1

A. PENDAHULUAN

Perguruan Tinggi merupakan salah satu lembaga pendidikan yang berperan dalam pembinaan kepribadian dan mental manusia yang mengarah pada peningkatan daya pikir manusia dan penguasaan ilmu dan teknologi. Sebagai calon sarjana teknologi pertanian, kita dituntut untuk dapat memahami dan menerapkan ilmu teknologi pertanian dalam dunia kerja. Dalam rangka meningkatkan kompetensi dan keunggulan dari calon sarjana teknologi pertanian, maka Universitas Sebelas Maret melalui Peraturan No. 373/J27/PP/2005 membuka kegiatan magang untuk semua Fakultas. Kegiatan magang mahasiswa ini merupakan sarana bagi mahasiswa teknologi hasil pertanian untuk dapat menerapkan teori-teori yang didapatkan selama di bangku perkuliahan dan juga sebagai pengalaman kerja yang dapat melatih mahasiswa untuk menemukan masalah-masalah yang dihadapi di lapang dan mencari jalan pemecahannya selama magang mahasiswa. Kegiatan magang ini juga dirancang agar mahasiswa bisa mempraktikkan dan mendalami setiap aktivitas di unit-unit proses pengolahan di institusi mitra. Tujuan umum kegiatan mahasiswa ini antara lain : 1. Meningkatkan pemahaman kepada mahasiswa mengenai hubungan antara teori dan penerapannya serta faktor-faktor yang mempengaruhinya sehingga dapat menjadi bagi mahasiswa dalam terjun ke masyarakat setelah lulus. 2. Mahasiswa memperoleh pengalaman dan sikap yang berharga dengan mengenali kegiatan-kegiatan di lapangan kerja yang ada di bidang teknologi pertanian secara luas. 3. Mahasiswa memperoleh ketrampilan kerja dan pengalaman kerja yang praktis yaitu secara langsung dapat menjumpai, merumuskan serta memecahkan permasalahan yang ada dalam kegiatan di bidang teknologi pertanian. 4. Meningkatkan hubungan antara perguruan tinggi, pemerintah, instansi swasta, perusahaan dan masyarakat, sehingga dapat meningkatkan mutu pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

2

Adapun tujuan khusus kegiatan magang ini adalah untuk meningkatkan pemahaman antara teori dan aplikasi lapangan mengenai pengadaan bahan baku, proses pengolahan dan pemasaran produk. Selain itu, melalui kegiatan magang ini mahasiswa akan memperoleh keterampilan dan pengalaman kerja dalam merumuskan dan memecahkan permasalahan yang ada di Industri Pembuatan Mi Kering, PT. Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk. Akhirnya, kegiatan ini akan memberikan dampak terhadap aspek-aspek yang berkaitan dengan pengembangan sikap dan dapat melatih kepekaan mengidentifikasi permasalahan dan mencari alternatif solusi guna meningkatkan kemampuan intelektual mahasiswa.

3

B. TATA LAKSANA KEGIATAN

1. Waktu dan Tempat Pelaksanaan Magang Kegiatan magang mahasiswa dilaksanakan pada tanggal 30 Juni ± 27 Juli 2011 di Pabrik Pengolahan Mi Kering PT. Tiga Pilar Sejahtera Food, Tbk. Jl. Grompol Jambangan Km. 5,5 Ds. Sepat Kec. Masaran Kab. Sragen, Jawa Tengah 57282. 2. Metode Pelaksanaan Magang Pelaksanaan kegiatan magang mahasiswa yang dilaksanakan di perusahaan PT. Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk menggunakan metode antara lain : 1. Pengumpulan data secara langsung a. Wawancara Mahasiswa melaksanakan wawancara dengan pihak-pihak dari instansi yang bersangkutan guna memperoleh data-data tentang profil perusahaan, perencanaan produksi, penggudangan bahan baku, proses produksi, quality control, hingga penanganan limbah. b. Observasi Mahasiswa melakukan pengamatan secara langsung mengenai kondisi dan kegiatan yang ada di lokasi magang mahasiswa. 2. Pengumpulan data secara tidak langsung a. Studi Pustaka Kegiatan ini membandingkan antara literatur yang ada dengan kenyataan di lapangan. Dilakukan dengan mencari dan mempelajari pustaka mengenai permasalahan-permasalahan yang berkaitan dengan pelaksanaan magang mahasiswa. b. Dokumentasi dan Penulisan Data-Data Kegiatan ini dilakukan dengan mendokumentasikan dan mencatat data atau hasil-hasil yang ada pada pelaksanaan magang mahasiswa.

. Praktik atau Aktifitas langsung Terlibat secara langsung dalam proses produksi yang diperbolehkan oleh perusahaan.4 3.

Gin Gin. Pada generasi kedua yaitu pada tahun 1970. . Perusahaan ini secara umum bergerak di industri makanan yaitu produk komoditi maupun produk konsumen dihasilkan dan diperdagangkan dengan berbagai merk seperti : Superior. Wafer Stick. PT. Din Din. Sistem pemasaran perusahaan ini mulai tertata. Tiga Pilar Sejahtera Food. unit 3 memproduksi bihun. dan unit 4 memproduksi biskuit dan mi kering serta PMI 1 yang memproduksi candy. Tbk ini dibagi menjadi 4 unit yaitu untuk unit 1 memproduksi mi kering. Pio. Tiga Pilar Sejahtera Food. Candy. Kurma. Tbk.5 C. dimana Jawa Tengah sebagai sasaran pasar utama. Ha Ha Mi. Ayam 2 Telor. Jawa Tengah. Gulas. Tiga Pilar merupakan anak perusahaan dari PT. Tbk pertama kali didirikan pada tahun 1959 di Sukoharjo. Filtra. Kremez. Mi Telor. Mi Snack. kantor pusat perusahaan ini berada di Jakarta. Mi Instan. Profil Institusi Mitra a. PT. Sejarah Perusahaan PT. Bumbu dan beberapa produk olahan lainnya. unit 2 memproduksi mi instan dan snack. produksi mulai dimodernisasi dengan pembelian mesin-mesin baru dari Taiwan dan menjadi pemimpin pasar di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Tiga Pilar Sejahtera Food. Bihun Instan. yang dalam waktu singkat mampu meraih posisi sebagai pemimpin pasar di Indonesia untuk mi kering dan bihun kering. Romi Yuli. Jawa Tengah oleh almarhum Tan Pia Sioe sebagai bisnis keluarga. Bihun Jagung. Tiga Pilar Sejahtera Food. generasi ketiga dari keluarga pendiri mendirikan sebuah perusahaan baru dengan nama PT. Pabrik ini pertama kali memproduksi bihun jagung dengan merk ³CANGAK ULAR´. Tbk yang berlokasi di Sukoharjo. Bihun Beras. Seiring perkembangan jaman perusahaan tersebut semakin meningkat sehingga pada tahun 1992. Biskuit. HASIL KEGIATAN DAN PEMBAHASAN 1.

PT. Jawa Tengah. Pabrik dibangun seluas 25 hektar di Jalan Raya Solo-Sragen Km 16 Dusun Tekikrejo. Perkembangan pasar yang semakin meningkat mendorong PT. PT. Desa Sepat. dan wafer serta melakukan diversifikasi untuk masingmasing produk. PT. Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk untuk mendirikan pabrik baru. Tiga Pilar Sejahtera Food. bihun instan. wafer. Pada tahun 2002 juga mulai menerapkan sistem manajemen modern untuk mencapai peningkatan yang berkelanjutan dalam produktivitas dan efisiensi. Dengan reputasi sebagai produsen bermutu. Tbk mulai memproduksi biskuit dan tahun 2006 melakukan ekspansi dari Karanganyar ke Sragen. bihun kering. Pada tahun tersebut diperoleh ISO 9001:2000 yang didapatkan dari BISQA Assesment (Balai Industri Semarang Quality Assurance) pada 6 Agustus 2002 untuk mi telor (mi kering) dan baru direvisi 31 Juni 2006. Tbk berhasil memasuki bisnis Consumer Food Product dengan membangun unit produksi mi instan yang pemasarannya dimulai pada tahun 2002.6 Pada tahun 1996. Pada akhirnya tahun 2001 PT. permen. mi instan. Jawa Tengah sebagai antisipasi permintaan pasar yang terus meningkat. mi kering. Sragen. sehingga pada tahun 2000. Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk ditunjuk oleh International Relief and Development (IRD). Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk membangun industri makanan terpadu (mi instan. Tiga Pilar Sejahtera Food. pada tahun 1999. minuman dll. Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk memproduksi mi kering dengan merk andalan Superior. Filtra dan Spider. Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk membangun pabrik mi telor/mi kering baru di Karanganyar. Pada tahun 2004. PT. Pabrik tersebut telah memproduksi mi kering.). sebuah lembaga swadaya masyarakat dari Amerika Serikat yang bekerjasama dengan Departemen Pertanian AS (USDA) untuk berpartisipasi dalam penyediaan mi telor (mi kering) yang disubsidi untuk masyarakat kelas bawah. Kecamatan Masaran. PT. .

Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk terletak di dataran yang berlereng-lereng yang hijau dan kondisi tanah yang tidak rata menyebabkan tata letak bangunan pabrik disesuaikan dengan tinggi atau rendahnya tanah. Tbk berlokasi di Jalan GrompolJambangan. Desa Sepat. PT. Perbatasan: a. Jawa Tengah menempati bangunan seluas 9. Kondisi Umum PT. Raya Grompol-Jambangan : Desa Sepat : Kelurahan Seketeng Kelurahan Seketeng 12 11 10 Desa Sepat 6 7 8 Kelurahan Seketeng 13 9 4 14 5 Gambar 1. Denah Lokasi Pabrik 1 . Sebelah Barat d. Sragen. Lokasi pabrik yang dekat dengan Jalan Raya SoloSragen mempermudah sarana transportasi dan pendistribusian bahan baku maupun dalam pemasaran produk.7 b. Tiga Pilar Sejahtera Food.072 m2 dan lahan seluas 25 hektar dengan 6 bangunan utama yaitu 4 unit produksi. Kecamatan Masaran. dan 1 bangunan kantor utama. Denah Lokasi Pabrik 2 3 15 Jalan Raya Grompol Gambar D. Sebelah Utara b. Sebelah Selatan c. Sebelah Timur : Kelurahan Seketeng : Jl.5. 1 unit boiler. Km. 5.1.

Tersedianya sungai sebagai tempat pembuangan limbah pabrik yang telah melalui proses pengolahan c. Mudah mendapatkan tenaga kerja dari penduduk sekitar f. Pos Penjagaan 2. Limbah (IPAL) 12. Jembatan timbang 6. Tangki minyak 13. Unit 2 (Mi Instan) 11. Tenaga kerja mudah didapatkan dari pemukiman penduduk sekitar h.Biskuit. Harga tanah relatif murah d. Boiler batubara 8. Tersedianya sumber air tanah yang mencukupi untuk proses produksi dan sanitasi i. Visi dan Misi Perusahaan 1) Visi y Menjadi perusahaan makanan dan minuman lima besar di kawasan Asia Tenggara selambat-lambatnya tahun 2020 y Menjadi perusahaan modern yang memproduksi makanan dan minuman dalam kemasan yang memberikan nilai tambah tinggi kepada pelanggan 9. Unit 4 (Wafer. Tersedianya sumber listrik yang memadai g. Pajak bangunan yang lebih ringan karena letaknya di tengah desa e. Kantor HO (induk) 5. Tersedia lahan yang luas untuk areal industri c. Unit 3 (Bihun) Lokasi pabrik ini dipilih dengan pertimbangan : a.8 Keterangan : 1. Koperasi 15. Kantor HO 4. Topografi daerahnya terjal dan berbatu sehingga tidak cocok untuk areal pertanian b. Mushola . Unit 1 (Mi Kering) 10. Boiler 14. Pos Satpam 3. Mi Kering) 7.

Tiga Pilar Sejahtera Food. dan dengan ketersediaan produk yang berkesinambungan y Mengabdi untuk membangun sebuah organisasi kelas satu yang secara konsisten memberikan nilai tambah pada pelanggan. kesejahteraan dan kesempatan berkarya sepuas-puasnya bagi karyawan. Tiga Pilar Sejahtera Food. return yang terbaik bagi pemegang saham. Tbk menyatakan bahwa : ´Berkomitmen untuk memproduksi produk halal secara konsisten. menjunjung tinggi dan patuh pada norma dan peraturan yang berlaku (Good Corporate Governance) serta menjadi warga yang bertanggung jawab ikut membangun lingkungan yang tentram Adapun maklumat mutu dari PT. Tiga Pilar Sejahtera Food. dengan mengandalkan pada penawaran produk-produk yang inovatif. Tbk juga mempunyai budaya perusahaan (Company Culture) ´BERTINDAK PINTAR´. Tbk adalah sebagai berikut : ´Saya Insan Tiga Pilar Food bertekad selalu bekerja dengan penuh semangat dan memegang komitmen yang tinggi di dalam mengutamakan dan menjunjung tinggi kualitas semua produk serta selalu menomorsatukan kepuasan pelanggan´ Kebijakan Halal yang digunakan pada PT.9 2) Misi y Menyajikan produk makanan dan minuman dalam kemasan yang berkualitas dengan harga terjangkau oleh tiap lapisan masyarakat Indonesia y Bekerja berlandaskan falsafah dan nilai-nilai perusahaan yang menjunjung tinggi pemuasan harapan pelanggan. mencakup konsistensi dalam penggunaan dan pengadaan bahan baku. bahan tambahan dan bahan penolong serta konsistensi dalam proses produksi halal sesuai dengan syariat Islam´ PT. yaitu : a) Produktif b) Disiplin .

mesin produksi. dan SDM serta mengelola sarana dan prasarana pendukung proses produksi. Quality Assurance. Kepala Regu Utility. . Staf Personalia. 2) ODTM dan Personalia Bertugas mengatur kegiatan operasional di bagian Admin dan Personalia. Kepala Shift Produksi. Struktur dan Sistem Organisasi Divisi manufakturing bertanggung jawab secara langsung atas kegiatan proses produksi terutama untuk memenuhi target produksi yang telah ditetapkan. Admin Produksi. Staf DCA (Document Control Admin). Kepala PDQC (Product Development and Quality Control).10 c) Integritas d) Team Work e) Kebersihan d. Staf Planing Production. Adapun tugas dan tanggung jawab masing±masing bagian dari divisi manufakturing adalah sebagai berikut : 1) Kepala Manufakturing Unit I Bertugas mengelola kegiatan operasional proses produksi. membawahi beberapa bagian antara lain : ODTM (Organizational Development and Talent Management) dan Personalia. pendokumentasian serta jaminan mutu produk dan bahan apakah sudah sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Kepala Teknik. proses produksi sampai finished goods. yakni mulai dari penerimaan bahan baku. Saham perusahaan ini telah ditawarkan kepada masyarakat sehingga sahamnya dapat dimiliki oleh masyarakat umum bersifat terbuka. 3) QA (Quality Assurance) Bertugas memonitoring. e. Bentuk Hukum Perusahaan Bentuk hukum perusahaan ini adalah Perseroan Terbatas (PT) yang bentuk modalnya berupa saham. faktorfaktor produksi meliputi bahan baku. Rekruitmen dan Training Umum. Riset and Development dan Kepala Regu Warehouse.

perbaikan. dan pengadaan utility. 6) Staf DCA (Document Control Admin) Bertugas merencanakan.11 4) Kepala Regu Utility Bertugas mengontrol pengadaan air. . listrik. mengorganisasi. i. mengarahkan. melakukan persiapan utility untuk produksi. dan bahan bakar yang digunakan dalam proses produksi. ii. Operator Produksi Bertugas melaksanakan rencana produksi untuk memastikan rencana produksi tereksekusi tepat jumlah dan waktu. memonitor proses produksi dan penggunaan line produksi. mengarahkan. Kepala Line Produksi Bertugas memonitor pelaksanaan rencana produksi. melaporkan kesiapan material di bagiannya dan segera melaporkan ke Kepala Line Produksi bila belum tersedia pada saat akan diproduksi. 5) Staf Personalia Bertugas merencanakan. melakukan persiapan mesin untuk produksi. mengendalikan serta jaminan mutu produk dan bahan apakah sudah sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. melaksanakan sistem perawatan. mengorganisasi. mengontrol loading setiap line produksi. Mekanik Utility Bertugas memeriksa ketersediaan utility yang akan digunakan. i. melaporkan kesiapan material di line produksi dan segera melaporkan ke Kepala Shift Produksi bila belum tersedia pada saat akan diproduksi. dan mengendalikan atas pengadaan tenaga kerja. 7) Kepala Shift Produksi Bertugas memantau kesiapan material di line produksi dan mengontrol pergerakan material di line produksi.

12 8) Kepala Teknik Bertugas memonitor ketersediaan dan persiapan permesinan dan peralatan secara umum. berwenang melakukan analisa kebutuhan mesin untuk produksi. perbaikan. memonitor pelaksanaan pengukuran dan pemeriksaan kualitas terhadap produk hasil. Kepala Regu QC (Quality Control) Bertugas mengontrol pelaksanaan kontrol kualitas pada persiapan bahan. serta melakukan persiapan pemesinan dan peralatan untuk produksi. 9) Kepala PDQC (Product Development and Quality Control) Bertugas memonitor pelaksanaan pengembangan produk baru dan produk yang sudah berjalan. dan pengadaan mesin. i. proses produksi sampai produk akhir dan mencari solusi jika terjadi penyimpangan. produk dalam proses dan material input secara umum. iv. Quality Control Field . i. Staf PD (Product Development) Bertugas memonitor pelaksanaan pengembangan produk baru dan produk yang sudah berjalan. Mekanik Bertugas memeriksa ketersediaan pemesinan dan peralatan yang akan digunakan. memonitor pelaksanaan pengukuran dan pemeriksaan kualitas terhadap produk hasil. berwenang memutuskan prioritas pengadaan mesin secara umum. Quality Control Raw Material Bertugas pelaksana monitoring kualitas bahan baku dan bahan pengemas. melaksanakan sistem perawatan. iii. ii. merancang sistem perawatan dan berwenang memutuskan prioritas pengadaan mesin secara umum. memonitor pelaksanaan standar produk dan proses yang dilakukan pada saat pengembangan dan penelitian produk baru.

menganalisa bila ada selisih data stock antara pemakaian dengan data agar selanjutnya dapat diketahui dimana letak penyimpangannya kemudian melakukan koreksi. 11) Admin Produksi Bertugas melakukan pengecekan seluruh data produksi antara data di program terhadap jumlah fisik di produksi. i. 12) Riset and Development Bertugas memonitor pelaksanaan pengembangan produk baru dan produk yang sudah berjalan serta menjamin kesesuaian produk bila terjadi perubahan formula. v. Quality Control Finish Good Bertugas pelaksana monitoring kualitas produk akhir. 13) Kepala Regu Warehouse Bertugas mengontrol pelaksanaan kontrol kualitas pada produk akhir atau finish good dan mencari solusi jika terjadi penyimpangan. proses produksi sampai produk akhir sesuai dengan tanggungjawabnya.13 Bertugas pelaksana quality control pada persiapan bahan. Operator Warehouse Bertugas pelaksana kontrol kualitas pada produk akhir atau finish good. penggantian bahan dan pengembangan produk. . 10) Staf Planning Production Bertugas sebagai perencana jadwal produksi berdasarkan confirmed weekly order yang diterima dan mengendalikan tingkat ketersediaan raw material dan finish good sehingga standar buffer stock terjaga.

Bagan Struktur Organisasi PT.14 Ka Man U I Ka Shift Produksi Ka PDQ C Ka Teknik Staf PD Karu QC Staf PP Admin Produksi Admin Teknik R&D Karu WH ODTM & Personalia QA Karu Utility Staf Personali a Staf DCA Ka Line Produksi Mekanik Utility Operator Produksi Mekanik QC RM QC Field QC FG Operator WH Gambar D. Tiga Pilar Sejahtera .2.

15 f. dan sekitarnya. Sedangkan untuk unit 1 mi kering jumlah karyawan dan pekerja sebanyak 497 orang. Pekerja di PT. hak dan kewajiban karyawan. Jumlah pekerja saat ini di PT. Tiga Pilar Sejahtera Food. aspek yang dibahas dalam hal ini adalah jumlah tenaga kerja yang ada di dalam PT. serta fasilitas yang diberikan perusahaan kepada karyawan. Tiga Pilar Sejahtera Food. Tbk Jl. Grompol ± Jambangan Km 5. dengan tiga bulan pertama sebagai masa training. Usulan perekrutan berasal dari bagian Man Power Planning yang kemudian dilakukan seleksi di HRD (Human Research and Development) Tenaga kerja pabrik berasal dari daerah Palur. Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Karyawan Di dalam sub bab ketenagakerjaan dan kesejahteraan kerja. Tbk tidak dilakukan secara berkala. Tiga Pilar Sejahtera Food. dan diberi imbalan jasa serta terikat . Karanganyar.5 Desa Sepat Masaran Sragen sebanyak ± 2000 orang. Tbk dibagi atas 2 status pokok pekerja. Sistem rekruitmen dapat dilakukan melalui iklan di internet. Dalam sistem rekruitmen tenaga kerja di PT. maupun kerja sama dengan universitas atau sekolah. tetapi kapanpun saat dibutuhkan tenaga kerja syarat penerimaan tenaga kerja adalah pendidikan minimal SLTA atau sederajat dan menandatangani ikatan kerja sebagai karyawan kontrak selama satu tahun. Semakin besar jumlah tenaga kerja semakin besar pula kapasitas produksi perusahaan tersebut. Grompol. 1) Ketenagakerjaan a) Jumlah Tenaga Kerja Jumlah tenaga kerja suatu perusahaan mencerminkan seberapa besar kemampuan produksi suatu perusahaan. Tbk secara keseluruhan. yaitu: i. sistem jam kerja yang digunakan. Pekerja tetap Pekerja yang telah memenuhi syarat-syarat yang ditentukan akan diterima. Tiga Pilar Sejahtera Food. dipekerjakan.

Staf Personalia. Staf DCA. dan diberi imbalan jasa serta terikat pada hubungan kerja dengan perusahaan yang terbatas waktunya. yang dibagi menjadi 3 shift sedangkan untuk para karyawan kantor (ODTM & Personalia. jam kerja biasa di PT. QA. Perusahaan akan memberlakukan libur resmi di Indonesia sebagaimana setiap tahun ditetapkan dan diumumkan oleh pemerintah dan hari-hari libur yang ditentukan oleh perusahaan. Pekerja tidak tetap dibagi menjadi 2 yaitu: y Pekerja Kontrak Pekerja yang terikat pada hubungan kerja secara terbatas dengan perusahaan atas kontrak atau perjanjian kerja untuk beberapa waktu tertentu. Riset and Development dan Karu Warehouse) dan staff pembagian jam kerja sesuai dengan day shift.16 pada hubungan kerja dengan perusahaan yang tidak terbatas waktunya. y Pekerja Harian Lepas Pekerja yang bekerja pada perusahaan untuk melakukan suatu pekerjaan tertentu dan dapat berubah-ubah dalam waktu maupun volume pekerjaan dengan menerima upah yang didasarkan atas kehadiran pekerja secara harian. Karu Utility. Staf Planing Production. Ka. Pekerja tidak tetap Pekerja yang telah memenuhi syarat-syarat yang ditentukan akan diterima. dipekerjakan. Teknik. Shift Produksi. Admin Produksi. Untuk para tenaga kerja dan karyawan bagian QC field pembagian jam kerja sesuai dengan shift. ii. Ka. Ka. Apabila order pekerjaan yang dikerjakan oleh perusahaan terlalu sedikit maka perusahaan dapat memberi perintah untuk masuk kerja . Tiga Pilar Sejahtera adalah selama 7 jam sehari dan 40 jam dalam seminggu selama 6 hari kerja. PDQC. b) Jam Kerja Jam kerja adalah jam pekerja melakukan pekerjaan.

1. mendapat peringatan secara lisan ii.00 12.00 III Sabtu 17.00 ± 04.00 ± 16.00 11.00 Day Shift Jumat 08. Pembagian Jam Kerja Shift Hari Jam Kerja Senin ± Kamis 07.00 Waktu kerja di atas telah diatur berdasarkan PP yang berlaku mengenai ketenagakerjaan. Tiga Pilar Sejahtera dapat dilihat pada Tabel D. Melanggar peraturan keselamatan kerja atau petunjuk atasan mendapat surat peringatan I iii.00 ± 13. Tiga Pilar Sejahtera Food. Tabel D. Tbk juga memperhatikan ketertiban para karyawannya dalam melaksanakan tugasnya dengan mengeluarkan surat peringatan yang dapat mencapai 3 kali.00 ± 19.00 ± 17.00 ± 14.00 ± 13.00 03.00 ± 15. perusahaan berhak memerintahkan untuk kerja lembur.00 Senin ± Jumat 15.00 18.00 11. Apabila order pekerja yang dikerjakan oleh perusahaan terlalu banyak sehingga perlu adanya penambahan kapasitas.30 ± 13.00 Istirahat 12.00 II Sabtu 12.30 ± 13. Surat peringatan tersebut terdiri dari : i.17 secara bergantian kepada pekerja.00 Sabtu 08.00 I Jumat 07. perawatan mesin dan peralatan yang dilakukan secara rutin. Khusus pada hari Minggu terdapat karyawan bagian teknik maintenance yang tidak libur karena melakukan kegiatan sanitasi.00 ± 16.00 Senin ± Jumat 23. Menolak perintah yang layak mendapat surat peringatan I .00 ± 13. Datang terlambat dan pulang lebih awal sebelum jam kerja habis.00 ± 23.00 ± 15.1.00 Sabtu 07.00 12.00 ± 22.00 ± 07.00 Senin ± Kamis 08. Adapun pembagian jam kerja di PT. PT.00 ± 12. Peringatan-peringatan itu sebagai konsekuensi untuk karyawan yang melakukan pelanggaran dalam melaksanakan tugasnya.

3. Gaji yang sesuai dengan UMK (Upah Minimum Kabupaten) ii. Melaksanakan dan tunduk pada perjanjian kerja yang telah disepakati iii. Cuti kerja yang diberikan PT. Cuti khusus lainnya. Cuti keguguran : cuti yang diberikan kepada karyawan apabila terjadi keguguran selama 1. 5. Setiap karyawan berhak untuk mendapatkan cuti selama bekerja. Bantuan uang suka dan uang duka iv. Mematuhi peraturan di dalam perusahaan ii. Tiga Pilar Sejahtera Food. 2) Hak dan Kewajiban Karyawan a) Hak i. 2. Mengindahkan dan mentaati perintah atasannya serta melaksanakan tugas yang diberikan dengan penuh rasa tanggung jawab iv.5 bulan/ 45 hari. Cuti sakit. Menjunjung tinggi nama baik perusahaan serta memegang kerahasiaan atas segala sesuatu yang diketahuinya dan melaksanakan tugas pekerjaannya . Seragam dan perlengakapan kerja iii. Melalaikan kewajiban secara serampangan mendapat surat peringatan 2 atau 3 bila kesalahannya tidak bisa ditolerir. 4.18 iv. Cuti tahunan : cuti yang diberikan kepada karyawan selama 12 hari kerja selama 1 tahun. Tbk antara lain: 1. Cuti kehamilan : cuti yang diberikan kepada karyawan selama 90 hari (3 bulan) sebelum atau sesudah persalinan. Bantuan beasiswa b) Kewajiban i.

Menyediakan fasilitas poliklinik di lingkungan perusahaan bagi karyawan ii. Memberitahukan kepada pihak perusahaan dalam hal tidak dapat melaksanakan tugas pekerjaan x. Tbk sangat memperhatikan kesejahteraan karyawan. antara lain diwujudkan dalam: i. Tbk menyadari bahwa karyawan merupakan aset penting perusahaan. tunjangan jabatan. baik didalam atau diluar negeri yang dilaksanakan oleh perusahaan dilakukan secara sistematis dan berencana sesuai dengan kebutuhan pekerja. Tiga Pilar Sejatera Food. Datang tepat pada waktunya (tidak terlambat) vi. Mengikuti kursus pelatihan internal (atas ijin perusahaan) yang diselenggarakan oleh konsultan profesional seperti implementasi sistem manajemen modern dsb vii. Memberi laporan jka terjadi perubahan status diri dan keluarga serta alamatnya viii. Tiga Pilar Sejahtera Food. Memberikan tunjangan hari raya keagamaan. dan tunjangan kematian .usaha pendidikan atau pelatihan kerja. b) Fasilitas Karyawan PT. oleh karena itu PT. perusahaan akan memberikan pelatihan kerja yang optimal sesuai dengan kebutuhan pekerjaan. Mengindahkan dan mentaati semua ketentuan-ketentuan peraturan hukum positif dan peraturan perusahaan 3) Kesejahteraan Karyawan a) Peningkatan keterampilan Di dalam usaha meningkatkan ketrampilan pekerja untuk mencapai produktivitas optimum. Memelihara dan menjaga dengan sebaik-baiknya semua peralatan dan perlengkapan kerja yang dipercayakan kepada pekerja xi.19 v. Mengisi daftar hadir atau presensi ix. Usaha .

Memberikan extra fooding (tambahan makanan) bagi pekerja yang bekerja di shift III vii. Resik. dan untuk menghasilkan produk yang terbaik. Tindakan . dan Rajin). Tiga Pilar Sejahtera Food. ISO 22000. Ikut serta dalam program Jaminan Asuransi Sosial Tenaga Kerja (JAMSOSTEK) viii. Juga menerapkan dan mengembangkan 5R (Ringkas. Tiga Pilar Sejahtera Food. Menyediakan fasilitas kantin bagi karyawan vi. proses produksi sampai finish good sehingga tidak menghambat proses produksi. intruksi kerja dan formulir-formulir yang diperlukan untuk menjamin terjaganya sistem mutu dan mutu produk dalam rangka memenuhi persyaratan yang dimaksud. PT. Menyediakan layanan berupa bus yang dapat mengantar karyawan pulang dan pergi pabrik secara gartis tanpa dipungut biaya iv. Keamanan Pangan HACCP. Sistem Manajemen Mutu Dalam rangka memenuhi komitmen perusahaan yang menitikberatkan pada kepuasan pelanggan.20 iii. Good Coorporate Governance. PT. Tbk sesuai dengan ISO 9001 : 2000 dan HACCP yaitu dengan melakukan pencegahan untuk permasalahan yang timbul pada tiap tahap produksi mulai dari bahan baku dan penggudangannya. Masing-masing bagian di struktur organisasi telah menetapkan prosedur. Rawat. Tiga Pilar Sejahtera Food. Tbk menerapkan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2002. Capaian sistem manajemen mutu secara umum yang diterapkan di PT. dan berkualitas tinggi. Tbk memberikan jaminan bagi pelanggan bahwa perusahaan mempunyai tanggung jawab tentang mutu dan mampu menyediakan produk dan jasa yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Rapi. Pemberian beasiswa anak pintar bagi putra-putri karyawan yang berprestasi g. Menyediakan fasilitas koperasi karyawan v. dan Coorporate Social Responsibility. GKM (Gugus Kendali Mutu). diterima oleh pasar.

kantin. Tbk menerapkan Sistem Analisa dan Kendali Keamanan Pangan melalui HACCP (Hazard Analysis and Critical Control Points). dan rumah makan. Untuk manajemen mutu air limbah perusahaan sesuai dengan standar baku mutu air limbah Perda Jateng Nomor 10 Tahun 2004.21 pencegahan untuk permasalahan yang timbul antara lain karena tindakan perbaikan yang hanya dilakukan jika terjadi masalah akan mengakibatkan terhambatnya proses produksi. Produk industrial harus diolah terlebih dahulu sebelum dikonsumsi. PT. biskuit. bihun instan. Tiga Pilar Sejahtera Food. Tiga Pilar Sejahtera Food. ISO 9001 : 2000 dan HACCP mendasarkan sistem jaminan mutu pada kesadaran bahwa bahaya akan timbul pada berbagai titik atau tahapan produksi. Produk yang termasuk produk industrial antara lain mie kering dan bihun kering. Tbk telah melakukan berbagai macam upaya untuk menjamin keberlangsungan hidup dengan diperolehnya AMDAL dan juga menggunakan Instalasi Pengolahan Limbah (IPAL) berstandar modern untuk manajemen pengolahan limbah. Tiga Pilar Sejahtera Food. Produk yang termasuk ke dalam produk kemasan antara lain mie instan. wafer. . Produk makanan dalam kemasan dapat dikonsumsi secara langsung tanpa perlu diolah terlebih dahulu. Perbedaan dari kedua produk tersebut adalah tentang bagaimana produk itu dikonsumsi oleh konsumen dan juga berbeda dalam pemasarannya. Masing-masing bagian di struktur organisasi telah menetapkan berbagai prosedur dan formulir-formulir yang diperlukan untuk menjamin terjaganya keamanan pangan dalam rangka memenuhi kepuasan pelanggan yang dimaksud. Selain itu juga membangunan pusat air bersih dan turut berperan aktif dalam mendukung bisnis UKM yang ada di sekitar pabrik serta kegiatan spiritual maupun kepemudaan. PT. katering. PT. Dalam rangka memenuhi komitmen perusahaan yang menitik beratkan pada kepuasan pelanggan. Tbk memiliki 2 kategori produk yaitu produk makanan dalam kemasan dan produk industrial. Target market untuk produk makanan dalam kemasan adalah penjual makanan seperti pedagang mie ayam. bakso. dan permen.

Tiga Pilar Sejahtera Food. Tbk memberikan jaminan mutu bagi konsumen dengan melaksanakan ISO (International Standardization Organization) 9001-2000 yang menghasilkan produk dengan Standar yang dipersyaratkan dalam SNI 19-9000-2001 termasuk uji fisik. kimia maupun fisik yang akan mempengaruhi kualitas makanan dan menentukan usaha-usaha untuk pengendaliannya. y Sertifikat HACCP (Hazard Analysis and Critical Control Points) merupakan pendekatan sistematis yang digunakan dalam produksi makanan sebagai alat untuk menjamin keamanan pangan dengan cara mengidentifikasi bahaya tertentu baik secara biologis. Tbk didapatkan dari BISQA Assessment pada tahun 2002 untuk mie kering dan mie instant. Tiga Pilar Sejahtera Food.22 1) Sertifikasi Sistem PT. Tbk dilakukan dengan cara tidak langsung. Pemasaran produk PT. kimiawi. biologi dan mikrobiologis yang telah dilakukan. Tiga Pilar Sejahtera Food. Tiga Pilar Sejahtera Food. Sertifikat ISO 9001-2000 yang dimiliki PT. Pemasaran tidak langsung dilakukan dengan cara mendistribusikan produk melalui distributor. Pemasaran Produk Secara umum. Sertifikat HACCP diperoleh dari Laboratorium Terpadu Institut Pertanian Bogor (LT. y Sertifikat merupakan ISO suatu (International sertifikasi Standardization sistem yang Organitation) dibidang bergerak pengembangan teknis maupun manajemen. oleh para distributor dipasarkan ke pedagang. Selain sistem sertifikat ISO 9001-2000 yang telah dipegang. Pemasaran secara langsung dilakukan dengan cara mendistribusikan produk langsung kepada konsumen. produk didistribusikan melalui distributor. h. kemudian dari pedagang dijual . IPB) pada tanggal 12 Juni 2009 dan berakhir pada tanggal 11 Juni 2012. pemasaran biasanya dilakukan melalui dua cara yaitu secara langsung dan tidak langsung. Tbk juga telah memiliki sertifikat HACCP (Hazard Analysis and Critical Control Points). PT.

MPKCO K. MLBD. Spider. MSCO. MADD. MKLDO-LK. MA2T-20 LK. Jenis Produk 1) Mi Kering 2) Mi Telor 3) Mi Instan : Filtra. MASBAOS. MASLCOS. MRSBO. yaitu : . MSPEE. MKLCO. MSPDD. MABA-M. MPFCO K. MSEO. MA2T-09 LK 3) Grade B : MADH. Kremez : Growie. MA2T-09. MFTBG. dan Lampung. MRSBO. MASLEOB. Gulas. MSPDH. MSPLCO-B. MP ASI. Bahan Bahan baku utama dan bahan-bahan lain yang digunakan dalam proses produksi mi kering pada umumnya terdiri atas 4 kelompok. Sebagian besar distributor PT. MSSLDO. Bali. MFLCO. Jawa Timur. MSPLBD-B. Jawa Barat. MKLBD-B 2. MACO-X. MA2T-20. Duoz. Ha ha mi. MASCO. Bigmi. Hasil Kegiatan dan Pembahasan a. Wafer Mini Stick j. Produk mi kering dibagi menjadi 3 jenis : 1) Premium 2) Grade A : A2T ± 100. Neo. MKEE. MAEE. MFBA-M. MSPEO-B. MKLCO-B. BUMIL. MFEO. A2T 200 LK : MSLDO LK. i. Superior. Jawa Tengah. MSAOO. Kurma : Ayam 2 Telor : Superior. MA2T 200. MLBG. Tiga Pilar Sejahtera Food. MKLBG-B. MASLDOS. MKEO-B. WFP. MSLCO.23 kepada konsumen untuk dikonsumsi. MSAO. MSPLDO-LK. Superior 5) Permen 6) Snack 7) Biskuit : JuzJuz. Hot mi 4) Bihun Kering : Filtra. MSPLCO. Pio Lebaran. Din Din : Krauk. MSPLCO-B. MFDH. MSACO. MACO-B. MSDDD. MPSCOK. Sedap Merakyat. Tbk meliputi kawasan Jabodetabek. MFCO X. A2T 50.

Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk. Tepung ini banyak digunakan untuk pembuatan roti. terigu ini mengandung protein sebesar 7-8. tepung terigu dapat dibedakan 3 macam sebagai berikut : i. Gluten dapat dibentuk dari gliadin (prolamin dalam gandum) dan glutenin. serta biskuit iii. a) Tepung Terigu Tepung terigu merupakan bahan dasar pembuatan mi. pada dasarnya adalah sama yaitu tepung terigu. macam-macam kue. Kandungan protein utama tepung terigu yang berperan dalam pembuatan mi adalah gluten. tepung terigu jenis ini mengandung protein 9. sumber protein dan karbohidrat. Hard flour. Tepung terigu berfungsi membentuk struktur mi. Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk.5-11%. Kandungan proteinnya 1213%. . bahan pembantu dan bahan tambahan pangan (BTP) serta bahan pengemas.24 bahan baku utama. Bahan baku yang digunakan pada pembuatan mi kering adalah tepung terigu dan air. Terigu ini cocok sebagai bahan pembuatan kue dan biskuit. Berdasarkan kandungan gluten (protein). meskipun banyak sekali jenis produk yang diproduksi. Tepung ini biasanya digunakan untuk pembuatan : roti. Protein dalam tepung terigu untuk pembuatan mi harus dalam jumlah yang cukup tinggi supaya mi menjadi elastis dan tahan terhadap penarikan sewaktu proses produksinya. tepung ini berkualitas baik. Medium hard flour. pasta. memiliki kualitas gluten F1 (gluten tinggi) dan F2 (gluten sedang). mi berkualitas tinggi ii. mi.5%. Soft flour. Tepung terigu yang digunakan PT. 1) Bahan Baku Bahan baku yang digunakan di PT. Bahan pengemas kedua tepung terigu tersebut adalah karung yang dikemas masing-masing dengan netto 25 kg. Sifat elastisnya baik dan tidak mudah putus.

2.3. Jenis uji Satuan Persyaratan 1. coli APM/g Maksimum 10 17. Kadar Air % (b/b) Maksimum 14. Syarat Mutu Tepung Terigu Menurut SNI 01. khas terigu 2.00 15.6 7.3751-2006 No. mi menjadi tidak mudah patah. Falling number (atas dasar kadar air Detik Minimum 300 14%) 10. Raksa (Hg) mg/kg Maksimum 0.2. Serangga dalam semua bentuk stadia dan Tidak ada potongan-potongannya yang tampak 4. melarutkan garam dan membentuk sifat kenyal dari gluten. . Keadaan 1. E. Cemaran logam 15.3. Kadar abu % (b/b) Maksimum 0.50 17.05 15. Bentuk Serbuk 1. Keasaman mg KOH/100 g Maksimum 50 9. Air yang digunakan sebaiknya memiliki pH antara 6±9. Timbal (Pb) mg/kg Maksimum 1. Warna Putih. Dengan adanya air maka pati dan gluen akan mengembang. Benda asing Tidak ada 3. Kadar protein % (b/b) Minimum 7. lolos ayakan 212 µm No.2. Angka lempeng total Koloni/g Maksimum 106 17.3.5 13.1. Makin banyak air yang 3 diserap. Asam folat mg/kg Minimum 2 15. Cemaran arsen mg/kg Maksimum 0. Tembaga (Cu) mg/kg Maksimum 10 16.2. Vitamin B2 (riboflavin) mg/kg Minimum 4 14. Kapang Koloni/g Maksimum 104 Sumber : Badan Standarisasi Nasional (2006) b) Air Air berfungsi sebagai media reaksi antara gluten dengan karbohidrat.1. Vitamin B1 (thiamin) mg/kg Minimum 2.25 Tabel D.5 6. Seng (Zn) mg/kg Minimum 30 12.0 8. Kehalusan. hal ini disebabkan absorpsi air makin meningkat dengan naiknya pH. Bau Normal (bebas dari bau asing) 1. Jumlah air yang optimum membentuk pasta yang baik. Besi (Fe) mg/kg Minimum 50 11.1. 17. 70 % (b/b) Minimum 95 5.

sehingga tidak merusak tekstur mi. Larutan kansui yang digunakan PT. lecitin. sebab tidak adanya mineral yang memperkuat gluten. Penggunaan tapioka dalam pembuatan mi akan berpengaruh terhadap kekenyalan dan tekstur mi. gliserin. Jika lebih dari 38%. garam dan PM Blue. Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk menggunakan pH antara 9. Di samping itu. 2) Bahan Pembantu PT. air yang digunakan harus air yang memenuhi persyaratan sebagai air minum. Sedangkan bila pH terlalu tinggi tidak baik digunakan dalam pembuatan mi karena penguatan gluten yang berlebihan mengakibatkan adonan menjadi keras. karena pasta dan gel pati dari tapioka yang tidak dimodifikasi lebih terang dan lebih tahan terhadap retrogradasi. akibatnya absorpsi air akan berkurang. Bila pH < 6 adonan akan menjadi lunak dan lengket. Tiga Pilar Sejahtera Food.5. kandungan . Tbk adalah jenis tapioka halus yang tidak mengandung gumpalan dan butiran ubi kayu. Larutan kansui kemudian dicampur dengan tepung sehingga terbentuk adonan. adonan akan menjadi sangat lengket dan jika kurang dari 28% adonan akan menjadi rapuh sehingga sulit dicetak. Selain pH. Jumlah air yang ditambahkan pada umunya sekitar 28 ± 38% dari campuran bahan yang akan digunakan.5-10. Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk menggunakan tepung substitusi dan bahan pembantu bahan pembantu dalam pembuatan mi kering meliputi : a) Tepung substitusi i.26 Air juga berfungsi untuk membuat larutan kansui (chemical) atau untuk melarutkan obat yang merupakan campuran ingredient antara lain : tartrazine. Tepung tapioka yang digunakan hanya sebagai alternatif substitusi tepung terigu. Tepung Tapioka Tepung tapioka yang digunakan di PT. diantaranya tidak berwarna. tidak berbau dan tidak berasa.

tepung gaplek berfungsi sebagai pensubstitusi tepung terigu sehingga dapat mengurangi penggunaan tepung terigu yang akan berpengaruh terhadap harga jual mi di pasaran. Garam yodium Garam berperan dalam memberi rasa. ii. Garam didatangkan dari Indarto (Garindo). meningkatkan fleksibilitas dan elastisitas mi serta mengikat air. Selain itu. Bahan ini dapat mempengaruhi sifat adonan. ii. sehingga mi yang dihasilkan lebih keras dan lebih cenderung ke warna kuning coklat bila dimasak. Tepung Gaplek Tepung gaplek yang digunakan PT. memperbaiki ketahanan terhadap air dan mempertahankan keempukan selama penyimpanan. CMC berfungsi sebagai pengembang. garam dapat menghambat aktivitas enzim protease dan amilase sehingga pasta tidak bersifat lengket dan tidak mengembang secara berlebihan. memperkuat tekstur mi. Sama seperti dengan tepung tapioka. Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk dengan warna putih rasa asin dan kadar air maksimal 3%. CMC (Carboksi Metil Celulose) Dalam pembuatan mi.27 amilosa dan amilopektin dari tapioka yang cukup tinggi yaitu amilosa 18% dan amilopektin 82% akan sangat menentukan sifat pati tersebut sebelum mengalami pemanasan. Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk antara lain : i. . Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk memiliki tekstur yang agak kasar dan memiliki warna yang lebih gelap bila dibandingkan dengan tepung tapioka. Garam yang digunakan perusahaan sudah sesuai dengan standar. Standar garam yang digunakan PT. Tepung gaplek digunakan dalam bentuk paketan. b) Bahan Pembantu Bahan pembantu atau bahan tambahan (BTM) yang digunakan PT.

serta merupakan polimer plastik yang memiliki densitas paling rendah diantara polimer-polimer plastik lainnya. Soda abu nerupakan campuran dari natrium karbonat dan kalium karbonat (perbandingan 1 : 1).5 ± 1. Plastik Polipropilen (PP) Plastik polipropilen merupakan kemasan yang mudah dibentuk. iv. Zat Pewarna Fungsi zat pewarna adalah memberi warna khas mi. kekuatan tarik lebih besar dan tahan terhadap suhu tinggi. meningkatkan elastisitas dan fleksibilitas mi.0 % dari berat tepung terigu. Pewarna makanan yang biasa digunakan adalah tartrazin (pemberi warna kuning) dan PM blue. iii. Penggunaan yang berlebihan akan menyebabkan tekstur mi yang terlalu keras dan daya rehidrasi mi menjadi berkurang. Pada penerapannya penambahan CMC di PT.28 Jumlah bahan pengembang yang digunakan berkisar antara 0. Perdana Setia Bekasi. Plastik PP yang digunakan ada 3 jenis yaitu plastik PP polos yang didatangkan dari PT. Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk antara lain : i. . serta tidak mudah sobek sehingga mudah dalam penangan dan distribusi. Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk penambahan tartrazine dan PM blue ke dalam larutan kansui tidak dicampur dengan garam terlebih dahulu melainkan langsung dicampurkan dengan larutan kansui dalam tabung CM (Chemical). meningkatkan kehalusan tekstur serta meningkatkan sifat kenyal. PP roll polos dari CV. Soda Abu (Natrium Karbonat dan Kalium Karbonat) Soda abu berfungsi untuk mempercepat peningkatan gluten. Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk sudah dalam bentuk paketan-paketan obat yang siap untuk dicampur sesuai dengan formula. Pada PT. c) Bahan pengemas Bahan pengemas yang digunakan PT. tergantung dari jenis terigu.

Pengemas karton didatangkan dari Satria Graha Sempurna. pemotongan (cutting). ii. pembuatan larutan alkali. dan etiket yang digunakan untuk mi premium. . pembentukan untaian pita mi (slitting). pengemasan produk mi kering dan penyimpanan di gudang. Kotak Karton Kotak karton merupakan kemasan sekunder yaitu kemasan setelah kemasan primer yang berfungsi untuk melindungi mi dari kerusakan fisik yang dapat terjadi pada saat distribusi atau pengiriman. b. pengeringan dengan oven (drying). pengukusan (steaming). pendinginan (cooling). pendinginan (cooling).29 Solo Multipack (SMP). Kotak karton pada unit mi kering PT. dipasok dari Prima Makmur. Tiga Pilar Sejahtera Tbk hanya digunakan untuk produk premium yaitu mi telor. pengepresan dengan roll press. pencampuran adonan (mixing). Proses Produksi Proses produksi mi kering secara ringkas dapat dilihat pada Gambar 1 dan meliputi tahap ± tahap sebagai berikut : penimbangan bahan baku dan bahan lain untuk produksi mi.

Bahan baku berupa tepung dituangkan ke dalam wadah yang dinamakan hopper screw. air dan air alkali). Diagram Alir Proses Pembuatan Mi Kering 1) Penuangan bahan baku dalam screw conveyor Penuangan bahan baku ke dalam screw conveyor merupakan tahapan pertama proses pembuatan mi kering. Kemudian tepung akan disedot dengan screw conveyor yang digerakkan oleh motor dan masuk ke mixer secara otomatis. laksban. Bahan baku yang didapat dari screw conveyor akan di mixer. rafia.30 MIXER Debu DOUGH COMP MACH Debu y Tepung Terigu y Garam y Pewarna ROLL PRESS 1 S/D 6 Debu ROW CUTTING Debu STEAMING SHAPPING & FOLDING DRYING Sisa mie COOLING PACKAGING Sisa air panas. etiket Gambar D.3. 2) Mixing Mixing adalah proses pencampuran dan pengadukan bahan baku (tepung terigu) dan bahan tambahan (tepung tapioka. plastik. sisa mie Sisa mie Sisa karton. Fungsi dari screw conveyor adalah untuk memindahkan tepung dari gudang raw material ke dalam mesin mixing. Pada tahap .

Setelah adonan jadi kemudian diturunkan ke dalam feeder untuk kemudian dilakukan pressing. . dan dihasilkan adonan yang lunak. Proses mixing dilakukan sampai homogen dan cukup kadar airnya untuk membentuk struktur gluten. Bila waktu pengadukan kurang maka adonan akan menjadi lunak dan lengket.31 mixing ini bahan akan ditambah dengan larutan kansui dari tangki alkali sesuai dengan ukuran yang telah ditetapkan. lembut. Mixing dilakukan dalam dua tahap. rapuh dan mudah patah. Mixing basah ini dilakukan selama 17 menit dengan kecepatan rendah sehingga adonan menjadi homogen. halus dan kompak. waktu mixing (waktu mixing kering selama 3 menit dan waktu mixing basah selama 17 menit dan kondisi mixer dalam keadaan baik. uji gluten. Setelah 20 menit mesin mati secara otomatis kemudian dilakukan pengujian tehadap adonan sebelum adonan diturunkan ke tabung feeder (alat perantara untuk mengalirkan adonan yang telah dimixing sebelum masuk ke tabung DCM untuk dipadatkan). suhu adonan. adonan menjadi keras. proses ini bertujuan untuk menghomogenkan campuran tepung untuk adonan mi. Mixing yang kedua adalah mixing basah. rapuh dan kering. Pertama mixing kering yaitu pencampuran tepung terigu dengan tepung tapioka dengan kecepatan yang tinggi selama 3 menit. karena jika penambahan air alkalinya terlalu banyak akan menyebabkan adonan menjadi lembek dan jika penambahan air alkali terlalu sedikit adonan yang dihasilkan akan bersifat kering. sedangkan bila terlalu lama (>25 menit). Suhu selama mixing yaitu maksimal 34°C. Faktor yang mempengaruhi mixing adalah volume air alkali yang tidak boleh terlalu banyak/sedikit. Selama mixing kadar air dari bahan sebesar 32%-34%.Setelah adonan jadi dilakukan pemerikasaan kadar air. yaitu pencampuran bahan baku dengan larutan kansui. kekalisan adonan supaya hasil mi yang dihasilkan baik dan memenuhi standar.

Pada saat melewati roll press. Proses sheeting (pembentukan lembaran) bertujuan untuk menghaluskan seratserat gluten dan membuat lembaran adonan.32 3) Feeder DCM Adonan dari mixer akan ditampung ke dalam penampungan yang dinamakan feeder DCM. Supaya peregangan dan relaksasi berjalan dengan baik. maka kedudukan roll press harus diatur sedemikian rupa sehingga lembaran adonan merata di seluruh permukaan roll dan seimbang antara roll awal sampai roll akhir. Proses kerja slitting . 4) Sheeting Sheeting adalah pembentukan lembaran adonan mi melalui 7 roll press yang mempunyai perbedaan ketebalan sehingga pada proses ini akan dicapai ketebalan tertentu dan lembaran siap untuk di slitting (suatu proses pemotongan lembaran-lembaran tipis menjadi untaian-untaian yang bergelombang). Pelempengan atau pengepresan bertujuan membuat pasta menjadi bentuk lembaran yang siap dipotong menjadi bentuk khas mi. Kemudian adonan akan masuk ke mesin roll press. setting roll press dan kondisi roll press harus benar karena jika setting roll press tidak seimbang akan menyebabkan tingkat kematangan tidak seragam dan tingkat kering mi tidak seragam. Setiap satu kali adonan setelah mixer akan membutuhkan waktu 15 menit dalam DCM tersebut. Faktor yang mempengaruhi hasil sheeting adalah kondisi adonan (kalis). Kecepatan roll press akan mempengaruhi ketebalan lembaran mi tersebut. lembaran akan mengalami peregangan dan mengalami relaksasi saat keluar dari roll press. 5) Slitting Lembaran adonan yang telah dipress oleh roll press selanjutnya dipotong menjadi untaian mi dengan roll cutter. Mesin pengepres terdiri dari beberapa buah silinder berpasangan yang berputar berlawanan arah. Fungsi lainnya dari proses pelempengan yaitu supaya proses gelatinisasi pati yang terjadi pada proses pengukusan dapat berjalan secara bersama-sama.

sehingga diharapakan mi benar ± benar telah tergelatinisasi dan matang. dan (5) kebersihan alat. (3) fungsi sisir mi harus dalam kondisi baik. (4) kedalaman roll cutter harus diperhatikan. Prinsip kerja roll cutter ialah mengiris mi dengan melewatkan adonan mi ke lubang roller dimana akan bertemu dengan sisi menonjol roller yang lain sehingga diperoleh untaian mi. langsung dilakukan penggelombangan untaian mi. (2) roll cutter harus tajam dan ukurannya seragam. sehingga untaian mi melengkung dan membentuk gelombang yang rapat.5-2 Bar selama 2 .3 menit. Proses roll cutter selesai. yaitu : (1) hasil mixing adonan harus homogen dengan kadar air cukup dengan suhu adonan tidak panas. Steam yang ada dalam steam box dihembuskan melalui pipa steam yang dihasilkan dari steam boiler pusat. Suhu dari boiler dikondisikan pada suhu 96-99oC dengan tekanan 1. Pembentukan gelombang untaian mi dilakukan dengan cara melewatkan untaian mi sesudah roll cutter ke atas waving conveyor yang kecepatannya lebih rendah. maka ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Agar untaian mi yang dihasilkan baik. Pada proses ini terjadi gelatinisasi pati dan koagulasi gluten . 6) Steaming Steaming adalah proses pengukusan untaian mi secara kontinyu dengan menggunakan steam (uap panas). Untaian mi yang bergelombang pada wiremesh steam kemudian masuk ke dalam steam box. Tujuan proses steaming adalah untuk memasak mi mentah menjadi mi masak.33 adalah lembaran-lembaran adonan melewati bagian-bagian silinder ganda untuk dicetak menjadi untaian dan selanjutnya dipotong-potong menjadi untaian-untaian yang terpisah oleh sisir-sisir yang bergerigi. Pengukusan mi ini sering disebut sebagai proses pra-tanak/pre-cooking. Pada saat untaian mi berpindah ke wiremesh steam yang kecepatannya lebih tinggi dari pada waving conveyor maka gelombang untaian mi menjadi lebih renggang. Kerapatan gelombang mi dapat ditentukan dengan mengatur kecepatan belt roll cutter atau wiremesh steam.

Mi mentah sebelum masuk kedalam steam box terlebih dahulu disemprot dengan air dari sprayer steaming yang berfungsi sebagai penambah kematangan sehingga mi yang dihasilkan menjadi masak. Kemudian proses dilanjutkan ke tahap shapping . dan pendistribusian. yang selanjutnya disebut dengan blok mi (keping mi). sehingga rantai ikatan kompleks pati dan gluten lebih rapat. untaian mi didinginkan menggunakan kipas angin kemudian masuk ke tahapan shapping dan folding. sehingga akan terbentuk mi yang lipatannya sama panjang. 7) Cooling Pendinginan (cooling) merupakan proses penurunan suhu setelah mi keluar dari proses steaming dengan menggunakan kipas angin (fan cooling). pengaturan suhu dan tekanan steam tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah serta kondisi adonan yang stabil (kalis). Proses pendinginan ini dimaksudkan untuk mencegah mi melekat pada conveyor yang berjalan. Setelah melalui proses steam. tetapi setelah dikukus menjadi keras dan kuat.34 sehingga dengan terjadinya hal tersebut akan menyebabkan timbulnya kekenyalan mi. Pada waktu sebelum dikukus.folding adalah suatu proses memotong mi dengan melipat menjadi dua bagian sama panjang. Sedangkan folding adalah melipat mi menjadi dua bagian berbentuk kotak dan simetris. Shaping . ikatan bersifat lunak dan fleksibel.folding 8) Shapping dan folding Shapping atau pembentukan adalah suatu proses pembentukan mi dengan cara memotong lajur mi pada ukuran tertentu. Hal ini disebabkan oleh putusnya ikatan hidrogen. Panjang pemotongan mi berkisar antara 20-22 cm yang kemudian dilipat menjadi dua dengan bantuan sebuah pelipat. penyimpanan. Faktor yang mempengaruhi hasil steaming adalah kualitas uap steam yang stabil supaya mi dapat matang merata. Mi yang berbentuk blok akan memudahkan dalam penanganan selanjutnya termasuk pengemasan. .

yang disebut noodle block atau blok mi. kaku dan awet serta memiliki kadar air sekitar 7 ± 8 persen dan mi dapat disimpan dalam jangka waktu yang lama. Selanjutnya blok mi menempati angsangan yang mengantarkan mi masuk ke proses pengeringan (drying).5 Bar. Uap panas yang dihasilkan oleh heater dalam box drying kemudian disebarkan ke seluruh box drying dengan bantuan blower sehingga semua mi dalam box drying bisa kering merata. Drying pada pembutan mi kering bertujuan untuk memantapkan pati tergelatinisasi. 10) Cooling Blok mi yang keluar dari drying kemudian dikeringkan kembali dengan cooling box yang memiliki kipas angin. Setelah mengalami pemotongan. Gerakan cangkulan menekan potongan mi sehingga melipat simetris berbentuk kotak.35 Untaian mi dari conveyor stem box melewati roller kecil melintang yang lebih menonjol dibanding conveyor steam box yang berfungsi untuk melepaskan untaian mi dari conveyor steam box kemudian untaian mi dipotong oleh mesin pemotong. Proses drying mi dilakukan selama ± 1 jam dengan suhu 50 ± 70oC pada tekanan 4. Pada prinsipnya drying atau pengeringan adalah suatu proses mengeringkan mi yang telah dipotong dan dilipat dengan uap panas yang dihasilkan oleh heater dalam box drying. Mesin pendingin ini diverting kemudian diangkut menuju . menurunkan kadar air dan mengeringkan mi sehingga produk akan menjadi kering. 9) Drying Pengeringan didefinisikan sebagai suatu proses pemanasan pada produk bahan pangan pada kondisi yang terkendali dengan cara menguapkan air yang terkandung dalam bahan pangan tersebut dengan tujuan untuk memperpanjang daya simpan dengan mengurangi aktivitas airnya. Pemotong dilengkapi dengan sebuah roller memanjang dengan pisau panjang (cutter). mi dilipat menjadi dua lapis dengan bantuan cangkul (folder). Mi yang telah dipotong dan dilipat di atur dalam angsang angsang drying.

Pengemasan ini melalui dua tahap yaitu pengemasan primer dengan menggunakan etiket plastik dan pengemas sekunder dengan karton. pengguna dan tata cara kerja yang tepat dan perbaikan yang benar bila ada penyimpangan produk. Penutupan dan pemotongan dengan menggunakan end sealer. Pengemasan mi kering berbeda-beda sesuai dengan jenis produk mi kering tersebut. isi/dus (pcs) dan kelengkapan produk. c. antara lain perencanaan mutu yang baik. Pengendalian mutu di mulai dari pengendalian standar mutu bahan. jumlah produk. dilakukan pengepakan ke dalam karton. barang jadi. Proses penurunan Pendinginan mi mencapai suhu kurang lebih 30 suhu blok mi yang rendah sebelum dikemas membuat mi menjadi lebih tahan simpan dalam kemasan etiket selama kurang lebih 12 bulan. standar proses pengolahan. Pengendalian Mutu (Quality Control) 1) Pengendalian Mutu Bahan Baku Usaha mempertahankan tingkat mutu dapat ditempuh melalui berbagai cara. Faktor faktor yang mempengaruhi proses pendinginan adalah: temperatur udara yang masuk. 32oC. Tujuan dari pengemas adalah untuk melindungi dan menjaga mutu produk dalam penyimpanan dan pendistribusian sehingga mi tidak mengalami penurunan kualitas sampai ke konsumen. barcode. Setelah pengemasan selesai. Mesin pengemas bekerja dengan mengemas bagian bawah kemasan dengan long sealer. Pengendalian pada proses ini dilakukan terhadap pemberian kode produksi baik pada etiket maupun pada karton. sampai pengiriman akhir . rekayasa pengawasan yang ketat. kebocoran pada etiket mi. dan kondisi gelombang mi. Ada yang menggunakan mesin pengemas dan secara manual. lem karton. Proses pendinginan mi berlangsung 2 sampai 3 menit sebelum dikemas dengan etiket. 11) Pengemasan (Packaging) Mi yang keluar dari mesin cooling selanjutnya akan dikemas. barang setengah jadi.36 bekerja dengan menghembus udara segar dari kipas angin kearah blok mi panas yang berada diatas cooling conveyor.

Pengendalian mutu pada analisa fisik terdiri dari penilaian mutu pada sak tepung terigu.37 ke konsumen agar sesuai dengan spesifikasi mutu yang direncanakan. maka bahan tersebut baru dapat digunakan untuk proses produksi. Apabila pada sak tidak memenuhi uji kriteria tersebut maka terigu perlu diwaspadai dengan penanganan khusus atau bahkan dikembalikan kepada supplier. Beberapa pengendalian mutu bahan yang dilakukan diantaranya adalah: a) Tepung Terigu Tepung terigu yang digunakan untuk membuat mi adalah tepung terigu yang memiliki kadar protein tinggi. Maksud dari pengawasan mutu adalah agar standar spesifikasi produk yang telah ditetapkan sebelumnya tercermin dalam hasil produk akhir. Pengendalian mutu tepung terigu meliputi analisis fisik. kondisi sak yang tidak basah. yaitu melakukan pemeriksaan kualitas bahan mentah oleh staff quality control raw material. jahitan sak yang tidak tebuka atau bekas terbuka. Jika kualitas bahan tersebut memenuhi standar untuk produksi. hal ini bertujuan agar mi yang dihasilkan memiliki kualitas yang cukup baik walaupun dengan harga yang relatif terjangkau. pengendalian mutu terhadap adanya cemaran serangga. penilaian mutu sak yang tidak tercemar oleh benda asing dan terdapatnya kode produksi maupun label pada sak. . Pengendalian mutu bahan baku di PT Tiga Pilar Sejahtera Food dilakukan dengan meneliti semua bahan baku sebelum diterima dari supplier. Bahan yang digunakan dalam pembuatan mi kering memiliki sifat dan jenis yang berbeda-beda sehingga memerlukan pengendalian mutu yang berbeda pula. Analisis tersebut dilakukan dengan penilaian langsung pada kebersihan sak. Analisis fisik tepung terigu dalam sak dilakukan secara pengamatan uji inderawi pada sak. pengendalian mutu pada tingkat kehalusan tepung terigu dan pengendalian mutu terhadap netto tepung terigu pada saat kedatangan tepung terigu dari supplier. organoleptik dan kimia.

Sampel adonan mi kemudian dipotong dengan ukuran 4x4 cm dan tebal 1. penilaian warna tepung terigu dapat dilakukan dengan uji inderawi. Langkah selanjutnya adalah adonan dilakukan proses steaming dan drying yang kemudian hasil (lempengan) yang telah kering tersebut dibandingkan dengan standar. penilaian mutu terhadap warna mi dengan bahan tepung terigu dilakukan dengan cara menghomogenkan tepung terigu sebanyak 20 gr dengan 8 ml air. Sedangkan pengendalian mutu terhadap analisis kimia tepung terigu dilakukan yang meliputi dari penilaian kadar air dari kadar .38 Pengendalian mutu tepung terigu secara fisik terhadap adanya cemaran serangga dilakukan dengan cara pengayakan sampel sebanyak 100 gr tepung terigu dan dilakukan apakah ada kotoran maupun serangga. Pengendalian mutu terhadap netto tepung terigu dilakukan dengan penimbangan secara acak terhadap sak tepung terigu dengan berat standar 50 kg/sak dan 100 kg/sak. Parameter warna tepung yang digunakan adalah putih khas tepung terigu. Pengendalian mutu pada analisa organoleptik tepung terigu terdiri dari penilaian warna dan bau pada tepung terigu.3 mm yang sebelumnya telah dilakukan proses pengepresan pada press roller. Penilaian mutu secara organoleptik pada tingkat warna dilakukan pengamatan bau yang tidak apek. Standar warna lembaran mi kering dari tepung terigu:  Kuning coklat  Kuning krem  Krem kekuningan  Krem cerah Warna yang dihasilkan dalam proses pembuatan mi kering adalah dengan warna krem cerah. Penilaian fisik mutu kehalusan butir tepung dilakukan dengan cara menuangkan tepung terigu pada ayakan dengan kerapatan 80 mesh yang telah dipersyaratkan.

Sistem penyimpanan tepung terigu berdasarkan alur FIFO (First In First Out). Proses monitoring dilakukan setiap kedatangan tepung terigu dari supplier untuk menganalisa apakah tepung layak untuk digunakan proses produksi. Kelarutan sampel dalam air pencuci ditunjukan sebagai ikatan pati sedangkan untuk mengetahui kadar glutennya adalah dengan menimbang berat adonan hasil pencucian tersebut. Hal ini berarti kandungan tepung terigu Naga Hijau yang digunakan dalam proses produksi memiliki kandungan gluten 20% b/b sedangkan pada tepung TPS memiliki kadar gluten 11-14 gr dari 50 gr tepung terigu. Cara pengujian kadar protein atau gluten dan ikatan patinya pada tepung terigu berupa 50 gr tepung terigu + air 8 ml air garam (NaCl) 1% kemudian dihomogenkan dengan bentuk akhir adonan menyerupai bola. Adonan tersebut direndam dalam 400 ml air dingin selama 20 menit dan dilakukan pencucian dalam air mengalir hingga bekas air cucian benar-benar jernih. sehingga kandungan gluten pada tepung TPS adalah 28% b/b.39 gluten pada tepung terigu. hygiene dan sanitasi gudang. . Adapun jumlah prosentase standar kadar gluten untuk tepung Naga Hijau dengan kadar 8-10 gr dari 50 gr tepung terigu.

Pengendalian mutu air yang digunakan dalam pembuatan mi pada Sumur Bor Dalam (SBD) dengan pengukuran pH 6.0% 8 Sifat gluten 4 = elastis dan kenyal 1 = tidak elastis dan 3 = agak elastis dan tidak kenyal kenyal 2 = kurang elastis dan kenyal Sumber : Quality Control Unit I Mie Kering PT. warna yang jernih.3.09. tidak berasa. apek 5 Benda asing 4 = tidak ada 1 = ada 6 Kadar gluten 4 = kadar gluten > 1 = kadar gluten < 10.6% 8.0% 1 = kadar air 14.40 Tabel D.5% 7 Kadar air 4 = kadar air < 14.5% 2 = kadar gluten 8.5. dan membentuk sifat kenyal pada gluten. Jumlah air yang ditambahkan pada umumnya sekitar 28-38 % dari bahan yang digunakan. Standar Penerimaan Tepung Terigu Standar Penerimaan No. Tiga Pilar Sejahtera b) Air Penambahan air pada pembuatan adonan mi kering ini berfungsi sebagai media reaksi antar gluten dengan karbohidrat (akan mengembang). Budi Lestari yang dilakukan setiap 1 bulan sekali. melarutkan garam. Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk dari .0% 3 = kadar gluten 9. Parameter Diterima Ditolak 1 Kenampakan 4 = powder 1 = menggumpal 2 Warna 4 = putih krem cerah 1 = putih krem 3 = putih kekuningan kecoklatan 2 = putih pucat 3 Warna 4 = krem cerah 1 = krem kecoklatan lempengan 3 = kekuningan 2 = pucat 4 Aroma 4 = aroma khas tepung 1 = selain aroma khas tepung.610. Air yang digunakan untuk proses produksi mi PT. tidak beraroma dan tidak adanya cemaran logam yang terdapat dalam air tersebut sesuai dengan hasil uji PT.

Standar air menurut PT. digunakan untuk mengikat air pada adonan. Pengujian bau garam dilakukan dengan mengambil sampel dan menguji bau secara sensori. Pengendalian mutu garam dapur meliputi pengukuran kadar.7 x 104  Mold Jamur (Standar Maximal) 2. bau garam.Standar penilainya adalah bau khas garam. Pengujian kadar kotoran garam dapat dilakukan dengan menimbang sampel garam sebanyak 100 gr kemudian mengayak sampel garam dengan ayakan 80 mesh. analisa kadar iod. Standar penilaiannya adalah dari x % garam yang lolos ayakan 80 mesh 90% dari b/b adalah bebas kotoran atau 0 % kotoran. yang tidak lolos adalah yang jika kotoran dalam garam lebih 10 %. kadar air. kemasan yang tidak tercemar. kotoran garam. memperkuat tekstur mi.41 sumber mata air dalam tanah. Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk dengan rasa tawar.7 x 104  Colliform tidak ada c) Garam Yodium Garam yodium yang ditambahkan pada adonan mi digunakan sebagai pemberi rasa mi kering agar tidak hambar. Pengukuranya tingkat kejernihan garam dapat berupa pelarutan 15 gr sampel kemudian mencampurnya dengan 250 ml air dengan suhu kamar. warna bening kenampakan jernih dan secara fisik tidak terdapat kotoran. pengujian berat jernih garam. tingkat kejernihan garam. meningkatkan fleksibilitas/kekenyalan pada kualitas hasil masakan mi serta menekan pengembangan mi secara berlebihan yang mengakibatkan kelengketan pada kualitas masakan mi kering. Standar hasil larutan yang didapatkan pada garam adalah larutan . kemasan yang tidak rusak (utuh). Pengecekan secara mikrobiologi yang dilakukan setiap bulan berupa :  TC (Total Plate Count) Standar max 3 x 104  Yeast (Ragi) Standar max 2. Hasil pencampuran dilakukan pengamatan hasil kejernihan.

Penilaian kemasan garam yang tidak rusak. Analisa kadar iod pada garam dapat diketahui dengan ditandai adanya perubahan warna putih pada garam menjadi biru pada saat dilakukan penetesan larutan iod pada sampel garam. utuh dan kemasan yang tidak tercemar dilakukan secara uji inderawi (pengamatan) secara langsung dimulai dari kedatangan garam hingga sebelum digunakan dalam proses produksi mi kering. d) Zat Pewarna Zat pewarna yang digunakan adalah tartazine CI 19140 yang mempengaruhi warna mi menjadi kuning sesuai dengan keinginan masyarakat. Standar yang baik pada tingkat kering zat pewarna adalah kadar air yang rendah dengan ditandai tidak ada gumpalan setelah digenggam. Pengendalian mutu kadar air pada tartazine dilakukan dengan uji inderawi (perabaan) yaitu dengan proses menggenggam sampel kemudian dirasakan dan diamati apakah terasa basah atau tidak ditangan. Penilaian kadar air pada garam dapat dilakukan dengan menimbang garam 10 gr dan memasukkan sampel garam pada alat penentuan kadar air suatu bahan. tingkat warna tartazine. Sehingga garam tersebut dapat digunakan untuk proses pembuatan mi kering sebab dengan adanya perubahan warna biru pada garam menandakan bahwa garam mengandung iodium yang bermanfaat bagi tubuh manusia. . Pengujian kadar garam (berat jenis garam) standarnya adalah 6 ppm. Setelah digenggam dan bubuk tersebut dapat tersebar kembali dalam bentuk semula atau tidak. Standar kadar air dalam garam yang digunakan adalah kurang atau sama dengan 1 % dari berat sampel yang digunakan. Pengendalian mutu warna dilakukan berdasarkan pengukuran kadar air (kekeringan tartazine).42 berwarna jernih dan tidak berwarna keruh maupun adanya endapan yang terdapat dalam wadah. netto zat warna/sak pada sak tartazine.

e) Sodium Karbonat (NaCO3) Penambahan Sodium Karbonat (NaCO3 ) dalam pembuatan mi digunakan dalam pembentukan kehalusan tekstur mi dan meninggkatkan elatisitas pada adonan. Pengendalian mutu netto tartazine dilakukan dengan menimbang berat semua pack dan diteliti apakah telah sesuai order atau tidak. apabila bahan masih dapat diisolir maka bahan dapat digunakan dalam proses produksi mi kering sedangkan bahan apabila bahan tidak dapat ditangani maka akan dikembalikan kepada pihak supplier. penilaian tingkat kering dan jumlah sampel sodium karbonat sesuai dengan formulasi yang telah ditetapkan.43 Pengujian warna tartazine yang dilakukan adalah dengan uji pelarutan tartazine sejumlah 5 gr sampel tartazine dalam 200 ml air kemudian dibandingkan dengan standar. Pengendalian mutu berdasarkan netto yang digunakan adalah dilakukan dengan barang yang datang langsung ditimbang dengan alat timbang dan apakah berat sesuai dengan jumlah yang dipesan yaitu 600 gr/pack. Standar warna yang baik adalah orange cerah. Standar sampel yang digunakan adalah apabila sampel digenggam dan kembali dijatuhkan maka butiran yang dihasilkan adalah berbentuk serbuk atau tidak menggumpal. . Dari perlakuan uji pengendalian mutu Sodium Karbonat (NaCO3 ) yang telah dilakuakan misalnya terdapat penyimpanan dari standar. Pengendalian mutu dari tingkat kering Sodium Karbonat (NaCO3 ) dapat dilakukan dengan cara melakukan uji inderawi (perabaan). Pengendalian mutu pada Sodium Karbonat (NaCO3) ini dilakukan dengan penilaian netto. Apabila tidak sesuai maka diantisipasi dengan pengambilan zat tartazine pada supplier.

44 f) Sodium Poliphosphat (NaPO4 ) Sodium Poliphosphat (NaPO4) atau biasa disebut dengan Sodium Tri Poliphosphat (STPP) merupakan bahan tambahan makanan yang dijinkan dan tidak berbahaya bagi kesehatan yang berfungsi sebagai pengenyal bahan pangan. Parameter yang digunakan adalah warna krem. Besarnya kekentalan ini akan menentukan jumlah pengental yang digunakan. Penilaian tingakat kekentalan STTP dalam mi dapat dilakukan dengan: y y y Menimbang 5 gram sampel Menambahkan air dingin dengan volume 200 ml Mengaduk sampel tersebut sambil mengamati kekentalanya. Penggunaan STTP dapat berperan pada proses glatinisasi pati-protein sehingga mempengaruhi tekstur mi menjadi lebih kenyal dan kuat. Sodium Poliphosphat (NaPO4) termasuk bahan kimia tambahan maka pengendalian mutu yang dapat dilakukan dalam penggunaan kapasitas (NaPO4 ) sesuai dengan formulasi yang telah ditetapkan. Penilaian warna STTP dan penilaian tingkat kekentalan STTP. tidak lembek. Parameter yang digunakan adalah mi yang dihasilkan kuat. Selain itu. STTP dapat berperan pada aktivitas air (Aw) pada adonan. Bahan tambahan ini dapat direkomendinasikan sebagai pengganti formalin pada pembuatan mi. Pengecekan warna STTP dapat dilakukan dengan menimbang 50 gr sampel STTP yang diletakan diatas kertas putih polos kemudian membandingkanya dengan hasil warna adonan mi pada saat digunakan dalam proses produksi. tegak (jika dimiringkan tidak merosot) g) Potasium Karbonat (K2CO3 ) Penambahan potasium karbonat (K2CO3) dalam adonan mi dilakukan agar mi yang dihasilkan dapat berkembang sesuai dengan . Tingkat keawetan pada adonan dari pengaruh STTP ini mampu membuat adonan bertahan hingga hari kedua setelah proses produksi.

h) CMC (Carboksi Metil Cellulosa) CMC (Carboksi Metil Cellulosa) merupakan bahan kimia yang membuat adonan lebih mengembang dengan sifat higroskopis. Pengendalian mutu berdasarkan netto yang diguanakan adalah dilakukan dengan barang yang datang langsung ditimbang dengan alat timbang dan apakah berat sesuai dengan jumlah yang dipesan yaitu 600 gr/pack. penggunaan jumlah dan penyimpanan yang sesuai dengan standar yang telah ditentukan. Proses penilaian warna yang dilakukan pada CMC adalah dengan cara menimbang 50 gr sampel CMC yang diletakkan diatas kertas putih polos kemudian membandingkannya dengan warna yang . Pengendalian mutu dari tingkat kering sampel potasium karbonat (K2CO3) dapat dilakukan dengan cara melakukan uji inderawi. Fungsi CMC terhadap adonan mi dapat memperbaiki ketahanan adonan terhadap air dan keempukan selama penyimpanan mi kering.45 kriteria dan selera pada masyarakat. apabila bahan masih dapat diisolir maka bahan dapat digunakan dalam proses produksi mi kering sedangkan bahan apabila bahan tidak dapat ditangani maka akan dikembalikan kepada pihak supplier. Dari perlakuan uji pengendalian mutu potasium karbonat (K2CO3) yang telah dilakuakan misalnya terdapat penyimpanan dari standar. Pengendalian mutu pada CMC dapat dilakukan dengan penilaian CMC berdasarkan warna. mudah larut dalam air dan membentuk larutan koloid. kekentalan. Standar sampel yang digunakan adalah apabila sampel digenggam dan kembali dijatuhkan maka butiran yang dihasilkan adalah berbentuk serbuk atau tidak menggumpal. Pengendalian mutu pada bahan ini sama dengan bahan kimia tambahan lainnya yaitu dilakukan penimbangan dengan netto penilaian tingkat kering dan jumlah sampel potasium karbonat sesuai dengan formulasi yang telah ditetapkan.

Persediaan CMC ini rata-rata 300 paket (@ paket 600 gr).5-1. alamat produksi. bila kondisi tersebut tidak terpenuhi maka plastik tidak dapat digunakan dalam proses packing mi kering. kondisi etiket. Untuk kekokohan dimensi pengendaliannya berdasarkan tingkat ketahanan pengemas terhadap beban. kerapatan gulungan. i) Etiket dan Karton Pengendalian mutu bahan baku etiket dan karton meliputi pengendalian pada saat barang datang (Incoming Quality Control) dan pengendalian mutu selama penyimpanan. kode produksi. Pengendalian mutu etiket plastik dilakukan dengan penilaian warna roll plastik. Parameter yang digunakan adalah warna krem. Besarnya kekentalan ini akan menentukan jumlah pengental yang digunakan Parameter yang digunakan adalah mi yang dihasilkan kuat. Penyimpanan CMC dalam paket plastik yang diikat dengan tali. kekokohan dan dimensi. daftar bahan produk. pengukuran kondisi lipatan. serta pemeriksaan kode lot. lebar). Sedangkan jumlah CMC yang digunakan hanya 0. tegar (jika dimiringkan tidak mengalir). terdapatnya label halal dan terdapat cara penggunaan. Pengendalian mutu etiket plastik dilakukan dengan penilaian design warna yang berupa penilaian warna cetakan (sablon baik gambar maupun printing) pada plastik yang tidak pudar. tidak lembek. Penilaian tingkat kekentalan dari hasil penambahan CMC adalah dengan cara: y y y Menimbang 5 gram sampel Menambahkan air dingin dengan volume 200 ml Mengaduk sampel tersebut sambil mengamati kekentalannya.0 % dari berat tepung terigu. Kerapatan gulungan dapat dilakukan . panjang. terdapatnya informasi gizi. Sedangkan untuk pengendalian mutu karton meliputi standar design warna. dimensi (berat.46 saat itu digunakan untuk proses produksi mi kering.

. daftar bahan produk. terdapatnya kode produksi. Pengendalian mutu warna karton dilakukan dengan inderawi yaitu pengamatan secara langsung pada sampel pengemas karton dimana pengambilan sampel dilakukan secara acak. Apabila kardus karton tersebut masih mampu untuk menahan beban tersebut dapat digunakan etiket karton telah lolos uji yang berarti karton tersebut dapat digunakan sebagai pengemas sekunder mi kering PT. Penilaian terdapatnya informasi gizi. Penilaian karton berdasarkan tingkat kekokohan dapat dilakukan dengan cara pembentukan karton sesuai dengan dimensinya berbentuk kardus. terdapatnya label halal dan terdapatnya cara penggunaan dapat dilakukan dengan pengamatan langsung pada plastik dengan sampel yang dilakukan adalah pengambilan secara acak. Kardus tersebut diberi beban 75 kg. alamat produksi. Proses tersebut dilakukan pada setiap kedatangan bahan pengemas dari supplier. Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk. Penilaian kesesuaian dimensi plastik yang dilakukan dengan pengambilan sampel secara acak dilakukan dengan pengambilan sampel secara acak dilakukan pengamatan dan diukur dengan penggaris yang telah disediakan. Panjang kemasan plastik yang digunakan adalah 30 cm dan memiliki lebar plastik 12 cm.47 dengan ketiadaannya rongga yang dihasilkan pada gulungan roll plastik.

tidak tidak normal. tebal) 3 Berat/ lembar 4 = sesuai spesifikasi 1 = tidak sesuai spesifikasi 4 Berat/ roll 4 = sesuai 1 = tidak sesuai spesifikasi. spesifikasi panjang 1 roll. 1 = laminasi tidak antar lapisan kuat. Parameter Diterima Ditolak 1 Fisik dan 4 = sesuai 1 = tidak sesuai organoleptik spesifikasi. bentuk. spesifikasi 5 Kualitas laminasi 4 = laminasi kuat. tidak spesifikasi. Tiga Pilar Sejahtera . tidak bulat. berbau asing 2 Dimensional 4 = sesuai spesifikasi 1 = tidak sesuai (panjang 1 roll. (warna. bobbin bau) bersih. Standar Penerimaan Roll Etiket CPP/Polos Standar Penerimaan No. misprint < 2 mm misprint > 2 mm bau) 2 Dimensional 4 = sesuai spesifikasi 1 = tidak sesuai (panjang/ pitch. tebal) 3 Berat 4 = sesuai spesifikasi 1 = tidak sesuai spesifikasi 4 Tingkat 4 = sesuai 1 = tidak sesuai kelengketan spesifikasi.4. antar lapisan tidak mudah mudah mengelupas/ mengelupas/ terpisah terpisah Sumber : Quality Control Unit I Mie Kering PT. utuh. berbau asing kotor. bentuk. Standar Penerimaan Roll Etiket Sablon Standar Penerimaan No. lebar. tidak lengket lengket Sumber : Quality Control Unit I Mie Kering PT. bobbin normal. spesifikasi.5. Tiga Pilar Sejahtera Tabel D. Parameter Diterima Ditolak 1 Fisik dan 4 = roll etiket utuh. spesifikasi lebar. bentuk ring (warna. 1 = roll etiket tidak organoleptik bentuk ring bulat.48 Tabel D.

Tiga Pilar Sejahtera 2) Pengendalian Mutu Proses Produksi Tujuan dari pengendalian mutu proses produksi adalah untuk mengoptimalkan kualitas proses produksi sehingga output produk . (karton 5 ply) 6 Kedalaman slot 4 = kedalaman slot < 1 = kedalaman slot > 2 mm (karton 3 2 mm (karton 3 ply). kedalaman slot < 4 mm slot > 4 mm (karton 5 ply) (karton 5 ply) 7 Daya rekat 4 = saat direkati 1 = saat direkati plasban. ply). (karton 3 dan > 7 mm. (karton 5 jarak slot < 6 mm ply) dan > 12 mm. karton dapat tertutup tidak dapat rapat da plasban tertutup rapat da tidak mudah plasban mudah lepas lepas 8 Berat/ lembar 4 = sesuai spesifikasi 1 = tidak sesuai spesifikasi 9 Beban/ stacking 4 = kuat/ kokoh dan 1 = tidak kuat/ kokoh tidak mengalami dan mengalami perubahan bentuk perubahan bentuk saat diberi beban saat diberi beban 10 Gramatur 4 = sesuai spesifikasi 1 = tidak sesuai spesifikasi Sumber : Quality Control Unit I Mie Kering PT. karton plasban. karton kaku.6. 4 = sesuai 1 = tidak sesuai tinggi.49 Tabel D. Standar Penerimaan Karton Standar Penerimaan No. tidak getas. jarak slot 6(karton 3 ply). dan tebal spesifikasi. Parameter Diterima Ditolak 1 Desain dan warna 4 = sesuai spesifikasi 1 = tidak sesuai karton spesifikasi 2 Bentuk dan sifat 4 = bentuk presisi. spesifikasi karton 5 Jarak slot 4 = jarak slot 2-7 1 = jarak slot < 2 mm mm. kedalaman ply). overlap < 2 mm overlap > 2 mm 3 Bau 4 = sesuai 1 = tidak sesuai spesifikasi spesifikasi 4 Panjang. kaku dang etas. 12 mm. 1 = bentuk tidak karton tidak terlalu presisi. lebar.

tinggi) Gambar D. t = ± 1 jam Cooling T = < 32oC.50 akhirnya sempurna.2 KPa.3 % Packaging Mi kering y Warna y Kematangan y Kekenyalan y Jumlah potongan y y y y y Tekstur Warna Tk.4.05 KPa. Kering Diameter puller Tk. Pengendalian mutu proses produksi di PT. Kering Homogenitas Adonan mi y Warna y Kehalusan y Tk. t = 2 ± 3 menit Ka 8. dan pengemasan. Diagram Alir Kualitatif Mi Kering . t = 2 ± 3 menit Untaian mi basah Cooling Shapping & folding Keping mi basah Uap panas Drying T = 50 ± 70oC P = 0. lebar. Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk dari tahap awal. proses produksi. kering Roll press dan roll cutter Untaian mi steam Steaming T 96 ± 99oC P = 0. Tepung terigu Tepung tapioka Bahan tambahan Air alkali Mixing 20 menit. overlap y Dimensional per ball (panjang. mixing kering 2-4¶ dan mixing basah 16-18¶ DCM y Diameter puller y Lebar per jalur y Kerapian gelombang y y y y Komposisi Warna Tk.

3 menit Untaian mi basah Cooling Shapping & folding KA 30.05 KPa. t = ± 1 jam Cooling T = < 32oC. Diagram Alir Kuantitatif Mi Kering Air Uap panas Air .2 KPa.3 % Packaging Mi kering Gambar D.5% Keping mi basah Drying T = 50 ± 70oC P = 0. t = 2 ± 3 menit Ka 8.0% Adonan mi Roll press dan roll cutter DCM Sparyer (+ Air) Ka 31.51 Tepung terigu 200 kg Tepung tapioka 65 kg Kansui Total Mixing 20 menit Ka 31.5. t = 2 .7% Untaian mi Steaming T 98 ± 100oC P = 0.

Pengujian untuk tingkat kering dengan cara dikepal tetapi tidak dapat segera hancur bila ditekan lagi (kalis) selain itu dengan mengukur kadar air dalam adonan. dan homogenitas hanya secara visual saja.  Mixing Selama proses mixing perlu dilakukan pengendalian mutu dalam hal komposisi. Setelah kondisi adonan kalis maka dilanjutkan pada tahapan roll sheeting dan slitting. Warna adonan dalam mixer biasanya kuning cerah. Pengujian tingkat kering dengan Untuk bahan satu kali adonan membutuhkan waktu maksimal selama 10 menit dalam screw. lembaran mi berubah menjadi untaian mi. warna. adonan yang dihasilkan tidak sesuai dengan standar (lembek atau keras) maka adonan tersebut diulang untuk dimixer lagi. Setelah itu tepung siap untuk dimasukkan ke screw conveyor. Warna yang diamati secara visual. homogenitas dan tingkat kering. Selama pembentukan adonan terjadi reaksi antara garam alkali dengan air yang menghasilkan CO2 yang menyebabkan adanya rongga antar granula pati sehingga adonan menjadi lebih ringan dan lunak.  Roll pres dan roll cutter Pada tahap roll sheeting adonan berupa lembaran mi kemudian masuk ke roll cutter. kehalusan. Pengendalian mutu meliputi warna. Kadar air adonan diukur dengan menggunakan alat moisture analyser. spesifikasi warna standar adalah kuning cerah rata. Apabila pada tahap mixing. . Sedangkan pengendalian mutu kehalusan menggunakan tangan mengambil sampel acak untuk dirasakan tingkat kehalusannya. Pengecekan komposisi.52  Screw Conveyor Sebelum tepung bahan baku di proses. harus lolos quality control dari pihak QC bahan baku yang di gudang. Kadar air standar adalah 31 %. rata dan tidak ada bercak berwarna putih. Pengendalian mutu pada tahap screw conveyor meliputi kapasitas mesin dan kecepatan dalam penuangan ke dalam screw. dan tingkat kering. warna.

dan tingkat kematangan mi.folding adalah jumlah potongan.2 . Pengujian mutu proses shapping . Selain itu. lebar. Kendali mutu yang lain yang dilakukan adalah mengukur kadar air mi dengan moisture analyst dan pengukuran dimensi mi basah meliputi panjang. Untuk pengecekan kualitas hasil steaming dilakukan secara sensoris. Dalam proses steam box kendali mutu yang dilakukan meliputi pengecekan tekanan. Pada akhir tahapan shapping dan folding untaian mi telah berbentuk blok yang biasa disebut blok mi (keping mi).  Shapping dan Folding Untaian mi selanjutnya masuk ke tahapan shapping dan folding. kekenyalan. blok mi yang kurang rapi akan segera dirapikan secara manual oleh operator bagian shapping dan folding. agar mi tidak lengket saat proses drying. blok mi juga ditimbang per satu angsang untuk mengetahui berat basah mi.53 menghitung kadar air adonan saat proses roll press dan shetting.  Steaming Untaian mi kemudian dipindahkan oleh net steam conveyor menuju steam box. speed. dan tebal mi basah. Proses drying mi dilakukan selama 1 jam dengan suhu 50 70oC pada tekanan 0. waktu. dan suhu dalam steam box. selain dirapikan sebelum masuk pada ruang drying. Setelah melewati proses steam. Penimbangan dilakukan setiap satu adonan dalam feeder oleh para tenaga kerja dan dilakukan setiap jam oleh bagian QC field.  Drying Tahapan selanjutnya blok mi masuk ke box drying. untaian mi didinginkan oleh kipas angin untuk menurunkan suhunya. serta pengecekan kualitas hasil steaming yang meliputi warna. serta pengecekan kerapian gelombang mi. Apabila pada tahap slitting mi tidak sesuai dengan standar maka diameter puller pada roll press akan diatur kembali dan mi yang sudah dalam bentuk untaian akan diambil kemudian dicampur kembali sedikit demi sedikit dalam hopper.

kerapian gelombang dan kerapian mi. Diameter puller mi kering juga diukur dengan menggunakan jangka sorong. dan kemudahan matang dari mi kering.  Packaging Mi yang telah melalui cooling akan masuk ke mesin packaging.  Cooling Setelah proses drying. rasa. elastisitas. kerapian pcs. kode produksi dan expired date.54 KPa. Pada tahapan ini pengendalian mutu yang dilakukan adalah pengujian tingkat kering. Tujuan penurunan suhu adalah meminimalkan uap air pada saat proses pengemasan. Semakin rendah kandungan air suatu produk umur simpan produk tersebut semakin lama begitu juga sebaliknya semakin tinggi kandungan air suatu produk semakin pendek umur simpan produk tersebut. warna produk. tingkat overlap. untuk memperpanjang umur simpan karena uap air dapat memicu tumbuhnya jamur atau bakteri. kekenyalan. Pengecekan yang dilakukan perusahaan terhadap produk akhir yang dikemas dikenal dengan istilah dimensional per ball. Tingkat kering yang dilakukan secara manual dengan cara memegang mi. tekstur produk. kecepatan. Antara tahapan pendinginan o dan pengemasan (packing) suhu diturunkan menjadi 30 ± 32 C. blok mi masuk ke tahap pendinginan. tingkat remuk. berat per ball. Mi kering yang sudah dikemas kemudian disusun diatas pallet yang terbuat dari kayu. bulkiness. Pengecekan lain yang dilakukan adalah penimbangan berat mi kering dan pengukuran dimensi mi kering. dan diameter puller. dan tekanan apakah sudah sesuai dengan standar atau belum. Di mana pengecekannya meliputi: panjang. tekstur. kelengketan. lebar tiap ball. Pengecekan produk akhir diatas pallet meliputi . Selain itu juga dilakukan pengujian secara organoleptik yang meliputi pengujian bau. Pada tahapan drying pengendalian mutu yang dilakukan meliputi pengecekan suhu. tebal. warna. apabila terdapat bunyi ¶krekers¶ berarti tingkat kering sesuai dengan standar.

serangga atau rayap. 3) Pengendalian Mutu Produk Akhir Produk akhir yang biasa disebut finish good (FG) harus dikendalikan mutunya sejak keluar dari proses produksi. . e) Sistem handling yang baik misalnya dihindarkan dari tempat yang basah dan panas pada saat penataan dalam gudang. meliputi : berat. tingkat remuk. warna produk. kerapian isi. Pengecekan yang dilakukan perusahaan terhadap produk akhir. f) Kebersihan palet selalu dijaga untuk menghindari kemungkinan kontaminasi kutu. Perusahaan harus berusaha menampilkan produk yang bermutu dalam memasarkan produk. kerapian bentuk. Hal-hal yang harus dilakukan dalam penanganan produk akhir adalah sebagai berikut: a) Disimpan di gudang dengan penataan di atas palet b) Dilakukan pengecekan oleh QC Field c) Penempatan diatur dengan sistem FEFO (First Expired First Out). kode produksi dan expired date. kerapian gelombang dan kerapian mi. serta kekuatan dan kerapian laksban pada karton maupun plastik. penggudangan. loading dan pengiriman ke distributor/konsumen. d) Tinggi tumpukan per palet sesuai dengan standar masing ± masing jenis mi kering.55 tinggi langsiran. tekstur produk. kerapian pcs. Pengendalian mutu ini mulai dari tahap packing. serta kekuatan dan kerapian laksban pada karton. pengangkutannya tidak boleh dibanting. jumlah pcs dalam karton.

0.0 Maks.7. Boraks 5. Rasa 1..5 Maks.0 Maks. Raksa (Hg) 7 Cemaran Arsen (As) 12 Cemaran mikroba 12.2. Warna Air Protein (N x 6.3. 1 x 106 Maks. 1.25) (dihitung atas dasar bahan kering) Bahan tambahan makanan 5.1. Syarat Mutu Mi Kering No Kriteria Uji Satuan 1 Keadaan: 1.3. Seng (Zn) 6. Pewarna tambahan Persyaratan Mutu I Mutu II Normal Normal Normal Maks. Shelf life dilakukan tiap 1 bulan untuk masing ± masing produk selama masa simpan. 0.. ada tidaknya jamur dan kutu)  Masakan (kekenyalan. Jumlah sampel yang diambil sebanyak 4 bungkus setiap line per shift per hari. 0. Kasus yang biasa terjadi antara lain adalah : return remuk. 0.1. Angka lempeng total 12. Shelf life juga digunakan sebagai dokumen produk atau bahan pembuktian jika terjadi kasus atau komplain dari distributor. Pengendalian mutu untuk produk akhir dilakukan dengan shelflife.4.0 Maks.5 Maks.1. 10 Maks. 1 x 106 Maks. 10 Maks. Timbal (Pb) 6.2. untuk mi kering masa simpan 1 tahun.05 Maks. 11 Normal Normal Normal Maks. Cara pengambilan sampel secara random.0 Maks. 40. kelengketan dan bulkiness)  Umur simpan .2. 10. 10. 40. Tembaga (Cu) 6.56 Tabel D. coli 12.2. 8 2 3 4 % b/b % b/b Tidak boleh ada Sesuai dengan SNI 01-02221995 mg/kg mg/kg mg/kg mg/kg mg/kg Koloni/g APM/g Koloni/g Maks. E. Bau 1. 8 Min. 1 x 104 Maks.0 Maks. Analisa yang dilakukan terhadap sampel shelf-life adalah :  Kadar air  Fisik (tekstur. warna. Kapang Sumber: SNI 01 2974 1996 6 Setiap proses produksi harus dilakukan pendokumentasian sampel produk yang dihasilkan.3. 10 Min.0 Maks.05 Maks.1. berkutu dan berjamur. 1. 1 x 104 Cemaran logam 6.

mesin yang digunakan dalam proses pengolahan antara lain : 1) Hopper Fungsi Spesifikasi : pengayak dan menampung bahan baku tepung. Hal ini dimaksudkan untuk tetap menjaga dan mengelola FG dengan baik. 4) Penggudangan Sistem pengudangan pada gudang finish good (FG) meliputi tiga konsep penting. tidak terbaca/tidak jelas 3) Reject kondisi kemasan luar : kemasan robek/ cacat b) Etiket Reject kelengkapan produk : tidak ada kode produksi dan keterangan masa berlaku produk. yaitu menerima. Konsep yang terakhir adalah mengeluarkan finish good dari gudang finish good. sehingga kualitas tetap terjaga. . Konsep yang kedua adalah mengelola keberadaan finish good dalam gudang finish good. Mesin dan Peralatan Mesin . d. yakni mengunakan sistem FEFO (First Expired First Out). dan mengeluarkan. mengelola. Pengeluaran finish good diatur dengan sistem yang telah diatur dengan rapi dan teliti oleh bagian PPIC. : terbuat dari stainless steel yang berbentuk tabung silinder dengan alas berbentuk kerucut.57 Selain produk pengendalian mutu kemasan luar dan etiket perlu diperhatikan. adapun kriteria reject : a) Kemasan luar 1) Reject isi per kemasan : jika isi perkemasan kurang dari yang distandarkan 2) Reject kode produksi : tidak ada. tinggi palet 15 cm dan tumpukan maksimal untuk mi kering 6 tali atau 30 bungkus. jarak blok dengan dinding sekitar 30 ± 50 cm. Pengelolaan pada waktu penggudangan meliputi jarak antar blok sekitar 30 ± 50 cm. yaitu melakukan pengeluaran untuk didistribusikan dengan pihak transporter. Konsep yang pertama yaitu menerima maksudnya adalah penerimaan dari produksi.

5 kWh mengakibatkan terjadinya tekanan antara bahan. Prinsip kerja : Motor menggerakkan dua buah as yang berbalingbaling dengan arah yang berlawanan. dinding mixer dan baling-baling sehingga terbentuk adonan yang homogen.5 kWh : 11 kWh . Daya Listrik 3) Mesin mixer Fungsi : mencampur tepung terigu dengan air kansui dalam batas waktu yang ditentukan agar di dapat campuran yang homogen. Spesifikasi : terbuat dari stainless steel yang dilengkapi dengan panel kontrol listrik. yang : 1. Prinsip Kerja : Motor mengerakkan baling-baling mengaduk air dan bahan baku tambahan sehingga menjadi campuran yang homogen. Spesifikasi Daya Listrik : terbuat dari stainless steel : 1. Prinsip Kerja : Motor menggerakkan as yang dapat memutar balingbaling ulir yang mendorong tepung ke dalam mixer. Spesifikasi : terbuat dari stainless steel dan dilengkapi dengan pipa sipral untuk memasukkan tepung dari screw ke mixer.58 2) Mesin screw Fungsi : memindahkan atau mengalirkan tepung terigu dari hopper (bak screw yang berada di gudang bahan baku lantai dasar ke mesin mixer di lantai atas). Daya Listrik 4) Tangki air alkali Fungsi : Mencampur bahan-bahan kansui sehingga menjadi cairan kansui (chemical).

Spesifikasi Daya Listrik 7) Roll cutter Fungsi : Memotong lembaran adonan menjadi untaian mi secara memanjang dan bergelombang Prinsip kerja : Motor menggerakkan belt sehingga roll cutter akan memotong lembaran adonan dan membentuknya menjadi untaian mi yang memanjang dan : terbuat dari stainless steel.625 kWh . Daya Listrik 6) Roll Press Fungsi : Merubah lembaran adonan yang padat dan tebal menjadi lembaran adonan yang lebih tipis sesuai dengan ukuran yang ditentukan. : 7. kemudian mesin DCM untuk menggerakkan stick ke atas dan ke bawah seperti gerakan menekan-nekan sehingga adonan menjadi padat.59 5) Tabung feeder dan DCM Fungsi : Tabung feeder berfungsi menampung adonan dan sebagai alat untuk mengalirkan adonan yang telah dimixing sebelum masuk ke tabung DCM dipadatkan. Spesifikasi : tabung feeder terbuat dari stainless steel yang berbentuk bulat horizontal dan dilengkapi dengan jarum feeder.5 kWh : 8. Prinsip Kerja : Motor menggerakkan baling-baling dalam tabung feeder sehingga adonan bisa turun ke mesin DCM secara perlahan-lahan. Prinsip kerja : Motor menggerakkan speed belt sehingga roll press continous akan berputar dengan kecepatan semakin besar ke roll press selanjutnya dan membentuk lembaran yang tipis.

625 kWh : Memasak dengan uap air panas sehingga mi akan menjadi masak (1/3) barang jadi. sehingga mi mencapai tingkat kering yang diinginkan. Prinsip kerja : Melalui angsang dryer yang bergerak 12 susunan naik turun. uap masuk ke heater dan panas disebarkan oleh tiupan blower.60 bergelombang ditetapkan. Prinsip kerja : Uap air masuk melewati dua pipa ke dalam steam box dan disemprotkan pada untaian mi. menjadi ½ barang jadi dan sudah kering. dan melipat menjadi dua bagian Prinsip kerja : Merupakan rangkaian dari beberapa penggerak yang digerakkan oleh satu motor sehingga dapat menggerakkan as utama shapping folding dan komponen as lainnya. Spesifikasi Daya Listrik 8) Steam box Fungsi dengan diameter yang telah : terbuat dari stainless steel : 5. Daya Listrik 9) Shapping . 11) Cooling Fungsi : Mendinginkan mi ½ kering dan panas menjadi kering dan dingin sesuai dengan toleransi suhu yang diinginkan .folding Fungsi : 3 kWh : Memotong untaian mi menjadi ukuran yang telah ditentukan dimensional. 10) Drying Fungsi : Mengeringkan mi dari steam box (basah) 1/3 barang jadi.

4) Timbangan Duduk : alat untuk menimbang berat bahan baku di gudang dengan berat maksimal 25 kilogram. 5) Troli : untuk mengangkut barang ± barang kecuali produk akhir.61 Prinsip kerja : Mi melewati cooling conveyor kemudian didinginkan dengan kipas angin sesuai standar yang telah ditentukan. 2) Handlift : alat untuk mengangkut produk akhir menuju gudang finish good. Peralatan yang digunakan dalam proses pengolahan antara lain : 1) Pallet kayu : sebagai dasar tumpukan dari bahan baku dan produk akhir di gudang. 3) Timbangan Digital : alat untuk menimbang bahan obat ± obat larutan kansui dan menimbang produk akhir per ball dengan berat maksimal 3 kilogram. . 6) Serok aluminium : sebagai wadah sampel mi yang akan dicek beratnya dan untuk mempermudah pengambilan sampel mi dari angsang drying.

62 Gambar D.6. Skema Mesin Produksi .

5 m3/hari. sumber daya lain adalah mesin genset berjumlah 4 buah untuk masing-masing unit. Budi Lestari. dengan debit 207. Diagram Alir Penggunaan Air di PT. Utilitas 1) Pengadaan Air Sumber air pabrik diperoleh dari SBD ( Sumur Bor Dalam) yang berada di kawasan sekitar pabrik sejumlah 4 SBD. Air diuji tersendiri oleh PT. Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk. Penyediaan air sebagai salah satu bahan baku pembuatan mi kering dari segi kualitas dan kuantitas telah mencukupi kriteria PT. Total kapasitas mesin genset tersebut adalah 2760 kVA. Tiga Pilar Sejahtera bersumber pada sumur dalam. Tiga Pilar Sejahtera Tbk 2) Pengadaan Listrik Sumber menggunakan listrik berasal dari PLN dengan trafo kapasitas 5555 kVA. Tiga Pilar Sejahtera disajikan pada bagan neraca air berikut ini : MCK Air Minum Proses Mie Sumur Dalam Masuk ke bahan Septic Tank Cuci Alat dan Lantai Untuk Masyarakat Bak Penampungan Air Limbah IPAL Boiler Taman Satuan (m2/hari) Badan Air Gambar D. Air yang digunakan untuk operasional PT.7. dengan kapasitas masing-masing genset . Adapun rincian penggunaan air oleh PT.63 e.

b) Batu Bara Pengadaan steam pada unit mi kering menggunakan boiler dengan tenaga batubara. Terdapat 2 jenis batu bara yaitu batu bara high calories dan batu bara low calories.8. Standar Batu Bara Low Calories No.64 sebesar 690 kVA. Unit 1 (mi kering) tidak menggunakan. Parameter Satuan Target 1 Kalori kkal 5500 2 Kadar air % 18 3 Fine % 40 4 Tingkat Hgi 30 ketergerusan 5 Clinston % 1 6 Parting % 2 7 Tanah % 1 8 Low kalori % 46 9 High kalori % 10 10 Rasio % <190 MIN 5300 20 45 20 1 3 2 40 7 <190 MAX 5500 30 50 40 3 5 3 29 10 190 . 3) Pengadaan Bahan Bakar Bahan bakar yang digunakan diantaranya: a) Bahan Bakar Elpiji Digunakan untuk pengadaan uap dan gas di unit 2 karena kebutuhan uap dan gas di unit 2. Di bawah ini adalah standar batu bara yang digunakan oleh PT. sedangkan batu bara low calories memiliki warna hitam kecoklatan dan permukaannya halus. Pemakaian batu bara mulai dilakukan pada tahun 2004. Pendistribusian steam menggunakan pipa. Batu bara high calories memiliki warna hitam mengkilap dan permukaannya kasar. Tiga Pilar Sejahtera antara lain : Tabel D. Mesin genset berfungsi sebagai cadangan pengadaan listrik bila terjadi emergency (pemadaman mendadak). Surabaya. Pasokan batu bara didatangkan supplier dari CV. Berkat Abadi. Steam yang dihasilkan digunakan untuk keperluan steam box dan drying.

65

Tabel D.9. Standar Batu Bara High Calories No. Parameter Satuan Target MIN 1 Kalori kkal 6500 6300 2 Kadar air % 11 15 3 Fine % 10 15 4 Tingkat Hgi 30 20 ketergerusan 5 Clinston % 3 3 6 Parting % 3 3 7 Tanah % 1 1 8 Low kalori % 2 2 9 High kalori % 81 72 10 Rasio % <150 <150

MAX 6500 20 30 40 5 5 3 5 52 150

Kebutuhan steam setiap unit berbeda tergantung produksi. Unit 1 dan unit 3 adalah unit yang paling banyak membutuhkan steam. Untuk unit 1, rata-rata kebutuhan steam tiap hari yaitu 200 m3. Selain itu, setiap hari ada pasokan batu bara yang datang paling sedikit 2 truk dengan kapasitas 27 - 30 ton setiap truk. Limbah batu bara berupa abu yang dibagi menjadi fly ash dan bottom ash. Limbah batu bara ditempatkan di lahan di belakang ruang boiler. PT. Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk memiliki 2 jenis mesin boiler yaitu Boiler Alstom buatan Jerman yang pengoperasiannya menggunakan batu bara high calories dan Boiler Basuki buatan Indonesia yang pengoperasiannya menggunakan batu bara low calories. Boiler Alstom ada 2 unit yaitu dengan kapasitas 10 ton dan 20 ton. Boiler Basuki juga ada 2 unit yaitu keduanya memiliki kapasitas 16 ton. Konsumsi rata-rata batu bara di boiler pusat sekitar 2200 ton per bulan. Di sisi lain, konsumsi batu bara high calories adalah 6300 kkal per bulan dan konsumsi batu bara low calories adalah 5500 kkal per bulan. Harga batu bara high calories tiap kilogram adalah Rp 1065,00 sedangkan harga batu bara low calories tiap kilogram adalah Rp 850,00.

66

Limbah fly ash Tower

air

Tangki harian Boiler Batu bara

Steam header Unit produksi (consumer)

SBD

Tangki softener

Limbah bottom ash

Dump truk batu bara

Dump hopper

Condensat return

Gambar D.8. Alur Produksi Steam Batu Bara f. Tata Letak Pabrik Tata letak pabrik adalah suatu landasan utama dalam dunia industri. Dalam tata letak pabrik ada dua hal yang diatur letaknya yaitu pengaturan mesin dan pengaturan departemen yang ada di pabrik. Layout proses adalah penyusunan layout dimana alat yang sejenis atau yang mempunyai fungsi yang sama ditempatkan dalam bagian yang sama. Pengoperasian pabrik secara efisien dapat menekan biaya produksi dan operasi secara keseluruhan tanpa mengabaikan kualitas produksi yang dihasilkan. Layout yang baik mengakibatkan setiap aktivitas yang terencana dan memiliki interelasi antara satu dengan yang lain. PT. Tiga Pilar Sejahtera Food, Tbk memiliki pola untuk proses produksi yaitu berbentuk garis lurus, bentuk ini digunakan untuk lintasan produksi pendek, relatif singkat dan hanya mengandung sedikit komponen dan beberapa peralatan produksi. Di PT. Tiga Pilar Sejahtera Food, Tbk bentuk pola proses produksi dapat terlihat pada penempatan mesin- mesin proses, mulai dari penuangan bahan baku hingga proses packing secara berurutan sehingga akan mempermudah karyawan dalam bekerja. Karena akan berpengaruh pada hasil produksi. Di PT. Tiga Pilar Sejahtera Food,

67

Tbk jarak antara dinding dengan mesin proses adalah 2,5 meter dan jarak antar line yang satu ke line yang lain adalah 4 meter. Dalam suatu pabrik diperlukan tata letak dalam pabrik dan fasilitas-fasilitas lain di luar pabrik. Tata letak dalam pabrik meliputi penyusunan mesin-mesin dan peralatan produksi di dalam gedung dan lain sebagainya, sedangkan tata letak fasilitas-fasilitas lain di luar pabrik meliputi letak kantor, bengkel, gedung, tempat pengobatan, kantin dan lain-lain.

Gambar D.9. Layout Lantai 1 Unit I di PT. Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk. Keterangan : S M : Screw : Mixer H D : Hopper : DCM

.68 RP RC ST SF DR C P : Roll Press : Roll Cutter : Steaming : Shapping Folding : Drying : Cooling : Packing T GD PM QA/QC : Tangga : Gudang Packaging Material : Quality Assurance / Quality Control RK & KT : Ruang Ka. Layout Lantai 2 Unit I di PT. Tiga Pilar Sejahtera Fod Tbk. Line dan Koordinator Teknik Gambar D.10.

serta mudah dibersihkan. tahan lama. Dinding Dinding di PT. ruang produksi. karena alumunium galvalum lebih tahan . tidak licin. Tbk terbuat dari batu bata setinggi 6. kuat menopang berat mesin dan peralatan produksi.5 meter dari permukaan lantai dan dicat dengan menggunakan cat minyak sehingga dinding tersebut kedap air dan tahan lama.69 g. Peralatan dan Tenaga Kerja a) Sanitasi Bangunan Bangunan Unit I terdiri dari gudang penerimaan bahan baku. ii. ruang formulasi/persiapan. 1) Sanitasi Bangunan. dan ruang untuk peralatan yang terpisah secara jelas dengan pintu keluar masuk yang berbeda. Dengan adanya sanitasi yang baik maka akan diperoleh produk yang tidak membahayakan konsumen sehingga dicapai kepercayaan konsumen akan hasil olahan produk. Atap Atap di PT. Selain itu permukaan lantai harus rata. Lantai Lantai di Unit I terbuat dari keramik industri karena untuk unit produksi diperlukan lantai yang kedap air. iii. Sanitasi Perusahaan Sanitasi menjadi tolak ukur teratas dalam menilai keberhasilan perusahaan yang menangani produk pangan. tidak mudah mengelupas dan mudah dibersihkan. rata. Tbk terbuat dari alumunium galvalum. basa. dan mudah dibersihkan. Terjadinya kasus-kasus keracunan makanan sebagian besar akibat oleh kondisi sanitasi yang tidak memadai. Permukaan dinding halus. tahan terhadap asam. Tiga Pilar Sejahtera Food. Tiga Pilar Sejahtera Food. Lantai pada ruang produksi tidak boleh membentuk sudut mati atau harus melengkung pada saat pertemuan dengan dinding. garam serta bahan kimia lainnya. i.

ruang staff. Atap tersebut membentuk sudut 16 derajat. ruang laboratorium QC menggunakan AC untuk mengatur suhu ruangan. ruang obat-obatan. b) Sanitasi Peralatan Pembersihan mesin dan peralatan produksi secara total dilakukan oleh para mekanik. sedangkan pembersihan ringan pada peralatan dilakukan setiap hari oleh karyawan produksi. . Selokan dalam ruang produksi berfungsi sebagai penyalur limbah cair menuju Unit Penanganan Air Limbah (UPAL). Ventilasi harus bersih dari debu dan sarang laba-laba. iv. Selokan Selokan pada unit produksi mi kering tidak hanya di luar lokasi proses produksi tetapi juga berada pada tengah-tengah area produksi. Penerangan Penerangan pada ruang produksi Unit I menggunakan lampu ulir berjenis TL berdaya 65 watt. Preventive maintenance dilakukan untuk memeriksa kondisi mesin atau peralatan.70 lama dan tahan terhadap korosi serta ukurannya yang panjang dapat menghindari adanya celah sehingga tidak bocor. Penerangan di siang hari menggunakan sinar matahari langsung yang masuk melalui fiber yang dipasang di atap. Penggunaan fiber ini cukup efektif dalam menyalurkan cahaya matahari kedalam ruang pabrik. v. Operator mesin dan peralatan dapat melakukan kegiatan sanitasi peralatan pada hari Minggu atau libur agar tidak mengganggu proses produksi. Sanitasi peralatan dapat sekaligus sebagai kegiatan preventive maintenance mesin peralatan. Sistem pembuangan atau selokan sangat penting dalam sanitasi ruang produksi. vi. Ventilasi Untuk ruangan seperti kantor gudang.

Tbk berlokasi dekat aliran sungai sehingga sanitasi lingkungan di sekitar pabrik harus diperhatikan. dan sanitasi areal Quality Control. celemek seragam dan sepatu khusus produksi. Sarana. limbah cair sebagian besar adalah limbah cair organik.71 c) Sanitasi Tenaga Kerja Setiap karyawan yang masuk areal produksi harus benar-benar mematuhi tiga peraturan yang telah ditetapkan PT. Tbk sebagai berikut : i. Kebersihan tangan Perlengkapan kerja yang digunakan oleh para karyawan PT. Limbah padat berupa remukan mi yang sudah tidak dapat diproses lagi akan dikirim ke PT. dan limbah cair. Palur yang kemudian dijual sebagai pakan ternak. masker hidung. Tiga Pilar Sejahtera Food. Tbk di bagian produksi adalah hairnettopi. sanitasi lingkungan mekanik dan mesin utility pabrik. . Sedangkan. Limbah gas sebagian berupa uap yang kemudian diteruskan keluar ruangan proses produksi menuju udara luar. limbah gas. Sanitasi selama proses produksi antara lain sanitasi gudang. 3) Sanitasi Lingkungan Sekitar Pabrik PT. sanitasi ruang proses produksi. Pemakaian perlengkapan kerja iii. Tiga Pilar Sejahtera Food. Bebas aksesoris ii. Tiga Pilar Sejahtera Food. 2) Sanitasi selama Proses Produksi Sanitasi selama proses produksi merupakan faktor yang paling menentukan dalam keberhasilan proses produksi. 4) Sanitasi Penanganan Limbah Limbah pada unit produksi mi kering dibedakan menjadi limbah padat. Tujuan dari sanitasi lingkungan ini untuk menghilangkan sarang serangga yang dapat mencemari produk dan menjaga keindahan lingkungan.

Tiga Pilar Sejahtera Food. etiket. berupa potonganpotongan plastik kemasan. Afal dibagi dalam 3 golongan yaitu : D1 berupa remukan mi yang digunakan untuk pakan ternak. dan reject berupa mi dan tepung yang sudah kotor dan harus dibuang. . Suara yang paling menonjol adalah suara dari boiler. Asap dan debu Limbah gas dibedakan menjadi 2 macam yakni asap yang berasal dari proses pembakaran bahan bakar genset (solar) dan asap yang berasal dari kendaraan untuk alat angkut bahan baku. Kebisingan Suara boiler. Uji laboratorium kebisingan yang dilakukan di dalam ruang boiler menunjukkan bahwa tingkat kebisingan di ruang boiler masih di bawah ambang batas yaitu sebesar 67. Tbk dilakukan dengan cara sentralisasi semua limbah cair dalam 1 unit IPAL (Instalasi Penanganan Akhir Limbah). mesin-mesin produksi dan genset menimbulkan dampak lingkungan berupa kebisingan. Untuk limbah padat yang dapat didaur ulang biasanya disebut afal yang berasal dari mi yang tidak memenuhi standar. b) Limbah Gas i.46 dBA kurang dari baku mutu lingkungan yakni 70 dBA. laksban. D2 berupa kepingan-kepingan mi yang masih dapat dijual dalam bentuk kiloan. a) Limbah Padat Limbah padat yang dihasilkan dari proses produksi pembuatan mi kering berupa limbah padat yang dapat didaur ulang dan limbah padat yang tidak dapat didaur ulang yang pengolahannya dikumpulkan kemudian dibakar. ii. hasil produksi dan kendaraan angkut bagi tenaga kerja (karyawan/ buruh).72 Pengolahan limbah atau cemaran PT. rafia.

Jawa Tengah. Penanganan limbah cair meliputi proses anaerob dan aerob. Hasil pengolahan limbah dicek setiap bulan oleh lembaga penguji limbah dari Semarang. . Air limbah dari proses produksi pengolahannya melalui IPAL dengan sistem sedimentasi.73 c) Limbah Cair Limbah cair yang dihasilkan dari kegiatan pabrik yakni air limbah dari proses produksi.

mesin dan peralatan. PT. dan produk akhir yang akan siap dipasarkan. Tahap pembuatan mi kering meliputi : screw conveyor. roll press. h. mi instan. dilakukan beberapa pengecekan meliputi: berat. d. e. dan sudah dikelola dengan cara sentralisasi dalam satu unit IPAL. g. kerapian pcs. Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk adalah industri pangan yang memproduksi: mi kering. serta kekuatan dan kerapian laksban pada karton. kode produksi dan expired date. proses produksi sampai finish goods. limbah). cooling dan pengemasan. drying. Pada penanganan produk akhir. kerapian gelombang dan kerapian mi. Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk menggunakan prinsip 5R oleh sebab itu sistem sanitasinya menyeluruh dari semua aspek perusahaan (bahan. tekstur produk. Bahan baku pembuatan mi pada umumnya adalah tepung terigu dan air. c. k. KESIMPULAN Dari hasil kegiatan magang di PT. j. Sumber energi terbesar yang digunakan untuk proses produksi mi kering adalah steam yang berbahan bakar batu bara. jumlah pcs dalam karton. mixing.folding. Sistem pengendaliam mutu mi kering yang diterapkan sesuai dengan ISO 9001 : 2000. slitting. b. Pengendalian mutu mi kering dilakukan pada tiap tahapan proses mulai dari persiapan bahan baku. warna produk. pekerja. i. Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk yang telah kami lakukan dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: a. f. . tingkat remuk. lingkungan. shapping . Bahan pembantu yang digunakan adalah tepung substitusi (tepung tapioka dan tepung gaplek). dan permen di mana produktivitasnya cukup meningkat mengikuti perkembangan jaman. proses. Sistem pengendalian mutu pengolahan mi kering dilakukan mulai dari persiapan bahan baku. steaming.74 D. Tepung terigu yang digunakan untuk bahan mi kering adalah tepung terigu merk TPS dan Naga Hijau. Limbah yang dihasilkan terbanyak adalah jenis limbah cair. bihun. biskuit. proses. PT. l.

kemudian dilanjutkan dengan analisis Fishbone Diagram (Tulang Ikan). Data kemudian diolah menggunakan Diagram Pareto untuk menentukan permasalahan utama yang harus diselesaikan. Proses produksi dilaksanakan pada tanggal 6 Juli 2011 pada Line 01 shift 1. dengan pengambilan sampel secara acak. dimana produk akhir yang dihasilkan tidak sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan. Pendahuluan Ada trouble dalam proses produksi mi kering jenis MA2T 09 ± LK. Data yang diperoleh dapat dilihat pada Tabel I. . Sebagai contoh adalah ketidakstabilan berat akhir produk.75 LAMPIRAN Tugas Khusus A. Fishbone Diagram menunjukkan hubungan antara suatu masalah dan kemungkinan penyebabnya.

64 45 45 19.5 20.9 (%) 8.4 501 498 1.5 21 21.4 1.2 26.5 652 653 644 654 648 26.6 306 301 303 305 297 8.7 8.4 45 44 20.2 9.5 20.4 1.6 27.6 27. sehingga dapat dilakukan penyelesaian yang 1.6 8.4 1.5 20.5 20. Data Pengecekan Parameter Produksi MA2T 09 ± LK Parameter 1.4 45 44 20.4 27.9 302 298 293 294 296 9 8.6 8.6 28 305 310 300 298 303 8.3 26.5 20.6 .6 26.4 1.4 1. Hasil dan Pembahasan Pembuatan diagram Pareto bertujuan untuk menunjukkan urutan prioritas dari sejumlah problem yang biasanya terkonsentrasi hanya pada satu atau dua jenis masalah utama saja.6 29 302 305 301 304 295 8.4 1.4 1.44 1.6 9 512 467 1.5 20.5 665 Berat Basah 651 (gram) 656 666 663 26.7 9.4 26.4 1.4 1.4 1.5 20.5 304 Berat Kering 299 (gram) 301 307 306 8.4 1.9 Kadar Air Kering 8.8 9.1 529 501 1.5 (cm) 20.2 8.4 1.2 (%) 28.46 1.5 647 666 651 655 670 27.2 489 526 Data Pengecekan 1.4 8.76 Tabel I.4 1.4 1.9 27.4 46 46 20.5 21 20 21 20.2 27.5 21 20.3 27.4 298 302 306 303 303 8.2 9.46 1.5 657 652 660 670 653 26.4 1.3 8.5 20.5 20.5 655 653 660 666 657 26.38 1.7 8.4 42 42 20. dari berbagai jenis masalah yang muncul selama pengamatan.4 1.5 20.4 Jumlah Untaian 43 (helai) 43 19.3 26.2 10.2 Kadar Air Basah 27.5 9.5 Panjang Basah 20.5 20.9 Berat/Ball 506 (gram) 503 Sumber : Hasil Pengecekan Puller (mm) B.48 1.5 645 655 668 662 651 26.4 1.5 19.2 8.4 1.2 27.5 19.7 27 27.4 1.5 20.

3 0.94 berat/ball 3 1 1 Diagram Pareto 0. Fokus penyelesaian terhadap masalah tersebut kemudian akan dapat dilakukan dan dikembangkan lebih lanjut.72 kadar air kering 6 0. dapat dilihat bahwa berat kering produk akhir merupakan prioritas masalah yang harus diselesaikan terlebih dahulu.0% Sumber : Hasil Analisis Diagram Pareto Dari Tabel II.77 terarah.54 pnjg basah 9 0. 50 45 40 35 jumlah defect 30 25 20 15 10 5 0 berat kering Series1 Series2 14 0.0% Kadar Air Kering 6 12. Jumlah Defect dan Persen Defect Group Group Group Berat Kering 14 28. Penyelesaian masalah dilakukan dengan menganalisis parameter-parameter yang dianggap mempengaruhi ketidakstabilan berat kering produk.0% Berat Basah 13 26. Tabel II. Fishbone Diagram menunjukkan hubungan antara suatu masalah dan kemungkinan penyebabnya.8 0.84 puller 5 0.2 0.0% Panjang Basah 9 18.9 0. Keunggulan fishbone diagram antara lain : .28 berat basah 13 0.6 0. Metode analisis yang dipakai adalah fishbone diagram.7 0.0% Berat/Ball 3 6.4 0.0% Puller 5 10. Diagram Pareto Mi Kering MA2T 09 ± LK Penyelesaian masalah dilakukan dengan menganalisis parameterparameter yang dianggap mempengaruhi ketidakstabilan berat kering produk.5 0.1 0 Gambar I.

78 1. Dimana pada steam box. Blower yang bekerja tidak maksimal akan menyebabkan proses pengeringan mi berjalan tidak sempurna. Diagram ini menghasilkan penemuan secara aktif tentang penyebab masalah 4. penyebaran uap tidak merata baik pada sisi utara dan sisi selatan conveyor. dimana berat antar mi terdapat selisih yang cukup besar. Diagram ini bisa memberi petunjuk untuk pengumpulan datanya Dari hasil pengamatan pada proses produksi mi kering MA2T 09 ± LK. Sehingga akan mempengaruhi berat produk akhir. dapat dicari faktor-faktor yang paling mempengaruhi berat kering produk. Dalam drying box terdapat heater yang berfungsi mengubah uap basah menjadi uap kering dan blower yang berfungsi sebagai penyebar uap kering ke seluruh drying box. . Dengan membuat diagram ini kita telah mempelajari sistem 2. Hal ini kemungkinan disebabkan pipa penyalur uap yang berada di bawah conveyor dalam keadaan aus dan lubang keluarnya uap ada yang tersumbat atau mengalami pengeroposan. Faktor yang dianggap paling mempengaruhi adalah performa mesin dan operator produksi. Diagram ini menunjukkan pemahaman tentang tim pemecahan masalah 3. Sehingga hal ini menyebabkan proses pematangan mi menjadi tidak sama antar sisi mi yang disteam. Dari fishbone diagram di atas dapat disimpulkan bahwa mesin steam box dan drying tidak bekerja secara maksimal.

melainkan hanya berdasarkan kondisi di lapangan BERAT KERING Angsang diverting dan mesin drying tidak presisi Tidak bekerja secara maksimal sehingga gelombang tidak merata. bagian pinggir mie terurai Blower tidak berfungsi secara maksimal Drying Gambar II. Fishbone Diagram Roll Cutter . jarak antar gelombang tidak sama.Steam box Mesin tidak bekerja secara maksimal Penyebaran uap tidak merata antara sisi utara dan selatan Sprayer tidak digunakan Fan cooling Man Pekerja dituntut bekerja cepat sehingga kurang memperhatikan standar mi kering Hembusan angin antara sisi utara dan selatan tidak sama tergantung jumlah fan cooling yang dipakai Pekerja tidak bekerja sesuai standar produk.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful