INDUSTRI PENGOLAHAN KELAPA

ROADMAP

DIREKTORAT JENDERAL INDUSTRI AGRO DAN KIMIA DEPARTEMEN PERINDUSTRIAN JAKARTA, 2009

2. kopra (kopra hitam dan putih) 1 memiliki lahan yang sempit. Perkebunan kelapa rakyat dicirikan tidak pada skala komersial. dan lain-lain 1. Permintaan produk-produk berbasis kelapa masih terus meningkat baik untuk ekspor maupun pasar dalam negeri. Produktivitas lahan kelapa Indonesia masih Srilangka.3 ton /Ha. Gambaran dari pemanfaatan bagian-bagian tanaman kelapa dimaksud adalah sebagaimana tercantum sebagai berikut : • Industri Hulu: Industri kelapa hulu merupakan industri kelapa paling hulu dalam rangkaian industri kelapa.I. desiccated coconut. Meskipun luas areal meningkat.2 juta ton setara kopra. Ruang lingkup Industri Pengolahan Kelapa Indonesia merupakan negara yang memiliki lahan tanaman kelapa terbesar di dunia dengan luas areal 3. virgin oil.1.89 juta hektar pada tahun 2005. namun produktivitas pertanaman denderung semakin menurun (tahun 2001 rata-rata 1.66 juta hektar pada tahun 1969 menjadi 3. pemeliharaan seadanya atau tidak sama sekali dan rendah di bandingkan dengan India dan . seperti kelapa segar. PENDAHULUAN 1. tahun 2005 rata-rata 0.7 ton/Ha). nata de coco. Industri turunan kelapa masih dapat dikembangkan dengan melakukan diversifikasi produk olahan antara lain : oleo kimia. Pengelompokan Industri Pengembangan Industri Pengolahan Kelapa Sebagaimana diketahui. kelapa adalah tanaman yang dari semua bagiannya dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan manusia. luas tanaman kelapa meningkat dari 1. memproduksi kelapa 3.88 juta hektar (97% merupakan perkebunan rakyat). Selama 34 tahun.

Pada tahun 2006 Indonesia merupakan negara yang memiliki lahan tanaman kelapa terluas didunia dengan luas areal sekitar 3. Meskipun seluruh bagian tanaman kelapa dapat dimanfaatkan untuk peningktan kesejahteraan manusia.• Industri Antara : Industri kelapa antara merupakan industri kelapa yang memproses bahan baku menjadi produk-produk turunan. Coconut cream/milk dan lain-lain. Desiccated Coconut. • Industri Hilir : Industri kelapa Hilir adalah industri kelapa yang mengolah bahan yang dihasilkan oleh industri kelapa antara menjadi berbagai produk akhir yang digunakan oleh industri . Hal ini mengakibatkan pangsa pasar terutama minyak kelapa di pasar 2 berbasis kelapa di Indonesia dimulai dengan pengembangan industri kopra sebagai bahan baku industri minyak . namun perkembangan industri pengolahan kelapa.3.82 juta ha dimana 97% nya merupakan perkebunan rakyat dengan produksi 15.2 juta ton kopra.9 milyar butir atau setara dengan 3. seperti Karbon aktif. tepung kelapa dan produk minuman baik dalam bentuk minuman segar maupun olahan lainnya. Total nilai ekspor kelapa sekitar US$ 364. Copra Meal. Kecenderungan Global industri Pengolahan Kelapa Kecenderungan yang telah terjadi: Beberapa negara penghasil kelapa telah mengembangkan olahan kelapa kearah hilir diantaranya Philipina yang telah mengembangkan coconut methyl ester. 1.575 ribu. Minyak kelapa. Kecenderungan yang akan terjadi : Indonesia merupakan produsen kelapa terbesar didunia tetapi sebagian besar digunakan untuk memenuhi permintaan di dalamnegeri. seperti tempurung kelapa.

3 dunia setelah Indonesia dan India. yaitu dengan mengupayakan antara lain : • Melakukan penguatan struktur industri berbasis kelapa dengan menciptakan iklim investasi dan usaha melalui insentif fiskal dan jaminan keamanan berusaha.internasional relatif kecil. antara lain: a. • Meningkatkan lapangan usaha industri yang telah ada • Penciptaan lapangan usaha industri pengolahan kelapa melalui promosi investasi disentra bahan baku dan pengembangan pasar domestik dan ekspor. cosmo centicals. Bahan baku Tingginya tingkat pertanaman kelapa yang tidak produktif (sudah tua dan rusak) mencapai 30 – 40 persen dari areal perkebunan rakyat.200 butir/ha atau setara dengan 0. Permintaan dunia akan produk turunan kelapa masih cukup baiki terutama untuk pemakaian organic foods.4. 3 . Produktivitas tanaman kelapa masih sangat rendah. functional drink. yaitu sekitar 4. Pasokan bahan baku terbatas baik dari segi jumlah maupun mutu. Permasalahan Yang Dihadapi Industri Pengolahan Kelapa 1. namun 80% produksinya untuk ekspor.Hal ini berbeda dengan Philiphina yang merupakan negara penghasil kelapa no. oleo chemicals.83 ton kopra/ha. Permasalahan yang dihadapi oleh Industri Pengolahan Kelapa. Analisis terhadap kecenderungan yang telah dan akan terjadi : Bahwa kondisi tersebut menggambarkan bahwa masih banyak peluang dalam meningkatkan pengembangan industri pengolahan kelapa untuk mengisi pangsa pasar dunia. biofuel dan bio lubricants dan lain-lain.

Kalbar. .2 Milyar. Adanya isu kandungan aflatoxin yang tinggi pada kopra dan minyak kelapa yang menggunakan bahan baku kopra hitam dari UE dapat menghambat ekspor minyak kelapa ke pasar tradisional USA dan UE. Produksi Terbatasnya R & D untuk diversifikasi poduk kelapa olahan. c. dengan eksportir utama Philipina yaitu 4 . pelabuhan dan lainnya di wilayah pengembangan (Maluku Utara. sarana jalan. telekomunikasi. Industri pengolahan kelapa saat ini masih didominasi oleh produk setengah jadi berupa kopra dan coconut crude oil (CCO).575 sebagian besar masih dalam bentuk primer. Lampung). Produk kelapa yang dihasilkan hanya belasan jenis. d.3 juta ton sebagai akibat pesatnya perkembangan industri minyak goreng sawit. FAKTOR DAYA SAING 2. Harga nominal kopra relatif makin menurun. Ekspor produk kelapa tahun 2006 sebesar USD 364. Riau. Permintaan dan Penawaran a. Permintaan Dunia dan Regional • Total nilai ekspor dunia produk turunan kelapa pada tahun2005 sekitar US$ 1. Utilitasi kapasitas produksi industri olahan kelapa masih rendah sekitar 40 persen. sedangkan di Philipina telah mencapai 100 jenis produk. transportasi. sehingga pertambahan input tidak akan meningkatkan nilai tambah. II.4 juta ton atau 12 persen dari konsumsi minyak goreng nasional yang jumlahnya mencapai 3.1. Infrastruktur Terbatasnya pasokan listrik.b. Sulut. Pemasaran Kontribusi minyak goreng kelapa sebesar 0.

61%). 228.25%). sedang Indonesia hanya US$. Malaysia (12. USA (21.sekitar 65%.77%).85%). high value coir products. P&G (USA) dan Henkle (Jerman). bio fuel and bio lubricants. dan lain-lain negara di bawah 9%. Permintaan dunia akan beberapa produk turunan kelapa untuk beberapa pemakaian coconut berikut ini cukup baik.98%). China (5. • Dari 17 jenis minyak dan lemak yang diperdagangkan di pasar internasional tahun 2005.81%).82%) dan Jerman (1. minyak (4. virgin oil. nilai ekspor produk kelapa Indonesia meningkat menjadi US$ 305 juta atau naik 33. • Pasar utama bungkil kelapa tahun 2005 : Korea Selatan (49. minyak sawit (30. Jerman (34. cosmoceuticals. India (9. Pasar oleokimia dan turunannya dikuasai MNC seperti : KAO (Jepang).68 juta atau sekitar 19%. oleo chemicals.4% dibanding tahun 2004.40%). premium grade monolaurin for HIV/AIDS.34%). antara lain: functional tahun 2005 : Uni Eropa (50.46%). • Pasar utama minyak kelapa Singapura (1. foods.78%). minyak kelapa memberikan kontribusi sebesar 4. • • • • Jaringan Pasar pemasaran kopra turunan dan minyak dunia goreng dikuasai kelapa oleh dikuasai oleh broker. Netherland (6.91%).34% atau menduduki peringkat ke-6 setelah minyak kedele (30.81%).95%) dan bunga matahari (8. based functional drink. Malaysia (8. • Vietnam (12. Australia (2.39%). produk-produk kelapa Philipina.16%) dan minyak/lemak hewani organicfoods. • Pasar utama kopra tahun 2005 adalah : Philippina (27. Kenaikan produksi minyak dan lemak berbasis kelapa dunia relatif 5 .94%). rapeseed oil (9.45%).54%). Pada tahun 2005.

• Produk-produk berbasis kelapa yang memiliki prospek pasar global : coconut milk powder. Kebutuhan dunia akan minyak kelapa dan kopra pada tahun 2005 sebesar 2. Produksi rata-rata sekitar 3.89 juta ha. 1 dunia. mengakibatkan masih akan tetap minyak kelapa Indonesia di pasar internasional relatif kecil. 6 dan coconut water concentrate. namun 80% produknya diekspor. rapeseed dan bunga matahari. terutama untuk keperluan industri detergen dan kosmetik serta kecenderungan akan produk-produk ramah lingkungan. • Indonesia merupakan produsen kelapa No.produk berbasis minyak goreng dan coco chemicals harus bersaing dengan produk yang sama berbasis kelapa sawit dan . Diproyeksikan sampai tahun 2012 kecenderungan ini berlangsung. 3 dunia setelah Indonesia dan India. virgin oil.1 juta ton/tahun setara kopra.kecil yaitu rata-rata kurang dari 2% selama tahun 1985-2005. coconut pith. • Sementara kenaikan permintaan minyak dan lemak dunia besar selama periode 1985-2005 relatif tinggi.1 juta ton. b. Berbeda dengan Pilipina yang merupakan produsen kelapa No. memenuhi pangsa pasar namun karena sebagian besar dimanfaatkan untuk permintaan dalam negeri. nata de coco. Adapun produk. Permintaan dan penawaran Domestik Potensi bahan baku Luas areal perkebunan kelapa : 3. coconut jam. desiccated coconut. coconut vinegar. minyak kedele. fresh coconut kelapa lainnya yaitu minyak kedele. coco chips. 55% dipasok oleh Philipina. frozen coconut meat. namun sebagian kenaikan tersebut dipenuhi dari produksi dari minyak kelapa sawit . • Faktor yang mendorong kenaikan permintaan produk minyak kelapa dunia disebabkan karena kandungan asam laurat yang tinggi. liquid coconut milk.

Sumber Daya Manusia Tersedia tenaga terampil. Faktor Kondisi (Input) a. rata-rata 0. Produktivitas kelapa masih rendah 1. Kepemilkan lahan usaha tani sangat sempit. Sumber Daya Alam Ketersediaan lahan masih luas.9 M 1.2 ton setara kopra per hektar per tahun.095.83 Jt : US$ 23. : Rp.6 M : Rp.121 orang : 5.528 orang Investasi Industri minyak goreng k l Industri kelapa parut Industri karbon aktif : Rp.63 Jt 2.5 ha per keluarga petani dan tersebar dengan pola usaha mono kultur. 83.Kapasitas terpasang Industri minyak goreng k l Industri kelapa parut Industri karbon aktif : 1.7 M Ekspor (tahun 2005) Minyak kelapa Minyak goreng kelapa Desiccated coconut : US$ 458. terutama di sektor perkebunan. b.2. Sumber Daya Modal • • Terbatasnya dukungan dana dari perbankan Suku bunga yang kurang kompetitif c.976 t /th : 41. 7 .63 Jt : US$ 60. 329.118.000 ton Penyerapan tenaga kerja Industri minyak goreng k l Industri kelapa parut Industri karbon aktif : 5.287 ton/th : 25.525 orang : 7.

Industri terkait. Adapun Persebaran industri pengolahan berbasis kelapa tahun 2005 adalah sebagai berikut : 8 . Kelapa parut. perbengkelan. Pendukung dan Terkait  Industri inti. 2. Konsentrat Air Kelapa. Industri berbasis sabut dan tempurung kelapa. Berdasarkan data yang ada. saat ini Indonesia telah dihasilkan aneka produk berbasis kelapa seperti Tepung Kelapa. Santan dalam Kemasan.4.3. Arang Batok. bioteknologi dan biomasa. Biaya logistik kurang kompetitif Rantai perdagangan relatif panjang. industri furniture. Jumlah tersebut diperhitungakan meningkat pada tahun 2007 karena adanya krisis minyak goreng sawit di dalam negeri. VCO. Carbon Active. pengemasan. Nata de Coco. meliputi Industri minuman. c.Terbatasnya tenaga trampil di industri oleokimia. Infrastruktur Kurang memadainya kondisi pelabuhan. pada tahun 2005 tercatat 564 perusahaan pengolahan berbasis kelapa (umumnya industri minyak kelapa) di Indonesia. meliputi : Industri berbasis daging kelapa. meliputi : Industri mesin-mesin dan peralatan. Strategi Pengusahaan dan Perusahaan Seiring dengan perkembangan waktu. 2. Industri pendukung. terutama Industri minyak kelapa. b. d. Industri Inti. Sabut dan lain-lain. sarana dan prasarana transportasi.

086 11.1. 3. 4. 15.480 230.093 1.850 57.283 85.794 1.572 58. 14. 21.560 58.150 1. 6. dengan areal tanaman sekitar 3. 16. 22.88 juta ha dan produksi tahun 2005 sekitar 3. DI Aceh Sumatera Utara Riau Sumatera Barat Jambi Lampung DKI Jawa Barat Jawa Tengah DIY Jawa Timur Kalbar Kalteng Kalsel Kaltim Sulut (termasuk Gorontalo) Sulteng Selsel (term Sulbar) Sulteng Bali NTB NTT Maluku (term Malut) IRJA Total 26 85 78 4 26 7 5 22 24 1 75 54 24 6 5 24 11 12 1 20 4 21 9 20 564 5. 17.276 12.155 27.2 juta ton setara kopra • • Kelapa dapat tumbuh hampir diseluruh wilayah Indonesia.050 42.600 7.095.No. 20.976 III.352 44. Propinsi Industri Kapasitas (Ton/Th) 1. ANALISIS SWOT 3.879 6. 2.928 15. 24. karena tidak membutuhkan persyaratan khusus untuk tumbuhnya Banyak produk industri yang dapat dihasilkan dari pengolahan 9 .268 23. 11. 13. 5.867 3. 9.544 39. 10. 19. 23. Kekuatan • Indonesia merupakan produsen kelapa terbesar di dunia. 8.120 1. 12.901 29.200 76.636 58.332 197. 7. 18.

terutama minyak kelapa sawit. bahkan banyak perkebunan kelapa yang beralih fungsi. nata decoco. Penguasaan pasar oleh kelapa. baik di pasar domestik maupun dunia masih cukup prospektif Permintaan (demand) thd produk-produk kelapa olahan dengan nilai tambah tinggi terus meningkat Adanya upaya yang terus menerus untuk melakukan penelitian dalam rangka diversifikasi dan pengembangan produk-produk berbasis kelapa 3. tetapi replantasi berjalan tersendat/lamban. • • Saingan dengan Philipina yang lebih dahulu mengembangkan industri berbasis kelapa. Tantangan • • Persaingan dengan produk vegetable oil lainnya. 10 MNC menyulitkan pemasaran turunan .4. cocofiber.kelapa. baik untuk sektor perkebunan maupun sektor industrinya 3. Kelemahan • Perkebunan kelapa sebagian besar merupakan perkebunan rakyat dengan penguasaan lahan relatif kecil rata-rata 0. Peluang • • • Permintaan thd produk-produk berbasis kelapa. dengan produktivitas sangat rendah • • Sepertiga tanaman kelapa di Indonesia dalam kondisi tua dan tidak produktif Diversifikasi produk dengan nilai tambah tinggi kurang berkembang 3. Banyak pohon kelapa sudah berusia tua (tidak produktif).2. desiccated coconut.3. • antara lain : cocochemical.5 hektar per keluarga petani. minyak goreng kelapa. Tersedianya banyak tenaga kerja. arang aktif. dll.

quick response kepada 11 . Jangka Panjang (2015 – 2025) • • • Terbangunnya sentra produksi baru di luar Riau dan Sulawesi Utara yaitu antara lain di Kalimantan Barat dan Lampung Dicapainya diversifikasi produk olahan kelapa Berkembangnya Indonesia industri pengolahan kelapa secara terpadu di V.1.2. Jangka Menengah (2010 – 2014) • • • • • • • • • • • • • Diprosesnya kelapa menjadi produk olahan kelapa yang mempunyai nilai tambah tinggi Produk sudah mengacu pada standardisasi seperti SNI. CODEX dll. STRATEGI DAN KEBIJAKAN 5. SASARAN 4. Visi dan Arah Pengembangan Industri Pengolahan Kelapa Visi untuk mewujudkan industri minyak kelapa yang berdaya saing Strategi dan kebijakan penegmbangan industri perkelapaan antara lain : • Peningkatan pengelolaan permintaan (penetrasi pasar.IV. pengembangan jalur distribusi.1. diversifikasi produk. energi listrik dan trasportasi Peningkatan iklim investasi Deregulasi kebijakan Pemerintah Pusat 4. Pengembangan (modifikasi) teknologi pengolahan kelapa Pencegahan ekspor kelapa bulat (belum diolah) Peningkatan utilitas kapasitas produksi pengolahan kelapa rata-rata 5% per tahun Terjaminnya ketersediaan bahan baku dan penolong Penyerapan tenaga kerja Peningkatan ekspor produk pengolahan kelapa rata-rata 5% per tahun Terbangunnya citra merk Indonesia di pasar internasional Penyebaran sentra produksi di luar Sulawesi Utara dan Riau Terjaminnya infrastruktur seperti peti kemas.

• • • • Peningkatan produksi dan teknologi (supply chain management.622 juta. Tahapan Implementasi • Melakukan workshop pengembangan klaster pengebangan industri pengolahan kelapa di Propinsi Sulawesi Utara tahun 2006. Promosi investasi. nilai investasi Rp. 2008 dan 2009 • • Pelaksanaan Workshop melibatkan stakeholder yang terkait dalam rangka sosialisasi klater industri kelapa Pembinaan industri pengolahan kelapa meliputi peningkatan mutu dan standardisasi VI.759 ton sedangkan posisi industri minyak goreng pada tahun 2008 berjumlah 72 unit usaha. Jangka Menengah (2010 – 2014) • • • Mengintegrasikan hasil kebun kelapa rakyat untuk bahan baku industri yang dapat diandalkan. tenaga kerja yang terserap sebanyak 2.725 orang.049. kapasitas 857.konsumen). produksi 415. PROGRAM/RENCANA AKSI 6. manajemen sumber daya) Teknologi informasi Peningkatan ketrampilan.2. nilai investasi Rp.683 ton dan produksi mencapai 545.835 ton. kapasitas 1.525 orang. 2007.3. profesionalisme (pengembangan dan perencanaan SDM) Strategi pemasaran melalui promosi yang intensif dan kompetensi 5. Indikator Pencapaian Posisi industri minyak goreng pada tahun 2004 berjumlah 60 unit usaha. 5. tenaga kerja yang terserap sebanyak 2. 187. 129.332 juta.1.235 ton. Optimalisasi pemanfaatan bahan baku. 12 .

KELEMBAGAAN Instansi terkait yang terlibat dalam pengembangan industri kelapa meliputi : Ditjen Perkebunan Deptan. 13 . Meningkatkan kerjasama multilateral melalui forum Asian and Pacific Coconut Community (APPC) Membangun Balai Besar Industri Pengolahan Kelapa (indikasi di Sulawesi Utara.• • • Meningkatkan mutu kopra dan minyak kelapa. Maluku dan Papua) 6. Jangka Panjang (2015 – 2025) • • Pengembangan produk-produk coco-chemical Berkembangnya industri hilir/turunan dari produk coco-chemical VII. Baristan) Perguruan Tinggi.2. Litbang (BBIA. Maluku Utara.

Meningkatkan ketrampilan petani kelapa b. Arang Tempurung. Pembangunan transportasi darat - Industri Pemasok Teknologi dan Mesin Produksi : (mesin pengolah minyak kelapa. pestisida. Meningkatkan kerjasama internasional dalam rangka peningkatan investasi dan perdagangan. VCO. kemasan) Sasaran Jangka Menengah (2004 – 2009) 1. Meningkatkan kemampuan industri mesin dan peralatan pengolah kelapa. Meningkatkan peran litbang di bidang pengolahan dan pengemasan c. Membangun Merk Produk Industri Pengolahan Kelapa Nasional di pasar internasional c. pupuk. Pokok-Pokok Rencana Aksi Jangka Panjang (2010 – 2025) 3. Meningkatkan kompetensi SDM. pengenalan dan penerapan GMP dan HACCP dalam rangka peningkatan mutu produk 4. 4. Pembangunan sarana pelabuhan b. Peningkatan utilitas kapasitas industri/perusahaan yang telah ada 3. 7. tungku). Sabut dan Olahannya. 4. pengembangan diversifikasi produk bernilai tambah tinggi termasuk cocochemical Pokok-Pokok Rencana Aksi Jangka Menengah (2004 – 2009) 1. 7. peningkatan pengetahuan dan kemampuan SDM. Optimalisasi kapasitas industri pengolahan kelapa dalam negeri. Membangun produk yang memiliki daya saing tinggi b. Meningkatkan mutu produk industri pengolahan kelapa. Meningkatkan jaminan pasokan bahan baku. Pengembangan teknologi pengolahan yang lebih maju dan efisien. Penguatan struktur industri berbasis kelapa. 5. 8. Bungkil Industri Pemasok bahan Penolong : (bleaching earth. melalui : Sosialisasi teknologi terpadu proses pengolahan kelapa. Mengembangkan industri pengolahan kelapa non pangan. Unsur Penunjang Pasar: a. 6. Diversifikasi pasar eksport produk kelapa SDM : a. 1. Membangun pusat-pusat pengembangan industri pengolahan kelapa di sentra produksi. Pembangunan pusat-pusat pengembangan industri pengolahan kelapa di sentra 5. perkebunan kelapa) 14 . Sasaran Jangka Panjang (2010 – 2025) 3. Industri Pendukung Industri Inti Industri kopra dan industri minyak goreng dari minyak kelapa Industri Terkait Desicated Coconut. Membangun produk dapat diminati oleh pasar dalam negeri d. Penyediaan Balai-Balai atau Unit Pelayanan Teknis untuk pelatihan Sumber daya Manusia Bidang pengolahan kelapa Infrastruktur : a. penciptaan iklim investasi dan usaha yang menarik insentif fiskal dan administrasi serta jaminan keamanan berusaha 2. BTP Sekuisteran. Strategi 1. 6. Meningkatkan kerjasama internasional dalam rangka peningkatan investasi dan perdagangan. Penciptaan lapangan usaha industri pengolahan kelapa melalui promosi investasi disentra bahan baku kelapa. produksi. Pengembangan industri pengolahan kelapa non pangan. Santan. 2. Tepung Kelapa. Pengembangan pasar domestik : penyertaan para pengusaha pada kegiatan promosi/pameran dalam negeri dan internasional. Diversifikasi produk industri pengolahan kelapa. 1. 2. Peningkatan jaminan pasokan bahan baku. Optimalisasi kapasitas industri pengolahan kelapa dalam negeri. Meningkatkan kemampuan industri mesin dan peralatan pengolah kelapa. 8. Peningkatan mutu produk industri pengolahan kelapa. Mengembangkan teknologi pengolahan yang lebih maju dan efisien. 2. Meningkatkan kompetensi SDM.Gambar 1 Kerangka Pengembangan Industri Pengolahan Kelapa. Diversifikasi produk industri pengolahan kelapa. Industri Pemasok Bahan Baku : (Bibit. 2.

UGM.Gambar 2 Kerangka Keterkaitan Industri Pengolahan Kelapa Pemerintah Pusat: Deperin. Baristand. Asam Phosphat Pasar Luar Negeri Pasar Dalam Negeri Air Kelapa Importir Obat Pengolahan Air Sabut Kelapa Tempurung Kelapa Perabot Rumah Kerajinan Lembaga Litbang/PT: BBIA. ASRIM. GAPMMI. Dinas Pertanian Virgin Oil Mesin & Peralatan Daun Kelapa Buah Kelapa Batang Kelapa Minyak Goreng Bio Diesel Nata de Coco Asam Cuka Santan Bubuk Coco Fiber Karbon Aktif Bahan Bangunan Bahan Penolong: Minuman Kosmetik Makanan Eksportir NaOH. Deptan Forum Daya Saing. Depdag. ASMNDO APKASI 15 . Fasilitator Klaster Pemda: Dinas Ind. BBTK Jasa: Transportasi Asosiasi: AIMMI. IPB. Bleaching Earth.. Working Group.

3. 7. Meningkatkan kerjasama internasional dalam rangka peningkatan investasi dan perdagangan.Tabel 1 Peran Pemangku Kepentingan dalam Pengembangan Industri Pengolahan Kelapa Pemerintah Pusat Rencana Aksi 2004 – 2009 Dep. 8. O O O O O O O O O O O O O O O O O O O O O O O O O O O O O O O O O O O O O O O O O O O O O O O O O O O O O O O O O O O O O O O O O O O O O O O O O O O O O O O O O O O O O O O O O O O O O O O O O O O O O O O 16 . Dag Pemda Prop. Optimalisasi kapasitas industri pengolahan kelapa dalam negeri. KUKM Dep. Prin Dep. 2. Meningkatkan kemampuan industri mesin dan peralatan pengolah kelapa. 6. Tan WG PT 1. Meningkatkan kompetensi SDM. 4. Swasta Asosiasi Perush. Peningkatan mutu produk industri pengolahan kelapa./ Industri PT & Litbang Komunikasi KRT BPPT Balai Forum Fasilitasi Klaster Kab/ Kota Dep. Peningkatan jaminan pasokan bahan baku. 5. Diversifikasi produk industri pengolahan kelapa. Pengembangan teknologi pengolahan yang lebih maju dan efisien.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful