Delapan Keterampilan Dasar Mengajar Matematika

Seorang guru professional telah mengikuti beberapa pelatihan yang berkaitan dengan keterampilan dasar mengajar. Dalam keterampilan dasar mengajar tersebut ada 8 keterampilan yang dapat digunakan guru selama proses belajar mengajar yaitu; keterampilan bertanya, keterampilan memberikan penguatan, keterampilan mengadakan variasi, keterampilan menjelaskan, keterampilan membuka dan menutup pelajaran, ketrampilan membimbing diskusi kelompok kecil, keterampilan mengelola kelas, ketrampilan mengajar kelompok kecil dan perseorangan.

1. Ketrampilan Bertanya Ada yang mengatakan bahwa ³berpikir itu sendiri adalah bertanya´. Bertanya merupakan ucapan verbal yang meminta respon dari seseorang yang dikenal. Respon yang di berikan dapat berupa pengetahuan sampai dengan hal-hal yang merupakan hasil pertimbangan. Jadi bertanya merupakan stimulus efektif yang mendorong kemampuan berpikir. Dalam proses belajar mengajar, bertanya memainkan peranan penting sebab pertanyaan yang tersusun dengan baik dan teknik pelontaran yang tepat akan memberikan dampak positif. Pertanyaan yang baik di bagi manjadi dua jenis, yaitu pertanyaan menurut maksudnya dan pertanyaan menurut taksonomo Bloom. Pertanyaan menurut maksudnya terdiri dari : Pertanyaan permintaan ( compliance question), pertanyaan retoris (rhetorical question), pertanyaan mengarahkan atau menuntun (prompting question) dan pertanyaan menggali (probing question). Sedangkan pertanyaan menurut taksonomi Bloom, yaitu: pertanyaan pengetahuan (recall question atau knowlagde question), pemahaman (conprehention question), pertanyaan penerapan (application question), pertanyaan sintetis ( synthesis question) dan pertanyaan evaluasi (evaluation question). Untuk meningkatkan partisipasi siswa dalam proses belajar mengajar, guru perlu menunjukkan sikap yang baik pada waktu mengajukan pertanyaan maupun ketika menerima jawaban siswa. Dan harus menghindari kebiasaan seperti : menjawab pertanyaan sendiri, mengulang jawaban siswa, mengulang pertanyaan sendiri, mengajukan pertanyaan dengan jawaban serentak, menentukan siswa yang harus menjawab sebelum bertanya dan mengajukan pertanyaan ganda. Dalam proses belajar mengajar setiap pertanyaan, baik berupa kalimat tanya atau suruhan yang menuntut respons siswa sehingga dapat menambah pengetahuan dan meningkatkan kemampuan berpikir siswa, di masukkan dalam golongan pertanyaan. Ketrampilan bertanya di bedakan atas ketrampilan bertanya dasar dan ketrampilan bertanya lanjut. Ketrampilan bertanya dasar mempunyai beberapa komponen dasar yang perlu diterapkan dalam mengajukan segala jenis pertanyaan. Komponen-komponen yang di maksud adalah : Pengungkapan pertanyaan secara jelas dan singakat, Pemberian acuan, pemusatan, Pemindah giliran, Penyebaran, Pemberian waktu berpikir dan pemberian tuntunan. Sedangkan ketrampilan bertanya lanjut merupakan lanjutan dari ketrampilan bertanya dasar yang lebih mengutamakan usaha mengembangkan kemampuan berpikir siswa, memperbesar

yakni dapat didengar. Karena itu. Pemusatan perhatian siswa (focusing). dan diraba. 2. Adapun variasi penggunaan alat antara lain adalah sebagai berikut : variasi alat atau bahan yang dapat dilihat (visual aids). Media dan alat pengajaran bila ditunjau dari indera yang digunakan dapat digolongkan ke dalam tiga bagian. dalam situasi belajar mengajar. yaitu : ± Variasi dalam cara mengajar guru. diungkapkan dengan menggunakan kata-kata pujian. yaitu kehangatan dan evektifitas. Dan penguatan non-verbal. Ketrampilan memberikan penguatan terdiri dari beberapa komponen yang perlu dipahami dan dikuasai penggunaannya oleh mahasiswa calon guru agar dapat memberikan penguatan secara bijaksana dan sistematis. dilihat. penguatan dengan cara mendekati. Variasi dalam kegiatan belajar mengajar dimaksudkan sebagai proses perubahan dalam pengajaran. penghargaan. semua komponen bertanya dasar masih dipakai dalam penerapan ketrampilan bertanya lanjut. Pengaturan urutan pertanyaan. Penggunaan penguatan dalam kelas dapat mencapai atau mempunyai pengaruh sikap positif terhadap proses belajar siswa dan bertujuan untuk meningkatkan perhatian siswa terhadap pelajaran. Komponen-komponen itu adalah : Penguatan verbal. variasi alat atau bahan yang dapat didengart . Penggunaan pertanyaan pelacak dan peningkatan terjadinya interaksi. merangsang dan meningkatkan motivasi belajar dan meningkatkan kegiatan belajar serta membina tingkah laku siswa yang produktif. penguatan berupa simbol atau benda dan penguatan tak penuh. Ketrampilan Memberikan Penguatan Penguatan (reinforcement) adalah segala bentuk respons.pertisipasi dan mendorong siswa agar dapat berinisiatif sendiri. 3. kesenyapan atau kebisuan guru (teacher silence). meliputi : penggunaan variasi suara (teacher voice). Ketrampilan bertanya lanjut di bentuk di atas landasan penguasaan komponen-komponen bertanya dasar. Adapun komponen-komponen bertanya lanjut itu adalah : Pengubahan susunan tingkat kognitif dalam menjawab pertanyaan. yang dapat di kelompokkan ke dalam tiga kelompok atau komponen. Penggunaan penguatan secara evektif harus memperhatikan tiga hal. yang bertujuan memberikan informasi atau umpan balik (feed back) bagi si penerima atas perbuatannya sebagai suatu dorongan atau koreksi. yang merupakan bagian dari modifikasi tingkah laku guru terhadap tingkah laku siswa. kebermaknaan. gerakan badan mimik: variasi dalam ekspresi wajah guru. Penguatan juga merupakan respon terhadap suatu tingkah laku yang dapat meningkatkan kemungkinan berulangnya kembali tingkah laku tersebut. persetujuan dan sebagainya. ± Variasi dalam penggunaan media dan alat pengajaran. terdiri dari penguatan berupa mimik dan gerakan badan. penguatan dengan sentuhan (contact). dan pergantian posisi guru dalam kelas dan gerak guru ( teachers movement). dan menghindari penggunaan respons yang negatif. mengadakan kontak pandang dan gerak (eye contact and movement). Ketrampilan Mengadakan Variasi Variasi stimulus adalah suatu kegiatan guru dalam konteks proses interaksi belajar mengajar yang di tujukan untuk mengatasi kebosanan siswa sehingga. serta penuh partisipasi. apakah bersifat verbal ataupun non verbal. penguatan dengan kegiatan yang menyenangkan. siswa senantiasa menunjukkan ketekunan.

Dan penyajian suatu penjelasan. yaitu : Merencanakan. penentuan jenis hubungan yang ada diantara unsur-unsur yang dikaitkan dengan penggunaan hukum. dan membuat kaitan atau hubungan di antara materi-materi yang akan dipelajari. Diskusi kelompok merupakan strategi yang memungkinkan siswa menguasai suatu konsep atau memecahkan suatu masalah melalui satu proses yang memberi kesempatan untuk berpikir. menimbulkan motivasi. rumus. Ketrampilan Membimbing Diskusi Kelompok Kecil Diskusi kelompok adalah suatu proses yang teratur yang melibatkan sekelompok orang dalam interaksi tatap muka yang informal dengan berbagai pengalaman atau informasi.(auditif aids). Pola interaksi guru dengan murid dalam kegiatan belajar mengajar sangat beraneka ragam coraknya. pemberian tekanan. serta untuk menghidupkan suasana kelas demi keberhasilan siswa dalam mencapai tujuan. pengambilan kesimpulan. Secara garis besar komponen-komponen ketrampilan menjelaskan terbagi dua. Dengan demikian diskusi kelompok dapat meningkatkan kreativitas siswa. serta membina kemampuan berkomunikasi termasuk di dalamnya ketrampilan berbahasa. atau generalisasi yang sesuai dengan hubungan yang telah ditentukan. kejemuan. dan penggunaan balikan. dilihat dan diraba (audio visual aids). memberi acuan melalui berbagai usaha. serta berlatih bersikap positif. Komponen ketrampilan membuka pelajaran meliputi: menarik perhatian siswa. Ketrampilan Membuka dan Menutup pelajaran Yang dimaksud dengan membuka pelajaran (set induction) ialah usaha atau kegiatan yang dilakukan oleh guru dalam kegiatan belajar mengajar untuk menciptakan prokondusi bagi siswa agar mental maupun perhatian terpusat pada apa yang akan dipelajarinya sehingga usaha tersebut akan memberikan efek yang positif terhadap kegiatan belajar. . Penggunaan variasi pola interaksi dimaksudkan agar tidak menimbulkan kebosanan. ± Variasi pola interaksi dan kegiatan siswa. atau pemecahan masalah. dan variasi alat atau bahan yang dapat didengar. variasi alat atau bahan yang dapat diraba (motorik). Komponen ketrampilan menutup pelajaran meliputi: meninjau kembali penguasaan inti pelajaran dengan merangkum inti pelajaran dan membuat ringkasan. berinteraksi sosial. penggunaan contoh dan ilustrasi. 4. 6. Sedangkan menutup pelajaran (closure) ialah kegiatan yang dilakukan oleh guru untuk mengakhiri pelajaran atau kegiatan belajar mengajar. hal ini mencakup penganalisaan masalah secara keseluruhan. dan mengevaluasi. dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut : kejelasan. 5. Ketrampilan Menjelaskan Yang dimaksud dengan ketrampilan menjelaskan adalah penyajian informasi secara lisan yang diorganisasikan secara sistematik untuk menunjukkan adanya hubungan yang satu dengan yang lainnya.

penguasaan komponen ketrampilan mengajar secara lebih baik. Dari delapan kompetensi yang telah dijelaskan di atas. sikap dan cara/kebiasaan belajar siswa/siswa. Selaha satu faktor yang dapat mengukur proses pembelajaran dapat berjalan dengan baik. makin banyaknya jumlah siswa bertanya. Tahapan pelaksanaan evaluasi . dan bersifat represif ketrampilan yang berkaitan dengan respons guru terhadap gangguan siswa yang berkelanjutan dengan maksud agar guru dapat mengadakan tindakan remedial untuk mengembalikan kondisi belajar yang optimal. dan seorang untuk perseorangan. 1.7. diperoleh balikan (feed back) yang cepat dan tepat. Diharapkan setelah menguasai delapan ketrampilan mengajar yang telah dijelaskan di atas dapat bermanfaat untuk mahasiswa calon guru sehingga dapat membina dan mengembangkan ketrampilan-ketrampilan tertentu mahasiswa calon guru dalam mengajar. yang paling penting bagi guru adalah bagaimana cara guru dapat menggunakan agar proses pembelajaran dapat berjalan baik. serta minat. Evaluasi Proses ± assessment Evaluasi Proses Pembelajaran Sasaran evaluasi proses pembelajaran adalah pelaksanaan dan pengelolaan pembelajaran untuk memperoleh pemahaman tentang strategi pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru/guru. Dalam melaksanakan ketrampilan mengelola kelas maka perlu diperhatikan komponen ketrampilan yang berhubungan dengan penciptaan dan pemeliharaan kondisi belajar yang optimal (bersifat prefentip) berkaitan dengan kemampuan guru dalam mengambil inisiatif dan mengendalikan pelajaran. Ketrampilan mengajar yang esensial secara terkontrol dapat dilatihkan. dapat memusatkan perhatian secara khusus kepada komponen ketrampilan yang objektif dan dikembangkannya pola observasi yang sistematis dan objektif. Ketrampilan Mengajar Kelompok Kecil dan Perseorangan Secara fisik bentuk pengajaran ini ialah berjumlah terbatas. cara mengajar dan media pembelajaran yang digunakan oleh guru/guru dalam pembelajaran. yaitu berkisar antara 3 ââà ¬â¼ 8 orang untuk kelompok kecil. ketrampilan membimbing dan memudahkan belajar dan ketrampilan merencanakan dan melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Pengajaran kelompok kecil dan perseorangan memungkinkan guru memberikan perhatian terhadap setiap siswa serta terjadinya hubungan yang lebih akrab antara guru dan siswa dengan siswa. Ketrampilan Mengelola Kelas Pengelolaan kelas adalah ketrampilan guru untuk menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang optimal dan mengembalikannya bila terjadi gangguan dalam proses belajar mengajar. Komponen ketrampilan yang digunakan adalah: ketrampilan mengadakan pendekatan secara pribadi. ketrampilan mengorganisasi. 8.

minat. Secara umum tujuan evaluasi proses pembelajaran untuk menjawab pertanyaanpertanyaan berikut: (1) Apakah strategi pembelajaran yang dipilih dan dipergunakan oleh guru/guru efektif. (3) Apakah cara mengajar guru/guru menarik dan sesuai dengan pokok materi sajian yang dibahas. 2. (6) Bagaimana siswa/siswa mensikapi pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru/guru. Analisis berwujud deskripsi hasil evalusi berkenaan dengan proses pembelajaran yang telah terlaksana. Penyusunan instrumen evaluasi Instrumen evaluasi proses pembelajaran untuk memperoleh informasi deskriptif dan/atau informasi judgemental dapat berwujud (1) Lembar pengamatan untuk mengumpulkan informasi tentang kegiatan belajar siswa dalam mengikuti pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru/guru dapat digunakan oleh guru/guru sendiri atau oleh siswa/ siswa untuk saling mengamati. Urut. (4) Bagaimana persepsi siswa/siswa terhadap materi sajian yang dibahas berkenaan dengan kompetensi dasar yang akan dicapai. Pembelajaran yang akan . dan (2) Kuesioner yang harus dijawab oleh siswa/siswa berkenaan dengan strategi pembelajaran yang dilaksanakan guru/guru. pengumpulan informasi/data. 7. 3. sedang interpretasi merupakan penafsiran terhadap deskripsi hasil analisis hasil analisis proses pembelajaran. metode dan media pembelajaran yang digunkan oleh guru/guru. (5) Apakah siswa/siswa antusias untuk mempelajari materi sajian yang dibahas. (7) Bagaimanakah cara belajar siswa mengikuti pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru/guru. Rencana evaluasi proses pembelajaran berbentuk matriks dengan kolom-kolom berisi tentang: No. Informasi yang dibutuhkan. Tindak lanjut Tindak lanjut merupakan kegiatan menindak lanjuti hasil analisis dan interpretasi. indikator. menentukan desain evaluasi. Dalam evaluasi proses pembelajaran tindak lanjut pada dasarnya berkenaan dengan pembelajaran yang akan dilaksanakan selanjutnya dan evaluasi pembelajarannya. pengembangan instrumen evaluasi. analisis dan interpretasi dan tindak lanjut. Pengumpulan data atau informasi dilaksanakan pada setiap akhir pelaksanaan pembelajaran untuk materi sajian berkenaan dengan satu kompetensi dasar dengan maksud guru dan siswa memperoleh gambaran menyeluruh dan kebulatan tentang pelaksanaan pembelajaran yang telah dilaksanakan untuk pencapaian penguasaan satu kompetensi dasar. metode yang mencakup teknik dan instrumen. Menentukan desain evaluasi Desain evaluasi proses pembelajaran mencakup rencana evaluasi proses dan pelaksana evaluasi. 5.Tahapan pelaksanaan evaluasi proses pembelajaran adalah penentuan tujuan. 4. Pengumpulan data atau informasi Pengumpulan data atau informasi dilaksanakan secara obyektif dan terbuka agar diperoleh informasi yang dapat dipercaya dan bermanfaat bagi peningkatan mutu pembelajaran. (2) Apakah media pembelajaran yang digunakan oleh guru/guru efektif. persepsi siswa tentang pembelajaran untuk suatu materi pokok sajian yang telah terlaksana. Selanjutnya pelaksana evaluasi proses adalah guru/guru mata pelajaran yang bersangkutan. Menentukan tujuan Tujuan evaluasi proses pembelajaran dapat dirumuskan dalam bentuk pernyataan atau pertanyaan. Analisis dan interpretasi dapat dilaksanakan bersama oleh guru dan siswa agar hasil evaluasi dapat segera diketahui dan dipahami oleh guru dan siswa sebagai bahan dan dasar memperbaiki pembelajaran selanjutnya. Analisis dan interpretasi Analisis dan interpretasi hendaknya dilaksanakan segera setelah data atau informasi terkumpul. mudah diikuti dan berdampak siswa/ siswa mudah mengerti materi sajian yang dibahas. 6. responden dan waktu.

Sangat jarang guru menyiapkan hipotesis alternatif strategi pemecahan masalah yang digunakan siswa sehingga proses pembelajaran cenderung kurang bersifat open ended. Pentingnya hypothetical learning trajectory bisa dianalogikan dengan perencanaan rute perjalanan. yaitu: tujuan pembelajaran (learning goals). Adanya hipotesis alternatif strategi pemecahan masalah yang digunakan siswa akan membantu guru dalam menentukan strategi penanganan terhadap kemungkinan kesulitan yang dihadapi siswa. kita juga bisa menyelesaikan permasalahan yang kita hadapi dalam perjalanan jika kita paham rute tersebut. Jika kita memahami rute-rute yang mungkin untuk menuju tujuan kita maka kita bisa memilih rute yang baik. proses dan instrumen evaluasi proses pembelajaran. yaitu gambaran singkat tentang kegiatan pembukaan. Selain itu. Tujuan pembelajaran sebagai komponen pertama mengindikasikan perlunya perumusan tujuan pembelajaran sebagai bentuk hasil yang akan kita tuju atau capai setelah proses pembelajaran.dilaksanakan selanjutnya merupakan keputusan tentang upaya perbaikan pembelajaran yang akan dilaksanakan sebagai upaya peningkatan mutu pembelajaran. ada tiga komponen utama dari learning trajectory. pada kenyataannya suatu Rencana Pelaksanaan Pembelajaran hanya memuat hal-hal yang bersifat formalitas dalam bentuk ³paket standar´ pembelajaran. HLT (Hypothetical Learning Trajectory) Suatu proses pembelajaran yang ideal tidak bisa dipisahkan dengan proses perencanaan dan desain pembelajaran. Menurut Simon (1995). Akan tetapi. yaitu hypothetical learning trajectory (rute belajar) siswa dan pengembangan model. Kegiatan pembelajaran disusun menjadi beberapa sub-sub kegiatan dengan sub-sub tujuan pembelajaran. Berdasarkan tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan maka kegiatan pembelajaran (learning activities) sebagai ³jalan´ untuk mencapai tujuan pembelajaran bisa dirancang. Penentuan tujuan pembelajaran sangat bermanfaat dalam penentuan arah dan strategi pembelajaran yang akan digunakan. kegiatan inti dan kegiatan penutup. sedang tindak lanjut evaluasi pembelajaran berkenan dengan pelaksanaan dan instrumen evaluasi yang telah dilaksanakan mengenai tujuan. . Rencana Pelaksanaan Pembelajaran atau lesson plan merupakan salah satu bentuk nyata proses perencanaan dan desain pembelajaran. Komponen terakhir adalah hipotesis proses belajar siswa yang berguna untuk merancang tindakan ataupun strategi alternatif untuk mengatasi berbagai masalah yang mungkin dihadapi siswa dalam proses pembelajaran. Informasi selain ketiga tahap pembelajaran tersebut hanyalah sekedar ringkasan materi yang akan disampaikan. kegiatan pembelajaran (learning activities) dan hipotesis proses belajar siswa (hypothetical learning process). Pendekatan Pendidikan Matematika Realistik menekankan pada dua hal penting yang perlu diperhatikan dalam perencanaan pembelajaran.

silabus merupakan penjabaran standar kompetensi dan kompetensi dasar ke dalam materi pembelajaran. Silabus disusun berdasarkan Standar Isi.Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu kelompok mata pelajaran dengan tema tertentu. indicator. kompetensi dasar. Penilaian. silabus pada dasarnya menjawab permasalahan-permasalahan sebagai berikut. yang mencakup standar kompetensi. Kompetensi apa saja yang harus dicapai peserta didik sesuai dengan yang dirumuskan oleh Standar Isi (Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar). fungsi. guru diberikan kewenangan secara leluasa untuk mengembangkan kurikulum sesuai dengan karakteristik dan kondisi sekolah. 4. serta siap dijadikan pedoman atau scenario dalam pembelajaran. Sumber Belajar apa yang dapat diberdayakan untuk mencapai Standar Isi tertentu. 5. Agar guru dapat membuat RPP yang efektif dan berhasil guna. dan menyesuaikan silabus dengan kondisi sekolah dan daerah. Kegiatan Pembelajaran. semakin membantu memudahkan guru dalam menjabarkannya ke dalam rencana pelaksanaan pembelajaran. Dengan demikian. Dalam pengembangan RPP guru diberi kebebasan untuk mengubah. penilaian. 3. Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD). Materi Pokok/Pembelajaran. 7. Semakin rinci silabus. dan Sumber Belajar. Dalam KTSP. 2. 1. RPP merupakan komponen penting dari kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP). Indikator apa saja yang harus dirumuskan untuk mengetahui ketercapaian KD dan SK. terutama kalau sekolah tempatnya mengajar tidak menembangkan silabus sendiri. Berapa lama waktu yang diperlukan untuk mencapai Standar Isi tertentu. . alokasi waktu. prinsip. Hal ini harus dipahami dan dilakkan guru. Indikator. dan penambahan komponen-komponen lain dalam silabus di luar komponen minimal. Materi Pokok/Pembelajaran apa saja yang perlu dibahas dan dipelajari peserta didik untuk mencapai Standar Isi. Pengembangan terhadap komponen-komponen tersebut merupakan kewenangan mutlak guru. dituntut untuk memahami berbagai aspek yang berkaitan dengan hakikat. yang di dalamnya berisikan Identitas Mata Pelajaran. Dalam KTSP. yang pengembangannya harus dilakukan secara professional. 6. Kegiatan Pembelajaran apa yang seharusnya diskenariokan oleh guru sehingga peserta didik mampu berinteraksi dengan sumber-sumber belajar. Materi pembelajaran. tetapi menggunakan silabus yang dikembangkan oleh Depdiknas atau silabus dari sekolah lain. Selanjutnya yang dimaksud dengan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) adalah rencana yang menggabarkan prosedur dan manajemen pembelajaran untuk mencapai satu atau lebih kompetensi dasar yang ditetapkan dalam standar isi dan dijabarkan dalam silabus. memodifikasi. dan prosedur pengembangan. Tugas guru yang paling utama terkait dengan RPP berbasis KTSP adalah menjabarkan silabus ke dalam RPP yang lebih operasional dan rinci. dan indicator pencapaian kompetensi untuk penilaian hasil belajar. Alokasi Waktu. serta cara mengukur efektifitas pelaksanaannya dalam pembelajaran. dan sumber belajar yang dikembangkan oleh setiap satuan pendidikan. kegiatan pembelajaran. serta kemampuan guru itu sendiri dalam menjabarkannya menjadi rencana pembelajaran yang siap dijadikan pedoman pembentukan kompetensi siswa. termasuk pengembangan format silabus. Bagaimanakah cara mengetahui ketercapaian kompetensi berdasarkan Indikator sebagai acuan dalam menentukan jenis dan aspek yang akan dinilai. serta dengan karakteristik siswa.

Yaitu tukar pendapat atau brain storming dimana materi yang disampaikan hanya sebatas materi pokok. untuk mentransmisikan pengetahuan dalam arti luas (sikap. sistimatis. strategi lain yang masih dapat digunakan adalah siswa saling memberi pengetahuannya kepada sesama temannya atau mengajar teman sejawat (peer teaching). Biologi sebagai salah satu pembelajaran sains merupakan pembelajaran yang menuntut daya fikir siswa untuk lebih kreatif dan mandiri. Sejak manusia berada dalam kandungan telah diberikan oleh Tuhan akal dan pikiran. sehingga biologi bukan hanya penguasaan kumpulan pengetahuan yang berupa fakta-fakta. bertujuan ingin mencapai perubahan sikap dan perilaku tertentu. Untuk menerapkan strategi ini selain membutuhkan skil yang memadai. tergantung tingkat kesulitan materi yang akan diajarkan serta daya tangkap pikiran siswa atau daya serap siswa terhadap materi tersebut. Aktifitas apapun yang dilakukan manusia memerlukan daya nalar yang tinggi. konsep-konsep. namun bisa saja dua atau tiga strategi. ketrampilan. Dan untuk menguji dan mengasah daya nalar tersebut manusia harus melakukan latihan demi latihan. Materi biologi berkaitan dengan alam secara sistematis. Strategi pembelajaran yang tepat akan menuntun siswa untuk mencapai tujuan tersebut. moral dan nilai-nilai hidup dan kehidupan. selanjutnya diberikan waktu bagi siswa untuk memberikan tanggapan atau respon materi tadi.METODE PEMBELAJARAN PEER TEACHING Ada ujaran yang menyebutkan bahwa ³orang tua dua puluh tahun yang akan datang adalah pemuda pada masa kini´ Pendidikan sebagai upaya terorganisasi. Bagi kita sebagai bangsa dalam suatu negara bangsa (nation state) yang merdeka. Peer Teaching adalah pola belajar antar sesama siswa. Dalam mentransfer pengetahuan kepada peserta didik. artinya siswa yang menanggapi serius materi itu atau hanya siswa yang tertarik saja yang akan menunjukkan bahwa dia dapat menanggapi indikator sang guru. Ada pola ajar yang mungkin tepat bagi guru untuk menyampaikan materi ajarnya. guru dituntut memberikan layanan terbaiknya agar materi yang diajarkan dapat tersampaikan dan tersalurkan secara tuntas.) dari suatu generasi ke generasi lain. guru tidak harus menerapkan satu strategi saja. terencana. dan indikator yang diharapkan dapat direspon positif oleh peserta didik. prinsip saja tetapi juga merupakan suatu proses penemuan. . Namun dalam satu waktu pertemuan. juga perlu penguasaan konsep materi yang akan diajarkan kepada siswa. lalu guru memberikan jawaban atas respon tadi dengan menyelipkan indicator yang ingin disampaikan. Dalam proses ini guru tak dapat dipisahkan dari proses perubahan afeksi siswa dalam belajar. dll. akal dan pikiran tersebut harus digunakan dan dimanfaatkan oleh manusia terutama guru sebagai agen perubahan tersebut. Sedangkan siswa yang masih mengambang pikirannya justru akan semakin tertinggal. Namun cara ini biasanya hanya akan menberikan hasil tidak maksimal. Selain tukar pikiran. pendidikan kita niscaya dilandasi oleh pengetahuan dari mulai dilahirkan dan sudah kita sepakati dan anut bersama.

Langkah berikutnya adalah menjelaskan secara detil materi yang akan dibahas pada waktu itu meliputi indicator yang harus dicapai oleh siswa pada waktu itu. dicatat guru. setiap kelompok siswa harus memikirkannya sendiri dan tidak keluar dari batasan materi yang diberikan pada waktu itu. Terakhir. Maksudnya agar terdapat keseragaman pemikiran nantinya. maka guru harus mengembalikan perdebagatn mereka ke materi semula. namun bukan berarti guru harus ikut memecahkan masalah tersebut. guru juga menghubungkan materi minggu lalu dengan topik yang akan dibahas pada waktu itu. Satu metode yang sesuai dengan tuntutan KTSP dapat dilakukan dengan menerapkan Peer Teching. Kemudian guru menerangkan secara umum tentang topik yang dibahas pada waktu itu. setelah melakukan apersepsi atau memberi salam dan melakukan pre test terhadap materi minggu lalu. maka setiap kelompok harus merumuskan hasil diskusinya dalam satu kesimpulan yang telah disepakati bersama. Setiap masalah baru yang muncul. artinya dalam satu kelompok terdapat siswa yang pintar sedang dan kurang pintar. semua masalah yang muncul pada waktu diskusi kelompok tersebut diberikan solusinya oleh guru. Dan guru mengevaluasi serta menyimpulkan semua masalah dan pemecahannya kepada seluruh anggota kelas. Hasil diskusi yang dibacakan di depan kelompok yang lainnya. sehingga pembelajaran biologi tersebut dapat dikatakan berhasil apabila terjadi perubahan daya pikIr terhadap suatu konsep yang telah ditetapkan. dalam pembelajaran biologi dibutuhkan pemahaman dari suatu konsep secara universal. Sementara kelompok yang lain memberikan tanggapan tentang hasil diskusi kelomok tersebut serta memberikan pendapat atau sanggahan kepada kelompok tersebut. Kemudian hasil diskusinya diserahkan ke guru dalam bentuk lembaran yang ditulis rapi. Bila ada yang menyimpang dari koridor. Mengenai pemecahan masalah tersebut. Dalam lembaran tersebut setiap kelompok diminta untuk memberikan pendapat menurut persepsi mereka sendiri masing-masing. Dalam diskusi tersebut di tuntut setiap anggota kelompok memberikan tanggapan serta pendapat mereka sendiri yang nantinya akan di satukan dalam satu kesimpulan yang mengerucut pada tujuan yang hendak dicapai dalam materi tersebut. Peran guru di sini adalah mengawasi serta mengamati kegiatan diskusi yang dilakukan setiap kelompok siswa. Sehingga terdapat satu pemahaman yang . Selanjutnya guru memerintahkan setiap kelompok satu per satu membacakan hasil diskusinya. Pembelajaran Biologi dapat dikatakan berhasil dan berkualitas dari segi proses apabila seluruh dan sebagai besar peserta didik terlibat aktif dalam proses pembelajaran dan mampu menyerap materi yang diajarkan. serta memberikan bantuan bila mereka mendapatkan kesulitan dalam halhal tertentu.Oleh karena itu. Cara pertama dalam menggunakan strategi ini yaitu. lalu satu pendapat didiskusikan sampai permasalahan yang di indikasikan terpecahkan. Selanjutnya siswa diberikan lembaran berisi tugas berupa pertanyaan untuk didiskusikan menurut pengetahuan yang mereka kuasai. Bila masing-masing setiap kelompok telah selesai melaksanakan semua instruksi yang ada dalam lembaran kerja tersebut. Kemudian guru membuat kelompok antar siswa secara merata.

dimarahi guru kalau kelompoknya tidak becus. dengan alasan anaknya kejam. ketika masih menjadi guru.seragam bagi setiap siswa. istilah ³tangan besi´ ini lebih banyak kidding-nya dari pada seriusnya«. Berikut ini yang saya terapkan di kelas 9 H SMP Santa Maria Pekanbaru T. Yang jelas. Alasannya macam-macam. Beri tugas/permasalahan dalam kelompok untuk dipecahkan secara bersama (siswa bekerja dalam kelompok. PENERAPAN PEER TEACHING DI KELAS Setahun yang lalu. 2009/2010. mereka serta merta menolak. di kelas 9 H sebetulnya banyak anak yang pandai dalam pelajaran Bahasa Inggris. dengan berbagai cara (termasuk salah satunya dengan bertangan besi« hehehe«) saya meyakinkan para ketua kelompok itu untuk tetap pada tugasnya. Pertimbangan selanjutnya adalah anak tersebut cukup punya potensi memimpin. dengan jumlah siswa 40 orang. sehingga ³rapor´ saya nyaris tidak digunakan. egois. Namun. Saya menjelaskan bahwa mereka nanti akan belajar bersama teman-temannya. Pertimbangan pertama dalam memilih ketua kelompok adalah anak yang menonjol dalam pelajaran Bahasa Inggris. siswa kelas 9 H adalah anak-anak yang baik.P. . Beri penghargaan per kelompok (Adi Wijaya) Ketika itu saya mengajar di kelas 9 H. dalam prakteknya. Catatan. begitu ditunjuk menjadi ketua kelompok. Saya menerapkan beberapa aturan main lengkap dengan konsekuensinya. Namun. Langkah pertama: Saya membagi kelas menjadi 10 kelompok dengan anggota yang heterogen. Lucunya. isinya pantauan terhadap kelompok yang tidak kondusif dalam belajar. maka itulah yang saya jadikan point utama. blah blah blah« Ada yang tidak mau dengan Si B karena kebetulan sedang bermasalah. para anggota juga tidak kalah cerewetnya. bagian dari langkah pertama yang saya rasa paling penting: aturan main. Beri tes/kuis 4. diabaikan oleh teman-temannya. Aturan main ini saya sesuaikan dengan kondisi kelas saat itu. mereka (sama seperti saya pada waktu seusia mereka) merasakan beratnya tanggung jawab memimpin dan mengelola sekelompok orang. yang langkah-langkahnya adalah sebagai berikut: 1. Saya membuat ³rapor´ di white board. namun. Berikutnya. dan lain sebagainya. Karena saya yang menyusun keanggotaan ±berdasarkan rangking di kelas-. Bentuk kelompok beranggotakan 5-6 siswa (kemampuan siswa heterogen) 2. namun. maka mereka tidak bisa suka-suka memilih teman (dan kemudian nanti mengabaikan belajarnya). saya mengalami bahwa anak-anak 9 H aktif dalam kondisi belajar seperti itu. Di lain pihak. dan akan diuji. saya menerapkan tangan besi saya (suer. Saya memerincikan apa yang kira-kira akan dibuat dalam kegiatan tersebut.). saya mencoba menerapkan model belajar ³Peer Teaching´. Mejadi ketua kelompok terkadang malah jadi korban. Karena anak 9 H pada umumnya bermasalah pada kondusivitas belajar. Saya memilih ketua kelompok. Akhirnya. Terakhir guru memberikan tugas kepada siswa untuk merangkum semua penjelasan guru tadi untuk dikumpulkan sebagai post test bagi siswa. Lagi-lagi. Dalam beberapa buku teks model belajar seperti ini disebut juga ³Cooperatif Script´. saling bantu membantu) 3. Ada yang tidak mau bila mendapatkan ketua Si A. saya berani mencoba menerapkan teknik ini karena saya melihat kemauan belajar mereka dari balik perilakunya yang ³ribut´ dan ³tidak bisa diam´ itu. seperti kebanyakan anak kelas 9 lainnya mereka sulit diam.

Saya sendiri berkeliling untuk mengawasi (dan terus terang. teman-temannya satu kelompoklah yang harus menjawab. Memang mungkin ada kekawatiran para juri tidak jujur. tapi yang jelas saya malah merasa sangat surprised dengan apa yang ada di depan saya. . sebenarnya mendapat manfaat yang lebih daripada teman-temannya. lengkap dengan teman-teman mereka yang tidak kalah seriusnya. sehingga saya tidak menemukan masalah itu. Saya ingat. Tidak ada lagi anak yang ngobrol sendiri. kelompok A ada anak 20 besar (sebut saja ³nomor 1´). ada anak 30 besar (³nomor 2´). Jadi. sehingga mereka tidak bisa menguntungkan kelompoknya atau merugikan kelompok tertentu. Soal saya sesuaikan dengan materi dasar yang saya tetapkan pada para ketua kelompok untuk mengajarkannya pada teman-temannya. Saya juga sudah menyiapkan soal dengan tingkat kesulitan yang bertahap. jadi. ³Para murid´ juga tidak kalah menakjubkannya. Selanjutnya juri menilai apakah jawaban temannya benar atau salah. saya sendiri takjub dengan apa yang saya lihat di kelompok-kelompok itu. kita belajar dua kali. prinsipnya kelompok itu adalah kelompok heterogen.Langkah kedua: saya memberi tutorial pada para ketua kelompok tentang materi ³If-Clause´. Sebaliknya. kemudian memberi sekor. Pembuat soal adalah saya. Ada juga ketua kelompok yang ³kejam´. tapi. itu karena para ³guru´ dan ³murid´ yang saling berdiskusi. Makanya. menuliskan jawabannya di selembar kertas kecil. mendengarkan saja pun belum tentu! Saya tidak tahu apa yang mereka pikirkan mengenai cara belajar itu. Tapi. Hmm« memang berat ya. perlu saya jelaskan bahwa saya sudah membedakan tiap-tiap anggota kelompok menurut rangking. bahkan ada juga yang bertanya! Hhmm« kalau yang menerangkan gurunya. Saya menayangkan soal di proyektor. Kelas memang buzzing. menyerahkannya pada para juri. dan mulai menjadi guru bagi teman-teman sekelompoknya (makanya namanya peer±teaching). Tapi saya lebih senang menyerahkan pada para juri untuk memutuskan. mengambil foto-foto. bila dirasa perlu. mungkin bisa juga mengacak para juri. jangankan bertanya. dan 40 besar (³nomor 3´). Langkah ketiga: Para ketua kelompok itu masuk ke dalam kelompok. hehehe«. mudah ± sedang ± sukar. Sementara itu. syukurlah para juri adalah anak-anak yang kompetitif namun punya integritas. Saat itu saya menggunakan waktu saat temanteman mereka harus mengikuti tes remedi. Oh ya. untuk anak SMP.Clause itu. Langkah ke empat: di langkah ke empat ini pada dasarnya saya melakukan evaluasi. Namun. Mereka dengan sportif mengatakan bahwa teman mereka salah dan tidak mendapat nilai. Di kelas 9 H. Evaluasinya bukan tes tertulis. mereka memperhatikan dengan tekun. Yang saya tekankan adalah mereka harus membuat teman-teman mereka mampu memahami materi dasar tentang If. Tentu saja ada batasan waktunya. Para ketua kelompok sekarang harus keluar dari kelompok. semua anak nomor 3 (hanya anak-anak nomor 3 saja) yang merasa bisa silahkan maju. yang saya pahami dari teknik belajar peer teaching ini adalah falsafah berikut ini: dengan mengajar. teman-temannya ditanyainya satu per satu sampai hapal (tentang pattern If-Clause).). Saya sampaikan bahwa dari pemahaman teman-temannya itulah mereka akan dinilai. beginilah kira-kira pelaksanaannya: saya menyebutkan bahwa soal nomor 1 ini untuk anak nomor 3 (dari tiap-tiap kelompok). ³Guruguru kecil´ itu saya ingat serius sekali dalam mengajar. Ada juga ketua kelompok yang telateeeeen sekali menjelaskan sampai hal yang sekecil-kecilnya. Karena kelompok itu adalah kelompok yang cepat menguasai Bahasa Inggris maka tidak terlalu sulit untuk membuat mereka memahami materi. Mereka menjadi juri dan penentu nilai. Di monitor saya sendiri juga sudah menyiapkan jawabannya. Tentu saja dengan kondisi belajar mengajar di Indonesia yang super ketat dan super padat saya harus mencari waktu ekstra untuk itu. tetapi berupa Cerdas Cermat antar kelompok. Jadi.

Kondisi belajar mengajar di sekolah-sekolah di Indonesia pada umumnya adalah materi yang membludak dengan waktu yang sedikit (apalagi di kelas 9). II. Tidak ada lagi anak yang itu-itu saja yang menjawab. sementara teman yang lainnya ³bersembunyi´. Teknik ini merupakan salah satu yang bisa mengusir kejenuhan anak dalam belajar. Saya memang ³kelelahan´ menyiapkan bahan. saya merasakan adanya keinginan untuk berkompetisi. baik ketua kelompok maupun anggota-anggotanya.Setelah selesai. saya malah jauh lebih bangga dan bahagia dengan hasil kualitatif seperti yang saya lihat di atas. Belajar juga tidak harus mendengar ceramah dari guru. saya merasakan kepuasan dan kebanggaan. Dan ternyata. Bagi saya sebagai guru (waktu itu) teknik mengajar seperti ini membuat setiap detik dalam waktu saya di dalam kelas menjadi lebih berharga. teman-temannya juga sedari awal menolak dia dipilih menjadi ketua. karena sifatnya yang ³kejam´. Si cerewet ini merasa tidak pede menjadi ketua. Yang membuat saya terkejut adalah. menjawab pertanyaan. Ternyata simbiose yang aneh ini malah membawa kelompok ini menjadi Juara I! Saya tidak tahu persis proses kimiawi apa yang berlangsung selama mereka belajar bersama. Model belajar seperti ini juga membantu membuka paradigma anak. Dan sebaliknya. dan itu berarti mereka telah belajar sesuatu. Teknik Cerdas-Cermat yang saya pilih nampaknya membuat anak-anak lebih bersemangat. Namun waktu itu saya mengambil resiko itu. PENUTUP Ketika itu yang saya rasakan sebagai guru dalam mengajar dengan teknik ³Peer Teaching´ ini adalah saya malah tidak lelah secara emosional. Belajar dengan cara ini mungkin menumbuhkan rasa tanggung jawabnya. Seingat saya runner-up nya pun dipegang oleh kelompok yang ketuanya agak nyleneh. sekarang menjadi bersemangat untuk maju. Saya terbantu dalam mengajarkan teknik ini terutama karena anak-anak yang saya ajar sebetulnya SUKA BELAJAR. Saya tidak sempat menjaring pendapat para siswa tentang kegiatan belajar mengajar yang mereka jalani. dan III. namun. saya merasakan atmosfer yang lain pada saat saya menerapkan teknik ini. tapi itu malah membuat saya excited. Saya merasakan adanya semangat. yang jelas mereka sama-sama merasa bangga. hasilnya sepadan. Saya pikir. tanpa ini juga toh waktu sudah kurang.(db) . pemegang juara I adalah kelompok yang ketuanya sejak awal protes karena dirinya ditunjuk sebagai ketua. Paling suka ribut kalau belajar konvensional. bahwa belajar tidak harus melulu membuka buku dan membaca dengan diam. Hal-hal seperti ini agak jarang saya dapati (secara lebih klasikal) kalau saya mengajar dengan cara konvensional. tentu semua nilai dihitung. dan bahkan kemudian membuat pengajaran ulang. kemudian mempersiapkan kelompok inti. yang saya perhatikan adalah ada anak yang biasanya kurang menonjol. dan dicari juara I. Dan. Semua tertantang untuk menjawab. Model belajar seperti ini jelas membutuhkan waktu yang banyak. Dengan model belajar yang sepertinya ³rame´ ini tanpa disadari mereka menyerap suatu ilmu. anak bersemangat untuk belajar. dan jawabannya benar! Sebagai guru saya merasa sangat excited melihat hasil yang tidak terduga semacam ini! Dibandingkan dengan sekor nilai yang mereka dapat. Hanya saja selama ini mereka jenuh dengan suasana belajar. jadi apa bedanya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful