P. 1
Remaja Dan Dewasa

Remaja Dan Dewasa

|Views: 93|Likes:
Published by Cikgu Esham II

More info:

Published by: Cikgu Esham II on Jan 27, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/27/2012

pdf

text

original

1

MODUL V REMAJA DAN DEWASA Perkembangan Remaja
Kata “remaja” berasal dari bahasa latin yaitu adolescere yang berarti to grow atau to grow maturity (Golinko, 1984 dalam Rice, 1990). Banyak tokoh yang memberikan definisi tentang remaja, seperti DeBrun (dalam Rice, 1990) mendefinisikan remaja sebagai periode pertumbuhan antara masa kanak-kanak dengan masa dewasa. Papalia dan Olds (2001) tidak memberikan pengertian remaja (adolescent) secara eksplisit melainkan secara implisit melalui pengertian masa remaja (adolescence). Menurut Papalia dan Olds (2001), masa remaja adalah masa transisii perkembangan antara masa kanak-kanak dan masa dewasa yang pada umumnya dimulai pada usia 12 atau 13 tahun dan berakhir pada usia akhir belasan tahun atau awal dua puluhan tahun. Menurut Adams & Gullota (dalam Aaro, 1997), masa remaja meliputi usia antara 11 hingga 20 tahun. Sedangkan Hurlock (1990) membagi masa remaja menjadi masa remaja awal (13 hingga 16 atau 17 tahun) dan masa remaja akhir (16 atau 17 tahun hingga 18 tahun). Masa remaja awal dan akhir dibedakan oleh Hurlock karena pada masa remaja akhir individu telah mencapai transisi perkembangan yang lebih mendekati masa dewasa. Papalia & Olds (2001) berpendapat bahwa masa remaja merupakan masa antara kanakkanak dan dewasa. Sedangkan Anna Freud (dalam Hurlock, 1990) berpendapat bahwa pada masa remaja terjadi proses perkembangan meliputii perubahan-perubahan yang berhubungan dengan perkembangan psikoseksual, dan juga terjadi perubahan dalam hubungan dengan orangtua dan cita-cita mereka, dimana pembentukan cita-cita merupakan proses pembentukan orientasi masa depan. Transisi perkembangan pada masa remaja berarti sebagian perkembangan masa kanakkanak masih dialami namun sebagian kematangan masa dewasa sudah dicapai (Hurlock, 1990). Bagian dari masa kanak-kanak itu antara lain proses pertumbuhan biologis misalnya tinggi badan masih terus bertambah. Sedangkan bagian dari masa dewasa antara lain proses kematangan semua organ tubuh termasuk fungsi reproduksi dan kematangan kognitif yang ditandai dengan mampu berpikir secara abstrak (Hurlock, 1990; Papalia & Olds, 2001).

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Sitawaty Tjiptorini MBA, M.PSi PSIKOLOGI UMUM II

2

Yang dimaksud dengan perkembangan adalah perubahan yang terjadi pada rentang kehidupan (Papalia & Olds, 2001). Perubahan itu dapat terjadi secara kuantitatif, misalnya pertambahan tinggi atau berat tubuh; dan kualitatif, misalnya perubahan cara berpikir secara konkret menjadi abstrak (Papalia dan Olds, 2001). Perkembangan dalam kehidupan manusia terjadi pada aspek-aspek yang berbeda. Ada tiga aspek perkembangan yang dikemukakan Papalia dan Olds (2001), yaitu: (1) perkembangan fisik, (2) perkembangan kognitif, dan (3) perkembangan kepribadian dan sosial. Selain aspek perkembangan, ada juga karakteristik atau sifat-sifat khas anak usia remaja yang mempengaruhi pola perilaku anak yang muncul di usia remaja . Adapun beberapa karakteristik dari anak usia remaja adalah: 1. Masa remaja merupakan periode penting artinya segala sesuatu yang terjadi baik

jangka pendek maupun panjang berakibat langsung terhadap sikap dan prilaku mereka 2. Masa remaja merupakan periode peralihan artinya anak beralih menjadi dewasa dan perilaku dan sikap yang sudah ditinggalkan.

meniggalkan segala sesuatu yang bersifat kekanakan dan mempelajari prilaku baru untuk menggantikan 3.

Masa remaja merupakan periode perubahan yang mencakup perubahan emosi,

perubahan proporsi tubuh, minat, perilaku dan nilai yang dianut 4. 5. Masa remaja merupakan masa mencari identitas Usia remaja merupakan usia yang menimbulkan ketakutan karena menimbulkan

beberapa pertentangan dengan orangtua 6. Masa remaja merupakan masa tidak realistik. Hal ini disebabkan sudut pandang

mereka terhadap sesuatu dan menjadikannya cermin. Semakin tidak realistic cita-citanya maka anak akan semakin menjadi marah dan akan sakit hati apabila semua harapan tidak berhasil dicapainya 7. Masa remaja sebagai ambang masa dewasa artinya mereka akan merubah stereotif

baru menjadi remaja dewasa dengan melakukan peran baru menjadii sosok orang dewasa dalam hal prilaku dan sikap serta tindakan mereka sehingga memberikan citra yang mereka inginkan

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Sitawaty Tjiptorini MBA, M.PSi PSIKOLOGI UMUM II

Perubahan fisik otak sehingga strukturnya semakin sempurna meningkatkan kemampuan kognitif (Piaget dalam Papalia dan Olds. dan bahasa. kapasitas sensoris dan ketrampilan motorik (Papalia & Olds. remaja secara aktif membangun dunia kognitif mereka. 2001). Seorang remaja tidak saja mengorganisasikan apa yang dialami dan diamati. 2001). Seorang remaja tidak lagi terbatas pada hal-hal yang aktual.3 Aspek-aspek perkembangan pada masa remaja. yaitu interaksi dari struktur otak yang telah sempurna dan lingkungan sosial yang semakin luas untuk eksperimentasi memungkinkan remaja untuk berpikir abstrak. Perubahan pada tubuh ditandai dengan pertambahan tinggi dan berat tubuh. Berbeda dengan seorang anak yang baru mencapai tahap operasi konkret yang hanya mampu memikirkan satu penjelasan untuk suatu hal. otak. 2001). Dengan mencapai tahap operasi formal remaja dapat berpikir dengan fleksibel dan kompleks. Piaget menyebut tahap perkembangan kognitif ini sebagai tahap operasi formal (dalam Papalia & Olds. lalu remaja juga menghubungkan ide-ide tersebut. memori. Seorang remaja mampu menemukan alternatif jawaban atau penjelasan tentang suatu hal. pertumbuhan tulang dan otot. dan kematangan organ seksual dan fungsi reproduksi. berpikir.PSi PSIKOLOGI UMUM II . Perkembangan kognitif adalah perubahan kemampuan mental seperti belajar. menalar. tetapi remaja mampu mengolah cara berpikir mereka sehingga memunculkan suatu ide baru. 2001). M. Dalam pandangan Piaget. Tahap formal operations adalah suatu tahap dimana seseorang sudah mampu berpikir secara abstrak. Perkembangan Kognitif Menurut Piaget (dalam Santrock. Hal ini memungkinkan remaja berpikir secara hipotetis. Perkembangan fisik Yang dimaksud dengan perkembangan fisik adalah perubahan-perubahan pada tubuh.UMB Sitawaty Tjiptorini MBA. Remaja sudah mampu membedakan antara hal-hal atau ide-ide yang lebih penting dibanding ide lainnya. 2001) mengemukakan bahwa pada masa remaja terjadi kematangan kognitif. Piaget (dalam Papalia & Olds. dii mana informasi yang didapatkan tidak langsung diterima begitu saja ke dalam skema kognitif mereka. Tubuh remaja mulai beralih dari tubuh kanak-kanak yang cirinya adalah pertumbuhan menjadi tubuh orang dewasa yang cirinya adalah kematangan. seorang remaja termotivasi untuk memahami dunia karena perilaku adaptasi secara biologis mereka. serta pengalaman yang benar-benar terjadi. Remaja sudah mampu Pusat Pengembangan Bahan Ajar .

2001). atau remaja yang mencoba-coba obat terlarang [drugs] berpikir bahwa ia tidak akan mengalami kecanduan. 1993. Belief egosentrik ini mendorong perilaku merusak diri [self-destructive] oleh remaja yang berpikir bahwa diri mereka secara magis terlindung dari bahaya. Papalia dan Olds (2001) dengan mengutip Elkind menjelaskan “personal fable” sebagai berikut : “Personal fable adalah keyakinan remaja bahwa diri mereka unik dan tidak terpengaruh oleh hukum alam. Personal fabel adalah "suatu cerita yang kita katakan pada diri kita sendirii mengenai diri kita sendiri. Perkembangan kognitif yang terjadi pada remaja juga dapat dilihat darii kemampuan seorang remaja untuk berpikir lebih logis. Remaja biasanya Pusat Pengembangan Bahan Ajar . Dengan demikian. Personal fabel biasanya berisi keyakinan bahwa diri seseorang adalah unik dan memiliki karakteristik khusus yang hebat. Remaja sudah mulaii mempunyai pola berpikir sebagai peneliti. 2001). tetapi [cerita] itu tidaklah benar" . remaja juga sudah mulai mampu berspekulasi tentang sesuatu. 2001). yang diyakini benar adanya tanpa menyadari sudut pandang orang lain dan fakta sebenarnya. atau seorang remaja pria berpikir bahwa ia tidak akan sampai meninggal dunia di jalan raya [saat mengendarai mobil]. biasanya dengan tokoh-tokoh hewan. Kata fabel berartii cerita rekaan yang tidak berdasarkan fakta. Remaja dapat memahami bahwa tindakan yang dilakukan pada saat ini dapat memiliki efek pada masa yang akan datang. Misalnya seorang remaja putri berpikir bahwa dirinya tidak mungkin hamil [karena perilaku seksual yang dilakukannya]. Elkind (dalam Beyth-Marom et al. Yang dimaksud dengan egosentrisme di sini adalah “ketidakmampuan melihat suatu hal dari sudut pandang orang lain” (Papalia dan Olds. Pada tahap ini. dalam Papalia & Olds.PSi PSIKOLOGI UMUM II .UMB Sitawaty Tjiptorini MBA. M. dimana mereka mampu membuat suatu perencanaan untuk mencapai suatu tujuan di masa depan (Santrock. termasuk adanya kemungkinan yang dapat membahayakan dirinya.4 memikirkan suatu situasi yang masih berupa rencana atau suatu bayangan (Santrock. seorang remaja mampu memperkirakan konsekuensi dari tindakannya.. Salah satu bagian perkembangan kognitif masa kanak-kanak yang belum sepenuhnya ditinggalkan oleh remaja adalah kecenderungan cara berpikir egosentrisme (Piaget dalam Papalia & Olds. dimana mereka sudah mulai membayangkan sesuatu yang diinginkan di masa depan. 2001). 2001) mengungkapkan salah satu bentuk cara berpikir egosentrisme yang dikenal dengan istilah personal fabel.

dkk. Papalia & Olds. Yang dimaksud dengan perkembangan kepribadian adalah perubahan cara individu berhubungan dengan dunia dan menyatakan emosi secara unik. merupakan kutipan yang populer dalam penjelasan berkaitan perilaku berisiko yang dilakukan remaja (Beyth-Marom. remaja lebih banyak melakukan kegiatan di luar rumah seperti kegiatan sekolah. 1991. Pendapat Elkind bahwa remaja memiliki semacam perasaan invulnerability yaitu keyakinan bahwa diri mereka tidak mungkin mengalami kejadian yang membahayakan diri. Perkembangan kepribadian yang penting pada masa remaja adalah pencarian identitas diri. 1993). Walaupun remaja telah mencapai tahap perkembangan kognitif yang memadai untuk menentukan tindakannya sendiri. 2001). Umumnya dikemukakan bahwa remaja biasanya dipandang memiliki keyakinan yang tidak realistis yaitu bahwa mereka dapat melakukan perilaku yang dipandang berbahaya tanpa kemungkinan mengalami bahaya itu. ekstra kurikuler dan bermain dengan teman (Conger. Pada diri remaja. Dengan demikian. namun penentuan diri remaja dalam berperilaku banyak Pusat Pengembangan Bahan Ajar . Dibanding pada masa kanakkanak. 2001). dkk. Perkembangan sosial pada masa remaja lebih melibatkan kelompok teman sebaya dibanding orang tua (Conger. Perkembangan kepribadian dan sosial. Dengan demikian.UMB Sitawaty Tjiptorini MBA. 1991. M. pengaruh lingkungan dalam menentukan perilaku diakui cukup kuat. Mereka juga mengemukakan adanya derajat yang sama antara remaja dan orang dewasa dalam mempersepsi self-invulnerability... bukan pada dirinya”. Papalia & Olds. sedangkan perkembangan sosial berarti perubahan dalam berhubungan dengan orang lain (Papalia & Olds. pada masa remaja peran kelompok teman sebaya adalah besar. 2001). 2001).PSi PSIKOLOGI UMUM II . kecenderungan melakukan perilaku berisiko dan kecenderungan mempersepsi diri invulnerable menurut Beyth-Marom. Yang dimaksud dengan pencarian identitas diri adalah proses menjadi seorang yang unik dengan peran yang penting dalam hidup (Erikson dalam Papalia & Olds. dkk (1993) kemudian membuktikan bahwa ternyata baik remaja maupun orang dewasa memiliki kemungkinan yang sama untuk melakukan atau tidak melakukan perilaku yang berisiko merusak diri (self-destructive). pada remaja dan orang dewasa adalah sama. Beyth-Marom.5 menganggap bahwa hal-hal itu hanya terjadi pada orang lain.

berat badan. Terkadang perubahan ini membuat remaja merasa tidak yakin akan diri dan kemampuan mereka sendiri.UMB Sitawaty Tjiptorini MBA. dan akan nampak jelas pada remaja akhir yang duduk di awal-awal masa kuliah. maupun psikologis. mereka harus lebih mandiri dan bertanggung jawab. 1993. Perubahan yang cepat secara fisik yang juga disertai kematangan seksual. dan sebagainya (Conger. Pada masa ini banyak tuntutan dan tekanan yang ditujukan pada remaja. et al. musik atau film apa yang bagus. Ada beberapa perubahan yang terjadi selama masa remaja. 1991. et al. teman-teman menjadi sumber informasi misalnya mengenai bagaimana cara berpakaian yang menarik. Selama masa remaja banyak hal-hal yang menarik bagi dirinya dibawa dari masa kanak-kanak digantikan dengan hal menarik yang baru dan Pusat Pengembangan Bahan Ajar .. Pada masa remaja terjadii perubahan yang cepat baik secara fisik. dan proporsi tubuh sangat berpengaruh terhadap konsep diri remaja. Papalia & Olds. misalnya mereka diharapkan untuk tidak lagi bertingkah seperti anak-anak. 1991). Kemandirian dan tanggung jawab ini akan terbentuk seiring berjalannya waktu. Bagi remaja. 1993. Perubahan fisik yang terjadi secara cepat. 2. Conger (1991) dan Papalia & Olds (2001) mengemukakan bahwa kelompok teman sebaya merupakan sumber referensi utama bagi remaja dalam hal persepsi dan sikap yang berkaitan dengan gaya hidup. Peningkatan emosional ini merupakan hasil dari perubahan fisik terutama hormon yang terjadi pada masa remaja. Deaux. peningkatan emosi ini merupakan tanda bahwa remaja berada dalam kondisi baru yang berbeda dari masa sebelumnya. pencernaan. 2001). Kelompok teman sebaya diakui dapat mempengaruhi pertimbangan dan keputusan seorang remaja tentang perilakunya (Beyth-Marom. baik perubahan internal seperti sistem sirkulasi.6 dipengaruhi oleh tekanan dari kelompok teman sebaya (Conger. dan sistem respirasi maupun perubahan eksternal seperti tinggi badan. 3. Conger. M. 1991). Ciri-ciri Masa Remaja. Dari segi kondisi sosial. 1.PSi PSIKOLOGI UMUM II . Masa remaja adalah suatu masa perubahan. Peningkatan emosional yang terjadi secara cepat pada masa remaja awal yang dikenal dengan sebagai masa storm & stress. Perubahan dalam hal yang menarik bagi dirinya dan hubungan dengan orang lain.

M. Tugas perkembangan remaja. 3. maka remaja diharapkan untuk dapat mengarahkan ketertarikan mereka pada hal-hal yang lebih penting.7 lebih matang. Hal ini juga dikarenakan adanya tanggung jawab yang lebih besar pada masa remaja. apa perannya dalam masyarakat. tetapi juga dengan lawan jenis. mencapai kepastian akan kebebasan dan kemampuan berdiri sendiri memilih dan mempersiapkan lapangan pekerjaan mempersiapkan diri dalam pembentukan keluarga membentuk sistem nilai. moralitas dan falsafah hidup Erikson (1968. yang terjadi. Perubahan juga terjadi dalam hubungan dengan orang lain. dan dengan orang dewasa. Perubahan nilai. tetapi di sisi lain mereka takut akan tanggung jawab yang menyertai kebebasan tersebut. apakah nantinya ia akan berhasil atau gagal yang pada Pusat Pengembangan Bahan Ajar . Di satu sisi mereka menginginkan kebebasan. 2001). 4. Untuk menyelesaikan krisis ini remaja harus berusaha untuk menjelaskan siapa dirinya. 6. Olds & Feldman. 2001) mengatakan bahwa tugas utama remaja adalah menghadapi identity versus identity confusion. 7. Olds & Feldman. dimana apa yang mereka anggap penting pada masa Kebanyakan remaja bersikap ambivalen dalam menghadapi perubahan kanak-kanak menjadi kurang penting karena sudah mendekati dewasa. baik laki-laki maupun perempuan 2. dalam Papalia.PSi PSIKOLOGI UMUM II . Tugas perkembangan remaja menurut Havighurst dalam Gunarsa (1991) antara lain : 1. 8. serta meragukan kemampuan mereka sendiri untuk memikul tanggung jawab tersebut.UMB Sitawaty Tjiptorini MBA. yang merupakan krisis ke-5 dalam tahap perkembangan psikososial yang diutarakannya. Remaja tidak lagi berhubungan hanya dengan individu dari jenis kelamin yang sama. memperluas hubungan antara pribadi dan berkomunikasi secara lebih dewasa memperoleh peranan sosial menerima kebutuhannya dan menggunakannya dengan efektif memperoleh kebebasan emosional dari orangtua dan orang dewasa lainnya 5. dengan kawan sebaya. 4. Tugas perkembangan ini bertujuan untuk mencari identitas dirii agar nantinya remaja dapat menjadi orang dewasa yang unik dengan sense of self yang koheren dan peran yang bernilai di masyarakat (Papalia. 5.

serta transisi peran sosial (social role trantition). mereka yang tergolong dewasa muda (young ) ialah mereka yang berusia 2040 tahun. Pada masa ini. la tidak lagi diperlakukan sebagai seorang anak atau remaja. Menurut seorang ahli psikologi perkembangan. nilai. Berbagai pengalaman baik yang berhasil maupun yang gagal dalam menghadapi suatu masalah akan dapat dijadikan pelajaran berharga guna mem-bentuk seorang pribadi yang matang. Mereka justru merasa tertantang untuk membukukan dirinya sebagai seorang pribadi dewasa yang mandiri. menurut Santrock (1999) diketahui bahwa dewasa muda sedang mengalami peralihan dari masa remaja untuk memasuki masa tua. termasuk orang tua. tetapi sudah tergolong sebagai seorang pribadi yang benar-benar dewasa (maturity). PERKEMBANGAN FISIK DEWASA MUDA AWAL I. serta minat yang dimilikinya. peran dan tanggung jawabnya tentu makin bertambah besar. dan bertanggung jawab terhadap masa depannya. tetapi sebagaimana layaknya seperti orang dewasa lain- Pusat Pengembangan Bahan Ajar . dan proaktif. seorang individu tidak lagi disebut sebagai masa tanggung (akil balik).8 akhirnya menuntut seorang remaja untuk melakukan penyesuaian mental. ‘Segala urusan ataupun masalah yang dialami dalam hidupnya sedapat mungkin akan ditangani sendiri tanpa bantuan orang lain. PERKEMBANGAN MASA DEWASA AWAL Sebagai seorang individu yang sudah tergolong dewasa. dan menentukan peran. Transisi Fisik Dari pertumbuhan fisik. kreatif. Mereka memiliki daya tahan dan taraf kesehatan yang prima sehingga dalam melakukan berbagai kegiatan tampak inisiatif. energik. Secara fisik. orang dewasa muda termasuk masa transisi. tangguh. M. baik transisi secara fisik (physically trantition^ transisi secara intelektual (cognitive trantition). sikap. la tak lagi harus bergantung secara ekonomis.PSi PSIKOLOGI UMUM II .UMB Sitawaty Tjiptorini MBA. Secara umum. Santrock (1999).Dewasa Muda sebagai Masa Transisi A. cepat. sosiologis ataupun psikologis pada orang tuanya. seorang dewasa muda {young adulthood) menampil-kan profil yang sempurna dalam arti bahwa pertumbuhan dan perkembangan aspek-aspek fisiologis telah mencapai posisi puncak.

akibat dari tindakannya akan memperoleh sanksi hukum (misalnya denda. mereka pun terlibat dalam aktivitas-aktivitas sosial. la dapat bertindak secara bertanggung jawab untuk dirinya ataupun orang lain (termasuk keluarganya).UMB Sitawaty Tjiptorini MBA. misalnya tumbuh bulu-bulu halus. & Feldman. L tak sedikit seorang wanita mau meninggalkan kariernya untuk • menekuni tugas-tugas kehidupan sebagai ibu rumah tangga (domestic tasks). C. masing-masing pihak baik laki-laki maupun wanita dewasa.PSi PSIKOLOGI UMUM II . 1998). Transisi Peran Sosial Pada masa ini. kapasitas kognitif dewasa muda tergolong masa operational formal. banyak di antara mereka yang bekerja. Segala tindakannya sudah dapat di-kenakan aturan-aturan hukum yang berlaku. menstruasi. Miller. Transisi Intelektual Menurut anggapan Piaget (dalam Grain. 1995). dengan perubahan zaman yang makin maju. sebagian besar dari mereka telah lulus dari SMU dan masuk ke perguruan tinggi (uniiversitas/akademi). dan mempunyai anak. mereka akan menindaklanjuti hubungan dengan pacarnya (dating). setelah lulus tingkat universitas. 1992. untuk segera menikah agar dapat membentuk dan memelihara kehidupan rumah tangga yang bam. Di dalam kehidupan rumah tangga yang baru inilah. Namun demikian. yakni ter-pisah dari kedua orang tuanya. B.9 nya. Sebagai anggota masyarakat. misalnya pascasarjana. Olds. artinya bila terjadi pelanggaran. perubahan suara. Masa ini ditandai pula dengan adanya perubahan fisik. menikah. 1993. dewasa muda mampu memecahkan masalah yang kompleks dengan kapasitas berpikir abstrak. sambil terns melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi. tanpa me-. yakni sebagai individu yang bekerja di lembaga pekerjaan ataupun sebagai ayah atau ibu bagi anak-anaknyal Seorang laki-laki sebagai kepala rumah tangga. ninggalkan tugas karier tempat mereka bekerja Namun demikian. dan rasional. mereka mengembangkan karier untuk meraih puncak prestasi dalam pekerjaannya. logis. sedangkan seorang wanita sebagai ibu rumah tangga. dikenakan hukum pidana atau perdata}. Hal ini mereka lakukan sesuai tuntutan dan kemajuan perkembangan zaman yang ditandai dengan masalah-masalah yang makin kompleks dalam pekerjaan di lingkungan sosialnya. Penampilan fisiknya benar-benar matang sehingga siap melakukan tugas-tugas seperti orang dewasa lainnya. Dari sisi intelektual. memiliki peran ganda. misalnya bekerja. agar dapat mengurus dan mendidik anak-anaknya dengan baik. Papalia. Pusat Pengembangan Bahan Ajar . 1999. Santrock. M. dan kemampuan reproduksi. Kemudian. Taraf ini menyebabkan. bahkan kadang-kadang mencapai masa post-operasi formal (Turner & Helms.

Karier yang cemerlang akan mempengaruhi kehidupan ekonomi keluarga yang baik pula. mereka umumnya akan tekun mengerjakan tanggung jawab pekerja-annya dengan baik. Hal ini biasanya dilakukan mereka yang masih membujang atau belum menikah.UMB Sitawaty Tjiptorini MBA. tak sedikit seorang individu yang belum cocok dengan pekerjaan dan penghasilan yang diperoleh. Oleh karena itu. kehidupan ekonomi seseorang pun suram. II. seorang dewasa muda berusaha menyalurkan seluruh potensinya untuk mengembang-kan diri melalui jalur karier. Ketekunan merupakan salah satu kunci dari kesuksesan dalam meraih suatu karier pekerjaan. seseorang harus memiliki kemauan kerja keras yang disertai ketekunan.PSi PSIKOLOGI UMUM II . sering kali me-nyita perhatian dan energi bagi seorang individu. Kalau mereka telah menikah. bakat. seolah-olah mempunyai kekuatan ekstra bila asyik dengan pekerjaannya. dengan alasan sulimya mencari jenis pekerjaan yang baru dan takut dibayangi kegagalan. umumnya akan menekuni bidang kariernya walaupun hasil gajinya masih pas-pasan. Kehidupan karier.Aspek-aspek Perkembangan Fisik Aspek-aspek perkembangan fisik meliputi: A. tak segan-segan mereka segera pindah dan mencari pekerjaan lain yang dianggap cocok. Selain itu. Ketika menemukan posisi kerja yang sesuai dengan minat. Ketekunan Untuk dapat mencapai kemapanan ekonomis (economically established). Hal ini karena mereka sedang rnerintis dan membangun kehidupan ekonomi agar benar-benar mandiri dari orang tua. Motivasi Pusat Pengembangan Bahan Ajar . Kekuatan dan Energi Selepas dari bangku pendidikan tinggi. mereka yang menikah hams rnemikirkan kehidupan ekonomi keluarga. M. dan latar belakang pendidikannya. sebaliknya bila karier yang suram (gagal). Namun.10 misalnya dalam kegiatan pen-didikan kesejahteraan keluarga (PKK) dan pengurus RT/RW. mereka memiliki energi yang tergolong luar biasa. B. C.

Dengan kata lain. biasanya ditandai dengan usaha kerja keras tanpa dipengarahi lingkungan eksternal. diperlukan kebiasaankebiasaan perilaku yang sehat pula. tanpa putus asa walaupuri memperoleh hambatan atau rintang-an dari lingkungan eksternal. arSnya seseorang akan bekerja secara tekun sampai benar-benar mencapai suatu tujuan yang diharapkan. tidak termasuk snack). di antaranya Mahataia Gandhi (tokoh kemerdekaan India). (2) perlu mengonsumsi makan-makanan yang sehat (mengandung gizi. yang hidup sehat dan berumur panjang. Ada beberapa perilaku sehat yang dapat menopang kesehatan seseorang. umumnya akan memiliki taraf kondisi kesehatan yang baik daripada individu yang tidak melakukannya. keluhan emosional (Papalia. 1994). Sarafino. Benyamin Franklin (tokoh keinerdekaan Amerika Serikat). motivasi yang dimaksudkan ialah motivasi internal. Kondlsi kesehatan seseorang berhubungan erat dengan beberapa kebiasaan perilaku individu yang bersangkutan. Martin Luther (reformator Gereja Protestan). cumi). Olds. vitamin. Orang yang merniliki motivasi Internal. Leonardo da Vinci (pelukis dan pemahat abad ke-13). Individu yang secara tekun mengikuti kebiasaan-kebiasaan tersebut. (4) pola tidur yang sehat dan normal selama 7-8 jam. 1998. (6) membiasakan diri untuk tidak mengonsumsi narkoba (narkotik. makan siang. fast-food/sea food (udang. Untuk mencapai kehidupan yang sehat. Isac Newton (ilmuwan Pusat Pengembangan Bahan Ajar . seperti keluh-an sakit fisik. (3) melakukan aktivitas secara seimbang antara kegiatan bekerja/belajar dengan kegiatan olahraga. nutrisi. Para tokoh terkenal di dunia (dalam Liwijaya-Kuntaraf & Kuntaraf. (5) membiasakan diri untuk tidak merokok.UMB Sitawaty Tjiptorini MBA.PSi PSIKOLOGI UMUM II . mineral.Kesehatan Dewasa Muda A. (7) tidak mengonsumsi makanan yang mengandung kolesterol tinggi {daging sapi/kambing. mental maupirn sosial yang ditandai dengan u’dak adanya gangguan-gangguan atau simtom-simtom penyakit. protein. dan obat-obatan). misalnya empat sehat lima sempuma. karbohidrat. III. M.11 Maksud dari motivasi di sini ialah dorongan yang berasal dari kesadaran diri sendiri untuk dapat meraih keberhasilan dalam suatu pekerjaan. 1995). dan Feldman. Menurut WHO yang dimaksud dengan sehat (healthy) adalah kondisi sehat sejahtera baik secara fisik. zat besi). Pengertian Kesehatan Organisasi bangsa-bangsa yang mengurusi masalah kesehatan dunia (WHO-M^or/t/ Health Organization). alkohol. dan makan malam. memberi definisi mengenai kesehatan. di antaranya (1) makan secara teratur (tiga kali: sarapan. Albert Einstein (penemu teori relativitas sehingga memunculkan bom atom).

(2) illness behavior. guna memperoleh informasi. • Sick role behavior adalah aktivitas yang dilakukan individu untuk proses penyembuhan dari rasa sakitnya. Akibatnya. M. Perilaku dan Status Kesehatan Status kesehatan seseorang sangat berkaitan dengan seberapa jauh pola kebiasaan perilaku orang tersebut Kebiasaan perilaku yang sehat akan memberi pengaruh positif pada kesehatannya. dan Francis Voltaire (filsuf dari Francis).PSi PSIKOLOGI UMUM II . Karena itu. • tiga jenis upaya individu untuk mengatasi suatu penyakit dan menipertahankan taraf kesehatan. yakni (1} health behavior. (3) sick- Health behavior adalah aktivitas-aktivitas yang dilakukan individu yang diyakini akan dapat membangun kesehatannya dengan cara mencegah suatu penyakit atau menanggulangi ganggu-an penyakitnya. mereka beriomba dan bersaing dengan orang lain guna mem-buktikan kemampuannya. Mereka bersemangat untuk meraih tingkat kehidupan ekonomi yang tinggi (mapan). ia akan meningkatkan harkat dan martabat hidup di mata orang lain. Perkembangan Kognitif Dewasa Muda Awal Masa perkembangan dewasa muda (young adulthood] ditandai dengan keinginan mengaktualisasikan segala ide-pemikiran yang dimatangkan selama mengikuti pendidikan tinggi (universitas/akademi).12 flsika dari higgris}. Kasl & Cobb (dalam Sarafino. sebaliknya kebiasaan yang salah cenderung memberi dampak negatif.UMB Sitawaty Tjiptorini MBA. individu mudah terserang penyakit. nasihat atau cara penyembuhannya agar dirinya sehat kembali. umumnya menjalankan rahasia hidup sehat dengan membiasakan diri untuk mengonsumsi makan sayur-mayur (vegetarian) dan menghindari makan-makanan dari daging-dagingan. 1994) mengemukakan role behavior. Segala daya upaya yang berorientasi untuk mencapai keberhasilan akan selalu ditempuh dan diikuti sebab dengan keberhasilan itu. Pusat Pengembangan Bahan Ajar . B. • Illness behavior adalah aktivitas-aktivitas yang dilakukan orang yang sakit. Charles Darwin (tokoh penemu teori evolusi).

dan pemikiran-pemikir-an yang saling kontradiktif (bertentangan) sehingga individu mampu menyintesiskan dalam pemikiran yang baru dan kreatif. Dengan modal itu.PSi PSIKOLOGI UMUM II . Walaupun Piaget mengatakan bahwa remaja ataupun dewasa muda sama-sama berada pada tahap operasi formal. seperti Turner dan Helms (1995) mengemukakan bahwa ada dua dimensi perkembangan mental. menganalisis dan mencari titik temu dari ideide. teori-teori. Teori Perkembangan Mental Menurut Turner dan Helms Para ahli psikologi perkembangan. biasanya individu telah mencapai penguasaan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang matang. pendapat-pendapat. B. sedangkan dewasa muda mampu memahami masalah-masalan secara logis dan mampu mencari intisari dari hal-hal yang bersifat paradoksal sehingga diperoleh pemikiran baru. Dimensi Mental Kualitatif (Qualitative Mental Dimensions) Untuk mengetahui sejauh mana kualitas perkembangan mental yang dicapai seorang dewasa muda. Kemampuan ini ditandai dengan pemikiran yang bersifat dialektikal (dialectical thought]. Bagi remaja. Pusat Pengembangan Bahan Ajar . Dengan demikian. gagasan-gagasan. terutama cara me-mahami suatu persoalan masih bersifat harfiah. menurut Turner dan Helms (1995). artinya individu memahami suatu permasalahan yang tersurat pada tulisan dan belum memahami sesuatu yang tersirat dalam masalah tersebut. yaitu kemampuan untuk memahami. kadang kala masih mengalami hambatan.UMB Sitawaty Tjiptorini MBA.13 Ketika memasuki masa dewasa muda. yang membedakan adalah bagaimana kemampu-an individu dalam memecahkan suatu masalah. Hal ini bisa dipahami karena sifat-sifat karakteristik kognitif ini merupakan kelanjutan dari tahap operasi konkret sebelumnya. perlu diperbandingkan dengan taraf mental yang dicapai individu yang berada pada tahap remaja atau anak-anak. individu akan mampu memecahkan masalah secara sistematis dan mampu mengembangkan daya inisiatif-kreatimya sehingga ia akan memperoleh pengalaman-pengalaman baru. Sementara itu. seorang individu akan siap untuk menerapkan keahlian tersebut ke dalam dunia pekerjaan. yaitu (1) dimensi perkembangan mental kualitatif (qualitative mental dimensions] dan (2) dimensi perkembangan mental kuantitatif (quantitative mental dimensions}. M. akan semakin mematangkan kualitas mentalnya. nielainkan telah memasuki penalaran postformal (post-formal reasoning). dewasa muda bukan hanya mencapai taraf operasi formal. 1995} setuju kalau operasi formal lebih tepat untuk remaja. Gisela Labouvie-Vief (dalam Turner dan Helms. 1. Dengan pengalaman-pengalaman tersebut.

diperlukan kemampuan berpikir untuk mencari berbagai alternatif solusi (divergent thinking). Ungkapan yang tepat untuk masa pragmatisme ini adalah. Jan Sinnot (1984. keputusan tersebut akan memberi dampak positif ataupun negatif bagi diri sendiri dan orang lain. “This might work on paper but not in real life”.PSi PSIKOLOGI UMUM II . individu dapat menghargai pilihan solusi orang lain. Pemikiran praktis yang dilahirkan dalam memecahkan suatu masalah pada tahap ini harus benar-benar mengenai sasaran (goal oriented).14 Menurut seorang ahli perkembangan kognitif. Hal yang positif tentunya akan memberi keuntungan diri-sendiri. Seorang individu mampu memahami suatu masalah u’dak disebabkan satu faktor. 1998. Pragmatism. hal yang negatif akan merugikan diri sendiri.UMB Sitawaty Tjiptorini MBA. but it will only make kirn unhappy in the end”. do this. tetapi mungkin akan merugikan orang lain. we can try my way”. Sebab. Dalam hal ini akan dikenal dengan ungkap-an seperti. 2001). Karena itu. masa ini dikenal dengan istilah. dikenal ungkapan. d. if that doesn’t work. Yang dimaksud paradoks (kontradiktif) adalah penyelesaian suatu masalah akan dihadapkan suatu dilema yang saling bertentangan antara dua hal dari masalah tersebut Bila ia mengambil suatu keputusan. melain-kan juga mampu menjelaskanymenjabarkan hal-hal abstrak (konsep ide) menjadi sesuatu yang praktis yang dapat diterap-kan langsung. Multiple causality. multiple solutions. “Let’s try it your way. Oleh karena itu. Oleh karena itu. “Doing this will give him what he wants. tanpa harus melanggar prinsip kebenaran ataupun keadilan. dikutip dari Papalia. Seorang yang memasuki masa postformal benar-benar menyadari bahwa sering kali ia me-nemukan hal-hal yang bersifat paradoks (kontradiktif) dalam mengambil suatu keputusan guna menyelesaikan suatu masalah. Dimensi Mental Kuantltatif (Quantitative Mental Dimensions) Pusat Pengembangan Bahan Ajar . Awareness of paradox. c. Orang yang berpikir postformal biasanya ber-sikap pragmatis.an masalah bagi tiap orang berbeda-beda. tetapi akan memberi keuntungan bagi orang lain. Shifting gears. individu bukan hanya mampu melahirkan pemikiran abstrak. tetapi berbagai faktor (multiple factors). untuk dapat menyelesaikannya. Namun. If you want the quickest solution. artinya ia mampu menyadari dan memilih beberapa solusi yang terbaik dalam memecahkan suatu masalah. 2. seorang individu tidak berpikir kaku (rigid thinking] pada satu jenis penyelesaian saja. ada empat ciri perkembangan kognitif masa post-formal berikut ini. Yang dimaksud dengan shifting gears adalah kemampuan mengaitkan penalaran abstrak (abstracts reasoning) dengan hal-hal yang bersifat praktis. Artinya. “If you want the most practical solution. b. Atau sebaliknya. Dengan demikian. a. Olds. dan Feldman. tergantung cara orang itu berpikir. Dalam hal ini. cara penyelesai. do that”. M. dalam hal ini. dibutuhkan keberanian (ketegasan) untuk menghadapi suatu konflik.

asalkan memenuhi persyarat-an yang sah (perkawinan resmi).15 Biasanya. mungkin akan ditahan terlebih dahulu. Misalnya. keterampilan kognitif merupakan akumulasi dari pengalaman individu alcibat mengikuti ke-giatan pendidikan formal ataupun nonformal. 1995). untuk menge-tahui kemampuan mental secara kuantitatif diperlukan suatu pengukuran yang menggunakan skala angka secara eksak atau pasti. pendidikan. pekerjaan. yaitu inteligensi kristal (cristalized intelligence). 1. Jadi. Willis dan Baltes}. fleksibilitas kognitif (cognitive flexibility]. Pusat Pengembangan Bahan Ajar . dan visualisasi (visualization) (Turner dan Helms. atau suku bangsa tertentu. M. dorong-an biologis tersebut. individu yang memiliki taraf pendidikan ataupun status sosioekonomi yang mapan. Fleksibilitas kognitif adalah kemampuan individu memasuki dan menyesuaikan diri dari pemikiran yang satu ke pemikiran yang lain. Mereka akan menentukan kriteria usia. berarti ketika bekerja banyak menuntut aspek pemikiran intelektual sehingga intelektualnya terasah. menyimpulkan ada beberapa tipe intelektual. kemampuan memahami melakukan tugas reproduksi. menurut Turner dan Helms (1995). Setiap orang mempunyai kriteria yang berbeda-beda. C. ditemukan bahwa taraf inteligensi cenderung menurun. Misalnya. Dengan demikian. keterampilan pemahaman bahasa (komprehensif verbal/verbal comprehensive). Sebaliknya. fleksibilitas visuo-motor (visuomotor flexibility]. pola-pola pemikiran intelektualnya cenderung bersifat teoretis-praktis (text book thinking).UMB Sitawaty Tjiptorini MBA. Tipe-Tipe Intelektual Sementara itu.PSi PSIKOLOGI UMUM II . Untuk sementara waktu. sebagai prasyarat pasangan hidupnya. Latar belakang proses penurunan ini dikarenakan perbedaan faktor pendidikan ataupun status sosial ekonomi (status of econo-sociafy. penalaran berhitung angka (numerical skills). setelah melakukan serangkaian penelitian jangka panjang. Dengan demikian. dan penalaran induktif (inductive reasoning). yaitu mampu melakukan hubung-an seksual dengan lawan jenisnya. Dalam suatu penelitian longitudinal yang dilakukan sekitar tahun 1930 dan 1940. kemampuan kecerdasannya makin baik. para ahli (seperti Baltes dan Baltes. 2. dipengaruhi berbagai pengalaman yang diperoleh melalui proses belajar dalam dunia pendidikan. Mereka akan berupaya mencari calon teman hidup yang cocok untuk dijadikan pasangan dalam perkawinan ataupun untuk membentuk kehidupan rumah tangga berikutnya. Inteligensi kristal adalah fungsi keterampilan mental yang dapat dipergunakan individu itu. Individu yang memiliki latar belakang pendidikan ataupun status sosio-ekonomi rendah karena jarang memperoleh tantangan tugas yang mengasah kemampuan kecerdasan sehingga cenderung menurun kemampuan intelektualnya secara kuann’tauf. Baltes dan Schaie.

umum-nya telah menyelesaikan pendidikannya minimal setingkat SLTA (SMU-Sekolah Menengah Umum). (c) meniti karier dalam rangka rnemantapkan kehidupan ekonomi rumah tangga. Perkembangan Psikososial Dewasa Muda Awal Tugas-tugas Perkembangan Dewasa Muda Sebagian besar golongan dewasa muda telah menyelesaikan pendidikan sampai taraf universitas dan kemudian mereka segera memasuki jenjang karier dalam pekerjaannya. mereka akan memasuki kehidupan pernikahan.yang memerlukan aspek kemampuan visual/motorik(penglihatan. (b) membina kehidupan rumah tangga.dan keterampilan tangan) 4. dewasa muda mulai membentuk kehidupan keluarga dengan pasangan hidupnya.yaitu mampu melakukan hubungan seksual dengan lawan jenisnya.Visualisasi. A. Havighurst (Turner dan Helms. Pusat Pengembangan Bahan Ajar . dan Feldman (1998. golongan dewasa muda semakin memiliki kematangan fisiologis (seksual) sehingga mereka siap melakukan tugas reproduksi. golongan dewasa muda yang berusia di atas 25 tahun. Mencari dan Menemukan Calon Pasangan Hidup Setelah melewati masa remaja.bagaimana individu memahami gambar-gambar yang sederhana sampai yang lebih kompleks.asalkan memenuhi persyaratan yang syah(perkawinan resmi) B.fleksibilitas Visuamotor adalah kemampuan untuk menghadapi suatu masalah dari yang mudah ke hal yang lebih sulit.PSi PSIKOLOGI UMUM II . memelihara anak-anak. M. Selain itu.UMB Sitawaty Tjiptorini MBA. membentuk keluarga baru.yaitu kemampuan individu untuk melakukan proses visual. yang telah dibina sejak masa remaja/masa sebelumnya.misalnua. Terlepas dari panjang atau pendek rentang waktu tersebut. Masa ini dianggap sebagai rentang yang cukup panjang. Kehidupan psikososial dewasa muda makin kompleks dibandingkan dengan masa remaja karena selain bekerja. 2001} menyatakan bahwa golongan dewasa muda berkisar antara 21-40 tahun. Membina Kehidupan Rumah Tangga Papalia. 1995} mengemukakan tugas-tugas perkembangan dewasa muda. yaitu dua puluh tahun. akademi atau uni-versitas. Olds. dan (d) menjadi warga negara yang bertanggung jawab. dan tetap hams memperhaukan orang tua yang makin tua.16 3. Selain itu.pengamatan. sebagian besar dari mereka yang telah menyelesaikan pendidikan. di antaranya (a) mencari dan menemukan calon pasangan hidup.

atau suku bangsa tertentu. mereka juga hams dapat membentuk. Mereka harm dapat menyesuaikan diri dan bekerja sama dengan pasangan hidup masing-masing. pendidikan. Namun. akademi atau universitas. Dengan semangat yang menyala-nyala dan penuh idealisme. meskipun tidak cocok dengan latar belakang ilrnu. bila tidak atau belurn cocok antara minat/ bakat dengan jenis pekerjaan. Mereka juga hams dapat melahirkan. Sebalik-nya. pekerjaan. dorong-an biologis tersebut. dan membina anak-anak dalam keluarga. lebih dari itu. Meniti Karier dalam Rangka Memantapkan Kehidupan Ekonomi Rumah Tangga Usai menyelesaikan pendidikan formal setingkat SMU. guna menerapkan ilmu dan keahliannya. mereka bekerja keras dan bersaing dengan teman sebaya (atau kelompok yang lebih tua) untuk menunjukkan prestasi kerja. mereka akan merasa puas dengan pekerjaan dan tempat kerja.UMB Sitawaty Tjiptorini MBA. melakukan tugas reproduksi. mungkin akan ditahan terlebih dahulu. Mereka akan berupaya mencari calon teman hidup yang cocok untuk dijadikan pasangan dalam perkawinan ataupun untuk membentuk kehidupan rumah tangga berikutnya. Setiap orang mempunyai kriteria yang berbeda-beda. membesarkan. Sikap yang mandiri ini merupakan langkah positif bagi mereka karena sekaligus dijadikan sebagai persiapan untuk memasuki kehidupan rumah tangga yang baru. Mereka berupaya menekuni karier sesuai dengan minat dan bakat yang dimiliki. Dengan mencapai prestasi kerja yang terbaik. mereka mem-persiapkan dan membukukan diri bahwa mereka sudah mandiri secara ekonomis. C. mendidik. Pusat Pengembangan Bahan Ajar . Untuk sementara waktu. serta memberi jaminan masa depan keuangan yang baik. mereka akan mampu memberi kehidupan yang makmur-sejahtera bagi keluarganya. Sebab dengan penghasilan yang layak (memadai). mereka akan berhenti dan mencari jenis pekerjaan yang sesuai dengan selera. pekerjaan tersebut memberi hasil keuangan yang layak {baik). Masa dewasa muda adalah masa untuk mencapai puncak prestasi. membina. Selain itu. Tetapi kadang-kadang ditemukan. mereka akan bertahan dengan pekerjaan itu. Mereka akan menentukan kriteria usia.17 umumnya telah memasuki dunia pekerjaan guna meraih karier tertinggi. umumnya dewasa muda memasuki dunia kerja. artinya sudah tidak bergantung lagi pada orang tua. dan mengembangkan kehidupan rumah tangga dengan sebaikbaiknya agar dapat mencapai kebahagiaan hidup. M. Bila mereka merasa cocok dengan kriteria tersebut. tetap menjalin hubungan baik dengan kedua orang tua ataupun saudara-saudara. yaitu mampu melakukan hubung-an seksual dengan lawan jenisnya.PSi PSIKOLOGI UMUM II . asalkan memenuhi persyarat-an yang sah (perkawinan resmi). sebagai prasyarat pasangan hidupnya. mereka akan dapat mem-bangun kehidupan ekonomi rumah tangga yang mantap dan mapan. Dari sini.

dan sebagainya). kebudayaan.18 D. bagian C dan D. dibawah ini beberapa teori penuaan. TEORI-TEORI SOSIAL DEWASA LANJUT Sejak dulu terdapat kepercayaan bahwa cara terbaik untuk untuk penuaan adalah memisahkan diri. Teori Pemisahan (Disenggagement Theory) Pusat Pengembangan Bahan Ajar . kita meninjau hidup kita. mungkin tidak mengikuti tugas perkembangan bagian. setiap orang dewasa muda akan melakukan tugas perkembangan tersebut dengan baik. Bagi orang tertentu. dan baliagia di tengah-tengah masyarakat. PERKEMBANGAN MASA DEWASA AKHIR Kita menyadari bahwa kehidupan kita berjalan kedepan akan tetapi dipahami dengan memandangnya kebelakang. B. Hal ini diwujudkan dengan cara-cara. jender. Baik disadari atau tidak. sesuai dengan norma sosial-budaya yang berlaku di masyarakat. memper-baiki jalan. Menjadi Warga Negara yang Bertanggung Jawab Warga negara yang baik adalah dambaan bagi setiap orang yang ingin hidup tenang. dan (4) mampu menyesuaikan diri dalam pergaulan sosial di masyarakat (ikut terlibat dalam kegiatan gotong royong. listrik. lingkungan dan interaksi sosial serta kesehatan dan kesejahteraan masa hidup. Pada periode akhir dari rentang manusia ini.PSi PSIKOLOGI UMUM II . damai. melihat kebelakang mengenai catatan-catatan perkembangan kita dan mengevaluasi seperti apa catatan catatan itu. Pada bab ini kita akan menjelaskan tentang teori-teori sosial mengenai penuaan. pajak kendaraan bermotor.Tugas-tugas perkembangan tersebut merupakan tuntutan yang harus dipenuhi seseorang. air. seperti (1) mengurus dan memiliki surat-surat kewarganegaraan (KTP. akta kelahiran. pajak penghasilan). etnisitas. yaitu mencari pasangan hidup dan bagian B membina kehidupan rumah tangga.UMB Sitawaty Tjiptorini MBA. type orang dewasa lanjut. Warga negara yang baik adalah warga negara yang taat dan patuh pada tata aturan perundang-undangan yang ber-laku. (2) mem-bayar pajak (pajak televisi. kerja bakti membersihkan selokan. M. (3) menjaga ketertiban dan ke-amanan masyarakat dengan mengendalikan diri agar tidak ter-cela di mata masyarakat. 1. surat paspor/visa bagi yang akan pergi ke luar negeri). telepon. yang menjalani ajaran agama (rnisalnya hidup sendu^ selibat).

Teori ini menyatakan bahwa individu-individu seharusnya melanjutkan peranperan masa dewasa tengahnya disepanjang masa dewasa akhir. dan menunjukkan penurunan ketertarikan terhadap persoalan kemasyarakatan. 1961). bahwa pemisahan tidak dapat dihindari dan bahwa pemisahan dicari-cari oleh orang dewasa lanjut. Teori Rekontruksi Gangguan Sosial (sosial breakdown-recontroction theory). Rekontruksi sosial dapat terjadi dengan merubah pandangan dunia sosial dari orang-orang dewasa lanjut dan dengan menyediakan sistem-sistem yang mendukung mereka. 01. penting bagi mereka untuk menemukan peran-peran pengganti yang akan memelihara kestabilan aktivitas dan keterlibatan orang dewasa lanjut didalam aktivitas kemasyarakatan. Teori ini meramalkan bahwa rendahnya semangat juang akan mengiringi aktivitas yang tinggi. semakin kecil kemungkinan mereka menjadi renta dan semakin besar kemungkinan mereka merasa puas dengan kehidupannya. mengurangi hubungan emosional dengan orang lain. Teori Aktivitas (Activity Theory) Semakin orang-orang dewasa lanjut aktif dan terlibat. M. Menurut teori ini orang-orang dewasa lanjut mengembangkan kesibukan terhadap dirinya sendiri (self-preocupation). Pemisahan merupakan aktivitas timbal balik dimana orang-orang dewasa lanjut tidak hanya menjauh dari masyarakat. Teori ini menyatakan bahwa penuaan dikembangkan melalui fungsi psikologis negatif yang dibawa oleh pandangan-pandangan negatif tentang dunia sosial dari orang-orang dewasa lanjut dan tidak memadainya penyediaaan layanan untuk mereka. 3. Gangguran Sosial (social Breakdown) dimulai dari pandangan dunia sosial yang negatif yang diakhiri dengan identifikasi dan pemberian label seseorang sebagai individu yang tidak mampu (incompetent) sebagaimana prosesnya dapat kita lihat pada Gambar. Penurunan interaksi sosial dan peningkatan kesibukan terhadap diri sendiri dianggap mampu meningkatkan kepuasan hidup dikalangan orang-orang dewasa lanjut.PSi PSIKOLOGI UMUM II .UMB Sitawaty Tjiptorini MBA. misalnya).19 Yaitu teori yang mengatakan bahwa orang-orang dewasa lanjut secara perlahan-lahan menarik diri dari masyarakat (Cumming & Henry. demikian juga dengan proses rekontruksi sosial yang bisa dilakukan dengan membalikkan gangguan Pusat Pengembangan Bahan Ajar . tetapi masyarakat juga menjauh dari mereka. jika peran-peran itu diambil dari mereka (seperti dalam PHK. 2.

5. D. 3. Ada beberapa faktor yang terkait dengan penempatan orang dewasa lanjut dalam posisi status yang tinggi dalam suatu kebudayaan: 1. Banyak orang dewasa lanjut yang menghadapai diskriminasi yang menyakitkan dan seringkali tersembunyi sehingga sulit untuk melawannya. Kontinyuitas peran sepanjang hidup. 4. C. Mereka mungkin ditolak secara sosial. Perubahan peran terkait dengan usia melibatkan tanggungjawab yang lebih besar. 2. Dorongan untuk partisipasi orang-orang dewasa lanjut dimasyarakat seharusnya meningkatkan kepuasan hidup dan perasaan positif mereka terhadap dirinya sendiri.20 sosial. Memiliki pengetahui yang bernilai. Baik teori aktivitas maupun teori rekontruksi gangguan sosial menyatakan bahwa kapasitas dan kompetensi orang-orang dewasa lanjut jauh lebih tinggi daripada pengakuan masyarakat pada masa lampau. Mengontrol sumber-sumber penting keluarga.UMB Sitawaty Tjiptorini MBA. M. otoritas dan kemampuan untuk memberi nasehat. dengan gaji rendah bahkan tampa tunjangan tambahan.PSi PSIKOLOGI UMUM II . Orang-orang dewasa lanjut mungkin tidak dipekerjakan pada pekerjaan-pekerjaan yang baru atau bahkan diberhentikan dari pekerjaan lama karena mereka dipandang terlalu kaku dan lemah pikiran. E. SOSIOKULTURAL Orang dewasa lanjut biasanya akan kembali bekerja dalam pekerjaan berstatus rendah. STEREOTIP ORANG DEWASA LANJUT Ageisme merupakan prasangka (prejudice) terhadap orang orang dewasa lanjut. karena dipandang sudah pikun atau membosankan. Dewasa lanjut terintegrasi dalam keluarga besar yang merupakan bentuk keluarga yang umum. ageisme ini merupakan salah satu dari kata-kata yang buruk dimasyarakat. Diperkenankan untuk terlibat didalam fungsi-fungsi yang berguna dan berharga bila mampu. KELUARGA DAN HUBUNGAN SOSIAL Pusat Pengembangan Bahan Ajar . 6.

Orang-orang yang menikah dimasa dewasa akhir biasanya lebih berbahagia dibandingkan orang-orang yang hidupnya sendiri. b. M.UMB Sitawaty Tjiptorini MBA. c. Didalam keluarga tradisional keduanya mungkin butuh bergerak kearah peran-peran yang lebih tepat. isteri berubah dari sekedar seorang pengurus rumah tangga yang baik menjadi lebih mencintai dan memahami. Kencan Terkandang kita membayangkan bahwa individu dewasa lanjut tidak tertarik lagi dengan yang namanya kencan dan sementara mereka lebih memilih untuk santai dan menyibukkan diri dengan aktivitasnya. Perubahan yang besar terjadi didalam keluarga tradisional. Persahabatan Seseorang dewasa lanjut nampaknya memberikan nilai lebih pada penggunaan waktu mereka untuk sahabat-sahabat mereka dan ternyata lebih besar digunnakan waktunya dengan sahabat ketimbang dengan sanak saudaranya.21 a. Kebanyakan dari mereka sudah lama menemukan bagaimana hidup mandiri tampa harus bergantung kepada orang lain. peristiwa-peristiwa kehidupan barangkali berpengaruh bagi persahabatan. Kemungkinannya karena wanita lebih menekankan pada pencapaian kepuasan daripada laki-laki. dan si isteri mungkin tidak tenang melihat suaminya nongkrong dirumah seharian. dimana suami bekerja untuk menafkahi keluarganya dan si isteri menjadi pengurus rumah tangga (home-maker). meningkatnya kesehatan dan harapan hidup bagi dewasa lanjut talah menghasilkan mereka lebih aktif. Sisuami mungkin tidak tau harus melakkukan apa dengan waktu yang ada. Suami harus menyesuaikan diri dari pencari dan pemberi nafkah yang baik menjadi pembantu yang baik dirumah. Kepuasan ini lebih besar pada wanita dibandingkan lakilaki. dan terus meningkat bagi dewasa akhir kelompok aktif ini. penceraian baik penceraian hidup maupun Pusat Pengembangan Bahan Ajar . kenyataannya banyak dewasa lanjut yang melakukan hubungan seksual. termasuk penuaan dan sakit.PSi PSIKOLOGI UMUM II . dalam posisi seperti ini mereka juga juga tidak terhindar dari penceraian. Orang-orang dewasa lanjut yang belum pernah menikah tampaknya memiliki kesulitan paling sidikit menghadapi kesepian di dewasa lanjut. Kebahagiaan orang dewasa lanjut juga dipengaruhi oleh kemampuan masing-masing makanan untuk menghadapi konflik-konflik personal. Pasangan Hidup Masa dewasa akhir akan mengubah gaya hidup dan membutuhkan adaptasi.

22 mati. Sumber pemenuhan emosional. Interaksi sosial orang dewasa lanjut lebih cenderung meningkatkan jarak dengan orangorang muda dan mereka lebih cenderung berinteraksi dengan sahabtnya dibandingkan dengan saudaranya.UMB Sitawaty Tjiptorini MBA. Seiring dengan menuanya individu mereka akan semakin sedikit tempat bergantung baik itu dukungan berupa emosional maupun finansial. d. Pusat Pengembangan Bahan Ajar . b. dimana dalam beinteraksi penuh dengan canda tawa dan menjadikan cucu sebagai sumber aktivitas luang. nenek dewasa lanjut lebih bersedia memberikan nasihatnya dan memikul tanggungjawab untuk mengawasi dan mendisiplinkan cucunya dibandingkan dengan sang kakek dan nenek yang telah lanjut usia. Persahabatan biasanya memberi dukungan yang penting dalam periode ini. Kakek dan nenek dari pihak ibu lebih terasa dekat dengan cucunya dibandingkan kakek dan nenek dari pihak ayah. Sumber ganjaran dan kontinuitas biologis. Peran kakek dan nenek mungkin memiliki fungsi yang berbeda-beda didalam kelompok etnik dan kultur yang berbeda-beda serta situasi yang berbeda-beda pula. 3. Sebagian kakek/nenek merasa tidak ada pengaruh atau tidak penting dengan statusnya sebagai kakek/nenek. a. M. 2. Ada tiga (3) makna dari peran kakek/nenek yang menonjol 1. umumnya para nenek lebih merasa puas dengan statusnya dibandingkan dengan kakek. Berikut ada beberapa gaya kakek dan nenek dalam berinteraksi dengan cucu-cucunya. Menjadi kakek dan nenek Umumnya individu dewasa lanjut telah memiliki cucu dan kebanyakan dari mereka memiliki kontak yang reguler dengan cucu-cucu mereka. Pencarian kesenangan (fun-seeking) : yaitu gaya informal. Gaya formal : yaitu melakukan aya yang dianggap layak dan telah ditentukan. membangkitkan perasaan persahabatan dan kepuasan yang mungkin pernah hilang pada relasi awal orang-orang dewassa dengan anak-anak.PSi PSIKOLOGI UMUM II .

kemungkinan interaksi sosial dengan orang lain menyediakan dukungan sosial memberikan kepada kaum lanjut usia suatu pandangan terhadap diri sendiri yang lebih positif. Memberikan dan menumbuh kembangkan kepercayaan kepada individu dewasa akhir baik itu berupa kesempatan dalam memberikan nasihat maupun dalam berbuat sejauh kemampuan mereka. F.UMB Sitawaty Tjiptorini MBA. Memberikan label positif kepada Dewasa lanjut. ulasan kita mengenai perkembangan sosial terpusat pada pasangan dewasa lanjut. persahabatan dan menjadi kakek dan nenek.23 c. 4. karena kemampuan dan kekuatan mereka tidak sebanding dengan yang kita bayangkan ketika dia masih energik. mengalami masalah dengan anggota jaringan yang mereka miliki dan sering mengalami kehilangan dalam hidupnya. Dalam menghadapi individu dewasa lanjut kita juga harus banyak kesabaran. Sebagai makhluk sosial maka sewajarnya kita mengharhgai dan memberikan dukungan yang memadai bagi individu dewasa lanjut. KESIMPULAN Pada masa dewasa akhir. dalam mempelajari orang-orang dewasa lanjut tentunya kita tidak luput dari mempelajari teori-teorinya. kencan. Sebagai pengasuh kita senantiasa memahami kondisi dan perkembangan dewasa lanjut mengingat mereka lebih sensitif. M. sehingga pada proses akhirnya mereka juga terpacu untuk melakukan yang terbaik sejauh kemampuan yang dimilikinya. REKOMENDASI 1. G. 2. Pusat Pengembangan Bahan Ajar . Orang yang depresi memiliki hubungan sosial yang lebih kecil. Dukungan sosial sangat membantu orang dewasa lanjut bagi kesehatan dan proses mentalnya. 3. Figur yang jauh : Dalam posisinya yang jauh biasanya kakek dan nenek penuh kebaikan hanya saja interaksi sosial yang kurang terjadi diantara mereka. kita melepaskan masa muda dan membiasakan diri untuk hidup sebagai orang dewasa lanjut.PSi PSIKOLOGI UMUM II .

. McManus (Eds). New York: Harper Collins Deaux. Psikologi remaja. Boston: McGraw-Hill.PSi PSIKOLOGI UMUM II . M. West and C. R.. sehingga merasa diperhatikan yang pada akhirnya akan melahirkan semangat baru serta dapat memunculkan pandangan positif terhadap diri mereka sendiri. kesehatan fisik dan mental dewasa akhir maka kita harus membangun hubungan yang baik dengan mereka. Gunarsa. 549-563 Conger. Dasar dan teori perkembangan anak. A. California : Brooks / Cole Publishing Company. Adolescent development.S. K. Cambridge. (1993). Adolescent lifestyle.J.F. (1997). R.24 5. Developmental psychology: a lifespan approach. Weinman. Baum. & Jacobs-Quadrel. (1991) Psikologi perkembangan : Pengantar dalam berbagai bagiannya (cetakan ke-7). 6. L. E. S.D. L. Psikologi Umum. Hurlock.J.and Wrightman. DAFTAR PUSTAKA Aaro. Palmgren. P. Gunarsa.. Haditono..UMB Sitawaty Tjiptorini MBA.C. E. 1991..D. (1973). (1993). Social psychology in the ‘90s (6th ed. J. 29(3). R. S. Journal of Developmental Psychology. Jakarta: BPK Gunung Mulia.. B. Fischhoff. M. F. Cambridge University Press. Adolescence and youth (4th ed). Cambridge Handbook of Psychology. Yogya: Gajah Mada University Press.PT. (1990). Austin. Jakarta. Pusat Pengembangan Bahan Ajar . Drs. Hurlock.Gramedia Pustaka Utama Monks. Memberikan pelayanan kesehatan yang memadai.L. Johan W.PT. Perceived consequences of risky behaviors: Adults and adolescents. B. Jakarta: BPK Gunung Mulia. B. Jakarta. Psikologi Perkembangan Dewasa Muda.). S. Dalam A. (1988).E. (1991). Tokyo: McGraw-Hill Kogakusha.Gramedia Widiasarana Indonesia Beyth-Marom. (1990). Knoers. Untuk menjaga keseimbangan emosional. Newman J.. Health and Medicine (65-67). M. Agoes Dariyo 2003. Kandau. S. C.

.). W. M. Human development (8th ed.P.).Universitas Gunadarma Press Santrock. Boston: McGraw-Hill Rice. & Feldman.UMB Sitawaty Tjiptorini MBA.P.25 Papalia.W. North America: McGraw-Hill.B. Boston: Ally & Bacon Riyanti. D.. 1998. J. relationship & culture (6th ed. S. (2001).). Adolescence (8th ed.Santrock W. Jakarta. (2001).PSi PSIKOLOGI UMUM II . F. dan Hendro Prabowo. Psikologi Umum. John Life_ span development. Erlangga 1995 Pusat Pengembangan Bahan Ajar . Ruth D. University of Texas at Dallas. The adolescent development. Olds. (1990). D E.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->