TUGAS BAHASA INDONESIA

BIOGRAFI TOKOH NASIONAL

Di susun oleh:

Annisa Linggar S (20) Falikhatun (25) Gunna Cahya W (26)

TAHUN PELAJARAN 2011/2012 SURAKARTA

3 Oktober 1920. di pusat kota Surabaya. ketika ia terpaksa meninggalkan pendidikannya di MULO. dan Madura. ia menjadi terkenal ketika . Sunda. Ia suka bekerja keras untuk memperbaiki keadaan. Sutomo dilahirkan di Kampung Blauran. Sutomo kemudian bergabung dengan KBI (Kepanduan Bangsa Indonesia). merupakan pengganti yang baik untuk pendidikan formalnya. Belakangan Sutomo menegaskan bahwa filsafat kepanduan. Ia pernah bekerja sebagai polisi di kotapraja. sebagai staf pribadi di sebuah perusahaan swasta. Pada usia 12 tahun. namun tidak pernah resmi lulus. Sutomo melakukan berbagai pekerjaan kecil-kecilan untuk mengatasi dampak depresi yang melanda dunia saat itu. dan pernah pula menjadi anggota Sarekat Islam. dan pegawai kecil di perusahan ekspor-impor Belanda. Sutomo dibesarkan di rumah yang sangat menghargai pendidikan. Ayahnya bernama Kartawan Tjiptowidjojo. Jawa Timur. sebagai asisten di kantor pajak pemerintah. Pada usia 17 tahun.BIOGRAFI TOKOH BUNG TOMO Sutomo atau Bung Tomo lahir di Surabaya. seorang kepala keluarga dari kelas menengah. sebelum ia pindah ke Surabaya dan menjadi distributor lokal untuk perusahaan mesin jahit Singer. Ia pernah bekerja sebagai pegawai pemerintahan. ditambah dengan kesadaran nasionalis yang diperolehnya dari kelompok ini dan dari kakeknya. Ibunya berdarah campuran Jawa Tengah. Ia berbicara dengan terus terang dan penuh semangat. Ayahnya adalah seorang serba bisa. Belakangan ia menyelesaikan pendidikan HBS-nya lewat korespondensi. Ia mengaku mempunyai pertalian darah dengan beberapa pendamping dekat Pangeran Diponegoro yang dikebumikan di Malang.

hampir tak seorang pun yang mengenal dia. Ketika ia terpilih pada 1944 untuk menjadi anggota Gerakan Rakyat Baru yang disponsori Jepang. ketika pada Oktober dan November 1945. berbagai jabatan kenegaraan penting pernah disandang Bung Tomo. Setelah kemerdekaan Indonesia. Ia sangat . Sebelum pendudukan Jepang pada 1942. Ia berbicara dengan keras terhadap program-program Suharto sehingga pada 11 April 1978 ia ditahan oleh pemerintah Indonesia yang tampaknya khawatir akan kritik-kritiknya yang keras. Sutomo sempat terjun dalam dunia politik pada tahun 1950-an. Sutomo kembali muncul sebagai tokoh nasional. Bung Tomo juga tercatat sebagai anggota DPR pada 1956-1959 yang mewakili Partai Rakyat Indonesia. ia kembali berbeda pendapat dengan pemerintahan Orde Baru. Namun pada awal 1970-an. namun ia tidak merasa bahagia dan kemudian menghilang dari panggung politik. Sutomo tampaknya tidak lagi berminat untuk bersikap vokal. Baru setahun kemudian ia dilepaskan oleh Suharto. yang pada waktu itu Surabaya diserang habis-habisan oleh tentara-tentara NICA. Padahal.berhasil menjadi orang kedua di Hindia Belanda yang mencapai peringkat Pandu Garuda. Sutomo pernah menjadi seorang jurnalis yang sukses. Ia masih tetap berminat terhadap masalah-masalah politik. namun ia tidak pernah mengangkat-angkat peranannya di dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Sutomo terutama sekali dikenang karena seruan-seruan pembukaannya di dalam siaran-siaran radionya yang penuh dengan emosi. Meskipun semangatnya tidak hancur di dalam penjara. peringkat ini hanya dicapai oleh tiga orang Indonesia. Pada akhir masa pemerintahan Soekarno dan awal pemerintahan Suharto yang mula-mula didukungnya. Kemudian ia bergabung dengan sejumlah kelompok politik dan sosial. ia menjadi salah satu Pemimpin yang menggerakkan dan membangkitkan semangat rakyat Surabaya. Ia pernah menjabat Menteri Negara Urusan Bekas Pejuang Bersenjata/Veteran sekaligus Menteri Sosial Ad Interim pada 1955-1956 di era Kabinet Perdana Menteri Burhanuddin Harahap. Namun semua ini mempersiapkan Sutomo untuk peranannya yang sangat penting. Meskipun Indonesia kalah dalam Pertempuran 10 November itu. kejadian ini tetap dicatat sebagai salah satu peristiwa terpenting dalam sejarah Kemerdekaan Indonesia.

Muhammad Nuh pada tanggal 2 November 2008 di Jakarta. Pada 7 Oktober 1981 ia meninggal dunia di Padang Arafah. ketika sedang menunaikan ibadah haji. . ataupun calon pembaharu dalam agama. namun tidak menganggap dirinya sebagai seorang Muslim saleh. jenazah Bung Tomo dibawa kembali ke tanah air dan dimakamkan bukan di sebuah Taman Makam Pahlawan.dekat dengan keluarga dan anak-anaknya. Akhirnya gelar pahlawan nasional diberikan ke Bung Tomo bertepatan pada peringatan Hari Pahlawan tanggal 10 November 2008. melainkan di Tempat Pemakaman Umum Ngagel di Surabaya. Keputusan ini disampaikan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika Kabinet Indonesia Bersatu. Berbeda dengan tradisi untuk memakamkan para jemaah haji yang meninggal dalam ziarah ke tanah suci. Sutomo sangat bersungguh-sungguh dalam kehidupan imannya. dan ia berusaha keras agar kelima anaknya berhasil dalam pendidikannya. Setelah pemerintah didesak oleh Gerakan Pemuda (GP) Ansor dan Fraksi Partai Golkar (FPG) agar memberikan gelar pahlawan kepada Bung Tomo pada 9 November 2007.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful