MAKALAH MANAJEMEN KEUANGAN

Nama Kelompok : M. Fauzi Murnanda Henry reza N. Deddy Christiyanto A. Purnomo Adji 040810 040810218 040810313 040811645

EKONOMI SYARIAH UNIVERSITAS AIRLANGGA TAHUN AJARAN 2011

Terimakasih. Makalah ini dibuat untuk melatih sejauh mana diri kami mampu menyampaikan pemikiran-pemikiran tentang ilmu pengantar manajemen sebagai salah satu mata kuliah terpenting di semester ini.KATA PENGANTAR Syukur Alhamdulillah akhirnya kami dapat menyelesaikan tugas membuat makalah manajemen keuangan berjudul Kredit Macet. Terbatasnya pengetahuan dan sempitnya waktu yang diberikan kepada penulis. Penulis . Maka dari itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini. semoga isi makalah ini dapat bermanfaat bagi penulis dan juga pembaca. Akhir kata. mungkin telah menjadikan makalah ini masih jauh dari sempurna.

bank wajib mematuhi kebijaksanaan perkreditan yang telah dibuat tersebut secara konsekuen dan konsisten. Sedangkan bagi Bank yang baru memperoleh izin usaha wajib memiliki dan menerapkan serta melaksanakan kebijaksanaan perkreditan sejak memulai melakukan kegiatan usahanya. Latar Belakang Masalah Sesuai dengan penjelasan Undang-Undang nomor 7 tahun 1992 tentang perbankan.I. Kebijaksanaan persetujuan pemberian kredit 4. 27/162/KEP/DIR tanggal 31 Maret 1995 ditetapkan bahwa dalam pemberian kredit tersebut sekurang-kurangnya memuat dan mengatur hal-hal pokok sebagai berikut : 1. Dalam SK Direksi Bank Indonesia No. . ditegaskan bahwa : “Kredit yang diberikan oleh bank mengandung resiko. Pengawasan kredit 6. sehingga dalam pelaksanaannya bank harus dapat memperhatikan asas-asas perkreditan yang sehat. Penyelesaian kredit bermasalah Dalam pelaksanaan pemberian kredit dan pengelolaan perkreditannya. PENDAHULUAN A. Prinsip kehati-hatian dalam perkreditan. Bagi Bank yang telah mempunyai pedoman tersebut dengan memperhatikan semua aspek-aspek tersebut di atas. Organisasi dan manajemen perkreditan 3. maka setiap bank diwajibkan membuat suatu kebijakan perkreditan secara tertulis yang dapat dipergunakan sebagai pedoman dalam pemberian kredit sehari-hari. Dokumentasi dan administrasi kredit 5. Kebijaksanaan perkreditan tersebut sudah diterapkan dan dilaksanakan sejak tanggal 1 januari 1996.” Agar pemberian kredit dapat dilaksanakan secara konsisten dan berdasarkan asas perkreditan yang sehat. 2.

Macet (M). baik langsung maupun tidak langsung. 2. Pedoman tersebut wajib dibuat mengingat bahwa sesuai dengan pengertian kredit. Dari ketiga permasalahan kredit tersebut. penulis membatasi pada permasalahan kredit yang menyangkut kredit macet. Diragukan (D). B. menurut ketentuan Bank Indonesia kredit dapat digolongkan menjadi 3 yaitu : 1. 3. Kurang lancar (KL). .Apabila dalam pelaksanaannya ternyata bank memberikan kredit tidak sesuai dengan kebijaksanaan perkreditan yang telah ditetapkannya. maka lingkup pemberian kredit mencakup banyak aspek dan mengandung resiko yang bervariasi. maka Bank Indonesia akan memberikan sanksi yang mempengaruhi penilaian kesehatan bank dan sanksi sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pembatasan Masalah Dari banyaknya permasalahan kredit bank.

10 tahun 1998 tentang perubahan atas UU No. Error Omission (EO) Timbulnya kredit macet yang ditimbulkan oleh adanya unsur kesengajaan untuk melanggar kebijakan dan prosedur yang telah ditetapkan. Dan supaya kegiatan perbankan tidak terganggu. Selain itu. berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam meminjam antar bank dengan pihak lain yaitu mewajibkan pihak peminjaman untuk melunasi utangnya setelah jangka waktu tertentu dengan pemberian bunga. maka persoalannya tidak akan lepas dari EO dan EC atau bahkan karena dua-duanya. Pengertian Kredit Berdasarkan undang – undang No. b. tetapi tidak jelas. Kerugian yang besar ini akan menghambat operasi perusahaan. Artinya. 2. Kredit-kredit yang disalurkannya jika banyak yang macet akan menimbulkan kerugian yang besar. Penyebab kredit macet a. Pengertian kredit bermasalah Kredit bermasalah adalah suatu keadaan dimana nasabah sudah tidak sanggup membayar sebagian atau seluruh kewajibannya kepada bank seperti yang telah diperjanjikan. bank-bank Pemerintah hingga kini masih dominan dalam jumlah asset terhadap keseluruhan aset perbankan nasional. PEMBAHASAN 1. rakyat juga yang harus menanggung beban yang ditimbulkan oleh kredit macet itu. Error Commusion Timbulnya kredit macet karena memanfaatkan lemahnya peraturan atau ketentuan yaitu memang belum ada atau sudah ada. 3. yang dimaksud dengan kredit adalah penyediaan uang atau tagihan yang dapat disamakan. maka nanti Pemerintah juga yang harus memberi injeksi modal. Biasanya di saat kredit macet terjadi dan dilakukan pemeriksaan.II. 7 tahun 1992 tentang perbankan. .

Jadi kesalahannya bias saja bukan pada dasar keputusannya. Hal tersebut bisa saja terjadi. maka selalu diartikan itu karena terjadi kolusi dan atau korupsi apakah oleh pihak oknum bankir ataupun oknum nasabahnya. misalnya. 2). Misalnya. halhal yang berkaitan dengan asumsi. tetapi esensi. 3). Kredit yang diputus tahun 2000. maka berusahalah dikaji atas dasar term of reference pada tahun 2000.Berdasarkan pengalaman kasus-kasus perbankan nasional yang berkaitan dengan kredit macet menimbulkan semacam persepsi yang cenderung menjadi suatu “mitos” yang masih dianut. biasanya akan diketehui apakah redit macet itu karena error omission atau error commission.nya menjadi lebih jelas dan memudahkan menemukan siapa yang bertanggung jawab. Ada kecenderungan kajian atas kredit macet mengabaikan term of reference masa lalu. dan kemudian macet tahun 2004. Atas pemahaman ini. Dalam setiap penanganan kredit macet selalu mengutamakan pendekatan “sapu jagat” di mana going concern baik bank dan perusahaannya menjadi diabaikan. Dengan pendekatan term of reference. bukan siapa yang dipersalahkan. Harusnya kalau kredit macet itu terbukti memang karena oknumnya yang salah. Bahwa bank tidak mengalami kerugian akibat resiko kredit. Itu pun dengan tetap menjaga asa . Sama-sama salah. Kalau kredit macet itu karena ulah oknumnya. tetapi karena masalah monitoring dan pembinaan bank terhadap nasabahnya. Bank yang tercemar akan menimbulkan efek domino berupa terjadi krisis kepercayaaan terhadap industri perbankan. maka segera saja proses secara hukum terhadap oknumnnya. antara lain adalah : 1). maka bukan berarti bank ataupun perusahaannya harus dimatiin. Efek domino itu sering negative melalui pencairan dana dan melarikannya ke luar negeri. tetapi tidak semua kredit macet karena kolusi dan korupsi. 4). Padahal risiko kredit jelas merupakan risiko yang selalu ada dan tidak bisa dihindari. maka merupakan kesalahan sekaligus “kejahatan” besar apabila pada sebuah bank tercatat adanya kredit macet. Dalam setiap kasus kredit macet.

b. Sebab sangatlah tidak tepat dan bijaksana kalau perusahaannya harus ditutup di mana para pekerjanya yang sama sekali tidak bersalah akan ikut menjadi korbannya. reconditioning. Adalah sangat bijak kalau bank dan perusahaannya bisa dibiarkan berjalan terus apakah oleh manajemen baru atau kalau perlu ditunjuk dari kalangan professional atas dasar penugasan dari Negara. • Penyelamatan kredit bermasalah tersebut dilakukan dengan cara : a. 4. . b. Penataan kembali (Restructuring). yaitu perubahan syarat-syarat kredit yang meliputi reschedulling. yaitu perubahan sebagian atau seluruh syarat-syarat kredit yang tidak terbatas pada perubahan jadwal pembayaran. Sangsi dikenakan sesuai hukum yang berlaku. Penjadwalan kembali (Rescheduling). Persyaratan kembali (Reconditioning). serta melakukan penghapusan kredit dan pengelolaan kredit yaitu telah dihapus bukukan. Penyelesaian kredit bermasalah secara damai. sepanjang tidak menyangkut maksimum saldo kredit. maka harus melakukan upaya-upaya dalam mengatasi kredit bermasalah sampai tidak ada alternative lainnya. c. jangka waktu dan atau persyaratan lainnya. yaitu perubahan syarat kredit yang hanya menyangkut jadwal pembayaran dan atau jangka waktunya.praduga tak bersalah. • Penyelesaian kredit macet : a. Sangsi disepakati bersama oleh semua pihak yang terlibat. Penyelamatan dan penyelesaian kredit macet Apabila sampai terjadi kredit bermasalah. Penyelasaian kredit bermasalah secara saluran hukum.

KESIMPULAN Adanya kredit bermasalah tersebut akan menyebabkan menurunnya pendapatan bank. Kredit bermasalah dapat dilakukan secara sistematis dengan mengembangkan system “pengenalan diri” yang berupa suatu daftar kejadian atau gejala yaitu diperkirakan dapat menyebabkan suatu pinjaman berkembang menjadi kredit bermasalah. . selanjutnya memungkinkan terjadinya penurunan laba. baik secara individual maupun secara portofolio kredit dan menyusun rencana serta mengambil langkah sebelum masalah benar-benar terjadi. Dengan deteksi dan pengenalan diri akan sangat penting untuk mengantisipasi kemungkinan masalah yang timbul.

Yogyakarta.com – cetak/0505/27/financial/60. Sri Susilo. Manajemen Perbankan teori dan Aplikasi. 2002.totok Budi Santoso. . 2000. Y. Sigit Triandari. Kompas.DAFTAR PUSTAKA WWW. BPFE. Jakarta.htm-46k Mudrajad Kuncoro dan Sukardjono. Penerbit salemba Empat. A. Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya.

Jenis kredit Kredit Investasi Kredit jangka menengah dan panjang untuk investasi barang modal seperti pembangunan pabrik.. Sedangkan bagi si pemberi kredit artinya memberikan kepercayaan kepada seseorang bahwa uang yang dipinjamkan pasti kembali.CEKELANE AWAKDEWE. A.memperluas hubungan internasional. Kredit Konsumsi Kredit untuk perorangan untuk pembiayaan barang-barang pribadi seperti rumah (KPRKredit Pemilikan Rumah). Fungsi kredit antara lain meningkatkan daya guna uang dan barang. Kredit dapat pula diartikan penyediaan uang atau tagihan berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam meminjam antara bank dan pihak lain yang mewajibkan peminjam melunasi utangnya setelah jangka waktu tertentu dengan jumlah bunga. maksudnya adalah apabila seseorang memperoleh kredit maka berarti mereka memperolah kepercayaan.alat stabilitas moneter.pembelian mesin.sarana pemerataan pendapatan. berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam meminjam antara bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihak peminjam melunasi utangnya setelah jangka waktu tertentu dengan pemberian bunga”. B.. .. Kredit Modal Kerja Kredit jangka pendek atau menengah yang diberikan untuk pembiayaan/pembelian bahan baku produksi..imbalan atau pembagian hasil keuntungan.. dan meningkatkan kegiatan berusaha..meningkatkan peredaran dan lalu lintas uang. lain-lain seperti Kredit tanpa agunan. kendaraan (KKB-Kredit Kendaraan Bermotor). Sedangkan kredit macet adalah suatu keadaan dimana nasabah sudah tidak sanggup membayar sebagian atau seluruh kewajibannya kepada bank seperti yang telah diperjanjikan. Pengertian Kredit Macet Menurut asal mula kata “kredit” dari kata Credere yang artinya adalah kepercayaan. Pengertian “kredit” menurut Undang-Undang Perbankan Nomor 10 tahun 1998 adalah “penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu.

maka persoalannya tidak akan lepas dari EO dan EC atau bahkan karena dua-duanya. Biasanya di saat kredit macet terjadi dan dilakukan pemeriksaan. Kalau kredit macet itu karena ulah oknumnya. maka nanti Pemerintah juga yang harus memberi injeksi modal. seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Kredit InDelSa. Atas pemahaman ini. Padahal risiko kredit jelas merupakan risiko yang selalu ada dan tidak bisa dihindari. Penyebab Kredit Macet a. bank-bank. Efek domino itu sering negatif melalui pencairan dana dan melarikannya ke luar negeri. maka bukan berarti bank ataupun perusahaannya harus dimatiin. rakyat juga yang harus menanggung beban yang ditimbulkan oleh kredit macet itu. 3) Dalam setiap penanganan kredit macet selalu mengutamakan pendekatan “sapu jagat” di mana going concern baik bank dan perusahaannya menjadi diabaikan. Hal tersebut bisa saja terjadi. Kredit-kredit yang disalurkannya jika banyak yang macet akan menimbulkan kerugian yang besar.Kredit Usaha Tanpa Bunga dan Tanpa Agunan Kredit ini disediakan khusus untuk usaha kecil dan menengah. C. tetapi tidak jelas. b. Bank yang tercemar akan menimbulkan efek domino berupa terjadi krisis kepercayaaan terhadap industri perbankan. antara lain adalah: 1) Bahwa bank tidak mengalami kerugian akibat resiko kredit. 2) Dalam setiap kasus kredit macet. Pemerintah hingga kini masih dominan dalam jumlah asset terhadap keseluruhan aset perbankan nasional. Kerugian yang besar ini akan menghambat operasi perusahaan. tetapi tidak semua kredit macet karena kolusi dan korupsi. Selain itu. . Kredit semacam ini sangat meringankan bagi pengusaha namun tahapan seleksi pencairannya sangat ketat. Error Commusion Timbulnya kredit macet karena memanfaatkan lemahnya peraturan atau ketentuan yaitu memang belum ada atau sudah ada. Dan supaya kegiatan perbankan tidak terganggu. Artinya. Berdasarkan pengalaman kasus-kasus perbankan nasional yang berkaitan dengan kredit macet menimbulkan semacam persepsi yang cenderung menjadi suatu “mitos” yang masih dianut. Error Omission Timbulnya kredit macet yang ditimbulkan oleh adanya unsur kesengajaan untuk melanggar kebijakan dan prosedur yang telah ditetapkan. maka merupakan kesalahan sekaligus “kejahatan” besar apabila pada sebuah bank tercatat adanya kredit macet. maka selalu diartikan itu karena terjadi kolusi dan atau korupsi apakah oleh pihak oknum bankir ataupun oknum nasabahnya.

Jadi kesalahannya bisa saja bukan pada dasar keputusannya. pernah atau tidak terlibat dalam suatu masalah hukum. tetapi karena masalah monitoring dan pembinaan bank terhadap nasabahnya. Dengan pedekatan term of reference. b. Character Watak atau kepribadian dari calon pemimjam perlu diteliti secara hati-hati misalnya ketaatannya. D. Penyelamatan kredit bermasalah tersebut dilakukan dengan cara (Recedulling. Misalnya. Retructurng). Penataan kembali (Restructuring). maka harus melakukan upaya-upaya dalam mengatasi kredit macet sampai tidak ada alternatif lainnya. jangka waktu dan atau persyaratan lainnya. Kredit yang diputus tahun 2000. reconditioning. Penyeselaian Kredit Macet Apabila sampai terjadi kredit macet. Penjadwalan kembali (Rescheduling).4) Ada kecenderungan kajian atas kredit macet mengabaikan term of reference masa lalu. c. Reconditioning. Harusnya kalau kredit macet itu terbukti memang karena oknumnya yang salah. Sebab sangatlah tidak tepat dan bijaksana kalau perusahaannya harus ditutup di mana para pekerjanya yang sama sekali tidak bersalah akan ikut menjadi korbannya. yaitu perubahan sebagian atau seluruh syaratsyarat kredit yang tidak terbatas pada perubahan jadwal pembayaran. yaitu perubahan syarat-syarat kredit yang meliputi reschedulling. Pencegahan Kredit Macet Ada 5 kriteria bank dalam menilai permintaan kredit yang dikenal juga dengan 5C (the five C`s of credit) yaitu : 1. a. misalnya. Adalah sangat bijak kalau bank dan perusahaannya bisa dibiarkan berjalan terus apakah oleh manajemen baru atau kalau perlu ditunjuk dari kalangan professional atas dasar penugasan dari Negara. kebasaan serta sifat pergaulan. Itu pun dengan tetap menjaga asa praduga tak bersalah. kejujurannya memenuhi kewajiban-kewajiban pada masa lalu. maka berusahalah dikaji atas dasar term of reference pada tahun 2000. hal-hal yang berkaitan dengan asumsi. biasanya akan diketahui apakah kredit macet itu karena error omission atauerror commission. tetapi esensinya menjadi lebih jelas dan memudahkan menemukan siapa yang bertanggung jawab. maka segera saja proses secara hukum terhadap oknumnnya. sepanjang tidak menyangkut maksimum saldo kredit. serta melakukan penghapusan kredit dan pengelolaan kredit yaitu telah dihapus bukukan. dan kemudian macet tahun 2004. Persyaratan kembali (Reconditioning). keadaan keluarga. . bukan siapa yang dipersalahkan. yaitu perubahan syarat kredit yang hanya menyangkut jadwal pembayaran dan atau jangka waktunya. Sedangkan pada badan usaha yang dinilai adalah pemimpin yang mengendalikan perusahaan. E. Sama-sama salah.

. Risk-bearing ability Pihak bank perlu mempertimbangkan jaminan yang dimiliki oleh nasabah. rumah dan pabrik seperti barang bergerak seperti kendaraan bermotor. Kemampuan melunasi kredit (capacity to repay). Adapun yang disimpan oleh bank hanya berupa surat-suratnya saja misalnya sertifikat tanah atau rumah dan BPKP. 3. Dalam penilaian ini yang dutamakan adalah berapa banyak dan bagaimana struktur modal yang dimiliki oleh perusahaan calon pemimjam. hal ini terutama berhbungan langsung dengan usaha calon peminjam dengan keamanan kredit itu sendiri. Kerangka 3R : Returns Pihak bank harus dapat memperkirakan bahwa kredit yang diberikan kepada nasabah dapat menghasilkan return (pendapatan) yang memadai.2. Repayment capacity Pihak bank harus dapat memastikan bahwa nasabah mampu untuk melunasi pinjamam dan bunganya pada saat pembayaran tersebut jatuh tempo. Collateral Biasanya jaminan itu terdiri atas barang-barang tidak bergerak seperti tanah. 5. Kemampuan mengelola perusahaan dengan baik sehingga bisa berkembang (management capacity) b. Kemampuan ini menyangkut dua hal yaitu : a. Condition Economy Dalam memberikan kredit. bank harus mengetahui kondisi ekonomi regional maupun internasional. Jaminan tersebut dapat digunakan apabila nasabah menghadapi risiko kegagalan atau ketidakpastian yang berkaitan dengan penggunaan kredit yang diberikan. 4. Capital Penilaian terhadap modal perusahaan sangatlah penting. Capacity Bank harus mengetahui sampai dimana kemampuan menjalankan usaha calon pemimjam . .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful