METODE PENELITIAN SOSIAL

Oleh: DR. Soenarmo J. M.Ed Mas Bambang Purnomo Sigit, SH, MM

Metode Penelitian Sosial

1

A. Mata kuliah ini bertujuan untuk mengkaji
1. Pembahasan dalam perkulihaan diarahkan untuk meningkatkan kemampuan mengidentifikasi faktor-faktor, dalam penetapan kebijakan sosial yang mengandung resiko cukup tinggi. 2. Memahami beberapa alternatif, pendekatan dan model penetapan kebijakan sosial yang dianut suatu institusi/lembaga pemerintah maupun swasta serta lembaga swadaya masyarakat sehingga para praktisi mampu melakukan studi komparatif terhadap kebijakannya 3. metode penelitian yang akan dibahas adalah metode kuantitatif dengan polam pikir “logiko, hipotetiko, verifikatif” dengan masalah yang jelas, ada hipotesis, diuji dengan statistik. 4. Untuk mampu memahami kuliah ini dengan jelas maka perlu pemahaman tentang : berbagai jenis metode penelitian, rumusan masalah, paradigma penelitian, teori, rumusan hipotesis, populasi, sampel, instrumen, pengujian validitas dan reliabilitas, metode pengumpulan data, teknik analisis dan pembuatan pelaporan. B. Tujuan Instruksional Umum : Setelah mempelajari materi ini, mahasiswa dapat memahami dan menjelaskan kembali tentang beberapa teori/konsep dan pengertian tentang metode Penelitian Sosial C. Tujuan Instruksional Khusus: 1. Mahasiswa dapat memahami teori-teori/konsep dasar Metodr logi penelitian, sehingga mampu untuk menyusun suatu penetapan kebijakan, menerapkam, menganalisa dan mengevaluasi kebijakan bisnis tersebut dalam penyelenggaraan bisnias.

RENCANA MATERI PERKULIHAAN METODE PENELITIAN SOSIAL

Metode Penelitian Sosial

2

No 1

Mata kuliah : Metode penelitianm Sosial Kredit : 3 SKS Kode MK : Semester : III Dosen : DR. J. Soenarmo. Waktu Tatap Muka : 150 menit TATAP POKOK BAHASAN MATERI METODE BAHAN/ MUKA KE ALAT I dan II Konsep Dasar ♦ Pengertian ♦ Ceramah ♦ Alat penelitian Sosial Tulis ♦ Jenis ♦ Diskusi ♦ OHP ♦ Proses IIIdan IV Masalah, variabel ,Paradigma penelitian, teori dan hipotesis ♦ ♦ ♦ ♦ ♦ ♦ ♦ ♦ ♦ ♦ Masalah dan Variabel Paradigma Landasan teori Pengajuan Hipotesis Penelitian eksperimen Populasi dan sampel Macam2 skala Instrumen Validitas dan reliabilitas Teknik Analisis data dan pengujian hipotesis ♦ Ceramah ♦ Diskusi ♦ Ceramah ♦ Diskusi ♦ Ceramah Diskusi ♦ ♦ ♦ ♦ Ceramah Diskusi Ceramah Diskusi ♦ Alat Tulis ♦ OHP ♦ Atk ♦ OHP ♦ Alat Tulis OHP ♦ Alat ♦ OHP ♦ Alat Tulis ♦ OHP ♦ Alat Tulis ♦ OHP

2

3 4

Eksperimen, Populasi dan sampel VII dan VIII Skala pengukuran, Pengumpulan data IX , X dan XI Teknik Analisis data dan pengujian hipotesis

V Dan VI

5 6

6

XII dan XIII Penyusunan judul ,rancangan dan pelaporan XIV dan Seminar XV XIV UAS

 Penyusunan judul  rancangan  pelaporan ♦ Paper Mahasiswa

♦ Diskusi

10

DAFTAR PUSTAKA

Metode Penelitian Sosial

3

1. Ann Majchrzak, Methode for Policy Research, sage Publication,

Bevedy Hills, London, 1984.

2. Champion dean, J, Basic Statistic for Sostal Research, Macmillan Publising Co, Inc. 1981. 3. IKIP Yogyakarta, Pedoman Penelitian, Edisi 1980. 4. Kidder Louise, Research Methods instrumen Social Relation, Holt, Rinehart and Winston, 1981. 5. Krathwohl David B, Social and Behavioral Science Research, JosseyBass Publ. London, 1985. 6. Rossi, Wright, Ande4son, Handbook of Survey Research, Quantitative Studies instrumen Social RelatioAs, Academic Press, Inc., 1973. 7. Sugiyono, Metode penelitian Bisnis, Penerbit Alfabet, Bandung, 2002 8. Suriasumantri, Jujun, S, Filsafat limu, Sebuah Pengantar Poputer, Sinar Harapan, 1985. 9. Sutrisno Hadi, Metodologi Research, Jilid 1, 2, UGM, 1986. 10. Strauss, Anselm L, Qualitative Analysis for Social Scientist, Cambridge University Press, 1987. 11. Yin Robert, K, Case Study Research, Design and Methods, Sage Publication Beverly-Hills, 1984. 12. Young Pauline, Scientific Social Survey and Research, Prentice Hall of India Private limited, 1982.

Metode Penelitian Sosial

4

METODE PENELITIAN SOSIAL. A. PENGERTIAN Metode Penelitian adalah (1) cara ilmiah untuk mendapatkan (2) data dengan (3) tujuan dengan (4) kegunaan) tertentu
1. Cara Ilmiah, berarti kegiatan penelitian ini didasarkan pada ciri ciri keilmuan.

Yaitu (a) rasional (b) empiris (c) sistematis. a. Rasional masuk akal secara nalar oleh manusia. b. Empiris, cara2 yang dilakukan dapat diamati oleh manusia, sehingga orang lainpun bisa melakukan pula. c. Sistematis, prosesnya tertentu, langkahnya logis.
2. Data, data hasil penelitian adalah data empiris (teramati), mempunyai kriteria

valid. Valid, adalah penunjukan derajat ketepatan antara data yang sesungguhnya yang terjadi pada obyek penelitian. Untuk mendapatkan data yang valid maka perlu adanya pengujian (a) reliabilitas dan (b) obyektivitas. a. reliabilitas, adalah konsistensi atau keajegan data dalam waktu interval tertentu. b. Obyektivitas, kesepakatan antar banyak orang terhadap suatu obyek yang sama.

Metode Penelitian Sosial

5

dibuktikan.3. Kegunaan tertentu. b. Data yang diperoileh memang betul2 sebelumnya belum ada atau belum pernah diketahui. b. berarti mengupayakan agar masalah tidak terjadi Kesimpulan. Mengantisipasi. data dan informasi tersebut digunakan untuk (a) memahami. memecahkan dan mengantisdipasi dalam bidang sosial. a. Penemuan. Pengembangan. memahami. Pembuktian. (b) memecahkan dan (c) mengantisipasi masalah. data yang diperoleh dipergunakan untuk pembuktian terhadap informasi atau pengetahuan yang ada. a. berarti meminimalkan atau menghilangkan masalah. Metode penelitian sosial dapat diartikan sebagai cara ilmiah untuk mendapatkan data yang validdengan tujuan dapat ditemukan. data untuk melengkapi atau memperdalam pengetahuan yang telah ada. c. dan dikembangkan suatu pengetahuan sehingga pada gilirannya dapat digunakan untuk memahami. c. Metode Penelitian Sosial 6 . 4. Memecahkan. Tujuan suatu penelitian yaitu yang berifat (a) penemuan (b) pembuktian (c) pengembangan. memahami atau memperjelas suatu masalah atau informasi yang tidak diketahui dan selanjutnya menjadi tahu.

B. Penelitian profesional. Eksperimen c. analias sesuai keperluan. Jenis2 penelitian antara lain dapat dikelompokkan (kelompok ke I) sbb (a) penelitian akademik (b) Penelitian profesional /pengembangan ilmu (c) penelitian institusional atau kebijakan atau pengambilan keputusan. Action Research Metode Penelitian Sosial 7 . (Dosen. Komparatif b. Untuk mendapatkan informasi yang dapat digunakan pengembangan lembaga. Policy research f. Asosiatif c. a. tesis dan disertasi. Penelitian kebijakan. Survey a. Naturalistik e. Jenis2 penelitian antara lain dapat dikelompokkan (kelompok ke II) sbb : Tujuan Metode Tingkat Eksplanasi Analisis dan Jenis Data a. Kuantitatif b. Gabungan. tujuannya mendapatkan pengetahuan baru. Deskriptif a. C. Penelitian akademik. Murni a. b. peneliti dll) variabel lengkap. suatu penelitian edukatif dengan basic cara betul. JENIS JENIS PENELITIAN 1. Ex Post Facto b. variabel dan sistem analisa terbatas pula misal : skripsi. reliable c. variabel lengkap. d. Terapan b. Kualitatif c. dengan penekanan validitas eksternal. analisis sesuai dengan keperluan. valid.

1. Macam 2 Data Penelitian. Sejarah D. bagikan kertas. Data ratio mutlak 0 sampai tak terhingga.2. Dsikusikan Metode Penelitian Sosial 8 . Kualitatif Macam2 data 2. Ratio 1. Interval 2. Ruang Lingkup penelitian Sosial. 1. Ordinal 2. data ordinal jarak tidak sama b. Data diperoleh dari instrumen yang menggunakan skala nominal. E.data interval walaupun mulai negatif tetap punya nilai.g.2. Evaluasi h.3. . ordinal interval dan ratio. Kuantitatif 2.2 kontinum 2. 2. Data kuantitatif data yang benbentuk angka’ 3. Data kualitatif adalah data yang dinyatakan dalam bentuk kata atau kalimat. Data kontinum adalah data yang bervariasi menurut tingkatan terdiri a.1 Diskrit 2. c.2. Data diskrit adalah yang dapat digolongkan secara terpisah misal jumlah mahasiswa 50 orang terdiri atas 30 orang laki2 dan 20 orang perempuan. b. Tuliskan ruang lingkup penelitian apa saja c.2. a. 4.

c. e. Analisis fdata harus tepat. Prosedur penelitian harus duijabarkan secara rinci. Masalah dan tujuan penelitian harus dirumuskan dengan baik. Penelitian Sosial yang baik (menurut Emori 1985) a. f. Kelompokkan. Hasil penelitian harus dapat dipercaya Metode Penelitian Sosial 9 .) Peneliti harus membuat laporan lengkap. d. Setiap kesimpulan harus didukung data. Prosedur dalam rancangan penelitian (pproposal harus jelas dan teliti. F. b. g.d.

II. Masalah • Masalah yaitu penyimpangan antara yang seharusnya dengan apa yang benar2 terjadi. A. variabel dan paradigma penelitian. Masalah. Masalah dan cara pemecahannya Suatu penelitian dilakukan guna mendapatkan suatu data dalam rangka memecahkan masalah. Hubungan antara ketepatan memilih masalah dan cara pemecahannya. Metode Penelitian Sosial 10 . 1.jadi semua penelitian selalu berangkat dari masalah? Untuk itu ketepatan pemilihan masalah yang betul2 masalah berarti sudah menyelesaikan 50 % kegiatan penelitian.(Stonner 1982 :257) • Masalah yaitu suatu keadaan atau kondisi yang tidak menyenangkan bagi seseorang. tetapi belum tentu bagi orang lain.

waktu. b. Masalah harus feasible (daana. Cara pemecahan benar d. Terdapat penyimpangan antara apa yang telah direncanakan dengan kenyataan. Metode Penelitian Sosial 11 . Cara pemecahan salah 2. Ketepatan masalah Masalah benar. d. Sumber masalah. 1. Ada pwengaduan d. Masalah harus bersifat etis. Cara pemecahan salah c. teknologi dll) b. Ada kompetisi Rumusan masalah yang baik. (persepsi sama) c. terdapat penyimpangan antara pengalaman dengan kenyataan. Masalah harus jelas. a. 3. Cara pemecahan benar b. Masalah harus significant( memberi kontribusi terhadap ilmu dan manusia) d. b. c.a. Masalah Benar Masalah salah Masalah salah Ketepatan cara pemecahan a. antara lain mencakup: a. c.

c.. dll. suatu pertanyaan terhadap variabel mandiri baiuk satu atau lebih (Contoh : (1) seberapa tinggi produktivitas belajar mahasiswa STPP. (3) Bagaimkana sikap …. Hubungan interaktif/resiprocal/timbal balik. Hubungan kasual. yaitu hubungan antara dua variabel atau lebih a. a. yaitu penelitian yang membandingkan satu variabel dengan variabel lainnya ( misal : (1) Seberapa perbedaan produksivitas kerja mahasiswa STPP Cinagara dengan STPP Rumpin) dll. hubungan dua variabel yang munculnya sama misal apakah ada hubungan antara radio diperdesaan dengan perkembangan jumlah ayam dan kambing. (4) Seberapa tringgi efektivitas.) b. Variabel penelitian. atau alternatif secara implisit mengandung pertanyaan. Dinyatakan dalam kalimat tanya. Hubungan simetris. …… (5) seberapa tinggi motivasi belajar …. Metode Penelitian Sosial 12 . Permasalahan komparatif. (2) seberapas baik interaksi Mahasiswa STPP dengan lingkungannya. Permasalahan asosiatif. Permasalahan deskriptif.e. yaitu hubungan sebab akibat ydisini ada variabel dependent dan independent (misal Seberapa besar pengarus sistem hnorarium terhadap prestasi kerja) 3). Bentuk bentuk masalah penelitian. 4. hubungan saling mempengaruhi tetapi tidak tahu mana yang dependent dan independent ( Misal hubungan antara motivasi dan prestasi belajar mahasiswa STPP) B.l sbb: 1). 2).

Paradigma penelitian. Suatu penelitian yang ilmiah. Variabel intervening (tidak bisa diamati) e. perlu dilandasi suatu asumsi bahwa suatu gejala itu dapat diklasifikasikan. 1981)  Variabel penelitian adalah atribut keilmuan atau kegiatan tertentu yang mempunyai variasi antara satu dengan yang lainnya (Stoner. Variabel kontrol  C. Variabel dependent (terikat) c. Pola hubungan inilah yang selanjutnya disebut dengan paradigma penelitian. dan hubunhgan gejala sebab akibat. persepsi. motivasi.Variabel penelitian adalah sesuatu hal yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga memperoleh informasi tentang hal tersebut  Variabel penelitian adalah atribut seseorang atau obyek yang mempunyai variasi antara satu dengan yang lainnya (Hatch dan Farhadi. Metode Penelitian Sosial 13 . Variabel moderator (mempengaruhi variabel bebas dan terikat) d. 1982)  Variabel adalah konstruk atau sifat yang akan dipelajari (Kerlinger 1971)  Dinamakan variabel karena ada variasinya ( berat badan. dl Macam2 variabel antara laian: a. sehingga seorang peneliti dapat fokus atas penelitian yang dilakukan. Variabel independent (Bebas) b.

a. (3) jenis dan jumlah hipotesis. b. Teknik analisis data. Hipotesis yang dirumuskan 4). Beberapa Paradigma atau model penelitian kuantitatif. Paradigma sederhana berurutan.Sehingga Paradigma Penelitian adalah pola pikir yang menunjukkan hubungan antara variabel yang diteliti. yang sekaligus mencerminkan jenis dan (1) jumlah rumusan masalah yang perlu dijawab dalam penelitian (2) teori yang digunakan untuk merumuskan hipotesis. Paradigma sederhana. X1 X2 X3 Y X1 = Kualitas bahan baku X2 = Kualitas pengerjaan Metode Penelitian Sosial 14 . 1. menunjukkan hubungan antara satu variabel independent dengan satu variabel dependent secara berurutan. Jumlah rumusan masalah (deskriptrif dan asosiatif) 2). (4) dan teknis analiasis statistik yang digunakan. paradigma ini menggunakan satu variabel dependent dan satu variabel independent. X= variabel independent Y= Variabel dependent 1). Teori yang digunakan 3).

Paradigma ganda dengan dua variabel dependent dan independent Y1 X1 X2 Y2 Keterangan: X1 = Partisipasi masyarakat X2 = MBS Y1 = Partisipasi murid Y2 = kepuasan Guru Metode Penelitian Sosial 15 .X3 = Kualitas barang yang dihasilkan Y = Kepuasan pembeli. c. Paradigma ganda dengan tiga variabel independent e. Paradigma ganda dengan dua variabel dependent f. Paradigma ganda dengan dua variabel independent ( 3 rumusan deskriptif dan 4 rumusan assosiatif) dengan analisa tiga korelasi ganda dan satu korelasi ganda. X1. = Variabel independent X2 = Variabel independent Y= variabel Dependent Adanya hubungan Y X2 searah Adanya hubungan timbal balik X1 d.

Paradigma jalur X1 X3 Y X2 II. dan Pengajuan Hipotesis. konsep konsep dan generalisasi suatu hasil penelitian yang dapat digunakan sebagai landasan teoritis untuk suatu penelitian. Landasan Teori. Deskripsi teori.g. Metode Penelitian Sosial 16 . A. Setelah langkah pertama yaitu perumusan masalah maka langkah berikutnya adalah mencari teori-teori.

kerangka berpikir   Kerangka berpikir adalah suatu model konseptual tentang bagaimana teori berhubungan dengan faktor yang telah diindetifikasikan sebagai masalah yang penting. dan mempunyai tiga unsur yaitu (1) menjelaskan (2) meramalkan (3) pengendalian. melalui pendifinisian. Metode Penelitian Sosial 17 . o Fungsi pengendalian atau kontrol digunakan untuk mencandra atau membahas hasil penelitian selanjutnya digunakan untuk memberikan saran dalam upaya pemecahan masalah. o Fungsi meramalkan atau prediksi atau pemamdu untuk menemukan fakta untuk menyusun hipotesis dan instrumen penelitian. dan uraian yang lengkap dan mendalam dari berbagai referensi. definisi. Serta menjelaskan secara teoritis pertautan antar variabel yang akan diteliti. proposisi yang disusun secara sistematis. Teori adalah alur logika atau penalaran yang merupakan seperanmgkat konsep. o Fungsi Menjelaskan dab mempertajam ruang lingkup variabel yang diteliti. Adapun langkah deskripsi teori adalah sbb: o Tetapkan variabel o Cari sumber sumber bacaan o Lihat daftar isi setiap buku o Cvari definisi setiap variabel o Baca seluruh isi topik o Deskripsikan teori menjadi definisi konseptual B. Deskripsi teori yaitu suatu uraian secara sistematis tentang teori (bukan sekedar pendapat para pakar) dan hasil penelitian yang relevan dan terkait dengan variabel yang diteliti.

tetapi tidak semua penelitian perlu hipotesis.Kemudian disyntesaikan tentang hubungan variabel yang telah dideskripsikan dan selanjutnya digunakan untuk merumuskan hipotesis. Hipotesis adalah langkah lanjutan dalam penelitian.    Hipotesis Penelitian adalah jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian. jadi hipotesis bukan jawaban empirik dan perlu untuk dibuktikan. Adapun urutan untuk membuat kerangka berpikir yang baik adalah sbb: o o o o o o Menetapkan variabel Membaca buku dan hasil penelitian Deskripsi teori dan hasil penelitian Analisis kritis terhadap teori dan hasil penelitian Analisis komparatif terhadap teori dan hasil penelitian. Sysntesa dan kesimpulan C. Hipotesis kerja yaitu hipotesis yang disusun berdasar teori yang ada berupas jawaban sementara yang akan diuji dan dinyatakan dalam kalimat positif Metode Penelitian Sosial 18 . sebagi contoh penelitian eksploratif atau deskriptif kadang2 tidak perlu hipotesis. Hipotesis Statistik digunakan apabila penelitian menggunakan sampel dari suatu pipilasi. yang disusn dalam kalimat pertanyaan. berdasarkan teori yang relevan bukan kenyataan empiris dilapangan. Hipotesis.

Hipotesis komparatif merupakan jawaban sementara terhadap masalah komparatif biasanya varaibel berbeda sampel sama atau sampael berbeda dan variabel sama dan dirumuskan sbb:   Rumusan Masalah komparatif apakah ada perbedaan semangat belajar mahasiswa STPP Cinagara dan mahasiswa STPP Rumpin? Hipotesis Komparatif. Metode Penelitian Sosial 19 . Semangat belajar mahasiswa STPP Cinagara paling sedikit 75 % sdari kriteria ideal yang telah ditetapkan. Ho : ρ = 75% ρ = Hipotesis yang berbentuk prosentase Ha : : ρ ≠ 75% b. merupakan jawaban sementara terhadap masalah deskriptif. Hipotesisi Nol adalah lawan dari hipotesis kerja karena ada keraguan dalam kebenaran teori yang ada dinyatakan dalam kalimat negatif Bentuk bentuk hipotesis dalam penelitian sangat terkait dengan rumusan masalah penelitian antara lain sebagai berikut: a. Sebagai contoh sbb:    Rumusan Masalah Deskriptif Seberapa tinggi semangat belajar mahasiswa STPP Cinagara? Hipotesis Deskriptif. Hiopotesis statistik (hanya ada bila berdasarkan data sampel) yang dirumuskan sbb: a. Ada perbedaan Semangat belajar mahasiswa STPP Cinagara dengan STPP Rumpin . Hipotesis deskriptif.

Ho : ρ = 0 Ha : : ρ ≠ 0 = 0. Hiopotesis statistik (hanya ada bila berdasarkan data sampel) yang dirumuskan sbb: a. dan merupakan dugaan tentang hubungan antara dua variabel atau lebih. Merupakan dugaan terhadap keadaan variabel mandiri. Dinyataklan dalam kalimat yang jelas. sehingga tidak menimbulkan berbagai penafsiran. Ada perbedaan nyata antara Semangat belajar mahasiswa STPP Cinagara dengan berat badan . Hiopotesis statistik (hanya ada bila berdasarkan data sampel) yang dirumuskan sbb: a. Metode Penelitian Sosial 20 . Ho : µ Ha : : µ 1 = µ 2 1 ≠ µ 2 µ = rata2 (populasi) semangat belajar Mahasiswa c. berarti tidak ada hubungan ≠ 0. Hipotesis asosiatif adalah jawaban sementara terhadap rumusan asosiatif dan dirumuskan sbb:    Rumusan Masalah asosiatif apakah ada perbedaan antara semangat belajar mahasiswa STPP Cinagara dengan berat badan mahasiswa? Hipotesis Komparatif. berarti ada hubungan ρ = nilai korelasi daklam formulasi yang di Hipotesiskan Karakteristik hipotesis yang baik: a. b. perbandingan keadaan variabel pada berbagai sampel.

Identifikasi masalah b. 6. Tetapkan Hipotesis KERANGKA UMUM PENELITIAN. T & K Jelaskan Ramal Baca Telaah 1. 5. Dapat diuji dengan data yang dikumpulkan dengan metode2 ilmiah. Pembatasan masalah c. Mulai pergi ke Perpustakaan cari teori yang relevan Siapkan kerangka berpikir.c. Tugas Perorangan dan materi Diskusi: 1. 7. Tetapkan apa masalahnya secara benar (dua saja) a. Perumusan Masalah d. Model Masalah (Konstelasi masalah) 3. MA Metode Penelitian Sosial 21 . 4. 2. Tetapkan variabelnya Paradigma penelitian apa yang akan Saudara gunakan. Perbaiki judul rencana penelitian saudara.

Laporan Simpulkan Tulis 9.2. Alat 3. Rancangan Gambaran Umumkan Uji Tambahan 10. Hasil Tafsirkan Tentukan 6. Data Metode Penelitian Sosial 22 . HI Baca Telaah Identifikasi Klasifikasi 5. Sampel Perubahan Pengumpulan Susun Analisis 7. Ubahan Susun 4. Penemuan 8.

METODE PENELITIAN EKSPERIMENT Setelah saudara mengetahui apa penelitian kuantitatif dan kualitatif maka sakah satu bagian terpenting dari metode kuantitatif adalah metode eksperimen. secara singkat dapat digambarkan sebagai berikut: One Shoot case Study Pre Eksperimental One Group Pre –Post Test Intec Group Comparison True Eksperimental Macam2 Design Eksperiment Post test only control design Pree Test Control Group Design Faktorial Eksperimental Time series Design Quasi Eksperimental Nonequivalent Control Group Design Metode Penelitian Sosial 23 . yang mempunyai ciri khas tersendiri yaitu adanya kontrol.

Pre Experimental Design. Paradigma penelitian ini dapat dibaca sebagai berikut : terdapat suatu kelompok diberi treatment/perlakuan dan selanjutnya diobservasi hasilnya yang dapat digambarkan sbb: X= treatment yang diberikan O= Observasi Independent (Bebas) Dependent (terikat) Misal : Pengaruh Pendidikan Propgram D4 STPP (X) terhadap prestasi kerjanya (Y) ( Ada sekelompok pegawai yang dididik Strata D4. sehingga hasil eksperiment bukan saja dipengaruhi variabel bebas (Independent) saja . (eksperiment sungguh2) Eksperiment sungguh2 karena  masih terdapat variabel luar yang mempengaruhi terhadap terbentuknya variabel dependent.  sampel tidak dipilih secara random  Variabel luar tidak dikontrol a.  disamping itu tidak ada variabel kontrol.1. One Shot case Study. kemudian setelah selesai dan bekerja beberapa bulan kemudian diukur prestasi kerjanya. Metode Penelitian Sosial 24 .

sehingga hasil lebih akurat karena kita tahu berapa prestasi kerja sebelum mengikuti pendidikan D4. One Group Pre –Post Test Perbedaan dengan Pola a adalah dalam design ini ada pree test. yang diberi treatment X= treatment ½ diberi dan ½ tidak O2 = Observasi yang tidak diberi Independent (Bebas) treatment Dependent (terikat) Metode Penelitian Sosial 25 . Dalam penelitian ini caranya dalam satu kelompok misal kelas dibagi 2 group yaitu group 1 diberikan perlakuan dan group 2 sebagai kontrol atau tidak diberi perlakuan O1 = Observasi. O1 = Observasise X= treatment yang diberikan O2 = Observasi setelah pendidika n belum pendidikan Pree test Independent (Bebas) Dependent (terikat) c. Intac group Comparison.b.

Pree Test Control Group Design Metode Penelitian Sosial 26 .2. Dengan ciri2 sbb:  Semua sampel dipilih secara random atau acak dari populasi tertentu. Dalam suatu populasi dipilih secara random yang dibagi dalam dua kelompok.  Semua variabel luar dikontrol a. kalau ada perbedaan significant maka perlakuan yang diberikan berpengaruh secara significant: X =Treatment O2 R1 O1 R2 O3 Hasil seharusnya beda b. True experimental Design (Eksperimen yang betul2) Dalam penelitian ini semua variabel luar yang mempengaruhi dikontrol sehingga validitas internal dapat dijaga tinggi. Post Test Control Design. kelompok satu diberi perlakuan dfan kelompok kedua sebagai kontrol. kemuadian hasilnya dilihat dan dianalisa dengan t test kemudian dibandingkan .

02. X =Treatment O2 R1 O1 R2 Hasil harus sama O3 3. Faktorial Design Merupakan modifikasi dari true eksperimental karena adanya variabel moderator yang mempengaruhi perlakuan variabel bebas terhadap hasil variabel terikat Caranya sebagai beriikut :  4 Kelompok penelitian dipilih dari populasi secara random (01. kalau ada berarti eksperiment salah. 03. 04)  variabel moderator kemudian ditetapkan misalnya jenis kelamin. dan 03.Dalam suatu populasi dipilih secara random yang dibagi dalam dua kelompok. Hasilnya harus tidak ada beda nyata. demikian pula untuk 02. kelompok satu diberi perlakuan dan kelompok kedua juga diberi perlakuan sama. kemudian hasilnya dilihat dan dianalisa dengan t test kemudian dibandingkan . diberi treatmen yang sama. dan 04 diberi treatmen yang sama pula  Hasilnya kemudian dianalisa dan dibandingkan Metode Penelitian Sosial 27 .(Y1 dan Y2)  Sehingga didapat 2 kelompok laki2 dan dua kelompok perempuan  Kemudian kelompok 01.

Populasi Metode Penelitian Sosial 28 .O2 ) b.O3 ) – (O8 .O1 ) – (O6 .O4 ) c.Keterangan “ RO1 Y1O5 RO2 Y1O6 RO3 Y2O7 Y1 = Laki2 Y2 = perempuan R = Random O = Observasi T Treatment RO4 Y2O8 Misal : pengaruh metode pembelajaran di STPP terhadap prestasi mahasiswa dibedakan berdasarkan jenis kelamis: Hasil analisa: a. Metode lainnya apabila tertarik bisa saya ajarkan khusus POPULASI DAN SAMPEL A. pengaruh metode pembelajaran di STPP terhadap prestasi mahasiswa perempuan hasilnya sbb (O7 . bila hasil berbeda antara a dan b maka pengaruh perbedaan ini bukan metode pembelajarannya tetapi variabel moderatornya (laki2 dan perempuan) mempunyai kemampuan pwenyerapan yang berbeda. pengaruh metode pembelajaran di STPP terhadap prestasi mahasiswa laki2 hasilnya sbb (O5 .

2. bila salah akan menimbulkan interpretasi yang berbeda yterhadap suatu masalah yang sama. C. 4. 3. Adalah teknik pengambilan sample yang digunakan dalam suatu penelitian yang dapat Teknik Sampling digambarkan sebagai berikut: Metode Penelitian Sosial 29 .Populasi adalah wilayah generilisasi yang terdiri atas obyek atau subyek yang mempunyai kualitas dan karasteristuik tertentuyang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Sampel Sampel adalah bagian dari jumlah dan karasteristuik yang dimiliki oleh populasi tersebut. keterbatasan dana keterbatasan waktu keterbatasan tenaga pengambilan sampel harus representatif (mewakili) dan benar dari suatu populasi. peneliti tidak mungkin meneliti semua yang ada dalam populasi. B. teknik Sampling. Mengapa peneliti harus menggunakan sampel: 1.

Sampling sistematis ( Misal suatu daearh ada 1000 orang maka orang tsb diberi no lalu diambil secara sistematis 1 10 20 dst) 2. Sampling jenuh ( semua anggota populasi digunakan sebagai sampel 6. Area (cluster) sampling atau sampling menurut daerah(untuk suatu wilayah yang luas misal dari 32 propinsi hanya diambil 10 propinsi dst. Disproprortionate stratified random sampling (Populasi berstata tapi kurang proporsional tetapi sampel dari strata kecilpun harus tetap ada) 4. Singgle random sampling (diambil secara acak tanpa memperhatikan strata) 2. Proprotionate Stratified Random sampling (populasi tidak homogen dan berstrata beda sampel diambil berdasarkan % strata) 3. Purposive sampling (penetapan sampling dengan pertimbangan tertentu misal penetian parfum sampelnya perempuan. Menentukan jumlah sampel Metode Penelitian Sosial 30 . sampling aksidental (penentuan sampel secara aksidental yang ditemuai saat itu dan dipandang cocok) 4. Sampling kuota (sampel dtetapkan sebelumnya dari karasteristik ttt. 5.Probability sampling (memberikan peluang yang sama) Non Probability sampling (tidak memberikan peluang yang sama) 1. 1. Snow boll sampling (jumlah sampel kecil lalu membesar sesuai deret ukur) D. kuota anggota DPR perempuan 30 %) 3.

Jumlah sampel berdasarkan Isaac dan Michael untuk tingkat kesalahan 1.d = 0. 5 dan 10 % adalah sebagai berikut: Lihat tabel atau hitung? S = sampel . Jumlah sampel sam dengan jumlah populasi misal sampel 100 semua dijadikan responden/sampel b.05 N = jumlah populasi P = Q = 0. Metode Penelitian Sosial 31 .a.P.N.5 Λ = dk = 1 taraf kesalahan ? Y1 = λ2 .Q S= D 2 (N-1) + λ2 P Q Menentukan Populasi Menentukan sampel ?? SKALA PENGUKURAN.

d. b. e.= salah (2) a = setuju b tidak setuju dll 3. contoh: (1) a. c. indikator dijabarkan dalam item item pernyataan atau pertanyaan. Sangat baik sekali 5 Baik sekali 4 Baik 3 Tidak baik 2 Tidak baik sekali 1 5 4 3 2 1 2. A. Sangat setuju. Gradasi jawaban dari sangat positif sampai sangat negatif sebagai contoh sbb: a. Skala Guttman digunakan untuk mendapat jawaban yang tegas terhadap suatu masalah jawabannya hanya 2. digunakan untuk mengukur sikap dan bentuknya check list dari sangat positif sampai sangat negatif sebagai contoh Metode Penelitian Sosial 32 . Variabel dijabarkan menjadi indikator. Macam2 skala pengukuran. d. e.Dalam penelitian kuantitatif maka peneliti akan menggunakan Instrumen sedangkan dalam penelitian kuantuitatif peneliti digunakan sebagai instrumen karena menggunakan key instrument. pendapat. Skala Likert digunakan untuk mengukur sikap. Jumlah instrumen harus sama dengan variabel yang dibuat. =benar b. Setuju Ragu ragu Tidak setuju Sangat tidak setuju a. c. 1. b. dan persepsi perorangan atau kelompok orang tentang fenomena sosial. Skala Osgood. instrumen sudah ada yang baku sedang yang dibuat oleh peneliti harus diuji dahulu validitas dan reliabilitasnya.

Penilaian gaya kepemimpinan Bersahabat 5 Tepat janji 5 Demokratis 5 Memberikan kepercayaan 5 (Ketiga pola diatas dari data kualitatif. Rating Scale. dikuantitaifkan ) 4 4 4 4 3 3 3 3 2 2 2 2 1 1 1 1 4. bagaimana persepsi saudara sebelum dan sesudah pelatihan dalam bidang Pengetahuan sebelum Mata pelajaran Pengetahuan sesddah mengikuti Diklat mengikuti Diklat 0 1 2 3 Penyakit hewan 0 1 2 3 0 1 2 3 Budidaya Domba 0 1 2 3 0 1 2 3 Pengolahan hasil ternak 0 1 2 3 0 1 2 3 Pengolahan hasil ternak 0 1 2 3 B. Instrumen penelitian Instrumen pada saat ini ada yang sudah siap digunakan oleh peneliti yang dikembangkan oleh orang lain dan ada instrumen yang dikembangkan oleh peneliti Metode Penelitian Sosial 33 . adalah data mentah yang diperoleh dengan angka kemudian ditafsirkan menjadi kualitatif sebagai contoh Mohon dijawab sesuai dengan nurani Saudara.

sendiri dibawah ini adalah salah satu contoh sebuah instrumen yang dikembangkan oleh seorang peneliti: Kisi2 variabel Efektivitas Kerja Pelaksanaan MBS Variabel Effektivitas 1kerja A Pelaksana an MBS Indikator Hubungan dan interaksi dalam kelompok Dewan Sekolah dengan Murid dan Guru Pernyataan 1Saya berpendapat bahwa seluruh anggota Dewan Sekolah suka berinteraksi antar anggota Dewan Sekolah Penilaian a Sangat setuju sekali b Sangat setuju c Setuju d Kurang Setuju e Tidak Setuju 2Beberapa anggota Dewan Sekolah yang tidak sukai. mereka tidak suka berinteraksi dengan anggota lainnya a b c d e Sangat setuju sekali Sangat setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju 3Anggota Dewan Sekolah yang saya sukai a Sangat setuju sekali senang menjalin persahabatan dan berinterak b Sangat setuju si dengan anggota Dewan Sekolah lainnya c Setuju d Kurang Setuju e Tidak Setuju VALIDITAS DAN RELIABILITAS INSTRUMEN Metode Penelitian Sosial 34 .

pd waktu beda Equivalent Gabungan Internal konsistensi Diuji dengan Anova Hoy dll III.VALIDITAS INSTRUMEN : Alat ukur yang digunakan untuk mendapatkan data itu valid . ttp sama. Valid berarti instrumen tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur.TEKNIK PENGUMPULAN DATA Metode Penelitian Sosial 35 . Validitas internal/ rasional Construk validity/ disusun berdasar teori Content validity/ disusun … Rancangan Validitas Eksternakl /Empiris Disusun berdasarkan fakta2 empiris yang telah terbukti Stability Instrumen yang baik EKS TER NAL Uji Validitas dengan Konsultasi ahli Uji validitas dengan membandingkan + a Valid (Ketepatan) Instrumen yang baik Uji Validitasnya diban dingkan dng yg ada Dianalisa dengan korelasi setelah diuji coba Test Retest. klp sama waktu beda Test beda. SKEMA TENTANG INSTRUMEN DAN CARA CARA PENGUJIAN VALIDITAS DAN RELIABILITAS . RELIABILITAS INSTRUMEN : adalah alat ukur berupa instrumen tersebut apabila digunakan beberapa kali untuk mengukur obyek yang sama akan menghasilkan data yang sama.

o Tidak terstructur. • Pengumpulan data dapat dilakukan dalam berbagai setting. Yang menyangkut dan perlu diperhatikan o Isi dan tujuan pertanyaan o Bahasa yang digunakan o Type dan bentuk pertanyaan o Pertanyaan tidak mendua Metode Penelitian Sosial 36 . • Kuesioner ( angket). Setting mencakup : • Seting alamiah • laboratarium • eksperimen • dll b.• Kualitas Data dipengaruhi oleh . dan berbagai cara a. responden diberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis untuk dijawabnya. berbagai sumber. kualitas pengumpulan data. Cara pengumpulan data • Interview (wawancara) o Terstructur (dengan instrumen dan tahu secara pasti informasi yang akan diperoleh. Sumber data • Data primer • Data sekundair c. kualitas instrumen penelitian. hanya garis besar penyusunan saja.

o Observasi non partisan. tentang apa yang akan diamati dan dimana tempatnya o Observasi tidak terstructur. peneliti sebagai pengamat independent. dirancang dengan sistematis. bentuk2 observasi adalah: o Observasi berperan serta. terlibat langsung dengan orang yang diamati yang digunakan sebagai sumber data. suatu pengamatan yang tidak terbatas nulai dari orang sampai benda yang tidak bisa ditanya.o Tidak menanyakan yang sudah lupa o Pertanyaan tidak menggiring o Penjang pertanyaan sebaiknya 20 s/d 30 pertanyaan o Urutan pertanyaan dari umum ke spesifik • Observasi (Pengamatan). o Observasi terstructur. tidak dipersiapkan secara sistematis Metode Penelitian Sosial 37 .

Metode Penelitian Sosial 38 . Analisis non statistik. Apa yang diketemukan pada suatu saat adalah satu pedoman yang langsung terdapat apa yang akan dikumpulkan berikutnya dimana akan dicari. Data yang diukumpulkan bukanlah secara random atau mekanik. atau ingin menarik kesimpulan data yang dihasilkan 2. yang ditujukan untuk penjajagan atau pendahuluan dan tidak menarik kesimpulan hanya memberikan gambaran secara deskriptif. Analisis Statistik. Statistik inferensialdipergunakan jika peneliti akan memberikan interprestasi mengenai data. b. PENGOLAHAN DATA Pada prinsipnya pengolahan data (analisis) ada dua cara . Statistik deskriptif. hal ini tergantung pada datanya yaitu a.III. dalam hal ini penelitian kualitatif mengajak seseorang untuk mempelajari sesuatu masalah yang ingin diteliti secara mendasar dan mendalam sampai ke akar akarnya masalah dilihat dari berbagai segi. PENGOLAHAN DATA DAN PENGUJIAN HIPOTESIS 1. tetapi dikuasai oleh pengembangan hipotesis. dilakukan terhadap data kualitatif. berangkat dari data kuantitatif yang terbagi atas: 1. 2.PROSEDUR PANALISIS DATA.

Penyusunan Data.a. Pengolahan data • Pengklasifikasikan data • Koding • Tabulasi 3. PENGUJIAN HIPOTESIS Pengujian hipotesis adalah cara menentukan apakah data sampel beda nyata atau tidak. Ho : ρ H1 : ρ y2 y2 =0 >0 H1 : ρ c. b. Ho : Ry. 123 > 0 y3 Metode Penelitian Sosial 39 . dengan kesan pendapat pribadi. Ho : ρ Ho : ρ H1 : ρ y1 =0 y1 b. sehingga bila hipotesis non diterima maka hiopotesis alternatih ditolak dan sebaliknya. Hipotesis Statistik a. y3 >0 =0 >0 d. 123 = 0 H1 : Ry. Antara lain mencakup: • Hanya memasukkan data yang penting dan benar2 dibutuhkan • hanya memasukkan data yang obyektif • Hanya memasukkan data yang autentik • Perlu dibedakan data dan informasi.

1. dengan simpangan baku 5 bulan. Pengujian untuk rata2 misal sebagai berikut: data dari 100 Penyuluh terlihat bahwa kenaikan pangkatnya rata2 60 bulan 1 kali. untuk ini digunakan nilai rata2 dan variansi. yang benar mana??? Ho = 48 bulan dan H1 ≠ 48 kita ambil α = 0. Dengan cara sebagai berikut: 2.05 dan bilangan ini disebut taraf nyata ( α ) dari pengujian Pengujian dengan sampel besar. dengan populasi tak terhingga. sedangkan menurut ketentuan kepegawaian kenaikan pangkat 48 bulan.05 Z=  Metode Penelitian Sosial 40 . Luas daerah yang diarsir seluruhnya adalah 0. a. Pengujian Distribusi Normal : a.

X = 160 .05 Ho : ρ Z = 0. dan yang diterima di Cinagara hanya 160 orang . α = 0. sedangkan seluruh peserta tes adalah 200 orang.009 .b.009 (Uji satu skor) Metode Penelitian Sosial 41 . benarkah pernyataan itu: N = 200. Hi : ρ < 0. Pengujian Proporsi Misal Staf Sekretariat STPP Cinagara mengatakan bahwa 90 % staf PPL yang berasal dari Dinas Peternakan yang ikut tes diterima di STPP Cinagara.

nilai rata2 ujian MPS adalah 71 dengan simpangan baku 7 dan 74 dengan simpangan baku 8 apakah ada beda nyata: Metode Penelitian Sosial 42 . Pengujian selisih dua rata2 Misal dua kelas parallel masing2 terdiri atas 50 dan 60 orang.c.

setelah itu diadakan tes maka kelas nilainya = 70 dan B = 60. efektifkajh pemberian praktek beternak ayam? Metode Penelitian Sosial 43 . Pengujian selisih dua proporsi Misal dua kelas parallel dengan murid masing2 100.d. sedangkan kelas B hanya teori saja. kelas A diberikan pelajaran beternak ayam dengan teori dan praktek.

sampel diambil masing2 10 orang tiap tiap jurusan menhasilkan rata2 nilai 63.8 Metode Penelitian Sosial 44 .05.d. Pengujoan dengan sampel kecil Misal untuk menguji prestasi bahasa inggris mahasiswa STPP dengan skor rata2 60 .5 dengan taraf simpangan baku 4.m dengan taraf beda nyata 0.

sedang Cibalagung sebanyak 10 ms. 70 dengan simpanan baku 4.05 dengan jerajat bebas n1 + n2 –2 = 23 Metode Penelitian Sosial 45 . dengan hasil tes 75 dengan simpanan baku 5. Cinagara diambil 15 ms. dalam pelajaran BI. pengujian dengan alpha = 0. Pengujian selisih dua rata2 (uji t) Misalkan menguji prestasi mahasiswa jurusan peternakan dan pertanian STPP .e.

Hipotesis : METODOLOGI PENELITIAN A. Tempat dan waktu penelitian C.PERSIAPAN S. 1. Kerangka berpikir C. Metode penelitian D. Deskripsi teori B. Tujuan Penelitian B. Latar Belakang 1. Konstelasi Masalah BAB II : DESKRPSI TEORI DAN HIPOTESIS A. Kata pengantar Daftar Isi BAB I . Teknik analisis data F. : PENDAHULUAN A. Penulisan Kerangka Acuan/Proposal. Perumusan Masalah 2. Populasi dan teknik pengambilan sampel penelitian E. Hipotesis Statistik BAB III DAFTAR PUSTAKA Metode Penelitian Sosial 46 .D PENULISAN LAPORAN PENELITIAN.

Perumusan Masalah B.II: Kerangka Penulisan Laporan Penelitian. Deskripsi teori B. Latar Belakang A. Metode penelitian D. Kerangka berpikir C. Judul Ringkasan Lembar persetujuan (untuk skripsi. Hipotesis : METODOLOGI PENELITIAN A. Tempat dan waktu penelitian C. tesis dan disertasi) Kata pengantar Daftar Isi Daftar tabel Daftar gambar Daftar lampiran BAB I . Tujuan Penelitian B. Konstelasi Masalah BAB II : DESKRPSI TEORI DAN HIPOTESIS A. : PENDAHULUAN B. Populasi dan teknik pengambilan sampel penelitian BAB III Metode Penelitian Sosial 47 .

Implikasi C.E. Pengujian Hipotesis D. Analisis Data BAB IV : HASIL PENELITIAN A. Deskripsi data hasil penelitian B. Saran BAB V DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN RIWAYAT HIDUP Metode Penelitian Sosial 48 . Pengujuan Persyaratan analisis (normalitas homogenitas) C. Instrumen penelitian F. Kesimpulan B. Keterbatasan penelitian : KESIMPULAN IMPLIKASI DAN SARAN. A.

Metode Penelitian Sosial 49 . 4. Di Desa ……………… 3. 7.. Peningkatan kemampuan peternak dalam penanggulangan ND pada ayam Buras di desa …………. Meningkatkan kinerja kelompok tani melalui peningkatan PKS pada kelompok tani ……….. Peningkatan kemampuan peternak dalam pemberian pakan anak itik dengan penambahan cabe di ……………….. Pemberdayaan Kelompok Tani Peternak dalam optimalisasi pemanfaatan kotoran sapi dengan biuofad di desa ……………… 5. Peningkatan kompetensi petani dalam pembuatan Ura Mollase Block di kelompok tani …….CONTOH2 JUDUL PENELITIAN YANG TERKAIT DENGAN PENGETAHUAN EKONOMI SOSIAL DAN KEMASYARAKATAN UNTUK MAHASISWA PROGRAM D4 STPP JURUSAN PETERNAKAN CINAGARA 1. Peningkatan kemampuan peternak dalam pembuatan kompos dengan penambahan media Stardec urea di ………………. 2. 6... di desa …………. Peningkatan kemampuan peternak dalam pembuatan pupuk kandang dengan penambahan urea di ……………….

Peningkatan Pengetahuan dan ketrampilan peternak dalam pengolahan jerami padi secara amofer melalui pendekatan kelompok di desa …… Metode Penelitian Sosial 50 . 14.8.. 10. ketrampilan dan kemampuan petani dalam efisiensi reproduksi ternak kambing di desa …………… 12. Peningkatan kemampuan peternak dalam penggemukan usaha sapi potong dengan penambahan pakan penguat bekatul di desa ……………. 13. Meningkatkan sikap antisipatif petani peternak ayam dalam pencegahan ND melalui program vaksinasi di kelompok …. Peningkatan pengetahuan. Peningkatan kemampuan dan pengetahuan peternak dalam pemanfaatan kotoran kambing/sapi/kerbau untuk pupuk organik dengan proses pencampuran Urea di desa …………. 15. Meningkatkan pendapatan peternak melalui perbaikan tempat pakan ternak sapi potong di desa …………… 11. Peningkatan kemampuan peternak dalampengendalian penyakit cacing pada sapi potong di desa ……………. Peningkatan kemampuan dan ketrampilan petani dalam penyapihan anak ayam buras dengan kandang dindukan di ……. Di desa ………. 9.

Peningkatan kemampuan peternak dalam penetasan Telur Ayam Buras dengan menggunakan mesin tetas di desa …………… 18. 17. Peningkatan pendapatan petani itik dengan pemeliharaan/ budidaya itik secara intensif di desa …… 21.. Metode Penelitian Sosial 51 . Peningkatan kemampuan peternak babi dalam pemberian pakan tambahan di desa ……. Peningkatan kemampuan peternak dalam meningkatkan populasi itik melalui penetasan dengan menggunakan mesin tetas di desa 24.. 22.. Peningkatan kemampuan peternak dalam penanggulangan penyakit scabies pada kambing di desa ………………. 20. Peningkatan kemampuan peternak dalam pemanfaatan kotoran ternak untuk pupuk organik dengan media miroba di desa …………… 19. Peningkatan kemampuan peternak dalam budidaya kambing dengan sistem kandang panggung di desa ……………. Pemberdayaan kelompok tani dalam pemanfaatan kotoran ternak menjadi watelase di desa ………. Peningkatan kemampuan peternak dalam budidaya pembesaran anak ayam buras di desa ………….16.. 23.

Metode Penelitian Sosial 52 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful