www.matematika-pas.blogspot.

com E-learning matematika, GRATIS 

1

Penyusun : Sulistyowati, S.Pd. ; Sumani, S.Pd. Editor : Drs. Keto Susanto, M.Si. M.T. ; Istijab, S.H. M.Hum. Imam Indra Gunawan, S.Si. A. Pengertian Matriks 1. Pengertian Matriks dan Ordo Matriks Matriks yang kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari misalnya : tabel matrikulasi di sekolah, penyajian data pada suatu sekolah yang disajikan dalam bentuk matriks, sebagaiberikut. Contoh : tabel matrikulasi yang memuat data jumlah siswa di suatu sekolah Tabel Jumlah Siswa Kelas Laki-laki Wanita 240 180 Ι 220 210 ΙΙ 205 205 ΙΙΙ Dari tabel di atas, bila diambil angka-angkanya saja dan ditulis dalam tanda siku, ⎡240 180 ⎤ bentuknya menjadi ⎢220 210⎥ . Bentuk sederhana inilah yang kita sebut sebagai ⎥ ⎢ ⎢ 205 205⎥ ⎦ ⎣
matriks.

Pengertian Matriks : Susunan bilangan berbentuk persegi panjang yang diatur dalam
baris dan kolom yang diletakkan dalam kurung biasa atau kurung siku. Matriks dinotasikan dengan huruf kapital (A, B, C), dan sebagainya.
⎡ 14 26 ⎤ Contoh: A = ⎢ 13 30 ⎥ ⎢ ⎥ ⎢ 15 25 ⎥ ⎣ ⎦ Bilangan–bilangan yang tersusun dalam baris dan kolom tersebut dinamakan elemen / unsur. Elemen matriks A yang terletak di baris ke-2 dan kolom ke-1 dinotasikan sebagai a12=13. Contoh: Berapakah nilai a31 dan a32untuk matriks A di atas ? Jawab: a31=15, a32=25 Matriks A di atas mempunyai 3 baris dan 2 kolom. Banyaknya baris dan banyaknya kolom suatu matriks menentukan ukuran dari matriks tersebut.

Ordo adalah ukuran suatu matriks yang dinyatakan dalam banyaknya baris kali banyaknya kolom Jadi matriks A berordo 3 x 2 dan ditulis A 3 x 2

MGMP Matematika SMK kota Pasuruan

www.matematika-pas. A berordo 3 x 2 dan 3 > 2 sehingga matriks A tampak tegak ⎢ ⎥ ⎢0 4 ⎥ ⎣ ⎦ e. ⎡5 0 0 0 ⎤ ⎢0 5 0 0 ⎥ ⎥ Contoh: D 4x 4 = ⎢ ⎢0 0 5 0 ⎥ ⎢ ⎥ ⎣0 0 0 5 ⎦ d. F berordo 2 x 3 dan 2 < 3 sehingga matriks F tampak 1 ⎥ ⎣3 − 1 ⎦ datar Berdasarkan elemen-elemen penyusunnya terdapat jenis-jenis matriks : a. Matriks tegak yaitu matriks berordo m x n dengan m>n ⎡5 − 1⎤ Contoh: A = ⎢ 6 − 8 ⎥ . ⎡1 0 0 ⎤ Contoh: D 3x3 = ⎢0 2 0⎥ ⎢ ⎥ ⎢ 0 0 3⎥ ⎣ ⎦ c. Matrik bujursangkar/persegi yaitu matriks berordo n x n atau banyaknya baris sama dengan banyaknya kolom disebut juga sebagai matriks kuadrat berordo n. Berdasarkan ordonya terdapat beberapa jenis matriks. Matriks baris yaitu matriks berordo 1 x n atau hanya memiliki satu baris. siswa dapat diperkenalkan dengan jenis-jenis matriks. Matriks datar yaitu matriks berordo m x n dengan m<n − 4⎤ 0 ⎡2 Contoh: F = ⎢ . Matriks skalar yaitu matriks diagonal yang semua elemen pada diagonalnya sama. ⎡1 3 ⎤ Contoh: Matriks B 2x 2 = ⎢ ⎥ . Matriks diagonal yaitu matriks persegi yang semua elemen diatas dan dibawah diagonalnya adalah 0 dan dinotasikan sebagai D. ⎡3 1 ⎤ Contoh: F2x 2 = ⎢ ⎥ ⎣1 4⎦ MGMP Matematika SMK kota Pasuruan . Matriks simetri yaitu matriks persegi yang setiap elemennya.com E-learning matematika.blogspot. selain elemen diagonal. sebagai berikut : a. Matriks kolom yaitu matriks berordo n x 1 atau hanya memiliki satu kolom ⎡8 ⎤ Contoh: Matriks E 2x1 = ⎢ ⎥ ⎣ 4⎦ d. Contoh: Matriks C 1x3 = [1 3 5] c. ⎡0 0 ⎤ Contoh: O 1x3 = [0 0 0]. Matriks nol yaitu matriks yang semua elemen penyusunnya adalah 0 dan dinotasikan sebagai O. maka 1 dan 12 dikatakan berada pada diagonal ⎣6 12⎦ utama matrik B. b. GRATIS  2 2. Jenis-jenis Matriks Setelah memahami pengertian matriks dan ordo suatu matriks. adalah simetri terhadap diagonal utama. O 2 x 2 = ⎢ ⎥ ⎣0 0 ⎦ b.

⎢ ⎥ ⎣8 1 3 ⎦ ⎢7 3⎥ ⎣ ⎦ perhatikan bahwa ordo dari A T adalah 2 X 3 3. Matriks Identitas/satuan yaitu matriks diagonal yang semua elemen pada diagonalnya adalah 1 dan dinotasikan sebagai I. ⎡1 3 5 ⎤ Contoh: G 3x3 = ⎢0 2 4⎥ ⎢ ⎥ ⎢0 0 6 ⎥ ⎣ ⎦ h. Matriks simetri miring yaitu matriks simetri yang elemen-elemennya. saling berlawanan. ⎡ 0 5 − 7⎤ Contoh: G 3x3 = ⎢− 5 0 − 2⎥ ⎢ ⎥ ⎢7 2 0⎥ ⎣ ⎦ f.com E-learning matematika.blogspot. ⎡1 0 ⎤ Contoh: I 2x 2 = ⎢ ⎥ ⎣0 1 ⎦ g. Kesamaan Matriks Dua buah matriks atau lebih dikatakan sama bila dan hanya bila mempunyai ordo yang sama dan elemen-elemen penyusun yang seletak juga sama.matematika-pas. Transpose matriks A dilambangkan dengan A T ⎡6 8⎤ ⎡6 4 7 ⎤ Contoh: A 3 x 2 = ⎢ 4 1 ⎥ . maka A T = ⎢ ⎥. MGMP Matematika SMK kota Pasuruan . ⎡1 0 0 ⎤ Contoh: H 3x3 = ⎢6 2 0⎥ ⎢ ⎥ ⎢ ⎥ ⎣ 4 9 6⎦ i. GRATIS  3 e. B 2x3 = ⎢ 4 6 8 ⎥ maka A = B ⎣4 6 8⎦ ⎣ ⎦ ⎡2 8 4⎤ Perhatikan bahwa C 2 x3 = ⎢ ⎥ dan C 2x3 ≠ A 2x3 karena ada elemennya yang ⎣4 6 3⎦ seletak dan nilainya tidak sama. Matriks transpose yaitu matriks yang diperoleh dari memindahkan elemen-elemen baris menjadi elemen kolom dan elemen-elemen kolom menjadi elemen baris. Matriks segitiga atas yaitu matriks persegi yang elemen-elemen di bawah diagonal utamanya adalah 0. ⎡2 4⎤ Perhatikan juga bahwa D = ⎢ 3 6 ⎥ dan D ≠ A karena ordo kedua matriks tersebut tidak ⎢ ⎥ ⎢4 8 ⎥ ⎣ ⎦ sama. selain elemen diagonal. Matriks segitiga bawah yaitu matriks persegi yang elemen-elemen di atas diagonal utamanya adalah 0. ⎡2 3 4⎤ ⎡2 3 4⎤ Contoh: A 2x3 = ⎢ ⎥ . Sebagai pengingat adalah trans = perpindahan dan pose = letak.www.

atau ⎥ ⎢ ⎢ ⎥ ⎢ ⎥ ⎢ 7 0 ⎥ ⎢ 1 2 ⎥ ⎢6 − 2⎥ ⎦ ⎣ ⎣ ⎦ ⎣ ⎦ ⎡ 5 4 ⎤ ⎡− 3 − 6⎤ ⎡2 − 2⎤ A−B = A+(−B) = ⎢ 6 9 ⎥ + ⎢− 5 − 4⎥ = ⎢1 5 ⎥ ⎢ ⎥ ⎢ ⎥ ⎢ ⎥ ⎢ 7 0 ⎥ ⎢ − 1 − 2⎥ ⎢6 − 2⎥ ⎣ ⎦ ⎣ ⎦ ⎣ ⎦ MGMP Matematika SMK kota Pasuruan . A+B = B+A b. sebagai berikut: 1. B = ⎢ ⎥ ⎢7 0 ⎥ ⎣ ⎦ ⎡3 6 ⎤ ⎢5 4 ⎥ ⎢ ⎥ ⎢1 2 ⎥ ⎣ ⎦ ⎡ 5 4 ⎤ ⎡ 3 6 ⎤ ⎡ 2 − 2⎤ A−B = ⎢ 6 9 ⎥ − ⎢ 5 4 ⎥ = ⎢1 5 ⎥ . GRATIS  4 B. maka elemen-elemen C diperoleh dari pengurangan elemen-elemen A dan B yang seletak.matematika-pas.www. matriks A dan kedua matriks memiliki ordo yang sama. yaitu A + (-B) Syarat : Matriks A dan B dapat dikurangkan jika ordo kedua matriks tersebut sama. A+(B+C) = (A+B)+C c. yaitu c ij = a ij + b ij untuk elemen C pada baris ke-i dan kolom ke-j. ⎡1 2⎤ ⎡5 ⎡ 5 6⎤ ⎡1 2⎤ Contoh: A = ⎢ ⎥ . maka elemen-elemen C diperoleh dari penjumlahan elemen-elemen A dan B yang seletak.com E-learning matematika.blogspot. (A+B) T = A T + B T (hukum komutatif untuk penjumlahan) (hukum asosiatif untuk penjumlahan) B dapat dijumlahkan apabila 6⎤ ⎡ 6 8 ⎤ =C = 8⎥ ⎢10 12⎥ ⎦ ⎦ ⎣ 2. kita dapat mengangkat peristiwa sehari-hari atau memberi contoh. Pengertian pengurangan matriks : Jika A−B = C. Pengertian penjumlahan matriks : Jika A + B = C. Penjumlahan Matriks Prinsip penjumlahan dua atau lebih matriks yaitu menjumlahkan setiap elemennya yang seletak. Operasi Matriks dan Sifat-sifatnya Dalam menjelaskan operasi hitung pada matriks. B = ⎢7 8⎥ maka A + B = ⎢3 4⎥ + ⎢7 ⎣ ⎦ ⎣ ⎣ ⎦ ⎣3 4⎦ Perhatikan bahwa C mempunyai ordo sama dengan A dan B Sifat-sifat penjumlahan matriks : a. ⎡5 4⎤ Contoh: A = ⎢ 6 9 ⎥ . Pengurangan Matriks Operasi pengurangan pada matriks menggunakan prinsip yang sama seperti pada operasi penjumlahan. A+O = O+A d. Akibatnya. Matriks A dikurangi matriks B dengan cara mengurangi elemen matriks A dengan elemen matriks B yang seletak. yaitu c ij = a ij − b ij atau pengurangan dua matriks ini dapat dipandang sebagai penjumlahan.

blogspot. Perkalian Matriks Operasi perkalian pada matriks ada dua macam yaitu perkalian matriks dengan skalar dan perkalian matriks dengan matriks.www. Perkalian Matriks dengan skalar Matriks A dikalikan dengan c suatu bilangan/skalar maka cA diperoleh dari hasilkali setiap elemen A dengan c. A − O = A 5 3. siswa terlebih dahulu diperkenalkan perkalian matriks dengan bilangan/skalar. Sebelum memperkenalkan perkalian matriks dengan matriks. ⎡ 3 8⎤ ⎡3 8⎤ ⎡12 32⎤ Contoh: P = ⎢ ⎥ maka 4P= 4 ⎢5 1⎥ = ⎢20 4 ⎥ ⎣5 1⎦ ⎣ ⎦ ⎣ ⎦ Jika p dan q bilangan real dan B. maka berlaku sifat-sifat perkalian matriks dengan skalar : 1) p (B+C) = pB + pC 2) p (B−C) = pB − pC 3) (p + q) C = pC + qC 4) (a – b) C = pC − qC 5) (pq) C = p (qC) T T 6) (pB) = pB b. A mxn x B nxp = AB mxp Perhatikan bahwa hasil kali matriks AB berordo m x p Untuk menguji apakah dua matriks dapat dikalikan atau tidak dan juga untuk menentukan ordo hasil perkaliannya. Jadi Am × n × Bn × p bisa didefinisikan. C dua matriks dengan ordo sedemikian hingga dapat dilakukan operasi hitung berikut. a. Dua matriks AB dapat dikalikan bila dan hanya bila jumlah kolom matriks A sama dengan jumlah baris matriks B. Dengan demikian.com E-learning matematika. GRATIS  Kaidah ilmu hitung yang berlaku pada pengurangan adalah : a.matematika-pas. Perkalian matriks dengan matriks Untuk memahami perkalian matriks dengan matriks. Jadi –A = (–1)A. tapi Bn × p × Am × n tidak dapat didefinisikan. matriks –A dapat dipandang sebagai hasil kali matriks A dengan skalar (–1). kita perhatikan pernyataan berikut. dapat juga menggunakan aturan memasang kartu domino sebagai berikut : sama 1x 2 2 x3 1x3 (Hasil) MGMP Matematika SMK kota Pasuruan . Berikut ini adalah contoh perkalian matriks dengan bilangan skalar. A − A = O b.

sehingga AB belum tentu sama dengan BA. ⎢ ⎥ ⎢ 2⎥ ⎣ ⎦ ⎡ 4⎤ B x C = [6 8 7]× ⎢7 ⎥ = [(6 x 4) + (8 x7) + (7 x 2)] = [94] ⎢ ⎥ ⎢ 2⎥ ⎣ ⎦ Contoh perkalian matriks px1 dengan matriks 1xp: ⎡ 2⎤ A= ⎢5⎥ dan B= [6 8 7] .com E-learning matematika. GRATIS  6 Elemen-elemen dari AB diperoleh dari hasil kali setiap baris pada matriks A dengan setiap kolom pada matriks B. Untuk lebih jelasnya.blogspot. Contoh Perkalian Matriks 1 x p dengan matriks p x 1 : ⎡ 4⎤ B = [6 8 7] dan C = ⎢7 ⎥ . maka BA belum tentu dapat didefinisikan.contoh perkalian matriks dengan matriks. Sifat-sifat perkalian matriks dengan matriks : 1) A(BC) = (AB)C 5) (B−C)A = BA−CA 2) A(B+C) = AB + AC 6) a(BC) = (aB)C = B(aC) 3) (B+C)A = BA + CA 7) AI = IA = A 4) A(B−C) = AB−AC Perlu diingat bahwa bila AB dapat didefinisikan. kemudian dijumlahkan menjadi satu elemen. Contoh perkalian matriks mxn dengan matriks nxp: ⎡1 2⎤ A= ⎢ ⎥ dan B = ⎣3 4⎦ ⎡1 0 1⎤ ⎢0 2 0 ⎥ ⎣ ⎦ ⎡1 2⎤ ⎡1 0 1⎤ AxB= ⎢ ⎥×⎢ ⎥ ⎣3 4⎦ ⎣0 2 0⎦ ⎡ (1x1) + (2 x0) (1x0) + (2 x 2) (1x1) + (2 x0) ⎤ ⎡1 4 1⎤ = ⎢ ⎥ = ⎢ ⎥ ⎣(3x1) + (4 x0) (3 x0) + (4 x 2) (3 x1) + (4 x0)⎦ ⎣3 8 3⎦ ⎡2⎤ ⎡ 4⎤ ⎢5⎥ dan matriks C = ⎢7⎥ hasil perkalian A x C tidak dapat Untuk matriks A= ⎢ ⎥ ⎢ ⎥ ⎢4⎥ ⎢ 2⎥ ⎣ ⎦ ⎣ ⎦ didefinisikan. ⎢ ⎥ ⎢ 4⎥ ⎣ ⎦ ⎡2 x6 2 x8 2 x7 ⎤ ⎡12 16 14 ⎤ ⎡ 2⎤ ⎢5⎥ × [6 8 7] = ⎢5 x6 5 x8 5 x7 ⎥ = ⎢30 40 35⎥ AxB= ⎢ ⎥ ⎥ ⎥ ⎢ ⎢ ⎢4 x6 4 x8 4 x7 ⎥ ⎢24 32 28⎥ ⎢ 4⎥ ⎦ ⎦ ⎣ ⎣ ⎣ ⎦ Hasil kalinya merupakan suatu matriks berordo 3x3. MGMP Matematika SMK kota Pasuruan . berikut ini diberikan contoh.www.matematika-pas.

Determinan Matriks Untuk setiap matriks persegi terdapat suatu bilangan tertentu yang disebut determinan. maka det(P) = P = 3 4 = (8x4) − (4x3) = 20 ⎣3 4⎦ 2.com E-learning matematika. Pengertian Determinan matriks adalah jumlah semua hasil perkalian elementer yang bertanda dari A dan dinyatakan dengan det(A). berikut ini diuraikan cara mencari determinan matriks berordo 2 x 2 dan matriks berordo 3 x 3. 1. Metode Sarrus ⎡ p q r⎤ Jika matriks B = ⎢ s t u ⎥ ⎢ ⎥ ⎢ v w x⎥ ⎣ ⎦ p q t r u = ptx + quv + rsw – rtv – qsx – puw maka det(B) = B = s v w x ⎡ p q r⎤ p q Sebagai pengingat ketentuan di atas diperoleh dari ⎢ s t u ⎥ s t ⎢ ⎥ ⎢ v w x⎥ v w ⎣ ⎦ Perlu diperhatikan bahwa cara demikian tidak berlaku bila matriks berordo 4x4 dan yang lebih tinggi lagi. ⎡ 2 4 6⎤ Contoh: Q = ⎢1 3 5⎥ . Determinan matriks berordo 3 X 3 Untuk mencari determinan matriks berordo 3 X 3 dapat digunakan dua metode. Untuk lebih jelasnya. maka det(Q) = Q adalah ⎥ ⎢ ⎢7 8 9 ⎥ ⎦ ⎣ ⎡ 2 4 6⎤ 2 4 det(Q) = 1 3 5 = ⎢1 3 5⎥ 1 3 ⎢ ⎥ ⎢7 8 9 ⎥ 7 8 7 8 9 ⎣ ⎦ = (2x3x9) + (4x5x7) + (6x1x8) − (6x3x7) − (2x5x8) − (4x1x9) = 242 −242 = 0 2 4 6 MGMP Matematika SMK kota Pasuruan . GRATIS  7 C. sebagai berikut : a.matematika-pas.www. Yang diartikan dengan sebuah hasil perkalian elementer bertanda dari suatu matriks A adalah sebuah hasil perkalian elementer pada suatu kolom dengan +1 atau −1. Determinan matriks berordo 2 x 2 a ⎡a b ⎤ Jika matriks A = ⎢ ⎥ maka det (A) = A = c ⎣c d ⎦ b = ad − bc d ⎡a b ⎤ Sebagai pengingat ketentuan di atas diperoleh dari ⎢ ⎥ ⎣c d ⎦ 8 4 ⎡8 4⎤ Contoh: P = ⎢ ⎥ .blogspot.

com E-learning matematika. ⎡ 2 4 6⎤ ⎡ 2 4 6⎤ ⎢1 3 5⎥ . GRATIS  8 b.(−1) 1+1 det(M 11 ) − q 12 (−1) 1+ 2 det(M 12 ) + q 13 (−1) 1+ 3 det(M 13 ) = 2. 3. untuk mendapatkan det(Q) dengan metode kofaktor adalah ⎥ 9⎥ ⎦ mencari terlebih dahulu determinan-determinan minornya yang diperoleh dari ekspansi baris ke-1 diatas. M 12 dan M 13 merupakan submatriks hasil ekspansi baris ke-1 dari matriks Q. Kofaktor suatu elemen baris ke-i dan kolom ke-j dari matriks A dilambangkan dengan K ij = (−1) i+ j M ij = (−1) i + j det (M ij ) Untuk mencari det(A) ekspansi baris ke-1 ⎡2 4 Contoh: Q = ⎢1 3 ⎢ ⎢7 8 ⎣ dengan metode kofaktor cukup mengambil satu ekspansi saja misal 6⎤ 5⎥ . Metode Kofaktor Terlebih dahulu siswa dijelaskan tentang sub matriks atau minor dari suatu matriks. M 13 = ⎢1 3 5⎥ = ⎢7 8⎥ ⎣ ⎦ ⎦ ⎢7 8 9 ⎥ ⎣ ⎣ ⎦ M 11 .blogspot.k 13 = q 11 . maka M = ⎢1 3 5⎥ = ⎡3 5⎤ Contoh: Q = ⎢ 11 ⎥ ⎥ ⎢8 9⎥ ⎢ ⎦ ⎢7 8 9 ⎥ ⎢7 8 9 ⎥ ⎣ ⎦ ⎦ ⎣ ⎣ ⎡ 2 4 6⎤ M 12 = ⎢1 3 5⎥ = ⎢ ⎥ ⎢7 8 9 ⎥ ⎣ ⎦ ⎡ 2 4 6⎤ ⎡1 5⎤ ⎢ ⎥ ⎡1 3⎤ ⎢7 9⎥ .26 + 6. yaitu : MGMP Matematika SMK kota Pasuruan .k 11 − q 12 .13 = 0 Suatu matriks yang nilai determinannya = 0 disebut matriks singular. maka : Q = q 11 .13 − 4. Adjoin Matriks Adjoin matriks A adalah transpose dari kofaktor-kofaktor matriks tersebut. ⎥ ⎢ ⎢7 8 9 ⎥ ⎦ ⎣ k 12 = 26 dan k 13 = 13 sekarang kita hanya mencari kofaktor dari ekspansi baris ke-2 dan ekspansi baris ke-3.k 12 + q 13 . Minor suatu matriks A dilambangkan dengan M ij adalah matriks bagian dari A yang diperoleh dengan cara menghilangkan elemen-elemennya pada baris ke-i dan elemenelemen pada kolom ke-j. yaitu det(M 11 )= −13 . dilambangkan dengan adj A = (k ij ) t ⎡ 2 4 6⎤ Contoh: Q = ⎢1 3 5⎥ telah diketahui dari hitungan sebelumnya bahwa k 11 = 13.matematika-pas. det(M 12 )= −26 dan det(M 13 ) = −13.www.

k 33 = (−1) 3 + 3 =2 1 5 1 3 9 2⎤ ⎡ k11 k 21 k 31 ⎤ ⎡13 12 ⎥ = ⎢26 − 24 − 4⎥ ⎢k Adj A = ⎢ 12 k 22 k 32 ⎥ ⎢ ⎥ ⎢ k13 k 23 k 33 ⎥ ⎢13 12 2⎥ ⎦ ⎣ ⎦ ⎣ Hal yang menarik dalam mencari adjoin matriks berordo 2x2 ditunjukkan sebagai berikut : ⎡a b ⎤ Jika A 2 x 2 = ⎢ ⎥ .www. GRATIS  k 21 = (−1) 2+1 k 31= (−1) 3 +1 4 6 2 6 2 4 = 12 . k 32 = (−1) 3 + 2 2 6 2 4 = −4 . k 21 = − b dan ⎣c d ⎦ k 21 ⎤ ⎡ d − b ⎤ ⎡k k 22 = a.com E-learning matematika. k 23 = (−1) 2+ 3 = 12 8 9 7 9 7 8 4 6 =2 3 5 . dimana I matriks identitas. maka kofaktor-kofaktornya adalah k 11 = d. k 22 =(−1) 2+ 2 = −24 .matematika-pas. k 12 = − c. Invers Matriks Untuk menjelaskan invers matriks. perhatikan pengertian berikut: Invers matriks adalah lawan atau kebalikan suatu matriks dalam perkalian yang dilambangkan dengan A −1 . Karena invers matriks A dilambangkan dengan A −1 maka berlaku : A x A −1 = A −1 x A = I. dimana I matriks identitas maka B disebut invers dari A dan A invers dari B.blogspot. Kemudian Adj A = ⎢ 11 ⎥ = ⎢ ⎥ ⎣k12 k 22 ⎦ ⎣− c a ⎦ Hal ini sama artinya dengan menukarkan elemen-elemen pada diagonal utamanya dan mengubah tanda pada elemen-elemen pada diagonal lainnya D. Contoh: ⎡7 9 ⎤ ⎡ 4 − 9⎤ Diberikan matriks A= ⎢ ⎥ dan B = ⎢− 3 7 ⎥ ⎣ 3 4⎦ ⎣ ⎦ Apakah B adalah invers matriks A ? Jawab ⎡7 Karena A x B = ⎢ ⎣3 ⎡4 B x A =⎢ ⎣− 3 − 9⎤ ⎡1 = 7 ⎥ ⎢0 ⎦ ⎣ 9 ⎤ ⎡1 = 4 ⎥ ⎢0 ⎦ ⎣ 0⎤ = I dan 1⎥ ⎦ 0⎤ = I 1⎥ ⎦ ⎡ 4 − 9⎤ Maka B adalah invers A ditulis A −1 = B = ⎢ ⎥ ⎣− 3 7 ⎦ 9⎤ ⎡ 4 × 4⎥ ⎢ − 3 ⎦ ⎣ − 9 ⎤ ⎡7 × 7 ⎥ ⎢3 ⎦ ⎣ MGMP Matematika SMK kota Pasuruan . Definisi: Jika matriks A dan B sedemikian sehingga A x B = B x A = I .

Adj(B) det( B) . GRATIS  10 Cara mencari invers matriks berordo 2 x 2 dan invers matriks berordo 3 x 3 dipaparkan berikut ini. maka det(Q) = Q = b 31 . tentukan A ! ⎣3 2 ⎦ Jawab: det(A) = (5 x 2) − (3 x 3) = 1 1 ⎡ 2 − 3⎤ ⎡ 2 − 3⎤ = A −1 = ⎢ 1 ⎣− 3 5 ⎥ ⎢− 3 5 ⎥ ⎦ ⎣ ⎦ 2.blogspot. maka B −1 = 1 .k 32 + b 33 . maka A = det( A) .matematika-pas. syarat det(A) ≠ 0 A −1 = det( A) ⎢− c a ⎥ ⎣ ⎦ ⎡5 3⎤ −1 Contoh: A= ⎢ ⎥ .k 33 = 0 − 0 + 6(−1) 3 + 3 1 2 = 24 0 4 ⎡ ⎢+ ⎢ ⎢ Adj B = ⎢ − ⎢ ⎢ ⎢+ ⎣ 4 0 0 0 0 0 5 6 5 6 4 0 2 0 1 + 0 1 − 0 − 3 6 3 6 2 0 2 4 1 − 0 1 + 0 + 3⎤ ⎥ 5⎥ 3⎥ = 5⎥ ⎥ 2⎥ 4⎥ ⎦ ⎡24 − 12 − 2⎤ ⎢0 6 − 5⎥ ⎢ ⎥ ⎢0 0 4⎥ ⎣ ⎦ 1 ⎡ ⎢1 − 2 ⎡24 − 12 − 2⎤ ⎢ 1 −1 1 ⎢ B = − 5 ⎥ = ⎢0 6 ⎢0 ⎥ ⎢ 4 24 ⎢0 0 4⎥ ⎢ ⎣ ⎦ 0 0 ⎢ ⎣ 1⎤ 12 ⎥ 5⎥ − ⎥ 24 ⎥ 1 ⎥ 6 ⎥ ⎦ − MGMP Matematika SMK kota Pasuruan .Adj (A) ⎣c d ⎦ 1 ⎡ d − b⎤ .k 31 − b 32 . Invers matriks berordo 2x2 ⎡a b ⎤ 1 −1 Jika A = ⎢ ⎥ . Invers matriks berordo 3x3 Jika B 3 x3 . 1. cara paling praktis adalah dengan metode kofaktor dengan mengekspansi baris yang memuat nol terbanyak yaitu baris ke-3. syarat det(A) ≠ 0 ⎡1 2 3⎤ Contoh : B = ⎢0 4 5⎥ .tentukan invers dari matriks segitiga tersebut! ⎥ ⎢ ⎢0 0 6 ⎥ ⎦ ⎣ Jawab : Untuk mencari determinan matriks B.www.com E-learning matematika.

maka A dan B dikatakan sebagai matriks yang saling invers karena A = B −1 dan B = A −1 Bila suatu matriks A mempunyai determinan nol atau det(A) = 0 maka matriks A tidak mempunyai invers. Jika AB = BA = I.www. datang Doni dan teman-temannya memesan 5 mangkok bakso dan 3 gelas es jeruk.matematika-pas. seorang siswa SMK non Teknik. Tak lama kemudian. Maka berapakah harga bakso per mangkok dan es jeruk per gelasnya? Petunjuk : Buatlah sistem persamaan linearnya lalu selesaikan dengan matriks. Suatu matriks yang tidak mempunyai invers disebut matriks singular. 7000. Dewi menantang Amir. Dewi dan teman-temannya memesan 3 mangkok bakso dan 2 gelas es jeruk di kantin sekolahnya. Hasil matriks perkalian berikut adalah: ⎡ 0 25 10 0 ⎤ A = [2 4 1] dan B = ⎢20 30 11 24⎥ ⎢ ⎥ ⎢15 0 12 16 ⎥ ⎣ ⎦ ⎡0 5 1 0 ⎤ A x B = [2 4 1] ⎢2 3 1 4⎥ = [13 22 8 22] ⎢ ⎥ ⎢5 0 2 6 ⎥ ⎣ ⎦ b.00 untuk semua pesanannya. Suatu matriks persegi yang mempunyai invers disebut matriks non singular.500. Jawab: Misalkan x = harga bakso per mangkok y = harga es jeruk per gelas Sistem persamaan linearnya : 3x + 2y = 7000 5x + 3y = 11500 MGMP Matematika SMK kota Pasuruan . 11. GRATIS  Sifat-sifat invers matriks : 1. Contoh Soal Aplikasi Matriks a.blogspot. untuk menentukan harga bakso per mangkok dan harga es jeruk per gelas jika Dewi harus membayar Rp.com E-learning matematika. (AB) −1 = B −1 A −1 11 2. Hasil perkalian matrik berikut adalah: ⎡ 3⎤ ⎡ 0 25 10 0 ⎤ ⎢1 ⎥ P = ⎢20 30 11 24⎥ dan Q= ⎢ ⎥ ⎢ ⎥ ⎢ 2⎥ ⎢15 0 12 16 ⎥ ⎢ ⎥ ⎣ ⎦ ⎣1 ⎦ ⎡ 0 25 10 0 ⎤ P x Q = ⎢20 30 11 24⎥ ⎢ ⎥ ⎢15 0 12 16 ⎥ ⎣ ⎦ ⎡ 3⎤ ⎢1 ⎥ ⎡ 45 ⎤ ⎢ ⎥ = ⎢136⎥ ⎢ 2⎥ ⎢ ⎥ ⎢ ⎥ ⎢ 85 ⎥ ⎣ ⎦ ⎣1 ⎦ c.00 untuk semua pesanannya itu. dan Doni harus membayar Rp. maka matriks A pasti mempunyai invers. Bila det(A)≠0.

Jika A = ⎢ ⎥ . Jika A = ⎢4 7 0 − 9 0⎥ . maka ⎦⎣ ⎦ ⎣ ⎦ ⎣ ⎣ ⎦ A −1 = ⎡ x⎤ −1 ⎢ y⎥ = A B ⎣ ⎦ 12 1 (3. ⎢3 1 0⎥ ⎢ ⎥ ⎢7 5 1 ⎥ ⎣ ⎦ ⎡1 ⎢5 b. ⎢ ⎥×⎢ ⎥ ⎣ − 2 3⎦ ⎣ 2⎦ ⎡6 ⎤ c. Contoh penyelesaian aplikasi matriks pada soal-soal di atas bukanlah satu-satunya cara. tentukanlah matriks C ! ⎣1 7 5⎦ ⎣ ⎦ 4. B= ⎢7 − 4 3⎥ dan A + B = C .00 per mangkok dan harga es jeruk Rp. juga relasi dan fungsi.matematika-pas. Sebutkan jenis matriks berikut ini : ⎡ 0 0 0⎤ a. Lembar Kerja ⎡ 2 − 1 8 6 0⎤ 1. tentukan ordo matriks A dan a 23 ! ⎢ ⎥ ⎢6 − 3 0 8 0⎥ ⎣ ⎦ 2. Untuk tahap selanjutnya kepada siswa dapat diajarkan tentang persamaan dan pertidaksamaan.2) ⎡ 3 − 2⎤ ⎡ − 3 2 ⎤ ⎢− 5 3 ⎥ = ⎢ 5 − 3⎥ ⎣ ⎦ ⎣ ⎦ ⎡ 7000 ⎤ ⎢11500⎥ = ⎣ ⎦ ⎡(−21000 + 23000)⎤ ⎢ (35000 − 34500) ⎥ = ⎣ ⎦ ⎡2000⎤ ⎢ 500 ⎥ ⎣ ⎦ ⎡ x ⎤ ⎡− 3 2 ⎤ ⎢ y ⎥ = ⎢ 5 − 3⎥ ⎦ ⎣ ⎦ ⎣ Harga bakso Rp. ⎢ ⎢8 ⎢ ⎣0 5 8 0⎤ 2 6 9⎥ ⎥ 6 3 7⎥ ⎥ 9 7 4⎦ ⎡1 1 0⎤ c. baik yang linear atau kuadrat. 2000.blogspot.3 − 5. [3 − 4]× ⎢ ⎥ ⎣ 2⎦ ⎡3 1 − 1⎤ ⎡− 1 3 ⎤ d. ⎢ ⎥×⎢ 3⎥ ⎣3 4⎦ ⎣ 0 ⎦ ⎡ 1 2⎤ ⎡6 ⎤ b. 500. Siswa hendaknya diperbolehkan mencari penyelesaian lain selama penyelesaian dibuat dengan logis dan mengikuti kaidah aljabar matriks serta memperoleh hasil sama. ⎢0 2 − 3⎥ × ⎢ 4 − 2⎥ ⎥ ⎢ ⎥ ⎢ ⎢ 4 0 − 2⎥ ⎢ 0 − 3⎥ ⎦ ⎣ ⎦ ⎣ MGMP Matematika SMK kota Pasuruan .www.Hitunglah perkalian matriks berikut : ⎡1 2⎤ ⎡− 2 − 1⎤ a. ⎢0 1 1⎥ ⎢ ⎥ ⎢ ⎣1 0 1⎥ ⎦ ⎡3 0 3⎤ ⎡ 2 1 2⎤ T 3. GRATIS  Dalam bentuk matriks adalah sebagai berikut : ⎡3 2⎤ ⎡ x ⎤ ⎡ 7000 ⎤ ⎡ x⎤ ⎢5 3⎥ ⎢ y ⎥ = ⎢11500⎥ atau A ⎢ y ⎥ = B.00 per gelas.com E-learning matematika.

Jika A = ⎢ ⎥ dan B = ⎣9 6⎦ a. Tentukanlah PQ 7. Tentukan A x B d. maka : ⎣ ⎦ c. Det(P) b. ⎢ c. X ⎢ ⎥=⎢ ⎥ ⎣8 3⎦ ⎣ 0 6⎦ ⎧3 x + 4 y = −11 11. Jika P 3x3 = ⎢4 3 2⎥ carilah det(P) dengan menggunakan : ⎢ ⎥ ⎢5 6 7 ⎥ ⎣ ⎦ a. A = ⎢ b. Tentukan (A x B) – 1 13 a. Jika P = ⎢ ⎢3 ⎢ ⎣0 0⎤ 2⎥ ⎥ dan Q = ⎡2 1 1⎤ ⎢7 8 9 ⎥ 0⎥ ⎣ ⎦ ⎥ 4⎦ 1 b. ⎢ ⎥ X = ⎢− 7 8⎥ ⎣1 4 ⎦ ⎣ ⎦ MGMP Matematika SMK kota Pasuruan . Det(Q) c. Tentukan B −1 ⎡1 ⎢0 6. Tentukan A −1 b. hitunglah : ⎣5 3⎦ ⎣ ⎦ a. Untuk sembarang nilai a carilah nilai x yang memenuhi bila diketahui det(A)=0 untuk matriks : ⎡ x a⎤ ⎡a 4⎤ a.blogspot. Tentukan HP sistem persamaan linear dengan cara matriks ⎨ ⎩ 2x − y = 0 12. Tentukan nilai x dan y yang memenuhi persamaan berikut : 5 ⎤ ⎡− 1 2⎤ ⎡3 7 ⎤ ⎡ 3 x + 1⎤ ⎡ x − 1 5⎤ ⎡2 x a. ⎢ b. Jika P = ⎢ ⎥ dan Q = ⎢2 2⎥ . ⎢ ⎥ = ⎢ x − 3 y 5⎥ ⎥ ⎥=⎢ ⎥+⎢ 5 ⎦ ⎣ ⎣y ⎦ ⎣ 5 y + 1⎦ ⎣ 2 2⎦ ⎣5 6⎦ == oOo == ⎡ 2 3⎤ ⎡ − 4 6⎤ b. Metode Kofaktor 10. Det(PQ) Apa kesimpulan anda setelah melakukan perhitungan di atas ? ⎡1 0 0 ⎤ 9. X ⎢ ⎥ X = ⎢ 6 0⎥ ⎥ ⎥=⎢ ⎣4 3⎦ ⎣ ⎦ ⎣3 1 ⎦ ⎣1 0⎦ ⎡2 1⎤ ⎡− 2 4⎤ d.matematika-pas.Tentukan matriks X berordo 2 x 2 yang memenuhi persamaan : ⎡2 1⎤ ⎡ − 2 4⎤ ⎡5 2⎤ ⎡6 5⎤ a.www. Metode Sarrus b.com E-learning matematika. Tentukan P × Q 2 4⎤ ⎡ 3 ⎢− 12 14⎥ . GRATIS  ⎡8 2⎤ 5. A = ⎢ ⎥ ⎥ ⎣a 2⎦ ⎣a x ⎦ ⎡4 1⎤ ⎡3 1⎤ 8.

Langkahnya adalah sebagai berikut: 1.www. Hasil akhir perkalian diasumsikan 100 lebih. yaitu 2×3 sehingga nilainya 6. Sekarang kita memperoleh hasil sementara 15_ (1 dari langkah 1. Tambahkan angka satuan dari dua bilangan tersebut yaitu 2+3 nilainya adalah 5. yaitu 150+6 sehingga ditemukan nilai akhir. Misalnya perkalian angka 18×14. Semoga Bermanfaat. Tambahkan nilai hasil dari langkah 3 dan . Hal yang sama dilakukan untuk langkah perkalian 8×4=32. 4. lihat langkah 1) sehingga menjadi 22. 3. Angka puluhan harus ditambahkan ke digit depannya (yaitu angka 1. dan 5 dari langkah 2) atau 150 lebih.matematika-pas. Hasil penambahan 8+4 adalah 12. GRATIS  14 Trik Menghitung 2 Bilangan Belasan Menghitung perkalian dua angka belasan dapat dilakukan dengan cara konvensional juga dapat dilakukan dengan trik perkalian khusus.blogspot. Sekarang lakukan perkalian angka satuan dari dua bilangan. Tulisan ini akan membahas bagaimana melakukan perkalian mudah dengan contoh kita akan mencoba perkalian 12×13. 2. Untuk angka yang lebih besar.com E-learning matematika. MGMP Matematika SMK kota Pasuruan . jadi asumsikan hasil akhir diawali angka 1. dengan hasil penambahan dan perkalian angka satuan (langkah 2 dan 3) maka angka puluhan ditambahkan dengan ke digit depannya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful