P. 1
Bentuk Ham

Bentuk Ham

|Views: 4,077|Likes:
Published by Syakir Vanholand

More info:

Published by: Syakir Vanholand on Jan 28, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/29/2013

pdf

text

original

BENTUK-BENTUK HAK ASASI MANUSIA Hak Asasi Manusia terbagi kedalam beberap jenis, yaitu hak personal

( hak jaminan pribadi), hak legal ( hak jaminan perlindungan hokum), hak sipil dan politik, hak subtensi(hak jaminan adanya sumber daya untuk menunjang kehidupan ) serta hak ekonomi, social dan budaya. Hak personal, hak legal, hak sipil, dan politik yang terdapat dalam pasal 3 -21 dalam DUHAM tersebut memuat : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. Hak untuk hidup, kebebasan dan keamanan pribadi Hak bebas dari perbudakan dan penghambaan Hak bebas penyiksaan Hak untuk memperoleh pengakuan hokum dimana saja secara pribadi Hak untuk pengampunan hokum secara efektif Hak bebas dari penangkapan penahanan atau pembuangan yang sewenang- wenang Hak untuk peradilan yang indefenden dan tidak memihak Hak untuk praduga tak bersalah sampai terbukti bersalah Hak bebas dari campur tangan yang sewenang-wenang terhadap kekuasaan pribadi, keluarga, tempat tinggal, maupun surat-surat Hak bebas dari serangan terhadap kehormatan dan nama baik Hak atas perlindungan hokum terhadap serangan semacam itu Hak bergerak Hak memperolah suaka Hak atas satu kebangsaan Hak untuk menikah dan membentuk keluarga Hak untuk mempunyai hak milik Hak bebas berfikir, berkesadaran , dan beragama Hak bebas berfikir dan menyatakan pendapat Hak untuk berhimpun dan berserikat Hak untuk mengambil bagian dalam pemerintahan dan hak atas akses yang sama terhadap pelayanan masyarakat.

Sedangkan hak ekonomi, social, dan budaya berdasarkan pada peryataan DUHAM menyangkut halhal sebagai berikut, yaitu : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Hak atas jaminan social Hak untuk bekerja Hak atas upah yang sama pekerjaan yang sama Hak untuk bergabung ke dalam serikat-serikat buruh Hak atas istirahat dan waktu senggang Hak atas standar hidup yang pantas di bidang kesehatan dan ksejahteraan Hak atas pendidikan Hak untuk berpartisipasi dalam kehidupan yang berkebudayaan dalam masyarakat.

Sementara itu dalam UUD 1945 (amandemen I-V UUD 1945) memuat hak asasi manusia yang terdiri dari hak :

Keputusan Presiden. 4. 6. 3. HAK ASASI MANUSIA DALAM PERUNDANG-UNDANGAN NASIONAL Dalam perundang-undangan RI paling tidak terdapat empat bentuk hokum tertulis yang memuat aturan tentang HAM. Hal ini berarti bahwa nilai nilai moral HAM bersifat local dan spesifik sehingga berlaku khusus pada suatu Negara. dalam Undang Undang. 4. Teori relativitas cultural berpandangan bahwa nilai nilai moral dan budaya bersifat particular ( khusus). Hak untuk hidup Hak berkeluarga dan melanjutkan keturunan Hak mengembangkan diri Hak memperoleh keadilan Hak atas kebebasan pribadi Hak atas rasa aman Hak atas kesejahteraan Hak turut serta dalam pemerintahan Hak wanita Hak anak NILAI-NILAI HAK ASASI MANUSIA ANTARA NILAI UNIVERSAL DAN PARTIKULAR Berkaitan dengan nilai-nilai HAM paling tidak ada tiga teori yang dapat dijadikan kerangka analisis yaitu: 1. dalam konstitusi ( Undang Undang Dasar Negara ). Teori realitas mendasari pandangan nya pada asumsi adanya sifat manusia yang menekankan self interest dan egoisme dalam dunia seperti bertinak anarkis. Keempat. 5. Pengaturan HAM dalam Konstitusi. . 2. 2. Kedua . Teori radikal universalitas berpandanagn bahwa semua nilai trmasuk nilai nilai HAM adalah bersifat universal dan tidak bias dimodifikasi untuk menyesuaikan adanay perbedaan budaya dan sejarah suatu Negara. dalam peraturan pelaksanaan perundang undangan seperi Peraturan Pemerintahan. 6. 8.1. dalam ketetapan MPR (TAP MPR). 3. dan peraturan pelaksanaan lainnya. 2. 7. 3. 1. Hak kebebasan untuk mengeluarkan pendapat Hak berkedudukan yang sama di dalam hokum Hak kebebasan berkumpul Hak kebebasan beragama Hak penghidupan yang layak Hak kebebasan berserikat Hak memperoleh penangajaran atau pendidikan Selanjutnya secara operasional beberapa bentuk HAM yang terdapat dalam UU Nomor 39 tahun 1999 tentang HAM sebagai berikut : 1. Pertama. 7. 5. 10. Ketiga. 9.

pengadilan negeri Surabaya.Pengaturan HAM dalam konstitusi Negara RI selain pada hasil amandemen kedua UUD 1945. 96 tahun 2001 f. dan atau mencabut hak asasi manusia seseorang atau kelompok orang yang dijamin oleh undang undang ini. 181 tahun 1998 tentang kmisi nasional anti kekerasan terhadap perempuan. dan tidak dapatkan. antara lain : a. UU No. PELANGGARAN DAN PENGADILAN HAM Pelanggaran hak asasi manusia adalah setiap perbuatan seseorang atau kelompok orang termasuk aparat Negara baik disengaja ataupun tidak di sengaja atau kelalaian yang secara hokum mengurangi. 5 tahun 2001 tentang pembentukan pengadilan hak asasi manusia Ad Hoc pada pangadilan negeri Jakarta pusat. Pengaturan HAM dalam ketetapan MPR. Pengaturan HAM dalam Undang-Undang. menghalangi. membatasi. Pengaturan HAM dalam Peraturan Pemerintahan dan Keputusan Presiden. juga di temukan di beberapa konstitusi yang berlaku yaitu UUD 1945 (termasuk dalam amandemen I-V ). . Keputusan presiden no. dapat di lihat dalam TAP MPR Nomor XVII tahun 1998 tentang pandangan dan sikap bangsa Indonesia terhadap HAM dam piagam HAM nasional. atau dikhawatirkan tidak akan memeperoleh penyelesaian hokum yang adil dan benar. Keputusan presiden no. Keputusan presiden No. Ketentuan yang terdapat dalam peraturan pemerintah. 3. 4. Konstitusi. berdasarkan mekanisme hokum yang berlaku (UU No. 31 tahun 2001 tentang pembentukan pengadilan hak asasi manusia pada pengadilan negeri Jakarta pusat. KEPUTUSAN Presiden Nomor 181 tahun 1998 tentang pendirian komisi nasional penghapusan kekerasan terhadap wanita c. Pelanggaran HAM berat meliputi : Kejahatan genosida adalah setiap perbuatan yang dilakukan dengan maksud untuk menghancurkan atau memusnahkan seluruh atau sebagian kelompok bangsa. Pengaturan HAM juga dapat dilihat dalam Undang undang yang pernah dikeluarkan oleh pemerintah Indonesia salah satu nya yaitu : a.1 tahun 1999 tentang pengadilan HAM b. ras. 26/2000 tentang pengadilan HAM). Pengaturan HAM dalam ketetapan MPR ( TAP MPR ). Keputusan presiden no. Republik Indonesia Serikat ( KRISIS) dan UUDS 1950. Peraturan pemerintah pengganti undang undang (PERPU) No. 2. 129 tahun 1998 tentang rencana aksi nasional hak aksasi manusia tahun 1998-2003 d. kelompok etnis dan kelompok agama. 5 tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara. yang diubah dengan keputusan presiden no. dan pengadilan negeri Makassar e.

dan ketertiban umum dalam suatu masyarakat demokratis. melainkan juga oleh rakyat kepada rakyat yang di sebut dengan pelanggaran HAM secara horizontal. Dalam kaitan dengan persoalan tersebut. nilai nilai agama . Karena itu pelenggaran HAM sebenarnya tidak saja dilakukan oleh Negara kepada rakyat nya . PEMAJUAN (PROMOTION). perbudakan seksual. karena Negara di bentuk sebagai wadah untuk kepentingan kesejahteraannya rakyatnya. PENANGGUNG JAWAB DALAM PENEGAKAN (RESPECTION). menyatakan bahwa tanggung jawab pemejuan. sejumlah besar problem HAM tidak hanya melibatkan aspek pemerintahan. di berlakukan pasal mengenai kewajiban untuk tunduk kepada pembatasan yang ditetapkan dengan undang undang sebagaimana tercantum dalam pasal 28 J ayat (2) Undang Undang Dasar 1945 yang berbunyi : dalam menjalankan hak dan kebebasan setiap orang wajib tunduk kepada pembatasan yang ditetapkan dengan undang undang dengan maksud semata mata untuk menjamin pengakuan serta penghormatan atas hak dan kebebasan orang lain dan untuk memenuhi tuntutan yang adil sesuai dengan pertimbangan moral . perbudakan. artinya Negara dan individu sama sama memiliki tanggung jawab terhadap pemajuan. pelacuran secara paksa. pengusiran atau pemindahan penduduk secara paksa. PERLINDUNGAN(PROTECTION). HAM sejati bersandar pada pertimbangan pertiambangan normative agar umat manusia diperlakukan sesuai dengan human dignity nya. nickel mengajukan tiga alasan mengapa individu memliki tanggung jawab dalam penegakan dan perlindungan HAM. Pandangan pertama menyatakan bahwa yang harus bertanggung jawab memajukan HAM adalah NEGARA. perampasan kemerdekaan atau perampasan kebebasan fisik lain secara sewing wenang yang melanggar asas asas ketentuan pokok hokum internasional. tetapai juga kalangan swasta atau kalangan diluar Negara dalam hal ini rakyat. Pertama . individu memiliki tanggung jawab atas dasar prinsip prinsip demokrasi. paling tidak ada 2 pandangan. pemandulan atau bentuk bentuk kekerasan seksual lain. Pandangan kedua. pemajuan. penghormatan dan perlindungan HAM tidak saja di bebankan kepada Negara. Dalam kaitan dengan tanggung jawab individu tersebut. Mengenai pelanggaran hak asasi manusia dalam kategori berat seperti genocida dakn kejahatan kemanusiaan yang berdasarkan hokum internasinal dapat di gunakan asas retroaktif. pemusnahan. Ketiga. dan pemenuhan HAM sampai kini menjadi wacana dan diskursus yang tidak berkesudahan. pemaksaan kehamilan. pemerkosaan . Kedua. perlindungan. melainkan juga kepada individu warga Negara. . keagamaan .Kejahatan kemenusiaan adalah salah satu perbuatan yang dilakukan sebagai bagian dari serangan yag meluas atau sistematik yang diketahuinya bahwa serangan tersebut ditunjukkan secara lansung terhadap penduduk sipil berupa pembunuhan. DAN PEMENUHAN (FULFILL) HAM Perdebatan tentang siapa yang bertanggung jawab dalam penegakan. dimana setiap orang memiliki kewajiban untuk ikut mengawasi tindangan pemerintahan. dan perlindungan HAM. penghormatan. penyiksaan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->