SMA NEGERI 5 SURABAYA

Tugas Bahasa Indonesia
Analisis Cerita Rakyat
Fauzul Meiliani / 10 Feliciana Soenjoto / 11 Gabriellia Febrianti S / 12
11/14/2011

[Type the abstract of the document here. The abstract is typically a short summary of the contents of the document. Type the abstract of the document here. The abstract is typically a short summary of the contents of the document.]

Bawang Putih mencoba menyusuri sungai untuk mencarinya. Dengan pertimbangan dari Bawang Puith. membantu Bawang Putih untik membereskan rumah. Akhirnya.Bawang Merah Bawang Putih Jaman dahulu kala di sebuah desa tinggal sebuah keluarga yang terdiri dari Ayah. Namun Bawang Putih selalu melakukan pekerjaanya dengan gembira. Dengan putus asa dia kembali ke rumah dan menceritakanya kepada ibunya. Celakanya baju yang hanyut adalah baju kesayangan ibu tirinya. Awalnya ibu Bawang Merah dan Bawang Merah sangat baik kepada Bawang Putih. karena dia berharap suatu saat ibu tirinya akan mencintainya seperti anak kandungnya sendiri. atau hanya menemani Bawang Putih dan ayahnya mengobrol. ayah bawang Putih berpikir bahwa mungkin lebih baik ia menikah saja dengan ibu Bawang Merah. dan masih banyak pekerjaan lainya. Tentu saja ayah Bawang Putih tidak mengetahuinya. Di desa itu tinggal pula seorang janda yang memiliki anak bernama Bawang Merah. Sejak saat itu Bawang Merah dan ibunya semakin berkuasa dan semena-mena terhadap Bawang Putih. dan seorang gadis remaja yang cantik yang bernama Bawang Putih. Mereka kerap memarahi Bawang Putih dan memberinya pekerjaan berat jika ayah Bawang Putih sedang pergi berdagang. untuk mempersiapkan air mandi dan sarapan bagi Bawang Merah dan ibunya. ibu Bawang Merah sering berkunjung ke rumah Bawang Putih. Bawang putih sangat berduka demikian pula ayahnya. Bawang Putih hampir tidak pernah beristirahat. Pagi ini seperti biasa Bawang Putih membawa bakul berisi pakaian yang akan dicucinya di sungai. Bawang Putih segera mencuci semua pakaian kotor yang dibawanya. namun tidak berhasil menemukanya. Saking terlalu asyiknya. sementara Bawang Merah dan ibunya hanya duduk-duduk saja. Namun lama kelamaan sifat asli mereka mulai kelihatan. baju ibu tirinya telah hanyut terlalu jauh. Dia sering membawakan makanan. Semenjak ibu Bawang Putih meninggal. dan mencuci baju ke sungai. menyirami kebun. Bawang Putih harus mengerjakan semua pekerjaan rumah. Dengan bernyanyi kecil dia menyusuri jalan setapak di pinggir hutan kecil yang biasa dilaluinya. Suatu hari ayah Bawang Putih jatuh sakit dan kemudian meninggal dunia. . Ibu. Dia harus sudah bangun sebelum subuh. Ketika menyadari hal itu. Bawang Putih tidak menyadari bahwa salah satu baju telah hanyut terbawa arus. Lalu dia masih harus menyapu lantai. namun mereka hidup rukun dan damai. membereskan kamar. Kemudian dia harus memberi makan ternak. Mereka adalah keluarga bahagia. Hari itu cuaca sangat cerah. maka ayah Bawang Putih menikah dengan ibu Bawang Merah. Meski ayah Bawang Putih hanya pedagang biasa. supaya Bawang Putih tidak kesepian lagi. Namun suatu hari ibu bawang putih sakit keras dan akhirnya meninggal dunia. karena Bawang Putih tidak pernah menceritakanya.

Akhirnya Bawang Putih memilih labu yang paling kecil. kata Bawang Putih dengan tersenyum.! kata Bawang Putih. dan Bawang putih masih belum menemukan baju tersebut. Dia segera menyusuri sungai tempatnya mencuci tadi. Boleh nak. Bawang Putih pun merasa iba. apakah paman melihat baju merah yang hanyut lewat sini? Karena saya harus menemukan dan membawanya pulang. Hari sudah mulai gelap. Hingga akhirnya genap sudah seminggu. Apakah baju yang kau cari berwarna merah? tanya nenek. Sebentar lagi malam akan tiba. Dia memasang matanya. asal nenek tidak bosan saja dengnku. mungkin kau bisa mendapatkanya. Saya Bawang Putih nek. nenek pun memanggil bawang Putih. Dan aku senang karena kau anak yang rajin dan berbakti. Seorang perempuan tua membuka pintu.. Mengerti? Bawang Putih terpaksa menuruti keinginan ibu tirinya. Dan satu lagi. Tadi saya sedang mencari baju ibu saya yang hanyut. bagaimana? pinta nenek. Untuk itu sesuai janjiku kau boleh membawa baju ibumu pulang. Setelah jauh melangkah dan matahari sudah condong ke barat. Dan sekarang sudah malam. Bawang Putih berpikir sejenak. Maka Bawang Putih bertanya. Tentu saja nenek itu merasa senang. Bawang Putih segera menghampiri rumah itu dan mengetuknya. Sudah lama aku tidak mengobrol dengan siapapun. Ya tadi baju itu tersangkut di depan rumahku. terima kasih! kata bawang Putih segera berlari kembali menyusuri. Baiklah paman. sudah seminggu kau tinggal di sini. Baiklah aku akan mengembalikanyam tapi kau harus menemaniku dulu di sini selama seminggu. Baiklah nek. siapa tahu baju ibunya tersangkut disana. Ya tadi saya lihat nak. Nenek itu kelihatan kesepian.. Sayang.Dasar ceroboh! bentak ibu tirinya. Setiap hari Bawang putih membantu mengerjakan pekerjaan rumah nenek. Saya takut tidak kuat membawa yang . Aku tidak mau tahu. Permisi.. Dari kejauhan tampak cahaya lampu yang berasal dari sebuah gubuk di tepi sungai. Bawang Putih sudah mulai putus asa. Matahari sudah mulai meninggi. dengan teliti diperiksanya setiap juluran akar yang menjorok ke sungai. namun bawang Putih belum juga menemukan baju ibunya. Bawang Putih melihat seorang penggembala yang sedang memandikan kerbaunya. Mulanya Bawang Putih menolak diberi hadiah tapi nenek tetap memaksanya. padahal aku menyukai baju itu. pokoknya kamu harus mencari baju itu! Dan jangan berani pulang ke rumah kalau kau belum menemukanya. Selama seminggu bawang Putih tinggal dengan nenek tersebut. Bolehkah saya tinggal di sini malam ini? tanya Bawang Putih. Kalau kamu mengejarnya cepat-cepat. nenek menemukanya? tanya Bawang Putih. kata nenek. Nak. Wahai paman yang baik. saya akan menemani nenek selama seminggu. kata paman itu.. Ya nek. Siapa kamu nak? tanya nenek itu. Apa. kau boleh memilih satu dari dua labu kuning ini sebagai hadiah! kata nenek.

melainkan binatang-binatnag berbisa seperti ular. Nenek itu terpaksa menyuruh Bawang Merah memilih salah satu dari dua labu yang ditawarkan. Bawang Putih menyerahkan baju merah milik ibu tirinya sementara ia pergi ke dapur untuk membelah labu kuningnya. Seperti Bawang Putih.besar. Singkat kata akhirnya Bawang merah sampai di rumah nenek tua di pinggir sungai tersebut. Tidak seperti Bawang Putih yang rajin. Bawang Merah dan ibunya berencana untuk melakukan hal yang sama tapi kali ini bawang Merah yang akan melakukanya. mereka meyuruh Bawang Putih untuk pergi ke sungai. kalajengking. Nenek pun tersenyum dan mengantarkan Bawang Putih hingga depan rumah. Mendengar cerita Bawang Putih. Bawang Putih pun menceritakan dengan sejujurnya. Alangkah terkejutnya Bawang Putih ketika labu itu terbelah. Binatang-binatang itu langsung menyerang Bawang Merah dan ibunya hingga tewas. Bukankah seharusnya nenek memberiku labu sebagai hadiah karena menemanimu selama seminggu? tanya Bawang Merah. Tapi ternyata bukan emas permata yang keluar dari labu tersebut. Dengan cepat bawang Merah mengambil labu yang besar tanpa mengucapkan terima kasih dan dia melenggang pergi. Bawang Merah pun diminta untuk menemaninya selama seminggu. Sesampainya di rumah Bawang Merah segera menemui ibunya dan dengan gembira memperlihatkan labu yang dibawanya. Akhirnya setelah seminggu nenek itu membolehkan Bawang Merah untuk pergi. . Sesampainya di rumah. selama seminggu itu Bawang Merah hanya bermalas-malasan. Itulah balasan bagi orang yang serakah. Lalu dengan tidak sabar mereka mebelah labu tersebut. Karena takut Bawang Putih akan meminta bagian. di dalamnya ternyata berisi emas permata yang sangat banyak. katanya. dan lain-lain. Mereka memaksa bawang putih untuk menceritakan bagaimana bisa mendapatkan hadiah tersebut. Dia berteriak saking gembiranya dan memberitahukan hal ajaib ini ke ibu tirinya dan Bawang Merah yang dengan serakah langsung merebut emas dan permata tersebut. Kalaupun ada yang dikerjakan maka hasilnya tidak pernah bagus karena selalu dikerjakan dengan asal-asalan.

Nak. Malas .... Jahat ..1.. sudah seminggu kau tinggal di sini.Karena takut Bawang Putih akan meminta bagian. kata Bawang Putih dengan tersenyum.. selama seminggu itu Bawang Merah hanya bermalas-malasan....... Dan aku senang karena kau anak yang rajin dan berbakti.. asal nenek tidak bosan saja dengnku.Bawang Putih pun merasa iba...Mereka kerap memarahi Bawang Putih dan memberinya pekerjaan berat jika ayah Bawang Putih sedang pergi berdagang. Bawang Merah 3. Rajin . Aku tidak mau tahu.. Unsur Intrinsik a) Tema b) Penokohan No 1..Namun Bawang Putih selalu melakukan pekerjaanya dengan gembira.. Ibu Bawang Merah .. mereka meyuruh Bawang Putih untuk pergi ke sungai...Dia berteriak saking gembiranya dan memberitahukan hal ajaib ini ke ibu tirinya dan Bawang Merah yang dengan serakah langsung merebut emas dan permata tersebut. Jahat . pokoknya kamu harus mencari baju itu! Dan jangan berani pulang ke rumah kalau kau belum menemukanya.. Dasar ceroboh! bentak ibu tirinya..... saya akan menemani nenek selama seminggu. Suka menolong .. Tokoh Bawang Putih Watak Ceria .. Baiklah nek.Tidak seperti Bawang Putih yang rajin. Pelit .. : Penindasan oleh keluarga tiri 2. Serakah .

. Ya tadi saya lihat nak. Suka menolong .. kau boleh memilih satu dari dua labu kuning ini sebagai hadiah! kata nenek... Malas ..Dan satu lagi..... sementara Bawang Merah dan ibunya hanya duduk-duduk saja..Dia berteriak saking gembiranya dan memberitahukan hal ajaib ini ke ibu tirinya dan Bawang Merah yang dengan serakah langsung merebut emas dan permata tersebut. 4. 2. Nenek 6. y Waktu 1..Bawang Putih harus mengerjakan semua pekerjaan rumah. 3. .... Gubuk milik nenek . 2.. Serakah .. Bawang Putih sudah mulai putus asa... Pagi Pagi ini seperti biasa Bawang Putih membawa bakul berisi pakaian yang akan dicucinya di sungai.. mungkin kau bisa mendapatkanya....Hari sudah mulai gelap.. ayah bawang Putih berpikir bahwa mungkin lebih baik ia menikah saja dengan ibu Bawang Merah.... Paman Penggembala c) Setting y Tempat 1. Bijaksana .Dari kejauhan tampak cahaya lampu yang berasal dari sebuah gubuk di tepi sungai. Baik hati ..ibu Bawang merah sering berkunjung ke rumah Bawang Putih. supaya Bawang Putih tidak kesepian lagi. Kalau kamu mengejarnya cepat-cepat..Akhirnya. Malam .. Rumah Bawang Putih . Ayah Bawang Putih 5...Mengerti? . kata paman itu...... Sungai Pagi ini seperti biasa Bawang Putih membawa bakul berisi pakaian yang akan dicucinya di sungai.

Bawang Putih sangat berduka demikian pula ayahnya. c) Nilai Sosial Saling tolong menolong antar manusia sangat penting. 3..Hari sudah mulai gelap. . harus bersyukur dengan apa yang kita miliki. 3.. 2. karena manusia tidak dapat hidup sendiri.. dapat diambil nilai moral yaitu rajin bekerja dan tidak mudah putus asa. Sedih . walaupun salah satu dari keluarga kita adalah keluarga tiri kita. sehingga dapat menghasilkan sesuatu yang baik dan bermanfaat. Kita harus menyangangi keluarga kita. bahwa serakah sangat tidak berguna dan dapat merugikan kehidupan seseorang. Kita harus menolong orang yang kesusahan 4.. d) Nilai Religius Agama manapun tidak menganjurkan untuk berbuat serakah karena serakah dapat berakibat buruk pada orang yang memiliki sifat serakah. b) Nilai moral Dari cerita di atas dapat diambil nilai moral dari perilaku Bawang merah dan ibunya yang serakah. Misalnya yang jahat akan mendapat balasan yang buruk.Mereka adalah keluarga yang bahagia. sedangkan ynag baik akan mendapat balasan yang baik pula. Dalam menghadapi berbagai masalah di dunia ini... Kita tidak boleh serakah. Dari perilaku Bawang Putih. 2.. : Maju d) Alur e) Gaya Bahasa : Sinisme f) Amanat 1. Bawang Putih sudah mulai putus asa. kita harus menghadapinya dengan tersenyum 2.. dikenal dengan hukum karma. Tertekan . Nilai nilai kehidupan a) Nilai didaktif Dalam setiap kehidupan.. Bahagia .y Suasana 1..

Tetapi dia malas dan tidak mau bekerja. Bawang Putih tinggal bersama Ibu dan kakak tirinya. Sinopsis Bawang Putih adalah seorang anak yang baik hati. Disana ia bertemu dengan seorang nenek. Suatu ketika Bawang Putih sedang mencari baju ibunya yang hilang dan ia pun sampai di sebuah gubuk. Bawang Merah iri dan pergi ke gubuk nenek tersebut. Bawang putih mendapatkan sebuah labu dari nenek tersebut. Karena telah membantu nenek tersebut. isinya adalah hewan hewan berbisa seperti ular. dll. yaitu Bawang Merah. Saat dibuka. ternyata labu tersebut berisi emas dan perhiasanyang berlimpah. Akhirnya dia mendapat labu.3. kalajengking. tetapi setelah dibuka. sejak ayahnya meninggal. Akhirnya hewan hewan tersebut menyerang Bawang Merah dan ibunya hingga tewas . Lalu.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful