P. 1
Zakat Dan Pajak

Zakat Dan Pajak

|Views: 322|Likes:
Published by Septi Setianto

More info:

Published by: Septi Setianto on Jan 28, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/14/2014

pdf

text

original

PENDAHULUAN

Masyarakat Indonesia mayoritas beragama Islam, prosentasenya mencapai 88%. Bahkan merupakan jumlah muslim terbesar di dunia. Berkaitan dengan harta dan penghasilan umat Islam, terdapat kewajiban berupa zakat bagi yang telah memenuhi syarat. Di sisi lain, sebagai warga negara Indonesia, umat Islam juga memiliki kewajiban pajak bagi yang telah memenuhi syarat, karena telah dibuat undang-undang yang mewajibkan itu. Pembayaran pajak merupakan perwujudan dari kewajiban kenegaraan dan peran serta Wajib Pajak untuk secara langsung dan bersama-sama melaksanakan kewajiban perpajakan untuk pembiayaan negara dan pembangunan nasional. Sesuai falsafah undang-undang perpajakan, membayar pajak bukan hanya merupakan kewajiban, tetapi merupakan hak dari setiap warga Negara untuk ikut berpartisipasi dalam bentuk peran serta terhadap pembiayaan negara dan pembangunan nasional. Menyikapi kewajiban pajak berdasarkan undang-undang ini, terdapat beberapa pendapat di kalangan umat Islam dari yang pro maupun yang kontra karena telah ada kewajiban zakat terhadap harta dan penghasilannya yang telah memenuhi syarat. Pro kontra terkait dengan hal ini harus didudukkan pada proporsi yang semestinya agar terjadi mutual understanding yang membawa kemaslahatan bagi masa depan kesejahteraan umat Islam khususnya dan bangsa Indonesia umumnya. Dalam konteks itulah makalah ini ditulis. Makalah ini akan mulai membahas tentang beberapa pertanyaan apakah makna dan jenis-jenis pajak dan zakat? Obyek zakat dan pajak? Bagaimana teori dalam mendudukan zakat dan pajak? Posisi pajak dan zakat?

1

Pajak menurut definisi para ahli keuangan ialah kewajiban yang ditetapkan terhadap wajib pajak. Pemungutan pajak harus mendapat persetujuan rakyat melalui UU yang harus disetujui parlemen atau DPR. sosial. Oleh sebab itu hukum zakat adalah wajib fardhu atas setiap muslim yang telah memenuhi syarat-syarat tertentu. zakat merupakan aktivitas memberikan sebagian kekayaan dalam jumlah dan perhitungan tertentu untuk orang-orang tertentu sebagaimana ditentukan. politik dan tujuan-tujuan lain yang dicapai oleh negara. untuk kepentingan umum. yang harus disetorkan kepada negara dengan ketentuan. Bagi pajak yang ditetapkan oleh UU maka pemerintah atau negara memiliki hak paksa untuk menagihnya melalui aparat yang berwenang. dan menjadi salah satu unsur pokok bagi tegaknya syariat Islam. sekaligus merupakan amal sosial kemasyarakatan dan kemanusiaan yang dapat berkembang sesuai dengan perkembangan ummat manusia. Zakat termasuk kategori ibadah. PENGERTIAN Zakat merupakan salah satu rukun Islam. 2 . Tetapi jika pungutan pajak tidak didasarkan UU maka batal demi hukum dan rakyat tidak wajib memenuhinya. puasa yang telah diatur secara rinci dan paten berdasarkan Al-Quran dan As Sunnah. tanpa mendapatkan prestasi kembali dari negara lain dan hasilnya digunakan untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran umum di satu pihak dan untuk merealisasi sebagian tujuan ekonomi. bahwa pajak ialah suatu pembayaran yang dilakukan kepada pemerintah untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran yang dilakukan dalam hal penyelenggaraan jasajasa. seperti: salat.PEMBAHASAN A. haji. Secara terminologi syari’ah. Di dalam ensiklopedia Indonesia disebutkan.

sampai dengan penyitaan. Dalam sebuah riwayat Nasa’i. Rasulullah saw.” Demikian pula halnya seorang yang sudah termasuk kategori wajib pajak. 2. antara lain sebagai berikut. Unsur Paksaan Seorang muslim yang memiliki harta yang telah memenuhi persyaratan zakat. Hal ini sejalan dengan pengertian pajak itu sendiri. sebagai salah satu ‘uzmah (kewajiban yang dibebankan kepada para hamba) oleh Allah SWT. Dan barangsiapa yang enggan mengeluarkannya. penguasa yang diwakili oleh petugas zakat. Pengelolaan pajak diatur oleh negara. bersabda. dan setengah untanya. 1. teguran. yaitu Badan amil Zakat (BAZ) dan Lembaga Amil Zakat (LAZ).B. jika melalaikan atau tidak mau menunaikannya. Tindakan paksa dilakukan secara bertingkat mulai dari peringatan. jika wajib pajak melalaikan kewajibannya membayar pajak. maka dapat dikenakan tindakan paksa kepadanya. maka baginya pahalanya. wajib memaksanya. surat paksa. Unsur Pengelola Dalam bab III Undang-undang Republik Indonesia Nomor 38 tahun 1999 tentang Pengelolaan Zakat dikemukakan bahwa organisasi pengelolaan zakat di Indonesia ada dua macam. kami akan mengambilnya (zakat). “ Barangsiapa memberikannya (zakat) karena berharap mendapatkan pahala. yaitu iuran kepada negara (yang dapat dipaksakan) dan yang gunanya adalah untuk membiayai pengeluaran- 3 . PERSAMAAN DAN PERBEDAAN PERSAMAAN ZAKAT DAN PAJAK Terdapat beberapa persamaan pokok antara zakat dan pajak. Tidak sedikit pun dari harta itu yang halal bagi keluarga Muhammad.

Dari Segi Dasar Hukum dan Sifat Kewajiban Zakat ditetapkan berdasarkan nash-nash Al-Qur’an dan hadits Nabi yang bersifat qathi’. Kewajiban tersebut tidak akan dapat dihapuskan oleh siapapun. yaitu bertujuan untuk menciptakan kesejahteraan. berkah. Artinya setiap harta yang dikeluarkan zakatnya akan bersih. Seperti halnya shalat. tumbuh. dan ketentraman. 4 . maslahat. Dari Segi Nama Secara etimologis. Dari Sisi Objek dan Persentase Zakat memiliki nishab (kadar minimal) dan persentase yang sifat baku. keamanan. 2. sehingga kewajibannya bersifat mutlak atau absolut dan sepanjang masa. Sedangkan mewujudkan suatu pajak bertujuan adil sebagai sumber yang dana merata untuk dan masyarakat makmur. 3. Nishab emas senilai 85 gram emas dan persentase zakatnya adalah 2. suci. zakat merupakan tiang agama dan pokok ajaran Islam. berkesinambungan antara kebutuhan material dan spiritual.pengeluaran umum. Pajak keberadaannya tergantung pada kebijakan pemerintah yang dituangkan dalam bentuk undang-undang. dan berkembang. Dari Sisi Tujuan Zakat memiliki tujuan yang sangat mulia.5 persen. tumbuh. 3. Sedangkan pajak berasal dari kata al-dharibah yang secara etimologis berarti beban. PERBEDAAN ZAKAT DAN PAJAK 1. berarti bersih. berdasarkan ketentuan yang tertuang dalam berbagai hadits Nabi. Keberadaan zakat bersifat abadi. berhubung dengan tugas negara untuk menyelenggarakan pemerintahan. berkah dan berkembang.

6). yaitu sebagai berikut. 1). 2). dengan tidak membeda-bedakan agama yang dianut. biasanya dikenakan hanya satu kali. Pajak Kebendaan. tetapi juga menunaikan infak dan sedekah yang tidak terbatas jumlahnya sekaligus pemanfaatan dan pendayagunaannya yang sangat luas dan fleksibel. Dilihat dari sifatnya terdapat berbagai macam pajak.Sedangkan aturan besar dan pemungutan pajak sangat bergantung pada peraturan yang ada serta tergantung pula pada obyek pajaknya. Pengenaanya didasarkan atas seseorang yang mengalami kenaikan/pertambahan kekayaan. 5). mencakup semua bidang dan sektor kehidupan yang diperintahkan oleh ajaran islam. karena ketakwaannya. 3). Pajak berlaku bagi setiap warga negara. Pajak Atas Pemakaian (Konsumsi). Pembayaran pajak ditetapkan oleh pemerintah melalui undangundangnya. 4). Dalam hal ini pengenaan pajak lebih memperhatikan keadaan pribadi seseorang. wajib ditunaikan oleh kaum muslimin. jumlah anak. Pembayaran Zakat dan Pajak masyarakat muslim membayar zakat. maka ajaran Islam mendorong umatnya untuk tidak hanya menunaikan zakat. selama itu untuk 5 . Pajak Pribadi. seperti istri. 4. Pajak Atas Bertambahnya Kekayaan. ketaatan dan ketakutan terhadap pereturan negara. Yaitu pajak yang dipungut karena jasa negara yang secara langsung dapat dinikmati oleh para produsen. kewajiban finansial lainnya (PPH Pribadi). pribadi wajib pajak dikesampingkan (PPH Badan Hukum). Pajak yang Menambah Biaya Produksi. Pajak Atas Kekayaan. Yang menjadi obyek pajak adalah kekayaan seseorang atau badan (PKK). Pajak atas kenikmatan seseorang (PRT/PPI). Yang diperhatikan adalah obyeknya.

C. cukup untuk memenuhikebutuhan dasar untuk hidup. sekalipun dianggap tidak sama sekali berkaitan dengan agama. Dari Segi Obyek yang Menerima dan Pemanfaatan Zakat harus dipergunakan untuk kepentingan mustahik yang berjumlah delapan asnaf. harta tersebut berkembang atau berpotensi untuk dikembangkan 3. Pajak biasanya digunakan untuk fasilitas umum. yang halal dan tidak sanggup untuk memenuhinya dakwah. sehingga semua warga negara bisa menikmati hasil pajak.kepentingan pembangunan di berbagai bidang dan sektor kehidupan yang dibutuhkan oleh masyarakat secara luas. ada baiknya makalah ini membahas syarat-syarat harta yang menjadi sumber objek zakat yaitu: Syarat Harta Menjadi Sumber Objek Zakat: 1. Harta harus mencapai nisab 6 . 5. Milik penuh 4. Muallaf: mereka yang baru masuk islam dan membutuhkan Hamba Sahaya yang ingin memerdekakan dirinya Gharimin: Mereka yang berhutang untuk kebutuhan Fisabilillah: Mereka yang berjuang di jalan Allah (misal: Ibnus Sabil: Mereka yang kehabisan biaya di perjalanan. bantuan untuk menyesuaikan diri dengan keadaan barunya. Yang berhak menerima zakat yaitu. Harta tersebut harus diperoleh dengan cara yang baik dan halal 2. sehingga tidak mampumemenuhi kebutuhan pokok hidup. OBJEK ZAKAT DAN PAJAK OBJEK ZAKAT Sebelum membahas tentang objek zakat. perang dsb) Sedangkan pajak dapat dapat dipergunakan dalam berbagai seluruh sektor kehidupan. • • • • • • • • Fakir: Mereka yang hampir tidak memiliki apa-apa Miskin: Mereka yang memiliki harta namun tidak Amil: Mereka yang mengumpulkan dan membagikan zakat.

sedang barang tambang yang lain tidak wajib dizakatkan. 1. Maka berikanlah zakat perak.R Ahmad. Harta kekayaan emas dan perak (mata uang) Emas dan perak wajib dizakati. Tidak ada kewajiban apa-apa perak hanya 190 dirham. Maka beritahukanlah kepada mereka. Zakat Mal (Zakat Harta) Harta yang wajib dikeluarkan zakatnya ada enam macam. Obyek zakat ada dua macam yaitu zakat Mal (zakat harta) dan zakat nafs (zakat Diri) yang biasa disebut dengan zakat fitrah. aka zakatnya 5 dirham. 1 dirham. (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih” (AtTaubah: 34) Hadist: Rasulullah Saw: “ Dari Ali ‘Alaihi Salam berkata: sabda Rasulullah saw: “aku tidak memungut dari kamu sekalian zakat kuda dan budak. yaitu kadar zakat yang dikeluarkan sebesar 2.5%.dan menjelaskan juga tentang berapa nisab dan besarnya zakat emas dan perak yang harus dikeluarkan. Uang 7 . Abu Daud dan Tirmizi) Firman Allah dan Hadist Nabi Saw diatas memuat dalil tentang kewajiban membayar zakat emas dan perak.5. Dasar dari kewajiban mengeluarkan zakat emas dan perak adalah firman Allah dalam Al-Qur’an dan hadist-hadist berikut yang artinya: “Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah. (H. Harta harus mencapai haul 6. yaitu : a. Tapi bila telah mencapai 200 dirham. dari setiap 40 dirham. Kewajiban zakat setelah terpenuhi kebutuhan pokok Obyek zakat adalah kekayaan orang-orang muslim baik yang disepakati maupun yang diperselisihkan oleh para fuqaha.

Harta perniagaan wajib dizakatkan apabila telah cukup satu nisab. kendaraan dan sebagainya. Sebagaimana sabda Rasulullah Saw yang artinya: “Dari Samurah.  Harta kekayaan dalam semua bentuk badan usaha. baik yang dimiliki oleh perorangan maupun bersama-sama dengan orang lain. anggrek. papaya dan sebagainya  Hasil peternakan dan perikanan. c. bangunan. rambutan. barang-barang perniagaan Harta perniagaan atau dagang adalah semua benda yang dapat diperdagangkan dan sipemilik dagangan berniat untuk berniaga.  Hasil penyewaan dan pengontrakan rumah. Adapun nisab uang ini adalah seperti nisabnya emas dan perak.Oleh karena uang pada zaman sekarang ini dapat ditukar dengan apapun di sembarang empat dan waktu dengan cepat. hasil tanaman (pertanian maupun perkebunan) 8 . hasil laut dan sebagainya. maka uang ini pun wajib dikeluarkan zakatnya. dan uang ini telah menggantikan fungsi emas dan perak di masa lalu. : Rasulullah memerintahkan kepada kami agar mengeluarkan zakat barang yang disediakan untuk dijual” (HR Daruqutni dan Abu Daud) Semua harta dianggap harta dagangan apabila secara nyata diperdagangakan atau dibeli untuk diperdagangkan (Syaikh Hassan Ayyub : 2006:526) Sumber zakat  Hasil tumbuh-tumbuhan atau tanaman yang bernilai ekonomis. tanah.  Pendapatan yang diperoleh dari sumber lain. durian. ayam. seperti misalnya. seperti misalnya. b. hasil empang.

dan mampu berkembang biak dengan pesat. qadar zakatnya ialah 1/40 atau 2. menurut sebagian ulama. Begitu juga dengan buah-buahan.Tanaman biji-bijian yang wajib dikeluarkan zakatnya adalah biji-bijian yang mengenyangkan. Dan kenapa hanya tiga jenis ternak saja yang di wajibkan zakat? Alasannya karena binatang ternak ini populasinya cukup banyak. Pada binatang sapi ada zakatnya. Ukuran nisabnya seperti nisab emas dan perak. d. kerbau dan kambing. Abu Daud dari Bilal bin Harits)”. seperdua puluh. Hasil tambang seperti emas dan perak. Muslim dan Nasai).(HR. Kenapa diwajibkan zakat kepada tiga jenis ternak tersebut dantidak diwajibkan kepada jenis ternak yang lain? Berkaitan dengan hal ini Ibrahim Muhammad Al-Jamal (1986:185) mengatakan bahwa waib zakat atas ketiga binatang ternak tersebut dikarenakan hal itu telah menjadi kesepakatan ulama (ijma’).5%. (HR. Dan juga pada asalnya tidak ada kewaiban atas ternak yang lain. sapi. zakatnya seper sepuluh. Yang dimaksud dengan buah-buahan ialah kurma dan anggur. hasil tambang landasan mengenai zakat hasil tambang ialah: ”Rasulullah Saw. dan pada kambing ada zakatnya.” (HR Ahmad. e.” f. mengambil zakat dari barang tambang Qabilah (suatu tenpat ditepi pantai luar kota Madinah)´. Landasan mengenai zakat binatang ternak: “Pada binatang unta ada zakatnya. juga sebagian logam lainnya. Besarnya nisab dan zakat biji dan buah-buahan adalah berdasarkan hadist Rasulullah Saw berikut ini yang artinya: “Jabir telah menceritakan hadist berikut yang ia terima langsung dari Nabi Saw yang telah bersabda: Pada biji yang diairi dengan air sungai dan hujan. wajib dikeluarkan zakatnya pada saat diperoleh. Ibnu Majah). binatang ternak Binatang ternak yang wajib dizakatkan adalah unta. dan yang diairi dengan kincir yang ditarik binatang. Rikaz (harta karun) 9 .

hendaklah dikeluarkan zakatnya ketika diperoleh.Barang yang terpendam yang didapat dari dalam tanah. pertanian perkebunan dan peternakan. baik yang berasal dari Indonesia maupun dari luar negeri yang dapat dipakai untuk konsumsi atau untuk menambah kekayaan wajib pajak yang bersangkutan.dengan nama dan dalam bentuk apapun termasuk di dalamnya. Yang dimaksud dengan penghasilan sebagai obyek pajak di atas masih dijabarkan pada bagian lain dalam UU ini. karena hanya dimaksudkan sebagai bahan perbandingan dengan pelaksanaan pajak pada masa awal perkembangan islam dimana obyek pajak ketika itu hanya terbatas pada harta perniagaan. tetapi menurut mazhab lain tidak disyaratkan senisab. kecuali hanya merupakan pengembangan dari apa yang telah ada. tetap tidak bertentangan dengan obyek pajak yang telah ditetapkan dalam UU tersebut. tapi dalam uraian ini memang sengaja tidak dimuatnya. ayat I yang berbunyi: yang menjadi obyek pajak adalah penghasilan yaitu. Menurut mahzab Syafi’i. Meskipun demikian. Yang termasuk objek pajak dalam perundang-undangan PPh adalah sebagai berikut: 10 . setiap tambahan kemampuan ekonomis yang diterima atau diperoleh wajib pajak. sesuai dengan perkembangan di masa sekarang ini. pasal 4. qadar zakatnya ialah 1/5 atau 20%. OBJEK PAJAK Tetapi obyek pajak menurut UU perpajakan RI nomor 7 tahun 1983. rikaz itu diwajibkan mengeluarkan zakatnya apabila sampai senisab. bab II.

keuntungan karena penjualan atau karena pengalihan harta termasuk: a. pengambilalihan usaha. keuntungan karena pengalihan harta berupa hibah. atau orang pribadi yang menjalankan usaha mikro dan kecil. peleburan. dan badan lainnya. komisi. persekutuan. tunjangan. atau sumbangan. 4. yang ketentuannya diatur lebih lanjut dengan Peraturan Menteri Keuangan. d. atau reorganisasi dengan nama dan dalam bentuk apa pun. pemekaran. dan badan lainnya sebagai pengganti saham atau penyertaan modal. atau imbalan dalam bentuk lainnya. persekutuan. keuntungan karena pengalihan harta kepada perseroan. sekutu. dan penghargaan.1. 3. keuntungan karena likuidasi. c. honorarium. hadiah dari undian atau pekerjaan atau kegiatan. bonus. uang pensiun. kecuali ditentukan lain dalam Undang-undang ini. pemecahan. upah. keuntungan karena pengalihan harta kepada pemegang saham. b. Penggantian atau imbalan berkenaan dengan pekerjaan atau jasa yang diterima atau diperoleh termasuk gaji. 2. kecuali yang diberikan kepada keluarga sedarah dalam garis keturunan lurus satu derajat dan badan keagamaan. badan pendidikan. gratifikasi. sepanjang tidak ada hubungan 11 . badan sosial termasuk yayasan. laba usaha. penggabungan. atau anggota yang diperoleh perseroan. koperasi. bantuan.

10. dan pembagian sisa hasil usaha koperasi. kepemilikan. penerimaan kembali pembayaran pajak yang telah dibebankan sebagai biaya dan pembayaran tambahan pengembalian pajak. 9. royalti atau imbalan atas penggunaan hak. selisih lebih karena penilaian kembali aktiva. 7. dengan nama dan dalam bentuk apapun. dividen. bunga termasuk premium. dan e. 11. dan imbalan karena jaminan pengembalian utang. pekerjaan. keuntungan selisih kurs mata uang asing. 15. 12 . keuntungan karena pembebasan utang. 5. atau permodalan dalam perusahaan pertambangan. 12. premi asuransi. 14. 6. 13. iuran yang diterima atau diperoleh perkumpulan dari anggotanya yang terdiri dari Wajib Pajak yang menjalankan usaha atau pekerjaan bebas. sewa dan penghasilan lain sehubungan dengan penggunaan harta. 8. atau penguasaan di antara pihak-pihak yang bersangkutan. termasuk dividen dari perusahaan asuransi kepada pemegang polis. diskonto. penerimaan atau perolehan pembayaran berkala. keuntungan karena penjualan atau pengalihan sebagian atau seluruh hak penambangan.dengan usaha. tanda turut serta dalam pembiayaan. kecuali sampai dengan jumlah tertentu yang ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah.

Undang-Undang yang mengatur mengenai ketentuan umum dan tata cara perpajakan. kemudian Direktur pada Jenderal tahun Pajak 2003 No. bukan dianggap sebagai pajak pajak yang akhir langsung dalam tahun 13 . tambahan kekayaan neto yang berasal dari penghasilan dari usaha berbasis syariah.311/1996 . D. 17. Lalu pada tahun 2009 berdasarkan Peraturan Pemerintah No. surplus Bank Indonesia. 18 tahun 2009 yang mulai berlaku sejak tanggal 1 Januari 2009 menyatakan bahwa zakat dikecualikan sebagai obyek pajak penghasilan bagi badan amil zakat atau lembaga amil zakat yang dibentuk atau disahkan oleh pemerintah dan penerima zakat yang berhak.16. pembayaran zakat tidak boleh dibiayakan oleh perusahaan (badan) maupun orang pribadi dalam penghitungan penghasilan kena pajak berdasarkan Surat Direktur Jenderal Pajak No. zakat adalah bukan obyek pajak penghasilan pembayaran pembayaran dan zakat diakui sebagai pengurang mengurangi SPT Tahunan (pengurang disini adalah biaya. Dengan demikian. dan 19. 18. S-134/PJ. TEORI DALAM MENDUDUKAN ZAKAT DAN PAJAK Pada tahun 1996. imbalan bunga sebagaimana dimaksud dalam penghasilan yang belum dikenakan pajak. berdasarkan Keputusan zakat KEP-163/PJ/2003 diperhitungkan sebagai pengurang dalam menghitung besarnya penghasilan kena pajak badan maupun orang pribadi.

yang di bawa oleh nabi musa. b. c. lalu dikuatkan lagi dalam syari’at islam yang dibawa oleh rosulullah SAW. Sebagaimana dalam al-qur’an berbunyi: artinya kami telah menjadikan mereka yaitu sebagai pemimpinpemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah kami. dalam al-qur’an yangberbunyi: artinya: dan sesungguhnya allah telah mengambil perjanjian (dari)bani israil. dan telah kami wahyukan kepada mereka agar mengerjakan menyembah. POSISI ZAKAT DAN PAJAK KEWAJIBAN ZAKAT SEBELUM ISLAM Zakat merupakan syari’at yang telah dibawa oleh para rasul terdahulu. mendirikan shalat. dan hanya kepada kami selalu artinya: dan ceritakanlah (hai Muhammad kepada mereka) kisah ismail (yang tersebut) dalam al-qur’an sesungguhnya ia adalah seorang yang bena janjinya dan dia adalah seorang rasul dan nabi dan ia menyuruh ahlinya untuk sembahyang dan mennunaikan zakat. E. sewa menyewa san sebagainya. dan telah kami angkat diantara mereka 12 orang pemimpin dan 14 . yang dibawa oleh nabi ismail dalam al-qur-an yang berbunyi: kebaikan. Banyak ayat al-qur’an yang menerangkan bahwa zakat merupakan salah satu syari’at umat-uamt terdahulu misalnya: a. menunaikan zakat. dan ia adalah seorang yang diridhai di sisi tuhannya (maryam:54-55). zakat. yang dibawa oleh nabi ibrahim. dan beberapa bentuk muamalah. tetapi dapat pula melestarikan syari’at lama yang sangat bermanfaat terhadap kehidupan umat islam misalnya shalat.puasa. haji. serta tidak sematamata mengadakan peraturan baru. misalnya jualbeli.PPh/kredit pajak) dalam menghitung penghasilan kena pajak wajib pajak. Maka sebenarnya waktu syari’at islam tidak hanya melarang tradisi lama yang bertentangan dengannya.

15 . Dan sesungguhnya kamu akan kumasukan kedalam surga yang mengalir didalamnya sungai-sungai maka barang siapa yang kafir diantaramu sesudah itu. dan dia memrintahkan kepadaku (mendirikan shalat dan menunaikan zakat selama aku hidup(maryam:30-31) Karena pelaksanaan zakat merupakan salah satu wahana untuk meratakan tingkat pendapatan masyarakat. sesungguhnya ia telah tersesat dari jalan yang lurus. maka syari’at islam melestarikannya dengan menyempurnakan syari’at-syari’atnya. dan dia menjadikan aku seorang nabi dan dia menjadikan aku seorang yang diberkati dimana saja aku berada. sesungguhnya jika kami mendirikan shalat dan menunaikan zakat serta beriman kepada rosul-rosul ku dan kamu Bantu mereka dan kamu pinjamkan kepada allah pinjaman yang baik sesungguhnya aku akan menutupi dosadosanya. Yang dibawa oleh nabi isa dalam al-qur’an yang berbunyi: artinya: berkata (isa). sesuai dengan tuntunan situasi dan kondisi yang dialami oleh masyarakat islam.”sesungguhnya aku ini hamba allah dia memberiku al-kitab (injil). d. terutama sekali golongan ekonomi lemah. yang sejak umat-umat terdahulu sudah dirasakan manfaatnya.allah berfirman: sesungguhnya aku beserta kamu. Maka kewajiban zakat mengandung unsure ibadah murni (mahdah) dan unsur social atau ibadah umum.

merupakan kewajiban Islam yang amat banyak tercantum dalam Alquran dan hadis. negara boleh menariknya terhadap umat Islam asalkan diterapkan prinsip-prisnsip syariah. musawah (kesamaan). sebagaimana yang tercantum eksplisit dalam Alquran dan hadis Rasulullah SAW.KESIMPULAN Zakat yang dimaknai secara lughawi berarti tumbuh berkembang dan kemudian dimaknai sebagai suatu kesucian terhadap diri atau harta. Dalam telaah kontemporer. tasamuh (toleransi). 16 . dan orang yang tidak mengeluarkannya dicela dan akan mendapat siksa yang keras di akhirat. ta’awun (saling membantu). Kewajiban pajak bagi penduduk adalah bagian dari maslahah mursalah dalam konteks fikih Islam asal tidak ada kezaliman dan mencekik wajib pajak. Sumber zakat yang banyak disebutkan dalam Alquran dan selanjutnya dalam hadis Rasulullah bahkan disebutkan ukurannya dan kepantasannya. Zakat adalah rukun Islam yang kelima. sumber zakat makin berkembang sesuai dengan perkembangan ekonomi saat ini. yaitu amanah (kejujuran). dan ‘adamul masyaqqah (tidak memberatkan). Objek zakat sekarang amat banyak sesuai pertumbuhan ekonomi sehingga tidak terbatas. takaful ijtima (tanggung jawab bersama). Artinya. ‘adalah (keadilan).

pada tanggal 6 Oktober 2011. 2002.DAFTAR PUSTAKA Ali Hasan.com/2007/08/hubungan-antara-zakat-danpajak. http://www. pada tanggal 6 Oktober 2011.pkpu.scribd. http://www. pada tanggal 6 Oktober 2011. Pada tanggal 6 Oktober 2011. Muh.id/article/zakat-dan-pajak-penghasilan-di-indonesia.id/content/1876/slash/0.uii.com/doc/54119569/Makalah-OBJEK-ZAKAT-Repaired. 1992. http://www. Zakat dalam Perekonomian Modern.or.com/doc/7778523/Fiqh-Ahkam-Zakat-Dan-Pajak. Zakat dan Infaq.id/wakaf-dan-upaya-memberdayakan-potensinyasecara-produktif-di-indonesia/.blogspot.ac.Cetakan ketiga. pada 17 . 2008 Hafidhuddin. Rauf. Grafikatama Jaya.html.scribd. Jakarta : gema Insani. tanggal 6 Oktober 2011. Rasyid. http://nurkholis77. Zakat. Didin.or. pada tanggal 6 Oktober 2011. Jakarta: Kencana. http://almanhaj. http://masalahpajak.staff.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->