PERJANJIAN KERJA SAMA ANTARA DINAS KESEHATAN KABUPATEN SLEMAN DENGAN RUMAH SAKIT UMUM MITRA PARAMEDIKA TENTANG

PELAYANAN KESEHATAN BAGI PESERTA PROGRAM JAMINAN KESEHATAN MASYARAKAT (JAMKESMAS) TAHUN 2011 Nomor : Nomor : 103/RS-MP/XII/2010 Pada hari ini Kamis tanggal tiga puluh bulan Desember tahun dua ribu sepuluh, bertempat di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman yang bertanda tangan dibawah ini : I. dr. MAFILINDATI NURAINI, M.Kes. : Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, yang No.6 Sleman Desember Pengangkatan Pedoman Kesehatan (Jamkesmas) Tahun Beran, berkedudukan dan Tridadi, Keputusan Nomor 2009 Kepala Sleman, Bupati : tentang Dinas Jaminan yang berkantor di Jalan Rorojonggrang berdasarkan

02/Kep.KDH/D.4/2009 tanggal 17

Kesehatan Kabupaten Sleman dan Pelaksanaan Masyarakat 2010

untuk selanjutnya disebut PIHAK II. dr. NUR SETYAWAN EKOSUSILO PERTAMA. : Direktur Rumah Sakit Umum Mitra Paramedika dan Ngemplak yang di berkedudukan Jalan Raya Kemasan,
Halaman 1

berkantor

dalam hal ini bertindak dalam Nomor : jabatannya Surat tersebut Keputusan berdasarkan 57/02/SK/YMP/XI/2008 Tanggal 1 November 2008. Halaman 2 . 3. 2. Keputusan Bupati Sleman Nomor 382/KEP.KDH/A/2010 tentang Peserta Program Jaminan Kesehatan Masyarakat Tahun 2011.Widodomartani-Ngemplak-SlemanYogyakarta. yang untuk selanjutnya disebut PIHAK KEDUA. PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA yang selanjutnya disebut PARA PIHAK telah sepakat mengadakan perjanjian kerja sama dalam rangka Tahun 2011 dengan ketentuan-ketentuan sebagai berikut: Pasal 1 Dasar Hukum Dasar perjanjian ini sebagai berikut : 1. Surat Edaran Menteri Kesehatan Nomor 1217/MENKES/E/XII/2009 tanggal 15 Desember 2009 tentang Edaran Program Jamkesmas bagi penghuni Panti Sosial. Korban Bencana dan penghuni Lapas dan Rutan. pelayanan kesehatan bagi peserta program Jaminan Kesehatan Masyarakat (JAMKESMAS) Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 686/MENKES/SK/VI/2010 tentang Pedoman Pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Masyarakat Tahun 2010.

Halaman 3 . jenis pelayanan kesehatan dan pemberian resep obat sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 686/MENKES/SK/VI/2010 tentang Pedoman Pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Masyarakat Tahun 2010. pelayanan gawat darurat. dan “one day care (odc)” sesuai dengan kebutuhan medis dan ketentuan pelayanan medis bagi peserta JAMKESMAS berdasarkan tentang Keputusan Menteri Kesehatan Program Nomor Jaminan 686/MENKES/SK/VI/2010 tersebut.Pasal 2 Penunjukan Pelayanan Kesehatan PIHAK PERTAMA menunjuk PIHAK KEDUA untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi peserta JAMKESMAS meliputi rawat jalan tingkat lanjutan (RJTL). rawat inap tingkat lanjutan (RITL). PASAL 4 Ruang Lingkup Pelayanan Kesehatan (1). dan PIHAK KEDUA menerima penunjukan meliputi pelayanan kesehatan bagi peserta JAMKESMAS berdasarkan Keputusan Bupati Sleman Nomor 382/KEP. Ruang lingkup pelayanan kesehatan oleh PIHAK KEDUA dalam Perjanjian ini Pedoman Pelaksanaan Kesehatan Masyarakat Tahun 2010.KDH/A/2010 tentang Peserta Program Jaminan Kesehatan Masyarakat Tahun 2011. Pasal 3 Maksud dan Tujuan (1). tata laksana pelayanan kesehatan. (2). Maksud dari Perjanjian ini adalah sebagai dasar pelaksanaan bersama PARA PIHAK dalam memberikan Pelayanan Kesehatan kepada peserta JAMKESMAS yang telah ditetapkan oleh Bupati Sleman berdasarkan kuota Menteri Kesehatan. Tujuan Perjanjian ini adalah untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada peserta JAMKESMAS.

manajemen pelayanan. Apabila PIHAK KEDUA memberikan pelayanan kesehatan diluar ketentuan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 686/MENKES/SK/VI/2010 tentang Pedoman Pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Masyarakat Tahun 2010. Halaman 4 . Melakukan pengaturan penempatan terhadap verifikator yang diusulkan kepada PIHAK KEDUA. maka biaya pelayanan tersebut menjadi tanggung jawab PIHAK KEDUA. Kementerian Kesehatan kepada b. melakukan sosialisasi Pedoman Pelaksanaan Jaminan Kesehatan Masyarakat Tahun 2010. Melakukan tugasnya. c. b.(2). PERTAMA berkewajiban: Memfasilitasi perbedaan pendapat/perselisihan antara verifikator dengan PIHAK KEDUA bersama pihak terkait atau meneruskan ke tingkat propinsi. Pasal 5 Hak dan Kewajiban Pihak Pertama (1). Memperoleh laporan pelayanan dan tembusan berkas klaim dari PIHAK KEDUA. Bersama PIHAK KEDUA. c. Menempatkan verifikator untuk melakukan verifikasi atas manajemen kepesertaan. d. PIHAK a. pengawasan terhadap verifikator dalam melaksanakan Melakukan rekapitulasi keuangan/pembiayaan pelayanan kesehatan yang diterima oleh PIHAK KEDUA dari Kementerian Kesehatan. PIHAK PERTAMA berhak : a. dan manajemen keuangan PIHAK pemberian pelayanan kesehatan dan kesesuaian besarnya klaim biaya yang akan di bayarkan oleh KEDUA. (2).

. Halaman 5 f. Mengajukan klaim tagihan atas biaya pelayanan kesehatan yang telah diberikan kepada peserta JAMKESMAS tahun 2011. h. Mempersiapkan yang berlaku. PIHAK KEDUA berhak : pelayanan yang telah dilaksanakan terhadap peserta sesuai Pedoman Pelaksanaan JAMKESMAS tahun 2010. Menyerahkan Dokumen verifikasi kepada verifikator paling lambat tanggal 5 setiap bulannya. a. lebih dari tanggal tersebut menjadi tanggung jawab PIHAK PERTAMA dan verifikator tahun 2012. c. Menyerahkan klaim tagihan biaya pelayanan kesehatan kepada Verifikator/Tim Verifikasi untuk diverifikasi. Mengajukan usul/keluhan sehubungan penyelenggaraan program JAMKESMAS dalam upaya peningkatan pelayanan. e.Pasal 6 Hak dan Kewajiban Pihak Kedua (1). Menyerahkan verifikasi klaim terakhir per 31 Desember 2011. PIHAK KEDUA berkewajiban : peserta sesuai dengan a. (2). Memberikan bantuan sepenuhnya kepada Verifikator/Tim Verifikasi untuk dapat melakukan tugas sebagaimana mestinya. g. sumberdaya manusia yang berkompeten untuk memberikan pelayanan kesehatan sesuai dengan standar ketenagaan d. c. Menyampaikan laporan pelayanan JAMKESMAS PPK kepada PIHAK PERTAMA sebelum tanggal 5 setiap bulannya. Memberikan pelayanan kesehatan kepada kebutuhan medis dan standar pelayanan kesehatan yang berlaku yang mengacu kepada Pedoman Pelaksanaan JAMKESMAS Tahun 2010. Memperoleh pembayaran dari Kementerian Kesehatan atas biaya b. pelayanan gawat darurat dan “one day care” (ODC) sesuai dengan standar pelayanan kesehatan yang berlaku. b. Menyediakan fasilitas pelayanan rawat jalan tingkat lanjutan (RJTL) rawat inap tingkat lanjutan (RITL) kelas III.

PIHAK KEDUA ke Tim Pusat/Kementerian Tingkat (2). Dalam hal PIHAK KEDUA secara nyata terbukti melakukan hal-hal sebagai berikut: a. Pembayaran sebagaimana dimaksud pada ayat 1 dilakukan oleh Tim Pengelola Jaminan Kesehatan Masyarakat Tingkat Pusat/Kementerian Kesehatan melalui Bank yang ditetapkan oleh PIHAK KEDUA. Tidak melayani peserta JAMKESMAS Tahun 2011 sesuai dengan ketentuan yang berlaku. b. Tidak memberikan fasilitas dan pelayanan kesehatan sesuai yang berlaku.Pasal 7 Tarip Pelayanan Besarnya tarip pelayanan kesehatan yang dapat diajukan oleh PIHAK KEDUA sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 686/MENKES/SK/VI/2010 tentang Pedoman Pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Masyarakat Tahun 2010. Klaim tagihan yang sudah diverifikasi diajukan oleh Pengelola Jaminan Kesehatan Masyarakat Kesehatan untuk dibayar kepada PIHAK KEDUA. Halaman 6 . Pasal 8 Tata Cata Pengajuan Tagihan Pengajuan tagihan dilaksanakan berpedoman pada ketentuan sebagaimana diatur dalam Pedoman Pelaksanaan Jaminan Kesehatan Masyarakat Tahun 2010. Pasal 10 Sanksi (1). Pasal 9 Pembayaran Klaim Tagihan (1).

Pasal 11 Jangka Waktu Perjanjian (1). 3 (tiga) bulan sebelum berakhirnya jangka waktu Perjanjian (2). PARA PIHAK sepakat bahwa segala perselisihan yang timbul akibat pelaksanaan perjanjian ini akan diselesaikan secara musyawarah untuk mencapai mufakat. maka Perjanjian ini berakhir dengan sendirinya. PIHAK PERTAMA berhak mengusulkan kepada Tim Pengelola Jaminan Kesehatan Masyarakat Tingkat Pusat/Kementerian Kesehatan untuk mengenakan denda sebesar nilai tagihan biaya pelayanan kesehatan 3 (tiga) bulan terakhir yang sudah dibayarkan oleh Tim Pengelola Jaminan Kesehatan Masyarakat Tingkat Pusat/Kementerian Kesehatan kepada PIHAK KEDUA. Halaman 7 . d. (2). Perjanjian Kerjasama ini berlaku sampai dengan 31 Desember 2011.c. Maka PIHAK PERTAMA berhak untuk mengusulkan penangguhan pembayaran atas tagihan biaya pelayanan kesehatan yang diajukan oleh PIHAK KEDUA. Selambat-lambatnya Kerjasama ini. PARA PIHAK sepakat saling memberitahukan maksudnya apabila hendak memperpanjang Kesepakatan Bersama ini. Apabila selambat-lambatnya sampai dengan 1 (satu) bulan sebelum berakhirnya jangka waktu Perjanjian ini tidak ada surat pemberitahuan dari PIHAK PERTAMA untuk memperpanjang waktu Perjanjian. (3). Pasal 12 Perselisihan (1). Memungut biaya tambahan biaya pelayanan kesehatan kepada masyarakat peserta program Jaminan Kesehatan Masyarakat atau keluarganya. Tidak melakukan prosedur pelayanan sesuai Pedoman Pelaksanaan JAMKESMAS tahun 2010. Dalam hal PIHAK KEDUA membatalkan secara sepihak Perjanjian ini.

Apabila musyawarah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak tercapai kesepakatan maka PARA PIHAK sepakat untuk menyelesaikan melalui Pengadilan Negeri Sleman. Force Majeure adalah tindakan atau peristiwa yang menghambat atau menghalangi PARA PIHAK untuk melaksanakan kewajibannya dimana tindakan atau peristiwa tersebut di luar kekuasaan dan bukan kesalahan PARA PIHAK. c. yang tidak dapat melaksanakan kewajibannya karena adanya force (2). tanah longsor. Pihak majeure sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus menyampaikan kepada pihak lainnya secara tertulis. Pasal 14 Penutup (1). taufan. yang jelas-jelas dinyatakan sebagai force majeure oleh pejabat yang berwenang. letusan gunung berapi. serta PARA PIHAK tidak dapat menghindari atau mengatasi suatu peristiwa tersebut. Kebakaran dan ledakan (karena pengeboman). b. pemberontakan.(2). yang secara langsung mempengaruhi pelaksanaan perjanjian ini. Hal-hal yang belum diatur dalam perjanjian kerja sama ini akan diatur kemudian PARA PIHAK berdasarkan musyawarah dan kemudian oleh Halaman 8 . d. atau tindakan maupun keadaan yang timbul akibat perang. banjir. Perang. pemogokan. huru-hara. putusan badan peradilan. meliputi : a. Kerusuhan. Hukum. PASAL 13 Force Majeure (1). sabotase. demonstrasi yang disertai kekerasan. Bencana alam antara lain gempa bumi. atau peraturan/regulasi yang dibuat oleh pemerintah. selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari setelah terjadinya force majeure. e.

dengan ketentuan 2 (dua) rangkap masing-masing bermaterai cukup serta mempunyai kekuatan hukum yang sama. Biaya materai ditanggung PIHAK KEDUA. Perjanjian ini dibuat dalam 4 (empat) rangkap. NUR SETYAWAN EKOSUSILO dr. Segala perubahan.mencantumkannya dalam addendum (perjanjian tambahan) yang merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan dari perjanjian ini. PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA dr. (4).Kes Halaman 9 . (3). MAFILINDATI NURAINI. pencabutan atau pembatalan baik untuk sebagian atau keseluruhan terhadap hal-hal yang diatur dalam perjanjian ini hanya dilakukan atas persetujuan tertulis dari PARA PIHAK. M. (2).

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful