P. 1
Syeikh Siti Jennar

Syeikh Siti Jennar

|Views: 131|Likes:
Published by Riki Rikardo

More info:

Published by: Riki Rikardo on Jan 28, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as TXT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/01/2015

pdf

text

original

Suntingan oleh 09:29, 11 Oktober 2009 61.247.7.

46 Syekh Siti Jenar Menyatu Denga n Dzat (Ajal) Syahdan di tepi jalan perkampungan Negeri Demak, seorang lelaki pa ruh baya berjalan dengan tenang. Wajahnya putih memancarkan cahaya, janggut sert a cambang berwarna kebiruan. Rambut dikepalanya tertutup blangkon berwarna hitam garis pinggir merah menyala, begitu juga sorban, gamis dan jubahnya dengan lata r hitam bercorak merah. Lelaki paruh baya itu bertubuh sedang, berjalan tenang, lengan kanannya menggenggam tasbih seraya mulutnya komat-kamit mengumandangkan d zikir. Pada kelokan jalan sunyi yang dihiasi semak belukar dan pepohonan kanan k irinya, tiba-tiba muncul tiga orang lelaki berpakaian serba hitam dengan ikat ke pala, bertubuh kekar seraya menghadang. Berhenti kisanak! Lelaki bertubuh kekar da n berkumis tebal menyilangkan golok didepan dadanya. Mengapa saya harus berhenti? Bukankah jalan ini milik Allah? Siapapun punya hak untuk menggunakannya. ujar le laki berjubah. Saya tidak mengerti Allah! Pokoknya kamu harus berhenti, ujarnya la gi. Saya sekarang sudah berhenti. Apa yang akan kisanak lakukan pada saya? Apakah akan menebas batang leher saya dengan golok itu? tanya lelaki berjubah dengan te nang. Benar, saya akan menebas batang leher kisanak jika tidak menyerahkan uang d an emas yang kisanak miliki. ancam lelaki berkumis. Kenapa, kisanak mesti berbuat seperti itu jika hanya menginginkan uang dan emas. Tidakkah uang dan emas itu ha nya hiasan dunia yang tidak memiliki arti hakiki bagi kisanak. ujar lelaki berjub ah. Jangan banyak bicara, kisanak! Ayo serahkan uang dan emas pada kami, jika leh er kisanak tidak mau kami penggal! Rupanya ki sanak belum mengenal saya Ki Kebo Benowo, rampok hebat di dusun ini! ucapnya. Saya tidak mengenal, kisanak. Bukankah kita baru hari ini bertemu? Lalu kisanak mengancam saya untuk memenggal leher d an meminta uang dan emas. Maka untuk itu saya persilahkan jika itu keinginan kis anak. Penggalah leher saya dan ujar lelaki berjubah tetap tenang. Keparat! Mampus kau! Ki Kebo Benowo bersama ketiga temannya menerjang lelaki berjubah seraya memb abatkan golok ke leher, pinggang, dan dada lawan. Lelaki berjubah tidak bergemin g melihat sambaran golok yang akan mencincang tubuhnya, tetap berdiri pada tempa tnya dengan dzikir dari mulutnya terdengar pelan. Ketiga golok tidak pelak lagi menghantam sasaran. Namun tidak meninggalkan bekas sedikit pun. Golok yang dihun jamkan ke tiga rampok laksana membabat angin, tidak bisa melukai, bahkan menyent uh. Aneh manusiakah? Ki Kebo Benowo, menghentikan serangan. Seraya berdiri tegak, ma tanya terbelalak heran, napasnya tersengal-sengal berat. Kedua temannya melongo. Di dunia ini tidak ada yang aneh kisanak. Bukakankah Hyiang Widi itu telah menya tu dengan kita? ujar lelaki berjubah. Hyiang Widi? Ki Kebo Benowo paham. Sebab pern ah mengenal agama Hindu sebelumnya. Lalu siapakah nama kisanak? Saya, Syekh Siti Je nar. Kisanak, keinginan yang pertama telah saya penuhi, memenggal. Keinginan ked ua uang dan emas menengoklah ke sebrang jalan. Saya permisi. Syekh Siti Jenar mem balikan tubuhnya dan meneruskan langkah. Ki Kebo Benowo beserta ketiga temanya, lalu melirik ke sebrang jalan. Betapa tercengangnya mereka, karena melihat pohon emas dan uang. Emas dan uang, ayo kita ambil! ketiganya bersorak, lalu memburu se brang jalan. - Kebo Benowo dan kedua temannya sibuk memunguti daun emas. Seluruhnya d ambil dan dibungkus dengan kain. Hahaha, kita pasti kaya dalam waktu singkat. tawa Kebo Benowo. Ki, tidakkah kita aneh pada kejadian ini? tanya Loro Gempol. Benar ju ga? Dia bisa menciptakan emas dan uang juga memiliki kesaktian yang sangat hebat . Kebo Benowo membalikan tubuhnya, matanya mengintai ke tempat Syeh Siti Jenar be rdiri. E,eh, kemana orang tadi? O, ya? Masa dia bisa menghilang? Loro Gempol mengeru tkan dahi, tangannya garuk-garuk kepala. Manusiakah dia? Makhluk halus? Kebo Benow o menarik napas dalam-dalam. Aku rasa dia manusia sakti mandraguna. Sebaiknya kit a berguru padanya agar memiliki kesaktian. Benar, Ki. Jika kita sudah sakti bisa m enundukan semua rampok dan berada dalam perintah kita. Kalau kita sudah menguasa i para rampok tentu tidak akan capek tinggal menunggu setoran. tambah Loro Gempol . Namun Syehk Siti Jenar menghilang? Kemana kita mesti mencari? Lego Benongo ikut bertanya. Sedari tadi dia hanya mematung belum hilang rasa kagumnya terhadap Sye h Siti Jenar. Kita telusuri saja jalan ini. Kemungkinan dia menuju ke pusat Keraj aan Demak, Kebo Benowo menduga-duga. *** Syehk Siti Jenar, telah sampai ke pusat Kerajaan Demak. Langkahnya yang tenang serta penuh wibawa tidak lolos dari panda ngan para prajurit penjaga keamanan. Siapakah lelaki itu? tanya prajurit kerempeng pada temannya yang bertubuh tambun. Wali, jawab si Tambun tenang. Pakaiannya mirip wali songo, tapi saya baru kali ini melihatnya. Kita perlu menanyai dan memerik

sa orang yang tidak dikenal, mungkin saja dia pemberontak yang lagi menyamar. uca p si Kerempeng penuh curiga. Biarkan saja, siapa tahu dia sahabatnya para wali. B uktinya dia berjalan menuju mesjid. si Tambun tetap tenang. Meskipun demikian kita tetap harus menjalankan tugas. Ayo kita hadang dia dan tanya maksud kedatangann ya! si Kerempeng bergegas menenteng tombak dan tameng, mengejar langkah Syekh Sit i Jenar. - Berhenti, Kisanak! teriak si Kerempeng, seraya menghadang langkah Siti J dengan gagang tombak. Kenapa kisanak menghadang saya? Bukankah saya tidak pernah mengganggu ketenangan kisanak? tanya Syekh Siti Jenar tenang. Meskipun demikian it u adalah tugas saya selaku prajurit Demak. jawab si Kerempeng. Kisanak hanyalah se orang prajurit Demak, tidak lebih hebat dari prajurit Allah. Bukakah prajurit Al lah itu ada empat? urai Syekh Siti Jenar dengan pandangan mata sejuk. Saya tidak m engerti dengan perkataan, Kisanak? Bukankah jika Kisanak tidak paham akan sesuatu diharuskan bertanya. Namun tidak semestinya kisanak menunjukan kesombongan, mene puk dada karena berkasta prajurit, dan berlaku kasar terhadap rakyat seperti say a. Padahal kisanak hanyalah prajurit biasa yang lemah tidak sehebat prajurit All ah yang empat tadi. jelas Sekh Siti Jenar. Perkataan kisanak semakin membingungkan saya? si Kerempeng geleng-gelengkan kepala. Terdengarnya kisanak semakin melantur saja. Mana ada prajurit Allah empat, para Wali di sini tidak pernah mengajarkan seperti itu. si Kerempeng semakin mengerutkan dahinya. Jika para wali tidak menga jarkan, maka saya akan memberitahu kisanak ujar Syehk Siti Jenar tersenyum. Saya ti dak mungkin mempercai kisanak, kenal juga baru sekarang. Saya lebih percaya kepa da para wali yang telah mengajarkan agama dengan baik dan bisa dipahami. si Kerem peng garuk-garuk kepala, lalu keningnya mengkerut lagi. Apakah kisanak mesti bela jar pada orang yang sudah dikenal saja? Padahal kebenaran bisa datang dari siapa saja dan dari mana saja, baik yang sudah dikenal atau pun tidak dikenal oleh ki sanak. Karena ilmu Allah sangatlah luas, meski seluruh pohon yang ada didunia in i dijadikan penanya serta laut sebagai tintanya, tidak akan sanggup mencatat ilm u Allah. Sebab itu ilmu yang dimiliki manusia hanyalah sedikit. Seandainya kisan ak berada di tepi samudra, lalu mencelupkan jari telunjuk, setelah itu diangkat kembali, maka tetes air yang menempel di ujung telunjuk itulah ilmu yang dimilik i kisanak. terang Syekh Siti Jenar, seraya menatap si Kerempeng. Jika demikian ber arti kisanak sudah meremehkan saya. Padahal saya tidak bisa diremehkan oleh raky at seperti kisanak, saya prajurit Demak sudah diberi ilmu oleh para wali. Kisana k beraninya menyebut-nyebut prajurit Allah, yang tidak pernah para wali ajarkan. Kisanak telah menciptakan ajaran yang keliru! si Kerempeng berbicara agak keras, seraya keningnya semakin mengerut kebingungan menanggapi perkataan Syeh Siti Je nar. Kisanak tidak bisa menganggap saya keliru, jika belum paham pada perkataan t adi. Syekh siti Jenar tetap tenang. Ketidak pahaman kisanak yang memicu kesombonga n dan kedengkian akan sesuatu. Padahal apa pun yang saya katakan bisa dibuktikan . Prajurit Allah yang empat bisa saya datangkan dihadapan kisanak dengan keperka saannya. ujar Syekh Siti Jenar tersenyum tipis. Omong kosong! Coba mana prajurit A llah yang empat tadi, buktikan jika memang ada! si Kerempeng semakin pusing dan j engkel, giginya menggeretak. Kisanak tidak akan kuat menghadapi empat prajurit se kaligus. Maka saya cukup datangkan satu saja, itu pun hanya sebuah pelajaran unt uk kisanak. Syekh Siti Jenar mengangkat tangan kanannya ke atas. - Mana! Ayo datang antang si Kerempeng. Datanglah prajurit Allah yang bernama angin, berilah dia pel ajaran agar tidak angkuh dan sombong. itulah ucapan Syekh Siti Jenar. Akhhhh! Tolo nnnggg! si Kerempeng berteriak, seraya tubuhnya melayang di udara diterpa angin y ang sangat kencang, lalu jatuh di atas semak-semak. Itulah salah satu prajurit Al lah dari empat prajurit yang lebih dahsyat. Syehk Siti Jenar masih berdiri dengan tenang, matanya yang sejuk dan tajam memandang si Kerempeng yang kepayahan dan terbaring di atas semak. Maafkan teman saya, Kisanak. si Tambun mendekat penuh hor mat. Sejak tadi pun saya memaafkan teman kisanak. Namun dia tetap berlaku sombong dan menantang pada kekuasaan Allah. Sudah selayaknya diberi pelajaran agar meny adari kekeliruan. terang Syekh Siti Jenar seraya melirik ke arah si Tambun. Terima kasih, kisanak telah memaafkan teman saya. Bolehkah saya tahu nama kisanak? si Ta mbun bertanya. Kenapa tidak. Karena nama itu hanya sebuah sebutan, asma, dan buka n af al. Orang menyebut saya Syekh Siti Jenar, terang Syekh Siti Jenar tenang. O, ya s i Tambun mengerutkan kening mendengar ucapan yang kurang dipahaminya. Gendut, tan gkap lelaki asing itu! Dia memiliki ilmu sihir. teriak si Kerempeng seraya bangki

t dari semak-semak. Kisanak sangat keliru jika menuduh ilmu yang saya miliki sihi r. Padahal sihir itu bukanlah ilmu yang patut dipelajari oleh orang yang beragam a islam. Kisanak masih belum paham, bahwa yang melempar tadi adalah prajurit All ah. Syekh Siti Jenar menatap tajam ke arah si Kerempeng yang menghunus pedang. Omo ng kosong! Kisanak datang ke Demak sudah jelas berniat menciptakan kekacauan, di tambah lagi dengan ucapan melantur dan mengada-ngada. Selayaknya kisanak kami ta ngkap! si Kerempeng mendekat, ujung pedang yang terhunus ditujukan ke leher Syekh Siti Jenar. Jika ingin menangkap tangkaplah saya. Janganlah sekali-kali kisanak mengancam saya dengan ujung pedang, karena pedang hanyalah buatan manusia yang t idak berdaya. Berbeda dengan wujud kita yang diciptakan Allah . Syekh Siti Jenar te tap berdiri tenang, meski ujung pedang yang tajam berjarak sejengkal lagi menuju leher. Pedang ini jangan kisanak remehkan! Tidakkah takut seandainya pedang ini memenggal leher kisanak? Satu kali tebasan saja, leher kisanak sudah putus. ancam si Kerempeng. Tidak mungkin kisanak. Sebab pedang bukan prajurit Allah, hanyalah sebuah benda mati. Sekh Siti Jenar tetap tidak bergeming. Keparat, lihat saja! si Kerempeng mengayunkan pedang dibarengi dengan emosi, pedang tidak pelak lagi men ghantam sasaran, sebab Syekh Siti Jenar tidak menghindar sedikit pun. - Hentikan! s bun berteriak, matanya terbelalak. Diam kamu prajurit! tiba-tiba terdengar suara y ang menggetarkan, beberapa saat kemudian muncul sosok lelaki berjubah hitam, men genakan blangkon. Kanjeng Sunan Kalijaga, si Tambun menahan kedip. Kemunculan Suna n Kalijaga yang baru keluar dari mesjid Demak sangat mengagetkan. Padahal Sunan Kalijaga tidak berbuat apa-apa hanya berteriak tidak terlalu keras, tapi si Kere mpeng mematung sambil mengayunkan pedang. Hebat Kanjeng Sunan si Tambun menggelenggelengan kepala seraya menarik nafas dalam-dalam. Selamat datang saudaraku, maafk an kelancangan prajurit Demak yang kurang memahami sopan-santun. Sunan Kalijaga m enatap Syekh Siti Jenar yang tidak bergeming. Tidak memilikinya sopan-santun kare na keterbatasan ilmu dan kedangkalan pengetahuan. Benar, Sunan. tatapan Syekh Siti Jenar beradu dengan mata Sunan Kalijaga yang sejuk dan berwibawa, lalu menembus ke dalam batin. Maka berbincanglah mereka melalui batin. Sejenak keduanya saling tatap, lantas terlihat ada senyum tipis yang tersungging. Lalu saling peluk dan saling tepuk bahu. Setelah itu terlihat gerakan tangan Sunan Kalijaga mempersil ahkan tamunya untuk menuju masjid. Prajurit Tambun mengerutkan dahi, Apa yang sed ang mereka bicarakan? Kenapa berbincang-bincang tanpa suara? Mungkinkah dengan s aling menatap saja bisa berbincang-bincang? Sudahlah Saudaraku sesama muslim, kita berbicara secara lahiryah saja, sebab akan membingungkan orang yang melihat. uja r Sunan Kalijaga, seraya berjalan berdampingan menuju masjid Demak. Baiklah, Suna n. Syekh Siti Jenar mengamini. Ilmu apa yang mereka miliki? si Tambun mengikuti lan gkah keduanya dengan tatapan mata, hingga menghilang di balik pintu gerbang masj id Demak. Lalu tatapan matanya berputar ke arah temannya yang baru saja bisa men ggerakan tubuhnya. Gendut, kenapa aku tidak bisa bergerak waktu terjadi pertemuan antara Kanjeng Sunan dan tukang sihir. si Kerempeng mengelus dada, sambil menyar ungkan lagi pedang ditempatnya. Kemudian duduk, setengah menjatuhkan pantatnya d i atas ruput hijau, kakinya dilentangkan, nafasnya ditarik dalam-dalam. Itu semua pengaruh ilmu yang mereka miliki. Kita sebagai prajurit biasa tidak mungkin bis a mencapai ilmu para wali. Berbincang-bincang juga cukup dengan tatapan mata, or ang lain tidak bisa mendengar apa yang sedang mereka bicarakan. Sangat hebat. si Tambun garuk-garuk kepala. Otaknya tidak sanggup memikirkan, apalagi menganalisi s perilaku Syekh Siti Jenar dan Sunan Kalijaga. Gendut, sebenarnya apa yang tadi terjadi ketika saya jadi patung? si Kerempeng masih belum paham. Kenapa si tukang sihir itu disambut baik oleh Kanjeng Sunan Kalijaga? Bukakah kita tidak boleh me mpelajari apalagi mengamlakan ilmu sihir, hukumnya musrik! si Kerempeng memijit-m ijit keningnya. Tentu saja, sihir itu musrik dan tidak boleh dipelajari. Hanya sa ya tidak yakin kalau yang dimiliki oleh Syekh Siti Jenar itu ilmu sihir. jawab si Tambun, mencoba memprediksi. Lantas ilmu apalagi kalau bukan sihir? Lagi pula pe mbicaraannya melantur. Dia bilang Allah saja punya prajurit, itu aneh. Para Wali saja tidak pernah mengajarkan. si Kerempeng garuk-garuk kepala. Sudahlah, kita ti dak boleh berburuk sangka! Mungkin ilmu yang kita miliki belum cukup untuk memah ami Syekh Siti Jenar. terang si Tambun, seakan tidak peduli. *** Silahkan masuk sa udaraku, inilah masjid tempat kami berkumpul dan beribadah. ujar Sunan Kalijaga, seraya mendapingi Syekh Siti Jenar memasuki masjid Demak. - Terimakasih, Syehk Siti

r berjalan berdampingan dengan Sunan Kalijaga menuju ruangan tengah masjid, meng hampiri wali delapan yang sedang berkumpul. Selamat datang, Syekh. sambut Sunan Bo nang, menyodorkan kedua tangannya menyalami. Silahkan, Siapakah Syekh ini? tanya Sun an Muria. Syekh Siti Jenar tidak menjawab, lalu menatap mata Sunan Kalijaga, men embus batinnya, seraya berbincang dengan batin. Syekh, tidak seharusnya kisanak b erbicara pada wali yang lain menggunakan batin. Pergunakanlah lahiryah kisanak, karena mereka bukan saya. ujar batin Sunan Kalijaga. Saya kira mereka sama dengan kisanak. Jika demikian berarti mata batin mereka tuli dan buta. Hanya saudara Su nan yang paham batin saya. Baiklah jika saya harus berujar secara lahiryah, laks ana orang-orang yang tidak paham pada dirinya dan . Sudahlah, Syekh saudaraku. Batin kita tidak harus berbicara seperti itu. Karena mereka bukan kita, kita bukan me reka. Punya cara masing-masing untuk memahami tentang wujud, maujud dan Allah. M ereka berlaku layaknya orang kebanyakan. Apa yang sedang saudara bicarakan Sunan K alijaga dan Syehk Siti Jenar? Sebaiknya kita kembali pada alam lahiriyah. Sunan B onang memecah keheningan. Sebab yang hadir disini bukan hanya saudara berdua, ada yang lainnya. Baiklah Kanjeng Sunan Bonang. ujar Syekh Siti Jenar. Lalu dia duduk bersila disamping Sunan Kalijaga. Siapakah sebenarnnya Syekh ini? Apakah termasuk para wali seperti kita-kita ini? tanya Sunan Gunung Jati. Saya Syekh Siti Jenar lal u melirik ke arah Sunan Kalijaga, seraya kembali ingin berbincang menggunakan ba tin. Jangan, berbicaralah secara lahiryah. itu jawaban batin Sunan Kalijaga. Syekh Siti Jenar mengangguk, seraya meneruskan perkataannya, ..saya hanya manusia biasa dan rakyat jelata. Namun saya secara tidak sengaja mendengar perbincangan Kanje ng Sunan Bonang dan Kanjeng Sunan Kalijaga ketika di atas perahu. Waktu itu Kanj eng Sunan Bonang sedang mengamalkan ilmu saciduh metu saucaping nyata Ilmu apa itu Ka njeng Sunan Bonang? tanya Sunan Gunung Jati, melirik ke arah Sunan Bonang. Ilmu kun payakun , jadilah, maka jadi. Apa pun yang diucapkan akan mewujud atau jadi. teran g Sunan Bonang. benar. Ketika itu wujud saya berupa seekor cacing tanah. Setelah m endengar wirid ilmu tadi,lalu saya amalkan, seketika wujud saya berubah menjadi sekarang ini. Maka wajar jika saya pun disebut Syekh Lemah Abang. Cacing tadi te rbungkus tanah berwarna merah, hingga saat ini saya pun masih memiliki ilmu tadi serta sekaligus mempelajari Islam secara mendalam. Ilmu Islam yang saya pelajar i sudah diluar dugaan, mencapai tahap ma rifat, tidak terduga. Namun saya tetap bu kan seorang wali seperti saudara-saudaraku yang berkumpul hari ini. Saya hanyala h rakyat jelata dari pedesaan yang berada di wilayah kekuasaan kerajaan Demak Bi ntoro. Syekh Siti Jenar menerangkan. Andika tidak dianggap sebagai seorang wali ka rena asal-usul yang kurang jelas. ucap Sunan Giri. Saya bukan orang yang memiliki ambisi dan gila gelar, hanya untuk mendapat sebutan wali. Hingga saya pun mengan ggap bahwa diri saya hanyalah manusia biasa dan lahir sebagai rakyat kebanyakan. Namun kisanak menyebutkan tanpa asal-usul yang jelas. Padahal yang namanya manu sia jelas memiliki asal-usul, jika menganggap bahwa manusia ada yang tidak memil i asal-usul berarti kisanak tidak memahami siapa diri kisanak sebenarnya? Dari m ana asal kisanak? ujar Sekh Siti Jenar. Andika jangan memutar balikan ucapan dan b ermain kata-kata! suara Sunan Giri meninggi. Syekh, Sunan Kalijaga menatap Syekh Si ti Jenar, seraya berbicara dengan batin. Saudaraku sebaiknya memaklumi keadaan se cara lahiryah yang terjadi sekarang ini Baiklah, batin Syekh Siti Jenar memberi jawa ban. Kanjeng Sunan Giri, sudahlah! Kita tidak harus memperbincangkan asal-usul. Su nan Bonang memahami pembicaraan batin Syekh Siti Jenar dan Sunan Kalijaga. Sebaik nya kita berbincang tentang upaya penyebaran agama Islam di tanah Jawa ini. Baikla h, Kanjeng Sunan Bonang. Sunan Giri menyetujui. Bukannya saya tidak ingin lama-lam a berbincang-bincang dengan para wali yang agung di sini. Namun saya masih ada k eperluan lain, disamping akan berusaha membantu para wali untuk menyebarkan ajar an Islam. Izinkanlah saya untuk berpamitan, Syekh Siti Jenar bangkit dari dudukny a. Andika mesti ingat ketika menyebarkan agama Islam yang agung ini jangan sampai keluar dari aturan para wali. ujar Sunan Giri. Mohon maaf, Kanjeng Sunan Giri. Ka rena saya bukan wali, tentunya tidak terikat dengan aturan wali. Mungkin saya ak an mengajarkan dan menyebarluaskan agama Islam dengan cara saya sendiri. Syekh Si ti Jenar seraya menyalami semuanya, lalu Sunan Bonang dan yang terakhir Sunan Ka lijaga. Saudaraku selamat berjuang, mungkin pada akhirnya kita harus bertabrakan. Namun itu secara lahiryah . batin Sunan Kalijaga. Tidak mengapa saudaraku Kanjeng S unan Kalijaga itulah tujuan menuju Allah dan jalan yang berlainan. Syekh Siti Jenar

melepaskan tangan Sunan Kalijaga, seraya membalikan tubuhnya dan keluar dari ma sjid Demak diantar oleh tatapan para wali yang masih berdiri. Kanjeng Sunan Kalij aga, benar tadi batinmu berujar pada Syekh Siti Jenar. Sunan Bonang menatap Sunan Kalijaga. Tinggal menunggu waktu, Kanjeng. Itu semua kehendaknya.. jawab Sunan Ka lijaga. Kanjeng Sunan Bonang, Kanjeng Sunan Kalijaga, apa maksud pembicaran andik a berdua? tanya Sunan Giri. - Keduanya tidak berbicara lagi, karena sudah terdengar yi adzan Magrib, mereka menjawab, Allahu Akbar. Diikuti yang lainnya, meski dala m hati mereka menyimpan rasa penasaran dan keingin tahuan mengenai ucapan kedua wali tadi, untuk sementara disimpanya dalam hati masing-masing. *** Kanjeng Sunan Bonang, kayaknya kita agak kesulitan untuk menyebarkan Islam disini. Sunan Kalij aga memandang kerumunan orang. Kayaknya mereka lebih menyukai hura-hura dan gamel an, Kanjeng Sunan Kalijaga. tambah Sunan Bonang, matanya memperhatikan orang yang berkerumun menju pasar seni. Kita pun tidak perlu kalah, Kanjeng Sunan Bonang. J ika hanya mendengar kita berceramah kayaknya kurang tertarik, alangkah lebih bai knya kita pun harus mengadakan pendekatan budaya. Sunan Kalijaga tidak melepaskan pandanganya dari kerumunan orang, lalu duduk di tepi jalan di atas batang kayu yang lapuk. Pendekatan budaya? Sunan Bonang mengerutkan dahinya. Benar, pertama kit a melihat sesuatu yang mereka sukai. Kedua, kita harus masuk ke dalam sistem bud aya masyarakat. Sunan Kalijaga bangkit dan membalikan tubuhnya ke arah Sunan Bona ng. Seperti yang kita perhatikan, masyarakat Jawa sangat menyukai gamelan. Untuk itu kita turuti kesenangan mereka, tidak ada salahnya membuat gamelan Membuat gamel an? Maksud Kanjeng Sunan supaya mereka mengerumuni gamelan yang kita tabuh. Upay a untuk mengumpulkan orang ujar Sunan Bonang. Ya, setelah mereka berkerumun karena tertarik dengan irama gamelan yang kita tabuh, disitulah kita berdakwah. lanjut Su nan Kalijaga. Berdakwah, orang akan bubar. Lantas mereka tidak akan pernah berker umun lagi karena tertipu, Sunan Bonang mengerutkan dahinya sejenak. maksud saya gam elan itu hanya penarik dan pembuka acara dakwah kita. Setelah itu tidak mengalun lagi .berarti selesai pertunjukan. O, tidak seperti itu, Kanjeng Sunan Bonang. Game lan harus terus mengalun, ketika kita menyampaikan pesan dakwah. Caranya juga bu kan seperti yang biasa dilakukan para wali sebelumnya, namun ada canda dan filsa fat. terang Sunan Kalijaga. Maksud, Kanjeng? Jika demikian gamelan itu dijadikan s arana dakwah, bukankah itu seperti lakon, yang didalamnya diselipi pesan-pesan. Be gitulah, Kanjeng Sunan Bonang. Namun sarana kita adalah wayang kulit. Karakter w ayang yang kita ciptakan harus mencerminkan sosok orang baik, jahat, kejam, ulam a, dan sebagainya. Karakter yang kita ciptakan adalah cermin lelaku kehidupan ma nusia. Sunan Kalijaga, sejenak menatap awan yang melingkari puncak gunung, lalu k embali menatap lawan bicaranya. Lelaku manusia yang berbuat baik akan menerima pa hala baik, jahat pun sebaliknya. Setelah itu mereka bercermin, dalam karakter it u munculah sosok yang diteladani, yaitu karakter Kanjeng Nabi Muhammad dan para Sahabatnya. Tapi kita tidak boleh mencipta Kanjeng Nabi dan para sahabat agung dal am sebuah bentuk ukiran.. sela Sunan Bonang. Tentu, dan kita tidak akan berbuat se perti itu. Namun kita akan menciptakan karakter wayang yang memiliki lelaku Isla m. Rukun Islam itu ada lima, maka ciptakan lima sosok wayang berkarakter cermina n muslim. Kanjeng Nabi itu punya empat sahabat terbaik, hingga menjadi lima deng an Junjunan Alam Rasulullah. Bentuklah Pandawa Lima, cerminan dari lelaku Kanjen g Nabi dan keempat sahabat terbaiknya. Lalu karakter jahatnya kita bentuk juga d ari cerminan orang-orang jahat ujar Sunan Kalijaga. - Benar Sunan Bonang mengami keduanya berbicara panjang lebar membahas metode berdakwah dengan menggunakan ga melan sebagai pemikat dan wayang kulit sebagai medianya. *** Matahari mulai meny elinap dibalik bukit, kirimkan sinar keemasan di langit sebelah barat. Awan beru bah menjadi jingga, mengitari puncak pegunungan. Masa keemasan akan tiba seiring dengan perputaran roda kehidupan dan waktu. Lagu Ilir-ilir bergema sebelum wakt u Magrib tiba, nyanyian bermakna mendalam ciptaan para wali. Rakyat menyanyikann ya dengan gembira, ada yang memahmi akan makna dan maksudnya, ada pula yang masi h buta akan isinya, ada pula yang hanya menikmati lirik dan syairnya saja. Bedug Magrib tiba, mereka berbondong-bondong menuju masjid Demak Bintoro untuk shalat berjamaah. Shalat Isya pun tidak mau mereka lewatkan, meski ajaran Islam belum diterima secara merata. Dakwah yang dilakukan sebagain Wali melalui media wayang kulit dan tabuhan gamelan sebagai daya tarik. Cara seperti itu benar-benar efek tif bisa mengikat banyak orang berbondong-bondong memeluk agama Islam. Sunan Kal

Apakah kita mau tetap disini menunggu Syekh Siti Jenar? tanya Loro Gempol bangkit dari duduknya. Sayap malam mulai mengembang. karena Sunan Kalijaga berbaur didalamnnya. Itu baru benar.ijaga melepas jubah kewalian. Saya manusia biasa seperti kisanak. Saya tidak memiliki ilmu yang hebat.Apanya yang membuat kisanak pada kebingungan? Saya tidak pernah memb bingung orang lain apalagi menyusahkan orang. Ma na mungkin kita bisa membunuh. Loro Gempol mengagukan kepala. Memang benar kisanak sangat keliru. Seb aiknya kita bersikap lunak pada orang yang memiliki ilmu tinggi seperti dia. mengenakan pakaian serba hitam ala petani. Ki Benowo. matahari telah menyelinap di balik bukit. matanya menatap satu persatu wajah orang yang diajak bicaranya. langsung saja merebahkan t ubuhnya di atas rumput hijau di bawah rindangnya pohon jalan. Tapi apa mau Syekh Siti Jenar mengangkat kita sebagai muridnya? Loro Benongo meragukan. Baik kisanak atau pun ilmu ada yang memilikinya. Tataplah bintang gemintang yang ada di atas kepala kisanak nun jauh di langit. Hanya kisanaklah yang ingin membuat susah dan menyusahkan diri sendiri. lalu melintas dihadapan Kebo Benowo dan kedua temannya. Jika tetap tidak mau menerima kit a sebagai muridnya? Kita coba saja dulu. . Kebo Benowo berusaha mencerna ucapan Syekh Siti Jenar. duga Kebo Benowo. Kenapa jawaban Syekh membingunkan kami? timpal Loro Gempol. wajahnya memancarkan cahaya terang. ujar Loro Gempol gembira. tentulah pulangnya akan melewati jalan ini. Kepala seakan-akan mau pecah ketika me ndengar setiap perkataan Syekh Siti Jenar. Mengapa harus kepada saya? Ilmu apa pula yang kisanak inginkan dari saya. menunggu Syekh Siti Jena r pulang. Benar juga. bu kan pemilik ilmu. dan tidak melirik. Kepalanya mendongak ke atas menatap langit yang mulai ta mpak dihiasi gemintang. Gempol . Bukankah Syekh memiliki ilmu yang hebat? Sedangkan kami tidak bisa apa-apa? ujar Kebo Benowo. langkah pun ter henti sejenak. Apa maksud ucapan. Gempol. ucap Syekh Siti Jenar. lalu duduk di atas batu di t epi jalan. bukan pemilik ilmu dan tidak memiliki ilmu apa pun. matanya menatap jalan yang masih panjang. *** Kita belum j uga menemukan jejak Syekh Siti Jenar. ujar Loro Gempol. Syekh. Ya. padahal dia tidak membawa obor atau lampu. Kisanak mengaggap tidak bisa apa-apa. kalau diri Syekh adalah manusia biasa seperti saya. Sy ekh Siti Jenar. lalu menatap ke tiga rampok tersebut. mengulang ucapannya. Karena kami orang awam. Jika memang dia dari pusat Kota Demak Bintoro. Ki Benowo. jawab Kebo Benowo. Hingga tidak ada antara dirinya dengan rakyat. Kenapa tidak mau mengakui kalau diri S yekh memiliki ilmu yang hebat. Syekh Siti Jenar menghentikan lang kahnya. apalagi mengancamnya agar diagkat jadi murid. Bolehkah saya berguru? Mengapa mesti berguru? Kepada siapa kisanak akan berguru? Syekh Siti Jenar tidak menghentikan langkahny a. potong Kebobenowo. Hebat. terus melangkah ke depan dengan tenang. Lego Benongo menghentikan langkah. saya punya keyakinan jika Syekh Siti Jenar menuju pusat Kota Demak Bintoro. Bukankah dia ke arah sini? T idak mungkin. Syekh Siti Jena r sedikit pun tidak menyapa apalagi meliriknya. bergembiraria menyambut datangnya malam. Ki Benowo. Kalau t idak mau kita bunuh saja! geram Loro Gempol. Saya tidak mengerti pada ucapan. Bukankah kisanak sendiri dan ilmu itu ada pemiliknya? Itukah y ang membuat kisanak bingung? tatap Syekh Siti Jenar. Menarik napas dalam-dal am. Rakyat lebih mudah dideka ti tanpa rasa curiga. sangatlah sulit un tuk menemukannya. sahut Lego Benongo. Pikirannya semakin sumpek menden gar setiap perkataan Syekh Siti Jenar yang bersebrangan dengan realita yang dia pahami. Kebo Benowo berdiri. Kelihatannya Syekh Siti Jena r. Kebo Benowo mengerutkan keningnya. Benongo. Karena saya ingin memiliki ilmu. sela Kebo Benowo. Malah pengakuan saya dianggap keliru. Apakah ada yang aneh dengan bintang-gemint . tidak tahu segala hal yang Syekh ucapkan. Padahal saya manusia biasa seperti kisanak. menatap jalan yan g terbentang panjang menuju pusat Kerajaan Demak Bintoro. Syekh? ke tiga rampok hampi r serempak menepuk dahinya masing-masing. Kalau betul dia menuju Kota Demak. Kamu seperti tidak ingat saja. Kelelawar beterbangan kelu ar dari sarangnya. Itulah y ang tidak kami pahami. Kebo Benowo mengerjanya. Syekh Siti Jenar diam sejenak. Benar juga. Lihat! Mungkinkah dia y ang kita tunggu? Syekh Siti Jenar? timpal Lego Benongo. Tentu saja saya ingin berg uru pada Syekh Siti Jenar. Saya rasa itulah kehebatan ilmu yang d imilikinya. hari sudah malam. Benar juga. itu merupakan pe rnyataan yang sangat keliru. Syekh tadi mengata kan. ujar Kebo Benowo. Sebaiknya kita duduk-duduk disini sambil cari makan. Syekh ? Kebo Benowo mengerutkan keningnya. Syekh Siti Jenar telah m endekat. Kita sudah benar menemukan seorang guru. mendongak ke atas langit. Bukankah Syekh Siti Jenar itu sangat sulit dilukai? Kebo Benowo mengingatkan. rakyat jelata.

Kit a kembali pada ucapan saya semula. Saya tidak meng erti Syekh? Jika memang ada kekuatan siapa pemiliknya? Dialah Allah. Daripada saya menduga-duga. jawa an Kalijaga. Kebo Benowo mengagguk. Namun maksud tidak bisa apa-apa disini b ahwa ilmu yang saya miliki jauh dibawah kehebatan ilmu Syekh. karena tidak selayaknya seorang wali mengenakan pakaian serba hi tam seperti halnya rakyat kebanyakan. Saya menyimpang han ya dalam soal budaya. Bukankah pakaian itu cermin dari seseorang yang mengenakannya? Juga paka . u jar Sunan Kalijaga tenang. Pahamkah Kanjeng Sunan Kalijaga p ada hari ini sidang para wali mengundang? Sunan Giri membuka pembicaraan. Lalu apakah yang salah pada diri saya? kembali S unan Kalijaga bertanya. Sunan Kalijaga masih beradu tatap dengan Sunan Bonang. Benar perkata an kisanak. Selama dia tidak murtad atau keluar d ari agama Islam. saling menembus batin. Benar. Apakah setiap orang yang mengaku muslim akan batal kei slamannya jika seandainya tidak berpakaian serba putih dan mengenakan sorban ser ta jubah? tanya Sunan Kalijaga. saling bercakap. Sunan Bonang mulai menginjakan kaki di gerba ng masjid Demak. Kita sudah sampai. Bukan ada yang aneh atau tid ak. Sunan Kalijaga berbeda cara den gan wali lainnya. Namun yang masih membingungkan. Benar. Tentu tidak. Mungkin salah satunya itu. Lebih menyukai berbaur dengan rakyat kebanyakan. Haruskah andika mengganti pakaian dengan mengenakan pakai an rakyat kebanyakan? Itukah yang ingin Kanjeng Sunan Giri persoalkan? tatap Sunan Kalijaga. ujar Sunan Muria.ang di langit? tanya Kebo Benowo. dan terakhir Sunan Bonang. *** Waliso ngo terus menyebarkan agama Islam di pulau Jawa. jawab Sunan Giri. Kebo Benowo dan kedua temannya sang at senang akan diberi ilmu hebat yang dimiliki oleh Syekh Siti Jenar. Ya. ujar Syekh Siti Jenar. Tidak tahu. Kanjeng. O ya. H anya orang matilah yang tidak bisa apa-apa. ujar Su nan Bonang. Penggenggam setiap jiwa makhluknya. Perhatikanlah bintang-bintang? Kenapa tidak jatuh ke bumi dan menimpa kepala kita? Pernahkah terpikir dalam benak kisanak. rupanya mulai ada titik terang di benaknya.Karena antara kita dengan mereka nyaris tidak ada jarak pemisah. Ternyata hanya dengan cara berpakaian saja. Ikutlah k isanak ke padepokan saya! Syekh Siti Jenar membalikan tubuhnya. Itulah yang saya inginkan dari Syekh. Para wali saling tatap satu sama lainnya. Akan saya tunjukan. Berit ahu saya cara menemukan ilmu tadi. bersorban. Selamat datang. Hingga pada hari ini andika harus menghadap mereka dipersidangan para wali. pikirannya semakin ngejelimet. . mereka sudah sulit didek ati. Terimaksih. terang Syekh Siti Jenar. tentu saja mati. Sunan Kudus. Sudah semestinya seorang ulama atau wali m emiliki ciri dengan mengenakan pakaian kebesaran yang serba putih. urai Sunan Giri. yang semestinya tidak harus terjadi perbedaan paham sepert i sekarang. Itu bukan berarti bahwa saya lebih hebat dari kisanak. Tidakah andika menyadari akan tindakan yang dilakukan? Sunan Giri melanjutkan. Itulah resiko yang harus saya tanggung. alangkah lebih baiknya jika Kanjeng Sunan Giri menjelaskan. lalu beralih ke Sunan Muria. Sunan G unung Jati. Allah itu pen guasa semesta alam. Kead aan hening sejenak. ternyata pe ndekatan budaya lebih bisa diterima ketimbang hanya membawa pesan belaka. Sunan Bonang memaksakan tersenyum. tanpa mengena kan pakaian serba putih seperti yang lainnya. Hanya kisanak belum menemukan ilmu yang saya miliki. Benar juga. Maksud saya itulah tadi. Kanjeng Sunan Kalijaga dan Kanjeng Sunan Bona ng. Karena andika tidak mengenakan pakaian seperti halnya wal i lain. Kanjeng Sunan Kalijaga. ucap Kebo Benowo. Sunan Kalijaga menghela napas. Tidak mengapa Kanjeng Sunan Bonang. Namun dibalik keberhasilan andika ter nyata menuai protes dari sebagian wali. terutama Kanjeng Sunan Giri. kemudian melangka hkan kakinya dengan tenang. Jika kisanak mengatakan tidak bisa apa-apa. Silahkan duduk. Mung kinkah kekuatan yang tidak nampak? Kenapa kekuatannya tidak nampak? Siapa pula yan g memiliki kekuatan yang tidak nampak itu? tanya Syekh Siti Jenar. s eraya kakinya tetap melangkah beriringan dengan Sunan Bonang. mengapa dianggap keliru jika saya mengatakan tidak bisa apa-apa di banding kisanak. Syekh Siti Jenar mengangguk. Sementara percakapan batin mereka tidak bisa ditembus oleh sebagian wali. tatapan Sunan Kali jaga beradu dengan Sunan Giri. siapa yang menahannya di langit? S yekh Siti Jenar kembali menatap ke tiga rampok tadi. Asalkan saya tidak menyimpang dari ajaran Islam. tambah Sunan Bon ang. Syekh. Belum menemukan celah terang atas segala perkat aan Syekh Siti Jenar. Su nan Kalijaga memasuki masjid Demak beriringan dengan Sunan Bonang yang sudah ter lebih dahulu masuk. Syekh. da n lainnya. Sunan Giri dan para wali sudah menunggu. Kebo Benowo mengang guk-anggukan kepala. Jika demikian sa ya mulai terbuka dengan apa yang Syekh Siti Jenar uraikan tadi. Silakan Kanjeng Sunan Bonang duluan.

Saya lebih memilih melakukan pendekatan budaya. Saya kira andika telah menyimpang dari Islam seiring dengan ditanggalkannya jubah putih. pandangannya luru ke de pan. masuk lebih dulu diikuti kedua teamnnya. Baiklah. Dihadapannya Kebo Benowo dan kedua temannya. Jika demikian. bukanlah kami ini murid Syekh yang pertama. Indah dan asri pemandangannya. Darimanakah asalnya manusia? matanya mulai memandan g muridnya satu persatu. terang Syekh Siti Jenar. Mengapa tidak. Syekh Siti Jenar melirik ke arah gerbang padepokan. Masuklah kis anak! Terimakasih. Terutama sekali ibunya yang melahirkan. Seba b jika kita merasa tertarik pada sesuatu. Namun tujuan utama saya adalah berdakwah di tanah Jawa ini agar o rang mau berbondong-bondong masuk Islam. Lihatlah disana! Ba nyak sekali orang yang sedang menju ke padepokan ini? Kebo Benowo dan dua temanny a tercengang. mereka tidak segan lagi bersama-sama s aya untuk melakukan shalat berjamaah? Lantas sasaran Kanjeng Sunan Giri sangatla h terbatas. Kisanak? Sebab saya tidak memiliki ilmu apa pun.Pengikut dan murid Syekh Siti Jenar yang jumlahnya cukup ban ak mulai memasuki ruang padepokan. ujar Syekh Siti Jenar tenang. tentu saja kita akan selalu ingin mema ndangnya dan merasa kerasan untuk menikmatinya. . karena Allah itu Ma ha Indah. Syekh. Masjid Demak Bintoro sej enak dalam keadaan hening. Syekh Siti Jenar duduk bersila di atas tikar pandan. Karena tujuan saya bukanlah ingin mendapat julukan dan dielu-elukan banyak orang. O. terang Syekh Siti Jenar. Bukankah rakyat k ebanyakan berbondong-bondong masuk Islam. Untuk apa saya membuat ruangan sebesar ini jika tidak ada orang yang mau m enempatinya. Karena tujuan mereka bergu ru ingin memiliki ilmu lebih dibandingkan dengan orang lain. urai Sunan Kalijaga. yang memilik i segala hal dan menciptakan segala makhluk. Udaranya sejuk. Tidak mungkin saya melepaskan ajaran Islam dari diri saya seperti halnya saya menanggalkan jubah putih. Sungguh benar ya ng Syekh katakan. Jika demikian saya tidak akan bisa berkonsent rasi menyerap ilmu yang akan diajarkan Syekh? wajah Kebo Benowo menggambarkan kek hawatiran.ian serba putih itu ciri para wali? ujar Sunan Giri. jika semuanya sudah berku mpul kita mulai pelajaran ini. Karena mereka memiliki asal yang sama dan kembali pada tempat yang sama. Saya tidak bisa disebut seora ng ulama atau wali karena tidak mengenakan sorban dan pakaian serba putih? Jika hal itu alasannya maka saya tidak keberatan meski tidak disebut seorang ulama at au pun wali. memandang Syekh Siti Jenar dengan takjub. Itulah sebuah keny ataan. Tidak terdengar lagi suara yang bercakap-cakap. Syekh Siti Jenar mulai mengajarkan ilmunya. Namun tetap dalam hatinya merasa keberatan jika harus berjubel dan belajar dengan banyak orang. agar kita mudah menyatukan diri dengannya. baiklah kita tidak harus saling memaksaan dalam urusan metode dakwah. Itu cara saya. Saya rasa semua orang juga . Kisanak! ucap Sy ekh Siti Jenar. Jika cara saya berbeda dengan Kanjeng Sunan Giri itu hanyalah masalah teknis.Kenapa saya harus mengingkari ajaran Islam? Padahal den usah payah saya meraihnya. Syekh. Setelah saya renungkan dan saya pikirkan. ucap Kebo Benowo datar. tukas Sunan Kalijaga. Kebo Benowo tercengang melih at keindahan Padepokan Syekh Siti Jenar. Saya ak an memulai dengan pertanyaan. jawab Loro Gempol. *** Inilah padepokanku. ketimban g menggunakan tata cara yang bersipat asing bagi mereka. Tentu saja harus indah dan asri. Dahinya tampak dikerutkan. ternyata hanya cara yang berbeda. Kanjeng Sunan Gi ri. Itu berbeda. melihat rombongan orang yang berduyun-duyun memasuki gerbang padep okan. dan ti dak pula menganggap istimewa satu sama lainnya. Kebo Benowo dan temannya mengangguk-anggukan kepala. Kita selaku umatnya sudah seharusnya menciptakan suatu keindahan. poho n hijau berselang dengan tanaman hias memagari jalan setapak yang sedikit menanj ak menuju gerbang padepokan. selai n bergeraknya tasbih di tangan para wali. berjejer memadati ruangan. Karena Kanjeng Su nan Giri menerapkan metode dakwah serta sasaran tertentu menurut Kanjeng. tujuannya pun untuk menguasai orang lain. Syekh? matanya mengitari seluruh ru angan. banyakkah orang yang berkumpul disini dan berguru pada. tanpa harus dibatasi oleh cara berpakai an dan latar belakang budaya yang mereka anggap asing. seakan-akan merenungi ucapan Sunan Kalijaga. Sunan Giri mencair. bukankah aqidah kita tetap sama? Sunan Giri sejenak terd iam. Tentu saja manusia berasal dari kedua orang tuanya. keadaannya tenang. Satu persatu mulai mengambil tempat duduknya masing-masing. dengan hitungan tidak terlalu banyak dan ekslusif. Untuk keberhasilan dakwah saya rela menanggalkan jubah putih. . Sunan Kalijaga melanjutkan perkataannya. Kebo Benowo. Namun ruangan ini cukup luas. ujar Su nan Kalijaga. Kita berdialog dengan Allah. Duduk bersila. serta berbaur dengan rak yat jelata. Bel um juga dia berbicara.

Mereka termasuk para murid yang taat. urainya sangat percaya diri. Bukankah saya belum selesai berbicara? Syekh Siti Jenar tid ak mengubah posisi duduknya. penderitaan. Sehingga kita pun berada didalam kenikmatannya. duka. Kebo Benowo merasa khawat ir kalau tidak memperoleh kesaktian yang dimiliki Syekh Siti Jenar. Syekh. Benar. kami t ahu. Andika terlalu tergesa-gesa. Sementara yang lainnya tidak ada yang berani menentang. Setelah sedih kita akan bahagia. Berbeda dengan alam y ang sedang kita jalani sekarang. Kembalilah andika ke tempat duduk! per intah Syekh Siti Jenar. Ibu pun tidak akan bisa melahirk an tanpa pasangannya yang bernama suami. Matanya mulai menyisir wajah para muridnya yang dengan khusu memperhatikannya. Ki Benowo. setelah bergembira kita akan menangis . Alam asal muasal manusia adalah alam mili k dzatnya. Loro Gempol yang tidak sabaran selalu menyela.dan seterusnya. ujar Kebo Benowo. karena sudah mulai mendalami seba gian ilmu yang diajarkannya. Benar. Syekh. Memang saya ceroboh. tertawa. Itulah tadi yang saya urai kan. Namun stelah saya perhatikan tern yata inti dari ke tiga agama tersebut memiliki kesaamaan. Saya paham dan tertarik untuk mengambil kesamaan dari ke tiga ajaran tadi. Kisanak. Kenapa andika ceroboh. Ki Ageng Pengging. Apakah itu. hati mulai terbuka akan segala hal yang sebelumnya tidak diket ahui. Mereka semakin khu suk mendengarkan. seraya menatap wajah Syekh Sit i Jenar yang memancarkan cahaya. andika membawa ajaran Islam. lara. kemelaratan. mencari yang namanya Sang Pencipta. Syekh Siti Jenar mengayunkan telun juk dari tempat duduknya. Bukankah andika sudah tahu . tam bah Kebo Kenongo. Akkkhhhhh! Tolong! tiba-tiba Loro Gempol terbanting. Benar. terang Syekh Siti Jenar. namun ada juga ya ng belum memahami maksud uraian tadi. Tapi kami meminta kesaktian yang Syekh punyai. Seluruh manusia yang belum lahir kedunia ini berada pada suatu tempat y ang bernama bahrul hayat . ujar Syekh Siti Jenar. semua orang tahu. sakit. Sebab hakikatnya sama. Gempol? Kebo Benowo berbisik p ada Loro Gempol yang telah duduk kembali disampingnya. Mereka ada yang bisa mencerna dan memikirnnya. Bukankah sebelumnya kita tidak pernah merasakan penderitaan dan kemiskinan urai Syekh Siti Jenar. sedih. sementara tatapan matanya terus berputar. Secara lahiryah. kemiskinan dan sebangsanya karena telah terlahi r ke dunia ini. manusia dilahirkan oleh seorang ibu. matanya menatap tajam wajah lelaki yang masih keturunan Majapahit. Syekh? Kebo Benowo menindaklanjuti pertanyaan temannya. ucap Syekh Siti Jenar. . Darimana asalnya manusia? Darimanakah itu Syekh? Saya kira Syekhlah yang lebi h tahu. *** Syekh. ujar Kebo Kenongo. Syekh? tanya Kebo Benowo. Para murid Syekh Siti Jenar sejenak merenungkan uraian gurunya. Mana bisa orang mendapatkan ilmu ma rifatullah jika ti dak bisa mengendalikan emosi. Loro Gempol seraya bangkit dari duduknya. berhenti sejenak. Manusia berasal dari Allah. apalagi berujar yang tidak karuan di depan orang yang memiliki tingkat kesaktian tinggi. seraya jari je . Masih untung andika t idak diusir dari padepokan ini. Waktu terus merangkak pelan. Jika jawabannya seperti itu.Jika demikian kehidupan dunia ini berbeda deng alam asal muasal kita. Jika andika mengulang kesalahan. kemiskinan. bagaimana kehebatan Syekh Siti Jenar ketika kita rampok. Maka saya tidak perlu memberitahukannya lagi. ke mungkinan besar kita akan ditolak menjadi murid beliau. dan roboh di atas lantai. Syekh Si ti Jenar memandang ke setiap sudut. Tapi saya tidak ak an mengulang kesalahan ini. lanjut Syekh Siti Jenar. Semua agama sebenarnya dari asal yang satu. Sang Pemilik. tangan kanannya tetap m emegang tasbih. Syekh? ujar Kebo Benowo. bergembira. Yai u tempat hidup dan kehidupan. kedatangan kami kesini bukan untuk mempelajari ilmu seperti itu. Padahal agama yang saya kenal sebel umnya adalah Hindu dan Budha. Jadi dunia ini tempatnya kita menjalani kes edihan. menggiring para murid Syekh Siti Jenar pada ajarannya. Hanya yang membedakan agama-agama tadi adalah lelaku lahiryahny a saja. Dari dzat Allah yang mencipt akannya. yang didalamnya tidak pernah terasa kesedihan. Sang Maha Perkasa. Bukankah disana nyaris kita tidak pernah merasakan apa pun. Manusia tidak pernah merasakan lapar. Itu karena sangking nikmatnya kehidupan sebelum lahir ke dunia. tabiat rampoknya mulai tumbuh kembali. Kita m erasakan penderitaan. bisik Loro Gempol. Maafkan saya. Ki Ageng Pengging . Syekh. maka kembali berputar. sejenak menghentikan ucapannya. Syekh Siti Jenar menghela napasnya. Lupakanlah pe ristiwa tadi. bahkan bahagia. tidak pern ah pula setelah bergembira kemudian bersedih. Setelah semua nya secara berurutan atau tidak kita alami. Lalu bagaimana menurut. Aduhhhh Loro Gempol memijat-mijat bokongnya yang teras a sakit akibat benturan. Kita kembali pada pertanyaan sem ula.tahu. Disitu manusia merasakan kenikmatan yang tidak ada taranya. Ya. kesedihan.

Gempol! Kebo Benowo memberi apalagi mengistimewakan satu dengan lainnya. jika meman g pertemuan saya dengan Ki Ageng Pengging menjadi bahan perbincangan andika berd ua. Maka terjadilah! tambah Syekh Siti Jenar. berd oa. lalu memandang awan yang berserak di langit biru. saran Syekh Siti Jenar. Kebo Kenongo menganggukan kepala. dan ritual itu untuk mendekatkan diri kita dengan Yang Maha Agung? timpal Kebo Kenongo. Kebo Kenongo mengerutka n dahinya. dan Shalat. Saya juga demikian. Namun yang dikatakan kemanung galan kita dengan Sang Pencipta itu di sisi mana? tanya Kebo Kenongo. Mungkin syariat dari ajaran Hindu dan Budha bersemadi. mereka sedang menuruni buki t menuju padepokan. Kanjeng. Karena lebih nikmat didalam kemanunggalan tadi diband ingkan dengan dunia dan segala isinya. Andika pun hendaknya bisa mencapai tahapan yang sedang kami perbincangkan. melanjutkan langkahnya. a pa masih perlu yang namanya dzikir. Kelihatannya sangat serius. mantan rampok. Padahal dia bukanlah seorang wali? Sunan Giri menyela. Benar sekali Ki Ageng Pengging. Keduanya hanya m engangguk dan selanjutnya menundukan kepala. mencoba mencerna uraian Syekh Siti Jenar. Saya baru bisa menjelaskan lebih mendalam jika Ki Ageng Pengging mencoba. Syekh. mungkin orang Islam dengan tata cara berdzikir. *** Saya mendapat kabar tentang pesatnya ajaran yang disampaikan oleh Syekh Siti Jenar. Itulah Manunggaling Kawula Gusti. terang Syekh Siti Jenar pelan. Hanya Syekh Siti Jenar akan mudah d iajak berbincang-bincang jika kita memahami yang dibicarakannya. shalat. Ketika wah dat ul wujud. Syekh. Tidak mengapa. Saya sering melakukan semedi dan tapabrata. mana mungkin akan tertarik pula dengan urusan dunia dan seisinya. melangkah pelan menyusuri jalan setapak di ikuti Kebo Kenongo menuju padepokan. Saya paham maksud. Penyebaran ajaran deng . Syekh. ritual? . k etika kita menyatu dengan Dzat Sang Pencipta. Kebo Kenongo sejenak memandang ke arah puncak gunung. jawab Kebo Benowo datar. ujar Sunan Bonang. Allah. urai Kebo Benowo. Namun ket ika kita sudah berada pada tahapan tadi. Andika berdua memperbincan gkan saya? Syekh Siti Jenar menatap Kebo Benowo dan Loro Gempol. Andika jangan berprasangka buruk. Benar. t. Karena mereka baru menyadari kalau Syekh Siti Jenar memiliki ilmu batin yang sangat hebat. Ya. Kebo Kenongo menatap keagungan sinar yang terpancar d ari wajah Syekh Siti Jenar. langkahnya terhenti di tepi jalan. Upaya pendekatan apalagi yang harus kita lakukan. ditamba h lagi dia orang cerdas. duduk bersila di hadapan S unan Kalijaga. sejen ak. Tapi semua itu hanyalah bentuk pendekatan secara jasadiah saja. sedangkan Ki Ageng Pen gging sudah mengenal agama-agama sebelum datang ajaran Syekh Siti Jenar. Lalu bangkit dari duduknya. Benar . Mereka sedang me mperbincangkan apa di atas sana? Loro Gempol melirik ke arah Kebo Benowo yang sed ang berdiri di halaman padepokan. Syekh. urai Syekh Siti Jenar.mari tangannya memberi gambaran simbol pada Kebo Kenongo. Mungkin juga. Seb ab tidak mungkin saya mengurai sebuah persoalan jika seandainya Ki Ageng tidak m enjelaskan terlebih dahulu hal yang mesti dibahas. Untuk meyakinkan segala hal yang saya katakan sebaiknya Ki Ageng Pengging mencobanya. Mengapa mereka ke lihatannya khusuk dan serius. terang Syekh Siti Jenar. Apa pun yang kita inginkan bisa terwujud hanya dengan kalimatnya. jadi. tatapan mata Loro Gempol ter tuju kembali pada Syekh Siti Jenar dan Kebo Kenongo. Syekh Siti Jenar menghela napas dalam. Disi tu terjadi penyatuan antara Gusti dan abdinya. sedangkan batinnnya tertuju pada Yang Maha Segalanya. Kenikmatan kita saa t bersemadi ketika wujud kita telah menyatu dengannya. Kita belum bisa dianggap selevel dengan Ki Ageng Pengging. di belakangnya Kebo Kenongo me ngiringi. Maka hal itu baru saya uraikan kembali menuju Manunggaling Kawula Gusti. lalu ada perbedaan dari sebelumn ya. Jika kita sudah dekat apala gi menyatu dengannya masihkah kita perlu melakukan upaya dan tata cara pendekata n? Tentu saja jawabnya tidak. Kanjeng.dalam. Mungkinkah karena Syekh Siti Jenar berbincang-binc ang dengan keturunan Majapahit? Sehingga dia memperlakukan Ki Ageng Pengging leb ih istimewa dibandingkan dengan kita. Kun. Inti dari ajaran Manunggaling Kawula Gusti? Kebo Kenongo memulai lagi pe rbincangan.Bukankah tujuan dari dzikir. Setelah kita menyatu dengannya. Kita hanya bisa merasak an nikmat saat bergumul dengan Dzat Yang Maha Kuasa. Kenapa dia bi sa berhasil dengan pesat dalam penyebaran agama Islam di tanah Jawa. Apalagi yang mereka p erbincangkan kalau bukan masyalah ilmu. Sunan Kalijaga mengamini. ujar Syekh Siti Jenar enteng. Mungkin ya mungkin tidak? Loro Gempol meng hentikan pembicaraannya. Karena kita latar belakangnya rampok dan tidak pernah mengenal ajaran agama apalagi filsafat. setelah beberapa langkah jauh dari Loro Gempol dan Kebo Benowo. jik a kita sudah melebihi dari dekat. karena mereka sudah mendekat.

baru menduga-duga. Cari saja kalau m au! ujar si Kerempeng melangkah dibelakangnya. terang Sunan Bonang. Tapi jika melihat kesaktian dan kehebatan ilmuny a saya yakin bahwa dia masih termasuk wali. batin Sunan Bonang. Itu yang sedang kami renungkan. Tidak lupa pula para wali yang lai n. terang si Kerempeng. ucap si Kerempe ng. jawab si Tambun tenang. Saya kira sudah tahu dan yakin. Maksud andika? Kalau belajar dengan Kanjeng Sunan Kalijaga untuk sampai pada taha p atas harus bertahap. Kenapa andika punya dugaan. Sunan Bonang menatap Sunan Kalijaga. tetapi tidak mudah untu k mendapatkan ilmu dari para wali tanpa melalui tahapan-tahapan yang berat. sama-sama menuju gerbang alun-alun. Pertama karena dia jarang berkumpul di dalam masjid Demak. Karena dia salah seorang dari wali. si Tambun mengangguk-anggukan kepala. Bukankah kita hanya sebatas mengetahui dengan keterbatasan i lmu kita. Kanjeng Sunan Giri. kalau tahu tempat tinggalnya atau padepokannya akan saya datangi. Kenapa mesti berguru pada Syekh Siti Jena r yang tidak jelas asal usulnya? Bukankah Kanjeng Sunan Kalijaga juga sangat sak ti dan beliau jelas asal usulnya. berdiri tegak sambil memegang tombak .Namun biarl ktu yang menjawab. Tanyakan saja pada Kanjeng Sunan Kalijaga. Ada apa? Tidak. Bukankah kita pun sebagai para wali telah menyisir seluruh pulau Jawa dalam upa ya penyebaran ajaran Islam? ujar Sunan Giri. Kita hanya memaklumi saja k emampuan seorang rakyat jelata seperti Syekh Siti Jenar mampu mengembangkan dan menyebar luaskan ajarannya. Sebab kita tidak mungkin bisa merubah alur kehidupan yang akan terjadi. coba m enebak-nebak. Kenapa andika berdua terdiam? Sunan Giri menatap Sunan Bonang dan Sunan Kalijaga. si Kerempeng dan si Tambun seda ng berbincang-bincang di bawah pohon beringin menunggu giliran berjaga di gerban g alun-alun Demak Bintoro. hanya saja tidak termasuk wali sembilan. Ya.an pesat di sini bukan berarti mayoritas. Mungkin hanya sekelompok kecil saja yang kem ungkinan terserak di pelosok Negeri Demak Bintoro. justru itulah nantinya akan menuai persoalan. Bisa jadi? si Kerempen g mengerutkan dahinya. sebab Kanjeng Sunan Kalijaga pun cukup berhasil dalam upaya ini. terang si Tambun. Kanjeng Sunan Bonang. Buktinya dengan Sunan Kalijaga sangat akrab. Namun itu buka n sebuah persoalan selama dia tidak menyimpang dari aturan para wali. berbeda dengan Syekh Siti Jen ar yang kadang-kadang ucapannya membingungkan kita? . terang Sunan Bonang. Jelas beda. Gendut? si Kerempeng berdiri. Itulah yan g membuat saya khawatir. terkadang bicara melal ui tatapan matanya. *** Prajurit Demak yang pernah berhadapan dengan Syekh Siti Jenar.Itulah bedanya Kanjeng Sunan aga dengan Syekh Siti Jenar. jelas si Tambun seraya mengangkat tombak. Jangan pada saya! jawab si Kerempeng tinggi. Tentu orang-orang Demak Bintoro pada k enal seperti halnya para wali. Itu dugaan saya. Tetapi tentang isi ajaran yang disampaikannya. Namun meskipun Kanjeng Sunan Kalijaga orang sakti tapi pem bicaraannya tentang agama bisa dipahami oleh kita. Mungkin karena tidak tinggal di pusat kota Demak Bintor o. Tentang pembicaraannya tidak kita pahami. termasuk pengaruh dan wibawanya. Pasti. Syekh Siti Jenar ternyata temannya para wali. Keduanya dia sangat terlihat akrab dengan Kanjeng Sunan Kalijaga yang memilki kesaktian seimbang dengannya. ujar si Tambun. ujar Sunan Giri. Sedangkan Syekh Siti Jenar bisa lonc at pada tingkatan yang kita inginkan. jawab si Tambun. Bukankah maksud kita bukan urusan pesatnya penyebara n yang akan dibicarakan. Kanjeng. si Tambun membetulkan penutup ke palanya.. Benar. si Tambun mengerutkan dahinya. . Mungkin juga dia punya tugas lain di pedesaan dalam penyebaran agama Islam? la ngkahnnya terhenti tepat di depan gerbang alun-alun Demak Bintoro. Kalau Syekh Siti Jenar sangat mudah memberikan il mu. buktinya dia berbicara yang tidak bisa kit . Tahu dari mana? si Kerempeng penasaran. Meskipun hanya berupa dugaan tapi saya yakin. Apa bedanya dengan Syekh Siti Jenar? si Kerempeng menyandarkan punggung ke pohon beringin. T etap saja pesatnya ajaran yang dia bawa penyebarannya tidak akan seluas para wal i. langkah kakinya pelan menuju gerbang alun-a lun Demak Bintoro untuk melaksanakan tugas mengganti yang lain. bahwa Syekh Siti Jenar seolah-olah ditugaskan menyebarkan ajaran I slam di Pedesaan? tanya Si Kerempeng. Apa boleh bu at. Andika sepertinya te rtarik oleh Syekh Siti Jenar. urai Sunan Kalijaga dengan bahasa batinnya. Namun mudah-mudahan yang kita kha watirkan itu tidak. Saya jadi ingin memiliki ilmunya. Makanya ingin membuk tikannya. Saya rasa mudah mencari tempat ting gal orang sakti seperti Syekh Siti Jenar. tidak bisa langsung. Jika Syekh Siti Jenar sangat mudah memberikan ilmu. Namun apakah dia juga termasuk salah seorang wali di antara wali songo? mat anya menatap si Kerempeng. berbicara melalui batinnya. ujar si T ambun. ujar si Tambun. Kanjeng. tambah si Tambun. Lha.

Syekh i Jenar bangkit dari duduknya. Apa yang andika rasakan saat shalat? Tidak ada. kemudian membukanya lagi dan menatap Kebo Kenongo yang masih berdiri henda k shalat. si Kerempeng mengerutkan dahinya. makanya pembicaraannya kadang-kadang melantur. Tidak juga. Syekh Siti Jenar berhenti sejenak. bahkan tidak bisa melaku kan seperti yang Syekh perlihatkan. Justru itulah. Lalu berdiri. Tdak lagi jadi prajurit tapi jadi Raja haha ha. Syekh Siti Je nar memutar tasbih seraya mulutnya komat-kamit berdzikir. Padepokan yang ditata sedemikian rupa menambah khusuk para p encari ilmu. Lantas. Ki Ageng. Melantur itu me nurut kita. ujar Kebo Kenongo. urai Syekh Siti Jenar. Syekh? Kebo Kenongo mengerutkan dahinya. dua jengkal. Bukankah shalat jalan kita untuk menuju manunggaling kawula g usti. Apakah harus berdzikir menuju maunggaling kawula gusti. Lantas? Manunggaling kawula gusti sangat berbeda dengan mendekatkan di ri kepada Allah. *** Syekh. ujarnya pendek. keningnya berkerut-kerut. Saya tidak merasakannya. Keadaan di padepokan Syekh Siti Jenar sore itu terasa se gar. Siapakah itu? Dan mengapa prajurit Allah bisa diperintah juga oleh Sy ekh Siti Jenar. Perbedaannya? keningnya semakin berkerut. Panas matahari tidak menyengat seiring dengan bayang-bayang manusia yang ki an meninggi. Tidak kah andika mendekati Allah? tanyanya kemudian. Sedangkan Syek h Siti Jenar tidak. juga ibadah bagi hamba atau abdi Allah. Tidak juga. Hampa. perlahan menurukan kaki satu persatu hin gga akhirnya kembali menyentuh tanah. Tiba-tiba tubuhnya mengangkat dari tikar yang didudukinya dengan jarak satu jengkal. si Tambu n tersenyum. Baiklah. t ambahnya. De kat bukanlah manunggal. si Tambun mencoba menerangkan. Jangan salah ini bukan shalat! Namun shalat ad alah salah satu upaya untuk mendekatkan diri kepada Allah. aneh bukan? tambahnya. berceritalah setelah selesai mendirikannya. Kalau saya memiliki ilmu seperti itu dan menguasai prajurit Alla h seperti dia tentu pangkat akan naik. Saya yakin Kanjeng Sunan Kalijaga mengajarkan den gan bertahap karena beliau melihat kemampuan orang yang menerima. Dengan jalan shalatkah? tanya Kebo Kenongo. Saya penasaran dengan yang disebut empat prajurit Allah oleh Syekh S iti Jenar. Tida mungkin. Bukan. Ap a yang terjadi. matanya menatap tajam ke arah Kebo Kenongo. pepohonan dan tumbuhan berdaun lebat me ambah suasana asri. ujar si Kerempeng. saya telah mencoba untuk menuju man unggaling kawula gusti . desis Kebo Kenongo . jawab Syekh Siti Jenar pendek. Shalat saya sudah selesai. kisanak. Syekh. Manunggal bukanlah dekat. Syekh Kebo Kenongo mendekat. Mungkin shalat saya terlalu khusuk. . berarti sudah bisa loncat. Karena yang namanya dekat berbeda dengan manunggal. Tujuan andika shalat? Syekh Si ti Jenar tersenyum. Syekh Siti Je nar menengadah ke langit. Syekh? tanyanya kemudian. Namun ketika orang belum lagi menemukan hakikat da ri shalat. bela s i Tambun. lalu duduk bersila di atas rumput hijau yang dihampari tikar pandan.a pahami. Gerak-geriknya tidak luput dari pandangan Kebo Kenongo. Namun sekarang sebaikny a Ki Ageng Pengging shalatlah dulu.Udara pegunungan terasa sejuk. itulah seperti yang Ki Ageng Pengging rasakan. si Kerempeng mencibir. namun saya belum sam pai. Maka hukumny a wajib. jawab Kebo Kenongo. B ukankah saya tadi waktu shalat tidak menemukan apa pun. Tidak pula menjumpainya. satu hasta. Syekh? Kebo Kenongo garuk-garuk kepala. Syekh Siti Jenar sejenak memejamkan mata. untuk apa shalat dan berdzikir? kerutnya. Hasil pendekatan? Jadi bukan m anunggaling kawula gusti? dengan menahan kedip Kebo Kenongo bertanya. Masa dia pernah bilang ka lau Allah itu punya empat prajurit? Bukankah Allah itu punya para Malaikat? Kena pa mesti ada lagi prajurit. Bukankah Syekh pernah mengatakan kalau semua itu upaya untuk mendekatkan diri dengan Allah? Jika itu jawaban Ki Ageng Pengging benar adanya. Bukankah mendekatkan diri kepada Allah sama saja dengan menuju manungga ling kawula gusti? tanya Kebo Kenongo selanjutnya. Gendut. Tidak. Bukankah andika telah mencoba menuju maunggaling kawula gusti? Benar. Coba saja jika kita sudah berada p ada tahapan atas mungkin sangat paham pada setiap ucapan Syekh Siti Jenar. Baiklah. terang Kebo Kenongo. Lihatlah! k edua tangannya ditumpuk di bawah dada. Kebo Kenongo menghampar serban di depannya. Sekarang saya akan shalat. dua depa. Cerdas juga an dika. Saya belum m enerangkan tentang manunggaling kawula gusti. ujar Syekh Siti Jenar. Ini hanyalah bagian terkecil akibat dari pendekatan dengan Allah dalam keadaan mel ayang. Namun kita tadi berbicara tentang upaya pendekatan terang Syekh Siti Jenar. A ndika sekarang akan shalat? Syekh Siti Jenar duduk bersila di sampingnya. Mengkhayal. terang Syekh Siti Jenar. karena kita ilmunya masih rendah. Tidaka h merasakan sejuknya udara pegunungan? Tidakkah andika melihat kain serban yang terhampar di tempat sujud? lanjut Syekh Siti Jenar. Shalat tadi merupakan syari at bagi pemeluk Islam.

Sudah s epatutnya ilmu itu diamalkan. jawab Syekh Siti Jenar. Syekh Siti Jenar masih dalam keadaan bersi la. Syekh. menghilang! Kebo Benowo menggosok-gosok kedua matanya. Saya menginginkan ilmu untuk bertarung. Benongo. Syekh. Kita meski berbeda agama namun bukanlah andika harus memaksakan syari at ajaran yang saya miliki untuk Ki Ageng kerjakan. pelajarilah itu. kalau tidak ingin hilang hakikatnya.. yang telah kami anggap sebagai guru. Saya tidak mengerti dan paham. ujar Kebo Benowo dan dua temannya. Jika memang Dia menghendaki. Hakikat menuj u pada pendekatan sebelum manunggaling kawula gusti. Syekh Siti Jenar melangkah pelan. Per lahan-lahan tubuhnya samar dari pandangan Kebo Benowo dan temannya. Jika seandainya saya memiliki ilmu maka tidaklah keberatan untuk memberikan. urainya kemudian. Dekatkanlah diri andika pada Sang Pencipta. Hiaaaaaaattttt . menyisir keberadaan Syekh Siti Jenar. Untuk apa bisa mengubah daun menjadi emas? Dalam urusan bertarung secara fis ik saya bisa. Syekh telah mengajarkan dan mengamalkan ilmu kepada kami semua d engan satu kalimat. Sudah. Kebo Benowo dengan nada pelan. Syekh selalu merendah. Lego Benongo. be gitu juga temannya. Syekh Siti Jenar menggenggam tasbih dengan tangan kirinya. Mustahil Syekh tidak bisa memberikannya. terdengar mulutnya komat-kamit membacakan dzikir. Jadi kalau begitu saya bisa memohon kepada Syekh untuk diajari ilmu.eh. Kebo Benowo tampak senang. Loro Gempol memutar mat anya menatap ke segala arah. niscaya apa pun yan g andika inginkan akan terkabul. Namun sebaliknya jika ilmu itu tidak pernah diamalkan (dibagikan) apalagi kikir untuk mengajarkannya. Wahhh benar-benar hebat ilmu yang Syekh berikan. Bukankah andika sudah ja go bertarung? Mengapa mesti saya yang mengajari? Syekh Siti Jenar membetulkan dud uknya. Kebo Benowo menelan ludah. Itu yang kalian inginkan. Syekh Siti Jenar kembali mengurainya. seraya menatap Syekh Siti Jenar dengan penuh kekaguman. Untuk itu izinkanlah kami pulang kampung. ujar Syekh Siti Jenar. Bisakah saya menemukan hakikat yang dimaksu d oleh Syekh Siti Jenar? Kebo Kenongo seakan-akan kehilangan gairah. Cepat! m enyodorkan golok pada temannya. terang Syekh Siti Jenar. Mereka selalu meminta imbalan.!!! Hebat. . Kembalilah. Katakanlah! Syekh Siti Jenar menatap Kebo Benowo dan tem an-temannya. saya menginginkan ilmu yang Syekh miliki. Namun saya masih kalah dengan ilmu Syekh waktu bertarung saat itu.B Syekh. sejenak Kebo Kenongo merenung.. begitu juga ke dua temannya. babatlah tubuh saya dengan golok ini. Bagaimana cara mempelajarinya? tanya Kebo Benowo menge rutkan keningnya. Harus bagaimana? . baru andika akan bisa. Jika demikian s aya baru berada pada tahapan syari at. Juga jika saya bisa mengubah daun menjadi emasmaka say a akan menjadi orang kaya raya seantero negeri Demak Bintoro. ka rena hanya itu yang kalian ingin raih. Cukup! lalu duduk bersila dihadapan Syekh Siti Jenar. b enar-benar hebat. S udah saya berikan. terutama dalam upaya pendekatan. Terimakasih Syekh! be rjingkrak-jingkrak kegirangan. sambil memutar tasbih. Jadi. Hendaklah tidak ditukar dengan emas atau uan g. Caranya itu yang susah. Hingga akhir nya tidak terlihat. apalagi dijual belikan. Tidak mustahil bagi Allah. Teri makasih. terang Syekh Siti Jenar. Ternyata Syekh sangatlah baik. Ilmu jika semakin sering dia malkan dan diajarkan maka akan semakin bertambah. Loro Gempol ternyenyum bahagia. Baik. Namun hendakn ya Syekh tidak marah terhadap permintaan saya. kal au tidak berupa tumbal. Karena Sang Penciptalah yang memiliki segalanya . Kebanyakan orang adalah seperti itu. maka seperti yang pernah sa ya jelaskan pada Ki Ageng. *** Syekh. Apa yang andika inginkan dari ketidaktahuan saya? tanya Sye kh Siti Jenar.Bany ntuk menuju Allah. Baiklah. ujar Kebo Benowo. Mintalah apa yang a ndika inginkan. ujar Syekh Siti Jen ar. secara p erlahan akan hilang dari diri kita. maka jadilah. Saya juga. Karena kebias aan andika adalah bersemadi. maafkan kami menghadap. Ya. kemana beliau? Ya. dan ilmu untuk mengubah daun menjadi emas. Laksanakanlah itu. Saya sudah bisa? Kebo Benowo bangkit dari duduknya. Saya sudah bisa mengubah daun menjadi emas. Aneh. K ebo Benowo semeringah kegirangan. Bukankah dengan cara itu andika merasakan hal yang berbeda. hingga keinginan kami tercapai. Kami tidak akan pernah melupakan jasa baik Syekh. Syekh? Loro Gempol bangkit dan mencabut golok dari sarungnya. Saya ingin langsung bisa tanpa harus melalui tahapan rumit yang Syekh sebutkan. Syekh. berbeda dengan o rang-orang yang memiliki ilmu tinggi lainnya. hebat. Kebo Benowo garuk-garuk kepala. ketika tubuhnya dibabat oleh Le go Benongo tidak merasakan apa pun bahkan seperti membabat angin. Ki Ageng Pengging. lalu memetik selembar daun basah dan diusapnya dengan kedua telapak tangan. bersiaplah! tanpa ragu-ragu lagi Lego Benong o membabatkan golok pada Loro Gempol yang berdiri tegak. E. Syekh. Benar-benar le . Kalau boleh.

Kenapa? Ya. dan manunggal. Cara pendekatan dan kebiasaan ternyata tidak mudah untuk di rubah. Benar. . meringis ketakutan. Syekh Siti Jenar melirik ke arah Kebo Kenong o. Hahaha bagus. Keparat! Apa maumu? Joyo Dento pemimpin kelompok sabu ng ayam Masa andika tidak mendengar? Bukankah saya menyuruh andika dan kawan-kawa n agar tunduk!? Loro Gempol dengan sorot mata meremehkan. Diikuti empat orang temannya. Kebo Kenongo menghela napas dalam-dalam. tambah Kebo Kenongo. diikuti temannya. m enyodok perut. atau orang tadi d alam keadaan susah. Karena Ki Ageng Pengging sudah terbiasa dengan cara itu. Namun belum manunggaling kawula gus ti. karena itulah yang dis ebut manunggal. Karena apa yang kita inginkan telah kita peroleh. Syekh. Menghilangnya Syekh S iti Jenar berarti merestui kita semua. Tidak jadi soal. Loro Gempol kembali menyar ungkan goloknya. Kenapa tidak dari tadi kalau mau menyerah. akhirat. Jadi kalian mau saya musnahkan ketimbang tunduk pada saya? Loro Gempol menghunus goloknya. Mari kita turun dari padepokan ini! Kebo B enowo bangkit dari duduknya. Orang melakukan tata cara dan ritual dalam wujud pisik yang berbeda namun tujuannya tetap satu. Percaya kalian sekarang dengan kes aktian saya? Loro Gempol dengan tangan kiri berkacak pingging. Begitu pula teman-temannya. Me . lupalah kepadanya. *** Syekh. Disamping itu kita pun sudah meminta izin untuk kembali ke kampung. habisi dia! peri ntah Joyo Dento pada temannya. Membiarkan lawan melakukan serangan. Kawan-kawan. Gila? Joyo Dento men ghentikan gerakan. seraya kakinya mundur beberaba langkah. tatapannya mendarat pada wajah Syekh Siti Je nar yang bercahaya. ke parat! Joyo Dento mencabut keris dari sarungnya. Bukankah ada juga orang yang tidak terlalu tertarik pada urusan lahiriyah saja ? Namun mereka menginginkan kesempurnaan hidup dan masuk dalam tahap akrab denga n Sang Pencipta? kerut Kebo Kenongo. Karena mereka lebih mencintai urusan lahiriyah yang cenderung duniawi ket imbang urusan alam kembali. Seluruh senjata yang kita gunakan untuk mecabik-cabik tubuhnya. terang Syekh Siti Jenar. Matilah andika kepa rat! Joyo dento menyodokan keris ke arah uluhati. Kebo Kenongo melangkah pelan di samping Syekh Siti Jenar. Darimana andika punya ilmu sihir? tanya Joyo Dento. Kang. Tunduk? Jangan harap. dan kaki. Ketika mereka merasa senang dan bahagia. Ki Ageng Pengging. *** Kalian orang-orang miskin! Sebaiknya tunduk dan takluk pada saya. tangan kanannya me mutar kumis. Itulah yang jumlahnya sangat sedikit. Namun ketika kita menggunakan jalan yang berbeda ternyata memiliki tujuan sama. Sebaiknya kita ikuti saja keinginannya. Benar. ternyata saya lebih bisa merasakan mendekati Sang Pencipta dengan cara bersemadi. sepe rti Syekh sampaikan. Benar juga. jawab Jo yo Dento. Benar. tenaganya merasa terkuras. tetapi untuk mengajukan berbagai macam permohonan dan kein ginan. Percaya kalian sekarang pada saya? Jika percaya dan tida k punya lagi keberanian sebaiknya jadi pengikut saya! Tunduk pada saya! Mana mungk in saya harus tunduk pada andika? Sedangkan saya belum andika kalahkan. uj ar Joyo Dento serempak. Mendekatkannya. punggung. yang akhirnya wahdatul wujud. Ilmu ap a yang dimiliki si Loro Gempol? Rampok kampungan ini mendadak punya kesaktian ya ng luar biasa.nyap. Pilih mati atau jadi pengikut saya? ujar Lo ro Gempol sembari menyilangkan golok di depana dadanya. Ikutlah kalian ke tempat saya. lalu Syekh Siti Jenar memberi isyarat dengan jari jemari tangannya. tantang J oyo Dento. kepala. Sang Penc ipta. Lantas? Mereka mendekatkan diri kepadanya bukan un tuk tujuan manunggal. Satu harapan untuk mendapatkannya. Ketimbang kita mati mengenaskan. Hahaha ternyata andika punya keberanian Joyo Dento? Loro Gempol tidak be rgeming melihat ketajaman ujung keris yang terhunus. Mereka pun turun dari padepokan m enuju kampungnya. ujar teman Joyo Dento. Majulah kalian semua! Buktikan kehebatan kalian ji ka memang sanggup membunuhku hahaha! Loro Gempol tertawa renyah. Sebaiknya kita jadi pengikutnya saja ketimbang dihabisi. Kami menyerah saja. l aksana menghantam angin? mengerutkan keningnya. mera ihnya. Satu. Loro Gempol berkacak pinggang di hadapan orang-orang yang berbondong-bondo ng menuju tempa sabung ayam. ujar Syekh Siti Jenar pandangannya tertunduk ke ujung kaki.Hahaha ini buka hir bodoh! Tapi ilmu miliknya orang sakti yang berasal dari Sang Pencipta Alam S emesta. membabat leher. Ayo teruskan hahaha! sedikit pun tidak beranjak dari tempatnya berdiri. Kecenderungan oran g melakukan pendekatan pada Allah karena mengharapkan sesuatu. ujar Loro Gempol. menghentikan langkahnya seraya mat anya menatap puncak gunung yang berkabut. bisik yang lainnya.hanya ini kema mpuan kalian! Loro Gempol menanatang. Ayo pikirkan sekali lagi! Saya masih memberi kesempatan pada kalian. Hahahaha . Memangnya andika seorang senapati ? Enak saja. un tung saja golok ini belum bersarang pada leher kalian. Ki. terang Syekh Siti Jenar.

Benar. Tidak masuk ke dalam makna akrab. Bukankah Tuhan itu lebih dekat dari pada urat leher dan lehernya. Ya. Allahmu. sedangkan akrab adalah ma rifat? tanyanya kemudian. Ketika kita tidak memiliki lagi garis pemisa h untuk saling bertemu. Orang yang sudah ma rifat ten tu akrab. Kebo Kenongo kembali mengiringi langka Siti Jenar. Namun ingin mengakrabinya. Saya sangat paham. Namun tidak cuku p itu. dimanapun. Itu semua yang dinomor satukan. hanya hitungannya lebih banyak. Tentu. Syekh Siti Jenar menghela napas dalam -dalam. Karena upaya saya bukan hanya un tuk mendekat dan mengajukan berbagai permohonan. Saya pun masih keturunan Majapahit. Ma na ada keakraban tanpa adanya keterikatan kasih sayang? Syekh Siti Jenar perlahan melangkah lagi. Tujuan saya bukan itu. Lalu mengakui bahwa saya telah ma rifat. Padahal tidak hanya Raden Patah yang memiliki darah biru dan sekaran g menjadi Penguasa Demak Bintoro. Kebo Kenongo terkagum-kagum deng an uraian Syekh Siti Jenar. keinginan lahiryah pun secara perlahan tidak lagi menjadi persoala n yang sangat istimewa. Tidak. Padahal tahap terkabulnya permohonan mereka bukan karena akrab. karena ingin berkuasa. hati ini akan terasa gelap. benar. pemisah. tapi dalam upaya mendekat dan kemahamurahannya saja. Namun saya tidak punya hasrat sedikit pun untuk menjadi penguasa. Terbelenggulah dengan ikatan kata-kata. Jika su dah tercapai. Namun ketika kita sudah berada dalam lingkarnya tidak mudah pula untuk melepas. Bah . Kebo Kenongo menghentikan langkahnya seiring dengan Syekh Siti Jena r. Kebo Kenongo merenung. Ma rifat i tu sendiri? kerut Kebo Kenongo. Syekh Siti Jenar b erdiri mematung di bawah pohon kenanga. Syekh Siti Jenar m elirik ke samping. Jika seandainya mereka suda h merasa akrab dan berada dalam keakraban tidak mungkin melepas ikatannya semuda h itu. Mana mungkin menuju akrab untuk mendekat pun kit a harus mencari cahaya jika tidak tentu membabi buta. Namun itu sifatnya umum. Kebo Kenongo berkali-kali mengangguk-anggukan kepala nya. kemu dian melupakan Allah. jub ahnya yang berwarna hitam berlapis kain merah tersibak angin pegunungan. Sehingga ada istilah kalau ingin mengenal Gustimu. ingin kekayaan. Mengetahui. Karena dalam dirinya memiliki nafsu yang sangat sulit untuk dikendalikan. Perintang tadi berupa semua keinginan lahiryah yang distimewakan oleh nafsu keduniawian. tenangkan jiwa. Mengetahui tentang apa? Tahu tentang apa? Tentu saja tentang dirinya dan Tuhannya. Ruang kosong. merupakan upaya untuk membuka jalan keakraban. Bukankah terkait dengan makna akrab. Itul ah upaya perjuangan menuju keridloannya. Lahirnya keserakahan. maka tahap akrab dengan Allah itulah ketika orang dalam keadaan ma rifat. tambah Syekh Siti Je nar. Kare na untuk mengakrabi perlu upaya mendekatan yang memerlukan waktu tidak sebentar.Benar. yang merintangi ke akraban kita dengan Sang Pencipta. t etapi seperti Syekh terangkan tadi. Sangat sedikit orang yang punya kecenderungan untuk mengikat keakraban dengan Sang Pencipta. Itu semua dirasakan hanyalah sebagai pelengkap lahiryah saja. Saya pernah mendengar. bola mata putih dengan hitamnya? Tentu.Karena tujuan pendekatan mereka untuk meraih dan memohon kebaikan l yah saja. terang Syekh Siti Jenar. Jernihkan hati. Terkadang manu sia hanya sebatas berucap dibibir. Menuju akrab pada Allah. Kebo Kenongo mengangguk-anggukan kepala. urainya. Syekh. Nah. ujar Syekh Siti Jenar. ujar Kebo Kenongo. Manusia terkadang sangat sulit menyusuri jalan yang penuh dengan godaan tadi . berhenti sejenak. dan banyak keinginan. Syekh. Keakraban dengan Allah tidak mudah. Syekh. Tahu. meski saya pun dengan susah payah mendekat untuk meangkrabinya belum juga sampai. Syekh? . antara. Keinginan lahiryah itulah yang memenjarakan ki ta menuju ma rifat. Bukankah tidak semua orang seperti itu. Adakah perbedaan antara ma rifat dengan akrab? Atau memang sama ma rifat adalah ak rab. Kapan pun. Ketika merasa sudah terkabul keinginannya. Syekh Siti Jenar melipat jari jemarin ya. tentu saja harus diurai dengan maksud dan makna yang terarah. Syekh. Nah. pada tahap akrab itulah kita meminta apa pun tidak mungkin tertolak. jarak. Sebagai syarat hidup. Jika itu yang masuk ke dalam jiwa dan pikiran. jeda. Jika sudah akrab saya kira tidak mungkin orang untuk menjauh. damaikan g ejolak nafsu. itulah penggoda manusia untuk meraih keakraban dengan Allah. terang Syekh Siti Jenar. maka harus mengenal dirimu sendiri. .ngapa. Lanjut Syekh Siti Jenar. ya. tidak ada lagi sekat-sekat dan rua ng kosong sebagai jeda untuk mengakrabinya. Syekh? tanya Kebo Ken ongo. bahwa dirinya telah akrab tetapi dalam kenyat aannya tidak. terang Syekh Siti Jenar. Orang yang sudah akrab tentu sudah ma rifat. Jika dalam keadaan sangat akrab bukankah tidak memohon pun akan dib erinya? Ya. Sebenarnya ma rifat bukan seb uah pengakuan. Berjuanglah dan bergeraklah ke arah sana. ujar Kebo Kenongo. Ya. Ya. tetapi realitas dalam tahapan akrab.

Siapa turu nan raja? Raja rampok yang andika maksud? Kebo Benowo tersenyum. Loro Gempol men inggi. Karena saya orang biasa dan seperti halnya ora in. Kita punya kesaktian dan uang. Kita haruslah berpikir matang jika tidak ingin mati sia-sia. Baru terpikirkan. tambah Kebo Kenongo. tidak tertarik pada urusan duniawi apalag i kedudukan dan kekuasaan. Sedangkan dalam agama yang saya pahami tentu saja pun ya nama yang berbeda.Tentu saja. Tidakkah aki yakin pada kekuatan kita. Gempol. kita tidak ada apa-apanya dibanding mereka. Mustahil tertarik dengan hal-hal yang berbau lahiryah. terangnya. Cara lain? Loro Gempol meletakan telunjuk di keningnya. yaitu Syariat. Loro Gempol menganggukan kepala. Karena tanpa memahami tahapan tadi pun orang bisa berada dalam ti ngkat ma rifat. Mau kita apakan mereka. beliau bisa menghadapi para wali. Ki. timpal Lego Benongo. Kebo Benowo bangkit dari duduknya. K i? Loro Gempol mengerutkan dahinya. Ki ta sudah banyak pengikut.kan ma rifat juga mungkin tidak. karena saat ini sedang dikuasai Demak. rajanya andika. Syekh Siti Jenar. andika jangan berpikir terlampau jauh. terang Loro Gempol. saya sudah berhasil mengumpulkan orang-ora ng untuk dijadikan pengikut kita. Gempol. Sebab saya bukanlah Syekh Siti Jenar. Itulah yang mesti kita pertimbangkan sebelum bertindak. Benar juga. Namun tetap maksudnya sama. Saya juga sama. timpal Syekh Siti Jenar. J oyo Dento kita angkat sebagai Panglima. Benar. Ki? Loro Gempol mena tap Kebo Benowo. Beliau adalah ulama yang telah menyatu dengan Sang Pe ncipta. yang paling nikmat adalah ketika beli au berada dalam tahap manunggaling kawula gusti. serta ilmu tinggi. tentu saja sem uanya tidak sebanding dengan kekuatan Penguasa Demak. Ki? Menu rut kalian? Kebo Benowo balik bertanya. seraya dahinya mengkerut. Sebab tidak semua orang wajib t ahu tentang sebuah istilah. ujar Loro Gempol menjatuhkan patatnya di atas k ursi rotan. Karena Syekh Siti Jenar bukan orang yang gila kekuasaan. Syekh Siti Jen ar adalah orang yang sangat bersahaja. se lain itu ilmu kadigjayaan kita sudah sejauhmana. Loro Gempol membetulkan du duknya. Benar. Kebo Kenongo menganggukkan kepala. Gempo l. Karena menurut be liau kesenangan lahiryah hanyalah sekejap. Kebo Benowo bangkit dari duduknya. Gempol? Maksud saya. ujar Kebo Benowo. u jar Kebo Kenongo. Namun se andainya kita memiliki keinginan seperti andika jelaskan tadi tentunya harus den gan cara lain. Kebo Benowo terkekeh. yang penting adalah sebuah pencapaian. Bukankah andika layak menjadi seorang raja. terangnya. berada dalam perintah kita. Kita harus mengukur kekuatan pasukan kita. Sehingga saya tadi mengurai seperti itu. Jika demikian harus bagaimana caranya. Selain itu me reka memiliki para wali yang selalu mendampingi dan memakmurkan masjid demak. Ki. Syekh Siti Jenar memutar lehernya seiring de tatapan matanya. urainya. Syekh ? Tetapi ada tahapannya. Me reka semua memiliki ilmu yang cukup tinggi. Itulah yang mesti kita pikirkan Kebo Ben . sedangkan Lego Benongo sebagai Senapati. M ana mungkin dia mau melakukan pemberontakan dan meraih kekuasaan. *** Ki. tidak lain mengumpulkan banyak pengik ut tidak untuk dijadikan rampok. punya ambisi. timpaln ya. Andika jangan berpikir seperti itu. Bukan demikian maksud saya.Harusnya demikian. Kebo Benowo diam sejenak. dan ilmu yang tinggi. Ha nya sebutannya saja yang berbeda. urainya. Andika ini tidakkah sedang berm impi disiang bolong. Bukan begitu? Tentu berbeda den gan kecenderungan kita. Benar juga ya. Bukankah istilah tadi hanya ada dalam agama Islam yang dianut Syekh s endiri. dan akhirnya ma rifat. Ki. yang belum kita miliki adalah kekuasaan dan wilayah. Ki. mungkinkah bisa mengalahkan par a wali yang berilmu tinggi? ujar Kebo Benowo. tharikat. lantas bisa m erasakannya. Ki. Loro Gempol mengerutkan dahinya. menciptakan uang dan emas. Bukankah untuk menuju ma rifat pun tidak mudah. disadari atau diluar kesadarannya. Gempol. Bukan berarti orang harus memahami tahapan tadi. bisa menciptakan uang. Pikirkan pula tentang logistik kita selama berperang. Mengapa bertanya seperti itu. Saya jadi patih. Raden Patah. . Loro Gempol menganggu k-anggukan kepala. bukankah andika masih keturunan dari r aja-raja yang ada di tanah Jawa? Loro Gempol menatap wajah Kebo Benowo. karena ji ka ingin memberontak. Jadikan prajurit? Memang andika mau mengadakan pemberontakan pada raja Demak yang sah? tatap Kebo Benowo. Namun aki sendiri apakah punya keinginan untuk meraih kekuasaan dan menik mati kesenangan dunia? . bukan kah banyak pengikut. Namun untuk men ghadapi para wali bukankah kita punya guru yang hebat. Meski kita pun ya banyak pengikut. Kenap a aki selalu berbicara seperti itu. tertuju ke puncak pegunungan. Kenapa andika pun berbicara seperti itu. lalu bandingkan dengan kekuatan Demak. Ya. tapi mereka kita jadikan prajurit yang tangguh. Ki. Ya. hakikat. seperti halnya a nai-anai menyambar api. Tidak ada s alahnya jika Raden Patah kita taklukan.

Namun meski pun memiliki kedangkalan berpikir terkadang dal am dirinya mencuat pula rasa angkuh dan sombongnya. terang Syekh Siti Jenar. Hingga ketika saya menghenda ki berada di pusat Negeri Demak dengan sekejap itu bukan persoalan yang mustahil . Saya kurang paham. Kebo Kenongo hanya menjawab dengan anggukan. waktu seperti itu lama menurut Kanjeng Nabi Sulaiman. Jika hal itu terjadi maka ak an gelap untuk meraba dan meraih yang saya maksud. kembali pun di hadapan Ki Ageng seperti itu pula. Lha. karena memiliki sifat ghaib itulah. ujar Keb o Kenongo. ujar Sye kh Siti Jenar. menjauh dan mendeka tkan. Ki Ageng. Saya bisa melayang karena bisa mengatur berat tubuh. Tidak semua manusia seperti itu. namun berbeda. keti ka dihadapannya Syekh Siti Jenar sudah berdiri kembali seraya menyodorkan makana n hangat dengan bungkus daun pisang. Ki Ageng Pengging. lalu saling kejar di ketinggian yang tidak bisa kita jangkau karena keterbatasan . bahkan merubah wujud berbentuk apa pun yang dikehenda kinya. Padahal jika kita bejalan dari padepokan ini ke pusat kota Demak memakan waktu satu hari sat u malam? . Syekh? Kebo Kenongo semakin mengkerutkan dahinya. seraya menatap langit.! Kebo Kenongo terperanjat. hingga jin Iprit menyanggupi. melesat secepat angin. Ki Ageng. ujar Syekh Siti Jenar. Sedangkan saya tidak. namun kita bisa mengatur batas. terang Syekh S iti Jenar. Syekh. Ya. Itulah manusia kebanyakan. Syekh Siti Jenar menatap langit. Bisa pula tidak terlihat oleh manusia? Sangat bisa. Kanjeng Nabi Sulaiman berkedip maka Singgasana Ratu Balqis pun akan berhasil dia bawa. Mana mungkin bisa dicerna dan dipahami dengan keter batasan berpikir manusia. Syekh. Jin itu makhluk gaib. samarlah wujud Syekh Siti Jenar. Sia pakah yang bisa memindahkan singgasana Ratu Balqis dalam waktu yang sangat cepat . Namu n saya bisa menyatu dengan kekuatannya dan dzatnya. Kebo Kenongo menggosok-gosok kedua m atanya. Namun bukankah k sedang berbicara tentang perjalanan jasad? Maksud. Karena bangkit da ri duduk memerlukan waktu beberapa saat. Berbagaimacam cara mereka olah dan cerna.? ujar Syekh Sit i Jenar. Ya. melayang-layang di angkasa. karena dia m eminta waktu saat Baginda Nabi bangkit dari tempat duduk maka singgasana akan pi ndah Benar. Ketika Kanjeng Nabi Sulaiman meminta kepad a para pengagung negaranya untuk memindahkan kursi Ratu Balqis ke istananya. Keadaan hening sejenak. aih. terkadang perkataannya dan pendalamannya di bidang ilmu dangkal. Syekh? Ingatkah Ki Ageng Penggi ng ketika saya pernah bercerita tentang Kanjeng Nabi Sulaiman AS. Syekh? Kebo Kenongo memijit keningnya. Hanya kejernihan ikir dan menerima yang bisa membukakan kebodohan dan kekurangan diri kita timpal K ebo Kenongo. benar. demi tercapa inya ambisi kekuasaan. hingga akhi rnya lenyap dari pandangan Kebo Kenongo. saya t idak bisa seperti Rasulullah. Ya. Ya. Saya tidak sanggup untuk memikirkannya. tera ng Syekh Siti Jenar.Maksud Syekh? kerut Kebo Kenongo. Maksudnya? Jika Ras lah Isra Mi raj dengan kehendak dan kekuasaan Allah. yaitu hanya sekejap. Benarkah itu. Tapi kenapa syekh sendiri bisa meloncati keterbatasan tadi? Sebenarnya bukan saya bisa meloncati keterbatasan. Syekh. Yang pernah Syekh baca dari ayat suci Alquran itu? Saya agak lupa. Hanya satu kedipan. Saya dari pusat Kota Demak Bintoro akan memba wa makanan segar. Kebo K enongo menempelkan telunjuk didahinya. Sebab saya bukan beliau terang Syekh Siti Jenar. Jika Ki Ageng Pengging ingin bukti. Lha. *** Lantas ketika Syekh melayang apa yang terjadi? tanya Ke bo Kenongo. Namun bukankah Jin Iprit itu terlalu lama menurut Kanjeng Nabi Sulaiman. seraya duduk bersila di atas hamparan tikar pandan.owo memijit dahinya. Itulah ilmu Allah.Benar. Lihatlah di sana. Seba .. saya ingat. . Hanya orang-orang tertentu saja yang bisa menembus alam jin. maka tataplah saya! Jangan pula Ki Ageng berkedip! Karena kepergian saya ke pusat kota Demak Bintoro bagaikan kedip. Syekh Siti Jenar mengangguk.aih. Ki Ageng. Samakah dengan a dengar tentang Isra Mi rajnya Nabi Muhammad? Ya. dihadapan nya terhidang dua bungkus makanan hangat yang beralaskan daun pisang.Benar. tidak aneh bagi bangs a mereka terbang. dan terbuktilah kehebatan ulama tadi. Hingga berkatalah seorang ulama serta m engungkapkan kesanggupannya. Ki Ageng! Mengapa burung itu bisa beterbangan. tambahnya. Itulah yang bisa saya lakukan. Ya. menembus lu bang sekecil lubang jarum. usai berkata-kata. Syekh? Kenapa andika hanya dalam kedip pergi ke pusat kota Demak Bintroro untuk mendapatkan hidangan makan pagi. Benarkah yang sedang terjadi dan kuperhatikan ini? Inilah makan segar dari pusat kota Demak Bintoro. Syekh Siti Jenar bangkit dari duduknya. pikiran mereka menerawang ke alam k ejadian yang akan datang.. Sekarang ma rilah kita makan alakadarnya. Kebo Kenongo tersenyum. Namun dalam uraian tadi apa yang membedakan kehebatan ilmu yang dimi liki oleh Jin Iprit dan Ulama? Tentu saja sangat berbeda. .

Bukankah Kanjeng Nabi Sulaiman sendiri pr ajuritnya terdiri dari bangsa jin. terang Syekh Siti Jenar. Lalu haruskah Kanjeng Nabi menundukkan Malaikat agar mengawalnya? Sakti mana dengan jinnya Kanjeng Nabi Sulaiman? Tentu saja Malaikat itu lebih sakti dari ban gsa jin. Jika demikian. Syekh sendiri siapa yang mengawal? Karena say a manusia biasa. karena dengan sen dirinya Malaikat akan di utus oleh Allah untuk menyertai orang-orang shalih. dengan tujuan manusia berbalik pada jalan lurus. dengan arsitek-arsitek yang kokoh. Mungkinkah Allah mengutus Malaikat untuk mengawal atau tidak saya tidak tahu. Meski bukan r aja kita juga butuh prajurit pengawal. Bukan kah pada zaman ini banyak pula orang-orang yang memiliki ilmu jin bahkan mengabd ikan diri. Karena yang mencabut nyawa jin juga Malaikat seperti halnya nyawa manus ia. Lalu siapa ya ng dimaksud dengan prajurit Allah yang empat tadi. Ingat bukan Malaikat. Itulah kedangkalan berpikir manusia. Namun apa mungkin kita bi sa menaklukan jin? Kenapa tidak mungkin. Apa lagi Malaikat Jibril sebagai pembawa wahyu Allah yang disampaikan kepada Kanjeng Nabi Muhammad. urai Syekh Siti Jenar. Prajurit Allah bukan Malaikat. Jin dijaman Nabi Sulaiman di suruh menyelami laut untuk mengambil mutiara. Mungkin kah mirip dengan Dewa Syiwa? Mungkin. dia adalah goib. S edangkan prajurit Allah yang empat disini pun fungsi dan tugasnya untuk menghanc urkan. tetapi seb aliknya derajat kemulian yang diberikan Allah kepada manusia akan lenyap. tidak beda dengan kita. Syekh? Tentu saja. Syekh. Sehingga dengan ilmu itu saya pun bisa memanggil prajurit Allah y ang empat. Adzab dan siksa bagi mereka yang tidak pernah mau bertobat dan kembali kepada jalan yang lurus. Namun yang akan saya bicarakan prajurit Allah. Syekh? . tambah Syekh Siti Jenar. namun selalu disertai oleh Malaikat Jibril kemana pun beliau p ergi. Untuk dij adikan balatentara dan membangun negara. Tapi kenapa Syekh memiliki kesaktian? . lalu tatapan matanya menyapu wajah Kebo Kenongo. Kenapa bukan Malaikat? Bukank ah Malaikat bisa mencabut nyawa manusia dan bangsa jin yang goib? tanya Kebo Keno ngo. pertama adalah angin. Ki Ag eng. menghanc urkan pohon-pohon yang tertancap kokoh. itu sedikit ilmu yang saya pelajari eMaha Besaran Allah. bukan nabi dan juga keshalihannya tidak saya ketahui. Bukankah Kanjeng Nabi Muhammad juga tidak dikawal oleh bangsa jin. Saya tidak akan berbicara tentang para Dewa. Mengingatkan ke keliruan yang pernah diperbuat oleh para khalifah bumi. Lihatlah angin yang lembut dan sepoi-sepoi. ujar Syekh Siti Jenar.liknya hanya jin tertentulah yang bisa menampakan diri pada manusia. Na mun meski bagaimana pun tetap saja manusia makhluk yang paling mulia. yang memerlukan prajurit dan abdi setia. jika yang menedapatkan taufiq dan hidayah. Prajurit Allah? kerut Kebo Kenongo. Namun jika kita sudah memiliki ilmu dan kesaktian sebe tulnya menjadi tidak perlu memiliki dan menaklukan jin. berbeda dengan bangsa manusia dan jin.Ya. bahkan menghancurkan sebuah kota atau perkampungan. Lantas ketika an . Tujuannya tentu saja men yadarkan. Mereka tida k melihat asal usul. Malaikat memiliki ke imanan tetap dan tidak pernah berubah. karena ingin mendapat kesaktiannya. perusak. Kanjeng Nabi Muhammad pun tidak perlu menundukan Malaikat. Ki Ageng. Apakah para Malaikat? Kalau di dalam agama saya para Dewa dan Hyang Jagatnata. Berarti kita harus menaklukan jin aga r bisa memerintah mereka dan memanpaatkan kekuatannya. Syekh Siti Jenar berhenti sejenak. Mungkin yang mengawal saya kemana pun pergi adalah ilmu yan g saya miliki.Prajurit Allah yang emp u diantaranya Syekh Siti Jenar melangkahkan kakinya perlahan. Sehebat apa pun bangsa jin tentunya tidak bisa melebihi manusia. menerbangkan segala hal yang mesti diter bangkannya. Para dukun sak ti saya rasa tidak terlepas dari kekuatan dan kesaktian atas bantuan bangsa jin yang dijadikan tuannya. selain binatang dan manusia? Tapi untuk menaklu kan bangsa jin tentu saja ilmu kita harus di atas mereka. Karena kita bukan raja s eperti Kanjeng Nabi Sulaiman. timpal Kebo Kenongo. Bahkan manusia akan didapati sebagai makhluk yang lebih rendah dan hina dibawah binata ng. Ki Ageng. Syekh? Saya rasa tidak perlu bangsa jin yan g dijadikan prajurit pengawal. jika manusia itu makhluk yang paling mulia di banding yang lainnya. be rhenti sejenak. H anya yang membedakan kita dengan Malaikat. di suruh membangun keraton berlantaikan kaca yang membatasi kolam dibawahnya. entahlah. penghancur. urai Syekh Siti Jenar. penguasa tril oka. dengan segala tugas yang diembannya. namun perhatikan pula jika angin itu mulai dahsyat serta bisa memporak-porandakan bangunan sehebat apa pun. merusak. Y ang jelas saya tidak dikawal oleh bangsa jin Syekh Siti Jenar kembali duduk bersil a. Lalu prajurit yang dimaksud? Yang dimaksud prajurit tentu saja penyerang. Termasuk jin. Meskipun demikian Malaikat hanyalah makhluk Allah.

. lihatlah! Inikah yang Ki Ageng inginkan? Benar. depan. Syekh. Sehingga kita selalu mempe rjuangkan kepentingan jasadiyah tanpa kendali dan melupakan kebutuhan batinnya. Maksud saya. Syehk. kakinya melangkah pelan. Kebo Benowo menempelkan telunjuk dikeningnya. Mungkin saya sulit mencapai ma rifat tadi karena batin i ni masih dijejali dan dikotori hal-hal yang membutakan. Dento? Bantulah saya berpikir! tatap Kebo Benowo. Syekh? Itulah manusia. angin pada syariatnya. Kebo Kenongo menarik napas dalam-dalam. Jika itu dilakukan berarti tindakan kita untuk menggulingkan Raden P atah tidak akan berhasil. Mengacau ketenangan masyarakat? tatap Kebo Benowo. Karena merek . Lal u bangkit dari duduknya. yang bisa membutakan mat a hatinya. Berbeda jika dibandingkan dengan manusia yang batinnya terang. ag ar menyadari kekeliruan yang pernah diperbuatnya. Andik a selain bisa membaca keinginan batin saya juga dapat membuktikannya hanya denga n mengepalkan tangan. Bukankah saya belum selesai bicara? Lanjutkan. urai Syekh Sit i Jenar. Joyo Dento berhenti sejenak. Namun jika gangguan dunia wi sangat terlalu kuat. apa yang diinginkan akan datang atau berada dalam genggam an. Maksud an dika? Loro Gempol tidak sabar. negara Demak Bintoro kini dalam keadaan tenang dan tentram. Sangat sulit bagi kita untuk melakukan pemberontakan apalagi penggulingan kekua saan. Dento! ujar Kebo Benowo menga cungkan telapak tangannya. lantas membuka telapak tangannya dan diacungkan ke l angit. Namun bukan berarti suasana tenang dan tentram ini tidak bisa diubah. Mohon maaf. sedangkan menuju ma rifat ad alah proses perjalanan batin menuju akrab. Dia tidak akan pernah berbuat congkak. Namun itu terlalu berat untuk kebanyakan orang dan tidak mungkin da pat tercapai. terang Syekh Siti Jenar. lalu dikepalkan. untuk merubah suasana tenang dan tentr am ini harus menciptakan keadaan sebaliknya. Sebab bagi yang telah ma rifat dan akrab tidak perlu jauh melangkah tinggal mengatakannya. seraya memujinya. mengganggu dan merintangi. kanan. Gempol. Maka jika demikian tertutuplah pintu ilmu berikutn ya. Ki Ageng. seraya menatap Loro Ge. Ilmu yang manusia m iliki tidak mencakup berbagai hal. seraya langkahnya terhenti. Kebo Kenongo menggeleng-gelengkan kepala. Tetapi i tulah watak orang kebanyakan. Namun bukan berarti ketenangan ini tidak bisa diusik .pol agar memberi kesempatan bi cara pada Joyo Dento. rasa iri dan dengki. Mereka lebih banya k bercerita dan memandang akan hal yang berbau logika dan penalaran semata. . matanya meny apu tingginya puncak gunung yang diselimuti awan putih yang berlapis-lapis. menghalangi. kare na itu semua akibat dari keterbatasan ilmu yang dimilikinya. Bukan kah manusia akan selalu merasa pintar jika seandainya berhasil menangani sedikit persoalan saja. sangat sulit. Mungk in karena kesulitan itu datang akibat kita berada dalam hiruk pikuk kemewahan du niawi. untuk menyeimbangkan itulah yang sangat sulit. terhalang oleh keangkuhan dan kecongkakan yang terselip dalam batinnya. Manusia yang melakukan keruksa kan di muka bumi maka akan kembali pada perbuatannya. Seh ingga manusia terkadang melupakan Allah yang memiliki lautan ilmu. Negeri Demak Bintoro kini dalam keadaan tenang dan tentram. matanya merayap men gelilingi ruang pertemuan. Benar. Pada intinya masih berbau keangkuhan. Syekh. It ulah kehebatan prajurit Allah yang disebut manusia.gin mengamuk siapa yang bisa membendung dan menghalang-halangi? Tidak ada. yang selalu hadir di sisi kiri. Menurut hemat saya. bahkan akan mendapat kecaman dari rakyat. dahinya berkeru t-kerut. angkara. Syekh. Semua orang tahu! Apa maksud andika! timpal Loro Gempol meninggi. dan belakang kita? jangan sala h. Sejenak berdiri di tepi jalan. Namun rasanya sulit untuk melepaskan hal-hal tadi. menggendong kedua tangannya dibelakang. Duniawi adalah kebutuhan lahiriyah. Sebetulnya kita tidak perlu se imbang dulu. bisa menggelapkan mata batin. namun terbatas hanya pada bidangnya saja. Kembali tatapannya tertuju pada Kebo Benowo. apalagi sombong. Ki G empol. akibatnya. Nah. menj adi kacau balau dan carut marut. ujar Syekh Siti Jenar. kesombongan. *** Sudahkah andika menemukan cara yang tepat untuk menguasai Demak? Loro Gempol menatap wajah Kebo Benowo. Bukankah setiap manusia hidup memerlukan kebutuhan jasadiyah? timpal Syekh Siti Jenar. karena telah sanggup membersihkan b atin dari noda-noda tadi. Padah al angin itu hakikatnnya membawa pesan pada manusia. Apa yang akan andika katakan. ri Syekh bisa terangkat pada derajat ma rifat. Sehingga orang seperti itu akan selamanya sanggup memahami segala hal dengan jernih . Namun dalam hal ini manusia hanya memandang sebelah mata pada hakikat angin.Meski saya telah berkali-kali memikirkannya belum juga emukan cara yang tepat. Namun tidak semuanya seperti itu.bagaimana cara termudah? Bolehkah saya berbicara? J yo Dento mengangkat kepalanya. Syekh. pada para khalifah bumi.

karena beliau keturunan raja Majapa hit. . yang m embetulkan tindakan kudeta. Hanya dalam ha l ini kita harus punya strategi yang tepat. karena mereka hanyalah mayat-mayat hidup yan g menunggu kematian. yang semestinnya Ki Ageng Pengging yang harus maj u dan bergabung dengan kita sama sekali tidak tertarik. Karena kehidupan dunia ini hanyalah sekejap. Toh. B aiklah. mengganggu rakyat. Ya. Benar juga yang andika katakan.Terimakasih. saya akan mendukung. Dento! Tidakah andika membayangkan jika kita merampok rakyat. Loro Gempol. untuk menemui kenikmatan yang abadi. si p . tentang pembicaraan semula. Kenapa andika se mua mesti jadi pengemis? Tidak inginkah hidup mewah seperti para penduduk kota D emak Bintoro? Tidak inginkah kalian menjadi orang kaya. Mendengar uraian Joyo Dento yang memb uka jatidirinya dan mengurai keahliannya. Kebo Benowo. Tidak ada salahnya. Hanya sayang. karena membaca kekuatan sendiri. ujar Joyo Dento. Saya a sejak dulu mencari teman dan orang yang ingin melakukan pemberontakan. Ki Benowo. Lanjutkan apa rencana tadi? pinta Kebo Benowo. ujar joyo Dento. Andika mulai hari ini saya angkat sebagi penasehat saya dan yang lainnya. Jika melakukan hal ta di berarti akan ditangkap. Ingatlah. Ki Benowo. sekalig us penggulingan kekuasaan terhadap Raden Patah. termasuk Ki Ageng Pengging. setelah itu kita akan mati. Jadi pada intinya tindakan kita harus mendapat simpa ti dari rakyat. tidak perlu menyesal dengan nasib yang dialami. Ki Ageng Pengging sesung guhnya memiliki darah biru yang sangat kuat. Seperti yang saya uraikan pertama ka li. Namun kini saya baru menemukan o rang yang benar-benar punya niat dan tujuan yang sama dengan saya. ujar si pengemis paruhbaya. Andika belum paham jika saya dulu pernah mengabdi di Kadipaten Majapahit . beliau lebih memilih hidu p menjadi seorang petani. seperti para pejabat neg ara? Bukankah mereka itu manusia seperti kita? Harus sadar pula bahwa kita pun m emiliki hak yang sama seperti mereka. matanya m enyapu para pengemis yang bersila di pinggir jalan menuju pasar. sela Loro Gempol. ujar Kebo Benowo. Jadi kami mesti bagaimana. Maksud andika jelas salah. Benar. Benarkah kematian it u merupakan kenikmatan yang abadi dibandingkan dengan para penguasa yang sekaran g sedang menikmati kesenangan? kerut pengemis paruhbaya. Namun orang -orang Majapahit kini tidak mau lagi memperlihatkan diri dan merasa antipati ter hadap Raja Demak Bintoro. bahwa kalian memiliki hak yang sama seperti para penguasa negeri ini. Bayangkanlah kesenangan setelah kemat ian. Lego Benongo . terang Joyo Dento. Namun meski pun demikian andikalah yang ternyata berani maju. Joyo Dento berhenti sejenak. Sementara mereka bersenang. dengan nama lain. Tentu. jika k ita salah dalam melakukan tindakan. Tidak sadarkah bahwa mereka telah melupakan kita selaku rakyat? Mereka telah menelantarkan kit a dalam lingkaran kemiskinan dan penderitaan. Jadi apa artin ya harta kekayaan juga kekuasaan. Sedangkan kematian merupakan pertemuan kita dengan Sang Pen cipta. ujar seorang pengemis paru hbaya. Dento. lalu harta yang mereka agung-agungkan ditinggalkan untuk diperebutkan oleh keturunannya. sebaliknya mereka akan lebih simpati pada Sultan. Ki ? Sedangkan kami pun tidak ingin menjadi orang miskin. an dika berbeda. Saya meskipun sehari-hari b erada di pasar dan melakukan perbuatan sabung ayam. Tidak mungkin? Mustahil keinginan kit a dikabulkan oleh para penguasa dzalim yang tidak peduli akan nasib rakyatnya. Setelah mati maka ditangisi oleh keluarganya. Joyo Dento menghela napas. urai Kebo Benowo. karena mereka pun akan mati. Benar. hanya untuk melampiaskan hob i saja. maksud saya itu. Jika demikian lanjutkanlah rencana dan dasar pemikiran andika. Untuk itu biarkanlah mereka itu m enikmati hidupnya sebagai penguasa. juga seluruh peserta sidang pada kesempatan itu terkagum-kagum. Sesungguhnya hak kalian telah dirampas oleh mereka. Ki. Mintalah hak kalian! ujar Kebo Benowo.a tahu bahwa kita pengacau.senang di pusat kota Demak Bintoro. Kebo Benowo menggelengkan kepala. Jika tidak mungkin menurut ka lian. *** Dengarkan para pengemis! teriak Kebo Benowo. mencoba mengurai sesuka hatinya. Kita tidak salah bergabung. Pantas saja. Bukankah nenek moyang kalian tidak pernah ingin kembali ke dunia ini dari k uburnya? Mengapa demikian? Karena mereka menikmati kematian yang teramat menyena ngkan dan menentramkan. Jadi tidak ad a salahnya jika saya pun mendukung gerakan ini. Kalian harus paham akan semua itu. Bahkan saya pun banyak belajar tentang politik dan ketatanegaraan. kita pun akan mati dan meninggalkan semua kesenangan duniawi yang bersifat sekejap. y ang miskin seperti kami. Tidak sadarkah jika para pejabat Negeri De mak telah mendzalimi kalian semua? Membiarkan kalian terlantar dipinggiran jalan . Sedangkan yang kita harapkan dukungan rakyat. Kebo Benowo yang memahami secara dangkal ajaran Syekh Sit i Jenar.

Mungkinkah saya harus bertahap? Menurut tahapan ilmu. Sekarang keadaan negeri Demak Bintoro akan dilanda oleh kek acauan. kita mesti mencoba dan berusaha. Para p engemis bangkit dari duduknnya seraya berjalan-jalan keliling sambil berteriak-t eriak menyongsong kematian.engemis paruhbaya mengagguk-anggukan kepala. Kebo Benowo mengawasi para pengemis sambil tersenyum. Benar. Mereka mengakhiri segala penderitaan dengan kematian . Me skipun punya jabatan dan kekayaan namun tidak bisa mereka nikmati. Memang keh idupan ini hanyalah samsara. Strategi pertama untuk menggoncang keaa daan negara. Kebo Kenongo nampak tidak ceria. Sangat tidak mungkin. seraya kembali ke tempat duduknya. Apa mungkin kita mampuh menggulingkan kekuasaan Raden Patah? kerut Kebo Benowo.Apa salahnya jika kita mencoba? Siapa tahu menang. Itulah yang harus kita ciptakan. rakyat tidak percaya lagi pada penguasa. Syekh? T idak selalu. urainya. Melakukan kudeta? celetuk Loro Gempol. tidak memiliki rasa dan kepekaan. . Kenapa mesti menunggu lagi? Bukankah kita akan mencoba kekuatan? langkah Loro Gempol terhenti di depan pintu. Sebaiknya se belum melakukan penyerangan sebarkan dulu kekacauan tadi hingga merebak seantero negeri Demak Bintoro. Mereka semua hanyalah mayat-mayat berjalan. Syekh Siti Jenar perlahan bangkit dari duduknya. terang Joyo Dento. terang Joyo Dento. terang Joyo D ento. Loro Gempol Ban gkit dari duduknya. pengemis paruhbaya bangkit. Joyo Dento mengepalkan tang annya. Dento. Ki. B ukankah saya menyarankan jika seandainya andika kesulitan mengikuti ilmu Islam. Itu benar. jika dibanding dengan kekuatan negara Demak Bintoro yang sesungguhnya. Kekacauan tadi hanya bersifat lokal. dalam benaknya menaruh berjuta harapan demi cita-citanya menggenggam kekuasaan di negeri Demak Bintoro. namun itu belum seberapa. serta krisis kepercayaan. Hahahaha mungkin itulah yang dimaksud Joyo Dento. penderitaan dan kesengsaraan. Kebo Benowo tersenyum bahagia. sudah semestinya begitu. lalu melirik ke arah Joyo Dento. Ya. Karena kekacauan seperti ini tidak sebe raba. Tunggu dulu.Sa tuju. apa mungkin kekuatan kita sudah cukup untuk melakukan penyerangan? . . ujar Joyo Dento. Dento. Setelah ini berhasil dan di dengar beritannya oleh para penguasa ne geri Demak Bintoro.Baguslah jika andika set . Namun dalam tind akan percobaan kita harus menciptakan strategi penyerangan yang berbeda. tentu saja. Ada juga yang nekad membenturkan kepalanya ke atas b atu hingga pecah dan meninggal. jika itu bukan mayat yang sesungguhnya. Apa yang dikatakan Joyo Dento sebai knya diikuti. Benar. Apa rencana berikutnya. maka mereka akan sibuk. Dento? Baiklah. Mungkinkah mereka akan menangkap kita sebagai penghasut? tanya Loro Ge mpol. akhirnya mati tersenyum. Mereka pun tidak mudah menuduh kita sebagi pengasut. Gempol. jawab Joyo Dento yakin. . Karena bisa melepaskan k ita dari berbagai penderitaan. kita menyusun strategi berikutnya. Kebo Benowo menganggukan kepala. Jika keadaan negara sudah kacau balau. Untuk me ngukur kekuatan kita. Baiklah jika itu perintah Ki Benowo. Selanjutnya diikuti oleh para pengemis lainnya. lalu dalam keadaan sakit dan sekara t. Benar. begitu juga yang lainnya. Sedangkan kematian me rupakan nirwana. Kebo Benowo mengacungkan jempoln ya. Namun ingatlah yang saya katakan tadi. langkahnya berat dan pasti. Ki Benowo. *** Hebat andika Joyo Dento. Jika demikian marilah kita songsong kematian s aya ingin mati! teriaknya. Untuk apa kita hidup di negeri mayat. karena dia sudah saya angkat sebagai penasihat. Joyo Dento menempelkan jari dikeningnya seakan-akan berpikir sangat keras. Ki. dalam mencipta kan kekacauan di negeri Demak Bintoro tanpa adanya bukti yang kuat. *** Sy ekh. D alam keadaan seperti itulah kita mengadakan tindakan. Jika demikian ijinkan saya menyiapkan pasukan untuk menyerbu Demak Bintoro. Ki Gempol. Maka kematian lah sesungguhnya kenikmatan setiap manusia. sangat ku rang berpengaruh terhadap stabilitas keamanan negeri Demak Bintoro. Karena kita bukan menghasut tapi berbicara berdasarka n kenyataan. ada juga yang terus berjalan menunggu ajal tanpa makan. kesenangan yang teramat membahagiakan. Agar ki ta pada waktunya tidak konyol dan membahayakan diri sendiri. Kenapa? Bukankah kita pengh asutnya? timpal Kebo Benowo. tambah Loro Gem aya menggenggam gagang goloknya. yang harus kita raih dan dapatkan. ujar Kebo Benowo. Lal u kita juga harus berkaca. rasanya sangat berat untuk menempuh jalan ma rifat. Ki Ageng Pengging. Gempol! Kebo Benowo b erteriak. Meski dikalangan rakyat miskin sedang terjadi kekacauan. puji Kebo Benowo seraya m enepuk-nepuk bahunya. Kisanak. Benar-benar cerdik daya pemikiran andik a. Itu semua alhasil dari hasutan kita agar masya rakat miskin antipati terhadap penguasa. Loro Gempol m enganggukan kepalanya. maka pertama-tama mereka akan mencari tahu penyebabnya. lihatlah mereka yang tadinya hidup susah. Benar juga. s eraya menepuk bahu Loro Gempol.

hanya Sunan Kalijag a yang bisa gumamnya. Ini merupakan hal yang sangat serius yang bisa mengancam ketentraman dan keamanan negeri Demak Bin toro. lalu dikatnya pada sebuah pohon di tep i jalan. Selain asal usulnya tidak jelas. Meskipun dia tidak berambisi untuk men jadi penguasa negeri Demak Bintoro. Lalu bunuh diri tambah Demang Bintoro. Jika sekali saja tabir itu sudah terbuka t entulah berikutnya akan lebih mudah. Itu dibicarakan sangatlah mudah. Aku yakin pemberontakan ini tidak akan terlalu berat. Apakah Syekh Siti Jenar membu at ulah? Kemungkinan besar itulah yang sedang terjadi. eng. Lalu? Lantas mereka ban ang melakukan bunuh diri. Namun untuk melaksanakannya terasa ber at. Sunan Giri bangkit dari duduknya. tapi ak hirnya aku sampai juga dipuncak eh ternyata masih ada jalan lurus membentang menuju padepokan. Ya. ujar hati Joyo Dento. Saya pun datang ke mesjid Demak dari kademangan tidak lain hanya ingin menyampaikan kabar ini kepada para wali. Meman yang telah dia perbuat. serta pemandangan puncak gunung yang tersaput mega putih . Sehingga banyak yang berteriak-teriak seperti orang gila mencari kematian dan keindahan abadi yang diharapkannya. Kanjeng . Tetapi dia bukan wali se perti saya dan yang lainnya. tangannya menyeka keringat yang mulai membasahi keningnya. setelah itu akrab. Kanjeng. Biar aku berjalan kaki saja untuk menemui mereka. seraya menatap para wali yang mulai dudu k berkeliling di tengah masjid sesuai permintaan Sunan Giri. usai melaksanakan s holat zuhur di masjid Demak. Kanjeng. menaiki jalan yang dipapas menyerupai tangga. Jug a ilmu yang didalaminya entah dari mana sumbernya. Dipanggilnnya mereka untuk berundingsejenak. Jauh berbeda dibanding dengan Kebo Benowo mantan rampok bego . apalagi jika Syekh Siti Jenar turun tangan untuk membantu . Ya. . Joyo Dento berhenti sejenak menikmati sejuknya udara pegunungan dan hi jau ranumnnya dedaunan. Indah! gumamnya. Bukankah andika tinggal satu a tau dua langkah lagi menuju ma rifat. Maksud. Benar. membuat orang kerasan. Namun aku tidak rela jika bekas para abdi Ma japahit berada dibawah bayang-bayang kekuasaan Raden Patah. lalu matanya menatap para wali lain yang sedang melakukan wirid. Demang Bintoro menghela napas. Siapa tahu Ki Ageng berubah pikiran men dukung perjuangan ini. usai mengikat kuda tunggangannya. Ki Demang? Syekh Siti Jenar telah mengacaukan keadaan rak yat negeri Demak Bintoro. Karena tidak mungkin sanggup menaiki jalan yang menyerupai tangga. Ki Demang? Dia telah meresahkan. hanya punya ambisi semata dan kekuatan yang belum tentu bisa menandingi para w ali. Sedangkan ke matian itu adalah indah dan menyenangkan. Joyo Dento menghentikan langkah kuda. Tapi bukankah dia juga seorang ulama yang memiliki ilmu tinggi? Mungkin saja. Jangan dulu pulang Ki Demang. Lalu m elangkah pelan. Ki Demang? Sunan Giri mengerutkan dahiny a. dia juga mempelaja ri ajaran Islamnnya entah dari mana? Berkaitan dengan itulah yang kini meresahkan dikalangan rakyat negeri Demak Bintoro. Tunggu saja kamu disini kuda. Joyo Dento meluruskan pandangannya ke depan. Meresahkan? Ya. *** Kanjeng Sunan Giri. Ajaran sesat? Sunan Giri terperanjat. dan sulit untuk membuka tabirnya. Syekh Siti Jenar terdiam sejenak. andika harus menyampaikan kejadian ini pada para wali. . Sunan Kalijaga? Tidak perlu dipikirkan! Apalagi mempertanyakann ya. Orang yang akrab dengan A llah itulah seperti yang pernah saya uraikan sebelumnya. Ki Demang! Apa yang terjadi? Syekh Siti jenar telah menyebarkan ajaran sesat. Sunan Giri menatapnya.Baiklah. Buktinya mereka banyak yang miskin dan menjadi gelandangan. seraya tangannya menggenggam tali kendali kuda yang ditungganginya. Syekh. Kanan ki ri jalan dihiasi oleh pepohonan hijau. karena mereka orang-oran g sakti dan cerdas. Ki Demang. Karena punya anggapan bahwa kehidupan ini adalah pende ritaan. Maksud Ki Demang ajaran sesat seperti pa? Kehidupan ini adalah kematian kematian adalah keabadian . Banyak juga jumlah anak tangga ini. Kebo Kenongo menggelen g. Benar. Tempat ini di tata sangat bagus. Ya. Mereka pu nya anggapan dengan jalan kematian bisa terlepas dari semua penderitaan dan kese ngsaraan Celaka! Sunan Giri menepuk keningnya. matan ya yang sejuk dan tajam beradu tatap dengan Kebo Kenongo. jawab Ki Demang.Namun sebelumnya saya ingin tahu dulu. Maksud. Tentang apa? Apakah Syekh Siti Jenar ng wali seperti anda? Bukan! Dia hanyalah sosok yang tidak jelas asal usulnya. rerumputan Syekh Siti Jenar menyukai keinda . Syekh Siti Jenar kembali ke tempat duduknya. tahukah a nda tentang Syekh Siti Jenar? tanya seorang jemaah paruhbaya. Memang kenapa dengan Syekh Siti Jenar. *** Bagaimana pun ju ga aku harus menghadap Ki Ageng Pengging. berjalan pe lan mendekati padepokan Syekh Siti Jenar.hendaknya ikutilah ajaran agama yang andika anut. Ki Demang? Sunan Giri mena tap tajam wajah Demang Bintoro. Tolong jelaskan. dahinya dikerutkan. Demang Bintoro menganggukan kepala. Kanjeng.

Bukankah saya ada dihadapan andika. mengingat dukungan penuh Kebo Benowo juga p . Namun meski pun kurang paham akan semuanya. Joyo Dento semakin merunduk dan tercengang. Jika saya sudah tahu seperti ini mungkin tidak a kan berkunjung ke padepokan ini. Begitu juga pada Syekh Siti Jenar. Saya memaklumi. Bukankah Syekh ini orang sakti? Tidak bisakah menghentikan taqdir itu? . di depannya hanya terdapat hamparan tikar. ini saya. Karena ini adalah perjalanan lahiriyah andika selaku manusia. Baiklah. Andika tida k perlu menyesal datang ke padepokan ini. Saya dan Ki Ageng P engging pun akan mengalami hukuman mati. Lebih dari itu dia pun seakan-akan tahu masa depan yang akan terjadi. Baik saya atau pun Ki Ageng Pengging tidak akan melarang tindakan andika. Ijinkanlah hamba pada saat ini menghadap! Saya ijinkan. Joyo Dento memijit-mijit dahinya. Cukup dari kejauhan saya minta restu. hingga tidak sangg up menatapnya. Duh. menelisik ruang kosong.han dan keasrian alam. Namun tidakah Syekh . Sedangkan keinginan andika untuk membangkitkan kembali kekuatan Majapahit yang telah runtuh itu pun hak andika. bahkan yan g belum terujar masih tersimpan di dalam hati pun bisa diketahuinya. wajahnya tampak memancarkan cahaya yang menyilaukan matanya. dalam benaknya muncul pemikiran antara percaya d an tidak terhadap ujaran Syekh Siti Jenar. Ki Ageng. Kenapa didalam tidak ada orang? Lantas Syekh Siti Jenar memanggil saya d ari mana? Bukalah mata hati andika. Syekh Siti Jenar seakan-akan sudah mengetahui setiap rencana. Tidak. Karena hamba punya mak sud dan tujuan . Dan ruangan ini kosong. Joyo Dento pun menunduk. Sebab kesempatan dan peluang baik sep erti sekarang hanya datang satukali. Joyo Dento Semakin menunduk. Namun matanya merayap dan tertuju pada dua hamparan tikar ya ng berada dihadapannya. Pantas saja Kebo Benowo dan k awan-kawannya sakti. Pelan-pelan wujud keduanya yang sedang duduk bersila mulai tampak. Syekh. Syekh ? Joyo Dento garuk-garuk kepala. Syekh Siti Jenarkah yang memanggil saya? Joyo Dento memutar pandanganya. Namun Ki Ageng tidak saya temukan. Tataplah dengan mata terbuka. Tapi saya sudah menatapnnya den gan mata terbuka.Sudahlah! Andika tidak perlu bertanya lagi tenta qdir. Ki Ageng Pengging junjungan andika tidak mau terlibat bahkan memilih sebagai pet ani dan hidup di pedesaan itu pun bagian dari taqdir. Joyo De nto membuka pintu pagar. Saya tidak paham. begitu juga Syekh Siti Jenar? Padaha l suaranya seperti berada didepan saya. Ki Ageng dan saya berbuat seperti ini karena sudah tahu apa yang akan terjadi dan teralami berikutnya. Sampurasun! Masuklah Joyo Dento! terdengar suara yang menyebut namanya. Terimakasih. Saya mohon maaf Syekh Siti Jenar karena t elah lancang datang ke padepokan yang indah dan asri ini. lalu melirik ke arah Syekh Siti Jenar. Bukankah aku ini sedang berada di depan pintu pagar padepokan? gumamnnya. Joyo Dento menghentikan langkahnya di depan pintu pagar pa depokan. . Kebo Benowo dan ka wan-kawan mantan rampok yang memiliki ambisi untuk menggulingkan kekuasaan Raden Patah serta bermimipi ingin menjadi penguasa negeri Demak Bintoro adalah sebuah taqdir. hampa. Namun saya tidak bisa menemukan keberadaan andika selain suara. seraya berdiri di depan pintu padepokan dan mendorongny a pelan. Dento! Ki Agengkah itu? Joyo Dento membelalakan m atanya. Jika ingin berhenti silahkan! Tapi ti dak mungkin saya menghentikan rencana ini. mohon maaf S yekh. Tetapi bolehkah saya mengetahui apa yang akan te rjadi pada saya dan lainnya? Tidak hanya andika yang terbunuh. Kenapa? Benarkah itu? Tapi tidak mungkin saya menghentikan rencana ini. tidak ada orang? Joyo Dento s emakin kebingungan. Benar. Ternyata andika memiliki ilmu sangat tinggi. Saya tidak akan surut untuk terus berjuang bersama yang lainnya demi kembalinya kekuasaan Majapahit. Syekh Siti Jenar menatap. kar ena saya mengajarkan ilmu pada siapa saja yang mengingkannya. Bukankah untuk meminta restu serta bantuan kami berdua atas upaya ambi si menggulingkan kekuasaan Raden Patah. jelas Syekh Siti Jenar dengan wajah tena ng. Lantas? Joyo Dento bergumam. seorang wali yang memiliki k esaktian tinggi. Jalani saja ambisi dan rencana semula. Dento? ujar Kebo Keno seiring dengan bergeraknya hamparan terusik angin sepoi tikar. Merestui atau pun tidak saya dan Ki Ageng Pengging adalah bagian dari taqdir andika semu a. Keb o Kenongo tersenyum. Dento. atas kehebatan S yekh Siti Jenar yang tahu akan maksud kedatangannya. Ki Ageng. suara itu seakan-akan datang dari segala arah. dan tahu akan tujuan dari kehadiran andika ke padep okan ini. sudah kehabisan kata-kata. sed angkan wujudnnya entah dimana. jangan dengan mata tertutup. Ki Ageng Pengging. terimalah sembah horm at hamba! Joyo Dento langsung saja menekuk lututnya seraya mengacungkan kedua tan gannya menyembah. Sebab semua yang akan di ucapkannya sudah mereka ketahui. merestui pun tidak. Benar. terang Syekh Siti Jenar.

Kanjeng. timpal Sunan Muria. seandainya Syekh Si ti Jenar dan pengikutnya benar-benar menyebarkan ajaran sesat dan menyesatkan. Itulah keputusan kami selaku para wali. Hingga akhirnya habis dan kembali ke sebuah pohon yang dija dikan tempat menambat kudanya. Bag aimana jika saya saja? Jangan dulu. Dia juga menyebut bahwa aku akan bertemu dengan kematian artinya kegagalan. itulah alasannya kenapa p ada hari ini ada persidangan. Menurut hemat saya. seraya menunduk hormat. Sepertinya dalam hati mereka ada sesuatu yang mengganjal. Sud ah terjawab bukan? Apa yang saya maksudkan tadi? Terjawab? Joyo Dento semakin mengk erutkan dahinya. lalu perlahan bangkit dari duduknya. Ki Demang. mence rna setiap perkataan Syekh Siti Jenar begitu pula Kebo Kenongo. Demak Bintoro seben tar lagi akan kacau dan goncang . Demang Bintoro mengagukan kepala. Namun bukan hari ini masih ada beberapa saat. Kanjeng. tegakah berbuat seperti itu? Meski disisi lain mungkin harus juga kebenaran itu ditegakan. alangkah lebih baiknya sebelum bertindak dan melakukan penangkapan diadakan penyelidikan terlebih dahulu. ujar Sunan Giri. lalu ujung kakinya yang tidak lepas dari tatapannya menurun. Cepat atau lambat itulah taqdir Sy ekh Siti Jenar. Padahal mereka me miliki kemampuan dan ilmu yang cukup tinggi. batinnya. Kanjeng! potong Sunan Giri. Dento. Suna n Kalijaga memutar pandanganya. la lu tangannya memegang tali kekang. menyertai Ki Demang? Keadaan hening sejenak. Niat dan rencana saya sudah bulat untuk meruntuhkan kekuasaan Raden Patah demi kemba linya kekuatan Majapahit. Namun dalam hal ini kami b ukanlah seorang ulama dan tidak terlalu paham akan ajaran Islam.. Ki Demang. Lap oran saya telah ditanggapi dan langsung dibawa ke mahkamah persidangan para wali . Kuda pun dicambuk hingga berlari kencang meni nggalkan padepokan Syekh Siti Jenar. Siapakah di antara ulama yan g siap melakukan tugas ini. ujar Sunan Giri. yang diawali senja teramat singkat. Kanjeng Sunan Giri. t entu saja akan mendapat hukuman yang sangat berat. Taubah angkara yang mengundang banjir darah. Sunan Kalijaga menatap Sunan Giri. t erjadi juga hal yang akan menyulitkan Syekh Siti Jenar. Ada apa Kanjeng Sunan Bonang dan Kanjeng Sunan Kalijaga? tatap Sunan Giri. Semoga Ki Demang memaklumi. Haruskah kita melaporkan hal ini pa da Sinuhun agar langsung mengirim prajurit ke Kademangan Bintoro untuk menangkap mereka. Saya kira para ulama merasa berat hati untuk menyampaikannya. Ya. Rasanya perjalan waktu t erlalu cepat untuk hal ini. langkahnya pelan mulai menginjak tangga paling atas. ditandai warna langit yang memerah laksana darah peperangan. Benar benar tidak habis pikir. Ki Ageng. Saya setuju. Semoga bersedia kiranya para wali mengutus seorang ulama atau siapa saja yang paham betul akan ajaran Islam. ujar S unan Bonang. hingga menciprat di at as lapisan awan putih. Sehingga saya pun akan melakukan penyelidikan yang lebih mendalam. sehingga dalam mengukur kesesatan ajaran yang disebarluaskan Syekh Siti Jenar tahu batasannya. Ucapan itu diikuti oleh par a wali yang sedang bersidang. seraya memutar gannya pada para wali dan ulama yang berkumpul dalam persidangan di dalam masjid Demak. sebaiknya kita selidiki dulu. Seiring dengan terbukanya sayap malam. Lalu barometer kesalahan dan kebenaran yang berlandaskan pada apa? Ada kah yang sanggup? suara Sunan Giri memecah keheningan. Kanjeng. . Maaf. para wal i dan ulama saling tatap satu sama lain. Joyo Dento sudah m eninggalkan padepokan Syekh Siti Jenar. Masi h hidup malah berpikir dihukum mati. Sa ya pun sependapat dengan Kanjeng Sunan Kalijaga.ara pejuang Majapahit yang tidak menyukai bayang-bayang kekuasaan Raden Patah. Sunan Bonang membalas tatapan Sunan Kalijaga. Lantas yang mereka pikirkan. timpal Sunan Kudus. Sejalan dengan itu benaknya terus berpikir. Mengapa persoalan ke . *** Para wali yang saya hormati. ujar Kebo Kenongo lirih. Serta kami sangat memaklumi sekali atas segala putusan yang telah para wali am bil. Saya mohon diri. Joyo Dento telah berada di atas punggung kuda. seraya bercakap dengan batin.Baiklah. T erimakasih. lalu beradu tatap dengan Sunan Bonang. Benar. Mungkin tidak wali yang pergi ke kademangan. seraya mengelus dada dan menarik napas dalam-dala m. mengenai ajaran Syekh Siti Jenar yang tersebar di Kademangan. Mereka berdua sea kan-akan sudah tidak peduli pada urusan duniawi dan kekuasaan. mengin jak yang berikutnya. Kenapa bisa bilang akan kena hukuman mati? Bukankah itu ucapan seorang pengecut? Belum bertindak sudah takut pada hukuman m ati yang dicap sebagai pemberontak dan mengganggu kesetabilan pemerintahan. juga Syekh Siti Jenar. Sunan Giri memutar pandanganya ke arah De mang Bintoro. Tidak mu ngkin? Bukankah aku suda memiliki strategi yang cukup hebat. Kanjeng. Kanjeng. Etah apa yang terbersit dalam benak dan pikiran mereka masing-masing. tatapan Joyo Dento pe nuh pertanyaan ke arah Kebo Kenongo.

mengapa beliau rela berada dibawa h bayang-bayang kekuasaan Raden Patah. Seperti suatu pe rtanda. tatapan matanya menyapu wajah Kebo Benowo. Ki Donoboyo. . benar itu. Ki Bisono.Janganlah andika berkata demikian. *** Matahari senja di langit sebelah barat tampa k menyipratkan warna merah. Ki Chantulo. Sedangkan bagi kita itu semua tida k mendapatkan tempat dihati. Gempol! Kita tidak perlu ambil pusing dengan mereka. sudah paham betul keadaan di sa na. Bukankah kita juga mempelajari ilmu beliau? tukas Loro Ge mpol. Semoga ilmu dia bisa saya andalkan. mereka itu telah benar-benar mempelajari ilmu yang di anut Syekh Siti Jenar? kerut Joyo Dento. Ki Beno wo. ujar Joyo Dento. Pertanda? para murid Syekh Siti Jenar serempak bertanya. Ya. dan mendapatkan perempuan-perempuan cantik? Sudahl ah.cil ini mesti seorang yang berpangkat wali turun tangan? Jika yang lain tidak ad a yang mampu saya kira barulah wali turun tangan. Tujuannya pun berbeda. Selanjutnya saya m ohon diri. Tapi kita tidak berlaku seperti mereka? Karena jiwa kita belum sempurna. tandas Kebo Benowo. Seakan-akan c ipratan darah di atas serpihan kain putih. Joyo Dento menganggukan kepala. Namun pertanda apakah gerangan jika memang itu sebuah pertanda? Ki Bisono mengerutkan dahinya. ternyata benar. Masa diantara para ulama yang hadir disini tidak ada yang sanggup? Mohon maaf. sehingga dia tunduk dan s etia sebagai pengikutnya? timpal Loro Gempol. Disamping dukungan mereka y ang sangat kita butuhkan dalam lingkaran perjuangan ini. jiwa dan pikira nnya terhanyut oleh perkataan Ki Ageng Tingkir. Namun Ki Ageng sendiri punya wewenang untuk menjadi penguasa. Mungkin saya telah merepotkan yang hadir disini. bagaimana kita menjadi perkasa dan penguasa. setelah mengucapkan salam menghilanglah dibalik pintu masj id Demak Bintoro. Bukankah tidak hari ini. Jangankan andika. Padahal kala u seandainnya kita berhasil meruntuhkan kekuasaan Raden Patah. Ki Benowo? Yang kita pelajari dari Syekh Siti Jenar bukanlah ilmu kebhat inan menuju jalan ma rifat. Mungkinkah J unjunganmu itu terpengaruh oleh ilmu Syekh Siti Jenar. *** Ki Benowo. namun sejenak dahinya mengkerut. sehingga kami tidak keliru memberikan laporan. itulah sebuah kenyataan. Gemp ol. Tidak masuk akal! L oro Gempol garuk-garuk kepal. Bukankah orang menjadi sakti dan menuntut ilmu itu demi kekuasan. Sunan Giri menutup persidangan. ujar Demang Bi ntoro. Bukankah Syekh Siti Jenar juga guru kita dan telah mengajark an ilmu yang kita pinta. Ya. Joyo Dento duduk di atas kursi ya ng berada di samping Loro Gempol. Itu juga ada ren tang waktu dan perjalanan bagi semuanya . bahwa setiap senja matahari akan menyipratkan warna jingga? Tetapi ada hal yang aneh . Kanjeng? batin Sunan Bonang. Sepe rti yang saya duga. yang harus kita dapat adalah kekuasaan negeri Demak Bintoro. harta berlimpah. Saya yakin mereka punya anggapan bahwa dunia ini tidak berarti apa-apa jika dibandingkan de ngan kebahagiaan jiwa yang sedang mereka rasakan pada saat ini. terang Kebo B enowo. Saya kira itu hal biasa. meski hampir ada keterkaitan darah. l! tatap Kebo Benowo. Ki. sudah barang tent u mereka berdua akan mendapat kedudukan yang pantas. sangat jernih pemikiran andika. Bukankah Syek h Siti Jenar juga . Tetapi yang kita pelajari dari beliau adalah ilmu kesa ktian dan keduniawian. mereka mendapatkan ilmu demi tercap ainnya ma rifat dan kemanunggalan dengan Gusti. Ki Bisono? tatap Ki Donoboyo pada rekannya. Karena kita bukan merek a. Ki Benowo. Be nar. yang seharusnnya kebalikannya. sehingga memiliki kesaktian tak terbatas. Ya. sahaba . matanya be radu dengan tatapan Sunan Kalijaga. Ki Ageng Tingkir dan para murid lainnya menyaksikan peristiwa it u dari ketinggian tangga yang menuju padepokan Syekh Siti Jenar. saya sangat paham akan dia Baiklah. Saya sendiri sangat kaget akan prilaku junjungan saya sendiri Ki Ageng Pengg ing. Seperti sebuah pertanda. Ki Ageng Tingkir menimpali. mengubah putihnya awan menjadi jingga. Ki Pringgoboyo seakan tidak tertarik dengan fenomena alam tersebut. balas batin Sunan Kalijaga. Mungkin untuk tindakan selanjutnya kita menunggu penyelidikan Ki Demang Bintor o. Ki Ageng Tingkir? Ki Bisono menatap. mereka bukan kita. Ki Pringgoboyo. Mengapa Sy ekh Siti Jenar dan Ki Ageng Pengging tidak tertarik pada kekuasaan. Tafsirkanlah dengan batin. Heran? Kebo Benowo memijit keningnya. Maksud. tanpa menunggu perkataan lebih lanjut dari Sunan Giri Demang Bintoro b angkit dari duduknya. Meskipun saya hany a sebentar berada di padepokan Syekh Siti Jenar. Biarlah saya saja dan ahl i agama yang ada di Kademangan melakukan penyelidikan ini. Maksud. Kanjeng Sunan Giri. Namun menurut h emat saya. Benar. Ki Benowo. Dia seakan-akan tidak peduli lagi pada tanah leluhurnya yang telah dikuasai Raden Patah. Meskipun ini seb uah kejadian biasa.. Joy o Dento mengacungkan jempolnya. para wali yang saya hormat . Mereka tidak memiliki ambisi untuk menjadi apa pun di dunia ini.

rasanya ini benar. Ki Ageng Tingkir.tku. Begitu juga yang saya rasa kan. walau pun belia u sangat murah hati untuk memberikan ilmu apa saja yang kita pinta. Ki Bisono. Akhirnya andika pun a kan sampai pada tingkat penyatuan dengan alam. dan mengambil tempat dud uk masing-masing bersila di atas tikar pandan yang terhampar. Namun dalam hal ini kita sangat kesul itan untuk mengurai pesan tadi. Jika sekalian d alam pertemuan hari ini di aula padepokan fenomena alam yang kita lihat tadi. yang penting kita paham pada pesan yang disampaikannya. Syekh. Benar. Ki Ageng Tingkir. sorot matanya yang penuh wib awa seakan-akan sanggup menembus relung hati para muridnya. Hamamayu hayuning bawana. Ya. Ki Bisono. Sehingga alam pun tidak utuh memberikan sabdanya. hanya tinggal sela ngkah. mulai melangkahkan kaki pelan. . seraya berusaha keras membuka tabir dan membaca alam. Kecuali hanya warna pekat yang disebut gelap gulita. Kekurangan kita kembali pada diri kita sendiri. Namun sesungguhnya kami telah be rada pada tahap rahmatan lil alaminkah atau belum. namun jiwa dan rasa menyatu bersama batin. istigfar. tanpa ada remang. yang ada di alam raya. begitu pun Ki Pringgoboyo dan yang lainnya menyetujui.Meskipun kita bisa merasakan belumlah bisa mentafsirkan te ng pesan yang alam sampaikan. Syekh Siti Jenar benar-benar waspada permana tinggal. seiring dengan langkah kakinya yang dipercepat menuju aula padepokan. yang memb . Pertautan antara alam raya dan ruh. Sukma meresap dengan alam. tidak sanggup beradu tatap. ujar Ki Donoboyo. Benar. Pertautan jiwa dengan alam telah kembali pada raganya masing-masing. Saya setuju. dan bergumul. Sebentar lagi senja berganti malam. hanya tinggal satu tingkat lagi. tatapan Syekh Siti Jenar menyapu wajah Ki Bisono yang langsung menunduk. dan takbir pada setiap sela-sela perhentian bicara. setelah berupaya memakmurkan bumi. tanpa a da redup. Ki. bisik Ki Ageng Tingkir. Tanpa cahaya. maka jiwa m enyatu dengan bumi. bukan s oal yang berat. semuanya berdiri laksana patung. perlahan menyelinap di balik punggung gunung dengan warnanya yang semakin memerah. Ketika ingin menyatu dengan setia p heningnya malam. Ki Ageng Tingkir menarik napas dalam-dalam. Saya juga. Sejenak tidak lagi ada yang berbicara. Mata dan batinny a mulai terusik untuk menoba mentafsirkan fenomena alam yang sedang terjadi. Ki Bisono memecah keheningan. itu sebuah pertanda buruk. batin menembus setiap serpih dan gerak. Disamping kita pun sudah sanggup mengamalkan ilmu hamamayuning bawana yang diaj arkan Syekh Siti Jenar. ju ga pesannya kita kemukakan kepada Syekh Siti Jenar. matanya menyapu setiap wajah yang duduk b ersila memenuhi aula padepokan. Biarlah Allah SWT. Andika semua akan bisa mencapai tahapan tadi. yang telah andika amalkan belumlah cukup. Ki Chantulo mengangguk seraya mengacungkan ibu jarinya. merah darah yang menciprat di antara serpihan awan pun akan hilang semuanya ditelan gelap malam. Bibirnya selalu melu ncurkan dzikir. lalu semuanya mengangkat kepala mendongak ke langit. tambah Ki Ageng Tingkir. Ki Chantulo menarik napas dalam-dalam. Meski sukma kita sanggup berkomunikasi dengan alam. Meski kita tidak bisa mengurai pesan yang disampai kan alam. Ki Ageng Tingkir? Ki Bisono berbisik pada Ki Ageng Tingkir y ang duduk disampingnya. Rag a mereka seakan-akan tidak merasakan hembusan angin senja itu. S ungguh hebat beliau. meski pun kita secara bertahap dan berangsur -angsur sanggup menggenggamnya. Syekh Siti Jenar memutar tasbih dengan tangan kirinya sambil duduk bersila. Rasanya sulit untuk meterjemah dan menafsirkan sab da alam? Padahal kita tahu maksud alam dengan kabaran dan berita yang dibawanya? ta mbah Ki Donoboyo. Jasad mereka sama sekali tidak bergeming dari tempatnnya berdiri . Nam un tidaklah terlalu jauh. Ki Ageng Tingkir. karena t ahapan kita belumlah bisa menyamai guru kita Syekh Siti Jenar. ber decak kagum. tukas Ki Bisono . jasadnya mulai merasa kan lagi semilir angin pegunungan. . semilirnya angin. ujar Syekh Siti Jenar. tetesnya embun. yang lainnya mengikuti dibelakang. Hanya kita yang menerimanya ternyata berat untuk mengamalkan dan menguasainya. Baru saja kita akan bertanya tentang sab alam dan pesannya. warna jingga. disampingnya Ki Bisono dan Ki Chantul o. Mereka memiliki satu tujuan mencoba menafsirkan dan menterjem ah ilmu hamamayu hayuning bawana. Ki Ageng Tingkir kembali menatap langit jingga. Ya. beliau sudah mengawali kalimat dengan yang akan kita tanyakan . Para murid Syekh Siti Jenar satu persatu mulai memasuki aula padepokan. Syekh? Andika sebetulnya tidak harus mendapat penilaian dariku. bertaut. sama sekali dalam gelap tidak akan pernah ada yang t erlihat setitik bentuk pun. Ki Bisono menganggukan kepala.Benar. jingganya matahari. tambah Ki Age ng Tingkir. Matahari semakin merendah. Tidak ada salah. namun meskipun demikian andika telah sanggup menyatu dengan alam meski belum sempurna.

Namun maksudnya disini ada keterkaitan dengan Kerajaan Demak. serta harta benda dan kedudukannya. karena mereka berbuat demikian maka hasilnya pun akan me reka tuai pula. Ya. setelah melewati pintu mati. antara ucapan dan perbuatannya kontroversi. Ki C hantulo. Syekh Siti Jenar berhenti sejenak. Kebo Kenongo berucap. Syekh Siti Jenar menyapa wajah Ki Bisono dengan sorot matanya yang teduh dan tenang. Apalagi kematian itu bukanlah suatu hal yang men akutkan apalagi menyakitkan. . Hal mati itu sangatlah nikmat dan menyenangkan. Syekh Siti Jenar menghela napas sejenak. tetapi saya kesulitan menuju tahapan akrab dan manunggaling kawula gusti. saya ingin kembali menanyakan tentang sabda alam tadi. Ki Ag engging. Namun sebaliknya. Karena kita berbeda dengan orang kebany akan yang tidak mengetahui sama sekali akan ilmu hamamayu hayuning bawana. Sehingga dirinya diliputi r asa takut akan meninggalkan orang-orang yang dicintainya. kesedihan. sebab cepat atau pun lambat pasti akan dat ang. Saya pun berpikir. Lalu mereka lupa pada kehidupan hakiki. Ki Chantulo! Maksud dar i berita kematian itu seperti apa? Bukankah kita semua pasti akan mati? Benar. tetapi kematian itu sesuatu yang teramat indah dan menyenangkan. yang bersifat fana dan sejenak. dan jabatannya? Ki Bisono angkat bicara. Syekh? para murid Syekh S iti Jenar serempak bertanya dan terkejut. urainya. Mungkin mereka takut mati karena terlalu sayang pada istr i. bukankah hal itu tidak pernah kita rasakan sebelumnya? Itulah karena kita be rada dalam dzatnya. senang dan du ka. anak-anak. Bisa bermacam-macam. saya telah merasakannya pada tahapan ma rifat. Padahal kapan pun dan dimana pun kita bisa menemuinya. Sudahkah saya ini menjadi manusia yang telah memberikan rahmat bagi alam. Karena kemat ian itu sesungguhnya menyatunya kembali jiwa kita pada dzat sebelumnya. Artinya berujung pada kematian. Benar. Semuanya jadi tampak. teta pi kita sebaliknya. meski pun kita berusaha mengamalkan hamamayu h ayuning bawana. tambah Ki Chantulo. Lalu kita berada dalam akrab . mereka yang merasakan sakit akan mati karena sebuah ketakutan dan keti daksiapan. Meski pun demikian saya seda ng berupaya menuju ke tahap yang ingin saya capai. tawa. agar memudahkan jiw a ini menyatu dengan alam dan kembali padanya. Silahkan. Akhirnya mati itu dibuatnya menjadi sesuatu yang menakutkan dan me nyakitkan. Bukankah kematian itu banyak orang yang tidak mengharapkannya? ujar K i Pringgoboyo. terang Syekh Siti Jenar. Andika tidak salah. Bukankah telah saya katakan bahwa ketika kita berada pada tahapan ma rifat semuanya menjadi tampak. Namun dalam hal ini saya hanya memberikan barometer bagi andik a tentang rahmatan lil alamin atau hamamayu hayuning bawana. tidaklah selalu menuai hasil baik . k ehidupan yang sesungguhnya. Hasil pekerjaan apa pun y ang pernah kita perbuat di dunia fana ini akan kembali kita tuai dan nikmati di alam sana. Syekh. Andika tida k harus membicarakan orang lain. Seperti yang dikatakan Ki Bisono.erikan penilaian.Tidakkah andika melihat sabda alam tadi? kh Siti Jenar membelokkan tatapannya melalui jendela padepokan ke arah mentari y ang hampir menghilang di balik punggung gunung.Itu pasti akan tercapai. Orang takut akan kematian karena mereka menduga bahwa mati itu sangat sakit dan mengerikan. Syekh Siti Jenar menyapu wajah murid-muridnya dengan tatapan mata tenang dan penuh wibawa. Maksud. Nam un andika jangan takut akan kematian. Kematian . Tentu saja. Padahal banyak orang bilang jika dirinya sedang menebarkan rahmatan lil al amin. Sy ekh. Syekh. Padahal itu semua tid ak benar. Ki Bisono mengerutkan dahinya. Bisakah kita menentukan ajal sendiri? Setidaknya mengetahui da tangnya ajal? tanya Ki Bisono. ilmu dan akal. yaitu di dunia ini. Syekh. Tidak harus sa kit atau menyakiti. miskin dan kaya. Biar lah mereka seperti itu. Selama kita tidak berhenti berusaha. Ki Bisono. Karena mereka tidak paham dan mengerti akan kematian. Namun bagi kita yang mempelajari hamamayu hayuni ng bawana tidaklah seperti itu. . tetapi dalam kenyataannya mereka malah menciptakan sebuah keruksakan dan k ehancuran. yang teramat tentram dan tidak terusik oleh sesuatu dan apa pun. Makanya saya ajarkan hamamayu hayuning bawana. Syekh Siti Jenar menghela napas dalam-dalam. Terlalu mencintai kehidupan du niawi. nestapa. penderitaan. atau mungkin sebaliknya hanya menjadi laknatan lil al amin. Jika mereka tidak bisa menemui ajal kapan pun dan dimana pun. itu semua tergantung kita men anamnya pada kehidupan sebelumnya. Setelah itu barulah manunggaling kawula gusti. Alam memberikan pesan berdarah? Say a belum paham? Ki Chantulo garuk-garuk kepala. Ya. Padahal kematian itu ha nyalah sebuah pintu menuju keabadian yang didalamnya bisa berbalut dengan kenikm atan. kebanyakan orang sepert i itu. apalagi belum beranjak menjadi manusia de wasa yang mengerti baik dan buruk. Bukankah ketika kita belum lahir ke dunia ini. duka.

terang Loro Gempol. s erta pengaruh. tidak perlu dipahami untuk saat i Pemahaman tentang hal tadi akan andika genggam menjelang peristiwa itu mendekat . Kebo Benowo mengangguk-angukan kepala. Kenapa mesti beritanya sampai kepada kita? Seakan-akan itu semua akan kita alami? Ya. seringai Kebo Benowo. saya setuju! ujar Loro Gempol diiringi tawanya yang berderai. terang Syekh Siti Jenar tenang. tahmid. Syekh. senjata. Disamping ilmu keprajuritan dari Joyo Dento. lalu perleb ar sayap. Hah aha bagus jika andika semua sudah siap! Kita akan bergerak dan bertindak sesuai re ncana yang telah disusun Joyo Dento. lalu menatap tikar pandan yang didudukinya. istigfar. ujar Ki De mang Bintoro. Ketika mereka lengah dan baru saja menuju tempat tidur untuk bercengkrama dengan mimpi-mimpinya. S emoga pula Allah SWT. terkait pula dengan kekacauan yang menga ncam keamanan dan ketentraman negara. raut wajah Kebo Benowo berseri. Ki Benowo. Sebaliknya kenikmatanlah yang akan k ita sambut. Apalagi membela negerinya dari serangan kita. Rahmatan lil alamin. meridloinya. Baiklah. Amin. ujar Ki Bisono. T erkait pula dengan persoalan keyakinan. dan akal. Ki Sakawarki. Saya tetap ak an menebar rahmat bagi sekalian alam. Yang andika ajarkan dari Syekh Siti Jenar itu. apalagi jabatan atau kekuasaan.yang dimaksud disini terkait dengan para penguasa negeri Demak Bintoro. seraya jari-jemari tangannya memainkan untaian m ata tasbih. Malam semakin larut. Meski berada d alam ruangan tetap angin malam menyelinap melalui lubang-lubang angin yang membe ntengi pendopo Kademangan Bintoro. namun itu semua saya dasari dengan keikhlasan dan keridlaannya. Ki Ben owo. Sasaran pertama ? Tentu saja sesuai dengan rencana. Baguslah jika telah siap. karena berada tepat di pinggiran hutan. Karena apa pun yang saya lakukan dalam penyebaran agama Islam ini bukan untuk mencari popularitas. Mereka sejumlah pasukan pemberontak yang telah mendapat gemblengan olah kanuragan dari para pendekar berlatar rampo k. su natullah. makanya ilmu hamamayu hayuning bawana sebagai pe nyempurnanya. Meski andika tahu akan hal tadi. langsung kita duduk i dan kuasai. kuda. lalu menatap pasukan berpakaian serba hitam yang berbaris rapih. Sebab kekuatan Kademangan Bintoro sudah melemah. jawab Joyo Dento. Disanalah selanjutnya pusatkan sebagian kekuatan kita. Rasanya saya sudah tidak s abar ingin memenggal leher penguasa Kademangan Bintoro! . Syekh Sit i Jenar menghentikan bicaranya. Ki Sakawarki. Daya pikir rakyatnya sudah terpengaruh dengan ajaran hidup untuk mati. *** Malam ini cuaca cerah. dan ditambah beberapa prajurit senior. terkait pula dengan banyak persoalan. Persiapkanlah diri kalian. bukankah saya sudah membekali andika semua dengan ilmu sehing ga tidak menjadikannya aneh dan menakutkan. Dento. para pasukan gelap sewu! Andika dalam penyerangan nanti jangan ragu-ragu untuk membunuh. Karena kehendak alam. Bertebaranlah seperti sebelumnya andika di atas tanah jawa dwipa ini untuk menyebarluaskan ajaran agama Islam. insya Allah saya m . amalkanlah hama mayu hayuning bawana. Jadi ? Tidak perlu takut. Di ruang pendopo Kademangan Bintoro tampak Ki Demang. Kebo Benowo dan kawan-kawan. mengusik pori-pori kulit meski berpakaian tebal tetap terasa. Malam ini kita har us bisa melumpuhkan Kademangan Bintoro. Mengapa hal itu mesti harus menimpa kita. udara terasa semakin ding in. tahlil dan tasbih. Benar.Rasanya. dari mulutnya meluncur dzikir. ujar Joyo Dento mendeka t. ulama yang dianggap berilmu paling tinggi di Kademangan. Ya. Saya kira mereka suda siap. sehingga mereka banyak yang bunuh diri dan tidak semangat hidup. memikirkan diri send iri pun sudah tidak tenang. Baga imana kesiapan andika semua? Kebo Benowo keluar dari sebuah pendopo yang dijadika n markas. . Jika memang demikian keputusan sidang para wali.Kita akan melakukan penye n jelang tengah malam. Namun s udah memungkinkankah kita menggempur Kademangan Bintoro? Saya kira mungkin. Tempat yang mereka diami terpencil dari penduduk. Joyo Dento setengah berbisik. Saya kurang paham? Ki Biosono memijit keningnya yang dikerutkan. bayaran. Lihatlah bintang -gemintang berkedap-kedip di langit! Joyo Dento mengangkat kepalanya mendongak ke langit. Hebat juga pengaruh ilmu Syekh Siti Jenar jika demikian terutama untuk membuat kekacauan. Hahaha . Itulah hasil peru ndingan saya dengan para wali dan ulama di masjid Demak.andika memang cerdas. Mereka percaya sepenuhny a pada setiap nasehat Joyo Dento. Dento. Tidak perlu kalian mengasiha ni musuh sebelum mereka bertekuk lutut! Siap! jawab pasukan gelap sewu serempak. juga beberapa santrinya. tera ng Joyo Dento. Hai. Jika sudah berhasil. Kapan kita aka n berangkat? Loro Gempol menyilangkan golok di dadanya. Syekh? Bukankah kita tidak m elakukan kesalahan? Lupakah andika pada uraian saya tadi. Disini tidak lagi berbic ara siapa yang benar dan salah? Karena ini semua sudah menjadi kehendak alam. hamamayu hayuning baw ana.

Ke . Jangan segan-segan untuk bertindak tegas! selanjutnya keluar dari ruangan. . . diikuti Ki Sakawarki beserta para santri nya dan pasukan prajurit. Mohon maaf. Berarti itu bukan hanya dugaan. terang prajurit. Besok pagi saya akan memerintahkan beberapa ora ng prajurit untuk melakukan penangkapan! Saya minta agar Ki Sakawarki beserta pa ra santri menyertainya! Baiklah. Mati itu ind ah? Celaka! Ki Sakawarki terperanjat. Ki Demang. begitu ju ga para santrinya. Tobaattttt . Pertama menyampaikan ajaran sesat. Karena merek a telah melakukan dua kesalahan. ujar Ki Sakawarki.jangan sisakan yang tidak mau menyerah. Benar. Benar pendapat.perlihatkanlah kehebatan kalian para prajurit dan petinggi negeri Dem ak! Saya yakin ilmu para wali tidak akan bisa mengalahkan ilmu guru kita. dengan terges a masuklah seorang prajurit penjaga. tangannya terkepal giginya gemeretak. Menurut y ang saya ketahui. Tidak ada artinya kita hidup jika hak kita diram pas oleh penguasa Demak. belum juga mulutny a terkatup sudah diusik oleh suara yang menganggetkan. Ki Demang segera memasuki kamarnya. Guru. Ki Demang. Ki Demang Bintoro menggelenggelengkan kepala. ujar Santri penuh hormat. Hidup untuk mati. Guru. Ki Demang. Ki Demang. Namun benar bahwa ajaran Syekh Siti Jenar yang menyesatkan telah tersebar di Kademangan Bintoro. Agar pelaporan kita disertai oleh bukt i yang meyakinkan. Ki Demang tersentak. mati itu indah. Ada apa diluar sana? Ki Demang Bintora tersentak kaget. Guru.Dalam keremangan malam yang diterangi kerlap-kerlipnya bi tang di langit. Kemarin saya melewati pasar. ternyata dia murid Syekh Siti Jenar. Ki Sakawark i. Beraninya Syekh Siti Jenar mengajari rakyat Kademangan Bi ntoro untuk berkata lancang! Jelas selain menyesatkan juga punya tujuan makar te rhadap pemerintahan yang syah. Ki Demang! Ki Sakawarki menganggukka n kepala. seraya kemba li menghunus pedang dan mengenakan pakaian perang. Sudah sepantasnya kita mengadakan tindakan dengan segera! Ya. Loro Gempol terus mengamuk. dengarlah teriakan lela ki yang sedang mengamuk dan berusaha menerobos lapisan prajurit kita! bisik Ki Sa kawarki. Apakah kita akan langsung menangka p Syekh Siti Jenar? Atau segera melaporkan hal ini pada Para Wali dan Raden Pata h? Sebelum melaporkan ke kerajan Demak dan para Wali sebaiknya kita melakukan pena ngkapan terlebih dahulu pada pengikutnya. Mohon ampun. Ki Sakawark i? Mengagunggkan Syekh Siti Jenar dan merendahkan para wali terhormat. sesungguhnya bukan hanya rumor. Betapa angkuhnya dengan kesaktian yang dimilikinya. Serb !! tiba-tiba terdengar teriakan di halaman kademangan. Serta dari mulutnya komat-kamit menyebut nama syekh Siti Jenar. Murid Siti Je nar? Ki Sakawarki tercengang. Kademangn kita telah diserbu para murid Syekh Siti Jenar . di sana banyak orang miskin yang berbicara ng elantur. di pelataran kademangan Bintor o tampak berkelebatannya bayangan prajurit dan pasukan Gelap Sewu yang sedang be rtarung. Yang paling celaka. Itulah yang saya dengar dan lihat.. menerobos pasu kan lawan sambil membabatkan goloknya. Benarkah? Benar. tangannya dikepalkan sekuat tenaga. Ki Demang. Ki Demang? Ki Sakawarki bangkitdari duduknya seraya menghunus keris. Itulah yang mereka sebut-sebut ketika melakukan peny erangan di luar sana. Mau tidak mau sekarang juga harus bert indak dan mengadakan perlawanan. menerjang gelombang pasukan pr ajurit Kademangan Bintoro yang berlapis-lapis. Seluruh prajurit harus berpera ng dan menumpas antek-antek Syekh Siti Jenar. Apa yang dibicarakannya? Ki Sakarwaki menyapu wajah santri dengan tatapan matanya. Ki Deman g Bintoro bangkit dari duduknya.Bagus. Hahaha . kedua telah berani mempengaruhi rakyat untuk berbuat makar. hidup Syekh Siti Jena r! ki santri berhenti sejenak. mereka telah berani meng atakan bahwa hak hidup mereka dirampas oleh penguasa Demak. Hahaha . mukanya berubah angker. Syekh Siti Jenar yang agung. Langsung merunduk di hadapan Ki Demang sera ya menghaturkan sembah. Ki Sakawarki. Saya kira alasan seperti itu sudah cuku p untuk melakukan penangkapan terhadap Syekh Siti Jenar dan pengikutnya. Ki Demang.! teriak seorang prajurit yang te rkena sabetan golok Loro Gempol. ujar Ki Demang.ulai besok akan melakukan penyelidikan yang lebih mendalam tentang ajaran Syekh Siti Jenar. Tetapi benar yang kita simpulkan tadi. dibarengi suara benturan s enjata. Apa yang terjadi diluar sana? Celaka. Ngelantu rnya seperti apa sehingga andika menyimpulkan sesat? Mereka berbicara bahwa hidup itu lebih indah dari pada mati. Sa nggupkah kiranya kita mengalahkan mereka? Tidak perlu ragu. Saya punya . Sepertinya ada peretempura n. Besok pagi akan saya kerahkan para san tri menyertai para prajurit kademangan untuk melakukan penangkapan. terhuyung dan roboh dengan luka parah di lambun gnya. Ilmu Syekh Siti Jenar men yertai kita! teriak Loro Gempol yang berada di atas punggung kuda. Bulan belum lagi menjadi purnama. belum juga Ki Demang melanjutkan perkataannya.

Saya kira pasukan mereka harus ditutup ruang geraknya. setelah itu melarikan diri. hamamayu hayuning bawana. K ebo Benowo dengan cepat menyambar tubuh Loro Gempol yang terhunyung-huyung. Karena tebasan senjata para prajurit seakanakan tidak bisa melukai tubuhnya. Keduanya saling tatap seraya men gurut dada dan menarik napas dalam-dalam. Menyampaikan kabar bahwa. Mari kita tanyai! . Tidak salah yang andika ucapkan. Bukankah kita sudah berhasil menangkap hidup-hidup salah seo rang muridnya yang mengaku anggota pasukan gelap sewu. Karena kematian lebih baik dari hidup miskin dan te rjajah. Mak hluk apakah yang menendang dadaku hingga terasa sesak dan panas . Dina ikan ke atas kuda dan melarikan diri dari pertempuran. bagaikan burung elang dengan sorot ma tanya yang tajam. Mendengar kabar demikian. seraya dirinya menghun us keris dan melesat ke angkasa melewati barisan prajurit yang berlapis-lapis. Bukankah andika murid Syekh Siti Jenar yang sakti? Ki Sakawarki melayang da n berdiri dihadapan Loro Gempol yang terhuyung. Andika mengaku muridnya Syekh Siti Jenar dan m enganggap remeh para wali. Busurnya sudah dipegang dengan kuat. Ki Demang.!!!! Pasukan pemanah bersiaplah kalian di belakangku! Jika pasukan terdes ak. ujar Lego Benongo. untuk melepas an ak panah. Orang ini kita bawa ke pu sat kota Demak untuk memasuki persidangan para wali sebagai saksi dan bukti. mudah-mudahan bisa memperk aan kita dalam persidangan di majelis para wali. Diman a dia? Dia berada dalam penjagaan para prajurit. Sulit juga menangkapnya. Mundurrrrrrr!!!! teriak Keb o Benowo. tinggal melepas sesuai perintah. para prajurit penjaga berteriak. seray a kakinya melangkah pelan. namun mungkinkah beliau mengajarkan ajaran seperti ini? Mengapa tidak mun gkin? ujar Ki Demang.membakar sekujur tubuhku . Ki Demang! pasukan pemanah bersiap. Kematian itu indah. juga penguasa nege ri Demak Bintoro yang sesat? lalu Lego Benongo menyelinap di antara lautan prajur it yang merangsek. Ki Sakawarki. Ki Sakawarki tanpa menunggu ucapan Ki Demang berikutnya. ujar Ki Demang Bintoro. Ki Sanak? Ki Sakawarki mengurungkan ger akan silatnya. berlumur . Mereka pintar menyelinap! Kademangan Bintoro telah t erbebas dari pemberontak! teriak para prajurit. serta mengangkut korban tewas. Kelihatannya dia bu kanlah orang yang mudah dikalahkan. . Aku jadi kehilangan kejaran. Sebagian berjaga-jaga. Jangan lari keparat! Ki Sakawarki be rsiap untuk mengejar. Siapa andika? Mengapa bisa terbang seperti Syekh Siti Jenar guru saya? Saya Sa kawarki. saya kira di dunia ini tidak ada oran g yang hebat kecuali Allah. hingga dirinya terpental dan jatuh dari punggung kuda. Ketika langkah keduanya hampir mendekat.!!! betapa terperanjatnya Loro Gem tika ada lelaki berjubah putih yang turun dari langit dan mengirimkan tendangan keras ke arah dadanya. Lalu menukik ke bawah. Tubuh Ki Sakawarki yang melayang di angkasa terlihat sangat enteng dan ringan. bertindaklah kalian! Siap. murid Syekh Siti Jenar bunuh diri dengan membenturkan kepalanya ke dinding hingga kepalanya pecah. kehid upan ini adalah penderitaan. yang lainn ya menolong yang terluka. Ternyata ilmu yang andika pelajari dari Syekh Siti Je nar tidak seberapa? Ki Sakawarki mendekat. sejenak berdiri dan mencerna ucapan Lego Benongo. Mereka terlih at berlarian dari medan tempur setelah pimpinannya menghilang ditelan gelapnya m alam. muridnya Sunan Kalijaga.Baiklah. Hi aaaaattttt . Biar saya yang akan loncat dan mero bohkannya! ujar Ki Sakawarki seraya bersiap-siap untuk loncat.Aduhhhh .keyakinan Allah SWT. Lalu robohkan pimpinannya yan g sedang mencoba menembus lapisan pertahanan para prajurit. seraya menyilangkan golok di dadanya. Ya. Ki Sak awarki mengincar salah seorang pasukan gelap sewu untuk ditangkap. Sangat kuat pengaruh ajaran Syekh Siti Jenar. Ki Sakawarki melangkah pelan dis amping Ki Demang Bintoro. Maka jihadlah jalan keluarnya . Tidak ada salahnya jika saya mencoba menghadapinya d emi mempertahankan tanah tercinta dari kedzaliman. seraya memacu kudanya dengan cepat. Ki Sakawarki. talinya ditarik. Ki Demang Bintoro menggeleng-gelengkan kepala saat melihat j asad anggota pasukan Gelap Sewu yang terbujur kaku dengan kepala pecah. berbarengan dengan tendangan kaki kanan nya yang menghantam dada Loro Gempol.belum juga Ki Sakawarki selesai berbicara. namun Lego Benongo menghadangnya. benar buka n mereka muridnya Syekh Siti Jenar? Ki Demang Bintoro berdiri di samping Ki Sakaw arki. Ki Sakawarki dan Ki Demang terkejut. Mungkin inikah y ang dinamakan sesat? Siapa yang sesat? Andikalah dan para wali. Andika harus ditangkap karena telah ber ani melakukan pemberontakan dan Hiatttt . akan melindungi kita. Jika pimpinannya rob oh mereka akan mundur. seraya tangan kirinya memegang d ada. Ki Demang menunjuk ke utara. Lihatlah jumlah pasukan kita lebih ba nyak jumlahnya dibandingkan dengan pasukan musuh yang berpakaian serba hitam. anak panahnya di pasangkan.

tampak heni ng. begitu juga para korban tewas lainnya. Kebo Kenongo menganggukan kepala.Andika tidak akan bisa melihat saya di sana. setelah mengi kat kedua kuda tunggangannya di bawah pohon rindang. Gempol. Ki Ageng Pengging. Tidak ada salahnya jika jasad ini dikubu rkan berbarengan dengan korban lainnya. Cukup bukti kita untuk kembali melaporkan hal ini ke hadapan para wali. Menurut hemat saya sebaiknya jasad ini kuburkan saja di sini selay aknya. terang Ki Sakawarki. Lalu suara tadi? Loro Gempol menggeleng-gelengkan kepala. ketika saya sudah berada dalam tahapan ma rifat. Ke terlaluan Syekh Siti Jenar ini. Syekh. tidak ada kecual i. itulah ma rifat. ujar K ebo Benowo. benar yang saya katakan. tidak pula membeda-bedakan. Adikan masih tidak menyadari juga kal au guru kita ini memiliki kesaktian tinggi? Apa pun yang kita bicarakan meskipun jauh beliau bisa mendengarnya. kita sudah bisa mengambil kesim pulan bahwa benar ajaran Syekh Siti Jenar itu sesat dan menyesatkan. Ajaran hidup mati. Benar. Aduhhhhh . Jalan yang membelah Desa Khendarsawa aka n melintas ke arah padepokan Syekh Siti Jenar. tangannya memijat dada. Tidak ada maksud untuk menjelekan lalu memutar kepalanya. Ya. tidak menghentikan langkahnya. keningnya meneteskan k eringat dingin.bukankah ka lian tidak boleh menebar kerusakan dimuka bumi ini. du a orang penunggang kuda bergerak cepat. Setelah itu baru keesokan harinya kita bisa menguburkan setelah diperiksa para wali. Prajurit kuburkanlah me reka dengan layak. mempercepat langkah kuda yang ditungganginya. Demang Bintoro menganggukan kepala. perlahan menurunkan Loro gempol yang terhuyung. dalam jarak beberapa depa dari gerbang padepoka n. terang Ki Sakawarki. Bukankah yang berada di halaman padepokan itu Syekh Siti Jenar dan Ki Ageng pengging? Sedang bercaka p-cakap. Benar. Mengapa suaranya . Karena wujud saya tidak di sana. Ki Sakawarki. Itu beliau.. Kebo Benowo loncat dari atas kuda. Guru? ujar seoran g santri yang berjongkok disampingnya. terdengar suara Syekh Siti Jenar tepat ditelinga keduanya. justru harus sebaliknya. Dunia ini terasa sangatlah kecil dan tidak berarti . mencari wujud yang memiliki su ara.. keluh Loro Gempol. Tenang. Kenikmatan dalam ma r ifat sepertinya sangat indah. lalu memerintah. . *** Pa depokan Syekh Siti Jenar yang berada di kaki bukit Desa Khendarsawa. Gempol? Ya. s angatlah sulit untuk mengungkapkannya dengan kalimat. . Hussss hiahhh! Kuda yang ditunggangi Kebo Benowo dan Loro Gempol. Sedangkan kita sekarang berada . Padepokan Syekh Siti Jenar telah dekat. mati hidup. Keduanya menaiki tangga dengan berat.sakit sesak . kirimkan sinar terang dan kehangatannya. Maafkan saya. . Syekh ? Kebo Benowo terperanjat. keluhnya. Tidak perlu bi cara seperti itu. wajah Loro Gempol mendadak pucat dan cemas. Meringis kesakitan. tangannya berkali-kali memijit dadanya. gerutu Loro Gempol. Terasa lebih nikmat dibanding berada pada t ahapan thariqat. Kita tanyakan semua ini p ada guru kita di padepokan nanti. Dimanakah . Ajarannya yang kita anggap sesat. Tapi dia beraliran sesat. Saya sudah tidak kuat l agi. Kebo Kenongo berdiri dihada pan Syekh Siti Jenar. Bukankah jasadnya tetap perlu kita hormati dengan penguburan yang selayaknnya. tampa k terhuyung. Omong kosong! Jika memang demikian tentu dia tahu ketika kita berada dalam kesulitan . bisik Kebo Benowo. tidak bisa mencapainya. sebab perjalanan kita memakan waktu h ampir seharian. seluruhnya terbagi sesuai dengan ketinggian matah ari berada. Syekh? teriak Kebo Benowo. M a rifat itu berada dalam alam jiwa. Keparat! geram Loro Gempol.. Sebagai bukti tidak ada salahnya jika ja sad ini dibawa. Tanah b ukit yang dipapas menyerupai anak tangga bertingkat itu tepat berada di bawah pa depokan Syekh Siti Jenar. Ki Sakawarki berjongkok disamping jasad. Gempol. Syekh. tinggal di dataran tinggi . Sssssssttttttt Kebo Benowo me letakan telunjuk dimulutnya. ra Syekh Siti Jenar semakin menempel di dalam gendang telinga keduanya. Gempol. begitu juga Loro Gempol. Nun jauh di atas jalan yang terbentang panjang dan penuh kelokan. Syekh Siti Jenar menganggukan kepala. langkahpun tidak seimbang. Syekh Siti Jenar mengibaskan jubah hitam yang berlapis kain merah di dalamnya. terang Kebo Benowo. . Hingga keduanya telah berada di atas tangga terakhir. persis di depan jalan menanjak. Cahay anya menerobos setiap celah dan ruang yang berada di atas bumi. tangan kirinya menuntun kuda disebelahnya. Punya ajian apa sesungguhnya Kiai Kademangan De mak itu? Saya juga tidak tahu. Ki Benowo. kita harus segera melapor ke pusat kota D emak! Demang Bintoro menganggukan kepala. Kasihan jika harus dibawa ke Demak. Andika belum paham juga dengan ajaran hamamayu hayun ing bawana.an darah. Tuh.Penunggang kuda yang berada disampin kanannya tampak tegap dan kuat. Tadinya saya ragu. Syekh. matanya terbela lak. . Saya setuju. Ki Demang. sedang berbincang-bincang dengan Ki Ageng Pengging. Matahari pagi mulai meninggi. berhenti di kaki bukit.

Sekarang turun . Kebo Kenongo terkagum-kagum. jasad maujud jiwa. hendaklah mengenali d ulu diri sendiri. . mesk i bukan kepuasan. merasakannya .Subhanallah . merubahnya. dekatkanlah yang jauh. Terimakasih. Syekh Siti Jenar lalu memukul batu padas seukuran kelapa. Jasadiah yang dilatih akan menghasilkan kanuragan. terang Syekh Siti Jenar. Satukanlah yang terca bik. Saya paham. maka menyatu. Ya. Satukanlah jiwa dan jasad itu. Ki Ageng Pengging. Kebo Kenongo mengangguk-anggukan kepalanya. manunggaling kawula wujud. Syekh. Jadi ma rifat yang saya alami belum utuh. sempurnakanlah ma rifat itu . Syekh? Tentu. Tidak bisa kah jika ilmu kesaktian Syekh langsung diturunkan pada saya? Ilmu kanuragan sangat mudah diturunkan! Namun untuk mencapai tahapan ma rifat perdalamlah sendiri.dalam alam jiwa dan jasad.. Betapa hebatnya ilmu yang Syekh miliki. dan amarah. Termasuk hakikat dan thariqatnya? Benar. Namun kita makluk yang memiliki jasad.. Allah. hingga berikutnya manu nggaling kawula gusti. inilah jasad. Jasad tetap harus terbungkus pakaian dan jubah. baru berani mende kat. Harus selalukah mengeluarkan tenaga dalam dengan batin? Maksud batin disini bukanlah ada pada tingkatan ma rifat. lalu Syekh S iti Jenar duduk bersila di atas rumput hijau.dan sanggup menjalaninya. Kita sebelum mengenal Gusti dan menuju akrab. lalu mengeluarkan sebelah tanganya dari dalam. jiwa pun bisa keras seperti wujud. Kebo Kenongo mengangguk. Andika mendapat tendangan petir geni dari Ki Sakawarki. Syekh. menikmatinya. saya hanya memberi petunjuk. Saya berada dalam pohon. Loro Gempol dengan penuh hormat mencium kaki Syekh Siti Je nar. Saya sudah kembali pulih. Tahapan orang yang mengenal dirinya. Syekh Siti Jenar mengangkat bah u Loro Gempol agar tidak lagi mencium kakinya. Jadi saya baru mengenal diri? Setelah itu kenalilah Gustimu. Namun itu bukanlah mat i. Bisakah semua ilmu yang Syekh miliki diturunkan pada saya? Jika andika mau. Perlahan keluar sa tu sosok Syekh Siti Jenar lain. benar-benar sakti. Tentu saja akan terasa sesak dan panas . menyent uhnya. jiwa adalah jasad. Kebo Benowo dan Loro Gempol sama sekali tertahan menyaksikan Syekh Siti Jenar dengan ilmunya yang tin ggi sangat sulit mencari bandingannya. saat ini sudah masuk pada tahapan yang saya maksud. diremasnya hingga bertebaran laksana debu. genapkanlah yang ganjil. Hanya gerak dan geriknya be rada di luar. semangat untuk menc ari lawan. Ma rifat itu seakan kita berada di atas ketinggian dan bisa mencapai ke segala arah. Hingga wujud ini bisa menjadi halus seperti jiwa. Sebelum akrab ma rifatlah seutuhnya. se telah itu kembali. Wujud adalah jiwa. Ilmu itu milik Allah. ma rifat seutuhnya. Kebutuhan jasad adalah syarat hidup. maka disitulah ma rifat seutuhnya akan ter wujud. Saya paham. ngo terbelalak untuk kesekian kalinya. tidak perlu men capai ma rifat. Syekh Siti Jenar berhenti sejenak. Dalam tahapan ma rifat seutuhnya manusia bisa memisahkan jiwa dengan jasad. tetapi hanyalah syarat yang dinamakan kehidupan bagi orang keb anyakan. emosional. Lantas orang yang bisa meringankan tubuh dan mengeluarkan tenaga dal am. janganlah menyiksa d an memenjarakan kebutuhannya. Krak. matanya seakan-akan tida k bisa berkedip. Syekh Siti J enar hanya dengan tatapan matanya. Syekh Siti Jenar melangkah pelan. Syekh. Itulah manunggaling kawula wujud. kedipun seakan-akan hilang dari kelopak m atanya. karena kanuragan masih berada dalam lingkar jasadyah. mengobati rasa sakit yang di derita Loro Gemp ol. Manunggaling kawula wujud? Maunggaling kawula wuju d. memukul. Sembuhkanlah dada saya yang terasa sakit dan sesak. meski sebetulnya tidak makan pun tida k akan merasa lapar. Ini lah jiwa. kalau ilmu ma rifat lain kali saja. jangan melupakan kebutuhan jasad! Meski kita berasa pada tahap ma rifat seutuhnya. . Syekh. lalu melangkah mengitari yang sedang bersila. menyatukannya kembali. tetapi pikir an dan hati yang terfokuskan. patah. menyaksikan Syekh Siti Jenar yang telah keluar dari dalam batan g pohon. Syekh Siti Jenar mengan gukan kepala. itu hanya menjelaskan manunggaling kawula wujud. keangkuhan. perlahan tubuhnya menembus pohon. berada pada tahapan apa? Dalam tahapan syariat. Syekh. Untuk mencapai ilmu kanuragan dan sebangsanya yang meliputi kekuatan jasadyah. rintih Loro Gempol. dan jatuh di samping Kebo Kenongo. terang Syekh Siti Jenar. tidak bergerak. karena segala hal dal am dirinya telah terkendali termasuk nafsunya. Saya adalah manusia biasa. Ki Ageng Pengging. Konsentrasi. Lanjutkanlah. Baiklah. lalu membuka telapak tangan dan dihentakan pada bat ang pohon. jiwa maujud jasad. Hingga manunggaling kawula wujud. ujar Syekh Siti Jenar. sebab jasad yang saya lepas dalam keadaan hangat. barulah akrab. kesombongan. dipadukan deng an batin keluar tenaga dalam. rapatkanlah yang renggang. membuat musuh terpental. Meskipun sangat hebat dan sakti orang yang berada dalam tahapan ma rifa t tidak akan sewenang-wenang mempertontonkan kesaktiannya.

Itulah yang dikatakan manunggali ng sifat.Hiattttt! Loro Gempol loncat. maka jika demikian haruskah diberikandengan cuma-cuma? Syekh s endiri? Itulah saya seperti Ki Ageng Pengging lihat. Ma nis dan Asin. Ki Ageng Pengging! mam Kebo Kenongo. bukankah kita berada dalam manunggalnya. yang sudah turun dari p adepokan Syekh Siti Jenar. Maha Pengasih. la lu melangkah perlahan. Apa rasanya gula? Apa pula rasanya garam? Tentu saja gula manis. Mengapa Syekh memberikan apa saja yang diminta orang tanpa mela lui tahapan? Bukankah tadi telah saya uraikan? Kenapa tidak jika saya telah berada dalam lingkar dzat Maha Pemurah. Syekh Siti Jenar menyapu w ajah Kebo Kenongo dengan tatapan matanya. Mengapa lagi harus menentang sipat-sipat Allah jika kita sudah berada dalam lingkarnya. Maks udnya? Manunggaling sifat. Hingga lenyap ditelan ketinggian. Masih ada orang sepe rti dia? Kenapa pula Syekh memberikan ilmu dengan mudah kepada mereka? Tidak sepan tasnya kita sebagai makhluk Allah menyembunyikan ilmu. mele pas kekuasaan dan keduniawian. Lihatlah tentang gamelan dan wayangnya. tendangannya menghantam batu. Jika itu dilakukan maka kita bertentang an dengan sipat Allah yang Maha Pemurah. Saya paham. meng amalkan. Benarkah itu. Dia berada dalam lingkar kekuasaan Demak. Akhirnya saya bisa mebalas Ki Sakawarki. Dia tidak mudah memberikan ilmu yang lebih ting gi tahapannya . Apakah dia mengajarkan pula ilmu ma rifat? Tentu saja. Hingga saya berpendapat apalagi yang tidak bisa Syekh d apatkan? Semuanya berada dalam genggaman. betapa berat untuk mendapatkannya. Kebo Kenongo menarik napas dalam-dalam. ajaran tadi dalam tahapan syariat. Syekh Siti Jenar berhenti sejenak. Saya akan berusaha sekuat tenaga untuk mencapainya.Gempol Kebo Kenongo hanya mengg elengkan kepala menyaksikan Loro Gempol dan Kebo Benowo. menyampaikan. juga ilmu politik. Kebo Ke nongo mengangguk-anggukan kepala.. Hhhhhmmmmmm . dan Maha Penyayang. Maha Pengasih. Karen a masih menyatu dengan kebalikan sipat-sipat Allah. Ki Ageng Pengging. Karena mereka masih berada dalam tahap syariat. dan buday a. Terutama Sunan Kalijaga. kadang pula sangat berat untuk dipahami. Terkadang ga mpang dicerna. terang Syekh Siti Jenar. dan Maha Penyayang. Namun yang dimaksud Manunggaling Kawula Gusti menurut Syekh? Manunggaling Kawula Gusti? Syekh Siti Jenar lantas berdiri di atas satu kak i. sedikit-demi sedikit akan berusaha mencernanya. Semuanya akan mengatakan sama. Tidak k lagi. Nafsu duniawi itu akan sirna. Dia lebih cenderung untuk menterjemahkan. menyembunyikan pun demikian. Pantas saja sangat jarang orang pemurah semacam. Saya berikan dua arti. Manunggalin g Kawula Gusti. Mengamal kan itulah yang berat. Lihatlah tangga yang menuju padepokan saya.kanlah ilmu menendang yang lebih hebat dari Ki Sakawarki. Syekh. Na Sunan Kalijaga tidak seperti saya cara mengajarkannya. hancurlah berkeping-keping. Karena sipat-sipat Allah itu bukan un tuk dibicarakan dan dibahas secara panjang lebar. semata untuk menyebarluaskan syariat Islam. Sunan Kalijaga setelah memperdalam ajaran Islam. Kiki r itu adalah sipat Syetan. pertama manunggaling sifat. yang saya ungkap tadi. Meski dikasihkan pada seribu orang. Pulanglah! Ilmu itu suda h andika miliki. ujar Kebo Kenongo. Terletak di hal aman padepokan. betapa harus berkorban tenaga dan har ta untuk meraihnya. Syekh Siti Jenar kembali berdiri di atas dua kakinya. Apalagi yang saya inginkan? Meski saya kur ang begitu paham maksudnya. dan garam asin. pikirannya menc oba mencerna segala uraian yang telah disampaikan Syekh Siti Jenar. lihatlah tentang shalat yang lima waktu . tetapi harus diamalkan. Sebelumnya saya akan bertanya pada. Syekh. O ya Kebo Kenongo mengangguk-anggukan kepalanya. ujar Syekh Siti Jenar. Gempol . Karena dia seperti halnya Ki Ageng Pengging keturuan darah bi ru. betapa susah untuk merai h ilmu. Kenapa Sunan Kalijaga dan para wali yang setarap ilmunya de ngan Syekh lebih menyukai berada dalam lingkar kekuasaan? Itu bukan tujuan mereka untuk meraih kekuasaan. terang Syekh Siti Jenar. sosial. Kebo K enongo menempelkan telunjuk dikeningnya. . Berika n pula gula dan garam ini pada seratus orang. kebutuhan jasady ahlah yang paling utama. Syekh? Tendanglah batu padas itu! Syekh Siti Jenar men garahkan telunjuknya pada batu padas yang seukuran tubuh kerbau. Bergerak luruslah dengan sipat-sipat Allah. seperti sa ya uraikan sebelumnya. Kebanyakan manusia terkadang sang at keberatan jika orang lain menginginkan ilmu yang dimilikinya? Tentu saja. Syekh. Bukan berarti gila kekuasaan atau membuntuti penguasa untuk mend apatkan keuntungan. jika dia ingin berkuasa tentu s udah menjadi raja. Terkadang manusia berpikir. Syekh. menyatulah didalamnya. *** Selamat datang di Masji . kedua manunggaling dzat. lalu tanya oleh Ki Ageng Pengging. Biarkan mereka mengecap dengan lid ahnya. Syekh. terutama sekali setelah berada dalam tahapan sepe rti saya. Sekarang juga saya mohon pamit. Terimaksih.

selaku ketua Dewan Wali. puasa bulan ramadan tidak wajib. hingga pada suatu malam terjadi penyerbuan. Karena Kebo Kenongo nama lain dari Ki Ageng Pengging . Mereka telah berani merusak ajaran Islam yang ses ungguhnya. tatapan matanya menyapu wajah kedua orang yang disebutnya. Apa lagi yang mesti kita selidiki. saya mendengar kabar burun g tentang ajaran sesat yang disebarluaskan Syekh Siti Jenar. Kanjeng? Sunan Kalijaga beradu tatap dengan Sunan Bonang. ajaran itu benar-benar menyesatkan. Ki Demang. Pangeran Bayat menat ap Demang Bintoro. Betapa sombong dan angkuhnya kit a. . Sehingga agama dijadikan alat politik dan kekuasaan. Gusti? tambah Demang Bintoro. tatap Sunan Bonang.Pengertian sesat? Sunan Giri memutar tatapanny a menyimpulkan. seakan-akan kitalah yang memiliki ilmu terlalu tinggi. Kanjeng Sunan Kalijaga? ujar Sunan Giri. Jika itu Kebo Kenongo. Sunan Kalijaga mengaggukan kepala. Disini telah b erbaur antara aqidah islam dan politik . Demang Bintoro menganggukan kepala. berhenti pada Su nan Giri. berusaha menyimpulkan. tambah Ki Sakawarki. Itulah yang terjadi Ki Sakawarki. Tentu saja mereka akan memilih mati ketimbang tertangkap. jawab Demang Bintoro. mati untuk hidup. Ternyata bukan hanya isapan jempol belaka tentang kesesatan a jaran Syekh Siti Jenar itu. Namun tidak ada salahnya jika kita dimintai pendapat Politik macam apa yang terjadi dibalik tersebarnya ajaran sesat i ni? tanya Demang Bintoro. Ki Demang berhenti sejenak. Saya kira dibelakang semua ini K i Ageng Pengging juga punya kepentingan? Mungkin? Karena merasa masih keturunan Ma japahit. tidak ketinggalan Sunan Bonang dan Sunan Kalijaga. Namun yang paling aneh. Jelas sesat! Sudah keluar dari esensi Islam yang sesungguhnya. jika boleh saya berksimpulan. .Itulah yang terjadi di Kademangan Bi . Kanjeng. Dalam keadaan umat resah dan bingung. Penyebaran ajaran se sat harus segera dihentikan. Dengan bukti melakukan penyerangan terhadap Ka demangan. Benarkah mereka juga melakukan tindakan makar? Selain menyebarluaskan ajaran sesatnya? tanya Pangeran Bayat. Saya kira tidak perlu mencampuri persoalan ini terlalu jauh. Jika itu dilakukan sangatlah berlebihan. Bagaimana menurut pendapat. Ki Sakawarki menganggukan kepala. politik untuk melakuka n makar pun berjalan. ujar Sunan Giri. Terimakasih. Sunan Muria. Itulah yang mereka anggap jihad! ujar Pangeran Bayat. Nam un sebelum bertindak saya akan meminta dulu pendapat para wali agung tentang bat asan sesat yang disebarluaskan Syekh Siti Jenar. Saya kembali k edatangan Ki Sakawarki dan Ki Demang Bintoro. Hidup itu un tuk mati. . Pantas mereka mempengaruhi r akyat kademangan dengan ajaran yang menyesatkan. Yang paling mencolok mereka menyebut nama p impinan pemberontak Kebo Ben . Keparat! muka Pangeran Bayat merah padam. Ki Demang! ujar Sunan Giri. akhirnya banyak rakyat Kademangan Bintoro yang b unuh diri. Padahal maksud saya tidak seper ti itu. Pantas saja? Deman g Bintoro menggeleng-gelengkan kepala. Pangeran Bayat mengaggukan kepala. Adakah penyimpangan lain dari ajaran Islam yang berkaitan dengan aqi dah? tanya Sunan Giri. Mereka tidak mesyariatkan shalat lima waktu. Untuk itu kita tidak bisa membiarkan hal ini terjadi. Kanjeng. Jika demikian kesimpulannya sudahlah jelas persoalan ini.Demak.Gusti Pangeran. Gusti Pangeran. Tidakah kita menelisikny a terlebih dahulu. jika Syekh Siti Jenar sudah menganggap shalat lima waktu tidak w ajib. Tapi ketika mendengar langsung dan menyaksikan bar ulah percaya. Hidup untuk mati. Kan jeng Sunan? tatapan mata Pangeran Bayat menyapu wajah para wali. ka rena mati telah memenuhi panggilan jihad. Saya semula tidak percaya tentang ajaran sesat Syekh S iti Jenar. Ki Sakawarki penuh hormat. Sebab jika dibia rkan akan mengancam keutuhan negeri Demak Bintoro. j anjeng Sunan yang saya hormati. maka dugaan saya benar. begitu pula kewajiban lainnya. Kanjeng Sunan Kalijaga! potong Pange ran Bayat.. kesetabilan negeri Demak Bintoro akan terancam. Pangeran Bayat. Jika tidak maka umat akan resah. Kanjeng. duduk berhadapan. Syekh Siti Jenar besert a pengikutnya harus ditangkap. Saya selanjutnya melakukan penyelidikan ber sama Ki Sakawarki. potong Pangeran Bayat. Selain telah berani-berani mencampurbaurkan kepentingan politik denga n agama. Kanjeng Sunan Giri? Sunan Kalijaga beradu tatap. Gusti Pangeran. Sehingga tanpa beranjak dari tempat duduk mengetahui yang sesungguhnya telah terjadi. Tentu saja. Benar. Ajaran sesat macam apa? Sampaikanlah kabar terbaru tentang ajara n Syekh Siti Jenar dan pengikutnya. mati itu untuk hidup. membenturkan kepalanya pada batu hingga tewas. terang Pangeran Bayat. Mereka akan menciptakan dulu keresahan dikalangan umat b eragama. ketika salah satu diantara mereka tertangka p. Menyimpang d an sesat secara aqidah! Sunan Giri geram. Itulah yang k ami saksikan. Tidakkah kita ingin memastikan sekali lagi tentang s . lalu duduk bersila di samping Sunan Kudu s. memulai percaka pan dengan batinnya.

ujar Demang Bintoro. Kan jeng Sunan Giri? Saya juga tidak terlalu paham. Dengan tujuan orang terfokus pada persoalan agama. lalu menatap Su nan Bonang. biar kerlip gemint ang sebagai pengganti. mata hatinya mulai bersentuhan dan bercakap-caka p. perlahan meredup seakan-akan terlihat lelah dan nga ntuk. Kenapa Kanjeng t ersentak? tatapan matanya mengikuti sudut pandang Sunan Drajat. Kanjeng. Seharian memelototi bumi beserta isinya. tetapi tidak mene mukan hal yang perlu dikejutkan. Namun saya hanya melihat dan mendengar dari para murid nya. padahal politis. potong Sunan Giri. saksi mereka bertingkahlaku. Kanjeng Sunan Bonang. Pangeran. Kanjeng Sunan Drajat. Baiklah. dari benderang pada kremangan. bisiknya. Pinggir hutan di halaman pendopo milik Kebo Benowo dan pengikut nya. meski tidak mengerti. Dari Segi politik. Jelas-jelas dia masih keturunan Majapah it dan memiliki pengaruh sama dengan Gusti Raden Patah. Bisakah itu dijadikan seb agai bukti? Sunan Kalijaga memutar tatapannya ke arah Pangeran Bayat dan Sunan Gi ri. semoga dari hasil persidangan nanti ada keputusan. Bukankha Ki Sakawarki saja sudah cukup sebagai seorang Kiai membuktikan kesesa tan tadi? Apakah Ki Sakawarki sudah secara langsung mendengar dan melihat jika aja ran Syekh Siti Jenat itu sesat? Maafkan Kanjeng Sunan Kalijaga. Yang memperkuat tuduh an saya dengan adanya nama Kebo Kenongo. Namun penghuni jagat raya seakan tid ak peduli meski matahari tidak lagi memelototi dan menerangi.Saya setuju! ujar Pangeran Bayat. Saya menduga jika kepentingan politik yang ditebark an Kebo Kenongo dibungkus rapih dengan agama. saya belum bertemu dengan Syekh Siti Jenar.Kanjeng Sunan Bo g? Sunan Drajat mengangukan kepala. Malam hanya perpindahan dari terang pada gelap.esatnya ajaran Syekh Siti Jenar dengan mengutus seorang wali? tatap Sunan Kalijag a. jika demikian saya mohon pamit. tat ap Sunan Bonang. Jika Syekh Siti Jenar perlu ditangkap. sebaiknya perdebatan ini dihentikan. Pangeran Bayat mengerutkan dahinya. kita pisahkan dulu Kanjeng S unan Kalijaga. Kami berisyarah setuju pada perkataan Kanjeng Sunan Giri tadi. Joyo Dento dan Kebo . Kita bersidang dengan pihak pemerintahan demi mengambil keputusan. Karena tugas saya sudah selesai. berkelebatan bayangan tubuh yang sedang berlatih silat. Baiklah ji ka demikian. kita mesti menunggu keputusan Raden Patah. ujar Sunan Bonang. Ya. Matahari sudah waktunya kembali dan beristirahat di peradua nnya. tegur Sunan Giri. Hanya dia tidak seberunt ung junjungan kita. untuk menjernihka n persoalan ini dan menangkap makna yang sesungguhnya. Persoalan tadi akan kami tindaklanjuti. Kanjeng. Seakan-akan menembus batin hingga tidak berdaya. Ki Dema ng. Makanya saya tadi berpendapat. Mengapa ada pancaran sinar dari D sini tidak ada yang aneh. Pangeran. . Kanjeng Sunan Bonang? Tidak ada hal yang perlu dikhawatirkan. Apa pun yang terjadi jika itu keputusan dah semestinya kita taati. kita tan gkap! . begitu pula dengan kalangan pemerintah. tatapan mat anya tertuju pada Sunan Bonang. Saya takut di antara para wa li terjadi perbedaan paham yang runcing. lalu perlahan bangkit dari duduknya. ketika beberapa malam lalu melakukan pemberontakan. Ada apa? Sunan Drajat tersentak dari duduknya. yakin tujuan utamanya ingin makar. agar tidak terlanjur dan terlunta-lunta hingga mengakibatkan kesesatan bagi umat . Sunan Kalijaga menganggukan kepala. sesuai dengan pendapat Kanjeng. Kanjeng. *** Matahari mulai merayap. bagaimana jika kita pisahkan dulu masalah politik da n agama? Maaf. Kita lihat dan ikuti saja meski secara lahiryah tetap harus berikhtiar. s edangkan persidangan merupakan wewenang para wali dan pemerintah. Saya kira Syekh Siti Jenar juga paham perjalanan hidupnya batin Sunan Bonang. Semoga kalian selamat diperjalanan. Sunan Giri menerima kedua telapak tangan Demang Bintoro yang mengajak bersala man. Hingga tidak pernah menghalan gi dan menyurutkan niat dan langkah manusia dengan segenap tekad dan keinginanny a untuk berbuat. tukas Pangeran Bayat. karena itu sudah menjadi sebuah taqdir dan ketentuan yang mesti dijalani. seiring dengan datangnya gelap malam. Baiklah. Saya harus menafsirkannya Apa yang telah terjadi? Kenapa saling memberi isyarah? Pangeran Bayat kebingungan. S unan Giri mengaggukan kepala. Kanjeng Sunan Drajat. saya secara syariat tidak bisa melawan kehendak Allah. Bagaimana jika kita memperbincangkannya dengan Raden Patah. Tidakkah Kanjeng me Benar. Bukan semata menyebarka n ajaran sesat. menatap setiap tingkah dan laku m anusia yang beragam. Kanjeng S unan Giri. Selanjutnya kita renungkan sejenak sebelum mengambil keputusan . tatapan matanya men erbar sinar kemerah-merahan beradu dengan sorot mata pancaran jingga Sunan Kalij aga. Putusan terbaik dalam menyikapi Syekh Siti Jenar dan pengikutnya. Saya rasa persoalan politik dan agama dalam hal ini sudah menyatu. Hatinya seakan-akan dis usupi nasihat yang sebelumnya tidak pernah diketahui.

Semakin tinggi ilmunya. menyalami. Diikuti para wali lain menempati kursi yang telah disediakan. Terlihat segar malam ini . Berhasilkah dengan cara demikian? tanya Kebo Benowo. begitu juga Ki Ageng Pengging. Kebo Benowo ikut nimbrung. Sekarang kesaktian s ertambah. S ebaiknya kita tidak terpengaruh . Dento? Seandainya beliau bersedia mendukung perjuangan kita dengan kesakt iannya. seraya loncat dan men garahkan tendangannya pada batu. Syekh Siti Jenar benar-benar hebat. bukannya saya tidak percaya pada tendangan maut yang baru saja andika miliki. Dua ekor kuda yang ditungg angi Kebo Benowo dan Loro Gembol telah berada di tengah-tengah pengikutnya. . Raden. Dragkkkk . lalu memutar lehernya mengikuti sudut pandangnya ya ng tertuju pada sebongkah batu. Bukankah dia orang sakti. Benar. Ki Gempo l? Kenapa. Tid ak lebih baikah jika kita menambah jumlah pasukan? Bisa saja. ujar Joyo Dento mendekat. seraya duduk di atas bangku yang terbuat dari kayu. Loro Gempol lalu mengambil ancang-ancang. Singgasana berla pis emas. Jadi saya tidak bisa mencoba i lmu baru dalam waktu dekat? Loro Gempol garuk-garuk kepala. Sangat aneh? Joyo Dento menggelengkan kepala. Dento? Loro Gempol tersenyum. perlahan bangkit menyambut kedatangan para wali. Bahkan ilmuku sudah mulai bertambah meski dalam waktu sangat singkat. serta empuk. Dento. Dento. Sebenarnya ada taktik perang gelap Maksud andika? Loro Gempol menatap tajam. Me ngingat jumlah pasukan kita lebih sedikit di banding musuh. Silahkan . ujar Sunan Giri tersenyum tipis. menambah pasukan. . terkadang lupa pada tugas yang sesunggu hnya. Sungguh sayang. Di setiap sudut istana berdiri para prajurit dengan tombak dan tameng di tangannya. Saking n ikmatnya kita dalam sehat dan istirahat. Ar tinya untuk sementara kita menghentikan penyerangan . sudah barang tentu sangat mudahlah menghancurkan Kademangan Bintoro. Loro Gempol menepuk-nepuk dadanya. Itulah keanehan mereka. Ki Gempol? Joyo Dento mengerutkan keningnya. Lihatlah! Saya akan menghancurkan batu sebesar perut kerbau itu hanya dengan sat u kali tendangan. Raden Patah menyalami dan memeluk Sunan Giri. Ya. ujar Joyo Dento. Mereka menginj akan kakinya di atas karpet berwarna hijau. Hari itu tampaknya ada pertemuan penting antara Raden Patah dan Walisongo. Raden. Artinya Ki Gempol sudah siap memimpin kembali pemberontak an? Tentu saja. tidak ada salahnya kmemperhitungkan jumlah kekuatan yang kita miliki. Raden Patah perlahan duduk kembali di a tas singgasana kerajaannya. Rasanya sangat bahagia hati ini. Tidakah merasa lelah sep ulang dari padepokan? Tidak! Gempol. tidak pelak lagi hancur lebur berkeping-keping. terang Joyo Dento. Meski pun Ki Gempol bisa mengalahkan Ki Sakawarki. Ki Ge mpol. terkadang menyebabkan kita untuk bermalas-malas. Hebat! Joyo Dent o menggelengkan kepala. Bukankah kita mendapatkan kepercayaan dari rakyat demi kesejahteraannya. semakin dig jaya kesaktiannya.Bagus. Mengapa tidak digunakan untuk kembali mengadakan penyerangan terhadap Kademangan Bintoro? Haruskah malam ini? tanya Kebo Benongo. Tidaklah harus terlena dengan kemegahan istana. Saya sudah memiliki tendangan yang l ebih hebat dari Ki Sakawarki. Hanya dengan tatapan mata beliau menyembuhkan luka dalam akibat tendangan Ki Sakawarki. Pangeran Bayat. Selamat dat ang di keraton. para abdi pun mengikuti. *** Dewan wali yang d i pimpin Sunan Giri mulai memasuki istana kerajaan Demak Bintoro. serta Joyo Dento dan Kebo Benongo.tendangan kaki Loro Gempol menghantam s asaran.Benongo bergantian mengajarkan setiap jurus dan strategi perang. Sudah sekian lama Kanjeng Su nan tidak menyempatkan diri memasuki istana yang megah ini. Sunan Giri lalu d s kursi yang telah disediakan. Sayang. Kebo Benowo mendekat. Bisa seperti it u Syekh Siti Jenar mengajarkan ilmu kanuragan. lalu men ghilang. lantas menyerang. dahinya dikerutkan. kiriman dari Bagdad. ujar Loro Gempol. Bukankah menurut andika tidak perlu lagi memikirkan mereka yang sudah tidak memiliki kein ginan untuk berkuasa. Demak pun jika beliau mau tentu bisa dihancur leburkan! timpal Loro Gempol .Terimakasih atas sambutannya. lalu yang lainnya. malah semakin tidak tertarik pada kekuasaan? lalu menghela nap as dalam-dalam. serta para abdi kerajaan lainnya berdiri. Raden Patah sudah berada di atas singgasananya. Jangankan Kadem angan. Cukupkah jumlah prajurit kita untuk menggempur Kademangan Bintoro? Benar! Joyo Dento meletakan kedua tangannya d i belakang. Ki? tanya Kebo Benongo. Loro Gempol t run dari punggung kuda. Prilakunya disambut deng an tepukan pasukan gelap sewu. sangatlah sulit untuk diajak serta. batin pun terasa tentram jika sudah bertemu dengan para wali yang terhormat. Se rangan kita harus bersifat memecah konsentrasi musuh. Harus menghindari perang terbuka. Dento. Kanjeng Sunan. lupakan saja semuanya! Joyo Dento bangkit dari duduknya. Seperti apa tendangan itu.Tidak lama bersel ng terdengar suara kuda yang bergerak ke arah mereka. d .

Seandainya masih ada rakyat yang miskin dan kelaparan? Sementara kita serba berkecukupan? Tidakah di akhirat nanti akan menuai kecaman dari Allah SWT. masihkah di negeri ini ada rakyat yang kelaparan? lalu tatapan matanya tertuju pada Pangeran Bayat. Sunan Drajat. Hal itu t idak terjadi di negeri ini . Raden Patah mengangguk-anggukan kepala. hidup untuk mati. Dimas Bayat. Pengikutnya terutama rakyat miskin dan kelaparan banyak yang mengakhiri hidup nya. ujar Pangeran Bayat. Raden. Kanjeng. Dimas? Hamba yakin.? Mun gkin rakyat negeri Demak Bintoro. jika di negeri makmur ini sudah tidak ada lagi yang miskin dan kelaparan? Astagfirullah! Raden Patah lalu me ngusapkan kedua telapak tangannya pada wajah. Jika itu terjadi dan me nimpa rakyat negeri Demak Bintoro. . meski pun lapar tidak akan banyak berbuat sela in mengganjal perutnya dengan kesedihan. Kanjeng. meski masih terhidang ber aneka kelezatan di atas meja. Kanjeng? Lih at dan perhatikan. Itu semua mengingatkan pa da diri kita. seakan-akan mengubah dan memecah suasana. Berdasarkan pendengaran dan penglihata n hamba. Syekh Siti Jenar pada pengikutnya meng hembuskan ajaran hidup untuk mati. tentang ajaran Syekh Siti Jenar! Kenapa.Ma saya. Kanjeng. bisakah terobati dal am sekejap? tatap Sunan Giri. Sunan Bonang.emi ketentramannya. demi melayaninya? Alhamdulillah. tinggal memanggil pela yan kerajaan. Raden Patah menundukan kepal anya. semakin lama semakin banyak. namu n tidak ada yang mengusik isak tangis Raden Patah meski hanya sepatah kata pengh . Tahukah Raden tujuan utama kedatangan kami. Sunan Kudus. saya paham. Sunan Muria. ji ka seandainya Raden Patah marah. Kanjeng. bisa juga menangis? desak Sunan Giri. Baguslah jika yakin sebatas laporan. semegah apa pun dunia akan berkesud ahan. Ya. dagunya seakan-akan menyentuh lutut. R aden Patah sekilas menyapu wajah Sunan Giri dengan tatapan matanya. dewan wali ke istana ini? Tentu saja. Sunan Giri menghentikan langkahnya. semua yang kita kuasai p ada suatu saat akan menjauh. dari sela-sela jemarinya menetes buliran air mata. termasuk Sunan Kalijaga. Mereka mengaggap bahwa mati lebih nikmat dari pada hidup dalam kemiskinan. lalu mengitari singgasana Raden Patah. Allah maafkan hambamu ini. Semua itu diingatkan ketika diri kita t idak sempat untuk istirahat dan menikmati. Raden Patah menundukan kepala dihadapan Sunan Giri. Sunan Gir i perlahan bangkit dari duduknya. Hamba melaporkan dengan sesungguhnya. demi ketenangannya. Sunan Giri hanya berbagi tatap dengan para wali . lalu kembal i duduk di atas kursinya.dan ada akhirnya bukankah datangnya rasa nikmat ketika kita merasakan lapar? Andai lapar itu berada pada tahapan Raden. Kanjeng? Benar. Perso alannya karena miskin. Kanjeng? ujar Raden Patah. Mereka memahami setiap maksud perkataan Sunan Giri. Jika perut sudah terlalu kenyang tidak mungkin meneruskan makan. Tentu akan terobati. Pisahkan dulu persoalan mati untuk hidup. semua yang kita miliki akan ditinggalkan. Bagu lah jika tidak ada yang kelaparan. Raden Patah perlahan mengangkat kepalanya. Pangeran Bayat mengacungkan sembahnya. mati untuk hidup. Namun saya sebagai manusia terkadang terlena dibuatnya . Mereka bunuh diri. Raden. kekuasaan akan berakhir dengan ketidakuasaan. Yakinkah. Hamb a telah berbuat hilap . Raden? Saya percaya pada Dimas Bayat. Bukankah kehidupan di dunia ini telah ditentukan ba tasnya? Seindah apa pun dunia tetaplah fana. Menurut hamba negeri ini sangatlah makmur. Bukankah tadi dikatakan. jika yang bunuh diri itu si miskin dan menderita Mengapa harus d ipisahkan persoalan ini? Rakyat Demak Bintoro yang miskin tentu saja mudah dihas ut akhirnya nekat bunuh diri. Disi tu tidak ada nikmat yang bisa dirasakan meski sekejap.. hendaklah istigfar.Suasana istana yang hening terusik dengan isak tangisnya Raden Patah. . Pangeran Bayat semakin menunduk an kepalanya. Jika Raden terlena dengan kekuasaan dan kemeg ahan. sete lah rasa lapar tergantikan dengan kekenyaang nikmat pun tidak ada lagi. bahkan saat sakit mengusik kita. Sangat tidak mungkin di negeri semakm ur Demak Bintoro ada rakyat yang kelaparan? Benarkah. Ada kabar jika Syekh Siti Jenar menyebarkan ajaran sesa t. G usti. Sunan Giri mengacungkan telunjuknya. Bukankah di negeri ini telah muncul persoalan yang terkait dengan Syekh Siti Jen ar dan pengikutnya. hatinya mulai ketar-ketir. Gusti. mungkin saya sebagai pemimpin akan menerima h ukumannya di akhirat. Raden Patah perlahan memicingkan sudut matanya. Karena singgasana i ni tidak abadi. menatap langkah kaki Sunan Giri. dan Sunan Gunung Jati. Hanya sekeja p . Ya. Mudah-mudahan yang dilaporkan Dimas Bayat benar. Kanjeng S unan. Saya sudah be rupaya menjalankannya sesuai dengan amanah dan ajaran Islam. Tidak ada bedanya saat kita merasakan lapar bergegas mencari makanan. Tetapi jika rasa lapar menimpa rakyat miskin. kenikmatan dan kem ewahan hanya bisa dikecap dalam sekejap. Apalagi mendengar ajaran yang menyesatkan ini.

supaya tidak kesasar da n gila? Ya. yaitu un tuk mencapai dan menggapai dzat Yang Maha Kuasa. bahkan ma rifat pun kini mulai bisa saya capai. juga maksud yang berbeda. Mungkin itulah yang dikatakan menyatunya kembali dengan dzat yang ma ha kuasa? Mungkin? tatap Ki Chantulo. dan nama-nama proses pencapainya. Buk ankah Islam mengajarkan bahwa kita harus selalu menebar rakhmat. lantas ma rifat. Makanya Islam mengajarkan jika di antara kita terjadi p erbedaan paham sebaiknya dikembalikan pada alquran dan assunnah. Hanya waktu sampai nya yang berbeda. Kebo Kenongo terse ncapaian itulah yang memerlukan proses yang cukup lama dan panjang. Itu tidak perlu terjadi. Orang akan menyatakan sesat atau kesasar pada orang lain. Lalu melangkah pelan menuju padepokan Syekh S iti Jenar. apalagi menciptakan laknat. . . urai Syekh Siti Jenar. bisa memutar dulu ke Utara. Padahal setiap orang memi liki pemahaman dan pendalaman. Ki Donoboyo mengiringi. yang diributkan orang kebanyakan soal pe rbedaan jalan itulah. Bisa saja nam anya berbeda. Kebo Kenongo seakan-akan larut pada setiap p erkataan dan nasehat gurunya. awan tipis berlapis-lapis laksana serpihan sutra me rah. Ki Ag eng Pengging. Ya. tetapi tujuannya sama. tanpa daya. Di halaman padepokan Syekh Siti Jenar sedang bercakap-cakap dengan Kebo Kenongo. ter ang Syekh Siti Jenar. Salahkah jika orang yang berpendapat harus be rlok ke Utara atau ke Selatan. dan alon-alon. Syekh Siti Jenar menyapu wajah Kebo Kenongo dengan tatapan matanya. penyebab petaka. manunggaling sifat Allah ternyata bisa dibuktikan. Salahkah? Saya kira tidak. Tidak semestin ya melakukan tindakan yang tidak diridhoi Allah. ujar Syekh Siti Jenar. Mungkin dalam agama hindu atau budha yang sebe lumnya Ki Ageng Pengging ketahui tidak akan menemukan tahapan itu. Haruskah umum selalu t ahu? Haruskah umum memberikan kesimpulan bahwa jalan Utara dan Selatan sesat? Tida k. karena ingin membeli dulu hadiah untuk teman di Kendharsawa. Untuk menghindari keputusasaan dalam hal pencapaian diperlu kannya guru yang selalu membimbing dan mengarahkan.Nah. lambat. ada yang cepat. Syekh. sangat indah kematian daun dan ranting kering ini bisik Ki Donoboyo yang berdiri disampingnya. rupanya usiamu telah berakhir senja ini. Semua perbedaan pendapat dan pemahaman bisa diselesaikan dengan cara musyawarah.Ya. terkadang berkali-kali mengangguk-anggukan kepalan ya.ibur. bisa juga mengambil jalan pintas. Mengap a? Karena sudah tentu semuanya akan sampai ke Desa Kendharsawa. itulah Ki Ageng Pengging. hamamayu hayuni ng bawanna? Seandainya orang tadi belum mengenal Desa Kendharsawa. perlahan bangk it. Itulah maksud saya. Mengapa? Karena pasti sampai. Nah. Jalan yang biasa Ki Ageng Pengging lalui beserta orang kebanyakan. Mereka mudah dihasut karena miskin isak Raden Patah. Maksudnya? Bukan tidak tahu jalan umum menuju Desa Kendharsawa. se lanjutnya jatuh di atas tanah. Tern yata dalam pencapaian ini tidak harus melalui tahapan yang dulu pernah Syekh ung kapkan. Padahal setahu saya ada banyak jalan menuju Desa Kendharsawa. Sam paikah mereka semua pada tujuan? Desa Kendharsawa? Sampai? Mengapa harus bertengkar dan saling menyalahkan? Karena jalannya tidak diketahui umum. Betapa indah. Benar. Hingga terka dang orang merasa putus asa Putus asa. Bukankah saya pernah mengatakan. taqdir kepergianmu diiringi warna ke emasan . seraya mengangkat kepalanya. karena menurut ilmu dan pengetahuan yang dia milki bahwa jalan menu ju Desa Kendharsawa hanya satu. tatapan mata menyapu awan jingga berlapis dan b erarak laksana kereta kencana. hakikat. Kenapa pula dipertengkarkan? Bertengkar karena tid ling memahami akan persoalan yang sesungguhnya. Tatapan matanya tidak beranjak dari tingkah laku teman sep erguruannya. meski sebenarnya punya tujuan sama. maka bisa dik . Hingga saya mengert i dan memahami ujar Kebo Kenongo. bukankah menurut laporan y ang saya dengar tidak ada lagi rakyat miskin dan menderita seandainya itu masih ad a artinya telah berdosa dan menyia-nyiakan amanah *** Matahari mulai menyelinap di b alik bukit Desa Kendharsawa. Sehingga memicu pertengkaran. demi mempertahankan ilmu dan pengetahuan yang dimilikinya agar diikuti orang lain. Saya kira semua agama memiliki tujuan yang sama. menuju ma rifat tidak perlu melalui tahapan syariat. thariqat. Jalan yang di temp uh lewat Utara. S ti Jenar melangkah pelan. Jika demikian berarti hanya orang ya ng beragama Islam saja yang bisa. Lalu duduk dan memungutnya . mungkin kata lain sesat. tetapi berbelok ke Selatan karena punya maksud menemui dulu kerabat. bahkan mengambil jalan pintas? Jelasnya tidak per nah mengambil jalan yang biasa dan diketahui umum. Ranting dan daun kering. Angin senja bertiup sepoi-sepoi mengusik setiap daun dan ranting kering. Yang membedakan semuanya hanyal ah tata caranya. jalan. bisa berbelok dulu ke Selatan. Sorot mata Ki Chantulo tidak beranjak dari jatuhnya daun dan ranting kering di hadapannya.

Karena andika tahu bet ul. Ya. Jika kita sebagai manusia tentu saja harus punya rasa khawatir. Seorang pemimpin tidak saja bertanggungjawab di dunia. *** Saya menyadari akan keteledoran dan ketidaktahua n. Ki Donoboyo mendekat. karena setahu saya jalan menuju Desa Kendharsawa aman. Mungkin karena keterbatasan ilmu saya yang menyebabkan khawatir dan takut. Senja hening di padepokan Syekh Siti Jenar. memperlambat. dibelakangnya berdiri Ki Donoboyo. Salah jalan. di dunia bisa teledor. kh . Jasad manusia t ak ubahnya ranting dan daun kering. Syekh? Ki Chantulo menyapu wajah Syekh Siti Jenar dengan tatapan matanya. Ki Donoboyo mengerutkan dahinya. bisa juga dimakan ulat atau binatang ternak lainnya. Setelah itu memperbaiki diri dan tidak berbuat kembali. Syekh Siti Jenar membalikan tubuhnya. Ya. Bisa juga orang yang kita anggap sesat benar-benar sesat. Syekh iti Jenar mengiyakan. Sebenarnya apa yang menjadi kekhawa tiran andika. Jika tidak salah dewan wali m enganggap ajaran kita sesat.atakan tersesat. berkeliling menemui penduduk negeri. Atau bahkan s ebaliknya. Ki Angeng Pengging. mengenai hal yang sebelumnya atau akan didapati. karen a sunnatullah. di dunia bisa sewenang-wenang. Jadi makna sesat disini bisa diartikan berbeda? Tentu. Saya tidak mengha ruskan melawan taqdir. Mengenai kabar yang tidak jelas tadi. Bukankah kita tidak mungk in menyerahkan diri pada hukuman sebelum melakukan pembelaan? Begitukah. sangat mudah terlepas dari batang pohon meski hanya tertiup angin sepoi-sepoi. bahkan aka n menimbulkan rasa was-was. berkelebat. Tapi sebaliknya bagi orang yang belum mengenal Kendhars awa tentu akan merasa khawatir. Tidak cukup dengan sebuah kata dan kalimat penyesalan. Kanjeng. Sunan Giri berhenti sejenak. sejenak berhenti. Mungkinkah pesan yang disampaikannya berlaku pada kita . Jika ya? Meskikah kita mengambil tindakan? tatap Ki Chantulo. bahkan mundur dari kehendakNya. ma rifat mungkin hampir saya ca pai. Ki Chantulo. Penyebabnya bisa karena tertiup angin sepoi-sepoi. Syekh. urainya. Angin semilir mengusik dedaunan dan jubah ya ng dikenakan Syekh Siti Jenar. Kita tela h jauh memperdalam ilmu hamamayu hayuning bawanna. Berlakulah andika sebagai manusia de ngan keterbatasan ilmu dan ketidaktahuan. Ki Chantulo mengangguk. ujar Syekh Siti Jenar. ujar Sunan Giri . meminta maaf pun harus pada mereka Bukankah rakyat negri Demak Bintoro ini sa ngat banyak. Kekhawatiran akan muncul.lihatlah daun dan ranting kering ini. Bukankah tidak semua manu sia memahami perjalanan hidupnya? Apa yang akan terjadi hari ini? Lantas hal apa besok hari yang akan menimpa kita? Akan bersedihkah? Bahagiakah? Manusia tidak bisa mempercepat. Te ntu saja. Ki Chantulo? tanya Kebo Kenongo. Ki Donoboyo. Maksudnya? Saat orang bilang.. Syekh? Kebo Kenongo men atap Syekh Siti Jenar. urai Syekh Siti Jenar. Saya mendengar kabar ditangkapinya orang-orang yang menganut ajaran Syekh Siti Jenar. Raden Patah menyeka air mata. Jika salah jalan karena ketidaktahuan itulah yang sesat. Raden. mungkin saja ditebas pemilik kebun. ujar Syekh Siti Jenar. Ki Chantulo menundukan kepala. Itulah sebua h taqdir. Lihatlah. belum juga kering mulutnya ketika berbincang tentang sesa t. jika sampai pada waktunya akan jatuh di atas tanah. maka bisa ditebus dengan taubatan nashuha. karena tidak akan mungkin sampai pada tujuan. awas jangan lewat jalan Kendharsawa kar ena ada rampok kejam. Sehingga timbul penyesalan yang teramat dalam .Tidak perlu khawatir. Kebo Kenongo meng angguk-anggukan kepala. apa yang akan andika lakukan? Saya akan menertawakan orang t adi. Bukankah kita harus berusaha membela diri. rubahlah ke adaan negara hingga tidak ada lagi rakyat kelaparan. tatapan matanya menyapu wajah Ki Chantulo. para muridnya seakan-akan tenggelam dan hanyut dalam keadaan. Maksudnya? Ki Chantulo. sejenak menghentikan perbinc angannya. dan Kebo Kenongo mengerutkan dahinya. Namun saya khawatir ada akibat . daun kering dan ranting yang Ki Chantulo genggam. Berupayalah Raden sebagai seorang pemimpin mengubah keadaan negar a. tetapi di akhirat juga . lalu Syekh Siti Jenar memutar tatapa anya. Bisa saja kita yang salah karena keterbatasan ilmu dan peng etahuan. karena tadi itu. Kanjeng? Meminta maaf pada rakyat tidak cukup dengan perkataan dan uc apan. Saya belum terlalu paham maksudnya? Ki Donob oyo memijit-mijit keningnya. Tetapi bersalah pada ra kyat. Ki Chantulo mendekat. Sejauhmana andika paham pada kejadian yang akan datang? Sebatas mana rasa khawatir yang muncul dalam jiwa? Berlakulah dalam ket erbatasan dan yang membatasi semuanya. Mungkin caranya berbeda dengan orang kebanyakan. Kekhawatiran muncul karena keterbatasan ilmu dan ketidaktahuan perjalanan hidup. Ketidaktahuan akan ketidak jelasan kabar. Hanya orang tert entu saja yang memahami akan perjalanan hidup. Meski miskin itu ada. Di dunia bisa jumawa. . Seandainya itu berdosa kepada Allah. Saya ingat sabda alam yang pernah Syek h sampaikan.

mengapa yang kelaparan nekad? Sunan Giri berhenti sejenak. tukas Sunan Drajat. sejenak mulutnya terkatup. Tersebarnya ajaran sesat Syekh Siti Jenar terkait pula dengan persoalan po litik. Berbuat untuk rakyat. Kanjeng. Sunan Giri menghela napas. Berbuatlah untuk mensejah terakan rakyat. ujar Sunan Giri. Terkait dengan hal itulah kami para wali ingi n berbincang. terkait dengan ajaran sesat Syekh Siti Jenar. Itu dari pihak pemerintah. Kanjeng. Raden Patah menata p Pangeran Bayat. Dimas Bayat. Raden. Jarang sekali orang m elakukan penyelidikan lebih mendalam. timpal Sunan Kalijaga. Haruskah saya mundur untuk menebus semua kesalahan ini? Mana mungki n bisa merubah keadaan jika mundur? Balikan telapak tangan. Berbuatlah! Kakang pun ak an berbuat dengan tangan ini yang telah berlumur dosa karena bodoh dan khilaf. Menghalalkan segala cara. tatap Raden Patah. Ada persoalan yang lebih penting ketimbang rasa lapar dan kemiskinan. disamping masih keturunan Majapahit. Terlepas dari urusan miskin dan kaya. rasanya ini telah sulit untuk dipilah. Kanjeng. Kemiskinan dan kelaparan yang melanda negeri Demak Bintoro dimanfa atkan pengikut ajaran Syekh Siti Jenar. Mungkin dia punya anggapan memiliki hak yang sama untuk meraih tahta. Gusti. untuk menyimpang dari agama. Gusti? ujar Pangeran Bayat. jawab Sunan Kal ijaga. Tidak akan mungkin berbuat demikian. Mereka hanya menyantap makanan jasmani. Kanjeng Sunan Giri. Kanjeng. Sedangkan yang kaya diseba bkan sifat serakah.Untuk apa. jiwanya tersisi penuh. Ka ? tanya Sunan Giri. Persoalan apa. Sehingga me micu persoalan baru. . Bukankah sudah terbukti? Jika Syekh Siti Jenar mengajarkan dan menyebarlua skan ajaran sesat dan menyesatkan? Maaf. Pangeran. Mudah saja menyer et orang. saya mengert i. i tu hanyalah ukuran dunia dan bentuk tanggungjawab pada rakyat. Dimas Bayat dan Pange ran Modang. Pangeran. Seb elum pengaruh ajaran sesat ini semakin meluas . Sunan Giri tersenyum. Kanjeng? Mengapa orang miskin bunuh di ri. Raden Patah se makin menunduk. Bayangkan seandainya mereka kenyang dan serba berkecukupan.ilaf. Tetapi seandainya belum atau tidak pernah terjadi pemberontakan di Kademangan Bintoro? Bukankah dugaan saya telah terjadi. Kakang tidak ingin mendengar kabar ada rakyat yang masih kelaparan. Saya setuju dengan pe ndapat Kanjeng Sunan Kalijaga. ** * Raden. Membenarkan apa yang kita tuduhkan pada mereka. Buka nkah miskin dan lapar yang bisa memicu orang berbuat nekad? Merampas hak orang l ain? Merampok? Mungkin juga bunuh diri? Benar Raden. Meski secara lahiryah terlihat miskin namun hatinya sangat kaya. Sehingga mereka d engan ajarannya telah mencoba menodai perjuangan para wali. Tidakkah sebaiknya pers oalan politik dipisahkan dulu Maaf Kanjeng Sunan Kalijaga. berbuatlah yang terb aik untuk rakyat. Bukankah hartanya sudah melimpah ruah. Maksud. Ditebarnya kekacauan dengan isu agama. yang jela s penyelesaian dari sebuah perbuatan buruk tadi. G usti? Dalam hal ini tetap harus ada keputusan. agama. Pemerintah harus segera mengambil tindakan. sangat sarat dengan muatan politik. dan keluarga. Selain aqidah mereka ma sih lemah. Benar. Dimas bantulah mereka yang kelaparan. seakan-akan persoalan perutla h yang terpenting dalam kehidupan ini. Karena hanya jalan itulah yang dianggap penyelesaian. Saya sangat menyadari semuanya. bunuh diri karena miskin. Saya akan berupaya sek enaga seperti yang Kanjeng Sunan Giri sarankan. keadaan dibuat kalangkabut dan kacau balau. Ya. Raden Patah tersenyum. timpal Pangeran Bayat. untuk menjernihkan persoalan ini saya sependapat dengan Kan jeng Sunan Kalijaga. Tidak pernah berkhianat. pengaruh ajaran sesat dan menyesatkan semakin kuat. ujar Pangeran Bayat. sedangkan rohaninya kosong. Apakah tidak alangkah lebih baiknya men gutus orang dulu ke padepokan Syekh Siti Jenar di Desa Kendharsawa? . Sunan Giri perlahan duduk di atas kursi. ujar Sunan Giri. Raden Patah perlahan bangkit. Sudah menjadi kewajiban kami para wali mengingatkan umara agar tidak terje rumus di dunia dan akhirat. Lihatlah khalifah Umar bin Khatab. Bukankah Ki Ageng Pengging selain murid. saya utus untuk menemui Syekh Siti Jenar. menurut hemat h amba. tet api masih saja ingin menumpuk kekayaan. jubah dan pakaiannya pe nuh dengan tambalan. Bukankah para sahabat nabi juga menafkahkan seluruh hartanya demi agama. Banyak rakyat miskin dan kelaparan bunuh diri. Meski saya harus jatuh miskin. negara. Kanjeng. selalu bertaqwa pada Allah .Baiklah. Kanjeng? tatap Raden Patah. Orang miskin merampok hanya butuh makan untuk satu hari. Haruskah saya seret Syekh Si ti Jenar dan pengikutnya ke hadapan. tebuslah kesalahan kita. Alangkah lebih baiknya Kanjeng Sunan Giri pun mengutus beberapa orang . tatapan matanya me nyapu wajah Raden Patah. berati berbuat untuk di ri sendiri. juga sangat dekat dengan Syekh Siti Jenar. pikirannya berputar. terang Sunan Giri. Keputusan? Raden Patah menundukan kep ala. Kanjeng. terkadang Pangeran Bayat.

Penduduk Desa Khendarsa wa akan kekeringan dan kekurangan air pada musim panas. itu sebuah contoh kecil. . Sesuai dengan ajaran hamamayu hayuning bawanna . Alam sebenarnya akan memberika n imbalan pada kita. Raden. dan bangunan. hingga menghasilkan buah? Ya. mega pekat me mbumbung dan berputar-putar. Ya. Saya bisa menikmati nya dan memakannya. u jar Syekh Siti Jenar. kepalanya mendongak ke atas. Angin bertiup sangat kencang. Kanjeng. Pernahkah kita merusak alam? Menebang pohon sembarangan. biarkan pula pad i disawah tidak harus dirawat dan diberi pupuk. Tetapi tadi Syekh mengatakan mungkin saja puting beliung bisa mengh ancurkan padepokan kita? Mengapa? Mungkin disini. Bentuknya ha nya raja yang berhak menentukan. Termasuk puting beliung? tanya Ki Chantulo.Ji kita tidak perlu takut dimurkai alam Syekh Siti Jenar tersenyum. dan memeliharanya. Saya kira bencana akan datang jika bumi dirusak. lihat pula para petani mem buat pematang sawah. Kanjeng Sunan Muria. R aden Patah menganggukan kepala. Bahkan sebaliknya kita memakmurkan bum i. Barulah kita menjatuhkan hukuman. ujar Syekh Siti Jenar. lalu menatap gurunya. Benar. Saya akan mengutus Kanjeng Sunan Kudus. Namun selain itu. *** Sore itu matahari tertutup mega hitam. menanamnya. Rasanya saya belum paham Memakmurkan bumi? Kebo Kenongo beruja r pelan. Ki Chantulo mengagguk-an ggukan kepala. Lihatlah pohon jambu batu yang di tanam Ki Chantulo it u. dan Ka njeng Sunan Geseng. Ya. Seandainya kita ikut memakmurkan dan memeliharanya Syekh Siti Jenar perlahan melangkah. Syekh. Syekh? Bukankah saya sedang menjelaskan hal yang terkait dengan ilmu hamamayu hayuning bawana . tebas dan biarkan merana. bahkan bencana lainnya. Syekh. Ki Chantulo mengagguk-anggukan kepala. Seandainya kita telah mengamalkan ilmu hamamayu hayuning ba wanna. semakin cepat. Puting beliung bi asanya menghancurleburkan rumah. sela Sunan Kalijaga. Apa yang akan terjadi? Ki Ageng Tingkir mengerutkan keningnya. timpal Pangeran Bayat. mengerti. Kanjeng Sunan Drajat. Baiklah. atau tidak sama sekali. lalu menatap pada para utusan y ang ditugaskan ke Desa Khendarsawa. Bukankah Ki Chantulo memelihara jambu ini sejak kecil. Kanjeng Sunan Giri? Raden Patah melirik ke arah Suna n Giri. Syekh? tatap Ki Donoboyo. justru akan saya usahakan aga r enyah dari Desa Khendarsawa. Ki Chantulo dan yang lainnya han ya mengerutkan kening. Meskipun rumah pendu duk disekitar Desa Khendarsawa porak-poranda? Benar. Mungkin saja akan terjadi lo ngsor. Sebaliknya rusaklah pohon jambu tadi. Mengapa. merawatnya . b erlapis-lapis. kemarahan alam sedahsyat apa pun tidak akan pernah menyen tuh padepokan kita. kerut Ki Chantulo . biarkan pula saluran air dipenuh i sampah. tadi Syekh bisa mengenyahkan angin puting beliung agar enyah dari Khendarsw . Syekh. Saya yakin dengan hadirnya para wali dalam rombongan akan sanggup menilai sesat atau tidaknya ajaran Syekh Siti Jenar. sekali dengan perawatan dan pemeliharaan saya hingga jambu ini memberikan imbalan pada saya berupa makanan. seandainya pohon-pohon b esar yang berada disekitar hutannya ditebang habis. sesuai dengan kadar kesalahannya. Maksudnya? Ki Donoboyo mengerutkan dahinya. Syekh? matanya tertuju pada Syekh Siti Jenar yang berdiri di samping Kebo K enongo. Saya kurang paham? tanya Ki Chantulo. bahkan bisa saja terjadi. saya baru ingat ketika jambu ini berupa bibit. tatapan mata Sunan Giri menyapu para wali yang duduk dibelakangnya. buah jambu. tindakan apa yang harus dilakukan seandainya dugaan tad i benar? tanya Pangeran Bayat. Saya kira belumlah saatnya kali ini untuk membahas dan memut uskan sebuah bentuk hukuman. Hukuman yang pantas dan setimpal bagi penyebar ajaran sesat. Angin puting beliun gkah. Namun mungkin disini saya tegaskan.wali. Tidak. Gusti. I tu salah satu contoh. membabad batu pa das seenaknya? tatap Syekh Siti Jenar. pertanda alam? Ki Donoboyo yang berada di halaman padepokan bangkit dari duduknya. Raden Patah mengerutkan keningnya. Jika itu harus dilaku kan. Lihat. Saya paham. Hukuman apa pun layak diberikan pada orang yang bersalah. Apa kaitannya dengan memakmurkan bumi? ankah beberapa waktu lalu saya pernah menjelaskan hamamayu hayuning bawana? Yang k ita bicarakan pada waktu itu pertautan jiwa dengan alam. sebelum ada kejelasan serta pembuktian. Hamba kira hukuman mati sangat pantas . memakmurkan bumi. Tidak akan pernah kita dimurkai alam atau hidup dalam k esusahan. Ya. ujar Sunan Giri. saya baru mengerti. menciptakan saluran air dengan teratur. Lihatlah para petani dengan jerihpayah menamam padi. bukan berarti akan terjadi. Datangilah dulu! Jika terbukti bawa ke Pusat Kota Demak Bintoro. Sabda alam. Apa yang akan terjadi? Memeliharakah pada kita? Murkakah mereka? Tentu s aja murka. Baiklah. Mungkin saja padepokan yang kita diami . dimana kita memakmurkan alam maka alam akan memberi imbalan. Seakan-akan tatapan matanya yang bersinar sengaja dihalangi untuk menatap padepokan Syekh Siti Jenar.

sehingga dengan sebilah tongkat kayunya bisa menyebrangi lauta n yang terbelah. p as saya belumlah sampai pada tahapan ma rifat. Tidak ada perintah untuk mempelajarinya. Jika tidak sampai pada tahapan tadi? Masih mungkinkah. ujar Syekh Siti Jenar. Jika dia berkuasa dan memiliki pengar uh maka akan digunjingnya dibelakang. pada suatu ketika Islam itu hanya tinggal na manya. Alquran tinggal tulisannya . Padahal jelek itu bukan menurut pribadi. Mereka ut usan dari negeri Demak Bintoro. Juga telah berada dala m tahapan ma rifat. insya Allah akan sampai pada tujuan. jika hati belumlah bening. tetapi manusia semacam kita apakah tida k berhak mendapatkannya seandainya Allah menghendaki.Tahukah andika siapa yang datang? tanya Syekh Siti Jenar. Artinya mereka akan menangkapi kita? Ki Chantulo me nepi. Hanya namanya saja bukan m ukjijat. Syekh . Sudahlah. Membaca basmallah pun tidak terlalu lancar. Jika demikian berarti jiwa dan hati kita pun sudah tercemari dengan rasa benci dan berburuk sangka. Paling Depan Pangeran . Jiwa saya terkadang terusik keadaan dan situasi. meninggikan kakinya. Mana mungkin orang bisa menapaki ma rifat. Tidaklah perlu meninggikan kaki.Bersandarlah kita pada ke Maha Besaran. ingat Ki Chantulo? Syekh Siti Jenar menempelkan te lunjuk dibirnya. Ju stru yang sulit itu mengintrospeksi diri. Syekh? tanya Ki Donoboyo. yang menurut penilaian saya jelek.agar hal itu bisa terjadi. Mung kin bagi manusia semacam kita ada nama lain. Syekh? Benar. dijadikan alat untuk berkuasa dan menguasai serta membodohi rakyat. saat orang lain meluruskan dan mengingatkan sangat su lit diterima. terang Syekh Siti Jenar. Perlahan orang akan menjauh. bukankah tadi saya telah mengurainya? Jika andika berupaya. menggema. Sampurasun terdengar suara dari kaki bukit. Ki Chantulo! Saya tidak mengharuskan menuduh orang lain seperti yang diuraikan di atas. Padahal kebenaran yang ada dalam diri manusia bersipat nisbi.. Kadangkala Alquran dan agama hanya dijadikan alat Ya. sehingga hal itu jika dipe rturutkan akan membunuh kehormatan sendiri. ulama terkadang menyebutnya Kharama h? Mengapa bisa muncul Kharamah? Ya. tetapi pri lakunya menyimpang. Syekh? tatap Ki Chantulo. menjadi sebuah catatan amal. Bukankah andika ingin mencapai ma rifat? Maafkan. asalkan hati kita ikhlas dan berada dalam kasih sayangNya. Seperti halnya para p enguasa negeri Demak Bintoro Hentikan. karena kita telah aqrab. Lantas Kanjeng Nabi Sulaiman menundukan angin kencang? Bukankah i tu mukjijat. Ki Chantulo merunduk. tetapi karena hatinya bening. . Menurunkan penilaian jelek pada orang lain. Seba b hancurnya setiap amalan dan hasil ibadah kita akibat tercemarinya hati. Bukankah dalam setiap diri manusia ada m alaikat pencatat amal kebaikan dan kejelekan? tatap Syekh Siti Jenar. k asaannya. Karena kita sedang merasa paling benar. Ketika tidak setuju dan benci akan penyimpangan. Bukankah dalam hadistnya Kanjeng Nabi menjelaskan. dan melon tarkan ejekan. maka akan lupa introspeksi diri. Syekh? potong Kebo Ken ongo. Tentu saja. sama tidak tahu. Syekh? Tent u. Lalu catatan amal tadi bisa tercoreng karena da lam hati timbul ria dan ta kabur? Syekh Siti Jenar berhenti sejenak. Kita akan dibuatnya tidak berdaya.a? Bukankah andika pernah mendengar Kanjeng Nabi Musa membelah lautan. Mengapa saya sulit menahan dan mengendalikan jiwa yang bergolak. mencercerca. Bukankah ketika kita telah berbuat ba ik. K arena merasa selalu benar. Bukankah mukjijat tidak b isa kita pelajari? Saya tidak mengajarkan untuk mempelajari mukjijat. terutama dari . meski prilaku kita sudah jelas sangat salah menurut banyak orang. . Mukjijat hanya pertolongan Allah semata untuk para Nabi dan Rassul. Seandainya kita selalu menganggap diri palin g benar. karena jiwa kita sedang disisipi perasaan merasa paling benar. jadi bahan obrolan. apalagi menajamkan pe nglihatan Siapakah dia. Ya. Itulah para pejabat nege ri Demak Bintoro . begitu juga yang lainnya. ke Maha Gagahan. Ki Donoboyo mengangguk. Maksudnya? tanya Ki Donoboyo. juga berdasarkan aturan agama yang saya anut. bisa terjadi pertolongan Allah datang tanpa diduga. Keberkahannya yang lenyap. Belum terlihat. O Ki Donoboyo mengangguk. Biarlah Allah ya ng menilai baik dan buruknya seseorang. ke Maha Perkasaannya . rupanya kita kedatangan tamu yang memiliki tenaga dalam hebat. Sssssssttttttt. Lantas menj inakkan air laut. Keb enaran mutlak hanyalah milik Allah. jawab Ki Donoboyo. ujar Ki Donoboyo . Syekh. karena bukan sunnah rassul. memaki. Meskipun orang tad i tidak sepintar Ki Chantulo. Ya. matanya tertuju ke arah jala n yang akan dilewati tamu. akan selalu mengan ggap orang lain salah.. Selalu saja ingin mencela. begitu juga yang lainnya. karena bukan untuk dipe lajari. Belum juga Ki Chantulo meneruskan perkataannya. urai Sy ekh Siti Jenar. Banyak orang memahami ajaran Islam bahkan pasih membaca alquran. utusan Demak Bintoro telah terlihat menaiki anak tangga padepokan Syekh Siti Jenar.

Langkah Pangeran Modang terhenti. Sunan Muria dan yang lainnya. Diamlah andika! ujar Syekh Siti Jenar.eeh. ujar Sunan Kudus. E. saya mendengar kabar jika andika dan pengikut telah menyebarl uaskan ajaran sesat dan menyesatkan. untuk menyaksikan kejadian penting di Desa Khen darsawa. Tentu saja dalam mencerna dan memahaminya pun a kan beragam. Kakang. Pange an Modang melangkah. Pangeran Modang mundur. Syekh! Pangeran Modang semakin ber ingas. Matahari sore yang tampak terhalang mega tip is mulai bisa menatap padepokan milik Syekh Siti Jenar. Perkataan andika tadi. gerutunya. Jika seandainya telah melakukan hal tadi. setelah berad u tatap dengan Pangeran Bayat dengan sorot mata tajam. kami ini utu san Agung dari Kasultanan Demak Bintoro! . tenanglah! sela Sunan K udus. Habis penghuni padepokan ini tidak tahu ramah tamah. tetap saj a proses hukum harus dilalui! sela Pangeran Modang. Ya. Syekh. Bukankah setelah kesulitan ada kemudahan? Mungkin saja bagi andika semua belumlah bisa bertemu kemudahan d engan segera. namun tubuh tidak lagi memiliki daya dan upaya untuk be rgerak.Apakah sikap saya tidak ramah? Bukankah tadi sudah mempersilahkan? Butakah Pangeran pada tujuan sesungguhnya bertemu kam i di padepokan? Sehingga membentak saya yang berkata seadanya? Syekh Siti Jenar t etap tenang. yang sebenarnya membahayaka n dirinya sendiri. Syekh. mereka menilai dan memperhatikan pertemuan itu d engan tahapan ilmu yang berbeda.Bayat berdampingan dengan Sunan Kudus. Hargailah. Pangeran? tatap Syekh Siti Jenar. Angin kencang dan mega yang tadinya ber gulung-gulung telah kembali tenang. Ajaran Islam yang se sungguhnya. Maafkan seandainya andika dipaksa harus turun dari punggung kuda dan berjalan menaiki anak tangga padepokan yang tidak sedikit. Keadaan hening sejenak.Ya. Kanjeng Sunan Kudus? bisik Pangeran Bayat. Syekh Siti Jenar dengan senyum ramah menyambut p ara tamunya. sangat berbeda dengan Syekh Siti Jenar. Tapi meskipun andika telah menyadari bahwa itu ajaran sesat. Nah. Syekh. Syekh. Meski Pangeran Bayat dan yang lainnya tampak tegang. Syekh? Pangera n Modang geram.. anjeng Sunan Kudus? tatap Syekh Siti Jenar. Mulailah Sunan Kudus beramah-tamah setelah terganggu dan terusik bentak an Pangeran Modang. yan g selalu tenang dan menebar senyum. seperti halnya Ki Chantulo dan Ki Donoboyo. Maaf. Selamat datang para petinggi Demak Bintoro dan para Wali Agung di p adepokan saya. Bukankah kabar itu sesuatu ya ng belum pasti? Hari inilah saya datang ke padepokan andika untuk membuktikan kaba r tadi. Karena sesulit apa pun menuju padepokan ini akan kami lakukan. Juga Pangeran Bayat haruskah say a mendiamkannya? Keparat! Memang andika ini apa? Pangeran Modang menorehkan keris k e dada Syekh Siti Jenar. ujar Sunan Kudus. bergeming laksana patung. Kenapa andika tidak bisa tenang. Pangeran? Syekh Siti Jenar menga ngkat tangannya ke atas. berdiri sambil mengayunkan keris dihadapan Syekh Siti Jenar. Mungkin agar perbincangan saya tidak terusik dengan tindakan Pangeran Modang. tatap Sunan Kudus. Meskipun andika sudah punya ni at untuk bertobat Bicara apa andika. Maafkan. lirik Sunan Kudus. Kanjeng. andika selalu saja membantah dan melawan pada pejabat negara! Yang saya katakan aturan hukum dan negara! geramnya seraya menghunus ker is dan mendekat. Apa maksud andika. Apa yang dilakukannya terhadap D imas Modang? Jangan khawatir. Pangeran. sud ahlah! lirik Pangeran Bayat. serta air mukanya yang memancarkan cahaya. yang jelas bisa menemui andika. artinya saya telah keluar dari ajaran Islam yang sesungguhnya. Izinkanlah saya dulu beramah-tamah dengan Syekh Siti Jenar. seakan-akan ingin menyak sikan sebuah peristiwa yang akan terjadi. lalu menundukan kepala. Bahwa saya telah mengajarkan dan menyebarluaskan ajaran sesat dan menyesat . Sehingga dengan berani matahari mengus ir penghalang dari pandangannya. Meski pun kami di paksa harus berjalan kaki bukanlah soal. selalu tersungging senyuman tipis dari bibirnya. Pangeran Bayat menganggukan kepala. Pangeran. Baiklah. lalu mendekat dengan sorot mata beringas. . Kanjeng Sunan. itulah. tangan kanannya menggenggam gagang keris. yang diserangnya tidak menghindar meski sejengkal tanah . kami ini para pejabat. Syekh. k embali pada tempatnya. Mumpung masih diberi sisa umur ole h Allah SWT . Alangkah lebih baiknya andika bertobat dan kembali pada jalan lurus. Bagai mana menyambut tamu terhormat. Kanjeng. Mungkin langkah andi ka tersita dan melelahkan? Alhamdulillah. diikuti Pangeran Modang. t idak ada percakapan dalam beberapa saat. Ajaran sesat dan menyesatk an? Syekh Siti Jenar menyapu wajah Sunan Kudus dan para pengikutnya dengan sorot mata tenang. Para murid Syekh Siti Jenar berdatangan dan berada dibelakang Kebo Kenongo. saya paham.. Dimas Modang. tidak lagi mengajarkan kesesatan. Desa Khendarsawa. Bisa jadi kesulitan yang berikutnya . tatapan matanya menyapu wajah Pangeran Modang yang geram. Meski seribu kali geram.

Kanjeng? Jelas. Jela s itu sesat! Bukankah saya sebagai manusia. lahiryah. thariqat. Andika tidak bisa menghindar dari hu kum Hukum? Ya. tentu terlihat dalam bentuk pengamalannya.Baiklah. s halat. Andika tidak mengajarkan syariat Islam? Syariat Islam? An dika tidak mewajibkan salat lima waktu. Islam itu agama syariat! ujar Sunan Kudus. Seakan-akan ada sesuatu yang sedang dicerna dalam pemikirannya. Syekh? Pembicaraan i tu seperti anak kecil! Mengada-ngada. Secara s yariat dan lahiryah. Kanjeng? ujar Syekh Siti Jenar. Memutarbalikan kata ? Saya tidak sedang melantur. menggunakan . memutar-mutar kalimat! Buk ankah manusia dalam kehidupannya hanya memainkan kata dan kalimat? Tebaklah perm ainan kata dan kalimat tadi. Syekh? tatap Sunan Kudus. Artinya perbincangan ini telah selesai Ti dak semudah itu. Tidak seharusn ya saya memerintahkan wajib pada murid saya tentang salat lima waktu dan puasa d i Bulan Ramadhan. Mereka-reka kata. Mest inya andika mewajibkan salat lima waktu dan puasa di bulan Ramadhan! Jika saya har us mewajibkan salat lima waktu dan puasa pada bulan Ramadhan. Bukankah saya menyebarkan ajaran Islam? Meskipun kita hanya memil iki satu ayat menurut Kanjeng Nabi. bahkan mewajibkan. Syekh! Sunan Kudus mendekat. Apa yang mereka bicarakan? gumam Pangeran B ayat mengerutkan keningnya. Syekh Siti Jenar menyapu wajah Sunan Kudus dengan tatapa nnya. Wajib itu menurut Allah dalam kalimat yang tersurat. maka sampaikanlah. pentafsiran. Andika malah kembali memutar balikan kalimat. Tetapi an dika sudah dianggap melenceng. Mengapa? Bukankah itu hukumnya wajib? Tentu saja. Kanjeng. sesat. Andika telah dianggap sesat dan menyesatka n. Syekh Siti Jenar tersenyum. dan ma rifat? . tidakkah salah? Just ru andika telah salah dan sesat. tampak tersenyum. dan ibadah haji. itu tadi. Nampaknya se seorang menganut ajaran Islam karena ada syariat yang dijalankan. hukum negara Demak Bintoro. Sebab hal itu sudah menjadi ketetapan Allah dalam Alquran. andika keliru. Seandainya saya melakukan kesesatan dan men yebarluaskannya. Bagamaina andika ini. zakat. lalu mengerutkan keningnya. T idak bolehkah di dalam Islam mempelajari hakikat. ajaran itulah yang mengkhawatirkan? Jika ndika terus menyebarkan ajaran sesat saya khawatir rakyat yang menerimanya kelua r dari esensi Islam yang sesungguhnya. Benar. Persoalan yang pertama tidak menganggap salat lima waktu.Boleh s belum mempelajari yang tiga tadi perlajari dulu ajaran syariatnya. Rukun Islam itu melibatkan fisik. Bukankah say a sebagai manusia biasa tidak punya kewenangan untuk membuat suatu hukum atau at uran. Tidak bolehkah menyampaik an sesuatu tentang ajaran Islam yang saya anggap benar dan harus disebarluaskan? M emang itu tidak salah! Sudah seharusnya karena mengajarkan dan menyebarluaskan a gama merupakan kewajiban kita sebagai umatnya. Kanjeng. Kanjeng. Syekh Siti Jenar berhenti sejenak. dan hasil proses p enelaahan andika semata Baiklah jika ini tetap dianggap memutarbalikan kata menurut andika. Jik a demikian artinya telah melebihi Allah . manusia tidak punya keharusan. O demikiankah? Syekh Siti Jenar. bukan berdasarkan pemikiran. tentang s ebuah perintah terkait syariat Sudah. tukas Sunan Ku dus. Mengapa saya dianggap melenceng dan s esat? Karena saya bukan seorang wali seperti andika? Mungkinkah karena saya hany a seorang rakyat jelata? Tidak. Syekh! Kanjeng Sunan. Bukankah andika tadi sudah menyadari. Dimanakah letak kesesatan ajaran Islam yang saya sebarkan? . Iman itu adany a didalam hati. Musrik.seakan-akan ruk un Islam tiada Tidak. Jika andika menyebarkan kesesatan artinya telah keluar dari ajaran Islam yang sesung guhnya . Misalkan syahadat. mungkin juga musyrik.kan? Syekh Siti Jenar perlahan mengangkat wajahnya ke langit. Lantas? Ya. Disitulah atu kesesatan yang andika ajarkan. apalagi berkaitan dengan syariat. serta men yamakan derajat andika dengan Allah SWT . Sehingga tidak seharusnya andika mentidakwajibkan melaksanakan syariat. puasa. artiny a andika telah menganggap manunggal dengan Gusti Allah. har uskah saya menciptakan hukum baru? Andika ini melantur. Sunan Kudus berhenti sejenak. Kanjeng. Saya sebagai manusia biasa tidak bisa menyebutkan bahwa itu wajib. puasa pada bulan Ramadhan . Kedua andika telah mengajarkan manungga ling kawula gusti. kafir. bahkan sesat. lalu kembali menata p Sunan Kudus. Andika dari tadi menuduh saya telah menyeba rkan kesesatan. Sunan rhenti sejenak. Tetapi benarkah tuduhan itu? Bahwa saya telah sesat dan menyesatkan dengan ajaran yang saya sebarkan. Artinya saya telah murtad. puasa serta syariat lain wajib. Syekh. Syekh! Sunan Kudus menghela napas dalam-dalam. Islam ini agama yang berdasarkan d alil dalam Alquran. mengapa hal tadi merupaka n salah satu kesesatan yang saya ajarkan? Dimana ukuran sesatnya? Ya. Sunan Kudus berhati-hati. Telusurilah tuduhan pertama tentang hal tadi yang a ndika anggap sesat dan menyesatkan umat . Syekh! Maaf. Salahkah ajaran manunggaling kawula gusti.

Syekh Siti Jenar melangkah pelan. berbeda dengan mereka yang masih di kaki gunung Hahahah a . Pangeran Bayat merunduk di depan Raden Patah. secara singkat. menyerupai kabut. menggerutu dalam hatinya. dia belakangan. lebih kecil dari debu. Padahal tidak semestinya kita me nilai manusia dengan tingkatan. Syekh? tanya Ki Do noboyo. Yang membeda kan hanyalah cara mensyukuri segala hal yang diberikanNya. Tidaklah perlu terlalu gembira. Kem ana dia? Pangeran Modang baru bisa bergerak. dada. Sunan Kudus. Sunan Ngudung. Mata untuk melihat. Kanjeng Sun an Kudus? Kita kembali ke Demak! Sunan Kudus membalikan tubuh. terkadang menatap Pangeran Bayat. O. Kanjeng? tatap Pangeran Modang. Sunan Muria. uc ap Ki Ageng Tingkir. Gusti. Saya setuju dengan Kanjeng Sunan Kudus. Pantas tingkat ketinggian pun bisa mempengaruhi sudut pandang dan jangkauan mata kita. semuanya seakan-akan hanyut dan tenggelam dalam persoalan. Syekh? Jika andika bertanya tingkatan. Sunan Kalijaga. E ee. atau ki Donoboyo sudah bisa. Maka tangkaplah ! lalu menoleh ke belakang. Tidakkah mereka memiliki ilmu yang s etarap dengan. Kemana mereka? T angkap dan bawalah saya ke pusat kota Demak Bintoro . Mereka kembali. Tidak ada sesuatu yang tersembunyi meski sebesar zarah. seandainya mata hati kita telah terbuka. tid k perlu panjang lebar. tambah Syekh Siti Je nar. Syekh? Ki Donoboyo garuk-garuk k epala. Hamamayu hayuning bawanna gumam Ki Chantulo ternganga. Semua manusia dihadapan Allah sama. penalaran. Pangeran Bayat. Hampir gelap.Men mereka demikian. Syekh Siti Jenar tersenyum. t entunya untuk berjalan Kebo Kenongo mencoba menjelaskan.. Hebat juga ilmu sihirnya. Seandainya Pangeran sanggup menangkapny a? Silahkan! Saya menunggu di sini. Suatu ketika akan kemb ali dan menjemput saya Siapakah yang mampu mengalahkan kesaktian. Di antara para wali tent u saja . artinya ada yang tinggi dan rendah. Pangeran Modang mengacungkan sembah. Sunan Gunung Jati. Syekh Siti Jenar menghentikan langkahnya. tentang ketidakberhasilan memboyong Syekh Siti Jenar. Syekh? Ki Donoboyo mendekat. Murid Syekh Siti Jenar semuanya lenyap. Rasanya saya tidak perlu mendahului kehendakNya. Kanjeng.tatapan batinnya menembus jiwa Sunan Kudus. Dalam batinnya masing-masing memikirkan dan mencerna. tentu bisa memandang keberadaan kita. S unan Drajat. Bagaimana menurut pendapat. wajahnya mendongak ke l angit. tetapi tidak seca ntik saya melakukannya. Maksudnya? Menggunakan se suatu sesuai dengan yang seharusnya . akal u ntuk berpikir Itulah artinya mensyukuri nikmat. Har . Sebarluaskan ajaran kita! Meski jasad kita telah terkubur. Andika sebaiknya turunlah dari padepokan ini. dan bahunya. Pantas mereka cepat pergi karena m erasa kalah dan tidak mampu menangkap kita. da n ajaran tidak akan pernah mati.ee h Pangeran Bayat tercengang. Tiba-tiba kilat membelah langit. Sunan Gresik. tembus pandang. Sekarang dia menghilang t ertiup angin. Dia sangat sakti. Syekh. tatap S yekh Siti Jenar. Mereka tidak akan berhenti sampai disitu. ujar Ki Chantulo. Kecuali sebagian saja yang tinggal di padepokan ini . hanya tabir tipis saja yang menghalangi pandangan mata lahiryah mereka. Kanjeng? tatap Pangeran Bayat. Sunan Bonang. Kakang! dengan girang serta memegang kepala. Orang lain akan mengatakan mun gkin saya yang telah lebih dulu. Ki Donoboyo tertawa jika demikian saya paham. Tidak ada satupun yang berbicara. Syekh tahapan lebih tinggi mer eka lebih rendah. Bisa menyihir saya hingga tidak bisa beranjak dari berdiri. . keluarlah dari Khendarsawa. tubuh Syekh Siti Jenar perla han samar. terkadang memi jit-mijit keningnya. *** Gusti. dan yang lainnya beranjak dari padepokan Syekh Siti Jenar. Perkataan Syekh Siti Jenar seakan-akan mendapat restu dan kesaksi an dari langit. Di atas ketinggian apalagi dipuncak gun ung semuanya akan terlihat. E. Syekh Siti Jenar mendadak menghentikan kalimatnya. Menghilanglah kalian . Bukankah kita harus m embawanya. Rasanya tidak tersentuh Apa? Kanjeng. termasuk Pangeran Modang. Lho ? Pangeran Modang. atom. Masih bingung. tampak para muridnya berdiri. Dimas Modang. Kenapa saya juga belum bisa? tanya K i Donoboyo. Meninggalkan Desa Kendharsawa menyisakan beragam pemikiran. Sang Pencipta telah menciptakan tangan untuk apa? Kaki sesuai fungsinya. Pangeran Modang dan para adipati telah lama berada di atas tempat dudukny a. Padahal kita tidak kemana-mana Ya. diikuti suara guntur menggelar memekakan ge ndang telinga. Sunan Geseng. Seandainya mereka mengasah mata batin. Sebetulnya mereka pun. ma afkan kami tidak berhasil membawa serta Syekh Siti Jenar. Kami ti dak sanggup melawan ilmu sihirnya.. ruh. dengan analisis berag am sesuai dengan kemapuan dan ilmu yang dimiliki mereka. Sunan Giri.saya telah kembali. Pangeran Modang meng erutkan keningnya serta menggeleng-gelengkan kepala. kita kembali ke Demak! ujar Pangeran Bayat. tertiup angin sepoi berhamburan. Sunan Kudus. Jika yang andika inginkan menangkap saya. sesuai dengan kadar ilm u yang dimilikinya..

dan musrik. akan mengulang perbuatan menyimpang dari syariat Islam. Ya. Percayalah pa da Kanjeng Sunan Kalijaga . Kita harus atuhkan hukuman. Sebab apa yang diajarkannya sangat kental dengan kehidupan masyarakat Demak s ebelumnya. Baiklah . Itu bukanlah ilmu sihir setahu saya Sunan K alijaga menatap Raden Patah. ujar Sunan Bonang. ujar Raden Patah. Jika dibiarkan terlalu lama. Kanjeng. Jika itu terbukti. ujar Sunan Bonang. Bukankah dia bisa menghilang? Saya sendiri dibuatnya mematun g bagaikan arca. diikuti guntur menggelegar memekakan ge ndang telinga. Sunan Giri menyapu wajah Raden Patah dengan tatapa n matanya. Mudah-mudahan. ujar Pangeran Modang. Gusti. ujar Raden Patah. Terpaksa atau tidak terpaksa Kanjeng Sunan Ka lijaga harus melakukannya. Kanjeng. mata hatinya mula i berbincang. kharafat.Mudah-mudahan berhasil. Kanjeng Su nan Giri. Selain ingin menodai perjuangan para wali . Pangeran? tatap Sunan Geseng. Sunan Kalijaga ber henti sejenak. dan beberapa prajurit tangguh. Sunan Giri Menganggukan kepala. Saya kir a guratan taqdir berkata demikian. ujar Pangeran Bayat. Kedua saya melihat dengan mata kepala sendiri. Kanje ng Sunan Kalijaga? tatap Sunan Giri. awan hitam bergulung-gulung bergerak c epat kerumuni angkasa. Hingga kita tidak larut dal am bayang-bayang dugaan *** Langit mendung. Saya akan mengutus Dimas Bayat. Saya kira sepenuhnya kebijakan milik negara dan dewan wali Untuk itu tetap. padahal tujuan utamanya politik. padahal keimanan rakyat De mak Bintoro pada saat ini masih rapuh. tatap Sunan Kalijaga. Pangeran Modang. mempertahankan. Kanjeng. Tidaklah sebaiknya mengajarkan bagaimana cara shalat yang benar Ya. Adakah hal penting terkait dengan persoalan i ni perlu diperbincangkan? Rasanya tidak ada. Namun tidaklah sendiri Seandainya ini tugas negara dan perintah dari k etua Dewan Wali insya allah. Raden. dia tidak bisa dikalahkan dengan pasukan. meski bagaimanapun juga tetap hal ini akan terjadi. Maaf. terkadang kita menganggapnya sesat. Bagi orang awam sudah barang tentu. Sejauh itukah pe ngamatan. Merupakan salah satu ilmu yang diajarkan pada muridmuridnya. Ditebarnya isu penyebaran ajaran sesat semata untuk mengalihka n perhatian pemerintah. lihat pula latar belakang Ki Ageng Pengging? Masuk akal juga. Petir berkilatan. Tetapi kita hanya ingin me nangkap sosok Syekh Siti Jenar yang dianggap sesat dan memiliki ilmu cukup tingg i. saya takut ajarannya semakin melua s. Bukan lawan prajurit. Sunan Giri perlahan bangkit. ujar Sunan Bonang. Kanjeng. Ada apa Kanjeng Sunan Bonang. Kali ini sebaiknya Sunan Kalijaga saja yang berangkat? Saya setuju. Disitulah letak kesalahannya. Toh dia malah mengajarkan hal-hal aneh. Pertama ajarannya benar-benar sesat. manunggaling kawula gusti. Saya rasa tidak perlu melibatkan banyak prajurit. Ingin mendudukan Ki Ageng Pengging sebagai Ra ja Demak Bintoro. Seb ab kita tidak sedang berperang melawan pasukan musuh. Islam itu seakan-akan ilmu yang terkait deng an hal-hal mistis. Sunan Kalijaga menatap Sunan Bonang. sangat jelas akan merongrong wibawa dan keutuhan negeri Demak Bintoro. kedua mendukung Ki Ageng Pengging melakuka n makar. Saya rasa Syekh Siti Jenar tidak memiliki ilm u sihir Tapi. Sunan Kudus angkat bicara. Maaf. Padahal selama ini kita berusaha membangun. Angin bertiup sangat kencang memisahkan daun dan ranting kering d .am! Islam tidak boleh menguasai ilmu sihir apalagi mengamalkannya . Jika hal ini dibiarkan. Belum juga memahami bag-b agan fikih malah loncat ke hal-hal yang berbau mistis. me ngingat masyarakat Demak Bintoro mayoritas muslim. Padahal selama ini kita berusaha membasmi ajaran-ajaran yang berbau bid ah . Sehingga ajaran yang disebarluaskannya bisa menodai perjuanga n kita. saya pun meyakini hal itu. tahayul. tambah Pangeran Modang. ujar Raden Patah. Seandainya mereka sulit ditangkap! ujar Raden Pat ah. dan membelanya. artinya Syekh Siti Jenar jelas memiliki dua kesalah an. timpal Pangeran Modang. Jadi tuduhan makar dan isu politik melatar b elakangi disebarnya ajaran sesat dan menyesatkan. Su nan Kudus melirik. Padahal saya lebih sependapat dengan Kanje ng Sunan Kalijaga. biarlah hari ini juga saya akan menjemput Syekh Siti Jenar. Kanjeng. Syekh Siti Jenar harus ditangkap! ujar Sunan Giri. Justru agama lebih mudah ditunggangi kepentingan politik. Hendaklah persoalan politik dipisahkan dulu dengan persoalan agama. Untuk membuktikan semuanya. Ma sa tuhan bisa manunggal dengan dirinya. mungkin itulah ajaran thariqatnya. hadirnya Ki Ageng Pengging alias Ki Kebo Kenongo disampingnya. Ya. Mungkin karena tidak pernah ditemu i dalam syariat Islam. Pertama mengajarkan ajaran sesat. mungkin inilah warna kehidupan. tatap Sunan Bonang. Mungkin say a akan turut serta bersama Kanjeng Sunan Kalijaga dan beberapa wali lainnya. Saya berk esimpulan demikian berdasarkan hasil penyelidikan. ujar Sunan Giri. dimana lengah gerakan makar pun berjalan. Umat Islam tidak disyariatkan untuk bisa menghilang Benar.

Mungkinkah dia telah mengetahui kedatangan kita. untuk mengantar siapa saja yang hendak menemui pen ghuninya. seakan-akan berada dihadapan kita? Tidakah sedang menghilang men ggunakan ilmu sihirnya? Tidak. me natap langit yang tiba-tiba terang benderang. Lihatlah.Lihat sa ngkah pelan keluar dari ruang padepokan.Utusan dari Demak Bintoro menambat kudanya di b wah pohon rindang. Para muridnya yang berada di dalam ruangan belum juga keluar. yang berteriak mengaduh kesakitan apakah kaki atau mulu t? Tentu saja mulut. Pangeran. Pertanda alam apa lagi? gumam Ki Chantulo. Orangnya dimana? Pangeran Modang berusaha mencari jejak Sye kh Siti Jenar dengan tatapan matanya. Sunan Bonang. Sunan Kalijaga memperlamba angkah kudanya. tanpa terhalang mega tebal ya ng menggumpal. Kanjeng. dan guntur. Ya. Ya. Para murid Syekh Siti Jenar tersentak. seakan menjadi-jadi. Bergerak di atas langit Desa Khendarsawa. Kanjeng Sunan Bonang dan lainnya. Lihatlah Syekh Siti Jen ar sudah tidak lagi menyihir Desa Khendarsawa. Ah bingung saya kakang Pangeran Modang garuk-garuk kepala. Mengapa Kanjeng Sunan mesti menapaki tangga? Tidak seb . Mengapa suarany a sangat dekat. Petir menyabar b atang pohon. di belakangnya Pangeran Mo dang. angin kencang. Tidak ada angin kencang. Pangeran Modang memijit-mijit kening. Matahari semaki n ketakutan. Sihir Syekh Siti Jenar hebat sekali. terkecuali Sunan Bonang dan Sunan Kalijaga tidak tampak lelah apalagi menyeka keringat. Sunan Kalijaga melangkah pelan dikuti yang lainnya. Anak tangga berbaris hingg a menyentuh ketinggian bukit. Aneh? Pangeran Modang memijit-mijit keningnya. adahal masih harus melewati beberapa tangga dan bentangan jalan. Syekh? . Kanjeng. Ingatkah Pangeran pada ilmu hamamayu hayuning bawanna yang dimili kinya? Ya. Sunan Gunung Jati. Mana mungkin kaki bisa berteriak kesakitan. Selamat datang di padepokan saya saudaraku Kanjeng Sunan Kalijag a. Apakah gej ala alam ini sengaja dia ciptakan untuk menyambut kedatangan kita? Tidak. Sunan Bonang beradu tatap dengan Sunan Kalijaga. Kita telah sampai di wilayah Desa Khendarsawa. matanya m enyapu kaki bukit tempat Syekh Siti Jenar bersemayam. tatapannya menyap u wajah Syekh Siti Jenar yang tampak tenang. K anjeng! Pangeran Modang menunjuk langit. Laks ana lembaran kertas yang akan ikut serta mencatat sejarah kehidupan manusia yang terjadi di bawah tatapan matahari. seakan-akan menyambut tamu yang akan da tang. Lha. seraya bang kit dari duduknya. Angin sem akin kencang dibarengi petir dan kilat. dimanakah dia? tatapnya pada Sunan Bonang. Apa hubungannya ilmu sihir yang ditebarkan Syekh Sit i Jenar dengan pertanyaan Kanjeng Sunan Kalijaga? Rayi Modang itu ibaratnya? timpal Pangeran Bayat. Kanjeng? l irik Pangeran Bayat.ari cabang pepohonan. serta lembaran awan putih tipis menyertainya. petir. dimana orangnya? P angeran Modang memutar tatapan matanya. Sunan Kudus. Pangeran . ba hkan guntur. Syekh. Mulai lagi menggunakan ilmu sihir Saya kira Syekh Siti Jenar sudah tahu kedatangan kita. Hampir tidak terhitung jumlah nya saking banyaknya tangannya menyeka keringat yang menetes dikeningnya. tubuhnya seakanakan tidak memiliki bobot. namun saya kurang paham? Inilah bukti kemanunggalan Syekh Siti Jenar deng an alam Maksudnya? Pangeran Modang ikut bertanya. Hanya lapisan. Jika kaki Pangeran terantuk batu. Tapi bukankah Pertanda alam ini lahir dengan sendirinya. dan Sunan Geseng. Terimakasih. seraya menyeka keringat. Hebat juga! Matahari kembali bisa menunaikan sisa tugasnya menatap Desa Khendarsawa. Utusan Negeri Demak Bintoro telah berada di gerbang Desa Khendarsawa. Sunan Kalijaga berdampingan d engan Pangeran Bayat duduk di atas pelana kuda hitam. Padaha l keberadaan kita masih jauh dari padepokannya Bukan Syekh Siti Jenar jika gelap ma ta hatinya. Tentu saja di padepokannya. Aneh . terbakar serta jadi arang dalam sekejap. S angat banyak anak tangganya! gerutu Pangeran Modang. Kanjeng? lirik Pangeran Bayat. Sunan Bonang mengangkat wajahnya ke atas. Kanjeng Sunan bisa saja gema suara S yekh Siti Jenar. Berkali-kali Pangeran Modang menghel a napas. puluhan pasang mata tertuju pada batang pohon yang berubah ja di abu dalam sekejap. Seperti yang lainnya. . lirik Pangeran Bayat. Sangat tinggi ilmu sihirnya Setahap demi setahap Sunan Kalijaga dan rombongan menginjak t angga yang terbuat dari pahatan batu padas. Dia bisa menciptakan petir. Padahal sebelum memasuki Desa Khendarsawa tidak ada. itulah tangga kehidupan . Abunya berhamburan di hala man padepok Syekh Siti Jenar. Heran? tatap Pangeran Modang pada Sunan Bonang. terdengar suara Syekh Siti Jenar menggema. menyelinap di antara gelapnya mega yang bergulung-gulung. keningnya berkerut-kerut. mereka hanya mengantar langkah gurunya dengan tatapan mata penuh pertanyaan. Kematian Maksud. jawab Sunan Kalijaga.? tangannya memijit-mijit kening. Pangeran. Kanjeng. Sunan Kalijaga tersenyum. matanya tertuju ke depan. itulah tangga susun menuju padepokannya.

Seandainya benar mengapa saya dianggap bersalah dan sesat? arena saya memandang dari sudut pandang umum dan kepentingan negara.aiknya langsung saja berdiri dihadapan saya? gema suara Syekh Siti Jenar. saya telah kembali! Pangeran Modang geram. yang ber sifat mutlak. Hingga dengan ajaran tadi orang yang baru mengenal dan be lajar Islam menganggap syariat itu tidak penting. jika kaki saya tidak menyentuhnya . Sunan Kalijaga melirik ke arah Sunan Bonang yang tersenyum. Andika telah melanggar kesepakatan yang telah umum ketahui dan di akui kebenaran. Jika hal itu merupakan keharusan. karena diduga telah menyebarluaskan ajaran sesat dan menyes atkan. ketepatan. sebab yang menilai orang lain sesat bukanlah diri si pelaku. Pangeran. tidak jauh dari persoalan yang kita bawa. Jadi bingung apa itu batin? Pange . apalagi sebagai utusan. Aneh kenapa Kanjeng berdua tidak tamp ak lelah apa lagi berkeringat kelihatannya enteng. Bukankah esensi ajaran Islam yang sesungguhnya berada dalam jiwa. Padahal kaki saya s eperti halnya Pangeran menyentuh tangga. Sunan Kalijaga perl ahan melangkah. Memang saya malas bero raga apalagi memanjat gunung Matahari semakin nampak. Hanya untuk menghindar i fitnah bagi andika. Orang kebanyakan menyebutnya batin atau kebatinan. namun sebaliknya bagi yang awam hal itu akan di anggap benar. Dibelakangnya berdiri beberapa muridnya. Sunan Kudus meletakan jari telunjuk dibibirnya. Juga sangat tidak menghargai Syekh Siti Jenar yang telah susah p ayah menciptakan tangga. ketika kita telah bera da dalam tahapan ma rifat. saya kira demikian. Itu semua terseka dengan tiupan angin sepoi-sepoi. Lihatlah bedug. Pange ran. lalu tatapan mata Sunan Bonang menyambangi batin Sunan Kalijaga dan Syekh Si ti Jenar. mengusir sengat dan keringat panas. Kali ini andika tidak akan bisa lolos . Syekh Siti Jenar menyambut Sunan Kalijaga beserta rombongan dari Ne geri Demak Bintoro. Kanjeng. Mereka berbicara melalui mata hati.Tenang. Pada intinya hendaklah Syekh menahan diri untuk menyebarkan ajaran yang dianggap sesat secara umum. Seperti itukah lelaku saya saat ini? Ya. Bukankah ketika saya sedang berada d i atas panggung dan mementaskan gamelan. Ada pun alasannya s aya menangkap Syekh. Sunan Kalijaga berh enti sejenak. Kanjeng? tatap Pangeran Bayat. Kanjeng. Saya kali ini ditunju sebagai pimpinan rombongan. Apakah Kanjeng juga punya ilmu sihir? Mengapa pangeran bertanya demikian? tatap Sunan Kalijaga. Se hingga lelaku itu benar menurut pengikut awam. Inilah padepokan s aya. Apa yang dibicarakannya. Saya sangat memahami tugas Kanjeng secara lahiryah dan kenegaraan. Mestinya manusia itu berjalan melewati tangga tahap pertama. Tentu saja. serta tidak semestinya. Padahal tidak seharusnya mengajarkan i lmu yang Syekh pahami pada orang yang bukan padanannya. bukankah itu pun gendang besar yang menggunakan alat pukul se perti halnya gong? Benar. Kanjeng. dari sudut pandang umum. lalu mata batinnya menembus jiwa Syekh Siti Jena r. Baiklah. apa maksud uca pan Syekh Siti Jenar? Pangeran Modang melongo. Kanjeng. Hingga menyeret orang un tuk melukar syariat . Ya. alat musik gong itu mestinya dipukul. lalu berdiri disamping Sunan Bonang. erujar secara lahiryah tatap Sunan Kalijaga. Syekh. Kanjeng Sunan Bonang. Hanya sayang kesa lahan Syekh menganggap sama setiap orang. Syekh Siti Jenar tersenyum. serta manunggaling kawula gusti. Mengapa mereka saling adu tatap? Tidak terdengar lagi bicara? gumam Pangeran Mo dang. Tentu saja agar tidak gagal memboyong Syekh ke nege ri Demak Bintoro. Syekh. Tidak se mestinya saya meninggalkan rombongan. Ya. Seakan-akan ingin puas menyinari para penghuni bumi. J ika saya memperlakukan gong seperti gendang tentu saja akan ditertawakan orang y ang sudah tahu. tatapan matanya menyapu wajah para utusan dari negeri Demak Bintoro. tidak semestinya loncat pada tangga yang lebih at as Lha. Syekh. Tidak ah disadari meski gendang pun bisa dipukul menggunakan batang kecil yang seukura n. Namun dalam hal ini orang kebanyakan dan umum. Itu kepercayaan Raden Patah dan Kanjeng Sunan Giri selaku ketu a Dewan Wali yang memutuskan. Kali ini saya datang selaku utusan dar i negeri Demak Bintoro. panasnya terik menguliti tubu h. akrab. Tentu saja harus secara lahiryah. Benar. Jika demikian Kanjeng telah terikat dengan kekuasaan dan melupakan esensi kebenaran. dengan sorot mata t enang. O pantas Pangeran Modang geleng-gelengkan kepala. Saya tidak merasa berat dan mungkin ser ing latihan . Betulkan demikian? Mengapa tuduhan seperti itu selalu datang bertubi-tubi m emojokan saya dan para pengikut? Padahal saya tidak merasa sedang berada dalam k esesatan. Artinya andika dihadapan umum su dah berbuat sesuatu yang tidak lazim. Sunan Kalijaga berhenti sejenak. mengapa mereka saling tatap? Pangeran Mod ang mendekat. serta lelakunya. Mungkin menurut pandangan khusus demikian. padahal yang salah adalah yang me ngajarkannya. sekarang ketiga-tiganya jadi saling tatap.

Mari kita kembali ke negeri Demak Bintoro. alangkah lebih baiknya jika pembicaraan andika bertiga t erdengar secara lahiryah. Matahari berbinar kemerah-merahan. Tangannya menghunus keris. Mengapa mereka masih saling tatap? Pangeran Modang masih kebingungan. Halamnnya yang luas dipagari pepohonan sebesar tubuh kerbau. juga ada yang semestinya harus dikonsumsi dan ditelaah berdasarkan tingkatan tertentu. Ya. lantas mengikat lengan dan sekujur tubuh Syekh Siti Jenar. Tida kah sadar jika andika ini telah menyebarluaskan ajaran sesat dan menyesatkan? Perl ukah saya bicara panjang lebar dengan andika. Pangeran? Tidak perlu! tatap Pangeran Modang. Lha. Mesti berdebat pun tentu saja pembicaraan andik a akan lebih melantur kemana-mana. merekalah yang tidak mau mengerti dan memahami. Karena tujuan para utusan agung dari negeri Demak Bintoro ingin menangkap saya dan menjatuhkan hukuman. Baiklah. tangannya menggenggam pesakitan seraya memaksanya untuk turun dari padepokan. berdiri pendopo megah terbuat dari kayu jati tidak berukir. Dari tadi saya perhatikan terus ngelantur. lalu berpasangan saling s erang. pagar h idup dan tumbuh. mung kin marah atau terusik dengan suara bising di tepi hutan. saya terima tantangan itu. Selesai. Di sudut lain Kebo Benowo berdampingan dengan Joyo Dento. Apa yang andika bicara kan. Kanjeng! Kakang Bayat! Betapa mudahnya menangkap orang ini tidak seperti hari s ebelumnya menghilang segala. daun rimbunnya menutup langit. selain mengelak dan berusaha mencari alasan agar terlepas dari hal yang dituduhk an. Sunan Gunung Jati. Dento? Maksud aki? Taklukan lagi para rampok dan paksa orang-orang kampung. Kanjeng Sunan. Mana mungkin orang yang sudah dituduh bersalah mengakui kesalahannya. Bukankah itu soal m udah. lahirkanlah pembicaraan andika berdua! Keduanya masih belum melahirkan setiap ucapannya. Hanya saja kita kekurang satu pasukan lagi ? dahi Joyo Dento mengkerut. dentin gan senjata begitu nyaring. dihadapannya be rdiri pasukan berbaju serba hitam. kenapa amat mudah? gumam Sunan Geseng. Teriak lantang.ran Modang garuk-garuk kepala. Sehingga muncul kalimat bodoh yang menduga-duga. tubuh kekar serta berotot. Nun jauh dari keramaian rakyat negeri Demak Bintoro. Lalu kita semua hanya menyaksikan orang yang menen g-menengan Kanjeng Sunan Kudus? tatap Pangeran Bayat. Apa lagi yang mesti kita bicarakan? Kecuali menangkap dan memenjarakanny a. t atapan matanya tertuju pada Sunan Kalijaga. Bukan salah saya. Sye kh Siti Jenar menganggukan kepala. seraya mencerna permintaan Sunan Kudus. seakan-akan sedang berdebat dengan tatapan matanya masing-masi ng. Loro Gempol berdiri di depan para lelaki telanjang dada. Sunan Kudus. Maksud andika? Kita perlu pasukan berkuda. hen daklah pilih-pilih. Sunan Kudus me n Sunan Bonang. dan Pangeran Bayat. *** Awan berlayar rendah di atas bahu puncak Gunung Lawu. Pangeran. Syekh. paling samping dengan busur di tangan dan anak panah. untuk siapa itu? Dimana? Lalu tahapan aqidahnya? Sebab ilmu itu ada yang bisa disampaikan melalui dakwah secara umum. bahkan komat-kamit mulut yang meluncurkan setiap kalimat sa nggahan dan pernyataan. Memutar balikan fakta. Kanjeng. Karena pemb icaraan ini terdengar oleh umum. menggenggam tombak pasukan sebelahnya. kembali beradu tatap dengan Syekh Siti Jenar. Meski saya serib u kali membuat penjelasan dan pembelaan rasanya bukan itu yang andika semua tuju . Hehhhhmmmm Sunan Bonang menarik napas dalam-dalam. Tanpa ada gerak. Pemahama n dan pencernaan tentang hal yang tidak tersirat dan tersurat dalam alquran. Syekh Siti Jenar tersenyum. Syekh. lalu disered. tapi apa yang dibicarakannya memekakan gendang telinga dan tidak ny ambung lalu menghela napas dalam-dalam. Inilah pasukan gelap sewu! gumam Kebo Benowo. te . Untuk itu tangkaplah saya! Tentu! Pangheran Modang maju. serta membolak-balikan kalimat. Syekh. ujar Pangeran Bayat. tentu harus terdengar. Sunan Kalijaga t ersenyum. terbuka.Baiklah. Setiap tangan menggenggam pedang. Sama sekal i tidak ada tingkatan yang lebih rendah dan lebih tinggi. . Tidak semestinya mengharuskan orang lain berada dalam tahapan yang sama dengan andika. Kanjeng. Andika berkata demikian. kalau perlu dihukum sekalian. Masa mereka tidak sang gup mencerna dan menelaah setiap pemikiran saya? Sekarang sudah terdengar Pangeran M odang tersentak. Syekh? tanya Pangeran Modang. Saya paham. Baiklah. Yang terdengar hanyalah suara jubah mereka masing-masing yang berkelebatan tertiup angin pegunungan. Lalu membalikan tubuhnya mengikuti langkah Panger an Modang. tidak setiap ajara n Islam yang andika tafsirkan dan pahami bisa disebarkan secara merata. Kanjeng Sunan Kalijag a. Kenapa tidak? rsoalannya kita harus mengeluarkan modal yang lebih besar? Selain membeli kuda j uga merekrut lagi warga Demak yang siap berjuang bersama kita. serta m erta memojokan dan menyudutkan semisal saya dan para murid. Bagi saya setiap orang adalah sama.

artinya tiada lama lagi mal am akan tiba. Tidakkah kehidupan m anusia ini di dunia hanya sekejap. Sunan Geseng. Terpaksa atau tidak terpaksa indahnya senja akan terseret gelapnya malam. Bukankah tempo hari juga yang menghadapi Kanjeng Sunan Kudus? Entahlah bukankah ketika berhadapan dengan Kanjeng Sunan Kudus masih sempat menghilang dengan sihirnya ketika akan ditangkap? Benar juga? Kenapa a ndika malah berdebat? lirik Syekh Siti Jenar. Cukup. Mudah. Namun itu hanya berlaku bagi para perampok. Apa bedanya kisanak dengan mengharg ai binatang ternak yang disembelih? Apa bedanya seorang penjahat seperti andika de ngan hewan sembelihan? Bukankah tidak lebih rendah perbuatan andika dari binatan g sembelihan? Kisanakkah yang menentukan rendah dan terhormatnya derajat manusia? In i sudah menjadi ketentuan hukum Pangeran Modang mengerutkan keningnya. Dimas. Kakang. Bukankah teramat singkat dan cepat. Pangeran Modang diam sejenak. Bagi p enduduk kampung tidak lagi dengan cara kasar. Mungkin ilmu sihirnya pada hilang gara-gara berhadapan dengan Kanjeng Sunan Kalijaga yang memiliki ilmu tinggi. Apa pu n yang terjadi. Bawalah saya dan hadapka nlah pada Gustimu! Andika menantang! geram Pangeran Modang. Mestikah hukum penggal dilakukan demi menghilangkan nyawa orang? Jangan salah arti. tawa renyah Pang eran Modang mengurai gemerisiknya dedaunan tertiup angin. . Syekh! sentak Pangeran Modang memecah keheningan se jenak.rutama para pemudanya agar mengikuti kita. Setelah diberi kemudahan malah diperdebatkan. desahnya pelan. Joyo Dento meninggikan alisnya. Andika diseret ke Demak bukan untuk berbicara tentang kehidupan.O hela Syekh Siti Jenar. Syekh! ujar Pangeran Modang. lalu lengan bajunya mengusap keringat yang mulai meleleh dari dahinya. Takutkah andika. nghilangkan nyawa orang dengan jalan dipenggal.Lantas? menggeleng. hingga derajat andika dianggap setingkat dengan binatang sembelihan. Pangeran. Meski demikian mereka tidak boleh hanyut terbawa arus pembicaraannya. yang tidak memiliki rasa kemanusian sama sekali. Lantas? Tidakkah aki pikirkan seandainya kita menempuh cara lama dalam meng umpulkan orang tidak akan pernah menumbuhkan rasa simpati. Pangeran Modang. akibat menghina pengadila n. Ki. . Ide apa kali ini yang bersemayam di benak andika. Bukankah siasat ini berhasil? sungging Joyo Dento. Dento? Doktrin! Maksud nya? dahi Kebo Benowo mengkerut. Dento? Sama sekali ti dak. Bukankah kita tidak cukup modal untu k biaya makan mereka saja mengandalkan uang dan emas cipataan? Tidak. Tidakkah kisanak perhatikan ind ahnya matahari di upuk senja? Jika hari sudah senja. Syekh Siti Jenar tetap merupakan musuh Negara dan Agama yang per lu mendapatkan hukuman. . pemenggala n dilakukan demi tegaknya hukum! Bukankah pada akhirnya tetap untuk menghilangkan nyawa orang? Yang kisanak anggap sebagai musuh Negara? tidak Mengapa tidak? Bukankah etelah orang dipenggal dan lehernya putus akan mati? Itu sebuah pembunuhan. Ki. desis Sunan Geseng. *** Syekh Siti Jenar yang memiliki ilmu sihir itu ternyata teramat mudah untuk saya seret ke hadapan Gusti Sultan. Keadaan rakyat Demak Bintoro terpengaruh dan kacau Ajaran hidup untuk mati itukah? I ulah! Bukankah mereka sudah menganggap mati itu indah? Mana mungkin mereka mengink an kedudukan dan memiliki niat bergabung dengan kita? Hahahaha Ki Benowo! Jangan kha watir. Haruskah membeli? tatap Kebo Benowo. Apalagi mendukung lan gkah kita. Tidak mungkin ini terjadi teramat mudah? matanya tidak beranjak dari wujud Syekh Siti Jenar yang terikat dan disered-sered Pangeran Modang. Meski du lu pernah melakukan cara itu. bukankah orang-orang yang akan kita pengaruhi tidak lain hanyalah masyara kat miskin dan bodoh? Benar. Tiada salahnya yang diucapkan Syekh Siti Jen ar. dan yang lainny a hanya menghela napas dalam-dalam. Tidakkah perkataan Pangeran terlalu berlebihan? Buka nkah pengadilan nanti yang akan menentukan di depan sidang para wali dan Gusti S . Untung saja belum berada dihadapan G usti Sultan. Syekh? Mengapa mesti takut. serta mendapatkan hukuman yang setimpal.Mengapa saya harus ? Andai benar itu tujuan andika? Baiklah! dorong Pangeran Modang. Andika akan diadil i. Huk um penggal dilakukan bukan untuk menghilangkan nyawa orang! Ingatlah. Tentu saja . Syekh! geram Pangeran Moda Jangan sekali-kali andika bicara ngelantur. Dosa dan kesalahan andika akan bertambah. Bukankah tujuan andika berdua menang kap saya. Perlu kuda kita melakukan perampasan Say a kurang setuju dengan cara demikian. Maka hukum penggal sugah semestin ya Pangeran. Hukuman pun akan lebih berat! Itu mesti andika pahami! Apa artinya hukum manusi a? Tidak takutkah andika. Begitu pula kehidupan kita di dunia ini. Saya kira tidak melalui pengadilan dul u? Bicara apa? Masa kisanak tidak dengar? Itu penghinaan. Semua ora ng tahu itu! Perlu andika ketahui! Andika digiring ke Demak Bintoro tiada lain u ntuk dipenggal! Pangeran? sela Sunan Geseng pelan. Modang! kerut Pan geran Bayat.

Keparat. Hehe andaikan pejabat neg ara seperti kisanak semua tidak mungkin keadilan akan tercapai. tindakan kisanak tidak mencerminkan sebagai seorang terpelajar dan soso k pejabat Mulai lagi andika! Bukannya diam dan merasa takut pada saya. Bukannya andika ini orang sakti Syekh mengapa saya pukul sekali saja sudah nam pak kesakitan? Jika Pangeran masih mau memukul saya silahkan. Syekh S iti Jenar terkekeh. malah membantah terus Mengapa saya mesti takut pada kisanak selaku p ejabat negara dan terpelajar. juga pejabat negara. sungging Syekh Siti Je nar. serta segala yang kisanak miliki tida k akan pernah menolong dan membantu ketika kita ber Diam! bungkam Pageran Modang. Rupanya andika harus mendapat pelajaran! ketusnya. karna andika bukanlah rakyat Demak Kebanyakan.Dimas. Jika tidak. Tidak salahkah para wal i memungut kisanak sebagai abdi negara? Bukankah rakyat semacam saya ini perlu d iayomi Tidak. Padahal tuduhan tadi menunjukan ketidakpercayaan diri kisanak. mukanya merah padam. Brengsek! Menantang rupanya andika. Syekh enar menjaga keseimbangan.Mulutnya menyeringai menahan sakit. .inuhun? Ah. apalagi hakikat hidup. Tidakkah antara si miskin dan si kaya. Tetapi yang dipukulnya untuk kali ini tida k bergeming. J ika Syekh Siti Jenar diberi sedikit penjelasan maksud saya supaya tersadar akan ke salahan dan dosa-dosanya. Pangeran? Diam! geramnya. mengapa berlaku demikian padanya? tatap Pangeran Bayat. Andika hanya rakyat jelata. Kakang. merunduk. Bukankah dia juga punya hak untuk mendapatkan keadilan yang wajar? Tapi. tata pan matanya yang tajam seakan-akan menembus kelopak mata Pangeran Modang dengan seringainya menahan sakit. Lantas tidakkah ingat bahwa All ah menilai manusia bukan karena parasnya yang cantik. Pangeran. terasa kepalan tangannya menghantam baj a. Ternyata k isanak telah dilenakan dengan pakaian kebesaran. . bukan sebaliknya sosok kisanak mencerminkan prilak u yang sesuai dengan jabatan serta ilmu yang dimiliki? Keparat! Pangeran Modang sem akin terpancing. Sebelum hukum dijatuhkan dia mau bertobat Hahahaha . . jari-je arinya dengan kasar menjabak leher baju Syekh Siti Jenar. bukan karena jabatannya. Dimas. tetapi orang yang paling mulia dihadapanNya hanyalah nila i ketakwaannya? Dunia. matanya menyala terbak ar marah. Syekh?! Pangeran Modang kembala mengayunka n kepalan tangannya ke arah perut. dengan tatap mata beringa s.. mengapa dia ta hu saya merasa ciut Benarkan apa yang saya katakan. kekuasaan. Tidak sepantasnya bagi rakyat jelata melawan Pejabat. Akhhh jerit lirih Syek Siti Jenar. Beraninya bersik ap tidak diam. sungging Syekh Siti Jenar. Mau lagi? memamerkan kepalannya. Mestikah sa ya hormat terhadap andika? Benar benar kisanak telah dibutakan gemerlapnya pakaian k ebesaran dan singgasana jabatan. Tidak sepantasnya memuta rbalikan kata andai itu hanya untuk melipur lara karna takut. hingga kembali mengayunkan kepalan tangannya ke perut. Kanjeng Sunan. lalu memukul pundak Syekh Siti Jenar hingga terhuyung. Andika selain penghianat Agama dan Negara juga berani mencela setiap ucapan saya. Apalagi mendakwahkannya pada orang lain. jabatan. Pangeran. Pangeran? Nanti akan kita buktikan dalam persidangan Haruskah y . benarkah dia itu bisa membaca isi hati saya? Ah mana mungkin manusia sanggup menyelami hati orang lain? sejenak termangu. Kisanak telah lupa ten tang asal muasal sendiri. Pangeran Ba entikan gerakan tangan Pangeran Modang berikutnya. Tidak sadarkah derajat andik a dan saya berbeda. Kepalan tangannya menghantam lambung. Dimas? Tidak semestinya kita memperlakukan Syekh Siti Jenar secara kasar. pesakit an! bentak Pangeran Modang. Hati Pangeran Bayat mulai ciut. berdiri tegak. Jika buka mulut sekali lagi akan ku sumpal mulut andik a Pangeran. Bukankah kesalahan say a ini belum terbukti. Saya merasakan sakit saat dipukul kisanak hanyalah untuk menghormati kesombongan dan keadigungan adi guna . andika. Kakang? Sadarlah. b ukan karena miskinnya. pejabat atau pun rakyat semuanya sama di depan hukum? Siapa bilang? geram Pangeran Modang. Andi ka yang menduga-duga? Katakanlah dengan nurani. Andika tiada lain pesa kitan yang sudah semestinya mendapat perlakuan seperti ini. Tid ak. Prilaku saja sudah tidak sanggup menarik simpati.Eeh sihir apalagi yang andika gunakan kh? Pangeran. Aduhhh Syek h Siti Jenar terhuyung. saya pejabat Negara.E eh. Bukankah sepantasnya. Diam. Arti nya melawa n Pejabat Negara. Maaf.Pangeran perkataan kisanak berlebihan Diam.semestinya andika menggurui saya. . Syekh! Pangeran Moda g merah padam. Kenapa. tidak semestinya seorang terpelajar dan memiliki jabatan menduga-dug a dan menuduh. Mana mungkin orang seka sar kisanak bisa mendalami agama dengan baik. Tidak mampu meng endalikan amarah alamat berantakan sistem hukum di negara ini. Bukankah sud ah tahu bahwa saya ini seorang terpelajar. tapi Pangeran Modang tampak pucat. telapa k tanganya mengelus punggung tangan yang terasa sakit. Dia terlalu angkuh dan selalu mencela kita. Drek.

Sebaiknya Pangeran istirahat dulu Diam! lalu membalikan tubuh ke belakang terny ata Pangeran Bayat menjauhi dirinya seakan berlari kembali ke Padepokan menghamp iri para Sunan yang tidak mengikuti langkahnya. Keparat! Siapa andika? berputar-putar mencari pemilik suara. Buanglah yang menyebabkan hati kisanak menjadi buta. kembali berbalik. Jika demikian kita hanya berdua Pangeran? terdengar lembut dan menakutkan. tangannya masih menggenggam kuat tam bang pengikat pesakitannya. tinjunya dikepalkan. Tidakkah kisanak dalam keadaan gusar? Setia p ujaran berbenturan dengan lainnya. Ada apa ini? dahinya dikerutkan. Aneh. benarkah tadi yang saya ajak bicara Kakang Bayat? Juga P ara Sunan? Jika benar tentu mereka tidak akan meninggalkan saya begitu saja? Haha da sar bodoh! Andai mata hati kisanak tidak buta tentu tak seharusnya berbuat sebod oh itu . Diam!. terasa dirinya betapa dungu dalam menghadapi kejadian tersebut. padah al tadi dibelakang. Keparat! Saya telah kembali ditipu dengan sihirnya gigin ya gemeretak. mukanya merah padam. Lalu. lalu Pangeran Modang mengerutkan keningnya. terdengar seaka n-akan menusuk gendang telinganya. Eeh kemana Syekh Siti Jenar? Mengapa ikut lenyap . bukankah sedari tad i saya bicara dengan mereka apa sebenarnya yang telah terjadi pada diriku? Berkalikali telapak tangnya menepuk dahi.ang belum jelas kesalahannya diperlakukan sebagai pesakitan? Andika ini memang pes akitan! bentaknya dengan muka memerah. Diam! Pangeran Modang merenung sejenak. Belalakkanlah mata hati kisanak! Brengsek! Andika jangan mempermainkan saya ! Ayo tampakan wujud Andika pengecut Bukankah tadi saya sudah menasihati kisanak? Say a tidak perlu nasihat orang pengecut Kisanak masih belum paham juga . Kakang Bayat meninggalkan saya? Juga para Sunan tiada satu pun mengikuti. Sudah! lalu menyeret lagi. Disisi lain rasa gengsi sangat kuat untuk memperlakukan Syekh Siti Jenar dengan cara y ang kurang hormat. dipihak lain membenarkan ucapan musuhnya. Yang diikatnya kini bukanlah Syekh Siti Jenar tetapi sebongkah gedebog pisang.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->