pasti akan ke mana kaki ini selanjutkan harus dilangkahkan. Keinginanku untuk meneruskan sekolah masih belum pudar. Lalu bagaimana tugasku di Lombok? Sebab jika aku pergi harus dicarikan gantinya dari Minang juga. Untuk itu aku harus mencarinya, jika mungkin orang kampungku juga lepasan Mu’allimin Lintau. Tentu warga Muhammadiyah Lombok masih menginginkanku tetap bertugas di sana, tetapi jika itu aku jalani, sejarah hidupku mungkin akan menempuh arah

Di kampung aku punya seorang teman. B. Kalau tidak salah pada awal 1958 teman ini telah kembali ke Sumpurkudus. . Dengan berat hati pengurus Muhammadiyah setempat harus melepasku untuk kembali ke Jawa.R. (Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia) mulai memanas. ia harus pulang kampung. sementara aku ketika itu sudah berada di Jawa lagi. Teman inilah yang kemudian aku ajak mengajar di Lombok. Mungkin tidak sampai setahun.R.I. namanya Bachtasar Tahar. alumnus Mu’allimin Lintau. aku telah berembuk dengan pengurus Muhammadiyah Cabang Pohgading tentang siapa penggantiku sekiranya aku tidak lagi terus mengajar di sana.156 lain lagi. sementara usiaku sudah 23 tahun pada 1958 itu. Sayang teman ini tidak bisa lama tinggal di sana. Dia adalah adik ipar kakakku Nursahih. Lombok-Sumpurkudus-Surakarta Sebelum pulang kampung. dan ia bersedia. Untunglah Bachtasar selamat sampai di kampung. Ahmad Husein yang kemudian terkenal dengan P. Mengapa aku ke Jawa? Tidak lain karena ingin sekolah lagi. Hubungan Sumatera Barat dengan Jakarta mulai memanas. tetapi mengalami kesulitan dalam perjalanan karena pada waktu itu pergolakan daerah pimpinan Letkol.

Ada pikiran kami untuk masuk kelas 6 Mu’allimin agar punya ijazah tingkat S. Tetapi setelah ditimbang-timbang. jelas aku tidak bisa langsung mendaftar sebagai mahasiswa. Tetapi yang kurang enak adalah dokumen nilaiku untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia. Setelah setahun aku belajar. Harus masuk sekolah pendahuluan terlebih dulu karena memang disediakan oleh universitas.I. Aku lulus dengan baik. Pengetahuan .K. lalu ujian. sekalipun nanti sebelum ujian sarjana muda pada F. hanya soal perasaan kurang mantap untuk duduk bersama adikadik kelas yang juga meneruskan ke kelas 6. rasanya tak enak juga kembali ke Mu’allimin. aku semula ragu akan melanjutkan ke mana. jurusan Sejarah Budaya pada 1964. Bukan karena apa-apa.A. Mata pelajaran di sekolah ini hampir sama dengan kelas tiga S.T.L. (Sekolah Lanjutan Tingkat Atas) untuk kemudian terus ke perguruan tinggi.M. Kami kemudian memutuskan untuk mendaftar pada Universitas Cokroaminoto Surakarta. adik kelasku di Mu’allimin.A. Karena beban psikologis inilah kemudian kami pergi ke Surakarta cari perguruan tinggi.P. Karena dasar ijazahku hanya lima tahun. aku harus menempuh apa yang disebut ujian Colluqium Doctum.157 Bersama temanku Muhammad Saman dari Krui (Lampung).

Pimpinan universitas lalu mengambil kebijakan untuk memberi angka enam untuk tiga mata pelajaran itu. Kemudian aku diterima sebagai pelayan toko kain oleh Pak Burhan dengan Toko Anti Mahal-nya pada 1958. di mana nilaiku masing-masing delapan dan tujuh.K. ijazah aku terima juga.S.I. dan Bahasa Inggris hilang entah kemana. serta Pengetahuan Sejarah. Jelas aku dirugikan. Bermacam .158 Umum. Ada lima mata pelajaran yang diujikan dalam colluqium itu.P. Lama juga aku belajar di lingkungan Universitas Cokroaminoto itu. Bukan karena apa-apa. Pernah aku mengajar mengaji anak orang Minang yang ada di Solo. sekalipun bertele-tele. tetapi karena ingin cepat rampung. Pernah pula bekerja sebagai buruh dalam memilih besi tua pada seorang pedagang asal Silungkang. 1957-1964. Dengan ijazah ini aku sekarang diizinkan untuk menempuh ujian negara yang dilaksanakan oleh F. tetapi aku harus bekerja menghidupi diri sendiri. sekalipun dengan perasaan mendongkol. Maka mulailah aku bekerja apa saja untuk melangsungkan kuliah.K. (Fakultas Keguruan Ilmu Sosial) I. Karena pergolakan daerah. Selain yang tiga di atas ditambah lagi dengan Pancasila dan Manipol R. Jogjakarta.I.I. hubungan putus dengan kampung.

Nasai. M. yang presensinya dipegang oleh Jusuf. Jusuf banyak menolongku dalam masalah . mahasiswa Cokroaminoto. Pak Burhan sudah lama wafat dan jauh sebelum itu tokonya sudah dijual. jurusan Sejarah-Budaya. Jalan semacam ini harus aku tempuh karena tidak ada cara lain. Semula aku masuk ke Fakultas Hukum.P. Nasai adalah yang terlama bekerja pada toko kain milik Pak Burhan ini. sehingga pada saat ujian tidak ada masalah. dan aku.I. aku tidak mungkin bisa. tetapi karena kuliahnya teratur.R. Dengan Jusuf aku dapat mengatur presensiku. Nasai pada waktu tulisan ini dibuat masih tinggal di Solo setelah pensiun sebagai guru agama pada Sekolah Teknik Negeri Solo. Dari segi disiplin presensi aku jelas salah. Temanku Hawari wafat beberapa tahun yang lalu di rumah keluarganya di Cirebon. dan tidak jarang disuruh beli barang ke Bandung dan Surabaya. bagian pengajaran. kasir. Teman-teman Minang yang diterima bekerja di toko ini adalah M. yang juga putus hubungan dengan kampungnya gara-gara pemberontakan Permesta (Perjuangan Semesta) yang kemudian bergabung dengan P. Kuliah sambil bekerja terasa tidak mudah.159 tugasku di toko ini: pelayan. Hawari. Muchktar.I. berasal dari Sulawesi Utara.K. Jusuf. Maka pindahlah aku ke F.R.

Maklumlah sama-sama perantau yang putus hubungan dengan daerahnya masing-masing. Mungkin ia sudah beranak pinak di tanah kelahirannya. sekalipun ternyata tidak ideal samasekali untuk mengangkat ekonomi kami. kontakku dengan Jusuf sudah putus samasekali. Untunglah selain itu. Namanya Murdijo. Jusuf yang baik hati telah banyak menolongku sampai berhasil mendapatkan sarjana muda. meninggalkan posisiku sebagai pelayan toko. baik melalui ujian lokal maupun ujian negara. Kurang lebih setahun aku bekerja sebagai pelayan toko kain sampai datanglah suatu hari teman sekelasku di Mu’allimin Jogja berkunjung ke toko Anti Mahal. asal Baturetno. Warung ini kami beri nama Warung Ideal. pemilik warung di Baturetno. Pertemuan kami ternyata kemudian membawaku dan Hawari ke Baturetno. Surakarta. tetapi semuanya merugi.160 presensi ini. aku dan Hawari diminta jadi guru pada beberapa sekolah menengah di kota . Mula-mula dagang kecil-kecilan. Karena merugi. ayam dan kambing. yang semula ditugaskan di Donggala (Sulawesi Tengah) sebagai anak panah Muhammadiyah pula. Sejak aku meninggalkan Solo tahun 1965. tembakau. kami lalu jualan rokok. dan lainlain bersama Pak Markum. Korban pergolakan daerah.

sesekali aku masih bertemu dengan Murdiyo yang juga telah lama pindah sebagai pedagang yang berhasil ke kawasan Jogjakarta. yang tidak dapat dipisahkan dari perjalanan hidupku. Tugas sebagai guru honorer ini sangat penting bagi kelangsungan hidup kami di tanah rantau. dapat jugalah aku melangsungkan hidup secara sederhana. tidak dapat dikatakan. tentu pendapatanku jangan dibandingkan dengan pendapatan guru tetap.161 kecamatan itu.T. Sampai menjelang usia 70 tahun ini. kepala sekolah. Tetapi setelah digabung dengan apa yang dipungut di sana-sani. sangat menyukaiku mengajar di sekolah itu. besar kemungkinan aku akan diangkat jadi guru tetap.N. Sekiranya Murdiyo tidak berkunjung ke toko Anti Mahal suatu ketika.P. sebagai tokoh Muhammadiyah di sana telah berbuat baik . Sekiranya aku punya ijazah negeri. (Sekolah Teknik Pertama Negeri) di sana. Sebagai guru honorer. Pertemuan yang tak sengaja itu ternyata telah turut menentukan perjalanan hidup seseorang. entah ke mana pula aku harus mengelana selanjutnya. Cukup lama aku bertugas sebagai guru pada beberapa sekolah menengah di Baturetno. Keluarga Pak Makruf dan keluarga Pak Baitani. sebab aku juga diminta mengajar Bahasa Inggris di S. Baturetno. Pak Sujadi.

Demokrasi Terpimpin. Pembicara utama dalam pekan indoktrinasi itu adalah Purwanto. aku tidak tahu lagi apakah Pak Sujadi masih hidup atau sudah wafat. karena opsi lain pada waktu itu belum terbuka. Slogan politik Soekarno ini sedang membahanahi bumi dan udara Indonesia ketika itu.R. Aku harus tabah bergumul dengan realitas. Lenin. Ketertarikan Pak Sujadi kepadaku bermula dari suatu kejadian pada saat gencar-gencarnya indoktrinasi ManipolUsdek (Manifesto Politik. Undang-undang Dasar 1945.I. Ekonomi Terpimpin). Masalah revolusi selesai atau belum ini telah menjadi wilayah perbedaan . dari kantor penerangan kabupaten Wonogiri. Dikatakan bahwa revolusi belum selesai sebelum masyarakat adilmakmur terwujud di Indonesia. Pada saat menulis catatan ini. Sosialisme Indonesia. atau suatu permanent revolution dalam istilah V. Tampil dengan gaya Bung Karno.162 menyantuniku selama mengajar di kota kecil itu.B. Aku tinggal di Baturetno selama beberapa tahun karena itulah jalan yang harus kulalui. (Pemimpin Besar Revolusi) yang tidak ada tandingannya. Pada waktu itu Departemen Penerangan di seluruh tanah air telah menjadi mesin politik Soekarno sebagai P. Kebaikan mereka tidak akan pernah kulupakan.

Pada saat ada kesempatan tanya-jawab. Revolusi. Mr. Mendengar kutipan mentereng ini.163 pandangan yang tajam antara Soekarno dan Hatta. Tentu Hatta geli mendengar pidato berapi-api yang meneriakkan revolusi yang tak pernah rampung sampai ke pelosok-pelosok yang terpencil. Untuk menunjukkan bahwa aku tidaklah terlalu kampungan. Bukan main bersemangatnya juru bicara Manipol ini memuji Bung Karno dan pemikirannya yang terekam dalam TUBAPI (Tujuh Bahan Pokok Revolusi Indonesia). Mungkin saja aku mengucapkan kutipan itu memang dengan . tidak ada revolusi berkepanjangan yang berlangsung di muka bumi ini. Rakyat Indonesia terbius oleh retorika politik yang serba panas. adalah perubahan radikal dalam tempo yang relatif singkat. aku lalu teringat beberapa kutipan Bahasa Inggris dari alm. dalam majalah Panji Masyarakat atau Gema Islam. kata Hatta. Bagi Hatta. kemudian menyusullah masa pembangunan. kedua majalah ini di bawah pimpinan Hamka. Pak Sujadi mengira bahwa aku pandai berbahasa Inggris. Abdullah Sjahir. tetapi kosong itu. Di antara kutipan itu adalah scientific approach dan scientific consideration ( pendekatan ilmiah dan pertimbangan ilmiah). aku tidak menyia-nyiakannya.

padahal Bahasa Inggrisku masih terbatabata. Maka tak lama kemudian. Tetapi cara itulah yang kulakukan. aku tinggal mengikutinya saja. aku hanyalah menghafalhafal kutipan dari kutipan orang lain. tidak mustahil aku akan diangkat jadi guru tetap di sana. dan mungkin aku tidak akan ke mana-mana lagi. Bukankah kutipan-kutipan asing itu juga menjadi senjata Soekarno di muka pengadilan kolonial jauh sebelum proklamasi? Bedanya.T. . cerita tentang pengalaman ini aku sampaikan kepada Bung M. sehingga dapat “mempesona” orang lain. Amien Rais. akan menetap dan terpaku di sana bak perantau Cina (sebuah ungkapan orang Minang perantau yang tidak pernah kembali). sedangkan aku masih sedang mencari jati diri pada tingkat kecamatan. di atas. entah dari sumber mana diambilnya. Perbedaan lain adalah: Soekarno mengutip dari sumber aslinya. Andaikan aku punya ijazah negeri. dia hanya terkekeh-kekeh sambil mengulangi kutipan Bahasa Inggris itu. Soekarno tokoh nasional dan dunia. Garis nasib ternyata kemudian bergerak ke arah lain. Sebuah trik anak desa yang belum percaya diri.164 cara yang benar. dan ada buahnya untuk tambahan rezki. Pada suatu ketika. jadilah aku diangkat sebagai guru di S. beberapa tahun setelah itu.

aku akan berkunjung ke kantor Pimpinan Pusat Muhammadiyah untuk memohon anggota P.D. dan aku malah bangga menuturkannya kembali. Sebagai kader Muhammadiyah. memberi pengajian kepada warga Persyarikatan di daerahku.P.P.165 Itulah aku. komentator yang tajam. tentu tidak akan terlalu sukar bagiku. Aku percaya bahwa pengurus tentu . dengan terkekeh itu saja. aku bakal terpilih jadi Ketua P. sekiranya aku terus “terbenam” dan membenamkan diri di Baturetno. dasar anak desa.M. Semuanya ini kemudian harus kulaporkan kepada pengurus P. Jika itu yang terjadi. untuk menjadi ketua cabang Baturetno.P. Dan tidak mustahil jawaban yang akan kuterima adalah bahwa pada saat itu semua anggota P.D. Dan tidak mustahil pula dalam musyawarah daerah.. sedang sibuk menyiapkan Sidang Tanwir sehingga kunjungan ke daerahku terpaksa ditunda.D. Demikian tinggi rupanya penghormatan daerah kepada tokoh Muhammadiyah tingkat pusat.M.. malah menambah abrabnya persahabatan kami. tentu pada suatu hari sebagai Ketua P.M.P. setidaknya majelis tingkat P. dengan menambahkan bahwa perlu dicari pembicara lain yang bukan anggota P. alumnus Mu’allimin Jogja lagi. (Pimpinan Daerah Muhammadiyah) kabupaten Wonogiri. Bung Amien.

166 akan menyetujui saranku. asal saja kita tidak membiarkan diri tenggelam dalam lingkaran pengandaian itu. tidak akan ada ujungnya. aku juga mendapatkan tiwul (makanan dari tapioka kering) sebagai tambahan gizi (kalau tiwul itu masih ada zat gizinya) saban bulan. Di samping dapat sekadar uang. Siapa yang takkan bangga.D. Untuk turut serta dalam upaya mempercepat proses pencerdasan dan pencerahan bangsa Indonesia yang masih dilanda kesulitran. Yang jelas aku tidak pernah menjadi Ketua Cabang atau Ketua P. Tetapi sebagai selingan. sesuatu yang selalu aku banggakan. Demikianlah kalau kita berandai-andai. Sekarang (tahun 2006) Muhammadiyah kabarnya semakin berkibar di daerah itu. peran Muhammadiyah tentu akan semakin penting dan strategis. Wonogiri yang memohon anggota P. jika Persyarikatan yang telah turut membentuk kepribadiannya terus saja melaju dan berkembang untuk beramal bagi kebaikan sesama. Geli juga rasanya aku mengenang semuanya .P. Tiwul merupakan makanan pokok bagi sebagian rakyat Wonogiri. karena kita memang ingin selalu mendapat penyegaran dari pimpinan yang lebih atas. berandai-andai ini perlu juga untuk mengurangi ketegangan saraf bila beban otak terlalu sarat dan berat. untuk berkunjung ke sana.M.

di samping Sidi Gazalba. (Guru Tak Tetap) di sebuah sekolah negeri. Pada tahun 1960-an itu.T. sekalipun jumlahnya juga tidak banyak. karena minimnya kosa-kata yang dikuasai. Jika kukenang semuanya ini.T. Peluang untuk berkembang dan maju lebih terbuka bagi mereka. Aku sendiri pada waktu itu jelas belum punya akses membaca buku-buku asing. Mudah mengagumi orangorang pintar yang kreatif dan produktif. aku juga mengajar .. Pada tahun 1960-an itu di samping mengajar di Baturetno. aku mendapat sedikit rezki dari sekolah negeri ini. bangga juga aku rasanya ketika itu. Andaikan punya akses. Kutipan perkataan Inggris di atas ternyata telah memancing orang untuk memintaku menjadi G. tentu kamus harus dibuka. alangkah jauh tertinggalnya wawasan dan pengetahuanku dibandingkan dengan sebagian anak muda pintar dan kreatif belakangan. Sekalipun hanya dalam posisi G. adalah di antara penulis favoritku. Abdullah Sjahir.T. Pada saat kondisi ekonomi yang lemah di tengah-tengah gencarnya indoktrinasi Manipol-Usdek.167 itu sekarang ini. Tingkat intelektualitasku baru sampai di situ. untuk memahami satu alinea saja. padahal usiaku ketika itu sudah sekitar 25 tahun.T. terutama karena kutipan-kutipan Bahasa Inggrisnya yang memukauku.

Cukup lama juga aku bolak-balik Solo-Baturetno dengan kereta api. Aku naik di Pasar Pon terus melaju ke Baturetno dengan jarak 52 km pada saat itu.S. M. anak sekolah. Aku termasuk dalam kategori yang terakhir ini. Semua ini kujalani tanpa perasaan gelisah yang menganggu.M. Sekarang kabarnya lebih jauh lagi karena harus mengitari Waduk Mungkur yang dibangun setelah aku meninggalkan daerah itu.M. Samasekali tidak ada . Solo-Baturetno ini adalah kendaraan para pedagang kecil (bakul). Peta bumi Wonogiri telah banyak mengalami perubahan dan kemajuan sejak aku meninggalkannya sekian puluh tahun yang lalu. Sewaktu masih kecil di Sumpur Kudus. pimpinan Pak Suhardi. S. K.A. (Modern Islamic School) pimpinan Pak Abdul Manan Kadim. karena cara inilah satusatunya jalan bagiku untuk dapat meneruskan kuliah di Solo: Universitas Tjokroaminoto. tak seorang pun yang mengira bahwa aku akan mondar-mandir antara Solo-Baturetno. demi kelangsungan hidup sebagai anak rantau yang “terlunta” akibat perang saudara.D. dan rakyat umum.168 di kota Solo: di madrasah Mu’allimat N. Mata pelajaran yang kuasuh umumnya sama dengan yang di Baturetno: Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia.I.A.

sebagai guru selingan. Maka adalah sebuah perbuatan gila kalau mengimpikan yang bukan-bukan. Bukankah seperti sering kukatakan bahwa “aku terdampar ke tepi semata-mata karena belas kasihan ombak?” Kalaulah aku harus menyebut dua nama yang telah turut mengubah perjalanan intelektualku di samping peran “ombak”. Juga telah membebaskanku dari kebiasaan menyandang bedil ke sana-ke mari sebagai wujud kesukaanku menembak hewan. dan Kanada. M. dengan Batang Sumpurnya yang terus mengalir tanpa henti. Sanusi Latief berjasa karena telah membebaskanku dari lingkungan kampung yang serba sederhana dan rutin. M. Prof. Modal dasarku ketika itu jauh di bawah batas minimal. Malaysia. adalah yang paling berjasa melalui caranya masing-masing. Dr. Sanusi Latief dan Prof. Amien Rais adalah sahabat . untuk kemudian berangkat ke Jogjakarta setelah aku merampungkan Madrasah Mu’allimin Lintau selama tiga tahun. maka alm.A. Dr. Sanusi Latief pernah mengajarku.169 bayangan waktu itu bahwa suatu saat aku akan belajar dan mengajar ke dan di luar negeri: Amerika Serikat. Sewaktu aku belajar pada Ibtidaiyah Muhammadiyah Sumpur Kudus. M. manakala dia pulang kampung dari tempat belajarnya di Bukit Tinggi. Amien Rais.

Aku tidak dapat membayangkan sekiranya K.170 yang mengenalkanku dan yang meminta rekomendasi kepada Fazlur Rahman agar aku dapat diterima untuk meneruskan kuliah pada Universitas Chicago tahun 1979-1982. Sekalipun kadang-kadang berlaku perbedaan pendapat. tentu sebagian besar .A. Jasa kedua tokoh ini sudah terekam baik dalam memori hidupku. Perbedaan bagiku adalah kekayaan ruhani untuk mempertajam wawasan kemanusiaanku. rasa terima kasihku takkan pernah sumbing kepada keduanya. Tokh.H. Keduanya adalah fasilitator yang efektif bagiku untuk mengembara lebih jauh dengan modal dasar yang semakin bertambah. Mereka telah berperan penting pada saatsaat aku sedang berada di persimpangan jalan dalam menentukan pilihan. kami bertiga berasal dari sub-kultur yang sama: Muhammadiyah yang telah turut membentuk jiwa kami. Dahlan (1868-1923) tidak berjaya membentuk dan mengembangkan Muhammadiyah. Kemudian terserahlah kepada masyarakat luas untuk menimbang-nimbang perbedaanperbedaan kecil itu. Persyarikatan inilah yang membebaskan kami dari kerikatan yang kaku terhadap mazhab-mazhab pemikiran Islam yang sudah berabad-abad usianya.

Apalagi jika dikaitkan dengan doktrin tauhid yang hanya kepada Allah sajalah orang boleh menghambakan diri.171 rakyat Indonesia. anak Sarialam-Halifah. apalagi masyarakat kampungku. dan perhatian terhadap orang yang hidup tentu akan kecil sekali. karena bertentangan dengan harkat dan martabat manusia. Bagiku kemerdekaan adalah bagian yang menyatu dengan bangunan imanku. dikebumikan di Sumpur Kudus 7 Sept.R. tidak hanyut dalam arus perbudakan fisikal dan spiritual. Muhammadiyah dengan demikian adalah gerakan pembebasan teramat penting agar manusia Indonesia tampil sebagai orang merdeka lahir-batin. teman sekelasku di S. perbudakan dalam bentuk apa pun harus dilenyapkan dan dimusnahkan. Ismael Rusyid (wafat 6 September 2005 di Payakumbuh. Sumpur Kudus dan sepupu jauhku. Dengan demikian. terjadi perkembangan baru dalam hidupku. akan tetap saja sebagai pemuja kuburan yang dikeramatkan. IV. Mulai Dijodohkan Sikitar tahun 1963 pada saat usiaku 28 tahun. St. seperti telah kusinggung di depan.) . suami Rahma. MENITI BIDUK KEHIDUPAN A. secara diam-diam telah .

jika aku dan yang bersangkutan bersedia. Apakah mungkin seorang gadis belasan tahun dari keluarga berada bisa diajak membicarakan masalah rumah tangga dengan seorang yang tak punya pencarian tetap. Mereka tampaknya telah merundingkan suatu masalah yang kemudian ternyata telah menentukan pula perjalanan hidupku.P. memang sangat dekat dengan keluarga etekku. aku sempat termenung. tetapi mau dijodohkan. Lifuarda (namanya sewaktu di S. Payakumbuh. Sebagai seorang yang belum punya pilihan untuk teman hidup. kemudian kembali menggunakan nama aslinya Nurkhalifah). Tidak hanya dikenalkan. seorang menteri kesehatan di Simalanggang. Bagiku. Tanjung Ampalu. Teman ini. ini merupakan hiburan yang membanggakan. Ibunya Sarialam memang kenal diriku sebagai anak piatu yang kini sedang berada di perantauan. dikenalkan kepadaku melalui surat. tetapi terasa sebagai sesuatu yang hampir mustahil. Mengapa tidak? Seorang bujang lapuak diincar oleh keluarga kaya yang aku kenal. Bukan sebagai pedagang yang mapan . adik kandung Rahma.M.172 menghubungi etekku Bainah. sudah tua lagi jika dibandingkan dengan umurnya? Berkecamuk juga perasaanku antara senang dan bimbang.

Bersamaku.173 seperti umumnya orang Minang. Tetapi surat Ismael seakan-akan telah memastikan bahwa Lip (panggilan gadis itu) tidak keberatan. Bulan Maret tahun 1957. Padang. jika bukan kurang dari itu. tetapi sebagai mahasiswa dan guru pada beberapa perguruan sewasta yang hidupnya pas-pasan. tetapi aku juga kenal Lip ini pada saat usianya 13 tahun. aku singgah dan menginap di rumah keluarga ini di Seberang Padang. Ayah Lip adalah seorang pedagang gambir yang terkenal dengan beberapa truk yang menjadi miliknya. pasar gambir dan karet yang terkenal di Kabupaten Sawah Lunto/Sijunjung. ada sekeranjang bawang dari Lombok yang akan dijadikan bibit untuk dikembangkan di kampung. aku diterima dengan baik oleh keluarga ini. seperti telah kututurkan. dalam perjalanan pulang ke Sumpur Kudus dari Lombok. bila kukenang ini semua belakangan. Alangkah geli bercampur malunya rasanya. kalau mungkin sampai ke Kumanis. Aku sendiri hampir seusia dengan Rahma (wafat tahun 2003). Seperti biasa. Mengapa aku mau singgah di rumah orang kaya ini? Pertimbangannya sederhana: untuk menompang truknya. . isteri Ismael yang sudah berumah tangga sejak 1959. dan besoknya aku menompang truk miliknya.

adiknya.174 Seorang guru Muhammadiyah pulang kampung dari rantau hanya punya biaya pas-pasan untuk naik bus sendiri. sampai di mana aku menompang truknya. Sewaktu aku dan putera-puteri Sarialam-Halifah main remis bersama. Tidak ada fikiran macam-macam pada malam itu. apalagi usia terpaut jauh. karena tidak ikut main. Baru setelah itu bergerak ke Kumanis untuk kemudian berjalan kaki ke kampung. Rasanya tidak sampai ke Kumanis. Apa yang mau ditawarkan oleh seorang guru swasta yang tidak jelas penghasilannya. . Semalam di Seberang Padang rupanya telah membentuk kenangan tersendiri bagiku di kemudian hari. ada gadis dengan celana panjang merah. sebab aku singgah dulu di Padang Panjang untuk menemui teman-teman Mu’allimin Lintau di sana. Nampaknya si celana merah ini manja sekali. Mungkin saja dia tidak biasa main remis. Aku agak lupa. Akan dilirik kakakkakaknya. rambutnya panjang terurai. sebab aku sadar betul akan posisiku. matanya tajam. Dalam hati kecilku aku hanya bergumam. lincah juga gadis ini. Rahma (bintang desa) dan Rosma. Semuanya berlalu begitu saja. juga tidak mungkin. sebentar muncul sebentar menghilang. Tetapi hanya sekadar sampai di situ.

pimpinan Sjafruddin Prawiranegara. malu. sekalipun tokoh-tokohnya telah ditangkap. karena akan bertemu dengan si kecil.175 sementara mereka ini semua hidup dalam kondisi serba ada dalam ukuran ekonomi. dengan sekeranjang bawang yang kubawa dari Lombok langsung ke Teluk Bayur. karena tak punya apa-apa. tentu dengan perasaan bercampur-aduk antara senang.R. Senang. Ingatan pertamaku adalah pada “peristiwa” Seberang Padang itu: si celana merah dengan rambut terurai itu. ragu. aku pulang kampung pada tahun 1963 itu. Pada waktu itu Mak Sarialam masih hidup. hanya badanku agak kurus. ragu janganjangan dia sudah berbalik arah dan haluan. Aku tidak tahu bagaimana cara Mak Sarialam memintanya untuk menemui etekku Bainah di Calau untuk menjajaki persoalan Lip dan aku. dan malu. Yang juga aku heran adalah: mengapa si kecil ini mau dihubungkan dengan pemuda tua yang jarak usianya sekitar sembilan tahun. datanglah surat Ismael di atas.I. sekalipun sudah . miskin lagi. sekalipun bajuku ketika itu tidaklah terlalu buruk. pada saat situasi politik antara Jakarta dan bekas P. Tak lama kemudian. masih belum mendingin betul. Enam tahun kemudian.R. Ismael jelas berjasa dalam masalah ini.

setidak-tidaknya di beberapa kawasan Sumatera Barat.176 sakit-sakitan karena asma. Anda bisa bayangkan seorang guru swasta mau dijodohkan dengan keluarga pengusaha! Apakah ini bukan sesuatu yang lucu? Apakah nanti bisa bertahan lama? Setelah melewati jalan Raden Saleh. diambil dari nama kampung yang sama-sama kami cintai. semula dari posisi sebagai sopir selama bertahun-tahun. aku melihat perempuan tiga beradik sedang duduk-duduk di tras beranda . dibangun di atas tanah 1000 meter persegi. Di depannya beberapa truk biasa diparkir. Truknya diberi nama Sumpur Kudus. Dengan truk yang menyandang nama kampung yang biasa berkelana antar propinsi. Padang. rumah si kecil yang baru yang belum beberapa tahun dibangun ayahnya di kawasan elit Padang Baru. Sumpur Kudus setidak-tidaknya sedikit dikenal orang ramai. kemudian menjadi pengusaha yang berhasil secara mandiri. Ke mana aku singgah dulu sebelum ke kampung? Ke mana lagi. Rumahnya gagah dan kokoh. Dari kejauhan. apalagi di kalangan orang kampungku. Ayah si kecil adalah seorang pedagang yang gigih dan ulet. aku kemudian berbelok dengan berjalan kaki ke arah rumah si kecil. sebagai simbol keluarga pedagang terkenal. jika bukan ke Rimbo Kaluang.

177 rumah. dalam keadaan apa adanya. ada Rosma (juga sudah punya anak). Dalam serba . sebelum berkunjung ke rumah si kecil. Jika itu aku lakukan. aku tentu tak dapat berbuat apa-apa. aku pinjam pakaian dan sepatu teman untuk menunjukkan bahwa aku orang berada. mencari yang lain. tentu aku adalah seorang pemain sandiwara yang suka berpura-pura. Setelah melihat penampilanku dari kejauhan yang melenggok-lenggok. sekiranya di Padang aku punya teman. di situ ada Rahma (yang sudah punya anak). Tetapi itulah aku dalam keadaan polos. yang waktu itu sudah berusia 19 tahun. Aku memang tidak berbakat jadi aktor. bukan? Bagi si piatu yang sudah terbiasa malang melintang mengarungi nasib. Kalau tak salah. tidak ada yang harus terlalu dirisaukan. kabarnya Rahma berkomentar: “Tampaknya yang datang itu orang susah!” Maklumlah aku agak kurus. mungkin kurang gizi. tetapi tidak autentik. pandai bertanam tebu di bibir. ada si kecil. bukanlah caraku. Sebuah risiko harus dihadang. termasuk merantau dekat ke Lintau selama tiga tahun sebelumnya. demi gensi. agar kelihatan agak sedikit parlente. Jadi bukan kecil lagi sebenarnya. Perkara si kecil kemudian mau berpaling arah. Umpamanya. sekalipun telah merantau sambil sekolah selama 10 tahun sampai saat itu.

Herry Komar (wafat 13 Feb. sementara aku masih terombang-ambing di putaran roda nasib yang tidak menentu. Teman sekelas si kecil di S. Galau dan bimbang juga fikiran dibuatnya.P. Apa pun yang diingininya secara materi selama ini di lingkungan keluarganya selalu tersedia.M. bibiku Bainah. pengalaman hidup. Tanjung Ampalu di akhir 1950-an. dan jarak ekonomi yang tentu tidak mudah dijembatani dan dipertemukan. Yang aku heran adalah mengapa Mak Sarialam. juga terbentang jarak psikologis. dan kakakku Rahima bersikeras menjodohkanku dengan si kecil gesit yang biasa manja. Perasaan semacam ini pada waktu itu memang tidak terlalu tajam kurasakan. Apakah masih boleh aku berpikir seperti sendirian? Apalagi calonku ini tidak terbiasa hidup miskin. Ini persoalan besar yang tidak mudah dipecahkan.178 kesederhanaan. aku terbiasa berdiri di atas kaki sendiri. Apakah kawin dengan bunga kelas ini tidak akan menimbulkan masalah di kemudian hari? Di samping jarak usia yang jauh. pernah menyebut si kecil sebagai bunga kelas. Masalahnya adalah aku akan berumah tangga. mantan wartawan senior Indonesia. Tetapi bibiku dan kakakku demikian kuat mendorong agar aku cepat berumah tangga karena batang usiaku telah bergulir . 2006 di Jakarta).

pada suatu pagi aku dan teman-teman. Bagaimana akan siap. sekalipun tidak lapar. Sampai tahun 1963 itu. sekalipun secara ekonomi dalam kenyataannya aku sama sekali tidak siap. Baru setahun kemudian melalui ujian negara pada Universitas Cokroaminoto Surakarta. Sebelum berbelok ke rumahnya. Sebelum aku kembali ke Jawa dari kampung pada tahun 1963 itu. berselisih jalan dengannya. pada 1964. demi kelangsungan hidup dalam keadaan tertatih-tatih. ada kejadian kecil yang mungkin baik juga diungkapkan di sini. termasuk Manirun. tidak jauh dari Simpang Balai. Dalam kondisi semacam itu. Sumpur Kudus. tokh aku tetap saja sebagai seorang setengah penganggur dengan mengajar di sana-sini di daerah Surakarta. aku tak mungkin melamar jadi pegawai negeri. teman-teman sepermainan di kampung sudah beranak pinak. tak secarikpun ijazah sekolah negeri yang terpegang di tanganku. aku mendapatkan ijazah persamaan negeri untuk tingkat sarjana muda. Sekalipun aku telah mengantongi dua ijazah B. Si bunga kelas juga pulang kampung beberapa hari kemudian. aku belum punya pekerjaan tetap.179 semakin larut. kakak sepupuku dari pihak ayah. Ia .A. di samping ijazah hasil ujian lokal untuk derajat yang sama.

agak menjauh ke tepi jalan. Yang jelas aku menyukainya. khususnya setelah usia perkawinan kami agak lanjut. baju anak sekolah. dia membuang muka ke arah lain. Si kecil ini ternyata kemudian memang bukan seorang materialistik. Seingatku ia pakai baju putih. Aku hanya meliriknya sepintas lalu. tidak akan pergi ke dukun untuk minta “obat pekasih” demi melunakkan hatinya. rezki secara berangsur terus mengalir. Aku tidak tahu apakah hatinya semakin mantap atau sebaliknya semakin hambar berselisih jalan denganku. aku akan pasrah. Kami tidak saling berteguran.180 baru datang dari Padang. Tampaknya ia sangat pemalu. sekalipun orang kampung sudah tahu semua bahwa kami telah dijodohkan. langkahnya bergegas. karena sebelumnya belum pernah aku bercinta secara serius yang menuju ke perkawinan. Andaikan pada waktu itu dia merasa bosan melihatku. Aku ini anak . dalam perjalanan hidup kami kemudian sekalipun banyak pancarobanya. aku pun tidak akan bertingkah di luar jalur agama. sebagaimana yang akan kututurkan. Kekayaan mana pula yang mau diburu dari seorang aku yang kurang gizi? Tetapi aku harus jujur. yang memburu kekayaan. bukan atas inisiatif kami berdua. Andaikan pertalian itu akan patah di tengah jalan.

Semuanya biar berjalan secara alamiah. Muhammadiyah lebih dari pada gerakan sosial keagamaan yang giat menyantuni manusia. Maka salah satu buahnya yang elementer adalah membebaskan manusia dari segala macam bentuk kepercayaan yang menyimpang dari tauhid. tidak akan berganjak sedikit pun. Dalam perkara ini. sekalipun sekiranya nasib malang yang akan menimpa. tentu batin ini akan terluka juga. aku sangat kokoh. yang berbau syirik. tentu aku ini tidak akan pernah mengalami proses pencerahan batin yang teramat menentukan bagi perjalanan hidupku.181 Muhammadiyah alumnus Madrasah Mu’allimin Lintau dan Jogjakarta yang dilarang berbuat macam-macam di luar bingkai dan alur tauhid. Tetapi betapa pun perihnya hati. agama melarangku untuk main mata dengan tukang guna-guna yang di kampungku cara itu masih sering disebut-sebut orang. Aku tak bisa membayangkan sekiranya Muhammadiyah tidak berhasil menembus kampungku. Inilah di antara jasa Muhammadiyah yang cukup penting dalam membentuk pribadiku. . Bagiku pada sisinya yang terdalam. Muhammadiyah adalah gerakan pembebasan manusia menuju posisi tauhid sejati dan persaudaraan universal umat manusia dengan segala perbedaan yang ada.

Masuk sekalian tawar.182 Memang di masa kecil aku pernah pula diajar oleh seorang dukun perempuan dari nagari Menganti baca-bacaan yang serba karut itu. Mungkin nama salah seorang dukun dalam legenda Minangkabau yang sudah berbau Islam. sebab ada gelar malin dan ungkapan- . Di antara bacaan untuk menyembuhkan penyakit sijundai (semacam sakit kepala) yang masih terngiang-ngiang dalam ingatanku adalah sebagai berikut (aslinya dalam Bahasa Minang): Hai sungsang. Muhammad sungsang. atau seperti bayi yang lahir kakinya lebih dulu keluar. Akan dibelenggu Muhammad-lah engkau. Akan dirantai Allah-lah engkau. Aku pun tidak tahu siapa itu Malin Karimun yang disebut itu. do’a Malin Karimun Baris kedua dan ketiga jelas gawat. Dukun ini kenal baik dengan bibiku Bainah. Qul huwallah sungsang. Aku memantrakan obat parang sijundai. Sungsang artinya kaki di atas kepala di bawah. masakan Muhammad dan ayat Allah dikatakan sungsang. Keluar sekalian penyakit Berkat do’a. jauh sebelum aku mengenal Muhammadiyah.

Bukankah perjalanan hidupku sampai detik itu belum pernah merasakan apa yang bernama hidup berkelapangan? Pernah berbulanbulan di Solo aku tak pernah merasakan enaknya daging. sekalipun di dalamnya termuat juga sebuah keyakinan agama yang mendalam yang menjadi peganganku. Artinya aku tidak boleh oleng menghadapi apa pun yang mungkin terjadi. Oleh sebab itu. Nama malin di sini dikaitkan dengan orang yang dianggap tahu agama merangkap dukun. Ini tentu berbeda dengan cerita Malin Kundang. Mudah- . semata-mata sebagai bunga dan bumbu penuturan.183 ungkapan bernafas Islam. sebab tak terjangkau oleh kantongku. Goncang batinku juga tidak terlepas dari lingkaran situasi yang masih serba melilit itu. Ilmu andai-andai di atas sengaja kutuliskan dalam kaitannya dengan serba kemungkinan hubunganku dengan si kecil. Gontai dan tertatih langkah ini untuk berumah tangga pada waktu itu sering benar dibayangi oleh situasi yang serba kekurangan itu. aku paham benar apa makna kemiskinan. Pendeknya suasana hidup miskin adalah pakaianku sehari-hari selama bertahun-tahun. apa makna serba kesulitan hidup bagi manusia. si anak durhako dalam Hikayat Sabai Nan Aluih itu.

lupa lautan. Tidak banyak memang yang dapat kuperbuat kemudian. Tetapi pada masa itulah kesempatan untuk berbuat itu datang. tidak peduli terhadap masalah kemiskinan bangsa. Muhammadiyah dan masa-masa sesudah itu. tetapi dengan segala keterbatasan.P. aku setidak-tidaknya telah berbuat sesuatu untuk kepentingan orang banyak. Penyebab utamanya terletak pada kualitas kepemimpinan pada semua tingkat yang tidak serius mencarikan jalan ke luar dari serba kekurangan yang menimpa rakyat banyak ini. tidak memperhatikan orang miskin.184 mudahan semuanya ini akan tetap mendidikku untuk tidak lupa terhadap masa-masa sulitku yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari seluruh proses pembentukan diriku. dan beberapa daerah Muhammadiyah di seluruh tanah air setidak-tidaknya mengerti apa yang aku maksud. Sumpur Kudus dan Kabupaten Sawah Lunto/Sijunjung. Ini jelas terkait dengan kiprahku sebagai Ketua P. Inilah yang sedikit membahagiakan batinku. sekalipun itu semua aku lakukan di saat batang usiaku telah beranjak jauh. Jangan sampai aku merasa diri seperti orang yang lupa daratan. Apalagi kemiskinan di Indonesia bukan disebabkan oleh langkanya sumber daya alam yang langka. Interaksiku .

Pada tempatnya nanti aku akan mengulas lagi masalah ini. Itu aku dengar sendiri dari si kecil setelah ia kemudian menjadi isteriku. dan pengusaha. aku suka juga bertandang ke rumah si celana merah yang disertai Mak Sarialam yang anggun dan dermawan itu. tidak ada kelanjutannya. Selama beberapa hari di kampung. ini perkara jodoh. Jika muncul . Muslim dan nonMuslim. lintas kultural. Sudahlah. sungguh sangat subur di hari-hari tuaku. mungkin si kecil akan lebih bahagia bersamanya dibandingkan hidup bersamaku. apakah ada akar sejarah masa lampau. lintas etnis. Aku hanya senyumsenyum ketika mendengarnya. Entah bagaimana akhirnya. Kita terima suratan nasib sebagaimana adanya. sebab siapa tahu. Kita kembali kepada alur cerita semula. tidak jelas bagiku.185 dengan tokoh-tokoh lintas agama. Orang tua seorang teman di kampung kabarnya pernah pula mendatangi Mak Sarialam untuk menjodohkan anaknya dengan si kecil. sekiranya itu menjadi kenyataan. birokrat. para jenderal. kemudian hadapi kenyataan secara wajar dan penuh optimisme. Aku pun tak tahu mengapa ibu yang ramah ini mau menjodohkan anaknya denganku. kita tak perlu selidik menyelidik lagi. sementara si kecil kabarnya tidaklah keberatan benar.

apa yang akan diagendakan? Seperti seorang pengusaha saja dengan menyusun anggaran segala! Aku tak perlu malu mengatakan bahwa aku tak punya agenda apa-apa. yaitu sembilan tahun. lugu. tetapi itulah aku dalam keadaan polos. karena mereka pun telah terlalu sibuk dengan urusan diri dan rumah tangganya masing-masing. dan mungkin kekanak-kanakan. Aku masih gamang. Wawasan mereka pun sebatas kecamatan. sekalipun ia tidak terlalu terbuka untuk menyampaikan isi hatinya. ekonomi bangsa sedang morat-marit di bawah sistem D. kabupaten. Bukankah pada masa itu.T. Paman. selesaikan sebaik dan seadil mungkin. Beberapa kali aku bertandang ke rumah si kecil selama di kampung sungguh menyenangkan. Aku pun tidak bisa bertutur banyak tentang masa depan. . menjadi salah satu kendala baginya untuk berkata terus terang. dan sedikit sebatas propinsi. Mungkin karena jarak usia yang jauh. abang. dan famili yang lain. Aku belum punya pegangan apa-apa dalam masalah ekonomi. juga tidak memberi saran apa-apa. Apa yang mau diucapkan tentang kemungkinan masa depan segala. Bukankah semuanya itu belum ada dalam agendaku? Mengapa mau bicara agenda segala. karena aku belum punya peta masa depan.186 masalah.

antri bensin dan antri apa lagi. gedung-gedung. membakar semangat rakyat yang sering kedinginan lantaran perut kosong. Atapatap rumah. antri garam. Indonesia pada waktu itu adalah sebuah Indonesia yang sedang terkapar. 1959-1966) dengan politik mercu suar yang tidak berpijak di bumi? Politik sebagai panglima! Sumpur Kudus sebagai bagian tersuruk dari Indonesia. antri minyak. Antri beras. sebuah kebijakan untuk mengalihkan perhatian rakyat dari suasana perut keroncong karena negara dibiarkan berada dalam kondisi centangperenang secara ekonomi dan politik. tidak pelak lagi juga merasakan dampak buruk dari cara Jakarta mengurus negeri yang sedang kelaparan itu. karena kesalahan pemimpin di tengah-tengah kerumunan rakyat yang menderita penyakit amnesia (pelupa). sekolah. semuanya dihiasi dengan tulisan ManipolUsdek dengan huruf-huruf besar untuk menunjukkan bahwa revolusi belum .B. lapar.187 (Demokrasi Terpimpin. Ditambah lagi konfrontasi dengan Malaysia yang banyak menyedot energi dan perhatian publik. antri sabun. Dengan kalimat lain. (Pemimpin Besar Revolusi) tetap saja berpidato di mana-mana. merupakan pemandangan dan panorama sehari-hari pada masa itu.R. Bung Karno sebagai P.

demi keamanan dan kelangsungan hidup yang serba sulit dan penuh risiko. argumentatif. Kebanyakan orang telah menjual hati nurani dan kemerdekaan pribadinya. Partai-partai yang masih tersisa turut pula dalam koor manipolis itu dengan segala kepura-puraan yang memuakkan mereka yang siuman. Sekalipun Hatta tidak ditangkap. Selama periode yang panas ini.188 selesai. Dalilnya adalah: “If you cannot beat them. paling-paling seumur penciptanya. apa yang dikenal dengan pelacuran intelektual terjadi secara besarbesaran dalam masyarakat Indonesia. Di antara pengeritik yang paling vokal. Dalam sejarah kontemporer Indonesia tulisan Hatta ini (sudah dicetak dalam bentuk buku kecil) telah menjadi klasik. dan berpengaruh adalah Bung Hatta yang menulis artikel dalam majalah Panji Masyarakat bulan Mei 1960 dengan judul “Demokrasi Kita”.” (Jika anda tidak mampu memukul mereka. Dalam artikel inilah Hatta meramalkan bahwa sistem kekuasaan otoritarian itu tidak akan bertahan lama. ikuti mereka). majalah pimpinan Hamka itu akhirnya diberangus. join them. Sudah lebih 40 tahun karya penting ini tetap saja dikutip manakala orang berbicara tentang . Warga negara terbelah menjadi dua: pendukung atau pengeritik konsep revolusi yang tak pernah selesai itu.

Hatta menurut penilaianku adalah seorang demokrat dalam teori dan praktik par excellence. Dialah sebenarnya Bapak Demokrasi Indonesia yang autentik.189 masalah demokrasi di Indonesia. sungguh merasa amat terpukul oleh situasi yang serba manipolis itu.I.I. Genderang politik manipolis serta yel-yel konfrontasi dengan semangat tinggi adalah panorama sehari-hari. (Perhimpunan Indonesia) di negeri Belanda seperti turut menikmati bunyi genderang manipolis itu. (Partai Komunis Indonesia) yang memang terlatih dalam jor-joran politik berperan amat sentral dalam mendukung konfrontasi Bung Karno.I. tokoh-tokoh yang dulu pernah ditempa oleh dan dalam P. Ini yang terlihat dalam sikap sebagian alumni P. yang mendukung D. kecuali Hatta dan para pengikutnya. Aku yang sudah agak mengerti politik dan simpatisan berat Partai Masyumi yang telah dibubarkan. Aku pun heran. Ternyata akal sehat dalam situasi tidak menentu sering tidak berfungsi secara wajar. . P. Rasanya kita sedang berada dalam kondisi kebingungan dan konflik semesta. Partai-partai lain pada umumnya tinggal menari saja mengikuti irama genderang yang sedang ditabuh.T.K. termasuk partai-partai Islam selain Masyumi. Suasana politik bangsa panas sekali.

K. sekalipun Bung Karno gerah dibuatnya.T. P. tetapi yang ditolak oleh partai-partai lain.I. Tetapi mengapa kemudian Ali seperti tidak berkutik pada masa D.C.I. juga larut dalam kompetisi manipolis ini.U. diplomat ulung. terpaksa atau sukarela.R.Masyumi-N.190 Orang boleh mengeritik dan menyayangkan sikap mereka mengapa harus demikian.. Ali Sastroamidjojo.I.” maka kemudian terbentuklah Kabinet A.I. Otak normal sulit sekali membaca peta politik yang sedang berkembang. ..T? Inilah politik yang kadangkadang sulit dikalkulasi dan dipahami oleh pikiran jernih dan rasional. Di mana rasionalitas. Sesungguhnya Ali sebagai formatur kabinet pasca Pemilu 1955 pernah melihatkan taringnya sewaktu “membentak” Bung Karno karena dipaksa juga membentuk kabinet berkaki empat dengan memasukkan P. Sejarah Indonesia pasca proklamasi sarat dengan contoh-contoh yang lucu-lucu tetapi melelahkan ini. mantan duta besar di Washington D. tetapi itulah fakta yang tidak dapat dibantah oleh siapa pun. aku pun tidak bisa menjelaskannya. di mana akal sehat..). dan dua kali menjabat perdana menteri sebelum era D. aku tidak tahu.N. Salah seorang tokoh P. (Ali-Roem-Idham.. Akhirnya Bung Karno “menyerah.

Semua noda hitam sejarah ini tidak mungkin dihapus dari memori kolektif kita. Usiaku pada waktu itu sudah 28 tahun. Menengok fenomena ini. sebab Jerman yang maju itu. Romantisme perjuangan telah mengalahkan akal sehat dengan segala akibat buruknya. karena tidak ada jawabannya. kita tinggal memberikan penafsiran yang cerdas dan jujur mengapa semuanya harus itu terjadi dalam kondisi dan situasi tertentu. dari buminya telah lahir puluhan filosuf. dan diharapkan tidak terulang lagi. pernah pula memuja Hitler yang haus darah dan ekspansif selama bertahun-tahun. kita sebenarnya tidak perlu terlalu heran. Aku pun tidak tahu apakah cinta itu tertarik revolusi atau ungkapan-ungkapan politik yang membosankan.191 Sungguh luar biasa Indonesia pada waktu itu. Tentu akan ada yang bertanya. Dalam suasana politik semacam itulah aku menganyam dan menjalin cinta dengan si kecil. apa pula hubungan cinta dengan revolusi yang tak kunjung selesai menurut Bung Karno? Pertanyaan semacam ini biarlah tetap menggantung. termasuk filosuf eksistensialis Martin Heidegger (1889-1976) yang membingungkan kalangan yang masih berpikir nalar. sebuah usia yang layak untuk berumah tangga. Aku tidak bertanya .

M. seperti halnya P. temannya sewaktu belajar di S. Bukankah dia bunga kelas dalam pandangan Bung Herry Komar. inilah pertanyaannya. itu adalah bagian dari sikap nekatku. pada masa revolusi mempertahankan kemerdekaan. sementara awak tak punya apa-apa. seperti dia cemburu kepadaku kemudian. Baginya serba kesulitan mungkin tidak begitu terasa karena roda bisnis ayahnya masih berputar dan bergulir.I. Mengapa dia mau kawin dengan seorang yang nekat. sekalipun mulai agak melemah.. 1958-1963. Berbeda denganku yang gamang menentukan langkah. Bagaimana mau menikahi seseorang.192 apakah si kecil mengikuti politik atau tidak. tetapi aku tak pernah cemburu kepadanya. Tanjung Ampalu di masa pergolakan daerah. karena ketidakpastian ekonomi yang membayangiku selama bertahun-tahun dalam usia dewasaku. dan Sumpur Kudus pernah pula menjadi pusatnya.D.R.R. yang melawan Jakarta sungguh gawat bagi Sumatera Barat. sementara tidak sedikit pemuda yang telah lama mengintainya. Jadi bila akhirnya aku kawin dengan si kecil.I. Sejak itu sosok Sjafruddin telah menjadi tokoh . wartawan kawakan Indonesia.R. seperti telah disebut sebelumnya? Dampak P.P.

perlu mempertanyakan cara-cara berjuang untuk menekan Jakarta dengan membentuk pemerintah tandingan. Rendra adalah penganut doktrin “daulat tuanku?” Di usia tuaku. tetapi melihat korban yang begitu banyak.R. di samping darah anak bangsa yang tak berdosa telah banyak pula yang tertumpah secara sia-sia? Jawaban terhadap pertanyaan semacam ini belum selesai di otakku sampai sekarang.R.S.D.R.R.D. perlu kajian ulang. 1950 selain memberontak yang ternyata berakibat fatal bagi keutuhan Indonesia.I. Soekarno dengan egonya yang kelewat besar menjadi tidak stabil bila dilawan dengan senjata pemberontakan itu. Dapatkah orang membayangkan sebuah republik yang sedang panik tanpa P..R. Bukankah Bung Karno dalam istilah W.193 kontroversial dalam sejarah kontemporer Indonesia sampai hari ini.I. karena . Aku yang semula pro-P. tetapi keterlibatannya dalam P.U. Seharusnya dua situasi sejarah yang berbeda tajam itu jangan dicampuraduk. aku bersahabat dengan anak-anak dan menantu Sjafruddin.? Aku sangat hormat kepada Sjafruddin karena integritas pribadinya sebagai salah seorang pemimpin bangsa yang moralis.I. Apakah memang tidak ada cara lain pada waktu itu untuk menginsafkan Bung Karno agar tetap setia kepada U.

jika pemimpinnya berjiwa besar dan demokratik.R.I. apalagi bagi simpatisan Masyumi dan P. padahal pemerintahan gerilya ini selama tujuh bulan yang kritikal adalah penyelamat Republik Indonesia setelah Soekarno-Hatta ditangkap Belanda pada 19 Desember 1948 di istana Jogjakarta.R.R. Aku yang pada masa itu pro-P.R.194 kami sama-sama sering berbicara tentang P.I. yang selama sekian tahun tidak dihargai oleh Jakarta. belakangan mulai mempertanyakan sikapku itu. Demokrasi Indonesia lebih banyak dituturkan dari pada dipraktikkan dalam kehidupan nyata.I. sekalipun mereka lapar. setelah Sjafruddin baru saja menyerahkan mandat kepadanya bulan Juli 1949 sebagai Ketua P. Situasi saat itu sangat sulit bagi mereka yang bersikap kritikal.D. Bahkan Bung Karno dalam Pidato 17 Agustus 1950. dan pemimpinnya. Sungguh berlaku yang aneh- .D. Memang harus diakui secara jujur bahwa bintik-bintik hitam sebenarnya tidak elok berlaku dalam sejarah modern Indonesia.I.I.D...R. sama sekali tidak menyebut P. seperti baru saja kukatakan.S. apakah sudah benar atau karena larut dalam emosi anti komunis yang mendukung Manipol-Usdek. yang aku heran adalah sikap rakyat umumnya tetap saja terpaksa mendukung rezim otoritarian itu.

I. Korban sengketa politik para elit bangsa yang sering lupa diri.P. ada kalanya kita sulit memahami sikap politik rakyat banyak. juga mengganas dan merajalela karena merasa sedang berada .R. kelas 1). Karena Sumpur Kudus pernah pula menjadi pusat P. Kembali kepada dunia dagang ayah si kecil. seperti ratusan anak Minang yang lain yang juga menjadi korban. Dia korban sengketa politik daerah-pusat.M. putera Mattudin Rauf-Sarikayo terbunuh kena bom pada saat pesawat A. Siapa yang bertanggungjawab dalam tragedi seperti ini? Rakyat kecil hanya korban. Sebuah kehilangan yang berat bagi kami.U. Tidak memikirkan nasib rakyat kecil yang menderita karena kelakuan mereka. Dengan susah payah pak Halifah membangun dan mempertahankan dunia bisnisnya dalam situasi yang serba manipolis itu.R. Sampai hari ini suara Azwar masih terngiang-ngiang di telingaku.I. Di pedesaan P. Sungguh peristiwa ini sangat menyayat hati. adik sepupuku Azwar Makruf (siswa S. Dia panggilku kakoncu..I.K. seorang anak manusia tak berdosa harus terbunuh dalam konflik elit politik bangsa. Azwar adalah adikku yang sangat lincah dan pandai bergaul.195 aneh. menjatuhkan bom di desa itu.R. Entah sudah berapa harta bendanya dikorbankan semasa krisis itu.

Mak Sarialam dikenal sebagai perempuan yang bertangan dingin dalam . sehingga usaha dagangnya masih bisa berjalan di sela-sela kemelut politik yang panas itu.I.I. P. dari suku Caniago.I. kalah perang. bukan karena dipilih.K.R. khususnya dagang gambir dan karet yang diangkut ke Padang. Barulah setelah ditinggal mak Sarialam pada 1964. Bahkan posisi sebagai sebagai Wali Nagari Sumpur Kudus pernah dijabat oleh seorang P. Dalam keadaan sulit. dapat menyelusup ke kampung yang sangat jauh itu.R. ayah si kecil tidak terlalu berjaya lagi dalam membangun bisnisnya.K.R.K.196 di atas angin. Jumlah anggota P. Bayangkan ketika itu. Sebagai seorang yang merangkak dari bawah dalam dunia dagang. naluri saudagarnya “berdansa” terus. adalah isu anti komunisme? Untungnya ayah si kecil tidak dikenal sebagai orang politik. ayah si kecil demikian piawai dan tabah dalam mengatasi berbagai rintangan yang datang silih berganti. tetapi karena diangkat.I. Semuanya ini berlaku terutama karena P. Bukankah di antara isu politik yang diangkat P. di Kecamatan Sumpur Kudus tidak seberapa.I. dan sekaligus menjadi wali nagari. tetapi situasi politik sungguh berpihak kepada mereka.R. Sikap optimisme dalam berdagang tidak pernah surut.

wahai mertuaku yang baik hati! Selama ini dalam soal perjodohan dan perkawinan anak-anaknya. Negeri di sana. sekalipun tidak secara langsung. Aku dan si kecil bersama rombongan berangkat meninggalkan kampung dengan jalan kaki ke Kumanis untuk kemudian naik bus menuju tempat persinggahan masingmasing. mungkin lebih lembut dibandingkan si kecil yang sering keras kepala. peran mak Sarialam begitu besar. di seberang makam. jika ingatanku tidak salah. Damailah di sana. tetapi juga di arena kehidupan yang lain.M. Sayang sekali usia Mak Sarialam tidak berlanjut sampai pada saat kami berumah tangga. Si kecil kembali ke Padang meneruskan sekolahnya ke S. tidak saja di dunia dagang. B. sementara pak . Sebelum meninggalkan kampung mak Sarialam telah membuatkan rendang daging sapi untuk kubawa ke Jawa. Terlalu baik dan lembut calon mertuaku ini.A. mengelola perusahaan. Rupanya peran isteri dalam karier suami sering sangat menentukan. Kembali ke Jawa dan Pulang untuk Menikah Aku kembali ke Solo tahun 1963 itu juga. Aku pun merasakan betul seorang isteri dalam setiap langkah yang kuayunkan.197 mendampingi suaminya.

padahal aku bukanlah pribadi seperti yang digambarkan info itu. aku dan si kecil selalu bersurat-suratan. Kapan pula aku tidak kepepet? Jika kukenang sekarang. Selama masa pertunangan itu berbagai berita tentang aku telah sampai kepada si kecil.198 Halifah biasanya tinggal menyetujui saja siapa pun yang akan menjadi calon menantunya. Akibatnya si kecil menderita dan tertekan sekali. sekalipun bapak si kecil akan dengan tulus memberi bantuan itu. Salah satunya adalah info yang diterimanya bahwa aku sudah punya anak di Baturetno. tetapi aku sedang kepepet. Bukankah kedua orang tua si kecil dikenal dermawan? Di Solo aku kembali mengajar di berbagai sekolah demi kelangsungan hidup. aku merasa malu. jangankan . Kenyataannya. Tetapi ada satu hal yang memberi harapan bahwa pak Halifah akan membantu biaya perkuliahanku jika aku meneruskan sekolah setelah kawin dengan anaknya. entah di mana. Memang sekiranya aku punya mata pencarian tetap sebelumnya. Semua diserahkan kepada mak Sarialam yang anggun ini. mungkin aku sudah lama berumah tangga. tidak punya pilihan lain. Sampai Desember 1964. Sesunggguhnya perasaan kecilku tidak terlalu enak dijanjikan biaya semacam ini setelah kawin. saling menjajaki.

tetapi pertunangan tidak sampai kandas di tengah jalan. apalagi ibu yang sangat dekat dengannya telah dipanggil Allah pada bulan Juli 1964.199 menghidupkan orang lain. Rendang ini kubawa . Si kecil pernah mengatakan sebelumnya kepadaku bahwa ia ingin merantau. Apalagi pada era D. Pertemuan terakhirku dengannya adalah sewaktu memberikan rendang ke tanganku. para pegawai pun yang berpenghasilan tetap menjerit dihimpit dan dililit serba kekurangan. Jodoh memang tidak dapat direncanakan. Dia beli sendiri. sampai tahun 1960-an itu. bukan? Tetapi ada yang sedikit menghibur. kondisi ekonomi bangsa benar-benar terpuruk dan sarat tangis rakyat lapar.. sekalipun harus hidup menderita. Sejak di Mu’allimin Lintau.T. Cincin pertunangan yang dipasang di jari si kecil jangan dikira aku yang membelikan. Jogja. aku belum pernah merasakan hidup lapang yang layak untuk dibanggakan. Dengan apa kubelikan. menghidupi diri sendiri saja bertele-tele. tidak akan betah tinggal di Sumatera Barat. karena masih ingin sekolah juga. Aku adalah di antara anak Minang yang tidak terjun ke dunia dagang. Begitulah aku dan si kecil akhirnya berumah tangga setelah diterpa berbagai info yang negatif tentang diriku. Jangankan orang seperti aku yang saban hari mengais ke sana ke mari.

Terima kasih mak! Sejak bertunangan. sekalipun gamang juga bila mengingat bagaimana nanti menghidupi anak orang yang terbiasa manja. kakak. sesuatu yang tak pernah terbayangkan olehku. Perkara kondisi tidak seimbang. Jawaban lain adalah memang kami sedang mencari jodoh masing-masing. baik dalam umur mau pun dalam ekonomi. Secara materi aku tak punya bekal apa pun. Seakan-akan aku dibiarkan berjalan seorang diri. dan lainlain. batinku rasanya sudah agak tenang. sangat kontras dengan perjalanan hidupku. adalah di antara persoalan yang harus dihadapi dan dipecahkan.200 sampai ke Jawa. paman. tidak ada bayangan akan membantu proses perkawinanku ini. Awal 1965 aku pulang kampung untuk menikah. termasuk tidak punya persiapan untuk sekadar membayar mas kawin. Si kecil memang berhati . tetapi sebuah pertanyaan tetap saja belum hilang dari hatiku: mengapa dia mau? Jawaban yang paling sederhana adalah karena suratan nasib sudah menetapkan begitu. Dan si kecil pun tidak akan membolehkanku berstatus sebagai pengiring itu. Dari pihak keluargaku. Bahkan sebagian khawatir bahwa aku akan menjadi pengiring truk milik ayah si kecil. Si kecil tahu betul keadaanku. Tetapi inilah potretku yang sebenarnya yang tak perlu kututupi.

Suami etekku A. Seluruh saudara kandungnya berpendapat demikian. sebagaimana banyak yang menimpa si Minang.Wahid. baik etek mau pun kakakku punya hubungan yang sangat baik dan erat dengan mak Sarialam. tidak mungkin mampu mengeluarkan biaya yang sederhana sekalipun. Banyak sudah contoh yang dialami orang lain. entah apa sebabnya. Memang kawin dengan keluarga berada bisa mengundang berbagai persoalan yang tidak mudah diatasi. Tetapi apakah aku harus pula seperti itu? Perkembangan selanjutnya ternyata tidak demikian. Untungnya. Etek dan kakakku sudah terlalu terpukau oleh si kecil. Kekuatannya terletak pada sifatnya yang mudah tersentuh melihat orang menderita. yaitu etek Bainah dan kakakku Rahima. tetapi ekonomi mereka juga pas-pasan. Sifat ini tampaknya menetes dari darah orang tuanya. Kalau ditanya siapa yang paling proaktif dalam proses perkawinanku ini? Jawabannya jelas. Pedih juga rasanya bila mengenang ini semua.201 keras. Dalam masalah ini. Mungkin saja karena mereka tidak ingin aku “hilang” di rantau. aku banyak belajar padanya. entah dari mana ia dapat . Mungkin inilah di antara modal mereka untuk menjodohkanku dengan si kecil.

sesudah salat Jum’at di masjid Rajo Ibadat pada tanggal 5 Februari 1965 di rumah si kecil yang dikenal dengan kawasan Mandahiling dalam sebuah upacara sederhana. memang pernah mengatakan bahwa si kecil adalah ibarat “jawi bangka” yang bertuah. Ternyata itu tidak kumiliki. Potong kambing segala. Aku dinikahkan oleh engku kadi Sumpur Kudus. Di sinilah terletak salah satu kelemahan dan kekuranganku. Entahlah! Aku tidak berfikir apakah bertuah atau tidak. sesuatu yang menuntut kesabaran tingkat tinggi. sebab itu akan tergantung kepada kesediaan pasangan untuk memahami satu sama lain untuk membina hidup bersama. Bagaimana tidak akan lancar. tetapi jelas tidak ada kemewahan dalam serimoni itu. Dua makhluk lain jenis dengan latar belakang yang berbeda dan usia yang berjarak jauh tentu perlu pendekatan khusus. Ini berbeda kabarnya dengan . Kukira semuanya akan lancar begitu saja setelah akad nikah. seharusnya aku punya kearifan dalam memahami calon isteriku. bukankah aku alumnus madrasah Mu’allimin dari dua tempat? Biaya perkawinan sepenuhnya ditanggung oleh keluarga si kecil. Engku kadi mengatakan bahwa aku dengan lancar mengucapkan lafaz akad nikahku.202 “ilmu”. Pada tingkat usia 30 tahun itu. tokoh spiritual Perti.

untuk seterusnya kupanggil Lip. Kedua. sekalipun kekayaan keluarga si kecil masih ada. Payakumbuh tempatku menempuh ujian persamaan Mu’allimin se Sumatera Tengah pada 1953. sehingga peran utama yang biasa dimainkannya tidak ada lagi yang dapat menggantikan. Masa membujangku berakhirlah sudah. Pemuda Sumpur Kudus mendapatkan gadis Sumpur Kudus. Ini dapat dipahami karena dua hal. si kecil. Seharusnya Lip berarak ke rumah kakakku . Pertama. sekalipun lahirnya di Payakumbuh pada saat orang ayahnya memusatkan bisnisnya di sana. karena buah kelapa tidak sampai jatuh di tanah rantau. Etekku Bainah dan kakakku Rahima bulan main senangnya. Kedua faktor inilah tampaknya sebagai penyebab mengapa pesta perkawinan kami berjalan biasa saja. sekalipun cukup membahagiakan. sempat juga berarak keesokan harinya ke rumah etekku Bainah. Kenekatanku akhirnya memetik hasil. sebuah tradisi kampungku yang masih bertahan sampai sekarang. mak Sarialam sudah wafat tujuh bulan sebelumnya.203 upacara perkawinan kakak-kakak si kecil sebelumnya yang relatif meriah. tetapi sudah jauh menyusut setelah kepergian mak Sarialam. Sekalipun upacara perkawinan kami berlangsung sederhana.

termasuk abangku Nursahih. khususnya mak Sarialam sangat risau dan gundah dengan perpindahan agama . tetapi ia masih tetap dalam agamanya. Di akhir perdebatan uda Nasar mengakui bahwa Islam adalah agama yang lebih masuk akal. aku berdebat dengannya tentang masalah agama bertempat di sebuah madrasah Sumpur Kudus. Yang hadir ramai sekali. sementara aku menunggunya di rumah etekku itu bersama teman-teman dengan perasaan “gedebak-gedebur”. sekalipun jauh dari suasana mewah. kakak Lip atau kakak iparku yang kupanggil uda Nasar. Beberapa hari sebelum perkawinanku. Maka akan sangat eloklah kalau Lip dengan rombongan dengan pihak keluarganya berarak ke sana dengan berjalan kaki sepanjang dua km. Aku tidak ingat berapa lama perdebatan itu berlangsung. entah apa penyebabnya. Sebenarnya pihak keluarganya. Selama beberapa tahun uda Nasar menjadi pengikut agama lain. Di atas sudah kusinggung nama Nasaruddin. tetapi etekku Bainah dari suku Melayu telah lama berfungsi sebagai pengganti ibuku.204 Rahima dari suku Caniago. Aku tak ingat berapa jumlah rombongan itu. Indah juga untuk dikenang upacara dalam tradisi kampung model ini.

tetapi yang ketika itu belum . Bagiku kejadian ini tentu mengingatkan perdebatan sekitar puluhan tahun yang lalu. Apalagi penduduk Sumpur Kudus 100% sebagai pemeluk Islam. Bukan main pihak keluarga senangnya. dan semua yang hadir menyalaminya tanda senang dan gembira. Di akar rumput. Dengan kembalinya uda Nasar ke pangkuan Islam. yaitu Islam. Aku jelas bersyukur karena pada akhirnya kerisauan keluarga gara-gara pindah agama dari seorang anggotanya telah terobat. maka angka 100% pemeluk Islam di Sumpur Kudus menjadi sempurna kembali. sebab apabila wafat pada suatu saat tidak akan ada lagi masalah dalam proses upacara penguburan jenazahnya. Alhamdulillah beberapa tahun yang lalu uda Nasar sudah kembali kepada agama aslinya. Uda Nasar pada saat syukuran itu memakai kopiah hitam.205 anaknya ini. masalah pindah agama ini sangat peka dan jadi omongan tak habis-habisnya sampai di kedai-kedai. Karena kejadian ini untuk ukuran kampung merupakan sesuatu yang penting. maka kami mengadakan upacara syukuran di rumah Mandailing dengan memotong kambing. Hampir semua orang penting tingkat nagari diundang untuk menyaksikan kejadian itu. kecuali seorang kakak iparku itu.

I. Belajar Sambil Bekerja Sewaktu aku menikah usiaku sudah 30 tahun dan belum punya pekerjaan tetap. Sayangnya. Ke mana? Tentu ke Solo dulu karena aku masih punya harapan untuk dapat meneruskan sekolah pada tingkat doktoral F.206 membuahkan hasil yang berarti. mak Sarialam dan pak Halifah sudah lama wafat ketika anak yang dirisaukannya itu telah kembali kepada agama yang dianut ibu-bapaknya. Universitas Cokroaminoto Surakarta pada 1964. seperti telah kujelaskan. tidak ada lagi penduduk Sumpur Kudus yang beragama lain selain Islam. aku dan Lip berangkat ke Padang untuk tinggal sementara di rumahnya di kawasan Padang Baru Barat dalam persiapan untuk ke Jawa.P.P. C. Setelah beberapa hari di kampung. Perkara rajin salat atau malah sering ditinggalkan adalah masalah disiplin yang perlu latihan terus menerus. tetapi mencakup nilainilai fundamentalnya yang universal. Tingkat pendidikanku baru sarjana muda dari F.I.K. jurusan . Sekarang dari sisi agama. tahan bantingan sejarah. sekalipun belum tentu semua menjalankan ibadah harian. Kekurangan Sumpur Kudus belakangan ini adalah langkanya guru agama yang mampu menyampaikan Islam dengan bahasa sederhana.K.

I. Drs. tetapi Lip tidak mau ke luar kamar untuk menemuinya. Lip yang jarak usianya terpaut jauh denganku mulai gelisah di Solo karena merasa tidak enak untuk terus menompang di rumah uni Nudiar.M. Yogyakarta jurusan pendidikan sejarah. sesuatu yang ternyata tidak menjadi kenyataan.P. tetapi hikmahnya cukup besar. Negeri Yogyakarta.I.K.S. pada mulanya cukup sulit bagiku untuk mendaftarkan diri pada F. Bukankah aku sudah punya ijazah negeri tingkat sarjana muda melalui ujian negara? Sekalipun sudah lengkap dengan ijazah negeri.K. (Himpunan Mahasiswa Islam) pada 1947. Kabar itu sebenarnya tidak betul. anak pak Burhan. pendiri H.I. induk semangku sewaktu aku menjadi pelayan tokonya di Solo. yaitu mempercepat proses keberangkatan ke Jogja untuk meneruskan kuliah di I. Anak itu memang datang ke rumah uni Nudiar.K.I. .I. Lafran Pane. Terjadilah sedikit gesekan antar kami.207 sejarah Universitas Cokroaminoto. sebab tidak mungkin seorang gadis anak pedagang mau menjadi isteri si penganggur.P. Kegelisahan itu dipicu lagi oleh kabar bahwa aku katanya pernah akan dijodohkan dengan seorang gadis asal Sulit Air yang sudah lama menetap di Solo bersama keluarganya sebagai pedagang buku dan alat tulis.

Kami ditawarkannya untuk tinggal di rumah . Jika aku tak salah ingat Drs.N.K. Maka bantuan Drs.I.S.K.S. Berbagai upaya telah kulakukan agar bisa meneruskan kuliah. ketua jurusan pendidikan sejarah F.K. Wuryanto.) sangat besar untuk memuluskan jalanku memasuki perguruan tinggi ini dengan memberiku surat rekomendasi agar aku diterima.P.I. M.I. Yogyakarta.I.I. Sanusi Latief yang pada saat itu sudah menjadi dosen I. sementara biaya kuliahku dibantu oleh pak Halifah.) yang mengantarkanku menemui Lafran Pane menguatkan rekomendasi Pak Wuryanto.-I.P. Karena aku tak punya cukup uang untuk menyewa rumah sendiri. sahabatku sewaktu kuliah di Cokroaminoto alm.208 adalah pembantu dekan I pada fakultas yang akan kumasuki itu tidak mudah menerimaku. akhirnya aku dapat diterima untuk tingkat doktoral F. (kemudian jadi professor dan pernah pula jadi rektor I.I.R. Sunan Kalijaga Jogjakarta juga menulis surat kepada Lafran Pane agar aku dapat diterima. Juga bantuan Komandan Lasykar Ampera Padamulia Lubis (alm. Melalui berbagai upaya itu. R. Semarang dan anggota D.A. entah apa sebabnya. Bakir Amir sungguh sangat berjasa membantu mengatasi kesulitanku dalam masalah tempat tinggal ini.P.K. mertuaku.

K. sekitar 6 km dari kota tanpa menyewa. Kami hampir selalu berjamaah salat maghrib di emper rumah Nyai Amir dengan Prof. apalagi oleh kalangan Muhammadiyah.). Informasi yang sampai kepadaku adalah bahwa Kiyai Amir adalah seorang alim besar yang sangat dihormati oleh umat Islam umumnya. Nyai Amir adalah kakak seibu Prof. Amir (suami Nyai Amir) mengasuh dan memberikan pengajian. Aku . Muhammadiyah. Abdul Kahar Muzakkir. abang Bakir Amir. tetapi aku tak sempat menjumpainya karena sudah wafat sewaktu kami tinggal di Kotagede.Kahar sendiri tinggal hanya beberapa meter saja jaraknya dengan rumah Nyai Amir. salah seorang penanda tangan Piagam Jakarta pada 22 Juni 1945. aku juga sering diminta jadi khatib Juma’at di Masjid Gede Kotagede dan Masjid Perak. Kahar sebagai imamnya. Banyak pengalaman yang kudapat selama menetap di Kotagede ini. Keuntungan lain yang kudapat di Kotagede adalah perkenalanku dengan Kiyai Dja’far Amir (sekarang alm. seorang penulis buku-buku pelajaran agama untuk sekolah. Selain memperoleh ilmu dari Prof. Prof. Kahar dalam berbagai pertemuan. Kiyai Amir pernah menjadi anggota Majelis Tarjih P.P.H.209 ibunya Nyai Amir di Kotagede Jogjakarta. tempat alm.

kegiatan sampingan ini ada juga manfaatnya. yaitu aku telah turut menulis buku pelajaran untuk kepentingan siswa. Negeri Surakarta. Di Kotagede inilah kami mengalami peristiwa G30S/P. dari era Bung Karno ke era Pak Harto bersama Generasi ’66 yang banyak dipuja dan dielukan kala itu.A. masalah ibadah.M.P.I. (Kesatuan Aksi Pemuda Pelajar Indonesia) dan K. Kekuatan komunis yang merajalela sebelumnya harus berhadapan dengan kekuatan anti-komunis dengan intinya Angkatan Darat plus anak-anak K.210 diajaknya menulis bersama.A. (Kesatuan Aksi Mahasiswa .I. Sekalipun honorarium yang kuterima tidak banyak. Buku-buku itu meliputi: sejarah Islam. milik seorang pedagang Sunda. Perang saudara sesama anak bangsa tidak dapat dihindari. yang kemudian mengakhiri sebuah periode sejarah Indonesia. Peralihan periode ini sungguh dramatis dan bermandikan darah. dan masih ada yang lain yang aku tak ingat lagi.P.K.G. Ada beberapa judul buku pelajaran sekolah yang kami tulis bersama yang diterbitkan oleh Penerbit Kota Kembang Jogjakarta. Tentu aku menjadi senang karena setidak-tidaknya dapat menambah sumber biaya hidup kami.I.A. karena arsipnya sewaktu menulis autobiogarfi ini belum ketemu. Dia sendiri adalah guru P.

Tetapi bagi Lip tentu sangat tidak nyaman. berkeluarga. Muhammadiyah Jogjakarta yang kami beri nama Salman. Yel-yel anti-komunis bertaburan di mana-mana.211 Indonesia). karena sudah terbiasa sejak kecil. dan alm. Di samping sebagai korektor. hanya Salman saja yang kami belikan kasur pendek. sementara Lip dan aku tidur tanpa kasur. B. sementara aku sedang kuliah. pada bulan Maret 1966 lahirlah anak kami yang pertama di P. Namun itulah yang harus dijalani dengan penuh keprihatinan.A. sekalipun aku kemudian diterima menjadi tukang koreksi membantu alm. Situasi bangsa sangat genting dan berbahaya.K. Basuni. Mungkin sebagian kecil hasil . Peranku selama masa bergolak itu tidak ada yang penting. aku juga disuruh mengurus iklan untuk majalah.A. Ada lagi sedikit tambahan penghasilan. H. pimpinan alm. usiaku sudah bergerak tua. Ada tawaran dari pak Halifah untuk menambah kiriman. Bastari Asnin untuk majalah Suara Muhammadiyah. Mohammad Diponegoro. Untuk perlengkapan tempat tidur.U. tetapi Lip dan aku tidak sampai hati mengiyakannya. Selama setahun lebih tinggal di Kotagede. Kondisi ekonomi kami jauh dari memadai. miskin lagi. A. Bagiku keadaan semacam ini tidaklah menjadi persoalan besar. Sekalipun masih mahasiswa.

karena peta kekuatan politik belum terlalu jelas. Beban . Sekalipun ujung tombak demo sebenarnya sudah mengarah kepada pimpinan tertinggi negara. sebab sebagian besar rakyat Indonesia ketika itu lebih parah dibandingkan keadaanku. Sebagai seorang yang bukan aktor. T.212 iklan terselip dalam kantongku. demonstrasi merebak di mana-mana.Dahlan 99. Jika aku masih sendirian. khusus untuk anak yang baru lahir. Turunkan Harga dan Perbaiki Ekonomi. masih belum ada ketika itu.I.. Bersihkan Kabinet dari Unsur G30S/P. aku lupalupa ingat berapa.V. lantai II Kantor P. Andaikan ada.K..M. aku tetap saja kuliah sambil bekerja.I. tokh aku tidak mungkin memilikinya. Untung ada beberapa koran di kantor S. tentu tidak ada persoalan. Muhammadiyah yang lama. bahasa yang dipakai masih sangat samar-samar. K. (Suara Muhammadiyah). Tuntutan mereka terkristal dalam Tritura yang dicetuskan pada 12 Januari 1966: Bubarkan P.P. seraya mengikuti perkembangan keadaan sebisanya. Kasur pun hanya punya separo. Jl. bukan? Perkara hidup melarat ini sebenarnya tidak perlu terlalu dirisaukan. Ekonomi morat-marit.H.K. Keadaan umum masyarakat Indonesia sungguh memprihatinkan pada masa ini.

Bukan main bahagianya perasaan. pagi dan kuliah sore hari. Dengan menempuh 6-7 km dari Kotagede aku mengayuh sepeda tua yang catnya sudah berantakan menuju kota Jogjakarta: mengoreksi S. Ruang tempat tinggal pun tidak cukup mendapatkan cahaya matahari. Cukup untuk membeli 4 kg beras pada waktu itu. tetapi tiba-tiba muncul wesel honorarium tulisanku sebesar Rp. Perkembangan fisiknya berjalan lambat. Kalau aku apa yang mau digadaikan.M.213 mentalku menjadi berat. tidak jarang nasi dibagi sebelum disuap. Bila kiriman pak Halifah agak terlambat datangnya. mungkin sewaktu dalam kandungan kekurangan gizi. perhiasaan emas Lip beberapa kali dilego ke rumah gadai. 20 dari sebuah majalah di Solo. Selama di Kotagede. Karena kondisi ekonomi rumah tangga kami sangat sederhana. Isteri dan anak tinggal di rumah seharian di rumah Nyai Amir di Selokraman. Masalah beras cepat teratasi. Ini yang membuatku kadang-kadang pusing memikirkannya. Lip . karena ada isteri dari keluarga kaya plus anak yang masih bayi yang memerlukan susu tambahan. Pernah suatu hari benar-benar tidak beras. sementara kondisi Salman tidak selalu sehat. Mungkin lebih setahun kami menetap di sana. Untung dia punya perhiasan.

Manifes atas desakan P. Setelah sekian lama aku jadi korektor. posisi redaksi kemudian diberikan kepadaku sampai aku berhenti bekerja di sana karena mau berangkat ke Amerika Serikat Juli 1972. Bastari adalah salah seorang penandatangan Manifes Kebudayaan pada 17 Agustus 1963 untuk mengimbangi gerak laju Lekra (Lembaga Kebudayaan Rakyat) milik P. salah seorang tokoh utamanya adalah Pramudya Ananta Toer. dituduh sebagai kekuatan anti Manipol.K.M. sekalipun sudah tambahan penghasilan dari S. Sayang sahabat yang satu ini tidak berusia panjang untuk meneruskan kariernya sebagai sastrawan Indonesia bersama dengan yang lain. Kepada Bung Bastari aku berterima kasih atas bimbingannya dalam kerja koreksi..K. kini telah . Klaim sebagai penyambung lidah rakyat yang sering diucapkan Bung Karno dalam berbagai kesempatan.214 tidak pernah gemuk.. tetapi jumlahnya tidak seberapa. Bung Karno waktu itu seperti kena hipnotis oleh komunis. Suara Muhammadiyah telah turut menyelamatkan ekonomi rumah tangga kami yang sering mengalami kekurangan dan kegoncangan. Seorang tukang koreksi tentu penghasilannya jauh di bawah redaksi. akhirnya dibubarkan Soekarno dalam pernyataannya pada 8 Mei 1964.I.I.

Anaknya sudah diberikan. sedangkan aku tetap kuliah di Jogja. V. Kalaulah pak Halifah menghentikan bantuannya terhadap kami pada tahun pertama perkawinan.K. . Lip ke Padang Bersama Salman (19661967) Aku lupa pada bulan apa Lip dan anaknya kembali sementara ke Padang.215 berubah menjadi penyambung lidah P. Alasan utama mengapa mereka pulang tidak lain karena masalah ekonomi. sebab jika dibantu pula. bolehjadi kuliahku tidak akan pernah selesai. biaya hidupku sudah kutanggung sendiri. Setelah Lip dan Salman berada di Padang. MUSIBAH SILIH BERGANTI A. Sudah lebih dua tahun kami berumah tangga. maka ini namanya “pemerasan” oleh menantu. Salman yang sering sakit sampai di Padang dalam beberapa bulan malah semakin parah. Ayahnya jauh di rantau. bayangan perbaikan ekonomi secara mandiri belum kunjung kelihatan. Sangat disayangkan. ayahnya “diperas” lagi. sedangkan ibunya merasai (menderita) bersama anaknya.I. tetapi tempat tinggal sudah pindah dari Kotagede agar tidak terlalu jauh dari tempat bekerja dan kuliah.

sekalipun bantuan itu tidak pernah cukup. Coba kalau tidak. 868 (delapan ratus enam puluh delapan rupiah) plus pendapatanku di Suara Muhammadiyah yang aku lupa berapa angkanya. Pada saat-saat sulit itu. ada sedikit kemajuan dari sember penghasilanku. seperti telah kusebutkan di depan. Amin. untung ia mau membantu. sekalipun masih serba kurang. padahal dari sisi agama tidak lagi menjadi kewajibannya. Bantuannya yang tulus tentu dihargai Allah. Pada waktu Lip dan anaknya tinggal di Padang. Inilah di antara buahnya Lip kawin dengan orang yang nekat. Semoga arwah mak Sarialam dan arwah pak Halifah diterima Allah dan ditempatkan di tempat yang terpuji. tambahan pendapatan tentu sedikit menolong. Jika kukenang sekarang. yaitu aku diangkat menjadi pegawai negeri dengan jabatan asisten Perguruan Tinggi tertanggal 1 Juni 1967 dengan gaji per bulan Rp. Nasib . sebuah angka yang sangat mengerikan.216 Oleh sebab itu jasanya untuk kelanjutan kuliah menantunya cukup penting dan menentukan. Suasana negara dalam masa peralihan dari era Soekarno ke era Soeharto sungguh sangat melelahkan dan berbahaya. entah ke mana pula langkah ini harus diayunkan. Ingat tingkat inflasi Indonesia saat itu sudah mencapai 650%.

baik sekali. M.P.I. di samping juga menjadi asisten Sejarah Islam pada Fakultas Syari’ah dan Tarbiyah U. Sanusi Latief yang telah menjadi orang penting pula di sana. Jika kinerjaku dinilai baik.K.I.I.I. Yogya yang menghadapi banyak sekali kendala. Pintu masuk melalui asisten Perguruan Tinggi menjadi sangat penting bagi perjalanan karierku di kemudian hari. Pak Sanusi sering muncul membantuku pada saat-saat aku perlu pertolongannya. tentu aku akan dapat melanjutkan tugas sebagai dosen pada saatnya.K. Sebagai asisten aku diberi tugas mengajar Sejarah Indonesia Kuno pada F. Sejak itu hubunganku dengan Pane adalah ibarat hubungan bapak-anak. Berbeda dengan situasi sewaktu akan masuk I.I. sampai . (Universitas Islam Indonesia) atas bantuan pak Drs.I. sulit kubayangkan akan ke mana perjalanan hidup ini mau mengarah.217 pegawai negeri kempas-kempis.P. justru sekarang Pak Lafran yang mengusulkanku untuk diangkat sebagai pegawai negeri. apalagi aku yang baru masuk dengan pangkat E/II berdasarkan ijazah sarjana mudaku lewat ujian negara pada tanggal 5-7 Nopember 1964 pada F.K.S.K. Tetapi sekarang setidak-tidaknya aku buat pertama kali punya ijazah negeri. Tanpa pintu itu. I. Universitas Cokroaminoto Surakarta jurusan Sejarah Budaya. Yogyakarta.P.

218

ia wafat beberapa tahun setelah dikukuhkan menjadi guru besar Hukum Tata Negara pada F.K.I.S.-I.K.I.P. Yogyakarta. Dengan kenyataan ini, pak Lafran Pane juga turut melicinkan karierku sebagai tenaga pengajar di perguruan tinggi. Rasa terima kasihku kepadanya sungguh besar, sebab jika sikapnya tetap seperti ketika aku mau meneruskan kuliah di F.K.I.S., tentu akan menjadi tidak jelas pula akan ke mana aku setelah gelar sarjana kuperoleh. Tampaknya perjalanan hidupku ini tidak pernah linear, selalu berliku-liku. Nasib seseorang ternyata tidak bisa dirancang secara pasti. Pak Lafran yang semula begitu ketus terhadapku, kemudian berubah 180 derajat menjadi bapak dan pembimbingku, apalagi aku adalah anggota H.M.I. sejak dari Solo. Lafran Pane adalah pendiri H.M.I. pada 1947 pada saat Indonesia masih dalam era revolusi untuk mempertahankan kemerdekaan. Untuk Sejarah Indonesia Kuno, aku beruntung karena sewaktu belajar pada Universitas Cokroaminoto, mata kuliah ini dipegang oleh Drs.R. Pitono dari I.K.I.P. Malang, seorang dosen yang ahli di bidang ini. Pitono datang sekali sebulan ke Solo dan selalu diberi fasilitas oleh sahabatku Bakir Amir (alm.), pengusaha batik, teman sekelasku di Cokroaminoto. Sekalipun

219

pengetahuanku tentang sejarah kuno Indonesia sudah banyak yang lupa, kuliah Pitono yang menarik sungguh sangat membantuku sebagai asisten di perguruan tinggi negeri. Kembali kepada suasana rumah tanggaku. Kegaduhan rumah tangga sudah berkali-kali terjadi pada tahun-tahun pertama itu kerena berbagai sebab: gizi yang tidak memadai (ini perkiraan semula) dan cemburu sebagai bawaannya dari dalam kandungan. Dan cemburu ini ternyata masih setia sampai saat tua, sekalipun sudah kelebihan gizi. Bukankah sewaktu Lip masih dalam rahim ibunya, perkelahian antara ibu dan bapaknya sering terjadi, gara-gara ibunya tidak mau dimadu? Katanya sejak bayi sudah diberi air susu panas oleh sang ibu. Entahlah. Seperti ayahku juga, pak Halifah pernah mengawini beberapa perempuan. Selain mak Sarialam, ada tiga yang diberi keturunan, tetapi saudara seayah Lip yang hidup sampai sekarang tinggal seorang perempuan, tinggal di Tanjung Ampalu. Gaduh ya gaduh, tetapi ternyata rumah tangga kami masih bertahan lebih 40 tahun. Bagaimana seterusnya, tidak usah dibicarakan. Dalam Pidato Pengukuhanku sebagai Guru Besar Filsafat Sejarah pada 4 Januari 1997, aku menulis: “Kepada isteriku

220

Nurkhalifah dan anakku Mohammad Hafiz yang telah betah hidup bersama dalam keadaan suka dan duka, dalam keadaan “perang dan damai,” disampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih yang tak terbatas.” Ungkapan “perang dan damai,” sekalipun dikurung dalam dua tanda kutip, realitas yang sebenarnya memanglah demikian. Sudah tentu iklim damainya jauh lebih lama, sedangkan perang yang melelahkan pecah juga sekalikali. Kesimpulannya adalah cemburu tidak ada kaitannya dengan gizi, setidaktidaknya dalam kasus rumah tanggaku. Bisa jadi, semakin sempurna gizi, semakin menjadi pula sifat yang satu ini. Semula aku kira faktor kesulitan ekonomilah yang menjadi penyulut utama cemburu plus terlalu banyak tinggal di rumah. Tetapi dalam perkembangan selanjutnya, setelah dua faktor itu hilang, “penyakit” yang satu itu tetap setia. Rupanya memang sudah bawaan dari lahir, atau dalam Bahasa Jawa “gawan bayen,” sesuatu yang harus kuterima dengan menjadikannya sebagai pendorong untuk maju. Lip tampaknya juga menyadari bahwa cemburunya sebuah penyakit yang tidak bisa diatasi. Dia menderita, aku pun menderita. Untunglah iklim semacam itu datang sekali-sekali, sementara karierku tetap saja melaju dan melaju. Kesulitan

221

telah dibaca sebagai peluang untuk bergerak terus tanpa henti. Kadang-kadang hubungan kami sudah berada di ujung tanduk, terasa berat sekali. Seperti telah kukatakan, aku semula memang tidak siap untuk berumah tangga, ditambah lagi jarak usia dan jarak psikologis yang jauh serta kondisi ekonomi yang tidak seimbang. Pada suatu ketika semasa tinggal di Kotagede, aku punya sedikit uang untuk mengganti baju Lip yang sudah lusuh. Pergilah kami ke toko Ramai, di kawasan perbelanjaan di Jogja. Aku masih ingat warna baju yang dibeli itu jambon, sedangkan roknya biru muda berombak-ombak. Lumaian jugalah, sekalipun badan kurus, dibungkus dengan baju baru yang tidak mahal, cantik juga kelihatan, karena memang aslinya adalah bunga kelas, seperti pengakuan Bung Komar. Sebelum kawin denganku, harga pakaiannya pasti di luar jangkauan orang kebanyakan. Dibandingkan dengan ayahku yang beristeri banyak, bagiku seorang saja rasanya sudah kewalahan. “Jawi Bangka” yang “bertuah” ini memang termasuk manusia sulit dan rumit, sekalipun aku banyak belajar padanya, terutama sikap hidupnya yang dermawan dan pengiba terhadap orang yang terlantar. Masalah

222

kebersihan, jangan ditanya lagi, dialah juaranya. Untuk makanan anaknya saja, misalnya, dibasuhnya berkali-kali, sampaisampai kukatakan: “Yang terakhir cucilah dengan air susu,” untuk menunjukkan orang tidak boleh berlebihan dalam kebersihan. Kelebihan lain, Lip sangat rapi dalam mengatur rumah, sekalipun di hari tuanya agak menurun. Perhatiannya terhadap tanaman untuk menghias pekarangan malah semakin dahsyat. Bisa berjam-jam ia merawat tanaman itu hampir saban hari. Tanah, tanaman, dan bunga adalah sahabatnya yang setia. Mungkin juga ini semua sebagai hiburan yang mengasyikkan baginya. Salman sejak lahir tampak lamban dan di biji salah satu matanya terlihat bintik putih kecil. Aku cukup banyak menggendongnya, termasuk di malam hari, ketika Lip sudah sangat lelah. Rasa sayang kepada anak ini terasa dalam sekali, apalagi pada usia yang seharusnya sudah berjalan, Salman belum bisa. Setelah sakit beberapa lama di Padang, Salman akhirnya dipanggil Allah pada usia kurang sedikit dari 20 bulan. Pada waktu aku pulang ke Padang, berita kematian inilah yang disampaikan Lip kepadaku. Kalimatnya berbunyi: “Maman (panggilannya) sudah tidak ada kak oncu.” Bayangkan

223

perasaanku waktu itu sungguh remuk. Anak pertama wafat tidak di depan ayahnya. Hanya ibunyalah dibantu famili Lip yang lain yang menjaga dan merawat Salman sampai wafat. Sebagai orang beragama, aku dan Lip tidak punya pilihan lain, kecuali merelakan kepergian anak pertama kami, pergi untuk tidak kembali. Sewaktu Salman wafat, aku masih duduk pada doktoral dua F.K.I.S. I.K.I.P. Yogyakarta, jurusan sejarah. Dalam tulisan-tulisanku, aku sering benar meminjam nama anak ini, tetapi ditambah dengan kata Sumpur. Jadi Salman Sumpur sebagai nama samaranku, demi cintaku kepada anak ini. Kuburan Salman di pinggir laut, sekarang sudah tidak ada bekasnya lagi karena telah ditelan ombak. “Anakku, engkau pergi tanpa dosa, sementara ayahmu belum tentu lagi nasibnya. Sewaktu ayahmu menulis bagian ini (Oktober 2005), engkau telah meninggalkan kami selama 38 tahun, dihitung sejak tahun wafatmu pada bagian akhir tahun 1967. Sungguh nak, kepergianmu menyebabkan batin ayah sangat goncang, tetapi inilah kenyataan pahit dan perih yang harus dilalui. Engkau wafat dalam keadaan ekonomi orang tuamu masih kucar-kacir, sehingga kami tidak mampu memeliharamu secara

224

maksimal. Maafkan nak. Air mata ayah terus saja meleleh sewaktu menulis kalimat ini, sekalipun usia ayah sudah di atas 70 tahun. Kenangan kepadamu kembali menguat, dan itu melukai batin ayah yang terasa sangat dalam.” Beban mental akibat kematian anak hampir-hampir tak terpikul. Hanya iman saja yang dapat menolong agar tidak terus larut dalam suasana ketidakstabilan jiwa. Inilah perasaanku selanjutnya ketika menulis bagian ini: “Salman, sewaktu engkau wafat, usia ayahmu baru 32 tahun, sedangkan ibumu Nurkhalifah 23 tahun. Masih panjang rantau yang harus ditempuh, dan itu menjadi bagian yang menyatu dengan pengalaman dan penderitaan tahun-tahun awal berumah tangga ayah-ibumu nak. Ketika keadaan kami sudah mulai membaik, engkau telah pergi, anakku.” Enam tahun kemudian, kematian anak kedua berlaku pula. Bertimpa-timpa, beruntun, selama delapan tahun berumah tangga, hilang satu, hilang dua. Ini surat kecil Lip sebagai pengantar kiriman kalamai (dodol model Minang untukku di Jogja: Kanda, ini kalamai adinda kirimkan sedikit. Yang pakai kacang yang enak. Berilah teman-teman kakanda di kantor. Kalau masih ada, kirimi si Tatang, anak sdr. Abduh. Salman

225

waktu memasukkan kalamai ini, dia tertawa-tawa. Adinda bisikkan padanya bahwa kalamai ini untuk ayah Maman yang jauh di rantau orang. Wassalam dan maaf, adinda Nurkhalifah 19 Januari 1967 Kiriman yang mengharukan ini kuterima jam 11.25 tanggal 1 Februari 1967. Abduh, adik Mohammad Diponegoro, adalah teman sekerjaku di Suara Muhammadiyah. Siapa menyangka tidak lama setelah itu, Salman pergi meninggalkan ayah-bundanya untuk tidak kembali. B. Kembali ke Jogja, lulus S1, dan Lahirnya Ikhwan Tidak lama sesudah Salman pergi, aku dan Lip kembali ke Jogja dalam proses penyelesaian kuliahku. Seingatku, dalam beberapa bulan kemudian Lip hamil yang kedua yang nanti akan melahirkan anak kedua pada 2 Nopember 1968 yang kami beri nama Ikhwan. Tanggal ini aku ingat karena bertepatan dengan dimulainya kongres Parmusi (Partai Muslimin Indonesia) di Malang yang kemudian memilih Mohamad Roem sebagai ketua umum, tetapi yang ditolak oleh rezim Soeharto. Roem tokoh moderat Masyumi masih ditakuti rezim karena pengaruhnya dalam masyarakat masih cukup kuat.

226

Kelahiran Ikhwan tentu sedikit mengobat hati yang luka. Sungguh besar harapan orang tua agar anak kedua ini berusia panjang. Aku tidak selalu ingat berapa kali kami harus pindah rumah sewaktu Iwan (panggilan anak ini) masih kecil. Pernah di sekitar Rumah Sakit Mangkulayan kami pindah dua kali. Pertama di bekas rumah sewaan sahabatku alm. A. Bastari Asnin, sastrawan terkenal, kelahiran Muara Dua, yang wafat dalam usia 40 tahun. Asnin pernah memenangkan Hadiah Sastra dari majalah Sastra dengan cerpennya “Di Tengah Padang.” Seperti telah kuceritakan bahwa Asninlah yang mengajarku jadi korektor majalah Suara Muhammadiyah di Percetakan Negara, Jl. Jenderal Katamso, Jogjakarta. Berbulanbulan aku dan Asnin bekerja di percetakan itu, sebuah pengalaman yang tak terlupakan. Aku bergaul dengan para karyawan percetakan yang umumnya bergaji kecil. Mereka wajib minum susu segar tiap hari untuk menghindari T.B.C. karena selalu bergumul dengan timah percetakan. Karena aku sudah kenal baik para karyawan, akan dengan mudah saja aku minta tolong untuk dibuatkan stempel namaku dari timah: Ahmad Syafii Maarif, B.A. Mentereng bukan? Pakai B.A. segala, tetapi pada 1960-an itu gelar sarjana muda belum terlalu mengalami inflasi.

227

Berbeda dengan abangnya Salman, Iwan sejak lahir tampak sehat dan ceria. Serasa usianya akan panjang. Tetapi setelah menginjak usia sekitar dua tahun, Iwan diserang virus miningitis, radang selaput otak, entah dari mana asalnya. Mungkin sewaktu kami tinggal dekat Mangkulayan, setelah kami pindah dari rumah sewaan Asnin. Suasana sekitar rumah itu memang lembab. Cukup lama Iwan menjadi pasien alm. Prof. Ismangun, dokter ahli anak terkenal di Jogja. Segala macam obat yang diwajibkan, betapa pun pahitnya, ditelan Iwan tanpa ragu. Kadangkadang malah dikunyahnya, karena lidahnya sudah kebal. Melihat itu, batinku terenyuh pedih, tetapi itulah kenyataan yang harus dihadapi. Kalau dikenang sekarang, seperti tak kuat batin ini menanggungkannya. Dalam perjalanan hidupnya yang masih sangat bocah itu, Iwan telah bergumul dengan radang itu, dan kami telah mengobatnya dalam batas kemampuan kami. Sumber penghasilanku ada dua pada waktu itu: pegawai negeri dan redaktur Suara Muhammadiyah merangkap korektor. Bantuan dari pak Halifah memang sudah agak lama kami hentikan, karena sudah mulai bisa berdikari, meskipun masih kuliah. Adapun untuk keperluan obat Iwan tidak boleh sampai

Dochak Latief. sekalipun mengalahkan keperluan yang lain. Berbulan-bulan aku menyiapkan skripsi ini sambil tetap bekerja pada Suara Muhammadiyah sebagai redaktur. Sutrisno Hadi dengan materai Rp. Dengan Bahasa Inggrisku sudah jauh lebih baik.” bimbingan Pak Dharmono Hardjowidjono. bulan-bulan menjelang Iwan lahir.P. sumber-sumber untuk skripsiku umumnya berasal dari bahasa itu.I. dan itu sangat kami utamakan. 6000 setelah tiga dasa warsa kemudian). Ijazah S1-ku Jurusan Sejarah tertanggal 28 Agustus 1968 ditandatangani oleh Dekan F. Sekretaris Gading Tua Siregar (alm.S. Entah apa sebabnya aku begitu tertarik dengan komunisme yang pada waktu itu memang masih menjadi musuh terbesar dari blok kapitalisme. Skripsi yang kutulis berjudul “Gerakan Komunis di Vietnam (1930-1954).K.228 terlambat.I. (Bandingkan dengan materai senilai Rp. 1. khususnya Amerika Serikat. dan Rektor I. Mata kuliah untuk tingkat doktoral yang tercantum dalam ijazah selain skripsi adalah: Kapita Selekta Sejarah Asia . dosen Sejarah Asia Tenggara.K. Aku merampungkan kuliah untuk tingkat S1 pada 1968. Sejak tanggal itu resmilah aku menjadi sarjana plus pegawai negeri pula yang sudah kujalani sejak setahun sebelumnya.).

M. Kapita Selekta Sejarah Indonesia Baru. aku harus mengayuh sepeda burukku ke Bulak Sumur (gedung unit V kampus Universitas Gadjah Mada) karena perkuliahan indoktrinasi itu dipusatkan di sana. Untuk teman-teman seangkatan. Kami sering bertemu dalam berbagai seminar. Dosen penguji tesisku selain Dharmono Hardjowidjono adalah alm. Drs. Entah berapa ratus mahasiswa yang mengikuti mata kuliah yang wajib itu yang menumpuk dalam sebuah ruangan besar.229 Selatan.G. demi melanggengkan kekuasaan yang otoritarian. sekalipun usia sudah 33 tahun. biarlah berlalu. aku adalah lulusan pertama.. Bimbingan Tesis. Teori Sejarah. Kapita Selekta Sejarah Afrika. Yang berlalu. tak perlu terlalu dirisaukan karena penguasa memang senang indoktrinasi. Sasjardi. Ada catatan kecil yang tidak boleh dilewatkan sewaktu aku menghadapi ujian . tetapi aku tidak pernah menyentuh soal Manipol segala. Bangga juga rasanya. Kapita Selekta Sejarah Eropa. Dosennya Kunto Wibisono dari Fakultas Filsafat U. Untuk mata kuliah Manipol/Pancasila. yang setelah bertahun-tahun kemudian menjadi sahabatku. Manipol/Pancasila. Kapita Selekta Sejarah Indonesia Kuno. Kapita Selekta Sejarah Asia Tenggara. dosen senior jurusan sejarah.

Belgia.I. (Partai Amanat Nasional). Chad. sarjana hukum alumnus Universitas Gadjah Mada. Jogjakarta setelah aku berulang ke kampus sebagai mahasiswa sejak 1965. Pusat dari P.P. Iran. Peraturan fakultas mengatakan agar dalam menempuh ujian skripsi (waktu itu dipakai istilah tesis).I. berasal dari Curup. tenaga pengajar. Iraq. dan dari kantor pusat Muhammadiyah aku selama bertahun-tahun kemudian berulang kali menapak berbagai bagian dunia sebagai pembawa makalah. Inggris.A. Dengan baju pinjaman itulah aku merampungkan kuliah pada F.K. Saudi Arabia.K. Thailand. dan atau sebagai tamu undangan. Pakistan. Malaysia.N. Malta.230 ini. Qatar. Jordan.R. Negara-negara yang telah kukunjungi sampai akhir tahun 2005 selain Amerika Serikat. Maka kupinjamlah baju temanku Hermansjah Nazirun yang juga redaktur Suara Muhammadiyah. sementara aku tak punya. kemudian menjadi anggota D.-I. bukan? Dari kampus I. sebuah karier yang cukup panjang. Tentu sesudah itu aku masih terus ke kampus sebagai tenaga pengajar yang kujalani sampai pensiun pada 1 Juni 2005.S. periode 2004-2009.N.Y.P. Libia. .P. India.I. Jerman. atau U. tercatat Singapura.K. mahasiswa harus memakai baju putih lengan panjang berdasi.

Aku memang agak urakan.M. Australia. tetapi paling tidak sudah ada yang diandalkan secara pasti tiap bulan. pada bagian-bagiannya malah sudah ada jamurnya.231 Belanda. Kanada. Roma. aku bekerja di ruang tamu dan sekaligus tidur di atas kursi yang terbuat dari rotan di bawah sorotan lampu. Gaji dari kedua sumber itu memang pas-pasan. Yunani (hanya menginjakkan kaki di bandara semata-mata untuk menyentuh bumi yang pernah melahirkan para filosuf dengan izin awak pesawat). Dengan rampungnya kuliahku sekalipun melalui berbagai kesulitan. Bukankah aku sudah menjadi pegawai negeri sejak Juni 1967 di samping redaktur S. mungkin sampai hari ini masih belum sembuh sama sekali. keadaan ekonomi rumah tangga tidaklah terlalu parah lagi. Pada waktu itu aku sekeluarga tinggal di rumah sewaan di Patang Puluhan. Sekalipun masih pinjam baju segala. Warna rotan itu kemudian telah berubah menjadi kemerah-merahan akibat cucuran keringatku. Italia. sebuah tanggungjawab telah terlampaui. Keadaan ekonomi Indonesia saat itu sama sekali belum pulih sebagai akibat dari sistem Demokrasi Terpimpin . (Suara Muhammadiyah). dan Hong Kong. Selama menyiapkan tesis. Bukan saja warnanya yang telah berubah.

K. dan politik.I. Bakat menulisku banyak disalurkan melalui S.. untuk sejarah Asia Barat. Baru setelah belajar di Chicago.M.W. apalagi karya-karyanya diterjemahkan ke dalam bahasa asing.M. Sewaktu bekerja pada S. Arab.I. Pada tahun-tahun itu aku memang pengagum Abul A’la Maududi dan Maryam Jemeelah.232 yang menelantarkan bangsa dan negara dengan proyek mercu suarnya yang terkenal itu. tetapi umumnya menyangkut masalah agama. Beberapa tulisan Maududi kuterjemahkan untuk dimuat dalam S. aku pun pernah menjadi anggota P.W.M. Mahboeb Djunaidi sebagai ketua P. (Persatuan Wartawan Indonesia) cabang Jogjakarta. sejarah.. salah satu mata kuliah yang kuasuh selama bertahun-tahun.S.I. Kemudian sebagian distensil untuk dipakai sebagai bahan kuliah pada F. dan Indonesia. Maududi memang seorang penulis prolifik yang produktif. seperti Inggris. Pusat ketika itu. mualaf dari Amerika Serikat yang menjadi murid Maududi di Pakistan. Bermacam topik yang kutulis. aku mulai bersikap kritis terhadap pengarang ini. Mulai terasa perbedaanperbedaan signifikan dalam pemikiran politik terutama antara aku dan tokoh- . Kartuku ditandatangani oleh alm. sekalipun dikagumi oleh tokoh-tokoh Masyumi.

Mohammad Natsir. Jusuf Wibisono. apalagi Muhammadiyah memang menjadi anggota istimewa Masyumi. Mohamad Roem. Beruntunglah rahim bumi Indonesia telah melahirkan para moralis yang sukar dicari tandingannya. Ny. Prawoto Mangkusasmito.233 tokoh yang aku banggakan itu. yaitu Soekiman Wirjosandjojo. Amelz. Mohammad Natsir. apalagi tokoh-tokoh Masyumi mengagumi Maududi yang dipandangnya sebagai salah seorang pemikir besar abad ke-20. Muhammad Isa Anshary. Adapun sikap moralnya. Junan Nasution. Sjafruddin Prawiranegara. dan Prawoto Mangkusasmito. Bukankah aspirasi politikku berkiblat kepada Masyumi sejak aku masih belajar pada madrasah Mu’allimin Jogja? Hampir semua tokoh puncak partai itu aku hafal namanya sampai sekarang. Abu Hanifah. Semuanya ini menunjukkan bahwa bacaanku baru sampai ke batas itu. Di antara nama itu ada tiga orang yang pernah menjadi ketua umum. aku junjung tinggi sampai sekarang. Soekapti Mangunpuspito. Mohammad Sardjan. Burhanuddin Harahap. Ny. Hafni Abu Hanifah. Dan di antara meerka itu ada tiga orang yang pernah menjabat Perdana Menteri Republik . Zainal Abidin Ahmad. Nama-nama mereka itu adalah: Soekiman Wirjosandjojo. Kasman Singodimedjo.

R. yang menjadi ketua umum adalah Prawoto Mangkusasmito dengan sekretaris umum M. sekiranya aku bukan pengagum partai itu? Sekiranya partai ini bisa bertahan lama.I.U. Junan Nasution. Mana mungkin aku masih ingat nama-nama mereka. Adapun kritikku kepada partai ini.D. Tahun-Tahun Kritis Sampai Iwan Wafat pada 1973 Lulus ujian pada Agustus 1968 dan kedatangan Iwan pada Nopember 1968 semestinya menandai momen-momen bahagia dalam kehidupan kami. Kegemaran . Sjafruddin.R. sebuah perjuangan yang gagal untuk memaksa Soekarno kembali kepada rel U. dan Burhanuddin sedang berada di pedalaman Sumatera Barat untuk memimpin P. C. akan kujelaskan pada ruang yang lain. Soekiman. sementara Natsir. Apalagi kehilangan Maman telah sedikit terobati dengan kehadiran Iwan sebagai anak kedua. Sumber ekonomi rumah tangga belum berubah: pegawai negeri dan redaksi Suara Muhammadiyah. tidak mustahil kondisi demokrasi di Indonesia akan jauh lebih baik. karena ada kekuatan politik yang menjadi penyanggahnya.234 Indonesia: Natsir. Pada saat Masyumi dibubarkan pada akhir 1960.. dan Burhanuddin..

Bahasa Inggrisku sudah mulai lancar. sementara Bahasa Arab kurang terpelihara setelah aku tamat Mu’allimin pada 1956. Ini amat disayangkan. tetapi yang berakhir dengan sebuah kegagalan. Terlalu lama otakku “berdansa” di panggung paham keislaman yang kurang mencerahkan. Salim di Cornell tahun 1953. Muhammadiyah sendiri lebih menekankan kepada amal saleh dan kurang pada pemikiran. Virus politik untuk sebuah Negara Islam di Indonesia telah banyak menguras energi umat. proses pencucian otak ini seharusnya telah lama kualami.A. sekalipun batin sering goncang. dan aku turut memberi kata pengantar. Paham keislamanku belum banyak beranjak sampai aku pada suatu hari aku belajar di Chicago.235 menambah ilmu semakin kugalakkan dengan jalan membaca dan membaca. Di kampus “orientalis” inilah otakku dicuci melalui kajian al-Qur’an dari Fazlur Rahman. Tetapi semuanya ini tidak perlu disesali. Sekiranya aku sempat membaca kuliah-kuliah H. sekalipun kaedah pokok dalam nahwu-sharaf masih melekat di otakku. karena proses dan perkembangan pemikiran tidak . Tetapi semuanya tidak terjadi karena catatan kuliah Bapak Kaum Intelektual Muslim Indonesia itu baru terbit melampaui setengah abad kemudian.

Pemikiran tokoh-tokoh Masyumi plus Maududi adalah rujukan primerku. dan bahkan sampai tahun akhir 1970-an aku adalah salah seorang pendukung kuat gagasan Negara Islam Indonesia. Pancingan semacam inilah yang tidak kuperoleh sebelum ke Chicago. tetapi dengan sopan dijawab: “You can take all of my knowledge. mohon limpahkan kepadaku seperempat dari ilmumu tentang Islam.236 datang dengan tiba-tiba. Cobalah ikuti pernyataan vulgarku di depan Rahman di Chicago sekitar tahun 1979: “Profesor Rahman.” (Anda boleh ambil seluruh ilmuku). I’ll convert Indonesia into an Islamic State” (Profesor Rahman. Coba anda bayangkan bahwa di akhir 1970-an dalam usia menjelang 40 tahun aku masih satu perahu dengan Masyumi dalam masalah Negara Islam ini. Periode antara 1950-an sampai dibubarkannya Majelis Konstituante pada 5 Juli 1959. Ia memerlukan waktu dan pancingan-pancingan radikal dan serius secara intelektual dari berbagai pihak dan sumber. Tentu Rahman geli mendengar ucapan ingusan ini. please just give me one fourth of your knowledge of Islam. Pembicaraan yang agak mendalam mengenai isu ini harus ditunggu . saya akan mengubah Indonesia menjadi sebuah Negara Islam).

Mungkin orang lain menilaiku sebagai egoistis. Pemeliharaan Iwan kemudian sepenuhnya berada di tangan ibunya yang sengaja pulang ke Padang agar dekat dengan familinya. kalaulah iman tidak kuat. Menginjak dua tahun usia Iwan. tega-teganya meninggalkan anak yang sedang sakit. Illinois untuk bidang sejarah dengan beasiswa Fulbright. Dr. anak mungil ini jatuh sakit sampai wafat bulan Oktober 1973 setelah tiga tahun menjalani pengobatan terus menerus di bawah pengawasan Prof. Ismangoen (alm. mungkin aku tidak akan memikirkan kuliah lanjut. pada tahun 1972 aku terpilih untuk kuliah lanjut ke N. Dengan segala pertimbangan keluarga. Ismangoen menyuruh hentikan obat utamanya. . sekalipun tidak parah pada mulanya.237 sampai aku kuliah di Chicago awal 1980an.I. Saat-saat di akhir hayatnya kesehatan Iwan tampak membaik. Dr. tes-tes Bahasa Inggris tetap kujalani. DeKalb. tetapi memusatkan perhatian semata-mata pada kesehatan anak. Kita kembali kepada pokok tuturan pada bagian ini. (Northern Illinois University). Periode ini. Lip sungguh telah berkorban terlalu banyak untuk anak yang satu ini.U. Dengan tetap berkonsentrasi pada masalah anak.).

Keadaan anak yang semakin kritis harus lebih diutamakan. Maka hari berkabung yang sangat tidak diharapkan itu akhirnya datang jua. apalagi tempat tinggalku saat itu di asrama Mu’allimin Mancasan. Ismangoen. Siang malam aku dan Lip menunggui Iwan di Pugeran. sekalipun tubuhnya sarat oleh suntik plus obat yang terus menerus.238 Tetapi setelah kuliah berjalan selama dua semester. lupakan kuliah. Hampir saban pagi aku menjemur Iwan sambil melatihnya berjalan. Dr. kadang-kadang bergantian. Terasa banyak kemajuan. masih di bawah pengawasan Dr. sehingga sulit melangkah sendiri. Ismangoen menghentikan pemakaian obat untuk Iwan karena sudah banyak kemajuan. Maka tidak ada pilihan lain bagiku kecuali pulang ke tanah air dengan risiko gagal untuk meraih M. Iwan jatuh sakit lagi. Selama beberapa bulan kesehatan agak membaik. Bulan Maret 1973 aku pulang ke Padang untuk menjemput Lip dan Iwan. Dini hari. di depan lapangan sepak bola. Tidak selang berapa lama setelah obat dihentikan. dalam sejarah. Tetapi Allah punya ketetapan lain. . dan harus menginap di rumah sakit Pugeran. Iwan meninggalkan dunia fana ini. Seperti telah kusinggung di atas. Lip sudah tidak mampu menghadapi anaknya tanpa ayahnya.A.

239 kembali kepada Pemilik yang sebenarnya. usiaku sudah 38 tahun. Terngiang panggilan Iwan terhadap ibunya sebelum wafat. Dapat dibayangkan betapa luluh perasaan kami ditinggal anak kedua ini. Muhammadiyah) membawa jenazah Iwan ke Mancasan dengan becak untuk besok harinya dimakamkan di pekuburan Kuncen. Kami berterima kasih kepada keluarga pak Kad. sementara Lip 29 tahun dalam keadaan hamil antara 3-4 bulan. Muhammadiyah Wirobrajan. kepala S. Semoga jiwaku akan cepat pulih untuk meneruskan otobiografi ini). Sudah dua anak kami yang dipanggil Allah dalam usia 20 bulan dan lima tahun kurang sedikit.D. 50 tanggal 2 Desember 2005 karena beban perasaan mengenang anak yang telah tiada menjadi sangat berat kembali. Pada saat Iwan wafat. Demi meringankan beban batin. aku dan Lip menyingkir ke Cangkringan (Sleman. Jogja).D. Allah! Sebelum nyawanya dicabut malaikat. panggilannya sehari-hari. Subuh itu aku dan sahabat tetangga pak guru Sugeng (guru S. Habislah sudah upaya duniawi kami untuk membesarkan Iwan. aku mendengar suara Iwan: Ibu! Kebetulan ibunya sedang pulang ke rumah malam itu. (Untuk sementara bagian ini harus kuhentikan pada jam 21. ke rumah pak Sukadijono. Tempat ini di .

Kepergian Iwan telah menyebabkan aku dan Lip menjadi kesepian dan perasaan tidak menentu.” (Terpaksa kuhentikan menulis sementara pada jam 08. Yang terkenang dari anak ini di samping penderitaannya. Sekitar dua minggu kami tinggal di sana menenangkan perasaan yang pilu dengan membaca al-Qur’an dan berzikir. adalah kelucuannya. delapan bulan setelah kepulangan ayahmu dari DeKalb.240 daerah pegunungan yang sepi dan dingin. “Anakku. Terasa sangat tidak mudah melupakan Iwan. anak ini cukup ceria.20 pagi tanggal 3 Desember 2005. akan dijawab: Nun Epah. jauh dari stabil. Sewaktu aku latih berjalan di lapangan Mancasan. Berhari-hari perasaan lengang itu menerpa kami. Anak satu-satunya telah berangkat pula menyusul abangnya Salman. Ada kekhawatiran kalau musibah ini akan mempengaruhi kandungannya karena batin yang goncang berat. isteriku. wajahnya selalu terbayang. Jika kutanyakan siapa nama ibunya. terlalu berat nak melepas kepergianmu pada 21 Oktober 1973 menyusul abangmu Salman. Mengapa . Lucu dalam penderitaan selama tiga tahun. sementara Lip tengah hamil sekitar 2-3 bulan. air mataku meluncur tak tertahankan). untuk sebutan Nurkhalifah. di Jogja-Padang-Jogja.

aku bertugas seperti biasa. SECERCAH HARAPAN TANTANGAN dan BERAGAM A. Boleh jadi musibah ini sebagai teguran Allah kepadaku. hilang dua. sebab yang diajar berada dalam tingkat yang sama. aku pun tidak dapat menjawabnya. bukan anak. Untuk sementara keinginan belajar lanjut tidak dipikirkan dulu sampai suatu saat jiwa telah stabil. Memang serba dilematis. Kematian Ibrahim anak laki-laki beliau satu-satunya adalah bukti bahwa nyawa bukan di tangan manusia. maulah rasanya aku yang lebih dulu pergi. seorang dosen yang hanya berijazah S1 pasti akan mengalami kesulitan dalam melaksanakan tugasnya.241 cobaan beruntun semacam ini menimpa kami? Hanya iman sajalah yang menjaga kami tidak larut dalam kebingungan. VI. memberi kuliah. Kalaulah boleh digantikan. nabi pun mengalami cobaan demi cobaan. Hilang satu. Tetapi perkara ini bukan urusan manusia. Pengalamanku di DeKalb. Jangankan aku yang lemah dan sarat dosa ini. sekalipun semula . Kelahiran Hafiz dan Keinginan Sekolah Lagi Setelah perasaan berangsur pulih. Rasul pun tidak dapat berbuat apa-apa bila perintah Allah telah datang.

kemudian baru boleh dibawa pulang. Di saat lahir dan selanjutnya Hafiz berada di bawah pengawasan ahli kebidanan Dr.242 terasa sangat berat.U.S. teman dosen jurusan sejarah. Dalam pada itu setelah anggota keluarga bertambah satu yang kami syukuri benar. menengok perkembangan Hafiz yang dari ke hari menunjukkan perkembangan dan kemajuan yang positif.K. Muhammadiyah Jogjakarta selama satu bulan.U. Alhamdulillah kami tidak diterima. Kami beri nama Mohammad Hafiz dengan berat badan hanya 2. Kecemasan aku dan Lip bahwa kandungannya mungkin akan mengalami gangguan serius. suasana kampus dengan perpustakaan yang hampir lengkap tidak pernah lupa dari ingatanku. alhamdulillah tidak terbukti. P. Karena kondisi yang belum stabil ini Hafiz harus menjadi penduduk R. Tiap hari kami berulang ke P.K. demi perbaikan ekonomi. Hardjo Djojodarmo (alm). kecuali penyandangnya . pada tahun 1974 itu aku dan Husain Haikal. sekalipun anak kami yang ketiga lahir prematur pada 25 Maret 1974. mencoba mengadu untung dengan mengikuti tes untuk ke Saigon. Mudahmudahan aku bukanlah orang yang mementingkan diri sendiri jika aku ingin belajar lagi ke Barat.20 kg. Gelar doktorandus memang tidak laku jual.

Bandung.243 dikenal luas oleh lembaga-lembaga asing. Tampaknya negara ini belum berhasil menciptakan lapangan kerja yang layak bagi rakyatnya.P.K. nasib pegawai negeri di Indonesia belum juga mengalami perbaikan yang mendasar.I. Sampai awal abad ke-21. Jika ingin beli buku harus difikir matang-matang lebih dulu. siapa yang kenal? Sebenarnya keinginan bekerja di luar negeri lebih banyak bertujuan untuk perbaikan ekonomi rumah tangga. Baru tahun berikutnya lagi aku lulus dan . sementara praktik korupsi belum semakin berkurang. sementara jumlah angkatan kerja semakin membengkak dari tahun ke tahun. Adapun aku saat itu.P. aku tidak lulus karena kurang nilai setengah. sementara Husain berhasil. Kenyataan pahit ini amat memberatkan batinku.D. Korupsi yang sudah menggurita terjadi di sebuah bangsa Muslim terbesar di dunia. (Lembaga Pendidikan Pos Doktoral) yang melekat dengan I. apakah tidak akan menggangu asap dapur. Gaji sebagai dosen hanyalah sekadar untuk menutup biaya hidup sederhana dari bulan ke bulan. Setelah mengikuti tes. Alasan utamanya tidak lain karena lapangan kerja yang sulit sekali. Itu pun orang banyak masih berebut untuk menjadi pegawai. Tahun berikutnya Husain dan aku berputar arah ke L.P.

Dr. Dr.P. Ada pengalamanku yang agak aneh dan menggelikan dengan Prof. Prof. Tanpa nilai A. Para dosen yang memberi kuliah di lembaga ini sebagian besar adalah guru besar.244 diterima untuk belajar di lembaga itu selama satu semester. dengan nilai tanpa A. Semarang diundang ke rumahnya untuk . Sikun. nilaiku jauh lebih baik. dari lima mata kuliah. tetapi itulah kenyataan yang harus diterima. agak sedikit memalukan. yaitu Filsafat Pengetahuan Alam/Sosial (B+). Pada suatu malam aku dan teman dari I. Dr. Dan jika masih punya kesempatan belajar ke Barat.D. Mereka adalah Prof. aku jelas tidak puas.P.K. termasuk milikku tentunya. terimalah apa adanya. Dr. Filsafat Ilmu & Pendidikan (B+). atau setidaktidaknya menyandang gelar doktor.I. Prof. Pada tanggal 10 Maret 1976 aku lulus dari L. padahal sewaktu belajar di DeKalb. dan masih ada yang lain. Sikun Pribadi. Sistim Pengembangan Kurikulum (B+). tunjukkan bahwa nilai A juga milik mahasiswa. Prof. Kepemimpinan & Manajemen (B).P. Supardjo. Achmad Sanusi. Garnadi Prawirodirdjo. dan Bahasa Inggris (B). Dr. Apakah para guru besar Bandung ini memang terlalu hebat sehingga nilai A adalah untuk mereka? Aku tidak boleh berprasangka demikian. S. Itulah prestasi akademikku di Bandung. Nasution.

P.D. Sikun hanya tunduk mengiyakan tuturan gurunya. Aku yang geli mendengar cerita karut ini telah melabrak habis ocehan Suryadi yang berlangsung sampai larut malam.N. padahal yang yang bersangkutan adalah bekas mahasiswanya di U. tokoh spiritual Prof. Ternyata seorang guru besar . Sikun bersikap lebih banyak diam.245 ditemukan dengan Suryadi.D. Prof. Sikun sebagai salah seorang guru besar di program L. tetapi ada Tuhan dengan huruf T besar dengan nama Robina sebagai kepala dari tuhan-tuhan itu. (Universitas Padjadjaran) Bandung sampai tingkat sarjana muda.A. sekalipun aku sering mendebatnya dalam perkuliahan.P.P. Sikun. Suryadi malam itu menjelaskan masalah alam semesta yang dipelihara oleh banyak tuhan. sementara teman dari Semarang karena hormat kepada Prof. Isteri Prof. yang hubungannya denganku cukup baik. Sikun yang malam itu mendampingi suaminya sesaat mendengar perkataan Robina berucap: “Kok seperti nama perempuan ya!” Aku hanya semakin geli dengan suasana semacam ini dan bertanya dalam hati: “Mengapa seorang profesor begitu mudahnya menjadi budak spiritual dari seorang Suryadi dari Cirebon itu?” Kurekamkan kembali episode ini bukan untuk mengurangi rasa hormatku kepada mendiang Prof.

klenik dengan segala cabangnya hanyalah akan memasung manusia secara kejiwaan. aku telah menempuh ujian TOEFL (Test of English as Foreign Language) dalam upaya meneruskan kuliah yang . jenderal. tidak banyak bedanya antara mereka yang terdidik dan berpangkat dengan sebagian rakyat awam yang memang biasa minta-minta kepada orang mati. Aku yang sejak kecil dilatih dalam kultur Muhammadiyah tentu hanya punya satu sikap: lawan segala bentuk klenik itu. Bagaimana bangsa kita akan cerdas dan cerah jika sebagian para elitnya lebih mempercayai dukun dari pada akal sehat dan pertimbangan rasional dalam proses mengambil keputusan untuk kepentingan negara? Tidak hanya sampai di situ.246 filsafat pendidikan tanpa dasar tauhid yang jelas dan kuat dengan mudah saja menjadi pengikut dukun klenik seperti Suryadi. dan kaum elit negeri ini yang minta nasehat dukun dalam menjalankan tugasnya. Dalam perkara ini. Ini penting kuungkapkan di sini karena banyak sekali pejabat. Tidak selang berapa lama sebelum meninggalkan Bandung untuk kembali ke Jogja. Di antara para elit itu bahkan ada yang pergi ke kuburan untuk mohon petunjuk dan berkat. karena hanya akan merendahkan harkat dan martabat manusia merdeka! Lebih dari itu.

di Universitas Chicago. tetapi mereka rela. (Ohio University. Tentu aku senang. Ringkas cerita dengan beasiswa Fulbright untuk kedua kalinya aku pilih Ohio untuk mendapat M. Aku hanya mengambil . William H.A. dalam bidang sejarah dengan tesis “Islamic Politics under Guided Democracy in Indonesia (19591965) di bawah penyelia Prof. Bahkan terlalu baik. sudah di atas 500. Dengan nilaiku dari NIU dapat dipindahkan ke Ohio sebanyak 51 kredit. Kali yang kedua ini alhamdulillah berhasil dengan mengantongi ijazah M. Lip dan Hafiz harus ditinggal lagi. Karena hasil itu aku dapat diterima di Univeritas Hawaii dan O. sekalipun masih di bawah 600. Frederick. Ph.H.247 terbengkalai karena Iwan sakit sebelum wafat. pada departemen sejarah.D. Univeritas Ohio) di Athens. sekalipun tentu dengan perasaan berat mengingat pengalaman traumatik yang pernah diderita.A.D. Pertengahan tahun 1976 aku berangkat lagi ke Amerika dan kuliah di Ohio selama empat kuartal. maka beban kuliahku di kampus baru ini agak sedikit ringan. penulisan tesisku masih terbengkalai menanti saat aku sudah mengambil program Ph. seorang ahli sejarah Indonesia dan sejarah Jepang yang teramat baik denganku. Hasil tes lumayan.. Sekalipun kuliahku telah rampung di akhir tahun 1977.

P.D. B. tahun ke-176 dari usia universitas. apalagi dari seorang penyelia yang begitu ingin agar tesisku cepat dipertahankan di depan tim penguji. seorang seniman dari suku Sunda. Frederick. Di Athens. Rata-rata A. Frederick yang selalu memberikan “komando” dari Athens agar aku tetap menggarap tesis. tim penguji yang lain adalah . Ijazahku dikeluarkan pada tanggal 7 Juni 1980 dari O. Untuk keperluan ini aku harus terbang dari Chicago menuju Columbus. Setelah meraih gelar M. A. Di sinilah peran penting dari Prof. Doddy Soejono. Sebenarnya cukup berat bagiku menyelesaikan tesis sambil kuliah S3. kampus lamaku. tanpa nilai A satu pun..P.67. sekalipun akhir 1978 aku sudah berada di Chicago. Cukup lumaian bukan. (Indeks Prestasi Kumulatif)3. Dorongan semacam ini sangat penting. Mengapa lama? Karena tesis yang kutulis baru rampung pada 1979. A-. seorang sahabat dosen jurusan sejarah dari Jogjakarta.K. sudah lebih dulu belajar di Universitas Ohio. A-.untuk tesis.248 delapan mata kuliah plus tesis dengan nilai B+. akhirnya aku diuji pada 7 Juni dengan hasil seperti telah kusebutkan di atas. A-. Di samping Prof. bila dibandingkan dengan nilaiku di L.A. A. Alhamdulillah. dan A.H.atau I. dia kembali mengajar di Jogja sampai pensiun. dan dari sana meluncur ke Athens.P. B+..

seorang Katholik yang taat dan sangat bagus dalam memberikan kuliah. Betapa sederhananya cara berpikir seperti ini. . Di Athens aku tinggal bersama temanteman Malaysia yang juga aktivis M. Gerald Doxie. semuanya akan menjadi beres. Apalagi aku aktif dalam M. (Muslim Students’ Association). sebagaimana telah kusinggung selintas di atas pada waktu menyebut Fazlur Rahman. Masyumi. dan gagasan tentang negara Islam. dosen sejarah Asia Barat dan Afrika Utara. tokoh-tokoh Ikhwan. tetapi ruh ijtihadnya belum singgah secara mantap di otakku yang masih bercorak aktivis. dari segi pemikiran keislamanku belum ada perkembangan yang berarti.A.S.dan A.249 Prof. Maryam Jameela. Semua nilaiku dari dosen ini bergerak antara A. bukan? B. pemikir dan penyair besar Pakistan itu memang telah ikuti. Masih berkutat pada Maududi. Seakan-akan dengan merek serba Islam itu. yang masih sangat merindukan tegaknya sebuah negara Islam di suatu negeri. Periode Athens: Status Quo dalam Pemikiran Selama periode Athens (1976-1978). Aku masih terpasung dalam status quo.S. Jadi tidak terlalu buruk. Iqbal.A. belum reflektif dan kontemplatif.

Di lingkaran M.. sungguh bagus.A. aku bergaul dengan teman-teman dari Saudi Arabia. tetapi nilai-nilai budayanya yang serba bebas sejauh mungkin dihindari.250 yang masih serba belia.A. dunia M. Dari segi moral pergaulan. Ilmu Barat dipelajari. hati-hati. Budaya saling menasehati dan mengawasi anggota merupakan bagian penting dari missi M.S. Di Athens. negeri Muslim lebih baik dari Barat? Bagaimana tentang korupsi yang merebak di dunia Muslim. sementara usiaku sudah di atas 30 tahun.S. dan saling menjaga. Tidak ada di antara mereka yang larut dalam budaya serba bebas ala Barat. di samping teman-teman dari Indonesia dan Malaysia.A. dan bagaimana pula disiplin sosial yang sangat rapuh? Apakah dengan memberi label Islam kepada suatu negara.S. M. Jadi secara moral. M. Mesir. Kuwait. Itu belum lagi .S.A. Libia.A. adalah ibarat sebuah pulau tersendiri di tengah gelombang peradaban sekuler. Kesulitanku adalah: apakah secara moral dalam makna umum. aku adalah salah seorang khatib pada hari Jum’at yang kami selenggarakan di sebuah ruangan luas di lingkungan kampus. sangat berjasa. Iraq. semuanya akan membaik? Inilah di antara pertanyaan krusial yang susah dijawab. Aljazair.S. Dari segi menjaga nilai-nilai keislaman harian anggotanya.

Semua seakan-akan menjadi beres semua dengan sebuah negara Islam itu. Pemikir lain yang juga kukutip dalam khutbah dan tulisan adalah Hossen Nasr. Dengan demikian label Islam belum bisa menolong selama masalahmasalah mendasar itu belum diatasi. Bagiku semuanya ini tidak lain dari pada akibat kerapuhan negeri-negeri Muslim secara politik. dunia kita atur. dan teknologi. tokoh syi’ah moderat dari Iran. Nasr meninggalkan negerinya setelah revolusi Khomeini berhasil secara dramatis menggulingkan rejim Shah pada 1979.251 kita berbicara tentang betapa kuatnya pengaruh Amerika di negeri-negeri Muslim. Pokoknya dengan negara Islam. seperti Saudi dan Kuwait misalnya. Bukankah dunia Muslim sampai di awal abad ke-21 masih berkutat di buritan peradaban? Pada periode Athens. Nasr bukanlah tipe itu. pertanyaan-pertanyaan besar itu belum singgah di otakku sebagai bawaan dari Indonesia. ilmu. ekonomi. Rupanya berbeda dengan Ali Shariati yang melawan Shah. kita perlu mempertanyakan sampai di mana kedaulatan sebuah negara Muslim. kalau pemerintahnya bergantung di ketiak asing. Oleh sebab itu tumbangnya kekuasaan Shah berarti tanah Iran sudah tidak . Dengan membaca peta semacam ini.

Bedanya adalah Ibn Taimiyah. Nasr cukup populer di kalangan kaum akademisi. Sebagai penulis prolifik. tetapi cara berpikirnya terasa kaku dan buntu. pencetus gerakan puritan di Arabia pada abad ke-18.A. tetapi tak satu pun yang mencoba berangkat dari pandangan dunia al-Qur’an. Muslim dan Barat. Maka tidaklah mengherankan Nasr sampai usia tuanya adalah guru besar pada Universitas Washington untuk kajian-kajian keislaman. menggali khazanah klasik Islam yang kaya itu. Karyanya cukup banyak yang meliputi berbagai bidang kajian keislaman yang umumnya diterbitkan di Barat.252 nyaman bagi seorang Nasr yang lebih banyak berfilsafat. Beberapa teman dari Saudi yang hidup kesehariannya sangat saleh. di samping .S. Dia tidak terlibat dalam gerakan di bawah tanah untuk meruntuhkan rezim diktatur dengan dukungan penuh dari Amerika Serikat. Dari nama inilah dunia kemudian mengenal gerakan Wahabi yang banyak diilhami oleh Imam Ahmad bin Hanbal dan penerusnya Ibn Taimiyah. Beberapa pemimpin M. yang datang ke Athens dari berbagai negara bagian Amerika dan Kanada hampir semuanya adalah aktivis yang dipengaruhi Ikhwan dan Jama’at Islami. Mereka begitu menilai tinggi Muhammad bin Abdul Wahab.

253 seorang aktivis. sementara dimensi intelektual dilupakan. Dari sisi terobosan intelektual Islam. Teman-teman Indonesia alumni Saudi rata-rata tidak bisa diajak berpikir melampaui guru-gurunya di sana. kecuali mereka yang berani membuka hati dengan membaca sumber-sumber pemikiran dari sarjana Muslim yang lain. Pemikiran Muhammad bin Abdul Wahab yang puritan begitu dominan di Saudi sehingga pemikiran lain yang berbeda tidak boleh berkembang. Kenyataan ini merupakan kesulitan tersendiri bagi umat . Di sini tragedi intelektual itu terjadi. Ibn Taimiyah juga turut angkat senjata melawan pasukan Mongol yang menjarah negerinya. dia juga seorang intelektual kelas satu pada masanya yang kemudian mengilhami gerakan-gerakan pembaruan di seluruh dunia Muslim. Kekayaan minyak yang melimpah di Saudi bolehjadi merupakan salah satu sebab mengapa kaum intelektualnya menjadi manja dan malas berpikir. Inilah salah satu sebab mengapa sarjana-sarjana Saudi sedikit sekali yang bisa diajak berpikir filosofis radikal. Saudi hampir tidak ada yang dapat ditiru karena sudah terkurung dalam pasungan Wahabisme yang menyatu dengan penguasa otoritarian. Adapun gerakan Wahabi lebih banyak mengambil sisi aktivisme dari Ibn Taimiyah.

Justru mereka memilih hidup di Barat yang dijadikan sasaran kritik itu. Kasus Said Qutb sedikit berbeda. tetapi hampir sepi dari pemikiran yang memungkinkan kita keluar dari kebuntuan intelektual yang sudah berabad diderita dunia Muslim. Setidak- . dermawan. Mereka yang tamatan Barat sering dicurigai sebagai pengikut kaum orientalis yang digambarkan serba merusak Islam. umumnya tidak betah tinggal di negerinya sendiri. otoritarian. Para pendukung Maududi. Qutb. Teori-teori keislaman yang bertolak dari sikap anti asing (baca Barat) ternyata tidak mampu menawarkan solusi bagi masalah modernitas yang semakin sekuler kalau bukan ateistik. New York.254 Islam Indonesia karena begitu beragamnya hasil pemikiran keislaman yang lahir dalam sejarah kontemporer Indonesia. Bahkan anak Maududi seorang dokter malah tinggal di Buffalo. Dialog terbuka dan mendalam tentang pemikiran Islam yang beragam belum terjadi di Indonesia secara mendalam dan tuntas. Dia menjadi pembela negara Islam dan anti Barat setelah pernah tinggal di Amerika sekitar tiga tahun. dan ulama yang konservatif. Sebuah paradoks berlaku di sini. karena berhadapan dengan penguasa yang korup. Di Athens. lingkungan pergaulanku berada di tengah-tengah orang-orang saleh. yang mengeritik Barat in toto.

tidak sedikit yang menemukan Islam setelah mereka belajar di Barat. Bahkan mendapatkan M. hlm. “Qutb. sebab dia bergabung dengan gerakan ini setelah pulang dari Amerika. 1995. Dia mengakui perkembangan ilmu dan ekonomi di Amerika dan Barat lainnya. Sayyid” dalam John L. 401). tetapi dia sangat ngeri menyaksikan rasisme.255 tidaknya dia telah mengenal Barat melalui pengalaman langsung dan pendidikan. Esposito (ed. (Lih. Bahkan terlalu “baik” sehingga menjadi kaku dan sempit. Di tanah airnya masing-masing belum tentu mereka mengenal salat dan praktik-praktik harian Islam lainnya. Sharough Akhavi. di Barat justru muncul kesadaran baru untuk menjadi Muslim yang baik. dan pro-Zionisme. Qutb bukanlah termasuk pendiri Ikhwan. Di antara mahasiswa Muslim yang datang dari berbagai penjuru dunia. New York-Oxford: Oxford University Press. Oleh sebab itu akan lebih bijak bila orang bersikap lapang . dalam ilmu pendidikan dari Wilson’s Teachers College (Kolorado) pada 1950.A. kebebasan seks. Ini fakta keras sejarah yang tidak boleh dimungkiri oleh siapa pun. Di dunia ini ternyata kita tidak boleh memakai kaca mata hitam putih.). Bahkan sebagian mereka menjadi puritan. The Oxford Encyclopedia of the Modern Islamic World.

tidak menyentuh realitas. Dominasi politik begitu terasa. dan penuh rahmat yang dapat diukur dengan parameter apa pun. tetapi malah wajib berupaya mengubah realitas yang pengap menjadi sesuatu yang asri. Pada saat usia yang sudah . Dalam usia 43 tahun. Mengurung diri dalam pasungan pemikiran sempit atau hanya mengenal satu alur aliran pasti akan memperlama orang berada dalam suasana kebuntuan intelektual yang pengap. Maududi. Kearifan tidak bersifat Barat atau bersifat Timur. Padahal Islam menurut pandanganku haruslah senantiasa bersentuhan dengan realitas. Orang bisa saja menemukan kearifan itu di mana saja asal dicari dengan sungguh-sungguh melalui hati dan otak yang terbuka semata-mata karena rindu kepada kebenaran. rasanya tidak ada yang dapat kutawarkan untuk menembus kebuntuan intelektualisme Islam. sebab Barat-Timur itu milik Allah. wawasan keislamanku tidak pernah melampaui Ikhwan. Sampai aku meninggalkan Athens tahun 1978. Bahkan bisa membawa orang hidup dalam dunia semu. sebab paham Muhammadiyah sudah lama menjadi bagian menyatu dengan diriku. jangan ekstrem anti sesuatu. Dalam masalah ibadah harian tidak ada masalah. dan Masyumi. adil.256 dada saja. Bukan saja bersentuhan.

Kesanku adalah bahwa al-Attas adalah seorang al-Ghazalian yang kental. aku mungkin lebih dekat kepada Ibn Taimiyah. Malaysia. tetapi tidak pernah menempatkannya sebagai yang terhebat. memang banyak yang idealis. Dengan al-Faruqi. sementara dengan al-Attas pernah berjam-jam di rumahnya di kawasan Petaling Jaya. Hanya kami berbeda dalam menilai al-Attas dan guru spiritualnya al-Ghazali. Dalam arti intelektual.257 demikian jauh. sekalipun beberapa hadits yang dikutip dalam teori politiknya telah kupertanyakan secara serius dalam disertasiku di Chicago. tetapi jalan keluar dari kebuntuan belum ditemukan. Aku hormat kepada al-Ghazali. Konsepsinya tentang pendidikan Islam dipopulerkan oleh Prof. Wan Mhd. Ini berbeda dengan Ismail al-Faruqi dan Naquib al-Attas dengan proyek islamisasi ilmu pengetahuannya cukup populer di kalangan mereka. tetapi aku tidak bisa lebih dari itu. Nor Wan Daud. salah seorang murid Rahman di Chicago. dan teman dekatku.A. Dr. aku belum pernah berdialog secara langsung. Teman-teman M. seakan-akan al-Ghazali adalah segalagalanya.A.S. . status quo pemikiran sebenarnya patut disayangkan. Fazlur Rahman hampir tidak dikenal di lingkungan M.S.

S. Amat disesali. politisi Malaysia tidak paham makna dari proyek besar al-Attas yang ingin membangun sebuah peradaban alternatif setidak-tidaknya di kawasan Asia Tenggara terlebih dulu.A. kehilangan kemandiriannya.T.C. ruhnya menjadi sirna. tetapi karya besarnya harus dijunjung tinggi dan dikembangkan lebih jauh. tetapi Mahathir Mohamad karena bentrok dengan Anwar Ibrahim yang dipandang sebagai orang dekat al-Attas. proyek ini akhirnya digabungkan dengan Universitas Islam Internasional Malaysia.A. Rahman pada saat-saat terakhir cukup diapresiasi di sana.A.C. Orang boleh berseberangan dengan al-Attas.S. Karena proyek alAttas berupa I.S. Bahkan seluruh perpustakaan Rahman telah dibeli dan diboyong ke kampus I. yang bagiku merupakan bagian dari tauhid sejati. Al-Attas kelahiran Bogor.C. Proyek I. .258 Tentang al-Attas dengan segala kelebihannya.T.T.A. aku merasakan sesuatu yang kurang pas pada dirinya: anti egalitarianisme.S. kemudian hijrah ke Malaysia. Yang positif dari al-Attas adalah bahwa I. (International Institute of Islamic Thought and Civilization)-nya sesungguhnya sangat strategis bagi pengembangan pemikiran Islam.T. mau dijadikannya pusat kajian ilmiah bagi pemikiran Islam yang sangat beragam.C.

A.D. Tanpa penyelesaian yang bijak tentang persoalan keluarga ini. periode Chicago-ku bisa buyar berantakan di tengah jalan. aku pada akhirnya tidak tertarik lagi dengan proyek serba mewah itu. Bantuan sahabatku M. Egoismeku untuk terus belajar tidak boleh dibiarkan mengelana sebebas-bebasnya. sungguh menjadi penting bagiku untuk belajar Islam ke kampus “orientalis” ini. tetapi tidak boleh dibiarkan berlalu begitu saja.S. beasiswa itu kudapatkan. sekalipun aku sudah diterima untuk program Ph. Pada saat-saat awal itu tidak terbayang dalam otakku bahwa Chicago akan mengubah secara fundamental sikap intelektualku tentang Islam dan kemanusiaan. Sebelum kuteruskan tuturan yang agak berbau intelektual ini. ada masalah lain yang pribadi dan keluarga sifatnya.D. Akhirnya dengan bantuan banyak pihak. sebagaimana telah kukatakan terdahulu. Chicago I: Sebelum Titik Kisar Tidak mudah bagiku untuk meneruskan belajar ke Universitas Chicago. melalui perwakilannya di Jakarta. Amien Rais.I. dalam pemikiran Islam. Kalau Rahman masih belum alergi menggunakan ungkapan negara Islam. Lagi Profesor Frederick turut membantuku untuk mendapatkan beasiswa dari Ford Foundation dan U.259 C. .

Aku stres menghadapi “ancaman” semacam ini. Pihak Ford Foundation melalui kantor Pusat Latihan Ilmu-Ilmu Sosial di Jakarta yang mendanai transportasiku memberi syarat yang sangat berat jika aku ingin mengikutsertakan keluarga ke Chicago. Di mata mereka hanya orang nekat saja yang mau pergi terus dengan meninggalkan isteri dan anak. Mungkin istilah nekat bisa diganti dengan “berani” agar lebih beradab kedengarannya. Bukankah keluarga harus lebih diutamakan dari pada belajar terus dan terus belajar. Sudah kujelaskan bahwa sebutan nekat itu bukan asing bagiku. Perkawinanku dengan Lip adalah buah dari kenekatanku.260 karena aku punya tanggung jawab keluarga yang sarat dengan beban traumatik. Isteriku Lip sudah lama menderita karena ditinggal pergi oleh dua anak pertamanya. Hanya si gila saja yang berbuat begitu. Syarat itu adalah bahwa pada semester pertama aku harus meraih nilai A untuk semua mata kuliah yang kuambil. sekalipun hakekatnya . sekarang suami pergi lagi untuk ketiga kalinya. beban mental dalam bekeluarga tidak ringan. Sepintas lalu bagi sementara orang apa yang kulakukan ini sudah tidak pada tempatnya. disuruh cari nilai A lagi. seperti telah kujelaskan sebelumnya. Gila bukan? Otak sudah tua.

Dengan do’a dan kerja keras nilai A untuk semester pertama harus kuupayakan agar menjadi kenyataan. Yang menguntungkanku.261 tidak banyak berbeda. apalagi dengan kebanyakan orang kampungku Sumpur Kudus yang tetap saja ingin bersianyut di Batang Sumpur.” Aku anak Minang yang juga dibesarkan dalam budaya petatah-petitih itu. dan tantangannya adalah bagaimana upaya untuk memboyong mereka segera ke Chicago. Dalam pepatah Minang ada ungkapan: “Tak kaya berani pakai. Lip tidak melarangku untuk terus belajar. Rasa cemasku akan menjadi sangat berat jika masalah keluarga tak dapat terselesaikan. sekalipun dia . Memang jika dibandingkan dengan rata-rata orang Indonesia. maka beban batin akan semakin bertambah dan bisa runyam akibatnya.” seperti telah kukutip terdahulu. aku tidaklah termasuk dalam kategori pengecut. Jika upaya itu kandas. Sebenarnya aku tidaklah seberani itu. Maka terjadilah pergumulan yang menegangkan selama beberapa bulan antara kemampuan otak dalam usia tua dengan persoalan keluarga yang sering goncang oleh bermacam persoalan. jauh sebelum aku mengenal lontaran puisi Iqbal: “Takkan kukayuh bidukku ke lautan tanpa buaya. Aku punya rasa takut dan cemas.

Biaya sendiri mana mungkin. Setelah kursus Bahasa Perancis selama 75 jam. Untuk sikapnya ini aku berterima kasih kepadanya. Ini bagiku sebuah modal yang luar biasa nilainya. Tantangan di depanku ketika itu sangat nyata: tanpa nilai rata-rata A. Juga harus lulus Bahasa Perancis sebelum ujian disertasi. sekalipun sekarang sudah lupa semua. tidak mungkin bergerak lebih jauh. aku lulus dengan angka P+. keluarga tidak bisa dibiayai untuk berangkat ke Chicago. .262 menderita. Coba bayangkan kalau dia merengek dan memberontak. tentu semua langkah akan terhenti seketika. artinya baik sekali. tetapi juga karena terkait dengan masalah keluarga. sekalipun misalnya dengan menggadaikan sawah milik familiku di Sumpur Kudus yang memang hampir tak pernah kumanfaatkan. Rantau telah mendidikku untuk tidak bermain-main dengan harta warisan. Sekarang aku harus belajar Bahasa Arab lagi plus Bahasa Persi. bukan semata-mata untuk meraih prestasi akademik yang tinggi. di samping mata kuliah yang diasuh Rahman. Selama semester pertama aku harus belajar keras. Aku mendaftar di Departemen BahasaBahasa Timur Dekat dan Peradaban dengan fokus kajian tentang pemikiran Islam di bawah payung Studi Kearaban dan Islam.

padahal hasilnya belum jelas. berkat rantau. Bahkan sawah-sawah yang tergadai oleh paman dan abang. bukan mustahil pula aku akan menggadaikan harta warisan. Cemeeh dari mulut ke mulut akan berkeliaran ke mana-mana. Syafii hanya mamikiahkan dironyo sorang”). pasti seluruh saudaraku akan menentang dan kampung akan turut gaduh. Bukankah Minangkabau dikenal sebagai pusat cemeeh di muka bumi? Aku terbebas dari lingkaran cemeeh itu karena harta keluarga tidak kusentuh untuk belajar di luar negeri. Syafii hanya memikirkan diri sendiri.” (Dalam Bahasa Minang: “Sawahnyo alah tagadai untuak ongkos sekolah di lua nagari. Sekiranya tidak merantau. Aku adalah di antara berempat anak Fathiyah-Ma’rifah yang sedikit sekali memanfaatkan harta warisan.263 Andaikan kuusulkan untuk menggadai. Aku tentu bangga dengan ini semua. sebab kelangsungan hidup mereka sangat tergantung kepada keberadaan sawah itu. Apalagi jika . Bunyinya kirakira demikian: “Sawahnya telah tergadai untuk ongkos sekolah di luar negeri. sebagian sudah kutebus untuk kepentingan agama sebelum kuserahkan kembali kepada pihak keluarga setelah sekian tahun. lantaran desakan hidup misalnya. padahal hasiahnyo alun jaleh.

Nilai A= keluarga datang. Pendek cerita semuanya berjalan dengan lancar sekalipun tanpa bekal Bahasa Inggris. Segera Lip dan perwakilan Ford Foundation di Jakarta dikontak untuk menyampaikan kabar gembira ini. menulis makalah. harapan untuk meraih nilai A bagi tiga mata kuliah benar-benar menjadi kenyataan. Tesis S2 untuk Athens sementara dilupakan dulu. Akibatnya wibawa mamak jatuh di mata kemenakan. Di kalangan keluarga dekatku. Alhamdulillah. kelakuan semacam ini juga terjadi. dan menempuh ujian akhir. Harta keluarga dibawa ke rumah bini dan anak. Rantau telah menyelamatkanku dari segala macam perbuatan melego harta pusaka itu.264 menyandang gelar suku. Kembali kepada nilai A pada semester pertama 1978-1979. Tidak sedikit orang kampungku yang hobi dalam transaksi gadai menggadai ini. Dalam perjalanan . Lip diminta menyiapkan mental untuk berangkat ke Chicago bersama anaknya yang baru berusia kurang sedikit dari lima tahun pada Februari 1979. Konsentrasi adalah untuk meraih nilai A. Bukan main rasa syukurku. Dengan nafas agak terengah-engah pada musim gugur aku mengikuti kuliah. Ini pasti membuahkan gunjingan demi gunjingan.

mereka tidak sempat membuka kulkas yang menyimpan berbagai jenis minuman. Perjalanan . Tugasku kemudian menjemput mereka ke bandara O’Hare yang sangat sibuk itu. Hafiz. Mungkin dengan pesawat Thai Air dari Jakarta-Hong Kong dan dengan North Western Hong Kong-Chicago . Mungkin karena lelah. tanpa menunggu jemputan yang sudah disiapkan Ford dari Jakarta. entah berapa ratus dolar Lip diberi Ford yang disimpan begitu saja dalam tas tangannya.265 sejauh itu mereka berangkat dengan bantuan bahasa isyarat. Kami dapat berkumpul di rantau asing setelah sering berpisah dengan berbagai trauma yang menyertainya. nama anak kami. Biaya cukup. Terbanglah mereka dua beranak dengan mengucapkan bismillah dengan pesawat apa. yaitu menginap di hotel mewah di Hong Kong yang lengkap dengan berbagai fasilitas. Pagi-pagi buta Lip dan anaknya sudah berangkat ke bandara. Tidak langsung ke Chicago. Baru keesokan harinya di bandara mereka beli air minuman kaleng. harus singgah di jalan. Semua itu kulakukan dengan rasa lega dan bersyukur. kebetulan sampai di hotel tidak minta minum. aku lupa. Tuhan memudahkan perjalanan mereka ke Chicago hampir tanpa rintangan yang berarti.

Rintangan bahasa dapat diatasi. Di musim dingin harus berjuang dengan es yang menggumpal. Ini masalah baru yang harus dicarikan jalan ke luar. Lebih tiga tahun Lip bekerja sebagai pengasuh anak ke tempat yang agak jauh dari rumah kami di lingkungan kampus. Hafiz belajar pada Taman Kanak-Kanak lebih dulu. demi membantu beasiswaku yang kecil. bahasa Inggris itu akan dipahami juga.D. isteri Kristen). Hafiz cepat sekali menyesuaikan diri dengan lingkungan baru itu.266 panjang itu kini telah jadi kenangan.. Lip akhirnya dapat kerja sebagai baby sitter (pengasuh anak). Bahasa Inggris pun cepat dikuasainya. Likuliku perjalanan jauh banyak menyimpan cerita lucu. Hafiz sekolah. terakhir dengan keluarga putih (suami Yahudi. dan semuanya itu telah terekam dengan baik dalam memori kolektif kami. kadang-kadang menegangkan. Sampai di Chicago masalah lain datang pula. Karena anak kecil. cari informasi ke sana dan ke mari. Setelah beberapa minggu di Chicago. Sebelum masuk S. Tokh dalam pergaulan harian. Cuaca . Mula-mula dengan keluarga hitam-putih (suami hitam isteri putih). Pernah juga kuantar dengan mobil. Lip tidak betah menganggur. Pagi-pagi buta Lip berangkat sendirian ke tempat kerja. aku hampir tiap hari ke kampus.

bukan? Tahun 1979.419. Sebelum pulang ke tanah air.000 per bulan pada waktu yang sama bedanya teramat jauh. 60.50 x lima hari kerja per minggu menjadi $140 x 4 =$560 per bulan. demi menambah beasiswaku. 419.267 dingin sekali. tetapi harus diadang dan dilalui dengan tabah. Lip telah jadi “orang kaya” baru. Tahun 1979 kami sudah berani beli sebuah mobil merek Pinto buatan Ford tahun 1974 dengan harga $900. Lip punya sifat tabah ini. Beasiswaku ya sekitar itu. tidak menghabiskan gaji gabungan per bulan.000=Rp.000 pada saat rupiah masih belum terjun bebas. maka penghasilan kami berdua dalam rupiah menjadi 2x Rp. Kurs ketika itu $1=Rp. 419. Dibandingkan dengan pendapatan Lip Rp. Tahun terakhir gajinya meningkat menjadi $5 per jam. Pinto ini . 750. Untuk biaya hidup kami sehari-hari Lip tidak pernah kikir menyerahkan sebagian penghasilannya. 868 per bulan. Di musim panas. dia berangkat dengan sepeda. Jika aku tak salah ingat gaji pertama yang diterimanya per hari $3. Pendapatan total per bulan rata-rata dinilai dengan rupiah adalah Rp. Bila dijumlah dengan besiswa yang kuterima $560 juga. 838. Dengan kerja delapan jam per hari. Pada waktu aku pertama kali jadi pegawai negeri bulan Juni 1967 gajiku hanya Rp.000 per bulan.000. gajiku sekitar Rp.

sebagaimana yang baru saja kujelaskan. Bulan-bulan terakhir menjelang pulang pada awal Januari 1983. D. yaitu lima dolar per jam. Cukup fantastik hasilnya. (Kredit Perumahan Rakyat) tipe 70 di Nogotirto yang kami tempati sejak tahun Nopember 1985. Aku tidak tahu apakah fiqh mengizinkan dalam kondisi yang serba sulit itu. melaksanakan salat menjadi cukup sulit. kami sempat melalukan ibadah ‘umrah. Selama bekerja. setelah dikaryakan sekitar empat tahun. penghasilan isteriku cukup tinggi. sungguh jauh nian bedanya. Sudah .R. begitu juga berpuasa. Bekerja delapan jam per hari kali kali lima hari seminggu.268 kujual kepada teman bengkel kulit hitam dengan harga $250. Luas tanahnya 230 m2. Sebelum pulang ke tanah air. puasa dengan membayar fidyah.P. Chicago II: Setelah Titik Kisar Titik kisar ini berlaku sejak sekitar 1979 sampai selanjutnya di usia tuaku. sekalipun kemudian telah mengalami perombakan setelah rezki agak sedikit mengalir. apalagi bila dibandingkan dengan penghasilan di Indonesia. Jalan ke luarnya adalah salat dikumpulkan seluruhnya setelah pulang. Sisa pendapatan dari baby sitter itulah yang kami gunakan untuk membayar uang muka rumah K.

Salim. Entah berapa bahasa asing yang dikuasainya.A. Ilmu seorang alim ada di tangannya. Bedanya. Baru di Chicago perubahan mendasar itu terjadi. AlQur’an adalah Kitab Suci dengan sebuah benang merah pandangan dunia yang jelas sebagai pedoman dan acuan tertinggi dalam semua hal. Aku merasa sedang mengalami kelahiran kedua dalam pemikiran. Bandingannya untuk Indonesia adalah H. Keinginan .D.269 kututurkan bahwa selama periode Athens tidak banyak yang berubah dalam pola pemikiranku tentang Islam. sementara Salim mengenal Islam lebih banyak dengan belajar sendiri berkat penguasaan bahasa asing sampai jumlahnya sembilan macam. Pergumulanku dengan kuliahkuliah Rahman selama empat tahun telah mempengaruhi sikap hidupku dengan secara sangat mendasar. Bagiku Rahman dengan segala kelebihan dan kekurangannya adalah seorang pemikir Muslim yang sangat akrab dengan kajian Islam klasik dan modern plus pengetahuannya yang luas tentang tetapi sangat kritikal terhadap dunia modern. Islam bagiku adalah sumber moral utama dan pertama. di Inggris. sementara kajian orientalis tentang Islam telah lama dikuasainya. termasuk acuan dalam berpolitik. Rahman belajar secara teratur sampai memperoleh Ph.

dan tak kunjung selesai.270 Salim untuk belajar menjadi dokter di negeri Belanda kandas karena ketiadaan beasiswa. kira-kira kualitas pemikiran Islam di Indonesia tentu sudah terbang jauh ke angkasa. Ada Muslim (sunni dan syi’i). terutama di kalangan cendekiawan Muslim Indonesia selama lebih 20 tahun. Malaysia. ada Kristen. Amerika Serikat. Sekiranya Salim sempat pula belajar Islam seperti Rahman. Kanada. dan dari negara lain. Kelas Rahman tidak pernah terlalu ramai. semuanya dengan tekun mengikuti kuliahkuliahnya yang selalu hangat dan menantang. termasuk aku sebelum titik kisar pemikiranku terjadi di Chicago periode kedua. Persoalan hubungan Islam dan negara tidak perlu menguras energi umat Islam Indonesia selama bertahun-tahun. Indonesia. Otakku mau tidak mau telah mengalami pencucian: aktivisme tanpa . Ada dari Eropa. Kaum santri tinggal ikut saja dengan gagasan mewah itu. Pandangan Maududi dan Said Qutb tentang kaitan Islam dan negara terlalu dominan. kelasik dan modern. Iraq. Saudi. ada Yahudi. Karya merekalah yang banyak dijadikan rujukan untuk memperjuangkan tegaknya sebuah negara Islam di Indonesia. Berbagai latar belakang mahasiswa datang menghadiri kuliah-kuliahnya tentang ilmu-ilmu keislaman.

Muhammad Asad (Austria/Pakistan). Hossein Nasr (Iran). Fazlur Rahman (Pakistan). ibarat sumur tanpa dasar. Muhammad Rasyid Ridha (Suria). Muhammad Arkoun (Aljazair). Abou El Fadl (Kuwait). Muhammad Amin Abdullah (Indonesia). Dan itulah situasi umat Islam sampai hari ini. Ada Shah Wali Allah (India). Nurcholish Madjid (Indonesia). Muhammad Abduh (Mesir). jumlah besar tanpa kualitas yang prima lebih merupakan beban sejarah. Mohammad Natsir (Indonesia). Muhammad AlNaquib al-Attas (Indonesia/Malaysia). Agus Salim (Indonesia) Malek Bennabi (Aljazair). Abdulaziz Sachedina (Iran). Mereka ini telah menghasilkan karya keislaman yang cukup . Jamal al-Din al-Afghani (Iran/Afghanistan). Bassam Tibi (Suria). Abdullahi Ahmed An-Na’im (Sudan). Khaled M. Hamka (Indonesia). Argumen-argumen Rahman tentang Islam jauh dari sifat menda’wahi. Para pemikir modern Muslim sejak abad ke-18 sampai permulaan abad ke-21 telah datang dan pergi. Ismail alFaruqi (Palestina/Amerika). Ahmad Khan (India). Muhammad Abed Al-Jabiri (Maroko). Iqbal (India/Pakistan). Mungkin baginya.271 kontemplasi yang mendalam akan bermuara dengan kesia-siaan. dan beberapa nama lagi yang bisa ditambahkan.

dan Hossein Nasr yang kurang bersikap kritikal terhadap khazanah pemikiran kelasik. Banyak persamaan di antara mereka. dan masih ada yang lain. Rasyid Ridha. aku tidak lagi berucap: “Professor Rahman. Pokoknya di Universitas Chicago. al-Faruqi. para pemikir lainnya telah mencoba melakukan dekonstruksi terhadap berbagai aspek pemikiran Islam abad pertengahan itu.272 banyak dan bermutu. berarti aku masih berada dalam perahu fundamentalisme yang . teori politik Islam. Setelah beberapa bulan kuliah dengannya. dan komprehensif. please give me one fourth of your knowledge of Islam. Mereka diberi kebebasan penuh untuk mendebat. Hamka. Semua kuliah disampaikan Rahman dengan jelas. kritikal. obyektif. modernisme Islam. mendalam. tegas. kiyai besarnya tentang Islam adalah Rahman sampai dia wafat pada 1988. tasawuf. filsafat Islam. tetapi rekonstruksi yang lebih utuh untuk Islam masa depan masih perlu dikerjakan lebih lanjut oleh pemikir Muslim yang datang kemudian. Terserah kepada mahasiswa untuk menilainya. Kita kembali ke ruang kelas Rahman. hukum. Kecuali Shah Wali Allah. Natsir. I will convert Indonesia into an Islamic state?” Kalau kalimat masih juga kuucapkan. Mata kuliah yang diasuhnya adalah tentang al-Qur’an. AlAttas.

84. dan itu dari Rahman. Untuk disertasi aku juga mendapatkan nilai A. Selama kuliah di Chicago. Lebih baik dari apa yang kudapatkan di Ohio yang hanya 3. yang kuperoleh adalah 3. Selama belajar di Chicago. Tidak ada manfaatnya aku pergi belajar jau-jauh ke rantau asing. Tentu aku berhak merasa bangga dengan prestasi akademik semacam ini dalam usiaku menjelang setengah abad. Dengan demikian nilai A menjadi 16. tiga B. lima B+. hanya dalam mata kuliah Iqbal ini nilai A+ kudapatkan.67.273 penuh semangat tetapi sunyi dari pemikiran kontemplatif yang mendalam. Mungkin memang jawaban ujianku untuk yang satu ini mendekati sempurna. Jadi tidak sia-sia aku belajar sampai larut malam di perpustakaan Regeinstein Universitas .K.15 A. aku telah mengambil sebanyak 25 mata kuliah dengan nilai: satu A+. satu A-. bahkan selama aku belajar di perguruan tinggi. Berdasarkan angka-angka itu. Satu mata kuliah pilihan selama satu kuartal yang mahasiswanya hanyalah aku seorang adalah Readings in Iqbal dengan sumber-sumber Bahasa Inggris dan Bahasa Persi.P. Malam hari sebelum kuliah besoknya aku dengan susah payah membaca sajaksajak Iqbal dalam Bahasa Persi dengan bantuan terjemahan dalam Bahasa Inggris. maka I.

Rahman masih sedikit meragukan tentang kemampuan Bahasa Arab Iqbal. Dalam menghadapi peristiwa penting ini. sekalipun kritiknya terhadap Iqbal kadang-kadang cukup keras. Yang aku agak heran.C.A. padahal gelar M.274 Chicago yang cukup melelahkan selama empat tahun empat bulan. pada saat aku sudah berada di tanah air. Lebih satu jam aku diuji oleh sebuah Tim Penguji yang terdiri dari enam guru besar. Nurcholish Madjid dan Salim Said. Dukungan moral keduanya telah semakin menguatkan batinku dalam menghadapi ujian disertasi sebagai tugas akademik terakhir sebelum aku mengucapkan sayonara kepada almamaterku: the University of Chicago. Dalam tradisi akademik cara-cara semacam ini rupanya lumrah belaka. wisuda baru diadakan pada tanggal 10 Juni 1983. Iqbal dengan bahasa puisinya tidak bisa ditandingi Rahman yang memang sering mengutip bait-bait puisi itu dalam perkuliahan. aku didampingi oleh dua sahabatku alm. Terlalu banyak yang dihafalnya. biasa disingkat U. Tetapi dalam membaca realitas umat Islam. Sekalipun disertasi telah kupertahankan pada tanggal 3 Desember 1982.-nya dalam bahasa al-Qur’an itu. .

. sementara isinya sarat dengan korupsi dan prilaku elit yang tidak senonoh. Tanpa pembongkaran ini. sebuah proses dekonstruksi dan sekaligus rekonstruksi secara radikal dan besar-besaran harus dilakukan. Islam akan menjadi tawanan dari berbagai kepentingan dan intrik politik yang a-moral. Dengan kata lain. Syarat lain yang bisa kutangkap dari Rahman adalah agar seluruh produk teori politik yang pernah berkembang dalam sejarah Islam ditinjau kembali secara cerdas dan kritikal dengan mengambil al-Qur’an dan praktik nabi sebagai rujukan utama. merek Islam adalah sebuah kemewahan belaka.275 Bagaimana dengan gagasan negara Islam? Rahman sendiri masih menggunakan istilah itu dan berpendapat bahwa proyek itu adalah sebuah kemungkinan dengan berbagai syarat yang harus dipenuhi. Di antara syarat itu adalah agar cita-cita al-Qur’an bagi pembentukan sebuah masyarakat yang bermoral dan beretika betul-betul dijadikan tujuan dan pedoman utama. Teori politik Islam yang diciptakan dalam lingkungan budaya imperial dan dinastik harus dibongkar. Kegagalan umat Islam berurusan dengan kekuatan modernitas tidak boleh lalu lari berlindung dalam kungkungan masa lampau yang diidolakan secara tidak cerdas dan kritikal. Di luar itu.

Oleh sebab itu. Ada pun perangkat hukum-hukum Islam dapat dikawinkan dengan sistem hukum nasional melalui proses demokratisasi. sebutan negara Islam itu tidak diperlukan lagi. tak tampak tetapi terasa. dan dana. Tetapi bahwa moral Islam harus menyinari masyarakat luas adalah sebuah keniscayaan. Ungkapan Hatta yang kirakira berbunyi: ”Janganlah gunakan filsafat gincu. pakailah filsafat garam. jika memang Indonesia ingin menjadi sebuah negeri yang adil dan makmur. aku gagal memahami upaya segelintir gerakan Islam untuk membangun kembali sistem kekhilafahan yang telah hancur di ujung era Turki Usmani. tampak tetapi tak terasa. fikiran. Bagiku sendiri mungkin karena terikat juga oleh suasana Indonesia.” sering kukutip untuk menjelaskan posisiku dalam masalah hubungan Islam dan negara. Pancasila yang sudah disepakati itu harus membukakan pintu seluas-luasnya bagi masuknya sinar wahyu. Bagiku upaya model ini hanya akan menghabiskan tenaga.276 Dari perspektif ini. sehingga tuduhan bahwa Indonesia yang berdasarkan Pancasila tidak berbeda . Buahnya sudah bisa diperkirakan: kegagalan untuk membangun peradaban Islam yang penuh wibawa sebagai alternatif bagi peradaban sekuler yang zalim dan kering.

Selama empat tahun lebih di Chicago. tetapi dikhianati dalam laku. Masih saja misalnya muncul kelompok-kelompok kecil radikal yang bercita-cita untuk mendirikan sebuah negara Islam di Indonesia. perkisaran cara berpikirku ini sungguh terasa sekali. sementara tujuan kemerdekaan berupa tegaknya sebuah masyarakat adil dan makmur akan semakin menjauh juga. sikap moral yang kubuktikan selama ini akan menjelaskan di mana sebenarnya posisiku dalam soal bernegara ini. biarlah tuduhan itu diteriakkan terus. Bagiku cara berfikir semacam ini bukan saja usang dan tidak realistik. tetapi merupakan sebuah halusinasi politik yang sia-sia. Pancasila yang hanya dimuliakan dalam kata. sebagian orang belum mau berpikir ke arah yang kuusulkan ini. Aku sudah lama kehilangan kepercayaan . Aku lebih mementingkan substansi yang memberi solusi terhadap masalah kemasyarakatan dan kemanusiaan. Setelah 60 tahun merdeka. bahkan di Asia Tenggara. Dengan cara ini. hanyalah akan memperpanjang derita bangsa ini. masalah hubungan Islam dan negara yang masih mengundang kontroversi akan dapat dikurangi dan ditiadakan.277 dengan negara sekuler akan dapat ditangkal. Bahwa aku pernah dituduh sebagai antek kaum orientalis. bukan merek luar dengan isi yang penuh borok politik.

Islam malah sering digunakan untuk tangga mendapatkan keuntungan duniawi.278 kepada kelompok-kelompok radikal yang sesungguhnya sangat haus kekuasaan itu. Aku tidak rela dan bahkan berontak melihat kenyataan buruk semacam ini. Dalam ungkapan lain. dan memang tidak punya syarat untuk berhasil. Islam adalah pedoman hidup maha sempurna. nama Tuhan sering dibajak untuk tujuantujuan rendah. Jika upaya serba radikal ini gagal. Aku tidak mau lagi menyaksikan bilamana Islam dijadikan “barang dagangan” dengan harga murah. bukan oleh kekuatan penalaran yang mantap secara teori. Semuanya bermasalah. Ada mereka bangun semacam teori. maka sebab utamanya adalah karena sebuah gagasan besar dikerjakan oleh otak-otak kecil yang lebih banyak dikuasai oleh emosi. tetapi belum berangkat dari pemahaman al-Qur’an dan . pada abad modern belum ada satu contoh pun tentang negara Islam yang dapat dijadikan teladan. Aku melihat proyek negara Islam yang diawali abad ke-20 tidak satu pun yang berdasarkan hasil penelitian komprehensif dan mendalam dengan menyiginya di bawah cahaya al-Qur’an dengan konsep syuranya yang menempatkan manusia pada posisi setara dan sejajar. Amat disayangkan.

P. Mungkin saja hasil pemikiranku ini baru berupa fragmenfragmen. Titik kisar dalam pemikiranku tentang Islam tidak hanya bertalian dengan teori kekuasaan. juga mendapat porsi yang penting setelah aku “dibasuh” di Chicago. Hasil akhirnya pasti akan kacau balau karena suasana batin yang marah menghadapi realitas telah dijadikan pangkal tolak dalam membangun teori. Muhammadiyah (1998-2005). setidaktidaknya aku telah merintis kerja ke arah itu dalam beberapa buku yang telah kuhasilkan. dan bahkan kabarnya juga disertasi. Sekalipun aku sendiri belum melahirkan sebuah teori yang utuh tentang hubungan Islam dan negara. Beberapa orang telah menulis tentang beberapa aspek pemikiranku untuk skripsi. tetapi telah mulai menarik minat orang untuk mengkajinya. Sementara keyakinanku kepada Islam . Pasti akan sia-sia. Suasana dunia Islam yang terjepit telah dijadikan dasar tak langsung dari teori yang coba dibangun itu.279 sunnah nabi secara autentik. tesis. Nguyen Canh Toan dari departemen luar negeri Vietnam yang belajar pada Universitas Gadjah Mada telah menulis tesis tentang padanganku mengenai pluralisme budaya dan agama selama aku menjadi Ketua P. Masalah toleransi inter dan antar agama.

sementara hubungan persaudaraan dengan siapa pun dapat terjalin secara bebas dan bermartabat. malah semakin kokoh.” Prinsip ini telah kupasarkan dalam berbagai forum pertemuan dengan rasa kepercayaan diri yang sangat tinggi. hak sama harus pula diberikan secara penuh kepada siapa saja yang mempunyai keyakinan selain itu.280 Qur’ani (jika ungkapan ini boleh kugunakan) semakin kuat dan utuh. imanku rasanya tidak semakin lemah. aku pun bisa hidup berdampingan dengan seorang yang mengaku sebagai ateis. Syaratnya tentu saja agar masing-masing pihak saling menghormati secara tulus dan siap untuk hidup berdampingan secara damai di muka bumi ini di atas dasar formula: “Bersaudara dalam perbedaan. Semuanya ini kulakukan berdasarkan pemahamanku terhadap ayat-ayat alQur’an dalam surat al-Baqarah: 256. karena sikap dasarku dibangun di atas formula itu. Bukan saja terhadap pemeluk agama lain. dan masih ada beberapa ayat . Teman-teman lintas agama sangat akrab denganku. Dengan formula ini. sikap toleransiku terhadap pemeluk agama dan keyakinan lain juga semakin mendasar. dan berbeda dalam persaudaraan. surat Yunus: 99. Kalau aku mengatakan bahwa Islam merupakan pilihanku yang terbaik dan terakhir.

Bagiku planet bumi ini bukan hanya untuk pemeluk Islam. tetapi untuk semua. Ada pun sebagian besar pemeluk Islam telah kalah dalam persaingan dalam memanfaatkan isi bumi. tetapi harus lebih sering telunjuk itu dihadapkan kepada diri sendiri. maka mereka adalah musuh peradaban dan kemanusiaan yang harus dilawan. Sudah berulang kali kusampaikan agar umat Islam tidak hanya pandai mengarahkan telunjuknya kepada pihak lain. Tak seorang pun punya hak monopoli atas bumi ini. Tengok diri secara berani pada kaca kehidupan dan kemudian simpulkan . Dalam ungkapan lain. Oleh sebab itu umat Islam semestinya secara aktif mengembangkan budaya toleransi ini dengan syarat pihak lain pun berbuat serupa.281 lagi. apakah mereka beriman atau pun tidak. maka itulah mereka yang tak mau belajar secara sungguh-sungguh untuk menang. Semuanya punya hak yang sama untuk hdup dan memanfaatkan kekayaan bumi ini di atas dasar keadilan dan toleransi. mereka yang selalu menyalahkan pihak lain manakala kalah dalam perlombaan. Jika ada gerakan agama atau politik yang ingin mengusir pihak lain dari muka bumi. itu semata-mata karena kelalaian mereka yang tidak mau belajar bagaimana memenangkan kompetisi.

Dalam pemahamanku terhadap syura (mutual consultation). Barangkali saja usiaku yang menjelang malam ini tidak akan punya kesempatan lagi untuk menyaksikan kebangkitan peradaban Islam yang autentik. sebutlah misalnya parlemen sebuah negara menghalalkan judi karena didukung oleh lebih 50% .282 apa yang salah pada diri kita: kalah berkepanjangan selama berabad-abad! Tanpa perubahan sikap yang nendasar dalam masalah ini. Kita ambil contoh. sehingga tidak ada alasan bagi umat Islam untuk menolaknya. dan berkualitas tinggi. sistem politik demokrasi rasanya lebih sesuai untuk dilaksanakan dalam konteks modern. dan cerdas. sungguhsungguh. Demokrasi tidak harus bercorak Barat. masih akan panjang waktu yang diperlukan sampai umat Islam mau berkaca diri secara jujur. Jangan harapkan pihak lain akan menolong kita. sekalipun nilainya belum seberapa dikaitkan dengan harapan yang teramat besar untuk sebuah perubahan yang fundamental dengan alQur’an sebagai hakim yang tertinggi. Tetapi setidak-tidaknya aku dengan bekal dari “pesantren” Chicago tidak pernah tinggal diam dalam menyuarakan pemikiran-pemikiran terobosan. Aspek-aspek sekuler dari sistem ini dapat saja disingkirkan. toleran. jika kita tidak siap menolong diri sendiri.

Di sini doktrin egalitarian mendapatkan tempatnya secara wajar. Dalam sistem politik syura. Dengan demikian di mana posisiku dalam masalah sistem politik ini sudah sangat jelas. rakyat tidak punya hak untuk berkuasa. Pada waktu membahas konsep “daulat rakyat” dan “daulat tuanku” sebelumnya aku sudah menyinggung masalah ini. kecuali dalam kondisi yang sangat darurat. Mengapa demokrasi lebih ditekankan? Karena sistem ini menempatkan manusia pada posisi sama dalam proses pengambilan keputusan untuk kepentingan bersama. judi dengan demikian menjadi halal. sementara dalam sistem kerajaan yang masih berlaku pada beberapa negara Muslim. Dalam sistem syura. Dalam kondisi normal. hal itu tidak mungkin berlaku. sekalipun didukung oleh 100% anggota parlemen sebagai perumus dan pembuat undang-undang. Seperti bolehnya memakan daging babi dalam kondisi terpaksa. sekalipun misalnya parlemen membolehkannya. di atas parlemen ada ketentuan agama yang tidak boleh dilanggar dengan alasan apa pun. Dalam sistem demokrasi Barat.283 anggotanya. demi mempertahankan hidup seseorang. tidak perlu diperpanjang lagi. kecuali dalam konteks . memakan daging babi adalah haram mutlak.

Tentu tidak asal perempuan.284 yang sangat memerlukan. Jika ini yang berlaku. Harus dicari untuk dipilih pribadi yang benar-benar punya kemampuan prima. hendaklah dibaca dalam konsep “demokrasi yang berkeadilan. Rintangan-rintangan alamiah sebagai risiko menjadi perempuan sudah sangat berkurang. dan akan lebih baik pasca usia 40 tahun pada saat ia telah lebih longgar untuk berkiprah di bidang politik. gubernur. Tetapi jika aku berbicara tentang demokrasi. Banyak contoh sudah dalam sejarah. di era modern pun masih cukup banyak ulama dan sarjana Muslim yang menolak perempuan untuk jadi pemimpin dengan berbagai alasan. sistem politik mana pun tidak lebih dari panggung sandiwara yang mengatasnamakan rakyat. maka kesimpulan kita adalah bahwa orang telah berkhianat dengan topeng demokrasi. Bagiku tidak ada masalah dan halangan seorang perempuan dipilih jadi bupati. bermoral. Perkembangan pemikiran lain akibat Chicago adalah tentang posisi perempuan dalam politik. sesuatu yang tabu dalam khazanah kelasik Islam. Tidak saja pada masa kelasik.” Tanpa keadilan. dan bahkan presiden. demokrasi hanya dipakai sebagai kedok untuk keuntungan pribadi dan kelompok. Dengan demikian perhatian untuk membela rakyat menjadi .

sekiranya ia masih bersuami. asal diperjuangkan dengan sungguh-sungguh. Pendapatku tentang masalah kepemimpinan perempuan ini berangkat dari diktum al-Qur’an tentang terbukanya pintu kemuliaan di sisi Allah buat mereka yang paling taqwa.285 terbuka lebar. surat al-Hujurat: 13 dan ayat-ayat lain yang saling mendukung). Syarat lain yang harus dipenuhi adalah izin suaminya. sementara Rahman sendiri tidak terlalu banyak berbicara tentang masalah krusial ini. Seorang Muslim laki-laki dan perempuan yang bertaqwa dijamin ayat ini untuk meraih kemuliaan di sisi Allah. laki-laki mau pun perempuan (lih. biarlah perkembangan masyarakat yang akan menilai. Pendapatku ini sudah tentu bertabrakan dengan pendapat sebagian ulama yang masih terikat dengan warisan kelasik. Aku setidak-tidaknya sejak seperempat abad yang lalu telah mengemukakan pendapat ini. Tetapi biarlah wacana semacam ini berkembang terus karena masing-masing pihak punya alasan dari sudut agama dan kemaslahatan rakyat. Posisi pemimpin formal (laki-laki dan perempuan) akan menjadi mulia di mata rakyat jika ia bertaqwa dengan menegakkan keadilan dan siap bekerja . Tafsiran mana yang mendekati kebenaran.

tidak terkecuali di dunia Islam. Tidak lagi dimainkan oleh ketentuan fiqh yang pada umumnya ditulis oleh laki-laki. kasus Aceh adalah contoh yang menarik. Pendapat klasik yang tidak didukung Kitab Suci ini harus dibongkar dan diganti dengan teori yang lebih adil terhadap perempuan. keadilan gender harus ditegakkan secara proporsional. Adil adalah menempatkan sesuatu pada tempatnya yang tepat. Dengan pemikiran semacam ini aku ingin melihat dunia ini tanpa diskriminasi antara laki-laki dan perempuan. Pemimpin laki-laki atau perempuan yang adil haruslah memenuhi kriteria yang elementer tetapi cukup mendasar ini. di mana kaum perempuan pernah menduduki posisi puncak dalam militer dan pemerintahan. Sebaliknya zalim adalah meletakkan sesuatu pada tempat yang salah. Kaum perempuan yang merasa tertindas selama berabad-abad.286 keras untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran bersama tanpa pilih kasih. Dalam wacana modern. Sebenarnya dalam sejarah nusantara. dengan pendapat ini telah memperoleh hak-haknya yang sejati. Jadi telah ada contoh empirik untuk kemudian kita bangunkan teorinya berdasarkan pemahaman yang benar dan cerdas terhadap al-Qur’an. .

Dalam masalah ini. Pokoknya sistem perkawinan yang benar menurut al-Qur’an adalah monogami. sistem perkawinan dalam Islam haruslah menuju kepada sistem isteri tunggal dengan catatan kaki seperti di . sedangkan pintu poligami tertutup rapat kecuali dalam kasus-kasus yang sangat darurat. Memang dalam surat al-Nisa: 3 terkesan selintas kebolehkan beristeri lebih dari satu. monogami atau poligami. Tidak mungkin diubah dalam sekejap mata. praktik poligami itu sangat merebak. Dengan memadukan kedua ayat ini. maka aku menyimpulkan bahwa perkawinan dalam Islam adalah monogami. Kalau ayat tiga mensyaratkan berlaku adil terhadap isteri-isteri. Maka di sini berlaku hukum evolusi: secara berangsur tetapi pasti. Poligami dibuka pada saat-saat yang sangat terpaksa dengan syarat-syarat yang berat. pendapat Rahman cukup dominan dalam mempengaruhi pendirianku. Tetapi kesan itu akan berguguran dengan menghubungkan pernyataan kebolehan itu dengan ayat 129 pada surat yang sama. Memang di Arabia sebelum dan pada masa awal Islam.287 Masih terkait dengan masalah perempuan ini adalah mengenai sistem perkawinan. ayat 129 menegaskan bahwa keadilan itu tidak mungkin. sekalipun sang suami ingin sekali berbuat adil.

Seks bebas telah menghancurkan sistem famili dan pasti akan berakibat destruktif bagi perjalanan peradaban manusia jangka panjang. Tidak ada kaitannya dengan sistem Barat yang lebih banyak hipokritnya. Pendapat ini jelas bersikap tidak adil terhadap perempuan. Di Barat sekarang konsep single parent (orang tua tunggal) bukan lagi suatu yang ditutupi.288 atas. Konsep ini menunjukkan bahwa si anak hanya mengenal ibunya. Pendapatku tentang sistem monogami sudah final berdasarkan pemahamanku terhadap dua ayat dalam surat al-Nisa di atas. Sebelum berangkat ke Chicago. Apa yang disebut anak hasil kumpul kebo sudah hampir merata di Barat. aku berada dalam biduk yang sama dengan para ulama yang pro-poligami. Jangan dibalik: sistem perkawinan dalam Islam pada dasarnya adalah poligami. tetapi bini tak resmi berkeliaran di mana-mana. kecuali bagi yang tidak mau. . Atau bapaknya diketahui tetapi telah berpisah dengan ibunya. sementara bapaknya entah siapa. seakan-akan laki-laki sudah ditakdirkan bersifat polygamous dan perempuan monogamous. sekalipun aku tidak melakukannya karena memang tidak mungkin dan karena trauma Lip yang menderita karena ibunya dimadu. Isteri satu.

Sila pertama Ketuhanan yang maha esa semestinya dijadikan panduan moral dalam kehidupan bermasyarakat. 22 Maret 2005. . struktur keluarga lambat atau cepat akan berantakan. pada masa nabi Muhammad. Sepanjang pengetahuan saya.289 Kabarnya di kota-kota besar Indonesia. Syi’isme Masih Juga Diberhalakan?” yang dimuat dalam Republika. halaman 12 dengan sedikit modifikasi. sesuatu yang bila tidak dihentikan. mayoritas penduduk Indonesia secara statistik sebagai pemeluk Islam dengan Pancasila sebagai dasar negara. sehingga seks bebas. terang-terangan atau secara sembunyi harus distop dan tidak dibiarkan meracuni generasi yang baru muncul yang masih relatif bersih. Ironisnya lagi. umat Islam tunggal. tidak berkeping-keping. Bagaimana pendapatku tentang tragedi ini. Aspek pemikiranku yang lain berkaitan aliran-aliran dan firqah-firqah yang marak dalam sejarah umat Islam pada umumnya berpangkal dari konflik politik berdarah yang terjadi antara Ali dan Mu’awiyah dalam Perang Shiffin pada 37 H/657 M dan kemudian diikuti oleh Tahkim di Daumat alJandal yang menghebohkan itu. praktik seks bebas ini juga mulai menggejala. baiklah kuturunkan kolomku dengan judul “Mengapa Sunisme.

Ketua perunding dari pihak Ali yang dipimpin oleh Abu Musa al-Asy’ari dikalahkan secara telak oleh kepiawaian “Amr ibn al-‘Ash sebagai pendukung setia Mu’awiyah. terhadap kedua sumber ajaran pokok Islam itu. Pertanyaannya adalah: mengapa umat Islam yang datang kemudian mau pula turut berkubang dalam sengketa yang dipicu oleh persoalan kekuasaan itu? Di mana kita mendudukkan al-Qur’an sebagai al-Furqan (kriterium pembeda antara benar dan salah)? Sebagian pendukung Ali yang menentang perundingan itu marah besar kepada Ali yang dinilai terlalu lemah menghadapi lawan. Perbelahan yang kita warisi sampai hari ini berasal dari pertikaian politik di antara puak-puak Arab di atas. Al-Qur’an dan nabi yang kemudian dibawa-bawa dalam sengketa politik ini jelas merupakan penghinaan dan sekaligus pengkhianatan. Kelahiran mereka adalah akibat tahkim (perundingan) di Daumat alJandal pada 657 antara kelompok Ali dan kelompok Mu’awiyah untuk mengakhiri Parang Shiffin yang berdarah-darah dan membuahkan perpecahan itu.290 Munculnya kelompok Suni. dan Khawarij baru seperempat abad setelah wafatnya nabi. padahal kemenangan . Syai’i. sadar atau tidak sadar.

dan Khawarij. Perang saudara ini adalah yang kedua sepeninggal nabi. dan Ali. Syi’i. Sempalan dari Ali ini dikenal dalam sejarah dengan sebutan khawarij (yang memisahkan diri). isteri nabi. maka lapanglah jalan bagi Mu’awiyah untuk menjadi penguasa pasca al-Khulafa al-Rasyidun. Hanya Ali yang berhasil dibunuh oleh Ibn Muljam pada tahun 661 M di Kufah. Perpecahan yang terjadi akibat Perang Shiffin dan Perundingan Daumat al-Jandal ternyata berdampak sangat jauh dan dalam bagi bangunan persaudaraan umat yang kemudian terbelah menjadi tiga: Suni (golongan terbesar) yang umumnya berpihak kepada pemenang. Ali. Dengan terbunuhnya Ali. sesuatu yang sudah lama diincarnya. yang dimenangkan pihak Ali. sepupu dan menantu nabi. Anda bisa bayangkan bahwa yang berperang adalah ‘Aisyah. pembela Ali. puteri nabi bersama Khadijah. Siapa yang meragukan . sekalipun isteri Ali. dan Ibn al-‘Ash yang mereka percayai sebagai pemicu perpecahan umat. sedangkan dua yang lain selamat.291 sudah hampir di tangan. Yang pertama adalah Perang Jamal antara ‘Aisyah dan Ali. yang anti terhadap keduanya. sebab ‘Aisyah tidak dikurniai keturunan. Fathimah. Kelompok inilah yang kemudian merencanakan makar terhadap Mu’awiyah.

politik ternyata dapat menyeret manusia ke jurang perpecahan dan peperangan. tidak terkecuali para sahabat nabi yang mulia ini.292 kualitas iman mereka ini semua. Jika tidak demikian. Tinggal lagi bagaimana kita menyikapi kejadian-kejadian tragis itu dengan penuh kearifan. Dengan kata lain. Timbul pertanyaan. mengapa luka-luka lama itu diungkit-ungkit juga. Afghanistan. sesuatu yang tidak selalu mudah. Ini fakta keras sejarah yang tak seorang pun dapat menutup dan membantahnya. bukan? Tetapi kita harus senantiasa ingat bahwa mereka adalah manusia biasa yang tidak kebal dari kesalahan. dan di mana . Tak seorang pun. sebab itu hanyalah akan menambah beban psikologis umat yang sedang kalah ini? Jawabannya sederhana saja: bagaimana mau menutupinya karena luka itu masih tetap saja memancarkan darah segar dari tubuh umat ini di berbagai belahan dunia: Iraq. Palestina. al-Qur’an menjadi tidak relevan untuk memberikan solusi terhadap persoalan-persoalan kita yang selalu timbul dan berkembang sepanjang zaman. sekalipun bukan mustahil. dengan syarat al-Qur’an dijadikan pedoman dan acuan utama dan pertama dalam merumuskansetiap langkah duniawi kita.

sambil diupayakan pemecahannya sejujur dan secerdas mungkin. seperti yang berlaku berabad-abad.” 15 15 (Lih. Inilah realitas kita yang tidak perlu diingkarai. kecuali jika kita memang mau membuang al-Qur’an ke dalam limbo sejarah dan digantikan oleh “Islam” dalam jubah sunisme.Qur’an dengan melepaskan jubah-jubah politik dan teologi sebagai ekor Perang Shiffin yang membawa malapetaka panjang itu. Selama jubah-jubah itu tetap saja disandang. saya amat khawatir keluhan rasul kepada Allah sedang dialamatkan kepada dunia Islam sekarang ini. tetapi harus dihadapi dengan jiwa besar dan sabar. Saya ingin mereka bersedia mendekati al. jika memang kita mengaku setia kepada al-Qur’an? Semangat di atas pernah saya lontarkan di depan forum ulama dan sarjana Suni di Kuala Lumpur dan di depan ulama dan sarjana Syi’ah di Teheran beberapa tahun yang lalu. sesungguhnya kaumku telah menyebabkan al-Qur’an ini ditelantarkan. “Dan mengeluh [aslinya berkata] rasul: Ya Tuhanku. syi’isme. dan isme apa lagi.293 lagi. . Bukankah semua ini adalah berhala politik yang tidak layak diteruskan. al-Qur’an s. al-Furqan: 30). tragedy berdarah yang tak kunjung usai jua.

jalan terbaik dan benar untuk mengukur apakah suatu aliran pemikiran bersifat Islam atau bukan. mengapa umat Islam di bagian-bagian lain dunia hanya mengekor saja terhadap apa yang berlaku dalam masyarakat Arab yang sarat dengan konflik dan pertengkaran? Benar. pemahaman seseorang terhadap Kitab Suci belum tentu sama persis. apalagi saling bertentangan secara tajam. bila kejujuran dan sikap rindu kepada kebenaran yang dikedepankan. ialah dengan menggandengkannya dengan al-Qur’an yang dipahami secara jujur. Bagiku tidak ada masalah yang terlalu sulit untuk dipecahkan. Sama halnya dengan orang yang berbahasa Indonesia. Bagiku. sekiranya semua pihak . penguasaan Bahasa Arab merupakan sesuatu yang mutlak. sekalipun untuk memahami agama secara dalam. Tentu sebagai manusia yang relatif. Tetapi setidak-tidaknya. Oleh sebab itu kebangkitan Islam yang sering disebut-sebut itu tidak harus muncul dari bumi yang berbahasa Arab. Islam lahir pertama kali di Arabia. Mereka yang berbahasa Arab belum tentu faham Islam. adil. banyak yang bahlul tentang Indonesia. perbedaan pemahaman itu tidak akan terlalu jauh. dan cerdas (bi al-‘uqul al-shahihah wa alqulub al-salimah).294 Kalau realitasnya memang demikian. tetapi Islam tidak sama dengan Arab.

hlm. BERKIPRAH MENYONGSONG MASA DEPAN A. Sub-bagian berikut sebagian kuambil dari kolomku dengan judul “Peradaban di Tengah Harapan dan Kecemasan” (Republika. 12) dengan perubahan dan tambahan di sana-sini. dan Kecemasanku Siapa pun berhak berbicara tentang masalah-masalah besar yang menyangkut hari depan umat manusia. dan punya ilmu yang memadai. VII.295 memakai pikiran jernih. Adalah Richard Falk. tentu tidak terlalu sukar bagiku untuk berbicara tentang topik semacam ini. Dalam berbagai tulisanku yang tersebar di media cetak. khususnya yang terlihat di belahan bumi barat. yang sering berbicara tentang masalah-masalah besar yang tengah menerpa dunia dan kemanusiaan di abad modern atau pasca-modern. Sebagai orang yang pernah mengajar sejarah peradaban Islam. dada lapang. 14 Juni 2005. Dua . Amerika Serikat. betapa pun belum mendalam. guru besar hukum internasional pada Universitas Princeton. Harapan. Perkisaran Abad. aku telah agak sering berbicara tentang dunia modern yang terlepas dari jangkar transendental sejak 300-400 tahun yang lalu.

Dunia Islam? Apakah ada dunia Islam? Yang ada bangsa-bangsa Muslim yang belum tentu terikat dengan agamanya. Yang kita lihat tidak lebih dan tidak kurang selain apa yang diizinkan imajinasi. Afghanistan berantakan. terutama harapan-harapan kita yang terdalam dan kecemasan-kecemasan kita yang mengerikan. tetapi tatanan baru yang lebih ramah dan manusiawi juga belum tampak bayangannya. 1). hlm. Ia adalah sebuah alat penunjuk yang dilemparkan ke pantai di gelap malam sementara sungai sejarah mengalir dengan deras. Dunia memang belum berakhir. 1998. Falk menulis: “Kedatangan milenium baru setidak-tidaknya mendorong imajinasi. Sungai sejarah telah mengalir selama tujuh tahun sejak tulisan Falk muncul. dan Palestina belum juga merdeka. padahal Presiden Bush pernah mengatakan bahwa tahun 2005 adalah kemerdekaan bagi bangsa Arab yang sudah terlalu lama menderita akibat kekejaman Israel dengan dukungan dari Amerika.296 tahun sebelum pergantian abad ke-20 ke abad ke-21. . Berlalunya milenium ini mendorong kutub-kutub harapan [ke arah] yang serba berlawanan: berakhirnya dunia atau bermulanya sebuah tatanan baru. Iraq kacau balau. 8.” (Lih. No. Just Commentary. Jan.

khususnya Amerika Serikat. Jika abad pertengahan di Eropa dianggap tidak menghormati martabat manusia demi Tuhan. Indonesia.297 Tetapi baiklah istilah dunia Islam tetap kita pakai. Negara-negara maju dengan teknologi super canggih belum juga sadar tentang tanggung jawab globalnya untuk menolong dunia miskin. sekalipun prilaku sebagian para elitnya belum tentu mencerminkan ajaran Islam autentik dan sejati. Dunia Islam masih tetap rentan karena juga belum siuman untuk berbenah diri di bawah tekanan atau rayuan Barat. diawali terutama sejak renaisans. Memang . Alangkah sukarnya menciptakan sebuah dunia yang beradab melalui parameter universal di tengah arus global yang semakin sekuler dan bahkan ateistik. Bahkan yang berlaku adalah dunia miskin masih saja dihisap oleh negara kaya dengan berbagai dalih dan tipu. keadaannya setali tiga uang. demi manusia. di samping harus menerima pukulan alam berupa gempa dan tsunami yang telah meluluhlantakkan sebagian wilayah republik tercinta ini. masih belum pula bebas dari berbagai penyakit sosial dan politik yang parah. Gagasan besar tentang Tuhan menjadi tertindas. situasinya terbalik 180 derajat. sebagai bangsa Muslim terbesar di muka bumi.

dalam upaya mencari titik temu untuk merumuskan sumbangan agama terhadap perdamaian. (Perserikatan Bangsa-Bangsa) telah lama mandul untuk menyetop agresi biadab negara kuat.B. Bahkan Tuhan dianggap sebagai penghalang kemajuan dan kebebasan manusia. Tokoh-tokoh agama besar telah sering berkumpul di berbagai belahan bumi. di mana aku sering juga terlibat.B. Akankah abad ke-21 yang baru di awal jalan ini menawarkan secercah harapan untuk sebuah dunia yang lebih ramah dan adil? Sulit kita menjawabnya. Tuhan memang masih disebut pada koin Amerika misalnya. P. sementara manusia sekuler modern telah muak terhadap apa yang bernama iman.298 pengakuan dan penghormatan lahiriah terhadap Tuhan masih tampak di berbagai unit peradaban. Abad kita sekarang sedang berada di antara jepitan sekularisme ateistik dengan harapan besar manusia untuk kembali . tetapi perang neo-imperialisme terhadap bangsa-bangsa yang tak berdaya di bawah komando Amerika Serikat tetap saja berlangsung dengan seribu dalih dan retorika murahan. Salah satu sebabnya adalah kenyataan bahwa masalah internal agama sendiri masih jauh dari suasana damai. tetapi laku manusia pada umumnya sudah lama tidak menghiraukanNya. tetapi belum pernah efektif.

tanpa sapaan Langit. Imajinasi kita dapat menjadi liar. di mana martabat manusia tetap dalam terhormat. Abad modern yang semakin jauh dari nilai-nilai moral-transendental terasa semakin gersang dan ganas saja. Membiarkan situasi disikuilibrium (ketidakseimbangan) seperti sekarang. Prinsip moral tertinggi menjadi musnah tanpa Tuhan. ada satu yang pasti: dunia tanpa Tuhan adalah dunia yang tanpa rujukan. tetapi Langit diundang untuk menyapa bumi kembali. jika kita mencoba menyahutinya dengan pasti.299 mengenal Tuhan. bumi akan tetap diterpa ketidakadilan dan penderitaan panjang. tempat manusia dan kemanusiaan mangadu mencari keadilan yang autentik. apakah Tuhan masih belum juga mau mendengar jeritan mayoritas manusia menderita di tengah-tengah kemewahan kelompok minoritas yang angkuh dan mati rasa? Atau apakah jeritan itu masih belum sungguh-sungguh padahal air mata hamba Allah sudah banyak yang kering? Kita pun tidak bisa menjawabnya. Tetapi. Dalam ungkapan lain. Bumi kehilangan wasit sejati. Kita tidak tahu apa sebenarnya yang ada di balik kesenjangan yang parah ini. Tetapi menurut apa yang kurenungkan. rasanya sudah sangat berat. Untuk berapa lama? . Apakah sebuah keseimbangan baru akan tercipta.

tetapi mengapa doktrin ini sering benar dilanggar? Iman di tangan mereka yang berhati sempit pasti akan melahirkan malapetaka. lupa hakekat.300 Pertanyaan ini terutama harus dijawab oleh mereka yang mengaku beragama. termasuk aku di . semua agama mengajarkan kebaikan dan keutamaan. Dunia Islam juga belum punya kesadaran yang cerdas tentang missi Islam yang sebenarnya: menebarkan rahmat untuk alam semesta. “Maka. ambillah pelajaran wahai kamu yang mempunyai penglihatan. Sampai berapa lama mereka memperalat Tuhan untuk kepentingan-kepentingan duniawi jangka pendek yang jauh dari suasana yang diajarkan Langit? Secara teoretis. Kesimpulannya: fundamentalisme agama yang bernafsu memonopoli kebenaran atas nama Tuhan akan berakibat tidak jauh berbeda dengan sekularisme-ateistik yang telah talak tiga dengan apa yang bernama iman. Penglihatan yang tajam inilah yang susah kita dapatkan di lingkungan peradaban yang lebih terpaku dan terpukau oleh kilauan yang serba kulit. Alangkah mulianya tujuan missi ini. tetapi alangkah kecilnya otak manusia pendukungnya. hampir serupa dengan laku mereka yang telah meelupakan Tuhan.” seru al-Qur’an dalam surat al-Hasyr: ayat 2.

S. Universitas Negeri Yogyakarta). Yogyakarta (sekarang F. Sajian itu ke itu juga yang mengundang kebosanan.I. Sampai di mana ujungnya nanti akan sangat tergantung kepada kesehatanku dan tanggapan masyarakat luas terhadap pikiran-pikiran kusampaikan.P. . Semuanya sudah berada dalam proses laruik sanjo (larut senja) menuju tempat perhentian terakhir: kuburan. B.P. karena tidak ada hal-hal baru yang dilontarkan.I.P. Harapanku tentunya agar tidak menyusahkan keluarga dan masyarakat sebelum aku sampai ke ujung jalan kehidupan dunia itu.P.K.I.P..S. F.301 dalamnya. Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial. 2006). tidak lagi menantang.S. I. dengan sendirinya kegiatan kemasyarakatanku akan menyusut. kemudian berubah menjadi F. Bila itu terjadi. aku harus sadar bahwa tidak saja fisik yang sudah melemah. Jika pikiran itu dinilai sudah usang..I. Kegiatan pertamaku setelah pulang adalah mengajar pada Jurusan Sejarah F. syaraf otak pun tidak lagi dapat berfungsi secara prima. Kegiatanku di Indonesia Pasca Chicago Kegiatan ini berlangsung sejak aku kembali ke tanah air awal tahun 1983 sampai saat aku menulis bagian ini (Peb. Batin meronta keras.S. namun realitas tidak beranjak juga.I.

Semua pegawai bernasib sama. kami pindah ke rumah permanen di Nogotirto melalui K.. Nitibuana yang berpusat di Kudus. untung Lip punya sisa uang dari hasil baby sitter-nya di Chicago. Aku yang sudah beroleh Ph.P.302 Fakultas Ilmu Sosial.T. Sedangkan kekayaanku kalau tidak salah hanya tinggal di bawah $22. (Kredit Perumahan Rakyat) dari perusahaan P. sementara gaji sebagai pegawai negeri tidak cukup untuk menghidupi tiga jiwa dengan standar yang sangat sederhana. teman lama sejak dari DeKalb.D.G.P. itu adalah bak sarang merpati. dari salah satu universitas terkenal harus puas dengan kondisi kesejahteraan pegawai yang demikian itu.K.M.P. Bung Profesor Ichlasul Amal Achmad. Untuk pembayaran uang muka rumah K. pada suatu ketika sambil bergurau mengatakan bahwa perumahan model K.. tetapi itulah yang baru dapat dijangkau secara mencicil oleh seorang pemegang ijazah Ph.D.P.I.R.R. Baru akhir tahun 1985. Ya. untuk menunjukkan bahwa telah terjadi perkembangan penting dari bentuk I. Solusinya adalah aku harus . Selama dua tahun tempat tinggalku dan keluarga masih berpindah-pindah karena belum punya tempat tinggal permanen. mantan rektor U. ke universitas. tamatan Amerika.R. Miskin bukan.

Maka aku dan Prof. Tetapi pihak IOWA memotong rintangan itu melalui Jakarta. Vembriarto tidak dapat berbuat apa-apa untuk mencegah. Barnadib. agama. pemikiran ideologi. St. Ada sejarah Islam.S. sebab tanpa itu kehidupan kami sekeluarga akan tetap saja tidak berubah seperti sebelum berangkat. dan berhasil.I. sama-sama berangkat ke universitas yang sama. Agak aneh bin ajaib. Cara ini harus ditempuh.K. adalah tempatku memberikan kuliah.I. Tahun 1986 selama 100 hari aku diminta untuk mengajar studi keislaman di Universitas IOWA. Rektor I.P. dan U.K. negeri atau swasta.I. Tahun 1984 I. U. dan bahkan Pancasila. kala itu adalah mendiang Drs. Dua perguruan tinggi I. mantan rektor I. aku dihalangi untuk berangkat tanpa alasan yang jelas. membuka program pasca sarjana. Gaji tidak besar... mungkin setua mobil yang pernah kupakai selama .N..P.K.I.N.N.I. Tugas ini kupegang selama beberapa tahun. Mata kuliah yang kupegang bervariasi.I. selain mengemban tugas pokokku di I. tetapi jauh lebih baik dari pendapatanku di Indonesia. Aku diminta sebagai salah seorang tenaga pengajar.P. Pulang dari sana ada sisa uang yang kubelikan sebuah pickup Suzuki yang sudah tua.I.A.A.303 memberi kuliah di perguruan lain. Vembriarto.

“Mungkin pak rektor berbuat begini karena saya tak mau pakai pakaian seragam”. (Surat Izin Mengemudi) diurus juga.” . yang pada waktu itu baru sampai pada tahap penandatanganan D. Kemudian menjadi kapok ketika mobil berhenti seketika di belakang bus kota. Sebagai seorang yang dilahirkan merdeka. Pengalaman lain dengan Vembriarto adalah menahan proses kenaikan pangkatku selama beberapa bulan.M. Isteriku Nurkhalifah pernah juga memakai pickup ini untuk mengantarkan Hafiz ke sekolah ketika aku tidak di Jogja. Suasana politik di kampus sewaktu Daud Jusuf menjadi menteri pendidikan memang cukup tegang dan panas. sekalipun S.P. Inilah mobil stasiun pertama yang kumiliki di Indonesia pada saat aku sudah menginjak usia 51 tahun. pickup tua ini diantar ke Nogotirto. Rektor harus kudatangi untuk menanyakan apa pasal penahanan kenaikan pangkatku.3.I. aku tidak mau tinggal diam.304 kuliah di Chicago dengan merek Pinto buatan Ford. Sejak itu ibu Hafiz tak mau lagi pegang stir. Atas kebaikan awak bus. Terjadi dialog. Dijawab: “Itu antara lain. Padahal sewaktu masih di Chicago aku telah membantunya dengan mengopikan buku-buku yang diperlukannya di Indonesia.

Muhammadiyah ini.305 Peluang ini kumanfaatkan untuk memberi tekanan kepadanya. Rais. tampaknya perlu menyegarkan diri kembali dengan memasuki majelis yang menjadi ujung tombak P. Dahlan 99.P. Ternyata manusia ini begitu-begitu saja. Berlagak seperti orang yang tak dapat disentuh. Amat rajin majelis ini mengadakan rapat reguler saban minggu di kantor P. A. Semua orang di I. Setelah didatangi dengan sikap percaya diri.A. semua keangkuhan itu menjadi berguguran.P. yang tetap menjaga kemerdekaan di tengah-tengah tekanan politik untuk serba seragam selama berada di kampus.K.I.P. Aku sekalipun pernah menjadi anak panah Muhammadiyah yang dikirim ke Lombok. “Mohon D.H. Aku adalah di antara sedikit dosen I. Kegiatan lain adalah di Muhammadiyah. aku diminta aktif sebagai anggota Majelis Tabligh P.P. paham kelakuanku ini. Aku jelas bangga karena tidak hanyut dalam budaya yang serba menyerah di bawah payung sistem politik negara yang otoritarian di era Orde Baru.P.” Hanya dalam tenggang waktu dua-tiga hari semuanya menjadi beres. Sejak tahun 1985 atas dorongan M. Muhammadiyah yang dipimpinnya.I. Sebagai alumnus Madrasah Mu’allimin.P. Jl. yang lama.3 saya ditandatangani secepatnya. K. .K. Jogjakarta.

A. Yang lain mengikuti. tokoh yang paling lama memimpin Muhammadiyah.A. B. Watik Pratiknya juga merupakan motor dari majelis ini. karena memang belum terlalu dikenal pada tingkat akar rumput. Majelis pimpinan M.R.306 tentu tidak sulit bagiku untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan tabligh ini. penerbitan pun digalakkan. Muhammadiyah pimpinan H. yaitu 12. Majelis Pustaka ini kurang aktif dalam menjalankan kegiatannya. Angka 12 yang jatuh atas diriku sesungguhnya tidak . Posisi 13 diisi oleh A. Sebelumnya sewaktu bekerja pada majalah Suara Muhammadiyah aku pun pernah menjadi anggota Majelis Pustaka P. tidak saja secara lisan. Ini terbukti dalam Muktamar ke-42 tahun 1990 di Jogjakarta. Dr. Seakan-akan majelis ini adalah P. Dalam berkiprah pada Majelis Tabligh ini aku mulai berkunjung ke daerahdaerah. Basuni.P. Fachruddin. dalam P. Di samping Rais.A. yang sekaligus pimpinan majalah. Suasana kerja dengan demikian menjadi sangat hidup dan menggairahkan. Nama Rais melambung melalui Majelis Tabligh ini.P. aku menempati nomor buntut kedua dari bawah. Posisiku dalam Muhammadiyah belum begitu kuat.A. kemudian tidak bersedia lagi jadi ketua. Rais ini sangat aktif dalam menjalankan missi da’wahnya.P.

tidak terlalu tergantung pada bendahara P.P.307 terlalu mengherankan karena beberapa bulan sebelum muktamar aku sudah bertolak ke Malaysia menjadi dosen tamu pada U.. Akibat aku tidak bisa aktif sebagai anggota P. yang lain. karena tokh fungsi bendahara sehari-hari dapat dijalankan oleh bagian keuangan. (Universiti Kebangsaan Malaysia). Sekalipun berada pada angka 12. aku sudah masuk ke dalam jajaran P.P. M.M. Muhammadiyah. sedangkan aku seumur hidup belum pernah terlibat dalam urusan keuangan organisasi. Pengalamanku dalam soal ini adalah nol. Maka jadilah aku sebagai bendahara simbol sampai kembali dari Malaysia. Rupanya posisi ini diberikan kepadaku. Kasus semacam ini pernah juga berlaku pada teman-teman P.P. sebuah posisi yang tidak selalu mudah dimasuki oleh kader persyarikatan. . 1990-1992. Teman-teman P. posisi bendahara diberikan kepadaku. cukup baik dengan mengizinkanku untuk tidak bertugas aktif.P. Untuk lebih memberi gambaran tentang konfigurasi kepemimpinan Muhammadiyah sebagai hasil Muktamar Jogja. kutipan di bawah tentang hasil perolehan suara perlu diturunkan sebagai berikut: Ahmad Azhar Basyir (997). Amien Rais (993). Ismail Suny (890).K.P.

itu.P. Prodjokusumo (638). Abdurrozak Fachruddin (516). s. al-Syura: 38). Sama sekali tidak sehat. selesaikan melalui mekanisme musyawarah. Aku pada waktu itu masih partisan. . budaya saling menjegal sesama teman adalah a-moral. Rusjdi Hamka (774). Djarnawi Hadikusumo (676). Mengapa kita sulit sekali menyesuaikan langkah dengan perintah al-Qur’an? Dalam masalah ini. Ramli Thaha (671). Muktamar Jogja karena ada gesekan-gesekan internal ini menjadi panas. s. Angka-angka ini sekaligus menunjukkan bahwa aku.308 Sutrisno Muhdam (830). Bagiku. Fahmy Chatib (701). seperti tersebut di atas. Rosjad Sholeh (748). dalam organisasi seperti Muhammadiyah. A. belum begitu berakar dalam Muhammadiyah. Dalam daftar di atas. sekalipun alumnus Madrasah Mu’allimin. S. Ahmad Watik Pratiknya (655). Ali ‘Imran: 159. seperti yang dituntunkan al-Qur’an (lih. sebab jika ada perbedaan. Ahmad Syafii Maarif (557). Dan Tuhan pun menurut perasaanku tidak suka bahkan benci dengan cara-cara demikian itu. nama Lukman Harun dan Djazman al-Kindi yang juga berseberangan tidak muncul. Para pemilih kadangkadang cukup jeli dalam menentukan siapa yang seharusnya menjadi anggota P. sebuah sikap yang kemudian aku koreksi secara total. Ini ditambah lagi dengan keberangkatanku ke Malaysia.

K. Sekalipun suasana muktamar pernah memanas. Proses keberangkatan ke Malaysia dimulai dari informasi Dr. Rapat anggota P. Yang lain di samping sebagai anggota P.. Imaduddin Abdul Rahim. tokoh pergerakan Islam yang bersahabat dekat dengan Anwar Ibrahim. ikut-ikut teman. sekalipun dengan persetujuan P. terpilih kemudian menetapkan pengurus harian P.P. Amien Rais. tanpa berfikir panjang dan dalam. Semoga Allah memaafkan.P.K.P. Bendahara: S. sebagai berikut: Ketua: Ahmad Azhar Basjir. selama itu pulalah aku tidak menunaikan amanah secara langsung sebagai bendahara. Dua tahun aku bertugas di U. Prodjokusumo dan Ahmad Syafii Maarif. tujuan utama tercapai juga.M. Aku kemudian benar-benar menyadari ketelodoranku karena pernah menjadi partisan. Rosjad Sholeh karena kesibukannya di Departemen Agama. Wakil Ketua: Ismail Suny.. tentu aku akan ditempatkan pada jabatan yang lebih sesuai. kecuali A. Bang Imad memberi tahukan bahwa U. Jika aku tidak berangkat ke Malaysia. Wakil Ketua: M.309 kader Muhammadiyah belum tentu selalu setia kepada Kitab Suci ini. memerlukan tenaga dosen dari Indonesia . Ir.M. Sekretaris: Ahmad Watik Pratiknya dan Ramli Thaha. juga merangkap ketua bidang.P.

K.P. Yogya dan proses pelamaran untuk U. Allah yang maha penyayang ternyata masih memudahkan jalan hidupku.I.M. dengan tetap menerima gaji bulanan. Teman-teman kampus pun tidak ada yang mencoba menghalangi.D. maka gaji yang diterima di U. aku ditugaskan negara untuk memberi kuliah di Malaysia..K. belum guru besar. Dengan pertimbangan bahwa sewaktu berangkat pangkatku di I.K.P. Dengan kata lain. sebab jika statusku bertugas di luar tanggungan negara.M. Ini bagiku menguntungkan. Pasti berliku-liku. bukan dengan status cuti di luar tanggungan negara. untuk kembali ke lembaga asal bukan main sulitnya.I.K.310 dengan kualifikasi Ph. termasuk menekan kontrak untuk dua tahun. Maka dimulailah proses pengurusan izin dari I. tetapi tanpa tunjangan fungsional. Statusku tetap sebagai dosen I.P.I. Vembriarto pada waktu itu sudah bukan rektor lagi. Karena I.P. dalam kajian Islam.I.K. Semua proses ini relatif berjalan lancar.. maka setelah pulang sebagian gaji kuserahkan kepada karyawan fakultas sebagai tanda terima kasihku kepada lembaga yang telah mengizinkanku untuk bertugas di luar negeri selama dua tahun. disesuaikan dengan kepangkatanku di . Ijazahku dari Chicago memang dalam bidang itu. terlalu berbaik hati.K.

311 tanah air.I. Setelah setahun belajar di S.A.A. Indonesia. Cukup menguras fisik dan mental. 8 Jogja sampai rampung.K. karena berbagai pertimbangan. anak kami satusatunya.A.M. Teknis tranportasi dari Kajang ke Kuala Lumpur juga tidak sederhana. Sore kembali ke Sungai Jelok. berakhir. Kecuali Ahad. tiap hari Hafiz harus naik bus ke Kuala Lumpur. Tidak masalah bagiku. Dinihari Lip sudah harus bangun untuk menyiapkan pakaian sekolah Hafiz. jauh lebih besar dari yang kuterima dari I. sementara ongkos hidup harian tidak banyak perbedaan. Semula kami berangkat tiga beranak: aku. Indonesia di Kuala Lumpur. Ini memang menurut peraturan yang berlaku di sana. setahun setelah Hafiz memisahkan diri untuk meneruskan pelajarannya di S. Selama belajar di S. Islam dan Perubahan Sosial di Asia .M. aku diberi tugas untuk mengajar mata kuliah Sejarah Perang Salib.K. Di U. Hafiz kembali ke Jogja.K.M. Maka mulailah aku menabung sebagai persiapan untuk hidup di Indonesia selanjutnya setelah tugas di U. dan Hafiz. Lip.P. Hafiz malah mengalami kemunduran dalam pelajarannya.M.. sebab pendapatan di U.M. Tinggallah aku dan Lip yang menetap sementara di Malaysia.M.K. yaitu sekitar empat kali lipat ketika itu.

Kebetulan kami . Ini semua kujalani selama dua tahun. Mata kuliah Perubahan Sosial terbuka untuk mahasiswa dari jurusan lain. Abu Bakar dari jurusan Ushuluddin U. Berbeda dengan Indonesia. adalah di antara teman dosen yang sering berbincang denganku dalam berbagai kesempatan. seorang dosen di U.K. Dr. Pada tahun 1992. sesuai dengan perkembangan ekonomi negara tetangga itu. Karena buku-buku sumber untuk mengajar relatif mudah didapatkan di perpustakaan U. Kadang-kadang sewaktu pulang.M.K. Watik menelponku dari Jogja untuk dijadikan sebagai salah seorang Naib Amiril Hajj. berakhir. Sebagai dosen aku diberi sebuah ruangan kantor yang cukup mewah. aku menompang kendaraan Profesor Ibrahim Abu Bakar yang tinggal di kawasan Kajang. dan masih ada lagi mata kuliah lain yang aku lupa. maka dalam menyiapkan perkuliahan tidak banyak rintangan yang kuhadapi.K.. Berangkat pagi dengan bus dari Sungai Jelok kembali sore juga dengan bus. Di ruang inilah aku membaca dan menyiapkan perkuliahan sambil menulis artikel untuk koran Indonesia dan koran Malaysia.312 Tenggara.M.K.M. Lip juga akan turut. harus berada di kampus sehari penuh.M. Ada catatan penting yang perlu kurekamkan sebelum masa kontrakku di U.

K. Tidak ringan memang.M. baru tahu betul apa makna amanah itu. padahal pihak U.P. dan Dr.313 memang belum menunaikan rukun Islam ke-5 itu. berkat telepon sahabatku Dr.M. tetapi dari sudut iman nilainya mulia dan tinggi. dan itu adalah sebuah amanah yang tidak boleh dianggap enteng. Abdullah Zin.P. ada ketentuan moral yang harus ditaati. Jika terpilih sebagai pimpinan berarti amanah yang harus ditunaikan. Kajang. Di lingkungan Muhammadiyah. Faisal Othman. tidak hanya menjadi bendahara tituler. Muhammadiyah secara langsung. Keduanya meminta dengan serius agar aku masih mau melanjutkan tugas di U. Muhammadiyah beberapa bulan kemudian. Semula terasa agak bimbang juga untuk memutuskan: antara pulang atau . Profesor Dr. dekan Fakulti Pengkajian Islam. Rasanya tidak sekali mereka mendatangiku untuk tujuan serupa.M.. Aku sendiri setelah aktif di P. Setelah ditimbang masak-masak. aku dan Lip memutuskan untuk pulang. (sekarang Menteri Agama Malaysia) datang ke rumah tempat tinggalku di Sungai Jelok. Karena itu aku harus pulang dengan tidak memperpanjang kontrak di U. masih membujukku untuk meneruskan tugasku. Aku terpilih. Watik yang bertujuan mulia itu. ketua Jururan Da’wah dan Kepimpinan.K.K. Agar aku memperkuat barisan P.

314 meneruskan kontrak. Semuanya disiapkan. Hafiz tinggal menggunakan. maka imbauan Watik yang menang. Rupanya. Entah sudah berapa lama tidak disentuh air. semuanya berjalan lancar tanpa gangguan yang berarti. benar-benar memintaku untuk memperpanjang dan memperbarui kontrak. Mencuci pakaian. Semuanya berantakan. Enaknya punya ibu. bukan? Tetapi sisi . Hafiz kutemui di rumah kontrakannya yang masih di lingkungan Nogotirto. Aku cukup terlatih. Hafiz kembali berkumpul dengan orang tuanya. Berbeda denganku yang terbiasa mengurus diri sendiri sejak kecil. setelah setahun belajar hidup sendiri di rumah sewaan yang tidak jauh dari rumah kami.K. sarung bantal dan kain sarung hampir tidak pernah dicuci.M. masya Allah. Sudah mengeras dengan baunya yang lumayan.P. Tetapi mengingat kedudukanku sebagai anggota P. Hafiz terbiasa manja. Alhamdulillah. terutama oleh ibunya. inilah perbedaannya dengan orang yang sudah mandiri sejak usia masih sangat kecil. Muhammadiyah yang belum pernah kujalani. Aku dan Lip harus kembali ke Jogja sambil menyiapkan mental untuk menunaikan ibadah haji. adalah bagian dari kerja masa kecilku. membersihkan kamar tidur. apalagi pihak U.

Sekiranya dia bisa hidup layak dengan agama yang mantap. Benar. dan tidak pernah lupa beribadah. kecuali dia hidup secara benar. Muhammadiyahlah yang membebaskan ayahnya dari sikap taqlid buta dalam memahami agama. Dengan aktif di Majelis Tabligh sambil memberi kuliah. Aku tidak berharap banyak kepada anak ini. Sederhana. aku mengharapkan agar Hafiz tidak lupa kepada Muhammadiyah yang telah digumuli ayah selama bertahun-tahun. Ibunya sebenarnya punya sikap serupa. dan entah jadi siapa. terserah sajalah.315 negatifnya adalah menjadikan seseorang tidak bisa mengurus diri sendiri. entah di mana. Hafiz harus paham benar apa yang kukatakan ini. Terhadap ayahnya. rasanya aku sudah bahagia. Jika pada satu saat Hafiz membaca tulisan ini. tidak kikir. harapanku adalah agar dia tidak pernah lupa kepada kebaikan ibunya. bukan? Sekiranya pada suatu saat rezkinya cukup. Aku sekarang beralih kepada masalah tugas-tugas kemasyarakatanku. Tidak ada yang kami harapkan dari anak. sekalipun misalnya tidak aktif dalam kegiatan Muhammadiyah. Tanpa Muhammadiyah ayahnya entah ke mana. Inilah tempat beramal yang tepat . Rasa cintaku kepada Muhammadiyah menjadi semakin dalam. aku mulai sibuk.

Itu pun jika seseorang ikhlas beramal. Kalau dalam partai politik. Formula itu berbunyi: “Mengurus Muhammadiyah itu melelahkan. (Pimpinan Wilayah Muhammadiyah) Sumatera Barat. Dosen tamu di Singapura. tetapi sekaligus membahagiakan!” Shofwan Karim katanya telah mengulang-ulang formula ini selama berkiprah dalam Muhammadiyah. Biarlah Allah yang menilai. (Badan Usaha Milik Negara). Tokoh ini punya komunikasi publik yang cukup bagus. Ada formula filosofis yang pernah kusampaikan kepada Bung Shofwan Karim.W. atau posisi di B. waktu itu sebagai Ketua P.M. Sudah berkali-kali berkunjung ke luar negeri. Jika tidak. diakui atau tidak. Berbeda dengan Muhammadiyah yang hanya menjanjikan pahala jangka jauh di akhirat. apakah aku ikhlas atau tidak.N. Bahasa Inggris lancar. dan sederetan kiprah yang lain. selalu ada pahala jangka dekat yang dijanjikan atau diharapkan. Agama mengajarkan sesuatu yang sangat halus ke dalam batin manusia.316 bagiku. pahala jauh itu pun tidak akan diraih. apakah itu jadi pejabat eksekutif. Aku sendiri tidak tahu. Sangat giat mendatangi . Ada sedikit catatan tentang Shofwan Karim ini dalam kaitannya dengan Muhammadiyah Sumatera Barat.U.M. legislatif. Bahasa politik selalu menjurus kepada janji-janji seperti itu.

anggota Muhammadiyah di akar rumput sangat peka. salah seorang Ketua P. terutama bila bersentuhan dengan isu politik. tidak saja untuk Sumatera Barat. Kepada Dr. kejadian dramatis ini telah kusampaikan. tetapi untuk Indonesia. kemudian Yunahar malah balik bertanya. Mungkin baru pertama kali terjadi di lingkungan Muhammadiyah. bahkan cabang-cabang Muhammadiyah di lingkungan P. Tidak mudah kujawab. Sumbar tidak asing baginya.P. Apakah .W. apakah kejadian ini positif atau negatif menurut pendapatku. Tetapi mengapa dalam Musywil (Musyawarah Wilayah) bulan Desember 2005 di Kota Sawahlunto. Muhammadiyah pilihan Muktamar Malang Juli 2005 yang menghadiri Musywil itu. Aku hanya berharap agar semuanya ini diterima dengan tenang sambil berkaca diri.317 daerah. Aku tidak tahu bagaimana perasaan Shofwan sendiri. sebagaimana semua kita perlu berkaca. Dalam menghadapi kasus-kasus tertentu. ketentuan yang hampir baku di lingkungan persyarikatan. memang di luar dugaan.M. Bagiku kejadian ini luar biasa. tetapi perlu dikaji agak mendalam mengapa semuanya itu harus berlaku. Shofwan tidak termasuk dalam daftar calon 39. Dia terpental ke nomor 43. Dijawab. Yunahar Ilyas.

Kesimpulan cepat diambil. Hubungannya denganku cukup akrab. Tetapi sudahlah. Tetapi betapa pun juga. Apakah kasus tidak terpilihnya Shofwan berada dalam kategori pepatah-petitih itu. Biarlah kejadian ini menjadi pelajaran bagi semua kader Muhammadiyah. Jika perhatianku agak sedikit beralih ke Sumatera Barat. Shofwan telah cukup dewasa menghadapi kejadian seperti ini. apa yang dialami Shofwan termasuk sesuatu yang langka di lingkungan Muhammadiyah.” (Belum terkilat sudah terbayang). tetapi belum tentu benar. khususnya untuk Sumatera Barat. bukan tanpa alasan. Di balik itu semua pasti ada hikmah yang dapat ditelusuri yang berguna bagi semua pihak yang terlibat dan yang tak terlibat. sulit untuk mengatakannya. Bukankah aku dibesarkan dalam lingkungan budaya Minang dengan pepatah-petitihnya yang antara lain mengatakan: “Alun takilek alah tabayang. Shofwan tidak terpilih. Ke depan orang harus lebih hati- . Kadangkadang orang Minang ini terlalu peka terhadap sesuatu yang belum tentu diketahuinya secara lengkap. yang berlalu biarlah berlalu.318 karena sikap-sikap politiknya. aku tidak bisa mengatakannya. Mungkin lebih dari itu sudah pernah dialaminya. Oleh sebab itu aku terkejut dengan kejadian yang dialaminya.

Kabarnya sudah hampir 1000 masjid yang didirikan Y. Aku berangkat lagi bersama Lip. sekalipun ada perasaan kurang enak dengan teman-teman Muhammadiyah. sekalipun dana yang masuk dari pegawai sudah dihentikan sejak turunnya Soeharto. melalui jasa baik pak Munawir pula sebuah masjid Y. Hubunganku dengan pak Munawir demikian akrabnya. Jauh sebelum tawaran ke Kanada ini. Muhammadiyah. di bawah program Lembaga Studi Islam antara 1993-1994. jangan sampai berlaku gesekan yang tidak perlu. datang pula tawaran dari Menteri Agama Munawir Sjadzali untuk mengajar di Universitas McGill.A. (Yayasan Amal Bakti Muslim Pancasila) didirikan di perumahan Nogotirto Elok Jogjakarta.P. Sebenarnya . Dana yayasan ini berasal potongan gaji pegawai negeri yang beragama Islam setiap bulan.P.M.319 hati dalam memimpin Muhammadiyah. kini pergi pula Kanada.P. tidak terasa. Kanada. Belum sampai setahun aku aktif di P.M. ini sampai tahun 2005. Balum begitu lama pulang dari Malaysia. Jalan hidupku memang tidak pernah linear.A. sebab hanya akan melemahkan persyarikatan yang sama-sama dicintai. Masjid ini diresmikan pada 1989 oleh pak Munawir sendiri sebagai wakil yayasan yang didirikan Presiden Soeharto itu.

sekalipun rezim telah berganti. Ada beberapa mahasiswa Iran alumni Qum yang mengambil kuliahku. dan lain-lain. suasana telah berubah. Mesir. Sulit bangsa Indonesia berpikir dielektik. Aku sudah lama tidak tertarik dengan konsep-konsep ahlu alsunnah wa al-jama’ah. Posisiku sudah kujelaskan kepada mereka: tidak sunni tidak syi’ah. Kanada. Mahasiswa yang mengambil kuliahku berasal dari berbagai negara: Iran. termasuk mengenai sumbersumber Islam dalam berbagai aspek dalam berbagai bahasa. Jepang. Selama dua semester aku memberi kuliah di McGill tentang masalah-masalah keislaman. biasanya perdebatan menjadi ramai. tetapi karena bersifat serba Soeharto akhirnya dihentikan.320 gagasan ini cukup mulia. syi’ah. Dengan pengetahuanku tentang sejarah Islam agak lumayan. Seharusnya yang baik dan positif diteruskan. dan Indonesia. salafiyah. Seperti perpustakaan-perpustakaan lain di Barat. Semuanya ini adalah produk manusia pasca nabi yang dapat senantiasa . termasuk Islam di Indonesia. sebab kedua aliran itu tidak lain dari pada produk sejarah dengan latar belakang politik. di McGill perpustakaannya hampir lengkap. Pada saat berbicara tentang sunni dan syi’ah. sanggahansanggahan mahasiswa tidak terlalu sulit untuk kujawab.

dan cerdas. sekalipun masih saja terasa kurang. akibatnya solusi fundamental tentang masalah-masalah umat dan kemanusiaan sulit sekali ditemukan. Selama bertugas di McGill aku cukup banyak membaca. Ini merupakan salah satu pangkal benang kusut itu. Pertama. disadari atau tidak disadari.321 dipertanyakan dengan mengambil alQur’an sebagai hakim tertinggi. Modal Chicago telah kukembangkan lebih jauh. Kedua. sebagaimana telah kujelaskan sebelumnya. Latar belakang sosio-politik dan kultural sering menjadi kendala untuk membiarkan alQur’an berbicara tentang dirinya. jauh dari filosofi rahmatan lil-‘alamin (lih. Kelemahanku terletak pada kenyataan . autentik. asal orang pergi ke pangkal: al-Qur’an yang dipahami secara jujur. maka ada dua kemungkinan penyebabnya. egoisme kultural dan subjektivisme sejarah sering ditempatkan lebih tinggi dari al-Qur’an. Jika al-Qur’an tidak lagi dapat menyelesaikan masalah-masalah umat dan manusia pada umumnya. kita tidak jujur kepada Kitab Suci ini. pendekatan yang serba parsial dan ad hoc terhadap Kitab Suci ini telah melahirkan pandangan dunia yang sempit. Aku berkeyakinan bahwa tidak ada kusut yang tak dapat diselesaikan. Dengan kata lain. surat al-Anbiya: 107).

sampai di mana nanti perjalanan intelektualku untuk memunculkan karyakarya kreatif yang bermutu tinggi. bukan otak-otak besar yang culas dan curang. Entahlah. Mungkin yang dapat kukerjakan hanyalah menulis fragmen-fragmen. Tetapi di atas itu semua. Alasan yang sebenarnya adalah bahwa kemampuanku untuk berkarya yang lebih komprehensif tentang Islam dan kemanusiaan tidaklah seperti yang diperkirakan orang. dan Qur’ani. aku wajib . Sebagai alasan dapat saja kukatakan bahwa kegiatan kemasyarakatanku telah menyita waktu terlalu banyak untuk merenung dan menulis secara lebih dalam. sistematis. sementara usia sudah lari dan lari menuju perhentian terakhir. aku pun tidak bisa mengatakannya. Tetapi ini hanyalah sekadar alasan. sedangkan gagasan yang ada di belakangnya berkaitan dengan persoalan-persoalan besar dan dahsyat yang memerlukan otak besar yang tulus dan jujur.322 bahwa aku belum juga mampu menulis sebuah karya yang lebih berbobot yang dapat menjelaskan secara lebih detil lontaran-lontaran pendapat yang telah kusampaikan selama 22 tahun terakhir. Aku ternyata juga manusia lemah. Otakku adalah otak desa yang terlambat untuk maju dan berkembang.

Sebagai anak kampung yang tersuruk. Kurnia itu mengalir dan terus mengalir. Sewaktu di Kanada inilah berita duka tentang wafatnya Prof. Sanusi dimakamkan di pekuburan Tunggul Hitam. Kiprahku dalam Memimpin Muhammadiyah Aku pulang dari Kanada bulan Maret 1994 setelah mengajar selama dua semester dengan berbagai pengalaman dan rezki yang telah kukumpulkan. aku telah sempat menyelesaikan studi Islam sampai ke ujung. kuserahkan sepenuhnya kepada yang menilai. Apakah aku kemudian dinilai sementara orang menjadi semakin sekuler. Sanusi Latief pada 3 Maret 1994 dalam usia 66 tahun disampaikan kepadaku. Aku tidak dapat berbuat apa-apa kecuali berdo’a semoga amal-baktinya selama hidup diterima di sisi Allah dan kemudian ditempatkan pada tempat yang baik bersama orang-orang yang beramal saleh selama hidup di dunia. tidak jauh dari bandara Tabing.323 bersyukur kepada Allah atas segala karunia-Nya yang tak putus-putusnya kuterima. Inilah aku dengan segala kekurangan dan kelemahan yang melekat pada diriku. Penilaian terakhir. liberal. M. C. atau sebaliknya. Padang. sepenuhnya di tangan Allah. Pelopor pencerahan intelektual .

dan mengurus Muhammadiyah. dari suku Caniago lagi. yaitu wafatnya Ahmad Azhar Basjir.P. menulis. Ketiganya adalah sarjana dan sudah hijrah ke Jakarta bersama pasangannya masingmasing. Terima kasih ongaku. Sekali-kali menyebut nama suku untuk maksud baik tidak apa-apa. dua puteri dan satu putera. Engkau adalah guru besar pertama dari Sumpur Kudus.P. Tetapi bulan Juni 1994. tetapi itulah kenyataan . Anak bungsu pasangan SanusiSalima (Salima berasal dari Bukittinggi) Ahmad Hanif masih sering mengirimkan bantuan untuk kepentingan kampung ayahnya. Ketua P. tidak ada kepastian. Onga Sanusilah yang memberi kepastian itu. musibah kedua ini benarbenar menggoncangkan. Muhammadiyah. sukuku. Muhammadiyah sejak Muktamar Jogjakarta 1990 dalam usia yang hampir sebaya dengan Sanusi Latief.324 Sumpur Kudus ini telah pergi untuk selama-lamanya dengan meninggalkan tiga anak. aku setamat dari Mu’allimin Lintau entah akan ke mana melangkah. Seperti telah kuakui dengan jujur bahwa tanpa Sanusi Latief. bukan? Sesampainya di Indonesia aku kembali melakukan kegiatan seperti sebelum berangkat: mengajar. Kalau Sanusi Latief bukan bagian dari P. Muhammadiyah berduka dalam. musibah kedua terjadi lagi.

Untung saja Muhammadiyah “tersesat” ke sana.P. “tanah airku. P. Tidak diragukan lagi bahwa bola kepemimpinan itu pasti jatuh ke tangan tokoh enerjetik. (Perang Dunia) II. Paling-paling menjadi . boleh jadi aku tidak akan melebihi nasib kebanyakan orang kampungku. “tanah air” Rais terlalu dekat dengan Jogja untuk dijamah Muhammadiyah. Muhammadiyah segera mengadakan sidang untuk memilih dan menetapkan siapa yang akan menggantikan Pak Azhar sebagai Pejabat Ketua sebelum tanwir menentukan yang definitif. Sekiranya Muhammadiyah tidak merayap ke lembah ini menjelang P. intelektual. Tokoh ini sebelumnya telah menjabat sebagai salah seorang Wakil Ketua P. Mohammad Amien Rais.D. Sedangkan Sumpur Kudus yang lengang. alumnus Universitas Chicago Departemen Ilmu Politik tahun 1980: Dr. Rais adalah generasi ketiga dalam lingkungan keluarganya yang aktif terlibat dalam Muhammadiyah. Aku tidak perlu berkecil hati dalam urutan generasi ini. sedangkan aku adalah generasi kedua.P. Kampung Kemasan (Solo). Muhammadiyah era Azhar.” nun tersuruk di lembah Bukit Barisan di pulau Andalas.325 yang harus dihadapi oleh seluruh warga persyarikatan modern itu.

Keduanya adalah sababatku. Adapun aku dan M.326 saudagar alit (kecil) tingkat kecamatan. Hatiku hanya menangis melepas seorang sahabat cendekiawan besar Indonesia. Keduanya tidak mungkin mengenalku. Banyak persamaan. Aku hadir dan memberi sambutan di depan jenazahnya yang padat dengan para takziah di aula Paramadina.P. di samping ada perbedaan di sani-sini. anggota “mafia Chicago. sekretaris P.” melalui media cetak yang kadang-kadang sampai juga ke kampungku dan melalui media elektronik sambil mengaguminya dari jarak jauh sebagai idolaku. Benarlah Bung Haedar Nashir.” dengan perbedaan-perbedaan kecil yang telah memperkaya wawasan antar kami bertiga. Nurcholish telah berangkat lebih duluan pada 29 Agustus 2005 untuk tidak kembali. Tidak ada alasan sama sekali. pasca . Itu pun sudah merupakan sebuah prestasi. Amien Rais dan Cak Nur (Nurcholish Madjid). sama-sama dari kelompok “mafia Chicago. Amien Rais sudah sama-sama “luluh” dalam Muhammadiyah dalam tempo yang panjang. Tetapi retak tangan telah menentukan lain. dan untuk apa pula. berbagai masalah kami bicarakan. Bertahuntahun aku bergaul dengan Cak Nur. Tentu aku akan kenal dengan nama besar M.P. di masaku dan salah seorang ketua P.

Bukankah dalam Tanwir Surabaya tahun 1993. Di bawah nahkoda M. Amien Rais telah mengantisipasi suasana semacam . Gejala pembusukan kekuasaan otoritarian ini sudah agak lama dilihat para pengamat. Amien Rais. Amien Rais jelas menimbulkan kegoncangan yang membawa panik. Amien Rais dan aku tetap menjaga kesetiaan yang utuh terhadap Muhammadiyah. Muhammadiyah mulai dibawa ke tengahtengah kisaran politik bangsa yang semakin panas. proses kemunduran. Mudahmudahan penilaian itu benar-benar didukung oleh kenyataan seterusnya. itu sama artinya dengan mengeritik diri sendiri yang memang harus dilakukan terus menerus.327 Muktamar Malang bahwa M. Tanpa kritik diri. tinggal menanti momen yang tepat kapan berakhirnya sebuah rezim. jika bukan pembusukan. Siapakah aku tanpa Muhammadiyah? Itulah salah satu pertanyaan sentral yang perlu disampaikan. tak menentu. terobosan M. Saya rasa M. Jika aku mengeritik Muhammadiyah. Amien Rais telah melontarkan bola panas berupa perlunya suksesi kepemimpinan nasional? Karena peserta tanwir umumnya adalah mereka yang bersifat ‘amal-oriented (beroriensi kepada kerja). M. akan berlaku dalam gerakan apa pun.

. Cukup panas suasana tanwir waktu itu. Tetapi dasar orang Muhammadiyah yang rasional dan lugu. M. seperti dia saja yang paham etika Muhammadiyah itu. tentu bukan karena substansinya. tetapi karena takut nasib yang akan menimpa Muhammadiyah di tengah-tengah budaya politik yang bertuan seorang itu. suasana panas tidak membawa perpecahan. sementara energiku sudah berkurang ditelan usia.328 itu. Sudah dapat diperkirakan bahwa tanwir akhirnya menolak gagasan itu. M. Paling-paling saling menggerutu. Amien Rais cukup piawai dalam membuat move-move semacam ini. tetapi tanwir dinilai sebagai forum strategis untuk melontarkan sebuah gagasan penting yang menyangkut nasib bangsa secara keseluruhan. setelah itu mendingin kembali. Sewaktu gagasan itu dilontarkan aku bersama Rusjdi Hamka berada di meja pimpinan. Ada peserta tanwir yang mengatakan bahwa lontaran itu tidak sesuai dengan etika Muhammadiyah. Pekerjaan politik pasti menuntut pengerahan energi yang lebih besar. mungkin karena umur yang sudah semakin lanjut. Amien Rais sepanjang yang aku amati memang punya naluri politik yang kuat. Ini berbeda denganku.

Intelektualisme Fazkur Rahman yang sedikit kuwarisi dari Chicago belum tentu selalu efektif bila dihadapkan kepada realitas politik keras yang bergerak dengan kencang sekali. Bukankah aku sejak di Mu’allimin Jogja sudah turut berkampanye untuk partai Masyumi pada pemilihan umum pertama tahun 1955? Dalam usia lanjut itu.329 Aku yang sudah muak dengan suasana politik bangsa yang pengap mendukung lontaran M. sekalipun bakat untuk itu mungkin ada. dan itu pun lebih terbatas pada dunia wacana. Bukan saja meni’mati. M. Pengalamanku dengan politik bangsa sangat terlambat dimulai. Amien Rais tampaknya meni’mati perubahan yang penuh risiko itu. Amien Rais itu. sekalipun tidak kurang pula banyak masalah yang harus dicarikan jalan . Keinginan inilah kemudian yang mengkristal dalam pencalonannya sebagai kandidat presiden yang berpasangan dengan Siswono Yudo Husodo dari sub-kultur nasionalis. Sebagaimana telah kuakui bahwa usiaku tidak memungkinkan lagi aku menerjuni dunia politik praktis. Tetapi apalah artinya aku yang ketika itu kata orang masih berada di bawah bayang-bayang Amien Rais. tetapi ingin memimpin dan mengarahkan perubahan itu jika mungkin. dunia Muhammadiyah tampaknya lebih nyaman dan sesuai untukku.

tetapi hanyalah sebuah dinamika dalam berorganisasi.330 ke luar. Bahkan tidak kurang sebagian anggota P. Amien Rais sejak Tanwir 1993 semakin melambung tinggi di balantara perpolitikan bangsa. gaungan pesannya terus bergulir selama berbulan-bulan pasca tanwir. Namun cinta mereka terhadap M. Kembali ke Surabaya. Kadang-kadang bertele-tele juga. Para peserta tanwir yang pegawai negeri. bukanlah pertanda buruk. Sekalipun tanwir menolak gagasan “gila” M. Puncaknya kemudian adalah turunnya Soeharto sebagai presiden yang dijabatnya lebih dari tiga dasa warsa. tetapi mereka segan untuk berterus terang. Amien Rais. merasa kecut dengan gagasan M. tidak saja dari Sumatera Barat tetapi juga dari daerah lain. Nama M. sementara sebagian warga Muhammadiyah yang tidak suka gejolak menjadi gamang dan cemas. Koran-koran terus saja mengulasnya. Amien .P. Bahwa sekali-sekali pimpinan harus pukul meja. umumnya menjadi resah dengan gagasan suksesi itu. Tetapi dibandingkan dengan iklim partai politik yang sarat gesekan dan intrik. dunia Muhammadiyah terasa lebih tenang dan damai. Maklumlah iklim politik sejak awal tahun 1990-an itu sudah mulai dirasakan pengap dan oleng. Amien Rais itu.

Jaringannya yang sudah cukup luas dengan berbagai kalangan akan memudahkannya mendapat dana itu. Bagi M.” Memang di saat-saat kritikal pada tahun-tahun terakhir ORBA (Orde Baru). Amien Rais sebagai seorang “yang telah putus urat takutnya. Duka Muhammadiyah belum lagi hilang. B. Amien Rais dicintai. Untungnya M. Ada pun kemudian setelah rezim otoritarian itu tumbang.331 Rais tidak pernah menyusut. Pada tahun 1994 itu Muhammadiyah mulai disibukkan oleh persiapan muktamar yang akan diadakan pertengahan tahun 1995 di Banda Aceh. M. M. Di sinilah dilema itu terletak. Habibie sebagai wakil presiden masa . Ada istilah manis kemudian yang digunakan seorang wartawan dalam melukiskan sosok M. Pak Azhar baru saja wafat. Amien Rais tidak berhasil melakukan konsolidasi kekuatan penentang adalah perkara lain yang belum saatnya direkamkan di sini. tetapi gagasannya menakutkan. Amien Rais dalam mengeritik rezim. Amien Rais yang telah tampil sebagai tokoh utama bangsa mulai bergerak mencari dana muktamar yang jumlahnya tidak kecil. Tugasku waktu itu hanyalah membantu-bantu di mana yang mungkin. Amien Rais masalah dana ini ternyata tidaklah terlalu sulit untuk dipecahkan.J. tidak ada di antara anak bangsa ini yang melebihi keberanian M.

Amien Rais tidak terpilih menjadi Ketua P. Presiden Soeharto sudah tidak bahagia melihat kiprah M. Keduanya juga sebagai tokoh I.M. Umum sudah tahu bahwa sejak Tanwir Surabaya.M. (Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia) yang dibentuk pada akhir 1990 sewaktu aku masih bertugas di Malaysia. tetapi aku mendukungnya.P. di kalangan bangsa pun hampir tidak ada yang tidak mengenalnya. Muhammadiyah. dan bahkan kemudian menjadi salah seorang penasehat di dalamnya. Amien Rais sudah terlanjur sangat populer tidak saja di lingkungan Muhammadiyah. Jadi aku tidaklah termasuk salah seorang bidan I.C. ada persoalan politik yang cukup pelik dan rawan yang harus dihadapi. Amien Rais.I. Sekalipun masalah dana bukanlah masalah besar bagi M. Gagasannya tentang suksesi kepemimpinan nasional sungguh menyakitkan hatinya.C.I. Amien Rais yang mulai menghadapkan tombak berbisa kepada rezim yang dipimpinnya. Jika koran dan tv cukup berjasa dalam menokohkan sosok ini. pihak istana berusaha keras agar M. Itulah sebabnya menjelang Muktamar Aceh (6-10Juli 1995). Amien Rais. .332 itu punya hubungan yang baik dengan M. Kultur politik Jawa pedalaman yang semi feodal tidak boleh diperlakukan secara “kurang ajar” itu. Tetapi M.

dalam menghadapi isu-isu besar politik bangsa. Muhammadiyah setelah Pak Azhar wafat tahun 1994. karena dialah pilihan yang paling tepat ketika itu. Amien Rais dan Soeharto mewarnai dengan kental bulan-bulan menjelang muktamar. Pada masa-masa genting itu hubunganku dengan Rais sungguh dekat sekali. Kita tengok sebentar suasana menjelang Muktamar Aceh tahun 1995 dan jalannya muktamar itu sendiri. Maka segala upaya untuk membendungnya agar tidak terpilih dalam muktamar adalah sebuah kesia-siaan. Warga yang penakut pun akan memilih M. Suasana semacam ini berlangsung terus sampai satu ketika agak mendingin pada tahun-tahun ketika mulai menghangatnya iklim pemilihan presiden pada permulaan abad ke-21. Dalam rapat-rapat . Aku kadang-kadang hanya menasehatinya agar lebih bijak dan hati-hati dalam melontarkan kritik. Di sini letaknya salah satu kelemahan M.333 memang sudah pada tempatnya. posisiku tidak bisa dibandingkan dengan M. Amien Rais.P. Amien Rais. Sekalipun usiaku sembilan tahun lebih tua dari padanya. Amien Rais. Ketegangan hubungan M. apalagi kedudukanku sebagai salah seorang Wakil Ketua P. sekalipun belum tentu didengar dan diperhatikannya. tidak berlebihan. Tak ada gunanya.

Jika hubungan dengan pusat kekuasaan memburuk. Apalagi akar budaya oposisi tidaklah terlalu kuat di kalangan warga Muhammadiyah. sesungguhnya berdasarkan pertimbangan pragmatis saja: nasib amal-usaha yang ribuan jumlahnya boleh jadi akan mengalami kesulitan. Muhammadiyah bahkan muncul pendapat agar faktor Soeharto jangan terlalu dipertimbangkan benar.P. Jadi jika ada dari kalangan warga yang takut dengan gerak M. Hubungan Muhammadiyah dengan negara bisa jadi akan semakin memburuk. Aku rasa persasaan seperti ini wajar-wajar saja. seperti baru saja disinggung di atas. apakah bukan sebuah preseden yang kurang baik. Tetapi rasa takut yang keterlaluan dapat mengurangi nilai tauhid. dampaknya akan . Amien Rais.334 P. Muhammadiyah belum bisa lepas sepenuhnya dari birokrasi pemerintahan. Masalah yang memberati otak warga adalah nasib yang akan menimpa amal-usaha persyarikatan yang tidak bisa dilepaskan sepenuhnya dari lingkungan birokrasi pemerintah. Muhammadiyah bisa saja melangsungkan muktamar tanpa dibuka presiden. Kondisi semacam ini sangat mengganggu bagi Muhammadiyah untuk bersikap terlalu tegas terhadap penguasa. Tetapi yang lain berpendapat bahwa jika itu terjadi.

sekaligus menjadi anggota istimewa Masyumi. Trauma masa lampau ini masih segar dalam ingatan kalangan warga Muhammadiyah.A. Kasus yang hampir mirip mengenai hubungan Muhammadiyah dengan politik juga berlaku pada saat P. Ada pengalaman sejarah pahit yang dirasakan Muhammadiyah misalnya terjadi pada waktu Masyumi dibubarkan Presiden Soekarno akhir tahun 1960-an. Politik itu dirasakan sangat menyakitkan.P. khususnya mereka yang sudah agak berumur.335 dirasakan sampai jauh ke pelosok tanah air. Pengalaman Muhammadiyah pada era 1960-an itu benar-benar pahit. Warganya dihadapkan kepada situasi yang sangat sulit dan rumit. Masyarakat luar ketika itu susah sekali membedakan antara Masyumi dan Muhammadiyah. di mana amal-usaha Muhammaiyah yang sudah bertebaran akan dihadapkan kepada “raja-raja lokal” yang membebek ke Jakarta. karena tidak saja sebagai salah satu pendiri partai itu. sekalipun tidak bisa dihindari. Pertimbangan inilah yang menjadi salah satu alasan dalam Muktamar .N.A. (Partai Amanat Nasional) dibentuk pada Agustus 1998 dengan pimpinan tertingginya M. Masalah ini akan aku berikan uraian khusus dan sikap yang kuambil menghadapinya setelah aku menjadi Ketua P. Muhammadiyah. Rais.

sekalipun tidak selalu mudah dilaksanakan di lapangan. Warga Muhammadiyah yang libido politiknya tinggi amat sulit untuk tidak mengaitkan persyarikatan ini dengan partai yang didukungnya. sekalipun tidak sampai berdarah-darah seperti yang pernah dialami oleh warga organisasi Islam lain yang tak perlu kutulis namanya di sini. Dalam hal ini Muhammadiyah masih lebih . Saran-saran Kasman Singodmedjo dan A. Muktamar 1971 yang telah memberi kebebasan kepada setiap warga untuk menentukan sendiri pilihan politiknya malah membuka peluang untuk terperangkap ke dalam formula: “Seiring bersimpang jalan.” Dengan demikian di lapangan ternyata sering terjadi gesekan sesama warga. Keputusan ini masih tetap dijadikan acuan Muhammadiyah selanjutnya selama puluhan tahun. Kecenderungan ini sebenarnya lebih menyangkut kepentingan pribadi jangka pendek warga yang terlibat. sekalipun tidak diakui terus terang. Malik Ahmad telah menjadi bahan pertimbangan penting oleh muktamar menghadapi perkisaran angin yang semakin sulit diperkirakan.336 Ujung Pandang 1971 yang memutuskan bahwa Muhammadiyah harus menjaga jarak yang sama dengan semua kekuatan politik.

M. Dalam berpolitik. Menurut tuturan R. maka dunia ini pasti terlihat gelap belaka. lambat atau cepat. kita akan sukar membedakan antara mereka yang percaya kepada wahyu dengan mereka yang telah membebaskan dirinya dari agama. jumlahnya tentu sedikit sekali. Khatib Kayo. Muhammadiyah dikatakan sudah hancur. tidak peduli siapa pelakunya.337 dewasa dan berlapang dada dibandingkan dengan yang lain. Ketua P. Jika itu yang digunakan. Warga Muhammadiyah sepanjang pengetahuanku tidaklah ada yang terlalu larut dalam godaan kekuasaan. Gesekan di lapangan pasti terjadi. Sumatera Barat sebagai hasil Musyawarah Sawahlunto awal Desember 2005. Jika dibuang. Tergantung kemudian. beragama atau ateis. Yang membedakan mereka yang beragama punya rujukan moral yang pasti. pasti sarat dengan intrik dan gesekan itu. tampaknya orang tidak boleh memakai parameter yang serba idealis. Kalau pun ada.W. dalam Muktamar Ujung Pandang Kasman Singadimedjo pernah berkata: . apakah acuan moral itu dipakai atau dibuang pada saat-saat kritikal. Ini fakta keras dalam sejarah. keras atau lunak. Politik di mana pun di muka bumi ini.B. Muhammadiyah terlalu besar untuk hanya dijadikan kuda tunggangan politik. dan akan tersingkir dari persyarikatan.

Muktamar Aceh semakin mendekat.” Dengan bergulirnya waktu. Itu sudah menjadi adat tak tertulis dalam budaya politik Indonesia sejak proklamasi. Persiapan secara finansial. Muhammadiyah dalam pertemuan dengan presiden itu tidak dipimpin oleh M.P. Tetapi gesekan politik antara M. Apalagi di kalangan tokoh Muhammadiyah ada satu dua yang Soehartois. Jika boleh kutambahkan: “Menjadikan Muhammadiyah sebagai tangga untuk naik dalam urusan-urusan duniawi. Salah-salah langkah bisa sangat menyulitkan. Kasman Singodimedjo yang sudah kenyang dengan asam garam politik sejak zaman penjajahan. bukan masalah besar. seperti kukatakan. Amien Rais dengan Soeharto harus dicermati betul menjelang muktamar. Akan menjadi sangat lucu di mata publik jika P. demi menjaga independensi Muhammadiyah. risikonya hanya satu: pasti menyesal pada akhirnya karena telah berkhianat terhadap kepribadian persyarikatan.” sebuah penegasan yang patut direnungkan. Muhammadiyah mau tidak mau harus menemui presiden sebelum muktamar. paham betul apa yang sengaja dilontarkannya secara terang-terangan itu. Amien .338 “Muhammadiyah tidak boleh dijadikan onderbouw (bawahan) atau oderdil partai politik.

dan dipimpin langsung oleh ketuanya Mohammad Amien Rais. kami semua dipanggil protokol untuk bertemu presiden di tempat yang telah ditentukan. sebab akan berhadapan dengan seorang penguasa yang kabarnya punya ilmu kebatinan yang tangguh.P. M. tetapi juga tidak boleh sombong. Komandan pertemuan dari . mengaku Muhammadiyah lagi. Amien Rais. Amien Rais berjalan paling depan menuju ruang pertemuan itu. Setelah menunggu beberapa saat di ruang tamu. Amien Rais selalu komatkamit. Aku melihat bibir M.P. Aku terus mengikuti perkembangan ini dari jarak yang sangat dekat sejalan dengan dekatnya hubunganku dengan M. Amien Rais yang sudah terlatih dalam budaya tauhid Muhammadiyah tentu tidak perlu terlalu risau. kemudian diikuti oleh yang lain. Demikianlah beberapa bulan menjelang muktamar P. yang lain berupaya bersikap biasa saja. Perasaanku ketika itu tidak ada gejolak yang berarti. entah apa yang dibacanya. Kami anggota P. Anda bisa membayangkan betapa “semaraknya” suasana ketika itu. M. Muhammadiyah lengkap pada suatu hari diterima Presiden Soeharto di Istana Negara.339 Rais. sebab tokh kita hanya akan berhadapan dengan seorang anak manusia yang kebetulan jadi presiden.

Maka sejurus kemudian berlangsunglah pembicaraan antara Rais dan Soeharto. Bantuan akan diguyurkan setengah milyar. suatu birokrasi yang sarat dengan upeti. Apalagi aku yang sudah diajar Muhammadiyah untuk tidak takut kepada sesuatu selain Allah. Dengan iklim semacam ini. Maka sekarang bereslah segalanya. Amien Rais tak perlu komat-kamit lagi. Ilmu . ingin tetap bersikap sebagai manusia merdeka berhadapan dengan siapa pun. Bukan karena keleledoran Soeharto. M. Amien Rais. hari itu dengan memohon kesediaan presiden membuka muktamar. ternyata Presiden Soeharto mengabulkan semua permohonan ini. Amien Rais menjelaskan maksud kedatangan P. Missinya berhasil hampir tanpa rintangan. M. diharapkan Muktamar Aceh akan berjalan mulus pada saatnya.P. Jadi tidak perlu persiapan mental yang serba ekstra dari diriku.340 pihak Muhammadiyah adalah M. sekalipun yang sampai kepada panitia kabarnya kurang dari jumlah itu. bukan aku. Permohonan lain (ini biasa kita lakukan) ialah minta bantuan presiden untuk meringankan beban panitia muktamar yang akan digelar dalam tempo dekat. tetapi itulah wajah birokrasi Indonesia sampai hari ini. Kendala politik telah teratasi. Seperti yang diharapkan dari awal.

Amien Rais terus melaju dengan agendaagendanya.P. adalah persoalan adaptasi belaka. Tetapi ada sebuah catatan kaki yang tidak boleh dibiarkan berlalu begitu saja dalam masalah “persaingan” kepemimpinan yang segera akan muncul. aman-aman saja. sekalipun kita tahu persis pihak istana sudah sejak sekitar dua tahun menjadi gerah karena sikapsikap politik Ketua P. itu. Amien Rais. Ada sementara kader . semua yang tampak di permukaan seakan-akan tidak ada persoalan antara M. sekalipun dirasakan oleh sebagian pimpinan tidak sederhana. Tetapi apakah semuanya sudah mulus? Benar. Tetapi semua ini adalah pengalaman penting bagi persyarikatan untuk memberi bobot tambahan yang lebih menyeluruh terhadap missi da’wahnya dalam formula “amar ma’ruf nahi munkar”. muktamar. Muktamar Aceh relatif berjalan tenang.341 kebatinan Soeharto luluh berhadapan dengan kekuatan tauhid M. Amien Rais dengan Soeharto. M. baik dalam tanwir. Amien Rais memang terasa sekali. Adapun banyak rangkaian gerbong persyarikatan belum tentu siap untuk mengangkut tugas akibat perubahan orientasi yang radikal itu. Muatan politik di lingkungan Muhammadiyah di bawah nakoda M. maupun setelah terpilih jadi ketua dalam muktamar.

posisi Muhammadiyah menjadi sedikit aman. tetapi sikap oposisi keras partai ini kepada rezim Soekarno telah membuatnya memisahkan diri. Thohari. Hajriyanto Y. Prodjokusumo untuk dicalonkan menjadi Ketua P. Muljadi pernah memimpin Masyumi Jawa Tengah. Muljadi sering dipuji Bung Karno. Lukman Harun. Bahkan pernah menjadi menteri dalam kabinet di era itu. karena persyarikatan ini memang memerlukan payung pelindung dari kekuasaan. di medan muktamar. Inilah . Din Sjamsuddin. demi kelangsungan amalusahanya yang sekian banyak. a. Hampir seluruh hidupnya telah dibaktikan untuk persyarikatan. tak seorang pun yang meragukan.l. dan para pendukungnya yang berupaya mengusung tokoh sepuh Jenderal H. Karena sikap politiknya yang sangat akomodatif. Keduanya bahkan saling memuji. tokoh penting Muhammadiyah sejak zaman penjajahan sampai wafatnya. sekalipun tudingan dari kekuatan kiri sebagai antek Masyumi tetap saja berjalan. Hubungannya dengan Muhammadiyah tidaklah putus. Dia adalah menantu Muljadi Djojomartono.P.342 Muhammadiyah. Selain itu Muljadi sangat dekat dengan Presiden Soekarno.S. Tentang kesetiaan jenderal pensiun ini terhadap Muhammadiyah. Dengan adanya Muljadi dalam pemerintahan.

Amien Rais. gesekan ala Muhammadiyah.M. tidak menjurus kepada permusuhan abadi. dicoba diusung juga. Djazman alKindi. Ya. kawan dan lawan sering tidak berumur panjang. tak berubah.343 politik. Jenderal Prodjo sebenarnya secara fisik sudah kurang sehat. sampai . Untuk itu aku mohon dimaafkan. Dalam gesek menggesek ini. sahabat lamaku yang pernah sangat dekat denganku sampai tahun 1993. Amien Rais yang juga berseberang jalan dengan alm.” Begitu kokoh dan eratnya hubungan itu. persahabatanku dengan pendiri I. Aku yang mengusung M. betapa pun korup dan otoritariannya tidak selalu mudah bagi Muhammadiyah. Amien Rais untuk menjadi nahkoda. Aku akui pada tahun-tahun itu seakan-akan ada formula ini: “Lawan Amien Rais seolah-olah telah menjadi lawanku. terpaksa sedikit bergesekan dengan Lukman dan Din di arena muktamar. Lukman.M. Tidak putusnya hubungan Muhammadiyah dengan Muljadi semakin memperkuat apa yang kukatakan di atas bahwa untuk membangun sikap oposisi total terhadap penguasa. ini tetap utuh. Tetapi bukan terhadap semua orang. aku mungkin telah bersikap kurang arif ketika itu. Telah ke luar dari mulutku perkataan yang menyinggung perasaan alm. tetapi untuk membendung M. M.

Amien Rais sering disampaikan kepadaku. Amien Rais dalam Muhammadiyah. apa sulitnya bagiku untuk mendaki ke . Aku dalam persoalan ini boleh dinilai sebagai “konservatif”. Lukman adalah sahabatku dan juga sahabat M. aku tak pernah mengurus ranting dan cabang secara langsung. tidak kurang tajam menyerangku sebagai seorang yang terlalu cepat naik ke puncak. tetapi itulah caraku memandang politik. Amien Rais. yaitu sikap politiknya yang mudah ganti kendaraan. Amien Rais memang sudah agak lama bersilang jalan karena politik dan faktor lain. Lukman. padahal dia tahu bahwa aku adalah teman M.344 dia wafat. katanya. bukan? Tetapi ada alasan lain mengapa aku tidak selalu sejalan dengan Lukman. Lukman dan M. (ini masih nalar). Betul. padahal tidak pernah menjadi pengurus ranting atau cabang. Namun di atas itu semua. lalu terakhir bergabung dengan Golkar (Partai Golongan Karya). Pokoknya ada yang lucu-lucu juga dalam Muhammadiyah.P.P. kendaraan politik ORBA. sang politikus. Berbagai pandangannya tentang M. tetapi sebagai alumnus Madrasah Mu’allimin Lintau dan Jogjakarta. Dari Parmusi ke P. Begitu juga antara Lukman dan Djazman yang sudah sejak lama susah untuk berlayar dalam satu biduk.

Berbulanbulan setelah itu masih banyak mulut Muhammadiyah yang mengulang-ulang pujian itu. Semua orang Muhammadiyah paham ini. Itu bukan watak dan tabiatku. Hebat bukan? Pak Harto berpuisi. kalau warga menginginkan. berbunyi: “Tanpa tedeng alingaling. Muhammadiyah dipuji. karena aku tahu secara diam-diam warga Muhammadiyah telah menjadi tim suksesku secara sukarela. presiden berucap. Tetapi ada yang di luar kebiasaan. Biasa.” Mungkin tidak persis demikian. Yang jelas aku tidak pernah membuat rekayasa atau manuver dalam bentuk apa pun agar dipilih dalam muktamar. kirakira a. Ada bibit yang menjadi presiden. Ucapan inilah kemudian yang disebarkan setelah dicetak bagus di berbagai daerah oleh warga .l. Mungkin dari sisi inilah aku lebih baik tidak memasuki partai politik yang selalu ramai dengan tim-tim sukses yang saling berebut menjual barang dagangannya dengan retorika yang kadang-kadang sangat murahan. Di luar teks pidato. Bukanlah caraku untuk bergerak ke atas dengan membentuk tim-tim sukses agar menang. Muktamar Aceh akhirnya dibuka Presiden Soeharto. Muktamar gaduh dalam kesenangan.345 puncak. aku adalah bibit Muhammadiyah yang ditanam di bumi Indonesia. tetapi intinya begitu.

Amien Rais terpilih dengan suara terbanyak. Inilah dunia. tetapi Muktamar Aceh berjalan relatif lancar. selisih satu suara dengan Pak Sutrisno Muhdam. urutan nomor 10 setelah lima tahun ditinggalkannya sejak Muktamar Jogja tahun 1990. Dalam perjalanan waktu beberapa tahun kemudian. tetapi bertujuan untuk lebih mengamankan posisi Muhammadiyah di mata penguasa setempat.346 Muhammadiyah. bibit pertama jatuh dari kekuasaan secara dramatis. bibit yang kedua kalah dalam pemilihan presiden Juli 2004 dengan segala kenangan yang berwarna-warni. sekalipun di panggung bangsa dia sedang dilawan oleh bibit yang lain. Jadi ada “pertempuran” antara bibit dengan bibit. akhirnya masuk pula dalam pencalonan. M. yang berada pada urutan kedua. Bukan karena latah tentunya.P. Lukman pun setelah melalui pemungutan suara ulangan di tanwir karena urutan namanya berada di ujung. . dan kemudian terpilih menjadi anggota P. Pejabat mana yang berani berhadapan dengan Pak Harto sebagai bibit Muhammadiyah. Aku sendiri masuk nomor tiga. Menarik dan menegangkan. Mereka merasa mendapatkan perlindungan yang lebih kuat dalam situasi politik yang serba bercorak “daulat tuanku” itu.

Rosjad Sholeh (874). Pada waktu pemungutan suara aku tidak memilih diri sendiri sehingga yang kuperoleh kurang . Amien Rais (1245). Lukman Harun (660). Sutrisno Muhdam (1048). A. Bagiku. betapa pun terdidiknya mereka. A. Jika pada Muktamar Jogja.P. Watik Pratiknya (886). Ahmad Syafii Maarif (1047). Kalaulah sekarang Bung Lukman masih hidup. Rusjdi Hamka (624). M. Asjmuni Abdurrahman (802). komentarkomentar model ini adalah intermezo belaka sebagai bagian yang memperkaya proses titik kisar di perjalanan hidupku. Tidak ada gunanya melanggengkan formula “seiring bersimpang jalan.” sekalipun dalam kenyataan pergaulan manusia tidak selalu mudah.347 sebagaimana akan terlihat dalam daftar di bawah. di Aceh aku sedang bergerak ke pucuk secara alamiah. sekalipun masih kurang layak di mata Bung Lukman karena tidak pernah memimpin ranting dan cabang. Muchlas Abror (730). Muhammadiyah dengan urutan suara sebagai berikut: M. M. Mukatamar Aceh telah memilih 13 anggota P. aku akan mendatanginya untuk rekonsiliasi permanen. serumah berlain rasa. Yahya A. Anhar Burhanuddin (628). Ramli Thaha (852). aku berada pada nomor bontot kedua. Sukriyanto (589). Muhaimin (866).

Korban sesama anak bangsa tetap saja berjatuhan tanpa henti. Muchlas Abror. sebab pengamanan sangat ketat. Tetapi pada tahun 1995 itu.M.R. Amien Rais. masih saling menyalak. Sukriyanto A.348 satu di bawah Sutrisno Muhdam. Apakah pernah Muhammadiyah tidak berani? Berani yang dibungkus dalam kesopanan sering dibaca orang sebagai pengecut . dan T. aku telah melompati sembilan nama. Rosjad Sholeh. Sekretaris: M. Wakil Ketua: Sutrisno Muhdam. Bendahara: Anhar Burhanuddin. ditetapkan tujuh anggota yang menjadi pengurus harian sebagai berikut: Ketua: M. Di antara mereka ada yang sudah puluhan tahun mengurus PP Muhammadiyah. Memang selama muktamar berlangsung.I.A. hampir tidak ada gangguan yang berarti. Wakil Ketua: Ahmad Syafii Maarif. Sebenarnya salah satu alasan mengapa muktamar diadakan di Aceh adalah untuk menunjukkan kepada dunia bahwa propinsi itu cukup aman. Bendahara: M. Dari sisi ini. muktamar di kawasan tak aman itu adalah sebuah keberanian yang luar biasa.N. Tetapi dibandingkan dengan Muktamar Jogjakarta. Peluru dari G. Sekretaris: A. Dari 13 nama itu. Muktamar Muhammadiyah adalah di antara test-casenya. situasi yang sebenarnya di lapangan adalah bahwa Aceh jauh dari aman.

Djohan telah bekerja maksimal untuk mensukseskan Muktamar Aceh. Sikap Muhammadiyah memang lentur berhadapan dengan fluktuasi politik karena mengingat kondisi lapangan seperti tersebut di atas. Amat disesali. T. Ini saja sudah menunjukkan bahwa pengamanan muktamar harus ekstra ketat. Ingat ketua panitia lokal adalah seorang jenderal Angkatan Darat yang sekaligus ketua Golkar propinsi Aceh. Banda Aceh. opsi merdeka untuk Aceh tidak realistik. Di mata kebanyakan warga Muhammadiyah. Di atas itu semua. bukan partai. Muhammadiyah adalah gerakan da’wah.349 dalam kemasan berani. Alasan lain berupa harapan agar muktamar itu akan dapat memberi suntikan dan dorongan kepada warga Muhammadiyah setempat untuk bangkit dalam kerangka sebuah Indonesia yang utuh. dan karena itu Muhammadiyah berutang budi kepadanya. tetapi diakui bahwa Jakarta . Terserah sajalah segala penilaian itu. Tentu tragedi maut ini tidak ada hubungannya dengan peran Jenderal Djohan dalam penyelenggaraan Muktamar Muhammadiyah ke-43 di ibu kota propinsi bergolak itu. beberapa tahun yang lalu jenderal ini ditembak mati oleh kekuatan gelap tidak jauh dari masjid raya Baiturrahman.

Sementara engkau sendiri Menderita dan menjerit. bumimu mengandung kekayaan minyak.350 telah memperlakukan propinsi secara tidak adil selama bertahun-tahun. tembaga. sebagaimana terbaca dalam puisi yang kutulis sembilan tahun pasca muktamar pada saat Aceh dihantam gempa dan tsunami dahsyat pada 26 Desember 2004. sebagai wujud dari harga diri . emas. Sebagai pencinta Aceh. Itulah bagian-bagian human interest dari panggung Muktamar Aceh yang digelar dengan meriah. dari sisi sejarah. Mereka telah menyerahkan segala yang terbaik untuk membela kehormatan dan martabat manusia. Sampai hari ini. engkau adalah bumi pahlawan. beberapa hari pasca tsunami. kayu. dan ketua terpilih kemudian juga seorang bibit lain yang lebih autentik sedang berseberangan jalan dengan bibit pertama. dan mungkin yang lain. dibuka oleh bibit. Aceh. Sebagian telah dikuras untuk engkau berikan kepada Indonesia secara paksa atau suka rela. aku menulis puisi historis untuk menunjukkan duka yang teramat dalam pada bait-bait berikut: Aceh: Mengapa Harus Dihukum? Aceh. laki-laki dan perempuan.

Sebagian besar rakyatmu . demi kemerdekaan yang telah engkau perjuangkan dalam rentang waktu berbilang musim. engkau kembali melawan. Aceh. Aceh. karena engkau pantang dijajah. Engkau bela republik dengan darah. pada tahun 1950-an. Pada 1942 si kafe pontang-panting dihalau Jepang. untuk kemudian berdamai. engkau berontak karena merasakan dilecehkan Jakarta.351 untuk melawan si kafe dan kezaliman. di masa revolusi kemerdekaan. engkau adalah wilayah yang tersingkat dijajah Belanda. tapi hanya 30 tahun. Aceh. Perang saudara berlangsung selama beberapa tahun. Perang Aceh berakhir pada 1912. engkau sumbang Indonesia dengan harta untuk beli pesawat. dengan sisa-sisa kekuatanmu yang terpecah dan terbelah. Sejak itulah engkau resmi dijajah. juga dari sisi sejarah. engkau kembali menunjukkan keperkasaanmu. Belanda sangat takut kepadamu. dengan meninggalkan korban dan dendam. Tapi tidak bertahan lama. Tanahmu lepas dari Belanda.

alam tiba-tiba mengamuk dengan garang. 4 . Tanpa dinyana. Dunia berduka dan terluka.352 ingin tetap bersama Indonesia. karena engkau turut mendirikannya. berserakan di mana-mana. sebagian wilayahmu menjadi rata dengan bumi. Aceh. luka-luka tubuhmu masih memancarkan darah segar. 1 Jan. Sekitar 200.000 rakyatmu menjadi mayat sebagai syuhada’. tanpa ada tanda-tanda. Allahu ‘alam! Jogja. perih sekali! Sebuah pertanyaan tetap saja tak terjawab: mengapa Aceh harus dihukum? Bukankah ia telah berkorban dan berkorban untuk kepentingan Indonesia? Sebuah rahasia yang belum dibukakan Langit kepada kita semua. perang saudara belum usai. karena sudah kering. 2005 Puisi ini dimuat pertama kali sebagai “Resonansi” dalam harian Republika. Indonesia meratap tanpa air mata. Akibat gesekan lempeng bumi. akibat kemurkaan alam. lahirlah gempa dan tsunami yang meluluhlantakkan tubu dan jiwamu. sekalipun telah dianiaya.

tempat Muktamar Muhammadiyah ke-43 digelar dengan meriah. 131132. dan alhamdulillah berhasil. selamat Indonesia. Melalui perundingan Helshinki 10 tahun kemudian antara Jakarta dan G. kemudian dimuat lagi dalam kumpulan tulisanku. Tanah Rencong. 2005. Menerobos Kemelut: Refleksi Cendekiawan Muslim. Selamat Bumi Rencong. Jusuf Kalla sebagai Wakil Presiden telah diberi tugas oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah berbuat maksimal untuk merampungkan tragedi Aceh. Itulah Aceh. darah sudah tak tertumpah lagi. hlm. halaman 12. dan Husni Amriyanto Putra. Jakarta harus lebih arif . Anton Syafriuni. biarlah berlalu. (Gerakan Aceh Merdeka) pada Agustus 2005. Tanah Pahlawan. Allah maha tahu segala akibat perkara.353 Januari 2005. Yang berlalu. Luka-luka sengketa sesama anak bangsa lambat laun akan sembuh secara alamiah. dengan penyunting Hery Sucipto.A. jangan diulang lagi. Jakarta: Grafindo. sesuatu yang lama kurindukan agar menjadi kenyataan. akhirnya Bumi Rencong berdamai sudah. sembilan tahun sebelum diserang gempa dan tsunami yang menyebabkan kita semua bertanya: mengapa Aceh harus dihukum? Sebuah pertanyaan yang tak mungkin dijawab manusia.M. Mari kita saling memaafkan.

Sebagai warga Muhammadiyah aku harus berterima kasih kepada Bumi Rencong yang telah menjaga jalannya Muktamar Aceh 1995 dengan aman. muktamar bisa berlangsung tanpa gangguan di bumi sengketa tahun 1995 itu.354 menghadapi daerah yang terlalu lama dianaktirikan sebagai ciri utama dari politik sentralistik a-moral yang dipraktikkan sekian lama.. sekalipun saat itu belum ada perdamaian antara Jakarta dan G. dan berhasil.A. tidak terkecuali di Banda Aceh. seperti tersebut di atas. Semoga arwahnya diterima Allah dan ditempatkan pada tempat terhormat sesuai dengan amalbaktinya semasa hidup di dunia. Imam Syuja’ adalah Ketua Wilayah Muhammadiyah saat muktamar berlangsung dan masih dijabatnya sampai . Amat disayangkan beberapa waktu kemudian jenderal yang berjasa ini telah ditembak mati oleh kekuatan gelap di Banda Aceh. Peluru masih mendesing di manamana. Peranan Jenderal Tengku Djohan sebagai ketua panitia lokal muktamar sangat penting dan menentukan keberhasilan perhelatan Muhammadiyah itu. damai. Tentu dengan pengamanan ekstra ketat dari aparat di bawah pengarahan Jenderal Djohan.M. dibantu oleh bagian keamanan Muhammadiyah. Maka adalah sebuah rahmat Allah.

disusul oleh majelis. sementara G. Benturan antara dua kutup ini harus dibayar dengan harga mahal sekali. badan. aku ditempatkan sebagai salah seorang wakil ketua di samping Sutrisno Muhdam. yaitu terwujudnya perdamaian setelah perang saudara bertahun-tahun. Jakarta selalu saja memandang Aceh dari kaca mata negara kesatuan. semula samasama keras kepala. tetapi di balik itu ada saja segi positifnya. Di bawah komandan Rais P..M.. Ali Yafie. di samping teman-teman Aceh yang tinggal di Jakarta. Posisi M. dan lembaga. Tsunami memang merupakan kiamat kecil.A.N. Kembali ke Muhammadiyah. menuntut keadilan.M. Di Jakarta aku sendiri juga turut membicarakan penyelesaian masalah Aceh ini bersama Ali Alatas. Nurcholish Madjid.P. Untuk ketuanya aku .A. Surjadi Sudirdja. Jakarta dan G.355 tahun 2005.P.A. Amien Rais setelah Muktamar Aceh semakin kokoh. karena masing-masing pihak. Syuja’ kemudian menjadi politikus sebagai anggota parlemen di Jakarta dari P. yang baru dipilih ini segera menyusun pengurus lengkap. Segera disusun pengurus lengkap P. Ada sebuah perkembangan baru pada Majelis Tarjih dengan tambahan tugasnya menjadi Majelis Tarjih dan Pengembangan Pemikiran Islam.

Dengan Amin Abdullah diharapkan majelis ini tidak hanya membicarakan masalah-masalah hukum agama. tetapi juga akan meluas ke kawasan pemikiran Islam. majelis ini telah melakukan terobosan-terobosan. Usul ini disetujui rapat pimpinan.I. sesuai dengan nama baru yang disandangnya.N. di antaranya melalui diterbitkannya buku Tafsir Tamatik yang cukup penting. Majelis Tarjih sekalipun diprotes. P. Muhammadiyah hasil Muktamar Malang 2005 mengubah lagi nama Majelis Tarjih menjadi Majelis Tarjih dan Tajdid. buku ini tetap saja beredar sampai sekarang. Aku menyayangkan bahwa sesuatu yang tidak terlalu elok telah berlaku belakangan. karena dinilai telah berangkat terlalu jauh dalam penafsiran alQur’an.356 usulkan Dr. Rupanya di kalangan sebagian warga persyarikatan istilah pengembangan pemikiran dinilai berbahaya bagi Muhammadiyah. Amin Abdullah dari Fakultas Ushuluddin I. Di bawah kepemimpinan Abdullah.A. M. Dikhawatirkan berbagai .P. Tetapi kekuatan konservatif dalam Muhammadiyah ternyata tidak menyukai buku ini. Bagiku munculnya buku ini sangat strategis dalam upaya memberikan dimensi intelektual kepada warga yang selama ini terasa lemah sekali. bukan dari Fakultas Syari’ah seperti biasanya. Sunankalijaga.

Muhammadiyah akan lengang dari otak-otak kreatif di tengahtengah gelombang pertarungan pemikiran yang semakin sengit dan dahsyat. sementara tidak semua mereka memiliki saringan yang kuat. juga di bumi Muslim. Pertanyaan yang muncul dalam hatiku adalah: apa sebenarnya yang dicemaskan terhadap pemikiran baru yang lebih segar . suatu gagasan yang sudah kulontarkan sejak tahun 1985. Pemikiran di dunia ini tidak pernah statis. Ini akan sangat merugikan warga jika Muhammadiyah memang punya keinginan untuk juga tampil sebagai gerakan ilmu. Bagiku kekhawatiran ini berlebihan. Kepada anak-anak muda yang gelisah terhadap gejala konservatisme ini. sebab salah satu akibatnya adalah otakotak cerdas dan kreatif tetapi tetap beriman akan merasa sesak nafas dalam lingkungan Muhammadiyah.357 aliran pemikiran akan merambat ke dalam lingkungan warga. karena berbahaya bagi kemajuan berpikir. Sebab bila hal itu terjadi. aku selalu mengingatkan agar mereka jangan sampai hengkang dari Muhammadiyah. Dari sudut pandangan ini mungkin benar. Tetapi mengapa tidak dipertimbangkan dari dimensi lain untuk merangsang kegiatan intelektual di kalangan warga.

atau semakin beriman. Selama sebagian warga Muhammadiyah hanya berkutat di lingkungan yang sempit. Pendukung kekuatan pertama seperti sangat beriman. selama itu pulalah mereka tidak akan kenal cara berpikir pihak lain. dan siapa saja. Ahmad Dahlan. liberal. Pendiri Muhammadiyah. sepanjang pengetahuanku adalah sosok yang tidak pernah gamang berhadapan dengan siapa saja. Bagiku konservatisme dan sekularisme dalam kenyataan tidak banyak bedanya. sementara alQur’an sendiri telah menantang manusia untuk beriman atau tidak beriman dengan risikonya masing-masing. Kristen. Mari sama kita ikuti apakah mereka akan menjadi semakin sekuler. tetapi agama tidak . Mengapa kemudian sebagian warga Muhammadiyah tidak percaya diri? Jawabannya hanya tunggal: kurang bacaan! Inilah salah satu sebab mengapa Muhammadiyah dinilai sebagian pengamat sebagai gerakan yang gersang dari kerjakerja intelektual.358 selama masih dikawal oleh koridor Kitab Suci? Apa yang ditakutkan. sekalipun dengan perkembangan terakhir penilaian semacam itu sudah tidak benar. Belakangan anakanak muda persyarikatan telah tampil ke gelanggang intektualisme Indonesia. Bahkan dia bergaul kaum komunis.

dan Aku Dengan sub judul ini. Muhammadiyah. getaran kuatnya sangat dirasakan oleh warga persyarikatan. berkat . D. Mereka tidak punya poin lagi yang dapat ditawarkan untuk mengarahkan perubahan itu sebagaimana dituntut oleh wahyu. bukanlah maksudku untuk menunjukkan bahwa aku orang penting. Semua teman tahu.359 disentuhkan dengan masalah-masalah kemanusiaan yang semakin akut dari tahun ke tahun akibat perubahan sosial yang kencang. sebab menonjolkan diri bukanlah watakku. Ia dikepung oleh berbagai kekuatan yang saling bersaing karena potensi bahan bakar yang tersimpan di buminya. Beberapa tulisanku yang sudah diterbitkan banyak menyinggung persoalan-persoalan fundamental yang tengah dihadapi dunia modern yang sekuler-ateistik. Habibie. Sebaliknya kaum sekuler hanya mau menempuh jalan pintas saja dengan membuang secara kasar apa saja yang berbau agama dan nilai-nilai kenabian sebagai sumber satu-satunya dari keamanan ontologi. Yang hendak kututurkan pada bagian ini adalah bahwa dengan kejatuhan ORBA yang dipimpin oleh “bibit” Muhammadiyah. Keruntuhan Rezim. di samping menyoroti dunia Muslim yang tak berdaya. Sama sekali tidak.

aku berharap tidak ada yang salah tafsir terhadap judul bagian ini. Jadi mohon dimaklumi anak didik Muhammadiyah ini telah memilih jalan seperti itu secara sadar. tuduhan-tuduhan yang sering dialamatkan kepadaku sebagai orang sekuler didikan Barat. Dengan keterangan ini. Aku adalah anak kampung. Jaminan seorang menteri keuangan yang menegaskan bahwa Indonesia tidak perlu cemas dengan . itu adalah karena Muhammadiyah telah mengajarku untuk menjadi manusia merdeka yang berani. dalam tempo hanya beberapa bulan Indonesia diterjangnya dengan pukulan yang lebih dahsyat. dan tetap anak kampung. Amien Rais. Dipicu oleh krisis moneter pada 1997 yang semula menghantam Thailand. Aku tak peduli lagi.360 M. Sedangkan aku sebagai sebuah skrup kecil dalam Muhammadiyah juga sangat diusik oleh getaran itu. Tidak ada yang perlu ditakuti kecuali Yang Tunggal. biarlah sejarah pada akhirnya yang akan memberi keputusan tentang siapa yang sekuler sesungguhnya. Dengan keterangan ini. Adapun pikiranku telah menerawang jauh memasuki berbagai arus peradaban. Amien Rais sejak 1993 akan perlunya sebuah suksesi kekuasaan di Indonesia setelah rentang waktu lima tahun akhirnya menjadi kenyataan. Apa yang digulirkan M.

Dikatakan bahwa fundamental ekonomi Indonesia cukup kuat ternyata tidak didukung oleh data empirik. sebab Indonesia sudah dalam tawanannya.M. Presiden Soeharto gelagapan.F.F. Akan ke luar.M. Dengan ekonomi yang compangcamping. Pernyataan Mahathir di bawah ini menjelaskan dengan sangat terang siapa I. itu. susahnya bukan main. pemerintah harus meminjam dari I. tetapi pinjaman itu hanyalah akan diberikan jika pemerintah menyerahkan manajemen ekonomi kepada I. tetapi tak satu pun yang mujarab. dan mengizinkan para bangsawan kulit putih asing untuk mengambil bank-bank dan perusahaan- . I.M. Akhirnya Presiden Soeharto yang “bibit” ini menyerah. Mahathir Mohamad dari Malaysia justeru melawan badan keuangan dunia yang dikuasai Amerika ini.M. Berbeda dengan sikap yang diambil pemerintah Indonesia yang membungkuk kepada I.. Resep terus diberikan.361 krisis yang melanda adalah jaminan yang rapuh.M. (International Monetary Fund) segera menawarkan “jasa baiknya” kepada pemerintah. Maka jadilah Indonesia kemudian masuk dalam perangkap kapitalisme yang bernama I.F.F..M. Tidak punya dasar.F. Dalam keadaan bingung. tawaran itu diterima. itu.F.

Indonesia ketika itu adalah salah satu negara yang nafasnya sedang kembang-kempis. Mahathir bahkan mengatakan bahwa I.M. Dalam perspektif ini Mahathir adalah pahlawan. hlm.362 perusahaan lokal yang lagi jatuh nilainya.F. Ekor dari kebijakan ekonomi yang memalukan ini masih cukup panjang untuk diselesaikan Indonesia yang lagi kepayahan itu. penjaga kedaulatan ekonomi negaranya. Mahathir Mohamad. Aku yang tidak begitu paham masalah keuangan. ibid.F. hlm.M. Subang Jaya: Pelanduk Publications. Globalisation and the New Realities.. 122). (Lih. (Lih. tetapi tetap menghisap darah orang yang sedang sekarat. campur tangan asing yang terlalu jauh terhadap masalah domestik suatu negara tidak lain dari pada bentuk neo-imperialisme yang berlagak dermawan. dan badanbadan keuangan dunia lainnya sebagai predators (pemangsa). untuk dibantai. 15). 2202. suatu penegasan yang berani sekali. . Amat disesalkan para ekonom ORBA telah kehilangan kapekaan patriotiknya dengan menyerahkan leher bangsa RI kepada I. Malaysia yang jumlah penduduknya hanya sepersepuluh Indonesia ternyata masih punya harga diri untuk menjaga kedaulatannya sebagai negara merdeka.

Yang aku gagal memahami adalah sikap M.363 Pada tanggal 21 Mei 1998. Habibie yang sedang menjabat Wakil Presiden ketika itu. Sebagai wakil ketua aku segera terbang. Dalam situasi yang sangat kritikal itu. Muhammadiyah di bawah nahkoda M. Mondar-mandir antara Gedung Muhammadiyah Menteng Raya dengan kediaman Dirjen Bimbaga Islam A. Dia menyerahkan kekuasaannya kepada B. Amien Rais yang terlalu kritikal terhadap Habibie setelah beberapa bulan menjadi presiden. Amien Raislah Muhammadiyah secara tidak langsung telah terlibat dalam pusaran politik bangsa dalam bilangan bulan. hari naas bagi Soeharto berlakulah sudah. tetapi penglihatanku terhadap apa yang sedang terjadi tidak cukup tajam. Dua tokoh yang semula begitu akrab. Malik Fadjar di Jalan Indramayu. Aku ingat betul pada tanggal 19 Mei M. karena faktor M. Amien Rais memintaku segera ke Jakarta untuk membantunya membaca peta perkembangan politik.J. Fadjar adalah Rektor Universitas Muhammadiyah Malang merangkap Universitas Muhammadiyah Surakarta sebelum diangkat menjadi dirjen. M. Amien Rais sangat proaktif dalam menggumuli perubahan cepat yang sedang terjadi antara tanggal 19-21 Mei itu. Amien Rais bukan main sibuknya. .

hubungannya dari hari ke hari semakin memburuk dan renggang. Hubunganku dengan M. Amien Rais adalah sesuatu yang aneh. Komukasi antar keduanya mulai tidak lancar sebagai pertanda bahwa kongsi mereka telah hampir buyar. Amien Rais tidak mengaharapkan apa-apa dari Adi. sekalipun beberapa catatan kaki telah kumiliki. Amien Rais di P. Masuknya Adi Sasono dan Malik Fadjar menjadi menteri tidak lepas dari peran M. Aku sangat menyayangkan mengapa hal itu harus terjadi. kecuali hubungan baik. Muhammadiyah agar ia benar-benar diperjuangkan menjadi menteri koperasi dalam kabinet. Pada waktu Habibie membentuk kabinet. Amien Rais pada waktu itu masih terjaga baik. Maka semakin mengertilah aku bahwa kekuasaan itu sering membutakan dan memekakkan manusia. sikapnya semakin dingin terhadap M.364 karena berdasarkan kalkulasi politik masing-masing. Amien Rais. Saya rasa M. Aku masih ingat betul sewaktu Adi Sasono datang menemui M. Amien Rais cukup besar untuk membantu teman-teman yang punya selera politik tinggi.P. peran M. Aku banyak belajar pada tahuntahun transisi yang menegangkan itu. Malik Fadjar tetap menjaga hubungan baik . Adapun kemudian setelah Adi jadi menteri. Aku hanya membantu di sana-sini bila diperlukan.

Rupiah yang terjun bebas berhadapan dengan dolar Amerika berbanding 1:15 ($1=Rp. hlm. (Kabinet Reformasi Pembangunan). Pada 22 Mei 1998 Habibie membentuk kabinet yang diberi nama K. di bawah ini direkamkan lagi secara lengkap pendapat itu: . Ini prestasi yang luar biasa dari seorang presiden untuk menolong sebuah negeri yang sedang sekarat. sekalipun belakangan mengalami fluktuasi yang agak dramatis. Inflasi yang telah mencapai titik puncak yang sangat berbahaya. khususnya kaum elit dan para mahasiswa. termasuk dengan M. 15. secara berangsur tetapi pasti ditekan demikian rupa. Kran demokrasi dibukanya untuk memenuhi tuntutan masyarakat. tidak sulit bagi Habibie mengajak negara-negara lain untuk membangun kembali Indonesia yang sedang terpuruk.P. terutama dengan Eropa. Amien Rais.7). Habibie berhasil. 6. Sebagai seorang tokoh yang punya hubungan international luas. Untuk mengingat kembali apa yang kukatakan tentang proses itu. Aku yang sedikit tahu tentang proses pembentukan kabinet ini pada 24 Mei menulis sebuah tanggapan yang dimuat dalam Harian Republika tanggal 3 Juni 1998.365 dengan banyak orang.R.000) dalam beberapa bulan turun menjadi 1: 6.

Orde Baru yang disimbolkan mantan Presiden Soeharto telah tumbang sewaktu beliau menyerahkan kekuasaannya pada 21 Mei kepada wakilnya B.J. yang ketiga. umur kabinet terpendek sepanjang sejarah Orba. Jika KRP gagal mengatasi krisis dalam tempo yang singkat boleh jadi akan bernasib sama dengan kabinet yang digantikannya. Di dalamnya berkumpul kekuatan reformasi dan kekuatan antireformasi. Ini tantangan terberat bagi Habibie. Habibie yang kemudian dilantik menjadi presiden R. Krisis politik sedang berada di puncaknya dan Indonesia tengah memasuki babak baru dalam sejarah nasionalnya setelah sebelumnya ratusan anak bangsa mati tertembak dan terbakar sebagai tumbal reformasi yang dipekikkan mahasiswa Indonesia yang perkasa. Pada 22 Mei Presiden Habibie mengumumkan nama-nama menteri kabinet baru dengan nama KRP (Kabinet Reformasi Pembangunan) menggantikan Kabinet Reformasi yang hanya berusia dua bulan lebih sedikit.366 Minggu ketiga bulan Mei 1998 benarbenar merupakan hari-hari bersejarah yang sangat kritikal.I. Habibie tampaknya tidak . apalagi kabinet ini adalah kabinet gado-gado.

367 cukup punya daya untuk membentuk kabinet yang sepenuhnya proreformasi.H. Keterkaitannya dengan mantan Presiden Soeharto selama lebih seperempat abad menyulitkan dirinya untuk mengambil posisi yang tegas dan mantap. Bahwa Habibie seorang jujur. lugu. dua syarat perlu dipenuhi oleh para asisten: loyal tetapi kritikal. Tetapi politik tidak semudah yang kita bayangkan. posisinya secara moral dan politik akan jauh lebih kuat. Sekiranya Habibie berani banting stir setelah mendapat pelimpahan kekuasaan dengan membentuk sebuah kabinet reformis. Menurut A. Sebagian asistennya barangkali lebih banyak memikirkan posisi birokrasinya masing-masing tinimbang didorong oleh pertimbangan kepentingan bangsa. dan selalu punya sangka baik kepada setiap manusia. tak seorang pun yang meragukan. Di sinilah terletak . Seharusnya menurut saran saya. Ini dilema terbesar baginya. Atau mungkin juga Habibie memang tidak punya asisten reformis yang piawai yang siap memberikan masukan kepadanya secara pas dan demi kepentingan bangsa secara keseluruhan. salah satu kelemahan Habibie adalah tidak pernah selektif dalam memilih pembantu. Nasution.

Tim penasehat ini harus punya on-line setiap saat dengan presiden. bijak. .368 kekuatan dan sekaligus kelemahannya. DPR akhirnya sepakat hanya menurunkan Soeharto bukan dalam satu paket dengan Habibie. Habibie benar-benar berlomba dengan waktu. punya watak negarawan. dan efektif. Pemungutan suara dalam DPR barubaru ini tentang proses penurunan presiden adalah salah satu bukti tentang apa yang kita gambarkan di atas. Jumlah penasehat itu cukup lima atau tujuh orang saja. Dengan perbandingan suara 229 lawan 175. Siapa pelopor kekuatan yang meraih suara 175 yang ingin menurunkan Soeharto dan Habibie dalam satu paket? Tidak lain adalah adik “teman dekat” Habibie yang kini masih bercokol dalam kabinet. dengan kriteria di atas: loyal tetapi kritikal. Dengan cara ini diharapkan Habibie akan dapat memutuskan sesuatu kebijakan secara tepat. Keluguan Habibie telah dimanfaatkan orang dengan cara yang tidak bermoral. Untuk menghadapi masa transisi yang sangat kritikal ini saya menyarankan agar Presiden Habibie secepatnya mengangkat tim penasehat presiden yang piawai. Dan sifat semacam inilah yang sering dimanfaatkan oleh orang-orang “dekatnya” untuk menggunting dalam lipatan.

Lagi-lagi faktor Amien Rais sebagai penyebab utamanya.P. sebab pengaruhnya di Muhammadiyah sudah jauh merosot. kendaraan politik Soeharto selama ini. juga terjadi proses dinamika internal yang cepat dalam Muhammadiyah.P. Seperti sudah kukatakan sahabat yang satu ini tidak masuk dalam Kabinet Muhammadiyah dalam Muktamar Jogjakarta tahun 1990 karena sikap-sikap politiknya yang dinilai kurang pas di mata warga persyarikatan. Lukman yang belum juga akur dengan Amien Rais dan aku. Untuk menentukan sikap P. menghadapi perkembangan politik bangsa setelah Soeharto jatuh atau menjatuhkan diri dan Habibie telah jadi presiden. kadang-kadang juga memunculkan riak-riak yang agak mengganggu. Sampai jatuhnya Orba.369 Itulah analisisku tentang perkembangan politik dalam masa transisi yang gaduh. Bukankah masuk kabinet dirindukan oleh banyak anak bangsa? Dalam pada itu antara bulan Mei dan Agustus 1998. adakalanya dengan perasaan khawatir. diadakanlah rapat pleno P. Lukman masih bagian dari Golkar.P. yang lain umumnya lebih banyak mengikuti. Para oportunis tentu akan terus kasak-kusuk untuk melihat peluang bagi dirinya dalam pemerintahan. pada bulan Mei itu . Anggota P. tetapi diabaikan saja.

Tokh pendukungnya sudah semakin meluas. menginginkan Amien Rais agar mundur dari politik agar dapat sepenuhnya berkonsentrasi mengurus Muhammadiyah. sebagaimana yang telah kusebut sebelumnya. Watik berpendapat lain. Dukungan kuatku dan Watik terhadap Amien Rais tentu sedikit banyaknya akan meringankan perasaannya dalam mengambil langkah-langkah strategis selanjutnya.P. teman-teman PP yang lain tampaknya kurang menyadari kenyataan psikologis seorang petanding politik yang mau naik ring ini. Seandainya rapat tidak menyetujui langkah Amien Rais untuk terus maju ke pentas politik. sebagian besar anggota P.370 bertempat di Rumah Sakit Islam Cempaka Putih dengan agenda tunggal. karena aku tahu betul naluri politiknya sangat kuat. Setelah berdiskusi agak lama. saya rasa seorang diri pun dia akan bergerak. Amien Rais harus maju terus dalam perjuangannya untuk memperbaiki kondisi bangsa yang sedang rusak. jangan kepalang basah. yaitu bagaimana menyikapi perkembangan politik yang sedang hangat. Aku dan Dr. Pada waktu itu aku benar- . Dengan kata lain. Tokh tugas utamanya menjatuhkan rezim telah rampung. Amien Rais jelas sangat setuju dengan pendapat ini. Kalau mandi.

Fatwa. Dalam rapat di atas P. Warga Muhamadiyah yang selera politiknya juga mencuat. tetapi tidak sekuat Amien Rais. dia akan berbuat banyak untuk kepentingan bangsa ini secara keseluruhan. (Pimpinan Wilayah Muhammadiyah) se Indonesia. Siapa tahu dengan majunya Amien Rais ke gelanggang politik. Adapun kemudian gagal mencapai puncak tertinggi. untuk mengadakan Rapat Pleno yang diperluas di Semarang bulan berikutnya dengan mengundang P. bahkan turut bersuara memberi masukan kepada .W. itu. karena memang di situ habitat yang tepat baginya. itu adalah karena garis tangan yang belum mengizinkan.P. Perlu langkahlangkah selanjutnya untuk merumuskan sikap yang lebih pasti tentang bentuk langkah Amien Rais itu. Ramai sekali yang hadir.P.M.M.371 benar mendorongnya untuk bergerak tidak kepalang tanggung. Pikiran inilah kemudian yang “memaksa” P.P. Persoalan belum selesai dengan keputusan rapat P. Pada waktu itu aku menyadari bahwa pengaruhku mulai dirasakan dalam lingkungan Muhammadiyah. juga tidak ketinggalan hadir dalam pertemuan itu. tidak diadakan pemungutan suara untuk melepas Amien Rais ke medan yang lebih luas. seperti A. Jelas di sini aku juga punya naluri politik.

bukan yang lain. Pucuk dicinta ulam tiba. lalu siapa yang akan menjadi ketuanya? Aku sejak awal sudah menentukan pilihan agar Rais yang tetap maju. mantan tahanan politik ORBA. Yang lain juga mengikuti. sekalipun tidak banyak kemudian yang tetap setia kepada Muhammadiyah. Rais diberi mandat penuh untuk merumuskan langkah-langkah politiknya untuk kepentingan bangsa dan Muhammadiyah. Akibatnya wartawan mulai menguntitku.372 peserta. Biarlah orang yang berbakat yang harus memikul tugas politik itu. Anehnya dia menyebut aku yang akan menjadi ketua partai baru itu. Entah dipengaruhi siapa. jawabanku lugu. Rais sendiri semula agak ragu-ragu. Tetapi ada masalah yang sedikit pelik. akhirnya cita-citanya tercapai juga untuk menjadi seorang pemain politik kelas bantam di Indonesia. Fatwa. Politik bukan duniaku. rumah tangga asli mereka. karena energiku lebih baik digunakan untuk yang lain. Biasa. Sekiranya langkah Rais itu mengarah kepada pembentukan partai baru. untuk maksud baik atau sebaliknya. . Tokh peminat politik di kalangan Muhammadiyah cukup tersedia. Selesai rapat aku hengkang ke Jogja sebagai isyarat kuat untuk tidak mau terlibat dalam permainan politik.

Sulawesi Selatan yang bersikukuh agar Amien Rais tetap merangkap sebagai Ketua P.373 Antara Juni-Agustus 1998. Ketua P.P. Lalu bagiamana posisinya sebagai Ketua P. maka berdirilah P. (Partai Amanat Nasional) pada 20 Agustus 1998 yang dideklarasikan di Jakarta dengan Ketua Umumnya Mohammad Amien Rais. termasuk aku.M. bertempat di kantor P. sekalipun aku pernah menasehatinya agar tidak turut . Sampai hari ini.W.P. tetapi kuhargai seperti biasa.A.P. Fanatiknya kepada Amien Rais sudah berada di luar nalar.N.P. Muhammadiyah sampai Sidang Tanwir berikutnya. Ini luar biasa memang. kecuali sahabatku K. bertindak cepat. tanpa merasa tersinggung sedikit pun. Acara pokoknya tunggal lagi: siapa yang akan menggantikan Rais sebagai Pejabat Ketua P. Rais dan pendukungnya. Muhammadiyah? P.P. Amien Rais dan sebagian besar peserta memilihku untuk tampil. mulai sibuk melobi ke sana-sini dalam upaya mencari format yang pas bagi kendaraan politik yang akan dibentuk itu.H. Muhammadiyah Jakarta. Djamaluddin Amin. Rapat Pleno yang diperluas diadakan lagi pada 22 Agustus 1998. Muhammadiyah selain memimpin partai. persahabatanku dengan kyai ini tetap utuh. Di ujung upaya. tidak boleh terlambat.

Aku menggantikan posisi seorang yang sedang berada di atas angin. Ini tidak mengherankan. Tidak seperti di bawah kepemimpinan Amien Rais yang . Mungkin semula dia berharap agar Amien Rais juga begitu. Namanya disebut di mana-mana. Setelah bola mulai terpegang di tanganku sebagai pejabat ketua P. aku akan tenggelam. tetapi kondisi Muhammadiyah setempat mengharuskannya memimpin P.374 bermain di arena politik praktis. Aku kemudian belum sempat bertanya lagi kepada kiyai Sulawesi ini. Inilah sosok yang aku gantikan.. Alasannya sederhana saja. tingkat wilayah. apakah dia merasa lebih bermanfaat di politik atau tetap mengurus Muhammadiyah yang telah digelutinya selama puluhan tahun. Maka jadilah Djamaluddin Amin mulai dikenal sebagai tokoh politik di samping tokoh Muhammadiyah. Nasehat ini mungkin didengarnya. tetapi teman yang terakhir ini lebih arif dalam memposisikan diri. Muhammadiyah juga akan kurang diperhitungkan orang. aku semula merasa agak gamang juga.N. Repot bukan? Memang repot! Salah-salah melangkah. karena debut politiknya secara lebih mengarah sudah dimulai sejak Tanwir Surabaya. tidak peduli ke tempat yang tersembunyi sekalipun. Semua wartawan berduyunduyun mengejarnya.A.P.

atau siapa saja. bahkan tidak di tingkat ranting atau cabang.U. P. Budha. Bukan aku. militer. K. Sutan Mansur.I. Tokoh inilah yang senantiasa mengarahkan Hamka untuk tetap istiqamah dalam hidup. setelah ditetapkan menjadi ketua definitif sampai . Sekarang tahu-tahu sudah berada di pucuk pimpinan Muhammadiyah.375 telah membawa Muhammadiyah bersinar terang. Hindu. Aku tidak terlatih menjadi orang pertama. dunia kampus. Dan panggilan batin itu dilakukannya dengan sepenuh hati.I. cendekiawan.. sekalipun bukan tanpa masalah di lapangan. Tokoh ini pulalah dulu yang sering menasehati Soekarno agar pandai-pandai menjaga amanah kekuasaan. orang Minang kedua sesudah A. warga Muhammadiyah.. Merekalah yang punya otoritas untuk menentukan citra publik dalam menilai kepemimpinanku.. Tetapi harus kuakui.G. Mungkin kritik Lukman Harun kepadaku ada unsur kebenarannya.Tanyalah tokoh-tokoh N. Pertanyaannya kemudian adalah apakah Muhammadiyah merosot di bawah kepemimpinanku. Aku bukanlah sosok yang sepiawai itu. Tokoh piawai inilah yang batinnya ditaklukkan Dahlan untuk menceburkan diri ke dalam Muhammadiyah. budayawan. politisi. biarlah orang banyak yang menjawab.W. pejabat.R.

P. Abdurrahman Wahid.376 muktamar berikutnya dalam Sidang Tanwir Bandung.A.. Kata orang. Des. dilikuidasi karena M. selama setahun pertama aku masih berada di bawah bayang-bayang Amien Rais. Bagiku hal ini baik saja. Apakah presiden mau dinasehati atau sebaliknya. Lip menjawab: “Saya tidak tahu. dan Megawati. Orang kantor Akbar Tanjung. 1998. tanyakan langsung saja nanti. Habibie. juga dari Muhammadiyah. sekneg (Sekretaris Negara) ketika itu. Kemudian pada akhir tahun 2003.A. termasuk Sutrisno Muhdam. sebab masih ada bayang-bayang yang melindungi bukan? Tahun 1998 itu ada lagi perkembangan lain yang menyangkut diriku.R.A. Pada 11 Juni 1998 aku dilantik bersama anggota D. menganggapnya tidak diperlukan . selama setahun aku harus belajar banyak tentang bagaimana sebaiknya aku melangkah.P. tetapi orang seumurku mungkin memang dinilai cocok sebagai penasehat presiden.A..J.P. Lebih lima tahun aku menjadi anggota D.P. bulan Mei mengontak Lip (karena aku tidak berada di tempat) untuk menanyakan apakah aku bersedia menjadi anggota D. bukanlah urusan D. yang lain. berhadapan dengan tiga presiden bertutut-turut: B. D.P.P. (Dewan Pertimbangan Agung).A.” Sebelumnya tidak ada pembicaraan apaapa tentang masalah ini.

politisi. aku seakan-akan memasuki sekolah baru dalam politik secara langsung. selama periodeku bukan main aktifnya membuat berbagai pertimbangan dan saran untuk disampaikan kepada presiden.P. dan mantan-matan petinggi lainnya.A. Dari pengamatanku. pada tahun itu juga.A. Dengan bergabung ke dalam dewan yang terdiri dari mereka yang umumnya sudah berumur lanjut.377 lagi. Baramuli. mantan sekretaris jenderal. Itulah sebabnya barangkali . aku tidak merasa canggung bergabung dengan mereka. mantan anggota parlemen. Aku diberi hak pensiun sebagai anggota D. maupun Achmad Tirtosoediro. Sebagai seorang yang sudah agak melek politik.A. kecuali oleh B.J. mantan jenderal. tetapi dibungkus dalam kemasan bahasa yang sopan..A. Aku mulai belajar bagaimana caranya merumuskan sebuah pertimbangan dan pernyataan yang padat dan mengenai sasaran yang tepat. Habibie yang kebetulan punya hubungan baik dengan Ketua D. Entah berapa ribu halaman kertas yang telah digunakan untuk tujuan itu. memang tidak banyak dari pertimbangan dan saran itu yang dipakai rujukan oleh presiden. D. Para mantan menteri. baik A. Pengetahuanku tentang sejarah Indonesia sangat membantu tugasku sebagai anggota dewan.P.P.

Muhammadiyah untuk tidak selalu memikirkan ongkos perjalananku sebaagi ketua.P. marsekal.P.A. Di samping banyak belajar pada teman-teman anggota.378 ada orang yang membaca D. kiyai. umurku sudah menginjak 63 tahun..P. baik sipil maupun militer. Bagiku apa pun kata orang. Apakah itu jenderal. Sampai hari ini yang selalu saja berkomunikasi denganku adalah Jenderal Marinir Gafur Chalik. tokoh masyarakat. aku sungguh banyak belajar dari anggotaanggota lain yang sudah kenyang dengan pengalaman dalam menangani berbagai masalah bangsa dan negara ini. aku banyak dikenal di kalangan korps marinir. sedangkan Tirtosudiro dan Sulasikin Moerpratomo. . karena dinilai kurang efektif dan banyak diisi oleh para pensiunan. menteri pertahanan dalam kabinet SBYKalla. penghasilanku dengan sendirinya juga meningkat. sebagai Dewan Pensiunan Agung.P. Semua anggota D. Ini juga meringankan P. tanpa kecuali. mereka terlalu baik denganku. bahkan pernah memberikan makalah di depan para elitnya di Jakarta bersama Profesor Joewono Soedarsono.A. agak jauh di atasku. politisi. Melalui Gafur. secara berangsur telah menjadi teman baikku.A. Sewaktu aku masuk D.

P. untuk D. Begitu menyatunya hubungan itu. Fachruddin.. mertua Muhdam. karena wafat setelah sakit beberapa lama.A. Satu ketika aku bertanya: “Pak A. ketua P.” Mana pula orang memasukkan rokok dua sekaligus ke mulutnya. Dengan demikian aku punya dua kantor di Jakarta.379 Sambil mengurus Muhammadiyah di Jakarta. Rasa humornya tinggi. banyak merokok bukan?” Jawabannya pendek. Rosjad Saleh setelah Amien Rais mundur. dekat istana presiden.A. Sutrisno Muhdam. dan sedikit menggelikan.R.R. segar. Itulah gaya Pak A. Aku tidak tahu. penuh kharisma. Muhammadiyah.P. satu di Mentang Raya untuk Muhamadiyah dan di Jalan Veteran. apakah dirinya bagian dari Muhammadiyah atau Muhammadiyah bagian dari dirinya.P. tidak sampai rampung menjalankan tugasnya sebagai anggota D. Wakil Ketua P. Aku mendaftar sebagai anggota Komisi Politik sampai saat-saat terakhir.A. cepat. Semoga Allah menerima semua .P. Hubunganku dengan Muhdam manis sekali.R.R. aku hampir saban minggu bolakbalik Jogja-Jakarta-Jogja untuk menghadiri sidang-sidang D. hanya satu-satu. yang terlama. “Tidak. Muhdam adalah menantu A.P. karena pribadinya selalu kalem dan tulus. di samping A. Aku sungguh banyak belajar dengan Pak A.

Tetapi ada catatan lanjutannya. dikenal oleh warga sebagai sesuatu yang teduh dan sejuk. sebagaimana telah kusinggung lebih dari sekali sebelumnya. Seluruh dunia memujinya. Hanya soal waktu. alon-alon asal kelakon (pelan tetapi dilaksanakan). sekarang kusambungkan lagi dengan masalah langkah Habibie dalam menegakkan demokrasi di Indonesia. Tidak diragukan lagi bahwa presiden ketiga ini punya niat luhur untuk memulihkan kedaulatan rakyat sesuai dengan konstitusi yang selama ini diabaikan oleh sistem “daulat tuanku”.R.A. Kepemimpinan Pak A. Karena Indonesia sedang berada dalam proses transisi kritikal dari rezim sebelumnya yang anti-demokrasi ke era demokrasi.P. Apakah kemudian Muhammadiyah benar-benar selamat. biar lambat asal selamat. Setelah aku membicangkan sedikit tentang D.. dan semua kita pasti akan menyusul pula. aku pernah menyebut Habibie sebagai Bapak Demokrasi Kedua sesudah Hatta. Amien Rais dan aku mungkin agak berbeda. Catatanku tentang ini adalah sebagai berikut. pemerintah tampaknya cukup .380 amal-bakti mereka yang tulus selama hidup. biarlah publik yang menilai. Muhammadiyah kehilangan dengan kepergian mereka. Karena upaya beraninya ini. cepat selamat.

Bahwa Habibie pernah sangat dekat dengan Soeharto. Amien Rais juga turut mengeritik Habibie dengan keras. Tampak di sini Amien Rais juga kurang sabar dalam membaca peta persoalan yang sedang berkembang. sesuatu yang seharusnya tidak dilakukannya. Inilah yang kurang diapresiasi para elit. Kran demokrasi yang dibukanya adalah bukti telanjang bahwa dia telah mengoreksi secara tegas pendahulunya. aku tidak selalu bisa mengikuti Amien Rais. Habibie memang telah melangkah terlalu . tetapi ultra-demokrasi yang penuh eforia. Tetapi setelah teraju kekuasaan tergenggam di tangannya. Dalam menghadapi Habibie. Situasi ini dimanfaatkan kaum elit yang berseberangan dengan Habibie untuk menangguk di air keruh. termasuk Amien Rais. Kran demokrasi dibukanya terlalu lebar.381 khawatir kalau tidak cepat-cepat memenuhi tuntutan masyarakat yang ingin berubah spontan. apakah Habibie masih Soehartois? Ternyata ‘kan tidak. sehingga yang berjalan bukan demokrasi yang sehat dan bertanggungjawab. Mengapa Habibie tidak diberi waktu yang cukup untuk membuktikan kemampuannya sebagai negarawan. Dalam situasi serba dilematis ini. masyarakat menjadi liar. Keadaan sukar sekali dikontrol. semua orang tahu.

pengambilalihan Timtim telah lama dituduh sebagian orang sebagai langkah imperialistik dari Indonesia. Pemerintah mendapat data dan informasi yang keliru tentang Timtim ini ketika itu. langkah pemerintah cukup antisipatif. Dengan kata lain. Setelah referendum diadakan. Informasi itu mengatakan bahwa hampir 80% rakyat pasti akan berpihak kepada Indonesia. Apa hak politik kita untuk mengambil secara paksa tanah orang lain yang dulu tidak merupakan bagian dari Hindia Belanda? Satu-satunya alasan adalah karena dikhawatirkan Timtim akan menjadi sebuah negara marxis setelah ditinggal Portugis. Aku tidak tahu siapa penasehat politik Habibie yang telah memberikan data tidak akurat ini tentang Timtim.382 jauh dengan mengizinkan penyelesaian masalah Timtim (Timor Timur) melalui referendum. sekalipun sebenarnya jika dilihat dari sejarah penggabungan Timtim itu. Soeharto memang dikenal dunia sebagai seorang piawai dalam menghancurkan komunisme. Hanya sekitar 22. . Aku rasa tuduhan itu tidak berlebihan. hasilnya adalah kebalikan 100% dari perkiraan pemerintah itu.5% rakyat Timtim yang ingin tetap bergabung dengan Republik Indonesia. Kondisi semacam ini jelas fatal bagi Habibie.

Amerika Serikat yang masih takut dengan marxisme/komunisme malah merasa sangat senang dengan invasi Indonesia ini. Politik memang sarat dengan kepentingan pragmatis. dan Muhammadiyah tidak lagi mendukung Habibie.U. Tetapi penyerbuannya terhadap Afghanistan dan Iraq belum lama ini tidak ada perkataan lain yang tepat ditembakkan kepadanya kecuali tindakan biadab. Suara keras Wahid dan Amien Rais sungguh telah semakin melemahkan posisi Habibie. Orang melihat pemimpin dua organisasi besar Islam: N. Habibie jelas salah hitung dengan Timtim. kali ini malah mendukung pemerintah Soeharto.383 Yang patut dicatat adalah Amerika Serikat yang biasanya sangat peka dalam masalah invasi suatu negara terhadap bangsa lain. Padahal aku tahu bahwa warga kedua organisasi itu belum tentu sepakat dengan pemimpinnya.M. bahkan sering dipuji oleh I. sekalipun itu bertentangan dengan hukum internasional. Abdurrahman Wahid tidak ketinggalan menghantamnya. Tetapi apa pula urusan Amerika dengan hukum internasional segala jika invasi itu menguntungkan politik luar negerinya yang anti komunis? Itu perkara kecil baginya. dan Bank Dunia. Tetapi siapa pula yang akan mempertimbangkan . Kritik terhadapnya semakin merebak.F.

Aku dan Salahuddin hanya terpaku dan kagum atas sikap yang diambilnya.R.384 suara silent majority (mayoritas yang diam) dalam sebuah sistem demokrasi yang belum sehat? Inilah tragedi Habibie yang memang agak terlambat mengenal watak bangsanya sendiri. Power politics (politik kekuasaan) begitu dominan menguasai pendapat para politisi yang tidak berpikir jauh. sekalipun ekonomi bangsa telah diperbaikinya. digelar untuk “mengadili” Habibie terhadap langkah-langkah politiknya yang dinilai merugikan. sekalipun tidak ada aturan konstitusi yang melarangnya.R. dan ternyata memang itulah yang terjadi. Golkar sendiri tidak sungguh-sungguh mempertahankan Habibie. Habibie sangat tahu diri dan . Terlalu lama berada di rantau asing: Jerman. Seperti sudah diperkirakan oleh banyak pengamat bahwa M. Tidak selang lama setelah sidang.P. Kami menanyakan kepadanya apakah masih akan maju sebagai calon presiden setelah tidak didukung oleh suara mayoritas dalam M.P.R. Salahuddin Wahid dan aku menemui Habibie di kediamannya di Patra Kuningan. Jawaban yang kami dapat adalah jawaban seorang negarawan bahwa dia sebagai kesatria tidak akan maju lagi. Ringkas kaji.P. Sidang M. akan menolak pertanggungjawaban Habibie.

P. sekalipun telah membidik dirinya sendiri. politik adalah . persahabatan kami tidaklah rusak. Aku senantiasa mengamatinya dari dekat. Aku beruntung karena bersahabat dengan Amien Rais yang selalu bergerak dari satu tempat ke tempat lain. apalagi pada waktu itu sudah menjadi Pejabat Ketua P.. Muhammadiyah yang harus sedikit banyaknya tahu situasi yang sedang berkembang. Kejatuhan Habibie telah membuat politisi bangsa menjadi sangat sibuk. Krisis moneter adalah penyebab utama mengapa Presiden Soeharto harus meletakkan jabatan pada 21 Mei 1998 itu. termasuk Amien Rais. Sekalipun aku tidak sependapat dengan Amien Rais dalam menilai Habibie.R. tidak peduli siang atau malam. Pertanyaan yang hendak dicari jawabannya adalah: siapa pengganti Habibie? Amien Rais sebagai tokoh gerakan reformasi pada saat-saat kritikal itu tetap menjadi sorotan publik. tetapi dia telah berbuat banyak untuk kepentingan Indonesia yang sedang menghadapi masa-masa sulit sebagai warisan dari masa sebelumnya. Maklumlah.385 menghormati keputusan M. Seolah-olah rasa lelah tidak pernah singgah di otaknya. Masa kekuasaan Habibie hanya 17 bulan.P. Sebuah teladan demokrasi yang baik dalam praktik telah diwariskan Habibie kepada bangsanya.

K..P. penasehat dan salah seorang penyandang dana Amien Rais dalam politik.49/51.D.A.I. P.R. Poros inilah yang mengusung Abdurrahman Wahid untuk menjadi presiden pengganti Habibie.D. dan Golkar. Ada perkembangan yang agak sulit rumit untuk dipahami.P.) merasa sejajar dengan P. dalam Sidang M.. gagasan Poros Tengah lahir dari suatu proses perenungan dan diskusi-diskusi yang diadakan segera setelah Pemilu 1999 di mana partai-partai Islam kalah dari P..K.P. mau pun di Universitas Chicago adalah ilmu politik.I.N. Amien Rais cukup bersemangat mendukung pemimpin N. di Indiana. Tata tulis disesuaikan dengan EBJ). ini untuk ditandingkan dengan Megawati dari P. Dengan membentuk Poros Tengah.U. P. mengalahkan Matori Abdul . Muncul gagasan Poros Tengah yang kabarnya berasal dari Dr. Amien Rais sendiri baru saja dipilih menjadi ketua M.. dan Golkar. Fuad Bawazir.A.R. Disiplin ilmunya pun.D.P.S. P. Intinya dari tokoh-tokoh P.” (SMS 26 Januari 2006 jam 22.P. jawabannya adalah: “Jujur saja. baik pada saat belajar di Universitas Gadjah Mada. maka mereka (P.I. Tetapi sewaktu kuajukan pertanyaan kepada Bawazir tentang siapa pencetus gagasan Poros Tengah.P.P.386 habitat yang sebenarnya baginya.S.N.P.P. dan P.

U. Sementara itu Muhammadiyah relatif lebih aman. Sekalipun N. yang dipimpinnya telah kembali ke khittah 1926 pada Muktamar N. Wahid yang sebelumnya dinilai sebagian orang sebagai tokoh pluralis dan kulturalis. keluar dari Masyumi pada tahun 1952 dan mengubah dirinya menjadi partai politik. Kalau kemudian orang bertanya mengapa bukan Amien Rais yang diusung jadi presiden? Agak berbelit cerita tentang ini. Sejak N.K. Tetapi di mata Poros Tengah dari pada memilih Megawati biarlah Wahid yang tampil.U. tokoh-tokohnya rupanya sangat sulit berpisah dengan politik praktis. gagasan kembali ke khittah selalu dihadapkan kepada realitas lapangan yang bertolak belakang dengan harapan itu. (Partai Kebangkitan Bangsa).U. 1984 di Situbondo. sebenarnya punya naluri politik yang tinggi. Wahid sesungguhnya bukanlah orang yang tepat untuk menjadi presiden mengingat fisiknya yang bermasalah. sekalipun beberapa kadernya juga punya selera politik tinggi. yang tidak mudah diatasi. Aku mengikuti kejadian ini dari jarak yang agak dekat.B. Sebenarnya dalam pertemuan di rumah Habibie pada .U. sekalipun aku sendiri bukan bagian dari partai.387 Djalil dari P. termasuk Wahid. Inilah dilema N.

Mereka yang akan mengatasi. ini aku dengar dari Rais sendiri. di antaranya Jenderal Wiranto. Ini mengingat hubungan Muhammadiyah-N.R.U. Selain itu.388 tanggal 21 Oktober 1999 subuh. Aku lihat yang hadir itu di samping Habibie. Tetapi siapa tahu pula. tetapi tetap ditolaknya. Pada saat itu siapa yang dapat mengatakan bahwa itulah momen yang tepat bagi Amien Rais untuk tampil sebagai pemimpin puncak bangsa. pilihan penolakan itu yang terbaik bagi Amien Rais di kemudian hari. Dawam Rahadjo. baru teringat silatnya. Yusril Ihza Mahendra. Jadi kita hanya bisa berandai-andai dalam ungkapan bersayap “siapa tahu. Adi Sasono. Adi Sasono Dawam Rahardjo subuh itu mengatakan kepadaku bahwa jangan risau dengan hubungan N. Akbar Tandjung.P. banyak yang lain. di akar rumput bisa gaduh. Aku sangat setuju sekiranya Amien Rais tidak terlanjur menyebut Wahid untuk dicalonkan. Ibarat jago silat. Semuanya meminta agar Amien Rais yang maju.U. Jadi tidaklah elok tampil lagi sebagai calon presiden. Marzuki Darusman. Seperti . setelah babak belur. semua yang hadir mengarahkan mata mereka kepada Amien Rais.-Muhammadiyah. Hamzah Haz.” Situasinya memang rumit sekali. jika Rais yang maju. dia baru saja 10 hari menjabat Ketua M.

Shihab hanya senyumsenyum mendengar A. dan massa Muhammadiyah. maka eskalasinya bisa jadi akan sangat meluas. Umpamanya dalam huruhara itu ada yang mati. Aku yang pada waktu itu sudah menjadi Ketua P.” Dia menjawab: “Saya yang akan mengunjungi mereka. Rahman Wahid mengatakan kepadaku: “Besok pagi mata saya akan melihat. Tidak mungkin seorang Adi Sasono atau Dawam Rahardjo bisa memadamkannya. Ada Alwi Shihab dan seorang lagi yang setia menemani A. Jadi memang serba dilematis.389 mereka faham saja watak umat di akar rumput.” Lalu sebelum pamit aku ucapkan selamat kepadanya. Ada cerita lain yang terkait dengan naluri politik A. atau Gus Dur yang akan menemuinya. Rahman Wahid ini. pasti akan kewalahan jika di masyarakat bawah terjadi huru-hara antara massa N.” Aku lalu bertanya: “Para kiyai itu datang ke sini. atas inisiatif sendiri aku menemui Wahid di sebuah kamar Hotel Mulia. Rahman Wahid yang sedang bersiap-siap menjadi presiden keempat setelah Habibie. Tetapi itulah A. Dinihari itu A.U. diobat oleh para kiyai. Rahman Wahid yang punya rasa percaya diri yang kuat sekali. Sebelum aku mendampingi Amien Rais pergi ke tempat Habibie. Rahman Wahid yang berharap macam-macam itu.P. Sekitar .

Bahkan Abdurahman Wahid mengatakan: “D. Rahman Wahid sudah yakin bahwa dia akan jadi presiden. Azidin..P. Aneh bin ajaib kemudian berlaku.P.R.P. Bukankah ini sebuah keajaiban dalam sejarah Indonesia modern? M. Di samping berbicara tentang kabinet.E.390 bulan Juni 1998 sewaktu menemuiku di kantor P. Bahkan kabinet bayangan telah dibentuknya.R. Muhammadiyah Jakarta. Ketua Umum Alwasliyah yang pada waktu itu kami sama-sama menjadi anggota D. S. A. Dan Abdurahman Wahid terpilih betul.” Padahal Matori bukan preman setahuku.P. padahal Habibie waktu itu masih berkuasa. Poros Tengah dengan Amien Rais sebagai salah seorang tokoh puncaknya malah mengusung Abdurahman Wahid untuk dicalonkan jadi presiden menghadapi Megawati.A. Katanya akan ada dua wakil Muhammadiyah dalam kabinet yang dirancangnya itu. Saksi yang hadir dalam pertemuan di atas adalah H.-pun tidak mempersoalkan tentang kesehatan jasmani dan ruhani sebagai syarat bagi .R. Saya dan Azidin hanya tertawa geli dalam hati mendengar tuturan Abdurahman Wahid itu.P. Abdurahman Wahid juga menyebut nama Matori Abdul Djalil yang akan dijadikannya sebagai Ketua D. perlu dipimpin oleh preman. Abdurahman Wahid memang suka berbicara seenaknya.

yang tidak mau kehilangan segala-galanya. sebab keajaiban berikutnya juga terjadi. kakek Abdurahman Wahid. tempat berkuburnya Syekh Hasjim Asj’ari. Perasaan saya adalah karena faktor yang kedua ini. mengalahkan Megawati untuk menggantikan Habibie.B. bapak spiritual N.I. Megawati bersedia dicalonkan menjadi wakil presiden. Dengan terpilihnya Abdurahman Wahid sebagai presiden oleh M. Ziarah-ziarah politik ini memang telah membuahkan kursi presiden dan wakil presiden untuk mereka.P.U. Tetapi tidak menimbulkan kegoncangan yang berbahaya. Mereka biasa pergi bersama ke makam Bung Karno di Blitar atau ke Tebu Ireng. sempat sebentar terjadi ketegangan antara pendukung Abdurahman Wahid dan mendukung Megawati.R. umumnya disambut dengan antusiasme yang tinggi oleh berbagai .P. dan masyarakat tertentu. Tampilnya Abdurahman Wahid sebagai presiden.-P.M. Entah itu keinginan Mega sendiri atau karena dorongan temanteman P. sekalipun pada era Habibie hubungan Abdurahman Wahid dengan Mega ibarat kakak beradik.391 seorang calon presiden. Pada hari-hari itu memang beredar kasak-kusuk A. (asal bukan Mega) di kalangan anggota M.D.R. sekalipun kemudian kongsi mereka pecah lagi oleh berbagai sebab.

M. Wahid memang telah lama dikenal sebagai seorang tokoh pluralis yang bersemangat.P.I. Luar biasa bukan? Santri sekarang sedang memimpin Indonesia. dan Budha. ini kongsi politik yang .P. Hindu.R. Akbar puak H. dalam lingkup nasional. sebagai tanda bahagia dengan terpilihnya Abdurahman Wahid.392 golongan dalam masyarakat plural Indonesia. seorang A. Apalagi dikaitkan dengan peran Amien Rais sebagai Ketua M. semula punya harapan yang besar bahwa Abdurahman Wahid akan bisa memperbaiki kondisi bangsa yang sudah rusak ini. Hubungan N.-Muhammadiyah jangan ditanya lagi. Kristen.R.N. Bukan saja mereka. sampai sujud syukur di gedung M. Fatwa.A.U. yang cukup menentukan bagi terpilihnya Abdurahman Wahid. Teman-temanku dari pihak Katolik..U. Lebih dari itu. Mereka semuanya gembira. untuk pertama kali terjadi negara Indonesia dipimpin oleh para santri: Abdurahman Wahid. tokoh P. dan Akbar Tandjung sebagai Ketua D. Abdurahman Wahid mewakili puak N.P.M.R. Amien Rais puak Muhammadiyah. Pertanyaannya adalah: untuk berapa lama mereka dapat bertahan? Apakah mereka bersatu hati dan strategi untuk membangun Indonesia dengan cara-cara demokratis? Ingat. Amien Rais.

Mereka yang naluri politiknya tidak begitu tajam berharap betul bahwa kongsi tiga tokoh ini akan bertahan lama. apalagi dengan kondisi moral bangsa Indonesia yang masih rapuh dan tak menentu.393 sering rentan diterpa berbagai virus kepentingan yang tidak sederhana. demi menolong posisi idolanya yang sedang oleng. Tetapi mereka yang sudah kenal dengan watak ketiga pemain itu tidak terlalu berharap bahwa ketiganya akan bebas dari macam-macam gesekan politik yang akan membuyarkan kongsi mereka secara dramatis. Iklim politik . Abdurahman Wahid. dan Akbar Tandjung telah tampil sebagai pemain utama di pentas politik nasional. Tidak kurang para kiyai pun telah terjun ke gelanggang. Tiga figur santri: Amien Rais. serumah berlain rasa. Sebelum jatuh sama sekali. Sepintas lalu. termasuk dengan jalan yang sama sekali tidak masuk akal. seperti ungkapan dalam bait lagu Minang pada akhirnya yang berlaku pada diri mereka adalah: “sepayung berjauh hati. cabinet Abdurahman Wahid diterpa angin limbubu. para pengikutnya telah berupaya mempertahankan Abdurahman Wahid dengan segala cara. sebuah peristiwa yang baru sekali ini terjadi sejak Proklamasi Kemerdekaan pada 17 Agustus 1945.” Belum sampai dua tahun.

dan Dr. Deddy Julianto.P.394 menjadi panas. warga diteror dengan diberi tanda X di rumahnya. Padahal yang menurunkan Abdurahman Wahid adalah M. Sekolahnya pun ada yang dibakar hangus seperti di Situbondo. sebab kata mereka Abdurahman Wahid dan Amien Rais tidak saja sedang “berjauhan hati. bukan Amien Rais. karena dinilai telah menyalahgunakan kekuasaannya dalam masalah bantuan dana dari Brunai. Tetapi umat banyak sukar sekali membedakan M. Tetapi alangkah sukarnya. Umar Wahid (adik Presiden Wahid) berupaya agar umat di akar rumput dapat dikendalikan. Rakyat jelata pun tidak kurang antusiasnya mengikuti gonjang-ganjing politik yang diciptakan para elit..R. M. Beredar berita bahwa Amien Rais adalah tokoh utama yang menggoyang kepresidenan Abdurahman Wahid. Dalam situasi serba .” tetapi sudah bertarung. Aku. Di akar rumput Muhammadiyah juga telah kena getahnya.R. Amien Rais. masjidmasjid dan bangunan lain milik Muhammadiyah dirusak.P. Khususnya di Jawa Timur. tidak saja di kalangan elit. Akibatnya sangat nyata. tidak saling bertarung dalam mempertahankan kedudukan pemimpinnya masing-masing. dan memang keduanya adalah petarung sejati. dan ketuanya M. seorang pengusaha pribumi.

A.H. sekalipun aku punya hubungan baik dengan elit N. DR. Menghadapi keadaan yang mencemaskan itu. Apt. dan H. . perlu kukutip di bawah ini. tidak berhasil meredakan ketegangan situasi.M. tertanggal 5 Februari 2001.B. termasuk dengan Ketua Umumnya K. Drs.Sos. tetapi dengan menulis semacam buku putih sebagai dokumen yang memaparkan secara objektif apa yang sebenarnya terjadi di lapangan.395 sulit ini. Akibat emosi akar rumput susah dikendalikan.. Menyesalkan pelbagai tindakan yang mengarah kepada anarkisme dan perusakan. Karena kejadian itu cukup menegangkan. N. maka pernyataan P. Ini adalah reaksi yang cukup beradab yang dilakukan oleh Muhammadiyah wilayah itu. khususnya bagaimana agar Muhammadiyah tidak dijadikan sasaran kemarahan mereka yang mengaku pengikut Abdurahman Wahid. Hasjim Muzadi. H. Bukan dengan membalas perbuatan brutal dengan cara serupa. P.U. 1. 2. Nadjib Hamid. (Pimpinan Wilayah Muhammadiyah) Jawa Timur yang ditandatangani oleh ketua dan sekretarisnya: Prof. Pimpinan Muhammadiyah Jawa Timur telah bertindak sangat arif. Mendukung gerakan demokrasi dengan cara damai dan konstitusional. tidak mudah bagiku memimpin Muhammadiyah.. S. Fasich.U.W.

persaudaraan umat di tingkat akar rumput menjadi kacau dan berantakan.W. Kontak dengan P. Anak-anak muda N. Jawa Timur. Apa yang terjadi di Jawa Timur ini menjadi perhatian utamaku bersama anggota P. Muhammadiyah tidak ingin dan tidak rela karena gara-gara politik.M.396 3. Jawa Timur terus dilakukan. 4. Menghimbau kepada masyarakat Jawa Timur agar tetap tenang dan waspada terhadap kemungkinan adu domba dari pihak-pihak tertentu. Bacalah pernyataan itu baik-baik yang dengan cara sopan mengimbau aparat untuk cepat bertindak terhadap siapa pun yang mengacau keadaan. Dengan menyembunyikan nama pelaku teror ini. Nadjib Hamid.P. Ainur R. yang dekat denganku terus dihubungi agar . Sophiaan. sambil mendesak aparat agar tidak membiarkan tindakan kekerasan itu semakin meluas. (Lih.M. yang lain.W. hlm. Menyerukan kepada aparat keamanan untuk dapat segera mengantisipasi timbulnya kerusuhan dan perusakan serta secepat mungkin mengusut dan menindak tegas tindakan yang melawan hukum. tanpa menyebut golongan mana mereka. Faaisol Taselan. Muhammadiyah Korban Kekerasan Politik. 2002. Surabaya: P.U. 89).

hlm. tetapi pasti. dengan sedikit perbaikan ejaan. Bagiku semuanya harus dimaafkan. berbunyi: “Generasi Muhammadiyah Gresik jangan ikut-ikut munafiq seperti Pimpinan MD Pusat yang cacat mulut sbb: Syafii Maarif.-Muhammadiyah di tingkat bawah berangsur pulih secara perlahan.397 menggunakan jasa-jasa baik mereka untuk turut meredakan keadaan.. Dien Syamsuddin. Fatwa: …bajingan negara. Cukup banyak milik Muhammadiyah yang menjadi sasaran tindakan brutal dan kekerasan selama berbulan-bulan sampai Abdurahman Wahid benar-benar harus rela meninggalkan kursi kepresidenannya. benar-benar bisa bahu membahu untuk memperbaiki moral bangsa dan negara yang terlanjur rusak ini.M. tetapi jangan diulang lagi di masa yang akan datang. (Ibid. Alhamdulillah beberapa bulan kemudian setelah Abdurahman Wahid tidak berkuasa lagi. Kata orang. tetapi isi tidak berubah). Janganlah energi dihabiskan untuk tujuan yang sia-sia. hubungan N. Aku dan teman-teman telah bekerja keras agar Muhammadiyah-N. A. aku . tetapi mereka menemui kesulitan karena massa emosional sangat sulit dikendalikan. Di antara spanduk yang mengancam Muhammadiyah terdapat misalnya di Jl. K.U.H. Kholil Gresik.U. 55.

R. sekalipun Muhammadiyah harus banyak berkorban. Tetapi awal tahun 2002 upaya itu kuteruslan lagi dan secara berangsur semakin tampak hasilnya..U. 8-11 Juli 2000. hlm. Jawa Timur dengan cara sopan telah menolaknya karena… “secara spontan warga Muhammadiyah telah mulai melakukan perbaikanperbaikan. Kita surut sebentar ke belakang untuk menengok Muktamar Muhammadiyah ke44 di Jakarta.B. Tetapi P..M. bukan tidak mengakui bahwa milik Muhammadiyah telah dirusak oleh warganya dan karena itu menawarkan bantuan untuk turut memperbaikinya kembali.W.” ( Ibid. 94). Inilah risiko yang harus dilalui persyarikatan karena masyarakat tertentu belum bisa membedakan figure Amien Rais sebagai Ketua M.U. N. Aku yang telah bekerja keras sejak Muktamar Muhammadiyah Juli 2000 untuk merajut persaudaraan tulus dengan N. dengan Muhammadiyah yang pada waktu itu berada di bawah pimpinanku. tentu sangat kecewa dengan apa yang dialami Muhammadiyah berupa ancaman teror dan pengrusakan di atas. Gambaran urutannya adalah sebagai . P.398 cukup berperan dalam proses pemulihan hubungan ini.P. di mana akhirnya aku terpilih sebagai ketuanya dengan perolehan suara yang cukup tinggi.

Rosjad Sholeh. Karena masih menjabat ketua pada waktu muktamar dilangsungkan. (kemudian digantikan oleh Dasron Hamid karena Sukri minta berhenti) dan Husni Thoyar (kemudian mengundurkan diri dan digantikan oleh Bambang Sudibyo). Ismail Suny (921).R. Thohari dan Abdul Munir Mulkhan.P. Din Syamsuddin (1048). Muhammadiyah telah menyusun pengurus P. Amin Abdullah. M. Daerah Khusus Jakarta. M.M. A. aku harus menyampaikan apa yang sudah menjadi tradisi Muhammadiyah: Pidato Iftitah pada pembukaan yang dihadiri oleh para pembesar Indonesia: Presiden . Malik Fadjar (1041). Wakil Sekretaris: Hajryanto Y. Bendahara: M. Din Syamsuddin. Sekretaris: Haedar Nashir dan Goodwill Zubir. periode 2000-2005 dengan pengurus harian sebagai berikut: Ketua: Ahmad Syafii Maarif.P. Rapat Pleno P. M. Malik Fadjar. (706). Sukriyanto A. A. Asjmuni Abdurrahman (769). Muchlas Abror (788). Haedar Nashir (748). M. Rosjad Sholeh (1034).399 berikut: Ahmad Syafii Maarif (1282). Muhaimin (971). Thoyar ingin memusatkan perhatiannya sebagai Ketua P.R. Tidak lama sesudah itu. M. Amin Abdullah (940). Yahya A. Ahmad Watik Pratiknya (803).W. A. Sukriyanto A. Mohammad Dawam Rahardjo (910). Wakil-wakil Ketua: A.

400 Abdurrahman Wahid. Analog dengan ini pula. Ketua D. Sudah berjalan hampir 60 tahun pasca proklamasi. Persyarikatan ini tidak pernah mensakralkan Anggaran Dasarnya.R. Pengalaman ini semestinya mengajarkan kepada kita bahwa “pemberhalaan” suatu ciptaan dan hasil pemikiran adalah pertanda dari lonceng kebangkrutan dan kematian yang dapat menyebabkan kita kehabisan agenda dan wacana. kita belum juga memiliki sistem politik yang mantap. Muhammadiyah telah mengubah dan memperbarui Anggaran Dasarnya sebanyak 12 kali. dan banyak yang lain.P. sementara korban manusia karena sistem-sistem otoritarian yang diberlakukan telah ribuan . apalagi memberhalakannya. Amien Rais. Akbar Tandjung. Inilah a.l. Ketua M. isi Pidato Iftitah itu: Sampai dengan Muktamar ke-41 Surakarta 1985.R.P. M. dan Anggaran Rumah Tangga sebanyak tujuh kali. sebab bila itu terjadi resikonya hanya satu: memasung diri dalam kepengapan dan kebuntuan kultural. UUD 1945 yang “disucikan” selama sekian dasa warsa adalah salah satu sebab utama mengapa kita masih saja kebingungan dalam mencari format dan sistem politik yang lentur dan pas bagi bangunan sebuah bangsa dan negara modern.

dan untuk jangka panjang. Cukup sampai di sini saja penderitaan yang ditimpakan atas jiwa dan raga rakyat banyak. Akrobatik dan petualangan politik yang amoral jangan lagi diteruskan! Para politisi yang masih rabun ayam (myopic) diharapkan agar mempertajam visi masa depannya. Oleh sebab itu. … … Muhammadiyah dengan filsafat sosialnya yang telah teruji tidak akan pernah putus asa dan patah harapan. masa hidup yang pendek dan singkat ini tidak boleh dihabiskan untuk sesuatu yang sia-sia. Semoga jumlah ini tidak bertambah lagi. Maka Muhammadiyah menawarkan diri kepada seluruh komponen kekuatan masyarakat yang memiliki sense of crisis untuk bahu membahu dalam menjaga dan memelihara bangsa ini agar tidak terus bergerak dan meluncur menuju jurang kehinaan dan kehancuran.401 jumlahnya. agar lebih mengutamakan kepentingan bangsa dan negara secara keseluruhan. Bangsa ini adalah milik kita semua. Kita tidak akan lari meninggalkan bangsa yang sedang dililit banyak masalah ini. tetapi berlanjut sampai ke seberang makam. Oleh sebab itu dalam . Muhamadiyah sadar betul bahwa tanggung jawab kita sebagai manusia yang beriman tidak hanya terhenti di dunia fana ini saja.

suku. Dari kutipan sebagian Pidato Iftitah itu aku ingin mengatakan bahwa Muhammadiyah menurut jalan pikiran ini tidak boleh hanya berkutat di kandangnya sendiri. tetapi pers. Lalu kepadamu akan diberitakanNya (hasil dan jejak) dari apa-apa yang telah kamu kerjakan…. Islam adalah untuk menebarkan kasih sayang untuk semua. dan sejarah. dan orang-orang beriman akan memperhatikan (hasil) amalmu itu. maka Allah.Dan katakan: “Beramallah kamu. pada umumnya . Muktamar Jakarta cukup semarak.402 kapasitas dan posisi kita masingmasing. Ayat itu berbunyi [yang dikutip di sini artinya saja]-. berapa pun biaya yang perlu dikeluarkan untuk itu. seperti biasa. kita harus berbuat yang terbaik untuk kepentingan semua dan sesama. tanpa melihat latar belakang sosial. Ayat 105 surat al-Taubah yang juga tertulis pada dinding atas bagian utara aula kantor Pusat Pimpinan Muhammadiyah Yogyakarta telah menjadi landasan filsafat sosial Persyarikatan ini. rasulnya. Sayap amalnya harus mampu melindungi siapa saja yang perlu dilindungi. Kemudian kamu akan dikembalikan kepada Yang Mengetahui yang ghaib dan yang nyata. agama.

Sekalipun Muhammadiyah bukan partai politik. apalagi usiaku ketika itu sudah 65 tahun lebih sedikit. Bilamana sebaliknya yang berlaku. terserah saja kepada para pemilih di muktamar. Berarti aku memang belum berakar kuat di kebun Muhammadiyah. Jika dipilih sebagai ketua berarti aku meneruskan kepemimpinanku melalui muktamar untuk lima tahun lagi. Jawabanku biasa dan datar. Amien Rais sempat khawatir bahwa aku akan terjungkal dalam pemilihan. seperti main uang. sekalipun tanpa tim sukses. . Malik Fadjar. Tetapi sekitar sebulan sebelum muktamar Amien Rais baru yakin bahwa pendukungku sudah meluas. dan Din Syamsuddin untuk posisi ketua. Sekitar tiga bulan sebelum muktamar. misalnya. apalagi pertarungan antar figur. Apalagi di kalangan publik luas sudah beredar isu bahwa akan ada pertarungan segi tiga antara Ahmad Syafii Maarif. ya diterima saja. A. Biar orang lain yang dipilih. karena kurang mengunjungi wilayah dan daerah. sesuatu yang memang tidak kusukai. tetapi masih dalam batas-batas yang tidak terlalu jauh. Masyarakat memang demam pertandingan. aku betul-betul terjungkal.403 lebih tertarik kepada pemilihan pimpinan. menghadapi pemilihan pimpinan pusat terasa juga nuansa politik itu ikut “mengacau” keadaan.

Permainan uang seakan telah menjadi norma.P. Warga dan simpatisan Muhammadiyah tampaknya sungguh berharap agar gerakan Islam ini terhindar dari praktikpraktik busuk dan pengap itu. Bagaimana berharap agar negeri ini semakin membaik. Rapat berjalan sangat singkat dan secara aklamasi . apa yang disebut permainan politik uang belum menjangkiti Muhammadiyah. Muhammadiyah jangan sampai menjadi bagian dari Indonesia yang sudah oleng secara moral. Ini pertanda bahwa kepekaan moral telah semakin terkikis dilanda nafsu mumpungisme. sebab sekali Muhammadiyah dibencanai oleh praktik a-moral ini. Ongkosnya teramat mahal jika Muhammadiyah dijadikan ajang pertarungan duniawi yang bernilai rendah itu. Muhammadiyah yang akan diusulkan kepada muktamar. ketiga belas yang terpilih di atas mengadakan rapat pertama untuk menetapkan siapa Ketua P. jika para pemain politik dan ekonominya banyak yang bermental maling? Segera setelah angka-angka di atas diketahui. Orang melakukannya tanpa rasa dosa dan salah. Semoga begitu seterusnya. Suasana partai politik jangan ditanya lagi. Dalam perkara yang satu ini.404 Sepengetahuanku. wibawa organisasi ini akan sangat merosot di depan publik.

Anggota yang lain setuju saja. Muhammadiyah. Dalam rapat kilat itu.P. sekalipun aku sudah sedikit punya pengalaman dalam memimpin gerakan Islam modern yang perkasa dalam amal kongkret ini. tak seorang pun yang mempengaruhiku. Muktamar Jakarta telah semakin membawaku ke pusaran masalah bangsa dan negara yang semakin kompleks dan penuh ranjau politik. Geovanie melalui SMS tanggal 6 Januari 2006 jam 22:08 menulis: “Dibayangi dalam . sebab jika usia masih dipanjangkan. mentalku harus benar-benar disiapkan. Adalah Jeffrie Geovanie dan Rizal Sukma yang dengan jeli melihat bahwa aku sudah tidak dibayangi oleh siapa pun lagi. Geovanie bahkan mengatakan bahwa sejak menjadi Ketua P. sekalipun dalam tradisi Muhammadiyah tidak ada ketentuan bahwa yang memperoleh suara terbanyak pasti otomatis menjadi ketua. seingatku yang pertama angkat bicara adalah Malik Fadjar yang mengusulkanku untuk menjadi Ketua P. Muhammadiyah untuk periode 20002005.P. sekalipun keduanya melihat tahun yang berbeda. Aku mulai melepaskan diri dari bayang-bayang Amien Rais yang sudah dikenal sebagai tokoh politik nasional terkemuka. periode lima tahun cukup berat bagiku. Dengan kenyataan ini.405 menetapkanku sebagai ketua.

P. if you ordered me to pull my support for MAR. Ketika segelintir orang di sekitar MAR pushed it. saya mau keluar saja dari tim karena tidak tahan atas cara mereka mempersepsikan buya. Muhammadiyah sebagai ketua menurut saya tidak pernah. Kalau dalam muktamar seolah-olah Buya terbayangi oleh yang sebelumnya lebih karena perkubuan Yogya saja. namun tidak bisa didikte oleh MAR. Kepemimpinan Buya bernuansa sangat berbeda dengan pendahulu-pendahulu yang mana pun. Jawaban buya sangat jelas: Jangan. buya menurut saya menunjukkan sikap “mengalah” karena persahabatan dan menjaga agar tidak ada friksi dalam Muhammadiyah. Lebih jauh Sukma menulis: “After Tanwir Makassar. Bravo. ejaan disesuaikan). Saya kan pernah menyampaikan ke buya sekitar bulan Mei 2004. buya revealed to all of us that there was a boundry that no one should ever crossed. Sukma lebih spesifik mengatakan bahwa antar muktamar dan tanwir.” Artinya aku sudah mandiri dalam menentukan sikap. I would have listened gladly. . periode itu adalah periode ‘let wisdom prevailed [sic] by itself.” Selengkapnya berbunyi: “Sejak Muktamar Jakarta sampai Tanwir [Makassar?].24.” (SMS pada 6 Januari 2006 jam 22. Jadi. aku terlihat “mengalah.406 pengertian mempengaruhi kepemimpinan Buya di P.

Mungkin Sukma benar dalam membaca sikapku yang “mengalah” berhadapan dengan MAR dan pendukungnya. jika ada sikap-sikap yang kurang proporsional pada saat-saat suku politik sedang mendidih dapat dimaklumi. Aku mau berdamai dengan siapa saja.407 bantulah dia sebisanya.30. asal . Dalam suasana yang tidak normal itu. bika tidak akan masak. bukan? Bagiku yang penting adalah agar citra Muhammadiyah di depan publik tidak rusak sebagai kekuatan sipil yang independen vis-à-vis politik kekuasaan. aku kadang-kadang merasa seperti bika. Mengapa dua anak muda ini aku kutip? Karena mereka cukup faham peta gerak Muhammadiyah. sekalipun kadang-kadang menyakitkan. demi menjaga keutuhan Muhammadiyah. khususnya yang menyangkut langkah-langkahku dalam memimpin persyarikatan ini dalam situasi yang sarat dengan kepentingan politik jangka pendek. di bawah panas di atas panas.” (SMS pada 6 Januari 2006 jam 22. Tetapi perasaan yang kurang sedap pada suatu ketika dengan bergulirnya musim akan sirna dengan sendirinya. Banyak pujian yang disampaikan kepadaku dari berbagai kalangan karena aku dinilai berhasil menjaga Muhammadiyah dari tarikan politik kanan kiri. Bagiku sendiri. ejaan disesuaikan). Tetapi jika tidak demikian.

” Bagiku pesan ayat ini terlalu gamblang. Muhammadiyah. Al-Qur’an surat al-Hujurat ayat 12 menegaskan yang maksudnya: “Hai orang-orang beriman. Dan bertaqwalah kepada Allah. Inilah filosofi hidupku yang sederhana yang terasa semakin tajam setelah aku menjadi Ketua P. Sukakah salah seorang di antaramu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka kamu tentu merasa jijik kepadanya. jauhilah olehmu kebanyakan dari prasangka.P. sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa.408 dilakukan dengan tulus dan autentik. Dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. tetapi mengapa aku pada saat-saat tertentu di masa lampau kurang atau bahkan tidak menghiraukannya? Aku menyesal karena pada saat Muktamar Jogja dan Aceh aku belum bebas dari iklim yang kurang sehat karena mata sering terpaku . Hidup yang singkat ini tentu tidak elok dipakai untuk sesuatu yang sia-sia. sesungguhnya Allah Penerima taubat lagi Maha Penyayang. Pergumulanku dengan berbagai kalangan yang masih mempertahankan idealisme selama tujuh tahun terakhir telah semakin menyuburkan kepekaan batinku untuk tidak larut dalam suasana saling curiga yang hanya membuahkan kesia-siaan.

Apalagi Muhammadiyah adalah gerakan da’wah.409 kepada masalah kepemimpinan. bukan gerakan politik yang tidak bebas dari budaya “menohok kawan seiring. Barangkali usia yang telah merangkak jauh semakin menyadarkanku untuk lebih berhati-hati dalam menjaga hubungan dengan sesama. Bali. baik teman seagama maupun dengan teman lintas agama yang sampai sekarang tetap terjaga dengan baik. aku mencoba menarik garis pembeda antara politik dan da’wah: Politik mengatakan: Si A adalah kawan Si B adalah lawan Da’wah mengoreksi: Si A adalah kawan Si B adalah sahabat. aku sudah bertekad untuk tidak turut lagi dalam “permainan” internal politik dalam Muhammadiyah. 24 Januari 2002. Apa yang . Sesungguhnya jauh sebelum Muktamar Jakarta. Itulah sebabnya dalam Pidato Iftitah di Sidang Tanwir Denpasar. menggunting dalam lipatan”. Politik cenderung berpecah dan memecah Da’wah merangkul dan mempersatukan. Aku belajar banyak dari pengalaman muktamar ke muktamar. sekalipun pasti ada saja kekeliruan yang kulakukan.

Rapat Pleno P. dan aku mendukung. sahabatku ini membatalkan niatnya untuk hadir dalam pembukaan. Presiden yang didampingi oleh suaminya Taufik Kiemas telah memberikan sambutan pada waktu pembukaan Tanwir. Yang benar bukan begitu. Dan undangan itu dikabulkannya. Tanwir Denpasar relatif berlangsung manis.P. Amien Rais yang diundang secara khusus untuk menghadiri Sidang Tanwir semula juga datang. yang mengundang Mega. Din Syamsuddin disalahkan karena dikira dialah yang mengundang Mega dan aku tak bisa mengontrol Din. P. Kami anggota P. telah berupaya meyakinkan agar Amien Rais jangan membatalkan niatnya. tetapi ada sedikit bintik kecil yang perlu direkamkan di sini.P. lalu meninggalkan Bali. Amien Rais akhirnya tidak mau hadir. tetapi sia-sia belaka. Tetapi setelah dia tahu bahwa Megawati juga hadir. Muhammadiyah sebelumnya sudah memutuskan untuk mengundang Presiden Megawati agar memberi sambutan dalam tanwir dalam rangka sosialisasi da’wah kultural.P. Jadi tidak benar Din dijadikan sasaran kecurigaan dalam kasus ini. Di antara kalimat yang diucapkannya yang masih terngiang .410 kukatakan di atas adalah endapan dan kristalisasi dari apa yang sudah agak lama kurenungkan. M.

Sulastomo bahkan telah menjadikannya untuk judul tulisannya dalam rangka 70 tahun usiaku.” Amien Rais tidak mau dengar semua alasan ini.411 di teligaku adalah: “Dulu kita sudah sepakat untuk tidak membungkuk-bungkuk kepada penguasa.” Ungkapan ini telah banyak dikutip pers. bukan kemauan seseorang. jam 17. Dengan demikian di mana posisiku telah teramat . mengundang presiden adalah dalam rangka da’wah kultural dan itu melalui keputusan rapat. Dr. Untuk menanggapi kabar-kabar burung model ini. maka dapatlah dipahami mengapa Amien Rais merasa terganggu di Denpasar dengan kedatangan Megawati itu. Akhirnya Sidang Tanwir berjalan bagus dan semarak tanpa Amien Rais. Dengan anggapan yang bersimpang siur ini. Dikatakannya bahwa di lingkungan terdekat Amien Rais ada kecurigaan bahwa aku sedang mempertimbangkan untuk menerima tawaran menjadi cawapres (calon wakil presiden) Megawati (SMS tanggal 11 Januari 2006.15).” Jawabanku adalah: “Siapa yang membungkuk-bungkuk? Tidak seorang pun. jauh sebelum itu aku sudah mengatakan: “Sesama bus kota tidak boleh saling mendahului. P.P. Informasi lain datang dari Rizal Sukma yang ketika itu merupakan bagian dari tim Amien Rais.

Amien Rais setelah M. Semenjak Tanwir Denpasar inilah aku semakin sulit memahami cara berpikir Amien Rais yang kadang-kadang begitu emosional dan temperamental.R. kawan dan lawan sering berubah tergantung kepada kepentingan jangka pendek. padahal yang memilih Megawati sebagai presiden adalah M.P. sekiranya aku turut pula dalam perlombaan politik yang melelahkan itu? Jika itu dilakukan aku harus “bertempur” dulu dengan isteri dan anakku yang sama sekali tidak rela kalau suami dan ayahnya memasuki gelanggang politik praktis. kata orang. Kearifan dalam bersikap sering pupus .R. Dalam perseteruan ini. pimpinan M. mencabut mandat Presiden Abdurrahman Wahid.P.412 jelas. memang dapat membutakan hati manusia. aku menyaksikan betul bahwa apa yang bernama iman yang mengharuskan orang menjaga persaudaraan sering tidak berfungsi. ganas. Aku melihat permainan politik itu kejam. Apakah layak dari sudut moral dan etika jika aku mempersulit Amien Rais sebagai calon presiden. Kekuasaan itu. aku pun dari Muhammadiyah. Amien Rais dari Muhammadiyah. Kutipan Pidato Iftitah di atas adalah refleksiku dalam membaca perseteruan politik kekuasaan di Indonesia di era reformasi.

P. tidak ada urusan yang tidak beres. budayawan/seniman. Kadang-kadang mereka tidak mengenal waktu dalam bertugas. tetapi dari berbagai kalangan birokrat. Pada bulan-bulan pasca Muktamar Jakarta. asing atau domestik. sekalipun lelah.413 begitu saja ditiup angin politik yang bertiup tak terkendali. mobilitasku memang meningkat drastis. jenderal. Keikhlasan mereka terlihat di wajahnya yang tidak pernah menampakkan rasa tidak senang. Saudara Zaenuddin dan Hefinal dari sekretariat P. dan banyak yang . Perkawananku dengan tokoh-tokoh lintas agama semakin meyakinkanku bahwa sikap-sikap yang kuperlihatkan dalam memimpin Muhammadiyah mendapat apresiasi yang tinggi dari mereka. Tamu-tamu berdatangan ke P. Tidak saja dari mereka.P. Tidak jarang aku baru bisa tidur setelah larut malam. menteri. Muhammdiyah tahu betul tentang kesibukanku ini. sebab merekalah yang mengatur agendaku. siang dan malam. mantan menteri. Keduanya cukup profesional. pengusaha. Muhammadiyah Jakarta. Undangan dari dalam dan luar negeri juga banyak sekali. Kepada kedua anak muda ini aku wajib menyampaikan rasa terima kasih yang dalam atas segala kebaikan dan ketekunan mereka dalam menjalankan tugas.

414 lain. A. perasaanku dengan mudah ditangkap oleh kawan-kawan itu. Ramadhan K. Josef Handojo. Biku Pannyavaro. Din Syamsuddin. Kaban. Nurcholish Madjid.. mungkin karena ada gelombang yang sama.S. Adnan Buyung Nasution. M. Susilo Bambang Yudhoyono. M. Sri-Edi Swasono. Dillon. Muhammadiyah dan sesudahnya. Sejak aku muncul sebagai Ketua P. H.J. sangat menghargai sikap dan pernyataanku untuk konsumsi publik. Fuad Bawazir. Jusuf Kalla.S. Taufiq Ismail. Ajib Rosidi.H. Semuanya keluar dari hati tanpa agenda jangka pendek. Gewanggoe. Ahmad Hasyim . Salim Said.. Dengan demikian tak seorang pun yang akan rugi bila bersahabat denganku. Franz Magnis Suseno. aku telah biasa berdialog dengan tokoh-tokoh seperti B. M. M. Romo Benny. Denny J. Hidayat Nur Wahid. Bambang Sudibyo. Dawam Rahardjo. Taufik Abdullah. Mungkin mereka melihatku sebagai seorang tua tanpa agenda pribadi untuk sebuah jabatan penting. Tarub. Gunawan Mohamad.A. Hatta Rajasa. Rasanya apa yang kukatakan memang tidak dibuat-buat. Dengan kata lain. Pdt. Abdurrahman Wahid.A. Fuad Amsyari. Sulaiman Abdul Manan. Todung Mulia Lubis. Muchlas Abror. Achmad Tirtosudiro. Habibie. Weinata Sairin.P. Anas Urbaningrum. Megawati. Amien Rais.

Fatwa. Jacob. Haedar Nashir. M. A. Tentu prinsip-prinsip demokrasi harus pula dijadikan pegangan agar orang mampu berpikir secara proporsional dan adil. tak seorang pun yang berhak mengklaim bahwa dirinya punya hak-hak istimewa di sini. Beberapa duta besar asing juga menyambut kehadiranku sebagai teman yang bisa diajak bertukar pikiran. Pertukaran pikiran . Masdar F. Muhammad Muqoddas. kita semua berpendapat bahwa Indonesia adalah milik bersama. Deddy Julianto. Handojo S. Untuk teman-teman sebangsa dan setanah air yang seide. T. Hamid Basyaib. Rizal Sukma. Jusuf Wanandi. Kuntowijoyo. Mas’udi.M. Suyanto. Rosihan Anwar. Umar Wahid. Yunahar Ilyas. A. Zamroni. Hendropriyono. Siswono Yudo Husodo. A. Herman Darnel Ibrahim. dan puluhan yang lain. Salahuddin Wahid. Syamsir Siregar. Sutrisno Bachir. Amin Abdullah. Sulasikin Murpratomo. Mustofa Bisri. Fasli Djalal. termasuk dengan anak-anak muda dari berbagai latar belakang. Sudhamek AWS. Sjafri Sairin. Muhammad Najib. Albert Hasibuan. A. A.M. Sofyan Wanandi. Jakob Utama. Matori Abdul Djalil. Muljadi. Jeffrie Geovanie. Gafur Chalik. Rosjad Sholeh. Achmad Bagdja. Dasron Hamid. Malik Fadjar.415 Muzadi. Bambang Widjojanto. M. Watik Pratiknya. Rusdi Latif.

Boyce (Amerika). Pernah juga atas prakarsa Jeffrie Geovanie. sekalipun menghadapi masalah-masalah krusial tertentu yang menyangkut tuduhan terhadap seseorang. Di dalamnya termasuk anak-anak muda Muhammadiyah yang aktif menulis pada berbagai media cetak. aku dan dia bersimpang jalan. aku sungguh banyak belajar. seperti menilai kasus Abu Bakar Baasyir yang dituduh Amerika sebagai gembong teror. pada tanggal 19 Desember 2003 aku berdialog hampir dua jam dengan Alvin Toffler. tokoh yang pada tahun 1980-an sangat populer di Indonesia. tetapi menuduhnya sebagai Godfather kaum teroris. Di antara pertanyaan sentral yang diajukan Toffler adalah mengenai sebab-sebab mengapa posisi Islam pada tataran global dinilai . aku sudah bertemu dan berbincang. Richard Gozney (Inggris). Aku memang tidak sepaham dalam banyak hal dengan Baasyir. tidak terkecuali dengan kaum muda yang tidak jarang punya gagasan-gagasan cemerlang.416 dengan berbagai kalangan itu. aku belum punya bukti. Dengan Boyce malah sering. Edward Lee (Singapura). untuk menyebut hanya berapa nama. Lu Shumin (Cina). Dengan duta besar Ralph L. terutama melalui karyanya Future Shock yang banyak dikomentari itu.

Toffler. Maka aksi teror yang melibatkan sekelompok amat kecil Muslim harus dibaca dari kacamata ketidakberdayaan atau keputusasaan yang mereka rasakan sangat kejam dan menghimpit. Ya. kepada Toffler kujelaskan bahwa jika Islam itu dipahami secara benar dan autentik dalam perspektif tradisi spiritual nabi Ibrahim yang bertujuan menebarkan rahmat di muka bumi.: Pertama kukatakan bahwa sebagian besar umat Islam tidak berorientasi ke depan.l. seorang Yahudi. maka orang tidak akan dengan mudah mencap Islam sebagai agama anti peradaban. Seperti biasa jawabanku lugas tanpa basa-basi. dan ini sangat Qur’ani. karena pikirannya tidak lagi bersentuhan dengan realitas yang sebenarnya. Islam sejak tragedi 11 September 2001 telah dijadikan agama tertuduh oleh pers Barat yang tidak mau meneliti lebih dalam apa Islam itu sebenarnya. Dalam kondisi yang semacam itu akan sulitlah bagi mereka untuk berani mengeritik diri sendiri. tetapi .417 banyak pihak sebagai tertinggal jauh di buritan. Tetapi mengapa mereka memakai jubah agama? Kedua. a. tetapi tenggelam dalam imajinasi kebesaran masa lampau yang bukan mereka sebagai penciptanya.

tugas ini sering kulakukan sambil lalu. hubungan mereka denganku terasa begitu akrab. Ini sangat memudahkanku mencari dana muktamar. Pak A. Amien Rais sudah sibuk dengan dunianya. baik sebelum mau pun sesudah Muktamar Jakarta. Kabarnya konon para Ketua P. Fachruddin cukup . Allah maha pemurah. tetapi belum cukup. maka masalah dana muktamar harus aku ambilalih.P. sesuatu yang semula sangat aku khawatirkan. Entah apa alasan dan daya pikatnya. Menariknya.418 katanya kepadaku sudah tidak beragama lagi. Untuk mencari tambahan dana inilah yang menjadi salah tugasku sebagai ketua. Bantul.R. termasuk dengan beberapa pengusaha. Memang dari amalusaha modal dasar sudah disiapkan untuk setiap muktamar. itu dipercaya banyak pihak. Pergaulanku dengan berbagai ragam manusia telah semakin menyadarkanku bahwa manusia itu sungguh banyak sekali dimensinya. Aku ingat misalnya ketika Universitas Muhammadiyah Yogyakarta sangat memerlukan dana untuk membeli tanah untuk membangun kampus barunya di Kasihan. Cukup banyak tangan yang diulurkan kepadaku untuk meringankan beban panitia penyelenggaraan muktamar dengan biaya besar itu.

seperti yang dilakukan Bung Dokter Hariman Siregar. Jumlahnya Rp. kepercayaanku . Aku hanya meneruskan apa yang telah dicontohkan oleh para pendahuluku. Muhammadiyah ternyata punya tempat tersendiri di hati masyarakat Indonesia. sebuah angka yang cukup besar kala itu. Jadi orang boleh mengeritik Pak Harto. Hasilnya memang di luar dugaan.000. Ada yang datang langsung ke P. Dasron Hamid (ketika itu). Tidak perlu menunggu lama. tetapi harus dicatat bahwa tanah kampus Universitas Muhammadiyah di kawasan Bantul itu diperoleh berkat hubungan baik A. Pada waktu itu kami belum akrab.P. pemimpin demonstrasi tahun 1970-an. seorang perwira yang sangat dipercaya Pak Harto.000.R. 500. surat itu dikirimkan via Kolonel Ali Afandi dari sekneg (sekretaris negara). Menurut keterangan Rektor U. sekalipun sudah saling mengenal nama.Y. Donatur yang lain berdatangan satu persatu. besar-besar lagi. seperti yang kulakukan juga. tanpa meminta kuitansi. Muhammadiyah Menteng Raya dengan membawa dolar.419 hanya dengan menulis surat singkat dalam Bahasa Jawa kepada Presiden Soeharto. dana itu telah turun dengan mudah.M. Melihat kenyataan ini. Fachruddin dengan presiden Indonesia kedua itu.

420 kepada diri sendiri semakin kuat. peran Bung Sumaryono dari Rumah Sakit Islam Jakarta sebagai tangan kanan Bendahara P. Hendropriyono. Herianto). M. sebagaimana umumnya pemimpin Muhammadiyah sebelumku.M. pimpinan pabrik rokok Sampoerna (aku lupa namanya). Jadi aku pernah juga “bergelimang dengan uang” yang berasal dari bantuan berbagai pihak itu. termasuk dari sahabat-sahabat nonMuslim. aku pun bisa. Kadang-kadang pihak calon donatur hanya dihubungi melalui HP (telpon genggam) saja. Semoga aku pandai menjaga amanah. H.S. Ternyata. Taufik Kiemas (ini yang terbesar disampaikan via adik iparnya Drs. Habibie. Danadana besar yang pernah kuterima dari pihak luar. Dalam upaya pencarian dana ini. Hubungan baik dan akrab sahabatsahabat ini denganku tampaknya tetap bertahan.J. Dialah yang berkeliaran ke mana-mana menemui para donatur yang telah kutentukan. Fuad Bawazir. Dasron Hamid sungguh besar. . Kaban. Al Hilal Hamdi. Aku benar-benar bersyukur atas segala kepercayaan yang diberikan oleh berbagai kalangan. Abdurrahman Wahid. dan masih ada yang lain. Jenderal Muchdi. tidak saja untuk muktamar. Jenderal A. tetapi juga untuk PP Muhammadiyah adalah dari B.P. Hatta Rajasa.

I.P. 50. 500.W.000 lagi yang harus kuangkut ke Jogja untuk diserahkan kepada panitia. Bilamana kuceritakan tentang bantuan ratusan juta ini kepada isteriku. Tetapi untunglah. Dana datang tanpa diduga.421 Ada sekadar catatan kecil lagi. Maka tugasku dan temanteman P. yang sewaktu Sidang Tanwir di Banjarmasin menjelang Muktamar Jakarta telah memenangkan wilayahnya untuk menjadi tuan rumah muktamar. Mereka begitu menggebu untuk menanggung sebagian biaya muktamar sampai 60%. Tanpa uluran tangan mereka. P. ternyata kemudian kempis. Tidak sekali cara ini kualami. Oleh sebab itu terima kasihku kepada para darmawan ini sangat dalam dan tulus.M. D.K. Uang tampaknya memang tidak pernah menggiurkannya. kepercayaan masyarakat sudah semakin kuat. Jaringan persahabatan dengan berbagai pihak telah mulai dirajut. tidak menjadi kenyataan. Suasana semacam ini sangat membantu tugasku dalam bermasyarakat dan mengurus Muhammadiyah. menjadi semakin berat dalam masalah dana ini. Muhammadiyah akan kesulitan dalam penyelenggaraan muktamar di ibu kota yang serba mahal itu. datar.000 dengan pecahan Rp.000. . reaksinya sangat biasa. Kadangkadang diantar dalam tas kertas besar sejumlah Rp.

4 miliar kantor baru yang cukup megah ini menelan biaya. Oleh sebab . aku mohon lagi dibelikan sebuah mobil kijang untuk Majelis Tabligh P. Kantor yang baru ini diresmikan pemakaiannya pada tanggal 1 Muharram 1423/15 Maret 2002 dengan penandatangani sebuah prasasti. Itu pun dikabulkannya. 23. tentu sedikit banyaknya akan jadi beban batin yang mempersukar gerakku di Muhammadiyah. menristek ketika itu. beasiswa untuk anakku Hafiz yang belajar di Negeri Belanda. Rajasa dengan mudah menyediakan dana sebesar Rp. Dengan bantuan Bung Muhammad Najib.000. Sewaktu masih dalam proses pembangunan Bung Hatta Rajasa. Sebagai menteri perhubungan dalam Kabinet SBY-Kalla. yang baru di Jl. Jogja. Hampir Rp.422 tetapi jika tak punya. Muhammadiyah. tentu sambil “merogoh” kantongnya. Masih ada yang lain. Coba kalau isteri mata duitan. Karena dana yang masuk cukup lumayan jumlahnya. 400. kuajak meninjaunya. dia pusing juga.000.P. Kurekamkan semuanya di sini bukan untuk apa-apa.P. tetapi untuk mengatakan bahwa banyak pihak yang membantuku dalam hidup ini. Rajasa tidak hanya membantu pembangunan gedung ini. panitia akhirnya bisa menyisihkan sebagian untuk membangun kantor P. Cik Di Tiro No. juga dibantu Rajasa.

Muslim dan nonMuslim.. Pidato Iftitah yang kusampaikan di Bali telah menjelaskan perbedaan antar sikap politik dan sikap da’wah. sesuatu yang jarang berlaku dalam dunia politik yang sarat dengan bahasa retorika kepentingan pragmatis jangka pendek. suasana semacam ini belum lagi tercipta. . hubunganku dengan mereka tentu akan berbeda. di akhir masa jabatanku di P. Jadi Muslim dan non-Muslim telah menjadi sahabat-sahabatku yang akrab dan tulus. Da’wah selalu merangkul dan mempersatukan atau mencari kawan sebanyak-banyaknya. ketua umum Majelis Budhayana Indonesia. seperti telah disinggung sebelumnya. Pengakuan tentang ini beberapa kali telah kudengar langsung dari berbagai kalangan.000 untuk membantu pelaksanaan Muktamar Malang.P.000.P.423 itu sifat-sifat mulia seperti ini juga harus kita tiru dalam batas kemampuan kita. Salah seorang sahabatku Sudhamek. Sekiranya aku menjadi politikus. Rupanya orang kemudian melihat bahwa kiprahku sebagai ketua sedikit atau banyak telah turut membawa kesejukan dalam masyarakat luas di Indonesia.75. Muhammadiyah pernah juga mengantarkan cek sebesar Rp. Sewaktu aku masih menjadi Wakil Ketua P.

P. sebagaimana telah kusinggung .P. Muhammadiyah setelah Ahmad Azhar Basjir wafat pada Juni 1994. Muhammadiyah. Tetapi aku senantiasa belajar dan mengikuti perkembangan Muhammadiyah dalam kaitannya dengan dinamika masyarakat Indonesia yang sedang berubah dengan cepat. Muktamar Aceh 1995 mengukuhkan posisi Amien Rais sebagai ketua dan aku sebagai salah seorang wakil ketua. 1998-2005 Bagian ini adalah penekanan pada butir-butir tertentu yang dipandang perlu tentang langkah-langkahku sebagai Ketua P. Sejak itu hubungan Muhammadiyah dengan Presiden Soeharto agak sedikit terganggu. Sebagai wakil ketua tentu kiprahku lebih banyak membantu ketua. Di Era Orba. jabatan tertinggiku adalah sebagai Wakil Ketua P.424 E. Muhammadiyah yang di sana-sini telah disinggung di depan menurut konteksnya. sedangkan sebagai ketua dijabat oleh Muhammad Amien Rais yang sebelumnya adalah sebagai salah seorang wakil ketua. Sebagai Ketua P. Sekitar tujuh tahun aku dipercaya menjadi komandan Muhammadiyah di era yang sering disebut Era Reformasi setelah bangunan Orba runtuh.P. Tanwir Surabaya pada 1993 yang “heboh” itu menjadi catatan tersendiri bagiku dalam membaca peta perjalanan bangsa.

Wajahnya adalah wajah Muhammadiyah sejati. Muhammadiyah waktu itu bukan Amien Rais. malang yang tak dapat ditolak.P. seorang alim yang tidak punya naluri politik. Muhammadiyah periode 1995-2000. Suasana inilah yang kemudian .425 sebelumnya. Jadi tidak ada alasan yang kuat untuk terus mencurigai Muhammadiyah.P.A. apalagi antara Amien Rais dan Soeharto lagi dalam suasana “tidak enak badan. Ahmad Azhar wafat bulan Juni 1994. tetapi Ahmad Azhar Basjir. Tetapi perubahan peta politik nasional telah mengubah pula jalan sejarah. Pada bulan Agustus 1998 Amien Rais meninggalkan P. Mujur yang tak dapat diraih. Namanya sedang jadi buah bibir publik.P. Yang sedikit membantu keadaan adalah karena yang menjadi Ketua P.N.” Sebagaimana telah kujelaskan di muka Muktamar Aceh telah berjalan lancar dan Amien Rais dikukuhkan lagi sebagai Ketua P. dan Amien Rais naik sebagai pajabat ketua sampai Sidang Tanwir berikutnya menetapkan seorang ketua definitif. Tetapi pada waktu itu tidak ada tokoh lain yang bisa menyaingi Amien Rais. untuk memimpin P. apalagi move Amien Rais di Surabaya tidak didukung secara formal oleh peserta tanwir. Muhammadiyah otomatis menjadi bahan perbincangan. termasuk sejarah Muhammadiyah.

yaitu Gorontalo. jika mungkin. Bangka-Belitung.P. Keinginan warga. Satu dua cabang. kecuali beberapa propinsi baru yang belum sempat dikunjungi. aku telah menjalankan tugas sebagai ketua selama enam tahun delapan bulan lebih sedikit. tetapi tidak mungkin ditandangi. maka periodeku menjadi tujuh tahun. semula sebagai pejabat ketua sebelum ditetapkan sebagai Ketua P. dan Sulawesi Barat Daya. apalagi seumurku.D. Aku paham betul tentang benarnya harapan itu. (Pimpinan Daerah Muhammadiyah) telah pula dikunjungi. terlalu dahsyat untuk dapat didatangi seorang ketua. Bila dihitung dari Desember 1998 sampai dengan 8 Juli 2005. Sekitar 400 jumlah P. Kesanku selama kunjungan-kunjungan itu adalah bila dibandingkan dengan . tetapi beberapa P. tidak saja dengan wilayah.D. bahkan ranting pernah pula didatangi.M. Interaksiku dengan warga persyarikatan rasanya cukup lancar.M.426 mendorongku untuk menggantikan posisinya. Tetapi kalau hitungannya dimulai sejak pejabat ketua. seluruh daerah jangan sampai ditinggalkan. Inilah masa-masaku menggumuli Muhammadiyah secara intensif. Hampir semua wilayah telah kudatangi. Muhammadiyah oleh Sidang Tanwir Bandung Desember 1998.

Tentu untuk bergerak ke sana merupakan tanggung jawab semua kekuatan bangsa dengan pimpinan pemerintah yang juga harus bermoral. Muhammadiyah masih saja berada di awal jalan. Masalah bangsa secara keseluruhan sering tidak sempat terpikirkan secara mendalam. Tetapi bila parameter yang digunakan adalah cita-cita al-Qur’an untuk menciptakan sebuah masyarakat Indonesia yang bermoral. Suasana semacam ini memang memprihatinkan. Tetapi yang menjadi sorotan adalah karena Muhammadiyah menyebut dirinya sebagai gerakan Islam. Muhammadiyah dengan segala kelemahannya masih berada di papan atas. Rumusan semacam ini mengisyaratkan tanggung jawab yang besar sekali. Suasana moral bangsa yang terus meluncur sejak 25 tahun terakhir menunjukkan bahwa kiprah Muhammadiyah sebagai gerakan da’wah belum efektif. secara kuantitatif. . gerakan da’wah amar ma’ruf nahi munkar. Muhammadiyah hanyalah sebagai pembantu pemerintah. tidak lebih dan tidak kurang.427 gerakan sosial lain di Indonesia. Dalam berbagai forum aku sering mengatakan bahwa di bidang pendidikan dan kesehatan. sementara energi Muhammadiyah lebih banyak terkuras oleh kerja-kerja sosial kemasyarakatan.

Zakiyuddin Baydhawi. kesehatan. Hilman Latief. Saleh Partaonan Daulay. . buahnya sudah mulai tampak dengan munculnya potensi pemikir-pemikir muda Muhammadiyah yang senantiasa kudorong dan diberi payung perlindungan. Hery Sucipto. Sebagian dekat dengan Dr. Selama tujuh tahun sebagai ketua. Promono U. M. Abd. Thantowi. Ahmad Fuad Fanani. Muslim Abdurrahman. Rohim Ghazali. Jangankan menangani masalah-masalah yang punya cakupan luas itu. ternyata belum banyak yang dapat kulakukan.428 Muhammadiyah belum mampu menawarkan sistem alternatif. Sirry. Andar Nubowo. maupun untuk bidang-bidang kemanusiaan lain yang selalu memerlukan perhatian khusus. Norma Permata. seorang kiyai-antropolog. sebagian yang lain muncul sebagai penulispenulis bebas. A. Kuni Khoirun Nisa’. Pradana Boy ZTF. Yang kukenal hanya sebagian kecil saja. baik untuk pendidikan. Sukidi Mulyadi. M. Abduh Hisyam. beberapa nama telah muncul sebagai penulis. Asep Purnama Bahtiar. mengurus dunianya sendiri saja Muhammadiyah sudah kelelahan. Hilaly Basya. Mun’im A. Zuly Qodir. Menurut Fuad Fanani. di antaranya Ahmad Najib Burhani. Tetapi di bidang pemikiran keislaman.

Tidak jarang pula terjadi gesekan sesama pengurus karena masalah sepele. Budi Asyhari Arman. sekuatkuatnya secara kritikal. Cara semacam ini hanyalah akan menambah beban Muhammadiyah. Aku ulangi di sini filosofi Minangkabau yang mungkin baik juga untuk mereka perhatikan.” Kepada anak-anak muda Muhammadiyah aku tekankan benar bahwa yang harus dibela adalah persyarikatan sebagai institusi. kita belum bisa mengatakan. Orang yang tidak sabar lalu hengkang sambil menjelekkan pengurus yang lain. Maka jika tidak mantap misalnya dengan pimpinan. jangan lalu meninggalkan Muhammadiyah. Ada contoh . Rahayu Arman. Terlibat dalam Muhammadiyah menuntut kesabaran tingkat tinggi. kadang-kadang bertubi-tubi. Entah berapa orang di antara nama itu yang akan tampil menjadi pemikir kaliber nasional. demi wawasan mondial yang perlu dikembangkan sebagai pemikir: “Alam terkembang jadi guru. Fajar Riza Ul Haq. Akan sangat tergantung kepada kesetiaan mereka kepada idealisme yang telah mulai tertanam dalam diri mereka dengan membaca sebanyak-banyaknya. Nur Hidayah. Berbagai masalah pasti muncul. bergabung dengan yang lain.429 Ilham Mundzir. padalah niat semula adalah untuk beramal.

Yang penting jika ada masalah cepat diselesaikan. bukan karena yang lain. kecuali kembali kepada ruh agama. Seorang pengurus terpilih yang punya pengaruh besar minta saran kepadaku untuk mundur dari P. Keterikatan kita bukan dengan manusia. pun. kepada niat tulus untuk bergerak dan aktif beramal dalam Muhammadiyah. tetapi dengan cita-cita persyarikatan. Kekuatan . Kita aktif di Muhammadiyah adalah karena didorong panggilan iman untuk beramal secara teratur. Di sinilah perlunya kesabaran dan niat baik untuk senantiasa dijaga dan dipertahankan. Iman seorang Muslim tidak membuka peluang untuk “seiring bersimpang jalan. seperti telah kukatakan. jangan dibiarkan membusuk. itu bukan hal baru. di tingkat P. hal serupa terjadi. tidak saja di tingkat bawah. Jawabanku adalah: “Jangan.” Bagiku tidak ada resep yang mujarab untuk membangun persaudaraan yang ramah dan produktif. Bahwa kadang-kadang terjadi gesekan sesama pengurus.430 yang terjadi sesudah Muktamar Malang Juli 2005. karena alasan tertentu.P.” Kadang-kadang memang sesama pengurus tidak bisa kompak karena faktor macam-macam. Sepanjang sejarah Muhammadiyah ada saja peristiwa yang tidak sedap dirasakan.P.

pada akhir Nopember 1999 aku dipilih sebagai salah seorang presiden internasional dari W. New York. Posisi ini sebelumnya diduduki oleh Abdurrahman Wahid dari N.R.R. Karena masyarakat terus bergerak.P. Karena kesibukan dalam Muhammadiyah.U. Alamat kantor pusat W. Sekalipun tidak sempat aktif benar. Yordania. kritikal. tetapi tetap berada dalam koridor kepribadian yang telah dirumuskan. tetapi aku . ada beberapa kegiatan samping yang kulakukan.C. setelah pertemuan Amman. U.A. Muhammadiyah harus dibaca sebagai gerakan Islam dengan cara kreatif.C. hampir satu abad yang lalu. Kantor pusat W. William F. adalah: 777 United Nations Plaza. (World Confrerence on Religions for Peace) dalam sidangnya yang ke-7 di Amman. berada di New York dengan sekjennya Dr.C.R. maka pemimpin Muhammadiyah harus pula punya wawasan dan otak yang tidak boleh diam.P. NY 10017. beberapa undangan yang dikirimkan kepadaku tidak sempat dihadiri seperti pertemuan di Nairobi pada Juni 2002.P. Vendley.431 Muhammadiyah selama ini banyak ditentukan oleh adanya figur-figur yang benar-benar paham untuk apa persyarikatan ini didirikan pada 1912/1330.S. seorang Katolik yang taat. Selama periodeku memimpin Muhammadiyah.

Abd. 555. Suharyo agak berlebihan menilai peranku. I.cit. inspiratif. aku telah membawa Muhammadiyah sebagai salah satu tenda besar untuk turut serta memayungi semua pemeluk agama di Indonesia.16 Rasanya Dr. Untuk itu dituntut mutlak peran para tokoh sejarah. Selama dalam pergaulan lintas iman itu. terbuka. Bapak Syafii adalah salah seorang tokoh terkemuka yang sudah lama memainkan peranan itu—dengan pemikiran-pemikiran beliau yang cerdas. hlm.. Tetapi tidak-tidaknya dalam segala keterbatasanku. Dalam pergaulan lintas iman. Rohim Ghazali dan Saleh Partaonan Daulay. op. haruslah dibangun sejarah baru yang tidak membelenggu.432 mengirimkan surat permohonan maaf kepada Vendley. aku belum berbuat maksimal untuk kepentingan semua pihak pihak. Rupanya 16 Lih. menulis: “Melepaskan diri dari belenggubelenggu sejarah bukanlah perkara mudah dan dapat dilaksanakan dalam waktu singkat. tetapi sebaliknya sejarah yang membebaskan dan memberi harapan. Uskup Agung Semarang. dan langkah-langkah moral beliau yang berani—dan kita harapkan akan terus memerankannya. . Yang jelas. Suharyo. seorang sahabatku Dr.

Pada saat Prof. Toeti Heraty N. Ramadhan K.H. yang rajin menghadiri rapat-rapat adalah: Rosihan Anwar. Taufik Abdullah. Anggota A. di atas 60 tahun. aku dimasukkan menjadi anggota A.M. Rendra. Nh.J. Ajib Rosidi. Sardono W. Ungkapan Suharyo tentang “sejarah yang membebaskan dan memberi harapan” mencerminkan apresiasi itu. Dr. Saini K.J. Dini. Tatiek Maliyati W. Kusumo. .J. Kegiatan samping lain sejak Nopember 2002. wartawan.S..D. Slamet Abdul Syukur. Rooseno. Kadang-kadang aku merasa malu sendiri berbicara dengan mereka karena pengetahuanku tentang seni sangat terbatas.S.433 sikap-sikap yang kubangun itu telah dirasakan sebagai suatu yang sangat positif oleh teman-teman lain yang berbeda iman. Sardono W. Ahmad Syafii Maarif. dan para penulis terkenal. atas dorongan seniman W. Misbach Yusa Biran. A. Aku belajar kepada teman-teman anggota yang terdiri dari para seniman. Rendra. Gunawan Mohamad. Kami memilih Prof. Rata-rata usia anggota A.. (Akademi Jakarta) di samping 26 anggota yang lain. cendekiawan. Koesnadi Hardjasoentri untuk mengetuai akademi ini yang tidak pernah absen dalam memimpin rapat. Firous. Endo Suanda. Orangnya penyabar menghadapi para seniman dan intelektual yang banyak tingkah..

Rektor Institut Kesenian Jakarta. Dengan belajar ini. Gunawan dengan tenang menjawab: “Adalah hak anda untuk keluar. pada 12 Pebruari 2006 menghadiahkan buku tentang Aceh.J.434 Kusumo. yang sarat dengan pengalaman hidup dan renungan mendalam tentang bangsa dan hakekat kemanusiaan. Demikianlah pada suatu rapat yang juga dihadiri oleh anggota sastrawan Sitor Situmorang. aku semakin mengerti bahwa manusia tetap manusia dengan segala kelebihan dan kekurangannya.J.” Tentu debat semacam ini tidak ada kaitannya dengan “sengketa” antara pendukung Manifes Kebudayaan (Gunawan) dan Sitor yang kekiri-kirian pada era Demokrasi Terpimpin dan menentang keras kehadiran Manifes bersama Pramoedya Ananta Toer dan kameradnya.” Apakah ini bukan terbalik? Akulah yang banyak berguru kepada para anggota A. Sitor begitu emosi karena usulnya tentang sesuatu kurang mendapat perhatian dari rapat. aku sungguh merasa rikuh karena ada tulisan: “Untuk guruku Bpk Syafii. aku menonton debat singkat antara Gunawan dengan Sitor. Dia berdiri dan dengan suara garang mengancam akan keluar dari A. .

… Dalam mendengarkan pidato Buya Syafii…. jika kecerdasannya dia sumbangkan untuk kepentingan kemanusiaan: dia akan jadi pahlawan. tangan. pena. melainkan kalbu yang berujar—seperti melihat tinta.J. Anggota A.J.435 Kenggotaanku dalam A. dengan menghancurkan yang lain: ia akan jadi pengkhianat. ungkapnya. Banyak tokoh nasional yang hadir pada malam itu. TIM.J. ketika kita membaca . kita pun tidak cuma mendengar kata yang terucap. 22 Nopember 2005 lalu. Tapi sebaliknya. akan menjadi berkah pada umat. Kaum intelektual. jika dia gunakan kekuatannya itu untuk kepentingan dirinya. dan pribadi pengarangnya. seniman Endo Suanda yang hadir malam itu mengomentari pidatoku itu di bawah judul “Pahlawan dan Pengkhianat”: Dua kata di atas merupakan isu pokok dalam Pidato Kebudayaan Buya Syafii Maarif. Pada tanggal 22 Nopember 2005 oleh Dewan Kesenian Jakarta aku diminta untuk menyampaikan Pidato Kebudayaan dengan judul “Pengkhianatan Kaum Intelektual Dalam Perspektif Kebudayaan”. telah semakin meluaskan radius pergaulanku dengan para seniman/sastrawan Indonesia di luar A. di Gedung Graha Bhakti Budaya.

Itu berarti bahwa selama mendengarkan sekitar satu jam pidato. Kejujuran di situ terasa. 17 .17 Sewaktu kusampaikan kepada Endo bahwa pernyataan di atas telah menjadikanku tersanjung terlalu tinggi yang belum pada tempatnya. ejaan disesuaikan). Salam”. No. 77/VIII/2006. Semoga saja aku tidak hilang keseimbangan bila dihargai seorang teman atau siapa pun. ingatan kita terhadap kiprah pembicara puluhan tahun sebelum berucap di podium. pemaknaan kita bukan yang eksplisit saat itu. Jadi. [Endo Suanda]. sedangkan aku sendiri merasa tidak layak untuk menduduki posisi itu. 2006. Ya. Dalam perkataan buya jika saja disisipkan huruf a di antara Lih. 16:23:58. untuk bisa jujur. aku sering dipanggil buya. jawaban yang kuterima adalah: “… saya menulis secara jujur saja. hlm. pantangannya jangan berdusta. sangat menentukan. sadar ataupun tidak. melainkan titik-titik yang merentang panjang. memang.(SMS tanggal 15 Feb. yang mengantarkan kita pada peristiwa pidato. 3. Karena berasal dari ranah Minang. dan kejujuran rasanya satu-satunya modal yang saya punya. “Pahlawan atau Pengkhianat” dalam Gong: Media Seni dan Pendidikan Seni. karena pendengar umumnya tahu siapa Buya Syafii.436 suatu karya sastra.

karena itu semuanya itu telah terekam dalam memori publik. Gerakan Moral Anti Korupsi dan Pencalonan K.K. Salah-salah tingkah dapat menimbulkan cibiran dan cemeeh yang menyakitkan. . akan terbaca buaya.K. (Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi) jangan sampai ditinggalkan. S. Oleh sebab itu aku takut menyandang suatu atribut yang mungkin aku tak kuasa memikulnya.R.R. Aku lebih senang dipanggil nama tanpa atribut. Adalah Nursam.. bukan? Aku menyaksikan di ranah Minang pada permulaan abad ke-21 ini. Juga disarankan agar proses pencalonanku untuk menjadi anggota K. sejarawan muda asal Makassar dan seorang penulis prolifik yang kuminta membaca draf otobiografi ini. menyarankan agar kegiatan Muhammadiyah di bawah pimpinanku dalam melawan korupsi perlu dimasukkan. integritasnya sebagai buya sering berantakan. MASA DEPAN INDONESIA A. wibawanya merosot ke titik nol. VIII.S. setelah para buya masuk politik. Kedua saran ini setelah kutimbang-timbang.437 bu dan ya. rasanya memang tidak salah jika dijadikan bagian dari riwayat hidupku.

Pemberantasan Korupsi. Sekalipun kita tahu bahwa korupsi di Indonesia bersifat sistemik dan berlapis-lapis sehingga untuk memberantasnya menjadi sesuatu yang sangat sulit. Tetapi dengan deklarasi di atas.18 Seorang jenderal polisi yang beragama Katholik mengatakan kepada saya bahwa Lih.U. dan Dillon menandatangani sebuah deklarasi untuk memulai gerakan moral anti korupsi. Dillon dari Lembaga Kemitraan untuk Reformasi Tata Pemerintahan.U. Muhammadiyah dan N. aku. setidaktidaknya masyarakat luas akan tergugah dan sadar bahwa masyarakat sipil di bawah payung Muhammadiyah dan N. op.S.438 Dalam sebuah deklarasi bulan Oktober 2003 yang difasilitasi Dr. 18 . Gemanya luar biasa.. belum tidur benar. H. “Syafii Maarif. Dillon.cit. 290. Menurut catatan Dillon. tidak kurang dari 16 media nasional dalam tajuknya telah menyambut gerakan moral ini dan berharap akan ada hasilnya. masih mau angkat senjata moral dengan mengumumkan perang terhadap korupsi. sepakat untuk turut menyadarkan masyarakat bahwa korupsi adalah penyakit dan musuh semua agama dan peradaban. dan Penanggulangan Kemiskinan di Indonesia” dalam Cermin Untuk Semua. Dalam pertemuan itu Ahmad Hasyim Muzadi sebagai Ketua Umum N. H.U. apalagi juga didukung oleh semua kekuatan agama di Indonesia. hlm..S.

Saya berada di belakang gerakan sipil ini. sebagai orang dalam. tetapi sebuah masa depan yang gelap-gulita. Saya.U. mungkin masih ada masa depan. Jika berhasil. Tentu aku sangat berterima kasih kepada jenderal yang punya gelombang nurani yang sama dengan tokoh-tokoh agama yang mencoba menyadarkan masyarakat bahwa hari depan Indonesia akan tergantung kepada berhasil atau gagalnya bangsa ini melawan korupsi ini. Seperti kita ketahui pemenang dalam pertandingan yang digelar pada bulan Juli 2004 itu adalah pasangan Susilo Bambang Yudhoyono/Muhammad Jusuf Kalla. Sahabatku Hasyim Muzadi barangkali punya perhitungan lain dalam mengambil . Sebaliknya jika gagal. N.439 pada suatu ketika dia gembira dengan gerakan moral ini. katanya. sebagai salah satu sayap besar umat Islam di bawah pimpinan Hasyim Muzadi semula diharapkan bersama Muhammadiyah akan tetap teguh berada pada posisi independen menghadapi tarikan politik praktis. Gerakan ini agak sedikit mengendor setelah Hasyim Muzadi turut dalam pertandingan pemilihan presiden/wakil presiden melalui duet Mega-Hasyim. mengerti betul betapa sulitnya melawan penyakit sosial berupa korupsi itu. ada harapan bahwa Indonesia masih punya masa depan.

Sebagai kekuatan sipil kedua sayap umat ini bersama dengan seluruh kekuatan lintas agama dengan caranya masing-masing akan tetap bersuara lantang dalam upaya memperbaiki moral bangsa yang terlanjur rusak ini.440 langkah kontroversial itu. Selanjutnya tergantung kepada alat penegak hukum untuk merespons apa yang telah diteriakkan MuhammadiyahN. sampai batas-batas tertentu Muhammadiyah-N.U. Tetapi suara lantang ini tidak akan punya dampak besar. karena itu semua adalah tugas aparat negara penegak hukum. . Allahu a’lam! Gerakan moral anti korupsi ini adalah gerakan penyadaran melalui bahasa dan media agama. oleh sebab itu merupakan sebuah jihad menurut ajaran agama untuk memberantasnya.U. ini. Pernah dia menyampaikan kepadaku bahwa langkahnya itu adalah juga untuk memperbaiki moral bangsa melalui struktur kekuasaan. sekiranya pemerintah dan semua aparat penegak hukumnya tidak membuka telinga terhadap suara-suara keras yang datang dari masyarakat luas. bukan gerakan eksekutor. telah berhasil menyadarkan masyarakat bahwa korupsi adalah penyakit sosial yang dapat membunuh peradaban. Sebagai gerakan penyadaran.

. masih belum terlalu fokus.U. Indonesia jaya atau bangkrut akan sangat tergantung kepada kesungguhan atau kelalaian kita semua untuk berjihad melawan korupsi yang sudah sangat menyesakkan nafas seluruh anak bangsa. sekalipun sebagian orang sudah putusasa dengan keadaan.441 Memang aku sadar bahwa apa yang kami lakukan di atas adalah untuk menyatakan bahwa hati nurani masyarakat sipil belumlah mati suri. maka pemerintah tidak boleh main-main dalam perkara yang satu ini. Diharapkan dengan gerakan moral di atas. Anak-anak muda Muhammadiyah dan anak-anak muda N.U. Hasilnya sampai hari ini belum terlalu nyata. tetapi menurut para pengamat. bersama kekuatan lintas agama. dengan cara dan metodenya masing-masing cukup proaktif dalam memasyarakatkan gagasan besar yang terkandung dalam Deklarasi 15 Oktober 2003 di atas. Sebuah pekerjaan melelahkan dan penuh duri telah ditempuh Muhammadiyah-N. Tekad SBY-Kalla untuk melawan korupsi sudah mulai dilaksanakan. Setidak-tidaknya genderang ke arah pemberantasan penyakit akut itu telah ditabuh dengan suara keras. masyarakat banyak masih melihat titik-titik terang di ujung lorong gelap yang telah menyiksa bangsa ini dalam bilangan dasa warsa.

R.A.. Dr.M.R.K. ada beberapa syarat yang harus ada.Ag. Anhar Gonggong.l. namaku terus muncul bersama dengan nama-nama lain seperti Prof. (Hak-hak Asasi Manusia) yang tidak dapat diselesaikan via pengadilan H.P.442 Tentang pencalonan K. Melihat . S. No.K. No.M.R. yang bertugas mencari solusi terhadap konflikkonflik anak bangsa yang tidak bisa diselesaikan oleh badan-badan hukum yang sudah ada. Untuk masuk seleksi menjadi calon anggota. Namun setelah dua seleksi berjalan. M.U.A. a. tetapi demi rasa hormatku kepada anak-anak muda Muhammadiyah. dapat kujelaskan sebagai berikut. syarat-syarat itu kuusahakan juga dan berhasil.K.. Dr. ini merupakan pelaksanaan TAP M.R. akan ditangani K.Si. surat keterangan dari dokter. 26/2000 pasal 43. Hoc. Dr.. Deliar Noer.. Beberapa tokoh muda Muhammadiyah di Jakarta di awal tahun 2005. Dikatakan bahwa pelanggaran H. Ad. Aku yang sebenarnya tidak berminat untuk masuk ke dalam komisi ini. Semula kuberharap agar aku tidak lolos dalam seleksi. kemudian ditegaskan lagi dalam U. Dr. di antaranya Rizaluddin. VI/2000 tentang Persatuan Nasional. Natan Setiabudi. Adanya K.K. Asvi Warman Adam.R. telah menemuiku agar bersedia dicalonkan menjadi anggota K.

Adapun kelompok yang mendukung pencalonanku dan kecewa atas sikap . Mereka yang menyetujui kemunduran diri itu adalah kelompok yang sudah apatis dengan negara ini. Pertanyaannya adalah: apakah aku pernah jadi besar? Rasanya juga tidak. Bukankah K. Menurut Rizaluddin. Maka setelah berunding dengan beberapa anak muda.K. tetapi mereka yang apatis tidak yakin bahwa harapan itu akan menjadi kenyataan. kemudian komisi ini bertugas mendamaikan mereka. Artinya aku tidak lagi ikut seleksi selanjutnya. keputusanku itu tidak diterima secara aklamasi oleh anakanak muda Muhammadiyah dengan argumennya masing-masing. Itulah idealnya yang hendak dicapai oleh komisi ini.R.K.443 gelagat semacam ini. aku akan menjadi kecil. dan mereka saling memaafkan. kuputuskan untuk menarik diri dari pencalonan. kata Rizaluddin.R. termasuk dari orang-orang pemerintah sendiri. Karena itu. Di mata mereka K. juga akan melacak akarumbi penyebab konflik sesama anak bangsa yang telah banyak menumpahkan darah itu. Setelah semuanya dibongkar dan siapa yang bersalah juga sudah dikenali. aku mulai khawatir jangan-jangan nanti masuk betul. ini tidak mungkin dapat menjalankan tugasnya karena pasti banyak rintangan.

orang tua. Menurut sahabat ini. atau nenek mereka telah saling membinasakan. (Persatuan Gereja-gereja Indonesia). Tetapi mengapa aku mundur? Pertanyaan inilah yang dinilai oleh sementara orang masih saja mengambang karena aku belum memberikan keterangan yang jelas kepada publik. Kata kelompok ini aku adalah orang yang dapat dipercaya.G. jika aku diterima masuk bersama dengannya. Natan Setiabudi. memang menyayangkan mengapa aku mundur dari pencalonan. Dalam hati kecilku. Agar masalah ini tidak terus . sekalipun dahulunya mereka. mungkin kami dapat berbuat sesuatu untuk mendekati tujuan komisi yang sarat tantangan itu. sekalipun sekiranya aku masuk. Umumnya karena perbedaan ideologi politik.444 mundurku berdalil bahwa komisi itu akan dapat menjalankan tugasnya dengan menunjukkan kinerja yang bagus. seorang sahabatku.I. tugas komisi sebenarnya cukup menantang dan bukanlah watakku untuk lari dari tantangan. Tentu aku gembira diberi penghargaan semacam ini. belum tentu harapan-harapan itu akan menjadi kenyataan. Serba kekurangan akan dapat diperbaiki sambil berjalan. Dr. mantan Ketua Umum P. Komisi ini memang akan punya pekerjaan berat: mendamaikan anak bangsa.

dan yang sebangsa itu. Tetapi aku sudah berkalikali menyatakan tidak bersedia lagi untuk dicalonkan menjadi anggota P. Pertimbanganku yang kedua adalah karena mengingat usia yang sudah di atas 70 tahun sebaiknya tidak lagi memegang posisi penting dan strategis. keterangan di bawah ini semoga sedikit atau banyak akan bisa menjawab pertanyaan di atas. bersedia sementara P.P. Tidaklah elok bagi semua. jika benar-benar difungsikan dengan maksimal akan sangat menguras energi.445 mengambang. Muhammadiyah.K. Nah. energetik.K. jika masih diperlukan. sekalipun masih ada saja pihak yang berharap agar tetap maju. K.R.R. Ada apa? Ini namanya membiarkan pertanyaan tergantung di awang-awang. pelindung.. Berilah peluang kepada mereka yang lebih muda. dan dalam pemilihan pimpinan aku terpilih misalnya menjadi ketua. Muhammadiyah ditinggalkannya. seandainya aku diterima sebagai anggota K. apakah ini tidak lucu? Akan ada gumaman begini: menjadi Ketua K. cukuplah menjadi penasehat.P. dan punya waktu yang lebih banyak. Pada waktu dicalonkan aku masih menjabat sebagai Ketua P.P.I. . Orang seperti aku.R. Bayangkan komisi ini tentunya akan bertugas mendamaikan bekas-bekas D. dalam Muktamar Malang.K.

Perasaan satu bangsa inilah yang dicemaskan oleh berbagai kalangan yang prihatin. Oleh sebab itu aku mendukung dan memberi selamat kepada teman-teman yang terpilih menjadi anggota K. (Lembaga Swadaya Masyarakat).M. kemudian saling berkomukasi untuk berdamai dan memaafkan masa lampau. komisi ini juga akan mencari sebab pokoknya. Adapun bahwa bangsa ini harus kita bela bersama sesuai dengan posisi dan kemampuan kita masing-masing.K.S. khususnya di kalangan anak-anak muda Muhammadiyah dan teman-teman L.446 (Darul Islam) dan simpatisannya dengan P. namanama anggota K.K.I dan sisa-sisa pendukungnya. 2006 pada saat bagian digarap.R. (sampai tanggal 23 Peb. komisi ini belum juga diumumkan. Dengan keterangan yang tidak memuaskan ini. aku tentu dengan senang hati akan memberikannya.K. tidak ada perbedaan di antara kita. Kita satu. tidak lagi dijadikan bahan untuk diperkatakan. Komitmen kebangsaan dinilai sudah .R. Sungguh sangat mulia tujuan yang hendak diraih. aku berharap mundurnya aku dari pencalonan anggota K. Dan jika aku diminta pendapat dan saran untuk melancarkan tugas komisi ini.K. Begitu juga mereka atau orang tuanya yang pernah bermusuhan dengan tentara. entah mengapa).R.

Muhammadiyah di bawah komandan Prof. Teman-teman Majelis Ekonomi P. seorang yang bernama Lulu Harsono dikenalkan kepada rapat P.I. Masalah B. sebagai Pembina Ekonomi Muhammadiyah begitu bersemangat untuk terjun ke dunia perbankan. S. Di tengah-tengah gencarnya Muhammadiyah melawan korupsi.I.E. Dawam Rahardjo. sebuah bank swasta yang diakusisi.P.P. ini perlu dimasukkan dalam otobiografi ini. selama lebih tiga tahun.I.P. B. mengatakan kepada Bung Dawam bahwa pintu masukku untuk masalah ini adalah Bung Dawam sendiri sebagai ekonom dan pernah bekerja di Bank Amerika di Jakarta.P. M.P. Maka atas rekomendasi Majelis Ekonomi pada tahun 2002. sebagai seorang pakar perbankan yang ingin membantu . maka kasus B.P. di dalam diri sendiri ada masalah B. Semua ini terjadi di bawah kepemimpinanku. (Bank Persyarikatan Indonesia ) yang cukup merepotkan P. Aku yang tidak paham soal bank.447 semakin memudar akibat salah tingkah sebagian kaum elit yang tidak tahu diri. adalah singkatan dari Bank Persyarikatan Indonesia sebagai perubahan dari Bank Swansarindo. Apalagi Muktamar Aceh mendorong Muhammadiyah untuk bergerak ke sana.P.I.

Aku sebenarnya sudah mendapat peringatan dari Dirut B.P.P. S.. Cukup dari kegiatan bisnis Muhammadiyah. Thohari. dan M. M. kita tidak perlu lagi mencari dana ke luar. Lulu dengan caranya sendiri menemuiku di kantor P. Pada waktu aku mulai curiga terhadap bisnis perbankan ini.A. tetapi Majelis Ekonomi dan beberapa anggota P. Lulu yang katanya banyak punya uang cukup bermain di belakang karena izin dari B. dengan Bung Dawam sebagai Komut (Komisaris Utama). Bahkan Bung Dawam tidak tanggungtanggung mengatakan bahwa untuk dana Muktamar Muhammadiyah yang akan datang. Jogja sambil mencium kakiku bahwa dia benarbenar berniat baik untuk Muhammadiyah.P.E. termasuk Din Syamsuddin dan Hajriyanto Y. (Bank Indonesia) untuk orang ini tidak mudah didapat karena track record-nya tidak bagus.I. termasuk di dalamnya perbankan. itu tidak benar. Seperti begitu gampangnya mengelola sebuah bank. Dalam perjalanan waktu akhirnya berdirilah B. . yang lain tetap saja ingin bekerja sama dengan Lulu.I.448 Muhammadiyah dalam masalah keuangan.I. Deddy Julianto bahwa Lulu punya rapor merah.I.N. (waktu itu) Saefuddin Hasan. Tetapi Lulu dan teman-teman Majelis Ekonomi selalu membela diri dan mengatakan bahwa B.

Sebagai dari permainan yang penuh misteri ini. di Jakarta dan di Malang aku mengatakan bahwa P.449 Tidak ada motif macam-macam. pernah ditawari Lulu mobil BMW atau Mercedes. Ketua P. Hatta mengatakan bahwa itu bukan dari Lulu. Ungkapan semacam kulontarkan karena aku sangat kesal dengan bisnis perbankan yang sangat mengecewakan. kecuali kebaikan. Ada sebuah catatan kaki yang terkait dengan masalah bank ini.P. tentu riwayat hidupku akan sedikit berbeda. Suatu hari melalui Hajri.P.. sedangkan komandan bahlul adalah ketuanya. Muhammadiyah itu bahlul. aku diberi hadiah hari raya berupa komputer laptop mini merek Sony.P. orang kepercayaan Lulu. padahal tak sesen pun aku menyetorkan modal. yaitu aku sendiri. tetapi kutolak dengan sopan.I. lalu hadiah itu kuserahkan lagi kepada si Minang yang memberikan.. Sekiranya kuterima. Juga melalui si Minang bernama Hatta Abdullah.P. tetapi tetap saja ada yang membela Lulu. aku dan Dawam semula ditulis sebagai pemegang saham terbesar dalam B. Membaca . Cerita ini kusampaikan dalam rapat Pleno P. Tetapi setelah beberapa hari di tanganku ada perasaan tidak nyaman dalam diriku. Jadi ini adalah saham fiktif. Dalam sebuah rapat P.P.

Dawam tidak lagi membela Lulu yang kemudian wafat karena kanker hati.I.P. Berkali-kali Hajri memintaku agar melakukan pendekatan politik dengan . Aku bergembira sekali dan langsung kusetujui.. Hajriyanto yang kemudian menggantikan posisi Dawam sebagai Komut telah bekerja keras menyelamatkan B.P.P.P. Din Syamsuddin menelpon bahwa sebaiknya Ketua P. tetapi mengandung kebaikan di dalamnya) bagiku. Bung Dawam sebagai Komisaris Utama yang digaji seharusnya bertugas mengawasi cash flow (aliran dana) B. tetapi semuanya tidak dilakukannya dengan baik. Baru di saat-saat terakhir setelah keadaan semakin parah.450 gelagatku itulah barangkali Lulu sengaja menemuiku di Jogja bahwa dia benar-benar punya niat baik untuk membantu Muhammadiyah. Untuk ini aku berterima kasih kepada Din yang telah menyelamatkan posisi Ketua P.P. Ini adalah sebuah blessing in disguise (sesuatu yang tampaknya tidak enak.I. seperti tersebut di atas. Sekitar tahun 2003 sewaktu aku berkunjung ke Jerman.. tetapi alangkah sulitnya.P. Kemudian saham ini didistribusikan kepada beberapa teman.I.I. melepaskan sahamnya di B. semakin memburuk dari hari ke hari. dari masalah bank yang sarat kongkalingkong itu. Karena kondisi B.

aku masih saja dihubungi Hajri untuk turut memikirkan.K. aku memang tidak bisa lepas tangan. bukan karena Lulu pernah mencium kakiku.P. sampai aku merasa malu sendiri dengan M.I.P. Jawaban langsung dari M. kalau ada masalah B. Sebagai orang yang dilibatkan dalam soal perbankan ini sejak semula.” Akhirnya setelah 17 langkah (istilah Hajri) B. dalam sebuah pertemuan di kediaman wakil presiden dengan mengutip sebuah hadist: .J.K.K.J. Setelah terlihat titik-titik terang.J.I. ini.P.I. aku kirim SMS kepada M.) dalam upaya mencari jalan ke luar.P. sekalipun pengetahuanku nol tentang bank. karena seringnya pertemuan itu. Semua permintaan Hajri kujalankan.I. Muhammadiyah sejak Muktamar Malang Juli 2005.J. yang kuterima berbunyi: “Demi Muhammadiyah dan buya. untuk mengucapkan terima kasih atas segala kebaikan dan bantuannya untuk menyelamatkan B.P.K.K. Kalau aku melakukan refleksi tentang B. Setelah aku tidak lagi menjabat sebagai Ketua P.451 menemui Wakil Presiden Mohammad Jusuf Kalla (M.J. sekalipun masih ada ganjalan hukum. tetapi ongkos yang harus kutanggung karena sikap bahlul-ku. dapat “diselamatkan” melalui sebuah konsorsium yang dipimpin oleh Bukopin sebagai investor baru. benarlah ucapan M.

yang bersemangat sekali mengumpulkan dan kemudian menerbitkan kumpulan tulisanku dengan judul: Mencari Autentisitas.” Ternyata Bung Dawam yang ekonom dan pendukungnya dalam soal bank ini tidak kurang bahlul-nya dibandingkan yang lain.M. Sebuah pengalaman pahit tetapi berharga selama aku memimpin Muhammadiyah. Toni. pengalaman periodeku harus dijadikan cermin untuk bersikap ekstra hati-hati. maka tunggu sajalah saat kehancurannya. .452 “Jika sebuah urusan diserahkan kepada yang bukan ahlinya. B. dengan syarat mereka mau terus belajar dan belajar dengan menguasai satu atau dua Bahasa Asing. sebelum memutuskan segala sesuatu yang menyangkut perbankan. Pada masa yang akan datang. Usul seorang ekonom tidak boleh lagi dijadikan acuan satu-satunya untuk melangkah ke sebuah dunia yang sarat masalah dan liku-liku. 2004. mantan ketua umum dan sekretaris jenderal I. Kedua anak muda ini menurut penilaianku punya potensi untuk tampil sebagai intelektual sekaligus aktivis. Jakarta: PSAP. (Ikatan Remaja Muhammadiyah). Peluncuran Buku dan Ultah 70 Tahun Ada dua orang anak muda Muhammadiyah. anak Kuantan.R. Raja Juli Antoni (Toni) dan Rizaluddin Kurniawan (Rizal).

apakah dari Sumatra. Liddle menulis: Local knowledge ‘pengetahuan setempat’.I. untuk membubuhi kata pengantar. Kedua anak muda yang bersemangat ini bekerja tidak tanggung-tanggung dalam proses menyiapkan penerbitan buku di atas. Hukum ini berlaku bagi Mohammad Hatta dan Syafii Maarif. sekalipun aku hanya sebagai mahasiswa pendengar di kelasnya. Namun. guru besar Universitas Negeri Ohio. Kini. Ph. Keduanya telah punya jaringan dengan berbagai pihak dalam upaya turut memperbaiki kondisi moral bangsa Indonesia. local knowledge tersebut harus dilengkapi dengan pemikiran dan keahlian yang terbaik dari seluruh dunia. Liddle yang baik hati menulis kata pengantar itu di bawah judul “Syafii Maarif dan Indonesia.. William Liddle.453 Riau. R.” Di ujung kata pengantarnya.D. dia berlaku bagi angkatan muda yang semoga saja akan melihat . Liddle adalah salah seorang guruku sewaktu aku kuliah di Universitas Ohio. telah berhasil menyelesaikan S2-nya di Inggris. Jawa. atau pulau lain. Amerika Serikat. dan berdarah Minang. tentu tidak boleh diremehkan. sementara Rizal di U. Athens. (Universitas Indonesia). Bahkan mereka sampai menghubungi Prof. Columbus.

terutama dilihat kepada jumlah tamu yang hadir. H.S. bertempat di Hotel Aryaduta. Itu artinya simpatisan dan sambutan teman. W. Rosihan Anwar. Muhammad Najib. pesan Liddle berfungsi sebagai penguat apa yang telah ada di otak belakangku sekian lama. Pesan ini sebenarnya merupakan salah satu manifestasi atau wujud dari sekelumit ajaran hijrah. Sebagai anak Minang dengan filosofi “alam terkembang jadi guru”. pasti akan menyokong pesan ini (lih. Jakarta. Tamu yang hadir cukup banyak. Rendra. Dillon. Peluncuran buku ini dinilai orang sebagai suatu yang berhasil. di antaranya Muhammad Jusuf Kalla. Syafii Maarif. Din Syamsuddin. Douglas Rumage. Rizal Sukma. Natan Setiabudi. Akbar Tandjung.454 lebih jauh sebab mereka berdiri di atas pundak para pendahulu yang cemerlang dan berjasa besar. Buku setebal 220 halaman plus indeks diluncurkan pada tanggal 8 Maret 2004. bagiku. hlm. Salahuddin Wahid. XX). Sudah tentu aku berterima kasih kepada mereka . Jakob Utama. Wiranto.S. Taufiq Ismail. M. terutama dalam bidang ilmu. baik yang seagama mau pun yang lintas agama cukup tinggi. Jeffrie Geovannie. sahabat. Deddy Julianto. yang pernah belajar lama di mancanegara dan berprofesi dosen di Tanah Air.

2005. Buku setebal 271 ini memuat 17 tulisan. dieditori oleh Saleh Partaonan Daulay. maka dibuat buku (2) dengan editor sama. Bulan 31 Mei 2005 aku 70 tahun. Tidak kurang dari 93 tulisan yang termuat dalam buku. sebagian cukup panjang. Atas prakarsa anak-anak muda Muhammadiyah yang aktif di Maarif Institute. Jakarta: Maarif Institute. Bulan Maret 2004 usiaku sudah mendekatan 69 tahun.455 semua yang telah meluangkan waktu untuk hadir malam itu. Ada empat buku yang diluncurkan malam itu: (1) Cermin untuk Semua (editornya sudah disebut sebelumnya). melampaui usia nabi. yaitu Abd. sebagaimana sudah membudaya di Indonesia. sementara tulisan temanteman yang masuk masih ada. termasuk dari penulis asing. . usiaku 70 tahun diperingati sambil juga meluncurkan buku. seperti tulisan Gunawan Mohamad dan Wan Mohd Nor Wan Daud (guru besar dari ISTAC Malaysia). (3) Kumpulan makalah dan tulisan-tulisan lepasku. Jakarta: Maarif Institute. Karena jika diterbitkan dalam satu buku ternyata cukup tebal. 2005. Rohim Ghazali dan Saleh Partaonan Daulay dengan diberi judul Muhammadiyah dan Politik Islam Inklusif. berisi tulisan teman-teman untuk menyambut 70 tahun usiaku. Diberi judul Menggugah Nurani Bangsa.

.. yang sengaja meluangkan waktu ke Jakarta untuk hadir di Hotel Aryaduta malam itu. Deddy Julianto. Jakarta: Grafindo. Deddy Julianto dan temantemannya. Ada dari pengusaha Handojo S. Bambang Sudibyo. Hatta Rajasa. Kardinal Julius Darmaatmadja. Hidayat Nur Wahid. tebal 317 dengan indeks. sumbangan datang dari berbagai penjuru. Syamsir Siregar. Sudhamek. Dani Pratomo (Dirut Indofarma). M. Jakob Utama. Anton Syafriuni. Herman Darnel Ibrahim. Nasrullah Setiawan (staf khusus Menteri Pendidikan Nasional).456 tebal 267 halaman dengan indeks. Fadilah Supari. M. Rizal Sukma.S. Natan Setiabudi. Sutrisno Bachir. Thohari.S. A. di antaranya Mantan Wakil Presiden Try Soetrisno. H. Hasyim Muzadi. Malik Fadjar. A. Tamu yang hadir agak di luar perkiraan banyaknya. 2005. Dasron Hamid. Sjafri Sairin. Akbar Tandjung. Dillon.I. dikumpulkan dan dieditori oleh Hery Sucipto. Jeffrie Geovanie. Untuk membiayai ultah dan peluncuran buku ini. Universitas Negeri Yogyakarta. Menerobos Kemelut: Refleksi Cendekiawan Muslim. (4) Kumpulan kolomku di harian Republika plus beberapa tulisanku yang lain. Hajriyanto Y. Salahuddin Wahid. Tidak ketinggalan teman-teman dari Nogotirto dan para dosen Jurusan Sejarah F. Muljadi. Husni Amriyanto Putra. Suyanto.

Tetapi dalam sebuah rapat di kediaman A. semua yang hadir. Panitia penyelenggara umumnya berasal dari pimpinan Maarif Institute dan anak-anak muda Muhammadiyah.A.P.000 dana yang masuk untuk keperluan ini. Tidak kurang dari Rp. Rais.P. tetap meminta agar aku mau dicalonkan menjadi salah seorang anggota Penasehat P. lama dan banyak warga yang menyarankan agar putusanku itu ditinjau kembali. Dana yang masuk melaluiku. C. Malik Fadjar di Malang sebelum susunan P. Semula jadi anggota penasehat juga aku keberatan. Muhammadiyah setelah tujuh tahun aku pimpin.457 dan banyak dermawan yang lain. Sebuah angka yang sangat besar bagiku. 700. Karena sudah lama kupertimbangkan. cepat kuisi dengan tidak bersedia lagi dicalonkan.000. seluruhnya kuserahkan kepada Maarif Institute. .P. Hiburan tunggal diberikan oleh penyanyi Ebiet. Muhammadiyah. maka aku berketapan hati untuk tidak masuk lagi dalam jajaran pimpinan pusat. Muktamar Muhammadiyah Malang dan Sesudahnya Seperti telah kusebutkan di atas bahwa aku harus meninggalkan P. khususnya M. Masih ada teman-teman P.P. Sewaktu lembar pencalonan dikirimkan kepadaku awal 2005. baru ditetapkan.

sesuatu yang tak mungkin kulakukan. Dr.H. sesuatu yang telah kurintis sebelumnya. Maka jadilah P. M. Prof. Aku lebih menyukai istilah tenda bangsa dari pada tenda umat. Prof. dan benar-benar menjadi tenda bangsa. Ismail Suny.. Abdurrahim Nur. tetapi semata-mata ingin memberi peluang seluas-luasnya kepada pimpinan baru untuk mengayuh biduk Persyarikatan ini agar melaju lebih cepat. Tetapi praktik main .A. harapanku ini menjadi kenyataan. Dr.A. demi kemenangan jagonya. dan Ahmad Syafii Maarif. Alhamdulillah. termasuk mereka yang tidak beriman? Beberapa bulan sebelum muktamar aku sudah berkali-kali menekankan di berbagai forum Persyarikatan agar Muktamar Malang berjalan mulus. Asjmuni Abdurrahman. dan beradab.M. L. sekalipun ada beberapa kritikku terhadap proses pemilihan.. terarah.. Bukankah Islam itu datang ke muka bumi untuk memayungi semua makhluk. anggun. M. Aku masih mengamati berlakunya kampanye yang kurang elok oleh sementara tim-tim sukses. M.458 Akhirnya dengan berat hati aku setujui.. Amien Rais.P. Keenggananku ini bukan karena ingin mengucapkan sayonara (selamat tinggal) kepada Muhammadiyah. pasca Muktamar Malang menetapkan lima penesehat: Prof. S.L.

produktif. sudah kutuangkan dalam ruang Resonansi dengan judul “Mulus.459 uang tidaklah terjadi dalam setiap Muktamar Muhammadiyah sepanjang pengetahuanku. Tetapi. kecemasan di atas sudah jauh berkurang. dan Beradab”(Republika. Sebagai bagian dari lingkungan masyarakat Indonesia yang umumnya belum pulih secara moral dan etika. apa yang kutulis di atas akan diturunkan selengkapnya di bawah ini: Judul di atas merupakan tiga kata kunci yang memuat harapan agar Muktamar ke45 Muhammadiyah di Malang. 3-8 Juli 2005. hlm. Bagaimana penilaianku dengan Muktamar Malang (3-8 Juli 2005). berlangsumg dengan aman. dalam bingkai moral yang prima. melihat suasana sidang tanwir yang melekat dengan muktamar pada 1-2 Juli dengan agenda tunggal untuk memilih calon tetap sebanyak 39 dari 126 nama yang bersedia dan sah. 12 Juli 2005. Anggun. Agar penilaian itu menjadi bagian dari otobiografi ini. . 12). terbersit juga sedikit kekhawatiran janganjangan Muhammadiyah akan mengikuti kekuatan-kekuatan sosio-politik yang lain: gaduh dalam kongres yang memang menjadi tren buruk dalam pembangunan demokrasi kita.

patut disyukuri. sebuah penyakit yang masih mendera kita semua. sehingga memprihatinkan mereka yang lugu dalam politik. agar keutuhan tetap terjaga. Tetapi dihindarkannya proses voting untuk memilih ketua umum yang memperoleh suara terbanyak. Warga Muhammadiyah harus banyak belajar untuk tidak terbiasa dengan prilaku yang dapat mencoreng wajah dakwah yang menjadi wataknya selama ini. . dan beradab. gesekan terselubung pasti terjadi. adalah agar muktamar ini tetap berlangsung mulus dan beradab. karena Muhammadiyah adalah bagian dari sebuah bangsa yang belum siuman secara moral. Adapun telah terjadi cara-cara kampanye yang kurang sehat dalam proses pemilihan final untuk menetapkan 13 anggota PP. Budaya tenggang rasa yang tinggi yang ditunjukkan oleh berbagai pihak selama muktamar. tidak selalu mudah untuk bersih 100 persen. bila virus politik masuk ke tubuh organisasi sosial. pada muktamar yang akan datang jangan terulang lagi.460 Tanwir berjalan dengan mulus. Muhammadiyah tidaklah pantas untuk diperlakukan dengan cara itu. Memang. Suasana yang sejuk seperti itu pulalah yang berlaku dalam muktamar. Din Syamsuddin. Memang. anggun.

sehingga tidak ada lagi beban berat yang berarti yang harus dipikul setelah tanggung jawab itu terlepas dari tangan. Kepada para sahabat yang tulus ini. penuh warna. Ternyata punya sahabat baik yang banyak itu adalah sebuah kebahagiaan . sekalipun harus tetap diwaspadai akan adanya kemungkinan perilaku yang menyimpang yang dapat saja terjadi. saya tidak punya kosa kata lain. seperti yang telah disinggung di atas. selain berterima kasih yang setulus-tulusnya atas segala doa dan harapan yang telah mereka nyatakan melalui SMS yang bertubi-tubi dan media lain. Para sahabat dari berbagai kalangan dan kelompok sama berharap agar saya jangan sampai meninggalkan catatan kaki yang buruk di belakang hari. Sebagai Ketua PP Muhammadiyah 2000-2005.461 Pembukaan muktamar oleh Presiden SBY pada 3 Juli malam dalam lingkaran sorotan cahaya yang sangat cantik. dan spektakuler adalah sebagai rahmat dari penggunaan teknologi informasi modern. Keadaan ini semakin meyakinkan peserta dan anggota muktamar bahwa perhelatan akbar itu akan berjalan dengan baik. saya benar-benar berdoa agar akhir masa jabatan saya akan husnul khatimah (ujung yang manis).

Bukankah kemanusiaan itu tunggal? Persahabatan yang semacam inilah yang telah dirajut selama saya diberi amanah sebagai Ketua P. Kepada teman-teman lintas agama dan kultural. Muhammadiyah. Filosofi dasar saya ambil dari ucapan almarhum Mohammad Natsir.P. pejabat-pejabat negara. saya sama sekali tidak pernah berkampanye dan membentuk timtim sukses. kemudian harus saya lepaskan untuk tidak mau dicalonkan lagi. filosofi ini sebagai anutan yang sering saya ulang-ulang menyebutnya. para pengusaha. Mendiknas Bambang Sudibyo menyalami saya sambil bertutur. tahun 2000. sekalipun belum tentu seagama.” Dengan segala kekurangan dan kelemahan yang melekat pada diri saya. Saya semakin sadar bahwa hidup ini akan terasa kerontang bila sunyi dari teman dan sahabat yang diikat oleh tali batin yang kokoh.” Semoga penilaian salah seorang anggota PP yang terpilih untuk periode 2005-2010 ini tidaklah terlalu jauh dari kenyataan yang sebenarnya. yang masih berharap agar terus. saya mohon maaf.462 yang tidak bisa dinilai dengan benda. . “Memimpin adalah untuk melepaskan. karena semuanya itu bukanlah watak saya sebagai kader Muhammadiyah. Dalam muktamar Jakarta. “Pak Syafii telah menyudahi akhir jabatan dengan cara yang manis sekali.

yaitu dari sebuah lembaga kajian di Singapura akhir 2005. itulah aku. dan undangan departemen luar .463 Akhirnya. Pasca Malang. di mana aku memberikan makalah. Bagiku. saya mohon maaf kepada semua pihak atas segala salah tutur dan salah langkah yang saya lakukan selama tujuh tahun kepemimpinan (1998-2005) saya di PP Muhammadiyah. Dari kutipan di atas sudah jelas bagaimana filosofi dasarku dalam memimpin Muhammadiyah selama satu setengah periode. Beberapa undangan dari luar negeri. baik di dalam mau pun di luar. sekalipun aku sendiri sering lalai menjaga filosofi ini. Apa yang kukatakan. saya juga mohon dimaafkan. Kekuatan fisik sudah semakin terbatas. hidup yang hanya sekali ini tidak boleh dipermain-mainkan. Jagalah Muhammadiyah dari segala tarikan politik praktis yang memang bukan kepribadian otentik dari gerakan Islam ini. kegiatan kemasyarakatanku ternyata tidak semakin berkurang. Kepada duatiga wilayah baru yang belum sempat dikunjungi. tetapi untuk menolak undangan dari kalangan luar Muhammadiyah jauh lebih ringan dibandingkan dengan undangan yang datang dari kalangan sendiri. Jantung saya sudah berdetak selama lebih dari 70 tahun. baru dua yang kukabulkan.

Selanjutnya harapanku adalah agar Muhammadiyah di bawah pimpinan yang baru akan jauh lebih maju. Jadi keputusan itu adalah keputusan bersama yang harus dilaksanakan. dinamis. tetapi tidak goyang dalam menjaga khittah. kreatif.464 negeri Indonesia untuk turut menghadiri dialog lintas iman di Cebu. Cara berjalanku kadangkadang agak oleng karena engsel lutut yang sering rewel. Ini adalah pilihan politik sebagai warga negara yang harus dihormati. . Tidak mudah memang menjaga Persyarikatan ini. khususnya bila menghadapi fluktuasi politik yang tidak menentu di Indonesia. kuajak isteriku Nurkhalifah untuk menemani. Aku sendiri yang sudah berupaya agar tetap berada pada posisi independen. Adapun dalam kenyataannya tidak semua warga Muhammadiyah mematuhi keputusan itu. warga Muhammadiyah tidak terikat lagi dengan keputusan di atas. Tetapi pemihakan Muhammadiyah kepada pencalonan Rais adalah keputusan rapat pleno yang diperluas dengan melibatkan semua wilayah. Karena aku sudah semakin tua. Setelah Amien Rais gugur dalam putaran pertama. Filipina pada bulan Maret 2006. kita tidak dapat memaksa. pada saat pencalonan Amien Rais sebagai presiden masih dikritik orang juga.

Aku harus menyertakan komunitas ini karena aku sekeluarga telah tinggal di Nogotirto sejak Nopember 1985. bukan uangku yang dikeluarkan karena memang tidak punya. Selama rentang waktu 20 tahun usia tuaku telah “dibelanjakan” di sana. (Bank Tabungan Negara) untuk jangka waktu 15 tahun. artinya banyak air. tetapi belum mendapatkan porsi khusus. D. Sebenarnya nama Nogotirto ini telah kusebut juga pada bagian lain. Sebagaimana sudah kusebutkan bahwa untuk pembayaran uang muka. sementara pihak kelurahan mendapatkan tanah di tempat lain sebagai gantinya. Nogotirto terdiri dari dua kata: nogo (naga) dan tirta (air).N. . kemudian oleh lurah (kepala desa) dijual kepada P.465 Diserahkan sepenuhnya kepada mereka dalam menentukan pilihan dengan berpedoman kepada suara hati nurani masing-masing. Komunitas Nogotirto-Trianggo Ini adalah bagian akhir sebelum penutup dari otobiografi ini.T.P.R.T. Nitibuana untuk dijadikan perumahan penduduk. Kawasan ini sebelumnya adalah daerah pesawahan. mungkin sebagai terminal terakhir dari hidupku. Kami mengangsur perumahan K. lebih 20 tahun yang lalu. (Kredit Prumahan Rakyat) kepada B.

pembayaran rumah sudah lunas sama sekali. Di perumahan Nogotirto inilah muncul sebuah komunitas baru yang berasal dari berbagai daerah di nusantara dengan latar belakang etnis. Yang mayoritas tentu berasal dari Jawa. Jumlah angsuran ini pada tahun 1980an itu terasa cukup berat. Dengan demikian sebagian gaji tak perlu lagi dipakai untuk rumah. Untuk angsuran saban bulan memang diambilkan dari gajiku sebagai pegawai negeri sebesar Rp. bisa jadi dapur tidak berasap. Madura. Sebagian besar tentu sebagai penganut Islam sesuai dengan komposisi penduduk Indonesia. Tetapi untunglah aku tidak pernah menunggak untuk membayar kredit rumah ini. . dan agama yang berbeda. belum sampai 15 tahun. Tetapi karena ekonomi rumah tangga semakin membaik. Sumatera. 87. Dengan demikian aku tak perlu lagi berulang menyetorkan angsuran rumah ke bank. Alhamdulillah tidak sampai 10 tahun aku telah melunasi semua tuggakan rumah itu.670. dan dari lain-lain pulau. Ada yang berasal dari Kalimantan. jenis kerja.466 tetapi diambilkan dari penghasilan isteriku Nurkhalifah selama bekerja di Chicago. Tanpa aku bekerja sebagai dosen di beberapa perguruan tinggi Jogja dan Solo. dimulai sejak Desember 1985.

Sebelum ada masjid kami melakukan salat tarawih di rumah-rumah yang belum ditempati ketika itu. Kebetulan mereka ini adalah jama’ah masjid Nogotirto. pegawai departemen pendidikan nasional. tentara.D. Untuk salat Jum’at kami bertebaran ke berbagai masjid. keduanya tamatan Amerika. padahal aku lihat mereka umumnya adalah dari kelas menengah seperti aku juga. masjid Nogotirto ini adalah hasil perjuangan teman-teman jama’ah kepada Yayasan Amal Bhakti Muslim Pancasila. pertamina. (Doctor of Philosophy) tamatan America dan Perancis adalah di antara pendatang baru itu. Beberapa pemegang Ph. Prof. dosen negeri dan swasta. Tetapi setelah masjid berdiri pada . tergantung keadaan masingmasing. Dr. Tidak pernah putus saban tahun. ada saja rombongan yang berangkat. Suyanto. dokter manusia dan dokter hewan. Marchaban. Sekitar empat tahun kami melakukan itu.467 Dari jenis profesi. Mereka yang sudah menunaikan ibadah sudah puluhan jumlahnya. Sebagaimana telah kujelaskan sebelumnya. Ada Prof. dinas pubakala. Mohtar Masoed. dan mungkin masih ada dari jenis pekerjaan lain. polisi. di antara mereka ada karyawan bank. jaksa. wiraswasta. alumnus Perancis. karyawan RRI. ada juga Dr. Dr.

Teman karibku ini pandai sekali menyiasati harga tanah. Bagiku jama’ah masjid ini adalah teman-teman baru yang mengesankan. H.P. Beberapa tahun menjabat ketua R. Muhammad Romli (darah Madura kelahiran Solo).Si. M. Sewaktu menulis bagian ini. entah sudah berapa ratus juta dia meraup keuntungan dari jual-beli tanah ini.468 tahun 1989. tetapi hati dan dedikasinya untuk kepentingan agama dan manusia kental sekali. yang pernah bekerja sebagai kepala dinas purbakala selama puluhan tahun.. dosen fakultas . Djumari.G. terbayang olehku wajah Drs. (Rukun Wilayah). Kehadiran masjid di lingkungan kami telah memberikan nuansa tersendiri bagi jama’ah. sekalipun untuk tingkat R. pimpinan P.T. H. tarawih dan Jum’at dipusatkan di masjid ini sampai sekarang. Salah seorang anggota panitia pembangunan masjid yang sejak awal telah terlibat adalah Drs.P. H. Ada saja peluang untuk mendapatkan tanah yang diintainya. Sungguh kami tidak bisa membayangkan jika di perumahan baru ini tidak terdapat masjid. Hubungannya denganku sangat dekat. Hubungan persaudaraan tanpa masjid juga tidak akan mudah.W. Agak sedikit emosional. (Pusat Pendidikan dan Pengembangan Guru). Ada Drs. Muhammad Bachtiar. (Rukun Tetangga) ada kegiatan arisan.

penah bertugas di Timor Timur sebelum daerah itu lepas dari Indonesia. Nur Hidayat jama’ah tetap di samping sebagai imam favorit karena bacaannya yang fasih. mantan jaksa. S.. Terbayang juga olehku sahabat jama’ah Sjamzaini. sahabat yang satu ini adalah guru dan wakil kepala sekolah salah satu S. Dalam pada itu jika ada anggota yang tidak pernah menolak menjadi sekretaris kepanitiaan dan kordinator konsumsi untuk kegiatan masjid. Semua urusan di tangannya beres. Tidak jarang bersamaku tetap tinggal di masjid antara maghrib dan ‘isya.H. VII. Sahabat ini seakan-akan telah menjadi sekretaris abadi kepanitiaan. S.M.M.. dan karyawan pada sebuah bank. Kadang-kadang jadi muazzin dan imam salat. Tugas sehari-hari adalah sebagai dosen sebuah perguruan tinggi sewasta di Jojakarta. 16. maka nama Kastolani. pernah menjabat Ketua R.. Kemudian Ahmad Syamlawi. H. Negeri Jogjakarta. Ada lagi bung Drs.E. tidak ada yang tidak selesai. Heru. adalah yang paling menonjol.Si. Setelah tidak banyak bertugas ke luar Jawa.469 psikologi UII. pengurus R.T. Teman ini . B.K. Belakangan mulai pula aktif berjamaah Drs. Berasal dari Prembun (Kebumen). sahabat ini termasuk yang rajin salat berjama’ah.A.W.

S. Nama Ir.470 diberi julukan “imam besar” masjid Nogotirto. tidak boleh dilupakan. Inilah sosok yang punya naluri L.I. sesekali juga bertindak sebagai muazzin. M.R. juga tarawih. Duriat Subekti. (Lembaga .T. karena seringnya menjadi imam untuk salat subuh.seorang sarjana teknik listrik. Mulai tahun 1426 hijriyah/2005 miladiyah Irawadi adalah salah seorang pelopor pemotongan hewan qurban untuk blok tiga utara sehingga meringankan tugas panitia masjid Nogotirto dalam masalah distribusi daging. Irawadi Buyung. Sumenep. M. maghrib. mantan kepala R. Sekalipun baru pertama kali. Selama bulan puasa. jumlah korban sapi mencapai lima ekor plus kambing.. dialah ahlinya. dia juga seorang muazzin dan komandan takbir bila hari raya datang. Dengan cepat dia akan memperbaikinya. dia juga pemegang aba-aba untuk salat tarawih/witir.Si. Sosok ini aktif sekali dalam kegiatan masyarakat dan Muhammadiyah Nogotirto... Kalau ada urusan pengeras suara. Anak Lampung yang punya darah MinangJawa ini adalah tempat mengadu jika masjid menghadapi masalah lampu dan kipas angin. Ada lagi H. dosen Universitas Muhammadiyah Surakarta yang sarat dengan titel akademik. Eko Supriyanto. S. H.H. M. Tidak saja itu.M.Pd. Tampak pula wajah Dr. dan ‘isya’.

M.. Tinggal agak ke utara masjid. di samping ketua Y. Pendeknya kawan yang satu ini agak mirip dengan Eko: “cepat kaki ringan tangan”. karyawan perusahaan minyak itu. Dalam peribasa tipe yang satu ini adalah “cepat kaki ringan tangan.A. Hartoyo mengajakku untuk mencoba tusuk jarum yang belum pernah kulakukan sebelumnya. dosen Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada. beberapa tahun menjadi ketua takmir. seorang ahli komputer. M. Jika komputerku sedikit rewel. Yang lain adalah Drs. Jama’ah masjid yang hampir tidak pernah absen salat berjama’ah ada beberapa orang. (Yayasan Amal Sosial Islam Nogotirto). Tak jauh dari rumah Bung Thohar. Dia dikenal sebagai perisensi karya tulis orang lain. Namanya Hartoyo. ada sahabat yang sangat ceria dari pertamina. ada Drs. Berat badannya mungkin di atas 80 kg.” Ada lagi Drs. Pd. M.Si.S. Entah berapa puluh sudah resensinya yang telah dimuat di . Ketika bahuku pada suatu saat terasa agak kaku.N. Thohar Fuaedy.471 Swadaya Masyarakat). di samping khatib Jum’at. pemaaf. berasal dari Bengkulu. Mohammad Hatta. Miska Amin.. di samping sebagian sudah kesebut di atas. aku pernah minta tolong kepadanya. Tidak pernah menolak permintaan masyarakat untuk membantu mereka. Dadanya lapang.I. H. dan humoris.

Aku pernah berkunjung ke kampungnya. alumnus Jepang yang mahir berbahasa Jepang. Marsono.. Namanya H. ada kalanya terlalu sibuk di luar. Jumlah kambing yang telah “dihabisinya”. Riau Daratan. Apalagi matanya. Dia saudagar alat-alat tulis di Pasar Kranggan Jogja. dari Manna. Jika ada orang yang ceria di Nogotirto. M. dosen Fisipol Universitas Gadjah Masa. Ada pula si Minang kelahiran Jogja. Seingatku jika untuk simpan menyimpan uang masjid. Ketika datang hari raya ‘Idul Qurban. .. Berasal dari Lirik. dialah salah seorang jagal yang ditakuti kambing. sudah puluhan jika bukan ratusan. Perawakannya tinggi semampai. Kadangkadang rajin ke masjid. Usmar Salam. Orang tuanya berasal dari Sulit Air. di samping H.472 berbagai media cetak. dari unit Syari’ah bank B. Setiap ‘Idul Qurban.R. S. Tertawanya yang keras dengan menggerak-gerakkan kepala selalu mengundang lingkungan untuk juga terbahak. Muazin yang sangat aktif sejak dua tahun terakhir adalah Drs.I. Hermanlah orangnya. Dia teliti sekali. hilang kala tertawa.. dosen Fakultas Ekonomi UII (Universitas Islam Indonesia).Si. tugas pokoknya adalah menimbang daging. Hermansyah.A. juga dari Bengkulu. Teringat juga sosok Drs. maka Yulian termasuk dalam daftar teratas. Yulian Yamit.E. M.

sejak beberapa tahun terakhir telah talak tiga. adalah wajah ikhlas. dan Hawaii. Aku tidak tahu apa alasannya. Tambahan Muhammad ini dipakainya setelah menunaikan ibadah haji. Warsono Muhammad. Aku melihat wajah ketiga teman ini. Dosen Fakultas Ekonomi yang lain adalah Drs.I. Jarang absen. agar citra santrinya lebih kentara. masih juga sering datang ke masjid Nogotirto utnuk bergabung dengan temanteman. Abdul Aziz dari pertamina.I. Abdul Aziz sekalipun telah membangun rumah pula di Pundong. Bekerja untuk kepentingan masjid tanpa pamrih. Teman inilah yang memprakarsai arisan Jum’at sekali sebulan yang sangat bermanfaat untuk kepentingan dana masjid Nogotirto.473 dan H. berasal dari Bojonegoro. analisis ekonominya tidak kalah dibandingkan dengan para pengamat . seperti wajah teman-teman lain. H. alumnus U. Ketiganya adalah jama’ah tetap masjid. Bung Marsono yang dulu adalah penggemar berat sate kambing. Rasanya pernah dikatakannya. Pernah dua periode menjabat dekan. Aku lihat cara berpikirnya cepat dan tangkas.. Ketiga sahabat ini sangat amanah dalam urusan uang. sebab bisa menaikkan tekanan darahnya. apalagi pada hari Juma’at dan harihari raya. M. Berat badannya sekitar 80 kg.A.

sejak dua tahun terakhir juga aktif sebagai jama’ah masjid. Teman-teman lain masih banyak.P. H. Hilman Nadjib. H. Siswojo. untuk maghrib dan ‘isya sering datang. berasal dari Kudus. (Lembaga Pendidikan Perkebunan). dari pimpinan Bank Mandiri U. Ada pula drh.G. Keduanya sama-sama ekonom. Kecuali untuk jama’ah subuh. Untuk memeriksa kesehatan sapi korban. S. Kadangkadang juga berfungsi sebagai muazzin dengan suaranya yang cukup bagus. H. M. Dalam rangka mengurus daging korban.. Banyak memberikan dana untuk urusan masjid.M..M. Jama’ah lain adalah H. Teman lain adalah Bambang Samiyo. Sudiyono. biasanya sahabat kita ini yang diminta untuk turut ke tempat pembelian. Mulai tahun 1426/2006 dia menjadi penitia korban di perumahan utara masjid Nogotirto. mantan kepala L. pemilik apotik di Bantul. Sesekali masih sempat berjama’ah di masjid jika kebetulan ada di Nogotirto. Dia bekerja sebagai distributor makanan ternak dengan kantor pusatnya di Semarang yang dilajunya dari Nogotirto.Si. M. Bung Warsono juga bersama Yulian bertugas menimbang daging.474 ekonomi yang lain.P. Ada Drs. Yang juga mulai rajin ke masjid adalah Drs.M.E.Sc. Toto Purwantoro yang juga rajin salat berjama’ah. dosen Universitas Muhammadiyah .

spesialis anak. Universitas Negeri Yogyakarta. pindahan dari Kalimantan Tengah. asal Sumatera Selatan. Di antara mereka ada yang kuliah di Universitas Gadjah Mada. Ada lagi Suharwidjono. ‘isya’. mantan kepala kantor pertanahan Sleman dan Gunung Kidul yang rajin sekali salah berjamaah. Tidak semua mahasiswa. khususnya untuk maghrib. Tidak seorang pun di antara anak-anak muda ini yang mempunyai perilaku menyimpang. Idam Nawawi. Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. dan subuh. Lingkungan masjid telah membentuk mereka menjadi anak-anak muda yang taat. mengajar dan belajar sesama mereka. di samping sekolah mereka yang lancar. begitu juga dr.I. adalah di antara sahabatku yang aktif salat berjama’ah. ada juga yang masih belajar di sekolah menengah. U. Masih banyak yang lain sehingga Masjid Nogotirto tidak pernah sepi dari jamaah. Yang cukup menarik juga untuk dicatat adalah kegiatan anak-anak muda di masjid. Mereka tidak pernah terlibat dalam berbagai minuman keras dan tindak kekerasan. Dalam kegiatan . Masjid telah mendidik mereka menjadi manusia santun dan bertanggung jawab. Hampir setiap malam mereka membaca alQur’an.I.. dan mungkin masih ada yang kuliah di tempat lain.475 Yogyakarta.

Infaq masjid tiap Juma’at rata-rata sekitar Rp. VII perumahan Nogotirto.I. Komunitas Nogotirto/Trianggo sebagai unit persahabatan baru bagiku sangat mengesankan.A. 200. 500. Dana ini dipakai untuk memberikan beasiswa kepada sektor masyarakat yang kurang mampu.000.N. Itu kita belum lagi berbicara tentang infaq insidental yang begitu mudah didapatkan.A.T. mereka selalu diikutsertakan. Tampaknya banyak yang senang hasil masakannya. Dia juga dikenal sebagai juru masak kambing dan sop buntut di lingkungan masjid dan R.N. Begitu mudahnya mendapatkan dana di sini untuk keperluan sosial keagamaan. Kemudian infaq yang dikumpulkan Y. istilah Minang untuk jutawan.S. anggota komunitas baru ini tidak ada yang kaya “meletus”. Seperti telah kukatakan.000. dan pendapatan bulan Ramadan terus meningkat. 6. demi estafet generasi di lingkungan masjid Nogotirto. dan iuran pengajian kaum ibu di masjid Nogotirto. Sebelum dihidangkan kepada tamu.000.000 per bulan. dia pasti tanya dulu padaku: bagaimana hasil masakannya? Tentu aku . di samping juga turut membayar iuran untuk Y. Ramadan 1426 hijriyah mencapai sekitar Rp.S.I. Isteriku Nurkhalifah adalah di antara jama’ah masjid yang aktif.476 kepanitiaan. rata-rata Rp.

kadang-kadang mungkin sudah sedikit berlebihan. khususnya pada Hari Raya Qurban ini. Disertasinya telah rampung ditulis. Rusli Karim.. Dia wafat dalam usia yang relatif muda. Biaya kuliahnya pada I. Bagiku pesta tahunan ini sangat menyenangkan. Berbagai jenis masakan dihidangkan.477 jawab dengan mengangkat ibu jari.I. Selama 20 tahun menjadi penduduk Nogotirto. Gulai kambing masakan isteriku sungguh fantastik. biasanya setelah salat zuhur.P. M. Setiap Hari Raya Qurban. beberapa taman jama’ah masjid telah mendahului kami. seperti yang telah kusebut terdahulu. Bung Rusli adalah seorang aktivis . seorang penulis prolifik.K. sudah menjadi tradisi kami untuk masak dan makan bersama dalam rangka penyembelihan hewan qurban.M. salah satu kelemahanku adalah suka makan. M. Entah berapa sudah karya tulis yang dihasilkannya.K.A. Di antaranya Drs. tinggal menunggu ujian doktor yang ternyata tidak terkejar oleh usianya. Sebagai manusia kelahiran Minang. Hasil masakan isteriku sepanjang pengetahuanku tidak pernah bersisa. asal Palembang. Program S3 dengan biaya pribadi diambilnya pada U. Yogyakarta boleh dikatakan berasal dari karya tulisnya. tempatku memberi kuliah selama dua tahun. (Universiti Kebangsaan Malaysia).

I. Rumah lama terasa terlalu sempit untuk tempat bukuku yang terus saja berdatangan dari berbagai penerbit. dan S2 di Rotterdam (Belanda). seorang sarjana teknik U. karena harus bersaing dengan buku dan kertas. rumah kami di Nogotirto telah direnovasi agar lebih luas dengan tiang baja. pernah mengeritik ayahnya mengapa buku terlalu banyak. Bukan saja aku. tidak jauh dari perumahan Nogotirto. Teman lain yang sudah wafat adalah Sutjipto. dinihari sudah dipanggil Allah. Perbedaan ini wajar . Atas prakarsa isteri dan anakku Hafiz. Hafiz belum begitu tertarik dengan filsafat. apalagi sejarah. politik. Muhammadiyah pun kehilangan. Aku benar-benar merasa kehilangan dengan kepergian teman yang satu ini. mantan jaksa. kajian agama. Kamar tidurku sebelum rumah dirombak sudah tidak layak untuk ditiduri. Berbeda denganku.I. Dia dimakamkan di pemakaman kampung. Malamnya masih menyanyi menyambut 17 Agustus 2005. Hafiz.478 Muhammadiyah sejak masih mahasiswa. Bukankah itu hanyalah kumpulan pikiran orang? Tentu saja pertanyaan itu wajar saja karena disampaikan oleh sarjana teknik yang tidak terlalu banyak memerlukan bacaan sebagaimana yang dituntut oleh ilmu-ilmu sosial dan humaniora.

mungkin lebih banyak diwarisi dari darah ibunya. Jagal-jagal lain yang lebih muda telah bermunculan menggantikan posisiku. Bagiku seorang anak bebas saja untuk menentukan bidang apa yang mau digelutinya. Salah satu faktor mengapa aku sering menolak untuk memberi khutbah Hari Raya ‘Idul Qurban di luar kota Jogjakarta adalah suasana qurban di sekitar masjid Nogotirto yang benar-benar menyenangkan. Tetapi aku akan naik pitam. agama akan menjadi sesuatu keperluan mutlak bagi anak ini melalui pilihannya yang sadar. Harapanku adalah bahwa pada satu saat. Jika hal itu terjadi aku dan Lip benar-benar telah gagal sebagai seorang ayah dan ibu. Sejak dua tahun terakhir aku tidak lagi banyak melakukan penyembelihan sapi.479 saja. jika anak tidak tertarik untuk belajar. Alhamdulillah. Untuk salat Jum’at tampaknya dia cukup rajin. sekalipun sering aku peringatkan. Tetapi dimensi kemanusiaannya tidaklah kurang. Yang aku masih prihatin adalah karena Hafiz belum serius menjalankan agama. Hafiz berhasil menyelesaikan studi S2-nya sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Sebagai orang tua aku sering kecewa terhadap sikapnya yang sering acuh tidak acuh dalam melakukan salat. Untuk penyembelihan kambing aku masih berperan aktif dengan menggunakan pisau .

480 yang sangat tajam.. Sangat praktis. Di perumahan Nogotirto ini. Teman ini adalah pensiunan B. Kami biasa bersenda gurau. suasana lingkungan perumahan Nogotirto .R. Kubeli ketika menunaikan ibadah haji beberapa tahun yang lalu. bicara macammacam. dan keprihatinan yang sama terhadap keadaan bangsa yang masih saja belum menggembirakan. Perbedaan agama tidak pernah menjadi alasan untuk tidak mengakrabkan persahabatan. ekonomi.I. ada juga teman-teman Katolik dan Kristen yang berdampingan dengan komunitas Muslim yang mayoritas. terakhir bertugas di Jayapura. Saling membantu dan saling menjenguk bila ada keperluan. Entah sudah berapa puluh leher hewan qurban yang “dibinasakan” oleh pisau kesayanganku ini. Ringkas kata. Untuk mengasah pisau ini cukup digesekkan saja pada sarungnya. Angka pengangguran malah semakin bertambah. politik. Apalagi teman-teman ini tahu betul bahwa aku berkawan dengan tokoh-tokoh puncak mereka di Jakarta. seperti sakit atau kematian. Pisau ini selama masa penyembelihan tersisip di pinggangku yang sewaktu-waktu dikeluarkan untuk memotong leher sapi atau kambing. Bahkan tetangga dekatku adalah seorang penganut Katolik. Hubungan lintas agama di sini baik sekali.

Novirman . di bawah ini kuturunkan kembali apa yang kutulis dalam “Resonansi” yang muncul dalam Republika 7 Pebruari 2006. Dr. Novirman yang aku dukung sepenuhnya pada tanggal 29 Januari 2006 diadakan syukuran setahun listrik masuk desa bertempat di masjid Silantai. yang saya sebut sebagai “Panglima Jawa”.481 cukup nyaman untuk masyarakat majemuk. didiami oleh Syukuran Listrik Sudah dijelaskan bahwa peresmian pemakaian listrik untuk beberapa nagari di kecamatan Sumpur Kudus berlangsung pada tanggal 29 Januari 2005. Untuk mengenang suasana syukuran istimewa itu. dan panitia lokal di bawah pengawasan Prof. seperti telah kusinggung sedikit terdahulu. E. Peristiwa ini bagi orang kampungku sangat penting dan menggembirakan untuk menunjukkan rasa syukur kepada Allah bahwa pada akhirnya listrik yang sudah lama dirindukan kedatangannya menjadi kenyataan. Di bawah kordinasi M. Deddy Julianto. Atas gagasan Prof. halaman 12 dengan judul “Syukuran Listrik di Silantai”: Kabarnya konon sepanjang sejarah perlistrikan di Indonesia peristiwa semacam ini adalah yang pertama kali terjadi.

dan Cabang Muhammadiyah Sumpur Kudus. Tamu yang hadir tidak tanggung-tanggung: dari Jakarta. Apalagi semula diperkirakan Menhub M. Kopertis Sumatera Barat. Khairuddin Kanaan dari Pemda Kabupaten Sawahlunto Sijunjung. Nagari Silantai yang terletak sekitar dua km di utara nagari Sumpur Kudus sebagai lokasi upacara seperti berada dalam suasana mimpi yang tak terbayangkan sebelumnya. Sijunjung. Lintau. Padang. dan tentu saja dari kecamatan Sumpur Kudus dengan camatnya. karo keuangan departemen pendidikan nasional. seperti tersebut di atas. keduanya alumni ITB dengan memberikan bantuan untuk Panti Asuhan. dibantu oleh Drs. dua dari departemen perhubungan. TK. Hatta Rajasa akan hadir. Tamu dari Jakarta a. Muaro. dirut Indofarma dan . Solok. adalah dua dirjen departemen pendidikan nasional: manajemen pendidikan dasar/menengah dan luar sekolah. maka digelarlah upacara syukuran itu pada 29 Januari 2006. tetapi karena mendadak dipanggil presiden. Bandung. staf khusus menteri pendidikan nasional. Jambi.l. Riau. dia mengirim wakil dua orang staf ahli dan staf khusus.482 Djamarun.

bukan? Tentu bintang dalam upacara syukuran itu . salah seorang direktur PLN Pusat. M. tetapi telah mengguyurkan bantuan untuk berbagai lembaga pendidikan. Tidak ketinggalan Ir. dan dari “Panglima Jawa” untuk Puskesmas. puluhan dari PLN di bawah komandan Dr. Herman Darnel Ibrahim. rektor Universitas Negeri Jakarta. dan beberapa anak miskin. Seperti perhelatan besar saja. masjid. Sebelum bertolak ke Silantai sesudah Subuh 29 Jan. suatu angka yang terlalu amat besar bagi desa yang tersuruk itu. ketrampilan. Sudirman. Sofyan Amin mantan General Manager PLN Sumbar sebelum digantikan oleh Ir. mantan dirut BNI. Tamu-tamu yang datang tidak sekadar menghadiri syukuran. dua orang dari Maarif Institute. surau. karo kesra wakil presiden. panti. direktur IGM (Indofarma Global Medica). mantan dirut BNI.483 staf. Juga ada obat-obat dan sedekah/infaq dari dirut Indofarma. TK dan panti. saya hitung-hitung lebih dari satu milyar. telah menjamu dan menyediakan penginapan bagi seluruh tamu yang datang.. Bupati Darius Apan malam 28 Jan. Ir. baik berupa voucher mau pun uang kontan. Nilai keseluruhan bantuan.M.

Kabarnya di atas 50. Amerika adalah yang terbanyak memakainya. jika tidak waspada. PLN. Indofarma. saya tidak tahu berapa jumlah iringan mobil yang mengangkut tamu ke lokasi. serta kendaraan pribadi. pemda kabupaten Sawahlunto atau Sijunjung. yaitu 27%. Oleh sebab itu pemerintah harus memantau betul dan mengambil langkah dan kebijakan yang tepat dalam soal listrik ini yang pasti punya politik tinggi karena melibatkan dana puluhan triliun rupiah. seolah-olah listrik telah menempati posisi kedua dalam kehidupan manusia. baik yang disediakan dephub. jika orang tidak .484 adalah Bung Darnel Ibrahim yang pada malam sebelumnya telah memberikan “kuliah” memukau dan juga mencemaskan tentang perlistrikan Indonesia yang. Dari seluruh penggunaan tenaga listrik di muka bumi. Sisanya yang 73% adalah untuk bangsa-bangsa lain yang bilangannya sekitar 200 itu. padahal penduduknya hanya 270 juta. Berapa jumlah kendaraan yang “menyerbu” Sumpur Kudus hari itu? Karena berada di barisan depan. akan menghadapi masalah sangat serius pada masa depan yang dekat. Sepintas lalu. Menurut Darnel. sesudah oksigen.

150. 200. Ada berita dari Silantai yang menyentuh batin kita sewaktu menyambut tamu. Malu jika dilihat tamu penting dari Jakarta. lambat atau cepat. tetapi hanya suara pelaku yang terdengar. .000 s/d Rp.485 membaca informasi tentang sumbangan di atas. akan punah dimakan musim. mungkin akan bertanya: apa-apaan ini? Tetapi setelah mencermatinya. Mengapa? Novirman mengatakan karena tidak punya pakaian seragam.000 per orang. baru akan berucap: dalam rangka membantu kawasan IDT (Inpres Desa Tertinggal) dengan memanfaatkan syukuran setahun listrik masuk desa. seni khas daerah itu pasti. Mereka disembunyikan di belakang kerumunan manusia yang berjubel. Padahal harga pakaian mereka itu hanyalah sekitar Rp. Bukankah ini sebuah panorama yang membuat kita iba? Tanpa kesediaan mereka secara pribadi dalam melestarikan khazanah kelasik itu. Sayang mereka terlambat memberi tahu sehingga tidak sempat dibelikan ke kota. Bunyi talempong dan salung disertai ungkapanungkapan puitis khas Minang yang mengharukan digelar.

Karena perhatian Jakarta inilah PLN Sumbar bergerak cepat untuk memberi cahaya ke nagari-nagari itu sejak setahun terakhir.000. 20. Setiap orang yang masuk ke dalamnya akan bergumam: alangkah bersihnya masjid ini.000 dan Rp. . Dengan bantuan ini masjid ini dalam beberapa bulan akan muncul sebagai masjid cantik di nagari itu.000.N. seperti telah kusebutkan di atas.L. Aku meminta takmirnya agar kebersihan betulbetul dijaga. 50. sehingga masjid ini akan melakukan da’wah tanpa kata. bukan? Tulisan ini kusiapkan di Air Dingin Padang. Masjid Silantai yang terbengkalai itu mendapat bantuan dari P. dan karo keuangan departemen pendidikan nasional masingmasing Rp.000. Jadi angka 100% lunas adalah salah satu bentuk rasa syukur itu.486 Bupati dalam sambutannya pada upacara yang dipusat kandi masjid Silantai yang masih terbengkalai itu mengulangi lagi ucapannya bahwa dia tidak sanggup memasukkan listrik ke Sumpur Kudus tanpa Jakarta turun tangan. 31 Januari 2006 untuk Republika. Dan perlu dicatat keterangan pimpinan PLN ranting Sijunjung bahwa tidak ada tunggakan masyarakat di sana dalam pembayaran rekening listrik setiap bulan.

Calau dan peresmian listrik masuk desa sebelumnya yang cukup meriah.A. Di kala kecil tidak ada cita-cita tinggi yang hendak kuraih. AKHIRNYA Inilah potret perjalanan hidupku yang diberi judul “Titik-titik Kisar di Perjalananku”. demi menggembirakan rakyat Sumpur Kudus.P. IX. aku telah merangkak mengikuti arah retak tangan.M. Dari seorang anak piatu di desa Calau. baik diukur dari jumlah tamu yang hadir mau pun dari suasana syukuran yang jauh lebih semarak. maka pertemuan kali ini jauh lebih besar. Alam Sumpur Kudus yang sempit dan terpencil di . Sumpur Kudus.487 Tempat wudhunya juga mencerminkan watak Islam sebagai agama yang menjadikan kebersihan sebagai bagian dari iman. Semoga tokoh-tokoh lain dari desa ini akan muncul pula di kemudian hari untuk memajukan kampung halaman yang sudah puluhan jika bukan ratusan tahun berada dalam kategori desa tertinggal. terlibat dalam pusaran waktu yang cukup panjang dan berliku. Barangkali ini adalah peristiwa besar terakhir dalam hidupku di mana aku turut mendorongnya. Dibandingkan dengan peresmian masjid Y.

Titik kisar pertama terjadi pada waktu aku belajar di madrasah Mu’allimin Muhammadiyah di Balai Tangah.R. mengadu sapi. Topik perdebatan . Tikar kasar adalah sahabat setiaku dalam rentang waktu yang panjang. setelah menganggur selama tiga tahun pasca S.488 lembah Bukit Barisan telah turut membentuk diriku untuk tidak punya angan-angan besar yang aneh-aneh. Dengan modal pendidikan Mu’allimin sedikit banyaknya aku telah berani berpidato di depan publik kampung yang jumlahnya terbatas. Aku tumbuh dan berkembang bersama temanteman desa yang serba sederhana. Sampai setua ini. Dengan bekal ilmu agama yang serba kurang. hidupku tidak ada bedanya dengan teman-teman kampung itu. karena sudah terlatih sejak kecil. aku telah berani berdebat di masjid menghadapi kaum elit Sumpur Kudus dengan semangat tinggi. mengadu ayam bersama mereka. Seingatku sejak masa kanakkanak sampai dewasa jarang sekali aku tidur di atas kasur. aku akan bisa tidur nyenyak tanpa kasur. aku sudah berani pula memberi ceramah di tempat-tempat lain. Sekalipun aku lahir sebagai anak Kepala Nagari. Aku menjala. Lintau. memancing ikan di Batang Sumpur. Bahkan lebih dari itu.

Wawasan semakin luas. Titik kisar kedua terjadi setelah meneruskan pelajaran ke madrasah Mu’allimin Jogjakarta. Wahid dan M. Di Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Sumpur Kudus (sudah lama mati). tetapi naluri sebagai seorang “fundamentalis” belum berubah. Bahkan sampai aku . jika bukan semakin menguat. tempat dia belajar di Sekolah Menengah Islam. Sanusi Latief hanya mengajar ketika pulang kampung dari Bukittinggi. kemudian hadir kembali dengan fondasi yang lebih mantap dan kokoh. Modal ini pernah “menghilang” sementara ketika aku sibuk dengan ilmu-ilmu sekuler. Paham agama Muhammadiyah yang telah “dipompakan” ke dalam otak dan hatiku sejak masih belajar di madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Sumpur Kudus telah menjadi modalku untuk berkayuh lebih jauh sampai ke lingkungan Universitas Chicago di Amerika Serikat. Harun Malik. seorang tokoh Masyumi tingkat kabupaten. tetapi tidak tetap. Sanusi Latief juga pernah mengajarku di madrasah ini. Salah seorang guruku di sini adalah ibu Nurjannah dari Padang yang kemudian kawin dengan Muchtar Gafur. A.489 tidak melebihi masalah-masalah khilafiah di tingkat kampung. aku mulai belajar agama menurut paham Muhammadiyah.

Aku sendiri hanya berharap bahwa perjalanan hidupku . Pertanyaannya adalah: apakah titik kisar yang ketiga ini sudah berada di jalan yang lurus dan benar secara agama? Aku tidak bisa mengatakannya. Strategi dan pendekatan yang digunakannya agar aku menimbang seluruh kekayaan khazanah Islam klasik dan modern dengan al-Qur’an barangkali telah membuatku mengalami titik kisar terakhir di perjalanan intelektualku. dan mungkin yang terakhir sebelum maut menyudahi karierku di muka bumi. Peran Fazlur Rahman. padahal batang usiaku ketika itu sudah di atas 40 tahun. paham agamaku belum banyak mengalami perubahan.490 belajar sejarah pada Universitas Ohio di Athens. sungguh sangat besar. Di lingkungan kampus Universitas Chicago-lah aku mengalami kebangkitan spiritual dan intelektual yang baru dan sekaligus merupakan titik kisar yang ketiga. Citacita politikku tetap saja ingin “menaklukkan” Indonesia agar menjadi negara Islam. Biarlah para pengamat yang menjawabnya. Otak dan hatiku ketika itu belum mendapatkan “virus” pencerahan untuk memasuki gerbang titik kisar tahap ketiga. Ini adalah titik kisar dalam pemikiran keislaman dan keindonesiaanku. Amerika Serikat. dengan segala kritikku kepadanya.

diterima atau ditolak. syi’i. Masa lampau adalah milik mereka yang menciptakan. Milik kita hanyalah semua yang kita ciptakan. bukan milik kita.491 tetap berada dalam koridor Islam yang autentik. sekalipun kita tidak mungkin melompat dari sebuah kekosongan. bukan dari Rahman. Memang pada akhirnya aku berkesimpulan bahwa apa yang dikenal dengan kelompok sunni. dan cicit-cicitnya yang telah berkembang biak selama puluhan abad pada berbagai unit peradaban Muslim. khawarij. jujur. tugas yang cukup menantang adalah bagaimana mengawinkan secara sadar dan cerdas . Di sinilah perlunya orang belajar sejarah secara cerdas. dengan menempatkan al-Qur’an sebagai hakim tertinggi. cicit-cicit ini juga tidak jarang terlibat untuk saling bahu hantam yang tak putus-putusnya. adalah hasil sejarah belaka yang boleh dan harus dipertanyakan. Kesimpulan ini adalah dari aku sendiri. karena al-Qur’an tidak dijadikan rujukan pertama dan utama. dan kritikal. Al-Qur’an sudah terlalu lama dicampakkan ke dalam limbo sejarah. sementara keindonesiaanku telah lama menyatu dengan keislamanku. Untuk Indonesia ke depan. Sebagaimana nenek mereka terdahulu. Semua hasil sejarah pasti terikat dengan ruang dan waktu.

Dalam perspektif ini Pancasila dengan nilai-nilai luhurnya harus berhenti untuk hanya dijadikan retorika politik. Islam bila dipahami dan ditafsirkan secara benar dan autentik.A. di . sesungguhnya dapat dicari akarumbinya pada kelalaian fatal para elit bangsa dalam melaksanakan prinsip keadilan ini. Semua nilai itu harus diterjemahkan ke dalam format yang kongkret sehingga prinsip “keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia” benar-benar menjadi kenyataan. tidak pernah berhenti. Salim barangkali perlu dijadikan salah satu rujukan untuk merumuskan proses integrasi Islam dan Indonesia itu. terpaan sejarah yang berkali-kali memukul Indonesia. Tanpa upaya yang serius ke arah tujuan mulia ini. ia adalah sebuah proses yang terus berlangsung. Integrasi nasional bukanlah sesuatu yang sudah final. Tetapi alangkah sukarnya orang belajar dari pengalaman pahit masa lampau.492 nilai-nilai dasar keislaman yang ramah dengan unsur-unsur keindonesiaan. Pandangan Mohammad Hatta dan H. Di sinilah sebenarnya sumber pokok dari segala konflik pusat-daerah yang berkali-kali kita alami dengan biaya yang sangat tinggi. akan sangat sulit bagi Indonesia untuk bertahan sebagai sebuah bangsa dan negara yang berdaulat dan adil. Dalam ungkapan lain.

khususnya selama memimpin Muhammadiyah dalam bingkai bangsa dan negara Indonesia. Demikianlah otobiografi ini kususun dengan lobang-lobang yang terdapat di sana-sini karena kelemahanku semata. Apakah . agenda utamaku adalah turut berbuat sesuatu. agar Indonesia sebagai sebuah bangsa dan negara tetap utuh. Kepada teman-teman yang memilih radikalisme untuk mencapai tujuan. akan memberikan sumbangan yang sangat menentukan bagi pemantapan proses integrasi ini. Selanjutnya dalam usia yang sudah sangat larut ini. Jika aku menyebut nama seorang teman secara kurang proporsional dan dari sudut etika kurang tepat. permohonanku hanya tunggal: maafkan aku! Tidaklah maksudku untuk menyinggung perasaan seseorang sekiranya aku menyebut namanya. betapa pun kecilnya.493 samping Bahasa Indonesia. aku ingatkan bahwa cara-cara semacam itu sepanjang sejarah Indonesia hanya punya satu risiko: gagal! Oleh sebab itu bacalah baik-baik peta sosiologis masyarakat Indonesia sebelum melangkah terlalu jauh dengan menggunakan caracara yang radikal yang sia-sia itu. tidak terkoyak oleh berbagai kepentingan politik jangka pendek yang tidak sehat. Semua itu kulakukan semata-mata dalam konteks kiprahku.

Masuk tidak menggenapkan.494 angan-angan mewah ini akan menjadi kenyataan sebelum aku tutup mata. Dalam pergumulan pemikiranku pasca Chicago. karena Indonesia merupakan bangsa Muslim terbesar di muka bumi yang harus dijaga martabat dan kedaulatannya. sebab aku sadar betul bahwa masalah Indonesia cukup ruwet dan sarat dengan serba ketidakpastian.” Tetapi aku mencintai bangsa ini secara tulus dan dalam sekali. Adapun muncul kelompok kecil Muslim yang mau menang sendiri tidak paham esensi ajaran Islam yang . Apalah artinya seorang aku yang hanya sebagai sebuah skrup alit yang seperti kata dalam pepatah Minang: “Bak melukut (pecahan beras karena ditumbuk) di atas gantang. tidaklah penting bagiku. Islam yang dianut mayoritas penduduk tidak boleh mau menang sendiri. Tetapi setidak-tidaknya sebagai warga negara biasa aku telah menyampaikan sesuatu kepada bangsa yang kucintai ini. Saudara-saudara sebangsa dan setanah air tetapi berbeda iman haruslah dilindungi dan diperlakukan secara adil dan proporsional. keluar tidak mengurangi. Indonesia dan Islam telah lebur menjadi satu. Bagiku membela bangsa adalah dalam rangka membela Islam. Terserahlah kepada semua pihak untuk menilainya secara bebas dan adil.

1998-2005. sekalipun yang berlaku belakangan mereka malah sering diwasiti karena kualitas di bawah standar. (Inpres Desa Tertinggal) itu. telah membawaku ke pusaran perkembangan politik.T. Kampungku Sumpur Kudus setidaktidaknya telah sedikit terangkat berkat perhatian dan bantuan teman-teman yang empati dan simpati terhadap kawasan I. atau setengah gagal. Muhammadiyah. Selanjutnya terserahlah kepada para pengamat untuk menempatkanku pada posisi berhasil. Aku tidak punya kosa-kata untuk mengomentari pendapat atau penilaian yang diberikan oleh siapa saja. apalagi saling meniadakan. Karierku sebagai Ketua P. sosial. dan kultural secara nasional. terhadap kiprahku selama delapan tahun terakhir.P. domestik atau pihak asing. gagal. setengah berhasil. Pihak minoritas juga harus memahami dengan baik peta sosiologis masyarakat Indonesia yang plural agar gesekan-gesekan di akar rumput dapat ditiadakan dengan terus membangun budaya saling pengertian. .D. Umat Islam semestinya menjadi wasit dalam pergaulan antar peradaban.495 mengajarkan persaudaraan semesta dengan dasar saling menghormati. Tidak untuk saling menggusur. Planet bumi hanya satu untuk tempat kediaman seluruh makhluk.

dengan pil amaryl ukuran 1 mm dan vitamin nerviton E. Hanya gula pasir yang hampir tak pernah kusentuh lagi. seminar. Penyakit gula yang ada pada diriku sejak beberapa tahun yang lalu. pemandanganku berkunang-kunang dan jungkir-balik. simposium. Setelah tidak lagi menjabat sebagai ketua P. aku masih terlihat sehat. dunia terasa berputar . dan yang sebangsa itu tetap saja kujalani.P. Mungkin karena terlalu lelah. Kata orang dalam usia di atas 70 tahun. Diskusi.496 Sebuah rentang waktu yang tersibuk bagi diriku. Sebegitu jauh aku tidak menghadapi kesulitan dalam soal makanan. ternyata tidak demikian. Undangan dari berbagai daerah masih saja berdatangan. Selama hidup. Selain itu aku juga makan bawang putih satu siung saban pagi. aku baru sekali menginap di Rumah Sakit Islam Jakarta selama beberapa hari pada tahun 2004. alhamdulillah. Sebagai pembawaan dari Minang. tetapi hanya sedikit yang dapat kukabulkan. sekalipun secara selektif. dapat dikontrol sebaik-baiknya. jika tidak lupa. diperkirakan semula kegiatan kemasyarakatanku akan berkurang. selera makanku belum menyusut. Sebagai gantinya aku minum susu kaleng bercampur madu hampir tiap malam. mengingat kondisi fisik yang belum tentu selalu mendukung..

jangan sampai merepotkan orang lain. termasuk tidak memberatkan kekuarga sendiri. Tetapi sudahlah. Untuk selanjutnya permohonanku kepada Allah adalah bahwa jika sekiranya aku jatuh sakit lagi..497 kencang sekali. Otobiografi ini adalah potret terbuka tentang diriku yang mudah-mudahan ada gunanya bagi keturunanku atau bagi siapa saja yang sempat membacanya. Oleh sebab itu. Dibaca ulang. Langsung malam itu dengan kebaikan Bung Hefinal.. S. S.E. Oleh sebab itu setiap aku baca ulang draf ini.P. tidak ada gading yang tak retak. karyawan P. tentu di sana-sini terdapat kelemahan data karena sebagian besar diolah dari ingatan yang masih melekat dalam otakku. Sebagai seorang anak manusia yang serba kurang. Jika tidak ada disiplin untuk berhenti menulis. S. demikian seterusnya tanpa putus. atau bahkan dibuang. Muhammadiyah Jakarta.Ag. tidak akan ada ujungnya. Kepada para sahabat yang . Unsur yang tak teringat mungkin lebih banyak lagi.E. dikurangi lagi. ada saja yang perlu ditambah. aku dilarikan ke rumah sakit dan tinggal di sana sampai kesehatanku pulih sama sekali. dikurangi. aku harus memaksa komputer berhenti sampai di sini saja bagi penulisan otobiografi ini. dan Zainuddin. diperbaiki. bisa jadi akan berlarut-larut. ditambah.

Muhammadiyah dan Bung Nursam. dari Penerbit Ombak Jogjakarta. Jl. Jawa no. Jl. aku menyampaikan rasa terima kasih yang dalam atas segala saran yang telah diberikan. dan rampung pada 28 Februari 2006 jam 10. Halmahera D/76.498 kuminta membaca draf ini sebelum diterbitkan. 19. khususnya kepada Bung Haedar Nashir Ketua P. (Draf sementara otobiografi ini mulai ditulis pada 2 September 2003 jam 20.P.00 di rumah sewaan Perum Nogotirto Elok II. Jogjakarta 55292) DAFTAR ISI BAB Halaman . sejarawan.42 di Perum Nogotirto Elok II.

. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Belajar V Sambil Bekerja 150 . . . Kembali ke Jawa dan Pulang untuk Menikah. dan SAUDARA-SAUDARAKU . . Perginya Seorang Ayah dan Nasib Anak-Anaknya UJUNG TOMBAK MU’ALLIMIN . . II . . . . C. Sanusi Latief dan Hijrah Menuntut Ilmu . . . IBU-BAPAK. . . . 20 34 76 C. . MUSIBAH SILIH BERGANTI . . . . . . . .I . . . . . IV . . . . . . . . . . . .. . . . A. . . . . . . . dan Perdagangan . . . . . . . . . . . Lombok-Sumpurkudus-Surakarta . . . . . . . . . 108 A. . . . 125 B. . . . . . Lintau . . . . . . . . . . . Bertugas di Lombok Timur . . . . . .D. . . . . . . D. .499 I BUMI KELAHIRAN. M. . . . . . . . . . . . . . . . . .R. . . . . . . . . . . 92 1 . B. . . 156 143 108 113 B. . . . . . . . . . . . . . . . . . . Dinamika Retorika dan Mu’allimin Balai Tangah atau KE YOGYAKARTA dan PERAN SANUSI LATIEF . . . . . . . 1 A. . . . . . . III . . . . . . . Mulai Dijodohkan. Sumpur Kudus. . . . . . . . . . . MENITI BIDUK KEHIDUPAN . . . . . . . . . . . . . . Makkah Darat. . . . Syekh Ibrahim dan Dinamika Sejarah . . . . . . . Kewajiban pada Tanah Kelahiran dan P.. 92 104 B. . . . . . . 125 A. .

. dan Kecemasanku. . VII . . . . . . . . Kegiatanku di Indonesia Pasca Chicago. C. . . 170 VI B. . . . . . . . . . . . . .R. . . . . Kiprahku dalam Memimpin . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Sebagai Ketua P. . 319 214 219 Muhammadiyah 235 262 1998-2005 309 B. . Lulus S1. . . . . Habibie. Chicago II: Setelah Titik Kisar . . . . . . . . . . . . 319 A. . . 175 A. . . . . 214 A.P. . Kembali ke Jogja. . . . . . . E. . . . . . . . . . . SECERCAH HARAPAN dan BERAGAM TANTANGAN . . . D. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Kelahiran Hafiz dan Keinginan Sekolah Lagi . . . . . . . . . . Muhammadiyah. . . . . . . .500 A. . . . . dan Aku VIII MASA DEPAN INDONESIA . . Gerakan Moral Anti Korupsi dan Pencalonan K. . . C. . . dan Lahirnya Ikhwan C. . . . . . . . . . Lip ke Padang Bersama Salman (1966-1967) 156 164 . . . . Harapan. . . .K. 181 D. . . . . . . . . . . . . . Tahun-Tahun Kritis Sampai Iwan Wafat pada 1973 . BERKIPRAH MENYONGSONG MASA DEPAN. . . . Chicago I: Sebelum Titik Kisar 188 195 . . Periode Athens: Status Quo dalam Pemikiran . . . . . 175 B. . . Muhammadiyah. . . . . . . . Perkisaran Abad. Keruntuhan Rezim. . .

. . AKHIRNYA . . . . . . D. . . . IX . . Muktamar Muhammadiyah Malang dan Sesudahnya . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 330 333 339 351 355 C. Peluncuran Buku dan Ultah 70 Tahun. . . . .501 B. . . . . . . . . Komunitas Nogotirto-Trianggo. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Syukuran Listrik . . . . . . . . . E. . .

udo.502 GLOSSARY Halaman 1 Makah Darek = Makkah Darat 5 Rajo = Raja 6 Syarak mangato adaik mamakai = Syarak mengata adat memakai 8 inferiority complex = rasa rendah diri penetration pacifique = masuk atau menembus secara damai parewa = preman 9 on-going process = proses yang terus berjalan 12 bacakak = berkelahi 13 babat alas = pembukaan sebuah kampong baru 15 dilomeh = diguyur gerundang = anak katak tanomeh = sutan emas 16 Muaro Sumpu = Muara Sumpur 20 Koto Ijau = Koto Hijau 21 kundang = bawa 22 jamba = makanan lengkap di atas piring besar atau talam 23 Iniak Tanahbato = Nenek Tanahbato taratak = 24 jorong = 31 puti = gelar untuk putrid yang merasa sebagai keturunan raja di Minangkabau seperti halnya gelar rajo atau sutan untuk kaum pria Tukang kampo = pengolah daun gambir untuk diambil getahnya 36 asai = kutu bubuk alit = kecil Anai-anai = rayap 38 lapuak = tua kaktuo = kakak tertua kaktuo. kakoncu. inyo. onga. panggilan isteri terhadap suami 42 bermaya (Malaysia) = berhasil 52 rumah “mande” = rumah ibu 55 etek = bibi .

503 61 62 wanita 64 67 68 71 74 76 90 91 98 99 uwo = ibu dari ibu gayek = ayah dari ibu personal achievement = raihan pribadi berfastabiqul khairat = berlomba untuk kebaikan ande = bibi onga = panggilan untuk anak kedua baik pria atau oncu = paman lading = pisau panjang olang katutuih = elang hantu ngoyo (Jawa) = tidak sabaran sumpek (Jawa) = tidak segar cigak = kera bagak = berani bersianyut = berenang dari arah hulu ke hilir jawi = sapi élan vital = semangat hidup yang perkasa Israr-e Khudi = Rahasia Pribadi batobo = sawah rancak = bagus Khath = tulisan Arab nyemeg = antara goreng dan rebus human interest = menarik secara manusiawi .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful