Nama Nim Jurusan

: Gosnard Lumbanraja : 08.287.0025 : Teknik geologi

BANJIR
Penyebab banjknknkkkknknknknknknknknknknknknknihjohuuhihhir ± Berbicara masalah banjir, sepintas yang terlintas di benak kita, sebagaimana yang sering kita lihat di berita-berita yaitu daerah kali ciliwung ± jakarta. Daerah tersebut sering sekali menjadi korban banjir dan berbagai daerah lainnya baik di jakarta maupun luar jakarta. Kalau kita mau mengkaji secara mendalam dan untuk mengantisipasi terjadinya banjir, sebenarnya banyak sekali faktor-faktor penyebab banjir, namun dari semua faktor tersebut tentunya ada juga cara menanggulangi banjir. Maka dari itu, lewat artikel ini duniabaca.com kutip dari berbagai sumber sedikit banyak tentang banjir, faktor penyebab terjadinya banjir serta bagaimana cara menanggulangi banjir agar supaya kita terbebas dari bencana tersebut. 1. Pengertian Banjir Menurut SK SNI M-18-1989-F (1989) dalam (Suparta (2004) dijelaskan bahwa Banjir adalah aliran yang relatif tinggi, dan tidak tertampung oleh alur sungai atau saluran. Aliran yang dimaksud disini adalah aliran air yang sumbernya bisa dari mana aja. Dan air itu ngeluyur keluar dari sungai atau saluran karena sungai atau salurannya sudah melebihi kapasitasnya. Kondisi inilah yang disebut banjir. 2. Jenis-jenis Banjir di Indonesia Menurut ahli hidrologi banjir-banjir di indonesia itu dibagi menjadi 3 jenis, antara lain:

A. Banjir karena sungainya meluap Banjir jenis ini biasanya terjadi akibat dari sungai tidak mampu lagi menampung aliran air yang ada disungai itu akibat debit airnya sudah melebihi. tempat itu ada dikanan kiri sungai yang biasanya merupakan daerah dataran banjir.luapan air ini bisa juga terjadi akibat kiriman,bila curah hujan tinggi di hulu sungai dan sistem DAS dari sungai itu rusak maka luapan airnya akan terjadi di hilir sungai

B. Banjir lokal.

Banjir ini merupakan banjir yang terjadi akibat air yang berlebihan ditempat itu dan meluap juga ditempat itu. Pada saat curah hujan tinggi dilokasi setempat dimana

Akibat dari peristiwa sedimentasi ini. Perubahan iklim menyebabkan pola hujan berubah dimana saat ini hujan yang terjadi mempunyai waktu yang pendek tetapi intensitasnya tinggi. Dataran banjir merupakan derah yang terbentuk akibat dari sedimentasi (pengendapan) banjir. Ada 2 faktor perubahan kenapa banjir terjadi Pertama itu perubahan lingkungan dimana didalamnya ada perubahan iklim. dataran banjir merupakan daerah yg subur bagi pertanian. Bisa terjadi dimana saja. Berdasarkan penelitian Diarniti (2007) jumlah vegetasi di denpasar pada tahun 1994 adalah 45. ketinggian muka air laut akan meningkat. ditempat yang tinggi maupun tempat yg rendah. tidak hanya air yang di bawa tapi juga tanah2 yang berasal dari hilir aliran sungai. makanya jngan heran kalau sewaktu-waktu hujan bisa sangat tinggi intensitasnya dan kadang sangat rendah. Sebenarnya banjir merupakan peristiwa yang alami pada daerah dataran banjir. Banjir akibat pasang surut air laut Saat air laut pasang. Selain melambat.86%. Akibat Global Warning/ pemanasan global menyebabkan terjadinya perubahan pada pola iklim yg akhirnya merubah pola curah hujan. bisa juga karena kondisinya lembab. perubahan geologi dan perubahan tata ruang. Berdasarkan analisis statistik data curah hujan dari tahun 1900 sampai tahun 1989 terhadap variansi hujan dengan menggunakan uji F dihasilkan bahwa telah terjadi . Faktor-Faktor Penyebab Banjir Pada dasarnya banjir itu disebabkan oleh luapan aliran air yang terjadi pada saluran atau sungai. Dataran banjir biasanya terbentuk di daerah pertemuan2 sungai. mengapa bisa alami??? Karena dataran banjir terbentuk akibat dari peristiwa banjir. C. klo gitu dah berkurang 27. Saat banjir terjadi.45% dari tahun 1994 sampai 2003. otomatis aliran air di bagian muara sungai akan lebih lambat dibandingkan bila saat laut surut. 3.kondisi tanah dilokasi itu sulit dalam melakukan penyerapan air (bisa karena padat. bila aliran air sungai sudah melebihi kapasitasnya (ditempat yang datar atau cekungan) maka air itupun akan menyebar kesegala arah dan terjadilah banjir. Dan kedua adalah perubahan dari masyarakat itu sendiri Hujan merupakan faktor utama penyebab banjir. Pada saat air jatuh kepermukaan bumi dalam bentuk hujan (presipitasi). Akibat keadaan ini saluran2 yg ada tidak mampu lagi menampung besarnya aliran permukaan dan tanah2 cepat mengalami penjenuhan. maka air itu akan mengalir ketempat yang lebih rendah melalui saluran2 atau sugai2 dalam bentuk aliran permukaan (run off) sebagian akan masuk/meresap kedalam tanah (infiltrasi) dan sebagiannya lagi akan menguap keudara (evapotranspirasi). mempunyai air tanah yang dangkal sehingga cocok sekali bagi pemukiman dan perkotaan. perubahan geomorfologi. dan bisa juga karena daerah resapan airnya tinggal sedikit) maka kemungkinan terjadinya banjir lokal akan sangat tinggi sekali.31% dan pada tahun 2003 itu 17.

tegalan. penebangan hutan menyebabkan terjadinya kenaikan aliran permukaan sebesar 624 mm/th. Sedangkan berdasarkan penelitian Onrizal (2005) di DAS Ciwulan. 60% dan 90%. sawah. Berdasarkan kajian LAPAN (2006) banjir yang terjadi di Jakarta Januari tahun 2002. dan juga meningkatkan persentase hujan menjadi direct run-off dari 53 % menjadi 63 %. Maros. agustus dan september lebih tinggi dari curah hujan yang terjadi pada saat bulan2 tersebut. Itu baru perhitungan yg di lakukan pada daerah hutan yg ditebang dimana masih ada tanah yang bisa meresapkan air Kembali lagi kita ke hutan yang digunakan sebagai sampel apabila ga ada vegetasi dan pengaruhnya terhadap aliran permukaan dan debit sungai. tanaman kopi 3%. Perubahan penggunaan lahan dan otomatis juga terjadi perubahan tutupan lahan ~penggunaan lahan itu ada pemukiman. Palembang. Memang.5%. 2006). Menurut Castro (1959) tingkat aliran permukaan pada hutan adalah 2. Kotaraja. Aliran permukaan terjadi apabila curah hujan telah melampaui laju infiltrasi tanah. Selain itu hasil penelitiannya juga menunjukkan bahwa apabila tanaman di bawah pohon hutan ~tanaman2 yg kecil2 tuh~ itu hilang akan menyebabkan peningkatan aliran permukaan yang mencapai 6.4%. tanah yang hilang dan . Akibat dari erosi ini tanah menjadi padat. 15% dan 0% akan menaikkan puncak banjir berturut-turut 12. Menurut Yuwono (2005) pengurangan luas hutan dari 36% menjadi 25%. Dalam makalah yang sama Yuwono (2005) juga mengungkapkan pengurangan luas hutan dari 36% menjadi 25%. Sedangkan kemampuan peresapan air pada DAS berhutan lebih besar 34. 15% dan 0% akan meningkatkan laju erosi sebesar 10%. banyak lapisan atas tanah yang hilang dan terangkut ke tempat-tempat yang lebih rendah. Branti. tp juga di sebabkan oleh perubahan penggunaan lahan dan penyempitan saluran drainase (sungai). kedua fenomena ini menyebabkan terjadinya peningkatan curah hujan diatas normal. Padang. Juni 2004 dan Februari 2007 bertepatan dengan fenomena La Nina dan MJO (Madden-Julian oscillation).7%. Onrizal (2005) juga mengungkapkan bahwa penebangan hutan menyebabkan berkurangnya air tanah rata-rata sebesar 53. Kupang. ladang dll sedangkan tutupan lahan itu vegetasi yang tumbuh di atas permukaan bumi menyebabkan semakin tingginya aliran permukaan.2 mm/bln.7% dan 90. juli. berdasarkan kesimpulan penelitian tersebut bukan hanya faktor iklim yang menyebabkan terjadinya banjir. Menurut Suroso dan Santoso (2006) dalam WWF-Indonesia (2007) perubahan penggunaan lahan sangat berpengaruh terhadap peningkatan debit sungai.7 m3/ha/blan. proses infiltrasi terganggu. Hasil penelitian Bruijnzeel (1982) dalam Onrizal (2005) yang di lakukan pada areal DAS Kali Mondoh pada tanaman hutan memperlihatkan bahwa debit sungai pada bulan mei. Hasil penelitian Fakhrudin (2003) dalam Yuwono (2005) menunjukkan bahwa perubahan penggunaan lahan di DAS Ciliwung tahun 1990-1996 akan meningkatkan debit puncak dari 280 m3/det menjadi 383 m3/det.perubahan intensitas hujan untuk lokasi Ambon.9 mm/bln di bandingkan dengan DAS tidak berhutan. dan Pontianak (Slamet dan Berliana. rumput 18% sedangkan tanah kosong sekitar 60%. ini membuktikan bahwa vegetasi sebagai pengatur tata air dimana pada saat hujan tanaman membatu proses infiltrasi sehinggaa air disimpan sebagai air bawah tanah dan dikeluarkan saat musim kemarau. 58.

yang mendirikan rumah di dekat sungai adalah para pendatang yang yang datang ke kota besar hanya dengan modal nekat. Karena pohon adalah salah satu penopang kehidupan di suatu ktoa. Menurut Priatna (2001) kerusakan tanah akibat terjadinya erosi dapat menyebabkan bahaya banjir pada musim hujan. . Memfungsikan sungai dan selokan sebagaimana mestinya. melarang membuat rumah di dekat sungai dan melarang orang-orang tanpa tujuan tidak jelas datang ke kota dalam jangka waktu lama atau untuk menetap. Itu sebabnya pemerintah harus tegas. Biasanya.terangkut inilah yang menjadi sedimentasi yang dapat mendangkalkan waduk2. jangan sampai fungsinya berubah menjadi tempat sampah. Menanam pohon dan pohon-pohon yang tersisa tidak ditebangi lagi. Apa yang akan terjadi? Pohon selain sebagai penetralisasi pencemaran udara di siang hari. Penanggulangan Banjir A. kapasitas daya tampung dari saluran irigasi tersebut menjadi lebih kecil yang akhirnya dapat menyebabkan banjir walaupun dalam kondisi curah hujan normal. bila sebuah kota tidak memiliki pohon sama sekali. Bila sudah tidak ada lagi pohon. B. keberadaan mereka bukannya membantu peningkatan perekonomian. sebagai pengikat air di saat hujan melalui akar-akarnya. setelah terjadi seperti itu. Larangan membuat rumah di dekat sungai. 4. Banyangkan. bisa dibayangkan apa yang akan terjadi bila hujan tiba. pendangkalan sungai atau waduk2 serta makin meluasnya lahan-lahan kritis. bendungan2 dan sungai2. Akibatnya. Karena sungai dan selokan merupakan tempat aliran air. C. merusak lingkungan. akan tetapi malah sebaliknya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful