Seni rupa modern dan seni rupa Kontemporer A.

Sejarah
1) Seni rupa kontemporer
Pengertian “kontemporer” dibandingkan dengan istilah modern hanya sekedar sebagai sekat munculnya perkembangan seni rupa sekitar tahun 70-an dengan menempatkan seniman-seniman Amerika seperti David Smith dan Jackson Pollock sebagai tanda peralihan. Dalam seni rupa Indonesia, istilah kontemporer muncul awal 70-an, ketika Gregorius Sidharta menggunakan istilah kontemporer untuk menamai pameran seni patung pada waktu itu. Suwarno Wisetrotomo, seorang pengamat seni rupa, berpendapat bahwa seni rupa kontemporer pada konsep dasar adalah upaya pembebasan dari kontrak-kontrak penilaian yang sudah baku atau mungkin dianggap usang. Pendapat lain dari Yustiono, staf pengajar FSRD ITB, melihat bahwa seni rupa kontemporer di Indonesia tidak lepas dari pecahnya isu postmodernisme (akhir 1993 dan awal 1994), dimana sepanjang tahun 1993 menyulut perdebatan dan perbincangan luas baik di seminar-seminar maupun di media massa pada waktu itu. Sedangkan kaitan seni kontemporer dan (seni) postmodern, menurut pandangan Yasraf Amior Pilliang, pemerhati seni, pengertian seni kontemporer adalah seni yang dibuat masa kini, jadi berkaitan dengan waktu, dengan catatan khusus bahwa seni postmodern adalah seni yang mengumpulkan idiom-idiom baru. Lebih jelasnya dikatakan bahwa tidak semua seni masa kini (kontemporer) itu bisa dikategorikan sebagai seni postmodern, seni postmodern sendiri di satu sisi memberi pengertian, memungut masa lalu tetapi di sisi lain juga melompat kedepan (bersifat futuris).

2) Seni rupa modern
Ekspresi estetis terutama dalam seni lukis modern memberika kesempatan yang seluas-luasnya kepada seniman seni lukis untuk mengekspresikan idenya dengan berbagai cara yang tidak terbatas. Inilah yang sesungguhnya melanda dunia seni lukis pada saat ini. Obyek-obyek yang jumlahnya sangat banyak di alam ini merupakan ide-ide yang tak terbatas dalam pengolahan daya kreatif seniman. Pada perkembangan seni lukis modern dengan pengekspresian karya seni lukis secara estetis inilah karya seni menjadi sangat produktif dan kreatif, sedangkan tokoh-tokohnya sangat banyak baik di Indonesia maupun dimanapun tempat di dunia ini. Abad ke 19 merupakan periode pertama yang penuh arti dalam sejarah seni lukis modern. Pada masa itu bermunculan berbagai macam corak dan gaya seni lukis yang secara tidak langsung membedakan dengan sebelumnya. Yang

Kadang juga pop-art disebut realisme baru. Rusli. Kemudian Amerika Serikat dengan New York-nya juga memegang peranan penting. obyektivitas baru. sebagai penemuan dan pembaharuan akibat perkembangan teknologi yang mau tidak mau membawa pengaruh besar di bidang seni rupa. menurut ekspresi estetisnya. Die Bruke. yakni untuk menyebut kecendrungan internasional diantara pelukis dan pematung yang mengembalikan ide-ide mereka ke dunia obyek yang bisa diraba. karena ia merupakan pelukis yang mendapat pendidikan di barat dan dipengaruhi pelukis romantik Perancis Delacroix. Kemudian di Inggris dan Amerika Serikat lahir pop-Art. berkembang pula aliran baru yang dikenal dengan nama environtment-art dan happening-art. suprematisme. Ia bebas mengolah menurut kreatifitasnya. Pada masa kini seni lukis modern Indonesia bercorak abstrak.menjadi pusatnya mula-mula adalah Perancis dengan kota Parisnya. Corak lukisannya bermacam-macam sesuai dengan dinamika kreatifitasnya. Aliran ini menggambarkan kecendrungan menggunakan benda-benda seperti boneka. Para perintisnya adalah Sudjojono. Der Balu Reiter. maka lukisan yang dihasilkan tidak mesti obyek yang menimbulkan ide. sesuai denga tuntutan zamannya. neo-dadaisme. Abas Alibasyah. Jadi sesudah zamannya David yang merupakan permulaan seni lukis modern. Bila dipakai periodisasi sejarah seni rupa modern barat menurut Canaday. botol dan kaleng minuman serta barang rongsokan. dan sebagainya. bila seorang pelukis melihat suatu obyek. optical art. Perkembangan seni lukis Indonesia ditandai dengan beberapa periodisasi. ada yang menganggap bahwa seni lukis modern Indonesia dimulai dari Raden Saleh. kubisme. mesin-mesin. Namun perlu dijelaskan bahwa untuk disebut modern sebuah lukisan tidak harus abstrak. dimana sebetulnya pada . walaupun dari segi isi atau temanya berbeda. Seniman-seniman kreatif telah memanfaatkan dan mengeksploitasi bahan dan teknik-teknik baru hasil kemajuan ilmu dan teknologi abad ke 20. Seni lukis modern merupakan ekspresi estetis dari segala macam ide yang bisa diwujudkan oleh pelukis dalam bentuk-bentuk yang kongkrit dimana kebebasan serta sikap bathin pelukis sangat menentukan proses pembuatan lukisan. Daya dorong kearah perkembangan ekspresi estetis yang kreatif dan orisinal dimulai sejak tahun 1922. romantisisme kelompok Barbinson. impresionisme. Indonesia masih dalam suasana perjuangan melawan penjajah. Di indonesia Pada waktu Eropa dilanda pergolakan melawan tradisi. sehingga sulit mencari tanda kelahiran seni lukis modern. Basuki Reksobowo. kemudian disusul dengan munculnya aneka ragam gaya lukisan abad ke 20 seperti fauvisme. realisme. mulai dari David dengan aliran neoklasikisme. Ditinjau dari penggunaan material atau media pengungkapan nilai-nilai ide ekspresi estetis. sebagai reaksi terhadap semua jenis yang abstrak. Berbagai gejala yang timbul di Indonesia sebetulnya bagaikan refleksi yang telah terjadi di barat. Sesudah pop-art. Dimasa kini.

2) Punya gairah dan nafsu “3ocial3tic” yang berkaitan dengan matra 3ocial dan politik sebagai tesis. Kini seni lukis modern memberi kemungkinan yang tak terbatas. Seni rupa Modern Pengertian “modern” dalam terminologi seni rupa tidak bisa dilepaskan dari prinsip modernisme atau paham yang mendasari perkembangan seni rupa modern dunia sampai pertengahan abad ke-20. Kata “kontemporer” yang berasal dari kata “co” (bersama) dan “tempo” (waktu). omong kosong. Kontemporer itu artinya kekinian. anarki. Atau pendapat yang mengatakan bahwa “seni rupa kontemporer adalah seni yang melawan tradisi modernisme Barat”. Begitu pula dengan tarian. B. grafis. hingga aksi politik. Dari penafsiran seorang pelukis Jerman yang . tari. I. Ini sebagai pengembangan dari wacana pascamodern (postmodern art) dan pascakolonialisme yang berusaha membangkitkan wacana pemunculan indegenous art (seni pribumi). alias meleburnya batas-batas antara seni lukis. kriya. II. Lukisan kontemporer adalah karya yang secara tematik merefleksikan situasi waktu yang sedang dilalui.masa pertentangan ideologi sudah banyak pelukis yang melukis dengan objekobjek lukisan abstrak. teater. Misalnya lukisan yang tidak lagi terikat pada Rennaissance. Atau khasanah seni lokal yang menjadi tempat tinggal (negara) para seniman. Secara awam seni kontemporer bisa diartikan sebagai berikut: 1) Tiadanya sekat antara berbagai disiplin seni. jadi seni kontemporer adalah seni yang tidak terikat oleh aturan-aturan zaman dulu dan berkembang sesuai zaman sekarang. sebagai aktualitas berita yang fashionable. Seni rupa modern dunia memiliki nilai-nilai yang bersifat universal. demikian pula material hasil industri teknologi yang banyak mempengaruhi ekspresi estetis seniman dalam perkembangan seni lukis modern. 3) Seni yang cenderung diminati media massa untuk dijadikan komoditas pewacanaan. modern atau lebih tepatnya adalah sesuatu yang sama dengan kondisi waktu yang sama atau saat ini. 3ocia. patung. lebih kreatif dan modern. Pengertian Seni rupa kontemporer seni Kontemporer adalah salah satu cabang seni yang terpengaruh dampak modernisasi. Sehingga menegaskan bahwa seni kontemporer adalah karya yang secara tematik merefleksikan situasi waktu yang sedang dilalui.

Penggambaran tubuh renta lewat sulur-sulur garis yang mengalir. Dalam setiap ekspresi. Hans Hofmann menyatakan hanya seniman dan gerakan di Eropa dan Amerika yang mampu melahirkan seni rupa modern. . ia luluh dengan objekobjeknya bersama dengan empati yang tumbuh lewat proses pengamatan dan pendalaman. konsepsi poros Paris-New-York sebagai pusat perkembangan seni rupa modern. Prinsip tersebut melahirkan apa yang kita sebut dengan “Tradition of the new” atau tradisi “Avant-garde”. Modernisme meyakini gagasan progres karena selalu mementingkan norma kebaruan. Seni modern lahir dari dorongan untuk menjaga standar nilai estetik yang kini sedang terancam oleh metode permasalahan seni.tokoh dan karyanya I. maka terjadilah proses penuangan dalam lukisan seperti luapan gunung menuntaskan gejolak lavanya. Tokoh. Setelah empati itu menjadi energi yang masak. C.pindah ke Amerika Serikat sesudah Perang Dunia ke II. Seni rupa modern 1. namun akhirnya diterima masyarakat sebagai inovasi terbaru. gagasan atau konsep sebagai masalah yang utama dalam seni. selain garis-garis lukisanya memunculkan energi yang meluap juga merekam penghayatan keharuan dunia bathinnya. menekankan ekspresi penderitaan pengemis itu. Sedangkan bentuk. keaslian dan kreativitas. Lewat ekpresionisme. material dan objek seninya hanyalah merupakan akibat/efek samping dari konsep seniman. Seni modern dengan melahirkan Conceptual Art/ Seni Konseptual merupakan gerakan dalam menempatkan ide. pola lahirnya gaya seni baru pada awalnya ditolak. Dalam lukisan ini terlihat sesosok tubuh renta pengemis yang duduk menunggu pemberian santunan dari orang yang lewat. Affandi Lukisan Affandi yang menampilkan sosok pengemis ini merupakan manifestasi pencapaian gaya pribadinya yang kuat.

Objek-objek rongsok dan jelata selalu menggugah empatinya. Dalam konfigurasi objek-objek ini. komposisi yang dinamis. Namun dibalik kemuraman itu. Tangan menunjukkan sikap yang keras dalam berkarya dan merealisir segala idenya. semakin mempertajam suasana muram yang terbangun dalam ekspresi keseluruhan. maupun proses perjalanan keseniannya yang keras dan panjang. Kaki merupakan ungkapan simbolik dari motivasi untuk terus melangkah maju dalam menjalani kehidupan. kristalisasi pengalaman hidup yang keras dan empati terhadap penderitaan itu dapat terbaca. 2. Dalam berbagai pernyataan dan lukisannya. sekaligus petualang hidup yang penuh vitalitas. ia sering disebut sebagai seorang humanis dalam karya seninya. Dalam aliran ini seniman sebenarnya ingin mengungkapkan gejolak jiwanya yang terombang-ambing antara keinginan menghayati dan menyatakan dunia (imajinasi) ideal dan dunia nyata yang rumit dan terpecah-pecah. ia sering menggungkapkan bahwa matahari. Dinamika itu juga diperkaya dengan goresan spontan dan efek-efek tekstural yang kasar dari plototan tube cat yang menghasilkan kekuatan ekspresi. seniman cenderung . Simbol-simbol itu memang merupakan kristalisasi pengalaman dan sikap hidup Affandi. Dari petualangan penghayatan itu.Warna coklat hitam yang membangun sosok tubuh. Oleh karenanya. Lewat sosok pengemis dalam lukisan ini. tangan dan kaki merupakan simbol kehidupannya. vitalitas hidup yang kuat tetap dapat dibaca lewat goresan-goresan yang menggambarkan gerak sebagian figur lain. Matahari merupakan manifestasi dari semangat hidup. Affandi adalah penghayat yang mudah terharu. serta aksentuasi warna-warna kuning kehijauan sebagai latar belakang. Pilihan sosok pengemis sebagai objek-objek dalam lukisan tidak lepas dari empatinya pada kehidupan masyarakat bawah. Raden Saleh Lukisan Raden Saleh yang berjudul “Badai” ini merupakan ungkapan khas karya yang beraliran Romatisme.

lebih memberikan tekanan suasana yang dramatis. Dari sudut atas secercah sinar matahari yang memantul ke gulungan ombak. emosional. misterius. keberhasilan Raden Saleh diharapkan dapat membangkitkan perhatian orang Jawa pada kesenian nasional. lebih-lebih kaum terpelajar pribumi yang sedang bangkit nasionalismenya. orang Jawa didorong untuk mengerahkan kemampuannya sendiri. tetapi tematema lukisannya kaya variasi. Noto Soeroto dalam tulisannya “Bi het100” Geboortejaar van Raden Saleh (Peringatan ke 100 tahun kelahiran Raden Saleh). Kartono Yudhokusumo Kartono merupakan pelopor untuk genre lukisan dekoratif di Indonesia. Sebagai contoh adalah lukisan “Een Boschbrand” (Kebakaran Hutan). tetapi juga kehidupan manusia dan binatang yang bergulat dalam tragedi.mengungkapkan hal-hal yang dramatis. Dalam lukisan “Badai” ini. Dalam karya “Melukis di Taman”. tahu 1913. mengungkapkan bahwa dalam masa kebangkitan nasional. Perkembangan itu dimulai dari lukisanlukisan realismenya yang menggunakan warna-warna bebas. terlihat . dan imajiner. 3. Namun demikian para seniman romantisme sering kali berkarya berdasarkan pada kenyataan aktual. 1952 ini. Walaupun Raden Saleh belum sadar berjuang menciptakan seni lukis Indonesia. Karya-karya Raden Saleh tidak hanya sebatas pemandangan alam. Suasana tampak lebih menekan oleh kegelapan awan tebal dan terkaman ombak-ombak tinggi yang menghancurkan salah satu kapal. Untuk itu. dan “Een Overstrooming op Java” (Banjir di Jawa). Walaupun Raden Saleh berada dalam bingkai romantisisme. Akan tetapi. titik terang dalam bidang kebudayaan (kesenian) tak banyak dijumpai. “Een Jagt op Java” (Berburu di Jawa) atau pada “Gevangenneming van Diponegoro” (Penangkapan Diponegoro). dapat dilihat bagaimana Raden Saleh mengungkapkan perjuangan yang dramatis dua buah kapal dalam hempasan badai dahsyat di tengah lautan. dramatis dan mempunyai élan vital yang tinggi. tetapi dorongan hidup yang diungkapkan tema-temanya sangat inspiratif bagi seluruh lapisan masyarakat.

Dengan . Pengungkapannya dalam lukisan lewat konstruksi struktur bidang-bidang dengan latar belakang warna yang memancarkan berbagai karakter imajinatif. menjadi bagian penting diantara pohon-pohon dan binatang dalam taman yang penuh warna.D Pirous A. Hal menarik lagi yaitu. Oleh karena itu. sehingga objek-objek lebih banyak dapat dilukiskan. Pirous dikenal dengan karya-karyanya yang bernafaskan islami. Hal lain sebagai ciri genre lukisan ini adalah penggunaan perspektif udara (aerial perspective) yang memungkinkan cakrawala terlihat ke atas dan bidang gambar menjadi lebih luas. Namun demikian dalam kebanyakan genre corak dekoratif. Dalam bawah sadarnya seorang romantis selalu menghadirkan dunia ideal dari kontradiksi atau berbagai kenyataan yang terpecah-pecah. dari sudut lukisan yang sarat dengan objek dan kaya warna II.D. Berbagai warna cerah pada objek juga lebih mencerminkan intuisi pelukis dari pada kenyataan yang ada di alam. baik yang ada di depan maupun di latar belakang yang jauh. juga bisa menjelaskan romantisisme pada pelukisnya.bagaimana corak dekoratif itu benar-benar menjadi jiwa. pada sudut depan terlihat seorang laki-laki melukis model wanita dengan pakaian lebih modern di antara kerumunan wanita lain dalam pakaian kebaya. Semua objek dalam pemandangan itu digambarkan dengan rincian detail. ada kesadaran bahwa alam adalah kosmos dan manusia hanya merupakan titik bagian dari padanya. Besar kemungkinan tokoh sentral dalam karya-karyanya adalah manifestasi dunia ide yang dimunculkan. Seni rupa kontemporer 1) A. Dalam lukisan ini terungkap romantisme pelukis dengan membayangkan dunia utuh dan ideal. Wanita-wanita berkebaya yang bercengkrama dan berkasihan. Selain hal itu menunjukkan setting sosial yang berkaitan dengan gaya hidup. dalam lukisan ini ego sang pelukis yang begitu ideal pun hanya diletakkan dalam bagian kecil.

dan warna-warna tertentu. Al Baqarah: 22a). menyembul bagian dari potongan-potongan bidang oker yang mencitrakan suatu massa langit. dapat ditafsirkan sebagai cahaya keilahian yang menghubungkan langit dan bumi. 1990 ini. dan teknis tersebut akhirnya tidak hanya sekedar menempatkan Pirous sebagai pelukis kaligrafi yang handal. 1940 ini. pelukis ini sangat kuat sensibilitasnya terhadap komposisi dan pemahaman yang dalam berbagai karakter warna.prinsip penyusunan itu. ruang. maka garis yang serupa cahaya itu. Di antara imaji antara langit dan bumi itu suatu garis putih yang serupa cahaya membelah vertikal melewati kedalaman kosmos. Di bawah. saat yang lain bisa dalam warna redup yang syahdu. maka dalam karya “Tjap Go Meh”. Sentuhan ragam hias etnis Aceh. Pirous juga menghadirkan spiritualitas yang menyentuh. tetapi lebih jauh lagi mempertegas pencapaiannya sebagai pelukis spiritual islami 2) S. Dalam lukisan “Beratapkan Langit dan Bumi Amparan” (QS. Sebagai puncak kunci nafas spiritual itu. ataupun malam yang syahdu. juga memberikan nafas sosiokultural yang islami dalam lukisannya. suasana dalam lukisan dapat memantulkan senja yang temaram. dua bidang putih dengan kaligrafi Al Qur’an tegak menjadi pondasi yang kokoh untuk citra bumi. Sudjojono Jika pada lukisan “Di depan Kelamboe Terbuka” ekspresi Sudjojono terlihat sunyi tetapi mencekam . pagi yang jernih. medium. ia mengungkapkan emosinya dengan meluap-luap. sesuatu juga bisa muncul dalam kekayaan warna yang menggetarkan. pelukis ini sering membangun suasana alam untuk memberikan latar belakang yang kuat yang berhubungan dengan ayat-ayat Al Qur’an dalam lukisannya. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa Pirous juga berhasil mengembangkan seni lukis abstrak yang simbolis. Dalam lukisanlukisan yang lain. Nafas spiritual suatu ketika muncul dalam imaji warna yang terang. Di atas. yang memuat ornament-ornamen atau motif Buraq. Dalam lukisan . Semua eksploitasi ide. Latar belakang biru ultramarine membawa imaji tentang kedalaman kosmos yang tak terhingga. adalah aksentuasi kaligrafi Arab yang melafaskan ayat-ayat Suci Al Qur’an. Dengan berbagai karakter yang dapat dibaca lewat fenomena tekstual tersebut. Lewat penyusunan bidang-bidang.

banyak pengamat yang menempatkan Sudjojono sebagai Bapak Seni Lukis Indonesia 3) Fadjar Sidik Dalam lukisan “Dinamika Keruangan”. sedangkan di latar belakang berombak masa yang berarak dan menari dalam kegembiraan. diapit oleh seorang ambtenar yang berdasi dan seorang pemusik bertopeng buaya. Walaupun lukisan ini berukuran kecil. Ironi itu bisa sebatas pada karnaval yang meluapkan berbagai emosi secara absurd. merupakan implementasi dari perjuangan estetika yang mengandung moral etik kontekstualime dan nasionalisme. mendukung seluruh ekspresi yang absurd itu. Deformasi orang-orang dalam arakan dan warna-warnanya yang kuat. Dengan kapasitas kesadaran dan karya-karya yang diperjuangkan. Sudjojono dalam masa Persagi dan masa Jepang berusaha merealisir seni lukis Indonesia baru. namun Sudjojono benar-benar telah mewujudkan kredo jiwo ketoknya dalam melukis. Di samping itu. seperti yang sangat kuat disuarakan lewat tulisan-tulisan dan karyanya. Kedua masalah yang diperjuangkan tersebut. tekanan pemerintah kolonial yang makin keras pada para nasionalis. Lukisan Sudjojono “Di Depan Kelamboe Terbuka” dan “Tjap Go Meh” ini. Dengan semangat nasionalisme. selain dihadirkan suasana hiruk pikuk muncul nuansa ironi. Hal itu mengingat setting sosial tahun pembuatan karya. Jiwa semangat itu adalah menolak estetika seni lukis Mooi Indie yang hanya mengungkapkan keindahan dan eksotisme saja. 1969 ini. namun lebih jauh lagi bisa mengandung komentar ketimpangan sosial. Pada latar depan. Di sisi lain ada seorang kerdil yang berdiri tegak temangu-mangu.karnaval perayaan keagamaan Cina tersebut. menempatkan Sudjojono sebagai pemberontak estetika “Mooi Indie” yang telah mapan dalam kultur kolonial feodal. dia ingin membawa nafas baru pengungkapan seni lukis yang jujur dan empati yang dalam dari realitas kehidupan lewat ekpresionisme. . Sudjojono ingin membawa seni lukis Indonesia pada kesadaran tentang realitas sosial yang dihadapi bangsa dalam penjajahan. adalah pada masa depresi ekonomi. dan euphoria menjelang kedatangan Jepang. Dalam “Tjap Go Meh” ini terlihat spontanitas yang meluap tinggi. terlihat seorang wanita dalam tarian dan gandengan seorang bertopeng.

. karena Fadjar pada waktu itu berjuang sebagai seorang modernis dalam lingkungan seni lukis Yogyakarta yang masih kuat mengembangkan paradigma estetik kerakyatan. hal itu sama sekali bukan representasi religius yang berkaitan dengan nilai simbolik bulan penuh dan bulan sabit. Sikap sosial yang terkristal dalam konsep estetis itu. Ungkapan dalam lukisan ini merupakan salah satu dari manifestasi pencapaian abstrak murni yang telah melewati proses panjang dalam kreativitasnya. Pencapaian Fadjar Sidik sampai pada bentuk estetik ini menunjukkan sikapnya sebagai seorang modernis. Keputusan utntuk menciptakan bentuk-bentuk sendiri (ia sering menyebutnya sebagai desain ekspresif). atau karakterkarakter lain. tanpa merepresentasikan bentuk-bentuk apapun di alam. Sebagai seorang yang mempunyai bahan dasar modernis lewat lingkungan kultural keluarga dan pendidikan. bukan abstraksi bentuk ular dan sarangnya yang mempunyai nilai magis simbolik. Hal itu justru dilatabelakangi oleh kekecewaannya sebagai seorang romantis yang kehilangan dunia idealnya.Fadjar Sidik menampilkan ritme-ritme bentuk dari dua gugusan elemen visual dengan dominan warna hitam dan warna kuning oker. Di sela-sela susunan bentuk terdapat bulatan-bulatan merah yang memberikan aksentuasi seluruh ritme itu. keseimbangan. Jika dalam lukisan ini terdapat bentuk bulan dan sabit. ketegangan. ritme. Fadjar tetap lebih dahulu melewati proses mengabstraksi bentukbentuk alam yang disukainya. Pelukis ini lebih menekankan bagaimana dalam kanvasnya hadir ekspresi visual yang membuat dinamika. menempatkan Fadjar Sidik sebagai agen perubahan dalam seni lukis modern Indonesia. sehingga timbul klimaks yang menetaskan kelegaan. yaitu objek Bali yang telah berubah menjadi artifisial. Pemberontakan itu bisa lebih dilihat dengan makna sosial. Demikian juga dengan gugusan bentuk-bentuk segi empat dan geliat sulur garis hitam. merupakan sikap yang purna dari pencarian dan pemberontakan estetiknya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful