LAPORAN OBSERVASI PERBAIKAN BODI DAN CAT MOBIL TOYOTA HIACE BAGIAN DEPAN, SAMPING KANAN DAN ATAP

BAGIAN DEPAN DI BENGKEL ³ZAL TEKNIK´ Jln. Jend. Sudirman No.16 Lubuk Alung Disusun dalam rangka memenuhi tugas mata kuliah Teknologi Pengecatan Semester V, yang dipegang oleh Drs. Darman, M.Pd

Disusun Oleh : DEFRI MARJONI (13872/2009)

TEKNIK OTOMOTIF FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI PADANG 2011

A. Latar belakang observasi Banyak sekali kendaraan yang diproduksi oleh perusahaan-perusahaan besar seperti: Honda, Suzuki, Daihatsu, Toyota, dan lain-lain. Dari pabrikan tersebut tentunya ada produksi lama dan ada yang baru. Tentunya mobil yang digunakan cukup lama akan mengalami kerusakan baik body, casis, engine, kelistrikan, cat mobil dan lain-lain. Kali ini kami melakukan observasi khususnya mengenai auto body repair, yang kerusakannya seperti : body penyok, bumper penyok, mengelupas cat body, rangka rusak, panel atas rusak, dan sebagainya. Sehingga kerusakan harus diperbaiki di bengkel-bengkel auto body repair. Dalam perkuliahan Teknologi Pengecatan kami sebagai mahasiswa hanya mendalami materi saja oleh karena itu agar pengetahuan dan pemahaman mengenai auto body repair mahasiswa bertambah maka perlu dilakukan observasi karena dengan ini mahasiswa dapat langsung melihat secara mendetail mengenai auto body repair yang dilakukan di bengkel Zal Teknik. Selain itu juga untuk memenuhi tugas yang diajukan oleh bapak dosen mata kuliah Teknologi Pengecatan, untuk melakukan observasi.

B. Tujuan Pelaksanaan a) Tujuan umum Untuk memperoleh pengalaman, dan memperoleh wawasan sehingga bisa menggali perkembangan informasi teknologi terbaru serta meningkatkan pemahaman mengenai auto body repair secara lebih nyata dengan melihat langsung di bengkel. b) Tujuan khusus 1. Mahasiswa dapat mengetahui alat-alat yang digunakan di bengkel secara nyata 2. Mahasiswa dapat mengetahui cara kerja perbaikan auto body repair 3. Mahasiswa dapat mengetahui tipe-tipe kerusakan yang ada di mobil 4. Mahasiswa dapat mengetahui bahan-bahan yang di gunakan 5. Mahasiswa dapat mengetahui proses pemilihan warna cat 6. Memenuhi tugas mata kuliah Teknologi Pengecatan pada semester V

sehingga sudah sesuai dengan perintah yang diberikan bapak dosen yaitu bengkel cat. dan memfoto saat pengerjaan awal sampai akhir. . c) Mahasiswa bisa Meningkatkan dan melatih rasa tanggung jawab dalam praktik pelaksanaan body repair. D. b) Mahasiswa dapat membandingkan teori dan praktek Teknologi Pengecatan yang dilaksanakan di lapangan. pengerjaan dan segala hal yang dikerjakan di bengkel tersebut. menerangkan cara pengerjaannya. Adapun dengan pemilihan tempat observasi tersebut adalah : a) Tempat bengkel lumayan luas dan banyak konsumen yang datang kebengkel Zal Teknik b) Bengkel Zal Teknik adalah bengkel las. e) Mahasiswa dapat pengetahuan di luar kepala pada saat proses pengerjaan body repair. b) Membantu pekerja bengkel tersebut dalam melaksanakan perbaikan auto body repair pada umumnya. d) Dapat pengalaman saat membantu pekerja bengkel sedang memperbaiki mobil. dalam proses pengecatan mobil c) Bengkel tesebut memberikan kesempatan kepada kita dalam melakukan observasi untuk melihat alat dan bahan. c) Dapat memahami apa yang dikerjakan di bengkel dan mengenai suatu alat kerja yang ada di bengkel . DASAR PEMILIHAN OBSERVASI Pengerjaan observasi ini Sesuai dengan mata kuliah Teknologi Pengecatan.C. d) Mahasiswa agar tahu betul tentang pelaksanaan body repair di bengkel. cat mobil yang memiliki alat lumayan lengkap. Manfaat observasi dibengkel a) Dapat sebagai jembatan penghubung antara universitas dan bengkel tempat kerja dimana pada akhirnya saling menguntungkan antara pihak universitas dan pihak bengkel. ketok. MANFAAT PELAKSANAAN OBSERVASI Manfaat Praktik Observasi Bagi Mahasiswa: a) Mahasiswa dapat menerapkan dan mengembangkan pengetahuan atau teori yang diperoleh di bangku kuliah terhadap permasalahan yang dihadapi atau tempat praktik industri.

SASARAN KEGIATAN OBSERVASI a. dan pengecatan mobil. Jend. G. serpihan dempul serta gas organik agar tidak terhirup.12 november 2011 F. Sarung tangan Sarung tangan berfungsi melindungi tangan terhadap bahan-bahan yang menyebabkan iritasi seperti pencampuran dempul. dan cat mobil. Jl. . Mahasiswa dapat mengetahui manajemen bengkel Zal Teknik dan sistem pengerjaannya. 16 Lubuk Alung Waktu : 16 oktober . Mahasiswa dapat mengetahui macam-macam kerusakan. Mahasiswa dapat mengetahui tentang pengelasan. b. ketok. alat dan proses pengerjaannya pada body mobil. c. b. Masker Masker digunakan untuk melindungi dari partikel-partikel yang beterbangan serperti cat.E. cat dan tergores saat melakukan pengamplasan. serpihan dempul atau partikel lain yang timbul selam proses pengecatan. Peralatan Dan Bahan-Bahan Yang Digunakan Dalam Pengecatan Dalam proses pengecatan memerlukan peralatan pendukung diantaranya : 1. Mahasiswa dapat memperdalam ilmu yang didapatkan selama melaksanakan observasi dibengkel. Peralatan Keselamatan Kerja : a. TEMPAT DAN WAKTU PELAKSANAAN Tempat : bengkel ³ZAL TEKNIK´las. d. debu. Kacamata Kaca mata digunakan untuk melindungi mata dari cat. ketok. thiner. c. Sudirman No.

2. jenis ini terdiri dari bahan utama vynil butyal resin dan zincrhomate pigmentanti karat. Dempul digolongkan menjadi tiga macam menurut penggunaannya. yaitu: 1) Wash primer. terbuat dari bahan utama alkyd resin. sering disebut dengan nama etching primer. Dempul juga dipergunakan dengan maksud untuk memberikan bentuk dari benda kerja apabila bentuk benda kerja sulit dilakukan. Dempul/Putty Dempul/putty adalah lapisan dasar (under coat) yang digunakan untuk mengisi bagian-gabian yang penyok dalam atau cacat-cacat pada permukaan benda kerja. Setelah dempul mengering dapat 12diamplas untuk memdapatkan bentuk yang diinginkan. . Proses pengeringan dempul ini memerlukan waktu yang lama. Cat Primer Cat primer adalah lapisan cat yang digunakan sebagai cat dasar permukaan plat yang berfungsi untuk memberikan ketahanan terhadap karat. Dempul jenis ini digunakan untuk menutup cacat yang parah atau untuk memberi bentuk bidang. Dalam teknik pengecatan cat primer ada empat jenis. 2) Epoxy putty. 2) Lacquer primer. meratakan adhesi/daya lekat diantara metal dasar dengan lapisan berikutnya. yaitu: 1) Polyester putty. cat primer ini mengandung amine sebagai hardener. Komponen utama pembentunya adalah epoxy resin. harus dengan menggunakan cara pemanasan paksa dengan menggunakan oven pengering. 3) Urethane primer. Bahan utama dari dempul ini adalah epoxy resin dan amine sebagai hardener. Cat primer ini memberikan ketahan karat dan mempunyai daya lekat (adhesi) yang kuat. dempul ini mempunyai ketahanan yang baik terhadap karat dan mampunyai daya lekat yang baik terhadap berbagai material dasar. Epoxy primer memberikan ketahanan terhadap karat dan mempunyai daya lekat yang sangat baik. sering juga disebut dempul plastik. Dempul menggunakan organic peroxy sebagai hardener dan mengandung banyak pigment sehingga dapat membentuk lapisan yang tebal dan mudah diamplas. dengan demikian primer ini mampu mencegah karat pada dasar metal. Cat ini mudah dalam penggunaan dan cepat kering. 4) Epoxy primer. Primer digunakan dalam lapisan yang sangat tipis dan tidak memerlukan pengamplasan. terbuat dari bahan nitrocellulose dan alkyd resin. b. Merupakan resin yang mengandung polyisociate sebagai hardener. Bahan-bahan dan Komponen dalam Pengecatan Bahan-bahan yang digunakan dalam pekerjaan pengecatan anatara lain adalah sebagai berikut: a.

Zat cair ini mengencerkan campuran zat pewarna dan zat perekat sehingga menjadi agak encer dan dapat dikerjakan selama pembuatan cat. Bahan utama pembentuknya adalah nitrocellulose dan acrylic resin. Surfacer mempunyai sifat-sifat sebagai berikut: 1) Mengisi penyokan kecil 2) Mencegah penyerapan top coat13 3) Meratakan adhesi di atas under coat dan top coat d. c. f. e. g. Hardener Hardener adalah suatu bahan yang membantu mengikat molekul di dalam resin sehingga membentuk lapisan yang kuat dan padat. hardener ditambahkan dengan bahan dari cat dua komponen yaitu acrylic dan polyester resin.3) Lacquer putty. Cat warna/Top coat Peranan dari cat warna adalah cat akhir yang memberi warna. halus bersamaan dengan meningkatnya kualitas serta menjamin kualitas tahan lama. dempul ini dapat disemprotkan secara tipis-tipis untuk menutupi lubang kecil atau goresan-goresan pada komponen. Clear / Gloss Clear/ Gloss digunakan sebagai cat pernis akhir pada pengecatan sistem dua lapis untuk memberikan daya kilap dan daya tahan gores terhadap cat warna dasar. Thinner ini juga menurunkan kekentalan cat agar mendapatkan viscositas yang tepat untuk pengecatan. kilap. Thinner/Solvent Thinner atau solvent berwarna bening dan berbau khas menyengat hidung. putty atau lapisan dasar lainnya. Untuk melarutkan hardener agar memperoleh viscositas yang baik. Surfacer Surfacer adalah lapisan kedua yang disemprotkan di atas primer. .

Spatula . kompresor udara b) Spatula Spatula digunakan untuk mencampur putty atau aplikasi pada permukaan benda kerja. kayu dan karet. karena apabila masih ada putty yang tertinggal dan mengering pada spatulla.H. maka putty akan mengeras dan membuat spatulla tidak dapat digunakan kembali. Bahan ini terbuat dari plastik. Gambar 2. Peralatan Dan Bahan Persiapan Permukaan Pengecatan Alat-alat yang digunakan sebagai berikut : a) Kompresor Udara Kompresor Udara berfungsi untuk menghasilkan tekanan udara/angin yang baik dan bersih selama berlangsungnya proses pengecatan Gambar 1. Setelah penggunannya spatulla harus dibersihkan secara menyeluruh dengan solvent.

Air duster gun d) Air spray gun Air spray gun adalah suatu peralatan yang menggunakan udara kompresor untuk mengaplikasi cat yang diatomisasikan pada permukaan kerja.c) Air duster gun Air duster gun digunakan untuk membersihkan permukaan kerja. Air spray gun yang digunakan untuk pengecatan Gambar 4. air duster gun meniupkan udara bertekanan pada permukaan untuk membuang debu cat yang terlepas dan pertikel-partikel yang diamplas. Gambar 3. Air Spray Gun .

Tabel berikut memperlihatkan perbedaan nomor grit secara umum. Gambar 5. Semakin besar nomor grit.e) Amplas(sand paper) Amplas digunakan bersamaan dengan sander dan blok tangan. Tersedia dalam bermacam -macam bentuk.Grit Amplas . semakin halus partikel abrasifnya. amplas digunakan untuk mengamplas lapisan cat. Rentang nomor dari nomor grit yang digunakan untuk pengecatan otomotif adalah antara #60 dan #2000. jenis-jenis amplas Pada amplas biasanya dicetak nomor grit (kekerasan) pada bagian belakang amplas. Table 1. putty atau surfacer. material serta kekasarannya.

dan dapat dipilih sesuai dengan area pengerjaan. Pengaduk/ Agitating Rot . dan diantaranya memiliki skala untuk mengukur hardener dan thiner. bentuk.f) Blok tangan Blok tangan berfungsi untuk menempatkan amplas dan digunakan untuk pengamplasan manual. Gambar 6 . Gambar 7. material.Blok tangan g) Pengaduk (agitating rod) Pengaduk digunakan untuk mencampur putty atau surfacer. Terbuat dari metal atau plastik. Terdapat dalam berbagai ukuran. untuk membentuk kekentalan yang merata dan untuk membantu mengeluarkan dari kaleng.

Keuntungan memggunakan las ini adalah benda kerja dapat dipanaskan. disambung. Las oxy-acetylene adalah semua proses pengelasan yang menggunakan campuran oksigen dan bahan bakar gas acetylene untuk membuat api sebagai sumber panas untuk mencairkan benda kerja. Dengan cara ini. sedangkan pada bagian bawahnya dilandasi dengan dolly. Untuk permukaan dengan kerusakan yang lebar. Gambar 1. maka digunakan dolly yang hampir rata.I. . dicairkan. digunakan dolly yang semakin cekung.Peralatan las Oxy-Acetylene 2) Teknik On-Dolly Hammering. Teknik palu on-dolly dilakukan dengan cara memukulkan palu pada bagian plat yang terjadi kerusakan. plat dapat kembali rata. Sedangkan untuk kerusakan pada lengkungan bodi yang tajam. Teknik On-Dolly bukan teknik yang menggunakan sembarang jenis palu melainkan palu yang sesuai dengan jenis permukaan. Metode Perbaikan Bodi yang dipakai 1) Teknik Pengelasan Dalam perbaikan bodi kendaraan las oxy-acetylene lazim digunakan untuk pengelasan plat yang tipis karena mudah dalam penggunaannya. dimuaikan. maupun dilunakkan dengan oxy-acetylene dan apabila ditinjau dari segi biaya las oxy-acetylene sangat murah.

ketika palu ditarik. maka pada teknik palu off-dolly.Gambar 2.Teknik off-dolly hammering . Setelah bagian yang penyok menjadi sedikit. yang dipalu adalah bagian diantara atau di sekeliling dari dolly yang di tempatkan pada pusat plat yang penyok (seperti yang terlihat di gambar). dapat menggunakan teknik palu on-dolly atau hot shrinking dilanjutkan dengan pendempulan. Teknik Memukul On-Dolly Hammer 3) Teknik Off-Dolly Hammering. akan mendorong plat yang penyok ke atas. Gambar 3. Teknik ini dipergunakan pada bagian yang mengalami kerusakan/penyok yang luas. Gerakan tangan kiri yang memegang dolly. Pada teknik palu on-dolly yang dipalu adalah bagian yang terdapat dollynya.

bagian samping kanan bodi cat nya telah pudar. Mengidentifikasi Kerusakan Yang Terjadi Pada Bodi dan Cat. Gambar 1.I. Hal ini dilakukan untuk menentukan tindakan perbaikan yang sesuai jenis kerusakan.Kerusakan bodi pada bagian depan Gambar 2. Kerusakan cat pada bodi bagian kanan . Kerusakan yang terjadi antara lain di bodi bagian depan terjadi penyok. Berikut ini dapat dilihat gambar kerusakan bodi dan cat yang terjadi di mobil Toyota Hiace sebagai berikut. terdapat bodi yang keropos. Sebelum dilakukan pengecatan ulang kendaraan terlebih dahulu dilakukan pengamatan atau mengidentifikasi kerusakan yang terjadi pada bodi dan cat.bagian atap catnya retak dan mengankat dan lantai kabin pengemudi keropos. terdapat banyak goresan. Langkah Kerja 1.

2) Palu dipukulkan pada bagian plat yang dilandasi dolly secara perlahan dengan tenaga secukupnya hingga permukaan rata. Perbaikan pada Bodi Depan Perbaikan yang dilakukan pada bodi depan adalah untuk mengatasi masalah penyok. Pelaksanaan teknik hammer on dolly adalah sebagai berikut: 1) Dolly diposisikan pada sisi luar dari panel (sisi yang merupakan permukaan pengecatan) dan palu sisi dalam panel. Kerusakan cat pada bagian atap 2. Proses Perbaikan Bodi Perbaikan bodi mobil Toyota Hiace dilakukan untuk mengatasi masalah yang terjadi pada bodi depan yang penyok. dan bodi samping kanan dekat roda yang juga mengalami pengeroposan. Metode perbaikan bodi yang diaplikasi adalah metode palu dan dolly karena penyok yang terjadi melebihi batas elastisitas dari plat bodi. . a. 3) Lokasi pemaluan dipindah-pindah hingga didapat seluruh permukaan yang penyok menjadi rata. lantai kabin pengemudi yang mengalami pengeroposan. Teknik dari metode palu dan dolly yang digunakan adalah teknik hammer on dolly karena penyok yang terjadi hanya ke satu sisi yaitu ke bagian dalam panel.Gambar 3.

Setelah itu dilakukan proses pendempulan hingga permukaan menjadi rata. Setelah itu dilakukan pengamplasan dengan dengan amplas dengan grit #240 dan hand blok agar permukaannya halus dan rata.Setelah dilakukan teknik hammer on dolly didapat permukaan yang hampir rata. Kemudian dilakukan pengaplikasian lapisan primer pada plat. Perbaikan pada Lantai Kabin Pengemudi dan Bodi Bagian Kanan Perbaikan yang dilakukan pada lantai kabin pengemudi dan bodi bagian kanan kendaraan yang mengalami pengeroposan adalah dengan menambal plat yang keropos dengan menggunakan las asetilin. Setelah dilakukan pengelasan kemudian dilakukan proses cat primer untuk melindungi plat agar tidak timbul karat.Proses pendempulan diawali dengan pengupasan lapisan cat pada bagian yang sebelumnya mengalami penyok. Gambar 4. b. Proses pengelasan lantai kabin . Selanjutnya untuk meratakan permukaan hingga sempurna dilakukan metode perbaikan tambahan yaitu dengan pendempulan. setelah itu melakukan pendempulan pada plat untuk meratakan permukaan agar rata dengan permukan disekitarnya.

3. Gambar 5. Selanjutnya adalah membersihkan permukaan bodi dari debu. Pengamplasan dilakukan secara manualdengan metode wet sanding dan menggunakan hand block hingga lapisan cat warna hilang. Aplikasi primer Langkah-langkahnya sebagai berikut : a. maupun grease. sesuai dengan petunjuk pabrik pembuatannya. Setelah itu menghilangkan goresan amplas dengan melakukan pengamplasan menggunakan grit #600 (lebih halus). 4. Mengeringkan lapisan selama kurang lebih 10 menit. Menyemprot 1-2 lapis primer.kotoran. Persiapan Permukaan Proses ini diawali dengan mengupas lapisan cat lama menggunakan amplas grit #120. Proses pengelupasan cat lama. c. Caranya dengan mengelap grease menggunakan kain yang dibasahi bahan pelarut grease setelah itu meniupkan udara bertekanan ke permukaan bodi dan mengelapnya menggunakan kain lap kering dan bersih. Mencampur hardener dan thiner secara tepat. minyak. . b. d. membungkus area disekitar bagian yang terdapat metal terbuka.

Membersihkan permukaan dari debu amplas dengan menggunakan air duster gun.5. Mengoleskan dempul yang telah dicampur hardener untuk mengisi bagian-bagian yang tidak rata. Hasil masking . Gambar 7. dan isolasi kertas. b. Mencampur dempul dengan hardener secara merata. Proses pendempulan 6. Gambar 6. d. Kertas koran digunakan karena selain meminimalisir biaya juga sudah memenuhi standar untuk digunakan sebagai kertas masking.yaitu kaca-kaca samping dan roda-roda.langkahnya sebagai berikut : a. Biarkan kering. Mengamplas permukaan putty dengan amplas # 80 ± # 200. Aplikasi dempul Langkah. Proses Masking Masking dilakukan pada bidang atau bagian yang tidak dicat. Bahan yang digunakan yaitu kertas koran bekas. c.

Mengaplikasi 2. Membersihkan permukaan dari olie dengan menggunakan kain lap yang bersih dengan dibasahi sabun.7. c. Kemudian bersihkan permukaan dari debu dengan menggunakan air.# 600. 8. Membiarkan waktu tunggu sebentar sehingga solvent di dalam surfacer menguap d. hardener dan thiner secara tepat. Setelah itu masukkan ke dalam spray gun. f. dan thiner dengan sempurna. sehingga diperoleh viskositas yang cocok. b. b. Proses Surfacer. Mengaplikasikan lapisan surfacer pertama keseluruh area dempul sampai area itu nampak basah. . Mengamplas surfacer dengan amplas # 320 . Gambar 8. c. hardener. Membiarkan kering di udara selama 90 sampai 120 menit. Mencampur surfacer.3 lapisan surfacer e. Pengaplikasian surfacer Langkah-langkahnya sebagai berikut: a. Aplikasi Cat Akhir / Top Coat Langkah-langkahnya sebagai berikut : a. Menyemprotkan 2 ± 3 lapisan top coat dengan selang waktu 2 ± 5 menit antar lapisan. Mencampur cat.

dan masking. hardener. Pengaplikasian Clear Proses ini sama dengan proses sebelumnya yaitu dilakukan berupa pembersihan permukaan. Setelah itu lap permukaan dengan kain bersih. Hari berikutnya setelah cat benar-benar kering amplas top coat menggunakan amplas basah # 1000 .# 2000 untuk menghilangkan bintik-bintik maupun kulit jeruk.angka 0.Gambar 9. Proses aplikasi top coat.5 untuk volume thiner.2 : 0. dan thinner agar didapat campuran yang tepat. Perbandingannya adalah berdasarkan ketentuan pabrik pembuatnya yaitu 1 : 0. Setelah proses pengecatan selesai diamkan beberapa jam di dalam oven agar cat benarbenar kering. Selanjutnya melakukan proses pengeringan pada suhu 20 °C selama 10 jam. angka 0. d.2 untuk volume hardener. . Selanjutnya dilakukan pencampuran clear. 9.5 ( satu paket ) dengan angka 1 untuk volume cat gloss.Setelah itu dilakukan penyemprotan campuran cat clear hingga dua lapisan dengan memberikan flash time 5 menit diantara kedua lapisan tersebut. Setelah semua permukaan selesai diamplas selanjutnya semprot permukaan dengan air duster gun & biarkan permukaan biar benar-benar kering.

Proses ini dilakukan dengan melakukan pengamplasan basah menggunakan amplas dengan grit #1500 secara manual menggunakan hand block. Pengaplikasian dilakukan dengan menggosokkan lap dengan arah memutar secara manual. Pengamplasan dilakukan sekaligus untuk menghilangkan tekstur kulit jeruk dan bintik yang terjadi. Proses polishing . Selanjutnya mengaplikasikan buffing compound menggunakan kain lap yang kering dan bersih. Polishing Setelah lapisan clear mengering maka dilakukan prosespolishing. Proses aplikasi clear e. Gambar 11.Gambar 10.

Kesimpulan Setelah melaksanakan kunjungan observasi selama di bengkel body repair ³ZALTEKNIK´ jl. perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. . Perkembangan dalam dunia otomotif terutama di body repair telah berkembang dengan sangat pesat. b) Perlu diadakan peralatan untuk pengujian hasil pengecatan agar pengujian mendapatkan hasil yang valid.16 Lubuk Alung dan terjun langsung disana dapat diambil kesimpulan bahwa : 1. Dapat memberikan gambaran kepada kami untuk bisa belajar lebih baik lagi agar nantinya bisa membuka wawasan kami tentang dunia otomotif. Saran Adapun saran yang dapat di sampaikan sebagaiberikut: a) Perlunya fasilitas ruang pemanas serta peralatan sander dan polisher agar kegiatan pengecatan dapat memperoleh hasil yang optimal.J. Jend Sudirman No. 3. 2. Mahasiswa dapat mengetahui secara langsung aplikasi dari teori perkuliahan sehingga mahasiswa lebih memahami materi yang disampaikan dosen. K.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful