BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang Pada tahun 1887, A.A Michelson dan E.Q. Morley mencoba menemukan kecepatan absolut bumi terhadap ether. Untuk mengukur kecepatan ether (yang ada pada saat itu dipercaya sebagai medium gelombang cahaya merambat), Michelson dan Morley merancang suatu alat interferensi gelombang cahaya. Manfaat dari pola interferensi yaitu untuk memperoleh panjang atau perubahan panjang pada gelombang cahaya, dengan ketelitian yang sangat tinggi berdasarkan penentuan garis-garis interferensi. Oleh karena itu, sejak para fisikawan yang terbiasa dengan fisika klasik tidak menerima bahwa gelombang dapat dirambatkan tanpa medium. Walaupun medium untuk perambatan cahaya belum jelas, para fisikawan akhirnya mencoba untuk mempostulatkan bahwa medium tersebut ada yaitu eter. Maka Michelson melakukan pekerjaan untuk memaksa eter agar dapat diuji langsung secara fisis. Percobaan Interferometer Michelson dilakukan dengan meletakkansecara tegak lurus (sudut 90) posisi Movable mirror dan adjustable mirror yang ditengahi oleh S plit. Dengan posisi demikian, akan terjadi perbedaan lintasan yangdiakibatkan oleh pola reflektansi dan tranmisivitas split dari cahaya yang masuk melewati Lensa 1,8 nm. Selanjutnya, perbedaan lintasan ini akan menyebabkanadanya beda fase dan penguatan fase (yang biasa disebut sebagai interferensi)yang selanjutnya menyebabkan munculnya polapola pada frinji.Dalam perkembangan selanjutnya, Interferometer Michelson tidak hanyadapat digunakan untuk membuktikan ada tidaknya eter, akan tetapi dapat puladigunakan dalam penentuan sifat-sifat gelombang lebih lanjut, misalnya dalampenentuan panjang gelombang cahaya tertentu, pola

Sehingga. Dapat merangkai komponen interferometer dengan tepat sehingga menghasilkan sebuah princing. maka percobaan Interferensi Michelson ini menjadi penting untuk dilakukan. . Membandingkan bentuk princing yang terbentuk dengan teori. 1. Mengamati princing ± princing yang terbentuk 3.penguatan interferensi yangterjadi. 2.2 Tujuan 1. mengingat nilai guna dari eksperimen ini yangsedemikian luasnya. dan sebagainya.

Mari kita lihat interaksi ini lebih terinci. (Tan Ik Gie. . Bayangkan bahwa kita memiliki dua permukaan M1 dan M2 seperti yang digambarkan. (Tan Ik Gie. efek yang diamati akan sama dengan yang dihasilkan oleh permukaan menempatkan A dan B' (gambar B pada M permukaan) di atas satu sama lain. Sebuah interferometer Michelson terdiri dari dua cermin yang sangat dipoles M1 & M2. Untuk mengukur perubahan sebesar 10-4 dengan mata biasa tentunya tidaklah mungkin.1999). Alat yang dirancang Michelson-Morley yang biasa disebut dengan interferometer Michelson-Morley. M adalah sebagian reflektif. sebesar      . Interferometer adalah alat yang dapat digunakan untuk mengukur panjang atau perubahan panjang dengan ketelitian yang sangat tinggi berdasarkan penentuan garis-garis interferensi. Keduanya bergabung kembali balok pada titik C 'untuk menghasilkan sebuah pola interferensi (asumsi keselarasan) terlihat bagi pengamat pada titik E. permukaan F.BAB II TINJAUAN PUSTAKA Kecepatan orbit bumi terhadap matahari. sehingga satu berkas ditularkan melalui titik B sementara satu tercermin dalam arah A. ini berarti perubahan kecepatan cahaya jika diukur seorang pengamat di bumi. Sebuah sumber S memancarkan cahaya monokromatik yang hits cermin setengah perak.1999). kecepatan cahaya sebesar 3 x 108 m/s. di titik C. Untuk pengamat pada titik E. atau terhadap sebesar 3 x 104 m/s.

Efek dari gangguan ini adalah untuk mengubah bagian dari cahaya . berjalan melalui cermin semi-transparan. Namun energi kekal. 1. Salah satu cermin memantulkan semi-transparan pergi ke cermin atas dan kemudian merefleksikan kembali. ke detektor. Yang pertama lainnya berjalan melalui cermin semi-transparan. (Spaceandmotion. Kedua balok yang koheren. ada interferensi konstruktif dan sinyal yang kuat pada detektor. Jika dua jalur berbeda dengan seluruh nomor (termasuk 0) dari panjang gelombang.Ada dua jalur dari sumber (cahaya) ke detektor. untuk cermin di sebelah kanan.5.. kemudian mencerminkan dari cermin semi-transparan ke detektor. 0. itu dibagi menjadi dua balok intensitas yang sama oleh refleksi parsial dan transmisi. Hal ini mungkin muncul pada pandangan pertama melanggar prinsip konservasi energi.5 . Dalam percobaan ini gelombang koheren dengan demikian dihasilkan dengan metode pembagian amplitudo.) ada interferensi destruktif dan sinyal lemah. Jika mereka berbeda dengan seluruh nomor dan setengah panjang gelombang (misalnya..5. karena ada redistribusi energi pada pusat balok-splitter di mana energi pada situs merusak adalah kembali didistribusikan ke situs konstruktif. mencerminkan kembali ke cermin semi-transparan. 2.2010) Prinsipnya adalah ketika sinar paralel dari cahaya yang datang dari sumber cahaya monokromatik diperpanjang adalah insiden pada sebuah piring perak setengah gelas.

tapi karena itu adalah titik sumber cahaya itu memiliki koherensi spasial dan akan menghasilkan sebuah pola interferensi(Spaceandmotion.2010) . dan slot tipis atau lubang jarum. filter.yang dipantulkan yang kepala untuk detektor dan sisanya yang kembali kepala ke arah sumber. Cahaya bintang temporal cahaya koheren. Dalam satu versi percobaan Michelson-Morley.2010) Pada akhir 1800-an. pola interferensi diperoleh dengan menggunakan lampu gas discharge. (Spaceandmotion. interferometer cahaya bintang digunakan sebagai sumber cahaya.

14 Desember 2011 : 15:30 WITA ± selesai : Laboratorium Fisika Eksperimen. Permukaan bidang kaca pertama 4. Laser Pointer 3. Universitas Tadulako 3. Merangkai komponen interferometer seperti gambar di bawah ini.BAB III METODOLOGI 3.1 Waktu dan Tempat Hari/Tanggal Pukul Tempat : Rabu. . Permukaan bidang kaca kedua 5.2 Alat dan Bahan 1. Layar 3. Kaca pembagi sinar 6. Fakultas MIPA.3 Prosedur Kerja 1. Papan Optis 2. Lensa Divergen 7.

Papan optik B. Laser pointer C.Keterangan gamabr : A. Lensa Divergens G. Permukaan bidang kaca kedua E. Kaca pembagi sinar F. Layar a. Permukaan bidang kaca pertama D. Tabung laser pointer b. Kaca pembagi sinar .

Atur posisi dan usahakan agar sinar yang keluar sudah sejajar.c. Mengatur Interferometer a. Memasukkan laser pointer metrologik ke dalam tabung laser pointer. . Permukaan bidang kaca 2.

b. Mengusahakan agar kedua titik terang merah dari kaca pertama dan kaca kedua tergabung menjadi satu pada layar sehingga terbentuk princing-princing pada layar. Sinar akan diteruskan menembus pusat lensa divergens yang membentuk dua titik terang merah pada layar. . f. Mengatus posisi sinar dari cermin pertama agar sinar yang menembus kaca pembagi sinar menghasilkan sua titik terang merah tepat pada pusat lensa divergens. d. Mengatur ketinggian cermin kedua sehingga bagian lain dari kaca pembagi sinar menembus cermin dan dipantulkan kembali oleh kaca pembagi sinar. Memasangkan kaca pembagi sinar ke U-shapped carrier dan geser 45o terhadap sinar datang. e. Mengatur ketinggian cermin pertama sehingga sinar pantulan laser dari cermin pertama tepat mengenai laser pointer c. Atur ketinggian kaca sehingga bagian sinar yang akan ditransmisikan menembus pusat splitter direfleksikan sebesar 40o.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Pengamatan Gambar perincing yang terbentuk: .

Dalam interferometer. Panjang gelombang cahaya yang berwarna merah monokromatik tertentu yang dipancarkan oleh suatu sumber cahaya (laser) mengandung cadmium. Agar hasil interferensi dapat diamati maka syarat yang harus dipenuhi adalah dua sumber cahaya harus koheren dan memiliki beda fase yang selalu tetap (memiliki frekuensi dan amplitudo yang sama). Dalam hal ini layar tidak merupakan prinsip kerja dari peralatan interferometer . kaca pembagi sinar. Interferensi dapat bersifat membangun dan merusak. Permukaan bidang kaca pertama adalah berkas cahaya yang dikenakan atau dipantulkan dengan obyek yang diukur. sinar laser. Setelah dilakukan pengujian. Bersifat membangun jika beda fase kedua gelombang sama sehingga gelombang baru . interferensi antar keduanya memberikan informasi mengenai obyek yang memantulkan panjang gelombang cahaya tersebut.2 Pembahasan Interferensi terjadi ketika dua buah gelombang datang bersama pada suatu tempat. Supaya dapat mengadakan interferensi maka sinar laser tersebut dipisahkan oleh pemisah permukaan bidang menjadi dua bagian yaitu permukaan bidang kaca pertama dan permukaan bidang kaca kedua. Pada saat itu. Sinar laser merupakan cahaya yang intesitasnya digandakan dan difokuskan pada arah tertentu. maka permukaan bidang kaca pertama dan bidang kedua dipertemukan. lensa divergen dan layar. Dalam percobaan ini digunakan laser yang berwarna merah.4. bidang kaca kedua. Sinar laser bersifat koheren dan mempunyai intesitas yang sangat tinggi. Peralatan interfereomter terdiri dari 4 bagian pokok yaitu papan optic. sumber cahaya yang digunakan adalah sinar laser. Permukaan bidang kaca kedua adalah berkas cahaya yang pola fasanya dipertahankan tetap. Pengukuran panjang dengan menggunakan interferometer dapat sangat teliti jika jumlah garis yang dihitung sangat banyak.

Mungkin dikarenakan kurangnya ketelitian praktikan dalam merangkai alat yang digunakan. Dimana perincing yang terbentuk pada layar merupakan interferensi dari sumber cahaya yang digunakan. Pada praktikum ini jika dikaitkan dengan Fisika Modern. princing yang merupakan hasil interferensi karakteristik dari semua fenomena gelombang karena salah satu dari sifat gelombang adalah dapat dipadukan atau biasa dikatakan interferensi gelombang. Bersifat merusak jika beda fasenya adalah 180o.yang terbentuk adalah penjumlahan dari dua bentuk gelombang tersebut. sehingga kedua gelombang saling menghilangkan. tetapi belum sempurna. Bentuk perincing yang diperoleh pada saat praktikum hampir sama dengan bentuk perincing yang ada pada literature. Bentuk perincing yang diperoleh dari hasil praktikum yaitu: Sedangkan bentuk princing sesuai teori yaitu: .

Medium yang digunakan untuk perambatan cahaya para ilmuwan fisika dikatakan sebagai eter. misalnya dengan menimbang dan sebagainya. . Dan sifat-sifatnya dihepotesakan sulit untuk diamati secara biasa.

2. 1. Princing yang terbentuk adalah sebagai berikut . maka dapat disimpulkan bahwa . Bentuk princing yang terbentuk dari praktikum / eksperimen dan teori adalah sebagai berikut: . 4.BAB V PENUTUP 5. 3. akan bersatu kembali pada lensa pembagi berkas dan diteruskan ke layar pengamatan dengan menghasilkan pola gelap-terang berbentuk cincin yang disebut princing. Prinsip kerja dari interferometer Michelson ± Morley yaitu laser He-Ne memancarkan cahaya merah ke arah lensa pembagi berkas yang menyebabkan sinar akan terbagi dua yakni sebagian menuju cermin M1 dan sebagian menuju cermin M2.1 Kesimpulan Berdasarkan tujuan percobaan dan hasil pengamatan serta tinjauan pustaka yang diperoleh. Pada percobaan yang telah dilakukan. Pantulan cahaya masing dari cermin M1 dan M2. dengan menggunakan seperangkat alat interferometer Michelson diperoleh pola gelap-terang (princing) berbentuk lingkaran-lingkaran.

karena percobaan ini telah dilakukan sebelumnya pada mata kuliah fisika modern.y Bentuk princing yang terbentuk dari praktikum/eksperimen y Bentuk princing sesuai dengan teori: 5.2 Saran Sebaiknya percobaan ini diganti. seperti sifat penjalaran cahaya ketika melewati peralatan optika. akan tetapi tuntunlah praktikan untuk mengetahui gejala optis pada eksperimen ini. . tinjauannya bukan pada alat interferometer Michelson dan mencari sebuah princing. dan sebagainya. jika memang itu harus dilakukan kembali.

Universitas Tadulako. Jakarta: Tim Penyusun. Jurusan Fisika.DAFTAR PUSTAKA http://www. Departemen Pendidikan dan Kebudayaaan.dkk. Penuntun Praktikum Eksperimen Fisika Optik.com diakses : 13 Maret 2010 Tan Ik Gie. Fisika Modern.spaceandmotion.Fakultas Matematika dan Ilmu pengetahuan Alam.2008. 1999. Palu: .

yang mana dengan syarat dua sumber cahaya harus koheren dan memiliki beda fasa yang selalu tetap (memiliki frekuensi dan amplitodo yang harus sama). Jelaskan pengertian interferensi? Jawaban : Interferensi adalah perbedaan dua buah gelombang dating bersama pada suatu tempat atau dengan kata lain tergolong dua buah gelombang pada suatu tempat yang saling tumpah tindih. Gambar bentuk perincing yang terbentuk? Jawaban : 3. 2. Bandingkan bentuk princing yang terbentuk dengan teori? Jawaban : .Tugas Pertanyaan !!!! 1.

sehingga cahaya yang berasal dari sumber tidak focus atau cahaya tidak terbagi dengan baik sehingga pada saat cahaya masuk pada lensa divergen akan terbias tidak sepenuhnya masuk dalam lensa. Berikan komentar anda? Jawaban : perbedaan princing yang terbentuk antara bentuk princing dalam percobaan dan bentuk princing dalam bentuk teori. .4. disebabkan oleh pengaturan letak yang mungkin kurang tepat.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful