´MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGHINDARI PERILAKU TERCELA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN OME-AKE SISWA KELAS VIII A SMP NEGERI

1 GLENMORE TAHUN PELAJARAN 2010-2011´
(Diajukan untuk Kegiatan Kompetitif Individual Penelitian Tindakan Kelas Puslitbang Agama dan Keagamaan Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama Tahun 2010 )

Oleh : WAHYU, S.Ag., M.Pd.I Guru PAI SMP Negeri 6

SURABAYA JAWA TIMUR OKTOBER 2010

A. Judul Penelitian Meningkatkan Kemampuan Menghindari Perilaku Tercela Melalui Model Pembelajaran OME-AKE Siswa Kelas VIII A SMP Negeri 6 Surabaya Tahun Pelajaran 2010-2011.

B. Bidang Kajian Mata pelajaran Pendidikan Agama Islam pada aspek Akhlak dengan materi pembelajaran Menghindari Perilaku Tercela Kelas VIII SMP, bidang kajian model pembelajaran OME-AKE.

C. Pendahuluan Kemampuan menghindari perilaku tercela sebagai bagian dari aspek Pendidikan Agama Islam (PAI), telah dimulai sejak Sekolah Dasar (SD). Siswa SD kelas VI mulai diarahkan pada penguasaan kemampuan menghindari perilaku tercela dengan materi pembelajaran menghindari perilaku dengki dan bohong. Pada tahap ini siswa dipandang layak untuk menerapkan serta memiliki kemampuan menghindari perilaku tercela, walaupun pada taraf pengenalan melalui kisah Abu Lahab, Abu Jahal, dan Musailamah Al Kadzab.

1 Berdasarkan uraian di atas, maka siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) seharusnya sudah mampu menerapkan serta memiliki kemampuan menghindari perilaku tercela, karena bekal ke arah itu sudah diperoleh siswa ketika di SD. Kenyataannya di SMP Negeri 6 Surabaya tidaklah demikian. Pada kelas VII A semester genap tahun pelajaran 2009-2010 dari 30 siswa, hanya 18 atau 60% siswa yang memiliki kemampuan menghindari perilaku tercela, sedangkan sisanya 12 atau 40% siswa masih kurang memiliki kemampuan menghindari perilaku tercela.

2 Setelah ditelusuri ternyata pembelajaran PAI menghadapi beberapa kendala, antara lain; alokasi waktu yang tersedia belum memadai untuk muatan materi yang begitu padat dan penting, pengembangan pendekatan, strategi dan metode pembelajaran yang belum variatif serta rendahnya perharian orang tua siswa terhadap pembelajaran PAI. Dari beberapa kendala tersebut, kelemahan pembelajaran PAI lebih disebabkan oleh faktor guru, guru kurang mampu mengembangkan keterampilan mengajar yang dapat menarik perhatian siswa dan merangsang siswa untuk belajar. Kondisi demikian harus segera diatasi, sebab jika dibiarkan ketidakmampuan siswa dalam menghindari perilaku tercela akan berlanjut pada saat mereka di Sekolah Menengah Atas (SMA) bahkan di Perguruan Tinggi (PT). Tanpa menyalahkan guru PAI di SD, guru PAI di SMP perlu melakukan tindakan kongkrit untuk mengatasi permasalahan tersebut. Sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 (PP 19/2005) tentang Standar Nasional Pendidikan dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 41 Tahun 2007 (Permendiknas 41/2007) tentang Standar Proses, maka proses pembelajaran harus interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang dan memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat dan perkembangan fisik serta psikologis siswa. Hal ini dapat tercipta jika guru menguasai beberapa model pembelajaran baik teoritis maupun praktis. Pembelajaran yang bervariasi diharapkan lebih membangkitkan semangat dan aktivitas siswa dalam proses pembelajaran, sehingga kompetensi dasar (KD) yang telah ditetapkan dapat tercapai.

bertanya.. Analisis. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian tindakan kelas untuk membuktikan bahwa melalui penerapan model pembelajaran OME-AKE dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menghindari perilaku tercela. setelah mengikuti . oleh karena itu komponen pembelajaran kontekstual yang meliputi konstruktivisme. namun model ini juga dapat dikembangkan untuk mata pelajaran lain termasuk PAI. Model. terintegrasi. yakni berpusat pada siswa. yaitu Orientasi. (2008) terutama untuk pembelajaran bahasa Indonesia. masyarakat belajar. inkuiri. Berdasarkan pemikiran di atas. berdasarkan masalah. Model OME-AKE didasarkan pada pendekatan pembelajaran kontekstual.. D. modelling. Nama model ini diambil dari singkatan kata-kata kunci pada sintaks yang digunakan dalam proses pembelajaran. 2008:24-28). Ada tujuh prinsip dalam pengembangan model OME-AKE. menawarkan pilihan. sistematis dan berkelanjutan (Bambang Yulianto. Model ini dikembangkan oleh Yulianto. berorientasi masyarakat. Eksplorasi. Komunikasi dan Evaluasi. Perumusan Masalah Kemampuan menghindari perilaku tercela dalam penelitian ini adalah kemampuan siswa dalam menerapkan serta memiliki kemampuan menghindari perilaku tercela. dkk. penilaian autentik dan refleksi juga digunakan dalam model ini. maka penerapan model OME-AKE sebagai model pembelajaran inovatif dalam pembelajaran PAI (khususnya pembelajaran Akhlak) merupakan suatu keniscayaan.3 Di antara model pembelajaran yang inovatif adalah model OME-AKE. dkk.

Penelitian ini terbatas pada aspek Akhlak dengan SK menghindari perilaku tercela. Model OME-AKE . dengan subyek penelitian sebanyak 30 siswa terdiri atas 10 siswa laki-laki dan 20 siswa perempuan. Apakah penerapan model OME-AKE dapat meningkatkan kemampuan menghindari perilaku tercela siswa kelas VIII A SMP Negeri 6 Surabaya tahun pelajaran 2010-2011 ? E. pengkomunikasian hasil dan evaluasi atau refleksi. analisis dan pemecahan masalah topik. Pemecahan Masalah Metode pemecahan masalah yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah metode pembelajaran dengan menggunakan model OME-AKE. orientasi pembelajaran. Adapun permasalahan dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut : 1. siklus II dan siklus III. Bagaimana deskripsi penerapan model OME-AKE dalam pembelajaran Akhlak siswa kelas VIII A SMP Negeri 6 Surabaya semester ganjil tahun pelajaran 2010-2011 ? 2. Model ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menghindari perilaku tercela. yaitu dari mengajar (teaching) menuju membelajarkan (learning). Dengan model pembelajaran ini siswa diharapkan akan lebih berperan aktif terlibat dan berpartisipasi dalam seluruh proses pembelajaran. Penelitian ini dilakukan pada siswa SMP Negeri 6 Surabaya kelas VIII A semester ganjil tahun pelajaran 2010-2011. melalui tahapantahapan. eksplorasi topik. permodelan. Model OME-AKE dalam penelitian ini adalah model pembelajaran yang dirancang untuk merubah paradigma dalam proses pembelajaran.kegiatan pembelajaran yang diukur melalui rubrik identifikasi pada siklus I.

Interaksi dan partisipasi siswa dalam pembelajaran selama proses pembelajaran berlangsung. siklus II dan siklus III. Manfaat Hasil Penelitian Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI. hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan terhadap pembelajaran Akhlak. komunikasi dan evaluasi atau refleksi. Tujuan Penelitian Secara umum penelitian ini bertujuan untuk mengatasi kesulitan siswa sekaligus membantu siswa kelas VIII A SMP Negeri 6 Surabaya tahun pelajaran 2010-2011 dalam meningkatkan kemampuan menghindari perilaku tercela. Kemampuan siswa dalam menghindari perilaku tercela yang dicapai setelah menyelesaikan proses pembelajaran. Siswa. Persepsi siswa terhadap penerapan model OME-AKE dalam pembelajaran Akhlak. F. terutama bagi : 1. eksplorasi.menyajikan pembelajaran secara kontekstual melalui sintaks orientasi. Sedangkan secara khusus penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1. khususnya dalam menghindari perilaku tercela yang diukur melalui rubrik identifikasi pada siklus I. Indikator keberhasilan yang akan diukur dalam penelitian ini adalah meningkatnya kemampuan siswa dalam pembelajaran Akhlak. model. analisis. G. 3. . 2.

402. Guru. karena ketujuh komponen pembelajaran kontekstual juga digunakan dalam model ini. karena model pembelajaran yang dikembangkan merupakan integrasi dan kolaborasi dari model-model pembelajaran telah ada. (Depdiknas. Dalam model OME AKE terdapat pembelajaran kontekstual. Kajian Pustaka 1. 2003:707.2.858. kata menghindari berarti menjauhkan diri dari (sesuatu). karena permodelan sebagai pendekatan utama dalam pembelajaran langsung juga digunakan dalam model ini. Dalam model OME-AKE terdapat pembelajaran berbasis masalah dan pembelajaran inkuiri. Dalam model OME-AKE terdapat pembelajaran kooperatif. Dalam model OME-AKE terdapat pembelajaran langsung. .201). 7 H. Kemampuan Menghindari Perilaku Tercela Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan acuan dalam menyusun rencana dan melaksanakan pembelajaran menggunakan model pembelajaran yang sesuai. kata kemampuan berarti kesanggupan atau kecakapan. kata perilaku berarti tanggapan atau reaksi individu terhadap rangsangan atau lingkungan. hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam menentukan kebijakan yang terkait dengan proses pembelajaran. Penelitian ini akan menghasilkan inovasi bagi pembelajaran PAI di sekolah. karena dalam model ini terdapat sintaks analisis dan pemecahan masalah topik. sedangkan kata tercela berarti patut dicela atau tidak pantas. karena setiap sintaks pembelajaran dalam model ini juga dilakukan secara berkelompok. 3. Kepala Sekolah.

menjelaskan pengertian perilaku dendam dan munafik. dan Musailamah Al Kadzab. Siswa SD kelas VI mulai diarahkan pada penguasaan kemampuan menghindari perilaku tercela dengan materi pembelajaran menghindari perilaku dengki dan bohong. Dalam konteks Islam kata perilaku dikenal dengan istilah akhlak. ghadhab. ghibah. menjelaskan pengertian ananiah.Dengan demikian secara etimologis kemampuan menghindari perilaku tercela. hasad. 8 Di SMP. 2. hasad. Sedangkan pada semester genap dengan KD. berarti kesanggupan dalam menjauhkan diri dari perilaku yang tidak pantas. dan namimah serta menghindari perilaku ananiah. menyebutkan contoh-contoh perilaku ananiah. walaupun pada taraf pengenalan melalui kisah Abu Lahab. dan namimah. Abu Jahal. Akhlak terdiri atas. dan namimah dalam kehidupan sehari-hari. Dalam Permendiknas 22/2006 tentang Standar Isi mata pelajaran PAI di sekolah. Pada semester ganjil dengan KD. ghibah. ghadhab. hasad. akhlakul mahmudzah atau akhlakul karimah yang berarti akhlak yang baik atau perilaku terpuji dan akhlakul madzmumah atau akhlakus syayyi¶ah akhlak yang jelek atau perilaku tercela. kemampuan menghindari perilaku tercela mulai arahkan pada kelas VIII. ghibah. ghadhab. menjelaskan ciri-ciri pendendam dan munafik serta menghindari perilaku pendendam dan munafik dalam kehidupan sehari-hari. kemampuan menghindari perilaku tercela telah mulai dikenalkan sejak SD. Pada tahap ini siswa dipandang layak untuk menerapkan serta memiliki kemampuan menghindari perilaku tercela. Model Pembelajaran OME-AKE .

Kardi dan Nur. Yulianto. metode atau prosedur pembelajaran. Menurut Sukamto (2000). metode atau prosedur pembelajaran. pembelajaran . (Depdiknas. dalam Trianto (2007:6) mengemukakan ciri-ciri tersebut. sedangkan kata pembelajaran berarti proses. landasan pemikiran tentang apa dan bagaimana siswa belajar (tujuan pembelajaran yang akan dicapai). kata model berarti pola. 1. antara lain. 3.17). Dengan demikian secara etimologis. cara atau perbuatan menjadikan orang belajar. (Trianto. pembelajaran langsung. pembelajaran kooperatif. 2. maka model pembelajaran memiliki makna yang lebih luas dari pada strategi. model pembelajaran adalah kerangka konseptual yang melukiskan prosedur yang sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar tertentu dan berfungsi sebagai pedoman bagi para perancang pembelajaran dan para pengajar dalam merencanakan aktivitas pembelajaran. 9 Menurut Arends (1997). 4.. Secara termonologis. 2. rasional teoritik logis yang disusun oleh para pencipta atau pengembangnya. antara lain. Menurut Joyce (1992). lingkungannya dan sistem pengelolaannya. 3. model pembelajaran adalah suatu pola yang digunakan sebagai pedoman atau acuan dalam merencanakan pembelajaran. model pembelajaran kontekstual.Dalam KBBI. Model pembelajaran berarti pola atau acuan dalam pembelajaran. model pembelajaran adalah suatu perencanaan atau suatu pola yang digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran di kelas atau pembelajaran tutorial untuk menentukan perangkat-perangkat pembelajaran. acuan atau ragam. (2008) membagi pembelajaran menjadi enam model yaitu. 1. model pembelajaran mengarah pada suatu pendekatan pembelajaran tertentu termasuk sintaksnya. Berdasarkan ketiga pengertian di atas. tingkah laku mengajar yang diperlukan agar model tersebut dapat dilaksanakan dengan berhasil. 2003 : 750. 2007:5-6). dkk. contoh. model pembelajaran memiliki beberapa pengertian. lingkungan belajar yang diperlukan agar tujuan pembelajaran itu dapat tercapai. Model pembelajaran mempunyai ciri khusus yang tidak dimiliki oleh strategi.

Eksplorasi. 10 Model OME-AKE adalah model pembelajaran yang dirancang untuk merubah paradigma dalam proses pembelajaran. pembelajaran berbasis masalah dan model pembelajaran OME-AKE. yaitu dari mengajar (teaching) menuju membelajarkan (learning). Dengan model ini siswa lebih berperan aktif terlibat dalam seluruh proses pembelajaran. Model. yaitu Orientasi. Sesuai dengan keperluan penelitian. Nama model ini diambil dari singkatan kata-kata kunci pada sintaks yang digunakan dalam proses pembelajaran. analisis dan pemecahan masalah topik. . Model OME-AKE terdiri atas enam sintaks seperti tersaji dalam tabel berikut. permodelan. berikut ini akan disajikan model pembelajaran OME-AKE. orientasi pembelajaran. melalui tahapan-tahapan. Komunikasi dan Evaluasi.inkuiri. (2008) terutama untuk pembelajaran bahasa Indonesia. eksplorasi topik. Model ini dikembangkan oleh Yulianto. pengkomunikasian hasil dan evaluasi atau refleksi. Analisis. dkk. namun model ini juga dapat dikembangkan untuk mata pelajaran lain termasuk PAI.

5.11 Tabel 1 : Sintaks Model OME-AKE No. Individu Kelompok . b. Sintaks Orientasi Pembelajaran Komponen sian kelas an tujuan isan tujuan d. Pengaitan/hubungan materi sebelumnya dengan materi baru a. Pengklasifikasian topik Pencarian bahan pemecahan masalah topik Perumusan pemecahan masalah topik d.diskusi Kelompok persiapan bermain peran diskusi persiapan permainan demonstrasi Individual 1) presentasi 2) demonstrasi 3) pameran Kelompok bermain peran presentasi kelompok permainan pameran demonstrasi Individu 4. d. 1. Eksplorasi Topik a. Penyimpulan materi pembelajaran . Permodelan Individu Kelompok . c. b. Pemutaran kaset/CD/VCD Pendemonstrasian Penghadiran nara sumber/praktisi/model Penganalisisan model Penganalisisan sumber topik Pengidentifikasian topik Penyeleksian topik Sasaran/ Bentuk Kegiatan Individual 2. Pemecahan b. Analisis dan a.diskusi 3. c. Masalah Topik c. Pembuatan laporan PengkomunikasianPemaparan hasil secara lisan Hasil Pemajangan hasil 1) 2) 3) 4) 1) 2) 3) 4) 5) 6. Evaluasi/ a.

2008:32) 3. yaitu moral knowing. baik . f. e. peningkatan kualitas keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia melalui pendidikan agama perlu memperoleh perhatian yang serius dari semua pihak. Untuk membentuk peserta didik seperti itu diperlukan pengembangan ketiga dimensi secara berkelanjutan dan terpadu. c. agar peserta didik kompeten (competence). d. masyarakat maupun di antara para tenaga kependidikan di sekolah. Penyimpulan kegiatan pembelajaran 1) Penganalisisan manfaat 2) pembelajaran 3) Penilaian kegiatan pembelajaran 4) Penilaian hasil pembelajaran 5) Penindaklanjutan kegiatan pembelajaran tanya jawab angket tes pengerjaan LKS perayaan Kelompok 1) tanya jawab 2) angket 3) tes 4) pengerjaan LKS 5) perayaan (Adaptasi dari Yulianto. moral feeling dan moral action (Lickona dalam Muhaimin. Atas dasar pemikiran tersebut.Refleksi b. 2006:164). termasuk terciptanya suasana religius di sekolah serta sosial control yang kuat. memiliki kemauan (will). 12 Meningkatkan Kemampuan Menghindari Perilaku Tercela Melalui Model Pembelajaran OME-AKE Pendidikan Agama Islam pada dasarnya dimaksudkan untuk membentuk peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia. dan kebiasaan (habit) dalam mewujudkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia tersebut diperlukan pembinaan secara berkelanjutan dan terpadu baik di dalam keluarga. Pada tataran moral action.

Berdasarkan pemikiran di atas. inkuiri. oleh karena itu komponen pembelajaran kontekstual yang meliputi konstruktivisme. maka proses pembelajaran harus interaktif. yaitu dari mengajar (teaching) menuju membelajarkan (learning). modelling. Guru harus mampu mengembangkan keterampilan mengajar yang dapat menarik perhatian siswa dan merangsang siswa untuk belajar serta merubah paradigma dalam proses pembelajaran. Komunikasi dan Evaluasi. Di lingkungan sekolah yang paling bertanggung jawab adalah guru. kreativitas dan kemandirian sesuai dengan bakat. Model.dari sekolah. menantang dan memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa. menyenangkan. 13 Sesuai dengan amanat PP 19/2005 tentang Standar Nasional Pendidikan dan Permendiknas 41/2007 tentang Standar Proses. Model OME-AKE didasarkan pada pendekatan pembelajaran kontekstual. maka penerapan model OME-AKE sebagai model pembelajaran inovatif diyakini dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam pembelajaran Akhlak. Di antara model pembelajaran yang inovatif adalah model OME-AKE. dengan kerangka pemecahan masalah sebagaimana tabel berikut. keluarga maupun dari masyarakat. penilaian autentik dan refleksi juga digunakan dalam model ini. Nama model ini diambil dari singkatan kata-kata kunci pada sintaks yang digunakan dalam proses pembelajaran. yaitu Orientasi. Eksplorasi. minat dan perkembangan fisik serta psikologis siswa. Analisis. bertanya. masyarakat belajar. . inspiratif. sebab guru merupakan ujung tombak dalam proses pembelajaran di sekolah.

Hipotesis Tindakan Hipotesis tindakan dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut : ³Jika pembelajaran dilakukan dengan model OME-AKE maka kemampuan siswa dalam menghindari perilaku tercela akan semakin meningkat´ I. Rencana Penelitian . 15 Rencana dan Prosedur Penelitian 1. 4. penelitian ini diharapkan mampu memberikan gambaran kondisi lapangan saat ini. 2007:167) Berdasarkan tabel di atas.14 Tabel 2 : Kerangka Pemecahan Masalah Diskusi Pemecahan Masalah Penerapan model OME-AKE Evaluasi Efek (Adaptasi dari Sukidin. termasuk revisi dan siklus-siklus yang akan dilalui. perlakuan yang akan dilaksanakan dan hasil yang diharapkan.

Penentuan waktu penelitian ini mengacu kepada kalender pendidikan. karena PTK terdiri atas beberapa siklus yang memerlukan proses pembelajaran yang efektif di kelas. c.a. b. Waktu Penelitian Penelitian ini akan dilaksanakan pada tahun pelajaran 2010-2011. Subyek Penelitian Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VIII A SMP Negeri 6 Surabaya tahun pelajaran 2010-2011 dengan jumlah 30 siswa. Desain Penelitian Penelitian ini dilakukan model alur PTK sebagaimana tabel berikut : Tabel 3 : Alur PTK Perencanaan . yaitu pada bulan September-Oktober 2010. terdiri atas 10 siswa laki-laki dan 20 siswa perempuan.

Masingmasing siklus mengikuti langkah-langkah PTK sebagaimana tabel di atas. Siklus I 1) Perencanaan .Refleksi SIKLUS I Pelaksanaan Pengamatan Perencanaan Refleksi SIKLUS II Pelaksanaan (Adaptasi dari Suharsimi 2006: 16) 16 Penelitian ini direncanakan melalui tiga siklus yaitu siklus I. Langkah-langkah PTK dengan model pembelajaran OME-AKE sebagaimana penjelasan prosedur penelitian berikut ini. siklus II dan siklus III. Prosedur Penelitian a. 2. Alasan PTK dengan tiga siklus dalam penelitian ini adalah jika dilakukan dengan dua siklus dikhawatirkan penguasaan siswa terhadap materi pembelajaran kurang maksimal.

merumuskan pemecahan topik dan menyusun laporan lisan maupun tertulis. terdiri atas menyimpulkan materi dan kegiatan pembelajaran. dan namimah yang dilengkapi dengan bahan ajar dan LKS. menganalisa manfaat pembelajaran. c) Melakukan koordinasi dengan wali kelas dan kolaborator. e) Pengomunikasian Hasil. terdiri atas pemaparan hasil secara lisan maupun pemajangan hasil secara tertulis dan presentasi atau demonstrasi. b) Menyiapkan instrumen penelitian yang terdiri atas lembar observasi aktivitas kelompok dan lembar observasi aktivitas guru. mendemonstrasikan materi dan menghadiran model. terdiri atas mengenalkan sumber-sumber materi pembelajaran serta mengidentifikasi batas-batas aspek kognitif. presentasi hasil dan tanggapan siswa saat . terdiri atas mengklasifikasi topik. ghadhab. d) Analisis dan pemecahan masalah topik. terdiri atas memutarkan VCD pembelajaran. terdiri atas mengkondisikan kelas. menyampaikan dan menganalisis tujuan serta melakukan appersespsi. mencari bahan pemecahan topik. 2) Pelaksanaan a) Orientasi pembelajaran. penilaian kegiatan dan hasil pembelajaran serta melakukan tindak lanjut.a) Membuat RPP model OME-AKE dengan materi menjelaskan pengertian ananiah. 3) Observasi Observasi dilakukan terhadap aktivitas guru dalam menerapkan model OME-AKE serta terhadap aktivitas siswa pada saat kerja kelompok. f) Evaluasi/Refleksi. afektif dan psikomotor. b) Permodelan. c) 17 Eksplorasi topik. hasad. ghibah.

hasil observasi digunakan sebagai bahan refleksi untuk perencanan tindakan pada siklus III. pengomunikasian hasil dan evaluasi/refleksi dengan beberapa revisi berdasarkan hasil refleksi pada siklus I. dan namimah. 4) Evaluasi-Refleksi . Hasil observasi digunakan sebagai bahan refleksi untuk perencanan tindakan pada siklus II. permodelan. ghibah. Pada tahap refleksi ini dilakukan analisis tentang temuan-temuan yang berkaitan dengan hambatan dan kekurangan yang terdapat selama pemberian tindakan I untuk bahan menyusun rencana tindakan pada siklus II. ghadhab. hasad. 2) Pelaksanaan Pelaksanaan tindakan pada siklus II sama dengan pada siklus I. 3) Observasi Observasi pada siklus II sama dengan siklus I. materi pembelajaran menyebutkan contoh-contoh perilaku ananiah. 18 b. eksplorasi topik. 4) Evaluasi-Refleksi Evaluasi dan refleksi dilakukan untuk mengkaji segala sesuatu yang berkaitan dengan proses dan hasil yang diperoleh dari pemberian tindakan pada Siklus I. Siklus II 1) Perencanaan Perencanaan tindakan pada siklus II sama dengan perencanaan pada siklus I dengan beberapa revisi berdasarkan hasil refleksi pada siklus I. yakni orientasi pembelajaran.presentasi kelompok lain. analisis dan pemecahan topik.

wawancara dan dokumentasi. Teknik Pengumpulan Data dan Teknik Analisis Data a. Siklus III 1) Perencanaan 19 Perencanaan tindakan pada siklus III sama dengan perencanaan pada siklus II dengan beberapa revisi berdasarkan hasil refleksi pada siklus II. dan namimah dalam kehidupan sehari-hari. Observasi dilakukan terhadap aktivitas siswa dan aktivitas guru dalam kegiatan . Observasi digunakan untuk mengamati gejala-gejala yang tampak dalam proses pembelajaran. c. ghibah. hasilnya digunakan sebagai bahan penyusunan laporan.Evaluasi dan refleksi pada siklus II sama dengan siklus I. 4) Evaluasi-Refleksi Evaluasi dan refleksi pada siklus III sama dengan siklus II. hasad. 2) Pelaksanaan Pelaksanaan tindakan pada siklus III sama dengan pada siklus II. dengan beberapa revisi berdasarkan hasil refleksi pada siklus II. ghadhab. 3) Observasi Observasi pada siklus III sama dengan siklus II. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi. hasilnya digunakan sebagai bahan menyusun rencana tindakan pada siklus III. 3. materi pembelajaran menghindari perilaku ananiah.

perhatian. ghibah. dan namimah. Wawancara terhadap teman sejawat (kolaborator) meliputi pendapat kolaborator tentang pelaksanaan pembelajaran. kemampuan mengelola kegiatan pembelajaran dan kemampuan melakukan evaluasi dan memberikan penghargaan. Dokumentasi digunakan untuk mendokumentasikan data tentang kegiatan pembelajaran yang menggambarkan langkah-langkah kongkrit yang dipraktikkan guru (peneliti) dan peristiwaperistiwa yang nampak dan sesuai dengan tujuan penelitian. ghadhab. Observasi terhadap aktivitas siswa meliputi minat. 20 Wawancara digunakan untuk kesan-kesan tentang pelaksanaan kegiatan pembelajaran. Panduan wawancara siswa dan kolaborator dapat dilihat dalam lampiran. hasad. Observasi terhadap guru meliputi kemampuan dalam membuka dan menutup pembelajaran. . kebaikan dan kelemahan yang terjadi serta saran untuk perbaikan kegiatan pembelajaran selanjutnya. pendapat siswa tentang cara guru dalam menjelaskan materi pembelajaran dan melakukan tes/evaluasi serta pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran. Wawancara terhadap siswa meliputi pendapat dan ungkapan perasaan siswa tentang kegiatan pembelajaran yang baru berlangsung. Sedangkan observasi terhadap perilaku siswa meliputi.pembelajaran serta observasi terhadap perilaku siswa yang menunjukkan sikap menghindari perilaku tercela. Dokumentasi dalam penelitian ini mencakup dokumentasi foto dan dokumentasi portofolio siswa. Lembar obsevasi siswa dan observasi guru dapat dilihat dalam lampiran. partisipasi dan presentasi. sikap menghindari perilaku ananiah. Wawancara dilakukan terhadap siswa dan terhadap teman sejawat (kolaborator).

perpanjangan pengamatan dan pelacakan data secara mendalam. baik deskriptif kuantitatif maupun deskriptif kualitatif. data dokumen potofolio siswa serta dokumen foto. pengelompokan data sesuai tujuan penelitian dan pemaknaan. trianggulasi data. Data yang dianalisis secara kualitatif adalah data hasil wawancara dengan siswa dan dengan teman sejawat (kolaborator). Data-data tersebut dianalisis dengan tahapan pemaparan dan penyederhanaan data. maka peneliti akan melakukan memberchek (pengecekan subjek penelitian). 21 Data yang dianalisis secara deskriptif kuantitatif adalah data hasil observasi siswa dan data hasil observasi guru ketika kegiatan pembelajaran berlangsung serta data hasil identifikasi kemampuan siswa yang dikumpulkan melalui daftar ceklis pada lembar observasi.b. chek and rechek dari segi sumber data/subyek dan metode. Jadwal Penelitian Penelitian ini direncanakan berlangsung selama dua bulan dengan jadwal sebagaimana tabel berikut. . J. Untuk memperoleh data yang valid. Teknik Analisis Data Data yang terkumpul akan dianalisis secara deskriptif.

Pelaporan a. Seminar Hasil PTK c. Revisi Hasil PTK 9. Siklus II a. 7. Pelaksanaan c. Evaluasi 5.000. Pelaksanaan c. Evaluasi 4 Siklus III a. .22 Tabel 4 : Jadwal Penelitian September 1 2 3 4 x x x x x x x x x x x x x x Oktober 1 2 3 4 No Kegiatan 1. Perencanaan b. Evaluai 3. Siklus I a. Penyusunan Hasil b.00 (tujuh juta lima ratus ribu rupiah) dengan perincian sebagaimana pada tabel berikut. Pengiriman Hasil Keterangan K.500. Perencanaan b. Biaya Penelitian Penelitian ini membutuhkan biaya sebesar Rp. Rapat Koordinasi 2. Pelaksanaan c. Perencanaan b.

Cetak Foto Dolumentasi 9. Pengiriman Laporan Honorarium (30%) 1. Konsumsi Koordinasi 2. Hr 1 orang Peneliti 6. Rp.00 100. Rp.000. Rp.000. Media Pembelajaran 10.000.00 300.00 100.00 Keterangan 2.00 50.000. Konsumsi Seminar 7.00 300. Rp. Kertas Manila & spidol 5. Rp. Foto copy 7.00 600. Rp.00 200. Rp. Rp.00 350.000. Rp.000. Biaya 100.000.00 150. Rp.000.00 200.000. Kertas Bufallo.00 300. Konsumsi Evaluasi 6.00 200. Hr 2 orang Pembimbing 7.000. Rp. Hr Pengetikan Bahan Ajar & LKS 4. Rp.000.00 350.000.00 300. Rp.00 300.00 200. Rp. Rp.000.000. Hr Pengetikan Laporan 4. Konsumsi Siklus III 5.23 Tabel 5 : Rancangan Anggaran Biaya No.00 150. Rp. Konsumsi Revisi 8. Hr Pengetikan Proposal 2.00 200.000.000. CD Blank 6. Hr Pengetikan RPP 3. Transport Pembelian ATK Operasional (30%) 1.00 100.00 500. Rp.00 200. Rp.000.000. Konsumsi Siklus I 3.000. Tinta Printer Laser Jet 3. Kertas HVS A4 80 gram 2 rim 2.000.000. Rp.00 350. Hr 2 orang Kolaborator 5. Pengiriman Proposal 9. CD Pembelajaran 8. 1. Rp. Konsumsi Siklus II 4.00 300. Rp. . Uraian ATK (30%) 1.000. Rp.00 300.000. 3.00 300.000. Mika & Lakban 4. Rp.000. Hr 1 orang Dokumenter Rp.000. Rp. Rp. Rp.000.00 250.

500. dkk. Jakarta. Insan Cendekia. Landasan Teoritis-Praktis dan Implementasinya. 2006. Departemen Pendidikan Nasional. STAI Al Khoziny . Model-Model Pembelajaran Inovatif.000. Sukidin. Pendidikan Agama Islam Berbasis Kompetensi.4. Suharsimi Arikunto. Konsep dan Implementasi Kurikulum 2004. Raja Grafindo Persada. Penelitian Tindakan Kelas. Sidoarjo. 2007. Jakarta. 100. Surabaya. Wahyu. Pustaka Pelajar. Yogyakarta. Teori dan Aplikasi PAIKEM. 2007. 2007. Muhaimin. Sidoarjo. Duta Aksara Mulia.Konsep. 2007. Agus Suprijono. Prestasi Pustaka. Bambang Yulianto. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jumlah Rp. Hr 1 orang Pustakawan Lain-lain/Dana Taktis (10%) Rp. Unesa University Press. Strategi Pembelajaran PAI. Nuansa Baru Pendidikan Islam. 2009. Trianto.00 7. Jakarta.000.000. Balai Pustaka. dkk.. 8.. Rp. Bumi Aksara. Tim MGMP PAI. Duta Aksara Mulia. dkk. Mengurai Benang Kusut Dunia Pendidikan. Bandung. 2006.00 750. Tim MGMP. Jakarta. Model-Model Pembelajaran Inovatif Berorientasi Konstruktivistik. 2004.00 Lampiran 1 DAFTAR PUSTAKA Abdul Majid dan Dian Andayani. Cooperative Learning. LKS PAI Kelas VIII. Remaja Rosdakarya. 2008. 2006. 2003. Surabaya. Sidoarjo. Manajemen Penelitian Tindakan Kelas. Pendidikan Agama Islam Kelas VIII.

5. Fokus Media.Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan..... BSNP... ___________________________ NIP. Bandung. Lampiran 2 LEMBAR PENGAMATAN KEGIATAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DENGAN MODEL PEMBELAJARAN OME-AKE Responden Siswa Kelompok Nama Siswa Minat 4 3 2 1 Perhatian 4 3 2 1 Partisipasi 4 3 2 1 Presentasi 4 3 2 1 Keterangan : Jumlah 4 = Sangat Baik 3 = Baik 2 = Cukup 1 = Kurang Surabaya... Jakarta... Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses. 7.. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi (PAI SMP). Kegiatan Membuka pembelajaran dan melakukan apersepsi Penjelasan materi pembelajaran Penjelasan model pembelajaran OME-AKE Teknik pembagian kelompok Pengelolaan kegiatan pembelajaran Pemberian pertanyaan/tugas Kemampuan melakukan evaluasi 4 3 2 1 . 4.. 2. 6.. Fokus Media. ... Lampiran 3 LEMBAR PENGAMATAN PROSES PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DENGAN MODEL PEMBELAJARAN OME-AKE Responden Guru No..... 1.... Bandung. 3...2010 Kolaborator....

ghibah............... . Aspek Penilaian Menghindari Perilaku Ananiah Menghindari Perilaku Ghadhab Menghindari Perilaku Hasad 4 Skor Penilaian 3 2 1 .... Lampiran 4 LEMBAR OBSERVASI SISWA DALAM MENGHINDARI PERILAKU TERCELA (ananiah.8.. 10. 3. 9. 1.......... dan namimah) No. Menentukan nilai individu/kelompok dan memberikan penghargaan Menyimpulkan materi pembelajaran Memberikan tindak lanjut dan menutup pembelajaran Jumlah 4 = Sangat Baik 3 = Baik 2 = Cukup 1 = Kurang Keterangan : Surabaya. hasad. ghadhab.2010 Kolaborator. 2. ___________________________ NIP.

. Menghindari Perilaku Ghibah Menghindari Perilaku Namimah Jumlah Skor Skor Maksimal 20 Keterangan : 4 = jika selalu berusaha menghindari 3 = jika satu-dua kali melakukannya 2 = jika tiga kali melakukannya 1 = jika lebih dari tiga kali melakukannya N= Jumlah Skor ------------------................................ Apakah kamu senang dengan kegiatan pembelajaran yang baru kamu ikuti ? Mengapa ? ........... 2.............. 5....................................4................................................... .............................................. Bagaimanakah pendapatmu tentang kegiatan pembelajaran yang baru kamu ikuti ? ...............................................x 100 Skor Maksimal Lampiran 5 PANDUAN WAWANCARA Responden Siswa 1......

......................... ..... 2................. Bagaimanakah pendapatmu tentang tes/evaluasi yang dilakukan guru ? Jelaskan ! ................ ................ Bagian mana yang perlu diperbaiki ? .................................................. Bagaimanakah pendapatmu tentang cara guru dalam menjelaskan materi pembelajaran ? Jelaskan ! ......................................................................................................................... .............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................. ................................................................ Lampiran 6 PEDOMAN WAWANCARA Responden Teman Sejawat (Kolaborator) 1............................................... ........................................................................................................................................................................ 4............................ 3.......................................... Apakah kamu dapat memahami materi pembelajaran yang baru kamu ikuti ? Jelaskan ! ..................................... Bagian mana yang sudah baik ? ................................................................... 5.................................. ....................................................................................................................................................................................................................... 3......................................... Bagaimanakah pendapat anda tentang kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh guru ? ....................................................................................................................................

....... ... MTs Sabilul Chalim Leuwimunding Majalengka 1986.................... Apa saran anda untuk perbaikan kegiatan pembelajaran selanjutnya ? ......................................... Lampiran 7 RIWAYAT HIDUP PENELITI Wahyu............................................ ............. ............................................................................................................. Menempuh pendidikan dasar dan menengah di SDN Mirat Leuwimunding Majalengka 1983..................................................................................................................................... Aktif mengikuti berbagai pelatihan dan penelitian di lingkungan Departemen Agama dan Dinas Pendidikan.......................................................... 4........................... Guru Tetap di SD Hidayatul Ummah Mulyorejo .... Apakah anda yakin bahwa model pembelajaran OME-AKE dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam membaca Al Qur¶an ? ......................... PGAN Cirebon 1989............................................................................ Pendidikan tinggi ditempuh di Fakultas Tarbiyah UNSURI Surabaya tahun 1995 dan Program Pascasarjana UNISMA Malang tahun 2002...................................................................... 5................................................................................................ lahir di Majalengka 20 Januari 1968............................... Pengalaman sebagai pendidik dimulai sebagai tenaga wiyata bhakti di SDN Mirat Leuwimunding Majalengka tahun 1989-1990....

pelatihan/workshop). wakil ketua MGMP PAI SMP Surabaya 2007-2010. Pada tahun 2000 diangkat sebagai PNS di lingkungan Departemen Agama Kota Surabaya dan ditempatkan sebagai guru PAI di SDN Manyar Sabrangan I Surabaya 2000-2001. Aktif dalam berbagai ormas keagamaan di kota Surabaya dan menjadi nara sumber berbagai kegiatan ilmiah (seminar. Penelitian Tindakan Kelas yang pernah dilakukan antara lain . Aktif sebagai penulis bahan ajar dan LKS di lingkungan KKGPAI dan MGMP PAI serta LP Ma¶arif Kota Surabaya serta penulis jurnal dan bahan ajar di lingkungan STAI Al Khoziny Sidoarjo. Dosen Tetap di STAI Al Khoziny Sidoarjo tahun 1995sekarang. SDN Klampis Ngasem III Surabaya 2001-2004 dan SMP Negeri 6 Surabaya 2004-sekarang. . Meningkatkan Kemampuan Membaca Al Qur¶an dengan Pembelajaran Aktif dan Menyenangkan Siswa Kelas VII B SMP Negeri 6 Surabaya (2007). Meningkatkan Partisipasi Siswa dalam Pembelajaran PAI dengan Model STAD Siswa Kelas IX D SMPN 6 Surabaya (2008) Penggunaan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Investigasi Kelompok dalam Meningkatkan Kemampuan Memahami Sejarah Tradisi Islam di Nusantara Siswa Kelas IX A SMPN 6 Surabaya (2009). Pengalaman organisasi dimulai sebagai sekretaris KKG PAI Sukolilo Surabaya tahun 2001-2005.Surabaya tahun 1990-sekarang. korwil MGMP PAI SMP Surabaya 2005-2007.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful