Hasil Penelitian Kasus A (dengan Initial A) 1.

Status Praesens Subjek A A adalah seorang wanita berusia 30 tahun, mengunakan jilbab panjang. A memiliki perawakan kecil dengan tinggi badan kira-kira 150 cm, dengan berat badan kira -kira 45 kg dan menggunakan kawat gigi serta berkacamata. A merupakan seorang yang cukup terbuka te rhadap orang baru, ramah dan simpatik. Selama wawancara A mampu menguraikan dan menjawab pertanyaan dengan jelas dan cukup detail, namun terkadang kurang lugas. A juga terkadang memberikan jawaban dengan bercanda dan memiliki rasa humor yang baik. A tidak menggunakan make-up dan berpenampilan sederhana setiap kali melakukan wawancara. 2. Riwayat Hidup Subjek A a. Riwayat Keluarga Subjek A Dalam keluarga besarnya, A merupakan anak bungsu dan satu -satunya anak perempuan. Ibunya menikah tiga kali dan memiliki satu anak laki-laki dari suaminya yang pertama, dan dari yang kedua tidak memiliki anak, serta yang ketiga memiliki tujuh orang anak. A adalah anak dari suaminya yang ketiga dan merupakan anak bungsu dan satu satunya anak perempuan. Sejak kecil sampai kuliah A tinggal bersama orangtuanya, dan berpisah dengan orangtuanya sejak bekerja di salah satu rumah sakit negeri di Bandung. Interaksi A dengan ayah dan ibunya sejak kecil tidak cukup dekat dan hangat, dan lebih sering dengan komunikasi satu arah. Menu rutnya, ayah dan ibunya cenderung lebih memperhatikan kebutuhan materi daripada emosi dan prestasi mereka ketika mereka kecil. Orang tuanya kurang memberi perhatian pada perkembangan pendidikan mereka (lamp. AD21 & AD22) sehingga A merasa lingkungan yang paling berpengaruh dalam hidupnya adalah lingkungan di luar keluarga, misalnya sekolah, dan teman-temannya (lamp. AD25 & AD26). Menurut A keluarga besarnya cukup akur tetapi kurang harmonis. Mereka lebih dekat dengan keluarga masing-masing dan kalau sedang berkumpul bersama, seperti hari keagamaan, mereka sibuk dengan kegiatan masing-masing (lamp. AD17). Interaksi yang kurang hangat tersebut menurut A, membuatnya terkesan kurang peduli dalam menghadapi orang-orang di sekitarnya (lamp. AD24). Sepanjang perjalanan sakit yang dialaminya, selain karena kelelahan dalam pekerjaan atau kegiatannya,

A hany a memberitahukan bahwa dia harus mengikuti pengobatan dan terapi terus -menerus. Hal ini memberikan kekecewaa n yang cukup besar terhadap keluarganya. Riwayat Penyakit Subjek A Lupus menyerang A dimulai sekitar tahun 2005. tidak membuatnya menerima keadaan tersebut. akan tetapi baru didiagnosis Agustus 2006 (lamp. Ketika A sedang sakit flu yang juga dapat membuat Lupusnya kambuh.stressor terbesar adalah keluarganya. Reaksi A setelah dia mengetahui kondisi tubuhnya. akan tetapi ka mbuh lagi dan mengalami panas badan sehingga dilakukan pemeriksaan laboratorium. kemudian A menghentikan sendiri pengobatannya. A sudah menduga ia kena Lupus tapi ka rena takut dan memiliki pengalaman yang baginya cukup mengerikan ketika merawat pasien Lupus. A merasa perlakuan keluarganya tidak adil padanya karena mereka membebankan permasalahan yang sebenarnya bukan tanggung jawabnya (lamp. A tidak mengalami gejala lupus. dan keluarganya pun mendukung secara moral dan spiritual. Walaupun A disarankan mengkonsumsi obat selama enam bulan. A menjalani pengobatannya sampai sembilan bulan. lalu didiagnosis mengalami penyakit tendenitis dan mengikuti pengobatan yang disarankan dokter tersebut. Bahkan ket ika temantemannya di rumah sakit yang merupakan residen atau dokter yang mengambil spesialis. Ia menolak setiap kemungkinan penyakitnya bahwa itu adalah Lupus. AD08). b. Sejak awal mengalami nyeri sendi. AD09 & AD10). seperti nyeri sendi dan bengkak tanpa ada cidera atau jatuh. A juga pergi ke dokter spesialis. Ketika itu. dan pada akhirnya pasien tersebut meninggal membuat A berusaha menolak dugaannya itu. khususnya dalam masalah keuangan yang sering membuat A konflik dengan keluarganya (lamp. Hasil pemeriksaan tersebut akhirnya menyatakan A mengalami penyakit Lupus. A mulai bekerja sebagai perawat dan pada tahun ini pula A mulai merasakan beberapa gejala Lupus. A tetap merasa mendapat perhatian serta dukungan dari keluarganya ketika sakitnya sedang kambuh. Setelah empat bulan. AA01). Walaupun demikian. Tahun 2005. maka ia akan memberitahukan keadaannya pada keluarganya tapi tidak secara spesifik memberitahukan dan menjelaskan penyakit Lupus tersebut. beberapa saat hanya bisa diam .

A merupakan seorang yang aktif walaupun penyakitnya terkadang menghamba t aktivitasnya yang didukung oleh kondisi psikis yang cukup stabil dalam menghadapi kondisinya tersebut. Selama proses wawancara. Saat ini. Status Praesens Subjek H H adalah seorang laki-laki dengan tinggi kira-kira 170 cm dan berat 60 kg. Setiap melakukan wawancara H selalu berpakaian rapi dan bersih. selain r amah H juga tampak sangat antusias dan cukup terbuka dalam menjawab pertanyaan yang diberikan peneliti. H memiliki kulit sawo matang dan suaranya agak berat. ketika berhubungan dengan masalah keluarga ia tampak ragu-ragu menjawab pertanyaan tersebut.dan tidak memberi respon di hadapan dokternya. Dari penuturannya. A juga mampu membangun relasi yang baik dengan teman -temannya dan tidak menutup diri atas kondisi penyakitnya. A mulai sakit dan mengalami gejala -gejala lupus ketika ia mulai bekerja. A kemudian menangis ketika teman temannya datang untuk menghiburnya. Ia menilai dirinya tidak lebih tinggi atau lebih rendah dari orang lain walaupun ia memiliki penyakit Lupus. Hasil sementara menunjukkan A memiliki self-understanding (pemahaman diri) yang baik yang didukung dengan penerimaan kondisi fisik dan penyakit yang dialaminya sebagai bagian diri. AE42). A juga memiliki self-esteem (penghargaan diri) yang baik dan tidak berlebihan. H sering memakai jaket ketika berada di luar ruangan. dan berkacamata. Meskipun demikian ia tetap menjawab setiap pertanyaa n . Sejak dari Sekolah Dasar (SD) sampai kuliah di AKPER. Namun. di kamar kontrakannya A banyak memikirkan hal -hal buruk yang terjadi pada dirinya belajar dari pengalaman orang -orang yang pernah ia rawat dan lihat. Setelah ia mengetahui keadaannya seperti itu. A jarang sakit sejak kecil. A mengalami gangguan pendengaran di bagian kiri dan masih melakukan pengobatan dan terapi untuk mengatasi keluhan baru yang dialaminya. AE11 & lamp. A beberapa hari tidak bekerja dan kemudian masuk lagi walaupun belum cukup pulih. A memikirkan mulai dari keluhan-keluhan baru yang akan muncul dan kemungkinan kemungkinan buruk yang terjadi dan hal ini pun masih sering terjadi sampai saat ini (lamp. A hanya beberapa kali sakit. Kasus B (dengan Inisial H) 1. namun ketika di dalam ruangan ia tidak mengenakan jaket.

H terkadang mengulang-ulang beberapa kata yang telah diucapkan sebelumnya. HA77). Kemudian orang tuanya bercerai ketika ia duduk di kelas tiga SMP dan ia pun tinggal bersama nenek dan ayahnya serta adiknya sampai sekarang ini dan hubungan H dengan keluarganya pun dirasakannya semakin jauh. Kesibukan masing -masing membuat mereka memiliki waktu yang sedikit untuk bertemu sehingga relasi mereka datar dan jarang sampai menyentuh hal-hal yang berhubungan dengan emosi. Hal ini disebabkan karena sejak kecil ayahnya kerja ke luar kota dan ketika pulang pun ayahnya jarang mendekatkan diri dengan H (la mp. Orang tuanya telah bercerai ketika H duduk di kelas tiga Sekolah Menengah Pertama (SMP). Ia yang sejak kecil merasa dirinya tidak diperhatikan oleh keluarganya.peneliti dengan jelas. walaupun mereka tingga l dalam satu rumah. Sejak kecil H diasuh oleh pengasuh karena kedua orang tuanya sibuk. lalu menetap di Sukabumi. Menurut H. HC01). Riwayat Keluarga Subjek H H merupakan anak pertama dari dua orang bersaudara. membuatnya sering menghindar dari mereka sehingga ia pun merasa keluarganya terbiasa dengan hal tersebut (lamp. Ia pun jarang bercerita tentang kondisi penyakitnya kepada ayahnya karena ayahnya juga jarang bertanya kepada H tentang keadaannya. Kurangnya intensitas pertemuan tersebut semakin membuat hubungan H dengan ayahnya menjauh apalagi H yang beranjak remaja juga memiliki kesibukan di sekolahnya. Menurut penuturan H. Ibunya menikah lagi dan membentuk keluarga baru. tenang dan cukup lugas. hubungannya dengan ayahnya tidak dekat dan hangat. ketika masuk SMP intensitas pertemuan mereka semakin jarang terjadi karena H pun mengikuti kegiatan ekstrakulikuler di sekolahnya (lamp. Ketika menjawab beberapa pertanyaan. 2. Lalu. HC09). ketika H mengalami penyakit Lupus ia tidak banyak bercerita dengan ayahnya. HA81). Kondisi ini pun terbawa sampai sekarang ketika H sudah kuliah. Bahkan. Perpisahan yang terjadi dalam keluarganya meninggalkan kekecewaan baginya. . detail. sedangkan ayahnya tidak menikah dan tinggal dengan nenek H di Bandung bersama H dan adiknya (lamp. Riwayat Hidup Subjek H a. karena sejak kecil orang tuanya sibuk ia pun jarang bertemu dengan mereka.

Sebelum mengalami penyakit Lupus. H sudah sering merasakan gejalanya sejak kecil. Ia lebih sering bercerita dengan ibunya. HC12). Menurut penuturan H. ia adalah seorang yang aktif dalam kegiatan -kegiatan kampus. Di Sekolah Dasar (SD). Selain itu H menemukan ada benjolan di kakinya dan gejala demam pun mulai dirasakannya. bahkan meng alami kelumpuhan. Ia pun bereaksi dengan rasa tidak percaya dan terkejut dengan . ia pun menemukan bahwa dirinya mengalami penyakit Lupus dengan gejala-gejala yang dirasakannya. HA79). bahkan tidak menunjukkannya sama sekali dan ini dianggapnya sebagai karakteristik keluarganya (lamp. Ia sempat menjadi salah s eorang asisten dosen dan mendapat beasiswa berprestasi. H sudah mengalami beberapa kali sakit. Beberapa gejal a yang paling dirasakan adalah sakit sendi yang menurutnya luar biasa menyakitkan dan merasa kakinya itu hancur. dan membuatnya stress. Mereka pun tidak mencampuri urusan pribadi yang lainnya dan jarang membicarakan hal -hal yang pribadi (lamp. karena sering sakit. Setelah melakukan pemeriksaan kepada dokter ia pun mencari berbagai informasi mengenai penyakitnya dari sumber -sumber informasi yang ada. Waktu kecil H merasa berbeda dengan orang lain. Ketika H mempunyai masalah dan penyakit Lupusnya kambuh serta cukup parah. dan tidak bisa pergi kemana -mana. Di Sekolah Menengah Pertama (SMP) kelas tiga. H didiagnosis mengalami penyakit Lupus sekitar awal tahun 2005. berhub ung H memiliki kegiatan yang banyak walaupun jarang sakit. b. Di Sekolah Menengah Atas (SMA). Namun. maka H pun menginap di rumah ibunya dan dirawat disana (lamp. tapi karena adanya kegiatan di luar jam pelajaran sekolah menjadikannya terlambat makan dan merasakan kelelahan. hubungan H dengan ibunya cukup dekat secara emosi.Sementara itu. seperti nyeri sendi di kaki dan seluruh tubuhnya. Hal ini pun memicu kembali penyakitnya muncul. Dari informasi tersebut. di awal tahun 2005 ia kembali mulai merasakan gejala -gejala Lupus. HB09). Selama awal perkuliahan sampai tahun 2004. H tidak pernah sakit. keluarganya tidak terbiasa menunjukkan perasaan kasih sayang dengan kata -kata atau ucapan. Riwayat Penyakit Subjek H H adalah seorang Mahasiswa di salah satu Perguruan Tinggi Negeri Bandung. H sakit sehingga tidak bisa mengikuti pelajaran olahraga. H juga menceritakan masalah penyakitnya kepada ibunya. Namun.

Lupusnya sering kambuh sehingga sering menghambat H dalam beraktivitas. HA23). Keluhankeluhan yang sering muncul dan dirasakan H adalah migrain dan kelelahan yang berkepanjangan. maka ketika dokter akhirnya menyatakan H mengalami penyakit Lupus. H juga memiliki self-understanding atau pemahaman diri yang cukup baik. Namun. Akan tetapi. ia dapat mengatasi tips -tips yang didapatkannya dari beberapa sumber. HC20). Sejak vonis Lupus disampaikan kepadanya. penilaian ini terkadang menjadi sesuatu yang tidak menyenangkan untuk teman -temannya dan melihat H sebagai pribadi keras kepala. Sejak divonis mengalami penyakit Lupus.informasi yang diketahuinya itu (lamp. Kritikan H . ia pun hanya bisa pasrah dan semakin berusaha mencari informasi tentang Lupus untuk mencari strategi yang dibutuhkan untuk menghadap i penyakit tersebut (lamp. Hal ini dikarenakan pembatasan a ktivitas yang dirasanya terkadang membuat posisinya tidak nyaman dengan teman -teman dan orang di sekitarnya dan melakukan berbagai hal. kontrol rutin pun sudah tidak dilakukannya. HC16). Karena sud ah mengetahui kondisi fisiknya mengalami penyakit Lupus. walaupun masih dalam proses penerimaan kondisinya itu. Namun. dalam wawancara terakhir H berencana ak an melakukan kontrol kembali dan melakukan pengobatan (lamp. Bahkan. namun karena H sering lupa akhirnya ia berhenti mengkonsumsi obat tersebut. dan sekarang ini ia merasa lebih baik dan tidak ada keluhan baru yang cukup mengganggu aktivitasnya. H memiliki self-esteem atau penilaian diri yang tinggi terhadap dirinya. HA22). Sejak ia belajar untuk menerima dan mensyukuri kondisi penyakit Lupus ini. H mengalami masa -masa penolakan terhadap kondisi fisiknya sehingga memicu Lupusnya semakin parah. Ia pun terus berusaha untuk menerima keadaan tersebut dan berlanjut sampai sekarang ini. ia pun merasa lebih baik dan ia pun menemukan bahwa kondisi psikologis yang stabil membuatnya mampu me minimalisir kambuhnya Lupus di dalam tubuhnya (lamp. H mengikuti pengobatan yang disarankan dokter melalui konsumsi obat. Hal ini terus dikembangkan oleh H. Hasil sementara menunjukkan kondisi emosi H cukup stabil dalam menghadapi penyakit yang dia alami. Ini juga dilakukannya karena ia merasa sehat karena kondisi psikologisnya yang lebih stabil dari sebelumnya.

kepada teman-temannya diresponi sebagai hal yang berlebihan walaupun H sudah m erasa hal tersebut sudah disampaikan dengan sangat hati -hati. Hal inilah yang lebih banyak menjadi pikiran -pikiran A dalam kesehariannya. khususnya dengan kondisi penyakitnya yang tidak stabil dan sering muncul dengan keluhan baru. Penerimaan ini termasuk dengan mensyukuri yang dialaminya dan berusaha sebaik mungkin untuk melakukan pengobatan yang mampu dilakukannya. Seperti yang dikemukakan oleh Fromm bahwa sikap mengasihi kepada diri mereka sendir i akan ditemukan pada mereka yang mempunyai kesanggupan untuk mengasihi orang lain (Burns. mela inkan ia mampu bergaul dengan orang -orang tersebut dengan kondisi yang berbeda. A memiliki kekhawatiran -kekhawatiran akan masa yang akan datang. Aktivitas A dalam beberapa tempat yang cenderung berhubungan dengan orang -orang menunjukkan bahwa ia tidak menutup diri terhadap lingkungan luarnya.1993: 285). Berdasarkan pernyataan pernyataan A di atas. Hal ini berhubungan dengan penerimaan dan pemahaman A terhadap penyakit Lupus yang dialaminya. Seperti yang diungkapkan oleh Osborne dan juga Fromm. Pembahasan Menurut hasil analisis dan penelitian. Kemudian ia mengembangkan coping ini sehingga dapat melakukan adaptasi dengan penyakitnya tersebut. A memiliki self-understanding atau pemahaman diri yang baik. . A memiliki perilaku yang digerakkan oleh kehidupan religiusnya dan setiap hal yang dilakukan adalah ibadah dan usaha terbaik yang dapat diberikannya. Hal ini menunjukkan kondisi A yang mengalami stress dan juga depresi. Keadaan ini yang kemudian membuat kondisi psikis menjadi tidak stabil dan mengeluh akan kondisinya. khususnya sesama Odapus. A dapat memahami dan menerima kondisi fisiknya yang mengalami penyakit Lupus dan tidak membuatnya menutup diri terhadap relasi -relasi dengan lingkungan sekitarnya. A mengembangkan sikap mengasihi dirinya dengan menerima kondisi dirin ya. ia menggunakan coping dengan cognitive appraisal menurut teori Moos dalam Sternberg (2001: 594). Di balik rasa syukur. Ia pun mampu berempati dengan orang -orang di sekitarnya. yaitu ia menilai makna dan signifikansi masalah penyakitnya terhadap kehidupannya.

A melihat dirinya sebagai bagian dari lingkungan di sekitarnya dan mampu berinteraksi dengan baik. 3. Penyakit lupus memberikan dampak positif terhadap penghargaan dirinya serta didukung penerimaan yang baik dari lingkungan sosialnya. apa -apa yang diyakini seseorang mengenai dirinya sendiri merupakan se buah faktor di dalam memahami secara sosial terhadap orang lain (Burns. A terbuka pada dunia luar dan tetap melakukan aktivitasnya dengan baik sebagai tanggung jawabnya kepada Tuhan dan sesama. Hal ini menegaskan bahwa kemampuan A berinteraksi dengan baik menunjukkan ia memiliki pemahaman dan penghargaan diri yang baik pada dirinya sendiri. Penyakit lupus yang membatasinya beraktivitas diatasi dengan melakukan kegiatan yang disenangi. ´. A menerima kondisi fisiknya dengan rasa syukur dengan tetap mengikuti pengobatan. KESIMPULAN Berdasarkan penelitian dan analisis yang telah dilakukan tentang konsep diri dua orang yang mengalami penyakit lupus.. aktif dan optimis.. pekerja keras. Konsep Diri Dua Orang yang Mengalami Penyakit Lupus Analisa dan pembahasan yang dilakukan terhadap kedua subjek menunjukkan kedua orang subjek .Penghargaan A terhadap dirinya cukup baik artinya tidak menganggap dirinya lebih tingg i atau lebih rendah dari orang lain. Raimy dalam penelitiannya menyimpulkan bahwa. Sementara itu. yang terus menerus melakukan penyesuaian dengan kondisi penyakit lupus yang dialaminya. subjek H menggambarkan dirinya sebagai pribadi yang bersemangat. Self-Esteem (Penghargaan Diri) Penghargaan diri A didasarkan atas hal -hal yang diyakininya tentang dirinya dan nilainilai yang dipegangnya. Penghargaan diri H didasarkan pada kegiatan yang dilakukan serta karya -karya yang dihasilkannya. diperoleh bahwa: 1. Penyakit lupus memberi dampak positif baginya untuk lebih kreatif dan bijaksana melakukan aktivitas yang sesuai dengan kondisinya. H banyak mendasarkan pemahaman dirinya terhadap relasi dengan teman sebaya dan diri sosialnya (self-social). Self-understanding (Pemahaman Diri) A menggambarkan dirinya sebagai pribadi yang aktif dan adjustable. 9 2. 1993: 288)´.

Untuk kelanjutan penelitian tentang penyakit lupus. Berbagai sumber.memiliki pandangan yang positif tentang diri mereka.nusaindah. Bagi peneliti selanjutnya. yaitu: 1. Latar Belakang Pembentuk Konsep Diri Kedua subjek dibentuk dalam keluarga yang tidak banyak memberikan perhatian dan interaksi yang komunikatif. 4. Tersedia: http://www. B. Namun. Dewi. Atkinson. Bagi dokter. al. (2008). Kedua subjek memandang penyakit lupus sebagai sesuatu hal yang memberi dampak positif bagi mereka. Meningkatkan Perhatian terhadap Penyakit Lupus. Tersedia: . [Online]. diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap perkembangan penanganan Odapus secara psikologis di Bandung dan membantu tersosialisasinya pemahaman ya ng benar tentang penyakit lupus ini. (2007). Rita. Malang: UMM Press. Psikologi Kepribadian. (1993).tripod. DAFTAR PUSTAKA Alwisol. [Online]. Penya kit lupus memberikan dampak yang cukup besar dalam konsep diri yang mereka miliki didukung oleh orang -orang dalam komunitas mereka. (2007). Perkembangan dan Perilaku. R. Dengan demikian kedua subjek memiliki konsep diri positif. 3. dapat menjadi pertimbangan untuk memberikan perlakuan ( treatment) secara psikologis kepada orang yang mengalami penyakit lupus dengan tepat. Pengukuran. Artikel: Lupus. penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran dan pemahaman mengenai konsep diri orang yang mengalami penyakit lupus sehingga dapat memberi dukungan kepada mereka. 2.com/sle. terdapat beberapa hal yang menjadi saran dan pertimbangan. Jakarta: Arcan. SARAN Dari penelitian yang telah dilakukan. Bagi pembaca khususnya keluarga Odapus. Sumartini. (Edisi 11). penelitian dapat memberikan gambaran dan pemahaman yang baru mengenai fenomena penyakit lupus dan menarik untuk dikaji. et. subjek A dan H lebih banyak dipengaruhi oleh lingkungan teman sebaya dan komunitas yang mereka ikuti di luar lingkup keluarganya. konselor atau terapis yang menangani p enyakit ini. Pengantar Psikologi. Jilid 1. Konsep Diri: Teori. Batam: Interaksara. Walaupun bera da dalam proses penyesuaian dengan penyakit lupus.htm [27 Oktober 2008] Burns. kedua subjek terus menerima lupus sebagai bagian dari hidup mereka dan sesuatu yang melekat dalam diri mereka.

(2001). Jarvis. Teori-teori Psikologi: Pendekatan Modern untuk Memahami Perilaku. Bandung: PT Syamiil Cipta Media. Calvin S. Lupus yang Misterius .htm. Miracle of Love: Dengan Lupus Menuju Tuhan . (2007). Tersedia: http://www. Bandung: CV Alfabeta. Eko. [10 Maret 2009] Wargatjie.. (2008). Syamsu & Nurihsan. Kompas [Online]. (2007). 06 Oktober).. (1994). et.(2008).. [10 Maret 2009]. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.pusatartikel.lifestyle/kesehatan/lupus_yang_misterius. [Online]. & Schultz. Yusuf. Psikologi Komunikasi. Lexy J. Psychology In Search of the Human Mind . (2005. Pratomo.co. (2006).wikipedia. Tersedia: http://www. Personality: Theory and Research . Jakarta: RafaGrafindo Persada. Lawrence A.id/umar_zein/html. Osborne. Juntika.. Bandung: Tarsito. Orlando: Harcourt. Cecil G. S. Jalaluddin. (2001).okezone.itb. Encyclopedia: Systemic Lupus Erythematosus . Pengantar Metode Penelitian. Umar.. California: Wadsworth. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. (2007. Sugiyono. Metodologi Penelitian Kualitatif . Studi Kasus: Desain dan Metode . Penyakit Lupus Masih Bisa Dijinakkan . (2008).http://www.htm. Savitri. Sydney E. Inc. (2001). (2008). al. Duane P..org / careforlupus_comments. Yogyakarta: Penerbit Kanisius. Inc. Minimnya informasi Penyakit Lupus (Memperingati Hari Lupus Sedunia) . [Online]. Perasaan & Pikiran Manusia. Robert J. Yin. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia (UI Press). [Online]. Canada: John Wiley & Sons. [Online]. Metode Penelitian Naturalistik Kualitatif . (2006). Consuelo G. 14 Februari).. P. Tersedia : http://www. Tty. World Lupus Day 2006: Your Caring Saves Lives. Pervin. [19 November 2008] Y.. SN. [Online].waspada. Jakarta: Puspa Swara. Jakarta: PT BPK Gunung Mulia. Nasution. (2005).. Tersedia: http://www.htm [19 November 2008]. (2004). Psikologi Kepribadian: Teori -teori Holistik. Gardner. (1993). (Teori Kepribadian. 10 Krisna.[kompas. Penyakit Lupus. [10 Maret 2009]. Memahami Penelitian Kualitatif. . Seni Mengasihi Diri Sendiri . Rakhmat. dan Lindzey.. html. Matt. Aku & Lupus. (1993).htm. Tersedia: http:/www.com/kesehatan/penyakit_lupus.org/systemic_lupus_erythematosus. [27 Oktober 2008] . Zein. Hall. Tersedia: http://www.php. Bandung: Penerbit Nusamedia & Penerbit Nuansa. (Fourth Edition) (1984). Robert K. Theories of Personality. Sternberg.com/ ]. (2007). Schultz..syamsidhuhafoundation. Tiara. (2003).id/news/trackback/1074.ac. [19 November 2008]. Sevilla. Moleong..

Vitamin D digunakan dalam jumlah yang sangat besar. Produk lain yang baik adalah Omega Saldo Jarrow itu. sampai dua atau tiga kali atau dosis lebih direkomendasikan . mengkonsumsi protein yang mencukupi dan minyak yang baik sambil menghindari pati dan gula. suplemen PUS dapat digunakan. Untuk memastikan asupan asam lemak esensial yang cukup. Untuk media untuk dosis tinggi vitamin C ditentukan dalam rejimen antijamur. pertimbangkan untuk menggunakan CoQ10 dalam dosis apapun dapat diberikan .Lupus rejimen Ringkasan: Praktek The Cure Air. Yang baik termasuk Minyak Ikan Carlson. Jika ada peradangan atau nyeri. Praktek Zone Diet saat mengambil Makan Tepat untuk Anda ke rekening. Jika magnesium dan kalsium yang cukup tidak sedang dikonsumsi (seperti dari menggunakan produk Nutribiotic) juga menggunakan sebuah multimineral. mengikuti rejimen antijamur jangka panjang. Diet Zona harus diikuti sebaik mungkin. biasanya tidak menguntungkan bagi golongan darah O untuk menjadi vegetarian. Sebagai contoh. Mereka melakukan yang terbaik makan dalam jumlah moderat protein hewani (termasuk 2-3 porsi kecil daging merah per minggu) sementara darah tipe A harus mengikuti diet vegetarian kebanyakan. yang adalah vitamin C dengan cukup banyak bioflavanoids dan mineral.000 IU per hari juga dapat membantu untuk memerangi masalah tersebut. kemudian beralih ke salah satu yang lain setelah bernilai botol untuk menemukan satu yang mengontrol gejala terbaik. seperti 10. pertimbangkan untuk menggunakan multivitamin yang baik. Semua tipe darah harus makan banyak non-tepung sayuran. menggunakan antiinflamasi seperti bromelain atau pancreating (Terapi enzimatik Mega Zyme) dalam jumlah besar atau Bromelain Megazymes dapat diambil dalam jumlah berapapun yang diperlukan untuk melawan rasa sakit. menggunakan suplemen PABA (1000-1500mg per hari) sampai tidak lagi. Jika jumlah ini besar digunakan lebih dari seminggu pada suatu waktu. Setelah itu. Deparasitize dan jika perlu. Nutribiotics menggunakan Ascorbates Bio-C. Muncul dalam rasa lemon bagi mereka yang menemukan rasa keberatan. Pilih Megazymes pada awalnya jika ada masalah mencerna protein atau lemak. Jika kepekaan terhadap matahari masih masalah setelah deparasitizing satu atau dua minggu. tetapi tidak menggunakan vitamin B yang lain sampai rejimen antiparasit dan antijamur telah diikuti setidaknya tiga minggu. perlu untuk memiliki kadar vitamin D diperiksa secara teratur untuk memastikan bahwa tingkat beracun yang tidak tercapai. Hal ini juga membantu perbaikan gangguan mitokondria yang dapat menjadi masalah pada . saat mengambil Makan Right 4 Your Type menjadi pertimbangan. Jika ada gangguan jantung atau sirkulasi.200mg per hari adalah dosis yang baik tapi bahkan 30mg per hari adalah bermanfaat.

664. tinggal Tugas konvergen pulsa 3612. 244. 2010. kulit.2180. 442. 2006. Setiap orang bereaksi berbeda. 2008.5 0. 921. . Jika Anda memiliki lupus. 800. 386. 1 1 2125. 2006. Penjelasan. 880. 2128.. 352. bukan kuman. Ini menyerang jaringan yang sehat. 678. paru-paru. 2008 dan 802 untuk 8 min) -. ginjal. 771 Lupus_SLE_secondary . 702. 798. 847. 304. 2125 dan 3612 selama 4 menit. 243 2489. 802. 2125. Sistem kekebalan tubuh Anda adalah seperti bala tentara dengan ratusan tentara. 784. Orang lain mungkin memiliki ruam. 942. 993. 802. 1464. 2008. 632. # Lupus adalah penyakit yang dapat mempengaruhi banyak bagian tubuh. 481 TrueRife Lupus # 42 menit Dipilih set frekuensi dalam format F100 dengan komentar marak. Namun dalam penyakit autoimun. 1333. 243 Lupus_general_secondary . Biasanya. 386. 702. 7865. Gunakan 633 selama 5 menit. satu orang tidak memiliki semua gejala mungkin. 386 . 120 71. 800. jantung dan / atau otak. Frekuensi CAFL Lupus_general (degenerasi kulit lokal oleh berbagai penyakit.lupus. Orang lain mungkin lelah sepanjang waktu atau memiliki gangguan ginjal. 2008. Satu orang dengan lupus mungkin memiliki lutut bengkak dan demam. 942. dan Komentar # Lupus adalah penyakit autoimun. 633. Lupus dapat melibatkan sendi-sendi. 633. 632.205. 442. 798. 633. 1552. seperti kuman dan virus.03125 60 2010. 3612 2489. Tugas sistem kekebalan tubuh adalah untuk melawan zat asing dalam tubuh. mungkin mempengaruhi dua atau tiga bagian dari tubuh Anda. vulgaris merupakan bentuk umum dari penyakit ini yang sebenarnya adalah sebuah bentuk yang jarang dari tuberkulosis yang bermanifestasi dengan penodaan dan perusakan kulit dan tulang rawan wajah Juga menggunakan set kebetulan Parasit untuk jenis apapun. sistem kekebalan tubuh berada di luar kendali.

633 1 1 120 1 60 . 2125.tinggal konvergen pulsa 3612. 2008. 802.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful