PENGARUH LABA KOTOR, LABA OPERASI DAN LABA BERSIH DALAM MEMPREDIKSI ARUS KAS DI MASA MENDATANG

(Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Indonesia)

SKRIPSI

Diajukan sebagai salah satu syarat untuk meyelesaikan Program Sarjana (S1) pada Program Sarjana Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro

Disusun oleh : MARISCA DWI ARIANI NIM. C2C606075

FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG 2010

PERSETUJUAN SKRIPSI

Nama Penyusun Nomor Induk Mahasiswa Fakultas/Jurusan Judul Skripsi

: Marisca Dwi Ariani : C2C606075 : Ekonomi/Akuntansi : PENGARUH LABA KOTOR, LABA

OPERASI DAN LABA BERSIH DALAM MEMPREDIKSI MENDATANG Perusahaan Indonesia) Dosen Pembimbing : Dr. H. Sugeng Pamudji, M.Si Akt. ARUS (Studi KAS DI MASA pada Efek

Empiris di Bursa

Manufaktur

Semarang, 12 Mei 2010 Dosen Pembimbing,

( Dr. H. Sugeng Pamudji, M.Si., Akt. ) NIP. 194901241980011001

ii

PENGESAHAN KELULUSAN UJIAN

Nama Mahasiswa Nomor Induk Mahasiswa Fakultas/Jurusan Judul Skripsi

: : : :

Marisca Dwi Ariani C2C606075 Ekonomi/Akuntansi PENGARUH LABA KOTOR, LABA

OPERASI DAN LABA BERSIH DALAM MEMPREDIKSI ARUS KAS DI MASA MENDATANG (Studi Empiris pada

Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Indonesia) Telah dinyatakan lulus ujian pada tanggal 27 Mei 2010 Tim Penguji : (...................................................) (...................................................) (...................................................)

1. Dr. Sugeng Pamudji, M.Si., Akt. 2. Puji Harto, SE, M.Si., Akt. 3. Drs. P. Basuki .H, MSAcc, MBA, Akt.

iii

PERNYATAAN ORISINALITAS SKRIPSI

Yang bertandatangan di bawah ini saya, Marisca Dwi Ariani, menyatakan bahwa skripsi dengan Judul : Pengaruh Laba Kotor, Laba Operasi dan Laba Bersih dalam Memprediksi Arus Kas di Masa Mendatang (Studi empiris pada Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Indonesia), adalah hasil tulisan saya sendiri. Dengan ini saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa dalam skripsi ini tidak terdapat keseluruhan atau sebagian tulisan orang lain yang saya ambil dengan cara menyalin atau meniru dalam bentuk rangkaian kalimat atau simbol yang menunjukkan gagasan atau pendapat atau pemikiran dari penulis lain, yang saya akui seolah-olah sebagai tulisan saya sendiri, dan/atau tidak terdapat bagian atau keseluruhan tulisan saya yang lain, tiru, atau yang saya ambil dari tulisan orang lain tanpa memberikan pengakuan penulis aslinya. Apabila saya melakukan tindakan yang bertentangan dengan hal tersebut di atas, baik sengaja maupun tidak, dengan ini saya menyatakan menarik skripsi yang saya ajukan sebagai hasil tulisan saya sendiri ini. Bila kemudian terbukti bahwa saya melakukan tindakan menyalin atau meniru tulisan orang lain seolaholah hasil pemikiran saya sendiri, berarti gelar dan ijasah yang telah diberikan oleh universitas batal saya terima.

Semarang, 12 Mei 2010 Yang membuat pernyataan,

( Marisca Dwi Ariani ) NIM : C2C606075

iv

ABSTRACT

This study aimed to provide empirical evidence on gross profit, operating profit and net income in predicting future cash flows by examining each variable. Through this research, we can know what income concept that is best in predicting cash flow. The object of research is the manufacturing companies listed in Indonesia Stock Exchange (IDX) from 2006 to 2008 who did not experience a loss, do not merge during the observation period, and consecutively registered during the observation period. The method used in the selection of objects in this study was purposive sampling. Analysis model used in this study is multiple regression analysis model performed with the aid of the computer program SPSS version 17.0 for Windows. The results of this study indicate that gross profit has the best ability as compared with operating income and net income in predicting future cash flows. Partially only variable that proved significant gross profit affect the dependent variable (cash flow). However, simultaneously gross profit, operating profit and net earnings have predictive ability for future cash flows.

Keywords: gross profit, operating income, net income, cash flow.

v

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan bukti empiris mengenai laba kotor, laba operasi, dan laba bersih dalam memprediksi arus kas di masa mendatang dengan menguji masing-masing variabel. Melalui penelitian ini, dapat diketahui konsep laba manakah yang paling baik dalam memprediksi arus kas. Objek penelitian adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dari tahun 2006 sampai 2008 yang tidak mengalami kerugian, tidak melakukan merger selama periode pengamatan, dan terdaftar secara berturut-turut selama periode pengamatan. Metode yang digunakan dalam pemilihan objek pada penelitian ini adalah purposive sampling. Model analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah model analisis regresi linier berganda yang dilakukan dengan bantuan program komputer SPSS versi 17.0 for Windows. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa laba kotor memiliki kemampuan yang paling baik dibandingkan dengan laba operasi dan laba bersih dalam memprediksi arus kas masa depan. Secara parsial hanya variabel laba kotor yang terbukti signifikan mempengaruhi variabel dependen (arus kas). Namun, secara simultan laba kotor, laba operasi, dan laba bersih mempunyai memiliki kemampuan prediktif terhadap arus kas masa depan.

Kata kunci

: laba kotor, laba operasi, laba bersih, arus kas.

vi

Chabachib.Com.KATA PENGANTAR Puji syukur kepada Tuhan atas segala berkat. M. diskusi. Laba Operasi dan Laba Bersih dalam Memprediksi Arus Kas di Masa Mendatang pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2006-2008” Dalam penulisan skripsi ini. bimbingan dan anugerahNya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Pengaruh Laba Kotor. Anis Chariri. semangat. pembelajaran. Tuhan Yang Maha Esa. 2. penulis banyak mendapatkan bantuan dari berbagai pihak baik dalam bentuk bimbingan. M. Selaku dosen pembimbing yang telah berkenan memberikan bimbingan dan pengarahan dengan penuh kesabaran selama penulisan skripsi ini. Oleh karena itu pada kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terimakasih dan penghargaan yang tulus kepada : 1. saran. Akt selaku Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro Semarang yang saya hormati dan saya banggakan. H. Sugeng Pamudji. vii . 3. Bapak Drs. Bapak Dr.Si Akt.D selaku dosen wali yang selama ini telah membimbing dan mendidik saya dari awal kuliah hingga kini. Ph. Msi. Bapak Drs. dukungan moril.. 4.M. dan inspirasi yang membuat saya terus bekerja keras untuk mencapai hasil terbaik. dan lain sebagainya. yang banyak memberikan rahmat kepada saya melalui kesehatan.

Aldo Siregar. kebaikan.5. Murni. Pipik. Donda. Etik. 10. semangat. 6. merawat. Dinoy. Fitma. Kakakku satu-satunya. 7. 8. Polenk. Frida. Ajik. Pak Agus. kekompakan dan perhatian kalian. Sani. tata usaha yang membantu dalam kelancaran proses belajar dan mengajar di kampus. Santi. Putri. Festy. Maria.P. Hesi. Endah. Tembem. Ririn. motivasi. Ucup. 9. Teman-teman Kos POCIN : Ega. Ira. Anin. Al’Gany. Babe. Jay. Rendro. Yuda. Maris merasa beruntung karena memiliki kalian. serta seluruh staf dan karyawan perpustakaan. Ajeng. Adia. kasih sayang. Desi. Andry. Siyem. Aldo. Rere. Dewi. Karjo. Terimakasih atas kerjasama. Desti. kasih sayang. Papi dan Mami yang tidak pernah lelah dan bosan memberikan doa. Bapak dan Ibu Dosen di Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro yang telah membimbing. Feri Andrianto Susilo. perhatian yang sudah koko berikan. Aya. Upi. Fredy. menyayangi dan memperhatikan maris hingga sekarang. Dika. Ayu’. Novel. dan dorongan setiap saat. Lala. Thea. mengajar serta memberikan ilmu dan pengetahuan kepada penulis selama menjadi mahasiswa. Fanny. Bapak & Ibu Kumolo Sardjono. Riza. kasih sayang. Terimakasih atas segala bantuan. Vida. 11. viii . Terimakasih atas semua ketulusan. Sahabat terbaik dalam hidupku: Meli. Ape. Amik. Riki. Terimakasih telah mendidik. Teman-teman baikku di Ekstensi FE Undip06 : Diah. support. Teman-teman diskusi yang berperan besar dalam penyusunan skripsi ini : Ulum. inspirasi dan bantuan yang kalian berikan selama ini.

penulis menyadari bahwa dalam skripsi ini masih terdapat banyak kekurangan.12. Sundus. Oleh karena itu. Khamim. Mei 2010 Marisca Dwi Ariani ix . 14. Atin. Semarang. Teman-teman Kos 24 : Mbak Tia. Atria. dsb). Akhir kata. Rinda. Nagar. Teman-teman KKNku di Sidomukti Ceria (Aya. Umamah. Mbak Geshie. Mak Tu. Semua pihak yang telah memberikan support yang namanya belum tercantum. Carsono. Mbak Rina. penulis dengan senang hati menerima segala kritik dan saran yang dapat bermanfaat bagi kita semua. Mbak Dwi. 13. Bu Diah. Niko. Wahyu.

Pengkhotbah 3 : 11 Jangan seorang pun menganggap engkau rendah karena engkau muda. dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu – 1 Timotius 4 : 12 There are no such a hard things to do in this world. bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. the hard one is to keep on doing it until it become a habit. dalam tingkah lakumu.MOTO DAN PERSEMBAHAN Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya.Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir . dalam kasihmu. Jadilah teladan bagi orangorang percaya. dalam perkataanmu. Skripsi ini Kupersembahkan Kepada : • • • Papi dan Mami tercinta Kakakku Feri tersayang Semua sahabat terbaikku x .

................. 1............................................................ 2....................................... 2........................................................................................................................................................... 2.........3.............. 1................................................. 1.......1.. MOTO DAN PERSEMBAHAN ......................................................................................................................................................... BAB I PENDAHULUAN ...... HALAMAN PENGESAHAN KELULUSAN UJIAN................. 1................................................................................1...................................................................................................................... 1................................................................................................................ BAB II TINJAUAN PUSTAKA.... ABSTRAK ................ DAFTAR GAMBAR...................................................................................................................1 Landasan Teori ...... PERNYATAAN ORISINALITAS SKRIPSI .................................................DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL ......................................1 Latar Belakang .................. KATA PENGANTAR .......................1..........................4 Sistematika Penulisan ......................... DAFTAR LAMPIRAN ................................2 Rumusan Masalah ................................................3.......................................................................................................................................2 Laporan Keuangan .....3 Laporan Laba Rugi dan Kegunaannya.......................... ABSTRACT ............................ HALAMAN PERSETUJUAN ........... i ii iii iv v vi vii x xiv xv xvi 1 1 6 6 6 7 7 9 9 9 12 20 xi .....................................................................................1 Informasi Akuntansi.......................................................... 2...................2 Kegunaan Penelitian ................................................... DAFTAR TABEL ........................................1 Tujuan Penelitian ...........3 Tujuan dan Kegunaan Penelitian ............................................................................ 1.................

..............2 Penelitian Terdahulu ............3............................1..........................5 Metode Analisis ................................... 2.......................................................................................................3...........................................5.............5...3 Hasil Pengujian Koefisien Determinasi (R2) ..4 Metode Pengumpulan Data ........4 Hipotesis Penelitian .......... 2.......................................................... 4........................................................... 3.3 Hasil Uji Heterokedasitas ............................................................... 3............. 4................................. 3...............................................................4 Hasil Analisis Regresi Berganda ............1 Variabel Penelitian dan Definisi Operasional Variabel...... 4...............................5...........2 Hasil Uji Autokolerasi ...................2 Hasil Uji Signifikasi (Uji F).....................................4 Laba Akuntansi ......................................................................................... 4. 4......................................................................................... 3............................................................5.............5............................. 4......3 Jenis dan Sumber Data ................................5 Hasil Uji Hipotesis.. 3................................ 2................3...........2 Uji Asumsi Klasik.............3..................1.......... 4............................................ BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN .......2 Populasi dan Sampel ............................................................ 23 28 31 35 37 38 38 39 39 40 40 41 41 45 48 48 49 53 53 55 56 58 60 61 61 63 64 xii ....3 Uji Hipotesis . 3....................... 4........................................1 Statistik Deskriptif .......... 3....................1 Deskripsi Objek Penelitian .......................................................5 Laporan Arus Kas dan Kegunaannya ............................................................... 4...................................1 Hasil Uji Signifikasi Individual (Uji t) ..... 3...............................2 Statistik Deskriptif........................................... 4............................... 2.....................5..................1 Hasil Uji Normalitas ............2..4 Hasil Uji Multikolinieritas ..... 4................ BAB III METODE PENELITIAN .....................................3 Hasil Uji Asumsi Klasik .................................................................................3 Kerangka Pemikiran............... 4.....................................

.1 Kesimpulan ................... 5................................................................................................ DAFTAR PUSTAKA .................................2 Keterbatasan Penelitian ................................... 5........................................3 Saran ...............................................................................................................6 Pembahasan .................. BAB V PENUTUP.......................4.............................................................. LAMPIRAN-LAMPIRAN 65 67 67 70 70 71 xiii ................................................................................................ 5......

.....................................1 Hasil Uji Statistik Deskriptif...DAFTAR TABEL Halaman Tabel 4........6 Hasil Uji Regresi Arus Kas................................................................................................................................................................................ Tabel 4................8 Nilai Signifikan Secara Simultan...... Tabel 4......3 Hasil Uji Autokorelasi Arus Kas ....... Tabel 4........................2 Hasil Uji Kolmogorov-Smirnov......................................... Tabel 4....................................................... 50 54 56 58 59 60 61 63 64 xiv ..................... Tabel 4.........................4 Hasil Uji Park... Tabel 4..........................................7 Nilai Signifikan Secara Parsial .............................................................................9 Nilai Koefisien Determinan ......... Tabel 4.......... Tabel 4...........5 Hasil Uji Multikolinieritas Arus Kas ........

................................2 Hasil Uji Heteroskedastisitas Arus Kas .........1 Hasil Uji Normalitas dengan Analisis Grafik Plot ........................ 54 57 xv .....DAFTAR GAMBAR Halaman Gambar 4. Gambar 4....

DAFTAR LAMPIRAN Lampiran A Lampiran B Daftar Perusahaan Sampel Hasil Perhitungan SPSS xvi .

Laporan keuangan perusahaan yang dipublikasikan adalah salah satu sumber informasi yang penting bagi para investor. Semenjak dikeluarkannya PSAK No. para investor juga dapat mengestimasi arus kas yang akan datang dengan laporan keuangan. Salah satu jenis laporan keuangan yang terkait dengan prediksi arus kas di masa depan adalah laporan arus kas. Melalui laporan keuangan. Salah satu upaya untuk mengurangi ketidakpastian tersebut adalah dengan melakukan analisis terhadap laporan keuangan perusahaan.1 BAB I PENDAHULUAN 1. Laporan arus kas ini diharapkan 1 . Selain hal tersebut. investor dapat menganalisis hasil kinerja manajemen dan melakukan prediksi perolehan laba di masa yang akan datang. laporan arus kas telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan serta menjadi keharusan bagi perusahaan untuk membuat laporan arus kas.1 Latar Belakang Masalah Informasi keuangan yang terdapat dalam laporan keuangan masih diyakini sebagai alat yang andal bagi para pemakainya untuk mengurangi ketidakpastian dalam pengambilan keputusan ekonomi. 2 tahun 1994 yang aktif diberlakukan mulai 1 Januari 1995. Penilaian investor akan prospek laba di masa yang akan datang dapat diperoleh apabila investor memiliki informasi yang berhubungan dengan perusahaan.

Laporan laba rugi memuat banyak angka laba.2 memiliki kandungan informasi tambahan yang berguna bagi pengambilan keputusan investasi. Penyajian informasi laba melalui laporan keuangan merupakan fokus kinerja perusahaan yang penting dibandingkan dengan pengukuran kinerja yang mendasarkan pada gambaran meningkatnya dan menurunnya modal bersih. (3) Meneliti kecermatan dari taksiran arus kas masa depan yang telah dibuat sebelumnya dan dalam menentukan hubungan antara profitabilitas dan arus kas bersih serta dampak perubahan harga. Menurut PSAK No. struktur keuangan (termasuk likuiditas dan solvabilitas) dan kemampuan untuk mempengaruhi jumlah serta waktu arus kas dalam rangka adaptasi dengan perubahan keadaan dan peluang. Fokus kinerja tersebut mengukur keberhasilan atau kegagalan dalam mencapai tujuan .2 (dalam Bandi dan Rahmawati. laporan laba rugi juga merupakan laporan keuangan yang terkait dengan prediksi arus kas di masa mendatang. Selain laporan arus kas. 2005). informasi yang disajikan dalam laporan arus kas berguna untuk : (1) Mengevaluasi perubahan dalam aktiva bersih perusahaan. yaitu laba kotor. laba operasi. (2) Menilai kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas dan setara kas dan memungkinkan para pemakai mengembangkan model untuk menilai dan membandingkan nilai sekarang terhadap arus kas masa depan dari berbagai perusahaan. dan laba bersih. Laporan laba rugi merupakan laporan utama mengenai kinerja dari suatu perusahaan selama periode tertentu.

dan dapat mencerminkan kinerja keuangan perusahaan yang sesungguhnya. penebusan. Oleh karena itu. kualitas laba akuntansi yang dilaporkan oleh manajemen adalah salah satu pusat perhatian pihak eksternal perusahaan. Pihak internal perusahaan secara umum lebih banyak memiliki informasi berkaitan dengan kondisi nyata perusahaan dan prospeknya di masa depan dibandingkan pihak eksternal. Penjelasan di atas memberi isyarat bahwa harus ada hubungan logis antara laba (earnings) dan arus kas ke investor dan kreditor. atau jatuh temponya sekuritas atau pinjaman. Hubungan ini akan membantu investor dan kreditor dalam mengembangkan model untuk . Hal ini sesuai dengan tujuan pelaporan keuangan Financial Accounting Standards Board (FASB) dalam Anis Chariri dan Imam Ghozali (2007). 2006). Menurut Chandrarin (dalam Wijayanti.3 operasi yang profitable. dalam meneliti jumlah. berkepentingan dengan arus kas yang masuk atas investasi yang telah ditanamkan. Informasi laba memainkan peranan yang signifikan dalam proses pengambilan keputusan oleh pengguna laporan keuangan yang diterbitkan. Investor dan kreditor merupakan pihak utama yang dituju dalam pelaporan keuangan. baik berjalan maupun potensial. yaitu : Pelaporan keuangan harus menyediakan informasi untuk membantu para investor dan kreditor dan pemakai lain. saat terjadi dan ketidakpastian penerimaan kas mendatang dari dividen atau bunga dan pemerolehan kas mendatang dari penjualan. laba akuntansi yang berkualitas adalah laba akuntansi yang memiliki sedikit atau tidak mengandung gangguan persepsian (perceived noise).

Informasi tentang kinerja perusahaan. Usaha untuk mengungkap potensi laba dalam kemampuannya untuk memprediksi keuntungan investasi di masa depan telah banyak dilakukan oleh para peneliti. Laba dianggap mengandung informasi jika pasar saham bereaksi terhadap pengumuman laba akuntansi (Suwardjono. informasi yang disediakan laporan laba rugi seringkali digunakan untuk memperkirakan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan arus kas dan aktiva yang disamakan dengan kas di masa mendatang. Informasi laba diterbitkan oleh manajemen yang lebih mengetahui kondisi di dalam perusahaan. Laba dapat digunakan sebagai alat untuk mengukur kinerja perusahaan serta memberikan informasi yang berkaitan dengan kewajiban manajemen atas tanggung jawabnya dalam pengelolaan sumber daya yang telah dipercayakan kepadanya. teori laba berkepentingan untuk meyakinkan bahwa laba merupakan prediktor arus kas bagi investor. dari yang menguji kandungan nilai informasi laba. Laba akuntansi bermanfaat dalam perkontrakan dan pengendalian manajemen serta mengandung informasi yang bermanfaat bagi investor. 2007). 2007).4 memprediksi arus kas di masa yang akan datang guna menilai investasi atau kapitalnya (Suwardjono. kemampuan prediksi laba sampai yang berhubungan dengan return saham. Pada tataran semantik. Namun pada . terutama tentang profitabilitas. Laba memiliki potensi informasi yang sangat penting bagi pihak eksternal dan internal perusahaan. Menurut PSAK No. dibutuhkan untuk membuat keputusan tentang sumber ekonomi yang akan dikelola perusahaan di masa yang akan datang. 25.

laba operasi dan laba bersih yang dilihat dari kekuatan proxy cumulative abnormal return. selalu menggunakan angka laba operasi atau laba per saham (Earnings Per Share) yang dihitung menggunakan angka laba bersih dan jarang yang menggunakan angka laba kotor.5 umumnya para peneliti melakukan pengujian pada angka laba bersih ataupun angka laba operasi. terutama yang mencari hubungan angka laba dengan harga saham selalu menggunakan laba operasi atau EPS yang dihitung menggunakan angka laba bersih dan tidak pernah angka laba kotor. Daniarti dan Suhairi (2006) juga menggunakan laba kotor sebagai salah satu prediktor dari ekspektasi return saham berdasar pada penelitian yang dilakukan oleh Febrianto dan Widiastuty (2005). Penelitian tersebut meneliti kualitas laba kotor. para peneliti selalu (atau setidaknya memprioritaskan) penggunaan laba operasi dan laba bersih. Kemudian pada penelitian ini laba kotor digunakan . belum ditemukan yang menggunakan laba kotor. ditemukan bahwa laba kotor terbukti direaksi pasar. Seperti dinyatakan pada penelitian Daniarti dan Suhairi (2006). Ditemukan dua penelitian. riset akuntansi mengenai laba terutama yang mencari hubungan angka laba dengan harga saham maupun return saham. Alasan dari penelitian yang dilakukan Febrianto dan Widiastuty (2005) berasal dari pertanyaan mengapa di dalam penelitian-penelitian yang menggunakan angka laba. dan ditemukan bahwa laba kotor direaksi paling kuat. yaitu Febrianto dan Widiastuty (2005) dan Daniarti dan Suhairi (2006) yang menggunakan variabel laba kotor dalam penelitiannya. Febrianto dan Widiastuty (2005) menguraikan bahwa riset-riset akuntansi keuangan.

laba operasi atau laba bersih yang memiliki kemampuan paling baik dalam memprediksi arus kas di masa mendatang ? 1.2 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas.1 Tujuan dan Kegunaan Penelitian Tujuan Penelitian Tujuan dalam penelitian ini adalah : • Memberikan bukti empiris mengenai laba kotor. laba operasi. Apakah laba kotor. Berdasarkan kedua penelitian tersebut.3 1.3. 1. yang mengindikasikan bahwa laba kotor direaksi paling kuat oleh pasar dan berpengaruh terhadap expected return saham.6 sebagai variabel yang diduga berpengaruh terhadap expected return saham. Laba Operasi dan Laba Bersih dalam Memprediksi Arus Kas di masa Mendatang (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Indonesia)”. maka penulis merumuskan masalah dalam penelitian ini yaitu : 1. dan laba bersih dalam memprediksi arus kas di masa mendatang dengan menguji masing-masing variabel. dan ditemukan bahwa laba kotor memliki pengaruh yang signifikan. laba operasi dan laba bersih berpengaruh signifikan terhadap arus kas di masa mendatang ? 2. maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian mengenai “ Pengaruh Laba Kotor. Apakah laba kotor. .

tujuan dan manfaat penelitian serta sistematika penulisan. 1.4 Sistematika Penulisan Penulisan pada penelitian ini akan disusun dalam lima bab yang terdiri dari : Bab I PENDAHULUAN Bab ini merupakan pengantar yang menjelaskan mengapa penelitian ini menarik untuk diteliti dan untuk apa penelitian ini dilakukan. Bagi manajemen. Memberikan informasi bagi pengguna laporan keuangan sebagai bahan evaluasi untuk mengambil keputusan investasi. hasil penelitian ini dapat dijadikan input dalam menentukan kebijakan perusahaan dan mengambil keputusan. 3.3. khususnya masalah yang berkaitan dengan kemampuan prediktif laba terhadap arus kas. Mengetahui konsep laba manakah yang paling baik dalam memprediksi arus kas. .2 Kegunaan Penelitian Hasil penelitian ini diharapkan memberikan manfaat antara lain : 1. 1. rumusan masalah. Memberikan pembuktian empiris mengenai kemampuan laba akuntansi dalam memprediksi arus kas sehingga dapat digunakan bagi peneliti lain.7 • Memilih model yang paling baik yang bisa dipakai untuk memprediksi arus kas. 2. Bab ini berisi uraian mengenai latar belakang masalah.

Bab IV HASIL DAN ANALISIS Bab ini berisi tentang analisis menyeluruh atas penelitian yang dilakukan. metode pengumpulan. berbagai keterbatasan pada penelitian ini. jenis data dan sumber data. serta saran-saran yang berguna bagi berbagai pihak yang memiliki kepentingan dengan hasil penelitian ini. berbagai penelitian terdahulu. . Hasil-hasil statistik diinterpretasikan dan pembahasan dikaji secara mendalam hingga tercapai hasil analisis dari penelitian.8 Bab II TINJAUAN PUSTAKA Bab ini berisi landasan teori yang memperkuat teori dan argumen dalam penelitian ini. Bab V PENUTUP Bab ini akan memaparkan kesimpulan analisis penelitian yang telah dilakukan. kerangka pemikiran dan hipotesis yang ada pada penelitian ini. Bab III METODE PENELITIAN Bab ini berisi tentang variabel penelitian dan definisi operasional. serta metode analisis data yang termasuk pengujian hipotesis dan uji asumsi klasik. penentuan sampel.

Menambah keyakinan para pemakai mengenai profitabilitas terealisasinya suatu harapan dalam kondisi ketidakpastian. Mengubah keputusan atau perilaku para pemakai.1 Landasan Teori Informasi Akuntansi Informasi akuntansi merupakan informasi kuantitatif dalam bentuk moneter yang menjelaskan kondisi keuangan suatu entitas yang ingin disampaikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan yang berada di luar ataupun di dalam perusahaan tersebut. sekarang atau masa depan. 9 . Dalam Suwardjono (2003). 3. Menambah pengetahuan pembuat keputusan tentang keputusannya di masa lalu.1.1 2. 2. informasi dikatakan mempunyai nilai (kebermanfaatan keputusan) apabila informasi tersebut : 1. Informasi akan bermanfaat apabila mempunyai nilai serta dapat digunakan dan dipercaya oleh para pemakai informasi tersebut. Informasi akuntansi adalah informasi yang disediakan melalui pelaporan keuangan dan berbagai penjelas yang digunakan sebagai laporan. Informasi akuntansi bermanfaat bagi perusahaan dalam mempengaruhi pihak-pihak yang berkepentingan dalam mengambil keputusan.9 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.

Relevan : Informasi yang relevan adalah informasi yang mempunyai nilai prediksi. umpan balik serta ketepatan waktu. dapat dibandingkan dan dapat dipahami. Informasi yang relevan. yaitu disajikan sesuai dengan kenyataan yang sebenarnya secara . 2. Keterandalan : Informasi yang andal yaitu kualitas informasi yang mampu memberikan keyakinan bahwa informasi tersebut benar atau valid. dapat dibandingkan dan dapat dipahami ini menjadi karakteristik kualitatif laporan keuangan. manajemen menetapkan kebijakan untuk memastikan bahwa laporan keuangan menyajikan informasi yang sedemikian rupa sehingga memberikan informasi yang relevan. Penjelasan mengenai relevan. dapat dipercaya dan diandalkan. Dimana kualitas tersebut mengandung nilai ketepatan dalam penyajian. yang mampu membantu para pemakai informasi dalam mengambil keputusan ekonomi berdasarkan hasil dari evaluasi kejadian di masa lalu.10 Sudah selayaknya suatu perusahaan menyediakan informasi akuntansi dalam laporan keuangannya sebagai informasi yang berkualitas. dan dapat dipahami adalah sebagai berikut : 1. andal. dapat dibandingkan. seperti yang tertuang dalam kerangka dasar Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan juga Standards of Financial Accounting Concept No. masa kini. yang dapat dipercaya dan diandalkan. andal. Sesuai dengan pernyataan dalam Standar Akuntansi Keuangan. keterandalan. dan masa depan. 2 Qualitative Characteristics of Accounting Information (SFAC).

serta perubahan posisi keuangan secara relatif.11 wajar. . serta kemampuan untuk mempelajari informasi dengan ketekunan yang wajar. Ini dilakukan untuk mengidentifikasi kecenderungan posisi keuangan. akuntansi. 4. Setelah perusahaan dapat menyajikan laporan keuangannya dengan memenuhi karakteristik di atas. bersifat netral yaitu tidak berpihak pada kelompok tertentu atau hanya untuk memenuhi kepentingan kelompok tertentu. 1997). maka pemakai laporan keuangan dapat meyakinkan dirinya atas informasi yang terdapat pada laporan keuangan tersebut. Hal ini dapat mempengaruhi keputusan-keputusan ekonomi para pemakai laporan keuangan khususnya investor dan kreditor untuk dapat memberikan keputusan atau kontribusi yang menguntungkan bagi perusahaan tersebut. Dapat dibandingkan : Informasi yang mempunyai daya banding adalah informasi yang dapat dibandingkan secara antar periode (Parawiyati. dan bebas dari pengertian yang menyesatkan atau kesalahan material. Dapat dipahami : Dapat dipahami yaitu kemampuan informasi untuk dapat dicerna oleh pemakai. 3. dan pemakai diasumsikan memiliki pengetahuan yang memadai tentang aktivitas ekonomi dan bisnis. kinerja.

Laporan keuangan (financial statements) yang sering disajikan adalah : 1. dan mengendalikan operasi sebuah organisasi. istilah pelaporan keuangan (financial reporting) berbeda dengan laporan keuangan (financial statements). yang informasinya ditujukan oleh pihak-pihak internal maupun eksternal. Tidak semua informasi dilaporkan dalam laporan keuangan. karena menurut FASB. dalam kerangka dasar penyusunan dan penyajian laporan keuangan. Laporan keuangan merupakan bagian dari proses pelaporan keuangan. Laporan keuangan merupakan sarana pengkomunikasian informasi keuangan utama kepada pihak-pihak di luar korporasi.2 Laporan Keuangan Akuntansi pada tingkatan manajerial. Laporan ini menampilkan sejarah perusahaan yang dikuantifikasi dalam nilai moneter. beberapa informasi keuangan hanya dapat atau lebih baik disajikan melalui pelaporan keuangan. • Neraca disiapkan per tanggal tertentu. proses akhir yang dihasilkan adalah laporan keuangan yang menyangkut perusahaan secara keseluruhan. Pada akuntansi keuangan. . penganalisisan dan pengkomunikasian informasi keuangan yang dibutuhkan oleh manajemen untuk merencanakan. adalah proses pengidentifikasian. pengukuran. Neraca. sering disebut sebagai laporan aktiva dan kewajiban atau laporan posisi keuangan. Pelaporan keuangan lebih luas daripada laporan keuangan.1.12 2. Oleh karena itu. mengevaluasi.

Transaksi lainnya tersebut termasuk investasi tambahan oleh pemilik dalam usaha. . sering disebut sebagai laporan operasional. satu kuartal. Laporan ekuitas pemilik. • Untuk periode tersebut. • Untuk periode tersebut. misalnya satu tahun.13 • Neraca melaporkan aktiva yang dimiliki perusahaan per tanggal tersebut serta klaim dari kreditor dan pemilik atas aktiva tersebut. 2. 3. Laporan laba rugi. sering disebut sebagai laporan ekuitas pemegang saham. laporan laba rugi melaporkan pendapatan dan beban dan laba atau ruginya. • Laporan laba rugi disiapkan untuk suatu periode. atau satu bulan. dan transaksi lainnya dengan pemilik yang menambah atau mengurangi ekuitas. pembayaran dividen atau distribusi kepada pemilik. laporan ini melaporkan perubahan dalam ekuitas karena laba atau rugi serta keuntungan dan kerugian tertentu yang meliputi laba komprehensif lainnya. • Laporan ekuitas pemilik disiapkan untuk periode yang sama seperti laporan laba rugi. atau pembelian kembali saham dari pemilik oleh perusahaan.

berbagai pengungkapan (disclosures) diperlukan untuk menjelaskan aspek-aspek dari empat laporan keuangan utama. Kelompok besar ini merupakan unsur atau elemen . Pengungkapan ini termasuk rincian yang tidak terdapat dalam laporan-laporan tersebut. Catatan atas laporan keuangan Karena tujuan dari laporan keuangan yang disiapkan sesuai dengan GAAP adalah agar pemakai eksternal dapat membuat keputusan ekonomis yang lebih baik mengenai perusahaan. Laporan keuangan menggambarkan dampak keuangan dari transaksi dan peristiwa lain yang diklasifikasikan dalam beberapa kelompok besar menurut karakteristik ekonominya. dan penjelasan metode-metode yang digunakan untuk transaksi-transaksi dan kejadian-kejadian. • Laporan ini merinci penerimaan dan pembayaran kas perusahaan selama periode tersebut dan memperlihatkan bagaimana semua perubahan-perubahannya secara bersama-sama menghasilkan perubahan kas di neraca dari awal hingga akhir periode. Catatan atas laporan keuangan perlu dibaca dengan teliti untuk memahami ke empat laporan keuangan tersebut.14 4. 5. Laporan arus kas • Laporan arus kas disiapkan untuk periode yang sama dengan laporan laba rugi dan laporan ekuitas pemilik disiapkan.

Beban (expenses) adalah penurunan manfaat ekonomi selama suatu periode akuntansi dalam bentuk arus kas keluar atau berkurangnya aktiva atau terjadinya kewajiban yang mengakibatkan penurunan ekuitas yang tidak menyangkut pembagian kepada penanam modal. Berdasarkan IAI tahun 2004 terdapat lima elemen laporan keuangan. 4. Penghasilan (income) adalah kenaikan manfaat ekonomi selama suatu periode akuntansi dalam bentuk pemasukan atau penambahan aktiva atau penurunan kewajiban yang mengakibatkan kenaikan ekuitas yang tidak berasal dari kontribusi penanaman modal. 3. yaitu : 1. Aktiva.15 laporan keuangan. Kewajiban. adalah sumber daya yang dikuasai oleh perusahaan sebagai akibat dari peristiwa masa lalu dan dari manfaat ekonomi di masa depan yang diharapkan akan diperoleh perusahaan. kinerja dan arus kas perusahaan yang bermanfaat bagi sebagian besar kalangan pengguna laporan . merupakan hutang perusahaan masa kini yang timbul dari peristiwa masa lalu. 5. Ekuitas. Menurut IAI tahun 2004 tujuan laporan keuangan secara umum adalah untuk memberikan informasi tentang posisi keuangan. adalah hak residual atas aktiva perusahaan setelah dikurangi semua kewajiban. 2. penyelesaiannya diharapkan mengakibatkan arus kas keluar dari sumber daya perusahaan yang mengandung manfaat ekonomi.

SFAC No. Beberapa informasi penting akan lebih baik disajikan dalam laporan keuangan. dengan informasi yang disediakan oleh sistem akuntansi. Informasi-informasi tersebut beserta informasi lainnya terdapat dalam kelima bentuk laporan keuangan yang nantinya membantu pengguna laporan dalam memprediksi arus kas masa depan khususnya dalam hal waktu dan kepastian diperolehnya kas dan setara kas.1 dalam Anis Chariri dan Imam (2007). Dengan kata lain. Dalam rangka mencapai tujuan tersebut. dan beberapa informasi penting lainnya akan lebih baik bila dilaporkan dalam media laporan lain. Lebih lanjut FASB menyebutkan : Pelaporan keuangan mencakup tidak hanya laporan keuangan tetapi juga media pelaporan informasi lainnya. (b) kewajiban. yaitu . (a) aktiva. (c) ekuitas. (d) pendapatan dan beban. Pelaporan keuangan dan laporan keuangan berbeda dalam hal kegunaan masing-masing. cakupan pelaporan keuangan adalah lebih luas dibandingkan laporan keuangan. yang berkaitan langsung atau tidak langsung. dan (e) arus kas. Walaupun demikian. disebutkan bahwa tujuan pelaporan keuangan tidak terbatas pada isi dari laporan keuangan tetapi juga media pelaporan lainnya. terdapat persamaan dalam tujuan laporan keuangan dan pelaporan keuangan karena bagaimanapun juga laporan keuangan merupakan bagian utama dalam pelaporan keuangan. suatu laporan keuangan menyajikan informasi mengenai perusahaan yang meliputi.16 dalam rangka membuat keputusan-keputusan ekonomi serta menunjukkan pertanggungjawaban (stewardship) atas penggunaan sumber daya yang dipercayakan kepada manajemen.

17 informasi tentang sumber-sumber ekonomi. dan kondisi yang mengubah sumber-sumber ekonomi dan klaim terhadap sumber-sumber tersebut. Informasi tersebut harus bersifat komprehensif bagi mereka yang memiliki pemahaman yang rasional tentang kegiatan bisnis dan memiliki kemampuan untuk mempelajari informasi dengan cara yang rasional. Pelaporan keuangan memberikan informasi tentang sumber-sumber ekonomi suatu perusahaan. laba periodik dan lainlain. . 3. dan ketidakpastian tentang penerimaan kas bersih yang berkaitan dengan perusahaan. klaim terhadap sumber-sumber tersebut (kewajiban suatu perusahaan untuk menyerahkan sumber-sumber para entitas lain atau pemilik modal). Pelaporan keuangan menyediakan informasi tentang hasil usaha (performa keuangan) suatu perusahaan selama suatu periode. dan pengaruh transaksi. dan pemakai lainnya dalam mengambil keputusan investasi. peristiwa. 4. hutang. Pelaporan keuangan memberikan informasi yang bermanfaat bagi investor dan kreditor. kredit yang serupa secara rasional. Tujuan pelaporan keuangan yang terdapat dalam SFAC No. 1 dalam Anis Chariri dan Imam (2007) adalah sebagai berikut : 1. Pelaporan keuangan memberikan informasi untuk membantu investor. kreditor dan pemakai lainnya dalam menilai jumlah. pengakuan. 2.

tentang pinjaman dan pembayaran kembali pinjaman. 6. 1 dijelaskan mengenai tujuan umum dari laporan keuangan adalah untuk memenuhi kebutuhan bersama sebagian besar pemakai laporan keuangan. External users terdiri dari : . Internal users terdiri dari manajemen yang terlibat dalam operasi dan pengambilan keputusan strategis perusahaan. yang digunakan para pemakai laporan keuangan khususnya external users. Dalam PSAK No.18 5. tentang transaksi modal. Pelaporan keuangan menyediakan informasi tentang bagaimana perusahaan memperoleh dan membelanjakan kas. Secara umum kalangan pemakai laporan keuangan meliputi internal users (pemakai dari dalam perusahaan) dan exsternal users (pemakai dari luar perusahaan). dalam membuat keputusan-keputusan strategis. termasuk dividen kas dan distribusi lainnya yang mempengaruhi likuiditas dan solvensi. Pelaporan keuangan menyediakan informasi tentang bagaimana manajemen perusahaan mempertanggungjawabkan pengelolaan kepada pemilik (pemegang saham) atas pemakaian sumber ekonomi yang dipercayakan kepadanya. Pelaporan keuangan menyediakan informasi yang bermanfaat bagi manajer dan direktur sesuai dengan kepentingan pemilik. Dapat disimpulkan. bahwa pelaporan keuangan dan laporan keuangan sama-sama bertujuan untuk memenuhi kebutuhan informasi mengenai kondisi perusahaan dan prospek kelangsungan usahanya di masa depan. 7.

menggunakan informasi laporan keuangan untuk menilai kewajaran gaji. membutuhkan laporan keuangan dalam penentuan kewajaran kredit pelanggan. 4. Konsep dasar indikator kinerja adalah suatu ukuran kuantitatif dan atau . terutama bagi investor dan kreditor. Customers. 5. bonus dan kondisi kerja. akademisi.19 1. berkepentingan dengan informasi tentang kemampuan perusahaan untuk melunasi hutang-hutangnya pada saat jatuh tempo. menggunakan laporan keuangan untuk menilai kemampuan pinjaman untuk membayar bunga dan membayar kembali pokok pinjaman pada waktunya. Investor dan potensial investor. 2. 3. menjual atau menambah saham yang dimilikinya. menggunakan laporan keuangan untuk melakukan fungsi pengawasan. Karyawan. Para pemakai laporan keuangan dapat menilai kinerja perusahaan dari informasi yang disajikan dalam laporan keuangan. Kreditor. Regulatory agencies atau pemerintah termasuk Bursa Efek Indonesia. Pemberi pinjaman dan pemasok. masyarakat umum dan kelompok-kelompok khusus yang mencoba untuk mempengaruhi perusahaan yang berkaitan dengan keuangannya atau kepentingan-kepentingan lain. 7. Badan-badan atau pihak-pihak yang peduli lingkungan. membutuhkan informasi yang terdapat pada laporan keuangan dalam rangka pengambilan keputusan untuk mempertahankan. 6.

menyediakan informasi yang diperlukan oleh para investor dan kreditor untuk memprediksikan jumlah. Laporan laba rugi merupakan laporan utama untuk melaporkan kinerja dari suatu perusahaan selama suatu periode tertentu. Oleh sebab itu. indikator kinerja merupakan sesuatu yang akan dihitung dan diukur serta digunakan sebagai dasar untuk menilai atau melihat tingkat kinerja baik dalam tahap perencanaan.3 Laporan Laba Rugi dan Kegunaannya Menurut Kieso (2005) laporan laba rugi (income statement) adalah laporan yang mengukur keberhasilan operasi perusahaan selama periode waktu tertentu. 2. . 25). dibutuhkan untuk mengambil keputusan tentang sumber ekonomi yang akan dikelola oleh suatu perusahaan di masa yang akan datang. Informasi tersebut juga seringkali digunakan untuk memperkirakan kemampuan suatu perusahaan untuk menghasilkan kas dan aktiva yang disamakan dengan kas di masa yang akan datang (PSAK No. penetapan waktu. pelaksanaan maupun setelah kegiatan selesai.1. Laporan laba rugi merupakan bagian dari laporan keuangan suatu perusahaan yang dihasilkan pada suatu periode akuntansi yang menyajikan unsurunsur pendapatan dan biaya perusahaan sehingga menghasilkan laba atau rugi bersih. Informasi tentang kinerja suatu perusahaan terutama tentang profitabilitas. dan ketidakpastian dari arus kas masa depan.20 kualitatif yang menggambarkan tingkat pencapaian suatu sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan. Laporan laba rugi dan arus kas adalah indikator yang menjadi perhatian utama bagi investor dan kreditor.

Secara umum laporan laba rugi bentuk bertahap menunjukkan adanya pemisahan hasil usaha (laba rugi) menurut sumbernya. 2. yaitu : 1. hanya ada dua pengelompokkan. misalnya fungsi pembelian. Begitu pula dengan unsur-unsur biaya. Penyajian dalam bentuk ini. memungkinkan pemakai membandingkan secara langsung biaya berjalan dengan biaya . misalnya pemisahan dari sumber aktivitas operasi dan non operasi perusahaan. Kemudian biaya juga diklasifikasikan berdasarkan fungsi-fungsi pokok perusahaan. produksi dan administrasi. yaitu pendapatan dan biaya. penjualan. atau biasa disebut dengan bentuk langsung. dimana seluruh pendapatan darimanapun asalnya dijumlahkan terlebih dahulu untuk menghasilkan total pendapatan dalam suatu periode. Dalam bentuk multiple step. Bentuk multiple step. dalam kaitannya dengan kegiatan atau usaha pokok perusahaan. pendapatan dikurangkan dengan biaya untuk menghitung laba bersih atau rugi bersih. Jadi. unsur-unsur pendapatan dan biaya diklasifikasikan menurut sumbernya. Bentuk single step.21 Penyusunan laporan laba rugi ada dua bentuk. atau biasa disebut dengan bentuk bertahap. Dalam mempertemukan unsur pendapatan dan biaya hanya dilakukan satu tahap. seluruh biaya dijumlahkan tanpa menunjukkan apakah biaya itu terjadi dalam rangka usaha pokok atau diluar usaha pokok untuk menghasilkan total biaya dalam suatu periode. Dalam bentuk single step.

Komponen-komponen dalam informasi laba. dan rugi menggambarkan hubungan diantara .22 tahun sebelumnya serta biaya antar kegiatan atau fungsi dalam tahun yang sama. Seperti yang dijelaskan oleh Kieso (2005). laba. Laporan laba rugi dapat digunakan untuk membantu pemakai laporan keuangan memprediksi arus kas masa depan. Oleh karena itu. Bagi internal perusahaan khususnya manajemen. laporan laba rugi dapat menjadi informasi untuk menilai sampai seberapa jauh efisiensi biaya dan laba yang dapat dicapai oleh perusahaan atas kinerja yang telah dilakukan. seperti pendapatan. biaya. Informasi kinerja masa lampau dapat digunakan dalam menentukan trend penting yang menyediakan informasi kinerja masa mendatang. maka pemakai laporan laba rugi dapat menilai kinerja perusahaan dan membandingkannya dengan perusahaan pesaing. Dengan memeriksa pendapatan-pendapatan dan biaya-biaya. informasi laba rugi dapat digunakan oleh investor dan kreditor untuk : • Mengevaluasi kinerja masa lampau perusahaan. • Membantu menilai risiko atau ketidakpastian dari arus kas masa mendatang. selanjutnya hal ini dapat dijadikan motivasi bagi manajerial dan seluruh karyawan untuk terus berkinerja lebih baik lagi. • Menyediakan basis untuk memprediksi kinerja di masa yang akan datang.

IAI 2004 justru tidak menterjemahkan income dengan istilah penghasilan.23 komponen tersebut dan dapat digunakan untuk menilai risiko pada tingkat tertentu suatu arus kas di masa mendatang. Dalam konsep dasar penyusunan dan penyajian laporan keuangan. 2007). Angka laba seringkali dipengaruhi oleh metode akuntansi yang digunakan. 2. dan ketidakpastian arus kas masa depan. 3. IAI tahun 2004 memiliki pengertian lain mengenai income. 2005) : 1. Besar kecilnya laba sebagai pengukur kenaikan aktiva sangat tergantung pada ketepatan pengukuran pendapatan dan biaya. Para pemakai laporan laba rugi perlu menyadari keterbatasan tertentu dari informasi yang terdapat dalam laporan laba rugi yang akan mengurangi manfaat dari laporan ini untuk meramalkan jumlah. 2004) mengartikan income (penghasilan) sebagai berikut : . (IAI. 2.4 Laba Akuntansi Pengertian laba yang dianut oleh struktur akuntansi sekarang ini adalah laba akuntansi yang merupakan selisih pengukuran pendapatan dan biaya (Anis Chariri dan Imam.1. Laporan laba rugi tidak memuat banyak pos yang memberi kontribusi terhadap pertumbuhan dan kesehatan perusahaan secara umum. penetapan waktu. Ukuran laba merupakan subjek estimasi. Beberapa keterbatasan tersebut diantaranya adalah (Kieso.

Para akuntan mendefinisikan laba dari sudut pandang perusahaan sebagai satu kesatuan. Laba akuntansi memerlukan pengukuran tentang biaya (expenses) dalam bentuk biaya historis. Laba akuntansi (accounting income) secara operasional didefinisikan sebagai perbedaan antara pendapatan yang direalisasi dari transaksi yang terjadi selama satu periode dengan biaya yang berkaitan dengan pendapatan tersebut. Tidak adanya persamaan pendapat untuk mendefinisikan laba secara tepat disebabkan oleh luasnya penggunaan konsep laba. Laba akuntansi didasarkan pada transaksi aktual terutama yang berasal dari penjualan barang atau jasa. 5. Belkoui menyebutkan bahwa laba akuntansi memiliki lima karakteristik berikut (Belkoui. Laba akuntansi menghendaki adanya penandingan (matching) antara pendapatan dengan biaya yang relevan dan berkaitan dengan pendapatan tersebut.24 Penghasilan (income) adalah kenaikan manfaat ekonomi selama suatu periode akuntansi dalam bentuk pemasukan atau penambahan aktiva. Laba akuntansi didasarkan prinsip pendapatan yang memerlukan pemahaman khusus tentang definisi. 3. atau penurunan kewajiban yang mengakibatkan kenaikan ekuitas yang tidak berasal dari kontribusi penanaman modal. 2. 1993) : 1. pengukuran dan pengakuan pendapatan. Laba akuntansi didasarkan pada postulat periodeisasi dan mengacu pada kinerja perusahaan selama satu periode tertentu. 4. .

Sementara itu. Laba akuntansi memenuhi kriteria konservatisme. . yang didukung bukti objektif. 3. terutama pertanggungjawaban manajemen. 2.25 Kelima karakteristik laba akuntansi di atas memungkinkan untuk menganalisis keunggulan dan kelemahan laba akuntansi. dalam arti akuntansi tidak mengakui perubahan nilai tetapi hanya mengakui untung yang direalisasi. 2. 1993) : 1. Keunggulan laba akuntansi dapat dirumuskan sebagai berikut (Belkoui. Laba akuntansi dipandang bermanfaat untuk tujuan pengendalian. Laba akuntansi bermanfaat untuk membantu pengambilan keputusan ekonomi. dapat diuji kebenarannya karena didasarkan pada transaksi atau fakta aktual. 1993) : 1. Laba akuntansi diukur dan dilaporkan secara objektif. Kelemahan laba akuntansi dapat dirumuskan sebagai berikut (Belkoui. kelemahan mendasar dari laba akuntansi terletak pada relevansinya dalam proses pengambilan keputusan. Laba akuntansi yang didasarkan pada cost histories mempersulit perbandingan laporan keuangan karena adanya perbedaan metode perhitungan cost dan metode alokasi. 4. Laba akuntansi gagal mengakui kenaikan aktiva yang belum direalisasi dalam satu periode karena prinsip cost histories dan prinsip realisasi.

ketiga angka laba akuntansi yakni laba kotor. Laba akuntansi yang didasarkan prinsip realisasi. Menurut Febrianto dan Widiastuty (2005). 7. 5. Sebagai dasar kompensasi dan pembagian bonus. cost histories. 4. Sebagai pengukur prestasi manajemen. laba operasi dan laba bersih bermanfaat untuk pengukuran . Sebagai dasar pembagian dividen. 2. dan konservatisme dapat menghasilkan data yang menyesatkan dan tidak relevan. 3. informasi laba sebenarnya dapat digunakan untuk memenuhi berbagai tujuan. 6. Sebagai indikator efisiensi penggunaan dana yang tertanam dalam perusahaan yang diwujudkan dalam tingkat kembalian (rate of return on invested capital). Sebagai dasar penentu besarnya pengenaan pajak. Informasi tentang laba perusahaan dapat digunakan untuk (Anis Chariri dan Imam. Sebagai alat motivasi manajemen dalam pengendalian perusahaan. Sebagai alat pengendalian alokasi sumber daya ekonomi suatu negara.26 3. Sebagai dasar untuk kenaikan kemakmuran. 2007) : 1. Tujuan pelaporan laba adalah untuk menyediakan informasi yang bermanfaat bagi pihak yang berkepentingan. 8. Tanpa memperhatikan masalah-masalah yang muncul atas keunggulan dan kelemahan laba akuntansi.

untuk perusahaan pemanufakturan perhitungan dimulai dari tahap ketika bahan baku masuk ke pabrik.27 efisiensi manajer dalam mengelola perusahaan. Investor bahwa ukuran dan kreditor yakin kinerja yang diutamakan dalam penilaian kinerja perusahaan adalah ukuran kinerja yang mampu menggambarkan kondisi dan prospek perusahaan di masa mendatang dengan lebih baik. Angka laba bersih adalah angka yang menunjukkan selisih antara seluruh pendapatan dari kegiatan operasi perusahaan maupun non operasi perusahaan. Biaya-biaya operasi adalah biaya-biaya yang berhubungan dengan operasi perusahaan atau biaya-biaya yang sering terjadi di dalam perusahaan dan bersifat operatif. Penilaian kinerja perusahaan ini didasarkan melalui informasi pada laporan laba rugi yang menyajikan informasi laba kotor. biaya iklan dan promosi. biaya penyusutan dan lain-lain. biaya administrasi. sesungguhnya laba bersih ini adalah laba yang menunjukkan . Laba kotor adalah selisih dari pendapatan perusahaan dikurangi dengan cost barang terjual. Dengan demikian. Semua biaya-biaya langsung yang berhubungan dengan penciptaan produk tersebut dikelompokkan sebagai cost barang terjual. laba operasi dan laba bersih. Angka laba operasi adalah selisih laba kotor dengan biaya-biaya operasi. Selain itu. biaya perjalanan dinas. Cost barang terjual adalah semua biaya yang dikorbankan. diolah. hingga dijual. Diantara biaya-biaya operasi tersebut adalah : biaya gaji karyawan. biaya-biaya ini diasumsikan memiliki hubungan dengan penciptaan pendapatan.

hasil penelitian ini tidak menspesifikan kandungan informasi dari laba manakah yang lebih mampu memprediksi arus kas di masa mendatang.28 bagian laba yang akan ditahan di dalam perusahaan dan yang akan dibagikan sebagai dividen. 95 yang menghendaki laporan arus kas sebagai pengganti laporan perubahan posisi keuangan dan sebagai bagian dari laporan keuangan. Laporan arus kas pertama kali ditetapkan sebagai bagian dari laporan keuangan pada tahun 1987 melalui SFAS No. Akan tetapi. Selain itu.L Tobing (2007). Alasan utama keputusan FASB yang mengharuskan perusahaan menyediakan laporan arus kas adalah keinginan untuk membantu para investor dan kreditor agar dapat memprediksi arus kas masa depan dengan lebih baik. 2. . Martin H. Masing-masing dari hasil laba tersebut.1. menyimpulkan bahwa laba yang dihasilkan perusahaan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap harga saham. memiliki kandungan informasi tersendiri yang dapat digunakan untuk memprediksi laba dan juga aliran kas masa depan. Ika Kusumaningtyas (2003) menyatakan bahwa laba yang diklasifikasikan menjadi laba operasi dan laba non operasi memiliki daya prediksi untuk memprediksi arus kas di masa mendatang serta menunjukkan hubungan positif dengan arus kas masa mendatang.5 Laporan Arus kas dan Kegunaannya Pada awalnya laporan keuangan hanya terdiri dari neraca dan laporan laba rugi.

Kebijakan ini tentu saja berkaitan dengan manfaat yang dapat diambil para pemakai laporan keuangan khususnya investor dan kreditor.29 Laporan arus kas wajib untuk dilaporkan di Indonesia pada tahun 1994 melalui Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. Kieso (2005) menyatakan bahwa. seperti yang dinyatakan dalam PSAK No. Kemampuan kewajibannya. • Transaksi investasi dan pembiayaan yang melibatkan kas dan non kas selama suatu periode. 2 paragraf 2. informasi dalam laporan arus kas dapat membantu para investor. entitas untuk membayar dividen dan memenuhi . 2 paragraf 1. Investor dan kreditor dapat memanfaatkan informasi arus kas untuk mengetahui mengenai pengelolaan dan penggunaan kas dalam perusahaan tersebut. disebutkan bahwa perusahaan harus menyusun laporan arus kas dan harus menyajikan laporan tersebut sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan untuk setiap periode penyajian laporan keuangan. Laporan arus kas merupakan laporan keuangan yang menginformasikan jumlah arus kas masuk dan arus kas keluar atau sumber dan pemakaian kas dalam suatu perusahaan. dan pihak lainnya menilai hal-hal berikut : • • Kemampuan entitas untuk menghasilkan arus kas di masa depan. kreditor. • Penyebab perbedaan antara laba bersih dan arus kas bersih dari kegiatan operasi.

tanah dan aset lain.30 Laporan arus kas dikelompokkan menjadi tiga bagian. Tidak seperti laporan keuangan utama lainnya. Arus kas dari kegiatan investasi Merupakan arus kas dari kegiatan seperti pembelian dan penjualan surat-surat berharga. 3. yaitu : 1. Neraca komparatif. Laporan laba rugi periode berjalan. 2. menyajikan jumlah perubahan aktiva. 2. kewajiban. pembelian dan penghentian berbagai aset seperti peralatan. Arus kas dari kegiatan pendanaan Arus kas pendanaan merupakan arus kas yang dihasilkan dari penerbitan saham atau obligasi baru. Arus kas dari kegiatan operasi Arus kas operasi merupakan arus kas yang berasal dari kegiatan operasi yang dihasilkan akibat transaksi dan kejadian yang mempengaruhi laba operasional baik dari produksi dan penjualan barang maupun persediaan. Informasi untuk menyiapkan laporan ini biasanya berasal dari tiga sumber : 1. peminjaman utang maupun pelunasan utang. berisi data yang membantu penentuan jumlah kas yang diterima atau digunakan oleh operasi selama periode berjalan. . pembayaran dividen. laporan arus kas tidak disiapkan dari neraca saldo yang telah disesuaikan. pembelian kembali saham perusahaan. dan ekuitas dari awal hingga akhir periode.

Kim dan Kross (2005) dalam penelitiannya mengenai hubungan antara earnings dan arus kas operasi. dalam proses pengambilan keputusan ekonomi suatu perusahaan perlu dilakukan evaluasi terhadap kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas dan setara kas serta kepastian yang diperolehnya. Data transaksi tertentu.31 3. baik mengenai ada tidaknya kandungan informasi maupun arah hubungan dengan harga saham. Sebagian besar peneliti menggunakan laba bersih atau laba operasi sebagai variabelnya untuk penelitian mengenai laba dalam pengujian kandungan informasi. .2 Penelitian Terdahulu Sampai saat ini penelitian-penelitian mengenai kemampuan laba dalam memprediksi arus kas masa depan telah banyak dilakukan dan terus berkembang. Oleh karena itu. prediksi laba dan arus kas masa depan. menyatakan bahwa kemampuan laba untuk memprediksi arus kas operasi masa depan terus meningkat dan peningkatan kemampuan prediksi ini bertahan sepanjang waktu untuk beberapa horizon peramalan. 2. Informasi tentang arus kas suatu perusahaan berguna bagi para pemakai laporan keuangan sebagai dasar untuk menilai kebutuhan perusahaan dalam menggunakan kas dan setara kas. memberikan informasi tambahan terinci yang dibutuhkan untuk menentukan bagaimana kas diterima dan digunakan selama periode berjalan.

Penelitian tersebut membandingkan kualitas tiga angka laba kuartalan. Ali (1994) menggunakan regresi linier dan non linier dalam menguji kandungan informasi laba. peneliti selalu memprioritaskan penggunaan angka laba operasi dan laba bersih. kemudian dilakukan penelitian atas kualitas laba kotor. modal kerja. dan arus kas.32 Penelitian yang dilakukan Ali (1994) menunjukkan bahwa arus kas relatif tidak memiliki kandungan informasi dibandingkan dengan variabel laba dan modal kerja operasi. Dalam pengujiannya. laba operasi dan laba bersih untuk mengetahui mana yang lebih bermakna bagi investor. Pada penelitian tersebut ditemukan bahwa laba operasi pro-forma memiliki kualitas yang lebih baik dibandingkan dengan EPS dari operasi atau EPS dari laba sebelum pos-pos luar biasa dan operasi yang dihentikan. laba operasi dan laba bersih yang dilihat dari kekuatan reaksi pasar dengan proxy cumulative abnormal return. yaitu laba operasi pro-forma. atau laba bersih. Febrianto dan Widiastuty (2005) meneliti ketiga angka laba akuntansi yakni. tidak ada (setidaknya belum ditemukan) yang menggunakan angka laba kotor. EPS dari laba operasi. serta laba sebelum pos-pos luar biasa dan operasi yang dihentikan. Karena alasan inilah. Alasan dari penelitian yang dilakukan Febrianto dan Widiastuty (2005) ini berawal dari pertanyaan mengapa di dalam penelitian-penelitian yang menggunakan angka laba. Ditemukan beberapa penelitian yang menggunakan laba kotor sebagai variabel dalam menguji kandungan nilai informasi laba tersebut. laba kotor. Pada penelitian ini ditemukan bahwa laba . Banyak penelitian-penelitian mengenai pengaruh laba dengan arus kas yang dilakukan dengan menggunakan variabel laba operasi.

Pilihan metode akuntansi banyak ditemukan di dalam penyusunan laporan keuangan. 2005).33 kotor direaksi paling kuat dan lebih mampu memberikan gambaran lebih baik tentang hubungan antara laba dengan harga saham. . Sedangkan untuk perhitungan komponen laba operasi. termasuk di dalam penyusunan laporan laba-rugi. Laba kotor dilaporkan lebih awal daripada laba operasi. akan menyebabkan manajer melakukan tindakan yang dinamakan oleh teori akuntansi positif sebagai tindakan oportunis (Scott. Laba operasi dilaporkan lebih awal dibandingkan dengan laba bersih. perhitungan angka laba kotor akan menyertakan lebih sedikit komponen pendapatan dan biaya dibandingkan dengan perhitungan laba operasi. Berdasarkan alasan tersebut laba kotor dipandang lebih relevan digunakan sebagai alat prediksi arus kas di masa mendatang karena pada laporan laba rugi perhitungan laba kotor dilaporkan terlebih dahulu daripada perhitungan laba lainnya. Semakin detail perhitungan suatu angka laba maka semakin banyak alternatif penggunaan metode akuntansi yang akan digunakan oleh manajer. 1997). Tindakan oportunis tersebut antara lain dengan memilih kebijkan akuntansi yang menguntungkan pihak manajer sehingga mengakibatkan kualitas laba semakin rendah. komponen pendapatan dan biaya lebih sedikit disertakan bila dibandingkan dengan perhitungan komponen laba bersih. Menurut Scott (dalam Febrianto dan Widiastuty. Adanya kebebasan untuk memilih prosedur yang tersedia.

dan ditemukan bahwa laba kotor memiliki pengaruh yang signifikan. Kedua penelitian tersebut membuktikan bahwa kandungan informasi pada laba. Penelitian tersebut menggunakan sampel perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI. Dari hasil laba operasi dapat dilihat perhitungan pendapatan yang dikurangi dengan biayabiaya yang berkaitan dengan operasi perusahaan. penyusutan dan lain-lain. keterlibatan kendali manajemen lebih besar dan memiliki hubungan yang lebih erat dengan penciptaan pendapatan. Pada laba kotor. Dari hasil laba kotor dapat dilihat hasil perhitungan pendapatan dikurangi cost barang terjual atau biaya-biaya yang berkaitan dengan operasi utama perusahaan yaitu penjualan. khususnya angka laba kotor memiliki pengaruh bagi para investor ataupun kreditor dalam membuat keputusan ekonomi. seperti biaya iklan. telah dijelaskan bahwa masing-masing laba memiliki informasi tersendiri. Hal ini mengindikasikan bahwa. biaya gaji. hal ini menunjukkan adanya hubungan langsung antara manajemen dengan penciptaan pendapatan. angka laba kotor mampu memberikan nilai informasi yang dapat digunakan dalam memprediksi arus kas masa depan serta untuk memenuhi kebutuhan informasi bagi pemakai laporan keuangan. Biaya-biaya ini sebenarnya tidak . Pada uraian laba akuntansi di atas. Manajemen mengendalikan rekening cost barang terjual sepenuhnya untuk menentukan daya saing produk agar barang atau jasa dapat dijual dengan harga yang kompetitif. biaya administrasi.34 Laba kotor kembali dijadikan variabel dalam penelitian Daniati dan Suhairi (2006) dalam menguji perubahan laba kotor terhadap expected return saham. khususnya investor dan kreditor.

sebagai contoh adalah pada item biaya dari laba operasi yaitu biaya penyisihan piutang tidak tertagih. pendapatan dikurangi biaya-biaya yang tidak sepenuhnya dapat dikendalikan oleh manajer. Semakin detail perhitungan suatu angka laba. tetapi tidak berkaitan langsung dengan penciptaan pendapatan.35 berhubungan langsung dalam menciptakan pendapatan. 25). maka semakin . Dalam penyusunan laporan laba rugi. Informasi tersebut juga seringkali digunakan untuk memperkirakan kemampuan suatu perusahaan untuk menghasilkan kas dan aktiva yang disamakan dengan kas di masa yang akan datang (PSAK No. terutama tentang profitabilitas.3 Kerangka Pemikiran Informasi tentang kinerja suatu perusahaan. Kendali manajemen pada laba operasi lebih kecil dibandingkan pada laba kotor. Hal ini menunjukkan bahwa perhitungan laba kotor akan menyertakan lebih sedikit komponen pendapatan dan biaya dibandingkan dengan angka laba lainnya. atau tidak sepenuhnya berhubungan dengan operasi perusahaan dan juga masih dipengaruhi oleh kebijakan perusahaan. Biaya ini terjadi karena adanya kebijakan perusahaan. 2. laba kotor dilaporkan lebih awal dari dua angka laba lainnya. walaupun ditujukan untuk mendorong penjualan. Kemudian biaya iklan. Sedangkan pada laba bersih. dibutuhkan untuk mengambil keputusan tentang sumber ekonomi yang akan dikelola oleh suatu perusahaan di masa yang akan datang. bukan karena hubungannya dengan penciptaan pendapatan.

Selanjutnya. padahal yang direaksi pasar adalah makna pragmatik laba. Menurut Febrianto dan Widiastuty (2005). penelitian ini akan menguji kemampuan laba kotor.36 banyak pilihan metode akuntansi yang disertakan sehingga semakin rendah kualitas laba. Di dalam penelitian ini ditemukan bahwa laba kotor direaksi paling kuat oleh pasar dan berpengaruh terhadap expected return saham Berdasarkan kedua penelitian tersebut. laba operasi dan laba bersih dalam memprediksi arus kas di masa mendatang. laba kotor kembali dijadikan variabel dalam penelitian yang dilakukan oleh Daniati dan Suhairi (2006). Laba Kotor H1 H2 Laba Operasi H3 Laba Bersih H5 Arus Kas di masa Mendatang H4 . para peneliti terdahulu hanya mendasarkan pilihannya kepada makna semantik laba operasi. pada penelitian ini juga akan diteliti apakah laba kotor atau laba operasi atau laba bersih yang paling baik dalam memprediksi arus kas masa depan. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Febrianto dan Widiastuty ini menyatakan bahwa angka laba kotor lebih mampu memberikan gambaran yang lebih baik tentang hubungan antara laba dengan harga saham. Selain itu.

Ha5 : Laba kotor lebih baik dibandingkan dengan laba operasi dan laba bersih dalam memprediksi arus kas masa depan. laba operasi. Ha3 : Laba bersih berpengaruh signifikan dan positif dalam memprediksi arus kas masa depan. Ha4 : Informasi laba kotor. Ha2 : Laba operasi berpengaruh signifikan dan positif dalam memprediksi arus kas masa depan. .4 Hipotesis Beberapa hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini sesuai dengan hasil penelitian terdahulu adalah : Ha1 : Laba kotor berpengaruh signifikan dan positif dalam memprediksi arus kas masa depan.37 2. dan laba bersih secara simultan berpengaruh signifikan dalam memprediksi arus kas masa depan.

investasi.38 BAB III METODE PENELITIAN 3. Biaya-biaya langsung yang berhubungan dengan penciptaan produk tersebut kemudian dikelompokkan sebagai cost barang terjual. diolah. yaitu variabel bergantung (dependent variable) dan variabel bebas (independent variable). dan pendanaan. hingga dijual. Periode pengamatan yang digunakan adalah tahun 2007-2008. Laba kotor. dan yang menjadi variabel bebas adalah laba kotor. Arus kas. yaitu total arus kas yang merupakan penjumlahan dari arus kas operasi. 38 Periode . 2. Cost barang terjual adalah semua biaya yang dikorbankan dimana untuk perusahaan pemanufakturan perhitungan dimulai dari tahap ketika bahan baku masuk ke pabrik. Beberapa variabel yang digunakan dan pengukurannya adalah sebagai berikut : 1. Arus kas adalah laporan keuangan yang menginformasikan mengenai jumlah arus kas masuk dan arus kas keluar atau sumber dan pemakaian kas dalam suatu perusahaaan. yaitu selisih dari pendapatan perusahaan dikurangi dengan cost barang terjual. Variabel bergantung pada penelitian ini adalah cash flow (arus kas).1 Variabel Penelitian dan Definisi Operasional Variabel Di dalam penelitian ini variabel-variabel penelitian diklasifikasikan menjadi dua kelompok variabel. laba operasi dan laba bersih.

4.3 Jenis dan Sumber Data Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder yang meliputi laporan keuangan yang telah dipublikasikan yang diambil dari dan terdaftar secara berturut-turut selama periode . 3. yaitu metode pemilihan objek dengan beberapa kriteria tertentu. 2. Metode yang digunakan dalam pemilihan objek pada penelitian ini adalah purposive sampling. Tidak mengalami kerugian. Kriteria yang dimaksudkan adalah sebagai berikut : 1. 3. setelah dikurangi dengan biaya-biaya usaha. Laba bersih.2 Populasi dan Sampel Sample dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2006 sampai dengan 2008. Data yang digunakan tidak boleh bernilai negatif agar tidak menimbulkan outlier pada proses screening data.39 pengamatan yang digunakan adalah tahun 2006-2007. Mengungkapkan dan menyajikan secara lengkap data yang dibutuhkan. 3. pengamatan. Laba operasi. Periode pengamatan yang digunakan adalah tahun 2006-2007. 3. Periode pengamatan yang digunakan adalah tahun 2006-2007. tidak melakukan merger selama periode pengamatan. Tersedianya laporan keuangan selama periode tahun 2006-2008. yaitu angka yang menunjukkan selisih antara seluruh pendapatan dari kegiatan operasi perusahaan maupun non-operasi perusahaan. 4. yaitu pendapatan yang diperoleh dari kegiatan operasional utama perusahaan.

Analisis regresi linier berganda dimaksudkan untuk menguji sejauh mana dan bagaimana arah variabel-variabel independen berpengaruh terhadap variabel dependen. Analisis yang digunakan untuk menguji persamaan tersebut secara matematis dirumuskan sebagai berikut : AKt+1 = b0 + b1LK + b2LO + b3LB + e Keterangan : AKt+1 b0 b1. data dari Indonesian Capital Market Directory selama tahun 2006 sampai 2008 yang meliputi laporan laba rugi dan laporan arus kas perusahaan.4 Metode Pengumpulan Data Metode pengumpulan data yang dilakukan untuk mengumpulkan data yang dibutuhkan dalam penelitian ini antara lain adalah dengan melakukan dokumentasi dimana penulis mencari data langsung dari catatan-catatan atau laporan keuangan yang ada pada BEI. 3. 3.5 Metode Analisis Model analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah model analisis regresi linier berganda.2.3 LK LO : : : : : Arus kas di masa depan Intersep dari nilai AK Slope dari garis regresi Laba kotor Laba operasi . Data sekunder yang diambil dari BEI ini terdiri dari laporan laba rugi dan laporan arus kas setiap perusahaan manufaktur yang terdaftar dan sesuai dengan kriteria pemilihan sampel.40 database Bursa Efek Indonesia.

Pengujian ini meliputi uji normalitas .5. uji heteroskedastisitas dan uji multikolinieritas. laba bersih dan arus kas. uji autokorelasi. Adapun penjelasan masing-masing uji asumsi klasik adalah sebagai berikut : .41 LB e : : Laba bersih Error term Teknik analisis dalam penelitian ini dilakukan dengan bantuan program komputer SPSS versi 17. uji heteroskedastisitas dan uji multikolinieritas.1 Statistik Deskriptif Penyajian statistik deskriptif bertujuan agar dapat dilihat profil dari data penelitian tersebut. 1995). Hal ini bertujuan agar hasil perhitungan tersebut dapat diinterpretasikan secara tepat dan efisien.5.2 Uji Asumsi Klasik Pengujian dengan menggunakan regresi linier berganda dapat dilaksanakan setelah memenuhi asumsi klasik.0 for Windows. 3. tujuannya adalah agar variabel independen sebagai estimator atas variabel independen tidak bias (Gujarati. laba operasi. uji autokorelasi. 3. Sebelum dilakukan pengujian hipotesis dengan menggunakan analisis regresi berganda. pada keempat variabel penelitian tersebut dilakukan uji asumsi klasik yang meliputi uji normalitas. Dalam penelitian ini variabel yang digunakan adalah laba kotor.

Masalah ini timbul karena residual tidak bebas dari satu observasi ke observasi lainnya. maka peneliti menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov. maka data tersebut berdistribusi tidak normal. Model regresi yang baik adalah yang mendekati normal (Imam Ghozali. Dengan kata lain.05. Jika terjadi korelasi maka dinamakan ada problem autokorelasi. masalah ini seringkali ditemukan apabila menggunakan data runtut waktu. Untuk meningkatkan hasil uji normalitas data. maka data berdistribusi normal dan sebaliknya. maka garis yang menggantikan data sesungguhnya akan mengikuti garis diagonalnya (Imam Ghozali. Jika distribusi data normal.05. Untuk melihat model regresi normal atau tidak. jika p-value lebih kecil dari 0. Jika pada hasil uji Kolmogorov-Smirnov menunjukkan p-value lebih besar dari 0. b. dilakukan analisis grafik dengan melihat “normal probability report plot” yang membandingkan antara distribusi kumulatif dari data sesungguhnya dengan distribusi normal. Distribusi normal akan membentuk satu garis lurus diagonal dan ploting data akan dibandingkan dengan garis diagonal. . Autokorelasi muncul karena observasi yang berurutan sepanjang waktu berkaitan satu sama lain. 2006).2006). Uji Autokorelasi Uji autokorelasi bertujuan untuk menguji apakah dalam suatu model regresi linier ada korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan pengganggu pada periode t-1 (sebelumnya). Uji Normalitas Uji normalitas diperlukan untuk mengetahui apakah data yang terkumpul dari setiap variabel dependen dan independen atau keduanya mempunyai distribusi normal atau tidak.42 a.

Model regresi yang baik adalah yang homoskedastisitas atau tidak terjadi heteroskedastisitas. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk mendeteksi adanya autokorelasi adalah uji statistik run test. Apabila nilai probabilitas ≤ α = 0. acak tidaknya data mempunyai batasan sebagai berikut : • • Apabila nilai probabilitas ≥ α = 0. Menurut Imam Ghozali (2006). sedang dan besar). Uji Heteroskedastisitas Ghozali (2006) menyatakan bahwa uji heteroskedastisitas bertujuan menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. 2006). Apabila data bersifat acak. Jika variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain tetap. Suatu persamaan regresi dikatakan terbebas autokorelasi jika hasil uji statistik run testnya tidak signifikan atau diatas 0.43 Model regresi yang baik adalah regresi yang bebas dari autokorelasi. . maka dapat diambil kesimpulan bahwa data tidak terkena autokorelasi. maka disebut homoskedastisitas dan jika berbeda disebut heteroskedastisitas. Pengambilan keputusan pada uji run test didasarkan pada acak tidaknya data.05 (Imam Ghozali. c. Kebanyakan data crossection mengandung situasi heteroskedastisitas karena data ini menghimpun data yang mewakili berbagai ukuran (kecil.05 maka observasi terjadi secara acak.05 maka observasi terjadi secara tidak acak.

misal seperti titik-titik yang membentuk pola tertentu yang teratur (bergelombang. 2006). Jika tidak ada pola yang jelas serta titik-titik menyebar di atas dan di bawah angka 0 pada sumbu Y. Deteksi ada tidaknya heteroskedastisitas dapat dilakukan dengan melihat ada tidaknya pola tertentu pada grafik scatterplot antara SRESID dan ZPRED dimana sumbu Y adalah Y yang telah diprediksi. maka tidak terjadi heteroskedastisitas. Salah satunya adalah dengan melihat grafik plot antara nilai prediksi variabel terikat (dependen) yaitu ZPRED dengan residualnya SRESID. . melebar kemudian menyempit). hal ini menunjukkan bahwa dalam data model empiris yang diestimasi terdapat heteroskedastisitas. Oleh karena itu. maka hal itu mengindikasikan telah terjadi heteroskedastisitas. Jika ada pola tertentu. Salah satu uji statistik yang dapat digunakan untuk mendeteksi ada tidaknya heteroskedastisitas adalah dengan menggunakan uji Park (Imam Ghozali. dan sumbu X adalah residual.05 maka terdapat homoskedastisitas pada model regresi. Apabila pada hasil output SPSS koefisisen parameter beta dari persamaan regresi tersebut signifikan secara statistik. jika parameter beta tidak signifikan secara statistik atau lebih besar dari 0. Sebaliknya. Analisis dengan grafik plots memiliki kelemahan yang cukup signifikan karena hasil ploting dipengaruhi juga oleh jumlah pengamatan. diperlukan uji statistik yang lebih dapat menjamin keakuratan hasil.44 Ada beberapa cara untuk mendeteksi ada atau tidaknya heteroskedastisitas.

Pada model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi diantara variabel independen. Apabila nilai tolerance di atas 10% dan VIF di bawah 10. Variabel orthogonal adalah variabel bebas yang nilai korelasi antar sesama variabel bebas sama dengan nol (Imam Ghozali. 3. Pengujian ini dilakukan dengan membandingkan nilai F hitung dengan F tabel. 1. Kedua ukuran ini menunjukkan setiap variabel bebas manakah yang dijelaskan oleh variabel bebas lainnya. Langkah-langkah pengujiannya adalah sebagi berikut : 1) Perumusan hipotesis . 2006). maka variabel-variabel ini tidak orthogonal. Uji F Uji F dilakukan untuk melihat pengaruh variabel-variabel independen secara keseluruhan terhadap variabel dependen. Untuk mendeteksi ada atau tidaknya multikolinieritas dapat dilihat dari nilai tolerance dan lawannya serta dari Variance Inflation Factor (VIF).3 Pengujian Hipotesis Untuk menguji hipotesis mengenai pengaruh variabel bebas terhadap variabel tergantung dapat digunakan alat analisa statistik yaitu dengan melakukan Uji F dan Uji t. Jika variabel independen saling berkorelasi.45 d. maka dapat disimpulkan bahwa model regresi bebas dari multikolinieritas.5. Uji Multikolinieritas Uji multikolinieritas bertujuan untuk menguji apakah pada model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas (independen).

Ha : ρ = 0. berarti tidak ada pengaruh yang signifikan dari variabel independen secara bersama-sama terhadap variabel dependen. 3) Menentukan kriteria penenimaan/ penolakan Ho. berarti tidak ada pengaruh yang signifikan dari variabel independen terhadap variabel dependen secara parsial. Perumusan hipotesis 1. berarti ada pengaruh yang signifikan dari variabel independen secara bersama-sama terhadap variabel dependen 2) Menentukan tingkat signifikansi (α) yaitu sebesar 5%.46 a. 2. berarti ada pengaruh yang signifikan dari variabel independen terhadap variabel dependen secara parsial. 2. Ho:β = 0. Uji t Uji t dilaksanakan untuk melihat signifikansi dari pengaruh independen secara individu terhadap variabel dependen dengan menganggap variabel lain bersifat konstan. Ha:β = 0. . b. Jika signifikan> 5% maka Ho diterima atau Ha ditolak 4) Pengambilan kesimpulan. Jika signifikan <5% maka Ho ditolak atau Ha diterima b. Langkah-langkah pengujiannya adalah sebagai berikut : 1. yakni dengan melihat nilai signifikan : a. Ho : ρ = 0. Pengujian ini dilaksanakan dengan membandingkan t-hitung dengan t-tabel.

Pengambilan kesimpulan. . Jika signifikan < 5% maka Ho ditolak atau Ha diterima 2. yakni dengan melihat nilai signifikan : 1.47 2. 3. Menentukan kriteria penerimaan/penolakan Ho. Jika signifikan > 5% maka Ho diterima atau Ha ditolak 4. Menentukan tingkat signifikansi (α) yaitu sebesar 5%.

tidak mengalami kerugian dan tidak melakukan merger selama periode pengamatan. Variabel bergantung pada penelitian ini adalah cash flow (arus kas). laba operasi dan laba bersih. yaitu variabel bergantung (dependent variable) dan variabel bebas (independent variable). Sampel pada penelitian ini (n) sebanyak 34. dapat diketahui ada atau tidaknya data outlier pada penelitian ini. dan yang menjadi variabel bebas adalah laba kotor. data didapatkan dari laporan laba rugi dan arus kas pada perusahaan manufaktur selama tahun 2006-2008.48 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4. Untuk menentukan suatu data tersebut outlier atau tidak dapat dilakukan dengan menentukan nilai batas dengan cara mengkonversi nilai data ke dalam skor standardized atau yang biasa disebut z-score. yang memiliki nilai means sama 48 . Setelah dilakukan screening data. mempunyai data yang valid serta tidak bernilai negatif. yang seluruhnya terdaftar pada Bursa Efek Indonesia.1 Deskripsi Objek Penelitian Di dalam penelitian ini variabel-variabel penelitian diklasifikasikan menjadi dua kelompok variabel. Outlier adalah data yang mempunyai karakteristik unik. yang berbeda dengan observasi lainnya dan muncul dalam bentuk nilai ekstrim baik untuk sebuah variabel tunggal atau variabel kombinasi.

..... sum......... 2006)............... range........1 di bawah. sehingga data yang akan dianalisis memiliki distribusi normal.2 Statistik Deskriptif Menurut Imam Ghozali (2006).... Prosedur Penyampelan : Perusahaan manufaktur yang terdaftar sejak 2006-2008 ............... 168 Perusahaan yang melakukan merger..................... Deskripsi dari masing-masing variabel penelitian ini dapat dilihat pada tabel 4...... 34 4..................... .................................................. maksimum.....................49 dengan nol dan standar deviasi sama dengan satu (Imam Ghozali................ varian. (59) Jumlah sampel yang dapat digunakan................................. standar deviasi....................................... statistik deskriptif dapat mendeskripsikan suatu data yang dilihat dari nilai rata-rata (mean)..... Pengujian statistik deskriptif merupakan proses analisis yang merupakan proses menyeleksi data (screening data). minimum........... (69) Perusahaan yang mengalami rugi usaha .... Agar tidak mengganggu pengujian dalam penelitian ini........ (5) Data outlier.. maka data outlier peneliti keluarkan dari sampel......................... (1) Perusahaan yang mengalami rugi bersih........ kurtosis dan skewness (kemencengan distribusi)...........................................

00 yang diperoleh dari PT Betonjaya Manunggal Tbk pada tahun 2006.559.648.027.224.BERSIH ARUS.000.00 yang diperoleh dari PT Fast Food Indonesia Tbk pada tahun 2007.865.513.026.21 73. Deviation 68 4.224. dengan demikian rata-rata laba kotor dalam penelitian ini adalah Rp 206.668.027.648.282.242.1 Hasil Uji Statistik Deskriptif Descriptive Statistics N L.196.893.000 83.136.00.43 49.917 68 1. d.634 393.909.917.365.132. Laba kotor memiliki nilai maximum sebesar Rp 970.382 Sumber : Data Sekunder yang diolah Dari hasil pengujian statistik deskriptif pada tabel 4.421 46. dengan demikian batas atas nilai laba kotor dalam penelitian ini adalah Rp 970.132.668. Laba kotor memiliki nilai rata-rata sebesar Rp 206.619.652. Laba kotor memiliki nilai standar deviasi sebesar Rp 194.359.044.484 196.956. Laba operasi : .917.224.619.581. dengan demikian batas bawah nilai laba kotor dalam penelitian ini adalah Rp 4.471.1 di atas dapat diketahui : 1.132 970.342 68 90.853.000. Laba kotor : a.KOTOR L.909.027.10.917. 2. Laba kotor memiliki nilai minimum sebesar Rp 4.909.013.619.853. b.716.893.524 68 129.648.108.035.10 194.50 Tabel 4.198.KAS Minimum Maximum Mean Std. c.035.451 34.10.176.652.OPERASI L.112.168.09 39.917.158.685.000 206.668.551.290.719 219.00.917.175.893.652. dengan demikian batas penyimpangan laba kotor dalam penelitian ini adalah Rp 194.035.

b. .21.00. dengan demikian rata-rata laba operasi dalam penelitian ini adalah Rp 83.196.524.196.00. dengan demikian batas bawah nilai laba bersih dalam penelitian ini adalah Rp 129.719.198. b.51 a. Laba bersih memiliki nilai minimum sebesar Rp 129.634.865.853.421.00.108. dengan demikian batas penyimpangan laba operasi dalam penelitian ini adalah Rp 73.00 yang diperoleh dari PT Citra Tubindo Tbk pada tahun 2007. Laba operasi memiliki nilai standar deviasi sebesar Rp 73.176.719.290. dengan demikian batas bawah nilai laba operasi dalam penelitian ini adalah Rp 1.000. Laba operasi memiliki nilai maximum sebesar Rp 393. dengan demikian batas atas nilai laba bersih dalam penelitian ini adalah Rp 219.471.524.865.136.176.471.00 yang diperoleh dari PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk pada tahun 2006.158.956.000.513.282. Laba Bersih : a.853. Laba bersih memiliki nilai maximum sebesar Rp 219.00 yang diperoleh dari PT Betonjaya Manunggal Tbk pada tahun 2006.00. dengan demikian batas atas nilai laba operasi dalam penelitian ini adalah Rp 393. d.136.198.634. 3.956. Laba operasi memiliki nilai minimum sebesar Rp 1.00 yang diperoleh dari PT AKR Corporindo Tbk pada tahun 2007.158.282.21.421. c.513. Laba operasi memiliki nilai rata-rata sebesar Rp 83.108.290.

342. Arus kas memiliki nilai maximum sebesar Rp 196.175. Arus kas memiliki nilai rata-rata sebesar Rp 34.382. c.853.168. .044.359.00. Arus Kas : a.09. Arus kas memiliki nilai minimum sebesar Rp 90. dengan demikian batas penyimpangan arus kas dalam penelitian ini adalah Rp 39.365.365.026.382. dengan demikian batas bawah nilai arus kas dalam penelitian ini adalah Rp 90.43.551.484.716. Laba bersih memiliki nilai standar deviasi sebesar Rp 49.112.451. dengan demikian batas penyimpangan laba bersih dalam penelitian ini adalah Rp 49.581.52 c. 4.484.685. dengan demikian rata-rata arus kas dalam penelitian ini adalah Rp 34.581.044. dengan demikian batas atas nilai arus kas dalam penelitian ini adalah Rp 196.551.013.013.853.026.112.00 yang diperoleh dari PT Mayora Indah Tbk pada tahun 2007.342.175.451.242. Laba bersih memiliki nilai rata-rata sebesar Rp 46.559. b.359.43. d.716.168. dengan demikian rata-rata laba bersih dalam penelitian ini adalah Rp 46.559.242.00 yang diperoleh dari PT Kedawung Setia Industrial Tbk pada tahun 2007.685.09. d.00. Arus kas memiliki nilai standar deviasi sebesar Rp 39.

05 (Imam Ghozali. Distribusi normal akan membentuk satu garis lurus diagonal dan ploting data akan dibandingkan dengan garis diagonal.1 di bawah menunjukkan bahwa terdapat penyebaran data yang merata .53 4. maka model tersebut harus memenuhi uji asumsi klasik regresi.3 Hasil Uji Asumsi Klasik Untuk mengetahui apakah model regresi benar-benar menunjukkan hubungan yang signifikan dan mewakili (representatif). apakah suatu persamaan regresi yang akan dipakai lolos normalitas. Model regresi yang baik adalah yang mendekati normal (Imam Ghozali.2006). maka akan digunakan uji Kolmogorov-Smirnov. 2006). Suatu persamaan regresi dikatakan lolos normalitas apabila nilai signifikansi uji Kolmogorov-Smirnov lebih besar dari 0. maka garis yang menggantikan data sesungguhnya akan mengikuti garis diagonalnya (Imam Ghozali.1 Hasil Uji Normalitas Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi. Jika distribusi data normal. Uji ini digunakan untuk menghasilkan angka yang lebih detail. yang meliputi : 4. Hasil pengujian normalitas dengan analisis grafik plot yang terdapat pada gambar 4. 2006). untuk meningkatkan hasil uji normalitas data. variabel dependen dan independen atau keduanya mempunyai distribusi normal atau tidak. Untuk melihat model regresi normal atau tidak dilakukan analisis grafik dengan melihat “normal probability report plot” yang membandingkan antara distribusi kumulatif dari data sesungguhnya dengan distribusi normal. Kemudian.3.

Sig.102 .. Sumber : Data Sekunder yang diolah .b Most Extreme Differences Mean Std.32070067E10 .080 1.134 .0000061 3.176 Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. b. Calculated from data.134 -.54 dan penyebarannya mengikuti arah garis diagonalnya.1 Hasil Uji Normalitas dengan Analisis Grafik Plot Sumber : Data Sekunder yang diolah Tabel 4. Gambar 4. Hal ini menunjukkan bahwa data terdistribusi normal. (2-tailed) a.2 Hasil Uji Kolmogorov-Smirnov One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual N Normal Parametersa. Deviation Absolute Positive Negative 68 . Test distribution is Normal.

Nilai ini jauh diatas nilai signiifikan sehingga dapat disimpulkan bahwa data terdistribusi normal dan model regresi layak untuk dipakai. Jika terjadi korelasi maka dinamakan ada problem autokorelasi. Salah satu alat uji statistik yang dapat digunakan untuk mendeteksi ada tidaknya autokorelasi adalah uji statistik run test. acak tidaknya data mempunyai batasan sbb : . Apabila data bersifat acak.176. 4. 2006). 2006).2 di atas menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0.05 (Imam Ghozali. Autokorelasi muncul karena observasi yang berurutan sepanjang waktu berkaitan satu sama lain. maka dapat diambil kesimpulan bahwa data tidak terkena autokorelasi.55 Hasil uji Kolmogorov-Smirnov pada tabel 4.2 Hasil Uji Autokorelasi Uji autokorelasi bertujuan untuk menguji apakah dalam suatu model regresi linier terdapat korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan pengganggu pada periode t-1 (sebelumnya). Hal ini sering ditemukan pada data runtut waktu atau times series karena “gangguan” pada seseorang individu atau kelompok cenderung mempengaruhi “gangguan” pada individu atau kelompok yang sama pada periode berikutnya (Imam Ghozali. Menurut Imam Ghozali (2006). Masalah ini timbul karena residual (kesalahan pengganggu) tidak bebas dari satu observasi ke observasi yang lainnya.3. Pengambilan keputusan pada uji run test didasarkan pada acak tidaknya data. Suatu persamaan regresi dikatakan terbebas autokorelasi jika hasil uji statistik run testnya tidak signifikan atau diatas 0.

. Median -9. maka homoskedastisitas dan jika berbeda disebut heteroskedastisitas.05 maka observasi terjadi secara tidak acak. Karena nilai probabilitas lebih besar dari 0.3 Hasil Uji Autokorelsi Arus Kas Runs Test Unstandardized Residual Test Valuea Cases < Test Value Cases >= Test Value Total Cases Number of Runs Z Asymp.05. Sig. Tabel 4.05 maka observasi terjadi secara acak.3 Hasil Uji Heteroskedastisitas Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Apabila nilai probabilitas ≤ α = 0.56 • • Apabila nilai probabilitas ≥ α = 0. 4. (2-tailed) a.11059E9 34 34 68 28 -1.711 . Jika variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain tetap.087 Sumber : Data Sekunder yang diolah Hasil output SPSS pada tabel 4. Model regresi yang baik adalah yang homoskedastisitas atau tidak terjadi heteroskedastisitas.3.4 di atas menunjukkan bahwa nilai probabilitas adalah 0.5. maka dapat disimpulkan bahwa data residual terjadi secara acak (random) atau tidak terjadi autokorelasi antar nilai residual.

2 Hasil Uji Heteroskedastisitas Arus Kas Sumber : Data Sekunder yang diolah . seperti titik-titik yang ada membentuk pola tertentu yang teratur (bergelombang. serta titik-titik menyebar di atas dan di bawah angka 0 pada sumbu Y. menyebar. maka hal tersebut menunjukkan bahwa telah terjadi heteroskedastisitas pada model regresi. maka dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi heterokedatisitas pada model regresi.57 Salah satu cara untuk mendeteksi ada tidaknya heteroskedastisitas dalam suatu model regresi adalah dengan melihat grafik plot antara nilai prediksi variabel terikat (ZPRED) dengan residualnya (SRESID). Apabila ada pola tertentu. Gambar 4. Bila pada grafik scatter plot tidak ada pola yang jelas. kemudian menyempit).

197 4.374 .000 .4 Hasil Uji Multikolinieritas Uji multikolinieritas bertujuan untuk memberikan gambaran kepada peneliti apakah pada model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel .000 . Tabel 4. Hal ini konsisten dengan hasil uji dengan scatter plot.455 .220 . Untuk meningkatkan pengujian heteroskedastisitas.642 . Dependent Variable: LnU2i Sumber : Data Sekunder yang diolah Hasil uji Park pada tabel 4. maka dapat disimpulkan bahwa model regresi tidak terdapat heteroskedastisitas. dapat disimpulkan tidak terdapat heteroskedastisitas dalam model regresi.082 .603E-13 Std.351 Sig.070 Standardized Coefficients Beta T 124. perlu dilakukan pengujian secara statistik.362 8. Oleh sebab itu.351 2.OPERASI 8.3.468 1. Error .242 .727 .3 di atas menunjukkan bahwa di dalam diagram scatterplot tidak terdapat pola yang jelas serta titik-titik menyebar di atas dan di bawah angka 0 pada sumbu Y.58 Hasil pengujian heteroskedastisitas pada gambar 4.000 . .KOTOR B 46.135 2.319E-12 L. 4.238 -.852 Collinearity Statistics Toler ance VIF L.299 -.BERSIH -2. maka selain dilakukan pengujian dengan scatter plot.033 .000 . yaitu dengan menggunkan uji Park.4 di atas menunjukkan bahwa koefisien parameter untuk variabel independen tidak ada yang signifikan.4 Hasil Uji Park Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model 1 (Constant) L.905E-12 a.

242 .BERSIH Tolerance .59 bebas (independen).OPERASI L.351 VIF 2.852 a. 2006). Kedua ukuran ini menunjukkan setiap variabel bebas manakah yang dijelaskan oleh variabel bebas lainnya. Model regresi yang baik adalah model regresi yang tidak terdapat korelasi diantara variabel independen. Tabel 4. Jika variabel independen saling berkorelasi.5 di atas menunjukkan bahwa laba kotor. Variabel orthogonal merupakan variabel bebas yang nilai korelasi antar sesama variabel bebas sama dengan nol (Imam Ghozali. Untuk mendeteksi ada atau tidaknya multikolinieritas dapat dilihat dari nilai tolerance dan lawannya serta Variance Inflation Factor (VIF). Dependent Variable: ARUS. laba operasi.KOTOR L. . maka dapat disimpulkan bahwa model regresi bebas dari multikolinieritas. maka variabel-variabel ini tidak orthogonal.KAS Sumber : Data Sekunder yang diolah Hasil perhitungan uji multikolinieritas pada tabel 4.5 Hasil Uji Multikolinieritas Arus Kas Coefficientsa Collinearity Statistics Model 1 L.135 2.10 yang berarti tidak terdapat korelasi antar variabel independen. Sedangkan hasil perhitungan Variance Inflation Factor (VIF) menunjukkan bahwa ketiga variabel independen memiliki nilai VIF ≤ 10.197 4. dan laba bersih memiliki nilai tolerance ≥ 0.455 . Dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat multikolinieritas antar variabel independen dalam model regresi. Apabila nilai tolerance di atas 10% dan VIF di bawah 10.

laba operasi (X2) dan laba bersih (X3).044 .526 6421869298.135 .960 .080 Std.08X3 Berdasarkan persamaan regresi di atas dapat dianalisis pengaruh masing-masing variabel independen terhadap arus kas.380. yaitu : • Nilai koefisien regresi 0. Hal ini menunjukkan bahwa setiap kenaikan satu persen dari laba kotor akan menyebabkan kenaikan arus kas yang diterima sebesar nilai koefisiennya.455 2.699 .197 .564 .129 -.KAS Sumber : Data Sekunder yang diolah Didapat persamaan regresi linier berganda sebagai berikut : Y = 10.242 4.032 .142 10911380782.062 . Tabel 4.332 1.6 Hasil Uji Regresi Arus Kas Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model 1 (Constant) L. Sedangkan variabel dependennya adalah arus kas (Y).094 . Dependent Variable: ARUS.177 -.60 4.062X1 + 0.115 .526 + 0.309 1.911.BERSIH B .4 Hasil Analisis Regresi Berganda Analisis regresi linier berganda dimaksudkan untuk menguji sejauh apa dan bagaimana pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen.782.101 -. Error .168 Standardized Coefficients Beta t 1. .062 (X1) pada variabel laba kotor terdapat hubungan positif dengan arus kas.536 . Tolerance VIF a.OPERASI L.KOTOR L.852 Collinearity Statistics Sig.351 2.575 . Variabel independen dalam penelitian ini adalah laba kotor (X1). 177X2 − 0.

.091E10 6. • Nilai koefisien regresi 0.094 .115 . Dependent Variable: ARUS.564 Sig.177 (X2) pada variabel laba operasi terdapat hubungan positif dengan arus kas.142 1. 4.08 (X3) pada variabel laba bersih terdapat hubungan negatif dengan arus kas. Tabel 4. Setiap kenaikan satu persen dari laba bersih menyebabkan kenaikan pada arus kas yang diterima sebesar koefisiennya.5 4.7 Nilai Signifikan Secara Parsial Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model 1 (Constant) L.KAS Sumber : Data Sekunder yang diolah .129 .536 -.5.032 .422E9 .062 . Merupakan perbandingan antara koefisien regresi dengan standar error of coeficient.61 • Nilai koefisien regresi 0.080 Std.044 .1 Hasil Uji Hipotesis Hasil Uji Signifikansi Parameter Individual (Uji t) Uji t adalah pengujian yang digunakan untuk mengetahui apakah variabel independen mempengaruhi variabel dependen secara parsial.KOTOR L.177 -. Hal ini menunjukkan bahwa setiap kenaikan satu persen dari laba operasi akan menyebabkan penurunan arus kas yang diterima sebesar nilai koefisiennya.575 a.BERSIH B .OPERASI L. Error .960 1.332 -.309 .699 1.101 Standardized Coefficients Beta t 1.

Pada output regresi menunjukkan bahwa angka signifikansi untuk variabel laba bersih adalah sebesar 0. Nilai ini lebih besar dari tingkat signifikansi sebesar 0.044.129.62 Berdasarkan tabel diatas dapat disimpulkan mengenai uji hipotesis secara parsial dari masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen. dan dapat disimpulkan H2 ditolak karena tidak didukung oleh data dan tidak sesuai dengan ekspektasi penelitian. Pada output regresi menunjukkan bahwa angka signifikansi untuk variabel laba kotor adalah sebesar 0.05 sehingga dapat disimpulkan bahwa laba operasi tidak berpengaruh secara signifikan terhadap arus kas.05 sehingga dapat disimpulkan bahwa laba operasi tidak berpengaruh secara . H3 : Laba bersih berpengaruh signifikan dan positif dalam memprediksi arus kas masa depan. 575. Nilai ini lebih kecil dari tingkat signifikansi sebesar 0. Pada output regresi menunjukkan bahwa angka signifikansi untuk variabel laba operasi adalah sebesar 0. dan dapat disimpulkan H1 diterima karena didukung oleh data dan sesuai dengan ekspektasi penelitian. sebagai berikut : H1 : Laba kotor berpengaruh signifikan dan positif dalam memprediksi arus kas masa depan. Nilai ini lebih besar dari tingkat signifikansi sebesar 0. H2 : Laba operasi berpengaruh signifikan dan positif dalam memprediksi arus kas masa depan.05 sehingga dapat disimpulkan bahwa laba kotor berpengaruh secara signifikan terhadap arus kas.

Dependent Variable: ARUS. L. 4. . L.BERSIH. dan dapat disimpulkan H4 diterima karena didukung data dan sesuai dengan ekspektasi penelitian.420E21 8. Sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel laba kotor. 2006). L. laba operasi.160 .000a a.388E22 64 1.154E21 F Sig. Dalam hipotesis ini disebutkan : H4 : Informasi laba kotor.KOTOR. output regresi menunjukkan nilai signifikansi lebih kecil dari 0. H5 : Laba kotor lebih baik dibandingkan dengan laba operasi dan laba bersih dalam memprediksi arus kas masa depan. dan laba bersih secara simultan berpengaruh signifikan dalam memprediksi arus kas masa depan. 9.5.021E23 67 1. laba operasi.05.63 signifikan terhadap arus kas.8 Nilai Signifikan Secara Simultan ANOVAb Model 1 Regression Residual Total Sum of Squares df Mean Square 2.OPERASI b. dan dapat disimpulkan H3 ditolak karena tidak didukung oleh data dan tidak sesuai dengan ekspektasi penelitian.2 Hasil Uji Signifikansi Simultan (Uji F) Uji statistik F pada dasarnya menunjukkan apakah semua variabel bebas yang dimasukkan dalam model mempunyai pengaruh secara bersama-sama atau simultan terhadap variabel terikat atau dependen (Imam Ghozali. Predictors: (Constant).KAS Sumber : Data Sekunder yang diolah Berdasarkan hasil uji pada tabel 4. Tabel 4.8 di atas.826E22 3 7. dan laba bersih secara bersama-sama atau simultan mempunyai memiliki kemampuan prediktif terhadap arus kas masa depan.

L.BERSIH. Error of the Estimate 1 .7 di atas menunjukkan bahwa variabel laba kotor memiliki nilai t yang paling tinggi dibandingkan dengan laba operasi dan laba bersih.OPERASI Sumber : Data Sekunder yang diolah Berdasarkan tabel di atas pada kolom Adjusted R Square. Predictors: (Constant).243 3.044. L. . L.243 yang berarti 24.KOTOR.526a . Dapat disimpulkan bahwa variabel independen yang menunjukkan hubungan atau pengaruh yang paling kuat dalam memprediksi arus kas masa depan adalah laba kotor. 4.64 Hasil uji t pada tabel 4. Selain itu. H5 diterima karena didukung data dan sesuai dengan ekspektasi penelitian. Tabel 4.277 .3 Hasil Pengujian Koefisien Determinasi (R2) Koefisien determinasi (R2) pada intinya mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen. diperoleh nilai koefisien determinasi sebesar 0.3% perubahan variabel arus kas dijelaskan oleh perubahan variabel laba kotor. dari ketiga variabel independen yang diujikan. Semakin besar koefisien determinasinya maka semakin besar variasi variabel independennya mempengaruhi variabel dependennya.9 Nilai Koefisien Determinan Model Summary Model R R Square Adjusted R Square Std.5. laba kotor merupakan variabel independen yang berpengaruh secara signifikan terhadap arus kas karena mempunyai nilai signifikan dibawah 0. Nilai koefisien determinasi adalah antara nol dan satu (0< R <1). laba operasi dan laba bersih.398E10 a. Oleh karena itu.05 yaitu sebesar 0.

variabel laba kotor memiliki nilai signifikansi di bawah 0. Hasil pengujian dalam penelitian ini mendukung penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Febrianto dan Widiastuty (2005) dan Daniarti dan Suhairi (2006) bahwa laba kotor memiliki kualitas lebih baik.65 Sedangkan sisanya 75. dan laba bersih secara bersama-sama atau simultan mempunyai memiliki kemampuan prediktif terhadap arus kas masa depan. Kemudian dilihat dari nilai t.7% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini.6 Pembahasan Berdasarkan hasil uji signifikansi parameter individual (Uji t). Hal ini menunjukkan bahwa secara parsial hanya variabel laba kotor yang terbukti signifikan mempengaruhi variabel dependen (arus kas). Pada penelitian yang dilakukan oleh Febrianto dan Widiastuty. Sehingga dapat disimpulkan bahwa laba kotor memiliki kemampuan yang paling baik dibandingkan dengan laba operasi dan laba bersih dalam memprediksi arus kas masa depan. Kemudian mendukung juga penelitian Daniati dan Suhairi (2006) yang menduga bahwa laba kotor berpengaruh terhadap harga . 4. Sedangkan berdasarkan uji signifikansi simultan (Uji F) disimpulkan bahwa variabel laba kotor. (2005) dibuktikan bahwa angka laba kotor lebih mampu memberikan gambaran yang lebih baik tentang hubungan antara laba dengan harga saham. variabel laba kotor memiliki nilai t yang lebih tinggi dibandingkan laba operasi dan laba bersih. laba operasi.05.

66

saham, dan hasilnya yaitu terdapat pengaruh yang signifikan antara laba kotor dengan expected return saham. Dalam penyusunan laporan laba rugi, laba kotor dilaporkan lebih awal dari dua angka laba lainnya, artinya perhitungan angka laba kotor akan menyertakan lebih sedikit komponen pendapatan dan biaya dibandingkan dengan angka laba lainnya. Semakin detail perhitungan suatu angka laba, maka semakin banyak pilihan metode akuntansi dimana terdapat kemungkinan manajer memilih metode akuntansi yang menguntungkan pihak-pihak tertentu. Berdasarkan alasan tersebut, laba kotor lebih relevan digunakan sebagai alat untuk memprediksi arus kas di masa depan dibandingkan laba operasi dan laba bersih. Hal ini kemudian juga dapat menjelaskan mengapa pada penelitian ini hanya laba kotor sajalah yang terbukti signifikan dalam memprediksikan arus kas di masa mendatang. Menurut Kieso (2005), laba bersih mungkin mencakup penjualan kredit yang belum tertagih, dan beban yang mungkin sudah terjadi tetapi belum dibayar. Oleh sebab itulah menurut akuntansi akrual, angka laba bersih tidak akan mencerminkan arus kas bersih dari kegiatan operasi. Pernyataan tersebut mendukung hasil penelitian ini dimana laba bersih terbukti mempunyai hubungan yang negatif terhadap arus kas di masa mendatang.

67

BAB V PENUTUP
5.1 Kesimpulan Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh bukti empiris mengenai adanya pengaruh angka laba kotor, laba operasi dan laba bersih dalam memprediksi aliran kas masa depan, serta membuktikan bahwa laba kotor memiliki kemampuan yang lebih baik dibandingkan laba operasi dan laba bersih dalam memprediksi aliran kas masa depan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa H1, H4, dan H5 berhasil diterima karena hasilnya signifikan. Penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh signifikan antara laba kotor, laba operasi, dan laba bersih terhadap arus kas. Selain itu, penelitian ini juga membuktikan bahwa laba kotor memiliki kemampuan yang paling baik dibandingkan dengan laba operasi dan laba bersih dalam memprediksi arus kas masa depan. Hasil dari penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Febrianto dan Widiastuty (2005) dan Daniarti dan Suhairi (2006) yang menunjukkan bahwa laba kotor direaksi kuat oleh pasar. • H1 : Laba kotor berpengaruh signifikan dan positif dalam memprediksi

arus kas masa depan. Pada output regresi, angka signifikansi untuk variabel laba kotor adalah sebesar 0,044, nilai ini lebih kecil dari tingkat signifikansi sebesar 0,05 67

68

sehingga dapat disimpulkan bahwa laba kotor berpengaruh secara signifikan terhadap arus kas. Selain itu, nilai unstandardized coefficients beta untuk laba kotor adalah sebesar 0,062 yang menunjukkan hubungan positif antara laba kotor terhadap arus kas. Berdasarkan pernyataan tersebut, dapat disimpulkan H1 diterima karena didukung oleh data dan sesuai dengan ekspektasi penelitian. • H2 : Laba operasi berpengaruh signifikan dan positif dalam

memprediksi arus kas masa depan. Output regresi menunjukkan bahwa angka signifikansi untuk variabel laba operasi adalah sebesar 0,129, nilai ini lebih besar dari tingkat signifikansi sebesar 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa laba operasi tidak berpengaruh secara signifikan terhadap arus kas. Selain itu, nilai unstandardized coefficients beta untuk laba operasi adalah sebesar 0,177 yang menunjukkan hubungan positif antara laba operasi terhadap arus kas. Berdasarkan penyataan tersebut, dapat disimpulkan H2 ditolak karena tidak didukung oleh data dan tidak sesuai dengan ekspektasi penelitian. • H3 : Laba bersih berpengaruh signifikan dan positif dalam memprediksi

arus kas masa depan. Output regresi menunjukkan bahwa angka signifikansi untuk variabel laba bersih adalah sebesar 0,575. Nilai ini lebih besar dari tingkat signifikansi sebesar 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa laba operasi tidak berpengaruh secara signifikan terhadap arus kas. Selain itu, nilai unstandardized coefficients beta untuk laba operasi adalah sebesar −0,08

menunjukkan bahwa variabel laba kotor memiliki nilai t yang paling tinggi dibandingkan dengan laba operasi dan laba bersih. H5 diterima karena didukung data dan sesuai dengan ekspektasi penelitian. Dapat disimpulkan bahwa variabel independen yang menunjukkan hubungan atau pengaruh yang paling kuat dalam memprediksi arus kas masa depan adalah laba kotor.05. dan dapat disimpulkan H4 diterima karena didukung data dan sesuai dengan ekspektasi penelitian. Selain itu. dapat disimpulkan H3 ditolak karena tidak didukung oleh data dan tidak sesuai dengan ekspektasi penelitian.044. laba kotor merupakan variabel independen yang berpengaruh secara signifikan terhadap arus kas karena mempunyai nilai signifikan dibawah 0. Berdasarkan peryataan tersebut. laba operasi. • H5 : Laba kotor lebih baik dibandingkan dengan laba operasi dan laba bersih dalam memprediksi arus kas masa depan. • H4 : Informasi laba kotor. laba operasi.69 yang menunjukkan hubungan negatif antara laba operasi terhadap arus kas. dari ketiga variabel independen yang diujikan. Oleh karena itu. Sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel laba kotor. . Pada tabel hasil uji t di atas. dan laba bersih secara bersama-sama atau simultan mempunyai memiliki kemampuan prediktif terhadap arus kas masa depan. dan laba bersih secara simultan berpengaruh signifikan dalam memprediksi arus kas masa depan. Output regresi menunjukkan nilai signifikansi lebih kecil dari 0.05 yaitu sebesar 0.

2. baik dalam pemilihan sampel maupun output pengujian. Kriteria perusahaan yang menghasilkan laba positif dalam tiga tahun berturut-turut (tahun pengamatan) juga menjadi keterbatasan dalam penelitian ini karena hal ini mengakibatkan hasil penelitian tidak dapat digeneralisir. 3. 5. Pada penelitian selanjutnya. Variabel-variabel tambahan dalam model penelitian perlu dimasukkan sehingga dapat diperoleh prediktor yang lebih baik.70 5. diharapkan untuk mempertimbangkan hal-hal berikut : 1. Menggunakan angka laba kotor di dalam model penelitian disamping angka laba operasi atau laba bersih. tidak hanya tiga tahun saja. . Memperpanjang tahun pengamatan. para peneliti yang akan menggunakan laba sebagai variabel.2 Keterbatasan Penelitian Pengamatan yang pendek dalam penelitian ini (3 tahun) memungkinkan adanya ketidakmampuan mencover fluktuasi perubahan data penelitian.3 Saran Penelitian ini masih memiliki beberapa keterbatasan.

Ghozali. Ninna dan Suhairi. The Ability of Earnings to Predict Future Earnings and Cash Flows.71 DAFTAR PUSTAKA Ali. 71 . Finger. Widiastuty. R. Tiga Angka Laba Akuntansi : Mana yang Lebih Bermakna Bagi Investor? SNA VIII (Solo): 159-169. 1994. Standar Akuntansi Keuangan. Dahler. Febrianto. 1990. The Journal Accounting Research. Intermediate Accounting. Jakarta : Erlangga. I. Pengaruh Kandungan Informasi Komponen Laporan Arus Kas. Semarang : Badan Penerbit Undip. I. SNA IX Padang. dan Jerry J.1. dan E. Daniati. 2002.1 Baridwan. Catherine A. Chariri. Working Capital from Operations and Cash Flows. dan A. 1994. Jilid 1. 61-73. Laba Kotor. Financial Accounting Standards Board. I. 2002. Ikatan Akuntan Indonesia. 2005. Bandi dan Rahmawati. Semarang : Badan Penerbit Undip. 1980. 210-223. The Incremental Information Content of Earnings. Weygandt. Ashiq. Aplikasi Multivariate dengan Program SPSS. SNA IX Padang. 2006. Donald E. Semarang : Badan Penerbit Undip. Statements of Financial Accounting Concepts. 2005. Autumn. vol 32 no. Ghozali. 2006. 2007. Kemampuan Prediktif Earnings dan Arus Kas dalam Memprediksi Arus Kas Masa Depan. Akuntansi Intermediate. Journal of Accounting Research. Yolanda dan Rahmat Febrianto. Aplikasi Multivariate Lanjutan dengan Program SPSS. dan Size Perusahaan terhadap Expected Return Saham. Teori Akuntansi. vol 32 no.2. Universitas Andalas. Relevansi Kandungan Informasi Komponen Arus Kas dan Laba Dalam Memprediksi Arus Kas Masa Depan. Jakarta : Salemba Empat. Z. Ghozali. Yogyakarta : BPFE. Jurnal Akuntansi dan Bisnis Vol 5 No. 2006. Kieso. 2006. Connecticut: John Wiley and Sons Inc.

S.idx. Kim. Metodologi Penelitian untuk Bisnis. 2001. The Ability of Earnings to Predict Future Operating Cash Flows Has Been Increasing – Not Decreasing. STIE Atma Bakti Surakarta. Kross. Jakarta : Saalemba Empat. 2009. Jakarta : Erlangga. 2006. Sugiri. Weygandt. Bagaimana Meneliti dan Menulis Thesis? Edisi 3. Mudrajad. SNA IX Padang. Riyono. Sekaran.id . dan Arus Kas. 2006. Pengaruh Arus Kas Operasi Terhadap Harga Saham Dengan Persistensi Laba Sebagai Variabel Intervening. Wijayanti. Akuntansi Intermediate. Donald E. 2002. M. www. Accounting Research.co.72 Kieso. U. Methy.A. Akuntansi Pengantar 1.H. T. Jilid 3. Kuncoro. Akrual. Universitas Kristen Maranatha. SNA IX Padang. Analisis Pengaruh Perbedaan Antara Laba Akuntansi dan Laba Fiskal Terhadap Persistensi Laba. Metode Riset untuk Bisnis dan Ekonomi. Jakarta : Erlangga. dan W. Yogyakarta : Unit Penerbit dan Percetakan AMP YKPN. 2006. 2005. dan B. dan Jerry J.

LAMPIRAN .

000 53.389.649.233.272 243.257 2007 115.345.224.812.283 52.480.637.244.509.385 185.118 506.253.209.250.000 190.969 284.340.912.406.000 54.232 361.011 82.946.562.608.278 318.150.927.446 283.000.000 126.178.003.000 16.000 56.216.000 4.509 70.619.092.779.469 194.461.000 970.640 107.692.944.822.887.280.914 140.712 149.000 70.014.349 79.906 47.463 322.249.016.921.904.000 140.365 126.000 143.694.497.132 349.032.776.053.136 516.040 628.297.635 745.511.000 116.611.615.346.244.669.870.194.436 203.476.905.428.681.189.058 418.000 119.427.316.063.049 38.973.952.917.000 783.776 38.344.980.542.036.296.000 158.445.791.925.853.896 394.870.224.016.567.420.288.392 152.000 40.833.667.331.745.254 197.945 71.506.921.000 262.248 455.537 197.972.320.909.730.620. Tbk PT Tunas Baru Lampung Tbk PT Trias Sentosa Tbk PT Unggul Indah Cahaya Tbk PT Voksel Electric Tbk KODE AISA AKRA AQUA ARNA BRAM BTON CTBN DLTA FAST IGAR IKBI INAI INDR I NTA JECC JPRS KBLM KDSI LION LTLS MAIN MASA MERK MRAT MTDL MYOR PICO RDTX SMSM SQBI TBLA TRST UNIC VOKS LABA KOTOR 2006 42.851.518 .162.704 327.800 123.633.015.849.285.715.400 188.457.295.037.828.201 60.287.151 101.783.723.505.999.659.114.517.843 382.079.243.827.392 39.973 157.347.005.000 130.130.000.692.323.124 38.644.759.000 442.200 118.751.650.629.773 96.780 96.LAMPIRAN A DAFTAR PERUSAHAAN NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 PERUSAHAAN PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk PT AKR Corporindo Tbk PT Aqua Golden Mississipi Tbk PT Arwana Citramulia Tbk PT Indo Kordsa Tbk PT Betonjaya Manunggal Tbk PT Citra Tubindo Tbk PT Delta Djakarta Tbk PT Fast Food Indonesia Tbk PT Kageo Igar Jaya Tbk PT Sumi Indo Kabel Tbk PT Indal Aluminium Industry Tbk PT Indorama Synthetics Tbk PT Intraco Penta Tbk PT Jembo Cable Company Tbk PT Jaya Pari Steel Tbk PT Kabelindo Murni Tbk PT Kedawung Setia Industrial Tbk PT Lion Metal Works Tbk PT Lautan Luas Tbk PT Malindo Feedmill Tbk PT Multistrada Arah Sarana Tbk PT Merck Tbk PT Mustika Ratu Tbk PT Metrodata Electronics Tbk PT Mayora Indah Tbk PT Pelangi Indah Canindo Tbk PT Roda Vivatex Tbk PT Selamat Sempurna Tbk PT Bristol Meyers Squibb Ind.498.559.680.135.816.442 177.931.018 36.030.606.437.883.000 116.862.633.911.

NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 PERUSAHAAN PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk PT AKR Corporindo Tbk PT Aqua Golden Mississipi Tbk PT Arwana Citramulia Tbk PT Indo Kordsa Tbk PT Betonjaya Manunggal Tbk PT Citra Tubindo Tbk PT Delta Djakarta Tbk PT Fast Food Indonesia Tbk PT Kageo Igar Jaya Tbk PT Sumi Indo Kabel Tbk PT Indal Aluminium Industry Tbk PT Indorama Synthetics Tbk PT Intraco Penta Tbk PT Jembo Cable Company Tbk PT Jaya Pari Steel Tbk PT Kabelindo Murni Tbk PT Kedawung Setia Industrial Tbk PT Lion Metal Works Tbk PT Lautan Luas Tbk PT Malindo Feedmill Tbk PT Multistrada Arah Sarana Tbk PT Merck Tbk PT Mustika Ratu Tbk PT Metrodata Electronics Tbk PT Mayora Indah Tbk PT Pelangi Indah Canindo Tbk PT Roda Vivatex Tbk PT Selamat Sempurna Tbk PT Bristol Meyers Squibb Ind.280 61.712.352.000 188.348 24.141.604.929.957.199.727.000 41.485 30.999.370.925.000 134.889 170.786 88.000 252.699.667.575.628.196.348 89.888.428.867.709.805.494.532.471.018.167.562.279.000.572.626.289.709 261.085.002 69.453 201.677.865.917.520 115.114.290.701.904.057.899.053.972 28.645.072.000 393.713.548.318.321.845 90.000 87.270 38.774 52.000.147.276.661.280 26.442.614.000 18.380 62.066.000 134.914.850.000 1.281 110.706.218 10.534.438.675.333.297.000 14.000 51.852.765.634 11.566 38.845 24.654.358 18.796.333.149.394 27.286 85.983.590 115.586 51.435.374.138.968.611.793 238.929 81.507.047.275.999.393.106.046.000 123.494 149.678.028 33.823.129.640 260.534.358.784.940 119.045.000 83.560 98.813.490.000 45.016 81.154.472. Tbk PT Tunas Baru Lampung Tbk PT Trias Sentosa Tbk PT Unggul Indah Cahaya Tbk PT Voksel Electric Tbk KODE AISA AKRA AQUA ARNA BRAM BTON CTBN DLTA FAST IGAR IKBI INAI INDR I NTA JECC JPRS KBLM KDSI LION LTLS MAIN MASA MERK MRAT MTDL MYOR PICO RDTX SMSM SQBI TBLA TRST UNIC VOKS LABA OPERASI 2006 2007 27.000 80.952.000 39.490 39.000 2.730 31.650 95.956.669.721.970 .921.527.786.500.386 40.143 22.087.095.131.609.683 98.325.390.887.680.048 119.457.083 25.000 60.529.505.411.899.784.170.063.082 59.681.408.890.000 74.053.852 33.584.491.054.846.003.301.000 85.697.499.947 55.658.679.382.270.748 27.167 95.770.343.

100.589.747.577.065.664.513.140.224.000 28.529 INDR 18.083.524.942.221.000 97.137.561 MYOR 93.538.158 RDTX 34.000 TBLA 52.386.006.906.580.000 MRAT 9.000 TRST 25.417 80.099 ARNA 28.232.977 28.075.243 INAI 12.084.528.214.760 33.603.458 17.432.421 DLTA 43.936.793 CTBN 211.374.183.337 9.783 MERK 86.000 47.109 UNIC 11.161.796. Tbk PT Tunas Baru Lampung Tbk PT Trias Sentosa Tbk PT Unggul Indah Cahaya Tbk PT Voksel Electric Tbk LABA BERSIH 2006 2007 AISA 129.921.000 BTON 817.495.176.537.177.686.024 8.566.151.174.000.739 29.677.901.538.284.193 BRAM 18.752 41.865.484.853.575.204.330.537.909.783.703 PICO 1.724 LION 20.884.893.000 IGAR 9.731 JECC 592.000 39.466.836 43.210 SQBI 43.000 MASA 170.329.000 JPRS 26.849 8.000 71.821.588 65.000 102.000 AQUA 48.642.560 AKRA 128.NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 PERUSAHAAN PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk PT AKR Corporindo Tbk PT Aqua Golden Mississipi Tbk PT Arwana Citramulia Tbk PT Indo Kordsa Tbk PT Betonjaya Manunggal Tbk PT Citra Tubindo Tbk PT Delta Djakarta Tbk PT Fast Food Indonesia Tbk PT Kageo Igar Jaya Tbk PT Sumi Indo Kabel Tbk PT Indal Aluminium Industry Tbk PT Indorama Synthetics Tbk PT Intraco Penta Tbk PT Jembo Cable Company Tbk PT Jaya Pari Steel Tbk PT Kabelindo Murni Tbk PT Kedawung Setia Industrial Tbk PT Lion Metal Works Tbk PT Lautan Luas Tbk PT Malindo Feedmill Tbk PT Multistrada Arah Sarana Tbk PT Merck Tbk PT Mustika Ratu Tbk PT Metrodata Electronics Tbk PT Mayora Indah Tbk PT Pelangi Indah Canindo Tbk PT Roda Vivatex Tbk PT Selamat Sempurna Tbk PT Bristol Meyers Squibb Ind.616.298.480.513.192.937.275.507.656 KDSI 7.411.351.060 21.135.103.001 KODE .660.775.535 15.835.597.030.327 LTLS 29.172.712.872.096.724.712.273.912.313.227.965.297.829.857 14.436 34.600 219.061 KBLM 10.000 MAIN 47.000 89.061 25.719 15.384.110.700 I NTA 7.389.388 141.148.996 MTDL 20.244.204.291.887.211 77.652.000.701.317.060.577.694 VOKS 35.759.000 191.254.009.547 IKBI 44.082.000 52.130.176.670.229 SMSM 66.964.928.038 12.324.803.584.515.524.656.798.101.909.633.702.370.000 FAST 68.208.000 22.909.057 11.630.327 334.879.500.795 53.227.426.

725.336.082.010.338.773.125 616.700 36.654.802.537.175.354.037.680.167.706 1.614.311.088.998.590.542 4.963.638.946 437.218 20.550.423.000 26.564.435.000 53.NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 PERUSAHAAN PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk PT AKR Corporindo Tbk PT Aqua Golden Mississipi Tbk PT Arwana Citramulia Tbk PT Indo Kordsa Tbk PT Betonjaya Manunggal Tbk PT Citra Tubindo Tbk PT Delta Djakarta Tbk PT Fast Food Indonesia Tbk PT Kageo Igar Jaya Tbk PT Sumi Indo Kabel Tbk PT Indal Aluminium Industry Tbk PT Indorama Synthetics Tbk PT Intraco Penta Tbk PT Jembo Cable Company Tbk PT Jaya Pari Steel Tbk PT Kabelindo Murni Tbk PT Kedawung Setia Industrial Tbk PT Lion Metal Works Tbk PT Lautan Luas Tbk PT Malindo Feedmill Tbk PT Multistrada Arah Sarana Tbk PT Merck Tbk PT Mustika Ratu Tbk PT Metrodata Electronics Tbk PT Mayora Indah Tbk PT Pelangi Indah Canindo Tbk PT Roda Vivatex Tbk PT Selamat Sempurna Tbk PT Bristol Meyers Squibb Ind.023.321.990 61.420 93.335.117.876.197 2.539.330.307.875 59.000 16.134.765.041 78.689.846.708.598.900 58.000 2.388.588.959 82.517.000 252.113.555 22.841.261.000 1.881 10.000 8.022 5.679.841.422 64.708.049.827.251 38.070.245.096 2008 4.064.736 58.299.384.218 70.935.154.789 58.376.862.802 5.786.305.886.860 4.000.028.730.000 112.000 21.622.932.581.572.000 61.581.000 68.927.113.435 196.556.817.482.763.377.987.314. Tbk PT Tunas Baru Lampung Tbk PT Trias Sentosa Tbk PT Unggul Indah Cahaya Tbk PT Voksel Electric Tbk KODE AISA AKRA AQUA ARNA BRAM BTON CTBN DLTA FAST IGAR IKBI INAI INDR I NTA JECC JPRS KBLM KDSI LION LTLS MAIN MASA MERK MRAT MTDL MYOR PICO RDTX SMSM SQBI TBLA TRST UNIC VOKS ARUS KAS BERSIH 2007 1.742 1.074 3.975.982.946.000.409.656.012.451 9.810.371 56.000 3.663.312.470.401.361.282 25.733.056 100.060 24.902.073.000 10.709.484 17.116.757.138.577 1.363 11.446.471.218.958.690.060 46.997.000 10.221.664 575.468 4.183.265.733.000 37.200 125.060.769 23.295.836.728.715 3.685.000 118.000 76.793.531.349.312.800.112 16.569 91.917 6.087.964.013.978.324.227.151 90.373.366 .000 6.189.903.794.000 8.646 53.107 20.915.529.000 29.

176 a.134 Positive .382 68 Hasil Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual N a.0000061 Std.917 68 1196471634 393290956000 83158282198.43 49242551359.342 68 90581484 196175685451 34716112013. b.32070067E10 Most Extreme Differences Absolute . Calculated from data. Test distribution is Normal.KOTOR L.BERSIH ARUS.b Normal Parameters 68 Mean ..KAS Valid N (listwise) Minimum Maximum Mean Std.102 Asymp. (2-tailed) .OPERASI L.524 68 129865719 219513176421 46853026365. Deviation 68 4619224132 970909917000 206893648668.080 Kolmogorov-Smirnov Z 1.134 Negative -. Deviation 3. . Sig.LAMPIRAN B HASIL PERHITUNGAN SPSS Hasil Uji Statistik Deskriptif Descriptive Statistics N L.09 39044559168.21 73108136853.10 194652027035.

Median a -9.087 .11059E9 34 34 68 28 -1. Sig. (2-tailed) a.Hasil Uji Autokorelasi Runs Test Unstandardized Residual Test Value Cases < Test Value Cases >= Test Value Total Cases Number of Runs Z Asymp.711 .

Enter a.KOTOR. Predictors: (Constant).OPERASI b. L.BERSIH. a L.97762 a.Hasil Uji Heteroskedastisitas Variables Entered/Removed Model 1 Variables Entered L.KOTOR. Dependent Variable: LnU2i .OPERASI Variables Removed Method . Model Summary Model 1 R .311 a b R Square . L.055 Std. Error of the Estimate 1.BERSIH. L. L. All requested variables entered.097 Adjusted R Square .

L. Predictors: (Constant).197 .304 277.BERSIH.727 Collinearity Statistics Tolerance VIF .02 .144 df b Mean Square 3 64 67 8.BERSIH a L.KOTOR.31 .000 . Error .33 L.947 3.866E-23 4.436E-25 -3.351 Sig.OPERASI -.220 .468 1.288 Sig.KOTOR L.557 4.813E-23 -6.386E-24 -6.58 Model 1 a.238 -.557 1.071 Condition Index 1.685 6. Dependent Variable: LnU2i L.905E-12 Std.087 a a.139 4.00 .029 -.082 .892 (Constant) .OPERASI L.813E-23 Collinearity Diagnostics Dimensi on 1 2 3 4 a Variance Proportions Eigenvalue 3.000 .516E-23 1. Dependent Variable: LnU2i Coefficients Unstandardized Coefficients Model 1 (Constant) L.65 .01 .203 .086 6. L.03 .033 .603E-13 8.242 4. .911 F 2.892E-24 L.BERSIH .01 .135 .KOTOR .374 .OPERASI .892E-24 4.343 .642 .01 L.000 -.362 8.KOTOR .BERSIH B 46.319E-12 -2.09 .ANOVA Model 1 Regression Residual Total Sum of Squares 26. Dependent Variable: LnU2i .000 .OPERASI Covariances L.000 . .351 2.OPERASI a.685 -.90 .299 -.000 3.383 .OPERASI b.436E-25 3.000 -3.KOTOR L.97 L.840 250.455 2.070 . L. Dependent Variable: LnU2i Coefficient Correlations Model 1 Correlations L.BERSIH L.852 a.000 a Standardized Coefficients Beta t 124.01 .02 .KOTOR L.029 1.06 .BERSIH L.

8821 -6.890 3.9165 3.000 .001 Maximum 49.931 .506 a Mean 47.93284 .242 .044 Std. Deviation . Residual Deleted Residual Stud.13832 -3.01336 -.428 49.63293 1.977 1.518 -7. Predicted Value Standard Error of Predicted Value Adjusted Predicted Value Residual Std.250 44.415 47. Deleted Residual Mahal.825 .085 .78476 1.930 33.886 .004 2.010 2.956 . Residual Stud.428 -3.048 6.00000 .0825 .Residuals Statistics Minimum Predicted Value Std.000 .146 1.7200 4.039 .000 .77929 -3.201 .0959 . Dependent Variable: LnU2i 45.243 .003 .093 N 68 68 68 68 68 68 68 68 68 68 68 68 .69310 1.000 .9409 -1.69700 1.04846 1. Distance Cook's Distance Centered Leverage Value a.867 1.016 .

90 .Hasil Uji Multikolinieritas a Coefficients Collinearity Statistics Model 1 L.139 4.135 2.203 .383 .KOTOR L.OPERASI L.071 1.KOTOR L.KAS .343 .01 .892 .01 .OPERASI L.KAS Collinearity Diagnostics a Variance Proportions Model Dimension Eigenvalue Condition Index (Constant) L.03 . Dependent Variable: ARUS.242 .197 4.455 .02 .33 .06 .02 .01 .086 6.58 a.97 . Dependent Variable: ARUS.09 .65 .BERSIH 1 1 2 3 4 3.000 3.00 .852 a.351 VIF 2.01 .BERSIH Tolerance .31 .

029 1.529 3.309 1.044 a.47E10 Std.242 .685 .011 . Predicted Value -1. Dependent Variable: ARUS.351 2.093 68 68 68 68 68 68 68 68 68 68 68 68 Predicted Value 1.129 .KOTOR L.699 .739 .000 -.BERSIH L. Residual -1.575 Collinearity Statistics Tolerance VIF . .904 3. Deleted Residual -1.154E11 .332 1. Distance .177 -.020 .115 .194E10 1.000 Std.099 . Dependent Variable: ARUS.085 33.044 .094 .422E9 .091E10 .295E9 2.743E8 Stud.123E9 Adjusted Predicted Value -1.KAS .OPERASI 1.557 .006 Deleted Residual -8.55E10 1.000 Stud.024 3.BERSIH L.536 -.564 Sig.455 .062 6.453E10 7.657 .321E10 .685 -.OPERASI a L.135 2.365E10 3.011 -.OPERASI Covariances L.054E10 1.52E10 Residual -5.KAS Coefficient Correlations Model 1 Correlations L.BERSIH L.197 4.080 Std.101 -.956 Cook's Distance .013 a.001 -.852 a.12E11 3.BERSIH B 1.KOTOR L.682E10 1.Residuals Statistics a Minimum Maximum Mean Std. Error 6.KOTOR L.29E9 1.OPERASI L.959 .174E9 2.142 Standardized Coefficients Beta t 1.000 .557 1.031 Centered Leverage Value .000 .33E11 3.931 2.032 .000 -.977 1.506 .945 3. Dependent Variable: ARUS.002 -.496E10 1.004 Mahal.242 .KOTOR L.276E11 -4.062 .960 . Residual -1. Deviation N 2.000 -.000 4.001 .KAS Hasil Uji Regresi a Coefficients Unstandardized Coefficients Model 1 (Constant) L.627 3.000 .395 .000 Standard Error of Predicted Value 4.571 -.002 .029 -.

KAS Hasil Uji t Coefficients a Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients Model 1 (Constant) L.739 .154E11 .094 .BERSIH 1 1 2 3 4 3.KOTOR L. Predicted Value -1.062 6.000 Stud.395 .054E10 1.743E8 Stud.OPERASI L.12E11 3.365E10 3.BERSIH B 1.044 .682E10 1.657 .956 Cook's Distance .31 .945 3.506 .024 3.06 .093 68 68 68 68 68 68 68 68 68 68 68 68 Predicted Value 1.062 . 1.031 Centered Leverage Value .02 . Residual -1.000 4.332 1.529 3.65 .174E9 2.295E9 2.02 .904 3.276E11 -4.47E10 Std.892 .Collinearity Diagnostics a Variance Proportions Model Dimension Eigenvalue Condition Index (Constant) L.071 1.01 .09 .000 Std.091E10 .129 -.575 a.KAS Residuals Statistics a Minimum Maximum Mean Std.977 1. Dependent Variable: ARUS. Residual -1.101 -.571 -.032 .004 Mahal.29E9 1.080 Std.699 .01 .536 . Deviation N 2.177 -. Dependent Variable: ARUS.194E10 1.959 .52E10 Residual -5.58 a.03 .343 .086 6.55E10 1.960 .085 33.496E10 1.564 .33 . Dependent Variable: ARUS.309 1.142 Beta t Sig.97 .000 .099 .453E10 7.931 2. Deleted Residual -1.422E9 . Error 6.KAS .000 3.139 4.90 .33E11 3.001 .321E10 .01 .115 . Distance .123E9 Adjusted Predicted Value -1.203 .242 .00 .044 a.01 .000 Standard Error of Predicted Value 4.OPERASI L.KOTOR L.627 3.383 .006 Deleted Residual -8.

OPERASI .021E23 67 1.420E21 8. L. L.000 a.243 3.KOTOR.526 a Std.KAS Hasil Uji Koefisien Determinasi Model Summary Adjusted R Model 1 R .154E21 F Sig.KOTOR. L. a 9.277 Square . Predictors: (Constant).388E22 64 1.398E10 a. L. Dependent Variable: ARUS. L. L.BERSIH.Hasil Uji F ANOVA Model 1 Regression Residual Total b Sum of Squares df Mean Square 2. Predictors: (Constant).160 . Error of the Estimate R Square .BERSIH.OPERASI b.826E22 3 7.