www.matematika-pas.blogspot.

com E-learning matematika, GRATIS 

1

Penyusun : Sulistyowati, S.Pd. ; Sumani, S.Pd. Editor : Drs. Keto Susanto, M.Si. M.T. ; Istijab, S.H. M.Hum. Imam Indra Gunawan, S.Si. A. Pengertian Matriks 1. Pengertian Matriks dan Ordo Matriks Matriks yang kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari misalnya : tabel matrikulasi di sekolah, penyajian data pada suatu sekolah yang disajikan dalam bentuk matriks, sebagaiberikut. Contoh : tabel matrikulasi yang memuat data jumlah siswa di suatu sekolah Tabel Jumlah Siswa Kelas Laki-laki Wanita 240 180 Ι 220 210 ΙΙ 205 205 ΙΙΙ Dari tabel di atas, bila diambil angka-angkanya saja dan ditulis dalam tanda siku, ⎡240 180 ⎤ bentuknya menjadi ⎢220 210⎥ . Bentuk sederhana inilah yang kita sebut sebagai ⎥ ⎢ ⎢ 205 205⎥ ⎦ ⎣
matriks.

Pengertian Matriks : Susunan bilangan berbentuk persegi panjang yang diatur dalam
baris dan kolom yang diletakkan dalam kurung biasa atau kurung siku. Matriks dinotasikan dengan huruf kapital (A, B, C), dan sebagainya.
⎡ 14 26 ⎤ Contoh: A = ⎢ 13 30 ⎥ ⎢ ⎥ ⎢ 15 25 ⎥ ⎣ ⎦ Bilangan–bilangan yang tersusun dalam baris dan kolom tersebut dinamakan elemen / unsur. Elemen matriks A yang terletak di baris ke-2 dan kolom ke-1 dinotasikan sebagai a12=13. Contoh: Berapakah nilai a31 dan a32untuk matriks A di atas ? Jawab: a31=15, a32=25 Matriks A di atas mempunyai 3 baris dan 2 kolom. Banyaknya baris dan banyaknya kolom suatu matriks menentukan ukuran dari matriks tersebut.

Ordo adalah ukuran suatu matriks yang dinyatakan dalam banyaknya baris kali banyaknya kolom Jadi matriks A berordo 3 x 2 dan ditulis A 3 x 2

MGMP Matematika SMK kota Pasuruan

⎡5 0 0 0 ⎤ ⎢0 5 0 0 ⎥ ⎥ Contoh: D 4x 4 = ⎢ ⎢0 0 5 0 ⎥ ⎢ ⎥ ⎣0 0 0 5 ⎦ d. ⎡0 0 ⎤ Contoh: O 1x3 = [0 0 0].www. Matriks kolom yaitu matriks berordo n x 1 atau hanya memiliki satu kolom ⎡8 ⎤ Contoh: Matriks E 2x1 = ⎢ ⎥ ⎣ 4⎦ d. Matriks simetri yaitu matriks persegi yang setiap elemennya. O 2 x 2 = ⎢ ⎥ ⎣0 0 ⎦ b. Matriks nol yaitu matriks yang semua elemen penyusunnya adalah 0 dan dinotasikan sebagai O. b. Matriks datar yaitu matriks berordo m x n dengan m<n − 4⎤ 0 ⎡2 Contoh: F = ⎢ . Matrik bujursangkar/persegi yaitu matriks berordo n x n atau banyaknya baris sama dengan banyaknya kolom disebut juga sebagai matriks kuadrat berordo n. Matriks baris yaitu matriks berordo 1 x n atau hanya memiliki satu baris. maka 1 dan 12 dikatakan berada pada diagonal ⎣6 12⎦ utama matrik B. Contoh: Matriks C 1x3 = [1 3 5] c.blogspot. ⎡1 0 0 ⎤ Contoh: D 3x3 = ⎢0 2 0⎥ ⎢ ⎥ ⎢ 0 0 3⎥ ⎣ ⎦ c. siswa dapat diperkenalkan dengan jenis-jenis matriks.matematika-pas. adalah simetri terhadap diagonal utama. A berordo 3 x 2 dan 3 > 2 sehingga matriks A tampak tegak ⎢ ⎥ ⎢0 4 ⎥ ⎣ ⎦ e. F berordo 2 x 3 dan 2 < 3 sehingga matriks F tampak 1 ⎥ ⎣3 − 1 ⎦ datar Berdasarkan elemen-elemen penyusunnya terdapat jenis-jenis matriks : a. Berdasarkan ordonya terdapat beberapa jenis matriks. Matriks skalar yaitu matriks diagonal yang semua elemen pada diagonalnya sama. selain elemen diagonal. Matriks tegak yaitu matriks berordo m x n dengan m>n ⎡5 − 1⎤ Contoh: A = ⎢ 6 − 8 ⎥ .com E-learning matematika. GRATIS  2 2. ⎡1 3 ⎤ Contoh: Matriks B 2x 2 = ⎢ ⎥ . Matriks diagonal yaitu matriks persegi yang semua elemen diatas dan dibawah diagonalnya adalah 0 dan dinotasikan sebagai D. Jenis-jenis Matriks Setelah memahami pengertian matriks dan ordo suatu matriks. ⎡3 1 ⎤ Contoh: F2x 2 = ⎢ ⎥ ⎣1 4⎦ MGMP Matematika SMK kota Pasuruan . sebagai berikut : a.

matematika-pas. ⎢ ⎥ ⎣8 1 3 ⎦ ⎢7 3⎥ ⎣ ⎦ perhatikan bahwa ordo dari A T adalah 2 X 3 3. MGMP Matematika SMK kota Pasuruan . ⎡ 0 5 − 7⎤ Contoh: G 3x3 = ⎢− 5 0 − 2⎥ ⎢ ⎥ ⎢7 2 0⎥ ⎣ ⎦ f. B 2x3 = ⎢ 4 6 8 ⎥ maka A = B ⎣4 6 8⎦ ⎣ ⎦ ⎡2 8 4⎤ Perhatikan bahwa C 2 x3 = ⎢ ⎥ dan C 2x3 ≠ A 2x3 karena ada elemennya yang ⎣4 6 3⎦ seletak dan nilainya tidak sama. Matriks segitiga bawah yaitu matriks persegi yang elemen-elemen di atas diagonal utamanya adalah 0. Kesamaan Matriks Dua buah matriks atau lebih dikatakan sama bila dan hanya bila mempunyai ordo yang sama dan elemen-elemen penyusun yang seletak juga sama. Matriks simetri miring yaitu matriks simetri yang elemen-elemennya. Matriks segitiga atas yaitu matriks persegi yang elemen-elemen di bawah diagonal utamanya adalah 0. maka A T = ⎢ ⎥. Sebagai pengingat adalah trans = perpindahan dan pose = letak. Matriks Identitas/satuan yaitu matriks diagonal yang semua elemen pada diagonalnya adalah 1 dan dinotasikan sebagai I. ⎡1 0 0 ⎤ Contoh: H 3x3 = ⎢6 2 0⎥ ⎢ ⎥ ⎢ ⎥ ⎣ 4 9 6⎦ i.com E-learning matematika. selain elemen diagonal. saling berlawanan. ⎡2 4⎤ Perhatikan juga bahwa D = ⎢ 3 6 ⎥ dan D ≠ A karena ordo kedua matriks tersebut tidak ⎢ ⎥ ⎢4 8 ⎥ ⎣ ⎦ sama. GRATIS  3 e.blogspot. ⎡2 3 4⎤ ⎡2 3 4⎤ Contoh: A 2x3 = ⎢ ⎥ . ⎡1 3 5 ⎤ Contoh: G 3x3 = ⎢0 2 4⎥ ⎢ ⎥ ⎢0 0 6 ⎥ ⎣ ⎦ h.www. Matriks transpose yaitu matriks yang diperoleh dari memindahkan elemen-elemen baris menjadi elemen kolom dan elemen-elemen kolom menjadi elemen baris. ⎡1 0 ⎤ Contoh: I 2x 2 = ⎢ ⎥ ⎣0 1 ⎦ g. Transpose matriks A dilambangkan dengan A T ⎡6 8⎤ ⎡6 4 7 ⎤ Contoh: A 3 x 2 = ⎢ 4 1 ⎥ .

Pengurangan Matriks Operasi pengurangan pada matriks menggunakan prinsip yang sama seperti pada operasi penjumlahan. Matriks A dikurangi matriks B dengan cara mengurangi elemen matriks A dengan elemen matriks B yang seletak. ⎡1 2⎤ ⎡5 ⎡ 5 6⎤ ⎡1 2⎤ Contoh: A = ⎢ ⎥ .blogspot. yaitu A + (-B) Syarat : Matriks A dan B dapat dikurangkan jika ordo kedua matriks tersebut sama. GRATIS  4 B. Penjumlahan Matriks Prinsip penjumlahan dua atau lebih matriks yaitu menjumlahkan setiap elemennya yang seletak.com E-learning matematika. Akibatnya. kita dapat mengangkat peristiwa sehari-hari atau memberi contoh. maka elemen-elemen C diperoleh dari pengurangan elemen-elemen A dan B yang seletak. yaitu c ij = a ij + b ij untuk elemen C pada baris ke-i dan kolom ke-j. matriks A dan kedua matriks memiliki ordo yang sama. (A+B) T = A T + B T (hukum komutatif untuk penjumlahan) (hukum asosiatif untuk penjumlahan) B dapat dijumlahkan apabila 6⎤ ⎡ 6 8 ⎤ =C = 8⎥ ⎢10 12⎥ ⎦ ⎦ ⎣ 2.matematika-pas. Pengertian penjumlahan matriks : Jika A + B = C. Operasi Matriks dan Sifat-sifatnya Dalam menjelaskan operasi hitung pada matriks. A+O = O+A d.www. B = ⎢ ⎥ ⎢7 0 ⎥ ⎣ ⎦ ⎡3 6 ⎤ ⎢5 4 ⎥ ⎢ ⎥ ⎢1 2 ⎥ ⎣ ⎦ ⎡ 5 4 ⎤ ⎡ 3 6 ⎤ ⎡ 2 − 2⎤ A−B = ⎢ 6 9 ⎥ − ⎢ 5 4 ⎥ = ⎢1 5 ⎥ . yaitu c ij = a ij − b ij atau pengurangan dua matriks ini dapat dipandang sebagai penjumlahan. maka elemen-elemen C diperoleh dari penjumlahan elemen-elemen A dan B yang seletak. B = ⎢7 8⎥ maka A + B = ⎢3 4⎥ + ⎢7 ⎣ ⎦ ⎣ ⎣ ⎦ ⎣3 4⎦ Perhatikan bahwa C mempunyai ordo sama dengan A dan B Sifat-sifat penjumlahan matriks : a. A+(B+C) = (A+B)+C c. A+B = B+A b. atau ⎥ ⎢ ⎢ ⎥ ⎢ ⎥ ⎢ 7 0 ⎥ ⎢ 1 2 ⎥ ⎢6 − 2⎥ ⎦ ⎣ ⎣ ⎦ ⎣ ⎦ ⎡ 5 4 ⎤ ⎡− 3 − 6⎤ ⎡2 − 2⎤ A−B = A+(−B) = ⎢ 6 9 ⎥ + ⎢− 5 − 4⎥ = ⎢1 5 ⎥ ⎢ ⎥ ⎢ ⎥ ⎢ ⎥ ⎢ 7 0 ⎥ ⎢ − 1 − 2⎥ ⎢6 − 2⎥ ⎣ ⎦ ⎣ ⎦ ⎣ ⎦ MGMP Matematika SMK kota Pasuruan . ⎡5 4⎤ Contoh: A = ⎢ 6 9 ⎥ . Pengertian pengurangan matriks : Jika A−B = C. sebagai berikut: 1.

⎡ 3 8⎤ ⎡3 8⎤ ⎡12 32⎤ Contoh: P = ⎢ ⎥ maka 4P= 4 ⎢5 1⎥ = ⎢20 4 ⎥ ⎣5 1⎦ ⎣ ⎦ ⎣ ⎦ Jika p dan q bilangan real dan B. kita perhatikan pernyataan berikut.com E-learning matematika.www. maka berlaku sifat-sifat perkalian matriks dengan skalar : 1) p (B+C) = pB + pC 2) p (B−C) = pB − pC 3) (p + q) C = pC + qC 4) (a – b) C = pC − qC 5) (pq) C = p (qC) T T 6) (pB) = pB b. dapat juga menggunakan aturan memasang kartu domino sebagai berikut : sama 1x 2 2 x3 1x3 (Hasil) MGMP Matematika SMK kota Pasuruan . Perkalian matriks dengan matriks Untuk memahami perkalian matriks dengan matriks. Berikut ini adalah contoh perkalian matriks dengan bilangan skalar. A − A = O b. matriks –A dapat dipandang sebagai hasil kali matriks A dengan skalar (–1). Dengan demikian. A mxn x B nxp = AB mxp Perhatikan bahwa hasil kali matriks AB berordo m x p Untuk menguji apakah dua matriks dapat dikalikan atau tidak dan juga untuk menentukan ordo hasil perkaliannya.matematika-pas. tapi Bn × p × Am × n tidak dapat didefinisikan. GRATIS  Kaidah ilmu hitung yang berlaku pada pengurangan adalah : a. C dua matriks dengan ordo sedemikian hingga dapat dilakukan operasi hitung berikut. Jadi –A = (–1)A. Jadi Am × n × Bn × p bisa didefinisikan. Perkalian Matriks dengan skalar Matriks A dikalikan dengan c suatu bilangan/skalar maka cA diperoleh dari hasilkali setiap elemen A dengan c. Dua matriks AB dapat dikalikan bila dan hanya bila jumlah kolom matriks A sama dengan jumlah baris matriks B.blogspot. Sebelum memperkenalkan perkalian matriks dengan matriks. siswa terlebih dahulu diperkenalkan perkalian matriks dengan bilangan/skalar. A − O = A 5 3. Perkalian Matriks Operasi perkalian pada matriks ada dua macam yaitu perkalian matriks dengan skalar dan perkalian matriks dengan matriks. a.

berikut ini diberikan contoh. ⎢ ⎥ ⎢ 4⎥ ⎣ ⎦ ⎡2 x6 2 x8 2 x7 ⎤ ⎡12 16 14 ⎤ ⎡ 2⎤ ⎢5⎥ × [6 8 7] = ⎢5 x6 5 x8 5 x7 ⎥ = ⎢30 40 35⎥ AxB= ⎢ ⎥ ⎥ ⎥ ⎢ ⎢ ⎢4 x6 4 x8 4 x7 ⎥ ⎢24 32 28⎥ ⎢ 4⎥ ⎦ ⎦ ⎣ ⎣ ⎣ ⎦ Hasil kalinya merupakan suatu matriks berordo 3x3.matematika-pas. MGMP Matematika SMK kota Pasuruan . Contoh Perkalian Matriks 1 x p dengan matriks p x 1 : ⎡ 4⎤ B = [6 8 7] dan C = ⎢7 ⎥ . Sifat-sifat perkalian matriks dengan matriks : 1) A(BC) = (AB)C 5) (B−C)A = BA−CA 2) A(B+C) = AB + AC 6) a(BC) = (aB)C = B(aC) 3) (B+C)A = BA + CA 7) AI = IA = A 4) A(B−C) = AB−AC Perlu diingat bahwa bila AB dapat didefinisikan. sehingga AB belum tentu sama dengan BA. maka BA belum tentu dapat didefinisikan. kemudian dijumlahkan menjadi satu elemen. ⎢ ⎥ ⎢ 2⎥ ⎣ ⎦ ⎡ 4⎤ B x C = [6 8 7]× ⎢7 ⎥ = [(6 x 4) + (8 x7) + (7 x 2)] = [94] ⎢ ⎥ ⎢ 2⎥ ⎣ ⎦ Contoh perkalian matriks px1 dengan matriks 1xp: ⎡ 2⎤ A= ⎢5⎥ dan B= [6 8 7] .blogspot. Untuk lebih jelasnya.www.com E-learning matematika.contoh perkalian matriks dengan matriks. Contoh perkalian matriks mxn dengan matriks nxp: ⎡1 2⎤ A= ⎢ ⎥ dan B = ⎣3 4⎦ ⎡1 0 1⎤ ⎢0 2 0 ⎥ ⎣ ⎦ ⎡1 2⎤ ⎡1 0 1⎤ AxB= ⎢ ⎥×⎢ ⎥ ⎣3 4⎦ ⎣0 2 0⎦ ⎡ (1x1) + (2 x0) (1x0) + (2 x 2) (1x1) + (2 x0) ⎤ ⎡1 4 1⎤ = ⎢ ⎥ = ⎢ ⎥ ⎣(3x1) + (4 x0) (3 x0) + (4 x 2) (3 x1) + (4 x0)⎦ ⎣3 8 3⎦ ⎡2⎤ ⎡ 4⎤ ⎢5⎥ dan matriks C = ⎢7⎥ hasil perkalian A x C tidak dapat Untuk matriks A= ⎢ ⎥ ⎢ ⎥ ⎢4⎥ ⎢ 2⎥ ⎣ ⎦ ⎣ ⎦ didefinisikan. GRATIS  6 Elemen-elemen dari AB diperoleh dari hasil kali setiap baris pada matriks A dengan setiap kolom pada matriks B.

blogspot. GRATIS  7 C. 1. maka det(Q) = Q adalah ⎥ ⎢ ⎢7 8 9 ⎥ ⎦ ⎣ ⎡ 2 4 6⎤ 2 4 det(Q) = 1 3 5 = ⎢1 3 5⎥ 1 3 ⎢ ⎥ ⎢7 8 9 ⎥ 7 8 7 8 9 ⎣ ⎦ = (2x3x9) + (4x5x7) + (6x1x8) − (6x3x7) − (2x5x8) − (4x1x9) = 242 −242 = 0 2 4 6 MGMP Matematika SMK kota Pasuruan . maka det(P) = P = 3 4 = (8x4) − (4x3) = 20 ⎣3 4⎦ 2. Pengertian Determinan matriks adalah jumlah semua hasil perkalian elementer yang bertanda dari A dan dinyatakan dengan det(A). Determinan Matriks Untuk setiap matriks persegi terdapat suatu bilangan tertentu yang disebut determinan. Determinan matriks berordo 2 x 2 a ⎡a b ⎤ Jika matriks A = ⎢ ⎥ maka det (A) = A = c ⎣c d ⎦ b = ad − bc d ⎡a b ⎤ Sebagai pengingat ketentuan di atas diperoleh dari ⎢ ⎥ ⎣c d ⎦ 8 4 ⎡8 4⎤ Contoh: P = ⎢ ⎥ . Metode Sarrus ⎡ p q r⎤ Jika matriks B = ⎢ s t u ⎥ ⎢ ⎥ ⎢ v w x⎥ ⎣ ⎦ p q t r u = ptx + quv + rsw – rtv – qsx – puw maka det(B) = B = s v w x ⎡ p q r⎤ p q Sebagai pengingat ketentuan di atas diperoleh dari ⎢ s t u ⎥ s t ⎢ ⎥ ⎢ v w x⎥ v w ⎣ ⎦ Perlu diperhatikan bahwa cara demikian tidak berlaku bila matriks berordo 4x4 dan yang lebih tinggi lagi.www. Yang diartikan dengan sebuah hasil perkalian elementer bertanda dari suatu matriks A adalah sebuah hasil perkalian elementer pada suatu kolom dengan +1 atau −1.matematika-pas. Untuk lebih jelasnya. Determinan matriks berordo 3 X 3 Untuk mencari determinan matriks berordo 3 X 3 dapat digunakan dua metode. berikut ini diuraikan cara mencari determinan matriks berordo 2 x 2 dan matriks berordo 3 x 3. sebagai berikut : a.com E-learning matematika. ⎡ 2 4 6⎤ Contoh: Q = ⎢1 3 5⎥ .

26 + 6. untuk mendapatkan det(Q) dengan metode kofaktor adalah ⎥ 9⎥ ⎦ mencari terlebih dahulu determinan-determinan minornya yang diperoleh dari ekspansi baris ke-1 diatas.k 13 = q 11 . dilambangkan dengan adj A = (k ij ) t ⎡ 2 4 6⎤ Contoh: Q = ⎢1 3 5⎥ telah diketahui dari hitungan sebelumnya bahwa k 11 = 13.www. ⎡ 2 4 6⎤ ⎡ 2 4 6⎤ ⎢1 3 5⎥ . det(M 12 )= −26 dan det(M 13 ) = −13. Minor suatu matriks A dilambangkan dengan M ij adalah matriks bagian dari A yang diperoleh dengan cara menghilangkan elemen-elemennya pada baris ke-i dan elemenelemen pada kolom ke-j. 3. maka : Q = q 11 .matematika-pas. yaitu : MGMP Matematika SMK kota Pasuruan .(−1) 1+1 det(M 11 ) − q 12 (−1) 1+ 2 det(M 12 ) + q 13 (−1) 1+ 3 det(M 13 ) = 2. GRATIS  8 b.blogspot. maka M = ⎢1 3 5⎥ = ⎡3 5⎤ Contoh: Q = ⎢ 11 ⎥ ⎥ ⎢8 9⎥ ⎢ ⎦ ⎢7 8 9 ⎥ ⎢7 8 9 ⎥ ⎣ ⎦ ⎦ ⎣ ⎣ ⎡ 2 4 6⎤ M 12 = ⎢1 3 5⎥ = ⎢ ⎥ ⎢7 8 9 ⎥ ⎣ ⎦ ⎡ 2 4 6⎤ ⎡1 5⎤ ⎢ ⎥ ⎡1 3⎤ ⎢7 9⎥ . yaitu det(M 11 )= −13 . M 12 dan M 13 merupakan submatriks hasil ekspansi baris ke-1 dari matriks Q.13 − 4.com E-learning matematika. Kofaktor suatu elemen baris ke-i dan kolom ke-j dari matriks A dilambangkan dengan K ij = (−1) i+ j M ij = (−1) i + j det (M ij ) Untuk mencari det(A) ekspansi baris ke-1 ⎡2 4 Contoh: Q = ⎢1 3 ⎢ ⎢7 8 ⎣ dengan metode kofaktor cukup mengambil satu ekspansi saja misal 6⎤ 5⎥ .k 11 − q 12 . M 13 = ⎢1 3 5⎥ = ⎢7 8⎥ ⎣ ⎦ ⎦ ⎢7 8 9 ⎥ ⎣ ⎣ ⎦ M 11 . Metode Kofaktor Terlebih dahulu siswa dijelaskan tentang sub matriks atau minor dari suatu matriks. ⎥ ⎢ ⎢7 8 9 ⎥ ⎦ ⎣ k 12 = 26 dan k 13 = 13 sekarang kita hanya mencari kofaktor dari ekspansi baris ke-2 dan ekspansi baris ke-3.k 12 + q 13 .13 = 0 Suatu matriks yang nilai determinannya = 0 disebut matriks singular. Adjoin Matriks Adjoin matriks A adalah transpose dari kofaktor-kofaktor matriks tersebut.

k 22 =(−1) 2+ 2 = −24 . k 33 = (−1) 3 + 3 =2 1 5 1 3 9 2⎤ ⎡ k11 k 21 k 31 ⎤ ⎡13 12 ⎥ = ⎢26 − 24 − 4⎥ ⎢k Adj A = ⎢ 12 k 22 k 32 ⎥ ⎢ ⎥ ⎢ k13 k 23 k 33 ⎥ ⎢13 12 2⎥ ⎦ ⎣ ⎦ ⎣ Hal yang menarik dalam mencari adjoin matriks berordo 2x2 ditunjukkan sebagai berikut : ⎡a b ⎤ Jika A 2 x 2 = ⎢ ⎥ .com E-learning matematika.blogspot. k 32 = (−1) 3 + 2 2 6 2 4 = −4 . Contoh: ⎡7 9 ⎤ ⎡ 4 − 9⎤ Diberikan matriks A= ⎢ ⎥ dan B = ⎢− 3 7 ⎥ ⎣ 3 4⎦ ⎣ ⎦ Apakah B adalah invers matriks A ? Jawab ⎡7 Karena A x B = ⎢ ⎣3 ⎡4 B x A =⎢ ⎣− 3 − 9⎤ ⎡1 = 7 ⎥ ⎢0 ⎦ ⎣ 9 ⎤ ⎡1 = 4 ⎥ ⎢0 ⎦ ⎣ 0⎤ = I dan 1⎥ ⎦ 0⎤ = I 1⎥ ⎦ ⎡ 4 − 9⎤ Maka B adalah invers A ditulis A −1 = B = ⎢ ⎥ ⎣− 3 7 ⎦ 9⎤ ⎡ 4 × 4⎥ ⎢ − 3 ⎦ ⎣ − 9 ⎤ ⎡7 × 7 ⎥ ⎢3 ⎦ ⎣ MGMP Matematika SMK kota Pasuruan . maka kofaktor-kofaktornya adalah k 11 = d. dimana I matriks identitas maka B disebut invers dari A dan A invers dari B. k 12 = − c. Definisi: Jika matriks A dan B sedemikian sehingga A x B = B x A = I . dimana I matriks identitas. perhatikan pengertian berikut: Invers matriks adalah lawan atau kebalikan suatu matriks dalam perkalian yang dilambangkan dengan A −1 .matematika-pas. GRATIS  k 21 = (−1) 2+1 k 31= (−1) 3 +1 4 6 2 6 2 4 = 12 . Karena invers matriks A dilambangkan dengan A −1 maka berlaku : A x A −1 = A −1 x A = I.www. k 21 = − b dan ⎣c d ⎦ k 21 ⎤ ⎡ d − b ⎤ ⎡k k 22 = a. Kemudian Adj A = ⎢ 11 ⎥ = ⎢ ⎥ ⎣k12 k 22 ⎦ ⎣− c a ⎦ Hal ini sama artinya dengan menukarkan elemen-elemen pada diagonal utamanya dan mengubah tanda pada elemen-elemen pada diagonal lainnya D. k 23 = (−1) 2+ 3 = 12 8 9 7 9 7 8 4 6 =2 3 5 . Invers Matriks Untuk menjelaskan invers matriks.

tentukan A ! ⎣3 2 ⎦ Jawab: det(A) = (5 x 2) − (3 x 3) = 1 1 ⎡ 2 − 3⎤ ⎡ 2 − 3⎤ = A −1 = ⎢ 1 ⎣− 3 5 ⎥ ⎢− 3 5 ⎥ ⎦ ⎣ ⎦ 2. maka B −1 = 1 . maka A = det( A) .Adj (A) ⎣c d ⎦ 1 ⎡ d − b⎤ .matematika-pas.tentukan invers dari matriks segitiga tersebut! ⎥ ⎢ ⎢0 0 6 ⎥ ⎦ ⎣ Jawab : Untuk mencari determinan matriks B.www. Invers matriks berordo 2x2 ⎡a b ⎤ 1 −1 Jika A = ⎢ ⎥ .blogspot. Invers matriks berordo 3x3 Jika B 3 x3 . cara paling praktis adalah dengan metode kofaktor dengan mengekspansi baris yang memuat nol terbanyak yaitu baris ke-3. syarat det(A) ≠ 0 A −1 = det( A) ⎢− c a ⎥ ⎣ ⎦ ⎡5 3⎤ −1 Contoh: A= ⎢ ⎥ .com E-learning matematika. 1.k 31 − b 32 . syarat det(A) ≠ 0 ⎡1 2 3⎤ Contoh : B = ⎢0 4 5⎥ . maka det(Q) = Q = b 31 .k 32 + b 33 .Adj(B) det( B) . GRATIS  10 Cara mencari invers matriks berordo 2 x 2 dan invers matriks berordo 3 x 3 dipaparkan berikut ini.k 33 = 0 − 0 + 6(−1) 3 + 3 1 2 = 24 0 4 ⎡ ⎢+ ⎢ ⎢ Adj B = ⎢ − ⎢ ⎢ ⎢+ ⎣ 4 0 0 0 0 0 5 6 5 6 4 0 2 0 1 + 0 1 − 0 − 3 6 3 6 2 0 2 4 1 − 0 1 + 0 + 3⎤ ⎥ 5⎥ 3⎥ = 5⎥ ⎥ 2⎥ 4⎥ ⎦ ⎡24 − 12 − 2⎤ ⎢0 6 − 5⎥ ⎢ ⎥ ⎢0 0 4⎥ ⎣ ⎦ 1 ⎡ ⎢1 − 2 ⎡24 − 12 − 2⎤ ⎢ 1 −1 1 ⎢ B = − 5 ⎥ = ⎢0 6 ⎢0 ⎥ ⎢ 4 24 ⎢0 0 4⎥ ⎢ ⎣ ⎦ 0 0 ⎢ ⎣ 1⎤ 12 ⎥ 5⎥ − ⎥ 24 ⎥ 1 ⎥ 6 ⎥ ⎦ − MGMP Matematika SMK kota Pasuruan .

untuk menentukan harga bakso per mangkok dan harga es jeruk per gelas jika Dewi harus membayar Rp. Dewi dan teman-temannya memesan 3 mangkok bakso dan 2 gelas es jeruk di kantin sekolahnya. seorang siswa SMK non Teknik. Hasil perkalian matrik berikut adalah: ⎡ 3⎤ ⎡ 0 25 10 0 ⎤ ⎢1 ⎥ P = ⎢20 30 11 24⎥ dan Q= ⎢ ⎥ ⎢ ⎥ ⎢ 2⎥ ⎢15 0 12 16 ⎥ ⎢ ⎥ ⎣ ⎦ ⎣1 ⎦ ⎡ 0 25 10 0 ⎤ P x Q = ⎢20 30 11 24⎥ ⎢ ⎥ ⎢15 0 12 16 ⎥ ⎣ ⎦ ⎡ 3⎤ ⎢1 ⎥ ⎡ 45 ⎤ ⎢ ⎥ = ⎢136⎥ ⎢ 2⎥ ⎢ ⎥ ⎢ ⎥ ⎢ 85 ⎥ ⎣ ⎦ ⎣1 ⎦ c. 11. dan Doni harus membayar Rp. Jika AB = BA = I. 7000. Dewi menantang Amir. Contoh Soal Aplikasi Matriks a.blogspot.00 untuk semua pesanannya.com E-learning matematika. maka A dan B dikatakan sebagai matriks yang saling invers karena A = B −1 dan B = A −1 Bila suatu matriks A mempunyai determinan nol atau det(A) = 0 maka matriks A tidak mempunyai invers.00 untuk semua pesanannya itu. Suatu matriks yang tidak mempunyai invers disebut matriks singular.matematika-pas. maka matriks A pasti mempunyai invers. datang Doni dan teman-temannya memesan 5 mangkok bakso dan 3 gelas es jeruk. Hasil matriks perkalian berikut adalah: ⎡ 0 25 10 0 ⎤ A = [2 4 1] dan B = ⎢20 30 11 24⎥ ⎢ ⎥ ⎢15 0 12 16 ⎥ ⎣ ⎦ ⎡0 5 1 0 ⎤ A x B = [2 4 1] ⎢2 3 1 4⎥ = [13 22 8 22] ⎢ ⎥ ⎢5 0 2 6 ⎥ ⎣ ⎦ b.500. Suatu matriks persegi yang mempunyai invers disebut matriks non singular. Bila det(A)≠0.www. GRATIS  Sifat-sifat invers matriks : 1. Tak lama kemudian. Maka berapakah harga bakso per mangkok dan es jeruk per gelasnya? Petunjuk : Buatlah sistem persamaan linearnya lalu selesaikan dengan matriks. (AB) −1 = B −1 A −1 11 2. Jawab: Misalkan x = harga bakso per mangkok y = harga es jeruk per gelas Sistem persamaan linearnya : 3x + 2y = 7000 5x + 3y = 11500 MGMP Matematika SMK kota Pasuruan .

Jika A = ⎢ ⎥ .com E-learning matematika. baik yang linear atau kuadrat.00 per gelas. ⎢0 1 1⎥ ⎢ ⎥ ⎢ ⎣1 0 1⎥ ⎦ ⎡3 0 3⎤ ⎡ 2 1 2⎤ T 3.2) ⎡ 3 − 2⎤ ⎡ − 3 2 ⎤ ⎢− 5 3 ⎥ = ⎢ 5 − 3⎥ ⎣ ⎦ ⎣ ⎦ ⎡ 7000 ⎤ ⎢11500⎥ = ⎣ ⎦ ⎡(−21000 + 23000)⎤ ⎢ (35000 − 34500) ⎥ = ⎣ ⎦ ⎡2000⎤ ⎢ 500 ⎥ ⎣ ⎦ ⎡ x ⎤ ⎡− 3 2 ⎤ ⎢ y ⎥ = ⎢ 5 − 3⎥ ⎦ ⎣ ⎦ ⎣ Harga bakso Rp. maka ⎦⎣ ⎦ ⎣ ⎦ ⎣ ⎣ ⎦ A −1 = ⎡ x⎤ −1 ⎢ y⎥ = A B ⎣ ⎦ 12 1 (3. ⎢3 1 0⎥ ⎢ ⎥ ⎢7 5 1 ⎥ ⎣ ⎦ ⎡1 ⎢5 b. Sebutkan jenis matriks berikut ini : ⎡ 0 0 0⎤ a.Hitunglah perkalian matriks berikut : ⎡1 2⎤ ⎡− 2 − 1⎤ a. ⎢ ⎢8 ⎢ ⎣0 5 8 0⎤ 2 6 9⎥ ⎥ 6 3 7⎥ ⎥ 9 7 4⎦ ⎡1 1 0⎤ c. juga relasi dan fungsi. B= ⎢7 − 4 3⎥ dan A + B = C . Siswa hendaknya diperbolehkan mencari penyelesaian lain selama penyelesaian dibuat dengan logis dan mengikuti kaidah aljabar matriks serta memperoleh hasil sama. 500. tentukanlah matriks C ! ⎣1 7 5⎦ ⎣ ⎦ 4. tentukan ordo matriks A dan a 23 ! ⎢ ⎥ ⎢6 − 3 0 8 0⎥ ⎣ ⎦ 2. Untuk tahap selanjutnya kepada siswa dapat diajarkan tentang persamaan dan pertidaksamaan.matematika-pas.3 − 5. Contoh penyelesaian aplikasi matriks pada soal-soal di atas bukanlah satu-satunya cara. GRATIS  Dalam bentuk matriks adalah sebagai berikut : ⎡3 2⎤ ⎡ x ⎤ ⎡ 7000 ⎤ ⎡ x⎤ ⎢5 3⎥ ⎢ y ⎥ = ⎢11500⎥ atau A ⎢ y ⎥ = B. 2000.www. ⎢ ⎥×⎢ ⎥ ⎣ − 2 3⎦ ⎣ 2⎦ ⎡6 ⎤ c. [3 − 4]× ⎢ ⎥ ⎣ 2⎦ ⎡3 1 − 1⎤ ⎡− 1 3 ⎤ d.00 per mangkok dan harga es jeruk Rp. Jika A = ⎢4 7 0 − 9 0⎥ . Lembar Kerja ⎡ 2 − 1 8 6 0⎤ 1.blogspot. ⎢0 2 − 3⎥ × ⎢ 4 − 2⎥ ⎥ ⎢ ⎥ ⎢ ⎢ 4 0 − 2⎥ ⎢ 0 − 3⎥ ⎦ ⎣ ⎦ ⎣ MGMP Matematika SMK kota Pasuruan . ⎢ ⎥×⎢ 3⎥ ⎣3 4⎦ ⎣ 0 ⎦ ⎡ 1 2⎤ ⎡6 ⎤ b.

A = ⎢ ⎥ ⎥ ⎣a 2⎦ ⎣a x ⎦ ⎡4 1⎤ ⎡3 1⎤ 8. X ⎢ ⎥ X = ⎢ 6 0⎥ ⎥ ⎥=⎢ ⎣4 3⎦ ⎣ ⎦ ⎣3 1 ⎦ ⎣1 0⎦ ⎡2 1⎤ ⎡− 2 4⎤ d.matematika-pas. Tentukan A x B d. Det(Q) c. Tentukan P × Q 2 4⎤ ⎡ 3 ⎢− 12 14⎥ . A = ⎢ b. ⎢ b.com E-learning matematika.blogspot. ⎢ ⎥ X = ⎢− 7 8⎥ ⎣1 4 ⎦ ⎣ ⎦ MGMP Matematika SMK kota Pasuruan .www. Det(PQ) Apa kesimpulan anda setelah melakukan perhitungan di atas ? ⎡1 0 0 ⎤ 9. GRATIS  ⎡8 2⎤ 5. Tentukanlah PQ 7. Tentukan B −1 ⎡1 ⎢0 6. maka : ⎣ ⎦ c. ⎢ ⎥ = ⎢ x − 3 y 5⎥ ⎥ ⎥=⎢ ⎥+⎢ 5 ⎦ ⎣ ⎣y ⎦ ⎣ 5 y + 1⎦ ⎣ 2 2⎦ ⎣5 6⎦ == oOo == ⎡ 2 3⎤ ⎡ − 4 6⎤ b. Tentukan A −1 b. Jika P = ⎢ ⎢3 ⎢ ⎣0 0⎤ 2⎥ ⎥ dan Q = ⎡2 1 1⎤ ⎢7 8 9 ⎥ 0⎥ ⎣ ⎦ ⎥ 4⎦ 1 b. Tentukan HP sistem persamaan linear dengan cara matriks ⎨ ⎩ 2x − y = 0 12. ⎢ c. Jika A = ⎢ ⎥ dan B = ⎣9 6⎦ a. Tentukan nilai x dan y yang memenuhi persamaan berikut : 5 ⎤ ⎡− 1 2⎤ ⎡3 7 ⎤ ⎡ 3 x + 1⎤ ⎡ x − 1 5⎤ ⎡2 x a. Det(P) b. Jika P 3x3 = ⎢4 3 2⎥ carilah det(P) dengan menggunakan : ⎢ ⎥ ⎢5 6 7 ⎥ ⎣ ⎦ a. hitunglah : ⎣5 3⎦ ⎣ ⎦ a. X ⎢ ⎥=⎢ ⎥ ⎣8 3⎦ ⎣ 0 6⎦ ⎧3 x + 4 y = −11 11. Jika P = ⎢ ⎥ dan Q = ⎢2 2⎥ . Untuk sembarang nilai a carilah nilai x yang memenuhi bila diketahui det(A)=0 untuk matriks : ⎡ x a⎤ ⎡a 4⎤ a. Tentukan (A x B) – 1 13 a.Tentukan matriks X berordo 2 x 2 yang memenuhi persamaan : ⎡2 1⎤ ⎡ − 2 4⎤ ⎡5 2⎤ ⎡6 5⎤ a. Metode Kofaktor 10. Metode Sarrus b.

2. yaitu 150+6 sehingga ditemukan nilai akhir. Hasil penambahan 8+4 adalah 12. GRATIS  14 Trik Menghitung 2 Bilangan Belasan Menghitung perkalian dua angka belasan dapat dilakukan dengan cara konvensional juga dapat dilakukan dengan trik perkalian khusus. 3. 4. Untuk angka yang lebih besar. Hal yang sama dilakukan untuk langkah perkalian 8×4=32. Misalnya perkalian angka 18×14. dan 5 dari langkah 2) atau 150 lebih. lihat langkah 1) sehingga menjadi 22.blogspot. Sekarang lakukan perkalian angka satuan dari dua bilangan. Hasil akhir perkalian diasumsikan 100 lebih. Tambahkan angka satuan dari dua bilangan tersebut yaitu 2+3 nilainya adalah 5. dengan hasil penambahan dan perkalian angka satuan (langkah 2 dan 3) maka angka puluhan ditambahkan dengan ke digit depannya. Tambahkan nilai hasil dari langkah 3 dan .com E-learning matematika. Tulisan ini akan membahas bagaimana melakukan perkalian mudah dengan contoh kita akan mencoba perkalian 12×13.matematika-pas. Semoga Bermanfaat. jadi asumsikan hasil akhir diawali angka 1. Sekarang kita memperoleh hasil sementara 15_ (1 dari langkah 1. yaitu 2×3 sehingga nilainya 6. Angka puluhan harus ditambahkan ke digit depannya (yaitu angka 1. Langkahnya adalah sebagai berikut: 1. MGMP Matematika SMK kota Pasuruan .www.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful