A. Konsep Dasar Medik 1. Defenisi a.

Neoplasma: kumpulan sel abnormal yang terbentuk oleh sel-sel yang tumbuh terus menerus secara terbatas, tidak berkoordinasi dengan jaringan sekitarnya dan tidak berguna bagi tubuh (dr. Achmad Tjarta, pathologi, 1973). b. Kanker adalah : Istilah umum yang digunakan untuk menggambarkan gangguan pertumbuhan selular dan merupakan kelompok penyakit dan bukan hanya penyakit tunggal (Marilynn E. Doenges, Rencana Askep, 1993) c. Cancer : Istilah umum yang mencakup setiap pertumbuhan malignan dalam setiap bagian tubuh. Pertmbuhan ini tidak bertujuan, bersifat parasit dan berkembang dengan mengorbankan manusia yang menjadi hospesnya. Sedangkan Carsinoma adalah pertumbuhan kanker pada jaringan epitel. (Sue Hinchliff, kamus Keperawatan, 1997). d. Kanker payudara adalah tumor ganas pada payudara atau salah satu payudara (Rosa Mariono, MA, Standart asuha Keperawatan St. Carolus, 2000) 2. Bermacam-macam bentuk tumor : Perbedaan antara tumor ganas dan tumor jinak Tumor ganas Tumor jinak ± Tumor infiltratif. Tumbuk berkembang menyerbuk kedalam jaringan sehat disekitarnya, menyerupai jari-jari kepiting (cancer). Sukar digerakan dari dasarnya. ± Tumbuh ekspansif. Mendesak jaringan sehat sekitarnya dan jaringan sehat yang terdesak membentuk simpai/kapsel. Mudah digerakan dari dasarnya. ± Residif (kambuh) dengan bedah/therapi sinar dapat kambuh lagi karena ada sel-sel yang tertinggal. ± Karena bersimpai, maka mudah di keluarkan seluruhnya ± Terjadi metastase melalui : pembuluh darah: Hematogen Pembuluh limfe : limfogen ± Tidak terjadi metastase ± Tumbuh cepat Klinis : Tumor cepat membesar Mikroskopik : Mitosis bipolar (normal) Mitosis (abnormal)

Satu sel dapat menjadi 3 atau 4 anak sel ± Tumbuh lambat Klinis : Tidak cepat membesar Mikroskopik : Mitosis bipolar (normal) Satu sel membelah menjdi 2 anak sel. Tipe-tipe kanker payudara a. biasanya tidak seberapa keras. d. Paget¶s disease sangat jarang terdapat di negeri kita ini. Jarang sekali comedo carsinoma terbatas pada saluran saja. Tumor ini biasanya sangat dalam di dalam mamma. Juga disebut kanker tipe scirrbus. Comedo carsinoma Terdiri dari sel-sel kanker non papillry dan intraduktal. oleh karena banyak fibrosis. Ini aadlah kanker payudara yang lazim ditemukan . 75% dari kanker payudara adalah tipe ini. Medullary carsinoma. tumor mengadakan infiltrasi ke kulit dan ke dasar. ± Kehilangan polaritas letak sel yang satu terhadap yang lain tidak teratur lagi. yaitu fascia. c. Kadang-kadang sulit sekali dibedakan dari papilloma. hipertrofi sel epedermoi. seing dengan nekrosis sentral. Adenokarsinoma dengan infiltrasi dan fibrosis. dia umumnya agak besar dan keras. ± Biasanya tidak mengakibatkan kematian bila tidak terletak pada alat tubuh yang vital. penderita bisa meninggal. ± Tidak ditemukan ³Loss of polarity´ ± Jika tidak diobati. 3. biasanya mengadkan infiltrasi ke sekitarnya. yang biasanya merah dan menebal. dan kadang-kadang disertai kista-kista dan mempunyai kapsul. Suatu tumor subareoler bisa teraba. sehingga pada permukaan potongan terlihat seperti isi kelenjar. infiltrasi sel-sel bunder di bawah epidermis. Paget¶s disease mempunyai prognosis lebih baik. Secara patologik cicir-cirinya ialah: sel-sel paget (seperti pasir). e. Paget¶s disease adalah Bentuk kanker yang dalam taraf permulaan manifestasinya sebagai ezema menahun dari puting susu. Kanker duktus laktiferus Non infiltrating papillary karsinoma bisa berbentuk dalam tiap duktus laktiferus dari yang terbesar sampai yang sekecil-kecilnya. menjadi infiltrating comedo carsinoma. Sebenarnya penyakit ini adalah suatu kanker intraduktal yang tumbuh dibagian terminal dari duktus laktiferus. b. Tumor ini kurang infiltratif dibanding dengan tipe scirrbus tadi dan metastasis ketiak sangat .

Pendapat umum ialah mastitis karsinomatosa dibiopsi dan diradiasi saja dengan atau tanpa hormon. Tahap 3 : Pembesaran lebih lanjut jaringan payudara dan areola. Maka prognosis tumor ini lebih baik daripada tipe-tipe lain yang disebut diatas. Penyakit ini dapat timbul pada waktu menyusui. Tahap 4 : Puting dan areola membentuk tonjolan kedua di atas jaringan payudara. pada wanita yang tidak sedang . Limfoma : Kanker dari organ perlawanan infeksi. otot. Mastitis karsinoma Suatu penyakit yangsangat ganas dan sangat cepat jalannya. Ini yang timbul sering sebagai carsinoma in situ dengan lobulus yang membesar. Tahap 5 : Payudara yang lebih besar dengan kontur tunggal Payudara pada wanita dewasa terletak diantara iga ke-2 samapi iga ke-6 (vertikal) dan antara sternum sampai linea mid axilaris (secara horizontal).lama. Tahap 1 : Payudara pra pubertas. Karsinoma : Kanker dari sel epitel. Adapun berat payudara tiap-tiap orang berbeda. d. 5. c. b. hmpir tidak dapat dibedakan dari tipe scirrbus. Kalau mengadakan infiltrasi. terjadi sekitar usia 10 tahun dan terus berkembang sampai sekitar usia 16 tahun. Adapun tahap perubahan payudara menurut (Tanner) adalah sebagai berikut : a. 4. Leukemia : Kanker dari organ pembentukan darah. g. b. Secara mikroskopik. Tahap 2 : Penonjolan payudara sebagi tanda pertama pubertas wanita. Klasifiksi kanker menurut type jaringan : a. Perkembangan payudara dipengaruhi oleh adanya hormon estrogen dan hormon lain. Kanker dari lobulus. Dapat kita ketahui bahwa operasi akan mengakibatkan penyebaran yang sangat cepat dan kematian. c. Anatomi dan fisiologi Payudara pada pria dan wanita adalah sama sampai mencapai tahap pubertas dimana payudara wanita mengalami perkembangan. f. akan tetapi juga di luar waktu tersebut. Sarkoma : Kanker dari tulang. jaringan penyambung. e. kelihatan lobulus atau kumpulan lobulus dengan berisi kelompok sel-sel asinus dengan beberapa mitosis. d.

Setiap lobus terdiri atas sekelompok alveolus yang bermuara ke dalam ductus lactiferus (saluran air susu) yang bergabung dengan duktus lainnya sehingga terbentuk saluran yang lebih besar dan berakhir dalam saluran sekretorik. Bentuk payudara cembung ke depan dengan puting di tengahnya yang terdiri atas kulit dan jaringan erektil yang berwarna tua. Didekat dasar puing terdapat kelenjar sebaseus. Puting berlubang antara 15-20 buah yang merupakan saluran dari kelenjar susu. yaitu kelenjar montgomery yang mengeluarkan zat lemak sehingga puting tetap lemas. Adapun sekitar 85% jaringan payudara adalah lemak. Lobus-lobus yang ada berjumlah 12-20 buah. Isapan dapat merangsang pengeluaran oxitosin dari kelenjar pituitary yang terletak dilobus anterior kelenjar hipofisis yang dialirkan melalui aliran darah. kanker payudara berjumlah 30% dari semua kanker invansive pada wanita dan kurang . kemudian saluran akan menyempit lagi dan menembus puting sehingga akhirnya bermuara di atas permukaannya. Ketika saluran ini mendekati puting. Wanita lebih sering terkena dibandingkan laki-laki. Puting dilingkari oleh daerah berwarna coklat yang disebut areola. masing-masing meluas ke axilla. Jaringan fibrosa akan mengikat lobus-lobus yng dipisahkan oleh jaringan lemak yang ada. Terdapat pula ligamen cooper yang merupakan pita fasia yang menyangga payudara pada dinding dada. suatu area jaringan payudara yang disebut tail of spence. 6. adapaun fakto-faktor resiko dari kanker mammae antara lain : a. Etiologi Penyebab pasti tidak diketahui. Adapun fungsi dari payudara adalah sebagai organ untuk laktasi yang dipengaruhi hormon prolakin dan corticotropin. Di Amerika serikat. sedangkan pada wanita yang sedang menyusui berat payudara dapat mencapai 400-500 gr. Jenis kelamin. kanker akan membesar dan membentuk wadah penampungan air susu yang disebut sinus lactiferus. Laktasi dapat tejadi karena adanya persepsi subjektif dari ibu dan stimulasi dari isapan oleh bayi. Struktur dasar payudara terdiri dari jarigan fibrosa dan lapisan lemak.menyusui berat payudara antara 150-250 gr. Jaringan payudara terdapat diatas otot pektoralis mayor dari sternum menuju linea mid clavicularis.

terutama kanker payudara atau tumor payudara. b. Riwayat keluarga dengan kanker mammae dan genetik. Diperkirakan wanita dengan obesitas mengalami peningkatan sirkulasi estrogen yang dapat mengakibatkan sel kanker mengalami ketergantungan hormon. Jika salah satu anggota keluarga dekat kanker. e. Selain itu. Riwayat menstruasi Resiko payudara meningkat pada wanita yang mengalami menarche sebelum usia 12 tahun dan mengalami menopause setelah 50 tahun. . Bilateral Oophorectany (pengangkatan ovarium) diperkirakan dapat memperkecil resiko kanker payudara dibandingkan menopause setelah 50 tahun. Sedangkan pada wanita mempunyai riwayat kanker mammae beresiko terjadi kanker mammae pada payudara di sebelahnya sebanyak 2 kali-4 kali kemungkinan terkena kanker. Beberapa studi juga menyebutkan bahwa lamanya ibu memberikan ASI pada anaknya dapat menurunkan resiko kanker payudara. Riwayat kanker sebelumnya. c. Riwayat reproduksi .dari 1% dari kanker yang ditemukan pada pria. Wanita yang tidak mempunyai anak juga beresiko untuk terkena kanker payudara (Nulliparity) g. Keaadaan dimana anak pertama lahir setelah ibu berusia 30 tahun dapat menjadi faktor resiko terjadi kanker payudara. d. Usia Sebagian besar kanker mammae ditemukan pada wanita berusia 40 tahun keatas. Hal ini dapat dikarenakan total waktu dimana seseorang terekspose estrogen dan progesteron pada payudaranya disertai dengan perkembangan sel dan perubahan jaringan payudara pada setiap siklus ovulasi. Wanita yang mempunyai tumor payudara yang disertai perubahan epitel proliferatif mempunyai resiko dua kali lipat untuk mengalami kanker payudara. Obesitas dan diit tinggi lemak Obesitas juga menunjukan peningkatan resiko kanker payudara pada wanita post menopause.4 kali. Resiko akan meningkat > 4 kali jika ada 2 orang anggota keluarga dekat yang mengidap kanker. namun lebih banyak ditemukan pada wanita setelah berusia 50 tahun. f. obesitas dapat menghambat diagnosa dari penyakit kanker payudara sehingga diagnosa pada wanita dengan obesitas cenderung lebih lambat. Resiko meningkat 2 kali.

lamanya orang tersebut mengkonsumsi alkohol maupun tipe alkohol yang dikonsumsi. Hal ini meliputi penggunaan kontrasepsi oral maupun penggunaan therapi pengganti hormon estrogen. Adapun teori yang menyebutkan bahwa alkohol yang dikonsumsi saat premenopause dapat menyebabkan injuri pada jaringan payudara.h. Penggunaan hormon dari luar tubuh. Sedangkan tingkat ekonomi rendah dapat meningkatkan angka kematian yang disebabkan oleh kanker. Hal ini juga dipengaruhi oleh usia seseorang saat mengkonsumsi alkohol. Paparan radiasi Pemajanan terhadap radiasi ionisasi setelah pubertas dan sebelum usia 30 tahun beresiko meningkatkan kemungkinan terkena kanker payudara sampai 2 kali lipat. Beberapa studi menunjukan bahwa ada peningkatan resiko terhadap kanker payudara saat hormon progestin diberi tambahan hormon estrogen maupun saat seseorang menggunakan therapi jangkan panjang (lebih dri 5 tahun) j. stress. kurang aktivitas. Penggunaan alkohol Beberapa studi menyebutkan adanya peningkatan resiko terhadap kanker payudara pada orang yang mengkonsumsi alkohol walau hanya 1 kali minum dalam sehari. 2) Merokok. yang dikonsumsi. penggunaan protese pada mammae. Patofisiologi Sel tubuh yang normal mengalami degenerasi yang didukung oleh adanya faktor . jaringan-jaringan pada payudara sangat sensitif sehinga efek pengrusakan dari radiasi meningkat. Pada saat berusia 10-14 tahun. lama penggunaan dan dosis yang digunakan. Hal-hal tersebut diatas dapat meningkatkan resiko kanker payudara. diagnosa psikiatri. Faktor lainnya : 0) Tingkat ekonomi. Teori lain menyebutkan bahwa metabolisme alkohol dan kadar estrogen dapat menstimulasi pertumbuhan sel kanker. i. 7. Wanita dengan kulit putih mempunyai resiko tinggi terkena kanker payudara sedangkan wanita kulit hitam resikonya lebih kecil. coffein. 1) Etnis. Tingkat ekonomi tinggi dapat dihubungkan dengan peningkatan resiko kanker. Hal ini turut di pengaruhi oleh usia saat mulai menggunakan therapi. k.

M0. Sel-selyang ganas tersebutlah yang dinamakan kanker dengan ciri khas bahwa sel tersebut berkembang lebih cepat dibanding sel normal maupun sel abnormal yang jinak. T4 Tumor dengan infiltrasi kedinding thorax atau kulit. Kalsifiksi TNM dari Ca mammae : Tumor : Tis Tumor sebelum invasi tanpa infiltrasi intra duktuel atau paget¶s disease dari puting susu tanpa tumor. tulang. Tumor berdiameter lebih dari 5 cm. Stadium O Tis N0 M0 Carsinoma in situ. Kelenjar limfe homolateral berlekatan satu sama lain atau melekat ke jaringan sekitarnya N3. T3. Tidak ada metasase ditambah infiltrasi kulit sekitar payudara. T1. N1. penggunaan kontrasepsi oral). N0. Kelenjar limfe infraklavikular dan supraklavikular homolateral Metastase / anak sebar. . M1. Ciri khas lain dari kanker adalah ia dapat bermetastase melalui aliran darah maupun aliran limfe kejaringan-jaringan lain disekitarnya seperti : paru. Nodus limfe regional. menopause lebih dari 50 tahun. Sel yang bergenerasi tesebut mengalami perubahan struktur dan fungsinya. Tidak ada metastase jauh. hepar. 8. Tumor berdiameter 2-5 cm. T2. ovarium bahkan dapat sampai ke otak. penggunaan therapi estrogen. Teraba di ketiak homolateral adanya kelenjar limfe yang dapat digerakkan N2. Stadium-stadium kanker : a. zat-za kimia radioaktif maupun adanya riwayat keluarga dengan kanker (genetik). Perjalanan metastase. Tumor berdiameter 2 cm atau kurang.± faktor karsinogenik seperti peningkatan paparan hormon estrogen dalam tubuh (menarche kurang dari 12 tahun. b. Metastase juga dapat juga terjadi melalui transplantasi langsung maupun rongga permukaan tubuh. Tidak teraba kelenjar limfe diketiak. dapat menjadi sel yang ganas maupun sel yang jinak (tumor).

Nyeri pada kanker payudara dapat ditemukan pada kasus yang lebih lanjut. j. Kulit berwarna merah. c. kadang edema. T3N2M0 Tumor kurang dari 2 cm dengan nodus limfe yang terfiksasi atau tumor lebih dari 5 cm dengan ndus terfiksasi/tidak tefiksasi. BSE (Breast Self Examination) Pemeriksaan payudara sendiri oleh orang yang bersangkutan.I. sebagian besar terjadi pada payudara sebelah kiri. CBE (Clinical Breast Examination) Pemeriksaan payudara oleh perawat yang sudah terlatih. Pemeriksaan dilakukan pada hari ke-5 sampai hari ke-10 menstruasi. Koping : menyangkal.A. T2N2M0. agak gelap. Tanda dan gejala a. i. Tumor kurang dari 2 cm tanpa nodus II.B. Tampak dimpling atau peau d¶orange pada kulit payudara. T1N2M0. Sebaliknya pemeriksaan ini dilakukan setiap bulan setelah berusia 20 tahun. Dilakukan setiap 3 tahun sekali untuk usia 20 tahun sampai 39 tahun dan dilakukan lebih sering bila . e. mayoritas ditemukan di kuadran atas terluar dari payudara. T1 N0 M0. II. Ukuran 2-5 cm tanpa nodus. dimana kulit tampak kerut seperti kulit jeruk. Metastase ke kulit dapat di manifestasikan oleh lesi yang mengalami ulserasi. T2N1M0. Batas benjolan tidak teratur. T1 N1M0. g. Retraksi puting susu.A. T0-N1 M0. T3N0M0 Tumor 2-5 cm dengan nodus atau lebih dari 5 cm tanpa nodus. Pemeriksaan diagnostik a. f. T2 N0M0. Pembesaran kelenjar getah bening setempat 10. Stadium IV T«N«M1 Semua tumor yang metastase Perjalanan metastase tumor 9. III. b. T0N2M0. Lesi tidak terasa nyeri. terfiksasi dan keras. h. Teraba massa atau benjolan di mammae. b. Tumor 0-2 cm dengan nodus atau.T3N1M0. d.

11. 1) Mastectomy radikal yang dimodifikasi Pengangkatan payudara sepanjang nodu limfe axila sampai otot pectoralis mayor. Pembedahan.29.29 tidak akan mengalami peningkatan pada klien yang merokok. Pemeriksaan ini dapat membedakan antara kanker in situ dan kanker invasif. Xeromammography Pemotretan jaringan payudara dengan kontras dan sedikit dosis rendah. g. Semua jaringan payudara termasuk puting dan areola dan lapisan otot pectoralis mayor diangkat. Terjadi peningkatan CEA (lebih dari 5) dan peningkatan Ca 15-3. Mammographi. Core needle biopsi Pengambilan jaringan inti dari masa. Sebaiknya dilakukan setiap tahun bila sudah berusia 40 tahun atau lebih. Ultrasound Perpaduan antara mammography dan ultrasound dapat membedakan cairan yang mengisi massa yang ada. Kadar Ca 15-3 dan Ca 27. c. d. Dengan foto rontgen mammography dapat di temukan adanya benjolan berukuran 1 mm. FNAB (Fine Needle Aspiration Biopsi) Dengan cara mengaspirasi jaringan massa dengan menggunakan syringe dan jarum 21-23. Penatalaksanaan medik a. Pemeriksaan darah : CEA. e. biasanya digunakan anastesi lokal karena cenderung lebih berdarah dan lebih nyeri daripada FNAB. Ca 27. Hasil aspirasi diletakan di objek glass dan diperiksa di laboratorium.sudah berusia 40 tahun atau lebih. h. Exsisi dilakukan dengan sedikitnya 3 cm jaringan payudara normal yang berada . f. Ca 15-3 dan Ca 27. 2) Mastectomy total. 29. 3) Lumpectomy/tumor Pengangkatan tumor dimana lapisan mayor dri payudara tidak turut diangkat. Nodus axila tidak disayat dan lapisan otot dinding dada tidak diangkat. Lapisan otot pectoralis mayor tidak diangkat namun otot pectoralis minor bisa jadi diangkat atau tidak diangkat.

4) Wide excision/mastektomy parsial. Pengangkatan dan payudara dengan kulit yang ada dan lapisan otot pectoralis mayor. Radiotherapi Biasanya merupakan kombinasi dari terapi lainnya tapi tidak jarang pula merupakan therapi tunggal. Biasanya dengan obat golongan tamoxifen untuk kanker yang sudah bermetastase. Komplikasi a. B. Pola nutrisi metabolik 1) Diit tinggi lemak. KONSEP ASUHAN KEPERAWATAN 1. mual. 12. . 2) Terpapar radiasi berlebih. ovarium. b. Adapun efek samping : kerusakan kulit di sekitarnya. kerontokan membuat. 3) Riwayat kanker rahim. 4) Penggunaan alkohol. tulang maupun otak. hepar. Pola persepsi dan pemiliharaan kesehatan. hilang nafsu makan. mudah terserang penyakit. Pengkajian a. 5) Ouadranectomy. Manipulasi hormonal. kanker ovarium. sarasi. 5) Rutin melakukan chek up. d. Dapat juga dengan dilakukan bilateral oophorectomy. Metastase Terjadi penyebaran sel kanker kejaringan sekitarnya seperti paru-paru. kanker colon. c. 2) Penurunan nafsu makan. radang tenggorkan. 1) Riwayat keluarga dengan kanker. muntah. b.di sekitar tumor tersebut. nyeri karena inflamasi pada nervus atau otot pectoralis. Efek samping : lelah. kelelahan. Chemotherapy Pemberian obat-obatan anti kanker yang sudah menyebar dalam aliran darah. Dapat juga digabung dengan therapi endokrin lainnya. Exisisi tumor dengan 12 tepi dari jaringan payudara normal.

4) Penurunan berat badan. 6) Kontrasepsi oral. 10) Alopesia. 1) Darah pada feses/urine. Pola reproduksi-seksual. 6) Malu. Pola koping-toleransi terhadap stress. 6) Obesitas. 5) Edema. d. 2) Gangguan dalam interaksi sosial. 1) Gangguan dalam melakukan perannya. 2) Menopause setelah 50 tahun. 3) Ansietas/ketakutan. i. 5) Tidak memiliki anak. 3) Therapi hormon. Pola tidur-isirahat. 3) Konstipasi/diare.3) Muntah-muntah. h. 9) Scan pada post operasi. g. gatas pada tulang. 8) Jaringan peau d¶orange pada payudara. 1) Gangguan tidur karena nyeri. 4) Anak pertama lahir setelah 30 tahun. f. Pola persepsi. Pola peran-hubungan sesama. 1) Menarche sebelum 12 tahun. . 5) Pola persepsi-konsep diri. tidak percaya diri karena : 7) Lesi seperti cacat. e. 1) Kelelahan. ascites. Pola eliminasi. 4) Rasa terbakar. 4) Distensi abdomen. 2) Ketidaktahuan tentang proses penyakit. Pola aktivitas-latihan. 2) Aktivitas terbatas karena nyeri. 1) Nyeri. c. 2) Nyeri saat defekasi/berkemih.

radiasi : mual-muntah. obstruksi jaras saraf. berdaya. 3.d. efek samping khemotherapi. 4) Menarik diri. penurunan imunologi. Rencana tindakan Rasional 1. anoreksia. putus asa. e. khususnya mengenai cara ia memandang dirinya. HYD : Klien dapat mengungkapkan pemahaman tentang perubahan tubuh. 2) Penggunaan koping yang tepat Selama proses perawatan. Gangguan harga diri b. Gangguan harga diri b.d. Ketakutan b. Krisis situasi : Hospitalisasi. 3. Nyeri b. Kaji ada tidaknya dukungan dari keluarga. b.1) Stress berlebih. 2) Lebih mendekatkan diri dengan Tuhan.d. efek radiasi dan kemotherapi. 1) Mempersalahkan Tuhan. rokok. ragu mengenai penerimaan orang lain. 3) Denial terhadap penyakit. kecacatan bedah. Diagnosa Keperawatan a. efek samping khemotherapi. inflamasi.d. 2. Dorong klien untuk bertanya mengenai masalah yang ia alami. 4. proses penyakit : destrukrif jaringan saraf. ketidak pastian hasil rasa tidak. konsekuensi kemnotherapi. Mengetahui bagaimana individu memandangi dirinya (konsep diri) . penanganan perawatan yang sesuai. ditandai dengan : 1) Partisipasi aktif dalam hubungan personal yang tepat.d. ragu mengenai penerimaan orang lain. d. Rencana Keperawatan a. c. Pola nilai kepercayaan. kecacatan bedah. Resiko tinggi terhadap kerusakan integrits kulit/jaringan b. 2) Cara mngatasi stress : minum alkohol. 2. mengembangkan koping yang efektif. putus asa. *Anjurkan klein untuk mengikuti kelompok dengan penyakit kanker payudara. Dorong klien untuk mengekspresikan perasaanya. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b. kurang pengethuan tentang kanker dan pengobatan.d. j. status hipermetabolik berkenaan dengan kanker.

4.d.* Klien dapat peduli dengan dirirnya. kurang pengethuan tentang kanker dan pengobatan HYD : Klien dapat mengurangi ketakutan yang ia alami sesuai dengan mekanisme koping yang tepat dan dapat berpartisipasi aktif dalam program pengobatan yang ditandai dengan : 1) Dapat mengungkapkan perasaan. berdaya. menarik diri. marah. 8. * Klien dapat mengungkapkan apa saja yang ia rasakan tanpa merasa ditolak. * Mengidentifikasi rasa takut. Berikan penjelaan ulang mengenai therapi. * Putus asa. Kaji ulang tentang pemahaman kelurga-klien tentang kanker. stres yang tinggi dengan koping yang tidak efektif dapat mengakibatkan muncul ide untuk bunuh diri. * Klien tidak merasa ditinggalkan. Beri support spiritual doa * Memperbaiki konsep yang salah tentang kanker. 5. Ketakutan b. percobaan bunuh diri. putus asa. . * Klien dapat menemukan wadah yang tepat untuk berbagai pengalaman. Dorong klien untuk ungkapkan pikiran-perasaan. b. Ajarkan tehnik relaksasi nafas dalam. * Informasi yang adequat dapat mengurangi kecemasan/ketakutan pada klien. 2) Aktif dalam program pengobatan. 2. Rencana Tindakan Rasional 1. Libatkan keluarga. 6. 3) Klien tanpak rileks Selama proses perawatan. tujuan. prosedur. perasaan bersalah. Krisis situasi : Hospitalisasi. orang terdekat dengan klien : Juga dalam hal mengambil keputusan utama. efek samping setelah dokter menjelaskan. * Mengetahui apakah dukungan dari keluarga cukup membantu. Lakukan kontak sering mungkin dengan klien. Waspadai gejala interaksi soial buruk. 9. ketidak pastian hasil rasa tidak. Ciptakan lingkungan yang nyaman 3. 7.

2) Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b. Kaji koping yang digunakan klien untuk mengurangi nyeri dan hasilnya. * Sebagai obat pengurang rasa sakit. HYD : Tidak terjadi kekurangan nutrisi yang ditandai dengan : 1) Hb : 12-18 mg/dl. radiasi : mual-muntah. inflamasi. * Untuk mengurangi kecemasan. 3.d. konsekuensi kemnotherapi. * Doa dapat memberi ketenangan 1) Nyeri b. 5. Selama proses perawatan. menghitung dalam hati. HYD : Nyeri berkurang atau hilang ditandai dengan : 1) Keluhan nyeri berkurang-hilang.* Keluarga dapat menjadi sistem pendukung yang solid. Kolaborasi untuk pemberian analgetik * Sebagai data dasar untuk mengevaluasi kebutuhan intervensi . ± Visualisasi. dan sebagainya. Beri posisi yang nyaman. 2. status hipermetabolik berkenaan dengan kanker. * Mengurangi nyeri dengan menurunkan ketegangan pada klien. Rencana tindakan Rasional 1. obstruksi jaras saraf. 2) Klien tanpak rileks. . Kaji lokasi. Anjurkan klien cara mengurangi nyeri dengan : ± Nafas dalam. klien tidak merasa terisolasi. bimbingan imajinatif seperti menghitung jumlah benda yang ada. * Mengurangi nyeri. intensitas frekuesi. proses penyakit : destrukrif jaringan saraf. 4. durasi. anoreksia. * Mengetahui apa saja yangsudah di coba oleh klien untuk mengurangi nyeri dan keefektifannya.d.

bising. efek radiasi dan kemotherapi. berat badan. ulserasi. alopesia. 7. Resiko tinggi terhadap kerusakan integrits kulit/jaringan b. misal dengan makan bersama * Mengetahui jumlah masakan yang dimakan oleh klien. dll. lipatan kuli bisep-trisep. HYD : Tidak terjadi kerusakan integritas kulit yang ditandai oleh : 1) Membran mukosa utuh. * Meningkatkan nafsu makan. Rencana tindakan Rasional 1. ± Beri snack sebagai pengganti makan bila klien tidak mau makan. e. Rencana tindakan Rasional ± Pantau masukan makanan setiap hari.d. gatal-gatal. * Mengurangi rasa mual. turgor kulit. hiperpigmentasi. bedak kecuali di izinkan dokter. ruam alergi. ciptakan suasana makan yang menyenangkan. Anjurkan klien untuk tidak menghapus tanda/tatto yang ada sebagai . 6. Mandikan dengan air hangat dan sabun ringan. Anjurkan klien untuk tidak menggunakan krim kulit. Kaji kondisi kulit : 2. * Lingkungan yang bau dan bising dapat menurunkan nafsu makan. ± Dorong keluarga untuk membawa makanan yang di sukai. Warna. deskuamasi kering/lembab. * Mengetahui apakah terjadi penurunan berat badan. * Untuk memenuhi asupan yang dibutuhkan walaupun tidak maksimal. ± Sajikan makanan porsi kecil tapi sering. 3. Kulit samak. ± Dorong klien untuk makan diit TKTP dengan asupan cairan yang adequat. ± Perhatikan faktor lingkungan: bau. ± Ukur tinggi badan. Selama proses perawat. penurunan imunologi.2) Tidak terjadi penurunan berat badan yang signifikan. salep. * Mengetahui apakah klien mengalami penurunan jumlah asupan nutrisi. * Untuk mengimbangi peningkatan metabolik sel. Perhatikan adanya kerusakan/ perlambatan penyembuhan luka akibat radiasi : 4. 5. kelenturan. ± Kaji hasil laboratorium : Hemoglobin.suhu.

identifikasi area radiasi. * Mempertahan kebersihan kulit tanpa mengiritasi kulit. Tamba Yong Jan. Segera cuci kulit dengan sabun dan air bila agen antineoplastik tercecer pada kulit yang tidak terlindungi. 8. Jakarta Pearse evelyn C. Kaji lokasi pemasangan vena : gatal. 11. ( 2000 ). Kapita Selekta Kedokteran. Buku Ajar ILmu Bedah. * Mengetahui kondisi kulit. * Dengan pengobatan. * Mengencerkan obat untuk menurunkan resiko iritasi kulit (kulit bakar kimia) Daftar Pustaka Doengoes. Sjamsuhidayat R. Jakarta : EGC. * Dapat mempengaruhi proses pemberian radiasi. Edisi 3. Sabition. et . Patofisilogi Untuk Keperawatan. * Bila terjadi tanda-tanda tersebut. * Untuk mengetahui intervensi yang akan dilakukan kemudian. Edisi Revisi. Anatomi Fisiologi untuk Paramedis PT Gramedia Jakarta Mansjoer Arif M. Anjurkan mengenakan pakaian yang lembut dan longgar. rasa terbakar. Robbins Stanley L. al.W. Untuk kemotherapi : 10. . EGC. Jakarta : EGC. kulit menjadi sensitif sehingga semua iritasi harus dihindari. Buku Ajar Patologi II. ( 2000 ). reaksi secara nyata. E (2000) Rencana Asuhan Keperawatan edisi 3. ulserasi/nekrose jaringan. 2002. ( 1995 ). Jakarta : Media Aeusculapius. 9. ( 1998 ). maka segera lapor dokter untuk menghentikan intervensi medis dari agen antineoplastik. ( 1994 ) . * Dapat meningkatkan iritasi. David C. Jakarta : EGC. Jakarta : Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga : EGC.Buku Ajar Bedah. Marilyn. nyeri tekan.