P. 1
METODE PENELITIAN SOSIAL

METODE PENELITIAN SOSIAL

|Views: 331|Likes:
Published by Okto SubanPulo

More info:

Published by: Okto SubanPulo on Jan 26, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/11/2014

pdf

text

original

METODE PENELITIAN SOSIAL

Oleh: DR. Soenarmo J. M.Ed Mas Bambang Purnomo Sigit, SH, MM

Metode Penelitian Sosial

1

A. Mata kuliah ini bertujuan untuk mengkaji
1. Pembahasan dalam perkulihaan diarahkan untuk meningkatkan kemampuan mengidentifikasi faktor-faktor, dalam penetapan kebijakan sosial yang mengandung resiko cukup tinggi. 2. Memahami beberapa alternatif, pendekatan dan model penetapan kebijakan sosial yang dianut suatu institusi/lembaga pemerintah maupun swasta serta lembaga swadaya masyarakat sehingga para praktisi mampu melakukan studi komparatif terhadap kebijakannya 3. metode penelitian yang akan dibahas adalah metode kuantitatif dengan polam pikir “logiko, hipotetiko, verifikatif” dengan masalah yang jelas, ada hipotesis, diuji dengan statistik. 4. Untuk mampu memahami kuliah ini dengan jelas maka perlu pemahaman tentang : berbagai jenis metode penelitian, rumusan masalah, paradigma penelitian, teori, rumusan hipotesis, populasi, sampel, instrumen, pengujian validitas dan reliabilitas, metode pengumpulan data, teknik analisis dan pembuatan pelaporan. B. Tujuan Instruksional Umum : Setelah mempelajari materi ini, mahasiswa dapat memahami dan menjelaskan kembali tentang beberapa teori/konsep dan pengertian tentang metode Penelitian Sosial C. Tujuan Instruksional Khusus: 1. Mahasiswa dapat memahami teori-teori/konsep dasar Metodr logi penelitian, sehingga mampu untuk menyusun suatu penetapan kebijakan, menerapkam, menganalisa dan mengevaluasi kebijakan bisnis tersebut dalam penyelenggaraan bisnias.

RENCANA MATERI PERKULIHAAN METODE PENELITIAN SOSIAL

Metode Penelitian Sosial

2

No 1

Mata kuliah : Metode penelitianm Sosial Kredit : 3 SKS Kode MK : Semester : III Dosen : DR. J. Soenarmo. Waktu Tatap Muka : 150 menit TATAP POKOK BAHASAN MATERI METODE BAHAN/ MUKA KE ALAT I dan II Konsep Dasar ♦ Pengertian ♦ Ceramah ♦ Alat penelitian Sosial Tulis ♦ Jenis ♦ Diskusi ♦ OHP ♦ Proses IIIdan IV Masalah, variabel ,Paradigma penelitian, teori dan hipotesis ♦ ♦ ♦ ♦ ♦ ♦ ♦ ♦ ♦ ♦ Masalah dan Variabel Paradigma Landasan teori Pengajuan Hipotesis Penelitian eksperimen Populasi dan sampel Macam2 skala Instrumen Validitas dan reliabilitas Teknik Analisis data dan pengujian hipotesis ♦ Ceramah ♦ Diskusi ♦ Ceramah ♦ Diskusi ♦ Ceramah Diskusi ♦ ♦ ♦ ♦ Ceramah Diskusi Ceramah Diskusi ♦ Alat Tulis ♦ OHP ♦ Atk ♦ OHP ♦ Alat Tulis OHP ♦ Alat ♦ OHP ♦ Alat Tulis ♦ OHP ♦ Alat Tulis ♦ OHP

2

3 4

Eksperimen, Populasi dan sampel VII dan VIII Skala pengukuran, Pengumpulan data IX , X dan XI Teknik Analisis data dan pengujian hipotesis

V Dan VI

5 6

6

XII dan XIII Penyusunan judul ,rancangan dan pelaporan XIV dan Seminar XV XIV UAS

 Penyusunan judul  rancangan  pelaporan ♦ Paper Mahasiswa

♦ Diskusi

10

DAFTAR PUSTAKA

Metode Penelitian Sosial

3

1. Ann Majchrzak, Methode for Policy Research, sage Publication,

Bevedy Hills, London, 1984.

2. Champion dean, J, Basic Statistic for Sostal Research, Macmillan Publising Co, Inc. 1981. 3. IKIP Yogyakarta, Pedoman Penelitian, Edisi 1980. 4. Kidder Louise, Research Methods instrumen Social Relation, Holt, Rinehart and Winston, 1981. 5. Krathwohl David B, Social and Behavioral Science Research, JosseyBass Publ. London, 1985. 6. Rossi, Wright, Ande4son, Handbook of Survey Research, Quantitative Studies instrumen Social RelatioAs, Academic Press, Inc., 1973. 7. Sugiyono, Metode penelitian Bisnis, Penerbit Alfabet, Bandung, 2002 8. Suriasumantri, Jujun, S, Filsafat limu, Sebuah Pengantar Poputer, Sinar Harapan, 1985. 9. Sutrisno Hadi, Metodologi Research, Jilid 1, 2, UGM, 1986. 10. Strauss, Anselm L, Qualitative Analysis for Social Scientist, Cambridge University Press, 1987. 11. Yin Robert, K, Case Study Research, Design and Methods, Sage Publication Beverly-Hills, 1984. 12. Young Pauline, Scientific Social Survey and Research, Prentice Hall of India Private limited, 1982.

Metode Penelitian Sosial

4

METODE PENELITIAN SOSIAL. A. PENGERTIAN Metode Penelitian adalah (1) cara ilmiah untuk mendapatkan (2) data dengan (3) tujuan dengan (4) kegunaan) tertentu
1. Cara Ilmiah, berarti kegiatan penelitian ini didasarkan pada ciri ciri keilmuan.

Yaitu (a) rasional (b) empiris (c) sistematis. a. Rasional masuk akal secara nalar oleh manusia. b. Empiris, cara2 yang dilakukan dapat diamati oleh manusia, sehingga orang lainpun bisa melakukan pula. c. Sistematis, prosesnya tertentu, langkahnya logis.
2. Data, data hasil penelitian adalah data empiris (teramati), mempunyai kriteria

valid. Valid, adalah penunjukan derajat ketepatan antara data yang sesungguhnya yang terjadi pada obyek penelitian. Untuk mendapatkan data yang valid maka perlu adanya pengujian (a) reliabilitas dan (b) obyektivitas. a. reliabilitas, adalah konsistensi atau keajegan data dalam waktu interval tertentu. b. Obyektivitas, kesepakatan antar banyak orang terhadap suatu obyek yang sama.

Metode Penelitian Sosial

5

berarti meminimalkan atau menghilangkan masalah. Pengembangan. c. Pembuktian. Data yang diperoileh memang betul2 sebelumnya belum ada atau belum pernah diketahui. memahami atau memperjelas suatu masalah atau informasi yang tidak diketahui dan selanjutnya menjadi tahu. Metode penelitian sosial dapat diartikan sebagai cara ilmiah untuk mendapatkan data yang validdengan tujuan dapat ditemukan. Metode Penelitian Sosial 6 . b. data untuk melengkapi atau memperdalam pengetahuan yang telah ada. a. data yang diperoleh dipergunakan untuk pembuktian terhadap informasi atau pengetahuan yang ada. Tujuan suatu penelitian yaitu yang berifat (a) penemuan (b) pembuktian (c) pengembangan. Mengantisipasi. memahami. dibuktikan. c. data dan informasi tersebut digunakan untuk (a) memahami. Kegunaan tertentu. memecahkan dan mengantisdipasi dalam bidang sosial. a.3. dan dikembangkan suatu pengetahuan sehingga pada gilirannya dapat digunakan untuk memahami. (b) memecahkan dan (c) mengantisipasi masalah. b. Memecahkan. 4. berarti mengupayakan agar masalah tidak terjadi Kesimpulan. Penemuan.

Penelitian akademik. peneliti dll) variabel lengkap. Terapan b. tujuannya mendapatkan pengetahuan baru. Asosiatif c. Survey a. Policy research f. analisis sesuai dengan keperluan. Untuk mendapatkan informasi yang dapat digunakan pengembangan lembaga. Gabungan. Penelitian kebijakan. variabel lengkap. Kualitatif c. Murni a. analias sesuai keperluan. valid. Deskriptif a. Eksperimen c. JENIS JENIS PENELITIAN 1.B. Komparatif b. b. suatu penelitian edukatif dengan basic cara betul. C. Action Research Metode Penelitian Sosial 7 . variabel dan sistem analisa terbatas pula misal : skripsi. a. dengan penekanan validitas eksternal. d. tesis dan disertasi. (Dosen. reliable c. Jenis2 penelitian antara lain dapat dikelompokkan (kelompok ke I) sbb (a) penelitian akademik (b) Penelitian profesional /pengembangan ilmu (c) penelitian institusional atau kebijakan atau pengambilan keputusan. Ex Post Facto b. Kuantitatif b. Jenis2 penelitian antara lain dapat dikelompokkan (kelompok ke II) sbb : Tujuan Metode Tingkat Eksplanasi Analisis dan Jenis Data a. Naturalistik e. Penelitian profesional.

Ratio 1. b. Data kontinum adalah data yang bervariasi menurut tingkatan terdiri a. a. Data ratio mutlak 0 sampai tak terhingga.g. data ordinal jarak tidak sama b. c. Kuantitatif 2.2. 1.data interval walaupun mulai negatif tetap punya nilai.3.2. Data diperoleh dari instrumen yang menggunakan skala nominal. 2. E. Macam 2 Data Penelitian.2. Dsikusikan Metode Penelitian Sosial 8 . bagikan kertas.1 Diskrit 2. Kualitatif Macam2 data 2. Interval 2. Ruang Lingkup penelitian Sosial. Sejarah D.1. Data kualitatif adalah data yang dinyatakan dalam bentuk kata atau kalimat. Tuliskan ruang lingkup penelitian apa saja c. Ordinal 2.2. Data diskrit adalah yang dapat digolongkan secara terpisah misal jumlah mahasiswa 50 orang terdiri atas 30 orang laki2 dan 20 orang perempuan.2 kontinum 2. Data kuantitatif data yang benbentuk angka’ 3. Evaluasi h. . ordinal interval dan ratio. 4.

d. Hasil penelitian harus dapat dipercaya Metode Penelitian Sosial 9 . Prosedur penelitian harus duijabarkan secara rinci.) Peneliti harus membuat laporan lengkap. f. Analisis fdata harus tepat.d. Kelompokkan. b. Masalah dan tujuan penelitian harus dirumuskan dengan baik. Setiap kesimpulan harus didukung data. g. Penelitian Sosial yang baik (menurut Emori 1985) a. Prosedur dalam rancangan penelitian (pproposal harus jelas dan teliti. F. e. c.

A. Masalah • Masalah yaitu penyimpangan antara yang seharusnya dengan apa yang benar2 terjadi. Masalah dan cara pemecahannya Suatu penelitian dilakukan guna mendapatkan suatu data dalam rangka memecahkan masalah. Masalah. Metode Penelitian Sosial 10 .II. Hubungan antara ketepatan memilih masalah dan cara pemecahannya.jadi semua penelitian selalu berangkat dari masalah? Untuk itu ketepatan pemilihan masalah yang betul2 masalah berarti sudah menyelesaikan 50 % kegiatan penelitian. 1. tetapi belum tentu bagi orang lain. variabel dan paradigma penelitian.(Stonner 1982 :257) • Masalah yaitu suatu keadaan atau kondisi yang tidak menyenangkan bagi seseorang.

Cara pemecahan benar d. c. a. Ketepatan masalah Masalah benar. 1. Metode Penelitian Sosial 11 . d. Masalah harus jelas. Ada pwengaduan d. Masalah harus significant( memberi kontribusi terhadap ilmu dan manusia) d. antara lain mencakup: a. Cara pemecahan benar b. 3. c. terdapat penyimpangan antara pengalaman dengan kenyataan.a. Masalah harus feasible (daana. (persepsi sama) c. b. Masalah Benar Masalah salah Masalah salah Ketepatan cara pemecahan a. Terdapat penyimpangan antara apa yang telah direncanakan dengan kenyataan. Cara pemecahan salah c. Sumber masalah. b. waktu. Ada kompetisi Rumusan masalah yang baik. Masalah harus bersifat etis. Cara pemecahan salah 2. teknologi dll) b.

l sbb: 1). 2).) b. Bentuk bentuk masalah penelitian. Hubungan interaktif/resiprocal/timbal balik. c. 4. …… (5) seberapa tinggi motivasi belajar …. Metode Penelitian Sosial 12 . Hubungan kasual. Dinyatakan dalam kalimat tanya. (2) seberapas baik interaksi Mahasiswa STPP dengan lingkungannya. suatu pertanyaan terhadap variabel mandiri baiuk satu atau lebih (Contoh : (1) seberapa tinggi produktivitas belajar mahasiswa STPP. hubungan dua variabel yang munculnya sama misal apakah ada hubungan antara radio diperdesaan dengan perkembangan jumlah ayam dan kambing. atau alternatif secara implisit mengandung pertanyaan. dll. a. Variabel penelitian. (4) Seberapa tringgi efektivitas. (3) Bagaimkana sikap ….. yaitu hubungan antara dua variabel atau lebih a. hubungan saling mempengaruhi tetapi tidak tahu mana yang dependent dan independent ( Misal hubungan antara motivasi dan prestasi belajar mahasiswa STPP) B. Permasalahan asosiatif. yaitu hubungan sebab akibat ydisini ada variabel dependent dan independent (misal Seberapa besar pengarus sistem hnorarium terhadap prestasi kerja) 3). Hubungan simetris. Permasalahan deskriptif. Permasalahan komparatif.e. yaitu penelitian yang membandingkan satu variabel dengan variabel lainnya ( misal : (1) Seberapa perbedaan produksivitas kerja mahasiswa STPP Cinagara dengan STPP Rumpin) dll.

Variabel kontrol  C. Variabel intervening (tidak bisa diamati) e. persepsi. 1982)  Variabel adalah konstruk atau sifat yang akan dipelajari (Kerlinger 1971)  Dinamakan variabel karena ada variasinya ( berat badan. Metode Penelitian Sosial 13 . 1981)  Variabel penelitian adalah atribut keilmuan atau kegiatan tertentu yang mempunyai variasi antara satu dengan yang lainnya (Stoner. Paradigma penelitian. sehingga seorang peneliti dapat fokus atas penelitian yang dilakukan. dl Macam2 variabel antara laian: a. dan hubunhgan gejala sebab akibat. Pola hubungan inilah yang selanjutnya disebut dengan paradigma penelitian. Suatu penelitian yang ilmiah. motivasi. Variabel independent (Bebas) b. Variabel moderator (mempengaruhi variabel bebas dan terikat) d.Variabel penelitian adalah sesuatu hal yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga memperoleh informasi tentang hal tersebut  Variabel penelitian adalah atribut seseorang atau obyek yang mempunyai variasi antara satu dengan yang lainnya (Hatch dan Farhadi. perlu dilandasi suatu asumsi bahwa suatu gejala itu dapat diklasifikasikan. Variabel dependent (terikat) c.

(3) jenis dan jumlah hipotesis. Teori yang digunakan 3).Sehingga Paradigma Penelitian adalah pola pikir yang menunjukkan hubungan antara variabel yang diteliti. menunjukkan hubungan antara satu variabel independent dengan satu variabel dependent secara berurutan. (4) dan teknis analiasis statistik yang digunakan. 1. yang sekaligus mencerminkan jenis dan (1) jumlah rumusan masalah yang perlu dijawab dalam penelitian (2) teori yang digunakan untuk merumuskan hipotesis. b. Teknik analisis data. Beberapa Paradigma atau model penelitian kuantitatif. Paradigma sederhana berurutan. Jumlah rumusan masalah (deskriptrif dan asosiatif) 2). paradigma ini menggunakan satu variabel dependent dan satu variabel independent. a. X1 X2 X3 Y X1 = Kualitas bahan baku X2 = Kualitas pengerjaan Metode Penelitian Sosial 14 . Paradigma sederhana. Hipotesis yang dirumuskan 4). X= variabel independent Y= Variabel dependent 1).

Paradigma ganda dengan dua variabel dependent dan independent Y1 X1 X2 Y2 Keterangan: X1 = Partisipasi masyarakat X2 = MBS Y1 = Partisipasi murid Y2 = kepuasan Guru Metode Penelitian Sosial 15 . = Variabel independent X2 = Variabel independent Y= variabel Dependent Adanya hubungan Y X2 searah Adanya hubungan timbal balik X1 d. X1.X3 = Kualitas barang yang dihasilkan Y = Kepuasan pembeli. c. Paradigma ganda dengan tiga variabel independent e. Paradigma ganda dengan dua variabel independent ( 3 rumusan deskriptif dan 4 rumusan assosiatif) dengan analisa tiga korelasi ganda dan satu korelasi ganda. Paradigma ganda dengan dua variabel dependent f.

Landasan Teori.g. Setelah langkah pertama yaitu perumusan masalah maka langkah berikutnya adalah mencari teori-teori. Deskripsi teori. dan Pengajuan Hipotesis. konsep konsep dan generalisasi suatu hasil penelitian yang dapat digunakan sebagai landasan teoritis untuk suatu penelitian. Metode Penelitian Sosial 16 . Paradigma jalur X1 X3 Y X2 II. A.

o Fungsi meramalkan atau prediksi atau pemamdu untuk menemukan fakta untuk menyusun hipotesis dan instrumen penelitian. melalui pendifinisian. o Fungsi pengendalian atau kontrol digunakan untuk mencandra atau membahas hasil penelitian selanjutnya digunakan untuk memberikan saran dalam upaya pemecahan masalah. kerangka berpikir   Kerangka berpikir adalah suatu model konseptual tentang bagaimana teori berhubungan dengan faktor yang telah diindetifikasikan sebagai masalah yang penting. proposisi yang disusun secara sistematis. Deskripsi teori yaitu suatu uraian secara sistematis tentang teori (bukan sekedar pendapat para pakar) dan hasil penelitian yang relevan dan terkait dengan variabel yang diteliti. definisi. Teori adalah alur logika atau penalaran yang merupakan seperanmgkat konsep. dan uraian yang lengkap dan mendalam dari berbagai referensi. Serta menjelaskan secara teoritis pertautan antar variabel yang akan diteliti. dan mempunyai tiga unsur yaitu (1) menjelaskan (2) meramalkan (3) pengendalian. Metode Penelitian Sosial 17 . o Fungsi Menjelaskan dab mempertajam ruang lingkup variabel yang diteliti. Adapun langkah deskripsi teori adalah sbb: o Tetapkan variabel o Cari sumber sumber bacaan o Lihat daftar isi setiap buku o Cvari definisi setiap variabel o Baca seluruh isi topik o Deskripsikan teori menjadi definisi konseptual B.

sebagi contoh penelitian eksploratif atau deskriptif kadang2 tidak perlu hipotesis. Adapun urutan untuk membuat kerangka berpikir yang baik adalah sbb: o o o o o o Menetapkan variabel Membaca buku dan hasil penelitian Deskripsi teori dan hasil penelitian Analisis kritis terhadap teori dan hasil penelitian Analisis komparatif terhadap teori dan hasil penelitian. Hipotesis Statistik digunakan apabila penelitian menggunakan sampel dari suatu pipilasi. jadi hipotesis bukan jawaban empirik dan perlu untuk dibuktikan. Hipotesis adalah langkah lanjutan dalam penelitian. tetapi tidak semua penelitian perlu hipotesis. Hipotesis. berdasarkan teori yang relevan bukan kenyataan empiris dilapangan.    Hipotesis Penelitian adalah jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian. yang disusn dalam kalimat pertanyaan.Kemudian disyntesaikan tentang hubungan variabel yang telah dideskripsikan dan selanjutnya digunakan untuk merumuskan hipotesis. Sysntesa dan kesimpulan C. Hipotesis kerja yaitu hipotesis yang disusun berdasar teori yang ada berupas jawaban sementara yang akan diuji dan dinyatakan dalam kalimat positif Metode Penelitian Sosial 18 .

Hipotesis komparatif merupakan jawaban sementara terhadap masalah komparatif biasanya varaibel berbeda sampel sama atau sampael berbeda dan variabel sama dan dirumuskan sbb:   Rumusan Masalah komparatif apakah ada perbedaan semangat belajar mahasiswa STPP Cinagara dan mahasiswa STPP Rumpin? Hipotesis Komparatif. merupakan jawaban sementara terhadap masalah deskriptif. Hipotesisi Nol adalah lawan dari hipotesis kerja karena ada keraguan dalam kebenaran teori yang ada dinyatakan dalam kalimat negatif Bentuk bentuk hipotesis dalam penelitian sangat terkait dengan rumusan masalah penelitian antara lain sebagai berikut: a. Hiopotesis statistik (hanya ada bila berdasarkan data sampel) yang dirumuskan sbb: a. Ho : ρ = 75% ρ = Hipotesis yang berbentuk prosentase Ha : : ρ ≠ 75% b. Semangat belajar mahasiswa STPP Cinagara paling sedikit 75 % sdari kriteria ideal yang telah ditetapkan. Hipotesis deskriptif. Metode Penelitian Sosial 19 . Sebagai contoh sbb:    Rumusan Masalah Deskriptif Seberapa tinggi semangat belajar mahasiswa STPP Cinagara? Hipotesis Deskriptif. Ada perbedaan Semangat belajar mahasiswa STPP Cinagara dengan STPP Rumpin .

dan merupakan dugaan tentang hubungan antara dua variabel atau lebih. Hiopotesis statistik (hanya ada bila berdasarkan data sampel) yang dirumuskan sbb: a. b. Ho : ρ = 0 Ha : : ρ ≠ 0 = 0. Ho : µ Ha : : µ 1 = µ 2 1 ≠ µ 2 µ = rata2 (populasi) semangat belajar Mahasiswa c. berarti ada hubungan ρ = nilai korelasi daklam formulasi yang di Hipotesiskan Karakteristik hipotesis yang baik: a. perbandingan keadaan variabel pada berbagai sampel. Dinyataklan dalam kalimat yang jelas. berarti tidak ada hubungan ≠ 0. Merupakan dugaan terhadap keadaan variabel mandiri. sehingga tidak menimbulkan berbagai penafsiran. Metode Penelitian Sosial 20 . Hiopotesis statistik (hanya ada bila berdasarkan data sampel) yang dirumuskan sbb: a. Hipotesis asosiatif adalah jawaban sementara terhadap rumusan asosiatif dan dirumuskan sbb:    Rumusan Masalah asosiatif apakah ada perbedaan antara semangat belajar mahasiswa STPP Cinagara dengan berat badan mahasiswa? Hipotesis Komparatif. Ada perbedaan nyata antara Semangat belajar mahasiswa STPP Cinagara dengan berat badan .

Model Masalah (Konstelasi masalah) 3. 4. Tetapkan variabelnya Paradigma penelitian apa yang akan Saudara gunakan. Tetapkan apa masalahnya secara benar (dua saja) a. 2. Tugas Perorangan dan materi Diskusi: 1. Identifikasi masalah b. Tetapkan Hipotesis KERANGKA UMUM PENELITIAN. T & K Jelaskan Ramal Baca Telaah 1. 6. Mulai pergi ke Perpustakaan cari teori yang relevan Siapkan kerangka berpikir. 7.c. 5. Dapat diuji dengan data yang dikumpulkan dengan metode2 ilmiah. Perumusan Masalah d. Perbaiki judul rencana penelitian saudara. Pembatasan masalah c. MA Metode Penelitian Sosial 21 .

Ubahan Susun 4. Sampel Perubahan Pengumpulan Susun Analisis 7. Hasil Tafsirkan Tentukan 6. HI Baca Telaah Identifikasi Klasifikasi 5. Alat 3. Laporan Simpulkan Tulis 9. Penemuan 8. Data Metode Penelitian Sosial 22 .2. Rancangan Gambaran Umumkan Uji Tambahan 10.

yang mempunyai ciri khas tersendiri yaitu adanya kontrol.METODE PENELITIAN EKSPERIMENT Setelah saudara mengetahui apa penelitian kuantitatif dan kualitatif maka sakah satu bagian terpenting dari metode kuantitatif adalah metode eksperimen. secara singkat dapat digambarkan sebagai berikut: One Shoot case Study Pre Eksperimental One Group Pre –Post Test Intec Group Comparison True Eksperimental Macam2 Design Eksperiment Post test only control design Pree Test Control Group Design Faktorial Eksperimental Time series Design Quasi Eksperimental Nonequivalent Control Group Design Metode Penelitian Sosial 23 .

(eksperiment sungguh2) Eksperiment sungguh2 karena  masih terdapat variabel luar yang mempengaruhi terhadap terbentuknya variabel dependent. Paradigma penelitian ini dapat dibaca sebagai berikut : terdapat suatu kelompok diberi treatment/perlakuan dan selanjutnya diobservasi hasilnya yang dapat digambarkan sbb: X= treatment yang diberikan O= Observasi Independent (Bebas) Dependent (terikat) Misal : Pengaruh Pendidikan Propgram D4 STPP (X) terhadap prestasi kerjanya (Y) ( Ada sekelompok pegawai yang dididik Strata D4.  disamping itu tidak ada variabel kontrol. sehingga hasil eksperiment bukan saja dipengaruhi variabel bebas (Independent) saja . Pre Experimental Design.1. One Shot case Study. kemudian setelah selesai dan bekerja beberapa bulan kemudian diukur prestasi kerjanya.  sampel tidak dipilih secara random  Variabel luar tidak dikontrol a. Metode Penelitian Sosial 24 .

Intac group Comparison. O1 = Observasise X= treatment yang diberikan O2 = Observasi setelah pendidika n belum pendidikan Pree test Independent (Bebas) Dependent (terikat) c. Dalam penelitian ini caranya dalam satu kelompok misal kelas dibagi 2 group yaitu group 1 diberikan perlakuan dan group 2 sebagai kontrol atau tidak diberi perlakuan O1 = Observasi.b. yang diberi treatment X= treatment ½ diberi dan ½ tidak O2 = Observasi yang tidak diberi Independent (Bebas) treatment Dependent (terikat) Metode Penelitian Sosial 25 . sehingga hasil lebih akurat karena kita tahu berapa prestasi kerja sebelum mengikuti pendidikan D4. One Group Pre –Post Test Perbedaan dengan Pola a adalah dalam design ini ada pree test.

Dengan ciri2 sbb:  Semua sampel dipilih secara random atau acak dari populasi tertentu. kelompok satu diberi perlakuan dfan kelompok kedua sebagai kontrol. Dalam suatu populasi dipilih secara random yang dibagi dalam dua kelompok. Pree Test Control Group Design Metode Penelitian Sosial 26 .  Semua variabel luar dikontrol a. True experimental Design (Eksperimen yang betul2) Dalam penelitian ini semua variabel luar yang mempengaruhi dikontrol sehingga validitas internal dapat dijaga tinggi.2. Post Test Control Design. kemuadian hasilnya dilihat dan dianalisa dengan t test kemudian dibandingkan . kalau ada perbedaan significant maka perlakuan yang diberikan berpengaruh secara significant: X =Treatment O2 R1 O1 R2 O3 Hasil seharusnya beda b.

X =Treatment O2 R1 O1 R2 Hasil harus sama O3 3. 02. Hasilnya harus tidak ada beda nyata. demikian pula untuk 02. kemudian hasilnya dilihat dan dianalisa dengan t test kemudian dibandingkan . 03.(Y1 dan Y2)  Sehingga didapat 2 kelompok laki2 dan dua kelompok perempuan  Kemudian kelompok 01. dan 03. kalau ada berarti eksperiment salah. Faktorial Design Merupakan modifikasi dari true eksperimental karena adanya variabel moderator yang mempengaruhi perlakuan variabel bebas terhadap hasil variabel terikat Caranya sebagai beriikut :  4 Kelompok penelitian dipilih dari populasi secara random (01.Dalam suatu populasi dipilih secara random yang dibagi dalam dua kelompok. dan 04 diberi treatmen yang sama pula  Hasilnya kemudian dianalisa dan dibandingkan Metode Penelitian Sosial 27 . 04)  variabel moderator kemudian ditetapkan misalnya jenis kelamin. kelompok satu diberi perlakuan dan kelompok kedua juga diberi perlakuan sama. diberi treatmen yang sama.

O1 ) – (O6 . Populasi Metode Penelitian Sosial 28 . pengaruh metode pembelajaran di STPP terhadap prestasi mahasiswa laki2 hasilnya sbb (O5 . Metode lainnya apabila tertarik bisa saya ajarkan khusus POPULASI DAN SAMPEL A.O3 ) – (O8 .O4 ) c.O2 ) b. bila hasil berbeda antara a dan b maka pengaruh perbedaan ini bukan metode pembelajarannya tetapi variabel moderatornya (laki2 dan perempuan) mempunyai kemampuan pwenyerapan yang berbeda. pengaruh metode pembelajaran di STPP terhadap prestasi mahasiswa perempuan hasilnya sbb (O7 .Keterangan “ RO1 Y1O5 RO2 Y1O6 RO3 Y2O7 Y1 = Laki2 Y2 = perempuan R = Random O = Observasi T Treatment RO4 Y2O8 Misal : pengaruh metode pembelajaran di STPP terhadap prestasi mahasiswa dibedakan berdasarkan jenis kelamis: Hasil analisa: a.

C. 2. Adalah teknik pengambilan sample yang digunakan dalam suatu penelitian yang dapat Teknik Sampling digambarkan sebagai berikut: Metode Penelitian Sosial 29 . 4.Populasi adalah wilayah generilisasi yang terdiri atas obyek atau subyek yang mempunyai kualitas dan karasteristuik tertentuyang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. peneliti tidak mungkin meneliti semua yang ada dalam populasi. bila salah akan menimbulkan interpretasi yang berbeda yterhadap suatu masalah yang sama. keterbatasan dana keterbatasan waktu keterbatasan tenaga pengambilan sampel harus representatif (mewakili) dan benar dari suatu populasi. 3. teknik Sampling. Mengapa peneliti harus menggunakan sampel: 1. Sampel Sampel adalah bagian dari jumlah dan karasteristuik yang dimiliki oleh populasi tersebut. B.

5. Purposive sampling (penetapan sampling dengan pertimbangan tertentu misal penetian parfum sampelnya perempuan. Sampling kuota (sampel dtetapkan sebelumnya dari karasteristik ttt. 1. kuota anggota DPR perempuan 30 %) 3. Snow boll sampling (jumlah sampel kecil lalu membesar sesuai deret ukur) D. Area (cluster) sampling atau sampling menurut daerah(untuk suatu wilayah yang luas misal dari 32 propinsi hanya diambil 10 propinsi dst.Probability sampling (memberikan peluang yang sama) Non Probability sampling (tidak memberikan peluang yang sama) 1. Disproprortionate stratified random sampling (Populasi berstata tapi kurang proporsional tetapi sampel dari strata kecilpun harus tetap ada) 4. sampling aksidental (penentuan sampel secara aksidental yang ditemuai saat itu dan dipandang cocok) 4. Menentukan jumlah sampel Metode Penelitian Sosial 30 . Sampling sistematis ( Misal suatu daearh ada 1000 orang maka orang tsb diberi no lalu diambil secara sistematis 1 10 20 dst) 2. Singgle random sampling (diambil secara acak tanpa memperhatikan strata) 2. Proprotionate Stratified Random sampling (populasi tidak homogen dan berstrata beda sampel diambil berdasarkan % strata) 3. Sampling jenuh ( semua anggota populasi digunakan sebagai sampel 6.

5 Λ = dk = 1 taraf kesalahan ? Y1 = λ2 . Jumlah sampel sam dengan jumlah populasi misal sampel 100 semua dijadikan responden/sampel b.a.Q S= D 2 (N-1) + λ2 P Q Menentukan Populasi Menentukan sampel ?? SKALA PENGUKURAN. 5 dan 10 % adalah sebagai berikut: Lihat tabel atau hitung? S = sampel .d = 0.P. Jumlah sampel berdasarkan Isaac dan Michael untuk tingkat kesalahan 1.05 N = jumlah populasi P = Q = 0. Metode Penelitian Sosial 31 .N.

1. =benar b. c. contoh: (1) a. Macam2 skala pengukuran. instrumen sudah ada yang baku sedang yang dibuat oleh peneliti harus diuji dahulu validitas dan reliabilitasnya. dan persepsi perorangan atau kelompok orang tentang fenomena sosial. Sangat setuju. b. b. Jumlah instrumen harus sama dengan variabel yang dibuat. A. d. pendapat. e. Skala Guttman digunakan untuk mendapat jawaban yang tegas terhadap suatu masalah jawabannya hanya 2. Skala Osgood. indikator dijabarkan dalam item item pernyataan atau pertanyaan. Gradasi jawaban dari sangat positif sampai sangat negatif sebagai contoh sbb: a. e. d. Sangat baik sekali 5 Baik sekali 4 Baik 3 Tidak baik 2 Tidak baik sekali 1 5 4 3 2 1 2.= salah (2) a = setuju b tidak setuju dll 3.Dalam penelitian kuantitatif maka peneliti akan menggunakan Instrumen sedangkan dalam penelitian kuantuitatif peneliti digunakan sebagai instrumen karena menggunakan key instrument. Skala Likert digunakan untuk mengukur sikap. Setuju Ragu ragu Tidak setuju Sangat tidak setuju a. c. digunakan untuk mengukur sikap dan bentuknya check list dari sangat positif sampai sangat negatif sebagai contoh Metode Penelitian Sosial 32 . Variabel dijabarkan menjadi indikator.

adalah data mentah yang diperoleh dengan angka kemudian ditafsirkan menjadi kualitatif sebagai contoh Mohon dijawab sesuai dengan nurani Saudara. Rating Scale. Instrumen penelitian Instrumen pada saat ini ada yang sudah siap digunakan oleh peneliti yang dikembangkan oleh orang lain dan ada instrumen yang dikembangkan oleh peneliti Metode Penelitian Sosial 33 . dikuantitaifkan ) 4 4 4 4 3 3 3 3 2 2 2 2 1 1 1 1 4. bagaimana persepsi saudara sebelum dan sesudah pelatihan dalam bidang Pengetahuan sebelum Mata pelajaran Pengetahuan sesddah mengikuti Diklat mengikuti Diklat 0 1 2 3 Penyakit hewan 0 1 2 3 0 1 2 3 Budidaya Domba 0 1 2 3 0 1 2 3 Pengolahan hasil ternak 0 1 2 3 0 1 2 3 Pengolahan hasil ternak 0 1 2 3 B.Penilaian gaya kepemimpinan Bersahabat 5 Tepat janji 5 Demokratis 5 Memberikan kepercayaan 5 (Ketiga pola diatas dari data kualitatif.

sendiri dibawah ini adalah salah satu contoh sebuah instrumen yang dikembangkan oleh seorang peneliti: Kisi2 variabel Efektivitas Kerja Pelaksanaan MBS Variabel Effektivitas 1kerja A Pelaksana an MBS Indikator Hubungan dan interaksi dalam kelompok Dewan Sekolah dengan Murid dan Guru Pernyataan 1Saya berpendapat bahwa seluruh anggota Dewan Sekolah suka berinteraksi antar anggota Dewan Sekolah Penilaian a Sangat setuju sekali b Sangat setuju c Setuju d Kurang Setuju e Tidak Setuju 2Beberapa anggota Dewan Sekolah yang tidak sukai. mereka tidak suka berinteraksi dengan anggota lainnya a b c d e Sangat setuju sekali Sangat setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju 3Anggota Dewan Sekolah yang saya sukai a Sangat setuju sekali senang menjalin persahabatan dan berinterak b Sangat setuju si dengan anggota Dewan Sekolah lainnya c Setuju d Kurang Setuju e Tidak Setuju VALIDITAS DAN RELIABILITAS INSTRUMEN Metode Penelitian Sosial 34 .

pd waktu beda Equivalent Gabungan Internal konsistensi Diuji dengan Anova Hoy dll III. ttp sama. RELIABILITAS INSTRUMEN : adalah alat ukur berupa instrumen tersebut apabila digunakan beberapa kali untuk mengukur obyek yang sama akan menghasilkan data yang sama. klp sama waktu beda Test beda. SKEMA TENTANG INSTRUMEN DAN CARA CARA PENGUJIAN VALIDITAS DAN RELIABILITAS . Validitas internal/ rasional Construk validity/ disusun berdasar teori Content validity/ disusun … Rancangan Validitas Eksternakl /Empiris Disusun berdasarkan fakta2 empiris yang telah terbukti Stability Instrumen yang baik EKS TER NAL Uji Validitas dengan Konsultasi ahli Uji validitas dengan membandingkan + a Valid (Ketepatan) Instrumen yang baik Uji Validitasnya diban dingkan dng yg ada Dianalisa dengan korelasi setelah diuji coba Test Retest.TEKNIK PENGUMPULAN DATA Metode Penelitian Sosial 35 . Valid berarti instrumen tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur.VALIDITAS INSTRUMEN : Alat ukur yang digunakan untuk mendapatkan data itu valid .

berbagai sumber. o Tidak terstructur. • Pengumpulan data dapat dilakukan dalam berbagai setting. Cara pengumpulan data • Interview (wawancara) o Terstructur (dengan instrumen dan tahu secara pasti informasi yang akan diperoleh. • Kuesioner ( angket). dan berbagai cara a. kualitas instrumen penelitian. kualitas pengumpulan data.• Kualitas Data dipengaruhi oleh . Sumber data • Data primer • Data sekundair c. responden diberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis untuk dijawabnya. hanya garis besar penyusunan saja. Setting mencakup : • Seting alamiah • laboratarium • eksperimen • dll b. Yang menyangkut dan perlu diperhatikan o Isi dan tujuan pertanyaan o Bahasa yang digunakan o Type dan bentuk pertanyaan o Pertanyaan tidak mendua Metode Penelitian Sosial 36 .

peneliti sebagai pengamat independent. tidak dipersiapkan secara sistematis Metode Penelitian Sosial 37 . tentang apa yang akan diamati dan dimana tempatnya o Observasi tidak terstructur. dirancang dengan sistematis. suatu pengamatan yang tidak terbatas nulai dari orang sampai benda yang tidak bisa ditanya. terlibat langsung dengan orang yang diamati yang digunakan sebagai sumber data. o Observasi non partisan. o Observasi terstructur.o Tidak menanyakan yang sudah lupa o Pertanyaan tidak menggiring o Penjang pertanyaan sebaiknya 20 s/d 30 pertanyaan o Urutan pertanyaan dari umum ke spesifik • Observasi (Pengamatan). bentuk2 observasi adalah: o Observasi berperan serta.

Statistik inferensialdipergunakan jika peneliti akan memberikan interprestasi mengenai data. Data yang diukumpulkan bukanlah secara random atau mekanik. Statistik deskriptif. PENGOLAHAN DATA DAN PENGUJIAN HIPOTESIS 1. tetapi dikuasai oleh pengembangan hipotesis. hal ini tergantung pada datanya yaitu a. PENGOLAHAN DATA Pada prinsipnya pengolahan data (analisis) ada dua cara . atau ingin menarik kesimpulan data yang dihasilkan 2. Apa yang diketemukan pada suatu saat adalah satu pedoman yang langsung terdapat apa yang akan dikumpulkan berikutnya dimana akan dicari. b. 2. berangkat dari data kuantitatif yang terbagi atas: 1. dilakukan terhadap data kualitatif. Analisis non statistik.PROSEDUR PANALISIS DATA. Analisis Statistik.III. yang ditujukan untuk penjajagan atau pendahuluan dan tidak menarik kesimpulan hanya memberikan gambaran secara deskriptif. dalam hal ini penelitian kualitatif mengajak seseorang untuk mempelajari sesuatu masalah yang ingin diteliti secara mendasar dan mendalam sampai ke akar akarnya masalah dilihat dari berbagai segi. Metode Penelitian Sosial 38 .

Hipotesis Statistik a. dengan kesan pendapat pribadi. Ho : Ry. Penyusunan Data. Ho : ρ H1 : ρ y2 y2 =0 >0 H1 : ρ c. 123 = 0 H1 : Ry. b. sehingga bila hipotesis non diterima maka hiopotesis alternatih ditolak dan sebaliknya. PENGUJIAN HIPOTESIS Pengujian hipotesis adalah cara menentukan apakah data sampel beda nyata atau tidak. Pengolahan data • Pengklasifikasikan data • Koding • Tabulasi 3. 123 > 0 y3 Metode Penelitian Sosial 39 . Antara lain mencakup: • Hanya memasukkan data yang penting dan benar2 dibutuhkan • hanya memasukkan data yang obyektif • Hanya memasukkan data yang autentik • Perlu dibedakan data dan informasi.a. Ho : ρ Ho : ρ H1 : ρ y1 =0 y1 b. y3 >0 =0 >0 d.

dengan populasi tak terhingga. sedangkan menurut ketentuan kepegawaian kenaikan pangkat 48 bulan. Luas daerah yang diarsir seluruhnya adalah 0.05 dan bilangan ini disebut taraf nyata ( α ) dari pengujian Pengujian dengan sampel besar.05 Z=  Metode Penelitian Sosial 40 . dengan simpangan baku 5 bulan. Pengujian Distribusi Normal : a. Dengan cara sebagai berikut: 2. yang benar mana??? Ho = 48 bulan dan H1 ≠ 48 kita ambil α = 0. a.1. untuk ini digunakan nilai rata2 dan variansi. Pengujian untuk rata2 misal sebagai berikut: data dari 100 Penyuluh terlihat bahwa kenaikan pangkatnya rata2 60 bulan 1 kali.

009 . Hi : ρ < 0.b.009 (Uji satu skor) Metode Penelitian Sosial 41 .05 Ho : ρ Z = 0. dan yang diterima di Cinagara hanya 160 orang . sedangkan seluruh peserta tes adalah 200 orang. Pengujian Proporsi Misal Staf Sekretariat STPP Cinagara mengatakan bahwa 90 % staf PPL yang berasal dari Dinas Peternakan yang ikut tes diterima di STPP Cinagara. benarkah pernyataan itu: N = 200. α = 0. X = 160 .

c. nilai rata2 ujian MPS adalah 71 dengan simpangan baku 7 dan 74 dengan simpangan baku 8 apakah ada beda nyata: Metode Penelitian Sosial 42 . Pengujian selisih dua rata2 Misal dua kelas parallel masing2 terdiri atas 50 dan 60 orang.

setelah itu diadakan tes maka kelas nilainya = 70 dan B = 60. kelas A diberikan pelajaran beternak ayam dengan teori dan praktek. efektifkajh pemberian praktek beternak ayam? Metode Penelitian Sosial 43 .d. sedangkan kelas B hanya teori saja. Pengujian selisih dua proporsi Misal dua kelas parallel dengan murid masing2 100.

5 dengan taraf simpangan baku 4.m dengan taraf beda nyata 0.05.8 Metode Penelitian Sosial 44 .d. sampel diambil masing2 10 orang tiap tiap jurusan menhasilkan rata2 nilai 63. Pengujoan dengan sampel kecil Misal untuk menguji prestasi bahasa inggris mahasiswa STPP dengan skor rata2 60 .

e. dengan hasil tes 75 dengan simpanan baku 5. sedang Cibalagung sebanyak 10 ms. pengujian dengan alpha = 0. 70 dengan simpanan baku 4.05 dengan jerajat bebas n1 + n2 –2 = 23 Metode Penelitian Sosial 45 . dalam pelajaran BI. Cinagara diambil 15 ms. Pengujian selisih dua rata2 (uji t) Misalkan menguji prestasi mahasiswa jurusan peternakan dan pertanian STPP .

Hipotesis Statistik BAB III DAFTAR PUSTAKA Metode Penelitian Sosial 46 . 1.D PENULISAN LAPORAN PENELITIAN. Kata pengantar Daftar Isi BAB I . Perumusan Masalah 2. Hipotesis : METODOLOGI PENELITIAN A. Kerangka berpikir C. Metode penelitian D. Tujuan Penelitian B. : PENDAHULUAN A. Teknik analisis data F. Konstelasi Masalah BAB II : DESKRPSI TEORI DAN HIPOTESIS A. Tempat dan waktu penelitian C.PERSIAPAN S. Penulisan Kerangka Acuan/Proposal. Latar Belakang 1. Deskripsi teori B. Populasi dan teknik pengambilan sampel penelitian E.

Hipotesis : METODOLOGI PENELITIAN A. Konstelasi Masalah BAB II : DESKRPSI TEORI DAN HIPOTESIS A. Perumusan Masalah B.II: Kerangka Penulisan Laporan Penelitian. Kerangka berpikir C. Tujuan Penelitian B. Tempat dan waktu penelitian C. Judul Ringkasan Lembar persetujuan (untuk skripsi. : PENDAHULUAN B. Populasi dan teknik pengambilan sampel penelitian BAB III Metode Penelitian Sosial 47 . Metode penelitian D. Latar Belakang A. Deskripsi teori B. tesis dan disertasi) Kata pengantar Daftar Isi Daftar tabel Daftar gambar Daftar lampiran BAB I .

E. Instrumen penelitian F. Pengujian Hipotesis D. Kesimpulan B. Pengujuan Persyaratan analisis (normalitas homogenitas) C. Analisis Data BAB IV : HASIL PENELITIAN A. Deskripsi data hasil penelitian B. Keterbatasan penelitian : KESIMPULAN IMPLIKASI DAN SARAN. A. Saran BAB V DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN RIWAYAT HIDUP Metode Penelitian Sosial 48 . Implikasi C.

Di Desa ……………… 3.. 4. di desa ………….CONTOH2 JUDUL PENELITIAN YANG TERKAIT DENGAN PENGETAHUAN EKONOMI SOSIAL DAN KEMASYARAKATAN UNTUK MAHASISWA PROGRAM D4 STPP JURUSAN PETERNAKAN CINAGARA 1. Peningkatan kompetensi petani dalam pembuatan Ura Mollase Block di kelompok tani ……. 7. Peningkatan kemampuan peternak dalam pembuatan pupuk kandang dengan penambahan urea di ………………. Peningkatan kemampuan peternak dalam pembuatan kompos dengan penambahan media Stardec urea di ………………... 6. Peningkatan kemampuan peternak dalam pemberian pakan anak itik dengan penambahan cabe di ……………….. 2. Metode Penelitian Sosial 49 . Meningkatkan kinerja kelompok tani melalui peningkatan PKS pada kelompok tani ………. Peningkatan kemampuan peternak dalam penanggulangan ND pada ayam Buras di desa …………. Pemberdayaan Kelompok Tani Peternak dalam optimalisasi pemanfaatan kotoran sapi dengan biuofad di desa ……………… 5..

Peningkatan kemampuan peternak dalampengendalian penyakit cacing pada sapi potong di desa …………….. 13. 9. Peningkatan kemampuan dan ketrampilan petani dalam penyapihan anak ayam buras dengan kandang dindukan di ……. Peningkatan kemampuan peternak dalam penggemukan usaha sapi potong dengan penambahan pakan penguat bekatul di desa ……………. Di desa ………. 15.8. ketrampilan dan kemampuan petani dalam efisiensi reproduksi ternak kambing di desa …………… 12. Peningkatan Pengetahuan dan ketrampilan peternak dalam pengolahan jerami padi secara amofer melalui pendekatan kelompok di desa …… Metode Penelitian Sosial 50 . Meningkatkan sikap antisipatif petani peternak ayam dalam pencegahan ND melalui program vaksinasi di kelompok …. Peningkatan pengetahuan. 10. 14. Meningkatkan pendapatan peternak melalui perbaikan tempat pakan ternak sapi potong di desa …………… 11. Peningkatan kemampuan dan pengetahuan peternak dalam pemanfaatan kotoran kambing/sapi/kerbau untuk pupuk organik dengan proses pencampuran Urea di desa ………….

Peningkatan kemampuan peternak dalam budidaya kambing dengan sistem kandang panggung di desa …………….16.. 22.. Metode Penelitian Sosial 51 . 20. Peningkatan kemampuan peternak babi dalam pemberian pakan tambahan di desa ……. Peningkatan kemampuan peternak dalam penanggulangan penyakit scabies pada kambing di desa ………………. 23. 17. Peningkatan kemampuan peternak dalam budidaya pembesaran anak ayam buras di desa …………. Pemberdayaan kelompok tani dalam pemanfaatan kotoran ternak menjadi watelase di desa ……….. Peningkatan pendapatan petani itik dengan pemeliharaan/ budidaya itik secara intensif di desa …… 21.. Peningkatan kemampuan peternak dalam penetasan Telur Ayam Buras dengan menggunakan mesin tetas di desa …………… 18. Peningkatan kemampuan peternak dalam pemanfaatan kotoran ternak untuk pupuk organik dengan media miroba di desa …………… 19. Peningkatan kemampuan peternak dalam meningkatkan populasi itik melalui penetasan dengan menggunakan mesin tetas di desa 24.

Metode Penelitian Sosial 52 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->