Hasil Penelitian Kasus A (dengan Initial A) 1.

Status Praesens Subjek A A adalah seorang wanita berusia 30 tahun, mengunakan jilbab panjang. A memiliki perawakan kecil dengan tinggi badan kira-kira 150 cm, dengan berat badan kira -kira 45 kg dan menggunakan kawat gigi serta berkacamata. A merupakan seorang yang cukup terbuka te rhadap orang baru, ramah dan simpatik. Selama wawancara A mampu menguraikan dan menjawab pertanyaan dengan jelas dan cukup detail, namun terkadang kurang lugas. A juga terkadang memberikan jawaban dengan bercanda dan memiliki rasa humor yang baik. A tidak menggunakan make-up dan berpenampilan sederhana setiap kali melakukan wawancara. 2. Riwayat Hidup Subjek A a. Riwayat Keluarga Subjek A Dalam keluarga besarnya, A merupakan anak bungsu dan satu -satunya anak perempuan. Ibunya menikah tiga kali dan memiliki satu anak laki-laki dari suaminya yang pertama, dan dari yang kedua tidak memiliki anak, serta yang ketiga memiliki tujuh orang anak. A adalah anak dari suaminya yang ketiga dan merupakan anak bungsu dan satu satunya anak perempuan. Sejak kecil sampai kuliah A tinggal bersama orangtuanya, dan berpisah dengan orangtuanya sejak bekerja di salah satu rumah sakit negeri di Bandung. Interaksi A dengan ayah dan ibunya sejak kecil tidak cukup dekat dan hangat, dan lebih sering dengan komunikasi satu arah. Menu rutnya, ayah dan ibunya cenderung lebih memperhatikan kebutuhan materi daripada emosi dan prestasi mereka ketika mereka kecil. Orang tuanya kurang memberi perhatian pada perkembangan pendidikan mereka (lamp. AD21 & AD22) sehingga A merasa lingkungan yang paling berpengaruh dalam hidupnya adalah lingkungan di luar keluarga, misalnya sekolah, dan teman-temannya (lamp. AD25 & AD26). Menurut A keluarga besarnya cukup akur tetapi kurang harmonis. Mereka lebih dekat dengan keluarga masing-masing dan kalau sedang berkumpul bersama, seperti hari keagamaan, mereka sibuk dengan kegiatan masing-masing (lamp. AD17). Interaksi yang kurang hangat tersebut menurut A, membuatnya terkesan kurang peduli dalam menghadapi orang-orang di sekitarnya (lamp. AD24). Sepanjang perjalanan sakit yang dialaminya, selain karena kelelahan dalam pekerjaan atau kegiatannya,

Ketika A sedang sakit flu yang juga dapat membuat Lupusnya kambuh. Hasil pemeriksaan tersebut akhirnya menyatakan A mengalami penyakit Lupus. Ia menolak setiap kemungkinan penyakitnya bahwa itu adalah Lupus. A juga pergi ke dokter spesialis. dan pada akhirnya pasien tersebut meninggal membuat A berusaha menolak dugaannya itu. Reaksi A setelah dia mengetahui kondisi tubuhnya. lalu didiagnosis mengalami penyakit tendenitis dan mengikuti pengobatan yang disarankan dokter tersebut. A hany a memberitahukan bahwa dia harus mengikuti pengobatan dan terapi terus -menerus. b. AA01). Riwayat Penyakit Subjek A Lupus menyerang A dimulai sekitar tahun 2005. Sejak awal mengalami nyeri sendi. dan keluarganya pun mendukung secara moral dan spiritual. maka ia akan memberitahukan keadaannya pada keluarganya tapi tidak secara spesifik memberitahukan dan menjelaskan penyakit Lupus tersebut. A tidak mengalami gejala lupus. beberapa saat hanya bisa diam . Bahkan ket ika temantemannya di rumah sakit yang merupakan residen atau dokter yang mengambil spesialis. kemudian A menghentikan sendiri pengobatannya. Walaupun A disarankan mengkonsumsi obat selama enam bulan. akan tetapi baru didiagnosis Agustus 2006 (lamp. A menjalani pengobatannya sampai sembilan bulan. Ketika itu. AD08). Tahun 2005. Setelah empat bulan. A tetap merasa mendapat perhatian serta dukungan dari keluarganya ketika sakitnya sedang kambuh. khususnya dalam masalah keuangan yang sering membuat A konflik dengan keluarganya (lamp. A sudah menduga ia kena Lupus tapi ka rena takut dan memiliki pengalaman yang baginya cukup mengerikan ketika merawat pasien Lupus. A merasa perlakuan keluarganya tidak adil padanya karena mereka membebankan permasalahan yang sebenarnya bukan tanggung jawabnya (lamp. akan tetapi ka mbuh lagi dan mengalami panas badan sehingga dilakukan pemeriksaan laboratorium. tidak membuatnya menerima keadaan tersebut. seperti nyeri sendi dan bengkak tanpa ada cidera atau jatuh. AD09 & AD10). Hal ini memberikan kekecewaa n yang cukup besar terhadap keluarganya.stressor terbesar adalah keluarganya. Walaupun demikian. A mulai bekerja sebagai perawat dan pada tahun ini pula A mulai merasakan beberapa gejala Lupus.

Setiap melakukan wawancara H selalu berpakaian rapi dan bersih. Selama proses wawancara. Namun. Kasus B (dengan Inisial H) 1. di kamar kontrakannya A banyak memikirkan hal -hal buruk yang terjadi pada dirinya belajar dari pengalaman orang -orang yang pernah ia rawat dan lihat. A hanya beberapa kali sakit. A mulai sakit dan mengalami gejala -gejala lupus ketika ia mulai bekerja. A juga memiliki self-esteem (penghargaan diri) yang baik dan tidak berlebihan. ketika berhubungan dengan masalah keluarga ia tampak ragu-ragu menjawab pertanyaan tersebut. A juga mampu membangun relasi yang baik dengan teman -temannya dan tidak menutup diri atas kondisi penyakitnya. A memikirkan mulai dari keluhan-keluhan baru yang akan muncul dan kemungkinan kemungkinan buruk yang terjadi dan hal ini pun masih sering terjadi sampai saat ini (lamp. AE42).dan tidak memberi respon di hadapan dokternya. selain r amah H juga tampak sangat antusias dan cukup terbuka dalam menjawab pertanyaan yang diberikan peneliti. dan berkacamata. Hasil sementara menunjukkan A memiliki self-understanding (pemahaman diri) yang baik yang didukung dengan penerimaan kondisi fisik dan penyakit yang dialaminya sebagai bagian diri. Status Praesens Subjek H H adalah seorang laki-laki dengan tinggi kira-kira 170 cm dan berat 60 kg. A kemudian menangis ketika teman temannya datang untuk menghiburnya. Setelah ia mengetahui keadaannya seperti itu. H memiliki kulit sawo matang dan suaranya agak berat. A jarang sakit sejak kecil. AE11 & lamp. Meskipun demikian ia tetap menjawab setiap pertanyaa n . Saat ini. Dari penuturannya. A beberapa hari tidak bekerja dan kemudian masuk lagi walaupun belum cukup pulih. A merupakan seorang yang aktif walaupun penyakitnya terkadang menghamba t aktivitasnya yang didukung oleh kondisi psikis yang cukup stabil dalam menghadapi kondisinya tersebut. A mengalami gangguan pendengaran di bagian kiri dan masih melakukan pengobatan dan terapi untuk mengatasi keluhan baru yang dialaminya. namun ketika di dalam ruangan ia tidak mengenakan jaket. Ia menilai dirinya tidak lebih tinggi atau lebih rendah dari orang lain walaupun ia memiliki penyakit Lupus. H sering memakai jaket ketika berada di luar ruangan. Sejak dari Sekolah Dasar (SD) sampai kuliah di AKPER.

HA81). Kurangnya intensitas pertemuan tersebut semakin membuat hubungan H dengan ayahnya menjauh apalagi H yang beranjak remaja juga memiliki kesibukan di sekolahnya. Ia pun jarang bercerita tentang kondisi penyakitnya kepada ayahnya karena ayahnya juga jarang bertanya kepada H tentang keadaannya. HC01). Ketika menjawab beberapa pertanyaan. Menurut H. Kemudian orang tuanya bercerai ketika ia duduk di kelas tiga SMP dan ia pun tinggal bersama nenek dan ayahnya serta adiknya sampai sekarang ini dan hubungan H dengan keluarganya pun dirasakannya semakin jauh. hubungannya dengan ayahnya tidak dekat dan hangat. membuatnya sering menghindar dari mereka sehingga ia pun merasa keluarganya terbiasa dengan hal tersebut (lamp. Ibunya menikah lagi dan membentuk keluarga baru. ketika H mengalami penyakit Lupus ia tidak banyak bercerita dengan ayahnya. Hal ini disebabkan karena sejak kecil ayahnya kerja ke luar kota dan ketika pulang pun ayahnya jarang mendekatkan diri dengan H (la mp. Ia yang sejak kecil merasa dirinya tidak diperhatikan oleh keluarganya. walaupun mereka tingga l dalam satu rumah. sedangkan ayahnya tidak menikah dan tinggal dengan nenek H di Bandung bersama H dan adiknya (lamp. Menurut penuturan H. Kesibukan masing -masing membuat mereka memiliki waktu yang sedikit untuk bertemu sehingga relasi mereka datar dan jarang sampai menyentuh hal-hal yang berhubungan dengan emosi. Kondisi ini pun terbawa sampai sekarang ketika H sudah kuliah. HA77). Riwayat Keluarga Subjek H H merupakan anak pertama dari dua orang bersaudara. H terkadang mengulang-ulang beberapa kata yang telah diucapkan sebelumnya. lalu menetap di Sukabumi. Orang tuanya telah bercerai ketika H duduk di kelas tiga Sekolah Menengah Pertama (SMP). Perpisahan yang terjadi dalam keluarganya meninggalkan kekecewaan baginya. HC09). . Riwayat Hidup Subjek H a. detail. Bahkan. 2.peneliti dengan jelas. Lalu. ketika masuk SMP intensitas pertemuan mereka semakin jarang terjadi karena H pun mengikuti kegiatan ekstrakulikuler di sekolahnya (lamp. tenang dan cukup lugas. Sejak kecil H diasuh oleh pengasuh karena kedua orang tuanya sibuk. karena sejak kecil orang tuanya sibuk ia pun jarang bertemu dengan mereka.

Beberapa gejal a yang paling dirasakan adalah sakit sendi yang menurutnya luar biasa menyakitkan dan merasa kakinya itu hancur. dan tidak bisa pergi kemana -mana. HA79). H didiagnosis mengalami penyakit Lupus sekitar awal tahun 2005. Riwayat Penyakit Subjek H H adalah seorang Mahasiswa di salah satu Perguruan Tinggi Negeri Bandung. Waktu kecil H merasa berbeda dengan orang lain. bahkan tidak menunjukkannya sama sekali dan ini dianggapnya sebagai karakteristik keluarganya (lamp. Di Sekolah Menengah Pertama (SMP) kelas tiga. Setelah melakukan pemeriksaan kepada dokter ia pun mencari berbagai informasi mengenai penyakitnya dari sumber -sumber informasi yang ada. maka H pun menginap di rumah ibunya dan dirawat disana (lamp. Namun. H tidak pernah sakit. b. ia adalah seorang yang aktif dalam kegiatan -kegiatan kampus. Di Sekolah Menengah Atas (SMA). Selain itu H menemukan ada benjolan di kakinya dan gejala demam pun mulai dirasakannya. H sakit sehingga tidak bisa mengikuti pelajaran olahraga. keluarganya tidak terbiasa menunjukkan perasaan kasih sayang dengan kata -kata atau ucapan. HC12). berhub ung H memiliki kegiatan yang banyak walaupun jarang sakit.Sementara itu. bahkan meng alami kelumpuhan. Sebelum mengalami penyakit Lupus. Hal ini pun memicu kembali penyakitnya muncul. tapi karena adanya kegiatan di luar jam pelajaran sekolah menjadikannya terlambat makan dan merasakan kelelahan. HB09). Selama awal perkuliahan sampai tahun 2004. Ia sempat menjadi salah s eorang asisten dosen dan mendapat beasiswa berprestasi. seperti nyeri sendi di kaki dan seluruh tubuhnya. Dari informasi tersebut. Ketika H mempunyai masalah dan penyakit Lupusnya kambuh serta cukup parah. Ia lebih sering bercerita dengan ibunya. H juga menceritakan masalah penyakitnya kepada ibunya. karena sering sakit. hubungan H dengan ibunya cukup dekat secara emosi. Di Sekolah Dasar (SD). Ia pun bereaksi dengan rasa tidak percaya dan terkejut dengan . H sudah mengalami beberapa kali sakit. Namun. H sudah sering merasakan gejalanya sejak kecil. di awal tahun 2005 ia kembali mulai merasakan gejala -gejala Lupus. ia pun menemukan bahwa dirinya mengalami penyakit Lupus dengan gejala-gejala yang dirasakannya. Menurut penuturan H. dan membuatnya stress. Mereka pun tidak mencampuri urusan pribadi yang lainnya dan jarang membicarakan hal -hal yang pribadi (lamp.

H juga memiliki self-understanding atau pemahaman diri yang cukup baik. kontrol rutin pun sudah tidak dilakukannya. namun karena H sering lupa akhirnya ia berhenti mengkonsumsi obat tersebut. H mengalami masa -masa penolakan terhadap kondisi fisiknya sehingga memicu Lupusnya semakin parah. H memiliki self-esteem atau penilaian diri yang tinggi terhadap dirinya. ia pun hanya bisa pasrah dan semakin berusaha mencari informasi tentang Lupus untuk mencari strategi yang dibutuhkan untuk menghadap i penyakit tersebut (lamp. Lupusnya sering kambuh sehingga sering menghambat H dalam beraktivitas. H mengikuti pengobatan yang disarankan dokter melalui konsumsi obat. HA22). Namun. Bahkan. Sejak ia belajar untuk menerima dan mensyukuri kondisi penyakit Lupus ini. Hal ini terus dikembangkan oleh H. Hal ini dikarenakan pembatasan a ktivitas yang dirasanya terkadang membuat posisinya tidak nyaman dengan teman -teman dan orang di sekitarnya dan melakukan berbagai hal. Hasil sementara menunjukkan kondisi emosi H cukup stabil dalam menghadapi penyakit yang dia alami. HA23). walaupun masih dalam proses penerimaan kondisinya itu. HC20). Ini juga dilakukannya karena ia merasa sehat karena kondisi psikologisnya yang lebih stabil dari sebelumnya. Sejak vonis Lupus disampaikan kepadanya. ia pun merasa lebih baik dan ia pun menemukan bahwa kondisi psikologis yang stabil membuatnya mampu me minimalisir kambuhnya Lupus di dalam tubuhnya (lamp. maka ketika dokter akhirnya menyatakan H mengalami penyakit Lupus. HC16). Akan tetapi. dan sekarang ini ia merasa lebih baik dan tidak ada keluhan baru yang cukup mengganggu aktivitasnya. Kritikan H .informasi yang diketahuinya itu (lamp. ia dapat mengatasi tips -tips yang didapatkannya dari beberapa sumber. Sejak divonis mengalami penyakit Lupus. Keluhankeluhan yang sering muncul dan dirasakan H adalah migrain dan kelelahan yang berkepanjangan. Karena sud ah mengetahui kondisi fisiknya mengalami penyakit Lupus. penilaian ini terkadang menjadi sesuatu yang tidak menyenangkan untuk teman -temannya dan melihat H sebagai pribadi keras kepala. dalam wawancara terakhir H berencana ak an melakukan kontrol kembali dan melakukan pengobatan (lamp. Namun. Ia pun terus berusaha untuk menerima keadaan tersebut dan berlanjut sampai sekarang ini.

Aktivitas A dalam beberapa tempat yang cenderung berhubungan dengan orang -orang menunjukkan bahwa ia tidak menutup diri terhadap lingkungan luarnya. Seperti yang diungkapkan oleh Osborne dan juga Fromm. A mengembangkan sikap mengasihi dirinya dengan menerima kondisi dirin ya. mela inkan ia mampu bergaul dengan orang -orang tersebut dengan kondisi yang berbeda. A dapat memahami dan menerima kondisi fisiknya yang mengalami penyakit Lupus dan tidak membuatnya menutup diri terhadap relasi -relasi dengan lingkungan sekitarnya.kepada teman-temannya diresponi sebagai hal yang berlebihan walaupun H sudah m erasa hal tersebut sudah disampaikan dengan sangat hati -hati.1993: 285). khususnya dengan kondisi penyakitnya yang tidak stabil dan sering muncul dengan keluhan baru. A memiliki self-understanding atau pemahaman diri yang baik. ia menggunakan coping dengan cognitive appraisal menurut teori Moos dalam Sternberg (2001: 594). yaitu ia menilai makna dan signifikansi masalah penyakitnya terhadap kehidupannya. Hal ini menunjukkan kondisi A yang mengalami stress dan juga depresi. Seperti yang dikemukakan oleh Fromm bahwa sikap mengasihi kepada diri mereka sendir i akan ditemukan pada mereka yang mempunyai kesanggupan untuk mengasihi orang lain (Burns. Hal inilah yang lebih banyak menjadi pikiran -pikiran A dalam kesehariannya. Hal ini berhubungan dengan penerimaan dan pemahaman A terhadap penyakit Lupus yang dialaminya. Ia pun mampu berempati dengan orang -orang di sekitarnya. khususnya sesama Odapus. Berdasarkan pernyataan pernyataan A di atas. A memiliki kekhawatiran -kekhawatiran akan masa yang akan datang. . Penerimaan ini termasuk dengan mensyukuri yang dialaminya dan berusaha sebaik mungkin untuk melakukan pengobatan yang mampu dilakukannya. A memiliki perilaku yang digerakkan oleh kehidupan religiusnya dan setiap hal yang dilakukan adalah ibadah dan usaha terbaik yang dapat diberikannya. Kemudian ia mengembangkan coping ini sehingga dapat melakukan adaptasi dengan penyakitnya tersebut. Keadaan ini yang kemudian membuat kondisi psikis menjadi tidak stabil dan mengeluh akan kondisinya. Di balik rasa syukur. Pembahasan Menurut hasil analisis dan penelitian.

. A menerima kondisi fisiknya dengan rasa syukur dengan tetap mengikuti pengobatan. aktif dan optimis. Self-Esteem (Penghargaan Diri) Penghargaan diri A didasarkan atas hal -hal yang diyakininya tentang dirinya dan nilainilai yang dipegangnya. apa -apa yang diyakini seseorang mengenai dirinya sendiri merupakan se buah faktor di dalam memahami secara sosial terhadap orang lain (Burns. H banyak mendasarkan pemahaman dirinya terhadap relasi dengan teman sebaya dan diri sosialnya (self-social). Penyakit lupus yang membatasinya beraktivitas diatasi dengan melakukan kegiatan yang disenangi. Konsep Diri Dua Orang yang Mengalami Penyakit Lupus Analisa dan pembahasan yang dilakukan terhadap kedua subjek menunjukkan kedua orang subjek . Self-understanding (Pemahaman Diri) A menggambarkan dirinya sebagai pribadi yang aktif dan adjustable. Sementara itu. Raimy dalam penelitiannya menyimpulkan bahwa. 3. subjek H menggambarkan dirinya sebagai pribadi yang bersemangat. Penyakit lupus memberikan dampak positif terhadap penghargaan dirinya serta didukung penerimaan yang baik dari lingkungan sosialnya. yang terus menerus melakukan penyesuaian dengan kondisi penyakit lupus yang dialaminya. A terbuka pada dunia luar dan tetap melakukan aktivitasnya dengan baik sebagai tanggung jawabnya kepada Tuhan dan sesama.Penghargaan A terhadap dirinya cukup baik artinya tidak menganggap dirinya lebih tingg i atau lebih rendah dari orang lain. KESIMPULAN Berdasarkan penelitian dan analisis yang telah dilakukan tentang konsep diri dua orang yang mengalami penyakit lupus. 1993: 288)´. 9 2.. A melihat dirinya sebagai bagian dari lingkungan di sekitarnya dan mampu berinteraksi dengan baik. Penyakit lupus memberi dampak positif baginya untuk lebih kreatif dan bijaksana melakukan aktivitas yang sesuai dengan kondisinya. Hal ini menegaskan bahwa kemampuan A berinteraksi dengan baik menunjukkan ia memiliki pemahaman dan penghargaan diri yang baik pada dirinya sendiri. pekerja keras. Penghargaan diri H didasarkan pada kegiatan yang dilakukan serta karya -karya yang dihasilkannya. ´. diperoleh bahwa: 1.

Perkembangan dan Perilaku. al. Latar Belakang Pembentuk Konsep Diri Kedua subjek dibentuk dalam keluarga yang tidak banyak memberikan perhatian dan interaksi yang komunikatif. subjek A dan H lebih banyak dipengaruhi oleh lingkungan teman sebaya dan komunitas yang mereka ikuti di luar lingkup keluarganya. Sumartini. (2007). (Edisi 11).tripod. Penya kit lupus memberikan dampak yang cukup besar dalam konsep diri yang mereka miliki didukung oleh orang -orang dalam komunitas mereka. Rita. [Online]. Walaupun bera da dalam proses penyesuaian dengan penyakit lupus. (2007). penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran dan pemahaman mengenai konsep diri orang yang mengalami penyakit lupus sehingga dapat memberi dukungan kepada mereka. SARAN Dari penelitian yang telah dilakukan. yaitu: 1. Jilid 1. Untuk kelanjutan penelitian tentang penyakit lupus. Pengukuran. penelitian dapat memberikan gambaran dan pemahaman yang baru mengenai fenomena penyakit lupus dan menarik untuk dikaji. et. Atkinson. Konsep Diri: Teori. Kedua subjek memandang penyakit lupus sebagai sesuatu hal yang memberi dampak positif bagi mereka. Bagi peneliti selanjutnya. kedua subjek terus menerima lupus sebagai bagian dari hidup mereka dan sesuatu yang melekat dalam diri mereka.htm [27 Oktober 2008] Burns. 2. R. Meningkatkan Perhatian terhadap Penyakit Lupus. Namun. [Online].memiliki pandangan yang positif tentang diri mereka. B. Dengan demikian kedua subjek memiliki konsep diri positif. 4.nusaindah. Artikel: Lupus. Jakarta: Arcan. konselor atau terapis yang menangani p enyakit ini. diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap perkembangan penanganan Odapus secara psikologis di Bandung dan membantu tersosialisasinya pemahaman ya ng benar tentang penyakit lupus ini. Bagi dokter. Bagi pembaca khususnya keluarga Odapus. Pengantar Psikologi. Psikologi Kepribadian. Dewi. (1993). dapat menjadi pertimbangan untuk memberikan perlakuan ( treatment) secara psikologis kepada orang yang mengalami penyakit lupus dengan tepat.com/sle. Tersedia: . Malang: UMM Press. (2008). Tersedia: http://www. DAFTAR PUSTAKA Alwisol. 3. terdapat beberapa hal yang menjadi saran dan pertimbangan. Batam: Interaksara. Berbagai sumber.

Umar. Robert J. Minimnya informasi Penyakit Lupus (Memperingati Hari Lupus Sedunia) . Syamsu & Nurihsan. (1993). Tersedia : http://www. Psychology In Search of the Human Mind . (2001). (2007. (2007). Cecil G. Tersedia: http://www. (Fourth Edition) (1984).. (2008). Studi Kasus: Desain dan Metode . Calvin S. Theories of Personality.. Consuelo G. Nasution. (2001). Inc.id/news/trackback/1074.. (2007). Osborne. (2005. Pengantar Metode Penelitian. Metodologi Penelitian Kualitatif . Tersedia: http://www. dan Lindzey. Sternberg. Miracle of Love: Dengan Lupus Menuju Tuhan ... [19 November 2008]. Moleong. [Online]. World Lupus Day 2006: Your Caring Saves Lives. 06 Oktober).ac. [27 Oktober 2008] .pusatartikel. (2005). Yusuf.http://www.. Savitri. S. [19 November 2008] Y. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Robert K.. (2003). Perasaan & Pikiran Manusia. Inc. (Teori Kepribadian. (1993). Hall.php. [Online].htm. Bandung: Penerbit Nusamedia & Penerbit Nuansa. Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia (UI Press). (2008). [10 Maret 2009]. California: Wadsworth. Canada: John Wiley & Sons. Lexy J. Schultz. et. [Online]. Tersedia: http://www.id/umar_zein/html.com/ ]. Tersedia: http://www. al. Tiara. Yogyakarta: Penerbit Kanisius. 10 Krisna.waspada. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Jarvis. Tty.okezone.com/kesehatan/penyakit_lupus.(2008)..wikipedia. Kompas [Online]. html. Psikologi Kepribadian: Teori -teori Holistik. Zein. SN. (2006).lifestyle/kesehatan/lupus_yang_misterius. Bandung: CV Alfabeta. (2008). . (2007). Pratomo..htm. (2001). Penyakit Lupus Masih Bisa Dijinakkan . Pervin. Lawrence A. Lupus yang Misterius . Juntika. Gardner. Psikologi Komunikasi..itb. Eko. Encyclopedia: Systemic Lupus Erythematosus . Sugiyono. & Schultz.. Memahami Penelitian Kualitatif. P. Rakhmat. (1994). Tersedia: http:/www.syamsidhuhafoundation. Teori-teori Psikologi: Pendekatan Modern untuk Memahami Perilaku. [10 Maret 2009]. 14 Februari). Duane P. Jalaluddin. Personality: Theory and Research . [10 Maret 2009] Wargatjie. Sydney E. [Online]. Aku & Lupus.. Matt.htm [19 November 2008]. Jakarta: Puspa Swara. Penyakit Lupus.[kompas. Bandung: Tarsito.htm. Bandung: PT Syamiil Cipta Media.org / careforlupus_comments.co.org/systemic_lupus_erythematosus. Yin. (2004). Seni Mengasihi Diri Sendiri . (2006). Jakarta: PT BPK Gunung Mulia. Metode Penelitian Naturalistik Kualitatif . Jakarta: RafaGrafindo Persada. [Online]. Sevilla. Orlando: Harcourt. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Pilih Megazymes pada awalnya jika ada masalah mencerna protein atau lemak. Mereka melakukan yang terbaik makan dalam jumlah moderat protein hewani (termasuk 2-3 porsi kecil daging merah per minggu) sementara darah tipe A harus mengikuti diet vegetarian kebanyakan. Yang baik termasuk Minyak Ikan Carlson. menggunakan antiinflamasi seperti bromelain atau pancreating (Terapi enzimatik Mega Zyme) dalam jumlah besar atau Bromelain Megazymes dapat diambil dalam jumlah berapapun yang diperlukan untuk melawan rasa sakit. Jika kepekaan terhadap matahari masih masalah setelah deparasitizing satu atau dua minggu. saat mengambil Makan Right 4 Your Type menjadi pertimbangan. biasanya tidak menguntungkan bagi golongan darah O untuk menjadi vegetarian. Sebagai contoh. Untuk media untuk dosis tinggi vitamin C ditentukan dalam rejimen antijamur. Setelah itu. yang adalah vitamin C dengan cukup banyak bioflavanoids dan mineral. Jika ada gangguan jantung atau sirkulasi. Diet Zona harus diikuti sebaik mungkin. kemudian beralih ke salah satu yang lain setelah bernilai botol untuk menemukan satu yang mengontrol gejala terbaik. mengkonsumsi protein yang mencukupi dan minyak yang baik sambil menghindari pati dan gula. sampai dua atau tiga kali atau dosis lebih direkomendasikan . menggunakan suplemen PABA (1000-1500mg per hari) sampai tidak lagi.000 IU per hari juga dapat membantu untuk memerangi masalah tersebut. Jika magnesium dan kalsium yang cukup tidak sedang dikonsumsi (seperti dari menggunakan produk Nutribiotic) juga menggunakan sebuah multimineral. Jika jumlah ini besar digunakan lebih dari seminggu pada suatu waktu. Jika ada peradangan atau nyeri. pertimbangkan untuk menggunakan CoQ10 dalam dosis apapun dapat diberikan . mengikuti rejimen antijamur jangka panjang. Untuk memastikan asupan asam lemak esensial yang cukup. Muncul dalam rasa lemon bagi mereka yang menemukan rasa keberatan. pertimbangkan untuk menggunakan multivitamin yang baik. Vitamin D digunakan dalam jumlah yang sangat besar.200mg per hari adalah dosis yang baik tapi bahkan 30mg per hari adalah bermanfaat. perlu untuk memiliki kadar vitamin D diperiksa secara teratur untuk memastikan bahwa tingkat beracun yang tidak tercapai.Lupus rejimen Ringkasan: Praktek The Cure Air. suplemen PUS dapat digunakan. Hal ini juga membantu perbaikan gangguan mitokondria yang dapat menjadi masalah pada . Deparasitize dan jika perlu. Semua tipe darah harus makan banyak non-tepung sayuran. Produk lain yang baik adalah Omega Saldo Jarrow itu. seperti 10. Praktek Zone Diet saat mengambil Makan Tepat untuk Anda ke rekening. tetapi tidak menggunakan vitamin B yang lain sampai rejimen antiparasit dan antijamur telah diikuti setidaknya tiga minggu. Nutribiotics menggunakan Ascorbates Bio-C.

847. mungkin mempengaruhi dua atau tiga bagian dari tubuh Anda. 921. 2125. 352. 1552. 120 71. 702. 386. Orang lain mungkin lelah sepanjang waktu atau memiliki gangguan ginjal. 784. 798. 3612 2489. 1333. 7865.5 0. 2008. 633. 942.205. 802. Lupus dapat melibatkan sendi-sendi. tinggal Tugas konvergen pulsa 3612. 664. 243 2489. 2125 dan 3612 selama 4 menit. 442. Ini menyerang jaringan yang sehat. 993. Tugas sistem kekebalan tubuh adalah untuk melawan zat asing dalam tubuh. 633. 304.lupus. 481 TrueRife Lupus # 42 menit Dipilih set frekuensi dalam format F100 dengan komentar marak. 798. 2010. 678. 2008. # Lupus adalah penyakit yang dapat mempengaruhi banyak bagian tubuh. Penjelasan. bukan kuman. 2006. 386 .03125 60 2010. 2008. 2006. seperti kuman dan virus. 880. 800. Setiap orang bereaksi berbeda. 632.2180. 702. 442. vulgaris merupakan bentuk umum dari penyakit ini yang sebenarnya adalah sebuah bentuk yang jarang dari tuberkulosis yang bermanifestasi dengan penodaan dan perusakan kulit dan tulang rawan wajah Juga menggunakan set kebetulan Parasit untuk jenis apapun. .. satu orang tidak memiliki semua gejala mungkin. 244. 2008 dan 802 untuk 8 min) -. 771 Lupus_SLE_secondary . Biasanya. 1464. dan Komentar # Lupus adalah penyakit autoimun. jantung dan / atau otak. Jika Anda memiliki lupus. Frekuensi CAFL Lupus_general (degenerasi kulit lokal oleh berbagai penyakit. 802. kulit. Sistem kekebalan tubuh Anda adalah seperti bala tentara dengan ratusan tentara. 942. 2128. 386. ginjal. Namun dalam penyakit autoimun. Gunakan 633 selama 5 menit. 633. 632. 243 Lupus_general_secondary . 800. Satu orang dengan lupus mungkin memiliki lutut bengkak dan demam. Orang lain mungkin memiliki ruam. paru-paru. sistem kekebalan tubuh berada di luar kendali. 1 1 2125.

2008. 802.tinggal konvergen pulsa 3612. 2125. 633 1 1 120 1 60 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful