P. 1
Anatomi Pelvis

Anatomi Pelvis

|Views: 452|Likes:
Published by Fadmie LatTe

More info:

Published by: Fadmie LatTe on Jan 26, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/06/2014

pdf

text

original

Dian Indah Purnama ANATOMI PELVIS TULANG PELVIS Tulang pelvis terbentuk dari sakrum, coccygeus, dan sepasang

tulang panggul (coxae, innominata) yang menyatu kedepan membentuk simfisis pubis. Sakrum dan coccygeus merupakan perpanjangan dari kolumna vertebra dan dihubungkan oleh sendi sakrococcygeus. Pada bagian anterior sacrum terdapat bagian yang menonjol yang disebut dengan promontorium1. Os coxae/tulang innominata terdiri dari tiga komponen: ilium, iscium, pubis. Kesemuanya bertemu membentuk acetabulum. a. Ilium Terdiri dari: 1. Fossa iliaka-> bagian anterior yang berbentuk cekung dan halus 2. tuberositas iliaka/iliac crest-> bagian posterior, tempat menempelnya fossa iliaka, otot abdomen, dan fasia lata 3. spina anterior superior dan inferior-> spina superior menjadi tempat fiksasi ligamentum inguinal 4. spina posterior superior dan inferior-> spina superior menjadi tempat fiksasi ligamentum sakrotuberosa dan sakroiliaka posterior 5. linea arcuata-> merupakan bagian pinggir pelvis, terletak diantara dua segmen pertama sakrum 6. linea terminalis/iliopectineal eminence-> garis yang menghubungkan ilium dan pubis b. Ischium Terdiri dari: 1. Spina ischiadika-> perpanjangan bagian tengah posterior tiap tulang ischium, jarak antara keduanya menggambarkan diameter terpendek ruang pelvis 2. ramus ischiadika-> bergabung dengan os pubis membentuk foramen obturatoar 3. tuberositas ischiadika-> tonjolan tulang yang menunjang tubuh saat posisi duduk c. Pubis Terdiri dari: 1. Badan-> dibentuk dari garis tengah penyatuan rami pubis superior dan inferior 2. simfisis pubis-> sendi fibrokartílago tempat badan pubis bertemu 3. tuberkulus pubis-> proyeksi lateral dari ramus superior, tempat melekatnya ligamentum inguinal dan rectus abdominis 4. rami pubis superior dan inferior-> bergabung dengan rami ischiadika melingkari foramen obturatoar, tempat melekatnya lapisan inferior

dua sendi simfiseal kartilaginosa: sendi sakrococcygeus dan simfisis pubis Dikelilingi oleh ligamen yang sangat kuat pada bagian anterior dan posteriornya 2. muskulus sfingter uretra 2. berfungsi menunjang isi pelvis. vagina. a/v perineal (menyuplai daerah perineum superfisial. ischiokavenosus). uretra)1. .4. kelenjar bartholin. bulbus vestibularis. yaitu area dibawahnya yang bagian depannya dibatasi dengan os pubis. ligamen lumbosakral lateral. Otot-otot diafragma pelvis Terdiri dari musculus levator ani: otot pubococcygeus (termasuk pubovaginalis).Dian Indah Purnama diafragma urogenital1.3. ligamen sakrotuberosa. sfingter ani. bulbokavernosus. dan iliococcygeus). Terdapat hiatus urogenital tempat lewatnya uretra. Pelvis dibagi menjadi dua bagian besar: pelvis mayor (pelvis bagian atas /false pelvis). dan pelvis minor (pelvis bagian bawah/true pelvis). bagian posterior dengan sacrum dan coccygeus. a/v klitoral (menyuplai clítoris. dan rektum. dua sendi synovial: sendi-sendi sakroiliaka Disatabilisasi oleh ligamen sakroiliaka. Terdiri dari: lapisan fibrosa. dan iliaka externa -> iliaka komunis -> paraaorta4. puborektalis. levator ani). 1. mulai dari pubis sampai koksigeus dan sisi-sisi lateral pelvis. PERSENDIAN Tulang pelvis disatukan oleh empat persendian: 1.2. dan ligamen sakrospinosa1 DASAR PANGGUL Terbentuk dari diafragma urogenital dan otot-otot diafragma pelvis. berhubungan erat dengan vagina. Diafragma urogenital (membran perineal) Terdapat pada segitiga anterior. ALIRAN LIMFE Nodus limfatikus pelvis terdiri dari nodus hipogastrikus. PEMBULUH DARAH Berasal dari cabang bawah arteri dan vena uterina serta cabang dari arteri dan vena pudenda interna: a/v hemmoroidalis inferior (menyuplai anus. bagian lateral dengan iscium dan sedikit bagian ilium 2. obturatoar. ligamen iliolumbar. lapisan otot lurik (otot perineum transversa profunda/sfingter urogenital). Merupakan lapisan otot yang lebar. Rami inferior desendens menyatu dengan membentuk sudut 90-1000 3. serta muskulus koksigeus1. uretra dan perineum. yang berada di atas linea terminalis termasuk 2 fossa iliaka.

sfingter ani eksternus dan sfingter uretra dipersyarafi oleh nervus pudendus Otot puborektal. b)yang merupakan jarak terpendek antara promontorium dengan simfisis pubis. dan bulbus vestibularis -> simpatik dari T10 dan L1. Diameter posterior sagitalnya berukuran minimal 4. iliococcygeus. Untuk mengukur panjang konjugata obstetrikus. disebut dengan konjugata obstetrikus. 3. Midpevis 4.5 cm. dan coccygeus dipersyarafi oleh ramus ventral S3 dan S4 cabang anterior1. Pintu bawah panggul Terdiri dari dua segitiga. vagina.5-13 cm) menggambarkan jarak terjauh antara kedua linea terminalis. • • PLANA DAN DIAMETER PELVIS Pelvis dibagi dalam 4 plana imaginer: 1. pubococcygeus. pleksus uterovaginal/ganglion frankenhauser (mempersyarafi uterus. Garis ini biasanya berpotongan dengan konjugata obstetrikus 4 cm didepan promontorium. Diameter anteroposterior terdiri dari: a)jarak dari promontorium ke batas atas simfisis disebut konjugata vera (true konjugate). Normalnya sepanjang 10 cm atau lebih. anterior dan poserior. dilakukan pengukuran konjugata diagonalis: jarak dari batas bawah simfisis ke promontorium. 10 cm atau lebih. batas lateral: linea terminalis. Dasar kedua segitiga tersebut sama.5-2cm.5cm. Rata-rata panjangnya kurang dari 13 cm. Dari promontorium sampai titik perpotongan tersebut disebut diameter sagital posterior. 2. Pintu bawah panggul 3. dan dua diameter oblik. batas anterior: rami horizontal pubis dan simfisis pubis. Diameternya ada 4: anteroposterior. Diameter oblik merupakan garis dari satu sisi sendi sakroiliaka ke linea terminalis sisi seberangnya. pleksus rektal mediana/hemoroidalis (mempersyarafi rektum). Plana dasar panggul (tidak terlalu signifikan) 1. Pintu atas panggul Batas posterior: promontorium. hasilnya dikurangi 1. Puncak segitiga posterior . merupakan diameter terkecil pelvis. Pintu atas panggul 2. Diameter anteroposteriornya berukuran 11. Diameter transversal (12. yaitu garis antara kedua tuberositas ischiadika.4.Dian Indah Purnama PERSYARAFAN • Serabut syaraf otonom berasal dari pleksus hipogastrik inferior -> terbagi tiga: pleksus vesikalis (mempersyarafi kandung kemih dan uretra). clítoris. parasimpatik dari S2-4) Perineum. Diameter interspinosum. transversal. Midpelvis Setinggi spina ischiadika.

struktur dan berat tulang medium. segmen anterior dan posteriornya memanjang dan sempit. 2001 4. and Therapies.Dian Indah Purnama berada di ujung sakrum. sedangkan yang anterior adalah area dibawah arkus pubis. Diagnostic. dinding samping lurus. Anthropoid Bentuk PAP oval. sakrum dalam dengan inklinasi ke belakang. 4.5 cm. Segmen posteriornya juga bundar. 5. diameter interspinosa dan intertuberosa lebar. sedikit ovoid/elips. dinding samping konkaf. inklinasi sakrum normal dan seringkali sangat pendek. Novak’s Gynecology. 21st ed. tonjolan sakrosciatiknya sempit. dari ujung sakrum sampai titik perpotongan dengan garis antara tuberositas ischiadika)2. struktur dan berat tulang medium-berat. tonjolan sakrosciatiknya sempit. 1999 3. segmne posteriornya datar. segmen anterior pelvis sempit. tonjolan sakrosciatiknya lebar. Segmen anterior pelvis bundar. Platypelloid Bentuk PAP sangat oval dengan sudut retropubik yang sangat lebar dan bundar. struktur tulang medium. 1996 2. Intermediat Merupakan campuran dari berbagai tipe di atas. karakteristiknya pada dinding samping yang lurus. William’s Obstetrics. panjang dan sempit. jarak antara tepi dalam kedua tuberositas ischiadika). Android Bentuk PAP tajam.5-11. John Hopkin’s Books . 2. 3. Memlikiki 3 diameter: anteroposterior (9. inklinasi sakrum ke depan. tonjolan sakrosciatiknya adekuat. Current Obstetrics and Gynecologic. Arkus pubisnya dapat sangat bersudut atau bundar. 12th ed. dan diameter posterior sagital (>7. sakrum panjang dan sempit. Gynecoid Bentuk PAP bundar. arkus pubis bundar.3: 1. BENTUK PANGGUL Menurut Caldwell dan Moloy2.3.5 cm. dari batas bawah simfisis pubis ke ujung sakrum). segmen posteriornya lebar dan rata. diameter transversal/diameter intertuberosa (11 cm. diameter interspinosa dan intertuberosanya tidak sepanjang pelvis ginekoid. diameter interspinosa dan intertuberosa lebar. Rujukan: 1.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->