KATA PENGANTAR

¸,,¸>¸l! ¸_.>¸l!¸.! ¸,.¸,
· .×,¹»! . _,¸×.>! ¸«¸,>.¸ ¸«¸l! _ls¸¸..>»¹.¸.¸,. _ls ,;.l!¸ :;.l!¸ _,¸.l¹×l! ¸,¸ ¸«l¸l..>l!
Alhmdulillah, dengan mengucap puji syukur ke hadirat Allah, buku kecil ini
dapat disusun dengan baik.
Buku ini kami susun sesudah agak lama mencoba mencari jalan yang paling
mudah untuk memberi pengertian dan pengajaran ilmu tajwid khususnya santri-
santri yang baru mulai betul dalam pelajaran ini.
Itu sebabnya maka buku ini kami perbaharui dan kami perbaiki serta
menambah mana yang kurang demi kesempurnaan buku ini.
Kami sadar sebagai penyusun tidaklah lepas dari kesalahan, oleh sebab itu buku
ini juga tidak lepas dari kesalahan, untuk itu koreksi dan saran yang bersifat
membangun sangat kami harapkan dari para ahli qur’an.
Sekian, mudah-mudahan maksud kami dan maksud ilmu tajwid dalam
berkhidmah memperbaiki atau memelihara pembacaan Al-Qur’an dapat tercapai
dengan keridhaan Allah subhanahu wa ta’ala. Amiin…

Pamangkih, 1410 H / 1990 M
· ,;.l!¸
_l¹×..!«.>¸ _l]¸,áal!
(_¸,.:..>»¸ _.¸¸» ..>»}







PENDAHULUAN

Ilmu Tajwid ialah pengetahuan tentang kaidah serta cara-cara membaca Al-Qur’an
dengan sebaik-baiknya.
Tujuan Tajwid ialah memelihara bacaan Al-Qur’an dari kesalahan dan perubahan
serta memelihara lisan (lidah) dari kesalahan membaca.
Firman Allah ta’ala :
(f · _»¸.l!} ;,¸.¸. _!¸ál! ¸_.¸¸
Artinya : “dan bacalah Al-Qur’an secara tartil” (QS. Al-Muzammil : 4)
Tartil ialah membaguskan bacaan huruf-huruf Al-Qur’an dengan terang dan teratur,
mengenal tempat-tempat waqaf, sesuai dengan aturan-aturan tajwid dan tidak
terburu-buru.
Oleh karena itu maka :
1. Fardhu Kifayah hukumnya belajar ilmu tajwid (mengetahui istilah-istilah dan
hukum-hukumnya).
2. Fardhu ‘Ain hukumnya membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar (praktek
sesuai dengan aturan-aturan ilmu tajwid).

HURUF HIJAIYAH
Huruf Hijaiyah berjumlah 29 huruf :
_ . g g . . _ _ _ _¸ ¸ : : _ _ _ . . , !
_ · s ¸ _ , _ š
Apabila disebut 28 maksudnya ialah huruf yang tersebut diatas itu, selain alif.
Karena alif bila berbaris adalah hamzah, dan huruf alif yang sebenarnya hanya
sebagai huruf mad (pemanjang fathah).
«.. ¸ :¸.: «>.:
.¸¸... ¸ _¸ ¸¸.. _¸>.
BAB I
TEMPAT KELUARNYA HURUF
(¸.¸>l! _¸¸¹>»}
_¸»¸.,> _¸:¸> _¸¸a. _¸.¹.¸l _¸ál>

Tenggorokan (_¸ál>} · ·· ·
1. s · : tenggorokan bawah
2. _ g : tenggorokan tengah
3. _ g : tenggorokan atas


Lidah (_¸.¹.¸l} :
1. _ : pangkal lidah dengan langit-langit yang lurus diatasnya
2. š : pangkal lidah dengan langit-langit yang lurus diatasnya dan agak
keluar sedikit dari makhraj “_”
3. _ _ _ : lidah bagian tengah dengan langit-langit yang lurus diatasnya
4. _ : salah satu tepi lidah dengan geraham atas
5. _ : lidah bagian depan setelah makhraj “_” dengan gusi yang atas
6. _ : ujung lidah dengan gusi atas agak keluar sedikit dari makhraj “_”
7. ¸ : ujung lidah agak kedalam sedikit dari makhraj “_” sedangkan “_”
dan “¸” lebih keluar dari makhraj “_”
8. . : . : ujung lidah dengan pangkal dua gigi yang diatas
9. _ _ ¸ : ujung lidah dengan rongga antara gigi atas dan bawah, dekat
dengan gigi bawah
10. . : . : ujung lidah dengan ujung dua gigi yang diatas


Bibir (_¸¸a.} :
1. . : bagian tengah dari bibir bawah dengan ujung dua gigi yang diatas
2. , , ¸ : kedua bibir atas dan bawah bersama-sama. untuk “,” dan “,”,
kedua bibir harus rapat, sedangkan “¸” agak merenggang sedikit

Rongga (_¸:¸>} :
...¸..._...! : lubang antara mulut dan tenggorokan tempat keluar
huruf-huruf mad


Pangkal Hidung (_¸»¸.,>} :
, _ : pangkal hidung adalah tempat keluar gunnah (dengung)














BAB II
“_” SUKUN DAN TANWIN
( ¸ _}
“_” sukun atau tanwin apabila bertemu dengan salah satu huruf hijaiyah yang 28,
maka cara membacanya 4 macam :
1. Izhar Halqi (_¸ál>¸¹¡l¸]}
Yaitu membunyikan “_” sukun atau tanwin dengan jelas dan terang dengan tiada
berdengung.
Hurufnya 6 : · s g g _ _
Contohnya :
_¸s ,;. ,¡.¸» _»! _: _»! _»
¸¸as¸¸¸¸s ¸_¸s _¸» ,,¸ls _,¸.. _¸.s _»
«×¸.¹>¸.¸.»¸¸ ¸¸,> _¸» ,,¸>> ,,¸ls _¸.¸>.¸
2. Idgham (,¹s:¸]}
Yaitu memasukkan bunyi “_” sukun atau tanwin kepada huruf yang berikutnya,
sehingga jadi keduanya seperti satu huruf yang bertasydid.
Idgham terbagi 2 yaitu :
a. Idgham Bigunnah («.׸, ,¹s:¸]}
Ialah melakukan Idgham dengan mendengungkan suara.
Hurufnya 4 : _ , ¸ _
Contohnya :
«,¸s!¸¸.¸.»¸¸ ,¸¡¸.!¸¸ _¸» _¸.¸»¸¸ ¸,¸á¸l _¸á¸ _»
¸¸a×. «L¸> _¸á. _! ,¸¡¸, ¸ _¸» _.s _.» _.¸»
Perhatian :
“_” sukun apabila bertemu dengan “” atau “” didalam satu kalimat, maka
tiada diIdghamkan dan tiada didengungkan tetapi diIzharkan. Disebut Izhar
Wajib (,¸>!¸¸¹¡l¸]}
Contohnya :
_!¸.¸. _!¸.¸: _¹,., ¹,.:
b. Idgham Bilagunnah («.s;¸, ,¹s:¸]}
Ialah melakukan Idgham dengan tiada mendengungkan suara.
Hurufnya 2 : ¸ _
Contohnya :
,¸¡¸,¸ _¸» ,,¸>¸¸¸as _,¸á..l¸l _.s ¹.l _¸,,¸
3. Iqlab (,;:¸]}
Yaitu membalikkan (menukarkan) bunyi “_” sukun atau tanwin menjadi bunyi “,”
yang ringan dengan berdengung.
Hurufnya 1 : ,
Contohnya :
.¸,.. ¸,¸., _,¸.. ,¸s¸.×, _¸»
4. Ikhfa’ haqiqi (_¸á,¸á> ·¹a>¸]}
Yaitu menyembunyikan (menyamarkan) bunyi “_” sukun atau tanwin antara
Izhar dan Idgham dengan berdengung, artinya harus terang tetapi disambung
dengan huruf yang lain dimukanya dengan memdengung.
Hurufnya 15 : š _ . . . _ _ _ _ ¸ : : _ . .
Contohnya :
¹>¹;.·¹» ¸:¸.. _¸» _¸¸;. ¸.¹.> !¸l¹.. _l
¸.!¸_¸:_¸» ¹::¹:: š·¹> _» _,¸.>¸,.:
BAB III
“,” SUKUN
(,}
“,” sukun apabila bertemu dengan salah satu huruf hijaiyah yang 28, maka cara
membacanya 3 macam :
1. Ikhfa’ Syafawi (_¸¸a. ·¹a>¸]}
Yaitu menyembunyikan “,” sukun samara-samar dibibir dan didengungkan.
Hurufnya 1 : ,
Contohnya :
¸«¸, ,s¸ _¸.l¹¸, ,¡l¸:¹>¸ ¸«¸¸.¡¸, ,¸ ¡,l¸!

2. Idgham Miymiy (_¸.,¸» ,¹s:¸]}
Yaitu memasukkan “,” sukun kepada huruf yang berikutnya dengan berdengung.
Hurufnya 1 : ,
Contohnya :
,.,.:¹» ,>l¸ ¸_¸`! _¸:¹» ,>l ¸.! _¸» ,¡l¹»¸

3. Izhar Syafawi (_¸¸a.¸¹¡l¸]}
Yaitu membunyikan “,” sukun dengan terang dibibir dengan mulut tertutup dan
tiada didengungkan.
Hurufnya 26 : yaitu semua huruf hijaiyah selain huruf “,” dan “,”.


Contohnya :
¸_..: ,¡l.» ..¸s ,>l _¸... ..×.!
·¹:¸. ,¡: !¸¹. ,¸¡,¸l.. ,. ,¡ .,, ¸,s ,¡.¸»
Dan haruslah lebih dijelaskan (diIzharkan) lagi apabila bertemu dengan huruf “¸”
dan “_”.
Contohnya :
_,¸l¹.l!`¸ ,¸¡,ls ¸_¸¸: _¸l¸ ,>.¸¸: ¹¡,¸: ,¡l













BAB IV
“,” DAN “_” YANG BERTASYDID
(_ ,}
“,” dan “_” yang bertasydid dibaca dengan berdengung, disebut () panjangnya 3
harkat. Maka huruf yang selain daripada “,” dan “_” apabila bertasydid tidaklah
dibaca berdengung.

Contohnya :
¸«.׸.¸,¹»!¸ .l¸.s¹.¸» ¸_¹.l!¸ ¸«.¸ ;l! _¸»































BAB V
MACAM-MACAM IDGHAM


1. Idgham Mutamaatsilayn (_,l¸.¹..» ,¹s:¸]}
Yaitu huruf yang sukun dimasukkan kepada huruf berikutnya yang sama /
semisal, seperti : , bertemu dengan ,, . bertemu dengan ., : bertemu
dengan :, dan sebagainya.

Contohnya :
!¸l>:.: ,¡.¸¹;¸. .>¸,¸¹.: š¹.׸, ,¸¸.¸!
# Dari kaidah, idgham mutamaatsilayn ini mempunyai pengecualian :
Yaitu apabila “¸” yang sukun bertemu dengan “¸” dan “_”yang sukun
bertemu dengan “_” maka tiada diIdghamkan (dimasukkan) kepada huruf
yang berikutnya, tetapi harus dibaca panjang sebagaimana mestinya.
Contohnya · _¹: ¸,¸¸ _¸: !¸l¸.s¸!¸.¸»!
2. Idgham Mutaqaaribayn (_,,¸¸¹á.» ,¹s:¸]}
Yaitu huruf yang sukun dimasukkan kepada huruf yang hampir sama makhraj-nya
dan sifatnya, seperti :
. bertemu dengan : contohnya · ™¸l: .¡l¸
, bertemu dengan , contohnya · ¹.×» ,:¸¸!
_ bertemu dengan š contohnya · ,>ál>. ,l!
Keterangan :
“_” diIdghamkan kepada “š” boleh dibaca :
a. Hanya hilang qalqalah-nya, pengaruh bunyi _ (sifat Isti’la’ _) tetap.
b. Hilang qalqalah dan pengaruh bunyi _ (sifat Isti’la’ _) lihat bab 24.

3. Idgham Mutajaanisayn (_,.¸.¹;.» ,¹s:¸]}
Yaitu huruf yang sukun dimasukkan kepada huruf yang sama makhraj-nya tetapi
berlainan sifatnya, seperti :
. bertemu dengan . contohnya · «a¸.¹l .l¹:¸
. bertemu dengan . contohnya · .L.,
. bertemu dengan : contohnya · .!!¸s: .lá.!
: bertemu dengan . contohnya · ,. .,s
: bertemu dengan . contohnya · !¸.ll:¸!
_ bertemu dengan ¸ contohnya · ¸,¸ _:
Keterangan :
. diIdghamkan kepada . : hanya hilang qalqalahnya, pengaruh bunyi . (sifat
Isti’la’ dan Ithbaq .) tetap. Lihat bab 24.























BAB VI
BACAAN PANJANG
(.»}
.» ialah memanjangkan suara huruf mad
Hurufnya ada 3 : ...¸..._...!
Mad terbagi 2 yaitu :
1. Mad Ashli / Mad Thobii’i (_¸×,¸,l.» , _¸l.!.»}
Yaitu apabila ”.¸l!” didahului baris fathah
Yaitu apabila “_” didahului baris kasrah
Yaitu apabila “¸” didahului baris dhammah
Maka dibaca panjang satu alif atau dua harkat, satu harkat kira-kira satu gerak
jari / satu ketukan.
Contohnya :
¹. ` ¹»
¸» ¸: ¸:
_¸l _¸. _¸,

2. Mad Far’i / cabang (_¸s¸: .»}
Yaitu suatu bacaan mad yang selain mad thobi’I, dan jumlahnya 14 macam,
diantaranya :
1. _¸..» ,¸>!¸ .»
Yaitu huruf mad yang bertemu dengan hamzah didalam satu kalimat, wajib
dipanjangkan 5 harkat (2½ alif).
Contohnya :
¸·¸¸: ·_,¸> ·¹. ™¸.l¸!
2. _¸.a.»¸.¹> .»
Yaitu huruf mad yang bertemu dengan hamzah pada awal kalimat yang lain,
boleh dipanjangkan 2 harkat, 4 harkat dan 5 harkat.
Contohnya :
_¸¸.!¹.¸, ¹¡¸»! _¸:¸ ,>.a.!!¸:¸

3. _,l , _,¸l .»
Yaitu huruf “¸” atau “_” yang sukun didahului baris fathah, dibaca sekedar
lunak dan lemas.
Contohnya :
.,, .¸> ,¸¸

4. _¸>.l¸l _¸¸¹s .»
Yaitu “_¸×,¸,l.»” atau “_,¸l .»” yang bertemu dengan huruf yang
disukunkan karena berhenti, boleh dipanjangkan 2 harkat atau 4 harkat
tetapi yang bagus 6 harkat.
Contohnya :
¸.¸> _¸» ,¡.»!¸ ¸.,,l!.s ,¸ _¹.¸> _¸.¸l¹> ¸,,¸>¸l!

5. _¸¸s .»
Yaitu pengganti fathah tanwin (} selain (: , «.} ketika berhenti
dengan fathah saja dan dipanjangkan 2 harkat.
Contohnya :
¹.,¸,»¹>.: !¸,¸.,¹×,¸.. ¹.,¸>>¹.,¸ls

6. _., .»
Yaitu hamzah yang bertemu dengan mad, dipanjangkan bunyinya 2 harkat.
Contohnya :
_¹.¸¸! _¸.¸! ,:!
Karena yang sebenarnya, huruf mad yang ada disitu tadi asalnya hamzah
yang jatuh sukun, kemudian diganti dengan alif atau waw atau ya, sesuai
dengan jenis baris huruf sebelumnya :
,:! Asalnya ,:!!
_¸.¸! Asalnya _¸.¸!
_¹.¸¸! Asalnya _¹..¸]

7. _¸L» ,¸¸`.» , _¸.l¸: _á.» ,¸¸`.»
Yaitu huruf mad yang bertemu dengan huruf yang bertasydid didalam satu
kalimat, dipanjangkan 6 harkat.
Contohnya :
«»¹Ll! _,¸l¹.l!`¸ «:¹>l!

8. _¸.l¸: .a>» ,¸¸`.»
Yaitu huruf mas yang bertemu dengan huruf yang sukun, dipanjangkan 6
harkat.
Didalam Al-Qur’an yang menurut hukum ini hanya satu perkataan yaitu :
_` ! asalnya _`!! yang ada di dua tempat dalam surah “Yunus” (ayat :
51 dan 91).








9. _,.» _¸:¸> ,¸¸`.»
Yaitu mad dari huruf-huruf pembuka surah yang pembacaannya dengan
nama-nama hurufnya, dipanjangkan 6 harkat.
Hurufnya 8 : , š _ _ g _ _ _
Pembacaan huruf-huruf yang serangkai berlaku hokum Izhar, Idgham dan
Ikhfa’. Contohnya :
,l! _.s ¸,lál!¸ _

10. .a>» _¸:¸> ,¸¸`.»
Yaitu mad dari huruf-huruf pembuka surah yang pembacaannya dengan
fathah, dipanjangkan 2 harkat.
Hurufnya 5 : ¸ s . _ _
Contohnya :
_×,¡: «l
Sedangkan alif (!) dibaca dengan nama hurufnya tanpa mad.

11. :¸,¸.: «l¸..»
Yaitu ha’ dhamir (dhamir hu dan hi) sedang huruf yang sebelumnya huruf
yang berbaris, dipanjangkan 2 harkat.
Contohnya :
¸«¸, «l×: :..¸s
Perhatian :
Apabila sebelum “ha’ dhamir” tadi hurufnya yang sukun atau dihubungkan
dengan huruf yang lain sesudahnya, maka tiada boleh dibaca panjang.
Contohnya :
_¸¸.l! «l _>l! «.¸! ¸«,¸: :¹.l×> «.s
Kecuali pada surah “Al-Furqon” ayat 69 : ¹.¹¡» ¸«,¸: (hi dibaca panjang).
Berikut ini contoh “ha’ “ yang bukan dhamir (tetap dibaca pendek) yaitu :
«¸:!¸: «áa. ¸«... ¸«..¸
12. «l¸¸¸l «l¸..»
Yaitu “ :¸,¸.: «l¸..» ” yang bertemu dengan hamzah yang berbaris,
boleh dipanjangkan 2 harkat, 4 harkat dan 5 harkat.
Contohnya :
¸_:¸|¸,`¸] :..¸s :.l>! «l¹»

13. _,¸>.. .»
Ada 2 macam :
a. Yaitu “¸” yang sukun didahului baris dhammah (¸ } bertemu dengan
¸ dan _ yang sukun didahului baris kasroh (_ ¸} bertemu dengan
_, dipanjangkan 2 harkat, jadi tiada diIdghamkan.
Contohnya :
!¸l¸.s¸!¸.»! ,,¸.,l! g.¸ _¸.l!
b. Yaitu berhimpunnya 2 huruf _, yang pertama bertasydid dan berbaris
kasroh, yang kedua berbaris sukun, membacanya ditepatkan dengan
tasydid dan dipanjangkan 2 harkat.
Contohnya :
,.,¸,> _,¸,¸,.l!




14. _¸: .»
Yaitu untuk membedakan antara pertanyaan atau bukan, diipanjangkan 6
harkat (3 alif ).
Terdapat pada 4 tempat :
a. Pada surah Al-An’am ayat 143 : ¸_,,..`! ¸,! ,¸> ¸_¸¸:¸: .l!·
b. Pada surah Al-An’am ayat 144 : _,,..`! ¸,! ,¸> ¸_¸¸:¸: .l!·
c. Pada surah Yunus ayat 59 : ,>l _¸:! .!· _:
d. Pada surah An-Naml ayat 59 : _¸:¸¸.¸¹»! ¸,> .!·


































BAB VII
MAD FATHAH YANG BISA DIBACA PENDEK

1. Kalimat “¹.!” apabila dibaca terus/diwashal “¹.” dibaca pendek menjadi _!
Contohnya : _,¸:¸¸..l!_¸»¹.!¹»¸ .¸,¹s¹.!`¸
Dan dari kaidah yang tersebut diatas ada kecualinya, yaitu :
_¸»¹.`! _¸.¹.! !¸,¹.! ,¹.!
“¹.!” tersebut tetap dibaca panjang, sebab hanya merupakan sebagian daru
suatu kata.

Perhatian :
Bedanya “¹.!” dengan “¹.·”
Kalau “¹.!” pakai alif dibaca pendek, artinya saya. Sedangkan “¹.·” pakai hamzah
tetap panjang, sebab hamzah itu hanya ekor suatu kata.
Contohya : ¹.·¹> ¹.·¹,
2. Kalimat “¸«¸. ;»”, ` dibaca pendek menjadi ¸«¸.l»
Contohnya : ,¸¡¸. ;»¸ _¸s¸¸:_¸» ¸«¸. ;»¸ _¸s¸¸: _l¸!

3. Alif dianggap tidak ada :
a. Pada surah Al-‘Imron ayat 144 : _¸.¹:!
b. Pada surah Al-An’am ayat 34 : ¸_¹,.
c. Pada surah Hud ayat 68 : !:¸..
d. Pada surah Yusuf ayat 87 : _.¸¹¸ , !¸..¸¹.
e. Pada surah Ar-Ra’d ayat 30 : !¸l..¸l
f. Pada surah Al-Kahfi ayat 14 : !¸s.. _l
g. Pada surah Al-Kahfi ayat 23 : ¸·_¹.¸l
h. Pada surah Al-Anbiya’ ayat 34 : _¸.¹:!
i. Pada surah Al-Furqon ayat 38 : !:¸..
j. Pada surah Al-‘Ankabut ayat 38 : !:¸..
k. Pada surah Ar-Ruum ayat 39 : !¸, ¸,¸l
l. Pada surah Muhammad ayat 4 : !¸l,,¸l
m. Pada surah Muhammad ayat 31 : !¸l,.¸
n. Pada surah An-Najm ayat 50 : !:¸..
o. Pada surah Ad-Dahr ayat 4 : ;¸.l.

Perhatian : “_”, “,” dibaca pendek :
Pada surah Al-An’am ayat 39 : «l¸l.¸ .!¸¹.¸ _»
Pada surah Asy-Syura ayat 24 : ™¸,l:_ls,¸.>¸ .!¸¹.¸ _»
Pada surah An-Naba’ ayat 2 : ¸,,¸L×l! ¸¹,.l! ¸_s
4. Kalimat-kalimat yang apabila dibaca terus/diwashal, alif dianggap tidak ada, dan
apabila dibaca berhenti, maka dibaca panjang seperti biasa (2 harkat) :
a. Pada surah Al-Kahfi ayat 38 : ¹.¸>l
b. Pada surah Al-Ahzab ayat 10 : ¹.¸.Ll!
c. Pada surah Al-Ahzab ayat 61 : `!¸.¸l!
d. Pada surah Al-Ahzab ayat 67 : ;,¸,.l!
e. Pada surah Ad-Dahr ayat 15 dan 16 : ,'×_!¸¸¸¸!¸:,'ð_ !¸¸¸¸!¸:

Perhatian :
Bila terpaksa berhenti pada “!¸¸¸¸!¸:” yang kedua (ayat 16) maka “” disukunkan,
bila terus alif dianggap tidak ada.







































BAB VIII
“¸” DIANGGAP TIDAK ADA
“¸” dianggap tidak ada yaitu pada kalimat :
.`¸! ™¸.l¸! _¸l¸! ¸l¸
Jadi dibaca pendek.
Contohnya :
¸_¹.>`!.`¸!¸ _¸¸.l!™¸.l¸! ¸«,¸¸`! _¸l¸! ¸,¹,l`!!¸l¸



































BAB IX
TANWIN

Bila tanwin bertemu huruf washal (_! ¸}, tanwin dianggap hilang dan
diganti dengan “¸_” . Bila fathah tanwin, alif dianggap tidak ada pula.
Contohnya :
Berhenti diayat 1 ...l!.! .>!.!¸s _:
Dibaca terus/washal ...l!.!.>!.!¸s _:
,lá.! «..¸: _l¸`!!:¹s !¸l.:! ¸_,¸,» ..._.>_¸.l! ('} ¸:¸.l¸:¸»


















BAB X
..¸¸¸×.l! ,`
(_!}
Alif dan Lam () apabila bertemu / dihubungkan dengan salah satu huruf hijaiyah
yang 28, maka cara membacanya 2 macam :
1. Al-Qamariyah («¸¸¸.: _!}
Yaitu membacanya harus jelas, terdenganr bunyi “_!”
Hurufnya 14 : _ s ¸ , š _ . g g _ _ _ , !
Contohnya :
¸.ál! _¹..¸, ! ¸¸,l! :¸á,l! ..>l!
2. Al-Syamsiyah («,¸... _!}
Yaitu membacanya harus dihilangkan, bunyi “_!” dimasukkan kepada huruf yang
dihadapannya beserta ditasydidkan.
Hurufnya 14 : _ _ . . _ _ _ _ ¸ ¸ : : . .
Contohnya :
¸_..l!¸ ,;.l! _¹.l! ,,¸>¸l! _.>¸l!
















BAB XI
HAL BACAAN “¸”
(TEBAL ATAU TIPIS)


“¸” terbagi tiga :
1. “¸ ¸¸ ¸” yang berbaris
a. “¸” yang berbaris fathah atau dhammah dibaca tebal (tafkhim)
Contohnya : _¹..»¸¸¡. ¹..,¸ ¹..:¸¸¸
b. “¸” yang berbaris kasrah dibaca tipis (tarqiq)
Contohnya : .¸¸×. `¹>¸¸ ¸_¸¸¸

2. “¸ ¸¸ ¸” yang sukun
a. “¸” yang sukun didahului baris fathah atau dhammah dibaca tebal
Contohnya : ,>.¹s¸, _¹,¸: «.¸¸:
b. “¸” yang sukun didahului baris kasrah dibaca tipis
Contohnya : ¸«.¸¸¸» ¸_¸:¸¸: _¸s¸¸:

Kecuali pada 2 tempat :
1. Apabila antara “¸” yang sukun dengan baris kasrah terdapat hamzah washal,
maka dibaca tebal. (hamzah washal : alif yang tertulis tiada dibaca)
Contohnya : _...¸! ¸_.¸l !¸,¹.¸! ¸,!
Atau seperti : ,>¸¸! !¸×¸>¸¸! ,juga sibaca tebal karena sebelumnya
kasrah yang bukan asli dari asal perkataan.
2. apabila sesudah “¸” yang sukun dengan baris kasrah terdapat huruf isti’la’
yang berbaris fathah, maka dibaca tebal.
Isti’la’ artinya : meninggi atau berat, karena bunyi hurufnya agak berat.
Hurufnya : . _ . g _ _ _
Contohnya : :¹..¸¸» _¹l¸¸: «..:¸¸:
Dan bila huruf isti’la’ itu berbaris kasrah, maka boleh dibaca tebal atau tipis
(tafkhim atau tarqiq).
Contohnya : ¸_¸¸>¸, ¸«.¸.¸¸s_¸» ¸_¸¸:
3. “¸ ¸¸ ¸” yang disukunkan
“¸” yang berbaris yang disukunkan karena berhenti dibaca sebagai berikut :
a. “¸” itu dibaca tebal bila didahului baris fathah atau dhammah
Contohnya : ¸..l! ¸>.! ¸,¸>l!
b. “¸” itu dibaca tipis bila didahului baris kasrah
Contohnya : ¸¸¸...» ¸¸¸..á»
c. “¸” itu dibaca tipis bila dilahului “_” yang sukun
Contohnya : ¸¸,> ¸,¸,> ¸,.¸.,
d. “¸” tiu dibaca tebal bila yang sukun itu selain daripada “_” dan sebelumnya
berbaris fathah atau dhammah
Contohnya : ¸¸¸»`! ¸¸!¸,`! _» ¸¸;al!
e. “¸” itu dibaca tipis sekalipun yang sukun itu selain daripada “_” dengan
syarat sebelumnya berbaris kasrah
Contohnya : ¸¸.¸,l! ¸¸>¸.l!

Bacaan yang harus diperhatikan
1. Imalah («.l¹»]}
Yaitu dibaca antara baris fathah dan kasrah, terdapat pada surah Hud ayat 41 :
¹¡.¸»¸¹s¸;» ¸.!¸,.¸, ¹¡,¸:!¸,:¸! _¹ :¸
2. Isymam (,¹..]}
Yaitu sementara mendengungkan “_»” (“_” bertasydid),kedua bibir dihimpunkan
kemuka dan ditahan satu harkat, terdapat pada surah Yusuf ayat 11 :
..¸¸ _ls ¹..» ¹. ` ™l¹»¹.¹,¹¸!¸l¹:
3. Tas-hil (_,¸¡..}
Yaitu huruf alif sesudah hamzah diganti dengan hamzah yang berbaris fathah
pula dan membacanya dengan ringan (suara antara hamzah dan alif tanpa mad),
terdapat pada surah Haa Mim As-Sajadah ayat 44 :
_¸,¸s¸ _¸.;s!·
.
«...¸! .l.¸.: `¸l
4. Naqal (_á.}
Yaitu terdapat pada surah Al-Hujurat ayat 11 :
,.¸`! _.¸, Dibaca ,.¸l_.¸,


















BAB XII
HAL BACAAN “_”
Cara membaca “_” ada dua macam :
1. Tebal (tafkhim)
Yaitu apabila “_” terletak pada perkataan “.!” dan didahului baris fathah atau
dhammah.
Contohnya : ,¡ll! ¸.!_¸.¸ .!.¸¡.
2. Tipis (tarqiq)
Yaitu apabila “_” terletak pada perkataan “.!” tetapi didahului baris kasrah, dan
semua bacaan “_” yang selain daripada “.!”.
Contohnya : ,ls¸ _¸.l! ..>l! «.l¸ ¸.¹¸, ¸.! ¸,.¸,


Perkataan “.!” dinamakan : ¸«..l;;l! 1al





















BAB XIII
QALQALAH

Qalqalah ialah : memantulkan suara atau suaranya berbalik, apabila huruf qalqalah
itu sukun atau disukunkan.
Hurufnya 5 : : _ , . _

Qalqalah terbagi 2 :
1. Qalqalah Shughro (kecil)
Yaitu apabila huruf qalqalah berbaris sukun yang asli/terletak ditengah kata,
dibaca tidak begitu keras pantulan suaranya.
Contohnya : _¸.¸aL¸ _×;. ,,¸s!¸,¸! _¸×Lá¸
2. Qalqalah Kubro (besar)
Yaitu apabila huruf qalqalah berbaris, tetapi disukunkan karena berhenti, terletak
diakhir bacaan/ayat, dibaca lebih jelas dan lebih berkumandang pantulan
suaranya.
Contohnya : ..¸¸¸¸¹» ¸,¹,l`!¸l¸! ¸_;>_¸»



























BAB XIV
SAKTAH

Saktah ialah : berhenti sejenak sekitar dua harkat dengan tiada bernafas.

Terdapat pada 4 tempat :
1. Pada surah Al-Kahfi ayat 1 : ¹.¸,:
«.>.
¹>¸¸s
Dibaca ¹.¸,: ¹>¸¸s , (tidak diIkhfa’kan)
2. Pada surah YaaSiin ayat 52 : !.s
«.>.
¹.¸.:¸»
3. Pada surah Al-Qiyamah ayat 27 : ¸_!¸
«.>.
_» _,¸:¸ (tidak diIdghamkan)
4. Pada surah Al-Muthaffifin ayat 14 : _!¸
«.>.
_, ;: (tidak diIdghamkan)































..
..
..
..
BAB XV
HURUF “_”

1. Pada surah Al-Baqarah ayat 245 : 1.,.¸ , huruf “_” wajib dibaca “_”
2. Pada surah Al-A’raf ayat 69 : «L., , huruf “_” wajib dibaca “_”
3. Pada surah Ath-Thur ayat 37 : _¸¸¸L,...l! , huruf “_” boleh dibaca “_”
atau “_”
4. Pada surah Al-Ghasyiyah ayat 22 : ¸¸¸L,..¸, , huruf “_” tetap dibaca “_”
































BAB XVI
WAQAF

Waqaf ialah : menghentikan suara pada akhir kalimat hingga bernafas.
Waqaf terbagi 3 :
1. Men-Sukun-kan satu huruf
a. Kalimat yang akhirnya berbaris sukun, diwaqaf-kan pada baris sukun itu,
dibaca dengan tidak ada perubahan.
Contohnya : ,s¸¹: .¸.>: ,¡l¹.s!
b. Kalimat yang akhirnya berbaris fathah atau dhammah atau kasrah dan yang
berbaris dhammah tanwin atau kasrah tanwin diwaqaf-kan dengan men-
sukun-kan baris akhirnya.
Contohnya : ¸¸¸¡.! .¸>¸ ¸¸...l! ¸¸...l! .l,l!
c. Kalimat yang akhirnya berupa . marbuthah (: , «.) diwaqaf-kan dengan
membunyikannya menjadi “s” yang sukun.
Contohnya : ¸:¸¸>`! «×¸.¹>
2. Men-Sukun-kan dua huruf
a. Kalimat yang akhirnya berbaris dan huruf yang kedua dari yang akhirnya itu
sukun, diwaqaf-kan dengan men-sukun-kan dua huruf dengan suara pendek,
atau dibaca sepenuhnya tetapi huruf yang terakhir dibaca setengah suara.
Contohnya :
¸_¸¡l¹¸, , dibaca : _¸¡l¹¸, , atau ¸_¸¡l¹¸, (dengan “_” setengah suara)
¸g..l! , dibaca : g..l! , atau ¸¸g..l! (dengan “g” setengah suara)
b. Kalimat yang akhirnya berbaris dan huruf yang kedua dari yang akhirnya itu
huruf mad atau liin, diwaqaf-kan dengan men-sukun-kan dua huruf dan
memanjangkan suara 2 harkat, 4 harkat, atau 6 harkat.
Contohnya :
¸.¸>_¸» ¸.,..l! ¸,¹á¸×l! ¸,,¸>>l! _¸>¸la.l!
3. Menghilangkan baris
Kalimat yang akhirnya berbaris fathah tanwin (), diwaqaf-kan dengan
membunyikannya menjadi baris fathah saja dan memanjangkannya 2 harkat.
Contohnya : _.s ·¹.¸. ¹»;. ¹>!¸:!

Tambahan :
1. Berwaqaf pada huruf yang berbaris lurus ( ) diiringi “_” yang tidak berbaris,
dibaca panjang 2 harkat.
Contohnya : _>.l!¸ _.׸ _á.l!¸
2. Berwaqaf pada huruf yang bertasydid ( ) suaranya ditahan 1 harkat.
Contohnya : ¸_×l! _¸» _L: ¸_.l! _¸»
3. Berwaqaf pada huruf qalqalah yang bertasydid, suaranya ditekan dan ditahan 1
harkat serta diikuti qalqalah.
Contohnya : ,>l! ¸_>l¹¸, _>l! ,.¸
































`
, ,
_
_l.
_l:
«.>.
BAB XVII
TANDA-TANDA WAQAF


1. , ,¸¸` .:¸ : harus berhenti.
Contohnya : !¸,¸.: ¸«.¸, _¸.¸ ;.»!.¡¸,
2. ` ¸«,¸: ¸.:¸l! ,.s : tidak boleh berhenti, kecuali jika dibawahnya
terdapat tanda awal ayat yang membolehkan waqaf secara mutlak, maka boleh
waqaf tanpa diulangi lagi yang membolehkan waqaf.
Contohnya :
_,: _¸» ¹.:¸¸¸ _¸.l!!.s!¸l¹: ¹:¸¸¸ ¸:¸ .. _¸» !¸: ¸¸ ¸ ¹.l:
_¸á¸a.¸ ,s¹.:¸¸¹.¸»¸
3. _ ¸¸.¹> .:¸ : boleh berhenti, boleh terus.
Contohnya : _¸.¸:¸¸ ,s ¸:¸¸>`¹¸,¸ ™¸l,: _¸»
4. _l. _l¸! _.¸l! : dibaca terus lebih utama.
Contohnya : _á,¸¸ ¸_¹:¹¡,ls _» _:
5. _l: _l¸! .:¸l! : berhenti lebih utama.
Contohnya : ...¹.,s :¸.s ¹...!«.¸» .¸;a.¹:
6. _ , «.>. : berhenti sejenak dengan tidak bernafas.
Contohnya : _¸,¸.>¸!¸.¹:¹» ,¸¡¸,¸l: _ls _!¸ _, ;:
7. : boleh berhenti di salah satu tanda tersebut.
Contohnya : _.s ¸«,¸: ,¸¸` ,¹.¸>l! ™¸l:

_
¸
_
# Ada diantara Mushaf Al-Qur’an yang tanda-tanda waqaf-nya diganti :
“_l.” diganti dengan :
8. _ = .:¸l!¸«,ls _,: : boleh berhenti, tetapi dibaca terus lebih utama.
Contohnya : _¸..!,. ¹×,¸.> ¸_¸`!_¸:¹» ,>l _l> _¸. l! ¸s
9. ¸ = ¸¸;» .:¸ : boleh berhenti, terus lebih utama.
Contohnya :
_¸¸..¸ ,s`¸ ,!.×l! ,¡.s .a>¸ ;: ¸:¸¸>`¹¸, ¹,..l!:¹,>l!¸¸..! _¸¸.l! ™¸.l¸!
10. _ = _>¸» .:¸ : boleh berhenti karena waqaf berikutnya terlalu jauh,
terus lebih utama.
Contohnya : ·¹»¸·¹..l! _¸» _¸.!¸ ·¹.¸,·¹..l!¸
“_l:” diganti dengan :
11. = _¸¸¸,¸> .:¸ : sangat baik sekali jika berhenti.
Contohnya :
12. .: = .¸: .:¸ : lebih baik berhenti.
Contohnya :
13. . = _lL» .:¸ : lebih baik berhenti.
Contohnya :
# Adapula tanda waqaf :
14. š = ™¸l.: : sama seperti waqaf sebelumnya.
15. · . g = g¸:¸ : tanda pembagian berhenti setiap hari bagi yang ingin menghafal
Al-Qur’an dalam jangka dua tahun








BAB XVIII
WAQAF IKHTIAR / DISENGAJA

1. Waqaf Tam / sempurna (,¹. .:¸}
Yaitu berhenti pada perkataan yang sempurna susunan kalimatnya, tidak
berkaitan dengan kalimat berikutnya, baik lafazh maupun maknanya. Pada
umumnya terdapat diakhir ayat ketika habis kisah.
Contohnya : _¸¸.l!¸,¸¸ ¸™¸l¹»
_¸>¸la.l! ,s ™.l¸! ¸
Terkadang sebelum habis ayat seperti :
(Yf _..l!} _¸l×a¸ ™¸l.:¸ .:¸ «l¸:! ¹¡¸ls! :¸¸s! !¸l×>¸
Terkadang di pertengahan ayat seperti :
(1º _¹:¸al!} `¸.> ¸_¹.. ¸;¸l _¹L,.l! _¹:¸ .:¸ _¸.·¹>:¸! .×, ¸¸: ¸.l! ¸_s _¸.l.! .ál
2. Waqaf kafi / cukup (_¸a: .:¸}
Yaitu berhenti pada perkataan yang sempurna susunan kalimatnya, tetapi masih
berkaitan maknanya dengan kalimat berikutnya, tidak berkaitan lafazh-nya.
Contohnya :
_¸,¸.>¸!¸.¹:¹.¸, .¹.¸».!,s:!¸:...
3. Waqaf Hasan / baik (_.> .:¸}
Yaitu berhenti pada perkataan yang sempurna susunan kalimatnya, tetapi masih
berkaitan makna dan lafazh-nya dengan kalimat berikutnya.
Contohnya : “¸«l¸l..>l!” baik, tetapi tidak baik bila “_,¸.l¹×l! ¸,¸” dibaca sendiri.
4. Waqaf Qabiyah / jelek (_,¸,: .:¸}
Yaitu berhenti pada perkataan yang tidak sempurna susunan kalimatnya, karena
berkaitan dengan lafazh dan makna kalimat berikutnya. Waqaf seperti ini
dilarang, kecuali terpaksa karena sesak nafas, batuk, bersin, dan sebagainya.
Contohnya : ¸,¸á: .! _¸! ¸s_: ..×.! ¸,....¸,
Maka untuk meneruskan bacaan, wajib mengulang dari lafazh tersebut atau dari
lafazh yang sebelumnya.
Catatan :
Bias mengetahui betul waqaf-waqaf tersebut apabila mengerti tata susunan
kalimat atau tata bahasa dan maknanya (faham bahasa arab).
Tambahan :
Pada surah Ar-Ruum ayat 54 :
_¸» _×> ,. :¸: ¸.×. ¸.×, _¸» _×> ,. ¸.׸. _¸» ,>ál> _¸.l! .!
...«,,.¸ ¹a׸. ¸:¸: ¸.×,
Yaitu : huruf “_” (baris fathah) boleh dibaca “_” (dengan dhammah).
¸.×. ¸¸.×. . ¹a×. ¹a×.

PENDAHULUAN

Ilmu Tajwid ialah pengetahuan tentang kaidah serta cara-cara membaca Al-Qur’an dengan sebaik-baiknya. Tujuan Tajwid ialah memelihara bacaan Al-Qur’an dari kesalahan dan perubahan serta memelihara lisan (lidah) dari kesalahan membaca. Firman Allah ta’ala :

(4 : ½¿lÀ»A) õÝôÎøMôjòM òÆ}Aôjó´»ôA ø½÷òMòiòË
Artinya : “dan bacalah Al-Qur’an secara tartil” (QS. Al-Muzammil : 4)
Tartil ialah membaguskan bacaan huruf-huruf Al-Qur’an dengan terang dan teratur, mengenal tempat-tempat waqaf, sesuai dengan aturan-aturan tajwid dan tidak terburu-buru. Oleh karena itu maka : 1. Fardhu Kifayah hukumnya belajar ilmu tajwid (mengetahui istilah-istilah dan hukum-hukumnya). 2. Fardhu ‘Ain hukumnya membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar (praktek sesuai dengan aturan-aturan ilmu tajwid).

HURUF HIJAIYAH Huruf Hijaiyah berjumlah 29 huruf :

¶ ² ® ª ¦ ¢ ~ x t pk i g e d ` X T P L A ÔÕÇËƾš
Apabila disebut 28 maksudnya ialah huruf yang tersebut diatas itu, selain alif. Karena alif bila berbaris adalah hamzah, dan huruf alif yang sebenarnya hanya sebagai huruf mad (pemanjang fathah).

ó- = ôÒúÀòy ÷- = fôÍøfròM

ø- = ôÑòjônò· ö- ù- õ- = ÅôÍ øÌôÄòM

ò- = ôÒòZôNò¯ ô- = ÆôÌó¸óm

BAB I TEMPAT KELUARNYA HURUF

(ø²ójóZ»ôA óXøiBòbò¿) ôÔøÌò°òq

ôÓø¿ôÌórôÎòa

ôÓø¯ôÌòU

ôÓøÃBònø»

ôÓø´ô¼òY

Tenggorokan (Óø´ô¼òY) : 1. 2. 3.

`ª d®

ÇÕ

: tenggorokan bawah : tenggorokan tengah : tenggorokan atas

Lidah (ÓøÃBònø») : 1. 2.

: pangkal lidah dengan langit-langit yang lurus diatasnya : pangkal lidah dengan langit-langit yang lurus diatasnya dan agak keluar sedikit dari makhraj “¶” : lidah bagian tengah dengan langit-langit yang lurus diatasnya : salah satu tepi lidah dengan geraham atas : lidah bagian depan setelah makhraj “~” dengan gusi yang atas : ujung lidah dengan gusi atas agak keluar sedikit dari makhraj “¾” : ujung lidah agak kedalam sedikit dari makhraj “Æ” sedangkan “Æ” dan “i” lebih keluar dari makhraj “¾”

š XtÐ ~ ¾ i Æ

3. 4. 5. 6. 7.

. (ÔøÌò°òq) : : bagian tengah dari bibir bawah dengan ujung dua gigi yang diatas bibir atas dan bawah bersama-sama...ôA Pangkal Hidung (Óø¿ôÌórôÎòa) :  ÷Æ ÷ : pangkal hidung adalah tempat keluar gunnah (dengung) . Bibir 1.. 2. sedangkan “Ë” agak merenggang sedikit Rongga (Óø¯ôÌòU) : : lubang antara mulut dan tenggorokan tempat keluar huruf-huruf mad . untuk “” dan “L”.ôË. 9.8.. ² L Â Ë : kedua kedua bibir harus rapat. ¢eP xpk ¦gT : ujung lidah dengan pangkal dua gigi yang diatas : ujung lidah dengan rongga antara gigi atas dan bawah.ôÔ. dekat dengan gigi bawah : ujung lidah dengan ujung dua gigi yang diatas 10..

Idgham terbagi 2 yaitu : a.“ ” SUKUN DAN TANWIN Æ BAB II “Æ” sukun atau tanwin apabila bertemu dengan salah satu huruf hijaiyah yang 28.ôÆ) (Óø´ô¼òYôiBòÈô£øG) Yaitu membunyikan “Æ” sukun atau tanwin dengan jelas dan terang dengan tiada berdengung.ôÁóÈôÄø¿ .òÅò¿}A ôÅò¿ öiôÌó°ò«ölôÍølò§ . Idgham Bigunnah (ôÒúÄó¬øI ôÂBò«ôeøG) Ialah melakukan Idgham dengan mendengungkan suara.ôÁøÈø÷I úi ôÅø¿ ÔõfóÇ .òÆôÌóNøZôÄòÍ 2.òÆôÌóÄø¿ôÛóÍ ùÂôÌò´ø» .ò©òÄò¿ ôÅúÀø¿ . Idgham Yaitu memasukkan bunyi “Æ” sukun atau tanwin kepada huruf yang berikutnya.ùjôÎòa ôÅø¿ .òÅò¿}A ý½ó· .ù. sehingga jadi keduanya seperti satu huruf yang bertasydid.ó¾ôÌó´òÍ ôÅò¿ ôjø°ô¬òà öÒúñøY .ù÷½ø« ôÅø¿ .ôÁøÈøÖAòiòË ôÅø¿ . maka cara membacanya 4 macam : 1.õ.öÁôÎø¼ò§ ö©ôÎøÀòm .ò½øÀò§ ôÅò¿ (ôÂBò«ôeøG) öÒò¨øqBòaùhø×ò¿ôÌòÍ . Izhar Halqi (ö. Hurufnya 4 : Contohnya : ÆÂËÔ öÒòÎøÇAòËùhø×ò¿ôÌòÍ .öÁôÎø¸òY öÁôÎø¼ò§ . Hurufnya 6 : Contohnya : ÕÇ®ªd` òÓøÇ öÂòÝòm .ò¾ôÌó´òà ôÆòA .

òÅôÎø´úNóÀô¼ø» ÔõfóÇ . Hurufnya 15 : Contohnya : (Óø´ôÎø´òY ôÕBò°ôaøG) š¶²¦¢~xtpkgeXTP BõUBúVòQõÕBò¿ .öjôÎøvòI ö©ôÎøÀòm .ùÑòjòÀòQ ôÅø¿ .ôÁøÇøfô¨òI ôÅø¿ 4. Ikhfa’ haqiqi Yaitu menyembunyikan (menyamarkan) bunyi “Æ” sukun atau tanwin antara Izhar dan Idgham dengan berdengung.ö½ôÎøÀòUöjôJòvò¯ . Hurufnya 2 : Contohnya : i¾ ôÁøÈøIòi ôÅø¿ .BòÎôÃóe b.öÁôÎøYòiöiôÌó°ò« . Hurufnya 1 : Contohnya : L óOøJôÄóM .öÆBòÎôÄóI . maka tiada diIdghamkan dan tiada didengungkan tetapi diIzharkan.Perhatian : “Æ” sukun apabila bertemu dengan “” atau “” didalam satu kalimat. artinya harus terang tetapi disambung dengan huruf yang lain dimukanya dengan memdengung.BòÄò» ôÅø÷ÎòJóÍ (ôLòÝô³øG) 3. Disebut Izhar Wajib (ôKøUAòËôiBòÈô£øG) öÆAòÌôÄøu .ôÔøjôVòM ùPBúÄòU .òšòÕBòU ôÅò¿ .öÆAòÌôÄø³ . Iqlab Yaitu membalikkan (menukarkan) bunyi “Æ” sukun atau tanwin menjadi bunyi “” yang ringan dengan berdengung.Bü·òeBü·òe .AôÌó»BòÄòM ôÅò» ø"AøÆôËóeôÅø¿ . Idgham Bilagunnah Contohnya : (ôÒúÄó«òÝøI ôÂBò«ôeøG) Ialah melakukan Idgham dengan tiada mendengungkan suara.

Hurufnya 1 : Contohnya : L ÉøI ôÁóÇòË .“ ” SUKUN  BAB III “” sukun apabila bertemu dengan salah satu huruf hijaiyah yang 28.ø~ôiòÜôA Óø¯Bò¿ ôÁó¸ò» . Hurufnya 1 : Contohnya :  ôÁóNôJònò·Bò¿ ôÁó¸ò»òË . .ùÒòÍøfòÈøI ôÁÈôÎò»øA ø (ÓøÀôÎø¿ ôÂBò«ôeøG) 2. Ikhfa’ Syafawi (ôÂ) (ôÔøÌò°òq ôÕBò°ôaøG) Yaitu menyembunyikan “” sukun samara-samar dibibir dan didengungkan. Hurufnya 26 : yaitu semua huruf hijaiyah selain huruf “” dan “L”. Idgham Miymiy Yaitu memasukkan “” sukun kepada huruf yang berikutnya dengan berdengung.ÓøNú»BøI ôÁóÈô»øeBòUòË .ø"A òÅø¿ ôÁóÈò»Bò¿òË (ôÔøÌò°òqôiBòÈô£øG) 3. maka cara membacanya 3 macam : 1. Izhar Syafawi Yaitu membunyikan “” sukun dengan terang dibibir dengan mulut tertutup dan tiada didengungkan.

AõiBòÃ ôÁøÈôÎø¼ôvóÃ .úÁóQ ôÁóÈÄôÎòI .òOôÀò¨ôÃòA óÕBò·òjóq ôÁóÈò¯ .òjôÎò« ôÁóÈÄø¿ ò Dan haruslah lebih dijelaskan (diIzharkan) lagi apabila bertemu dengan huruf “Ë” dan “Ô”.øÅôÍøe òÓø»òË ôÁó¸óÄôÍøe .òÆôÌónôÀóM .BòÈôÎø¯ ôÁóÈò» Contohnya : .Contohnya : ø½òRòÀò· ôÁóÈó¼òRò¿ .òfôÄø§ ôÁó¸ò» . òÅôÎø÷»Búz»AòÜòË ôÁøÈôÎò¼ò§ .

÷Â) harkat.“ ” DAN “ ” YANG BERTASYDID Â Æ BAB IV “” dan “Æ” yang bertasydid dibaca dengan berdengung. øÒòÀô¨øÄøIBú¿òAòË . disebut () panjangnya 3 (÷Æ .øpBúÄ»AòË øÒúÄV»ôA ôÅø¿ ø Contohnya : . Maka huruf yang selain daripada “” dan “Æ” apabila bertasydid tidaklah dibaca berdengung.ôOò¼øÀò§BúÀø¿ .

¶) lihat bab 24. P bertemu dengan Yaitu huruf yang sukun dimasukkan kepada huruf berikutnya yang sama / semisal. .AôÌó¼øÀò§òËAôÌóÄø¿}A (ÅôÎòIøiBò´òNó¿ ôÂBò«ôeøG) : ò™ø»}g 2.ôÁóÈóMòiBòVøM ôOòZøIòiBòÀò¯ . pengaruh bunyi b. Idgham Mutaqaaribayn T bertemu dengan g contohnya L bertemu dengan  contohnya Yaitu huruf yang sukun dimasukkan kepada huruf yang hampir sama makhraj-nya dan sifatnya.òšBòvò¨øI ôLøjôyøA # Dari kaidah. Contohnya : L bertemu dengan P. seperti : dengan e. Idgham Mutamaatsilayn (ôÅôÎò¼øQBòÀòNó¿ ôÂBò«ôeøG) L. e bertemu AôÌó¼òaòeôfò³ . idgham mutamaatsilayn ini mempunyai pengecualian : Yaitu apabila “Ë” yang sukun bertemu dengan “Ë” dan “Дyang sukun bertemu dengan “Д maka tiada diIdghamkan (dimasukkan) kepada huruf yang berikutnya. Hilang qalqalah dan pengaruh bunyi ¶ (sifat Isti’la’ ¶ (sifat Isti’la’ ¶) tetap. seperti : ôSòÈô¼òÍ ôÁò»òA : BòÄò¨ò¿ ôKò·ôiøA ¶ bertemu dengan š contohnya Keterangan : : ôÁó¸ô´ó¼ôbòà “¶” diIdghamkan kepada “š” boleh dibaca : a. tetapi harus dibaca panjang sebagaimana mestinya. Hanya hilang qalqalah-nya. dan sebagainya. Contohnya : òÆBò· ùÂôÌòÍ ôÓø¯ .BAB V MACAM-MACAM IDGHAM 1.

Idgham Mutajaanisayn (ÅôÎònøÃBòVòNó¿ ôÂBò«ôeøG) P bertemu dengan ¢ contohnya : Òò°øÖBò ôOò»Bò³òË ¢ bertemu dengan P contohnya : òOôñònòI : ôÁóM : Yaitu huruf yang sukun dimasukkan kepada huruf yang sama makhraj-nya tetapi berlainan sifatnya. seperti : e bertemu dengan P contohnya g bertemu dengan ¦ contohnya ¾ bertemu dengan i contohnya Keterangan : P bertemu dengan e contohnya : ò"AAòÌò§òe ôfòJò§ ôOò¼ò´ôQòA : ø÷Lòi AôÌóÀò¼ò£ôgøA ô½ó³ ¢ diIdghamkan kepada P : hanya hilang qalqalahnya. pengaruh bunyi ¢ (sifat ¢) tetap. Isti’la’ dan Ithbaq . Lihat bab 24.3.

ôËóg ôÓø» . wajib dipanjangkan 5 harkat (2½ alif). Mad Ashli / Mad Thobii’i Yaitu apabila “Ë” didahului baris dhammah Maka dibaca panjang satu alif atau dua harkat.òÜ .ôÔ.ôA (Óø¨ôÎøJò ôfò¿ / Óø¼ôuòAôfò¿) Mad terbagi 2 yaitu : 1....ôÓøI (ôÓø§ôjò¯ ôfò¿) 2. Mad Far’i / cabang Yaitu suatu bacaan mad yang selain mad thobi’I. ½øvúNó¿ ôKøUAòË ôfò¿ ô ùÕôËójó³ .òÕBòq .BAB VI BACAAN PANJANG ôf ò ¿ (ôfò¿) ialah memanjangkan suara huruf mad Hurufnya ada 3 : .ò™ø×}»ËóA Yaitu huruf mad yang bertemu dengan hamzah didalam satu kalimat... dan jumlahnya 14 macam. satu harkat kira-kira satu gerak jari / satu ketukan.. Contohnya : . diantaranya : 1. Contohnya : Yaitu apabila “Д didahului baris kasrah Yaitu apabila ”±ø»òA” didahului baris fathah Bòà .Bò¿ ôÌó¿ .ôË.òÕÓôÎøU .ôÓøM .ôÌó³ .

Contohnya : öOôÎòI .øÁôÎøYúj»A 5.2. 4 harkat dan 5 harkat. Contohnya : .BõÀôÎø¸òYBõÀôÎø¼ò§ dengan fathah saja dan dipanjangkan 2 harkat.BòÈø÷¿óA ôÓø¯òË . ~òÌø§ ôfò¿ ô Yaitu pengganti fathah tanwin (õ-) selain (õÑ / õÒ ) ketika berhenti BõÄôÎøJó¿BõZôNò¯ . dibaca sekedar lunak dan lemas. Contohnya : ò¾ølôÃóABòÀøI . boleh dipanjangkan 2 harkat.ôÁó¸ònó°ôÃòAAôÌó³òË ÅôÎò» / ôÅôÎø» ôfò¿ ô 3. ôfò¿” atau “ÅôÎø» ôfò¿” yang bertemu dengan huruf yang disukunkan karena berhenti. boleh dipanjangkan 2 harkat atau 4 harkat tetapi yang bagus 6 harkat.øOôÎòJ»ôAòh}Ç úLòi . Contohnya : ù²ôÌòa ôÅø¿ ôÁóÈòÄò¿}AòË . ½øvò°ôÄó¿ôlÖBòU ôfò¿ ô Yaitu huruf mad yang bertemu dengan hamzah pada awal kalimat yang lain.òÆôËófø»Bòa .öKôÍòi ÆÌó¸ûn¼ø» ô~øiBò§ ôfò¿ ô Yaitu “Óø¨ôÎøJò 4.AõjôÎøvòIBõ¨ôÎøÀòm .ö²ôÌòa . Yaitu huruf “Ë” atau “Д yang sukun didahului baris fathah.öÆBònøY .

dipanjangkan 6 harkat. Didalam Al-Qur’an yang menurut hukum ini hanya satu perkataan yaitu : asalnya òÆ}ÜôAòA yang ada di dua tempat dalam surah “Yunus” (ayat : 51 dan 91).óÒú³BòZ»ôA ÓøÀô¼ø· ô±ú°òbó¿ ôÂøkòÜôfò¿ òÆ}Üô A} 8. Contohnya : óÒú¿Búñ»A . Contohnya : Karena yang sebenarnya. sesuai dengan jenis baris huruf sebelumnya : Asalnya Asalnya Asalnya òÓøMôËóA òÆBòÀôÍøA òÓøMôÚóC öÆBòÀôÖøG 7. Yaitu huruf mas yang bertemu dengan huruf yang sukun.òÅôÎø÷»Búz»AòÜòË . ¾òfòI ôfò¿ ô öÆBòÀôÍøA . kemudian diganti dengan alif atau waw atau ya. dipanjangkan 6 harkat. huruf mad yang ada disitu tadi asalnya hamzah yang jatuh sukun.òÓøMôËóA . dipanjangkan bunyinya 2 harkat.6. ¾úÌòñó¿ ôÂøkòÜôfò¿ / ÓøÀô¼ø· ô½ú´òRó¿ ôÂøkòÜôfò¿ Yaitu huruf mad yang bertemu dengan huruf yang bertasydid didalam satu kalimat.òÂòe}A òÂòe}A òÂòeôCòC Yaitu hamzah yang bertemu dengan mad. .

øÉòNôÄòÍ . ±ú°òbó¿ ô Óø¯ôjòY ôÂøkòÜôfò¿ iÇ¢Ô` Yaitu mad dari huruf-huruf pembuka surah yang pembacaannya dengan fathah. Contohnya : ÷Á»A . Contohnya : óÅôÍø÷f»A óÉò» . dipanjangkan 6 harkat.Éò¼ò¨ò¯ .µn§ . 11.óÉôÄò§ Kecuali pada surah “Al-Furqon” ayat 69 : BõÃBòÈó¿ ÉôÎø¯ (hi dibaca panjang). maka tiada boleh dibaca panjang. Idgham dan Ikhfa’.9.øÉòNôÄòM . Contohnya : ÉøI .ûµòZ»ôA óÉúÃøA .øÁò¼ò´»ôAòË Æ 10.óÉò´ô°òà . ©úJòró¿ Óø¯ôjòY ôÂøkòÜôfò¿ ô Yaitu mad dari huruf-huruf pembuka surah yang pembacaannya dengan nama-nama hurufnya. ÑòjôÎøvò³ Òò¼øuôfò¿ Yaitu ha’ dhamir (dhamir hu dan hi) sedang huruf yang sebelumnya huruf yang berbaris. Hurufnya 5 : Contohnya : w¨}Î}È· . Berikut ini contoh “ha’ “ yang bukan dhamir (tetap dibaca pendek) yaitu : óÉø·AòÌò¯ . dipanjangkan 2 harkat. Hurufnya 8 : š¾pªx¶Æ Pembacaan huruf-huruf yang serangkai berlaku hokum Izhar. dipanjangkan 2 harkat.óÊBòÄô¼ò¨òU .}É} Sedangkan alif (A) dibaca dengan nama hurufnya tanpa mad.ÊòfôÄø§ Perhatian : Apabila sebelum “ha’ dhamir” tadi hurufnya yang sukun atau dihubungkan dengan huruf yang lain sesudahnya.øÉôÎø¯ .

óÊòfò¼ôaòC óÉò»Bò¿ 13. Contohnya : . Contohnya : (ôÔ ø-) bertemu dengan AôÌó¼øÀò§òËAôÌóÄò¿}A . dipanjangkan 2 harkat. yang pertama bertasydid dan berbaris b. Contohnya : øÆôgøHøIúÜøG óÊòfôÄø§ . boleh dipanjangkan 2 harkat. ÅôÎø¸ôÀòM ô ôfò¿ (ôË ó-) bertemu dengan a. yang kedua berbaris sukun.òÅôÎø÷ÎøJúÄ»A tasydid dan dipanjangkan 2 harkat.òÁôÎøNòλôA ûªófòÍ ôÔøhú»òA Ô. Yaitu berhimpunnya 2 huruf kasroh. membacanya ditepatkan dengan ôÁóNôÎø÷ÎóY . jadi tiada diIdghamkan. Yaitu “Ë” yang sukun didahului baris dhammah Ada 2 macam : Ë dan Ô yang sukun didahului baris kasroh Ô. Òò¼ôÍøÌò Òò¼øuôfò¿ Yaitu “ ÑòjôÎøvò³ Òò¼øuôfò¿ ” yang bertemu dengan hamzah yang berbaris.12. 4 harkat dan 5 harkat.

Pada surah Yunus ayat 59 d. Pada surah An-Naml ayat 59 : : øÅôÎòÎòRôÃóÜôA øÂòA òÂújòY øÅôÍòjò·òjò· úh»A}Õ ÅôÎòÎòRôÃóÜôA øÂòA òÂújòY øÅôÍòjò·òjò· úh»A}Õ ôÁó¸ò» òÆøgòA ó"AòÕ ô½ó³ òÆôÌó·øjôróÍBú¿òA öjôÎòa ó"AòÕ . ¶ôjò¯ ôfò¿ Yaitu untuk membedakan antara pertanyaan atau bukan. diipanjangkan 6 harkat (3 alif ). Pada surah Al-An’am ayat 144 : c.14. Terdapat pada 4 tempat : a. Pada surah Al-An’am ayat 143 : b.

artinya saya. yaitu : “BòÃòA” tersebut tetap dibaca panjang.AôÌóIBòÃòA .òLBòÃòA suatu kata. Alif dianggap tidak ada : a. Kalimat “ÉøÖ Contohnya : BòÃòÕBòU .BòÃòÕBòI òÝò¿”. Pada surah Yusuf ayat 87 : óoò×ôÍôBòÍ / AôÌónò×ôÍôBòM ôAòÌó¼ôNòNø» e. Perhatian : Bedanya “BòÃòA” dengan “BòÃòÕ” Dan dari kaidah yang tersebut diatas ada kecualinya. sebab hamzah itu hanya ekor suatu kata.öføIBò§BòÃòAòÜòË òÆòA ò½ø¿BòÃòÜôA . òÜ dibaca pendek menjadi Éø×ò¼ò¿ ôÁøÈøÖ òÝò¿òË òÆôÌò§ôjø¯ôÅø¿ .ÉøÖ òÝò¿òË òÆôÌò§ôjø¯ }Ó»øA ôÅøÖôBò¯òA 3. Pada surah Hud ayat 68 : ôAòeôÌóÀòQ øÙôBòJòà d. Pada surah Al-‘Imron ayat 144 : b. Pada surah Ar-Ra’d ayat 30 : . Sedangkan “BòÃòÕ” pakai hamzah tetap panjang. Pada surah Al-An’am ayat 34 : c. Kalimat “BòÃòA” apabila dibaca terus/diwashal “BòÔ dibaca pendek menjadi Contohnya : òÅôÎø·øjôróÀ»ôAòÅø¿BòÃòABò¿òË .úÓømBòÃòA .BAB VII MAD FATHAH YANG BISA DIBACA PENDEK 1. sebab hanya merupakan sebagian daru Kalau “BòÃòA” pakai alif dibaca pendek. Contohya : 2.

alif dianggap tidak ada. Pada surah Al-Kahfi ayat 23 : ôAòÌó§ôfòà ôÅò» ùÕôÔôBòrø» ôÅøÖôBò¯òA ôAòeôÌóÀòQ h. Pada surah Al-Ahzab ayat 10 : c. dan apabila dibaca berhenti. Pada surah Al-Furqon ayat 38 : ôAòeôÌóÀòQ j. Pada surah Ar-Ruum ayat 39 : ôAòÌóI ôjòÎø» l. “òL” dibaca pendek : Pada surah Al-An’am ayat 39 : óÉô¼ø¼ôzóÍ ó"AøBòròÍ ôÅò¿ ò™øJô¼ò³Ó}¼ò§ôÁøNôbòÍ ó"AøBòròÍ ôÅò¿ Pada surah Asy-Syura ayat 24 : Pada surah An-Naba’ ayat 2 : øÁôÎø¤ò¨»ôA øBòJúÄ»A øÅò§ ôBúÄø¸}» 4. Kalimat-kalimat yang apabila dibaca terus/diwashal. Pada surah Al-‘Ankabut ayat 38 : k. Pada surah Muhammad ayat 4 : ôAòÌó¼ôJòÎø» ôAòÌó¼ôJòÃòË m. Pada surah Muhammad ayat 31 : n. maka dibaca panjang seperti biasa (2 harkat) : a. Pada surah Ad-Dahr ayat 4 : ôAòeôÌóÀòQ ôÝøn}¼òm Perhatian : “òt”. Pada surah Al-Kahfi ayat 38 : b. Pada surah Al-Anbiya’ ayat 34 : i.f. Pada surah An-Najm ayat 50 : o. Pada surah Al-Ahzab ayat 61 : ôBòÃôÌóÄû¤»A ôÜôAôÌómúj»A . Pada surah Al-Kahfi ayat 14 : g.

Pada surah Ad-Dahr ayat 15 dan 16 : Perhatian : Bila terpaksa berhenti pada “AòjôÍøiAòÌò³” yang kedua (ayat 16) maka “” disukunkan. .d. Pada surah Al-Ahzab ayat 67 : ôÝôÎøJún»A 16ôAòjôÍøiAòÌò³15 ôAòjôÍøiAòÌò³ e. bila terus alif dianggap tidak ada.

Ìó»Ë ø¾BòÀôYòÜôAóPòÜËóAòË . Contohnya : .øLBòJô»òÜôAAÌó»Ë Jadi dibaca pendek.òÅôÍøhú»Aò™ø×}»ËóA .Óø»ËóA .ò™ø×}»ËóA .“ ” DIANGGAP TIDAK ADA “Ë” dianggap tidak ada yaitu pada kalimat : Ë BAB VIII óPòÜËóA .øÒòIôiøÜôA Óø»ËóA .

AôÌó¼óNô³A ùÅôÎøJó¿ -. alif dianggap tidak ada pula..BAB IX TANWIN Bila tanwin bertemu huruf washal diganti dengan “øÆ” .ò©òÀòUôÔøhú»A (1) ùÑòlòÀû»ùÑòlò¿ ..ù-õ -). Bila fathah tanwin. tanwin dianggap hilang dan ófòÀúv»Aó"òA ófòÀúv»Aó"AöfòYòAó"AòÌóÇ ô½ó³ öfòYòAó"AòÌóÇ ô½ó³ òKò¼ò´ôÃA öÒòÄôNø¯ . Contohnya : Berhenti diayat 1 Dibaca terus/washal (¾A ö.Ó}»ôËóÜôAAõeBò§ .

ófôÀòZô»òA 2.óÅ}ÀôYúj»òA . bunyi “¾A” dimasukkan kepada huruf yang dihadapannya beserta ditasydidkan.óÂòÝún»òA . Al-Syamsiyah (ÒòÎønôÀòq ô¾òA) Yaitu membacanya harus dihilangkan.ûjøJô»òA .óÑòjò´òJô»òA . terdenganr bunyi “¾A” Hurufnya 14 : Contohnya : ÔÇËš¶²®ªd`XLC ójòÀò´ô»òA .±ô@Íøjô¨úN»A óÂòÜ (¾A) Alif dan Lam () apabila bertemu / dihubungkan dengan salah satu huruf hijaiyah yang 28.óÆBònôÃøâô òA .ópBúÄ»òA .óÁôÎøYúj»òA . Al-Qamariyah BAB X (ÒòÍøjòÀò³ ô¾òA) Yaitu membacanya harus jelas. Hurufnya 14 : Contohnya : ƾ¦¢~xtpkigeTP øoôÀúr»AòË . maka cara membacanya 2 macam : 1.

AôÌóIBòMôiA øÂòA ôÁòYôiøA .AôÌó¨øUôiøA Atau seperti : .õÜBòUøi . “i” yang sukun a.öÒ@òÍôjò³ ùÒ@òÍôjø¿ .ø¶ôkøi 2. Apabila antara “i” yang sukun dengan baris kasrah terdapat hamzah washal. . maka dibaca tebal. “i” yang sukun didahului baris fathah atau dhammah dibaca tebal Contohnya : ôÁó¸òÃBòÇôjóI .BAB XI HAL BACAAN “ ” (TEBAL ATAU TIPIS) “i” terbagi tiga : i 1.juga sibaca tebal karena sebelumnya kasrah yang bukan asli dari asal perkataan.ùpôËòeôjø¯ . “i” yang berbaris kasrah dibaca tipis (tarqiq) Contohnya : òÆB@òzò¿òiójôÈòq .B@òÄúIòi . “i” yang berbaris a.öÆBòIôjó³ . “i” yang berbaris fathah atau dhammah dibaca tebal (tafkhim) Contohnya : b.òÆôÌò§ôjø¯ b. “i” yang sukun didahului baris kasrah dibaca tipis Contohnya : Kecuali pada 2 tempat : 1.B@òÄô³økói ó²øjô¨òM . (hamzah washal : alif yang tertulis tiada dibaca) Contohnya : Ó@}zòMôiA øÅòÀø» .

maka dibaca tebal. maka boleh dibaca tebal atau tipis (tafkhim atau tarqiq). “i” itu dibaca tipis bila didahului baris kasrah Contohnya : c. karena bunyi hurufnya agak berat.2. apabila sesudah “i” yang sukun dengan baris kasrah terdapat huruf isti’la’ yang berbaris fathah.òjò¸ôÃòA .öjôÎ@øvòI d. “i” tiu dibaca tebal bila yang sukun itu selain daripada “Д dan sebelumnya berbaris fathah atau dhammah Contohnya : øiôÌó¿óÜôA .ójòJø¸ô»A ù÷jøÀòNônó¿ .øÉ@øyôjø§ôÅø¿ . “i” itu dibaca tipis sekalipun yang sukun itu selain daripada “Д dengan syarat sebelumnya berbaris kasrah Contohnya : øjô×øJô»òA . “i” yang disukunkan a.öjôÎøJòa .øjôVò°ô»òA e. Hurufnya : ¦¶¢®~xd Contohnya : öeB@òuôjø¿ .öpBò ôjø³ . “i” itu dibaca tipis bila dilahului “Д yang sukun Contohnya : ùjôÎòa .øjôZø÷r»òA .ùiøfòNô´ó¿ b.ù¶ôjø¯ Dan bila huruf isti’la’ itu berbaris kasrah. “i” itu dibaca tebal bila didahului baris fathah atau dhammah Contohnya : “i” yang berbaris yang disukunkan karena berhenti dibaca sebagai berikut : óióhûÄ»A .øiAòjôIòÜôA ò©ò¿ . Isti’la’ artinya : meninggi atau berat. Contohnya : 3.öÒ@@ò³ôjø¯ ùxôjøZøI .

Isymam Yaitu dibaca antara baris fathah dan kasrah. terdapat pada surah Yusuf ayat 11 : (½ôÎøÈônòM) Yaitu huruf alif sesudah hamzah diganti dengan hamzah yang berbaris fathah pula dan membacanya dengan ringan (suara antara hamzah dan alif tanpa mad). Imalah (ôÒ@ò»Bò¿G) BòÈ}môjó¿òËBòÇ}jôVò¿ ø"AøÁônøI BòÈôÎø¯AôÌóJò·ôiA ò¾Bò³òË 2.Bacaan yang harus diperhatikan 1. terdapat pada surah Haa Mim As-Sajadah ayat 44 : ýÓøIòjò§òË ýÏøÀòVô§òAòÕ ¢ óÉ@óN@}Í}A ôOò¼@ø÷vó¯ òÜôÌò» (ô½ò´òÃ) Dibaca 4. Naqal óÁômøÜôA òoô×øI Yaitu terdapat pada surah Al-Hujurat ayat 11 : óÁônø»òoô×øI . terdapat pada surah Hud ayat 41 : (ôÂBòÀôqG) Yaitu sementara mendengungkan “÷Åò¿” (“Æ” bertasydid). Tas-hil kemuka dan ditahan satu harkat.kedua bibir dihimpunkan ò±ómôÌóÍ Ó}¼ò§ B@úÄò¿ ôDòM òÜ ò™ò»Bò¿BòÃBòIòB}ÍAôÌó»Bò³ 3.

ø"BøI . Tipis (tarqiq) semua bacaan “¾” yang selain daripada “"A”.Ôøhú»òA . dan òÁú¼ò§òË .ó"AòføÈòq 2.ófôÀòZ»ôA óÉ@ò»òË .ø"A øÁônøI øÒ@@ò»òÝòV»ôA ó¥ô°ò» Perkataan “"A” dinamakan : .BAB XII HAL BACAAN “ ” Cara membaca “¾” ada dua macam : 1.ø"Aó¾ôÌómòi . Contohnya : úÁóÈ÷¼»òA . Tebal (tafkhim) Yaitu apabila “¾” terletak pada perkataan “"A” dan didahului baris fathah atau ¾ dhammah. Contohnya : Yaitu apabila “¾” terletak pada perkataan “"A” tetapi didahului baris kasrah.

øLBòJô»òÜôAÌó»ËóA . terletak diakhir bacaan/ayat. Qalqalah Shughro (kecil) Yaitu apabila huruf qalqalah berbaris sukun yang asli/terletak ditengah kata. Qalqalah Kubro (besar) Yaitu apabila huruf qalqalah berbaris. apabila huruf qalqalah itu sukun atau disukunkan. tetapi disukunkan karena berhenti.ù¶òÝòaôÅø¿ .òÆôÌó¨òñô´òÍ 2. dibaca lebih jelas dan lebih berkumandang pantulan suaranya.òÁôÎøÇAòjôIøA . Contohnya : òÆôÌó×ø°ôñóÍ . Hurufnya 5 : eXL¢¶ Qalqalah terbagi 2 : 1. dibaca tidak begitu keras pantulan suaranya. Contohnya : óf@ôÍøjóÍBò¿ .ó½ò¨ôVòà .BAB XIII QALQALAH Qalqalah ialah : memantulkan suara atau suaranya berbalik.

BAB XIV SAKTAH Saktah ialah : berhenti sejenak sekitar dua harkat dengan tiada bernafas. Pada surah Al-Kahfi ayat 1 : Dibaca BõòÀø÷Îò³ -BòUòÌø§ . Pada surah Al-Qiyamah ayat 27 : ù¶Aòi ÉN¸m 4. (tidak diIkhfa’kan) Aòh}Ç ÉN¸m BòõÀø÷Îò³ ÉN¸m BõUòÌø§ BòÃøfò³ôjò¿ 2. Pada surah Al-Muthaffifin ayat 14 : òÆAòi ôÅò¿ ò½ôÎø³òË ô½òI úÝò· (tidak diIdghamkan) (tidak diIdghamkan) ÉN¸m . Pada surah YaaSiin ayat 52 : 3. Terdapat pada 4 tempat : 1.

huruf “x” tetap dibaca “x” òv . 3. Pada surah Ath-Thur ayat 37 : atau “x” 4.BAB XV HURUF “ @m x” 1. huruf “x” wajib dibaca “p” @m @m òÆôËójøñôÎ@òvóÀ»ôA . Pada surah Al-Ghasyiyah ayat 22 : ùjøñôÎ@m óÀøI . Pada surah Al-A’raf ayat 69 : ó¡óvôJò@Í . huruf “x” wajib dibaca “p” huruf “x” boleh dibaca “p” õÒòñôvòI . Pada surah Al-Baqarah ayat 245 : 2.

diwaqaf-kan pada baris sukun itu. dibaca : øªôfúv»òA ô¾ôlòÈô»BøI . Menghilangkan baris Kalimat yang akhirnya berbaris fathah tanwin (õ-). Contohnya : ù²ôÌòaôÅø¿ . Men-Sukun-kan dua huruf a. diwaqaf-kan dengan men-sukun-kan dua huruf dan memanjangkan suara 2 harkat.òfò¼òJô»òA P marbuthah (Ñ c. Kalimat yang akhirnya berbaris sukun. dibaca : ôªôfúv»òA . Contohnya : /Ò) diwaqaf-kan dengan øÑòjøa}ÜôA .ø±ôÎ@úv»A . Kalimat yang akhirnya berbaris dan huruf yang kedua dari yang akhirnya itu sukun. diwaqaf-kan dengan men-sukun-kan dua huruf dengan suara pendek. atau 6 harkat.öÒò¨øqBòa 2.BAB XVI WAQAF Waqaf ialah : menghentikan suara pada akhir kalimat hingga bernafas. Kalimat yang akhirnya berbaris fathah atau dhammah atau kasrah dan yang berbaris dhammah tanwin atau kasrah tanwin diwaqaf-kan dengan mensukun-kan baris akhirnya.øLBò´ø¨»ôA . atau øªôfúv»òA (dengan “ª” setengah suara) b. diwaqaf-kan dengan membunyikannya menjadi baris fathah saja dan memanjangkannya 2 harkat. atau ø¾ôlòÈô»BøI (dengan “¾” setengah suara) .ôTø÷fòZò¯ . dibaca dengan tidak ada perubahan. atau dibaca sepenuhnya tetapi huruf yang terakhir dibaca setengah suara.òÆôÌóZø¼ô°óÀ»ôA 3. Kalimat yang akhirnya berbaris dan huruf yang kedua dari yang akhirnya itu huruf mad atau liin.õÕBònøà . Contohnya : ùøjóÈôqòA .ôÁóÈò»BòÀô§òA b. Contohnya : ÔõfóÇ . Men-Sukun-kan satu huruf a. Contohnya : ø¾ôlòÈô»BøI .øióh@ûÄ»òA .øÁôÎø¸òZ»ôA . Waqaf terbagi 3 : 1.BõUAòÌô¯òA . 4 harkat. Kalimat yang akhirnya berupa membunyikannya menjadi “Ç” yang sukun.Bõ¿òÝòm .ójøQúfóÀô»òA . Contohnya : ôKò«ôiBò¯ .öføYòË .

suaranya ditekan dan ditahan 1 harkat serta diikuti qalqalah.Ó}´ûN»AòË ÷) suaranya ditahan 1 harkat.Tambahan : 1. 2.ø÷oòÀ»ôA òÅø¿ ûKóZ»ôA .ûWòZ»ôA . Berwaqaf pada huruf yang bertasydid ( Contohnya : ø÷Óò¬»ôA òÅø¿ . Contohnya : }- ) diiringi “Ô” yang tidak berbaris.úKòMòË 3.ø÷µòZ»ôBøI .Ó}rô¬òÍ .û½òñò¯ . Ó}Zûz»AòË . Berwaqaf pada huruf yang berbaris lurus ( dibaca panjang 2 harkat. Contohnya : . Berwaqaf pada huruf qalqalah yang bertasydid.

Ó¼u = Ó}»ôËòA ó½ôuòÌ»ôA : dibaca terus lebih utama. maka boleh waqaf tanpa diulangi lagi yang membolehkan waqaf.. kecuali jika dibawahnya  terdapat tanda awal ayat yang membolehkan waqaf secara mutlak.. p / ÒN¸m : berhenti sejenak dengan tidak bernafas. Contohnya : 7.  = ôÂøkòÜ ô±ò³òË : harus berhenti. Contohnya : Ü ò½ôJò³ ôÅø¿ BòÄô³økói ôÔøhú»AAòh}ÇAôÌó»Bò³ Bõ³ôkø÷i ùÑòjÀòQ ôÅø¿ AôÌó³ øk ói BòÀú¼ó· ò òÆôÌó´ø°ôÄóÍ ôÁóÇBòÄô³òkòiBúÀø¿òË 3. Contohnya :  2. Contohnya : 5. Contohnya : . boleh terus. Ü = øÉôÎø¯ ø±ô³òÌ»ôA óÂòfò§ AõjôÎøRò· É@øI û½øzóÍ õÝòRò¿Aòh}ÈøI : tidak boleh berhenti. Contohnya : ÔõfóÇ øÉôÎø¯ òKôÍòiòÜ óLBòNø¸»ôA ò™ø»}g . Ó¼³ = Ó}»ôËòA ó±ô³òÌ»ôA : berhenti lebih utama.BõÄôÎò§ òÑòjôrò§ BòNòÄôQAóÉôÄø¿ ôPòjòVò°ôÃBò¯ òÆôÌóJønô¸òÍAôÌóÃBò·Bò¿ ôÁøÈøIôÌó¼ó³ Ó}¼ò§ òÆAòi ô½òI úÝò· ÒN¸m 6.BAB XVII TANDA-TANDA WAQAF 1. : boleh berhenti di salah satu tanda tersebut. X = ôløÖBòU ô±ò³òË : boleh berhenti. Contohnya : òÆôÌóÄø³ôÌóÍ ôÁóÇ øÑòjøa}ÜôBøIòË ò™ø¼ôJò³ ôÅø¿ Ó}´ôJòÍòË ùÆBò¯BòÈôÎò¼ò§ ôÅò¿ û½ó· Ó¼u Ó¼³ X 4.

x = òÆôËójòvôÄóÍ ôÁóÇòÜòË óLAòhò¨»ôA óÁóÈôÄò§ ó±ú°òbóÍ òÝò¯ øÑòjøaòÜôBøI BòÎôÃûf»AòÑBòÎòZ»ôAóËòjòNôqA òÅôÍøhú»A ò™ø×}»ËóA ôwúaòjó¿ ô±ò³òË : boleh berhenti karena waqaf berikutnya terlalu jauh. = ½ôÍøjôJøU õÕBò¿øÕBòÀún»A òÅø¿ ò¾òlôÃòAòË õÕBòÄøIòÕBòÀún»AòË x ô±ò³òË : sangat baik sekali jika berhenti. 12. terus lebih utama. terus lebih utama. ±³ = 13. Contohnya : ôµò¼ôñó¿ ô±ò³òË : lebih baik berhenti. Ô}ÌòNômAúÁóQ Bõ¨ôÎøÀòU ø~ôiòÜôAÓø¯Bò¿ ôÁó¸ò» òµò¼òa ôÔøh»A òÌóÇ ú ¶ 10. Contohnya : # Adapula tanda waqaf : 14. Contohnya : “Ó¼³” diganti dengan : 11. ò™ø»}hò· : sama seperti waqaf sebelumnya.# Ada diantara Mushaf Al-Qur’an yang tanda-tanda waqaf-nya diganti : “Ó¼u” diganti dengan : 8. Õ @ ª = ôªÌó·ói : tanda pembagian berhenti setiap hari bagi yang ingin menghafal Al-Qur’an dalam jangka dua tahun . ¢ = Contohnya : ô±ø³ ô±ò³òË : lebih baik berhenti. Contohnya : k Contohnya : 9. k = ôkúÌòVó¿ ô±ò³òË : boleh berhenti. ¶ = ±ô³òÌ»ôAøÉôÎò¼ò§ ½ôγ : boleh berhenti. tetapi dibaca terus lebih utama. š = 15.

tetapi masih berkaitan makna dan lafazh-nya dengan kalimat berikutnya. Contohnya : öjôÎø´ò¯ ò"A úÆøA . batuk. bersin.òOôÀò¨ôÃòA . tidak berkaitan lafazh-nya. Yaitu berhenti pada perkataan yang sempurna susunan kalimatnya. (ô\òÎøJò³ ô±ò³òË) Yaitu berhenti pada perkataan yang tidak sempurna susunan kalimatnya. Catatan : Bias mengetahui betul waqaf-waqaf tersebut apabila mengerti tata susunan kalimat atau tata bahasa dan maknanya (faham bahasa arab). Waqaf kafi / cukup (Ó°ò· ô±ò³òË) . tetapi tidak baik bila “òÅôÎøÀò»Bò¨»ôA 4. Contohnya : “øÉ÷¼ø»ófôÀòZô»òA” baik. baik lafazh maupun maknanya.òÌóÇô½ó³ . Waqaf Qabiyah / jelek ø÷Lòi” dibaca sendiri. Waqaf Hasan / baik (ôÅònòY ô±ò³òË) Yaitu berhenti pada perkataan yang sempurna susunan kalimatnya. karena berkaitan dengan lafazh dan makna kalimat berikutnya. wajib mengulang dari lafazh tersebut atau dari lafazh yang sebelumnya. tetapi masih berkaitan maknanya dengan kalimat berikutnya. dan sebagainya. kecuali terpaksa karena sesak nafas.. Waqaf Tam / sempurna (ôÂBòM ô±ò³òË) Yaitu berhenti pada perkataan yang sempurna susunan kalimatnya. Pada umumnya terdapat diakhir ayat ketika habis kisah. Contohnya : ò ÅôÍø÷f»AøÂôÌòÍ ø™ø»Bò¿ òÆôÌóZø¼ô°óÀ»ôA óÁóÇ ò™×}»ËóA òË Terkadang sebelum habis ayat seperti : (34 ½ÀÄ»A) òÆôÌó¼ò¨ô°òÍ ò™ø»}hò·òË ±³Ë õÒú»øgòA BòÈø¼ôÇòA òÑúlø§òA AôÌó¼ò¨òUòË ±³Ë Terkadang di pertengahan ayat seperti : (29 ÆB³j°»A) õÜôËóhòa øÆBònôà øôÝø» óÆBò¤ôÎúr»A òÆBò·òË ÓøÃòÕBòUôgøA òfô¨òI øjô· ø÷h»A øÅò§ ÓøÄú¼òyòA ôfò´ò» 2.BAB XVIII WAQAF IKHTIAR / DISENGAJA 1. ..Bõyòjò¿ó"AóÁóÇòeAòlò¯. Waqaf seperti ini dilarang.øÁ@@@ônøI Maka untuk meneruskan bacaan. Contohnya : òÆôÌóIøhô¸òÍAôÌóÃBò·BòÀøI 3. tidak berkaitan dengan kalimat berikutnya.

Bõ°ô¨óy Bõ°ô¨òy . ù±ô¨óy ùø±ô¨òy .Tambahan : Pada surah Ar-Ruum ayat 54 : ôÅø¿ ò½ò¨òU úÁóQ õÑúÌó³ ù±ô¨òy øfô¨òI ôÅø¿ ò½ò¨òU úÁóQ ù±ô¨øy ôÅø¿ ôÁó¸ò´ò¼òa ôÔøhú»A ó"òA .õÒòJôJòqòË Bõ°ô¨øy ùÑúÌó³ øfô¨òI Yaitu : huruf “ò~” (baris fathah) boleh dibaca “ó~” (dengan dhammah)...

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful