P. 1
Definisi Hipertensi

Definisi Hipertensi

|Views: 69|Likes:

More info:

Published by: Kalifa Nurahmad Fauzi on Jan 27, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/11/2012

pdf

text

original

A.

Definisi Hipertensi Hipertensi adalah keadaan dimana seseorang mengalami peningkatan tekanan darah diatas normal atau kronis (dalam waktu yang lama). Hipertensi sebenarnya dapat diturunkan dari orang tua kepada anaknya. Jika salah satu orang tua terkena Hipertensi, maka kecenderungan anak untuk menderita Hipertensi adalah lebih besar dibandingkan dengan mereka yang tidak memiliki orang tua penderita Hipertensi. B. Diagnosis Hipertensi Secara umum seseorang dikatakan menderita hipertensi jika tekanan darah sistolik/diastoliknya melebihi 140/90 mmHg (normalnya 120/80 mmHg). Sistolik adalah tekanan darah pada saat jantung memompa darah ke dalam pembuluh nadi (saat jantung mengkerut). Diastolik adalah tekanan darah pada saat jantung mengembang dan menyedot darah kembali (pembuluh nadi mengempis kosong). Menurut WHO, di dalam guidelines terakhir tahun 1999, batas tekanan darah yang masih dianggap normal adalah kurang dari 130/85 mmHg, sedangkan bila lebih dari 140/90 mmHG dinyatakan sebagai hipertensi; dan di antara nilai tsb disebut sebagai normal-tinggi. (batasan tersebut diperuntukkan bagi individu dewasa diatas 18 tahun). C. Gejala-gejala hipertensi Mekanisme Terjadinya Hipertensi Gejala-gejala hipertensi antara lain pusing, muka merah, sakit kepala, keluar darah dari hidung secara tiba-tiba, tengkuk terasa pegal, dan lain-lain. Dampak yang dapat ditimbulkan oleh hipertensi adalah kerusakan ginjal, pendarahan pada selaput bening (retina mata), pecahnya pembuluh darah di otak, serta kelumpuhan. D. Klasifikasi Hipertensi Berdasarkan faktor penyebabnya 1. Hipertensi esensial atau primer Faktor diduga turut berperan sebagai penyebab hipertensi primer, seperti bertambahnya umur, stres psikologis, dan hereditas (keturunan). Kurang lebih 90% penderita hipertensi tergolong hipertensi primer sedangkan 10% nya tergolong hipertensi sekunder. 2. Hipertensi sekunder Hipertensi sekunder adalah hipertensi yang penyebabnya dapat diketahui, antara lain kelainan pembuluh darah ginjal, gangguan kelenjar tiroid (hipertiroid), penyakit kelenjar adrenal (hiperaldosteronisme), dan lain lain. Berdasarkan faktor akibat Hipertensi terjadi peningkatan tekanan darah di dalam arteri bisa terjadi melalui beberapa cara: y y Jantung memompa lebih kuat sehingga mengalirkan lebih banyak cairan pada setiap detiknya Terjadi penebalan dan kekakuan pada dinding arteri akibat usia lanjut. Arteri besar kehilangan kelenturannya dan menjadi kaku, sehingga mereka tidak dapat mengembang pada saat jantung memompa darah melalui arteri tersebut. Karena itu darah pada setiap denyut jantung dipaksa untuk melalui pembuluh yang sempit daripada biasanya dan menyebabkan naiknya tekanan.

Pada 70-80% kasus Hipertensi primer. jogging. Hal ini dapat dihubungkan dengan pengaruh stress yang dialami kelompok masyarakat yang tinggal di kota. dan keturunan. Saraf simpatis adalah saraf yang bekerja pada saat kita beraktivitas. Hubungan antara stress dengan Hipertensi. Apabila riwayat hipertensi didapatkan pada kedua orang tua. Hal ini terjadi jika terdapat kelainan fungsi ginjal sehingga tidak mampu membuang sejumlah garam dan air dari dalam tubuh. dapat mengakibatkan tekanan darah menetap tinggi. Hindari kebiasaan lainnya seperti merokok dan mengkonsumsi alkohol diduga berpengaruh dalam meningkatkan resiko Hipertensi walaupun mekanisme timbulnya belum diketahui pasti. dan banyak cairan keluar dari sirkulasi. Walaupun hal ini belum terbukti. arteri mengalami pelebaran. Walaupun belum dapat dijelaskan hubungan antara obesitas dan hipertensi esensial. apabila salah satunya menderita Hipertensi. serta konsumsi alkohol dan garam. saraf parasimpatis adalah saraf yang bekerja pada saat kita tidak beraktivitas. tetapi penyelidikan membuktikan bahwa daya pompa jantung dan sirkulasi volume darah penderita obesitas dengan hipertensi lebih tinggi dibandingan dengan penderita yang mempunyai berat badan normal. Pengobatan Hipertensi Olah raga lebih banyak dihubungkan dengan pengobatan hipertensi. Volume darah dalam tubuh meningkat. maka dugaan Hipertensi primer lebih besar. Dugaan ini menyokong bahwa faktor genetik mempunyai peran didalam terjadinya Hipertensi. Pengobatan hipertensi secara garis besar dibagi menjadi 2 jenis yaitu: 1. Pencegahan Hipertensi Hipertensi dapat dicegah dengan pengaturan pola makan yang baik dan aktivitas fisik yang cukup. jenis kelamin. Sedangkan yang dapat dikontrol seperti kegemukan/obesitas. Olah raga juga dapat digunakan untuk mengurangi/ mencegah obesitas dan mengurangi asupan garam ke dalam tubuh (tubuh yang berkeringat akan mengeluarkan garam lewat kulit). F. y Oleh sebab itu. Apabila stress berkepanjangan. Faktor lingkungan ini juga berpengaruh terhadap timbulnya hipertensi esensial. akan tetapi angka kejadian di masyarakat perkotaan lebih tinggi dibandingkan dengan di pedesaan. Hipertensi juga banyak dijumpai pada penderita kembar monozigot (satu telur).y Bertambahnya cairan dalam sirkulasi bisa menyebabkan meningkatnya tekanan darah. Berdasarkan penyelidikan. Peningkatan aktivitas saraf simpatis dapat meningkatkan tekanan darah secara intermitten (tidak menentu). diduga melalui aktivasi saraf simpatis. aerobic) yang teratur dapat memperlancar peredaran darah sehingga dapat menurunkan tekanan darah. karena olah raga isotonik (spt bersepeda. Pengobatan non obat (non farmakologis) . kurang olahraga. merokok. didapatkan riwayat hipertensi di dalam keluarga. Berdasarkan faktor pemicu. Maka tekanan darah akan menurun atau menjadi lebih kecil. jika aktivitas memompa jantung berkurang. E. kegemukan merupakan ciri khas dari populasi Hipertensi dan dibuktikan bahwa faktor ini mempunyai kaitan yang erat dengan terjadinya Hipertensi dikemudian hari. stress. sehingga tekanan darah juga meningkat. Hipertensi dibedakan atas yang tidak dapat dikontrol seperti umur.

hipertensi merupakan suatu keadaan tanpa gejala. Sedangkan pada keadaan dimana obat anti hipertensi diperlukan. gagal jantung. Angka yang lebih tinggi diperoleh pada saat jantung berkontraksi (sistolik). Pengurangan asupan garam secara drastis akan sulit dilaksanakan. misalnya 120/80 mmHg. tetapi lebih baik digunakan sebagai pelengkap pada pengobatan farmakologis. serangan jantung dan kerusakan ginjal. Berhenti merokok dan mengurangi konsumsi alkohol Secara umum. 5. Mengurangi asupan garam ke dalam tubuh.2. dibaca seratus dua puluh per delapan puluh. Nasehat pengurangan garam. dimana tekanan yang abnormal tinggi di dalam arteri menyebabkan meningkatnya resiko terhadap stroke. 3. pengobatan non farmakologis dapat dipakai sebagai pelengkap untuk mendapatkan efek pengobatan yang lebih baik. 4. Pengobatan non farmakologis diantaranya adalah : 1. yoga atau hipnosis dapat mengontrol sistem saraf yang akhirnya dapat menurunkan tekanan darah. Tekanan darah ditulis sebagai tekanan sistolik garis miring tekanan diastolik. Cara pengobatan ini hendaknya tidak dipakai sebagai pengobatan tunggal. Ciptakan keadaan rileks Berbagai cara relaksasi seperti meditasi. harus memperhatikan kebiasaan makan penderita. Melakukan olah raga seperti senam aerobik atau jalan cepat selama 30-45 menit sebanyak 3-4 kali seminggu. Pada pemeriksaan tekanan darah akan didapat dua angka. Diet rendah garam/kolesterol/lemak jenuh 2. angka yang lebih rendah diperoleh pada saat jantung berelaksasi (diastolik). Kategori Normal Normal tinggi Stadium (Hipertensi ringan) Stadium (Hipertensi sedang) Stadium (Hipertensi berat) Stadium (Hipertensi maligna) 4 3 2 1 Tekanan Darah Sistolik Dibawah 130 mmHg 130-139 mmHg 140-159 mmHg Tekanan Darah Diastolik Dibawah 85 mmHg 85-89 mmHg 90-99 mmHg 160-179 mmHg 100-109 mmHg 180-209 mmHg 110-119 mmHg 210 mmHg atau lebih 120 mmHg atau lebih . Pengobatan dengan obat-obatan (farmakologis) Pengobatan non farmakologis kadang-kadang dapat mengontrol tekanan darah sehingga pengobatan farmakologis menjadi tidak diperlukan atau sekurang-kurangnya ditunda. aneurisma.

± 24. sayuran. ada beberapa tips yang bisa dilakukan untuk pengontrolan diet sodium/natrium ini . 8 ± 14 mmHg untuk menstop hipertensi dan produk rendah lemak dengan kandungan lemak jenuh dan lemak total yang rendah Pembatasan asupan natrium ( Penurunan asupan natrium sampai tidak lebih dari 2 ± 8 mmHg seperti yang terdapat dalam 100 mmol/ hari ( setara dengan 2. Penanganan dan Pengobatan Hipertensi a. Diet Penyakit Darah Tinggi (Hipertensi) y Kandungan garam (Sodium/Natrium) Seseorang yang mengidap penyakit darah tinggi sebaiknya mengontrol diri dalam mengkonsumsi asinasinan garam. setiap hari dlam seminggu Penurunan asupan alcohol Pembatasan asupan alcohol sampai tidak lebih dari 2 2 ± 4 mmHg kali ( 30 ml etanol ) per hari pada pria dan 15 ml pada wanita atau orang dengan ukuran badan yang lebih ringan atau kecil. garam dapur ) Aktifitas fisik ( olahraga ) murni atau 6 garam natrium klorida ( garam dapur ) Melakukan aktifitas fisik aerobic rutin seperti jalan 4 ± 9 mmHg cepat ( paling kurang 30 menit/ hari.9 5 ± 20 mmHg/ 10 kg ) penurunan berat badan Mengadopsi pendekatan diet Konsumsi diet kaya dengan buah-buahan. Jangan meletakkan garam diatas meja makan .Modifikasi Rekomendasi Penurunan tekanan darah sistolik rata-rata Penurunan bobot badan Pertahankan berat badan ideal ( IMT/ BMI 18.4 gram natrium ikan asin. ( Bagi sebagian besar masyarakat Indonesia barangkali ini tidak terlalu menjadi masalah ) 2.

bawang dan bawang putih. makanan yang mengandung unsur omega-3 sagat dikenal efektif dalam membantu penurunan tekanan darah (hipertensi). mentimun. buah pare. melon. alpukat.y Pilih jumlah kandungan sodium rendah saat membeli makan Batasi konsumsi daging dan keju Hindari cemilan yang asin-asin Kurangi pemakaian saos yang umumnya memiliki kandungan sodium Kandungan Potasium/Kalium Suplements potasium 2-4 gram perhari dapat membantu penurunan tekanan darah. Buah dan sayuran yang mengandung potasium dan baik untuk di konsumsi penderita tekanan darah tinggi antara lain semangka. seledri. lidah buaya. . bligo. labu siam. labu parang/labu. Potasium umumnya bayak didapati pada beberapa buah-buahan dan sayuran. Selain itu.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->