P. 1
Struktur Sosial Dalam Masyarakat

Struktur Sosial Dalam Masyarakat

|Views: 2,628|Likes:
Published by Koun Zoeshimura

More info:

Published by: Koun Zoeshimura on Jan 27, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/02/2013

pdf

text

original

Struktur Sosial Dalam Masyarakat

Struktur sosial mengacu pada pola hubungan social dalam masyarakat. Struktur tersebut mengatur interaksi di antara anggota masyarakat,memberikan pedoman dalam norma-norma budaya untuk mencapai tujuan ditentukan oleh nilainilai budaya.Umumnya, struktur sosial menjaga stabilitas masyarakat. Namun, ketika struktur sosialdan nilai nilai sosial menjadi tidak kompatibel, struktur harus merangkul perubahansosial untukmemungkinkan masyarakat untuk bertahan dan melanjutkan pembangunan yang sehat. Sementara berbagaipendekatan sosiologis telah berusaha untuk menggambarkan pengembangan dan pemeliharaan struktur sosial,pemahaman hubungan antara struktur dan perubahan yang diperlukan untuk pengembanganmasyarakat dunia yang damai. DEFINISI Struktur sosial adalah sistem, khas stabil hubungan sosial yang ada dalam setiapmasyarakat manusia. Hal ini tidak peduli dengan orangorang sebagai individu, dalam kelompok, atau dalam pembentukan organisasi masyarakat, maupun tujuanakhir dari hubungan mereka. Sebaliknya, berkaitan struktur sosial dengan organisasi hubunganmereka: bagaimana mereka disusun menjadi pola. Dengan demikian, konsep struktursosial mengasumsikan bahwa hubungan sosial manusia tidak sewenangwenang atau kebetulan, melainkan mereka mengikuti pola tertentu yang dapat diidentifikasi. Struktur sosial adalah kerangka kelembagaan yang membuat untukpesanan dalamberulang, ritmis (baikharian, mingguan, atau tahunan) interaksi antara orang-orang. Kunci struktur sosial masyarakat terletak dalam memahami lembaga-lembaga sosialdankombinasi mereka terjalin. Lembaga sosial memberikan perintah yang diperlukan untuk membuat struktur sosial mungkin. Kedua "mikro-struktur" dan "makro-struktur" dapat ditemukan dalam struktur sosial.Mikro-struktur adalah pola hubungan antara unsur unsur dasar kehidupan sosial yang tidak dapat dibagi lagi dan tidak memiliki struktur sosial mereka sendiri (pola yaitu hubungan antara individu dalam kelompok yang terdiri dari individu, di mana individu tidak memiliki struktur sosial). Makro-struktur ini kemudian membuat semacam struktur "tingkat kedua", pola hubungan antara objekobjek yang memiliki struktur sendiri (misalnya hubungan antara partai politik, sebagai partai politik memiliki struktur sosial mereka sendiri).Pengembangan Struktur Sosial Tidak ada kesepakatan tentang bagaimana berbagai jenis struktur sosial berkembang.Umumnya, bentuk struktur sosial hirarki atau jaringan. Perbedaan antara kedua jenis struktur sosial yang terkait dengan gagasan "stratifikasi sosial," yaitu apakah masyarakat dipisahkan menjadi strata yang berbeda atau tingkat, sesuai dengan perbedaan sosial seperti ras, kelas, dan gender. Perlakuan sosial dari orang-orang dalam struktur sosial ini kemudian terkait dengan penempatan mereka dalam berbagai strata sosial.Dalam struktur hirarkis, stratifikasi

dan lain sebagainya. profesional. terkenal karena umumnya sistem hukum represif dan hukuman. Konflik dan Integrasi berjalan sebagai sebuah siklus di masyarakat. Ada orang-orang (kebanyakan Amerika) yang menyatakan bahwa struktur sosial hirarki berkembang secara alami. dua contoh utama yang Strukturalisme. konflik diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua orang atau lebih (bisa juga kelompok) dimana salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain dengan menghancurkannya atau membuatnya tidak berdaya. Konflik bertentangan dengan integrasi. atau dengan sistem ekonomi yang menekankan pada monopoli dan persaingan atau kerjasama dan berbagi. Emile Durkheim memperkenalkan istilah "organik" solidaritas untuk menggambarkan masyarakat berdasarkan model jaringan. (terutama di Eropa) berpendapat bahwa struktur ini bukanlah hasil dari proses alam. Jenis struktur ini disamakan dengan anatomi tubuh yang hidup. Ini mungkin telah dibuat oleh mereka yang berkuasa berusaha mempertahankan kekuasaan mereka. Dengan dibawasertanya ciri-ciri individual dalam interaksi sosial. konflik hanya akan hilang bersamaan dengan hilangnya masyarakat itu sendiri. sebaliknya. atau konflik antara kelompok-kelompok. perbedaan-perbedaan tersebut diantaranya adalah menyangkut ciri fisik. ada bahkan tidak ada konsep yang lebih tinggi dan lebih rendah. tetapi itu secara sosial dibangun. Konflik Sosial Konflik berasal dari kata kerja Latin configere yang berarti saling memukul. manajemen. dengan tingkat yang lebih tinggi bernilai lebih dari yang lebih rendah. adat istiadat. Konflik dilatarbelakangi oleh perbedaan ciri-ciri yang dibawa individu dalam suatu interaksi. konflik merupakan situasi yang wajar dalam setiap masyarakat dan tidak satu masyarakat pun yang tidak pernah mengalami konflik antar anggotanya atau dengan kelompok masyarakat lainnya. dan kelas militer. muncul beberapa sekolah pemikiran.vertikal.Dalam memahami struktur sosial dan perubahan sosial. Secara sosiologis. seperti persaingan antara partai politik atau antar kelas sosial yang berbeda. keyakinan.Jenis kedua adalah bahwa struktur jaringan: orang yang terhubung. di mana hukum umumnya restitutive. kepandaian. Berbeda dengan solidaritas "mekanik" dari struktur sosial hirarki. seperti kebutuhan tenaga kerja. integrasi yang tidak sempurna dapat menciptakan konflik. dan Fungsionalisme. di mana semua institusi sosial saling bergantung dan koneksi ini adalah apa yang secara alami menyebabkan hambatan dan tujuan satu sama lain. Lainnya. . Mereka berpendapat bahwa struktur tersebut dapat disebabkan oleh kebutuhan sistem yang lebih besar. Konflik yang terkontrol akan menghasilkan integrasi. Tidak ada "alpha laki-laki" di bagian atas dari tumpukan. pengetahuan. tapi tidak dalam piramida.

apabila sebatas pemikiran/ideologi. Perbedaan kepentingan 2. Perubahan sosial Macam-macam konflik 1. konflik laten dan konflik permukaan Penjelasan:  TANPA KONFLIK: dalam kesan umum adalah lebih baik. jika ingin keadaan ini terus berlangsung. Sumber konflik: 1. Konflik vertical = antara buruh dengan majikan. Contoh lain. Namun. . antar-aliran. mereka harus hidup bersemangat dan dinamis. makar. Ia melakukan investasi di suatu bidang yang berbeda dengan ayahnya. antar-agama. ataupun penurunan status dan peran anggotanya. peningkatan. apabila sampai muncul di tingkat tindakan disebut tingkat politis (misalnya: riot/kerusuhan. Perbedaan kebudayaan 4. ia gagal dan akhirnya jatuh miskin. serta mengelola konflik secara kreatif. dan gaya hidup. Individu atau kelompok (berdasarkan pelakunya perorangan atau kelompok) 2. Perbedaan individual 3. dll. Horizontal atau vertical (berdasarkan status pihak-pihak yang terlibat. sejajar atau bertingkat) Konflik horizontal = antar-etnis. pergeseran. Proses perpindahan posisi atau status sosial yang dialami oleh seseorang atau sekelompok orang dalam struktur sosial masyarakat inilah yang disebut gerak sosial atau mobilitas sosial (social mobility) Konflik Sosial Konflik sosial merupakan salah satu konsekuensi dari adanya perbedaan-perbedaan dalam masyarakat. Memanfaatkan konflik perilaku dan tujuan. gengsi. misalnya peluang hidup. disebut konflik tingkat ideologis (misalnya pertentangan ideology antara santri denan abangan dan priyayi). dan sebagainya) 2. Konflik terbuka. pemberontakan atau gerakan separatis/makar terhadap kekuasaan negara 1. pemberontakan. Misalnya. Ideologis atau politis (berdasarkan tingkat konflik. hak istimewa. seorang pensiunan pegawai rendahan salah satu departemen beralih pekerjaan menjadi seorang pengusaha dan berhasil dengan gemilang. namun setiap masyarakat atau kelompok yang hidup damai. demonstrasi.Mobilitas Sosial Gerak sosial (Mobilitas sosial) adalah perubahan. seorang anak pengusaha ingin mengikuti jejak ayahnya yang berhasil.

konflik kepentingan akan muncul (Johnson & Johnson. dan (3) persaingan. waktu. pengaruh. 1991). Begitu beragamnya sumber konflik yang terjadi antar manusia. Ketika kebutuhan. muncul hanya karena kesalah fahaman mengenai sasaran yang dapat diatasi dengan meningkatkan komunikasi Penyebab Konlfik Sosial Konflik yang terjadi pada manusia bersumber pada berbagai macam sebab. Menurut Anoraga (dalam Saputro. nilai. keyakinan. Konflik dilatarbelakangi oleh perbedaan ciri-ciri yang dibawa individu dalam suatu interaksi. KONFLIK LATEN: sifatnya tersembunyi dan perlu diangkat ke permukaan agar dapat ditangani secara effektif  KONFLIK TERBUKA: berakar dalam. popularitas dan posisi. Dengan dibawa sertanya ciri-ciri individual dalam interaksi sosial. nilai dan tujuan saling bertentangan. konflik hanya akan hilang bersamaan dengan hilangnya masyarakat itu sendiri. kepandaian. à memerlukan berbagai tindakan untuk mengatasi akar penyebab dan berbagai efeknya. tetapi pada kelompok manusia tertentu ternyata tidak menjadi sumber konflik. apalagi hanya didasarkan pada hal-hal yang sifatnya rasional. . salah paham. Kesimpulannya sumber konflik itu sangat beragam dan kadang sifatnya tidak rasional. dan tujuan. perbedaan-perbedaan tersebut diantaranya adalah menyangkut ciri fisik. Hal ini dikarenakan sesuatu yang seharusnya bisa menjadi sumber konflik. dan sangat nyata. demikian halnya sebaliknya. dan ketika persaingan untuk suatu penghargaan serta hak-hak istimewa muncul. ketika sejumlah sumber daya menjadi terbatas.  KONFLIK DI PERMUKAAN: memiliki akar yang dangkal/tidak memiliki akar. Oleh karena kita tidak bisa menetapkan secara tegas bahwa yang menjadi sumber konflik adalah sesuatu hal tertentu. Kadang sesuatu yang sifatnya sepele bisa menjadi sumber konflik antara manusia. uang. konflik merupakan situasi yang wajar dalam setiap masyarakat dan tidak satu masyarakat pun yang tidak pernah mengalami konflik antar anggotanya atau dengan kelompok masyarakat lainnya. adat istiadat. dan lain sebagainya. dan perasaan sensitif. sehingga sulit itu untuk dideskripsikan secara jelas dan terperinci sumber dari konflik. ruang. Pada umumnya penyebab munculnya konflik kepentingan sebagai berikut: (1) perbedaan kebutuhan. 2003) suatu konflik dapat terjadi karena perbendaan pendapat. (2) langkanya sumber daya seperti kekuatan. ada pihak yang dirugikan. pengetahuan.

(2) adanya pertentangan kekuatan antar orang dan subsistem. 3. 2. kurang senang atau bahkan membenci. Perbedaan pendapat Suatu konflik yang terjadi karena pebedaan pendapat dimana masing-masing pihak merasa dirinya benar. dan (8) tingkat kematangan pihak-pihak yang berkonflik. . Perasaan sensitif Seseorang yang terlalu perasa sehingga sering menyalah artikan tindakan orang lain. tidak ada yang mau mengakui kesalahan. 1988). tetapi oleh pihak lain dianggap merugikan. (6) strategi yang biasa digunakan pihak-pihak yang mengalami konflik. 1999) mengemukakan bahwa kategori sumber-sumber konflik ada empat.1. Salah paham Salah paham merupakan salah satu hal yang dapat menimbulkan konflik. (2) hubungan pihak-pihak yang mengalami konflik sebelum terjadi konflik. Walton & Dutton dalam Wexley & Yukl. (2) ketergantungan pekerjaan (task interdependence). Contoh. 4. 2007) mengemukakan konflik disebabkan antara lain oleh perebutan sumber daya. dan apabila perbedaan pendapat tersebut amat tajam maka dapat menimbulkan rasa kurang enak. ketegangan dan sebagainya. (5) rintangan komunikasi (communication barriers). atribusi dan kesalahan dalam berkomunikasi. Schmuck (dalam Soetopo dan Supriyanto. antara lain: (1) ciri umum dari pihak-pihak yang terlibat dalam konflik. (3) sifat masalah yang menimbulkan konflik. (3) adanya perbedaan peranan. mungkin tindakan seseorang wajar. (4) problem status (status problem). Ada enam kategori penting dari kondisi-kondisi pemula (antecedent conditions) yang menjadi penyebab konflik. yaitu: (1) persaingan terhadap sumber-sumber (competition for resources). Sedangkan Soetopo (2001) juga mengemukakan beberapa faktor yang dapat mempengaruhi timbulnya konflik. yaitu (1) adanya perbedaan fungsi dalam organisasi. Ada pihak yang dirugikan Tindakan salah satu pihak mungkin dianggap merugikan yang lain atau masing-masing pihak merasa dirugikan pihak lain sehingga seseorang yang dirugikan merasa kurang enak. Baron & Byrne (dalam Kusnarwatiningsih. (7) konsekuensi konflik terhadap pihak yang mengalami konflik dan terhadap pihak lain. (3) kekaburan bidang tugas (jurisdictional ambiguity). dan (4) adanya tekanan yang dipaksakan dari luar kepada organisasi. pembalasan dendam. Misalnya tindakan dari seseorang yang tujuan sebenarnya baik tetapi diterima sebaliknya oleh individu yang lain. dan (6) sifat-sifat individu (individual traits) (Robbins. (4) lingkungan sosial tempat konflik terjadi. (5) kepentingan pihak-pihak yang terlibat dalam konflik.

tentu perasaan setiap warganya akan berbedabeda. Pribadi: ketidaksesuaian tujuan atau nilai-nilai sosial pribadi karyawan dengan perilaku yang diperankan pada jabatan mereka. (2) ketergantungan dalam pelaksanaan tugas. atau saling ketergantungan dua atau lebih kelompok-kelompok kegiatan kerja untuk mencapai tujuan mereka. artinya setiap orang memiliki pendirian dan perasaan yang berbeda-beda satu dengan lainnya. (4) perbedaan dalam orientasi kerja.Sedangkan Handoko (1998) menyatakan bahwa sumber-sumber konflik adalah sebagai berikut. dapat ditegaskan bahwa sumber konflik dapat berasal dari dalam dan luar diri individu. Dari dalam diri individu misalnya adanya perbedaan tujuan. nilai. persaingan untuk memperebutkan sumber-sumber daya yang terbatas. (6) perbedaan persepsi. Komunikasi: salah pengertian yang berkenaan dengan kalimat. serta gaya individu manajer yang tidak konsisten. Ada yang merasa terganggu karena berisik. Struktur: pertarungan kekuasaan antar departemen dengan kepentingan-kepentingan atau sistem penilaian yang bertentangan. Setiap manusia adalah individu yang unik. dan perbedaan dalam nilai-nilai atau persepsi. Perbedaan latar belakang kebudayaan Perbedaan latar belakang kebudayaan sehingga membentuk pribadi-pribadi yang berbeda. serta langkanya sumber daya yang ada. Berdasarkan beberapa pendapat tentang sumber konflik sebagaimana dikemukakan oleh beberapa ahli. persaingan. ketika berlangsung pentas musik di lingkungan pemukiman. Perbedaan pendirian dan perasaan akan sesuatu hal atau lingkungan yang nyata ini dapat menjadi faktor penyebab konflik sosial. Pemikiran dan pendirian yang berbeda itu pada akhirnya akan menghasilkan perbedaan individu yang dapat . bahasa yang sulit dimengerti. Misalnya. biasanya perbedaan individu yang menjadi sumber konflik adalah perbedaan pendirian dan perasaan. Berbeda pula dengan pendapat Mangkunegara (2001) bahwa penyebab konflik dalam organisasi adalah: (1) koordinasi kerja yang tidak dilakukan. 2. Seseorang sedikit banyak akan terpengaruh dengan pola-pola pemikiran dan pendirian kelompoknya. (5) perbedaan dalam memahami tujuan organisasi. Faktor Penyebab Konflik a. dan (8) strategi permotivasian yang tidak tepat. atau informasi yang mendua dan tidak lengkap. (3) tugas yang tidak jelas (tidak ada diskripsi jabatan). (7) sistem kompetensi intensif (reward). seseorang tidak selalu sejalan dengan kelompoknya. 1. tetapi ada pula yang merasa terhibur. Dari luar diri individu misalnya adanya tekanan dari lingkungan. sebab dalam menjalani hubungan sosial. b. Perbedaan individu Perbedaan kepribadian antar individu bisa menjadi faktor penyebab terjadinya konflik. kebutuhan serta perasaan yang terlalu sensitif. 3.

Begitu pula dapat terjadi antar kelompok atau antara kelompok dengan individu. ekonomi. Perubahan-perubahan nilai yang cepat dan mendadak dalam masyarakat Perubahan adalah sesuatu yang lazim dan wajar terjadi. pohon-pohon ditebang dan kemudian kayunya diekspor guna mendapatkan uang dan membuka pekerjaan. Konflik akibat perbedaan kepentingan ini dapat pula menyangkut bidang politik.memicu konflik. Bagi para pengusaha kayu. sedangkan pengusaha menginginkan pendapatan yang besar untuk dinikmati sendiri dan memperbesar bidang serta volume usaha mereka. pada masyarakat pedesaan yang mengalami proses industrialisasi yang mendadak akan memunculkan konflik sosial sebab nilai-nilai lama pada masyarakat tradisional yang biasanya bercorak pertanian secara cepat berubah menjadi nilai-nilai masyarakat industri. akan membuat kegoncangan prosesproses sosial di masyarakat. Para tokoh masyarakat menanggap hutan sebagai kekayaan budaya yang menjadi bagian dari kebudayaan mereka sehingga harus dijaga dan tidak boleh ditebang. Nilai-nilai yang berubah itu seperti nilai kegotong royongan berganti menjadi nilai kontrak kerja dengan upah yang disesuaikan menurut jenis pekerjaannya. sosial. . tetapi untuk tujuan yang berbeda-beda. Para petani menbang pohonpohon karena dianggap sebagai penghalang bagi mereka untuk membuat kebun atau ladang.beda. d. pendirian maupun latar belakang kebudayaan yang berbeda. Misalnya. jika terjadi seara cepat atau mendadak. misalnya konflik antara kelompok buruh dengan pengusaha yang terjadi karena perbedaan kepentingan di antara keduanya. Nilai-nilai kebersamaan berubah menjadi individualis dan nilai-nilai tentang pemanfaatan waktu yang cenderung tidak ketat berubah menjadi pembagian waktu yang tegas seperti jadwal kerja dan istirahat dalam dunia industri. Perubahan-perubahan ini. misalnya perbedaan kepentingan dalam hal pemanfaatan hutan. tetapi jika perubahan itu berlangsung cepat atau bahkan mendadak. Hubungan kekerabatan bergeser menjadi hubungan struktural yang disusun dalam organisasi formal perusahaan. dalam waktu yang bersamaan. bahkan akan terjadi upaya penolakan terhadap semua bentuk perubahan karena dianggap mengacaukan tatanan kehiodupan masyarakat yang telah ada. Perbedaan kepentingan antara individu atau kelompok Manusia memiliki perasaan. dan budaya. Oleh sebab itu. hutan adalah bagian dari lingkungan sehingga harus dilestarikan. Di sini jelas terlihat ada perbedaan kepentingan antara satu kelompok dengan kelompok lainnya sehingga akan mendatangkan konflik sosial di masyarakat. Kadang-kadang orang dapat melakukan hal yang sama. masing-masing orang atau kelompok memiliki kepentingan yang berbeda. c. Sedangkan bagi pecinta lingkungan. Para buruh menginginkan upah yang memadai. perubahan tersebut dapat memicu terjadinya konflik sosial. Sebagai contoh.

KEADAAN EKONOMI mobilitas georafi sering tejadi pada daerah yg padat ke daerah yg masih jarang penduduknya 3. KEINGINAN UNTUK DAPAT MELIHAT DAERAH LAIN hal ini dapat menyebabkan terjadinya mobilitas secara geografis Faktor Pendorong Mobilitas Sosial A. Hal itu tentu akan berdampak pada jumlah pekerjaan. Orientasi Sikap terhadap mobilitas Banyak cara yang di lakukan oleh para individu dalam meningkatka prospek mobilitas sosialnya. penundaan kesenangan. STATUS SOSIAL struktur khas dan kasta dlm masyarakat dpt berubah dgn sendirinya 2. dan memperbaiki diri. Tingkat fertilitas akan berhubungan erat dengan jumlah jenis pekerjaan yang mempunyai kedudukan tinggi atau rendah Ekonomi Ganda Suatu negara mungkin saja menerapka sistem ekonomi ganda (tradisional dan modern). Faktor Struktural Faktor struktural adalah jumlah relatif dari kedudukan tinggi yang bisa dan harus diisi serta kemudahan untuk memperolehnya. kebiasaan kerja. baik ditinjau dari segi tingkat pendidikan. MOTIF-MOTIF KEAGAMAAN dalam kehidupan beragama apabila ada masyarakat yang merasa tertekan dan terganggu konsentrasinya 5. contoh nya di negara-negara Eropa barat dan Amerika.Faktor-faktor Pendorong dan Penghambat Mobilitas Sosial 1. . SITUASI POLITIK Bilamana keadaan politik suatu negara tidak menjamin. maka mobilitas sosial akan terjadi 4. antara lain melalui pedidikan. Faktor Individu Faktor individu adalah kualitas seseorang . MASALAH-MASALAH KEPENDUDUKAN bertambahnya penduduk yang cepat maka menyebabkan makin menyempitnya daerah pemukiman sehingga mobilitas sosial akan terjadi secara sendirinya 6. Mereka yang cakap mempunyai kesempatan dalam mobilitas sosial. baik yang bersetatus tinggi naupun rendah. B. penampilan. maupun keterampilan pribadi. Faktor Individu meliputi Perbedaan Kemampauan Setiap individu memiliki kemampuan yang berbeda-beda. Adapun yang termasuk dalam cakupan faktor struktural adalah sebagai berikut : Struktur Pekerjaan Disetiap masyarakat terdapat beberapa kedudukan tinggi dan rendah yang harus diisi oleh anggota masyarakat yang bersangkutan Perbedaan Fertilitas Setiap masyarakat memiliki tingkat ferilitas (kelahiran) yang berbeda-beda.

Situasi Politik Situasi Politik dapat menyebabkan terjadinya mobilitas sosial suatu masyarakat dalam sebuah negara. Perubahan ideologi dapat menimbilkan stratifikasi baru. H. kemajuan teknologi membuka kemungkinan timbulnya mobilitas ke atas. dan di pihak lain kemiskinan yang semakin merajalela. ia dapat mencari kedudukannya sendiri dilapisan sosial yang lebih tinggi.Faktor kemujuran Walaupun seseorang telah berusaha keras dalam mencapai tujuannya. Keadaan Ekonomi Keadaan ekonomi dapat menjadi pendorong terjadinya mobilitas sosial. Keadaan negara yang tidak menentu akan mempengaruhi situasi keamanan yang bisa mengakibatkan terjadinya mobilitas manusia ke daerah yang lebih aman. Keadaan demikian yang membuat sebagian warga masyarakat mencari tempat kediaman lain. G. Perubahan kondisi social Struktur kasta dan kelas dapat berubah dengan sendirinya karena adanya perubahan dari dalam dan dari luar masyarakat. Status Sosial Setiap manusia dilahirkan dalam status sosial yang dimiliki oleh orang tuanya. Keingina Melihat Daerah Lain Adanya keingina melihat daerah lain mendorong masyarakat untuk melangsungkan mobilitas geografik dari satu tempat ke tempat yang lain. Apabila ia tidak puas dengan kedudukan yang diwariskan oleh orang tuanya. D. Misalnya. C. karena ketika ia dilahirkan tidak ada satu manusia pun yang memiliki statusnya sendiri. Secara sosiologis mereka dikatakan mengalami mobilitas E. F. . misalnya daerah tempat tinggal nya tandus dan kekurangan SDA. kemudian berpindah tempat ke tempat yang lain atau ke kota besar. Di satu pihak. tetapi kadang kala mengalami kegagalan. pertambahan jumlah penduduk yang pesa mengakibatkan sempitnya tempat permukiman. Kependudukan (Demografi) Faktor kependudukan biasanya menyebabkan mobilitas dalam arti geografik. Orang yang hidup dalam keadaan ekonomi yang serba kekurangan.

Komunikasi yang bebas Situasi-situasi yang membatasi komunikasi antarstrata yang beraneka ragam memperkokoh garis pembatas di antara strata yang ada dalam pertukaran pengetahuan dan pengalaman di antara mereka dan akan mengahalangi mobilitas sosial. Bagi masyarakat miskin. transmigrasi. dimana ras berkulit putih berkuasa dan tidak memberi kesempatan kepada mereka yang berkulit hitam untuk dapat duduk bersama-sama di pemerintahan sebagai penguasa. L. terpilih menjadi presiden Afrika Selatan . Sebaliknya. pendidikan dan komunikasi yang bebas sertea efektif akan memudarkan semua batas garis dari strata sosial uang ada dan merangsang mobilitas sekaligus menerobos rintangan yang menghadang. perkembangan kota.I. seorang kulit hitam. Sistem ini disebut Apharteid dan dianggap berakhir ketika Nelson Mandela. Jika tingkat pembagian kerja tinggi dan sangat dispeliasisasikan. akibat dari kurangnya pengetahuan. Kemudahan dalam akses pendidikan Jika pendidikan berkualitas mudah didapat. Pembagian kerja Besarnya kemungkinan bagi terjadinya mobilitas dipengaruhi oleh tingkat pembagian kerja yang ada. mencapai status sosial tertentu merupakan hal sangat sulit Diskriminasi Kelas Sistem kelas terturup dapat menghalangi mobilitas ke atas. K. menjadikan orang yang tak menjalani pendidikan yang bagus. Sebaliknya. maka mobilitas akan menjadi lemah dan menyulitkan orang bergerak dari satu strata ke strata yang lain karena spesialisasi pekerjaan nmenuntut keterampilan khusus. kesulitan untuk mengubah status. terbukti denga adanya pembatasab keanggotaan suatu orgnisasi tertentu dengan berbagai syarat dan ketentuan. Kondisi ini memacu anggota masyarakatnya untuk lebih kuat berusaha agar dapat menempati status tersebut. Faktor penghambat mobilitas sosial Ada beberapa faktor penting yang justru menghambat mobilitas sosial. bertambah dan berkurangnya penduduk. Ekspansi teritorial dan gerak populasi Ekspansi teritorial dan perpindahan penduduk yang cepat membuktikan cirti fleksibilitas struktur stratifikasi dan mobilitas sosial. tentu mempermudah orang untuk melakukan pergerakan/mobilitas dengan berbekal ilmu yang diperoleh saat menjadi peserta didik. Misalnya. seperti yang terjadi di Afrika Selatan di masa lalu. J. Faktor-faktor penghambat itu antara lain sebagai berikut Kemiskinan Faktor ekonomi dapat membatasi mobilitas sosial. kesulitan dalam mengakses pendidikan yang bermutu.

Terutama berkaitan dengan nilai-nilai dan adat yang berlaku. Contoh: Seorang anak dari keluarga miskin mengenyam sekolah sampai jenjang yang tinggi. yang secara otomatis telah meningkatkan status sosialnya Organisasi Politik Seorang angota parpol yang profesional dan punya dedikasi yang tinggi kemungkinan besar akan cepat mendapatkan status dalam partainya. Faktor Pengaruh Sosialisasi yang Sangat kuat Sosialisasi yang sangat atau terlampau kuat dalam suatu masyarakat dapat menghambat proses mobilitas sosial. dan kesempatan-kesempatan dalam masyarakat. kekuasaan.Perbedaan Ras dan Agama Dalam sistem kelas tertutup dapat memungkinkan terjadinya mobilitas vertikal ke atas. Setelah lulus ia memiliki pengetahuan dagang dan menggunakan pengetahuannya itu untuk berusaha. Faktor Pengaruh Sosialisasi yang Sangat kuat Sosialisasi yang sangat atau terlampau kuat dalam suatu masyarakat dapat menghambat proses mobilitas sosial. Saluran-Saluran Mobilitas Sosial Angkatan Bersenjata Seseorang yang tergabung dalam angkatan bersenjata biasabya ikut berjasa dalam membela nusa dan bangsa sehingga dengan jasa tersebut ia mendapat sejumlah penghargaan dan naik pangkat. karena melalui pendidikan orang dapat mengubah statusnya. Terutama berkaitan dengan nilai-nilai dan adat yang berlaku. Perbedaan Kepentingan Adanya perbedaan kepentingan antarindividu dalam sutu struktur organisasi menyebabkan masing-masing individu saling bersaing untuk memperebutkan sesuatu. baik formal maupun nonformal merupakan saluran untuk mobilitas vertikal yang sering digunakan. bahkan dianggap sebagai social elevator (perangkat) yang bergerak dari kedudukan yang rendah ke kedudukan yang lebih tinggi. Dalam agama tidak dibenarka seseorang dengan sebebas-bebasnya dan sekehendak hatinya berpindah-pindah agama sesuai keinginannya Perbedaan jenis kelamin (Gender) Dalam masyarakat. Dan mungkin bisa menjadi anggota dewan legislatif atau eksekutif Lembaga Keagamaan Lembaga ini merupakan salah satu saluran mobilitas vertikal. sehingga ia berhasil menjadi pedagang yang kaya. meskipun setiap agama menganggap bahwa setiap orang mempunyai kedudukan yang sederajat Organisasi Ekonomi Organisasi ini. status sosial. Perbedaan ini mempengaruh dala mencapai prestasi. Pendidikan Pendidikan. pria di pandang lebih tinggi derajatnya dan cenderung menjadi lebih mobil daripada wanita. . Lembagalembaga pendidikan pada umumnya merupakan saluran yang konkret dari mobilitas vertikal ke atas. baik yang bergerak dalam bidang perusahan maupun jasa umumnya memberikan kesempatan seluasluasnya bagi seseorang untuk mencapai mobilitas vertikal. Pendidikan memberikan kesempatan pada setiap orang untuk mendapatkan kedudukan yang lebih tinggi.

. yaitu melalui askripsi dan melalui prestasi. ucapan. Cara khusus untuk menaikan status : Perubahan tingkah laku Untuk mendapatkan status sosial yang tinggi. Secara otomatis. karena keberhasilan dan prestasinya diberikan kenaikan pangkat menjadi Menejer. Dia merasa dituntut untuk mengkaitkan diri dengan kelas yang diinginkannya. Hal ini menyebabkan naiknya status sosial nya sang wanita Organisasi keolahragaan Melalui organisasi keolahragaan. Misalnya. orang berusaha menaikkan status sosialnya dan mempraktekkan bentuk-bentuk tingkah laku kelas yang lebih tinggi yang diaspirasikan sebagai kelasnya. contohnya system kasta dan gelar kebangsawanan Prestasi. Perubahan nama Dalam suatu masyarakat. yaitu cara memperoleh status atau kedudukan dengan usaha sendiri. ia selalu mengenakan pakaian yang bagus-bagus. Bukan hanya tingkah laku. indah. seseorang dapat berpindah tempat tinggal dari tempat tinggal yang lama ke tempat tinggal yang baru. Ini akan mempengaruhi peningkatan status. sebuah nama diidentifikasikan pada posisi sosial tertentu. minat. yaitu cara memperoleh kedudukan melalui kelahiran. seseorang yang memiliki tempat tinggal mewah akan disebut sebagai orang kaya oleh masyarakat. Setelah diangkat sebagai pengawas pamong praja sebutan dan namanya berubah sesau dengan kedudukannya yang baru seperti "Raden". Jika bertemu dengan kelompoknya. dia berbicara dengan menyelipkan istilah-istilah asing. Contoh: Seorang pegawai rendahan. seseorang yang memiliki status sebagai orang kebanyakan mendapat sebutan "kang" di depan nama aslinya. hal ini menunjukkan terjadinya gerak sosial ke atas.seseorang wanita yang berasal dari keluarga biasa saja menikah dengan pria berstatus sosial ekonominya lebih tinggi. Atau dengan cara merekonstruksi tempat tinggalnya yang lama menjadi lebih megah. Gerak ke atas dapat dilaksanakan dengan mengubah nama yang menunjukkan posisi sosial yang lebih tinggi. dan sebagainya. Contoh: agar penampilannya meyakinkan dan dianggap sebagai orang dari golongan lapisan kelas atas. seseorang dapat meningkatkan status nya ke strata yang lebih tinggi Cara umum memperoleh status Secara umum terdapat dua cara yang dapat digunakan untuk memperoleh status social. tetapi juga pakaian. Perubahan standar hidup Kenaikan penghasilan tidak menaikan status secara otomatis. Contoh: Di kalangan masyarakat feodal Jawa. Perubahan tempat tinggal Untuk meningkatkan status sosial. Askripsi.Organisasi Profesi Organisasi profesi lainnya yang dapat dijadikan sebagai saluran mobilitas vertikal. sehingga tingkat pendapatannya naik. dan mewah. antara lain ikatan Perkawinan Melauli perkawinan seseorang dapat menaikkan statusnya. melainkan akan mereflesikan suatu standar hidup yang lebih tinggi.

Dampak Positif : Mendorong Seseorang untuk lebih maju Terbukanya kesempatan untuk pindah dari strata ke strata yang lain menimbulkan motivasi yang tinggi pada diri seseorang untuk maju dalam berprestasi agar memperoleh status yang lebih tinggi. nilai-nilai dan norma-norma yang di anut oleh kelompok orang dengan status sosial yang baru sehingga tercipta intergrasi soaial. Keterangan hubungan anatar anggota kelompok primer. Bergabung dengan organisasi tertentu Untuk meningkatkan statusnya seseorang dapat bergabung dengan organisasi tertentu . Menurut Horton dan Hunt (1987). yang semula karena seseorang berpindah ke status yang lebih tinggi atau ke status yang lebih rendah. misalnya jika dia memutuskan untuk tetap hidup sederhana seperti ketika ia menjadi pegawai rendahan. Mempercepat Tingkat Perubahan Sosial Masyarakat ke Arah yang Lebih Baik Mobilitas sosial akan lebih mempercepat tingkat perubahan sosial masyarakat ke arah yang lebih baik. Adapun dampak mobilitas sosial bagi masyarakat. Dampak Mobilitas Sosial Setiap mobilitas sosial akan menimbul kan peluang terjadinya penyesuaian-penyesuaian atau sebalik nya akan menimbulkan konflik.Status sosialnya di masyarakat tidak dapat dikatakan naik apabila ia tidak merubah standar hidupnya. Perubahan ini akan lebih cepat terjadi jika didukung oleh sumber daya yang memiliki kualitas. baik yang bersifat positif maupun negatif antara lain sebagai berikut. ia akan menyesuaikan diri dengan gaya hidup. Meningkatkan Intergrasi Sosial Terjadi nya mobilitas sosial dalam suatu masyarakat dapat meningkatkan integrasi sosial. . ada beberapa konsekuensi negatif dari adanya mobilitas sosial vertikal.misalnya. sebagai contoh bergabung dengan organisasi yang berkelas. Kondisi ini perlu didukung dengan peningkatan dalam bidang pendidikan. Contoh: Indonesia yang sedang mengalami perubahan dari masyarakat agraris ke masyarakat industri. di antara nya: Adanya kecemasan akan terjadi penurunan status bila terjadi mobilitas menurun. Timbulnya ketegangan dalam mempelajari peran baru dari status jabatan yang meningkat.

: 1) Konflik Antarkelas Dalam masyarakat terdapat lapisan-lapisan. 2) Konflik Antarkelompok social Konflik yang menyangkut antara kelompok satu dengan kelompok yang lainnya. Hal ini dilakukan agar mereka bisa diterima dalam kelas sosial yang baru dan mampu menjalankan fungsi-fungsinya Timbulnya Gangguan Psikologis Mobilitas sosial dapat pula mempengaruhi kondisi psikologis seseorang.Adanya gangguan psikologis bila seseorang turun dari jabatannya . Berkurangnya Solidaritas Kelompok Penyesuaian diri dengan nilai-nilai dan norma-norma yang ada dalam kelas sosial yang baru merupakan langkah yang diambil oleh seseorang yamg mengalami mobilitas. tetapi tidak dapat mencapainya. Konflik Antargenerasi Konflik yang terjadi karena adanya benturan nilai dan kepentingan antara generasi yang satu dengan generasi yang lain dalam mempertahankan nilai-nilai denga nilai-nilai baru yang ingin mengadakan perubahan. yaitu sebagai berikut. Kelompok dalam lapisan tersebut disebut kelas sosial. antara lain sebagai berikut. Konflik ini dapat berupa: a. maka bisa memicu terjadinya konflik antar kelas. Apabila terjadi perbedaan kepentingan antarkelas sosial. .Dampak Negatif : Timbulnya Konflik Konflik yang ditimbulkan oleh mobilitas sosial dapat dibedakan menjadi 3 bagian.Mengalami frustasi atau putus asa dan malu bagi orang-orang yang ingin naik ke lapisan atas.Menimbulkan ketakutan dan kegelisahan pada seseorang yang mengalami mobilitas menurun. Proses suatu kelompok sosial tertentu terhadap kelompok sosial yang lain yang memiliki wewenang c. . Konflik antara kelompok sosial yang masih tradisional dengan kelompok sosial yang modern b. baik vertikal maupun horizontal. : .

Sakinah Kaamilah .Wiati Dirgantini .Citra Dewi .Revin .MAKALAH SOSIOLOGI Nama Kelompok : .Devi Sopianti .Iis Fitriani .Kiki SMAN 1 CIPARAY .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->